TAREKAT DALAM GAMITAN SEJARAH KAUM MUSLIMIN Oleh: Drs. Wawan Hernawan, M.

Ag Muqadimah Ketika tasawuf falsafi mulai berkembang dan mendapat lahan subur di dunia Islam pada abad keenam dan ketujuh Hijriyah, pada rentang waktu yang bersamaan berkembang pula tasawuf sunni sebagai kelanjutan dari model tasawuf al-Ghazali. Al-Taftazani, dalam, Madkhal ‘Ila al-Tashawwuf al-Islam menyebutkan, ordonansi tasawuf sunni (Ghazalian), fase-fasenya, latihan-latihan rohaniahnya, dan berbagai sarana praktisnya, diduga memiliki dampak yang cukup kuat terhadap para tokoh tarekat yang mengaguminya. Sehingga, konsepsi tarekat mereka tidak keluar dari konsepsi tasawuf yang ditawarkan alGhazali.1 Dari pelacakan terhadap beberapa sumber populer, diduga, sejak saat itu tasawuf sunni telah memasuki suatu periode praktis.2 Argumen yang memperkuat statement itu, pertama, tasawuf telah menjadi semacam falsafat hidup bagi sebagian masyarakat muslim. Kedua, tasawuf mulai memiliki aturanaturan, prinsip-prinsip, dan system khusus. Ketiga, tasawuf telah memiliki ikatan satu sama lain. Pada periode ini mulai muncul sejumlah pribadi sufi yang bergabung dengan seorang guru (syeikh) dan tunduk dibawah aturan-aturan terinci dalam jalan rohaniah. Jalan rohaniah inilah yang kemudian dinisbatkan oleh para sufi mutakhir sebagai periode munculnya tarekat (ordonansi kaum sufi). Kemunculan tarekat dalam wacana perkembangan pemikiran Islam – seperti yang dirasakan di Indonesia pada kalangan masyarakat muslim tertentu —kerap dipandang sebagai fenomena yang senantiasa memicu polemik dan kontroversi.3 Pemicu kondisi tersebut, biasanya berawal dari sikap masyarakat dalam memandang tarekat, yaitu: Pertama, kelompok yang menolak keberadaan tarekat. Bagi mereka, tarekat dipandang sebagai gejala kebodohan umum dan tidak sesuai dengan jiwa kemodernan. Kedua, kelompok yang beranggapan, bahwa praktek tarekat merupakan kegiatan menyimpang (bid’ah) dari ajaran Islam yang benar. Ketiga, kelompok yang bersikap amalgamitas (campuran) antara sikap menolak dan menerima, atau membiarkan tanpa peduli (apatis), atau bahkan mengikuti tradisi-tradisi ritual tarekat secara fanatik.4 Dari ketiga kelompok di atas, mengasumsikan bahwa penilaian masyarakat terhadap
1 Lihat, Abu al-Wafa’ al-Ghanimi al-Taftazani, Madkhal ‘ila al’Tashawwuf al-Islam, cet. IV, (Kairo: Dar el-Tsaqafah li al-Nasyir wa al-Tauzi, 1983), hlm. 234. 2 Ibid., lihat pula, Fazlur Rahman, Islam, terj. Senoaji Saleh, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 1992), hlm. 238-9. 3 Nurcholis Madjid, Islam Doktrin Dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemoderenan, (Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina, 1992), hlm. 254-8. 4 Untuk lebih mempertegas kondisi sikap masyarakat dalam pandangannya tentang tarekat, lihat, Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, (Bandung: Mizan, 1995), hlm. 128-134.

84. Beberapa Istilah Asal kata tarekat dalam bahasa Arab (‫ )الطريق‬jamaknya (‫ )طططرائق‬secara harfiah berarti “jalan” atau “metode”. tt. dipihak lain didapati suatu situasi antagonik. 1992). hlm. hlm. Yunani. haluan (almadzhab). Kata thariqah secara harfiah berarti (1) jalan. (6) tiang tempat berteduh. yaitu Tuhan (pengetahuan yang sebenarnya tentang Tuhan). . aliran. Arab Saudi.8 Dari definisi di atas. (Amerika: Oxford University Press. yang terkendali terus menerus kepada suatu rangkaian dari tingkatan-tingkatan (maqamat) untuk dapat merasakan “hakikat” yang sebenarnya. (8) goresan atau garis pada sesuatu (al-khatt fi asy-syay).5 Dengan demikian. 3-4. Segala aturannyapun lebih bersifat khusus. secara populer. Maroko.tarekat lebih cenderung ke arah minor. 257. 142 12 Ibid.. Kamus al-Munjid fi al-Lughah wa al-A’lam. (Jakarta: Paramadina. Wahib Mu’thi. Iran. (5) pohon kurma yang tinggi (al-nakhl al-thawilah). 11 Ibid. 8 J. Lihat pula. berupa maqamat dan ahwal yang diperuntukkan bagi mereka yang ingin mencapai keagamaan yang lebih tinggi. 1984) hlm. perasaan dan tindakan. Macam-macamnya dan Ajaran-ajarannya. (4) keadaan (al-halah). Bandingkan dengan Harun Nasution. 9 Istilah syari’at di sini ditujukan kepada jalan utama yang harus ditembus oleh seorang salik. dan Indonesia.) hlm. Jilid 5.. 1973). the way) di sini ialah jalan yang ditempuh oleh seorang sufi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Syariah digambarkan dengan sebuah lingkaran tarekat sebagai jari-jarinya. dan hakikat sebagai titik 5 Bukti yang menunjukkan perkembangan kuantitas yang luar biasa. keadaan.12 Tata hubungan ini digambarkan cukup jelas oleh A. Kumpulan Makalah. 67. diskursus tarekat menjadi sangat menarik untuk dicermati. 66. Aljazair. op.7 Adapun tarekat sebagai metode dimaksudkan sebagai metode praktis untuk membimbing seorang murid secara berencana dengan jalan pikiran. yaitu syari’at dan hakikat. hlm.6 Jalan (the path. (2) metode. cara (al-kaifiyah). Spencer Trimingham. tongkat payung (‘amud al-mizalah). hlm. Tasawuf.cit. 1979). Irak. 7 Lihat. Turki. (7) yang mulia. Wahib Mu’thi dengan sebuah lingkaran yang memiliki titik pusat dan jari-jari. istilah tarekat terkait erat dengan dua istilah lainnya. Louis Makluf. Ishthilahat al-Shufiyah. 6 Lihat. (Kairo: Dar el-Ma’arif. berisi peraturan-peraturan keagamaan yang bersifat umum. hlm. dibalik sikap antipati—seiring dengan perkembangan zaman dan pola pikir masyarakat —para penghayat tarekat menunjukkan kuantitas yang luar biasa.. op. 89.11 Adapun hakikat adalah tujuan yang ingin dicapai melalui syariat dan tarekat. Namun dalam tulisan ini pengkajian akan lebih ditekankan kepada sejarah Tibul dan Pengaruhnya di Dunia Islam. Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam.10 Sedangkan tarekat lebih ditujukan kepada jalan yang merupakan bagian dari jalan utama. (Beriut : Darul Masyriq. (3) madzhab.cit. terkemuka dari kaum (syaraf al-qaum). jilid II. sebagai pengantar terlebih dahulu akan disoroti bagaimana diskursus para ahli berbicara tentang definisi tarekat. sistem (al-uslub). Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. Al-Razak al-Kasyaniy. 10 A. Akan tetapi. (Jakarta: UI Press. The Sufi Orders in Islam. Sebelumnya. Sehingga tidak terlalu terkejut bila pada akhirnya “tarekat” dipandang sebagai pemicu pemberontakan rakyat. 465. Abd. Kata thariqah berarti jalan. 9 Nurcholis Madjid. Lebanon. paling tidak disepakati ada 44 nama tarekat yang tersebat di Damascus. hlm. 1973). dalam. India. hlm. (Jakarta: Ikhtiar baru van hoeve. Ensiklopadi Islam. aliran dalam garis pada sesuatu. Mesir. 141-2. Ternyata. Tarekat : Sejarah Timbulnya.

yaitu tempat bersemayamnya ruh orang yang meninggal sebelum datangnya kebangkitan. ada sebuah tradisi penyebutan asal-usul dan urutan-urutan nama para guru yang telah mengajarkan dasar suatu tarekat secara turun temurun.. Sedang istilah uwaisi berasal dari nama Uwais al-Qarani. ia tidak selalu konsisten dengan garis vertikalnya yang ketat. Khan Sahib Khaja Khan. op. Ibid. tetapi dipercaya telah diislamkan oleh ruh Rasulullah setelah beliau wafat. Martin17 menyebutkan. hlm. 37-44. Lihat. 1994) hlm. misalnya didapati pada tarekat Tijaniyah. kaum tarekat berbeda pendapat. yang tidak pernah berjumpa dengan Nabi ketika beliau masih hidup. (Jakarta: Rajawali Press. proses tersebut dikenal dengan barzakhi dan uwaisi. Lihat pula. Dalam arti. Untuk menganalisis lebih lanjut. 205-8. hlm. atau khanaqah. Tetapi. op. Menurut Martin. Lihat. 226. 48.. pada mulanya telah dibai’at masuk tarekat Khalwatiyah. 