P. 1
EKONOMI LINGKUNGAN

EKONOMI LINGKUNGAN

|Views: 596|Likes:
Published by Henny_Sasmitha_9293

More info:

Published by: Henny_Sasmitha_9293 on Oct 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2013

pdf

text

original

EKONOMI LINGKUNGAN

a. PENGERTIAN Ekonomi lingkungan adalah ilmu yang mempelajari kegiatan manusia dalam memanfaatkan lingkungan sedemikian rupa sehingga fungsi/peranan lingkungan dapat dipertahankan atau bahkan dapat ditingkatkan dalam penggunaannya untuk jangka panjang. Lingkungan hidup (menurut Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup No.23/1997) adalah: kesatuan ruang dengan semua benda,daya,keadaan dan makhluk hidup,termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. b. SEBAB-SEBAB MEROSOT FUNGSI LINGKUNGAN Fungsi atau peranan lingkungan menjadi merosot disebabkan karena sifat atau ciri yang melekat pada lingkungan itu sendiri sehingga memyebabkan manusia mengeksploitasinya secara berlebihan melebihi daya dukung lingkungan tersebut. Beberapa ciri atau sifat yang menonjol dan melekat pada lingkungan adalah; adanya ciri atau sifat sebagai barang public, adanya sifat atau ciri sebagai barang milik bersama (common property) dan adanya cirri atau sifat eksternalitas. a. Barang public Dengan adanya sifat ini telah membawa konsekuensi terhadap terbangkalainya sumber daya lingkungan , karena tidak akan ada atau langkanya pihak swasta atau individu yang mau memelihara atau melestarikan sumberdaya lingkungan. Barang public mempunyai cirri utama,yaitu: • tidak akan ada penolakan atau exclution terhadap pihak atau orang yang bersedia membayar dalam mengkonsumsi sumberdaya lingkungan tersebut.

1

sinar matahari. volume atau jumlah yang tersedia bagi orang lain tidak akan berkurang. Hal ini menyebabkan kegiatan tersebut menjadi tidak efisien. lebih-lebih bila eksternalitas tersebut di dalam wujud biaya eksternal yang harus ditanggung masyarakat.• Non rivalry in consumption bagi sumberdaya lingkungan artinya. contohnya oksigen. maka biaya eksternal itu harus dapat diinternalkan dalam biaya perusahaan yang melakukan kegiatan yang menimbulkan dampak tersebut. terlebih dahulu sebelum orang lain. Kedua sifat tersebut menyebabkan orang atau individu tidak mau memelihara karena tidak ada bayaran untuk itu. dll. walaupun lingkungan itu telah dikonsumsi seseorang atau sekelompok orang.air laut dll. 2 . atau bila terjadi biaya eksternal yang tidak diperhitungkan dalam pengambilan keputusan manajerial menyebabkan barang atau jasa yang dihasilkan menjadi terlalu besar. Eksternalitas Hal ini muncul apabila seseorang melakukan kegiatan dan menimbulkan dampak pada orang lain dalam bentuk manfaat eksternal atau biaya eksternal yang tidak memerlukan kewajiban untuk menerima atau melakukan pembayaran. Pemilikan bersama/ milik umum Pemilikan bersama dapat diartikan sebagai bukan milik seseorang namun milik semua orang (common property is no one property and is every one property). Agar terjadi efisiensi yang sebenarnya. Dengan adanya manfaat eksternal yang seringkali tidak pernah diperhitungkan dalm pengambilan keputusan oleh seorang manager tertentu. Setiap orang akan merasa harus mengambil atau mengusahakan c. telah menyebabkan barang atau jasa yang dihasilkan menjadi terlalu sedikit. Denga pemilikan seperti ini akan membuat kecenderungan untuk mengeksploitasi sumber daya alam dan lingkungan melebihi daya dukung alam tersebut. b. Contohnya penambangan emas.

Untuk itu perlu disiapkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). barang public dapat diubah sifatnya menjadi barang privat. c. Manfaat dari kegiatan ini: . Pemerintah menggunakan kekuatan para konsumen untuk menekan produsen agar mau memproduksi produk yang bersahabat dengan lingkungan sejak awal pengambilan input sampai dengan konsumsi akhir.untuk mengidentifikasi resiko lingkungan . b. sehingga akan cenderung dipelihara dengan baik. Memperbaiki sumber daya alam dan lingkungan sehingga biaya eksternal dapat diinternalkan dengan cara menerapkan command and control sytem dan atau dengan economic incentive system termasuk polluter pays principle. Rencana Kelola Lingkungan (RKL). kegiatan terhadap kebijakan dan tanggung jawab 3 . d. Dengan adanya private property.meningkatkan kepedulian pimpinan lembaga atau kegiatan tentang pelaksanaan lingkungan. Menggunakan tekanan social untuk mengurangi pencemaran seperti dengan system ecolabeling. KEBIJAKAN PEMERINTAH Kebijakan pemerintah yang perlu diambil dan sudah dilaksanakan pemerintah Indonesia dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan agar fungsi lingkungan dapat tetap lestari adalah: a.c. Semua perusahaan atau industri dihimbau untuk melaksanakan audit lingkungan yang dilaksanakan secara sukarela oleh pemrakarsa kegiatan dan merupakan alat pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang sifatnya internal.sebagai dasar bagi pelaksanaan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan atau upaya penyempurnaan rencana yang ada. . Memperbaiki hak penguasaan atas sumber daya alam dan lingkungan ( property right) dari ” common property” menjadi ”private property”. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) untuk setiap proyek atau kegiatan yang memberikan dampak besar bagi lingkungan.

4 . perkotaan. kayunya dapat untuk bahan bengunan sederhana. jalan. Adipura dll. Parameter yang digunakan antara lain. Kota-kota besar di Indonesia volume air telah menurun. Sumber daya tanah Sumber daya ini bukan saja sebagai hal yang sangat vital untuk sector pertanian tetapi juga sangat vital untuk sector yang lain seperti perumahan. COD (Chemical Oxygen Demand). industri. padahal hutan mangrove telah menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir pantai sebab dapat memberikan berbagai macam fungsi seperti. alasannya karena rusaknya terumbu karang sebagai akibat dari cara penangkapan ikan salah. Memberikan insentif untuk pengelolaan lingkungan yang baik melalui penghargaan atau perlombaan seperti Program Kalpataru. LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BAHAN MENTAH Sumber daya air minum. tempat pembenihan udang-udang dan ikan kecil. BOD ( Biological Oxygen Demand).e. Pemerintah mengantisipasi kasus serupa di beberapa Propinsi dengan PROKASIH (Program Kali Bersih). disamping itu juga telah terjadi pendangkalan dasar sungai serta peningkatan volume limbah yang dibuang di sungai tersebut. juga terjadi intrusi air laut dengan jarak yang semakin jauh ke daratan. Program ini merupakan crash program dimana pada tahap pertama bertujuan menurunkan beban pencemaran dari industri dan kemudian dikembangkan untuk menurunkan beban pencemaran dari sumber pencemaran lainnya. Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Meskipun tampaknya produksi ikan secara statistic meningkat dari tahun ke tahun namun usaha penagkapannya semakin sulit. Demikian pula dengan hutan mangrove yang juga mengalami penyusutan dalam luasnya.. Untuk kota Jakarta misalnya. d. dimana kebutuhan air minum dipasok oleh PDAM yang nengolah air kali Ciliwung menjadi air minum tampak mengalami banyak kesulitan. Para pelaut harus menempuh jarak yang semakin jauh dari pantai. dll. Hal ini disebabkan banyaknya volume air kali yang menurun. TSS (Total Suspended Solid ).

Tiga Pilar Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan diartikan sebagai pembangunan yang tidak ada hentihentinya dengan tingkat hidup generasi yang akan datang lebih baik dari sekarang. hal ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada masyarakat yang terpapar zat pencemar tersebut. DAMPAK PENCEMARAN TERHADAP PRODUKTIVITAS Pencemaran lingkungan akan sangat terasa dampaknya pada ketidaknyamanan kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. zat beracun tersebut dapat merusak lahan pertanian sehingga lahan menjadi menurun kualitasnya yang mengakibatkan turunnya produktivitas lahan yang dimaksud. Memburuknya kualitas air yaitu bila air tercemar zat-zat logam berat dan beracun sehingga menyebabkan air tidak cocok bagi peruntukkannya dan akan menimbulkan dampak bagi manusia. Keberlanjutan pembangunan dapat diartikan bahwa generasi yang akan datang harus berada pada posisi yang tidak lebih buruk daripada generasi sekarang. maka sumber daya alam itu semakin langka. f. namun harus tetap menjaga keberadaannya. anak lahir cacat bawaan.Cara mengukur kelangkaan sumber daya alam sebagai hasil dari fungsi lingkungan bila tidak dapat dilaksanakan secara fisik. Generasi sekarang boleh saja melakukan eksploitasi terhadap sumberdaya alam. dapat juga dengan cara melihat apakah biaya produksinya meningkat dan semakin mahal. dll. Gangguan kesehatan dapat berupa pusing-pusing. LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (Sustainable Development) 1. Intinya. Bukan hanya itu. generasi akan datang tidak kurang sejahtera dibandingkan generasi sekarang. 5 . Misalnya tanah dan air tercemar merkuri. hewan maupun biota. e. Jika demikian adanya. retardasi mental. sedangkan generasi mendatang meskipun memiliki jumlah sumberdaya alam yang mungkin lebih sedikit tetapi memiliki tingkat teknologi dan pengetahuan yang lebih baik. penyakit kulit. mual-mual.

memperhatikan batas-batas ekologis dalam konsumsi materi dan memperkuat pembangunan kualitatif pada tingkat masyarakat dan individu dengan distribusi yang adil.1992. 6 .Kemajuan suatu bangsa dapat tercapai dengan melaksanakan pembangunan berkelanjutan di segala bidang. viabilitas politiknya tergantung pada dukungan penuh masyarakat melalui pemerintahannya. pengertian pembangunan berkelanjutan adalah: perubahan positif social ekonomi yang tidak mengabaikan system ekologi dan social dimana masyarakat bergantung padanya. kelembagaan sosialnya. dan kegiatan dunia usahanya. terbuka. Secara implicit definisi tersebut menurut Hegley. 4.Jr. dan adil dalam pengembangan teknologi dan manajemen. berorientasi untuk pertumbuhan yang mendukung secara nyata tujuan ekologi. mengandung pengertian strategi imperative bagi pembangunan berkelanjutan sebagai berikut: 1. Pembangunan merupakan suatu proses pengolahan sumberdaya alam dan penggunaan sumberdaya manusia dengan memanfaatkan teknologi. dukungan dan kerja sama dunia usaha dalam upaya konservasi dan pemanfaatan yang berbasis sumber daya. Keberhasilan penerapannya memerlukan kebijakan. bergantung pada pendidikan. perlunya keterpaduan kebijakan dan koordinasi pada semua tingkat dan antara yuridiksi politik terkait dalam pengembangan energi bagi pertumbuhan kebutuhan hidup. perencanaan dan proses politik yang terinformasikan.2006. 3. 2. perencanaan dan proses pembelajaran social yang terpadu. perlunya campur tangan pemerintah. Kedua fungsi sumberdaya tersebut harus dapat diperhatikan agar dapat terus menerus menunjang kegiatan atau proses pembangunan yang berkelanjutan. social. dan ekonomi. Menurut Sumarwoto. 5.

6. mengintegrasikan budaya social dan biaya lingkungan dari dampak pembangunan ke dalam perhitungan ekonomi. dan lingkungan yang menjadi pertimbangan sekarang adalah bagaimana pelaksanaan untuk diintegrasikan ketiga pilar tersebut. Tiga pilar pembangunan berkelanjutan sejak Deklarasi Stockholm 1972 menuju Rio de Janeiro 1992. ekonomi. sumberdaya manusia dan sumberdaya buatan dalam setiap pembangunan nasional dengan pendekatan kependudukan. sampai dengan Rio + 10 di Johanesburg 2002 ditekankan perlunya koordinasi dan integrasi sumberdaya alam. Three Dimentional model North Society Today’s generation environment economy Tomorrow’s generation 7 . pembangunan dan lingkungan sampai dengan integrasi aspek social.

yakni pada pasal 5.6 dan 7. masalah hak dan kewajiban pengelolaan lingkungan diatur dalam UU No. * Kemudian pasal 6 mengatur mengenai kewajiban seseoarng. Dalam pembangunan lingkungan hidup Indonesia. yakni: 8 . * Pasal 5 UU No. 23 Tahun 1997 ini mengatur mengenai hak setiap orang. 23 Tahun 1997 khusunya BAB III yang mengatur hak dan kewajiban. manusia memiliki hak dan kewajiban yang diatur sedemikian rupa sehingga kedudukan manusia sebagai subyek dan obyek pembagunan dapat terwujud. Setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pembangunan dilaksanakan oleh dan untuk manusia.2. Dimensi Manusia Sebagai Subjek dan Objek Pembangunan Sosial Ekonomi • Manusia sebagai individu Proses pembangunan seharusnya menempatkan manusia sebagai subyek sekaligus obyek pembangunan itu (Misra. yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup. sebab sasaran hasil pembangunan pada hakikatnya untuk kepentingan manusia itu sendiri. Manusia merupakan subyek pembangunan karena ia merupakan pelaksana pembangunan. sesuai dengan perundangundangan yang berlaku. Dalam pelaksanaan pembangunan. Manusia menjadi obyek pembangunan. dan peran masyarakat. Setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup. c. yakni: a. Setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup. b.1991). oleh karenanya aspek kesejahteraan yang adil dan merata di setiap wilayah harus diupayakan.

Setiap orang berkewajiban memelihara pelestarian fungsi lingkungan hidup. Pelaksanaan hal tersebut dilakukan dengan cara: a. Menumbuhkembangkan masyarakat. • Manusia sebagai masyarakat dan bangsa Manusia sebagai masyarakat dan bangsa disamping ada hak dan kewajibannya juga dituntut peranannya dalam pembangunan suatu bangsa. b. mencegah serta menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Menumbuhkan ketanggapan masyarakat untuk melakukan pengawasan social.a. Memberikan saran pendapat e. Berikutnya mengenai peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup beserta cara pelaksanaannya diatur dalam pasal 7 yakni masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluasluasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup. b. d. Menyampaikan informasi dan/atau menyampaikan laporan. Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Meningkatkan kemandirian. dan kemitraan. pasti dan kemapuan dan kepeloporan 9 . Sebagai bagian suatu bangsa setiap manusia dituntut untuk membawa misi guna mampu menjamin kebutuhan masa depan scara pasti dan memuaskan bagi setiap orang secara adil. Setiap orang perlu mempelajari potensi yang mereka miliki untuk menyiapkan masa depannya yang lebih baik. Untuk itu setiap orang dalam suatu masyarakat dan bangsa dituntut untuk memiliki visi ke depan atau masa yang akan datang sebagai suatu tantangan yang akan mereka hadapi dengan tindakan aktif dan kreatif. keberdayaan masyarakat. c.

Dalam konsep pembangunan berkelanjutan. Jaminan kehidupan masa depan ini juga menyangkut masa depan bangsanya. pengembangan teknologi. terkandung makna bahwa segala upaya pemanfaatan sumber daya . perubahan tatanan kelembagaan. Swedia tahun 1984 yakni manusia pada prinsipnya memiliki kemampuan untuk membuat pembangunan berkelanjutan. sehingga terjamin pemenuhan kebutuhan manusia untuk hari ini. Hal ini dinyatakan tegas oleh Komisi Dunia untuk Pembangunan dan Lingkungan di Stockholom. peningkatan investasi. tanpa mengurangi hak generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya akan sumber daya alam.penuh perhatian akan semua kebutuhan dasar bagi kehidupan. SISTEM EKONOMI DAN MENURUNNYA FUNGSI LINGKUNGAN 1. System ekonomi kapitalis menghendaki adanya kebebasan individu dimana perekonomian diatur oleh tangan tidak tampak 10 . SISTEM EKONOMI Pada dasarnya ada dua system perekonomian yang ekstrim di dunia yaitu system ekonomi kapitalis dan sosialis. harus diarahkan secara harmonis dan terpadu untuk memenuhi kebutuhan generasi masa kini dan akan datang. artinya generasi masa depan bangsa juga harus terjamin kebutuhan hidupnya.

Perencnaan disusun oleh pemerintah pusat dan individu tidak diberi kebebasan untuk memilih ataupun melakukan kegiatannya. Misalnya. mengawasi valuta asing dsb. dan ini cenderung mematikan kreatifitas individu. Ketidakefisienan alokasi factor produksi juga disebabkan oleh adanya kegagalan dalam campur tangan pemerintah. artinya tidak memberikan kesejahteraan social yang maksimum. Ketidakmampuan tersebut disebabkan oleh kegagalan mekanisme pasar. Akibatnya hak asasi manusia kurang mendapatkan tempat.yaitu mekanisme pasar. Sistem kapitalis yang menghendaki masyarakat lebih dipentingkan daripada individu. pemerintah memberikan subsidi bahan baker minyak. Akibat adanya kebebasan berusaha individu yang kuat akan menang dan mendesak individu yang lemah yang akan menjadi korban utama pencemaran lingkungan. Untuk tercapainya kesejahteraan sosial yang maksimum bagi barang dan jasa lingkungan diperlukan campur tangan pemerintah. pupuk. baik yang berupa kegagalan pasar bebas dalam mencerminkan seluruh biaya social bagi harga-harga input maupun harga-harga produksi (output). Namun tidak dapat dipungkiri bahwa campur tangan pemerintah tersebut memerlukan pengorbanan atau biaya. karena dengan campur tangan itu efisiensi yang seharusnya dapat dicapai oleh mekanisme pasar terhambat oleh campur tangan tersebut. Namun seringkali sasaran yang diinginkan sulit tercapai dan hanya kelompok tertentu yang kuasa dalam membuat keputusan yang mendapat perlindungan. Dalam kedua system ekonomi ini terdapat ketidakmampuan dalam mencapai alokasi factor produksi secara efisien.demikian juga tidak tersedianya pasar bagi barang-barang dan jasa lingkungan. menentukan harag maksimum untuk suatu barang atau jasa tertentu. karena pemerintah tidak selalu efisien daripada mekanisme pasar bebas. KEGAGALAN MEKANISME PASAR 11 . 2. Dalam perekonomian bersifat kapitalis ini motif untuk mencari keuntungan merupakan daya penggerak yang sangat kuat dalam kegiatan usaha.

biaya menampung limbah atau memusnahkan limbah kaleng bekas belum tercermin pada harga minimum kaleng tersebut. maka kaleng tersebut akan dibuang ke kebun atau lahan kosong atau di pinggir jalan. Harga BSM BPM D E Ps B Pp Pk O C Q Qs Qp Qk Gambar Pengaruh Biaya Eksternal terhadap Volume Produksi 12 . Jika tidak ada dinas kebersihan kota yang mengumpulkan kaleng atau sampah. dalam kenyataannya pasar akan gagal melakukan fungsinya bila dalam perekonomian tersebut terdapat eksternalitas sehingga tidak dapat mencapai kesejahteraan social yang maksimal. Inilah yang disebut dengan biaya eksternal. yang berarti lingkunganlah yang menampung beban resikonya. sungai dsb. transaksi jual beli minuman kaleng (coca-cola). Mekanisme pasar cenderung mengabaikan biaya-biaya atau beban yang dipikul oleh pihak ketiga sebagai akibat adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh suatu pemrakarsa atau perusahaan. Ini semua tidak tercermin dalam harga produk yang dijual di pasar atau took-toko. Contohnya.Meskipun dianggap sebagai kekuatan yang akan mengalokasikan factor produksi dalam kegiatan produksi sehingga sehingga dapat efisien.

Pencemaran sebagai Eksternalitas Keseimbangan material (materials balance) dari suatu perekonomian dipandang sebagai suatu keseimbangan umum yang menunjukkan bagaimana perekonomian dan lingkungan berinteraksi secara kompleks sebagai suatu system terpadu. pupuk. b. Namun dengan adanya biaya eksternal yang membentuk biaya social maka produsen akan menghasilkan produk setinggi Qs karena untuk menyamakan biaya social marjinal (BSM) dengan permintaan (penerimaan marjinal). a. air. membuang asap ke atmosfir. Ekonomi lingkungan menganalisis pencemaran sebagai biaya eksternal dimana setiap dampak terhadap tingkat kesejahteraan pihak ketiga yang timbul sebagai akibat tindakan seseorang tanpa dipungut kompensasi atau pembayaran. maka penggunaan masukan (bibit.Gambar diatas menunjukkan pengaruh biaya eksternal terhadap volume produksi. Barang bebas adalah barang yang dalam penggunaannya tidak memerlukan pengorbanan sehingga tidak ada harga yang dipungut. yaitu apabila perusahaan individu tidak memasukkan biaya eksternal ke dalam komponen biaya produksinya. misalnya. Memasukkan komponen Lingkungan ke dalam mekanisme Pasar Ada beberapa cara utama yang ditempuh agar jasa komponen lingkungan dapat diperhitungkan dalam mekanisme pasar lebih efektif. pengambilan air tanah secara bebas. Menciptakan pasar untuk jasa-jasa atau barang yang semula merupakan barang bebas. Analisis keseimbangan umum memusatkan perhatian pada semua pengaruh dari setiap perubahan variable ekonomi. Untuk itu diperlukan kebijakan membatasi penggunaan barang dan jasa tersebut melalui pungutan daerah atau 13 . Contoh. terjadi perubahan harga suatu produk pertanian (Padi). Seorang produsen akan memaksimumkan laba dengan menghasilkan produk pada saat biaya marginal privat sama dengan penerimaan marjinal yaotu pada titik B dengan jumlah produksi sebanyak Qp. tanah. Dengan penggunaan SDA yang meningkat pasti aliran limbah yang terbuang ke alam juga meningkat dan dengan sendirinya profil pencemaran lingkungan dalam perekonomian juga akan berubah. dll) akan turut berubah. penggunaan bantar sungai untuk membuang sampah. Selisih produk Qs-Qp disebut dengan kegagalan pasar.

Dengan pengaturan langsung biasanya produsen harus mencapai standar baku mutu tertentu dengan teknologi tertentu. Berlawanan dengan pendekatan pengaturan langsung (command and control regulatory approach) yang melibatkan system penentuan system. Misalnya baku mutu lingkungan. Ada dua alas an utama mengapa system pengaturan langsung tidak efisien: 1. Dengan system insentif ekonomi ini maka: 1. Perusahaan pencemar jauh lebih tahu dibandingkan pemerintah mengenai biaya apa saja dan seberapa besar yang diperlukan untuk menanggulangi pencemaran. Pendekatan seperti ini disebut dengan pendekatan insentif atas dasar mekanisme pasar (market-based incentives approach). dapat dipaksakan melalui peraturan perundang undangan tanpa bantuan mekanisme pasar. Cara-cara ini akan mengubah mekanisme pasar dengan menentukan harga barang dan jasa dimana biaya lingkungan (eksternal) sudah diperhitungkan di dalamnya. seingga besarnya biaya penanggulangan pencemaran juga berbeda. penerimaan dari pungutan pajak dan retribusi atau bentuk penerimaan lain akan merupakan sumber penerimaan pemerintah sehingga dapat digunakan untuk membiayai pengurangan limbah dan pengelolaan lingkungan. Karena kelemahan system pengaturan langsung maka ekonom lebih menyukai system insentif ekonomi untuk mengendalikan pencemaran. Meskipun kenyataannya system pengendalian pencemaran di Negara-negara berkembang lebih banyak didasarkan pada pendekatan pengaturan langsung. Para ekonom berpendapat bahwa system insentif atas dasar mekanisme pasar lebih efektif dibandingkan system insentif pendekatan langsung. 14 . perusahaan pencemar memiliki cara yang berbeda dalam penanggulangan pencemaran. 2. 2. system pengaturan langsung menghendaki informasi lengkap mengenai berbagai industri pencemar.Negara. seorang produsen yang mencemari lingkungan akan dapat melakukan pilihan dalam menyesuiakan kegiatannya terhadap baku mutu kualitas lingkungan. sehingga memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Kedua system tersebut dalam praktiknya dipakai bersama-sama dan saling melengkapi. 3. namun terkadang para ahli yang 15 . Pemerintah mengangkat tenaga ahli untuk menerapkan peraturan. sehingga pemerintah kurang memahami dampak dari setiap tindakan atau kebijakan yang ditempuh. adanya kelompok penekan Alasan utama pemerintah gagal dalam bertindak dan berpikir untuk melindungi kepentingan masyarakat. seringkali apa yang dimaksudkan atau dituju pemerintah tidak tercapai karena kompleksnya permasalahan dan kurangnya informasi yang dikuasai. Jadi bukan kepentinga secara umum yang dilindungi namun kepentingan golongan masyarakat yang berpengaruh karena politik maupun financial yang sering kali disebut sebagai kelompok penekan (pressure group) 2. Pemerintah sering bertindak demi kepentingan kelompok atau golongan tertentu lebih-lebih jika memasuki ranah politik. 3. nemun kenyataannya kemampuan pemerintah seringkali tidak lebih baik daripada swasta dalam mengelola lingkungan. 1. Faktor penyebab kegagalan pemerintah Meskipun sudah ada alasan bahwa sebaiknya pemerintah campur tangan dalam hal eksternalitas. kurang informasi Pemerintah seringkali kurang memiliki informasi yang akurat dibandingkan dengan pihak individu atau swasta. tetapi semua itu diterjemahkan ke dalam praktek dan pelaksanaan. kurangnya minat para birokrat walaupun pemerintah yang terdiri atas politisi telah membentuk peraturan perundang-undangan intuk melindungi lingkungan. sehingga keputusan pemerintah akan berpihak pada golongan tertentu saja. KEGAGALAN PERENCANAAN ( PEMERINTAH) a. karena kenyataannya pemerintah justru sering kali melindungi kepentingan individu. Oleh karena itu.

Beberapa contoh kegagalan pemerintah 1. Untuk itu diadakan BIMAS dan system panca usaha tani yang terbukti telah berhasil meningkatkan produksi beras di Indonesia. Hal didasari karena pangan merupakan dasar begi kestabilan ekonomi dan politik. b. sehingga suhu politik dapat dipertahankan stabil. Harga padi justru ditekan rendah dengan maksud agar harga beras dapat dijangkau masyarakat luas terutama buruh-buruh atau tenaga kerja di sector industri perkotaaan.akhirnya menjadi bagian dari birokrat menjadi sangat penting dan dapat mempengaruhi pelaksanaan peraturan yang bersangkutan. yang selanjutnya merupakan landasan bagi pembangunan secara keseluruhan. sehingga peran swasembada pangan sangat penting. Akibatnya birokrat bertindak tidak demi kepentingan masyarakat. Dengan menggunakan kebijakan cadangan (buffer stock policy). Kedua program tersebut telah membimbing masyarakat petani secara intensif menggunakan pupuk dan insektisida agar prduksi pertanian padi meningkat. Hal ini memang sangat diperlukan untuk menjamin ketenangan kerja mereka. BULOG berusaha mempertahankan harga beras stabil dengan menentukan harga atas dan harga dasar beras. para mahasiswa dan pekerja pada umumnya. namun. di sisi lain pemerintah menggunakan kebijakan harga negative (negative rice price policy) yang diartikan sebagai kebijakan menekan harga padi. tetapi demi kepentingan kelompok. sehingga harga padi bukan merupakan insentif bagi petani untuk meningkatkan produksinya. Pengalaman inflasi yang deras pada tahun 1960-an dan dampak krisis ekonomi tahun 1997/98 tetap menempatkan beras sebagai barometer ekonomi. kebijakanpembangunan pertanian Sejak PELITA I tahun 1967/68 Indonesia telah bertekad mengutamakan pembangunan ekonomi yang bertumpu pada pembangunan pertanian. Hal ini merupakan salah satu kegagalan pemerintah karena pemerintah ternyata melindungi konsumen dari kenaikan harga beras namun 16 .

selain dibutuhkan disektor pertanian tetapi juga untuk kepentingan sector industri. Air irigasi memiliki banyak fungsi. listrik dan perkotaan. Akibatnya permintaan pasar akan beras meningkat. Timbl inefficiency dalam alokasi factor produksi. tales dll digantikan dengan beras sebagai makanan pokok. tetapi juga manusia. Sector kegiatan yang mendapat subsidi menjadi sangat menarik karena tingginya tingkat keuntungan yang sebetulnya merupakan hal semu sehingga alokasi factor produksi menjadi tidak tepat. Sumberdaya air menjadi tercemar oleh pupuk dan insektisida. sehingga tidak hanya mengganggu kehidupan satwa air. ketela. bahkan pangan nonberas seperti sagu. Dengan kebijakan ini. sehingga kebijakan ini telah mengurangi tersedianya dana untuk pembangunan lainnya. Oleh karena itu. Bagaimana dampaknya terhadap lingkungan? Jelas yang terjadi apabila produksi berlebihan dan penggunaan lahan pertanian yang sangat intensif dapat menimbulkan hama wereng yang mengakibatkan kegagalan panen. Dampak keseluruhan dari kebijakan pembangunan pertanian adalah: pemerintah menggunakan pajak dan sumber pendapatan lain untuk membiayai subsidi pangan melalui kebijakan harga pangan.mengorbankan petani dengan memberikan harga beras yang terlalu rendah dibandingkan dengan harga pasar. seperti peristiwa tahun 1970-an. maka petani leluasa 17 . di Indonesia petani tidak diwajibkan membayar air irigasi. Subsidi mendorong penggunaan SDA yang mendapatkan subsidi. Selama ini penggunaan air di sector pertanian dimaksudkan untuk mendorong penigkatan hasil produksi pertanian (padi). 2. ubi. Dalam hal pertanian penggunaan tanah akan sangat intensif dibarengi dengan penggunaan insektisida dan pupuk buatan yang berlebihan. harga air irigasi Pembangunan sarana irigasi sangat penting dalam pengembangan produksi sector pertanian.

batu bara. 3. 18 . Di sisi lain air yang digunakan untuk listrik. perkotaan dll menjadi kurang tersedia sehingga harganya menjadi mahal. Akibatnya terjadi pemborosan penggunaan sumberdaya air. gas dan listrik seringkali mendapat subsidi yang sangat besar di Negara-negara berkembang termasuk Indonesia. kebijakan harga energi Sumber energi seperti bahan bakar minyak. Dengan subsidi BBM mendorong penggunaan BBM berlebihan sehingga mencemari lingkungan. Akibatnya menumpuknya hutang pemerintah dan swasta karena terpaksa meminjam dari luar negeri untuk membiayai pembangunan Indonesia. Dampak ekonomi dari subsidi BBM jelas merupakan kebocoran yang sangat tinggi dari dana pemerintah dalam pembangunan.menggunakan air tanpa memperhatikan volume air yanag digunakan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->