HAKIKAT MANUSIA MENURUT IBNU MISKAWAIH

Posted on April 25, 2011 by ahmadsidqi| Tinggalkan komentar

Berbicara dan berdiskusi tentang manusia selalu menarik. Karena selalu menarik, maka masalahnya tidak pernah selesai dalam artian tuntas. Pembicaraan mengenai makhluk psikofisik ini laksana suatu permainan yang tidak pernah selesai. Selalu ada saja pertanyaan mengenai manusia. Manusia merupakan makhluk yang paling menakjubkan, makhluk yang unik multi dimensi, serba meliputi, sangat terbuka, dan mempunyai potensi yang agung.

Timbul pertanyaaan siapakah manusia itu? Pertanyaan ini nampaknya amat sederhana, tetapi tidak mudah memperoleh jawaban yang tepat. Biasanya orang menjawab pertanyaan tersebut menurut latar belakangnya, jika seseorang yang menitik beratkan pada kemampuan manusia berpikir, memberi pengertian manusia adalah “animal rasional”, “hayawan nathiq”, “hewan berpikir”. Orang yang menitik beratkan pada pembawaan kodrat manusia hidup bermasyarakat, memberi pengertian manusia adalah “zoom politicon”, “homo socius”, “makhluk sosial”. Orang yang menitik beratkan pada adanya usaha manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup, memberi pengertian manusia adalah “homo economicus”, “makhluk ekonomi”. Orang yang menitik beratkan pada keistimewaan manusia menggunakan simbul-simbul, memberi pengertian manusia adalah “animal symbolicum”. Orang yang memandang manusia adalah makhluk yang selalu membuat bentuk-bentuk baru dari bahan-bahan alam untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya, memberi pengertian manusia adalah “homo faber”, dan seterusnya.

Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk berpribadi, sebagai makhluk yang hidup bersama-sama dengan orang lain, sebagai makhluk yang hidup di tengah-tengah alam dan sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh oleh Allah. Manusia sebagai makhluk berpribadi, mempunyai fungsi terhadap diri pribadinya. Manusia sebagai anggota masyarakat mempunyai fungsi terhadap masyarakat. Manusia sebagai makhluk yang hidup di tengah-tengah alam, berfungsi terhadap alam. Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh, berfungsi terhadap yang menciptakan dan yang mengasuhnya. Selain itu manusia sebagai makhluk pribadi terdiri dari kesatuan tiga unsur yaitu : unsur perasaan, unsur akal, dan unsur jasmani.

Dalam tulisan ini akan dibahas tetang hakikat manusia menurut Ibnu Miskawaih. Disamping membahas hakikat manusia Ibnu Miskawaih juga mempunyai banyak karya dalam bidang Etika. Semua itu akan dibahas dalam pembahasan berikut ini.

Riwayat Hidup dan Karya-karya Ibn Miskawaih Nama kepanjangannya adalah Ahmad ibn Muhammad ibn Ja‟qub ibn Miskawaih, panggilannya Abu Ali al – Khazin. Mengenai kelahirannya tidak diketahui dengan pasti, ada yang berpendapat tahun 320 H / 932 M, namun ada yang mengatakan tahun 330 H / 941 M di Ray (sekarang Teheran). Ia mempelajari sejarah yaitu Tarikh al – Thabari dari Abu bakar Ahmad ibn Khamil al-Qadhi pada tahun 350 H / 960 M, kemudian belajar

Tapi barangkali juga yang dimaksudkan adalah kakeknya. karya – karya Ibnu Miskawaih dalam bidang Etika antara lain adalah : 1. dulunya Ibn Miskawayh adalah seorang Majusi yang kemudian masuk Islam. Kemudian menonjol dalam bidang sastra dan sejarah. 2004: 53). kimia dari Abu al Thayyib al-Razi. Fauz al – Akbar adalah buku yang membahas masalah etika. Kitab al-Fauz alAshghar. filsafat dan logika untuk waktu yang lama. dan Washiyyat Ibn Miskawaih. Kemudian beliau mengkhususkan diri mengabdi pada Baha‟ Al-Daulah Al-Buwaihi yang memberinya kedudukan tinggi. Andaipun betul begitu adanya. Menekuni bidang kimia. 2. hal itu tidak harus berarti bahwa beliau tercela gara-gara Majusi lalu masuk Islam. 8 buah masih berupa manuskrip. di antaranya Tajarib al-Umam (Pengalaman bangsa-bangsa) yaitu sebuah karya monumental yang memuat tentang sejarah. Beliau menulis banyak buku. al-Hikmat al-Khalidat. Al – Siyar adalah buku yang membahas masalah norma-norma kehidupan. Kitab al-Aql wa Al-Ma‟qul. Ibn Miskawaih memiliki keahlian dalam berbagai bidang ilmu. beliau telah selamat dari kelamnya selimut kesesatan. Ibnu Miskawaih mendapat gelar sebagai Bapak Etika Islam. Al-Labib pernah juga . 3. (Widyastini. dan 15 buah sudah dicetak. Jawidan Khirad adalah buku-buku yang membahas masalah akhlaq. ternyata beliau mendapat petunjuk setelah sekian lama terjerembab dalam kesesatan. (Widyastini. Ibnu Miskawaih hidup bersama Abu Fadhl ibn al-Amid (seorang ahli pustaka) pada tahun 360 H / 970 M. Kitab al-Sa‟adat. al-Fauz Asygar serta karya-karya lainnya. bertepatan dengan tahun 1030 Masehi.filsafat dengan berguru kepada Ibn al-Khamar. Ahmad bin Muhammad bin Ya‟kub bin Miskawayh. al-Fauz Akbar. Risalat fi Mahiyyat al-„Adl. 4. menetap di Isfahan. lalu ia mengabdi pada putranya yang bernama Abu al-fath Kifayatain dan akhirnya Ibnu Miskawaih mengabdi kepada Adhuh al-Daulah dari Bani Buwaih yang masih keturunan bangsawan kerajaan Persi. dalam bidang kedokteran beliau menulis buku al-Syaribah (Minuman). 18 buah dinyatakan hilang. dan meninggal dunia di kota ini pada tahun 421 Hijriah. Dari 41 karyanya itu. 2. Ia telah menulis 41 buah buku dan artikel yang selalu berkaitan dengan filsafat akhlak. Bahkan hal itu justru mengangkat derajatnya. karena dipercaya untuk menangani buku-buku Ibn Al-Amid dan Adhud AlDaulah bin Suwaihi. sesudah pustakawan itu meninggal. Risalat fi al-Ladzdzat wa al-Âlam. Al-Qifthi. Beliau terkenal dengan julukan al-Khazin (Pustakawan). nama lengkap beliau Abu Ali. Ibnu Miskawaih Ibn Miskawaih adalah seorang filosof dan sejarawan. Berasal dari Ray sebuah tempat di Iran. Tahdzib al – Akhlaq dan 5. 2004: 52). Dari 15 naskah yang sudah dicetak penulis hanya menemukan 9 judul. Bersama seluruh jiwa raganya. Karena. Maqalat fi al-Nafs wa al-Aql. Tartib al – Sa‟adah adalah buku yang membahas masalah akhlaq dan politik. yaitu Tahdzib al-Akhlak wa Tathhir al-A‟raq. Menurut Al-Labib. Uns al-Farid (Kesenangan tiada tara) sebuah koleksi anekdot yang ditulis dengan gaya bahasa yang tinggi dan penuh dengan sentuhan moral.

Karena itu kebiasaan atau latihan-latihan dan pendidikan dapat membantu seseorang untuk memiliki sifat-sifat terpuji tersebut. sebaliknya juga akan membawa orang kepada sifat-sifat tercela. Plato dan Galen dan beliau membandingkannya dengan ajaran-ajaran Islam. sedangkan kebahagiaan berbeda-beda tergantung pada orang-orang yang berusaha memperolehnya. Di atas semua kebaikan itu terdapat kebaikan mutlak yang identik dengan wujud tertinggi. Ibn Miskawayh menolak pendapat sebagian pemikir Yunani yang mengatakan akhlak yang berasal dari watak tidak mungkin berubah. Pengertian kebahagiaan telah banyak dibicarakan oleh pemikir-pemikir Yunani yang pokoknya terdapat dua . Oleh Ibn Miskawayh ditegaskan kemungkinan perubahan akhlak itu terutama melalui pendidikan. moral atau akhlak adalah suatu sikap mental (halun li alnafs) yang mengandung daya dorong untuk berbuat tanpa berfikir dan pertimbangan. Selain itu beliau banyak merujuk sumber-sumber asing. Dengan demikian antara kebaikan dan kebahagiaan dapat dibedakan. Menurut Ibn Miskawayh. Sedangkan kebaikan khusus adalah kebaikan bagi seseorang secara pribadi. Dengan demikian. Kebaikan dalam bentuk terakhir inilah yang dinamakan kebahagiaan. Kebahagian dimaksud harus menjadi tujuan tertinggi dengan sendirinya. sebab dengan landasan yang begitu akan melahirkan perbuatan-perbuatan baik tanpa kesulitan. sangat penting menegakkan akhlak yang benar. dan keutamaan (al-Fadhilah). suatu hal yang paling mulia pada manusia. yang paling terhormat dari kalangan orang nonarab. kebahagiaan (al-Sa„adah). Menurut beberapa orang yang disebut-sebut „Miskawaih‟ adalah kakeknya bukan ayahnya. Kebaikan mempunyai identitas tertentu yang berlaku umum bagi manusia. Sikap mental ini terbagi dua ada yang berasal dari watak dan ada pula yang berasal dari kebiasaan dan latihan. seperti Aristoteles. Beliau berusaha menggabungkan doktrin Islam dengan pendapat filsuf Yunani. Kebaikan adakalanya umum. Ibn Miskawayh adalah seorang filsuf muslim yang telah mengabdikan seluruh perhatian dan upayanya-yang barangkali jauh melebihi pemikir Islam lain manapun dalam bidang etika. Semua bentuk kebaikan secara bersama-sama berusaha mencapai kebaikan mutlak tersebut. sehingga filsafat beliau termasuk filsafat eklektik. dan adakalanya khusus. Yang banyak dijumpai di kalangan manusia adalah mereka yang memiliki sifat-sifat kurang terpuji (asyrar) karena watak. Menurut Ibn Miskawayh. dijumpai di tengah masyarakat ada orang yang memiliki akhlak yang dekat kepada malaikat dan ada pula yang lebih dekat kepada hewan. karena berhubungan dengan akal. tetapi beliau bukan hanya peduli pada etika melainkan juga pada filsafat yang mengandung ajaran-ajaran etika yang sangat tinggi. Beliau pulalah orang yang paling kharismatik di antara orang-orang Persia.mengungkapkan bahwa beliaulah orang yang paling agung. Akhlak terpuji sebagai manifestasi dari watak tidak banyak dijumpai. Ibn Miskawayh memulai pembahasan etikanya dengan menganalisa kebahagiaan dan mendefinisikan kebaikan tertinggi guna menyimpulkan kebahagiaan manusia selaku manusia. kebaikan adalah suatu keadaan di mana kita sampai kepada batas akhir dan kesempurnaan wujud. Masalah pokok yang dibicarakan dalam kajian tentang akhlak adalah kebaikan (al-Khair). Dengan demikian. Kebaikan Umum tadi adalah kebaikan bagi seluruh manusia dalam kedudukannya sebagai manusia.

mengatakan bahwa hanya jiwalah yang dapat mengalami kebahagiaan. . Ibn Miskawayh menegaskan bahwa setiap keutamaan akhlak memiliki dua sisi yang ekstrem. Seperti orang miskin memandang kebahagiaan itu pada kekayaan. maka selama itu pula tidak akan diperoleh kebahagiaan itu. Kedua. Karena itu selama manusia masih hidup atau selama jiwa masih terkait dengan badan. Kebahagiaan jiwalah yang merupakan kebahagiaan yang paling sempurna dan mampu mengantar manusia yang memilikinya ke derajat malaikat. unsur ruhani berupa an-nafs al-bahimiyyat dan an-nafs alghadhabiyyat berasal dari unsur materi. Karena itu Ibn Miskawayh berpendapat bahwa kedua an-nafs yang berasal dari materi akan hancur bersama hancurnya badan dan an-nafs an-natiqat tidak akan mengalami kehancuran. sedangkan an-nafs an-nathiqat berasal dari ruh Tuhan. Ibn Miskawayh tampil di antara dua pendapat yang tidak selaras itu secara kompromi. Jiwa berfikir (an-nafs an-natiqat) sebagai jiwa tertinggi. mengatakan bahwa kebahagiaan itu dapat dinikmati oleh manusia di dunia. moderat. serta menghambat perkembangan jiwanya menuju ke hadirat Allah. dan orang sakit pada kesehatan. yaitu jiwa dan badan. Dari sini terlihat bahwa Ibn Miskawayh memberi tekanan yang lebih untuk pertama kali buat pribadi. dan seterusnya. harmoni. Doktrin jalan tengah (al-wasath) yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah The Doctrin of The Mean atau The Golden. Hanya saja kebahagiaan itu berbeda menurut masing-masing orang. karena pada diri manusia ada dua unsur. manusia yang melepaskan diri dari keterikatannya kepada benda dan memperoleh kebahagiaan lewat jiwa. Sedangkan pandangan kedua yang diwakili oleh Aristoteles. mulia. kendatipun jiwanya masih terkait dengan badan. ada manusia yang terikat dengan hal-hal yang bersifat benda dan mendapat kebahagiaannya dengannya. Ibn Misykawaih secara umum memberi pengertian pertengahan (jalan tengah) tersebut antara lain dengan keseimbangan. Kebahagiaan yang bersifat benda tidak diingkarinya.versi. Pertama. 2. Ibn Miskawayh tidak membawa satu ayat pun dari al-Qur„ân dan tidak pula membawa satu dalil dari hadis. Kebahagiaan yang bersifat benda menurut Ibn Miskawaih. Jiwa bernafsu (an-nafs al-bahimiyyat) sebagai jiwa terendah. tetapi dipandangnya sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah. lalu berusaha memperolehnya. atau posisi tengah antara ekstrem kelebihan dan ekstrem kekurangan masing-masing jiwa manusia. yaitu: 1. Filsafat etika yang dipopulerkan oleh Ibn Miskawayh adalah filsafat etika yang berdasarkan pada doktrin jalan tengah. mengandung kepedihan dan penyesalan. utama. Ketiga jiwa ini merupakan unsur ruhani manusia yang asal kejadiannya berbeda Sesuai dengan pemahaman tersebut di atas. Dalam pandangan Ibn Miskawayh manusia terdiri dari tiga jiwa. Yang tengah bersifat terpuji yang ekstrem bersifat tercela. Menurutnya. yaitu pandangan pertama yang diwakili oleh Plato. maka kebahagiaan meliputi keduanya. Dalam menguraikan sikap tengah dalam bentuk akhlak tersebut. Jiwa berani (an-nafs al-ghadhabiyyat) sebagai jiwa pertengahan 3. Kebahagiaan itu ada dua tingkat. namun ia tetap rindu dengan kebahagiaan jiwa.

sedangkan bumi merupakan sebab adanya tubuh manusia. doktrin tersebut dapat terus-menerus berlaku sesuai dengan tantangan zamannya tanpa menghilangkan nilai-nilai esensial dari pokok keutamaan akhlak. pendidikan. selalu berada dalam gerak (dinamis).com/journal/item/4). Sedini mungkin anak-anak harus mendapat pendidikan akhlak mulia. Perkembangan ilmu pengetahuan. Doktrin jalan tengah ini juga dapat dipahami sebagai doktrin yang mengandungan arti dan nuansa dinamika. Konsep Manusia Menurut Ibnu Miskawaih Menurut Ibn Miskawaih penciptaan yang tertinggi adalah akal sedangkan yang terendah adalah materi. namun setiap orang . dan daya berfikir (al-Nafs al-Natiqah). peluang. Ukuran tingkat kesederhanaan di bidang materi untuk masyarakat kalangan mahasiswa misalnya tidak dapat disamakan dengan ukuran kesederhanaan pada masyarakat dosen. Setiap yang ada itu dapat berubah menjadi baik. Ia menyebutkan bahwa masa kanak-kanak mata rantai jiwa hewan dengan jiwa manusia berakal. Jadi dengan doktrin jalan tengah manusia tidak akan kehilangan arah dalam kondisi apapun. Oleh karena itu. Demikian pula ukuran tingkat kesederhanaan pada masyarakat negara maju akan berbeda dengan tingkat kesederhanaan pada masyarakat negara berkembang. Daya bernafsu dan berani berasal dari unsur materi. Dalam diri manusia terdapat tiga daya jiwa. Hal ini sejalan dengan ayat al-Qur„ân surat al-Isra : 29 dan al-Furqon : 67. Berkaitan dengan masalah akhlaq Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa kebaikan bagi makhluk hidup adalah usahanya untuk mencapai sesuatu yang menjadi tujuan. Akal dan jiwa merupakan sebab adanya alam materi (bumi). kemampuan dan aktivitas. sedangkan daya berfikir berasal dari ruh Tuhan yang tidak akan mengalami kehancuran. Pada diri manusia terdapat jiwa berfikir yang hakikatnya adalah akal yang berasal dari pancaran Tuhan. Sebagai makhluk sosial. Karena itu anak-anak harus dididik dengan akhlak yang mulia. Hal demikian dapat dipahami. Ibn Miskawayh memberikan perhatian yang cukup besar terhadap pendidikan anak-anak.Namun demikian menurut penilaian al-Ghazâlî. apabila ia memiliki kesanggupan yang memadai utnuk mencapai tujuan yang akan dicapai. yaitu daya bernafsu (al-Nafs al-Bahimiyyah). Ukuran akhlak tengah selalu mengalami perubahan menurut perubahan ekstrim kekurangan maupun kelebihannya. Ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa sikap pertengahan merupakan sikap yang sejalan dengan ajaran Islam. teknologi. ekonomi dan lainnya merupakan pemicu bagi gerak zaman. daya berani (al-Nafs al-Sabu‟iyyah). mengikuti perkembangan zaman. Letak dinamikanya paling tidak pada tarik-menarik antara kebutuhan.multiply. Hal tersebut akan berbeda lagi dengan tingkat kesederhanaan pada masyarakat miskin. (http://abiisyarfaq. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa doktrin jalan tengah ternyata tidak hanya memiliki nuansa dinamis tetapi juga fleksibel. Sementara itu. mengingat pentingnya pembinaan akhlak. Pada jiwa anak berakhirlah ufuk hewani dan dimulailah ufuk manusiawi. bahwa spirit doktrin jalan tengah ini sejalan dengan ajaran Islam. melainkan harus bersifat di antara kikir dan boros. seperti tidak boleh kikir tetapi juga tidak boleh boros. karena banyak dijumpai ayat-ayat al-Qur„ân yang memberi isyarat untuk itu. sebab “kesan” pada pendidikan dini inilah yang akan berakar kuat dalam kehidupan mereka di masa yang akan datang.

apabila mempunyai jiwa intelektual. Jiwa manusia memiliki tiga tingkatan. An Nafs as-sabu‟iyah adalah jiwa hewan buas yang dimiliki oleh manusia. sombong. pemberani. sehingga dengan ilmu yang telah dicapainya dapat menghasilkan pemikiran. maka hidup dan kehidupannya senantiasa menuruti jiwa intelektualnya. ( Widyastini 2004: 53-54). kadang-kadang manusia itu dikendalikan oleh jiwa hewan yang buruk. hal ini disebabkan adanya daya pikir yang merupakan pusat pertimbangan perilaku yang senantiasa bertujuan kearah kebaikan. sedang manusia yang dikendalikan oleh jiwa hewan yang buruk dan buas. hal ini sesuai pendapat Gelenus yang mengatakan bahwa kodrat manusia itu buruk dapat berubah menjadi baik jika dibina melalui pendidikan. maka manusia akan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi bahkan setaraf dengan malaikat. tetapi hanya membedakan filsafat dalam dua bagian yaitu teoritis dan praktis. pengasih dan suka kepada kebenaran. kepercayaan untuk mendapatkan kebenaran. terdiri dari sifat-sifat tidak bertanggung jawab. yang benar dengan yang tidak benar sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Ibnu Miskawaih tidak menjelaskan filsafat sampai kepada definisinya.terdapat perbedaan yang prinsip sesuai dengan minat dan bakatnya. Keutamaan moral ini diawali dari kesanggupan memelihara bakat-bakatnya dan perilaku-perilaku yang berhubungan dengan hal tersebut. sedang yang praktis adalah keutamaan manusia dalam memenuhi bakatnya agar dapat melaksanakan perilaku-perilaku moral. Teoritis adalah keutamaan manusia dalam memenuhi bakatnya agar dapat mengenali segala sesuatu. An Nafs an-nathiqah adalah jiwa intelektual yang baik. harga diri. dan sifat-sifat buruk lain. pembohong. c. namun selanjutnya menjadi buruk disebabkan manusia berpotensi kearah keburukan: sedang kodrat manusia itu buruk. maka kedudukannya akan menurun dari sifat-sifat kemanusiaannya. Dan berkaitan dengan filsafat manusia. Keutamaan moral pada akhirnya mampu memelihara hubungan di antara manusia yang satu dengan yang lain sampai terwujud kehidupan bersama yang bahagia. terdiri dari sifat-sifat keadilan. apabila manusia dapat menguasai filsafat yang teoritis dan praktis. namun juga dikendalikan oleh jiwa intelektual yang baik. disebut al-quwwah alalimah. sehingga seseorang dapat menjadi baik dan selalu memperoleh keuntungan. . menentukan pribadinya dalam tingkatan mana yang sesuai dengan dirinya. Kodrat manusia itu baik sesuai dengan anggapan kaum Stoa yang menyatakan bahwa manusia diadakan (diciptakan) dalam kondisi baik. Manusia dapat menjadi manusia sesungguhnya. adalah : a. b. An Nafs al-bahimiyah adalah jiwa hewan yang buruk. disebut al-quwwah al-alimah. sehingga semua perilaku dapat sama dengan bakat intelektualnya yang mampu memilah-milahkan yang baik dengan yang tidak baik. maka ia akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Oleh karena itu manusia harus dapat memilih. dan dengan jiwa intelektualnya manusia berbeda dengan hewan. jika amal perbuatannya dilandasi dengan harkat dan martabat kemanusiaannya. Selanjutnya Ibnu Miskawaih menyatakan bahwa jiwa manusia mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dari jiwa hewan. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa kodrat manusia itu ada yang baik dan ada yang buruk. Manusia termulia adalah paling tinggi jiwa intelektualnya.

Manusia dalam berusaha memperoleh kebahagiaan senantiasa membutuhkan syariat-syariat yang berasal dari Allah agar dapat meraih kebijaksanaan sampai pada akhir hidupnya. Manusia dalam berusaha memperoleh kebahagiaan senantiasa membutuhkan syariat-syariat yang berasal dari Allah agar dapat meraih kebijaksanaan sampai pada akhir hidupnya. sedang as-sa‟adah bermacam-macam tergantung pada seseorang yang berupaya mendapatkannya. Ibnu Miskawaih memberi penegasan bahwa hakikat manusia adalah makhluk sosial. This entry was posted in Tak terkategori. Ibnu Miskawaih berpendapat bahwa manusia yang berintelektual tinggi adalah manusia yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Hasil Titik Temu Tujuan paling tinggi yang akan dicapai oleh seluruh umat manusia adalah kebaikan mutlak yang berupa kebahagiaan yang paling tinggi. Bookmark the permalink. namun juga harus berperan serta memelihara akhlaq bagi masyarakat. maka sebaiknya tidak cukup hanya dengan mengutamakan akhlaq bagi dirinya sendiri. adat kebiasaan. Tujuan paling tinggi yang akan dicapai oleh seluruh umat manusia adalah kebaikan mutlak yang berupa kebahagiaan yang paling tinggi. ( Widyastini. sehingga memiliki ciri-ciri yang tidak tetap. 2004: 55-56). maka al-khair memilki ciri-ciri yang tetap. Dan beliau berpendapat bahwa manusia mempunyai kodrat kebaikan dan keburukan.. baik dengan petuah-petuah. maka sebaiknya tidak cukup hanya dengan mengutamakan akhlaq bagi dirinya sendiri. Al Khair merupakan sesuatu yang akan dituju oleh setiap orang dan berlaku bagi semua umat manusia dalam dalam peranannya selaku manusia. terutama dalam kaitannya dengan pembinaan akhlaq. Suka Be the first to like this post.. Ibnu Miskawaih memberi penegasan bahwa hakikat manusia adalah makhluk sosial. namun juga harus berperan serta memelihara akhlaq bagi masyarakat. akhlaq yang seluruhnya dapat menjadikan manusia memanfaatkan akal pikirannya untuk menentukan yang seharusnya dilaksanakan dan ditinggalkan. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa kebaikan (al khair) dibedakan dengan kebahagiaan (as-sa‟adah). Dan Manusia akan menjadi lebih baik dan berkembang melalui berbagai pendidikan. sedang as-sa‟adah merupakan kebaikan yang berhubungan dengan individu. TINGGALKAN BALASAN Enter your comment here.Manusia dapat merubah perilakunya dengan melaui berbagai macam pendidikan. . maka pendidikan lingkungan mempunyai makna yang demikian penting.

Kiayi Berpangkat ”Palu Arit” Ala Rosululloh MENUNGGU KEAJAIBAN MAHKOTA MAJAPAHIT NU Dan Gerakan Islam Dalam Kancah Perpolitikan Nasionalisme VS Globalisasi Hermeneutika Pembebasan Hanafi Serta Sikap ”LA” (Tidak) Terhadap Tradisi Barat detikcom : Kantong Laba Bank Terus Menggemuk  TAUTAN      "Senthir" Press Yogyakarta Ahmad Baihaqi Lathif Ahmad Baiquni Ahmad Sidqi Ahmadsidqi\‟s Weblog . Misbach.    Guest Masuk Masuk Masuk Email (wajib)(Belum diterbitkan) Nama (wajib) Situs web Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik. Kirim Komentar  CARI ITU! Pencarian untuk: Cari  ENTRI TERKINI           Indonesia di Ambang Krisis Ideologi HAKIKAT MANUSIA MENURUT IBNU MISKAWAIH KORELASI ANTARA LIBERALISME DAN KAPITALISME HISTORIS MATERIALISME MARX SEBAGAI TEORI ATAS PERJUANGAN KELAS H. Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.

                   Alfayyadl Amri Rosyidi Azzah Chanif Ichsan Dudy Sya'bani Takdir Filsafat Sosial Politik GMNI FILSAFAT GP Ansor Haris Nur Ali Idham Cholied Lilik M. Alwi Shihab Rona Utami Situs PBNU resmi . Najib Yuliantoro Nahdhatul Ulama Partai Kebangkitan Nasional Ulama PP Al-Munawwir Krapyak PP Langitan Prof.

Misbach. Kiayi Berpangkat ”Palu Arit” Ala Rosululloh MENUNGGU KEAJAIBAN MAHKOTA MAJAPAHIT NU Dan Gerakan Islam Dalam Kancah Perpolitikan Nasionalisme VS Globalisasi Hermeneutika Pembebasan Hanafi Serta Sikap ”LA” (Tidak) Terhadap Tradisi Barat detikcom : Kantong Laba Bank Terus Menggemuk TAUTAN                      "Senthir" Press Yogyakarta Ahmad Baihaqi Lathif Ahmad Baiquni Ahmad Sidqi Ahmadsidqi\’s Weblog Alfayyadl Amri Rosyidi Azzah Chanif Ichsan Dudy Sya'bani Takdir Filsafat Sosial Politik GMNI FILSAFAT GP Ansor Haris Nur Ali Idham Cholied Lilik M. Najib Yuliantoro Nahdhatul Ulama Partai Kebangkitan Nasional Ulama PP Al-Munawwir Krapyak PP Langitan . Kirim Kom entar Bottom of Form • CARI ITU! Top of Form Cari Pencarian untuk: Bottom of Form • ENTRI TERKINI           • Indonesia di Ambang Krisis Ideologi HAKIKAT MANUSIA MENURUT IBNU MISKAWAIH KORELASI ANTARA LIBERALISME DAN KAPITALISME HISTORIS MATERIALISME MARX SEBAGAI TEORI ATAS PERJUANGAN KELAS H.Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.

   Prof. Alwi Shihab Rona Utami Situs PBNU resmi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful