PEMBAHASAN

A. Keterampilan Berbicara dan ruang lingkupnya Kemampuan berbicara sangat penting dalam kehidupan manusia karena sebagian besar aktivitas kehidupan manusia membutuhkan dukungan kemampuan berbicara. Kemampuan berbicara telah diajarkan sejak siswa duduk di kelas I melalui pembelajaran keterampilan berbicara. Ketika siswa duduk di kelas IV sekolah dasar dan seterusnya, seharusnya siswa telah terampil berbicara. Berbicara merupakan suatu proses penyampaian informasi, ide atau gagasan dari pembicara kepada pendengar. Si pembicara berdudukan sebagai komunikator sedangkan pendengar sebagai komunikan. Informasi yang disampaikan secara lisan dapat diterima oleh pendengar apabila pembicara mampu menyampaikannya dengan baik dan benar. Dengan demikian, kemampuan berbicara merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kemahiran seseorang dalam penyampaian informasi secara lisan. Agar pembicaraan itu mencapai tujuan, pembicara harus memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Hal ini bermakna bahwa pembicara harus memahami betul bagaimana cara berbicara yang efektif sehingga orang lain (pendengar) dapat menangkap informasi yang disampaikan pembicara secara efektif pula. Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan, baik secara berhadapan ataupun dengan jarak jauh. Moris dalam Novia (2002) menyatakan bahwa berbicara merupakan alat komunikasi yang alami antara anggota masyarakat untuk mengungkapkan pikiran dan sebagai sebuah bentuk tingkah laku sosial. Selanjutnya Wilkin dalam Oktarina (2002) menyatakan bahwa keterampilan berbicara adalah kemampuan menyusun kalimat-kalimat karena komunikasi terjadi melalui kalimat-kalimat untuk

menampilkan perbedaan tingkah laku yang bervariasi dari masyarakat yang berbeda.
1

Menurut Nuraeni (2002), “Berbicara adalah proses penyampaian informasi dari pembicara kepada pendengar dengan tujuan terjadi perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pendengar sebagai akibat dari informasi yang diterimanya.” Selanjutnya Dr. Tri Budhi Sastrio, M.Si dalam tulisannya yang berkepala : Keterampilan Dasar Berbahasa Antara Harapan dan Realita menyatakan sebagai berikut : “Kemampuan dan keterampilan berbicara mungkin merupakan keterampilan dasar berbahasa yang paling tidak mudah dimanipulasi jika konsep „unjuk kerja‟ yang dijadikan tolok ukur. Seseorang tidak mungkin memoles kemampuan berbicaranya, khususnya bahasa asing, dalam semalam saja seandainya besok ia harus mengikuti tes berbicara. Kemampuan berbicara seseorang diperoleh dalam jangka waktu lama dan dengan usaha yang tidak kenal lelah.” Lebih lanjut dikatakan oleh Tri Budhi Sastrio: Berbicara satu sama lain, yang adalah salah satu bentuk komunikasi paling mudah yang dapat dilakukan oleh manusia melalui media bahasa, menurut Brown dan Yule (1983) seperti yang dikutip oleh Nunan (1989: 27) ternyata menimbulkan implikasi pembagian fungsi bahasa ke dalam 2 (dua) kategori yaitu (1) kategori fungsi transaksional; dan (2) kategori fungsi interaksional. Fungsi transaksional mementingkan transfer informasi sedangkan fungsi interaksional mementingkan fakta bahwa kegunaan utama ujaran adalah mempertahankan hubungan sosial. Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa berbicara merupakan salah satu keterampilan dasar berbahasa yang diperoleh melalui belajar dan latihan dalam jangka waktu lama dan berfungsi sebagai sarana komunikasi lisan. Berdasarkan kegiatan komunikasi lisan, cakupan kegiatan berbicara sangat luas. Daerah cakupan itu membentang dari komunikasi lisan yang bersifat informal sampai kegiatan komunikasi lisan yang bersifat formal. Semua kegiatan komunikasi lisan yang melibatkan pembicara dan pendengar termasuk daerah cakupan berbicara. Daerah cakupan berbicara meliputi kegiatan komunikasi lisan sebagai berikut : (1) berceramah, (2) berdebat,
2

(3) bercakap-cakap, (4) berkhotbah, (5) bertelepon, (6) bercerita, (7) berpidato, (8) bertukar pikiran, (9) bertanya, (10) bermain peran, (11) berwawancara, (12) berdiskusi, (13) berkampanye, (14) menyampaikan sambutan, selamat, pesan, (15) melaporkan, (16) menanggapi, (17) menyanggah pendapat, (18) menolak permintaan, tawaran, ajakan, (19) menjawab pertanyan, (20) menyatakan sikap, (21) menginformasikan, (22) membahas, (23) melisankan (isi drama, cerpen, puisi, bacaan), (24) menguraikan cara membuat sesuatu, (25) menawarkan sesuatu, (26) meminta maaf, (27) memberi petunjuk, (28) memperkenalkan diri, (29) menyapa, (30) mengajak, (31) mengundang, (32) memperingatkan, (33) mengoreksi, (34) tanya-jawab.
3

Berbicara adalah salah satu aspek keterampilan berbahasa. Aspek-aspek keterampilan bahasa lainnya adalah menyimak, membaca, dan menulis. Keempat aspek tersebut berkaitan erat, antara berbicara dengan menyimak, berbicara dengan menulis, dan berbicara dengan membaca. 1. Hubungan Berbicara dengan Menyimak Berbicara dan menyimak adalah dua kegiatan yang berbeda namun berkaitan erat dan tak terpisahkan. Kegiatan menyimak didahului oleh kegiatan berbicara. Kegiatan berbicara dan menyimak saling melengkapi dan berpadu menjadi komunikasi lisan, seperti dalam bercakap-cakap, diskusi, bertelepon, tanya-jawab, interview, dan sebagainya. Kegiatan berbicara dan menyimak saling melengkapi, tidak ada gunanya orang berbicara bila tidak ada orang yang menyimak. Tidak mungkin orang menyimak bila tidak ada orang yang berbicara. Melalui kegiatan menyimak siswa mengenal ucapan kata, struktur kata, dan struktur kalimat. 2. Hubungan Berbicara dengan Membaca Berbicara dan membaca berbeda dalam sifat, sarana, dan fungsi. Berbicara bersifat produktif, ekspresif melalui sarana bahasa lisan dan berfungsi sebagai penyebar informasi. Membaca bersifat reseptif melalui sarana bahasa tulis dan berfungsi sebagai penerima informasi. Bahan pembicaraan sebagian besar didapat melalui kegiatan membaca. Semakin sering orang membaca semakin banyak informasi yang diperolehnya. Hal ini merupakan pendorong bagi yang bersangkutan untuk mengekspresikan kembali informasi yang diperolehnya antara lain melalui berbicara. 3. Hubungan Berbicara dengan Menulis Kegiatan berbicara maupun kegiatan menulis bersifat produktifekspresif. Kedua kegiatan itu berfungsi sebagai penyampai informasi. Penyampaian informasi melalui kegiatan berbicara disalurkan melalui bahasa lisan, sedangkan penyampaian informasi dalam kegiatan menulis disalurkan melalui bahasa tulis.
4

Berbicara merupakan instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampir-hampir secara langsung apakah sang pembicara memahami atau tidak baik bahan pembicaraannya maupun para penyimaknya. Keterampilan menggunakan kaidah kebahasaan menunjang keterampilan berbicara. B. gagasan. 1981:15). apakah dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak. Sejalan dengan Henry Guntur Tarigan . dan apakah dia waspada serta antusias atau tidak ( Mulgrave dalam Henry Guntur Tarigan. Dari segi komunikasi. melahirkan pendapat dengan perkataan.(1988:114) mengemukakan bahwa berbicara adalah berkata. menyimak dan 5 . Anton M. pada saat dia mengkomunikasikan gagasan-gagasannya. menyatakan serta menyampaikan pikiran. Keterampilan menggunakan kaidah kebahasaan dalam kegiatan berbicara menunjang keterampilan menulis. Pengertian Berbicara Banyak pakar memberikan batasan tentang berbicara. menyimak dan berbicara dikategorikan sebagai keterampilan berbahasa lisan. di antaranya Henry Guntur Tarigan (1981:15) mengatakan bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan. Demikian juga Djago Tarigan (1998:34) mengutarakan bahwa berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan. Berbicara adalah suatu alat untuk mengomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak. Moeliono dkk. bercakap.Informasi yang digunakan dalam berbicara dan menulis diperoleh melalui kegiatan menyimak ataupun membaca. dan perasaan dengan menggunakan bahasa lisan. Berbicara bukan hanya sekadar pengucapan bunyi-bunyi atau kata-kata. berbahasa. Dari tiga pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa berbicara adalah kemampuan seseorang menyampaikan pikiran. Dipandang dari segi bahasa. gagasan dan perasaan.

Melalui menyimak orang menerima informasi dari orang lain. maka komunikasi lisan pun tak akan berjalan bila kedua kegiatan tidak berlangsung saling melengkapi. paling tidak dalam segi ekspresi atau produksi informasi? Hasil berbicara bila direkam dan disalin kembali sudah merupakan tulisan. Menghibur adalah membuat orang tertawa dengan hal-hal yang dapat menyenangkan hati. Pembicara yang baik selalu berusaha agar penyimaknya mudah menangkap isi pembicaraannya Keterampilan berbicara juga menunjang keterampilan menulis dan membaca. sisi muka ditempati kegiatan berbicara sedang sisi belakang ditempati kegiatan menyimak. dua-duanya tak terpisahkan. kisah-kisah jenaka. pembicara menarik perhatian pendengar dengan berbagai cara. spontanitas. Kegiatan berbicara selalu diikuti kegiatan menyimak atau kegiatan menyimak pasti ada di dalam kegiatan berbicara. dan sebagainya. Apalagi organisasi pembicaraan kurang lebih sama dengan pengorganisasian isi bahan bacaan. Melalui berbicara orang menyampaikan informasi melalui ujaran kepada orang lain.berbicara diklasifikasikan sebagai komunikasi lisan. seperti humor. Menciptakan suatu suasana keriangan dengan cara menggembirakan. Tujuan Berbicara Menurut Djago Tarigan (1998:49) tujuan pembicara biasanya dapat dibedakan atas lima golongan yakni: 1. Penggunaan bahasa dalam berbicara banyak kesamaannya dengan penggunaan bahasa dalam teks bacaan. Bukankah berbicara pada hakikatnya sama dengan menulis. Dua-duanya fungsional bagi komunikasi lisan. Berbicara untuk Menghibur Berbicara untuk menghibur para pendengar. Sebagaimana mata uang tidak akan laku bila kedua sisinya tidak terisi.dan ini sudah merupakan wujud keterampilan menulis. Sasaran diarahkan kepada perisiwa-peristiwa kemanusiaan yang penuh kelucuan dan kegelian yang 6 . C. Ibarat mata uang.

jenaka. atau meyakinkan pendengarnya. 3. Pada saat pembicara atau si tukang dongeng beraksi. sebab pembicara harus pintar merayu.sederhana. Media yang sering dipakai dalam berbicara untuk menghibur adalah seni bercerita atau mendongeng ( the art of story-telling). dan menggelikan. minat. 7 . 2. relasi antara benda. Ini dapat tercapai jika pembicara benarbenar mengetahui kemauan. para partisipan dapat tertawa bersama-sama dengan penuh kegembiraan dan kekeluargaan atau persahabatan. b) c) d) Memberi atau menanamkan pengetahuan. mempengaruhi. Berdasarkan keadaan itulah pembicara membakar semangat dan emosi pendengarnya sehingga pada akhirnya pendengar tergerak untuk mengerjakan apa-apa yang dikehendaki pembicara. dan cita-cita pendengarnya. Menguraikan. hubungan. lebih-lebih cerita yang lucu. Berbicara untuk Meyakinkan Tujuan utama berbicara untuk meyakinkan ialah meyakinkan pendengarnya akan sesuatu. Melalui pembicaraan yang meyakinkan. Misalnya bila seseorang atau sekelompok orang tidak menyetujui suatu rencana.hal. Menjelaskan kaitan. 4. Berbicara untuk Menstimulasi Berbicara untuk tujuan menstimulasi pendengar jauh lebih kompleks dari berbicara untuk menghibur atau berbicara untuk menginformasikan. maka orang atau kelompok tersebut perlu diyakinkan bahwa sikap mereka tidak benar. menafsirkan. atau peristiwa. atau mengiterpretasikan sesuatu hal. inspirasi. sikap pendengar dapat diubah misalnya dari sikap menolak menjadi sikap menerima. kebutuhan. pendapat atau putusan orang lain. Berbicara untuk Menginformasikan Berbicara untuk tujuan menginformasikan dilaksanakan kalau seseorang berkeinginan untuk : a) Menerangkan atau menjelaskan sesuatu proses.

dan sebagainya. ada pidato menjelaskan. Mungkin Anda bertanya dalam hati. serta (c) konsep dasar berbicara. Berdasarkan hal itu. D. maka berbicara dapat dilihat dari tiga aspek. 4. Jumlah pendengar. sering kita memperhatikan. panutan. sehingga mereka berani mati mempertahankan tanah air. dan ilustrasi yang mengena. fakta contoh. ada diskusi. ada pidato menghibur.Melalui pembicara yang terampil dan disertai dengan bukti. ada bertelepon. dan 5. maka jenis-jenis berbicara dapat klasifikasikan sebagai berikut : 8 . kelihatannya membakar emosi. atau tokoh idola masyarakat. ada percakapan. bertindak. Peristiwa khusus. Metode penyampaian. atau beraksi seperti yang dikehendaki pembicara merupakan kelanjutan. atau perkembangan berbicara untuk meyakinkan. Dalam berbicara untuk menggerakkan diperlukan pembicara yang berwibawa. ditambah penguasaannya terhadap ilmu – jiwa massa. Tujuan. yakni (a) fungsional. (b) memperhatikan jumlah pembicaranya. kecakapan memanfaatkan situasi. 3. bung Tomo dapat membakar semangat dan emosi para pemuda di Surabaya. mengapa ada berbagai jenis kegiatan berbicara seperti itu. Jawabannya ada lima landasan yang digunakan dalam mengklasifikasi berbicara. 2. sikap itu dapat diubah dari tak setuju menjadi setuju. Berbicara untuk Menggerakkan Di dalam berbicara atau berpidato menggerakkan massa yaitu pendengar berbuat. ada ceramah. pembicara dapat menggerakkan pendengarnya. Misalnya. 5. yakni: 1. Melalui kepintarannya berbicara. pertumbuhan. Jenis-Jenis Berbicara Dalam interaksi berbicara sehari-hari. Situasi.

baik dalam gerak. Berbicara berdasarkan tujuannya. kemauan atau meminta pendengarnya melakukan sesuatu. Bicara membujuk. fakta atau contoh yang tepat yang disodorkan dalam pembicaraan akan membuat pendengar menjadi yakin. memiliki talenta dan retorika yang memikat. mempengaruhi dan meyakinkan pendengarnya. a. jika pembicara berusaha membangkitkan inspirasi. melaporkan dan menginformasikan dilakukan jika seseorang menjelaskan sesuatu proses. Berbicara formal Dalam situasi formal. dan sebagainya. ada sebagian pandangan yang mengatakan orang pintar merayu. Bicara menghibur Bicara untuk menghibut memerlukan kemampuan menarik perhatian pendengar. ceramah. Orangorang yang pintar merayu dan meyakinkan bisa membuat sikap pendengar dapat diubah. mengajak. b. Suasana pembicaraan bersifat santai dan penuh canda. melaporkan dan menginformasikan Berbicara termasuk bagian ini untuk bertujuan memberitahukan. 2. Dalam kegiatan yang masuk bagian ini si pembicara harus pintar merayu. 9 . wawancara. guru membangkitkan semangat dan gairah belajar siswanya melalui nasihat-nasihat. dari menolak menjadi menerima. menyebarkan dan menamkan sesuatu. menafsirkan sesuatu. cara bicara dan menggunakan kalimat memikat pendengar. meyakinkan Yang termasuk dalam hal ini. menguraikan. mengajar untuk para guru. Misalnya. c. Berbicara memberitahukan. Pada waktu dahulu para pendongeng adalah orangorang yang pintar berbicara menghibur melalui cerita yang disampaikannya. Humor dan segar. Oleh karena itu. Bukti. Berbicara menghibur biasanya dilakukan pelawak dalam suatu pentas. pembicara dituntut harus bicara formal.1. Misalnya. Berbicara berdasarkan situasinya a.

(Djago Tarigan. Berbicara dalam kelompok besar (massa). Berbicara berdasarkan jumlah pendengarnya a. seperti pada rapat umum. dan sebagainya. Kemudian dihafalkannya kata demi kata. Berbicara berdasarkan cara penyampaiannya a. Berbicara berdasakan hafalan Pembicara menyiapkan dengan cermat dan menulis dengan lengkap bahan pembicaraannya. dan seterusnya. Berbicara seperti ini terjadi apabila menghadapi kelompok besar dengan jumlah pendengar yang besar. 1998 : 53-54) 10 . kalimat demi kalimat. pembicara menggunakan catatan kecil pada kartu-kartu yang telah disiapkan sebelumnya dan telah menguasai materi pembicaraan sebelum tampil di muka umum c. bersenda gurau. pembicara dituntut harus bicara informal. d. bertelepon 3.b. 4. Berbicara informal Dalam situasi formal. Berbicara berdasarkan catatan Dalam berbicara seperti ini. Berbicara mendadak (spontan) Berbicara mendadak terjadi jika seseorang tanpa direncanakan sebelumnya harus berbicara di depan umum. b. Berbicara berdasarkan naskah Pembicara telah mempersiapkan naskah pembicaan secara tertulis dan dibacakan pada saat berbicara. kampanye. Misalnya. Berbicara antarpribadi (bicara empat mata) b. Berbicara dalam kelompok kecil ( 3 – 5 orang) c.

/i/. Lihat – Ucap Teknik ini digunakan untuk merangsang siswa mengekpresikan hasil pengamatannya. Model ucapan ini diperdengarkan di depan kelas.5. Contoh: Guru : memperlihatkan bola tenis Siswa : bola tenis 11 . Teknik Berbicara Djago Tarigan (1998:154-180) mengetengahkan tentang metode dan teknik pembelajaran berbicara sebagai berikut : 1./m/. Pidato Nominasi (mengunggulkan) ( Logan dalam Djago Tarigan. dan duplikat benda. Pidato Presentasi b. Ulang – Ucap Model ucapan adalah suara guru atau rekaman suara guru. Berbicara berdasarkan Peristiwa Khusus a. 1998:56) E./n/ Siswa: /a/. Pidato Perpisahan d. Pidato Perkenalan f./i/. Kak Siswa: Selamat pagi. Contoh Fonem Guru: /a/./m/. Pidato Jamuan (makan malam) e./n/ Contoh Kata Guru : provokator Siswa: provokator Contoh Kalimat Guru : Selamat pagi. Yang diamati adalah benda. Model ucapan yang diperdengarkan kepada siswa harus dipersiapkan dengan teliti. siswa mendengarkan dengan teliti lalu mengucapkannya kembali sesuai dengan model. gambar benda. Pidato Penyambutan c. Kak 2.

Guru : Berapa usiamu? Siswa : Usia saya 13 tahun. Sebelum pembelajaran dimulai. memanjang. dan merangsang. Misalnya menanyakan identitas diri. benar. Contoh: Guru : Siapa namamu? Siswa : Nama saya Rendy. dan ujung yang lain mengeluarkan semacam ujung panah. siswa mengajukan pertanyaan). Siswa : Apakah yang dimaksud paragraf itu. berwarna merah. Fungsinya sebagai alat menulis. 4. Menjawab Pertanyaan Teknik ini digunakan untuk melatih siswa berbicara.3. menjelaskan benda yang dilihatnya) Bentuknya bulat. tepat. siswa dapat menemukan yang diinginkannya. Melalui pertanyaan guru siswa harus terpancing untuk menjawabnya dengan baik. Melalui pertnyaan yang sistematis. Bertanya Dengan bertanya. Pak? Guru : (meminta siswa yang tahu untuk menjelaskan) Siswa : Apakah paragraf itu sama dengan alinea. tepat sasaran. 5. Untuk itu pertanyaan harus disiapkan dengan cermat. Deskripsi Teknik mendekripsi/menggambarkan/melukiskan/memerikan sesuatu secara verbal yang digunakan melatih siswa berani berbicara atau mengekspresikan hasil pengamatannya terhadap sesuatu. Contoh: Guru : (akan mengajarkan materi paragraf. siswa dapat menyatakan keingintahuannya tehadap sesuatu hal. Contoh : Guru : (memperlihatkan pena kepada siswa dalam beberapa menit agar siswa mengamati) Siswa: (Setelah memperhatikan. Pak? Guru : (menjelaskan pengertian dan penggunaan paragraf) 12 . salah satuujungnya dapat dipencet.

berpikir. Setelah separo cerita. dan sebagainya). Pencerita berikutnya melanjutkan cerita. Lancar bercerita. Melanjutkan Cerita Teknik ini dilaksanakan oleh dua orang atau lebih.Berani membawakan cerita sesuai dengan isi (menirukan suara.00. Itu berlangsung sampai sore. dan berperilaku menarik. Karena lelah biasanya saya tak dapat lagi mengerjakan pekerjaan rumah. Bercerita Kegiatan bercerita untuk menuntun siswa menjadi pembicara yang baik. urutan kalimat sistematis. apa saja yang kamu kerjakan ? Siswa : Sepulang sekolah. Agar seluruh siswa terikat dalam kegiatan ini. 8. Di sana saya bertugas sebagai penjaga taman bacaan itu. Dalam bercerita siswa dilatih berbicara jelas. Pelaku harus siap mengikuti jalan cerita sejak awal sampai dengan selesai agar penyambungan cerita tepat. pencerita berhenti. guru secara acak menugasi siswa untuk 13 . Menyimak. menguasai massa pendengar.6. Di samping memancing siswa berbicara. 7. Contoh: Seorang siswa menceritakan pengalamannya pada suatu pagi. intonasi tepat. pertanyaan menggali dapat digunakan untuk menilai kedalaman dan keluasan pemahaman siswa terhadap suatu masalah. Kegiatan ini cocok karena dalam menyusun pertanyaan diperlukan penalaran. Penerapannya diawali oleh guru/murid bercerita secara lisan. berarti lancar berbicara. Kemudian pergi ke taman bacaan. Bila peminjam banyak. menguasai sebab akibat . saya makan siang. Contoh: Guru : Sepulang dari sekolah. Pertanyaaan Menggali Teknik ini digunakan untuk merangsang siswa banyak berpikir. kreatif. dan nalar dituntut dalam hal ini. saya baru dapat pulang pukul 19. sehingga emosi. berpikir sistematis. imajinasi pendengar terangsang karenanya. perilaku tokoh.

Melalui kegiatan ini akan tampak kemampuan penghayatan dan penafsiran siswa terhadap gambar. Siswa : menceritakan isi gambar 14 . Dindingnya diplester kembali. Keadaan sekolah kami kini menjadi lebih baik. minat dan perhatian. Pagar halaman sudah diperbaiki dan dicat dengan warna coklat. Sajian materi diupayakan sesuai dengan lingkungan. Hal ini ditempuh guru agar semua siswa dapat melanjutkan cerita yang disimaknya. Contoh: Guru : Pekarangan sekolah kami terurus baik. lalu dicat dengan warna abu-abu muda. Tanaman hias tumbuh subur. Meja dan kursi yang sudah rusak disetiap kelas diganti dengan yang baru. Rumput-rumput di halaman dipangkas rapi. merangsang emosi / imajinasi siswa untuk menanggapinya. Atap genteng yang pecah diganti. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa berani bercerita/terampil bercerita. Pintu-pintu dan kunci-kunci yang rusak diganti. 9. Parit-parit di sekeliling sekolah diperlebar dan diperdalam. Reka Cerita Gambar Teknik ini digunakan agar siswa terangsang. Siswa 1 : (Melanjutkan) Gedung sekolah kami seperti baru kembali. terdorong untuk bercerita. dan menyenangkan. Contoh: Guru : memperlihatkan gambar kegiatan kerja bakti di kampung.bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan dan pengalaman siswa. Buku-buku pelajaran di perpustakaan dilengkapi. dan alat labor IPA pun ditambah. lalu disemen.melanjutkan cerita yang disimaknya. Untuk ini gambar digunakan sebagai media. lebih lengkap. Untuk itu sajian gambar harus menarik. Siswa 2 : (Menyudahi) Peralatan pembelajaran pun ditambah dengan alat peraga dan media yang beragam.

menggunakan kata pilihan tepat sasaran. jelas. Guru dalam memberikan petunjuk kepada siswa harus (a) petunjuk guru hendaknya singkat. pengetahuan. Artinya dapat menceritakan puisi dengan bahasa prosa dan sebaliknya.10. tidak mendua makna. Harapan Bangsa itulah sekolah saya. dan sebagainya sehingga siswa termotivasi untuk melaksanakannya. misalnya memprosakan puisi atau sebalinya mempuisikan prosa. (b) petunjuk guru tertuang dalam stuktur kalimat yang mudah dipahami. lingkungan. Siswa bergairah melaksanakan kegiatan ini. Contoh : Guru : Coba kamu jelaskan bagaimana cara menuju sekolah dari rumahmu masing. nasional. (c) petunjuk guru hendaknya tersusun secara sistematis. Memberi Petunjuk Kegiatan ini dimaksudkan agar siswa memiliki keterampilan berbicara bertarap tinggi karena memberi petunjuk berarti berbicara secara jelas dan terarah. naik angkot ke terminal kota sampai di persimpangan Jalan Sudirman dengan Jalan Singamangaraja turun dan berjalan ke arah Jalan Sudirman setelah kurang lima puluh meter di sana akan terlihat SMP. terinci. Untuk itu harus dipilih yang sesuai dengan sikon. prosa secara sistematis. 15 . Kegiatan ini dibelajarkan agar siswa dapat mengubah atau mengalih bentuk dari prosa menjadi puisi atau sebaliknya. kemampuan siswa. dan minat siswa. Puisi atau prosa yang akan diprosakan harus dipilih dengan cermat sehingga dapat merangsang menumbuh-kembangkan minat. bila guru mahir melaksanakannya. dan mudah dipahami.masing! Siswa : Saya tinggal di jalan Imam Bonjol. Karenanya guru harus dengan matang pembelajaran puisi. 11. padat. Kegiatan memberi petunjuk hendaknya mengacu pada pilihan faktor-faktor lingkungan siswa. kemapuan. Parafrasa Parafrasa berarti alih bentuk. terarah. pengalaman anak. urut. kebutuhan siswa.

kemudian ceritakan kembali isinya dengan kata-katamu sendiri! Guruku Kau seorang pembimbing Kaulah seorang pendidik Kaulah orang yang berbibawa Tanpa kau Dan Karena engkau Aku sekarang jadi pintar Kepadamu Kuucapkan terima kasih Karena kau dengan kasih sayang Telah memberiku Pengetahuan. berketerampilan dan sopan. Kuucapkan terima kasih atas jasa-jasamu. Contoh : Guru : Dengarkan baik-baik pembacaan puisi berikut ini. engkau telah mendidik dan mengajar aku sehingga pintar. dan kecepatan normal. Siswa menyimak pembacaan dan kemudian menceritakannya dengan kata-kata sendiri. Kudoakan semoga Tuhan membalas jasa-jasamu. berpengetahuan. Guru membacakan puisi itu dengan suara jelas. 16 .Guru mempersiapkan sebuah puisi yang cocok bagi kelas tertentu. intonasi yang tepat. keterampilan dan sopan santun Ku doakan untukmu Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas Atas jasa-jasa dan kebaikanmu WIDYAWARDANA Siswa : (menyimak lalu menjelaskan kembali isi puisi ) Guruku.

keluarga. Percakapan merupakan dasar berbicara / pengembangan berbicara E.” : ” Saya dapat sembilan. tahu akan fungsi dan peranan telepon. benar. Percakapan Percakapan merupakan pertukaran pendapat. B. di mana saja. penyimak menjadi pembicara. Faktor waktu juga harus diperhatikan. pikiran tentang suatu topik tertentu antara pembicara-pembicara.” Ani Rudy : Cuma enam. dan lugas. singkat. sahabat.” Lonceng berbunyi.Tini?” Tini Rudy : ”Bagus sekali!Nilai menyanyi kalian bagus-bagus. Mereka masuk kelas kembali. Guru harus sering melatih siwa untuk melasanakan kegiatan percakapan. kapan saja. Ciri khas bertelepon ialah berbicara jelas. malu saya menyebutnya. dan seterusnya melalui berbicara tidak tatap muka / jarak jauh). spontanitas berbicara. Berapa nilai menyanyi yang kau peroleh?” : ”Delapan. Topik pembicaraan suatu hal yang disepakati bersama C. kau mendapat nilai berapa Ani?” Ani Rudy : ”Bagus benar! Berapa nilai menyanyimu. Siswa diharapkan dapat bertelepon dengan baik. Dalam kegiatan terjadi perlaihan peran yaitu pembicara menjadi penyimak. 13.Rudy?” : ”Masa malu pada teman. Topik yang dibahas merupakan kepentingan bersama D. Saya harus banyak menggunakan telepon. Suasana akrab. Dalam keiatan ini biasanya dijumpai : A.” berlatih. Ani : ”Berapa nilai menyanyimu. Contoh : Rudy : ”Suara saya sumbang saja.12. tepat sasaran dan tahu serta memahami bahwa telepon dapat digunakan untuk berbagai keperluan terutama berita penting (menghubungi relasi. Karena itu nilai menyanyi saya rendah”.Bertelepon 17 . Melalui kegiatan ini diharapkan siswa berkemampuan menyampaikan sesuatau kepada siapa saja. Bertelepon Keterampilan kegiatan ini dibelajarkan agar siswa terampil Rudy : ”Ah.

singkat. rasional. pengetahuan dan sebagainya akan orang yang akan diwawancarai.dengan bercakap-cakap memiliki kesamaan yaitu kegiatan berbicara dan perbedaan pada jarak. padat. dan seterusnya). Wartawan majalah anak-anak datang mewawancarainya. tepat sasaran. orang tua. gerak yang selaras. dokter. 14. Melalui kegiatan ini siswa akan terlatih dalam menyiapkan pertanyaan yang terarah. interaksi.3. jelas. Teknik bermain peran sangat cocok untuk pembelajaran berbahasa (akan tergambar jelas adanya). padat serta dengan bahasa. Dalam bermain peran setiap siswa yang terlibat harus menghayati peran dalam ragam segi (gerak indra. Melalui jawaban akan pertanyaan didapatkan gambaran watak. irama. 15. singkat. 18 . Wawancara Wawancara atau interview adalah percakapan dalam bentuk tanya jawab. keahlian. Untuk ini dipersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada orang tertentu untuk masalah tertentu. Pertanyaan-pertanyaan sajian harus rasional. dalam mengajukan pertanyaan dengan jelas. serasi dengan mengajukan pertanyaan. intonasi. pengalaman. Wartawan : Bagaimana perasaan Adi setelah menjadi juara umum di sekolah ini? Adi : Senang . Contoh : Adi siswa kelas VII yang menjadi juara umum dan mencapai nilai ratarata 9. tepat sasaran. Wartawan : Berapa jam Anda belajar dalam satu hari? Adi : Kurang lebih tiga jam satu hari kecuali hari Sabtu dan hari Minggu. sifat. Hal tersebut disebabkan fungsi dan peran tokoh yang diperankannya berkarakteristik berbeda (anak muda. petani. gembira. Bermain Peran Penguasaan bahan pembelajaran melalui pengembangan penghayatan dan imajinasi. nada. dan bangga. berbahasa. adat. waktu. Contoh : Guru langsung memperegakan bertelepon denga siswa.

Pembeli : Berapa harganya seikat. Pembeli : Bayam ya tetap bayam. pelaku. sama saja. segar . Neng! Pembeli : Ah.pedagang dan sebagainya). karakter sesuatu. Neng? Pembeli : Tiga ikat saja. Teknik dramatisasi dilaksanakan dengan mementaskan dan melaksanakan sifat/karakter 19 . Penjual : Ini Neng. Pembeli : Tiga ikat dua ratus. Makna kata-kata dapat didramatisasi (orang marah akan tersirat gerak-geriknya). bayam Taiwan . Penjual : Terima kasih. Neng. dan perlengkapan. cerita. Contoh : Guru : Mari kita coba memerankan penjual sayuran dan pembelinya. dan penuh vitamin. (Djago Tarigan dkk. Penjual : Mau berapa ikat. Penjual : Itu sih bayamlokal. Taiwan kek. Penjual : Tidak. Neng! Pembeli : Sama-sama. Neng. lokal kek. hitung-hitung pelaris. Penjual : Seratus rupiah. 1998:174) 16. mahal amat. Pembeli : (Mengeluarkan uang dua ratus dan mengambil tiga ikat bayam). bagaimana barangnya. kerdil dan kurang segar lagi. Neng! Kecil.Besar-besar. bahasa dan seterusnya). Ani sebagai pembeli dan Anton sebagai penjual. Untuk itu peranan siswa dalam bermain peran menuntut ragam hal (gerak jasmani/panca indra. Neng. Bayam Taiwan lebih bagus dan bergizi. Penjual : Harga sih. saya ambil. Penjual : Ambillah. Guru dan siswa mempersiapkan naskah atau skenario. Dramatisasi Bermain drama berarti mementaskan lakon. Penjual : Belum sampai modalnya. Pembeli : Biasanya hanya lima puluh rupiah seikat.Biasanya cerita yang dilakonkan sudah dalam bentuk drama. Pembeli : Kalau tiga ikat dua ratus.

Diskusi pada hakikatnya percakapan tingkat lanjut di mana isi. 1980 : 4). pelaksanaan diskusi berwujud berbagai bentuk. ada diskusi kelompok. 1979 : 4). menginterpresikan. Melalui dramatisasi siswa dilatih mengekspresikan perasaan dan pikirannya dalam bentuk bahasa lisan. dengan seseorang pimpinan (NKK. . ada diskusi meja bundar. mengklasifikasi. 18. mampu menyusun 20 kata menjadi kalimat runtut dan mengkomunikasikan menjadi cerita. Menceritakan Kembali Metode ini digunakan dalam pembelajara berbicara agar siswa memiliki kemampuan untuk menceritakan kembali suatu cerita yang disimaknya dengan bahasa siswa. Diskusi kelompok suatu percakapan yang direncanakan/dipersiapkan di antara peserta tentang topik tertentu. kolokium. Melalui kegiatan ini akan berkembang keterampilan mengamati. Diskusi Metode ini digunakan karena relevan dengan CBSA. dan jaring ikan . menyimpulkan. . Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa diskusi . ada diskusi panel. (b) dalam diskusi terjadi tukar – menukar pendapat untuk memecahkan masalah . (c) setiap perseta diskusi harus aktif memberikan kontruksi dalam memecahkan masalah . (a) suatu kegiatan yang diikuti senjumlah peserta yang dan dipandu oleh seorang pemimpin. simposium. cara pembicaraan lebih tinggi dari percakapan biasa . Dalam diskusi siswa dibagi berkelompok untuk berinteraksi verba dan tatap muka. menerapkan. Pembahasan tentang tujuan tertentu melalui tukar informasi untuk memecahkan masalah (Kiw Hoa Nia. debat. Diskusi sebagai teknik pembelajaran berbahasa suatu cara penguasaan materi ajar melalui tukar pendapat.pelaku drama. Contoh : Guru dan siswa mencari atau menulis naskah drama dan berlatih melakonkannya 17. bobot. Hal ini akan menjadikan siswa terampil berbicara dengan nalar yang baik. . tukar pengalaman dan argumentasi. dan mengomunikasikan.

upacara bendera. padat. sederhana. misalnya : tentang banjir. Bahan laporan singkat. Lama kelamaan permainan semakin hangat. Hal itu mula-mula saya laporkan kepada Bapak Wali Kelas. Rudi. lugas. dan saya (Adi). seperti berikut ini ! Kaca Jendela Kelas Pecah ”Waktu istirahat kami bermain bola di depan kelas. jelas. rasional. Dan. Suatu tendangan keras menghantam jendela kelas. kerja bakti. Contoh : Adi melaporkan peristiwa kaca jendela pecah. dan lain-lain.” kata Adi mengakhiri laporannya. Pembicara Pembicara adalah salah satu faktor yang menimbulkan terjadinya kegiatan berbicara. Faktor-Faktor Keberhasilan Berbicara Dalam berbicara ada faktor yang perlu diperhatikan. Kedua faktor tersebut akan menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan berbicara. 1. Di bawah ini kedua faktor tersebut akan dibahas satu persatu. Kini hal tersebut saya laporkan kepada Kepala Sekolah. ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pembicara untuk melakukan kegiatannya. yaitu: pembicara dan pendengar.Contoh : Guru : Baca/ dengarkan cerita berikut dengan saksama . lukisan. Melaporkan Kegiatan menyampaikan gambaran. yaitu: (a) pokok pembicaraan (b) 21 . Kacanya pecah berantakan. lancar. Mula-mula kami bermain pelan-pelan. Yang ikut bermain Tono. F. tanah longsor. kepramukaan. Hal yang dilaporkan beragam. menarik perhatian. dan baku. peristiwa terjadinya suatu hal. lalu ceritakan kembali isi ceritanya dengan kata-katamu sendiri! (Guru menyiapkan ceritanya atau merekamnya) 19.

Oleh karena itu. merupakan jalan keluar dari suatu persoalan yang tengah dihadapi. merupakan persoalan yang ramai dibicarakan dalam masyarakat atau persoalan yang jarang terjadi. a. pembicara juga harus menguasai faktor nonkebahasaan. bahasa merupakan suatu alat untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Di samping itu. b. Faktor-faktor tersebut akan dibahas berikut ini. lebih mudah. 3) Pokok pembicaraan menarik untuk dibahas baik oleh pembicara maupun bagi pendengar. Bahasa Bagi pembicara. 4) Pokok pembicaraan hendaknya sesuai dengan daya tangkap pendengar. Keenam hal itu akan dibicarakan lebih mendalam sebagai berikut. 22 . 2) Pokok pembicaraan hendaknya serba sedikit sudah diketahui dan bahan untuk memperluas pembicaraan yang sudah diketahui itu lebih mudah diperoleh. tidak melebihi daya intelektual pendengar atau sebaliknya. (c) bahasa. pembicara mutlak harus menguasai faktor kebahasaan. mengandung konflik atau pertentangan pendapat. (e) sarana. dan (f) interaksi. (d) tujuan. Pokok Pembicaraan Isi atau pesan yang menjadi pokok pembicaraan hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini : 1) Pokok pembicaraan bermanfaat bagi pendengar baik berupa informasi maupun pengetahuan. 1) Faktor Kebahasaan Faktor kebahasaan yang terkait dengan keterampilan berbicara antara lain sebagai berikut.metode. Pokok pembicaraan yang menarik biasanya pokok pembicaraan seperti berikut:  merupakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama.

suku kata dan kata yang belum sesuai dengan pelafalan bunyi bahasa Indonesia. jika perbedaan itu terlalu mencolok sehingga menjadi suatu penyimpangan. Pengucapan bunyi bahasa yang kurang tepat dapat mengalihkan perhatian pendengar. Akan tetapi. maka keefekvifan komunikasi akan terganggu. (1) Pelafalan /c/ dengan /se/ WC dilafalkan /wese/ seharusnya wece AC dilafalkan /ase/ seharusnya ace TC dilafalkan /tese/ seharusnya tece (2) Pelafalan /q/ dengan /kiu/ seharusnya /ki/ MTQ dilafalkan / em-te-kiu/ seharusnya /em-te-ki/ PQR dilafalkan /pe-kiu-er/ seharusnya /pe-ki-er/ (3) Pelafalan /e`/ sebagai /e/ taling de`ngan dilafalkan dengan / dEngan/seharusnya / de`ngan / ke` mana dilafalkan ke mana/kE mana/seharusnya/ke` mana/ be`rapa dilafalkan berapa /bErapa / seharusnya / be` rapa / esa dilafalkan esa / Esa / seharusnya / e`sa / ruwet dilafalkan /ruwEt / seharusnya / ruwe` t / 23 .a) Ketepatan pengucapan atau pelafalan bunyi Pembicara harus membiasakan diri mengucapkan bunyibunyi bahasa secara tepat. Selain itu ucapan kita juga sering dipengaruhi oleh bahasa ibu. namun usaha ke arah itu sudah lama dikemukakan adalah bahwa ucapan atau lafal yang baku dalam bahasa Indonesia adalah ucapan yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau ciri-ciri lafal daerah. Sampai saat ini lafal bahasa Indonesia belum dibakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan berlatih mengucapkan bunyi-bunyi bahasa. Memang pola ucapan dan artikulasi yang kita gunakan tidak selalu sama. masing-masing kita mempunyai ciri tersendiri. Di bawah ini disajikan pelafalan huruf.

Suatu topik pembicaraan mungkin akan kurang menarik. apabila penyampaiannya datar saja. Nada. 24 . Sebaliknya. di tengah. intonasi dan ritme yang sesuai akan merupakan daya tarik tersendiri dalam berbicara. dan intonasi yang sesuai akan mengakibatkan pembicaraan itu menjadi menarik. nada. bahkan merupakan faktor penentu dalam keefektivan berbicara. jeda. Jeda.pelafalan /e/ diucapkan menjadi /e`/ peka dilafalkan / pe`ka / seharusnya peka lengah dilafalkan / le`ngah / seharusnya lengah (4) Pelafalan diftong /au/ dengan /o/ kalau dilafalkan / kalo / seharusnya kalau saudara dilafalkan / sodara / seharusnya saudara (5) Pelafalan diftong /ai / sebagai /e / Pakai dilafalkan / pake/ seharusnya pakai balai dilafalkan / bale / seharusnya balai (6) Pelafalan / k / dengan bunyi tahan glotal (hamzah) Pendidikan dialafalkan/ pendidi?an / seharusnya /pendidikan/ Kemasukan dilafalkan/kemasu?an / seharusnya / kemasukan / (7) penghilangan Fonem /h/ di depan. nada. jeda. namun dengan tekanan. dapat menimbulkan kejemuan bagi pendengar dan keefektivan berbicara akan berkurang. 1997 : 61-63) b) Penempatan Tekanan. Intonasi dan Ritme Penempatan tekanan. atau di akhir kata hutan dilafalkan /utan/ seharusnya hutan hilang dilafalkan /ilang/ sehurusnya /hilang/ tahun dilafalkan / taun / seharusnya / tahun / lihat dilafalkan / liat / seharusnya / lihat / pahit dilafalkan / pait / seharusnya / pahit / bodoh dilafalkan /bodo/ seharusnya /bodoh/ jodoh dilafalkan /jodo/ seharusnya /jodoh/ (Djago Tarigan .

dan bervariasi Kata dan ungkapan yang kita gunakan dalam berbicara hendaknya baik. konkret. Pemilihan kata atau ungkapan yang abstrak akan menimbulkan kekurangjelasan pembicaraan. maka kata-kata yang dipilih adalah kata-kata atau ungkapan yang mudah dipahami oleh para petani. Misalnya. Konkret. d) Ketepatan Susunan Penuturan Susunan penuturan berhubungan dengan penataan pembicaraan atau uraian tentang sesuatu . 25 .Kekurangtepatan dalam penempatan tekanan. mudah dipahami para pendengar. Pemilihan kata dan ungkapan yang baik. c) Pemilihan kata dan ungkapan yang baik. dan bervariasi. Pemilihan kata dan ungkapan yang bervariasi. sehingga topik atau pokok pembicaraan yang disampaikan kurang diperhatikan. maksudnya pemilihan kata atau ungkapan harus jelas. Pemilihan kata dan ungkapan harus konkret. maksudnya adalah pemilihan kata yang tepat dan sesuai dengan keadaan para pendengarnya. Dengan demikian keefektivan berbicara menjadi terganggu. nada. Hal ini menyangkut penggunaan kalimat. Kata-kata yang jelas biasanya kata-kata yang sudah dikenal oleh pendengar yaitu kata-kata popular. jeda. intonasi. dan ritme dapat menimbulkan perhatian pendengar beralih kepada cara berbicara pembicara. jika yang menjadi pendengarnya para petani. maksudnya pemilhan kata atau ungkapan dengan bentuk atau kata lain lebih kurang maknanya sama dengan maksud agar pembicaraan tidak menjemukan pendengar. Pembicaraan yang menggunakan kalimat efektif akan lebih memudahkan pendengar menangkap isi pembicaraan.

(9) penalaran dan relevansi. dan Tidak Kaku Dalam berbicara. baik pendapat itu benar maupun salah. (c) kesediaan menghargai pendapat orang lain. Sikap yang yang tenang adalah sikap dengan perasaan hati yang tidak gelisah. Hal ini mengakibatkan perhatian pendengar menjadi berkurang. tetapi melihat ke bawah dan ke atas. (6) gerak-gerik dan mimik yang tepat. (8) kelancaran. dan tidak kaku . (b) pandangan yang diarahkan pada lawan bicara. Sikap tenang dapat menjadikan jalan pikiran dan pembicaraan menjadi lebih lancar. Banyak pembicara yang tidak mengarahkan pandangannya kepada lawan bicaranya. berarti berbuat biasa sebagaimana adanya tidak mengada-ada. Faktor-faktor tersebut dibahas secara lebih mendalam berikut ini : a) Sikap yang Wajar. (7) kenyaringan suara. dan tidak kaku.2) Faktor Nonkebahasaan Faktor-faktor nonkebahasaan mencakup (a) sikap yang wajar. b) Pandangan Diarahkan kepada Lawan Bicara Pada waktu berbicara pandangan kita harus diarahkan lawan bicara. tenang. juga kurang etis. c) Kesediaan Menghargai Pendapat Orang Lain Menghargai pendapat orang lain berarti menghormati atau mengindahkan pikiran orang lain. tenang. tidak gugup. Dalam berbicara tidak boleh bersikap kaku. (e) keberanian mengungkapkan dan mempertahankan pendapat. di samping itu. kita harus bersikap wajar. Pandangan pembicara yang tidak diarahkan kepada lawan bicara akan mengurangi keefektivan berbicara. baik dalam pembicaraan perseorangan maupun kelompok. dan tidak tergesa-gesa. Tenang. dan (10) penguasaan topik. tetapi harus bersikap luwes dan fleksibel. Jika pendapat itu benar maka pendapat itulah yang harus 26 . (d) kesediaan mengoreksi diri sendiri. Bersikap wajar.

27 . Kesediaan memperbaiki diri sendiri adalah sikap terpuji. Untuk dapat mengungkapkan pendapat tentang sesuatu diperlukan keberanian. Seseorang mengemukakan pendapat di samping memiliki ide atau gagasan . Sikap seperti ini sangat diperlukan dalam kegiatan berbicara agar diperoleh kebenaran atau kesepakatan. d) Kesediaan Mengoreksi Diri Sendiri Mengoreksi diri sendiri berarti memperbaiki kesalahan diri sendiri. Gerak-gerik dan mimik yang tepat akan menunjang keefektivan berbicara. juga harus memiliki keberanian untuk mengemukakannya. Atau. e) Keberanian Mengemukakan dan Mempertahankan Pendapat Dalam kegiatan berbicara terjadi proses lahirnya buah pikiran atau pendapat secara lisan. f) Gerak – gerik dan Mimik yang Tepat Salah satu kelebihan dalam kegiatan bericara dibandingkan dengan kegiatan berbahasa yang lainnya adalah adanya gerakgerik dan mimik yang dapat memperjelas atau menghidupkan pembicaraan. Akan tetapi gerak-gerik yang berlebihan akan mengganggu keefektivan berbicara. sebaliknya ada orang yang berani mengungkapkan pendapat namun ia tidak atau kurang idenya sehingga apa yang ia ungkapkan terkesan asal bunyi. Sikap ini merupakan dasar bagi pembinaan jiwa yang demokratis. Ada orang yang mempunyai banyak ide namun ia tidak dapat mengungkapkannya karena ia tidak memiliki keberanian.kita perhatikan dan jka pendapat itu salah pendapat itu pun harus kita hargai karena memang itulah pengetahuan dan pemahamannya.

dapat mengganggu penangkapan isi pembicaraan bagi pendengar. sehingga tidak dapat ditangkap oleh semua pendengar. Pembicaraan yang terputus-putus atau bahkan diselingi dengan bunyi-bunyi tertentu. Jangan sampai suara terlalu nyaring atau berteriak-teriak di tempat atau akustik yang terlalu sempit. j) Penguasaan Topik Pengauasaan topik pembicaraan berarti pemahaman suatu pokok pembicaraan. misalnya. juga jangan berbicara terlalu cepat sehingga menyulitkan pendengar sukar menangkap isi atau pokok pembicaraan.. h) Kelancaran Kelancaran seseorang dalam berbicara akan memudahkan pendengar menagkap isi pembicaraannya. dan akustik yang ada. seorang pembicara hendaknya memperhatikan unsur penalaran yaitu cara berpikir yang logis untuk sampai kepada kesimpulan. Dengan pemahaman tersebut seorang pembicara memiliki kesanggupan untuk mengemukakan topik itu 28 . em…. tempat. i) Penalaran dan Relevansi Dalam berbicara. Di samping itu. jumlah pendengar. suara terlalu lemah pada ruangan yang luas.. Hal itu menunjukkan bahwa dalam pembicaraan seorang pembicara terdapat urutan pokokpokok pikiran logis sehingga jelas arti atau makna pembicaraannya. atau sebaliknya. Tingkat kenyaringan suara hendaknya disesuaikan dengan situasi. apa itu. Relevansi berarti adanya hubungan atau kaitan antara pokok pembicaraan dengan uraiannya.g) Kenyaringan Suara Kenyaringan suara perlu diperhatikan oleh pembicara untuk menunjang keefktivan berbicara. e….

Sebab. ingin mendapatkan responsi atau reaksi. 4) menginformasikan. Alat yang paling penting dalam uraian itu adalah argumentasi. dan 5) menghibur. Reaksi yang diharapkan adalah adanya persesuain keyakinan. 2) meyakinkan. 3) menggerakkan. Secara umum tujuan pembicaraan adalah sebagai berikut: 1) mendorong atau menstimulasi. Misalnya. dan contoh konkret yang dapat memperkuat uraian untuk meyakinkan pendengar. Responsi atau reaksi itu merupakan suatu hal yang menjadi harapan. pendapat atau sikap para pendengar.kepada para pendengar. 29 . Tujuan suatu uraian dikatakan mendorong atau menstimulasi apabila pembicara berusaha memberi semangat dan gairah hidup kepada pendengar. pidato Ketua Umum Koni di hadapan para atlet yang bertanding di luar negeri bertujuan agar para atlet memiliki semangat bertanding yang cukup tinggi dalam rangka membela negara. Tujuan suatu uaraian atau ceramah dikatakan meyakinkan apabila pembicara berusaha memengaruhi keyakinan. Untuk itu diperlukan bukti. dengan penguasaan topik akan membangkitkan keberanian dan menunjang kelancaran berbicara. Reaksi yang diharapkan adalah menimbulkan inpirasi atau membangkitkan emosi para pendengar. sebelum melakukan kegiatan berbicara di depan umum seharusnya seorang pembicara harus menguasai topik terlebih dahulu. c. Tujuan atau harapan pembicaraan sangat tergantung dari keadaan dan keinginan pembicara. fakta. Oleh karena itu. Tujuan Seorang pembicara dalam menyampaikan pesan kepada orang lain pasti mempunyai tujuan. pendapat atau sikap atas persoalan yang disampaikan.

senang. penandatanganan suatu resolusi. 30 . Misalnya.Tujuan suatu uraian disebut menggerakkan apabla pembicara menghendaki adanya tindakan atau erbuatan dari para pendengar. Tempat berbicara sangat menentukan keberhasilan pembicaraan. ulang tahun. Pembicaraan seperti ini biasanya dilakukan dalam suatu resepsi. Berbicara terlalu lama atau melebihi waktu yang disediakan dapat menimbulkan rasa jenuh para pendengar. sore. jumlah pendengar. Berbicara pada suasana tertentu pun akan mempengaruhi keberhasilan pembicaraan. cahaya. tempat. pesta. d. dan malam hari. mengadakan aksi sosial. Pembicaraan yang berlangsung pada pagi hari tentu akan lebih berhasil dibandingkan dengan pembicaraan pada siang. seorang dokter menyampaikan masalah kebersihan lingkungan. Humor merupakan alat yang paling utama dalam uraian seperti itu. Dalam hal ini perlu diperhatikan faktor lokasi. Sarana Sarana dalam kegiatan berbicara mencakup waktu. dan pengeras suara. Misalnya seorang guru menyampaikan pelajaran di kelas. posisi pembicara dan pendengar. atau pertemuan gembira lainnya. dan media atau alat peraga. Tujuan suatu uraian dikatakan menginformasikan apabila pembicara ingin memberi informasi tentang sesuatu agar para pendengar dapat mengerti dan memahaminya. Tujuan suatu uraian dikatakan menghibur. dan bahagia pada hati pendengar. dan sebagainya. berupa seruan persetujuan atau ketidaksetujuan. udara. suasana. apabila pembicara bermaksud menggembirakan atau menyenangkan para pendengarnya. seorang polisi menyampaikan masalah tertib berlalu lintas. Pokok pembicaraan yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Reaksi atau response yang diharapkan adalah timbulnya rasa gembira. Dasar dari tindakan atau perbuatan itu adalah keyakinan yang mendalam atau terbakarnya emosi. pengumpulan dana.

dua arah. memusatkan perhatian dan pikiran kepada pembicaraan. jika memungkinkan. misalnya pembicaraan dalam bentuk dialog atau wawancara. dan alat peraga lainnya.Pendengar yang baik hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) memiliki kondisi fisik dan mental yang baik sehingga memungkinkan dapat melakukan kegiatan mendengarkan.Media atau alat peraga akan membantu kejelasan dan kemenarikan uraian. dan bahkan multi arah. dan sebagainya. Kegiatan berbicara yang berlangsung dua arah. 31 . Karena itu. pendengar harus mengetahui persyaratan yang dituntut untuk menjadi pendengar yang baik. tinju. Sedangkan kegiatan berbicara yang berlangsung multi arah biasanya terjadi pada acara diskusi. e) memiliki pengalaman dan pengetahuan luas yang dapat mempermudah pengertian dan pemahaman isi pembicaraan. 3) mengusahakan agar meminati isi pembicaraan yang didengarkan. misalnya laporan pandangan mata pertandingan sepak bola. Kegiatan berbicara yang berlangsung satu arah. rapat. gambar. pembacaan berita. Interaksi dapat berlangsung searah. seminar. Pendengar Suatu kegiatan berbicara akan berlangsung dengan baik apabila dilakukan di hadapan para pendengar yang baik. 4) memiliki kemampuan linguistik dan nonlinguistik yang dapat meningkatkan keberhasilan mendengarkan. Karena itu. 2) memiliki tujuan tertentu dalam mendengarkan yang dapat mengarahkan dan mendorong kegiatan mendengarkan. dalam berbicara perlu diusahakan alat bantu seperti film. e. diskusi kelompok. Interaksi Kegiatan berbicara berlangsung menunjukkan adanya hubungan interaksi antara pembicara dan pendengar. f.

Ekspresi/Gerak Mimik Seorang pembicara juga merupakan seorang aktor dihadapan audiennya. Hal ini disebabkan hatinya sudah diliputi rasa malu atau takut sehingga bingung harus menyampaikan apa dan tidak tahu dari manakah untuk memulai presentasinya. Rasa percaya diri ini dapat dilatih perlahan dengan mulai berlatih berbicara dihadapan forum-forum kecil dengan tema pembicaraan ringan dan santai. Penggunaan ekspresi yang tepat sesuai tema pembicaraan kita akan dapat membuat audien menjadi lebih semangat untuk mengikuti setiap detil pembicaraan kita dan terhindar dari kantuk akibat kebosanan melihat cara berbicara kita. Jika seorang pembicara tidak percaya diri maka akan sulit baginya untuk menyampaikan ide dan gagasan yang ada didalam pikirannya. Berbicara di Depan Umum Untuk memulai berbicara didepan forum umum. Berbicara dengan 32 . misalnya kita berbicara mengenai kepahlawan para pejuang tempo dulu didalam acara HUT RI maka tentu saja ekspresi semangat berkobar-kobar harus kita tunjukkan didepan umum tanpa mengurangi penyampaian makna pembicaraan.G. 4. ada 4 faktor yang harus dimiliki oleh seorang pembicara . Kejelasan Suara Gunakan suara yang dapat didengar jelas oleh audien (pendengar). Percaya Diri Salah satu faktor utama yang wajib pertama kali dimiliki oleh pembicara. Sebagai contoh. Penggunaan istilah-istilah umum mungkin akan sangat membantu para audien memahami apa yang kita sampaikan. Kelancaran Komunikasi Agar audien dapat menangkap maksud penyampaian pembicara maka cara menyampaikan haruslah lancar dan terunut dengan baik. 3. 2. yaitu : 1. Volume suara cukup sedang-sedang saja dan jangan menggunakan istilah-istilah yang sulit dimengerti oleh audien karena tingkat pengetahuan dari masingmasing audien tidak sama.

Audien cenderung bosan dan mengobrol atau mengantuk ketika pembicara menyampaikan materi yang tidak bisa ditangkapnya. 5. yaitu : 1. 4. 2. sebaiknya alihkan perhatian kita dengan cara memegang sesuatu atau menggunakan media sehingga rasa stress/kuatir dapat kita alirkan ke media tersebut sehingga tidak mengganggu konsentrasi sewaktu berbicara. Menguasai medan dan mengetahui siapa calon pendengar terlebih dahulu sehingga dapat menyusun strategi agar mereka dapat antusias sewaktu kita mulai berbicara.tersendat-sendat atau terputus-putus karena adanya gangguan faktor lain (misalnya : Handphone berdering terus) dapat mengurangi antusias audien sehingga menimbulkan kejengkelan yang dapat merugikan pembicara itu sendiri. Jika terjadi gangguan psikologis. Faktor pengganggu sewaktu berbicara didepan umum 33 . Sebagai pembicara kita harus tenang untuk menghindari alur berpikir yang melompat-lompat atau cerita yang tidak runtut sehingga dapat membuat pembicaraan kita terlihat tidak tentu arahnya. 3. Beri penekanan pada topik yang menjadi tujuan kegiatan berbicara tersebut dengan cara menyampaikan suatu kalimat secara berulang-ulang secara tepat sehingga tidak terkesan mendikte audien. Kiat-kiat berbicara di depan umum Ibarat sebuah masakan mempunyai sebuah resep maka agar dapat berbicara sukses didepan umum juga mempunyai kiat-kiat yang patut dicoba. 6. 7. Menggunakan pilihan kosakata yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pendengar agar tidak terjadi salah komunikasi. Gunakan tema pembicaraan yang sesuai dengan tingkat kemampuan daya tangkap pendengar/audien sehingga mereka tidak menjadi bosan dan kemudian mengabaikan pembicaraan kita. Berani memulai berbicara dan berusahalah mencari celah untuk menarik antusiasme audien guna menghidupkan suasana komunikasi kita.

Keterampilan berbicara merupakan keterampilan produktif karena dalam 34 . yaitu : 1. Hal ini dapat menyebabkan pembicara menjadi bahan tertawaan audien karena terkesan bodoh. Pernyataan tersebut menyuratkan bahwa kegiatan berkomunikasi tidak bisa dilepaskan dengan kegiatan berbahasa.Ada beberapa hal yang harus dihindari oleh pembicara agar tidak merusak suasana kegiatan berbicaranya. Konsep Pembelajaran Berbicara Di dalam KTSP dinyatakan bahwa belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Adanya gangguan dari pihak eksternal seperti lokasi terletak didekat kegaduhan. ragu-ragu. H. Komunikasi lisan terdiri atas keterampilan menyimak/mendengarkan dan keterampilan berbicara. Pembelajaran Berbicara 1. Hal ini biasanya disebabkan oleh timbulnya rasa takut. sebagaimana diketahui meliputi komunikasi lisan dan tulis. 3. sedangkan komunikasi tulis terdiri dari keterampilan membaca dan menulis. 2. Tidak menguasai topik pembicaraan atau topik terlalu sulit bagi pembicara untuk menyampaikan. 4. Rendah diri sewaktu berbicara. serta malu pada diri pembicara sehingga mengganggu penyampaian topik dan terkadang bisa membuat pembicara lupa akan materi yang hendak disampaikan. pesimis. Kondisi tidak sehat sehingga menyebabkan tidak adanya konsentrasi dalam penyampaian materi serta kadang dapat juga menganggu alat artikulasi (misalnya : suara menjadi serak). Berbicara merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa. Thompson (2003:1) menyatakan bahwa komunikasi merupakan fitur mendasar dari kehidupan sosial dan bahasa merupakan komponen utamanya. rusaknya alat komunikasi dan tempat yang kurang nyaman (misalnya : ruangan tidak ber-AC sehingga membuat pembicara dan audien menjadi cepat gerah). Dalam kegiatan berkomunikasi dengan bahasa. Pernyataan tersebut berimplikasi bahwa siapa pun yang mempelajari suatu bahasa pada hakikatnya sedang belajar berkomunikasi.

keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan yang perlu mendapat perhatian karena gagasan-gagasan kreatif dapat dihasilkan melalui keterampilan tersebut. Untuk itu. Kompetensi komunikatif juga berhubungan dengan kemampuan sosial dan menginterpretasikan bentuk-bentuk linguistik. situasi. Dua keterampilan lainnya (menyimak dan membaca) merupakan keterampilan reseptif atau keterampilan yang tertuju pada pemahaman. berpendapat. serta norma-norma berbahasa dalam masyarakat yang sebenarnya. berdiskusi. dalam menghadapi era globalisasi saat ini keterampilan berbicara perlu terus ditingkatkan sehingga pengguna bahasa mampu menerapkan keterampilan tersebut untuk berbagai bidang kehidupan. Dalam kaitan kreativitas. dan bertanya. yakni dalam bentuk lisan dan keterampilan menulis sebagai keterampilan produktif dalam bentuk tulis. berpidato hanya merupakan salah satu bagian dari keterampilan berbicara. berwawancara. bermain peran. pikiran kita tertuju pada kegiatan ”berpidato”. Pengertian ini dilengkapi oleh Ibrahim (2001) bahwa kemampuan komunikatif adalah kemampuan bertutur dan menggunakan bahasa sesuai dengan fungsi. Dalam kaitannya dengan keterampilan berbicara. Padahal. bernegosiasi. Tampaknya. Menurut Utari dan Nababan (1993) kemampuan komunikatif adalah pengetahuan mengenai bentuk-bentuk bahasa dan makna-makna bahasa tersebut. Kemampuan berbicara siswa juga dipengaruhi oleh kemampuan komunikatif. berikut ada ilustrasi. Para siswa tentu sudah memiliki pengetahuan sebagai modal dasar dalam bertutur karena ia berada dalam suatu lingkungan sosial yang menuntutnya untuk paham kode-kode bahasa yang digunakan masyarakatnya. Ketika kita mendengar kata ”berbicara”. Siswa akan dapat mengungkapkan pikiran dan perasaanya secara efektif jika ia terampil berbicara. Siswa membutuhkan keterampilan berbicara dalam interaksi sosialnya. dalam dunia pembelajaran para guru bahasa dituntut untuk dapat melakukan ”terobosan” sehingga pembelajaran bahasa yang 35 . misalnya.perwujudannya keterampilan berbicara menghasilkan berbagai gagasan yang dapat digunakan untuk kegiatan berbahasa (berkomunikasi). dan kemampuan untuk menggunakannya pada saat kapan dan kepada siapa.

Dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa. mengemas kegiatan. Efektif. Kegiatan berbicara yang bermakna juga dapat terjadi jika salah satu pembicara memerlukan informasi baru atau ingin menyampaikan informasi penting kepada orang lain. Keenam faktor tersebut memerlukan keterampilan guru sehingga pembelajaran bahasa bisa berlangsung dengan memfokuskan pada siswa aktif . tanpa bertemu langsung dua orang yang sedang berbicara dapat saling melihat. terutama dalam hal pembelajaran berbicara. mengonstruk alat evaluasi.dilaksanakannya dapat memenuhi tuntutan zaman. Bahkan melalui layar telepon seluler 3 G. Ada informasi yang ingin disampaikan atau sebaliknya ditanyakan e. Dengan kemajuan teknologi. Ada tema/topik yang dibicarakan d. Karakteristik Pembelajaran Berbicara Kegiatan berbicara dapat berlangsung jika setidak-tidaknya ada dua orang yang berinteraksi. di antaranya bagaimana guru merumuskan indikator dan tujuan. khususnya pengembangan keterampilan berbicara. Berikut disajikan sejumlah karakteristik yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran berbicara: a. Harus ada lawan bicara b. Kreatif. kegiatan berbicara dapat berlangsung tanpa harus terjadi kegiatan tatap muka. Keberhasilan pembelajaran berbicara tentu terkait dengan berbagai faktor. memilih metode dan teknik yang sesuai. mengorganisasikan bahan. dan Menyenangkan). atau seorang pembicara menghadapi seorang lawan bicara. yaitu mengikuti kaidah PAKEM (Pembelajaran Aktif. struktur. 2. misalnya pembicaraan melalui telepon. Memperhatikan situasi dan konteks 36 . guru diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan usia dan kebutuhan siswa. Penguasaan lafal. dan kosa kata c. serta menggunakan sumber dan media pembelajaran.

Bahan atau sumber yang digunakan adalah nara sumber yang sesuai dengan informasi yang ingin digali. pembuatan sesuatu.3. bernegosiasi/ bertransaksi. maka harus dicarikan bahan atau materi yang sesuai. memuji. Kegiatan pembelajaran berbicara meliputi: menyapa. Jika kegiatan pembelajaran berupa berwawancara. berpendapat dalam diskusi kelompok. buku/cerita yang pernah didengarkan/dibaca). Jika kegiatan pembelajaran berupa memberi petunjuk . memberikan contoh ketepatan ucapan. bermain peran. sesuai dengan jenis keterampilan berbicara yang akan dilatihkan b. memberi petunjuk. prononsiasi. kadang dilakukan di luar kelas (pembelajaran tidak selalu dibatasi empat dinding kelas). bahan ajarnya tentu tentang petunjuk apa. atau petunjuk arah/denah. bahan diorganisasi secara sistematis dengan mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran (dari yang mudah ke yang sukar. Jadi. mewawancarai. dapat mengembangkan kosakata sehingga keterampilan berbicara tidak menjemukan d. dari yang dikenal ke yang tidak dikenal. bercerita (menceritakan pengalaman. berarti tujuan pembelajarannya adalah siswa dapat memperoleh informasi baru dari nara sumber. dan intonasi sehingga siswa mampu berbicara dengan jelas e. 37 . dari yang sederhana ke yang kompleks). dapat mengembangkan wawasan yang lebih luas f. bervariasi sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam c. topik kegiatan berbicara harus actual ( tengah menjadi sorotan publik) g. dari yang dekat ke yang jauh. mengomentari. kriteria pemilihan bahan atau materi adalah: a. menjawab pertanyaan. apakah petunjuk penggunaan sesuatu. Kriteria Pemilihan Bahan Pembelajaran Berbicara Pemilihan bahan pembelajaran berbicara bergantung pada jenis keterampilan berbicara yang akan dikembangkan dalam diri siswa. memperkenalkan diri. bertanya. kegiatan pembelajaran dikemas yang menarik. dan mengkritik. menasehati. h.

4. guru harus mengacu pada kurikulum (Standar Isi). untuk mengembangkan kemampuan menggunakan bahasa . bercerita. Namun. j. Semua kompetensi dasar berbicara pada kurikulum harus dilihat. menggunakan metode dan teknik yang dapat menumbuhkan minat siswa belajar dan tertarik dengan pembelajaran bahasa. Berdasarkan hal tersebut. maka pembelajaran berbicara akan disukai siswa. tanya jawab. memilih sumber dan media pembelajaran yang dapat menumbuhkan pikiran-pikiran kritis dan kreatif. Untuk menentukan metode mana yang cocok dalam mengembangkan kemampuan berbicara. dicocokkan dengan metode dan model pembelajarannya. demonstrasi. diskusi.i. Berikut contoh kaitan kompetensi berbicara dengan metode dan model pembelajaran yang sesuai. bukan pada aturan pemakaiannya. bertanya jawab. pembelajaran berbicara di kelas semestinya diarahkan untuk membuat dan mendorong siswa mampu mengemukakan pendapat. Oleh karena itu. melakukan wawancara. Metode pengajaran yang selama ini kita ketahui adalah ceramah. Jika metode yang dipilih sesuai dan benar-benar dapat mengembangkan keterampilan berbicara setiap siswa. diharapkan siswa lebih termotivasi untuk terus berlatih berbicara. Metode Pembelajaran Berbicara Pembelajaran berbicara harus berorientasi pada aspek penggunaan bahasa. berdiskusi. karyawisata. dan berpidato. yang menekankan pada siswa aktif atau berpusat pada siswa. Apalagi jika guru dapat memvariasikan kegiatan (tidak monoton) dan pengelolaan kelas. penugasan. dalam kegiatan belajar mengajar di kelas harus banyak kegiatan siswa berlatih atau praktik berbicara sehingga diketahui kemajuan kemampuan berbicaranya. diperlukan metode pembelajaran berbicara yang sesuai. 38 . dan sosiodrama.

Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar. pengajar. Dalam penilaian hasil digunakan rubrik penilaian untuk mengetahui kompetensi siswa dalam berbicara. yaitu penilaian proses dan penilaian hasil. (c) kerja sama. dan (e) tanggung jawab. 1997). 6. Media yang baik juga akan mengaktifkan siswa dalam memberikan tanggapan. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. misalnya menanggapi 39 . (b) minat. dan bahan ajar. Penilaian Pembelajaran Berbicara Ada dua jenis penilaian yang digunakan dalam pembelajaran berbicara. realia. Media Pembelajaran Berbicara Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee. gambar bergerak atau tidak. suara yang direkam. Penilaian hasil dilakukan berdasarkan unjuk kerja yang dilakukan siswa ketika menyajikan kompetensi berbicara yang dituntut kurikulum atau mempresentasikan secara individual.5. media juga harus merangsang siswa mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Dalam penilaian proses digunakan lembar penilaian sikap (afektif) yang terdiri dari aspek: (a) kedisiplinan. permainan untuk kegiatan memberikan petunjuk. Bentuk-bentuk stimulus bisa dipergunakan sebagai media pembelajaran berbicara di antaranya adalah hubungan atau interaksi manusia. tulisan. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada siswa. Selain itu. (d) keaktifan. Namun demikian tidaklah mudah mendapatkan kelima bentuk itu dalam satu waktu atau tempat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi belajar siswa. umpan balik. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Penilaian proses dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung untuk menilai sikap siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Kelima bentuk stimulus ini akan membantu pembelajar mempelajari bahasa. dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktik berbicara dengan benar.

Berikut contoh model penilaian berbicara: 1. juga penguasaan masalah yang menjadi bahan pembicaraan. 2001:278). struktur. Wawancara 3. (g) ketepatan mengungkapkan gagasan disertai data tekstual. (d) ketepatan pilihan kata (diksi). Penilaian kemampuan berbicara haruslah membiarkan siswa untuk menghasilkan bahasa dan mengemukakan gagasan melalui bahasa yang sedang dipelajarinya. (c) ketepatan intonasi. Selain itu. yaitu (a) kelancaran menyampaikan pendapat/tanggapan. bentuk penilaian pembelajaran berbicara seharusnya memungkinkan siswa untuk tidak saja mengucapkan kemampuan berbahasanya. Pemberian pertanyaan b. serta kemampuan memahami bahasa lawan bicara ( Burhan Nurgiyantoro. Bermain peran Dalam menggunakan bentuk-bentuk penilaian di atas. (f) kontak mata dengan pendengar. bagaimana siswa memahami topik yang dibicarakan dan mampu mengungkapkan gagasan di dalamnya. Bercerita (menceritakan gambar) 2. Jadi. penilaian berbicara harus dilakukan dengan praktik berbicara. Diskusi 6. (e) struktur kalimat (tuturan). (b) kejelasan vokal. ekspresi mata. Bercerita 4. Dengan kata lain. pelaksanaannya tetap harus focus pada aspek kognitif .pembacaan cerpen. dan kekayaan kosa kata. Berpidato 5. Meskipun aspek psikomotor yang berupa gerakan mulut. Penilaian kompetensi berbicara yang dilakukan dengan unjuk kerja/performance yang utama perlu diukur adalah yang berkaitan dengan penggunaan bahasa seperti penguasaan lafal. melainkan juga mengungkapkan gagasan. Ada beberapa aspek yang dinilai. 6 40 . dan gesture lain juga harus dinilai. dan perasaannya sehingga penilaian ini bersifat fungsional (Burhan Nurgiyantoro. Pembicaraan berdasarkan gambar a. pikiran. 2001:276).

memahami. mensintesiskan. Keenam tingkatan berpikir ( C1 – C6) dari yang paling rendah hingga paling tinggi (mengingat. 2001:291-292).tingkatan aspek kognitif Bloom yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan berpikir tetap harus menjadi focus utama karena berkaitan dengan kemampuan menuangkan gagasan (Ibid. 41 . dan mengevaluasi) harus dinilai dengan menggunakan rubric dan penyekoran yang tepat sehingga tidak ada siswa yang dirugikan karena kompetensi tiap siswa terukur dengan alat ukur yang akurat. menganalisis. menerapkan.

files.blogspot.fkip-uninus.unitomo.wordpress.com http://fs.org/ http://aldonsamosir.com/keterampilan-berbahasa 42 .com http://ngomongo.ac.DAFTAR PUSTAKA http://pbsindonesia.id/wp-content/uploads http://fusliyanto.wordpress.

.3..50/..3 /.3.3 88.  &39: 9: 507. 07..3 507..3.2.2 -072. /.3 203:39:97.3 80-.82.

503:.  !03:..7.5..24..%072.5::7:5.79 202039.8.5.9.8..24/.9:8/.2-.3.3.8 47.3 20..907.7 9.9 03 !02-0%. 030..8 03 !02-0$.0:28.9.0 8.2%.3:.5-.380..7.4-..3 3.3..  .8.2 -039: /7.3 50703.43  .98.3 502-03.2 %.2.30 4.78  !02-0 030:.9-.2.25.74  50.3/.32.907 808:..8..3 /.:9.3394380-.3 88.  3 80-.9.98.7.2-  !03:. /.3.3.9  !03:.23  !02-007.. 07//.43. %03 /7.9.3/7.  !03:.7.2..9/:./. 03  !02-0.$07.3.9:87:5.3 8:/.  :7: /.3 /.2..2.3  . 9:3 9:350.3/03.7. 2025078./.2  !03:.9.2.9:8-.2.2.2.5.30--.  !02-0.80.7.8 072..380907:83. -.9/:.3/:. 8.7 -08.8 -. 8. . 03 .5.: 803.3..3..8.079..  ..909. 073..33. 03  !02-0.9: .4%. ...3203.2.9  !03:.2%..%/.3503:.7 80.2..9:8  !03:.8. 03 !02-0 2.7.9//7.-..:7.98.:-07.7..9  !03:.079. ..303 -. . .8/..8..5.3 503:.502-0/.3..3 202039.98.. -07.5.3 08.  4394 :7:      .3.7..390787.3 .3 /7.381. 20207.7.3-07  !02-0%.8..7...8.3:7.:8/.  !03:..7 /.2.2-9.80.:  /.3.3/     7. .9:8 8.

.907   .7.

 .3/. 903 502-0.2.9  203.9 203085708..3 9::.:9:. 8:.2.  !02-.43.3 2.: /7..3 20342:3.9 9:..703.8.9 20.3 0907. /.7503/.3 /03.3 88.3 /.720.5.7..8.3 -07./...8.2.: 9:. -0704254 :39: -073907...50.3  20307.5.3 2. /. /.3.8  20339075708.3  20325:.33.8.2-039:-.. 503:.07-.7 .5...2 /8:8 88..3 .3 9.3 3 .8.7503.. /7.8.: 203:8 3..3 -07-. 0.8.8.3.9.  4.25.: /7..8.3 $ 0.  8:8 094/0 3 /:3.33.7 31472.8 88..9.3 9079039: 20.3.8   .3 9039.7.: 0..98.7:2039.9. 700..81..8 :39: 2020.3  8:8 80-..9: 507..3 -0702-.       8:8 04254 8:. 203.3 507.9: .3 . /-.3 /703.3 203.907 .2.3 57.3  /.3  4394  :7: /..5 2:..2.8 .

3 -.-07-.3 503079.9: .7 0825:.7. 508079../.32.7.39.7:8.3 0-93 /.079.3 /8:8 -07::/ -07-.3 / . 88.3. /8:8 04254  ./ . /03.079.9..3 945 9079039:  /03.32.3/.3 .3    03.079...3 3.5..8..7 .25:.3 /:9 803:2./..5. -039:  ...  .93.. 809.9 7:39:9 /.8.9 /9.3. 8:.   203./9:.3 20342:3.8.3/: 40 8047.9 /.3 -.2.3 203..8.3 /5..3 /82.3      07/.9 .7.3 /..2502-0.91202-07. /8:8 20...  2. .3 5253.3 93.8.9:39:2020.3 -.3..25: 203:8:3 .. /8:8 5. 3 ..3 / ./.5./8:8.8.302-. . /.. -:3/.9: 0.5.. ..  8:8 5.. /8:8    .3 -.5..7..22020./.3203.3..3808047...7  .7 203:.8 /.30 82548:2 44:2 /0-./.788.3:9 / 2.7.3 02-.7.3 :39: 203./5078.9.9.7.079..  8:.73.25 -07-. 502-.  . 507.2 /8:8907... 50./.7 507. 8  -4-49  .3 502253  .  .202 02.8. 094/03/:3.34397:8/. 907.3 88..7503/. 9039. 508079.5 507809. /03.

4394 :7:.

/.9./..947 .3 .3  /. 0. ..3 -07-.9.2.3. .7507..9: 897./3. 0.  057.9.547.3 0./. 05./3.9.7.9.350789.94790780-:9.   .9 0...50.5...9..3  :8..3.3.  . :39: 20.9039./.3 .8 203..8!0.7.079. 8. / 203.2 -072.  .3.2 -072.. 2:. $04.3 /-.7.2: 803/7 :7: 203.8 :.3.307-.9.3 . -03/07.305. ...3.. 907.9: 5078.  .3 05.3 203.5...9:2:..8.2 03/0.547.:. .7. 1..2:.9 . ..3. .3 203039:.3 07..9..:2070.9: .3  .25.43847 07. 8:.947 .3 %434  #:/  /.3-07.2.9. 3 0/:.3.079..9470-07. .3 .5.9: 1.3 :9 -072.8..9: .7.  544 502-.:.9:     !02-.3.3 5072. 805079-07:93 .8 8... 0.3 .7 /.7:8 /507..8  .3 50.. .3  .3-. 8..7. 1.3 -4.2 28./.50.9.8  3 ..39.3 -07-.3 8.2.     . -.9  $:.3 802.3.3 -07. 1.39.8  .7.-07.33.843.    0.3 2032-:. /03.7.3..3 40 502-.547. -0-07.3 0. .03/0.3 0.3-.3.38..9.9: 502-.3 907. .0.7.3 7.947 90780-:9 .547.8 80/07. 2:.3 503/03.   -.9  :5.3 ..33./03.23.7.3  . .3  .9: 903/..37 9. . !02-.3 . /.7.302-.-07:9/03.7...:9/.079.3 50.9  5.:  4394/20.8 .7.2 -07-./.3 507: /507.3  50789..3 . 90780-:9 8.079.3 ...8.3/...547..547....3 .9...947 . 0. /  :. .547. 203.03/0.7  0/:.2-. 8 . / /05. 0.3 83.

 31472..  !44!02-..947 0-.7 9/.47.25.:/..7..3 503/.9:.7.3 .3/.8...3 8:.9:50784...8.8-07:93    .94790780-:9.30-203/.7.3../09.: 80-.:9:0- 2:/.9 :39: 203.3903.3/:3431.3 203.3   8. /09.:5:3 -..7.9.9.380-..2. /.3. 202507.-07:9     .3.39..808:...3.2094/0  .8...3805079-07:9 207:5.8.32.7.3 .703..3.947 0-.9-..3  0.3/-.7...: 50784. ..7.7.7  !44 502-.7 :39: /-... . ..-07:93   !44 502-.8502-.7. .  / 9::..3.8.2./..-07:9  .. 503/03...3203.3..25.:5079039.3 . 503/03...2./.3 .8.3 /-.7../03.7.8.807-.7:8203:.3:9050393.80/98:/.350784.7:8 203:.3 .3    !44502-.. 1...8.3. 207:5. 544502-.31.8.3-.3907.9..7/./ 544 502-.9: .7.37.8 003.5503/03.9    !44502-. .8 2.9 /03.8.5 207:5.38:/.. -07:5..  0- 2:/.   -  . 1. 200- /..3 0907.3 907.9: 502-. 502-..7.7. -.7.8 -.9470-.3 :39: 202507:.3 03/..3.3... /50740    !44 502-.9...253 9:  502-..947 1.2:9./. :.22..  -. 39009:..8.7 ./-./203.9..3 -072.3..3/.7..7..3 203.3 .3. 2.3.78:.30:.9.7.280-...3 8 .. 207:5..3 508.7 -.5.3.303/.3-078...3  0 8. 40 502-. 503/03.:..305.947 3430-.7 -.:5:350309.9..3 1 3907.3 -07-.: 508.3.3 203.7.8.7....303/.

.80.9 ....5. :.7.3 9.8..8/. 203.8. :3. 3/4308..3 507.9....3 905.3..9.2 -.5. .    !0..350.7 . !03:.3/.5. 8.5.3-07.3 .8. 9: 8:/..905.3 -:3 -:3-.3 9: 907.83 2.5  .   -.8.9.3-0:2808:.7.350....9. :.8.3/8. -0:2 /-.: 203.5. 8073 /503.5.2. 507-0/...1.3.3..3  3.3 9/.1.44 803.8.:.8.3/4308.3 -. .07.0010.3 ..3. ..3907.9.1. -.1.3-:3-..9 3 .3 /.7: 40 -. .5.1.:./03.7 .3-:3 -:3-.. -.9 203:..3 2.3-:3 !02-.9: 50325./.3 9: :.79:..7.3 909. :.8.3.  0905.342:3.5.25.3-:3-./.. . -:  .83 9.7.: /.2:3 :8.7 ..7.8 .. /02:.3 9.9.  2....1. 80. 2025:3...3 :7.: 8.5... 3/4308. ./.3-0-.3:   $..9/.5.7 907803/7  $0.9.9..:50.8.3 503/03.3 ..1.1.3503:.3:7:1 8::.1.9 203./.: . 0 .0809025.9 /.3 /7 203:.3/03.7  02.3 54. :..7:8 202-./.2./ 8:.:.

/03.3.

80.

 /.3..1.

080.

0 /.80..7:83.1.0.3.

.80.

...3.7:83.80.0 %/.1.

9080.

80.1..3.0   !0.7:83.90.

6.

/03.3.

:.

.7:83.80.

.

.1. %"/.3.

02 90 :.

.7:83.80.

02 90 .

 !"#/..1.3.

50 : 07.

7:83..80.

50  07.

   !0.1..3.

0+.

80-...

0.

3 /0+3..3/.9.3.1.3/03.

3./3.

.7:83.80.

/0+3.3.

3.1../. 0+2.3.302.

3.2.

80.7:83.

0+2.3.

1./.5.. -0+7..3-07.5.

.-7.5.

7:83..80.

-0+7.5..

..308.1./. 08.

.8.

80..7:83.

.0+8.

. 7:09/.3.1.

7:9.

80.7:83..

7:0+9.

   .

3.50.1..

0.

5../:.3203./.

0+.

/.3..1. 50.

50+..

50.7:83.1.80./.3. 03..

0+3..

7:83.80.03..   !0.1.3/1943.

:..

3./03.

4.

1...:/.3. .

4..

:/..: 8.3./.1..7:83.80..7.

.7.84/.

:/.80..   !0.7:83.3/1943.1.8.7.

..

80-...

0.

/.3... !.1.

0.5.

5.7:83.3.80. -../..1..

-.0.

80.   !0.3.1..7:83..-.

.

 .3.349..3-:39.1.  !03//./03..3/..2.

503//.3.

80.7:83..

3.503//.

3. 02..3/.8:.1.

3.8:.02.

7:83.80..

3.8:.02.

   503.3.34302.

.

:/.3/.9.3 /903.9. :9.3.7 . .//05..1.

3.:9.

:9.1..3/.80.3 .7:83.3.

3..

80:7:83..

3..

:3/.1.3.. 9.

9.:3.

.80.7:83.

:3.9.

.3. .9/.1.

.9.

.7:83.80.

9..

9/.1. 5..3.

5.9.

80..7:83.

5.9.

. -4/4/.1.3.

-4/4.

.7:83.80.

-4/4.

3. 4/4/..1.

4/4.

7:83.80..

4/4.

.3 207:5.  3943.  0/.3. /.33...7  $0-.3 90.503.3  3. 0/.3 203.3  3.3 9: 203.. ..7.3 808:.3     .3.8/.8 .3 3943.9.503/03./.7.3#920 !03025.2 -07-.947 503039: /.9.2 00109....25.3.  /.4%.-.-. 9./.5.3-07:7.3 2:33 .3 .9.3 207:5..300109..3    .7.3-07-. ....9: 945 502-.3002:.  $:.3 90. .92032-:.  0/./ 203..  ./.. -.7 907803/7 /.3 502-.3 /./.7.. !03025.7  3.3 -07-.3 808:.3 1. 3943.7.7/..5..8 /...3 203.78.3 -..3 :7.3%0.3 7920 .9.2:3 /03..3.7.

3.. . 502-. .-897. .7.. 3 203.::3.7 203.240 5.8.5 8 502-.7.: :7.3 .9.9.3 /.9.3 -07:-:3.7.5..3 2.7 .5.2. .9. 509.9.3-..32:/.: 544 502-.3 .9../.9  !02-.8  2:/.3.3 /03.3 503/03./.3 :3.203. -..  43709  /.3.3.3  !02. 503/03.3 . .3 :7.3 /5.3 503.3 9039.3 0. .3. /5.3 503:9:7. . 5.8.3 808:.  8.3:3.9. ./.3 0.9.: :3.3/02.3 /.3 203:3.9.7.2.502.9.3!03:9:7.  . 43709 /..2 -07-..9 01091 . . .9.9.5.3 .7.... 20302:..3 . 8..7.3$:8:3.9 2032-:.7.0:7.3 ..7.5..7  .. /03.3 :3..3 0- 202:/.3 .9.: :3..9..509.3 9/..3 .7.3 2.3 /507.3 :3.73.3..8 -. .3 -039: .3.: .9 /. /.2.3 ../5. 03/.9. /. 05..3 808:.3 507.9:  .7.3 0- :7. 2.5. 40 503/03. .9.9.7.3  3.8:/ ./.3-.7./. :3.7.9./ 503/03..3 .5.8 .9.3 -07.3. -07-..3 7920 /.3 2032-:.7. 502.. .3 9..3  !02.3 502-.3 .9.9.9..5. /.3     .  !02.7:8 0.7 -07.: :3.3 .8  2.9.  3943.3 /03.8  /.9.8  !02..9: .  803.  0/..7.8:/3.8:/3. ..2 5.7.9.9.9.3..9.3503/03.7   /  0905. . 503/03.3  2.73.7  !02.5.9..3 .3 /8...2 503025.3 -07.3.. .300109.3 . .3.3 5.7.7... /03. /.3905.3.9.9.5. 502.25.3 503/03.3 $:8:3.3  03./907.3 90.3:   .3 0:7.3 8:/.30.9.7 502-./.3 203.3 .9.3-07-.3 :3.3905.3:9 503:3.3 502-. /03....3-07.7:8 43709  2.3 . 545:...5.8:/3.3 . 945 .

 9.. 5..503/.5 903.3.3..3  /.  ..3 05.7  903.9 9:.947430-.3 /.3.3 2.3 945  .8.3 .3 /.3 .3/. -40 -078.7.3/. 5.3 00109.9 47.3.7  -07..3 5...5.9   07.. /.3 .253 9:  :./.   ..3 ..3.-.3/.5 20.8..9 ..8.3503/.3 /. .: 2033/.9 47.  080/.7:8  -  ..5..357. ..3..5.:  .5.3 5. 08.305. 08.7.5.9.3 -./ -07:7. 503/.3 -..322.5.3 03. 9/.38  /.3 -.3 -07-.  909...    0. ::5  /..3/.3 9/.7:8-078.2 502-..347.79 203472./. 502-. .7. .9 0 -.. !.  .3 8:..  9/.7.3.3/..3.../.7. .. .32034708/7803/7  0 0-07.5.3.7 %03. 3 203.  . 07/.3 . 8..72./.7:8 /.3.../.7  903.7  ./.9 7.5 .7.. .7.3   503:.5.8.: 909.3..503/...5.3    503. 90708.8  ../.7.3 -. .947 90780-:9 /-.5.7.9. 80-. .3 2025079.  $.2 -07-.303.7.8. /.5:08/.947 3430-.9.5 ..3 9/./ 0- .3 203:7.3 /..7:8 -078.5.3108-0   !.3 57. 503/.:  078...3 503/03.9 9: -03..7.9.3.3 203.:5:3 04254  !. 0- 203/.  $.3 507.7.3 -07.2-07:93  .3 .3.3 9/.3  /.7.3/.3 .7.7.3 /.3..7..7..3 9/.  8. 9/.3 502-..7.3 -.:5 .3 .:5:3 8.3 098  ...3203:3.7.3 .9    03.3   080/..3 903.2.7.5.7. 503/.7 2.7.8 80..33.3 0 . .3%/.3.3 ..  -..7 203..3 9././.3 5078047.3..9: -07-.. /. 203.73./. .7.9 -.947 1. .3.3 203..5 .!03/.3 9/.3 .9 203.3 203. 05. 203.5 .3 700.7.3 9/.79 -07-:.3905. :7..7.3.  $.: .3 507. ..2 -07-. / 8.. ..3 502-.5 /03.99:-03.3.947 1..9.3  /  080/...

.502-3..7.. .9 203:3.3 202507-.3 .3/. 07/. 07 /.  .2..9.  /. 202.9 80.33..3  9.3 503/.:0805.53207:5.: 203/:5. .3 00109.3 0.9. 9/..3 503/.5.390708.9 /507:.:.7.3 -07-.:  80-.3.9 $. 9/. 907.3 .8.3 2025:3.9.5..5.3 $.3 9:..3..3 -07-.3 203:3.. ./. :3.       1  . /7 803/7 .3/. 50309. 57./..3-07.3  :. 202 0-07.5..2 0.3.3 203:3.3 503/.3 ./.33.3 20302:.9:00-.7:8 202 0-07. .73.5 9075:  $.3 502-.507.3025079.9.3/.3/0247./.9 2025070.  .5.3.32.7.: 503/.8 .703.8.9 9039.9 / 8.3 /.3  &39: /.33.. 9/.3 .3 -07-.3. .5.7 /507400-03.8..9.3/.7 -.2:3 . .3 :39: 20302:. 8.3/3...99: 5:3 .5805079 38.  /  080/..3 22 .3.20. ..253 202 /0.5..7. 07 /..3 /.3.2 0.3 909. 47.3 0-07..5.9.9 203:3. ..3 -070-.3:00109.9.3.3203.9 .2:3 .: .5. 07. .3 ..9.9 9:8.08. 503/.. 8.5.7.3.. 803..5.3.3 /03.3 -07.5. ..9.7.5 07.8.9: /507:./ 574808 .7.8.3 502.3  07.5./-. 503/.3 -07-...3  $08047.7:8 9.3.98   0  0-07.3.3-07-.33.3 808:.30302:.3.3/7 803/7  080/...3 /...3 22 . .9.3!03/. 47.3%05. -.3 .9 .. 07 . /.5. /0 3.703.: :7.7.7.9. -:.9 3.9.30347087$03/7 034708/7803/7-07.5..3 /03.3905.-:3    07..79202507-.

 544502-..3-07-.7.3 .3 40 502-...503/03. 0 02 .  .9..3:7..33.58.3 502-.79 .2 502-.9 :7:9..7.3 8..2.25...3 ..7 203.3.7.7   8..73.9.7:.7.: -07907. . . 03./..73 . 907.9 .3 202:/./../.3 :.: .5. 9/.3.9..9/9..3$:. /.38 .: . 507: /507.3 :39: 20302:.3#00.3 502..30019.5 8 502-.7.3. %3. 0825:.:.7.  #00.3 ...2 -07-.7.3 .7..3.   03.3.3   !03.3 9075:9:8 5:9:8.9.79 502.:89 .3 -:3 -:39079039:  28.3 945 502-.8 9025.: 80259 .7.3 907.   !03:.540802:.:544502-.3.3/.7   0.3 .8 ..9.3 -07.   . 0.7.3 48 :39: 8.  !02-..3  ..3..3 544 544 57.3..2.  8047.: 80-.7 203.3 8:.7.7.7.3.3 8047. 8:..73. 5.907.7.: .9203.9..9.: 2.5.3 808047.9: 544 502-.. :-:3. 503/03..:-..2 -07-. 9: 203:3:..3 /803/03.3 -07-.7.3 -...7.25./. 907/..5..38:.7..: 02.3 502-. -0757 .3 /.9: .3:503. 907.7.3 90780-:9 8047...503/03.3/03.39.3.9.7.8.33...7.3.5.5.8.9.202 08..9 :2.8 803. 05.73./.3 -.3:5.3.3 502-.3 ..7..3 .3  03.38   502-..7.. 907.. 03/.7.7 8:.9 803.: 3.7.7.   202507.3 945 9:   48 803.903.3/03.253 9:  :.7../808:.38 -07. :39:203:3.3 0.9: /.3 502-. / 9025..7.3 503/03.7.3 :38:7 503. 8:.05. 03/.:89 ..33.3.3%45 !03..3.79 .7  /.3 503/03.9.3 8:. 203:9.389:.

7.7.3..: 8.5.7..7.3 357. .8 .7.30..3..5..   $0.7.909 .3 -079.5.202-07802.9.3./.: 70.5 5..3.8 .7  #0../.8 .//05.3/3..30-07. 503/03.7.8.3 8.8  &39: 9: /507:.3 503/03.37085438 ./ .  %::.3/3 / :.07.:: $0-.5. .&2:243/.3  503/.3 :39: 20. 20203.9::7.38:.3 /.3/8.9..3./..3 0.3502-..8 50784..3203/4743.3 502-.3 .3.7:2039.3 033.: 8. 47.   %::.7: 0. /.9.. .  /./.3:2:280. 503/03.9 .: .9: :.. 502-. 5/.-.3 .7.3..5.: 70.3202-..9 .-07:9   203/4743.9.9..3 .8 9: 207:5..7.25.9 :7.7.3 203. .9 907. /.9-079.9.7  0 .:203892:.3 /.3    ./.3 -07-.3 9: ./. 9::.3 /.7./03.9409:.   .8    20.-07:8.3.3 502-.3 .3 /.7.27.5.7:83.2 :7.7..5.3   203-:7   %::.3203:3..9 202507:.3 .9../.3-07-.5.7.3 0.8.7 8.5 .3 .3 $047.503/03.. .7.7.3 02485.30.3 -:9  1.3/.7  #0..8047.9..4394 43709 .3/.8.9459070-/.3 /..3 05.7.3.3.-.7.3.503/03.7  .: .3    20307. 507808:.7.3 502-.9 . ..9.39:3 /.3 .3 508.9.5.2..9..39. 502-.3 5.89 2025:3.3 .909 202 802./.7.:.3503:.9/.3  %::. 2032-:..8.3.3.3502-.9.. -07:8.7 0..05.:2:29::.3 8:.3.703.5.3    20331472.80-.::593/.9: ..7.7./.3 5...3  33 203/.7 5..3 .7.3  503/. 9:  80-0:2 20..7 3007 -079::..9.202-0.3 50393 /./.9..:203892:.: 202-.25.3 20./:505.39.5.3 945.35.3.3.9.7:8203:. 5.2 203.8  #085438 .3 8:..

7 93/.32.8  :2.9.: 507902:.3... 9079039: 5:3 .3 /80-:9 20307. 3 507: /507.9.3.3 3:3.3 :9.8:/ 20302-7.   %::.7.9:  9025.9. 807:..7  5488 502-.8.3/03.3 . 503/03.7.9: 7084:8  203.  !44 502-.3 9: .3 .35.3 507809::.8.8  8047.3...3.3 8:.9:708058 :.390./.8.: 20303.3 502-..7.3 20/.7.: 507-:.9: :7.7    .3 /.3 07-.3/.7.9079--07.7.. 8047..3 50.../. .3 .3/.3.  .75.9.7  %025.3 /..3 -07.7. 502-.8. /.-. .  :247 207:5.9 203039:.  /.9. .7.7.89039.....:.3  .. 503/03..2.7../...3 .3 8:.9.3 ./..7.5./.8.9:...:07-:.: .3 203-:7  . :/...: 200- .25.503/03.:70854380.3.:.5.3 202.7.7. 502-....3 20331472.3 /5 03/.8.25.  8.3 /.-.3/03.8 848..3 8470 /.3 /. 0.:3  5089.93/.. 03: 5.3502-.7 /.9: .3 202503.5./..7: 0-07./. 0-078..503/03.9  8:..9.7.5./9039:.7.8.350307.8..  -07:5..3.9.28:.3.73.2 .3 0- -07. 33202-0731472.3 5.3 02-7.3 203/.9: :7.3 8:..7/...8.3 .02-7.3.  !02-.7   /  $.3.907.75.7.3 7. 92-:3.3  503:25:..  503.8.3.5.3 ..3..9.:39.7 .3808:../.5.../...: 09/.39.5.2 ..3..9 .7../.3.38050799: #0.25.7.2.3  8047..3 0-07...3 :7: 203.0248   %::.3..7.-.3 8:.9.3..3-..3/. 803.7 8.3 /80/. $..8 /. /.7.88:.3503/03.7.947 4.9: :7.9 507.7.3548203. -072.3.: 907-.2.3 .7..8.7.:5 ..8.32.9503/03.3 -07-.9.3.3 /..3 2.9.3 1.3.73. 502-.2 0.9 2032-:.3 /4907 203..3/.7.8. /808:.809::. 503/03. .5.7 9039: .23.3/3.. 5.3 5./.3 502-.3 .9.9.38:3 5.9.3  !02-. 07-...3 / 0.33.3. 8:.9:..9 -07-.8 /-.. 203.2:7.9203079 /. 20303/.380-.. %::. 8.38050793-.9.

.3 ..3/3.3-...7.9.9.3 /. /.7.7 /.3  /.3 50309..72023.7  3907.7.7.3 -....32./ 5.:.9 -07...7..9.3..9.3/.3.3 203/03..: ./503/03.  28.9.502-.5.25:. -07:9   202 43/8 18 /.503/03. .3 3:89 /.3.7.5.3 -07.3 -07.3 /..5.7.3.7.7.3203/03.3.3 0.3. !03/03.3 2039..3-07. 0.7.3203/03..38502-.33. /. ..9..3 .3-07-.35..9:0.7.9 203..8.7.3 /..3. . 28.30-07.9.3..3203/47430.7:8 20309.3 202-..3.7.3 57.:.9-.. 9:  .7.3//03.3     .3   202 02.9.9: 503/03../.3 . .3 507. .3805.5079.2.8.3.7.3 3433:89 .  /..9 507..-. 502-.703.98502-.4 .38:3/:..7.3/.2 -07-..3 :7..3 2:9 .3-07.7.80-..:5078.  0.3 /.3-079..3-.9.9 2025072:/.5.   1  !03/03.380-.703.907..7.9. 202:33.7.547.. 503079.7.2...3/9:39:9:39:203. .38:3 2:9..3   203:8.7.9. 202:33.8 . -07.3 3907. /8:8 /8:804254 7.7 /.7.2 203/03.3 /.7.: .3 503/03.3 -07-.8 .9.3 0  202 503..3 /.3 /.39:80507912 .3.8 0.2 -039: /.3..03/.8 /.9 20.3 -.38:38.9:.9. 803.3502.7.7 $:.3  .9.38:3 80..3 0.5.5.305. :-:3..9507.-./.9 2033.38:3/03.3/.8..3.3 /.  $0/. 93: 502-.3 :..202507.7.5.3-.7. -4..35.3 202:8..2-..0/.7.3 -.5.3..39..7./.38:3 203:3:. .:. .3 -07-.3 0203..7. 507: /:8..7.9 8023.3/.3   2029::.3-07-.   0  3907..7. 502-.39: 00.3 -07-.7.7.9./.39079039: /.  /:.

83 . /... 2. . /7 3 /.3/. //05.25.3 . -07. 89..8.7..3 147:2 :2:2  .     00.947 :9.38.7.7. //..83 2.3 2:.7.25.9 507.2 57. ..2.9 50309. 89.39:5.5.5.3 8:9 /203079 40 .  #.33.9. :3.3 /03.3$:.7. :39: 202:.: 9..703.3 .25.  !03:3. :2:2 2:33 .:.-.7.:/03202.9: 1.7.3     85708.7.3. 9/.2.3 ...3203:3.3.3 80/.7 0./.3147:2 147:20...7 $.2. -3:3 .:/03 503/03../.3502-.3.38..947 .7:8 203. /2 40 502-. 9. /...3 8./03.  . .9:    !07.3 89.7. 8.3 ..7 2..3 /.:/03 9/.7.373.8 40 .  07-. /5:97. 507.8.7 2.9202-.502-.3&2:2 &39: 202:.8... .2. 3 /80-. 507. .  ..8..7  '4:208:.39.39.5.9 -07-.93..3 .389..: .3 8:../05. /7 2./.83. 5708039. 93.- 5079.8.9 /. 8047.3.. -07-.9 //03.3 .3 /.3.:/03 . 8.39/./.5.:9 803.. .3 8:9 -.3.8:/.7:8 /2 408047..3 /0 /.3 502-.7. :39: 203..5...3902..::580/.  1..: /..

3     0.7....8 . /.:/03 203.7.5.:. 203..7.7:8.3 9073/.7 .3:2:29.-. -07-.7:89.7 .25.  07-.07.9 . ..38047.7.9:3:.502-.7. ..3 20... 902.3 502-....3 -.3. .5 /09 502-.3 905.25..9 202-:.3 /.9 0-48.  !03:3.7. &% # 2.  $0-.9-074-.3.3502-..3 9.3 085708 .207:5. 9.39: .3   . 20303.3 9..9 203.9 :39: 203:9 809.3..7 /.7.7. 05.3.5.:/033.. 085708 802.342:3..203:7..9 .2 .7.7 4-....2 $047.3 5...3..7.3.5.3 90254 /:: //.8:/ 503.7.7.3.3. /03.3//05. 502-.3.25.:/03 /... 50:.7 /.3./.35.5 2.7.3 907:3:9 /03./ 0- 802.3 503... 2.32.9 808:. 9039: 8. ..947/. 9.3 . -07-.7.4394  28..

9. -07-.3 2025:3.3/5430 -07/073 907:8  /.:: 803. 20/.8.880.7.5..9 .947 ./.90.5503/03.5.3:2:2:.2:.3:2:2 -.: 8.3.    :3.43 503/03.3 .9 803/.4-.9-07-...7.3 /. 9..703.5. 2032-:.9 .25:.7 /.9:9/. 9: 803/7   .9 .9 203:7.39:8.: 9075:9:8 5:9:8 . 80-:..:/03 803.5.9.8 .3 /.3 0030.3 808:.3 .9 -07-.9:   03:. ...3 902.3 /.9203:8:3897...5. 2. 70805 2. .5.. 8:808//05.2025:3.3 20309.9.7.3 .//05.3 1./.3 502-. .../. .3 93.8.3.7.7.  .. 502-.9:9. .907803/.3.7.7 9070- /.3 28.72070.35.39:8. /03.7.9 02.9 80-:.3:..9 207:.

-.    03:3.7. 502-.9: .3 20/.42:3./ .. .7.907. 2070. 203. /03.: 203:3..: 203.3 9.3 02:/.. 203.3 2:/..3 5.03/07:3 -48.25..39: 09.3.3 /.3 9. /203079 /.3 507.9.3 48. 907.3 /5.7.7....9. 7. ..79/.9/.3 502-.3 2.8.:/03803..2 40 503/03.53.3 2034-74 . 897088.8    .9.3 9/. /9. 2020.907 .3 808:.. -8. 803.3 203..3 /.9.3:.  :/03 .3./8.../ -48.3 58448  80-.3 .

.9 803.9 502-.7 .9 9.9039:.3 5./.7.7 .9.. 203.9: -07-.7.90780-:9803.:7 -0757 .7.3 202:.7 . 203.3 8:.7.7...0.3 :.7.9/. -07-..    07..3203/90.5.38:.3 .5. .9.39.3 0 20/..9: . :39: 203.9 202-:.3 :39: 2033/..: .//05.7.42:3. /.    07 5030..9:-07-./ 9::.9 425. 203.8.3 9/.. 502-.7.:/03   .90708. 90780-:9 /03.079.25. -07:. /. 7:39:9 803. 905.7.3. 9...:..3 80.89.2.7:8 903.880.    $0-.:/03:3..9/.3 -07-.820.3 203.3.3:80. 945 ..203/:5.9 80..3.3 20425.97 /.3 0.99/.9 .3:2:2   .7.3 -07:8.907.3: 4380397.7. .39:8.947503.

...3    /.3 945 /.3 907/7.8 /03. .7 -0742:3.3 -07-. :5.-..3. 2030-. 5:3 .8050794. -0.7 8:.: 7.. 945 502-.5.-.3./ -.9 .93..703..3 /.3 -.5.79:..2.7.:9 7.25.25.3./..3..: 205:9 42:3.9.8.9:-07-.79/..3 -.9.2 0..:/03203.8 9/.: 945 907.34092-:3..9502-./:.8 8. /09.303/.. ...7 0/:5.7.7.8.319:7203/.3 .7.3 28.7 -. 207:8.8 207:5.307-.3-.3 848. 0..7.8.7 /.8.089073./.3 4254303 :9./.9.7.8./807.9 2030-.3:.2.90708.3 -0.. 9.3 0.39025..9.. 5./...  . 8.7.7:8/3/.3 -0742:3.:/03. :39: 203.9 803...  /.8.907 . 203..7..907./.7.3 9/.9 502-..3.25.7. 0.8..9.9 :../..   43805!02-0.8.25.3  7:8..890709.8.42:3.2..//0.     !02-0.: 8:9 -.3.9:   %/. /..-07 803..3 /..7.3  . -0.7..2 503.3 502-.740502-...75.8:.8  !073.203.3 9079.3 90780-:9 203:7.: 50828 8079.942:3.:5.3.3 -0742:3.3./7502-.2..3 -8. !073.3.3: ..8.7.202-:.5.3-.  80-.7:./8.3 2. ..05.3.9.8 8...8 /..90.32032.3. /05. 202-:.3/..-0-07./780..9./. 4380397. 3 /.803.5..9.9.3 -. 502-..3 /03./80-.3-07-.7./. 207:5.3.    43/8 9/. 80..3: 503.33.3-4/4    #03/.8:. .3 -.203.8  %425843    203..8 -.8.7 -0742:3.3 9:8  42:3.9.307-..9.7.9: -.8 28.3 907.25.. 203:. -8..3:7.907 8079.3 9/. 80/. .-. .. .2 %$! /3.3 90780-:9 -0725. 203.3 2..8/..3 ./.80907.3.3 20250.9.

.3..30907.3 0907.9: . 207:5.7...203/03.89:8907/7/.25.3 8.850 0907.25.3 574/:91 .  0907.342:3..3202-..8.3203:8   07-.3 -07-..7.25.25. 207:5..  80/.703.25./.3-07-.3 -07-.7.70907. /.. 8.7.3/.2   ..

.3 507. 2./.2.25.. 8. -/..91 .3 .3 .3 9079:: 5.. /.3 02. /.507::/../. 202 50309.9.2 .5.7.. 2. 907.88..8..2 3907.3 -073048.3 -07-.88.8..   . /9:39:9 :39: /.7 0907.5.  -07:9 ..4-. 3472..7.25:.3 /03.3  803.50309./. -07. /. .5.3/:3.3 42:3..2 2.320339075709. 0907.  -075/.33.9: 3:3.3 7080591 .8./.3.8.5.3:39: 203:3.3 202-.9 507.305.9: -.25. 90780-:9 /. 2032. 9.3 0907.25. -0742:3.3 -079. /..3 20303./. -07:-:3.9.2 ..3.3.3 9074-48.3 ..3 9..8.3 /.  ..3 0907. 502.8  0907.25 -07-. . 207:5. 202-:9:..3-07-.3 848.3 57. 02.3 8.9.-. 02.3 -.3 0907.9..:. -07-.. :39: 5.7. 8. 203. 0907./.25:.3 -07-.7 /.3 -075/.. .8. 80.2 -039: 9:8  :. 01091 .3 /.3 203:3.3 574/:91 /..  42509038 42:3... 24/.390780-:9   02. 9079:: 5.3 -07-.8  09.9. 0.: 0907..2 8:.3 -.8 848. -07/8:8 -072.3  28.8  8079.3 -07-.3 -07-. .25.3 -07-.9/.5..3 203:8 80-.:.9.. 0907.9 /:3.25.7.7. /503.8.  &39: 9:  /.25:.5. -07-.3 848...3 0/:5.  57.25...91 :.73.3 70..5..3 /..8.25./..7 .8..5.9039:8:/. 507: 907:8 /93.25.  207:5.507. 808:.. -07.33.3 0907.25.25.9./.3 -079:9:7 /.5.8...2    -.3507. ..8..25:./.7.7..3.93 0907. 8..3 :39: 0.8.3 80-03.3 .32.-.3 507: 203/.3 2. 3472.320. .3 8..2203.....25.3 0907.93.:0907.703.3 803./.:.3 90780-:9 :39: -07-.3 3 /03..7.9..7..5 40 -7. /.25.3.9.3 .9.5../.8..2 /:3. 207:5.25.94  !..3 42:3.8..7.3 .302.33.8.3   . %. -.703.25:.8... .25.. :897.3 42:3.  $8.3   02.7.9 203:3.-. 502-0.25:.91 .91  03:7:9 &9.3 -07-.3  $8.8.7: 40 02.8.3 1:38  89:.3.3 203:39:93.5..3 5.9.8.-039: -039:-.94 . 203/03. /03.3 -07-.2 -079:9:7 .3 /./.9 ..9  /.9: 0907.25: 20307. 503:3.. 88.  !03079.3.8.3.9 20.2 4/0 4/0 -..2 -039: 8.3 ..3 80-.7.7.33.3 /..7. /..8  .3/.3.8 -07503/. /03.25.7 /.25:.3 /.3-039: -039:3:89 !.7.7.91/. :. 502-0. :7: -.3 70.8.7.

3 50702-.7:..58047.203.91  .3 502-0.25: 202-07.9.3 80:2.3  907:9.  8079.3 0907.2.9.3 :8.9. .3.7. 502-0.5.  /.47..7..380/.3.30303./. 9039: 907.7.  :7: /..7.:900543  .3 8:2-07 /. 03.9 0.8  20302.3 502-0.  :8:83.8./.3  20343897: .3 -07-.3 .38:3 /03.3 808:.3 07:9/8..39.. /.20. :7: 207:2:8.3 9::.8-.3 .47..7.9.7.809/.7.! !02-0.35../.20207:. /.5.947  / .:. -.7.5. .3-07-..   .. -8.8.3     .331472.8.7.3./.3.3. .:. 897:9:7 /.35... :.9 20203: 9:39:9...391 70...7..3  003.3-07-.9.7.2 .9.3.502-.  0-07.2 1.7. 502-0.3 -.1.38. 203:3.3 808:.320.5..33. -07..52:./..947 90780-:9 20207:./:.90789. 47.../.3 :7: 803.3.302.9.9 0...7.3 .25.3.3-073907.38:3..3 3/./0..3  202 2094/0 /. 502-0.7.7.3 0-:9:..98.85039305. 28.. /.3 -.38:3/:.320.3502-.25.3 502-0.. 50302-.39.9907.7:8.2 50..3.3.25.3 0907.7.3-07-.5.2..3 -..9: 203:9 .7./.8.3...7.3 -07-...9-07.7:8907.3 20/.3-07-.3 -07-..38:39. /03.3502-0.9. -  !03:./..7././.3  20347.790054380:07 9..7. 88.8 ..3 903 ...8.90789!02-0..  .8 0.3-072.7..3.7.3 88..7.8..7. .9-07.348..947 /.9.8.3 5.-07902:.307-.390344 0.3-.7:8..:./.331472.91 1091 /.902.3. 0.: 33203.7.8.3.9.9:502-.7.:8047.9 /03.3 20214:8.3-07-.3 -.3.3 2.2.320..7././.3-07-.5./. 9/.8. 1..

3 0  02507.3.343908       .9..333/8.389:.9.8/.8.:80-..945.25.3./9..31472.3.3 /  /..3/-.7.

..3.....  0.3 /....9.3.2.25.7. -07.3 -07-.  203.3 .7.  7907..079.7.3 503.!02. !02.3 /02-.3.3 -07-./.3 502-0..7.7.39:3 5. 038 0907.3 -..7. 205:9 203. 203.3.307-.7.5...  20250703. .3  -07.2 /7 88.3  -::.- 5079.079.3!02-0.3 -07-.3 502-0.3 /7  -079...

 //03.079.7. .3.3 5073..

.5.9 /...  -07503/.2 /8:8 04254  202-07 509:3:  -072.7.8.  -073048..3  20..3 507./-.3.

 8:2-07 ..3 808:.7..3 33 /.  .7.:509:3:.9.3 502-0.7: /.9 /. 0. -0797.9: .7..9..  -07./.3...8 -.3..3 502-0.3 502-0. .3 /:3.5. 0. 8:2-07  .3 -07:5.73.7.3 .3 31472.7 202: 203.9.80. /03.509:3: 503:3...7.8  20342039.79 9::. -07.: 8:2-07 .7..3 .9./.3 -07:5.3808:.3509:3:. 3.5.9.8 .7.5.3808:.320379   ...38.9 20250740 31472. 88.9: 502-:.. 202-07509:3: -. .. /.33.9039:9039.7 3.

3 2:/.0.3 -07-.3 .3 /02.2.7..7.380/07..5.3 502-0.25.25:-07-./03.8    .5.3/03..3 :.3-07.203.:/-..3 8:. 0 .98 /03.8 80.7 .7 .8803.7.8.88. 20302:.8  /.39/.3 /..9.3 -..8 0  /../.  /.3 .7.3 /./  7907.3 . 88.3.8025.9:.3 /47.3-07-...3 /0.7.3 -  -07.3 -.3 42508    0. 2.3.3.35:-    -.3 203.7.: 2..2./03.7  /.9 0 .9.907 ./03.5..9.3.  808:.2 .9.8 1  9450.9..3 / :.9/3/30.30-:.203/./84749.8 803...3. 803.7. /..7.  ..9.80.907.3 /  202-07.30380907.920302-. 502.3-0..3 3943..25.3503.7 0.30.7.3 48.3-07-../03.3  5743438..3 203:9 57385 57385 502-0.:.4394 0905. 903.5.: 2. 0907..3 . 9/..7.3.7./.38.9.0.7:8 /. 88902.7.9 20302-.8 502-0..: /.8 ...3/.. .9.7:8.7  .7.39/.3 808:.9.

 .3502-0.7....  -:. 2434943  /.3 0.8. !02-0. 88..7.3 .7/0. /.307-..7. /.4.4.380.3 /03. 90780-:9  502-0.7..8 5.9 20302-..95.91     094/0!02-0...3 88.25.3 -07-... /.3 .3 24/0 502-0.8. / 0.2:3  :39: 20302-..3-....3 23..5..3-075/.3-. 2..850 503:3..9 /.2. .3./..3 .3 ./.8...88.079.3.8.3 2030.7. 09.3798/.3 -07-.3.:.7 -07-.3  /8:8  . .7. .  .3 203:3.3 -07-./.3 2094/0 /../.9: /.9.7.4394 .7:8-.8 8020893.33.3 9/.3-0.25:.3 9.3 57..  ..324/0502-0.3 /./.32094/0/.3 /8:./.2 20302-.370.3-07-.7.388.9 203:2-:.39079.302.  :7: .:57.3 -07-.3 0.5 88.7.8.33.7 -03.3 2094/0 502-0.3 -03.25:.  203:3.7. 809....8.7. 88..5.3808:.7.  07:9 . /0243897.: 5.3 903 .07..3 /5 808:.3 5.:.3 808:...3 2094/0 /.302.20.5.3./03. 0- 907249. :7::2 .25: 20302:..9.7.7.7 /./..    202 8:2-07 /..25:...3 -07-..7.7.5.9:7.7..  2.8.3 /.7.7/03. /507:.3 502.7.7.   &39: 203039:.9.94   094/0 503.. -0.9.803. .0.3 :39: 202-:.7.3/.7/.2..3.3 20/..-07.7.8 .       .4 /. ./.703.9  -07.3 0907.3.8. 502-0.8  /.7:8 203. . .7203.  07/..7.9.4.5. .3 57. :7::2 $9..3 -.3 50304.3 203/4743 88.7. -07/8:8 -079.9 88...7:8 -0747039.9-07-. :7: /.9 203:2-:.: -075:8. 5.9.8 :39: 907:8 -07.7.7.3 .3.9  /..9..9 202./09.8 503:..3 2094/0 2.. .3.: 02.91 . .3 42509038-07-.3 503/. 42509038 /. 2094/0 .9 -07-.38484/7. 9.9.  20.3 02.7:8 /.3 5. 502-0.7.3.2.3 -07-.7.3.7 8  $02:.  5.  0...3.:.5.

39.3 88..508.:9025.5..3  :25.3 202-07. /.2 -07-.7.7.3 88.39:..3 503.7 80.3 202-07.7 -..2.9 .3 .8 /:3.:.2:3 /02..3 .3 249.39: 502-0.3 509:3:  02.2  5072..8/..  !03:3.9:..:.7. 2:/.380..20/./.8 05.  039: -039:892::8-8.3.9 .3.80-:..038503.32025:3.3 202-07.8.2 202-07.3 .5. .  /. 07.:20/.2..7 -0707.00    0/.3 42509038 -07-. :39:20..7  /./03..3 .  28.7.3-.7. . /.9.. 80-:....357.3-. 2033.37.7.3502-0...3:3 .3 -07-.7. .3 88.3 :39: 0.7.39../507:3..9.2502-0..3 /.7     !03..3 ..3...9.7. 203.8.7-.5 .7.7.588. 502-0.3 20/.5   .3 . $0.2503..7:8 207. 0/853. / 0.9::.9: 503.302-.25.. .7:8 2033. ..3:8..9:.3.1091 ..3.3  8:.38.7  42:3.307-.... /.3 574808 /..2 503./.38.3 0  9. 88.7  503.8. 203/4743 88.3-03.3. 502-0..7 20250.28.  . 574808 42:3.91.3 -.7.3 202-..7: 0/.3 /9:39:9 :7::2.3 9/.3.3 574808 /. -039: 892::8 3 ...2-.2203:9 0...39.3 .:.: 42509038 88..3574808/:3..3/.3/.38./:.5.8 . 502-0..3 508.:.3-0.3203.850 .38.5.3:3:07.3.8  !03..3 502-0.3 -.7.7.. 203.8 -0..: 3907.380-.3  !02-0. / .-039:9:/. 70..3 !03.: 9/.3 :./:.-  .25. 0.302. ../.91.3 4. 203/..3-07.8. :-:3.3508.7...25.....3.7.7.7./.9...9..1:38203... .9..7. /50.9.7.9-07-.  .7. 80-:.503...3502-0.8.3 9:  20/.3/.3 80.9.3 249.9.3/:3.8 2.9..3!02-0..3 907/7/. :./.7. .9 .502-0.  .3-07/.3 8:/.8.38:3:39:203.9..3.7.7.7:820203:-0-07.39.23.3-07-..3 -071:38 :39: 203.-.7503.3 7:-7 503.7 88.7. 0/.3.9  0/..8 9/..!02-0. 2025:3./.3-07.307-.:.3 /70.. .9 0/.:2025708039...  0/.502-0.3 :39: 20309. 09...7. 9:8.3 .35..

850 .3503/.5.7.25..9: .07503  /.  .3 203.3 /3..9.  0..3..3 ..502-.5. -0-07. .

35.5.33943.8.9.9 9:9:7.3 42509038 -07-. /8  0 897:9:7.00.3 /. /.3 /03.5.9.9.9. /03. . 9089:.4.9.3 :3: 07.2.3 ..:.3 .  !03.2. ..3 /8079.8. 0905.3.9.7.3 203:3.3  1 439..3.7   0905.9.3 503/03.8 / 0905.3.

3.8.3  503.25:.3 -07-.9.3 203..3.3-07-.2-.9... 202:33.5.3 / /.850 58424947 . :39: 203..7..805079503:..2 945 .5 ..   07.1.8. 803...3../ -.  8079.. 8.5071472. .9 1:3843..7..:-.7:8.:..3 -07-..3-.3.3...3  .:8 5.3 57.8. :7.2.2 203:3.8. 202-.079.2..9 -07-.3 - 07.7.3 .8..8.. 203../  -039: 503.8. 909.3.7:8 /3..3 202.3-.3 9:  :.320302:.3 3 -0781.5.8.3 /50.3 2.3 :..7. 88.  03.348...3 -039: -039: 503.33.8.3  -.. :7.7.35079. .3 089:70 .3. 202.7..8.3 / .3 507..3 -07-..39474      07:9..079.39474     !03.3 /-..3.  $0. 80..7..439424/0503.30.3.3 88.3 2.  .3 :9. 203:.7    .3507.079.25: 203:3.94   8:8   072.     .3-.7.3  /..850 4391  085:3 . :39: 9/.....9.3 /03.9./. .5.9. 02..3 502-...7:8 14..8.73.3-07/.3 .7:83. .380/.3.3 /03.3 ..23.25:.8.3 502-0.2-.   !02-.  20.3 :7.3  57.7.8  50.3.3 :.3 02. 897:9:7 /.3 -07:5.7.7.. ..3 2::9  085708 2.3:7.8. .0 . 503:..7...3 503:3. 07.2 -.33..3 -07.8.. !02-07.   075/...320.7 ./. 203:3.  /.8. .7:8 /...7. 503..25:.3 02./.3 /. . 507: /::7 .3 -07-.3 88.

/. 88.3 .:7./03..3  /.8  .37:-7.9::7.3 5.3/03..3 50302-.. 42509038 9.3 93 2033.7:8/3. 907::7 /03.2 93.25:.9.703.3 703/.3.3 02.9803. 3.3 .3  203.7 .3 -0757      /.9.2  20307.:8:9.2../14.3 .5..3 203:.3.9.3503047.3 -/      003.88  203839088.7:8203.703. .3.3 02. .850 4391 442 .3 /03.9                            ..:.3905.3.3 203:3. 9/.25:./. 5.5.3 .3.3 2030.3 -07.9  202.9.93.5 88.8.3-0757909.-07.3 /7:.

%#!&$%  995.

.

15 :33:8 47.5-83/4308.

 995.

.

/438..42 995.2487 108 47/57088 .

.

42 995.342434 -48549 .

.

. /.18 :39424 .

5 .439039.

:54./8 995.

.

394 47/57088 .1:8.42.

.           .8.3 -07-.25.0907.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful