P. 1
Akibat Hukum Perceraian Bagi Anak

Akibat Hukum Perceraian Bagi Anak

|Views: 1,268|Likes:

More info:

Published by: Yessica-Elizabeth Hatsumoto on Oct 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica

Akibat Hukum Dari Perceraian Bagi Anak Minderjarig dan Anak Meerdejarig Dalam Perkawinan”

disusun oleh

Nathanael Hartono NIM. xxx-xxxx-xxx

Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul 2011

1

Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica
DAFTAR ISI

BAB I Pendahuluan Latar Belakang Permasalahan ………………………………………………………………….… 1 …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… 1` 2

BAB II Pembahasan Landasan Teori Perwalian ………………………………………………………….…… …………………………………………………………………… 3 3

……………………………………………………………………………. 5 ………………………………………… 11

Hak Asuh dan Pemeliharaan Anak

BAB III Penutup ………………………………………………………………………….. 20

Kesimpulan …………………………………………………………………………….. 20 Saran …………………………………………………………………………………….. 22

BAB I
2

Namun seiring berkembangnya jaman. Kasus perceraian di Jakarta terbilang tinggi berdasarkan data Direktorat Jendral Badan Peradilan Mahkamah Agung. Era globalisasi menyebabkan pengaruh budaya barat berasimilasi dalam kehidupan sehari-hari. perkawinan dalam budaya timur yang dianggap sakral dan seumur hidup mengalami guncangan.115 kasus.218 kasus: istri menggugat cerai suami 3.105 istri yang menggugat cerai suami 1 Ketika Cerai Mudah Terucap. Latar Belakang Perkawinan menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 1974 merupakan ikatan lahir batin antara seorang perempuan sebagai istri.co.id/node/155564 . 4 April 2010 3 . tersedia di: http://bataviase. seyogyanya terdiri atas ayah. Pada tahun 2008 data itu mengalami peningkatan. diharapkan perkawinan yang terjadi untuk membentuk keluarga dan mendapatkan keturunan yang bahagia. pada tahun 2007 kasus perceraian mencapai 6. dengan 5. Perpisahan secara emosional dan fisik.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica PENDAHULUAN A.482 kasus dan suami menggugat cerai istri 2. Dari ketentuan tersebut. ibu dan anak-anaknya. dengan seorang laki-laki sebagai suami untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. yang selanjutnya ditindaklanjuti melalui perpisahan secara hukum (perceraian) jadi hal yang tidak tabu lagi di masyarakat1 yang beberapa dekade sebelumnya masih mengagungkan sakralnya nilai perkawinan dan persatuan keluarga.193 total kasus perceraian: terdiri dari 3. akibatnya berdampak pada budaya berumah tangga itu sendiri.

republika. yang apabila proses mediasi itu gagal maka baru dilanjutkan proses hukum untuk bercerai.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica dan 1. Ketika perceraian itu direalisasikan.2 Secara hukum. dari hal ini 70% gugatan perceraian dilayangkan oleh istri. saat dilahirkan ayah dan ibunya terikat dalam perkawinan.id/berita/regional/ 11 Mei 2011 Herzienne Indlans Reglement Pasal 130 jo Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 1974 Pasal 39 4 . Perlu dipahami dahulu siapa yang dimaksud dengan anak dalam perkawinan yang. tersedia di: http://www. Dalam hal ini saya batasi permasalahan untuk perkawinan sesama WNI non muslim. baru kemudian dapat dijabarkan bagaimana dampak/akibat hukum bagi si anak ketika orang tuanya bercerai. ditinjau dari: (a) pengasuhan anak minderjarig? (b) pengasuhan anak meerderjarig BAB II PEMBAHASAN 2 3 Faktor Ekonomi Pemicu Perceraian. dan terutama bagi anak yang dihasilkan dalam perkawinan tersebut. timbul dampak/akibat hukum bagi pihak yang terlibat di dalam perkawinan itu baik langsung maupun tidak langsung: keluarga besar (saudara dan orang tua) dari si suami dan si istri. B.co. Permasalahan Apa dampak hukum yang terjadi pada anak dari perkawinan yang putus cerai.462 suami menggugat cerai istri. pasangan suami-istri yang sudah bertekad dan bersikeras untuk berpisah akan tetap diusahakan untuk berdamai3.

Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. 1 Juli 2011 5 . dan putusan hakim4. 4 5 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 1974. tersedia di http://badilag.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica A.mahkamahagung. Beberapa diantaranya yang membahas mengenai anak dan kesejahteraan dan/atau hak dalam keluarga: .Convention on The Rights of Child tahun 1989. .id/artikel/8029-tak-ada-mantan-anak-dan-mantan-orangtua. Anak-anak yang lahir dari ikatan perkawinan yang sah. Landasan Teori Putusnya perkawinan dapat disebabkan oleh kematian.dan Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2003. Namun demikian hukum tidak mengenal yang namanya bekas anak5. sekalipun sudah putus secara hukum. Reza Indragiri Amriel. Sekalipun terdapat banyak peraturan dari hukum positif yang berusaha menjamin kesejahteraan dan hak anak. perlu diingat bahwa penerapannya membutuhkan asas lex specialis derogat generali guna mengaplikasi peraturan mana yang paling tepat untuk diterapkan bagi anak yang kedua orang tuanya bercerai. . perceraian.go. diratifikasi dengan Keputusan Presiden nomor 36 tahun 1990. . dan setelah putusan cerai inkracht si (mantan) suami tidak ada hubungan hukum apa-apa lagi dengan (mantan) istrinya dan keduanya tidak dapat menjadi salah satu ahli waris dari yang lain.Undang-Undang tentang Perkawinan nomor 1 tahun 1974. Pasal 38 Tidak Ada Yang Namanya Mantan Anak dan Mantan Orang Tua Dalam Hukum. dilindungi kepentingannya oleh Undang-Undang.

c. baik istri maupun suami. Asas Ondeelbaarheid: 6 . Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara sekurang-kurangnya lima tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan itu berlangsung. Salah satu pihak meninggalkan pihak yang lain selama dua tahun berturut-turut tanpa ijin pihak lain dan tanpa alasan sah atau hal lain diluar kemampuannya. yang sukar disembuhkan. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain. yang dalam Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1975 tentang Perkawinan tentang Pelaksanaan UndangUndang Republik Indonesia nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 19 disebutkan bahwa perceraian dapat terjadi karena alasan: a. d. atau sebagai istri.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica Perceraian hanya dapat dilakukan dengan adanya cukup alasan yang dibenarkan peraturan perundang-undangan atau hukum positif saat itu. dalam sistem Burgerlijk Wetboek memiliki beberapa asas: 1. Antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga. pemakai obat-obatan terlarang dan sejenisnya. b. dan f. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk. Perwalian dalam mengasuh anak melalui kewenangan salah satu pihak. e.

2. Pembahasan Perceraian merupakan bagian dari perkawinan.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica Pada setiap perwalian hanya ada satu wali sebagaimana tercantum dalam Burgerlijk Wetboek Pasal 331. - Jika sampai ditunjuk pelaksanaan pengurusan/bewindvoerder yang mengurus barang-barang dan/kekayaan minderjarig diluar Indonesia. Dalam hal ini keluarga apabila tidak ada maka diperlukan persetujuan dari anggota keluarga lain dalam garis lurus keatas. dan kalau ia kawin lagi maka suaminya menjadi medevoogd (Pasal 351 Burgerlijk Wetboek). Dalam semua tradisi hukum. Asas ini tidak dapat dibagi. B. mempunyai pengecualian dua hal yakni: - Jika perwalian dilakukan oleh ibu sebagai orang tua yang hidup paling lama. perkawinan merupakan 7 . Perkawinan yang merupakan awal hidup bersama antara satu orang pria dengan satu orang perempuan diatur dalam peraturan perundang-undangan. maka berdasarkan Pasal 361 Burgerlijk Wetboek. sebab tidak ada perceraian tanpa diawali perkawinan terlebih dahulu. Asas Persetujuan Keluarga: Keluarga harus dimintai persetujuan tentang perwalian. sedangkan apabila pihak keluarga kalau tidak datang sesudah diadakan panggilan maka dapat dituntut berdasarkan Pasal 524 Burgerlijk Wetboek.

Menurut Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Pada dasarnya perkawinan bersifat kekal selama-lamanya namun adakalanya karena sebab tertentu mengakibatkan perkawinan itu tidak dapat lagi diteruskan sehingga harus berujung pada perceraian. Varia Peradilan. Penghapusan perkawinan dengan putusan hakim. Keberadaan anak menimbulkan orang tua punya hak dan kewajiban yang disebut sebagai kekuasaan orang tua. perkawinan merupakan suatu bentuk perjanjian. Jakarta: Internusa. Pasal 41 8 . dan 2. terhadap anak dibawah usia delapan belas tahun atau yang belum menikah. dan hubungan hukum suami istri terhadap anak sah yang dilahirkan dari perkawinan tersebut. diberi pendidikan dan nafkah demi kepentingan anak tersebut8. 1994 8 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 1974.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica kontrak/perjanjian brdasarkan persetujuan sukarela yang bersifat pribadi antara pria dan perempuan untuk jadi suami istri6. karena: 1. Dilihat dari segi hukum. Secara hukum diatur orang tua yang bercerai. 6 7 Rifyal Ka’bah. maka anak-anaknya tetap menjadi kewajiban daripadanya untuk dirawat. cara mengadakan ikatan perkawinan diatur melalui akad nikah dengan syarat tertentu. putusnya perkawinan antara kedua orang tua tidak menimbulkan “perwalian”. Permasalahan Perkawinan. No 271. edisi Juni 2008 Subekti. Pokok-Pokok Hukum Perdata. IKAHI. cara menguraikan dan/atau memutus ikatan perkawinan pun telah diatur Akibat dari adanya perkawinan yang sah ialah timbulnya hubungan suami istri itu sendiri. perceraian membutuhkan tuntutan dari salah satu pihak7. tetapi “pemeliharaan anak”.

3. 2. Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu. Putusnya perkawinan lebih lanjut.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica Pengadilan dapat mewajibkan pada bekas suami untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau menentukan suatu kewajiban bagi bekas suami dalam merawat dan memenuhi kebutuhan anaknya dari perkawinan yang diputus cerai.. Kewajiban orang tua itu terutama berisi kewajiban untuk mendidik dan memelihara anak (Zulfa Djoko Basuki). Pengadilan bisa mewajibkan pada bekas suami untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau menentukan sesuatu kewajiban bagi bekas istrinya dalam mengurus dan merawat anak. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Baik Ibu atau bapak dari anak tersebut berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya. Jakarta: Penerbit Intermasa. 1983 9 . 9 Subekti R. bilamana ia dalam kenyataannya tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut maka Pengadilan dapat menentukan bahwa Ibunya turut memikul biaya tersebut. agar Pengadilanlah yang memberi keputusan. berdasarkan kepentingan anak bila ada perselisihan mengenai penguasaan anak. dalam Undang-Undang Perkawinan diatur mengenai hal-hal sebagai berikut: 1. Selebihnya. akibat adanya perpisahan harta gono-gini orang tuanya. kecuali apabila kepentingan anak itu menghendakinya9. Orang tua tidak diperbolehkan memindahkan hak atau menggadaikan barang-barang tetap yang dimiliki anaknya yang belum berumur delapan belas tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan. Hakim dalam putusannya mengenai harta gono-gini dapat mengadili anak diberikan asset dan/atau kekayaan.

2001 10 . 1998 Sholeh Soeaidy dan Zulkhair. baik masih di dalam kandungan maupun tidak. Pasal 2 dari Undang-Undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak merumuskan hal-hal berikut: “…anak berhak atas kesejahteraan. Jakarta: CV Novindo Pustaka Mandiri. Hukum perlindungan anak merupakan aturan tertulis dan tidak tertulis yang menjamin agar anak benar-benar mendapat akses melaksanakan hak dan kewajibannya. tidak ada definisi yang jelas tentang ini dalam Burgerlijk Wetboek. asuhan dan bimbingan berdasarkan kasih sayang baik dalam keluarga maupun di dalam asuhan khusus untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar. Bila ditilik melalui beberapaYurisprudensi tetap Mahkamah Agung Republik Indonesia. Sebagai gambaran dalam Putusan Mahkamah Agung nomor 53 K/sip/125 tertanggal 1 Juni 1955 dinyatakan bahwa lima belas tahun dianggap sudah dewasa untuk kasus yang terjadi di 10 11 Santy Dellyana. Dasar Hukum Perlindungan Anak. perawatan. perlindungan anak adalah suatu usaha konkret dalam melindungi anak agar dapat melaksanakan hak dan kewajibannya. Wanita dan Anak di Mata Hukum.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica Hak Anak Arif Gosita menyebutkan. terhadap lingkungan yang dapat membahayakan dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak secara tidak wajar termasuk didalamnya akibat dari perceraian orang tuanya. Pada pasal 330 BW disebutkan: belum dewasa adalah mereka yang belum mencapai umur dua puluh satu tahun dan tidak kawin sebelumnya. tidak ada keseragaman mengenai batas kedewasaan. Yogyakarta: Liberty.” Anak berhak atas pemeliharaan dan perlindungan yang wajar10.11 Mengenai pengertian “ANAK”.

namun diukur melalui atribut sebagai berikut: 1. Kewajiban Orang Tua Laki-Laki (Ayah) Atas Biaya Nafkah Anak Sah Setelah Terjadinya Perceraian. Berbeda dengan Putusan Mahkamah Agung berikutnya.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica wilayah Bali. termasuk anak yang masih dalam kandungan (pasal 1). 3. Semarang: Universitas Diponegoro. 11 . kecuali menurut Undang-Undang yang berlaku pada anak kedewasaan dicapai lebih awal melalui pernikahan. Dari segi hukum adat sendiri tidak ada ketentuan pasti kapan seseorang dianggap dewasa12. theses. dll). dan penelantaran. 2. Cakap melakukan apa yang disyaratkan dalam kehidupan bermasyarakat (contoh masyarakat adat Nias untuk anak laki-laki yang akil balig). eksploitasi. Pasal 47 ayat (1) menyebutkan bahwa anak yang belum mencapai umur delapan belas tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan ada dibawah kekuasaan orang tuanya selama mereka tidak dicabut kekuasaannya. nomor 601 K/sip/1976 tanggal 18 November 1976 dalam perkara dimana umur dua puluh tahun dianggap dewasa untuk perkara yang terjadi di daerah Jakarta. membajak sawah. Mengurus harta kekayaannya sendiri. 2005. Hal ini tidak sama dengan Convention on The Rights of The Child yang diratifikasi Indonesia tanggal 25 Agustus 1990 yang tujuannya melindungi anak dari perlakuan salah. memiliki batasan berbeda-beda untuk seseorang dinyatakan sebagai anak-anak. Undang-Undang nomor 1 tahun 1974. Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengatur bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia delapan belas tahun. Pada pasal 1 Konvensi Perlindungan Hak Anak ini disebutkan anak adalah manusia dibawah umur delapan belas tahun. Lebih lanjut. Dapat bekerja sendiri (menggarap ladang. 12 Nirzam.

Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica Namun menurut hemat saya. Sehingga adanya perceraian maka hubungan antar suami dan istri itu (orang tua) berakhir dengan tidak adanya kesatuan lagi. Menurut Burgerlijk Wetboek perceraian orang tua mengakibatkan kekuasaan orang tua terhadap anak memang menjadi tiada karena digantikan dengan perwalian. Baik Undang-Undang maupun Peraturan Pelaksana tidak mengatur lebih lanjut dan lebih mendalam lagi mengenai bagaimana kekuasaan orang tua ini dijelaskan. Hal ini harus memperhatikan Putusan Pengadilan yang pernah dijatuhkan terlebih dulu saat memutus hubungan perkawinan (Pengadilan Agama/Pengadilan Negeri). artinya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. tetapi lebih kepada bagaimana kemudian merawat si anak yang orang tuanya bercerai dan setelah kekuasaan orang tua tak lagi ada. termasuk anak yang masih dalam kandungan. Perkawinan yang putus cerai mengakibatkan anak berada dalam perwalian. Belum ada istilah baku dalam perundang-undangan 12 . hak asuh atau pemeliharaan anak. Perwalian. yang menetapkan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia delapan belas tahun. dalam hal ini seorang anak dibilang masih anak-anak (dibawah umur) seharusnya mengikuti Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Convention on The Rights of The Child dari UNICEF Perserikatan Bangsa-Bangsa. dimiliki oleh suami dan istri bersama-sama. Hal ini karena adanya pandangan kekuasaan orang tu itu bersifat kolektif.

Perwalian menurut Burgerlijk Wetboek adalah pemberian hak untuk mengasuh anak pada salah satu pihak baik itu pihak suami atau pihak istri setelah ada perceraian. Tidak ada ckriteria khusus tentang umur anak yang berada dalam perwalian (pemeliharaan) ibu atau bapaknya. Zulfa Djoko Basuki). sesuai dengan Penetapan Pengadilan. 906 K/Sip/1973 tertanggal 25 Juni 1974 13 . hanya ada jurisprudence yang mengatakan bahwa anak yang masih sangat kecil akan diserahkan dalam pemeliharaan ibu.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica Indonesia tentang putusnya perkawinan terhadap anak yang dilahirkan dalam perkawinan. hal ini berdasarkan kepentingan si anak yang dijadikan patokan untuk menentukan siapa dari orang tuanya yang diserahi tugas pemeliharaan si anak13. Prof. hal ini akibat dari warisan kolonial (Prof. Dengan kata lain. Subekti menyatakan perwalian merupakan suatu bentuk pengawasan terhadap anak dibawah umur yang tidak berada dibawah kekuasaan orang tua (karena bercerai) serta pengurusan benda dan/atau kekayaan anak tersebut yang diatur oleh Undang-Undang. Anak yang dibawah perwalian adalah” a. 13 Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia no. Pasal 229 Burgerlijk Wetboek menerangkan bahwa setelah perceraian diperintahkan dan setelah memanggil dengan sah kedua orang tua sekalian dengan keluarga sedarah dan semenda dari anak-anak minderjarig maka Pengadilan Negeri menetapkan siapakah dari kedua orang tua itu yang harus melakukan perwalian dari si anak. Anak sah yang orang tuanya dicabut kekuasaannya sebagai orang tua. dan Burgerlijk Wetboek menyatakan kekuasaan orang tua berakhir dengan putusnya perkawinan dan timbul perwalian yang diberikan pada salah satu orang tua. Dr.

Dr. Hak Asuh dan Pemeliharaan Anak. mendidikm memelihara dan membina serta menumbuhkembangkan anak sesuai dengan agama. bakat dan kemampuan yang ia miliki. memelihara. orang tua punya kewajiban dan tanggung jawab dalam mengasuh. yang tidak berada di bawah kekuasaan orang tua. dimana anak tersebut belum mencapai umur delapan belas tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan. yang dinamakan wettelijke voogdij. menurut Undang-Undang orang tua yang lainnya dengan sendirinya menjadi wali dari anak-anaknya. Dalam Undang-Undang tentang Perkawinan. Perwalian menurut Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dijelaskan pada Pasal 50 sampai Pasal 54 dimana perwalian mengenai pribadi anak yang bersangkutan maupun harta bendanya.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica b. Digunakannya istilah hak asuh oleh Undang-Undang tersebut yakni mencakup kekuasaan orang tua untuk mengasuh. karena kepada orang tua tidak diberikan perwalian melainkan pemeliharaan anak (Prof. Zulfa Djoko Basuki). Anak sah yang orangtuanya bercerai. Tidak 14 . Anak yang lahir diluar natuurlijk kind. putusnya perkawinan orang tua tidak mengakibatkan putusnya kekuasaan orang tua. c. mendidik dan melindungi anak. Menurut Pasal 26 Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Apabila salah satu dari orang tua meninggal.

Dengan hak pemeliharaan anak. Vollmar H. sehubungan dengan Pasal 41 junta Pasal 45 junto Pasal 47 UndangUndang tentang Perkawinan. dan lain-lain. Berbagai istilah digunakan: guardianship. care. control.H. Di Negara lain seperti Inggris dan Belanda.U. Dan berakhir karena: 14 Anak itu telah dewasa. custody.F. Hukum Keluarga (Menurut K. Undang-Undang Perkawinan Pasal 51 menyatakan bahwa pemeliharaan anak dapat terjadi karena: Wali ditunjuk oleh salah seorang orang tua yang menjalankan kekuasaan orang tua sebelum ia meninggal melalui surat wasiat atau lisan dengan dua orang saksi. dimaksudkan sama dengan istilah perwalian menurut Burgerlijk Wetboek pasal 229 yakni hak yang diberikan pada salah satu orangtua dengan putusnya perkawinan mereka akibat perceraian. 1981 15 . adil.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica dipakainya istilah Perwalian dalam putusan sekarang ini tetapi memakai Pemeliharaan Anak. voodij. Diberikan pada keluarga anak tersebut atau orang lain yang sudah dewasa. yakni berlaku untuk anak yang belum mencapai umur delapan belas tahun dan tidak brada dalam kekuasaan orang tua. karena arti perwalian dalam Undang-Undang Perkawinan seperti diatur dalam pasal 50. Perdata) Terjemahan.A. berpikiran sehat.. dan berkelakuan baik. putusnya perkawinan antara orang tua dalam perkawinan sah akibat perceraian menimbulkan pula masalah seputar pemeliharaan anak. sedangkan kekuasaan orang tua tetap berlanjut sekalipun sudah bercerai14. Bandung: Penerbit Tarsito.

jadi bila si istri yang menjadi wali maka dengan meninggalnya istri. Bandung: Penerbit Alumni.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica - Anak itu meninggal. 2.. 16 . Orang-orang yang dapat ditunjuk untuk memelihara anak yang orang tuanya bercerai15: 1.” 15 Prawirohmijoyo Soetojo R.orang tua masing-masing yang melakukan kekuasaan orang tua atau perwalian atas seorang anak berhal mengangkat wali atas anak itu apabila ia sesudah meninggal dunia perwalian itu tidak ada pada orang tua yang lain…” 3. Safioedin Azis. maka si (mantan) suami dengan sendirinya demi hukum menjadi wali atas anak tersebut. “…apabila salah satu dari kedua orang tua meninggal dunia. Perwalian yang ditunjuk oleh suami atau istri melalui surat wasiat atau Akta tersendiri: Pasal 355 ayat (1) Burgerlijk Wetboek “…. Hukum Orang dan Keluarga. maka perwalian terhadap anak-anak kawin minderjarig demi hukum dipangku oleh orang tua yang hidup terlama…” Pada Pasal ini tidak ada pengecualian bagi suami-istri yang hidup terpisah dikarenakan perceraian. Pasal 359 Burgerlijk Wetboek menentukan: “…semua minderjarig yang tidak berada dibawah kekuasaan orang tua dan yang diatur perwaliannya secara sah akan ditunjuk walinya oleh Pengadilan. Perwalian yang diangkat oleh hakim. Timbul kembali kekuasaan orang tuanya. 1986. Perwalian oleh suami atau istri yang hidup lebih lama: Pasal 345-354 Burgerlijk Wetboek yang menyatakan.

Anak-anak yang belum kawin. berdasarkan Pasal 46 UndangUndang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. 1999 17 . Pihak ayah (mantan suami) memiliki hak atas anak yang juga dijamin oleh hukum. yang berdasarkan Putusan Pengadilan. Yahya Harahap menyebutkan bahwa yang dimaksud lebih lanjut dengan pemeliharan anak adalah hal-hal sebagai berikut16: 16 Bagong Suyanto.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica Anak hasil perkawinan yang putus akibat perceraian menurut Pasal 50 ayat (1) Undang-Undang tentang Perkawinan nomor 1 tahun 1974 menyebutkan perlunya syarat untuk berada dalam pemeliharaan salah satu dari orang tuanya. Anak-anak yang tidak berada dibawah kekuasaan orangtua. Anak tersebut tidak berada dibawah kekuasaan wali. - Hak menjadi wali nikah (anak perempuan) apabila si anak kelak melangsungkan perkawinan. antara lain: - Anak laki-laki dan perempuan yang belum berusia delapan belas tahun. hal ini terutama dijamin dalam ajaran Islam (lihat Pasal 21 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam) M. Hak ayah itu antara lain: Hak berkunjung. Medan: Universitas Sumatera Utara Press. Perwalian menyangkut pemeliharaan anak itu dan harta bendanya. terutama bila hak atas anak jatuh ke tangan ibu. Hak mendapat penghormatan dari anak. Krisis Ekonomi Pemenuhan dan Penegakan Hak Anak: Tinjauan Terhadap Kebijakan Pemerintah dan Implementasinya Dalam Penegakan Hak Asasi Anak di Indonesia.

Putusan Pengadilan itu harus dapat diaplikasikan oleh semua pihak. Sehingga melihat dari keterangan diatas baik suami dan istri sama-sama punya hak dan/atau kedudukan yang sama di depan hukum melalui Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkaranya. 2) Pemeliharaan yang berupa pengawasan. pelayanan serta pencukupan nafkah anak tersebut sifatnya terus menerus sampai anak itu dewasa. Kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak sebaik-baiknya sampai anaknya itu kawin atau dapat berdiri sendiri. Pertimbangan ini memperhatikan salah satu dari tida aspek tujuan hukum.17. mengenai siapa yang diberikan perwalian/kewenangan untuk berkuasa atas anak sepenuhnya dipertimbangkan hakim yang dilihat melalui usia dan kepentingan dari si anak. Ketika Majelis Hakim hendak memutus perkara perceraian. Majelis Hakim umumnya menyeimbangkan dengan argumentasi hukum dan/atau fakta di pengadilan yang terjadi secara kasuistis. memberikan pelayanan kebutuhan yang semestinya serta mencukupi kebutuhan hidup anak hasil perceraian tersebut.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica 1) Tanggung jawab dari orang tua untuk mengawasi. selain dengan bantuan prinsip-prinsip hukum sebagaimana telah saya kemukakan diatas. Pasal 45 18 . yakni keadilan (aspek filosofis). Kewajiban ini tetap melekat pada kedua orang tua laki-laki dan perempuan meskipun hubungan perkawinan sudah putus. 17 Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. yuridis (aspek kepastian hukum atau legalitas) dan sosiologis (aspek dari kemanfaatan hukum itu sendiri bila diterapkan) sebab nantinya.

maka kita dapat menjawab pertanyaan dari rumusan masalah di Bab I. Kesimpulan Dari pembahasan yang telah saya lakukan. umumnya Pengadilan lebih menitik beratkan anak ke dalam wewenang pengasuhan ibu (pihak istri) karena pertimbangan berdasarkan kepentingan si anak yang dijadikan patokan.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica BAB III PENUTUP A. apabila suami dan istrinya bercerai sementara anak masih berusia satu sampai dengan lima tahun (balita). dibawah usia. Adapun kesimpulan/jawaban atas pertanyaan/permasalahan itu adalah: (a) Bagaimana pengasuhan anak minderjarig yang orang tuanya bercerai? Dalam hal anak minderjarig. Logikanya. maka sudah jelas balita lebih 19 .

B. Hal ini dikarenakan “anak” tersebut sudah dianggap dewasa dan dapat mengurus dirinya sendiri. Pengadilan cenderung memberikan pengasuhan anak minderjarig kepada pihak ibu (istri) dan keluarganya. Suami istri yang berebut hak asuh anak jelas 20 . Namun tidak menutup kemungkinan si ayah (suami) bisa diberikan hak/kewenangan oleh Pengadilan untuk mengurus si anak. Saran Suami-istri yang bercerai lupa bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus dirawat dan dijaga. hal ini berdasarkan pertimbangan Pengadilan apakah ibunya masih cakap secara hukum/tidak. maka perwalian atas anak tersebut tidak ada. alam menjadikan anak lebih dekat dalam pengasuhan ibu ketimbang ayahnya.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica membutuhkan ibunya dalam kepentingan sehari-harinya seperti: menyusui. atau kewenangan mengasuh anak akan berakhir apabila anak itu dianggap dewasa. yang sedari dulu laki-laki diciptakan untuk keluar rumah meninggalkan keluarga guna mencari nafkah. Secara naluriah pula. sebagaimana sudah dijabarkan di Bab sebelumnya akan berakhir pada saat si anak sudah bukan anak kecil lagi dan kini sudah dewasa serta dapat merawat dirinya sendiri. Akibat ego masing-masing lupa bahwa kepentingan anaklah yang harus diperhatikan ketika perpisahan terjadi. Karenanya apabila orang tua bercerai sementara anak dalam perkawinan yang diputus cerai itu sudah meerderjarig. yang bahkan hal tersebut pun dijamin dalam peraturan perundangundangan. (b) Bagaimana pengasuhan anak meerderjarig yang orang tuanya bercerai? Perwalian. Pada kenyataannya.

21 .Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica tidak memikirkan kepentingan dari si anak tersebut selain hanya mendahulukan ego masing-masing pihak. tidak tambah rusak akibat perebutan anak hanya karena ego masing-masing orang tua. (b) Untuk meerderjarig tidak terdapat saran khusus dikarenakan pertimbangan anak yang sudah dewasa maka ia dapat mengurus dirinya sendiri. Hal ini agar dampak psikologis yang sudah tidak sempurna akibat perceraian. walau harus tetap diberi perhatian orang tua agar tidak kurang perhatian dan secara psikologis menjadi egois self centered. mengerjakan tugas-tugas dan kepentingannya. Pengadilan melalui Majelis Hakim yang memutus perkara cerai tersebut hendaknya menggunakan kekuasaan kehakiman untuk memberi penjelasan dengan baik kepada kedua belah pihak (suami dan istri) dan agar tidak terjadi perebutan hak anak di masa depan. dimana salah satu pihak tidak bisa menerima ketika ia tidak diberikan hak asuh atas anaknya. agar sang ayah tidak lupa anak yang dibawah usia membutuhkan pengasuhan dari ibu yang mengandung dan melahirkannya. Lebih lanjut seperti berikut: (a) Untuk minderjarig agar mendahulukan kepentingan anak.

Hukum Orang dan Keluarga.. 2008. Azis. Jakarta: Internusa. Safioedin. 1994 Suyanto. Bandung: Penerbit Alumni.U.H. 1999 Soeaidy. Sholeh. Medan: Universitas Sumatera Utara Press. Kewajiban Orang Tua Laki-aki (Ayah) Atas Biaya Nafkah Anak Sah Setelah Terjadinya Perceraian. Jakarta: Internusa. Wanita dan Anak di Mata Hukum. Bandung: Penerbit Tarsito. Hukum Keluarga (Menurut K. 2005 Subekti. 271. Pokok-Pokok Hukum Perdata. 1998 H. IKAHI. 1986. Santy. Pokok-Pokok Hukum Perdata edisi diperbaharui. Nirzam. Varia Pengadilan no.F. 22 . Prawirohmijoyo. Dasar Hukum Perlindungan Anak.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica DAFTAR PUSTAKA BUKU Dellyana. 1981 Ka’bah. Krisis Ekonomi Pemenuhan dan Penegakan Hak Anak: Tinjauan Terhadap Kebijakan Pemerintah dan Implementasinya Dalam Penegakan Hak Asasi Anak di Indonesia. Rifyal. 2001 Soetojo R. Volmar.. Zulkhair.A. Jakarta: CV Novindo Pustaka Mandiri. Permasalahan Perkawinan. Semarang: Universitas Diponegoro. Yogyakarta: Liberty. Bagong. Perdata) Terjemahan. 1983 Subekti.

id/artikel/8029-tak-ada-mantan-anak-danmantan-orang-tua 23 . http://badilag.co. Tidak Ada yang Namanya Mantan Anak dan Mantan Orang Tua Dalam Hukum.republika.mahkamahagung. http://www.Tugas Kuliah Nathanael Hartono by Yessica PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Herzienne Indlans Reglement Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia no. 906 K/Sip/1973 Keputusan Presiden nomor 36 tahun 1990 (ratifikasi Convention on The Rights of Child) INTERNET Faktor Ekonomi Pemicu Perceraian.id/node/155564 Ka’bah.id/berita/regional/ Ketika Cerai Mudah Terucap. http://bataviase.co. Reza.go.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->