BAB 6 TATARAN LINGUISTIK 3

SINTAKSIS Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa dan gramatikal. Karaena perbedaan keduanya tidak terlihat jelas maka muncul morfosintaksis. Morfosintaksis adalah gabungan dari morfologi dan sistaksis, untuk menyebut keduanya sebagai bidang satu pembahasan. Morfologi membicarakan struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Pembahasan dalam sintaksis: 1. Struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori dan peran sintaksis serta alat-alat yang digunakan dalam membangun struktur itu. 2. Satuan-satuan sintaksis yang berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana. 3. Hal-hal lain yang berkenaan dengan sintaksis, seperti masalah modus, aspek dan sebagainya. 1.1 STRUKTUR SINTAKSIS Ada beberapa kelompok dalam sintaksis - Kelompok pertama yaitu subyek, predikat, obyek, dan keterangan adalah kelompok fungsi sintaksis - Kelompok kedua yaitu nomina, verba, ajektiva, dan numeralia adalah peristilahan dengan kategori sintaksis. - Kelompok ketiga yaitu pelaku, penderita dan penerima adalah peristilahan yang berkenaan dengan peran sintaksis Menurut Ver haar (1978) fungsi sintaksis terdiri dari S,P,O,K merupakan kotak-kotak kosong atau tempat kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat. Bagi chafe predikat harus selalu berupa verba atau kategori lain yang diverbakan. 6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Dalam tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil, yang menjadi komponen pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frase. Ada dua macam kata : kata penuh (full word) dan kata tugas (function word) Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka dan dapat bersendiri sebagai sebuah satuan tuturan. Kata tugas kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dan tidak dapat bersendiri. Yang merupakan kategori kata penuh yaitu nomina, verba, ajektiva, adverbia, dan numeralia, sedangkan yang termasuk kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi. 6.3 FRASE 6.3.1 Pengertian Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Karena frase adalah satuan gramatikal bebas terkecil maka frasa berupa morfem bebas, bukan morfem terikat. Frase tidak terdiri dari subjek – predikat atau predikat – objek. Karena frase merupakan salah satu fungsi sintaksis maka frase tidak dapat dipindah sendirian harus digunakan secara keseluruhan. Contoh : kamar mandi tidak boleh dipisah : kamar dan mandi Perbedaan frase dan kata majemuk yaitu : - Kata majemuk yaitu komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna, merupakan morfem terikat - Frase yaitu tidak memiliki makna baru, melainkan merupakan fungsi sintaksis dan makna gramatikal, merupakan morfem bebas yang benar-benar berstatus kata. 6.3.2 Jenis Frase Jenis-jenis frase yaitu : a. frase eksosentrik

frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Frase ini dapat mengisi fungsi keterangan. Frase eksentrik dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Fase eksosentrik yang direktif adalah fase yang komponen utamanya berupa preposisi seperti di, ke, dan dari. Frase ini disebut juga frase preposisional. 2. frase eksosentrik non-direktif adalah komponen pertamanya artikulus (sebutan). b. Frase Endosentrik (modifikatif) Frase Endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Disebut frase modifikatif karena komponen keduanya yaitu bukan komponen yang bukan inti atau hulu. c. Frase Koordinatif adalah frase yang komponen pembentukannya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama atau sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tunggal seperti dan, atau,maupun konjungsi terbagi seperti: baik….baik, makin…. makin, danbaik maupun. d. Frase Apositif Adalah frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. 6.3.3 Perluasan Frase Frase dapat diperluas artinya frase dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. 6.4 KLAUSA Pengertian klausa Klausa adalah runtunan kata-kata yang berkonstruksi predikatif artinya didalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain sebagai subyek, sebagai obyek dan sebagainya. Klausa Ferbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba. Klausa verba dibagi yaitu: - Klausa transitif : Klausa yang predikatnya berupa verba transitif. - Klausa intransitif: Klausa yang predikatnya berupa verba Intansitif

- Klausa reflektif: Klausa yang predikatnya berupa verba Refleksi - Klausa Resiprokal: Klausa yang predikatnya berupa verba Resiprokal Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nominal atau frase nominal Klausa ajektifa adalah klausa yang predikatnya berupa ajektifa Klausa adverbia adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase preposisi Klausa numeral adalah klausa yang subyeknya berupa kata atau frase numeralia Klausa berpusat adalah klausa yang subyeknya terikat pada predikatnya. 6.5 KALIMAT 6.5.1 Pengertian kalimat Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi konjungsi serta intonasi final. 6.5.2 Jenis kalimat a. Kalimat inti dan kalimat non-inti Kalimat inti(kalimat dasar) adalah kalima yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap berdasarkan deklaratif , aktif atau netral dan afirmatif. b. Kalimat tunggal dan majemuk kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa. Kalimt majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. C. kalimat Mayor dan kalimat Minor Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya sekurang-kurangnya memiliki unsur subyek dan predikat. Kalimat Minor adalah kalimat yang klausanya hanya terdiri dari subyek saja, obyek, atau keterangan saja. Biasanya merupakan jawaban suatu pertanyaan. d. Kalimat verbal dan kalimat nonverbal kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata / frase yang berkategori verbal.

Kalimat nonVerbsl adalah kalimat yang predikatnya berupa kata atau frase. e. kalimat Bebas dan kalimat terikat Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk ujuran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat / konteks lain yang menjelaskan Kalimat terikat adalah ka;imat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. 6.5.3 Intonasi Kalimat Tekanan , nada / tempo bersifat fonemis pad bahasa tertentu. Artinya, ketika unsur suprasegmental dapat memebedakan makna kata karena berlaku sebagai fonem . 6.5.4 Modus , Aspek , kala ,modalitas dan diatesis 1. Modus, adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap sipembicara tebtabg apa yang diucapkannya 2. Aspek, adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi , keadaan , kejadian atau proses. 3. Kala atau tenses , adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan eaktu terjadinya perbuatan kejadian, tindakan yang disebutkan didalam predikat. 4. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicaraan terhadap hal yang dibicarakan. 5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu . 6. Ditesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dilakukan dalam kalimat itu. 6.6 WACANA Adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar 6.6.1 Kekoherensial yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur – unsur yang ada dalam wacana tersebut 6.6.2 Alat wacana

Wacana lisan 2.7. menggunakan kata ganti dia . CATATAN MENGENAI HEIRARKI SATUAN Urutan heriarki satuan adalah urutan normalteoritis Faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan urutan : 1. Wacana Puisi 6.subParagraf 6.4 Subsatuan Wacana Meliputi: 1. ini. antar paragraf b. Menggunakan Elipsis : Penghilanggan bagian kalimat yang sama yang terdapat kalimat yang lain 6.Alat – alat gramatikal untuk membuat wacana antara lain : a.3 Jenis wacana Berkenaan sarananya : 1. pelapisan Tingkat 3.Subbab 3. nya. Penurunan Tingkat Bagan Urutan heriarki satuan : Wacana Kalimat . pelompatan tingkat 2.6.Paragraf 4. dan itu sebagai rujukan anatoris c. wacana tulisan Jenis wacana dilihat dari penggunaan bahasa : 1.6. konjunksi : menghubungkan kalimat . wacana Prosa 2. Bab 2. mereka.

1 Linguistik Zaman Yunani Pada zaman ini para linguis mempertentangkan : 1.1 Linguistik Tradisonal Tata bahasa tradisional sering dipertentangkan dengan istilah struktural. Protogaros membagi kalimat menjadi : kal Tanya. mementingkan retorika dalam studi. 8.m) Dalam studinya : 1.1 Kaum Sophis Mereka melakukan kerja empiris. jawab. do’a dan undangan.2 Plato (429-347 s.1. sedangkan tata bahasa structural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam bahasa. dan membedakan kalimat berdasarkan isi dan makna.Klausa Kata frase kata morfem BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK 8. 8. menggunakan ukuran tertentu.1.1.1.1. Karena linguistic tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic. perintah. laporan. Analogi dan anomaly • Fisis (alami) = punya prinsip abadi dan tidak dapat diubah dan ditolak • Nomos (konvensi) = diperoleh dari hasil tradisi atau kebiasaan dan mungkin bisa diubah • Analogi = tata bahasa bersifat teratur • Anomaly = tata bahasa tidak bersifat teratur 8. Fisis dan Nomos 2. Memperdebatkan analogi dan anomaly .

hal diluar bahasa (benda /situasi). Membuat batasan bahasa. .Kata kerja komplet. di India hidup seorang sarjana hindu yang bernama Panini.1. kerja. syndesmoy. subjek.1. tak komplet.membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa .Legein (bunyi fonologi yang bermakna). nomina/nominal (dlm tata bhsa).menciptakan istilah khusus dalam tata bahasa .m) Membagi tiga macam kelas kata : Onoma.1 Varro dan”De Lingua Latina” Dalam bukunya itu Varro membicarakan : a. Rhema. makna. telah menyusun kurang 4. Sezaman dengan zaman Alexandrian. Karena itulah Panini dianggap sebagai one of greatest monuments of the human intelligence oleh Leonard Bloomfield. aktif dan pasif 8.4 Kaum Staik .1. arthoron.2.1. • Onoma : nama (bhsa shari-hari).3 Aristoteles (384 -322 s. 8.000 pemerian tentang struktur bahasa sansekerta dengan prinsip-prinsip dan gagasan yang masih dipakai linguistik modern. . Orang pertama yang membedakan kata dalam onoma dan rhema.1. dan Syndesmoy (preposisi dan konjungsi) 8.membagi 3 komponen studi bahasa : tanda (symbol. predikat. 8. 3. propheral (bunyi bahasa yang bermakna).sign.1. .5 Kaum Alexandrian Mereka menciptakan buku Dionysius Thrax yang menjadi cikal bakal tata bahasa tradisional.1.1. semonion).2.Membagi kata : benda. • Rhema : Ucapan (bhsa shari-hari). verba (tata bahasa).2 Zaman Romawi 8. bahwa bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantara onomata dan rhemata. Etimologi : mempelajari asal usul kata beserta artinya Ex : Perubahan Bunyi “duellum” → “belum” (perang) Perubahan Makna “hostis” orang asing → musuh .

merupakan buku paling lengkap . Vox artikulata : untuk membedakan makna 2.2. sifat 2. Deklanasi dibagi : – Naturalis : perubahan bersifat alamiah .b. selektif. Vorro membagi kelas kata latin menjadi : 1. Kata benda dan kata sifat → infleksi kasus 2. Morfologi : mempelajari kata dan pembentukannya Kata = bagian ucapan yang tidak dpt dipisahkan dan merupakan bentuk minim. Aduerbium → pendukung (tak berinfleksi) Kasus dalam bahasa latin : 1. Vox literata : dapat dituliskan 4.Voluntaris : perubahan bersifat morfologis. Verbum : perbuatan / dikenai .kasus. anasuka 8. Dalam buku ini dibahas : a. Akusativus (objek) 2. Fonologi membicarakan istilah Litterae : bagian terkecil bunyi yang dapat diartikan. Vox illiterata : tidak dapat dituliskan b. 1. Nomen : kata benda. Dativus (menerima) 6.1. Genetivus (kepunyaan) 5. Morfologi membicarakan istilah dictio : bagian minimum ujaran yang harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Partisipel → konjungsi (infleksi kasus dan tense) 4. Ablativus (asal) Deklinasi : perubahan bentuk berdasarkan kategori.jumlah dan jenis. Nominativus (Primer) 4. Vox martikulata : tidak dapat membedakan makna 3.2 Institutiones Grammaticae (tata bahasa Priscia) . 1. Vokativus (sapaan) 3. Kata kerja → membua pernyataan (infleksi tense) 3.teori dasarnya menjadi tonggak pembicaraan bahasa tradisional.

3. Basra dan Kufah. dalam bukunya Al Ayn. 8. 8. perdagangan. dsb. Petrus Hispanus. fi’lun (verbum). substansi.1. kata tidak secara langsung mewakili alam dan benda yang ditunjuk. Menbedakan nomen menjadi substantivum dan adjectivum. Sintaksis membicarakan istilah oratio : tata susun kata berselaras yeng menunjukkan kalimat itu selesai.1. tetapi hanya mewakili dalam pelbagai cara modus. Participium 4.1. c. b. serta bahasa diluar eropa. dalam bukunya Summutae Logicales : a. aksi. Membedakan partes orationes menjadi categorimatek (semua bentuk yang dapat menjadi subjek atau predikat) dan syntategorematik (semua bentuk tutur lainnya). Ulama Islam melarang penerjemahan bahasa arab. Kaum Modistae. 8. Dua aliran linguistik arab. Pronomen : dapat menggantikan nomen c. Basra (menganut konsep analogi dari yunan). Bahasa Arab. Memasukkan psikologi dalam bahasa. kualitas. Bahasa Ibrani sebagai bahasa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. menurut tata bahasa ini.4 Zaman Renaisans Dianggap sebagai abad pembukaan pemikiran abad modern. mengacu pada keanekaragaman bahasa. membagi kata menjadi : ismun (nomen). 3. Toloh arab Sibawaihi.3 Zaman Pertengahan Membicarakan : 1. Bahasa Eropa. lingua franca (bahasa antarbangsa) digunakan untuk kegiatan politik. Tata Bahasa Spekulativa. tapi memperbolehkan menafsirkannya. pada masa kaum ini berkembang etimologi 2. sehingga mengacu pada kereguleran dan kesistatisan bahasa. harfun (partikel). dsb. sedangkan Kufah (menganut konsep anomali).5 Menjelang Lahirnya Linguistik Modern .

kait. atau sintaksisnya). 8. mata. pe-rawat. menjadi di-rawat. dll Ex : kal. Ex: bahasa sansekerta Diakronik : mempelajari bahasa sepanjang masa bahasa itu digunakan ex : bahasa Sriwijaya sampai sekarang.”m”.dlm kata “me-rawat” diganti prefiks di-.2 Aliran Praha . 4. Signifiant : citra bunyi yang timbul dalam pikiran kita. La parole : pemakaian langue oleh masyarakat (bersifat konkret) 3. Ex morfologi : prefiks me. karena dalam bukunya Course de Linguistique Generate.2 Linguistik Strukturalis 8. kata. 2. memuat : 1. Ex fonologi : huruf “r” dlm kata “rata” disubstitusi dgn “d”. Ex : kata “kita” dapat diubah menjadi kiat. La langue : seluruh sistem tanda sebagai alat komunikasi verbal antar anggota masyarakat (bersifat abstrak). Jika urutannya diubah maka maknanya ikut berubah atau malah tak bermakna sama sekali. ikat. sintaksis) dalam tuturan.Dengan berkembangnya studi linguistik bandingan atau linguistik historis komparatif serta studi mengenai hakikat bahasa secara linguistik.1 Ferdinand de Saussure Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern.te-rawat. kati. morfologi.te-.”b” menjadi data. Hubungan sintagmatik : hubungan antar unsur (fonologi. 8. yang tersusun berurutan dan bersifat linier. Signifie : makna yang ada dalam pikiran kita.2.”k”.2.bata. maka dimulailah babak baru sejarah linguistik. “Ini baru bir”→“ini bir baru” Hubungan paradigmatik : hubungan antar unsur dalam tuturan dengan unsure sejenis yang tidak ada dalam tuturan (dengan cara hubungan substitusi pada fonologi. morfologi. Sinkronik : mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu.pe.

Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dgn morfem. informasi (tema dan rema). “this argument I can’t follow”→ “I” sbg subjek. 1890-1960). Hjemslev menganggap bahasa mengandung segi ekspresi (Signifiant) dan segi isi(signifie).4 Aliran Firthian Dengan tokohnya Joh R. Nikolai S. 8. tepas X tebas. maka akan terjadi perbedaan. forma isi. Ada tiga macam pokok prosodi : 1). Roman Jakobson. Firth (London. sedangkan “I can’t follow” juga merupakan rema.Dengan tokohnya Vilem Mathesius. struktur kata.2. suku kata. namun menurut aliran praha “this argument” juga merupakan tema. Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. dan Morris Halle.2. membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu sistem) dan fonetik (mempelajari bunyi itu sendiri). dan substansi isi. . Ex : kal. Ex : baku X paku. Menyangkut gabungan fonem. Kalimat dapat dilihat dari struktur formal dan struktur informasinya.vokal. Formal (subjek dan predikat). Trubetskoỷ. Tema adalah apa yang dibicarakan. “this argument” sbg objek. terutama pada fungsi dan penerapannya dalam bahasa. Ex: kata “jawab” dgn “jawap” bila ditambahi sufiks –an. yaitu cara menentukan arti pada tataran fonetis.konsonan. 2). Masing2 segi mengandung forma dan substansi : forma ekspresi. gab. sdngkn rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. dan gab.A. Dikenal dengan teori fonologi prosodi. Struktur bunyi dijelaskan dengan kontras atau oposisi.prosodi yang realisasi fonetisnya lebih besar daripada fonem2 suprasegmentalnya.2. substansi ekspresi. 8.5 Linguistik Sistemik (M. 8.K Haliday) Pokok pandangan Linguistik sistematik adalah : 1. dengan tokohnya Louis Hjemslev. 3).3 Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. Prosodi dari sandi atau jeda.

3 Linguistik Transformasional Dan Aliran-Aliran Sesudahnya 8. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik. 8. Pike. karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. 8. Yang dimaksud tagmem adalah korelasi entara fungsi gramatikal (slot) dengan kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan utnuk mengisi slot tsb. Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis). Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi.3.2. situasi luas (tuturan pengalaman pembicara atau penulis yang mempengaruhi tuturan yang diucapkan atau ditulisnya. Hubungan baik antar linguis.1 Tata Bahasa Transformasi .7 Aliran Tagmemik Dipelopori oleh Kenneth L. 3. Sehingga menerbitkan majalah Language. situasi langsung (waktu tuturan itu diucapkan).2. 2. b. dan lambang yang digunakan saat menulis (grafis). c. Memandang bahasa sebagai “pelaksana”. Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta objektif sesuai dengan kenyataanyang diamati. 4. Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya. Forma : susunan substansi pada pola bermakna.2. 8. Menggambarkan tiga tataran utama bahasa : a. sebagai wadah melaporkan hasil karya mereka. meliputi : tesis (apa yang dibicarakan). 3. Situasi. Pembedaan langue (jajaran pikiran tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya).6 Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini : 1. Mengenal gradasi atau kontinum. 5. ↘ Leksis : butir lepas bahasa dan tempat butir terletak Gramatika : kelas butir bahasa dan pola tempat terletaknya.

Ex : dalam kalimat “Nenek minum kopi” (preposisi)→ mempunyai predikat berargumen dua yakni : nenek dan kopi atau . 2. 8. artinya semua satuan dan istilah harus sejajar dengan teori linguistik tertentu. Semantik Arti kalimat ditentukan oleh komponen ini. yang memuat pengertian bahwa tata bahasa merupakan teori bahasa itu sendiri. Fonologis Memberi interpretasi pada kaidah transformasi. 2. Dan tata bahasa harus memenuhi dua syarat : 1. sehingga dalam kalimat : “Adik menendang bola” dapat kita terima.3. Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa.Dengan tokohnya Noam Chomsky. berupa ikatan tak berkala antara predikat dengan argumen dalam suatu proposisi.2 Semantik Generatif Struktur ini serupa dengan struktur logika. wajar dan tidak dibuatbuat. sedangkan kalimat “Rumah menendang bola” tidak bisa kita terima karena kata kerja “menendang” hanya bisa dilakukan oleh benda yang punya cirri semantik /+makhluk/. Berbentuk sedemikian rupa.Perbuatan berbahasa : pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya.Kemampuan : pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. 3. . Teori ini membedakan antara kemampuan dan perbuatan berbahasa. . menciptakan buku Syntactic Structure. Sehingga dalam tata bahasa generatif yang menjadi objek adalah kemampuan. Tata bahasa dari setiap bahasa terdiri dari 3 komponen : 1. Ex : kata “Adik” mempunyai ciri semantik /+makhluk/ sedangkan kata “Rumah” punya ciri /-makhluk/. Sintaksis Merupakan sentral tata bahasa karena menentukan arti kalimat dan menggambarkan aspek kreativitas bahasa. Arti sebuah morfem digambarkan dengan memberi unsur makna atau ciri semantik yang membentuk arti morfem itu.

8. Ex : dalam kalimat “Toni memukul bola dengan tongkat”.Nomina ali berelasi “subjek dari” . Perlmutter dan Paul M. Ex : klausa “Ali memberi buku itu kepada saya” → punya 3 nomina dan 1 verba.dan adverbia).dpt dirumuskan: MINUM(nenek. Menurut teori ini klausa terdiri dari tiga wujud : 1. / MARAH(nenek). Fillmore. dalam bukunya “The Case for Case” Fillmore membagi kalimat atas modalitas (berupa unsur negasi. Tanda relasional (relational sign) menunjukkan nama relasi gramatikal dalam hubungan antar elemen. + (–X.4 Tata Bahasa Relasional Tokohnya : David M. “coordinates” menunjukkan tataran elemen yang menyandang relasi gramatikal thdp elemen lain.Nomina saya berelasi “objek tak langsung dari” . Dalam kalimat “Nenek marah” predikatnya punya satu argumen yakni : nenek.kopi). goal (keadaan.Z) X = nenek. Postal. experiencer (yang mengalami peristiwa). Y = tongkat. kala.Y. Simpai (nodes). tempat. dan proposisi (verba + sejumlah kasus). argumen2 bola “tujuan” dan argumen3 tongkat “alat”. Tata bahasa ini juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. Rumus : + ( –X. source (keadaan. Tata bahasa ini mempunyai persamaan dengan Semantik generatif yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba.3. waktu yang lalu). . Z = tujuan Misal dalam kalimat diatas : MEMUKUL. menmpilakn elemen dalam struktur.Z) X = pelaku.Y. aspek. tempat. referential (acuan). Z = bola. Fillmore membatasi kasus atas agen (pelaku). Y= alat. 2.3 Tata Bahasa Kasus Dengan tokohnya Charles J.Nomina buku itu berelasi “objek langsung dari” . 3. waktu yang kemudian).3. 8. means. mempunyai argumen1 Toni berkasus “pelaku”. object (yang dikenai perbuatan).

Voorhove. sehingga seharusnya tidak dimuat dalam buku. Konstruksi kalimat inti (Ali memberi buku itu kepada saya) 2. seperti Anton M. Sejalan dengan perkembangan studi linguistik. Kridalaksana dalam bukunya Pembentukan Kata Bahasa Indonesia (1989). Sesuai dengan fungsinya sbg bahasa nasional. bertukar pengalaman. Rlvink. Padalah bentuk merubah adalah bentuk yang salah. Konstruksi hasil transformasi datif (Ali memberikan saya buku itu) 3. dll) Sejak kepulangan sejumlah linguis Indonesia dari Amerika.W.. oleh (Teeuw. Kajian terhadap bahasa Jawa dipelajari Uhlenbeck. dan publikasi penelitian. Uhlenbeck. Serta Robins (London) dengan kajian bahasa Sunda. Verhaar dari Belanda menjadikan studi linguistik terhadap bahasa daerah dan nasional Indonesia semakin marak. mempertanyakan akhiran –in seperti pd kata abisin dan awalan –nge (ngebantu) termasuk afiks bahasa Indonesia ? ?. bahasa Indonesia menduduki sentral dalam kajian linguistik . Ex : konsep modern menganggap bentuk merubah = mengubah karena hal itu terdapat dalam bahasa masyarakat sehari-hari. Konsep linguistik modern yang melihat bahasa secara deskriptif sukar diterima para guru besar dan pakar bahasa.Verba beri berelasi “predikat dari” Konstruksi yang terlibat pada klausa diatas adalah : 1. MLI menerbitkan jurnal Linguistik Indonesia mulai tahun 1983 untuk laporan dan publikasi penelitian. mulai diperkenalkan konsep fonem. Para pemerintah kolonial mempelajari bahasa untuk menguasai pemerintahan dansebagai media penyebaran agama nasrani. Padahal itu adalah bentuk yang salah.1961.1964. frase dan klausa. Datangnya guru besar Prof. MLI mengadakan Musyawarah Nasional tiap tiga tahun sekali untuk membicarakan masalah organisasi dan linguistik. sebagai wadah berdiskusi. Penyelidikan terhadap bahasa daerah banyak dilakukan oleh orang luar Indonesia. pada tanggal 15 November 1975 dibentuk MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia). Moeliono dan T. dan Grijns dengan kajian bahasa Jakarta. Konstruksi hasil trnasormasi pasif dari datif (Saya diberikan buku itu oleh Ali) 8.4 Tentang Linguistik Di Indonesia Sebagai negeri yang sangat luas Indonesia sudah lama menjadi kajian penelitianlinguis. Land. Kamil. Teeuw. en Volkenkunde Belanda. Buku yang dibuat Biblipgraphical Series dari Institut voorTaal. Pada zaman itu penelitian tentang bahasa masihbersifat observasi dan klasifikasi. morfem.

3. Pengertian bahasa menurut Djoko Kuntjono 1982 : Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama.1. Pengertian Bahasa Dalam pendidikan formal di sekolah menengah bahasa adalah alat komunikasi. bahasa adalah sebuah sistem 2. universal 9. Darjdowidjojo. sebagai alat interaksi sosial 13. berkomunikasi. bermakna 6. dinamis 12. Hakikat Bahasa Sifat yang hakiki dalam bahasa mempunyai sifat atau ciri : 1.dewasa ini. identitas penuturnya 1. Kaswanti Purwo. dan mengidentifikasi diri. konvensional 7. unik 8.2. berwujud lambang 3. dan Soedarjanto yang telah menghasilkan tulisan pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia. produktif 10. Bahasa sebagai sistem . BAB 3 OBJEK LINGUISTIK BAHASA 3. Dalam kajian bahasa Indonesia tercatat nama-nama seperti Kridalaksana. berupa bunyi 4. bersifat arbitrer 5. bervariasi 11.

dealek. Bahasa itu bermakna Lambang-lambang bunyi yang bermakna di dalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem. sedangkan signifie adalah konsep yang dikandung oleh signifiant. Fungsi bahasa menyampaikan pesan. 2. Bahasa itu dinamis : tidak pernah lepas dari kegiatan manusia. 1. Bahasa itu arbitrer Signifiant adalah lambang bunyi itu. bahasa bukan merupakan sistem tunggal.berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. atau pemikiran. Bahasa adalah bunyi Jadi sistem bahasa itu berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi. Arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya. Bahasa itu konvensional Semua anggota masyarakat bahasa mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. 1. Sebagai sebuah sistem bahasa bersifat sisitematis artinya. ide. Bahasa itu produktif Arti produktif adalah terus menerus menghasilkan. 1. 1. bahasa itu tersusun menurut suatu pola tidak tersusun secara acak. mofologi. 3. Lambang tidak bersifat langsung dan alamiah. 1. Bahasa itu manusiawi. semantic. Bahasa itu unik Mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. Bahasa itu bervariasi ada 3 istilah yaitu ideolek. sinteksis. Bahasa sebagai lambang Lambang : simbol dikaji dengan sebutan ilmu semiotika/semiologi (ilmu yang mempelajari tanda-tanda). klausa. Bahasa itu universal Ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa. 1. 1. sedangkan bersifat sistemis artinya. 1. kata. dan ragam. 1. kalimat dan wacana. . frase.Sistem : cara / aturan : sistem berarti sususnan teratur. Subsistem antara lain : fonologi. konsep.

Masyarakat Bahasa Adalah sekolompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Bahasa dan Faktor Luar Bahasa Kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri. alihkode. Penggunaan Bahasa Hymes (1974) pakar sosio linguistik mengatakan bahwa. Kontak Bahasa Dalam masyarakat yang bilingual atau multi lingual sebagai akibat adanya kontak bahasa dapat terjadi peristiwa yang disebut interferensi. 2. 3. 2. sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor diluar bahasa.3. Bahasa dan Budaya Ada hipotesis yang sangat terkenal mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan ini dekeluarkan oleh dua pakar yaitu Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf yang menyatakan bahwa bahasa mempengaruhi kebudayaan. dan campurkode.4. 3. suatu komunitas dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING. 5. Klasifikasi bahasa Klasifikasi dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa. Klasifikasi areal . Klasifikasi Genetik atau Geneologis Artinya suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua didapati bahwa bahasa-bahasa di dunia ini terbagi dalam 11 rumpun besar. Klasifikasi tipologis Klasifikasi tipologis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa. 1. 3. Variasi dan Status Sosial Bahasa Karena anggota masyarakat penutur bahasa itu sangat beragam. 4. integrasi. 1.3.

5. Kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu . pertentangan analogi dan anomali kaum anologi anatara lain Plato dan Aristoteles. Abjad adalah urutan huruf-huruf dalam suatu sistem aksara. Klasifikasi sosio linguistik Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat. pertentangan fisis dan nomos. kata. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI  Persoalan pertentangan para filosof Yunani tentang hakikat bahasa adalah : 1. Bahasa Tulis dan Sistem Aksara Bahasa lisan adalah primer. Pengertian Huruf adalah istilah umum untuk graf dan grafem. suku. Grafem adalah satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem. 2. Graf adalah satuan terkecil dalam aksara.”. Alograf adalah farian dari grafem. 3. 4. Bahasa lisan lebih dulu dari pada bahasa tulis. Misal : pembentukan jamak j boy menjadi boys. Sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. bahasa tulis adalah sekunder. BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK LINGUISTIK TRADISIONAL  Menurut tata bahasa tradisional. Aksara adalah keseluruhan sistem tulisan. Tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat ditrsibusi dengan frase “dengan …. berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. Bahasa berdasarkan filsafat dan semantik.Dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain.kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian.

dan arthoron). e. Menyodorkan batasan bahasa yaitu bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantaraan anomata dan rhemata. Plato (429 – 347 S. d. c. Syindesinoi : kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis. syndesmoi. melakukan kerja secara empiris. Kaum Sophis Sumbangan kaum Sophis dalam studi bahasa : a. Kaum Anomali sejalan dengan kaum Naturalis dan kaum Anologi sejalan dengan kaum Kontensional.sangat mementingkan bidang retrorika dalam studi bahasa. Misal : child menjadi children. Membagi jenis kata menjadi 4 (kata benda. Kaum Alexandrian . f. Membedakan legein dan propheretal. d. Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa. Membedakan kata kerja komplet dan tidak komplet. c. c.tidak teratur. kerja. Membedakan 3 komponen utama studi bahasa (1)tanda. b.M) Menurut Aristoteles ada 3 macam kelas kata : a.M) Jasa Plato dalam studi bahasa : a. b. b.simbol. kata kerja aktif dan pasif.sign atau semainon (2)makna samainonen /lekton(3)hal-hal diluar bahasa yakni benda dan situasi. Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa. Aristoteles (384 – 322 S. Rhema : ucapan dalam bahasa sehari-hari (prediket) c. orang yang pertama kali membedakan kata anoma dan rhema. Kaum Stoik Usaha kaum Stoik dalam studi bahasa : a. membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna. Anoma : nama dalam bahasa sehari-hari (subyek) b. melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran-ukuran tertentu. Memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya dialog dan mengemukakan masalah bahasa alamiah dan bahasa konvensional.

Morfologi : Membicarakan mengenai dictio atau kata. • • • Fonologi : Membicarakan tentang tulisan atau huruf yang disebut litterae. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri. Tokoh : Louis Hjemslev (1899 – 1965) menjadi terkenal karena usahanya membuat ilmu bahasa yang berdiri sendiri. Rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. Institutiones Gramaticae atau Tata Bahasa Priscia.Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan.M) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscra dengan karyanya Institutiones Gramaticae. Lahir kurang lebih tahun 100 S. Fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem. ZAMAN ROMAWI  Tokoh pada Zaman Romawi yang tekenal Varro (116 – 27 S. 2. . Morfologi : Cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya. Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. 3.Kaum ini mewarisi buku tata bahasa yang disebut tata bahasa Dionysius Thrax. Aliran Praha Aliran ini terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa Vilem Mathesius (1882 – 1945). Menurut Varro kata adalah bagian dari ucapan yang tidak dapat dipisahkan lagi dan merupaan bentuk minimum. Tema adalah apa yang dibicarakan. Ferdinand De Saussure (1857 – 1913) Dianggap sebagai Bapak Lingiustik Modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya “ Course De Lingiustique Generale” yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915. Sintaksis : Membicarakan tata susunan kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai. • Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang tersusun secara berurutan bersifat linear. Varra dan “De Lingua Latina” • • • Etimologi : Cabang linguistik yang menyelidiki asal usul kata beserta artinya.M. Dalam bidang Fonologi aliran Praha membedakan dengan tegas akan Fonetik dan Fonologi.

Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Leonard Bloomfield (1877 – 1949) terkenal dengan bukunya yang berjudul Language yang dikaitkan dengan aliran Struktural Amerika. Holliday. mengenai bahasa yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. E. . • Tata Bahasa Kasus Pertama kali diperkenalkan oleh Chjarles J. tokoh dari Summer Institute of Linguistics yang mewarisi pandangan-pandangan Bloomfield. Aliran Firthiun John R. Tagmen adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling bertukaran untuk mengisi slot tersebut. Linguistik Sistematik Tokohnya M. Predikat adalah perbuatan. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA • Tata Bahasa Transformasi Lahir dengan terbitnya buku Noam Chomsky yang berjudul Syntactic Structure pada atahun 1957.A. sifat. dan R. L. Fonologi Prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan Fonetis. 6. Pike. Kemampuan (Competence) adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. dll. Perbuatan berbahasa (Performance) adalah pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. 7. Argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan. Fillmore yang berjudul “The Case For Case” tahun 1968 dalam buku Bach.4. Menurut teori Semantik generatif. Firth (1890 – 1960) Guru Besar Universitas London terkenal karena teorinya mengenai Fonologi Prosodi. • Semantik Generatif Beberapa murid dan pengikut Chomsky memisahkan diri karena ketidak puasan terhadap teorinya karena semantik mempunyai eksistensi yang lain dari sintaksis dan struktur batin tidak sama dengan struktur semantis.K. 5. Aliran Tagmemik Aliran ini dipelopori oleh Kenneth. Harins Universal In Linguiostic Theory.

membawa. Source : Keadaan.Terbitan Holt Rinehart and Winston. Parlinutter dan Paul M. nomina sama dengan argumen dalam teori Samantik Generatif. • Tata Bahasa Relasional Muncul tahun 1970-an. spekulasi yaitu pembicaraan suatu hal dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif (tanpa didukung bukti-bukti) 2. Object : sesuatu yangh dikenai perbuatan atau yang mengalami suatu proses. Goal : Keadaan. Contoh : Bus itu datang dari Bandung. 2. Postal dalam karangan Lectures on Relational Grammar dll. Agent : pelaku perbuatan atau yang melakukan suatu perbuatan. Observasi dan klasifikasi yaitu mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa tanpa memberi kesimpulan apapun. Experiencer : yang mengalami peristiwa psikologis. Tokoh : David M.1 Keilmiahan Linguistik Tahap perkembangan linguistic : 1. atau waktu yang sudah. Verba sama dengan predikat. . tempat atau waktu yang kemudian Contoh : Dia mau menjadi Guru. Contoh : Dia menendang Bola. Contoh : Dia merasa takut. tempat. Contoh : menendang. Referensial : Acuan Contoh : Husin temanku. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU Linguistik ialah ilmu yang mempelajari bahasa sebagai objek kajiannya.

maka linguistic memndang bahasa sebagaikumpulan unsure yang mana antara satu dan lainnya saling berkaitan. tujuan pengkajiannya untuk teori/terapan makro (sosiolinguistik.stilistika. 2. maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif. bahasa bersifat unik. karena sifat empirisnya. maka linguistic melihat bahasa sebagai bunyi.sintaksis. 2.filsafat bahasa dan neurolinguistik) 4. • Pendekatan bahasa sebagai bahasa dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut : 1.etnolinguistik. objek kajiannya adalah bahasa pada masa tertentu/sepanjang masa .2 Subdisiplin linguistik Pengelompokan nama-nama subdisiplin linguistik berdasarkan : 1. 3.linguistic sinkronik (mengkji bahasa pada masa terbatas. missal mengkaji bahasa Indonesia tahun 20-an) . perumusan teori yaitu dimana dari data-data yang dikumpulkan lalu dirumuskan hipotesis dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhdap fakta-fakta yang ada. 2. objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya/bahasa tertentu.antropolinguistik.3. Linguistik yang telah mangalami tiga tahap perkembangan ini sudah dapat dikatakan ilmiah. Dapat dibedakan menjadi linguistic umum (mengkaji kaidah bahasa secara umum) dan linguistic khusus (mengkaji kaidah bahsa tertentu). bahasa adalah suatu system. bahasa adalah bunyi ujaran. objek kajiannya adalah struktur internal bahasa itu/kaitannya dengan factor luar bahasa . 5. maka linguistic tidak menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.semantic dan leksikologi) linguistic . biasanya bersifat histories/ mengetahui sejarah structural bahasa itu serta segala bentuk perkembangannya dan perubahannya) 3.filologi . bahasa berubah dari waktu ke waktu.linguistic diakronik (mengkaji bahasa pada masa tak terbatas.dialektologi.psikolinguistik.linguistic mikro (fonologi. 4.morfologi.

seorang tokoh strukturalis menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem yang kompleks dari kebiasaan-kebiasaan. fonemik. Ferdinand de Saussure(1857-1913) dalam bukunya Course de Linguistique Generale membedakan dua relasi antara satuan bahasa. satuan frase. sedangkan linguistic terapan (penyelidikan untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah dimasyarakat seperti pengajaran bahasa. 2.Bagi peneliti. BAB 7 TATARAN LINGUISTIK (4) SEMANTIK Hocket.2. yaitu sub .3 Analisi rangkaian unsur dan analisis proses unsur Analisis rangkaian unsur (setiap satuan bahasa dibentuk dari unsure-unsur lain) sedangkan analisis proses unsur (setiap satuan bahasa merupakan hasil dari suatu proses pembentukan). semantic.2 Analisis bahasa langsung yaitu teknik dalam menganalisis unsur yang membangun suatu satuan bahasa.bagi linguis yaitu membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya. klausa bahkan kalimat. teori/aliran yang digunakan untuk menganalisis objeknya 2. sintaksis.2 Analisis Linguistik Dilakukan terhadap bahasa yang lebih tepat disebut fonetik.1 Struktur.2.Bagi guru yaitu melatih ketrampilan berbahasa .linguistic teoritis (penyelidikan hanya untuk kepentingan teori belaka).Negarawan/politikus yaitu untuk memperjuangkan ideology dan menyelesaikan gejolak social. antara lain relasi sintamagnik (hubungan antara satuan bahasa dalam klimat konkret) dan relasi asosiatif (hubangan antar satuan bahasa yang tak nampak dalam kalimat). system dan distribusi Bapak linguistic modern. . 2. Sistem bahasa ini terdiri dari lima sub sistem.kritikus.3 Manfaat Linguistik . 2.peminat sastra yaitu membantu memahami karya-karya sastra . 2.penyusunan buku ajar) 5.2. satuan kata.

komposisi. karena tidak mempunyai referens.2.2. semantik.2. seperti afiksasi. HAKIKAT MAKNA Menurut de Saussure setiap tanda linguistik terdiri dari komponen signifian (yang mengartikan) yang wujudnya berupa runtunan bunyi. Ferdinand de Saussure dalam teorinya menyatakan bahwa tanda linguistik (Signe Linguistique) terdiri dari komponen signifian dan signifie. Bapak linguistik modern. morfofonemik.1. reduplikasi. Makna leksikal dapat pula diartikan makna yang ada dalam kamus. Yang termasuk katakata deiktik adalah kata-kata promira (dia. kata-kata yang menyatakan ruang. 7. Jadi menurut Ferdinand de Saussure makna adalah “pengertian” atau “konsep” yang terdapat pada sebuah tanda linguistik. Misalnya dalam proses afikasi perfiks ber – dengan dasar baju melahirkan makna gramatikal “memakai baju”. 7. fonologi. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam satu konteks. Makna Referensial dan Non-referensial Sebuah kata bermakna referensial kalau ada referensnya. Sub sistem semantik dan fonetik bersifat periperal.2. 7. melainkan dapat berpindah dari maujud satu ke maujud lain disebut kata-kata deiktik.sistem gramatika. Makna gramatikal baru ada kalau terjadi proses gramatikal. tidak ada artinya. kamu).1. Misalnya kata kuda. saya. merah. atau acuannya dalam dunia nyata. kata-kata yang menyatakan . yang berarti studi linguistik tanpa disertai dengan studi semantik. misalnya di sini. JENIS MAKNA 7. di sana. dan komponen signifie (yang diartikan) berupa pengertian atau konsep (yang dimiliki oleh signifian). Makna Lekskal. Sebab kedua komponen itu merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. dan Kontekstual Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun. Gramatikal. Kata “kepala” pada kedua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda. dan gambar. atau kalimatisasi. dan fonetik. Kata-kata yang acuannya tidak menetap pada satu maujud. Misalnya pada kata “lapala” dalam bentuk bentuk kalimat bentuk : a) Rambut di kepala nenek putih semua b) Sebagai kepala sekolah dia harus menegur murid itu. Sebaliknya kata-kata seperti dan.

konotasi positif misalnya ramping. kita membedakan penggunaan kata rumah. seperti sekarang. mohon diam sebentar !” katanya kepada kami Makna kolakotif berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dari sejumlah kata-kata yang bersinonim. kediaman. Oleh Leech (1976) ke dalam makna asosiasi ini dimasukkan juga yang disebut akna konotatif. Konotasi netral misal kurus. 7. Makna denotatif sama dengan makna leksikal.2.2. kata “tampan” . dan makna kolakotif. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa. makna konseptual sama dengan makna leksikal. Makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatif. Makna konotatif termasuk dalam makna asosiatif karena berasosiasi dengan nilai rasa terhadap kata itu. stilistika.4. kata-kata yang disebut kata penunjuk. Makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap lawan bicara. Misalnya pada kedua kalimat di bawah ini memiliki makna afektif yang berbeda.waktu. Jadi. sehingga kata tersebut hanya cocok untuk digunakan berpasangan dengan kata tertentu. besok. Misalnya kata “merah” berasosiasi dengan berani. Misalnya. 7. denotatif dan makna referensial. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna asli. seperti ini dan itu. atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. pondok. “Coba. vila. istana. a. Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai”. “Tutup mulut kalian !” bentaknya kepada kami b. dan wisma yang semuanya memberi asosiasi yang berbeda terhadap penghuninya. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. dan konotasi negatif misalnya kerempeng. Makna konotasi ada tiga. Misal kata “babi” bermakna binatang yang biasa diternakkan dan diambil dagingnya.3. afektif. kondominium. Makna stalistika berkenaan dengan pembedaan penggunaan kata sehubungan dengan perbedaan bidang sosial atau bidang kegiatan. Misalnya.

RELASI MAKNA Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain. dan tidak jelas. Ketiga. Kedua. tidak meragukan meskipun tanpa konteks kalimat. jelas. Contoh idiom adalah membanting tulang. Misalnya kata “beta” untuk wilayah Indonesia bagian timur. Ketidaksamaan makna ujaran dikarenakan beberapa faktor. baik secara leksikal maupun gramatikal. Misalnya kata “hulubalang” dengan kata “komandan”. sedangkan telinga bagian yang terletak di dalam. antara lain : Pertama. faktor sosial. Makna istilah mempunyai makna yang pasti.sesungguhnya bersinonim dengan kata cantik. “saya” digunakan secara umum. faktor wilayah. Misalnya kata “kuping” dalam bidang kedokteran adalah bagian yang terletak di luar. buku putih yang bermakna “buku yang memuat keterangan resmi mengenai suatu kasus” kata “buku” masih memiliki makna leksikalnya. Keempat. Misalnya uang dan duit.2. faktor keformalan. Makna kata menjadi jelas jika kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya. misalnya kata “saya” digunakan oleh . komandan tidak.2. kasar. Makna Idiom dan Peribahasa Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari makna unsur-unsurnya. 7. meja hijau.6. Idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikalnya sendiri. 7. Peribahasa memiliki makna yang masih bisa ditelusuri dari makna unsur-unsurnya karena adanya “asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa. Contoh : seperti anjing dengan kucing artinya dua orang yang tidak bisa akur.1.3. contohnya. 7. Makna Kata dan Makna Istilah Makna kata masih bersifat umum.3. Sinonim Sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan kesamaan makna antara ujaran yang satu dengan ujaran yang lainnya. hanya cocok atau berkolakasi dengan kata yang memiliki ciri “pria”. faktor waktu. 7.5. Contoh : betul bersinonim dengan benar. Hulubalang berpengertian klasik.

kepala surat c. antonim yang bersifat mutlak. Kelima. antonim yang bersifat hierarkial yaitu antonim yang kedua satuan jaran yang berantonim itu berada dalam satu garis jenjang atau hierarki. antara lain : Pertama. antonim yang bersifat relasional yaitu antonim yang munculnya yang satu harus disertai dengan yang lain. Keenam. Contoh kata “kepala” pada frase berikut : a. Contohnya kata hidup berantonim secara mutlak dengan kata mati. kata “melirik” memiliki makna melihat dengan sudut mata. Kedua. Kelima. faktor nuansa makna. tidur. 7. Antonim Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan. Misalnya suami dengan isteri. Homonimi .3. antonim dibedakan atas beberapa jenis.3. kepala kantor b. 7. Misalnya kata “melihat” memiliki makna umum. Keempat. Contohnya : kata gram dan kilogram. Dilihat dari sifat hubungannya.siapa saja kepada siapa saja. Misalnya kata berdiri berantonim dengan kata duduk. Contoh : baik berantonim buruk. kepala meja d. Misalnya kata “matahari” bias digunakan dalam kegiatan apa saja atau umum. antonim yang bersifat relatif atau bergradasi yaitu antonim yang batas antara satu dengan yang lainnya tidak dapat ditentukan secara jelas. batasnya itu dapat bergerak menjadi lebih atau kurang.2. sedangkan kata “surya” hanya cocok digunakan pada ragam sastra.3. tiarap. “aku” digunakan terhadap teman sebaya. jongkok dan bersila.4. menjual dengan membeli. antonim majemuk yaitu antonim yang memiliki pasangan lebih dari satu. Ketiga. Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. bidang kegiatan. kepala manusia 7.3.

Misalnya. 7.7. Ambiquiti atau Ketaksaan Ambiquiti adalah gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda yang terjadi pada bahasa tulis. Redudansi Redudansi adalah penggunaan unsur segmental dalam bentuk suatu ujaran yang berlebih-lebihan. PERUBAHAN MAKNA Secara sinkronis (masa yang relatif singkat).6. atau (2) buku itu memuat sejarah zaman baru. bentuk “buku sejarah baru” dapat ditaksirkan menjadi (1) buku sejarah itu baru terbit.3.4. 7. Dalam homonimi ada yang disebut homofoni dan homografi. 7. Dalam kata jendela. makna sebuah kata tetap sama. Contoh merpati berhiponim dengan burung. tetapi secara diakronis (masa yang relatif lama) kemungkinan bisa berubah. Homofini adalah kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran. Hiponimi Hiponimi adalah hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain. berlebih-lebihan. Teras yang maknanya inti dan teras yang maknanya serambi. pintu. dan rumah. Namanya yang tepat adalah partonimi atau meronimi. tetapi ucapan dan maknanya tidak sama. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Misalnya kesamaan makna dalam kalimat “Bola itu ditendang oleh Dika” dengan “Bola itu ditendang Dika” kata “oleh” inilah yang dianggap sebagai redundans. karena dalam bahasa tulis unsur suprasegmental tidak dapat digambarkan dengan akurat.5. jendela dan pintu hanya bagian atau komponen dari rumah. Contohnya “bang” dengan bank. Misalnya kata “teras”. Homografi mengacu pada bentuk ujaran yang sama ortografi atau ejaannya. tanpa memperhatikan ejaannya. Burung berhiponim merpati. antara lain : .Homonimi adalah dua buah kata satu satuan ujaran yang bentuknya sama maknanya berbeda.3.3. Misalnya kata “bisa” yang bermakna “sanggup” dan “bisa” yang bermakna racun ular. 7.

sehingga dengan demikian bila disebut ujaran itu maka yang dimaksud adalah sesuatu yang lain yang berkenaan dengan ujaran itu.Pertama. Kini. digunakan kata “tuan”. 7. semantif field) atau median leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. sekarang bermakna karya cipta. misalnya kata “Baju” mulanya bermakna pakaian. Ketiga. artinya kalau tadinya kata bermakna umum menjadi bermakna khusus. Medan Makna Medan makna (semantic domain. Perubahan makna meluas. Misalnya kata “sastra” mulanya bermakna “tulisan” lalu berubah menjadi bermakna “bacaan”. Misalnya kata “sarjana” tadinya bermakna “orang cerdik” tetapi kini hanya bermakna “lulusan perguruan tinggi” saja. dasi dan sebagainya. Perubahan makna secara total. seperti pada ujaran “kata-katanya sangat pedas”. tetapi juga celana.5. sepatu. membuat”. perkembangan sosial budaya. Misalnya kata “seni” pada mulanya hanya berkenaan dengan air seni. Keempat. topi.1. seperti sarjana pendidikan. perkembangan pemakaian kata. Kedua. adanya asosiasi yaitu hubungan antara sebuah bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain berkenaan dengan bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain yang berkenaan dengan bentuk ujaran itu. Misalnya kata “pedas” yang seharusnya ditanggap oleh alat indra perasa lidah menjadi ditanggap oleh alat pendengar telinga. Perubahan makna menyempit. perkembangan iptek. Misalnya . untuk menyebut orang yang dihormati. Perubahan makna yang “menghaluskan” disebut eufemia/eufemisme. Misalnya pada zaman feudal dulu.5. artinya makna yang dimiliki sekarang jauh berbeda dengan makna aslinya. MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA 7. perubahan makna yang “mengkasarkan” disebut disfemia. kata “tuan” diganti dengan kata “bapak” yang terasa lebih demokratis. Perubahan makan yang bersifat “mengkasarkan” misalnya kata “kalah” digantu dengan “masuk kotak”. Misalnya kata “amplop” yang berarti sampul surat dan yang berarti “uang sogok”. Ada juga perubahan makna yang “menghaluskan” misalnya kata “pemecatan” diganti PHK. Misalnya kata “menggarap” dari bidang pertanian digunakan juga dalam bidang lain dengan makna “mengerjakan. artinya kalau tadinya kata bermakna “A”. pertukaran tanggapan indra. lalu menjadi bermakna “B”. Kelima.

bacaan. coklat. Sintaksis berasal dari bahasa Yunani. Kata layar. seperti merah darah. Kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmantik yang terdapat antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. BAB 6 TATARAN LINGUISTIK (3): SINTAKSIS Sintaksis adalah bidang tataran linguistic yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika. dan merah bata. satu tempat atau lingkungan yang sama. Secara etimologi berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat . berdasarkan siswat hubungan semantisnya dapat dibedakan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. putih. . biru. Kata-kata yang mengelompok dalam satu medan makna. kalau verbanya berupa kata kerja membaca. Komponen Makna Makna yang dimiliki oleh setiap kata terdiri dari sejumlah komponen makna yang membentuk keseluruhan makna kata itu. Untuk mengatakan nuansa warna yang berbeda. 7. nelayan. 7. merah jambu. Selain itu juga harus hadir objek nomina yang memiliki komponen makna bacaan. kata remaja merupakan tahap erkembangan dari kanak-kanak menjadi dewasa.5. yaitu sun yang berarti dengan dan tattiein yang berate menempatkan. Misalnya dalam kalimat “tiang layer perahu nelayan itu patah dihantam badai !”.5. sebab verba membaca juga memiliki komponen makna. hijau. Kelompok set menunjuk pada hubungan paradigmatik. maka dalam kalimat itu akan hadir sebuah subjek berupa nomina pelaku dan berkomponen makna manusia. perahu. Umpanyanya. dan badai yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi. kuning. verbalah yang menentukan kehadiran konstituan lain dalam sebuah kalimat. menurut Chafe. hitam.medan warna dalam bahasa Indonesia mengenal nama-nama merah. karena kata-kata yang berada dalam satu kelompok set itu bisa saling disubtitusikan.2. bahasa Indonesia memberi keterangan perbandingan.3. Kesesuaian Semantik dan Sintaktik Menurut Chafe (1970) inti sebuah kalimat adalah pada predikat atau verba.

karena berpengaruh terhadap munculnya fungsi-fungsi lain. melirik (P) memiliki peran aktif.2 STRUKTUR SINTAKSIS Terdiri dari susunan S.6.P. Susunan fungsi sintaksis tidak harus selalu berurutan S. 6.P. Namun. kakek(O) memiliki peran sasaran. yaitu kata penuh dan kata tugas.O. kata tugas berkategori preposisi dan konjungsi. mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi. Ada pendapat lain yang mengatakan hadir tidaknya suatu fungsi sintaksis tergantung pada konteksnya. atau seruan.Dalam kalimat jawaban “ Sudah ! “ . maka fungsi yang muncul hanyalah yang menyatakan jawaban. Sedangkan.O. Contoh dalam kalimat di atas: Nenek(S) memiliki peran pelaku(agentif). dan perangkai dalam penyatuan bagian-bagian dari satuan sintaksis. Keempat fungsi itu tidak harus ada dalam setiap struktur sintaksis.K. mempunyai kebebasan mutlak sehingga dapat menjadi pengisi fungsi-fungsi sintaksis. Dalam sintaksis kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis. yaitu frase. Kata Penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna.P. pakar lain Chafe mengatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat dan predikat itu harus selalu berupa verba. dibedakan menjadi dua macam kata. Contoh: . yang tampaknya urutannya harus selalu tetap adalah fungsi P dan O. Selain itu. Banyak pakar yang mengatakan struktur sintaksis minimal harus memiliki fungsi subjek dan predikat karena tanpa fungsi tersebut konstruksi itu belum dapat disebut sebgai sebuah struktur sintaksis. Sedangkan. tetapi dalm tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil yang secra hierarkial menjadi komponen pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar. perintah. Adverbia. kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna. penanda kategori sintaksis. kata merupakan satuan terbesar.O. tidak mengalami proses morfologi.Dalam kalimat seruan “ Hebat ! “ Dari contoh di atas. verba. Namun.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS Dalam tataran morfologi. numeralia. Kata tugas juga mempunyai .dan K Contoh: Kakek melirik nenek tadi pagi SPOK S: sebagai kategori nomina P: sebagai kategori verba O: sebagai kategori nomina K: sebagai kategori nomina S. Dalam pembahasan kata sebagai pengisi satuan sintaksis. tadi pagi (K) memiliki peran waktu. ajektifa.Dalam kalimat perintah “ Baca ! “ .K merupakan fungsi dari sintaksis dan juga mempunyai peran sintaksis. Kata penuh berkategori nomina.

dan kaum. Frase . selalu terikat dengan kata yang ada dibelakangnya atau di depannya dan dengan kata-kata yang dirangkaikannya.2.2.) frase verbal.) Nondirektif Frase yang komponen pertamanya berupa artikulus. sedangkan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata berktegori nomina. 6. sedangkan komponen lainnya yaitu komponen yang membatasi berlaku sebagai komponen bawahan. 6.) frase numeralia. seperti si. Frase endosentrik disebut juga frase subordinatif karena salah satu komponennya. frase endosentrik dapat dibedakan menjadi 4: 1. Contoh: sedang membaca Kata sedang membatasi makna komponen inti( kata membaca). Komponen inti dapat didepan dan dapat juga dibelakang. ajektifa.3.sang. bukan berupa morfem terikat.2.3.3. yaiu frase yang intinya berupa nomina atau pronominal 2. atau verba. Pengertian Frase Frase adalah gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis didalam kalimat.1.) frase nominal.3. Contoh: frase di pasar Terdiri dari komponen di dan pasar Frase eksosentrik dibagi menjadi 2: 1.3 FRASE 6.3. yaitu frase yang intinya berupa kata kerja 3. 2. yaitu membatasi makna komponen inti. yaitu frase yang intinya berupa kata numeral 6.yang. Pembentuk frase itu harus berupa morfem bebas. yaitu frase yang intinya berupa kata sifat 4. yaitu yang merupakan inti frase berlaku sebagai komponen atasan.kebebasan yang tebatas.2.Frase Endosentrik (Frase Modifikatif) Frase yang komponennya bukan inti.) frase adjektifa.1.Frase Koordinatif Frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif.para.3.2. Berdasarkan intinya. Contoh frase: belum makan Contoh bukan frase karena morfem terikat: tata boga 6.) Direktif( Preposional) Frase yang komponen pertamanya berupa preposisi dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina.Frase Eksosentrik Adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Jenis Frase Frase dibedakan menjadi 4: 6.

6.4. Sedangkan dalam kalimat majemuk diisi oleh dua atau lebih klausa. Pengertian Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruksi predikatif. artinya di dalam konstruksi itu ada komponen. pengungkapan konsep kala. b. Dapat disebut kalimat kalau kepadanya diberi intonasi kalimat.1.3. .4. dan pembatas tidak dinyatakan dengan afiks seperti dalam bahasa-bahasa fleksi.3. Klausa dapat menjadi kalimat tunggal jika didalamnya terdapat subjek dan predikat. maupun interjektif. 6. modalitas.4.Frase Apositif Frase koordinatif yang kedua komponenya saling merujuk sesamanya. Contoh: Nenek mandi. melainkan dinyatakan dengan unsure leksikal. untuk menyatakan konsep-konsep khusus. seluruh bagian kalimat diisi oleh sebuah klausa. SP Kalimat tersebut bersifat predikatif.sehingga urutan komponenya dapat dipertukarkan. berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek. Selain itu. jenis. ingkar. interogatif.2. baik intonasi deklaratif. Banyak klausa yang terletak di tengah kalimat karena disisipkan sebagai keterangan tambahan. c. jumlah.4. 6. Dalam perincian deskripsi ini biasanya digunakan konjungsi yang sebagai penyambung keterangan-keterangan tambahan pada deskripsi itu.koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit biasanya disebut frase parataksis. Perluasan Frase Frase dapat diperluas dengan memberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. Contoh: Gadis yang duduk di depan itu bukan cucu nenek. Letak Klausa Tempat klausa adalah di dalam kalimat. Contoh: Adik mandi. 6. dan keterangan. perluasan frase dilakukn secara bertahap. Dalam bahasa Indonesia perluasan frase sangat produktif.2. Hal ini dikarenakan beberapa faktor: a. Sebuah konstruksi disebut kalimat kalau kepada konstruksi itu diberikan intonasi kalimat. aspek. objek.3. bahasa Indonesia adalah keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci terhadap suatu konsep. KLAUSA 6. Fungsi yang harus ada dalam konstruksi klausa ini adalah subjek dan predikat. biasanya diterangkan secara leksikal. Dalam kalimat tunggal.

) Klausa adjektifal Klausa yang predikatnya berkategori ajektifa. Jenis Klausa Jenis klausa dibedakan berdasarkan strukturnya dan kategori segmental yang menjadi predikatnya.) Klausa nominal Klausa yang predikatnya berupa nomina.Klausa gadis yang duduk di depan disisipkan ke dalam klausa gadis itu bukan cucu nenek.4. Contoh: Bandelnya teramat sangat 5.) Klausa transitif Klausa yang predikatnya verba transitif.3.3. Klausa verbal dibagi menjadi 3: a.3. Contoh: Ibu di dapur 6. 6. Contoh: Nenek menulis surat b.) Klausa adverbial Klausa yang predikatnya adverbia. Contoh: Nenek sedang menangis 2. Contoh: Ayahnya petani di desa itu 3.1.4.2.) Klausa terikat Klausa terikat adalah klausa yang mempunyai struktur yang tidak lengkap. sekurangkurangnya mempunyai subjek dan predikat.) Klausa bebas Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap. 2. Dalam klausa ini hanya ada subjek saja atau objek saja atau keterangan saja.4.) Klausa verbal Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba.) Klausa refreksif Klausa yang predikatnya berupa verba refreksif. Contoh: Nenek menangis c.) Klausa intransitif Klausa yang predikatnya verba intransitif. Contoh: Bumi ini sangat luas 4.Berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi 2: 1.) Klausa preposional Klausa yang predikatnya berupa frase berkategori preposisi.) Klausa numeral . 6. 6. Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya 1.

yang menjadi dasar penting dari kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final. 2. Kalimat verbal dan non-verbal .3. atau. Kalimat inti. 6.5. Contoh: gajinya 5 juat sebulan Ada istilah klausa berpusat dan tak berpusat. atau klausa.. yaitu kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif.2.1. kalimat majemuk mempunyai klausa lebih dari satu. misalnya kalimat seruan. dan karena. Biasanya kedua klausa dihubungkan dengan konjungsi subordinatif.5. Pengertian Kalimat Kalimat adalah kata-kata yang teratur yang berisi pikiran atau pelengkap. Namun.2. KALIMAT 6. Contoh: Aqra ul Qur’an artinya saya membaca al qur’an Klausa tak berpusat adalah klusa yang subjeknya tidak terikat di dalam  predikatnya. meskipun. Klausa-klausanya biasanya dihubungkan dengan konjungsi eksplisit.) Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya lengkap. Klausa berpusat adalah klausa yang subjeknya terikat di dalam predikatnya.5. Kalimat mayor dan Kalimat minor 1. yang setara. Jenis Kalimat 6.2. 3. Konstituen itu sendiri dapat berupa kata. atau netral dan afirmatif. Contoh: FN+FV : Nenek datang Kalimat inti dapat diubah menjadi kalimat noninti dengan berbagai transformasi.4. Sedangkan.1. Kalimat majemuk ini merupakan campuran dari kalimat majemuk setara dan bertingkat.  Klausa ini terdapat dalam beberapa bahsa fleksi seperti bahsa arab dan bahasa latin. 6. lalu.) Kalimat majemuk koordinatif Kalimat majemuk yang klausanya memiliki status yang sama. 6. atau yang sederajat. tetapi. Kalimat majemuk dibedakan menjadi 3: 1. aktif.) Kalimat majemuk kompleks atau campuran Kalimat majemuk yang terdiri dari 3 klausa atau lebih. ada yang konjungsi secara implisit (tanpa konjungsi).2. frase. 6. Kalimat tunggal dan Kalimat majemuk Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa. ketika. misalnya kalu. seperti dan.5.) Kalimat minor adalah kalimat yang unsur-unsurnya tidak lengkap.) Kalimat majemuk subordinatif Kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya tidak setar.2.2.5.5. sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat 2. 6.5.Klausa yang predikatnya berupa kata atau frase numeralia.

5.) Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata/frase yang berkategori verba.5.) Kalimat non-verbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata/frase verbal. modus interogatif ( pertanyaan ) e. modus optatif ( harapan atau keinginan ) c. Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan wakatu secara internal di dalam situasi. aspek imperfektif ( berlangsung sebentar ) f.3. aspek repetitif ( perbuatan terjadi berulang-ulang ) e. keadaan.4. aspek progresif ( perbuatan sedang berlangsung ) d.5. atau tempo.1. Intonasi Kalimat Intonasi dapat berupa tekanan. modus desideratif ( keinginan atau kemauan ) g. Kalimat bebas dan Kalimat terikat 1. dan peristiwa.5. Tekanan adalah ciri-ciri suprasegmental yang menyertai bunyi ujaran b. permintaan.4. 2. kejadian/proses. tindakan atau pengalaman yang disebutkan di dalam predikat..2. Ada beberapa macam aspek: a.5. 6. 6.) Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. Kala.2. 2. Aspek. aspek kontinuatif ( perbuatan terus berlangsung ) b. Kala adalah informasi di dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. keadaan. modus kondisional ( persyaratan ) 6.) Kalimat bebas adalah kalimat yang dapat memulai sebuah paragraf tanpa bantuan kalimat lain yang menjelaskannya. a.4. Ada beberapa jenis modalitas : a. Fokus. Ada beberapa modus: a.4. 6.4.1. modalitas intensional ( keinginan. nada.3. Modus. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan yaitu mengenai perbuatan. modus obligatif ( keharusan ) f. c. Tempo adalah waktu yang dibutuhkan untuk melafalkan suatu arus ujaran. ajakan ) .4. aspek inseptif ( peristiwa baru mulai ) c. 6. Nada adalah unsur suprasegmental yang diukur berdasarkan kenyaringan suatu segmen dalam suatu ujaran. aspek sesatif ( perbuatan berakhir ) 6.5. Modalitas. modus imperatif ( perintah atau larangan ) d. Modus adalah penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara tentang apa yang diucapkannya.5.modus indikatif (bersikap objektif atau netral ) b. kejadian . dan Diatesis 6.5.

6. nya. wacana berdasarkan dengan sarananya. menggunakan hubungan sebab-akibat diantara isi kedua kalimat e. persuasi. Pengertian Wacana Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap. menggunakan elipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat pada kalimat yang lain. diastesis refleksif.b. menggunakan kata ganti dia.7. Ada beberapa macam diastesis yaitu diastesis aktif. diastesis pasif. Wacana ini dibedakan menjadi wacana lisan dan wacana tulis b. menggunakan hubungan tujuan didalam isi sebuah wacana f.6. modalitas dinamik ( kemampuan ) 6.2. wacana dilihat dari pengguanaan bahasa dibedakan menjadi wacana prosa dan wacana puisi c. Jenis Wacana Wacana dibedakan berdasarkan sudut pandang dari mana wacana itu dilihat. CATATAN MENGENAI HIERARKI SATUAN . konjungsi yaitu alat untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat atau paragraf. 6. dan argumentasi. Dalam wacana terdapat konsep. yaitu: a.6. dibedakan menjadi wacana narasi. 6.5. 6. mereka. menggunakan hubungan perbandingan anatara isi kedua bagian kalimat d.6. dan keharusan ) c. wacana dilihat dari penyampaian isinya. yaitu: a.6. dan itu sebagai rujukan anafosis. dan diastesis kausatif. ini. Alat Wacana Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif antara lain: a.6. c. b. diastesis resiplokal. kepastian. gagasan. 6. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. yaitu bahasa lisan atau bahasa tulis.5. yang bisa dipahami oleh pembaca/pendengar tanpa keraguan apapun. menggunakan hubungan rujukan yang sama pada dua bagian kalimat dalam satu wacana.4.1. eksposisi. modalitas deontik ( keizinan atau perkenanan ) d.5.4. atau ide yang utuh. pikiran. menggunakan hubungan generik-spesifik dan sebaliknya c. Selain itu juga dapat dibuat dengan bantuan berbagai aspek semantik. WACANA 6. Diastesis adalah gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam hal itu. modalitas epistesmik ( kemungkinan. sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.3. menggunakan hubub\ngan pertentangan pada kedua kalimat b.

Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolonggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Bahasa-bahasa di Nusantara . dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja. termasuk juga ilmu linguistik. tetap mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut. adalah tahap observasi dan klasifikasi. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU 2. 1.Kiranya urutan hierarki itu adalah normal teoritis. yakni tahap spekulasi. Tindakan spekulatif seperti ini kita lihat misalnya. Artinya kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedurprosedur tertentu. Dalam praktek berbahasa banyak faktor yang menyebabakan terjadinay penyimpangan urutan. Padahal seperti yang kita tahu. Tahap kedua. bahwa pandangan atau penglihatan kita seringkali tidak sesuai dengan kenyataan atau kebenaran faktual. Dalam studi bahasa dulu orang mengira bahwa semua bahasa di dunia diturunkan dari bahasa Ibrani. ular berbahasa Perancis. dan penurunan tingkat. maka orang juga mengira Adam dan Hawa memakai bahasa Ibrani di Taman Firdaus. Semua itu hanyalah spekulasi yang pada zaman sekarang sukar diterima. Kalau ditanya apa buktinya. Tahap pertama. tentu tidak dapat dijawab. atau bagaimana cara membuktikannya. atau kalaupun dijawab akan secara spekulatif pula. pelapisan tingkat. Disamping urutan normal itu bisa dicatat adanya kasus pelompatan tingkat. Kebanyakan ahli sebelum perang kemerdekaan baru bekerja sampai tahap ini. Keilmiahan Linguistik Pada dasarnya setiap limu. Bahkan sampai akhir abad-17 seorang filosof Swedia masih menyatakan bahwa di Surga Tuhan berbicara dengan Swedia. Adam berbahasa Denmark.

adalah tahap adanya perumusan teori. Cara seperti ini belum dikatakan “ilmiah” karena belum sampai tahap penarikan suatu teori. disiplin linguistik itu sekarang sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah. yakni data yang nyata ada. kita katakan adalah bentuk yang salah. Kemudian dalam disiplin itu dirumuskan hipotesis atau hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. yaitu dari prefiks me – ditambah dengan bentuk dasar ubah. . Seharusnya adalah mengubah. Jadi kesimpulan yang dibuat pada kegiatan ilmiah hanya berlaku selama belum ditemukannya data baru yang dapat membatalkan kesimpulan itu. Pada saat ini cara kerja tahap kedua ini tampaknya masih diperlukan bagi kepentingan dokumentasi kebahasaan di negeri kita. oleh karena itu. Artinya. sebab masih banyak sekali bahasa di Nusantara ini yang belum terdokumentasikan. lalu dikelompokkan berdasarkan kesamaan-kesamaan ciri yang dimiliki bahasa-bahasa tersebut. Umpamanya. Selain tiu bisa dikatakan ketidakspekulatifan dalam penarikan kesimpulan merupakan salah satu ciri keilmiahan. yang terdapat dari alam yang wujudnya dapat diobservasi. bentuk merubah yang nyatanyata secara empiris ada.didaftarkan. Disiplin linguistik dewasa ini sudah mengalami ketiga tahap diatas. dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada. Kegiatan linguistik juga tidak boleh “dikotori” oleh pengetahuan atau keyakinan si peneliti. ditelaah ciri-cirinya. Tindakan spekulatif dalam kegiatan ilmiah berarti tindakan itu dalam menarik kesimpulan atau teori harus didasarkan pada data empiris. . menurut pengetahuan kita jika prefiks me – diimbuhkan pada kata dasar yang mulai dengan vokal maka akan muncul –ng–. Tahap ketiga.

yang dipakai untuk menarik kesimpulan deduktif itu. yang lazim disebut premis mayor. Namun. mula-mula dikumpulkan data-data khusus. dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut: Pertama. Kemudian kesimpulan ini “diuji” lagi pada data empiris yang diperluas. bahasa lisan adalah primer. sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini. Kesimpulan ini biasanya disebut kesimpulan induktif. Karena itu. sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa. perlu diwaspadai dan direvisi. karena bahasa adalah bunyi ujaran. Data empiris itu dianalisis dan diklasifikasikan. Artinya. tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya. Dalam ilmu logika atau ilmu menalar selain adanya penalaran secara induktif . kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris. kebenaran kesimpulan deduktif sangat bergantung pada kebenaran kesimpulan umum. suatu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada. Jadi. Artinya bagi linguistik. linguistik sering disebut nomotetik. lalu dari data-data khusus ditarik kesimpulan umum.Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. Kemudian sesuai dengan predikat keilmiahan yang disandangnya linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan. Lalu ditarik suatu kesimpulan umum berdasarkan data empiris itu. maka kesimpulan itu berarti semakin kuat kedudukannya. . secara deduktif adalah kebalikannya. Artinya. maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Sebagai ilmu empiris. Apabila data baru itu tidak cocok dengan kesimpulan itu. maka berarti kesimpulan itu menjadi goyah kedudukannya.

sepanjang kehidupan bahasa itu. maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. Artinya. Secara diakronik. artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspek dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Secara sinkronik artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada kurun waktu tertentu. 2. melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan. Secara diakronik sering juga disebut studi histori komparatif. atau sebagai sistem itu. Lalu karena itu pula linguistik mempelajari bahasa secara sinkronik dan diakronik. maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. Ketiga.Kedua. 2. karena bahasa adalah suatu sistem. karena bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu. karena bahasa bersifat unik. Subdisiplin Linguistik Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. disebut pendekatan struktural. maka linguistik mendekati bahasa secara deskripstif dan tidak secara prespektif. Kelima. Keempat. yaitu yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur-unsur yang terlepas. yang berdiri sendiri-sendiri. maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan yang terlepas. sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya. Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan. yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan. Lawannya disebut pendekatan otomatis. karena sifat empirisnya. Studi sinkronik bersifat deskriptif karena linguistik hanya mencoba memberikan keadaan bahasa itu menurut apa adanya dalam kurun waktu terbatas. Pembagian atau pencabangan itu diadakan tentunya karena objek yang menjadi kajian .

2. karena berupaya mendeskripsikan bahasa secara apa adanya pada masa tertentu. Mengingat bahwa objek linguistik. yaitu bahasa. sedangkan kegiatan itu sangat luas. Tujuan linguistik diakronik ini terutama adalah untuk mengetahui sejarah struktural bahasa itu beserta dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya. Kajian umum dan khusus ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari sistem bahasa itu. Kajian linguistik diakronik ini biasanya bersifat historis dan komparatif. morfologi. Linguistik diakronik: berupaya mengkaji bahasa (atau bahasa-bahasa) pada masa tidak terbatas. 1. 2. 2. apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus.disiplin ilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. dan sintaksis bahasa pada umumnya. merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusian bermasyarakat. apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik. . Studi linguistik sinkronik ini biasa disebut juga linguistik deskriptif. misalnya mengkaji bahasa pada tahun dua puluhan. Dalam buku ini kita akan mencoba mengelompokkan nama-nama subdisiplin linguistik itu. maka subdisiplin atau cabang linguistik itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. bahasa Jawa dewasa ini. Berdasarkan objek kajiannya. Berdasarkan objek kajiannya. Pembicaraan dalam buku ini terutama hanya mengenai fonologi. 2. 2. Linguistik sinkronik/deskriptif: mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. Linguistik umum: linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.

apakah struktur internal bahasa/bahasa itu hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro (Mikrolinguistik dan makrolinguistik). Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata. Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. cara terjadinya dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. maka subdisiplin linguistik makropun menjadi sangat banyak. Sosiolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara sosiologi dan linguistik. termasuk bagaimana kemampuan . Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa. maupun kontekstual. Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar linguistik sebab yang dipelajari adalah struktur internal bahasa itu. gramatikal. lebih banyak membahas faktor luar bahasanya daripada struktur internal bahasa. Morfologi menyelidiki struktur kata. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal. Berdasarkan objek kajiannya.2. Karena banyaknya masalah yang terdapat diluar bahasa. 2. Sedangkan linguistik makro yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor diluar bahasa. Leksikologi menyelidiki liksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspek. 3. bagianbagiannya serta cara pembentukannya. hubungan satu dengan yang lainnya.

2. Berdasarkan tujuannya. stilistika adalah ilmu interdisipliner antara linguistik dan ilmu susastra. atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktorfaktor di luar bahasa untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya. Kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka. serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. linguistik relasional dan linguistik sistemik. 2. apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistik teoretis dan linguistik terapan Linguistik teoretis: mengadakan penyelidikan terhadap bahasa. sejarah. Antropolinguistik merupakan ilmu interdisipliner antara antropologi dan linguistik.berbahasa itu dapat diperoleh. Dialektologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu. linguistik struktural. 2. pranata. 4. kebudayaan. Dialektologi ini merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik dan geografi. Filologi merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik. Jadi. Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia. dan kebudayaan. 5. psikolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik. dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis. linguistik transformasional. Stilistika adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-bentuk karya sastra. Berdasarkan teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional. linguistik generatif semantik. Filsafat bahasa adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia. Jadi. 2. . Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa.

atau subdisiplin linguistik itu. fonemik. memang mempunyai jangkauan hubungan yang sangat luas di dalam kehidupan manusia. Sistem. serta mempelajari pengaruh ilmu-ilmu lain. seorang linguis Denmark. Hubungan-hubungan yang terjadi di antara satuan-satuan bahasa bersifat sintagmatis. sedangkan relasi asosiatif adalah hubugan yang terdapat dalam bahasa. namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. dan semantik. Hubungan . 3. atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa. ANALISIS LINGUISTIK Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa. atau horizontal antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada di kiri dan kanannya. pendidikan. yaitu bahasa. sintaksis. hubungan sintagmatis ini bersifat linear. Beliau mengganti istilah asosiatif dengan istilah paradigmatik. cabang. 2. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu. dan pengaruh pelbagai pranata masyarakat (kepercayaan. dsb) terhadap linguistik sepanjang masa. 2. 1. serta memberinya pengertian yang lebih luas. adat istiadat. Louis Hjelmslev. dan Distribusi Bapak linguistik modern. Ini terjadi karena objek linguistik itu. Dari uraian di atas kita lihat betapa luasnya bidang. morfologi. 3. tetapi dengan sedikit perubahan. terjemahannya dalam bahasa Indonesia terbit 1988) membedakan adanya dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan-satuan bahasa. yaitu fonetik. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dalam bukunya Course de Linguitique Generale (terbit pertama kali 1916. mengambil alih konsep de Saussure itu. Struktur.Bidang sejarah linguistik ini berusaha menyelidiki perkembangan seluk beluk ilmu linguistik itu sendiri dari masa ke masa. Jadi.

.paradigmatik tidak hanya berlaku pada tataran morfologi saja. . 2. ” sebagai hasil dari suatu proses pembentukan. Jadi. 4. atau analisis bawahan terdekat (Inggrisnya Immediate Constituent Analysis) adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa. Jadi. tetapi juga berlaku untuk semua tataran bahasa. . Misalnya. bentuk kedinginan adalah hasil dari proses konfiksasi ke –/– an dengan dasar dingin. dan bentuk rumah-rumah adalah hasil dari reduplikasi terhadap dasar rumah. maupun satuan kalimat. satuan tertimbun terdiri dari ter – + timbun. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur Analisis rangkaian unsur (Inggrisnya: item-andarrangement) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. entah satuan kata. 2. 2. satuan kedinginan terdiri dari dingin + ke –/– an. MANFAAT LINGUISTIK Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan . 3. satuan frase. dan rumah-rumah terdiri dari rumah + rumah. 2. . Berbeda dengan analisis rangkaian unsur. satuan klausa. Setiap satuan bahasa secara apriori diasumsikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung membangun satuan itu. 3. 3. maka analisis proses unsur (bahasa Inggrisnya: item-and-process) menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. Analisis Bawahan Langsung Analisis bawahan langsung sering disebut juga analisis unsur langsung. bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter – dengan dasar timbun. dalam analisis rangkaian unsur ini setiap satuan bahasa “terdiri dari . bukan “dibentuk dari . “.

merupakan wadah pelahiran karya sastra. Tanpa pengetahuan semua aspek linguistik kiranya tidak mungkin sebuah kamus dapat disusun. sintaksis. yang menjadi objek penelitian linguistik itu. kalau politikus atau negarawan itu menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik. memilih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut. maka mereka akan dapat dengan lebih mudah menyampaikan mata pelajarannya. dan semantik linguistik. sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatn dan kebudayaan. Pengetahuan linguistik akan memberi tuntunan bagi penyusun buku teks dalam menyusun kalimat yang tepat. Bagi peneliti. sintaksis. Bagi guru. sebab bahasa. terutama guru bahasa.melaksanakan tugasnya. pengetahuan linguistik mutlak diperlukan bukan hanya yang berkenaan dengan morfologi. leksikologi. dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik. Pengetahuan linguistik juga memberi manfaat bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks. maka tentu dia akan dapat meredam dan menyelesaikan gejolak sosial yang terjadi dalam masyarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa. mulai dari subdisiplin fonologi. . Manfaat linguistik bagi para negarawan atau politikus: Pertama. semantik. pengetahuan linguistik sangat penting. khususnya. Kalau mereka mempunyai pengetahuan linguistik. kritikus. tetapi juga yang berkenaan dengan sosiolinguistik dan kontrastif linguistik. Kedua. Bagi penyusun kamus atau leksikografer menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan. secara lisan dia harus menguasai bahasa dengan baik. morfologi. sebagai negarawan atau politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan. dalam kaitannya dengan kemasyarakatan. sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya. Bagi penerjemah.

Tahap kedua (tahap observasi dan klasifikasi) 3. konsep selalu bertolak dengan logika. ada 3 macam jenis kelamin kata (gender) yaitu maskulin. membagi kalimat menjadi kalimat narasi. Pertentangan antara fisis dan nomos Hal yang dipertanyakan para filsuf Yunani apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau konvensi (nomos). Menurutnya juga. rhema dan syndesmoi. KAUM SOPHIS Tokohnya yaitu Protogoras dan Georgias. Sedangkan kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu bersifat tidak teratur. tanya. Mereka bekerja secara empiris. Sehingga dikenal sebagai studi bahasa. 2. definisi. PLATO Dia memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya Dialoog. Pertentangan antara analogi dan anomali Pendapat para kaum analogi seperti Plato dan Aristoteles mengemukakan bahwa bahasa bersifat teratur.  Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya bahasa adalah pernyataan pikiran manusia  dengan perantaraan onomata dan rhemata. feminin dan neutrum. pasti. ada 3 macam kelas kata yaitu onoma. Tahap ketiga (tahap perumusan teori) LINGUISTIK TRADISIONAL Dalam pendidikan formal dikenal istilah tata bahasa tradisional (menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik) dan tata bahasa struktural (berdasarkan ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu). KAUM STOIK . Pendapat kaum konvensional bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos) yang artinya makna suatu kata diperoleh dari hasil suatu tradisi/kebiasaan yang mungkin bisa berubah. jawab. sangat mementingkan bidang retorika dan membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan makna dan isi. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI Masalah pokok yang menjadi pertentangan para linguis pada zaman yunani yaitu : 1.  ARISTOTELES (merupakan salah satu murid Plato) Menurutnya.BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK Studi linguistik mengalami 3 tahap perkembangan : 1. perintah. Hal yang perlu diketahui adalah dia memberikan pengertian. Dialah orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema. doa dan undangan. Maksud dari sifat alami adalah bahasa itu mempunyai hubungan asalusul dan sumber dalam prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri (kaum naturalis). Tahap pertama (tahap spekulasi) 2. laporan.

merupakan bapak linguistik modern dengan bukunya Course de Linguistique Generale. Bahasa-bahasa Eropa dan Bahasa-bahasa di luar bahasa Eropa. Institutiones Grammaticae (Tata Bahasa Priscia) Yang patut dibicarakan mengenai buku itu : a. Sintaksis. Linguistik Arab berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci agama Islam. vox martikulata. Tentang kasus. pernah menjadi paus dengan gelar Paun Johannes XXI dengan buku berjudul Summulae Logicales. Tokoh yang terkenal adalah Varro. interjectio. antara lain : Kaun Modistae.  Menciptakan istilah khusus untuk studi bahasa.  Membedakan legein dan propheretal. ZAMAN RENAISANS Dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. participum. vox litterata. yaitu kata benda. dalam bahasa Yunani ada 5 buah. membicarakan mengenai dictio/kata. dativus. ZAMAN ROMAWI Studi bahasa pada zaman Romawi dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae. sedangkang dalam bahasa Latin menurut Varro ada 6 buah yaitu nominativus. verbum. Morfologi. b.Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa.  Morfologi adalah cabang linguistik yang menyelidiki kata dan pembentukannya. vokativus dan ablativus. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. membicarakan hal yang disebut oratio (tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai). Varro membedakan menjadi deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris. Ferdinand de Saussure. pronomen. adverbium. dan vox illiterata. praepositio. Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan. genetivus. Fonologi. membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos. akusativus. kata kerja. Kata dibedakan menjadi nomen. merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin. Varro dan “De Lingua Latina” Etimologi adalah cabang linguistik yang mnenyelidiki asal-usul kata beserta aslinya. Petrus Hispanus.  KAUM ALEXANDRIAN Cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysius Thrax. ZAMAN PERTENGAHAN Dari zaman pertengahan ini yang petut dibicarakan dalam studi bahasa.  Varro membagi kelas kata Latin dalam empat bagian. Nilai bunyi disebut potestas. dibicarakan tulisan/huruf yang disebut litterae (bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan). dan conjunctio. partisipel dan adverbium. Mengenai deklinasi (perubahan bentuk kata). c. Nama huruf disebut figurae. Bunyi dibedakan menjadi vox artikulata. Dalam buku ini dibahas mengenai konsep telaah sinkronik dan . Tata bahasa spekulativa. antara lain analogi dan anomali.

 7. para linguis Amerika menghadapi masalah yang sama. perbedaan langue dan parole.  Kedua. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran linguistik : Pertama. memandang bahasa sebagai pelaksana. memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.  6. adanya The Linguistics Society of Amerika. 3. o Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonemfonem suprasegmental. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA 1. yakni banyak sekali  bahasa Indian yang diberikan di Amerika. Alirah Praha.  Kelima. Aliran Gelosemantik. Ada 3 macam pokok prosodi : o Prosodi yang menyangkut gabungan fonem.  Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa.  Keempat. Aliran Tagmemik Menurutnya. perbedaan signifiant dan signifie dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Dalam aliran ini dibedakan dengan tegas antara fonetik dan fonologi. satuan dasar sintaksis adalah tagmem yang merupakan korelasi antara fungsi gramatikal/slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan.diakronik. Tata Bahasa Transformasi Syarat yang harus dipenuhi dalam tata bahasa : Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut. struktur semantik dan sintaksis bersifat homogen dan dihubungkan dengan kaidah trabsformasi.  Tata bahasa terdiri dari 3 komponen yaitu komponen sintaksis. Aliran Firthian. lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya.  Ketiga. mengenal adanya gradasi/kontinum. 4. Menganalisis bahasa dimulai dari wacana. 2. semantik dan fonologis. Kedua. Linguistik Sistematik Di dalamnya terdapat pokok-pokok : Pertama. dengan tokoh Louis Hjemslev. tokohnya yaitu Vilem Mathesius. . terkenal dengan teorinya mengenai fonologi prosodi. 2. menggambarkan tataran utama bahasa.kemudian ujaran itu dianalisis atas konstituen-konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatis. o Prosodi yang terbentuk oleh sendi/jeda. Semantik Generatif Menurut teori generatif semantik. Ketiga. penolakan Bloomfield untuk mentalistik sejalan dengan iklim filsafat pada masa  itu di Amerika. 5.

Sesuai fungsinya sebagai bahasa nasional. maka bahasa Indonesia menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik pada masa ini. berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI).3. Atas prakarsa sejumlah linguis senior. Tata Bahasa Relasional Dalam tata bahasa ini dicari kaidah kesemestaan bahasa. Gema konsep linguistik modern itu baru tiba di Indonesia akhir tahun 50-an. bahasa persatuan dan bahasa negara. TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA Penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa. seperangkat tanda relasional dan seperangkat coordinates. Tiga macam wujud teori yang terlibat adalah seperangkat simpai (nodes). Tujuannya untuk kepentingan para pemerintah kolonial. Tata Bahasa Kasus Kasus merupakan hubungan antara verba dengan nomina. . baik dalam maupun luar negeri. Verba sama juga dengan predikat dan nomina adalah argumen. 4.

..8 203..8..342508/.    %%#&$%   $% 4..39  /.8.3 04.3 14309  $:- 88902 802.3 $8902-.3 0-. 8:.  .3.9: :39: 202507:.2. .84.9507507.39 /.3 944 897:9:7..70-.549:8 .8.8:-88902 . -.8..3 -.09  8047.72.3 /044 /.314309-0781..3907/7/.9.9: 88902 .  14344  2471414302  802.9: 8:- 88902 7.3 203008.9./..

: 43805  .7-.  /..3    % 03:7:9 /0 $.5 9.5.3. ..3./. .2 8.: .2.7 4254303 831. 80-:. . 203.05././../.2..2.9-039: . 0802 208 9.3.2 /:3.  805079 . .. 9.9: 43908  8.850718-07  /03.2:8  .8  70/:5. -..9. /. 202.7:82030:72:7/9:  . 2. .3 907/. ./. $0-:.5.3 /2 .2./.     .: . .38310 ..9 5./.3:89 $303:896:0 907/7/.2-039:-039:.3 -.7  $0-.: 43805 . 08.3  .08.: 907.3/.32.7:39:3./ 574808 7. .9..3 .-8.9..3. /03.. /8079. . 43908..-07:5.  $0-.8 8.3.#0107038.  207.3 -07.. 5./.2..79.9.3/:.79 89:/ 3:89 9. /.8.3 2.3-:3 /.3/. /..793. 05. 503079.18.9. 3:89 907/7 /.9.0/:.7: .:.: .3.3/.3.2574808.30305:9802:../.3.3/.2 90473.5:3 .342543038310 .- 0/:. .74254303831.3/ /0 $. .3439089:.3::/3.39  9/.7.439089:. /. . /.9.3. .:88:70 2.3 . 0802 .9.3.9. ..3 89:/ 802..1. 80-:.3 .79...9.9.. .-.82022./ 203:7:9 07/3.9.3.:88:70 809.: 20..9.2.95:.3-07-0/. 7.2-./.5.:. 70107038./.: .98. 42543039:207:5.9.3 ..3  -07:5.3  . 3.3 203. 701070383. /.3.343 70107038..3-07. 7.3/.. #./.9. .$0-././.39/.  8.. . 5. 805079 .9.9.33.2. 5.3 /2 40 831.9.5.3/ /0 $..3.35.3.3/./. 3:89    $    .79.2 .2.9. 3:89 24/073  07/3... :/.3. 9.08.3.  .5./58..3.9/. 503079. -072.8 425488 .: .2-:9/05.7.9.:88:70 /. /.804.3./.35.

9.9.39072.3 -.3 502-.3  28.848./09.. .  . -0703.253  /.. 0802 -0703. /0349./.3 -.39:     .3 7:.3-07-0/.7 2. .  8..9.3 2.-07.8: /.8:. / 83  / 8.8 30.3 2. 2.3  8.91/.3.9 -0753/.3.8/03. .: 2./../.::/  20./03/.8 /03.3.3 507./.2:  ..3. .0702503     .91  .438059:.3.3.7. 8...3 -/.9.3 . .848.3. .9..8. .9.57427.. /0349.5.9: . .3 502-0/.. .  543/4  0/.  /.3. 20309.3 4349.8 54891 28.. /03. 4349. :7:8 4349.: -/.. :-:3. -3..  . . /0349.3. .3 .73.3.848.438059:.0349. 2.7.2.3-07.::/ 8./:../.3802:..9.70107038.1091.9. 89. 7.3 /03.3.3 .3. :/.703. 907.703. -.9.3.91  8989./.9. /0349.3. 9.8..3 /.91 .-  -072..3.7-.33.3.1091  /.8./.9./.3-07-0/.848.  .9128..848.3 /280-:.9.3.5503:33.2- /.202-07.9:  805079 80.9.907.1091 -0703..3 /.8 .3 /9.3.91 .3 :.8.91. 4.848.3 ..8 3097.8. 4349./. /.. 0802  .3 /.2./.9: 0 2.  ./. 503:3:  8050793/.9.91 .3.5 . ..   0 /./.91 . /9073.3.3. 4349.9.3./03.848. ...9.3 /80-:9 ..3 .3.32022.3-07.9.7 43908 .3 /03.5:3  . .91 9072.3. .3 503:3.3.9.8./. 0802 90705.3 /80-:9 . ..5.  4349./ 2.3 808:.33.0/:.  .8..3.3.3 82.3  0 00.3 /03..9.2. 8.  .91/.9.  8.9/.9. .3 3.3 /03.3 203.::/ .3./.9. 2025:3. -07.8 /.3  43/423:2  89.. 2.70107038 .3.491  . .7. 28. ././09 . 2..9. .3.9: . 202 2.2. 80-03.: .:.3.3..3 848. 207. 08.9. 438059:. 7:2.2 2.3.907.8 . .  9.8:. 9: /03.3-07..3 .7.91 .3.3 /2 40 80-:. 80:-:3..3  -084 .9/-.9.5 .8 3 /2.9.34349.3.3. .9.9. /.3.2-..3  5.3.9: 2.3.3 503:3.9.7. .3 /80-:9 ./.9.2 2..08. 2. 438059:.025.3 2.3.3.8  .9.3 ..3.3. 8.91 8.3 0.5.3 /2 40 80-:.9/.89. 80038 -3.3 507-0/.3 2.3 203. 202-0/. 4349.3-.55..848.

9.. .9. / /. 207.3.3... 8.9.93..3.7 80:2.2 .3 .3. .9:/03.9:.05.3     $3432 .//./. 2.3:.05. 2025:3.3 9/.8 -8.3 .9 :2:2  .39.3  808:3:3. /42 .3.8 202 2.7 2. /42.4. 9: 8:/. 202 2.9.9.8.3 802.8.3!07-. .-8. 89.7  /. ./42/.3.3 907/..8:8 . 9.8..9079039: .2.9. -::.3 8./..3..  %:9:52::9./. .:.2.390709.:5:3 7..90907. .9.3 /03.7 2.3. 203.9.43908. .3.3.8.3.3 202:.9 /7. .3 -075. 90780-:9 .5..3.8 .9../. 08.35..3.39. -07. -::  2..8:.. 08.  .3202.2 -/.9..25.3. 803/7  ./.3.. 8.8  . 2.:7    #$ #0. 08.793.8 9/.89 0.2 -  4-.3:. /.39  .2.-.3 8.72. .2..3-.7 .3 .3.3.  -. 80. .8.3.8. .  .280-039. .89. /90:8:7 /.3 0/4907. :38:7 :38:73. ..8 /03..3.4 :39: /:3.38.9.9:.3./ 0. 2.3 -072./. .4. 4.9: :38:73..3 2085:39.8 2. 2.47.3. :-:3.  !07-.33/03.3 /03.491-0703..3.8.3 2..  4394 /42 .  -:: 5:9 ..3708220303.3 90709.3./.3 2. .393 9:.2     ./.8  .3 -039.3 -.507-.9:.3.3. /:.3.3.3903. :38:7 :38:73.3. 2.39/.3 ..     .3 ./.9 8. ..3 .2 43908 ..9/.5.3.8.3..: -074.703.3 .8 202 2.3 /. :53  /.. / :.9..8 /03. ...7 57.:  /42 80-.7 . .9 .7  80/. 2443/. 9079039:  8.3..3. .9./.3  20.7. -. 202-.3..3 2.39 .80-.9.3.9:.3.3 -0783432  803.848. 0.8 -0781.3.9./. -0783432 /03.9. .3.7.4 . 4394805079.9.43943.3 /280-:.7.3.3. .35.7.

3 802.83.9/03.7.39/.9.3 .9 70.3 .::7. -09. 42...781.2./0-./.3 2.3-0-07..7.897.3.3 :.3  8..9.7.7.9.  -/. .39432 .3-07503079.32:3.9..3  8.9.3.703.39432.3 907.3!079.9:.33.3-0781.  .947 848.7.3 92:7  8.7. . 203..3 8.9.8. 9: /. .39432/-0/. .  43943. 2.33.9. 8:.28..: -077. :-:3.3.3 ..3.3 .380.::2:280/.9.7.3 .38./.3. . 8.:  /:3.3  8.  1.947 .3 80-.3 202-0  . /:5 -07.33.3 .3 8907  203:. :.  :39: .3. 05..39432 80. 2.. /.3.9.340 8.947 .3 -03.32.3 .8-0-07.3.9.  4394  -09: -0783432 /03. 207 2022.7:8 /8079. .  0/:.3.39...3 .2 1.39432 .3 0-.5 902..9.3.39.  02.3 /:9  0025. /03.7.9: /03. 20..  1.3 80.3  /03.7  09/..3.3 -. 8..:2:2  09.$3432 ..3 /.39432.9  0/:.3.3 08..3 .9 /9039:.  003./.7.947 .7.:.843.3/. .     39432 39432 . 8.947 01472.9.9.7..  28. 8. -:.  .  8.203.3/.9 :-:3.35.3 -0781.9.3 .3 !079.. 8.3 0. 3/4308.9 2:9..3.8 -... 2.9..2.3  09. :-:3.9: .4.5.38:/:92..20.2. .4/:3.9  1.. ::-.91 .038 ./.9-0707.3 2.3.39 .3 /.7.. /:3.5.39432 -:7:  . 0. .:2:2 . 8:7..39. 9/.8 .9  202 2..9.9.  1..9...947 3:.3 4394 -.1.5.7. 8. 8.9:.9: /03..5. 8.5..9/.39. -07.7  -.3 :.9.9.:3..39432 .970.3  ::-.3. /03./.3.3 203. . 2:9.3 .9: .8 /:3. /:.3.3 802.2 /03.8 .2 0. /:3. -...39.9:  8.3 -0781.9. /03.. :.5.38.5. .3.3.3/./.39 .8 42.9.2.

.3..30-/.38.3.2.39432.32./.9:.3 /03.7..:0.7..8.8. 907.3.3. ..9: 4394.3.-07-0/.807.2. 43943.9 .9:.9.3  4247.. 5.9: 8.3 -078.     !4802 !4802.3:.9.9:  8.3.1  42413 .3-:3.0025. 08.8.39432 9:-07.7. .7.3 2.907.7..7. / 05.3 -072.3 /.9.:3:.3 2.02:.3.3 .3.0-/.202507.:5.3 /80-:9 424143 /./.80-07:9 .3947 - 05.39432.7.3.9:.9.3 -07.3:5 /./.  8./.3907.32022.3. 909.2.3 :. /:/:  9/:7  9.2-     5432 .3.8.3-072.9: ./.7.5 :.3.. 8..30/:. .7  .9.1203.3:8.28..3.347.. 8.2  02. .32025.3 -8.20.9.3.3.78.2.78.2/.3 .-039::. -8./:.3-0781.5.. -07/7 -07.3-..: 07.35. 05. -:..8  %07..5  434 /. 2. 8. 39 /./.394322.30.1. 05.    42432 42432 .9.3 .7803.3 4247..3.39432 /03.3.3.9:. . /..39432..9:. 8.3 9. .33.9.39. 8..9 ./. 7..2 42432 .7 43943. /:. 9/. . -. .8 .9.3 -039:3. 17.9.9.8:7.33..47947. 05.2.

 /. /. 3 /80-.08.3 -8. 03/0. 909.2 -039: 8:../3./.0-/0247.. . 9:...32.-.3 .3:.. /.9 /9. /..  .703. ..  50702-.947 .2 -. 5.3 203./   -:: 80. .3..  539:  /..9 -075432 /03.-039::. 9:8.3 .3 /03.2-.: 4254303 /. -.3802.3/03.3/.7438 2.7.2. 203.9  2./.3  /.. .3  4394 2075.3 .8..5 80-.  . 0.3 /472./-072. 9:8  . 9: -./. 9:8 :38:7 8:57.3 .  2:././.7.2 .:-07:-.3..3.9.3.3.. .9.9.3 -:7:3  :7:3 -075432 2075..38 -070- 0-.340 .897. -07:-. .5 8.3.9  . 20307.. .3 4.3 70.5.  50702-.  50702-. .9.7:  /.3 2.1.9 4.32.3.39 /03.80-:.3 7.7.:5 /.3.8.3..3.3907..9 907..802039.2. 5.3 7:2.3.8./..9.3.3. -072.:-:3.3 848.9: :.-.5  /. 70/:3/.9.2-/...2. 9:.7 7:2.  -039: -:: 80..9..38 #0/:/.9  .9.7:     #0/:/.2.. .3 /.8.3.38 .9  8.3.5432. 0.9 /.7../.8.2.3 5079.7.3.3 . .9 9. /..7.3.203.3 202-:. 909.3.7.. .. -.2 2. 8.7. 9/.3 905.3  0/:. 837438 2.3 .7: 907-9  .7.7..3./. -.9.  02:33.3 8.91 . 503:3.3 539: .  8.91 83.3 10:/.:  -::9:202:.3 -07-0/.7..:207432     2-6:9.39.3 907.39.3 :38:7 802039.3.3.187./ 5.3-. 9: /903/.2.3.3 70.9  /:3.98  09.  /03.9.  . 03/0.3.2. .32. 907. -.9.3    !#& $0.3  3  . -. /::  :39: 2030-:9 47.7.3 . 80-:.2.3 590  8.87.9.5 80.9 ..5.79432.3 .5. -039: :.3..  8. /.9. 40  3.2.3  .9.3/:3.3 !079..980.2 .3 -0-07.:7.5.3 .7 -/.39.3 2-6:9 .3 .3 -070- 0-.5.8. -:/.9:/903/.3 502.:09.

 .0.3 -0781. /80-:9 :.. 808:.3 9.7. .32.9.93/7.07/  909./.3./ -072.  8.3 9:  803.. .3.:.3 9: 2.: 9.. 507:-.  805.3. 47.. . 5.3 -07.: 2:.8 .3/03..8:49.3 2..:203..3.3  /..:8.3 -.3./. ..3 80-.8  .9.3.7.25:8:7. .. .9:.3-0703.7.39.9. :2:2 203.3.3./../3.3 .5. . 2.3 -072.3.3808:.. 8. ::8.  . 5020..9: .3 -0703.5 3 .9.-0703.32.3-07.:8.3./3.3.3.3. .3.//9.7.7.3 .7.3 .3.507.7.9503/03..: -07-0/.3. /.3-039::.5 :.3844 !07:-.9::-:3.39 !  !07:-.9.. .3.3.2:.9:  945  /.3..793.3.: 9.3/03. 803 5.. .7.3..8.7:83.3 -039: :.3 /2. 203.3 203.3. /9.9: .3 :..-072.3.  /.3-0703../.9 203. -072.3  !07:-. :8:8  8.950/.8  02.3.3 /03.3..3  28.3..8 /.3 2.9/.848.3 9:  8.3..540..3.393 8.3.3..3 2.7803  80..3 .793.9.3.3 3/7.3.8. ..8:/ .7./3.8. 50/.3 2.7.3.  28. 949.0025.3/03. 2030259  . 8050798.9. -072.3  28.3 .3 203. !07:-. -072.  . .503//.9.79 :.  !07:-.8.7.3 80.3.9.7.3. . -072. .3  909.:.39:/03.3 .3.3507:7:. .798.2545  .  9.. 80.9..3. 805079 5.3 2.7.3.3. 20:..3 /80-:9 0:102.3.3 /2 80. 8.9.3808:.3.. /03.7903.540.3 2..7. .3 /02.9.80-:.793.83.7.3.9  5079:.3/03. /03.-039::. .3/03.59./-072./.

38. 80507.2.3.3.8 /.7 -/.9 :38:7 08. /42..3.3  802. 203. 207.: 20/.7. 3/4308.: 70.3.3 3:.. . .2-. 20303.2 -.391 10/  .3 0-:/..3 /80-:9/8102.:  :33  5:9  9. .3 507-. 3.2-: /.39. /.3.9  -7:  . 207.  .0:102820 507:-.. .3. 0/.3 -07-0/.3 .2 .8. 9079039:  8.3  805079 207. /.3 -07:-:3.3 2.     !     0/.2  &39: 203.3 -.9.4.7.3 08.2.73.8. 3.32.  -.3. 8..-.9.7./.3 203.9.3/3. 202-07 0907. 802...8...3 ..9. 20/.3 /..3..2 802089.3 .73.  ..9. 3/4308.3.703.3207.3 2.

/.9903 ...3 203039:...3.3-0742543032.07507..39.3.9 :-:3.8.3 202 4254303 2. .3 9: :.3 -.10  .2.: .2.5.9 /-0/.07-..703.7. .3 8.3 .9.3../. .8:-0-07:5.79/03.3.8.-/.2.3.3$02..9.8 203:3: 5.:30.: 3:3. /.3  &25..9:8:3.7-.3423.33:89.32. 570/.2 8.3 839.2.3 . .88.88-07.9 ..3:8.3/.3$39.2.7.3     %%#&$%   $%$$ $39. ..9. 07.9./2.5. ..2-.10   39 80-:.3 /.9 03:7:9 .. . /.9  .39.3.3.702.07-.3  80-. .9./. -07:5.3 /.3 . .:.9 .2 80-:.  -07/. .07-...9 9: .9../. -..::38:7 :38:708..39/./.  04254 809 203:3: 5.. . .3 20/.3.9: 44.2..2.3 0.9: 20/.42543032. 203.39 .3  /.8.39./.3/8:-99:8.8 /.  2.8.- .9 ...3.9.9.380.:  30.7:8 .  .. 207:5.9.9.9 .07-..9:042548099:-8.3.3. :-:3.9.9:     0808:. $39./780-:..3.2.3 20304254 /.7.2 ../. $0.8.9.3 5.9. :-:3.3 88. .5./80-:99.. -.3/240809.3..     4254303...3-07./ /0.9: 9025. 202-.9../.39.3. ..202-. .3 202-039:080:7:..: .8.8 04254 20/. 5....7. /...3983.3 43899:.9.20242543032.3 44..7./.3 802.39: 5./7 4-0 3423..3 809  44.: 7.3 2.7 .3 907/./.3 207:5.3.97.9. ..9 9.9.9.8  8.9./843.7 507.5 0702-.3 .9  .3 ..9..3.780:2.2.28.9: 8.9.3 . .:3.2 8.  203:7:9 ./7.-././.50.:/.9.907/7/.39.3-07.

507. 203.35....8 2.9..88 .7839.80-:.2025:3.2.0391 207 ! 202507.3   %$$%&$%$$  .2..9.3-078.90473423.9   $%#&%&#$%$$ %07/7/../.. $!  $80-.9.950739..3-..88907.:.9.5..3 $0.350./.3.3.10203.439083.9.3$ ! 4394.8.:-07:5.3 203./.7./5.9:1:38839.7.703.25.79203025.  ..889/.:3..52:3.88..8 030 $ 202507.:807:.9..2.-.78:8:3.1:3890780-:943897:89:-0:2/.9..020730309..7:880..5..503/..1:38!/.88 .  4394 .0 202507.88  /..3.:7:9.350393/...3.7:880.-07503..3203..  202507.9/..91:389:9/.33.: .3839.2:3 5..9.7:82021:388:-0/.2.3.9807:.2..7.9.9 .3.91 .9. .9.90473423.9.3-07.2.07-.3570/.3  0025.3 9.3  50739.9/80-:980-.:.2 897:9:7839.  . .-.7:8.90473423. 80-.1:38 1:38.3570/.90203025.3203.3.:-07:7:9.9.39:3 5.5897:9:7839..3  /../...3 $:/.3:.38./.88232.5./79/.9  . $! 207:5.1:38..2.31:38839.....2.7.3..9:  $:8:3. !80-.5.  .32:3.4394/.9/.3.3..3897:9:7839.9.99:./04254..2.3 9. .9.2.2:3 .07-.9.88/.2.7.9047.2809.09244-07.1:38570/.703..3$ !  . 8.7:880.31:38/..3 0-.3 4394/.7:907.35./5.897:9:7 839.:909./.8:. 80-.

.9:.2025:3..9.78.3 839./4254303 502-039:8.203.3247144 .3203.3/.3.380.203.9.80..90473423.3/03.    0387.9.9.3.8.33.207:5.90473423. .3.808480397 /.3080:7:.091.8 -:.07-..8..3.39070.9:.3 4394-:.://05./.80 7.9/03.3.8..2574808 247144 $0/.3.02:33.9:.33.9047839.9:.38.9..247102 907.9.-07:5.7.9.88  $0/.9.9.8 .3.-07:5.390-.2839.9  439417.39:  2025:3.9:.503:/..7 %07/7/.7.9:. .:907.29.88 503..7 7...80/5.9.0-0-./  7091 !7054843.0-0-.9..380..2502-.9.803.88.9:.80.380.80-0:22.2.50381:38839. 9/.34254303 42543033.3839. 2025:3.-:3.8:.08.3.7.9:1:38839.9.9:. /-0..8 80.3839..343:38 . .203.88.3/. ..  439417.9.8008480397/-..80. /..80 7..507.342543035079.80/-0/.5705488/.9203.7 .503:-07.809:.7 909./.9.3-07:5.9:.9.3./. 3:207.3.  7. 2./.8-07.29.3203..9.2..7.. -07507.207:5.88 /.317../.07-./03..3-.8.2..-4.2022.3507./50381:38 1:38839.9.33...88 /-0/. /.!03:.3 -.9:.74254303//.3-07.2 .: 839.2025:3.88  .32:9.247102907.9.3 .80.33.80 .88.  .//:.3907-08. $0.8.30--08..3.3839.3.2503.37.50388.9.9/. 08.....34254303 0/:..9.9..703./. 2025:3.3 .7..3:39:203.35.:04254.247102-0-...9 !02-039:17..2574808247144  ..5.90475705488/.3/7..9/..8.9.88//.07.8.38.9:.3.9:17./     7.80-.2.17.3.380-..9.7:8-07:5.9.9.7.320388..5/.88.99.   #$    !03079..3. 2.38.

9.2.8/03.8.-07:5.9.703.3.5. .9.34254303.4254303.5.9:..2.3202-.8054891 7. 17..8.:04254.80.34254303.80447/3.5.81.  17.3 8.:80-.8003/480397/.380/07.33.8003/480397/80-:9:.342543033.9/507:.4254303.9:.3202-079.3/..3207:5.-:.9.7.803/480397 7.3 5.1./..343:3880.425430339 .907/7/./091.3202-. .91.07. .9: 42543033.803423.-07:5.33917..3393.8. 43/7091 7.91 7.  7. /80-:917.9/.08589-.3207::808.9:202-.7.3.9.091.34254303-.     7. :7:9.  17.9..947 .9/5079:.-0790473423.5.3.3/4308.91. /.3 .3393.507:.5..3/.34254303502-039:3.3/.07-.9. .3.80.805. . ..2-...3  07/.9.339 .9  17.2-.4254303-.30/:.3393.803:207.-07:5.80 7.8.:0-.80447/3.343805.      7.3.7. .9574/:91 .3/.80 447/3.3.8-07..:5743423.9.3 80/.91 7.: 80-.9.9/:-:3.-07:5..2.82.202-.703.3 425430339/.3203.91  7. .39/..9//05.342543030/:.-07:5.3:207..:17.07-..203:3.80..37.80/. /-0.9:17.3.9:4254303.9.9:17.7.3393.80.5.7:808:.80/.3 -0-07....3..317.808.80.3.9.9./.3  .5.80-07.3/9.80..3.808:-47/3.9:17.80.:503079..34043:38447/3.8.7..9.9..80.3202-.804/1.425430339  439480/.82.91. /03.3.17.3423..3.9.8.3393.25.8.8.7/:.342543035079.88      7.:2 80/.. .:.9..-07:5. 803.4254303 .79::8 805079 8 8.8.3     !07:.80.9/-0/../  17.

43897:8/80-:9.3.4254303 -07:5.703..3/03.7./.8:-0 4-0 /.2.88-07:5.3.9.:8..92.243897:8.3.243897:89:.9.9..:380.7:39:9../.9.//..2.35./.3.02:/840/:./.9  43940302.39: 507:./.80/.91 .3/4308.3.80..7./.9.:8..:8.2.....3/  .7:8.2.:8.8./...91  $0-:.43897:89:/-07..:.23.343805 43805:8:8 -.25073.2. .7 /.9.2.3/  $! .3/.9:43805 ./8.:8.8.8.:05..5.9075073./..3:39:202-07/0875880. $0/. :39:203./..99:3.8.8 /0. //.98:-0/./903./885.108 20.343805.3/:/://05..2.2-.9/80-:9.3 :38.:8.30/..:.793.3/03. -.-0743897:8 570/.9 .:3030  .3.9.:8./.9:.9.91 39074.3/885..-079.3/087583-.990780-:9-0781.3 3943. 3../.08.5../:3.3..3 43:38.3../907../.5.: 3030  ..:8.8. 80:7:-.390709.3 -071:3880-.3:38:7008.91 2. %025.0507:...850 038 :2.3 0907.2.:5:33907091 . .3.3 /3.2./3.2.380-.2. /087589:    &$    !03079.2-.. -..:05..2-:30907..3 570/.8:-0/..3839..:0-.9203.5.9/.9..3-071:3880-. 907./-073943.3502-.3  4394.9.3570/.9/84080-:.3 .503.3.8.8 .2.3.3.3 9.380.  .  $0..9  4394/2.907/.3./.8.7.58:...3 .3 0907.570/.7.8./89:-:.9.3.:17.9 -./8..:8...39..317.3..18805079/.3.2-.//.99:3..9570/.8.2.3943.3.9..9.3/:/://05..3.5  - 503:3..  ...9     09.8 9/.3.2.:8.9.39:-:.2. 24/.0907.380-.

3203.3570/.2025:3.97.9   .8:-08.03.8 .07-.3-07/.9047:38:7802039.9047802039.  .-07.:4-08.:8. .39/.32025:3.07-.3891  4394030203:88:7.9.5  ..:8. .3891 .5  80:7.9:  .07-.93.3891 ..93.3 :7..:8. .93.      07/.9047.3897:9:73..3891  4394030203..3..397.7./ 570/.32025:3.:8.:8.3570/..9.:8..      07/.   038.93..907..:8. ..:0907.3203.38  .3570/.3.:8./.3//08...07-../-0/.897:9:7.-07:5.7017081  439403080/././-.:8.93.3./ ...3.07-.-0-./..:8.8:-0/.  4394.203.:8.:8.:8..7./570/../  .:8.. .9 - .-07:5.07-..93.7017081 ././091..:8.3897:9:73..38...:8.3.:8.38 .509.3570/.2.397.3423. 038.8.907.3203.3570/.97.8.3570/.8.93.././-0/.:8.9 .3423.  .:8.3.8..7.:8..:8.07-.9.:38:7 :38:703...33.:8.3203.-0-...

:8.3.3570/.93.3907.91 .3.-/.-075:8.:8.203.8.8.5.9-07:5.9.90475705488  4394-://..9...9/.  4394:238. . 17.934339/03.  .3 /.091.39./..5./.-075:8.:8.3-.6:7 .  4394.7.3907/.2.3-07-..939/.2.2.:8.9047.07-.793.907.3-07857.98..07-.:8./.:8.:8.2.3.33943..5 -0781./..5:7  .38:-03.980-:.9.2570/...2.803:207.9  .3.202-...-.9:.:3097.9.93.9 ..8  ..:8.2-0-07...:8.3.  4394.9.7.:8.2.-07:5.:5003.9     .2.9//..9.-07:5.93  439467.9.9.:8.38:-03.89.3.3/03..:8.39./.9  .9:.8  .8..2.9.303.8..:":7 .9.  43899:039:803/7/.172.93./.93...9.97... .3570/.:.17.907.2 570/.3:207.9/0.7/.8.57054843.5 . .9/:-.3.108805079-.93.     038.3 .//.3 .3 203.9.:8.:17.:8.3570/.5.-075:8.939 .80-07.750393/.3570/.80 ..:8.813.93..381472./.9/.7.7..-075:8.907.9.8.91 .91  4394 '030/. .9:7.9..3/-039:/.9//.    %    !03079.9/. .43899:03/./...9..:.5.-07.2.

07-..02:8:-47/3.3570/. .92347  ../.5 ./.7.9.:8.3809.2.343:3880.25:7.2.9.7.92..    .2.2.: .33.92347.02: 2025:3.: 909.3/03.7..3.9.3570/.3.02:3 207:5.: .03.7 ./.2.2..3..02:.3 .47/.02: .5 28.9:.2. 2589 9.92.2.:8.3 :7..:0- .3..35.3 ..99:3.3.7..3.99:3..92.2.91 .3.2.3.9.93.:8. $0/.92.92.02:809.92.3.380/07.9/.92.3343 ..07-.2. . .907/7/.3:38:7 :38:73.7./.3907/7/..3.343:388:-47/3./:-:3.39./:-:3.3:-:3.91 .9.9:8.07-..02:./.3.92.9..809.03..8.:8.-. .703.2.-07:5.9.02:42508.3      .78.2.:8.3203. .2.:8.7.2:3 .2.3/.:  09..38.9.  . 2085:3 /.47.9.3.3 .2.3././  .2.9      .2./.9/.92.0-/.02:447/3.92.78.2.02:/-0/.8.92. 202:38:78:-0/..3.5 80:7.343:38 08589 805079/.:8.9 ..20289.:8.:8.2.:.9.9  ..9807:.2.3/03.3.3-0793.9: .:8.92.91 28.25:7.43:38   ..2.3.92.02:.   .2.2.3. 0/:.

3 -07.2../.93..3570/.2..3.9.9047.17.07-.   .9343 .80.-:.07-.9.

9907.5.33.2.2.3. -..3 03.3.8/.2.8.8/..   .7.9.9-07/7803/780-.9  .3.17.3/.9.19.9907.07-.2.:90254  .3 3./.9./.9202:.9-0-.7.8.5     3943.2./.7.9 3943.8.:.3.32030.5.2.35.2..39:.9..80-:.5.39/./.9-0-.2.80.9..9-07:5.90. .5.      .

3 - %0254.3  0 24/:84-. 5078.3.3203079.38:..3.7.7.:.33.3 0.3/-:9:.3     4/:8 850 .3203:7:99.9039.3.91 0.9:80. /.3.5..3 8502-.28:.7..3.3/:.7:8 :..3..3.3   24/:843/843.:..3:39:20./.73.78:57..7.3  / 24/:839074.9.-0-07.8.289:.5.3  ..3/.7.39073.9./. 24/:82507.91 033.-:3:..3.8 0.3.187.7:8.8.:39:202./.9:./ /.9.:033. 4/.:02.9./. 24/:83/.91 -078.:3097.7././.58448507-:.7. %0./....91 ....:38:78:57.7 ..91 50739..2-..7..54-091.9:.5.303.91 5079.38:.3.9.802039.24/:8 .802039..9::..3/::7-07/.7.5.3.7.7. .3      850.  - 24/:8459.38:..3  1 24/:8/08/07..8 4:8 /.3502-039:.1.9./.3  ...9088     4/:8.9: 80203/.503.9.

7.2.91 507-:.7.2.9      4/.3 :.850380591 50789.3 93/.850808.2.3907. /.38:380-039..9..2.9.3.3//..8504393:.9.5.31472.3/80-:9.3/-.:503../3..3/.2 570/./.380/.3 50789../.9:20303..507-:.03824/.2...9.8//.3 0.  .3907:8-07.3-07. .-.38:3  / .2.3.7:2:.8.7  1 .9..9.574808 /./.3.-0-07.3 0.38.-0-07.3-07.9..0907.9.9.9..9./.3.9.907.8505747081 507-:.9.7      ./-07:.38:3  - . .850 .9:907.5...2..5./..3.8 . 507-:.3203..85025071091 -07.3 /.3203.3  0 .91 507-:.8507050991 507-:..5 502-.

3.9.:.9079::5.5.9:.9./...3:9: . 24/.3 .2.9...9:/..3203434.3-./5. ..3.3 05..303.:907-08.3 /.7.2.3/.:50703.2 02.7 ..7.2..3/02:.5 803.3 507239..3-....9.39./.3.8.3.81 /.3507-:..9.8/0439 03.:38:7.7..8.3 57.3 503/03.2-..2./.9.89088.3.3  / 24/.38.9.240 502-.80589082 02:33. 033. 207:5.9:.9.2 .3.3..89088..9.890885.-.25:.3 .8.-0-07.83903843.7:8.89. 24/.:/0.3      4:8.89088 70854.89088./.3-8..3  - 24/.9. /.507.2.89088..3  ..9803.9..:8.:502-..:508079.9 43805 .2..77.91        !03079.9: /.8/3.89088701081 /./.39:      .90793.30.37.3.9.3.5.207..2.907/......3:-:3..9.3/.50./.2 /.91 /.9/03.

7.2.7..3/...7::.203.3.39::.. .5.3-. .9/-:....- .97...850802.80/:.5.30307 85081/.3.3.2.2.3...3:39:202-:.9 / 203:3.3.9:503. 43:38.9/:3...3:-:3..9.3907/.503/03.39::.3.7.3:-:-3..3507-..3./.980-:.9 .3.3:-:3.39:80-.9.3-07-..80/:..07. .-..3.3  $0.38.79...2880-:.5. 3 /.5.9.9:39:203:-:3.30588.3.9: ..380-. 203:3..9 5.2. 203:3.39/.9/.3.0/:.9:.3-.3.3.2. 3.2.9/03.-.:./.3.9 - 203:3.1  - 203:3.3:-:3.35.1488  ..9 0 203:3.39.3:-:3.380-.35079039.3..3//.9.3/3.39 .9.39. 203:3.2.7..3 ..39:.3 -../ 4081..5:3     ../.3.2..:5.35.9.7.. 2070.9..9.3-.

: -.9:-.39:/-:. 57480/:7 57480/:79079039: %3/..7503.38.:.203.3:7:9.5.39.2.809..947 .9/.58.:-.2...35.3.29.3....3203.9 50.8.7.9 .28.8.2-0825:.     038../-0/.383.5850:...5748.3.9-.-07/./:.....:7:9.././.3. .9/. . /.7:2039. .8.7...:/9.8 .7. .9180507939.3.3907...72.-07:9  %.:503.-...5203.3.9..... !.9.3047.1..3.3..3.:-.3203.8:850425..8.3/..3.3.3../.202-:9.3 8./.3/.7.8    %%##$%& 7.3 .850:.../.3... 9. . 0825:.3.257.3203..33472./..-:23-07-039:/.39.././.5.9    &$%$&   02.9:8 - .9.52: 9072. 9.35.5.3/03.3/.25..8::.5:8 .8...33:89 !..50325.3.253:7:9.3.5.3-07/.9:/.  .39..-..8 /.3.380-./.. .3.9 /.320303../.780507920.3..9 /.3 .9/...9. 9039:9/...1 203:3.307..805079.31.7. /..37::.2 -/.393.915:.3.3..2:3:89 909.3./03.393.9.8  085488 5078:.3-..7.38.9.9:/.9:8 .808:.7../..5850:...3503:7:3.7.8.9.8.3472.8.2.3/03..38:/:95.73.-.8. /-0/.99.3/.:0-03.//::340-:9 -:902578/..91 793.3.9: .3..3..3850:.9.:5:3/.9/..53502-.3..7.29. 808:.3.9..32030-.3..9.33./. 3/-0/.1/::47.3.:.9.9:.303./3.38.55079.3.3..8073.928.....3.90-07-./..550702-.380.39..3.3:-:3.393./-0/..8.  ..904798 .3/.7503:.9: .3.2.79:.-.5.3.3/..-:93.3-07503/.9:-8.

..9../03.3207:5.3.8..93.-.3.38:/.9..3203:8:3908:39:203: 549088 549088907.380.3.3-...-. 39.3 2.9./ 8047./ 0825:.2.9..9:-07/. //.308.3..3-..3/%.39099.-2. .8. 2. -.3.  /8533:899:80.5:3 0-..9/.9.3.51..25.509.3907/.8203..3..3 .53809.3203443 443.30825:.:80..3  %.91/. -..3203.3..80.3....32037.3/.5..-0:2 /902:..-.3. 2.:8 .3-..19.2037..7.32..38:.3/.3/.202.9.050393.-8..8/507:.7:203:25:.2-07-.02578..7-07-.9.7 :.  %.8.30825:.80-.02578 . 80-.209..5503.9.9../.. 8.73.5.9.2.8.203.3/:25:.7.535.39047 !.50/:.8. -.9:.25.33.9..:0825:.9..202.3.289:/-.8..22.0.2.7/9072..9.07.3-0:2 907/4:2039...9.3/.8..7.7-..9.%:.3 /90./.2.3 5079..7.:9047.80-0:2 507.850:.7.2503.7.3/.-.802:.3.//:3.20./.7/..-7.9.3::/3. ../. /9:7:3./:8.50/:.3 5079../::47.95.8.9:..7993/.5.8.47.8.8-.9..7.7.8.2203.3.9.81.3/.38..54-807./.8.3.70825:. /03..3/4:2039.8.-07..7:-007.2../.8./.9..-7. $0..39: /.8.9.7..3/3007 9.:549088 549088.2/.8.. ..9.3../.53 .../.3:.8.3-.3  02:/. 032.8 793..8 $02:.8.3 08..39.9. /.8 !.:/04254...9.2.3$0/..-.9/4-807.-..9:9047 !.39.7..8.3549088.8./.3/.90780-:9  .203.3. /-/.202-079047. .  8533:89/0.2.9..314841$0/.-.-07..25.7.3.8.702.32..7.7.8.320303././.3-07-.:..507:2:8.3207:5.2/8539:/7:2:8..35.-5079./..3.39:/. 2.35.9.38:.9202-..5 /8532:-07:8.3 9:-8./$:7./.3 2.38.7.8 .5/.7.8.7 ../..39:  .3 -07:8.3/-:.8...9.703./.-0:28.3-07/.30207/0..5....3850:.8/.7..2.8050793-0:2/..91.7.8.3.!07.8./. 1.1./:8.32..3/2-.850:.35079./.5.8.25.  .33.38:/.309/.3 80.9.30.9. .3 %3/.37/.35.7:8//...7:./.

.-.9:0825:./.3 909.3:.:./03....9.3.7./.7:83.9:990825:.90/:/:.3.380.-07:9 .7-. 9.33:89:.9: 3:898073/80-:9 3424909 02:/.:/.3.9./.: 3 40.3:2:2 -07/./4.30825:.390.3. 5...3 -07:39:3 793.5701820 /2-:.:.3/70.9/.30825:. 8:.9.2/80-:9570282.0-03.3 850309 &25.. .  0.8  .3/8.9: -039: 207:-..3./.:8:8/.3.9.9./.8. 203:7:950309.3/.9../:25:.  !03/0.8.81.3/9093..80-./.2-.2.30825:.32:.3/.9.88/...025789: 0825:.9.3.9:/.9.39. .85./.3/5.-.3./03.78:.3.. 2:.4.79802.7. /.35..-.3:89 9/.9.3.70825:.47 .3 80./03.39: 2.203:-.8.703..33-..33.8.703.7.3.3:2:2.8 2./.780.70907.7. ...02578..33.9:7./. 0./80-:90825:.3/...7.5073.0/:/:.3:93. /./0/:91.2:02578 3:89-07:8..3-039:/./.8.:.5..3:2:2 80.9:0825:. 025789:/.9..-007.9.9.. 0825:.3/0/:918.9.3/0/:91/03.02578 .39:-07.0257880.5../.9.02578.3 /0/:919:  $0-..32:3.3 :2:2 .3/.39:/2:.3./..3.7 .9.790825:.:..30825:.503./.80. .9.4380580-.7.7 0825:.:2:203..3/:91/.7../..3.:8:8 ./03.8.:39:203.9.  $0.4..3/.38.33/:91  02:/.39:203.302578-./.33..-.8../.3/03.3.9/.3570/.3-07/.-039:.9.3/:91  2:..3..7.22:4.902../ 507:/.  /.39:35.8.4 /03../.80.8.8.7:9:9/.7.3808:.3/507:.203.3 0825:.280:2../.-070395.0-.8. 793.33.7.5..3/.9.7. 3.:0.  .2.  .30825:.7 :-.0.:/9.7.:8:8/9.9.-.8.75701820 /9.7.9-07.3907:8203025:73.7/.390780-:9-07/.33.2:3 0-03..3 .8./.-07.9.3-.3/.3203:25:.-40 /4947 4050309.3 20303.33 /: .

5..9: /03./.703.9: 80../.20250.3:89./.3/03./..7-.3.-.9:-..8.9:0.3-.20250.3...3848..3808047.3 8:-/853  .8.-:/.33.3-. ..9.7.703.80-..850/.30.:25:.3.5.3:89203/0.8...9:88902 2.-0781.8.:25:../..:25:...39039:3.73...38..80-.5.390705.3.3:-:3.380-..2./:3.202-07. .8.3-0703. 9:8..5.5.-07:8.8 $0.8.8 20..7.9 .703.33..307.:.. -:.-.33.5.73.9.3 .7.3..../.350393/.....203./.7 -.. .:.3./.....9.-:3:..7..9:907-.3 !02-.80.3-07/7803/7 803/7  0025.9:.703./.3    $:-/8533:89 $09.3 -/....7.83743/.9:0./.3.8.:503.3. 2.9-.8.350702-.8.8.3/03.4-./.703.7-.793.9:9079039: $9:/83743-0781.9./.3-07:-:3.-.91  02.7..889029: /80-:9 503/0. /./.3 .39:/. ...7438073:..9-.57207 80/.7.3..4-0.8.34942..3.9..:.. ..3/.3.9/087591 .9.380-.28 .81.8.9025783.8:./80-:9503/0.80./..320.703.80:3/07  0/:..8.98 .8.3./03..793.3:89202507.3 50702-.3:89 -.5.5/8532:-.9: $0..3-.9:5:.9-07:-. /0875891/.:39:/03. 203:3./.35.9 -.9: 805..3.3:8920.2.:-:3.38.8.320.-.7.3.3:38:7.80./-.3 -07-. . 2.9:.9-.703.7:83.3/3.9-.:25:.3:8920250. .!079.9.3:899/.3 -.3897:9:7.3..3-07-.3:38:7 :38:7.9...7.2025:3.7.3 ..8.9:203:7:9.-..23:89..3:38:7.-.-.57085091 793.-:3 793.8:./80-:989:/8947425..8503.8.8...7....3/8539:/03. 2.9502.. 80-.3...:80-.9:3 2.3-:.703.:7:3..9.30/:5.8 .743 .3 -..8....-.8.02578 /.3 203:7:985030980.8.3..743 $0.39/.380-03.3 !03/0.3.8.32..2:7:3./:3..3.390705.8.3:89203/0.3..-.808:.8. 80-. /03.83743.8-/./..3  09..3 80-.3 2./..

.34-0..8./.33:89:8:8  3:89:2:23:89..../.3-07:8./.2.9.3.3 9/.9:-.39:8.5 080:7:..8..0..3.2-::3907:9.8.3:2:2/.5.3/8532:9:8.8. 207:5.5.9./.3:8983743 /.80./..     07/.3203.3/..780..5..2.8.:.8.4-..8:-/853../.8..... .3.14344  247144 /.:2:23./.788902-.5.34-0.8.33.32.3/.:2:2 .8. -.33.:203.3/.3.8../.9/05.9.3 0..805.9:.-.3.8.8.3:8:83/.88-./:.388902-.9./.3.9:.5.203.-.50702-..5./:.5.3.9..3.31034203.: 203.7..2.9.5.9/.8:-/8533:899:     07/.3/:3.2:  033.5.9079039:../..9/-0/.50702-.33:899:8..2-::39.8.33.7./.:2:23. 3.3:8. 20304254.8. .:-.3839.3.8.743  3:8983743.9/-0/. .7..8 2...: -.3907.2: .5.:.20303..7.3/.2.203.8../.8.. 9079039:/..5.::.3.9:9.3.9.703.9 80/..9.7.3-072.8.3. 9: !02-..-.703..9.3 /:3.3.4-03:89 .3:89:2:2/./.8..7.9:.9-.8.32.

3.:3/:.8.  5.5.3 $9:/3:89837433-..3425.3/..7.2..  .7433-./03.8.9.8.703..8.3./..:39: 20309./80-:9:...9 89478/. -.8.9..8.8./.5...5.3:89 /087591 .-039: 507:-.-.33.:-.-.9..8. 2..2.9:-08079.-0781.7.80./.-./..8.8.33:89/... .3.8 28.9/./.7433907:9.2.380.3.8..7..8 .3-.203/08758../.743-07:5.3 -.:80.3 907-.5..91 %::.9.-07:5.907-.8..5::.9079039:  3:89/.350702-./087591203.897:9:7. /0..203.203.8.8.33:89/.-.

.33.8.7.5.8..   07/..34-0.897:9:739073. .-.

2.7-..9-./../2..:48.7.-..33:89 3974543:89./.7 .8.203..84844/.74 743:89/./..-.3..502-039:..97.. .3/50..3 .745:3203./ 8989.2: 3907/85307.9. 0844 2030/843.9.8:-/853 ...250789./..38.3507.2:-:3./8.7..3 471442030/897:9:7.:/..33.8.9: $0/.32:8:8.3.33:892.38.88/.3 3:892.31.3.3 47144/.8.9..7./../.7-:3-...320250..8.3.3 .3./8.7-./..../03.357.8..9:7.392030/2..503:8:3.33..3/.947 1.320250.7-.-.-07.33.2..7.8.8.33:89 !843:89.8..3 3:89 $989.7 3:8980-.320250.25:..8:-/8533:89./03.2..8..2-039: -039:.8./03.8. 5844/.33. 8:-/8533:89.202-.-:/.3.3.3 2:3907/85307..3.7.3.3974544/.947:.3:89 274/../.-..8.  8079.7 -..207:5.3/:3..7. 44.8..:5:3439089:.2.8:-/8533:89.9.3.3907/.9 /50740 .../.9:..9: -/..8.-:/2./...7.080:7:.389://./.31:383.39.3.7:-:3.9/:..9:..-.8:.9.9:.39.33. 7.8:-/8533:892.7.3:..7-07-.9../.3-:/. $39.74.-.9: :-:3.-.7-..33..8.:2:23.7.897... 2. 897:9:739073. /.28.3-0781. :-:3../..8.3502.8.8:-.32:3907/85307.9:/.850  $9:/3:892743808:3:3.9.947/:.81..743:89  3:89274203./03.:9.8.2.3 -...3-07-.9.8:.5.5./ 5843:893207:5./.7...7.9.-.39.3.9..9.7.908.2.3..897./.39. -.8.8.3:89/.7..-.9079039:.380.9: -./.5.  $4843:89.897:9:739073./.:897:9:739073. $02./843..882030/8.02. -.33.3 839.9..3 8..947 1...8.703.3.3/./.9:./.8. ../-0/..9 $4843:893207:5.288902 0-.32:3907/85307.9:-.3.897:9:739073.3:8.8..3-.75.3.3 8.31..9:/03..8.8.7:-:3.7-.39. .9.8.8.9:. .33./.5.-.3-.947/:.2.8:-/8533:89.3 20250. 9072.3:8.32....9.8079.32030/-. 4344 2030/.907...3. 0--./3.3.  3974543:89207:5.803.

39.3-.    $$&$% .3-.0944..8 -.38.. 3:890307. .380.:/./.3/..3 2:3907/85307.39::.9.320250.20/:5.9-.././03..74/7. 2.3:-:3.91802./.380.3 -../..     07/.843.8.3 /8.320250.8:-/8533:89..9. :39:207:2:8.33:899:802.8.80-.39047098 3:89 .8.1. 202.5..703.2.3...3.25030/..3.7:7.8.32.  ./.3:89 80.9. .32.:.5./843.8.3 3:899047098203.3..843.39047.20/:5.3/.5:-:3..:39: 20302:. 8079..7 /.2030/50702-.9../.. 8079...0/.89.8.8.8.5030/../.3.3 57.9.-..3907..3.. .3 ./.39047..57.3047../. 3:89 97.:. .907./.02.7.9.9:.24-0.9.28:./.3.2.9-09.9 503//.3:39:/907.80-.-/..72.8.7:2: 2:.5-..320250. ... 0.9 0507.39047-0.38..3 .8:.3 8.3-.9: -.31.. .9.. 3:89897:9:7.3.3.907.3-07.3.3:899047098/../.8.33.5.09443 207:5.3:893-07:8.7-.7:50-.7-.:39:050393.7.35030/.33.8//...20250..4-03:899: .3:8.7.7.3:89/.8.39079:8 44207:5..7 503..: :.380: -0:2:3:899:803/7/.3 /./.33.1     07/. 0-:/./.3.8.30/:/:.5.33:89907./.83.7.:..39 3:8970..947/:.947 1.8/.3 2.39...3.380.7438059:.5./03.9./.:8:-/853 3:899: 3907.3.8.0.381472.3/:3.3:8.7.8.30-:/. /.907/.3 .9.8:-/8533:89.8. /.32025:3.9:-.989.7 .2-.9.7..9079039: .8../.9/.9.3/.3:89...3503./-0/./.3:8997.9.3 -.7-.7-8..7.3 3:8988902  /.9:.32:3907/85307.8..53:89805. .

38.9:14309 14302 247144 839.9 $09.3989.: 47439.3907/.:.2-.7/:.:43899:03 43899:03.  4:80280.3839..2:39/.2.3.//.38:3 202-.3907/7/.3802.3. 3.3.9:.7.3.8.2..38.8:..7.3202-.8.2..9:.25.39.80 8.9-.3 .3-.7 .202-073.80.:5:38.7.503079./7/.3..8.9.8 :-:3.3.3 0.43805/0 $. .:-:3.91.3.3:38:.. .3.39..9.8:28.3907..9:8.3.3-.3:38..9:.88!74808&38:7 .3.393.33.33.370.9..-:.9.3-.3.33:8032.28:8:3. 8..2./.9:.3 :-:3.8.. #0.9/.3-.3437099079039:80/.::39:802:.9:.:88:70   /.9.3..8./.3&38:7/.389.2 -::3.5747/.9.7.9:903/.43899:03. 2.3..3907/./:.9../.8 839.39.32471448..3.7../.8.3.:70.3 17.3897-:8 .39     $97:9:7 $8902 /.5.5.2-./.9839.2. 039..88#.3.  90702..9.9043899:0393..8.3.38:38073/80-:9:./.99/.848./.3.88:38:7 :38:7.88  .8.39.9.9.88-.5:.88..38:3 3.:.9.9:.3..5...5/03. -0781.39:     3./2.8.3 8.9907.:-:.:0-905. 8047.7..3.9.2.8.3.7./.7.:88:709: 909.907-9 202-0/.4:780/03:96:00307.0 907-95079..9:/03.-07.3.33.7.9.7.-07.9 8079.8.9 3783.3/4308.:8.2 .9:.3-.930.5.3.5802:.883:89/./.9:.:5.30- :.3:8924/073 07/3. 038:-:3.8.9:..2203..380/9507:-.     3..7 203.9.3 8..9..8.8. .8.9:.8.38:3  .8../ :-:3.2-.848.983-0781.91/03.3//0$.9:.9:.5.3907/0.:203.98 ..220/.. ./..3 907/.3-07.2.3.9.88:38:7. 9.9:.3907.3.//.88 /.88-./2.58.3.35.3-.5-.9:.9  :-:3.  909.

9:. 8.3-...77.3 8.7/33 0 .3 907/7/./-039:.9:.30/33.3/ .3.7.887.8.3-./.390792-:3907/7/.:/9.9.7:38:7 :38:7 ..3.7907  92-:3 8.3:38:7 3783.302039  203.9.3..9:.902 .809.58.

77:2.88574808:38:7 -.78:.8/.3.75748084318.78:..3 .3..3  07-0/.8.58.8/..3-.8.  ...9:.8907 /03.792-:3 -039: 0/33.3/.3...9:574808502-039:. 7:2.3.3...8.907/7/.207:5.757480857018.9:574808502-039:...3 /-039:/.887.5809.3.58.37:2.3:38:73809..80 ./.8.3/ 574.887./.088 203.8/. .8/. .7     -:.3-. 7:2.7    80-.3783.3 /.3./03.2.3. 907/7/.902 ./ /..3.9:.3:38:7 2./ -039:90792-:3 ../...

 50309.8/..3.3/.8.8.:7: 907:9.320.3.33:898.35.93/.7.31.2025:3..: 0847.:.2203008..88 802.:2070..30--.3802.9202-.3:8803/750309..7.3 80-...88 /.../507:.50.98.9.2:8.3202-072.3...9.393:89 909../03../03.25.78:-/85314344 247144 839. 50309.  .2.897./..3.32.    %&$% .35023.2203008..33.2:8/.:-:3.8... 50309.50309  79:8 /.7.3..8../.7..9/.107203:.802:.:.9 /8:8:3  ..33:89 2.3/03.3 50309.33:89 9: 207:5.:.3:899039:.83.3 -0703./.3203. /.3.9/. .897.3 8.8.5.3/.--.384843:89/.770/:5.897.2:3380-:.503:8:3..3.3-.7/33  /.3802:. %.:.302.203. 50309..8503:897.3/03.3202-.83..7..3-:.-802:.5.33:89.8. 80-.  .3247144 839.3 -0703.3/../03.820303./.3  .5:.50309.9/03..:.3.39:.8503:892:9..3/03.33:892:9.3 0-2:/..39:3.8. .7.8. .8.:.5/.950393 2:.8.../507:. 7:2.:..3:.3-039:7:2.320303..50.:7:-.39 0844 8.77:2.8907..39:.3:89.8913:89 .2070.30-:/./4-050309.2202.3.2.25.5030702.39:/. .34397.

038 34248 . /./03.-. -. .:2 3.8..8..9:7. -.3.    $##&$% $9:/3:89203..31.:2 43.9.3.55079.302..35079039..8://...3.509.7.3  %.33:89.:549:8...2./..8.7.3 80.7..8./.9.3 5..9.:549:8.8.7.9./843.3.3. -.3-.9:-.8.-.781. :8: /.2 188  .3.5507:2:8.31.9./03. 97.3202-079:39:3.8.2 57385 .8.9:2025:3.9. -..8.503:8:3-:: 908/..3 8:2-07 /.8 !03/.7. 9: -0781. -0781..202-072.81.544. 9..3.3/044/..3 9.8   %.. 80-.3907.54-807..3.3 802....39..1./ /.5.-.3203.50/:..7.3 84843:89 :8:83. -07/.7 1472..8.03843... /03.7.2..550702-. .3.5.88 -..3.8..3 /5079..7.9 /. 9.9.2.7 2... .2.3-./5079039.9 43..39047  &$%%#$  .7:8203:.3/.7.9 .3.3:85..29.30..3 1472. -07/.39:203:.9 /.9 20248.8.7.334248 .:-::908 !0309.-.2203:8:3.33.9.:5020739..8.8.:-:3. 9...39 / :.9079039:  &$%& ..3:3.: 43.3 .343805 43805 030../.3/.9..:30. /.9 .5850:.9/..8..188/.3-. 30.:549:8!079.2.2.. -.5.7 ./03.7.3 18...3.9:  !079039.22.8.-::90780-:9  .9.9.502-.3 :8.9 .:.8   %.3 9/.33:89:.7... 9: 803/7 ..//.8/.9039:/.7.:.92070/.3808:.503:8:3-::50.7:8202507:..3 2... 18:1 :3.3:8./.39  /.304.9-.5.7507-0/.2. 89. .2 503//.3 .8..8.8.3 ..  0/:.9.93:89-.35.3..2/.7.3905.5.3.3:89/.!0309.3203008.848. 897:9:7.9.3.303..3/.3. 9.28:. 203.038 34248  .

9:.793.9./50740/.. 2.9:97.7./8.3.8:.88:.3.

7-::438:8%7..23..3 -..3.38.9 3.3 -.7.8:3 10233 /.3.9.89:/-. 02578  5. !03/. -.4/..3.3003/.8.9 907.9..9:2:7/!.5.39.9 203.3.-.9. 2034/47. 2.202507/0-.9 9/./03.44  .35079.8. .8.   !079039.3 /0138 4380580.20.8.  &# .-.-07:-.3503079.8.9.3.9:7  $0/.9:-07.9...  03...370947. 5073.7.59. ...97.  .202-0/..9: !749447.342.  .9 -../.94 /../.3.-..3202-0/.4 805079!. /03.3-/./.3 78949008 20302:.3 -.89  8.. .39.39./. -007./ .8  9.38  $03. ..3.547.3 57.8.. ..3  /4.3 30:97:2  . -07503/.7.5./.:8:8:39:89:/-.3 2:33 -8.  &$%  070.3.3 . -0781.3 :3/.:-0794.34342.../.24342.9-07/. /.2.7.8.80.3././.2 038 0...3 -:33. 702.9.32.2.383/0824  W03:7:93.9:7  &$ !$ %443. -.3702./.342././.  02-0/.3. ./.9.94  W03:7:93./843. .389.4.2.3.  !%  .202-0/.3.:2 .8.2-::3.3 2...3507. 80.3  070.9:4342.. 202-07.342. 907...80-.9..  #$% %$ 207:5./..9.8.:.8  202-.2. 50739.9: 2.0-.3.8.8.  #  .9 5./. 9: -0781...9.7.8.3702.2.3.9 2020393.389:/-.7..9.7.../03.34.4/...:..3:8.  .3..3..3507:/09.3 047.8.8 /.8.. 03/07  .3950 950. -..8.:2.47.357450709.

-:.:8  0303.7.3  %44 .83.9.-03/..3 90703.:8. 0 3:... /03.:8 /.3 /.8.2./03...8 /. /.07.3:9.9-.774/.  -:.33./.93.7 ./.78  3899:943087.9.:8 0309.9.9. :3.9.22.2 -.774202-0/.9:3423.9.3.3 ./.3 !78./.9:7.9.-::9: ..8. ...83.7.33:89. :8:.93.9:. .8 507:-.323030/..3 ./.3..8.2025.7../.. '.7.35.8.. 5. . '.33:89.  '..:8/.2 -.3.9.3 . 3899:943087./.3.3 9:8..774 202-.774...3 .:8 .9.8.-. 5.3 #42..8.9.:8 .3.9.//03.93/.0  '... /.8:8  /.0 %.  80/.  4344  /-.3203.4.0.9:9/-..22. .9.3 /..79850 /.8.!78.3../..3502-039:.-..93 203:7:9 '.3 :3.3.9.-..2.5 0.. .3-039:.3 03:.9.32030/.$9:/ -.4:39.774  /03.320303.3 .3/03.  9244..07-:2  %039.  47144.-08079.  ...

9.4.. -:3 /80-:9 549089.3 /.49907.9.8  :3 /-0/.. :7:1 /80-:9 1:7.9. /. .5.2. /.3 20303.3 /80-:9 9907.94.0 -. .79:.42.3203.7.3 9070..:7:1 .79:.9.7 -:3 ./.4907./.3  .3.9 /9:8.0  ..  - 47144 202-.

8..3:8 5073..8.7.-.3..8.9. 7.3 5079039./:..3 508./5027.-7.0/:/:..7.94 9.99:8008.94 /.9...04.3 .  $39..3.-..07-:2  5.9..93  !097:8 85.3 . .3502-:.2.4 /.3.7-.9.3.3.580-./34203 .. 8:8:3 .3/.3-.8.3 .7.8.3 0.33.8.- -..334248 ..-.7./ 507903.3 5..9.- -0702-.3. ..5:2 57434203 .3308  /03. -./ 5.3.3509:9/-.08  #$$ .8.703. ...8.7 47.39./.  207:5.3  3:89 7.3 -:: -07:/:$:22:.289:/-.8.:3 4.3.39.3/.. 850:.94  ...9..8...07-:2 57.2 ./.7 .88  202-.-80-.3203.8 /..8 3907.3.8.3 .9.79./.3..:34/89.43:3.2.2.7..0  202-.8.342. .3 /80-:9 47.2./24/073 . .  !#% ...7.745.-8:.7. -. /50.3.8. 745...7.9.3507903.  &$%$%#&%&#$ .7 !.054894 39070.9..7. . -. 203.3 -0780.8 /08758 7.188 /.... -.3 203:3:.  %.39./-0/.-..2.:8 /03.3.

88 ..20303..379./03.39 /..8 43899:03 43899:03 .3 9: /.3 :.3:9.743  507-0/.3/ /0 $.7 .314344    7. /2:.7.2544 57484/ 4!7484/.3 .8 20303.1434457484/ /.8 .9.9/..3 3 /-0/.:88:70  207:5.2 -:: 3 /-.3 04802.908:8  .2. 3:89 24/073 /03.3203.. 43805 90./2.39.. :-:3.3 5.3 90...3 :-:3.5.3 -. 83743 /.7.7. /.3 944 4:8 0280.  07/3.39  /03.98   7.3. 4:780 /0 3:896:0 0307.7.3 839.390473.3907-039:40803/.9: '02 ..8.3 -::3..3 8310 /.2 ..3../2.9    7.0  . !7.35..35.3 /03.  03.88 -.-:3.314302  4!7484/.3:0 /.. 02:/.2.7.3 /.3.  9443.3831.14309/. .3 2025:3.3 90703.740  507-0/.

8.   3:89$8902.0/.3503:5.7 .7 /.9.23.7.  0/:.8002..7../.  0025.8.3 0- -08. 0-203:9..907/.3507.8 1430983. 14302 143028:57.7-.83.80-.3-.802039.50.8.2.  4 !7484/ ..9079039:-08079.3/.9:..3502-07.9544 544 !079../.3 .8.8.8.2.9.. 202.3..3.3./.370.5.3-.8.75./.  09.7.: 8.9 20303.9 /. 202-07.. 20..25.

.9 5.8.-.2.7/44210//.3 44210/ :39: 2039.8.3/207.3 8.5.9.9:/207.-. -.8.7./.  0/:.   043.2./.3$97:9:7..33:89 !079.0941207.7.8$4.2-.3/.   7.89 80.202 . 203..3. ..1.5 2.3.  09. 2.7.4393:2  02.7.3 /03.947.3:8 207.8207.2.3/-07.33.3-0702-.3%.3 -.1.  5.  5034.3.%03:89.3:9..80. .39.. 0-07.  .8.32030-. 203./.3 2 18.

1:38 7..9:.3207:5./.9.3470.202.7839.7. 8.03:7:93...9.88.3/.8.8.39.2.

7 9. 47.-.07-.3 5.   $08:.-. 43805 3:89 24/073 9: -./.39 /.29..8.9.9. /03.3-.38004254-039: -039:.3-.3.#0.3/.9.9./.390307.3.7:8/..3143448   $02. / 3/4308..447/3.93:893/4308..7..8 57.9/.7:8-07-039:80/02.99.5. 2...9.:5:3:. 3:8 80347  -07/7.90780-:9  %.3 -./..9:4254303839./.:3  .0.9 42403 /.33.-.  %.8.380507./.-.39/.3 570/.  '07-.3/5079:.8.3  9.8.:.8:8 207:5.9.5./3/4308. /.7: 9-..7.2 2...7.2..9825.907/7/. -.97.30...9:.3  &$%%#$ #$ # #$$&  %.8 03:89.90780-:9.9.8.9.843.7:203   %.381472.80507.849/03..74254303.%7.3/.40502.7 .70.843....8.73007   .3/.7:8/503:/.-. /.8.91 03:7:9 9047 0307. 8.37:5. .88 802../.3.2 .33423..2 ::/ 9047 .9 80397.78.  %.2. 3/4308..8. 3  -.2. :.39.3 907-.9. 5020739..8.. .3.....-81472.3 839..3/..91 802. %::..7.3 :-:3.8:8 .8 $. /..8. 34/08 80507..8. 443.3 /:-:3.3 3423.3745..7.3/-073.8.7. .3.7.:39: 050393. 3 /.3 .  02.9.8.1:383.8.843.3/.3..9/9072. -.98.8.3 3:89 5. 2..9 . 203/:/: 9025.39  897:9:7 802..3..8.88 -0781.9./.5078.3405.80-.38. 0802089.908  %%&$% $ !0309. /03.3/03.8   %.2 9.. 80:2.-.8.. . 2.3..