P. 1
Laporan Hitung Jenis Leukosit

Laporan Hitung Jenis Leukosit

|Views: 388|Likes:
Published by Bujank Dusun

More info:

Published by: Bujank Dusun on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2014

pdf

text

original

LAPORAN HITUNG JENIS LEUKOSIT TUJUAN PRINSIP : Untuk menghitung jenis leukosit dalam sediaan hapusan darah dan

mengetahui keadaan leukosit : Setetes darah dihamparkan pada suatu glass obyek dengan panjang, lebar dan ketebelan tertentu, kemudian diamati dan diperhatikan kondisi sediaan dibawah mikroskop.

DASAR TEORI Hitung jenis leukosit sangat berguna untuk melihat kondisi dan sel yang dominan dari jenis sel leukosit, pada hitung jenis leukosit hendaknya mengikuti urutan yang pasti; mulai dengan sel basofil, kemudian eosinofil, kemudain netrofil berdasarkan stadiumnya, limfosit dan terakhir monosit, namun jika ditemukan jenis leukosit yang biasanya tidak ada dalam darah, misalnya plasmosit, sel itu diurutkan terakhir setelah monosit. Hasil hitung leukosit dinyatakan dalam %. Susunan lekosit fisiologis dari darah tepi; Seluruh lekosit 4,0-9,0 x 10¬9/I Lekosit basofil: 0-1% (absolute: 0-0,09), Lekosit eosinofil: 1-4 % (absolute: 0,04-0,36), Netrofil berinti batang: 0-04 % (absolute: 0-0,36), Netrofil berinti segmen: 50-70 % (absolute: 2,00-6,30), Monosit: 2-8 % (absolute: 0,08-0,72), Kecuali itu Limfosit: 25-45 % (absolute: 1,00-4,05). Hasil hitung jenis berdasarkan 100 sel sebenarnya hanya bermakna jika kita menghadapi keadaan normal, yaitu jumlah leukosit dan morfologinyan normal. Pada keadaan abnormal jumlah leukosit yang dihitung harus lebih banyak; dasarkan hitung jenis itu atas 200 sel untul leukosit antara 10.000 dan 20.000; 300 sel untuk leukosit antara 20.000 dan 50.000; dan 400 sel jika jumlah leukosit lebih dari 50.000. CARA KERJA 1. Pilihlah sebagian dari sediaan yang patut dipakai, yaitu yang cukup tipis dengan penyebaran leukosit yang merata. 2. Mulailah menghitung pada pinggir atas sediaan dan berpindahlah kearah pinggir bawah dengan menggunakan micromanipulator mikroskop. 3. Pada pinggir bawah geserlah lapangan ke kanan agak lebih banyak dari lebarnya lapangan emersi, kemudian kearah pinggir atas lagi. 4. Sesampai di pinggir atas geserlah ke kanan lagi dan kemudian kearah pinggir bawah. 5. Lakukanlah pekerjaan itu terus-menerus sampai 100 sel leukosit dihitung menurut jenisnya. 6. Selain melakukan hitung jenis leukosit, catatlah juga kelainan-kelainan morfologi yang terdapat pada leukosit itu. HASIL kolom 1 basofil eosinofil neutrofil batang neutrofil segmen limfosit monosit kolom 2 kolom 3 kolom 4 kolom 5 kolom 6 kolom 7 kolom 8 kolom 9 kolom 10 total

ff¯ °–°–½f f½°––ff¾¾ ff° f° ½° ff ff ½°–– ff °–f° ¯ °––°ff°¯n¯f°½f¯¾½   9f f½°–– ff– ¾ ff½f°–f° f°f°f–f  f°f f f°ff½f°–f° ¯ ¾   ¯ f° ff½°––ff¾f–    ¾f¯½f ½°––ff¾– ¾ f f°f°f– f° ¯ f° ff½°–– ff   ff°f½  ©ff° ¾ ¯ ° ¾¾f¯½f¾  ¾ °–¯ °© °¾°f     f° ¯ ff° °– © °¾  ¾  nfff ©–f  f°f°  f°f° ¯€– f°–   f½f ½f f ¾    f¾€ ¾°€ ° € ff°– ° €¾ –¯ ° ¯€¾ ¯°¾  ¯        ¯        ¯        ¯ ¯ ¯ ¯ ¯                                    ¯        ¯        f       .   9f ¾ f–f° f ¾ ff° f°– ½f ½ff  f f°– n½ ½¾ °–f° ½ ° ff°  ¾f°–¯ ff   .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->