Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI

UNIT 3

JENIS-JENIS PROSES PENGECORAN

Bandung, 2009 Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 1 of 19

Hal ini terjadi pada peradaban mesopotamia dan teknologi pengolahan logam ini tersebar keberbagai penjuru dunia. dalam perkembangan teknologi pengecoran logam secara tidak sengaja terjadi reduksi bijih tembaga yang dibentuk dengan dipukul-pukul (ditempa) hingga terbentuk suatu bentuk benda yang dapat dipergunakan seperti perhiasan. Inovasi yang sangat signifikan dalam proses pengecoran logam adalah proses pemaduan logam. Belgia pada tahun 1313 oleh seorang pendeta keagamaan yang membuat cannon berbahan perunggu Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 2 of 19 .8) Pada perkembangan selanjutnya proses pengecoran logam menjadi lebih maju hingga produk hasil pengecoran semakin bervariasi seperti pembuatan bell yang diteruskan menjadi meriam (cannon) dan yang pertama dibuat di Ghent. di mana pada awal perkembanganya proses pengecoran logam yang telah dilakukan adalah pengecoran emas dan tembaga karena logam tersebut mudah dibentuk dan ditempa pada temperatur kamar dan sangat diminati pada masa itu. senjata. Ahli sejarah memprediksikan bahwa tembaga salah satu logam pertama yang dibentuk melalui proses pengecoran dan diproses tempa untuk dibuat bentuk-bentuk tertentu. Gambar 3.1 Patung dewa zeus coran perunggu dari Artemision.1 Pendahuluan Pengecoran logam telah ada pada awal 4000 SM. alat makan dan lain-lain.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI 3. dan yang pertama dipadukan adalah tembaga dan tin (timah) hingga terbentuk suatu paduan perunggu (bronze) dan paduan ini lebih banyak diminati dan lebih luas lagi penggunaanya pada zaman perunggu (bronze age) selama kurang lebih 2000 tahun di mesir. Canada 500 tahun SM.

Produk-produk benda seni yan rumit dan halus menunjukkan bahwa mereka sudah mengenal Lost Wax Technique. dan peluru yang dibuat dari bahan yang sama mulai dibuat tahun 1568. Doehler pada tahun 1905 yaitu Die-casting yang selanjutnya dikembangkan oleh E. yaitu campuran tembaga dan timah (Sn). Setelah itu diketahui bahwa Cu sering tercampur dengan logam lain yang membuatnya lebih keras dan dikenal dengan nama perunggu. disusul oleh tembaga (Cu) dan adalah logam yang pertama kali di cor. Pada tahun 1550 di eropa di buat cannon pertama yang terbuat dari besi cor. namun. Pengrajin-pengrajin Cina memperoleh keahlian dalam pembuatan bronze casting dan pengetahuan ilmu metalurgi  Besi (Fe) di temukan 2000 BC. Data sejarah yang membuktikan bahwa metal casting telah dimulai 4000 tahun Sebelum Masehi dan bahwa logam untuk pertama kali digunakan didaerah laut Hitam yang terkenal dengan nama Eurasiatic step Belt.  Cetakannya terbuat dari batu atau tanah liat (fire clay) untuk membuat benda seperti: kepala anak panah. Jenis cetakan yang dipakai adalah cetakan batu tertutup. Teknologi baru yang dirintis pada akhir tahun 1800 oleh O.  Proses casting berpindah kearah timur ke kawasan Orient. kepala kapak. kemudian dicampur dengan slag menjadi bentuk bola lalu ditempa. Pada awalnya di hasilkan dari bijih besi yang direduksi.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI dengan menggunakan bore yang selanjutnya menggunakan suatu inti dan untuk akurasi penembakan proyektil peluru maka cannon tersebut diproses pemesinan yang disebut boring. pegunungan Carpatin Rusia. Suksesnya nilai komersial dari kompor ini mengakibatkan seni dan teknologi pengecoran semakin berkembang pesat. Hingga tahun 1700-an kompor dari besi cor adalah salah satu produk industri cor yang dianggap paling menguntungkan. Mergenthaler dan pertama dipatenkan oleh H. dan alat-alat pertanian yang sederhana. Bangsa Cina dikenal telah dapat men-cor besi ± 600 BC. terus berkembang sampai ± 10 abad. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 3 of 19 . produkproduk tersebut hanya untuk kepentingan militer. Pada awal abad ke-16 hingga 17 dibuat produk cor seperti kompor dan pipa air yang terbuat dari besi cor dibuat untuk masarakat sipil. Wagner tahun 1907 dengan desain Hot-chamber untuk membuat perlengkapan perang dunia ke-1 dengan membuat masker dan teropong (frame binocular). Ringkasan dari sejarah proses pengecoran ini adalah sebagai berikut:  Emas merupakan logam yang pertama kali mendapat perhatian. sectional Loam Mold.

Cupola pertama didirikan. oleh Wilkingson dari Inggris. foundryman ‘tulen’ pertama yang pantas disebut sebagai Bapak ‘Foundry Industry’.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI  Di India cast crucible steel pertama kali di buat pd thn ± 500 AD. proses tersebut kemudian menghilang dan baru di temu-kenali lagi oleh Benyamin Huntsman.  Setelah berkembang kearah timur. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 4 of 19 .  1730. and  Making the composition of their association according to the result you wish to have. Ketiga prinsip terpenting dalam membuat produk cor menurutnya adalah:  Making and arranging mold well  Smelting and liquefying the materials of the metals well. yang memakai proses Loam Moulding yang dikombinasikan dengan lostwax process. mereka mempunyai andil dalam menemukan proses lost wax untuk membentuk bendabenda coran. bentuknya seperti yang ada pada saat ini. Abraham Darby. Inggris mengawali pemakaian kokas sebagai bahan bakar utama dalam Iron-foundries.  1794. dari Coalbrookdale. Bukunya yang berjudul ‘Pirotechnia’. di Inggris pada thn 1750. meriam pertama di buat di kota Ghent.  Bangsa Mesir mempebaiki apa yang telah dicapai oleh bangsa Cina. Pada 1538 beliau menjadi kepala ‘Papal Foundry’ di Roma dan di kenal sebagai orang pertama yang mengejawantahkan keahliannya dalam bentuk tulisan secara detil.  Vannoccio Biringuccio(1480-1539).  Pada awal abad ke-13 perhatian utama para foundryman adalah membuat loncenglonceng gereja dengan proses yang di kenal dengan nama Loam Moulding/ Sweep Molding. tak disangsikan lagi dianggap sebagai buku yang mencakup semua aspek metalurgi dlm abad ke 16. Penggunaan cope & drag.  Sampai ± abad ke 14 di Eropa logam besi belum dapat dibuat dengan proses cor. cekungan Mediterranean dan sisa daratan Eropa lainnya. core molding. Belgia oleh para Monk. proses casting berpindah kembali kearah barat ke daerah Timur Dekat (Near East).  Tahun 1313.  Benda-benda dan patung-patung artistik dibuat di Itali oleh Benvenuto Cellini. muncul pada awal pengembangan ‘Egyptian Artisan’ tentang metal casting.

Amerika.  1847. Bessemer Converter pertama di dirikan di Troy. memperoleh paten dalam proses aniling roda mobil terbuat dari chilled-iron. teknik pengecoran dengan vacuum process. New York dengan menyandang nama Sir Henry Bessemer dari Inggris.2 Tinjauan Umum Proses Pengecoran Apakah yang di maksud dengan Casting Process? Proses casting adalah proses pembentukan objek logam yang diperoleh dengan cara menuangkan logam cair kedalam cetakan berongga yang menyerupai bentuk benda yg di inginkan.  1831.  Baja cor untuk pertama kali di buat di India. 1609. Teknologi pengecoran yang terus di kembangkan antara lain. baja cor dibuat dengan proses krusibel di pabrik cor Valley Forge  1865.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI  1642. dari Philadelphia. continous casters dan proses pengecoran lainnya untuk peningkatan produktifitas pengecoran logam di industri. Paul Revere. di Jerman memproduksi senjata api terbuat dari baja  1818. Pabrik Pengecoran pertama di dirikan di Lynn.  1870. dan membiarkannya membeku. Asa Whitney. Open-hearth furnace pertama didirikan di Amerika guna menunjang perkembangan industri baja cor. William Vickers dari Inggris berhasil membuat baja cor dari sekrap wrought-iron dengan mencampurkan mangan oksida dan karbon. Hingga saat ini proses pengecoran masih terus dikembangkan agar teknologi pengecoran semakin memiliki tingkat produktifitas tinggi dalam dunia industri pengolahan logam.  1775. Proses pengecoran adalah salah satu proses manufaktur yang mampu menghasilkan produk yang telah memiliki bentuk seperti hasil akhirnya atau Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 5 of 19 . dan kemudian di cor di Inggris.  1847. Proses pengecoran memiliki beberapa keuntungan dan kemampuan dalam proses manufaktur logam antara lain:   Mampu untuk membuat suatu komponen dengan bentuk geometri yang kompleks baik bentuk internal dan bentuk eksternalnya. Massachusetts. Produk pertamanya dikenal dengan nama ‘Saugus Pot’. mengoperasikan bell-and-fitting foundry di Boston. Amerika ditepi sungai Saugus dan dikenal dengan nama ‘Saugus Iron Works’. 3. Krupp Works.

kecepatan pendinginan harus ditentukan di dalam cetakan. perhiasan. Ketika logam dituangkan. dan finising biasa disebut foundry. Selain itu. 2. kompor bara kayu. Sebuah mesin centrifugal casting harus dapat memenuhi empat operasi yang akurat dan dengan kemampuan yang dapat diulang – ulang: 1. Seluruh varietas logam baik ferrous dan non-ferrous dapat diproses cor. akurasi dimensional yang jelek. Suatu perlengkapan pabrikasi yang meliputi pembuatan cetakan. blok mesin dan kepala silinder. Pengecoran dapat dilakukan untuk banyak logam yang dapat dilakukan pemanasan hingga dalam keadaan cairnya. 2. Produk hasil pengecoran memiliki range ukuran dari mulai yang terkecil dengan berat hanya beberapa ons hingga produk berukuran besar dengan berat dalam ukuran ton. 3. permukaan halus dan struktur logam yang dihasilkan akan memberikan sifat mekanik yang baik. Harus ada sebuah alat untuk menuangkan logam cair pada cetakan yang berputar. pengontrolan logam cair hingga proses penuangan. pengotor yang memiliki berat jenis lebih rendah dibandingkan logamnya akan berkumpul di permukaan dalam dan dapat dibuang melalui proses pemesinan. Proses pengecoran ini dapat menghasilkan produk coran yang relatif bebas dari gas dan shrinkage porosity. frame mesin.1 Pengecoran centrifugal Pengecoran centrifugal adalah proses penuangan logam cair ke dalam cetakan yang berputar. Karena pengaruh dari gaya centrifugal hasil coran akan lebih padat. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 6 of 19 . dan dapat dilajutkan dengan proses pemesinan untuk finishing-nya. Produk-produk tersebut antara lain adalah alat-alat dokter gigi. rel kereta api.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI mendekati hasil akhirnya.   Pengecoran mampu memproduksi komponen dengan ukuran besar hingga memiliki berat lebih dari 100 ton hingga yang kecil dengan berat satu ons. dan memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi ketika memproses logam cair yang panas baik bagi manusia dan lingkungan. Selain memiliki banyak keuntungan proses pengecoran juga memiliki beberapa kerugian antara lain terbatasnya target sifat mekanik yang ingin dicapai. Cetakan dapat berputar pada kecepatan yang telah ditentukan sebelumnya. porositas yang tinggi. Orang yang bekerja di pabrik pengecoran ini disebut dengan Foundrymen. pipa dan rumah pompa. peleburan.

Pada proses penuangan. Ketika logam mencapai ujung cetakan yang lain. Coran yang sulit dihasilkan melalui cara statis dapat dilakukan dengan metode ini. impelers dan rotor motor listrik. b. dan menghasilkan coran berkualitas tinggi. Pada temperatur pengecoran yang tinggi memerlukan kecepatan putar yang lebih tinggi untuk menghindari terjadinya sliding. logam cair dapat dimasukan melalui salah satu ujung cetakan. Hal ini meningkatkan hasil coran secara menonjol (85-95%).3.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI 4. Proses putaran dapat dibagi menjadi tiga bagian : a. kecepatan putar ditingkatkan.3 2. Harus ada sebuah alat untuk mengeluarkan produk cor dari cetakan.1 Jenis pengecoran centrifugal Semi Centrifugal Pada proses ini cetakan diisi penuh oleh logam cair dan biasanya diputar pada sumbu vertikal. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 7 of 19 . bebas rongga dan porositas. Dan laju pembekuan yang sangat pelan merupakan salah satu penyebab terjadinya retakan ke arah longitudinal. Temperatur pengecoran juga mempengaruhi jumlah dari segregasi yang terjadi. karena gaya centrifugal memasukan logam cair di bawah tekanan yang lebih tinggi jika dibandingkan pada pengecoran statis. 2. Kecepatan putar bervariasi pada setiap proses pengecoran. Apabila laju penuangan yang terlalu pelan akan menghasilkan formasi bertumpuk dan akan terbentuk porositas. Sedangkan pada temperatur pengecoran yang rendah menyebabkan permukaan bertumpuk dan porositas. pulley. jenis logam cair dan ketebalan dinding yang dibutuhkan. akan tetapi strukturnya kurang padat dan memungkinkan adanya cacat inklusi. Pada saat penuangan. Bila diperlukan dapat digunakan inti untuk menghasilkan produk cor yang berongga. Laju penuangan sangat bervariasi tergantung dari ukuran benda cor yang akan dibuat dan jenis logam yang digunakan. Bagian coran yang lebih tipis dapat dibuat dengan metode ini dibanding dengan pengecoran statis. cetakan diputar pada kecepatan yang cukup untuk melontarkan logam cair ke dinding cetakan. benar-benar memenuhi lubang cetakan. Bagian tengah dari cetakan biasanya padat. c. Aplikasi dari pengecoran semicentrifugal adalah untuk membuat gear blanks. roda. Kecepatan putar dipertahankan konstan selama beberapa waktu sesudah penuangan. kecepatan konstan bervariasi sesuai dengan tipe cetakan.

yokes. plugs. bushing. tidak dapat dibuat dengan menggunakan proses ini. plat kopling. Selain dari produk berbentuk silinder.3. 2. ring piston. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 8 of 19 . pulley.2 Mesin Horizontal Centrifugal Casting b. Pengecoran centrifugal type vertical Aplikasi dari pengecoran ini lebih luas jika dibandingkan dengan pengecoran centrifugal type horizontal. Prosesnya sendiri biasanya secara vertikal atau horizontal. Produk coran dengan bentuk tidak silinder atau tidak simetris.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI 2. Gambar 3. Pada metode ini. Secara umum pengecoran centrifugal type horizontal digunakan untuk membuat produk seperti pipa. bonnet. roller. Pengecoran centrifugal type horizontal.3. sehingga memungkinkan produksi coran lebih dari satu. produk dengan bentuk yang tidak simetris dapat dibuat. lubang coran disusun disekitar pusat sumbu putaran seperti jari-jari roda. a. Gaya centrifugal memberikan tekanan yang diperlukan logam cair seperti yang terdapat pada pengecoran semicentrifugal. Metode pengecoran ini khususnya digunakan untuk memproduksi valve bodies.3 True centrifugal True Centrifugal digunakan untuk menghasilkan coran turbular atau silindris dengan memutar cetakan pada sumbunya sendiri. brackets dan banyak lagi pada industri pengecoran lainnya. cylinder sleeves ( liner ). Pembekuan terarah ini menghasilkan coran berkualitas tinggi tanpa cacat penyusutan (shrinkage) yang merupakan penyebab utama cacat coran hasil cetakan pasir.2 Centrifuging Centrifuging (pressure) memiliki aplikasi yang paling luas. Hasil coran memiliki pembekuan terarah atau pembekuan dari bagian luar coran menuju sumbu putaran (sumbu rotasi).

Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI Gambar 3.4 Parameter pengecoran centrifugal Parameter utama yang mempengaruhi kualitas coran adalah sebagai berikut: a. Temperatur penuangan dapat mempengaruhi proses pembekuan yang terjadi dan struktur coran. Kecepatan putar. Pengecoran centrifugal dengan cetakan pasir biasanya menggunakan kecepatan putar yang rendah dengan tujuan untuk mengurangi cacat erosi.3. Temperatur penuangan harus cukup tinggi untuk memastikan aliran logam cair dan bebas dari cold laps. Sedangkan kecepatan putar yang sangat rendah akan menyebabkan logam cair menjadi tidak stabil.3 Mesin vertical centrifugal casting. menghindari struktur kasar dan hot tearing akibat kelebihan Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 9 of 19 . Temperatur penuangan rendah akan menghasilkan butir halus dan equiaxial sedangkan pada temperatur penuangan tinggi akan menghasilkan bentuk butir columnar. Temperatur penuangan. b. Kecepatan putar dapat mempengaruhi struktur. 2. umumnya efek dari peningkatan kecepatan putar dapat menaikkan penghalusan dan meningkatkan turbulensi.

c. digunakan sebuah piston untuk mengalirkan logam cair ke dalam cetakan dengan tekanan yang lebih tinggi antara 14-140MPa. d. Hot chamber process Logam dicairkan dalam suatu wadah (chamber/pot) yang tergabung dalam mesin die casting. timah dan timbal. Kecepatan penuangan yang terlalu tinggi menyebabkan turbulensi terlalu tinggi dan percikan logam cair sedangkan kecepatan penuangan yang rendah menghasilkan pembekuan yang terarah dan pengisian logam cair yang baik. Temperatur cetakan tidak begitu berpengaruh terhadap struktur coran. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 10 of 19 . 7-35 MPa. sebuah piston digunakan untuk menekan logam cair ke dalam cetakan dengan tekan yang tinggi. Umumnya temperatur penuangan berkisar antara 500 – 1000 C dari temperatur cair. Tekanan dijaga sampai logam cair membeku dalam cetakan. Cold chamber process Logam dicairkan di luar mesin die casting dan dituang ke dalam wadah (chamber) yang tidak dipanaskan. Umumnya digunakan untuk paduan logam dengan titik lebur tinggi seperti: aluminium. 2. Yang berpengaruh adalah derajat ekspansi dari cetakan dengan pemanasan awal. Penggunaan tekanan untuk mengalirkan logam cair ke dalam cetakan membedakan proses ini dengan proses pengecoran lain pada kelompok permanent mold casting. Tujuan utamannya adalah untuk mengatur kecepatan penuangan yang dibutuhkan sebelum logam cair membeku. Tekanan diberikan pada logam cair sampai dengan logam cair membeku di dalam cetakan.4 Proses Die casting Die casting merupakan permanent mold casting process. Berdasarkan pada bagaimana logam cair diinjeksikan/ditekan ke dalam cetakan. Kecepatan penuangan. Derajat ekspansi dapat mengurangi terjadinya tearing pada pengecoran true centrifugal. Temperatur cetakan. die casting dibedakan atas: 1. Proses ini umumnya digunakan untuk paduan logam dengan titik lebur rendah seperti: seng. Cetakan dalam proses pengecoran ini disebut dengan Die. oleh karena itu proses pengecorannya dinamai dengan Die casting. 2.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI superheat. logam cair masuk ke dalam cetakan dengan cara diinjeksi atau ditekan dengan tekanan berkisar 7-350 MPa. magnesium dan tembaga.

komponen bentuk kompleks dengan kualitas tinggi. overflow.5 mm 4. sehingga tidak atau sedikit memerlukan proses pemesinan sebagai proses akhir (net shape forming). ±0. Toleransi dimensi sangat ketat. Keausan die meningkat dengan naiknya temperatur logam cair. Visual check. 4. 3. oleh karena itu kadang diperlukan pelumas (parting agents) dengan memberikan lapisan tipis pada permukaan die. Proses Die casting terdiri dari: 1. Ekonomis untuk produksi dengan jumlah yang besar Keterbatasan dari proses ini terletak pada bentuk benda kerja dikaitkan dengan kemudahannya untuk dikeluarkan dari cetakan. yaitu stamp. overflow adalah return scrap yang timbul dari saluran buangan udara. dan part out. Ingot Material baru (bukan berupa scrap) dalam bentuk batangan. 1. Die casting Operation (proses pengecoran). Dimungkinan untuk bagian yang kecil sekitar 0. Keuntungan proses die casting: 1. mesin die casting mempunyai kapasitas antara 25-3000 ton.076 mm untuk komponen kecil 5. Kehalusan permukaan yang baik 3. Melting Operations (proses peleburan). Trimming (pemisahan return scrap).Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI Secara komersial. Kecepatan produksi tinggi 2. Melalui proses die casting dimungkinkan untuk membuat komponen dengan kecepatan produksi yang tinggi serta menghasilkan komponen dengan kekuatan yang tinggi. sedangkan part out adalah produk (komponen) yang tidak memenuhi standar kualitas. Material (penanganan awal pada material). Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 11 of 19 . 5. akurasi dimensi dan permukaan yang baik. 2. Material Material yang akan diolah pada proses melting dikelompokkan menjadi dua: Return Scrap Material yang tidak terpakai lagi setelah produksi selesai. Pengertian dari stamp adalah scrap yang terjadi dari saluran injeksi molten yang ada pada die. Pendinginan cepat akan menghasilkan butir halus dengan kekuatan yang tinggi 6. Umumnya die terbuat dari hot work die steels atau mold steels.

sebab biasanya ingot berukuran panjang. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 12 of 19 . Melepaskan gas hidrogen. Setelah charging flux ditambahkan. Dalam proses ini. 2.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI 2. return scrap biasanya dimasukkan terlebih dahulu agar mencegah terjadinya kerusakan pada lantai dinding furnace pada waktu charging. Bagan Melting Operation: CHARGING FLUXING KILLING DISLAGING TAPPING DISTRIBUSI MOLTEN Gambar 3. a.4 Flow proses melting. 4. b. kemudian diaduk-aduk agar kotoran dapat diikat secara merata oleh flux. Mencegah terjadinya oksidasi dan pembentukan gas. Memperbaiki struktur. Proses ini bertujuan untuk: 1. Perbandingan antara return scrap dan ingot kira-kira 40%:60%. Mengikat kotoran. Melting Operations Melting Operation adalah proses peleburan scrap dan ingot pada dapur peleburan (melting furnace) yang menghasilkan molten (logam cair). 3. Fluxing Proses memasukkan paduan kimia (charging flux) pada saat peleburan. Charging Proses memasukkan material ke dalam tungku peleburan.

yaitu alat yang terdapat pada ladle transport untuk menampung molten. Keunggulan dari Die casting Operation antara lain: 1. Dapat berproduksi secara masal.1 Die casting Operation Die casting Operation adalah proses pengecoran molten ke dalam cetakan (die) dengan sistem injeksi pada tekanan tinggi (High Pressure Injection Process). d.4. Kepadatan komponen yang tinggi menyebabkan kurangnya kemungkinan cacat (casting defect). yaitu selama 15 menit agar tidak lembab. Cocok untuk komponen yang rumit dan tipis. Sebelum proses tapping dilakukan cradle crane harus dipanaskan terlebih dahulu. f. molten didistribusikan ke masing-masing holding furnace untuk kemudian diproses casting. e. disamping itu juga untuk menghindari terjadinya penurunan temperatur molten pada saat dipindahkan. 3. Dislaging Kotoran yang mengambang di permukaan molten ditarik ke luar dan ditampung. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 13 of 19 . kemudian didiamkan selama 5-10 menit agar kotoran yang sudah terikat dapat mengambang ke permukaan. Distribusi Molten Dengan bantuan ladle transport. Presisi tinggi. Tapping Penuangan molten dari melting furnace ke dalam ladle crene. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya ledakan pada saat tapping. sehingga menghemat biaya produksi 4. sehingga dapat mengurangi pengerjaan lanjut. 2. Killing Time Setelah flux diaduk-aduk. 2.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI c.

Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI Tahapan-tahapan dalam Die casting Operation: INSERT INSTALLATION DIE CLOSED POURING INJECTION CURRING TIME DIE OPEN CASTING EJECTOR CASTING REMOVAL SPRAY PROCESS TRIMMING MELTING VISUAL CHECK YES PLACE IN BASKET NO Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 14 of 19 .

Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 15 of 19 . High Speed Injection. komponen dikeluarkan dari moving die dengan bantuan suatu alat yang disebut ejector. d. Apabila kurang dari 80% maka kemungkinannya daerah sekitar parting line tidak tertutup rapat sehingga terjadi flash. Tahap injeksi di mana molten akan mengisi cavity die sampai batas gate. Sebelum pouring dilakukan ladle harus dipanaskan terlebih dahulu agar terhindar dari basah dan lembab. yaitu molten mencair dari celah dies pada saat injection. Selama proses pouring usahakan ladle-time tidak terlalu laam agar temperatur molten tidak turun. Die Closed Gerakan menutup die dengan menggunakan unit clamping sistem toggle. Seting load-meter pada proses ini harus memenuhi standar. maka toggle akan mengunci sehingga tidak bisa terjadi injection. Injection Pressure dibagi menjadi tiga tingkatan proses. Pressure Boosting (intensifer pressure). Pouring Process Proses penuangan molten oleh ladle dari holding furnace ke plunger sleeve (saluran injeksi molten). harus sesuai dan tidak longgar. Proses ini mengurangi gerakan gelombang-gelombang yang bisa menyebabkan turbulensi. yaitu: 1. b. Die Open Proses die membuka f. Casting Removal Proses pengambilan komponen secara manual oleh operator sesaat setelah komponen dikeluarkan dari moving die oleh ejector pin. c. g. Injection Pressure Proses penginjeksian molten ke dalam cetakan dengan tekanan. Low Speed Injection. Insert Installation Proses pemasangan insert.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI a. Apabila load-meter melebihi 100%. Casting Ejection Proses di mana setelah die open. 2. Komponen tersebut diambil dengan menggunakan tang. Pemasangan dilakukan secara manual. Tahap di mana molten mengisi penuh seluruh bagian cavity die dan over flow 3. yaitu antara 80-95%. Tahap injeksi di mana molten dipadatkan dengan tekanan tinggi (impact pressure) e.

5. terutama pada bagian pin. fixed die. under cut.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI h. Visual Check Begitu shot produksi berikutnya dijalankan. dan lubanglubang untuk melewatkan ejector. Moving Die Adalah bagian die yang bergerak pada saat die open dan die closed. Arah spray harus kepada bagian-bagian yang paling sering mengalami over-heating. overflow. Cairan kimia yang digunakan dalam proses ini berfungsi untuk melapisi cavity die agar komponen tidak menempel pada die. Demikian juga sebelum die close. stamp (saluran injueksi). 4. Water Cooling System Berfungsi untuk menjaga temperatur die sekitar 200ºC. dan burst. karena terpasang pada moving platen. Parting Line Garis pertemuan antara moving die. Core Untuk komponen yang bentuknya rumit diperlukan sistem open-close dari samping (core). core unit harus diseting untuk membuka terlebih dahulu. bercak. sistem ini dirancang agar menutup terlebih dahulu.2 Cetakan (Die) Cetakan pada Die casting Process biasanya disebut die. 4. lubang pengarah. 3. 2. Bagian-bagian utama die: 1. retak. gate/runner (saluran injeksi yang langsung menuju produk).4. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 16 of 19 . dan core pada saat die closed. Sebelum die open. Pada moving die terdapat upper cavity (cetakan atas). Pada bagian ini terdapat lower cavity (cetakan bawah). 2. cacat misrun. Spray Process Proses pelapisan bagian permukaan cavity die dengan suatu cairan kimia yang menggunakan suatu peralatan yang disebut dengan spray unit. 5. Trimming Proses memisahkan scrap dari komponen oleh operator secara manual setelah satu shot produksi selesai. Proses triming dilakukan bersamaan dengan spray process. maka akan dilakukan pemeriksaan komponen secara visual. Fixed Die Bagian dari die yang tidak bergerak. Pada komponen tidak diinginkan adanya : flow line. dan guide pillars (poros pengarah).

Kelebihan dari proses die casting bahwa produk akhir mempunyai kadar porositas lebih rendah sehingga sifat mekanik juga akan lebih baik. 2. kemudian logam cair akan didorong oleh gas bertekanan ke atas. dengan demikian selain logam cair terhisap ke atas juga menghilangkan gas terlarut sehingga akan mengurangi porositas produk.5 Low Pressure Die casting (LPDC) Logam cair dalam proses die casting umumnya menggunakan gaya gravitasi untuk turun dan masuk ke cavity. Oleh karena itu proses penuangan tidak diperlukan karena desakan gas bertekanan akan secara otomatis mendesak logam cair memasuki cavity. Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 17 of 19 . logam cair didorong ke atas oleh tekanan gas untuk masuk ke dalam rongga cetakan. Pada LPDC tidak dilakukan proses pouring terlebih dulu. akan tetapi logam cair langsung dimasukkan di bagian injection.Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI Gambar 3. Pada low-pressure casting. Cara lain dari proses ini adalah menghisap logam cair ke atas menggunakan sebuah penghisap vacuum. Tekanan tersebut dipertahankan sampai logam cair sudah membeku seluruhnya dalam cetakan.5 Die.

Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 18 of 19 .6 Skema Low Pressure Die casting (LPDC).Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI Gambar 3.

Abrianto Akuan-TechnoMET UNJANI Tahapan-tahapan dalam LPDC: INSERT INSTALLATION DIE CLOSED INJECTION BY PRESSURIZED GAS CURRING TIME DIE OPEN CASTING EJECTOR CASTING REMOVAL SPRAY PROCESS TRIMMING MELTING VISUAL CHECK YES PLACE IN BASKET NO Jenis-jenis Proses Pengecoran Page 19 of 19 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful