P. 1
Sentralisasi Dan Desentralisasi 1eb03

Sentralisasi Dan Desentralisasi 1eb03

|Views: 169|Likes:
Published by irfan_maulana_17

More info:

Published by: irfan_maulana_17 on Oct 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2011

pdf

text

original

SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI

Disusun oleh

:

Anggun Wahyuni (21209651) Carla Carmilah (24209451) Eka Fina Larasati (26209397) Iin Napisa (25209732) Ira Mayetri Zalmi (21209479)

Kelas Tugas Nama Dosen

: 1EB03 : Pengantar Manajemen : Sri Setya Handayani

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI JAKAR TA 2010
1

N. daerah tinggal menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan menurut uu. social di satu pusat 2. Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi Sentralisasi berasal dari bahasa inggris yang berakar dari kata Centre yang artinya adalah pusat atau tengah.BAB I PENGERTIAN 1. B. Secara terminology sentralisasi : 1.1. Marbun dalam bukunya Kamus Politik mengatakan bahwa sentralisasi yang paham nya kita kenal dengan sentralisme adalah pola kenegaraan yang memusatkan seluruh pengambilan keputusan politik ekonomi. Berdasarkan definisi diatas bisa kita interpretasikan bahwa sistem sentralisasi itu adalah bahwa seluruh decition (keputusan/Kebijakan) dikeluarkan oleh pusat. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah. Sentralisasi adalah seeluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat. menurut ekonomi manajemen sentralisasi adalah memusatkan semua wewenang kepada sejumlah kecil manager atau 2 .

Dalam kaitannya dengan sistem pemerintahan Indonesia.2. 3 urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan . Desentralisasi Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang pada level bawah pada suatu suatu organisasi. Desentralisasi juga dapat dikatakan suatu penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur Republik Indonesia. desentralisasi akhir-akhir ini seringkali dikaitkan dengan sistem pemerintahan karena dengan adanya desentralisasi sekarang menyebabkan perubahan paradigma pemerintahan di Indonesia. kelemahan sistem sentralisasi adalah dimana sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal menjadi lebih lama. sentralisasi banyak digunakan pemerintah sebelum otonomi daerah. Desentralisasi sebenarnya adalah istilah dalam keorganisasian yang secara sederhana di definisikan sebagai penyerahan kewenangan. 1.yang berada di suatu puncak pada sebuah struktur organisasi. melainkan sistem otonomi daerah atau otda yang memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan yang tadinya diputuskan seluruhnya oleh pemerintah pusat. Pada sistem pemerintahan yang terbaru tidak lagi menerapkan sistem pemerintahan sentralisasi. Dengan adanya desentralisasi maka munculah otonomi bagi suatu pemerintahan daerah.

2. Desentralisasi Kelebihan sistem ini adalah sebagian keputusan dan kebijakan yang ada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa campur tangan pemerintah pusat. Namun kekurangan dari sistem ini adalah pada daerah khusus.BAB II 1. euforia yang berlebihan dimana wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi. Hal ini terjadi karena sulit dikontrol oleh pemerinah pusat. Namun kekurangan dari sistem ini adalah pada daerah khusus. Sentralisasi Kelebihan sistem ini adalah sebagian keputusan dan kebijakan yang ada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa campur tangan pemerintah pusat. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN 1.1. Kelemahan sistem sentralisasi adalah dimana sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal menjadi lebih lama. euforia yang berlebihan dimana wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi. Hal ini terjadi karena sulit dikontrol oleh pemerinah pusat. Rontoknya nilai-nilai otokrasi Orde Baru telah melahirkan suatu visi yang baru mengenai kehidupan masyrakat yang lebih sejahtera ialah pengakuan terhadap 4 . 1.

Lahirlah gerakan separtisme yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini terjadi karena sulit dikontrol oleh pemerinah pusat. Kejadian yang terjadi berpuluh tahun telah melahirkan suatu rasa curiga dan sikap tidak percaya kepada pemerintah. kekayaan daerah telah dieksploitasi untuk kepentingan segelintir elite politik. 3. Dilihat dari sudut politik sebagai permainan kekuasaan desentralisasi dimaksud untuk mencegah penumpukan kekuasaan di suatu daerah. Kita ingin membangun suatu masyarakat baru yaitu masyarakat demokrasi yang mengakui akan kebebasan individu yang bertanggungjawab. Kekayaan nasional. euforia yang berlebihan dimana wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi. Oleh karena itu. 2. dgalam rangka menarik minat rakyat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan (pendidikan Politik). Keadaan ini telah melahirkan suatu pemerintah yang tersebut dan otoriter sehingga tidak mengakui akan hakhak daerah. 5 . Pada masa orde baru hak-hak tersebut dirampas oleh pemerintah. Dalam bidang Politik. 2. kekurangan dari sistem ini adalah pada daerah khusus. Dari persfektif teknik organisatoris pemerintah desentralisasi dimaksud unutk mencapai efensiensi. hak politik. TUJUAN DESENTRALISASI Adapun mengenai tujuan dari desentralisasi yang berdasarkan kepada landasan filosofis bagi penyelenggaraan pemerintah daerah sebagaimana yang dimaksud oleh The Liang Gie (Jose Riwu Kaho. dan hak asasi masyarakat (civil rights). dsentralisasi dianggap sebagai pendemokrasian.hak-hak asasi manusia. 2001 Hal 8 ) adalah 1. desentralisasi atau otonomi daerah merupakan salah satu tuntutan era reformasi.

Sedangkan dampak negatifnya adalah daerah seolah-olah hanya di jadikan sapi perahan saja dan tidak dibiarkan mengatur kebijakan perekonomiannya masing.1. ekonomi. kultur. seperti.Sehingga. politk. geografi. kondisi masyarakat. 3. setiap daerah tidak saling menonjolkan kebudayaan masing-masing dan lebih menguatkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang di miliki bangsa Indonesia . karena seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat.masing sehingga terjadi pemusatan keuangan pada Pemerintah Pusat. efek positif yang di berikan oleh sistem sentralisasi ini adalah perekonomian lebih terarah dan teratur karena pada sistem ini hanya pusat saja yang mengatur perekonomian. Diharapkan pemerintah daerah lebih memfokuskan pembangunan di daerah tersebut. Dari sudut kultur desentralisasi diharapkan perhatian sepenuh nya ditumpahkan kepada daerah.4. • Segi Politik Dampak positif yang dirasakan di bidang politik sebagai hasil penerapan sistem sentralisasi adalah pemerintah daerah tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF 3. 5. • Segi Sosial Budaya Dengan di laksanakannya sistem sentralisasi ini. • Sentralisasi Segi Ekonomi Dari segi ekonomi. Sehingga 6 . perbedaanperbadaan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia dapat di persatukan.

Selain itu. Desentralisasi 7 . Dominasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah telah menghilangkan eksistensi daerah sebagai tatanan pemerintahan lokal yang memiliki keunikan dinamika sosial budaya tersendiri.2. sentralisasi juga membawa dampak negatif dibidang ini. Sehingga. Sedangkan dampak negatif yang di timbulkan sistem ini adalah pemerintah pusat begitu dominan dalam menggerakkan seluruh aktivitas negara.keputusan yang dihasilkan dapat terlaksana secara maksimal karena pemerintah daerah hanya menerima saja. organisasi-organisasi militer tersebut mempunyai hak yang lebih daripada organisasi lain. Seperti menonjolnya organisasi-organisasi kemiliteran. 3. • Segi Keamanan Dampak positif yang dirasakan dalam penerapan sentralisasi ini adalah keamanan lebih terjamin karena pada masa di terapkannya sistem ini. Tetapi. jarang terjadi konflik antar daerah yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional Indonesia. waktu yang dihabiskan untuk menghasilkan suatu keputusan atau kebijakan memakan waktu yang lama dan menyebabkan realisasi dari keputusan tersebut terhambat. Sedangkan dampak negatifnya adalah terjadinya kemandulan dalam diri daerah karena hanya terus bergantung pada keputusan yang di berikan oleh pusat. keadaan ini dalam jangka waktu yang panjang mengakibatkan ketergantungan kepada pemerintah pusat yang pada akhirnya mematikan kreasi dan inisiatif lokal untuk membangun lokalitasnya.

dengan modus mirip: menyelewengkan APBD”. Segi Ekonomi Dari segi ekonomi banyak sekali keuntungan dari penerapan sistem desentralisasi ini dimana pemerintahan daerah akan mudah untuk mengelola sumber daya alam yang dimilikinya. Seperti yang dimuat pada majalah Tempo Kamis 4 November 2004 ( www. masih ditambah hujan kasus korupsi yang menyangkut puluhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di berbagai wilayah di Indonesia. dengan demikian apabila sumber daya alam yang dimiliki telah dikelola secara maksimal maka pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat akan meningkat.tempointeraktif. lalu giliran Gubernur Sumatera Barat Zainal Bakar resmi sebagai tersangka kasus korupsi anggaran dewan dalam APBD 2002 sebesar Rp 6. penerapan sistem ini membukan peluang yang sebesarbesarnya bagi pejabat daerah (pejabat yang tidak benar) untuk melalukan praktek KKN. resmi menjadi tersangka korupsi pembelian genset senilai Rp 30 miliar. oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. Tetapi. “Setelah Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam.4 miliar. Dua kasus korupsi menyangkut gubernur ini. Seperti yang diberitakan pada majalah Tempo Januari 2003 “Desentralisasi: Menuju Pengelolaan Sumberdaya Kelautan Berbasis Komunitas Lokal”.com ) “ Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah”.  Segi Sosial Budaya 8 .

Karena dengan diterapkannya sistem desentralisasi ini pemerintahan daerah akan dengan mudah untuk mengembangkan kebudayaan yang dimiliki oleh daerah tersebut. Segi Keamanan dan Politik Dengan diadakannya desentralisasi merupakan suatu upaya untuk mempertahankan kesatuan Negara Indonesia. Yang nantinya merupakan salah satu potensi daerah tersebut. Sebagaimana pada artiket Asian Report 18 juli 2003 ”Mengatur Desentralisasi Dan Konflik Disulawesi Selatan” ”…………….. secara tidak langsung ikut melunturkan kesatuan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia itu sendiri. Sehingga. Bahkan kebudayaan tersebut dapat dikembangkan dan di perkenalkan kepada daerah lain.Indonesia memindahkan kekuasaannya yang luas ke kabupaten-kabupaten dan kota-kota – tingkat kedua pemerintahan daerah sesudah provinsi – diikuti dengan  9 . (daerah-daerah yang merasa kurang puas dengan sistem atau apa saja yang menyangkut NKRI). Sedangkan dampak negatif dari desentralisasi pada segi sosial budaya adalah masing. Tetapi disatu sisi desentralisasi berpotensi menyulut konflik antar daerah.masing daerah berlomba-lomba untuk menonjolkan kebudayaannya masing-masing. karena dengan diterapkannya kebijaksanaan ini akan bisa meredam daerah-daerah yang ingin memisahkan diri dengan NKRI. akan memperkuat ikatan sosial budaya pada suatu daerah.Dengan diadakannya desentralisasi.

dampak positif yang didapat melalui desentralisasi adalah sebagian besar keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di pusat.. proses yang dikenal sebagai pemekaran tersebut berarti tidak bergabung tetapi merupakan pemecahan secara administratif dan penciptaan beberapa provinsi baru serta hampir 100 kabupaten baru. ada ketakutan akan terjadi konflik baru dalam soal tanah. Prakteknya. 10 . Peraturan yang mendasari desentralisasi juga memperbolehkan penciptaan kawasan baru dengan cara pemekaran atau penggabungan unitunit administratif yang eksis. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah lebih aktif dalam mengelola daerahnya. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di tingkat pusat.pemindahan fiskal cukup banyak dari pusat. sumber daya atau perbatasan dan adanya politisi lokal yang memanipulasi ketegangan untuk kepentingan personal. dampak negatif yang terlihat dari sistem ini adalah euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Tetapi. proses desentralisasi juga telah meningkatkan prospek pencegahan dan manajemen konflik yang lebih baik melalui munculnya pemerintahan lokal yang lebih dipercaya…….” Dibidang politik. Dengan beberapa dari kabupaten itu menggambarkan garis etnis dan meningkatnya ekonomi yang cepat bagi politik daerah. Namun begitu.

11 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->