BAB 6 TATARAN LINGUISTIK 3

SINTAKSIS Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa dan gramatikal. Karaena perbedaan keduanya tidak terlihat jelas maka muncul morfosintaksis. Morfosintaksis adalah gabungan dari morfologi dan sistaksis, untuk menyebut keduanya sebagai bidang satu pembahasan. Morfologi membicarakan struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Pembahasan dalam sintaksis: 1. Struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori dan peran sintaksis serta alat-alat yang digunakan dalam membangun struktur itu. 2. Satuan-satuan sintaksis yang berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana. 3. Hal-hal lain yang berkenaan dengan sintaksis, seperti masalah modus, aspek dan sebagainya. 1.1 STRUKTUR SINTAKSIS Ada beberapa kelompok dalam sintaksis - Kelompok pertama yaitu subyek, predikat, obyek, dan keterangan adalah kelompok fungsi sintaksis - Kelompok kedua yaitu nomina, verba, ajektiva, dan numeralia adalah peristilahan dengan kategori sintaksis. - Kelompok ketiga yaitu pelaku, penderita dan penerima adalah peristilahan yang berkenaan dengan peran sintaksis Menurut Ver haar (1978) fungsi sintaksis terdiri dari S,P,O,K merupakan kotak-kotak kosong atau tempat kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat. Bagi chafe predikat harus selalu berupa verba atau kategori lain yang diverbakan. 6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Dalam tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil, yang menjadi komponen pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frase. Ada dua macam kata : kata penuh (full word) dan kata tugas (function word) Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka dan dapat bersendiri sebagai sebuah satuan tuturan. Kata tugas kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dan tidak dapat bersendiri. Yang merupakan kategori kata penuh yaitu nomina, verba, ajektiva, adverbia, dan numeralia, sedangkan yang termasuk kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi. 6.3 FRASE 6.3.1 Pengertian Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Karena frase adalah satuan gramatikal bebas terkecil maka frasa berupa morfem bebas, bukan morfem terikat. Frase tidak terdiri dari subjek – predikat atau predikat – objek. Karena frase merupakan salah satu fungsi sintaksis maka frase tidak dapat dipindah sendirian harus digunakan secara keseluruhan. Contoh : kamar mandi tidak boleh dipisah : kamar dan mandi Perbedaan frase dan kata majemuk yaitu : - Kata majemuk yaitu komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna, merupakan morfem terikat - Frase yaitu tidak memiliki makna baru, melainkan merupakan fungsi sintaksis dan makna gramatikal, merupakan morfem bebas yang benar-benar berstatus kata. 6.3.2 Jenis Frase Jenis-jenis frase yaitu : a. frase eksosentrik

frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Frase ini dapat mengisi fungsi keterangan. Frase eksentrik dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Fase eksosentrik yang direktif adalah fase yang komponen utamanya berupa preposisi seperti di, ke, dan dari. Frase ini disebut juga frase preposisional. 2. frase eksosentrik non-direktif adalah komponen pertamanya artikulus (sebutan). b. Frase Endosentrik (modifikatif) Frase Endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Disebut frase modifikatif karena komponen keduanya yaitu bukan komponen yang bukan inti atau hulu. c. Frase Koordinatif adalah frase yang komponen pembentukannya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama atau sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tunggal seperti dan, atau,maupun konjungsi terbagi seperti: baik….baik, makin…. makin, danbaik maupun. d. Frase Apositif Adalah frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. 6.3.3 Perluasan Frase Frase dapat diperluas artinya frase dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. 6.4 KLAUSA Pengertian klausa Klausa adalah runtunan kata-kata yang berkonstruksi predikatif artinya didalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain sebagai subyek, sebagai obyek dan sebagainya. Klausa Ferbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba. Klausa verba dibagi yaitu: - Klausa transitif : Klausa yang predikatnya berupa verba transitif. - Klausa intransitif: Klausa yang predikatnya berupa verba Intansitif

- Klausa reflektif: Klausa yang predikatnya berupa verba Refleksi - Klausa Resiprokal: Klausa yang predikatnya berupa verba Resiprokal Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nominal atau frase nominal Klausa ajektifa adalah klausa yang predikatnya berupa ajektifa Klausa adverbia adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase preposisi Klausa numeral adalah klausa yang subyeknya berupa kata atau frase numeralia Klausa berpusat adalah klausa yang subyeknya terikat pada predikatnya. 6.5 KALIMAT 6.5.1 Pengertian kalimat Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi konjungsi serta intonasi final. 6.5.2 Jenis kalimat a. Kalimat inti dan kalimat non-inti Kalimat inti(kalimat dasar) adalah kalima yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap berdasarkan deklaratif , aktif atau netral dan afirmatif. b. Kalimat tunggal dan majemuk kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa. Kalimt majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. C. kalimat Mayor dan kalimat Minor Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya sekurang-kurangnya memiliki unsur subyek dan predikat. Kalimat Minor adalah kalimat yang klausanya hanya terdiri dari subyek saja, obyek, atau keterangan saja. Biasanya merupakan jawaban suatu pertanyaan. d. Kalimat verbal dan kalimat nonverbal kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata / frase yang berkategori verbal.

Kalimat nonVerbsl adalah kalimat yang predikatnya berupa kata atau frase. e. kalimat Bebas dan kalimat terikat Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk ujuran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat / konteks lain yang menjelaskan Kalimat terikat adalah ka;imat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. 6.5.3 Intonasi Kalimat Tekanan , nada / tempo bersifat fonemis pad bahasa tertentu. Artinya, ketika unsur suprasegmental dapat memebedakan makna kata karena berlaku sebagai fonem . 6.5.4 Modus , Aspek , kala ,modalitas dan diatesis 1. Modus, adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap sipembicara tebtabg apa yang diucapkannya 2. Aspek, adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi , keadaan , kejadian atau proses. 3. Kala atau tenses , adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan eaktu terjadinya perbuatan kejadian, tindakan yang disebutkan didalam predikat. 4. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicaraan terhadap hal yang dibicarakan. 5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu . 6. Ditesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dilakukan dalam kalimat itu. 6.6 WACANA Adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar 6.6.1 Kekoherensial yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur – unsur yang ada dalam wacana tersebut 6.6.2 Alat wacana

Paragraf 4.subParagraf 6.6. menggunakan kata ganti dia . Bab 2. pelompatan tingkat 2.4 Subsatuan Wacana Meliputi: 1.Alat – alat gramatikal untuk membuat wacana antara lain : a. nya.Subbab 3. Wacana Puisi 6. pelapisan Tingkat 3. dan itu sebagai rujukan anatoris c.7.6. konjunksi : menghubungkan kalimat .3 Jenis wacana Berkenaan sarananya : 1. Wacana lisan 2. Menggunakan Elipsis : Penghilanggan bagian kalimat yang sama yang terdapat kalimat yang lain 6. CATATAN MENGENAI HEIRARKI SATUAN Urutan heriarki satuan adalah urutan normalteoritis Faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan urutan : 1. Penurunan Tingkat Bagan Urutan heriarki satuan : Wacana Kalimat . wacana tulisan Jenis wacana dilihat dari penggunaan bahasa : 1. ini. wacana Prosa 2. antar paragraf b. mereka.

1.1 Linguistik Tradisonal Tata bahasa tradisional sering dipertentangkan dengan istilah struktural. jawab.1 Linguistik Zaman Yunani Pada zaman ini para linguis mempertentangkan : 1. dan membedakan kalimat berdasarkan isi dan makna.m) Dalam studinya : 1.1 Kaum Sophis Mereka melakukan kerja empiris.1. 8. perintah.1. sedangkan tata bahasa structural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam bahasa. 8. mementingkan retorika dalam studi.2 Plato (429-347 s. Karena linguistic tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic. Analogi dan anomaly • Fisis (alami) = punya prinsip abadi dan tidak dapat diubah dan ditolak • Nomos (konvensi) = diperoleh dari hasil tradisi atau kebiasaan dan mungkin bisa diubah • Analogi = tata bahasa bersifat teratur • Anomaly = tata bahasa tidak bersifat teratur 8. laporan.1. do’a dan undangan. menggunakan ukuran tertentu. Protogaros membagi kalimat menjadi : kal Tanya.Klausa Kata frase kata morfem BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK 8. Memperdebatkan analogi dan anomaly .1. Fisis dan Nomos 2.

Etimologi : mempelajari asal usul kata beserta artinya Ex : Perubahan Bunyi “duellum” → “belum” (perang) Perubahan Makna “hostis” orang asing → musuh . tak komplet. subjek. . 8.2 Zaman Romawi 8. verba (tata bahasa). dan Syndesmoy (preposisi dan konjungsi) 8. kerja. telah menyusun kurang 4.1.membagi 3 komponen studi bahasa : tanda (symbol. bahwa bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantara onomata dan rhemata. aktif dan pasif 8.000 pemerian tentang struktur bahasa sansekerta dengan prinsip-prinsip dan gagasan yang masih dipakai linguistik modern.sign.m) Membagi tiga macam kelas kata : Onoma. di India hidup seorang sarjana hindu yang bernama Panini.4 Kaum Staik . Karena itulah Panini dianggap sebagai one of greatest monuments of the human intelligence oleh Leonard Bloomfield. • Onoma : nama (bhsa shari-hari).3 Aristoteles (384 -322 s. Sezaman dengan zaman Alexandrian.2.1 Varro dan”De Lingua Latina” Dalam bukunya itu Varro membicarakan : a. syndesmoy. 3.1.Legein (bunyi fonologi yang bermakna).1. Orang pertama yang membedakan kata dalam onoma dan rhema.membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa . • Rhema : Ucapan (bhsa shari-hari). semonion). Rhema.2. hal diluar bahasa (benda /situasi). predikat.1. 8.Membagi kata : benda. nomina/nominal (dlm tata bhsa). makna. propheral (bunyi bahasa yang bermakna).1.1. Membuat batasan bahasa.1.Kata kerja komplet.menciptakan istilah khusus dalam tata bahasa . . arthoron.1.5 Kaum Alexandrian Mereka menciptakan buku Dionysius Thrax yang menjadi cikal bakal tata bahasa tradisional. .

Morfologi membicarakan istilah dictio : bagian minimum ujaran yang harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan.merupakan buku paling lengkap . Nomen : kata benda. Genetivus (kepunyaan) 5.teori dasarnya menjadi tonggak pembicaraan bahasa tradisional. Kata kerja → membua pernyataan (infleksi tense) 3. Deklanasi dibagi : – Naturalis : perubahan bersifat alamiah .b.Voluntaris : perubahan bersifat morfologis.2 Institutiones Grammaticae (tata bahasa Priscia) . Akusativus (objek) 2. Nominativus (Primer) 4. Kata benda dan kata sifat → infleksi kasus 2.jumlah dan jenis. Dalam buku ini dibahas : a.kasus. Dativus (menerima) 6. Morfologi : mempelajari kata dan pembentukannya Kata = bagian ucapan yang tidak dpt dipisahkan dan merupakan bentuk minim.2. sifat 2. Vox literata : dapat dituliskan 4. Vokativus (sapaan) 3. Partisipel → konjungsi (infleksi kasus dan tense) 4. 1. Ablativus (asal) Deklinasi : perubahan bentuk berdasarkan kategori. Vox artikulata : untuk membedakan makna 2. Aduerbium → pendukung (tak berinfleksi) Kasus dalam bahasa latin : 1. Vox illiterata : tidak dapat dituliskan b. anasuka 8. Vox martikulata : tidak dapat membedakan makna 3. Fonologi membicarakan istilah Litterae : bagian terkecil bunyi yang dapat diartikan.1. Vorro membagi kelas kata latin menjadi : 1. 1. selektif. Verbum : perbuatan / dikenai .

sehingga mengacu pada kereguleran dan kesistatisan bahasa. tetapi hanya mewakili dalam pelbagai cara modus.3 Zaman Pertengahan Membicarakan : 1.1. Bahasa Ibrani sebagai bahasa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. menurut tata bahasa ini. aksi. Ulama Islam melarang penerjemahan bahasa arab. Bahasa Eropa. 8. 3. Kaum Modistae.4 Zaman Renaisans Dianggap sebagai abad pembukaan pemikiran abad modern. b. mengacu pada keanekaragaman bahasa. pada masa kaum ini berkembang etimologi 2. Menbedakan nomen menjadi substantivum dan adjectivum. Petrus Hispanus. Membedakan partes orationes menjadi categorimatek (semua bentuk yang dapat menjadi subjek atau predikat) dan syntategorematik (semua bentuk tutur lainnya). Sintaksis membicarakan istilah oratio : tata susun kata berselaras yeng menunjukkan kalimat itu selesai. dalam bukunya Summutae Logicales : a.1.1. Bahasa Arab.3. Tata Bahasa Spekulativa. fi’lun (verbum). tapi memperbolehkan menafsirkannya. dalam bukunya Al Ayn. lingua franca (bahasa antarbangsa) digunakan untuk kegiatan politik. Dua aliran linguistik arab. Basra (menganut konsep analogi dari yunan). substansi. perdagangan. dsb. harfun (partikel). 8. Memasukkan psikologi dalam bahasa. serta bahasa diluar eropa. Basra dan Kufah. dsb. Toloh arab Sibawaihi. membagi kata menjadi : ismun (nomen). Pronomen : dapat menggantikan nomen c. c. sedangkan Kufah (menganut konsep anomali).5 Menjelang Lahirnya Linguistik Modern . kata tidak secara langsung mewakili alam dan benda yang ditunjuk. Participium 4. kualitas. 8.

8.dlm kata “me-rawat” diganti prefiks di-. morfologi.te-rawat. kait. Ex morfologi : prefiks me. dll Ex : kal. Ex : kata “kita” dapat diubah menjadi kiat. La parole : pemakaian langue oleh masyarakat (bersifat konkret) 3. karena dalam bukunya Course de Linguistique Generate.”k”.bata. morfologi. menjadi di-rawat. 4.2. Signifie : makna yang ada dalam pikiran kita. Ex: bahasa sansekerta Diakronik : mempelajari bahasa sepanjang masa bahasa itu digunakan ex : bahasa Sriwijaya sampai sekarang. Signifiant : citra bunyi yang timbul dalam pikiran kita. atau sintaksisnya).2 Linguistik Strukturalis 8. ikat. mata.2 Aliran Praha .Dengan berkembangnya studi linguistik bandingan atau linguistik historis komparatif serta studi mengenai hakikat bahasa secara linguistik. maka dimulailah babak baru sejarah linguistik.1 Ferdinand de Saussure Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern.2. Jika urutannya diubah maka maknanya ikut berubah atau malah tak bermakna sama sekali. kati. Ex fonologi : huruf “r” dlm kata “rata” disubstitusi dgn “d”. pe-rawat. memuat : 1.te-.pe. sintaksis) dalam tuturan. “Ini baru bir”→“ini bir baru” Hubungan paradigmatik : hubungan antar unsur dalam tuturan dengan unsure sejenis yang tidak ada dalam tuturan (dengan cara hubungan substitusi pada fonologi. La langue : seluruh sistem tanda sebagai alat komunikasi verbal antar anggota masyarakat (bersifat abstrak). Sinkronik : mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu.”m”. kata. 2.”b” menjadi data. 8. yang tersusun berurutan dan bersifat linier. Hubungan sintagmatik : hubungan antar unsur (fonologi.

Ada tiga macam pokok prosodi : 1).2. forma isi. tepas X tebas. Dikenal dengan teori fonologi prosodi. dan Morris Halle. dan gab. Struktur bunyi dijelaskan dengan kontras atau oposisi. Roman Jakobson.prosodi yang realisasi fonetisnya lebih besar daripada fonem2 suprasegmentalnya.vokal. Hjemslev menganggap bahasa mengandung segi ekspresi (Signifiant) dan segi isi(signifie). sdngkn rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. maka akan terjadi perbedaan. Nikolai S. 8. Trubetskoỷ. “this argument” sbg objek. informasi (tema dan rema). gab.2. Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dgn morfem.2. . 8.3 Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. struktur kata. substansi ekspresi. Formal (subjek dan predikat).5 Linguistik Sistemik (M.K Haliday) Pokok pandangan Linguistik sistematik adalah : 1. 8. 2). namun menurut aliran praha “this argument” juga merupakan tema. Tema adalah apa yang dibicarakan. Firth (London. Masing2 segi mengandung forma dan substansi : forma ekspresi. Ex : baku X paku. yaitu cara menentukan arti pada tataran fonetis. sedangkan “I can’t follow” juga merupakan rema. dengan tokohnya Louis Hjemslev. 3). 1890-1960).konsonan. dan substansi isi. Prosodi dari sandi atau jeda. terutama pada fungsi dan penerapannya dalam bahasa.A. membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu sistem) dan fonetik (mempelajari bunyi itu sendiri).Dengan tokohnya Vilem Mathesius.4 Aliran Firthian Dengan tokohnya Joh R. suku kata. Ex : kal. Ex: kata “jawab” dgn “jawap” bila ditambahi sufiks –an. “this argument I can’t follow”→ “I” sbg subjek. Kalimat dapat dilihat dari struktur formal dan struktur informasinya. Menyangkut gabungan fonem. Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.

Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta objektif sesuai dengan kenyataanyang diamati. 3. dan lambang yang digunakan saat menulis (grafis). 8. Pembedaan langue (jajaran pikiran tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya). 3. Yang dimaksud tagmem adalah korelasi entara fungsi gramatikal (slot) dengan kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan utnuk mengisi slot tsb. meliputi : tesis (apa yang dibicarakan).3. Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik.2.3 Linguistik Transformasional Dan Aliran-Aliran Sesudahnya 8. situasi langsung (waktu tuturan itu diucapkan).2.2. Mengenal gradasi atau kontinum. Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis). 8. Menggambarkan tiga tataran utama bahasa : a. Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi. b. Sehingga menerbitkan majalah Language. ↘ Leksis : butir lepas bahasa dan tempat butir terletak Gramatika : kelas butir bahasa dan pola tempat terletaknya. karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. situasi luas (tuturan pengalaman pembicara atau penulis yang mempengaruhi tuturan yang diucapkan atau ditulisnya. Situasi. Hubungan baik antar linguis. sebagai wadah melaporkan hasil karya mereka. 4. c.1 Tata Bahasa Transformasi .6 Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini : 1. 5. 2. Memandang bahasa sebagai “pelaksana”.7 Aliran Tagmemik Dipelopori oleh Kenneth L. 8. Forma : susunan substansi pada pola bermakna. Pike.

2 Semantik Generatif Struktur ini serupa dengan struktur logika.Perbuatan berbahasa : pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. artinya semua satuan dan istilah harus sejajar dengan teori linguistik tertentu. Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa. sedangkan kalimat “Rumah menendang bola” tidak bisa kita terima karena kata kerja “menendang” hanya bisa dilakukan oleh benda yang punya cirri semantik /+makhluk/. Tata bahasa dari setiap bahasa terdiri dari 3 komponen : 1. Teori ini membedakan antara kemampuan dan perbuatan berbahasa. yang memuat pengertian bahwa tata bahasa merupakan teori bahasa itu sendiri. Semantik Arti kalimat ditentukan oleh komponen ini. Berbentuk sedemikian rupa. Ex : dalam kalimat “Nenek minum kopi” (preposisi)→ mempunyai predikat berargumen dua yakni : nenek dan kopi atau . Sehingga dalam tata bahasa generatif yang menjadi objek adalah kemampuan. wajar dan tidak dibuatbuat. 2. Fonologis Memberi interpretasi pada kaidah transformasi. Dan tata bahasa harus memenuhi dua syarat : 1. sehingga dalam kalimat : “Adik menendang bola” dapat kita terima. menciptakan buku Syntactic Structure.3. Sintaksis Merupakan sentral tata bahasa karena menentukan arti kalimat dan menggambarkan aspek kreativitas bahasa. . 2.Kemampuan : pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. berupa ikatan tak berkala antara predikat dengan argumen dalam suatu proposisi.Dengan tokohnya Noam Chomsky. 8. Arti sebuah morfem digambarkan dengan memberi unsur makna atau ciri semantik yang membentuk arti morfem itu. . Ex : kata “Adik” mempunyai ciri semantik /+makhluk/ sedangkan kata “Rumah” punya ciri /-makhluk/. 3.

tempat.3.dpt dirumuskan: MINUM(nenek. argumen2 bola “tujuan” dan argumen3 tongkat “alat”. 3. source (keadaan.Y. “coordinates” menunjukkan tataran elemen yang menyandang relasi gramatikal thdp elemen lain. referential (acuan). dan proposisi (verba + sejumlah kasus). Z = tujuan Misal dalam kalimat diatas : MEMUKUL. Simpai (nodes). experiencer (yang mengalami peristiwa). waktu yang kemudian). Fillmore membatasi kasus atas agen (pelaku). Dalam kalimat “Nenek marah” predikatnya punya satu argumen yakni : nenek. Z = bola.Nomina saya berelasi “objek tak langsung dari” . waktu yang lalu). Tanda relasional (relational sign) menunjukkan nama relasi gramatikal dalam hubungan antar elemen. 2. goal (keadaan. Ex : klausa “Ali memberi buku itu kepada saya” → punya 3 nomina dan 1 verba.Nomina buku itu berelasi “objek langsung dari” . object (yang dikenai perbuatan). Y= alat. means.3 Tata Bahasa Kasus Dengan tokohnya Charles J. 8. Y = tongkat.dan adverbia). tempat. Tata bahasa ini juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. menmpilakn elemen dalam struktur. Perlmutter dan Paul M. aspek. 8. Ex : dalam kalimat “Toni memukul bola dengan tongkat”. Rumus : + ( –X. mempunyai argumen1 Toni berkasus “pelaku”. Postal. Fillmore.3.Y. + (–X.Z) X = nenek.4 Tata Bahasa Relasional Tokohnya : David M. / MARAH(nenek).kopi).Z) X = pelaku. . kala. Tata bahasa ini mempunyai persamaan dengan Semantik generatif yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba. dalam bukunya “The Case for Case” Fillmore membagi kalimat atas modalitas (berupa unsur negasi. Menurut teori ini klausa terdiri dari tiga wujud : 1.Nomina ali berelasi “subjek dari” .

pada tanggal 15 November 1975 dibentuk MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia). bahasa Indonesia menduduki sentral dalam kajian linguistik .1961. Serta Robins (London) dengan kajian bahasa Sunda. Pada zaman itu penelitian tentang bahasa masihbersifat observasi dan klasifikasi. dll) Sejak kepulangan sejumlah linguis Indonesia dari Amerika. Buku yang dibuat Biblipgraphical Series dari Institut voorTaal. Kamil. Konstruksi hasil transformasi datif (Ali memberikan saya buku itu) 3. frase dan klausa. Kridalaksana dalam bukunya Pembentukan Kata Bahasa Indonesia (1989). Padalah bentuk merubah adalah bentuk yang salah. sebagai wadah berdiskusi. Teeuw. morfem.Verba beri berelasi “predikat dari” Konstruksi yang terlibat pada klausa diatas adalah : 1. Para pemerintah kolonial mempelajari bahasa untuk menguasai pemerintahan dansebagai media penyebaran agama nasrani.. Konstruksi hasil trnasormasi pasif dari datif (Saya diberikan buku itu oleh Ali) 8. mulai diperkenalkan konsep fonem. seperti Anton M. Verhaar dari Belanda menjadikan studi linguistik terhadap bahasa daerah dan nasional Indonesia semakin marak. Voorhove. MLI menerbitkan jurnal Linguistik Indonesia mulai tahun 1983 untuk laporan dan publikasi penelitian. oleh (Teeuw. MLI mengadakan Musyawarah Nasional tiap tiga tahun sekali untuk membicarakan masalah organisasi dan linguistik. Konsep linguistik modern yang melihat bahasa secara deskriptif sukar diterima para guru besar dan pakar bahasa. mempertanyakan akhiran –in seperti pd kata abisin dan awalan –nge (ngebantu) termasuk afiks bahasa Indonesia ? ?. dan publikasi penelitian.1964. Moeliono dan T. Land. bertukar pengalaman. Ex : konsep modern menganggap bentuk merubah = mengubah karena hal itu terdapat dalam bahasa masyarakat sehari-hari. Sejalan dengan perkembangan studi linguistik.4 Tentang Linguistik Di Indonesia Sebagai negeri yang sangat luas Indonesia sudah lama menjadi kajian penelitianlinguis. Datangnya guru besar Prof. Penyelidikan terhadap bahasa daerah banyak dilakukan oleh orang luar Indonesia. Kajian terhadap bahasa Jawa dipelajari Uhlenbeck. Rlvink. en Volkenkunde Belanda. Sesuai dengan fungsinya sbg bahasa nasional. Uhlenbeck. Padahal itu adalah bentuk yang salah. sehingga seharusnya tidak dimuat dalam buku. dan Grijns dengan kajian bahasa Jakarta. Konstruksi kalimat inti (Ali memberi buku itu kepada saya) 2.W.

dan Soedarjanto yang telah menghasilkan tulisan pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia. bervariasi 11. universal 9. sebagai alat interaksi sosial 13. produktif 10. Dalam kajian bahasa Indonesia tercatat nama-nama seperti Kridalaksana. Darjdowidjojo. Pengertian bahasa menurut Djoko Kuntjono 1982 : Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama. bahasa adalah sebuah sistem 2.dewasa ini. bersifat arbitrer 5. dan mengidentifikasi diri. bermakna 6.1. unik 8. konvensional 7. berkomunikasi. Pengertian Bahasa Dalam pendidikan formal di sekolah menengah bahasa adalah alat komunikasi. Hakikat Bahasa Sifat yang hakiki dalam bahasa mempunyai sifat atau ciri : 1. berupa bunyi 4. berwujud lambang 3. Bahasa sebagai sistem . dinamis 12.2. Kaswanti Purwo. 3. BAB 3 OBJEK LINGUISTIK BAHASA 3. identitas penuturnya 1.

Bahasa itu bermakna Lambang-lambang bunyi yang bermakna di dalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem. sedangkan signifie adalah konsep yang dikandung oleh signifiant. 1. 1. bahasa bukan merupakan sistem tunggal. Bahasa itu dinamis : tidak pernah lepas dari kegiatan manusia.berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. frase. ide. mofologi. Bahasa adalah bunyi Jadi sistem bahasa itu berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi. . 1. 1. Bahasa itu unik Mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. Arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya. sedangkan bersifat sistemis artinya.Sistem : cara / aturan : sistem berarti sususnan teratur. semantic. sinteksis. Bahasa itu universal Ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa. dealek. atau pemikiran. konsep. 1. Sebagai sebuah sistem bahasa bersifat sisitematis artinya. Subsistem antara lain : fonologi. 1. 2. 1. kata. kalimat dan wacana. Bahasa itu konvensional Semua anggota masyarakat bahasa mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. 1. bahasa itu tersusun menurut suatu pola tidak tersusun secara acak. dan ragam. Bahasa itu manusiawi. 1. Lambang tidak bersifat langsung dan alamiah. Bahasa itu bervariasi ada 3 istilah yaitu ideolek. Fungsi bahasa menyampaikan pesan. klausa. Bahasa sebagai lambang Lambang : simbol dikaji dengan sebutan ilmu semiotika/semiologi (ilmu yang mempelajari tanda-tanda). Bahasa itu arbitrer Signifiant adalah lambang bunyi itu. Bahasa itu produktif Arti produktif adalah terus menerus menghasilkan. 3.

integrasi. Penggunaan Bahasa Hymes (1974) pakar sosio linguistik mengatakan bahwa. 1. Klasifikasi areal . alihkode. Bahasa dan Budaya Ada hipotesis yang sangat terkenal mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan ini dekeluarkan oleh dua pakar yaitu Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf yang menyatakan bahwa bahasa mempengaruhi kebudayaan. 4. Masyarakat Bahasa Adalah sekolompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor diluar bahasa. suatu komunitas dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING.4. 3. Bahasa dan Faktor Luar Bahasa Kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri. 3. 2. 2.3. 5. Klasifikasi tipologis Klasifikasi tipologis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa. 1. Klasifikasi Genetik atau Geneologis Artinya suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua didapati bahwa bahasa-bahasa di dunia ini terbagi dalam 11 rumpun besar. 3.3. Klasifikasi bahasa Klasifikasi dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa. Variasi dan Status Sosial Bahasa Karena anggota masyarakat penutur bahasa itu sangat beragam. Kontak Bahasa Dalam masyarakat yang bilingual atau multi lingual sebagai akibat adanya kontak bahasa dapat terjadi peristiwa yang disebut interferensi. dan campurkode.

Abjad adalah urutan huruf-huruf dalam suatu sistem aksara. suku. pertentangan fisis dan nomos. Tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat ditrsibusi dengan frase “dengan …. Bahasa Tulis dan Sistem Aksara Bahasa lisan adalah primer. Sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu.”.5. Bahasa lisan lebih dulu dari pada bahasa tulis. Misal : pembentukan jamak j boy menjadi boys. Kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu . berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. Alograf adalah farian dari grafem. Aksara adalah keseluruhan sistem tulisan. BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK LINGUISTIK TRADISIONAL  Menurut tata bahasa tradisional. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI  Persoalan pertentangan para filosof Yunani tentang hakikat bahasa adalah : 1. Pengertian Huruf adalah istilah umum untuk graf dan grafem. 4.kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian. kata. 3.Dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain. Klasifikasi sosio linguistik Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat. bahasa tulis adalah sekunder. 2. pertentangan analogi dan anomali kaum anologi anatara lain Plato dan Aristoteles. Grafem adalah satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem. Bahasa berdasarkan filsafat dan semantik. Graf adalah satuan terkecil dalam aksara.

membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna.sign atau semainon (2)makna samainonen /lekton(3)hal-hal diluar bahasa yakni benda dan situasi. c. Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa. kerja.M) Menurut Aristoteles ada 3 macam kelas kata : a. kata kerja aktif dan pasif. c. Rhema : ucapan dalam bahasa sehari-hari (prediket) c. d.simbol. Anoma : nama dalam bahasa sehari-hari (subyek) b. Kaum Anomali sejalan dengan kaum Naturalis dan kaum Anologi sejalan dengan kaum Kontensional. orang yang pertama kali membedakan kata anoma dan rhema. Kaum Stoik Usaha kaum Stoik dalam studi bahasa : a. dan arthoron). Memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya dialog dan mengemukakan masalah bahasa alamiah dan bahasa konvensional. melakukan kerja secara empiris. e. Membedakan legein dan propheretal. Membagi jenis kata menjadi 4 (kata benda. Kaum Sophis Sumbangan kaum Sophis dalam studi bahasa : a. melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran-ukuran tertentu.tidak teratur. Plato (429 – 347 S. Aristoteles (384 – 322 S. Misal : child menjadi children. c. syndesmoi. Kaum Alexandrian .sangat mementingkan bidang retrorika dalam studi bahasa. Menyodorkan batasan bahasa yaitu bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantaraan anomata dan rhemata. b. d.M) Jasa Plato dalam studi bahasa : a. f. Membedakan 3 komponen utama studi bahasa (1)tanda. b. Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa. Membedakan kata kerja komplet dan tidak komplet. Syindesinoi : kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis. b.

LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. Fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem.Kaum ini mewarisi buku tata bahasa yang disebut tata bahasa Dionysius Thrax.M. Aliran Praha Aliran ini terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa Vilem Mathesius (1882 – 1945). Institutiones Gramaticae atau Tata Bahasa Priscia. Rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema.Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan.M) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscra dengan karyanya Institutiones Gramaticae. • Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang tersusun secara berurutan bersifat linear. Lahir kurang lebih tahun 100 S. • • • Fonologi : Membicarakan tentang tulisan atau huruf yang disebut litterae. 2. Morfologi : Cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya. 3. . Tema adalah apa yang dibicarakan. Ferdinand De Saussure (1857 – 1913) Dianggap sebagai Bapak Lingiustik Modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya “ Course De Lingiustique Generale” yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915. Sintaksis : Membicarakan tata susunan kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai. Morfologi : Membicarakan mengenai dictio atau kata. Dalam bidang Fonologi aliran Praha membedakan dengan tegas akan Fonetik dan Fonologi. Tokoh : Louis Hjemslev (1899 – 1965) menjadi terkenal karena usahanya membuat ilmu bahasa yang berdiri sendiri. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri. ZAMAN ROMAWI  Tokoh pada Zaman Romawi yang tekenal Varro (116 – 27 S. Menurut Varro kata adalah bagian dari ucapan yang tidak dapat dipisahkan lagi dan merupaan bentuk minimum. Varra dan “De Lingua Latina” • • • Etimologi : Cabang linguistik yang menyelidiki asal usul kata beserta artinya.

7. L. Fonologi Prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan Fonetis. Perbuatan berbahasa (Performance) adalah pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. mengenai bahasa yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. Menurut teori Semantik generatif. Fillmore yang berjudul “The Case For Case” tahun 1968 dalam buku Bach.A. Linguistik Sistematik Tokohnya M. Tagmen adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling bertukaran untuk mengisi slot tersebut. tokoh dari Summer Institute of Linguistics yang mewarisi pandangan-pandangan Bloomfield. Kemampuan (Competence) adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. • Semantik Generatif Beberapa murid dan pengikut Chomsky memisahkan diri karena ketidak puasan terhadap teorinya karena semantik mempunyai eksistensi yang lain dari sintaksis dan struktur batin tidak sama dengan struktur semantis. Argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan. dan R. Holliday. dll.K. 6. • Tata Bahasa Kasus Pertama kali diperkenalkan oleh Chjarles J. Harins Universal In Linguiostic Theory. Firth (1890 – 1960) Guru Besar Universitas London terkenal karena teorinya mengenai Fonologi Prosodi. Aliran Firthiun John R. Aliran Tagmemik Aliran ini dipelopori oleh Kenneth. Predikat adalah perbuatan. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Leonard Bloomfield (1877 – 1949) terkenal dengan bukunya yang berjudul Language yang dikaitkan dengan aliran Struktural Amerika. E. sifat.4. . LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA • Tata Bahasa Transformasi Lahir dengan terbitnya buku Noam Chomsky yang berjudul Syntactic Structure pada atahun 1957. Pike. 5.

Contoh : Bus itu datang dari Bandung. Tokoh : David M. atau waktu yang sudah. Postal dalam karangan Lectures on Relational Grammar dll. Observasi dan klasifikasi yaitu mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa tanpa memberi kesimpulan apapun. Experiencer : yang mengalami peristiwa psikologis. Parlinutter dan Paul M. • Tata Bahasa Relasional Muncul tahun 1970-an. tempat. 2. membawa. Referensial : Acuan Contoh : Husin temanku.Terbitan Holt Rinehart and Winston. . Verba sama dengan predikat. Contoh : Dia merasa takut.1 Keilmiahan Linguistik Tahap perkembangan linguistic : 1. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU Linguistik ialah ilmu yang mempelajari bahasa sebagai objek kajiannya. Agent : pelaku perbuatan atau yang melakukan suatu perbuatan. Source : Keadaan. Contoh : menendang. Object : sesuatu yangh dikenai perbuatan atau yang mengalami suatu proses. Goal : Keadaan. tempat atau waktu yang kemudian Contoh : Dia mau menjadi Guru. nomina sama dengan argumen dalam teori Samantik Generatif. spekulasi yaitu pembicaraan suatu hal dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif (tanpa didukung bukti-bukti) 2. Contoh : Dia menendang Bola.

maka linguistic melihat bahasa sebagai bunyi. objek kajiannya adalah struktur internal bahasa itu/kaitannya dengan factor luar bahasa .linguistic mikro (fonologi. bahasa adalah bunyi ujaran. biasanya bersifat histories/ mengetahui sejarah structural bahasa itu serta segala bentuk perkembangannya dan perubahannya) 3. maka linguistic tidak menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.morfologi. • Pendekatan bahasa sebagai bahasa dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut : 1. 2. 4. 2.2 Subdisiplin linguistik Pengelompokan nama-nama subdisiplin linguistik berdasarkan : 1.stilistika. maka linguistic memndang bahasa sebagaikumpulan unsure yang mana antara satu dan lainnya saling berkaitan. 3.linguistic diakronik (mengkaji bahasa pada masa tak terbatas. bahasa berubah dari waktu ke waktu.3. missal mengkaji bahasa Indonesia tahun 20-an) . tujuan pengkajiannya untuk teori/terapan makro (sosiolinguistik.filsafat bahasa dan neurolinguistik) 4. objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya/bahasa tertentu.dialektologi.etnolinguistik.antropolinguistik. 5. karena sifat empirisnya.psikolinguistik. bahasa bersifat unik. bahasa adalah suatu system. maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif.linguistic sinkronik (mengkji bahasa pada masa terbatas. perumusan teori yaitu dimana dari data-data yang dikumpulkan lalu dirumuskan hipotesis dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhdap fakta-fakta yang ada.filologi .semantic dan leksikologi) linguistic . 2. Linguistik yang telah mangalami tiga tahap perkembangan ini sudah dapat dikatakan ilmiah. Dapat dibedakan menjadi linguistic umum (mengkaji kaidah bahasa secara umum) dan linguistic khusus (mengkaji kaidah bahsa tertentu). objek kajiannya adalah bahasa pada masa tertentu/sepanjang masa .sintaksis.

fonemik.kritikus.linguistic teoritis (penyelidikan hanya untuk kepentingan teori belaka).bagi linguis yaitu membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya.peminat sastra yaitu membantu memahami karya-karya sastra .3 Manfaat Linguistik .2. yaitu sub . . BAB 7 TATARAN LINGUISTIK (4) SEMANTIK Hocket.Negarawan/politikus yaitu untuk memperjuangkan ideology dan menyelesaikan gejolak social. system dan distribusi Bapak linguistic modern. sedangkan linguistic terapan (penyelidikan untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah dimasyarakat seperti pengajaran bahasa. seorang tokoh strukturalis menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem yang kompleks dari kebiasaan-kebiasaan. teori/aliran yang digunakan untuk menganalisis objeknya 2.2 Analisis Linguistik Dilakukan terhadap bahasa yang lebih tepat disebut fonetik. 2. antara lain relasi sintamagnik (hubungan antara satuan bahasa dalam klimat konkret) dan relasi asosiatif (hubangan antar satuan bahasa yang tak nampak dalam kalimat).1 Struktur.3 Analisi rangkaian unsur dan analisis proses unsur Analisis rangkaian unsur (setiap satuan bahasa dibentuk dari unsure-unsur lain) sedangkan analisis proses unsur (setiap satuan bahasa merupakan hasil dari suatu proses pembentukan).penyusunan buku ajar) 5. Sistem bahasa ini terdiri dari lima sub sistem.2. satuan kata. 2. 2. sintaksis.2. 2. Ferdinand de Saussure(1857-1913) dalam bukunya Course de Linguistique Generale membedakan dua relasi antara satuan bahasa.Bagi peneliti. satuan frase. semantic.Bagi guru yaitu melatih ketrampilan berbahasa .2 Analisis bahasa langsung yaitu teknik dalam menganalisis unsur yang membangun suatu satuan bahasa. klausa bahkan kalimat.

kata-kata yang menyatakan . HAKIKAT MAKNA Menurut de Saussure setiap tanda linguistik terdiri dari komponen signifian (yang mengartikan) yang wujudnya berupa runtunan bunyi. dan gambar. dan Kontekstual Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun.2. seperti afiksasi. tidak ada artinya. Sebaliknya kata-kata seperti dan. semantik. Kata-kata yang acuannya tidak menetap pada satu maujud. dan komponen signifie (yang diartikan) berupa pengertian atau konsep (yang dimiliki oleh signifian). merah. Sebab kedua komponen itu merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kata “kepala” pada kedua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda.2. Ferdinand de Saussure dalam teorinya menyatakan bahwa tanda linguistik (Signe Linguistique) terdiri dari komponen signifian dan signifie. Sub sistem semantik dan fonetik bersifat periperal. melainkan dapat berpindah dari maujud satu ke maujud lain disebut kata-kata deiktik. reduplikasi. Misalnya pada kata “lapala” dalam bentuk bentuk kalimat bentuk : a) Rambut di kepala nenek putih semua b) Sebagai kepala sekolah dia harus menegur murid itu. Makna Referensial dan Non-referensial Sebuah kata bermakna referensial kalau ada referensnya. Bapak linguistik modern. Makna gramatikal baru ada kalau terjadi proses gramatikal. saya. yang berarti studi linguistik tanpa disertai dengan studi semantik.2. kamu). Makna Lekskal. komposisi. misalnya di sini. 7.1. di sana. morfofonemik. Yang termasuk katakata deiktik adalah kata-kata promira (dia. Makna leksikal dapat pula diartikan makna yang ada dalam kamus. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam satu konteks. atau acuannya dalam dunia nyata. 7. fonologi. Gramatikal.1. 7. atau kalimatisasi. karena tidak mempunyai referens.sistem gramatika. dan fonetik. Jadi menurut Ferdinand de Saussure makna adalah “pengertian” atau “konsep” yang terdapat pada sebuah tanda linguistik. JENIS MAKNA 7. Misalnya kata kuda. Misalnya dalam proses afikasi perfiks ber – dengan dasar baju melahirkan makna gramatikal “memakai baju”. kata-kata yang menyatakan ruang.2.

kondominium. Makna konotatif termasuk dalam makna asosiatif karena berasosiasi dengan nilai rasa terhadap kata itu. Misal kata “babi” bermakna binatang yang biasa diternakkan dan diambil dagingnya. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa. kita membedakan penggunaan kata rumah. Konotasi netral misal kurus. Makna konotasi ada tiga.2. sehingga kata tersebut hanya cocok untuk digunakan berpasangan dengan kata tertentu. seperti sekarang. Misalnya pada kedua kalimat di bawah ini memiliki makna afektif yang berbeda. Oleh Leech (1976) ke dalam makna asosiasi ini dimasukkan juga yang disebut akna konotatif. afektif. 7. konotasi positif misalnya ramping. seperti ini dan itu. Misalnya. “Coba. dan konotasi negatif misalnya kerempeng. makna konseptual sama dengan makna leksikal. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna asli. dan wisma yang semuanya memberi asosiasi yang berbeda terhadap penghuninya. denotatif dan makna referensial. mohon diam sebentar !” katanya kepada kami Makna kolakotif berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dari sejumlah kata-kata yang bersinonim. vila. dan makna kolakotif. kata “tampan” . “Tutup mulut kalian !” bentaknya kepada kami b. Makna stalistika berkenaan dengan pembedaan penggunaan kata sehubungan dengan perbedaan bidang sosial atau bidang kegiatan.4. kata-kata yang disebut kata penunjuk.waktu. stilistika. a. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun.3. Makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatif. atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem.2. istana. 7. kediaman. Misalnya kata “merah” berasosiasi dengan berani. Jadi. Makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap lawan bicara. Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai”. pondok. besok. Misalnya. Makna denotatif sama dengan makna leksikal.

Contoh : seperti anjing dengan kucing artinya dua orang yang tidak bisa akur. tidak meragukan meskipun tanpa konteks kalimat. hanya cocok atau berkolakasi dengan kata yang memiliki ciri “pria”. faktor waktu. meja hijau. Ketidaksamaan makna ujaran dikarenakan beberapa faktor. Misalnya kata “kuping” dalam bidang kedokteran adalah bagian yang terletak di luar. komandan tidak. baik secara leksikal maupun gramatikal. Idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikalnya sendiri. faktor wilayah.3. 7. Hulubalang berpengertian klasik. misalnya kata “saya” digunakan oleh . faktor keformalan. Misalnya kata “beta” untuk wilayah Indonesia bagian timur. sedangkan telinga bagian yang terletak di dalam. Makna Kata dan Makna Istilah Makna kata masih bersifat umum. buku putih yang bermakna “buku yang memuat keterangan resmi mengenai suatu kasus” kata “buku” masih memiliki makna leksikalnya. 7. antara lain : Pertama. Sinonim Sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan kesamaan makna antara ujaran yang satu dengan ujaran yang lainnya. jelas. 7. Ketiga.6.2. dan tidak jelas.sesungguhnya bersinonim dengan kata cantik. Misalnya uang dan duit.1. RELASI MAKNA Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain. Keempat. Kedua. Contoh : betul bersinonim dengan benar. Peribahasa memiliki makna yang masih bisa ditelusuri dari makna unsur-unsurnya karena adanya “asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa. “saya” digunakan secara umum. Makna istilah mempunyai makna yang pasti.5.3. 7. kasar. Contoh idiom adalah membanting tulang.2. contohnya. Makna Idiom dan Peribahasa Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari makna unsur-unsurnya. Misalnya kata “hulubalang” dengan kata “komandan”. Makna kata menjadi jelas jika kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya. faktor sosial.

3. kepala meja d. antonim yang bersifat relasional yaitu antonim yang munculnya yang satu harus disertai dengan yang lain. Keempat.siapa saja kepada siapa saja. Contohnya : kata gram dan kilogram. Contoh kata “kepala” pada frase berikut : a. antonim majemuk yaitu antonim yang memiliki pasangan lebih dari satu. Misalnya kata “matahari” bias digunakan dalam kegiatan apa saja atau umum. Contohnya kata hidup berantonim secara mutlak dengan kata mati. Homonimi . 7. bidang kegiatan. kata “melirik” memiliki makna melihat dengan sudut mata. jongkok dan bersila. Keenam. Misalnya kata “melihat” memiliki makna umum.3. kepala surat c. “aku” digunakan terhadap teman sebaya.3. antonim dibedakan atas beberapa jenis. Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. faktor nuansa makna. batasnya itu dapat bergerak menjadi lebih atau kurang. antonim yang bersifat relatif atau bergradasi yaitu antonim yang batas antara satu dengan yang lainnya tidak dapat ditentukan secara jelas. Contoh : baik berantonim buruk.2. kepala kantor b.3. menjual dengan membeli. Misalnya kata berdiri berantonim dengan kata duduk. 7. kepala manusia 7.4. tidur. Dilihat dari sifat hubungannya. Kelima. sedangkan kata “surya” hanya cocok digunakan pada ragam sastra. Kedua. Misalnya suami dengan isteri. antonim yang bersifat mutlak. antara lain : Pertama. Kelima. antonim yang bersifat hierarkial yaitu antonim yang kedua satuan jaran yang berantonim itu berada dalam satu garis jenjang atau hierarki. Ketiga. Antonim Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan. tiarap.

Dalam kata jendela.3. PERUBAHAN MAKNA Secara sinkronis (masa yang relatif singkat).3. Burung berhiponim merpati. karena dalam bahasa tulis unsur suprasegmental tidak dapat digambarkan dengan akurat. bentuk “buku sejarah baru” dapat ditaksirkan menjadi (1) buku sejarah itu baru terbit.3. Dalam homonimi ada yang disebut homofoni dan homografi. makna sebuah kata tetap sama. tetapi secara diakronis (masa yang relatif lama) kemungkinan bisa berubah. 7. Contohnya “bang” dengan bank. Misalnya kesamaan makna dalam kalimat “Bola itu ditendang oleh Dika” dengan “Bola itu ditendang Dika” kata “oleh” inilah yang dianggap sebagai redundans.5. berlebih-lebihan. 7. atau (2) buku itu memuat sejarah zaman baru. tetapi ucapan dan maknanya tidak sama.7. Misalnya kata “bisa” yang bermakna “sanggup” dan “bisa” yang bermakna racun ular.Homonimi adalah dua buah kata satu satuan ujaran yang bentuknya sama maknanya berbeda. tanpa memperhatikan ejaannya. pintu. Homofini adalah kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran. Contoh merpati berhiponim dengan burung. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Homografi mengacu pada bentuk ujaran yang sama ortografi atau ejaannya. Hiponimi Hiponimi adalah hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain. dan rumah. Misalnya. Redudansi Redudansi adalah penggunaan unsur segmental dalam bentuk suatu ujaran yang berlebih-lebihan.4. Ambiquiti atau Ketaksaan Ambiquiti adalah gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda yang terjadi pada bahasa tulis. 7. Teras yang maknanya inti dan teras yang maknanya serambi. Misalnya kata “teras”. Namanya yang tepat adalah partonimi atau meronimi.6. jendela dan pintu hanya bagian atau komponen dari rumah. antara lain : . 7.

sekarang bermakna karya cipta. Kelima. Ketiga. 7. seperti pada ujaran “kata-katanya sangat pedas”. perkembangan sosial budaya. adanya asosiasi yaitu hubungan antara sebuah bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain berkenaan dengan bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain yang berkenaan dengan bentuk ujaran itu. tetapi juga celana. Misalnya kata “pedas” yang seharusnya ditanggap oleh alat indra perasa lidah menjadi ditanggap oleh alat pendengar telinga. kata “tuan” diganti dengan kata “bapak” yang terasa lebih demokratis. perubahan makna yang “mengkasarkan” disebut disfemia. Perubahan makna meluas. Perubahan makan yang bersifat “mengkasarkan” misalnya kata “kalah” digantu dengan “masuk kotak”. membuat”. semantif field) atau median leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. Perubahan makna menyempit. sepatu. Ada juga perubahan makna yang “menghaluskan” misalnya kata “pemecatan” diganti PHK. Kini. dasi dan sebagainya. digunakan kata “tuan”. artinya kalau tadinya kata bermakna “A”. Misalnya pada zaman feudal dulu. Perubahan makna yang “menghaluskan” disebut eufemia/eufemisme. perkembangan iptek. Misalnya kata “sarjana” tadinya bermakna “orang cerdik” tetapi kini hanya bermakna “lulusan perguruan tinggi” saja. Misalnya . perkembangan pemakaian kata. sehingga dengan demikian bila disebut ujaran itu maka yang dimaksud adalah sesuatu yang lain yang berkenaan dengan ujaran itu.5.5. Medan Makna Medan makna (semantic domain. Misalnya kata “menggarap” dari bidang pertanian digunakan juga dalam bidang lain dengan makna “mengerjakan. topi. Kedua.Pertama. Perubahan makna secara total. artinya kalau tadinya kata bermakna umum menjadi bermakna khusus. Keempat. misalnya kata “Baju” mulanya bermakna pakaian. Misalnya kata “sastra” mulanya bermakna “tulisan” lalu berubah menjadi bermakna “bacaan”. untuk menyebut orang yang dihormati.1. lalu menjadi bermakna “B”. Misalnya kata “amplop” yang berarti sampul surat dan yang berarti “uang sogok”. MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA 7. Misalnya kata “seni” pada mulanya hanya berkenaan dengan air seni. artinya makna yang dimiliki sekarang jauh berbeda dengan makna aslinya. pertukaran tanggapan indra. seperti sarjana pendidikan.

kuning. berdasarkan siswat hubungan semantisnya dapat dibedakan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. perahu.2. bacaan. BAB 6 TATARAN LINGUISTIK (3): SINTAKSIS Sintaksis adalah bidang tataran linguistic yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika. yaitu sun yang berarti dengan dan tattiein yang berate menempatkan.5. verbalah yang menentukan kehadiran konstituan lain dalam sebuah kalimat. Kelompok set menunjuk pada hubungan paradigmatik. merah jambu. kalau verbanya berupa kata kerja membaca. Kata-kata yang mengelompok dalam satu medan makna. coklat. hitam. Komponen Makna Makna yang dimiliki oleh setiap kata terdiri dari sejumlah komponen makna yang membentuk keseluruhan makna kata itu. nelayan. dan merah bata. Umpanyanya. Kesesuaian Semantik dan Sintaktik Menurut Chafe (1970) inti sebuah kalimat adalah pada predikat atau verba.5. . biru. Misalnya dalam kalimat “tiang layer perahu nelayan itu patah dihantam badai !”. bahasa Indonesia memberi keterangan perbandingan.medan warna dalam bahasa Indonesia mengenal nama-nama merah. Kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmantik yang terdapat antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. seperti merah darah. Secara etimologi berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat . 7. hijau. karena kata-kata yang berada dalam satu kelompok set itu bisa saling disubtitusikan. Kata layar. dan badai yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi.3. satu tempat atau lingkungan yang sama. 7. Selain itu juga harus hadir objek nomina yang memiliki komponen makna bacaan. menurut Chafe. sebab verba membaca juga memiliki komponen makna. kata remaja merupakan tahap erkembangan dari kanak-kanak menjadi dewasa. putih. Untuk mengatakan nuansa warna yang berbeda. Sintaksis berasal dari bahasa Yunani. maka dalam kalimat itu akan hadir sebuah subjek berupa nomina pelaku dan berkomponen makna manusia.

tidak mengalami proses morfologi. Sedangkan. verba. tetapi dalm tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil yang secra hierarkial menjadi komponen pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar.Dalam kalimat perintah “ Baca ! “ . Susunan fungsi sintaksis tidak harus selalu berurutan S. melirik (P) memiliki peran aktif. yaitu frase. Contoh: . Selain itu.K merupakan fungsi dari sintaksis dan juga mempunyai peran sintaksis. tadi pagi (K) memiliki peran waktu. perintah.K.O. kata merupakan satuan terbesar. numeralia. Kata tugas juga mempunyai . Adverbia. Dalam sintaksis kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis. dan perangkai dalam penyatuan bagian-bagian dari satuan sintaksis. ajektifa. yaitu kata penuh dan kata tugas.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS Dalam tataran morfologi.2 STRUKTUR SINTAKSIS Terdiri dari susunan S. 6. mempunyai kebebasan mutlak sehingga dapat menjadi pengisi fungsi-fungsi sintaksis.O. penanda kategori sintaksis.P. maka fungsi yang muncul hanyalah yang menyatakan jawaban. Kata Penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna.dan K Contoh: Kakek melirik nenek tadi pagi SPOK S: sebagai kategori nomina P: sebagai kategori verba O: sebagai kategori nomina K: sebagai kategori nomina S.Dalam kalimat jawaban “ Sudah ! “ . Dalam pembahasan kata sebagai pengisi satuan sintaksis. karena berpengaruh terhadap munculnya fungsi-fungsi lain.6.O. Contoh dalam kalimat di atas: Nenek(S) memiliki peran pelaku(agentif). pakar lain Chafe mengatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat dan predikat itu harus selalu berupa verba. Kata penuh berkategori nomina. yang tampaknya urutannya harus selalu tetap adalah fungsi P dan O.P. Ada pendapat lain yang mengatakan hadir tidaknya suatu fungsi sintaksis tergantung pada konteksnya. mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi. Namun. dibedakan menjadi dua macam kata. Banyak pakar yang mengatakan struktur sintaksis minimal harus memiliki fungsi subjek dan predikat karena tanpa fungsi tersebut konstruksi itu belum dapat disebut sebgai sebuah struktur sintaksis. atau seruan. Sedangkan. Namun. Keempat fungsi itu tidak harus ada dalam setiap struktur sintaksis. kata tugas berkategori preposisi dan konjungsi.Dalam kalimat seruan “ Hebat ! “ Dari contoh di atas.P. kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna. kakek(O) memiliki peran sasaran.

) Nondirektif Frase yang komponen pertamanya berupa artikulus. Contoh frase: belum makan Contoh bukan frase karena morfem terikat: tata boga 6.2.) frase adjektifa. yaiu frase yang intinya berupa nomina atau pronominal 2. Komponen inti dapat didepan dan dapat juga dibelakang.1.yang. yaitu membatasi makna komponen inti.3.2.1.) frase numeralia.) frase verbal. Pembentuk frase itu harus berupa morfem bebas. yaitu yang merupakan inti frase berlaku sebagai komponen atasan.3 FRASE 6. Frase endosentrik disebut juga frase subordinatif karena salah satu komponennya. Frase .2. ajektifa.para. sedangkan komponen lainnya yaitu komponen yang membatasi berlaku sebagai komponen bawahan.3.sang. Contoh: sedang membaca Kata sedang membatasi makna komponen inti( kata membaca).Frase Koordinatif Frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif.Frase Eksosentrik Adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Contoh: frase di pasar Terdiri dari komponen di dan pasar Frase eksosentrik dibagi menjadi 2: 1.) Direktif( Preposional) Frase yang komponen pertamanya berupa preposisi dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. Berdasarkan intinya. frase endosentrik dapat dibedakan menjadi 4: 1.3. Pengertian Frase Frase adalah gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis didalam kalimat. selalu terikat dengan kata yang ada dibelakangnya atau di depannya dan dengan kata-kata yang dirangkaikannya.3. bukan berupa morfem terikat.2.) frase nominal.dan kaum. seperti si. yaitu frase yang intinya berupa kata kerja 3.Frase Endosentrik (Frase Modifikatif) Frase yang komponennya bukan inti. 6. atau verba. yaitu frase yang intinya berupa kata numeral 6. yaitu frase yang intinya berupa kata sifat 4. 6. sedangkan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata berktegori nomina. Jenis Frase Frase dibedakan menjadi 4: 6.3.kebebasan yang tebatas.3.2. 2.

maupun interjektif. KLAUSA 6.sehingga urutan komponenya dapat dipertukarkan.1.Frase Apositif Frase koordinatif yang kedua komponenya saling merujuk sesamanya.3. b. 6.3. 6. Contoh: Adik mandi. Sebuah konstruksi disebut kalimat kalau kepada konstruksi itu diberikan intonasi kalimat.4. melainkan dinyatakan dengan unsure leksikal. jumlah. Pengertian Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruksi predikatif. Letak Klausa Tempat klausa adalah di dalam kalimat. aspek. perluasan frase dilakukn secara bertahap.3. untuk menyatakan konsep-konsep khusus. bahasa Indonesia adalah keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci terhadap suatu konsep. Hal ini dikarenakan beberapa faktor: a. Dalam perincian deskripsi ini biasanya digunakan konjungsi yang sebagai penyambung keterangan-keterangan tambahan pada deskripsi itu. Klausa dapat menjadi kalimat tunggal jika didalamnya terdapat subjek dan predikat. artinya di dalam konstruksi itu ada komponen. baik intonasi deklaratif.2. c. dan pembatas tidak dinyatakan dengan afiks seperti dalam bahasa-bahasa fleksi. dan keterangan. biasanya diterangkan secara leksikal.4. modalitas. Dalam bahasa Indonesia perluasan frase sangat produktif. SP Kalimat tersebut bersifat predikatif.4. Selain itu. Fungsi yang harus ada dalam konstruksi klausa ini adalah subjek dan predikat. berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek. Perluasan Frase Frase dapat diperluas dengan memberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. pengungkapan konsep kala.2. ingkar. interogatif. seluruh bagian kalimat diisi oleh sebuah klausa. Sedangkan dalam kalimat majemuk diisi oleh dua atau lebih klausa. Banyak klausa yang terletak di tengah kalimat karena disisipkan sebagai keterangan tambahan. objek. Contoh: Nenek mandi. Contoh: Gadis yang duduk di depan itu bukan cucu nenek. Dalam kalimat tunggal. jenis. 6. Dapat disebut kalimat kalau kepadanya diberi intonasi kalimat.koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit biasanya disebut frase parataksis. .4. 6.

2.4. Contoh: Nenek menangis c.3.) Klausa nominal Klausa yang predikatnya berupa nomina.4. Contoh: Bumi ini sangat luas 4. 6.) Klausa transitif Klausa yang predikatnya verba transitif.Klausa gadis yang duduk di depan disisipkan ke dalam klausa gadis itu bukan cucu nenek. Contoh: Nenek sedang menangis 2. Dalam klausa ini hanya ada subjek saja atau objek saja atau keterangan saja. Contoh: Ibu di dapur 6. Contoh: Nenek menulis surat b. Contoh: Bandelnya teramat sangat 5.3.2. Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya 1.) Klausa adverbial Klausa yang predikatnya adverbia.) Klausa preposional Klausa yang predikatnya berupa frase berkategori preposisi.3.) Klausa numeral . Jenis Klausa Jenis klausa dibedakan berdasarkan strukturnya dan kategori segmental yang menjadi predikatnya. Contoh: Ayahnya petani di desa itu 3. Klausa verbal dibagi menjadi 3: a.) Klausa bebas Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap.Berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi 2: 1.) Klausa terikat Klausa terikat adalah klausa yang mempunyai struktur yang tidak lengkap. sekurangkurangnya mempunyai subjek dan predikat. 6.4.) Klausa verbal Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba.) Klausa adjektifal Klausa yang predikatnya berkategori ajektifa.1. 6.) Klausa intransitif Klausa yang predikatnya verba intransitif.) Klausa refreksif Klausa yang predikatnya berupa verba refreksif.

ketika.) Kalimat majemuk koordinatif Kalimat majemuk yang klausanya memiliki status yang sama. Contoh: FN+FV : Nenek datang Kalimat inti dapat diubah menjadi kalimat noninti dengan berbagai transformasi. yang setara. atau netral dan afirmatif.4. seperti dan.5. kalimat majemuk mempunyai klausa lebih dari satu.5. Kalimat verbal dan non-verbal . Jenis Kalimat 6. frase.) Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya lengkap.) Kalimat majemuk kompleks atau campuran Kalimat majemuk yang terdiri dari 3 klausa atau lebih. 3. 6.5. tetapi.2. Sedangkan. 6.Klausa yang predikatnya berupa kata atau frase numeralia. Kalimat mayor dan Kalimat minor 1.2.5.1. Kalimat majemuk ini merupakan campuran dari kalimat majemuk setara dan bertingkat. 2.5. 6. ada yang konjungsi secara implisit (tanpa konjungsi).3.2. atau. Klausa berpusat adalah klausa yang subjeknya terikat di dalam predikatnya. Contoh: gajinya 5 juat sebulan Ada istilah klausa berpusat dan tak berpusat.) Kalimat majemuk subordinatif Kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya tidak setar.5. meskipun. 6. 6.) Kalimat minor adalah kalimat yang unsur-unsurnya tidak lengkap.  Klausa ini terdapat dalam beberapa bahsa fleksi seperti bahsa arab dan bahasa latin. misalnya kalimat seruan. sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat 2. misalnya kalu.2. Pengertian Kalimat Kalimat adalah kata-kata yang teratur yang berisi pikiran atau pelengkap. Biasanya kedua klausa dihubungkan dengan konjungsi subordinatif. aktif. Kalimat tunggal dan Kalimat majemuk Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa.2. Konstituen itu sendiri dapat berupa kata. KALIMAT 6.5.1.2. Kalimat majemuk dibedakan menjadi 3: 1. yaitu kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif. yang menjadi dasar penting dari kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final. atau klausa. lalu. Namun. dan karena. Kalimat inti. Klausa-klausanya biasanya dihubungkan dengan konjungsi eksplisit.. atau yang sederajat. Contoh: Aqra ul Qur’an artinya saya membaca al qur’an Klausa tak berpusat adalah klusa yang subjeknya tidak terikat di dalam  predikatnya.

Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan yaitu mengenai perbuatan. Kalimat bebas dan Kalimat terikat 1. Aspek.5.) Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata/frase yang berkategori verba. keadaan. modalitas intensional ( keinginan. Intonasi Kalimat Intonasi dapat berupa tekanan. kejadian . ajakan ) .3. 6. modus interogatif ( pertanyaan ) e.) Kalimat bebas adalah kalimat yang dapat memulai sebuah paragraf tanpa bantuan kalimat lain yang menjelaskannya.4.. nada. modus optatif ( harapan atau keinginan ) c. aspek inseptif ( peristiwa baru mulai ) c. Kala adalah informasi di dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. dan peristiwa.4.modus indikatif (bersikap objektif atau netral ) b.5. tindakan atau pengalaman yang disebutkan di dalam predikat.4. aspek repetitif ( perbuatan terjadi berulang-ulang ) e. Nada adalah unsur suprasegmental yang diukur berdasarkan kenyaringan suatu segmen dalam suatu ujaran. permintaan. Tempo adalah waktu yang dibutuhkan untuk melafalkan suatu arus ujaran.4. aspek sesatif ( perbuatan berakhir ) 6. Modus adalah penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara tentang apa yang diucapkannya. dan Diatesis 6. keadaan.4. Ada beberapa jenis modalitas : a. 2.) Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap.3. Modalitas.5.1.1. Fokus. Ada beberapa macam aspek: a. a. Modus. 6. modus desideratif ( keinginan atau kemauan ) g. Ada beberapa modus: a. Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan wakatu secara internal di dalam situasi. modus imperatif ( perintah atau larangan ) d. 2. atau tempo.5. c.2.5.) Kalimat non-verbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata/frase verbal.5.2. aspek imperfektif ( berlangsung sebentar ) f.5. Tekanan adalah ciri-ciri suprasegmental yang menyertai bunyi ujaran b.5. aspek progresif ( perbuatan sedang berlangsung ) d. kejadian/proses.4. Kala. modus obligatif ( keharusan ) f. modus kondisional ( persyaratan ) 6. 6. aspek kontinuatif ( perbuatan terus berlangsung ) b. 6.

5. ini. yang bisa dipahami oleh pembaca/pendengar tanpa keraguan apapun. Wacana ini dibedakan menjadi wacana lisan dan wacana tulis b. Jenis Wacana Wacana dibedakan berdasarkan sudut pandang dari mana wacana itu dilihat. mereka. c. diastesis refleksif.6.3.7. nya. WACANA 6.4. kepastian. dan keharusan ) c. 6.b.6. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. menggunakan hubungan sebab-akibat diantara isi kedua kalimat e. menggunakan hubub\ngan pertentangan pada kedua kalimat b.6. menggunakan hubungan perbandingan anatara isi kedua bagian kalimat d. dibedakan menjadi wacana narasi. Pengertian Wacana Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap. atau ide yang utuh. dan argumentasi. eksposisi. menggunakan kata ganti dia.5. 6. konjungsi yaitu alat untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat atau paragraf. yaitu: a. diastesis resiplokal. Diastesis adalah gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam hal itu. dan itu sebagai rujukan anafosis. CATATAN MENGENAI HIERARKI SATUAN .6. dan diastesis kausatif. menggunakan hubungan rujukan yang sama pada dua bagian kalimat dalam satu wacana. gagasan. sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. wacana dilihat dari pengguanaan bahasa dibedakan menjadi wacana prosa dan wacana puisi c. 6. menggunakan hubungan tujuan didalam isi sebuah wacana f.1. 6. modalitas deontik ( keizinan atau perkenanan ) d. Alat Wacana Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif antara lain: a.5. yaitu: a. yaitu bahasa lisan atau bahasa tulis. wacana dilihat dari penyampaian isinya. persuasi. modalitas epistesmik ( kemungkinan. wacana berdasarkan dengan sarananya. menggunakan elipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat pada kalimat yang lain. menggunakan hubungan generik-spesifik dan sebaliknya c.4. Ada beberapa macam diastesis yaitu diastesis aktif. pikiran.6. b.2. modalitas dinamik ( kemampuan ) 6. Dalam wacana terdapat konsep. 6. diastesis pasif. Selain itu juga dapat dibuat dengan bantuan berbagai aspek semantik.

maka orang juga mengira Adam dan Hawa memakai bahasa Ibrani di Taman Firdaus. Semua itu hanyalah spekulasi yang pada zaman sekarang sukar diterima. atau bagaimana cara membuktikannya. Tahap pertama. Padahal seperti yang kita tahu. Artinya kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedurprosedur tertentu. Adam berbahasa Denmark. Tahap kedua. Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolonggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Bahkan sampai akhir abad-17 seorang filosof Swedia masih menyatakan bahwa di Surga Tuhan berbicara dengan Swedia. yakni tahap spekulasi. Dalam praktek berbahasa banyak faktor yang menyebabakan terjadinay penyimpangan urutan. Kebanyakan ahli sebelum perang kemerdekaan baru bekerja sampai tahap ini. dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja. atau kalaupun dijawab akan secara spekulatif pula. bahwa pandangan atau penglihatan kita seringkali tidak sesuai dengan kenyataan atau kebenaran faktual. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Dalam studi bahasa dulu orang mengira bahwa semua bahasa di dunia diturunkan dari bahasa Ibrani. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU 2. dan penurunan tingkat. ular berbahasa Perancis. Tindakan spekulatif seperti ini kita lihat misalnya. termasuk juga ilmu linguistik. Bahasa-bahasa di Nusantara .Kiranya urutan hierarki itu adalah normal teoritis. Kalau ditanya apa buktinya. 1. adalah tahap observasi dan klasifikasi. tetap mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut. Disamping urutan normal itu bisa dicatat adanya kasus pelompatan tingkat. tentu tidak dapat dijawab. pelapisan tingkat. Keilmiahan Linguistik Pada dasarnya setiap limu.

lalu dikelompokkan berdasarkan kesamaan-kesamaan ciri yang dimiliki bahasa-bahasa tersebut. yakni data yang nyata ada. bentuk merubah yang nyatanyata secara empiris ada. . Cara seperti ini belum dikatakan “ilmiah” karena belum sampai tahap penarikan suatu teori. adalah tahap adanya perumusan teori. kita katakan adalah bentuk yang salah. dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada. Tindakan spekulatif dalam kegiatan ilmiah berarti tindakan itu dalam menarik kesimpulan atau teori harus didasarkan pada data empiris.didaftarkan. disiplin linguistik itu sekarang sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah. Seharusnya adalah mengubah. yang terdapat dari alam yang wujudnya dapat diobservasi. yaitu dari prefiks me – ditambah dengan bentuk dasar ubah. sebab masih banyak sekali bahasa di Nusantara ini yang belum terdokumentasikan. . Tahap ketiga. Artinya. ditelaah ciri-cirinya. menurut pengetahuan kita jika prefiks me – diimbuhkan pada kata dasar yang mulai dengan vokal maka akan muncul –ng–. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Disiplin linguistik dewasa ini sudah mengalami ketiga tahap diatas. oleh karena itu. Jadi kesimpulan yang dibuat pada kegiatan ilmiah hanya berlaku selama belum ditemukannya data baru yang dapat membatalkan kesimpulan itu. Kemudian dalam disiplin itu dirumuskan hipotesis atau hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Selain tiu bisa dikatakan ketidakspekulatifan dalam penarikan kesimpulan merupakan salah satu ciri keilmiahan. Kegiatan linguistik juga tidak boleh “dikotori” oleh pengetahuan atau keyakinan si peneliti. Pada saat ini cara kerja tahap kedua ini tampaknya masih diperlukan bagi kepentingan dokumentasi kebahasaan di negeri kita. Umpamanya.

Kesimpulan ini biasanya disebut kesimpulan induktif. Namun. Artinya. Sebagai ilmu empiris. . kebenaran kesimpulan deduktif sangat bergantung pada kebenaran kesimpulan umum. Kemudian sesuai dengan predikat keilmiahan yang disandangnya linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan. dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut: Pertama. maka berarti kesimpulan itu menjadi goyah kedudukannya. Apabila data baru itu tidak cocok dengan kesimpulan itu. karena bahasa adalah bunyi ujaran. mula-mula dikumpulkan data-data khusus. yang dipakai untuk menarik kesimpulan deduktif itu. linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. Karena itu. perlu diwaspadai dan direvisi. yang lazim disebut premis mayor. lalu dari data-data khusus ditarik kesimpulan umum. sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa. bahasa lisan adalah primer. suatu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada. kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris. maka kesimpulan itu berarti semakin kuat kedudukannya. tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya. Dalam ilmu logika atau ilmu menalar selain adanya penalaran secara induktif . Data empiris itu dianalisis dan diklasifikasikan. Jadi. Lalu ditarik suatu kesimpulan umum berdasarkan data empiris itu. secara deduktif adalah kebalikannya. Artinya. Artinya bagi linguistik. linguistik sering disebut nomotetik. maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. Kemudian kesimpulan ini “diuji” lagi pada data empiris yang diperluas. Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini.Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun.

melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan. atau sebagai sistem itu. yang berdiri sendiri-sendiri. Keempat. maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. disebut pendekatan struktural. Pembagian atau pencabangan itu diadakan tentunya karena objek yang menjadi kajian . karena sifat empirisnya. karena bahasa adalah suatu sistem. Artinya. 2. Lalu karena itu pula linguistik mempelajari bahasa secara sinkronik dan diakronik. sepanjang kehidupan bahasa itu. yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan. artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspek dan perkembangannya dari waktu ke waktu. maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. Secara diakronik. Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan. Secara diakronik sering juga disebut studi histori komparatif. Kelima. yaitu yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur-unsur yang terlepas. maka linguistik mendekati bahasa secara deskripstif dan tidak secara prespektif. karena bahasa bersifat unik. maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan yang terlepas. 2.Kedua. Lawannya disebut pendekatan otomatis. Secara sinkronik artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada kurun waktu tertentu. Ketiga. karena bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu. Studi sinkronik bersifat deskriptif karena linguistik hanya mencoba memberikan keadaan bahasa itu menurut apa adanya dalam kurun waktu terbatas. sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya. Subdisiplin Linguistik Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain.

Tujuan linguistik diakronik ini terutama adalah untuk mengetahui sejarah struktural bahasa itu beserta dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya. Berdasarkan objek kajiannya. Studi linguistik sinkronik ini biasa disebut juga linguistik deskriptif. Linguistik umum: linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. 1. Linguistik diakronik: berupaya mengkaji bahasa (atau bahasa-bahasa) pada masa tidak terbatas. apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus. karena berupaya mendeskripsikan bahasa secara apa adanya pada masa tertentu. sedangkan kegiatan itu sangat luas. Kajian umum dan khusus ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari sistem bahasa itu. 2. bahasa Jawa dewasa ini. maka subdisiplin atau cabang linguistik itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Mengingat bahwa objek linguistik. morfologi. 2. Kajian linguistik diakronik ini biasanya bersifat historis dan komparatif. Pembicaraan dalam buku ini terutama hanya mengenai fonologi. 2. yaitu bahasa. merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusian bermasyarakat. apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik. 2.disiplin ilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. . Dalam buku ini kita akan mencoba mengelompokkan nama-nama subdisiplin linguistik itu. 2. misalnya mengkaji bahasa pada tahun dua puluhan. Linguistik sinkronik/deskriptif: mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. Berdasarkan objek kajiannya. dan sintaksis bahasa pada umumnya.

gramatikal. hubungan satu dengan yang lainnya. bagianbagiannya serta cara pembentukannya.2. Leksikologi menyelidiki liksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspek. maka subdisiplin linguistik makropun menjadi sangat banyak. serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Morfologi menyelidiki struktur kata. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata. apakah struktur internal bahasa/bahasa itu hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro (Mikrolinguistik dan makrolinguistik). Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. 2. cara terjadinya dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa. Karena banyaknya masalah yang terdapat diluar bahasa. maupun kontekstual. lebih banyak membahas faktor luar bahasanya daripada struktur internal bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal. Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia. Sedangkan linguistik makro yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor diluar bahasa. termasuk bagaimana kemampuan . Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar linguistik sebab yang dipelajari adalah struktur internal bahasa itu. 3. Berdasarkan objek kajiannya. Sosiolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara sosiologi dan linguistik.

stilistika adalah ilmu interdisipliner antara linguistik dan ilmu susastra. Jadi. 4. sejarah. Antropolinguistik merupakan ilmu interdisipliner antara antropologi dan linguistik. 2. serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. Berdasarkan tujuannya. dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis. Jadi. Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia. Kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka. Filsafat bahasa adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia. linguistik transformasional. linguistik relasional dan linguistik sistemik. apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistik teoretis dan linguistik terapan Linguistik teoretis: mengadakan penyelidikan terhadap bahasa. dan kebudayaan. Stilistika adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-bentuk karya sastra. kebudayaan. Berdasarkan teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional. 2. Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa. . 5. pranata.berbahasa itu dapat diperoleh. 2. 2. Dialektologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu. Dialektologi ini merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik dan geografi. linguistik struktural. Filologi merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik. linguistik generatif semantik. atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktorfaktor di luar bahasa untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya. psikolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik.

dan pengaruh pelbagai pranata masyarakat (kepercayaan. sedangkan relasi asosiatif adalah hubugan yang terdapat dalam bahasa. mengambil alih konsep de Saussure itu. Struktur. memang mempunyai jangkauan hubungan yang sangat luas di dalam kehidupan manusia. Jadi. morfologi. Hubungan . dsb) terhadap linguistik sepanjang masa. namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. adat istiadat. serta memberinya pengertian yang lebih luas. hubungan sintagmatis ini bersifat linear. 2. 2. Hubungan-hubungan yang terjadi di antara satuan-satuan bahasa bersifat sintagmatis. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu. seorang linguis Denmark. sintaksis. terjemahannya dalam bahasa Indonesia terbit 1988) membedakan adanya dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan-satuan bahasa. 3. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dalam bukunya Course de Linguitique Generale (terbit pertama kali 1916. yaitu bahasa. 3. fonemik. tetapi dengan sedikit perubahan. Beliau mengganti istilah asosiatif dengan istilah paradigmatik. pendidikan. atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa. Sistem. dan semantik. dan Distribusi Bapak linguistik modern. atau horizontal antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada di kiri dan kanannya. 1. Dari uraian di atas kita lihat betapa luasnya bidang.Bidang sejarah linguistik ini berusaha menyelidiki perkembangan seluk beluk ilmu linguistik itu sendiri dari masa ke masa. yaitu fonetik. atau subdisiplin linguistik itu. cabang. serta mempelajari pengaruh ilmu-ilmu lain. ANALISIS LINGUISTIK Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa. Louis Hjelmslev. Ini terjadi karena objek linguistik itu.

. atau analisis bawahan terdekat (Inggrisnya Immediate Constituent Analysis) adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa. MANFAAT LINGUISTIK Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan . 3. . 2. satuan klausa. maupun satuan kalimat. maka analisis proses unsur (bahasa Inggrisnya: item-and-process) menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. 2. ” sebagai hasil dari suatu proses pembentukan. Berbeda dengan analisis rangkaian unsur. bukan “dibentuk dari . 4. Misalnya. bentuk kedinginan adalah hasil dari proses konfiksasi ke –/– an dengan dasar dingin. satuan frase. “. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur Analisis rangkaian unsur (Inggrisnya: item-andarrangement) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. Analisis Bawahan Langsung Analisis bawahan langsung sering disebut juga analisis unsur langsung. 2. dalam analisis rangkaian unsur ini setiap satuan bahasa “terdiri dari . 2.paradigmatik tidak hanya berlaku pada tataran morfologi saja. satuan tertimbun terdiri dari ter – + timbun. bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter – dengan dasar timbun. dan bentuk rumah-rumah adalah hasil dari reduplikasi terhadap dasar rumah. . 3. satuan kedinginan terdiri dari dingin + ke –/– an. Jadi. entah satuan kata. 3. Setiap satuan bahasa secara apriori diasumsikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung membangun satuan itu. Jadi. dan rumah-rumah terdiri dari rumah + rumah. . tetapi juga berlaku untuk semua tataran bahasa.

sebab bahasa. leksikologi. sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatn dan kebudayaan. Kalau mereka mempunyai pengetahuan linguistik. pengetahuan linguistik sangat penting. semantik. tetapi juga yang berkenaan dengan sosiolinguistik dan kontrastif linguistik. . sintaksis. memilih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut. kalau politikus atau negarawan itu menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik. maka mereka akan dapat dengan lebih mudah menyampaikan mata pelajarannya. secara lisan dia harus menguasai bahasa dengan baik. sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya. Tanpa pengetahuan semua aspek linguistik kiranya tidak mungkin sebuah kamus dapat disusun. morfologi. Pengetahuan linguistik juga memberi manfaat bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks. Bagi penerjemah. Bagi penyusun kamus atau leksikografer menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan. pengetahuan linguistik mutlak diperlukan bukan hanya yang berkenaan dengan morfologi. dan semantik linguistik. maka tentu dia akan dapat meredam dan menyelesaikan gejolak sosial yang terjadi dalam masyarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa. yang menjadi objek penelitian linguistik itu. merupakan wadah pelahiran karya sastra. sintaksis. kritikus. Pengetahuan linguistik akan memberi tuntunan bagi penyusun buku teks dalam menyusun kalimat yang tepat. terutama guru bahasa. mulai dari subdisiplin fonologi. Bagi guru. khususnya.melaksanakan tugasnya. Kedua. dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik. sebagai negarawan atau politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan. Manfaat linguistik bagi para negarawan atau politikus: Pertama. Bagi peneliti. dalam kaitannya dengan kemasyarakatan.

LINGUISTIK ZAMAN YUNANI Masalah pokok yang menjadi pertentangan para linguis pada zaman yunani yaitu : 1. pasti. Maksud dari sifat alami adalah bahasa itu mempunyai hubungan asalusul dan sumber dalam prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri (kaum naturalis). Pertentangan antara fisis dan nomos Hal yang dipertanyakan para filsuf Yunani apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau konvensi (nomos). konsep selalu bertolak dengan logika.  Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya bahasa adalah pernyataan pikiran manusia  dengan perantaraan onomata dan rhemata. 2. Sehingga dikenal sebagai studi bahasa. Sedangkan kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu bersifat tidak teratur. membagi kalimat menjadi kalimat narasi. feminin dan neutrum. ada 3 macam kelas kata yaitu onoma.BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK Studi linguistik mengalami 3 tahap perkembangan : 1. ada 3 macam jenis kelamin kata (gender) yaitu maskulin. Pertentangan antara analogi dan anomali Pendapat para kaum analogi seperti Plato dan Aristoteles mengemukakan bahwa bahasa bersifat teratur. rhema dan syndesmoi. KAUM SOPHIS Tokohnya yaitu Protogoras dan Georgias. jawab. laporan. Pendapat kaum konvensional bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos) yang artinya makna suatu kata diperoleh dari hasil suatu tradisi/kebiasaan yang mungkin bisa berubah. Mereka bekerja secara empiris. Dialah orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema. Tahap ketiga (tahap perumusan teori) LINGUISTIK TRADISIONAL Dalam pendidikan formal dikenal istilah tata bahasa tradisional (menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik) dan tata bahasa struktural (berdasarkan ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu). Tahap kedua (tahap observasi dan klasifikasi) 3. tanya. sangat mementingkan bidang retorika dan membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan makna dan isi. KAUM STOIK .  ARISTOTELES (merupakan salah satu murid Plato) Menurutnya. Hal yang perlu diketahui adalah dia memberikan pengertian. PLATO Dia memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya Dialoog. perintah. definisi. Tahap pertama (tahap spekulasi) 2. doa dan undangan. Menurutnya juga.

Varro membedakan menjadi deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris. genetivus. antara lain analogi dan anomali. Linguistik Arab berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci agama Islam. vokativus dan ablativus. dan conjunctio. Tokoh yang terkenal adalah Varro. merupakan bapak linguistik modern dengan bukunya Course de Linguistique Generale. dalam bahasa Yunani ada 5 buah. dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae.  Morfologi adalah cabang linguistik yang menyelidiki kata dan pembentukannya. merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin. verbum. Petrus Hispanus. antara lain : Kaun Modistae. Kata dibedakan menjadi nomen. Dalam buku ini dibahas mengenai konsep telaah sinkronik dan . adverbium. Varro dan “De Lingua Latina” Etimologi adalah cabang linguistik yang mnenyelidiki asal-usul kata beserta aslinya. Nilai bunyi disebut potestas. membicarakan hal yang disebut oratio (tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai). dativus. Mengenai deklinasi (perubahan bentuk kata). membicarakan mengenai dictio/kata.  Varro membagi kelas kata Latin dalam empat bagian.Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa. Tata bahasa spekulativa. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. participum. pernah menjadi paus dengan gelar Paun Johannes XXI dengan buku berjudul Summulae Logicales.  Membedakan legein dan propheretal. praepositio.  KAUM ALEXANDRIAN Cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysius Thrax. Institutiones Grammaticae (Tata Bahasa Priscia) Yang patut dibicarakan mengenai buku itu : a. vox martikulata. dan vox illiterata. Fonologi. Nama huruf disebut figurae. ZAMAN PERTENGAHAN Dari zaman pertengahan ini yang petut dibicarakan dalam studi bahasa. ZAMAN ROMAWI Studi bahasa pada zaman Romawi dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. Sintaksis. c. Ferdinand de Saussure. yaitu kata benda. Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan. membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos. interjectio. partisipel dan adverbium. Morfologi. dibicarakan tulisan/huruf yang disebut litterae (bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan). akusativus. sedangkang dalam bahasa Latin menurut Varro ada 6 buah yaitu nominativus. Tentang kasus. Bunyi dibedakan menjadi vox artikulata. b. kata kerja. Bahasa-bahasa Eropa dan Bahasa-bahasa di luar bahasa Eropa.  Menciptakan istilah khusus untuk studi bahasa. ZAMAN RENAISANS Dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. pronomen. vox litterata.

menggambarkan tataran utama bahasa. satuan dasar sintaksis adalah tagmem yang merupakan korelasi antara fungsi gramatikal/slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan. Ketiga. Alirah Praha. o Prosodi yang terbentuk oleh sendi/jeda. Linguistik Sistematik Di dalamnya terdapat pokok-pokok : Pertama. penolakan Bloomfield untuk mentalistik sejalan dengan iklim filsafat pada masa  itu di Amerika. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran linguistik : Pertama. Ada 3 macam pokok prosodi : o Prosodi yang menyangkut gabungan fonem. 3. Tata Bahasa Transformasi Syarat yang harus dipenuhi dalam tata bahasa : Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut. semantik dan fonologis. Aliran Firthian. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA 1. perbedaan langue dan parole. tokohnya yaitu Vilem Mathesius. 2. memandang bahasa sebagai pelaksana. Menganalisis bahasa dimulai dari wacana. 5. 2. Aliran Tagmemik Menurutnya. memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. 4. yakni banyak sekali  bahasa Indian yang diberikan di Amerika. Dalam aliran ini dibedakan dengan tegas antara fonetik dan fonologi. lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya.  7.  Kedua. o Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonemfonem suprasegmental. dengan tokoh Louis Hjemslev.  Keempat.  Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa. terkenal dengan teorinya mengenai fonologi prosodi. para linguis Amerika menghadapi masalah yang sama. Aliran Gelosemantik. mengenal adanya gradasi/kontinum.diakronik. adanya The Linguistics Society of Amerika.  Tata bahasa terdiri dari 3 komponen yaitu komponen sintaksis.kemudian ujaran itu dianalisis atas konstituen-konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatis.  6. perbedaan signifiant dan signifie dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik.  Ketiga. Kedua. Semantik Generatif Menurut teori generatif semantik. .  Kelima. struktur semantik dan sintaksis bersifat homogen dan dihubungkan dengan kaidah trabsformasi.

bahasa persatuan dan bahasa negara. TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA Penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa. maka bahasa Indonesia menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik pada masa ini. 4. baik dalam maupun luar negeri. Atas prakarsa sejumlah linguis senior.3. berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI). Tiga macam wujud teori yang terlibat adalah seperangkat simpai (nodes). . Tujuannya untuk kepentingan para pemerintah kolonial. Verba sama juga dengan predikat dan nomina adalah argumen. Sesuai fungsinya sebagai bahasa nasional. Gema konsep linguistik modern itu baru tiba di Indonesia akhir tahun 50-an. Tata Bahasa Relasional Dalam tata bahasa ini dicari kaidah kesemestaan bahasa. seperangkat tanda relasional dan seperangkat coordinates. Tata Bahasa Kasus Kasus merupakan hubungan antara verba dengan nomina.

3 14309  $:- 88902 802..39  /..8 203. ...9.3 0-.    %%#&$%   $% 4..2..8.3907/7/.  14344  2471414302  802.314309-0781.3 -.84. 8:..  .3 /044 /.3.3 04. -.3 944 897:9:7.8:-88902 .342508/.70-.9: 8:- 88902 7.3 203008.3 $8902-../.8.9: :39: 202507:.8.72.39 /..8.549:8 .9507507.09  8047.9: 88902 .9.

0/:. 2.3.3/.: 43805 .3/ /0 $.3  ..3  .3 /2 .74254303831.5.3/.9././. 9.850718-07  /03.3.:..7.7:39:3. 805079 ./.3439089:.2...2 /:3.3 . . 3:89 907/7 /. 0802 .9.-8.3./ 203:7:9 07/3.3.2.9.95:./.2 8. ..3.343 70107038./.3.5.7  $0-.2.: .3    % 03:7:9 /0 $.2574808.9.2 90473. .9.3/.2 . -.5.3. .9: 43908  8..3. /03. /.3/:.35.9. 203... 202. 701070383. 42543039:207:5.2.     .3.. 3:89 24/073  07/3.08. .-07:5.3/. 80-:.2-039:-039:. 503079.9.32.2..3 907/.  805079 .39  9/.3.: ./.: .: 20./.  207.3 .2.2-.3 .2:8  . 3:89    $    ./. .2. 08.:.3 89:/ 802.3 2.3/.3.439089:.3. 5.. /.:88:70 /.:88:70 809.$0-. . 05..9.9. /.7.3 -07./.9-039: .8 8.7:82030:72:7/9:  .82022.. 7.3 -./...  8. 0802 208 9. 70107038./.1./.5 9. . -072. /.38310 .  .342543038310 .33.  /.18. . .8  70/:5.08.3.. 9.793..5. 80-:.3 203.9.3 .3.9..9/.79.5:3 .7: .7-.. .9.2-:9/05.804.9..5. .3 /2 40 831.98.  $0-. 5.: 43805  . 5. /. /8079.9./.05.3:89 $303:896:0 907/7/./ 574808 7..9./58.#0107038. /.../. 7.-.9.2. 3.3.: .8.: 907.9.:88:70 2.9. .3::/3. :/.9../. 503079.39/. $0-:.79 89:/ 3:89 9.79.3-07.3/.- 0/:../. #. .8 425488 ..9 5.: . .7 4254303 831.3.3  -07:5.9.79.3/ /0 $.3-07-0/.35.3.3.3-:3 /. 43908... .. .30305:9802:. /.

3.3 /03.3.9. 20309./ 2.3 848..3 507-0/.3 503:3.  .3 808:.89.0702503     ./. 0802  . 4349.8.9.3.9. 2025:3.8: /./.3.907./. 80038 -3.91 8. -07.3 -.3.. 8. 08.3 7:.9.9..8 .7.3 0./03... 207.3 /80-:9 .  8.9:  805079 80.3 .848. 2.3.  .3 /03.9.7.3  28. ..9/. .3 502-0/.3.. 7. 907.848.: 2.9. 9.9...3 203.5. .9.9. 9: /03.2-.7.3 502-.7 2.. -0703. 2. /9073.3.. .91/.3-07..  .025./../. / 83  / 8. 2.70107038 .8/03.3  0 00. 80:-:3.703.3 203.9: . 0802 -0703.848.9.3 3.3 /.907.  .3-.91 .. .39:     .34349.  4349. 80-03.: -/.3.... .8:. .9: . 28.3.9./.:.3-07-0/.3.-07. 7:2.8  .9. 503:3:  8050793/.9.3. .7-.2.9.3. 8.5.1091 -0703.3 /03.1091  /..848. /03.3.9.3-07.. 8.3. 4.9.8 .8.3 /2 40 80-:.55./.3.7 43908 . .3 2.91 .2...3 /.5 .5./.91..848.3 4349. 4349.3 .::/ 8. :7:8 4349./. /0349. .3 507. 4349.57427.7. . /.848.3. 2.39072.70107038.::/  20.3  8./09 .3802:. 89.33./. ..  543/4  0/.3 :.8.3 2./. ./.3 .8 3097.-  -072.3 .9.3  5.8 30. -.848.9 -0753/..9.2.8 /03.3.3.0/:.. 202-0/.91  .9.3.3.8.9.8 /.3. .9: 0 2.438059:.8:.::/ .3. 2.3-07-0/..9.3.: . :/.  .5 .848.9.  /.3 .3 /80-:9 .438059:. ./. 438059:.91/..3. ..2.7.3.2- /.3 -/./09.5503:33.3 503:3.3. /0349...3 2.33.3.3 -.3  43/423:2  89.3.3.3 /. /0349.9..  9../.3 /9. 0802 90705.. 438059:.3 82.   0 /.3.703.9: 2.3. -3.8.3.2 2.3.9128. 202 2. /0349..91 .91 9072. .8 3 /2.9/.. .2:  .3.8.3./03/.3 .3.3-07.253  /.3 /280-:.3  -084 . 4349.9.9.9/-.202-07./:..73./.91 . .3. .8 54891 28. /.91 . .1091.3.3 /03.  8.9.3.3 2.32022.8.9.3.9. .9.3 /2 40 80-:.  .3 .3..9.91  8989.0349. :-:3.3.491  .2 2.3 /80-:9 . .08.5:3  ./.

.3 . .3 90709.703.8  .3 -075.3.9.3 .3 8. 803/7  .. /:. 80. ..3.9.8 202 2..9.2     .3 8.72.3 2085:39.3.8 .7 .9.9 /7.9: :38:73. ./. :38:7 :38:73.38. 0.3. 9079039:  8.. 202 2.7./42/.3.33/03.3.507-. . 207.7 .3 /03..  !07-. 2025:3.5.:. .3 /.3 907/. 08.2 43908 .8 /03.. 2.43943.3.25.3.793.  .8 -8. 9: 8:/.4..3 2.8:.3 -0783432  803.3.7 80:2.2. 8.9.. / :. 2.3. / /.  %:9:52::9..: -074.491-0703.8 2. .9.89 0.3 /03../ 0.3. .7 2.39 .89./.3 .9.3 /280-:.280-039.8 /03.7 2../.7. 08.:5:3 7. 2.3 .3:. ..3.3 . 203.-8.3 -.7 57. ..8..390709.3 2.3.3.3..9 :2:2  . .3 202:. .35.. :53  /.3. .3 .3!07-.. ..3.//.9 .. :-:3...7  /..8.3903.-.3 0/4907.8. 4.8.3 9/.9.3202.8  .3708220303.3.3.9.393 9:. .3.3  20.3 -039.     .9.9.3.3.3.3.:  /42 80-. /42 .3.9.3. 2.3 .9:. .9:./. . -::  2.8.3..7.3.2.3./.3. -0783432 /03. 2.2 -  4-./../.7.9079039: . 89..4 .3 802.  4394 /42 .848.3 -072.39  .47.9 8. .8 -0781./.2. 202-.9.80-.39.3././. /90:8:7 /.2 -/..3.3.3-.3.  -. /42.8 202 2.39.9:/03.93.7  80/. ..9.5.4.  .9:./.3     $3432 .9.9.9/. .43908.3.3 2.:7    #$ #0. .. 9.3.9. 4394805079. -::. -.4 :39: /:3. 08.9:.2. -07. 2443/..3  808:3:3.90907. 8.8.8 9/. .05.3. 90780-:9 .3.8. /.2 .05. :38:7 :38:73.8...39/.  -:: 5:9 .3:.3.8:8 ..35.

.9.39/.970.5.9. /:5 -07.9: . ::-.9 :-:3.39432 -:7:  . 2.3. 203.3  8.3. /03.4.3. 3/4308.8 /:3.8-0-07. .9.9/.3 -0781.3./.. 8..39.9 70..39. 20.33. /03.9/03.3.3  8.3 8.39.. .3 .3  09.3 . 8:7. :.3 -.3.3/.  4394  -09: -0783432 /03. 8.39432 . 8.9. :-:3. -07.3.     39432 39432 .9  0/:.32:3. 42. . 8:.3.3 .  003.380..3.$3432 .3 .9.3 203..703.9..3 . 2..3 :. 2:9.3 202-0  ./.9: /03.:2:2 .3.39432. 8.3 2. .9 2:9.: -077.3 !079.7.39432.947 848.39 . .3 08.39432 . :-:3./0-.8 -. ..3 .3.3 0.3 80./.3.3!079.9.3 -03...7  -.  02.39432 .::7.3.038 .9.. 8..5..7.8 42.9..28./.7:8 /8079.3  /03./...20. /03.5. .. /.3 /.8.3 :.3 80-.9..32.947 01472.35..7.38:/:92.203..39432 80.3 802.3  8.9: . 9/.7.. :.5.  43943.7.340 8.  0/:.  -/.843..3 802.7..947 3:.4/:3.3 .  1..9.  28.2.3 907.91 ..  8.:2:2  09.3 .. .9.39.3 . 9: /.39 .3.9: /03. .33.3.9:..  .947 .2 0.83. .3 8907  203:.5 902. ..3.3 .  :39: .3 /.3/.3 92:7  8.3 -0781.9-0707.2.3 . /:.5.781.7. 2.897.38.3 4394 -..2 1.2.3 /:9  0025.9  202 2.9.9. 8. 207 2022.947 . -:.9:.:.3/.9  1. 0.7. /:3.3.9.3 0-.9.39..7.9.33.7  09/. -09.39432/-0/.3..9.9 /9039:./.5.8 . /:3.5.38.3  ::-...7.3-0-07.9.9.7.9:  8. 05.2.  1.:3.2 /03.  1.9.947 . 8.9..::2:280/.1..3 2.. -.8 .7.3.3-0781. 8.  .:  /:3.7.3-07503079.

78.3-0781.3 2.9: 4394.3 -072./. 05.3 .3:5 /.3.347.28. .3.7.3 ./.7 43943.7. ..2/./..3 /.39432 /03. . 05..9:.2..2-     5432 .. -:.39.1.:5.3.9..39432.32025. -8.32. /.7  .7803.907.9. /:. 8.5.3.8.3.39432.3.3.2  02.9:.9: .30/:.3 -039:3.5 :. 8. 8...9 .9:  8.35.9 .33.3.9.807. 909.47947.3.2.2.9...9:. -07/7 -07. 7. / 05. -.    42432 42432 .2 42432 ..3 9.3 -07.3.9.7.8 .:3:.7.1  42413 . .3.3 -8..7.38.3.. 08.3.-039::.3 4247.3././:.2.3 :.     !4802 !4802.9.30-/.3.7.1203. 2.202507.3-../.3  4247.: 07. 5.3907.7.394322.7.3.3:8.3:. 907.8.78.3 /03.3 2./.8.5  434 /.. /:/:  9/:7  9.33. 43943.3./.80-07:9 .. .39432 9:-07. 17.0025.2. 39 /.20.9: 8..9.32022.8:7..9:.3-072.9:.9. .30.3 -078.3-:3. 05.39432. .3.9.8  %07. 8.9.  8.9. 9/..-07-0/..3 . .3 /80-:9 424143 /.02:.:0.8.0-/..3947 - 05. 8.

7.3 2-6:9 . 0.3    !#& $0.3 .3.9: :.3 .3 /.3.98  09.91 83.3 :38:7 802039.7.39..3. -07:-.7:     #0/:/.9.  /03...3./.  8.. . /.9. -.2.9  /:3./3.9  8.7.9 907.9  .802039.3 /472.9 .3 2.91 .3:. /. 8.:-:3.8. 70/:3/.. .3 . 40  3.3 -070- 0-.9 /9. 909. -. 9:8.3.3 .87. 9:.39..203..  .  50702-.7. 5. -.9.8.9.9 -075432 /03.5 80-. ..7. .7.897.9  .-039::.9.79432.2.3 907.7:  /.3 ...7: 907-9  .08.5.80-:. 0.. 203.:5 /.5.7.9..:207432     2-6:9.3 7:2./.3 70.3  0/:. . 9:8  . .3.  8.8./ 5. -. .3 4.3 ./   -:: 80.9 4.  . 9/.32.8..3. /::  :39: 2030-:9 47.. -072.5432.3.3 590  8. 907. -039: :.9.3 !079.980.3  /. 03/0.9 /..3-./.7.3. -.2 -039: 8:./.  539:  /.8.:  -::9:202:.2.3./.3. 03/0.9.. 909.. /.-.9:/903/.  50702-.9.3.3 /03.9 9.3 -:7:3  :7:3 -075432 2075..38 -070- 0-.340 . /.7. . 9:.3 . . 3 /80-. -:/. 20307.9.9.3. 9: -... .9.7438 2.  .3 .3.5.38 .:09.5./.3.3 8..3.3 70.3/.3 203.2-/.2-.38 #0/:/..  -039: -:: 80. 9: /903/.3 10:/. /..3.3  3  .2. ..  02:33... 503:3.2.2.947 .39./.2.3 -8.:7.1.7 7:2.-..  50702-.3  .8.32.5.2 -.0-/0247.9  2.3 .: 4254303 /.7.32.:-07:-.  2:.3 -0-07./.9.3907.7 -/..3.3 502.3 .3 7. .187.3/03.2 2.2.5 8.3  4394 2075.. 80-:.2 . 837438 2.9. 5.2.3 905.3. /.3 848...5 80.3/:3.3802.3.7.3 539: ..3 202-:.703.3 5079. 9:8 :38:7 8:57.3.3.2 .5  /.39 /03./-072.3 -07-0/.3.7..3.

 .3.3808:.3 .3 9:  803.7.3. ::8.3.3.3.3..3. .3  28.3 /2 80. .  805..  8.  .32./.7.9/. /03. ..3 ..7.3 . 949.3.  9.3.: 9.9. 203.3/03.3. .9: . .3.3. . 2030259  .9. !07:-.9.3/03.39:/03.9.9.3507:7:..3 2./. 808:. .393 8. .80-:.3 :.3.9.3 9.32.25:8:7.793.-039::. .3 80.3 9: 2..3-0703.3 /80-:9 0:102.3844 !07:-.7803  80.. -072. 8.7. /9.7. 803 5.59. 2.3 203.3.3./-072.. 805079 5.  !07:-..8:49.9::-:3.3 /2.7.3. .540.:8.79 :.  /./3.3..3.3808:.: -07-0/.93/7.3 -..7. . /80-:9 :.5 3 .3 2.3 .7.8  ./3..3.3. 47. -072.3.3 3/7.3 -0781.-0703. .  .507.:203.:8.7:83./ -072..9 203.:.39.3-0703. .3-039::.8 /.3. 80.9:..3. 20:.3.3 -039: :.3.3 2.3 203.2545  .:.3/03.9.950/.7.3..503//.../.0.8.3 2.3..8. ..7.9  5079:.3.3/03.3.3 -0703.9. -072. /.3/03.//9.83.3 .8. 50/. .5.3  909.3 2.-072.3.: 9..540./3.. 8050798. 5.  28.3 /02.3 2.9: .793.3 .3.07/  909.0025.9.39 !  !07:-../.3.3  28.7.3 /03.8 .3.3 -072.9.3.9:  945  /.793.2:.7. ....3  /.: 2:..3..3.3. :8:8  8.3...848.3 -07./.3.3 80-.8.7. .8:/ .7. 5020.9. 8. /03.3.5 :. -072.9.3  !07:-.. :2:2 203.7..3.3 9:  8.8  02.7903..3-07.9503/03. 507:-.3.798.

9.3 .: 70.3 0-:/.3.3207.39.  .3 507-.2-: /. /..     !     0/. 20303.3.0:102820 507:-.3 /80-:9/8102. 203.  . 802.3  805079 207..3.3/3.7.9 :38:7 08..2 .7 -/. 0/.38. 202-07 0907.3.2 802089.8.9  -7:  . .2  &39: 203..: 20/.3 203. 3.2.3  802..  -.703.9. .3 -07-0/. 3/4308./.. .8.9.3 -.8 /.32. 8.-. 207.2-.3 3:.73.3 2..3.3 .3 /. /.7.9..3 2.3.3 08. 3.391 10/  ..2 -.73.9.:  :33  5:9  9.2. ..4.3. 80507.. /42.8. 207. 9079039:  8.3. 20/.7..3 .3 -07:-:3.3. 3/4308..

 :-:3.3 9: :.32.780:2.: 7.  ..: ...07-..7 507.3 .2./....:30.9.-.8.2.3 -.7 .9: 20/.50.3  80-..3423.9 .- .3  &25.9.07-.3.3 2..3 8..9:042548099:-8.39 ./7 4-0 3423.. -.2 .2.8.9.3     %%#&$%   $%$$ $39./843..9.7-.9.42543032..-/.88.9. .9: 9025.907/7/..9.9.07-.5.3:8.5. 570/.39.28. ..2 80-:.9..7.3 5.3 .9  .. $39./.3. .3.202-.3 43899:.3-0742543032././2.3.9.703.8.9  . ./80-:99. ..8.39./.39./.3$02.3.  -07/.9 .3.3 .2.33:89. .3 202 4254303 2.9.380.88-07.3-07../ /0. 07.9.2.2.7:8 ././.3. /.3 ./.9 /-0/. .3 809  44..:/.2 8..3.: 3:3.2.:..3 .97.9: 8.. ./7.  2..3..9..10   39 80-:.39: 5.7.9 9.39.:  30.5.. . .3 0.3.::38:7 :38:708.8.3983. $0.9.3.79/03.3 907/.2-. -../780-:....8 203:3: 5.3./.8  8.9 9: .8.9.3..9.3.3 /.:3.3. 5.9 :-:3. ..3 20/. :-:3.8 04254 20/.9.8:-0-07:5.8 /.39/. .7.7.2.07-. /.39.10  .3 802.9:8:3.7.3 839. .3 ..3 88.3.9.9903 . . 203.. .9 .3  /.3/8:-99:8..9.. 207:5.9. .  203:7:9 ..20242543032..9./.3 207:5./..9:     0808:.3 /.3/240809.9: 44.3 20304254 /. /.9 03:7:9 .3 44..5 0702-.  04254 809 203:3: 5.9 . 202-.3$39.702. -07:5.9.3 202-039:080:7:.     4254303./. .3-07.2...: .07507.2 8.3/.3 203039:.

507.:-07:5.9.-07503.3.350393/.2.: .3$ ! 4394..90203025.3-.2.88.91 ./..2.1:38.3.897:9:7 839. 203.:7:9./.2:3 . $!  $80-..9..35.9.9/80-:980-.9:1:38839.2.3897:9:7839.3.88  /.31:38839.88232. 80-.35..-. ..3 0-.3203..  .9.3 9.88 .9 .07-.3-078.3.88 .3  0025.8..9/.3570/.9.7:880.0391 207 ! 202507.91:389:9/. 8.9/.5.79203025.07-.80-:.7:880.3   %$$%&$%$$  ..5.9   $%#&%&#$%$$ %07/7/.7./.:.:3.9.3:.3.7.:.  4394 ...90473423./.2..9807:.9.8 030 $ 202507.1:38!/.350.5897:9:7839.950739.703.2 897:9:7839..3 9.3 203.88/.78:8:3..39:3 5.9.  202507.9.5./79/. 80-.7.2...99:./5.9...9. $! 207:5...9.2.2.8 2.:909.-.3$ !  .3570/.52:3.7:82021:388:-0/./.2809.5.7:907.32:3. .38.3203../.3 $0..7:8.09244-07.90473423.2....  ..3.. !80-..9.020730309.1:3890780-:943897:89:-0:2/..9047.2.9..1:38570/.10203./5.7:880. .3 $:/.3.9.:807:..439083..31:38/..3839.9..889/..0 202507.9  ..9:  $:8:3.25..3.8:.7.703.503/..33.3-07.3  50739.3  /.7839.4394/./04254.3 4394/..2:3 5.7.88907.:-07:7:9.  .2025:3..1:38 1:38..2.3.3.90473423.

9.3/..3/03.809:.9.:04254..2574808 247144 $0/.9:..90473423.8.8.3203./.503:/.8.0-0-..7..2 .803.://05.9.342543035079.3.7 7.3/7.88 /-0/.3..380. 08.9. $0.9. .9.80-.9..9:.9.3 839.88  ./     7.247102-0-.34254303 42543033.    0387.88 /.3-07:5..507..703.380-.!03:. 2025:3.  439417.9.3839.33.9047839.380.17.3.317.3.-07:5.80.3 .9/../.80...7.9..9 !02-039:17.:907.9.5705488/..39070.203.207:5.08.9:1:38839./50381:38 1:38839.3..9:.2839.9.9:. /.7:8-07:5.88.07-..3./.9..07-. -07507.9. /-0.29.7..: 839.3507.2025:3.33. 9/.50388.80 7.90473423.2502-.2022.78.50381:38839.88//./.9.9..80.30--08.9:..9.9.3.9203.2./  7091 !7054843.8 -:.  .9:.38.8. ..9/..207:5. .3247144 .7 909.7 %07/7/.9:17..-4.35.38.5.3839.2.3.9.33.3:39:203.7.380..8-07.2.9:.38.90475705488/.29.07.9:. 2.3907-08.-:3./4254303 502-039:8.7 ../03.503:-07.0-0-.8.5/.9.3 4394-:.247102907..091.74254303//..9:..8..80 ..8 .37.02:33.32:9..9:.33.3 .3..99.9..2025:3.80 7.9..9.9/03.80.80/5.2503.3.8 80.80/-0/.203.3-.88.320388.3/.7.3.247102 907.3..9  439417. 3:207. 2025:3.2.808480397 /.3./.3.  7. 2...3839.3-07.39:  2025:3.3.3203. /.2574808247144  .203.8:.9...343:38 .9.9:.7..80-0:22.3 -.34254303 0/:..88  $0/.88.3080:7:.9.-07:5.390-.88 503. .8.88.8008480397/-././/:.   #$    !03079....

33.9/5079:.3. .80447/3.8.9/-0/.80/.3  .7.9:4254303.3393.-07:5.803:207. ./091.9.9:17.3     !07:.-07:5.9.3.9.91.2-.8.9//05.3.3/.203:3.3202-.80447/3. .80.      7..317.8.7.:503079..80 7.34254303-.3:207. /03.91 7.5.3.34254303.703.08589-.3207::808..8.4254303.  7.-07:5.39/.3 -0-07.7.7/:...9.:0-.907/7/.9.79::8 805079 8 8.:17.342543035079.     7.91. .3393.07-.-07:5.3...9: 42543033.9/:-:3.8.:5743423.5.9574/:91 .8054891 7.3 425430339/.80/. /80-:917.3393.8.425430339 .91.9:.88      7.2.9:..81.342543030/:.3.9.80.3423.80.5.3/4308.339 .3203.3 80/.. .9  17.9:17.7:808:.2.4254303 ./..4254303-..8.-07:5.. .-07:5.5. ..9:202-.808:-47/3.8. .3/.25.091.703.80.3393. 803.343:3880.342543033.8003/480397/80-:9:.82.34254303502-039:3.:80-..91 7.9.3.9.9.4254303.80-07..07-.34043:38447/3.9.3207:5...91  7..804/1.07.2.7../  17.9.947 .3393..:.82.-0790473423.3.808.80.425430339  439480/..3.8-07.:2 80/.30/:.9:17.9. 17.343805.80.34254303.3.-:.3 .3202-079.507:.17.  17.3/.5.:04254. 43/7091 7.8/03../. /-0.3 5.80.33917.9.5.8..7.9.80.9/..202-.3202-.3/. :7:9.9..3/9.5.  17.9.380/07.37. /.80.3202-.803423.: 80-.9/507:.3.3 8..1.8003/480397/.3. .805.80 447/3.2-..803/480397 7..9.3  07/.

3.2...9.3/03.:8.4254303 -07:5.343805.9:43805 .0907.9. 907.317.3 570/..7./.9570/../.343805 43805:8:8 -.:5:33907091 ./907./.0507:.:8.7.91 .  $0../. 80:7:-.7..9/.99:3.9 ./8.7.8.2.3 0907.380.3.3 3943.3 :38.9  43940302.3:39:202-07/0875880... %025.3 43:38.2.7:8.8. -.:3030  .. -.8 9/..8:-0/.3./.5.3 /3.3/:/://05.:380.3/  $! .850 038 :2.3.././.3.//.02:/840/:.. //..3:38:7008./89:-:.2.3 .99:3.2.18805079/..3.3-071:3880-.:8..3/:/://05.3. /087589:    &$    !03079.570/.5.98:-0/.9.9     09.//.2./.3 0907.39: 507:.9.3/.3.3.243897:89:.35.80/. :39:203..3.2../.9.9.3943.3..91  $0-:.25073.8.3/03.2.380-.108 20...9 -..8.380-.  .:05.:8.:8.3/885...2-.990780-:9-0781.3.-0743897:8 570/.2..2-.39:-:.9.9:.9  4394/2.91 39074.9.793. $0/.:8.7 /.3..5  - 503:3.9..9.2. 3.9/80-:9.2.80..3/4308.3.:8.9. 24/.3.39...9./3.43897:89:/-07.8 .: 3030  .243897:8.5..8:-0 4-0 /. ..390709./8.2./.-079.:0-..3839.2.503.8..9.8.907/.2../.3502-.08.3  4394.9.9075073.5.8..23.3 .58:./903.9203.. .3.:..:8../..8..3570/.:05.:8./:3..:8.3.3 9.3/087583-.  ..91 2.:17.3/  .:.2..92.703./.2-:30907.3..9/84080-:../-073943.8 /0...7:39:9.3 -071:3880-.43897:8/80-:9.3./885.8.30/.88-07:5..2-..

97.93.7.7..:8.:8./091.:8.3//08.907.   038.9047.3.:0907.-0-..07-.-07:5.07-.93.:8./  .:8..3203.. .      07/.:8.93.3203.509.3.3 :7..07-.2025:3.9   ...:8.3-07/...93../ .  4394.3203.2.9 .. ..93.97.:38:7 :38:703.38  .9047:38:7802039.3.3897:9:73.3203./.:8.8.7017081  439403080/./.3570/.3570/.:8.3.8 ./570/.9.9 - .:8.:8.8:-0/. . .:8.33.3.:8./-0/../.07-.5  ..:8. 038.32025:3.8..:8.203..7017081 .-07:5.8.32025:3.07-.9./ 570/.07-.9047802039...3891 ./-0/.3891 ..:8.5  80:7.-0-.8:-08..      07/..897:9:7..3570/.39/.:8.03..:8./.:8.907.397.38 .3570/.:8.9..9:  ..8.3570/. ..3423.07-...3891  4394030203:88:7.38.:8...  .  .3423.3897:9:73..:8.7./-.93.397.3570/..-07./.93.:4-08.3891  4394030203.3.

8.813.:8..3-07-..9-07:5.:8.9:.    %    !03079..5 -0781.     038.3-07857..:8.793.9..3-.3.3570/.3 .8.-.:8.  4394.3.2..9/.:17.-075:8.2-0-07.43899:03/..07-.:8.:8.38:-03.3907.9:7.57054843.././.:5003.3570/..-/..17.:3097.3.5.6:7 .91 .:.93.93./..9047.:8.:8..8.9.939 .. ..9.9/0.202-./..091.9/.9.8  . .934339/03..9  .2.3.  43899:039:803/7/.89...-07:5.  4394.38:-03.3.  4394:238. 17.93.8.2.9.9.303.7/.750393/.80-07.381472.5:7  .3907/.5.9/.203.9:...-07:5..3 203.980-:.907.90475705488  4394-://.91 .2.9.5.9.2. .8  ..7.7.9/:-...-07.3:207.:8.  .9.3570/.5 .:8.98.7.:8.93.803:207.-075:8.:8.:8.907. .:8.939/.93.39.//. .2570/..907.2.-075:8.3.7.9     ..97.9.9  .:":7 ./.5.3 /.9.:.3570/...07-.8.9.:8.3..8.3/-039:/.-075:8.3/03.9//.9//.2 570/.93  439467.2.39.33943.2./.93./.9./..91  4394 '030/.3 .172..9.2.108805079-.9 .9.80 .

3 :7.2:3 .7. .907/7/.91 28.:8.07-.: .3:-:3.93.9.3.3570/.91 .9..:8.2.9.343:388:-47/3.3 .92.99:3..3:38:7 :38:73./.25:7.3 .47/..2.-07:5.03.2..3/03.02:/-0/. $0/.380/07.92.2.92.9.3570/.02:.8.9.02:809. 2085:3 /.:8./.2..92.3/.    .92.2./:-:3.3.7..3343 .7.:8.2.. .3.:8.3.92.2.:0- .38.:8.3809.3.3.2.92./.02:.9.3      .2.92..9/..9  .02:./:-:3.3.47.35.343:3880.02:42508.5 ././.3.7.3.3..: 909.2.8.   .:.02:8:-47/3. 2589 9.3203.43:38   ...9:.33.2.9 .7.3 .02: 2025:3..3.  ..2.92.02: .:8.92347.9.0-/.07-.2.9./.02:3 207:5.809.92. .9:8.7.2.7 .3.07-.02:447/3.3-0793.78.5 28.78./  .20289.9/.703.3907/7/.2.3.2.2..3.9.2. 202:38:78:-0/./.: .3/03.9.2....9: .:8. 0/:.9      .:  09.99:3.2.03.92.343:38 08589 805079/. .92.3.:8.2..92.3..2.25:7.:8.3.91 .-.2.92347  .. .9807:.5 80:7.39.

07-.93...17.9343 .3570/.07-.2.3.3 -07.80.9.9047.2..   ./.-:.9.

9202:.9-0-.3 3.33.3 03.3..3.19.32030.07-.2.9.3.9.   .39:.:./.80.9907.. -.3/.9.2.17.2.39/.:90254  .9  .90.7.7.5.9 3943.9-07/7803/780-.80-:.3.9-0-. .2.5.8/.5.8..      .5.2.9-07:5.8/.9.9../.9907.2..8.2./.2.8./.7.35.5     3943.

.  - 24/:8459.7.38:.503.3/-:9:.39073.38:.:..3  ../. 4/.3      850.303../.3.54-091..9.3  1 24/:8/08/07.7.187.3  ..7 .78:57.91 .3 8502-. .:38:78:57.28:.3.3:39:20.9.802039.3/.24/:8 .:3097.5.9.7.91 033.9.3203079./.3..3.9../.7.91 -078./..7.:39:202.8 4:8 /.7.:033..3.8 0.5.9:...91 50739.33.7.9./.:.1.9:80.7:8 :.-:3:.3.91 0.3203:7:99.58448507-:.3.3.9039...:02. 24/:83/.. /.3  0 24/:84-.. 24/:82507.7.-0-07.3 - %0254.3.3/:....3..9.7:8.3. 5078.802039.5..7.9:../ /.91 5079.2-./.9088     4/:8.3 0.9: 80203/.7.7..8.3  / 24/:839074..38:.3     4/:8 850 ./.5.8.3/::7-07/.9::.3502-039:.3   24/:843/843. %0..289:.73.

9.3907:8-07..2.3/-./...3  0 ..3 0. .91 507-:.3.-0-07.5.2 570/.-0-07.3 93/.380/..9.850808.8.9.2.9./.8 .03824/.3..7.7..3/80-:9.8505747081 507-:.7      . 507-:.3 /.3203.2.9.8//.  .31472.91 507-:.507-:.38:3  / .5 502-.3 50789../-07:....2./3.3/.7  1 .9.9.8504393:.3//. ..850 ..907.3203.2.3././.3 :. /.9./.85025071091 -07.5.9.3-07.38:380-039.9:907.9.8507050991 507-:.9.3907.2.5.3.3.38:3  - .7:2:.9..3 0.574808 /..9:20303.38.2.0907.9..-.850380591 50789.:503..3-07..9      4/.

.9.:907-08.89088.2 02...39:      .2. 207:5.3..3. 033.9.3507-:....:8. ./.3 ..9:.3.3..7 ..3 57.9:..:508079.89088 70854..5 803.3  - 24/..2 ./..5.9/03.9.2.8/3.907/./.3      4:8.9:/.:50703.25:..3.3.890885.3 /.89088.9079::5.8/0439 03.89088./.9.2-.77.:38:7./..9.7:8.-0-07.3/..3 .9..3  / 24/.2. 24/.3203434.9.9803.507...9.3 503/03. /.8.2.81 /.37.3 507239..3.207.9.89./.89088.9: /.8.3. 24/.3 05.3-8./5.7..8.9 43805 .30.91 /.240 502-.:502-..3/.3:9: .50.9..38.2.3-..3:-:3.3.39.2 /.303.3  .3-.9.:...:/0..91        !03079.3/02:.2.9.5.7.89088701081 /.80589082 02:33...83903843.7.2..9.90793.-.

39/.- .9 0 203:3.5:3     ..3..9:503.9: .3:-:3.3-.39::...1  - 203:3.2.5. 3..9 .3.7..39...3:39:202-:.30307 85081/.38..7::..3.3.9.9/03.9:39:203:-:3. 3 /.3907/.35079039.203..5.7.39..2.2.3507-.9.3  $0.380-.9.3//.3.380-.-.35.3. ./.97.3./ 4081.850802..3-..9:.9 5.9/:3.:5.3:-:3.3:-:-3.30588.9 / 203:3.2.9..2.07.39::...5. 203:3....:.3-.2880-:../.5..9.2.3.980-:. ..3 ..9 - 203:3. 43:38.0/:..-.80/:.3.3/.3.503/03.80/:.3..9.2.7.3.9/.7. 203:3.3. 203:3.9..3.2..1488  .3.79.9/-:..39:.35.3-07-./. 2070.39 .3 -.3:-:3.9.3:-:3..... .3.7.3/3.39:80-.

//::340-:9 -:902578/..8.3.:5:3/.307.-:93.25. !.7.9.202-:9.8073. 808:.. /-0/.3047../.8.3.9/.38:/:95.79:...2.9:/.253:7:9..2:3:89 909.38.380.:.9/.3..3.:503. .9.7503..  .. 9.3.7.5850:.3/.-07:9  %.3..35.3 .52: 9072.3/..8::.3.3.9-.3.8.805079.9:8 ./.33472.3/03./.9:-8..9../.2.53502-..28..1.3..3.3.3.383.3.928..31.9 /.3...3-07/.3..5748..3/03.3 ..33:89 !./.8 /.9: .-.8  085488 5078:.:7:9.1 203:3./.3/.7.9    &$%$&   02.2-0825:. /./.55079.8../.808:.7.73.7.-:23-07-039:/../3.3..58.5850:.9:-..39.9/.38.9..3907.3.8:850425.7..3.33.3/.3.5././:..9 50.3..3.3 8...9180507939.29.550702-. /.3.3...9:.320303.5:8 .3..5.3.393.. .9/.9 .8.9.37::.. .8    %%##$%& 7.850:.-07/.1/::47.2 -/.-.3. 9039:9/./-0/.-.3.3203.35.947 .9 /.     038.9...8.  ...915:.. ..3472.203..39.3203..7503:.3.809.:-.-.9:/....2.3-07503/..9..5203.3.: -./.3...7:2039.7./-0/.9..3850:.3:-:3.904798 ..39..99.:0-03.:/9./03.303../.3503:7:3... 9.393.3.257.3..380-..:-.9: .3203.3.5.72..393. .32030-....3-..8../..8 .3:7:9. 3/-0/.9..9:8 - .. 57480/:7 57480/:79079039: %3/.3/.91 793..780507920.8.39..:.9.90-07-.5.29..7./. .50325.39:/-:. 0825:..8.8.38..9.5.3/.3.7.2...

850:.8./.5..-07.3.25..35079.9./.07.3.:549088 549088./.3/2-.-.93..5 /8532:-07:8.203.703.  %.320303.3/..:9047.30825:.7:-007.3-. 39.3203443 443...3-.7.8..3..3207:5.3 9:-8.9/4-807.8./.-07.:0825:.../...%:..9.9.8...7:.73.39: /.5.37/.3.8...7.5.47.289:/-.9.2037.35..-..8.32037. ./..9..3/..30.3../ 0825:.7.8 !.2503./.2/8539:/7:2:8..9.:/04254.3-0:2 907/4:2039.7:203:25:.50/:..35.39:/./03.3850:..3549088.3  02:/.3::/3.8.7.5503.9/.202-079047.3..3.. .9..3-.70825:.314841$0/.9..51. -. /9:7:3.8 793.7.2.80-./.7.8.8 $02:..:8 .-0:2 /902:. ./.3 5079.33...8.-.9.5:3 0-.54-807.30207/0.8.38.9..2.38:/.7.20.850:.7.209. /.32.95.8-.-5079.3207:5..3-07-.3 2.9.8050793-0:2/.3. 2..9...9.7-..39099./..38:/../.8.203..9202-.3.2.25.-2..702.8.3/.8.53809..8..7./.9.81..9.3.19.7/..-.25../.33.35...8..3 .8.2.9:9047 !. 032./ 8047.3 -07:8.50/:..8/507:.535.309/.3 2././::47.2-07-.38:.38.7-07-./.3.7.8.39047 !.8.32./:8.7.-7.8 .7 .9.3..3 /90. $0.050393.30825:. ..202.80.3-07/.202.3/3007 9./.509.  /8533:899:80.3. -..9:-07/...3/-:.8.3/%. -.8./.5/.22.02578.9.3.507:2:8.3/./.39..9.//:3.9.9.-.8. 1.3$0/...3-.3 08.308.3.3203.3 %3/.802:.91/.7... 8.-0:28.90780-:9  .9./$:7.:80.  .8203.!07.32.25.380.8.9:..2203.3/.3/.3/4:2039.7:8//.7.-.3.3.3 80.0..39:  ...5.7 :.8...7./.3:.2.3. /-/. 2.-8.8/.3.39.8. 80-..9.80-0:2 507.2/.3203:8:3908:39:203: 549088 549088907.8.3907/. .2. /03....  8533:89/0.9..2.1.91.7.. 2.8..9./:8.3  %.9.5.9.53 .7...38:....3/:25:..7.02578 ..9.7993/.:.3 5079.-.. //.-7.8.7/9072.2.9.3/.9:.

3/9093..3/.:8:8 ..90/:/:.:39:203.3.4....3/.9./80-:90825:.3/:91/.30825:.9.2.02578.30825:..7./03.7.-007.:8:8/.9.2:02578 3:89-07:8.9.32:3.../03.. 9.:.7.203.503..9. /.4380580-.3808:..9.3-039:/.. .-.3.-.:.9...-40 /4947 4050309.7.0-.33.3-07/.-07./.-.0257880.7:83./.3:93.390780-:9-07/.9:990825:.33:89:.7:9:9/.30825:. .025789: 0825:.7.9:0825:./.2-./.9.9/.7.-.3:89 9/.9: -039: 207:-.33.  .9.39: 2.8.7 .9./.0/:/:./ 507:/.3.8.3 909.9.3:2:2 80./. 8:..  /.7.3/0/:91/03.3/5.3:.4.39:-07./03.02578././..9.79802.9: 3:898073/80-:9 3424909 02:/.47 .3.3..2.3/../03.7.902.8  .33.3. .3:2:2. 2:..3./.:./.7 :-..3/03.8.280:2. 203:7:950309.8.5..3-.3/./0/:91.3/..81.3 850309 &25.70825:.8.-.9:/.33.33/:91  02:/.302578-./.390.8.3203:25:.3./.2/80-:9570282..3/70./.35..7.3/507:.7.3 :2:2 ..:2:203.3.-070395.8.38.22:4.9.:0. 0825:.3 -07:39:3 793.:8:8/9.  0.8.9.8. 5.3/.: 3 40.3907:8203025:73.85.8.3/0/:918.7.  $0.80.7.39:35./.8./.5..9:0825:.-039:.3....7.33 /: ..32:.0.9/.3.30825:. .3/:91  2:.9:7.70907..4 /03.7 0825:.3.9..:./4.3..703.3 /0/:919:  $0-.3570/.3:2:2 -07/.5701820 /2-:..33-.  .39.3/8.203:-.-07:9 .:/9./.5073..9.80.. 3.9.3 .9.9.3.9-07.3 80.8. /.3.5.9. 0..88/..9.80-./.02578 .3.:/.39:203.2:3 0-03.3/. 793.0-03.  !03/0.7/.3 0825:.8 2.380.30825:./:25:.3 20303../..790825:..78:.7-.703. 025789:/.780.75701820 /9.8.39:/2:.33../.9.

 /0875891/.8-/.3-07-. /03.202-07./.8.57085091 793.9.3:89202507.2.35.9.-:3 793.703.7 -./.-./80-:9503/0.3:38:7 :38:7.5....9: 805..4-.80.3:8920250.8.83743/.320.9..39/.57207 80/.3:8920.:39:/03.:80-..3-.-.8.703.9:9079039: $9:/83743-0781.3. .32.7.3 -/.380-.3.8.83743.:25:.3..../.9-07:-..703.23:89..3. .5/8532:-.3.2..38..8.3./:3.3:89..7..9025783.-.3.3 -...9 ..... .9-./.3.8.20250.703.8.703.5.-:/.8.33. .80.8.743 .3.3:899/.81.28 .73...34942.9/087591 .743 $0.808:...9:-.7..7../-.80.9:203:7:9.73.3  09.7..8..390705.3 203:7:985030980.3 .9: $0..:25:.8.5./.-0781.3.3.9:0.703.3 .8.380-03.33.8.80-.3-.-.3 .3 8:-/853  .. 2...7:83...3-. .5.:./.8..02578 /.3.350702-.8503.3808047...3/.2:7:3../.3./03.3:89203/0.3...7438073:.8.4-0.9./.9:0.7.98 ..:.3    $:-/8533:89 $09.7..3.3./80-:989:/8947425.203.3:89 -.80:3/07  0/:.3848.9.9...5.793...307..3-:.-.-:3:.8.:7:3..320.9:907-.7. -:.9-.39039:3. 9:8.2025:3..-07:8..3/3.3-07:-:3.9./.3:38:7.3-0703..3.... 80-.8.:.7-.3 -07-. 80-.8.8 ./.38./..9-.5...850/./.30. 2.8 $0.. 2../.703.:25:.7-.:-:3.-.3..:25:.9:88902 2.793.8.8 20.7.8:.8.3/03./:3...9 -.-.8./.3:-:3. /.3.390705.9: 80.3:89203/0.30/:5.3:38:7./.3-07/7803/7 803/7  0025.3 !03/0.3 -. .-..3 2.9:.33.3.9-.3 80-. ...7..889029: /80-:9 503/0.8:./.8.5.9.9.39:/.9:5:./..7...20250. 203:3.3 50702-.9:3 2.!079.3/03.:503....380-.3 !02-...9:.-...703..8...80-..8.3/8539:/03.91  02.3897:9:7.9502.350393/.9: /03.

./:.3907.8.50702-.50702-.8.9.3:8:83/.5..8:-/853.3.8. 3.388902-...:2:23./:.9/. 9: !02-.20303.780.4-03:89 .:-..3 9/.3..34-0.33..3.5.8./.4-.3.9.8.9..3-072../.7. .33:89:8:8  3:89:2:23:89.5..9.5./. .8.9/05.5.805.33:899:8.3.7.703.8.3839.203.9-.788902-.9/-0/..7./.8.3-07:8..5.8.8.33.-.3.2-::39.5./.3.3.203.3 0.:203.2...5.88-.2: .: 203.-.3/:3.3.9.8.2.3/.9:.:..80.703..9.. 9079039:/.7. 20304254.2-::3907:9.9..8..8.3203.9.:.3/8532:9:8.3:8...8 2.9:./..8.9...3:89:2:2/.3:2:2/./.32..39:8.: -.3 /:3.2.3/.8.3.5 080:7:..8..8.     07/..3/.3.743  3:8983743.9:.31034203.32.7.9079039:./.. 207:5.3./..9 80/./.3./.8.9/-0/..8:-/8533:899:     07/..8.5..2.9:-.33./.3/.-..::.. .14344  247144 /.2:  033./.5..8.34-0.:2:23.5.9:9.0.. -.7.3:8983743 /.:2:2 .

8 28.-./087591203.3.9079039:  3:89/.203..9/.33.9..3 -..3. -./80-:9:.8.-.8./03..3/..5.  .8 .8.703.9.:80...3../.3.-07:5.5.9 89478/.5::..203/08758..7433-.5.3-.:-.8.8.  5.8..91 %::.5..3 907-.743-07:5.7.7.9./.897:9:7.-0781.8.8.8.7433907:9.8.2.3425. .2.380...8./..907-.33:89/..-. 2.:39: 20309.-039: 507:-.9.9:-08079.203.7.:3/:.80.8..3 $9:/3:89837433-.3:89 /087591 ./.33:89/../.350702-... /0.-.8.8.2../.

.-.7.34-0...897:9:739073.33.8.   07/.8. .5.

3.3-.-07.8..:/.9../843.33:89 !843:89.3907/./...3.3-../2././03.908.33:89 3974543:89.33.3.32:8:8..3..3.202-.8:-.8.9.8./.897:9:739073.380.2:-:3.288902 0-.7 -.3:8...02.850  $9:/3:892743808:3:3.7.9.2.320250.3/:3.907...-.947 1.3 .38.3 -./../..3.8.9.3.8.8:-/8533:89..:48..9/:.38.250789.3 8.8...203.8.39.8:-/853 .8079...:897:9:739073.39..32030/-.88/..-.  3974543:89207:5. .8.947:.743:89  3:89274203../.207:5.28.3.9: :-:3.84844/..8...31.-.7.33.32:3907/85307./.8.3 3:892.7 .2.8.7.9-.33. 2.3:.8:-/8533:892.3 20250.3.:9.-..9./..320250.703./.320250.9: -. 9072.7.7..8...7-. 44.7 3:8980-./.9...3:89/.8:-/8533:89..33:892.745:3203.8.7..9:-.7-07-. .33.8:-/8533:89.74 743:89/. 0844 2030/843...8.3:89 274/.5.5.. 4344 2030/.. /.2.31:383..947/:..3.  $4843:89.8.8:.3..9 /50740 . -. .-:/.39.:2:23./.9: -/..7-:3-.9079039:.392030/2.8.947/:.9:.5. 7.39.7-.8..33.8.97.7:-:3./-0/.. -..8.9:/03..3-07-. 897:9:739073..882030/8.8.8.32.8. $39./.9.9..2.31.3/./..9:..25:.-./ 8989..3 2:3907/85307.803...9.-.8..897../.3502..39.81..357.3.-.3 .9..080:7:.2-039: -039:.-./..2.3 839.3...33.9:/.2: 3907/85307. .32:3907/85307..9 $4843:893207:5.7.8:.7.3/50..3.3:8.389://.33.-..7-.9:7./.9: $0/.3.3 471442030/897:9:7..3974544/.. 5844/.7.3.7-.9:. :-:3./ 5843:893207:5..3/..8..7:-:3.9.3.33.5.../..9../03./.8./03.502-039:.  8079./8./.3 3:89 $989.74./8.7.:5:3439089:.8.897:9:739073.7.3 8.75.9..3507.503:8:3. 8:-/8533:89.8. 0--..-:/2.7-.3./03./.3-0781.9./3.2.3 47144/.947 1.7.7.9:. $02.-.3-:/.897..9:. 2.

5.9./.24-0.703./. 3:89897:9:7.3.947/:.3:899047098/.8. .8..3..7.30-:/./..8/.9.907.3:8.9-.7-8.9 503//.8.38.3-07..7438059:.3.5030/.3:8997..33:899:802.380.8.3/.02..: :.-/../843.8.5:-:3. 3:89 97.7-./.3:39:/907.8//.-.39047.20/:5./-0/.843. . ./.7-.9/.7 /.39::.7.80-.28:.:39: 20302:..3:89/.7...0944.7..  .8.9.../.39079:8 44207:5.83..8.. 0.39...35030/.9.32025:3..8..4-03:899: ..8.3/. /./.7...3.380.2.7.2030/50702-.7 .5-./..2-.3 /..9:./. 8079.8..././.8:-/8533:89.3-.3.9.9:.9.9. .../..8.8.3:8..33.53:89805.9.74/7.3-.3 .5..32.32.2.5.9.:39:050393.3047.3/:3.3...3 3:899047098203.3 2:3907/85307.7..:. 2.3 /8.. .09443 207:5..39 3:8970.3503.7. 202.3 -..32:3907/85307.9-09.0/.3 2./.989.3907.33. :39:207:2:8.39047..3:89 80.8.3././03..8:-/8533:89. 3:890307.320250./.3:893-07:8.907/.3.     07/. .7-..20/:5.380: -0:2:3:899:803/7/.39.1.7:2: 2:..3. 0-:/.320250.3.947 1..8.25030/.8.:.9.7:50-.9:-.9.80-.3/.20250.8:..380. 8079./. .    $$&$% .9.91802.9.39047098 3:89 .381472.9: -.3 .3 .33.320250.3:89.1     07/.3 57.3:-:3.9079039: .:8:-/853 3:899: 3907.3-.30/:/:. /.843..:.8.57./03.39047-0...9 0507.89.8 -././.3 3:8988902  /.3 -.72.38.5.8..5.3.3 8.907.31.7 503.33:89907..0.7:7.:/.3.3.

.9:.8.7. 9.930.9-.9.8.848.8 839.:5:38.907-9 202-0/. .:0-905.38:38073/80-:9:.3. .5.8./.3...38.3989.39:     3.:203.98 .88:38:7.  90702.2 .4:780/03:96:00307.9:.5.3.3 :-:3.:-:3.7.8.33..9..88-..9.3.9.3.32471448.3907/.7/:.3//0$.3-07.3-./.2.2.3 907/.88 /.5-..7.88:38:7 :38:7..9:.9 3783.883:89/.//..88#.43805/0 $.8.8.99/.9:903/.220/.39.25..9.202-073.9 8079.8.  4:80280.9:8.8./.9.3.:88:70   /. #0.3.2.5/03.2.33.503079.3897-:8 .3.88-.91/03.33:8032.58.9:.8.38.3.9839..3.:.33.5.2:39/.30- :.3.7 203./.2.7./.-07. .3 8.9:.9:...9.38:3 202-./:.3 ..9:.2.9:.9 $09.2-.38:3  .:.3 8.88.380/9507:-.9.9907..80.3-.3&38:7/.3.9.9.3907/0.3:8924/073 07/3.3.43899:03.9:.3/4308.: 47439.. 8.3802..8.3907/7/..9./ :-:3.3.     3.9043899:0393...3839..393.3-..3:38:.0 907-95079.3907/.7.:8.:-:.3.7.::39:802:.:70..9:14309 14302 247144 839.7.2 -::3.3.39.3:38.8./.-:. 2.3202-. 038:-:3.5747/.2.8:.  909.9./.39.3907..3.5.35.88!74808&38:7 ..7.3. 039.3437099079039:80/./2.3..9  :-:3.38:3 3. 8047./2.3..3.:43899:03 43899:03.39.8.2-./7/.8.3-.9:.3 17.370.3-.8 :-:3.9.7..3.3-. .:88:709: 909.88  .3.389.-07.3.983-0781.:5.3.9:.//.28:8:3.848..91.9:.9/.9..39     $97:9:7 $8902 /.9:..9./..8.3907.5:.5.3 0./.2203.2-. -0781.9:.9../.7.8:28.8.80 8.8..9:/03..7 . 3.3.5802:.8.

58..7:38:7 :38:7 .3 8.3-.9:.9.8.902 ..3/ .887.9:.3./-039:./. 8..:/9..3.809.302039  203.7907  92-:3 8.30/33.3:38:7 3783.9.7.3 907/7/.7/33 0 .77.9:.3-.390792-:3907/7/.3.

8.9:.88574808:38:7 -.3.3/./.887..3.3783..3 .3. .3:38:73809.37:2..3  07-0/. ..3.5809.80 ././. 7:2.8/..77:2..8907 /03.3.3..3.207:5.8/.907/7/.7     -:.7    80-./03.757480857018.58.3:38:7 2.78:. 7:2.2.8./ -039:90792-:3 .9:574808502-039:.8.3 /.9:574808502-039:.887.3-..792-:3 -039: 0/33.088 203..58.....3/ 574.8/.8/.  .75748084318.3.3-..3..78:. 907/7/.3 /-039:/.902 .8..9:./ /.

8.8.25./03..3:899039:.7/33  /.33:89.5.77:2..32.107203:..3.950393 2:.897...7.35...-802:..897.3.2:3380-:.5.39 0844 8./.39:.3802.3802:.2203008.83..30--.50.3/.393:89 909. 50309.: 0847.3/03. ./.88 802.:2070.3 8.33.50309  79:8 /...:.8.8503:892:9.2202...2:8.. .3-..3.320.320303.3202-072.93/. /.3.3..83.203.:.3:89. 7:2.31..302.3. .30-:/.3202-.8913:89 .... 50309.25.820303.8.3/03...35023.50.802:.98./03.3-039:7:2.3:.8.9/.8. 50309..3/.39:/.8.3 0-2:/.9/.3203.8907. ..503:8:3.8.8..5/.2:8/.3.:.--.384843:89/.7./.7.  ..7.897.:7: 907:9.3 80-.3 50309.9 /8:8:3  .9/03.:-:3.3/.3  .2025:3.3.33:89 2.:.5:.2203008.:7:-.39:3.:./.3/03. 50309.../03.9202-. %.78:-/85314344 247144 839. 80-.3-:.2./507:.39:.2.8.88 /.33:89 9: 207:5.7.8503:897./4-050309.  .3247144 839./507:.3:8803/750309..8/.3 -0703..3 -0703..:.:.770/:5.33:898..9..3..50309.5030702.2070.33:892:9.    %&$% .7.9.34397.

03843./.2/.2 188  .3 5. -..30.8.9 .2.3..5.3.3/. 97.3 1472.3202-079:39:3.3.8. -07/.7.. -0781..2.3.8.3 /5079..9.3 18.9:-.9 /..544.39:203:./03.39.3/.8.88 -..28:.3.7:8202507:.5.9..7:8203:.8.3:8.5. 9. 9: -0781.503:8:3-::50.. :8: /.1.8.31.    $##&$% $9:/3:89203.:549:8.502-.7./ /.50/:... -07/./03.-. .7... -.3.2.3..3/. 30.//.7./.7. /.8.:549:8!079.. .9:7.39  /.  0/:.3-.550702-.9 /.9.188/..8://.9 .3 .2.....3 9.. 203..2.22.2.3 ...92070/.3 9/.9039:/.:2 3.5.7.038 34248  .8.9.7.3203.8 !03/.9.7.8.9.:.9.8. 9. 9.81.302.39 / :.3:3.33:89:.3907.3 :8.7 2. /03.-::90780-:9  .2 57385 .8.!0309.343805 43805 030.3 2.3 80.:.9 20248.:30.7.3..:5020739..3:85.038 34248 .848..54-807.9...9:  !079039.3  %.93:89-. .3905.8....8.55079.:-:3.7../5079039.8.3. 89..35079039...3.2 503//./.7 1472.202-072.-.9 .7.: 43..31.8   %.3.8   %.3-...7 .8.9.33:89.304..2.. 9.7.3.:549:8./. -. -.33.503:8:3-:: 908/.. 9: 803/7 ..8.3:89/.334248 . 897:9:7.9...8..35. 80-.9.3.5850:.9. 18:1 :3.9 43. ....3 .7..2203:8:3.. /.9079039:  &$%& .-.9/.3808:.8/. -.:2 43.3..5.:-::908 !0309.8.509.8...3.3/044/.3203008.7.29.3 8:2-07 /.781..9-./03.39047  &$%%#$  .7507-0/.9.5507:2:8.9:2025:3.-.303..3-.3 84843:89 :8:83.3.3 802./843..

9./8.9:97.8:. 2.3.9:.7..88:./50740/.793.3.

..-07:-.7-::438:8%7.23.24342.:-0794.3 .3 -:33.3 /0138 4380580. -.3503079.9:7  &$ !$ %443.  .3702./.3... 50739.20.9.3 -.8.3 2.3. 2.389.9:-07./ ..8.3.80-.342. .  #  .-./.8  202-.9: 2. ./03.3.8.  &$%  070.7.3.9.8..3.3507:/09.9:7  $0/.7.8.342...2 038 0..7.3.  !%  .39...8  9.4/..370947./.3.  &# .7.47. 907.7..9.3. .  .3 78949008 20302:.39.:..9...9.:.3-/.3  /4.9:2:7/!.9.9 -.3 047.:8:8:39:89:/-.97.383/0824  W03:7:93.8./.4 805079!.32.3 30:97:2  .. -0781.8.4/.8.9 2020393.202-0/./. 702. -./.. .5.3.3.3202-0/.9 907.3 -..8..9./.89  8.9 5.3 57.9 203.89:/-.3702. /03..3.38  $03.8. 5073.3.8.35079.2.  .94  W03:7:93.2..34.9. .9. 80./03.3. -07503/..9.3.3 -.39.8 /.3507.  02-0/.4.-.9-07/. ..3 :3/.34342... . 202-07..9 9/.38.7.. 2034/47.389:/-.44  .8./.357450709./.342..5..0-..2. 9: -0781.:2 .3.. -./.2-::3.7.547./.3:8.2.9.94 /..   !079039..59./.3003/..  #$% %$ 207:5.8. 03/07  .8. -007.3 2:33 -8../.. !03/...  03.9 3.2.80.9:4342..:2..-.3950 950. 02578  5. /.8.9: !749447.202-0/./..202507/0-./843.8:3 10233 /.3  070.

8.83..9. 3899:943087.8.33..93/.774  /03.  -:.93 203:7:9 '. :3.7.83./.79850 /...3 90703. /03./.7 .0  '.9:3423...:8 . .3 .:8 0309.22.3.07-:2  %039.  9244.3-039:./.33:89.//03./.0.8 /.9.3.323030/..9.  47144..9:7.4:39. 5.3.9-.-03/.7.  4344  /-.320303.9. '.9.8.:8.  ..3 :3.8.!78..3.3 03:.-:.:8 .33:89.0 %.9..:8  0303./.2 -.3 . /.3502-039:.. /.3 #42.$9:/ -.-08079.5 0.. :8:.22..3 !78. '.9.9:..3.3:9. 0 3:.9.2.3 .3 ..9.32030/.9.2.. .35.3 .-.-::9: . ./03./.3 /./.78  3899:943087.8.7.4.2 -..93.7./.8.9..9.3/03..774/.3  %44 ..  '.07.-.3203.774 202-.3 9:8..93..:8 /.9. 5.8...2025.8:8  /. .3 /.774202-0/.8 507:-..-.9:9/-. .774...  80/..9.3..3.:8/.

9.3 /80-:9 9907.  - 47144 202-.7 -:3 . . /. /.42.3 9070.5.3./.9.94.3  .4907..:7:1 .9.8  :3 /-0/.2./.3203.0 -.79:..9 /9:8..3 /.0  .. .79:.9. -:3 /80-:9 549089.4.7.49907. :7:1 /80-:9 1:7.3 20303.

-.7.04. . -.39.2 .3 0.2.3.3./:.334248 .703... 850:. 7.3.3.-8:.94 9.7 .3/.88  202-.2.79.39..3.5:2 57434203 .3. -..8./ 507903.8.- -0702-.8.8 /.3.39./34203 ..99:8008.342.3 ...3509:9/-.9.  207:5. -..7.9.8.  %.93  !097:8 85.3.9.7 47.7.3-.9.8.8.:8 /03.7 !.-..07-:2  5..07-:2 57..8 3907..3 .3:8 5073..2..-.7.3  3:89 7. /50..3502-:.3 -0780.  !#% .94 /.0  202-. .4 /.-7..3.3./5027...8../.8.94  .7.  $39.8 /08758 7.8.8.188 /..9..3 /80-:9 47.7.7./.289:/-.43:3.3 . .3 -:: -07:/:$:22:.3 5... -. .9.2..-80-.. 203.9./24/073 ../-0/.7.3 508.3308  /03. .  &$%$%#&%&#$ ...3.-.8.745.. 8:8:3 .- -.3203.054894 39070.3507903.7.9./.3.3 5079039.7-.8..0/:/:.580-.../ 5.33.08  #$$ .:3 4. 745.3 203:3:.3 .3/.:34/89. .9.2...8..

88 .9/.2.3.7.1434457484/ /.3 3 /-0/.3 /03..3 -.2 -:: 3 /-.3 2025:3.3907-039:40803/.  03.9.3 9: /.0  ./2.3 944 4:8 0280.35.3831.379.2.3 5.  07/3.314302  4!7484/.. .7. /2:..3 ...390473.. 43805 90.3 8310 /.743  507-0/..2544 57484/ 4!7484/..9    7.3 :.740  507-0/.7.3 /.8 20303.7 .3./03.39  /03.35.39.3 90. /.8./2..20303.3.2 .88 -.8 43899:03 43899:03 .  9443..3/ /0 $. 83743 /.314344    7.3203.. !7.3:0 /.:88:70  207:5.3 04802.14309/.3 -::3.7.9: '02 . 4:780 /0 3:896:0 0307.-:3.39 /..5. 02:/.3 :-:3.7..3 90703..3 839.8 . 3:89 24/073 /03.908:8  .3:9. :-:3.98   7.

8.3 .3 0- -08. 202-07./..80-.  0/:.2. 14302 143028:57.50.8.8.9 /.23.. 0-203:9.8.7.3.  4 !7484/ .0/.3502-07.9.  09.: 8.3/.8..8.83.9.25.9 20303.9544 544 !079..3-.75.7 .5.3.7 /.9:.2..907/.3503:5.8002.7.3.370... 202.  0025.3-./.8 1430983. 20./.9079039:-08079../.802039.3507.7..   3:89$8902.7-.8..

2.-.8207.3 -.   043.947.  5034.5 2.7..1.89 80.-.  09.2-.3-0702-.3 44210/ :39: 2039../.8.32030-.3%.3$97:9:7.1.3.8.0941207.7.3:9.3. 0-07..3.39.7.%03:89. -.3/-07.8$4.  5. 203. .4393:2  02.. ..7/44210//.3 8.3 2 18./.5.80.2.202 .9 5.2.3/207.  0/:.8.9..7.33:89 !079.3 /03.33./.   7.9:/207. 203.  .3/. 2.8.3:8 207.

8.3470.3/.39.9.03:7:93.88.1:38 7.7.8...7839./.3207:5.8.202.9:.2..9.

9.447/3. / 3/4308. 34/08 80507.73007   .8:8 207:5..2.88 -0781..-..3 ..%7.3/-073.-.8. . 3 /.9 80397.-.8.9/.93:893/4308./.3 839.8./.3/../3/4308. 2.#0.3 :-:3.3.5078..380507./.29.9. -.3  &$%%#$ #$ # #$$&  %.:.3/.843.3143448   $02.-.9 .74254303...   $08:.88 802. 0802089.3/03.39/.8.39  897:9:7 802.7.2 .9.849/03.  02.7.40502.8. /03.3  9.07-.9:4254303839.3. -. 2.8.3-..3.98...2. 8.8.3405..843.8. 3:8 80347  -07/7.0.3. 80:2.91 03:7:9 9047 0307./.3/. 3/4308.8.-. 203/:/: 9025.38004254-039: -039:. 443.30.37:5.3745.  '07-.91 802..3.8.7.-..70.8 03:89..3-..80-.9/9072.381472.908  %%&$% $ !0309./..9./..3 907-..7: 9-.. /. 5020739.8.33.33423.7.8.2. /03..9 42403 /.:5:3:..3/. 3  -.8.8   %.90780-:9. .  %.:3  ...3 /:-:3.8.9:.7.2 9. /.9.7:8-07-039:80/02.7 .3.3 -.7:8/. ..8:8 .7:203   %..90780-:9  %.3 3423.  %.7:8/503:/.78.7 9.9.390307.9825..38.1:383..8...3/.9..99.8..-81472. %::. . /.80507.3 3:89 5. 2..3..2 ::/ 9047 .39 /.39. 47..97.9..9. 43805 3:89 24/073 9: -.3.3 5..:39: 050393../..9.907/7/.8.7. :.843.3/5079:.8 57..7.2 2.9.5.3 570/.8 $.5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful