Alat – Alat Ukur

AKATEL Sandhy Putra Purwokerto

Muhammad Nur Kholis Nasution
D311009

OSILOSKOP
Osiloskop adalah alat ukur yang dapat menganalisa dan memetakan sinyal listrik

• Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi. periode. Bagian-bagian pokok tabung sinar katoda Keterangan : . • Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik. Dengan sedikit penyetelan kita juga dapat mengetahui nilai beda fase antara sinyal masukan dan sinyal keluaran. 8 1 2 3 4 5 6 9 10 7 Gambar 1. Fungsi osiloskop antara lain untuk: • Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu. • Membedakan arus AC dengan arus DC. Osiloskop terdiri dari dua bagian utama yaitu display dan panel kontrol.maupun frekeunsi dan bentuk – bentuk gelombang dan gejala lain dalam rangkaian elektronik yang di tampilkan pada layar. Osiloskop dapat digunakan dalam pengukuran rangkaian elektronik seperti stasiun pemancar TV atau untuk memonitor frekuensi elektronik seperti pada rumah sakit. dan tegangan dari sinyal. Dalam osiloskop terdapat tabung panjang yang disebut tabung sinar katode atau Cathode Ray Tube (CRT). Bagian-bagian pokok CRT seperti tampak pada gambar 1. • Mengetahui noise pada sebuah rangkaian listrik. Dengan Osiloskop kita dapat mengetahui berapa nilai frekuensi.

Kalibrasi tampilan. 5. 10. 3. Tombol-tombol yang terdapat di panel osiloskop antara lain : • Focus : Digunakan untuk mengatur focus • Intensity : Untuk mengatur kecerahan garis yang ditampilkan di layar • Trace rotation : Mengatur kemiringan garis sumbu Y=0 di layar • Volt/div : Mengatur berapa nilai tegangan yang diwakili oleh satu div di layar • Time/div : Mengatur berapa nilai waktu yang diwakili oleh satu div di layar . 3. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan. 8.1.Disamping untuk keamanan hal ini juga untuk mengurangi noise dari frekuensi radio atau jala jala. Hal hal yang perlu diperhatikan seblum menggunakan osiloskop agar tidak terjadi kesalahan dalam pengukuran antara lain adalah : 1. 2. Pemanas / filamen Katoda Kisi pengatur Anoda pemusat Anoda pemercepat Pelat untuk simpangan horisontal Anoda untuk simpangan vertikal Lapisan logam Berkas sinar elektron Layar fluorosensi Pada layar terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak dan disebut div. 9. 6. Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar. Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan (digroundkan). Memastikan probe dalam keadaan baik. yang bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop. 7. 4. 2.

Jika masih belum tepat maka perlu disetel dengan potensio yang terdapat di tengah-tengah knob pengganti Volt/div dan time/div. kemiringan. Setelah probe dikalibrasi maka dengan menempelkan probe pada terminal tegangan acuan maka akan muncul tegangan persegi pada layar. Jika tombol pada posisi AC maka pada terminal masukan diberi kapasitor kopling sehingga hanya melewatkan komponen AC dari sinyal masukan. Skema Kerja Osiloskop . Ground : Digunakan untuk melihat letak posisi ground di layar.2 Vpp dengan frekuensi 1 KHz. Channel 1/ 2 : Memilih saluran / kanal yang digunakan. Ada dua tegangan referensi yang bisa dijadikan acuan yaitu tegangan persegi 2 Vpp dan 0. x position. Namun jika tombol diletakkan pada posisi DC maka sinyal akan terukur dengan komponen DC-nya dikutsertakan.• • • • Position : Untuk mengatur posisi normal sumbu X (ketika sinyal masukannya nol) AC/DC : Mengatur fungsi kapasitor kopling di terminal masukan osiloskop. Yang perlu disetel adalah fokus. Dalam pengkalibrasian yang pertama kali harus muncul di layar adalah garis lurus mendatar jika tidak ada sinyal masukan. Dengan menggunakan tegangan referensi yang terdapat di osiloskop maka kita bisa melakukan pengkalibrasian sederhana. Atau kalau pada gambar osiloskop diatas berupa potensio dengan label "var". intensitas. dan y position. Jika yang dijadikan acuan adalah tegangan 2 Vpp maka pada posisi 1 volt/div ( satu kotak vertikal mewakili tegangan 1 volt) harus terdapat nilai tegangan dari puncak ke puncak sebanyak dua kotak dan untuk time/div 1 ms/div ( satu kotak horizontal mewakili waktu 1 ms ) harus terdapat satu gelombang untuk satu kotak.

bentuk konkretnya adalah saat kita menggerakkan kenop Time/Div pada Osiloskop. .  Lalu Sinyal masuk ke dalam Pelat defleksi vertikal. sedangkan tegangan negatif menyebabkan elektron terdorong kebawah  Sinyal Yang keluar dari Vertikal Sytem tadi juga diarahkan ke Trigger System untuk memicu sweep generator dalam menciptakan apa yang disebut dengan "Horizontal Sweep" [ pergerakan elektron secara sweep dalam dimensi horizontal. Saat kita mengkoneksikan probe ke sebuah rangkaian.  Bersama. Sinyal tegangan mengalir dari probe menuju ke pengaturan vertikal dari sebuah sistem osiloskop [ Vertical System ] ( Lihat Skema ). Sinyal tegangan yang teraplikasikan disini menyebabkan berkas berkas elektron Bergerak. Tegangan positif mengakibatkan berkas elektron bergerak keatas.000 kali per detik inilah yang menyebabkan elektron tampak seperti garis pada layar  Pengaturan berapa kali elektron bergerak menyebrangi layar inilah yang dapat kita anggap sebagai pengaturan Periode / Frekuensi yang tampak pada layar. sinyal tegangan yang dimasukkan ke pelat ini nantinya akan digunakan oleh CRT untuk menggerakkan Berkas2 elektron SECARA BIDANG VERTIKAL SAJA ( Ke atas atau ke bawah )  Sampai Point ini dapat kita simpulkan bahwa Vertical System pada osiloskop analog ada untuk mengatur penampakan Amplitudo dari sinyal yang diamati. Sebuah Attenuator akan melemahkan sinyal tegangan masukan sedangkan Amplifier akan menguatkan sinyal tegangan masukan. atau dengan kata lain adalah sebuah ungkapan untuk aksi yang menyebabkan elektron untuk bergerak menyebrangi layar dalam suatu interval waktu tertentu. pergerakan yang super cepat dari elektron yang dapat mencapai 500.  Tegangan yang keluar dari sistem vertikal lalu diteruskan menuju Pelat Defleksi vertikal pada sebuah CRT. Pengaturan ini ditentukan oleh kita saat menggerakkan kenop "Volt/Div" pada user interface Osiloskop. pengaturan bidang vertikal dan horizontal ahirnya dapat merepresentasikan sinyal tegangan yang diamati kedalam bentuk grafik yang kita kenal sampai saat ini.

resistansi. VOM (Volt-Ohm-Meter). 2. kilo ohm). Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC. Multitester. 5. tegangan bolak-balik (AC volt). dan multimeter analog. Sensitivitas yang dinyatakan dalam ohm-per-volt pada pengukuran tegangan searah dan bolak-balik. atau Circuit Tester. tegangan searah. 3. Ketelitian yang dinyatakan dalam % Daerah frekuensi yang mampu diukur pada pengukuran tegangan bolakbalik • • • . 6. arus searah (DC amp. tegangan bolak-balik. Agar Multimeter dapat berfungsi secara optimal perhatikanlah spesifikasi teknik (technical specification) alat tersebut. 4. mA. maupun listrik DC. Fungsi Multimeter 1. Pada dasarnya alat ini merupakan gabungan dari alat ukur searah. Amperemeter AC dan DC Voltmeter AC dan DC Ohmmetere Penguji Dioda Penguji Transistor Pengukur Kapasitansi Multimeter non Elektronis Multimeter jenis bukan elektronik kadang-kadang disebut juga AVO-meter. arus bolak-balik (AC amp) resistansi (ohm. yaitu : • Batas ukur dan skala pada setiap besaran yang diukur: tegangan searah (DC volt). mA).MULTIMETER Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter) (untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya).

• Batere yang diperlukan Sebelum menggunakan alat tersebut. Perhatikan log/scale (skala kerapatan. Adanya rangkaian elektronis menyebabkan alat ini mempunyai beberapa kelebihan diantaranya lebih sensitive. Cara penggunaan Spectrum Analzer 1. Sehinggal dalam dunia komunikasi satelit spectrum analyzer digunakan untuk pointing antenna (mengarahkan antena ke satelit yang akan digunakan). perlu dipelajari . menyediakan plot atau jejak sinyal amplitude terhadap frekuensi.cara melakukan “zero adjustment” (membuat jarum pada kedudukan nol) .cara membaca skala . Karena pada spectrum analyzer kita dapat melihat pola sinyal yang diterima oleh karena itu dapat dijadikan acuan dalam mengarahkan ke satelit yang akan digunakan. hal ini menentukan ukuran tiap balok dalam satuan dB) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan maupun perawatan Spectrum Analyzer . SPECTRUM ANALYZER Spectrum Analyzer memiliki fungsi utama untuk mengukur signal transmisi. Atur span atau lebar bandwidth yang di monitor 3. Selain fungsi utama yang telah disbutkan diatas.cara memilih batas ukur . Spectrum Analayzer juga berfungsi untuk melakukan test peforma dan quality control alat alat transmisi satelit. Alat ini mempunyai fungsi seperti multimeter non elektronis. Setup center frekuensi yang akan dimonitor 2.cara memilih terminal Multimeter Elektronis Multimeter ini dapat mempunyai nama: Viltohymst. Yaitu dengan memanfaatkan signal beacon untuk membedakan satelit yang satu sama lain. VTM + Vacuum Tube Volt Meter. Solid State Multimeter = Transistorized Multimeter.

receiver menerima gelombang yang dipantukan oleh benda tersebut kemudian transducer mengubah signal ultrasonic menjadi signal sinus. Jauhkan dari api dan zat – zat kimia 4. Lakukan kalibrasi sebelum melakukan pengukuran TACHOMETER Parameter yang sering digunakan untuk mengukur kecepatan secara continue. Sinyal sinus tersebut diperkuat oleg rangkaian penguat operasional yang fungsi utama sebagai penguat sinyal pertama yang diterima oleh receiver ultrasonik dan untuk menghentikan timer/counter dalam mikrokontroller. misalnya magnetic pick – up atau tachogenerator dan yang paling sederhana adalah proximity switch dan pulsa meter. Parameter yang di setup harus sesuai dengan criteria signal yang akan di amati 3.cukup . Prinsip kerja tachometer Tachometer memiliki sensor ultrasonic yang mempunyai frekuensi 40 Khz. Tidak boleh ada tegangan masuk pada input signal RF (max : 0 Volt) 2.1. seperti yang terdapat pada motor atau lainnya. Tachometer adalah suatu alat yang mampu mengukur kecepatan putaran dari poros. Saat gelombang ultrasonic dikirimkan oleh transmitter . Cara ini tidak memerlukan alat ukur voltmeter dan amperemater. Pada umumnya tachometer ini menampilkan rotation per minute (RPM). Jembatan wheatstone Metode jembatan Wheatstone dapat di gunakan untuk mengukur hambatan listrik. besarnya frekuensi ditentukan oleh komponen Kristal.

akan tetapi cara ini tidak bisa diterapkan pada semua system.maka arus akan melewati rangkaian. Hambatan yang akan di tentukan nilainya.artinya tak ada beda potensial antara titik C dan D. mengharuskan kita untuk memotong atau mengupas kabel tersebut.Dengan mengatur besarnya Ra dan Rb juga hambatan geser Rs akan dapat di capai galvanometer G tak teraliri arus. Hanya saja dalam pengukuran arus dengan teknik konvensional. . Saat saklar S di tutup. Clamp meter Salah satu bentuk perawatan berkala kabel adalah dengan mengukur arus yang melewati kabel tersebut.yaitu antara titik C dan D ada beda potensial. C Ra RX G RS S D Keterangan Gambar S : G : E : Rs : Ra dan Rb : Rx : : Saklar penghubung Galvanometer Sumber tegangan arus Hambatan geser Hambatan yang sudah di ketahui nilainya.satu Galvanometer untuk melihat apakah ada arus listrik yang melalui suatu rangkaian.Jika jarum Galvanometer menyimpang artinya ada arus yang melewatinya. Jembatan Wheatstone juga berfungsi untuk mengukur nilai hambatan jerat suatu rangklain listrik.

Clampmeter termasuk alat ukur class 1. Caranya adalah dengan memasukkan kabel yang akan diukur arusnya ke dalam sebuah kumparan. Semakin banyak jumlah lilitan. Tegangan yang dihasilkan dari clamp tidak bisa langsung digunakan untuk itulah diperlukan rangkaian buffer untuk mencegah adanya drop tegangan. Sehingga sebelum masuk ke diode diproses terlebih dulu oleh rangkaian amplifier untuk menaikkan tegangan. Kemudian hasil pengukuran ditampilkan di 7-segment. Clamp adalah kumparan yang terbuat kawat tembaga berdiameter 0. Rangkaian yang digunakan adalah rangkaian precission redtifier. Pengukuran dengan metode ini menggunakan prinsip hukum Faraday yang mengatakan bahwa perubahan fluks magnet dalam sebuah kumparan akan menimbulkan arus yang mengalir pada kumparan itu.999A. Tegangan yang diukur itu dalam satuan mili volt.2 dengan jumlah lilitan bervariasi. untuk menghindari adanya drop tegangan pada diode. Untuk itu diperukan rangkaian penyearah untuk mengubah sinyal menjadi DC.Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah menggunakan clamp meter. Keluaran dari rangkaian buffer ini sama dengan keluaran dari clamp hanya saja masi terlalu kecil untuk diproses oleh diode.5 yang artinya dapat dipergunakan pada laboratorium dengan untuk pengukuran yang tidak terlalu tinggi tingkat ketelitiannya. maka semakin besar pula tegangan yang dapat diukur. Function Generator . Keluaran dari amplifier ini masih sinyal AC sehingga belum bisa proses oleh ICL 1707 (sebuah ADC yang keluarannya bisa langsung di tampilkan ke 3 ½ 7-segment) karena IC ini hanya bisa menerima sinyal DC. Akan tetapi Clamp meter di batasi hanya bisa mengukur arus AC saja dengan range 1mA – 1.

dan kotak dengan tegangan pucak ke puncak mulai dari 0 – 20 Vpp. 6. 5. Pengatur Frekuensi : untuk mangatur frekuensi keluaran dalam range frekuensi yang telah dipilih 3. sesuai besarnya tegangan yang kompetible dengan CMOS. tarik dan putar searah jarum jam untuk mendapatkan tegangan DC Positif. Beberapa tombol yang sering digunakan dalam pengoprasian fuction generator : 1. Indikator Frekuensi : menunjukkan nilai frekuensi sekarang 4. Function generator dapat menghasilkan sinyal dalam bentuk sinus. Namun jika tombol ini tidak ditarik keluarannya adalah tegangan AC murni. tarik dan putar berlawanan arah jarum jam untuk mendapatkan tegangan DC Negatif. Biasanya alat ini digunakan bersama sama dengan Osiloskop. Pada beberapa jenis. Saklar daya : untuk menyalakan function generator 2. Sedangkan ketika tombol ini ditarik. alat ini memiliki display berupa 7-segment untuk menampilkan frekuensi yang sedang kita gunakan sehingga lebih mudah untuk mengaturnya sesuai dengan kebutuhan kita. Frekuensi juga bisa diubah – ubah mulai dari 0 – 22 Khz. DC Offset : untuk memberikan tegangan offset (DC) pada sinya +/10 V. segitiga. besarnya tegangan output yang keluar dari terminal TTL/CMOS dapat diaatur antara 5 – 15 Vpp. searah jarum jam untuk menghasilkan . Selektor TTL/CMOS : ketika di tekan. akan mengeluarkan gelombang yang kompetible dengan TTL.Function generator adalah suatu alat yang dapat menghasilkan sinyal/gelombang dimana frekuensi dan amplitudenya bisa diubah-ubah. Amplitude Output : putar tegangan output maksimal. atur factor pengali sesuai dengan kebutuhan lalu putar frekuensi dan amplitude untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Cara penggunaan.

7. Selektor Fungsi 10.Tampilan pencacah (Counter Display) : tampilan nilai frekuensi dalam format 6 x 0.3” 12. Terminal Output TTL/CMOS : terminal yang menghasilkan keluaran yang compatible dengan TTL / CMOS 9.Terminal Otput : untuk memilih bentuk gelombang output : terminal untuk output utama 11. Duty function duty cycle gelombang. Untuk mengetahui posisi maka diperlukan alat yang bernama GPS Reciever yang berfungsi menerima sinyal dari satellite GPS.Pelemahan 20 dB 20 dB : tombol untuk memilih range frekuensi : tombol untuk memperlemah tegangan Global positioning system (GPS) GPS adalah suatu alat atau suatu system navigasi yang dapat menginformasikan posisi si pengguna ataupun sesuatu yang dituju atau dicari oleh si pengguna di muka Bumi ini.Selector range frekuensi 13. : Tarik dan putar tombol ini untuk mengatur 8. System navigasi ini berdasarkan satellite dan dikembangkan oleh DoD (Department of Defense). . Posisi itu kemudia diubah menjadi titik kordinat lintang dan bujur yang dikenal dengan way-point. Amerika.

Cara Keja GPS Setiap daerah dipermukaan Bumi minimal terjangkau 3-4 satellite. GPS yang terbaru bisa menerima 14 channel satellite sekaligus. Semakin banyak satellite yang dijangkau oleh GPS maka hasil yang didapat semakin akurat. GPS memerlukan memerlukan akurasi waktu yang tinggi 4. . sehingga data yang dikirimkan ke receiver tepat dan akurat. Ascension Islan. Setiap sinyal yang dikirimkan berisi informasi yang sangat detail (waktu. Di Bumi terdapat stasiun – stasiun pengendali di Hawaii. GPS mengambil informasi dengan dengan melakukan perhitungan triangulation untuk menentukan lokasi user dengan tepat. GPS Reciever harus mengunci minimal 3 satelite untuk menghitung posisi 2 D ( latitude dan longtitude) dan 4 satelite untuk menghitung posisi 3 D (latitude. orbit satellite. Waktu yang diberikan merupakan waktu dengan satuan yang paling presisi karena satellite menggunakan jam atom. Setelah posisi user ditentukan GPS dapat menentukan kecepatan.000 mil per jam. Untuk perhitungan Triangulation. matahari terbit dan matahari terbenam dan masih banyak lagi. jarak tujuan. Kwajalein dan Colorado Spring untuk selalu memonitor posisi orbit satellite setiap jam agar selalu berada pada orbitnya. arah yang dituju. hambatan atmosfer). 5 langkah kerja GPS : 1. Menggunakan perhitungan Triangulation dari satellite 2. Untuk perhitungan jarak. Sinyal yang dikirim dari satellite ke GPS disebut travel time dan sering juga disebut TOA (Time Of Arrival). tujuan perjalanan. dengan ini dapat diperoleh jarak satellite dengan GPS. GPS membandingkan waktu sinyal dikirim dan diterima sehingga diperoleh jarak satellite. Satellite GPS berkekuatan sinar matahari dan memiliki batrai cadanga jika suatu saat tidak ada energy matahari (gerhana matahari) dan memiliki roket penguat kecil agar satellite mengorbit sesuai dengan orbitnya. Terakhir harus menggoreksi delay sinyal waktu perjalanan di atmosfer sampai diterima reciever.000 mil diatas kita dengan kecepatan 7. jalur. GPS mengukur jarak menggunakan travel time sinya radio 3. Diego Garcia. longtitude. 24 satellite yang mengorbit sekitar 12. dan altitude). Untuk mengukur travel time. kita harus tahu dengan pasti posisi satelit dan ketingian pada orbitnya 5. Dengan perhitungan jarak – jarak GPS Reciever dapat menghitung dan menentukan posisi si user dan menampilkannya dalam peta elektronik.Sistem Satellite GPS Untuk menginformasikan posisi dari user.

Beda GPS dengan A-GPS Agar GPS dapat menerima sinyal dengan baik.com/2009/05/beda-gps-dengan-gps.html . Itulah kelemahan dari GPS. Karena sinyal handphone bisa menembus ruangan.wordpress.html 3.com/2011/02/10/function-generator/ 2.blogspot. http://hendrakus. Contohnya kita dapat menonton tv melalui satellite meter. Bahkan kekuatan sinyal bisa berkurang ketika user berada dibawah pohon atau disamping gedung poencakar langit atau di dalam kendaraan. handphone terhubung dengan satelit kemudian menentukan lokasi handphone.blogspot.mengambil alih tugas GPS yang tertanam pada handphone. Untuk menentukan posisi yang tepat ada sebuah server pembantu 9 (Assistance server). Pada beberapa jenis terbaru. http://adityawirawan. Untuk mengatasi masalh itu dilakukan perbaikan dan diberi nama A-GPS (Assisted-GPS). http://ionozer. dalam pencarian posisi AGPS . Server ini memiliki satelit dengan sinyal yang sangat baik dan mampu melakukan perhitungan yang rumit untuk menentukan posisi handphone karena server menyajikan data dari satelit GPS sehingga.net/2008/01/18/apa-itu-gps/ 4. Satellite meter Satellite meter berfungsi untuk mencari lokasi satellite sehingga lebih mudah dalam pengerjaan pointing antenna alat – alat komunikasi yang berbasis satellite. Referensi 1. satellite meter juga dapat menampilkan data yang ditansmisikan melalui satellite dengan memeliki frekuensi dan channel yang tepat. http://aryutomo.com/2010/12/jembatan-wheatstone. perangkat harus berada diluar ruangan.

agilent. http://www.http://nurjai.com/TELE-satellite-1005/bid/satfinder.http://attarisk.com/litweb/pdf/5965-7920E.html 9.org/wiki/Multimeter 7.pdf .http://elektronika-elektronika.gunadarma.itb.wordpress.wordpress.gudangmateri.html 15.id/lab/Kuliah/Percobaan%201a.5.pdf 8.id/course/computer-science-andinformation/computer-system-s1/listrik-magnet/jembatan-wheatstone 6.blogspot.com/2007/07/tachometer-denganultrasonik-berbasis.ac.com/2009/01/05/tachometer-rpm-meter/ 14.wordpress. http://id.tele-satelit-id.wikipedia.http://literature. http://labdasar.sentra-edukasi. http://ocw.com/2008/02/osiloskop-l4.com/2010/04/osiloskop-besertaspesifikasinya.ee.pdf 12.files.http://www. http://www.com/2009/06/08/spectrum-analyzer/ 13.http://bayupancoro.doc 11.com/2009/06/materi-elektro-osiloskoposcilloscope.ac.html 10.