Materi

:
Teori Kinetik Gas , Termodinamika,
Kesetimbangan Kimia Dan Fluida

















TEORI KINETIK GAS
Di dalam teori kinetik gas terdapat suatu gas ideal. Gas ideal adalah suatu gas yang memiliki sifat-sifat
sebagai berikut :

" Jumlah partikel gas banyak sekali tetapi tidak ada gaya tarik menarik (interaksi) antar partikel , Setiap
partikel gas selalu bergerak dengan arah sembarang atau bergerak secara acak "

Ukuran partikel gas dapat diabaikan terhadap ukuran ruangan. Atau bisa dikatakan ukuran partikel gas
ideal jauh lebih kecil daripada jarak atar partikel . Bila tumbukan yang terjadi sifatnya lenting sempurna ,
maka partikel gas terdistribusi merata pada seluruh ruang dengan jumlah yang banyak dan berlaku hukum
Newton tentang gerak

Di dalam kenyataannya, kita tidak menemukan suatu gas yang memenuhi kriteria di atas, akan tetapi sifat
itu dapat didekati oleh gas pada temperatur tinggi dan tekanan rendah atau gas pada kondisi jauh di atas
titik kritis dalam diagram PT.

2. Hukum-hukum tentang gas
A.Hukum Boyle



Hasil kali tekanan(P) dan volume(V) gas pada suhu tertentu adalah tetap. Proses seperti ini disebut juga
dengan isotermal (temperatur tetap).
*PV=konstan
*T2>T1
*Tidak berlaku pada uap jenuh



B.Hukum Guy Lussac



Hasil bagi volume(V) dengan temperatur (T) gas pada tekanan tertentu adalah tetap. Proses ini disebut
juga isobarik (tekanan tetap).
*V/T=konstan
*P3>P2>P1

C.Hukum Charles


Hasil bagi tekanan (P) dengan temperatur (T) gas pada volume tertentu adalah tetap. Proses seperti ini
disebut dengan isokhorik (volume tetap).

*P/T=konstan
*V3>V2>V1

D.Hukum Boyle-Guy Lussac

Hukum Boyle dan Guy Lussac merupakan penggabungan dari hukum Boyle dengan hukum Guy Lussac.
Biasanya di dalam soal rumus yang sering digunakan adalah rumus dari hukum ini. Sekedar trik dari saya,
anda bisa menamai hukum ini dengan hukum BoLu (Boyle-Lussac). Nah, dari hukum ini kita bisa
mendapatkan: PV/T=konstan.
Persamaan Keadaan Gas Ideal



Contoh soal dan pembahasannya

1. Sebuah bejana berisi gas He yang mempunyai volume 2 L, tekanan 1 atm dan suhunya 27`C. Jika
suhunya dinaikkan menjadi 127`C dan ternyata tekanannya naik 2 kalinya. Hitung volume sekarang !



2. Sebuah tangki bervolume 3000 cm3 berisi gas O2 pada suhu 20`C dan tekanan relatif pada alat 25 atm.
Jika massa molar O2=32 kg/kmol, tekanan udara luar 1 atm, maka massa O2 di dalam tangki adalah …





Teori untuk gas ideal memiliki asumsi-asumsi berikut ini:
 Gas terdiri dari partikel-partikel sangat kecil, dengan [massa] tidak nol.
 Banyaknya molekul sangatlah banyak, sehingga perlakuan statistika dapat diterapkan.
 Molekul-molekul ini bergerak secara konstan sekaligus acak. Partikel-partike yang bergerak sangat
cepat itu secara konstan bertumbukan dengan dinding-dinding wadah.
 Tumbukan-tumbukan partikel gas terhadap dinding wadah bersifat lenting (elastis) sempurna.
 Interaksi antarmolekul dapat diabaikan (negligible). Mereka tidak mengeluarkan gaya satu sama lain,
kecuali saat tumbukan terjadi.
 Keseluruhan volume molekul-molekul gas individual dapat diabaikan bila dibandingkan dengan volume
wadah. Ini setara dengan menyatakan bahwa jarak rata-rata antarpartikel gas cukuplah besar bila
dibandingkan dengan ukuran mereka.
 Molekul-molekul berbentuk bulat (bola) sempurna, dan bersifat lentur (elastic).
 Energi kinetik rata-rata partikel-partikel gas hanya bergantung kepada suhu sistem.
 Efek-efek relativistik dapat diabaikan.
 Efek-efek Mekanika kuantum dapat diabaikan. Artinya bahwa jarak antarpartikel lebih besar
daripada panjang gelombang panas de Brogliedan molekul-molekul dapat diperlakukan
sebagai objek klasik.
 Waktu selama terjadinya tumbukan molekul dengan dinding wadah dapat diabaikan karena
berbanding lurus terhadap waktu selang antartumbukan.
 Persamaan-persamaan gerak molekul berbanding terbalik terhadap waktu.

Tekanan
Tekanan dijelaskan oleh teori kinetik sebagai kemunculan dari gaya yang dihasilkan oleh molekul-
molekul gas yang menabrak dinding wadah. Misalkan suatu gas denagn N molekul, masing-masing
bermassa m, terisolasi di dalam wadah yang mirip kubus bervolume V. Ketika sebuah molekul gas
menumbuk dinding wadah yang tegak lurus terhadap sumbu koordinat x dan memantul dengan
arah berlawanan pada laju yang sama (suatu tumbukan lenting), maka momentum yang dilepaskan
oleh partikel dan diraih oleh dinding adalah:

di mana v
x
adalah komponen-x dari kecepatan awal partikel.
Partikel memberi tumbukan kepada dinding sekali setiap 2l/v
x
satuan waktu (di mana l adalah
panjang wadah). Kendati partikel menumbuk sebuah dinding sekali setiap 1l/v
x
satuan waktu,
hanya perubahan momentum pada dinding yang dianggap, sehingga partikel menghasilkan
perubahan momentum pada dinding tertentu sekali setiap 2l/v
x
satuan waktu.

gaya yang dimunculkan partikel ini adalah:

Keseluruhan gaya yang menumbuk dinding adalah:

di mana hasil jumlahnya adalah semua molekul gas di dalam wadah.
Besaran kecepatan untuk tiap-tiap partikel mengikuti persamaan ini:

Kini perhatikan gaya keseluruhan yang menumbuk keenam-enam dinding, dengan menambahkan
sumbangan dari tiap-tiap arah, kita punya:

di mana faktor dua muncul sejak saat ini, dengan memperhatikan kedua-dua dinding menurut arah
yang diberikan.
Misalkan ada sejumlah besar partikel yang bergerak cukup acak, gaay pada tiap-tiap dinding akan
hampir sama dan kini perhatikanlah gaya pada satu dinding saja, kita punya:

Kuantitas dapat dituliskan sebagai , di mana garis atas menunjukkan rata-rata, pada
kasus ini rata-rata semua partikel. Kuantitas ini juga dinyatakan dengan di
mana v
rms
dalah akar kuadrat rata-rata kecepatan semua partikel.
Jadi, gaya dapat dituliskan sebagai:

Tekanan, yakni gaya per satuan luas, dari gas dapat dituliskan sebagai:

di mana A adalah luas dinding sasaran gaya.
Jadi, karena luas bagian yang berseberangan dikali dengan panjang sama dengan volume, kita
punya pernyataan berikut untuk tekanan

di mana V adalah volume. Maka kita punya

Karena Nm adalah masa keseluruhan gas, maka kepadatan adalah massa dibagi oleh volume
.
Maka tekanan adalah

Hasil ini menarik dan penting, sebab ia menghubungkan tekanan, sifat makroskopik,
terhadap energi kinetik translasional rata-rata per molekul yakni suatu
sifat mikroskopik. Ketahuilah bahwa hasil kali tekanan dan volume adalah sepertiga dari
keseluruhan energi kinetik.



SOAL-SOAL EVALUASI TEORI KINETIK GAS

1. (level 1) Jika 3 m3 gas yang berada pada keadaan STP (1 atm, 00C) diletakkan dalam ruang bertekanan 4 atm dan
temperatur gas naik menjadi 380C. Hitunglah volume pertambahan gas tersebut.
2. (level 2) Hitunglah kerapatan massa oksigen pada keadaan STP menggunakan hukum gas ideal.
3. (level 2) Sebuah tangki penyimpanan gas berisi 21,6 kg nitrogen N2 pada tekanan absolut 3,65 atm. Hitung tekanan
tangki jika gas nitrogen diganti dengan gas karbondioksida.
4. (level 2) Sebuah tangki penyimpanan berisi gas nitrogen pada keadaan STP sebanyak 18,5 kg. Tentukan volume
tangki dalam keadaan demikian. Dan berapakah tekanan tangki jika massa nitrogen ditambah menjadi 15 kg ?
5. (level 2) Sebanyak 25,5 mol gas helium berada pada temperatur 100C dan tekanan ukurnya 0,35 atm. Tentukan : (a)
volume gas helium pada keadaan ini, (b) temperatur gas jika gas ditekan sehingga menjadi setengah volume semula
pada tekanan ukur 1 atm.
6. (level 2) Berapa tekanan dalam bejana 50 liter yang menampung 105 kg gas argon pada suhu 200C ?
7. (level 2) sebuah ban diisi udara pada suhu 150C dan memiliki tekanan ukur 220 kPa. Jika ban mencapai temperatur
380C, berapa bagian dari udara awal yang harus dikeluarkan agar tekanan 220 kPa dipertahankan ?
8. (level 2) Sebanyak 55 liter gas oksigen pada suhu 180C memiliki tekanan absolut 2,45 atm terus dipertahankan
sehingga volume gas menjadi 48,8 liter. Pada saat yang sama, suhu dinaikkan menjadi 500C. Hitunglah tekanan gas
pada kondisi yang baru sekarang.
9. (level 3) Balon berisi helium dilepaskan pada ketinggian permukaan laut dengan suhu 200C. Saat mencapai
ketinggian 3000 meter, di mana temperatur lingkungan sebesar 50C dan tekanan udara “hanya” 0,7 atm.
Tentukan perbandingan volume balon saat berada pada keadaan tersebut dengan volume balon saat masih di
permukaan laut.
10. (level 3) Sebuah gelembung udara di dasar danau berada pada kedalaman 43,5 meter dengan volume 1 cm3. Jika
temperatur dasar kolam adalah 5,50C dan temperatur dekat permukaan danau adalah 210C. Tentukan volume
gelembung udara persis saat mencapai permukaan danau. Tuliskan pula perbandingan volume antara kedua keadaan
tersebut.
















































Materi Termodinamika


z TERMODINAMIKA




STANDAR KOMPETENSI :
Menerapkan konsep termodinamika dalam
mesin kalor

KOMPETENSI DASAR
Setelah mempelajari bab ini Kamu dapat
mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomik.
Setelah mempelajari bab ini Kamu dapat menganalisis
perubahan keadaan gas ideal dengan menerapkan
hukum termodinamika







Mekanika statistika adalah cara untuk mengamati fenomena sistem zat yang komplek dengan
jumlah partikel yang sangat besar. Konsep suhu dan kalor mendasari pengertian kita untuk
mengamati kelakuan materi dalam jumlah besar, yakni. sistem-sistem banyak partikel. Partikel
dalam hal ini adalah atom maupun molekul. Teori yang meninjau tentang gerak dan nergi
molekul-molekul zat yangh disebut teori kinetik zat. Teori kinetik zat yang diterapkan pada
partikel-partikel gas teori kinetik gas. Gas-gas dalam ruang tertutup seperti uap bensin dalam
mesin bakar kendaraan dapat menjalani siklus tertutup. Dalam satu siklus terdiri beberapa
proses, salah satu diantaranya menghasilkan usaha. Dalam bab ini akan dipelajari
termodinamika yang banyak membahas perubahan-perubahan panas dikaji dalam hukum-
hukum termodinamika





Materi Termodinamika


Materi Termodinamika


Gerbang


Mengubah energi kalor menjadi energi mekanik selalu
memerlukan sebuah mesin, misalnya mesin uap, mesin bakar
atau mesin diesel. Sadi Carnot (1796-1832). ilmuan Perancis
yang menemukan siklus Carnot yaitu suatu siklus yang
diterapkan untuk mesin kalor. Selain itu siklus-siklus yang lain
seperti siklus Diesel, siklus otto, siklus Watt dan sebagainya,
berkembang pesat di masa perkembangan otomotif pada abad
pertengahan di masa revolusi industri.




A. Teori Kinetik Gas



1. Gas Ideal



Gas dianggap terdiri atas molekul-molekul gas yang disebut partikel. Teori ini
tidak mengutamakan kelakuan sebuah partikel tetapi meninjau sifat zat secara
keseluruhan sebagai hasil rata-rata kelakuan partikel tersebut. Untuk menyederhanakan
permasalahan teori kinetik gas diambil pengertian tentang gas ideal, dalam hal ini gas
dianggap sebagai gas ideal.
Sifat-sifat gas ideal adalah sebagai berikut.

1.Terdiri atas partikel yang banyak sekali dan bergerak sembarang.

2.Setiap partikel mempunyai masa yang sama.

3.Tidak ada gaya tarik menarik antara partikel satu dengan partikel lain.

4.Jarak antara partikel jauh lebih besar disbanding ukuran sebuah partikel.

5.Jika partikel menumbuk dinding atau partikel lain, tumbukan dianggap lenting
sempurna.
6.Hukum Newton tentang gerak berlaku.

7.Gas selalu memenuhi hukum Boyle-Gay Lussac
Pada keadaan standart 1 mol gas menempati volume sebesar 22.400 cm
3
sedangkan
jumlah atom dalam 1 mol sama dengan : 6,02 x 10
23
yang disebut bilangan avogadro (No)
Jadi pada keadaan standart jumlah atom dalam tiap-tiap cm
3
adalah :

6,02 x10
23



2,68x10
19
atom / cm
3

22.400

Banyaknya mol untuk suatu gas tertentu adalah : hasil bagi antara jumlah atom dalam gas

itu dengan bilangan Avogadro.
n
N
N
A

N = jumlah mol gas

N = jumlah atom

NA = bilangan avogadro 6,02 x 10
23
.










Materi Termodinamika
N
N
N
N
Materi Termodinamika


Seorang Inggris, Robert Boyle (1627-1691) mendapatkan bahwa jika tekanan gas diubah
tanpa mengubah suhu volume yang ditempatinya juga berubah, sedemikian sehingga
perkalian antara tekanan dan volume tetap konstan.
Hukum Boyle dirumuskan :

p V = konstan (asal suhu tidak berubah)

p1V2 = p2V2

Jika ada n mol gas, persamaan untuk gas ideal menjadi p V = nRT dimana R adalah
konstanta umum gas, berlaku sama untuk semua gas, nilainya R = 8,3144 joule/mol.K =
8,3144.10
3
Joule/Mol.K atau R = 0,0821 atm liter/mol.K (satuan sehari-hari).

Persamaan diatas menghubungkan tekanan, volume, dam suhu, yang menggambarkan
keadaan gas, maka disebut persamaan keadaaan gas atau hukum Boyle-Gay Lussac.
Perubahan variable keadaan disebut proses. Proses isotermis adalah proses yang suhu (T)
selalu tetap, maka p V = konstan. Proses isobarik adalah proses yang tekanannya selalu
konstan, V/T = konstan. Proses isokhorik/isovolume proses yang volumenya selalu tetap
p/T = konstan.
Jika N adalah jumlah molekulgas dan NA adalah bilangan Avogadro = 6,022.10
23
, maka
jumlah mol gas :
N

n =
A

N

sehingga p V =



p V =
. R. T
A

N
. R. T
A

R

p V = N. . T
A

R




joule

Karena k = = 1,3807.10
-23

N
A
K
disebut konstanta Boltzman

(mengabadikan Ludwig Boltzman (1844-1906) dari Austria) maka, persamaan gas Ideal
menjadi : p V = N.k.T
Jumlah mol suatu gas adalah massa gas itu (m) dibagi dengan massa molekulnya. ( M =
Mr )
Jadi :






p.V

n


m
R
T
M
r


m


m
M
r



atau
p






m R
T
V M
r

Dan karena massa jenis gas (


sebagai berikut :
) maka kita dapatkan persamaan dalam bentuk

V

p
R
T
M
r


p
atau
R.T
M
r



atau

p.M
r
T
R.T





Materi Termodinamika
T
p p
Materi Termodinamika


Jelas terlihat bahwa rapat gas atau massa jenis gas tergantung dari tekanan, suhu dan
massa molekulnya.
Persamaan gas sempurna yang lebih umum, ialah dinyatakan dengan persamaan :
p.V
T

n.R

p V = n R T
Jadi gas dengan massa tertentu menjalani proses yang bagaimanapun perbandingan antara
hasil kali tekanan dan volume dengan suhu mutlaknya adalah konstan. Jika proses
berlangsung dari keadaan I ke keadaaan II maka dapat dinyatakan bahwa :

p
1
.V
1

T
1


p
2
.V
2

T
2


Persamaan ini sering disebut dengan Hukum Boyle-Gay Lussac.



Contoh:

1. Massa jenis nitrogen 1,25 kg/m
3
pada tekanan normal. Tentukan massa jenis
nitrogen pada suhu 42º C dan tekanan 0,97 10
5
N m
-2
!
Penyelesaian:

1 = 1,25 kg/m
3
p1 = 76 cm Hg
T1 = 273 K
T2 = 315 K

p2 = 0,97 . 10
5
N m
-2


p1 = 76 cm Hg

= 76 . 13,6 . 980 dyne/cm
3


76 .13,6 . 980 .10
-5

=

10
- 4




p
1
V
1

T
1


= 101292,8 N m
-2


p
2
V
2

=
2

m
1
m
2

1 2

1
=
2
T
1
T
2


p
1
p
2

=

T
1 1

T
2 2


101292,8
273 .1,25

0,97 .10
5

=
315 .

2

2
= 0,9638 kg/m
3




2. Di dalam sebuah tangki yang volumenya 50 dm
3
terdapat gas oksigen pada suhu

27º C dan tekanan 135 atm. Berapakah massa gas tersebut?

Penyelesaian:

R = 0,821 lt atm/molº k



Materi Termodinamika
^
p
Materi Termodinamika


p = 135 atm

V = 50 dm
3


T = 300º K

p V

n =

R T

135 . 50

=
0, 0821. 300





= 274 mol

M O2 = 16 + 16 = 32
m O2 = 32 . 274
= 8768 gr



3. Sebuah tangki berisi 8 kg gas oksigen pada tekanan 5 atm. Bila oksigen dipompa
keluar lalu diganti dengan 5,5 kg gas karbondioksida pada suhu yang sama,
berapakah tekanannya?
Penyelesaian:

8000

M O2 = 32 ^ n (8 kg O2 ) =
32



= 250 mol

5500

M CO2 = 44 ^ n (5,5 kg CO2) =
44


p1 = 5 atm

p1 V1 = n1 R T1 T1 = T2

p
2
V
2
= n
2
R T
2
V
1
= V
2



= 125 mol

p
1
n
1

=

2
n
2

n
2

p2 = p1
n
1


125

= 5

250

p2 = 2,5 atm



4. Massa 1 mol air 10 kg. berapa jumlah molekul H2O dalam 1 gr berat air.

Berapakah jarak rata- rata antara molekul pada tekanan 1,01 . 10
5
N m
-2
dan pada
suhu 500º K?
Penyelesaian:

p V = n R T

n R T


1
. 8,31.10
3
. 500



-4 3

V =
p

= 18000
1,01.10
5

= 4,5 . 10 m


= Volume tiap molekul =
4,5 .10
-4
.18000
6,025 .10
26


= 134,4 . 10

-26
m
3

= Jarak partikel- partikel dianggap seperti bola, sehingga:
V = 4/3 r
3




Materi Termodinamika
Materi Termodinamika


134,4 . 10
-26
= 4/3 . 3,14 r
3


r
3
= 32,09 . 10
26
^ r =
3
32,09.10
26




5. Tekanan partial uap air pada suhu 27º C adalah 15 cm Hg. Berapa banyakya uap
air yang terdaat dalam 1 m
3
udara?
Penyelesaian:

15

p = = 0,197 N/m
2

76

p V = n R T

p V

n =

R T

0,197 .1

=
8,31.10
3
. 300





= 0,079 mol

Uap air (H2O) ^ M = 18

= Banyaknya m H2O = 0,079 . 18 = 0,1422 gr



6. Sebuah tangki yang volumenya 100 lt berisi 3 kg udara pada tekanan 20 atm.

Berapa banyaknya udara yang harus dimasukkan dalam tangki itu supaya
tekanannya menjadi 25 atm?
Penyelesaian:

T1 = T2

V
1
= V
2


p
1
V
1

n R

p
1
V
1

n

=
p
2
V
2

n R

=
p
2
V
2

n

20 .100
3

25 .100
=

m
2


m2 =

2500 . 3
2000


= 3,75 kg



7. 5 mol gas yang berada dalam tangki yang volumenya 40 lt dan suhu 20º C
mengadakan tekanan 3 atm. Berapa tekanan 20 mol gas tersebut jika berada
dalam tangki yang volumenya 100 lt dan suhu 87º C?
Penyelesaian:

n1 = 5 mol

V1 = 40 lt

T1 = 293º K
p1 = 3 atm
n2 = 20 mol
V2 = 100 lt
T2 = 360º K


Materi Termodinamika
n T
Materi Termodinamika


p2................?

p
1
V
1

=
1 1

3 . 40

=
5 . 293


p
2
V
2

n
2
T
2


p
2
.100
20 . 360


mv
rms
rms
rms

146500 P2 = 864000
p2 = 5,9 atm


Kerja Berpasangan




2. Tekanan, Suhu, Energi Kinetik, dan Energi Dalam Gas.



Ketika aliran molekul bermasa m bergerak dengan kecepatan v menumbuk
permukaan dinding yang luasnya A searah garis normal permukaan, maka tekanannya.
p = F/A

Dengan menggunakan impuls = perubahan momentum

F.∆ t = m. ∆v dan menganggap molekul bergerak ke segala arah dalam
tiga dimensi, diperoleh :
2
rms
p = 1/3
V
.


dimana V = Volume Ruangan

Karena Energi kinetik rata-rata molekul :



Maka :

Ek = ½ m v
2




p = 2/3 . ½ m v
2


p = 2/3 . N/V E
k






. N/V

Sehingga persamaan energi kinetik rata-rata dapat ditulis :
Ek = 3/2 . p V/N
dan pV = N k T
Maka :
NkT








Gambar: Gas dalam volume
Ek = 3/2

N

Ek = 3/2 k T
Suhu gas dinyatakan dalam Energi kinetik rata-rata partikel adalah :
T = 2/3. Ek / k

Dari Ek = ½ m v
2


3kT


= 3/2 k T, maka kecepatan rata-rata adalah :
v
rms
=
m


v rms =
3RT
M

Gas ideal tidak memiliki energi potensial, maka energi dalam total (U) suatu gas ideal
dengan N partikel adalah


U = N . Ek

atau U = 3/2 N k T (untuk gas diatomik)




Materi Termodinamika






Materi Termodinamika


dan U = 5/2 N k T (untuk gas diatomik dengan rotasi atau gas poliatomik)



Energi dalam adalah jumlah energi kinetik translasi, energi kinetik rotasi dan energi
getaran (vibrasi) partikel.
Koefisien 3 dan 7 pada energi dalam, dinamakan derajat kebebasan.












Gambar: translasi partikel (kiri), rotasi partikel (tengah), dan vibrasi/getaran partikel
(kanan)



C o n t o h :



1. Berapakah kecepatan rata- rata molekul gas oksigen pada 0º C berat atom oksigen

16, massa sebuah atom hidrogen 1,66 . 10
-27
kg?

k = 1,83 . 10
-23


T = 273 K
Mr O2 = 32
m = 32 x 1,66 . 10
-27
kg

Ek = ½ N m v
2


3/2 N k T = ½ N m v
2


v =
3 k T

m

3 .1,83 .10
-23
. 273

=
32 .1,66 .10
- 27


v = 5,3 . 10
2
m/det



Kerja Berpasangan



3 . D i s t r i b u s i K e c e p a t a n P a r t i k e l G a s I d e a l



Dalam gas ideal yang sesungguhnya atom-atom tidak sama kecepatannya.
Sebagian bergerak lebih cepat sebagian lebih lambat. Tetapi sebagai pendekatan dianggap
semua atom itu kecepatannya sama. Demikian pula arah kecepatannya atom-atom dalam
gas tidak sama. Untuk mudahnya dianggap saja bahwa sepertiga jumlah atom bergerak
sejajar sumbu x, sepertiga jumlah atom bergerak sejajar sumbu y dan sepertiga lagi
bergerak sejajar sumbu z.




Kecepatan bergerak tiap-tiap atom ditulis dengan bentuk persamaan :

v
3kT
rms =
m
v

rms = kecepatan tiap-tiap atom, dalam m/det

k = konstanta Boltzman = 1,38 x 10
-23
joule/atom
o
K
T = suhu dalam K


Materi Termodinamika


v
N N
M M
Materi Termodinamika


m = massa atom, dalam satuan kilogram.


Hubungan antara jumlah rata-rata partikel yang bergerak dalam suatu ruang ke arah kiri
dan kanan dengan kecepatan partikel gas ideal, digambarkan oleh M a x w e l l dalam
bentuk D i s t r i b u s i M a x w e l l














Gambar: Distribusi Maxwell



Oleh karena untuk N = 1 partikel memiliki massa
m

M

serta
k

A
R
maka tiap-tiap
A
molekul gas dapat dituliskan kecepatannya dengan
rumus sebagai berikut.


v
rms =
3RT
M


M = massa gas per mol dalam satuan kg/mol
R = konstanta gas umum = 8,317 joule/mol
o
K
Dari persamaan di atas dapat dinyatakan bahwa :



Gambar: Partikel dalam kotak

Pada suhu yang sama, untuk dua macam gas kecepatannya dapat dinyatakan :


v
rms1 :

v


1 1
v
rms2 = :
1 2
rms1 = kecepatan molekul gas 1


rms2 = kecepatan molekul gas 2

M1 = massa molekul gas 1

M2 = massa molekul gas 2



Pada gas yang sama, namun suhu berbeda dapat disimpulkan :

v
rms1 :

v
rms2 =

T
1 :
T
2






















































































Materi Termodinamika

A








∆V


=
3

o
rms
Materi Termodinamika




B. Termodinamika







Gambar: Api unggun
Energi termal atau kalor ( Q) adalah energi yang mengalir
dari benda yang satu ke benda yang lain karena perbedaan
suhu. Kalor selalu berpindah dari benda yang panas ke benda
yang dingin. Agar kedua benda yang saling bersentuhan
tersebut berada dalam keadaan termal yang seimbang (yakni
tidak ada perpindahan kalor antara kedua benda), suhu kedua
benda haruslah sama. Jika benda pertama dan benda kedua
berada dalam keadaan termal yang seimbang dengan benda
ketiga, maka kedua benda pertama berada dalam keadaan
termal yang seimbang. (Pernyataan ini sering disebut hukum
ke-nol – zeroth law – termodinamika).

Energi dalam (U) suatu sistem adalah jumlah total energi yang terkandung dalam
sistem. Energi dalam merupakan jumlah energi kinetik, energi potensial, energi kimiawi,
energi listrik, energi nuklir, dan segenap bentuk energi lain yang dimiliki atom dan
molekul sistem. Khusus untuk gas ideal perlu diingat bahwa energi dalamnya hanyalah
terdiri atas energi kinetik saja, dan hanya bergantung pada suhu saja. ( Ek = ½ m v
2


2
kT adalah energi kinetik satu atom, atau molekul gas ideal).


1. Usaha


Usaha yang dilakukan sistem ( W) dihitung positif jika sistem melepaskan energi
pada lingkungannya. Apabila lingkungan mengadakan usaha pada sistem hingga sistem
menerima sejumlah energi, maka W adalah negatif.
Proses-proses yang penting pada gas.



a. Proses Isotermis / Isotermal


Proses isotermis/isothermal yaitu proses
yang berlangsung dengan suhu tetap.
Berlaku Hukum Boyle : p1.V1 = p2.V2
Usaha luar : V2 > V1 maka W = (+)
V1 > V2 maka W = (-)







v
2

W p.dV
v
1








Materi Termodinamika
p
Materi Termodinamika


p.V

p
n.RT
n.RT
V

W n.RT

v
2 GdV

W n.RT ln

V
G 2
v
1
V V
1


p
1

untuk tekanan p1.V1= p2.V2
2

Atau

log x

ln x =
e
log x =

log e


ln x

2,3 log x W 2,3n.RT log
V
2

V
1



b. Proses Isobarik

p

p A B


Proses isobarik yaitu proses yang berlangsung
dengan tekanan tetap.
V
1
V
1

Berlaku Hukum Charles : =

T
1
T
2






V
1
V
2
V


Usaha luar:

W = p (V2-V1) V2 V1 W = (+) gas melakukan usaha


W = p.∆V


V2 <V1
terhadap lingkungannya.

W = (-) gas menerima usaha dari
Lingkungannya



Pemanasan gas dengan tekanan tetap:

Qp = m cp T atau Qp = n cpm T
Kalor jenis gas pada tekanan tetap Kalor jenis jenis molar gas pada tekanan
tetap

c
Q
p
c
i
Q
v
J / mol.k

p
m T
J/kg K
pm
n T

Kapasitas kalor (Cp) pada tekanan tetap.

Q

C
p
J / k

p
T













Materi Termodinamika
p V
2 2
T
1 1
Materi Termodinamika




c. Proses Isokhorik
Proses isokhorik yaitu proses yang berlaku / berlangsung dengan volume tetap.
p

p
1
p
2

p2 A Berlaku Hukum Gay Lussac : =

1
T
2

p1 B

V V

Qv = m.cv. T atau Qv = n.cvm. T

Kalor jenis gas pada volume yang tetap. Kalor jenis molar pada volume yang tetap.

c
Q
v


J / kg.K


c
Q
v


J / mol.K

v
m T
vm
n T

usaha luar: Kapasitas kalor pada volume tetap



W p. V

W P.O


C
Q
v
J K

v
/
W O
T



d. Proses Adiabatik
Proses adiabatik yaitu proses yang berlangsung tanpa penambahan/pengurangan
kalor.


γ
= p V
γ


γ
= kostanta Laplace =
C
p
c
p

C
v
c
v

c
pm
c
vm

T V
2 2 1 1

γ 1
= T V
γ 1


Usaha luar :

Gas monoatomik W=3/2
n.R ∆T W=3/2
n.R.(T1-T2)
Gas Diatomik

W=5/2 n.R ∆T
W=5/2 n R(T1-
T2)




2. Hukum I Termodinamika



Hukum I termodinamika adalah suatu pernyataan bahwa energi adalah kekal, energi
tidak dapat diciptakan / dimusnahkan.
Hukum ini menyatakan, jika kalor Q masuk ke dalam sistem, energi ini haruslah
muncul sebagai penambahan energi dalam sistem U dan/atau usaha yang dilakukan
sistem pada lingkungannya.
Energi dapat berganti bentuk yang lain, misalnya: menjadi kalor.

1 joule = 0,24 kalori ; 1 kalori = 4,2 joule

Persamaannya dapat ditulis: Q = U + W

Kesimpulan : Bahwa tidak mungkin suatu mesin akan bekerja terus menerus tanpa
penambahan energi dari luar (perpetum mobille I ).
Q, U dan W harus dinyatakan dalam satuan yang sama: joule, atau ft lb atau
kalori, atau Btu.


a. Proses Isobarik
Proses isobarik adalah suatu proses dimana pada proses tersebut tekanannya adalah
tetap. Diagram antara tekanan terhadap waktu seperti gambar di bawah ini.

p



p






V
V
1
V
2


Gambar: Diagram tekanan terhadap
volume pada proses isobarik


Berdasarkan diagram tersebut di atas Usaha yang dilakukan gas adalah :
W = p(V2 – V1)
W = usaha yang dilakukan gas (J)

p = tekanan gas (Pa)

V1 = Volume gas pada keadaan awal (m
3
)


Materi Termodinamika
T
Materi Termodinamika


V2 = Volume gas pada keadaan akhir (m
3
)
Jika pada proses ekspansi, volume gas membesar maka dikatakan gas melakukan
usaha, tetapi jika pada proses pemampatan, volume gas mengecil maka dikatakan
gas dikenai kerja.

V
1
V
2

=

1
T
2

Proses isobarik adalah proses di mana tekanan sistem tidak berubah.

Qp = m cp T

atau : Qp = n cp T

W = P V = n R T
U = Qv
Untuk gas monoatomik: ∆U = 3/2 N k T = 3/2 n R T = n cv T

c
v
= 3/2 R joule/mol K

Qp = U + W

n cp T = n cv T + n R T

cp = cv + R joule/mol K

sehingga cp = 3/2 R + R = 5/2 R joule/mol K

Untuk gas diatomik:

Suhu Rendah : cv = 3/2 R ; cp = 5/2 R
Suhu Sedang : cv = 5/2 R ; cp = 5/2 R
Suhu Tinggi : cv = 7/2 R ; cp = 7/2 R
1

1 J/mol K =

M
J/kg K

Gas Monoatomik : cv = 3/2 R/M



cp = 5/2 R/M



b. Proses Isokhorik



joule / kg K



Proses isokhorik adalah suatu proses dengan volume tetap di mana volume sistem
tidak berubah, yakni kalor yang masuk sistem menjelma sebagai penambahan
energi dalam sistem.
Pada proses volume tetap berlaku hukum Gay-Lussac yang menyatakan :
p nR
T V

tetap

diagram hubungan antara tekanan dan volume adalah sebagai berikut :

p
p2
p1




Materi Termodinamika
Materi Termodinamika



V V

Usaha yang dilakukan gas pada proses isokhorik adalah sebagai berikut : pada
proses isokhorik ∆ V = 0 maka usaha yang dilakukan gas yang mengalami proses
ini memenuhi : W = p V = 0


sehingga hukum I termodinamika menjadi : Q = U + W



W = 0 ( tidak terjadi perubahan volume)
Maka Qv = U
Qv = n cv T atau Qv = m cv T

U = 3/2 nR T (gas monoatomik=gas diatomik suhu rendah)
U = 5/2 n R T (gas diatomatik suhu sedang
U = 7/2 n R (gas diatomatik suhu tinggi)
W = Qp Qv
W = n (c
p
c
v
) T atau W = m(c
p
-c
v
) T



Kapasitas Kalor


Q = m c T

disebut dengan C

Q J
C =
T K

Gas diatomik

Suhu Rendah : cv = 3/2 R/M ; cv = 3/2 nR

: cp = 5/2 R/M ; cp = 5/2 n R
Suhu Sedang : cv = 5/2 R/M J/kg.K ; cv = 5/2 nR J/K
: cp = 7/2 R/M ; cp = 7/2 n R
Suhu Tinggi : cv = 7/2 R/M ; cv = 7/2 nR
: c
p
= 9/2 R/M ; c
p
= 9/2 n R

Gas monoatomik :

Qv = U

Cv T = 3/2 n R T

Cv = 3/2 n R

Qp = Qv + W
W = Qp Qv

n R T = (Cp Cv) T
(Cp Cv) = n R joule/ K
sehingga Cp = 5/2 n R



c. Proses Isotermik

Proses isotermik adalah proses di mana suhu tidak berubah. Untuk gas ideal yang
mengalami proses isotermik U = 0. Tetapi hal ini tidaklah berlaku untuk sistem-





Materi Termodinamika
V
p
V V
1 1
Materi Termodinamika


sistem lain. Sebagai contoh kalau es mencair pada 0 C, U 0 meskipun proses
pencairan berlangsung pada suhu tetap.
Proses Isotermik gas ideal: U = O

Q = W

V
G 2

W = n RT 1n ( )
1

p
1

W = n RT 1n ( )
2

W = P V = n R T
Apabila gas ideal mengalami proses di mana (p1, V1) berubah menjadi (p2, V2), di
mana p1 V1 = p2 V2 , berlaku bahwa:

V
2

Q = W = p1 V1 ln
1

V
2

= 2,30 p1 V1 log
1

Disini ln dan log adalah logaritma dengan bilangan dasar e dan 10.



d. Proses Adiabatik

Proses adiabatik adalah proses di mana tidak ada kalor yang masuk atau keluar dari
sistem. Maka Q = 0, hingga untuk proses demikian, hukum pertama menjadi :
0 = U + W

artinya U = W
Apabila sistem melakukan kerja, energi dalamnya harus turun. Apabila kerja
dilakukan pada sistem, energi dalamnya akan naik. Apabila gas ideal mengalami
proses, di mana keadaannya (p1, V1, T1) berubah secara adiabatik menjadi (p2, V2, T2),

berlakulah : p1V
1
= p2V
2
dan

dengan = c
p
/c
v.

T
1
V
1
= T
2
V
2




Pelaksanaan hukum I Termodinamika pada proses-proses di atas mengikuti hukum
kekekalan energi.




P e n e r a p a n H u ku m I Te r mo d i n a mi k a

S i k l u s


Suatu mesin yang dapat mengubah seluruh kalor yang diserapnya menjadi usaha secara
terus menerus belum pernah dijumpai, yang ada hanya pengubahan kalor menjadi usaha
melalui satu tahap saja. Misalnya, proses isotermis.
Agar sistem ini dapat bekerja terus-menerus dan hasilnya ada kalor yang diubah menjadi
usaha, maka harus ditempuh cara-cara tertentu. Perhatikan gambar berikut ini.











- Mulai dari ( P1 , V1 ) gas mengalami proses isothermis sampai ( P2 , V2
).

- Kemudian proses isobarik mengubah sistem dari ( P2 , V2 ) sampai ( P2 , V1
).

- Akhirnya proses isobarik membuat sistem kembali ke ( P1 , V1
).

Usaha yang dilakukan sama dengan luas bagian gambar yang diarsir. Pada akhir proses
sistem kembali ke keadaan semula. Ini berarti pada akhir siklus energi dalam sistem sama
dengan energi dalam semula. Jadi untuk melakukan usaha secara terus menerus, suatu
siklus harus melakukan usaha secara terus menerus, suatu siklus harus bekerja dalam
suatu siklus.
Jadi siklus adalah suatu rantai proses yang berlangsung sampai kembali ke keadaan
semula. Luas siklus merupakan usaha netto. Bila siklus berputar ke kanan, usahanya
positif. Bila siklus berputar ke kiri usahanya negatif.
Contoh:




Materi Termodinamika






Materi Termodinamika


p

p2 WAB = positif

B WRA = negatif

W
netto
= W
AB
- W
BA


p1 A




v1 v2 V
Contoh berbagai siklus yang lain sebagai berikut.




Gambar: Berbagai macam siklus




Siklus yang ideal dikemukakan oleh Carnot disebut Siklus Carnot












Gambar: Sadi Carnot (1796-
1832). , yang mengemukakan
siklus Carnot





Siklus Carnot
Siklus Carnot dibatasi oleh garis lengkung isotherm dan dua garis lengkung adiabatik.
Hal ini memungkinkan seluruh panas yang diserap ( input panas ) diberikan pada satu
suhu panas yang tinggi dan seluruh panas yang dibuang ( panas output ) dikeluarkan pada
satu suhu rendah.


p

P1 A

Q1

P2 B

P4 D Q2

P3 C


AB=pemuaian/pengembangan/ekspansi
isotermis
BC = pemuaian / ekspansi adiabatik

CD = penampatan/kompresi isotermis

DA = penempatan/kompresi adiabatik


V1 V4 V2 V3 V





Materi Termodinamika
Q
Q
Q
T
Materi Termodinamika


Siklus Carnot bekerja dengan mengubah kalor panas (heat) dan membuangnya dalam
bentuk kalor dingin (cold)
Mesin yang menggunakan siklus ini misalnya seperti mesin pemanas ruang dalam rumah
seperti di negara-negara sub tropis pada musim dingin.
Gambar: Skema siklus Carnot


Disini kalor panas (QH) sebagai Q1, dan kalor dingin (QC) sebagai Q2.
W = Q1 – Q2
Daya guna /efisiensi mesin kalor

W

x 100%
1

Q
1
Q
2

x 100%
1

Q
2

=1 x 100% atau
1

T
2

=1 x 100%
1

Untuk mesin Carnot ideal efisiensinya selalu maksimum.



Mesin Pendingin

Mesin pendingin seperti air conditioner (AC) maupun kulkas/refrigerator menggunakan
proses yang berbeda dengan proses mesin pemanas yang menggunakan siklus Carnot.
Mesin pendingin menyerap kalor dingin sebagai sumber dan membuangnya dalam bentuk
kalor panas.
























Materi Termodinamika


Q
Q
Materi Termodinamika





Gambar mesin kulkas Gambar mesin AC
Gambar: Skema mesin pendingin



Di sini kalor panas (QH) sebagai Q1, dan kalor dingin (QC) sebagai Q2.

Berlaku pula

W = Q1 – Q2

Efisiensi mesin pendingin sebagai berikut.
Daya guna /efisiensi mesin pendingin:
W

x 100%
2

Q
1
Q
2

x 100%
2

Q
1

= 1 x 100% atau
Q
2

T
1

= 1 x 100%
T
2


Koefisien Performance mesin pendingin / koefisien daya guna sebagai berikut.

1

K =


K =
Q
2

W

Q

K =
2

Q
1
Q
2



Materi Termodinamika
1 2
2 2
Materi Termodinamika




Siklus Otto


Siklus mesin bakar atau lebih umum disebut siklus Otto di tunjukkan pada gambar di
bawah ini. Siklus Otto dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan dua garis lurus
isokhorik. Dimulai dari titik a, maka :
P E

Q
1


D

B
Q2
A



V

Proses a – b : pemampatan adiabatik

T
a
V
k 1

= Tb V
k 1


Proses b – c : proses isokhorik, gas menyerap kalor sebesar Q1 = m Cv

(Tc – Tb)

Proses c – d : pemuaian adiabatik

T
c
V
k 1

= Td V
k 1


Proses d – a : proses isokhorik, gas mengeluarkan kalor

Q
2
= m C
v
(T
a
– T
d
)

G
Q
0

= 1

Q
1


Siklus Diesel

Siklus untuk mesin diesel ditunjukkan pada gambar berikut ini. Siklus pada mesin diesel
dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan satu garis lurus isobarik serta satu garis
lurus isokhorik. Pada mesin diesel, pembakaran jauh lebih lambat sehingga gas di dalam
silinder berkesempatan untuk mengembang bebas, dan pengembangan selama
pembakaran boleh dikatakan berlangsung dengan tekanan yang hampir tetap. Tetapi di
lain pihak, pendinginannya berlangsung cepat, pada volum yang hampir tetap.
P

Q1

C



D

B
Q2


A

V



Proses a – b : pemampatan adiabatik




Materi Termodinamika
1 2
2 1
Materi Termodinamika


T
a
V
k 1
= Tb V
k 1


Proses b – c : langkah daya pertama pemuaian isobarik

W = p dV

nRT

= dV

v

dV

W = nRT

V
= nRT ln dV
Proses c – d : proses pemuaian adiabatik

T
c
V
k 1

= Td V
k 1


Proses d – a : proses pelepasan kalor isokhorik

W = 0 , terjadi penurunan suhu



Siklus Rainkine



Siklus mesin uap yang juga disebut siklus Rainkine ditunjukkan pada gambar berikut ini.
Siklus ini dibatasi oleh garis lengkung adiabatik dan dua garis lurus isobarik. hanya saja
pada mesin uap ini terdapat proses penguapan dan pengembunan. Pada mesin uap,
pemanasannya adalah pemanasan air di dalam ketel yang mendidih pada tekanan tetap
tertentu dan pengembangan volumnya diakibatkan oleh penguapan yang intensif oleh
mendidihnya air di dalam ketel. Adapun penekanannya untuk mengembalikan ke keadaan
awal mengakibatkan pengembunan uap jenuh, sehingga berlangsung pada tekanan tetap
pula. Mula-mula air dalam keadaan cair dengan suhu dan tekanan rendah di titik a.
P


cair

Q1

B C D E
uap




A
cair

uap
Q2 F



V
V3 V2 V1



Proses a – b : pada zat cair ditambahkan tekanan, suhu naik dari Ta ^ Tb
Proses b – c : penguapan pada tekanan tetap, suhu naik
c – mulai terjadi penguapan

Proses c – d : perubahan wujud dari cair ke uap

d – semua zat cair sudah menjadi uap

Proses d – e : pemuaian pada tekanan tetap, suhu naik dari Td ke Te
Proses e – f : pemuaian adiabatik
Proses f – a : pengembunan pada tekanan tetap,


Materi Termodinamika
p e n d n g n y a n g b e k e a n


Materi Termodinamika


bila proses dibalik

Proses a – f : penguapan pada tekanan tetap sehingga membutuhkan kalor
Proses f – e : pemampatan adiabatik
Proses c – b : pengembunan pada tekanan tetap, melepaskan kalor

Kerja Berpasangan




3. Hukum II Termodinamika

Hukum II termodinamika dirumuskan oleh beberapa ilmuan diantaranya sebagai
berikut.
a. Rudolf Clausius :

Perumusan Clausius tentang hukum II Termodinamika secara sederhana dapat
diungkapkan sebagai berikut : Ti d a k m u n g k i n m e m b u a t m e s i n
i i r j y a h a n y a m e n y e r a p d a r i r e s e r v o i r b e r s u h u r e n d
a h d a n m e m i n d a h k a n k a l o r
i t u k e r e s e r v o i r y a n g b e r s u h u
t i n g g i , t a n p a d i s e r t a i p e r u b a h a n
l a i n . Dengan kata lain bahwa, kalor
mengalir secara spontan dari benda
bersuhu tinggi ke benda bersuhu
rendah dan tidak secara spontan kalau
kembali ke keadaan semula. Atau
singkatnya W 0, bagi mesin

pendingin.



Materi Termodinamika
Materi Termodinamika




Sebagai contoh marilah kita lihat proses pada lemari pendingin (lemari es) yang
bagannya pada gambar di bawah ini.

Zat cair di dalam wadahnya pada tekanan tinggi harus melalui saluran yang
sempit, menuju ke ruang yang lapang (Evaporator). Proses ini disebut :
Proses Joule-Kelvin.
Tiba di ruang yang lapang, temperatur dan tekanan zat cair tadi berkurang,
dan zat cair juga menguap. Untuk menguap maka zat cair ini memerlukan
kalor yang diserap dari reservoir T2 (suhu reservoir dingin = suhu benda
yang akan didinginkan).
Kemudian uap pada tekanan rendah ini masuk ke dalam kompresor,
dimampatkan, sehingga tekanannya dan temperaturnya naik. Temperatur
uap ini lebih tingi dari temperatur reservoir T1 (temperatur suhu tingi) dan T1
> T2

Di dalam kondensor uap ini memberikan kalor pada reservoir T1. Sebagai
reservoir T1 dapat digunakan udara dalam kamar atau air. Zat yang sering
dipakai pada pesawat pendingin adalah a m o n i a k . Pada proses ini selain
pemindahan kalor dari reservoir dingin T2 ke reservoir T1, terjadi pula
perubahan usaha menjadi kalor yang ikut dibuang di T1.


b. Kelvin Planck (Perpetom Mobiles II)

Pada dasarnya perumusan antara Kelvin dan Plank mengenai suatu hal yang
sama, sehingga perumusan keduanya dapat digabungkan dan sering disebut :
Perumusan Kelvin-P l a n k Te n t a n g H u k u m I I Te r m o d i n a m i k a .
















Materi Termodinamika
pendinginannya yaitu pengi














Drs. Pristiadi Utomo, M



Materi Termodinamika













Perumusan Kelvin-Plank secara sederhana dapat
dinyatakan sebagai berikut : ti d a k m u n g k i n m e m b u a t m e s i n y a n g
b e k e r j a n y a s e m a t a - m a t a m e n y e r a p k a l o r d a r i s e b u a h r e s e r v o i r d a n
m e n g u b a h n y a m e n j a d i u s a h a . A t a u d e n g a n k a t a l a i n b a h w a , t idak
mungkin suatu mesin itu mengisap panas dari reservoir dan mengubah
seluruhnya menjadi usaha. Atau singkatnya Q1 0, yaitu < 1 bagi setiap
mesin kalor.
Sebagai contoh perhatikan proses yang sebenarnya terjadi pada motor bakar

dan motor bensin.

- Mula-mula campuran uap bensin dan udara dimasukkan ke dalam silinder
dengan cara menarik penghisap.
- Kemudian penghisap ditekan, dengan demikian campuran tadi
dimampatkan sehingga temperatur dan tekanannya naik.
- Campuran tadi kemudian dibakar dengan loncatan bunga api listrik. Proses
pembakaran ini menghasilkan campuran dengan temperatur dan tekanan
yang sangat tingi, sehinga volume campuran tetap (proses isokhorik)
- Hasil pembakaran tadi mengembang, mendorong penghisap, sedangkan
tekanan dan temperaturnya turun, tetapi masih lebih tinggi dari tekanan
dan temperatur di luar.
- Katub terbuka, sehingga sebagian campuran itu ada yang keluar
sedangkan penghisap masih tetap ditempatnya.
- Akhirnya penghisap mendorong hampir seluruhnya campuran hasil
pembakaran itu keluar.


c. Carnot

Dari semua mesin yang bekerja dengan menyerap kalor dari reservoir panas dan
membuang kalor pada reservoir dingin efisiensinya tidak ada yang melebihi efisien mesin
Carnot. Mesin Carnot secara ideal memang tidak ada, tetapi mesin yang mendekati mesin
Carnot akan memiliki efisiensi yang tinggi, maksudnya dapat mengubah panas sebanyak-
banyaknya menjadi energi gerak mekanik. Ciri khas mesin Carnot ialah pemanasan dan
, sapan dan pelepasan panasnya berlangsung secara isotermis,
sedangkan pengembangan dan penekanannya berlangsung
secara adiabatis. Dengan demikian mesin Carnot dapat
dibalik (reversible), karena proses isotermis maupun
adiabatis selalu dapat dibalik, maksudnya dengan
mengenakan usaha mekanik W padanya mesin akan



.Pd
Materi Termodinamika


melepas panas Q1 dari bagian yang didinginkan serta melepas panas sebanyak Q2
keluar. Jenis-jenis mesin selain mesin Carnot tidak dapat dibalik, dan dengan menerapkan
hukum termodinamika ke II dapat ditunjukkan bahwa karena dapat dibalik, mesin
Carnot memiliki efisiensi yang sama.
Hukum II termodinamika diringkaskan berbunyi sebagai berikut.

Adalah tidak mungkin mendapatkan suatu mesin yang bekerja dalam
lingkaran yang tidak menimbulkan efek lain selain mengambil panas dari suatu
sumber dan mengubah panas ini seluruhnya menjadi usaha. Hukum II
termodinamika juga menyatakan bahwa panas tidak akan mengalir atau menghantar dari
suhu rendah ke suhu tinggi, yang pasti adalah dari suhu tinggi ke suhu rendah.


4. Hukum III Termodinamika



Hukum ketiga Termodinamika menyatakan bahwa entropi dari semua kristal-
kristal padat mendekati nol pada saat suhunya mendekati nol mutlak. Dengan kata lain
semua zat akan kehilangan energi pada saat suhunya nol mutlak. Itulah sebabnya orang-
orang menyimpan bahan makanan dalam freezer untuk mempertahankan perubahan
energi dari bahan makanan itu dan mempertahankan dari kerusakan. Dan bila ingin
memakannya, daging misalnya yang akan disantap, harus dipanaskan dulu dengan
digoreng atau dipanggang sehingga mendapatkan makanan hangat yang telah mengalami
kerusakan dibanding semula waktu tersimpan dalam freezer.
Entropi adalah munculnya efek ketidakteraturan/kerusakan pada saat terjadi
peningkatan energi pada suatu sistem. Pada daging yang telah menyerap kalor dari
pemanasan seperti tersebut di atas, entropi berupa kerusakan daging menjadi matang dari
keadaan semula mentah. Kerusakan sel-sel daging yang menyerap kalor akibat
dipanaskan itu membawa perubahan yang menguntungkan, yaitu daging siap dimakan.
Secara matematis entropi (∆S) dirumuskan dengan peningkatan kalor tiap

satuan suhu.

Q

∆ S =
T


dan ∆ S = S2 S1

Asas entropi yang dikemukakan Clausius mengatakan bahwa alam raya
(universe) sebagai sistem terisolasi sehingga proses di dalamnya berlangsung secara
adiabatik, maka entropi alam raya cenderung naik ke nilai maksimum. Demikian pula
yang berlangsung di bumi sebagai bagian dari alam raya.
Kenaikan entropi selalu diikuti pula dengan ketidakteraturan. Karena
penggunaan energi untuk usaha berlangsung terus menerus, entropi di bumi haruslah
bertambah terus dan ketidakteraturannya juga harus bertambah. Kecenderungan ini dapat
ditahan dengan adanya fotosintesis. Dalam proses ini energi matahari yang tersebar
dikumpulkan menjadi energi kimia yang terkonsentrasi dalam molekul gula. Dengan
proses ini entropi bumi diturunkan dan ketidakteraturan bertambah. Karena itu
fotosintesis disebut juga negentropi (=entropi negatif). Tetapi penurunan entropi di bumi
disertai oleh naiknya entropi di matahari. Inilah hukum alam; penurunan entropi di suatu


Materi Termodinamika
Materi Termodinamika


tempat hanya mungkin dengan naiknya entropi di tempat lain. Misalnya, alat AC

menurunkan entropi di dalam ruangan, tetapi ia menaikkan entropi di luar ruangan.





















































































Materi Termodinamika
Materi Termodinamika


Soal-soal



Soal-soal Pilihan Ganda

Pilihlah satu jawaban yang benar!





1. Suatu gas ideal pada tekanan atmosfir p dan suhu 27 C dimampatkan sampai
volumenya setengah kali dari semula. Jika suhunya dilipatduakan menjadi 54 C,
berapakah tekanannya?
a. 0,25 p

b. 0,54 p
c. 1 p
d. 2 p

e. 2,18 p

2. Pada hukum Boyle p V = k, k mempunyai dimensi :

a. Daya
b. Usaha
c. Momentum linear
d. Suhu
e. Konstanta pegas

3. Rapat massa (perbandingan massa dan volume) suatu gas ideal pada suhu T dan
tekanan p adalah . Jika tekanan gas tersebut dijadikan 2p dan suhunya diturunkan
menjadi 0,5 T, maka rapat massa gas dalam keadaan terakhir adalah :
a. 4

b. 2

c. 0,50
d. 0,25
e. 0,12
4. Suatu gas ideal pada 300 K dipanaskan pada volume tetap sehingga energi kinetis
rata-rata dari molekul gas menjadi dua kali lipat. mana satu diantara pernyataan
berikut yang tepat ?
a. Kecepatan rms rata-rata dari molekul menjadi dua kali.
b. Suhu berubah menjadi 600 K.
c. Momentum rata-rata dari molekul menjadi dua kali.
d. Suhu berubah menjadi 300 2 K
e. Kecepatan rata-rata molekul menjadi dua kali.

5. Untuk melipatduakan kecepatan rms dari molekul-molekul dalam suatu gas ideal
pada 300 K, suhu sebaiknya dinaikkan menjadi
a. 327 K
b. 424 K
c. 600 K


Materi Termodinamika
Materi Termodinamika


d.200K

e. 90.000 K

6. Massa sebuah molekul nitrogen adalah empat belas kali massa sebuah molekul
hydrogen. Dengan demikian molekul-molekul nitrogen pada suhu 294 K mempunyai
laju rata-rata yang sama dengan molekul-molekul hydrogen pada suhu :
a. 10,5 K

b. 42 K

c. 21 K

d. 4116 K

e. 2058 K

7. Suatu gas yang volumenya 0,5 m
3
perlahan-lahan dipanaskan pada tekanan tetap
hingga volumenya menjadi 2 m
3
. Jika usaha luar gas tersebut 3 x 10
5
joule, maka
tekanan gas adalah
a. 6 x 10
5
Nm
-2


b. 2 x 10
5
Nm
-2


c. 1,5 x 10
5
Nm
-2


d. 6 x 10
5
Nm
-2


e. 3 x 10
5
Nm
-2


8. Hukum I Termodinamika menyatakan bahwa :

a. Kalor tidak dapat masuk ke dalam dan ke luar dari suatu sistem b. Energi adalah
kekal
c. Energi dalam adalah kekal d. Suhu adalah tetap
e. Sistem tidak mendapat usaha dari luar

9. Dua bejana A dan B volumenya sama berisi udara yang suhu dan massanya sama
pula. Udara di dalam bejana A dipanaskan pada tekanan tetap sedangkan udara di
dalam bejana B dipanaskan pada volume tetap. Jika jumlah kalor yang diberikan
kepada bejana A dan B sama banyaknya maka :
a. Kenaikan suhu udara di A dan di B sama

b. Perubahan energi dalam di A dan di B sama

c. Kenaikan suhu udara di A lebih kecil dari di B d. Kenaikan suhu udara di A lebih
besar dari di B
e. Salah semua
10. Sejumlah gas ideal dengan massa tertentu mengalami pemampatan secara adiabatic.
Jika W adalah kerja yang dilakukan oleh sistem (gas) dan T adalah perubahan suhu
dari sistem, maka berlaku keadaan

a. W = 0, T > 0
b. W = 0, T < 0
c. W > 0, T = 0
d. W < 0, T = 0
e. W < 0, T = 0






















Kesetimbangan Kimia.
Reaksi timbal balik
Reaksi timbal balik adalah reaksi yang, tergantung keadaan, dapat mengalir ke dua arah.

Apabila Anda meniupkan uap panas ke sebuah besi yang panas, uap panas ini akan bereaksi
dengan besi dan membentuk sebuah besi oksida magnetik berwarna hitam yang disebut ferri
ferro oksida atau magnetit, Fe
3
O
4
.



Hidrogen yang terbentuk oleh reaksi ini tersapu oleh aliran uap.


Dalam keadaan lain, hasil-hasil reaksi ini akan saling bereaksi. Hidrogen yang melewati ferri
ferro oksida panas akan mengubahnya menjadi besi, dan uap panas juga akan terbentuk.



Uap panas yang kali ini terbentuk tersapu oleh aliran hidrogen.



Reaksi ini dapat berbalik, tapi dalam keadaan biasa, reaksi ini menjadi reaksi satu arah.
Produk dari reaksi satu arah ini berada dalam keadaan terpisah dan tidak dapat bereaksi satu
sama lain sehingga reaksi sebaliknya tidak dapat terjadi.
Reaksi timbal balik yang terjadi pada sistem tertutup

Sistem tertutup adalah situasi di mana tidak ada zat yang ditambahkan atau diambil dari
sistem tersebut. Tetapi energi dapat ditransfer ke luar maupun ke dalam.

Pada contoh yang baru kita bahas tadi, Anda harus membayangkan sebuah besi yang
dipanaskan oleh uap dalam sebuah kotak tertutup. Panas ditambahkan ke dalam sistem ini,
namun tidak satu zat pun yang terlibat dalam reaksi ini dapat keluar dari kotak. Keadaan
demikian disebut sistem tertutup.

Pada saat ferri ferro oksida dan hidrogen mulai terbentuk, kedua zat ini akan saling bereaksi
kembali untuk membentuk besi dan uap panas yang ada pada mulanya. Coba pikirkan, kira-
kira apa yang Anda temukan ketika menganalisis campuran ini setelah beberapa saat?

Anda akan sadar, bahwa Anda telah membentuk situasi yang disebut kesetimbangan dinamis.
Kesetimbangan Dinamis

Mempelajari kesetimbangan dinamis secara visual

Bayangkan sebuah zat yang dapat berada dalam dua bentuk/warna, biru dan merah, masing-
masing dapat bereaksi untuk menjadi yang lain (biru menjadi merah, merah menjadi biru).
Kita akan membiarkan mereka bereaksi dalam sistem tertutup, di mana tidak ada satu pun
yang dapat keluar dari sistem ini.

Biru dapat berubah menjadi merah jauh lebih cepat daripada merah menjadi biru. Dan berikut
adalah peluang (probabilitas) dari perubahan yang dapat terjadi. 3/6 biru berubah menjadi
merah, dan 1/6 merah berubah menjadi biru.



Anda dapat mencobanya dengan kertas berwarna yang digunting kecil-kecil (dua warna) dan
sebuah dadu.

Berikut adalah hasil dari „reaksi‟ (simulasi) yang saya lakukan. Saya mulai dengan 16
potongan kertas biru. Saya melihat potongan-potongan itu satu per satu secara bergantian dan
memutuskan apakah kertas yang saya lihat dapat berubah warna dengan melempar dadu.

Kertas biru dapat saya ganti dengan kertas merah apabila angka 4, 5 dan 6 keluar.

Kertas merah dapat saya ganti dengan kertas biru apabila angka 6 keluar pada saat saya
melihat sebuah kertas merah.

Ketika saya selesai melihat ke-16 kertas itu, saya mulai lagi dari awal. Tapi tentu saja kali ini
saya mulai dengan pola yang berbeda. Diagram di bawah ini menunjukkan hasil yang saya
dapat setelah saya mengulang proses ini sebanyak 11 kali (dan saya tambahkan 16 potongan
kertas biru yang saya punya pada awal simulasi).



Anda dapat melihat bahwa „reaksi‟ berlangsung terus menerus. Pola yang terbentuk dari
kertas merah dan biru terus berubah. Tapi, yang mengejutkan ialah, jumlah keseluruhan dari
masing-masing kertas warna biru dan merah tetap sama, di mana dalam berbagai situasi, kita
dapatkan 12 kertas warna merah dan 4 kertas warna biru.
Catatan : Sejujurnya, hasil akhir ini diperoleh secara kebetulan karena simulasi ini dilakukan
dengan jumlah kertas yang sangat sedikit. Apabila Anda melakukan simulasi ini dengan
jumlah kertas yang lebih banyak (misalnya beberapa ribu kertas), Anda akan mendapati
proporsi yang terbentuk akan mendekati 75% merah dan 25% biru (suatu simulasi yang
sangat membosankan, tentunya).

Apabila Anda mempunyai sejumlah besar partikel yang turut ambil bagian dalam sebuah
reaksi kimia, proporsinya akan mendekati 75%:25%.
Penjelasan tentang "kesetimbangan dinamis"

Reaksi (simulasi) di atas telah mencapai kesetimbangan dalam arti tidak akan perubahan
lebih lanjut dalam jumlah kertas biru dan merah. Namun demikian, reaksi ini masih terus
berlangsung. Untuk setiap kertas merah yang berubah warna jadi biru, ada kertas biru yang
berubah jadi merah di suatu tempat dalam campuran tersebut.

Inilah yang kita kenal sebagai "kesetimbangan dinamis". Kata "dinamis" menunjukkan bahwa
reaksi itu masih terus berlangsung.

Anda dapat menggunakan tanda panah khusus untuk memperlihatkan bahwa ada
kesetimbangan dinamis pada persamaan reaksi. Untuk kasus yang kita bahas di atas, Anda
dapat menulis seperti demikian :



Yang perlu kita perhatikan di sini ialah, ini tidak hanya berarti bahwa reaksi tersebut
merupakan reaksi timbal balik, tapi ini menunjukkan bahwa reaksi ini adalah reaksi timbal
balik yang berada dalam kesetimbangan dinamis.
Pergeseran Kesetimbangan

Pergeseran dari kiri ke kanan dalam persamaan (dalam hal ini, dari warna biru ke warna
merah) disebut „pergeseran kesetimbangan ke kanan‟ dan dari kanan ke kiri disebut
„pergeseran kesetimbangan ke kiri‟

Posisi kesetimbangan
Dalam contoh yang kita pakai, campuran kesetimbangan terdiri dari lebih banyak warna
merah daripada warna biru. Posisi kesetimbangan dapat menggambarkan situasi ini. Kita
dapat mengatakan bahwa:
- Posisi kesetimbangan condong ke merah
- Posisi kesetimbangan condong ke sebelah kanan

Apabila kondisi praktikum berubah (dengan mengubah peluang terjadinya pergeseran
kesetimbangan ke kanan maupun ke kiri), komposisi dari campuran kesetimbangan itu sendiri
pun akan berubah.
Contohnya, apabila dengan mengubah kondisi praktikum kita dapat memproduksi lebih
banyak warna biru di dalam campuran kesetimbangan, kita bisa mengatakan bahwa "Posisi
kesetimbangan bergeser ke kiri" atau "Posisi kesetimbangan bergeser ke warna biru".
Catatan: Apabila Anda tertarik, cobalah perbesar peluang warna merah berubah menjadi biru
dari 1/6 menjadi 2/6 untuk melihat efeknya pada posisi kesetimbangan. Dengan kata lain,
biarkanlah warnanya berubah apabila angka 5 atau angka 6 keluar pada saat dadu dilempar.

Mencapai kesetimbangan dari sisi yang lain

Apa yang terjadi bila Anda memulai reaksi dengan warna merah dan bukan warna biru
namun tetap memberi kesempatan untuk berubah warna seperti di contoh pertama ? Ini
adalah hasil dari percobaan saya.



Sekali lagi Anda dapat melihat konfigurasi yang terjadi sama persis dengan percobaan
pertama di mana kita mulai dengan warna biru. Anda akan mendapat konfigurasi
kesetimbangan yang sama tanpa dipengaruhi dari sisi mana Anda memulai reaksi.
Ingat: Anda tidak akan mendapat hasil yang sama bila menggunakan jumlah potongan kertas
(yang melambangkan jumlah partikel) yang terlalu sedikit. Fluktuasi perubahan akan sangat
mudah terlihat. Sekali lagi, apabila Anda menggunakan potongan kertas dalam jumlah besar,
proporsi kesetimbangan akan menjadi 75% merah dan 25% biru. Dengan jumlah potongan
kertas yang saya gunakan, kita mendapat hasil reaksi yang sangat dekat dengan proporsi rata-
rata.

Kesetimbangan Dinamis, lagi, dengan lebih formal

Kecepatan Reaksi

Ini adalah persamaan untuk sebuah reaksi biasa yang telah mencapai kesetimbangan dinamis.



Bagaimana reaksi ini bisa mencapai keadaan tersebut? Anggap saja kita mulai dengan A dan
B.

Pada awal reaksi, konsentrasi A dan B pada mula-mula ada pada titik maksimum, dan itu
berarti kecepatan reaksi juga ada pada titik maksimum.



Seiring berjalannnya waktu, A dan B bereaksi dan konsentrasinya berkurang. Ini berarti,
jumlah partikelnya berkurang dan kesempatan bagi partikel A dan B untuk saling
bertumbukan dan bereaksi berkurang, dan ini menyebabkan kecepatan reaksi juga berangsur-
angsur berkurang.

Pada awalnya tidak ada C dan D sama sekali sehingga tidak mungkin ada reaksi di antara
keduanya. Seiring berjalannya waktu, konsentrasi C dan D bertambah banyak dan keduanya
menjadi mudah bertumbukan dan bereaksi.

Dengan berlangsungnya waktu, kecepatan reaksi antara C dan D pun bertambah.



Akhirnya, kecepatan reaksi antara keduanya mencapai titik yang sama di mana kecepatan
reaksi A dan B berubah menjadi C dan D sama dengan kecepatan reaksi C dan D berubah
menjadi A dan B kembali.



Pada saat ini, tidak akan ada lagi perubahan pada jumlah A, B, C, D di dalam campuran.
Begitu ada partikel yang berubah, partikel tersebut terbentuk kembali berkat adanya reaksi
timbal balik. Pada saat inilah kita mencapai kesetimbangan kimia.
Rangkuman

Kesetimbangan kimia terjadi pada saat Anda memiliki reaksi timbal balik di sebuah sistem
tertutup. Tidak ada yang dapat ditambahkan atau diambil dari sistem itu selain energi. Pada
kesetimbangan, jumlah dari segala sesuatu yang ada di dalam campuran tetap sama walaupun
reaksi terus berjalan. Ini dimungkinkan karena kecepatan reaksi ke kanan dan ke kiri sama.

Apabila Anda mengubah keadaan sedemikian rupa sehingga mengubah kecepatan relatif
reaksi ke kanan dan ke kiri, Anda akan mengubah posisi kesetimbangan, karena Anda telah
mengubah faktor dari sistem itu sendiri. Efek dari perubahan berbagai faktor dalam sistem
terhadap posisi kesetimbangan akan dibahas pada bab yang lain.

SOAL-SOAL
1. Pada suhu 21,5
0
C dan total tekanan 0,0787 atm N
2
O
4
terdisosias sebanyak 48,3% menjadi
NO
2
. tentukan harga K
c
. Pada tekanan berapa disosiasi menjadi 10%?
2. Tetapan kesetimbangan pada 350 K untuk reaksi : Br
2(g)
+ I
2(g)
↔ 2 IBr
(g).
Adalah 322. Brom ini
dengan tekanan parsial awal 0,05 atm dicampur dengan iodin dengan tekanan parsial 0,04
atm dan dijaga keadaanya pada suhu 350 K sampai kesetimbangan tercapai. Hitung tekanan
parsial kesetimbangan untuk tiap-tiap gas.
3. Sebuah kotak bejana yang berisi CO, Cl
2
, dan COCl
2
ada dalam kesetimbangan pada suhu
1000 K. Tunjukkan secara kualitatif bagaimana pengaruh: (a) Konsentrasi, (b) Jumlah mol
masing-masing komponen bila kedalam bejana : (1) dimasukkan CO, (2) diberi tambahan, (3)
tekanan, (4) CO dihilangkan.
4. Diketahui reaksi kesetimbangan : (a) NH
3(g)
+ HCl
(g)
↔ NH
4
Cl
(g),
(b) N
2(g)
+ 3H
2(g)
↔ 2NH
3
Cl
(g),
(c) N
2
O
4(g)
↔ 2NO
2(g), (d)
H
2(g)
+ I
2(g)
↔2Hl
2(g).
Hitung

(a) A dan B, (b) A dan D, (c)A dan C, (d) C,
(d) D
5. Pada kesetimbangan 2SO
2(g)
+ O
2(g)
↔ 2SO
3(g)
+189,64 kj Konsentrasi SO
3
dalam ruang akan
bertambah jika… (a) Volume ruang diperbesar, (b) Konsentrasi gas O
2
dikurangi, (c) Tekanan
ruang dikurangi, (d) Suhu diturunkan, (e) Konsentrasi gas SO
2
dikurangi
6. Reaksi kesetimbangan: H
2(g)
+ I
2(g)
↔ 2HI
(g).
Tekanan dalam sistem diperbesar, maka
kesetimbangan … (a) Bergeser ke kanan, (b) Bergeser ke kiri, (c) Tidak bergeser, (d) Berhenti
sementara, (e) Berhenti selamanya.
7. Reaksi kesetimbanganNH
3(g)
+ CO
2(g)
↔ CO(NH
2
)
2(s).
Pada suhu dan volume tetap,
ditambahkan katalis, maka … (1) Kesetimbangan tidak bergeser, (2) Kesetimbangan bergeser
ke kiri, (3) Kesetimbangan bergeser ke kanan, (4) Kesetimbangan terhenti, (5) Terjadi
perubahan katalis.
8. Reaksi kesetimbanganN
2(g)
+ 3H
2(g)
↔ 2NH
3(g).
Pada 27 ºC mempunyai harga Kp = 2,5 x 10
-3

atm
-2
, maka harga Kc-nya adalah… (1) 1,26 mol
-2
L
2
,

(2) 4,10 mol
-2
L
2
, (3) 16,81 mol
-2
L
2
, (4)
250 mol
-2
L
2
, (5) 400 mol
-2
L
2

SOAL :
1. Perhatikan grafik berikut ini :

Jelaskan grafik hubungan perubahan laju reaksi terhadap waktu pada reaksi kesetimbangan,
seperti yang digambarkan pada grafik diatas
2. Tetapan kesetimbangan 2HI ↔ H
2
+ I
2
adalah ¼ . Dari ½ mol HI pada volume 1 dm
3
,
berapa mol H
2
yang dihasilkan ?
3. Contoh aplikasi reaksi kesetimbangan dalam industri adalah pembuatan ammonia yang
reaksinya sebagai berikut :
N
2
(g) + 3H
2
(g) ↔ 2NH
3
(g) ΔH = -92 kJ
Menurut proses Haber-Bosch, pembuatan ammonia tersebut harus dilakukan pada tekanan
dan suhu yang tinggi. Jelaskan mengapa!











Materi Fluida.
F L U I D A


STANDAR KOMPETENSI :
Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik
sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah.

KOMPETENSI DASAR
- Setelah mempelajari bab ini Kamu dapat
menganalisis hukum-hukum yang berhubungan
dengan fluida statik dan dinamik serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari





Telur dapat melayang di dalam zat cair. Menurut hukum Archimedes pada keadaan itu massa jenis
telur sama dengan massa jenis zat cair. Zat cair sebagai fluida memiliki gaya tekan ke atas sebesar
tekanan dikalikan dengan luas penampang telur. Menurut Pascal tekanan itu akan ditruskan ke
segala arah dengan sama besarnya. Pernahkah kamu melihat alat hidrolik pengangkat mobil di
tempat pencucian mobil? Mobil dapat dinaikkan di atas pengisap yang didorong oleh gaya
hidrostatik dan gaya ini hasil kali dari tekanan dengan luas penampang pengisap yang dipakai
landasan mobil. Dalam bab ini Kamu akan mempelajari fluida statik dan fluida dinamik beserta
hukum-hukum yang terkait di dalamnya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Gerbang


Kapal selam dapat tenggelam dalam air laut dan
dapat muncul lagi ke atas dengan mengisi atau
mengosongkan rongga udara di dalamnya dengan fluida.
Dalam fisika proses-proses gerak fluida memerlukan
pembahasan khusus mengingat sifat-sifat fluida yang
berbeda dengan sifat-sifat zat padat. Mekanika fluida
membahas zat dalam keadaan berwujud cair atau gas
dengan segala fenomenanya. Mekanika fluida membatasi
pembahasan gerak fluida dengan mengganggap fluida
tidak mengalami perubahan volume sewaktu diberi tekanan. Dalam keadaan itu fluida disebut tidak
kompresibel. Pembahasan fluida meliputi fluida statik dan fluida dinamik.


A. Fluida Statik

Fluida merupakan istilah untuk zat alir. Zat alir dibatasi pada zat
mengalirkan seluruh bagian-bagiannya ke tempat lain dalam waktu yang
bersamaan. Zat alir mencakup zat yang dalam wujud cair dan gas. Fluida statik
meninjau fluida yang tidak bergerak. Misalnya air di gelas, air di kolam
renang, air dalam kolam, air danau, dan sebagainya.
Penggolongan fluida menurut sifat-sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Fluida ideal
2. Fluida sejati

1) Fluida ideal

Kapal Selam
Gambar:
Air dalam gelas adalah
fluida statik
Ciri-ciri Fluida ideal adalah:
a. Fluida yang tidak kompresibel (volumenya tidak berubah karena perubahan tekanan)
b. Berpindah tanpa mengalami gesekan

2) Fluida sejati
Ciri-ciri Fluida sejati adalah:
a. Kompresibel
b. Berpindah dengan mengalami gesekan

Sedangkan gaya-gaya yang bekerja pada fluida ada tiga macam yaitu:
- Kohesi, yaitu : gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis
- Adhesi, yaitu : gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis
- tegangan permukaan , yaitu gaya pada permukaan fluida, anggaplah bahwa setetes air
seolah-olah ada pembungkus.

1. Kohesi dan Adhesi

Setetes air yang jatuh di kaca meja akan berbeda bentuknya bila dijatuhkan di sehelai
daun talas. Mengapa demikian ? Antara molekul-molekul air terjadi gaya tarik-menarik yang
disebut dengan gaya kohesi molekul air. Gaya kohesi diartikan sebagai gaya tarik-menarik
antara partikel-partikel zat yang sejenis. Pada saat air bersentuhan dengan benda lain maka
molekul-molekul bagian luarnya tarik-menarik dengan molekul-molekul luar benda lain
tersebut. Gaya tarik-menarik antara partikel zat yang tidak sejenis disebut gaya adhesi. Gaya
adhesi antara molekul air dengan molekul kaca berbeda dibandingkan gaya adhesi antara
molekul air dengan molekul daun talas. Demikian pula gaya kohesi antar molekul air lebih
kecil daripada gaya adhesi antara molekul air dengan molekul kaca. Itulah sebabnya air
membasahi kaca berbentuk melebar. Namun air tidak membasahi daun talas melainkan tetes
air berbentuk bulat-bulat menggelinding di permukaan karena gaya kohesi antar molekul air
lebih besar daripada gaya adhesi antara molekul air dan molekul daun talas.
Gaya kohesi maupun gaya adhesi mempengaruhi bentuk permukaan zat cair dalam
wadahnya. Misalkan ke dalam dua buah tabung reaksi masing-masing diisikan air dan air
raksa. Apa yang terjadi ? Permukaan air dalam tabung reaksi berbentuk cekung disebut
meniskus cekung sedangkan permukaan air raksa dalam tabung reaksi berbentuk cembung
disebut meniskus cembung. Hal itu dapat dijelaskan bahwa gaya adhesi molekul air dengan
molekul kaca lebih besar daripada gaya kohesi antar molekul air, sedangkan gaya adhesi
molekul air raksa dengan molekul kaca lebih kecil daripada gaya kohesi antara molekul air
raksa.

Meniskus cembung maupun meniskus cekung menyebabkan sudut kontak antara
bidang wadah (tabung) dengan permukaan zat cair berbeda besarnya. Meniskus cembung
menimbulkan sudut kontak tumpul (> 90°), sedangkan meniskus cekung menimbulkan sudut
kontak lancip (< 90°).
Gaya kohesi dan gaya adhesi juga berpengaruh pada gejala kapilaritas. Sebuah pipa
kapiler kaca bila dicelupkan pada tabung berisi air akan dijumpai air dapat naik ke dalam
pembuluh kaca pipa kapiler, sebaliknya bila pembuluh pipa kapiler dicelupkan pada tabung
berisi air raksa akan dijumpai bahwa air raksa di dalam pembuluh kaca pipa kapiler lebih
rendah permukaannya dibandingkan permukaan air raksa dalam tabung.
Jadi kapilaritas sangat tergantung pada kohesi dan adhesi. Air naik
dalam pembuluh pipa kapiler dikarenakan adhesi sedangkan air raksa turun dalam pembuluh
pipa kapiler dikarenakan kohesi. Perhatikan gambar berikut ini.





.




Gambar:
Pipa kapiler
Meniskus cekung dan meniskus cembung







Pada air: Permukaannya cekung, pada pipa kapiler permukaannya lebih tinggi, karena adhesinya
lebih kuat dari kohesinya sendiri.
Pada raksa: Permukaannya cembung, sedangkan pada pipa kapiler permukaannya lebih rendah,
karena kohesi air raksa lebih besar dari adhesi antara air raksa dengan kaca.

2. Tegangan Permukaan

Dalam zat cair ada partikel-partikel yang dikelilingi semacam bola dimana partikel itu sebagai
pusatnya. Dalam bola itu adalah suatu medan. Perhatikan tiga buah partikel fluida A, B, C .



F2


F1
C
B

A
Gambar : Tiga buah partikel fluida yang terletak di tempat-tempat berbeda memiliki keadaan gaya
yang berbeda

Partikel A = dalam keadaan setimbang, bekerja gaya-gaya yang sama besar dari semua arah
Partikel B = karena F
1
> F
2
, gaya yang arahnya ke bawah lebih besar daripada gaya yang
arahnya ke atas
Partikel C = hanya ada gaya ke bawah, hal inilah yang dapat menyebabkan tegangan
permukaan

Karena adanya kohesi, partikel-partikel pada permukaan air cenderung ditarik ke dalam. Sehingga
zat cair membentuk permukaan yang sekecil-kecilnya.
Dengan adanya adhesi, kohesi dan tegangan permukaan ketiganya dapat menentukan bentuk-
bentuk permukaan zat cair. Bentuk permukaan itu misalnya cembung atau cekung.

a. Zat cair dalam bejana :
Sudut kontak (u) yaitu sudut yang dibatasi oleh 2 bidang batas yaitu dinding tabung dan
permukaan zat cair. Dengan pemahaman bahwa,
- dinding tabung : sebagai bidang batas antara zat cair dan tabung,
- permukaan zat cair : sebagai bidang batas antara zat cair dan uapnya (u = 180
0
)

Menurut sudut kontaknya bentuk-bentuk permukaan zat cair dalam bejana :
1. Cekung = air dengan dinding gelas, 0º < u < 90º , zat cair membasahi dinding.










2. Cembung = air raksa dengan dinding gelas, 0º < u < 90º, zat cair tidak membasahi
dinding.

u
air
Dinding kaca









3. Datar = air dengan dinding perak, u = 90º











Tabel Sudut Kontak

Zat Cair Dinding Sudut Kontak

Air
Parafin
Dinding perak
Gelas pirex
107°
90°
63°

Methylin Yodida
Gelas kali
Timah hitam
Pirex
29°
30°
29°

Efek pengurangan sudut kontak karena bahan pembasah kotoran atau campuran yang terdapat di
u
raksa
u
air
Dinding kaca
Dinding perak
dalam zat cair dapat merubah besarnya sudut kontak. Oleh pabrik banyak dibuat bahan-bahan kimia
yang sangat tinggi potensinya sebagai zat pembasah. Contoh : deterjen, rinso, dan lain-lain.
Senyawa-senyawa ini merubah besarnya sudut kontak yang semula besarnya dari 90°
menjadi lebih kecil 90°. Sehingga zat cair membasahi bahan. Sebaliknya zat yang membuat kain
menjadi tahan air membuat sudut kontak air dengan kain menjadi lebih besar 90°.




u

(a) (b)
Sebelum dicampur zat pembasah Setelah dicampur zat pembasah


b. Tegangan Permukaan pada kawat yang dibengkokkan

larutan sabun

kawat bengkok

kawat yang bisa digeser
W
1



W
2



Gaya yang digunakan untuk menahan kawat
supaya kawat dalam keadaan setimbang.
F = W
1
+ W
2
¸ =
2l
F
meter Newton
Tegangan permukaan = gaya per satuan
panjang
u

Kawat digeser sejauh s maka ada tambahan luas = l . s.
Untuk menambah luas tersebut perlu dilakukan usaha dari luar W = F . s
Usaha yang dilakukan per satuan luas adalah
2.l.s
F.s
=
2l
F
= ¸
Usaha yang dilakukan per satuan luas adalah tegangan permukaan = besarnya energi per satuan luas
Satuan tegangan permukaan = meter Newton =
2
m
Joule

Alat untuk menentukan tegangan permukaan disebut Neraca Torsi.

Kerja Kelompok
Neraca Torsi

Tujuan : Menentukan besarnya tegangan permukaan air dan larutan sabun
Alat-alat :
- neraca torsi
- kawat yang dibengkokkan
- keping kaca bejana berisi air atau larutan sabun
- anak timbangan


Dasar teori :
a) Bila digunakan alat kawat yang dibengkokkan digunakan rumus

¸ =
2l
F

l
b) Bila yang digunakan keping kaca maka menggunakan rumus

¸ =
d) 2(l
F
+


Cara kerja: hitunglah gaya dari selisih jarum ketika akan lepas dan ketika lepas beban.

c. Permukaan zat cair dalam pipa kapiler

Zat cair yang membasahi dinding




θ







Gaya yang menarik ke atas : 2 t r ¸ cos u
Berat air : t r
2
µ g y

2 t r ¸ cos u = t r
2
µ g y
¸ =
2cosθ
ρgyr


Contoh:
y
Karena adhesi menyebabkan zat cair yang dekat dengan
dinding naik
Karena kohesi menyebabkan zat cair yang ada di tengah ikut
naik
Naiknya air dalam pipa diimbangi oleh berat air itu sendiri
µ = massa jenis zat cair
y = tinggi permukaan zat cair
u = sudut kontak
¸ = tegangan permukaan
r = jari-jari pipa kapiler
g = percepatan gravitasi
d
l

1. Untuk mengangkat sepotong kawat yang panjangnya 7,5 cm dari permukaan air, kecuali
gaya beratnya masih diperlukan gaya tambahan 1165 dyne. Berapakah besarnya tegangan
permukaan air pada suhu tersebut ?
Penyelesaian :
l = 7,5 cm
F = 1165 dyne
¸ =
2l
F
=
5 , 7 . 2
1165
=
15
1165
= 77,667
cm
dyne


2. Etil alkohol naik 25 mm dari sebuah pipa gelas yang berdiameter 0,4 mm. Jika massa jenis
etil alkohol 0,79
3
cm
gr
Berapakah tegangan permukaan pada suhu tersebut. Sudut kontak
antara etil alcohol dengan gelas : 30°
Penyelesaian :
y = 25 mm
d = 0,4 mm
µ = 0,79
3
cm
gr

u = 30°
r = 0,2 mm


3. Sebuah pipa barometer air raksa mempunyai diameter 4 mm. Sudut kontak antara air raksa
dan gelas 128°. Massa jenis air raksa 13,6
3
cm
gr
. Berapakah salah pembacaan yang harus
dikoreksi karena tegangan permukaan air raksa itu. Diketahui tegangan permukaan air raksa
465
3
cm
dyne
.
Penyelesaian :
¸ = ... ?
¸ = ... ?
¸ =
2cosθ
ρgyr

=
° 30 cos 2
5 , 2 . 980 . 79 , 0 . 02 , 0

=
73 , 1
71 , 38
= 22,35 dyne cm
-1

¸ =
2cosθ
ρgyr
maka y =
ρgr
2γγcos

=
980 . 6 , 13 . 2 , 0
128 cos . 465 . 2

3. Tekanan Hidrostatik.
Tekanan adalah gaya per satuan luas yang bekerja dalam arah tegak lurus suatu permukaan.
Tekanan disimbolkan dengan : p


Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang disebabkan oleh berat zat cair.
Tiap titik di dalam fluida tidak memiliki tekanan yang sama besar, tetapi berbeda-beda sesuai
dengan ketinggian titik tersebut dari suatu titik acuan.


P
o

Dasar bejana akan mendapat tekanan sebesar :
P = tekanan udara luar + tekanan oleh gaya berat zat cair
(Tekanan Hidrostatik).
p = p
o
+
bejana dasar penampang Luas
fluida berat Gaya

p = p
o
+
A
g . V . ρ
= p
o
+
A
h . A . g . ρ



Jadi Tekanan Hidrostatik (P
h
) didefinisikan :




p =
A
F

p = p
o
+ µ . g . h
p
h
= µ . g . h

h

h

½ h

h

h



Untuk konversi satuan tekanan adalah :1 atm = 76 cm Hg dan 1 atm = 10
5
N/m
2
= 10
6

dyne/cm
2

Untuk bidang miring dalam mencari h maka dicari lebih dahulu titik tengahnya (disebut : titik
massa).
Tiap titik yang memiliki kedalaman sama diukur dari permukaan zat cair akan memiliki tekanan
hidrostatik sama




Contoh:
1. Seekor ikan berada di dasar kolam air tawar sedalam h = 5 meter. Hitunglah tekanan hidrostatis
yang dialami ikan!

Penyelesaian
p
h
= µ . g . h
Gambar: Pada kedalaman yang sama tekanan hidrostatis bernilai sama asal zat
cair sejenis p
1
= p
2
= p
3




p
h
= 1000 . 10 . 5
p
h
= 5 . 10
4
N/m
2




4. Hukum Pascal.
Hukum Pascal berbunyisebagai berikut, tekanan yang bekerja pada fluida di dalam ruang
tertutup akan diteruskan oleh fluida tersebut ke segala arah dengan sama besar.

Contoh alat yang berdasarkan hukum Pascal adalah : pompa hidrolik, kempa hidrolik, alat
pengangkat mobil.
Perhatikan gambar bejana berhubungan di bawah ini.

F
1
F
2


A
1
A
2

Permukaan fluida pada kedua kaki bejana berhubungan sama
tinggi.
Bila kaki I yang luas penampangnya A
1
mendapat gaya F
1
dan
kaki II yang luas penampangnya A
2
mendapat gaya F
2
maka
menurut Hukum Pascal harus berlaku :



atau

Pada alat pengangkat mobil dengan gaya yang kecil dapat menghasilkan gaya angkat yang besar
sehingga mampu mengangkat mobil
p
1
= p
2

2
2
1
1
A
F

A
F
= F
1
: F
2
= A
1
: A
2

Gambar:
Blaise Pascal



5. Hukum Utama Hidrostatik.
Hukum utama hidrostatik berbunyi sebagai berikut, tekanan hidrostatis pada sembarang titik
yang terletak pada bidang mendatar di dalam sejenis zat cair yang dalam keadaan seimbang adalah
sama.


Hukum utama hidrostatika
berlaku pula pada pipa U
(bejana berhubungan) yang diisi
lebih dari satu
macam zat cair yang tidak
bercampur.
Percobaan pipa U ini biasanya
digunakan untuk menentukan
massa jenis zat cair.
(p
h
)
A
= (p
h
)
B

µ
1
h
1
= µ
2
h
2






Minyak

h
1

h
2
ρ
1
ρ
2

Gambar:
Skema hukum utama hidrostatik
Gambar :
Alat hidrolik pengangkat mobil





Gaya Hidrostatika. (= F
h
)
Besarnya gaya hidrostatika (F
h
) yang bekerja pada bidang seluas A adalah :
F
h
= p
h
. A = µ . g . h . A


Dimana F
h
= gaya hidrostatika dalam SI (MKS) adalah Newton, dalam CGS adalah dyne.


6. Hukum Archimedes

Suatu benda berada dalam ruangan terisi oleh zat cair (diam) maka gaya-gaya dengan arah
horizontal saling menghapuskan (tidak dibicarakan) karena resultan gaya = 0
Sedangkan gaya-gaya dengan arah vertikal antara lain gaya berat benda, gaya berat zat cair, gaya
tekan ke atas ( gaya Archimedes), gaya Stokes.
Hukum Archimedes berbunyi sebagai berikut, semua benda yang dimasukkan dalam zat cair akan
mendapat gaya ke atas dari zat cair itu seberat zat cair yang dipindahkan yaitu sebesar µ
c
g V
c
.

F
h
= µ . g . V
Gambar:
Archimedes

Ada tiga keadaan benda berada dalam zat cair antara lain sebagai berikut.

1) Benda tenggelam di dalam zat cair.
Berat zat cair yang dipindahkan = m
c
. g
= µ
c
. V
c
. g
Karena Volume zat cair yang dipindahkan = Volume benda, maka :
= µ
c
. V
b
. g
Gaya keatas yang dialami benda tersebut besarnya :


Dimana,
µ
b
= Rapat massa benda F
A
= Gaya ke atas
µ
c
= Rapat massa zat cair V
b
= Volume benda
W = Berat benda di udara V
c
= Volume zat cair yang
w
c
= Berat semu dipindahkan
(berat benda di dalam zat cair).
Benda tenggelam maka : F
A
< W
µ
c
. V
b
. g < µ
b
. V
b
. g



Selisih antara w dan F
A
disebut Berat Semu (w
c
)


F
A
= µ
c
. V
b
. g
µ
c
< µ
b

w
c
= w - F
A



F
A

w

2) Benda melayang di dalam zat cair.
Benda melayang di dalam zat cair berarti benda tersebut dalam keadaan setimbang.
F
A
= w
µ
c
. V
b
. g = µ
b
. V
b
. g


Pada 2 benda atau lebih yang melayang dalam zat cair akan berlaku :
(F
A
)
tot
= w
tot




3) Benda terapung di dalam zat cair.
Misalkan sepotong gabus ditahan pada dasar bejana berisi zat cair, setelah dilepas, gabus tersebut
akan naik ke permukaan zat cair (terapung) karena :
F
A
> w
µ
c
. V
b
. g > µ
b
. V
b
. g


Selisih antara w dan F
A
disebut gaya naik (F
n
).


Benda terapung tentunya dalam keadaan setimbang, sehingga berlaku :
F
A
= W

µ
c
g (V
1
+V
2
+V
3
+V
4
+…..) = w
1
+ w
2
+ w
3
+ w
4
+…..
µ
c

b

µ
c
= µ
b

F
n
= F
A
- w
µ
c
. V
c
. g = µ
b
. V
b
. g
F
A


w



F
A
= Gaya ke atas yang dialami oleh bagian benda yang tercelup
di dalam zat cair.
V
u
= Volume benda yang berada dipermukaan zat cair.
V
c
= Volume benda yang tercelup di dalam zat cair.
V
b
= V
u
+ V
c



Benda terapung yang tepat diam diberlakukan keseimbangan benda yang mana resultan gaya pada
benda sama dengan nol. Maka berlaku F
A
= w
µ
c
.V
c
.g. = µ
b
.V
b
.g.
V
c
=
b
c
b
V
µ
µ

Karena
V
b
= V
u
+ V
c

V
u
= V
b
- V
c

V
u
= (1 -
c
b
ρ
ρ
)V
b

4) Hukum Archimedes Untuk Gas.

Balon Udara.
Sebuah balon udara dapat naik disebabkan adanya gaya ke atas yang dilakukan oleh udara.
Balon udara diisi dengan gas yang lebih ringan dari udara misalnya : H
2
, He sehingga terjadi peristiwa
seolah-olah terapung.
Balon akan naik jika gaya ke atas F
A
>w
tot
(berat total) sehingga :
F
A
= µ
c
. V
c
. g
V
u

V
c

F = F
A
- W
tot
Dimana F
A
= µ
ud
. g . V
balon
dan w
tot
= w
balon
+ w
gas
+ w
beban

w
gas
= µ
gas
. g . V
balon
Dengan Keterangan :
F
A
= Gaya ke atas (N)
F = Gaya naik (N)
µ
gas
= Massa jenis gas pengisi balon (kg/m
3
)
µ
ud
= Massa jenis udara = 1,3 kg/m
3

w = Berat (N)
V = Volume (m
3
)

Kerja Kelompok
Kerjakan soal-soal berikut bersama kelompokmu!
1. Sepotong logam beratnya di udara 4 N, tetapi beratnya tinggal 2,5 N bila dibenamkan dalam
zat cair. Berapakah gaya tekan ke atas yang diderita benda?
2. Sebuah silinder aluminium pejal mempunyai massa jenis 2700 kg/m
3
, massanya 77 gram.
Berat aluminium itu tinggal 450 N bila dibenamkan dalam minyak tanah Berapa massa jenis
minyak tanah?
3. Sebuah benda terapung di atas minyak yang mempunyai massa jenis 0,9 g/cm
3
. Tinggi benda
tersebut adalah 20 cm, sedangkan tinggi benda yang tidak tercelup adalah 2 cm. berapa
massa jenis benda tersebut?
4. Sepotong gabus terapung di atas air dengan ¼ bagian terendam. Jika berat jenis air adalah 1
grf/cm
3
, hitunglah berat jenis gabus!
5. Suatu benda dicelupkan dalam zat cair yang massa jenisnya 1 gr/cm
3
, ternyata mendapat
gaya ke atas sebesar 40 dyne. Bila massa jenis benda dua kali berat jenis air, berapakah
volume benda itu?
6. Batang besi dalam air berat semunya 372 N. Berapa berat semu besi tersebut dalam cairan
yang densitasnya 0,75 g/cm
3
jika berat besi 472 N?
7. Suatu gelas beratnya 25 N di udara, 15 N di air, dan 7 N di dalam asam belerang, hitung
massa jenis asam belerang!
8. Sebuah benda mempunyai berat 100 N di udara dan 60 N di minyak (massa jenisnya 0,8
g/cm
3
). Hitung massa jenis benda tersebut!
9. Sepotong besi massanya 450 gram, di dalam air massanya berkurang menjadi 390 gram.
Tentukan massa jenis besi!
10. Sebuah patung berongga mempunyai berat 210 N dan jika ditimbang di dalam air beratnya
190 N. Patung tersebut terbuat dari logam (massa jenisnya 21 g/cm
3
). Tentukan volume
rongga patung tersebut. (g = 10 m/det
2
)!
11. Sebatang emas (massa jenisnya 19,3 g/cm
3
) dicurigai mempunyai rongga. Beratnya di udara
0,3825 N dan di air 0,3622 N. Berapa besar rongga tersebut ?
12. 50 gram gabus (massa jenisnya 0,25 g/cm
3
) diikatkan pada timbal sehingga gabungan benda
melayang di dalam air. Berapa berat timbal ( massa jenisnya 11,3 g/cm
3
)?
13. Sebuah kubus dari gabus dibebani dengan sepotong logam sehingga melayang dalam aseton.
Jika massa logam 77 gram, massa jenis gabus 0,24 g/cm
3
, massa jenis logam 8,8 g/cm
3
,
massa jenis aseton 0,8 g/cm
3
. Tentukan rusuk kubus!
14. Sebongkah es (massa jenisnya 0,9 g/cm
3
) terapung pada air laut (massa jenisnya 1,03 g/cm
3
).
Jika es yang timbul di permukaan air laut 7,8 dm
3
. Hitunglah volume es!
15. Massa jenis es 917 kg/m
3
. Berapa bagian es terletak di permukaan air?
16. Sebatang kayu yang massa jenisnya 0,6 g/cm
3
terapung di dalam air. Jika bagian kayu yang
ada di atas permukaan air 0,2 m
3
, tentukan volume kayu seluruhnya!
17. Sebuah kubus dari kayu (massa jenisnya 0,8 g/cm
3
), Mula-mula dibenamkan ke dalam bejana
kemudian dilepas sehingga naik ke permukaan gliserin (massa jenisnya 1,25 g/cm
3
) dan
ternyata 200 cm
3
dari kayu tersebut berada di permukaan gliserin. Tentukan :
a. gaya ke atas kayu pada saat masih berada seluruhnya dalam gliserin
b. gaya naik
c. gaya ke atas setelah benda setimbang
d. Rusuk kubus!
18. Sebuah balon udara volumenya 400 m
3
, mengalami gaya naik 2200 N. Tentukan gaya ke atas
dan berat total balon (g = 10 m/det
2
).
19. Sebuah balon udara bervolume 20 m
3
. Berisi H
2
( massa jenis 0,09 gr/dm
3
) berat
perlengkapannya 100 N. Tentukan berat beban yang dapat diangkut!
20. Sebuah balon udara mengalami gaya naik 2450 N. Berat total balon 4050 N. Tentukan gaya
ke atas dan diameter balon udara tersebut.

7. Hukum Stokes
Gaya gesekan antara permukaan benda padat dengan fluida di mana benda itu bergerak
akan sebanding dengan kecepatan relatif gerak benda ini terhadap fluida.
Pada dasarnya hambatan gerakan benda di dalam fluida itu disebabkan oleh gaya gesekan
antara bagian fluida yang melekat ke permukaan benda dengan bagian fluida di sebelahnya di mana
gaya gesekan itu sebanding dengan koefisien viskositas (q) fluida. Menurut Stokes, gaya gesekan itu
diberikan oleh apa yang disebut rumus Stokes:
F
s
= 6 t r q v
Dimana r adalah jari-jari benda, v adalah kecepatan jatuh dalam fluida.

Percobaan Kelereng Jatuh
Pada dasarnya penentuan q dengan menggunakan rumus Stokes sangatlah sederhana.
Hanya saja untuk itu secara teknis diperlukan kelereng dari bahan yang amat ringan, misalnya dari
aluminium, serta berukuran kecil, misalnya dengan jari- jari sekitar 1 cm saja.
Sewaktu kelereng dijatuhkan ke dalam bejana kaca yang berisi cairan yang hendak
ditentukan koefisien viskositasnya, oleh gaya beratnya, kelereng akan semakin cepat jatuhnya.
Tetapi sesuai dengan rumus Stokes, makin cepat gerakannya, makin besar gaya gesekannya sehingga
akhirnya gaya berat itu tepat seimbang dengan gaya gesekan dan jatuhnya kelerengpun dengan
kecepatan tetap sebesar v sehingga berlaku persamaan:
w = F
s

m. g = 6 t r q v
Akan tetapi sebenarnya pada kelereng juga bekerja gaya ke atas Archimedes sebesar berat cairan
yang dipindahkan, yaitu sebesar:
F
A
= µ
c
g V = µ
c
g
3
4
t r
3

w
F
s

F
A

dengan V adalah volum kelereng dan µ
c
adalah massa jenis cairan.
Dengan menuliskan:
m = µ
b
V = µ
b
.
3
4
t r
3

dengan µ
b
adalah massa jenis bahan pembuat kelereng, persamaan tersebut dapat ditulis menjadi:
w = F
s
+ F
A
w ÷ F
A
=F
s



3
4
.t r
3
µ
b
. g –
3
4
t r
3
µ
c
g = 6 t r q v

3
4
.t r
3
g (µ
b
– µ
c
)

= 6 t r q v

3
2
r
2
g (µ
b
– µ
c
)

= 3 q v
q =
9
2
r
2
g (
v
ρ ρ
c b
÷
) , disebut persamaan viskositas fluida. Sedangkan persamaan
kecepatannya adalah sebagai berikut.
v =
9
2
r
2
g (
η
ρ ρ
c b
÷
) , dimana rumus ini disebut kecepatan terminal atau kecepatan jatuh.
Jadi dengan mengukur jari-jari kelereng r, kecepatan jatuh v sewaktu kecepatan itu tetap, dan
diketahuinya µ
b
, µ
c
dan g, dapatlah dihitung koefisien viskositas cairan q di dalam bejana itu, atau
sebaliknya dapat dihitung kecepatan jatuhnya


B. Fluida Dinamik


Tiga hal yang mendasar untuk menyederhanakan pembahasan fluida dinamik yaitu :
1. Fluida dianggap tidak kompresibel
2. Dianggap bergerak tanpa gesekan walaupun ada gerakan materi (tidak mempunyai
kekentalan)
3. Aliran fluida adalah aliran stasioner, yaitu kecepatan dan arah gerak partikel fluida yang
melalui suatu titik tertentu tetap. Jadi partikel yang datang kemudian di satu titik akan
mengikuti jejak partikel-partikel lain yang lewat terdahulu.
1. Debit
Fluida mengalir dengan kecepatan tertentu, misalnya v meter per detik. Penampang
tabung alir berpenampang A, maka yang dimaksud dengan debit fluida adalah volume fluida
yang mengalir persatuan waktu melalui suatu pipa dengan luas penampang A dan dengan
kecepatan v.
Q =
t
V

Karena V = A.s maka persamaan debit menjadi : Q =
t
A.s
dan v =
t
s


maka Q = A . v

2. Persamaan Kontinuitas

Perhatikan fluida yang mengalir dalam sebuah pipa yang mempunyai ukuran penampang berbeda.









A
1
A
2
v
1
v
2

Gambar: Aliran fluida dalam pipa




Pipa terletak mendatar dengan ukuran simetris. Partikel fluida yang semula di A
1
setelah At
berada di A
2
. Karena At kecil dan alirannya stasioner maka banyaknya fluida yang mengalir di tiap
tempat dalam waktu yang sama harus sama pula.
Banyaknya fluida yang mengalir di A
1
sama dengan banyaknya fluida yang mengalir di A
2
karena
mengikuti kekekalam massa.
massa di A
1
= massa di A
2

µ.A
1
v
1
∆t = µ.A
2
v
2
∆t
A
1
v
1
= A
2
v
2

Bagaimana dengan pipa yang memiliki penampang berbeda dan terletak pada ketinggian
yang berbeda. Perhatikan tabung alir a-c di bawah ini. A
1
adalah penampang lintang tabung alir di a.
A
2
= penampang lintang di c. v
1
= kecepatan alir fluida di a, v
2
= kecepatan alir fluida di c.








Partikel – partikel yang semula di a, dalam waktu At detik berpindah di b, demikian pula partikel
yang semula di c berpindah di d. Apabila At sangat kecil, maka jarak a-b sangat kecil, sehingga luas
penampang di a dan b boleh dianggap sama, yaitu A
1
. Demikian pula jarak c-d sangat kecil, sehingga
luas penampang di c dan di d dapat dianggap sama, yaitu A
2
. Banyaknya fluida yang masuk ke tabung
alir dalam waktu At detik adalah :
v
1

V
2

A
1

A
2

h
1

h
2

Gambar : Pipa alir
a
c
b
d
µ.A
1
.v
1
. At dan dalam waktu yang sama sejumlah fluida meninggalkan tabung alir sebanyak µ.A
2
.v
2
.
At. Jumlah ini tentulah sama dengan jumlah fluida yang masuk ke tabung alir sehingga :



Jadi :

Persamaan tersebut dinamakan persamaan Kontinuitas
A.v yang merupakan debit fluida sepanjang tabung alir selalu konstan (tetap sama nilainya),
walaupun A dan v masing-masing berbeda dai tempat yang satu ke tempat yang lain. Maka
disimpulkan :

Bila A
1
v
1
.At.µ = m maka selama waktu At massa sebanyak m ini dianggap telah berpindah
dari A
1
ke A
2
. Kecepatannya berubah dari v
1
menjadi v
2
. Bila ketinggiannya juga berubah dari h
1

menjadi h
2
. Oleh karena itu elemen massa m telah mengalami tambahan energi sebesar :
A E = AE
k
+ AE
p

= ½ m (v
2
2
- v
1
2
) + mg (h
2
– h
1
)
= ½ m v
2
2
- ½ m v
1
2
+ mgh
2
– mgh
1

Pahami ini sebagai akibat adanya gaya dorong di A
1
dari zat cair yang ada di sebelah kiri
dengan arah ke kanan. Walaupun ada juga gaya penghambat dari sebelah kanan A
2
.
Kerja total dari gaya-gaya ini adalah :
W = F
1
s
1
÷ F
2
s
2

W = p
1
A
1
v
1
At – p
2
A
2
v
2
At
atau W =
ρ
p
1
µ A
1
v
1
At ÷
ρ
p
2
µ A
2
v
2
At
W =
ρ
p
1
m ÷
ρ
p
2
m
µ.A
1
.v
1
. At = µ.A
2
.v
2
. At
A
1
.v
1
= A
2
.v
2

Q = A
1
.v
1
= A
2
.v
2
= konstan
W =
ρ
m
(p
1
÷ p
2
)


2. Hukum Bernoulli

Hukum Bernoulli merupakan persamaan pokok fluida dinamik dengan arus streamline. Di
sini berlaku hubungan antara tekanan, kecepatan alir dan tinggi tempat dalam satu garis lurus.
Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Perhatikan gambar tabung alir a-c pada gambar pipa alir. Jika tekanan p
1
ke kanan pada penampang
A
1
, dari fluida di sebelah kirinya, maka gaya yang dilakukan terhadap penampang di a adalah p
1
A
1
,
sedangkan penampang di c mendapat gaya dari fluida dikanannya sebesar p
2
A
2
, di mana p
2
adalah
tekanan terhadap penampang di c ke kiri. Dalam waktu At detik dapat dianggap bahwa fluida di
penampang a tergeser sejauh v
1
At dan fluida di penampang c tergeser sejauh v
2
At ke kanan.
Jadi usaha yang dilakukan terhadap a adalah : p
1
A
1
v
1
At sedangkan usaha yang dilakukan
pada c sebesar : - p
2
A
2
v
2
At
Jadi usaha total yang dilakukan gaya-gaya tersebut besarnya :
W
tot
= (p
1
A
1
v
1
- p
2
A
2
v
2
) At
W = p
1
A
1
v
1
At – p
2
A
2
v
2
At
W =
ρ
p
1
µ A
1
v
1
At ÷
ρ
p
2
µ A
2
v
2
At
W =
ρ
p
1
m ÷
ρ
p
2
m

Dalam waktu At detik fluida dalam tabung alir a-b bergeser ke c-d dan mendapat tambahan energi
sebesar :
E
m
= AE
k
+ AE
p
E
m
= ( ½ m v
2
2
– ½ m v
1
2
) + (mgh
2
– mgh
1
)
= ½ m (v
2
2
– v
1
2
) + mg (h
2
– h
1
)

Dari kekekalan energi yaitu perubahan energi mekanik adalah sama dengan usaha.

E
m
= W
½ m v
2
2
– ½ m v
1
2
+ mgh
2
– mgh
1
=
ρ
p
1
m ÷
ρ
p
2
m
(suku-suku persamaan ini memperlihatkan dimensi usaha)
Apabila setiap ruas dibagi dengan m kemudian dikalikan dengan µ akan diperoleh persamaan:
½ v
2
2
– ½ v
1
2
+ g h
2
–g h
1
=
ρ
p
1
÷
ρ
p
2

ρ
p
2
+ ½ v
2
2
+ g h
2
=
ρ
p
1
+ ½ v
1
2
+ g h
1

p
1
+ ½ µ v
1
2
+ µ g h
1
= p
2
+ ½ µ v
2
2
+ µ g h
2
(suku-suku persamaan di atazs memperlihatkan dimensi tekanan)
atau p + ½ µ v
2
+ µ g h = Konstan
Persamaa tersebut dikenal sebagai hukum Bernoulli.
Contoh penggunaan Hukum Bernoulli :
a) Semprotan
b) Sayap pesawat terbang
c) Venturi meter = alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan aliran zat cair.
d) Pipa pitot
e) Tower air

3. Viskositas (Kekentalan)

Viskositas / kekentalan dapat dibayangkan sebagai gesekan antara satu bagian dengan bagian yang
lain dalam fluida.
F = q A
L
V


F = gaya gesek antara dua lapisan zat cair yang mengalir
q = angka kekentalan = viskositas
A = luas permukaan

L
V
= kecepatan mengalir sepanjang L
q =
Av
FL

Satuan dalam sistem cgs =
det
cm
cm
dynecm
2
=
2
cm
dynedet
= poise
Dalam sistem MKS =
2
m
det Newton ik


- Satuan viskositas dinamis = poise : q
- Satuan viskositas kinetis = stokes : v
v =
ρ
η

- Satuan dalam teknik = SAE (Society of Automotic Enginers)

4. Semprotan

Persamaan Bernoulli diterapkan pada prinsip semprotan obat pembasmi nyamuk yang cair.





Perhatikan skema semprotan berikut ini.




v
1


Obat nyamuk cair mula-mula diam sehingga v
1
= 0, sedangkan udara bergerak dengan kecepatan v
2

karena didorong oleh pengisap. Tekanan p
1
sama dengan p
2
yaitu tekanan udara luar. Sehingga
persamaan bernoulli menjadi:
p
1
+ ½ µ v
1
2
+ µ g h
1
= p
2
+ ½ µ v
2
2
+ µ g h
2
0 + µ g h
1
= ½ µ v
2
2
+ µ g h
2
g h
1
= ½ v
2
2
+ g h
2
g (h
1
÷ h
2
) = ½ v
2
2


g h = ½ v
2
2


Cairan obat nyamuk naik setinggi h daan akan tersemprot oleh pengaruh kecepatan v
2
.

5. Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang

Gambar: Semprotan obat nyamuk
V
2

Pembahasan gaya angkat pada sayap pesawat terbang dengan menggunakan persamaan Bernoulli
dianggap bentuk sayap pesawat terbang sedemikian rupa sehingga garis arus aliran udara yang
melalui sayap adalah tetap (streamline)




Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian
yang atas lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. Bentuk ini menyebabkan kecepatan
aliran udara di bagian atas lebih besar daripada di bagian bawah (v
2
> v
1
).
Dari persamaan Bernoulli kita dapatkan :



Ketinggian kedua sayap dapat dianggap sama (h
1
= h
2
), sehingga µ g h
1
= µ g h
2
.
Dan persamaan di atas dapat ditulis :





Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa v
2
> v
1
kita dapatkan p
1
> p
2
untuk luas
penampang sayap F
1
= p
1
A dan F
2
= p
2
A dan kita dapatkan bahwa F
1
> F
2
. Beda gaya pada bagian
bawah dan bagian atas (F
1
– F
2
) menghasilkan gaya angkat pada pesawat terbang. Jadi, gaya angkat
pesawat terbang dirumuskan sebagai :

p
1
+ ½ µ.v
1
2
+ µ g h
1
= p
2
+ ½ µ.v
2
2
+ µ g h
2


p
1

p
2

v
1

v
2

p
1
+ ½ µ.v
1
2
= p
2
+ ½ µ.v
2
2


p
1
– p
2
= ½ µ.v
2
2
- ½ µ.v
1
2


p
1
– p
2
= ½ µ(v
2
2
– v
1
2
)
F
1
– F
2
= ½ µ A(v
2
2
– v
1
2
)

µ
P
1
A
1

P
2
A
2

v
1

v
2


Dengan µ = massa jenis udara (kg/m
3
)

6. Venturimeter

Venturimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan aliran zat cair.
Dengan memasukkan venturimeter ke dalam aliran fluida kecepatan aliran fluida dapat dihitung
menggunakan persamaan Bernoulli berdasarkan selisih ketinggian air atau selisih ketinggian raksa.
Venturimeter dibagi dua macam yaitu venturimeter tanpa manometer dan venturimeter dengan
manometer.

a. Venturimeter Tanpa Manometer

Air dengan massa jenis µ
mengalir memasuki pipa
berpenampang besar dengan
kecepatan v
1
menuju pipa
berpenampang kecil dengan
kecepatan v
2
dimana v
2
> v
1
.
Terjadi perbedaan ketinggian air (h) pada kedua pipa vertikal. Dalam hal ini berlaku h
1
= h
2
sehingga
µ g h
1
= µ g h
2
.
Berlaku persamaan Bernoulli sebagai berikut.
p
1
+ ½ µ v
1
2
+ µ g h
1
= p
2
+ ½ µ v
2
2
+ µ g h
2
p
1
+ ½ µ v
1
2
= p
2
+ ½ µ v
2
2


p
1
÷ p
2
= ½ µ v
2
2
÷ ½ µ v
1
2

∆ p

= ½ µ (v
2
2
÷ v
1
2
)
µ g h = ½ µ (v
2
2
÷ v
1
2
)
g h = ½ (v
2
2
÷ v
1
2
)
Dengan menggunakan persamaan kontinuitas A
1
.v
1
= A
2
.v
2
untuk mendapatkan hubungan antara v
2

dan v
1
, maka v
1
dapat dihitung.

b. Venturimeter dengan Manometer





Air dengan massa jenis µ mengalir memasuki pipa berpenampang besar dengan kecepatan v
1
menuju pipa berpenampang kecil dengan kecepatan v
2
dimana v
2
> v
1
. Terjadi perbedaan ketinggian
(h) raksa dengan massa jenis µ
r
pada kedua pipa manometer. Dalam hal ini berlaku h
1
= h
2
sehingga
µ g h
1
= µ g h
2
. Berlaku persamaan Bernoulli sebagai berikut.
p
1
+ ½ µ v
1
2
+ µ g h
1
= p
2
+ ½ µ v
2
2
+ µ g h
2
p
1
+ ½ µ v
1
2
= p
2
+ ½ µ v
2
2


p
1
÷ p
2
= ½ µ v
2
2
÷ ½ µ v
1
2

∆ P

= ½ µ (v
2
2
÷ v
1
2
)

r
÷ µ) g h = ½ µ (v
2
2
÷ v
1
2
)
Dengan menggunakan persamaan kontinuitas A
1
.v
1
= A
2
.v
2
untuk mendapatkan hubungan antara v
2

dan v
1
, maka v
1
dapat dihitung.

7. Pipa pitot

Pipa pitot dipakai untuk mengukur kecepatan aliran fluida dalam pipa. Biasanya pipa ini dipakai
untuk mengukur laju fluida berbentuk gas. Pipa pitot dilengkapi dengan manometer yang salah satu
kakinya diletakkan sedemikian sehingga tegak lurus aliran fluida sehingga v
2
= 0. Terjadi perbedaan

v
1
P
1

v
2
P
2


µ
r

µ
ketinggian (h) raksa dengan massa jenis µ
r
pada kedua pipa manometer. Dalam hal ini berlaku h
1
=
h
2
sehingga µ g h
1
= µ g h
2.
Persamaan Bernoulli deterapkan sebagai berikut.
p
1
+ ½ µ v
1
2
+ µ g h
1
= p
2
+ ½ µ v
2
2
+ µ g h
2
p
1
+ ½ µ v
1
2
= p
2


p
1
+ ½ µ v
1
2
= p
1
+ µ
r
g h

½ µ v
1
2
= µ
r
g h

Kecepatan aliran fluida sebagai berikut.
v
1
=
ρ
gh ρ 2
r


7. Tower Air

Sebuah bak penampungan air sebagi tower dengan kran air yang dapat
memancarkan air melalui sebuah lubang baik di dasar maupun di ketinggian tertentu dapat di
selesaikan kecepatan pancaran air dari lubang (v
2
)



Kecepatan air di permukaan (v
1
) sama dengan nol karena
diam tidak mengalir. p
1
= p
2
= tekanan udara luar. Selisih ketinggian air di permukaan (h
1
)

dengan air
di dasar (h
2
) = h. Persamaan Bernoulli sebagai berikut.
p
1
+ ½ µ v
1
2
+ µ g h
1
= p
2
+ ½ µ v
2
2
+ µ g h
2
0 + µ g h
1
= ½ µ v
2
2
+ µ g h
2
g h
1
= ½ v
2
2
+ g h
2
g h
1
÷ g h
2
= ½ v
2
2


½ v
2
2
= g (h
1
÷ h
2
)
½ v
2
2
= g h
v
2
= 2gh
Persamaan ini tidak lain adalah rumus gerak jatuh bebas. Sedangkan jarak jatuhnya fluida diukur dari
titik proyeksi lubang air dihitung menggunakan persamaan gerak lurus beraturan.
X = v
2
. t sedangkan waktu jatuh fluida h = ½ g t
2

Contoh:

1. Sebuah tangki terbuka berisi air setinggi H. Pada jarak h dari permukaan air dibuat suatu
lubang kecil, sehingga air memancar dari lubang itu. Berapa jauh air yang keluar dari tangki
mengenai tanah ?
2
1 v
1

X
Penyelesaian:
Persamaan Bernoulli:
p
1
+ ½ µ v
1
2
+ µ g H = p
2
+ ½ µ v
2
2
+ µ g (H – h)
µ g H = ½ µ v
2
2
+ µ g (H – h)
½ µ v
2
2
= µ g H - µ g (H – h)
½ v
2
2
= g H – g (H – h)
½ v
2
2
= g (H – H +h)
v
2
= h g 2
Gerak jatuh bebas:
h = ½ g t
2

t =
g
h) - (H 2

Gerak beraturan arahmendatar:
s = v t
= h g 2
g
h) - (H 2

s = h) - (H h 4

2. Air mengalir melalui sebuah pipa yang berbentuk corong. Garis tengah lubang corong
dimana air itu masuk 30 cm. Dan garis tengah lubang corong dimana air itu keluar 15 cm.
Letak pusat lubang pipa yang kecil lebih rendah 60 cm daripada pusat lubang yang besar.
Jika cepat aliran air dalam pipa itu 140 liter/det, sedangkan tekanannya pada lubang yang
besar 77,5 cm Hg. Berapakah tekanannya pada lubang yang kecil ?
Penyelesaian:

H
h
s


r
1
= 15 cm
r
2
= 7,5 cm
(h
1
– h
2
) = 60 cm
p
1
= 77,5 cm Hg, P
2
= ....?
Q
2
= 140 lt/det
Jawab:
Q
2
= A
2
v
2

140 = t (7,5)
2
v
2

v
2
=
2
(7,5)
140000
t
= 793 cm/det
A
1
v
1
= A
2
v
2

t (15)
2
V
1
= t (7,5)
2
793
v
1
= 198 cm/det
p
1
+ ½ µ v
1
2
+ µ g h
1
= p
2
+ ½ µ v
2
2
+ µ g h
2

p
2
= p
1
+ ½ µ v
1
2
+ µ g h
1
– ½ µ v
2
2
- µ g h
2

p
2
= p
1
+ ½ µ (v
1
2
– v
2
2
) + µ g (h
1
– h
2
)
= 77,5 + ½ (198
2
– 793
2
) + 980 (60)
h
1

h
2

A
1

v
1

A
2
v
2

p
2
= 59,9 cm Hg
3.













Penyelesaian:
a.
p
1
= 8000 N/m
2
+ Bar
H = 1 m
A
A
= 20 cm
2
= 0,002 m
2

A
B
= 10 cm
2
= 0,001 m
2

v
A
= 0

Aliran dari C ke B:
Dalam tangki tertutup terdapat air setinggi 1 m. Udara di atas air mempunyai tekanan lebih
besar 8000
2
m
Newton
daripada tekanan udara luar. Pipa di A mempunyai luas 20 cm
2
.
Dan di B 20 cm
2
.
a) Berapa flux (
det
liter
) air keluar di B ?
b) Berapa tinggi air dalam pipa terbuka ?
h
B
1 m
A
C
P
1

p
A
+ ½ µ v
A
2
+ µ g h = p
B
+ ½ µ v
B
2
+ µ g h
B

(8000 + Bar) + ½ 1000 0 + 1000 0 1 = Bar + ½ 1000 v
B
2
+1000 10 0
8000 + Bar + 10000 = Bar + 500 v
B
2

18000 = 500 v
B
2

v
B
= 36
v
B
= 6 m/det
Q
B
= A
B
v
B

Q
B
= 0,001. 6 = 0,006 lt/s.
b.
Aliran dari A ke B:

A
A
v
A
= A
B
v
B

0,002 v
A
= 0,001 6
v
A
= 3 m/det

p
A
+ ½ µ v
A
2
+ µ
A
g h
A
= p
B
+ ½ µ v
B
2
+ µ g h
B
Bar + ½ 1000 3
2
+ 1000 10 h
A
= Bar + ½ 1000 6
2
+ 1000 10 0
h
A
= 1,35 m

4. Air menyemprot keluar dari sebuah lubang pada dinding sisi sebuah tangki. Lubang tersebut
berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 2 cm dan berada 3 m di bawah permukaan air. Jika
luas penampang lubang itu 0,6 t, berapa liter air akan mengalir tiap menit ?




3m


Penyelesaian:
D = 2 cm
h = 300 cm
q = 0,6 t cm
2

v = h g 2
= 300 980 2 = 76,68 cm/det
Q = 76,68 0,6 t
= 46,73 10
-3
t lt/det = 276 t 10
-3
lt/mnt
5. Sebuah venturimeter, tabung yang besar mempunyai penampang lintang 10 dm
3
. Dan
tabung yang kecil berpenampang lintang 5 dm
3
. Selisih tekanan kedua tabung itu 38 cmHg.
Berapakah cepat aliran zat cair yang diukur ?







Penyelesaian:
A
1
= 10 dm
2

A
2
= 5 dm
2

p
1
– p
2
= 39 cm Hg
v
1
=...?
P
1
A
1

P
2
A
2

Persamaan Bernoulli:
p
1
+ µ gh
1
+ ½ µ v
1
2
= p
2
+ µ gh
2
+ ½ µ v
2
2

h
1
= h
2

p
1
– p
2
= ½ µ (v
2
2
– v
1
2
)
Persamaan kontinuitas:
A
1
v
1
= A
2
v
2

v
2
=
2
1
A
A
v
1
Substitusi:
p
1
– p
2
= ½ µ (
2
2
2
1
A
A
v
1
2
– v
1
2
)
p
1
– p
2
= ½ µ v
1
2
(
2
2
2
1
A
A
- 1)
38 = ½ 1 v
1
2
(
2
2
500
1000
- 1)
76 = v
1
2
3
v
1
= 3 , 25 = 5,3
v
1
= 5 cm/det


Rangkuman

1. Tekanan adalah gaya tiap satuan luas penampang, dirumuskan p =
A
F

2. Tekanan hidrostatis yaitu tekanan pada kedalaman tertentu zat cair yang tidak mengalir,
besarnya adalah p
h
= µ g h
3. Hukum Pascal berbunyi tekanan yang diderita oleh zat cair akan diteruskan oleh zat cair
itu ke segala arah dengan sama besarnya
2
2
1
1
A
F

A
F
=
4. Gaya Hidrostatika. dirumuskan :
F
h
= p
h
. A = µ . g . h . A = µ . g . V
5. Hukum bejana berhubungan menyatakan bahwa tinggi permukaan zat cair sama rata
kecuali terdapat pipa kapiler atau diisi dengan zat cair yang berbeda jenisnya
6. Pipa U dapat digunakan untuk menghitung massa jenis suatu zat cair
7. Alat-alat yang bekerja berdasarkan hukum Pascal misalnya, dongkrak hidrolik, alat
pengangkat mobil, alat pengepres biji-bijian dan sebagainya
8. Hukum Archimedes menyatakan bahwa suatu benda yang dicelupkan ke dalam zat cair
akan mendesak zat cair seberat benda yang dicelupkan
9. Gaya keatas yang dialami benda tersebut besarnya F
A
= µ
c
. V
b
. g

10. Gaya tekan keatas sebesar selisih berat benda di udara dengan berat benda di dalam zat
cair itu : F
A
= w
u
- w
c

11. Gaya gesekan fluida dikenal sebagai rumus Stokes: F
s
= 6 t r q v
12. Persamaan viskositas fluida q =
9
2
r
2
g (
v
ρ ρ
c b
÷
).

13. Persamaan kecepatan terminal adalah sebagai berikut: v =
9
2
r
2
g (
η
ρ ρ
c b
÷
).

14. Persamaan kontinuitas adalah A
1
.v
1
= A
2
.v
2
15. Hukum Bernoulli adalah sebagai berikut:

p1 + ½ µ v
1
2
+ µ g h
1
= p
2
+ ½ µ v
2
2
+ µ g h
2
atau p + ½ µ v
2
+ µ g h = Konstan

Soal-soal Ulangan 8

Soal- soal Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang benar!
1. Sebatang jarum yang panjangnya 10 cm diletakkan pelan- pelan di atas permukaan
bensin. Jarum terapung dalam bensin dan tepat akan tenggelam. Massa jenis jarum µ =
3,92 gr/cm
3
, tegangan muka bensin pada suhu tersebut = ¸ = 0,0314 N/m. Ambil t = 3,14
dan g = 10 m/det
2
, maka radius jarum adalah....
a. 3/7 mm
b. 4/7 mm
c. 5/7 mm
d. 6/7 mm
e. 1 mm
2. Sebuah pipa kapiler berdiameter 2/3 mm dimasukkan tegak lurus ke dalam bejana yang
berisi air raksa (massa jenis = 13,62 gr/cm
3
). Sudut kontak antara air raksa dengan pipa
adalah 143º (sin 37 = 0,6). Bila tegangan muka zat cair adalah 0,48 N/m, maka turunnya
air raksa dalam pipa kapiler dihitung dari permukaan zat cair dalam bejana (g = 10
m/det
2
) adalah....
a. 1,20 cm
b. 1,27 cm
c. 2,00 cm
d. 2,27 cm
e. 3,00 cm
3. Sebuah pipa silindris yang lurus mempunyai dua macam penampang, masing- masing
dengan luas 200 mm
2
dan 100 mm
2
. pipa tersebut diletakkan secara horisontal,
sedangkan air di dalamnya mengalir dari penampang besar ke penampang kecil. Apabila
kecepatan arus di penampang besar adalah 2 m/det, maka kecepatan arus di
penampang kecil adalah....
a. ¼ m/det
b. ½ m/det
c. 1 m/det
d. 2 m/det
e. 4 m/det
4. Se4buah pipa silindris yang lurus mempunyai dua maca penampang, dengan diameter
penampang kecil adalah setengah dari diameter penampang besar. Pipa tersebut
diletakkan secara horisontal, sedangkan air mengalir dari penampang besar ke
penampang kecil dengan tekanan 2 x 10
5
N/m
2
dan laju 3 m/det. Maka laju air dalam
penampang kecil adalah....
a. 24 m/det
b. 12 m/det
c. 6 m/det
d. 1,5 m/det
e. 0,75 m/det
5. Analog dengan soal nomor 4, maka tekanan air dalam penampang kecil adalah....
a. 1,325 x 10
5
N/m
2

b. 1,500 x 10
5
N/m
2

c. 2,675 x 10
5
N/m
2

d. 2,750 x 10
5
N/m
2

e. 3,000 x 10
5
N/m
2

6. Dalam sebuah tangki air terdapat sebuah lubang pada jarak h di bawah permukaan air
dalam tangki, seperti ditunjukkan oleh gambar berikut. Kecepatan air memancar keluar
dari titik b adalah....
a. h g
b.
g
h

c. h g 2
d.
g
h
2
e.
h
g
2
7. Analog dengan soal nomor 6, maka jarak R sama dengan....
a. 2 h) - (H H
b. 2 h) - (H h
c. h) - (H 2H
d. h) - (H 2h
e. h) - (H 2g
8. Analog dengan soal nomor 6, maka jarak R mencapai maksimum bila....
a. h = ¼ H
b. h = 3/8 H
c. h = ½ H
d. h = ¾ H
e. h = H

h
H
a
b
R
9. Sebuah tangki air terbuka memiliki kedalaman 0,8 m. Sebuah lubang dengan luas
penampang 5 cm
2
dibuat di dasar tangki. Berapa massa air per menit yang mula-mula
akan keluar dari lubang itu?
a. 20 liter
b. 40 liter
c. 60 liter
d. 80 liter
e. 120 liter
10. Sebuah tangki berisi air diletakkan di tanah. Tinggi permukaan air 1,25 m dari tanah.
Pada ketinggian 0,8 m dari tanah terdapat lubang kebocoran, sehingga air mengalir dari
lubang tersebut dengan kecepatan.... (g = 10 m detik
-2
)
a. 0,45 m detik
-1

b. 3 m detik
-1

c. 8 m detik
-1

d. 9 m detik
-1

e. 12,5 m detik
-1




Glosarium
- Adhesi = gaya tarik menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis.
- Arus streamline = arus lengkung tak bersudut.
- Fluida = zat alir yang berupa zat cair dan zat gas.
- Fluida statik = fluida yang tidak mengalir.
- Fluida dinamik = fluida yang mengalir.
- Fluida ideal = fluida yang memiliki ciri-ciri istimewa dan hanya ada di angan-angan
tidak dalam kenyataan.
- Fluida sejati fluida yang ada dalam kenyataan.
- Gejala kapilaritas = gaya dorong pada pembuluh kapiler.
- Koefisien viskositas = derajad kekentalan suatu fluida.
- Kohesi = gaya tarik menarik antara partikel-partikel tang sejenis.
- Manometer = alat pengukur tekanan dalam ruang tertutup.
- Meniskus cembung = permukaan fluida dengan sudut kontak > 90º
- Meniskus cekung = permukaan fluida dengan sudut kontak < 90º
- Neraca torsi = alat untuk menentukan tegangan permukaan.
- Pipa kapiler = pipa dengan pembuluh berdiameter sangat kecil.
- Tekanan hidrostatik = tekanan yang ditimbulkan zat cair pada kedalaman tertentu.
- Venturimeter = alat untuk menentukan kecepatan aliran fluida.
- Viskositas = kekentalan fluida.

TEORI KINETIK GAS Di dalam teori kinetik gas terdapat suatu gas ideal. Gas ideal adalah suatu gas yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut : " Jumlah partikel gas banyak sekali tetapi tidak ada gaya tarik menarik (interaksi) antar partikel , Setiap partikel gas selalu bergerak dengan arah sembarang atau bergerak secara acak " Ukuran partikel gas dapat diabaikan terhadap ukuran ruangan. Atau bisa dikatakan ukuran partikel gas ideal jauh lebih kecil daripada jarak atar partikel . Bila tumbukan yang terjadi sifatnya lenting sempurna , maka partikel gas terdistribusi merata pada seluruh ruang dengan jumlah yang banyak dan berlaku hukum Newton tentang gerak Di dalam kenyataannya, kita tidak menemukan suatu gas yang memenuhi kriteria di atas, akan tetapi sifat itu dapat didekati oleh gas pada temperatur tinggi dan tekanan rendah atau gas pada kondisi jauh di atas titik kritis dalam diagram PT. 2. Hukum-hukum tentang gas A.Hukum Boyle

Hasil kali tekanan(P) dan volume(V) gas pada suhu tertentu adalah tetap. Proses seperti ini disebut juga dengan isotermal (temperatur tetap). *PV=konstan *T2>T1 *Tidak berlaku pada uap jenuh

B.Hukum Guy Lussac

Hasil bagi volume(V) dengan temperatur (T) gas pada tekanan tertentu adalah tetap. Proses ini disebut juga isobarik (tekanan tetap). *V/T=konstan *P3>P2>P1

C.Hukum Charles

Hasil bagi tekanan (P) dengan temperatur (T) gas pada volume tertentu adalah tetap. Proses seperti ini disebut dengan isokhorik (volume tetap). *P/T=konstan *V3>V2>V1 D.Hukum Boyle-Guy Lussac Hukum Boyle dan Guy Lussac merupakan penggabungan dari hukum Boyle dengan hukum Guy Lussac. Biasanya di dalam soal rumus yang sering digunakan adalah rumus dari hukum ini. Sekedar trik dari saya, anda bisa menamai hukum ini dengan hukum BoLu (Boyle-Lussac). Nah, dari hukum ini kita bisa mendapatkan: PV/T=konstan. Persamaan Keadaan Gas Ideal

Contoh soal dan pembahasannya 1. Sebuah bejana berisi gas He yang mempunyai volume 2 L, tekanan 1 atm dan suhunya 27`C. Jika suhunya dinaikkan menjadi 127`C dan ternyata tekanannya naik 2 kalinya. Hitung volume sekarang !

2. Sebuah tangki bervolume 3000 cm3 berisi gas O2 pada suhu 20`C dan tekanan relatif pada alat 25 atm. Jika massa molar O2=32 kg/kmol, tekanan udara luar 1 atm, maka massa O2 di dalam tangki adalah …

Molekul-molekul ini bergerak secara konstan sekaligus acak. Partikel-partike yang bergerak sangat cepat itu secara konstan bertumbukan dengan dinding-dinding wadah. Efek-efek relativistik dapat diabaikan. Interaksi antarmolekul dapat diabaikan (negligible). . Ketika sebuah molekul gas menumbuk dinding wadah yang tegak lurus terhadap sumbu koordinat x dan memantul dengan arah berlawanan pada laju yang sama (suatu tumbukan lenting). Tumbukan-tumbukan partikel gas terhadap dinding wadah bersifat lenting (elastis) sempurna. Mereka tidak mengeluarkan gaya satu sama lain. dengan [massa] tidak nol. maka momentum yang dilepaskan oleh partikel dan diraih oleh dinding adalah: di mana vx adalah komponen-x dari kecepatan awal partikel. Kendati partikel menumbuk sebuah dinding sekali setiap 1l/vx satuan waktu. Energi kinetik rata-rata partikel-partikel gas hanya bergantung kepada suhu sistem.        Molekul-molekul berbentuk bulat (bola) sempurna. kecuali saat tumbukan terjadi.Teori untuk gas ideal memiliki asumsi-asumsi berikut ini:    Gas terdiri dari partikel-partikel sangat kecil. Banyaknya molekul sangatlah banyak. Partikel memberi tumbukan kepada dinding sekali setiap 2l/vx satuan waktu (di mana l adalah panjang wadah). Artinya bahwa jarak antarpartikel lebih besar daripada panjang gelombang panas de Brogliedan molekul-molekul dapat diperlakukan sebagai objek klasik. Ini setara dengan menyatakan bahwa jarak rata-rata antarpartikel gas cukuplah besar bila dibandingkan dengan ukuran mereka.  Tekanan Tekanan dijelaskan oleh teori kinetik sebagai kemunculan dari gaya yang dihasilkan oleh molekulmolekul gas yang menabrak dinding wadah. Persamaan-persamaan gerak molekul berbanding terbalik terhadap waktu. dan bersifat lentur (elastic). terisolasi di dalam wadah yang mirip kubus bervolume V. Keseluruhan volume molekul-molekul gas individual dapat diabaikan bila dibandingkan dengan volume wadah.  Waktu selama terjadinya tumbukan molekul dengan dinding wadah dapat diabaikan karena berbanding lurus terhadap waktu selang antartumbukan. Efek-efek Mekanika kuantum dapat diabaikan. Misalkan suatu gas denagn N molekul. sehingga perlakuan statistika dapat diterapkan. masing-masing bermassa m.

Jadi. kita punya pernyataan berikut untuk tekanan di mana V adalah volume. maka kepadatan adalah massa dibagi oleh volume . gaya yang dimunculkan partikel ini adalah: Keseluruhan gaya yang menumbuk dinding adalah: di mana hasil jumlahnya adalah semua molekul gas di dalam wadah. Misalkan ada sejumlah besar partikel yang bergerak cukup acak. dari gas dapat dituliskan sebagai: di mana A adalah luas dinding sasaran gaya. karena luas bagian yang berseberangan dikali dengan panjang sama dengan volume. kita punya: di mana faktor dua muncul sejak saat ini. Kuantitas ini juga dinyatakan dengan mana vrms dalah akar kuadrat rata-rata kecepatan semua partikel. dengan memperhatikan kedua-dua dinding menurut arah yang diberikan. pada di kasus ini rata-rata semua partikel. gaya dapat dituliskan sebagai: Tekanan. dengan menambahkan sumbangan dari tiap-tiap arah.hanya perubahan momentum pada dinding yang dianggap. kita punya: Kuantitas dapat dituliskan sebagai . di mana garis atas menunjukkan rata-rata. gaay pada tiap-tiap dinding akan hampir sama dan kini perhatikanlah gaya pada satu dinding saja. Besaran kecepatan untuk tiap-tiap partikel mengikuti persamaan ini: Kini perhatikan gaya keseluruhan yang menumbuk keenam-enam dinding. Maka kita punya Karena Nm adalah masa keseluruhan gas. Jadi. yakni gaya per satuan luas. sehingga partikel menghasilkan perubahan momentum pada dinding tertentu sekali setiap 2l/vx satuan waktu.

(level 2) Sebanyak 55 liter gas oksigen pada suhu 180C memiliki tekanan absolut 2. Dan berapakah tekanan tangki jika massa nitrogen ditambah menjadi 15 kg ? 5. Jika ban mencapai temperatur 380C. Pada saat yang sama.65 atm. Saat mencapai ketinggian 3000 meter. Hitunglah volume pertambahan gas tersebut. Maka tekanan adalah Hasil ini menarik dan penting. Jika temperatur dasar kolam adalah 5. Hitunglah tekanan gas pada kondisi yang baru sekarang. (level 2) Hitunglah kerapatan massa oksigen pada keadaan STP menggunakan hukum gas ideal. . (level 2) Sebanyak 25. (level 2) sebuah ban diisi udara pada suhu 150C dan memiliki tekanan ukur 220 kPa. 3. Ketahuilah bahwa hasil kali tekanan dan volume adalah sepertiga dari keseluruhan energi kinetik.45 atm terus dipertahankan sehingga volume gas menjadi 48.8 liter. 4. Tuliskan pula perbandingan volume antara kedua keadaan tersebut. Hitung tekanan tangki jika gas nitrogen diganti dengan gas karbondioksida. Tentukan volume gelembung udara persis saat mencapai permukaan danau. 00C) diletakkan dalam ruang bertekanan 4 atm dan temperatur gas naik menjadi 380C. sifat makroskopik. 10. 2. Tentukan perbandingan volume balon saat berada pada keadaan tersebut dengan volume balon saat masih di permukaan laut.7 atm. (level 3) Sebuah gelembung udara di dasar danau berada pada kedalaman 43.5 meter dengan volume 1 cm3. SOAL-SOAL EVALUASI TEORI KINETIK GAS 1. Tentukan : (a) volume gas helium pada keadaan ini. 6. Tentukan volume tangki dalam keadaan demikian. suhu dinaikkan menjadi 500C.. berapa bagian dari udara awal yang harus dikeluarkan agar tekanan 220 kPa dipertahankan ? 8. (level 1) Jika 3 m3 gas yang berada pada keadaan STP (1 atm.5 kg.5 mol gas helium berada pada temperatur 100C dan tekanan ukurnya 0.35 atm. (level 2) Sebuah tangki penyimpanan berisi gas nitrogen pada keadaan STP sebanyak 18. (level 3) Balon berisi helium dilepaskan pada ketinggian permukaan laut dengan suhu 200C. 9. di mana temperatur lingkungan sebesar 50C dan tekanan udara “hanya” 0. sebab ia menghubungkan tekanan.50C dan temperatur dekat permukaan danau adalah 210C. terhadap energi kinetik translasional rata-rata per molekul yakni suatu sifat mikroskopik.6 kg nitrogen N2 pada tekanan absolut 3. (b) temperatur gas jika gas ditekan sehingga menjadi setengah volume semula pada tekanan ukur 1 atm. (level 2) Berapa tekanan dalam bejana 50 liter yang menampung 105 kg gas argon pada suhu 200C ? 7. (level 2) Sebuah tangki penyimpanan gas berisi 21.

.

Dalam bab ini akan dipelajari termodinamika yang banyak membahas perubahan-perubahan panas dikaji dalam hukum- . salah satu diantaranya menghasilkan usaha. Dalam satu siklus terdiri beberapa proses. Teori kinetik zat yang diterapkan pada partikel-partikel gas teori kinetik gas. Setelah mempelajari bab ini Kamu dapat menganalisis perubahan keadaan gas ideal dengan menerapkan hukum termodinamika Mekanika statistika adalah cara untuk mengamati fenomena sistem zat yang komplek dengan jumlah partikel yang sangat besar. Partikel dalam hal ini adalah atom maupun molekul.Materi Termodinamika z TERMODINAMIKA STANDAR KOMPETENSI : Menerapkan konsep termodinamika mesin kalor dalam KOMPETENSI DASAR Setelah mempelajari bab ini Kamu dapat mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomik. Konsep suhu dan kalor mendasari pengertian kita untuk mengamati kelakuan materi dalam jumlah besar. sistem-sistem banyak partikel. Gas-gas dalam ruang tertutup seperti uap bensin dalam mesin bakar kendaraan dapat menjalani siklus tertutup. Teori yang meninjau tentang gerak dan nergi molekul-molekul zat yangh disebut teori kinetik zat. yakni.

hukum termodinamika Materi Termodinamika .

5.02 x 1023. Teori ini tidak mengutamakan kelakuan sebuah partikel tetapi meninjau sifat zat secara keseluruhan sebagai hasil rata-rata kelakuan partikel tersebut. 4.Tidak ada gaya tarik menarik antara partikel satu dengan partikel lain. Selain itu siklus-siklus yang lain seperti siklus Diesel. misalnya mesin uap.Gas selalu memenuhi hukum Boyle-Gay Lussac Pada keadaan standart 1 mol gas menempati volume sebesar 22.Materi Termodinamika Gerbang Mengubah energi kalor menjadi energi mekanik selalu memerlukan sebuah mesin. Untuk menyederhanakan permasalahan teori kinetik gas diambil pengertian tentang gas ideal.400 2. mesin bakar atau mesin diesel. siklus otto.Jarak antara partikel jauh lebih besar disbanding ukuran sebuah partikel. Gas Ideal Gas dianggap terdiri atas molekul-molekul gas yang disebut partikel.02 x 1023 yang disebut bilangan avogadro (No) Jadi pada keadaan standart jumlah atom dalam tiap-tiap cm3 adalah : 6. Sifat-sifat gas ideal adalah sebagai berikut.400 cm3 sedangkan jumlah atom dalam 1 mol sama dengan : 6. ilmuan Perancis yang menemukan siklus Carnot yaitu suatu siklus yang diterapkan untuk mesin kalor.Jika partikel menumbuk dinding atau partikel lain.Setiap partikel mempunyai masa yang sama. Teori Kinetik Gas 1. 7.Hukum Newton tentang gerak berlaku. 3. 6. n N NA Materi Termodinamika .Terdiri atas partikel yang banyak sekali dan bergerak sembarang. 1. Sadi Carnot (1796-1832). A. N N NA = jumlah mol gas = jumlah atom = bilangan avogadro 6. berkembang pesat di masa perkembangan otomotif pada abad pertengahan di masa revolusi industri. 2. siklus Watt dan sebagainya.02 x1023 22.68x1019 atom / cm3 Banyaknya mol untuk suatu gas tertentu adalah : hasil bagi antara jumlah atom dalam gas itu dengan bilangan Avogadro. dalam hal ini gas dianggap sebagai gas ideal. tumbukan dianggap lenting sempurna.

T NA N . maka disebut persamaan keadaaan gas atau hukum Boyle-Gay Lussac. Robert Boyle (1627-1691) mendapatkan bahwa jika tekanan gas diubah tanpa mengubah suhu volume yang ditempatinya juga berubah. Karena k = (mengabadikan Ludwig Boltzman (1844-1906) dari Austria) maka.10-23 joule K disebut konstanta Boltzman sehingga p V = N. Hukum Boyle dirumuskan : pV = konstan (asal suhu tidak berubah) p1V2 = p2V2 Jika ada n mol gas.T NA R NA = 1. persamaan untuk gas ideal menjadi p V = nRT dimana R adalah konstanta umum gas.Materi Termodinamika Seorang Inggris.K atau R = 0. volume. dam suhu.3144 joule/mol.T Jumlah mol suatu gas adalah massa gas itu (m) dibagi dengan massa molekulnya. sedemikian sehingga perkalian antara tekanan dan volume tetap konstan.M r T R. nilainya R = 8.k.3144.022.K = 8. berlaku sama untuk semua gas. Proses isobarik adalah proses yang tekanannya selalu konstan. Proses isokhorik/isovolume proses yang volumenya selalu tetap p/T = konstan. T NA R . R.1023 . Proses isotermis adalah proses yang suhu (T) selalu tetap.T m Mr atau p m R T V Mr p. Persamaan diatas menghubungkan tekanan. V/T = konstan. maka p V = konstan. R.0821 atm liter/mol.T Mr atau p.103 Joule/Mol. Jika N adalah jumlah molekulgas dan NA adalah bilangan Avogadro = 6.V m T m ) maka kita dapatkan persamaan dalam bentuk V Materi Termodinamika . maka jumlah mol gas : n= N NA pV= pV= N . yang menggambarkan keadaan gas.3807. persamaan gas Ideal menjadi : p V = N. Perubahan variable keadaan disebut proses.K (satuan sehari-hari). ( M = Mr ) Jadi : n R Mr Dan karena massa jenis gas ( sebagai berikut : p R Mr T atau p R.

97 .9638 kg/m3 2.25 315 .97 105 N m-2! Penyelesaian: 1 = 1. 13.V2 T2 Persamaan ini sering disebut dengan Hukum Boyle-Gay Lussac. 2 2 = 0.13. Di dalam sebuah tangki yang volumenya 50 dm3 terdapat gas oksigen pada suhu 27º C dan tekanan 135 atm.V T n.1.Materi Termodinamika Jelas terlihat bahwa rapat gas atau massa jenis gas tergantung dari tekanan. suhu dan massa molekulnya.97 . Massa jenis nitrogen 1.R pV=n RT Jadi gas dengan massa tertentu menjalani proses yang bagaimanapun perbandingan antara hasil kali tekanan dan volume dengan suhu mutlaknya adalah konstan.25 kg/m3 pada tekanan normal.821 lt atm/molº k Materi Termodinamika .V1 T1 p 2 .4 p1 T1 T2 p2 p1 = 101292. Contoh: 1.6 . 980 dyne/cm3 = 76 .8 0.25 kg/m3 = 76 cm Hg = 273 K = 315 K = 0. 980 . Tentukan massa jenis nitrogen pada suhu 42º C dan tekanan 0. Berapakah massa gas tersebut? Penyelesaian: R = 0.10-5 10 .105 = 273 . Persamaan gas sempurna yang lebih umum.8 N m-2 p1 V1 p 2 V2 = T1 T2 p1 m1 1 = p2 m2 2 T1 p1 T1 1 T2 = p2 T2 2 101292. ialah dinyatakan dengan persamaan : p. Jika proses berlangsung dari keadaan I ke keadaaan II maka dapat dinyatakan bahwa : p1.6 . 105 N m-2 = 76 cm Hg = 76 .

5 kg CO2) = p1 V1 = n1 R T1 p2 V2 = n2 R T2  p1 p2 = p2 n2 = p1 n1 =5 125 250 p2 = 2.5 atm 4. 10 -26 m3  Volume tiap molekul = 6. 10 -4 m 3 p 5 1.5 kg gas karbondioksida pada suhu yang sama. 500 = 18000 = = 4.103 .4 .partikel dianggap seperti bola. Sebuah tangki berisi 8 kg gas oksigen pada tekanan 5 atm.31. Berapakah jarak rata. 8.025 . sehingga: V = 4/3 r3 Materi Termodinamika . 274 = 8768 gr 3. 0821.18000 = 134. 105 N m-2 dan pada suhu 500º K? Penyelesaian: pV V =nRT 1 nRT .Materi Termodinamika p V T n = 135 atm = 50 dm3 = 300º K = = pV RT 135 . Bila oksigen dipompa keluar lalu diganti dengan 5. 300 M O2 = 16 + 16 = 32 m O2 = 32 . berapa jumlah molekul H2O dalam 1 gr berat air. 50 = 274 mol 0. berapakah tekanannya? Penyelesaian: M O2 = 32 M CO2 = 44 p1 = 5 atm T1 = T2 V1 = V2 n1 n2  n (8 kg O2 ) = 8000 = 250 mol 32 5500 = 125 mol 44  n (5.01. Massa 1 mol air 10 kg.01 .10 26  Jarak partikel.5 .10-4 .5 .rata antara molekul pada tekanan 1.10 4.

Berapa banyakya uap air yang terdaat dalam 1 m3 udara? Penyelesaian: p pV n = 15 = 0.1026 5.103 . Sebuah tangki yang volumenya 100 lt berisi 3 kg udara pada tekanan 20 atm. Berapa banyaknya udara yang harus dimasukkan dalam tangki itu supaya tekanannya menjadi 25 atm? Penyelesaian: T1 V1 = T2 = V2 p1 V1 p V = 2 2 nR nR p1 V1 p V = 2 2 n n 25 .197 N/m2 76 =nRT = = pV RT 0.Materi Termodinamika 134. 3. 10-26 = 4/3 .4 .079 mol 8. 3 = 3. 300 Uap air (H2O)  M = 18  Banyaknya m H2O = 0.197 . Tekanan partial uap air pada suhu 27º C adalah 15 cm Hg. 5 mol gas yang berada dalam tangki yang volumenya 40 lt dan suhu 20º C mengadakan tekanan 3 atm.079 .09 .100 = m2 3 m2 = 2500 .100 20 . 1026  r = 3 32.1422 gr 6.75 kg 2000 7.1 = 0.31. 18 = 0. Berapa tekanan 20 mol gas tersebut jika berada dalam tangki yang volumenya 100 lt dan suhu 87º C? Penyelesaian: n1 V1 T1 p1 n2 V2 T2 = 5 mol = 40 lt = 293º K = 3 atm = 20 mol = 100 lt = 360º K Materi Termodinamika .14 r3 r3 = 32.09.

? p 2 V2 p1 V1 = n T1 n 2 T2 1 p ..... 40 = 2 5 ...... 360 ...... 293 20 .100 3 .Materi Termodinamika p2..

maka energi dalam total (U) suatu gas ideal dengan N partikel adalah U = N . Energi Kinetik. Ek / k Dari Ek = ½ m vrms2 = 3/2 k T. N/V Ek Sehingga persamaan energi kinetik rata-rata dapat ditulis : Ek = 3/2 . p V/N dan Maka : Ek = 3/2 NkT N pV = N k T Gambar: Gas dalam volume Ek = 3/2 k T Suhu gas dinyatakan dalam Energi kinetik rata-rata partikel adalah : T = 2/3. ½ m v rms2 . ∆v tiga dimensi. dan Energi Dalam Gas. Ketika aliran molekul bermasa m bergerak dengan kecepatan v menumbuk permukaan dinding yang luasnya A searah garis normal permukaan. diperoleh : mvrms 2 V p = 1/3 dimana dan menganggap molekul bergerak ke segala arah dalam . Tekanan.∆ t = m. maka tekanannya. v rms = 3kT m 3RT M maka kecepatan rata-rata adalah : v rms = Gas ideal tidak memiliki energi potensial.9 atm Kerja Berpasangan 2. p = F/A Dengan menggunakan impuls = perubahan momentum F. N/V p = 2/3 . Suhu.146500 P2 p2 = 864000 = 5. V = Volume Ruangan Ek = ½ m vrms2 Karena Energi kinetik rata-rata molekul : Maka : p = 2/3 . Ek atau U = 3/2 N k T (untuk gas diatomik) Materi Termodinamika .

66 .Materi Termodinamika dan U = 5/2 N k T (untuk gas diatomik dengan rotasi atau gas poliatomik) Energi dalam adalah jumlah energi kinetik translasi. D i s t r i b u s i K e c e p a t a n P a r t i ke l G a s I d e a l Dalam gas ideal yang sesungguhnya atom-atom tidak sama kecepatannya. Gambar: translasi partikel (kiri). Sebagian bergerak lebih cepat sebagian lebih lambat. Tetapi sebagai pendekatan dianggap semua atom itu kecepatannya sama.3 . massa sebuah atom hidrogen 1. Demikian pula arah kecepatannya atom-atom dalam gas tidak sama.1. . sepertiga jumlah atom bergerak sejajar sumbu y dan sepertiga lagi bergerak sejajar sumbu z.27 = v = 5. 273 32 . Berapakah kecepatan rata.83 . Untuk mudahnya dianggap saja bahwa sepertiga jumlah atom bergerak sejajar sumbu x. Koefisien 3 dan 7 pada energi dalam.83 .66 . dan vibrasi/getaran partikel (kanan) Con toh : 1. 10-23 = 273 K = 32 x 1.10 . 102 m/det Kerja Berpasangan 3 .rata molekul gas oksigen pada 0º C berat atom oksigen 16. energi kinetik rotasi dan energi getaran (vibrasi) partikel. dinamakan derajat kebebasan. rotasi partikel (tengah).1. 10-27 kg = ½ N m v2 Mr O2 = 32 m Ek 3/2 N k T = ½ N m v2 v = 3k T m 3 .66 . 10-27 kg? k T = 1.10-23 .

dalam m/det k = konstanta Boltzman = 1.38 x 10-23 joule/atom oK T = suhu dalam K Materi Termodinamika .Kecepatan bergerak tiap-tiap atom ditulis dengan bentuk persamaan : v v rms rms = 3kT m = kecepatan tiap-tiap atom.

Materi Termodinamika m = massa atom. v = 3RT M M serta k NA R maka tiap-tiap NA rms M = massa gas per mol dalam satuan kg/mol R = konstanta gas umum = 8. namun suhu berbeda dapat disimpulkan : v rms1 : v rms2 = T1 : T2 . untuk dua macam gas kecepatannya dapat dinyatakan : v v v rms1 Gambar: Partikel dalam kotak : v rms2 = 1 M1 : 1 M2 rms1 = kecepatan molekul gas 1 = kecepatan molekul gas 2 = massa molekul gas 1 = massa molekul gas 2 rms2 M1 M2 Pada gas yang sama.317 joule/moloK Dari persamaan di atas dapat dinyatakan bahwa : Pada suhu yang sama. Hubungan antara jumlah rata-rata partikel yang bergerak dalam suatu ruang ke arah kiri dan kanan dengan kecepatan partikel gas ideal. digambarkan oleh M a x w e l l dalam bentuk D i s t r i b u s i M a x w e l l Gambar: Distribusi Maxwell Oleh karena untuk N = 1 partikel memiliki massa m molekul gas dapat dituliskan kecepatannya dengan rumus sebagai berikut. dalam satuan kilogram.

Materi Termodinamika .

energi kimiawi. Proses Isotermis / Isotermal Proses isotermis/isothermal yaitu proses A yang berlangsung dengan suhu tetap. Termodinamika Energi termal atau kalor ( Q) adalah energi yang mengalir dari benda yang satu ke benda yang lain karena perbedaan suhu. dan hanya bergantung pada suhu saja. Proses-proses yang penting pada gas. a. Usaha Usaha yang dilakukan sistem ( W) dihitung positif jika sistem melepaskan energi pada lingkungannya. Energi dalam merupakan jumlah energi kinetik. Apabila lingkungan mengadakan usaha pada sistem hingga sistem menerima sejumlah energi. Jika benda pertama dan benda kedua berada dalam keadaan termal yang seimbang dengan benda ketiga. suhu kedua benda haruslah sama. (Pernyataan ini sering disebut hukum ke-nol – zeroth law – termodinamika). Kalor selalu berpindah dari benda yang panas ke benda yang dingin.Materi Termodinamika B. energi listrik. Agar kedua benda yang saling bersentuhan tersebut berada dalam keadaan termal yang seimbang (yakni tidak ada perpindahan kalor antara kedua benda).V1 = p2. maka kedua benda pertama berada dalam keadaan Gambar: Api unggun termal yang seimbang. Khusus untuk gas ideal perlu diingat bahwa energi dalamnya hanyalah terdiri atas energi kinetik saja.dV Materi Termodinamika . ( Ek = ½ m ov 2 rms = 3 2 kT adalah energi kinetik satu atom. energi potensial. Energi dalam (U) suatu sistem adalah jumlah total energi yang terkandung dalam sistem. atau molekul gas ideal). Berlaku Hukum Boyle : p1. dan segenap bentuk energi lain yang dimiliki atom dan molekul sistem.V2 Usaha luar : V2 > V1 maka W = (+) V1 > V2 maka W = (-) ∆V v2 W v1 p. maka W adalah negatif. 1. energi nuklir.

3n.V p W n.RT V n.RT n. W = p.V1= p2. Proses Isobarik p p AB Proses isobarik yaitu proses yang berlangsung dengan tekanan tetap.RT log V2 V1 2.RT v2 v1 G dV V W n. Cp Qp T J/k Materi Termodinamika .RT ln V2 G V1 p1 p2 untuk tekanan Atau ln x = e log x = ln x p1.V2 log x log e W 2.Materi Termodinamika p.k n T Kapasitas kalor (Cp) pada tekanan tetap.3 log x b. Berlaku Hukum Charles : V1 V1 = T1 T2 V1 V2 V Usaha luar: W = p (V2-V1) V2 V1 W = (+) gas melakukan usaha terhadap lingkungannya.∆V V2 <V1 W = (-) gas menerima usaha dari Lingkungannya Pemanasan gas dengan tekanan tetap: Qp = m cp T atau Qp = n cpm T Kalor jenis gas pada tekanan tetap Kalor jenis jenis molar gas pada tekanan tetap cp Qp m T J/kg K c pm i Qv J / mol.

cv Qv J / kg.Materi Termodinamika c. Proses Isokhorik Proses isokhorik yaitu proses yang berlaku / berlangsung dengan volume tetap.cvm. V P. Kalor jenis molar pada volume yang tetap.K n T usaha luar: Kapasitas kalor pada volume tetap W W W p.cv. T A B V atau Qv = n. p p2 p1 V Qv = m.O O d. T Berlaku Hukum Gay Lussac : p1 p2 = T1 T2 Kalor jenis gas pada volume yang tetap. Proses Adiabatik Cv Qv J/ K T Proses adiabatik yaitu proses yang berlangsung tanpa penambahan/pengurangan kalor. p1V1γ = p2 V2γ γ = kostanta Laplace = Cp Cv cp cv c pm cvm .K m T c vm Qv J / mol.

1 kalori = 4. atau ft lb atau kalori.2 joule Persamaannya dapat ditulis: Q= U+ W Kesimpulan : Bahwa tidak mungkin suatu mesin akan bekerja terus menerus tanpa penambahan energi dari luar (perpetum mobille I ). Diagram antara tekanan terhadap waktu seperti gambar di bawah ini. Energi dapat berganti bentuk yang lain. 1 joule = 0. misalnya: menjadi kalor. Hukum ini menyatakan. Hukum I Termodinamika Hukum I termodinamika adalah suatu pernyataan bahwa energi adalah kekal.(T1-T2) Gas Diatomik W=5/2 n.R. p p V1 V V2 Gambar: Diagram tekanan terhadap volume pada proses isobarik Berdasarkan diagram tersebut di atas Usaha yang dilakukan gas adalah : W = p(V2 – V1) W p V1 = usaha yang dilakukan gas (J) = tekanan gas (Pa) = Volume gas pada keadaan awal (m3) . energi tidak dapat diciptakan / dimusnahkan. a.24 kalori . energi ini haruslah muncul sebagai penambahan energi dalam sistem U dan/atau usaha yang dilakukan sistem pada lingkungannya.R ∆T W=3/2 n. jika kalor Q masuk ke dalam sistem.T1V1γ 1 = T2 V2γ Usaha luar : 1 Gas monoatomik W=3/2 n. U dan W harus dinyatakan dalam satuan yang sama: joule. Proses Isobarik Proses isobarik adalah suatu proses dimana pada proses tersebut tekanannya adalah tetap. Q.R ∆T W=5/2 n R(T1T2) 2. atau Btu.

Materi Termodinamika .

tetapi jika pada proses pemampatan.Materi Termodinamika V2 = Volume gas pada keadaan akhir (m3) Jika pada proses ekspansi. yakni kalor yang masuk sistem menjelma sebagai penambahan energi dalam sistem. cp = 5/2 R cp = 5/2 R cp = 7/2 R b. . . Pada proses volume tetap berlaku hukum Gay-Lussac yang menyatakan : p T nR tetap V diagram hubungan antara tekanan dan volume adalah sebagai berikut : p p2 p1 Materi Termodinamika . Proses Isokhorik Proses isokhorik adalah suatu proses dengan volume tetap di mana volume sistem tidak berubah. Qp = m cp atau : Qp = n cp T T V=nR Qv T = 3/2 n R T = n cv T T W =P U= Untuk gas monoatomik: ∆U = 3/2 N k cv = 3/2 R joule/mol K Qp = n cp U+ W T+ n R T T = n cv cp = cv + R joule/mol K sehingga cp = 3/2 R + R = 5/2 R joule/mol K Untuk gas diatomik: Suhu Rendah Suhu Sedang Suhu Tinggi 1 J/mol K = Gas Monoatomik 1 M : cv = 3/2 R : cv = 5/2 R : cv = 7/2 R J/kg K : cv = 3/2 R/M joule / kg K cp = 5/2 R/M . V1 V2 = T1 T2 Proses isobarik adalah proses di mana tekanan sistem tidak berubah. volume gas membesar maka dikatakan gas melakukan usaha. volume gas mengecil maka dikatakan gas dikenai kerja.

cp = 5/2 n R .K T C QJ TK .Materi Termodinamika V V Usaha yang dilakukan gas pada proses isokhorik adalah sebagai berikut : pada proses isokhorik ∆ V = 0 maka usaha yang dilakukan gas yang mengalami proses ini memenuhi : W=p V=0 sehingga hukum I termodinamika menjadi : Q= U+ W W = 0 ( tidak terjadi perubahan volume) Maka Qv = U T atau Q v = m cv T Q v = n cv U U U = 3/2 nR T (gas monoatomik=gas diatomik suhu rendah) T (gas diatomatik suhu sedang (gas diatomatik suhu tinggi) = 5/2 n R = 7/2 n R Qv W = Qp W = n (cp cv) T atau W = m(cp-cv) T Kapasitas Kalor Q=mc disebut dengan C= Gas diatomik Suhu Rendah : cv = 3/2 R/M : cp = 5/2 R/M Suhu Sedang : cv = 5/2 R/M J/kg. Proses Isotermik Proses isotermik adalah proses di mana suhu tidak berubah. cp = 7/2 n R . Tetapi hal ini tidaklah berlaku untuk sistem- Materi Termodinamika . cp = 9/2 n R Qv + Qp W Qv T T = 3/2 n R T = (Cp Cv) Cv = 3/2 n R (Cp Cv) = n R joule/ K sehingga Cp = 5/2 n R c. cv = 3/2 nR . Untuk gas ideal yang mengalami proses isotermik U = 0. cv = 5/2 nR J/K : cp = 7/2 R/M Suhu Tinggi : cv = 7/2 R/M : cp = 9/2 R/M Gas monoatomik : Qv = Cv U T Qp = W= nR . cv = 7/2 nR .

Apabila gas ideal mengalami proses. energi dalamnya akan naik. hukum pertama menjadi : 0= U+ W artinya U= W Apabila sistem melakukan kerja. Proses Isotermik gas ideal: U = O Q = W W V2 G ) V1 p1 ) p2 T U 0 meskipun proses = n RT 1n ( W W = n RT 1n ( = P V=nR Apabila gas ideal mengalami proses di mana (p 1. p1V 1 = p2V 2 dan T1V1 1 = T2V2 1 . berlakulah : dengan = cp/cv. Sebagai contoh kalau es mencair pada 0 C. berlaku bahwa: Q = W = p1 V1 ln V2 V2 = 2.30 p1 V1 log V1 V1 Disini ln dan log adalah logaritma dengan bilangan dasar e dan 10. di mana p1 V1 = p2 V2 . V2). di mana keadaannya (p1. V1. T1) berubah secara adiabatik menjadi (p2.Materi Termodinamika sistem lain. Apabila kerja dilakukan pada sistem. V1) berubah menjadi (p2. d. energi dalamnya harus turun. T2). pencairan berlangsung pada suhu tetap. Proses Adiabatik Proses adiabatik adalah proses di mana tidak ada kalor yang masuk atau keluar dari sistem. V2. Maka Q = 0. hingga untuk proses demikian.

Jadi untuk melakukan usaha secara terus menerus. V2 ). Agar sistem ini dapat bekerja terus-menerus dan hasilnya ada kalor yang diubah menjadi usaha. maka harus ditempuh cara-cara tertentu. usahanya positif. Ini berarti pada akhir siklus energi dalam sistem sama dengan energi dalam semula.Pelaksanaan hukum I Termodinamika kekekalan energi.Akhirnya proses isobarik membuat sistem kembali ke ( P1 . Misalnya. V2 ) sampai ( P2 .Mulai dari ( P1 . . yang ada hanya pengubahan kalor menjadi usaha melalui satu tahap saja. pada proses-proses di atas mengikuti hukum P e n e r a p a n H u ku m I Te r mo d i n a mi k a Siklus Suatu mesin yang dapat mengubah seluruh kalor yang diserapnya menjadi usaha secara terus menerus belum pernah dijumpai. suatu siklus harus melakukan usaha secara terus menerus. Contoh: Materi Termodinamika . proses isotermis. Perhatikan gambar berikut ini. Bila siklus berputar ke kiri usahanya negatif. Bila siklus berputar ke kanan. suatu siklus harus bekerja dalam suatu siklus. . Pada akhir proses sistem kembali ke keadaan semula. Jadi siklus adalah suatu rantai proses yang berlangsung sampai kembali ke keadaan semula. V1 ). V1 ) gas mengalami proses isothermis sampai ( P2 . Usaha yang dilakukan sama dengan luas bagian gambar yang diarsir. Luas siklus merupakan usaha netto.Kemudian proses isobarik mengubah sistem dari ( P2 . . V1 ).

yang mengemukakan siklus Carnot Siklus Carnot Siklus Carnot dibatasi oleh garis lengkung isotherm dan dua garis lengkung adiabatik.WBA p1 A v1 v2 V Contoh berbagai siklus yang lain sebagai berikut. Gambar: Berbagai macam siklus Siklus yang ideal dikemukakan oleh Carnot disebut Siklus Carnot Gambar: Sadi Carnot (17961832).Materi Termodinamika p p2 B WAB = positif WRA = negatif Wnetto = WAB . . Hal ini memungkinkan seluruh panas yang diserap ( input panas ) diberikan pada satu suhu panas yang tinggi dan seluruh panas yang dibuang ( panas output ) dikeluarkan pada satu suhu rendah. p P1 A Q1 P2 P4 P3 D Q2 C B AB=pemuaian/pengembangan/ekspansi isotermis BC = pemuaian / ekspansi adiabatik CD = penampatan/kompresi isotermis DA = penempatan/kompresi adiabatik V3 V V1 V4 V2 Materi Termodinamika .

Mesin Pendingin Mesin pendingin seperti air conditioner (AC) maupun kulkas/refrigerator menggunakan proses yang berbeda dengan proses mesin pemanas yang menggunakan siklus Carnot. Gambar: Skema siklus Carnot Disini kalor panas (QH) sebagai Q1. Materi Termodinamika . Mesin pendingin menyerap kalor dingin sebagai sumber dan membuangnya dalam bentuk kalor panas. dan kalor dingin (QC) sebagai Q2. W = Q1 – Q2 Daya guna /efisiensi mesin kalor W x 100% Q1 Q1 Q2 x 100% Q1 =1 Q2 x 100% Q1 T2 x 100% T1 atau =1 Untuk mesin Carnot ideal efisiensinya selalu maksimum.Materi Termodinamika Siklus Carnot bekerja dengan mengubah kalor panas (heat) dan membuangnya dalam bentuk kalor dingin (cold) Mesin yang menggunakan siklus ini misalnya seperti mesin pemanas ruang dalam rumah seperti di negara-negara sub tropis pada musim dingin.

Daya guna /efisiensi mesin pendingin: W x 100% Q2 Q1 Q2 x 100% Q2 = Q1 Q2 T1 T2 1 Q2 W 1 x 100% atau = 1 x 100% Koefisien Performance mesin pendingin / koefisien daya guna sebagai berikut.Materi Termodinamika Gambar mesin kulkas Gambar mesin AC Gambar: Skema mesin pendingin Di sini kalor panas (QH) sebagai Q1. Berlaku pula W = Q1 – Q2 Efisiensi mesin pendingin sebagai berikut. dan kalor dingin (QC) sebagai Q2. K= K= K= Q2 Q1 Q2 Materi Termodinamika .

P Q1 C D B Q2 A V a–b Proses : pemampatan adiabatik Materi Termodinamika . Pada mesin diesel. Dimulai dari titik a. Tetapi di lain pihak. Siklus pada mesin diesel dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan satu garis lurus isobarik serta satu garis lurus isokhorik. maka : P Q1 B D A Q2 E V Proses a–b : pemampatan adiabatik Ta V k1 Proses b–c c–d 1 = Tb V2k 1 : proses isokhorik. pembakaran jauh lebih lambat sehingga gas di dalam silinder berkesempatan untuk mengembang bebas.Materi Termodinamika Siklus Otto Siklus mesin bakar atau lebih umum disebut siklus Otto di tunjukkan pada gambar di bawah ini. pendinginannya berlangsung cepat. dan pengembangan selama pembakaran boleh dikatakan berlangsung dengan tekanan yang hampir tetap. gas mengeluarkan kalor Q2 = = 1 G 0 m Cv (Ta – Td) Q Q1 Siklus Diesel Siklus untuk mesin diesel ditunjukkan pada gambar berikut ini. Siklus Otto dibatasi oleh dua garis lengkung adiabatik dan dua garis lurus isokhorik. pada volum yang hampir tetap. gas menyerap kalor sebesar Q1 = m Cv (Tc – Tb) Proses : pemuaian adiabatik Tc V k2 1 = Td V2k 1 Proses d–a : proses isokhorik.

sehingga berlangsung pada tekanan tetap pula. suhu naik dari Ta  Tb : penguapan pada tekanan tetap. suhu naik dari Td ke Te : pemuaian adiabatik : pengembunan pada tekanan tetap. Pada mesin uap. Materi Termodinamika .Materi Termodinamika Ta V k1 Proses b–c 1 = Tb V2k 1 : langkah daya pertama pemuaian isobarik W = = W = = p dV nRT dV v nRT dV V nRT ln dV Proses c–d : proses pemuaian adiabatik Tc V k2 1 = Td V1k 1 Proses d–a : proses pelepasan kalor isokhorik W = 0 . hanya saja pada mesin uap ini terdapat proses penguapan dan pengembunan. suhu naik c – mulai terjadi penguapan Proses : perubahan wujud dari cair ke uap d – semua zat cair sudah menjadi uap Proses Proses Proses : pemuaian pada tekanan tetap. terjadi penurunan suhu Siklus Rainkine Siklus mesin uap yang juga disebut siklus Rainkine ditunjukkan pada gambar berikut ini. pemanasannya adalah pemanasan air di dalam ketel yang mendidih pada tekanan tetap tertentu dan pengembangan volumnya diakibatkan oleh penguapan yang intensif oleh mendidihnya air di dalam ketel. Siklus ini dibatasi oleh garis lengkung adiabatik dan dua garis lurus isobarik. Adapun penekanannya untuk mengembalikan ke keadaan awal mengakibatkan pengembunan uap jenuh. P Q1 cair B C D E uap A cair uap Q2 F V V3 a–b b–c c–d d–e e–f f–a V2 V1 Proses Proses : pada zat cair ditambahkan tekanan. Mula-mula air dalam keadaan cair dengan suhu dan tekanan rendah di titik a.

melepaskan kalor Kerja Berpasangan 3. kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak secara spontan kalau kembali ke keadaan semula.Materi Termodinamika bila proses dibalik Proses Proses Proses a–f f–e c–b : penguapan pada tekanan tetap sehingga membutuhkan kalor : pemampatan adiabatik : pengembunan pada tekanan tetap. a. Atau singkatnya W pendingin. Dengan kata lain bahwa. Rudolf Clausius : Perumusan Clausius tentang hukum II Termodinamika secara sederhana dapat diungkapkan sebagai berikut : Ti d a k i i rj mungkin membuat mes in ya h a n ya m e n ye r a p d a r i r e s e r v o i r b e r s u h u r e n d ah dan memindahkan kalor i t u k e r e s e r v o i r ya n g b e r s u h u tinggi. bagi mesin Materi Termodinamika p e n d n g n ya n g b e k e a n . Hukum II Termodinamika Hukum II termodinamika dirumuskan oleh beberapa ilmuan diantaranya sebagai berikut. tanpa disertai perubahan l a i n . 0.

terjadi pula perubahan usaha menjadi kalor yang ikut dibuang di T1. Pada proses ini selain pemindahan kalor dari reservoir dingin T2 ke reservoir T1. dan zat cair juga menguap. dimampatkan. Zat cair di dalam wadahnya pada tekanan tinggi harus melalui saluran yang sempit. Materi Termodinamika . Kemudian uap pada tekanan rendah ini masuk ke dalam kompresor. sehingga tekanannya dan temperaturnya naik. Untuk menguap maka zat cair ini memerlukan kalor yang diserap dari reservoir T2 (suhu reservoir dingin = suhu benda yang akan didinginkan). Proses ini disebut : Proses Joule-Kelvin.Materi Termodinamika Sebagai contoh marilah kita lihat proses pada lemari pendingin (lemari es) yang bagannya pada gambar di bawah ini. Zat yang sering dipakai pada pesawat pendingin adalah a m o n i a k . menuju ke ruang yang lapang (Evaporator). Temperatur uap ini lebih tingi dari temperatur reservoir T1 (temperatur suhu tingi) dan T1 > T2 Di dalam kondensor uap ini memberikan kalor pada reservoir T1. Kelvin Planck (Perpetom Mobiles II) Pada dasarnya perumusan antara Kelvin dan Plank mengenai suatu hal yang sama. temperatur dan tekanan zat cair tadi berkurang. b. Sebagai reservoir T1 dapat digunakan udara dalam kamar atau air. Tiba di ruang yang lapang. sehingga perumusan keduanya dapat digabungkan dan sering disebut : Perumusan Kelvin-P l a n k Te n t a n g H u k u m I I Te r m o d i n a m i k a .

c. karena proses isotermis maupun adiabatis selalu dapat dibalik. Carnot Dari semua mesin yang bekerja dengan menyerap kalor dari reservoir panas dan membuang kalor pada reservoir dingin efisiensinya tidak ada yang melebihi efisien mesin Carnot.Pd . sedangkan pengembangan dan penekanannya berlangsung secara adiabatis. A t a u d e n g a n k a t a l a i n b a h w a . Sebagai contoh perhatikan proses yang sebenarnya terjadi pada motor bakar dan motor bensin.m a t a m e n ye r a p k a l o r d a r i s e b u a h r e s e r v o i r d a n m e n g u b a h n y a m e n j a d i u s a h a . yaitu pengisapan dan pelepasan panasnya berlangsung secara isotermis. sehinga volume campuran tetap (proses isokhorik) Hasil pembakaran tadi mengembang. tetapi masih lebih tinggi dari tekanan dan temperatur di luar. Ciri khas mesin Carnot ialah pemanasan dan pendinginannya. Mula-mula campuran uap bensin dan udara dimasukkan ke dalam silinder dengan cara menarik penghisap. sehingga sebagian campuran itu ada yang keluar sedangkan penghisap masih tetap ditempatnya. Proses pembakaran ini menghasilkan campuran dengan temperatur dan tekanan yang sangat tingi. Atau singkatnya Q1 mesin kalor. Kemudian penghisap ditekan. mendorong penghisap. maksudnya dapat mengubah panas sebanyakbanyaknya menjadi energi gerak mekanik. t idak mungkin suatu mesin itu mengisap panas dari reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi usaha. maksudnya dengan mengenakan usaha mekanik W padanya mesin akan Drs. Campuran tadi kemudian dibakar dengan loncatan bunga api listrik. dengan demikian campuran tadi 0. Akhirnya penghisap mendorong hampir seluruhnya campuran hasil pembakaran itu keluar. sedangkan tekanan dan temperaturnya turun. Katub terbuka. Mesin Carnot secara ideal memang tidak ada. M. Pristiadi Utomo.Materi Termodinamika Perumusan Kelvin-Plank secara sederhana dapat dinyatakan sebagai berikut : ti d a k m u n g k i n m e m b u a t m e s i n y a n g b e k e r j a n ya s e m a t a . tetapi mesin yang mendekati mesin Carnot akan memiliki efisiensi yang tinggi. Dengan demikian mesin Carnot dapat dibalik (reversible). yaitu < 1 bagi setiap dimampatkan sehingga temperatur dan tekanannya naik.

Itulah sebabnya orangorang menyimpan bahan makanan dalam freezer untuk mempertahankan perubahan energi dari bahan makanan itu dan mempertahankan dari kerusakan. Jenis-jenis mesin selain mesin Carnot tidak dapat dibalik. Secara matematis entropi (∆S) dirumuskan dengan peningkatan kalor tiap satuan suhu. Inilah hukum alam. Kenaikan entropi selalu diikuti pula dengan ketidakteraturan. Tetapi penurunan entropi di bumi disertai oleh naiknya entropi di matahari. yang pasti adalah dari suhu tinggi ke suhu rendah.Materi Termodinamika melepas panas Q1 dari bagian yang didinginkan serta melepas panas sebanyak Q2 keluar. harus dipanaskan dulu dengan digoreng atau dipanggang sehingga mendapatkan makanan hangat yang telah mengalami kerusakan dibanding semula waktu tersimpan dalam freezer. Kecenderungan ini dapat ditahan dengan adanya fotosintesis. dan dengan menerapkan hukum termodinamika ke II dapat ditunjukkan bahwa karena dapat dibalik. Entropi adalah munculnya efek ketidakteraturan/kerusakan pada saat terjadi peningkatan energi pada suatu sistem. Adalah tidak mungkin mendapatkan suatu mesin yang bekerja dalam lingkaran yang tidak menimbulkan efek lain selain mengambil panas dari suatu sumber dan mengubah panas ini seluruhnya menjadi usaha. Hukum II termodinamika juga menyatakan bahwa panas tidak akan mengalir atau menghantar dari suhu rendah ke suhu tinggi. Dengan proses ini entropi bumi diturunkan dan ketidakteraturan bertambah. Hukum III Termodinamika Hukum ketiga Termodinamika menyatakan bahwa entropi dari semua kristalkristal padat mendekati nol pada saat suhunya mendekati nol mutlak. 4. Dan bila ingin memakannya. daging misalnya yang akan disantap. Hukum II termodinamika diringkaskan berbunyi sebagai berikut. Kerusakan sel-sel daging yang menyerap kalor akibat dipanaskan itu membawa perubahan yang menguntungkan. maka entropi alam raya cenderung naik ke nilai maksimum. Dalam proses ini energi matahari yang tersebar dikumpulkan menjadi energi kimia yang terkonsentrasi dalam molekul gula. Demikian pula yang berlangsung di bumi sebagai bagian dari alam raya. mesin Carnot memiliki efisiensi yang sama. ∆S= Q T dan ∆ S = S2 S1 Asas entropi yang dikemukakan Clausius mengatakan bahwa alam raya (universe) sebagai sistem terisolasi sehingga proses di dalamnya berlangsung secara adiabatik. yaitu daging siap dimakan. Karena itu fotosintesis disebut juga negentropi (=entropi negatif). Pada daging yang telah menyerap kalor dari pemanasan seperti tersebut di atas. Dengan kata lain semua zat akan kehilangan energi pada saat suhunya nol mutlak. entropi di bumi haruslah bertambah terus dan ketidakteraturannya juga harus bertambah. penurunan entropi di suatu Materi Termodinamika . Karena penggunaan energi untuk usaha berlangsung terus menerus. entropi berupa kerusakan daging menjadi matang dari keadaan semula mentah.

alat AC menurunkan entropi di dalam ruangan. Materi Termodinamika . tetapi ia menaikkan entropi di luar ruangan. Misalnya.Materi Termodinamika tempat hanya mungkin dengan naiknya entropi di tempat lain.

5 T. 327 K b. Pada hukum Boyle p V = k. Daya b.25 p b. Kecepatan rms rata-rata dari molekul menjadi dua kali.25 e. Jika tekanan gas tersebut dijadikan 2p dan suhunya diturunkan menjadi 0. Suhu berubah menjadi 300 2 K e. 0. 2 c. d. mana satu diantara pernyataan berikut yang tepat ? a. 2 p e. Usaha c. 2.Materi Termodinamika Soal-soal Soal-soal Pilihan Ganda Pilihlah satu jawaban yang benar! 1. berapakah tekanannya? a. 5. Suatu gas ideal pada tekanan atmosfir p dan suhu 27 C dimampatkan sampai volumenya setengah kali dari semula.12 4. Untuk melipatduakan kecepatan rms dari molekul-molekul dalam suatu gas ideal pada 300 K. Suatu gas ideal pada 300 K dipanaskan pada volume tetap sehingga energi kinetis rata-rata dari molekul gas menjadi dua kali lipat. Momentum linear d.54 p c. Rapat massa (perbandingan massa dan volume) suatu gas ideal pada suhu T dan tekanan p adalah . c. Momentum rata-rata dari molekul menjadi dua kali. k mempunyai dimensi : a. maka rapat massa gas dalam keadaan terakhir adalah : a. 600 K Materi Termodinamika . Kecepatan rata-rata molekul menjadi dua kali. 1 p d. b. suhu sebaiknya dinaikkan menjadi a. 4 b. 0. 424 K c. 0. 0.18 p 2. Jika suhunya dilipatduakan menjadi 54 C. Konstanta pegas 3. 0. Suhu berubah menjadi 600 K. Suhu e.50 d.

Suatu gas yang volumenya 0. Salah semua . Massa sebuah molekul nitrogen adalah empat belas kali massa sebuah molekul hydrogen. Kenaikan suhu udara di A dan di B sama b.5 K b. Dua bejana A dan B volumenya sama berisi udara yang suhu dan massanya sama pula. 21 K d. maka tekanan gas adalah a. Perubahan energi dalam di A dan di B sama c. Udara di dalam bejana A dipanaskan pada tekanan tetap sedangkan udara di dalam bejana B dipanaskan pada volume tetap. Kenaikan suhu udara di A lebih kecil dari di B d.000 K 6. 6 x 105 Nm-2 b. Sistem tidak mendapat usaha dari luar 9. Energi adalah kekal c. 6 x 105 Nm-2 e. 1. Dengan demikian molekul-molekul nitrogen pada suhu 294 K mempunyai laju rata-rata yang sama dengan molekul-molekul hydrogen pada suhu : a. Kenaikan suhu udara di A lebih besar dari di B e. Hukum I Termodinamika menyatakan bahwa : a. Jika usaha luar gas tersebut 3 x 105 joule.5 m3 perlahan-lahan dipanaskan pada tekanan tetap hingga volumenya menjadi 2 m3. Energi dalam adalah kekal d. Suhu adalah tetap e. 2058 K 7. 2 x 105 Nm-2 c. 90. 42 K c. 4116 K e.Materi Termodinamika d. 10.200K e. 3 x 105 Nm-2 8. Jika jumlah kalor yang diberikan kepada bejana A dan B sama banyaknya maka : a. Kalor tidak dapat masuk ke dalam dan ke luar dari suatu sistem b.5 x 105 Nm-2 d.

10. Sejumlah gas ideal dengan massa tertentu mengalami pemampatan secara adiabatic. Jika W adalah kerja yang dilakukan oleh sistem (gas) dan T adalah perubahan suhu dari sistem, maka berlaku keadaan a. W = 0, T > 0 b. W = 0, T < 0 c. W > 0, T = 0 d. W < 0, T = 0 e. W < 0, T = 0

Kesetimbangan Kimia.
Reaksi timbal balik Reaksi timbal balik adalah reaksi yang, tergantung keadaan, dapat mengalir ke dua arah. Apabila Anda meniupkan uap panas ke sebuah besi yang panas, uap panas ini akan bereaksi dengan besi dan membentuk sebuah besi oksida magnetik berwarna hitam yang disebut ferri ferro oksida atau magnetit, Fe3O4.

Hidrogen yang terbentuk oleh reaksi ini tersapu oleh aliran uap.

Dalam keadaan lain, hasil-hasil reaksi ini akan saling bereaksi. Hidrogen yang melewati ferri ferro oksida panas akan mengubahnya menjadi besi, dan uap panas juga akan terbentuk.

Uap panas yang kali ini terbentuk tersapu oleh aliran hidrogen.

Reaksi ini dapat berbalik, tapi dalam keadaan biasa, reaksi ini menjadi reaksi satu arah. Produk dari reaksi satu arah ini berada dalam keadaan terpisah dan tidak dapat bereaksi satu sama lain sehingga reaksi sebaliknya tidak dapat terjadi. Reaksi timbal balik yang terjadi pada sistem tertutup Sistem tertutup adalah situasi di mana tidak ada zat yang ditambahkan atau diambil dari sistem tersebut. Tetapi energi dapat ditransfer ke luar maupun ke dalam. Pada contoh yang baru kita bahas tadi, Anda harus membayangkan sebuah besi yang dipanaskan oleh uap dalam sebuah kotak tertutup. Panas ditambahkan ke dalam sistem ini, namun tidak satu zat pun yang terlibat dalam reaksi ini dapat keluar dari kotak. Keadaan demikian disebut sistem tertutup. Pada saat ferri ferro oksida dan hidrogen mulai terbentuk, kedua zat ini akan saling bereaksi

kembali untuk membentuk besi dan uap panas yang ada pada mulanya. Coba pikirkan, kirakira apa yang Anda temukan ketika menganalisis campuran ini setelah beberapa saat? Anda akan sadar, bahwa Anda telah membentuk situasi yang disebut kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan Dinamis Mempelajari kesetimbangan dinamis secara visual Bayangkan sebuah zat yang dapat berada dalam dua bentuk/warna, biru dan merah, masingmasing dapat bereaksi untuk menjadi yang lain (biru menjadi merah, merah menjadi biru). Kita akan membiarkan mereka bereaksi dalam sistem tertutup, di mana tidak ada satu pun yang dapat keluar dari sistem ini. Biru dapat berubah menjadi merah jauh lebih cepat daripada merah menjadi biru. Dan berikut adalah peluang (probabilitas) dari perubahan yang dapat terjadi. 3/6 biru berubah menjadi merah, dan 1/6 merah berubah menjadi biru.

Anda dapat mencobanya dengan kertas berwarna yang digunting kecil-kecil (dua warna) dan sebuah dadu. Berikut adalah hasil dari „reaksi‟ (simulasi) yang saya lakukan. Saya mulai dengan 16 potongan kertas biru. Saya melihat potongan-potongan itu satu per satu secara bergantian dan memutuskan apakah kertas yang saya lihat dapat berubah warna dengan melempar dadu. Kertas biru dapat saya ganti dengan kertas merah apabila angka 4, 5 dan 6 keluar. Kertas merah dapat saya ganti dengan kertas biru apabila angka 6 keluar pada saat saya melihat sebuah kertas merah. Ketika saya selesai melihat ke-16 kertas itu, saya mulai lagi dari awal. Tapi tentu saja kali ini saya mulai dengan pola yang berbeda. Diagram di bawah ini menunjukkan hasil yang saya dapat setelah saya mengulang proses ini sebanyak 11 kali (dan saya tambahkan 16 potongan kertas biru yang saya punya pada awal simulasi).

kita dapatkan 12 kertas warna merah dan 4 kertas warna biru. hasil akhir ini diperoleh secara kebetulan karena simulasi ini dilakukan dengan jumlah kertas yang sangat sedikit. Namun demikian. Anda akan mendapati proporsi yang terbentuk akan mendekati 75% merah dan 25% biru (suatu simulasi yang sangat membosankan. ada kertas biru yang berubah jadi merah di suatu tempat dalam campuran tersebut. jumlah keseluruhan dari masing-masing kertas warna biru dan merah tetap sama. Inilah yang kita kenal sebagai "kesetimbangan dinamis". Anda dapat menggunakan tanda panah khusus untuk memperlihatkan bahwa ada kesetimbangan dinamis pada persamaan reaksi. Penjelasan tentang "kesetimbangan dinamis" Reaksi (simulasi) di atas telah mencapai kesetimbangan dalam arti tidak akan perubahan lebih lanjut dalam jumlah kertas biru dan merah. Untuk setiap kertas merah yang berubah warna jadi biru. Catatan : Sejujurnya. Apabila Anda mempunyai sejumlah besar partikel yang turut ambil bagian dalam sebuah reaksi kimia. proporsinya akan mendekati 75%:25%. yang mengejutkan ialah.Anda dapat melihat bahwa „reaksi‟ berlangsung terus menerus. ini tidak hanya berarti bahwa reaksi tersebut . Pola yang terbentuk dari kertas merah dan biru terus berubah. Kata "dinamis" menunjukkan bahwa reaksi itu masih terus berlangsung. di mana dalam berbagai situasi. tentunya). Anda dapat menulis seperti demikian : Yang perlu kita perhatikan di sini ialah. reaksi ini masih terus berlangsung. Apabila Anda melakukan simulasi ini dengan jumlah kertas yang lebih banyak (misalnya beberapa ribu kertas). Untuk kasus yang kita bahas di atas. Tapi.

biarkanlah warnanya berubah apabila angka 5 atau angka 6 keluar pada saat dadu dilempar. komposisi dari campuran kesetimbangan itu sendiri pun akan berubah. tapi ini menunjukkan bahwa reaksi ini adalah reaksi timbal balik yang berada dalam kesetimbangan dinamis. Contohnya.merupakan reaksi timbal balik. apabila dengan mengubah kondisi praktikum kita dapat memproduksi lebih banyak warna biru di dalam campuran kesetimbangan. . Pergeseran Kesetimbangan Pergeseran dari kiri ke kanan dalam persamaan (dalam hal ini. Catatan: Apabila Anda tertarik. cobalah perbesar peluang warna merah berubah menjadi biru dari 1/6 menjadi 2/6 untuk melihat efeknya pada posisi kesetimbangan. dari warna biru ke warna merah) disebut „pergeseran kesetimbangan ke kanan‟ dan dari kanan ke kiri disebut „pergeseran kesetimbangan ke kiri‟ Posisi kesetimbangan Dalam contoh yang kita pakai. campuran kesetimbangan terdiri dari lebih banyak warna merah daripada warna biru. kita bisa mengatakan bahwa "Posisi kesetimbangan bergeser ke kiri" atau "Posisi kesetimbangan bergeser ke warna biru". Kita dapat mengatakan bahwa:   Posisi kesetimbangan condong ke merah Posisi kesetimbangan condong ke sebelah kanan Apabila kondisi praktikum berubah (dengan mengubah peluang terjadinya pergeseran kesetimbangan ke kanan maupun ke kiri). Mencapai kesetimbangan dari sisi yang lain Apa yang terjadi bila Anda memulai reaksi dengan warna merah dan bukan warna biru namun tetap memberi kesempatan untuk berubah warna seperti di contoh pertama ? Ini adalah hasil dari percobaan saya. Dengan kata lain. Posisi kesetimbangan dapat menggambarkan situasi ini.

kita mendapat hasil reaksi yang sangat dekat dengan proporsi ratarata. proporsi kesetimbangan akan menjadi 75% merah dan 25% biru. Bagaimana reaksi ini bisa mencapai keadaan tersebut? Anggap saja kita mulai dengan A dan B. dan itu berarti kecepatan reaksi juga ada pada titik maksimum. dengan lebih formal Kecepatan Reaksi Ini adalah persamaan untuk sebuah reaksi biasa yang telah mencapai kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan Dinamis. .Sekali lagi Anda dapat melihat konfigurasi yang terjadi sama persis dengan percobaan pertama di mana kita mulai dengan warna biru. Dengan jumlah potongan kertas yang saya gunakan. lagi. Pada awal reaksi. apabila Anda menggunakan potongan kertas dalam jumlah besar. Fluktuasi perubahan akan sangat mudah terlihat. konsentrasi A dan B pada mula-mula ada pada titik maksimum. Ingat: Anda tidak akan mendapat hasil yang sama bila menggunakan jumlah potongan kertas (yang melambangkan jumlah partikel) yang terlalu sedikit. Sekali lagi. Anda akan mendapat konfigurasi kesetimbangan yang sama tanpa dipengaruhi dari sisi mana Anda memulai reaksi.

B. Pada awalnya tidak ada C dan D sama sekali sehingga tidak mungkin ada reaksi di antara keduanya. Begitu ada partikel yang berubah. C. Dengan berlangsungnya waktu.Seiring berjalannnya waktu. Pada saat ini. Pada saat inilah kita mencapai kesetimbangan kimia. dan ini menyebabkan kecepatan reaksi juga berangsurangsur berkurang. kecepatan reaksi antara keduanya mencapai titik yang sama di mana kecepatan reaksi A dan B berubah menjadi C dan D sama dengan kecepatan reaksi C dan D berubah menjadi A dan B kembali. Seiring berjalannya waktu. A dan B bereaksi dan konsentrasinya berkurang. Akhirnya. . kecepatan reaksi antara C dan D pun bertambah. D di dalam campuran. jumlah partikelnya berkurang dan kesempatan bagi partikel A dan B untuk saling bertumbukan dan bereaksi berkurang. partikel tersebut terbentuk kembali berkat adanya reaksi timbal balik. konsentrasi C dan D bertambah banyak dan keduanya menjadi mudah bertumbukan dan bereaksi. Ini berarti. tidak akan ada lagi perubahan pada jumlah A.

(d) Suhu diturunkan. (2) diberi tambahan. Reaksi kesetimbangan: H2(g) + I2(g) ↔ 2HI(g). tentukan harga Kc. jumlah dari segala sesuatu yang ada di dalam campuran tetap sama walaupun reaksi terus berjalan. Reaksi kesetimbanganN2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g). (b) Konsentrasi gas O2 dikurangi. Pada suhu dan volume tetap. (4) CO dihilangkan. (d) C. Sebuah kotak bejana yang berisi CO. Apabila Anda mengubah keadaan sedemikian rupa sehingga mengubah kecepatan relatif reaksi ke kanan dan ke kiri. (b) A dan D. SOAL-SOAL 1. dan COCl2 ada dalam kesetimbangan pada suhu 1000 K. Perhatikan grafik berikut ini : . 7. Cl2. (2) Kesetimbangan bergeser ke kiri. (4) Kesetimbangan terhenti. maka … (1) Kesetimbangan tidak bergeser. Diketahui reaksi kesetimbangan : (a) NH3(g) + HCl(g) ↔ NH4Cl(g). (d) D 5. 3. Hitung tekanan parsial kesetimbangan untuk tiap-tiap gas.0787 atm N2O4 terdisosias sebanyak 48. (d)H2(g) + I2(g)↔2Hl2(g). Tetapan kesetimbangan pada 350 K untuk reaksi : Br2(g) + I2(g) ↔ 2 IBr(g). (b) Jumlah mol masing-masing komponen bila kedalam bejana : (1) dimasukkan CO. (c) Tidak bergeser. Efek dari perubahan berbagai faktor dalam sistem terhadap posisi kesetimbangan akan dibahas pada bab yang lain.5 x 10-3 atm-2. Pada kesetimbangan 2SO2(g) + O2(g) ↔ 2SO3(g) +189. Pada suhu 21. Pada tekanan berapa disosiasi menjadi 10%? 2. maka harga Kc-nya adalah… (1) 1. maka kesetimbangan … (a) Bergeser ke kanan. (5) 400 mol-2 L2 SOAL : 1. Tidak ada yang dapat ditambahkan atau diambil dari sistem itu selain energi.10 mol-2 L2. Anda akan mengubah posisi kesetimbangan.50C dan total tekanan 0. Ini dimungkinkan karena kecepatan reaksi ke kanan dan ke kiri sama. (c)A dan C. ditambahkan katalis. (c) N2O4(g) ↔ 2NO2(g). (2) 4.64 kj Konsentrasi SO3 dalam ruang akan bertambah jika… (a) Volume ruang diperbesar. Pada 27 ºC mempunyai harga Kp = 2. Reaksi kesetimbanganNH3(g) + CO2(g) ↔ CO(NH2)2(s). Brom ini dengan tekanan parsial awal 0. Adalah 322.26 mol-2 L2. (3) Kesetimbangan bergeser ke kanan. Pada kesetimbangan. (b) N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3Cl(g). Tekanan dalam sistem diperbesar. karena Anda telah mengubah faktor dari sistem itu sendiri.04 atm dan dijaga keadaanya pada suhu 350 K sampai kesetimbangan tercapai. (4) 250 mol-2 L2.3% menjadi NO2. (b) Bergeser ke kiri. Hitung (a) A dan B. (c) Tekanan ruang dikurangi. (e) Konsentrasi gas SO2 dikurangi 6. (3) tekanan.81 mol-2 L2. (d) Berhenti sementara. (3) 16. 8. Tunjukkan secara kualitatif bagaimana pengaruh: (a) Konsentrasi. (5) Terjadi perubahan katalis. 4. (e) Berhenti selamanya.05 atm dicampur dengan iodin dengan tekanan parsial 0.Rangkuman Kesetimbangan kimia terjadi pada saat Anda memiliki reaksi timbal balik di sebuah sistem tertutup.

Jelaskan grafik hubungan perubahan laju reaksi terhadap waktu pada reaksi kesetimbangan. Dari ½ mol HI pada volume 1 dm3. berapa mol H2 yang dihasilkan ? 3. Tetapan kesetimbangan 2HI ↔ H2 + I2 adalah ¼ . Contoh aplikasi reaksi kesetimbangan dalam industri adalah pembuatan ammonia yang reaksinya sebagai berikut : N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g) ΔH = -92 kJ Menurut proses Haber-Bosch. . Jelaskan mengapa! Materi Fluida. pembuatan ammonia tersebut harus dilakukan pada tekanan dan suhu yang tinggi. seperti yang digambarkan pada grafik diatas 2.

Menurut Pascal tekanan itu akan ditruskan ke segala arah dengan sama besarnya. KOMPETENSI DASAR  Setelah mempelajari bab ini Kamu dapat menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Telur dapat melayang di dalam zat cair.FLUIDA STANDAR KOMPETENSI : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah. Dalam bab ini Kamu akan mempelajari fluida statik dan fluida dinamik beserta hukum-hukum yang terkait di dalamnya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah kamu melihat alat hidrolik pengangkat mobil di tempat pencucian mobil? Mobil dapat dinaikkan di atas pengisap yang didorong oleh gaya hidrostatik dan gaya ini hasil kali dari tekanan dengan luas penampang pengisap yang dipakai landasan mobil. Menurut hukum Archimedes pada keadaan itu massa jenis telur sama dengan massa jenis zat cair. Zat cair sebagai fluida memiliki gaya tekan ke atas sebesar tekanan dikalikan dengan luas penampang telur. .

Misalnya air di gelas. Dalam keadaan itu fluida disebut tidak kompresibel. Zat alir dibatasi pada zat mengalirkan seluruh bagian-bagiannya ke tempat lain dalam waktu yang bersamaan. yaitu : 1. Mekanika fluida membatasi pembahasan gerak fluida dengan mengganggap fluida tidak mengalami perubahan volume sewaktu diberi tekanan. Zat alir mencakup zat yang dalam wujud cair dan gas. air di kolam renang. Mekanika fluida membahas zat dalam keadaan berwujud cair atau gas dengan segala fenomenanya. Fluida ideal 2. Fluida Statik Fluida merupakan istilah untuk zat alir. Pembahasan fluida meliputi fluida statik dan fluida dinamik. Fluida statik meninjau fluida yang tidak bergerak. air dalam kolam. Penggolongan fluida menurut sifat-sifatnya dibedakan menjadi dua.Gerbang Kapal selam dapat tenggelam dalam air laut dan dapat muncul lagi ke atas dengan mengisi atau mengosongkan rongga udara di dalamnya dengan fluida. dan sebagainya. Dalam fisika proses-proses gerak fluida memerlukan pembahasan khusus mengingat sifat-sifat fluida yang berbeda dengan sifat-sifat zat padat. Fluida sejati Gambar: Air dalam gelas adalah fluida statik 1) Fluida ideal . Kapal Selam A. air danau.

yaitu : gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis tegangan permukaan . Fluida yang tidak kompresibel (volumenya tidak berubah karena perubahan tekanan) b. Berpindah dengan mengalami gesekan Sedangkan gaya-gaya yang bekerja pada fluida ada tiga macam yaitu: Kohesi. Berpindah tanpa mengalami gesekan 2) Fluida sejati Ciri-ciri Fluida sejati adalah: a. yaitu : gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis Adhesi. Mengapa demikian ? Antara molekul-molekul air terjadi gaya tarik-menarik yang disebut dengan gaya kohesi molekul air.Ciri-ciri Fluida ideal adalah: a. . Itulah sebabnya air membasahi kaca berbentuk melebar. anggaplah bahwa setetes air seolah-olah ada pembungkus. Demikian pula gaya kohesi antar molekul air lebih kecil daripada gaya adhesi antara molekul air dengan molekul kaca. Kohesi dan Adhesi Setetes air yang jatuh di kaca meja akan berbeda bentuknya bila dijatuhkan di sehelai daun talas. Gaya tarik-menarik antara partikel zat yang tidak sejenis disebut gaya adhesi. 1. yaitu gaya pada permukaan fluida. Gaya adhesi antara molekul air dengan molekul kaca berbeda dibandingkan gaya adhesi antara molekul air dengan molekul daun talas. Kompresibel b. Gaya kohesi diartikan sebagai gaya tarik-menarik antara partikel-partikel zat yang sejenis. Pada saat air bersentuhan dengan benda lain maka molekul-molekul bagian luarnya tarik-menarik dengan molekul-molekul luar benda lain tersebut. Namun air tidak membasahi daun talas melainkan tetes air berbentuk bulat-bulat menggelinding di permukaan karena gaya kohesi antar molekul air lebih besar daripada gaya adhesi antara molekul air dan molekul daun talas.

Gambar: Pipa kapiler Jadi kapilaritas sangat tergantung pada kohesi dan adhesi. sedangkan meniskus cekung menimbulkan sudut kontak lancip (< 90). Meniskus cekung dan meniskus cembung Meniskus cembung maupun meniskus cekung menyebabkan sudut kontak antara bidang wadah (tabung) dengan permukaan zat cair berbeda besarnya. sedangkan gaya adhesi molekul air raksa dengan molekul kaca lebih kecil daripada gaya kohesi antara molekul air raksa. Meniskus cembung menimbulkan sudut kontak tumpul (> 90).Gaya kohesi maupun gaya adhesi mempengaruhi bentuk permukaan zat cair dalam wadahnya. Misalkan ke dalam dua buah tabung reaksi masing-masing diisikan air dan air raksa. Hal itu dapat dijelaskan bahwa gaya adhesi molekul air dengan molekul kaca lebih besar daripada gaya kohesi antar molekul air. . sebaliknya bila pembuluh pipa kapiler dicelupkan pada tabung berisi air raksa akan dijumpai bahwa air raksa di dalam pembuluh kaca pipa kapiler lebih rendah permukaannya dibandingkan permukaan air raksa dalam tabung. . Apa yang terjadi ? Permukaan air dalam tabung reaksi berbentuk cekung disebut meniskus cekung sedangkan permukaan air raksa dalam tabung reaksi berbentuk cembung disebut meniskus cembung. Gaya kohesi dan gaya adhesi juga berpengaruh pada gejala kapilaritas. Air naik dalam pembuluh pipa kapiler dikarenakan adhesi sedangkan air raksa turun dalam pembuluh pipa kapiler dikarenakan kohesi. Sebuah pipa kapiler kaca bila dicelupkan pada tabung berisi air akan dijumpai air dapat naik ke dalam pembuluh kaca pipa kapiler. Perhatikan gambar berikut ini.

Perhatikan tiga buah partikel fluida A. F2 F1 C B A Gambar : Tiga buah partikel fluida yang terletak di tempat-tempat berbeda memiliki keadaan gaya yang berbeda Partikel A Partikel B = = dalam keadaan setimbang. sedangkan pada pipa kapiler permukaannya lebih rendah. 2. karena adhesinya lebih kuat dari kohesinya sendiri.Pada air: Permukaannya cekung. pada pipa kapiler permukaannya lebih tinggi. bekerja gaya-gaya yang sama besar dari semua arah karena F1 > F2 . C . Pada raksa: Permukaannya cembung. B. Tegangan Permukaan Dalam zat cair ada partikel-partikel yang dikelilingi semacam bola dimana partikel itu sebagai pusatnya. Dalam bola itu adalah suatu medan. karena kohesi air raksa lebih besar dari adhesi antara air raksa dengan kaca. gaya yang arahnya ke bawah lebih besar daripada gaya yang arahnya ke atas .

permukaan zat cair : sebagai bidang batas antara zat cair dan uapnya ( = 1800) Menurut sudut kontaknya bentuk-bentuk permukaan zat cair dalam bejana : 1.Partikel C = hanya ada gaya ke bawah. Zat cair dalam bejana : Sudut kontak () yaitu sudut yang dibatasi oleh 2 bidang batas yaitu dinding tabung dan permukaan zat cair. = air raksa dengan dinding gelas. zat cair tidak membasahi . a. zat cair membasahi dinding. Cembung dinding. Sehingga zat cair membentuk permukaan yang sekecil-kecilnya. Dengan adanya adhesi.   dinding tabung : sebagai bidang batas antara zat cair dan tabung.  air Dinding kaca 2. hal inilah yang dapat menyebabkan tegangan permukaan Karena adanya kohesi. 0º    90º . Bentuk permukaan itu misalnya cembung atau cekung. 0º    90º. Dengan pemahaman bahwa. kohesi dan tegangan permukaan ketiganya dapat menentukan bentukbentuk permukaan zat cair. partikel-partikel pada permukaan air cenderung ditarik ke dalam. Cekung = air dengan dinding gelas.

 raksa Dinding kaca 3.  = 90º  air Dinding perak Tabel Sudut Kontak Zat Cair Air Methylin Yodida Dinding Parafin Dinding perak Gelas pirex Gelas kali Timah hitam Pirex Sudut Kontak 107 90 63 29 30 29 Efek pengurangan sudut kontak karena bahan pembasah kotoran atau campuran yang terdapat di . Datar = air dengan dinding perak.

Sehingga zat cair membasahi bahan. F kawat bengkok  kawat yang bisa digeser W1 = W1 + W 2 = F Newton meter 2l Tegangan permukaan = gaya per satuan panjang W2 . dan lain-lain. Oleh pabrik banyak dibuat bahan-bahan kimia yang sangat tinggi potensinya sebagai zat pembasah.   (a) Sebelum dicampur zat pembasah (b) Setelah dicampur zat pembasah b. Contoh : deterjen. Sebaliknya zat yang membuat kain menjadi tahan air membuat sudut kontak air dengan kain menjadi lebih besar 90. Tegangan Permukaan pada kawat yang dibengkokkan Gaya yang digunakan untuk menahan kawat larutan sabun supaya kawat dalam keadaan setimbang.dalam zat cair dapat merubah besarnya sudut kontak. rinso. Senyawa-senyawa ini merubah besarnya sudut kontak yang semula besarnya dari 90 menjadi lebih kecil 90.

s F = = 2. s Usaha yang dilakukan per satuan luas adalah F.s 2l Usaha yang dilakukan per satuan luas adalah tegangan permukaan = besarnya energi per satuan luas Satuan tegangan permukaan = Newton meter = Joule m2 Alat untuk menentukan tegangan permukaan disebut Neraca Torsi. Untuk menambah luas tersebut perlu dilakukan usaha dari luar W = F . Kerja Kelompok Neraca Torsi Tujuan Alat-alat - : Menentukan besarnya tegangan permukaan air dan larutan sabun : neraca torsi kawat yang dibengkokkan keping kaca bejana berisi air atau larutan sabun anak timbangan Dasar teori : a) Bila digunakan alat kawat yang dibengkokkan digunakan rumus = F 2l l b) Bila yang digunakan keping kaca maka menggunakan rumus .l. s.Kawat digeser sejauh s maka ada tambahan luas = l .

c. Permukaan zat cair dalam pipa kapiler Zat cair yang membasahi dinding Karena adhesi menyebabkan zat cair yang dekat dengan dinding naik y θ Karena kohesi menyebabkan zat cair yang ada di tengah ikut naik Naiknya air dalam pipa diimbangi oleh berat air itu sendiri Gaya yang menarik ke atas Berat air : : 2  r  cos   r2  g y 2  r  cos   =  r2  g y = ρgyr 2cosθ Contoh: .= F 2(l  d) d l Cara kerja: hitunglah gaya dari selisih jarum ketika akan lepas dan ketika lepas beban.

71 = 22.5 cm = 1165 dyne =  = . Berapakah salah pembacaan yang harus dikoreksi karena tegangan permukaan air raksa itu.. Sebuah pipa barometer air raksa mempunyai diameter 4 mm.79 30 = 0.. Diketahui tegangan permukaan air raksa 465 dyne cm 3 . Untuk mengangkat sepotong kawat yang panjangnya 7.2 mm = ρgyr 2cosθ gr cm3 = 0.980.79 gr cm3 Berapakah tegangan permukaan pada suhu tersebut. Massa jenis air raksa 13.4 mm 0.5 15 2..0.6 gr cm3 .5 cm dari permukaan air. Sudut kontak antara air raksa dan gelas 128. ? y d   r = = = = = 25 mm 0.2.667 cm 2l 2. ? F 1165 1165 dyne = = = 77..02.4 mm.79.73 3. kecuali gaya beratnya masih diperlukan gaya tambahan 1165 dyne. Berapakah besarnya tegangan permukaan air pada suhu tersebut ? Penyelesaian : l F  = 7. Etil alkohol naik 25 mm dari sebuah pipa gelas yang berdiameter 0.7. Penyelesaian : .5 2 cos 30 38 . Jika massa jenis etil alkohol 0.35 dyne cm-1 1.1. Sudut kontak antara etil alcohol dengan gelas : 30 Penyelesaian :  = .

h A p = po +  . p = po + h p = po + Gaya berat fluida Luas penampang dasar bejana ρ. Tekanan adalah gaya per satuan luas yang bekerja dalam arah tegak lurus suatu permukaan.A.465 . Tiap titik di dalam fluida tidak memiliki tekanan yang sama besar. V . Dasar bejana akan mendapat tekanan sebesar : P = tekanan udara luar + tekanan oleh gaya berat zat cair Po (Tekanan Hidrostatik). h ½h h h h . Tekanan disimbolkan dengan : p p= F A Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang disebabkan oleh berat zat cair. h Jadi Tekanan Hidrostatik (Ph) didefinisikan : ph =  . Tekanan Hidrostatik. tetapi berbeda-beda sesuai dengan ketinggian titik tersebut dari suatu titik acuan. g . g A = po + ρ .980 3. cos 128 0.13.6. g .g.= ρgyr maka 2cosθ y = 2γγcos ρgr = 2.2.

Untuk konversi satuan tekanan adalah :1 atm = 76 cm Hg dan dyne/cm2 1 atm = 105 N/m2 = 106 Untuk bidang miring dalam mencari h maka dicari lebih dahulu titik tengahnya (disebut : titik massa). h . Tiap titik yang memiliki kedalaman sama diukur dari permukaan zat cair akan memiliki tekanan hidrostatik sama Gambar: Pada kedalaman yang sama tekanan hidrostatis bernilai sama asal zat cair sejenis p1 = p2 = p3 Contoh: 1. g . Hitunglah tekanan hidrostatis yang dialami ikan! Penyelesaian ph =  . Seekor ikan berada di dasar kolam air tawar sedalam h = 5 meter.

5 ph = 5 . Permukaan fluida pada kedua kaki bejana berhubungan sama F1 F2 tinggi. Gambar: Blaise Pascal Contoh alat yang berdasarkan hukum Pascal adalah : pompa hidrolik. Hukum Pascal berbunyisebagai berikut. Bila kaki I yang luas penampangnya A1 mendapat gaya F1 dan A1 A2 kaki II yang luas penampangnya A2 mendapat gaya F2 maka menurut Hukum Pascal harus berlaku : p1 = p2 F1  F2 A1 A2 atau F1 : F2 = A1 : A2 Pada alat pengangkat mobil dengan gaya yang kecil dapat menghasilkan gaya angkat yang besar sehingga mampu mengangkat mobil . alat pengangkat mobil. tekanan yang bekerja pada fluida di dalam ruang tertutup akan diteruskan oleh fluida tersebut ke segala arah dengan sama besar. 104 N/m2 4. Perhatikan gambar bejana berhubungan di bawah ini. 10 . Hukum Pascal.ph = 1000 . kempa hidrolik.

h1 h2 ρ1 ρ2 . Hukum Utama Hidrostatik. Percobaan pipa U ini biasanya Minyak digunakan untuk menentukan massa jenis zat cair. tekanan hidrostatis pada sembarang titik yang terletak pada bidang mendatar di dalam sejenis zat cair yang dalam keadaan seimbang adalah sama. Gambar: Skema hukum utama hidrostatik Hukum utama hidrostatika berlaku pula pada pipa U (bejana berhubungan) yang diisi (ph)A = (ph)B lebih dari satu macam zat cair yang tidak 1h1 = 2h2 bercampur. Hukum utama hidrostatik berbunyi sebagai berikut.Gambar : Alat hidrolik pengangkat mobil 5.

gaya Stokes. A =  .Gaya Hidrostatika. gaya tekan ke atas ( gaya Archimedes). Gambar: Archimedes . Hukum Archimedes berbunyi sebagai berikut. semua benda yang dimasukkan dalam zat cair akan mendapat gaya ke atas dari zat cair itu seberat zat cair yang dipindahkan yaitu sebesar c g Vc . dalam CGS adalah dyne. h . 6. g . Hukum Archimedes Suatu benda berada dalam ruangan terisi oleh zat cair (diam) maka gaya-gaya dengan arah horizontal saling menghapuskan (tidak dibicarakan) karena resultan gaya = 0 Sedangkan gaya-gaya dengan arah vertikal antara lain gaya berat benda. g . V Dimana Fh = gaya hidrostatika dalam SI (MKS) adalah Newton. A Fh =  . (= Fh) Besarnya gaya hidrostatika (Fh) yang bekerja pada bidang seluas A adalah : Fh = ph . gaya berat zat cair.

FA . g Karena Volume zat cair yang dipindahkan = Volume benda. Benda tenggelam maka : FA  W c . g c  b Vc = Volume zat cair yang dipindahkan = = Rapat massa benda Rapat massa zat cair FA Vb = = Gaya ke atas Volume benda Selisih antara w dan FA disebut Berat Semu (wc) wc = w . g Dimana. Berat zat cair yang dipindahkan = mc . Vb . maka : = c . FA b c w W wc = = Berat benda di udara Berat semu (berat benda di dalam zat cair). 1) Benda tenggelam di dalam zat cair. g Gaya keatas yang dialami benda tersebut besarnya : FA = c .Ada tiga keadaan benda berada dalam zat cair antara lain sebagai berikut. g  b . Vb . g = c . Vb . Vb . Vc .

w Benda terapung tentunya dalam keadaan setimbang. g > b . gabus tersebut akan naik ke permukaan zat cair (terapung) karena : FA > w c . 3) Benda terapung di dalam zat cair. Vb . setelah dilepas. g c b Selisih antara w dan FA disebut gaya naik (Fn).) = w1 + w2 + w3 + w4 +…. Benda melayang di dalam zat cair berarti benda tersebut dalam keadaan setimbang. g = b . FA = w c . g . Vb . g = b . Vb . sehingga berlaku : FA = W c . Fn = FA .2) Benda melayang di dalam zat cair. Vb . Vc . Vb ... Misalkan sepotong gabus ditahan pada dasar bejana berisi zat cair. g c = b FA w Pada 2 benda atau lebih yang melayang dalam zat cair akan berlaku : (FA)tot = wtot c g (V1+V2+V3+V4+….

He sehingga terjadi peristiwa seolah-olah terapung. Balon Udara. Sebuah balon udara dapat naik disebabkan adanya gaya ke atas yang dilakukan oleh udara. Vc = b Vb c Karena Vb = Vu + Vc Vu = Vb .Vb. Vc = Volume benda yang tercelup di dalam zat cair. Vb = Vu + Vc FA = c . g Benda terapung yang tepat diam diberlakukan keseimbangan benda yang mana resultan gaya pada benda sama dengan nol. Balon udara diisi dengan gas yang lebih ringan dari udara misalnya : H2.g. Vu = Volume benda yang berada dipermukaan zat cair. = b. Balon akan naik jika gaya ke atas FAwtot (berat total) sehingga : .Vu Vc FA = Gaya ke atas yang dialami oleh bagian benda yang tercelup di dalam zat cair. Vc .Vc Vu = (1 - ρb )Vb ρc 4) Hukum Archimedes Untuk Gas. Maka berlaku FA = w c.g.Vc.

g . Sepotong logam beratnya di udara 4 N.75 g/cm3 jika berat besi 472 N? . Vbalon Dengan Keterangan : FA F = Gaya ke atas (N) = Gaya naik (N) gas = Massa jenis gas pengisi balon (kg/m3) ud w V = Massa jenis udara = 1. hitunglah berat jenis gabus! 5. Vbalon dan wtot = wbalon + wgas + wbeban wgas = gas .F = FA . Sebuah benda terapung di atas minyak yang mempunyai massa jenis 0.3 kg/m3 = Berat (N) = Volume (m3) Kerja Kelompok Kerjakan soal-soal berikut bersama kelompokmu! 1. ternyata mendapat gaya ke atas sebesar 40 dyne. Berat aluminium itu tinggal 450 N bila dibenamkan dalam minyak tanah Berapa massa jenis minyak tanah? 3. Batang besi dalam air berat semunya 372 N.Wtot Dimana FA = ud . Suatu benda dicelupkan dalam zat cair yang massa jenisnya 1 gr/cm3. tetapi beratnya tinggal 2. Sebuah silinder aluminium pejal mempunyai massa jenis 2700 kg/m3. Berapakah gaya tekan ke atas yang diderita benda? 2.5 N bila dibenamkan dalam zat cair. Jika berat jenis air adalah 1 grf/cm3.9 g/cm 3. massanya 77 gram. berapakah volume benda itu? 6. berapa massa jenis benda tersebut? 4. Bila massa jenis benda dua kali berat jenis air. g . Sepotong gabus terapung di atas air dengan ¼ bagian terendam. Tinggi benda tersebut adalah 20 cm. Berapa berat semu besi tersebut dalam cairan yang densitasnya 0. sedangkan tinggi benda yang tidak tercelup adalah 2 cm.

di dalam air massanya berkurang menjadi 390 gram. Rusuk kubus! 18. dan 7 N di dalam asam belerang. Berapa berat timbal ( massa jenisnya 11.25 g/cm3) diikatkan pada timbal sehingga gabungan benda melayang di dalam air.3 g/cm3) dicurigai mempunyai rongga. Sebongkah es (massa jenisnya 0. tentukan volume kayu seluruhnya! 17. Patung tersebut terbuat dari logam (massa jenisnya 21 g/cm 3).3 g/cm3)? 13.3825 N dan di air 0. Sebuah balon udara bervolume 20 m3.03 g/cm3).6 g/cm3 terapung di dalam air. Tentukan gaya ke atas dan berat total balon (g = 10 m/det2). Berisi H2 ( massa jenis 0. Beratnya di udara 0.8 g/cm3.7. gaya naik c. 19. hitung massa jenis asam belerang! 8. mengalami gaya naik 2200 N. gaya ke atas kayu pada saat masih berada seluruhnya dalam gliserin b. Sebatang kayu yang massa jenisnya 0.24 g/cm 3.3622 N. Sebuah balon udara volumenya 400 m3. Tentukan rusuk kubus! 14. Sebuah kubus dari gabus dibebani dengan sepotong logam sehingga melayang dalam aseton. Berapa besar rongga tersebut ? 12.8 dm3. Jika bagian kayu yang ada di atas permukaan air 0.9 g/cm3) terapung pada air laut (massa jenisnya 1. massa jenis gabus 0.09 gr/dm3) berat perlengkapannya 100 N. Berapa bagian es terletak di permukaan air? 16.8 g/cm3). Sebuah benda mempunyai berat 100 N di udara dan 60 N di minyak (massa jenisnya 0. Hitung massa jenis benda tersebut! 9.8 g/cm3. Hitunglah volume es! 15. 15 N di air. Sepotong besi massanya 450 gram. Mula-mula dibenamkan ke dalam bejana kemudian dilepas sehingga naik ke permukaan gliserin (massa jenisnya 1. (g = 10 m/det2)! 11. Sebuah patung berongga mempunyai berat 210 N dan jika ditimbang di dalam air beratnya 190 N. massa jenis aseton 0. Massa jenis es 917 kg/m3. Tentukan massa jenis besi! 10. gaya ke atas setelah benda setimbang d. Jika es yang timbul di permukaan air laut 7. Sebatang emas (massa jenisnya 19. Tentukan berat beban yang dapat diangkut! . 50 gram gabus (massa jenisnya 0.2 m3.25 g/cm3) dan ternyata 200 cm3 dari kayu tersebut berada di permukaan gliserin.8 g/cm3). Tentukan volume rongga patung tersebut. Jika massa logam 77 gram. Tentukan : a. Suatu gelas beratnya 25 N di udara. Sebuah kubus dari kayu (massa jenisnya 0. massa jenis logam 8.

Tentukan gaya ke atas dan diameter balon udara tersebut. makin besar gaya gesekannya sehingga akhirnya gaya berat itu tepat seimbang dengan gaya gesekan dan jatuhnya kelerengpun dengan kecepatan tetap sebesar v sehingga berlaku persamaan: w m. Percobaan Kelereng Jatuh Pada dasarnya penentuan  dengan menggunakan rumus Stokes sangatlah sederhana. Sewaktu kelereng dijatuhkan ke dalam bejana kaca yang berisi cairan yang hendak ditentukan koefisien viskositasnya. yaitu sebesar: FA = c g V = c g Fs FA 4  r3 3 w . Hanya saja untuk itu secara teknis diperlukan kelereng dari bahan yang amat ringan. kelereng akan semakin cepat jatuhnya. oleh gaya beratnya. Hukum Stokes Gaya gesekan antara permukaan benda padat dengan fluida di mana benda itu bergerak akan sebanding dengan kecepatan relatif gerak benda ini terhadap fluida. gaya gesekan itu diberikan oleh apa yang disebut rumus Stokes: Fs = 6  r  v Dimana r adalah jari-jari benda.jari sekitar 1 cm saja. makin cepat gerakannya.20. Sebuah balon udara mengalami gaya naik 2450 N. misalnya dari aluminium. misalnya dengan jari. 7. Tetapi sesuai dengan rumus Stokes. Berat total balon 4050 N. Pada dasarnya hambatan gerakan benda di dalam fluida itu disebabkan oleh gaya gesekan antara bagian fluida yang melekat ke permukaan benda dengan bagian fluida di sebelahnya di mana gaya gesekan itu sebanding dengan koefisien viskositas () fluida. serta berukuran kecil. g = = Fs 6rv Akan tetapi sebenarnya pada kelereng juga bekerja gaya ke atas Archimedes sebesar berat cairan yang dipindahkan. v adalah kecepatan jatuh dalam fluida. Menurut Stokes.

dapatlah dihitung koefisien viskositas cairan  di dalam bejana itu. dan diketahuinya b . kecepatan jatuh v sewaktu kecepatan itu tetap. 4  r3 3 dengan b adalah massa jenis bahan pembuat kelereng. disebut persamaan viskositas fluida. atau sebaliknya dapat dihitung kecepatan jatuhnya B. Sedangkan persamaan kecepatannya adalah sebagai berikut. dimana rumus ini disebut kecepatan terminal atau kecepatan jatuh. c dan g. Fluida Dinamik . g –  r3 c g = 6  r  v 3 3 4 . r3 b. Dengan menuliskan: m = b V = b . persamaan tersebut dapat ditulis menjadi: w = Fs + FA w  FA =Fs 4 4 . r3 g (b – c) = 6  r  v 3 2 2 r g (b – c) = 3  v 3  = ρ  ρc 2 2 r g ( b ) 9 v . v = 2 2 ρb  ρc r g( ) . η 9 Jadi dengan mengukur jari-jari kelereng r.dengan V adalah volum kelereng dan c adalah massa jenis cairan.

misalnya v meter per detik. Fluida dianggap tidak kompresibel 2. Dianggap bergerak tanpa gesekan walaupun ada gerakan materi (tidak mempunyai kekentalan) 3. Aliran fluida adalah aliran stasioner. maka yang dimaksud dengan debit fluida adalah volume fluida yang mengalir persatuan waktu melalui suatu pipa dengan luas penampang A dan dengan kecepatan v. yaitu kecepatan dan arah gerak partikel fluida yang melalui suatu titik tertentu tetap. Penampang tabung alir berpenampang A. 1. v 2.s s dan v = t t Karena V = A. A1 v1 v2 A2 Gambar: Aliran fluida dalam pipa .Tiga hal yang mendasar untuk menyederhanakan pembahasan fluida dinamik yaitu : 1. Jadi partikel yang datang kemudian di satu titik akan mengikuti jejak partikel-partikel lain yang lewat terdahulu. Debit Fluida mengalir dengan kecepatan tertentu.s maka persamaan debit menjadi : Q = maka Q = A . Persamaan Kontinuitas Perhatikan fluida yang mengalir dalam sebuah pipa yang mempunyai ukuran penampang berbeda. Q= V t A.

Banyaknya fluida yang mengalir di A1 sama dengan banyaknya fluida yang mengalir di A2 karena mengikuti kekekalam massa.A1v1 ∆t A1v1 = = = massa di A2 . yaitu A1. Partikel fluida yang semula di A1 setelah t berada di A2. Perhatikan tabung alir a-c di bawah ini. yaitu A2. Demikian pula jarak c-d sangat kecil. A1 adalah penampang lintang tabung alir di a. v2 = kecepatan alir fluida di c.A2v2 ∆t A2v2 Bagaimana dengan pipa yang memiliki penampang berbeda dan terletak pada ketinggian yang berbeda. V2 A2 c a A1 v1 d h2 b h1 Gambar : Pipa alir Partikel – partikel yang semula di a. A2 = penampang lintang di c. demikian pula partikel yang semula di c berpindah di d. dalam waktu t detik berpindah di b.Pipa terletak mendatar dengan ukuran simetris. Karena t kecil dan alirannya stasioner maka banyaknya fluida yang mengalir di tiap tempat dalam waktu yang sama harus sama pula. v1 = kecepatan alir fluida di a. maka jarak a-b sangat kecil. sehingga luas penampang di c dan di d dapat dianggap sama. sehingga luas penampang di a dan b boleh dianggap sama. Banyaknya fluida yang masuk ke tabung alir dalam waktu t detik adalah : . massa di A1 . Apabila t sangat kecil.

½ m v12 + mgh2 – mgh1 Pahami ini sebagai akibat adanya gaya dorong di A1 dari zat cair yang ada di sebelah kiri dengan arah ke kanan.v1. Kecepatannya berubah dari v1 menjadi v2.v yang merupakan debit fluida sepanjang tabung alir selalu konstan (tetap sama nilainya).v12) + mg (h2 – h1) ½ m v22 .A2. Walaupun ada juga gaya penghambat dari sebelah kanan A2. Oleh karena itu elemen massa m telah mengalami tambahan energi sebesar : E = = = Ek + Ep ½ m (v22 . = m maka selama waktu t massa sebanyak m ini dianggap telah berpindah dari A1 ke A2. Bila ketinggiannya juga berubah dari h1 menjadi h2.v2 = konstan Bila A1v1.A1. Jumlah ini tentulah sama dengan jumlah fluida yang masuk ke tabung alir sehingga : . t A1.v2 Jadi : Persamaan tersebut dinamakan persamaan Kontinuitas A. t.v1 = A2.v1 = A2.t. walaupun A dan v masing-masing berbeda dai tempat yang satu ke tempat yang lain. Kerja total dari gaya-gaya ini adalah : W W atau W = = = F1s1  F2s2 p1A1 v1t – p2A2 v2t p1 p  A1 v1t  2  A2 v2 t ρ ρ W = p1 p m 2 m ρ ρ . Maka disimpulkan : Q = A1.v2.A1. t = .A2..v1.v2. t dan dalam waktu yang sama sejumlah fluida meninggalkan tabung alir sebanyak .

di mana p2 adalah tekanan terhadap penampang di c ke kiri. Jika tekanan p1 ke kanan pada penampang A1. Hukum Bernoulli Hukum Bernoulli merupakan persamaan pokok fluida dinamik dengan arus streamline. sedangkan penampang di c mendapat gaya dari fluida dikanannya sebesar p2A2.W = m (p1  p2) ρ 2. dari fluida di sebelah kirinya. maka gaya yang dilakukan terhadap penampang di a adalah p1A1. Jadi usaha yang dilakukan terhadap a adalah : p1A1v1 t sedangkan usaha yang dilakukan pada c sebesar : . Di sini berlaku hubungan antara tekanan. Dalam waktu t detik dapat dianggap bahwa fluida di penampang a tergeser sejauh v1 t dan fluida di penampang c tergeser sejauh v2 t ke kanan.p2 A2 v2) t W W = = p1A1 v1t – p2 A2 v2t p1 p  A1 v1t  2  A2 v2 t ρ ρ p1 p m 2 m ρ ρ W = Dalam waktu t detik fluida dalam tabung alir a-b bergeser ke c-d dan mendapat tambahan energi sebesar : Em = Ek + Ep Em = ( ½ m v22 – ½ m v12) + (mgh2 – mgh1) . kecepatan alir dan tinggi tempat dalam satu garis lurus.p2A2v2 t Jadi usaha total yang dilakukan gaya-gaya tersebut besarnya : Wtot = (p1 A1 v1 . Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Perhatikan gambar tabung alir a-c pada gambar pipa alir.

Contoh penggunaan Hukum Bernoulli : a) Semprotan b) Sayap pesawat terbang c) Venturi meter = alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan aliran zat cair. Viskositas (Kekentalan) .= ½ m (v22 – v12) + mg (h2 – h1) Dari kekekalan energi yaitu perubahan energi mekanik adalah sama dengan usaha. Em = W ½ m v22 – ½ m v12 + mgh2 – mgh1 = p1 p m 2 m ρ ρ (suku-suku persamaan ini memperlihatkan dimensi usaha) Apabila setiap ruas dibagi dengan m kemudian dikalikan dengan  akan diperoleh persamaan: ½ v22 – ½ v12 + g h2 –g h1 = p1 p  2 ρ ρ p2 + ½ v22 + g h2 ρ p1 + ½  v12 +  g h1 = p1 + ½ v12 + g h1 ρ = p2 + ½  v22 +  g h2 (suku-suku persamaan di atazs memperlihatkan dimensi tekanan) atau p + ½  v2 +  g h = Konstan Persamaa tersebut dikenal sebagai hukum Bernoulli. d) Pipa pitot e) Tower air 3.

.Viskositas / kekentalan dapat dibayangkan sebagai gesekan antara satu bagian dengan bagian yang lain dalam fluida. Semprotan Persamaan Bernoulli diterapkan pada prinsip semprotan obat pembasmi nyamuk yang cair. F=A V L F  A = gaya gesek antara dua lapisan zat cair yang mengalir = angka kekentalan = viskositas = luas permukaan = kecepatan mengalir sepanjang L V L = FL Av Satuan dalam sistem cgs = dynecm dynedet = = poise 2 cm cm2 cm det Newton det ik m2 Dalam sistem MKS =   Satuan viskositas dinamis Satuan viskositas kinetis  = = poise :  = stokes : η ρ = SAE (Society of Automotic Enginers)  Satuan dalam teknik 4.

Tekanan p1 sama dengan p2 yaitu tekanan udara luar. V2 v1 Obat nyamuk cair mula-mula diam sehingga v1 = 0. sedangkan udara bergerak dengan kecepatan v2 karena didorong oleh pengisap. Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang . 5. Sehingga persamaan bernoulli menjadi: p1 + ½  v12 +  g h1 0 +  g h1 g h1 g (h1  h2) g h = p2 + ½  v22 +  g h2 = = = = ½  v22 +  g h2 ½ v22 + g h2 ½ v22 ½ v22 Cairan obat nyamuk naik setinggi h daan akan tersemprot oleh pengaruh kecepatan v2.Gambar: Semprotan obat nyamuk Perhatikan skema semprotan berikut ini.

Bentuk ini menyebabkan kecepatan aliran udara di bagian atas lebih besar daripada di bagian bawah (v2 > v1).v22 +  g h2 Ketinggian kedua sayap dapat dianggap sama (h1 = h2).Pembahasan gaya angkat pada sayap pesawat terbang dengan menggunakan persamaan Bernoulli dianggap bentuk sayap pesawat terbang sedemikian rupa sehingga garis arus aliran udara yang melalui sayap adalah tetap (streamline) p1 v1 v2 p2 Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian yang atas lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. sehingga  g h1 =  g h2.½ . Beda gaya pada bagian bawah dan bagian atas (F1 – F2) menghasilkan gaya angkat pada pesawat terbang. Dari persamaan Bernoulli kita dapatkan : p1 + ½ .v12 p1 – p2 = ½ (v22 – v12) Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa v2 > v1 kita dapatkan p1 > p2 untuk luas penampang sayap F1 = p1 A dan F2 = p2 A dan kita dapatkan bahwa F1 > F2.v12 +  g h1 = p2 + ½ .v22 . gaya angkat pesawat terbang dirumuskan sebagai : F1 – F2 = ½  A(v22 – v12) . Jadi. Dan persamaan di atas dapat ditulis : p1 + ½ .v12 = p2 + ½ .v22 p1 – p2 = ½ .

Terjadi perbedaan ketinggian air (h) pada kedua pipa vertikal. Venturimeter dibagi dua macam yaitu venturimeter tanpa manometer dan venturimeter dengan manometer.Dengan  = massa jenis udara (kg/m3) 6. p1 + ½  v12 +  g h1 p1 + ½  v12 p1  p2 ∆p gh gh = p2 + ½  v22 +  g h2 = = = = = p2 + ½  v22 ½  v22  ½  v12 ½  (v22  v12) ½  (v22  v12) ½ (v22  v12) . Venturimeter Venturimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan aliran zat cair. Dengan memasukkan venturimeter ke dalam aliran fluida kecepatan aliran fluida dapat dihitung menggunakan persamaan Bernoulli berdasarkan selisih ketinggian air atau selisih ketinggian raksa. a. Berlaku persamaan Bernoulli sebagai berikut. Dalam hal ini berlaku h1 = h2 sehingga  g h1 =  g h2. Venturimeter Tanpa Manometer Air dengan massa memasuki jenis  mengalir P1 A1 v1 v2 P2 A2  pipa dengan pipa berpenampang besar kecepatan v1 menuju kecil berpenampang dengan kecepatan v2 dimana v2  v1.

Dalam hal ini berlaku h1 = h2 sehingga  g h1 =  g h2. Pipa pitot dilengkapi dengan manometer yang salah satu kakinya diletakkan sedemikian sehingga tegak lurus aliran fluida sehingga v2 = 0. Terjadi perbedaan .Venturimeter dengan Manometer v1 P1 v2 P2  r Air dengan massa jenis  mengalir memasuki pipa berpenampang besar dengan kecepatan v1 menuju pipa berpenampang kecil dengan kecepatan v2 dimana v2  v1. maka v1 dapat dihitung. maka v1 dapat dihitung.v2 untuk mendapatkan hubungan antara v2 dan v1. Pipa pitot Pipa pitot dipakai untuk mengukur kecepatan aliran fluida dalam pipa. 7. Biasanya pipa ini dipakai untuk mengukur laju fluida berbentuk gas. b. Terjadi perbedaan ketinggian (h) raksa dengan massa jenis r pada kedua pipa manometer.v1 = A2. p1 + ½  v12 +  g h1 p1 + ½  v12 p1  p2 ∆P (r  ) g h = p2 + ½  v22 +  g h2 = = = = p2 + ½  v22 ½  v22  ½  v12 ½  (v22  v12) ½  (v22  v12) Dengan menggunakan persamaan kontinuitas A1.v1 = A2. Berlaku persamaan Bernoulli sebagai berikut.Dengan menggunakan persamaan kontinuitas A1.v2 untuk mendapatkan hubungan antara v2 dan v1.

Dalam hal ini berlaku h1 = h2 sehingga  g h1 =  g h2.ketinggian (h) raksa dengan massa jenis r pada kedua pipa manometer. = p2 + ½  v22 +  g h2 = = = p2 p1 + r g h r g h v1 = 2ρ r gh ρ 7. p1 + ½  v12 +  g h1 p1 + ½  v12 p1 + ½  v12 ½  v12 Kecepatan aliran fluida sebagai berikut. Tower Air Sebuah bak penampungan air sebagi tower dengan kran air yang dapat memancarkan air melalui sebuah lubang baik di dasar maupun di ketinggian tertentu dapat di selesaikan kecepatan pancaran air dari lubang (v2) . Persamaan Bernoulli deterapkan sebagai berikut.

p1 = p2 = tekanan udara luar. Pada jarak h dari permukaan air dibuat suatu lubang kecil. X = v2 . t sedangkan waktu jatuh fluida h = ½ g t2 Contoh: 1.v1 1 2 X Kecepatan air di permukaan (v1) sama dengan nol karena diam tidak mengalir. p1 + ½  v12 +  g h1 0 +  g h1 g h1 g h1  g h2 ½ v22 ½ v22 v2 = p2 + ½  v22 +  g h2 = = = = = = ½  v22 +  g h2 ½ v22 + g h2 ½ v22 g (h1  h2) gh 2gh Persamaan ini tidak lain adalah rumus gerak jatuh bebas. Selisih ketinggian air di permukaan (h1) dengan air di dasar (h2) = h. Sedangkan jarak jatuhnya fluida diukur dari titik proyeksi lubang air dihitung menggunakan persamaan gerak lurus beraturan. Persamaan Bernoulli sebagai berikut. sehingga air memancar dari lubang itu. Berapa jauh air yang keluar dari tangki mengenai tanah ? . Sebuah tangki terbuka berisi air setinggi H.

h) g s Gerak beraturan arahmendatar: s=v t = 2g h 2 (H .Penyelesaian: Persamaan Bernoulli: p1 + ½  v12 +  g H = p2 + ½  v22 +  g (H – h)  g H = ½  v22 +  g (H – h) ½  v22 =  g H . g (H – h) ½ v22 = g H – g (H – h) ½ v22 = g (H – H +h) v2 = h H 2g h Gerak jatuh bebas: h = ½ g t2 t= 2 (H . Garis tengah lubang corong dimana air itu masuk 30 cm. Letak pusat lubang pipa yang kecil lebih rendah 60 cm daripada pusat lubang yang besar.h) g s= 4 h (H . sedangkan tekanannya pada lubang yang besar 77. Air mengalir melalui sebuah pipa yang berbentuk corong.5 cm Hg. Berapakah tekanannya pada lubang yang kecil ? Penyelesaian: . Dan garis tengah lubang corong dimana air itu keluar 15 cm.h) 2. Jika cepat aliran air dalam pipa itu 140 liter/det.

5 cm (h1 – h2) = 60 cm p1 = 77.? 140000 = 793 cm/det  (7..5 cm Hg. g h2 p2 = p1 + ½  (v12 – v22) +  g (h1 – h2) = 77.5)2 793 v1 = 198 cm/det p1 + ½  v12 +  g h1 = p2 + ½  v22 +  g h2 p2 = p1 + ½  v12 +  g h1 – ½  v22 ..5 + ½ (1982 – 7932) + 980 (60) .A1 v1 h2 A2 v 2 h1 r1 = 15 cm r2 = 7.5) 2 A1 v1 = A2 v2  (15)2 V1 =  (7..5)2 v2 v2 = P2 = . Q2 = 140 lt/det Jawab: Q2 = A2 v2 140 =  (7.

p2 = 59,9 cm Hg 3. Dalam tangki tertutup terdapat air setinggi 1 m. Udara di atas air mempunyai tekanan lebih besar 8000 Newton Dan di B 20 cm2. a) Berapa flux ( liter ) air keluar di B ?

m2

daripada tekanan udara luar. Pipa di A mempunyai luas 20 cm2.

det

b) Berapa tinggi air dalam pipa terbuka ?

C P1 1m A h B

Penyelesaian: a. p1 H AA AB vA = 8000 N/m2 + Bar =1m = 20 cm2 = 0,002 m2 = 10 cm2 = 0,001 m2 =0

Aliran dari C ke B:

pA + ½  vA2 +  g h = pB + ½  vB2 +  g hB (8000 + Bar) + ½ 1000 0 + 1000 0 1 = Bar + ½ 1000 vB2 +1000 10 0 8000 + Bar + 10000 = Bar + 500 vB2 18000 = 500 vB2 vB =

36

vB = 6 m/det QB = AB vB QB = 0,001. 6 = 0,006 lt/s. b. Aliran dari A ke B: AA vA = AB vB 0,002 vA = 0,001 6 vA = 3 m/det

pA + ½  vA2 + A g hA = pB + ½  vB2 +  g hB Bar + ½ 1000 32 + 1000 10 hA = Bar + ½ 1000 62 + 1000 10 0 hA = 1,35 m

4. Air menyemprot keluar dari sebuah lubang pada dinding sisi sebuah tangki. Lubang tersebut berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 2 cm dan berada 3 m di bawah permukaan air. Jika luas penampang lubang itu 0,6 , berapa liter air akan mengalir tiap menit ?

3m

Penyelesaian: D h  v = 2 cm = 300 cm = 0,6  cm2 = = Q

2g h
2 980 300 = 76,68 cm/det

= 76,68 0,6  = 46,73 10-3 lt/det = 276  10-3 lt/mnt

5. Sebuah venturimeter, tabung yang besar mempunyai penampang lintang 10 dm3. Dan tabung yang kecil berpenampang lintang 5 dm3. Selisih tekanan kedua tabung itu 38 cmHg. Berapakah cepat aliran zat cair yang diukur ?

P1 A1

P2 A2

Penyelesaian: A1 A2 = 10 dm2 = 5 dm2

p1 – p2 = 39 cm Hg v1 =...?

1) 500 2 25.3 v1 = 5 cm/det Rangkuman 1. dirumuskan p = F A 2.1) A2 2 38 = ½ 1 v12 ( 76 = v12 3 v1 = 1000 2 . besarnya adalah ph =  g h .Persamaan Bernoulli: p1 +  gh1 + ½  v12 = p2 +  gh2 + ½  v22 h1 = h2 p1 – p2 = ½  (v22 – v12) Persamaan kontinuitas: A1 v1 = A2 v2 v2 = A1 v1 A2 Substitusi: 2 A1 2 p1 – p2 = ½  ( 2 v1 – v12) A2 p1 – p2 = ½  v12 ( 2 A1 . Tekanan hidrostatis yaitu tekanan pada kedalaman tertentu zat cair yang tidak mengalir. Tekanan adalah gaya tiap satuan luas penampang.3 = 5.

Hukum Bernoulli adalah sebagai berikut: p1 + ½  v12 +  g h1 atau p + ½  v2 +  g h = = p2 + ½  v22 +  g h2 Konstan Soal-soal Ulangan 8 Soal. alat pengepres biji-bijian dan sebagainya 8. Hukum Pascal berbunyi tekanan yang diderita oleh zat cair akan diteruskan oleh zat cair itu ke segala arah dengan sama besarnya F1  F2 A1 A2 4. Persamaan kontinuitas adalah A1. Hukum Archimedes menyatakan bahwa suatu benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan mendesak zat cair seberat benda yang dicelupkan 9. g 10. A =  . g .wc 11. Gaya Hidrostatika. h . V 5. Pipa U dapat digunakan untuk menghitung massa jenis suatu zat cair 7.3. Gaya keatas yang dialami benda tersebut besarnya FA = c . Vb . Alat-alat yang bekerja berdasarkan hukum Pascal misalnya.v2 15. Persamaan viskositas fluida  = 2 2 ρb  ρc r g( ). Gaya tekan keatas sebesar selisih berat benda di udara dengan berat benda di dalam zat cair itu : FA = wu . alat pengangkat mobil. Persamaan kecepatan terminal adalah sebagai berikut: v = 14. 9 v 2 2 ρb  ρc r g( ). g .v1 = A2. dirumuskan : Fh = ph . A =  . dongkrak hidrolik. Gaya gesekan fluida dikenal sebagai rumus Stokes: Fs = 6  r  v 12. η 9 13.soal Pilihan Ganda Pilihlah salah satu jawaban yang benar! . Hukum bejana berhubungan menyatakan bahwa tinggi permukaan zat cair sama rata kecuali terdapat pipa kapiler atau diisi dengan zat cair yang berbeda jenisnya 6.

Sebuah pipa kapiler berdiameter 2/3 mm dimasukkan tegak lurus ke dalam bejana yang berisi air raksa (massa jenis = 13.00 cm 3. 4 m/det 4. 3. Maka laju air dalam penampang kecil adalah. 3/7 mm b..masing dengan luas 200 mm2 dan 100 mm2. 12 m/det . tegangan muka bensin pada suhu tersebut =  = 0. 1 m/det d. sedangkan air mengalir dari penampang besar ke penampang kecil dengan tekanan 2 x 105 N/m2 dan laju 3 m/det. 24 m/det b.1. Sebuah pipa silindris yang lurus mempunyai dua macam penampang... dengan diameter penampang kecil adalah setengah dari diameter penampang besar.27 cm c.pelan di atas permukaan bensin. a.6).0314 N/m.14 dan g = 10 m/det2.62 gr/cm3).27 cm e. 2 m/det e. sedangkan air di dalamnya mengalir dari penampang besar ke penampang kecil... Massa jenis jarum  = 3. Sebatang jarum yang panjangnya 10 cm diletakkan pelan. Apabila kecepatan arus di penampang besar adalah 2 m/det.. a.. 1. a.. 4/7 mm c... 1.48 N/m. a.20 cm b. Pipa tersebut diletakkan secara horisontal. ¼ m/det b. maka kecepatan arus di penampang kecil adalah.. maka turunnya air raksa dalam pipa kapiler dihitung dari permukaan zat cair dalam bejana (g = 10 m/det2) adalah. 1 mm 2.92 gr/cm3. Se4buah pipa silindris yang lurus mempunyai dua maca penampang. 6/7 mm e. maka radius jarum adalah. Jarum terapung dalam bensin dan tepat akan tenggelam. Sudut kontak antara air raksa dengan pipa adalah 143º (sin 37 = 0. Bila tegangan muka zat cair adalah 0. Ambil  = 3. 5/7 mm d. pipa tersebut diletakkan secara horisontal. masing. ½ m/det c.. 2.00 cm d. 2.

maka jarak R sama dengan.75 m/det 5.675 x 105 N/m2 d. Dalam sebuah tangki air terdapat sebuah lubang pada jarak h di bawah permukaan air dalam tangki. 2 b.h) 2h (H . maka tekanan air dalam penampang kecil adalah. h = ½ H d. h = 3/8 H c. 1. a.000 x 105 N/m2 6.h) 2g (H .5 m/det e. 3. seperti ditunjukkan oleh gambar berikut.h) 2H (H . 0. 6 m/det d. 7.. maka jarak R mencapai maksimum bila. d. Analog dengan soal nomor 6... 2..h) h (H .. 1.. a. 2. b. h = ¾ H e.750 x 105 N/m2 e. c. 2 Analog dengan soal nomor 6.c. d.325 x 105 N/m2 b... h = H . H (H . h = ¼ H b. e. 1. a. Analog dengan soal nomor 4.. 2 c. Kecepatan air memancar keluar dari titik b adalah. gh a h g 2g h H h b 2 h g g h R e.h) 8.500 x 105 N/m2 c... a..

Berapa massa air per menit yang mula-mula akan keluar dari lubang itu? a.8 m. Sebuah lubang dengan luas penampang 5 cm2 dibuat di dasar tangki.8 m dari tanah terdapat lubang kebocoran. 0.45 m detik-1 b. Tinggi permukaan air 1. Pada ketinggian 0. sehingga air mengalir dari lubang tersebut dengan kecepatan. Sebuah tangki air terbuka memiliki kedalaman 0. Sebuah tangki berisi air diletakkan di tanah. 120 liter 10... 20 liter b. 80 liter e. 9 m detik-1 e. 8 m detik-1 d. 40 liter c. 3 m detik-1 c.9. 12.. (g = 10 m detik-2) a.5 m detik-1 . 60 liter d.25 m dari tanah.

Arus streamline = arus lengkung tak bersudut. Fluida statik = fluida yang tidak mengalir. Kohesi = gaya tarik menarik antara partikel-partikel tang sejenis. Fluida ideal = fluida yang memiliki ciri-ciri istimewa dan hanya ada di angan-angan tidak dalam kenyataan. Gejala kapilaritas = gaya dorong pada pembuluh kapiler. Meniskus cembung = permukaan fluida dengan sudut kontak  90º Meniskus cekung = permukaan fluida dengan sudut kontak  90º Neraca torsi = alat untuk menentukan tegangan permukaan.Glosarium                   Adhesi = gaya tarik menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis. Fluida sejati fluida yang ada dalam kenyataan. Viskositas = kekentalan fluida. . Fluida dinamik = fluida yang mengalir. Manometer = alat pengukur tekanan dalam ruang tertutup. Pipa kapiler = pipa dengan pembuluh berdiameter sangat kecil. Tekanan hidrostatik = tekanan yang ditimbulkan zat cair pada kedalaman tertentu. Koefisien viskositas = derajad kekentalan suatu fluida. Fluida = zat alir yang berupa zat cair dan zat gas. Venturimeter = alat untuk menentukan kecepatan aliran fluida.

g < b . Vb . b c W = Rapat massa benda = Rapat massa zat cair = Berat benda di udara FA Vb Vc = Gaya ke atas = Volume benda = Volume zat cair yang wc = Berat semu (berat benda di dalam zat cair). g < c < b dipindahkan Selisih antara w dan FA disebut Berat Semu (wc) wc = w . Vb . Benda melayang di dalam zat cair berarti benda tersebut dalam keadaan setimbang.FA 2) Benda melayang di dalam zat cair. Benda tenggelam maka : FA < W c . Dimana. FA w .

Vb . Fn = FA . V u . 3) Benda terapung di dalam zat cair. g = Gaya ke atas yang dialami oleh bagian benda yang tercelup di dalam zat cair. Vb . Vb .w Benda terapung tentunya dalam keadaan setimbang.c . setelah dilepas.. Vb . Misalkan sepotong gabus ditahan pada dasar bejana berisi zat cair. g = b . g = b . g  c = b Pada 2 benda atau lebih yang melayang dalam zat cair akan berlaku : (FA)tot = wtot  c g (V1+V2+V3+V4+….. = Volume benda yang berada dipermukaan zat cair. Vb . sehingga berlaku : FA = W Vu Vc F A  c . gabus tersebut akan naik ke permukaan zat cair (terapung) karena : FA > w c .) = w1 + w2 + w3 + w4 +…. g > b . g > c >b Selisih antara w dan FA disebut gaya naik (Fn). Vc .

V b = Vu + Vc  FA = c . Balon Udara.Vc Vu = (1 )Vb ρb ρc 4) Hukum Archimedes Untuk Gas. g Benda terapung yang tepat diam diberlakukan keseimbangan benda yang mana resultan gaya pada benda sama dengan nol. Vc = FA = w ρb Vb ρc Karena Vb = Vu + Vc Vu = Vb .V c = Volume benda yang tercelup di dalam zat cair. Balon udara diisi dengan gas yang lebih ringan dari udara misalnya : H2. = ρ b.g. Vc . Sebuah balon udara dapat naik disebabkan adanya gaya ke atas yang dilakukan oleh udara.Vc. He sehingga terjadi peristiwa seolah-olah terapung. Vbalon dan wtot = wbalon + wgas + wbeban .Vb. Balon akan naik jika gaya ke atas FA>wtot (berat total) sehingga : F = FA .Wtot Dimana FA = ud .g. Maka berlaku ρ c. g .

wgas = gas . sedangkan tinggi benda yang tidak tercelup adalah 2 cm.5 N bila dibenamkan dalam zat cair.3 kg/m3 = Berat (N) = Volume (m3) u d w V Kerja Kelompok Kerjakan soal-soal berikut bersama kelompokmu! 1. Sebuah silinder aluminium pejal mempunyai massa jenis 2700 kg/m 3. di dalam air massanya berkurang menjadi 390 gram.9 g/cm3. Suatu gelas beratnya 25 N di udara. Batang besi dalam air berat semunya 372 N. Sebuah benda terapung di atas minyak yang mempunyai massa jenis 0. Tentukan massa jenis besi! . berapa massa jenis benda tersebut? 4. hitunglah berat jenis gabus! 5. Berat aluminium itu tinggal 450 N bila dibenamkan dalam minyak tanah Berapa massa jenis minyak tanah? 3. Sepotong gabus terapung di atas air dengan ¼ bagian terendam. berapakah volume benda itu? 6. dan 7 N di dalam asam belerang. Tinggi benda tersebut adalah 20 cm. Bila massa jenis benda dua kali berat jenis air. Jika berat jenis air adalah 1 grf/cm3. hitung massa jenis asam belerang! 8. Sebuah benda mempunyai berat 100 N di udara dan 60 N di minyak (massa jenisnya 0. Hitung massa jenis benda tersebut! 9. tetapi beratnya tinggal 2.8 g/cm3). 15 N di air. ternyata mendapat gaya ke atas sebesar 40 dyne. Sepotong logam beratnya di udara 4 N. Berapa berat semu besi tersebut dalam cairan yang densitasnya 0. Vbalon Dengan Keterangan : FA F g as = Gaya ke atas (N) = Gaya naik (N) = Massa jenis gas pengisi balon (kg/m3) = Massa jenis udara = 1. Berapakah gaya tekan ke atas yang diderita benda? 2. Sepotong besi massanya 450 gram.75 g/cm3 jika berat besi 472 N? 7. Suatu benda dicelupkan dalam zat cair yang massa jenisnya 1 gr/cm 3. g . massanya 77 gram.

3825 N dan di air 0.Sebuah kubus dari gabus dibebani dengan sepotong logam sehingga melayang dalam aseton.50 gram gabus (massa jenisnya 0. massa jenis logam 8.8 dm3. Hitunglah volume es! 15. massa jenis aseton 0. Jika es yang timbul di permukaan air laut 7.3 g/cm3)? 13.3 g/cm3) dicurigai mempunyai rongga. tentukan volume kayu seluruhnya! 17.10.8 g/cm3. Tentukan : a.Sebuah kubus dari kayu (massa jenisnya 0.25 g/cm3) dan ternyata 200 cm3 dari kayu tersebut berada di permukaan gliserin.Sebongkah es (massa jenisnya 0.6 g/cm3 terapung di dalam air.Massa jenis es 917 kg/m3.9 g/cm3) terapung pada air laut (massa jenisnya 1. Jika bagian kayu yang ada di atas permukaan air 0. Rusuk kubus! 1. Sebuah balon udara bervolume 20 m3. 2. Sebuah balon udara volumenya 400 m3.09 gr/dm3) berat perlengkapannya 100 N. Tentukan berat beban yang dapat diangkut! .Sebatang kayu yang massa jenisnya 0.Sebuah patung berongga mempunyai berat 210 N dan jika ditimbang di dalam air beratnya 190 N. gaya ke atas setelah benda setimbang d. Berapa besar rongga tersebut ? 12. Berisi H2 ( massa jenis 0. Beratnya di udara 0. Jika massa logam 77 gram.8 g/cm3. Tentukan volume rongga patung tersebut. mengalami gaya naik 2200 N. massa jenis gabus 0. gaya ke atas kayu pada saat masih berada seluruhnya dalam gliserin b.2 m3. Berapa bagian es terletak di permukaan air? 16.03 g/cm3).8 g/cm3). gaya naik c.25 g/cm3) diikatkan pada timbal sehingga gabungan benda melayang di dalam air.Sebatang emas (massa jenisnya 19. Tentukan gaya ke atas dan berat total balon (g = 10 m/det2).3622 N. Berapa berat timbal ( massa jenisnya 11.24 g/cm3. Tentukan rusuk kubus! 14. Patung tersebut terbuat dari logam (massa jenisnya 21 g/cm3). (g = 10 m/det2)! 11. Mula-mula dibenamkan ke dalam bejana kemudian dilepas sehingga naik ke permukaan gliserin (massa jenisnya 1.

Sebuah balon udara mengalami gaya naik 2450 N. 7. Percobaan Kelereng Jatuh Pada dasarnya penentuan η dengan menggunakan rumus Stokes sangatlah sederhana.3. g Fs w A = = Fs 6π rη v . kelereng akan semakin cepat jatuhnya. makin cepat gerakannya. misalnya dengan jari. Pada dasarnya hambatan gerakan benda di dalam fluida itu disebabkan oleh gaya gesekan antara bagian fluida yang melekat ke permukaan benda dengan bagian fluida di sebelahnya di mana gaya gesekan itu sebanding dengan koefisien viskositas (η ) fluida. misalnya dari aluminium. gaya gesekan itu diberikan oleh apa yang disebut rumus Stokes: Fs = 6 π r η v Dimana r adalah jari-jari benda. Tentukan gaya ke atas dan diameter balon udara tersebut.jari sekitar 1 cm saja. serta berukuran kecil. Berat total balon 4050 N. Hanya saja untuk itu secara teknis diperlukan kelereng dari bahan yang amat ringan. v adalah kecepatan jatuh dalam fluida. oleh gaya beratnya. Menurut Stokes. Hukum Stokes Gaya gesekan antara permukaan benda padat dengan fluida di mana benda itu bergerak akan sebanding dengan kecepatan relatif gerak benda ini terhadap fluida. makin besar gaya gesekannya sehingga akhirnya gaya berat itu tepat seimbang dengan gaya gesekan dan jatuhnya kelerengpun dengan kecepatan tetap sebesar v sehingga berlaku persamaan: w m. Sewaktu kelereng dijatuhkan ke dalam bejana kaca yang berisi cairan yang hendak ditentukan koefisien viskositasnya. Tetapi sesuai dengan rumus Stokes.

yaitu sebesar: FA = ρ c gV=ρ c g π r3 4 3 dengan V adalah volum kelereng dan ρ Dengan menuliskan: m=ρ b c adalah massa jenis cairan. persamaan tersebut dapat ditulis menjadi: w = Fs + FA w − FA =Fs .π r3 g (ρ b 4 3 – ρ c) = 6 π r η v 4 3 r2 g (ρ b – ρ c) = 3 η v 2 3 η = r2 g ( ) . Sedangkan 2 9 ρ b − ρc v persamaan kecepatannya adalah sebagai berikut.π r3 ρ b.Akan tetapi sebenarnya pada kelereng juga bekerja gaya ke atas Archimedes sebesar berat cairan yang dipindahkan. g – π r3 ρ c g = 6 π r η v 4 3 . V=ρ b . disebut persamaan viskositas fluida. . π r3 4 3 dengan ρ b adalah massa jenis bahan pembuat kelereng.

Q= V t . Jadi partikel yang datang kemudian di satu titik akan mengikuti jejak partikel-partikel lain yang lewat terdahulu. kecepatan jatuh v sewaktu kecepatan itu tetap. Fluida Dinamik Tiga hal yang mendasar untuk menyederhanakan pembahasan fluida dinamik yaitu : 1.v = r2 g ( ) . dan diketahuinya ρ b . ρ b − ρc η Jadi dengan mengukur jari-jari kelereng r. Dianggap bergerak tanpa gesekan walaupun ada gerakan materi (tidak mempunyai kekentalan) 3. atau sebaliknya dapat dihitung kecepatan jatuhnya B. misalnya v meter per detik. Penampang tabung alir berpenampang A. dapatlah dihitung koefisien viskositas cairan η di dalam bejana itu. Debit Fluida mengalir dengan kecepatan tertentu. yaitu kecepatan dan arah gerak partikel fluida yang melalui suatu titik tertentu tetap.ρ c dan g. Fluida dianggap tidak kompresibel 2. maka yang dimaksud dengan debit fluida adalah volume fluida yang mengalir persatuan waktu melalui suatu pipa dengan luas penampang A dan dengan kecepatan v. Aliran fluida adalah aliran stasioner. 1. dimana rumus ini disebut kecepatan terminal atau 2 9 kecepatan jatuh.

Karena V = A. Persamaan Kontinuitas Perhatikan fluida yang mengalir dalam sebuah pipa yang mempunyai ukuran penampang berbeda.s maka persamaan debit menjadi : Q = dan v= A. .s t s t maka Q = A . v 2.

v2 A1 Gambar: Aliran fluida dalam pipa A1 2 .

Banyaknya fluida yang mengalir di A1 sama dengan banyaknya fluida yang mengalir di A2 karena mengikuti kekekalam massa.A1v1 ∆t A1v1 = = = massa di A2 ρ . Karena ∆ t kecil harus sama pula.A2v2 ∆t A2v2 dan alirannya stasioner maka banyaknya fluida yang mengalir di tiap tempat dalam waktu yang sama Bagaimana dengan pipa yang memiliki penampang berbeda dan terletak pada ketinggian yang berbeda. massa di A1 ρ . A1 adalah penampang lintang tabung alir di a. h22 A11 V v1 2 d b c a Gambar : Pipa alir . Perhatikan tabung alir a-c di bawah ini. Partikel fluida yang semula di A1 setelah ∆ t berada di A2.Pipa terletak mendatar dengan ukuran simetris.

v1 = A2.v2. Apabila ∆ t sangat kecil.A1.A2. ∆ t dan dalam waktu yang sama sejumlah fluida meninggalkan tabung alir sebanyak ρ .A2. ∆ t A1. yaitu A 1. ∆ t = ρ . Demikian pula jarak c-d sangat kecil. sehingga luas penampang di a dan b boleh dianggap sama. yaitu A2.v2 Jadi : Persamaan tersebut dinamakan persamaan Kontinuitas A. ∆ t.v1.A2 = penampang lintang di c. sehingga luas penampang di c dan di d dapat dianggap sama. walaupun A dan v masing-masing berbeda dai tempat yang satu ke tempat yang lain.A1. v 1 = kecepatan alir fluida di a. Partikel – partikel yang semula di a. maka jarak a-b sangat kecil. Jumlah ini tentulah sama dengan jumlah fluida yang masuk ke tabung alir sehingga : ρ . Banyaknya fluida yang masuk ke tabung alir dalam waktu ∆ t detik adalah : ρ ∆ ρ ∆ ρ . Maka disimpulkan : Q = A1.v1.v yang merupakan debit fluida sepanjang tabung alir selalu konstan (tetap sama nilainya).v2. dalam waktu ∆ t detik berpindah di b.v1 = A2. demikian pula partikel yang semula di c berpindah di d.v2 = konstan . v 2 = kecepatan alir fluida di c.

Oleh karena itu elemen massa m telah mengalami tambahan energi sebesar : ∆ E = = = ∆ Ek + ∆ Ep ½ m (v22 . Hukum Bernoulli Hukum Bernoulli merupakan persamaan pokok fluida dinamik dengan arus streamline. Bila ketinggiannya juga berubah dari h1 menjadi h2. Walaupun ada juga gaya penghambat dari sebelah kanan A2.∆ t. Kerja total dari gaya-gaya ini adalah : W W atau W = = = F1s1 − F2s2 p1A1 v1∆ t – p2A2 v2∆ t ρ A 1 v1 ∆ t − ρ A2 v2 ∆ t p1 ρ W = m− m p2 ρ p1 ρ W = p2 ρ (p1 − p2) m ρ 2.½ m v12 + mgh2 – mgh1 Pahami ini sebagai akibat adanya gaya dorong di A1 dari zat cair yang ada di sebelah kiri dengan arah ke kanan. Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : . Di sini berlaku hubungan antara tekanan.ρ = m maka selama waktu ∆ t massa sebanyak m ini dianggap telah berpindah dari A1 ke A2.Bila A1v1.v12) + mg (h2 – h1) ½ m v22 . kecepatan alir dan tinggi tempat dalam satu garis lurus. Kecepatannya berubah dari v1 menjadi v2.

maka gaya yang dilakukan terhadap penampang di a adalah p1A1.p2A2v2 ∆ t Jadi usaha total yang dilakukan gaya-gaya tersebut besarnya : Wtot W W = = = (p1 A1 v1 . Jadi usaha yang dilakukan terhadap a adalah : p1A1v1 ∆ t sedangkan usaha yang dilakukan pada c sebesar : .p2 A2 v2) ∆ t p1A1 v1∆ t – p2 A2 v2∆ t ρ A 1 v1 ∆ t − ρ A2 v2 ∆ t p1 ρ W = m− m p2 ρ p1 ρ p2 ρ Dalam waktu ∆ t detik fluida dalam tabung alir a-b bergeser ke c-d dan mendapat tambahan energi sebesar : Em = ∆ Ek + ∆ Ep Em = ( ½ m v22 – ½ m v12) + (mgh2 – mgh1) = ½ m (v22 – v12) + mg (h2 – h1) Dari kekekalan energi yaitu perubahan energi mekanik adalah sama dengan usaha. Jika tekanan p 1 ke kanan pada penampang A1. sedangkan penampang di c mendapat gaya dari fluida dikanannya sebesar p2A2.Perhatikan gambar tabung alir a-c pada gambar pipa alir. di mana p2 adalah tekanan terhadap penampang di c ke kiri. Em = W . dari fluida di sebelah kirinya. Dalam waktu ∆ t detik dapat dianggap bahwa fluida di penampang a tergeser sejauh v1 ∆ t dan fluida di penampang c tergeser sejauh v2 ∆ t ke kanan.

d) Pipa pitot e) Tower air 3. Contoh penggunaan Hukum Bernoulli : a) Semprotan b) Sayap pesawat terbang c) Venturi meter = alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan aliran zat cair.½ m v22 – ½ m v12 + mgh2 – mgh1 = m− m p1 ρ p2 ρ (suku-suku persamaan ini memperlihatkan dimensi usaha) Apabila setiap ruas dibagi dengan m kemudian dikalikan dengan ρ diperoleh persamaan: ½ v22 – ½ v12 + g h2 –g h1 = − akan p1 ρ + ½ v22 + g h2 = p2 ρ + ½ v1 2 + g h 1 p2 ρ p1 + ½ ρ v12 + ρ g h1 p1 ρ = p2 + ½ ρ v22 + ρ g h2 (suku-suku persamaan di atazs memperlihatkan dimensi tekanan) atau p + ½ ρ v2 + ρ g h = Konstan Persamaa tersebut dikenal sebagai hukum Bernoulli. . Viskositas (Kekentalan) Viskositas / kekentalan dapat dibayangkan sebagai gesekan antara satu bagian dengan bagian yang lain dalam fluida.

F=η A V L F η A = gaya gesek antara dua lapisan zat cair yang mengalir = angka kekentalan = viskositas = luas permukaan = kecepatan mengalir sepanjang L V L η = FL Av Satuan dalam sistem cgs = = = poise dynecm cm2 cm det Dalam sistem MKS = dynedet cm2 Newton det ik m2 • • Satuan viskositas dinamis ν = = poise :ν :η Satuan viskositas kinetis = stokes η ρ • Satuan dalam teknik = SAE (Society of Automotic Enginers) 4. . Semprotan Persamaan Bernoulli diterapkan pada prinsip semprotan obat pembasmi nyamuk yang cair.

.Gambar: Semprotan obat nyamuk Perhatikan skema semprotan berikut ini.

V2 .

sedangkan udara bergerak dengan kecepatan v2 karena didorong oleh pengisap. Sehingga persamaan bernoulli menjadi: p1 + ½ ρ v12 + ρ g h1 0 + ρ g h1 g h1 g (h1 − h2) g h = = = = = p2 + ½ ρ v22 + ρ g h2 ½ ρ v22 + ρ g h2 ½ v22 + g h2 ½ v22 ½ v22 Cairan obat nyamuk naik setinggi h daan akan tersemprot oleh pengaruh kecepatan v2. 5. Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang p1 v2 .v1 Obat nyamuk cair mula-mula diam sehingga v1 = 0. Tekanan p1 sama dengan p2 yaitu tekanan udara luar.

Beda gaya pada bagian bawah dan bagian atas (F 1 – F2) menghasilkan gaya angkat pada pesawat terbang.Pembahasan gaya angkat pada sayap pesawat terbang dengan menggunakan persamaan Bernoulli dianggap bentuk sayap pesawat terbang sedemikian rupa sehingga garis arus aliran udara yang melalui sayap adalah tetap (streamline) Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian yang atas lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. Dan persamaan di atas dapat ditulis : ρ ρ ρ ρ ρ p1 + ½ ρ .v12 = p2 + ½ ρ .v12 Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa v 2 > v1 kita dapatkan p1 > p2 untuk luas penampang sayap F1 = p1 A dan F2 = p2 A dan kita dapatkan bahwa F1 > F2.v22 . Jadi. Dari persamaan Bernoulli kita dapatkan : ρ ρ ρ ρ p1 + ½ ρ .½ ρ .v12 + ρ g h1 = p2 + ½ ρ .v22 + ρ g h2 Ketinggian kedua sayap dapat dianggap sama (h1 = h2). Bentuk ini menyebabkan kecepatan aliran udara di bagian atas lebih besar daripada di bagian bawah (v2 > v1). sehingga ρ g h1 = ρ g h2. gaya angkat pesawat terbang dirumuskan sebagai : .v22 p1 – p2 = ½ ρ .

ρ F1 – F2 = ½ ρ A(v22 – v12) Dengan ρ = massa jenis udara (kg/m3) 6. Venturimeter Tanpa Manometer v2 2 P1 A1 . a. Venturimeter dibagi dua macam yaitu venturimeter tanpa manometer dan venturimeter dengan manometer. Dengan memasukkan venturimeter ke dalam aliran fluida kecepatan aliran fluida dapat dihitung menggunakan persamaan Bernoulli berdasarkan selisih ketinggian air atau selisih ketinggian raksa. Venturimeter Venturimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan aliran zat cair.

Berlaku persamaan Bernoulli sebagai berikut.v2 untuk mendapatkan hubungan antara v2 dan v1. . maka v1 dapat dihitung. Terjadi perbedaan ketinggian air (h) pada kedua pipa vertikal. Dalam hal ini berlaku h1 = h2 sehingga ρ g h1 = ρ g h2. p1 + ½ ρ v12 + ρ g h1 p1 + ½ ρ v12 p1 − p2 ∆p ρ gh gh = = = = = = p2 + ½ ρ v22 + ρ g h2 p2 + ½ ρ v22 ½ ρ v22 − ½ ρ v12 ½ ρ (v22 − v12) ½ ρ (v22 − v12) ½ (v22 − v12) Dengan menggunakan persamaan kontinuitas A1.ρ ρ Air dengan massa jenis ρ mengalir memasuki pipa berpenampang besar dengan kecepatan v1 menuju pipa berpenampang kecil dengan kecepatan v2 dimana v2 > v1.v1 = A2.

Venturimeter dengan Manometer v ρ r2 v1 P1 P2 .b.

Persamaan Bernoulli deterapkan sebagai berikut. Pipa pitot dilengkapi dengan manometer yang salah satu kakinya diletakkan sedemikian sehingga tegak lurus aliran fluida sehingga v2 = 0. p1 + ½ ρ v12 + ρ g h1 p1 + ½ ρ v12 p1 + ½ ρ v12 = = = p2 + ½ ρ v22 + ρ g h2 p2 p1 + ρ r gh . Biasanya pipa ini dipakai untuk mengukur laju fluida berbentuk gas. Terjadi perbedaan ketinggian (h) raksa dengan massa jenis ρ r pada kedua pipa manometer. Pipa pitot Pipa pitot dipakai untuk mengukur kecepatan aliran fluida dalam pipa. 7.ρ ρ Air dengan massa jenis ρ mengalir memasuki pipa berpenampang besar dengan kecepatan v1 menuju pipa berpenampang kecil dengan kecepatan v2 dimana v2 > v1. Dalam hal ini berlaku h 1 = h2 sehingga ρ g h1 = ρ g h2. Terjadi perbedaan ketinggian (h) raksa dengan massa jenis ρ pada kedua pipa manometer. Dalam hal ini berlaku h 1 = h2 sehingga ρ g h1 = ρ g h2.v2 untuk mendapatkan hubungan antara v2 dan v1. p1 + ½ ρ v12 + ρ g h1 p1 + ½ ρ v12 p1 − p2 ∆P (ρ r − ρ ) g h = = = = p2 + ½ ρ v22 + ρ g h2 p2 + ½ ρ v22 r ½ ρ v22 − ½ ρ v12 ½ ρ (v22 − v12) = ½ ρ (v22 − v12) Dengan menggunakan persamaan kontinuitas A1.v1 = A2. Berlaku persamaan Bernoulli sebagai berikut. maka v1 dapat dihitung.

v1 = 2ρ r gh ρ 7. Tower Air Sebuah bak penampungan air sebagi tower dengan kran air yang dapat memancarkan air melalui sebuah lubang baik di dasar maupun di ketinggian tertentu dapat di selesaikan kecepatan pancaran air dari lubang (v2) .½ ρ v12 = ρ r gh Kecepatan aliran fluida sebagai berikut.

X v 1 21 .

Kecepatan air di permukaan (v1) sama dengan nol karena diam tidak mengalir. Persamaan Bernoulli sebagai berikut. X = v2 . p1 + ½ ρ v12 + ρ g h1 0 + ρ g h1 g h1 g h1 − g h2 ½ v22 ½ v22 v2 = = = = = = = p2 + ½ ρ v22 + ρ g h2 ½ ρ v22 + ρ g h2 ½ v22 + g h2 ½ v22 g (h1 − h2) gh 2gh Persamaan ini tidak lain adalah rumus gerak jatuh bebas. t sedangkan waktu jatuh fluida h = ½ g t2 Contoh: . p1 = p2 = tekanan udara luar. Selisih ketinggian air di permukaan (h1) dengan air di dasar (h2) = h. Sedangkan jarak jatuhnya fluida diukur dari titik proyeksi lubang air dihitung menggunakan persamaan gerak lurus beraturan.

ρ g (H – h) h Hs .1. Berapa jauh air yang keluar dari tangki mengenai tanah ? Penyelesaian: Persamaan Bernoulli: p1 + ½ ρ v12 + ρ g H = p2 + ½ ρ v22 + ρ g (H – h) ρ g H = ½ ρ v22 + ρ g (H – h) ½ ρ v22 = ρ g H . Sebuah tangki terbuka berisi air setinggi H. Pada jarak h dari permukaan air dibuat suatu lubang kecil. sehingga air memancar dari lubang itu.

sedangkan tekanannya pada lubang yang besar 77.h) g Gerak beraturan arahmendatar: s=v t = 2gh 2 (H . Jika cepat aliran air dalam pipa itu 140 liter/det. Air mengalir melalui sebuah pipa yang berbentuk corong. Berapakah tekanannya pada lubang yang kecil ? Penyelesaian: . Dan garis tengah lubang corong dimana air itu keluar 15 cm. Garis tengah lubang corong dimana air itu masuk 30 cm.h) g s= 4 h (H .½ v22 = g H – g (H – h) ½ v22 = g (H – H +h) v2 = 2gh Gerak jatuh bebas: h = ½ g t2 t= 2 (H . Letak pusat lubang pipa yang kecil lebih rendah 60 cm daripada pusat lubang yang besar.h) 2.5 cm Hg.

A2 h11v2 A 2 v1 r1 = 15 cm .

Q2 = 140 lt/det Jawab: Q2 = A2 v2 140 = π (7.5 + ½ (1982 – 7932) + 980 (60) p2 = 59. Dan di B 20 cm2. Dalam tangki tertutup terdapat air setinggi 1 m..ρ g h2 p2 = p1 + ½ ρ (v12 – v22) + ρ g (h1 – h2) = 77. Udara di atas air mempunyai tekanan lebih besar 8000 daripada tekanan udara Newton m2 luar...r2 = 7.9 cm Hg 3. Pipa di A mempunyai luas 20 cm2. a) Berapa flux ( ) air keluar di B ? liter det .5 cm Hg.5)2 793 v1 = 198 cm/det p1 + ½ ρ v12 + ρ g h1 = p2 + ½ ρ v22 + ρ g h2 p2 = p1 + ½ ρ v12 + ρ g h1 – ½ ρ v22 .5)2 A1 v1 = A2 v2 π (15)2 V1 = π (7.5)2 v2 v2 = = 793 cm/det P2 = .5 cm (h1 – h2) = 60 cm p1 = 77.? 140000 π (7.

p1 H AA AB vA = 8000 N/m2 + Bar =1m = 20 cm2 = 0.002 m2 = 10 cm2 = 0.C A B h P1 1 m Penyelesaian: a.001 m2 =0 Aliran dari C ke B: pA + ½ ρ vA2 + ρ g h = pB + ½ ρ vB2 + ρ g hB .

Aliran dari A ke B: AA vA = AB vB 0.35 m 1.001. 6 = 0.006 lt/s. b. Jika luas penampang lubang itu 0.002 vA = 0.6 π .(8000 + Bar) + ½ 1000 0 + 1000 0 1 = Bar + ½ 1000 vB2 +1000 10 0 8000 + Bar + 10000 = Bar + 500 vB2 18000 = 500 vB2 vB = 36 vB = 6 m/det QB = AB vB QB = 0. berapa liter air akan mengalir tiap menit ? . Lubang tersebut berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 2 cm dan berada 3 m di bawah permukaan air. Air menyemprot keluar dari sebuah lubang pada dinding sisi sebuah tangki.001 6 vA = 3 m/det pA + ½ ρ vA2 + ρ A g hA = pB + ½ ρ vB2 + ρ g hB Bar + ½ 1000 32 + 1000 10 hA = Bar + ½ 1000 62 + 1000 10 0 hA = 1.

3m Penyelesaian: D h η = 2 cm = 300 cm = 0.6 π cm2 .

68 0.68 cm/det 2 980 300 Q = 76. Selisih . Dan tabung yang kecil berpenampang lintang 5 dm3.6 π = 46.v = 2gh = = 76. tabung yang besar mempunyai penampang lintang 10 dm3.73 10-3π lt/det = 276 π 10-3 lt/mnt P1 A1 2 2 2. Sebuah venturimeter.

? Persamaan Bernoulli: p1 + ρ gh1 + ½ ρ v12 = p2 + ρ gh2 + ½ ρ v22 h1 = h2 p1 – p2 = ½ ρ (v22 – v12) Persamaan kontinuitas: A1 v1 = A2 v2 v2 = v1 A1 A2 Substitusi: ...tekanan kedua tabung itu 38 cmHg. Berapakah cepat aliran zat cair yang diukur ? Penyelesaian: A1 A2 = 10 dm2 = 5 dm2 p1 – p2 = 39 cm Hg v1 =.

p1 – p2 = ½ ρ ( 2 A1 A2 2 v12 – v12) p 1 – p 2 = ½ ρ v1 2 ( . besarnya adalah ph = ρ g h 3. dirumuskan : F h = ph . Hukum Pascal berbunyi tekanan yang diderita oleh zat cair akan diteruskan oleh zat cair itu ke segala arah dengan sama besarnya F1 = F2 A1 A2 4. A =  . Gaya Hidrostatika. V . g .3 v1 = 5 cm/det Rangkuman 1. A =  .1) 10002 5002 76 = v12 3 v1 = = 5. Tekanan adalah gaya tiap satuan luas penampang.1) A A 38 = ½ 1 v12 ( 2 1 2 2 . dirumuskan p = F A 2.3 25. Tekanan hidrostatis yaitu tekanan pada kedalaman tertentu zat cair yang tidak mengalir. g . h .

Persamaan viskositas fluida η = 2 9 ρ b − ρc v = r2 g ( 13. Vb . ρ b − ρc η 14. Alat-alat yang bekerja berdasarkan hukum Pascal misalnya.wc r2 g ( ). alat pengepres biji-bijian dan sebagainya 8.v2 15.Persamaan kontinuitas adalah A1.Gaya tekan keatas sebesar selisih berat benda di udara dengan berat benda di dalam zat cair itu : F A = w u . dongkrak hidrolik. g 10. 11.5.v1 = A2. Hukum bejana berhubungan menyatakan bahwa tinggi permukaan zat cair sama rata kecuali terdapat pipa kapiler atau diisi dengan zat cair yang berbeda jenisnya 6. alat pengangkat mobil. Gaya keatas yang dialami benda tersebut besarnya FA = c .Hukum Bernoulli adalah sebagai berikut: p1 + ½ ρ v12 + ρ g h1 atau p + ½ ρ v2 + ρ g h = = p2 + ½ ρ v22 + ρ g h2 Konstan Soal-soal Ulangan 8 . Pipa U dapat digunakan untuk menghitung massa jenis suatu zat cair 7. Hukum Archimedes menyatakan bahwa suatu benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan mendesak zat cair seberat benda yang dicelupkan 9.Gaya gesekan fluida dikenal sebagai rumus Stokes: Fs = 6 π r η v 12.Persamaan kecepatan terminal adalah sebagai berikut: v 2 9 ).

. 3/7 mm b..00 cm d. 1 m/det d. maka kecepatan arus di penampang kecil adalah. sedangkan air di dalamnya mengalir dari penampang besar ke penampang kecil.20 cm b. Sebatang jarum yang panjangnya 10 cm diletakkan pelan. 2. a.. Massa jenis jarum ρ = 3.48 N/m. Sudut kontak antara air raksa dengan pipa adalah 143º (sin 37 = 0.62 gr/cm 3).. 1.. maka turunnya air raksa dalam pipa kapiler dihitung dari permukaan zat cair dalam bejana (g = 10 m/det2) adalah. 3. tegangan muka bensin pada suhu tersebut = γ a.27 cm c. 5/7 mm d.14 dan g = 10 m/det2. 2 m/det e.pelan di atas permukaan bensin.. masing.masing dengan luas 200 mm2 dan 100 mm2. 1. Sebuah pipa silindris yang lurus mempunyai dua macam penampang. Apabila kecepatan arus di penampang besar adalah 2 m/det. 4/7 mm c.0314 N/m.soal Pilihan Ganda Pilihlah salah satu jawaban yang benar! 1.27 cm e. pipa tersebut diletakkan secara horisontal. Bila tegangan muka zat cair adalah 0.. ½ m/det c.. 1 mm 2. a. Jarum terapung dalam bensin dan tepat akan tenggelam. Ambil π = 3. 6/7 mm e.Soal. 4 m/det = 0.00 cm 3. maka radius jarum adalah.92 gr/cm3. .6). ¼ m/det b. 2. Sebuah pipa kapiler berdiameter 2/3 mm dimasukkan tegak lurus ke dalam bejana yang berisi air raksa (massa jenis = 13..

Maka laju air dalam penampang kecil adalah... 1. 1. 2... maka tekanan air dalam penampang kecil adalah.. dengan diameter penampang kecil adalah setengah dari diameter penampang besar.. 1. a.4. Analog dengan soal nomor 4. Se4buah pipa silindris yang lurus mempunyai dua maca penampang. 6 m/det d. Kecepatan air memancar keluar dari titik b adalah. 3. 12 m/det c. 24 m/det b.5 m/det e. seperti ditunjukkan oleh gambar berikut. 2. 0.000 x 105 N/m2 b a H hR 6. Dalam sebuah tangki air terdapat sebuah lubang pada jarak h di bawah permukaan air dalam tangki.500 x 105 N/m2 c.675 x 105 N/m2 d. . sedangkan air mengalir dari penampang besar ke penampang kecil dengan tekanan 2 x 105 N/m2 dan laju 3 m/det.325 x 105 N/m2 b.75 m/det 5...750 x 105 N/m2 e. a.. Pipa tersebut diletakkan secara horisontal.

h) e... 2H (H . 2g (H . maka jarak R mencapai maksimum bila.. 2 h (H . 2 H (H . h g 2 7. Analog dengan soal nomor 6.h) d. h = H . a. 2 e.h) 8. h = ½ H d. a.h) c. h = ¾ H e.. h = ¼ H b. gh b. 2gh d.h) b.a. h = 3/8 H c. h g c. g h Analog dengan soal nomor 6.. maka jarak R sama dengan.. 2h (H .

Tinggi permukaan air 1.. Berapa massa air per menit yang mula-mula akan keluar dari lubang itu? a.8 m.25 m dari tanah. 9 m detik-1 e. 12.9.45 m detik-1 b. 120 liter 10.. 80 liter e. (g = 10 m detik-2) a. Sebuah tangki air terbuka memiliki kedalaman 0. 60 liter d. sehingga air mengalir dari lubang tersebut dengan kecepatan. 3 m detik-1 c. Pada ketinggian 0.5 m detik-1 . Sebuah lubang dengan luas penampang 5 cm2 dibuat di dasar tangki. 8 m detik-1 d.. 40 liter c. 0. Sebuah tangki berisi air diletakkan di tanah.8 m dari tanah terdapat lubang kebocoran. 20 liter b.

Fluida sejati fluida yang ada dalam kenyataan. Kohesi = gaya tarik menarik antara partikel-partikel tang sejenis. Arus streamline = arus lengkung tak bersudut. Fluida statik = fluida yang tidak mengalir. Fluida ideal = fluida yang memiliki ciri-ciri istimewa dan hanya ada di angan-angan tidak dalam kenyataan. Fluida = zat alir yang berupa zat cair dan zat gas. Venturimeter = alat untuk menentukan kecepatan aliran fluida. Meniskus cembung = permukaan fluida dengan sudut kontak > 90º Meniskus cekung = permukaan fluida dengan sudut kontak < 90º Neraca torsi = alat untuk menentukan tegangan permukaan.Glosarium • • • • • • • • • • • • • • • • • • Adhesi = gaya tarik menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis. Tekanan hidrostatik = tekanan yang ditimbulkan zat cair pada kedalaman tertentu. Fluida dinamik = fluida yang mengalir. Gejala kapilaritas = gaya dorong pada pembuluh kapiler. Pipa kapiler = pipa dengan pembuluh berdiameter sangat kecil. Koefisien viskositas = derajad kekentalan suatu fluida. Manometer = alat pengukur tekanan dalam ruang tertutup. . Viskositas = kekentalan fluida.