Definisi Kurikulum 1.

Menurut Grayson (1978), kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (outcomes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai;e. Sedangkan menurut Harsono (2005), kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Dalam bahasa latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan. 2. Kurikulum menurut Prof. S. Nasution setelah melihat kamus Websber tahun 1812, kurikulum diberi arti “A course esp a specified fixed course study, asin a schoolor college, as on leading to degree b. the whole body of courses affored in an education institution, or department there of, the usual sense”.Di sini kurikulum khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 3. Pengertian kurikulum menurut Hilda Taba di atas menekankan pada tujuan suatu statemen, tujuan-tujuan khusus, memilih dan mengorganisir suatu isi, implikasi dalam pola pembelajaran dan adanya evaluasi. Sementara Unruh dan Unruh (1984) mengemukakan bahwa “curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes, with what is to be learned, and with the result of instruction”. Ini berarti bahwa kurikulum merupakan suatu rencana untuk keberhasilan pembelajaran yang di dalamnya mencakup rencana yang berhubungan dengan tujuan, dengan apa yang harus dipelajari, dan dengan hasil dari pembelajaran. 4. Marsh (1997), dia mengemukakan bahwa kurikulum merupakan suatu hubungan antara perencanaanperencanaan dengan pengalaman- pengalaman yang seorang siswa lengkapi di bawah bimbingan sekolah. Senada dengan Marsh, Schubert (1986) mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the classroom atmosphere constitutes the curriculum that students actually experience. 5. Menurut Robert S. Zais (1976, hal 3), kurikulum sebagai bidang studi mencakup :1. The range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure), and 2. The procedures of inkiuri and practice it follows (the syntactical structure). 6. Menurut George A. Beaucham (1976 hal 58-59), kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori yaitu teori kurikulum. Selain sebagai bidang studi kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. 7. PRobert M. Hutchins (1936) yang menyatakan : The curriculum should include grammar, reading, the toric and logic, and mathematic and addition at the secondary level introduce the great books of the western world. 8. Dorris Lee dan Murray Lee (1940), menyatakan kurikulum sebagai : Those experience of the child which the school in any way utilizes or attepts to influence.

Olivva (1982) kurikulum pada dasarnya adalah sebuah perencanaan atau program pengalaman siswa yang diarahkan sekolah. Judul : Dasar. 13. c. Ragam menyatakan : Kurikulum adalah semua pengalaman anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. 11.H. Mc Chutcen dan A. Kurikulum terdiri atas semua pengalaman anak yang mereka lakukan dan rasakan di bawah bimbingan . 12. Giles S. or out of school. Curriculum includes all of the planed activities and events which take place under the auspicies of and educational institution both formal and informal Judul : Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran Pengarang : Drs. activities and experience which pupils have under direction of school wether in the class room or not.Larry Winecoff Tahun : 1988 Halaman : 1 15. Romine (tokoh pendidikan) 1945 Curriculum interpreted to mean all of the organized courses. Kurikulum adalah suatu formulasi pedagogis yang termasuk paling penting dalam konteks PBM. 18. Orlasky. b. H. H. P. menggunakan beberapa perumusan kurikulum sebagai berikut: a. Othanel Smith (1978) dan Peter F. d. Kurikulum terdiri atas pengalaman belajar yang direncanakan untuk membawa perubahan perilaku anak. 17. Kurikulum merupakan desain kelompok social untuk menjadi pengalaman belajar anak di sekolah. wheter in class room. whai is know about the learning process and the development of the individual has bearing on the shaping of the curriculum. Saylor and Alexander (1956) : The curriculum is the sum total of schools efforts to influence learning. 10. Cece Wijaya.dkk Tahun : 1988 Halaman : 24 16. Donald F. Judul : Curriculum Development and Instructional Planning Pengarang : Dr. Hilda Taba (1962):Kurikulum sebagai rencana atau program belajar. Henry Guntu Tarigan Tahun : 1992 Halaman : 3 14.Dr. . on the playground. David Praff menyatakan : Kurikulum adalah seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusat pelatihan.9. William B. Donald E. Kurikulum terdiri atas sejumlah bahan pelajaran yang secara logis.Gay (1960)dalam Asnah Said. A curriculum is a plan for learning therefore. N Zechiel: The curriculum…The total experience with which the school deals in educating young people.Dasar Kurikulum Bahasa Pengarang : Prof.

19. O. It denotes the results of efferots on the part of the adults of the children the finest. The term is used…to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. 27. jumlah ruangan serta kemingkinan memilih mata pelajaran. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching on Learning (1956). 25. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. Harold B. para pendidik dan personalia. Inlow (1966) menyatakan : Kurikulum adalah susunan rangkaian dari hasil belajar yang disengaja. Albertycs. atau di luar sekolah termasuk kurikulum. Edward A. B.keyakinanpengetahuan dan sikap orangorang melayani dan dilayani sekolah. perubahan tanaga mengajar. bimbingan dan penyuluhan. Galen Saylor dan William M. J. William B. dalam Reorganizing the High School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai ” all of the activities that are provided for student by the school”. J. Nengly and Evaras (1976) menyatakan : Kurikulum adalah semua pengalaman yang direncanakan yang dilakukan oleh sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. 24.keinginan. menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut : The tendency in recent decades has been to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. dalam bukunya Changing the curriculum: a social process (1946). S. Krug dalam The secondary school curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas . Pd. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai ” a asequence of potential experiences set up in the school for the purpose of displlning children and yoyuth in group ways of thinking and acting”. or out of school. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra kulikuler. 20. Alice Miel. supervise dan administrasi dan hal-hal structural mengenai waktu. Lloyd Trump dan Delmas F. most whole some influences that exist in the culture. on the play ground. Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. 23. Miller dalam buku school improvement. Othanel smith. atau di luar sekolah Judul : Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru Pengarang : Kunandar. masyarakat. menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut” The curriculum is the sum totals of schools efforts to influence learning. 21. Ragan. whether in the class room. Ia mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. Kurikulum menggambarkan (atau paling tidak mengantisipasi) dari hasil pengajaran. di halaman sekolah. Stanley dan J.belajar. Si. W. Saylor (1958) menyatakan : Kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi proses belajar mengajar baik langsung di kelas tempat bermain. 28. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966). dalam 2007 Penerbit : PT. apakah dalam ruang kelas. .suasanasekolah. 26. Raga Grafindo Persada Hal : 122-123 22. M. yakni anak didik.

30. alat-alat. kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan. d. Menurut Harsono (2005). George A.1976:10 menyatakan : Kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru. kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum 3. Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian : 1. dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik. bahan. 34. Valiga. dalam bentuk praktek pembelajaran. 32. kurikulum menurut persepsi pengajar 4. yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai. 35. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa : ” A Curriculun is a written document which may contain many ingredients. Dalam bahasa latin. 33. kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas 5. dan 6. kurikulum sebagai suatu ide. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school”. 29. kurikulum sebagai ide 2. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang. kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi. 31. kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik.menyatakan : Kurikulum adalah urutan pengalaman yang ditetapkan oleh sekolah untuk mendisiplinkan cara berfikir dan bertindak . yang didalamnya memuat tentang tujuan. b. yaitu: a. kegiatan. kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. Definisinya adalah ” A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purpose of schooling. kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik. T & Magel. kurikulum sebagai suatu kegiatan. yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian. Menurut Grayson (1978). kurikulum berarti track atau jalur pacu. Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa konsep kurikulum dapat ditinjau dalam empat dimensi. . dan waktu. c. sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan. khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan. sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide. Zais. C.tapi realitas tentang kurikulum. kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (outcomes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran.

36. Tujuan kurikuum yakni agar peserta didik menguasai sejumlah mata pelajaran yang disampaikan dalam bentuk ijazah. Bahan pelajaran yang tersusun sistematis c. whereas we may characterize instruction as methods. Metode / strategi pemnelajaran d. 38. Yang meliputi . Olivia (1997:8. and with the result of instruction. Pengertian dan Komponen Kurikulum Kurikulum didalam pendidikan khususnya diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran dan materi yang harus dikuasai peserta didik untuk memperoleh ijazah tertentu.) mengatakan bahwa we may think of the curriculum as a program. 39. a plan. Kurikulum ada yang merupakan kurikulum formal dan ada yang tidak formal. Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a student completes under the guidance of the school. and presentation. with what is to be learned. and learning experiences. 1997:9) I feel that the cyclical has much to recommend. 2. implementation. Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika. Kurikulum tidak formal meliputi kegiatan – kegiatan yang direncanakan. 37. Tujuan pelajaran umum dan khusus. content. the teaching act. Kurikulum diartikan dari pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya (perennialism atau pun essentialism). Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school. Isi kurikulum yaitu mata pelajaran dan materi ( subject matter ) yang disajikan sekolah dalam peserta didik. Siatem evaluasi untuk mengetahui hingga mana tujuan tercapai. Dalam pengertian sempit istilah kurikulum tersirat dua hal pokok yakni : 1. Tujuan Merupakan titik terminal tempat mengarahnya segala gerak. Kurikulum formal meliputi : a. KURIKULUM KURIKULUM DAN LANDASAN PENGEMBANGAN A. b. Unruh dan Unruh (1984:96) mewakili pandangan ini dimana mereka menulis curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes. akan tetapi tidak langsung berkaitan dengan pelajaran akademik dan kelas tertentu.Lebih lanjut ia mengatakan (Olivia. Komponen-komponen kurikulum a.

Evaluasi belajar Yang bertujuan untuk menentukan papakah pendidikan telah tercapai atau belum. berhitung. Isi kurikulum Yaitu apa yang akan diajarkan agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar. menulis. Yang ketiganya cenderung menekankan pad aide. Prinsip evaluasi Kurikulum dan pengajaran harus relevan dengan lingkunga hidup peserta didik. Landasan pengembangan kurikulum Pengembangan kurikulum dlam arti luas mencakup dua kegiatan yaitu: 1.asas filosofi. Adapun empat factor atau ases yang digunakan sebagai landasan yaitu. betul dan salah. Seperti perana evaluasi menurut worthier Menjadi dasar pembuatan keputusan dan pengambilan kebijakan Mengukur prestasi siswa Mengevaluasi kurikulum Mengakreditasi sekolah Memantau pemanfaatan dana masyarakat Memperbaiki materi dan program pendidikan B. kemajuan IPTEK. Yang mencakup: Ilmu pengetahuan seperti fakta.nilai tentang konsep baik dan buruk. Implementasi atau penjabaran kuikulum kedalam program dan proses belajar mengajar atau kkurikulum actual.Indicator Pegangan Batasan hasil yang perlu dicapai. Metode pelajaran Yaitu suatu cara menyanpaikan pesan yang terkandung dalam kurikulum yang dipengaruhi oleh: Murid/ pelajar Tujuan Situasi Fasilitas Guru/ pengajar d. tuntutan .ide dasar ( struktur ) c. b.prinsip pengembangan kurikulum Ada sejulah prinsip yang perlu diperhatikan agar menghasilkan kurikulum yang diharapkan yaitu: 1. indah dan jelek. Penyusunan atau perencanaan suatu kurikulum yang produknya adalah seperangkat kurikulum tertulis termasuk GBPP suatu lembaga pendidikan 2. sosiologis dan perkembangan iptek. Prinsip.dll ) Nilai. Ketrampilan ( membaca. pisikologis. C.

dikerjakan siswa. secara berkelanjutan sesuai dengan tuntutan. saran yang dipakai dengan hasil yang diperoleh 3. kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan sumbersumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum berbasis kompetensi 1. Kurikulum rasional akademik Kurikulum rasional akademik adalah kurikulum yang dalam pengembangannya mendasarkan disiplin ilmu secara sistematis dilakukan oleh para pemikir. Komponen kurikullum berbasis kompetensi Kompetensi dalam kurikulum berbasis kompetensi meliputi: a) Kompetensi lintas kurikulum Merupakan kompetensi antar rumpun pelajaran dari kurikulum berbasis kompetensi dan merupakan persyaratan pengetahuan. tingkat perkembangan peserta didik dan tujuan pendidikan nasional 2.dunia pekerjaan.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat. 2. Prinsip efisiensi Berkaitan dengan perbandingan antar tenaga. sikap dan nilai. b) Kompetensi tamatan Merupakan pengetahuan ketrampilan sikap dan nilai. biaya. bagaimana kita dapat mengetahui bahwa siswa dapat mengetahui bahwa .nilai social. system penilaian. KONSEP. ketrampilan. ketrampilan.KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM A.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu e) Hasil belajar Merupakan uaian untuk menjawab pertanyaan apa yang harus digali. f) Indicator hasil belajar Indicator menjawab pertanyaan.nilai tang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang seharusnya dicapai setelah siswa menyelesaikan rumpun pelajaran tertentu.dipahami. d) Kompetensi dasar Merupakan pernyataan minimal dan memadai tentang pengetahuan ketrampilan sikap dan nilai.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfiki dan bertndak setelah siswa menyelesaikamn suatu jenjang pendidikan. waktu. B. nilai. Proses pendidikan menekankan materi yang yang telah ada dan bagaimana proses belajar terjadi disesuaikan dengan perkembangan anak. Pengertian Kurikulum berbasis kompetensi adalahseperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. sikap dan nilai. Prinsip kontinuitas Upaya pengembangan kurikulum hendaknya dilakukan secara terus menerus. c) Kompetensi rumpun pelajaran Merupakan pernyataan tentang pengetahuan.

siswa sudah dapat mencapai hasil pembelajarannya. Model Bela H. Hubungan Kurikulum dan Pembelajaran Kata kurikulum dan kata pembelajaran dalam penggunaanyya sering dikacaukan orang. Model Gerlach dan Ely Model ini digunakan untuk menyusun perencanaan pengajaran dengan menggunakan sepuluh komponen yang harus terdapat dalam proses belajar mengajar meliputi : Merumuskan tujuan pembelajaran secara spesifik Memilih materi dan isi pelajaran Menilai perilaku awal siswa Menentukan strategi yang dipergunakan oleh guru Pengorganisasian para siswa kedalam kelompok Pengadaan waktu Penyediaan ruang belajar / kelas Penyediaan sumber belajar yang tepat Penilaian penampilan siswa Penganalisisan umpan balik 3. SMA dan SMK meliputi: Perumusan tujuan pembelajaran Penyusuna alat evaluasi Menentukan kegiatan belajar mengajar Merencanakan program kegiatan belajar mengajar Melaksanakan program belajar mengajar 2. sehingga dalam kegiatannya dari kedua istilah tersebut sering menjadi rancau. Konsep kurikulum ada dalam proses pendidikan persekolahan. Hal itu memungkinkan karena kedua istilah tersebut sangat erat. PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN A. SMP. Model PPSI Merupakan perwujudan dari penerapan pendekatan system kedalam system pendidikan kita. B. khusus dalam kurikulum sekolah dasar. Banathy Model ini ditunjukkan bagi parra pengembang system pembelajaran urutan dan langkah dalam model ini dapat dilukiskan sebagai berikut: Merumuskan tujuan pembelajaran khusus Mengembanngkan tes berdasarkan tujuan yang dikehendaki Menganalisis dan merumuskan kegiatan belajar setelah rumusan pembelajaran khusus dan mengembangkan alat evaluasi Merancang system pembelajaran Melaksanakan dan mengimpementasikan dan mengontrol kualitas hasil . Desain Pembelajaran 1.

setiap tahapan terdiri dari tiga fungsi sehingga seluruhnya menjadi Sembilan fungsi : Mengidentifikasi masalah Manganalisis keadaan Mengatur prngelolaan berbagai tugas Mengidentifikasi tujuan pembelajaran Menentukan metode pembelajaran Menyususn prototype program pembelajaran Mengadakan uji coba prototype program pembelajaran Menganilisis hasil uji coba Pelaksana atau implementasi Pengantar KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagaimana dimaksud adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (BSNP. Bagaimanapun juga Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam ini tetap mengacu pada standar nasional pendidikan. kompetensi lulusan. proses.hasil yang diperoleh dari evaluasi 4. mengembangkan dan menilai. 2006: 5). Dimana Standar Nasional Pendidikan itu sendiri terdiri atas standar isi. Dan dua dari delapan standar nasional pendidikan tersebut. Model IDI ( Instructional Development Institute) Terdiri dari tiga bagian tahap besar yaitu merumuskan. sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan atau Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan Dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. sarana dan prasarana. Model Jerold E. . yaitu standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Bisa berkembang masing-masing sebagaimana bidang studi dan mata pelajaran yang ada. Sehingga kurikulum ini sangat beragam. pengelolaan. pembiayaan dan penilaian pendidikan. Kemp Model ini merupakan system pembelajaran yang disederhanakan yang terdiri dari delapan langkah beikut ini: Merumuskan tujuan pembelajaran umum Menganalisis karakteristik siswa Merumuskan tujuan pmbelajaran khusus Menentukan bahan ajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus yang telah dirumuskan  Menentukan pretes untuk mengetahui sejauh mana siswa telah memenuhi persyaratan belajar yang telah ditentukan untuk mengikuti program Menentukan strategi belajar dan sumber belajar Mengkoordinasi sarana menunjang Mengadakan evaluasi 5. tenaga kependidikan.Mengadakan perbaikan berdasarkan hasil.

Kompetensi adalah seperangkat tindakan inteligen penuh tanggungjawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu (Waridjan. kurikulum hendaknya adaptif terhadap perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan serta canggihnya teknologi. Sebagai alat yang penting untuk mencapai tujuan. Di samping itu. teknologi dan seni. perkembangan. Sehingga sesuatu yang diharapkan akan tercapai maksimal pula. dan tujuan yang menjadi target pencapaian tidak akan maksimal. cenderung akan mendatangkan problem atau masalah yang banyak dan berat. kompetensi umum mata pelajaran yaitu kompetensi yang harus dicapai siswa ketika menyelesaikan suatu mata pelajaran tertentu. Ketiga. 2. dan kepentingan peserta didik dan lingkungan.Dengan demikian peserta didik diharapkan memiliki beberapa kompetensi yakni: Pertama. Belajar sepanjang hayat (BSNP. ketepatan dan keberhasilan bertindak. Jarak dari start sampai finish ini disebut currere .Dengan demikian persiapan yang kurang. Sifat inteligen harus ditunjukkan sebagai kemahiran. Beragam dan terpadu 3. teknologi maupun etika. Kedua. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Pengertian Kurikulum Dalam proses pendidikan. Oleh karena itu. karena disibukkan dengan berbagai problem dan kekurangan yang muncul. wajar bila kurikulum selalu berubah dan berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. yang berarti jarak tempuh lari. KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. kompetensi tamatan yaitu kompetensi tamatan yang harus dicapai ketika siswa tamat dari suatu jenjang pendidikan. ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang terjadi. Berpusat pada potensi. kompetensi dasar yaitu ukuran minimal atau memadai yang ditetapkan dengan kemampuan. ketrampilan. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Sifat penuh tanggungjawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan. kurikulum harus bisa memberikan arahan dan patokan keahlian kepada peserta didik setelah menyelesaikan suatu program pengajaran pada suatu lembaga. sikap dan perilaku dasar dalam menguasai materi pokok dan pencapaian hasil belajar. 7. yaitu kata currere. Oleh karena itu apakah pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan KTSP di Madrasah sudah melakukan persiapan? Persiapan apa saja yang telah dilakukan dalam pelaksanaan KTSP? Apa saja problem atau masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan KTSP? Bagaimana mengatasi problema pelaksanaan KTSP tersebut? Persiapan yang bagus sangat menentukan suksesnya berbagai upaya yang dilakukan dan mempengaruhi tercapainya tujuan yang diharapkan. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. 1984: 12). kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. baik dipandang dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Kurikulum ditinjau dari asal katanya berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. kebutuhan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dari start sampai dengan finish. 2006: 6). Sedangkan persiapan yang matang lebih cenderung akan mengurangi problem atau masalah berat sejak sedini mungkin.

Oleh karena itu pengembangan kurikulum perlu memperhatikan beberapa hal: a) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.(Subandijah. tujuan. dapat diketahui bahwa suatu kurikulum terdiri dari atas komponen-komponen: 1. Fungsi Kurikulum Fungsi kurikulum identik dengan pengertian kurikulum itu sendiri yang berorientasi pada pengertian kurikulum dalam arti luas. metode atau proses belajar mengajar. Sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pada suatu tingkatan lembaga pendidikan tertentu dan untuk memungkinkan pencapaian tujuan dari lembaga pendidikan tersebut. Dalam kosa kata Arab. Apabila pengertian manhaj atau kurikulum dikaitkan dengan pendidikan. 1993: 1). maka fungsi kurikulum mempunyai arti sebagai berikut: 1. d) Dinamika perkembangan global. apabila orang ingin membuat atau menilai kurikulum. keterampilan dan sikap mereka (Al-Syaibany. dan curere artinya tempat berpacu atau tempat berlomba. 1997: 478). Dengan demikian fungsi kurikulum pada dasarnya adalah program kegiatan yang tercantum dalam kurikulum yang akan mempengaruhi atau menentukan bentuk pribadi murid yang diinginkan. istilah kurikulum dikenal dengan kata manhaj yang berarti jalan yang terang atau jalan terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai kehidupannya (Al-Syaibany. b) Tuntutan dunia kerja. maupun pada tingkat pendidikan tersebut. 2002: 33). maka berarti jalan terang yang dilalui pendidik atau guru latih dengan orang-orang yang dididik atau dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan. Sebagai batasan daripada program kegiatan (bahan pengajaran) yang akan dijalankan pada suatu semester. Dari istilah-istilah di atas kurikulum mengalami perpindahan arti ke dunia pendidikan. sebenarnya saling berkaitan. kelas. Itulah mengapa penulis menyebut kurikulum sebagai suatu sistem. 3. Oleh karena itu. bahkan masing-masing merupakan bagian integral dari kurikulum tesebut. dapat dipandang sebagai kurikulum tradisional dan kurikulum secara modern. 1997: 478). dan 4. e) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Komponen Kurikulum Berdasarkan uraian di atas. 2. Pendapat lain mengatakan pada mulanya kurikulum dijumpai dalam dunia atletik pada zaman Yunani kuno. evaluasi. Sebagai pedoman guru dalam menyelenggarakan Proses Belajar Mengajar. perkembangan ilmu pengetahuan. 2. Pengertian kurikulum berdasarkan pemahamannya. perhatiannya tentu tertuju pada empat pertanyaan: . c) Aturan agama. yang berasal dari kata curir yang artinya pelari.Dalam melakukan pengembangan kurikulum. maka akan menghasilkan peserta didik yang memiliki kepribadian sebagai seorang muslim dan mampu menyesuaikan diri di mana mereka hidup di tengah-tengah masyarakat. jika memperhatikan hal-hal tersebut di atas. sehingga kegiatan yang dilakukan guru dengan murid terarah kepada tujuan yang ditentukan. 3. Setiap komponen kurikulum tersebut. isi. Sedangkan curriculum mempunyai arti "jarak" yang harus ditempuh oleh pelari (Syafruddin Nurdin. teknologi dan seni.

Isi Kurikulum Dewasa ini pemikiran tentang isi atau materi kurikulum cenderung lebih menekankan pada ide-ide dasar dari berbagai disiplin ilmu. yaitu ilmu abadi (perennial) dan ilmu dicari (acquired) dengan akal. 1990: xii).1. yang dikenal mata pelajaran? Adakah pengetahuan menurut falsafah Islam berbeda ataukah sama saja dengan pengetahuan dalam falsafah lainnya? Ketiga. Bagaimana pula pendapat Islam tentang pengetahuan (knowledge). dan dapat ditransfer pada situasi baru. diperbaiki dan diubah konsepnya (Al-Syaibani. Mengenai isi atau materi kurikulum dalam pendidikan modern. Dalam kurikulum pendidikan Islam. Tidak hanya itu. materi kurikulum yang berupa ilmu pengetahuan. dan nilai-nilai (afektif) Ketiga unsur inilah yang membentuk materi pendidikan yang berbentuk disiplin ilmu pengetahuan (Fathiyah. Ali. Bagaimana menentukan bahwa tujuan itu telah tercapai? (Tafsir. Struktur memuat prinsip-prinsip yang bersifat umum. atau dapat diterapkan pada situasi yang relevan (M. meliputi tiga jenis materi. Pertama. Sebab isi pendidikan itu kalau bukan ilmu. 1990: xi). Kedua. diperhatikan. akan menjadi sia-sia kita mengislamkan mata pelajaran kalau tujuan pendidikan Islam itu sendiri bukan Islam. Apakah penilaian menurut pandangan Islam berbeda dengan pandangan falsafah-falsafah lain? (Langgulung. akan sulit terlupakan. adalah termasuk aspek utama dalam proses pendidikan yang mendapat kecaman keras dan ditunjukkan cacat cela dan aspek-aspek kekurangannya. hukum atau teori. Bagaimana pengalaman belajar itu dilaksanakan? 4. Hasan Langgulung mengedepankan empat permasalahan yang harus dijawab oleh para pakar pendidikan Islam. Berkaitan dengan empat komponen kurikulum di atas. Pertanyaan-pertanyaan kritis yang dikedepankan oleh Hasan Langgulung di atas berupaya untuk menggali sejauh manakah khasanah pemikiran pendidikan Islam kaitannya dengan problema-problema mendasar dalam lapangan. 1992: 56). dan ingin dikembangkan. Karena kurikulum. Yang termasuk dalam struktur adalah konsep dasar. Langgulung mencoba mengajak para pemikir pendidikan Islam kontemporer untuk mengembangkan studi tentang kurikulum. Barangkali pendidikan Islam di Indonesia dan juga di negara-negara Islam lainnya semenjak awal menjadi bukti dari pernyataan di atas. 1992: 54). dengan andaian bahwa setelah anak didik mempelajari ilmu ia akan menjadi manusia yang diinginkan pembuat kurikulum itu (Fathiyah. dikatakan : Planning of education to be based on the classification of knowledge into two categories: . terdapat hubungan erat. Apabila hal ini betul-betul dikuasai. keterampilan (psikomotorik). yaitu ilmu pengetahuan (kognitif). Adakah metodologi pendidikan menurut pandangan Islam berbeda ataukah sama saja dengan metodologi dalam falsafah lainnya? Keempat. 1997: 481). Ide-ide dasar itu disebut dengan “struktur” ilmu pengetahuan. secara garis besar dikelompokkan menjadi dua macam menurut sumbernya. Pengalaman belajar apa yang disiapkan untuk mencapai tujuan 3. menurut al-Syaibani. sebenarnya menurut Langgulung. dalil. yang keberadaannya merupakan hal-hal yang asasi dari berbagai mata pelajaran atau bidang studi. Apa tujuan pembelajaran? Di sini pembelajaran dimaknakan dalam pengertian yang luas 2. 1989: 146-147). Antara materi dan ilmu. bagaimana pendapat Islam tentang tujuan pendidikan? Sebab.

1989: 193195). mudah direncanakan. diharapkan melalui kurikulum terpadu akan keluar manusia-manusia yang mempunyai pengamatan yang terpadu mengenai realitas. Separated subject curriculum (kurikulum mata pelajaran terpisah atau tidak menyatu). Acquired knowledge susceptible and cross-cultural borrowings as long as consistency with the Sharia as the sources of value is maintained. menurut Langgulung ada beberapa alasan yang perlu dikedepankan. 1989: 198) ilmu pengetahuan keberadaannya harus diupayakan dengan pendekatan ilmiah yaitu melalui penelitian empiris dan eksperimentasi jenis-jenis kurikulum Part1 Setelah mengetahui komponen-komponen kurikulum. b. demikian pula dalam menyajikannya kepada peserta didik. dari yang sederhana ke yang kompleks. Under the Auspices of King Abdul Aziz University & Quaid-l-Azam University. sebagai mata pelajaran tambahan. diharapkan bahwa melalui kandungan kurikulum yang terpadu itu akan timbul perpaduan di kalangan masyarakat baik secara vertikal ataupun horizontal (Langgulung. Padahal menurut konsepsi Islam agar kurikulum itu bisa bersifat Islam haruslah konsep Islam berpadu dengan mata pelajaran lain (Langgulung. umpamanya mata pelajaran teori listrik tidak ada sangkut pautnya dengan pengetahuan alat perkakas atau yang lainnya. Mengapa kandungan atau isi kurikulum dalam pendidikan Islam perlu dipadukan? Hal ini. sistematis dan berkesinambungan. ahli-ahli psikologi berpendapat bahwa pemaduan kurikulum dapat menghasilkan manusia yang memiliki personality yang terpadu (integral personality) Ketiga. ataupun ditempelkan dalam kurikulum sekolah umum. Hal itu disebabkan tiap bahan telah disusun dan diuraikan secara logis dan sistematis dengan mengikuti urutan yang tepat yaitu dari yang mudah ke yang sukar. b) Organisasi kurikulum bentuk ini sangat sederhana. Kurikulum ini dengan tegas memisahkan antara satu mata pelajaran dengan yang lainnya. Sedang wahyu hanya diajarkan di sekolah agama. Jika telah . oleh sebab inti pengetahuan itu adalah kebenaran realitas. Satu dengan yang lainnya terpisah-pisah secara tegas. dari suatu sudut pandang sosiologi. Pemaduan kandungan kurikulum tidak harus berarti menggabungkan semua mata pelajaran dalam satu mata pelajaran saja. maka akan ditemukan jenis-jenis kurikulum yang meliputi antara lain: 1. 15 th-20 th March 1980 Islambad. (Second World Confrence on Muslim Education. tetapi pemaduan tidak dapat tidak harus dilihat dari segi tujuan akhir pendidikan (ultimate goal) (Langgulung. Perennial knowledge derived from Qur’an and the Sunnah meaning all Sharia--oriented knowledge relevant and relevant to them. Kurikulum jenis ini memiliki keunggulan sebagai berikut: a) Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis. atau sekolah-sekolah non formal. c) Kurikulum ini mudah dinilai untuk mendapatkan data-data yang diperlukan untuk dilakukan perubahan seperlunya. 1989: 157). Adanya kesederhanaan itu sangat diperlukan karena hal itu jelas akan menghemat tenaga sehingga menguntungkan baik dari pihak pengembang kurikulum itu sendiri maupun guru atau satuan pendidikan untuk melaksanakannya. bukan dasar. Karena kurikulum ini terutama bertujuan untuk menyampaikan sejumlah pengetahuan maka hal itu dapat dengan mudah diketahui hasilnya yaitu dengan melakukan pengukuran yang berupa tes. Pertama. p. mudah dilaksanakan dan mudah pula untuk diadakan perubahan jika diperlukan.a. Kedua. Kurikulum ini dikatakan demikian karena data-data pelajaran disajikan pada peserta didik dalam bentuk subjek atau mata pelajaran yang terpisah satu dengan yang lainnya. 15-16) Dari kedua jenis pengetahuan di atas hanya pengetahuan bentuk terakhir yang dipelajari melalui falsafah dan model kurikulum Barat.

b) Adanya korelasi antara berbagai mata pelajaran memungkinkan peserta didik untuk menerapkan . d) Memudahkan guru sebagai pelaksana kurikulum karena disamping bahan pelajaran memang sudah disusun secara terurai dan sistematis. yang satu melengkapi yang lain. yaitu kurikulum ini sebenarnya telah direncanakan oleh guru atau tim secara bersamasama. Jenis-jenis Kurikulum Part 2 Correlated curriculum (kurikulum korelatif atau pelajaran saling berhubungan). e) Korelasi formal. mereka umumnya juga dididik dan dipersiapkan untuk melaksanakan kurikulum yang bersifat demikian. saling meminta untuk mengkorelasikan antara mata pelajaran yang dipegang guru A dengan mata pelajaran yang dipegang oleh guru B. di mana korelasi ini sebenarnya merupakan fungsi dari beberapa bidang studi yang memiliki ciri khas yang sama dipadukan menjadi satu bidang studi. yaitu yang bertujuan mendidik budi pekerti sebagai pusat pelajaran diambil pendidikan agama atau budi pekerti. Hal itu memungkinkan terjadinya pemerolehan pengalaman secara lepas-lepas tidak sesuai dengan kenyataan. Guru yang memegang mata pelajaran yang sama secara terus menerus biasanya akan semakin menguasasi bahan pelajaran itu dan semakin banyak pula pengalamannya. satu dengan yang lain tidak ada saling hubungan. yang mana kurikulum ini dapat berjalan dengan cara antara beberapa guru saling bekerja sama. yaitu yang mana korelasi ini disusun oleh guru sendiri.dirasa terdapat hal-hal yang tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat baik hal itu menyangkut seluruh komponen maupun sebagian saja hal itupun akan dengan mudah diadakan perubahan penyesuaian seperti yang diharapkan. Jadi di sini mata pelajaran itu dihubungkan antara satu dengan yang lainnya sehingga tidak berdiri sendiri-sendiri. Di samping ada keunggulan-keunggulan kurikulum bentuk ini. yaitu korelasi yang diadakan sewaktu-waktu bila ada hubungannya. ada pula kelemahan-kelemahannya. Mata pelajaran dalam kurikulum ini harus dihubungkan dan disusun sedemikian rupa sehingga yang satu memperkuat yang lain. f) Korelasi meluas (broad field). b) Korelasi etis. antara lain: a) Adanya korelasi antara berbagai mata pelajaran dapat menopang kebulatan pengalaman dan pengetahuan peserta didik berhubung mereka menerimanya tidak secara terpisah-pisah. b) Kurikulum bentuk ini kurang memperhatikan masalah-masalah yang dihadapi anak secara faktual dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kurikulum ini hanya sering mengutamakan penyampaian sejumlah pengetahuan yang kadang-kadang tidak ada relevansinya dengan kebutuhan kehidupan. antara lain: a) Kurikulum bentuk ini memberikan mata pelajaran secara terpisah. Untuk memadukan antara pelajaran yang satu dengan yang lainnya. c) Korelasi sistematis. ditempuh dengan cara-cara korelasi antara lain: a) Korelasi okasional atau insidental. Guru hanya mengajar bahan-bahan pelajaran tertentu sesuai dengan bidang studinya dari waktu ke waktu. d) Tujuan kurikulum bentuk ini sangat terbatas karena hanya menekankan pada perkembangan intelektual dan kurang memperhatikan faktor-faktor yang lain seperti perkembangan emosional dan sosial. Organisasi kurikulum yang disusun dalam bentuk correlated ini memiliki beberapa keunggulan. d) Korelasi informal. c) Cenderung statis dan ketinggalan zaman. Buku-buku pelajaran yang dijadikan pegangan jika penyusunannya dilakukan beberapa atau bahkan puluhan tahun yang lalu dan jika tidak dilakukan revisi untuk keperluan penyesuaian akan ketinggalan zaman.

1999: 1). Hal itu disebabkan karena masih kurangnya berbagai peralatan dan sarana serta prasarana yang dibutuhkan agar berbeda dengan sekolah-sekolah biasa. karena masyarakat dapat dijadikan laboratorium tempat peserta didik melakukan kegiatan praktek. sekolah. b) Kurikulum ini sesuai dengan teori baru tentang belajar yang mendasarkan berbagai kegiatan pada pengalaman. Rasanya hampir tak mungkin mempergunakan waktu yang hanya sedikit itu untuk memberikan berbagai pokok masalah yang sebenarnya berasal dari beberapa mata pelajaran yang berbeda Jenis-jenis Kurikulum Part 3 Integrated curriculum di sini sebenarnya beberapa mata pelajaran dijadikan satu atau dipadukan. Para guru pada umumnya dihasilkan dan dipersiapkan untuk menjalankan kurikulum yang bersifat subject matter atau correlated saja. b) Para guru tidak dipersiapkan untuk menjalankan kurikulum bentuk unit. kesanggupan. Unit merupakan satu kesatuan yang bulat daripada bagian-bagian yang tidak terpisah satu sama lain. c) Dengan kurikulum ini lebih dimungkinkan adanya hubungan yang erat antara sekolah dan masyarakat. Hal itu disebabkan mereka dapat memanfaatkan pengetahuan dari berbagai mata pelajaran untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya.pengetahuan dan pengalamannya secara fungsional. c) Pelaksanaan kurikulum bentuk ini juga amat repot. Kurikulum ini memiliki beberapa keunggulan antara lain: a) Segala hal yang dipelajari dalam kurikulum unit bertalian erat satu dengan yang lain. Anak dilibatkan secara aktif untuk berpikir dan berbuat serta bertanggung jawab baik secara individual maupun kelompok. Pembicaraan tentang berbagai pokok masalah bagaimanapun juga tetap tidak padu. Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam rangka membantu peserta didik dalam menguasai materi pengajaran dan mencapai tujuan-tujuan pendidikan (Nana Syaodih Sukmadinata. Di samping itu sulit mengukur kemampuan peserta didik berhubung standarnya sendiri cukup abstrak dan tidak ajeg (Iskandar Wiryokusumo. tt. kematangan dan minat peserta didik.: 17-24). Di samping bentuk kurikulum ini memiliki keunggulan tetapi juga mengandung beberapa kelemahan yang antara lain: a) Kurikulum ini tidak mempuyai organisasi yang logis dan sistematis. Peserta didik tidak hanya mempelajari fakta-fakta yang lepas-lepas dan kurang fungsional untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. melainkan merupakan rangkaian daripada bagian yang bersatu padu dengan serasi. d) Dengan kurikulum bentuk unit ini tidak dapat dimungkinkan adanya ujian umum karena permasalahan yang dihadapi di tiap sekolah tidak sama dan selalu berubah tiap tahun. karena pada dasarnya masing-masing merupakan subject yang berbeda. dan masyarakat. Interaksi pendidikan tersebut dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga. maka jika mereka disuruh melaksanakan kurikulum itu kiranya sangat memberatkan. Dengan meniadakan batas-batas mata pelajaran dan bahan pelajaran yang disajikan berupa unit atau keseluruhan. karena bahan pelajaran tidak ditentukan lebih dulu oleh guru atau lembaga melainkan harus dirancang bersama-sama dengan murid. Dengan demikian.Penggabungan beberapa mata pelajaran menjadi satu kesatuan dengan lingkup yang lebih luas tidak memberikan pengetahuan yang sistematis dan mendalam. Adapun kurikulum correlated curriculum memiliki kelemahan-kelemahan antara lain: a) Kurikulum bentuk ini pada hakekatnya masih bersifat subject centered dan belum memilih bahan yang langsung dengan minat dan kebutuhan peserta didik serta masalah-masalah kehidupan seharihari. setiap pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan .

Pendidikan memiliki makna strategis dan merupakan saluran penting yang dapat mengungkap gagasan dan nilai-nilai baru sekaligus memiliki dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat. Szyliowies menjelaskan. . metode penyampaian. media dan sumber belajar. pendekatan dan orientasi kurikulum. Untuk memberikan gambaran komprehensif tentang model kurikulum yang dikembangkan pada sekolah. bahwa salah satu fungsi pendidikan adalah sebagai kekuatan inovatif dan dinamis yang dapat digunakan untuk melakukan interaksi sosial dan proses perubahan di masyarakat (Ahmad Djainuri. seperti penguasaan ilmu pengetahuan. Josept S. pengembangan pribadi. 2001: 3). komunikasi sosial. perlu dideskripsikan makna dan urgensi kurikulum dalam pendidikan. serta alat evaluasi yang tepat. serta struktur kurikulum sekolah. Untuk mencapai tujuan pendidikan dan mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar peserta didik.tertentu. dan kemampuan kerja. maka diperlukan kurikulum.

3/02.3 /.0 8.27.7././/-07:-:389.3/.3.3:7038:7::2/.8.9.3.20..3.3 -.8.8././.3/.3.:7..8.3:7::2.347039.25.3:7::2-039::3939/.3574808507:-.907503.39079039: 805079 503:.7:80.9.. 897:9:7:7::2804..3.38:2-07-0.8:7.3 9::.3/.3:39:203..57.38:3/.9203:3./3.9.-.7..///.25:.32022.3 3. 507: //08758./.3:7::29:7.8079.7.// 2.5. 804.302.390780-:9/..:-07:-...350393./.9 2.503.4/ $:2.8. /507:.:.7508079.3.3.8..:3 8.3 508079.5.9.3.90/8.3.5.3.3/.9907.:.7..2.2503//.3.3/.3 50302-.7./.98:-0.380.39/.3 9::.3.25:.  / 03.3:2:2..8848.  3907.3.73..73..9  &39:202-07.897.774:8:24 99     !03//.5.8.9.3....92.2.7./.33907.38..3 809.59.3 /5078. !0.-897.-07-. 3.34257003819039../ 42:3.307..5072.3203.::5-08.-.8:7::2 8079./.334..5/9.2.3/.3/.9 03./.32:7/  .39: 508079.8.9::.3/02-.3:39:203.9/.2.908/.7-.7.3/.....3207:5.3/3./.703.3 20/.970549 .23:3.:02-.3..9:/80-.8.9.3:7    &39:203.5503//././//. 507.5.8.!./.-.:2:23.30:.8.$.8848.3:7::2 2094/0503.35../.2-.8.3.9:1:38503//.25:.8..:.5.35.3 02..:8202/..39::.202-.5.503///03.703.3.2203:.3 .3/..9 48059$ $408 2030.:7:9/.9::.5804.  !03//..2./03.803/7.5..8503//.3./03..8.3.39.3503//.:.25:.7.3.3/-:9:.2539:8:9203::702..8.../.207:5...7.::5../.3:39:20.804.25.3:7::2-039:3:.38.5..3/.33907.  /.32.9/2:33.3 !.80-.2070.  .9 /:3.9202-07.3.3.8..90./8:7: 20.2..:7:5.4770.32.3804.. /.9-07. 0-/::40:7:.302.32:50309.:./.33.3.7:8/7.3/.7..32.3508079.3-0781../5078.0/:5.   .8..3/.91/.357-. 804.7 8079.3 503/0.8.5.3.9.8.8.324/0:7::2.8.28. 8.3.7-07-0/..3905.3:7::2-039::39 2.320302-.3503//.7.0:.3/2.7.3-078.35.9.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful