MODUL DESKRIPSI MINERALOGI

OLEH : SARJUDI, ST. MT (GURU ILMU BATUAN)

PROGRAM KEAHLIAN GEOLOGI PERTAMBANGAN SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA 2008

MODUL DESKRIPSI MINERALOGI

Mengetahui : Wakil Kepala Sekolah I Drs. Sriyana NIP. : 131601463

Guru Program Diklat :

Sarjudi, ST, MT. NIP. : 131798113

KATA PENGANTAR

M

odul dengan judul “Deskripsi Mineralogi” merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan dalam siswa melakukan praktikum pengenalan mineralogi secara megaskopis pada Program Keahlian Geologi Pertambangan. Modul ini mengetengahkan tata cara pengenalan macam-macam mineral pembentuk batuan yang meliputi : warna, kilap, cerat, belahan, pecahan, kekerasan, sifat dalam, berat jenis, kemagnitan, kelistrikan dengan menggunakan alat yang sederhana. Dengan modul ini peserta Diklat dibantu oleh guru pembimbing. Mudah-mudahan modul ini dapat membantu para siswa dalam menjalankan praktikum pengenalan mineral secara megaskopis yang pada akhirnya dapat menentukan nama batuan berdasarkan komposisi mineralnya. diharapkan dapat menjalankan praktek dengan cara menggambar, mengamati dan menentukan nama mineral tanpa banyak

Yogyakarta, 1 April 2005 Penyusun :

H. Sarjudi, ST, MT. NIP : 131798113

DESKRIPSI MODUL

M

odul ini terdiri dari 4 (empat) bagian kegiatan belajar mengajar, yang mencakup bab 1 pendahuluan, bab 2 macam-macam sifat fisi mineral, bab

3 bentuk format laporan dan bab 4 beberapa contoh deskripsi mineral. Pada bab 1, mencakup tentang pengertian mineral, maksud dan tujuan serta alat yang digunakan, sedang bab 2 mencakup mengenai : warna mineral, kilap, cerat, belahan, pecahan, kekerasan, sifat dalam, berat jenis, kemagnitan, kelistrikan. Sedang pada bab 3 mengenai tata cara membuat format untuk keperluan laporan, sedangkan bab 4 mengenai beberapa sifat fisis mineral yang terpenting.

U PRASYARAT ntuk melaksanakan modul tentang deskripsi mineral secara megaskopis para peserta diklat diharapkan :  Para peserta diklat sudah menguasai dasar-dasar kristalografi  Para peserta diklat sudah menguasai dasar-dasar mineralogi  Mengenal macam-macam sifat fisis mineral  Mengerti alat dan penggunaannya megaskopis untuk determinasi mineral secara .

Hendaklah selalu memperhatikan keselamatan kerja. Hendaklah dibentuk kelompok atau regu yang bertugas setiap saat akan mengadakan praktikum untuk mencatat alat/bahan yang dikeluarkan dan menjaga keutuhan alat dan bahan. . maka perlu adanya kerja sama yang baik . tidak hilang atau rusak dan masukkan ketempat semula dengan rapi. di antaranya yang paling penting adalah :  Baca buku petunjuk praktek dengan seksama  Hati-hati menggunakan bahan / alat karena persediaan sangat terbatas  Bila telah selesai kembalikan alat / bahan tersebut dalam keadaan utuh.PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Dalam setiap kegiatan proses belajar mengajar karena menggunakan alat dan bahan yang banyak yang tidak cukup hanya dikerjakan sendirian.

..... iv PRASYARAT................................................... III........................................................................................... 2...........................1...........................5................... v DAFTAR ISI. Alat yang digunakan..................................................................................... Berat jenis (spesific grafity) ........................ 1..... PENDAHULUAN ...........................................4............... 2........................ FORMAT LAPORAN.......................................................................... 2.................................................................. iii DESKRIPSI MODUL.................... Warna (colour) .............................................................................. vi I. Kilap (luster) .............................8........ 1... Kekerasan (hardnes) .................................3............................................. 2.................................2........ Pecahan (fracture) ......................................................................................7...9.......................................................... Sifat dalam (tetanitas) .................. 2..... 2.......................................................DAFTAR ISI halaman HALAMAN JUDUL .................................................... 2..... Cerat (streak) ............................................................... Maksud dan tujuan................... SIFAT FISIS MINERAL......... 2..................... i HALAMAN PENGESAHAN................................. DISKRIPSI MINERALOGI..6............................................................................................. 1 1 2 2 4 4 6 7 8 9 9 10 11 12 12 13 14 43 ............... .........................................................................................................................................................................3................. IV............................ Belahan (cleavage) ................ 2............................. 2. Pengertian mineral............................................................................................ DAFTAR PUSTAKA .............10........... II................. ii KATA PENGANTAR................................2...................................... Kelistrikan (electric) ..................... Kemagnitan (magnitisme) ....................................... 1............................1....................................................................

dan senyawa kimia mempunyai komposisi pada batas-batas tertentu yang dinyatakan dengan suatu rumus . maka cairan dan gas-gas tidak termasuk.BAB I PENDAHULUAN 1. Maksud dan tujuan : Maksud : dengan mempelajari sifat fisis mineral kita dapat kita dapat membuat beberapa deduksi mengenai struktur kristal dan komposisi kimianya. Pengertian mineral M ineralogi adalah ilmu yang membicarakan persoalan dunia mineral. 1. Dunia mineral merupakan bagian yang mati dari apa yang terdapat di alam. Jadi jelas perbedaan terletak pada dunia mineral tidak dapat berkembang biak seperti maqluk hidup. tergantung dari banyaknya unsurunsur yang ada dan proporsi kombinasinya. sedangkan dunia lain ruang hidup adalah dunia maqluk hidup dan dunia tanaman.1. Bagaimanapun ada pengecualian dalam batasan ini. Dengan adanya suatu persyaratan mineral-mineral itu benda padat. Mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu artinya bahwa mineral itu ialah merupakan senyawa kimia. maka dari itu kulit tiram (dan mutiara di dalamnya ). Benda padat homogen artinya bahwa mineral itu hanya terdiri satu fase padat. Es adalah mineral. meskipun terdiri dari calcium carbonat yang tidak dapat dibedakan secara kimia maupun fisika dari mineral aragonit.2. . dari kenyataan bahwa adanya susunan atomatom yang teratur di dalam kristalin yang padat telah disimpulkan dari teraturnya bentuk luar. tidak dianggap sebagai mineral. yang tidak dapat diuraikan menjadi senyawasenyawa yang lebih sederhana oleh suatu proses fisika. hanya satu macam material. Mineral ialah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam. lama sebelum sinar X diketemukan dan membuktikan dalam hal ini. terbentuk secara anorganik. mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur teratur. Ataom-atom yang tersusun secara teratur merupakan ukuran dari keadaan kristalisasinya. susunan atom yang teratur ini dapat tergambar pada bentuk luar kristalnya. Terbentuk secara an organik artinya benda-benda padat homogen yang dihasilkan oleh binatang dan tumbuh-tumbuhan tidak termasuk. Rumus kimia mineral dapat sederhana maupun komplek. cara ini untuk pembentukan. tetapi air bukan mineral.

Adapun bahan yang digunakan adalah : 1) Potongan – potongan mineral 2) Format isian 3) Pensil berwarna . 1. kita dapat mengerti kegunaan mineral dalam segi teknik karena pemakaian mineral di dalam dunia industri terutama bergantung pada sifat fisisnya. misalnya pemakaian intan sebagai pengasah yang baik. 6) Rapido 0. 4) Keping magnit : alat ini berguna untuk menentukan apakah mineral yang diamati mengandung gaya magnit apa tidak. 2) Skala kekerasan Mosh : alat berguna untuk menentukan kekerasan tiap mineral yang diamati dengan cara menggoreskan pada mineral yang diamati yang dimulai dari skala yang paling keras sampai mineral tersebut dapat tergores oleh alat skala Mosh. Dalam modul ini hanya dibicarakan masalah-masalah sifat fisis mineral. sedangkan pemakaian kwarsa pada alat-alat elektronik disebabkan oleh piazo elektrisnya. Dari ratusan mineral tersebut kebanyakan adalah mineral bijih yaitu mineral yang mengandung logam. 5) Tabel sifat fisik mineral.5 mm 8) Alat tulis menulis : untuk mengindentifaikasi mineral yang diamati. Di dalam ketentuan umum mineral telah dinyatakan bahwa mineral mempunyai sifat – sifat fisik dalam batas-batas tertentu yang nanti akan kita akan dibahas dalam bab selanjutnya. sesuai dengan tujuan pembelajaran kita yaitu mengenal sifat fisis mineral.3. karena kerasnya yang luar biasa. 3) Keping porselin : alat ini berguna untuk menentukan warna cerat tiap mineral yang diamati dengan cara menggoreskan mineral pada keping porselin pada bagian yang kasar.Tujuan : dengan mempelajari sifat fisis mineral. karena hanya dengan mempelajari sifat fisis mineral orang dapat mendeterminasi ratusan mineral bahkan ribuan mineral.5 mm 7) Sablon 0. Alat dan bahan yang digunakan Alat yang digunakan dalam analisa mineral secara megaskopis adalah : 1) Loup : alat ini merupakan lensa pembesar yang berguna untuk memperbesar mineral yang diamati supaya lebih jelas butiran-butiran atau bentuk mineral yang akan diselidiki.

Warna mineral adalah warna yang kita tangkap dengan mata bilamana mineral tersebut terkena sinar.1. Warna. Pecahan (fracture) 6. Kilap (Luster) 3. Warna (Colour) 2. yaitu merupakan warna yang tetap dan karakteristik. 2. Belahan (cleavage) 5. Sifat dalam (tetanitas) 8. Cerat (streak) 4. Warna ini penting untuk membedakan antara warna yang disebabkan oleh campuran atau pengotoran dan warna asli elemen-elemen utama pada mineral tersebut. misalnya : Pirit = kuning loyang Magnetit = hitam Malachit = hijau Belerang = kuning Kelistrikan (electric) . Kekerasan mineral (hardness) 7.BAB II SIFAT FISIS MINERAL M acam-macam sifat fisis mineral yang terpenting dalam pengamatan mineral secara megaskopis adalah : 1. Berat jenis (specific gravity) 9. Banyak pula mineral yang dinamakan berdasarkan warna mineralnya misalnya : Albit (bahasa Yunani albus = putih) Chlorit (bahasa Yunani chloro = hijau) Melanit (bahasa Yunani melas = hitam) Rhodonit (bahasa yunani rodon = merah jambu) Eritorit (bahasa Yunani erythos =merah) Warna asli dari elemen-elemen utama pada mineral (ediochromatis). Kemagnitan (magnitisme) 10.

Kilap sebagai hasil pantulan cahaya dari permukaan mineral . Kilap dapat dibagi mejadi . Mn. Kilap (luster) Merupakan sifat optis dari mineral yang rapat hubungannya dengan refleksi dan refraksi. Ni. Warna berhubungan langsung dengan komposisi seprti pada mineral-mineral yang mengandung unsur : Ti. misalnya : Mineral sekunder mengandung : Bagi Tembaga – hijau kebiruan Vanadium – merah Uranium – kuning Mangan dalam silikat karbonat merah jambu Silikat berbesi – hijau gelap sampai hitam. misalnya : Kwarsa – tidak berwarna tetapi karena pengotoran warna dapat berubah-ubah menjadi : - violet (amesthyst) merah jambu coklat kehitam-hitaman dan lain sebagainya.Azurit = biru Warna karena adanya pengotoran (allochromatis) ini merupakan warna yang tidak tetap atau tidak berubah-ubah.2. V. tetapi jika terdapat dalam dua valensi (fero dan feri) akan berwarna hijau tua hingga hitam. 2. Intensitas dari kilap sebenarnya tergantung kwantitas cahaya pantul dan pada umumnya tergantung pada besarnya indeks refraksi mineral. a) Kilap logam (metalic luster) . Co. maka warna sangat berguna untuk menentukan nama mineral. misalnya pada mineral yang mengandung besi. Fe. Ada kalanya warna mineral telah diperkuat oleh adanya sebuah unsur yang terdapat dalam dua jenis valensi. orang yang berpengalaman dan mempunyai keahlian untuk membedakan. abu-abu kuning coklat gelap merah jambu dan bervariasi biru. Halit – warnanya bermacam-macam : Di samping itu ada beberapa elemen terutama pada mineral-mineral berat yang memberikan efek warna tertentu. dan unsur-unsur Cu. apabila besi itu seluruhnya terdapat dalam satu valensi (fero atau feri saja) biasanya berwarna pucat.

gips yang kristalnya kasar. Kilap bukan logam dapat dibadakan menjadi : - Kilap kaca (vitreous luster) Kilap seperti pada pecahan kaca. .Kilap sutera ( silky luster) Kilap seperti sutera. contoh : serpenten. misal : pirit. Pada umumnya orang dapat dengan mudah sekali membedakan antara kilap logam. biasanya terlihat pada bidang-bidang belah dasar. Contoh : mineral cuprit. Contoh : sfalerit. - Kilap intan (adamantine luster) Adalah kilap yang sangat cemerlang seperti berlian. - Kilap lilin (waxy luster) Kilap seperti lilin. galena. sulfida. flourit. belerang. halit yang sudah berhubungan dengan udara bebas. Contoh : talk. spinel. garnet. kasiterit. Contoh : intan. hematit. . Akan tetapi biasanya tidak dapat atau sukar melihat dengan . cerargirit. dan bukan logam.Kilap tanah (earthy luster) Kilap yang biasanya terlihat pada mineral-mineral yang kompak. . diatomea. leucit. kaolin. Contoh : kapur. b) Kilap sub metalik Kilap sub metalik terdapat pada mineral –mineral semi opak sampai opak dan mempunyai indeks refraksi (n = 2. sulfat. biasanya terdapat pada mineral-mineral yang menyerat. c) Kilap bukan logam (non metalic luster) Kilap bukan logam biasanya terlihat pada mineral-mineral yang mempunyai warna-warna muda dan dapat melukiskan cahaya pada bagian-bagian yang tipis. Misalnya : asbes. seakan-akan berlapis dengan lemak. gips. alabandit. corundum. zircon. kombinasi dari warna kuning dan coklat. - Kilap mutiara ( pearly luster) Kilap seperti mutiara.6 dan 3). rutil. cinabar. Contoh : nefelin.Kilap damar (resinous luster) kilap seperti pada damar.Mineral – mineral opak dalam fragmen-fragmen yang tipis dan mempunyai indeks refraksi ( n = 3 ) atau lebih pada umumnya mempunyai kilap logam. halit. pirolusit. silikat. mika. - Kilap lemak (greasy luster) Kilap seperti lemak. contoh : kwarsa. serpenten. karbonat. logam alam.

Tidak semua mineral mempunyai sifat ini.4. Mineral-mineral yang mempunyai belahan yang baik adalah . sehingga dipakai istilah mudah dibelah. Mineralmineral silikat biasanya mempunyai gores putih kadang-kadang abu-abu coklat. arsenat. Yang dimaksud dengan belah di sini adalah bila mineral kita pukul tidak hancur tetapi terbelah-belah melalui bidangbidang belah yang licin. Muskovit atau biotit mempunyai belahan satu arah. – warna dan goresnya merah. sukar dibelah. Mineral yang kekerasannya kurang dari 6. Gores/cerat lebih dapat dipercaya dari pada warna. Misalnya : Cinabar Lazurit Contohnya : Hematit . . karbonat. atau tidak dapat dibelah. – warna dan goresnya biru Magnetit – warna dan goresnya hitam Tetapi juga ada mineral warna dan goresnya berlainan. atau warna-warna yang muda. dan phosphat. Oleh karena itu gores ini sangat penting untuk penentuan mineral-mineral opaque yang sangat translusent. 2. Padahal justru perbedaan itulah yang sangat penting untuk penentuan (determinasi) dari suatu mineral. jadi dapat terbelah berupa lempeng-lempeng tipis.3. sulfat juga mempuyai goresan yang karakteristik.warna abu-abu hitam – gores hitam Pirit – warna kuning loyang – gores hitam Biasanya mineral-mineral yang transparant dan translusent mempunyai gores yang putih atau tidak berwarna. Mineral-mineral oksida. Untuk mineral-mineral yang transparan dan translusent mempunyai kilap bukan logam mempunyai gores lebih terang dari warnanya. Belahan Adalah suatu sifat fisika mineral yang mampu belah yang disebabkan oleh tekanan dari luar atau pemukulan dengan palu.teliti perbedaan jenis kilap lainnya. Pada beberapa mineral warna dan gores sering menunjukkan warna yang sama. sulfida. karena lebih stabil. Contoh : Emas – kuning Molibdenit – kehijau-hijauan Grafit – hitam 2. Cerat/gores (streak) Cerat ini membedakan dari dua mineral yang warnanya sama akan tetapi warna ceratnya berbeda. cerat dapat diperoleh dengan menumbuk mineral tersebut sampai halus dengan menggunakan palu. sedangkan mineral-mineral dengan kilap logam kerap kali mempunyai gores yang lebih gelap dari warnanya.

dan selanjutnya secara bertahap kita turunkan pengujian dengan mineral skala keras di atasnya (lihat tabel 1). Augit.Hackly : permukaan tidak teratur dengan ujung-ujungnya yang runcing. hematite.- Feldsfar dan Pyroxene (augit) mempunyai belahan dua arah tegak lurus. Contoh : Asbestos. .Concoidal : memperlihatkan gelombang yang melengkung di permukaan pecahan seperti kenampakan kulit kerang atau botol pecah.Splintery / fibrous : menunjukkan gejala seperti serat. Agar tidak merusak mineral-mineral skala Mosh dalam penentuan kekerasan kita harus selalu memulai menguji kekerasan mineral yang diselidiki dengan mineral skala keras yang paling keras dalam hal ini adalah intan. Pecahan Hornblende mempunyai belahan dua arah yang membentuk sudut 1240. Perlu diketahui bahwa kekerasan mineral ke segala arah ditentukan oleh parameter tiap-tiap poros kristalografinya.5. Hypersthene. Untuk menguji kekerasan yang lazim ditentukan dengan menggunakan skala keras Mosh yang terdiri dari 10 macam kekerasan berturut-turut dari yang terlunak sampai yang terkeras adalah dalam tabel 1. Pengujian akan kita hentikan bila mineral yang kita selidiki tidak tergores oleh mineral skala keras. maka mineral akan pecah dengan arah yang tidak teratur. . Sehingga untuk mineral satu mungkin ke segala arah sama keras dan untuk mineral lainnya tidaklah demikian. Halit (NaCl) mempuyai belahan tiga arah yang saling tegak lurus. Contoh : Kwarsa. Contoh : native metals (Cu Ag).6. . Tabel 1 Skala Keras Mosh Kekerasan Mineral Keterangan . Ada beberapa macam pecahan :. Bila tidak membelah secara teratur. Kekerasan (hardness) Kekerasan mineral diperlukan untuk mendapatkan perbandingan kekerasan mineral satu terhadap mineral yang lain. denganj cara mengadakan saling gores antar mineral. Calcite mempunyai belahan tiga arah yang tidak saling tegak lurus. Cara menentukan kekerasan dilakukan dengan menggores mineral skala Mosh pada mineral yang akan diselidiki. chalcopyrite. Contoh : garnet.Uneven atau ireguler : permukaan kasar tidak teratur. 2. 2. Jadi skala kekerasan mineral itu sama dengan kekerasan mineral skala keras yang dipakai untuk mengujinya.

membengkokkannya. . menghancurkannya. Janganlah menguji pada satu muka mineral saja. atau pisau Tergores dengan sukar oleh pisau Tergores pisau atau pecahan botol. seperti pada emas dan tembaga. kekerasan kuku =2 Tergores pecahan botol. tetapi juga pada bagian muka lainnya. . Tergores pisau Tergores pisau Tergores pisau Tergores pisau Dalam keadaan lain dapat juga terjadi umpama suatu mineral katakanlah tergores oleh kwarsa tetapi tidak tergores oleh ortoklas. Termasuk sifat dalam adalah : .8.7. Contoh : pada mineral talk. . 2. atau pisau Tergores pecahan botol. contoh pada mineral kwarsa. 2. Cara mengukur berat jenis mineral ada beberapa macam : 1) Dengan piknometer 2) Dengan gelas ukur 3) Dengan neraca air 1) Dengan piknometer .Rapuh : mudah hancur tetapi dapat dipotong-potong.Mudah ditempa : dapat ditempa menjadi lapisan yang tipis. kalsit. jika volumenya 1 cm3. . di sini kita hadapi mineral yang memepunyai kekerasan 6½.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Talk Gipsum Kalsit Flourit Apatit Ortoklas Kwarsa Topas Korondom Intan Tergores kuku Tergores kuku. Contoh : mineral muskovit.Dapat diiris atau sectile : dapat diiris dengan pisau. ataupun mengiriskannya. ortoklas.Fleksibel : mineral berupa lapisa tipis dapat dibengkokkan tanpa menjadi patah dan sesudah menjadi bengkok kembali lagi seperti semula.Elastis : berupa lapisan tipis dapat dibengkokkan tanpa menjadi patah dan kembali sebagai semula bila kita berhenti menekannya. hasil irisan rapuh. sebab kemungkinan mineral tersebut kekerasannya tidak seragam pada segala arah. selenit. Berat Jenis (specific grafity) Berapa gram berat mineral. Sifat dalam (tetanitas) Sifat mineral adalah sifat mienral itu bilamana kita berusaha untuk mematahkannya. pirit. Contoh pada Gipsum.

Umpamanya pada mineral Hematit konduktivitas ke arah tegak lurus poros c ada dua kali lipat bila dibandingkan dengan rah sejajar poros c.9. Mineral-mineral yang menolak gaya magnit disebut mineral Diamagnetik . 2. Berat air yang tumpah = (p-q) gram. G Jadi berat jenis mineral = S = ----------. Kemagnitan Kemagnitan. beratnya = G gram Mineral di dalam air ditimbang . beratnya = A gram. Bila benang bergerak mendekatinya berarti mineral tersebut Magnetik. seperti mineral Magnetit dan Pyrrotite. adalah sifat mineral terhadap gaya tarik magnit. Jadi berat mineral = S = --------. 3) Dengan neraca air Mineral di udara ditimbang. Volume air yang dipindahkan oleh mineral itu = volume mineral itu = (G-A) G 3 cm . Kelistrikan Kelistrikan. dan mineral yang hanya tertarik oleh gaya kuat dari elektromagnetik dkatakan sebagai Paramagnetik . Dikatakan sebagai Ferromagnetik bilamana mineral dengan mudah tertarik gaya magnetik.gram / cm3. Kuat tidaknya bisa terlihat dari besar kecilnya sudut yang dibuat benang tersebut dengan garis vertkal. Jadi berat jenis mineral = S= G/V gram/cm3.Mineral ditimbang.gram /cm3. sifat listrik mineral dapat dipisahkan menjadi dua yaitu sebagai pengantar arus atau konduktor dan yang tidak mengantarkan arus listrik atau non konduktor . Di dalam praktek batas ini tidak tegas demikian sehingga kita jumpai istilah semi konduktor. kita gantungkan pada seutas benang sebuah magnit dan dengan sedikit demi sedikit mineral kita dekatkan padanya. Ternyata terdapat keeratan hubungan antara konduktivitas dengan arah daripada poros – poros kristalografi. (p-q) 2) Dengan gelas ukur Mineral ditimbang misal beratnya =G gram. Untuk melihat apakah mineral mempunyai sifat magnetik atau tidak. Mineral diukur volumenya dengan gelas ukur misalnya = V cm3.10. yaitu mineral bersifat sebagai konduktor dalam batas-batas tertentu. G–A 2. Piknometer penuh air dimasuki mineral kemudian ditimbang beratnya = q gram. . Piknometer penuh air dan mineral (diluar piknometer) bersama-sama ditimbang beratnya = p gram. Volume air yang tumpah = (p-q) cm3. misal beratnya = G gram. Gaya Archimides =FA = (G-A) gram = berat air yang dipindahkan oleh mineral itu.

.............. 14........................... :....... :................ :.. Nomor Peraga 2....... 9........................................................... Sifat-sifat elektrik lainnya seperti diafanietas.................................... Luminesensi......... :.................................................................................................................. rasa...................... 10.... :............... :....... :............................ dan sifat permukaan tidak dibicarakan di dalam moduil ini..................... :........... :..... 4..... Biasanya kristal yang tidak mempunyai titik pusat simerti adalah piezoelektrik dan kristal yang berporos poler biasanya bersifat pyroelektrik..... 11............... 12................ rabaan..................... 6....Beberapa mineral yang konduktiv adalah mungkin menimbulkann muatan listrik dengan jalan merubah-rubah suhu yang disebut Pyroelectricitas atau dengan jalan memberi tekanan tertentu atau piezoelektrisitas .. Warna Kilap Cerat Belahan Pecahan Kekerasan Sifat dalam Berat jenis Kemagnitan Kelistrikan Rumus kimia Nama mineral :.... 8. Depok.... :.............................. 7.....................20..................................... :........................ 13..... :.. Gambar Peraga :.................. Praktikan : Guru Pembimbing : ........................... radioaktivitas..................... 3........................ 5. SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN PROGRAM KEAHLIAN GEOLOGI PRTAMBANGAN LAPORAN PRAKTIKUM MINERALOGI SECARA MEGASKOPIS 1...........

......... NIP :.................. Silikat Diskripsi mineral-mineral ini meliputi beberapa sifat fisik dan sifat optik................ rumus kimia Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : penamaan mineral yang telah dikenal berikut rumus kimianya : seperti triklin : sempurna (010) : berdasarkan skala Mosh yaitu 1-10 : dalam gram /cm3 : seperti kilap logam : warna asli mineral itu sendiri : warna dalam bentuk serbuk halus : sifat mineral dibawah mikroskop : peristiwa yang menyebabkan terbentuknya mineral terebut......3 : logam : kuning . Mineral-mineral dalam modul ini berdasarkam komposisi kimianya sehingga tersusun sebagai berikut : 1.. Elemen –elemen natif 2... Sulfat 10. Tungsten dan molibden 8.. 4... Karbonat 6... Phaspat..... NIS :........... seperti : Nama ..... .. Oksida dan hidroksida 5.. Halida 4....... BAB IV B DESKRIPSI MINERALOGI ab ini meliputi diskripsi dari seluruh mineral dan terutama mineral yang memiliki nilai ekonomi saja... Nitrat 7... arsenat dan vanadian 9......... ELEMEN-ELEMEN NATIF EMAS -AU Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna : isometrik : tidak ada : 2.5-3 : 19...1.......... Borak 11. Sulfida 3..

: isometri : tidak ada : 1.Ag Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya TEMBAGA .Cu Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya PLATINA . Batuan sedimen yang berdekatan dengan ekstrusif basa. kusam yang cepat menjadi merah tembaga. : heksagonal PERAK .8 : logam : putih abu-abu sampai hitam : abu-abu : opak.5 : logam : putih : putih : opak. umumnya berasosiasi dengan mineral sulfida dan di dalam endapan-endapan letakan (placer).Gores Optik Terdapatnya : kuning : opak. dan di dalam rongga-rongga batuan basal.9 : logam : merah muda. : isometri : tidak ada : 4-4. isotrop : di dalam zona-zona oksidasi dari endapan-endapan bijih. isotrop : Magma ultra basa dan di dalam endapan – endapan letakan.5-3 : 8.Fe Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya ARSEN . isotrop : besi banyak terkandung di dalam batuan meteorik.Pt Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya BESI . isotrop : terutama di dalam urat-urat hidrothermal.5-3 : 10. isotrop : terutama di dalam zona oksidasi dari endapan bijih sulfida. Terbentuk karena proses hidrotermal : isometri : tidak ada : 1. Sedikit di dalam batuan basal. : isometrik : tidak ada (010) :4 : 7.3-7.As Sistem kristal .5 : 21. dan kemudian berubah menjadi coklat : hitam logam : opak.4 : logam : putih abu-abu sampai abu-abu terang : abu-abu : opak.

68 : logam : putih timah : abu-abu : opak.Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : sempurna (0001) : 3.Bi Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya BELERANG-S Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya INTAN . abu-abu.5 : intan sampai lemak : bening.5 : 9.2452 so+ : terutama di dalam endapan yang berhubungan dengan proses volkanik atau mata air panas.5 : 5. Sering terdapat bersamaan dengan uraturat perak . γ = 2. nikel. Di dalam batuan sedimen di dalam kubah gram dan sebagai mineral sekunder dalam endapan bijih. dan timah. juga didapatkan pada urat-urat batuan berkristal yang berasosiasi dengan nikel. Pada pegamtit uraturat kuarsa dan endapan letakan.9579 .5 : 2. atau perak. pleokroisme lemah : pada urat-urat hidrothermal. : trigonal : sempurna (0001) baik (0001) : 2-2.1 : mendamar sampai melemak : kuning belerang sampai coklat kekuningan : putih : α = 1.Sb Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya BISMUT . : isometrik : sempurna (111) : 10 : 3. β = 2. nikel atau timah. : ortorombik : tidak sempurna : 1. pleokroisme sangat lemah : proses hidrotermal dengan lingkungan temperatur yang tinggi. : heksagonal : sempurna (0001) : 3-3. putih sampai putih kebiruan. ANTIMON .8 : logam : putih timah dengan warna merah muda pucat : putih ::dalam urat-urat hidrotermal yang berasosiasi dengan mineral perak.5-2. 0377.75 : logam : putih timah sampai abu-abu gelap : abu-abu : opak.C Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna .5 : 6.

merah. KALKOSIT – Cu2S Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya BORNIT – Cu2FeS4 . putih kebiruan. Terjadi dalam epitermal sepanjang endapan urat-urat sulfida dengan perak merah delima (pirargirit dan polibasit). sering di serpentin dan endapan bawah laut yang kaya inklusi inklusi. (pipa) dan juga dike. Kadang. azurit. : ortorombik : tidak jelas {011} : 2. juga dalam batubara yang termetamorfosakan. :: cerah. dan gneis.2. Mungkin juga berasosiasi dengan bijih tembaga.5-3 : 5. merah muda. biru. penggantian dari bornit. hijau. GRAFIT-C Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya 4. merah.kadang berasosiasi dengan batuan beku basa dan dengan dike pegamtite dan urat-urat kuarsa.2 : tanah sampai logam : hitam besi sampai abu-abu baja : hitam : opak : terutama batuan metamorfosa regional atau kontak. hitam. berksiasi. malachit.5 : 7.04 : logam : hitam sampai abu-abu gelap : hitam : opak. Kadang – kadang bersama dari perak. skis.Gores Optik Terdapatnya kuning. Banyak intan merupakan hasil endapan letakan. lokasi dalam lempeng benua . isotrop : terutama terdapat pipa-pipa kimberlit. abu-abu sampai putih : banyak banyak terdapat di bijih perak primer.77 : logam : abu-abu kehitaman sampai hitam : abu-abu kehitaman : opak. seperti marmer. SULFIDA ARGENIT – Ag2S Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : isometrik : tidak jelas {001} dan{011} : 2-2. anisotrop : salah satu dari mineral tembaga sekunder dari zona supergen pengayaan dari urat-urat sulfida. : heksagonal :: 1-2 : 2. anisotrop . kuprit dan tembaga nativ. berbentuk selinder yang membundar. orange. atau kalkopirit dan pirit memperluas pada daerah yang lebih besar. coklat. Kalkosit mungkin juga sebuah mineral primer dari urat-urat sulfida.

Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : tetragonal : dalam jejak {111} :3 : 5. isotrop : dalam urat – urat hidrothermal dengan spalerit.0 : logam : merah tembagaatau perunggu : hitam keabu-abuan yang terang : opak. kalkopirit.CuFeS Sistem kristal : Tetragonal Belahan : Tidak jelas {011} Kekerasan : 3.5-4 Berat jenis (BJ) : 4.3 Damar sanmpai sub logam Merah jingga sampai mendekati hitam Coklat sampai kuning Cerah. MILLERIT .36-2. Kadang-kadang dapat terjadi dalam lingkungan temperatur tinggi dari pegmatit.5 : 7. coklat kemerahan : berasal dari mineral-mineral bijih primer dan percampuran urat-urat sulfida . Ditemukan sepanjang urat-urat mesotermal dengan galena dan lainnya sulfida GALENA . lain-lain sulfida. dolomit.ZnS Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya KALKOPIRIT . anisotrop lemah. n = 2.58 : logam : abu-abu timah : abu-abu timah : opak. kuning muda Terdapatnya : Terbanyak bersama tembaga dan lebih sedikit bersama sulfida . : : : : : : : : : Kubik Sempurna {110} 3.5-4 3. kalsit.PbS Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya SPALERIT .28 Kilap : Logam Warna : Kuning terang sering dengan coklat Gores : Hitam kehijauan Optik : Opak. Juga terbentuk di bawah kondisi epitermal ke duanya dalam urat dan berbentuk kristal. Sebagai mineral bijih primer berkarakteristik hipotermal dan urat-urat mesotermal bertemperatur lebih tinggi.NiS Sistem kristal : Trigonal . kuarsa.9-4. pirit. isotrop.47 Mineral utama dari seng. barit. : isometrik : sempurna{001} : 2. dan flourit. isotrop. Jarang dari hasil alterasi supergen.

isotrop Sebagai mineral sulfida yang terbanyak dan terluas di dalam batuan hampir semua umur. Ia ditemukan dalam urat-urat endapan temperatur rendah sampai temperatur rendah sampai temperatur tinggi.01 Logam Kuning terang muda Hitam kehijauan Opak.CuS Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : Sempurna {1011} dan{0112} 3-3.09 Intan Merah sampai merah kecoklatan Merah menyala Cerah.5 5. Di dalam batuan beku dan pegmatit.HgS Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : PIRIT – FeS2 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : MOLIBDENIT – MoS2 Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : . juga di dalam batuan metamorfosa dan sidemen. Heksagonal Tidak sempurna {0001} 1-1. kuning muda Pembentukan mineral pada temperatur rendah oleh alterasi dari mineral nikel Heksagonal Segala arah 1. bornit. krem muda-kuning.5 8.5 Logam Kuning terang muda Hitam kehijauan Opak.6 Sub logam sampai damar Biru Abu-abu sampai hitam Cerah dan pleokroik dalam hijau. berasosiasi dengan kalkopirit. merah. so+ Dari daerah air panas berasosiasi dengan batuan batuan volkanik muda dan dalam lingkungan temperatur rendah. Kubik Tidak ada 6-6. so+ Sebagai hasil pengayaan sekunder dan urat-urat bijih tembaga. trigonal Sempurna {1010} 2-2.5-2 4.5 5.7 : : : : : : : : : SINABAR .5 4.Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya KOVELIT .

putih sampai abu-abu. spalerit. tetapi juga banyak dalam endapan temperatur lebih tinggi. stibnit. Ditemukan dalam urat-urat hidrotermal temperatur rendah atau endapan – endapan pengganti dan dalam endapan-endapan air panas.5-2 3. Ia berasosiasi dengan mineral antimon yang mana memiliki bentuk sebagai hasil dari dekompoisi dan dengan galena. 2 V = 400. dan garnet. barit.orange Jingga sampai merah Transparan bilamana segar .48 Damar Orange – kuning sampai merah . wolframit. turmalin. orpimen. anisotrop. topas. dan emas. Monoklin Jelas {010} 1. Sebagai endapan air panas dan sublimasi volkanik. α ^ Z =110 Dalam urat-urat temperatur rendah berasosiasi dengan orpimen.24 Logam Kuning sampai perak Abu-abu kekuningan Opak Kalaverit selalu ditemukan dalam ura-urat hidrotermal temperatur rendah. berasosiasi dengan batuan granit tau pegmatit atau dengan dengan urat-urat kasiterit . realgar.5-3 9.63 Logam berkilauan Abu-abu timbal Abu-abu timbal Transparan. Monoklin Tidak ada 2. sinabar. Ia betrasosiasi dengan silvanit Ortorombik Sempurna {010} 2 4.Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : Logam Abu-abu Abu-abu kehijauan Opak Karakteristik dari pegmatit fasa kegiatan batuan beku. atau sinabar dan berbagai batu gamping dan dolomit juga batu lempung. KALAVERIT – AuTe2 Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : Kilap : Warna : Gores : Optik : Terdapatnya : STIBNIT – Sb2S3 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : REALGAR -AsS Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : PIRARGIRIT – AgSbS2 Sistem kristal : Trigonal .

so+ Banyak terdapat sebagai mineral-mineral terbentuk terakhir dalam urat-urat dengan kalsit. Kubik Sempurna {100} 2 1. dolomit dan kuarsa berasosiasi dengan argentit dan perak.Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : Jelas {1011} 2.AgCl Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : Kilap : Warna : Gores Optik Terdapatnya : : : FLOURIT – CaF2 . kekuningan.16 Kaca Bening. anhidrit. kebiruan sampai merah Transparan.55 Damar Bening bilamana asli. 4. seringnya abu-abu sampai kekuningan. n = 2.9 Kaca Bening. merah tua. polihalit.KCl Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : SERARGIRIT . Cerah. isotrop Sebagai dari halit tapi banyak yang tidak sama hanya pada terdapatnya dalam lapisan paling atas dari bagian garam memiliki konsentrasi < 1.5 2.5 5. putih. Isometrik Sempurna {001} 2. limonit. kemerahan. isotrop. Kubik Tidak ada 2. gipsum.85 Intan Merah tua Merah – ungu Cerah.071 Dalam zona oksidasi dari urat-urat perak perak khususnya dalam daerah yang kering. Berasosiasi dengan perak nativ. oksida mangan dan juga malahit. Karakteristik mineral-mineral asosiasinya adalah dolomit basal.3. HALIDA HALIT -NaCl Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : SILVIT .57% dari volume. keabu-abuan. biru sampai keunguan Kuning sampai putih Dalam sedimentasi yang tebal berubah bentuk oleh evaporit dari air laut yang tertutup lagonlagon.5 5.

dan hijau.14 Kilap : Sublogam atau intan sampai tanah Warna : Merah Gores : Merah kecoklatan Optik : Opak. isotrop.0 Intan sampai kaca Bervariasi.434 Sebagai mineral pengiring dalam fumarol hidrotermal akhir dari granit.9-5. n = 1. bilamana ia mungkin sebagai mineral gang.18 Kaca Ungu sampai biru. merah. OKSIDA-HIDROKSIDA KUPRIT – Cu2O Sistem kristal : Kubik Belahan : Tidak jelas {111} Kekerasan : 3. Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : HEMATIT – Fe2O3 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : . KORUNDUM – Al2O3 Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : Kilap : Warna : Gores : Optik : Terdapatnya : Trigonal Tidak ada 9 4. Banyak sebagai sebuah urat mineral khusus dalam mesotermal urat-urat timbal perak.26 Logam Abu-abu baja sampai hitam besi Merah gelap sampai coklat –merah Opak Hematit penyebaran meluas dalam berbagai batuan dan semua umur dan bentuk. dan juga di dalam endapan letakan. malakit. hijau biru. Trigonal Tidak ada 5-6 4. Di dalam pegmatit feldspar dan di dalam kontak metamorfosa batuan serpih dan bouksit. Putih Bening sampai ungu muda.5-4 Berat jenis (BJ) : 6.4. Ia ditemukan dalam batupasir merah sebagai material penyemen. Proses metamorfosa di dalam daerah batugamping. abu-abu. anisotrop Terdapatnya : Di dala oksidasi dari urat-urat tembaga. muda. hijau.Kubik Sempurna {111} 4 3. kuning. penting untuk bijih besi. so 2-1f Sebagai mineral pengiring di dalam syenit nefelin. Ia mungkin terjadi sebagai hasil sublimasi dalam hubungannya dengan kegiatan gunungapi. 4. Terjadi dalam endapan–endapan metamorfosa kontak dan sebagai mineral pengiring dalam granit. azurit dan tanda-tanda sulfida primer.

899 Sebagi mineral pengiring dalam batuan beku plutonik. juga banyak dalam dalam skiss mika RUTIL – TiO2 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : Tetragonal Jelas {110} 6-6. Kubik Tidak ada 8 3. juga sebagai mineral pengiring dalam gneies adn skis. ω = 2.5 4. kuning dan coklat kehijauan.75 Kilap : Kaca Warna : Berbagai wrna hijau seperti kehijauan.5-4.1 Kaca Merah sampai biru.5 Berat jenis (BJ) : 3.72 Logam sampai sublogam Hitam besi Hitam Opak. α = 1. Gores : Putih Optik : so +. γ = 1. anisotrop Sebagai butiran dalam batuan beku basa seperti gabro dan anorthit. sebagai seri ilmenit .23 Intan Coklat kemerahan.76. SPINEL – MgAl2O4 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : KRISOBERIL – BeAl2O4 Sistem kristal : Ortorombik Belahan : Jelas {110} Kekerasan : 8. Dalam endapan batuan sedimen .ILMENIT – FeTiO3 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : Trigonal Tidak ada 5-6 4. granit dalam pegmatit di urat-urat kuarsa. kadang-kadang kuning atau hitam Coklat muda So. Putih Isotrop.748.612. Є = 2. Endapan letakan di pantai sebagai ilmenit dan titanomagetit. β = 1. n = 1.718 Terjadi sebagai mineral pengiring di dalam batuan beku basa. dalam proses metamorfosa batuan sedimen alumunium dan xenolit alumunium dalam batuan beku dan dalam kontak metamorfose di dalam batuan gamping.magnetit atau ilmenit hematit. hijau.756 Terdapatnya : Dalam pegmatiti granit dan aplit. banyak dalam pegmatit. coklat ada bening.

abu-abu terang dengan kecoklatan.5 4. monazit. Tetapi ia umumnya banyak ditemukan dalam hidrotermal temperatur tinggi.5 material kolloform Sublogam Hitam dan hitam kecoklatan Hitam kecoklatan atau hitam kehijauan Opak. Bilamana batuan mengalami penghancuran ia mungkin diendapkan kembali sebagai variasi mineral.99 Intan sampai sublogam Coklat kemerahan sampai hitam kecoklatan.097 Di dalam urat-urat bersama kuarsa di granit. mika. Є = 2. anisotrop Mangan terbentuk kristal halus dalam berbagai batuan.75 logam Hitam besi Hitam besi Opak. tetapi pirolusit sebagai utma. ω = 2006. tourmalin.6. Kadang-kadang sebagai mineral pengiring dalam batuan beku dan batuan metamorfosa.seprti batu pasir.14 Intan Coklat dan coklat merah sampai hitam Putih sampai abu-abu so+ Dalam urat-urat temperatur rendah dalam gneis dan sekis. Endapan nodul dari pirolusit ditemukan di dasar danau dari laut dangkal. Tetragonal Tidak sempurna {100} 6-7 6. feldsfar. isotrop. BROKIT – TiO2 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : Ortorombik Tidak jelas 5. kadang-kadang merah Putih So+ .5 – 6 4. Dalam granit dan pegmatit syenit biasanya sebagai kristal. Kubik Tidak ada 5-6 8-10 kristal . Tetragonal Sempurna {110} 6-6. Dan PIROLUSIT – MnO2 Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : Kilap : Warna : Gores : Optik : Terdapatnya : KASITERIT – Sn02 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : URANIT – UO2 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : . Berasosiasi dengan mineral zircon.5-8.

kalsit. dan endapan galena. kalkopirit.500 Terdapatnya : Terjadi sebagai lapisan batugamping magnesium. BRUKIT-Mg (OH)2 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : : : Trigonal Sempurna {0001} 2. Є = 1..85 Kilap : Kaca Warna : Bening putih sampai krem Gores : Putih Optik : So .35 Kilap : Sublogam Warna : Abu-abu gelap sampai hitam Gores : Coklat kemerahan samapi hitam Optik : Anisotrop. opak Terdapatnya : Sebagai urat mineral dengan barit. KARBONAT KALSIT –CaCO3 Sistem kristal : Heksagonal Belahan : Sempurna {1011} Kekerasan : 3 Berat jenis (BJ) : 2. ω = 1.5 2. MANGANIT – Mn O (OH) Sistem kristal : Monoklin Belahan : Sempurna {010} Kekerasan : 4 Berat jenis (BJ) : 4.39 Mutiara Putih sampai hijau muda atu biru abu-abu.560 . Є = 1. Banyak hasil alterasi dari periklas dalam batugamping dolomit termetamorfosakan. Putih So+ ω = 1.580 Suatu alterasi temperatur rendah. Sebagai butiran halus di dalam endapan letakan. Urat-urat hidrotermal sebagai mineral gang.680. DOLOMIT – CaMg (CO3)2 Sistem kristal : Heksagonal Belahan : Sempurna {1011} Kekerasan : 3. ω = 1.urat-urat temperatur tinggi dengan kasiterit.71 Kilap : Kaca Warna : Bening Gores : Putih Optik : So . 4. sphalerit. sebagai nodul dalam batuan sedimen. Ditemukan berasosiasi dengan oksida mangan lainnya dalam endapan – endapan yang dibentuk oleh air meteorik.568..486 Terdapatnya : Sebagian besar terbentuk di laut. dalam berbgai batuan beku. Є = 1.5.5-4 Berat jenis (BJ) : 2. dan siderit pada temperatur rendah. Sebagai mineral gang dalam urat-urat hidrotermal . Dalam mesotermal sebagai urat-urat sulfida dengan pirit.

TUNGSTEN DAN MOLIBDAT SHELIT – CaWO4 Sistem kristal : Tetragonal Belahan : Baik {101} Kekerasan : 4. sepanjang bersama gipsum. dan epidot.920. putih Putih α = z 1.336 Terdapatnya : Sebagai buah impregnasi di dalam tanah dari daerah kering.530 . halit dari garam. arsenopirit.77 Kilap : Kaca sampai intan Warna : Biru Gores : Biru Optik : α = y 1.5-2 Berat jenis (BJ) : 2. WOLFRAMIT – (Fe2 Mn)WO4 Sistem kristal : Monoklin Belahan : Sempurna {010} . Є= 1. 4. Є = 1.934 Terdapatnya : Sebagai mineral temperatur tinggi dala urat-urat kuarsa dalam granit. berasosiasi dengan wolframit.587.5-4 Berat jenis (BJ) : 3.27 Kilap : Kaca Warna : Bening atau coklat keputihan Gores : Optik : ω= 1. anhidrit.NaNO3 Sistem kristal : Trigonal Belahan : Sempurna {1011} Kekerasan : 1. terjadi dengan kalsit dan sulfur AZURIT – Cu3(OH)2 (CO3)2 Sistem kristal : Monoklin Belahan : Baik {100} Kekerasan : 3. turmalin. γ A z 120 Terdapatnya : Dalam oksidasi dan sepanjang urat-urat bijih tembaga dengan malahit.5-5 Berat jenis (BJ) : 6.1 Kilap : Kaca sampai damar Warna : Putih kekuningan sampai kecoklatan Gores : Putih Optik : So + .5-4 2.7. sphen.758. topas. kalkopirit. β = 1. apatit.6. molidenit. NITRAT SODA NITRAT .530 . diopsit. β = 1. Juga dalam kontak metamorfosa dengan batugamping bersama garnet. γ A z 120 Pada temperatur rendah dari uap air panas atau rongga . mika dan dan flourit.758.94 Kaca Bening. 4. hornblende. ω = 1. vesuvianit.ARAGONIT – CaCO3 Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : Kilap : Warna : Gores : Optik : Terdapatnya : Pseudo heksagonal Baik {010} 3.

63 Terdapatnya : Ambligonit adalah mineral jarang diketemukan dalam granit.8.Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : : 4-4. gneis. Kekerasan : 5 . Y. turmalin. dan sebagai bentuk pelapukan dari besi pospat.0-7. aplit dan pegmatit. APATIT – Ca5(F. biru sdampai hijau berubah Gores : Bening atau putih biru Optik : So+. ARSENAT DAN VANADIAN MONASIT – (Ca. terjadi sebagai mineral pengiring dalam granit.5 Sub logam sampai damar Hitam sampai coklat Mendekati hitam sampai coklat α = y 2. POSFAT.Cl. mangan primer dalam pegmatit. sering dalam rongga-rongga fosil. Juga ditemukan dalam lapisan lempung.0 – 3. baik{110}. Banyak dalam urat-urat sulfida.58-2. γ = 1..68 Kilap : Kaca Warna : Bening tidak berubah. berasosiasi dengan pirhotit dan pirit dalam ura-urat tembaga dan timah.22.5-2 Berat jenis (BJ) : 2.8-5. Z ۸ c =20 . mungkin berasosiasi dengan limonit. Th) PO4 Sistem kristal : Monoklin Belahan : Tidak jelas {100} Kekerasan : 5-5.. β=2. lepidolit dan apatit.8H2O Sistem kristal : Monoklin Belahan : Sempurna {010} Kekerasan : 1.5 7.La. AMBLIGONIT – LiAlFPO4 Sistem kristal : Triklin Belahan : Sempurna {100}.59.17. 4. γ ^ Z170 -210 Sering dlam pegmatit dan urat-urat kuarsa temperatur tinggi berasosiasi dengan granit. β = 1. juga sebagai butiran dalam batupasir. Kekerasan : 6 Berat jenis (BJ) : 3. dengan spodumen. pegmatit.OH)(PO4)3 Sistem kristal : Heksagonal Belahan : Tidak baik {0001}.5 Berat jenis (BJ) : 4. Z ۸ c = 290 Terdapatnya : Vivianit adalah mineral jarang dari pembentukan sekunder. VIVIANIT – Fe3(PO4)2.1 Kilap : Kaca Warna : Putih sampai hijau muda atau biru Gores : Optik : So .60 Terdapatnya : Monasit adalah mineral jarang.4 Kilap : Damar Warna : Kekuningan sampai coklat kemerhan Gores : Putih Optik : So+.60-1.

614 Dalam tubuh stratigrafi batuan pada pada bagian terbawah dari urutan evaporit.89 – 2. Ortorombik Sempurna {010}.9. mangan.15-3. β = 1.6-2.570. dan bening.Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya 4.592 Terdapatnya : Alunit dibentuk oleh alterasi hidrotermal dari batuan volkanik asm dan menengah. Juga ditemukan pada batuan sedimen dan metamorfosa. Ia selalu terjadi sebagai mineral gang dalam urat-urat hidrotermal. 98 Kaca smpai mutiara Bening sampai kebiruan atau violet Putih So +.639. β = 1. oleh larutan. 630 Apatit terdapat sebagai mineral pengiring dalam semua kelompok batuan beku. GYPSUM – CaSO4. Sebagai ciri dari hasil basal dolomit dan menerus dlam lapisan garam (salt). SULFAT BARIT – BaSO4 Sistem kristal Belahan Kekerasan Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : 3. Ia juga ditemukan dalam urat-urat batu gamping dengan kalsit. ω = 1.20 Kaca-sub damar Hijau sampai coklat. abu-abu atau kemerahan Gores : Putih Optik : So + . juga biru. Є = 1. α = 1.5 2.5 4.572. So -. α = 1. violet.50 Kaca Putih atau bening Putih So +. dan antimon. Ortorombik Sempurna {001} 3-3. baik {001} 3-3.2H2O Sistem kristal : Monoklin Belahan : Sempurna{010} Kekerasan : 2 . berasosiasi dengan bijih perak.636. γ = 1.575. Anhidrit banyak terjadi bersama gipsum dan sering berasosiasi dengan mineral tetapi tidak muncul. tembaga. γ = 1.8 Kilap : Kaca Warna : Putih. : : : : : : : : : ANHIDRIT – CaSO4 Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : Kilap : Warna : Gores : Optik : Terdapatnya : ALUNIT – KAl 3 (OH)6 (SO)4 Sistem kristal : Heksagonal Belahan : Sempurna {0001} Kekerasan : 4 Berat jenis (BJ) : 2.633. ω = 1. Є = 1. Juga dalam batupasir dengan bijih tembaga.648 Barit adalah mineral yang umum dan penyebaran yang luas.

4.11.37 Kilap : Kaca Warna : Hijau kekuningan sampai hijau keabu-abuan. SILIKAT OLIVIN – (Mg.5-7 Berat jenis (BJ) : 3. peredotit.10.. 4. hitam.8H2O. putih.68 . Gores : Putih Optik : Bervariasi Terdapatnya : Penyebaran mineral garnet sangat luas sekali. putih.Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : 2.5-4. γ = 1.71 Kilap : Kaca atau tanah Warna : Bening atau putih Gores : Optik : So .692.32 Kaca. α = 1.27-4. gipsum.520.5 Berat jenis (BJ) : 3. α = 1. trona. Gipsum adalah mineral yang umum dan penyebaran luas pada batuan sedimen. abu-abu.5 Berat jenis (BJ) : 1. anhidrit. kalsit. BORAK BORAK – Na2B4O5(OH)4 . β = 1. dan soda nitrat. Pada batuan beku seperti dike pegmatite dan granite. Ia sering berasosiasi dengan endapan halit.712 Terdapatnya : Olivin umumnya sebagai mineral pembentuk batuan dan sebagai mineral pengiring. GARNET GROUP – A2B2 (SIO4)2 Sistem kristal : Isometrik Belahan : Buruk {110} Kekerasan : 6. γ = 1.3 Kilap : Kaca sampai damar Warna : Merah. ZIRKON – ZR (SiO4) Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : tetragonal Tidak jelas 7.674.530.5 4. sepanjang dengan halit. coklat. dalam batuan basa seperti gabro. β = 1. Putih So-. sering sebagai lapisan tebal. Gores : Optik : So-. Z ۸ c = -560 Terdapatnya : Dalam endapan-endapan evaporit dari danau yang tiadk kekal dalam daerah yang kering. Sistem kristal : Monoklin Belahan : Sempurna {100} baik {110} Kekerasan : 2-2. juga mutiara Bening. terjadi sebagai mineral pengiring dari batuan metamorfosa seperti skis mika dan skis hornblende dan juga gneis. hijau. Fe)2 (SiO4) Sistem kristal : ortorombik Belahan : Tidak ada Kekerasan : 6. dan batugamping magnesium.523.5-7.

β = 1.643 Terdapatnya : Andalusit umumnya terbentuk oleh proses metamorfosa dari serpih alumunium sebagai akibat metamorfosa kontak dan regional.AlAlO(SiO4) Sistem kristal : Ortorombik Belahan : Sempurna {010} Kekerasan : 6-7 Berat jenis (BJ) : 3. α = 1. α = 1.728 Kianit adalah mineral pengiring dalam gneis dan skis mika. Є = 1. kebiruan.66 Kaca samSpai mutiara Umumnya biru. hijau muda dan putih Gores : Optik : So+. hijau. kuning.632. γ = 1. α = 1. staurolit dan korondum.16-3.677 Terdapatnya : Silimanit adalah mineral jarang dan diketemukan dalam gneis dan skis. KIANIT . dalam metamorfosa temperatur tinggi. .657. so-. dalam gneis.720.960. skis . Juga ditemukan dalam batu gamping kristalin. β = 1.56-3. γ = 1.658. bening. abu-abu.968-2. Ia khususnya dalam batuan beku asam seperti granit. γ = 1.20 Kilap : Kaca Warna : Merah segar. hiaju kekuningan Gores : Optik : So-. sering berwarna gelap.712.AlAlO(SiO4) Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : Kilap : Warna : Gores : Optik : Terdapatnya : Triklin Sempurna {100} 5-7 3. So +. syenit dan monzonit. juga dalam batupasir.5 Berat jenis (BJ) : 3. TOPAS – Al2(SiO4)(F. ANDALUSIT – AlAlO(SiO4) Sistem kristal : Ortorombik Belahan : Tidak ada Kekerasan : 7. ω = 1.Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : Mika Coklat.OH) Sistem kristal : Ortorombik Belahan : Sempurna {001} Kekerasan : 8 Berat jenis (BJ) : 3. SILIMANIT. sering berasosiasi dengan garnet. granodiorit.23 Kilap : Kaca Warna : Coklat.015 Penyebaran mineral zirkon sangat luas sebagai mineral pengiring dalam kelompok semua batuan beku. β = 1.638. coklat kemerahan.4-3.923-1. merah muda. dan sangat banyak dalam syenit nefelin.6 Kilap : Kaca Warna : Bening.

β = 1.566-1. skis klorit. dan biotit.Fe)Al2O(SiO4)(Si2O7)(OH) Sistem kristal : Monoklin Belahan : Sempurna {001} Kekerasan : 6-7 Berat jenis (BJ) : 3.600-1.900.6161. granodiorit.629.034 Sphen terbentuk kristal-kristal kecil umumnya sebagai mineral pengiring dalam granit.608.5-8 2. α = 1. syenit. γ = 2.907. β = 1.797 Terdapatnya : Epidot terjadi dalam batuan metamorfosa.751. Є = 1.5 . amphibol.Fe.35-3. Sering berasosiasi dengan klorit. diorit. TURMALIN – (Na. so-.715-1. ia juga ditemukan dalam skis mika dan berasosiasi dengan bijih. coklat.8 Kaca Hijau kekuningan sampai kuning terang So -.609-1. α = 1. juga dalam batupasir.784 -1.Mn)6(OH)4(BO2)3(Si6018) Sistem kristal : Heksagonal Belahan : Tidak ada Kekerasan : 7-7.46 Kilap : Kaca Warna : Hijau gelap sampai hijau kekuningan sampai hitam Gores : Optik : So -. Epidot juga terbentuk selama proses metamorfosa pada batugamping yang murni dan khususnya karakteristik untuk endapan-endapan metamorfosa kontak. hijau.4-3. SPHEN – CaTiO(SiO4) Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : Kilap : Warna : Gores : Optik : Terdapatnya : EPIDOT – Ca2(Al.75-2. dan batugamping kristalin. γ = 1.Mg.725-1. γ = 1.55 Damar sampai intan Abu-abu . α = 1. β = 1. hasil alterasi dari mineral feldpar.Ca)(Li.639 Ditemukan dalam rongga-rongga dari lava riolit dan granit. hitam. so-. piroksen.631. Juga dalam batuan metamorfosa seperti gneis.600 Umumnya terjadi dalam batuan granit atau pegmatit.784.Al)3(Al. dan syenit nefelin.562-1. Monoklin Jelas {110} 5-5. ω = 1.5 3. kuning. BERIL – Be3Al(Si6O16) Sistem kristal : Belahan : Kekerasan : Berat jenis (BJ) : Kilap : Warna : Gores : Optik : Terdapatnya : Heksagonal Tidak sempurna {0001} 7.Gores Optik Terdapatnya : : : kehijauan.

.................................................................................................4..................... 2.......................... ................... 2.............610-1..................1....................................... Kilap (luster) ......1........................... 2.......................635-1..... DISKRIPSI MINERALOGI.. Sifat dalam (tetanitas) ................... FORMAT LAPORAN................................................................................ III..10.................................................. 2.............................7............................ IV.................................. Pengertian mineral............................. 1........................ Warna (colour) ...................2. 2.............. hijau.........................650 Paling umum dan karakteristik untuk turmalin dalam pegmatit granit dan batuan menengah....0-3.......................9........................... Є = 1.................................... Juga ditemukan dalam batuan metamorfosa yaitu gneis dan skis..... DESKRIPSI MODUL..... Cerat (streak) .................................................................... 2........................ DAFTAR ISI..............3..................................... I..................................... 1...2........................... DAFTAR PUSTAKA ................... merah..........................................................................................6........ juga coklat.. II...............8................. 2....................3............................................................................................................. KATA PENGANTAR............................... 1........... Kekerasan (hardnes) ........Berat jenis (BJ) Kilap Warna Gores Optik Terdapatnya : : : : : : 3......................................... Kemagnitan (magnitisme) ................................ ω = 1.... Belahan (cleavage) ..... SIFAT FISIS MINERAL............................................................................... 2............................................................................... biru................. Berat jenis (spesific grafity) ................................... So -....................................................... HALAMAN PENGESAHAN..... PRASYARAT..................... 2.....................................................675....... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..............................25 Kaca sampai damar Umumnya hitam................................................... Maksud dan tujuan............ Kelistrikan (electric) ............ 2............ Alat yang digunakan....... halaman i ii iii iv v vi 1 1 2 2 4 4 6 7 8 9 9 10 11 12 12 13 14 43 ........... PENDAHULUAN .......................................................................................... Pecahan (fracture) .5.....................................

MODUL DESKRIPSI MINERALOGI OLEH : SARJUDI. ST. MT (GURU ILMU BATUAN) PROGRAM KEAHLIAN GEOLOGI PERTAMBANGAN SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA 2008 .

NIP. MT. : 131798113 . : 131601463 Guru Program Diklat : Sarjudi.MODUL DESKRIPSI MINERALOGI Mengetahui : Wakil Kepala Sekolah I Drs. Sriyana NIP. ST.

1 April 2005 Penyusun : H. diharapkan dapat menjalankan praktek dengan cara menggambar. kelistrikan dengan menggunakan alat yang sederhana. NIP : 131798113 . Sarjudi. berat jenis. kilap. Dengan modul ini peserta Diklat dibantu oleh guru pembimbing. kekerasan. Modul ini mengetengahkan tata cara pengenalan macam-macam mineral pembentuk batuan yang meliputi : warna. sifat dalam. MT. mengamati dan menentukan nama mineral tanpa banyak Yogyakarta. Mudah-mudahan modul ini dapat membantu para siswa dalam menjalankan praktikum pengenalan mineral secara megaskopis yang pada akhirnya dapat menentukan nama batuan berdasarkan komposisi mineralnya. pecahan. belahan.KATA PENGANTAR Modul dengan judul “Deskripsi Mineralogi” merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan dalam siswa melakukan praktikum pengenalan mineralogi secara megaskopis pada Program Keahlian Geologi Pertambangan. cerat. ST. kemagnitan.

yang mencakup bab 1 pendahuluan. bab 2 macam-macam sifat fisi mineral. kekerasan. kilap. kemagnitan. pecahan. sedang bab 2 mencakup mengenai : warna mineral. mencakup tentang pengertian mineral. sedangkan bab 4 mengenai beberapa sifat fisis mineral yang terpenting. berat jenis. cerat. kelistrikan. sifat dalam. Sedang pada bab 3 mengenai tata cara membuat format untuk keperluan laporan. belahan. bab 3 bentuk format laporan dan bab 4 beberapa contoh deskripsi mineral. Pada bab 1. maksud dan tujuan serta alat yang digunakan.DESKRIPSI MODUL M odul ini terdiri dari 4 (empat) bagian kegiatan belajar mengajar. .

PRASYARAT U ntuk melaksanakan modul tentang deskripsi mineral secara megaskopis para peserta diklat diharapkan :  Para peserta diklat sudah menguasai dasar-dasar kristalografi  Para peserta diklat sudah menguasai dasar-dasar mineralogi  Mengenal macam-macam sifat fisis mineral  Mengerti alat dan penggunaannya megaskopis untuk determinasi mineral secara .

maka perlu adanya kerja sama yang baik . tidak hilang atau rusak dan masukkan ketempat semula dengan rapi. Hendaklah selalu memperhatikan keselamatan kerja.PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Dalam setiap kegiatan proses belajar mengajar karena menggunakan alat dan bahan yang banyak yang tidak cukup hanya dikerjakan sendirian. Hendaklah dibentuk kelompok atau regu yang bertugas setiap saat akan mengadakan praktikum untuk mencatat alat/bahan yang dikeluarkan dan menjaga keutuhan alat dan bahan. . di antaranya yang paling penting adalah :  Baca buku petunjuk praktek dengan seksama  Hati-hati menggunakan bahan / alat karena persediaan sangat terbatas  Bila telah selesai kembalikan alat / bahan tersebut dalam keadaan utuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful