P. 1
MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN

MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN

|Views: 68|Likes:
Published by Ayida Maku

More info:

Published by: Ayida Maku on Oct 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makala mata kuliah Pengantar Pendidikan yang berjudul “ Peranan Pendidikan dalam Keluarga” Kami juga minta maaf sebelumnya apabila dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi pembatasan materi maupun dari segi penyusunan katanya, untuk itu saya mengharapkan saran dan kritiknya yang bersifat membangun akademik untuk kesuksesan di masa mendatang. Akhirnya kami selaku pembuat makalah mengucapkan terimakasih atas terbacanya makalah ini.

DAFTAR ISI

JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................................1.1 B. Rumusan Masalah .....................................................................1.2 C. Tujuan Penulisan .....................................................................1.3 BAB II : PEMBAHASAN A. B. C. D. E. F. G. Pengertian pendidikan ...................................................................... Pengertian Keluaraga ...................................................................... Bentuk – Bentuk Keluarga................................................................. Pendidikan keluarga........................................................................... Peranan orang tua dalam mendidik anak.......................................... Pembentukan keluarga....................................................................... Peranan keluarga dalam pendidikan Emosional Anak...................... ................................................................................i ................................................................................ii

BAB III : PENUTUP 1. Kesimpulan 2. Saran DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... ...............................................................................

Pendidikan diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental. Untuk mempersiapkan generasi yang baik tersebut tidaklah mudah.1 Latar Belakang Meskipun barangkali sebagian diantara kita mengetahui tentang apa itu pendidikan. tulisan ini akan membicarakan tentang pembentukan keluarga yang ideal sehingga dapat memberikan . Dalam perkembangannya. Oleh karena itu. Apabila pendidikan mereka terabaikan dan pembentukan pribadi mereka dilakukan secara tidak proporsional. maka kelak anak akan tumbuh dewasa sebagai manusia yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. tetapi ketika pendidikan tersebut diartikan dalam suatu batasan tertentu maka terdapatlah bermacam-macam pengertian yang diberikan. Kekokohan pondasi mental dan kejiwaan pada fase awal akan menjadi filter dalam menghadapi berbagai persoalan hidupnya di kemudian hari. Pendidikan fase pertama ini menentukan sikap dan mental anak dalam berinteraksi dengan alam lingkungannya. Keluarga sebagai lembaga terkecil di dalam masyarakat diharapkan mampu menyiapkan mental anak dalam menghadapi hidupnya pada masa mendatang. maka mereka akan menjadi bencana bagi orangtua dan gangguan bagi masyarakat dan umat manusia secara keseluruhan.BAB I PENDAHULUAN 1. istilah pendidikan atau paedagogie berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Orangtua sebagai pendidik di lingkup keluarga harus memiliki pengetahuan tentang perkembangan emosional anak dan juga harus mengetahui kewajibannya dalam mendidik anak. Apabila didikan anak dalam keluarga baik dan terarah. Keluarga yang mampu mempersiapkan generasi yang baik adalah keluarga yang mampu memberikan pendidikan sikap sehingga emosionalnya terarah dan proporsional.

3 Tujuan Penulisan 1. Bagaimana peranan masyarakat dalam pendidikan? 3. Bagaimana peranan keluarga dalam pendidikan? 2. perkembangan emosional anak.2 Rumusan Masalah 1. 1.pengaruh terhadap anak. Untuk mengetahui peranan keluarga dalam pendidikan 2. Untuk mengetahui peranan masyarakat dalam pendidikan 3. dan peranan keluarga dalam pendidikan emosional anak. Bagaimana hubungan keluarga dan masyarakat dalam pendidikan? 1. Untuk mengetahui hubungan keluarga dan masyarakat dalam pendidikan .

Pengertian Pendidikan Kata pendidikan menurut etimologi berasal darikata dasar didik. kata-kata tersebut mempunyai kesamaan pengertian. Istilah pendidikan dalam konteks Islam telahbanyak dikenal dengan menggunakan term yang beragam. Pemakaian ketiga istilah tersebut. memelihara. memberi makan. walaupun dalam hal-haltertentu.menanggung.Razi mengatakanal-asru maknanya mengikat dengan tali. Sementara satu . Sedangkan bila berbentuk kata benda akan menjadi pendidikanyang memiliki arti proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorangatau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upayapengajaran dan latihan. membuat. kemudian meluas menjadi segalasesuatu . apalagi pengakajiannya dirujukberdasarkan sumber pokok ajaran Islam (al-Qur‟an dan al-Sunnah).menjadi mendidik makaakan membentuk kata kerja yang berarti memelihara dan memberi latihan(ajaran). sepertiat-Tarbiyah.BAB II PEMBAHASAN A.Apabila diberi awalan me. Pengertian Keluarga keluarga dalam bahasa Arab adalahal-Usrohyang berasal dari kata al-asruyang secara etimologis mampunyai arti ikatan kata keluarga dapat diambil kefahaman sebagaiunit sosial terkecil dalam masyarakat. B.membesarkan dan menjinakkan.Selain akan memberikan pemahaman yang luas tentang pengertianpendidikan Islam secara substansial. Hanya saja dalam konteks al-Isra maknaatTarbiyah sedikit lebih luas mencakup aspek jasmani dan rohani. atau suatu organisasibio-psiko-sosio-spiritual dimana anggota keluarga terkait dalam suatuikatan khusus untuk hidup bersama dalam ikatan perkawinan dan bukanikatan yang sifatnya statis dan membelenggu dengan saling menjagakeharmonisan hubungan satu dengan yang lain atau hubungansilaturrahim.sedangkan dalam surat asySyura hanya menyangkut aspek jasmani saja. pengkajian melalui al-Qur‟andan al-Sunnahpun akan memberi makna filosofis tentang bagaimanasebenarnya hakikat dari pendidikan Islam tersebut? Dalam al-Qur‟an Allah memberikan sedikitgambaran bahwa at-Tarbiyah mempunyai arti mengasuh. Al. mengembangkan. at-Ta‟lim dan at-Ta‟dib. Setiap term tersebutmempunyai makna dan pemahaman yang berbeda.

