P. 1
Elemen Mesin 1

Elemen Mesin 1

4.0

|Views: 369|Likes:
Published by popcircles

More info:

Published by: popcircles on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2013

pdf

text

original

SAMBUNGAN TETAP/TIDAK TETAP

Konstruksi biasanya dibangun terdiri dari berbagai bagian, tergantung dari cara kerjanya atau pembuatannya. Beberapa bagian boleh tersambungan bergerak satu dengan lainnya dan ada bagian yang harus sering dilepas dls. Dari sini terdapat berbagai cara mengikat yang dapat dibedakan menjadi : - Sambungan Tetap yaitu sambungan dari dua bagian yang tidak dapat dilepas - Sambungan tidak tetap yaitu sambungan dari dua bagian yang dapat dilepas

SAMBUNGAN TETAP Jenis sambungan tetap : - Paku keling - Las - Solder - Sambungan susut

Paku keling sudah distandarisasi pada berbagai ukuran dan kegunaan. sehingga akan terbentuk kepala yang satu lagi seperti pada gambar.000 s/d 8. kemudian diberi paku keling. . Pada bagian kepala ditahan sedangkan pada ujung yang lain diberi tekanan sebesar 6.000 kg/cm2(tergantung dari materialnya).Paku Keling Paku keling adalah komponen penyambungan dua buah bagian menjadi satu seperti pada gambar berikut : Dua buah bagian yang akan disambung diberi lubang.

Paku keling tidak boleh dipasang terlalu berdekatan atau terlalu berjauhan.Sambungan tidak akan lepas . tembaga dan alumunium tergantung kegunaannya.Dapat dikerjakan pada sisi yang tersembunyi Namun kekurangannya adalah kekuatannya lebih rendah serta tidak dapat dilepas lagi. Kelebihan sambungan dengan paku keling dibandingkan sambungan dengan mur-baut adalah : .Biayanya lebih murah dan waktu penyabungannya lebih cepat .Bahan bakunya dapat berupa baja. . Paling dekat jarak antar paku keling adalah 3 x diameter paku sedangkan paling jauh 16 x ketebalan pelat karena jika terlalu jauh akan terjadi buckling.Lebih ringan .

Shearing pada paku keling c. Kerusakan karena tegangan pada bagian yang disambung d. Bending pada bagian yang disambung b. Kerusakan karena tekanan pada paku keling atau bagian yang disambung .Analisa kekuatan dari sambungan paku keling ditinjau dari beberapa kondisi seperti dapat dilihat pada gambar : a.

Pa Gambar ini berlaku juga untuk paku keling . I/c.c σ = ---------. m Zm = section modulus dari bagian yang paling lemah.I dengan : Lg = panjang dari grip.Bending pada bagian yang disambung Untuk menghindari hal ini kondisi berikut harus berlaku : P.< 0.a.6 (Sy)j 2. Lg = Ls + Lt.Lg. m3 (Sy)j =yield strength dari bagian yang terlemah.

< Ssy = 0.b.Shearing pada paku keling Untuk menghindari hal ini kondisi berikut harus berlaku : 4. Kerusakan karena tegangan pada paku keling Untuk menghindari hal ini kondisi berikut harus berlaku : P σ = ---------.dc2 dengan : dc = diameter paku keeling.< (Sy)j (b-Nrdc)tm dengan : b = lebar dari bagian yang disambung. m Ssy = yield strength dari shear.P τ = -------. m Nr = jumlah paku keling Tm = tebal dari bagian tertipis dari sambungan.4 Sy π. Pa c. m .

d.tm keempat model kerusakan tersebut berhubungan dengan paku keling dan bagian yang disambung secara individu.< 0. τ = τd + τt dengan : τd = tegangan shear langsung dari paku keling.Kerusakan karena tekanan pada paku keling atau bagian yang disambung Untuk menghindari hal ini kondisi berikut harus berlaku : P σ = ---------.9 (Sy)j dc. Jika baut dan paku keling digunakan secara kelompok maka gaya gunting (shear) dari kelompok tersebut harus diperhitungkan. Pa . Pa τt =tegangan shear dari gaya torsi pada paku keling. Kombinasi gaya gunting yang bekerja pada paku keling adalah penjumlahan vektorial dari tegangan shear langsung dan torsi.

Faktor keamanan dari gaya gunting dari paku d. Beban horizontal dan vertikal harus ditinjau. Gaya gunting langsung dan resultante yang bekerja pada setiap paku c. Persoalan : Kelompok paku keling seperti pada gambar memperoleh beban eksentrik. Kaktor keamanan dari gaya bending dari bagian yang disambung Diasumsikan tegangan luluh dari paku adalah 85 ksi dan dari bagian yang disambung adalah 54 ksi . Diameter paku keling A dan C adalah 5/8”. Centroid dari grup paku keling b.Jika berhadapan dengan kelompok paku keling. titik pusat dari kelompok paku keling harus dievaluasi. B dan D adalah 7/8” Hitunglah : a.

Jari2 dari centroid grup Gambar c. gaya gunting langsung dan torsional yang bekerja pada setiap paku keling Gambar e. segi tiga hasil Gambar d.Gambar a. grup paku keling Gambar b. pandangan sisi dari bagian (semua dimensi dalam inci) .

635 in.3608(0+6) + 0. 1.601(0+6) Σ Ai yi y = ----------.Penyelesaian : a. Tititk centroid dari grup paku keling adalah : 0.3608(0+0) + 0. Luas total dari keempat paku keling adalah : Σ Ai = π/2[(5/8)2 + (7/8)2] = 1.816 Σ Ai Eksentrisitas dari beban adalah : ec = 8 + 7 – 4.2 Dari gambar a koordinat x-y adalah titik pusat dari paku C. .= 3.= ----------------------------------.635 = 10.601(7+7) Σ Ai xi x = ----------.000 in. Σ Ai 1.816 0.= ----------------------------------.= 4.36 in.816 in.

AD) Σ rj2Aj = 2[(5.AC + rD.= ------------.2 . memperlihatkan jarak dari titik pusat paku keling dan gambar c. Σ rj2Aj = 2(rC. memperlihatkan segitiga hasil. rA = rC = 32 + 4.3652 = 3.521 in.36 in. mengilustrasikan tegangan gunting langsung dan torsional yang bekerja pada setiap paku.820 in.ec = (1000 lbf)(10.525)2x(0.820)2x(0.7 psi ΣA 1.Gambar b.28 in. Gaya gunting langsung yang bekerja pada setiap paku adalah : P 1000 lbf τd = -------. rB = rD = 32 + 2.= 550.3068) + (3.816 Gambar d. Momen yang berlaku pada beban eksentrik adalah : T = P.) = 10360 lbf-in.6352 = 5.6013)] = 36. b.

Tegangan gunting yang disebabkan beban torsi adalah : 10360 ri Tri τti = ---------.910 = 856.8)2] = 1154 psi τB = τD = (τtDy – τd)2 + τtDx2 = [(675.577 lbf/in2 τtB = τtD = 285.28 τtA = τtC = 285.910 = 856.= 285.6 x 5.521 = 1.4-550.750 = 856.091 lbf/in2 Komponen x dan y dari segangan torsi adalah : τtAx = τtCx = τtA sin α = 1.091 cos 51.6 ri Σ rj2Aj 36.750 = 856.7)2-(856.9 psi τtBx = τtDx = τtB sin β = 1.6 x 3.9psi τtAy = τtCy = τtA cos α = 1.8 psi τtBy = τtDy = τtB cos β = 1.7)2-(856.= -----------.8)2] = 1496 psi .577 cos 32.091 sin 51.577 cos 32.820 = 1.8 lbf/in2 Resultante dari tegangan gunting dari keempat paku tersebut adalah : τA = τC = (τtAy – τd)2 + τtAx2 = [(1324-550.

di mana terdapat dua paku keling terlihat pada potongan tersebut.4 .Beban kritis pada paku di B dan D. Jarak dari sumbu netral ke bagian luar adalah 5 in.5 lbf.= 22. Faktor keamanan dari paku keling adalah : 34.496 e.0 τall ηs = -------. Dengan diketahuinya tegangan gunting maka gaya gunting dapat diperoleh dari : PB = PD = τB. Luas momen inersia dari bagian yang kritis pada gambar e adalah : I = 1/12 x ½ x 103 – 2[ 1/12 x ½ (7/8)3+ ½ x 7/8 x 33 = 33. momen bending dari sambungan (gambar a) adalah MB = 1000 x 8 = 8000 lbf-in.74 in.0 ksi c.Sy = 0. τall = 0. Gambar e.4. memperlihatkan pandangan sisi dari bagian yang disambung.73 τD 1.4 x 85 x 103 psi = 34.6013 = 889.A = 1496 x 0.= ----------.

4 σall ηs = -------. Tentukan ukuran dari paku keling.6 x 54 x 103 = 32.000 N yang terletak 2 m dari sisi jembatan baja untuk setiap pasang paku keling.186 σB Dengan demikian jika kerusakan terjadi dimulai dari paku keling karena factor keamanannya lebih rendah. Beban maksimum adalah sebesar 3.74 psi = 1.3 1.6 Sy = 0.= ----------.186 x 103 psi Tegangan bending yang diijinkan adalah : σall = 0. .4 x 103 psi Dengan demikian fakotr keamanan dari sambungan adalah : 32.Tegangan bending dari paku B adalah : σB = MB/ I = 8000 x 5/33.= 27. Persoalan : Sisi pejalan kaki dari sebuah jembatan baja adalah seperti pada gambar berikut. Faktor keamanan diasumsikan sebesar 5.

500/A .= 1.Penyelesaian : 3.000 Beban yang bekerja pada setiap paku : P = ----------.500 N 2 Gaya gunting yang bekerja pada paku adalah : τ = P/A = 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->