BAB I PENDAHULUAN Materi Apresiasi Sastra II tidak terlepas dari lanjutan materi Apresiasi Sastra I, karena itu penyajian

materi ini tetap bertumpu pada materi yang lalu. Seorang mahasiswa tidak bisa mendalami materi Apresiasi Sastra II kalau dasar Apresiasi Sastra I-nya tidak ada. Materi mahasiswa pokok dari Apresiasi Sastra II yaitu mengantar melakukan, kepada kemampuan membacakan,

memahami, dan menilai, serta menikmati karya sastra yang termasuk puisi, fiksi, dan, drama. Aplikasi dari mata kuliah ini diharapkan banyak dilakukan latihan apresiasi pengenalan teori apresiasi. Sajian ini perlu dipahami dan didalami mahsisiwa agar memiliki keterampilan berpikir, keterampilan sosial, dan vokasional skill. Pembentukan karakter tersebut sangat berpengaruh pada pembelajaran sastra subjek didik. Menurut Suwardi Endaraswara (2005:6) bahwa subjek didik belum diajak mencelupkan ke dalam hubungan sastra secara natural. Subjek didik belum belajar sastra yang bersifat liar dan penuh relavasi kreatif. Apa yang diungkapkan Suwardi merupakan tantangan bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia, karena itu karakter calon guru Bahasa dan Sastra Indonesia harus dibentuk dengan penguasaan kamampuan mengapreasi sastra. Pembentukan kompetensi tersebut sangat penting terutama penciptaan paradigma baru pembelajaran sastra di sekolah. Keberadaan diktat ini sedapat mungkin dapat memperkaya nuansa pengetahuan dan pemahaman kita terhadap karya sastra, karena itu dalam diktat ini diuraikan pengantar apresiasi sastra, tehnik apresiasi sastra, tinjauan apresiasi sastra, inovasi dan metode penyajian sastra di sekolah. Pada setiap bagian uraian tersebut (puisi, fiksi, dan drama) ditampilkan masing-masing sebuah contoh pemahaman dan penikmatan karya sastra sebagai bahan diskusi dan pemberian tugas-tugas selanjutnya.

Drs. Andi Page

Apresiasi Sastra II

1

Drs. Andi Page

Apresiasi Sastra II

2

BAB II PENGANTAR APRESIASI SASTRA A. Hakikat Apresiasi Sastra Apresiasi berasal dari kata appreciation yang berarti

penghargaan, sedang dalam Kamus Bahasa Indonesia kata apresiasi berarti penilaian penghargaan terhadap sesuatu hal atau kesadaran terhadap nilai seni. Menurut dititikberatkan Moha pada Junaedi (1988:1) bahwa apresiasi melakukan, kemampuan membaca,

memahami, dan menikmati sesuatu karya. Secara harpiah kata apresiasi berarti pengertian, pengetahuan, atau penghargaan terhadap sesuatu misalnya karya seni. Dengan demikian, yang dimaksud apresiasi sastra adalah pengetahuan, pengertian atau penghargaan terhadap karya sastra (Wardani dalam Abd Khalik, 2004:1). Penekanan Wardani tentang apresiasi sastra terletak pada aspek kognitif dan emotifnya. Selanjutnya S. Efendi (dalam Suroto, 1990:158) mengemukakan bahwa yang dimaksud apresiasi terhadap karya sastra ialah upaya atau proses menikmati, memahami, dan menghargai suatu karya sastra secara kritis, sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, dan kepekaan pikiran kritis dan kepekaan pikiran yang baik terhadap sastra. Lebih lanjut S. Efendi menekankan bahwa kegiatan apresiasi sastra merupakan kegiatan menggauli sastra dengan sungguh-sungguh. Kegiatan menggauli sastra bertumpu pada dua pilar utama, yaitu: 1. Menggauli sastra dalam konteks memahami, menikmati dan menghargai karya sastra. 2. Menggauli sastra dengan melibatkan dua pilar tersebut akan mengantarkan pada penguasaan kompetensi reseptif dan kompetensi kreatif. Sedangkan menurut Moha Junaedi (1988:3) bahwa apresiasi sastra adalah kemapuan membaca, memahami, dan menilai, serta menikmati karya terhadap sastra karya sebagai bentuk sastra tersebut. manifestasi Karena itu penghargaan

Drs. Andi Page

Apresiasi Sastra II

3

Andi Page Apresiasi Sastra II 4 . Kemampuan dalam yang merupakan tentunya kompetensi kemampuan utama membaca mengapresiasikan.penekanan apresiasi sastra ini aspek pembacaan karya sastra dalam mengantarkan pemahaman dan penilaian terhadap sastra sehingga membaca melahirkan bentuk penghargaan. Untuk jelasnya perhatikan diagram berikut: memahami menilai menikmati menghargai i Cipta sastra Apresiasi sastra Membaca pemahaman Drs. dimaksud adalah kemampuan membaca pemahaman terhadap sastra.

Untuk melibatkan diri pada kegiatan apresiasi ini.Sementara itu. Karya sastra yang diterima berarti karya sastranya bisa membawa kesan. Harus bisa menemukan masalah Pada kegiatan ini apresiasi ini. Karya sastra imajinatif yaitu karya sastra yang menekankan ke dalam sifat khayal. Harus memiliki rasa kenikmatan seni Sebuah karya sastra senantiasa mempunyai unsur seni di dalamnya. menikmati. karya sastra non imajnatif pun perlu. Bedanya terletak dalam hal proses. Drs. sedang karya sastra non imajinatif menekankan ke dalam sifat nyata. sebab kedua jenis itu pada dasarnya tetap termasuk karya sastra. 2. apresiator harus dapat menemukan dan menghubungkan kenyataan hidup yang dihadapi dengan masalah yang ada dalam karya sastra. 3. Ada beberapa langkah dalam menentukan kesan terhadap hasil karya sastra. menghargai. yaitu: 1. dan menilai karya sastra. 4. Karya sastra yang bisa diapresiasikan itu bukan karya sastra yang imajinatif saja. apresiator menyediakan waktu untuk menikmati dan merasakan karya sastra tersebut sehingga karya sastra bisa diterima dengan baik. Misalnya : Seringkali kita menikmati karya sastra kita terbawa pada jiwa karya sstra dengan ikut menangis dari kesedihan dari kesediahan pelaku cinta. Andi Page Apresiasi Sastra II 5 . karena itu apresiator akan merasa nikmat batinnya sehingga merasa dan menganggap dirinya yang menggarap atau menciptakan karya itu. ESuhendar dan Pien Supinah mengatakan bahwa apresiasi sastra mengandung arti memahami. Harus ada keterlibatan jiwa terhadap karya sastra itu Artinya apresiator sedapat mungkin bisa menyelaraskan antara jiwanya dengan jiwa pencipta sastra dalam karya sastra tersebut. Harus memiliki penghayatan yang pekat Artinya apresiator akan merasa puas apabila dalam karya sastra mampu mengungkapkan pelambangan dan pengalaman pencipta karya sastra. M.

dan penilaian juga unsur karya yang disebut nilai ekstrinsik berbeda. Drs. berikut pendapat Huck tentang manfaat apreasiasi sastra: 1. Huck dalam Abd Khalik tidak mendasari pada unsur karya sastra. menyajikan pengalaman yang bersifat emosional. 3. yang mencakup: intrinsik kesenangan. pengalaman baru (dalam mengemukakan dua manfaat apresiasi sastra. 2. dan menikmati. dengan 2004:3) pribadi. memberi pengalaman yang dapat terhayati. Nilai melatih keempat keterampilan berbahasa menambah pengetahuan tentang pengalaman membantu mengembangkan kepribadian membantu pembentukan watak memberi kenyamanan meluaskan Ellis : I dimensi Abd kehidupan Khalik Sani. mengembangkan pandangan kearah persoalan kemanusiaan. B. 2. 2004:3) bahwa manfaat apresiasi sastra adalah: 1. 4. membaca. tetapi menitikkan pada nilai yang lain. 6. (dalam Abd Khalik Sani. serta menghargai karya sastra. maka dapat disimpulkan bahwa apresiasi sastra sastra adalah cara suatu bentuk kegiatan menggauli dengan membaca. mengembangkan imajinasi. Manfaat Apresiasi Sastra Dalam melakukan kegiatan apresiasi sastra perlu kiranya mengatahui dan memahami manfaat apresiasi sastra. Nilai Personal: memberi kesenangan. Andi Page Apresiasi Sastra II 6 . 5. Nilai Pendidikan: membantu perkembangan kemahiran bahasa. hidup seperti adat-istiadat. Menurut Moody dan Leslie S. dsb. menilai. meningkatkan kelancaran. pengembangan pemahaman tentang orang lain/dunia luar 2.Berdasarkan pendapat di atas. kebudayaan. agama. Sedangkan 1. Nilai ekstrinsik : peningkatan keterampilan berbahasa atau perluasan pengetahuan Pendapat Ellis ini lebih menekankan pada nilai intrinsik yang tentunya berkaitan dengan unsur dalam sebuah karya sastra. memahami.

memahami dan menikmati sebuah karya sastra berarti kita memiliki banyak pengetahuan serta pengalaman tentang persoalan kehidupan. di mana kemampuan kreatif tersebut akan lahir dari daya imajinasi. dan sejenisnya) berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Dari uraian beberapa pendapat. karangan. Hal ini sejalan dengan pendapat Huch dalam Abd Khalik Sani (2004:4) bahwa mengapresiasikan sastra dapat mengembangkan imajinasi siswa. jelas bahwa manfaat apresiasi sastra adalah: 1. Karena itu.meningkatkan keterampilan menulis. perjuangan yang penuh resiko dan tidak ada alternatif lain yang harus ditempuh kecuali jalan yang ditawarkan kepada temanya. Imajinasi yang dimaksud adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan) atau menciptakan sesuatu (gambar. Karena itu apresiator karya sastra sangat membutuhkan daya imajinasi. Andi Page Apresiasi Sastra II 7 . Mengapa apresiasi sastra terkait dengan pengembangan imajinasi? Drs. Artinya seluruh aktivitas kehidupan akan tergambar pada isi sebuah karya sastra. Mengembangkan Imajinasi Menikmati karya sastra dibutuhkan kompetensi kreaktivitas tersendiri. 2. mengembankan kepekaan terhadap sastra. yaitu ketika penyair menghadapi suatu perjuangan berat. Menambah pengetahuan dan pengalaman tentang makna hidup dan kehidupan Sebagaimana kita ketahui bahwa sebuah karya sastra mengangkat makna hidup dan kehidupan. Misalnya Sebuah Seorang Kawan Buah yang hanya Satu Berduri dan berbisa Kau dan aku harus memakannya Pada malam sedih tanpa jendela Sajak ini melukiskan suatu pengalaman pahit yang pernah dialami oleh penyair pada masa lampau.

baik apresiasi secara lisan maupun apresiasi sastra secara tertulis. Kesenangan itu bisa melalui aluanan inturuasi. dibutuhkan suatu bentuk kreativitas. Memberi Kesenangan Kegiatan apresiasi sastra dapat memberikan kesenangan. 3. karya menikmati. hal itu merupakan indikasi bahwa dia akan meninggal. di mana bentuk kreativitas itu ada jika kita memiliki daya imajinasi bentuk satu bait puisi: Kawanku hanya rangka saja Karena dera mengelucak tenaga Dia bertanya jam berapa! Satu bait puisi di atas dapat mengembangkan imajinasi bagi kita. perubahan mimik. dan gerak yang ditampilkan. Misalnya baris terakhir dengan tanda seru. sehingga sudah larut sekali. jika apresiasi lewat daya imajinasi itu akan melahirkan interprestasi. menilai. masih ingin tahu jam berapa -. Tetapi penikmat sastra lain tentu daya imajinasinya juga berbeda. kalau kawanku sudah bertanya ”jam berapa”. melainkan menetapkan dugaanya bahwa akhir hidup kawanku telah tiba. tentunya sebagai penikmat sastra akan merasakan sesuatu nilai keindahan atau kesenangan tersendiri. dan menghargai sebuah Dalam melakukan serangkaian kegiatan tersebut. Drs. jelaslah detik terakhirnya sudah dekat. Misalnya apresiasi sastra secara lisan melalui pentas drama atau deklamasi puisi. Jadi lirik itu tidak mengungkapkan keheranan si aku. Andi Page Apresiasi Sastra II 8 . sastra. menurut keyakinan atau pengalaman kita bahwa kalau orang sakit parah mulai bertanya jam berapa. Dia bertanya jam berapa! Harus kita pahami dengan latar belakang yang lekas indikasi.seakan-akan waktu masih penting pada tingkat kelarutan ini.Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita mengkaji serangkaian penekanan pada apresiasi sastra sebagaimana kita pahami bahwa apresiasi sastra merupakan serangkaian kegiatan dalam memahami. harus dipahami sebagai reaksi si aku lirik yang heran sekali bahwa orang yang sudah begitu kehabisan tenaga.

Mungkin sekali setelah Drs. 3. akan memberikan kesenangan. Melalui penikmatan teks tersebut. menonton.Sedangkan apresiasi secara tertulis bisa dilakukan dengan menikmati teks karya sastra. 2004:7) bahwa sebagai satu proses apresiasi sastra melibatkan tiga unsur inti yaitu: 1. Hal ini sejalan dengan pendapat Squire dan Taba (dalam Abd Khalid. Tahap Penikmatan Pada tahap ini penikmat melakukan tindakan membaca. C. Andi Page Apresiasi Sastra II 9 . 2. melihat. penikmat. dan lewat penilaian itu bisa secara lisan dan bisa secara tertulis. Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Berdasarkan meningkatkan apresiasi berbagai hasil penelitian menunjukkan dalam karena bahwa apresiasi karya sastra dalam pembelajaran dapat keterampilan berbahasa Misalnya dibutuhkan keterampilan membaca apresiator sebelum melakukan kegiatan tersebut teks karya sastra perlu dibaca dengan tehnik penekanan Selanjutnya kegiatan keterampilan adalah berbahasa yang terkait dan apresiasi keterampilan berbicara keterampilan menulis karena apresiator selesai memahami menilai. melakukan Menurut apresiasi Maidar G berdasarkan Arsyad Idah tahapan Suroto Apabila ketiga aspek tersebut didalami. Tahapan Kemampuan Apresiasi Sastra Dalam diperhatikan memiliki beberapa kompetensi aspek apresiasi aspek sastra perlu yaitu pengetahuan. dan penilaian. Tahap Penghargaan Disini penikmat melakukan tindakan melihat kebaikan. dengan apresiasi aspek kognitif aspek emotif aspek evakuatif mudah sastra. maka apresiator (1990:157) bahwa tahapan kemampuan apresiasi sastra adalah 1. 4. atau mendengarkan suatu karya sastra 2. manfaat atau nilai karya sastra.

3. pasti pernah mengalami kesulitan. Dari keseluruhan uraian di atas. D. Andi Page Apresiasi Sastra II 10 . mencari hakikat atau makna suatu karya sastra beserta argumentasinya. Adapun ciri khusus teks sastra ditandai oleh adanya unsur-unsur yang membangun karya sastra yang berbeda dengan teks yang lain. Proses membaca yaitu memberi makna pada sebuah teks sastra yang kita pilih adalah proses yang memerlukan pengetahuan dan pemahaman tentang unsur karya sastra.mendengar atau membaca karya sastra lalu penikmat merasakan adanya manfaat. 4. antara lain: 1. menikmati. Tahap Implikasi Setelah membaca atau menikmati suatu karya sastra. Setiap pembaca karya sastra baik modern ataupun klasik. Bekal Awal Apresiasi Sastra Membaca dan memahami. Tahap Pemahaman Pada tahap ini penikmat/pembaca akan menganalisis lebih lanjut karya sastra tersebut. 2. merasa seakan-akan tidak memahami apa yang dikatakan ataupun dimaksudkan oleh pengarang. Dengan demikian sastra sebagai bagian dari karya seni jika dibaca tidak cukup dipahami lewat analisis kebahasannya tetapi semua yang terkait dengan teks sastra. sastra 3. Penumbuhan sikap serius dalam membaca cipta sastra itu terjadi karena sastra bagaimanapun lahir dari daya kontemplasi batin pengarang sehingga untuk memahaminya juga membutuhkan pemikiran daya kontemplatif pembacanya. sangat mungkin timbul ide baru pada pembaca. dapat disimpulkan bahwa cipta sastra sebenarnya mengandung berbagai macam unsur yang sangat kompleks. menilai sebuah karya sastra bukanlah sesuatu yang mudah. mantera media pengungkapanya bisa berupa bahasa dan unsur keindahan unsur konteplatif yang terkait dengan nilai karya Drs.

Aplikasi unsur yang membangunnya (unsur intrinal dan pemahaman dengan pengetahuan tersebut.4. 2. 5. Di samping itu. Pengetahuan dan pemahaman terhadap aspek Pengetahuan dan pemahaman terhadap unsur diksi mantera dan kebahasaan pada karya sastra. karya sastra. unsur ekstrinal) terkait dengan cipta sastra itu sendiri merupakan syarat yang dimiliki apresiator sebagai bekal awal mengapresiasi karya sastra. 6. 4. 3. Pengetahuan dan pemahaman pada pendekatan Kemampuan awal dalam menganalisis karya apresiasi sastra. sastra. sastra. Kepekaan emosi/perasaan sehingga penikmat sastra bisa memahami dan menikmati estetika pada cipta Drs. Andi Page Apresiasi Sastra II 11 . dan Pengetahuan dan pengalaman yang terkait dengan makna hidup dan kehidupan. bekal awal yang lain dalam mengapresiasi karya sastra adalah: 1.

Andi Page Apresiasi Sastra II 12 . Jelaskan pendapat Anda tentang bekal awal yang harus dimiliki oleh seorang apresiator! JAWABAN: Nama : NPM : Semester : Jelaskan pengertian apresiasi menurut Anda! Jelaskan bagan apresiasi sastra menurut Moha Drs. Jelaskan tahapan apresiasi sastra menurut Dissick! 5. Jelaskan manfaat apresiasi sastra menurut Anda! 4.TUGAS 1 1. 2. Junaedi! 3.

ide-ide. Sastra adalah seni bahasa. isi sastra b. Sejarah sastra misalnya. dan semua kegiatan mental manusia. Aspek keindahan dan kebaikan dalam sastra belum lengkap kalau tidak dikaitkan dengan kebenaran. Namun. teori sastra dapat memberikan bantuan pada cabang ilmu sastra lain. Sastra adalah ekspresi pikiran dalam bahasa. Sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam. ekspresi/ungkapan bentuk bahasa penyelidikan yang menghasilkan pengertianHakikat Teori Selanjutnya bagaimana hakikat dari teori sastra. Sastra adalah inspirasi yang diekpresikan dalam sebuah bentuk keindahan. sebelum kita bahas teori sastra.BAB III TEORI DAN APRESIASI SASTRA A. sastra berarti tulisan atau karangan yang indah atau karangan yang baik. dan membentuk yang mempesona. teori sastra merupakan pengertian sastra. Sebuah karya sastra harus bisa menyajikan kepada pencinta sastra kepekaan terhadap nilai-nilai hidup sastra. pemikiran. Kebenaran dan keindahan dalam sastra hendaknya dikaitkan dengan nilai-nilai yang benar dan yang indah. d. akan dibahas tentang toeri sastra yang sangat terkait dengan apresiasi sastra. Sastra juga adalah semua buku yang memuat perasaan manusia yang mendalam dan kebenaran moral dengan sentukan kesucian. c. Berdasarkan batasan-batasan di atas dapat disimpulkan bahwa sastra mencakup: a. Yang dimaksud dengan pikiran di sini adalah pandangan. Menurut etimologinya. Sastra Pada pemahaman ini. Drs. keleluasaan. Karena itu. perasaan. pandangan. Sastra harus dapat menyiratkan hal-hal yang baik dan indah. kita akan bahas hakikat sastra yang sebenarnya. Andi Page Apresiasi Sastra II 13 .

Bentuk berperan dalam mengatur isi dan bahasa merupakan media yang digunakan. juga melalui stilasi dan atau distursi. Teks sastra dapat dibedakan menurut fungsi dan susunan intern suatu teks sastra. keyakinan yang kuat. Hubungan lain antara sastra dan kehidupan ialah di mana sastra. perasaan yang mendalam. Ruang Lingkup menggunakan beragam bentuk dan alat yang dipakai manusia untuk mengungkapkan dengan indah adalah bahasa. Sastra memenuhi fungsi keindahan dan pengantar pengungkapan sarana kebudayaan dalam konteks kehidupan. begitu pula kritik apresiasi sastra. bahwa penyebab batasan sastra sulit dibuat adalah: Drs. Misalnya setiap manusia pasti mempunyai pengalaman hebat.E. kalau hal-hal tersebut tidak diekspresikan oleh orang tersebut. terasa bahwa batasan tentang sastra sangat sulit.hanya bisa menjalankan tugasnya dengan baik apabila dan memperoleh bantuan teori sastra. menyajikan citra terbalik dari kehidupan. Dalam hal ini ekspresi Unsur sangat penting dikeluarkan bentuk oleh dan orang bahasa. Dalam peristiwa seperti ini. Alasan mengapa sastra sulit diungkapkan M. B. agar orang lain mengetahuinya. Berdasarkan uraian di atas. Teori Sastra Sebelum dibahas ruang lingkup teori sastra. tentu yang Untuk akan bersangkutan. tentu orang lain tak akan mengetahuinya. Andi Page Apresiasi Sastra II 14 . Yang dimaksud dengan ekspresi adalah berupa upaya mengeluarkan sesuatu dari dalam diri manusia. maka perlu dikaji terlebih dahulu ruang lingkup sastra. berikutnya adalah mengekspresikan sesuatu oleh seseorang. pikiran yang baik. Suhendar dan Pien Supinah (1990:4). sastra merupakan citra dari segi-segi atau sejumlah segi kehidupan yang bertentangan dengan sifatnya dari segi-segi yang digambarkan dalam bentuk ekspresi.

cerpen. tetapi di tempat lain belum tentu disebut sastra. keyakinan. Bisa dikatakan. aplikasi dari daya imajinasi yang dimiliki manusia 2. dan drama. Dalam perasaan. novel. semangat. seseorang karya sastra itu mungkin diterima di tempat itu sesuai sastra. Perasaan. khususnya 2. sastra tergantung pada tempat dan waktu. Sastra bukan ilmu. yaitu: 1. Sebuah batasan sastra sulit menjangkau hakikat dari semua jenis sastra mungkin batasan ini cocok untuk puisi. namun untuk mengetahui bahwa itu sastra atau bukan sastra. Meskipun batasan sastra terasa sulit didefinisikan dengan beberapan alasan tertentu. Misalnya.1. Misalnya bentuk puisi. karya orang-orang yang memiliki bakat dan daya imajinasi yang tinggi. Andi Page Apresiasi Sastra II 15 . sastra adalah seni. sebagai unsur sastra. Sastra merupakan sebuah ciptaan. sebuah kreasi. kembali Suhendar dan Supinah memberikan beberapa ciri bahwa hal itu sebuah sastra. Batasan tentang sastra biasanya tidak hanya berhenti pada pembuat pemberian saja. Sastra bisa terdiri dari berbagai bentuk ungkapan yang berbeda wataknya satu sama lain. banyak unsur kemanusiaan yang masuk ke dalamnya. untuk suatu zaman dari tempat. bukan sebuah imitasi. belum tentu cocok untuk novel. Misalnya dalam sebuah puisi di sini akan terungkap kodrat dan makna hidup serta kehidupan. seni. sastra merupakan suatu luapan yang spontan. kepercayaan. 4. Sebuah batasan selalu berusaha mengungkapkan hakikat sebuah sasaran. Sastra bersifat otonom yang artinya tidak mengacu kepada sesuatu yang lain. tetapi juga suatu usaha penilaian. Hakikat itu sifatnya universal dan abadi. atau sebaliknya. 3. Dalam penciptaan karya sastra sebagai bagaian dari karya seni tidak semua orang mampu menciptakannya. otonomi sastra berbeda Drs. Di sinilah letaknya batasan sastra yang selalu mengacu kepada apa yang disebut karya sastra yang baik.

3. serta faktor diksi. dan kepercayaan. faktor bahasa. pengalaman. perasaan. bahasa. karena itu karya sastra mengacu kepada kemampuan daya imajinasi. keyakinan. rima. ide-ide. Sintesa berarti hasil dari perlawanan antara tesa dengan anti. imajinati. yang mesti diperhatikan adalah faktor persoalan yang diungkapkan. diksi. dll. Sastra menghidangkan sebuah sintesis antara hal-hal yang saling bertentangan. Dari uraian di atas dapat terungkap bahwa cipta sastra merupakan sintesa dari adanya tesa dan antitesa. 2. warna. pikiran. Andi Page Apresiasi Sastra II 16 . Sedangkan bentuk isi meliputi persoalan tema. Karya sastra yang otonomi itu bercirikan suatu Koherensi artinya suatu keselarasan yang mendalam antara bentuk dan isi. wujud. Unsur bentuk pada karya sastra sangat terkait dengan tipologi. Berusaha Merekam Isi Jiwa Sastrawan dan Pengarang Karya sastra yang terbentuk adalah karya sastra yang mampu mengungkapkan isi dan jiwa sastrawan.dengan otonomi karya yang lain. Ada beberapa syarat karya sastra bermutu adalah karya sastra: 1. Akumulasi dari seluruh faktor tersebut akan menentukan mutu karya sastra. koherensi. 4. Tesa berarti kenyataan yang dihadapi. Antitesa berarti sikap yang bersifat subjektif. karena apa yang digambarkan tersebut merupakan penggambaran kehidupan. dan kreatif berdasarkan cita-cita dan konsepsi pengarang dengan bahasa sebagai medianya. baik dalam penciptaan karya sastra maupun penikmatan karya satra. Komunikasi antara Pengarang dan Pembaca Di samping karya sastra harus mengungkapkan isi jiwa sastrawan. maka karya sastra juga mampu berkomunikasi antara pengarang dan pembaca. faktor keindahan. yang bersifat idealis. amanah. Pertentangan itu aneka ragam bentuknya. Karena itu banyak karya sastra hanya mampu berkomunikasi dengan beberapa orang Drs. semangat. Di dalam membuat karya sastra.

tetapi tidak bisa menjalankan tugas terhadap penikmat karya sastra. 3. Sebuah Keteraturan Sebuah karya sastra harus memiliki keteraturan. Keteraturan itu baik berupa bentuk, isi, maupun kandungan sastra yang lain. 4. Sebuah Penghibur Karya sastra bermutu mampu memberikan rasa puas dan rasa senang kepada pembacanya. Karya sastra yang baik memberikan pesona dan membuat pembaca larut di dalamnya sehingga pembaca melupakan waktu. Karya sastra yang baik juga tidak membosankan pembaca sehingga pembaca tidak terbebani untuk membaca. 5. Sebuah Integrasi karya sastra yang bermutu harus mampu Sebuah

menunjukkan integritas antara unsur yang ada pada karya sastra. Kesatuan dan keserasian antara unsur isi, bentuk, bahasa, dan ekspresi menentukan baik tidaknya karya tersebut. Karena itu semua unsur tadi merupakan suatu system yang masing-masing memiliki fungsi yang penting. 6. Sebuah Penemuan/Pembeharuan Sastrawan yang bisa menciptkan karya sastra yang bermutu adalah sastrawan yang menghasilkan karya sastra baru, artinya sastrawan tersebut bisa melakukan pembaharuan atau perombakan dalam penciptaan karya sastra. Perombakan karya sastra sebelumnya dapat memperkaya khsamah sastra Indonesia. 7. Ekspresi Sastrawan Sebuah karya sastra yang baik akan mencerminkan isi kepribadian sastrawan yang berupa pemikiran, keluasan pandangan, kepekaan perasaan, kesucian ketulusan hati, kejujuran dan ketulusan ekspresi sastrawannya. 8. Padat Isinya Kepadatan isi, bentuk, bahasa, dan ekspresi merupakan hasil kepekatan sastrawan dalam menghayati kehidupannya. Karya

Drs. Andi Page

Apresiasi Sastra II

17

sastra yang padat isinya menggambarkan mutu dari sebuah karya sastra. 9. Penafsiran Makna Hidup dan Kehidupan Sebuah karya sastra akan berhasil dan dinilai bermutu apabila menunjukkan segi-segi baru dari kehidupan. Bahkan sebuah karya sastra bisa juga menafsirkan serta memberi arti kehidupan agar kehidupan tetap berharga. Di samping itu, karya sastra juga mampu mengungkapkan makna kehidupan. 10. Karya Inovatif Sebuah karya sastra dianggap baik apabila isi dan nuansa yang lain mampu menciptakan nuansa baru serta membuka pandangan baru, baik dalam persajakan, prosa, maupun bidang drama. Nuansa bidang baru dan pandangan Misalnya di baru yang lahir bisa yang Sutarji mengantarkan sastrawan menjadi tokoh atau pelopor di kesusatrawan. Chairil Anwar, membawakan pembaruan bidang persajakan,

Colsoum Bachri juga di bidang puisi. C. Sastra Sebelum dibahas tentang langkah apresiasi sastra, terlebih dahulu dibahas cakupan dan bentuk karya sastra. Batasan cakupan dan bentuk karya sastra akan diuraikan sebagai berikut: 1. a. Puisi Berdasarkan Isi Puisi yang berdasarkan isi meliputi: 1. Puisi Epik, yaitu puisi yang isinya menceritakan tentang sesuatu hal, di mana sifat dari puisi ini bersifat cerita. Penyair/pencipta puisi yang sering menggunakan jenis ini adalah W.S Rendra, Taufiq Ismail, dll. 2. isinya Puisi Lirik, yaitu puisi di mana pengungkapan menggunakan makna konotasi atau makna Puisi Penggolongan puisi pada hakikatnya terbagi 3, yaitu: Penggolongan Bentuk Karya

simbolik, sehingga dalam pengkajiannya memerlukan

Drs. Andi Page

Apresiasi Sastra II

18

daya

imajinasi.

Penyair

yang

karya-karya

mengungkapkan hal ini adalah Amir Hamzah, Chaeril Anwar, dll b. Puisi Berdasarkan Bentuk Karya puisi yang golongan bentuknya meliputi: 1. Bentuk Puisi Lama Bentuk puisi selalu berdasarkan pola hidup masyarakat lama dengan segala aktivitasnya. Karena itu bentuk puisi ini mempunyai ciri-ciri: a. oleh bait dan rima b. kut pola masyarakat lama c. ada sampiran d. kan padi ritme dan nada Contoh puisi yang masuk kategori ini adalah: a. pantun b. c. d. 2. Bentuk Puisi Baru Puisi yang masuk kategori ini adalah puisi yang berasal dari kesustraan Italia. Bentuk karya sastra yang masuk kategori ini adalah soneta-seneta memiliki pola bentuk berbeda, yaitu: a. 4, 4, 3, 3 jumlah lariknya 14 b. 8, 6 jumlah lariknya 14 c. jumlah lariknya 14 d. juga jumlah lariknya 14 Penggunaan bentuk tersebut berarti bahwa jumlah larik dalam satu bait. Misalnya pada soneta asli 4, 4, 3, 4, 4, 2, 2, 2, 4, 4, 4, 2 syair ru’bai mantera menekan biasanya menyang terikat Penggolongan

Drs. Andi Page

Apresiasi Sastra II

19

Puisi Transparan Puisi transparan biasa juga disebut puisi diafan. bait ketiga ada 3 larik dan bait keempat ada 3 larik. Penggolongan puisi berdasarkan jenisnya. Karena itu tidak mengherankan kalau kata yang digunakan hanya sebuah permainan.3 menunjukkan pada bait pertama ada 4 larik. Bentuk Puisi Kontemporer Puisi yang berbentuk kontemporer ini dipelopori oleh Sutaji Colsoum Bachri. tetapi di balik dari permainan itu terdapat kata-kata kunci di dalamnya. 2. Puisi Prismatis Drs. bait kedua ada 4 larik. dan kalau digambarkan bentuknya seperti 4 4 3 3 3. di mana penikmat puisi dengan mudah menyatu dan memahami puisi tersebut. di mana karya karya puisi sudah tidak terikat oleh jumlah larik dan bait. Bentuk Puisi Modern Bentuk puisi modern adalah bentuk puisi yang termasuk pada puisi angkatan 45 dan angkatan 66. yaitu mantera. 4. Misalnya puisi: KALIAN Pun c. di mana puisi ingin mengembalikan kata ke asalnya. mencakup: 1. Andi Page Apresiasi Sastra II 20 .

melainkan aturan khusus yang ada pada puisi baik menyangkut unsur yang membangun tersebut. kata karena ke permainan itu asalnya. Andi Page Apresiasi Sastra II 21 . 4. yang masyarakat mengalami perubahan secara lambat.Pemakaian kata dan bahasa puisi ini dalam bentuk kiasan atau bermakna simbolis. terbagi atas 3 jenis. Karya sastra berbentuk prosa. bahkan jenis puisi ini dituntut pengembangan daya imajinasi sehingga terkadang puisi ini memerlukan pengkajian dan analisis yang mendalam. 1990:3) mengatakan pikiran yang bahwa “prosa adalah pengucapan yang dengan berbeda dengan puisi merupakan pengucapan dengan perasaan”. Hampir seluruhnya berbentuk Dipengaruhi oleh kesustraan hikayat. Puisi Mbeling Puisi mbeling adalah bentuk-bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan-aturan puisi. sesuai b. kata dalam merangkai sehingga khusus. yaitu: a. Bersifat istanasentris. dengan Cenderung keadaan bersifat lama statis. b. pendekatan mengembalikan pengkajiannya memerlukan menerangkan secara terurai mengenai suatu masalah atau hal atau peristiwa. Prosa Lama Prosa lama memiliki ciri khas.B Yassin (dalam Suroto. 3. Drs. Karangan prosa Prosa adalah karangan yang bersifat maupun yang terkait dengan puisi puisi yaitu tersebut mantera. tambo. yaitu: 1. d. c. Puisi Kontemporer Puisi ini mementingkan puisi. Menurut H. Hindu dan Arab. atau dongeng (bersifat fantasi).

dengan perkembangan masyarakat). anonim. Bersifat dinamis (berubah sesuai Bentuknya roman. Langkah Persiapan a. menentukan jenis pendekatan yang sesuai jenis karya sastra yang ingin diapresiasi Diketahui pengarangnya. draomai yang berbuat. b.B Yassin dalam bukunya “Tita penyair dan daerahnya b. Mbiyo Saleh mengatakan hakikat drama ialah konflik dalam kehidupan manusia dipandang dari segi kejiwaan dan seni. menentukan jenis karya sastra yang ingin diapresiasi b. dapat disimpulkan bahwa drama ialah jenis karya sastra yang mengungkapkan rentetan peristiwa atau kejadian yang berupa konflik dalam kehidupan manusia yang merupakan suatu cerita yang dipertunjukkan di atas pentas. Berdasarkan pendapat itu. Menurut H. berarti Drama Drama berasal dari bahasa Yunani. Simorangkir Simanjutak mengatakan drama adalah seni yang mempertunjukkan pekerti manusia dengan perbuatan. Prosa Baru Ceritanya sering bersifat Ciri khas dari prosa baru adalah: a. menentukan tujuan mengapresiasi jenis karya sastra c. cerpen. Andi Page Apresiasi Sastra II 22 . mengemukakan bahwa drama adalah bahwa rentetan kejadian yang merupakan cerita”. Beberapa batasan tentang drama dikemukakan para sastrawan dan pakar sastra. 3. Langkah-Langkah Apresiasi Sastra Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengapresiasi karya sastra adalah: 1. Drs. 2. D. c.e. yaitu: a. dan kisah. novel. c. B.

apresiator melakukan apresiasi dengan melibatkan seluruh kompetensi yang dimiliki baik kompetensi kognitif. Andi Page Apresiasi Sastra II 23 . 3. Langkah Pelaksanaan Pada langkah itu. fiksi. emotif. dan drama). Drs. mengetahui dan memahami tehnik apresiasi sastra 2. Langkah Revisi Langkah revisi dilakukan apresitor agar hasil penikmatan dan penilaian serta penghargaan karya sastra baik Ketiga langkah apresiasi tersebut dilakukan apresiator pada seluruh bentuk karya sastra (puisi. maupun kompetensi evakuatif. prosa.d.

Jelaskan secara singkat bentuk-bentuk karya sastra! 4. Jelaskan syarat-syarat karya sastra yang bermutu menurut Anda! 3. Jelaskan pengertian sastra menurut Anda! 2. Andi Page Apresiasi Sastra II 24 . Jelaskan langkah-langkah mengapresiasi karya sastra! JAWABAN: Drs.Nama : NPM : Semester : TUGAS 2 1.

Teew (dalam Atar Sani. Ini sejalan dengan pendapat Prof.BAB IV PENDEKATAN APRESIASI SASTRA Pendekatan apresiasi sastra merupakan kerangka berpikir dalam melakukan kegiatan apresiasi. Menurut Abd Khalik Sani (2006:6) bahwa pendekatan parafrase kembali adalah strategi yagn pemahaman disampaikan kandungan makna dalam suatu cipta sastra dengan jalan mengungkapkan gagasan pengarang dengan menggunakan kata-kata maupun kalimat yang berbeda dengan kata-kata dan kalimat yang digunakan pengarangnya. yaitu : Pendekatan Parafrase Pendekatan parafrase merupakan salah satu pendekatan yang dipakai apresiator dalam mengapresiasi karya sastra denga cara melakukan pembedahan pada karya sastra tersebut melalui penambahan kata. A. c. dan yang utama substansi dari karya tersebut tidak berubah. 1985:41) bahwa identifikasi sastra berbeda menurut pendekatan. kelompok kata dan kalimat. Sementara itu struktur karya sastra makna atau pesan karya sastra ekspresi pengarang himbauan. d. Andi Page Apresiasi Sastra II 25 . A. Untuk melakukan kegiatan tersebut ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan. inpresi. menilai sastra bahkan mengindetifikasi sastra. resepsi pembaca kegiatan berpikir yang mengacu kepada bagaimana menikmati dan menilai karya sastra tentunya berkaitan dengan kegiatan apresiasi. Kegiatan berpikir itu bisa berupa menikmati sastra. yang berdasarkan tujuan mengapresiasi mencakup beberapa pendekatan. Tujuan akhir dari penggunaan pendekatan ini adalah untuk menyederhanakan pemakaian kata atau kalimat Drs. misalnya: a. Pendekatan yang Berdasarkan Tujuan Mengapresiasi Pendekatan 1. Bahkan pada metode ini bisa mengubah bentuk karya sastra. b.

Pengungkapan kembali suatu gagasan yang sama dengan menggunakan media atau bentuk yang tidak sama oleh seorang pembaca. dan 5. Kalimat-kalimat atau basis dalam suatu cipta sastra yang mengalami pelepasan dapat dikembalikan lagi kepada bentuk dasarnya. Pengubahan suatu cipta sastra baik dalam hal kata maupun kalimat yang semula simbolik dan eliptis menjadi suatu bentuk kebahasan yang tidak lagi konotatif akan mempermudah upaya seseorang untuk memahami kandungan makna dalam suatu bacaan. KARANGAN BUNGA Tiga anak kecil masih kecil Dalam langkah malu-malu malu-malu Datang ke Salemba pekuburan Salemba Sore itu Sore itu Aplikasi pendekatan parafrase pada puisi di atas dapat juga dilakukan sehingga memudahkan pengungkapan isi puisi tersebut. Gagasan yang sama dapat disampaikan lewat bentuk yang berbeda. Prinsip dasar dari aplikasi pendekatan paraforse pada hakikatnya beranjak dari pemikiran bahwa: 1. Simbol-simbol yang bersifat konotatif dalam suatu cipta sastra dapat diganti dengan lambang atau bentuk lain yang tidak mengandung keterpaksaan makna.seorang pengarang sehingga pembaca lebih mudah memahami kandungan makna yang terdapat dalam suatu cipta sastra. Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk menyederhanakan kata-kata (khususnya puisi) yang padat bahasa sehingga mudah dipahami. 4. Berikut contoh puisi dan parafrasenya. 2. Andi Page Apresiasi Sastra II 26 . Pendekatan Emotif Datang ke Dalam langkah yang parafrase KARANGAN BUNGA Ada tiga anak yang Drs. 2. 3.

keindahan karya pendekatan Drs. gagasan harus lucu dan manarik serta mampu pula memberikan kesenangan kepada para pembaca. Penikmatan keindahan dalam karya sastra bisa diramu pengarangnya. Karena itu pendekatan emotif sedapat mungkin mampu menemukan unsure estetika dalam karya sastra. Emosi atau perasaan dapat berhubungan dengan keindahan penyajian bentuk maupun isi. peristiwa. S Rendra ) Keindahan dalam karya sastra bisa diramu pengaranya lewat penggunaan gaya bahasa yang dipakai pengarangya sehingga mampu menghasilkan panorama yang menarik. Tidak ketinggalan pula dalam penyampaian cerita. Bagaimana cara pembaca menemukan keindahan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Lewat penggunaan gaya bahasa yang dipakai pengarangnya di antaranya gaya bahasa hiperbola. misalnya: Angkatlah pandang matamu Ke Swarga loka Ke sejuta lahir alit Yang gematar ( W. Sebenarnya hal yang melatarbelakangi munculnya pendekatan emotif adalah berdasarkan pandangan bahwa karya sastra adalah bagian dari karya seni. Keuntungan yang ada pada pendekatan emotif antara lain pembaca pada atau apresiator sastra. sehingga hal yang paling dasar dari pendekatan ini bahwa anggapan tentang cipta sastra yang merupakan bagian dan karya seni yang hadir di tengah pembaca.Pendekatan emotif adalah pendekatan yang berusaha menemukan unsur-unsur yang mengacu kepada emosi atau perasaan pembaca. bisa Melalui menikmati unsur ini. serta struktur gaya bahasanya maupun gaya penyajiannya. Andi Page Apresiasi Sastra II 27 . di mana karya seni tersebut akan mampu memberi hiburan dan kesenangan. maka penikmatan estetika karya sastra dapat dilakukan dengan analisis dari struktur bunyi. bahasa atau diksi.

diksi. Pendekatan Historis Pendekatan Latar belakang historis adalah suatu karya pendekatan yang menekankan pada pemahaman tentang biografi pengarang. 4. atau mungkin analisis unsur kebahasaan. perwatakan setiap tokoh. peristiwa sastra. menikmati. misalnya pada analisis struktur. Dari hasil analisis setiap unsur itu. cipta a. Pembaca kembali membaca unsur ulang yang sambil telah menganalisis setiap ditetapkanya. e. berhubungan membanguan karya sastra yang dibacanya. c. b. misalnya bacalah terlebih dahulu karya sastra itu secara slimming. settingnya. lalu mengajukan pertanyaan di antaranya bagaimana penokohannya. lebih lanjut pembaca menganalisis bagaimana fungsi setiap elemen dalam langkah mewujudkan cipta sastra. Dalam hal ini pembaca harus membatasi diri. Andi Page Apresiasi Sastra II 28 .apresiator menambah wawasan pengetahuannya tentang estetika sastra serta cara penentuannya secara objektif. menilai dan menghargai sastra. Dalam pelaksanaanya kegiatan analisis itu tidak harus meliputi keseluruhan aspek yang terkandung dalam suatu karya sastra. dan pertanyaan tentang unsur intrinsik lain yang terdapat dalam karya sastra itu. apresiator seringkali diperhadapkan pada pengungkapan unsur yang membangun cipta sastra Melakukan kegiatan pembacaan teks secara Menampilkan dengan beberapa unsur-unsur pertanyaan intrinsik yang yang keseluruhan. Pendekatan Analisis Dalam memahami. penciptaan maupun Drs. kehidupan perkembangan sastra pada kehidupan umumnya. pembaca lebih lanjut berusaha memahami bagaimana mekanisme hubungannya. 3. gaya bahasa. berusaha d. Lewat analisis mekanisme hubungan ini.

Dalam telaah karya sastra Indonesia. Drs.E.Menurut M. sebagai informasi kesejarahan tambahan pembaca untuk mengkaji biografi pengarang./penyair ingin melakukan perubahan. penelaah dapat memanfaatkan buku kritik dan 5. Suhendar dan Pien Supinah (1990:42) bahwa yang melatarbelakangi lahirnya pendekatan ini karena adanya anggapan bahwa karya sastra itu merupakan bagian dari zamannya. Yassin. akan kusediakan uang secukupnya. Pendekatan yang menjelaskan hubungan antara sastra dan masyarakat telah mengalami perkembangan dan telah mengalami perkembangan sedemikian rupa. seperti pada penggalang puisinya: Sekali berarti Sudah itu mati Maju Bagimu Negerimu Berdasarkan pendekatan historis ini juga dipakai penyair seperti Taufiq Ismail. Bila kau ingin berdagang.B. Pendekatan Sosiologis Pendekatan sosiologis adalah suatu pendekatan yang digunakan dalam mengkaji karya sastra yang berdasarkan konteks sosial atau segi-segi kemasyarakatan. Artinya. seringkali pengarang. aku mampu membeli satu hektar sawah buat kau kerjakan. Teks sastra sebagai bahasa penelaahan. Sastra merupakan cerminan pola hidup masyarakat. Amir Hamzah. Misalnya cuplikan cerita novel “Ranggung Dukuh Pasuk” Bila kau ingin bertani. b. Misalnya penyair Chairil Anwar. dll. Andi Page Apresiasi Sastra II 29 . ia tidak mau dijajah perasaaan dan jiwanya ingin segera merdeka. Yang melatarbelakangi munculnya pendekatan ini adalah: a. ia berperang melawan penjajah melalui karya sastranya. esai H. Artinya penikmatan cipta sastra akan memperkaya nuansa kehidupan masyarakat sehingga apresiator dan penikmat sastra bisa mengetahui pola kemasyarakatan.

Pendekatan Deduktif Adalah suatu pendekatan yang berusaha menemukan dan memahami gagasan. . kehidupan. Pada puisi Chairil Anwar dalam teks sastra tersebut. terjalin suatu hubungan kemasyarakatan antara aku dan kau. misalnya: AKU Kalau sampai waktuku Kumau tak seorang’ kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedai itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulan terbuang .Pendekatan yang digunakan dalam sosiologi sastra adalah analisis teks untuk mengetahui struktur luasnya karena sastra merupakan suatu kontruksi sosial. . Langkah penggunaan pendekatan ini adalah: a. . pada karya sastra Hal ini berdasar pada anggapan bahwa cipta sastra merupakan kreasi manusia yang terlibat dalam kehidupan serta mampu menampilkan pola hidup manusia. . . . . yang akan diapresiasi b. tanggapan evakuatif maupun sikap pengarang pandangan terhadap etis. .. . Gagasan. sehingga maupun sikap itu akan mampu terwujud dalam suatu tolasiti. maupun mengandung nilai-nilai yang mampu memperkaya kehidupan rohani apresitor. . c. agamais tanggapan. . 6. . . Andi Page Apresiasi Sastra II 30 . menentukan mengalisis karya unsur sastra kemasyarakatan yang ingin dipahami dengan mengkaji hubungan kemasyarakatan yang ada menentukan jenis karya sastra Drs... . . .

Di samping itu. Biar peluru menembus hatiku Aku tetap meradang menerjang Membaca atau menyimak puisi tersebut. juga di dalam kehidupannya tergambar kejalangannya. Sebagai binatang Indonesia. jalanglah yang merupakan keseniannya di bagi manusia. b. Penemuan nilai nilai didaktis dari karya bersifat interpreatif dan ada kalanya nilai itu tampil secara eksplisis sehingga pembaca tak perlu berusaha untuk menafsirkannya. yaitu suasana puisi tersebut. Waktu itu senantiasa terus berjalan dan berganti. dan mengisi kehidupan. Drs. Penggunaan pendekatan deduktif pada pelaksanaanya diawali dengan upaya pemahaman suatu pokok pikiran yang terdapat dalam suatu karya sastra. c. ternyata yang pertama sampai kepada simakan kita. Selain kevitalitasan yang dimiliki Chairil Anwar. Andi Page Apresiasi Sastra II 31 . Contoh: Tuhan pun turun membuka sayapnya Ke luas jauh benua-benua Dan laut membias warna biru langit semesta Dan zaman menderas: menusia tetap setia Dari hasil pengkajian puisi tersebut dapat ditentukan satuan pokok pikiran yaitu : a. Kehidupan yang indah ini senantiasa membuka diri Zaman berjalan terus dan manusia juga tetap setia Contoh penggunaan pendekatan deduktif adalah : Aku ini binatang jalang Dari kumpulan terbuang.Pendekatan deduktif pada dasarnya merupakan suatu pendekatan yang menuntut daya kemampuan intelektual. aplikasi pendekatan ini akan menjadi pembimbing kegiatan berpikir pembaca. serta sikap dari pembaca. kepekaan rasa. sehingga pembaca dapat berangkat dari pola berpikir.

A Teew (1983:17) bahwa ada beberapa ragam kode sastra yaitu: a. Bahasa dengan segala sesuatunya adalah sesuatu yang diberikan yang tidak dapat dihindari dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Rumah biru di pojok jalan yang kutemui sepulang dari sekolah tidak sesepi hari-hari biasa. dibutuhkan suatu proses yang memerlukan pengetahuan sistem kode. terbelenggu dalam mengapresiasi karya sastra dengan menentukan kode sastra baik kode bahasa. Kode sastra berprinsip bahwa setiap pengarang sastra setuju bahasa harus dihilangkan kelenturanya.B. Konvensi bahasa seringkali ada penyair yang ingin membuangnya merasa karena penyair di tersebut dalam kebebasanya b. Pendekatan yang Berdasarkan Proses Apresiasi 1. kode sastra harus kita kembalikan sifat rekaan sehingga mampu untuk kita kaji maknanya. Aku turun dari sepeda dengan kecurigaan yang memadat. Contoh: Umurku tiga belas tahun waktu ayahku meninggal. Sampai di pendopo. pembaca harus berupaya memberi makna pada teks. Untuk memberi makna pada teks sastra. Menurut Prof Dr. Kode sastra adalah kode yang menggambarkan mutu sebuah sastra pada pengkajian teks karya sastra. karena dalam proses membaca. Pendekatan Kode Membaca dan menilai sebuah karya sastra bukan sesuatu yang mudah. Pendekatan sistem kode adalah suatu pendekatan yang dipakai budaya. Andi Page Apresiasi Sastra II 32 . Kode sastra ini pun merupakan sistem yang cukup ruwet dan sering kali bersifat hirarki dengan variasi. kakakku laki-laki keluar dari pintu mengarah ke kamar tamu. Kode sastra tidak terlepas dari kode bahasa. maupun kode mengungkapkan makna. Drs. Kutipan ini diambil dari roman ”Pada Sebuah Kapal” ini.

Ada efek diharapkan oleh pembaca. Sistem konvensi bersastra yang berkembang selama berabad-abad memiliki dua prinsip umum. prinsip ekuivalensi atau kesepadanan b. Drs. Sistem prinsip deviasi atau penyimpanan konvensi sudah tentu berbeda-beda menurut bahasanya. diberikan oleh sistem bahasa. juga menimbulkan hasil.Dalam bahasa sastra. melalui persamaan bunyi u dan a dan persamaan bunyi kata yang mengandung bunyi itu terjadi efek yang kuat sekali yang menjadikan kita tidak mudah lupa akan barisbaris ini. segi tertentu gabungan bahan-bahan merupakan pasangan ekuivalen. Ada dua prinsip universal utama yang berfungsi dalam kode bahasa sastra. Andi Page Apresiasi Sastra II 33 . atau rima. Dalam puisi bunyi itu diberi makna. Setiap unsur bahasa dapat. yaitu: a. begitu bunyi memenuhi fungsinya untuk membeda-bedakan unsur bahasa. Ada efek kesastraan dari yang bahasa yang biasa dihasilkan atau dari oleh yang penyimpangan 2. ditimbulkan yang oleh dari kesapadanan. sudah tentu dalam makna sajak ini. yang berjudul “Isa” dengan kata : Itu tubuh Mengucur darah Rubuh Patah Jelaslah pemakaian bunyi vokal tidak kebetulan. kalau misalnya Chairil Anwar mulai sajaknya yang terkenal. Sistem konvensi sastra tidak hanya ditentukan oleh kelonggaran. efek sastra. bahkan harus diberi makna yang dalam bahasa sehari-hari tidak dimilikinya. koden yang tidak bermakna harus diberi makna. dan pembatasan yang kemungkinan. c. memberi sorotan baru melalui sanjak. yaitu: 1. Contohnya cukup umum diketahui sejak zaman klasik. misalnya bunyi yang menjadi barang sampah dalam bahasa sehari-hari.

atau hukum tata susila serta hukum agama sering berbeda. d. Dalam teori sastra. Pencampurbauran antara dunia imajinasi dan dunia nyata sering terjadi pada karangan. Misalnya meninggal Ini disajikan beberapa data kepada pembaca roman.Harapan seorang pembaca ditentukan oleh sinyal yang terimanya. masalah sistem konvensi sastra tidak hanya menentukan kemungkinan identifikasi. dan pemberian makna oleh pembaca. mempunyai struktur yang konsisten dan koluren. yang tidak terikat pada dunia nyata dan makna unsur bahasa yang dipakai di dalamnya. Konvensi hukum yang biasa muncul adalah hukum alam. Pendekatan Ekspresif : umurku tiga belas tahun waktu ayahku Drs. biasanya perkara semacam itu timbul dari salah paham mengenai sifat sejati sebuah karya seni. Kemampuan pembaca juga melingkupi potensi untuk memahami dan menerapkan sistem sastra baru. e. Adanya relavansi signitif antara dunia rekaan dengan Karya sastra merupakan keseluruhan yang data bahasa karya sastra. f. dengan penerapan ukuran atau norma tata susila atau agama atau politik pada karya sastra. Karya sastra merupakan dunia yang otonom. Andi Page Apresiasi Sastra II 34 . Banyak pengarang roman untuk menciptakan dunia rekaan yang terlalu mirip dengan dunia nyata tidak boleh menggoda kita untuk menghilangkan perbedaan kualitif dan fundamental antara dua macam dunia. yang tidak bermakna apa pun juga di luar roman ini. Bahkan pengarang roman seringkali dengan sengaja atau tidak membiarkan kita mengenal kembali yang kita ketahui dari dunia nyata. pengenalan. 2. hukum probality. Konvensi kode sastra. Misalnya dalam perkara sensur. sebelum membaca atau sambil membaca tentang jenis sastra yang disajikan.

Menanti. Kemampuan pengarang menyampaikan pikiran yang agung dan emosi yang kuat menjadi ukuran keberhasilan. Sepi memagut Segala menanti. c. HAMPA Karya : Chairil Anwar Sepi di luar. Menanti Sepi Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat mencekung punda Sampai binasa segala. pendekatan ini menitiberatkan perhatian kepada upaya pengarang atau penyair mengekspresikan ide-idenya ke dalam karya sastra. perasaan pengarang terhadap isi karyanya. gagasan. Andi Page Apresiasi Sastra II 35 . Selanjutnya pengkajian maksud lain baik berupa pelambangan atau bentuk tersirat dari karya tersebut. b. Langkah pengunaan pendekatan ekspresif adalah: a. Yang menjadi fokus garapan para apresiator adalah kejiwaan pengarang. Sepi menekan mendesak Lurus kaku pepohonan. maksud. Langkah Persiapan Persiapan yang dilakukan apresiator yaitu pengetahuan dan pemahamannya terhadap jiwa pengarang/penyair yang mungkin tergambar pada karangannya. Langkah Revisi dan Penikmatan Karya Sastra sehingga hasil apresiasi tersebut bisa Apresiator pada langkah ini akan mencoba merevisi hasil apresiasinya Contoh dinikmati dengan baik. Langkah Langkah Pelaksanaan Apresiasi Sastra ini dilakukan dan apresiator dengan mencoba cara memahami sastra dengan mendalami mengungkapkan gagasan. Belum apa-apa Udara bertuba-setan bertempik Drs. dan perasaan. maksud. Karena itu. Tak bergerak Sampai ke puncak.Pendekatan ekspresif adalah pendekatan yang dipakai dalam memahami karya sastra dengan cara mengungkapkan gambaran.

c. Sesuatu yang membosankan adalah berat untuk dilakukan. Karena itu perasaan yang mungkin terungkap bahwa menyuruh orang atau membuat orang harus menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan. Andi Page Apresiasi Sastra II 36 . serta pengalaman apresiator dengan pengkajian isi karya sastra tersebut. Puisi Charil Anwar tersebut seolah-olah mengungkapkan satu gambaran kebosanan. Apresiator dalam mengapresiasikan pendekatan ini harus memiliki konsep pengetahuan dan pengalaman.dan menanti. Pendekatan Kognitif ini menitikberatkan sastra pada pemahaman dan karya dengan menghubungkan Pendekatan penikmatan pengetahuan dan pemahaman konsep karya sastra. b. Ia dapat menekan jiwa dan batin kita.Ini sepi terus ada. dan pengalaman tersebut penilaian pada karya tersebut apresiator menggunakan pengetahuan dan pengalamannya akan menafsirkan kata Marly sebagai nama tempat. d. Langkah penggunaan pendekatan kognitif adalah: a. Contoh: Di bawah bulan Marly Dan pohon musim panas. kesepian yang menekan karena harus menanti dan menanti. Misalnya kata Marly akronim dari Maret dengan dan larik July. 3. dekat Drs. Karena itu seringkali apresiator dalam mengaplikasikan pendekatan ini berusaha menggali isi karya sastra melalui proses kesadaran dan perasaan. di mana padahal bulan jika dianggapkan cocok kedua mempersiapkan pengetahuan konsep tentang menentukan pengalaman yang mungkin terjadi mengungkapkan isi karya sastra berdasarkan menikmati isi karya sastra dengan memberi karya sastra pada karya sastra pengetahuan.

tempat orang perancis pergi piknik di hari minggu. pengetahuan tentang konsep sastra. Pendekatan Akustik Pendekatan yang menekankan pada bagaimana hubungan teks sastra dengan ruang atau bunyi yang ada pada diksi karya sastra tersebut. daya imajinasi yang akan mengantarkan pada kemampuan mengaplikasikan pendekatan analisis struktur kebahasan apresiasi sastra Langkah pelaksanaan pendekatan semantik adalah: a.Paris dengan hutan yang cukup terkenal. Pendekatan Semantis semantik menitikberatkan pada upaya Pendekatan memahami makna dalam suatu teks sastra. apalagi teknik apresiasi yang digunakan melalui menyimak sastra. Andi Page Apresiasi Sastra II 37 . Sesuai dengan kompleksitas pemahaman teks sastra. memahami jenis sastra yang akan dianalisis b. apresiator hendaknya dalam memaknai karya sastra harus memiliki bekal sebagai berikut: a. 4. struktur sastra maupun penciptaan sastra b. baik berkaitan dengan jenis sastra. puisi memilih jenis karya sastra yang berbentuk Drs. mengkaji struktur kebahasan sastra c. Langkah yang digunakan pada pendekatan akustik adalah: a. c. menggunakan pendekatan yang sesuai jenis sastra yang di analisis 5. Karena itu. Karena itu jenis karya yang sesuai pendekatan ini adalah puisi. Beranjak dari sisi jelas bahwa pendekatan akustik ini akan terus mengkaji karya sastra dengan menganalisis struktur bunyi atau rimanya. Apabila pendekatan semantik semata-mata menekankan pada aspek makna dalam suatu teks sastra juga berkaitan dengan struktur bahasa. akhirnya telaah makna lewat pendekatan ini bukan hanya berkaitan dengan unsur sastranya tetapi juga unsur bahasa sastra.

alur. Andi Page Apresiasi Sastra II 38 . pendekatan ini memandang dan menelaah sastra dari segi intrinsik yang membangun suatu karya sastra. diapresiasi c. maka puisi rimanya adalah rima rangkai. dan gaya bahasa. penokohan. Contoh : menentukan struktur bunyi yang akan menganalisis bentuk bunyi dan rima pada puisi memahami dan menikmati puisi tersebut dengan pengkajian struktur bunyi Hatiku rindu bukan kepalang Dendam berahi berulang-ulang Air mata berencur selang-mengelang Mengenangkan adik kekasih abang Diriku lemah anggotaku layu Rasakan cinta bertalu-talu Kalau begini datangnya selalu Tentulah kakanda berpulang dahulu Kalau puisi diatas dianalisis berdasarkan jenis rimanya. terlepas dari soal pengarang dan pembaca. Dalam hal ini. Misalnya : MALAM MAULUD Karya Suherman Beberapa hari kemudian datanglah bulan Maulud. yaitu tema. Orangorang dan kanak-kanak kedungpring menyambut hari itu dengan sukanya. Perpaduan yang harmonis antara bentuk dan isi merupakan kemungkinan yang kuat untuk menghasilkan sastra yang bermutu. karena kata-kata yang terdapat pada setiap larik merupakan kata beruntun. Karena hari itu adalah hari ulang tahun lahir Djamil Drs. Dengan kata lain. akibat perpaduan isi dengan pemanfaatan bahasa sebagai alatnya. latar. 6. apresiator memandang karya sastra sebagai suatu kebulatan makna. Pendekatan Struktural Pendekatan ini membatasi diri pada penelahan karya sastra itu sendiri.b. d.

2. Langkah yang ditempuh apresiator dalam mengaplikasikan pendekatan ini adalah: a. dan latar belakang penciptanya keindahan yang terdapat pada cipta sastra b. 7. menikmati hasil analisis unsur tersebut Misalnya: BUAH RINDU Karya Amir Hamzah Wah kalau begini naga-naganya Kayu basah dimakan api. a. sehingga dibutuhkan daya imajinasi dari apresiator. yaitu tahun unsur estetika yaitu penciptaan. awal dari prosa sudah menggambarkan adanya seting. Pendekatan Romantik Pengkajian dan penikmatan sastra melalui Pendekatan romantik menitikberatkan pada 2 hal yaitu: pengungkapan estetika sastra. maka unsur intrinsik dari prosa tersebut perlu pengkajian. Untuk menggunakan dasar yang kedua diperlukan pengetahuan tentang latar belakang pencipta dan tahun penciptaan melalui buku sejarah sastra. Cuplikan prosa di atas jika diapresiasi dengan pendekatan struktural. menentukan jenis sastra yang akan dinikmati dengan memperhatikan 1. Drs. memahami unsur sejarah dan estetika sastra c. menganalisis unsur sejarah dan estetika pada karya sastra d. Karena itu. cara latar Pengkajian dan penikmatan sastra dengan belakang penciptaan sastra dan tahun penciptaan sastra. unsur sejarah. b. Kedua dasar apresiasi melalui pendekatan ini bisa digunakan salah satunya atau dipadukan keduanya. Andi Page Apresiasi Sastra II 39 .Nabi Besar Muhammad SAW dan pada hari itu tiap orang Islam sama merayakan dengan upacara-upacara.

maka tampak bahwa Amir Hamzah mengisahkan pertemuan kala malam terang bulan dalam suasana kampung Melayu di mana si gadis berseloka dan di kejauhan terdengar gembala berdendang. Andi Page Apresiasi Sastra II 40 . tentunya pusat perhatian apresiasi tersebut mengacu pada aspek makna dan nilai yang terkandung dalam karya sastra. Langkah yang ditempuh dalam mengaplikasikan pendekatan ini adalah apresiator memiliki: a. hajat hati memelu gunung Apa toh daya tangan ta’sampai Berdasarkan pengkajian unsur sejarah sastra. daya analisis terhadap makna dan nilai d. dan menghargai karya sastra dengan mengkaji hakikat sastra dan bagian estetika sastra secara logika. menikmati. Untuk mengkaji hakikat sastra. Pendekatan Fenomenologi Pendekatan fenomenologi adalah pendekatan yang dipakai dalam memahami. Sedangkan pengkajian bagian estetika dilakukakn apresiator setelah memahami nilai yang terdapat pada karya sastra. Pendekatan Berdasarkan Landasan Teori 1. Ia melihat sekelompok udang Drs. menikmati konsep makna dan nilai dari segi estetika Contoh Sehabis angin rebut seekor laba-laba menemujkan dirinya terdampar di tepi kolam. Untuk memahami makna dan nilai sastra. pemahaman terhadap konsep sastra b.Aduh kalau begini laku rupanya Tentulah badan lekaslah tani Ibu. C. konon jauh tanah selindung Tempat gadis duduk berjuntai Bondu. pengetahuan tentang nilai sastra c. apresiator harus mampu memahami realitas tersurat yang digambarkan pengarang terhadap karyanya.

Andi Page Apresiasi Sastra II 41 . Pendekatan Hermeneutika Pendekatan hermeneutika adalah pendekatan yang menitikberatkan pada pengkajian hubungan sastra dengan kehidupan sosial-budaya yang melatarbelakangi karya sastra tersebut. Pendekatan Formalisme mengetahui latar belakang terciptanya karya sastra memahami isi karya sastra mengkaji hubungan social-budaya karya sastra dengan pencipta karya sastra Drs. Langkah penerapan pendekatan hermeneutika adalah: a. 2. pendekatan ini hanya bisa dilakukan jika kita mampu memahami latar belakang sosial-budaya dari pencipta karya tersebut. b. Contoh: Kapan. kapan di tengah abad glamour. di tengah simpang-siur nilai-nilai di tengah berjejak-jejaknya kerakusan dan lupa diri. di tengah kanker teknologi. c.dan mencoba menggabungkan diri. Ini sangat terkait dengan social sehingga nilainya adalah nilai social dengan keindahan / estetikanya pilihan kata yang digunakan. Dillihatnya pula ketam-ketam kecil yang bentuknya lebih mirip dengan dirinya. kapan aku bisa setia dan menggapai Nya Akulturasi puisi tersebut dengan pencipta puisi adalah kehilangan kepercayaan kepada kemutlakan nilai-nilai sosialbudaya di tengah masyarakat. akan tetapi ia tidak dapat berenang. Artinya. Cukupkah cerita tersebut jika diapresiasi nampak bahwa memang seseorang hanya mengenal dirinya atau tidak asing terhadap dirinya. 3.

karya modern. Andi Page Apresiasi Sastra II 42 . jika berdasarkan aspek bahasa mempunyai makna simbolik secara tersirat yang berarti bahwa kebutuhan akan Tuhan atau tata nilai yang konsisten sebagai rumah rohani adalah kebutuhan yang mendesak yang melibatkan seluruh tenaga jiwa penyair di dalam intesitasnya yang tinggi. Totalitas dari aplikasi pendekatan formalisme ini terletak pada pengkajian batas karya sastra saat bahasa yang digunakan karya sastra tersebut. c. 4. Langkah a. dan sastra tersebut merupakan bentuk bentuk puisi modern puisi hanya tentunya mengangkat persoalan kehidupan setiap manusia itu memiliki kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Sedangkan jika puisi dianalisis berdasarkan aspek dan bentuk. b. yang digunakan pendekatan formalisme adalah apresiator melalui: pengetahuan konsep tentang bentuk dan bahasa memakai cara penggunaan pendekatan ini daya analisis yang matang terhadap batas dan sastra bahasa sastra Contoh : Kunci dibalik pintu dan pintunya terkunci Puisi ini. Kebutuhan rohani salah satunya adalah kebutuhan akan Tuhan. Pendekatan Strukturalisme Pendekatan strukturaliseme adalah pendekatan yang digunakan dalam mengapresiasi karya sastra dengan menelaah sastra dari segi unsur yang membangun baik unsur Drs.Pendekatan formalisme adalah pendekatan apresiasi sastra yang bertumpu pada pemahaman dan penikmatan karya sastra dari aspek bentuk dan aspek bahasa sebuah karya sastra.

Teew (dalam Abd. Menurut A.intrinsik maupun unsur ekstrinsik. khususnya unsur intrinsik. Mukarousg dan Vodicka yang menganut strukturalisme praha. Bidang kajian lain dari strukturalisme praha adalah unsur eksternal sastra. 2004:1) bahwa asumsi dasar strukturalisme adalah teks sastra merupakan keseluruahan yang bulat dan mempunyai koherensi batiniah. apresiator dapat dengan mudah memahami. di mana pendekatan ini lebih banyak menekankan deskripsi bahasa dalam teks sastra. Bagian dan unsur itu lebih lanjut mendapatkan makna sepenuhnya dari makna keseluruhan teks. di mana pendekatan ini berorientasi pada struktur dengan totalitasnya dan lebih banyak berorientasi pada isi. Selanjutnya hasil pengkajian itulah. apresiator dengan bekal pengetahuanya melakukan analisis karya sastra dengan mengkaji struktur utama karya sastra yakni unsur intinsik. menilai. Di dalam keseluruhan itu. strukturalisme Amerika biasa disebut New Criticism. sehingga jika aliran ini digunakan dalam menikmati karya sastra maka terlepas dari keberadaanya sebagai seni. 2. Adapun langkah yang digunakan adalah: 1. Andi Page Apresiasi Sastra II 43 . Misalnya pendekatan strukturalisme di Perancis biasa disebut strukturalisme klasik. dan menikmati. Langkah Persiapan Yang diperlukan pada pendekatan ini terkait dengan pemahaman dan pengetahuan apresiator tentang unsur karya sastra (unsur intrinsik dan ekstrinsik). Sementara itu. Pendekatan strukturalisme banyak dianut oleh penikmat sastra yang ada di dunia. 3. Langkah Pelaksanaan Apresiasi Untuk langkah pelaksanaan ini. serta menghargai karya sastra tersebut secara objektif. Khalik Sani. setiap bagian dan unsur memainkan peranan yang hakiki. Langkah Pengoreksian Hasil Apresiasi Drs. menekankan pada aspek tanda atau sign sebagai media utama.

.. Untuk menggunakan pendekatan strukturalisme pada puisi di atas. Andi Page Apresiasi Sastra II 44 . yakni unsur intrinsik (tema.. korespondensi. Contoh: DUSUN MALAM SELESAI HUJAN Buat Mujiono PS Dari semak – semak yang basah Ada desir meski tak kupahami Namun kuhayati “Seakan jejak bulan atak akan basi” malam dusun yang disejukkan angin dan hujan serintis resah dari akar pohon siwalan yang besok akan dikumandangkan awan dan burung akan selalu menagih nilai dari bukit ke bukit . Bahkan deteksinya yang begitu kental dengan kehidupan kita tentang suasana desa atau dusun memberikan nilai estetika tersendiri buat kita sebagai penikmat puisi.... amanat. dan bahasa).. 5. Pendekatan Semiotika Drs. karena itu secara tidak langsung pula melalui pengkajian larik-larik terungkap makna dan analisis puisi. musikalitas.Langkah ini perlu dilakukan apresiator tidak lain hasil apresiasi tersebut dapat memberi sumbangsih pemikiran dalam pengkajian karya sastra yang lain dan bisa diterima oleh penikmat sastra. maka persiapan yang dilakukan adalah pengetahuan apresiator terhadap struktur puisi........ Pada puisi yang berjudul ‘Dusun Malam Selesai Hujan” dan kita kaji struktur korespendonsi dalam hal ini hubungan larik dengan larik. maka daya imajinasi kita mengantarkan pada suatu tempat yang tidak mungkin dilupakan seperti tergambar pada larik ”Seakan jejak ulang tak akan basi”.

karya sastra dengan baik sama sehingga dengan semiotik memungkinkan kita dapat memberikan penilaian secara lebih Adapun langkah pelaksanaanya karena pendekatan strukturalisme. Pola bahasa masyarakat yang kacau mungkin saja akan tercermin dalam bahasa yang digunakan oleh pelaku-pelaku cerita sehingga menelaah suatu karya. segala unsur yang ada dalam suatu karya sastra dilihat sebagai bagian dari suatu sistem. karena sastra itu tidak dapat melepaskan diri dari sistem kemasyarakatan itu sendiri. tidak mungkin diabaikan kesanggupan kita untuk memahami kehidupan itu sendiri. tetapi juga dengan sistem yang ada di luarnya dengan sistem kehidupanya. pendekatan dikembangkan dari pendekatan strukturalisme. Dalam semiotika. yaitu penelaah sastra dengan mempelajari setiap unsur yang ada didalamnya. diharapkan dapat memahami positif. Pendekatan semiotika melihat sistem itu jauh lebih luas. sistem tanda. Dengan pendekatan semiotik ini. mau-tidak mau harus menghubungkan dengan kenyataan kehidupan masyarakat. Begitu penting adanya analisis yang memperhatikan atau memandang sesuatu sebagai satu sistem yakni. Hanya yang Drs. Dengan demikian. tanpa ada yang dianggap tidak penting. sesuai dengan pandangan semiotik bukan hanya dapat menghubungkan sistem dalam karya sastra itu sendiri. setiap unsur dalam suatu karya sastra adalah seperangkat sistem. Sesuatu yang hidup dan tumbuh dalam suatu masyarakat akan tercermin di dalam sastra. sehingga sistem yang ada di luarnya tidak berlaku terhadapnya. Andi Page Apresiasi Sastra II 45 . Dalam hubungan ini. tentu saja harus didukung oleh ilmu bantu yang lain.Pendekatan semiotika ini pada dasarnya merupakan pengembangan pendekatan strukturalisme. Bila suatu masyarakat memperlihatkan pembenturan berbagai nilai maka kekacauan dan pembenturan itu akan tercermin pula dalam karya sastra. serta melihat suatu karya sastra sebagai yang terikat kepada sistem yang dibentuknya sendiri.

b. intelektual pengalaman pembaca. menilai. mungkin Bahkan tidak mustahil segala peralihan dengan maupun pemahaman dari seorang pembaca mengalami perubahan cukup perkembangan rasa perkembangan kepekaan. dan menghargai karya sastra diserahkan kepada penikmat karya sastra itu sendiri. Karena itu pembaca atau penikmat karya sastra sangat diharapkan adanya upaya maksimal untuk melakukan kegiatan apresiasi agar ada faedah yang bisa dipetik sehingga menimbulkan kesenangan serta kecintaan terhadap karya sastra. pembaca betul-betul obyektif. serta daya pukau yang Pendekatan Resepsi Pendekatan mengapresiasi resepsi merupakan yang pendekatan menekankan dalam bahwa karya sastra. Drs. 6. keluasan. melalui jalan seni disajikan menikmati. 2004:2) bahwa sebuah karya sastra. pembaca sendiri itulah yang akan memberikan makna. Kriteria utama dalam memberikan penilaian secara objektif menurut Graham dan Wellek Waren adalah pada adanya: a.perlu diperhatikan pada pendekatan ini bahwa dalam memakai dan menikmati karya sastra. setelah hadir di tengah masyarakat pembaca. Berbeda pendapat Antar Sani (1985:44) mengatakan pendekatan resepsi adalah pendekatan yang menganut prinsip bahwa pendekatan ini dapat memberi kesenangan dan faedah bagi pembacanya. Keragaman yang bisa timbul pada pendekatan ini disebabkan karena pembaca atau penikmat sastra memiliki berbagai panafsiran yang timbul. juga bisa disebabkan adanya perbedaan bekal pengetahuan dan pengalaman pembaca atau itu sendiri. relavansi nilai-nilai eksitensi manusia yang terpapar adanya rangkap. memahami. Andi Page Apresiasi Sastra II 46 . Hal in sejalan pendapat Jaeques Lacan dan Rolan Bartesh (dalam Abdul Khalik sani.

kepribadian seniman sudah barang tentu merupakan pokok yang menarik. Andi Page Apresiasi Sastra II 47 . dan proses kreatifitas dari pada terhadap pembaca dalam menikmati dan mengapresiasikan sastra. Langkah Persiapan sebelum melakukan apresiasi mendalami Apresiator tentang teknik apresiasi sastra dengan mengetahui konsep hakikat kesusastraan. Langkah Pelaksanaan Apresiasi Pada langkah ini apresiator mengkaji faedah apa yang dapat dipetik dari kegiatan apresiasi tersebut. Tampaknya upaya analisis secara psikoanalisis lebih banyak diarahkan kepada sastrawan. b. khayal yang bersifat membentuk. Penikmatan karya sastra itu bisa senang bisa juga tidak senang terhadap karya sastra. Mereka memiliki otak yang bergolak. Bagaimanapun juga. dan penyair terdapat persamaan. 7. dalam bukunya “A Midsummer Night Dream” menyatakan pula bahwa antara orang gila. orang yang jatuh cinta. Apabila apresiator sudah memahami faedahnya maka dengan sendirinya ada motivasi yang timbul pada diri apresiator tersebut. maka langkah yang harus dilakukan adalah: a. yang dapat menangkap hal-hal yang berada di luar jangkauan akal sehat. seniman. bagi mereka yang tertarik dan mencintai kesenian. c. Drs. Pernyataan di atas sudah barang tentu tidak timbul dengan sendirinya melainkan sebagai pengungkapan kepribadian seniman. Langkah Penikmatan Setelah apresiator memperoleh faedah.Untuk melakukan kegiatan apresiasi sastra dengan menggunakan pendekatan ini. Pendekatan Psikoanalisis Shakespare. maka apresiator bisa menikmati karya sastra tersebut.

jelas bahwa pendekatan psikoanalisis adalah pendekatan dalam mengapresiasi sastra yang menekankan pada kehidupan jiwa pengarang atau penyair lewat biografi sehingga menimbulkan daya kreatifitas. Dengan demikian. Contoh: KARANGAN BUNGA Tiga anak kecil Dalam langkah malu – malu Datang ke Salemba Sore itu Ini dari kami bertiga Pita hitam pada karangan bunga Sebab kami ikut berduka Puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul “Karangan Bunga” jika diapresiasi menurut pendekatan psikoanalisis. Andi Page Apresiasi Sastra II 48 . apresiator yang mempergunakan pendekatan ini dapat dibandingkan dengan analisis dokter kepada pasiennya. c. Selanjutnya psikoanalisis pun dapat dipergunakan untuk menjelaskan a.Berdasarkan uraian di atas. maka tergambar kehidupan jiwa Taufiq Ismail yang ingin menguraikan kepada kita tentang kedukaan sebagai akibat dari kesewenang-wenangan atau kezaliman. Walaupun demikian. ketidakberpihakan pemerintah masyarakat watak para tokoh cerita. b. menciptakan puisi dari protes penyair terhadap ketidakadilan. sastrawan seakan-akan menampilkan penyakitnya pada karyanya. sebenarnya mudah diduga bahwa keterkaitan teori-teori psikoanalisis dalam kegiatan apresiatif sama besarnya dengan keterkaitannya dalam kegiatan kreatif. Berikut langkah pelaksanaan pendekatan psikoanalisis: analisis kehidupan jiwa pengarang melalui biografi analisa isi karya sastra dengan pola kehidupan jiwa analisa tentang keindahan karya sastra pengarang atau penyair Drs. Hal ini dapat dikaji berdasarkan pada biografi Taufik kecil.

ada salah seorang mahasiswa yang tertembak mati.Kepedulian penyair tentang problem kehidupan sosial saat itu melahirkan sejumlah puisi Taufiq Ismail. Andi Page Apresiasi Sastra II 49 . puisi “Karangan Bunga” dibuat ketika protes sosial berangsung. Drs. kepeduliaan pemerintah saat itu tak satu pun merasa berduka bahkan anak kecil pun letih memahami duka. Namun. Analisis kejiwaan baik sastra maupun kehidupan jiwa pengarang/penyair merupakan serangkaian totalitas dalam menikmati karya sastra. Disamping itu.

. karya Habiburrahman El Shirazy. Apresiasilah penggalan puisi di bawah ini! Dari titik ini Sedang kita tarik garis lurus Ke titik berikutnya . Taufiq Ismail) 3. Kemukakan tanggapan Anda tentang pendapat tersebut! 2. dengan menggunakan salah satu pendekatan apresiasi sastra! JAWABAN: Nama NPM Semester : : : Drs.. Teeuw mengungkapkan bahwa identifikasi terhadap suatu karya sastra akan berbeda menurut pendekatan apresiasi yang digunakan. A.TUGAS 3 1. Apresiasilah novel “Ayat-Ayat Cinta”. (Geometri. Andi Page Apresiasi Sastra II 50 ..

Adapun langkah awal yang harus diketahui dan dipahami apresiator adalah: a. sejarah sastra dan pendekatan apresiasi sastra sudah diuraikan awal penyajian diktat ini. sehingga yang perlu dikaji adalah teknik apresiasi sastra. A. c. Pemahaman pendekatan apresiasi sastra teknik apresiasi sastra tentang teori sastra. Andi Page Apresiasi Sastra II 51 . Apresiator memahami masalah yang dirasakan pencipta. membawa apresiator ke alam hayal. apalagi jika apresiator atau penikmat sastra tidak memiliki pengetahuan dan pendalaman terhadap karya sastra. 2. Harus apresiator ada harus melewati berbagai langkah yaitu: keterlibatan Apresiasi Sastra melalui Menulis Drs. dengan sendirinya Harus memiliki rasa melakukan apresiasi sastra. Kalau hal itu terjadi. teori dan sejarah sastra b.BAB V TEKNIK APRESIASI SASTRA Mengapresiasikan merupakan suatu kegiatan yang sulit dan rumit untuk dilakukan. Karya sastra yang dibuatnya tergolong karya sastra bermutu. Sehingga karya sastranya bisa menjadi karya sastra yang bermutu tinggi. kenikmatan seni Pencipta karya sastra telah memasukkan unsur seni ke dalam karyanya. Karena itu. keberhasilan si pencipta membawa apresiator ke alam hayal. Apresiator memahami masalah yang dirasakan pencipta di dalam melontarkan karyanya. Sastra Sebelum 1. jiwa terhadap karya sastra Jiwa si pencipta dengan jiwa si apresiator harus sinkron dan serasi. Praapresiasi sastra merupakan kegiatan awal yang perlu diketahui. dipahami apresiator. sebelum diadakan apresiasi sebaiknya apresiator menempuh langkah apresiasi sastra.

(dalam A. 1983:59) bahwa dalam menghadapi karya sastra secara ilmiah pada prinsipnya dapat dimanfaatkan empat pendekatan yang secara langsung dapat dijabarkan dari situasi karya sastra. Dengan empat aspek atau fungsinya. Andi Page Apresiasi Sastra II 52 . Teew. d. Apresiator sedapat mungkin mampu mengetahui proses penciptaan karya sastra. penghayatan yang pekat Apresiator merasa dirinya puas terhadap karya sastra itu karena penciptanya telah bisa melambangkan penyajian dan pengalamannya dalam bentuk yang baik apresiator bisa memahami pengalaman yang dirasakan pencipta sastra dan bisa menghargai penyajian pencipta sastra dengan baik. Contoh: Apresiator menentukan terlebih dahulu tema .judul : Coretan Zaman (ekspresif) (pragmetik) dunia nyata (memetik) dalam yang intern (objektif) Harus memiliki Drs.apresiator akan merasa nikmat batinya sehingga apresiator merasa dan menganggap dirinyalah yang menggarap karya sastra itu dengan baik. Misalnya dalam menulis puisi: 1. bahkan bisa juga menulis karya sastra karena menulis karya sastra secara tidak langsung pula apresiator memahami. jelas sekali bahwa penciptaan karya sastra merupakan fenomena penting dalam menggauli karya sastra tersebut. . 3.H. Menurut M.tema : Penghianatan Reformasi puisi dan judul puisi. menikmati. b. menilai. keempat pendekatan itu menekankan pada: a. Abraham S. kaitan dengan karya sastra sebagai struktur yang otonom dengan ke Berdasarkan uraian di atas. acuan karya sastra. bahkan menghargai karya sastra tersebut. peranan penulis karya sastra sebagai penciptanya peranan pembaca sebagai penyambut dan penghayat aspek referensial. c.

. Contoh : kemuliaan. tirai. Apresitor memilih diksi yang bisa mewakili . gema. adegan. maupun pengetahuan cara mengapresiasi Drs. mengelepor. Contoh : Ketika jaman bergelut waktu Tirai kehidupan menyereak Menggelepor dan meruntuhkan Dinding kemuliaan Gema suasana kebebasan ‘Tlah hadirkan adegan sandiwara tanpa teks tanpa penonton semua masuk lingkaran system actor dan sutradara jadi pemain jadi skenario coretan zaman Dengan menciptakan karya puisi (karya sastra) apresiator mampu pula memahami dan menikmati hasil ciptaanya tersebut dengan baik. baik pengetahuan teori sastra.2. Kemamapuan ini tentunya harus diawali oleh pengetahuan tentang sastra. penonton 3. waktu. menyereak.suara. tema dan judul. Andi Page Apresiasi Sastra II 53 . B. sejarah sastra. Secara Kritis Apresiasi Sastra melalui Menyimak Teknik apresiasi ini menitikberatkan kepada kemampuan menyimak dari apresiator.zaman. teks. Apresiator merangkai diksi tersebut menjadi sebuah larik dan sebuah bait puisi.

e. Langkah Persiapan Apresiator mempersiapkan jenis karya sastra Apresiator berusaha mendalami pendekatan yang akan disimak. b. Penyimakan secara kritis diperlukan daya analisis dan daya imajinasi. berikut diuraikan langkah apresiasi sastra melalui menyimak sbb. apresiator apresiator terlebih dahulu mendengarkan pembacaan karya sastra. c. Menyimak membutuhkan menyimak kritis. Langkah Persiapan Apresiasi Apresiator memutarkan pembacaan karya sastra. akan tetapi kalimat demi kalimat atau adegan demi adegan d. mencatat tiap peristiwa dan atau adegan dalam Catatlah kata atau kalimat yang cukup menarik mencatat judul karya sastra dan temanya. Andi Page Apresiasi Sastra II 54 . apresiasi sastra dengan baik. 2.: 1. c. siapkan usahakan untuk tidak mendengarkan pembacaan alat tulis seperlunya karya sastra kata demi kata. a. karya secara sastra. 3. Langkah Penikmatan Karya Sastra Selanjutnya hal-hal yang perlu diperhatikan penyimak dalam mengapresiasi sastra adalah: a. Untuk jelasnya. g. Adapun teknik/cara pembacaan tehnik mengaplikasikannya.sastra. b. b. mempersiapkan diri untuk mendengar pembacaan karya sastra supaya konsentrasi tidak mudah hilang. Apresiator menyimak pembacaan karya sastra Apresiator menganalisis hasil simakan pembacaan secara kritis. sastra. f. menentukan unsur intrinsik karya sastra karya sastra perhatian anda. sehingga apresiator bisa memahami dan menikmati karya sastra dengan baik. tersebut dengan mengaplikasikan pendekatan apresiasi Drs. a.

 jenis drama  membaca (karakter/gaya pencerita)  dialog  bahasa Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembacaan karya sastra. Unsur pokok dalam pembacaan sastra yaitu: a. 2. Selama membaca karya sastra. perhatikan ketepatan artikulasi. lebih baik baca dahulu karya sastra tersebut secara global untuk mengetahui situasi ceritanya. Baca karya sastra dengan penuh penghayatan dengan memperhatikan pengucapan dan kewajiban Anda sebagai pembaca. dan unsur pokok pembacaan prosa. Sebelum membaca karya sastra. mencakup: jenis prosa membaca intonasi/aksentuasi daya imajinasi unsur pokok pembacaan drama.     c. yaitu : 1. menilai dan menikmati karya yang didengar Apresiasi Sastra melalui Pembacaan Karya Sastra Berbicara tentang baca sastra.h. 3. Andi Page Apresiasi Sastra II 55 . berarti kita bergelut dengan unsur pokok dalam pembacaan sebuah karya sastra.  i  mbaca   ak-gerik b. mencakup: lagu ger me unsur pokok pembacaan puisi mencakup: puis Drs. C.

maka tahapan pertama adalah tahapan penikmatan. Andi Page Apresiasi Sastra II 56 . biografi pengarang. Ini tentu merupakan kegiatan apresiasi yang paling ringan dibandingkan dengan kegiatan lain yang lebih bersifat analisis. Kegiatan membaca dan mendengarkan secara teoritis memang dapat dipisahkan akan tetapi dalam pelaksanannya tidak mungkin terpisah. Pada tahapan ini penikmat melakukan kegiatan membawa atau mendengarkan suatu karya sastra. Supaya volume suara mencapai efek pendengar yang baik. Sejalan dengan penahapan dalam kegiatan apresiasi sastra. malahan di antaranya sampai berbau anti muslim. Humanisme totalitas dalam universal usahanya menurut mengakkiri penjelasan Manifesto antara Kebudayaan. Humanisme universal adalah perjuangan budi nurani universal dalam kemerdekaan manusia dari setiap penciptaan Drs. Apresiasi Sastra melalui Pembicaraan tentang Sastra Pembicaraan tentang sastra merupakan pembicaraan yang terkait dengan sejarah sastra dan teori sastra. serta dengan gaya unsur yang dari membangun pengarang. Namun. merupakan suatu perjuangan manusia sebagai pertentangan manusia kemanusiaan. hal yang tidak boleh menjadi pembicaraan pada karya sastra adalah pembicaraan tentang realisme sosialis dan humanisme universal. Sedangkan teori sastra sangat karya berhubungan sastra. hendaknya memperhatikan toren yang diucapkan.4. demikian pula orang mendengarkan sesuatu tentu ada yang didengarnya. Sejarah sastra menitikberatkan pada latar belakang sebuah karya sastra. D. tahun penciptaan karya sastra. Orang membaca cerita di depan umum tentu ingin agar bacaanya didengarkan orang. Paham realisme sosialis memang pernah diterapkan dalam beberapa karya sastra Indonesia. Karena itu kaum realisme sosialis memandang prinsip yang dicetuskan sebagai suatu bentuk individualisme dengan semangat kapitalis-borjuis.

di mana pada forum pengadilan ini terdakwa didampingi penasehat hukum dari kalangan sastrawan dan penuntut umum juga dari kalangan sastrawan. dengan melibatkan dua kelompok yang pro dan kontra tentang persoalan sastra. Langkah Persiapan Apresiator sebelum melakukan apresiasi terlebih dahulu mempersiapkan jenis sastra yang ingin diapresiasi. Adapun hakim yang memutuskan perkara tersebut dari kalangan pakar dan kritikus sastra.belenggu. b. Langkah Pelaksanaan Apresiasi Apresiator membentuk suatu medium apresiasi sastra yang bisa berupa: a. Pengadilan Debat sastra konsektual sastra universal sastra serius. b. yaitu: a. Andi Page Apresiasi Sastra II 57 . ia menolak sikap absolut yang memandang hanya idiologinyalah yang benar. 2. Sastra Debat sastra merupakan suatu forum yang memperbincangkan tentang sastra. yaitu: 1. Langkah apresiasi sastra melalui pembicaraan tentang sastra. dll Drs. c. Sastra Pengadilan sastra adalah suatu forum perbincangan sastra yang melibatkan penyair/pengarang sastra sebagai terdakwa tentang hasil karyanya.

Khairat Gestra.F.TUGAS 4 1. karya A. JAWABAN: Nama NPM Semester : : : Drs. Bacalah dengan seksama cerpen “Hidup di Persimpangan Jalan”. kemudian tuliskan hasil penikmatan Anda sebagai seorang apresiator! 2. Tuliskan makna bahasa dan makna simbol/tanda pada cuplikan puisi di bawah ini! Ilmu hitung di negeriku eyanK Gestra dua ditambahkan tiga sama dengan enam karena tanda tambah dengan tanda kali hanya berbatas antara tegak dan miring. Andi Page Apresiasi Sastra II 58 .

Sari Kesusastaraan Indonesia. 1988. Erlangga. Mursal. Ajip. Legiun Asing Tiga Kumpulan Sejarah. Bandung. 1984. Rosidi. Khalik Sani. 2005. CV. Prinsip – Prinsip Dasar Sastra.S. Suwardi. O Amuk Kapak. Colsoum Bachri. Jakarta. Drs. Yaoeb. M. Moeh. Metode Teori Pengajaran Sastra. Guntur Tarigan. K. 1988. Beni. Yayasan Indonesia – Jakarta. Buana Pustaka. 2005. Moha. Suhendar. Ujung Pandang. CV. Teater Kampus Unhas. J. dan Supinah. Bandung. STKIP. Pien. Sutardji. 1982. 1995. 1990. Suroto. Saini. Nur Cahaya. 1984. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung.E. Pendekatan Teori Sejarah dan Apresiasi Sastra Indonesia. Pustaka Prima. Angkasa. Suwarjo. Bandung. Masyarakat dan Sastra Indonesia. Balai Pustaka. Yogyakarta. 2002. Makassar. Semi. 1990. Bandung. Setia. Bandung. Gong. Henry. 1992.DAFTAR PUSTAKA Badudu. Angkasa. Bima Cipta. Endaswara. Yogyakarta. Angkasa.. 1985. Esei – Esei dari Kampus. Protes Sosial Dalam Sastra. Apresiasi Sastra Indonesia.M. IKIP. Angkasa. Kesusasteraan Pengantar Teori dan Sejarah. Apresiasi Sastra II. Junaedie. 1982. Hasyuni. Esten. 1985. Kritik Sastra. Jakarta. Rappang. Abd. Teori dan Apresiasi Sastra II. Andi Page Apresiasi Sastra II 59 . Atar.

Soemardjo. Membaca dan Menilai Sastra. Rajawali. Selo. PT. Drs. CV. Jakarta. Budaya Sastra. Andi Page Apresiasi Sastra II 60 . 1984. Jakarta. 1983. A. Gramedia. Teeuw.