zaman Tokugawa di Jepang. 3. Adapun bentuk-bentuk keluarga sebagaimanadijelaskan William J.hendaklah dilakukan dengan perkawinan. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian pendidikan keluarga adalah prosestransformasi prilaku dan sikap di dalam kelompok atau unit sosialterkecil dalam masyarakat. asal-usul keluargaterbentuk dari perkawinan (laki-laki dan perempuan dan kelahiranmanusia seperti yang ditegaskan Allah dalm surat an-Nisa ayat satuyang berbunyi: ‫وخ لق م ىها سوجهاوب ث م ىها رجاال ك ث يزا وو ساء‬ Artinya: Dan Ia ciptakan dari padaNyapasanganny dan Ia tebarkan dari keduanya lakilaki dan perempuan yangbanyak (an-Nisa: 1) Asal-usul ini erat kaitannya dengan aturanIslam bahwa dalam upaya pengembang-biakan keturunan manusia.yang diikat baik dengan tali atau yang lain. Keluarga pangkal (sistem family) yaitu jenis keluaarga yang menggunakan sistem pewarisan kekayaan pada satu anak yang paling tua. seperti banyak terdapat di Eropa pada zaman Feodal. Bentuk-Bentuk Keluarga Dalam norma ajaran sosial. nenek yang sama termasuk dari keturunan masingmasing istri dan suami. begitu pula terhadap saudara laki-laki yang lainnya. Goode dapat diklasifikasikan ke dalam beberapabentuk: 1. pembentukankeluarga di luar peraturan perkawinan dianggap sebagai perbuatandosa. Sebab keluarga merupakan lingkungan budaya yang pertama dan utama dalam menanamkan norma dan mengembangkanberbagai kebiasaan dan prilaku yang penting bagi kehidupan pribadi. ibu dan anak yang belum memisahkan diri membentuk keluarga tersendiri. mereka antara lain saudara laki-laki pada setiap . seorang anak yang paling tua bertanggungjawab terhadap adik-adiknya yang perempuan sampai ia menikah. Oleh sebab itu. 2. Keluarga gabungan (joint family) yaitu keluarga yang terdiri dari orang-orang yang berhak atas hasil milik keluarga. C. Keluarga nuklir (nuclear family) sekelompok keluarga yang terdiri dari ayah. para imigran Amerika Serikat.keluarga dan masyarakat. Keluarga luas (extentended family) yaitu keluarga yang terdiri dari semua orang yang berketurunan dari kakek. 4.

D. Kedua. Jika fungsi keagamaan dapat dijalankan. maka keluargatersebut akan memiliki kedewasaan dengan pengakuan pada suatu sistemdan ketentuan norma beragama yang direalisasikan di lingkungan dalamkehidupan sehari-hari. sosialisasi danprotektif. Keluarga menjadi prioritas utama dalam setiap situasi dan kondisi Seiring kriteria keluarga yang diungkapkan diatas. tetapi dalamwaktu yang sama mereka memiliki beberapa bagian dari perilakukekeluargaan mereka yang mandiri. Ketiga. fungsi religius dianggap fungsi palingpenting karena sangat erat kaitannya dengan edukatif.generasi. anak laki-laki sejak lahirnya mempunyai hak atas kekayaan keluarganya. ibu dan anak 5. sebab menurut adat Hindu.sruktur komplementer atau dengan kata lain dikenal dengan keluargatradisional. Dalam buku TheNational Studi on Family Strength.Jalaluddin Rahmat mengungkapkan dalam bukunya yang berjudul KeluargaMuslim dalam Masyarakat Modernbahwa biasanya sepasang suami istri memiliki tiga struktur. . Pendidikan Keluarga Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalammasyarakat merupakan lingkungan budaya pertama dan utama dalam rangkamenanamkan norma dan mengembangkan berbagai kebiasaan dan perilakuyang dianggap penting bagi kehidupan pribadi.Nick dan De Frain mengemukakan beberapa hal tentang pegangan menujuhubungan keluarga yang sehat dan bahagia. protektif. yaitu: 1. edukatif. Sementara itu dalam hubungan keluarga. keluarga danmasyarakat. Interaksi segitiga antara ayah. Terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga 2. religius. Pertama.sosialisasi dan ekonomis. Tersedianya waktu untuk bersama keluarga 3. struktur simetris atau yang sering disebut dengankeluarga modern. Dari beberapa fungsi tersebut. sujana memberikan beberapa fungsi pada pendidikan keluarga yangterdiri dari fungsi biologis. Saling menghargai dalam interaksi ayah. struktur pararel yang merupakan hubunganantara struktur simetris dan struktur komplementer yang kedu belahpihak tersebut saling melengkapi dan saling bergantung. ibu dan anak 4. dan sebagai tekanannya pada saudara laki-laki.

yaitu: 1. Kedua. Pembinaan Akidah dan Akhlak Mengingat keluarga dalam hal ini lebih dominanadalah seorang anak dengan dasardasar keimanan.‫إال وأو تمم س لمىن‬ Artinya: Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapankepada anak-anaknya.‫ي ا أي هاال ذي ه أم ىىا ق ىا او ف س كم وأهل ي كم و ارا‬ Artinya: jagalah diri kalian dan keluargakalian dari panasnya api neraka Muhammad Nur Hafidz merumuskan empat pola dasardalam bukunya. Pertama. Sebab kita tahu bahwa proses pemahamandiawali dengan hafalan terlebih dahulu (al-Fahmu Ba‟d al-Hifdzi). maka alGhazali memberikanbeberapa metode dalam rangka menanamkan aqidah dan keimanan dengancara memberikan hafalan. demikian juga Ya‟kub. pendidikan dan pembinaan akhlak anak.Perilaku sopan santun orang tua dalam pergaulan dan hubungan antaraibu. akan tumbuh dalamdirinya sebuah keyakinan dan pada akhirnya membenarkan apa yang diayakini. ke-Islaman. Secara garis besar pendidikan dalam keluargadapat dikelompokkan menjadi tiga.Ketika mau menghafalkan dan kemudian memahaminya. Akhlak adalah implementasi dari iman dalamsegala bentuk perilaku. Inilah proses yang dialami anak pada umumnya.Penanaman akidah sejak dini telah dijelaskandalam al-Qur‟an surat al-Baqarah ayat 132 yang berbunyi: ‫ف ال ت مىت ه وو صى بها إب زاه يم ب ب ى يه وي ع قىب‘ ي ا ب ىي إو اهلل إ صط فى ل كم ال دي ه‬ . mengajarkan al-Qur‟an dan keempat menanamkan nilai-nilaipengorbanan dan perjuangan. bapak dan . menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya.Keluarga dilaksanakan dengan contoh dan teladan dari orang tua. senantiasa membacakan kalimat Tauhid padaanaknya.Ketiga. sejakmulai mengerti dan dapat memahami sesuatu. sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu. makajanganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam. Bukankah merekaatau anak-anak kita adalah tanggungjawab kita sebagaimana yang telahAllah peringatkan dalam al-Qur‟an yang berbunyi: . Ibrahim berkata: haianak-anakku.

Dalam hal yang baik ini adanyaKewajiban orang tua untuk menanamkan pentingnya memberi supportkepribadian yang baik bagi anak didik yang relative masih muda danbelum mengenal pentingnya arti kehidupan berbuat baik. 3. 2. Nabi Muhammad juga mewajibkan kepadapengikutnya untuk selalu mencari ilmu sampai kapanpun sebagaimanasabda beliau yang berbunyi: ‫ط ل بال ع لم ف زي ضة ع لى ك ل م س لم وم س لمة‬ Artinya: mencari ilmu adalah kewajiban bagi muslim dan muslimat. Karena manusia yang berkualitasakan mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah sebagaimanafirman-Nya dalam surat al-Mujadalah yang berbunyi: ‫ي زف عاهلل ال ذي ه آم ىىا م ى كم وال ذي ه أوت ىاال ع لمدرجات‬ Artinya: Allah akan mengangkat derajatorang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu diantarakalian. Pembinaan Kepribadian dan Sosial Pembentukan kepribadian terjadi melalui prosesyang panjang. Mengingathal ini sangat berkaitan dengan pengetahuan yang bersifat menjagaemosional diri dan jiwa seseorang. Dalam hal ini Benjamin Spock menyatakanbahwa setiap individu akan selalu mencari figur yang dapat dijadikanteladan ataupunidola bagi mereka. baikintelektual. . spiritual maupun sosial. Pembinaan Intelektual Pembinaan intelektual dalam keluarga memgangperanan penting dalam upaya meningkatkan kualitas manusia. hal ini cocokdilakukan pada anak sejak dini agar terbiasa berprilaku sopan santundalam bersosial dengan sesamanya. orang tua bisadengan mengajarkan agar dapat berbakti kepada orang tua agar kelak sianak dapat menghormati orang yang lebih tua darinya.masyarakat. Untuk memulainya. Proses pembentukan kepribadian ini akan menjadi lebihbaik apabila dilakukan mulai pembentukan produksi serta reproduksinalar tabiat jiwa dan pengaruh yang melatarbelakanginya.

Meskipun peran ayah juga amat penting. Menurut M. Oleh karena hubungan ayah dan anak terbatas waktunya. Rahmah adalah kasih sayang yang menjadi sumber munculnya sifat lemah lembut. Dalam kaca mata Islam. Ukuran baik dan buruknya seseorang sangatlah bervariatif. Kata-kata mawaddah dan rahmah yang terdapat dalam surat al-Rum ayat 214 merupakan unsur terpenting yang harus ada dalam keluarga. Pembentukan Keluarga Keluarga ideal mampu mendidik anak sehingga anak menjadi generasi yang bisa berperan aktif secara positif di dalam masyarakat. Upaya mencari jodoh atau pasangan hidup yang baik bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. mawaddah wa rahmah. salah satunya adalah dengan upaya mencari calon istri maupun suami yang baik. Kalau anak sudah mendekati dewasa peran ayah sebagai penasehat juga penting karena dapat memberikan aspek berbeda dari yang diberikan ibu. tentunya dalam memilih pasangan hidup lebih cenderung sisi . Hal itu tidak akan terwujud jika tidak dipersiapkan dengan baik. Karena ayah biasanya pergi bekerja dan kurang ada di rumah. keluarga yang di dalamnya diwarnai mawaddah wa rahmah dapat melahirkan generasi yang baik. Alfatih Suryadilaga. Jika penghasilan keluarga tergantung pada penghasilan ayah yang kurang memadai untuk kehidupan keluaraga dapat menimbukan persoalan pendidikan yang tidak sedikit F. terrutama sebagai tauladan dan pemberi pedoman. kesopanan akhlak. maka ayah harus mengusahakan agar pada hari libur memberikan waktu lebih banyak untuk bersama dengan anak. dan kehormatan prilaku. untuk mencapai sebuah keluarga yang sakinah. Di dalam masyarakat yang materialistis. keluarga ideal adalah keluarga yang di dalamnya diisi dengan mawaddah dan rahmah sehingga seluruh anggota keluarga akan merasakan ketentraman dan kasih sayang di antara mereka. Upaya tersebut memang bukan suatu yang kunci. namun dapat menentukan baik tidaknya bangunan sebuah keluarga di kemudian hari. maka hubungan ibu dan anak lebih menonjol. terutama di hari kerja. dengan peran ibu lebih banayak. Oleh karena itu. Peran orang tua dalam mendidik anak Pendidikan dalam keluaraga adalah tanggun jawab orang tua.E. Mawaddah atau cinta merupakan perasaan saling mencintai yang menjadikan hubungan kekeluargaan berdiri atas dasar keridhaan dan kebahagiaan.

Adapun jika ia bukan orang bertakwa dan bermoral. dan keluarga sehingga atmosfir tenteram dan saling mengasihi tercipta di dalamnya. Nabi SAW tidak membolehkan memilih calon pasangan hidup hanya berdasarkan pada penilaian fisik saja. namun demikian di dalam pembahasan ini. Permasalahan yang berkaitan dengan agama lebih sering terabaikan. Sebaliknya. maka hal itu akan menimbulkan dampak yang negatif bagi emosi anak. di dalam masyarakat ada satu penilaian yang lebih dominan dapat diterima yakni ukuran sikap ataupun moral. ia tidak mendzaliminya. Proses awal pembentukan keluarga.ekonomi yang menjadi tolok ukurnya. Secara global. maka kuncup kejahatan akan tumbuh sejak hari-hari pertama sebab tingkah laku yang tidak baik telah menjadi wataknya. dapat disimpulkan bahwa Islam sangat memperhatikan proses pembentukan keluarga yang baik sehingga mawaddah wa rahmah dapat tercapai. yakni dengan cara memilih calon pasangan hidup yang baik berdasarkan agama dan ketakwaan akan memberi dampak pada anak terutama pada aspek mental (emosi). Akan tetapi. Menurut Husain Mazhahiri. arti bencana di sini bahwa istrinya dengan kecantikan yang merupakan kekayaan satu-satunya akan merendahkannya dan membangkitkan masalahmasalah dalam rumah tangga. Nabi Muhammad SAW menyatakan secara tegas persyaratan dalam memilih calon istri maupun suami. Nabi Muhammad SAW memberikan kriteria di dalam memilih calon suami maupun istri. sebab wanita yang beragama mampu menjaga kehormatan dirinya. Islam menganjurkan umatnya untuk lebih mengutamakan aspek ketakwaan. Dengan demikian. suami. Dengan demikian. Apabila seorang suami yang bertakwa jika mencintai istrinya. secara umum pandangan tentang memilih calon pendamping hidup yang baik sangat ditentukan oleh kapasitas dan cara berpikir seseorang di dalam masyarakat sehingga bisa berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Kemudian tingkah lakunya menjadi angkuh dan sombong serta memberlakukan berbagai macam syarat sehingga hilanglah rasa kasih sayang dan cinta dari dalam rumah tangga. Jika rasa kasih sayang dan cinta telah hilang dari keluarga. dan bila tidak mencintainya. berdasarkan pada rambu-rambu yang diisyaratkan oleh al-Qur‟an dan Hadis sehingga mawaddah wa rahmah bisa tercipta di dalamnya. sebab akan mengakibatkan munculnya bencana. Membicarakan tentang pembentukan keluarga Islami. Persyaratan yang paling utama adalah dari sisi agama dan akhlaknya. Nabi Muhammad SAW juga memberikan warning bahwa sebaik-baik penilaian terhadap seseorang adalah berdasarkan agamanya. Islam menginginkan keluarga sebagai home bagi semua anggota . ia memuliakannya. Di dalam sebuah sabdanya.

Secara sepintas. Akan tetapi. dan usia lanjut. Hal tersebut adalah upaya privensi gejolak emosi marah yang tidak terkendali. Bimbingan dan arahan tersebut tentunya tidak terlepas dari tahapan-tahapan pendidikan yang harus dilakukan oleh pendidik. kanak-kanak. bersikap. dan takut. Dengan perubahan-perubahan yang ada. dan juga berpikir tidak terlepas dari perkembangan emosi yang ada dalam dirinya. Pertumbuhan dan perkembangan terus-menerus yang terdapat dalam diri manusia cakupannya sangat luas. Menurutnya. Potensi emosi-emosi tersebut sangat diperhatikan dalam Islam. yakni usia 12 tahun. Berkaitan dengan penjenjangan pertumbuhan dan perkembangan anak. Begitu pentingnya permasalahan emosi. dan fase paripurna anak atau atau (6-12 tahun). neonatal. dari anak-anak menjadi remaja. dalam pembahasan ini.14 menyayangi. bayi. gembira. Hal ini bisa diinterpretasikan bahwa perkembangan bukan hanya dilihat pada pertumbuhan fisik. dan berpikir. Irwan Prayitno menggambarkan perihal emosi dengan cara sederhana. dewasa. Hal ini tercermin dalam ajaran Islam yang melarang umatnya bersikap marah dan menyuruh mengatasi marahnya. sehingga slogan baiti jannati serta there is no place like home menjadi motivator dan saling mengasihi. pertumbuhan lebih identik dengan perubahan atau proses evolusi fisik dari masa pembuahan hingga berakhir dengan kematian. pembicaraan tentang pertumbuhan dan perkembangan dibatasi hanya pada masa perkembangan emosi dimulai sejak nol tahun hingga masa akhir anak-anak. sedih. Kematangan seseorang dalam bertindak. dan memberikan maaf. Islam menganjurkan bahwa emosi-emosi tersebut harus diarahkan kepada hal-hal yang positif. . bersikap. Islam menganjurkan penganutnya untuk bersabar dan juga mengajarkan untuk selalu bersikap lemah lembut. di dalam pembahasan ini penulis membatasi hanya pada tiga fase. Namun demikian. remaja. dan seterusnya. fase permulaan atau (2-6 tahun). pubertas. yakni dari bayi menjadi anak-anak. individu diharapkan mampu mencapai tahap kematangan. yakni fase persiapan atau (0-2 tahun). emosi adalah suasana hati seperti marah. Dalam hal ini. merupakan keterpaduan yang kompleks antara fisiologis dan psikologis sehingga seseorang dapat mencapai kematangan. diperlukan penjelasan tentang perkembangan anak pada fase tersebut sehingga orangtua nantinya akan mampu mengarahkan anak pada lingkup emosi yang positif. Perkembangan dan pertumbuhan merupakan dua hal yang berkembang secara beriringan. Setiap manusia memiliki suasana hati tersebut. Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. baik itu di lingkungan formal maupun non-formal. baik dalam bertindak. Hal ini meliputi periode prenatal.keluarganya. senang. Perkembangan berarti perubahan secara kualitatif.

alat yang penting untuk membantunya survive dalam kehidupan adalah indera. Melalui inderanyalah. tetapi dapat dilihat dari reaksi yang dilakukan oleh si bayi. yang kedua. Penglihatan bayi pada tahap awal masih belum bisa fokus dan mendeferensiasikan objek yang dilihatnya. Berkaitan dengan berkembangnya aspek sensoris pada diri anak. Namun demikian. Ayat tersebut secara eksplisit menjelaskan bahwa pada awal anak Adam lahir ke dunia. indera pendengaran lebih mendominasi. pengaruh sikap orangtua terhadap anak sangatlah besar. tindakan. Anak pada masa ini cenderung meniru segala ucapan yang didengarnya. Indera pendengaran lebih dominan bagi bayi yang baru lahir daripada penglihatan. Emosi anak pada tahap ini lebih cenderung didominasi oleh perasaan senang dan tidak senang.Untuk memberikan pendidikan emosional anak yang maksimal diperlukan pengetahuan perkembangan emosi anak di setiap jenjangnya sehingga dapat diketahui berbagai perubahan pada diri anak dalam proses perkembangan tersebut. dan perasaan orangtua. perbendaharaan kata masih terbatas. dan sikap . perbuatan. Di dalam al-Qur‟an disebutkan bahwa anak ketika lahir ke dunia ini tidak mengetahui apa-apa. 1. reaksi emosionalnya hanya dapat diuraikan sebagai keadaan menyenangkan dan tidak menyenangkan. Perasaan senang dan tidak senang tersebut akan muncul sesuai dengan stimulus yang diberikan oleh lingkungan kepadanya sebab emosi anak pada usia ini sangat rentan dengan pembiasaan. anak mampu memahami apa yang terjadi di sekelilingnya. Anak yang berada pada umur 0-2 tahun ini masih belum mampu mengekspresikan emosinya secara verbal. Pada tahap ini. ditandai dengan tubuh yang tidak tenang. dan belum mampu memahami kata-kata abstrak. ditandai dengan tubuh yang tenang. tindakan. Dengan kapasitas sensori tersebut bayi mampu membedakan suara yang lembut dan kasar serta keras. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada usia ini anak belum mampu berpikir secara optimal. Anak yang jarang berinteraksi dengan orang lain dan sering diremehkan akan tumbuh menjadi anak yang pemalu dan minder atau tidak percaya diri. ia dapat merasakan segala perlakuan yang diterima dari lingkungan melalui inderanya. yakni nol tahun hingga balita telah dapat merasakan sikap. Yang pertama. bahkan pria sehingga bayi lebih cenderung memilih ajakan ibunya daripada selainnya. Fase Persiapan atau (0-2 th) Pada fase ini emosi anak belum dapat dideteksi secara khusus. Di sisi lain. Oleh karena itu. Zakiah Daradjat berpendapat bahwa anak pada masa persiapan. Ia dapat membedakan suara lembut ibunya dan suara wanita-wanita lain.

Ia mulai belajar untuk menahan kemarahan serta mengendalikan emosinya. Ekspresi kemarahan tidak selalu ditunjukkan dengan berteriak-teriak dan berguling-guling. Anak memandang segala sesuatunya dari sudut pandangnya yang terbatas. Hal ini perlu arahan dan juga contoh teladan dari orangtua sehingga anak kelak dapat . Fase Permulaan Anak atau (2-6 th) Pada tahap pertama emosi anak-anak belum bisa dibedakan dan juga belum ada ciri khusus yang signifikan. Dengan demikian.23 maka timbul dalam dirinya suatu kebebasan untuk menghendaki dan melakukan sehingga mendapat pengalaman sebagai subjek yang bebas dan berkehendak. seiring dengan perkembangan bahasanya. pada fase ini perkembangan anak pada aspek inderawi masih mendominasi terutama indera pendengaran. Sikap dan perlakuan orangtua akan berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya. aspek individualisme anak telah berkembang pada masa ini.yang dilihatnya serta perlakuanyang dirasakannya. Namun demikian. Sifat pembangkangan juga merupakan refleksi masa individualisme yang terjadi pada diri anak. tidak semua anak mengalami reaksi pembangkangan. Kesadaran akan “aku”nya tersebut merupakan suatu taraf di mana anak menemukan kenyataan dirinya sebagai subjek. Oleh karena itu. anak belum menyadari kalau dirinya sebagai subjek karena anak masih belum bisa membedakan antara dirinya yang berdiri sendiri dan dunianya. keluarga yang menerapkan pendidikan disiplin tidak ketat dan lebih banyak permisive frekuensi pembangkangan anak lebih rendahal. Pandangan orang lain akan menjadi salah bila tidak sesuai dengan kemauannya. Sebaliknya. Ketika anak telah menemukan dirinya sebagai subjek seperti orang-orang dewasa lainnya. Pembangkangan yang terjadi pada diri anak merupakan hal yang alamiah sebab ini merupakan tahap perkembangan manusia. Ia sering menampakkan reaksi-reaksi yang bertentangan dengan saran orang lain dan bersikap keras kepala pada waktu-waktu tertentu. Reaksi ini muncul dipengaruhi oleh cara pendidikan orangtua yang diberikan pada anak. Pada awalnya. 2. Ada juga yang berpendapat bahwa terjadinya pembangkangan pada anak yang berumur tiga tahun ke atas dikarenakan anak telah sampai pada kesadaran “aku”-nya. Pembangkangan akan sering muncul pada keluarga yang menerapkan pendidikan disiplin yang ketat. semakin bertambah usia anak mulai menampakkan emosinya yang jelas. Akan tetapi.

anak mengungkapkan amarah dalam bentuk murung. 3. emosi mereka lebih cenderung keluar dari batas dalam memberikan respon yang tidak menyenangkan maupun yang menyenangkan. perhatian. pada intinya anak sudah dapat berpikir dari sisi orang dewasa. tetapi anak mulai belajar untuk mengontrol emosi dirinya sebagai konsekuensi rasa pengertian dan simpatik terhadap orang lain akan muncul dalam dirinya. serta marah dengan cara yang berbeda dari fase sebelumnya. Pada masa ini. Oleh karena itu. Anak-anak seusia ini mengungkapkan rasa cemas. Ledakan amarah menjadi jarang karena anak mengetahui bahwa tindakan semacam itu dianggap perilaku bayi. dan dukungan orangtuanya dikarenakan kehadiran individu lain. Sebagai konsekuensinya. Ia merasa takut kehilangan kasih sayang. baik itu dari dalam lingkungan keluarga maupun dari luar. Meskipun demikian. Perkembangan aspek nalar anak pada fase ini membuatnya mulai melepaskan diri dari dominasi orangtua. Dengan demikian. Anak mulai berinteraksi dengan lingkungan sosialnya yang lebih luas. cemburu. Pada fase persiapan kanak-kanak. G. pada masa ini disebut juga dengan periode imitasi sosialisai yang terbesar. Ia bermain bersama temantemannya dan lebih banyak meniru segala tingkah laku orang dewasa seperti perangperangan. Rasa simpatik dan pengertian terhadap orang lain juga mulai mendominasi. dan berbagai ungkapan kasar lainnya. anak telah mampu memandang objek dari sisi pandang orang lain. menggerutu.menentukan sikap bahwa apa yang dilakukannya tersebut mendapat dukungan dari orangtua sehingga aspek emosional anak akan berkembang secara positif. Peranan Keluarga dalam Pendidikan Emosional Anak . Meskipun anak masih diliputi rasa cemas. Fase Paripurna Anak-Anak atau (6-12 tahun) Anak-anak pada masa ini mengalami tingkat kecemasan yang lebih besar daripada masa sebelumnya. Pada saat ini. berkembangnya aspek sosial dalam diri anak pada masa ini membantu perkembangan sisi emosional. seiring dengan pengalaman dan proses belajar. Ia mulai masuk sekolah dan bergaul dengan teman-temannya. ia mulai bisa membedakan reaksi-reaksi emosional yang dapat diterima dan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat.

Antara fitrah yang dibawa anak sejak lahir dan peran pendidikan orangtua harus sejalan. Perasaan marah dan kasih sayang seorang . Hal ini bisa menyebabkan anak tersebut mundur dalam perkembangan motorik. Lebih lanjut lagi. Kurangnya cinta dan kasih sayang bisa berakibat fatal pada perkembangan anak selanjutnya. anak sudah dapat merasakan kasih sayang orangorang di sekelilingnya. maka ia akan menjadi buruk meskipun pada hakikatnya anak dilahirkan dalam keadaan suci. kasih sayang merupakan “makanan” yang dapat menyehatkan jiwa anak. berbicara dan tidak belajar bagaimana harus melangsungkan kontak sosial atau bagaimana harus mengungkapkan kasih sayang. rasa cinta dan kasih sayang mutlak diperlukan oleh anak agar kehidupannya kelak berkembang normal. Kasih sayang merupakan kebutuhan yang asasi juga bagi kehidupan seseorang.Orangtua merupakan cermin bagi anak-anak di dalam keluarga. Tidak bisa dipungkiri bahwa anak belum bisa mengekspresikan dengan kata-kata apa yang ia rasakan. baik itu di lingkungan keluarga maupun masyarakat sehingga ia pun bisa memberikan kasih sayang kepada orang lain berdasarkan pengalaman hidup yang ia jalani. tentunya hidup seseorang tidak sempurna. Berkaitan dengan aspek emosional anak. Fitrah anak tidak akan selalu terjaga apabila orangtua tidak memberikan bimbingan kepadanya dengan benar. Akan tetapi. Menurut Banu Garawiyan. aspek kejiwaan anak berkembang dengan baik karena ia merasa diterima di dalam komunitasnya. Ekspresi menentang tersebut bisa berupa perkataan keji dan sikap yang menyimpang. Anak-anak cenderung meniru apa yang ia lihat dan temukan dalam keluarga sebab anak diibaratkan bagaikan radar yang akan menangkap segala macam bentuk sikap dan tingkah laku yang terdapat dalam keluarga. Pada periode ini. bahkan sampai pada taraf meremehkan kedudukan orangtua. Jika orangtua tidak memberikan dan mengarahkan pendidikan anak pada aspek sopan santun dan akhlak yang baik. Dengan kasih sayang. sejak hari pertama kelahirannya. Pada masa bayi anak sangat tergantung pada orangtuanya dikarenakan ketidak-berdayaannya dan juga banyaknya bahaya yang mengancam dirinya. Secara alamiah makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup. kasih sayang orangtua sangat diperlukan anak pada awalawal pertumbuhan dan perkembangannya. Tanpa adanya makanan. maka perilaku anak akan cenderung menentang kepada orangtua. seorang anak belajar bagaimana cara memberikan kasih sayang terhadap sesama dari dalam lingkungan keluarga. Jika yang ditangkap radar anak tersebut adalah hal-hal buruk. Ia merefleksikan kasih sayang yang ia rasakan dengan senyuman.

dan perlindungan mereka terhadapnya. Keluarga merupakan penentu arah sikap dan perilaku anak pada masa mendatang. Muhammad Taqi Falsafi menyatakan bahwa lingkungan keluarga merupakan sekolah yang mampu mengembangkan potensi tersembunyi dalam jiwa anak dan mengajarkan kepadanya tentang kemuliaan dan kepribadian. Berbagai macam perasaan dan sikap yang menjadi dasar dalam berinteraksi dan berhubungan dengan sesama manusia berawal dari lingkungan rumah tangga. terutama peranan seorang ibu dalam mendidik aspek psikis anak. Tugas pendidikan emosional anak dengan cara menciptakan suasana keluarga yang “kondusif” merupakan tanggung jawab kedua orangtua. serta anak juga akan mencintai orangtua dan anggota keluarga. Orangtua perlu . Jika anak menuntut kepedulian sang ayah. Apabila aspek emosional anak telah terbina. Kondisi ini akan memicu tumbuhnya penghargaan diri yang rendah dan rasa takut ditolak dalam diri si anak. percaya diri.anak diwarnai dari rumah dan tempat tinggalnya. Berhasilnya orangtua dalam mendidik emosi anak tergantung pada suasana kehidupan keluarga yang ada di dalamnya. anak bisa memfungsikan aspek emosinya secara positif sebab atmosfir yang sarat dengan rasa saling mencintai dalam kehidupan keluarga merupakan faktor penting dalam membentuk kematangan kepribadian anak dan agar ia merasa damai. keluarga memberikan pengaruh. Tugas tersebut tidak bisa digantikan oleh siapapun. pada perkembangan emosional anak. Si ayah tidak bereaksi terhadap kebutuhan anak-anak akan perhatian. kasih sayang. serta sifat-sifat mulia lainnya. dan bahagia. banyak anak yang menderita karena dibesarkan oleh ayah yang secara fisik hadir di tengah keluarga. Oleh karena itu. Dengan demikian. Keterikatan tersebut akan menuntun anak merasakan cinta. mereka diabaikan atau dihukum. perhatian. dan kecenderungannya semuanya tergantung dan bersumber dari kondisi kehidupan rumah tangga. dan keterikatan. Dengan keberadaan dan pengasuhan serta kasih sayangnya dapat memberikan influensi yang signifikan dalam membentuk kepribadian dan spiritual anak. maka akan muncul suatu keterikatan secara psikis antara orangtua dan anak. kasih sayang. Suasana “kondusif” dalam keluarga akan tercipta jika orangtua tahu posisi masing-masing. tetapi secara emosional tidak pernah ada. keberanian dan kebijaksanaan. Posisi keduanya dalam keluarga seperti miniatur yang akan dilihat dan ditiru oleh si anak. ego. Selain ibu. toleransi dan kedermawanan. Shapiro menyatakan. peran pembentukan kepribadian anak juga dipengaruhi oleh fungsi ayah itu sendiri. baik itu yang positif maupun yang negatif. Pengalaman-pengalaman tersebut akan tertanam kuat dalam jiwanya sehingga segala perilakunya dalam menyikapi perkara yang baik atau yang buruk.

KESIMPULAN Pengertian dari pendidikan keluarga adalahproses transformasi prilaku dan sikap di dalam kelompok atau unitsosial terkecil dalam masyarakat. yaitu ketenangan jiwa. bimbingan. Pengaruh yang dominan adalah pada aspek psikis atau emosi. Saran Orangtua memberikan peranan yang signifikan dalam perkembangan anak selanjutnya. Beberapa hal yang memegang peranan penting dalam membentukpandangan hidup seseorang meliputi pembinaan akidah. akhlak. keluarga dan masyarakat. yakni sejak pemilihan pasangan hidup yang dilakukan oleh calon orangtua. dan didikan dari orangtuanya. bahkan lebih jauh lagi. Hal itu disebabkan oleh dimensi emosi anak terformat sejak awal anak lahir ke dunia ini. Aspek emosi anak dapat berkembang normal jika anak mendapat arahan. Sebabkeluarga merupakan lingkungan budaya yang pertama dan utama dalammenanamkan norma dan mengembangkan berbagai kebiasaan dan prilakuyang penting bagi kehidupan pribadi. keilmuan dan kreativitas yang mereka miliki.menyadari akan pentingnya keharmonisan dalam rumah tangga dan juga perlu peka terhadap kebutuhan psikis anak. Pembinaan kepribadian dans sosial 2. anak nantinya memiliki jiwa dan kepribadian yang mampu berinteraksi dengan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Islam. BAB III PENUTUP 1. Pembinaan akidah dan akhlak 2. yaitu: 1. Sedangkan pendidikan dalam keluarga itu sendiri secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga. Pembinaan intelektual 3. Aspek emosi yang diarahkan . Kunci keberhasilan pendidikan dalam keluargasebenarnya terletak pada pendidikan rohani dengan artian keagamaanseseorang. Oleh karena itu.

4. Jalaluddin dan Muhtar Gandatama. Jakarta: Balai Pustaka. yang ditujukan pada objek yang dididik. Muhaimin. KeluargaMuslim Dalam Masyarakat Modern. Rahmat. hlm. dan hubungan antara satu dengan yang lainnya. 2. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1993. 33. hlm. Poerwadarminta. hlm. Jakarta: Bumi Aksara. Anak suci sejak lahirnya. 1985. 127. 107. Jakarta: Bumi Aksara. hlm. keadaan jiwa orangtua. Keluarga Muslim Dalam Masyarakat Modern. William. 1996. 1994.S. 1995. Pendidikan emosional anak yang terpenting bukan hanya pendidikan yang disengaja. Poerwadarminta. KamusBesar Bahasa Indonesia. Sosiologi Keluarga. Djuju Sujana. . Jalaluddin Rahmat dan Muhtar Gandatama. DAFTAR PUSTAKA J. terutama pendidikan pada aspek emosi. Arah potensi tersebut semua tergantung pada pemahaman orangtua tentang pendidikan anak. Jakarta: BalaiPustaka. Kesucian anak serta segala potensi positif yang melekat padanya akan berkembang sesuai dengan arahan yang diberikan oleh orangtua sebagai lingkungan pertama yang berinteraksi dengannya. 3 William J. Goode. Pemikiran PendidikanIslam: Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalnya. tetapi yang lebih penting adalah keadaan dan suasana rumah tangga. 1. Djuju. Dengan demikian.S. Bandung: Trigenda Karya. Bandung: Remaja Rosdakarya. Muhaimin. 1994. hlm. Bandung:Trigenda Karya. Sujana. 25.Bandung: Remaja Rosdakarya. W. SosiologiKeluarga. PerananKeluarga Dalam Lingkungan Masyarakat. sikap dan mental anak akan menggambarkan cara orangtua dalam mendidik dan memperlakukan anak..dengan baik tentunya akan memberikan hasil yang positif. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Anak menjadi cerminan keluarga. Goode. baik itu potensi akhlak maupun potensi agama. Peranan Keluarga Dalam Lingkungan Masyarakat. 1995. 1996. yaitu anak. W. Bandung:Remaja Rosdakarya.J. 1985. Segala persoalan orangtua akan mempengaruhi si anak karena apa yang mereka rasakan akan tercermin dalam tindakan mereka.J. 702. 1993. 5. Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalnya. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa anak lahir ke dunia ini membawa berbagai potensi.

tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri. 2004). Marhumah (Ed. 2002). 17. 65. Artinya: “Apabila ada orang yang anda sukai agama dan prilakunya datang meminang kepada Anda. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (ar-Rum : 21). akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi. 2003). Dilema Wanita di Era Modern (Jakarta: Mustaqim. Pendidikan di Alaf Baru (Yogyakarta: Prismasophie. 597. 1994). hal. 14. 36. 2003). 2.6. 50. hartanya. Psikologi Perkembangan (Jakarta: Erlangga.Muhammad A. 9. Muhammad al-Ghazali. Akan tetapi. hal. Hurlock. dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang. hal. 190-191. “Memilih Jodoh” dalam Membina Keluarga Mawaddah wa Rahmah dalam Bingkai Sunah Nabi. hal. hal. TT). hal. 16. 2004). Pintar Mendidik Anak (Jakarta: Lentera Basritama. supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepada-Nya. Sesungguhnya hamba sahaya perempuan yang hitam lagi cacat yang berpegang teguh pada agama adalah lebih baik (daripada wanita yang cantik dan kaya raya tetapi tidak beragama). hal. 7. juz 2 (Beirut-Libanon: Dar al-Fikr. 2003). 13. 24. niscaya engkau akan berbahagia. 344.” Dikutip dari Jalaluddin al-Suyuti. kecantikan itu boleh jadi akan membuat mereka terjerumus dan janganlah kamu menikahi wanita karena harta kekayaannya. juz 3 (Beirut-Libanon: Dar alQalam. Artinya: Jangan sekali-kali kamu menikahi wanita hanya karena kecantikannya. maka nikahkanlah. hal. 27. Muhammad Ali al-Hasyimi. hal. 5. Sunan Nasa’i. hal.) (Yogyakarta: PSW IAIN Sunan Kalijaga.” Dikutip dari Sunan al-Tirmidzi. Sunan Ibnu Majah (Semarang: Toha Putra Indonesia. hal. Maka pilihlah (nikahilah) karena agamanya. nikahilah wanita karena agamanya. Boleh jadi akan membuat mereka melampui batas (durhaka). Buaian Ibu di Antara Surga dan Neraka (Bogor: Cahaya. M. 12. dan juga kecantikannya. Ibid. Dikutip dari Al-Hafidh Abi „Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini. Husain Mazhahiri. Sebab. Bila tidak. Artinya: “Wanita itu dinikahi karena agamanya. Artinya: “Dan di antara tanda.Elizabeth B. 15. 2002).R. 11. TT). Alfatih Suryadilaga. 8. 10.Ali Qaimi. 199. Jati Diri Wanita Muslimah (Jakarta: Pustaka al-Kautsar. .

Ilmu Jiwa Agama (Jakarta: Bulan Bintang. Monks dkk. 26. 73. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. tentulah mereka menjauh dari sekitarmu. 154. 2002). 24. 19.18. Khairiyah Husain Taha Sabir. 97. hal. 170. 213. Memahami Gejolak Emosi Anak (Bogor: Cahaya. 22. 2003). hal. F. 86. Psikologi. engkau bersikap lemah lembut bagi mereka. 20. Psikologi Perkembangan. hal. hal. 30. Banu Garawiyan. Whiterington. Muhibin Syah. dan Ia memberikan pendengaran.9 Hurlock. 21. hal.Artinya: “Maka karena rahmat dari Allah. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta. hal. 28. Peran Ibu dalam Mendidik Generasi Muslim (Jakarta: Firdaus. hal. 64. kebutuhan seseorang akan kasih sayang merupakan kebutuhan yang urgen setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi. Sumadi Suryabrata. dan hati sanubari agar kamu dapat bersyukur. Seri Pendidikan Anak 2 (Bekasi: Pustaka Tarbiyatuna. hal. Psikologi Belajar (Jakarta: Logos.Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Menurut teori kebutuhan Maslow. 130. yakni kebutuhan akan sandang. 1995). . Hurlock. hal. Zakiah Daradjat. Psikologi Perkembangan. hal. 1991). 1999). 31. Hurlock. 37. Whiterington. xviii. Maka maafkanlah mereka dan mohonkan ampun bagi mereka dan bermusyawarah dengan mereka dalam segala urusan” (Ali ‘Imran: 159). 33. 25. 116. Psikologi Perkembangan. Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Ibid. hal. J. 14. Ketika Anak Marah. sekiranya engkau berlaku kasar dan berhati keras. Ibid. Irwan Prayitno. 170. 34.” (alNahl: 78) 23. 1999). 121. hal. hal. 99. hal. 35. penglihatan. Psikologi Anak (Bandung: Alumni. hal. Kartini Kartono. hal. 2. 27. 2001). 36. 32. 1996). 1979). Psikologi. 109. Kartono.

Sebelum terpenuhi kebutuhan fisiologis.pangan. papan. Kasih sayang bukanlah hal yang nyata dan tidak ada gunanya . dan keselamatan. kasih sayang bukanlah hal yang penting.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->