P. 1
Laporan Hasil Penelitian Tindakan Sekolah Workshop

Laporan Hasil Penelitian Tindakan Sekolah Workshop

|Views: 181|Likes:
Published by emiyuliaty

More info:

Published by: emiyuliaty on Oct 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2012

pdf

text

original

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SMA NEGERI 1 BANDUNG DALAM MENYUSUN DAN MENGEMBANGKAN SILABUS SERTA PEMBUATAN RPP MELALUI WORKSHOP

Disusun oleh : Dra. Hj. Emi Yuliaty, M ,Pd
NIP : 195511071979012001 (Kepala Sekolah SMAN 1 Bandung)

DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANDUNG JL : Ir h. JUANDA No. 93 BANDUNG
9

2010

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Alhamdulillah serta memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT penulis dapat merampungkan laporan Penelitian Tidakan Sekolah (PTS) dengan judul “Upaya Meningkatkan Kualitas Kompetensi Pedagogik Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Menyusun dan Mengembangkan Silabus dan RPP melalui Workshop “ ini dapat penulis selesaikan. Pembuatan PTS ini terkondisikan masih terdapatnya guru-guru yang belum memahami akan penyusunan , pengembangan Silabus dan RPP yang benar dan sistematis. Penulis berupaya bagaimana agar guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dapat memahami dalam menyusun , mengembangkan Silabus dan RPP yang benar dan sistematis melalui workshop dengan

menghadirkan nara sumber yang ahli bahkan pakar dalam bidang penyusunan , pengembangan Silabus dan RPP tingkat Nasional. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan PTS ini tidak menutup kemungkinan masih terdapat kekurangan dari berbagai segi, mungkin sistematikanya, mungkin isinya, maupun segi kebahasaannya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca umumnya sangat penulis harapkan. Namun penulis tetap berharap laporan PTS ini dapat memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan umumnya dan kepada teman sejawat khususnya. Terima kasih.

Bandung Februari 2010

Penulis

10

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan mengucapkan Alhamdulillah serta memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT penulis dapat merampungkan laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan judul : “Upaya Meningkatkan Kualitas Kompetensi Pedagogik Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Menyusun dan Mengembangkan Silabus dan RPP melalui Workshop “ ini dapat penulis selesaikan. Kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa materil, dorongan moral dan spiritual, tenaga, doa yang tulus baik langsung maupun tidak langsung sehingga laporan ini dapat penulis selesaikan. Atas semua kontribusi tersebut, dengan penuh rasa takzim, penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada: 1. Kepala Dinas Pendididkan Kota Bandung Bapak Drs. Oji Mahroji yang banyak memberikan sumbangsih pikiran kepada penulis. 2. Bapak Kabid SMAK – Disdik Kota Bandung yang selalu memberikan kemudahan kepada penulis dalam bertukar pikiran membahas tentang kualitas Guru. 3. Bapak Drs. Amin Yusuf Pengawas Pembina Disdik Kota Bandung yang banyak

memberikan masukan kepada penulis . 4. Guru-guru SMA Negeri 1 Bandung yang banyak membantu dalam kemudahan untuk mencari data yang penulis perlukan. Semoga semua yang telah mereka kontribusikan mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.

Penulis
11

LEMBAR PENGESAHAN \

1. Judul Penelitian

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SMA NEGERI 1 BANDUNG DALAM MENYUSUN DAN MENGEMBANGKAN SILABUS SERTA PEMBUATAN RPP MELALUI WORKSHOP

2. Identitas Peneliti a. Nama Lengkap dan Gelar b. Jenis Kelamin c. Pangkat, Golongan, d. NIP e. Asal Sekolah f. Alamat Kantor g. Alamat Rumah 3. Lama Penelitian

Dra. Hj. Emi Yuliaty, M.Pd Perempuan Pembina Tk I/ IV B 195511071979012001 SMA Negeri 1 Bandung Jl. Ir H. Juanda 93 Bandung Jl. Platina No. 2 Bandung

September 2009 sampai Januari 2010

Bandung Februari 2010 Peneliti

Dra. Hj Emi Yuliaty, M.Pd

12

DISETUJUI DAN DISYAHKAN OLEH: PENGAWAS PEMBINA DISDIK KOTA BANDUNG

Drs. Amin Yusuf Panirwan Hastya NIP 195208041981121001 (Pembina TK 1/IVb)

DISETUJUI DAN DISYAHKAN OLEH : KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG

Drs. H. Oji Mahroji NIP : 195506021984031005 Pembina Utama Muda IV C

13

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

PENDEKATAN MELALUI WORKSHOP DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS SDM GURU SMA NEGERI 1 BANDUNG

DISETUJUI DAN DISYAHKAN OLEH : PENGAWAS SMA BANDUNG UTARA

Drs. Amin Yusuf Panirwan Hastya NIP 195208041981121001 (Pembina TK 1/IVb)
14

DISETUJUI DAN DISYAHKAN OLEH :

KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG

Drs. H. Oji Mahroji NIP : 195506021984031005 (Pembina Utama Muda IV/c)

15

ABSTRAK

Mengacu pada teori dan ketentuan peraturan perundang-undangan, PTS ini membahas kualitas kompetensi pedagogik guru dalam menyusun dan mengembangkan Silabus serta RPP , guru diyakini mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, interaktif, efektif dan menyenangkan. Upaya meningkatkan kualitas kompetensi pedagogik Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun dan mengembangkan Silabus dan RPP melalui Workshop dilatarbelakangi oleh (a) masih terdapat guru SMA Negeri 1 Bandung yang belum paham apa sebenarnya silabus dan hubungannya dengan RPP (b) apa kegunaan Silabus dalam pembuatan RPP (c)bagaimana menyusun silabus dan mengembangkannya. (d) Masih ada guru yang dalam penyusunannya kurang lengkap dan sistematis Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh workshop dalam menyusun serta mengembangkan Silabus dan RPP pada Guru SMA Negeri 1 Bandung dengan menggunakan metode penelitian tindakan sekolah (PTS) dengan dua siklus yang masing-masing siklusnya terdiri dari tahap (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan perbaikan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) sebelum diadakan workshop guru hanya mendapatkan kategori nilai cukup artinya sebagian belum paham , setelah diadakan workshop bahkan sampai empat kali yaitu pada bulan September, Oktober, November 2009 dan Februari 2010 terjadi peningkatan dalam pemahaman menyusun dan mengembangkan Silabus dan RPP. Penilaian melalui Rubrik Penilaian silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus 1 yang mendapat kategori cukup, dan hasil penilaian pada siklus kedua mencapai baik, dan (b) aktivitas guru dalam mengikuti workshop penyusunan , pengembangan Silabus dan RPP yang lengkap dan sistematis pada siklus kedua lebih baik daripada pada saat siklus kesatu. Penilaian melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam menyusun, mengembangkan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Kegiatan Workshop pada siklus kesatu yang mencapai kategori cukup baik, dan pada siklus kedua mencapai sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis merekomendasikan kepada guru SMA Negeri 1 Bandung agar mengoptimalkan perannya sebagai perencana, pengorganisir, dan penilai pembelajaran, penyusunan Silabus dan RPP agar terus dikembangkan dalam MGMP.

16

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Dalam dunia pendidikan, keberadaan peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal maupun informal. Guru menjadi faktor utama dalam penciptaan suasana pembelajaran. Kompetensi guru dituntut dalam menjalankan tugasnya secara profesional. Studi tentang pendidikan guru di akhir abad ke 20 dan awal abad ke 21 menunjukkan fenomena yang semakin kuat menempatkan guru sebagai suatu profesi. Kondisi nyata kini memandang bahwa guru sebagai sebuah profesi, bukan lagi dianggap sebagai suatu pekerjaan (vokasional) biasa yang memerlukan pendidikan tertentu Oleh sebab itu, dalam setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan di tanah air, tidak dapat dilepaskan dari berbagai hal yang berkaitan dengan eksistensi guru itu sendiri. Pendidikan adalah upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual individual maupun sosial (Sagala, 2006 : 1). Upaya sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa tersebut dapat diselenggarakan dalam berbagai bentuk. Ada yang diselenggarakan secara sengaja, terencana, terarah dan sistematis seperti pada pendidikan formal, ada yang diselenggarakan secara sengaja, akan tetapi tidak terencana dan tidak sistematis seperti yang terjadi di lingkungan keluarga (pendidikan informal), dan ada yang diselenggarakan secara sengaja dan berencana, di luar lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan formal, yaitu melalui pendidikan non formal.
17

Apapun bentuk penyelenggarannya, secara umum pendidikan bertujuan untuk membantu anak-anak atau peserta didik mencapai kedewasaannya masing-masing, sehingga mereka mampu berdiri di lingkungan masyarakatnya. Untuk masyarakat kita, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3, pendidikan berfungsi dan bertujuan sebagai berikut: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Agar pendidikan bisa berfungsi dan mencapai tujuan seperti dirumuskan dalam undangundang tersebut, maka pendidikan harus ”diadministrasikan”, atau dikelola dengan mengikuti ilmu administrasi. Yang paling sederhana, administrasi menurut Henry Fayol diartikan sebagai fungsi dalam organisasi yang unsur-unsurnya adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemberian perintah (commanding), pengkoordinasian (coordinating), dan pengawasan (controlling) (Sagala, 2006 : 23). Pada level ujung tombak pendidikan, yaitu pada proses pembelajaran oleh guru di kelas, betapapun administrasinya tidak serumit oraganisasi yang melibatkan banyak personal, fungsifungsi administrasi yang disebutkan Henry Fayol tersebut sebaiknya tetap ada, sebab tanpa itu pencapaian tujuan pembelajaran akan susah dicapai. Dalam kaitannnya dengan fungsi-fungsi administrasi ini, lebih spesifik dalam hal proses belajar mengajar, Gage dan Berliner dalam Makmun (2005 : 23) mengemukakan tiga fungsi atau peran guru dalam proses tersebut, yaitu sebagai : 1) Perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang harus dilakukan di dalam proses belajar-mengajar (pre-teaching problems).
18

2) Pelaksana (organizer) yang harus menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, bertindak sebagai nara sumber (source person), konsultan kepemimpinan (leader), yang bijaksana dalam arti demokratis dan humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems). 3) Penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement) atas tingkat keberhasilan belajar mengajar tersebut berdasarkan kriteria yang ditetapkan baik mengenai aspek keefektifan prosesnya, maupun kualifikasi produk (output)-nya. Dalam menyoroti salah satu peran guru dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai perencana pembelajaran, setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun , mengembangkan Silabus dan RPP yang lengkap dan sistematis agar pembelajaran efektif dan bermutu. Pembelajaran yang berlangsung secara efektif dan bermutu akan berimplikasi pada peningkatan mutu proses dan hasil belajar peserta didik. Dalam pengertiannya Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensu untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Mengacu pada PP No 19 Tahun 2005 Pasal 20 tentang Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Pengertian RPP adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi

19

dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih. Alur RPP : SK dan KD KD SILABUS RPP.

Guru-guru SMA Negeri 1 Bandung telah menyusun Silabus dan RPP sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) mata pelajaran tersebut. Namun masih ditemukan berbagai kekurangan baik menyangkut persiapan sebelum penyusunan Silabus dan RPP, maupun dalam pelaksanaan pembelajarannya. Kekurangan itu antara lain : Dalam penyusunan dan pengembangan silabus: 1. Sebagian besar guru kurang dapat mengkaji dan menentukan Kompetensi Dasar hingga mengidentifikasi materi pokok pembelajaran 2. Kurang tepat dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran dan merumuskan indikator pencapaian kompetensi 3. Belum tepat bahkan tidak cocok dalam menentukan jenis penilaian 4. Sebagian besar guru belum bahkan tidak dapat menentukan alat dan bsuber belajar yang tepat Dalam penyusunan RPP: 5. Sebagian guru masih menggunakan komponen minimal 6. Ketepatan menggunakan metode 7. Dalam kegiatan pembelajaran sebagian guru belum dapat membagi antara eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Kurang memperhatikan perbedaan individu peserta didik, mendorong partisipasi aktif peserta didik, mengembangkan budaya membaca dan menulis proses pembelajaran.

20

8. Kurang tepat dalam membuat penilaian 9. Kurangnya penggunaan alat dan sumber belajar. 10. Sebagian besar guru tidak menjelaskan (1) bentuk instrumen evaluasi, (2) format / lembaran evaluasi atau butir soal (pre test dan post test), (3) pedoman penilaian, dan (4) kunci jawaban, dalam evaluasi proses dan hasil belajar siswa. 11. Sebagaian besar guru tidak merencanakan tindak lanjut setelah selesai pembelajaran (pembelajaran remedial, program pengayaan, layanan konseling atau tugas individu / kelompok) 12. Pelaksanaan pembelajaran sebagian besar guru tidak berpedoman sepenuhnya pada RPP dalam pelaksanan pembelajarannya. Kondisi seperti ini dapat dimungkinkan karena kurangnya pemahaman akan penyusunan , pengembangan silabus dan RPP pada kegiatan MGMP masing-masing bidang pelajaran. Kekurangan ini tentu saja akan menghambat upaya peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran. Dengan memahami kondisi yang demikian, maka dipandang perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan menyusun , mengembangkan silabus dan RPP yang lengkap dan sistematis.

B. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, dapat dirumuskan bahwa yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apakah melalui Workshop dapat meningkatkan kualitas pedagogik guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun , mengembangkan Silabus dan RPP secara professional ?
21

2. Apakah aktivitas guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun , mengembangkan Silabus dan RPP sesuai dengan komponen , lengkap dan sistematis setelah mengikut workshop ?

C. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH Sebelum menentukan tindakan apa yang dianggap dapat meningkatkan kualitas guru dalam menyusun, mengembangkan silabus dan RPP, terlebih dahulu penulis melakukan

pengkajian berbagai teori belajar dan pendidikan. Mengamati MGMP masing-masing mata pelajaran . Studi pustaka dan diskusi dengan pakar dan teman sejawat dan guru-guru. Maka diperoleh hasil alternatif tindakan yang dihipotesiskan dapat menigkatkan kualitas guru-guru dalam menyusun . mengembangkan silabus dan RPP yaitu : Melalui kegiatan Workshop dapat meningkatkan kualitas guru guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun , mengembangkan silabus dan RPP. Alternatif ini lebih efektif walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengadakan workshop dengan guru yang selurunya ada 73 guru. Agar kegiatan workshop efektif dan mencapai hasil yang maksimal bagi guru-guru maka wokshop dibagi menjadi pertingkatan kelas dengan menhadirkan pakar dari tingkat Propinsi dan Nasional yang diadakan pada bulan September 2009, Oktober 2009, November 2009, dan Pebruari 2010 sebagai

Evaluasi. Diharapkan setelah diadakan workshop guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dapat menyusun , mengembangkan silabus dan RPP dengan lengkap, benar dan sistematis.

22

D. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitjan ini adalah untuk: 1. Meningkatkan tingkat pemahaman guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun dan mengembangkan silabus serta RPP. 2. Mengoptimalkan kemampuan guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam penyusunan dan pengembangan silabus serta RPP. 3. Menjadikan guru lebih profesional dalam kegiatan belajar mengajar karena persiapan yang matang

E. MANFAAT HASIL PENELITIAN 1. Manfaat Teoritis : Hasil penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan ilmu manajemen pendidikan, khususnya manajemen (pengelolaan) Kurikulum. 2. Manfaat Praktis : Manfaat praktis dari hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun dan mengembangkan silabus serta RPP yang lengkap benar dan sistematis, sehingga silabus dan RPP yang mereka susun : a. Menjadi pedoman atau skenario pelaksanaan proses pembelajaran yang bisa diikuti atau dilaksanakan siapa pun pemerannya, seandainya guru yang menyusunnya sendiri berhalangan hadir saat pelaksanaan pembelajaran. b. Memudahkan peserta didik dalam belajar dan meningkatkan prestasi belajarnya.
23

c. Meningkatkan kualitas guru dalam penyusunandan pengembangan silabus dan RPP. d. Meningkatkan nilai kinerja sekolah dan nilai akreditasi sekolah. e. Meningkatkan kebersamaan guru dalam MGMP . BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. PENINGKATAN KUALITAS KOMPETENSI PEDAGOGIK

Peranan guru sangat menentukan dalam usaha peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya, dalam kerangka pembangunan pendidikan. Guru mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan bidang pendidikan, dan oleh karena itu perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 4 menyiratkan bahwa guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, guru wajib untuk memiliki syarat tertentu, salah satu di antaranya adalah kompetensi. Syarat kompetensi tersebut ditinjau dari perspektif administratif, ditunjukkan dengan adanya sertifikat. Bertolak dari ketentuan perundangan (PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan), dapat dikatakan bahwa mutu pendidikan nasional dapat terwujud bila ke delapan standar minimal, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, Secara umum, kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh suatu profesi dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya

24

(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 butir 10). Berkaitan dengan kompetensi profesi guru, Sagala mengemukakan sepuluh kompetensi dasar yang harus dimiliki guru, yaitu : (1) menguasai landasan-landasan pendidikan; (2) menguasai bahan pelajaran; (3) kemampuan mengelola program belajar mengajar; (4) kemampuan mengelola kelas; (5) kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar; (6) menilai hasil belajar siswa; (7) kemampuan mengenal dan menterjemahkan kurikulum; (8) mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan; (9) memahami prinsip-prinsip dan hasil pengajaran; (10) mengenal dan menyelenggarakan administrasi pendidikan (Sagala, 2006 : 210).

Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi profesional adalah “kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya, rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya.

Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher Education, mengemukakan kompetensi profesional guru mencakup kemampuan dalam hal (1) mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis, psikologis, dan sebagainya, (2) mengerti dan menerapkan teori belajar sesuai dengan tingkat perkembangan perilaku peserta didik, (3) mampu menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya, (4)

25

mengerti dan dapat menerapkan metode mengajar yang sesuai, (5) mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas belajar lain, (6)

mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pengajaran, (7) mampu melaksanakan evaluasi belajar dan (8) mampu menumbuhkan motivasi peserta didik.

Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini atas penguasaan bahan yang harus diajarkan, dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut, (2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, (3) penguasaan prosesproses kependidikan, keguruan dan pembelajaran siswa. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik, maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar.

Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi profesional meliputi (1) pengembangan profesi, pemahaman wawasan, dan penguasaan bahan kajian akademik.Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan iptek yang mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah, (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah, (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran, (4) menulis makalah, (5) menulis/menyusun diktat pelajaran, (6) menulis buku pelajaran, (7) menulis modul, (8) menulis karya ilmiah, (9) melakukan penelitian ilmiah (action research), (10) menemukan teknologi tepat guna, (11) membuat alat peraga/media, (12) menciptakan karya seni, (13) mengikuti pelatihan terakreditasi, (14) mengikuti pendidikan kualifikasi, dan (15) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.

26

Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi, (2) memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran, (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah, (4) memahami fungsi sekolah, (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil belajar, (6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah.

Penguasaan bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan, (2) menguasai substansi materi, (3) menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa. Berdasarkan uraian di atas, kompetensi profesional guru tercermin dari indikator (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran, (2) kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah, (3) kemampuan pengembangan profesi, dan (4) pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan

Permendiknas RI No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru menyebutkan bahwa ”Standar kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.” (BSNP, 2007 : 8).

Dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar, kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar, dan kemampuan melakukan penilaian. Kompetensi Menyusun Rencana Pembelajaran Menurut Joni (1984:12), kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup
27

kemampuan:

(1)

merencanakan

pengorganisasian bahan- bahan pengajaran, (2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar, (3) merencanakan pengelolaankelas, (4) merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran; dan (5) merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran.

Pedagogik adalah art of teaching, seni atau strategi mengajar. Jadi kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

B. SILABUS Dalam pengertian silabus adalah rencana pelajaran pada suatu san/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, komperensi dasae, materi pokok/pembelajaran. kegiatan pembelajaran. Indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 17 ayat (2), sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madarasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MYs, MA, dan MAK. PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 20, perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber balajar, dan penilaian hasil belajar.

28

Silabus menjawab pertanyaan : 1) apa kompetensi yang harus dikuasai siswa ? 2) bagaimana cara mencapainya ? 3) Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya ? Prinsip pengembangan selabus ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual, kontekstual, fleksibel dan menyeluruh. Guru kelas/ mata pelajaran , kelompok guru kelas/mata pelajaran, kelompok kerja guru (KKG/PKG/MGMP) sebagai pengembang silabus dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Propinsi. Langkah-langkah pengembangan silabus : 1) Mengkaji dan menentukan Standar Kompetensi 2) Mengkaji dan menentukan Kompetensi Dasar, 3) Mengidentifikasi materi pokok /pembelajaran 4) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 5) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 6) Menentukan Jenis Penilaian 7) Menentukan Alokasi Waktu 8) Menentukan Sumber Belajar.

C. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Silabus merupakan penjabaran dari standar isi kurikulum, yang kemudian dioperasionalkan dalam RPP. Jadi, RPP merupakan rencana pembelajaran yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran siswa untuk mencapai satu kompetensi dasar (KD) yang akan dilakukan guru dalam satu atau lebih pertemuan PBM di kelas atau tempat pembelajaran lainnya. RPP bisa disusun dengan komponen yang minimal, tapi lebih baik dengan komponen yang lengkap dan dengan susunan yang sistematis sesuai urutan pelaksanaannya, karena pada

29

hakikatnya RPP merupakan skenario pembelajaran, sehingga siapa pun pemerannya bisa melakukannya karena segalanya sudah ada pada skenario tersebut. RPP dengan komponen minimal hanya mencakup (1) Tujuan pembelajaran, (2) Materi ajar, (3) Metoda pembelajaran, (4) Sumber belajar, dan (5) Evaluasi atau penilaian hasil belajar (PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 20). Sedangkan RPP yang lengkap terdiri dari (Permendiknas No 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses) : 1. Identitas 2. Standar Kompetensi (SK) 3. Kompetensi Dasar (KD) 4. Alokasi waktu 5. Indikator Ketercapaian 6. Tujuan Pembelajaran 7. Materi Pembelajaran 8. Metode Pembelajaran 9. Kegiatan Pembelajaran : a. eksplorasi. b. elaborasic. c.confirmasi 10. Sumber Belajar 11. Penilaian

30

Yang penting untuk diperhatikan dalam penyusunan RPP adalah : 1. RPP harus dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD) (PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional pasal 20. 2. RPP harus dibuat secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik (Permen Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses). Contoh RPP yang lengkap dan sistematis dimuat pada Lampiran .

D. WORKSHOP Workshop pendidikan adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terdiri dari petugaspetugas pendidikan yang memecahkan problema yang dihadapi melalui percakapan dan bekerja secara kelompok maupun bersifat perseorangan.. Dalam dunia pendidikan workshop adalah suatu davice dalam in-service education, cara belajar sesuatu (- a way learning) dengan menggunakan sharing of ideas, prosedure give and take “suatu sistem kerja yang selaras dengan jiwa gotong–royong. Ciri-ciri Workshop :Salah satu dari ciri-ciri workshop adalah : a. Masalah yang dibahas bersifat “life centered” dan muncul dari peserta sendiri b. Cara yang digunakan ialah metode pemecahan masalah “musyawarah dan penyelidikan”.

25

c. Menggunakan resource person dan resource materials yang memberi bantuan yang besar sekali dalam mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Jenis Workshop ditentukan berdasarkan lembaga/organisasi yang melaksanakan, dan sifat kerjanya.Berdasarkan lembaga/organisasi, waktu, sifat. Prosedure Pelaksanaan 1) merumuskan tujuan workshop (output yang akan dicapai) 2) merumuskan pokok-pokok masalah yang akan dibahas secara terperinci 3) menentukan prosedur pemecahan masalah. Materi Yang Akan Dibahas sebaiknya ada suatu guide-book yang berisi penuntun bagi para peserta. Panitia terdiri dari panitia pengarah dan panitia pelaksana.

BAB III METODE PENELITIAN

A. METODE PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). PTS merupakan suatu prosedur penelitian yang diadaptasi dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (Panitia Pelaksana Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Rayon 10 Jawa Barat, 2009 : 73). Penelitian tindakan sekolah merupakan “(1) penelitian partisipatoris yang menekankan pada tindakan dan refleksi berdasarkan pertimbangan rasional dan logis untuk melakukan perbaikan terhadap suatu kondisi nyata; (2) memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan; dan (3) memperbaiki situasi dan kondisi sekolah / pembelajaran secara praktis” (Depdiknas, 2008 : 11-12). Secara singkat, PTS bertujuan untuk mencari pemecahan permasalahan nyata

26

yang terjadi di sekolah-sekolah, sekaligus mencari jawaban ilmiah bagaimana masalah-masalah tersebut bisa dipecahkan melalui suatu tindakan perbaikan. Masalah nyata yang ditemukan pada guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun, mengembangkan Silabus dan RPP belum optimal. Prosedur penelitian dilakukan secara siklikal. Satu siklus dimulai dari (1) perencanaan awal, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. 1. Perencanaan Yaitu membuat rencana perbaikan berdasarkan adanya masalah atau kondisi yang menuntut diperbaiki. Hal ini meliputi persiapan bahan-bahan yang diperlukan dalam tahap pelaksanaan, menentukan siapa (subyek penelitian dan teman berkolaborasi), kapan (jadwal pelaksanan), dan tempat pelaksanaan.

2. Pelaksanaan (Action) Yaitu melakukan tindakan substantif penelitian melalui intervensi skala kecil guna memperbaiki kondisi yang diteliti. 3. Observasi (Observation) Yaitu kegiatan mengamati, mengenali sambil mendokumentasikan (mencatat dan merekam) terhadap proses, hasil, pengaruh dan masalah baru yang mungkin saja muncul selama proses pelaksanaan tindakan. 4. Refleksi (Reflection) Yaitu melakukan renungan, kajian reflektif diri secara inquiri, partisipasi diri (partisipatoris), kolaborasi terhadap latar alamiah dan impiikasi dari suatu tindakan, dengan melakukan analisis

27

terhadap rencana dan tindakan yang sudah dilaksanakan dan hasil yang dicapai, dan apa yang belum dapat atau sempat dilakukan. Hasil dari siklus pertama ini menjadi masukan bagi pelaksanaan siklus kedua yang terdiri dari perulangan keempat langkah yang ada pada siklus pertama. Hal ini terjadi karena dimungkinkan setelah melalui siklus pertama, peneliti menemukan masalah baru atau masalah lama yang belum tuntas, sehingga perlu dipecahkan melalui siklus selanjutnya. Dengan demikian, berdasarkan hasil tindakan atau pengalaman pada siklus pertama peneliti akan kembali melakukan langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi pada siklus kedua, dan seterusnya, berhenti apabila telah berdampak positif terhadap proses dan hasil yang diperoleh dari tindakan tersebut berhasil” (Sudjana, 2009 : 8).

Jika digambarkan, siklus kerja PTS adalah sebagai berikut :

PERENCANAAN

REFLEKSI

PELAKSANAAN

SIKLUS I

PENGAMATAN ______________________________________________________________________________
28

PERENCANAAN

REFLEKSI

SIKLUS II

PELAKSANAAN

PENGAMATAN

_____________________________________________________________________________

?
Langkah-langkah PTS (Direktorat Tendik, 2008)

B. SUBJEK PENELITIAN Subjek penelitian ini adalah guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dari berbagai mata pelajaran sebanyak 40 guru .

C. DEFINISI OPERASIONAL 1. Peningkatan Kualitas Kompetensi Pedagogik Peranan guru sangat menentukan dalam usaha peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses pembelajaran

29

dengan sebaik-baiknya, dalam kerangka pembangunan pendidikan. Guru mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan bidang pendidikan, dan oleh karena itu perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 4 menyiratkan bahwa guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, guru wajib untuk memiliki syarat tertentu, salah satu diantaranya adalah kompetensi. Syarat kompetensi tersebut ditinjau dari perspektif administratif, ditunjukkan dengan adanya sertifikat, juga dikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar, kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar, dan kemampuan melakukan penilaian.

2. Silabus Silabus adalah rencana pelajaran pada suatu san/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, komperensi dasae, materi pokok/pembelajaran. kegiatan pembelajaran. Indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar Silabus dalam penelitian ini adalah silabus yang disusun oleh guru-guru SMA Negeri 1 Bandung secara umum yang merupakan perencanaan proses pembelajaran , meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran,
30

materi ajar, metode pengajaran, sumber balajar, dan penilaian hasil belajar. Silabus menjawab pertanyaan : 1) apa kompetensi yang harus dikuasai siswa ? 2) bagaimana cara mencapainya ? 3) bagaimana cara mengetahui pencapaiannya ? 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan rencana pembelajaran yang menggambarkan prosedur dan

pengorganisasian pembelajaran siswa untuk mencapai satu kompetensi dasar (KD) yang akan dilakukan guru dalam satu atau lebih pertemuan PBM di kelas atau tempat pembelajaran lainnya. Yang dimaksud Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam penelitian ini adalah RPP secara umum yang disusun oleh guru-guru SMA Negeri 1 Bandung selama workshop .. 4. Workshop Workshop pendidikan adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terdiri dari petugaspetugas pendidikan yang memecahkan problema yang dihadapi melalui percakapan dan bekerja secara kelompok maupun bersifat perseorangan. Dalam hal ini menghadirkan pakar yang ahli dalam pengembangan ,penyusunan silabus dan RPP sebagai nara sumber bayk tingkat nasional maupun tingkat propinsi.

D. INSTRUMEN (ALAT) PENGUMPULAN DATA Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi berupa rubrik, yang terdiri dari : 1. Format Penilaian Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ada ada lampiran A. 2. Format Penilaian Aktivitas Guru dalam Persiapan Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop Silabus dan Rencana

penyusunan dan pengembangan Silabus

dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ada pada lampiran B
31

3. Format Penilaian Aktivitas Guru –guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Proses Penyusunan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop Penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) ada pada lampiran C. 4. Wawancara (Diskusi) Untuk Mengetahui Kendala yang Ditemukan Guru –guru SMA Negeri1 Bandung selama Workshop Penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Format – formay ini diisi oleh peneliti melalui pangamatan sebelum, pada saat, dan sesudah proses penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) . Hasilnya digunakan untuk menentukan tindakan selanjutnya.

E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. Observasi Observasi adalah semua kegiatan yang dilakukan untuk mengamati, merekam, dan mendokumentasikan setiap indikator dari proses dan hasil yang dicapai. Dalam observasi ini peneliti menggunakan (1) Format Penilaian Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) Format Penilaian Aktivitas Guru –guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Persiapan Penyusunan , pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop Penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (3) Format Penilaian Aktivitas Guru –guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop Penyusunan dan

32

pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Ketiga format (lembar observasi) ini diformat untuk diisi dengan membubuhkan tanda centang (√) pada kolom nilai 1-4 pada aspek yang dinilai. Tujuan utama dari observasi ini adalah untuk memantau persiapan, proses, hasil, dan dampak perbaikan dari tindakan setiap siklus. 2. Wawancara (Diskusi) Yang dimaksud wawancara di sini meliputi diskusi formal dan dialog informal selama berlangsungnya PTS antara peneliti dengan guru-guru SMA Negeri 1 Bandung . Hal ini untuk mengetahui pikiran guru-guru yang tidak dapat digali melalui observasi. 3. Studi Dokumenter Studi dokumenter diartikan sebagai usaha untuk memperoleh data dengan jalan menelaah catatan-catatan yang disimpan sebagai dokumen atau files. Teknik ini ditempuh untuk memperoleh data-data mengenai Silabus dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara umum dari lembaran-lembaran Silabus dan RPP buatan guru. 4. Studi Pustaka Studi pustaka diartikan sebagai teknik untuk memperoleh data atau informasi dari berbagai tulisan ilmiah baik cetak maupun elektronik yang menunjang penelitian. Teknik ini ditempuh untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam mengenai masalah yang diteliti, terutama dalam menentukan arah, metoda dan landasan teoritis penelitian.

F. LOKASI PENELITIAN (KONDISI SOSIAL)

Lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Bandung. Waktu pelaksanaan adalah sebagai berikut : Awal Pengamatan dimulai akhir Juli 2009 , dimulai

33

pelaksanaan siklus I bulan September 2009 dan siklus II pada bulan November 2009 dan berakhir Januari 2010 dan pembuatan laporan Februari 2010 Dibantu oleh dua guru sebagai observer yaitu Wakasek Kurikulum dan staf dari pengembang kurikulum SMA Negeri 1 Bandung

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. ORIENTASI Sebelum melakukan tindakan perbaikan, peneliti terlebih dahulu melakukan kegiatan orientasi sebagai studi pendahuluan. Dalam kegiatan ini mendiagnosis guru sehingga peneliti menemukan derajat kelengkapan dan kesistematisan Silabus dan RPP yang disusun guru pada saat sebelum diadakannya workshop penyususnan dan pengembangan Silabus dan RPP . Peneliti mengamati aktivitas guru dalam persiapan dan selama proses penyusunan Silabus dan RPP, kemudian mengevaluasi Silabus dan RPP yang dibuatnya. Hasil pengamatan dan evalusi

tersebut kemudian dijadikan bahan untuk mencari upaya perbaikan (tahap tindakan) pada siklus penelitian. Dengan format Penilaian Aktivitas Guru –guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Persiapan Penyusunan , pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebelum Workshop penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) diketahui kondisinya sebagai berikut : Penilaian Awal Nilai
34

Aspek –aspek yang dinilai Antusiasme guru dalam mempersiapkan sumber-sumber rujukan penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP 2 Mengidentifikasi apa yang harus dipersiapkan untuk menyusun dan mengembangkan Silabus dan RPP Jumlah Centang Nilai Jumlah Centang X Nilai Nilai Total No 1

1 v

2

3

4

v 1 1 1 1 2 2 3 0 3 0 0 4 0

Keterangan : Ni;ai total minimum : 2 x 1 = 2 Nila total maksimum : 2 x 4 = 8

Kurang 1-2

Kategori Nilai Total Cukup Baik 3-4 5-6

Sangat Baik 7-8

Hasil evaluasi terhadap Silabus dan RPP yang dibuat oleh guru-guru selama kegiatan orientasi, teridentifikasi beberapa kekurangan, yaitu : Silabus : 1. Dalam penyusunan dan pengembangannya belum sesuai dengan ketentuan yang ada pada standar isi. 2. Pemilihan materi kurang sesuai dengan Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar. 3. Tidak jelas dalam uraian Kegiatan Pembelajaran 4. Tidak tepatnya penggunaan kata-kata operasional dalam merinci komponen Indikator. 5. Tidak tepat dalam penggunaan instrument penilaian 6. Kurang adanya sumber dan alat belajar sebagai pendukung RPP :

35

1. Tidak tepatnya penggunaan kata-kata operasional dalam merinci komponen Indikator Pencapaian. 2. Kurang tepat dalam membuat Tujuan Pembelajaran 3. Dalam komponen Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan : sedikit yang mencantumkan kegiatan apersepsi dan sedikit yang sudah menggunakan penerapan Eksplorasi,

Elaborasi dan Konfirmasi 4. Dalam komponen Kegiatan Pembelajaran Inti : penggunaan metode terlalu didominasi metode ceramah. 5. Dalam komponen Kegiatan Pembelajaran Penutup : tidak merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial, pengayaan, layanan konseling atau kelompok.

memberikan tugas individu atau

6. Dalam komponen Evaluasi (Penilaian) Proses dan Hasil Pembelajaran : tidak mencantumkan bentuk evaluasi (penilaian) proses dan hasil belajar, lembaran / pedoman penilaian, dan kunci

instrumen penilaian (butir soal-soal, rubrik, dll.), jawaban.

B. PELAKSANAAN TINDAKAN PERBAIKAN SIKLUS 1 Dalam siklus kesatu ini dilakukan rangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. a. Perencanaan Perencanaan yang dilakukan meliputi : 1) Mempersiapkan bahan-bahan dasar rujukan yang perlu dikaji sebelum menyususn Silabus dan RPP yang lengkap dan sistematis, yaitu :

36

a) PP 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan b) Permendiknas : No 22 Tahun 2006, No 23 Tahun 2006, Permendiknas No 20 Tahun 2007, dan No 41 Tahun 2007 c) Buku mengenai Evaluasi Pendidikan d) Buku-buku Materi Pelajaran e) Contoh / model RPP f) Daftar kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk membuat indikator pencapaian kompetensi g) Buku-buku sumber inovasi pembelajaran h) Menghadirkan pakar sebagai nara sumber ditingkat Propinsi. 2) Mempersiapkan instrumen penelitian berupa (a) format penilaian Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bandung (RPP) dan (b) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru SMA Negeri 1 dan Pengembangan Rencana Pelaksanaan

dalam Persiapan Penyusunan

Pembelajaran (RPP) selama Workshop Penyusunan , pengembangan Silabus dan RPP (c) format penilaian Aktivitas Guru dalam Proses Penyusunan , Pengembangan Silabus dan Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop Penyusunan , pengembangan Silabus dan RPP pada Workshop (d) Pedoman Wawancara (Diskusi) Untuk Mengetahui kendala yang dialami Guru SMA Negeri 1 Bandung selama Workshop Penyusunan, pengembangan Silabus dan RPP .

b. Pelaksanaan Sesuai dengan jadwal pada akhir Hari Sabtu tanggal 5 September 2009 mulai pukul 07.30 1) Peneliti mengamati dan menilai Silabus dan RPP yang telah dibuat oleh guru-guru SMA

37

Negeri 1 Bandung 2) Peneliti dan guru berdialog kurang lebih 20 menit mengenai kegiatan penyusunan , pengembangan Silabus dan RPP yang akan dilakukan pada siklus kesatu 3) Guru – guru SMA Negeri 1 Bandung melaksanakan kegiatan penyusunan, pengembangan Silabus dan RPP yang mengacu pada dasar-dasar rujukan penyusunan, pengembangan RPP .

c. Observasi Bersamaan dengan berlangsungnya pelaksanaan kegiatan penyusunan, pengembangan Silabus RPP oleh guru SMA Negeri 1 Bandung , peneliti melakukan observasi dengan

menggunakan (a) format penilaian Aktivitas Guru dalam persiapan penyusunan, pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran selama Workshop penyusunan ,pengembangan Silabus dan (RPP) (b) format penilaian Aktivitas Guru dalam Proses selama Workshop penyusunan, pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (c) format penilaian Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasinya adalah sebagai berikut : 1) Hasil Penilaian melalui penilaian Aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam persiapan penyusunan , pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama

Workshop penyusunan dan pengembangan Siklus 1 Penilaian Siklus 1 Nilai 2 3 v

No 1

Aspek –aspek yang dinilai Antusiasme guru dalam mempersiapkan sumber-sumber rujukan penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP
38

1

4

Mengidentifikasi apa yang harus dipersiapkan untuk menyusun dan mengembangkan Silabus dan RPP Jumlah Centang Nilai Jumlah Centang X Nilai Nilai Total

2

v 0 1 0 0 2 0 6 2 3 6 0 4 0

Keterangan : Ni;ai total minimum : 2 x 1 = 2 Nila total maksimum : 2 x 4 = 8

Sangat Baik 1-2 3-4 5-6 7-8 2) format penilaian Aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam proses penyusunan, pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop penyusunan , penembangan RPP pada Siklus 1

Kurang

Kategori Nilai Total Cukup Baik

OBSERVASI (OBERVER 1 PADA SIKLUS 1) Penilaian aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam kegiatan selama Workshop penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP. (September 2009 dan 17 Oktober 2009) NO ASPEK YANG DIOBSERVASI Kurang 1 1 Antusias guru dalam keinginan uuntuk bisa dan mengerti dalam penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP Tingkat perhatian pada kegiatan Wokrshop Keberanian mengemukakan pendapat selama workshop Keberanian mengajukan pertanyaan Keberanian menjawab pertanyaan NILAI Cukup Baik 2 3 V

Sangat Baik 4

2 3 4 5

V V V V

39

6 7 8 9 10

Kemampuan bekerjasama atau berdiskusi Keberanian tampil didepan para peserta workshop Ketuntasan menyelesaikan tugas Kemauan mencatat materi yang dianggap penting Ketahanan dalam mengikuti kegiatan workshop penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP

V V V V V

Jumlah Centang Nilai Jumlah Centang X Nilai Nilai Total

0 1 0

5 2 10 25

5 3 15

0 3 0

Keterangan : Ni;ai total minimum : 10 X 1 = 10 Nila total maksimum : 10 X 4 = 40

Kurang 1 - 10

Kategori Nilai Total Cukup Baik 11 - 20 21 - 30

Sangat Baik 31 - 40

OBSERVASI (OBERVER 2 PADA SIKLUS 1) Penilaian aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam kegiatan selama Workshop penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP. (September 2009 dan 17 Oktober 2009) NO ASPEK YANG DIOBSERVASI Kurang 1 1 Antusias guru dalam keinginan uuntuk bisa dan mengerti dalam penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP Tingkat perhatian pada kegiatan Wokrshop Keberanian mengemukakan pendapat selama workshop
40

NILAI Cukup Baik 2 3 V

Sangat Baik 4

2 3

V V

4 5 6 7 8 9 10

Keberanian mengajukan pertanyaan Keberanian menjawab pertanyaan Kemampuan bekerjasama atau berdiskusi Keberanian tampil didepan para peserta workshop Ketuntasan menyelesaikan tugas Kemauan mencatat materi yang dianggap penting Ketahanan dalam mengikuti kegiatan workshop penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP

V V V V V V V

Jumlah Centang Nilai Jumlah Centang X Nilai Nilai Total

0 1 0

5 2 10 25

5 3 15

0 4 0

Keterangan : Ni;ai total minimum : 10 X 1 = 10 Nila total maksimum : 10 X 4 = 40

Kurang 1 - 10

Kategori Nilai Total Cukup Baik 11 - 20 21 - 30

Sangat Baik 31 - 40

Hasil observasi dari Observer 1 dan 2 menunjukkan nilai total 25 artinya sudah baik namun peneliti menginginkan nilai yang maksimal yaitu sangat baik. 3) Penilaian penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Siklus 1

OBSERVASI GURU PADA PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP (Workshop September 2009 dan 17 Oktober 2009) SIKLUS 1

NO

ASPEK YANG DINILAI
41

Kurang 1 I 1 2 3 4 5 6 7 SILABUS : Dalam penyusunan Silabus apakah sudah sesuai dengan ketentuan standar isi Pemilihan materi sesuaikah dengan SK, KD Pada kegiatan pembelajaran Pemahaman pembuatan Indikator Bagaimana dalam kolom penilaian Ketepatan alokasi waktu Sumber dan alat belajar 5 2 3 7 6 5 4

cukup 2

Baik 3

Sangat Baik 4

21 19 23 20 21 20 22

12 16 11 11 11 13 11

2 3 3 2 2 2 3

II 8

RPP: 3 7 5 3 11 5 6 9 9 7 5 6 4 2 6 120 1 5.5 24 22 18 15 18 20 20 26 26 25 20 22 16 16 20 436 2 39.6 9 9 15 18 8 13 12 3 2 5 11 9 17 19 9 244 3 33.3 4 2 2 4 3 2 2 2 3 3 4 3 3 3 5 62 4 11.3

Dalam penyususnan RPP apakah sudah sesuai dengan ketentuan Standar Isi 9 Pemahaman dalam pembuatan Indikator 10 Ketepatan tujuan Pembelajaran 11 Penentuan Materi Ajar 12 Penggunaan Metode Pembelajaran 13 Pelaksanaa Kegiatan awal 14 Pelaksanaan Kegiatan Inti secara umum 15 Penerapan pada Eksplorasi 16 Penerapan pada Elabolarasi 17 Penerapan pada Konfirmasi 18 Pelaksanaan Kegiatan akhir 19 Bagaimana Refleksi setelah kegiatan inti 20 Pelaksanaa Penilaian 21 Penugasan pada akhir pembelajaran 22 Penggunaan Alat / Sumber belajar Jumlah Nilai Jumlah X Nilai : aspek yang dinilai ( Nilai Total)

42

1. Nilai didasarkan pada jumlah peserta yang mencantumkan aspek yang dinilai. Dengan jumlah seluruh peserta 40 guru, sebagai hasil penilaian penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Siklus 1 rata- rata pada setiap aspek dari 40 guru ada pada rentang 21 -30 artinya mendapat kategori cukup. Dengan kategori demikian maka perlu diadakan perbaikan tindakan berikut : Nilai Jumlah peserta yang mencantumkan aspek yang dinilai 1 1 - 10 2 11 - 20 3 21- 30 4 31 - 40

2. Katagori nilai didasarkan pada nilai total yang diperoleh dari hasil perkalian jumlah aspek yang dinilai dari suatu nilai dengan nilai. Karena terdapat 22 aspek, maka nilai total mínimum : 22 x 1 = 22, dan nilai total maksimum : 22 x 4 = 88 Dengan empat katagori nilai, maka diperoleh rentang nilai total untuk tiap katagori nilai sebagai berikut : Keterangan : Nilai total minimum : 22 X 1 = 22 Nilai total maksimum : 22 X 4 = 88 Kategori Nilai Total Cukup Baik 23 - 45 46 - 68

Kurang 1 - 22

Sangat Baik 68 - 88

Hasil penilaian penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Siklus 1 nilai tertinggi rata-rata ada pada kategori 2 (cukup) dengan memperoleh nilai 39.6 jika dibandingkan dengan nilai yang lain terbanyak dari setiap aspek dari 40 guru . Jumlah peserta yang mencantumkan aspek yang dinilai ada pada rentang 21 -30 artinya mendapat kategori baik . Walau ada pada kategori demikian namun masih perlu perbaikan tindakan karena belum maklsimal yang dinilai

43

d. Refleksi Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus kesatu, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, yaitu : 1. Guru dalam menyusun dan mengembangkan silabus masih mengalami kesulitan yaitu pada : (1) dalam pemahaman membuat indikator (2) menentukan jenis penilaian (3) 2. Guru dalam menyusun dan mengembangkan RPP masih ada yang mengalami kesulitan dalam (1) penentuan/penggunaan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai. (2) dalam kegiatan inti untuk menerapkan ekplorasi, elaborasi dan konfirmasi (3) pembuatan indicator (4) merefleksikan pembelajaran (5) menentukan dan penggunaan alat/media pembelajaran (6) penutup pembelajaran : mengarahkan peserta didik membuat kesimpulan, memberikan arahan tindak lanjut.

memeriksa hasil belajar, dan

3. Guru kesulitan membagi kegiatan pembelajaran menjadi beberapa pertemuan untuk RPP dari KD yang membutuhkan materi pembelajaran yang luas, sehingga cenderung dirancang untuk

satu pertemuan. 4. Guru masih kesulitan membedakan antara bentuk evaluasi (penilaian) proses dan hasil belajar dengan format / lembaran butir soal-soal dalam komponen evaluasi (penilaian) proses dan hasil

pembelajaran. 5. Guru menemukan adanya peluang menambah komponen RPP, dan beberapa guru telah menambahkannya menurut pendapat mereka.

6. Hasil observasi melalui Rubrik Penilaian Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilainya mencapai nilai terbanyak 39.2, yang berarti berada pada katagori cukup.

44

7.. Penilaian aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung

dalam kegiatan selama Workshop

penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP. (September 2009 dan 17 Oktober 2009) Memperoleh nilai 25 berarti berada pada katagori baik. Dengan masih terdaratnya hal-hal tersebut di atas, maka diperlukan langkah perbaikan selanjutnya. Dengan kata lain perlu siklus kedua sehingga perbaikannya optimal.

C. PELAKSANAAN TINDAKAN SIKLUS 2 Dalam siklus kedua pun dilakukan rangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. a. Perencanaan Untuk menyusun rencana pada siklus kedua, peneliti melakukan : 1) Mempersiapkan instrumen penelitian berupa (a) format penilaian Silabus dan Pelaksanaan Pembelajaran Rencana

(RPP) dan (b) format penilaian Aktivitas Guru SMA Negeri 1 Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Bandung dalam persiapan penyusunan Silabus dan Rencana

selama Workshop penyusunan, pengembangan Silabus dan RPP (c) format penilaian Aktivitas Guru dalam proses penyusunan , pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) selama Workshop penyusunan , pengembangan RPP (d) Pedoman Wawancara (Diskusi) Untuk Mengetahui Kendala yang Ditemukan Guru SMA Negeri 1

Bangung selama Workshop penyusunan, pengembangan Silabus dan RPP. Membawa hasil refleksi pada siklus kesatu kepada guru-guru untuk mendiskusikan kendala yang dihadapi guru

guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun, mengembangkan Silabus dan RPP, cara

45

mengatasinya sebelum

pelaksanaan kegiatan penyusunan, pengembangan Silabus dan RPP kedua dimulai.

yang lengkap dan sistematis pada tindakan perbaikan siklus Hasilnya adalah sebagai berikut :

a) Guru-guru meminta agar diadakan kelanjutan workshop dalam penyusunan , pengembangan Silabus dan RPP sampai selesai bahkan langsung menggunakan ICT dalam kegitan workshop tersebut (a)Sabtu tanggal 14 Nopember 2009 Workshop dilanjutkan dengan Penyusunan,

Pengembangan dan penyempurnaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) b) cara menentukan kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dalam komponen Kegiatan Pembelajaran Inti, dan (b) menjelaskan komponen-komponen apa saja yang cocok untuk sehingga menjadi lengkap dan sistematis, dan (c) penilaian

ditambahkan ke dalam RPP

(evaluasi) proses dan hasil pembelajaran.b) RPP dirancang lengkap dan sistematis. Komponen dalam RPP tidak saja mengandung komponen RPP minimal, tapi ditambah komponen lain sistematis, sehingga dari

yang dipandang diperlukan untuk membuat RPP yang lengkap dan

lima komponen minimal menjadi 11 komponen yang lengkap c) RPP disusun guru bersama – sama pada kegiatan workshop dengan diarahkan oleh nara sumber tingkat Nasional yaitu Drs. Otong Bastaman, M.Pd

b. Pelaksanaan Sesuai dengan kesepakatan yang telah diputuskan oleh peneliti dan guru pada hari hari Sabtu tanggal 14 Nopember 2009 dilaksanakan Workshop Penyususnan, Pengembangan dan Penyempurnaan Rencana Pelaksanaan Penganjaran (RPP). Dalam kegiatan Workshop Penyususnan, Pengembangan dan Penyempurnaan Rencana Pelaksanaan Penganjaran (RPP) diawali dengan pemberian penjelasan oleh oleh nara sumber

46

mengenai cara menentukan kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dalam komponen Kegiatan Pembeljaran Inti, komponen-komponen yang bisa ditambahkan ke dalam komponen RPP minimal, dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Kemudian guru peserta mulai melakukan kegiatan penyusunan , pengembangan dan penyempurnaan bersama – sama dalam kegiatan workshop tersebut. c. Observasi Bersamaan dengan berlangsungnya pelaksanaan kegiatan penyusunan pengembangan dan penyempurnaan RPP guru SMA Negeri 1 Bandung, peneliti melakukan observasi dengan menggunakan (a) format penilaian Aktivitas Guru dalam persiapan penyusunan ,pengembangan dan penyempurnaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop (b) format penilaian Aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam proses penyusunan , pengembangan dan penyempurnaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop (c) format penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasinya adalah sebagai berikut : Hasil Penilaian melalui format penilaian Aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam persiapan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop penyusunan, pengembangan dan penyempurnaan RPP pada Siklus 2. Penilaian Siklus 2 Nilai 2 3

Aspek –aspek yang dinilai Antusiasme guru dalam mempersiapkan sumber-sumber rujukan penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP 2 Mengidentifikasi apa yang harus dipersiapkan untuk menyusun dan mengembangkan Silabus dan RPP Jumlah Centang Nilai Jumlah Centang X Nilai No 1
47

1

4 V V

0 1 0

0 2 0

0 3 0

2 4 8

Nilai Total Keterangan : Ni;ai total minimum : 2 x 1 = 2 Nila total maksimum : 2 x 4 = 8 Kategori Nilai Total Cukup Baik 3-4 5-6

8

Kurang 1-2

Sangat Baik 7-8

OBSERVASI (OBSERVER 1 PADA SIKLUS 2) Penilaian aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam kegiatan selama Workshop penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP. (Nopember 2009 ) ASPEK YANG DIOBSERVASI NO 1 Antusias guru dalam keinginan uuntuk bisa dan mengerti dalam penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP Tingkat perhatian pada kegiatan Wokrshop Keberanian mengemukakan pendapat selama workshop Keberanian mengajukan pertanyaan Keberanian menjawab pertanyaan Kemampuan bekerjasama atau berdiskusi Keberanian tampil didepan para peserta workshop V Kurang 1 NILAI Cukup Baik 2 3 V

Sangat Baik 4

2 3 4 5 6 7

V V V V V

48

8 9 10

Ketuntasan menyelesaikan tugas Kemauan mencatat materi yang dianggap penting

V V V 0 1 0 0 2 0 31 9 3 27 1 4 4

Ketahanan dalam mengikuti kegiatan workshop penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP Jumlah Centang Nilai Jumlah Centang X Nilai Nilai Total

Keterangan : Ni;ai total minimum : 10 X 1 = 10 Nila total maksimum : 10 X 4 = 40

Kurang 1 - 10

Kategori Nilai Total Cukup Baik 11 - 20 21 - 30

Sangat Baik 31 - 40

OBSERVASI (OBSERVER 2 PADA SIKLUS 2) Penilaian aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam kegiatan selama Workshop penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP. (Nopember 2009) NO ASPEK YANG DIOBSERVASI Kurang 1 1 Antusias guru dalam keinginan uuntuk bisa dan mengerti dalam penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP Tingkat perhatian pada kegiatan Wokrshop Keberanian mengemukakan pendapat selama workshop Keberanian mengajukan pertanyaan Keberanian menjawab pertanyaan Kemampuan bekerjasama atau berdiskusi V V V V NILAI Cukup Baik 2 3

Sangat Baik 4 V

2 3 4 5 6

V

49

7 8 9 10

Keberanian tampil didepan para peserta workshop Ketuntasan menyelesaikan tugas Kemauan mencatat materi yang dianggap penting

V V V V 0 1 0 0 2 0 36 4 3 12 6 4 24

Ketahanan dalam mengikuti kegiatan workshop penyusunan dan pengembangan Silabus dan RPP Jumlah Centang Nilai Jumlah Centang X Nilai Nilai Total

Keterangan : Ni;ai total minimum : 10 X 1 = 10 Nila total maksimum : 10 X 4 = 40

Kurang 1 - 10

Kategori Nilai Total Cukup Baik 11 - 20 21 - 30

Sangat Baik 31 - 40

Hasil observasi dari Observer 1 menunjukkan nilai total 31 dan Observer 2 menunjukkan nilai 36 artinya mendapatkan kategori nilai sangat baik . Jika dibuat grafik Observasi Penilaian Aktivitas Guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam kegiatan Workshop oleh Observer 1 dan Observer 2 :

40 35 30 25 20 15 10 5 0 OBSERVER 1 OBSERVER 2 SIKLUS 1 SIKLUS 2

50

3) Hasil Penilaian melalui penilaian penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Siklus 2

OBSERVASI GURU PADA PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP ( Nopember 2009) SIKLUS 2 NO ASPEK YANG DINILAI Kurang 1 I 1 2 3 4 5 6 7 II 8 9 10 11 12 13 SILABUS : Dalam penyusunan Silabus apakah sudah sesuai dengan ketentuan standar isi Pemilihan materi sesuaikah dengan SK, KD Pada kegiatan pembelajaran Pemahaman pembuatan Indikator Bagaimana dalam kolom penilaian Ketepatan alokasi waktu Sumber dan alat belajar RPP: Dalam penyususnan RPP apakah sudah sesuai dengan ketentuan Standar Isi Pemahaman dalam pembuatan Indikator Ketepatan tujuan Pembelajaran Penentuan Materi Ajar Penggunaan Metode Pembelajaran Pelaksanaa Kegiatan awal
51

NILAI cukup Baik 2 3

Sangat Baik 4

1 5 3 4 5

29 29 34 28 29 28 27

11 10 5 7 5 8 8

1 3 2 1 6 1

29 27 29 28 28 30

19 16 9 11 6 9

14 Pelaksanaan Kegiatan Inti secara umum 15 Penerapan pada Eksplorasi 16 Penerapan pada Elabolarasi 17 Penerapan pada Konfirmasi 18 Pelaksanaan Kegiatan akhir 19 Bagaimana Refleksi setelah kegiatan inti 20 Pelaksanaa Penilaian 21 Penugasan pada akhir pembelajaran 22 Penggunaan Alat / Sumber belajar Jumlah Nilai Jumlah X Nilai : aspek yang dinilai ( Nilai Total)

2 2 3 4 3 5 2 6 59 2 5.4

0 1 0

27 32 32 30 30 30 30 31 24 639 3 86.7

11 6 5 6 7 5 8 9 10 191 4 34.7

1. Nilai didasarkan pada jumlah peserta yang mencantumkan aspek yang dinilai. Dengan jumlah seluruh peserta 40 guru, sebagai hasil penilaian penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Siklus 2 rata- rata pada setiap aspek dari 40 guru ada pada rentang 21 -30 dan ada beberapa yang masuk pada rentang 31 – 40 artinya sudah dapat dikatakan meningkat hingga menjadi kategori sangat baik. Nilai Jumlah peserta yang mencantumkan aspek yang dinilai 1 1 - 10 2 11 - 20 3 21- 30 4 31 - 40

2. Katagori nilai didasarkan pada nilai total yang diperoleh dari hasil perkalian jumlah aspek yang dinilai dari suatu nilai dengan nilai. Karena terdapat 22 aspek, maka nilai total mínimum : 22 x 1 = 22, dan nilai total maksimum : 22 x 4 = 88 Dengan empat katagori nilai, maka diperoleh rentang nilai total untuk tiap katagori nilai sebagai berikut : Keterangan : Nilai total minimum : 22 X 1 = 22 Nilai total maksimum : 22 X 4 = 88 Kategori Nilai Total Cukup Baik 23 - 45 46 - 68

Kurang 1 - 22

Sangat Baik 68 - 88

52

Hasil penilaian penyusunan dan pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Siklus 2 nilai tertinggi rata-rata ada pada kategori 2 (baik) dengan memperoleh nilai 86.7 jika dibandingkan dengan nilai yang lain terbanyak dari setiap aspek yang dinilai dari 40 guru . Maka dapat dikatakan sudah banyak peningkatan.

Grafik Penilaian Guru pada Penyusunan, Pengembangan dan Penyempurnaan Silabus , RPP pada Siklus 1 dan Siklus 2

100 80 60 40 20 0 SIKLUS 1 SIKLUS 2

d. Refleksi Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan tindakan kedua, ditemukan bahwa : 1) Guru mencantumkan komponen Identitas dengan segala rinciannya dengan benar. 2) Guru mencantumkan standar kompetensi (SK) yang sesuai dengan standar isi dan silabus. 3) Guru mencantumkan kompetensi dasar (KD) yang sesuai dengan standar isi dan silabus.
53

4) Guru mencantumkan komponen Indikator Pencapaian dengan rumusan kalimat yang mengandung kata kerja operasional yang terukur sebagai penjabaran kompetensi dasar, dan sesuai dengan materi pembelajaran. 5) Guru mencantumkan komponen Tujuan Pembelajaran dengan kalimat yang mencantumkan subyek belajar (learner), target yang dicapai siswa, dan relevan dengan kompetensi dasar (KD) 6) Guru mencantumkan komponen Materi Pembelajaran dengan rincian yang sistematis, sesuai dengan tujuan pembelajaran (TP) dan standar isi, dan telah mencantumkan materi pembelajaran untuk pengayaan. 7) Guru mencantumkan komponen Kegiatan Pembelajaran, membaginya kedalam Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan, Kegiatan Pembelajaran Inti dan Kegiatan Pembelajaran Penutup. Setiap bagian dirinci menjadi kegiatan pembelajaran yang student centered, disertai alokasi waktu tiap kegiatan siswa. 8) Guru mencantumkan komponen Metoda / Model Pembelajaran yang disatukan secara sistematis dengan komponen Kegiatan Pembelajaran. 9) Guru dapat mencantumkan komponen Media / Sumber Pembelajaran dengan menentukan jenis sumber belajarnya sesuai dengan tuntutan kurikulum (kompetensi dasar dan silabus), tujuan pembelajaran, dan bentuk evaluasi. 10) Guru mencantumkan komponen Penilaian (Evaluasi) Proses dan Hasil Pembelajaran, dan merincinya dengan lengkap, dari mulai bentuk evaluasi, menyertakan lembaran / format instrumen penilaian (butir soal, rubrik, dll.), pedoman penilaian, dan kunci jawabannya. 11) Hasil observasi melalui format Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),

nilainya mencapai nilai 86.7 yang berarti berada pada katagori sangat baik.

54

12) Hasil observasi penilaian Aktivitas Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop, nilainya mencapai nilai 36, yang berati berada pada katagori sangat baik.

D. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 1. Orientasi Dalam kegiatan orientasi, ditemukan bahwa dalam Silabus dan RPP yang dibuat guru memiliki banyak kekurangan. Dari segi sistematika, Silabus dan RPP yang mereka susun tidak terlalu mengganggu. Mereka sudah bisa menempatkan sub-sub komponen atau isi komponen Silabus dan RPP pada komponen yang tepat. Namun dari segi kelengkapan, Silabus dan RPP yang mereka susun masih terbatas pada RPP dengan komponen yang minimal ditambah beberapa komponen, namun tetap kurang lengkap. Bahkan beberapa guru tidak mencantumkan komponen Tujuan Pembelajaran, karena merasa sudah tersirat pada komponen Indikator Pencapaian. Kemudian, betapapun komponen Kegiatan Pembelajaran, dan komponen Evaluasi (Penilaian) Proses dan Hasil Pembelajaran dicantumkan, namun isi dari kedua komponen tersebut kurang rinci, sehingga bagaimana guru membuka pembelajaran, bagaimana guru menutup pembelajaran, mengevaluasi dan menindaklanjuti hasil belajar siswa kurang jelas. 2. Tindakan Perbaikan Siklus Kesatu Mengetahui adanya komponen Dilabus dan RPP minimal yang tidak dicantumkan dan tidak rincinya isi beberapa komponen RPP, maka dasar-dasar rujukan dalam penyusunan RPP dipersiapkan dan dikaji guru, sehingga mereka menemukan bukti rujukan mengenai apa-apa

55

yang harus ada dalam RPP. Dasar-dasar rujukan yang berupa permendiknas dan buku-buku yang relevan tersebut dipergunakan dalam pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus kesatu. Pada tindakan perbaikan siklus kesatu ini, guru SMA Negeri 1 Bandung menyususn RPP dengan mengacu kepada dasar-dasar rujukan penyusunan RPP, terutama : 1. PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20, bahwa “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. 2. Permen Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses yang menyatakan bahwa RPP harus dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai kompeiensi dasar, dan setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP yang lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif,

menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. Setelah tindakan perbaikan siklus kesatu diketahui bahwa guru telah mencantumkan komponen-komponen RPP minimal sesuai sumber rujukan, dan menambahkan beberapa komponen lainnya. Kekurangan RPP mereka semakin mengarah pada hal-hal yang lebih spesifik dan mendalam. Hal ini menunjukan pemahaman dalam pembuatan RPP sudah bertambah. Halhal yang dimaksud adalah (1) membagi kegiatan pembelajaran menjadi beberapa pertemuan untuk RPP dari KD yang membutuhkan materi pembelajaran yang luas, (2) menentukan kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan

56

situasi dan kondisi peserta didikdalam sub komponen Kegiatan Pembelajaran Inti, dan (3) penilaian (evaluasi proses dan hasil pembelajaran). Hasil observasi terhadap tindakan perbaikan siklus kesatu dengan menggunakan format penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilainya mencapai 39.6 yang berarti berada pada katagori cukup , dan hasil observasi dengan menggunakan format penilaian Aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop Penyusunan RPP nilainya mencapai , yang berati berada pada katagori baik. 3. Tindakan Perbaikan Siklus Kedua Dengan mengkaji hasil tindakan perbaikan pada siklus kesatu, maka masih diperlukan tindakan perbaikan selanjutnya melalui siklus kedua. Siklus kedua pengarahan dari nara sumber untuk memberikan penjelasan dan petunjuk tentang hal yang dirasakan masih sulit tersebut pada siklus kesatu, terutama dalam menentukan kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, yang berada pada komponen Kegiatan Pembelajaran Inti. Dijelaskan bahwa dalam kegiatan yang tergolong eksplorasi, guru bisa menjelaskan mengenai keterlibatan peserta didik dalam mencari informasi, penggunaan pendekatan pembelajaran, media / sumber pembelajaran yang dipergunakan, interaksi antar peserta didik, dan kegitan peserta didik dalam eksplorasi. Dalam kegiatan yang tergolong elaborasi, guru

bisa menjelaskan pembiasaan peserta didik membaca beragam sumber pembelajaran dan menuliskan atau mengerjakan tugas-tugas tertentu yang bermakna, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis, memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut. Kemudian bisa juga sampai pada menjelaskan bagaimana peserta didik difasilitasi agar bisa kooperatif, kolaboratif dalam suatu kesempatan dan dalam kesempatan lainnya justru berkompetisi secara

57

sehat untuk meningkatkan prsetasi belajar, bagaimana peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis baik secara individual maupun kelompok, menyajikan variasi pekerjaan atau tugas baik melalui kerja individual maupun kelompok, melakukan lomba, festival, serta pameran produk yang mereka hasilkan, melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. Dalam kegiatan yang tergolong konfirmasi, guru bisa menjelaskan bagaimana peserta didik diberi umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik, konfirmasi terhadap keberhasilan peserta didik, konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai media, memfasilitasi peserta didik untuk melakukan refleksi agar memperoleh penguatan akan pengalaman belajar yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar (KD). Dalam kegiatan konfirmasi, guru bisa menjelaskan saat guru memfungsikan diri sebagai sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan dengan

menggunakan bahasa yang baku dan benar serta membantu menyelesaikan masalah, memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi, memberi informasi untuk mengeksplorasi lebih jauh, memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Dalam hal ini tentu saja kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi yang dicantumkan dalam komponen Kegiatan Pembelajaran disesuaikan dengan kompetansi dasar, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber pembelajaran dan fasilitas lainnya yang ada di sekolah atau di kelas. Kemudian dengan mengkaji dasar-dasar rujukan penyusunan RPP dalam tindakan perbaikan siklus kesatu, terutama Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, guru

58

menemukan bahwa ada peluang untuk menambah komponen RPP sehingga RPP yang disusun menjadi lengkap, berisi berbagai rincian yang diperlukan. Selanjutnya guru SMA Negeri 1 Bandung menyusun dan mengembangkan RPP bersama-sam dengan nara sumber . Dimulai dari satu komponen ke komponen RPP lainnya secara berurutan. Membuat rincian tiap komponen, sehingga dihasilkan model RPP yang lengkap dan sistematis, sesuai dengan harapan. Setelah ditambah komponen lainnya, RPP yang disusun mempunyai komponen-komponen berikut : 1. Identitas 2. Standar Kompetensi (SK) 3. Kompetensi Dasar (KD) 4. Alokasi waktu 5. Indikator Ketercapaian 6. Tujuan Pembelajaran 7. Materi Pembelajaran 8. Metode Pembelajaran 9. Kegiatan Pembelajaran 10. Sumber Belajar 11. Penilaian

59

Hasil observasi terhadap tindakan perbaikan siklus kesatu dengan menggunakan format penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilainya mencapai 36 yang berarti berada pada kategori sangat baik, dan hasil observasi dengan menggunakan format penilaian Aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Proses Penyusunan dan Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama katagori sangat baik. Pada rumusan masalah (a) Apakah yaitu melalui Workshop dapat meningkatkan kualitas pedagogik guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun , mengembangkan Silabus dan RPP secara professional ? (b) Apakah aktivitas guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun , mengembangkan Silabus dan RPP sesuai dengan komponen , lengkap dan sistematis setelah mengikut workshop ? Jawaban terhadap rumusan masalah pertama ini adalah ya, dengan Workshop penyususnan, pengembangan dan peneyempurnaan Silabus , RPP dapat meningkatkan kompetensi pedagogi guru-guru SMA Negeri 1 Bandung. Berdasarkan hasil penilaian melalui format penilaian Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus 1 yang mencapai nilai 39.6 berada pada katagori cukup, dan hasil penilaian pada siklus kedua yang mencapai nilai 86.7 berada pada katagori sangat baik. Kompetensi pedagogik guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun , mengembangkan ,menyempurnakan Silabus dan RPP pada kegiatan orientasi atau sebelum mengikuti tindakan perbaikan pada siklus kesatu sangat terbatas. Berbeda dengan setelah mengikuti tindakan perbaikan melalui dua siklus. Setelah mengikuti tindakan perbaikan pada siklus kesatu terlihat ada peningkatan, dan lebih meningkat lagi setelah mengikuti tindakan perbaikan pada siklus kedua. Silabus dan RPP yang mereka susun menjadi lebih lengkap dan sistematis. Kedua adalah apakah aktivitas guru-guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun , nilainya mencapai 86,7, yang berati berada pada

60

mengembangkan Silabus dan RPP sesuai dengan komponen , lengkap dan sistematis setelah mengikut workshop ? Aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam menyusun , mengembangkan dan

menyempurnakan Silabus dan RPPRPP selama Workshop dari kegiatan orientasi, siklus kesatu dan siklus kedua meningkat makin baik. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian melalui kedua rubrik, yang sesuai dengan spesifikasi rumusan masalahnya dijawab sebagai berikut : Pada umumnya guru SMA Negeri 1 Bandung kurang mempersiapkan sumber-sumber rujukan untuk menyusun RPP mata pelajaran yang diampunya. Hal ini terlihat jelas saat kegiatan orientasi. Hasil pengamatan pada kegiatan tersebut dengan menggunakan format penilaian Aktivitas Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Persiapan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop Penyusunan Pengembangan dan Penyempurnaan Silabus dan RPP hanya mencapai nilai tiga, yang berarti tergolong cukup. Setelah teridentifikasi mengenai apa yang harus diersiapkan, baru naskah sumber-sumber rujukan yang berupa permendiknas dan buku-buku yang relevan dikeluarkan dari tas mereka. Pada saat tindakan perbaikan siklus kesatu nilainya mencapai enam dan pada tindaan perbaikan siklus kedua nilainya mencapai delapan. Pada tindakan perbaikan siklus kedua sesungguhnya tidak

memerlukan persiapan yang berarti, karena sudah dilakukan pada kegiatan orientasi dan siklus kesatu. Dengan menggunakan penilaian melalui Format penilaian Aktivitas Guru dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Workshop diketahui bahwa pada siklus kesatu mencapai nilai 25 atau tergolong cukup dan pada siklus kedua mencapai nilai 36,
61

yang berati tergolong sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam kegiatan Workshop tersebut meningkat. Walaupun pada awalnya guru-guru agak enggan karena membuat RPP itu membosankan, namun setelah mengetahui bahwa pada RPP yang mereka susun terdapat banyak kekurangan namun setelah nara sumber menjelaskan berbagai kekurangan dan menjelaskan petunjuk untuk melengkapinya, guru SMA Negeri1 Bandung menjadi lebih antusias dan berusaha lebih keras untuk menyusun sendiri RPP dan Silabus dengan lengkap dan

sistematis seperti yang mereka tunjukkan pada tindakan perbaikan siklus kedua. Apalagi nara sumber menjelaskan sekaligus menggunakan IT jadi semakin meningkat semangat untuk menyusun , mengembangkan dan menyempurnakan Silabus dan RPP secara lengkap dan sistematis. Kendala apa yang ditemukan guru SMA Negeri 1 Bandung dalam proses penyusunan RPP yang lengkap dan sistematis selama workshop penyusunan , pengembangan dan penempurnaan Silabus dan RPP . Dari hasil wawancara (diskusi dan dialog) dengan guru-guru peserta Workshop penyusunan , pengembangan dan penyempurnaan Silabus , RPP diperoleh keterangan bahwa yang menjadi kendala dalam menyusun RPP secara lengkap dan sistematis antara lain : a) Kurangnya sumber-sumber rujukan penyusunan RPP yang mereka miliki.

b) Kurangnya pengetahuan tentang komponen-komponen RPP baik yang minimal sesuai tuntutan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, maupun komponenkomponen tambahan yang bisa melengkapi RPP, sebagai akibat dari (1) kurangnya sumber rujukan yang dimiliki (kendala pertama), dan (2) betapapun mereka memilikinya, tapi mereka jarang atau tidak membacanya.

62

c) Kurang kreatifitas untuk membuat RPP menurut pendapat sendiri dengan menafsirkan langsung dari sumber rujukan. d) Kurang maksimal kegiatan MGMP dalam pembuatan Silabus dan RPP. Jawaban-jawaban terhadap rumusan masalah ini menunjukkan bahwa belajar bersama jika dikelola dengan baik memungkinkan pengalaman belajarnya diserap oleh seluruh peserta (kooperatif, kolaboratif, bermakna). Untuk materi pembelajaran yang memerlukan pemahaman yang sama, belajar bersama yang melibatkan kegiatan, sharing, cooperative learning, diskusi dan sebagainya, memungkinkan materi pelajaran tersebut dikonstruksi bersama. Prinsip saling asah dan saling asuh pun terjadi dengan tak terasa. Prinsip inilah yang menunjukkan berlakunya teori belajar konstruktivisme dalam kegiatan tersebut. Studi suatu Ilmu pengetahuan secara bersamasama memungkinkan dikonstruksi lebih cepat dan komprehensif, dengan volume masukan yang besar pula (belajar bermakna). Grafik hasil penilaian aktivitas guru-guru SMA Negeri 1 Bandung pada awal mendapat nilai 3, pada siklus 1 mendapat nilai 6 dan siklus 2 mendapat nilai 8.
10 8 6 4 2 0 AWAL SIKLUS 1 SIKLUS 2 Series1 Series2 Series3

63

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang “Upaya Meningkatkan Kualitas Kompetensi

Pedagogik Guru SMA Negeri 1 Bandung dalam Menyusun , Mengembangkan Silabus dan RPP Melalui Workshop” dapat disimpulkan bahwa : melalui Workshop terjadi peningkatan kompetensi padagogik pada Guru SMA Negeri 1 Bandung. Dibuktikan dengan Silabus dan RPP yang dibuat oleh guru-guru SMA Negeri 1 Bandung hasil dari kegiatan Workshop ( contoh ada pada lampiran) yang semula masih banyak kekurangankekurangan setelah mengikut Workshop dapat membuat Silabus dan RPP dengan lengkap dan sistematis. B. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tindakan sekolah ini, penulis menyarankan : 1. Kepada Guru Guru SMA Negeri 1 Bandung agar : a. Mengoptimalkan perannya sebagai perencana, pengorganisir, dan penilai pembelajaran yang handal. Khusus dalam peran sebagai perencana pembelajaran, diharapkan lebih kreatif pembelajaran baru yang lebih efektif.

sehingga dapat menjadi penemu model rencana

b. Maksimalkan MGMP sebagai wadah untuk menggali kompetensi pedagogik agar menjadi guru yang lebih professional. c. Terus mengembangkan kompetensi pedagogiknya, baik melalui pendidikan formal, informal, maupun non formal atas keinginan sendiri atau saat disertakan dalam kegiatan-kegiatan dalam jabatan (in service training) berbagai kegiatan diklat, seminar,

pengembangan profesi workshop dan lain-lain.

64

DAFTAR PUSTAKA

BSNP. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : BSNP. Depdiknas. (2008). Pedoman Penelitian Tindakan Sekolah (School Action Research)

Peningkatan Kompetensi Supervisi Pengawas Sekolah SMA / SMK. Jakarta : Dirjen PMPTKPanitia Pelaksana Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Rayon 10 Jawa Barat. (2009). Bahan Ajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), Pengawas. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Pedoman Materi Inti Kepala Sekolah . Tahun 2010 . Jakarta. BP. Panca Bhakti (CV)

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Sagala, H. Syaiful. (2006). Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung : Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wayan. I.AS. Akuntabilitas Kinerja Kepala Sekolah dan Penelitian Tindakan Sekolah untuk Kepala Sekolah dalam Rangka Peningkatan Mitu Pembelajaran serta Bahan Belajar Mandiri Dimensi Kompetensi Kepala Sekolah. Tahun 2010. Jakarta

65

LAMPIRAN –LAMPIRAN 1. PERMOHONAN KERJASAMA DENGAN NARA SUMBER 2. SURAT TUGAS 3. DAFTAR HADIR 4. FORMAT ANALISIS SI – SK – KD 5. FORMAT SILABUS 6. FORMAT RPP 7. KKO KTSP 8. PERMEN NO 22 TAHUN 2006 9. CONTOH SILABUS LENGKAP 10. CONTOH RPP LENGKAP 11. HASIL SUPERVISI 2009-2010 12. LAPORAN PELAKSANAAN RINTISAN SEKOLAH KATEGORI MANDIRI/SEKOLAH STANDAR NASIONAL (RSKM/SSN)

66

67

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->