Pemasaran Syariah Pemasaran merupakan suatu sistem yang terintegrasi dengan kegiatan ekonomi setelah produksi dan distribusi

. Ujung tombak keberhasilan dari suatu perusahaan tergantung seberapa besar unit barang yang bisa dijual kepada konsumen (pasar). Hal sederhana yang mendukung pernyataan diatas adalah sesuai dengan fungsi dari pendapatan adalah semakin banyak kuantiítas yang dijual akan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan perusahaan (organisasi bisnis) tersebut, begitupun sebaliknya. Organisasi bisnis yang mempunyai konsep pemasaran yang bagus, bisa dipastikan akan dengan mudah masuk pasar, dan tidak mustahil dia akan menjadi leader dalam industri tertentu. Sebegitu pentingnya sistem pemasaran tersebut, maka banyak kajian yang mendalam untuk menentukan strategi apa yang harus dilakukan oleh organisasi bisnis supaya bisa menjadi leader dalam industri tersebut, tidak jarang survey dilakukan terlebih dahulu sebelum suatu produk di peroduksi, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengukur seberapa besar produk tersebut dapat diserap oleh pasar. Konsep sederhana dari pemasaran adalah sebuah ilmu dan seni yang mengarah pada nilai proses kepada penciptaan, para penyampaian, serta dan pengkomunikasian konsumen menjaga

hubungan dengan para stakeholdersnya. Adanya suatu nilai yang ditawarkan menjadi keharusan seorang pemasar dalam memasarkan produknya. Tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata tentunya, tetapi berorientasi pada kemaslahatan ummat. Seorang ahli marketing, Hermawan Kartajaya, berpendapat bahwa nilai inti dari marketing syariah adalah Integritas dan transparansi, sehingga marketer tidak boleh bohong dan orang membeli karena butuh dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan,

Allah SWT berfirman dalam Surat Asy-Syura’ra ayat 183 yang berbunyiyang berbunyi: sehingga laju perusahaan tersebut dapat menjaga yang bisnisnya sehingga menjadi bisnis . tidak boleh ada unsur paksaan dari salah satu pihak. tetapi lebih jauhnya marketing berperan dalam syariah dan syariah berperan dalam marketing. Jauh sebelum itu. Sedangkan syariah berperan dalam marketing bermakna suatu pemahaman akan pentingnya nilainilai etika dan moralitas pada pemasaran. Menarik untuk dikaji pada saat seorang Hermanan Kartajaya mengatakan bahwa inti dari pemasaran syariah adalah terletak pada integritas dan transparansi.bukan karena diskonnya. yang menjadi landasan adalah sumber hukum Islam. Marketing berperan dalam syariah difahami sebagai perusahaan yang berbasis syariah diharapkan dapat bekerja dan bersikap profesional dalam dunia bisnis. Artinya. selalu berhati-hati dalam rumusan tersebut SAW Muhammad . ada dasar ridha antara penjual dengan pembeli. nilai yang terkandung dalam sudah dalam dijalankan aktivitas dan dianjurkan oleh Nabi kasus bisnisnya. dalam mengkaji etika bisnis islami. sehingga diharapkan perusahaan tidak akan serta merta menjalankan bisnisnya demi keuntungan pribadi saja ia juga harus berusaha untuk menciptakan dan menawarkan bahkan dapat merubah suatu values kepada para stakeholders keseimbangan sustainable. Marketing syariah bukan hanya sebuah marketing yang ditambahkan syariah karena ada nilai-nilai lebih pada marketing syariah saja. Selalu saja. Integritas menyangkut sejauh mana perusahaan (secara kolektif) mempunyai tujuan yang jelas. lambat laun akan mengalami penurunan kualitasnya. karena dengan profesionalitas dapat menumbuhkan kepercayaan kosumen. Banyak membuktikan bahwa organisasi bisnis yang tidak berlaku etis.

Adanya batasan dimana hak seseorang dibatasi oleh hak orang lain menjadi aturan yang tidak bisa dibantahkan lagi.“Dan janganlah kamu merugikan manusia akan hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. Menjunjung tinggi akhlak mulia / Etis ( Akhlaqiyah ) Syariah marketer sangat mengedepankan masalah akhlak (moral. Asy-Syua’ra 26 : 183). Ia sangat . dengan cara mengurangi hak-hak yang seharusnya diperolehnya. Beberapa kasus korupsi dinegara kita menunjukan bahwa nilai etika dan moral sudah tidak lagi menjadi pedoman dalam berbisnis. Segala cara dihalalkan asalkan bisa mendapatkan keuntungan finasil yang sebesar-besarnya. Sah-sah saja suatu organisasi bisnis mendapatkan laba yang berlipat ganda tetapi tentunya dengan tidak mengurangi apalagi mengambil hak orang lain. Selalu dekat dan mengawasinya ketika dia sedang melaksanakan segala macam bentuk bisnis. Ayat di atas bermakna bahwa janganlah seseorang merugikan orang lain. 2.” (QS. dan dia yakin segala hal sekecil apapun Pemasar nanti selalu akan berusaha diminta untuk pertanggungjawabannya. fanatis. etika) dalam seluruh aspek kegiatannya. Pemasaran syariah harus bertumpu pada empat prinsip dasar : 1. antimodernitas. Ketuhanan ( Rabbaniyyah ) Dihati yang paling dalam. Mewaspadai keadaan pasar yang selalu berubah / Realistis ( Waqi’iyah ) Pemasaran syariah bukanlah konsep yang eksklusif. seorang syariah marketer meyakini bahwa Allah SWT. dan kaku. Pemasaran syariahadalah konsep pemasaran yang fleksibel dan luwes dalam bersikap dan bergaul. 3. mengmalkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap aktivitasnya.

santun. salah satunya terdapat pemasaran syariahstrategy untuk memenangkan mind-share dan pemasaran syariahvalue untuk memenangkan heart-share. sehingga contohnya perusahaan yang mendapatkan best customer service dalam bisnisnya sehingga mampu mendapatkan heart-share. dengan beragam suku. 4. yang menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Hal inilah yang membuat syariah memiliki sifat universal sehingga menjadi syariat humanistis universal. targeting dan positioning market dengan melihat pertumbuhan pasar. keunggulan kompetitif. dan situasi persaingan sehingga dapat melihat potensi pasar yang baik agar dapat memenangkan mind-share. Bukan menjadi manusia yang bisa bahagia diatas penderitaan orang lain atau manusia yang hatinya kering dari kepedulian sosial. Selanjutnya pemasaran syariahvalue melihat brand sebagai nama baik yang menjadi identitas seseorang atau perusahaan. Pemasaran syariahstrategy melakukan segmenting. kulit. Syariat Islam diciptakan untuk manusia sesuai dengan kapasitasnya tanpa menghiraukan ras. . manusia menjadi terkontrol dan seimbang. Karena pemasaran ini adalah bagaimana menyampaikan suatu produk yang mempunyai nilai tertentu kepada kunsumen. Dengan memiliki nilai ini. agama.memahami bahwa dalam situasi pergaulan lingkungan yang sangat heterogen. dan ras. dan simpatik terhadap saudara-saudaranya dari umat lain. warna. kebangsaan dan status. bukan manusia yang serakah. ada ajaran yang diberikan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk bersikap lebih bersahabat. dalam hal teknisnya marketing syariah. Selalu berorientasi untuk memartabatkan manusia / Humanistis ( AlInsaniyyah ) Syariat Islam adalah syariah yang humanistis.

mereka adalah orang-orang yang bertemu langsung dengan konsumen sehingga setiap tindakan dan ucapannya berarti menunjukkan citra dari barang dan perusahaan. penipuan. yang mereka harapkan adalah konsumen membeli produk mereka dan banyak dari konsumen merasa tertipu atau dibohongi ketika mencoba produk yang dijual pemasar tersebut. Namun sayangnya pandangan masyarakat saat ini menganggap pemasar diidentikkan dengan penjual yang dekat dengan kecurangan. Worldcom dan lainnya yang akan menghancurkan sebuah perusahaan. Apabila ini terus berlanjut maka akan mungkin terjadi lagi kasus seperti Enron. Nilai-nilai syariah mencegah pemasar terperosok pada kelirumologi itu tadi karena ada nilai-nilai yang harus dijunjung oleh seorang pemasar. Berbedanya adalah marketing syariah mengajarkan pemasar untuk jujur pada konsumen atau orang lain. Sekarang jelaslah akan pentingnya sebuah nilai integritas dan transparansi seperti yang dikatakan Hermawan Kartajaya diatas agar bisnis berjalan lancar. Namun pemasaran sekarang menurut Hermawan juga ada sebuah kelirumologi yang diartikan untuk membujuk orang belanja sebanyakbanyaknya atau pemasaran yang pada akhirnya membuat kemasan sebaik-baiknya padahal produknya dengan segala cara agar orang tidak bagus atau membujuk mau bergabung dan belanja. Konsep marketing syariah ini sendiri saat ini baru berkembang seiring berkembangnya ekonomi syariah. Beberapa perusahaan dan bank khususnya yang berbasis syariah telah menerapkan konsep ini dan telah mendapatkan hasil yang positif. Kedepannya diprediksikan marketing syariah ini akan terus berkembang dan dipercaya . paksaan dan lainnya yang telah memperburuk citra seorang pemasar. Tidak terelakkan lagi banyak promosi usaha-usaha yang kita lihat sehari-hari tidak menjelaskan secara detail tentang produknya.Pemasar adalah garis terdepan suatu bisnis.

.masyarakat karena nilai-nilainya yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat yaitu kejujuran.