P. 1
Rangkuman Hukum Tata Negara

Rangkuman Hukum Tata Negara

|Views: 1,944|Likes:
Published by Erdytian Setyo

More info:

Published by: Erdytian Setyo on Oct 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENGERTIAN HUKUM TATA NEGARA
  • BAB II SUMBER HUKUM TATA NEGARA INDONESIA
  • BAB III konstitusi
  • BAB IV SEJARAH HUKUM TATA NEGARA DI INDONESIA
  • BAB V BENTUK DAN SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA
  • BAB VI KELEMBAGAAN NEGARA INDONESIA
  • VII PEMERINTAH DAERAH
  • VIII KEWARGANEGARAAN
  • IX PEMILU

HUKUM TATA NEGARA

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
Oleh : Erdytian Setyo F FAK : HUKUM NMP : 200912042

BAB I PENGERTIAN HUKUM TATA NEGARA

A. Pengertian Hukum tata Negara dalam arti luas meliputi : 1. Hukum tata usaha Negara/ hukum administrasi / hukum pemerintah 2. hukum tata Negara Hukum tata Negara dalam arti sempit, ialah Hukum tata Negara Jadi kesimpulan hukum tata Negara menurut para pakar adalah: Peraturan-peraturan yang mengatur organisasai Negara dari tingkat atas sampai bawah,sturktur,tugas&wewenang alat perlengkapan Negara hubungan antara perlengkapan tersebut secara hierarki maupun horizontal,wilayah Negara,kedudukan warganegara serta hakhak asasnya. B. HUBUNGAN HUKUM TATA NEGARA DENGAN ILMU LAIN
1.

Hubungan hukumk tataNegara dengan ilmu Negara • Segi sifat intinya dari segi itu ilmu Negara menitik beratkan pada teorinya sedangkan hukum tata Negara adalah pelaksanaannya. • Segi manfaat Ilmu Negara merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki pengertian-pengertian pokok dan sendi-sendi dasar teoritis yang bersifat umum untuk hukum tata Negara. Karenanya untuk mengerti hukum tata Negara harus terlebih dahulu memiliki pengetahuan secara umum tentang ilmu Negara. Dengan demikian ilmu Negara
2

dapat memberkan dasar teoritis untuk hukum tata Negara positif, da hukum tata Negara merupakan penerapan di dalam kenyataan bahan-bahan teoritis dari ilmu Negara.
2.

Hukum tata Negara dengan ilmu politik • Terbentuknya UU Terbentuknya UU diisi dengan kebijakan politik yang ditarik pada waktu penysunanya, kita perhatikan pembukaan UUD, disitu jelas akan mengetahui politik suatu Negara. Begitu pula dengan amandemen UUD 45 oleh MPR. • Retifikasi yang dilakukan DPR dalam pembentukan UU, rancangannya dipengaruhi oleh suara wakil rakyat yang ada dalam DPR, sedangkan DPR merupakan wakil dari organ-organ politik.

3. Hubungan hukum tata Negara dengan hukum administrasi Negara

Dikatakan berhubungan, karena hukum tata Negara dalam arti sempit adalah bagian dari hukum administrasi.

Hukum tata Negara dan hukum administrasi Negara ada perbedaan secara prinsipil ( asasi), karena kedua ilmu tersebut dapat dibagi secara tajam, baik sistematik maupun isinya (C.V.Vollenhoven, JHA. Logeman dan Stellinga)

Hukum tata Negara untuk mengetahui organisasi Negara serta badan lainya, sedangkan hokum administrasi Negara menghendaki bagaimana caranya Negara serta organ-organ melakukan tugas.

Hukum tata Negara dan hokum administrasi tidak ada perbedaan secara prinsipil , melainkan hanya pertimbangan manfaat saja (R. Kranenburg)

C. CARA PENDEKATAN DALAM HUKUM TATA NEGARA

1) Pendekatan yuridis formil, pada asas-asas hukum yang mendasari ketentuan peraturan . contohnya : perundangundangan tidak boleh menyimpang dari UUD 2) Pendekatan filosofi, Pada pandangan hidup bangsa. Contohnya: falsafah bangsa Indonesia adalah pancasila 3) Pendekatan sosiologis, Pada kemasyarakatan khususnya politis artinya ketentuan yang berlaku hakikatnya merupakan hasil keputusan politis. 4) Pendekatan historis, pada sudut pandang sejarah . contohnya kronologis pembuatan 45

4

Pengertian .BAB II SUMBER HUKUM TATA NEGARA INDONESIA A.

adalah sumber hokum yang dikenal dalam bentuknya. dengan kata lain sumber hukum yang penting bagi pakar hokum. UU b. karena: a. Sumber hukum materil Adalah sumber hukum yang menentukan “isi” hukum. Sumber hukum tata Negara di Indonesia adalah: segala bentuk dan wujud peraturan hukum tentang ke tata negaraan yang beresensi dan bereksistensi di Indonesia dalam suatu system dan tata urutan yang telah di atur. Pendapat/ pandangan para ahli (dokrin) 2. 1. Sumber hukum formil meliputi : a. artinya 6 . Pancasila merupakan isi dari sumber tertib hokum. yaitu merupakan ketentuan – ketentuan yang telah mempunyai bentuk formalitas. Keputusan hakim (yudisperdensi) e. Sumber hukum formil. Pancasila merupakanjiwa dari setiap peraturan perUU atau semua hukum.Sumber hukum adalah segala apa saja yang menimbulkan aturan-aturan yang menimbulkan peraturan yang bersifat memaksa dan memiliki sanksi yang tegas dan nyata. c. Pancasila disebut juga sebagai sumber hukum dalam arti materil. Perjanjian antara Negara (traktat) d. Kebiasaan dan adat c. Pancasila merupakan pandangan hidup dan falsafah Negara b. diperlukan jika akan menyediakan asal-usul hukum dan menentukan isi hokum.

Surat perintah 11 maret 1996 ( super semar ) keluarnya super semar ini karena adanya penyimpangan dan penyelewengan jiwa dan ketentuan UUD 45 yang berlandaskan ideal dan stuktural revolusi Indonesia . Bahwa pancasila adalah pandangan hidup. batang tubuh UUD 45 4. Adapun isi dari dekrit itu ialah: 1. yang dikeluarkan berdasarkan hokum darurat Negara. Pembentukan MPRS dan DPRS 3.d. kesadaran dan cirta-cita hukum serta moral yang meliputi suasana kejiwaan dan watak dari rakyat Negara Indonesia. hukumnya bersumber pada dukungan rakyat Republik Idonesia. batang tubuh serta peraturan peralihan UUD 45 Pasal III 2. yang terdiri dari pembukaan. UUD proklamasi Merupakan perwujudan dari tujuan proklamasi dan merupakan tujuan dari NKRI yang terdiri atas adanya pembukaan . Dalam masa ini lahirlah piagam Jakarta (22 juli 1945). Bubarkan konstituante 2. Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 Dilahirkan UUD45 sebagai dasar tertulis. Adanya dekrit ini dikarenakan pemerintahan masa itu yang menganut system liberal yang bertentangan dengan dasar dari pancasila yang menganut system demokrasi terpimpin. Adapun menifer sumber dari segala hokum bagi rakyat Indonesia meliputi : 1. Kembali ke UUD 45 dan tidak berlakunya UUD S 50 3. Dekrit presiden 1959 Merupakan sumber bagi berlakunya kembali UUD 45.

Adalah keseluruhan dasar atau hkum dasar yang tertulis atau pun tidak ataupn campuran. tindakan yang dilakukan atas keluarnya supersemar ini adalah. 2.sejak berlakunya kenbali pada tanggal 5 juli 1959. yaitu berupa kumpulan peraturan yang membentuk . PEMBAGIAN DAN KLASIFIKASI KONSTITUSI 1. adalah piagam dasar (UUD) yaitu dokumen lengkap mengenai peraturan dasar Negara misalnya UUD RI 1945. B. BAB III konstitusi A. Pengertian Konsititusi adalah keseluruhan system ketata negaraan suatu Negara. Konstitusi absolute ( absolute begrif der verfassung ) Konstitusi relative ( relative begrif der verfassung ) 8 . konstitusi USA1787. Jadi konstitusi dalam arti luas. mengatur atau memerintah Negara. Dalam arti sempit . pembubaran pki dan ormas-ormasnya dan Pengamanan beberapa mentri pada 18 maret 1966.

contohnya bendera sebagai lambing Negara • Konstitusi sebagai system tertutup dari norma hokum. Yaitu proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 4. Konstitusi dalam arti positif Adalah putusan yang tertinggi berhubungan dengan pembuatan UUD yang menentukan nasib seluruh rakyatnya.3. Konstitusi absolute. Konstitusi dalam arti ideal Adalah konstitusi yang berisi jaminan bagi rakyatnya agar hak-haknya dilindungi. Konstitusi dalam arti relative Adalah konstitusi untuk golongan tertentu. jadi konstitusi adalah norma dasar sebagai sumber hokum bagi norma lainnya. bersifat abstrak dan fungsional . C. 2. dibagi dalam : • Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang nyata yang mencangkp bangunan hokum • Konstitusi sebagai bentuk Negara dalam arti keseluruhan ( bentuk Negara demokrasi ) • Konstitusi sebagai factor integritas. Nilai konstitusi . Konstitusi ini di bagi kedalam: • Konstitusi sebagai tuntutan dari golongan borjuis liberal • Konstitusi sebagai arti rormal tertulis ( berhubungan supaya hak-hak tidak dilanggar oleh pengasa) 3. 4. Konstitusi positif Konstitusi ideal ( positive begrif der verfassung ) ( ideal begrif der verfassung ) 1.

D. konstitusi ini dapat berfungsi atau bermakna jika telah berbentuk naskah tertulis dan diundangkan. Nilai nominal. karena dapat dengan mudah menyesuaikan diri • Diumumkan dan di ubah dengan cara yang sama seperti UU Menurut MOH. tidak di jalankan secara sungguhsungguh. 2. UUD 45 Materil adalah konsyitusi yang dilihat dari segi isinya 2. Contohnya. Tertulis dan tidak tertulis 10 . konstitusi hanya sekedar istilah. UUD 45 masa orde baru hanyalah di gunakan untuk alat pemuas penguasa . Nilai sematik. di dapat jika penerimaan segenap rakyat suatu Negara oleh konstitusi benar-benar secara murni dan konsekwen. Contohnya.cara mengubah konstitusi -Apakah konstitusi mudah atau tidak mengikuti zaman ( dinamis) 3. Sifat konstitusi 1.1. Nilai normatif. adanya batasan masa berlakunya suatu konstitusi. Contohnya. PPKI 3. Formil dan materil Formil adalah konstitusi yang tertulis dalam suatu ketata negaraan. KUSNARDI dan HARMAILY IBRAHIM dikatakan flexsible dan rigid : . Flexible ( flexsible conctitution ) dan rigid ( rigid concituation ) dikatakan flexible jika memiliki ciri: • Elastic.

lembaga perwakilan rakyat di bubarkan. menurut C.E. d. dibentuk majelis perubahan UUD. Contohnya untuk merubah UUD 50. Oleh rakyat melalui referendum Perubahan konstituante dengan pendapat langsung dari rakyat. Oleh Negara bagian Terjadi hanya pada Negara federal karena pembentukan Negara federan dilakukan oleh Negara –negara yang membentuknya dan kostitusi adalah bentuk perjanian. 2. Kekuasaan legislative Perubahan konstitusi dengan cara ini dilakukan dengan syarat : 1. Sebelum perubahan dilakukan. Dengan konversi ketata negaraan Terjadi jika untuk merubah konstitusi harus adanya badan khusus. c. Untuk melakukan perubahan DPR dan MPR melakukan siding gabungan. sah jika di setujui oleh 2/3 dari anggotanya. F. Dalam siding perubahan konstitusi harus di hadiri oleh minimal 2/3 atau 2/4 dari jumlah anggota dan perubahan konstitusi dianggap sah jika usulan perubahan di stujui oleh suara terbanyak ( 2/3). Pendapatnya berupa : referendum. 3. Strong a. plebisit dan popular vote. .Perubahan konstitusi. b. Contohnya : referendum di prancis. lalu diadakan pemilu yang baru dan lembaga perwakilan rakyat yang baru ( sebagai konstituante ) yang melakukan perubahan konstitusi. Perubahan konstitusi 1.

Some primary forces ( dengan orang-orang yang berpengaruh ) 2.lahirnya Negara kesatuan . perubahan konstitusi melalui 4 cara : 1.e. iudicial interpretation ( penafsiran hokum ) 4. Arti proklamasi kemerdekaan Indonesia : . 2.Lahirnya bangsa Indonesia diawali dengan didirikanya BPPK pada tanggal 29 april 1945. formal amendement ( sesuai UU) 3. Proklamasi kemerdekaan Indonesia 1.Lahirnya pemerinatahan indoensia . usage and custom ( kebiasaan dan adat istiadat kenegaraan ) BAB IV SEJARAH HUKUM TATA NEGARA DI INDONESIA A.Sidang I ( 18 agustus 1945 ) 12 .PPKI terbentuk pada tanggal 9 angustus 1945.C W heare.Puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan . di dalam masa berdirinya badan ini dapat menghasilkan rancangan UUD (16 juli 1945) . Menurut K.Titik tolak dari pada pelakasanaan amanat penderitaan rakyat. pada masa terbentuknya PPKI menghasilkan : 1.

sebagai pembantu presiden 2.Adanya pembentukan batang tubuh dan penjelasan resmi UUD 45 B.Periode 17 agustus 1945 .Sejarah perkembangan ketatanegaraan Indonesia 1.•Pembentukan UUD 45 •UUD 45 •Memilih soekarno sebagai presiden dan mohamat hatta sebagai wakil presiden •Adanya komte nasional.  Wewenang MPR : •Menetapkan UUD dan GBHN •Memilih dan mengangkat presiden •Mengubah UUD  Wewenang presiden • • Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR Presiden tidak dapat membubarkan DPR Perubahan praktek ketata negaraan meliputi : • Presiden dan wapres di pilih oleh PPKI .27 desember 1949 Pada periode ini yang berdaulat adalah rakyat dengan di wakili oleh MPR.Sidang II ( 19 agustus 1945) •Pembentukan 12 departemen pemerinatahan •Pembagian wilayah Indonesia ke dalam 8 propinsi dan adanya kebijakan daerah 3.

Masa 5 juli 1959 – 11 maret 1966 4.• • • • Sistem presidensil lalu berubah lagi menjadi system multi partai KNIP ikut menentukan GBHN dengan presiden KNIP dengan presiden. Periode 17 agustus 1950 – 5 juli 1959 • • • Adanya UUD RIS Presiden sebagai kepala tertinggi baik dalam Negara maupun dalam hal pemerintahan Adanya dekrit presiden Periode 5 juli 1959 – sekarang a. •Presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala Negara •DPR gotong royong 14 . menentukan UU tentang urusan pemerintah Dalam menjalankan tugas KNP digantikan oleh sebuah badan yang bertanggung jawab kepada KNIP 2. Periode 27 desember – 17 agustus 1950 Dalam masa periode ini dapat terbentuknya : • • • • • Adanya KMB Adanya piagam penyerahan kedaulatan Status UNI Persetujuan perpindahan Terbentuknya RIS 3.

Masa 11 Maret 1996 – oktober 1999 • Zaman orde baru.turunkan harga.kembali pada UUD 45. Masa 11 maret – sekarang •Zaman reformasi •Lahirnya amandement 45 •Adanya peraturan dasar hokum pemilu •Adanya Perlindungan HAM .•Adanya MPRS •Adanya DPAS •Kembali pada UUD 445 • Adanya surat 11 maret 1966 ( supersemar) yang berisikan : .bubarkan ormas PKI . banyaknya terjadi praktek KKN • Transisi menuju demokrasi c. . b.

System absolute. contohnya: raja pilip II di spanyol 16 . organ tertinggi dalam Negara. susunan dan tata tertib Negara.BAB V BENTUK DAN SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA A. pengertian Bentuk Negara menggambarkan dasar – dasar Negara. Bentuk – bentuk Negara 1. Negara kerajaan ( monarchie ). kedudukan masing-masing organ dalam kekuasaan Negara “melukiskan bekerjanya organ tertinggi”. dengan system antara lain : a. B.

bangsawan 4. D. ialah suatu Negara dengan pemerintahan yang pimpinan tertinggi ditangan rakyat a. Demokrasi langsung b. Demokrasi tak langsung 5. System presidensil. ialah negara pemerintahan rakyat yang dikepalai dengan kepala tahun. System parlementer. dimana diseluruh Negara yang berkuasa hanyalah suatu pemerintah. Autokrasi Suatu Negara yang autokrasi terpimpin (autroritaren fuhrerstaata/ autoritihre) dipimpin oleh kekuasaan Negara. System kostitusional ( parlement “DPR”). negara yang bersusunan tunggal Ialah Negara yang merdeka dan berdaulat. . Negara republic. contohnya: Indonesia 3. Aristokrasi ( oligarki ) Pemegang kekuasaan dipimpin oleh golongan berkuasa. System referendum ( rakyat secara langsung ). romawi kuno b. berdasarakan atas pandangan autoriteit Negara. Negara kesatuan ( unisetarisme ).b. contohnya : Indonesia c. Dengan system antara lain : Negara yang dipilih dengan masa jabatan 4 – 5 a. System terbatas . contohnya: kerajaan belanda 2.Susunan pemerintahan 1. Demokrasi. contohnya : inggris c. contohnya: yunani.

budesstaat.uni riil ( reele unie ) c. Negara serikat (federasi). Negara di bawah pengawasan. mandate f. Negara yang berursusunan jamak 3. Serikat Negara b. Contohnya : RI dengan daerah swatantra. Negara kesatuan sentralistik Dimana segala urusan diatur oleh pemerintah pusat. Negara kesatuan desentralisasi Dimana kepada daerah-daerah diberikan kesempatan dan kekuasaan untuk mengurus daerahnya. 2. yaitu . Perserikatan Negara-negara Negra atau gabungan Negara-negara atau bentuk kenegaraan atara lain: a. PBB 18 . Contohnya : jerman di bawah kekuasaan hitler b. koloni e. perwakilan 4.Uni personil ( personele unie ) .Macam-macam Negara kesatuan : a. Negara uni. yaitu .proktorat internasional d.protektorat colonial .

pertentangan antara eksekutif dan legislative bisa sewaktu-waktu terjadi menyebabkan cabinet harus mengundurkan diri. dan akibatnya pemerintahan tidak stabil. kelemahan 1. dengan mengiki\uti ajaran montersquieu dengan ajaran tiras politika. c. b. perancis dan belanda. persidensil a. keuntungan pemerintahan untuk jangka waktu yang ditentukan itu stabil . Misalnya. sebaliknya. presidensil a. latar belakang timbulnya timbul dari keinginan untuk melepaskan diri dari dominasi kekuasaan raja. seorang prsiden dapat pila membubarkan legislative 3. dominion E. Sehingga fungsi raja merupakan factor stabilitasis jika terjadi perselisihan antara eksekutif dan legistalif. keuntungan penyelesaian antara pihak eksekutif dan legislative mudah dapat tercapai. 2. sisten pemerintahan 1. sering terjadi pertukaran ( pergantia kabinet ) 2. pada system parlement dengan multi partai ( cabinet koalisi ) apabila terjadi mosi tidak percaya dari beberapa parpol. Negara USA timbul sebagai kebencian atas raja George II ( inggris) b.5. Misalnya kerajaan inggris. latar belakang timbulnya timbul dari bentuk Negara monarchi yang kemudian mendapat pengaruh dari pertanggung jawaban menteri.

perbedaan yang timbul pada para pemilihan dapat mempengaruhi sikap dan pandangan lembaga itu berlainan. menurut UUD 45 1. qualisi persidensil 4. karena sangat penting. referendum obligator yaitu jika keputusan rakyat mutlak harus diberikan dalam pembuatan suatu peraturan UU yang mengikat rakyat seluruhnya. untuk memilih presiden dilakukan oleh masa jabatan yang tidak sama. Bentuk Negara Indonesia adalah “republic” G. menurut eksekutif bisa berbeda dari pendapat legislative. kemungkinan terjadi bahwa apa yang ditetapkan sebagai tujuan Negara. Referendum fakulatif yaitu jika persetujuan dari rakyat dilakukan terhadap UU biasa. system pemerintahan pra amandemen UUD 45 ialah system presidensil 2.presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat . qualisi parlementer b. sehingga perbedaan. system pemerintahan Indonesia. pada system pemerintahan ini di bagi menjadi dua bagian. kelemahan 1. 3. referendum a. 2.c. system pemerintahan pasca amandement UUD 45 ialah system presidensil. dengan perubahan : .presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR 20 . b. Yaitu : a. qualisi. karena kurang pemting F.

.

Konsep dasar Negara hokum Dewasa ini Negara hokum modern di bagi menjadi : a. Adanya supermasi hokum. Menurut Kantnegara hokum memuliki 4 unsur : 1. pemerintah hanya mengawasi dan bertindak apabila terjadi perselisihan antara anggota masyarakat dalam menyelenggarakan kepentinganya. Adanya perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia 1. 3. Negara hokum eropa continental Negaa hokum ini di pelopori oleh Kant dan Fichte. artinya kekuasaan tertinggi dalam Negara ialah hokum 22 . 3 unsur the rule of law : 1. b.BAB VI KELEMBAGAAN NEGARA INDONESIA A. sehingga sikap pemerintah menjasi pasif. 2. Dalam paham ini menghendaki tidak adanya campur tangan pemerintah secara langsung terhadap penyelenggaraan kepentingan rakyat. Adanya pemisahan kekuasaan dalam Negara Setiap tindakan Negara harus berdasarkan UU yang telah di buat sebelumnya Adanya peradilah administrasi yang berdiri sendiri untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. yang mengemukakan paham liberalism yang menentang kekuasaan absolute dari para raja. Contoh Negara yang menganut system ini adalah inggris.Negara hokum anglo saxon Negara yang menganut apa yang disebut dengan the rule of law / pemerintahan oleh hokum.

asas pembagian kekuasaan Menurut Montesquieu pembagian kekuasaan di bagi dalam trichotomy/ tiras politica . Negara hokum RI Negara dapat dikatakan Negara hokum jika memiliki 4 syarat :adanya pengakuan HAM. system demokrasi kedaulatan rakyat B . adanya pembagian kekuasaan.Eksekutif .Legislative . Persamaan kedudukan di mata hokum 3. Indonesia sendiri menganut konsep hokum continental. Adanya paham konstitusi b. Bukti Indonesia sebagai Negara hokum : penjelasan UUD 45 “ Indonesia adalan Negara yang berdasarkan hokum dan bukan Negara yang berdasarkan kekuasaan belaka” pasal 1 ayat 3 “ Negara Indonesia adalah Negara hokum” Jadi substansi tentang konsep Negara hokum adalah : a.Yudikatif Sedangkan di Indonesia itu tidak menganut pemisahan kekuasaan melainkan menganut pembagian kekuasaan sebagai berikut : . pemerintah berdasarkan UU . peradilan administrasi. Perlindungan HAM c.2. yang manganut asas rechlsstsst continental dan asas rule of low.

Pada dasarnya UUD 45 mengenal pembagian kekuasaan UUD 45 membagi menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai perUU Kekuasaan yudikatif dadalah badan yang bebas dari pengaruh kekuasaan eksekutif dan legislative C. 3. struktur kelembagaan sebelum perubahan UUD 45 MPR UUD 45 DPR Kekuasaan legislative BPK Kekuasaan eksekutif (inspektif) Presiden & wapres DPA Kekuasaan konsultan MA Kekuasaan kehakiman (legislative) b.1. 2. struktur kelembagaan Negara setelah perubahan UUD 45 UUD 45 BPK MPR Presiden Wakil presiden Kekuasaan kehakiman DPD DPR MK MA 24 . Stuktur kelembagaan Negara a.

462 orang anggota partai politik hasil pemilu. terdiri dari 500 DPR.Membentuk UU .Memilih wapres dari 2 calon yang di ajukan presiden jika ada kekosongan wapres . 38 orang ABRI • Tugas dan weweanang . MPR • Jumlah anggota MPR 700 orang. Lembaga legislative a. DPR • Berjumlahkan 500 orang anggota.Memilih presiden dan wakilnya jika ada kekosongan jabatan . 135 DPD I.Nelantik presiden dan wakilnya .1. 65 utusan golongan • Tugas dan wewenang: .Menetapkan peratutan tata tertib dari kode etik MPR b.Memberhentikan prsiden dan wakilnya dalam masa jabatan menurut UUD .Menetapkan GBHN .mengubah dan menetapkan UUD .

Mengajukan RUU tentang otonomi daerah kepada dpr .Pengankatan dan pemberhentian komisi yudisial .Memberikan pertimbangan kepada DPR tentang RUU APBN dan RUU yang berkaiatan dengan pajak. jika RUU tidak mendapatkan persetujuan maka tidak dapat di ajukan pada siding DPR masa itu . sebagai pengganti UU .Hak angket.Memilih anggota BPK • Hak .Menyatakan perang.Hak mengatakan pendapat c. membuat perdamaian .Ikut membahas RUU tentang otonomi daerah .Menetapkan PerUU. pendidikan dan agama 26 .Setiap RUU di bahas oleh DPR dan presiden untuk mendapatkan persetujuan bersama. perjanian .Memperhatikan pemberian amnesi dan abolisi .Hak interpelasi. yaitu hak untuk meminta keterangan tentan kebijakan pemerintah .Pengankatan hakim agung .. yaitu hak menyelidiki kebijakan pemerintah . DPD • Jumlah anggotanya 1/3 jumlah DPR • Tugas dan wewenang: .

Membentuk panitia pengawasan pemilu daerah .Memilih wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan pemerintahan daerah terhadap rencana perjajian internasional daerah .Memberikan persetujuan terhadap pertanggung jawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah . tidak sedang pailit.Mlakukan pengawasan dan meminta laporan KPUD dlam penyelenggaraan pemilu . tidak di cabut hak pilihnya. yang berkaitan dengan APBN . telah di audit kekayaanya. Presiden • Syarat : . belum menjadi presiden dan wakil presiedn selama 2 kali masa . terdaftar sebagai terpilih. tidak memiliki hutang.Menerima hasil pemeriksaan keuangan dari BPK. 2.Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama antar daerah dndengan pihak ketiga yang membebani masyarakat daerah. setia pada pancasila dan UUD dan cita-cita proklmasi . ada riwayat hidup.mampu secara jasmani dan rohani.WNI. tidak berhianat kepada Negara. ada NPWP.Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah/ wakilnya kepada presiden melalui metri dalam negri bagi DPRD provinsi dan mentri dalam negri melalui gubernur bagi DPRD kabupaten/ kota .. Lembaga ekekutif a. bertakwa kepada tuhan. sebagai bahan pertimbangan kepada DPR tentang RUU. tidak berbuat yang tercela. tinggal di NKRI.

pasal 21 ayat 2. pasal 23 ayat 2) - Memiliki kekuasaan yudikatif Membentuk perpemerintahan Membentuk UU tentang peraturan lembaga tinggi Negara Berperan Sebagai kepala Negara ( pasal 10 .minimal 30 th. Mentri 3. tidak pernah di penjara lebih dari 3 tahun.periode. pasal 15. pasal 13 ayat 1. tidak pernah di penjara karena maker. bukan bekas PKI.Melakukan pengawasan oprasional pembangunan dengan bantuan departemen c. Wakil presiden • Tugas dan wewenang: -membantu presiden dalam melakukan tugasnya . MA • Berjumlah 60 orang 28 . pasal 17 ayat 2 dan 1) b. pasal 22 ayat 1.2 dan 3. Lembaga yudikatif a. • Tugas dan wewenang: Memiliki keusaan legislative ( pasal 5ayat 1. pasal 12.Memperhatikan masalg tentang kesejahtraan rakyat . pasal 11 ayat 1.Membantu presiden . pasal 16.

Melakukan pengawasan terhadap peradilan .Menguji perUU .Sebagai pengawas bagi penasehat hokum dan notasris.Melakukan pendaftaran calon hakim agung .Mengadili tingkay kasaki .Memutuskan sengketa kewarganegaraan . b. KY . MK .Menguji perUU . bersama-sama dengan presiden.Memutuskan permohonan kasasi .Mengadili pada siding pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final .Memutuskan perselisihan tentang pemilu c.Melakukan seleksi terhadap calon hakim agung .Memutuskan pembubaran parpol .Memeriksa dan merumuskan permohonan PK .• Tugas dan wewenang: .Menetapkan calon hakim agung .menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hokum .Mengajukan calon hakim agung ke DPR .Memberikan pertimbangan hokum kepada presiden dalam pemberian grasi dan rehabilitasi .

4.Memeriksa pelaksanaan APBN 30 . BPK .Memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara . Lembaga eksaminatif a.

tidak dapat menjalankan tugas berturu-tururt selama kurun waktu 6 bulan c. dengan alasan: a.VII PEMERINTAH DAERAH A. Pendahuluan Dalam sisitem pemerintahan daerah di kenal adanya dua asas yaitu. asas sentralisasi dan asas desentralisasi (kebijakan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah ntuk menjalankan segala kegiatan yang berkaitan tentang daerah tersebut). Meninggal dunia 2. berakhir masa jabatan dan telah di lantik pejabat baru b. Pasal 29 ayat 2 UU no. 32/2004. permintaan sendiri 3. tidak lagi memenuhi syarat sebagai kepala atau wakil kepala daerah . mengenai alas an berhentinya kepala dan wakil daerah : 1. diberhentikan.

Pemberhentian melalui pertimbangan MA.Tidak melaksanakan kewajiban sebagai kepala atau wakil kepala daerah 3. hasil pajak daerah 32 . Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari: a. . karena . dilakukan dengan cara: 1.berakhir masa jabatan dan telah di lantik pejabat baru . melanggar larangan bagi kepala atau wakil kepala daerah sedangkan cara pemberhentiannya.Melanggar janji jabatan sebagai kepala atau wakil kepala daerah . Pemberhentian langsung oleh prsiden. 2. tidak melaksanakan kewajiban sebagai kepala atau wakil kepala daerah f. .Melanggar larangan bagi kepala atau wakil kepala daerah Pasal 157 UU no 32/2004 menyatakan APBN ini berasal dari tiga sumber pendapatan. karena . atau dapat juga dilakukan dengan cara di adakannya hak angket oleh anggota DPR. Pemberhentian melalui keputusan DPR semata.keputusan sendiri.meninggal. melanggar janji jabatan sebagai kepala atau wakil kepala daerah e. karena .tidak dapat menjalankan tugas berturu-tururt selama kurun waktu 6 bulan .mengalami krisis kepercayaan public yang meluas Dalam pelaksanaanya jika ternyata terbukti sesuai dengan salah satu alasan dari pemberhentian di atas DPR merapatkannya lalu di umunkan hasil keputusannya.d. yaitu: 1.

hasil retribusi daerah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan DLL yang sah 2. penyerahan penuh. yang bersama-sama dengan dan dipimpin oleh kepala daerah menjalankan pekerjaan mengatur pemerintahan pusat dan pemertintahan daerah yang lebih luas dari padanya”. dana alokasi umum c. artinya baik tentang asasnya (prinsip) maupun tentang caranya menjalankan kewajiban ( pekerjaan) yang diserahkan itu. Otonomi daerah berdasarkan UU no. d. Otonomi daerah berdasarkan UU no 22 th 1948 “ penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan UU no 22 th 1948.b. Pendapatan daerah lainnya yang sah B. c. Kekuasaan yang diserahkan kepada pemerintah daerah dilakukan melalui 2 bentuk. Pemerintah daerah dalam prespektif sejarah 1. dana bagi hasil b.1 th 1945 “Komite nasional daerah menjasi badan perwakilan rakyat daerah. dana alokasi khusus 3. daerah memiliki 2 macam kekuasaan yaitu otonomi dan tugas pembantuan. diserahkan semuanya kepada daerah ( hak otonom) . 2. Dana Perimbangan (Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentalisai) yang terdiri dari: a. yaitu: a.

bidang ekonomi. artinya penyerajan harusnya mengenai cara menjalankan saja. 3. bidang politik. C. menggantikan UU no 22 tahun 1999 hal yang mendasar dalam pemda adalah mendorong untuk memberdayakan masyarakat. Otonomi daerah berdasarkan UU no 18 th 1965 Asas desentralisasi yang berdasarkan system rumah tangga nyata 4. bidang social. yaitu terbentuknya peluang bagi pemerintag daerah mengembangkan kebijakan regional dan local untuk mengoptimalkan pendayagynaan potensi ekonomi daerah. yaitu sebagai sebuah proses untuk membentuk ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dipilih secara demokratis. yaitu menciptakan kemampuan masyarakat untuk merespon dinamika kehidupan disekitarnya.b. sedangkan prinsip-perinsipnya (asas) ditetapkan oleh pemerintah puast sendiri. b. penyerahan tidak penuh. yaitu: a. yaitu: a. 32 tahun 2004 (pemda) Disahkan tanggal 15 oktober 2004. memgungkinkan berlangsungnya penyelenggaraan pemerintah yang respontive b. menumbuhkan prakarsa 34 . Otonomi daerah berdasarkan UU no 5 th 1974 Penjelasan umum UU no 5 th 1974. c.Pemerintah daerah menurut UU no. Memberikan wewenang kepada daerah untuk melaksanakan berbagai urusan pemerintahan sebagai urusan rumah tangganya 5. Otonomi daerah berdasarkan UU no 22 th 1999 Merumuskan 3 ruang lingkup interaksi yang utama. juga menjelaskan tujuan pemberian otonomi kepada daerah. Agar daerah yang bersangkutan dapat mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri Untuk meningkatkan adanya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintah dalam rangka pelayaran terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan c.

yaitu warga Negara yang telah menjasi warga Negara asing B. Asas-asas kewarganegaraan kriterium kelahiran naturalisasi .dan mengembangkan peran dan fungsi DPRD serta mekanisme pemilih kepala daerag yang lebih demokrastis. D. VIII KEWARGANEGARAAN A. -Orang asing. yaitu setiap orang yang memiliki ikatan hokum dengan pemerintah Negara tesebut. Pemilihan kepala daerah Dalam pelaksanaan pelilihan kepala daerah dapat dilakukan dengan 2 macam cara. yaitu pemilihan secara langsung yang dilakukan oleh rakyat dan pemilihan tak langsung yang di laukan oleh DPRD. yaitu penduduk asli Negara tersebut -Warga Negara keturunan asing . yaitu warga Negara asing yang tinggal di Negara tertentu -Pribumi. Penghuni Negara -Warga Negara.

Ius Ius soli permohon an diberika Keterangan: 1. ius soli adalah asas yang menetapkan seseorang mempunyai kewarganegaraan menurut tempat dimana ia dilahirkan C. Kaula Negara belanda orang belanda b. ius sanguinis adalah asa yang menetapkan seseorang mempunyai kewarganegaraan menurut kewarganegaraan “orang tua” tanpa dilihat dimana ia dilahirkan. Sejarah kewarganegaraan 1. Zaman belanda a. 3. Dwi kewarganegaraan (bipatride) Dapat terjadi jika negara orang tua si anak menganut system ius sanguinis dan si anak di lahirkan di Negara yang menganut system ius soli 2. Masalah kewarganegaraan 1. Kaulanegara bukan belanda tapi termasuk bumi putra 36 . Naturalisasi ialah suatu cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan suatu negara 2. Tanpa kewarganegaraan (apartude) Dapat terjadi jika si anak lahir di Negara penganur ius sanguinis dan Negara orang tuanya menganut ius sol D.

Orang peranakan yang lahir dan tinggal minimal 5 tahun berturut-turut dan berumur 21 tahun kecuali ia menyatakan keberatan menjadi WNI 3. Berdasarkan UU no 60 th 1958 a.(B) a. yaitu: . Kaulanegara belanda bukan belanda. seperti Cina dan india 2. di dalam wilayah Negara inodnesia Pasal 1 (A). Orang yang asli dalam daerah Negara Indonesia b. yaitu: perkawinan antara dua orang berbeda kewarganegaraan. bertempat kediaman dan kedudukan di WNI c. Dengan perbedaan hokum menyebabkan beberapa macam perkawinan campuran. Zaman proklamasi menurut UU no 3 tahun 1946 a. Orang yang lahir. Orang Indonesia asli c. Mereka yang memenuhi persyaratan dalam UU E. Masalah kewarganegaraan asing Masalah lain dalam hubungan orang asing adalah tentang perkawinan campuran. Anak yang lahir.c. Mereka yang berdasarkan UU/ peraturan / perjanjan yang terlebih dahulu berlaku b. KMB a. tapi bukan bumi putra. WNI dalam daerah Negara Indonesia b. Orang belanda yang tinggal di Indonesia minimal 6 bulan sebelum 27 desember 1949 b. Orang eropa dan timur asing 4.

yaitu kesatuan lahir dan batin. Negara yang menpergunakan asas ini di antaranya: Australia. Kesatuan hokum dalam keluarga ini tidak bertentangan dengan prinsip persamaan antara suami dan istri.hal ini dilakukan supaya terdapat keadaan harmonis dalam keluarga diperlukan kesatuan yuridis maupun dalam jiwa perkawinan. 38 . misalnya orang minang dengan jawa 3. Inggris. Asas mengikuti Sang istri mengikuti status suami baik pada waktu perkawinan dilangsungkan maupun kemudian setelah perkawianan berjalan. swedia dan birma. yunani. 2.1. Asas persamarataan Perkawinan sama sekali tidak mempengaruhi kewarganegaraan eseorang. Perkawinan campur antara agama (interreligious) Berkaitan dengan status istri dalam perkawinan campuran. Perkawinan campur antara golongan (intergentil) Perkawinan antara 2 orang yang saling berbeda kewarganegaraan 2. itali. perancis. libanon dan lainnya. dalam arti mereka masing-masing (suami-istri) bebas menentukan sikap dalam menentukan kewarganegaraan asal sekalipun sudah menjadi suami-istri. belgia. Perkawinan campur antara tempat (intrelocaal) Perkawinan antara orang –orang Indonesia asli dari masing-masing lingkungan adat yang berbeda. Israel. Negara yang mengikuti asas ini belanda. Denmark. Canada. jerman. terdapat 2 asas: 1.

Pendidikan politik B. Tujuan pemilu .Pembentukan politik rakyat .Melegitimasikan system politik .Memungkinkan terjadinya peralihan pemerintah secara aman dan tertib .Untuk melaksanakan kedaulatan rakyat .Mengabsahkan kepemilikan politik . Fungsi pemilu .IX PEMILU A.Sirkulasi elit politik .Dalam rangka melakukan hak-hak asasi warga Negara .Membentuk konsep demokratisliberal .Pembentukan legislative. penguasa dan pemerintah .

Ciri-ciri pemilu -Diselenggarakan secara regular -Pilihan yang benar-benar berarti -Kebebasaan mengetahui dan mendiskusikan pilihan-pilihan -Hak pilih orang dewasa yang universal -Perlakuan yang sama dalam pemberian suara -Pendaftaran pemilih yang bebas -Penghitung dan pelapioran yang tepat D. System pemilu 1. 3. System organic Pemilihan diselenggaarakan dan dopimpin oleh tiap-tiap persekutuan datau golongan hidup dalam lingkungan sendiri E. System proposional System dimana persentasi kursi di badan perwakilan rakyat yang di bagi pada tiap-tiap partai politik. Sistem pemilihan mechanis System yang mengutamakan individu sebagai pengenal hak pihak aktif dan memandang rakyat sebagai suatu masa individu yang masing-masing mengeluarkan satu suara dalam setiap pemilihan 2. Pemilu dalam lintas sejarah 40 . disesuaikan dengan persentasi jumlah suara yang diperoleh tiap-tiap partai politik itu.Unsure pokok partisipasi politik di Negara demokrasi barat C..

Anggota DPR sendiri berjumlah 460 orang. 2. Pemilu 2004 a. kertas kuara yang akan dicoblos meliputi tanda gambar parpol dan nama caleg. tidak dipakai lagi karena anggota DPR diangkat khusus bagi anggota ABRI. maka jumlah sisa partai di bagi dengan kiesautient c. 100 anggota ABRI. jika ada partai yang stembus accord. 75 orang golongan lain.1. Aapun caranya yaitu dengan memilih tanda gambar parpol dan nama calon anggota DPR/DPRD. Pada system pemilu ini dilaksanakan dalam 2 sistem terbuka yaitu 1. System ini digunakan untuk memilih anggota DPR/DPRD. Pada pemilu awal ini diikuti oleh lebih dari 30 partai politik 2. derta tiap daerah karena calegnya berbeda. jika masih ada sisa kursi diberikan kepada parpol 3. Pemilu berdasarkan UUDS 50 Pemilu pertama ini masih menganut pemilihan tidak langsung hal ini dikarenakan masih banyaknya orang idnonesia yang buta huruf dan tidak adanya perUU khusus mengenaip pemilu. Sedangkan daftar caleg terbuka artinya melalui pemilu. System distrik berwakil banyak . Pembagian kursi pemilu : a. System proposional dengan caleg terbuka System proposional merupakan system pemilu. partai di bagi dengan kiesautient b. dimana jumlah kursi yang diperoleh suatu parpol peserta pemilu berbanding lurus dengan perolehan suatu parpol tersebut. pemilih dapat menentukan secara langsung calon yang diinginkan. Pemilu berdasarkan UUD 45 Pemilu yang berdasarkan kebebasan. 360 hasil dari pemilu. Pemilu diadakan 2 kali yaitu yang pertama pemilu untuk memilih anggota DPR dan yang kedua untuk memilih konstituate.

b. KPU kota/ kabupaten. yakni jumlah anggota DPD untuk setiap propinsi ditetapkan 4 orang system ini digunakan untuk memilih DPD. untuk membangun pemahaman calon pemilih terhadap terjadinya perubahan fundamental • Tahapan kedua difokuskan ada informasi dan tata cara teknis pencoblosan surat suara • Tahap ketiga di fokuskan pada sosialisasi pemilihan presiden 2. Tahapan sosialisasi • Tahapan pertama.System distrik berwakilan banyak menunjukan bahwa suatu wilayah distrik (provinsi) memiliki lebih dari satu wakil. meliputi 2 putaran Putaran pertama pemilihan pasangan calon presiden dan wapres . caranya yaitu memilih calon anggota DPD. Program 100 hari kerja 42 . yang masing-masing beranggotakan 5 orang. tahapan pelaksanaan • • Tahapan pertama pemilu legislative Tahapan kedua memilih prsiden. Tetapi jika tidak ada pasangan terpilih. yang terdiri dari KPU pusat dengan anggota 11 orang dan KPU provinsi . maka dua pasang yang memperoleh suara terbanyak pertama dan keuda kembali dipilih oleh rakyat decara langung dalam pemilu presiden dan wakil presiden putaran ke 2 c. Mekanisme pemilu Lembaga penyelenggara pemilu ialah KPU. kertas suara berupa foto gambar calon. Adapun tahapan penyelenggaraan pemilu 2004 adalah: 1. di lanjutkan dengan tahapan selanjutnya jika tidak ada pasangan calon presiden/ wapres terpilih pada emungutan putara pertama dengan ketentuan memiliki suara 50%. sedangkan KPPS beranggotakan 3 orang.

. Langkah awal dari 100 hari kerja terutama di teraknkan pada semua sector baik hokum. kesehatan maupun sector-sektor lain khususnya pemberantasan korupsi.Pada pemerintahan periode ini menetapkan program 100 hari kerja untuk merealisasikan jaji dan propaganda jangka pendek. pendidikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->