ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH LAPANG DI BP3K WILAYAH CIAWI KABUPATEN BOGOR

Oleh IKA LISTIAWATI H24076054

PROGRAM SARJANA MANAJEMEN PENYELENGGARAAN KHUSUS DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

ABSTRAK Ika Listiawati. H24076054. Analisis Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Lapang di BP3K wilayah Ciawi Kabupaten Bogor. Di bawah bimbingan Wita Juwita Ermawati. Penyuluhan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum merupakan hak asasi warga negara Indonesia. Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan penyuluhan di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Balai Penyuluh Pertanian dan Kehutanan (BP3K) merupakan lembaga penyuluhan yang berada ditingkat kecamatan. Keberhasilan penyuluhan di BP3K Ciawi dapat diukur melalui tingkat kepuasan masyarakat petani dalam memperoleh pelayanan dari penyuluh lapangnya. Tujuan penelitian yaitu: (1) Mengidentifikasi atribut kualitas berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja menurut petani, (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap pelayanan penyuluh pertanian lapang BP3K Wilayah Ciawi, dan (3) Memberikan rekomendasi upaya yang dapat diterapkan BP3K Wilayah Ciawi untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan petani di Wilayah Kerja BP3K Ciawi. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel di BP3K Wilayah Ciawi adalah dengan menggunakan metode pengambilan sampel non-probabilitas atau non-acak menggunakan teknik purposive sampling dan judgment sampling (cara keputusan). Penentuan jumlah responden minimal, didasarkan pada pendapat Slovin sebanyak 100 orang petani di wilayah kerja BP3K Ciawi. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapat hasil dari wawancara, pengisian kuisioner dan diskusi. Data sekunder diperolah dari studi pustaka, internet dan literatur instansi atau dinas terkait. Metode analisis yang digunakan adalah IPA (Importance Performance Analysis) dan CSI (Customer Satisfaction Index). Hasil IPA menunjukkan atribut yang dianggap petani memiliki tingkat kepentingan tertinggi yaitu pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi serta cara berkomunikasi yang baik dan atribut yang memiliki tingkat kepentingan terendah adalah memberikan perhatian khusus (individual) atas masalah tertentu (khusus) kepada petani, sedangkan atribut yang dianggap petani memiliki tingkat kinerja tertinggi yaitu sikap penyuluh yang ramah serta penyuluh yang mudah ditemui dan atribut yang memiliki tingkat kinerja terendah adalah pengupayaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani. Hasil analisis CSI terhadap atribut kinerja penyuluh lapang BP3K Ciawi adalah sebesar 74,53 persen. Nilai tersebut berada pada selang 0,66-0,80. Angka tersebut mengidentifikasikan bahwa secara umum petani di wilayah kerja BP3K Ciawi berada dalam kategori puas. Rekomendasi upaya yang dapat diterapkan BP3K Ciawi untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi yaitu dengan pembinaan kelompok tani, meningkatkan jaringan kerjasama penyuluh lapang dan pelatihan bagi penyuluh lapang.

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH LAPANG DI BP3K WILAYAH CIAWI KABUPATEN BOGOR

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh IKA LISTIAWATI H24076054

PROGRAM SARJANA MANAJEMEN PENYELENGGARAAN KHUSUS DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

Judul Skripsi

Nama NRP

: ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH LAPANG DI BP3K WILAYAH CIAWI KABUPATEN BOGOR : IKA LISTIAWATI : H24076054

Menyetujui, Pembimbing

Wita Juwita Ermawati, S.TP, MM NIP. 19750907 200501 2 001

Mengetahui, Ketua Departemen

Dr. Ir. Jono M. Munandar, M.Sc NIP. 19610123 198601 1 002

Tanggal Lulus :

Jawa Barat pada tanggal 22 Maret 1986 dari pasangan Bapak Sutrisna dan Ibu Yuyu Maswiyah. Setelah lulus Sekolah Menengah Umum.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bogor. penulis diterima di Program Studi Manajemen Bisnis dan Koperasi. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. penulis melanjutkan studi di Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus. Institut Pertanian Bogor dan lulus pada tahun 2007. Departemen Manajemen. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Pada tahun yang sama yaitu tahun 2007. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama PGRI 1 Ciawi pada tahun 2001 dan Sekolah Menengah Umum Negeri 1 Ciawi pada tahun 2004. . Penulis menyelesaikan pendidikan formal di Sekolah Dasar Negeri Banjarsari 2 Ciawi pada tahun 1998.

Wita Juwita Ermawati. 3. Kedua orang tua beserta keluarga tercinta atas doa restu. terima kasih atas semua dukungannya. arahan dan dorongan selama penyusunan skripsi ini. W H Limbong. Ir.TP.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat. S. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini. perhatian serta dorongan moril maupun materiil. 6. 8. 2. 5. . MM selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan. Seluruh staf pengajar dan karyawan dan karyawati di Departemen Manajemen. Anggraini Sukmawati. MS dan Ir. 7. Tjatja Syarief Hidayat selaku Ketua BP3K Ciawi. Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus. Ir. karunia serta limpahan kekuatan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul Analisis Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Lapang BP3K Wilayah Ciawi Kabupaten Bogor. Teman-teman di Ekstensi Manajemen khususnya Angkatan 3. Departemen Manajemen. motivasi kesabaran dan kasih sayangnya. Dr. Skripsi ini merupakan salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. PUP BP3K Ciawi serta penyuluh lapang di BP3K Ciawi yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk melakukan penelitian dan bersedia memberikan informasi demi terselesaikannya skripsi ini. Prof. MM yang telah berkenan menjadi dosen penguji dan memberikan masukan bagi perbaikan skripsi ini. tempat berbagi kesenangan dan kesedihan yang selama ini memberikan semangat. FEM IPB. Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas semua keikhlasan bantuan yang telah diberikan. Andri Feriansyah selaku orang yang dikasihi. Institut Pertanian Bogor. yaitu kepada: 1. dukungan. kasih sayang. 4.

Bogor.Tiada gading yang tak retak. Oleh karena itu. Februari 2010 Penulis . penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih belum sempurna. baik dari segi teknik penyajian maupun dari segi materi. demi penyempurnaan skripsi. kritik dan saran yang membangun dan bermanfaat sangat penulis harapkan.

........................................... 49 4...........4 Penilaian Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kepuasan Atribut-atribut Kualitas Pelayanan .......... 1 3 3 4 4 II.....................1 Latar Belakang ..... Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Wilayah Ciawi............. 37 4........... Tinjauan Penelitian Terdahulu .... viii DAFTAR GAMBAR .. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.......................1 Kerangka Pemikiran ........3..........1 2...............................................3 Tujuan Penelitian ..................................................................... TINJAUAN PUSTAKA Definisi Penyuluhan .........................6 5 9 11 12 14 18 20 22 22 22 23 25 IV.....................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK RIWAYAT HIDUP ................................2 Penilaian Tingkat Kepuasan Atribut Kualitas Pelayanan Penyuluh Lapang BP3K Ciawi .................................................................................................................................................................................... 3........................ 1.......................................................1 Penilaian Tingkat Kepentingan Atribut Kualitas Pelayanan Penyuluh Lapang BP3K Ciawi ..........................................................................................................................1 Teknik Pengambilan Sampel ............................................ iii KATA PENGANTAR ......................................3........................................................................... 1......4 2................................................... Pengelolaan Kualitas Jasa..5 Batasan Penelitian ...............2 Pengumpulan Data ....................1 Gambaran umum Kelembagaan Penyuluh ........................ x I PENDAHULUAN 1........................................................................................... 3.........................4 Kegunaan Penelitian .................4......3......2 Gambaran umum Balai Penyuluh Pertanian..................3 Karakteristik Responden..3 Metodologi Penelitian ...... 3.........................................................................................................................................................................................................3 2.......................................................................................................... 3.... 42 4..... iv DAFTAR TABEL ............2 Perumusan Masalah Penelitian ..................... Kepuasan ............2 2...................................... 47 4.......................................................................................4................... 1.....................5 Analisis Tingkat Kesesuaian Atribut Pelayanan Penyuluh Lapang di BP3K Ciawi....... Pengertian Jasa .................. 35 4...............5 2.......3 Pengolahan dan Analisis Data ............. 3..................................................................................... III.. 51 ............................................................2 Lokasi dan Waktu Penelitian . ix DAFTAR LAMPIRAN ............... METODOLOGI PENELITIAN 3..................................................... 2...... Kualitas Jasa .................................................................................................. 1....................... 39 4..............................

............................ Saran ................................................................................................................................................ 64 2............................................................... 53 4..... 68 ..................................................4.................7 CSI ..8 Implikasi Manajerial........................................................... 65 DAFTAR PUSTAKA ............................ 60 4.......................... Kesimpulan... 66 LAMPIRAN ..............................6 IPA .............................................................. 61 KESIMPULAN DAN SARAN 1...........................................................................................

. Analisis tingkat kesesuaian atribut pelayanan penyuluh lapang BP3K Ciawi ................. Sebaran jumlah nilai tingkat kepentingan . 52 9............................. Atribut-atribut yang digunakan untuk menilai tingkat kepentingan dan kinerja terhadap penyuluh lapang BP3K Ciawi................................. Tingkat kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi.................................. ................................... 61 ........... ............... Sebaran jumlah nilai tingkat kinerja ........ 23 2........... Perhitungan customer satisfaction index terhadap kinerja pelayanan penyuluh lapang BP3K Ciawi........... Nilai korelasi uji validitas pertanyaan kuisioner di wilayah kerja BP3K Ciawi ............................. Skor rataan tingkat kepentingan dan kinerja penyuluh lapang BP3K Ciawi .................................. 27 3.........................................DAFTAR TABEL No Halaman 1.............. Skor atau nilai tingkat kepentingan dan tingkat kinerja .. 30 4............................................................................................................... 49 8...... Tingkat kepentingan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi........................................................... 48 7............................... 54 10..... 30 5....................... 42 6.................. . .......

..............DAFTAR GAMBAR No Halaman 1. 21 5. Kerangka pemikiran konseptual ......... Tingkat kepuasan pelanggan ...... Karakteristik responden berdasarkan komoditas yang diusahakan ......................... 14 3................................................................................................ Diagram katesius ....... 41 10.......... 39 8......................... 41 9........... 55 .............................................. 32 6.. Struktur organisasi BP3K Wilayah Ciawi.......... Karakteristik responden berdasarkan pendidikan ........... 15 4.............................. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin ...................... 42 11........... Hasil diagram Kartesius ........................................................... Karakteristik responden berdasarkan usia ............................................. 9 2................................. 37 7....................................... Diagram segitiga pemasaran jasa ........................................................ Model kesenjangan kualitas jasa ..................................................

. 69 Hasil uji reliabilitas atribut tingkat kepentingan .........................DAFTAR LAMPIRAN No 1.......................................................................................... Halaman Kuisioner .............. 72 . 3....... 72 Hasil uji reliabilitas atribut tingkat kepuasan ........ 2........................

budaya dan pariwisata. manajerial bekerja dalam tim. Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan penyuluhan di bidang pertanian. keterampilan. Selain itu pembinaan kelompok tani diharapkan dapat membantu menggali potensi. 2009). Perikanan dan Kehutanan (RPPK) sebagai salah satu dari triple track strategy dari Kabinet Indonesia Bersatu dalam rangka pengurangan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan daya saing ekonomi nasional dan menjaga kelestarian sumberdaya petanian. Untuk mendukung pertanian yang tangguh diperlukan Sumberdaya Manusia Pertanian yang profesional. bermitra usaha dan memiliki integritas moral tinggi (Departemen Pertanian. berwawasan global dan amanah. Penyuluhan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum merupakan hak asasi warga negara Indonesia. teknologi. sikap dan motivasinya (Departemen Pertanian. pemacu pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Tujuan penyuluhan pertanian adalah mengubah perilaku utama dan pelaku usaha melalui peningkatan pengetahuan. kewirausahaan. Tanggal 11 Juni 2005 Presiden RI telah mencanangkan Revitalisasi Pertanian. memecahkan masalah usaha tani anggotanya secara efektif. sumber pendapatan. perikanan dan kehutanan. sumber pangan. inovatif. . PENDAHULUAN 1. berorganisasi.I. 2009). sumber devisa. dan memudahkan dalam mengakses informasi pasar. RPPK tersebut dimaksudkan untuk mendudukkan dan memberdayakan penyuluh pertanian sebagai bagian integral dari pembangunan pertanian dengan mengembangkan sistem penyuluhan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani dalam meningkatkan kompetensi ilmu dan teknologi. 2009). perikanan dan kehutanan.1 Latar Belakang Sektor Pertanian sangat berperan dalam Penyerapan tenaga kerja. Ketersediaan SDM pertanian yang berbasis kompetensi akan menentukan keberhasilan program pembangunan pertanian di Indonesia (Departemen Pertanian. permodalan dan sumberdaya lainnya. sumber bahan baku industri atau biofuel. kreatif.

Megamedung dan Cisarua. pada tingkat pusat berbentuk badan yang menangani penyuluhan. pemerintah Kabupaten Bogor mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 15 tentang pembentukan Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian. Perikanan dan Kehutanan (WKPPPK). wilayah binaan dikenal sebagai Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian. Apabila penyelenggaraan penyuluhan tersebut dilaksanakan secara benar. pada tingkat provinsi berbentuk Badan Koordinasi Penyuluhan. Kepala Badan mempunyai tugas membantu Bupati dalam memimpin. BP3K Wilayah Ciawi meliputi tiga kecamatan. dan Kehutanan yaitu. Perikanan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 tersebut. Mengingat belum pernah dilakukannya pengukuran tingkat kepuasan di BP3K Ciawi. mengkoordinasikan dan mengendalikan kebijakan teknis Badan dalam melaksanakan urusan di bidang penyuluhan pertanian. maka tingkat kepuasan petani juga akan tinggi yang berdampak pada tingkat kualitas hidup petani. kontinyu. dan kehutanan. . Tiap WKPPPK dilayani oleh seorang Penyuluh Lapang yang mencakup satu atau beberapa desa. Dalam istilah penyuluhan. Perikanan dan Kehutanan (BP3K).Kelembagaan penyuluhan pemerintah yang disebutkan dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. pada tingkat kabupaten atau kota berbentuk badan pelaksana penyuluhan dan pada tingkat kecamatan berbentuk Balai Penyuluhan. dan konsisten. yaitu Kecamatan Ciawi. dibentuk Balai Penyuluh Pertanian. Salah satunya adalah BP3K wilayah Ciawi. Sedangkan untuk tingkat kecamatan di Kabupaten Bogor. Perikanan. BP3K di Kabupaten Bogor berjumlah 12 BP3K. dan Kehutanan. perikanan. Wilayah Kerja BP3K mencakup satu sampai tiga wilayah kecamatan yang terdiri dari beberapa wilayah binaan (desa). maka perlu dilakukan penelitian yang dapat mengukur tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh lapang di BP3K Wilayah Ciawi. Efektivitas pelaksanaan penyuluhan pertanian di Wilayah Kerja BP3K Ciawi dapat diukur melalui tingkat kepuasan masyarakat petani dalam memperoleh pelayanan dari penyuluh lapangnya. BP3K Wilayah Ciawi merupakan BP3K yang secara administrasi terbaik dibandingkan dengan BP3K lainnya di Kabupaten Bogor.

3 Tujuan Penelitian Sejalan dengan permasalahan yang telah dirumuskan di atas.2 Perumusan Masalah Penelitian Efektivitas penyuluhan di BP3K Ciawi. maka pihak BP3K Ciawi dan penyuluh lapangnya perlu mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan akan kebutuhan masyarakat tani di wilayah tersebut. Memberikan rekomendasi upaya yang dapat diterapkan BP3K Wilayah Ciawi untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan petani di Wilayah Kerja BP3K Ciawi. Berdasarkan hal tersebut dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Agar penyuluhan di wilayah kerja BP3K Ciawi berjalan efektif. . Kurangnya pemahaman penyuluh lapang BP3K Ciawi akan kebutuhan akan masyarakat tani di wilayah kerjanya menjadi salah satu hal penyebab enggannya masyarakat tani untuk aktif dalam pelaksanaan penyuluhan. maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Upaya apakah yang dapat diterapkan BP3K Wilayah Ciawi untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan petani di Wilayah Kerja BP3K Ciawi ? 1. Menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap pelayanan penyuluh pertanian lapang BP3K Wilayah Ciawi. ditentukan juga oleh pelayanan yang diberikan oleh penyuluh dalam memahami kebutuhan dan kepentingan akan masyarakat tani.1. Bagaimana tingkat kepuasan petani terhadap pelayanan penyuluh lapang BP3K Wilayah Ciawi ? 3. Bagaimana atribut kualitas pelayanan berdasarkan kepentingan dan kinerja menurut petani di Wilayah Kerja BP3K Ciawi ? 2. Mengidentifikasi atribut kualitas berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja menurut petani. 2. 3.

Penelitian ini hanya dilakukan pada penyuluh lapang di BP3K Wilayah Ciawi. . 2. 3.5 Ruang Lingkup Penelitian tentang tingkat kepuasan petani memiliki cakupan yang luas. 2. Petani yang menjadi objek penelitian merupakan petani yang berada di Wilayah Kerja BP3K Ciawi dan pernah mendapatkan pelayanan dari penyuluh lapang BP3K Ciawi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi organisasi penyuluhan khususnya penyuluh pertanian dalam meningkatkan kualitas pelayanan.4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. maka pada kajian ini dibatasi pada : 1. Bagi pembaca diharapakan dapat menambah informasi dan wawasan pembaca. Bagi peneliti lanjutan dapat digunakan sebagai rekomendasi dan bahan perbandingan. 1.1.

kegiatan penyebarluasan informasi dan penjelasan yang diberikan dapat merangsang terjadinya proses perubahan perilaku yang dilakukan melalui proses pendidikan atau kegiatan belajar.deptan.go. dan Kehutanan disebutkan. Perikanan dan Kehutanan (SP3K) No. . Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian. teknik budidaya baru.pdf). Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 15 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup” (http://feati. Secara praktis pendidikan dapat diartikan sebagai usaha dan kegiatan menimbulkan perubahanperubahan yang diinginkan dalam perilaku manusia. dan sumberdaya lainnya. yaitu menerapkan teknologi baru yang berupa varietas baru.1 Definisi Penyuluhan Penyuluhan adalah suatu proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar. Tujuan penyuluhan pertanian adalah merubah perilaku utama dan pelaku usaha melalui peningkatan pengetahuan. sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. penerapan pupuk dan pestisida. sikap dan motivasinya (Departemen Pertanian. teknologi. dan kesejahteraannya. perikanan. 2009). TINJAUAN PUSTAKA 2. efisiensi usaha. teknologi. permodalan dan sumberdaya lainnya. efisiensi usaha. keterampilan. 2009). pendapatan. Penyuluhan sebagai proses pendidikan atau proses belajar diartikan bahwa. kehutanan yang selanjutnya disebut penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar.id/dokumen/uu_sp3k. Perikanan. permodalan. serta penerapan sistem usaha tani modern (Departemen Pertanian. yang dimaksud pelaku utama kegiatan pertanian.II. sabagai upaya untuk meningkatkan prouktivitas. 16 Tahun 2006 Pasal 1 menyebutkan “Penyuluhan pertanian. misal mengganti metode produksi tradisional ke metode baru. pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

rekayasa sosial. perikanan. misi. pengolah ikan. Materi Penyuluhan adalah bahan penyuluhan yang disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi. 6. hukum. Pelaku Usaha adalah perorangan Warga Negara Indonesia atau korporasi yang dibentuk menurut hukum Indonesia yang mengelola usaha pertanian. 3. dan kehutanan. 7. pekebun. informasi pasar. peluang usaha dan permodalan. dan kehutanan yang selanjutnya disebut pelaku utama adalah masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan. Menurut Departemen Pertanian (2009). Memfasilitasi petani atau kelompok tani dalam mengakses teknologi. Memberikan bimbingan dan memecahkan masalah petani atau kelompok tani dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha di bidang pertanian. 4.id/docs/perundangan/PERDA 15 TAHUN 2008. Metode Penyuluhan adalah cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan oleh penyuluh kepada sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti. manajemen. peternak. Membangkitkan dan menumbuhkembangkan jiwa kepemimpinan petani. 5. petani. dan kelestarian lingkungan. dan mampu menerapkan inovasi teknologi (http://jdih. ekonomi. Bersama petani atau kelompok tani membangun kelembagaan petani yang kuat.pdf).bogorkab. . tujuan. nelayan. Mendorong peran serta dan keterlibatan petani atau kelompok tani dalam pembangunan pertanian di wilayahnya.go. strategi dan prinsip dari pembangunan pertanian. mau. beserta keluarga intinya. fungsi penyuluh pertanian adalah: 1. 8. Memfasilitasi petani atau kelompok tani dalam penyusunan rencana kegiatan usahatani di wilayah kerjanya.perikanan. Memfasilitasi petani atau kelompok tani untuk memformulasikan rencana usahatani dalam bentuk proposal. teknologi. pembudidaya ikan. 2. Menyebarluaskan informasi pembangunan pertanian di wilayah kerjanya dengan cara menyampaikan visi.

uraian tugas dari penyuluh pertanian sebagai berikut: 1. Perikanan. Meningkatkan PSK (pengetahuan.id/docs/perundangan masalah-masalah yang terjadi dan mencari /PERDA 15 TAHUN 2008.go. sikap dan keterampilan) petani. 5.Departemen Pertanian (2009). Membimbing penerapan usaha tani terpadu. agroekosistem. potensi. 3. Mengidentifikasi pemecahannya.bogorkab. 7. . Perikanan. Membantu menyusun RDKK. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud PPPK mempunyai fungsi (http://jdih. 2. identifikasi dan pengolahan data potensi di wilayah kerjanya. Inventarisasi. dan Kehutanan (PPPK) mempunyai tugas menyelenggarakan penyuluhan di wilayah kerjanya. produksi usaha tani dan kelembagaan ekosistem pedesaan.pdf): 1. kelompok tani dan gapoktan. Pelaksanaan rencana kerja dan membantu penyusunan programa penyuluhan. Menyusun secara periodik di wilayah kerjanya. 4. 6. Penyebarluasan informasi yang dibutuhkan oleh pelaku utama dan pelaku usaha. Menginventarisir data monografi wilayah. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. 6. 5. Pelaksanaan materi penyuluhan dan penerapan metode penyuluhan serta pengembangan swadaya dan swakarsa pelaku utama dan pelaku usaha. Peraturan daerah Kabupaten Bogor Nomor 15 tahun 2008 Tentang pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. 7. Membantu menyusun programa penyuluhan pertanian. 4. 2. Peningkatan kapasitas dan kompetensi penyuluh. dan Kehutanan pasal 18 menyebutkan bahwa Penyuluh Pertanian. Pelaksanaan kunjungan ke pelaku utama dan pelaku usaha untuk memfasilitasi pemecahan masalah usaha tani di wilayah kerjanya. 3.

nyata kegunaannya dan menarik kepercayaan para petani bahwa benar segala yang telah diperhatikan. Saat dan tempatnya harus tepat Kegiatan penyuluhan kepada para petani tidak dapat dilakukan sembarang waktu terutama pada tingkat permulaan. yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha tani dan menarik minat agar dapat dimanfaatkan oleh para petani. hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai efektivitasnya penyuluhan harus dilakukan sebagai berikut: 1. diperdengarkan (diajarkan) dapat dilakukan para petani dan benar-benar dapat meningkatkan hasil dan kesejahtraan. agar membawa hasil dan dapat mengubah perilaku yang dididiknya. Peragaan disertai sarananya Penyuluh harus disertai dengan peragaan yang didukung dengan saran atau alat-alat peraga yang mudah didapat. Bagaimana hal itu dapat dilakukan (how it must be practiced) . dan tingkat-tingkat sebelum mereka terangsang. Penarikan minat Teori mendidik bagi mereka yang tingkat intelegensinya masih rendah yang disertai dengan mental yang tertekan (rasa rendah diri). Mudah dan dapat dipercaya Apa yang disampaikan dalam penyuluhan pertanian (objek atau materi) mudah dimengerti. Atau dengan lain perkataan.Menurut Kartasapoetra (1991). Tiga dasar penyuluhan yang harus dilakukan penyuluh pertanian adalah sebagai berikut: 1. murah dan dikerjakan oleh para petani apabila mereka terangsang untuk mempraktekkannya. Para penyuluh harus pandai memperhitungkan kapan mereka itu bersantai atau ada dirumah. isi penyuluhan pertanian hendaknya bersifat menarik. timbul kesadarannya. Apa yang harus diketahui para petani (what to know by the farmers) 2. kapan biasanya mereka itu berkumpul dan di mana kebiasaan itu dilakukannya. 2. 3. hanya dapat dijalankan dengan cara agar mereka yang dididik (para petani) dapat melihat. mendengar dan ikut melakukan sendiri dengan baik apa yang menjadi objek atau materi dalam penyuluhan tersebut. 4. Mengapa hal itu harus diketahui para petani (why it must be know by the farmers) 3.

jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik. Kemampuan karyawan untuk menyampaikan janji kepada pelanggan. di mana setiap sisi segitiga mewakili setiap aspek. Penyuluh Pertanian merupakan industri jasa yang menawarkan pelayanan pendidikan (non formal dan informasi pertanian kepada petani dan pihak-pihak lain yang memerlukan (Slamet. Kegagalan disatu sisi menyebabkan segitiga roboh yang berarti distribusi jasa tersebut gagal. Model kesatuan ketiga aspek tersebut dikenal sebagai segitiga jasa. Kemampuan perusahaan untuk membuat karyawan mampu memenuhi janji tersebut 3.2. 2006) . Pembahasan industri jasa harus meliputi pihak perusahaan. yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1.7 Pengertian Jasa Menurut Kotler (2002). 1996). karyawan dan pelanggan. Pelanggan External Marketing Menetapkan janji mengenai produk atau jasa yang akan disampaikan Interactive Marketing Menyampaikan produk atau jasa sesuai dengan yang telah dijanjikan Manajemen Karyawan Internal Marketing Membuat agar produk atau jasa yang disampaikan sesuai dengan yang dijanjikan Gambar 1. Janji perusahaan mengenai jasa yang akan disampaikan kepada pelanggan 2. Diagram segitiga pemasaran jasa (Rangkuti. Kotler (2002) mengemukakan tiga aspek sukses industri jasa yaitu: 1.

bahan-bahan komunikasi. dan harga. orang. kinerja dan usaha. Seringkali terjadi waktu dan tempat memproduksi dan menjual jasa dilakukan bersamaan. dan beban kerja perusahaan merupakan beberapa faktor yang menyebabkan keragaman jasa. perusahaan harus mengefektifkan manajemen saluran distribusi. Jika barang merupakan suatu benda. maka jasa adalah suatu perbuatan. 3. jasa yang tidak terjual pada saat memiliki empat karakteristik . karena tidak dapat dipisahkan tempat atau waktu dari sarana produksi atau produsen yang menghasilkannya. tidak ada istilah persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan. Jika barang dapat dimiliki. kualitas. peralatan.Jasa memiliki karakteristik yang membedakannya dari produk berupa barang. Dengan kata lain. Tidak Tahan Lama (Perishability) Dalam jasa. Oleh karena itu. simbol. Agar tercapai standardisasi jasa. Beraneka Ragam (Variability) Jasa sangat bervariasi dalam bentuk. penting bagi penyedia jasa untuk mengelola bukti tersebut dan mewujudkan yang tidak berwujud. Karakterisrik utama yang membedakan jasa dengan produk adalah sifat jasa yang tidak dapat dilihat (tidak nyata) disamping keterlibatan konsumen scara aktif dalam proses menyampaian jasa Kotler (2002) menyatakan bahwa jasa utama. Kualitas jasa dapat diwujudkan melalui tempat. 4. Kerjasama atau partisipasi pelanggan selama penyampaian jasa. yaitu : 1. kapan. moral atau motivasi karyawan dalam melayani pelanggan. Tidak Terpisahkan (inseparable) Jasa adalah inseparable. dan jenis tergantung pada siapa. Jasa merupakan suatu perbuatan kinerja atau usaha. 2. dan di mana jasa tersebut dihasilkan. Tidak berwujud (intangibility) Jasa lebih sulit didefinisikan karena jasa tidak dapat dilihat dan diraba. Jasa berbeda dari barang. Hal ini dikarenakan output jasa dikonsumsi di tempat jasa tersebut dihasilkan. maka jasa hanya dapat dikonsumsi tetapi tidak dapat dimiliki.

2. Berwujud (Tangible) Meliputi penampilan fasilitas fisik penyedia jasa seperti gedung. Keunggulan suatu produk jasa tergantung dari keunikan serta kualitas yang diperlihatkan oleh jasa tersebut. Apabila jasa yang diterima atau dirasakan (perceived service) sesuai dengan apa yang diharapkan (expected service). 2006). Kualitas jasa adalah penyampaian jasa yang akan melebihi tingkat kepentingan pelanggan. Kualitas desain merupakan fungsi spesifikasi produk. tersedianya tempat parkir. yaitu : 1. dan penampilan fisik dari personel penyedia jasa. kebersihan. yaitu expected sevice dan perceived service (Zeithaml et al. apakah sudah sesuai dengan harapan dan keinginan pelanggan (Rangkuti. Menurut Kotler (2002) terdapat lima dimensi kualitas jasa. maka kualitas jasa dipersepsikan baik dan memuaskan. kelengkapan peralatan komunikasi. Dengan demikian baik tidaknya kualitas jasa tergantung pada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan pelanggan secara konsisten.8 Kualitas Jasa Kualitas merupakan ukuran relatif kebaikan suatu produk atau layanan yang terdiri dari kualitas desain dan kualitas kesesuaian. . 2006). kerapihan dan kenyamanan ruangan. Jika jasa yang diterima melampaui harapan pelanggan. Untuk itu.ini tidak dapat dijual dikemudian hari. maka kualitas jasa dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal.. Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah daripada harapan pelanggan. serta mengevalusi kapasitasnya guna menyeimbangkan permintaan dan penawaran. sedangkan kualitas kesesuaian adalah suatu ukuran seberapa jauh suatu produk mampu memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan. setiap perusahaan jasa harus berusaha mempergunakan hari kerja karyawan operasional dan sarana produksinya secara efisien. maka kualitas jasa dipersepsikan buruk. Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas jasa.

kemampuan untuk dapat dipercaya (dependably). 3. perhatian dan kesopanan dalam memberikan pelayanan. 5. Model tersebut mengidentifikasikan lima kesenjangan atau gap yang menyebabkan kegagalan penyampaian jasa. keramahtamahan. yaitu : . kemampuan karyawan untuk berkomunikasi kepada pelanggan dan urusan perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan. Kepastian (Assurance) Dimensi ini menekankan kemampuan penyedia jasa untuk membangkitkan keyakinan dan rasa percaya diri pelanggan bahwa penyedia jasa mampu memenuhi kebutuhan pelanggannya. Zeithaml. Meliputi kemampuan karyawan atas pengetahuan produk secara tepat. pembicaraan dari mulut ke mulut serta promosi yang dilakukan oleh perusahan jasa..9 Pengelolaan Kualitas Jasa Suatu cara perusahaan jasa untuk tetap dapat unggul bersaing adalah memberikan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi dari pesaingnya secara konsisten. et al. serta kemampuan dalam memberikan keamanan di dalam memanfaatkan jasa yang ditawarkan. kemudian dibandingkannya (Zeithaml et al. Harapan pelanggan dibentuk oleh pengalaman masa lalunya. Kesigapan (Responsiveness) Kesigapan merupakan dimensi yang menekankan kepada kesediaan penyedia jasa dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang sesuai kebutuhan pelanggan secara cepat dan tepat. keterampilan dalam memberikan informasi. serta tepat waktu (on time). kemudahan untuk menghubungi perusahaan. 2. Empati (Empathy) Empati adalah perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti. 2006). (2006) membentuk model kualitas jasa yang menyoroti syarat-syarat utama untuk memberikan kualitas jasa yang diharapkan.2. 4. Keandalan (Reliability) Keandalan berarti kemampuan untuk memberikan pelayanan yang telah dijanjiakan dengan tepat (accurately).

yaitu tidak adanya komitmen total manajemen terhadap kualitas jasa. Resiko yang dihadapi oleh perusahaan adalah apabila janji yang diberikan ternyata tidak dapat dipengaruhi akan menyebabkan terjadinya persepsi negatif terhadap kualitas jasa perusahaan. Atau apabila pelangan keliru mempersepsikan kualitas jasa tersebut. . 5. 3. kurangnya sumberdaya atau karena kelebihan permintaan. beban kerja yang melampaui batas. 2.1. Kesenjangan Tingkat Kepentingan Konsumen dan Persepsi Manajemen Pada kenyataannya pihak manajemen suatu perusahaan tidak selalu dapat merasakan atau memahami secara nyata apa yang diinginkan oleh pelanggannya. Hal ini dapat terjadi karena tiga faktor. ataupun ketidakmampuan memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan. Dari penyebab-penyebab di atas dapat disimpulkan bahwa semuanya penyebab tersebut berasal dari karyawan penyampai jasa. Akibatnya. manajemen tidak mengetahui bagaimana produk jasa seharusnya didesain dan jasa-jasa pendukung apa saja yang diinginkan konsumen. Kesenjangan Antara Penyampaian Jasa dan Komunikasi Eksternal Seringkali tingkat kepentingan pelanggan dipengaruhi oleh iklan dan pernyaan atau janji yang dibuat oleh perusahaan. 4. Adapun model kesenjangan atau gap dapat dilihat pada Gambar 2. Kesenjangan Antara Persepsi Manajemen Terhadap Tingkat Kepentingan Konsumen dan Spesifikasi Jasa Kadangkala manajemen mampu memahami serta tepat apa yang diinginkan oleh pelanggan. Kesenjangan Antara Jasa yang Dirasakan dan Jasa yang Diharapkan. Kesenjangan ini terjadi apabila pelanggan mengukur kinerja prestasi perusahaan dengan cara yang berbeda. Kesenjangan Antara Spesifikasi Kualitas Jasa dan Penyampaian Jasa Ada beberapa penyebab terjadinya kesenjangan ini. tetapi mereka tidak menyusun standar kinerja yang jelas. misalnya karyawan yang kurang terlatih.

kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya Kepuasan merupakan fungsi dari persepsi atau kesan atas kinerja dan harapan. assurance dan tangible. Jika kinerja berada di bawah harapan. Model Kesenjangan Kualitas Jasa (Zeithaml et al. Jika kinerja memenuhi harapan. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan mengenai mutu jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. reliability. Jika kinerja melebihi harapan. 2006) 2. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh berbagai jenis pelayanan yang didapatkan oleh pelanggan selama menggunakan beberapa tahapan pelayanan tersebut. pelanggan tidak puas. kepuasan pelanggan didefinisikan sebagai respon pelanggan terhadap kesesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakan setelah pemakaiannya. . pelanggan amat puas atau senang. pelanggan puas. yaitu responsiveness. Menurut Kotler (2004). sehingga pelanggan merasa tidak puas dengan pelayanan secara keseluruhan. Ketidakpuasan yang diperoleh tahap awal pelayanan menimbulkan persepsi berupa mutu pelayanan yang buruk untuk tahapan selanjutnya.10Kepuasan Menurut Rangkuti (2006). emphaty..Customer GAP 5 Expected Service Perceived Service Company Service Delivery GAP 3 GAP 1 GAP 2 Company Perception of Customer Expectations External Communication to Customer GAP 4 Customer-Driven Service Design and Standard Gambar 2.

yang akan menyebabkan ketidakpuasan.1994) Ada beberapa metode yang bisa dipergunakan setiap perusahaan untuk mengukur dan memantau kepuasan pelanggannya dan pelanggan pesaing. pendapat dan keluhan mereka. Sistem Keluhan dan Saran Setiap organisasi yang berorientasi pada pelanggan perlu menyediakan kesempatan akses yang mudah dan nyaman bagi para pelanggannya guna menyampaikan saran. Jika penjual melebih-lebihkan manfaat suatu produk. et. Semakin besar kesenjangan antar harapan dan kinerja maka semakin besar ketidakpuasan pelanggan (Kotler. Tingkat kepuasan pelanggan dapat dapat dilihat pada Gambar 3. 2004).Pelanggan membentuk harapan mereka berdasarkan pesan yang diterima dari penjual. Tingkat Kepuasan Pelanggan (Engel. Tujuan Perusahaan Kebutuhan dan Keinginan Konsumen Produk Harapan Konsumen Terhadap Produk Nilai Produk bagi Konsumen Tingkat Kepuasan Konsumen Gambar 3. pelanggan akan mengalami harapan yang tidak tercapai (disconfirmed expectations).al. yaitu : 1. teman-teman dan sumber-sumber informasi lainnya. Media yang . Kotler (2004) mengidentifikasikan empat metode untuk mengukur kepuasan pelanggan. kritik.

digunakan dapat berupa kotak saran yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, kartu komentar, saluran telepon khusus bebas pulsa, website dan sebagainya. 2. Ghost Shopping Salah satu cara memperoleh gambaran mengenai kepuasan pelanggan adalah dengan memperkerjakan beberapa orang ghost shoopers untuk berpura-pura atau berperan sebagai pelanggan potensial produk

perusahaan dan pesaing. Mereka diminta berinteraksi dengan staf penyedia jasa dan menggunakan produk atau jasa perusahaan. 3. Lost Customer Analysis Sedapat mungkin perusahaan menghubungi para pelanggan yang telah berhenti atau yang telah pindah pemasok agar dapat memahami mengapa hal itu terjadi dan sedapat mungkin mengambil kebijakan perbaikan atau penyempurnaan selanjutnya. 4. Survey Kepuasan Pelanggan Sebagian besar riset kepuasan pelanggan dilakukan dengan metode survey, baik melalui telepon, pos, e-mail, website, maupun wawancara langsung. Melalui survey, perusahaan akan memperoleh tanggapan dan balikan secara langsung dari pelanggan serta memberikan kesan positif bahwa perusahaan memberikan perhatian pada pelanggannya. Menurut Gerson (2001), terdapat tujuh alasan utama mengapa perlu dilakukan pengukuran kepuasan pelanggan adalah: 1. Mempelajari persepsi pelanggan. 2. Menentukan kebutuhan, keinginan, persyaratan dan harapan pelanggan 3. Menutup kesenjangan. 4. Memeriksa apakah peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pelangggan sesuai harapan pelanggan atau tidak. 5. Peningkatan kinerja membawa peningkatan laba. 6. Mempelajari bagaimana sebenarnya kinerja perusahaan dan apa yang harus dilakukan perusahaan dimasa depan. 7. Menerapkan proses perbaikan berkesinambungan.

Gerson (2001), mengemukakan beberapa manfaat dari pengukuran kepuasan pelanggan, yaitu: 1. Pengukuran memotivasi orang untuk melakukan dan mencapai tingkat produktivitas lebih tinggi. 2. Pengukuran memberitahukan apa yang harus dilakukan untuk

memperbaiki mutu dan kepuasan pelanggan serta bagaimana harus melakukannya. 3. Pengukuran memberikan umpan balik segera kepada pelaksana, terutama bila pelanggan sendiri yang mengukur kinerja pelaksana atau perusahaan yang memberikan pelayanan. 4. Pengukuran bisa dijadikan dasar penentuan standar kinerja dan prestasi yang harus dicapai, yang akan mengarahkan menuju peningkatan mutu dan kepuasan pelanggan. 5. Pengukuran memotivasi orang untuk melakukan dan mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Rangkuti (2006) mengemukakan beberapa pendekatan umum yang biasa digunakan dalam pengukuran kepuasan pelanggan, yaitu: 1. Pendekatan tradisional (traditional approach), yakni pelanggan diminta memberikan penilaian atas masing-masing indikator produk yang mereka nikmati, misalnya dengan memberikan rating dari “sangat tidak puas” sampai “sangat puas sekali”. 2. Analisis secara deskriptif, misalnya melalui perhitungan statistik secara deskriptif, misalnya melalui perhitungna rata-rata nilai distribusi serta standar deviasi. Analisis ini yang dapat dikembangkan membandingkan hasil kepuasan antara waktu, sehingga kecenderungan perkembangnnya dapat ditentukan. 3. Pendekatan secara terstruktur (structural approach) yakni pendekatan yang sering digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan. Salah satu teknik yang paling populer adalah semantic differncial dengan prosedur scalling. Caranya adalah responden diminta memberikan penilaian terhadap suatu produk. Penilaian ini juga dapat dilakukan dengan cara membandingkan

suatu produk atau fasilitas suatu produk atau fasilitas lainnya dengan syarat peubah yang diukur sama. 4. Analisis Important dan Performance, yakni pendekatan di mana tingkat kepentingan pelanggan (customer expectation atau importance) diukur dalam kaitannya dengan apa yang seharusnya dikerjakan oleh perusahaan agar menghasilkan produk yang berkualitas baik. Dari berbagai persepsi tingkat kepentingan pelanggan maka dapat dirumuskan tingkat

kepentingan yang paling diharapkan. Selanjutnya peubah tersebut dapat dikaitkan dengan kepuasan (performance) yang dirasakan oleh pelanggan. 2.11Tinjauan Penelitian Terdahulu Andika (2009) melakukan kajian tentang Pelayanan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) terhadap tingkat kepuasan petani dalam Agroproduksi Padi Melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) menggunakan nilai koefisien korelasi. Terdapat hubungan yang sangat nyata (significant) antara unsur Reliability terhadap kepuasan petani dalam pengelolaan tanah dengan nilai 0,517, tingkat hubungannya sedang, dan besar pengaruhnya 26 persen. Terdapat hubungan nyata antara unsur reliability terhadap kepuasan petani dalam penanaman dengan nilai 0,343, tingkat hubungannya rendah, dan besar pengaruhnya adalah 11 persen. Terdapat hubungan nyata antara unsur responsiveness terhadap kepuasan petani dalam pengelolaan tanah dengan nilai 0,339, tingkat pengaruhnya rendah, dan besar pengaruhnya adalah 11,5 persen. Terdapat hubungan nyata antara unsur empathy terhadap kepuasan petani dalam pemeliharaan dengan nilai 0,352, tingkat hubungannya rendah, dan besar pengaruhnya 12,3 persen. Terdapat hubungan nyata antara unsur tangible terhadap kepuasan petani dalam pengelolaan tanah dengan nilai 0,380, tingkat rendah, besar pengaruhnya adalah 14,4 persen. Terdapat hubungan nyata antara unsur tangible terhadap kepuasan petani dalam pemeliharaan sebesar 0,339, tingkat hubungannya dalah rendah, besar pengaruhnya 11,5 persen. Jaharuddin (2005) melakukan kajian tentang Persepsi Sumber Motivasi Kerja dan Kualitas Pelayanan Penyuluh Pertanian di Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1)

menganalisis persepsi sumber motivasi kerja penyuluh pertanian di Kabupaten Rokan Hulu, (2) menganalisis hubungan faktor intrinsik dengan faktor ekstrinsik sebagai sumber motivasi kerja penyuluh pertanian Kabupaten Rokan Hulu, (3) menganalisis kualitas pelayanan penyuluh dan tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian di Kabupaten Rokan Hulu, dan (4) merumuskan implikasi manajerial untuk meningkatkan motivasi kerja dan kualitas pelayanan penyuluh pertanian Kabupaten Rokan Hulu. Pengambilan dengan cluster sampling ditujukan pada petani untuk melihat kualitas pelayanan penyuluh pertanian. Responden adalah kelompok petani dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan (PEK) dan petani non pemberdayaan ekonomi kerakyatan (non PEK). Kualitas pelayanan penyuluh pertanian terhadap petani PEK, non PEK, dan keseluruhan petani menunjukkan bahwa dari dimensi mutu yang terdiri dari: (1) kehandalan, (2) tanggapan, (3) keyakinan, (4) empati, dan (5) keberwujudan menunjukkan kualitas pelayanan yang tidak baik serta tingkat kepuasan pada kriteria tidak puas.

kepastian (assurance). Melalui analisis Importance Performance Analysis (IPA) dapat diketahui tingkat kepentingan dan kinerja atribut kualitas penyuluh lapang di BP3K Ciawi. untuk mengetahui kepuasan pelanggan atau petani secara menyeluruh. Apabila tingkat kinerja di bawah tingkat kepentingan maka pelanggan atau petani akan kecewa. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penyuluhan Pertanian bertujuan untuk mengembangkan kemampuan petani dan kelompok tani. apabila tingkat kinerja sesuai dengan tingkat kepentingan maka pelanggan atau petani akan puas dan apabila tingkat kinerja melebihi tingkat kepentingan maka pelanggan akan sangat puas. Rumusan kerangka pemikiran dapat dilihat pada Gambar 4. kesigapan (responsiveness). Dari proses ini dapat diperoleh suatu analisis mengenai tingkat kepuasan pelanggan atau petani terhadap kualitas penyuluh lapang di BP3K Wilayah Ciawi. mengubah perilakunya dalam usaha taninya sehingga mampu menghasilkan produksi yang cukup untuk meningkatkan kualitas hidupnya.III. Penelitian ini menggunakan atribut-atribut kualitas jasa yang dikelompokkan ke dalam lima dimensi kualitas jasa. Selanjutnya. hasil analisis ini dapat digunakan untuk peningkatan mutu penyuluh lapang di BP3K Wilayah Ciawi. . empati (emphaty). Efektivitas penyuluhan dapat diukur melalui tingkat kepuasan petani dalam memperoleh pelayanan dari penyuluh pertanian. yaitu : berwujud (tangible). keandalan (reliability). dilakukan pengukuran Customer Satisfaction Index (CSI). Selain itu.

assurance.Visi dan Misi BP4K (Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian. Kerangka Pemikiran Konseptual . Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Ciawi Pelaksanaan Penyuluhan Kualitas Penyuluhan : tangible. Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) Analisis Kepuasan Petani Terhadap Kualitas Penyuluh Pertanian Lapang Peningkatan kualitas Penyuluhan Keterangan : = Alur pemikiran = Alat analisis Gambar 4. emphaty. Perikananan dan Kehutanan) Kabupaten Bogor Balai Penyuluh Pertanian. responsiveness. reliability.

3. dimana skala likert digunakan untuk mengetahui atau menganalisis mutu pelayanan yang diberikan penyuluh lapang BP3K Ciawi dengan mutu pelayanan yang diinginkan oleh petani. 3. diskusi dengan kepala BP3K Ciawi dan penyuluh lapang BP3K Ciawi. dengan pertimbangan bahwa penelitian mengenai kepuasan petani di BP3K Wilayah Ciawi sejauh ini belum pernah dilaksanakan dan secara administrasi BP3K Ciawi ini merupakan BP3K yang dapat diunggulkan dibandingkan dengan BP3K lainnnya di Kabupaten Bogor. Dalam hal ini. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2009 sampai Desember 2009. Responden . Bentuk kuisioner yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah bentuk kuisioner berstruktur yakni kuisioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban.1 Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. 2003). Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperti hasil dari wawancara atau hasil pengisian kuisioner yang biasa dilakukan oleh peneliti (Umar.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di BP3K Wilayah Ciawi yang beralamat di Desa Sukamahi Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. dan harus diisi oleh responden (Lampiran 1). Pada penelitian ini data primer diperoleh melalui pengisian kuisioner (Lampiran 1) oleh responden (petani sampel di wilayah kerja BP3K Ciawi). setiap jawaban dari pertanyaan diberi bobot dengan menggunakan skala likert. artinya pada setiap pertanyaan sudah tersedia alternatif jawaban. Megamendung dan Cisarua. BP3K Wilayah Ciawi terdiri dari tiga kecamatan yaitu Kecamatan Ciawi.3 Metodologi Penelitian 3. sehingga responden hanya memberi tanda pada jawaban yang dipilih dan jawabannya bersifat tertutup.3. wawancara langsung dengan aparatur desa dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang ada di BP3K Ciawi. Teknik kuisioner merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam bentuk pengajuan pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Tabel 1. monografi.2 Teknik Pengambilan Sampel Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel di BP3K Wilayah Ciawi adalah dengan menggunakan metode pengambilan sampel non-probabilitas atau non-acak. atribut yang didapat disesuaikan oleh pihak BP3K Ciawi melalui diskusi dengan kepala BP3K Ciawi dan penyuluh lapang BP3K Ciawi untuk mengeleminasi atribut-atribut yang dianggap tidak sesuai dengan BP3K Ciawi. internet dan literatur instansi atau dinas terkait yang terdiri dari data demografi.diminta memilih salah satu dari sejumlah kategori jawaban atas semua pernyataan yang diamati. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data yang diperolah dari studi pustaka. 2003). 3. luas lahan. Selanjutnya. Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain misalnya dalam bentuk-bentuk seperti tabel-tabel atau diagram-diagram (Umar. Untuk mengukur tingkat mutu pelayanan penyuluh lapang BP3K Ciawi yang menyangkut harapan petani dan dalam mengukur tingkat pelaksanaan kinerja dari mutu pelayanan penyuluh lapang BP3K Ciawi digunakan skala likert pada Tabel 1. wilayah binaan BP3K dan data lain yang berkaitan dengan penelitian.3. Skor Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kinerja Skor atau Nilai 1 2 3 4 5 Tingkat Kepentingan Sangat Tidak Penting Tidak Penting Netral Penting Sangat Penting Tingkat Kinerja Sangat Tidak Puas Tidak Puas Netral Puas Sangat Puas Penentuan atribut-atribut kualitas jasa dalam kuisioner diperoleh berdasarkan tugas pokok dan fungsi dari penyuluh lapang. BP3K Ciawi memiliki 106 kelompok tani dengan jumlah petani sebanyak . dengan menggunakan teknik purposive sampling dan judgment sampling (cara keputusan).

maka jumlah sampel yang diperlukan adalah minimal sebesar 97 responden. Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisis yang ciri-cirinya akan diduga dan populasi yang dipilih erat hubungannya dengan masalah yang ingin dipelajari.2. Penentuan jumlah responden minimal. Dengan purposive sampling atau penentuan sampel dengan pertimbangan bahwa sampel tersebut dapat mewakili kelompoknya.426 petani. dengan pembulatan maka kelompok tani sampel yang diperlukan adalah 20 kelompok tani. Populasi petani di BP3K Wilayah Ciawi per Mei 2009 dalam rekapitulasi penilaian kemampuan kelas kelompok sebesar 2. Adapun kriteria kelompok tani yang . Jumlah sampel yang diperoleh harus dapat mewakili kelompok tani di BP3K Ciawi. Penentuan kelompok tani sampel dengan menggunakan teknik judgement sampling yaitu dengan menentukan secara sengaja kelompok tani di wilayah kerja BP3K Ciawi yang memenuhi kriteria tertentu. satu orang pengurus kelompok dan tiga orang anggota kelompok tani.………………………(1) Dengan n = jumlah responden N = ukuran populasi e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir.426 orang petani yang akan dijadikan sebagai populasi untuk penelitian. Menurut Slovin dalam Umar (2003) dalam penggunaan rumus di atas persentase kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir adalah sebesar 10 persen. Kelompok tani sampel didapat dengan cara jumlah sampel yang diperlukan dibagi dengan lima orang perwakilan dari tiap kelompok tani (97 orang : 5 orang). didasarkan pada pendapat Slovin dalam Umar (2003) dengan rumus: n N (1  Ne 2 ) ……………………………. maka dipilih lima orang responden yang akan mewakili kelompok tani yang terdiri dari ketua.

Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi Product Moment dengan bantuan Microsoft Excel 2003. Kriteria kelompok Tani aktif tersebut ditentukan dengan melibatkan kepala BP3K Ciawi sebagai narasumber. Pengujian ini dilakukan agar kuisioner yang digunakan akurat dan layak untuk disebarkan kepada responden. Sekolah Lapang Pengelolaan Hama Terpadu (SLPHT) dan berbagai program serta pelatihan lainnya yang diadakan BP3K Ciawi. dilakukan pengukuran data dengan alat pengukuran kepuasan pelanggan yaitu Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. 14. Uji Validitas Instumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur.0. Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Sedangkan hasil penelitian yang valid adalah bila terdapat kesamaan antara data yang telah terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.3 Pengolahan dan Analisis Data Data primer yang telah diperoleh dari petani di wilayah BP3K Ciawi ditabulasi dan diolah dengan rumus statistika menggunakan program Microsoft Excel 2003. SPSS for Windows ver. 12. 3.3.(2) . kelompok tani aktif yang mengikuti program yang diadakan pihak BP3K seperti kursus tani. Dalam pengolahannya. Selanjutnya. a.dijadikan sampel yaitu kelompok tani aktif yang rutin mengadakan pertemuan kelompok.. Korelasi Product Moment digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel atau lebih adalah sama.0 dan Minitab for Windows Ver. Rumus Product Moment adalah : rxy n xi yi  ( xi )( yi ) {n xi2  ( xi ) 2 }{n y i2  ( yi ) 2 } …………………. tahap pertama yang dilakukan adalah uji validitas dan uji reliabilitas kuisioner.

361.05). . Hasil perhitungan uji validitas pada Tabel 2.361. atribut dapat dinyatakan valid jika nilai rxy atau nilai r hitung lebih besar dari 0. kemudian dibandingkan dengan r tabel (dengan taraf kesalahan tertentu). dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen (=0.Dengan : rxy = korelasi antara variabel x dan y Ho = instrumen dinyatakan tidak valid Ha = instrumen dinyatakan valid Setelah rxy didapat. minimal 30 orang. Jika rxy lebih besar dari nilai r tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. menunjukkan seluruh atribut yang diuji memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel pada selang kepercayaan 95 persen. Menurut Arikunto dalam Umar (2003) disarankan agar jumlah responden untuk uji coba. Dengan demikian. serta responden dapat mengerti maksud dari setiap pertanyaan kuisioner. Hal ini menunjukkan seluruh atribut yang diuji adalah signifikan dan dapat dinyatakan valid. yaitu 0.

563 0.481 0.756 0.794 0.576 Penyusunan rencana kegiatan usahatani Membantu administrasi kelompok Memberikan informasi teknologi baru Memberikan informasi pasar Memberikan informasi peluang usaha dan permodalan Peningkatan hasil usaha Cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul Kecepatan menangani pengaduan petani Membantu dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha Keramahan Pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi Pelayanan/ menyelesaikan masalah secara tuntas Pengetahuan permasalahan di Lapangan Mudah ditemui/ dihubungi Pelayanan yang sama kepada petani Perhatian khusus atas masalah tertentu b.564 0.388 0.671 0.542 0.380 0.477 0. Setelah uji validitas.598 0. Reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama (Umar.722 0.517 0.543 0.514 0.609 0. selanjutnya reliabilitas alat ukur tersebut diuji.539 0.600 0.666 0.450 0.847 0.423 0.619 0. Nilai Korelasi Uji Validitas Pertanyaan Kuisioner di Wilayah Kerja BP3K Ciawi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Atribut Mutu Kerapihan dan penampilan Praktek langsung di lapangan Pelatihan dan kunjungan Pengupayaan sarana dan prasarana Nilai Korelasi Tingkat Tingkat Kepentingan Kepuasan 0.729 0.660 0.721 0.738 0.399 0.645 0. Uji Reliabilitas Jika alat ukur telah dinyatakan valid.561 0.773 0.617 0.618 0.717 0.373 0. 2003).539 0.700 0. maka kuisioner yang digunakan perlu diuji reliabilitasnya untuk menunjukkan .718 0.Tabel 2.398 0.

Adapun rumus yang digunakan adalah : k  si {1  2 } ………………………………………………. Kuisioner yang reliable adalah kuisioner yang apabila dicobakan berulang-ulang terhadap kelompok yang sama akan menghasilkan data yang sama. 12.876 dimana nilai tersebut termasuk kategori excellent atau sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya kesalahan pengukuran dalam kuisioner rendah. Berdasarkan perhitungan (Lampiran 2)..(5) n n Dengan: ri k 2 i = reliabilitas instrumen = jumlah butir pertanyaan  s = jumlah varian item st2 Jki Jks n x = varian total = jumlah kuadrat seluruh skor item = jumlah kuadrat subjek = jumlah responden = nilai skor yang dipilih Uji reliabilitas diolah dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows ver.916 dimana nilai tersebut termasuk kategori excellent atau sempurna.konsistensi suatu alat ukur yang digunakan dalam penelitian..0.…. Begitu juga untuk tingkat kepuasan diperoleh alpha 0. (3) ri  k 1 st Nilai varian total dan varian item dapat diketahui dengan menggunakan rumus: s 2 t 2 x  n 2 t  (  xi ) 2 n2 ……………………………………………. (4) st2  Jki Jk s  2 …………………………………………………. Pengujian reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. sehingga penggunaannya dapat diandalkan dan mampu . hasil yang didapat untuk tingkat kepentingan diperoleh 0.

memberikan hasil pengukuran yang konsisten. maka kisarannya adalah: [(5x100)-(1x100)] = 80 5 …………………………………. Xik = skor terkecil yang mungkin diperoleh dengan asumsi bahwa semua responden memberi jawaban tidak penting (skor 1) terhadap setiap unsur i mutu pelayanan. Total penilaian tingkat kepentingan dan tingkat kinerja masingmasing atribut diperoleh dengan cara menjumlahkan hasil perkalian skor masing-masing skala dengan jumlah responden yang memilih pada skala likert. sedangkan tingkat kinerja diukur dari pelaksanaannya. apabila peneliti menyebarkan kuisioner secara berulang dan dalam waktu berlainan. Kisaran untuk tiap skala adalah : .(6) . Metode Importance Performance Analysis merupakan suatu teknik penerapan untuk mengukur atribut dari tingkat kepentingan dan tingkat kinerja. Rangkuti (2006) menyebutkan bahwa IPA atau analisis tingkat kepentingan dan kinerja karyawan atau penyuluh digunakan untuk menjawab permasalahan mengenai sejauh mana tingkat kepuasan petani terhadap penyuluh BP3K Ciawi. Maka besarnya kisaran untuk setiap kelas yang diteliti adalah : [(5x n)-(1x n)] 5 karena n berjumlah 100. Tingkat kepentingan diukur dari harapan petani. c. (Xib-Xik) Banyaknya skala pengukuran Dimana : Xib = skor terbesar yang mungkin diperoleh dengan asumsi bahwa semua responden memberi jawaban sangat penting atau sangat baik (skor 5) terhadap setiap unsur i mutu pelayanan. Importance Performance Analysis (IPA) Metode deskriptif kualitatif-kuantitatif digunakan dalam mengolah dan menganalisis data penelitian.

Sebaliknya..Tabel 3. Adapun rumus yang digunakan adalah : TK i  Xi x100% …………………. Jika Tki > 100 persen maka dapat dikatakan petani merasa sangat puas terhadap penyuluh lapang BP3K Ciawi. Sebaran Jumlah Nilai Tingkat Kepentingan (Harapan) Tingkat Kepentingan Tidak Penting Kurang Penting Cukup Penting Penting Sangat Penting Selang 100-179 180-259 260-339 340-419 420-499 Tabel 4.………………………. (7) Yi Dengan Tki Xi = tingkat kesesuaian penyuluh lapang = skor penilaian petani terhadap tingkat kinerja atribut penyuluh lapang Yi = skor penilaian petani terhadap tingkat kepentingan atribut kualitas jasa penyuluh lapang Tingkat kesesuaian digunakan untuk mengetahui sejauh mana kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi. jika Tki < 100 persen maka kinerja penyuluh lapang di BP3K Wilayah Ciawi dianggap belum dapat ...…….. Sebaran Jumlah Nilai Tingkat Kinerja (Pelaksanaan) Tingkat Kinerja Tidak Puas Kurang Puas Cukup Puas Puas Sangat Puas Selang 100-179 180-259 260-339 340-419 420-499 Berdasarkan hasil penilaian tingkat kepentingan dan tingkat kinerja dihasilkan suatu perhitungan mengenai tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kinerja atribut kualitas Penyuluh Pertanian Lapang.

. Skor ratarata sumbu mendatar (X) dan sumbu tegak (Y) diperoleh melalui rumus berikut: _ X _  Xi ……………. (11) Dengan K = banyaknya atribut kualitas jasa yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan... selanjutnya memetakan nilai rataan dari masing-masing atribut mutu pelayanan ke dalam diagram kartesius yang dapat dilihat pada Gambar 5.. Setelah diperoleh nilai tingkat kesesuaian.(9) Dengan: _ X _ = skor rata-rata tingkat kinerja atribut = skor rata-rata tingkat kepentingan atribut = jumlah responden Diagram kartesius merupakan bangun yang dibagi atas empat Y n bagian yang dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik (X.……………. sedangkan sumbu tegak (Y) diisi oleh skor rataan tingkat kepentingan atribut.. dan Y merupakan rataan dari skor ratarata tingkat kepentingan seluruh atribut yang mempengaruhi kepuasan petani. Skor ini dihitung dengan rumus : n  i 1 _  Xi K n _ X ………….……………………………………….memenuhi kepuasan petani.…………….…(8) n Y  Yi n …………………………….Y) dimana merupakan rataan dari skor rata-rata  tingkat kinerja seluruh atribut. Diagram kartesius merupakan diagram yang terbentuk dari dua sumbu. .………………………………………….. (10)   Yi i 1 Y K ………………………………………………………. Kedua sumbu tersebut selanjutnya disebut sumbu mendatar (X) diisi oleh skor rataan tingkat kinerja atribut.

2. Kuadran A (Prioritas Utama) Kuadran ini merupakan wilayah yang memuat atribut dengan tingkat kepentingan tinggi. Atribut-atribut yang masuk pada kuadran ini harus ditingkatkan kinerjanya dan menjadi prioritas perusahaan. tetapi memiliki tingkat kinerja rendah. Kuadran B (Pertahankan Prestasi) Kuadran ini menunjukkan atribut-atribut yang dianggap sangat penting oleh pelanggan dan telah dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan harapan pelanggan. Pihak perusahaan belum merasa terlalu perlu mengalokasikan . Atribut-atribut yang masuk pada kuadran ini harus tetap dipertahankan dan harus terus dikelola dengan baik. 3.Tingkat Kepentingan Prioritas Utama A Perioritas Rendah  Pertahankan Prestasi B Berlebihan D  Y C X Gambar 5 Diagram Kartesius (Rangkuti. Atribut-atribut yang termasuk dalam kuadran ini dirasakan kurang penting oleh pelanggan atau petani dan pelaksanaannya dinilai masih kurang baik. sehingga mengecewakan konsumen. Kuadran C (Prioritas Rendah) Kuadran ini merupakan wilayah yang memuat atribut dengan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja rendah. Perusahaan harus secara terus menerus melaksanakan perbaikan. karena semua atribut ini menjadikan produk atau jasa tersebut unggul di mata pelanggan atau petani. 2006) Tingkat Kinerja Masing-masing kuadran menggambarkan keadaan yang berbeda. yaitu: 1.

. Menghitung satisfaction index (indeks kepuasan). Kuadran D (Berlebihan) Kuadran ini menunjukkan atribut-atribut yang dianggap kurang penting oleh pelanggan. yaitu menjumlahkan weighted score dari semua atribut kualitas jasa. sehingga didapatkan total weighting factors sebesar 100 persen. agar perusahaan dapat menghemat sumberdaya. yaitu nilai perkalian antara nilai ratarata tingkat kinerja atau kepuasan masing-masing atribut dengan weighting factors masing-masing atribut. Menghitung weigted total. Menghitung weighted score. Namun perusahaan juga tetap perlu mewaspadai. d. 2. sehingga dianggap berlebihan. Menghitung weighting factors. namun perusahaan telah melaksanakannya dengan baik. 3. Metode pengukuran indeks kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Index) menurut Stramford dalam Joni (2009) meliputi tahap-tahap sebagai berikut : 1. mencermati dan mengontrol setiap atribut pada kuadran ini. Customer Satisfaction Index (CSI) Pengukuran terhadap indeks kepuasan pelanggan (CSI) diperlukan karena hasil dari pengukuran dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan sasaran-sasaran di tahun-tahun mendatang. 4. kemudian dikali 100 persen. yaitu mengubah nilai rata-rata tingkat kepentingan menjadi angka persentase dari total nilai ratarata tingkat kepentingan untuk seluruh atribut yang diuji.biaya dan investasi untuk memperbaiki kinerjanya (prioritas rendah). yaitu perhitungan dari weighted total dibagi skala maksimal atau highest scale yang digunakan (dalam penelitian ini skala maksimal adalah lima). 4. karena tingkat kepentingan pelanggan dapat berubah seiring meningkatnya kebutuhan. Atribut-atribut yang termasuk dalam kuadran ini dapat dikurangi.

00 = tidak puas = kurang puas = cukup puas = puas = sangat puas .00-0.35-0. 0. 0. Tingkat kepuasan pelanggan secara menyeluruh dapat dilihat dari kriteria tingkat kepuasan pelanggan atau konsumen. 0. dengan kriteria sebagai berikut: a.65 d.50 c. 0.80 e.51-0.Menurut Stramford dalam Joni (2009).34 b.81-1.66-0. 0.

Pada hakekatnya.IV. UU ini merupakan satu titik awal dalam pemberdayaan para petani melalui peningkatan sumberdaya manusia dan kelembagaan para penyuluh pertanian PNS. Perikanan dan Kehutanan (RPPK) yang dicanangkan oleh Presiden pada bulan Juli 2005. pada tingkat kabupaten berbentuk Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan pada tingkat kecamatan berbentuk Balai Penyuluhan. baik pemerintah pusat. dan penyuluh pertanian Swadaya. Kelembagaan penyuluh dimulai dari tingkat pusat berbentuk badan yang menangani penyuluhan. Pada tingkat propinsi berbentuk Badan Koordinasi Penyuluhan. 16 Tahun 2006. Revitalisasi Penyuluhan Pertanian adalah suatu upaya mendudukkan. Keberhasilan pelaksanaan revitalisasi ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak. memerankan dan memfungsikan serta menata kembali penyuluhan pertanian agar terwujud kesatuan pengertian. serta menyediakan sumber dana yang merupakan kontribusi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. pemerintah daerah. melaksanakan dan memantau kegiatan penyuluhan. merencanakan. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. kesatuan korp dan kesatuan arah kebijakan.1 Gambaran Umum Kelembagaan Penyuluh Tanggal 3 Desember 2005 di Sumatera Selatan Menteri Pertanian telah mencanangkan Revitalisasi Penyuluhan Pertanian (RPP). penyuluh swasta dan swadaya serta pelaku utama dan pelaku usaha di pedesaan sebagai tempat berdiskusi. Perikanan dan Kehutanan (SP3K) No. bahkan sampai ke tingkat desa atau kelurahan berbentuk Pos Penyuluhan yang merupakan wadah penyuluh pegawai negeri sipil. Tanggal 18 Oktober 2006 telah dikeluarkan Undang-undang Sistem Penyuluhan Pertanian. Dalam UU ini disebutkan perlunya penataan kelembagaan penyuluhan pertanian pemerintah dari tingkat pusat sampai dengan tingkat kecamatan. . maupun masyarakat pelaku usaha pertanian. sebagai tindak lanjut dari Revitalisasi Pertanian. swasta.

5. BP3K mempunyai fungsi: 1. perikanan. sarana produksi. Fasilitasi pembinaan kelembagaan dan kemitraan usaha. Perikanan dan Kehutanan (BP4K) di tingkat kabupaten dan secara operasional dikoordinasikan oleh camat. perikanan. Penyusunan programa penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan programa penyuluhan daerah. . 6. BP3K dibantu oleh Penyuluh Urusan Program (PUP). perikanan dan kehutanan). Koordinasi penyusunan rencana kerja penyuluhan pertanian. identifikasi dan pengolahan data potensi wilayah kerja. Fasilitasi pengembangan kelembagaan dan kemitraan pelaku utama dan pelaku usaha. 2. Pelaksanaan penyuluhan berdasarkan programa penyuluhan. BP3K berfungsi sebagai tempat berkumpulnya (pertemuan) antara penyuluh. 2. Fasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh PNS. dan pasar. 3. Penyelenggaraan penyuluhan di wilayah kerjanya. 3. 4.Balai Penyuluhan Pertanian. Pengumpulan. Pelaksanaan proses pembelajaran melalui percontohan dan pengembangan model usaha tani bagi pelaku utama dan pelaku usaha. 5. pembudidaya ikan) dan pelaku usaha (pengelola usaha pertanian. Penyediaan dan menyebarkan informasi teknologi. pelaku utama (petani. dan kehutanan (RKPPPK). Penyebaran informasi teknologi. Penyuluhan sesuai programa di bidangnya. dan kehutanan. Penyusunan programa penyuluhan pertanian. 6. pembiayaan. penyuluh swadaya. Perikanan dan Kehutanan (BP3K) berada pada tingkat kecamatan yang dipimpin oleh seorang kepala BP3K yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Untuk menyelenggarakan tugasnya PUP mempunyai fungsi: 1. penyuluh swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan. 4. peternak. pekebun.

Di Kabupaten Bogor dibentuk 12 BP3K. Meningkatkan kesholehan sosial anggota masyarakat dalam kehidupan kemasyarakatan. Pelaksanaan proses pembelajaran melalui percontohan dan penerapan model usaha tani bagi pelaku utama dan pelaku usaha. 2. 9. . Perikanan dan Kehutanan (SP3K). penyuluh swadaya dan penyuluh swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan. monitoring. Perikanan dan Kehutanan. 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Pemerintah Kabupaten Bogor mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 15 tahun 2008 tentang pembentukan Badan Pelaksana Penyuluan Pertanian.2 Gambaran Umum Balai Penyuluh Pertanian. Meningkatkan perekonomian daerah yang berdaya saing dengan titik berat pada revitalisasi pertanian dan pembangunan yang berbasis pedesaan. Perikanan. masing-masing BP3K memiliki wilayah kerja antara dua sampai empat kecamatan. Meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas daerah yang berkualitas dan terintegrasi secara berkelanjutan. Meningkatkan pelayanan kesehatan berkualitas. 3. Pada tingkat kecamatan dibentuk BP3K. dan pelaporan di wilayah kerjanya. Adapun visi dari BP4K Kabupaten Bogor yaitu terwujudnya pelaku utama dan pelaku usaha yang tangguh. Supervisi. Meningkatkan kerjasama pembangunan daerah. Meningkatkan pemerataan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Dan Kehutanan (BP4K). Fasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh pegawai negeri sipil. mandiri dan berdaya saing dan misi dari BP4K Kabupaten Bogor yaitu: 1. 6. evaluasi. 10. 4. 7. 4. 5. Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Wilayah Ciawi Sebagai pertimbangan dari Undang-undang no. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah.7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala BP3K. 8. Pembentukan BP3K ini berdasarkan pada Peraturan Bupati Bogor Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyuluhan Pertanian.

Masing-masing penyuluh di BP3K Ciawi baik PNS maupun THLTBPP memiliki tugas yang sama.Salah satu BP3K di Kabupaten Bogor adalah Balai Penyuluh Pertanian. Perikanan dan Kehutanan Wilayah Ciawi meliputi tiga kecamatan. yaitu Kecamatan Ciawi sebanyak 57 kelompok. Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Wilayah Ciawi. Kecamatan Megamendung 23 kelompok dan Kecamatan Cisarua 26 Kelompok. Kecamatan Megamedung yang terdiri dari 11 desa dan Kecamatan Cisarua yang terdiri dari 10 desa. Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian. Perikanan dan Kehutanan (WKP3K) Ciawi terdiri dari dua sampai tiga desa. 9 Desa Sukamanah Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. hortikultura. Untuk petugas lapangan di BP3K berjumlah 15 orang yang terdiri dari penyuluh PNS berjumlah lima orang dan 10 orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THLTBPP). BP3K ini berdiri pada bulan Maret 2009. Jumlah petugas di BP3K Ciawi berjumlah lima orang yang terdiri dari Kepala BP3K. ikan. PUP Bidang Perikanan. ternak. Letnan Suryanta no. Struktur organisasi BP3K dapat dilihat pada Gambar 6. yaitu Kecamatan Ciawi yang terdiri dari 13 desa. BP3K Wilayah Ciawi memiliki luas lahan sawah 1. PUP Bidang Pertanian. . Balai Penyuluh Pertanian. PUP Bidang Kehutanan dan PUP Bidang Perikanan.937 Ha.845 Ha dan luas lahan darat 11. serta tanaman keras yang tersebar di tiga kecamatan. BP3K Ciawi berlokasi di Jl. Jumlah kelompok tani di BP3K ciawi berjumlah 106 kelompok tani dengan berbagai komoditas yang diusahakan seperti tanaman pangan.

. Struktur Organisasi BP3K Wilayah Ciawi 4.Kepala BP4K Kabupaten Bogor KPPK Kepala BP3K Ciawi PUP Bidang Pertanian PUP Bidang Perikanan PUP Bidang Peternakan PUP Bidang Kehutanan PPPK POSLUHDES Keterangan : = Garis Koordinasi = Garis Komando KPPK = Komisi Penyuluh Pertanian Kehutanan PUP = Penyuluh Urusan Program PPPK = Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan POSLUHDES = Pos penyuluhan Desa Gambar 6.3 Karakteristik Responden Penyebaran kuisioner pada penelitian ini dilakukan terhadap 100 orang petani di Wilayah Kerja BP3K Ciawi dengan berbagai karakteristik yang telah ditetapkan. Adapun karakteristik yang telah ditetapkan adalah (1) jenis kelamin. (3) pendidikan dan (4) komoditas yang diusahakan. (2) usia.

1. . Hal ini disebabkan sebagian besar petani di wilayah kerja BP3K Ciawi berjenis kelamin laki-laki yang menjadi tulang punggung keluarga. namun masih bisa ditanggulangi dengan mendesain metode atau pendekatan yang menumbuhkan motivasi dan minat mereka. Kondisi fisik secara umum di usia 41-50 tahun yaitu sulitnya menghafal hal-hal yang bersifat teoritis. Karakteristik responden Berdasarkan Jenis Kelamin 2. Dalam rentang usia antara 41-50 tahun dapat dikatakan sebagai orang dewasa. Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner. cara dan metode pembelajaran yang diterapkan harus disesuaikan dengan keadaan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi yang sebagian besar berusia antara 41-50 tahun. Agar kegiatan penyuluhan berjalan efektif. Jenis Kelamin 17% Laki-laki Wanita 83% Gambar 7. usia responden yang paling banyak yaitu usia antara 41-50 tahun sebanyak 39 persen (39 orang) dan yang terkecil yaitu usia di bawah 20 tahun sebanyak 3 persen (3 orang). Usia Pada Gambar 8 dapat dilihat jumlah responden berdasarkan usia. Jumlah responden yang paling banyak adalah berjenis kelamin laki-laki sebesar 83 persen (83 orang) dan sisanya wanita yaitu 17 persen (17 orang). Masalah tersebut dapat ditanggulangi antara lain dengan cara jam belajar yang tidak terlalu lama dan pembelajaran lebih banyak bersifat praktek. Kondisi fisik orang dewasa merupakan hambatan dalam mengikuti kegiatan belajar. suara (spelling) lebih jelas dan kecepatan bicara dikurangi. adanya gangguan pendengaran dan penglihatan. Jenis Kelamin Pada Gambar 7 dapat dilihat jumlah responden berdasarkan jenis kelamin.

Pendidikan 2% 2% 20% 30% 9% < SD SD SMP SMA Akademi/DIII 37% Sarjana Gambar 9. Seorang penyuluh harus dapat menyesuaikan hal tersebut. Selain itu pendidikanpun berhubungan dengan bagaimana seseorang berperilaku dan berkomunikasi. Cara yang dapat dilakukan dengan bekomunikasi yang benar mengunakan bahasa yang mudah dipahami atau bahasa petani agar pesan yang disampaikan penyuluh dapat dimengerti oleh petani yang pada umumnya berpendidikan rendah. Karakteristik responden Berdasarkan Pendidikan . Karakteristik responden Berdasarkan Usia 3. Sebagian besar orang memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya. Hal ini dikarenakan pendidikan dan pekerjaan adalah dua hal yang saling berhubungan.Usia 39% 33% < 20 Tahun 20-30 Tahun 31-40 Tahun 41-50 Tahun 15% 3% 10% >51 Tahun Gambar 8. Pendidikan Gambar 9 merupakan karakteristik reponden berdasarkan pendidikan. Jumlah responden terbesar adalah responden dengan pendidikan SMP yaitu sebesar 37 persen (37 orang) dan terkecil yaitu responden dengan pendidikan akademi atau diploma dan sarjana masing-masing sebanyak 2 persen (2 orang).

Selain itupun sebanyak 14 persen atau 14 orang responden memiliki usaha yang lebih dari satu komoditi misalnya pangan dengan hortikultura. jagung.4. untuk bidang peternakan. Jenis komoditas yang paling rendah yaitu tanaman keras sebanyak 3 persen (3 orang). Harapan petani mengenai pelayanan yang diberikan akan menentukan seberapa loyalnya petani di . Komoditas 3% 15% 10% 14% 16% 42% Pangan Holtikultura Ternak Tan. perikanan dan kehutananpun harus dimiliki seorang penyuluh. Komoditas yang diusahakan Gambar 10 merupakan penjabaran dari kuisioner berdasarkan jenis usaha yang dilakukan oleh responden. tidak hanya pengetahuannya di bidang pertanian saja. hal ini dikarenakan tanaman pangan merupakan makanan pokok untuk setiap orang dan pada tahun 2009 ini pemerintah memprogramkan swasembada pangan dengan cara memberikan bantuan benih padi kepada petani. Karakteristik responden Berdasarkan Komoditas yang Diusahakan 4. kacang-kacangan dan umbi-umbian merupakan jenis komoditi yang paling banyak diusahakan oleh responden yaitu sebesar 42 persen atau 42 orang. pangan dengan ternak dan sebagainya. Banyaknya komoditas yang diusahakan petani diwilayah kerja BP3K menuntut penyuluh untuk dapat menguasai masalah-masalah yang ada di lapangan. Keras Lainnya > 1 Komoditas Gambar 10.4 Penilaian Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kepuasan Atribut-atribut Kualitas Pelayanan Mutu pelayanan yang diberikan penyuluh lapang BP3K Ciawi akan sangat mempengaruhi penilaian yang diberikan oleh petani yang mendapatkan pelayanan dari penyuluh lapang di BP3K Ciawi. Tanaman pangan seperti padi.

Pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi 4. Membantu dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 2. Penyusunan rencana kegiatan usaha tani 5. Memberikan informasi teknologi baru 7. Adapun atribut-atribut yang digunakan untuk menilai tingkat kepentingan dan kinerja terhadap penyuluh lapang di BP3K Wilayah Ciawi dapat dilihat pada Tabel 5. Keramahan 3. RESPONSIVENESS 1. Memberikan informasi pasar 8.wilayah kerja BP3K Ciawi terhadap penyuluh lapang BP3K Ciawi. Kecepatan menangani pengaduan petani ASSURANCE 8. Membantu administrasi kelompok 6. Tabel 5. Harapan petani ini diharapkan diimbangi dengan kinerja yang dilakukan oleh penyuluh lapang BP3K Ciawi. Peningkatan hasil usaha. Mudah ditemui/ dihubungi 2. Pengupayaan sarana dan prasarana 4. Cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul 2. Memberikan informasi peluang usaha dan permodalan 9. Pengetahuan permasalahan di lapangan EMPHATHY 1. Pelatihan dan kunjungan secara teratur oleh penyuluh 3. Perhatian khusus atas masalah tertentu . Praktek langsung di lapangan 2. Dimensi TANGIBLE RELIABILITY Atribut-atribut Pelayanan 1 Kerapihan dan penampilan penyuluh 1. Pelayanan/ menyelesaikan masalah secara tuntas 5. Pelayanan yang sama kepada petani 3. Atribut-atribut yang Digunakan untuk Menilai Tingkat Kepentingan dan Kinerja Terhadap Penyuluh Lapang BP3k Ciawi.

Pelatihan dan kunjungan secara teratur oleh penyuluh Pertemuan-pertemuan yang kontinyu dan rutin antara penyuluh dengan petani dilakukan untuk mendiskusikan permasalahan yang timbul dan melihat perkembangan petani. . seperti pengadaan traktor.Adapun penjabaran untuk masing-masing atribut adalah sebagai berikut: 1. Praktek langsung di lapangan Praktek langsung di lapangan merupakan hal yang penting untuk mempraktekkan langsung materi yang disuluhkan seperti teknis cara penanaman. c. Dimensi Tangible (berwujud) a. Kunjungan secara teratur ini dapat mencipatakan rasa kekeluargaan yang akan mempermudah dan memperlancara pemberian dan penerimaan informasi atau materi yang diberikan. Melakukan aktivitas latihan atau Praktek langsung di lapangan akan lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani. obat-obatan untuk ternak. bibit dan sebagainya. . Kerapihan dan penampilan penyuluh Kerapihan dan penampilan penyuluh merupakan atribut yang dapat dilihat langsung oleh petani dan termasuk salah satu atribut yang sering dinilai langsung oleh petani. Dimensi Reliability (keandalan) a. Penyusunan rencana kegiatan usaha tani Rencana kegiatan usaha tani sangat diperlukan oleh petani untuk mengetahui perkiraan biaya dan hasil usaha yang akan didapat. pemberian pakan untuk ternak serta bagaimana penanganan hasil usaha pertanian. d. Pengupayaan sarana dan prasarana Salah satu atribut yang diinginkan oleh petani yaitu mengenai pengupayaan sarana dan prasarana untuk kegiatan usaha baik dalam bentuk kredit maupun bantuan langsung. b. pemupukan. 2.

Peningkatan hasil usaha Dengan adanya penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan hasil usaha para petani yang akan berdampak pada peningkatan keuntungan serta meningkatnya taraf hidup petani. 3. berita acara pembentukan dan sebagainya. Sebagai penyuluh tentunya harus dapat membantu petani mencari pasar yang dapat menguntungkan petani. Memberikan informasi pasar Memberikan informasi yang luas kepada para petani dalam hal informasi pasar dapat membantu petani untuk mempermudah penjualan hasil usahanya. Dimensi Responsiveness (Kesigapan) a. i. Membantu administrasi kelompok Kelompok tani diwajibkan membuat kelengkapan administrasi kelompoknya seperti Rencana Defentif Kebutuhan Kelompok (RDKK). kredit sarana kebutuhan petani. Teknologi tersebut dapat berupa informasi benih unggul. Memberikan informasi teknologi baru Memberikan informasi yang luas kepada para petani mengenai teknologi baru yang penting dilakukan guna meningkatkan hasil taninya. pemupukan. h. Dalam pembuatan administrasi tersebut penyuluh diharapkan dapat membantu kelompok tani untuk melengkapi administrasi tersebut. Memberikan informasi peluang usaha dan permodalan Memberikan informasi yang luas kepada para petani dalam hal pengadaan permodalan dan peluang usaha yang dapat memperlancar peningkatan usaha tani. dan menampung hasil usaha para petani yang akan memuaskan para petani. Cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul . pemberian pakan serta pengolahan hasil pertanian. g. Rencana Usaha Kelompok (RUK). misalnya informasi kredit usaha tani.e. cara penanaman. f.

c. Keramahan penyuluh Dalam memberikan penyuluhan yang efektif. Membantu pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha Kadangkala petani sulit untuk bernegosiasi guna menjalin kerjasama dengan pihak lain seperti pihak yang akan berinvestasi maupun pembelian hasil taninya. diharapkan penyuluh bersikap ramah serta siap menolong kepada petani. 4.Kemampuan penyuluh untuk cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul baik mengenai teknis di lapangan seperti hama atau penyakit maupun masalah yang timbul di kelompok. b. d. Pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi Atribut ini menuntut penyuluh untuk memiliki pengetahuan mengenai meteri yang akan disuluhkannya serta cara berkomunikasi yang baik agar materi yang diberikan mudah dimengerti oleh petani. e. karena hal ini akan menentukan keberhasilan usaha si petani. Kecepatan menangani pengaduan petani Dalam atribut ini diperlukan suatu kemampuan untuk cepat tanggap dari penyuluh terhadap keluhan atau pengaduan yang disampaikan oleh petani. . Dimensi Assurance (Kepastian) a. Penyuluh harus dapat membantu petani dalam masalah pengambilan keputusan tersebut. Pelayanan dan menyelesaikan masalah secara tuntas Pelayanan secara tuntas akan membuat petani lebih mengandalkan dan yakin akan keberadaan penyuluh lapang. mulai dari masalah teknis di lapangan ataupun masalah administrasi kelompok tani. Pengetahuan permasalahan di lapangan Pengetahuan dan kemampuan penyuluh dalam mengetahui permasalahan di lapangan akan sangat membantu petani untuk menyelesaikan masalah mereka. Suatu masalah yang diantisipasi dengan baik dan cepat oleh penyuluh dapat memberikan suatu kesan yang baik kepada petani dan masalah tersebut dapat segera diselesaikan. Penyuluh harus segera dapat mengatasi masalah tersebut agar tidak mempengaruhi hasil usaha maupun aktivitas petani. b.

Adapun hasil analisis tingkat kepentingan atribut kualitas pelayanan penyuluh bagi petani dapat dilihat pada Tabel 6. b. sehingga tidak terjadi perbedaan kelas sosial dalam suatu kelompok tani. Perhatian khusus atas masalah tertentu.4. Mudah ditemui atau dihubungi Kemudahan untuk ditemui dan dihubungi untuk berkonsultasi. 17 atribut tersebut yaitu praktek langsung di lapangan (1) pelatihan dan kunjungan secara teratur oleh penyuluh (3). memberikan informasi peluang usaha dan permodalan (9). memberikan informasi teknologi baru (7). Adanya permasalahan tertentu yang dihadapi seorang petani. pengupayaan sarana dan prasarana (4). penyusunan rencana kegiatan usaha tani (5).5. dengan begitu masalah yang timbul akan mudah diatasi.1 Penilaian Tingkat Kepentingan Atribut Kualitas Pelayanan Penyuluh Lapang BP3K Ciawi Tingkat kepentingan merupakan tingkat harapan petani terhadap pelayanan yang diberikan oleh penyuluh lapang BP3K Ciawi. c. merasa bahwa penyuluh benar-benar memperhatikan petani dan benar-benar ada untuk petani. peningkatan hasil usaha (10). Sebanyak 17 atribut tingkat kepentingan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi berada pada selang 420-499 yang artinya ke 17 atribut tersebut termasuk dalam skala sangat penting. akan membuat petani merasa nyaman. 4. Semakin besar tingkat harapan petani terhadap penyuluh lapang. Pelayanan yang sama kepada petani Pemberian pelayanan yang sama kepada semua petani dapat menimbulkan kenyamanan bagi petani. Tabel 6 menunjukkan perhitungan tingkat kepentingan setiap atribut pelayanan penyuluh lapang di BP3K Ciawi. memberikan informasi pasar (8). cepat tanggap dalam . Dimensi Emphaty (Empati) a. semakin penting pula pelayanan tersebut untuk ditingkatkan kinerjanya. memerlukan penanganan khusus secara perorangan atau secara langsung kepada individu yang bersangkutan. .

44 4. Tabel 6.menghadapi masalah yang timbul (11).45 4.48 86. No Atribut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 p1 p2 p3 p4 p5 p6 p7 p8 p9 p10 p11 p12 p13 p14 p15 p16 p17 p18 p19 p20 Jumlah Tingkat kepentingan Skor Tigkat Kepentingan Total Rata1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Bobot rata 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 6 10 0 0 0 0 2 2 2 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 2 22 29 0 0 3 13 19 12 7 3 14 3 4 7 6 5 14 3 6 17 15 54 49 42 49 37 51 23 33 30 44 45 57 45 36 23 27 30 35 39 32 7 51 58 48 50 28 63 58 67 42 52 39 48 56 72 57 65 59 42 25 Total Total Rata-rata * 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 6 20 87 0 0 0 0 4 4 4 0 0 0 0 0 0 0 4 4 0 4 0 0 9 39 57 36 21 9 42 9 12 21 18 15 42 9 18 51 216 196 168 196 148 204 92 132 120 176 180 228 180 144 92 108 120 140 156 128 35 255 290 240 250 140 315 290 335 210 260 195 240 280 360 285 325 295 210 125 358 451 * 3. Sedangkan tiga atribut lainnya yaitu kerapihan dan penampilan penyuluh (2).35 458 445 437 405 447 447 464 428 449 435 441 444 467 439 458 453 421 348 44 45 0 + 0 + 0 + 196 + 225 = 451.41 4.51 4.49 4.05 4. pengetahuan dan materi (15).67 4. pelayanan dalam memberikan menyelesaikan masalah secara tuntas (16).28 4. membantu administrasi kelompok (6).35 4. membantu dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha (13 ).37 4. mudah ditemui dan dihubungi (18).39 4.21 3.47 4.95 4.47 4. Tingkat Kepentingan Atribut Kualitas Pelayanan bagi Petani di Wilayah Kerja BP3K Ciawi.58 4. dan seterusnya perhitungan untuk atribut lainnya yang serupa.58 4. pengetahuan permasalahan di lapangan (17). .58 4. dan memberikan perhatian khusus atas masalah tertentu (20) berada dalam selang 340-419 yang artinya ketiga atribut ini berada dalam skala penting.53 4. kecepatan menangani pengaduan petani (12). kecakapan dalam keramahan penyuluh (14).64 4. dan pelayanan yang sama kepada petani (19).

pelayanan dalam menyelesaikan masalah secara tuntas (16). Hasil analisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja atribut kualitas pelayanan penyuluh di BP3K Ciawi dapat dilihat pada Tabel 7. kerapihan dan penampilan penyuluh (2).48. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepentingan untuk atribut ini sangat tinggi. Artinya atribut inipun tetap harus diperhatikan.Pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi serta cara berkomunikasi yang baik memiliki nilai tingkat kepentingan rata-rata tertinggi (4. Penyusunan rencana kegiatan usaha tani (5). keramahan penyuluh (14). pelatihan dan kunjungan secara teratur oleh penyuluh (3).67). Atribut ini berada dalam rentang skala tetap penting. peningkatan hasil usaha (10).4. Sebanyak 16 atribut tingkat kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi berada pada selang 340-419 yang artinya ke 16 atribut tersebut termasuk dalam skala puas.2 Penilaian Tingkat Kepuasan Atribut Kualitas Pelayanan Penyuluh Lapang BP3K Ciawi Tingkat kepuasan petani merupakan kenyataan yang diterima petani berdasarkan kinerja berupa pelayanan dari penyuluh di BP3K Ciawi. pengetahuan permasalahan di . cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul (11). kecepatan menangani pengaduan petani (12). Sedangkan atribut pelayanan yang tingkat kepentingannya paling rendah berdasarkan nilai rata-rata yaitu memberikan perhatian khusus (individual) atas masalah tertentu (khusus) kepada petani dengan nilai sebesar 3. memberikan informasi peluang usaha dan permodalan (9). 4. 16 atribut tersebut yaitu praktek langsung di lapangan (1). Petani menganggap bahwa pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi serta cara berkomunikasi sangat penting untuk dimiliki penyuluh. Tabel 7 menunjukkan perhitungan tingkat kepuasan setiap atribut pelayanan penyuluh pertanian di BP3K Ciawi. pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi (15). tetapi tidak sepenting atribut yang lainnya. membantu administrasi kelompok (6). karena hal ini akan berdampak pada pengetahuan dan kecakapan petani setelah mendapatkan penyuluhan dan akan mempengaruhi hasil usaha taninya. membantu dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha (13).

95 3.72 129 144 60 15 40 105 168 60 135 128 85 123 124 55 180 96 50 117 156 75 159 140 60 78 42 81 51 63 72 75 39 81 75 228 70 232 105 236 65 192 175 220 120 212 95 212 100 164 205 204 110 160 60 22 0 0 12 8 30 Total Total Rata-rata 2 + 0 + 75 + 212 + 100 = 389. Sikap penyuluh yang ramah dan penyuluh yang mudah ditemui merupakan dua atribut dengan nilai kepuasan tertinggi (4.03 3. Sedangkan atribut pelayanan yang paling rendah tingkat kepuasannya * . No Atribut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 p1 p2 p3 p4 p5 p6 p7 p8 p9 p10 p11 p12 p13 p14 p15 p16 p17 p18 p19 p20 Jumlah Tingkat Kepuasan Skor Tingkat Kepuasan Total RataBobot rata 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 2 0 0 15 2 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 9 3 20 9 6 17 6 5 0 3 7 1 0 0 4 2 5 0 15 25 43 20 36 35 45 41 60 39 53 26 14 27 17 21 24 25 13 27 25 53 36 50 22 42 32 31 24 39 35 57 58 59 48 55 53 53 41 51 40 20 12 27 7 12 17 11 10 15 12 14 21 13 35 24 19 20 41 2 0 0 2 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 18 6 18 12 34 12 10 0 6 14 2 0 0 8 4 10 75 60 108 212 100 389* 351 401 286 353 360 336 338 360 359 382 393 384 418 403 387 391 418 395 333 200 135 88 35 3.93 3.86 3. dan pelayanan yang sama kepada petani (19). dan memberikan perhatian khusus atas masalah tertentu (20) berada dalam selang 260-339 yang artinya atribut tingkat kepuasan berada pada skala cukup puas. Tabel 7.lapangan (17).89 3.33 74.6 3.84 4. Hal ini menunjukkan kinerja penyuluh lapang untuk kedua atribut ini sudah cukup baik.38 3. dan seterusnya perhitungan untuk atribut lainnya yang serupa.91 4.18 4.18 3. memberikan informasi teknologi baru (7).18).82 3.87 3.36 3. memberikan informasi pasar (8). maka kinerja pada atribut ini perlu dipertahankan.37 3.53 3.51 4. mudah ditemui dan dihubungi (18).59 3.6 3. Sedangkan empat atribut lainnya yaitu pengupayaan sarana dan prasarana (4). Tingkat Kepuasan Atribut Kualitas Pelayanan bagi Petani di Wilayah Kerja BP3K Ciawi.01 2.

2000).86. Hal ini menunjukkan kinerja atribut pelayanan ini belum sesuai dengan yang diinginkan oleh petani di wilayah kerja BP3K Ciawi dan pihak BP3K perlu meningkatkan kinerjanya untuk atribut ini. Analisis tingkat kesesuaian dari 20 atribut pelayanan penyuluh lapang di BP3K Ciawi dijabarkan pada Tabel 8.adalah pengupayaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani dengan nilai 2.25 persen artinya kinerja yang dilakukan penyuluh lapang BP3K Ciawi hampir memenuhi harapan petani yaitu mendekati 100 persen. Hal ini menunjukkan layanan yang diberikan penyuluh lapang BP3K Ciawi belum sesuai dengan harapan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi dikarenakan untuk pengupayaan sarana dan prasarana ini sangat tergantung pada kebijakan BP3K . Berdasarkan Tabel 8. Analisis dari tingkat kesesuaian ini juga dapat diperingkatkan berdasarkan skor yang diperoleh dari perhitungan dan pemeringkatannya dimulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. 4. atribut yang memiliki tingkat kesesuaian yang paling tinggi yaitu atribut kerapihan dan penampilan sebesar 98.27 persen. Peringkat dari tingkat kesesuaian ini dapat dipergunakan BP3K Ciawi untuk mengetahui urutan prioritas upaya peningkatan dan perbaikan mutu pelayanan penyuluh lapang BP3K Ciawi agar penyuluh lapang BP3K Ciawi ini dapat mempertahankan kinerjanya dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. penyuluh lapang di BP3K Ciawi harus melakukan perbaikan terus-menerus. Oleh karena itu. sehingga harapan petani dapat terpenuhi secara keseluruhan.5 Analisis Tingkat Kesesuaian Atribut Pelayanan Penyuluh Lapang di BP3K Ciawi Tingkat kesesuaian adalah hasil perbandingan antara skor kinerja dengan skor kepentingan (Supranto. hal ini dapat dijelaskan bahwa pelayanan yang diberikan oleh penyuluh lapang BP3K Ciawi belum memenuhi semua harapan petani. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa tingkat kesesuaian dari ke-20 atribut tersebut belum mencapai 100 persen. Sedangkan atribut pengupayaan sarana dan prasarana untuk petani mempunyai nilai tingkat kesesuaian yang paling rendah yaitu sebesar 64. mencari tahu keinginan petani serta meningkatkan kinerjanya agar harapan petani terpenuhi dan merasa puas. Tingkat kesesuaian diperoleh dari perbandingan antara tingkat kepuasan (kenyataan yang diterima petani) dengan tingkat kepentingan (harapan petani) atas kinerja penyuluh lapang di BP3K Ciawi.

88 85.55 64.27 93.25 persen.14 86.04 86.27 80.15 85.Ciawi.78 88.37 92.34 87.69 (389 : 451) x 100 = 86.25 * 20 10 12 1 5 14 2 3 4 6 7 15 11 18 9 13 8 16 17 19 87.08 90. Tabel 8. Hal ini menjadi prioritas utama perbaikan mutu pelayanan di BP3K Ciawi. Analisis Tingkat Kesesuaian Atribut Pelayanan Penyuluh Lapang di BP3K Ciawi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 * Atribut Kerapihan dan penampilan Praktek langsung di lapangan Pelatihan dan kunjungan Pengupayaan sarana dan prasarana Penyusunan rencana kegiatan usaha tani Membantu administrasi kelompok Memberikan informasi teknologi baru Memberikan informasi pasar Memberikan informasi peluang usaha dan permodalan Peningkatan hasil usaha. Cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul Kecepatan menangani pengaduan petani Membantu dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha Keramahan Pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi Pelayanan/ menyelesaikan masalah secara tuntas Pengetahuan permasalahan di Lapangan Mudah ditemui/ dihubungi Pelayanan yang sama kepada petani Perhatian khusus atas masalah tertentu Bobot Tingkat Kepentingan 358 451 458 445 437 405 447 447 464 428 449 435 441 444 467 439 458 453 421 348 Bobot Tingkat Kepuasan 351 389 401 286 353 360 336 338 360 359 382 393 384 418 403 387 391 418 395 333 Tingkat Prioritas Kesesuaian Ke(%) 98.07 94. seorang penyuluh hanya dapat membantu dalam hal pengajuan kepada pihak BP3K.89 75.30 88.62 77. dan seterusnya untuk atribut lainnya yang serupa.82 95.17 75. .59 83.

maka akan terlihat bagaimana kinerja penyuluh lapang di BP3K Ciawi terhadap atribut pelayanannya dan memberikan informasi apakah masih perlu melakukan perbaikan ataukah tetap dipertahankan kinerjanya. Sedangkan untuk tingkat kepuasan didapat nilai rata-rata sebesar 3. IPA digunakan untuk mengukur sejauh mana kinerja dari atribut pelayanan yang diberikan penyuluh lapang BP3K Ciawi yang mempengaruhi harapan petani. diperoleh dari perhitungan rataan dari tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan siswa melalui penyebaran kuisioner. didapatkan hasil nilai rata-rata untuk tingkat kepentingan sebesar 4. Atribut-atribut yang nilai kepentingannya berada diatas ratarata berjumlah 16 atribut.6 Importance Performance Analysis (IPA) Alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kepentingan dan kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi adalah Importance Performance Analysis (IPA). Setelah dipetakan.35. Perhitungan skor rataan tingkat kepentingan dan kinerja penyuluh lapang BP3K Ciawi dapat dilihat pada Tabel 9. Hasil pengukuran. sehingga petani tersebut merasa puas.4. .72. Berdasarkan perhitungan nilai rataan tingkat kepentingan dan kinerja pada Tabel 9. kemudian hasil yang diperoleh dipetakan ke dalam diagram kartesius. Atribut-atribut yang nilai kepuasannya berada di atas rata-rata berjumlah 10 atribut.

05 3.36 4. * (389 : 100) = 3.39 4.84 4.44 4.41 4.47 3.18 3.Tabel 9.64 4.37 3. Untuk memperoleh titik-titik pada matrik (Gambar 11).51* 3. .93 3. menggunakan nilai rata-rata dari tingkat kepentingan dan kinerja yang tersaji pada Tabel 9. Hasil pengukuran unsur-unsur jasa ini berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerjanya yang memungkinkan pihak BP3K melakukan perbaikan untuk atribut yang benar-benar dianggap penting oleh petani.33 3.59 3.72 (451 : 100) = 4.21 3. agar dapat memuaskan.49 4.35 4.35 3.58 4.95 3.45 2.01 4.03 3.91 4.82 3.60 4. Skor Rataan Tingkat Kepentingan dan Kinerja Penyuluh Lapang BP3K Ciawi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 * ATRIBUT Kerapihan dan penampilan Praktek langsung di lapangan Pelatihan dan kunjungan Pengupayaan sarana dan prasarana Penyusunan rencana kegiatan usaha tani Membantu administrasi kelompok Memberikan informasi teknologi baru Memberikan informasi pasar Memberikan informasi peluang usaha dan permodalan Peningkatan hasil usaha.86 4.67 4.28 4.58 3.38 4. maka dapat dibagi menjadi empat kuadran yang dapat dilihat pada Gambar 11.87 3.18 4.48 4.53 4.51 dan seterusnya perhitungan untuk atribut lainnya adalah serupa.89 dan seterusnya perhitungan untuk atribut lainnya adalah serupa.51 4. Cepat tanggap dalam menghadapi masalah Menangani pengaduan petani Membantu dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha Keramahan Kejelasan informasi Pelayanan/ menyelesaikan masalah secara tuntas Pengetahuan permasalahan di lapangan Mudah ditemui/ dihubungi Pelayanan yang sama kepada petani Perhatian khusus atas masalah tertentu Rata-rata Skor Rataan Tingkat Tingkat kepentingan Kinerja 3.53 4.60 3.89** 4.58 4.47 3. Untuk dapat melihat posisi penempatan data yang telah dianalisis tersebut.

2.75 4 78 5 10 3.25 Gambar 11. 16. 4.00 3.25 3. 15.35 19 4. 18.00 4. Hasil Diagram Kartesius Ketera ngan : 1.72 9 11 13 6 1 17 2 12 15 3 18 14 4.00 3.50 Tingk at Ke pe nt ingan 4. 3. 8.75 Ti n g k a t Ki n e r ja 4.25 6 4.75 1 20 3.50 3. 17. 11. Kerapihan dan penampilan penyuluh Praktek langsung di lapangan Pelatihan dan kunjungan secara teratur oleh penyuluh Pengupayaan sarana dan prasarana Penyusunan rencana kegiatan usaha tani Membantu administrasi kelompok Memberikan informasi teknologi baru Memberikan informasi pasar Memberikan informasi peluang usaha dan permodalan Peningkatan hasil usaha Cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul Kecepatan menangani pengaduan petani Membantu pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha Keramahan penyuluh Pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi Pelayanan dalam menyelesaikan masalah secara tuntas Pengetahuan permasalahan di lapangan Mudah ditemui dan dihubungi . 10.D ia g ra m K a rte s ius 4. 13. 12. 6. 9. 14. 5. 7.50 3.

kuadran C (prioritas rendah). kuadran B (pertahankan prestasi). sehingga menimbulkan kekecewaan rasa tidak puas. sedangkan tingkat pelaksanaannya masih belum memuaskan. Kuadran A Kuadran A menunjukkan bahwa unsur-unsur jasa yang sangat penting bagi petani. Atribut yang . akan tetapi penyuluh belum melaksanakan sesuai dengan keinginan petani. dan kuadran D (berlebih). . Pengupayaan sarana dan prasarana yang diperlukan petani Untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya para petani memerlukan berbagai macam sarana dan prasarana. yang berarti petani menganggap atribut ini mempunyai tingkat kepentingan tinggi. Adapun penjelasan dari matriks IPA adalah sebagai berikut: 1. Kemudian penyuluh lapang menginformasikannya kembali kepada petani. Berikut lima atribut yang berada dalam kuadran A berserta upaya yang dapat diterapkan BP3K Ciawi untuk meningkatkan kepuasan petani: a. sedangkan untuk skor tingkat kinerja atribut ini berada di bawah rata-rata (< 3. Pelayanan yang sama kepada petani Memberikan perhatian khusus atas masalah tertentu Terlihat pada Gambar 11. bahwa atribut yang mempengaruhi kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi terbagi menjadi empat bagian yaitu kuadran A (prioritas utama).72) yang berarti kepuasan petani terhadap atribut ini masih rendah. 20.35). Kemudahan mendapatkan sarana tersebut tersedia pada berbagai lembaga pemerintah terkait. Penyuluh lapang harus dapat mengetahui sarana dan prasarana yang tersedia yang bisa didapatkan secara gratis atau hibah maupun dengan sistem pembayaran tunai dan kredit. Pengupayaan sarana dan prasarana yang diperlukan dirasakan petani masih kurang. Keberadaan atribut inilah yang dinilai sangat penting oleh petani.19. mempengaruhi kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi yang berada dalam kuadran ini. Atribut yang berada dalam kuadran A memiliki nilai skor tingkat kepentingan di atas rata-rata (> 4. penanganannya perlu diprioritaskan oleh pihak BP3K. Cara pengajuan sarana tersebut biasanya berbentuk proposal yang pembuatannya dapat dibantu oleh penyuluh.

pembuatan pupuk. akan tetapi dalam kenyataannya kinerja penyuluh terhadap atribut ini belum memuaskan. Memberikan informasi teknologi baru Teknologi merupakan sesuatu yang baru yang selalu berkembang. Penyampaian informasi teknologi baru dirasakan petani kurang memuaskan. d. kebutuhan biaya produksi dan penanganan hasil sangat diperlukan petani dalam atribut ini dirasakan sangat penting oleh petani penyusunan rencana kegiatan usaha tani tersebut dibantu oleh penyuluh. Penyusunan rencana kegiatan usaha tani Penyusunan rencana kegiatan usaha tani seperti membantu membuat analisis usaha. dalam hal ini Radio Pertanian Ciawi menyediakan informasi yang dibutuhkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan petani yaitu dengan lebih sering mengadakan pertemuan kelompok untuk mengajarkan kepada petani agar mampu menyusun rencana kegiatan itu sendiri yang tetap diawasi dan dibimbing oleh penyuluh. c. Informasi yang didapat . Teknologi tidak harus selalu dari atas ke bawah.b. Cara yang dapat ditempuh yaitu mengunjungi balai penelitian untuk mendapatkan teknologi terbaru yang tepat guna atau dengan universitas atau institut yang mempunyai kedudukan sebagai lembaga penelitian. pemupukan dan sebagainya. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerjanya yaitu penyuluh lebih giat mencari informasi pasar melalui media koran ataupun radio yang terkait dengan pertanian. Teknologi sangat bermanfaat bagi perkembangan pertanian agar hasil yang dicapai lebih menguntungkan bagi petani. tetapi bisa juga dikembangkan oleh petani sendiri yang dibantu oleh penyuluh. cara tanam. Memberikan informasi pasar Penyampaian informasi pasar sangat penting guna mendapatkan keuntungan yang maksimal. Menyampaikan informasi p asar oleh penyuluh dirasakan petani masih kurang. Upaya yang dapat dilakukan penyuluh lapang terkait dengan pengembangan teknologi yaitu dengan memberikan pelatihan secara teratur kepada penyuluh lapang mengenai teknologi seperti pembuatan pakan ternak.

Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bogor mengenai prosedur cara mendapatkan modal baik dalam bentuk bantuan maupun kredit tanpa bunga atau dengan bunga rendah. Peternakan.kemudian diinformasikan kembali kepada petani. Atribut-atribut yang termasuk dalam kuadran B yaitu: . Atribut.72) yang berarti tingkat kinerja penyuluh lapang yang tinggi. Kemudian penyuluh dapat menginformasikannya kembali kepada petani untuk didiskusikan.35). e. yang berarti petani menganggap atribut ini mempunyai tingkat kepentingan tinggi dan skor tingkat kinerja atribut inipun berada di atas rata-rata (> 3. penyuluh dapat mengajarkan kepada kelompok tani agar dapat memupuk modal sendiri dengan cara pembayaran kas atau simpanan anggota dan selanjutnya dikembangkan sebagai usaha simpan pinjam. Selain itu pihak BP3K dapat bekerjasama dengan pengusaha maupun pedagang yang dapat menampung hasil pertanian. Atribut ang berada dalam kuadran b memiliki nilai skor tingkat kepentingan dia atas rata-rata (>4. Informasi peluang usaha dan permodalan di wilayah kerja BP3K Ciawi dirasakan petani masih kurang. Kuadran B Kuadran B menunjukkan bahwa unsur-unsur jasa pokok yang dianggap penting oleh petani telah dilaksanakan dengan baik dan dapat memuaskan petani. Adapun usaha yang dapat dilakukan penyuluh untuk meningkatkan kepuasan petani pada atribut ini yaitu dengan mencari informasi kepada Dinas Pertanian. Informasi mengenai hal tersebut dapat dibantu oleh penyuluh. maka kewajiban dari pihak penyuluh atau BP3K adalah mempertahankan kinerjanya. atribut yang mempengaruhi kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi yang berada dalam kuadran ini perlu dipertahankan. 2. karena pada umumnya tingkat pelaksanaannya telah sesuai dengan kepentingan dan harapan petani. modal dan peluang usaha sangat diperlukan petani. Memberikan informasi peluang usaha dan permodalan Untuk kelancaran usahanya. Selain itu. sehingga dapat memuaskan petani.

b. Atribut-atribut yang mempengaruhi kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi berada dalam kuadran ini dinilai masih dianggap penting bagi petani. Kuadran C Kuadran C menunjukkan bahwa unsur-unsur yang memang dianggap kurang penting oleh petani dimana sebaiknya penyuluh atau BP3K menjalankannya secara sedang saja. Pengetahuan dan kemampuan penyuluh dalam menangani permasalahan di lapangan i. Mudah ditemui atau dihubungi untuk berkonsultasi upaya yang dapat dilakukan BP3K Ciawi untuk Adapun mempertahankan kinerja untuk 10 atribut tersebut. Keramahan penyuluh g. dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan secara berkala kepada penyuluh lapang. Cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul di lapangan d. Pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti oleh petani h. yaitu melakukan monitoring secara berkala kepada penyuluh lapangnya.a. Selain itu agar penyuluh selalu dapat mengatasi masalah baru yang timbul. c.35). Praktek langsung di lapangan pada saat pelatihan dan kunjungan c. Kerapihan dan penampilan penyuluh Membantu administrasi kelompok Peningkatan hasil usaha . Praktek langsung di lapangan b. Atribut yang berada dalam kuadran C memiliki nilai skor tingkat kepentingan di bawah rata-rata (< 4. Membantu pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha f. yang berarti petani menganggap atribut ini mempunyai tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja atribut ini berada di bawah ratarata (< 3. Adapun atribut yang termasuk dalam kuadran ini yaitu: a. sedangkan kualitas pelaksanaannya biasa saja atau cukup.72) yang berarti kepuasan petani terhadap atribut inipun masih rendah. Kecepatan dalam menangani pengaduan petani e. 3.

Tingkat kepuasan ini dihitung berdasarkan nilai rataan total dari tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan. tetapi telah dijalankan dengan sangat baik oleh pihak BP3K.80 = puas j. Hal ini terutama disebabkan karena petani menganggap tidak terlalu penting terhadap adanya atribut tersebut.7 Customer Satisfaction Index (CSI) Tingkat kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi secara keseluruhan dapat diukur dengan menggunakan alat analisis CSI (Customer Satisfaction Index).51-0. Hasil analisis tingkat kepuasan ini dapat dilihat pada Tabel 10. Adapun atribut yang termasuk dalam kuadran ini yaitu Pelayanan yang sama kepada petani tanpa pilih-pilih. akan tetapi pelaksanaannya dilakukan dengan baik sekali oleh pihak BP3K.50 = kurang puas h. 0. sehingga sangat memuaskan. 0.00 = sangat puas .34 = tidak puas g.65 = cukup puas i. Atribut-atribut yang mempengaruhi kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi berada dalam kuadran ini dinilai berlebihan dalam pelaksanaannya. 0. Memberikan perhatian khusus atas masalah tertentu yang dihadapi petani Adapun upaya yang dapat dilakukan penyuluh lapang BP3K Ciawi untuk meningkatkan keempat atribut ini yaitu dengan melakukan kunjungan secara teratur. 4.35-0. Hal ini dianggap berlebihan.. 4. Tingkat kepuasan petani secara menyeluruh dapat dilihat dari kriteria tingkat kepuasan sebagai berikut: f. 0.66-0. Kuadran D Kuadran D menunjukkan bahwa unsur-unsur jasa yang dianggap kurang penting.00-0. monitoring kegiatan usaha petani dan lebih memperhatikan kebutuhan petani di wilayah BP3K Ciawi.d.81-1. 0.

14 3.38 0.80. No Atribut Rata-rata Tingkat Kepentingan Weighting Faktor (%) Rata-rata Tingkat Kepuasan Weighted Skor 4.03 0. Perhitungan CSI Kinerja Penyuluh Lapang BP3K Ciawi.18 0.17 5.21 5.84 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Total 3.35 4.17 5.28 4.8.49 4.00 3.6 0.58 4.89 0.37 4.44 4.47 4.12 2.22 4. Oleh karena itu pihak BP3K Ciawi harus mampu mempertahankan dan meningkatkan kepuasan petani tersebut.05 4.16 3.53 persen.14 3.51 : 86.21 3.86 0.13 100 74.91 0.20 5.20 b 5.36 0.33 0.21 4.73 Satisfaction Index 74.21 5.01 0.19 4.58 4. Dari pembahasan yang dikemukakan pada bagian 4.20 c (3.37 4.18 4.05 3.19 3.93 0.39 4. Hal ini ditunjukkan dengan nilai CSI sebesar 74.91 b (5.00 3.87 0.20 5.95 .64 4.8 Implikasi Manajerial Berdasarkan hasil analisis CSI yang dilakukan. kinerja perusahaan secara keseluruhan baik karena telah memenuhi harapan petani.1-4.67 4.66 3.73 : 5 ) x 100 = 74.18 5.Tabel 10. diketahui bahwa secara umum petani di wilayah kerja BP3K Ciawi berada pada kategori puas.51 0.51 4.22 5.95) x 100 = 5.03 3.45 4.6 0.11 4.27 4.53 persen.41 4.19 4. Nilai tersebut berada pada selang 0.19 5.82 0.59 0.84 3.92 3.19 x 3. diperoleh hasil CSI untuk atribut kinerja penyuluh lapang BP3K Ciawi adalah sebesar 74.07 3.89) : 100 = 0.48 86.95 0.18 0.37 Weighted Total 3.58 4.14 a 5.53 c a (4. Angka tersebut mengidentifikasikan bahwa secara umum petani di wilayah kerja BP3K Ciawi berada dalam kategori puas.53 0.34 3.27 3.66-0.53 4.21 5. 4.12 3. Oleh karena itu.17 5.53 Berdasarkan hasil perhitungan CSI yang dapat dilihat pada Tabel 10.20 5.47 4.15 5.

pemasok. pepupukan dan panen. b. lembaga-lembaga tersebut akan dapat membantu petani dalam hal permodalan. belajar manganalisis dan menilai hasil usaha tani. membicarakan masalah-masalah yang ditemukan di lapangan dan mengefektifkan pengadaan bantuan sehingga belajar mengajar lebih efektif dan sebagai pendorong agar petani mau berkelompok serta dibina. pengumpul hasil tani dan lembaga perbankan akan sangat menguntungkan bagi petani. Meningkatkan Jaringan Kerjasama Penyuluh Lapang Meningkatkan jaringan kerjasama dengan lembaga lain seperti KUD. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkala akan dapat mempertahankan serta meningkatkan kepuasan petani. universitas atau institut. Hal-hal yang perlu dibina oleh seorang penyuluh antara lain yaitu penerapan teknologi kepada petani. antara lain berdiskusi dalam menentukan pola usaha tani yang menguntungkan agar dapat mengurangi biaya. diharapkan petani akan terlayani dengan baik yang berdampak pada peningkatan kepuasan petani. Dengan adanya pertemuan berkala tersebut. Misalnya dengan mengadakan demplot padi (demonstrasi plot) yaitu penerapan teknologi padi baik berupa cara tanam.dapat disusun suatu implikasi manajerial sekaligus rekomendasi upaya yang dapat diterapkan BP3K Ciawi untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi. informasi teknologi baru dan cara . Dalam pembinaan tersebut penyuluh lapang dapat berdiskusi bersama petani unuk menentukan jadwal pertemuan dengan anggota tani. lembaga penelitian. Banyak hal yang dapat dilakukan dalam pertemuan tersebut. mengelola administrasi kelompok. a. Upaya Pembinaan Kelompok Tani Upaya pembinaan kelompok tani merupakan salah satu tugas dari penyuluh lapang. Dengan cara seperti ini diharapkan teknologi yang dicontohkan dapat ditiru oleh masyarakat tani lainnya. penyuluh dapat melakukannya dengan cara mengadakan percontohan. Dengan kerja sama yang baik. Untuk penerapan teknologi yang baru.

Pelatihan dapat dilakukan dengan bertukar pengetahuan atau kemampuan antar penyuluh lainnya.penerapannya. . Upaya yang dapat dilakukan oleh pihak BP3K untuk meningkatkan pengetahuan penyuluh lapang yaitu dengan mengadakan berbagai macam pelatihan. seorang penyuluh dituntut untuk banyak mengetahui permasalahan di lapangan dan mengatahui cara mengatasi masalah tersebut. pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Pengetahuan yang cukup yang dimiliki seorang penyuluh diharapkan akan dapat menjawab permasalahan yang ada di lapangan yang berdampak pada kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi. c. misalnya setiap dua minggu. dan berbagai informasi yang dibutuhkan petani seperti perluasan pemasaran. Pelatihan dapat dilakukan secara berkala. Pelatihan bagi Penyuluh Lapang Agar petani dapat merasakan kinerja penyuluh. pada saat pertemuan yang dilakukan BP3K.

Dimensi kepastian terdiri dari lima atribut pelayanan yang terdiri dari membantu pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha. pasar. penyusunan rencana kegiatan usahatani. membantu pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha. pelayanan yang sama kepada petani. memberikan informasi pasar. memberikan informasi teknologi dan memberikan informasi . cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul di lapangan. kecakapan dalam memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti . kecepatan dalam menangani pengaduan petani. Atribut mutu pelayanan yang digunakan untuk menilai tingkat kepuasan petani di BP3K Wilayah Ciawi terbagi menjadi lima dimensi kualitas jasa. b. memberikan informasi teknologi. Terakhir dimensi empati yang terdiri dari tiga atribut pelayanan yaitu mudah ditemui atau dihubungi. pelayanan dan menyelesaikan masalah secara tuntas dan pengetahuan permasalahan di lapangan. Dimensi kesigapan terdiri dari dua atribut pelayanan yaitu cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul dan kecepatan menangani pengaduan petani. penyusunan rencana kegiatan usahatani. pengetahuan dan .KESIMPULAN DAN SARAN 1. pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan materi. pelatihan dan kunjungan secara teratur oleh penyuluh. yang dianggap penting oleh petani telah dilaksanakan dengan baik yang berada pada kuadran B yaitu praktek langsung dilapangan pada saat pelatihan dan kunjungan. Kesimpulan a. Atribut-atribut . Dimensi kehandalan terdiri dari sembilan atribut pelayanan yang terdiri dari praktek langsung di lapangan. memberikan informasi peluang usaha dan permodalan serta peningkatan hasil usaha. pengupayaan sarana dan prasarana.dan perhatian khusus atas masalah tertentu. Pada dimensi berwujud yaitu kerapihan dan penampilan penyuluh. keramahan penyuluh. membantu administrasi kelompok. keramahan penyuluh. Hasil IPA menunjukkan bahwa atribut-atribut jasa yang sangat penting yang berada pada kuadran A pada Matrik IPA yaitu pengupayaan sarana dan prasarana yang diperlukan petani.

d. . peternakan. Artinya secara keseluruhan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan penyuluh lapang BP3K Ciawi. Atribut-atribut yang dianggap kurang penting yang berada pada kuadran C yaitu kerapihan dan penampilan penyuluh. 2. meningkatkan jaringan kerjasama penyuluh lapang dan pelatihan bagi penyuluh lapang. memberikan informasi peluang usaha dan . Rekomendasi upaya yang dapat diterapkan BP3K Ciawi untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan petani di wilayah kerja BP3K Ciawi yaitu dengan pembinaan kelompok tani. .oleh petani. penelitian lanjutan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Penyuluh diharapkan memiliki jadwal kunjungan kelompok agar secara teratur dapat memperhatikan permasalahan tentang pertanian. b. Saran Saran yang didapat adalah hasil analisis kuisioner dan harapan petani pada pertanyaan saran bagi penyuluh lapang. permodalan. Perlu dilakukan penyuluhan terhadap kinerja kelompok tani di BP3K Ciawi. yaitu pelayanan yang sama kepada petani. agar kegiatan penyuluhan di BP3K Ciawi tetap efektif. c. peningkatan hasil usaha. Adapun saran untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan petani adalah : a. Pihak BP3K sebaiknya mengadakan evaluasi secara berkala mengenai kinerja penyuluh lapang BP3K Ciawi. memberikan perhatian khusus atas masalah tertentu yang dihadapi petani. mudah ditemui atau dihubungi untuk berkonsultasi. Berdasarkan hasil perhitungan CSI diperoleh nilai sebesar 74. c.53 persen. perikanan dan kehutanan di wilayah kerja BP3K Ciawi. pengetahuan dan kemampuan penyuluh dalam menangani permasalahan di lapangan. membantu administrasi kelompok. memberikan pelayanan dalam . Atribut-atribut yang dianggap kurang penting pada kuadran D. menyelesaikan masalah secara tuntas.

Undang undang Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem penyuluhan pertanian. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian. Departemen Pertanian Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Departemen Pertanian Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Bogor Departemen Pertanian. Jakarta Gerson. R. perikanan. 2009. Departemen Pertanian Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian.W. Modul Pembekalan Bagi THL-TB Penyuluh Pertanian 2009.) Melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Kecamatan Sukoharjo. Balai Metodologi Informasi Pertanian. Bogor . Departemen Pertanian Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Mengukur Kepuasan Pelanggan (terjemahan). [07 Juni 2009] Engel. Modul Pembekalan Bagi THL-TB Penyuluh Pertanian 2009. 2001. Tesis pada Magister Bisnis. Jakarta . 1998. Institut Pertanian Bogor. Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Bogor.. 2009. 2009. Jakarta . dan kehutanan.F. Binarupa. Miniard. J. http//deptan. 2009. Kebijakan Pembangunan Pertanian. 2009. S. 2008. Jakarta Jaharudin. Pengaruh Pelayanan BPP Terhadap Kepuasan dalam Agroproduksi Padi (Oriza sativa L. Departemen Pertanian Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Kabupaten Sukoharjo. Bogor Anonim. Pemberdayaan Kelompok Tani dan Gapoktan. Menjadi Penyuluh Pertanian Swakarsa yang Efektif.DAFTAR PUSTAKA Andika. Manajemen Agribisnis Modul Pembekalan Bagi THL-TB Penyuluh Pertanian 2009. Blackwell dan P. Pusat Pengembangan Manajemen. Jakarta . Perilaku Konsumen Jilid I Edisi Keenam. Modul Pembekalan Bagi THL-TB Penyuluh Pertanian 2009. 2009. Modul Pembekalan Bagi THL-TB Penyuluh Pertanian 2009. Jakarta . R.F. Jakarta . Persepsi Sumber Motivasi Kerja dan Kualitas Pelayanan Penyuluh Pertanian di Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau. Laporan Tugas Akhir pada Jurusan Penyuluh Pertanian. Revitalisasi Penyuluhan Pertanian.id.Jawa Tengah. 1994.go.D.

2005. Gramedia Pustaka Utama. Teguh. Hanafiah.id. Jakarta. P. D. Bina Aksara. M. 2001. Gramedia Pustaka Utama. Teguh. 2002. A. Penerjemah. Manajemen Mutu Terpadu di Perguruan Tinggi. Jakarta. Service Marketing. Jakarta Suwandi.. Jakarta Supranto. Terjemahan dari: Marketing Management. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis..bogorkab. Institut Pertanian Bogor Kartasapoetra. Jakarta Zeithaml. 15 Tahun 2008. Indeks. Jakarta Slamet. Jakarta Kotler.G. Universitas Terbuka Umar. New York. A. 2009. Raja Grafindo Persada. Skripsi pada Departemen Manajemen. Mc. F. 2006. Penerjemah. 10 Th Edition . HEDS Project. Measuring Costumer Satisfaction. Bitner. 2001. Graw Hill. 2003. M. Tampubolon. . Metode Riset Bisnis.Joni. Hamim. W. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Terjemahan dari: Marketing Management.J. Jakarta. 2004. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. 2006. Manajemen Pemasaran Edisi Milenium Jilid Dua. dan A.go. Manajemen Pemasaran Edisi Milenium Jilid Satu. Indeks. 2006. Jakarta. Rineka Cipta. . Hendra et al. H. Hendra et al. Mary Jo. Penyuluhan Teknologi Pertanian. Administrasi Penyuluh Pertanian. VA. [05 Agustus 2009] Rangkuti.P. Analisis Kepuasan Nasabah Terhadap Pelayanan Bank Muamalat Indonesia Cabang Bogor. 10 Th Edition PERDA No. http://jdih. 1996.

Wanita d. Terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya. 41-50 Tahun e. I. Lebih dari dua bulan yang lalu (STOP) 2.. Holtikultura (sayuran. 20-30 Tahun c. Komoditas yang di usahakan a. Pendidikan a. SMP b. Tan. 31-40 Tahun 3. Jagung. jahe. Kelinci. Nama Responden : …………………………… Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang Anda pilih. Jenis Kelamin a. dll) c. SMA e. Tidak (STOP) Kapan terakhir Anda dilayani penyuluh lapang BP3K Ciawi ? a. umbi-umbian dll) b. Tanaman Keras e. SD c. 1. Pria 2. Apakah Bapak/Ibu adalah Anggota Kelompok Tani ? a. kurang dari 20 tahun b. Karakteristik Responden 1. . Lebih dari 50 Tahun d. Kambing dll) d.No KUISIONER ANALISIS KEPUASAN PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH LAPANG BP3K WILAYAH CIAWI Kuisioner ini merupakan bagian dari penelitian dalam rangka penulisan skripsi Program Sarjana yang dilakukan oleh: Nama/ NRP : Ika Listiawati/ H24076054 Departemen : Manajemen Fakultas : Ekonomi Manajemen Universitas : Institut Pertanian Bogor Saya mohon kesediaan Bapak/ Ibu/ Saudara/i untuk berpartisipasi dalam mengisi kuisioner ini secara lengkap dan benar. Akademi/ Diploma f. Informasi yang diterima dari kuisioner ini bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan akademis. Lainnya …………. buah. Sarjana 4. Ternak (sapi. Pangan (Padi. Ya b. Tidak Lulus SD b. Dalam dua bulan terakhir b. Usia saat ini a.

Tingkat Kepentingan / Harapan Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan harapan Bapak/Ibu terhadap penyuluh lapang dengan memberi tanda silang (X) pada kolom. dLL) EMPHATHY (EMPATI) Mudah ditemui dan dihubungi untuk berkonsultasi Pelayanan yang sama kepada semua petani tanpa pilih-pilih ? Memberikan perhatian khusus (individual) atas masalah tertentu (khusus) 1 13 14 15 16 17 18 19 20 . RESPONSIVENESS (KESIGAPAN) 11 12 Kemampuan penyuluh untuk cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul Kecepatan dalam menangani pengaduan petani ASSURANCE (KEPASTIAN) Memberikan bimbingan dan memecahkan masalah petani/ kelompok tani dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha dibidang pertanian Pentingkah penyuluh bersikap ramah ? Pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada petani Memberikan pelayanan/ menyelesaikan masalah secara tuntas Pengetahuan dan kemampuan penyuluh dalam mengetahui permasalahan di lapangan (penyakit. buku 6 administrasi. hama.II. laporan bulanan kelompok dan sebagainya ? Pentingkah penyuluh lapang menyampaikan 7 informasi teknologi terbaru ? Pentingkah penyuluh lapang menyampaikan 8 informasi pasar ? Pentingkah penyuluh lapang menyampaikan 9 informasi peluang usaha dan permodalan ? Pengaruh penyuluh lapang terhadap peningkatan 10 hasil usaha. RDKK. No DAFTAR PERTANYAAN Sangat Penting Penting Netral/ Biasa Tidak Penting Sangat Tidak Penting TANGIBLE (BERWUJUD) Kerapihan dan penampilan Penyuluh RELIABILITY (KEANDALAN) Praktek langsung di lapangan pada saat pelatihan 2 dan kunjungan Pentingkah Melaksanakan pelatihan dan kunjungan 3 secara teratur ? pengupayaan sarana dan prasarana yang 4 dibutuhkan petani (misalnya pengadaan traktor dll) ? Pentingkah penyuluh lapang membantu petani/ 5 kelompok tani dalam penyusunan rencana kegiatan usaha tani ? Membantu petani/ kelompok tani untuk membuat administrasi kelompok seperti proposal.

laporan bulanan kelompok dan sebagainya Menyampaikan informasi teknologi terbaru Menyampaikan informasi pasar Menyampaikan informasi peluang usaha dan permodalan Pengaruh penyuluh lapang terhadap peningkatan hasil usaha. RESPONSIVENESS (KESIGAPAN) Kemampuan PPL untuk cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul Kecepatan dalam menangani pengaduan petani ASSURANCE (KEPASTIAN) Memberikan bimbingan dan memecahkan masalah petani/ kelompok tani dalam pengambilan keputusan guna menjalin kemitraan usaha dibidang pertanian Keramahan penyuluh Pengetahuan dan kecakapan dalam memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada petani Memberikan pelayanan/ menyelesaikan masalah secara tuntas Pengetahuan dan kemampuan penyuluh dalam mengetahui permasalahan di Lapangan (penyakit. hama. RDKK. dLL) EMPHATHY (EMPATI) Mudah ditemui/ dihubungi untuk berkonsultasi Pelayanan yang sama kepada semua petani tanpa pilih-pilih ? Memberikan perhatian khusus (individual) atas masalah khusus yang dialami petani Sangat Puas Puas Netral/ Biasa Tidak Puas Sangat Tidak Puas 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Saran dan komentar Bapak/Ibu untuk perbaikan peningkatan mutu pelayanan Penyuluh Lapang BP3K Ciawi TERIMA KASIH ATAS BANTUAN DAN KERJASAMA ANDA . Tingkat Kinerja Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan pengalaman Bapak/Ibu setelah menerima/ mengalami pelayanan dari penyuluh lapang dengan memberi tanda silang (x) di kolom No DAFTAR PERTANYAAN TANGIBLE (BERWUJUD) 1 2 3 4 5 Kerapihan dan penampilan Penyuluh RELIABILITY (KEANDALAN) Praktek langsung di lapangan pada saat pelatihan dan kunjungan Melaksanakan pelatihan dan kunjungan secara teratur oleh penyuluh Pengupayaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani (misalnya pengadaan traktor dll) Membantu petani/ kelompok tani dalam penyusunan rencana kegiatan usaha tani Membantu petani/ kelompok tani untuk membuat administrasi kelompok seperti proposal.III. buku administrasi.

Hasil Uji Reliabilitas Atribut Tingkat Kepentingan Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .876 N of Items 20 Lampiran 3.Lampiran 2. Hasil Uji Reliabilitas Atribut Tingkat Kepuasan Reliability Statistics Cronbach's Alpha .886 Cronbach's Alpha .921 N of Items 20 .916 Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful