P. 1
Materi Kuliah'10-11

Materi Kuliah'10-11

|Views: 2,150|Likes:
Published by Q-monx Ntu Rizqi

More info:

Published by: Q-monx Ntu Rizqi on Oct 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

Sections

  • I. HUBUNGAN ANTAR BERBAGAI KEHIDUPAN
  • II. ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS BIOGEOKIMIA
  • III. KEPENDUDUKAN DAN KESEIMBANGAN EKOLOGIS
  • IV. HUBUNGAN ANTARA PENDUDUK DENGAN KESELARASAN LINGKUNGAN
  • V. PEMELIHARAAN / PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
  • VI. KEANEKARAGAMAN HAYATI PADA EKOSISTEM AIR (PRAKTIKUM)
  • VII. KEANEKARAGAMAN HAYATI PADA EKOSISTEM DARAT (PRAKTIKUM)
  • VIII. PEMERIKSAAN PLANKTON (PRAKTIKUM)
  • IX. MODEL EKOLOGI TERJADINYA PENYAKIT AKIBAT PENCEMARAN LINGKUNGAN (PRAKTIKUM)

MATERI KULIAH EKOLOGI

• HUBUNGAN ANTAR BERBAGAI KEHIDUPAN • ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS BIOGEOKIMIA • KEPENDUDUKAN DAN KESEIMBANGAN EKOLOGIS KEHIDUPAN MANUSIA • HUBUNGAN ANTARA PENDUDUK DENGAN KESELARASAN LINGKUNGAN • PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP • KEANEKARAGAMAN HAYATI PADA EKOSISTEM AIR • KEANEKARAGAMAN HAYATI PADA EKOSISTEM DARAT • MODEL EKOLOGI TERJADINYA PENYAKIT AKIBAT PENCEMARAN LINGKUNGAN

DOSEN : ARIF WIDYANTO, S.Pd., M.Si.

DEPARTEMEN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO PROGRAM STUDI DIII KESEHATAN LINGKUNGAN 2010/2011

2

I. HUBUNGAN ANTAR BERBAGAI KEHIDUPAN

Mahluk hidup dengan lingkungan abiotiknya mempunyai hubungan yang erat dan tidak terpisahkan serta saling pengaruh-mempengaruhi membentuk sistem ekologi/ekosistem. Komponen abiotik menyediakan berbagai macam bahan atau substrat yang diperlukan oleh komponen biotik (organisme) untuk melangsungkan hidupnya. Berdasarkan cara mendapatkan makanan, organisme dalam suatu ekosistem dapat dikelompokkan menjadi dua komponen yaitu : 1. Komponen autotrof Yaitu organisme yang dapat menyediakan atau mensintesis makanan sendiri berupa bahan organik dengan bantuan sinar matahari dan klorofil. Dengan demikian semua tumbuhan hijau termasuk autotrof. 2. Komponen heterotrof Yaitu organisme yang memanfaatkan organisme lain atau bahan-bahan organik yang telah disediakan oleh organisme lain sebagai sumber makanannya. Contoh : binatang, jamur, bakteri pengurai. Komponen ekosistem ditinjau dari jasad/benda penyusunnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Komponen Abiotik (benda/jasad mati, bahan tak hidup) Yaitu komponen fisik, kimia dan senyawa organik mati (sisa-sisa organisme) yang merupakan media atau substrat untuk berlangsungnya kehidupan. 2. Komponen Biotik (makhluk hidup) a. Produsen Yaitu organisme autotrof sebagai penyedia makanan. Contoh : rumput, padi. b. Konsumen Yaitu organisme heterotrof yang memakan atau mengkonsumsi organisme lainnya. Konsumen ada tiga macam yaitu : Herbivora (pemakan rumput), contohnya : sapi, rusa, gajah. Karnivora (pemakan daging), contohnya : harimau, singa, srigala. Omnivora (pemakan segala), contohnya : manusia.

3 c. Dekomposer (Pengurai) Yaitu organisme heterotrof yang mampu menguraikan bahan organik dari organisme yang telah mati. Contoh : bakteri pengurai. Banyaknya komponen abiotik dan biotik (produsen, konsumen dan pengurai), interaksi antar komponen tersebut serta proses-proses alami yang berlangsung akan sangat menentukan kompleksitas suatu ekosistem. Interaksi Antar Makhluk Hidup Interaksi antar makhluk hidup terjadi karena masing-masing individu memiliki keinginan untuk selalu hidup dan berupaya mendapatkan dan memanfaatkan sumber daya yang ada guna melangsungkan hidupnya. Apabila dua spesies memiliki ciri atau persyaratan ekologis yang serupa, maka akan terjadi interaksi antar spesies yang hasilnya kemungkinan adalah sebagai berikut : 1. Spesies yang mudah menyesuaikan diri (adaptasi) akan cepat berkembang dan menyebar ke seluruh kisaran tempat hidup spesies lainnya. 2. Masing-masing spesies akan menempati daerah tertentu yang bersebelahan secara eksklusif karena masing-masing spesies mampu beradaptasi dengan baik untuk hidup di sebagian wilayah yang ditempatinya. 3. Spesies yang sulit beradaptasi akan sulit berkembang bahkan kelangsungan hidup spesies tersebut menjadi terganggu. Beberapa jenis interaksi antar makhluk hidup adalah sebagai berikut : 1. Mutualisme Mutualisme merupakan interaksi yang menguntungkan kedua spesies yang berinteraksi. Mutualisme sering disebut sebagai simbiosis mutualisme artinya kehidupan bersama antar dua spesies yang berbeda yang bersifat menguntungkan bagi kedua spesies tersebut. Contohnya : • • Interaksi antara lebah madu dengan tanaman berbunga. Interaksi antara bakteri pengikat nitrogen dengan tanaman kedelai.

4

2. Komensalisme Komensalisme merupakan interaksi antara dua spesies berbeda, spesies yang satu mendapat keuntungan sedangkan spesies yang lainnya tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Interaksi ini disebut juga simbiosis komensalisme. Contohnya : Interaksi antara tanaman anggrek (sebagai epifit) dengan pohon pinus di hutan. 3. Parasitisme Parasitisme merupakan interaksi antara dua jenis spesies yang berbeda, spesies yang satu mendapat keuntungan sedangkan spesies yang lainnya menderita kerugian. Contohnya : • Keberadaan cacing gelang sebagai parasit dalam usus manusia. • Tumbuhnya benalu pada pohon mangga. 4. Amensalisme Amensalisme merupakan interaksi antara dua jenis spesies yang berbeda, spesies yang satu mendapat kerugian sedangkan spesies yang lainnya tidak diuntungkan dan juga tidak dirugikan. Contohnya : Keberadaan pohon kecil di bawah pohon besar. Pohon kecil akan terganggu fotosintesisnya karena ternaungi, sedangkan pohon besar tidak diuntungkan dan tidak dirugikan. 5. Neutralisme Neutralisme Contohnya : Interaksi antara ikan dan siput di suatu kolam. Ikan dan siput tidak saling merasa terganggu walaupun habitatnya sama karena di kolam tersebut sumber makanannya melimpah. 6. Predasi (pemangsaan) merupakan interaksi antar organisme yang sifatnya tidak saling menguntungkan dan tidak saling merugikan.

5 Predasi merupakan interaksi antar organisme yang salah satu organisme tersebut memangsa (memakan) organisme lainnya. Organisme yang memakan disebut pemangsa atau predator, sedangkan organisme yang dimakan disebut mangsa. Contoh : Harimau memangsa kijang di hutan. 7. Kompetisi (persaingan). Kompetisi adalah interaksi antar organisme yang memperebutkan sumber daya guna melangsungkan hidupnya. Interaksi ini umumnya terjadi pada organisme yang memiliki relung dan habitat yang sama. Organisme tersebut memiliki kebutuhan sumber daya yang sama sedangkan ketersediaannya terbatas, akibatnya mereka saling bersaing guna melangsungkan hidupnya. Kompetisi ada dua macam, yaitu : a. Kompetisi intraspesifik Kompetisi intra spesifik merupakan kompetisi yang terjadi dalam spesies yang sama. Contoh : Dua ekor singa sedang memperebutkan seekor rusa guna dimangsa. b. Kompetisi interspesifik Kompetisi interspesifik adalah kompetisi yang terjadi antar dua spesies yang berbeda. Contoh : Harimau dan singa sedang bersaing memperebutkan seekor rusa guna dimangsa.

Dari hasil fotosintesis. tumbuhan hijau (autotrof) hanya mengambil sekitar 15 – 50 % untuk melakukan metabolisme. Setiap rantai makanan atau jaring makanan dimulai dengan organisme autotrof (tanaman hijau) sebagai produsen bagi konsumen pada ekosistem tersebut. Seluruh organisme (kecuali organisme kimia sintesis yang relatif sedikit jumlahnya) setiap hari mendapatkan zat organik melalui fotosintesis baik secara langsung maupun tak langsung. Fotosintesis hanya memakai kurang lebih sepersepuluh dari 1 % energi matahari yang mencapai permukaan bumi. Rantai makanan atau jaring makanan berakhir dengan pengurai atau dekomposer yaitu organisme pengurai biasanya bakteri. Produsen yang mati dapat diuraikan secara langsung oleh pengurai tanpa melalui konsumen. Bagan jaring-jaring makanan secara sederhana adalah sebagai berikut : Kelinci Srigala Tanaman Tikus Elang Burung . jamur dan cacing yang selanjutnya akan menghasilkan materi/bahan yang diperlukan kembali oleh tumbuhan (produsen). Pada umumnya dalam suatu komunitas terdapat berbagai rantai makanan yang berbeda-beda dan kompleks yang saling mengikat bersama-sama membentuk jaring makanan (food web). Hubungan antara produsen dan pengurai sangat beragam.6 II. Sisanya (net fotosintesis atau net produktivitas primer) diambil atau dimanfaatkan oleh organisme heterotrof sebagai sumber energi (makanan) guna melangsungkan hidupnya. Produsen dapat dimakan oleh konsumen primer (herbivora) yang selanjutnya dimakan oleh konsumen sekunder (karnivora) dan setelah masing-masing organisme tersebut mati akan diuraikan oleh pengurai atau dekomposer. Fotosintesis tidak dapat berlangsung tanpa adanya sinar matahari. Urutan organisme yang dilewati energi dalam suatu komunitas disebut rantai makanan (food chain). ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS BIOGEOKIMIA ALIRAN ENERGI Kehidupan di bumi sangat tergantung pada sinar matahari.

III II I . konsumen sekunder (karnivora) sebagai tingkat tropis ketiga dan seterusnya. Dengan kata lain. atau dengan kata lain bahwa transformasi energi tidak pernah efisien 100 %. demikian pula jumlah energi pada konsumen I lebih besar dibandingkan pada konsumen II. jumlah energi pada produsen lebih besar dibandingkan pada konsumen I. Semua produsen disebut sebagai tingkat tropis pertama. selalu ada energi yang keluar dari sistem. Jenis spesies pada masing-masing tingkat tropis antara komunitas yang satu dengan lainnya adalah berbeda. Pada setiap urutan tingkat tropis mengalami kehilangan energi dari sistem tersebut. Kehilangan energi ini sesuai Hukum Termodinamika II yang menyatakan bahwa setiap perubahan energi menimbulkan hilangnya energi yang dipakai.7 Ular Serangga Katak PIRAMIDA ENERGI Tingkatan urutan makanan dalam rantai makanan pada suatu komunitas sering disebut oleh ahli-ahli ekologi sebagai tingkat tropis. Distribusi energi dalam suatu komunitas dapat digambarkan seperti bentuk piramida (piramida energi) dengan tingkatan tropis I (produsen) di bagian dasar. dan konsumen (tingkatan tropis II dan III) pada bagian atasnya. Adanya kehilangan energi tersebut mengakibatkan jumlah total energi pada tiap tingkat tropis yang tinggi adalah lebih rendah dibandingkan dengan tingkat tropis yang lebih rendah. konsumen primer (herbivora) sebagai tingkat tropis kedua. tetapi pada umumnya mempunyai pola yang sama.

Mekanisme siklus biogeokimia dalam ekosistem berlangsung bersamaan dengan berlangsungnya rantai makanan karena senyawa kimia yang beredar merupakan komponen bahan makanan yang diperlukan oleh makhluk hidup. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinyu dalam tiga cara yang berbeda.Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Setelah mencapai tanah. presipitasi.Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. hujan gerimis atau kabut. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah . air dan udara (geologis).8 Siklus Biogeokimia Siklus biogeokimia sering disebut sebagai siklus materi atau siklus bahan. Beberapa siklus yang penting antara lain adalah siklus air. Siklus Air Siklus air bukan merupakan siklus biogeokimia. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. salju. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. siklus karbon. es. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai- . Disebut siklus biogeokimia karena siklus berlangsung secara kimia melalui perantara makhluk hidup (biologis) dan kembali ke lingkungan fisiknya melalui tanah. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinyu. hujan es dan salju (sleet). Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (presipitasi) dalam bentuk hujan. di tanaman dan sebagainya kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. evaporasi dan transpirasi. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut kembali memasuki sistem air permukaan. siklus nitrogen dan siklus fosfat. Evaporasi / transpirasi . maka aliran permukaan semakin besar. Siklus air atau siklus hidrologi merupakan sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi. di sungai. Air Permukaan . di daratan. salju.Air yang ada di laut. tetapi penting untuk dipelajari. Air berevaporasi.

9 sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai menuju ke laut. Air permukaan. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS). Air hujan yang meresap ke dalam tanah berfungsi . rawa. danau dan badan air lainnya yang ada di permukaan bumi. waduk. Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap. sungai. sungai. laut dan badan air lainnya. Akibat evaporasi dan respirasi tersebut akan menimbulkan adanya awan yang Hujan akan turun ke bumi dengan menggenangi berbagai cekungan seperti danau. selanjutnya menjadi hujan. dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. • • • Demikian pula respirasi organisme juga akan membebaskan uap air ke atmosfer. rawa). yang berubah adalah wujud dan tempatnya SIKLUS AIR Hujan evaporasi respirasi organisme air permukaan evaporasi danau Laut Penjelasan siklus air : • Adanya sinar matahari baik secara langsung maupun tidak langsung akan mengakibatkan evaporasi (penguapan) air laut. baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau.

. BATUBARA DAN GAS Penjelasan siklus CO2 : • • CO2 bebas di atmosfer akan dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuhan untuk Materi karbon yang terdapat dalam tumbuhan (autotrof atau produsen) selanjutnya akan melakukan fotosintesis. Air hujan juga dimanfaatkan oleh seluruh organisme di bumi untuk melangsungkan hidupnya.10 menjadi cadangan air tanah. • Air permukaan seperti sungai dan air sub permukaan akan mengalir kembali ke laut. Selain itu air juga merupakan pelarut dan alat angkut bagi berbagai unsur dan senyawa kimia yang sangat diperlukan oleh berbagai organisme di bumi. Siklus CO2 CO2 BEBAS DI ATMOSFIR FOTOSINTESIS RESPIRASI PEMBAKARAN : MOTOR PABRIK DSB PRODUSEN RESPIRASI KONSUMEN DEKOMPOSER FOSIL : MINYAK. Siklus air akan terus-menerus terjadi dan memberikan suplai air bagi kehidupan di bumi. Siklus air merupakan salah satu faktor yang mengendalikan suhu bumi. dimanfaatkan oleh komponen heterotrof (konsumen dan dekomposer) melalui proses rantai makanan.

maka panas yang dipancarkan oleh bumi akan diserap oleh CO2 di atmosfer dan dipancarkan kembali ke bumi sehingga suhu bumi menjadi lebih panas (green house effect).11 • • • • Sebagian CO2 akan dilepaskan kembali ke atmosfer oleh organisme (produsen. CO2 berfungsi sebagai pengatur suhu pada permukaan bumi. Kandungan CO2 di atmosfer akan meningkat jumlahnya melalui aktivitas manusia yang melakukan pembakaranpembakaran bahan organik terutama minyak. sehingga permukaan air laut menjadi naik yang selanjutnya dapat menenggelamkan sebagian wilayah daratan. Akibat adanya peningkatan kandungan CO2 di atmosfer tersebut. Meletus N2 di Atmosfir konsumen dan dekomposer) melalui respirasi. minyak. batubara dan gas. batubara dan gas akan melepaskan kembali CO2 ke atmosfer. Siklus Nitrogen Gunung. batubara dan gas. Tumbuhan dan hewan yang mati akan diuraikan oleh dekomposer. Dampak negatif yang lebih jauh lagi dan sangat dikawatirkan adalah akibat peningkatan suhu bumi tersebut dapat mencairkan es di kutub utara dan selatan bumi. Bakteri Denitrifikasi Fiksasi Elektrik Bakteri Pengikat N Simbiosis Bakteri Pengikat N bebas Bakteri Nitrat NO3 Produsen NO2 Dekomposer Konsumen . Bahan-bahan organik yang telah mati (fosil) dalam waktu lama akan menjadi cadangan Pembakaran minyak.

tinggi seperti rumput-rumputan dan tanaman tertentu lainnya. • Meskipun N tidak perlu kembali ke udara pada setiap perputaran siklus. Hal tersebut karena ada aktivitas bakteri denitrifikasi yang mampu mengubah amonia. Tetapi sebagian besar tanaman yang sedang berbunga lebih menggunakan nitrat daripada amonia. • Materi nitrogen yang terdapat dalam tumbuhan (autotrof atau produsen) selanjutnya akan dimanfaatkan oleh komponen heterotrof (konsumen dan dekomposer) melalui proses rantai makanan. • • • • Mikroba pengikat N yang hidup bebas di dalam tanah dan air akan melepaskan amonia Organisme yang mati akan diuraikan oleh dekomposer antara lain menjadi amonia Amonia akan diubah oleh bakteri nitrit menjadi nitrit (NO2). nitrit atau nitrat menjadi N 2 dan melepaskannya kembali ke udara. (NH3). Fiksasi nitrogen juga dapat terjadi secara elektrik melalui petir tetapi jumlahnya kecil. oleh bakteri nitrat menjadi nitrat (NO3).12 Bakteri Nitrit NH3 Penjelasan siklus nitrogen : • Cadangan nitrogen anorganik di atmosfer yang membangun ± 78 % udara difiksasi oleh mikroba pengikat nitrogen simbiosis yang selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh produsen (tumbuhan hijau). • Siklus N dapat diulang terus dari tumbuhan ke bakteri pengurai hingga ke tumbuhan lagi tanpa kembali lagi dalam bentuk N2 ke udara (berbeda dengan siklus CO2 yang selalu kembali ke udara dalam bentuk CO2). namun selalu ada pelepasan N2 dari tanah atau air kembali ke udara. . selanjutnya nitrit diubah Pada umumnya amonia (dalam bentuk amonium atau NH4) dimanfaatkan oleh tanaman ke media di sekelilingnya.

13 Siklus Fosfat .

Bahan Organik Mikroba Pembentuk Fosfat Erosi Hewan Laut Fosfat Terlarut Tulang. fosil-fosil dan bahan organik.Batuan Fosfat . Gigi Endapan dangkal di laut Hilang ke laut dalam Penjelasan siklus fosfat : • Sumber fosfat adalah batuan fosfat.14 Produsen Konsumen Sintesis Dekomposer Ekskresi . .Fosil .

Ekskresi hewan juga dapat menjadi fosfat terlarut. fosfat. fosfat mengalir dari tumbuhan (autotrof) ke Bakteri pembentuk fosfat akan merubah organisme yang mati menjadi fosfat terlarut. selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh organisme di lautan.15 • • • • • • • • Adanya erosi (misalnya oleh air hujan) dan penambangan yang dilakukan oleh manusia Fosfat terlarut dapat disintesis oleh tumbuhan untuk keperluan hidupnya. III. Di lautan. organisme laut yang mati akan mengendap menjadi fosfat terlarut yang Selain itu sisa-sisa organisme laut yang mati juga dapat mengendap menjadi batuan Fosfat juga dapat masuk (hilang) di lautan yang dalam. mengakibatkan sumber fosfat berubah menjadi fosfat terlarut. KEPENDUDUKAN DAN KESEIMBANGAN EKOLOGIS . heterotrof (konsumen dan dekomposer). Melalui mekanisme rantai makanan.

Komposisi berdasarkan umur : misalnya. antara lain : 1. sedangkan kematian (jumlah penduduk yang mati) akan menurunkan jumlah penduduk. Selisih antara kelahiran dan kematian disebut natural increase (pertumbuhan alamiah). usia balita. Pertumbuhan penduduk sering didefinisikan sebagai peningkatan jumlah penduduk yang terdapat pada suatu wilayah.Komposisi berdasarkan jenis kelamin : pria dan wanita. 4. Selisih antara imigrasi dan emigrasi disebut net migration.16 KEHIDUPAN MANUSIA PERTUMBUHAN PENDUDUK Secara global dunia telah mengalami ledakan penduduk. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah : 1. Ledakan penduduk ini ditandai dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di setiap negara. Secara biologis . lanjut usia. muda. komposisi penduduk di perdesaan. PENGHITUNGAN PERTUMBUHAN PENDUDUK . Kematian (mortalitas) 3. 2. . 3. tua. Secara ekonomi Contoh. .Komposisi menurut status perkawinan. Pada umumnya pertumbuhan penduduk yang cepat akan mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk dalam waktu yang singkat. Migarasi masuk (imigrasi) 4. kabupaten. KOMPOSISI PENDUDUK Komposisi penduduk dapat ditinjau dari beberapa aspek. dan sebagainya. perkotaan. provinsi. dan sebagainya. komposisi menurut jumlah penghasilan. Secara geografis Contoh. Migrasi keluar (emigrasi) Adanya kelahiran (jumlah bayi yang lahir) akan meningkatkan jumlah penduduk. Adanya imigrasi akan meningkatkan jumlah penduduk. Secara sosial .Komposisi menurut pendidikan. Kelahiran (natalitas) 2. sedangkan emigrasi akan menurunkan jumlah penduduk.

x 100 % P Apabila data-data B. E dan P (jumlah penduduk pada pertengahan tahun) telah diketahui.3 % = 2. maka pertumbuhan penduduk atau jumlah penduduk dalam periode t dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Pt = Po ( 1 + r ) t Contoh : Jumlah penduduk di suatu wilayah pada tahun 2005 sebanyak 4000 jiwa.408 = 5632 jiwa.023)15 = 4000 x 1. I.3 %. Jika persentase kenaikan jumlah penduduk sebanyak 2. berapakah jumlah penduduk pada tahun 2020 ? Jawab : Diketahui : Po = 4000 t = 2020 – 2005 = 15 r = 2.023 P15 = 4000 (1 + 0. satu di antaranya adalah sebagai berikut : Pt = Po + (B .3 / 100 = 0. D. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DAERAH . E tidak diketahui dan yang diketahui hanya data jumlah penduduk pada saat tertentu (Po) dan angka pertumbuhan penduduk (r). Bila data-data B. I. D.17 Ada beberapa cara atau metode untuk menghitung pertumbuhan penduduk atau jumlah penduduk. maka r (angka pertumbuhan penduduk) dapat dihitung dengan rumus : (B – D) + (I – E) R = ---------------------.D) + (I – E) Keterangan : Pt : jumlah penduduk pada akhir periode t Po : jumlah penduduk pada awal periode t B : jumlah kelahiran dalam periode t D : jumlah kematian dalam periode t I : jumlah imigran dalam periode t E : jumlah emigran dalam periode t Persamaan tersebut dikenal sebagai persamaan penduduk berimbang (balancing equation).

tetapi di beberapa negara maju justru masih ada yang merasa kekurangan penduduk. sehingga jumlah penduduk yang banyak merupakan masalah rumit yang harus dapat diatasi. Dengan demikian alam tidak boleh disentuh dan dibiarkan apa adanya.18 Meskipun secara global dunia telah mengalami ledakan penduduk. Banyak orang beranggapan bahwa persoalan penduduk mudah dipecahkan apabila jumlah penduduk yang ada dibagi-bagi ke setiap daerah secara merata. Pertumbuhan penduduk yang cepat atau tidak terkendali di suatu daerah pada suatu saat tungkat kehidupan yang wajar. Atas hal tersebut. era pertanian menetap dan era industrialisasi. Pandangan manusia terhadap alam atau lingkungan ada dua yaitu paham determinisme dan posibilisme. Pulau Jawa sering dianggap lebih cepat berkembang dibandingkan daerah-daerah lainnya. Selama ini pertumbuhan dan perkembangan penduduk di Pulau Jawa lebih pesat dibandingkan di daerah lainnya. Paham determinisme berkeyakinan bahwa hidup manusia sangat tergantung dengan alam. Adanya perkembangan tingkat peradaban manusia mengakibatkan kebutuhan manusia akan menimgkat baik jumlah maupun jenisnya. Negara Indonesia termasuk salah satu negara yang pertumbuhan penduduknya cepat dan persebaran penduduknya tidak merata pada tiap-tiap daerah (pulau). Paham posibilisme berkeyakinan bahwa manusia dapat memanfaatkan alam untuk melangsungkan dapat melampaui “daya dukung lingkungan” yaitu kemampuan suatu daerah untuk mendukung sejumlah penduduk pada . Kelangsungan hidup manusia bergantung pada lingkungan sebagai sistem pendukung kehidupan (life support systems). PENCEMARAN LINGKUNGAN Secara garis besar sejarah perkembangan tingkat peradaban manusia dapat dikelompokkan menjadi 3 era yaitu era nomaden. Hal tersebut tidaklah benar karena penempatan penduduk ke berbagai daerah bukanlah hanya didasarkan dari luas daerah (meter persegi) melainkan tergantung dari daya tampung dan daya dukung daerah tersebut. Pertumbuhan dan perkembangan penduduk di Indonesia tidak sama antara daerah yang satu dengan lainnya. Negara-negara yang cepat pertumbuhan penduduknya adalah negara berkembang. Atas dasar hal ini maka pemerintah melakukan program transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari Jawa ke luar Jawa dengan tujuan untuk pemerataan persebaran jumlah penduduk di Indonesia. Pertumbuhan penduduk erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan daerah atau wilayah. Manusia sangat membutuhkan lingkungan atau sumber daya alam.

anta lain yaitu : • Lingkungan Hidup Adalah kesatuan ruang dengan semua benda. penyakit akibat pencemaran lingkungan dan sebagainya. Untuk menghindari berbagai dampak negatif terhadap lingkungan hidup. keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Dengan demikian manusia dapat melakukan pengelolaan terhadap alam guna melangsungkan hidupnya.Sebagai sumber bahan mentah untuk kegiatan produksi dan konsumsi .Sebagai asimilator (pengolah limbah secara alami) . yang mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Fungsi lingkungan atau sumber daya alam secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut : . baik hayati maupun non hayati dan sumber daya buatan. ada beberapa pengertian atau definisi-definisi yang penting menurut UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. sumber daya alam. Sebelum membahas lebih jauh tentang masalah pencemaran lingkungan. • Perusakan lingkungan hidup adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan/atau hayatinya. daya. energi dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. pencemaran lingkungan hidup. maka perlu upaya pengelolaan lingkungan hidup. • Daya Dukung Lingkungan Hidup (Life Supports) Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.19 hidupnya. . penggunaan ruang yang semakin besar dan adanya eksploitasi sumber daya alam (SDA) selain meningkatkan kesejahteraan manusia juga dapat menimbulkan masalah lingkungan seperti : deplesi SDA (pengurasan SDA). perusakan lingkungan hidup. • Sumber Daya Adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia.Sebagai sumber hiburan/kesenangan/rekreasi Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). • Daya Tampung Lingkungan Hidup (Carrying Capasity) Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat.

pengembangan. pemeliharaan. pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. zat. • Pelestarian fungsi lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.20 • Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. USA didefinisikan sebagai “Perubahan yang kurang menguntungkan pada lingkungan yang secara keseluruhan terjadi akibat kegiatan manusia baik langsung maupun tidak langsung melalui perubahan pola energi. kandungan fisik dan kimiawi serta berkembangnya organisme”. pemulihan. Secara sederhana hal tersebut dapat digambarkan dengan bagan berikut ini : KEGIATAN MANUSIA LINGKUNGAN MANFAAT PENINGKATAN KESEJAHTERAN MAN - DAMPAK NEGATIF PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN MERUGIKAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN . Kegiatan-kegiatan manusia di lingkungan dapat menimbulkan adanya pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan menurut The Environmental Pollution Panel of the President’s Science Adirzory Committee. • Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi ligkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan. energi. derajat radiasi. dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. pemanfaatan.

Bahan Anorganik : unsur batuan. Ada dua jenis remediasi tanah. rumah tangga. » » Sumber pencemaran tanah : a. Akibat pencemaran tanah : Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam . dsb Bahan pencemar tanah : b. pertanian. Bahan Organik : sampah atau limbah organik » a. » 1. dsb Industri. pertumbuhan tanaman. letusan gunung.21 Adanya pencemaran lingkungan (tanah. tanah) b. perdagangan. air. Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik untuk Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi. udara dan makanan) akan dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan pada manusia. air. Aktivitas manusia a. mineral. Penanganan pencemaran tanah Remediasi Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. tempat umum. dsb b. yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Kejadian alam Banjir. c. Pencemaran Tanah Yaitu perubahan fisik maupun kimiawi dari tanah yang dapat mengakibatkan menurunnya daya guna/ daya dukung tanah. udara. Bagan sederhananya adalah sebagai berikut : PENCEMARAN LINGKUNGAN TANAH AIR UDARA MAKANAN PENYAKIT PADA MANUSIA Beberapa Jenis Pencemaran Lingkungan : 1.

Pencemaran Air Yaitu perubahan komposisi atau kondisi air sehingga kualitasnya menurun begitu pula daya guna dan daya dukungnya juga menurun. kimia maupun mikrobiologis) b. Aktivitas manusia Industri. dsb. aliran gas alam. kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. » umum. tempat Dampak pencemaran air a. Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. terdiri dari pembersihan. venting (injeksi). Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. b. Macam pencemaran air : a. Setelah itu di daerah aman. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit. permukiman. Timbulnya gangguan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya . aliran lava. perdagangan. Timbulnya eutrofikasi Contoh : pencemaran air oleh eceng gondok sehingga ekosistem air menjadi terganggu/rusak. pertanian. » a. b. dsb. Kualitas air menurun (fisik. Caranya yaitu. c. letusan gunung. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah. c. » Pencemaran oleh mikroorganisme baik pathogen maupun non pathogen Pencemaran oleh bahan anorganik Pencemaran oleh bahan organik Sumber pencemaran air : Kejadian alam Banjir. bakteri). dan bioremediasi. 2. tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. rumah tangga.22 Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi tersebut. Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air) 2. tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap. Bioremediasi Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur.

04 %) (0. Lapisan-lapisan atmosfir (dari yang terendah) sebagai berikut : Troposfir Stratosfir Mesosfir Ionosfir Termosfir 1. » Udara adalah bagian dari atmosfer yang menyelimuti bumi. Pendangkalan dasar perairan. atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia. mengganggu estetika dan kenyamanan. hewan.0005%) (0 – 0. Pencemaran Udara Adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik.0001%) Sumber pencemaran udara : Alam Kebakaran hutan Letusan gunung berapi Debu yang diterpa angin Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi Aktivitas manusia . Menjalarnya wabah muntaber 3.23 d. Komposisi udara dalam troposfir : »   Nirtogen Oksigen Argon (0. Punahnya biota air f. kimia.002%) (78%) (21%) Helium Ozon Lain lain Krypton (0. e.00002%) Neon (0. atau merusak property.9%) CO2 (0. dan tumbuhan.

misal sampah. tidak berwarna. 3. SO2 menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan. toksis. mengikat hemoglobin dalam darah. Merupakan gas yagn tidak berbau. 2. » Beberapa pencemar udara yang utama : 1. Senyawa Hydrokarbon Sumber utama : asap kendaraan bermotor dan asap pabrik.24 » Kegiatan industri Transportasi Rumah tangga Pembakaran Selain itu sumber pencemar udara juga dapat dibedakan menjadi : Pencemar primer Adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. pembakaran hutan dan sampah. H2S Sumber pembusukkan bahan organic. Senyawa Karbon (CO dan CO2) CO ( Carbon Monoxida) Sumber utama asap kendaraan bermotor. Kadar CO2 yang berlebihan di atmosfer dapat mengakibatkan “efek rumah kaca”. Senyawa Sulfur SO2 dan SO3 Sumber pembakaran batubara. Tidak berefek langsung terhadap kesehatan. Pencemar sekunder Adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. dsb. pembakaran kayu. SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk H2 SO4 yang toksin dan korosif. Contoh : karbon dioksida (merupakan hasil dari pembakaran). CO2 (Carbon Dioksida) Sumber utama asap kendaraan. Dapat memudarkan barang dari perak. asap rokok. cerobong pabrik. Contoh : Pembentukan ozon dalam smog fotokimia. . tembaga dan berbau busuk.

dan infeksi saluran pernapasan. dapat mengurangi penglihatan. Konsentrasi rendah bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Tidak berbahaya tetap dapat bereaksi dengan O2 membentuk NO2 NO2 (Nitrogen Dioxida) Sumber utama : asap kendaraan. . seperti batuk dan penyakit pernapasan (bronchitis. debu sisa Radioaktif : dapat menyebabkan efek somatic (langsung ke tubuh pembakaran. penerima) dan efek genetic (berpengaruh terhadap gen/terkait dengan generasi berikutnya) 6. dsb. jamur. mempengaruhi janin dalam kandungan dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.25 4. serbuk dari tumbuhan. » Akibat Pencemaran Udara a. dan kemungkinan kanker paru-paru). kulit. Fluorida Sumber : peleburan biji besi. 5. kanker paru-paru. Perokok dapat dibedakan mejadi dua yaitu : Perokok aktif adalah mereka yang merokok. debu jalanan. Partikel Variabel (dapat hidup) : bakteri. Non variable (tidak hidup) : debu gunung meletus. Terganggunya kesehatan manusia. asap rokok. Berwarna coklat. pabrik pupuk dan aluminium. Konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi pada mata. pembangkit tenaga listrik. pembuatan keramik. emfisema. Dapat menyebabkan iritasi mata dan ISPA serta Paru-paru. NO dan NO2 NO (Nitrogen Oxida) Sumber utama : mesin kendaraan bermotor. pabrik. Asap Rokok Asap rokok mengandung berbagai bahan pencemar yang dapat menyebabkan batuk kronis. 7. Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok di suatu ruangan.

untuk dikembalikan ke permukaan bumi.5 . seperti menguningnya daun atau Adanya efek rumha kaca. batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Dalam keadaan normal. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM). dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.26 b. e. yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2).5°C sekitar tahun 2030. Dampak Pemanasan Global Menurut perkiraan. dan Terganggunya pertumbuhan tanaman. batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer. kebanyakan . Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Rusaknya bangunan karena pelapukan. korosi pada logam. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya. Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer.4. efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat asam. Bumi secara konstan menerima energi. efek rumah kaca diperlukan. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1. Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pecemaran oksida nitrogen. d. c. Selain gas CO2. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan khloro fluoro karbon (CFC). memudarnya warna cat. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM).

Daging segar akan segera terkontaminasi apabila tidak segera ditangani. yakni melalui energi yang dibebaskan dari proses radioaktif (Holum. Kerusakan permukaan daging dapat dihambat antara lain dengan cara direndam dalam air garam. bau. Di permukaan bumi sebagian radiasi sinar tersebut ada yang dipantulkan dan ada yang diserap oleh permukaan bumi dan menghangatkannya. Pencemaran secara mikrobiologis misalnya makanan telah terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) seperti bakteri Salmonella. zat gizi dan bobot. 4. Akibat Peningkatan Suhu Bumi Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Jasad renik juga dapat menimbulkan adanya racun pada suatu makanan. diletakkan dalam ruangan dingin dan disemprot dengan larutan antibiotik. dekomposisi lemak dan fermentasi karbohidrat pada permukaan jaringan. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Sinar tampak dan sinar ultraviolet yang dipancarkan dari matahari radiasi sinar tersebut sebagian dipantulkan oleh atmosfer dan sebagian sampai di permukaan bumi. Jasad renik sebagai perusak makanan contohnya adalah terjadinya pembusukan pada daging segar dan telur. Pencemaran Makanan Pencemaran makanan dapat berupa pencemaran secara fisik. Adanya kontaminasi jasad renik ini menyebabkan terjadinya pembusukan. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya. Pencemaran secara kimia misalnya makanan mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan seperti pestisida dan logam berat. kimia maupun biologis (mikrobiologis). 1998). Mikroorganisme atau jasad renik dapat menyebabkan kerusakan makanan seperi menyebabkan terjadinya perubahan warna.27 dari sinar matahari tetapi sebagian juga diperoleh dari bumi itu sendiri. Pencemaran secara fisik misalnya makanan tercemar oleh partikel debu. sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. rasa. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar. .

Pencegahan kerusakan telur dapat dilakukan dengan cara pengeringan dan pelapisan suatu bahan. Achromobacter. WHO mensyaratkan BTM harus memenuhi kriteria : a. Aman digunakan b. kekeruhan. . 2. Tidak boleh digunakan untuk menipu konsumen. Parameter Fisik Parameter fisik misalnya pengukuran tentang warna. dan radioaktivitas. Parameter Pencemaran Lingkungan Untuk mengukur tingkat pencemaran di suatu tempat digunakan parameter pencemaran. bau. khamir dan sebagainya. Micrococcus. Parameter pencemaran meliputi : 1. Pemakaian BTM harus selalu diawasi atau dipantau oleh instansi yang terkait (Departemen Kesehatan). Bagus atau sangkil secara teknologi d. lebih enak rasanya dan lebih awet. Parameter pencemaran digunakan sebagai indikator (petunjuk) terjadinya pencemaran dan tingkat pencemaran yang telah terjadi. kapang. Jumlah sekedar untuk memenuhi pengaruh yang diharapkan c. Bila telur disimpan dalam keadaan dingin dan kering maka jasad renik pada permukaan telur tidak tumbuh berlanjut. Juga dapat diperiksa tentang parameter mikroorganisme tertentu misalnya bakteri Coliform. Dewasa ini banyak makanan yang telah diberi zat-zat kimia atau bahan tambahan makanan (BTM) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas makanan. lebih menarik. zat kimia tertentu dan logam berat. 3.28 Telur yang telah keluar dari induknya akan segera terkontaminasi. Jasad renik pada telur sebagian besar berasal dari kotoran dan tanah yang meliputi : Enterobacteriaceae. Bacillaceae. Kebersihan dan kualitas penyimpanan sangat menentukan kerusakan telur. Keberadaan BTM tidak boleh menurunkan kualitas makanan misalnya nilai gizinya menjadi berkurang atau justru bertujuan mengelabuhi atau menipu konsumen. Parameter Kimia Parameter kimia misalnya untuk mengetahui kadar pH atau keasaman. misalnya makanan menjadi lebih sedap baunya. Pseudomonas. suhi. Parameter Biologi Terjadinya pencemaran akan diketahui dari tingkah laku atau keadaan makhluk hidup yang berada di habitat tersebut. rasa.

Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau permukiman penduduk.29 Dampak Pencemaran Lingkungan Adanya pencemaran lingkungan dapat berdampak negatif terhadap kehidupan manusia dan lingkungannya. penyakit atau gangguan kesehatan Terbentuknya lubang Ozon Timbulnya efek rumah kaca atau pemanasan global Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan antara lain adalah sebagai berikut : 1. . 7. 4. ekosistem. Menetapkan baku mutu lingkungan. 7. yaitu antara lain : 1. 4. 6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti pentingnya lingkungan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. 2. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang Memperluas gerakan penghijauan Melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku pencemaran lingkungan. Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup. 5. 6. Punahnya spesies tertentu Adanya ledakan hama tertentu Gangguan keseimbangan lingkungan Kesuburan tanah berkurang Timbulnya keracunan. tumbuhan atau benda lainnya. 3. 5. hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya. 3. 2.

tubuh kita akan memperoleh energi yang digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.30 IV. Kebutuhan pangan atau makanan merupakan kebutuhan pokok yang paling utama sebab tanpa pangan manusia tidak dapat melangsugkan hidupnya. kedudukan dan ciri khas daerah atau adat-istiadat. Kebutuhan Primer (Pokok) Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari yang meliputi kebutuhan pangan. Manusia memerlukan pakaian untuk melindungi dan menutup tubuh. Papan juga merupakan sarana manusia untuk berlindung dari gangguan binatang buas/liar. Papan atau rumah merupakan sarana manusia untuk berlindung atau berteduh dari pengaruh hujan atau panas matahari. dan lain-lain . Seiring perkembangan peradaban manusia. papan juga merupakan simbol status sosial. Seiring perkembangan peradaban manusia. HUBUNGAN ANTARA PENDUDUK DENGAN KESELARASAN LINGKUNGAN Kebutuhan Penduduk Secara umum. kesehatan. . jabatan. kebutuhan hidup manusia ada tiga jenis : 1. pakaian juga merupakan simbol status sosial. sandang dan papan. kedudukan dan ciri khas daerah atau adat-istiadat. Kebutuhan Sekunder Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan kedua yang akan dipenuhi setelah kebutuhan primer telah dipenuhi. rekreasi. Kebutuhan sandang atau pakaian merupakan kebutuhan pokok kedua setelah pangan. jabatan. Kebutuhan sekunder meliputi kebutuhan pendidikan. 2. Dengan makanan.

Pertumbuhan Penduduk dan Kebutuhan Sumber Daya Alam Peningkatan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan penduduk akan diikuti dengan peningkatan kebutuhan sumber daya alam baik jenis maupun jumlahnya. HUBUNGAN ANTA DAN Pertumbh Penduduk . Banyak orang yang berpendapat bahwa kebutuhan tertier merupakan kebutuhan barang mewah. Kebutuhan Tertier Kebutuhan tertier merupakan kebutuhan ketiga yang akan dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder telah dipenuhi. misalnya mobil. dan sebagainya. perhiasan mewah.31 3.

Banyak sedikitnya jumlah penduduk pada suatu wilayah akan mempengaruhi peningkatan kebutuhan ruang guna melangsungkan hidupnya. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang). tempat manusia dan makhluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya (UU No. 24 Tahun 1992). ruang lautan dan ruang udara sebagai satu kesatuan wilayah. Dengan demikian adanya peningkatan pertumbuhan penduduk akan meningkatkan kebutuhan ruang hidup. Persediaan SDA No N1 .32 HUBUNGAN ANT DAN Pertumbuhan Penduduk dan Ketersediaan Ruang Ruang adalah wadah yang meliputi ruang daratan. Pengertian wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrasi dan fungsional (UU No.

• Hanya sedikit manusia yang memperdulikan kepentingan yang besar (misal negara) dan berwawasan jauh ke depan (misal 25 tahun ke depan). pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup.33 PANDANGAN MAN Berdasarkan gambar tersebut. pengembangan. pengertian pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan. pemanfaatan. pemeliharaan. terlihat ada kecenderungan bahwa : • Kebanyakan manusia hanya memikirkan dirinya sendiri dan ruang atau wilayah yang sempit seperti keluarga. PEMELIHARAAN / PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Pengertian Pengelolaan Lingkungan Hidup R5 R4 R3 R2 Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan . • Demikian pula halnya berkaitan dengan kepedulian manusia terhadap permasalahan lingkungan atau sumber daya alam. Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah agar tercapai keselarasan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. pemulihan. Ruang V. terwujudnya manusia sebagai pembina lingkungan hidup dan terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan.

Setiap orang berhak untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup. sumber daya alam adalah sumber daya yang terbentuk karena kekuatan alam misalnya tanah. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup. arus laut. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. lingkungan/lanscape. mineral. Pengelolaan sumber daya alam harus mengacu pada beberapa prinsip yaitu : 1) keadilan terhadap alam (lingkungan) dan manusia. 3. panas bumi. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan masa depan. udara dan ruang. kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. mencegah. Asas berkelanjutan. angin. Sasaran Pengelolaan Lingkungan Hidup Sasaran pengelolaan lingkungan hidup adalah sebagai berikut : 1. Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan kebutuhan hidup dan hak setiap orang. 4. 8) partisipasi publik. Soerjani. 7) desentralisasi yang demokratis. 3) demokrasi. 5. 5) koordinasi dan keterpaduan antar sektor. keserasian dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup. menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Setiap orang wajib melestarikan fungsi lingkungan hidup. biotis. air. 2. 6) efisiensi. Terjaminnya kelestarian fungsi lingkungan hidup. Dengan demikian lingkungan termasuk salah satu unsur sumber daya alam tepatnya sumber daya alam lingkungan hidup. dkk (1987). 2) kelestarian dan keberlanjutan. Tercapainya keselarasan. 9) akuntabilitas publik dan 10) free and priorinformed consent. . Lingkungan Hidup Sebagai Sumber Daya Menurut Moh. dan Asas manfaat.34 terencana yang memadukan lingkungan hidup termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan. Menurut Suratmo (1995) sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang ada di alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia baik generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. 4) transportasi. Asas Pengelolaan Lingkungan Hidup Asas pengelolaan lingkungan hidup adalah : Asas tanggung jawab negara. gas bumi.

Kelembagaan dan koordinasi 2.Ruang sebagai wadah kegiatan memiliki kemampuan optimal dalam menampung kegiatan.35 6. 2. peranserta masyarakat dan kemampuan sumber daya manusia. . 4. Rehabilitasi dan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. . Konsep sumber daya : . Perencanaan dan penetapan standar kualitas lingkungan. Prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup : 1.Jenis dan sumber daya alam.Penggunaan sumber daya jangan sampai mempengaruhi kualitasnya.Dunia dipandang sebgaai ekosistem terbesar. Konsep daya dukung : . Konsep ekosistem : . Kendala pengelolaan lingkungan hidup : 1. 2. 5. 6. Pengelolaan limbah. Kebijakan dalam pengelolaan lingkungan hidup : 1. Terlindunginya Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap dampak usaha dan / atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan / atau perusakan lingkungan hidup. 3. Sumber daya manusia 3. Pengembangan kelembagaan.Pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan pendekatan ekosistem. 3. Peran aktif pengawasan pemerintah. Pengurangan produksi limbah. 3.Pentingnya pelestarian daya dukung lingkungan. Penetapan baku mutu lingkungan. Pemilihan lokasi pembangunan yang tepat. . Pengelolaan lingkungan hidup di lapangan . Strategi pengelolaan lingkungan hidup : 1. Peningkatan partisipasi seluruh pelaku pembangunan. 2. prasarana dan fungsi kawasan serta sumber daya lainnya harus selalu diperhatikan.

KEANEKARAGAMAN HAYATI PADA EKOSISTEM AIR (PRAKTIKUM) I. Kesadaran dan tanggung jawab masyarakat 5. Teknologi lingkungan VI.36 4. PENDAHULUAN A. Acara Pengamatan keanekaragaman hayati pada ekosistem air tawar (pengamatan bentos) .

aliran air. yaitu herbivora.37 B. Contohnya adalah beberapa jenis serangga air. 2. habitat hutan tropis. Habitat perairan dibedakan menjadi habitat air laut. omnivora. yaitu bakteri. rawa. 4. Berdasarkan kebiasaan hidupnya. 3. Plankton adalah organisme yang hidupnya berada pada permukaan air dan pergerakannya tergantung arus air. mata air yang mengalir. Cocopeda.Mengetahui jenis-jenis bentos pada ekosistem air tawar. carnivora. Tujuan . Plankton dibedakan menjadi Fitoplankton. 3. dan Zooplankton. Konsumen (fagotrof). Bentos . habitat hutan gugur dan sebagainya. Habitat darat dibedakan menjadi habitat padang rumput. Berdasarkan kedudukannya dalam rantai makanan. sedangkan habitat lentik contohnya adalah danau. jamur. . Habitat air tawar dibedakan menjadi dua yaitu habitat air mengalir (habitat lotik) dan habitat air tenang/tergenang (habitat lentik). Habitat air tawar menempati daerah yang relatif kecil dibandingkan dengan habitat lautan dan daratan. yaitu fitoplankton dan tumbuhan.Menganalisis indeks diversitas bentos (indeks keanekaragaman) C. kolam. Neuston Neuston adalah organisme yang dapat bergerak aktif dan hidupnya di permukaan air. Nekton Nekton adalah Organisme yang dapat bergerak/berenang secara aktif sesuai kemauannya sendiri. contohnya : Cladocera. contohnya : Anabaena. Tinjauan Teori Ekosistem berdasarkan pendekatan habitat dibedakan menjadi dua golongan yaitu habitat daratan dan habitat perairan. telaga. Produsen (autotrof). habitat air tawar dan habitat estuaria. Asterionella. Habitat lotik contohnya adalah sungai. 2. Contohnya adalah ikan. organisme air tawar dibedakan menjadi empat kelompok yaitu : 1. habitat gurun. Pengurai (saprotrof). Plankton. organisme air tawar dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu : 1.

maka dapat mengakibatkan terjadinya perubahan struktur komunitas makrobentos. Menurut Odum (1993). makrobentos mempunyai ciri-ciri antara lain : ukurannya makroskopis.38 Bentos adalah organisme yang hidupnya berada di dasar air. menurut ShannonWiener dapat menggunakan rumus : H′ = -∑ Pi. Hal tersebut dapat berakibat negatif terhadap biota air maupun kesehatan manusia yang memanfaatkan badan air tersebut. kimia dan biologi dari perairan tersebut. Makrobentos merupakan hewan yang peka terhadap perubahan kualitas air di habitatnya sehingga berpengaruh terhadap komposisi. Secara alami. suatu badan air mempunyai kemampuan untuk memulihkan diri akibat adanya gangguan-gangguan seperti limbah sampai pada batas-batas tertentu. sedangkan yang bersifat toleran akan mampu bertahan hidup di lingkungan tersebut. Dengan mengetahui aspek ekologis dari makrobentos tersebut akan memungkinkan dapat mengetahui tingkat pencemaran suatu perairan. Sebagai indikator ekologis. apabila limbah akibat kegiatan manusia yang masuk ke dalam badan air tersebut melebihi ambang kekuatannya untuk memulihkan diri. Beberapa jenis makrobentos yang bersifat intoleran akan mengadakan migrasi bahkan mati. mudah dikenali dan terdapat pada perairan tawar baik yang tenang maupun mengalir. Untuk mengetahui indeks diversitas (indeks keanekaragaman). Hal tersebut mendasari digunakannya makrobentos sebagai indikator tingkat pencemaran pada suatu perairan. kelimpahan dan keanekaragamannya. siput dan beberapa jenis cacing. Akan tetapi. pergerakannya lambat.LnPi ni Pi = ── N . maka timbulah pencemaran terhadap badan air tersebut. Jenis perubahan struktur komunitas antara lain adalah berupa penurunan keanekaragaman dan peningkatan satu spesies yang dominan karena beberapa spesies yang toleran akan mendominasi komunitas tersebut. disebutkan bahwa komponen-komponen biotik pada perairan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi fisika. Spesies-spesies makrobentos umumnya tahan terhadap perubahan-perubahan kondisi lingkungan. Apabila perubahan-perubahan tersebut berlangsung terus-menerus akibat pemasukan limbah ke dalam suatu perairan. Contohnya adalah kerang. Salah satu biota yang dapat digunakan sebagai parameter biologi (indikator ekologis) untuk menentukan kualitas lingkungan suatu perairan adalah makrobentos.

0 menunjukkan kualitas perairan belum tercemar.0 menunjukkan kualitas perairan tercemar berat.0 – 1. B. H′ : 1.0 menunjukkan kualitas perairan tercemar ringan. PELAKSANAAN A. II. Meletakkan sampel yang telah diambil dalam ember plastik. C. H′ : 1. yaitu dengan kriteria : H′ : < 1. H′ : > 2. maka dapat untuk memperkirakan kualitas suatu perairan.5 menunjukkan kualitas perairan tercemar sedang. Alat Eckman Grab atau Petterson Crab Saringan/ayakan halus Saringan/ayakan kasar Ember Nampan plastik Beacker glass Cawan petri Pinset Loop .6 – 2. Bahan NaCl jenuh Sampel lumpur yang diambil dari dasar perairan (sungai atau kolam) Cara Kerja menggunakan Eckman Grab untuk dasar perairan yang berkerikil/berbatu atau Petterson Crab untuk dasar perairan yang berlumpur.Mengambil sampel bentos (beserta lumpurnya) pada dasar perairan dengan .39 H′ : Indeks Diversitas Pi : kelimpahan proporsional dari jenis ke-i yang diperoleh ni : jumlah individu jenis-i N : jumlah total individu Dengan menggunakan indeks diversitas.Menyaring dan membersihkan sampel dari lumpur dengan cara menyaringnya dalam air mengalir (kran) dengan menggunakan saringan kasar kemudian saringan halus. .

Acara Pengamatan keanekaragaman hayati pada ekosistem darat. KESIMPULAN DAN SARAN A. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kesimpulan B. Jenis Bentos yang ditemukan B. III. Organisme yang muncul ke permukaan diambil dengan menggunakan pinset kemudian diletakkan dalam cawan petri. PENDAHULUAN A.40 . Indeks Diversitas IV. . Saran DAFTAR PUSTAKA VII.Memindahkan hasil saringan ke dalam nampan plastik yang bersih atau beacker glass kemudian memasukkan NaCl jenuh dengan maksud agar organisme yang ada akan muncul ke permukaan air. KEANEKARAGAMAN HAYATI PADA EKOSISTEM DARAT (PRAKTIKUM) I. Mengamati organisme yang ditemukan dengan menggunakan loop dan mengidentifikasinya dengan menggunakan gambar/kunci identifikasi. Menganalisis indeks keanekaragamannya.

kerbau dan kambing. konsumen digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu herbivora. Karnivora merupakan hewan pemakan daging. contohnya tikus. serigala dan kucing. Pada suatu ekosistem. selain digunakan oleh tumbuhan tersebut juga akan dimanfaatkan oleh konsumen sebagai sumber makanannya. organisme tidak ada yang mampu hidup sendiri tanpa ada bantuan dari komponen lainnya. dalam ekosistem terjadi peristiwa makan-memakan yang membentuk suatu urutan atau disebut rantai makanan. konsumen dan pengurai. konsumen tingkat I dimakan oleh konsumen tingkat II dan begitu seterusnya. Herbivora merupakan hewan pemakan tumbuhan. Konsumen tergantung pada produsen. Dengan demikian pengurai berperan mengembalikan kesuburan tanah. Zat makanan yang dihasilkan oleh produsen (tumbuhan hijau) melalui proses fotosintesis. Tujuan • • Mengetahui jenis dan jumlah tumbuhan dan hewan serta fungsinya pada ekosistem homogen dan heterogen. Ekosistem merupakan tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan. Sebagai contoh beberapa jenis bakteri dan jamur mampu menguraikan daun-daun yang telah gugur ke tanah. harimau. karnivora dan omnivora. selanjutnya produsen dimakan oleh konsumen tingkat I. kijang. C. Ekosistem tersusun atas dua komponen yaitu komponen abiotik dan biotik. Organisme pengurai merupakan sekelompok organisme yang mampu menguraikan sisa-sisa makhluk hidup (bahan-bahan organik). sedangkan komponen biotik terdiri atas produsen. Mengetahui jaring-jaring makanan pada ekosistem homogen dan heterogen. produsen tergantung pada lingkungan termasuk sinar matahari dan pengurai juga tergantung pada produsen dan konsumen. Berdasarkan jenis makanannya. contohnya singa.41 B. dan binatang yang telah mati. Rantai makanan selalu dimulai dari produsen. Komponen abiotik contohnya adalah tanah. Rantai makanan yang kompleks dan saling berhubungan disebut jaring-jaring makanan. stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup. air dan udara. Dengan demikian. sedangkan omnivora adalah hewan pemakan segala. Tinjauan Teori . Hasil penguraian tersebut selanjutnya akan meresap ke tanah menjadi sebuah zat seperti humus yang dibutuhkan tanaman untuk keperluan hidupnya. Produsen adalah komponen biotik yang mampu menyediakan makanan sendiri (autotrof). contohnya sapi.

dimasukkan ke dalam daftar. 3. a. . b. Mengestimasi kepadatan masing-masing populasi hewan dan tanaman tersebut. Objek praktikum pada ekosistem heterogen adalah kebun di kampus Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Poltekkes Semarang. Adapun cara kerjanya adalah sebagai berikut : 1. konsumen I jumlahnya lebih besar daripada konsumen II dan seterusnya sampai ke puncak. tali plastik dan alat tulis. kemudian mengestimasi kepadatannya. Untuk ekosistem homogen (tanaman padi) : penghitungan kepadatan populasi dilakukan dengan membuat petakan kuadrat seluas 1 x 1 m2. B. selanjutnya semua tanaman padi tersebut dihitung jumlahnya. Alat Praktikum Alat praktikum yang digunakan adalah pinset. Setiap spesies yang diketahui atau dipastikan terdapat dalam masing-masing ekosistem. Untuk ekosistem heterogen : penghitungan kepadatan populasi dilakukan dengan membuat petakan kuadrat seluas 5 x 5 m2. nampan plastik. Objek Praktikum Objek praktikum pada ekosistem homogen adalah pertanian padi di sekitar kampus Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Poltekkes Semarang. maka akan terjadi aliran energi dari satu komponen ke komponen lainnya. PELAKSANAAN A. Survey dilakukan oleh beberapa kelompok praktikum untuk dua macam ekosistem yaitu ekosistem homogen dan heterogen. 4. Tanaman yang diestimasi adalah tanaman tinggi (pohon). II. Cara Kerja Metode praktikum yang digunakan adalah metode survey. Jumlah produsen selalu lebih besar dibandingkan dengan konsumen I. 2. istilah ini disebut piramida makanan. Mengelompokkan setiap tanaman dan hewan ke dalam guildnya. Adanya aktivitas-aktivitas tersebut. Bagian dasar piramida menunjukkan produsen dan makin ke puncak menunjukkan tingkatan konsumen yang makin tinggi.42 Perbandingan makhluk hidup dalam ekosistem yang berhubungan peristiwa makanmemakan biasanya digambarkan dalam bentuk piramida. Membuat tabulasi data untuk semua data yang telah diperoleh. C.

Jenis tanaman dan hewan Tanaman padi Ulat Lebah Lembing Kupu-kupu Belalang Burung Cacing Dan lain-lain Terlihat (+) Tidak (-) + + + + + Jumlah individu/m 2 No 1. 2. 5. Kepadatan (Jumlah/hektar) Guild Produsen Konsumen I Konsumen I Konsumen I Konsumen I Konsumen I Konsumen II Dekomposer B. 2. 8. identifikasi dan penghitungan pada ekosistem pertanian padi di sekitar kampus Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Poltekkes Semarang adalah sebagai berikut : Tabel 3. identifikasi dan penghitungan pada ekosistem heterogen di kebun kampus Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Poltekkes Semarang adalah sebagai berikut: Tabel 3. 4.2. 4. 6. 9. Membuat jaring-jaring makanannya. 3. Jenis tanaman dan hewan pada ekosistem heterogen (kebun) serta jumlah dan pengelompokan guildnya. Ekosistem heterogen Hasil pengamatan.43 6. Jenis tanaman dan hewan Tnmn Ketapang Tnmn Lamtoro Tnmn Pinus Belalang Ulat Terlihat (+) Tidak (-) + + + + + Jumlah individu/25 m 2 Kepadatan (Jumlah/hektar) Guild Produsen Produsen Produsen Konsumen I Konsumen I .1. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN A. No 1. Jenis tanaman dan hewan pada ekosistem homogen (pertanian padi) serta jumlah dan pengelompokan guildnya. 5. III. 7. Ekosistem homogen Hasil pengamatan.

Saran DAFTAR PUSTAKA VIII. PENDAHULUAN A. Tujuan • • • Mahasiswa mampu melakukan pengambilan sampel plankton di perairan. Tinjauan Teori . 10. Nyamuk Kupu-kupu Katak Burung Ular Cacing Dan lain-lain + + + Konsumen I Konsumen I Konsumen II Konsumen II Konsumen III Dekomposer IV. PEMERIKSAAN PLANKTON (PRAKTIKUM) I. C. 8. Acara Pemeriksaan plankton. Kesimpulan B. 11. Mahasiswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis plankton. 7. 9.44 6. 12. Mahasiswa mampu menghitung kepadatan plankton. Metode Pengamatan dengan menggunakan kunci bergambar. D. KESIMPULAN DAN SARAN A. B.

Dalam hidupnya tidak banyak bergerak aktif tetapi secara pasif dengan dipengaruhi oleh arus air. Misalnya ubur-ubur air tawar ukurannya >0. 3. Beacker glass 5. Ukurannya bervarisi dalam satuan mikron. 2. Plankton merupakan organisme yang hidupnya mengapung atau melayang dalam air. plankton dibedakan menjadi dua jenis yaitu fitoplankton (tumbuhan plankton) dan zooplankton (hewan plankton). Fitoplankton Fitoplankton merupakan plankton yang mempunyai sifat-sifat sebagai tumbuhan. Dalam ekosistem air. Berdasarkan ukuran fisiknya. plankton dibedakan menjadi tiga jenis yaitu : 1. Plankton net 2. Zooplankton Zooplankton merupakan plankton yang mempunyai sifat-sifat sebagai hewan. Plankter-plankter ini dapat ditangkap dengan plankton net yang terbuat dari kain monel.5 mm. Ember ukuran 10 liter 4. PELAKSANAAN A. Alat Praktikum 1. fitoplankton berperan sebagai produsen. Misalnya udang peri. Makroplankton Makroplankton merupakan plankton yang masih dapat dilihat jelas dengan mata telanjang. Mikroplankton Mikroplankton merupakan plankton yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop . daphnia dan ciclops. 2.45 Kata ‘plankton’ berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengembara. 1. Zooplankton mempunyai kedudukan sangat penting sebagai mata rantai makanan bagi ekosistem air yang peranannya adalah sebagai konsumen primer. Individu plankton disebut dengan istilah plankter. Berdasarkan jenis organismenya. II. Dengan demikian fitoplankton mempunyai kedudukan sangat penting sebagai mata rantai makanan bagi konsumen dalam ekosistem air. Botol sampel 3. Mesoplankton Mesoplankton merupakan plankton yang berukuran kurang jelas bila dilihat dengan mata telanjang.

Sampel air kolam tersebut dimasukkan/disaring dengan plankton net yang pada bagian ujungnya terdapat botol sampel volume 50 ml.2 ml. b. W : volume air yang disaring dengan plankton net yaitu 50 liter. kemudian diteteskan di atas gelas objek/preparat.x ---.04 ml x 5 = 0. P : jumlah lapang pandang yaitu 20 kali. Cara Kerja 1.= ---. Mengambil plankton dalam beacker glass dengan menggunakan pipet tetes. Tissue B. c.x ---Liter L v P W 1 Keterangan : T : luas gelas penutup (cover glass) yaitu 18 x 18 = 324 mm2 L : luas lapang pandang lapang pandang ( 1 bulatan lensa mikroskop) = 1.x ---. N : jumlah rata-rata plankton yang diamati pada tiap preparat . Mengganti preparat dan mengulangi langkah tersebut di atas sampai 5 preparat. Gelas objek 7. Pengambilan sampel plankton a. Pengamatan plankton a. V : volume konsentrasi dalam botol sampel/penampung = 50 ml v : volume air sampel dalam gelas penutup = 1 tetes x 5 = 0. Bahan/Objek Praktikum Air kolam ikan di kompleks JKL Purwokerto.x ---. Menghitung hasil pengamatan dengan menggunakan rumus Lackey Drop Micro Inset Counting Methode : Plankter T V 1 1 N ---------.11279 mm2. 2. Mengamati plankton dengan menggunakan kunci bergambar dan mikroskop perbesaran 10 x 10 dan 20 kali luas lapang pandang. c. b.46 6. C. Plankton yang tertampung dalam botol sampel pada bagian ujung plankton net selanjutnya dipindahkan ke dalam beacker glass. d. Mengambil sampel air kolam dengan menggunakan ember sebanyak 5 ember (± 50 liter) dari 5 titik pengambilan (1 titik diambil 1 ember).

PENDAHULUAN E. Membuat model ekologi dan menganalisis terjadinya penyakit akibat pencemaran lingkungan. Tujuan • • • Mengetahui beberapa kasus pencemaran lingkungan. MODEL EKOLOGI TERJADINYA PENYAKIT AKIBAT PENCEMARAN LINGKUNGAN (PRAKTIKUM) I. F. Mengetahui dampak negatif pencemaran lingkungan terhadap kesehatan manusia. Acara Analisis model ekologi terjadinya penyakit akibat pencemaran lingkungan. G.47 IX. Metode .

Menurut Kamil (2001) dalam Saptono (2005). 2) kelestarian dan keberlanjutan. pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. pengembangan.48 Studi perpustakaan. yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Pengelolaan sumber daya alam harus mengacu pada beberapa prinsip yaitu : 1) keadilan terhadap alam (lingkungan) dan manusia. Karakteristik equity maksudnya adalah kesamaan peluang bagi semua anggota masyarakat untuk mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraannya. Efektivitas dan efisiensi menghendaki agar berbagai keputusan publik didasarkan pada penggunaan sumberdaya alam terbaik. 4) transportasi. 8) partisipasi publik. 7) desentralisasi yang demokratis. Tinjauan Teori Menurut Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 pengertian lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. pemeliharaan. 6) efisiensi. 5) koordinasi dan keterpaduan antar sektor. Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah agar tercapai keselarasan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. 9) akuntabilitas publik dan 10) free and priorinformed consent. pemulihan. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan. terwujudnya manusia sebagai pembina lingkungan hidup dan terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan. pemanfaatan. kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan (Pasal 1 ayat (2) dan (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997). H. Karakteristik resources prudence mensyaratkan bahwa . media massa dan internet. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan. daya. efektivitas dan efisiensi. keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya. Salah satu komponen lingkungan hidup adalah sumberdaya alam. ditinjau dari aspek alokasi dan penggunaan sumberdaya terdapat empat karakteristik penting yang selalu harus diperhatikan yaitu equity. 3) demokrasi. Menurut Suratmo (1995) sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang ada di alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia baik generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. ramah lingkungan dan resources prudence. Ramah lingkungan maksudnya adalah bahwa pemanfaatan potensi sumberdaya alam harus senantiasa diikuti dengan upaya untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup.

pencegahan penyakit (preventif). Salah satu konsep mengenai pembangunan berkelanjutan adalah sistem sosioekologis sebagaimana yang dikembangkan oleh Stockholm Environment Institute (Saptono. Sistem sosio-ekologis terdiri atas tiga sub sistem yang masing-masing berkenaan dengan masyarakat (manusia). energi. lingkungan hidup dan ekonomi. pendidikan kesehatan. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif). 2005).49 sumberdaya dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan masa sekarang maupun yang akan datang. pemberantasan penyakit menular. dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya (UU No. Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. Kesehatan masyarakat (public health) menurut Winslow (1920) dalam Notoatmodjo (1997) didefinisikan sebagai ilmu dan seni untuk mencegah penyakit. maka sub sistem yang lain akan terkena dampaknya dan keseimbangan ketiga sub sistem tersebut akan terganggu. memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat dengan melaksanakan kegiatan perbaikan sanitasi lingkungan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang harus menyeimbangkan ketiga sub sistem tersebut sehingga tingkat kesejahteraan manusia dapat meningkat baik generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. manajemen (pengorganisasian) pelayanan kesehatan. Sebagai contoh terjadinya kasus pencemaran lingkungan yang sangat menggemparkan dunia adalah terjadinya penyakit Minamata di Jepang sebagai akibat tercemarnya laut oleh limbah Mercury dari perusahaan. Kesehatan lingkungan adalah ilmu yang mempelajari hubungan interaktif antara komunitas (penduduk) dengan perubahan lingkungan yang memiliki potensi bahaya atau . Untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dilaksanakan upaya kesehatan melalui peningkatan kesehatan (promotif). Pembangunan yang dilaksanakan secara sembarangan tanpa memperhatikan faktor lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat dapat menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan yang pada akhirnya dapat menimbulkan terjadinya penyakit. dan pengembangan rekayasa sosial untuk pemeliharaan kesehatan masyarakat. Ketiga sub sistem tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya sehingga bila terjadi ketidakstabilan pada salah satu sub sistem. 23 / 1997). zat.

C. Menganalisis model ekologi terjadinya penularan penyakit akibat pencemaran lingkungan. buku referensi atau internet. diketik dengan menggunakan kertas ukuran kuarto. Pengendalian penyebab penyakit (agent). Kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia. 4. dan penyehatan atau pengamanan lainnya (Pasal 22 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992). pembawa atau penular penyakit (vektor) serta sumber penyakit dilakukan agar tercipta lingkungan yang sehat bagi seluruh penduduk (Depkes RI. 1999). radiasi dan kebisingan. B. Menulis dan menyusun kasus-kasus tersebut dalam tulisan ilmiah. pengendalian vektor penyakit. limbah gas. III. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. PELAKSANAAN A. 3. pengamanan limbah padat. Kesimpulan .50 menimbulkan gangguan kesehatan serta mencari upaya penanggulangannya. Alat Praktikum Alat praktikum yang digunakan adalah alat tulis-menulis. Menyusun model ekologi terjadinya penularan penyakit akibat pencemaran lingkungan. KESIMPULAN DAN SARAN A. Mencari kasus-kasus pencemaran lingkungan yang pernah terjadi pada surat kabar. II. Bahan Praktikum Bahan praktikum adalah buku-buku referensi. 2. kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan berwawasan kesehatan. Upaya peningkatan kesehatan lingkungan perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup serta meningkatkan kemauan. surat kabar dan internet. Cara Kerja 1. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara. limbah cair. Kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat.

UGM-Press. Jakarta. Dasar-dasar Ekologi. Salim.. 2000. Rineka Cipta. dkk. Yogyakarta. Resosudarmo. Sastrawijaya. K. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Bandung. UMJ Press. Pengantar Ekologi. Jakarta. 9. Yogyakarta. E.Otto. 1994. Tresna. 2..1997. A. 2001. 8. 2002. Ekologi. 1993. dkk. Soemarwoto. Mitchell. A. UGM-Press. Analisis Sistem Dinamis. Bandung. O. Remaja Rosdakarya.51 B. Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Edisi Ketiga. Pencemaran Lingkungan. 1991. Djambatan. Saran DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA 1. Soegiharto. Odum. Hardjasoemantri. 6.S. Koesnadi. 7. Bruce..P. UGM-Press. 5. Kartawinata. Muhammadi. 1990.. Lingkungan dan Pembangunan. Yogyakarta. Hukum Tata Lingkungan. Soemarwoto. .. UGM-Press. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. 1983. Yogyakarta. E. 4. 3.

52 10. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 12. UGM-Press. Suratno. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. 11. Yogyakarta. 1995. FG. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->