49. paling tidak. (Jakarta: Pustaka alHusna. pemahaman silsilah (akan diuraikan secara khusus) dan sebagainya. istilah dalam konteks perkembangannya ternyata mengalami deviasi.cit. seperti talqin (bai’at). op. 1995) hlm.18 Dalam menanggapi penyimpangan ini. Bandingkan dengan. Abu al-Wafa’ al-Ghanimi al-Taftazani. hlm. Pendirinya Syaikh Ahmad al-Tijani. Dikatakan barzakhi. Sebagaimana telah disebutkan bahwa pada tawaran idealnya—dalam silsilah— setiap guru harus merupakan murid langsung dari guru sebelumnya dan seterusnya. Kasus dalam hal ini. A. hlm.14 Kekhasan lainnya.cit. khirqah (pakaian khusus). . Kelompok tarekat pun biasanya hidup secara kolektif diberbagai zawiyah..16 Sudah menjadi keharusan bagi setiap guru tarekat untuk menjaga kebutuhan silsilah tarekat yang dianutnya. istilah tarekat dialamatkan kepada suatu perkumpulan atau organisasi tasawuf (sufi orders. Tasawuf Apa dan Bagaimana. Hakekat Tarekat Naqsabandiyah. Martin Van Bruinessen. lihat pula. 18 Ibid. Hal ini berkaitan dengan penunjukan siapakah gurunya dan siapa guru-guru sebelum dia sampai kepada Nabi Saw. ribath. memberikan pengertian bahwa segala jalan yang ditempuh seorang salik baik syari’at maupun tharekat pada dasarnya untuk mencapai titik pusat hakikat. loc.13 Pelukisan Wahib ini. dan mempunyai silsilah khalwatiyah tanpa hubungan barzakhi yang sebenarnya.pusat lingkaran. 13 14 15 16 Ibid.15 Silsilah Di dalam praktek tarekat. Fazlur Rahman.cit. 235. silsilah itu bagaikan kartu nama dan legitimasi seorang guru yang menunjukkan ke cabang tarekat mana ia termasuk dan bagaimana hubungannya dengan guru-guru tarekat lainnya. Umumnya setiap mursyid mengajarkan tentang tata cara peningkatan iman akhlak dan ibadah kepada Tuhan berupa zikir dan wirid yang dibaca secara rutin pada waktu-waktu tertentu. Oleh sebab itu pada silsilah Tijaniyah tersebut tidak terdapat guru-guru yang menyelangi antara Nabi dan Syaikh Ahmad. Garis keturunan inilah yang kemudian disebut silsilah.cit. karena pembai’atan ternyata berasal dari alam barzakh (alam antara). tetapi pada prakteknya tidak selalu demikian. dan melintasi jarak waktu dua belas abad. dipercaya bahwa ia kemudian telah berjumpa langsung dengan ruh Nabi sendiri dan menerima pelajaran dari beliau. 174-8. Akan tetapi. Pada perkembangan berikutnya. sufi organization) yang terdiri dari mursyid dan murid. atau berkumpul secara periodic dalam acara-acara tertentu serta mengadakan berbagai pertemuan rohaniah yang teratur. seorang murid tunduk di bawah aturan-aturan prinsip dalam jalan rohaniah. Fu’ad Sa’id. 17 Martin Van Bruinessen.. seorang Yaman yang sezaman dengan Nabi.

terdapat pula tokoh tarekat lainnya yaitu Abu Sa’id bin Abi al-Khair.it. yang dinamakan ribath (istilah lainnya zawiyah atau khanaqah). ibu kota Armenia. Palestina. al-Mukdisi bertemu dengan seorang zahid bernama Abu Ishaq al-Balluti dan lebih kurang empat puluh orang muridnya. Bandingkan dengan Simuh. (Jakarta: Rajawali Press. Kelompok ini mempunyai pusat kegiatan yang tersebar di seluruh kawasan Islam Asia.cit. 5-6. dan sebagian yang lain tidak menolak dengan mengasumsikan adanya kemungkinan terjadinya komunikasi spiritual.21 Menurut Abdul Mu’thi. Di Suz (Khuzistan) al-Makdisi bertemu dengan suatu kelompok yang terdiri dari para sufi dan selama beberapa waktu ia melihatkan diri dengan kehidupan mereka. Kemudian terbentuk tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan para sufi. 21 Harun Nasution. Tasawuf dan Perkembangannya Dalam Islam. Di Alexandria. di mana di dalamnya terdapat syaikh dan muridmuridnya. Lihat pula. 1996) hlm. Taftazani. op. Di kota Ramlah. kelompok yang paling berpengaruh pada zaman permulaan timbulnya tasawuf adalah kelompok Karamiyah.cit.cit. 89-90. Mereka mengadakan kegiatan-kegiatan kerohanian dan latihan secara bersama-sama. loc. 214.22 Menurut al-Makdisi. Di kawasan pegunungan Jailan yang terletak di Syiria. J. seperti dilaporkan Abdul Wahib Mu’thi. ditemukan sebuah ribath lebih kurang pada tahun 800 M. yang terletak di sekitar Teluk Persia. 144-5.23 Di samping al-Makdisi. loc. hlm. hlm. 144. hlm.. 20 Ribath pada mulanya didirikan sebagai tempat istirahat bagi para zahid yang mengembara. dan pada abad ke-5/11 ribath-ribath para sufi tumbuh semakin pesat. Spencer Trimingham. Ia pun dikenal sebagai sufi 19 Martin Van Bruinessen. 177/793) di sebuah pulau bernama Abadan. tasawuf mula-mula merupakan kegiatan individual. Ribath-ribath yang lainnya ditemukan di perbatasan Bizantium dan Afrika Utara.. sejarah ribath yang paling tua didirikan oleh seorang zahid bernama Abdullah bin Zaid (w. mereka berzikir di masjid sesudah shalat Jum’at dan membaca shalawat dari atas mimbar. Wahib Mu’thi. .. 22 A. Semuanya memakai pakaian yang terbuat dari bulu domba dan mereka mempunyai tempat ibadah tersendiri.. hlm. terdapat sebuah perkumpulan yang menamakan dirinya al-Shufiya lebih kurang pada tahun 200 H. Ia lahir di Kurasan pada tahun 967. Al-Makdisi melaporkan pula di Shiraz terdapat para sufi. Kontroversi ini ada kemungkinan bisa diselesaikan dengan menghadapkannya kepada dua kutub yaitu tarekat mu’tabarah (yang patut dihormati) dan tarekat ghair mu’tabarah (yang tidak layak dihormati) kebenarannya. op. Sejarah Pertumbuhan Tarekat Seperti telah disebutkan di muka. 23 Ibid. Dan pada waktu yang sama ditemukan pola di sekitar daerah Kurasan. Makanan mereka adalah buah ballut (semacam buah kurma yang pahit rasanya) yang diberi sedikit gula kemudian ditumbuk dan dicampur dengan gandum kasar. Selanjutnya berfungsi menjasi asrama. 20 Lihat. op. Timbulnya taswuf ditandai dengan munculnya para zahid yang mengasingkan diri atau mengembara dari satu tempat ke tempat lain. ia bertemu dengan orang-orang yang hidup dalam kefakiran dan mereka mencurahkan dirinya untuk beribadah kepada Tuhan.Masih mengutip Martin19 sebagian diantara mereka menolak dan menganggapnya palsu. Di Damaskus terdapat ribath yang didirikan di sekitar tahun 150/767.cit. Di Dabil.

cit. (Bandung: Mizan. 1996). mereka kemudian dapat menerima tasawuf sebagai bagian dari ajaran Islam. The Tao of Islam. bahwa di belahan Islam mulai tumbuh subur nama-nama tarekat. Ketiga. adalah murid Ahmad al-Ghazali. (Kairo: Maktabah alNadhah al-Mishriyah. 1967). Philip K. . 129-30. dan menahan diri untuk tidak berbicara sampai pada matahari terbit. hlm. Turki. 26 Abu Bakar Atjeh. 1988).. 561/1166) di Baghdad. Hitti. Kempat. Ibid. diantaranya: pertama. tarekat qadiriyah berkembang dalam bentuk yang sudah digabungkan dengan tarekat Naqsabandiyah. Maka perkumpulan-perkumpulan tasawuf berkembang dengan pesatnya dan mendapat dukungan penguasa baik di Baghdad (Dinasti Saljuk). Tarekat Qadiriyah berkembang di Irak. Di Indonesisa. Afrika Utara. 1168).24 Pada akhir abad kelima Hijriyah terjadi perubahan di kalangan fuqaha yang semula enggan menerima tasawuf. Tokoh yang lebih dikenal dari tarekat ini ialah Abu Hafs Umar Suhrawardi (1145-1234). Tarekat Qadiriyah Tarekat ini didirikan oleh Syaikh Abdul Qadir al-Jilani (w. 146. Secara serempak. Kedua. sebagaimana dikutip Abu Bakar Atjeh. al-Kalabadzi. terlampir. seorang murid atau anggota khanagah harus menjaga kebersihan pakaian. Pengantar Ilmu Tarekat: Uraian Tentang Mistik. karena peranan yang dilakukan oleh para tokoh suni yang berusaha mengintegrasikan tasawuf dengan syari’at seperti al-Syaraj. di antara shalat maghrib dan isya seorang murid harus melakukan zikir dan wirid yang ditentukan oleh syaikhnya… dan lain-lain.cit. Ini antara lain. dan mencapai puncaknya pada al-Ghazali. History of The Arabs. Dan untuk analisis sejarah selanjutnya. shalat harus dilakukan secara berjama’ah. hlm. maupun di Mesir (Dinasti Ayubi dan kemudian Dinasti Mamluk). (Solo: Ramadhani. 1974).. op. membaca istighfar berulang kali pada waktu subuh. 27 Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. 416-7.25 Pada gilirannya dapat disaksikan. hlm. disebut Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jilani telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan terdapat berbagai versi terjemahan. Kelima. dan harus senantiasa dalam keadaan suci. seorang murid tidak boleh berada di tempat suci untuk berbicara yang tidak menentu. Hasan Ibrahim Hasan. menyusun sebuah daftar yang terdiri dari empat puluh satu tarekat yang Mu’tabarah (tarekat yang diakui kebenarannya). loc. (London: The Macmillan.27 menyebutkan ada empat puluh empat macam. Abdul Qahir Abu Najib al-Suhrawardi (w. hlm. 25 Lihat misalnya. Syuria. lihat misalnya. Syaikh Jalaluddin. Sachiko Murata. Tarikh al-Islam al-Siyasi wa al-Diemi wa al-Tsaqafi wa al-Ijtima’i . saudara muda Imam al-Ghazali.26 Adapun Ensiklopedia Islam. Karangannya antara lain berjudul Futuh al-Ghaib dan al-Fath alRabbani telah diterjemahkan pula ke dalam Bahasa Indonesia.pertama yang menetapkan aturan kepada para murid dalam kehidupan khanaqah. Azyumardi Azra. Asia Kecil dan Eropa Timur. 23. 2. Tarekat Suhrawardiyah Pendirinya. Riwayat hidupnya. Ketujuh. dianjurkan agar banyak berdo’a dan shalat tahajjud di malam hari. sebagai pengarang kitab Awarid al-Ma’arif yang merupakan salah satu kitab tasawuf dan dipelajari di 24 Abu al-Khair menetapkan sepuluh aturan. al-Qusyairi. Di bawah ini ada beberapa nama tarekat yang cukup terkenal hingga hari ini. dengan penerimaan terhadap tasawuf timbul pula kebutuhan terhadap adanya perkumpulan-perkumpulan yang dapat menyalurkan hasrat kehidupan rohani. seperti: 1. membaca al-Qur’an pada pagi hari. Keenam.

yaitu: zahri dan kahfi. al-ruh. dapat menyebabkan keadaan trance. Tarekat Rifa’iyah Tarekat ini didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Ali al-Rifa’I (w. Pengulangan kata Allah atau la ilaaha illallaah yang diucapkan secara berirama disertai gerakan tertentu. 1428) dari India. Terdapat berbagai aturan tentang berzikir. di bawah ini dikemukakan sebagai contoh. metode suluk dan aturan zikir dalam tarekat Naqsabandiyah yang ditulis Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Khani alKhaliqi al-Naqsabandi. 578/1183) di Mesir. Barangsiapa tidak bertaubat. al-kahfi. 1993). Zikir Dalam Tarekat Ibadah yang menjadi ciri penganut suatu tarekat ialah zikrullah. keduanya mempunyai dasar dalam al-Qur’an.. 1977). hlm. 29 Ibid. 5. (2) Mandi dan bersuci. 49.28 secara harfiyah. Tarekat Syatariyah Didirikan oleh Abdullah Syatar (w.cit. Tarekat ini pun berkembang di Sumatra Barat oleh Syaikh Burhanuddin Ulakan. (Turki: Fatih Istambul. 30 Dadang Kahmad. (3) 28 A. op. Untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan zikir dalam tarekat. Dalam pembagian yang lebih rumit terdapat zikir al-lisan. al-sirr. Dari india. al-qalb. 31 Syaikh Muhmmad bin Abdullah al-Khani al-Khaliqi an-Naqsabandi. 3. ZIkir dapat dilakukan dengan diam atau bersuara. Tradisi Naqsabandi mengajarkan zikir lima lathaif. berarti mengingat Tuhan. Tradisi Naqsabandi mengajarkan sebelas aturan dalam suluk. karena sangat keras dalam berzikir. tesis. Kajian Tentang Pengambilan Keputusan Untuk Menjadi Pengikut Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah. . Ia terkenal sebagai mujaddid yang membawa paham wahdat al-syuhud. tarekat ini berkembang sampai ke Mekah dan Madinah. 51. hlm. dan akhfa al-khafi. sebagai berikut:31 Adab sebelum berzikir meliputi: (1) Taubat dari semua kesalahan baik perkataan maupun perbuatan dan kehendak. hlm.. Tarekat Naqsabandiyah Tarekat ini didirikan oleh Bahaudin Naqsabandi dari Turkistan (w. Tarekat ini di bawa ke India dan mengalami perkembangannya pada masa Syaikh Bahauddin Zakaria Suhrawardi (1186-1266). Fu’ad Sa’di. 4. 1399) di Bukhara. Adapun pembawa tarekat Syattariyah ke Indonesia. Abdul Rauf al-Sinkili dari Aceh (w. Pengikut tarekat Rifa’iyah dikenal dengan sebutan Darwisyi yang berteriak (the Howling Dervishes). 1693) yang berguru kepada seorang ‘alim dari Mekah bernama Syaikh Ahmad al-Qushashi.30 ZIkir dalam bentuknya yang telah berkembang biasanya dihubungkan dengan suatu cara pengaturan nafas. niscaya tiada sesuatu pun yang datang kepadanya. 61. dan pada perkembangan berikutnya tarekat ini digabungkan dengan tarekat Qadiriah menjadi tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah.29 Menurut sebagian kaum sufi zikir keras dianggap sebagai suatu cara untuk membawa kepada ekstase. (Bandung: Program Pascasarjana Unpad.madrasah-madrasah India dan beberapa pesantren di Indonesia (sekalipun tarekat ini tampaknya tidak berkembang di Indonesia). menyentuh benda-benda tajam dan tak terluka. 53. Al-Bahjatu al-Sunniyah. Tarekat ini dibawa ke India dan mengalami perkembangan pada masa Syaikh Faruqi al-Sirhindi. al-nafs. Mereka terkenal karena dapat melakukan keajaiban yang luar biasa. seperti makan benda-benda yang berbahaya. hlm.

Adab inilah yang paling keras tuntutannya di kalangan mereka. hatinya terus-menerus berhubungan dengan Syaikhnya. Hal ini umpamanya dipraktekkan di Pondok Pesantren Inabah I dan II Suryalaya Tasikmalaya atau di Tegal Luar Bojongsoang Bandung Pengaruh Tarekat di Dunia Islam Hingga di sini. atau paling tidak secara psikologis akan mendatangkan manfaat. 32 Martin van Bruinessen. Menarik napas itu dalam memutuskan lintasan syetan. 1995). sehingga mengakibatkan terbukanya panca indera hati.33 Oleh karena itu.. Kitab Kuning … . (e) Memilih tempat yang agak gelap dan sunyi. hlm. tetapi sangat dianjurkan. dan membacanya dalam hitungan sekian kali pada jam-jam yang ditentukan dipercayai akan memperoleh keajaiban. (j) Tidak berzikir sesuka hati. tarikan nafas itu lebih lama dari biasanya. minimal. (5) Berhubungan rapat terus-menerus dengan Syaikh itu pada hakekatnya adalah lanjutan dari berhubungan dengan Nabi Saw. karena dengan mata terpejam tertutup jalan-jalan panca indera lahir. tetapi hendaklah mengamalkan lafal zikir yang diajarkan Syaikh.Diam dan diam dengan perhatian terpusat kepada Allah. (k) Menghadirkan makna zikir dalam hati. (i) Ikhlas. sesuai dengan tingkatannya dalam musyahadah dan melaporkan sesuatu perasaan atau pengalaman selama berzikir kepada Syaikh. Dan adab selesai berzikir yaitu: pertama.cit. sebaliknya. sambil mengucap la ialaha illallah. (l) Meniadakan atau menafikan semua yang ada ini dalam kalbu kecuali Allah. karena Syaikh harus dianggap sebagai wasithah diantaranya dengan Nabi Saw. 33 Ibid. Atau bahkan.. (Bandung: Mizan. pembacaan aurad meskipun tidak wajib. (b) Meletakkan dua telapak tangan di atas dua paha.32 Aurad merupakan do’a-do’a pendek untuk memuja Tuhan atau Nabi Saw. diam dalam keadaan khusyu’ dan tawadlu’ menunggu atau mengintip sesuatu yang akan tiba. seperti duduk dalam shalat. Kitab Kuning: Pesantren dan Tarekat. (4) Sejak mulai berzikir. menghela nafas beberapa kali. Setiap kali. Selanjutnya disebut Martin. Kedua. karena ia tidak menyerupai sesuatu selain Allah dalam hati hamba-Nya. ditemukan dua persepsi yang bertolak belakang tentang tarekat. 81. bahaya politik yang mereka cerna. supaya hati bersinar dan hijab cepat terbuka. op. seseorang dapat memakai kumpulan aurad yang telah diterbitkan. Pembacaan tidaklah berhenti pada zikir. (g) Menghayalkan rupa Syaikh di hadapannya. Adapun adab ketika berzikir: (a) Duduk di suatu tempat atau ruangan yang suci. (d) Memakai pakaian yang bersih dan halal. hlm. Tradisi-tradisi Islam di Indonesai. Persepsi kedua. (c) Mewangikan pakaian dan tempat dengan minyak wangi. 333. tidak boleh minum selesai berzikir. dan dilakukan tujuh kali. (f) Memejamkan dua mata. (h) Benar dalam zikir baik sir maupun jahr. sebagai akibat dari zikir itu. Ketiga. karena minum sesudah berzikir itu dapat memadamkan hati. kajian-kajian Barat yang pertama mengenai tarekat lebih mirip laporan penyelidikan intel daripada penelitian ilmiah. menurut pengamatan penulis. yakni membersihkan amal dari campuran dengan sesuatu. Di satu pihak. Seorang murid dapat saja diberikan wirid khusus untuk dirinya sendiri oleh Syaikhnya dan diamalkan secara sir serta tidak boleh diberitahukan kepada orang lain.

potensi itu kerap muncul dalam gerakan rakyat. 38 Ibid. hlm. satu hal lagi yang tidak bisa diabaikan dalam penelitian tarekat. Maka ketika terjadi perlawanan terhadap penjajah Perancis dan Italia. Kenapa? Karena tampak dan tidak dapat diingkari bahwa ada kaitan erat antara proses depolitisasi Islam dan suburnya perkembangan para tarekat. . Dalam pandangan ini. tidak jarang mencari dukungan moral dan spiritual dari Syaikh tarekat. daripada menjauhi urusan politik. Syaikh besar biasanya memiliki beberapa orang wakil (khalifah. Tarekat …. Bahkan ada kecenderungan kaum tarekat sering begitu dengan dengan penguasa.menganggap perkembangan tarekat sebagai suatu gejala depolitisasi. tarekat lebih berorientasi kepada urusan ukhrawi daripada urusan duniawi. Contoh klasik dari hal tersebut.34 Akan tetapi. Syaikh-syaikh tarekat cenderung terjun dalam dunia politik. Di samping fungsi jaringan sosial dan politik.cit.. persepsi ini masih memerlukan verivikasi lebih lanjut. yaitu dari sisi “doktrinal” dan “amalan suci” tarekat kerap digunakan untuk tujuan magic. berkenaan dengan situasi yang berbeda. 334. Umpamanya. orang Badui di sana mula-mula terdiri dari sejumlah suku yang diantaranya terdapat banyak persaingan dan peperangan. dalam arti.35 Pada sisi lain. op. guruguru tarekatlah yang bisa mengkoordinasikan dan mempersatukan semua suku Badui. Menurut catatan Martin. negara Libya modern merupakan hasil perjuangan tarekat Sanusiyah. sekalipun amalan tarekat bisa saja dilakukan secara perorangan.38 Kegunaan amalan tarekat untuk 34 Ibid. Para pengritik tarekat menekankan aspek asketis (zuhud) dan orientasi eskatologis dalam usaha mendekatkan diri kepada Tuhan. dan melalui mereka ia bisa memimpin puluhan ribu murid yang tersebar secara luas. misalnya. tetapi biasanya murid yang telah dibai’atkan tetap menjaga hubungan khusus dengan gurunya dan juga dengan sesama murid.. akomodatif dan apolitik. identik menjauhkan diri dari masyarakat (khalwah atau ‘uzlah). hampir tidak ditemukan pemberontakan atau sikap oposisi radikal dari kalangan tarekat. tarekat Sanusiyah di Libya. 346. Adapun dalam negara muslim merdeka. konon. 35 Ibid.36 Dan pada gilirannya. Alhasil. yaitu sebagai pelarian dari tanggung jawab sosial dan politik. Pada tatar5an ini. para penguasa. 215. Sebagai pengamatan awal. hampir semua kasus perlawanan fisik oleh kaum tarekat yang telah dikenal berlangsung terhadap penguasa yang non-muslim. hlm.37 Begitupun di Indonesia. Kaum tarekat.. dibanding dengan kalangan Islam modernis. kaum tarekat dianggap paling kolot di antara yang kolot dan paling menghindar dari sikap politik. kaum tarekat tidak jauh berbeda dengan kalangan Islam “tradisional” pada umumnya. bisa dicatat bahwa dua persepsi tentang tarekat di atas. pada zaman kolonial. Jaringan syaikhsyaikh dengan wakil-wakil mereka merupakan suatu organisasi informal yang kadangkala sangat berpengaruh. 36 Ibid.. 37 Ibid. tidak jarang menjadi kekuatan politik yang cukup disegani. Kalau kalangan Islam “tradisional” dianggap lebih kolot. Begitupun sebaliknya. melantik banyak khalifah yang biasanya diiringi pendirian zawiyah di perbatasan antara wilayah dua atau tiga suku yang sengaja berusaha agar pengikutnya tidak terdiri dari satu suku saja. Syaikh Muhammad al-Sanusi al-Kabir dan putranya al-Mahdi. hlm. bada).

Dalam perkembangannya. Penutup Mengakhiri tulisan ini. ternyata ia telah memerankan sesuatu yang sangat penting dalam sejarah umat Islam. kekebalan juga telah menjadi salah satu tujuan utama dari amalan Naqsabandiyah. tarekat bisa diilustrasikan sebagai hasil pengalaman dari seorang sufi yang diikuti oleh para murid dengan berbagai aturan tertentu dan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. kiranya yang paling mirip mantera dan jampi-jampi magic masa pra-Islam adalah zikir dan wirid ini. Dalam bentuknya yang sedikit berbeda dengan debus. dan bahkan di Indonesia. Pendiri Ibrahim bin Adham Mirza Ghulam Ahmad Abu Abbas Ahmad bin Mustafa alAlawi Berpusat Di Damascus. India. Di samping sebagai ordo saudara-saudara “suci” yang beraliansi politik.tujuan-tujuan magic telah banyak dilakukan oleh syaikh-syaikh baik di Timur Tengah. ditemukan adanya seorang guru yang digelari mursyid (atau biasa disebut Syaikh) dan wakilnya disebut khalifah (badal) dan sejumlah pengikut disebut murid. Maka di dalam prakteknya. Suriah Qadiah. nama tarekat digunakan sebagai nama sekelompok yang menjadi pengikut seorang Syaikh yang memiliki metode tertentu dan pengalaman yang khas. NAMA-NAMA TAREKAT DAN PARA PENDIRINYA No. Jika kemudian mereka menggunakannya untuk kekebalan atau kesaktian. Dari khazanah yang ditawarkan Islam. kepada pecinta akademis semoga tulisan ini menjadi setitik sumbangan untuk pengembangan yang lebih luas. zawiyah atau khanaqah. tidak memiliki rasa sakit dan kekebalan terhadap senjata tajam termasuk tahan peluru. hanyalah satu langkah kecil saja. ditemukan. Aljazair . Terakhir. Zikir Khafi yang digabung dengan latihan pernafasan dan wirid digunakan sebagai sarana untuk mencapai daya tahan tubuh yang hebat. India Mostagenem. Karena itu. Model khusus yang disebut terakhir. Dari sudut pengaruh tarekat terhadap dunia Islam. Untuk itu tidaklah sulit untuk memahami asal-usul kecenderungan ini. Nama Tarekat 1 ADHAMIAH 2 AHMADIYAH 3 ALAWIYAH 39 Ibid. juga pada tatanan doktriner bisa dikembangkan unsur ketabiban.39 Praktek inipun bisa ditemukan pada tarekat Qadariyah wa Naqsabandiyah. sangat logis kalau orang lantas percaya bahwa bacaanbacaan doa dari tarekat mereka—yang sebetulnya dalam rangka berserah diri kepada Allah—telah memberi jaminan perlindungan Illahi. Sedangkan tempat untuk latihan mereka disebut ribath. para murid menyayat-nyayat tubuh mereka dengan golok dan menusuk tubuh mereka dengan paku panas atau besi runcing —pertunjukan ini biasa disebut debus—untuk membuktikan bahwa mereka sama sekali tidak terluka. setelah berzikir hingga ekstase. terutama pada tarekat Rifa’iyah.

Iran Cairo. Arab Saudi Fes. Irak Istancul. Irak Damascus. Maroko Istanbul. Arab Saudi Asir. Irak Ardebil. Anatolia Instanbul. Aljazair Istanbul. Turki Konya. Irak . Suriah Kir Sher. Turki Baghdad. Jawa Timur Alwali. Turki Aleppo. Turki Lemnos. Turki Istanbul. Arab Saudi India Mekkah. Turki Baghdad. Mesir Hedzajaz. Turki Qasri Arifan. Libanon Baghdad. Arab Saudi Kufah. Iran Tripoli. Turki Ankara. Turki Khurasan. Irak Jombang. Turki Madinah. Turki Chin Iznik. Yunani Bursa. Turki Nejd. Iran Baghdad. Turki Adrianopel (Edirne). Arab Saudi Magnesia. Irak Kayseri. Arab Saudi Constantine. Yunani Kirman.4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 ALWANIAH AMMARIAH ASYAQIAH ASYRAFIAH BABAIAH BAHRAMIAH BAKRIAH BEKTASYI BISTAMIYAH GULSYANIAH HADDADIAH IDRISIAH IGHTBASYIAH JALWATIAH JAMALIAH KABRAWIAH KADIRIAH KHALWATIAH MAULAWIYAH MURDIAH NAKSYABANDIAH NIYAZIAH NI’MATALLAHIAH NURBAKHSYIAH NURUDDINIAH RIFAIAH SADIYAH SAFAWIAH SANUSIAH SAWATIAH SIDDIQIAH SINAN UMMIAH SUHRAWARDIAH SUNBULIAH SYAMSIYAH SYATARIAH SYAZILIAH TIJANIAH UMM SUNANIAH WAHABIAH ZAINIAH Syekh Alwan Ammar Bu Senna Hasanuddin Asyraf Rumi Abdul Gani Haji Bahrami Abu Bakar Wafai Bektasyi Veli Abu Yazid al-Bistami Ibrahim Gulsyani Sayid Abdullah bin Alawi bin Muhammad al-Haddad Sayid Ahmad bin Idris bin Muhammad bin Ali Syamdussin Pir Uttadi Jamaluddin Najmuddin Abdul Qadir al-Jailani Umar al-Khalwati Jalaluddin ar-Rumi Murad Syami Muhammad bin Muhammad bin alUwaisi al-Bukhari Naqsyabandi Muhammad Niyaz Syeh Wali Ni’matillah Muhammad Nurbakh Nuruddin Sayid Ahmad ar-Rifa’i Sa’duddin Jibawi Safiuddin Sidi Muhammad bin Ali as-Sanusi Sirri Saqati Kiai Mukhtar Mukti Alim Sinan Ummi Abu an-Najib as-Suhrawardi dan Syihabuddin Abu Hafs Umar bin Abdullah as-Suhrawardi Sunbul Yusuf Bulawi Syamsuddin Abdullah asy-Syattar Abul Hasan Ali asy-Syazili Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad al-Tijani Syeikh Umm Sunan Muhammad bin Abdul Wahab Zainuddin Jiddah. Iran Khurasan. Turki Jabal Bistam. Irak Istanbul.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful