BAB 6 TATARAN LINGUISTIK 3

SINTAKSIS Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa dan gramatikal. Karaena perbedaan keduanya tidak terlihat jelas maka muncul morfosintaksis. Morfosintaksis adalah gabungan dari morfologi dan sistaksis, untuk menyebut keduanya sebagai bidang satu pembahasan. Morfologi membicarakan struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Pembahasan dalam sintaksis: 1. Struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori dan peran sintaksis serta alat-alat yang digunakan dalam membangun struktur itu. 2. Satuan-satuan sintaksis yang berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana. 3. Hal-hal lain yang berkenaan dengan sintaksis, seperti masalah modus, aspek dan sebagainya. 1.1 STRUKTUR SINTAKSIS Ada beberapa kelompok dalam sintaksis - Kelompok pertama yaitu subyek, predikat, obyek, dan keterangan adalah kelompok fungsi sintaksis - Kelompok kedua yaitu nomina, verba, ajektiva, dan numeralia adalah peristilahan dengan kategori sintaksis. - Kelompok ketiga yaitu pelaku, penderita dan penerima adalah peristilahan yang berkenaan dengan peran sintaksis Menurut Ver haar (1978) fungsi sintaksis terdiri dari S,P,O,K merupakan kotak-kotak kosong atau tempat kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat. Bagi chafe predikat harus selalu berupa verba atau kategori lain yang diverbakan. 6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Dalam tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil, yang menjadi komponen pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frase. Ada dua macam kata : kata penuh (full word) dan kata tugas (function word) Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka dan dapat bersendiri sebagai sebuah satuan tuturan. Kata tugas kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dan tidak dapat bersendiri. Yang merupakan kategori kata penuh yaitu nomina, verba, ajektiva, adverbia, dan numeralia, sedangkan yang termasuk kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi. 6.3 FRASE 6.3.1 Pengertian Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Karena frase adalah satuan gramatikal bebas terkecil maka frasa berupa morfem bebas, bukan morfem terikat. Frase tidak terdiri dari subjek – predikat atau predikat – objek. Karena frase merupakan salah satu fungsi sintaksis maka frase tidak dapat dipindah sendirian harus digunakan secara keseluruhan. Contoh : kamar mandi tidak boleh dipisah : kamar dan mandi Perbedaan frase dan kata majemuk yaitu : - Kata majemuk yaitu komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna, merupakan morfem terikat - Frase yaitu tidak memiliki makna baru, melainkan merupakan fungsi sintaksis dan makna gramatikal, merupakan morfem bebas yang benar-benar berstatus kata. 6.3.2 Jenis Frase Jenis-jenis frase yaitu : a. frase eksosentrik

frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Frase ini dapat mengisi fungsi keterangan. Frase eksentrik dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Fase eksosentrik yang direktif adalah fase yang komponen utamanya berupa preposisi seperti di, ke, dan dari. Frase ini disebut juga frase preposisional. 2. frase eksosentrik non-direktif adalah komponen pertamanya artikulus (sebutan). b. Frase Endosentrik (modifikatif) Frase Endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Disebut frase modifikatif karena komponen keduanya yaitu bukan komponen yang bukan inti atau hulu. c. Frase Koordinatif adalah frase yang komponen pembentukannya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama atau sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tunggal seperti dan, atau,maupun konjungsi terbagi seperti: baik….baik, makin…. makin, danbaik maupun. d. Frase Apositif Adalah frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. 6.3.3 Perluasan Frase Frase dapat diperluas artinya frase dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. 6.4 KLAUSA Pengertian klausa Klausa adalah runtunan kata-kata yang berkonstruksi predikatif artinya didalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain sebagai subyek, sebagai obyek dan sebagainya. Klausa Ferbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba. Klausa verba dibagi yaitu: - Klausa transitif : Klausa yang predikatnya berupa verba transitif. - Klausa intransitif: Klausa yang predikatnya berupa verba Intansitif

- Klausa reflektif: Klausa yang predikatnya berupa verba Refleksi - Klausa Resiprokal: Klausa yang predikatnya berupa verba Resiprokal Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nominal atau frase nominal Klausa ajektifa adalah klausa yang predikatnya berupa ajektifa Klausa adverbia adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase preposisi Klausa numeral adalah klausa yang subyeknya berupa kata atau frase numeralia Klausa berpusat adalah klausa yang subyeknya terikat pada predikatnya. 6.5 KALIMAT 6.5.1 Pengertian kalimat Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi konjungsi serta intonasi final. 6.5.2 Jenis kalimat a. Kalimat inti dan kalimat non-inti Kalimat inti(kalimat dasar) adalah kalima yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap berdasarkan deklaratif , aktif atau netral dan afirmatif. b. Kalimat tunggal dan majemuk kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa. Kalimt majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. C. kalimat Mayor dan kalimat Minor Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya sekurang-kurangnya memiliki unsur subyek dan predikat. Kalimat Minor adalah kalimat yang klausanya hanya terdiri dari subyek saja, obyek, atau keterangan saja. Biasanya merupakan jawaban suatu pertanyaan. d. Kalimat verbal dan kalimat nonverbal kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata / frase yang berkategori verbal.

Kalimat nonVerbsl adalah kalimat yang predikatnya berupa kata atau frase. e. kalimat Bebas dan kalimat terikat Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk ujuran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat / konteks lain yang menjelaskan Kalimat terikat adalah ka;imat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. 6.5.3 Intonasi Kalimat Tekanan , nada / tempo bersifat fonemis pad bahasa tertentu. Artinya, ketika unsur suprasegmental dapat memebedakan makna kata karena berlaku sebagai fonem . 6.5.4 Modus , Aspek , kala ,modalitas dan diatesis 1. Modus, adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap sipembicara tebtabg apa yang diucapkannya 2. Aspek, adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi , keadaan , kejadian atau proses. 3. Kala atau tenses , adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan eaktu terjadinya perbuatan kejadian, tindakan yang disebutkan didalam predikat. 4. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicaraan terhadap hal yang dibicarakan. 5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu . 6. Ditesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dilakukan dalam kalimat itu. 6.6 WACANA Adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar 6.6.1 Kekoherensial yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur – unsur yang ada dalam wacana tersebut 6.6.2 Alat wacana

Menggunakan Elipsis : Penghilanggan bagian kalimat yang sama yang terdapat kalimat yang lain 6. wacana Prosa 2.3 Jenis wacana Berkenaan sarananya : 1. Penurunan Tingkat Bagan Urutan heriarki satuan : Wacana Kalimat .Subbab 3. nya.6.Paragraf 4.4 Subsatuan Wacana Meliputi: 1. Bab 2.subParagraf 6.7. konjunksi : menghubungkan kalimat . Wacana lisan 2. CATATAN MENGENAI HEIRARKI SATUAN Urutan heriarki satuan adalah urutan normalteoritis Faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan urutan : 1. pelompatan tingkat 2. Wacana Puisi 6. antar paragraf b.Alat – alat gramatikal untuk membuat wacana antara lain : a. dan itu sebagai rujukan anatoris c. pelapisan Tingkat 3. ini. wacana tulisan Jenis wacana dilihat dari penggunaan bahasa : 1.6. menggunakan kata ganti dia . mereka.

Memperdebatkan analogi dan anomaly . Analogi dan anomaly • Fisis (alami) = punya prinsip abadi dan tidak dapat diubah dan ditolak • Nomos (konvensi) = diperoleh dari hasil tradisi atau kebiasaan dan mungkin bisa diubah • Analogi = tata bahasa bersifat teratur • Anomaly = tata bahasa tidak bersifat teratur 8. menggunakan ukuran tertentu.1 Linguistik Tradisonal Tata bahasa tradisional sering dipertentangkan dengan istilah struktural.Klausa Kata frase kata morfem BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK 8. Protogaros membagi kalimat menjadi : kal Tanya.2 Plato (429-347 s. Fisis dan Nomos 2.1.m) Dalam studinya : 1. 8. mementingkan retorika dalam studi. 8. jawab. sedangkan tata bahasa structural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam bahasa.1 Linguistik Zaman Yunani Pada zaman ini para linguis mempertentangkan : 1.1. dan membedakan kalimat berdasarkan isi dan makna.1. perintah. laporan.1 Kaum Sophis Mereka melakukan kerja empiris. do’a dan undangan.1. Karena linguistic tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic.1.

Legein (bunyi fonologi yang bermakna).1.1.1. propheral (bunyi bahasa yang bermakna).Kata kerja komplet. Orang pertama yang membedakan kata dalam onoma dan rhema. dan Syndesmoy (preposisi dan konjungsi) 8.1.1 Varro dan”De Lingua Latina” Dalam bukunya itu Varro membicarakan : a. aktif dan pasif 8.1. hal diluar bahasa (benda /situasi).Membagi kata : benda. • Onoma : nama (bhsa shari-hari). Etimologi : mempelajari asal usul kata beserta artinya Ex : Perubahan Bunyi “duellum” → “belum” (perang) Perubahan Makna “hostis” orang asing → musuh . Sezaman dengan zaman Alexandrian.membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa .menciptakan istilah khusus dalam tata bahasa .1. 8.000 pemerian tentang struktur bahasa sansekerta dengan prinsip-prinsip dan gagasan yang masih dipakai linguistik modern.3 Aristoteles (384 -322 s. arthoron. predikat.1. verba (tata bahasa). makna.4 Kaum Staik . Membuat batasan bahasa. • Rhema : Ucapan (bhsa shari-hari). 8. subjek. nomina/nominal (dlm tata bhsa). syndesmoy. . . Rhema.2 Zaman Romawi 8.m) Membagi tiga macam kelas kata : Onoma.2. bahwa bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantara onomata dan rhemata. 3. kerja.membagi 3 komponen studi bahasa : tanda (symbol.5 Kaum Alexandrian Mereka menciptakan buku Dionysius Thrax yang menjadi cikal bakal tata bahasa tradisional.sign. telah menyusun kurang 4. di India hidup seorang sarjana hindu yang bernama Panini. Karena itulah Panini dianggap sebagai one of greatest monuments of the human intelligence oleh Leonard Bloomfield. semonion). tak komplet.2. .1.

b. sifat 2. Vox illiterata : tidak dapat dituliskan b. Kata benda dan kata sifat → infleksi kasus 2. Partisipel → konjungsi (infleksi kasus dan tense) 4. Fonologi membicarakan istilah Litterae : bagian terkecil bunyi yang dapat diartikan. Kata kerja → membua pernyataan (infleksi tense) 3. Vox martikulata : tidak dapat membedakan makna 3. Dalam buku ini dibahas : a.merupakan buku paling lengkap . Aduerbium → pendukung (tak berinfleksi) Kasus dalam bahasa latin : 1. anasuka 8. Morfologi membicarakan istilah dictio : bagian minimum ujaran yang harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Nominativus (Primer) 4.Voluntaris : perubahan bersifat morfologis. Ablativus (asal) Deklinasi : perubahan bentuk berdasarkan kategori. 1. 1. Nomen : kata benda. Verbum : perbuatan / dikenai . Vox artikulata : untuk membedakan makna 2. Vokativus (sapaan) 3. selektif.2 Institutiones Grammaticae (tata bahasa Priscia) .2. Genetivus (kepunyaan) 5. Vox literata : dapat dituliskan 4. Akusativus (objek) 2. Deklanasi dibagi : – Naturalis : perubahan bersifat alamiah .kasus.teori dasarnya menjadi tonggak pembicaraan bahasa tradisional.jumlah dan jenis. Morfologi : mempelajari kata dan pembentukannya Kata = bagian ucapan yang tidak dpt dipisahkan dan merupakan bentuk minim. Vorro membagi kelas kata latin menjadi : 1.1. Dativus (menerima) 6.

8. 3. Bahasa Eropa. sedangkan Kufah (menganut konsep anomali). 8. Petrus Hispanus. perdagangan. Dua aliran linguistik arab.1. dsb. dalam bukunya Al Ayn.4 Zaman Renaisans Dianggap sebagai abad pembukaan pemikiran abad modern. fi’lun (verbum). Kaum Modistae.3 Zaman Pertengahan Membicarakan : 1. Tata Bahasa Spekulativa. c. Bahasa Arab. tapi memperbolehkan menafsirkannya. 8. Memasukkan psikologi dalam bahasa. aksi. tetapi hanya mewakili dalam pelbagai cara modus.5 Menjelang Lahirnya Linguistik Modern . menurut tata bahasa ini. Sintaksis membicarakan istilah oratio : tata susun kata berselaras yeng menunjukkan kalimat itu selesai. b. Toloh arab Sibawaihi. dalam bukunya Summutae Logicales : a. Menbedakan nomen menjadi substantivum dan adjectivum. mengacu pada keanekaragaman bahasa. serta bahasa diluar eropa. Participium 4.1.1. kata tidak secara langsung mewakili alam dan benda yang ditunjuk. membagi kata menjadi : ismun (nomen). Membedakan partes orationes menjadi categorimatek (semua bentuk yang dapat menjadi subjek atau predikat) dan syntategorematik (semua bentuk tutur lainnya). lingua franca (bahasa antarbangsa) digunakan untuk kegiatan politik. kualitas.3. harfun (partikel). pada masa kaum ini berkembang etimologi 2. Basra (menganut konsep analogi dari yunan). Ulama Islam melarang penerjemahan bahasa arab. sehingga mengacu pada kereguleran dan kesistatisan bahasa. Basra dan Kufah. Bahasa Ibrani sebagai bahasa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pronomen : dapat menggantikan nomen c. dsb. substansi.

bata. “Ini baru bir”→“ini bir baru” Hubungan paradigmatik : hubungan antar unsur dalam tuturan dengan unsure sejenis yang tidak ada dalam tuturan (dengan cara hubungan substitusi pada fonologi.2. dll Ex : kal.dlm kata “me-rawat” diganti prefiks di-. yang tersusun berurutan dan bersifat linier. maka dimulailah babak baru sejarah linguistik. La parole : pemakaian langue oleh masyarakat (bersifat konkret) 3. Ex : kata “kita” dapat diubah menjadi kiat.”k”.2. Signifiant : citra bunyi yang timbul dalam pikiran kita. pe-rawat. kait.1 Ferdinand de Saussure Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern. Sinkronik : mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu. memuat : 1. karena dalam bukunya Course de Linguistique Generate. ikat. mata. Jika urutannya diubah maka maknanya ikut berubah atau malah tak bermakna sama sekali. morfologi. sintaksis) dalam tuturan. Ex morfologi : prefiks me. kata. Signifie : makna yang ada dalam pikiran kita.pe. Hubungan sintagmatik : hubungan antar unsur (fonologi. morfologi. kati. Ex: bahasa sansekerta Diakronik : mempelajari bahasa sepanjang masa bahasa itu digunakan ex : bahasa Sriwijaya sampai sekarang. menjadi di-rawat.”b” menjadi data.Dengan berkembangnya studi linguistik bandingan atau linguistik historis komparatif serta studi mengenai hakikat bahasa secara linguistik.2 Aliran Praha . 8. atau sintaksisnya).”m”. 2. Ex fonologi : huruf “r” dlm kata “rata” disubstitusi dgn “d”. 4. 8.2 Linguistik Strukturalis 8.te-. La langue : seluruh sistem tanda sebagai alat komunikasi verbal antar anggota masyarakat (bersifat abstrak).te-rawat.

yaitu cara menentukan arti pada tataran fonetis.2. Masing2 segi mengandung forma dan substansi : forma ekspresi. dengan tokohnya Louis Hjemslev. Roman Jakobson. Ada tiga macam pokok prosodi : 1).konsonan. dan gab. Tema adalah apa yang dibicarakan.4 Aliran Firthian Dengan tokohnya Joh R. tepas X tebas.prosodi yang realisasi fonetisnya lebih besar daripada fonem2 suprasegmentalnya. 8.K Haliday) Pokok pandangan Linguistik sistematik adalah : 1.Dengan tokohnya Vilem Mathesius. struktur kata. suku kata. membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu sistem) dan fonetik (mempelajari bunyi itu sendiri). sdngkn rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. “this argument I can’t follow”→ “I” sbg subjek. informasi (tema dan rema). gab. dan Morris Halle. Hjemslev menganggap bahasa mengandung segi ekspresi (Signifiant) dan segi isi(signifie). Dikenal dengan teori fonologi prosodi. Prosodi dari sandi atau jeda. forma isi. “this argument” sbg objek. Ex: kata “jawab” dgn “jawap” bila ditambahi sufiks –an. Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. 8.2.vokal. Nikolai S. Trubetskoỷ. 8. sedangkan “I can’t follow” juga merupakan rema. Ex : kal. terutama pada fungsi dan penerapannya dalam bahasa. maka akan terjadi perbedaan. Firth (London. 3). 2). dan substansi isi. Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dgn morfem.5 Linguistik Sistemik (M. 1890-1960).3 Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. substansi ekspresi. Struktur bunyi dijelaskan dengan kontras atau oposisi.2.A. Formal (subjek dan predikat). Menyangkut gabungan fonem. Ex : baku X paku. . Kalimat dapat dilihat dari struktur formal dan struktur informasinya. namun menurut aliran praha “this argument” juga merupakan tema.

Pike.7 Aliran Tagmemik Dipelopori oleh Kenneth L. Mengenal gradasi atau kontinum. Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi. dan lambang yang digunakan saat menulis (grafis). 3. b. c. 8.2. Memandang bahasa sebagai “pelaksana”. Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis). 8. Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta objektif sesuai dengan kenyataanyang diamati. meliputi : tesis (apa yang dibicarakan). Hubungan baik antar linguis. situasi langsung (waktu tuturan itu diucapkan).2. 8. Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya. situasi luas (tuturan pengalaman pembicara atau penulis yang mempengaruhi tuturan yang diucapkan atau ditulisnya.3.2. 4. karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. 2. Situasi. 3. Pembedaan langue (jajaran pikiran tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya). sebagai wadah melaporkan hasil karya mereka.6 Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini : 1. Sehingga menerbitkan majalah Language.3 Linguistik Transformasional Dan Aliran-Aliran Sesudahnya 8. 5. Forma : susunan substansi pada pola bermakna. Yang dimaksud tagmem adalah korelasi entara fungsi gramatikal (slot) dengan kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan utnuk mengisi slot tsb. Menggambarkan tiga tataran utama bahasa : a. ↘ Leksis : butir lepas bahasa dan tempat butir terletak Gramatika : kelas butir bahasa dan pola tempat terletaknya. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik.1 Tata Bahasa Transformasi .

2.Kemampuan : pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. 2. . Semantik Arti kalimat ditentukan oleh komponen ini.Dengan tokohnya Noam Chomsky. Berbentuk sedemikian rupa. artinya semua satuan dan istilah harus sejajar dengan teori linguistik tertentu. Teori ini membedakan antara kemampuan dan perbuatan berbahasa. Ex : kata “Adik” mempunyai ciri semantik /+makhluk/ sedangkan kata “Rumah” punya ciri /-makhluk/. menciptakan buku Syntactic Structure. sedangkan kalimat “Rumah menendang bola” tidak bisa kita terima karena kata kerja “menendang” hanya bisa dilakukan oleh benda yang punya cirri semantik /+makhluk/. 3.3. Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa. wajar dan tidak dibuatbuat. 8. Tata bahasa dari setiap bahasa terdiri dari 3 komponen : 1. Sehingga dalam tata bahasa generatif yang menjadi objek adalah kemampuan. Ex : dalam kalimat “Nenek minum kopi” (preposisi)→ mempunyai predikat berargumen dua yakni : nenek dan kopi atau . Sintaksis Merupakan sentral tata bahasa karena menentukan arti kalimat dan menggambarkan aspek kreativitas bahasa. sehingga dalam kalimat : “Adik menendang bola” dapat kita terima. Arti sebuah morfem digambarkan dengan memberi unsur makna atau ciri semantik yang membentuk arti morfem itu. berupa ikatan tak berkala antara predikat dengan argumen dalam suatu proposisi. yang memuat pengertian bahwa tata bahasa merupakan teori bahasa itu sendiri. Fonologis Memberi interpretasi pada kaidah transformasi. Dan tata bahasa harus memenuhi dua syarat : 1. .2 Semantik Generatif Struktur ini serupa dengan struktur logika.Perbuatan berbahasa : pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya.

referential (acuan). means. Y= alat. 3.dan adverbia).Nomina ali berelasi “subjek dari” . Tata bahasa ini juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. Z = tujuan Misal dalam kalimat diatas : MEMUKUL. Tata bahasa ini mempunyai persamaan dengan Semantik generatif yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba. mempunyai argumen1 Toni berkasus “pelaku”. kala. “coordinates” menunjukkan tataran elemen yang menyandang relasi gramatikal thdp elemen lain.Y. dan proposisi (verba + sejumlah kasus). / MARAH(nenek).4 Tata Bahasa Relasional Tokohnya : David M. waktu yang kemudian). Dalam kalimat “Nenek marah” predikatnya punya satu argumen yakni : nenek.3.Nomina saya berelasi “objek tak langsung dari” .Z) X = pelaku. Fillmore.Nomina buku itu berelasi “objek langsung dari” . object (yang dikenai perbuatan).dpt dirumuskan: MINUM(nenek. + (–X.kopi). tempat. source (keadaan. Postal. 8. 2. waktu yang lalu). Ex : klausa “Ali memberi buku itu kepada saya” → punya 3 nomina dan 1 verba. argumen2 bola “tujuan” dan argumen3 tongkat “alat”. Y = tongkat. dalam bukunya “The Case for Case” Fillmore membagi kalimat atas modalitas (berupa unsur negasi. experiencer (yang mengalami peristiwa). Menurut teori ini klausa terdiri dari tiga wujud : 1. Rumus : + ( –X. tempat.3. Perlmutter dan Paul M. 8. goal (keadaan. menmpilakn elemen dalam struktur. Tanda relasional (relational sign) menunjukkan nama relasi gramatikal dalam hubungan antar elemen.3 Tata Bahasa Kasus Dengan tokohnya Charles J. aspek. . Z = bola.Y. Simpai (nodes). Fillmore membatasi kasus atas agen (pelaku).Z) X = nenek. Ex : dalam kalimat “Toni memukul bola dengan tongkat”.

mempertanyakan akhiran –in seperti pd kata abisin dan awalan –nge (ngebantu) termasuk afiks bahasa Indonesia ? ?. oleh (Teeuw. en Volkenkunde Belanda. Land.1961. Uhlenbeck. Moeliono dan T. dan Grijns dengan kajian bahasa Jakarta. Padalah bentuk merubah adalah bentuk yang salah. Padahal itu adalah bentuk yang salah. Kridalaksana dalam bukunya Pembentukan Kata Bahasa Indonesia (1989). MLI mengadakan Musyawarah Nasional tiap tiga tahun sekali untuk membicarakan masalah organisasi dan linguistik. Sejalan dengan perkembangan studi linguistik. mulai diperkenalkan konsep fonem. Pada zaman itu penelitian tentang bahasa masihbersifat observasi dan klasifikasi. pada tanggal 15 November 1975 dibentuk MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia). Penyelidikan terhadap bahasa daerah banyak dilakukan oleh orang luar Indonesia. MLI menerbitkan jurnal Linguistik Indonesia mulai tahun 1983 untuk laporan dan publikasi penelitian.W.1964. bertukar pengalaman.Verba beri berelasi “predikat dari” Konstruksi yang terlibat pada klausa diatas adalah : 1. Kajian terhadap bahasa Jawa dipelajari Uhlenbeck. Buku yang dibuat Biblipgraphical Series dari Institut voorTaal. dll) Sejak kepulangan sejumlah linguis Indonesia dari Amerika. Kamil. sehingga seharusnya tidak dimuat dalam buku. Verhaar dari Belanda menjadikan studi linguistik terhadap bahasa daerah dan nasional Indonesia semakin marak. Rlvink. frase dan klausa.4 Tentang Linguistik Di Indonesia Sebagai negeri yang sangat luas Indonesia sudah lama menjadi kajian penelitianlinguis. sebagai wadah berdiskusi. Voorhove. Ex : konsep modern menganggap bentuk merubah = mengubah karena hal itu terdapat dalam bahasa masyarakat sehari-hari. morfem. Konstruksi kalimat inti (Ali memberi buku itu kepada saya) 2. Serta Robins (London) dengan kajian bahasa Sunda. seperti Anton M. dan publikasi penelitian. Konstruksi hasil transformasi datif (Ali memberikan saya buku itu) 3. Datangnya guru besar Prof. Teeuw. bahasa Indonesia menduduki sentral dalam kajian linguistik . Sesuai dengan fungsinya sbg bahasa nasional. Konsep linguistik modern yang melihat bahasa secara deskriptif sukar diterima para guru besar dan pakar bahasa. Para pemerintah kolonial mempelajari bahasa untuk menguasai pemerintahan dansebagai media penyebaran agama nasrani. Konstruksi hasil trnasormasi pasif dari datif (Saya diberikan buku itu oleh Ali) 8..

Darjdowidjojo. dan mengidentifikasi diri. Dalam kajian bahasa Indonesia tercatat nama-nama seperti Kridalaksana. bermakna 6. unik 8. Hakikat Bahasa Sifat yang hakiki dalam bahasa mempunyai sifat atau ciri : 1. Bahasa sebagai sistem . bahasa adalah sebuah sistem 2.2. produktif 10.dewasa ini. universal 9. berwujud lambang 3. berupa bunyi 4. dan Soedarjanto yang telah menghasilkan tulisan pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia. konvensional 7. Kaswanti Purwo. berkomunikasi. identitas penuturnya 1.1. BAB 3 OBJEK LINGUISTIK BAHASA 3. sebagai alat interaksi sosial 13. bersifat arbitrer 5. Pengertian bahasa menurut Djoko Kuntjono 1982 : Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama. Pengertian Bahasa Dalam pendidikan formal di sekolah menengah bahasa adalah alat komunikasi. dinamis 12. bervariasi 11. 3.

1. Bahasa itu konvensional Semua anggota masyarakat bahasa mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. bahasa itu tersusun menurut suatu pola tidak tersusun secara acak. Bahasa itu produktif Arti produktif adalah terus menerus menghasilkan. Subsistem antara lain : fonologi. Sebagai sebuah sistem bahasa bersifat sisitematis artinya. ide. 1. Bahasa itu universal Ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa. Fungsi bahasa menyampaikan pesan. 1. atau pemikiran. Bahasa itu arbitrer Signifiant adalah lambang bunyi itu.Sistem : cara / aturan : sistem berarti sususnan teratur. Lambang tidak bersifat langsung dan alamiah. bahasa bukan merupakan sistem tunggal. konsep. . 1. sedangkan bersifat sistemis artinya. Bahasa itu bermakna Lambang-lambang bunyi yang bermakna di dalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem. 2.berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. frase. kalimat dan wacana. semantic. klausa. dan ragam. 1. Arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya. sedangkan signifie adalah konsep yang dikandung oleh signifiant. 1. 1. mofologi. Bahasa sebagai lambang Lambang : simbol dikaji dengan sebutan ilmu semiotika/semiologi (ilmu yang mempelajari tanda-tanda). Bahasa itu manusiawi. Bahasa itu unik Mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. Bahasa adalah bunyi Jadi sistem bahasa itu berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi. sinteksis. Bahasa itu dinamis : tidak pernah lepas dari kegiatan manusia. 3. Bahasa itu bervariasi ada 3 istilah yaitu ideolek. 1. 1. dealek. kata.

3. suatu komunitas dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING.4. Bahasa dan Budaya Ada hipotesis yang sangat terkenal mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan ini dekeluarkan oleh dua pakar yaitu Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf yang menyatakan bahwa bahasa mempengaruhi kebudayaan.3. 3. Klasifikasi Genetik atau Geneologis Artinya suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua didapati bahwa bahasa-bahasa di dunia ini terbagi dalam 11 rumpun besar. 2. Klasifikasi tipologis Klasifikasi tipologis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa. Klasifikasi bahasa Klasifikasi dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa. Masyarakat Bahasa Adalah sekolompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Klasifikasi areal . dan campurkode. 1. Penggunaan Bahasa Hymes (1974) pakar sosio linguistik mengatakan bahwa. 1. 4. Bahasa dan Faktor Luar Bahasa Kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri. sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor diluar bahasa. alihkode. integrasi. 5. Kontak Bahasa Dalam masyarakat yang bilingual atau multi lingual sebagai akibat adanya kontak bahasa dapat terjadi peristiwa yang disebut interferensi. 2. Variasi dan Status Sosial Bahasa Karena anggota masyarakat penutur bahasa itu sangat beragam. 3. 3.

pertentangan analogi dan anomali kaum anologi anatara lain Plato dan Aristoteles. Kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu . Alograf adalah farian dari grafem. Klasifikasi sosio linguistik Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat. 4. bahasa tulis adalah sekunder.”. Bahasa Tulis dan Sistem Aksara Bahasa lisan adalah primer. Aksara adalah keseluruhan sistem tulisan. Grafem adalah satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem. Sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. Graf adalah satuan terkecil dalam aksara. Misal : pembentukan jamak j boy menjadi boys. suku. Pengertian Huruf adalah istilah umum untuk graf dan grafem. kata. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI  Persoalan pertentangan para filosof Yunani tentang hakikat bahasa adalah : 1.Dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain. Tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat ditrsibusi dengan frase “dengan …. 2. Bahasa berdasarkan filsafat dan semantik. Abjad adalah urutan huruf-huruf dalam suatu sistem aksara.5. Bahasa lisan lebih dulu dari pada bahasa tulis. berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. 3. pertentangan fisis dan nomos.kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian. BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK LINGUISTIK TRADISIONAL  Menurut tata bahasa tradisional.

M) Menurut Aristoteles ada 3 macam kelas kata : a. Aristoteles (384 – 322 S. Kaum Stoik Usaha kaum Stoik dalam studi bahasa : a. d. Kaum Anomali sejalan dengan kaum Naturalis dan kaum Anologi sejalan dengan kaum Kontensional.sign atau semainon (2)makna samainonen /lekton(3)hal-hal diluar bahasa yakni benda dan situasi. Membedakan kata kerja komplet dan tidak komplet.simbol. orang yang pertama kali membedakan kata anoma dan rhema.tidak teratur. b. Membedakan 3 komponen utama studi bahasa (1)tanda. Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa. d. Anoma : nama dalam bahasa sehari-hari (subyek) b. e. syndesmoi. kata kerja aktif dan pasif. Rhema : ucapan dalam bahasa sehari-hari (prediket) c. Kaum Sophis Sumbangan kaum Sophis dalam studi bahasa : a. Membedakan legein dan propheretal. Plato (429 – 347 S. Memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya dialog dan mengemukakan masalah bahasa alamiah dan bahasa konvensional. b. Misal : child menjadi children.sangat mementingkan bidang retrorika dalam studi bahasa. Menyodorkan batasan bahasa yaitu bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantaraan anomata dan rhemata. f. Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa.M) Jasa Plato dalam studi bahasa : a. melakukan kerja secara empiris. membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna. dan arthoron). c. c. melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran-ukuran tertentu. kerja. c. Syindesinoi : kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis. Membagi jenis kata menjadi 4 (kata benda. Kaum Alexandrian . b.

M. Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. Rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. Tokoh : Louis Hjemslev (1899 – 1965) menjadi terkenal karena usahanya membuat ilmu bahasa yang berdiri sendiri. Varra dan “De Lingua Latina” • • • Etimologi : Cabang linguistik yang menyelidiki asal usul kata beserta artinya. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. Fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem. Morfologi : Cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya. Ferdinand De Saussure (1857 – 1913) Dianggap sebagai Bapak Lingiustik Modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya “ Course De Lingiustique Generale” yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915. Dalam bidang Fonologi aliran Praha membedakan dengan tegas akan Fonetik dan Fonologi. Tema adalah apa yang dibicarakan. Morfologi : Membicarakan mengenai dictio atau kata. • Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang tersusun secara berurutan bersifat linear. ZAMAN ROMAWI  Tokoh pada Zaman Romawi yang tekenal Varro (116 – 27 S. • • • Fonologi : Membicarakan tentang tulisan atau huruf yang disebut litterae.Kaum ini mewarisi buku tata bahasa yang disebut tata bahasa Dionysius Thrax. Institutiones Gramaticae atau Tata Bahasa Priscia. Lahir kurang lebih tahun 100 S. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri.M) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscra dengan karyanya Institutiones Gramaticae. . Sintaksis : Membicarakan tata susunan kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai.Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. 3. 2. Menurut Varro kata adalah bagian dari ucapan yang tidak dapat dipisahkan lagi dan merupaan bentuk minimum. Aliran Praha Aliran ini terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa Vilem Mathesius (1882 – 1945).

Fonologi Prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan Fonetis. Menurut teori Semantik generatif. • Semantik Generatif Beberapa murid dan pengikut Chomsky memisahkan diri karena ketidak puasan terhadap teorinya karena semantik mempunyai eksistensi yang lain dari sintaksis dan struktur batin tidak sama dengan struktur semantis.4. tokoh dari Summer Institute of Linguistics yang mewarisi pandangan-pandangan Bloomfield. mengenai bahasa yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. Perbuatan berbahasa (Performance) adalah pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. Aliran Firthiun John R. Kemampuan (Competence) adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. E. sifat. Harins Universal In Linguiostic Theory. Firth (1890 – 1960) Guru Besar Universitas London terkenal karena teorinya mengenai Fonologi Prosodi. . dan R.A. Predikat adalah perbuatan. L. 5. 6. Linguistik Sistematik Tokohnya M. • Tata Bahasa Kasus Pertama kali diperkenalkan oleh Chjarles J. Holliday. 7. Pike. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA • Tata Bahasa Transformasi Lahir dengan terbitnya buku Noam Chomsky yang berjudul Syntactic Structure pada atahun 1957. Fillmore yang berjudul “The Case For Case” tahun 1968 dalam buku Bach. Aliran Tagmemik Aliran ini dipelopori oleh Kenneth. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Leonard Bloomfield (1877 – 1949) terkenal dengan bukunya yang berjudul Language yang dikaitkan dengan aliran Struktural Amerika. Tagmen adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling bertukaran untuk mengisi slot tersebut.K. dll. Argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan.

atau waktu yang sudah. Agent : pelaku perbuatan atau yang melakukan suatu perbuatan. Contoh : menendang. membawa. Object : sesuatu yangh dikenai perbuatan atau yang mengalami suatu proses. nomina sama dengan argumen dalam teori Samantik Generatif. tempat atau waktu yang kemudian Contoh : Dia mau menjadi Guru. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU Linguistik ialah ilmu yang mempelajari bahasa sebagai objek kajiannya. 2. Verba sama dengan predikat. Source : Keadaan. tempat.Terbitan Holt Rinehart and Winston. Parlinutter dan Paul M.1 Keilmiahan Linguistik Tahap perkembangan linguistic : 1. Tokoh : David M. Referensial : Acuan Contoh : Husin temanku. Contoh : Dia merasa takut. spekulasi yaitu pembicaraan suatu hal dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif (tanpa didukung bukti-bukti) 2. • Tata Bahasa Relasional Muncul tahun 1970-an. Observasi dan klasifikasi yaitu mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa tanpa memberi kesimpulan apapun. Goal : Keadaan. Postal dalam karangan Lectures on Relational Grammar dll. Experiencer : yang mengalami peristiwa psikologis. Contoh : Bus itu datang dari Bandung. Contoh : Dia menendang Bola. .

4.linguistic mikro (fonologi. bahasa adalah suatu system. missal mengkaji bahasa Indonesia tahun 20-an) .stilistika. maka linguistic tidak menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. Linguistik yang telah mangalami tiga tahap perkembangan ini sudah dapat dikatakan ilmiah. 3. bahasa berubah dari waktu ke waktu. 2. bahasa bersifat unik. maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif.filologi .dialektologi.filsafat bahasa dan neurolinguistik) 4. maka linguistic melihat bahasa sebagai bunyi. objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya/bahasa tertentu.psikolinguistik. tujuan pengkajiannya untuk teori/terapan makro (sosiolinguistik.linguistic sinkronik (mengkji bahasa pada masa terbatas.2 Subdisiplin linguistik Pengelompokan nama-nama subdisiplin linguistik berdasarkan : 1.morfologi. 2. karena sifat empirisnya. perumusan teori yaitu dimana dari data-data yang dikumpulkan lalu dirumuskan hipotesis dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhdap fakta-fakta yang ada. objek kajiannya adalah bahasa pada masa tertentu/sepanjang masa . Dapat dibedakan menjadi linguistic umum (mengkaji kaidah bahasa secara umum) dan linguistic khusus (mengkaji kaidah bahsa tertentu).linguistic diakronik (mengkaji bahasa pada masa tak terbatas.etnolinguistik. maka linguistic memndang bahasa sebagaikumpulan unsure yang mana antara satu dan lainnya saling berkaitan. 5. bahasa adalah bunyi ujaran.semantic dan leksikologi) linguistic . objek kajiannya adalah struktur internal bahasa itu/kaitannya dengan factor luar bahasa .3.antropolinguistik. • Pendekatan bahasa sebagai bahasa dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut : 1. biasanya bersifat histories/ mengetahui sejarah structural bahasa itu serta segala bentuk perkembangannya dan perubahannya) 3. 2.sintaksis.

sedangkan linguistic terapan (penyelidikan untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah dimasyarakat seperti pengajaran bahasa.bagi linguis yaitu membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya. 2. semantic.Negarawan/politikus yaitu untuk memperjuangkan ideology dan menyelesaikan gejolak social.kritikus. .2. 2.penyusunan buku ajar) 5. fonemik.3 Manfaat Linguistik .1 Struktur.3 Analisi rangkaian unsur dan analisis proses unsur Analisis rangkaian unsur (setiap satuan bahasa dibentuk dari unsure-unsur lain) sedangkan analisis proses unsur (setiap satuan bahasa merupakan hasil dari suatu proses pembentukan). Sistem bahasa ini terdiri dari lima sub sistem. 2.2.Bagi peneliti.linguistic teoritis (penyelidikan hanya untuk kepentingan teori belaka).peminat sastra yaitu membantu memahami karya-karya sastra . 2. klausa bahkan kalimat. satuan kata. satuan frase. seorang tokoh strukturalis menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem yang kompleks dari kebiasaan-kebiasaan. Ferdinand de Saussure(1857-1913) dalam bukunya Course de Linguistique Generale membedakan dua relasi antara satuan bahasa.Bagi guru yaitu melatih ketrampilan berbahasa . yaitu sub . BAB 7 TATARAN LINGUISTIK (4) SEMANTIK Hocket.2 Analisis bahasa langsung yaitu teknik dalam menganalisis unsur yang membangun suatu satuan bahasa.2. system dan distribusi Bapak linguistic modern. teori/aliran yang digunakan untuk menganalisis objeknya 2.2 Analisis Linguistik Dilakukan terhadap bahasa yang lebih tepat disebut fonetik. antara lain relasi sintamagnik (hubungan antara satuan bahasa dalam klimat konkret) dan relasi asosiatif (hubangan antar satuan bahasa yang tak nampak dalam kalimat). sintaksis.

2. Yang termasuk katakata deiktik adalah kata-kata promira (dia. dan komponen signifie (yang diartikan) berupa pengertian atau konsep (yang dimiliki oleh signifian). Misalnya dalam proses afikasi perfiks ber – dengan dasar baju melahirkan makna gramatikal “memakai baju”. di sana. Sub sistem semantik dan fonetik bersifat periperal. kata-kata yang menyatakan ruang. melainkan dapat berpindah dari maujud satu ke maujud lain disebut kata-kata deiktik.2. HAKIKAT MAKNA Menurut de Saussure setiap tanda linguistik terdiri dari komponen signifian (yang mengartikan) yang wujudnya berupa runtunan bunyi. atau kalimatisasi. JENIS MAKNA 7. yang berarti studi linguistik tanpa disertai dengan studi semantik.1. kamu). kata-kata yang menyatakan . saya. Makna Referensial dan Non-referensial Sebuah kata bermakna referensial kalau ada referensnya. semantik. dan fonetik. Ferdinand de Saussure dalam teorinya menyatakan bahwa tanda linguistik (Signe Linguistique) terdiri dari komponen signifian dan signifie.2. Bapak linguistik modern. Misalnya pada kata “lapala” dalam bentuk bentuk kalimat bentuk : a) Rambut di kepala nenek putih semua b) Sebagai kepala sekolah dia harus menegur murid itu. 7. Kata-kata yang acuannya tidak menetap pada satu maujud. atau acuannya dalam dunia nyata. dan Kontekstual Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun. komposisi. misalnya di sini. seperti afiksasi. Misalnya kata kuda. reduplikasi.1. Makna leksikal dapat pula diartikan makna yang ada dalam kamus. Sebaliknya kata-kata seperti dan. tidak ada artinya. fonologi. 7. karena tidak mempunyai referens. dan gambar. Sebab kedua komponen itu merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam satu konteks. 7. Kata “kepala” pada kedua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda. Gramatikal. Makna Lekskal.sistem gramatika. Jadi menurut Ferdinand de Saussure makna adalah “pengertian” atau “konsep” yang terdapat pada sebuah tanda linguistik. merah. Makna gramatikal baru ada kalau terjadi proses gramatikal.2. morfofonemik.

waktu. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa. afektif. vila. atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. mohon diam sebentar !” katanya kepada kami Makna kolakotif berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dari sejumlah kata-kata yang bersinonim. seperti ini dan itu. dan makna kolakotif. a. 7. Misalnya. Oleh Leech (1976) ke dalam makna asosiasi ini dimasukkan juga yang disebut akna konotatif. Makna stalistika berkenaan dengan pembedaan penggunaan kata sehubungan dengan perbedaan bidang sosial atau bidang kegiatan. konotasi positif misalnya ramping. “Tutup mulut kalian !” bentaknya kepada kami b.2. Misalnya kata “merah” berasosiasi dengan berani. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap lawan bicara. istana. kondominium. Makna konotatif termasuk dalam makna asosiatif karena berasosiasi dengan nilai rasa terhadap kata itu. kata-kata yang disebut kata penunjuk. Makna konotasi ada tiga. Misalnya pada kedua kalimat di bawah ini memiliki makna afektif yang berbeda. Misal kata “babi” bermakna binatang yang biasa diternakkan dan diambil dagingnya. kediaman. dan wisma yang semuanya memberi asosiasi yang berbeda terhadap penghuninya.4. seperti sekarang. denotatif dan makna referensial. besok. 7. kita membedakan penggunaan kata rumah. Jadi. Makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatif. Makna denotatif sama dengan makna leksikal. kata “tampan” . sehingga kata tersebut hanya cocok untuk digunakan berpasangan dengan kata tertentu. dan konotasi negatif misalnya kerempeng. “Coba. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna asli. stilistika. pondok. Misalnya.2. Konotasi netral misal kurus. makna konseptual sama dengan makna leksikal.3. Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai”.

komandan tidak. Contoh : seperti anjing dengan kucing artinya dua orang yang tidak bisa akur. faktor sosial. RELASI MAKNA Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain. Misalnya uang dan duit. Ketiga. meja hijau. jelas. Misalnya kata “beta” untuk wilayah Indonesia bagian timur.sesungguhnya bersinonim dengan kata cantik. antara lain : Pertama. Hulubalang berpengertian klasik. faktor keformalan. Makna Kata dan Makna Istilah Makna kata masih bersifat umum.1. faktor wilayah. tidak meragukan meskipun tanpa konteks kalimat. sedangkan telinga bagian yang terletak di dalam. contohnya. Kedua. Sinonim Sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan kesamaan makna antara ujaran yang satu dengan ujaran yang lainnya. Ketidaksamaan makna ujaran dikarenakan beberapa faktor. 7. Makna Idiom dan Peribahasa Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari makna unsur-unsurnya. Makna istilah mempunyai makna yang pasti. 7. faktor waktu.3.2. hanya cocok atau berkolakasi dengan kata yang memiliki ciri “pria”. buku putih yang bermakna “buku yang memuat keterangan resmi mengenai suatu kasus” kata “buku” masih memiliki makna leksikalnya. kasar. 7. “saya” digunakan secara umum. dan tidak jelas.6. Contoh : betul bersinonim dengan benar.5. Misalnya kata “hulubalang” dengan kata “komandan”. Peribahasa memiliki makna yang masih bisa ditelusuri dari makna unsur-unsurnya karena adanya “asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa.3. Keempat. misalnya kata “saya” digunakan oleh .2. Makna kata menjadi jelas jika kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya. Idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikalnya sendiri. baik secara leksikal maupun gramatikal. Contoh idiom adalah membanting tulang. 7. Misalnya kata “kuping” dalam bidang kedokteran adalah bagian yang terletak di luar.

Misalnya kata “melihat” memiliki makna umum. Misalnya kata berdiri berantonim dengan kata duduk. bidang kegiatan. 7. Keempat.3. sedangkan kata “surya” hanya cocok digunakan pada ragam sastra. Kelima. Contoh kata “kepala” pada frase berikut : a. Contohnya : kata gram dan kilogram. Ketiga. Keenam. Kelima. antonim yang bersifat mutlak.4. Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu.3. antonim yang bersifat relasional yaitu antonim yang munculnya yang satu harus disertai dengan yang lain. antonim yang bersifat relatif atau bergradasi yaitu antonim yang batas antara satu dengan yang lainnya tidak dapat ditentukan secara jelas. kepala kantor b. antonim yang bersifat hierarkial yaitu antonim yang kedua satuan jaran yang berantonim itu berada dalam satu garis jenjang atau hierarki. Homonimi . faktor nuansa makna. antonim dibedakan atas beberapa jenis. kepala manusia 7. Contoh : baik berantonim buruk. tidur. kepala meja d. batasnya itu dapat bergerak menjadi lebih atau kurang. tiarap. Kedua.3. “aku” digunakan terhadap teman sebaya. kata “melirik” memiliki makna melihat dengan sudut mata. jongkok dan bersila. Misalnya kata “matahari” bias digunakan dalam kegiatan apa saja atau umum. 7. menjual dengan membeli.2. Antonim Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan. Dilihat dari sifat hubungannya. kepala surat c. Misalnya suami dengan isteri.3. Contohnya kata hidup berantonim secara mutlak dengan kata mati.siapa saja kepada siapa saja. antara lain : Pertama. antonim majemuk yaitu antonim yang memiliki pasangan lebih dari satu.

7. Homografi mengacu pada bentuk ujaran yang sama ortografi atau ejaannya. Homofini adalah kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran.7.Homonimi adalah dua buah kata satu satuan ujaran yang bentuknya sama maknanya berbeda. dan rumah. 7. jendela dan pintu hanya bagian atau komponen dari rumah. Contoh merpati berhiponim dengan burung. makna sebuah kata tetap sama. antara lain : . Misalnya kata “bisa” yang bermakna “sanggup” dan “bisa” yang bermakna racun ular. Misalnya. Hiponimi Hiponimi adalah hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain.3. Contohnya “bang” dengan bank. Burung berhiponim merpati. tanpa memperhatikan ejaannya.4. atau (2) buku itu memuat sejarah zaman baru. Ambiquiti atau Ketaksaan Ambiquiti adalah gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda yang terjadi pada bahasa tulis.3. Misalnya kesamaan makna dalam kalimat “Bola itu ditendang oleh Dika” dengan “Bola itu ditendang Dika” kata “oleh” inilah yang dianggap sebagai redundans. Namanya yang tepat adalah partonimi atau meronimi. Dalam homonimi ada yang disebut homofoni dan homografi. 7.3. Teras yang maknanya inti dan teras yang maknanya serambi. Redudansi Redudansi adalah penggunaan unsur segmental dalam bentuk suatu ujaran yang berlebih-lebihan. 7.6. bentuk “buku sejarah baru” dapat ditaksirkan menjadi (1) buku sejarah itu baru terbit. tetapi secara diakronis (masa yang relatif lama) kemungkinan bisa berubah. tetapi ucapan dan maknanya tidak sama. Hal ini disebabkan beberapa faktor. pintu. PERUBAHAN MAKNA Secara sinkronis (masa yang relatif singkat). karena dalam bahasa tulis unsur suprasegmental tidak dapat digambarkan dengan akurat. berlebih-lebihan. Dalam kata jendela. Misalnya kata “teras”.5.

Ketiga. Kedua.5. adanya asosiasi yaitu hubungan antara sebuah bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain berkenaan dengan bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain yang berkenaan dengan bentuk ujaran itu. misalnya kata “Baju” mulanya bermakna pakaian. Misalnya kata “pedas” yang seharusnya ditanggap oleh alat indra perasa lidah menjadi ditanggap oleh alat pendengar telinga. topi. seperti pada ujaran “kata-katanya sangat pedas”. untuk menyebut orang yang dihormati. Misalnya kata “sarjana” tadinya bermakna “orang cerdik” tetapi kini hanya bermakna “lulusan perguruan tinggi” saja. sehingga dengan demikian bila disebut ujaran itu maka yang dimaksud adalah sesuatu yang lain yang berkenaan dengan ujaran itu. Misalnya kata “seni” pada mulanya hanya berkenaan dengan air seni.Pertama. perkembangan pemakaian kata. MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA 7. Perubahan makan yang bersifat “mengkasarkan” misalnya kata “kalah” digantu dengan “masuk kotak”. tetapi juga celana.1. Kelima. perkembangan iptek. Medan Makna Medan makna (semantic domain. artinya kalau tadinya kata bermakna “A”.5. Perubahan makna yang “menghaluskan” disebut eufemia/eufemisme. membuat”. digunakan kata “tuan”. Perubahan makna menyempit. 7. seperti sarjana pendidikan. artinya makna yang dimiliki sekarang jauh berbeda dengan makna aslinya. perkembangan sosial budaya. sepatu. sekarang bermakna karya cipta. Perubahan makna secara total. perubahan makna yang “mengkasarkan” disebut disfemia. Misalnya pada zaman feudal dulu. Misalnya kata “menggarap” dari bidang pertanian digunakan juga dalam bidang lain dengan makna “mengerjakan. Misalnya kata “sastra” mulanya bermakna “tulisan” lalu berubah menjadi bermakna “bacaan”. Keempat. artinya kalau tadinya kata bermakna umum menjadi bermakna khusus. semantif field) atau median leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. Kini. Misalnya . Ada juga perubahan makna yang “menghaluskan” misalnya kata “pemecatan” diganti PHK. lalu menjadi bermakna “B”. dasi dan sebagainya. kata “tuan” diganti dengan kata “bapak” yang terasa lebih demokratis. Perubahan makna meluas. pertukaran tanggapan indra. Misalnya kata “amplop” yang berarti sampul surat dan yang berarti “uang sogok”.

coklat. bahasa Indonesia memberi keterangan perbandingan. verbalah yang menentukan kehadiran konstituan lain dalam sebuah kalimat. kalau verbanya berupa kata kerja membaca. putih. merah jambu. biru. kuning. bacaan. . satu tempat atau lingkungan yang sama. Untuk mengatakan nuansa warna yang berbeda. maka dalam kalimat itu akan hadir sebuah subjek berupa nomina pelaku dan berkomponen makna manusia. kata remaja merupakan tahap erkembangan dari kanak-kanak menjadi dewasa. berdasarkan siswat hubungan semantisnya dapat dibedakan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. seperti merah darah. Misalnya dalam kalimat “tiang layer perahu nelayan itu patah dihantam badai !”. Kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmantik yang terdapat antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. 7. Kata-kata yang mengelompok dalam satu medan makna. Kelompok set menunjuk pada hubungan paradigmatik. perahu. Umpanyanya. hijau.3. sebab verba membaca juga memiliki komponen makna.2. Secara etimologi berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat . karena kata-kata yang berada dalam satu kelompok set itu bisa saling disubtitusikan. Kata layar. Kesesuaian Semantik dan Sintaktik Menurut Chafe (1970) inti sebuah kalimat adalah pada predikat atau verba. Komponen Makna Makna yang dimiliki oleh setiap kata terdiri dari sejumlah komponen makna yang membentuk keseluruhan makna kata itu. dan badai yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi.5. BAB 6 TATARAN LINGUISTIK (3): SINTAKSIS Sintaksis adalah bidang tataran linguistic yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika. 7. Sintaksis berasal dari bahasa Yunani. dan merah bata. Selain itu juga harus hadir objek nomina yang memiliki komponen makna bacaan.medan warna dalam bahasa Indonesia mengenal nama-nama merah. menurut Chafe. hitam. yaitu sun yang berarti dengan dan tattiein yang berate menempatkan. nelayan.5.

Ada pendapat lain yang mengatakan hadir tidaknya suatu fungsi sintaksis tergantung pada konteksnya.dan K Contoh: Kakek melirik nenek tadi pagi SPOK S: sebagai kategori nomina P: sebagai kategori verba O: sebagai kategori nomina K: sebagai kategori nomina S.O. melirik (P) memiliki peran aktif. penanda kategori sintaksis. ajektifa.6. Contoh dalam kalimat di atas: Nenek(S) memiliki peran pelaku(agentif).P. kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna. Kata Penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna. tidak mengalami proses morfologi. dan perangkai dalam penyatuan bagian-bagian dari satuan sintaksis. kata merupakan satuan terbesar. Keempat fungsi itu tidak harus ada dalam setiap struktur sintaksis. yaitu kata penuh dan kata tugas. Kata tugas juga mempunyai . kata tugas berkategori preposisi dan konjungsi. tetapi dalm tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil yang secra hierarkial menjadi komponen pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar. Adverbia.Dalam kalimat perintah “ Baca ! “ . Banyak pakar yang mengatakan struktur sintaksis minimal harus memiliki fungsi subjek dan predikat karena tanpa fungsi tersebut konstruksi itu belum dapat disebut sebgai sebuah struktur sintaksis. yang tampaknya urutannya harus selalu tetap adalah fungsi P dan O. Susunan fungsi sintaksis tidak harus selalu berurutan S. 6. kakek(O) memiliki peran sasaran. Sedangkan.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS Dalam tataran morfologi.Dalam kalimat seruan “ Hebat ! “ Dari contoh di atas.P. Namun.Dalam kalimat jawaban “ Sudah ! “ . atau seruan. Kata penuh berkategori nomina.O. yaitu frase. pakar lain Chafe mengatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat dan predikat itu harus selalu berupa verba. Selain itu. perintah. Sedangkan. dibedakan menjadi dua macam kata.K. karena berpengaruh terhadap munculnya fungsi-fungsi lain. Dalam pembahasan kata sebagai pengisi satuan sintaksis.O. mempunyai kebebasan mutlak sehingga dapat menjadi pengisi fungsi-fungsi sintaksis.P. Dalam sintaksis kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis. numeralia.2 STRUKTUR SINTAKSIS Terdiri dari susunan S. maka fungsi yang muncul hanyalah yang menyatakan jawaban. tadi pagi (K) memiliki peran waktu. Contoh: . Namun. verba.K merupakan fungsi dari sintaksis dan juga mempunyai peran sintaksis. mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi.

yaitu frase yang intinya berupa kata numeral 6.Frase Eksosentrik Adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya.) frase numeralia. 6. sedangkan komponen lainnya yaitu komponen yang membatasi berlaku sebagai komponen bawahan.Frase Koordinatif Frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif. Frase endosentrik disebut juga frase subordinatif karena salah satu komponennya.kebebasan yang tebatas.) Nondirektif Frase yang komponen pertamanya berupa artikulus. Contoh frase: belum makan Contoh bukan frase karena morfem terikat: tata boga 6. selalu terikat dengan kata yang ada dibelakangnya atau di depannya dan dengan kata-kata yang dirangkaikannya.1. Contoh: frase di pasar Terdiri dari komponen di dan pasar Frase eksosentrik dibagi menjadi 2: 1. bukan berupa morfem terikat.Frase Endosentrik (Frase Modifikatif) Frase yang komponennya bukan inti.2. atau verba. sedangkan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata berktegori nomina.sang.3. 2.2.3.3.yang. ajektifa.3.) Direktif( Preposional) Frase yang komponen pertamanya berupa preposisi dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. frase endosentrik dapat dibedakan menjadi 4: 1.) frase adjektifa. seperti si.3 FRASE 6. Frase . Jenis Frase Frase dibedakan menjadi 4: 6.1.2.2. 6.3. Pengertian Frase Frase adalah gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis didalam kalimat. yaitu frase yang intinya berupa kata kerja 3. Berdasarkan intinya.2.para.) frase verbal.) frase nominal.dan kaum. Pembentuk frase itu harus berupa morfem bebas. Komponen inti dapat didepan dan dapat juga dibelakang. Contoh: sedang membaca Kata sedang membatasi makna komponen inti( kata membaca). yaiu frase yang intinya berupa nomina atau pronominal 2. yaitu frase yang intinya berupa kata sifat 4. yaitu yang merupakan inti frase berlaku sebagai komponen atasan. yaitu membatasi makna komponen inti.3.

jenis. Selain itu. artinya di dalam konstruksi itu ada komponen. 6.4. 6.1. Banyak klausa yang terletak di tengah kalimat karena disisipkan sebagai keterangan tambahan.3. KLAUSA 6. jumlah. . pengungkapan konsep kala. untuk menyatakan konsep-konsep khusus. Sebuah konstruksi disebut kalimat kalau kepada konstruksi itu diberikan intonasi kalimat.3. b. ingkar. Contoh: Gadis yang duduk di depan itu bukan cucu nenek.4. dan pembatas tidak dinyatakan dengan afiks seperti dalam bahasa-bahasa fleksi. Klausa dapat menjadi kalimat tunggal jika didalamnya terdapat subjek dan predikat.3. melainkan dinyatakan dengan unsure leksikal.2. Perluasan Frase Frase dapat diperluas dengan memberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. objek. baik intonasi deklaratif. Dapat disebut kalimat kalau kepadanya diberi intonasi kalimat. seluruh bagian kalimat diisi oleh sebuah klausa. berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek. interogatif. Dalam perincian deskripsi ini biasanya digunakan konjungsi yang sebagai penyambung keterangan-keterangan tambahan pada deskripsi itu. Sedangkan dalam kalimat majemuk diisi oleh dua atau lebih klausa. Dalam kalimat tunggal.4. 6.2. bahasa Indonesia adalah keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci terhadap suatu konsep. aspek.koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit biasanya disebut frase parataksis. Dalam bahasa Indonesia perluasan frase sangat produktif. Letak Klausa Tempat klausa adalah di dalam kalimat. Hal ini dikarenakan beberapa faktor: a. biasanya diterangkan secara leksikal. Contoh: Adik mandi. maupun interjektif.sehingga urutan komponenya dapat dipertukarkan. 6.Frase Apositif Frase koordinatif yang kedua komponenya saling merujuk sesamanya.4. Fungsi yang harus ada dalam konstruksi klausa ini adalah subjek dan predikat. perluasan frase dilakukn secara bertahap. Pengertian Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruksi predikatif. modalitas. dan keterangan. Contoh: Nenek mandi. c. SP Kalimat tersebut bersifat predikatif.

) Klausa bebas Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap. Contoh: Nenek sedang menangis 2. Contoh: Bumi ini sangat luas 4.) Klausa adverbial Klausa yang predikatnya adverbia.) Klausa numeral .) Klausa terikat Klausa terikat adalah klausa yang mempunyai struktur yang tidak lengkap. Contoh: Ibu di dapur 6. 6.3.4.3.3.) Klausa intransitif Klausa yang predikatnya verba intransitif.4. Jenis Klausa Jenis klausa dibedakan berdasarkan strukturnya dan kategori segmental yang menjadi predikatnya.) Klausa nominal Klausa yang predikatnya berupa nomina. Contoh: Ayahnya petani di desa itu 3. 6. Klausa verbal dibagi menjadi 3: a.Klausa gadis yang duduk di depan disisipkan ke dalam klausa gadis itu bukan cucu nenek. 2.) Klausa transitif Klausa yang predikatnya verba transitif. 6. Dalam klausa ini hanya ada subjek saja atau objek saja atau keterangan saja.1.) Klausa adjektifal Klausa yang predikatnya berkategori ajektifa.) Klausa refreksif Klausa yang predikatnya berupa verba refreksif. sekurangkurangnya mempunyai subjek dan predikat. Contoh: Nenek menulis surat b.) Klausa preposional Klausa yang predikatnya berupa frase berkategori preposisi.Berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi 2: 1. Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya 1.2.) Klausa verbal Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba.4. Contoh: Nenek menangis c. Contoh: Bandelnya teramat sangat 5.

yang setara. seperti dan.1. 6.5. kalimat majemuk mempunyai klausa lebih dari satu.) Kalimat majemuk kompleks atau campuran Kalimat majemuk yang terdiri dari 3 klausa atau lebih.1. Kalimat majemuk dibedakan menjadi 3: 1.5. sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat 2.5.2. Biasanya kedua klausa dihubungkan dengan konjungsi subordinatif. Konstituen itu sendiri dapat berupa kata.2. ada yang konjungsi secara implisit (tanpa konjungsi). Klausa-klausanya biasanya dihubungkan dengan konjungsi eksplisit. aktif. 6.2.) Kalimat majemuk koordinatif Kalimat majemuk yang klausanya memiliki status yang sama. lalu. Kalimat verbal dan non-verbal .5. 6. Kalimat mayor dan Kalimat minor 1. Contoh: gajinya 5 juat sebulan Ada istilah klausa berpusat dan tak berpusat. Contoh: Aqra ul Qur’an artinya saya membaca al qur’an Klausa tak berpusat adalah klusa yang subjeknya tidak terikat di dalam  predikatnya. yaitu kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif. Kalimat tunggal dan Kalimat majemuk Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa. frase. Namun. 3.5. 2.Klausa yang predikatnya berupa kata atau frase numeralia. atau. Kalimat majemuk ini merupakan campuran dari kalimat majemuk setara dan bertingkat. Pengertian Kalimat Kalimat adalah kata-kata yang teratur yang berisi pikiran atau pelengkap. 6. Sedangkan. atau netral dan afirmatif.) Kalimat minor adalah kalimat yang unsur-unsurnya tidak lengkap.2. 6.  Klausa ini terdapat dalam beberapa bahsa fleksi seperti bahsa arab dan bahasa latin.. Contoh: FN+FV : Nenek datang Kalimat inti dapat diubah menjadi kalimat noninti dengan berbagai transformasi.5.2. ketika. dan karena. KALIMAT 6. meskipun.5. atau yang sederajat.) Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya lengkap.) Kalimat majemuk subordinatif Kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya tidak setar. Klausa berpusat adalah klausa yang subjeknya terikat di dalam predikatnya. Jenis Kalimat 6. tetapi. yang menjadi dasar penting dari kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final. Kalimat inti.4.2. atau klausa. misalnya kalimat seruan. misalnya kalu.3.

dan Diatesis 6. permintaan. modus obligatif ( keharusan ) f. 6. 6. modus imperatif ( perintah atau larangan ) d.5. 6.) Kalimat non-verbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata/frase verbal. kejadian . c. Ada beberapa modus: a. aspek imperfektif ( berlangsung sebentar ) f. Modus adalah penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara tentang apa yang diucapkannya.) Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata/frase yang berkategori verba. modus optatif ( harapan atau keinginan ) c. nada. Intonasi Kalimat Intonasi dapat berupa tekanan. 2. Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan wakatu secara internal di dalam situasi. modus desideratif ( keinginan atau kemauan ) g. tindakan atau pengalaman yang disebutkan di dalam predikat. keadaan. aspek kontinuatif ( perbuatan terus berlangsung ) b..5.1. Fokus.5. atau tempo. aspek inseptif ( peristiwa baru mulai ) c. ajakan ) .modus indikatif (bersikap objektif atau netral ) b. 2.2.4.1. kejadian/proses. aspek repetitif ( perbuatan terjadi berulang-ulang ) e.2.4.3. aspek progresif ( perbuatan sedang berlangsung ) d. Kalimat bebas dan Kalimat terikat 1. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan yaitu mengenai perbuatan. 6. Tekanan adalah ciri-ciri suprasegmental yang menyertai bunyi ujaran b. Ada beberapa macam aspek: a.) Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap.5. modalitas intensional ( keinginan. dan peristiwa. a. Modus. modus kondisional ( persyaratan ) 6. Modalitas.4.4. keadaan.4. Tempo adalah waktu yang dibutuhkan untuk melafalkan suatu arus ujaran.) Kalimat bebas adalah kalimat yang dapat memulai sebuah paragraf tanpa bantuan kalimat lain yang menjelaskannya. Kala adalah informasi di dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. modus interogatif ( pertanyaan ) e. Ada beberapa jenis modalitas : a.5.5. Kala. aspek sesatif ( perbuatan berakhir ) 6. Nada adalah unsur suprasegmental yang diukur berdasarkan kenyaringan suatu segmen dalam suatu ujaran. Aspek.3.5.5.4.

menggunakan hubungan perbandingan anatara isi kedua bagian kalimat d. dan itu sebagai rujukan anafosis. atau ide yang utuh. menggunakan kata ganti dia. sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.6.2. dan argumentasi. diastesis resiplokal. diastesis refleksif.6. wacana dilihat dari pengguanaan bahasa dibedakan menjadi wacana prosa dan wacana puisi c.1.6. modalitas dinamik ( kemampuan ) 6.5. Dalam wacana terdapat konsep. yaitu: a. 6. diastesis pasif. dan diastesis kausatif. yang bisa dipahami oleh pembaca/pendengar tanpa keraguan apapun. mereka. ini. Ada beberapa macam diastesis yaitu diastesis aktif. Pengertian Wacana Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap.4. Jenis Wacana Wacana dibedakan berdasarkan sudut pandang dari mana wacana itu dilihat. gagasan. WACANA 6. kepastian. menggunakan hubungan generik-spesifik dan sebaliknya c. persuasi. menggunakan hubungan sebab-akibat diantara isi kedua kalimat e. eksposisi. menggunakan hubub\ngan pertentangan pada kedua kalimat b. Alat Wacana Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif antara lain: a.5. modalitas deontik ( keizinan atau perkenanan ) d. Diastesis adalah gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam hal itu. 6. wacana berdasarkan dengan sarananya. menggunakan hubungan tujuan didalam isi sebuah wacana f. 6.b. wacana dilihat dari penyampaian isinya. pikiran. c. modalitas epistesmik ( kemungkinan. Selain itu juga dapat dibuat dengan bantuan berbagai aspek semantik. menggunakan hubungan rujukan yang sama pada dua bagian kalimat dalam satu wacana. yaitu: a.4. yaitu bahasa lisan atau bahasa tulis. Wacana ini dibedakan menjadi wacana lisan dan wacana tulis b.5.6.6. b.3.7. konjungsi yaitu alat untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat atau paragraf. nya. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. 6. 6. dibedakan menjadi wacana narasi. menggunakan elipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat pada kalimat yang lain. CATATAN MENGENAI HIERARKI SATUAN . dan keharusan ) c.

yakni tahap spekulasi. atau bagaimana cara membuktikannya. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU 2. Tahap kedua. tentu tidak dapat dijawab. dan penurunan tingkat. Bahasa-bahasa di Nusantara . Kalau ditanya apa buktinya. Kebanyakan ahli sebelum perang kemerdekaan baru bekerja sampai tahap ini. tetap mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut. pelapisan tingkat. Keilmiahan Linguistik Pada dasarnya setiap limu. Dalam praktek berbahasa banyak faktor yang menyebabakan terjadinay penyimpangan urutan. dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja. atau kalaupun dijawab akan secara spekulatif pula. Artinya kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedurprosedur tertentu. adalah tahap observasi dan klasifikasi. Disamping urutan normal itu bisa dicatat adanya kasus pelompatan tingkat. 1. Dalam studi bahasa dulu orang mengira bahwa semua bahasa di dunia diturunkan dari bahasa Ibrani. ular berbahasa Perancis. termasuk juga ilmu linguistik.Kiranya urutan hierarki itu adalah normal teoritis. Tindakan spekulatif seperti ini kita lihat misalnya. Padahal seperti yang kita tahu. Bahkan sampai akhir abad-17 seorang filosof Swedia masih menyatakan bahwa di Surga Tuhan berbicara dengan Swedia. Semua itu hanyalah spekulasi yang pada zaman sekarang sukar diterima. Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolonggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. maka orang juga mengira Adam dan Hawa memakai bahasa Ibrani di Taman Firdaus. bahwa pandangan atau penglihatan kita seringkali tidak sesuai dengan kenyataan atau kebenaran faktual. Tahap pertama. Adam berbahasa Denmark. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif.

Kegiatan linguistik juga tidak boleh “dikotori” oleh pengetahuan atau keyakinan si peneliti. Tahap ketiga. dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada. Cara seperti ini belum dikatakan “ilmiah” karena belum sampai tahap penarikan suatu teori. sebab masih banyak sekali bahasa di Nusantara ini yang belum terdokumentasikan. yaitu dari prefiks me – ditambah dengan bentuk dasar ubah. Disiplin linguistik dewasa ini sudah mengalami ketiga tahap diatas. lalu dikelompokkan berdasarkan kesamaan-kesamaan ciri yang dimiliki bahasa-bahasa tersebut. kita katakan adalah bentuk yang salah. ditelaah ciri-cirinya. . bentuk merubah yang nyatanyata secara empiris ada. adalah tahap adanya perumusan teori. Selain tiu bisa dikatakan ketidakspekulatifan dalam penarikan kesimpulan merupakan salah satu ciri keilmiahan. Tindakan spekulatif dalam kegiatan ilmiah berarti tindakan itu dalam menarik kesimpulan atau teori harus didasarkan pada data empiris. disiplin linguistik itu sekarang sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah. yakni data yang nyata ada.didaftarkan. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Jadi kesimpulan yang dibuat pada kegiatan ilmiah hanya berlaku selama belum ditemukannya data baru yang dapat membatalkan kesimpulan itu. Pada saat ini cara kerja tahap kedua ini tampaknya masih diperlukan bagi kepentingan dokumentasi kebahasaan di negeri kita. . Umpamanya. menurut pengetahuan kita jika prefiks me – diimbuhkan pada kata dasar yang mulai dengan vokal maka akan muncul –ng–. yang terdapat dari alam yang wujudnya dapat diobservasi. Seharusnya adalah mengubah. Kemudian dalam disiplin itu dirumuskan hipotesis atau hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. oleh karena itu. Artinya.

linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. kebenaran kesimpulan deduktif sangat bergantung pada kebenaran kesimpulan umum. sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa. Artinya. Sebagai ilmu empiris. Apabila data baru itu tidak cocok dengan kesimpulan itu. suatu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada. maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. maka berarti kesimpulan itu menjadi goyah kedudukannya. Kemudian kesimpulan ini “diuji” lagi pada data empiris yang diperluas. mula-mula dikumpulkan data-data khusus. Karena itu. linguistik sering disebut nomotetik. Lalu ditarik suatu kesimpulan umum berdasarkan data empiris itu. Kemudian sesuai dengan predikat keilmiahan yang disandangnya linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan. secara deduktif adalah kebalikannya. Jadi. perlu diwaspadai dan direvisi. Data empiris itu dianalisis dan diklasifikasikan. sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris. Namun. dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut: Pertama. Dalam ilmu logika atau ilmu menalar selain adanya penalaran secara induktif . . maka kesimpulan itu berarti semakin kuat kedudukannya. lalu dari data-data khusus ditarik kesimpulan umum. Artinya. Kesimpulan ini biasanya disebut kesimpulan induktif. yang lazim disebut premis mayor. karena bahasa adalah bunyi ujaran.Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini. yang dipakai untuk menarik kesimpulan deduktif itu. tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya. bahasa lisan adalah primer. Artinya bagi linguistik.

Lalu karena itu pula linguistik mempelajari bahasa secara sinkronik dan diakronik. 2. karena bahasa adalah suatu sistem. Keempat. Ketiga. yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan. Studi sinkronik bersifat deskriptif karena linguistik hanya mencoba memberikan keadaan bahasa itu menurut apa adanya dalam kurun waktu terbatas. Secara diakronik. karena bahasa bersifat unik. Secara diakronik sering juga disebut studi histori komparatif. disebut pendekatan struktural. karena sifat empirisnya. melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan. Pembagian atau pencabangan itu diadakan tentunya karena objek yang menjadi kajian . atau sebagai sistem itu. Artinya. maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. Secara sinkronik artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada kurun waktu tertentu.Kedua. maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan. maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan yang terlepas. yang berdiri sendiri-sendiri. 2. Lawannya disebut pendekatan otomatis. sepanjang kehidupan bahasa itu. artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspek dan perkembangannya dari waktu ke waktu. yaitu yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur-unsur yang terlepas. maka linguistik mendekati bahasa secara deskripstif dan tidak secara prespektif. sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya. Subdisiplin Linguistik Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. Kelima. karena bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu.

Tujuan linguistik diakronik ini terutama adalah untuk mengetahui sejarah struktural bahasa itu beserta dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya. Berdasarkan objek kajiannya. 2. Linguistik sinkronik/deskriptif: mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. Linguistik diakronik: berupaya mengkaji bahasa (atau bahasa-bahasa) pada masa tidak terbatas. 1. merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusian bermasyarakat. Dalam buku ini kita akan mencoba mengelompokkan nama-nama subdisiplin linguistik itu. Kajian linguistik diakronik ini biasanya bersifat historis dan komparatif. karena berupaya mendeskripsikan bahasa secara apa adanya pada masa tertentu. dan sintaksis bahasa pada umumnya. 2. Studi linguistik sinkronik ini biasa disebut juga linguistik deskriptif. 2. Linguistik umum: linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. 2. .disiplin ilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Pembicaraan dalam buku ini terutama hanya mengenai fonologi. maka subdisiplin atau cabang linguistik itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. sedangkan kegiatan itu sangat luas. apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik. Berdasarkan objek kajiannya. bahasa Jawa dewasa ini. Kajian umum dan khusus ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari sistem bahasa itu. morfologi. 2. apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus. Mengingat bahwa objek linguistik. yaitu bahasa. misalnya mengkaji bahasa pada tahun dua puluhan.

lebih banyak membahas faktor luar bahasanya daripada struktur internal bahasa. cara terjadinya dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. 3. serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. termasuk bagaimana kemampuan . Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar linguistik sebab yang dipelajari adalah struktur internal bahasa itu. bagianbagiannya serta cara pembentukannya.2. Berdasarkan objek kajiannya. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Sosiolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara sosiologi dan linguistik. maupun kontekstual. hubungan satu dengan yang lainnya. Leksikologi menyelidiki liksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspek. Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata. maka subdisiplin linguistik makropun menjadi sangat banyak. gramatikal. Karena banyaknya masalah yang terdapat diluar bahasa. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa. Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia. Sedangkan linguistik makro yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor diluar bahasa. apakah struktur internal bahasa/bahasa itu hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro (Mikrolinguistik dan makrolinguistik). Morfologi menyelidiki struktur kata. 2.

2. . linguistik relasional dan linguistik sistemik. 4. Berdasarkan teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional. 2. kebudayaan. pranata. sejarah. apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistik teoretis dan linguistik terapan Linguistik teoretis: mengadakan penyelidikan terhadap bahasa. Filologi merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik. Berdasarkan tujuannya. Jadi. atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktorfaktor di luar bahasa untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya. 2. linguistik generatif semantik. dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis. Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa. Antropolinguistik merupakan ilmu interdisipliner antara antropologi dan linguistik. linguistik struktural. serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia. stilistika adalah ilmu interdisipliner antara linguistik dan ilmu susastra. psikolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik. Kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka. 5. Stilistika adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-bentuk karya sastra. Jadi. 2.berbahasa itu dapat diperoleh. Dialektologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu. Dialektologi ini merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik dan geografi. linguistik transformasional. Filsafat bahasa adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia. dan kebudayaan.

Beliau mengganti istilah asosiatif dengan istilah paradigmatik. mengambil alih konsep de Saussure itu. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dalam bukunya Course de Linguitique Generale (terbit pertama kali 1916.Bidang sejarah linguistik ini berusaha menyelidiki perkembangan seluk beluk ilmu linguistik itu sendiri dari masa ke masa. 2. cabang. Louis Hjelmslev. sintaksis. terjemahannya dalam bahasa Indonesia terbit 1988) membedakan adanya dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan-satuan bahasa. Sistem. dan Distribusi Bapak linguistik modern. dsb) terhadap linguistik sepanjang masa. Jadi. pendidikan. 2. hubungan sintagmatis ini bersifat linear. atau subdisiplin linguistik itu. dan semantik. Ini terjadi karena objek linguistik itu. morfologi. dan pengaruh pelbagai pranata masyarakat (kepercayaan. seorang linguis Denmark. atau horizontal antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada di kiri dan kanannya. sedangkan relasi asosiatif adalah hubugan yang terdapat dalam bahasa. adat istiadat. 3. tetapi dengan sedikit perubahan. namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu. fonemik. Hubungan-hubungan yang terjadi di antara satuan-satuan bahasa bersifat sintagmatis. ANALISIS LINGUISTIK Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa. serta memberinya pengertian yang lebih luas. memang mempunyai jangkauan hubungan yang sangat luas di dalam kehidupan manusia. yaitu bahasa. Struktur. 1. serta mempelajari pengaruh ilmu-ilmu lain. yaitu fonetik. atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa. 3. Dari uraian di atas kita lihat betapa luasnya bidang. Hubungan .

dan rumah-rumah terdiri dari rumah + rumah. maupun satuan kalimat. satuan kedinginan terdiri dari dingin + ke –/– an. bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter – dengan dasar timbun. maka analisis proses unsur (bahasa Inggrisnya: item-and-process) menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. dalam analisis rangkaian unsur ini setiap satuan bahasa “terdiri dari . Misalnya. satuan frase. 2. Jadi. tetapi juga berlaku untuk semua tataran bahasa. . 2. MANFAAT LINGUISTIK Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan . . 3. 2. 3. Berbeda dengan analisis rangkaian unsur. bukan “dibentuk dari . dan bentuk rumah-rumah adalah hasil dari reduplikasi terhadap dasar rumah. satuan klausa. satuan tertimbun terdiri dari ter – + timbun.paradigmatik tidak hanya berlaku pada tataran morfologi saja. atau analisis bawahan terdekat (Inggrisnya Immediate Constituent Analysis) adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa. Jadi. . ” sebagai hasil dari suatu proses pembentukan. 3. “. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur Analisis rangkaian unsur (Inggrisnya: item-andarrangement) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. bentuk kedinginan adalah hasil dari proses konfiksasi ke –/– an dengan dasar dingin. 4. Analisis Bawahan Langsung Analisis bawahan langsung sering disebut juga analisis unsur langsung. . 2. entah satuan kata. Setiap satuan bahasa secara apriori diasumsikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung membangun satuan itu.

. Bagi penerjemah. terutama guru bahasa. maka tentu dia akan dapat meredam dan menyelesaikan gejolak sosial yang terjadi dalam masyarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa. maka mereka akan dapat dengan lebih mudah menyampaikan mata pelajarannya. sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya. memilih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut. Tanpa pengetahuan semua aspek linguistik kiranya tidak mungkin sebuah kamus dapat disusun. khususnya. dan semantik linguistik. merupakan wadah pelahiran karya sastra. Manfaat linguistik bagi para negarawan atau politikus: Pertama. tetapi juga yang berkenaan dengan sosiolinguistik dan kontrastif linguistik. Pengetahuan linguistik akan memberi tuntunan bagi penyusun buku teks dalam menyusun kalimat yang tepat. Bagi penyusun kamus atau leksikografer menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan. yang menjadi objek penelitian linguistik itu. Bagi guru. pengetahuan linguistik sangat penting. dalam kaitannya dengan kemasyarakatan. pengetahuan linguistik mutlak diperlukan bukan hanya yang berkenaan dengan morfologi. Kalau mereka mempunyai pengetahuan linguistik. sebab bahasa. kalau politikus atau negarawan itu menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik. Bagi peneliti. sintaksis. Kedua. sintaksis. secara lisan dia harus menguasai bahasa dengan baik. kritikus.melaksanakan tugasnya. sebagai negarawan atau politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan. morfologi. sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatn dan kebudayaan. semantik. Pengetahuan linguistik juga memberi manfaat bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks. leksikologi. mulai dari subdisiplin fonologi. dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik.

tanya. KAUM STOIK . 2. Menurutnya juga. Tahap pertama (tahap spekulasi) 2. Tahap ketiga (tahap perumusan teori) LINGUISTIK TRADISIONAL Dalam pendidikan formal dikenal istilah tata bahasa tradisional (menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik) dan tata bahasa struktural (berdasarkan ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu). Pertentangan antara analogi dan anomali Pendapat para kaum analogi seperti Plato dan Aristoteles mengemukakan bahwa bahasa bersifat teratur. Sedangkan kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu bersifat tidak teratur. ada 3 macam kelas kata yaitu onoma. PLATO Dia memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya Dialoog. Tahap kedua (tahap observasi dan klasifikasi) 3. perintah. pasti. doa dan undangan. jawab. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI Masalah pokok yang menjadi pertentangan para linguis pada zaman yunani yaitu : 1. membagi kalimat menjadi kalimat narasi. Pertentangan antara fisis dan nomos Hal yang dipertanyakan para filsuf Yunani apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau konvensi (nomos). definisi. Hal yang perlu diketahui adalah dia memberikan pengertian. Dialah orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema.  Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya bahasa adalah pernyataan pikiran manusia  dengan perantaraan onomata dan rhemata. rhema dan syndesmoi. KAUM SOPHIS Tokohnya yaitu Protogoras dan Georgias. konsep selalu bertolak dengan logika.  ARISTOTELES (merupakan salah satu murid Plato) Menurutnya. laporan. Pendapat kaum konvensional bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos) yang artinya makna suatu kata diperoleh dari hasil suatu tradisi/kebiasaan yang mungkin bisa berubah. ada 3 macam jenis kelamin kata (gender) yaitu maskulin. Sehingga dikenal sebagai studi bahasa. feminin dan neutrum. sangat mementingkan bidang retorika dan membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan makna dan isi. Maksud dari sifat alami adalah bahasa itu mempunyai hubungan asalusul dan sumber dalam prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri (kaum naturalis). Mereka bekerja secara empiris.BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK Studi linguistik mengalami 3 tahap perkembangan : 1.

Varro dan “De Lingua Latina” Etimologi adalah cabang linguistik yang mnenyelidiki asal-usul kata beserta aslinya. vox martikulata. yaitu kata benda. interjectio. sedangkang dalam bahasa Latin menurut Varro ada 6 buah yaitu nominativus. membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos. dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae. membicarakan hal yang disebut oratio (tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai). Nama huruf disebut figurae. dalam bahasa Yunani ada 5 buah. b. Dalam buku ini dibahas mengenai konsep telaah sinkronik dan . genetivus. kata kerja.  KAUM ALEXANDRIAN Cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysius Thrax. verbum. adverbium. partisipel dan adverbium.  Varro membagi kelas kata Latin dalam empat bagian. ZAMAN RENAISANS Dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. Bunyi dibedakan menjadi vox artikulata. Tentang kasus. c. membicarakan mengenai dictio/kata. Bahasa-bahasa Eropa dan Bahasa-bahasa di luar bahasa Eropa. Institutiones Grammaticae (Tata Bahasa Priscia) Yang patut dibicarakan mengenai buku itu : a. dibicarakan tulisan/huruf yang disebut litterae (bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan). dan conjunctio. Fonologi. participum. Sintaksis. Nilai bunyi disebut potestas. dan vox illiterata. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. antara lain analogi dan anomali. antara lain : Kaun Modistae.  Menciptakan istilah khusus untuk studi bahasa. ZAMAN ROMAWI Studi bahasa pada zaman Romawi dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. vox litterata. vokativus dan ablativus. pronomen. Morfologi.  Membedakan legein dan propheretal. Tata bahasa spekulativa. merupakan bapak linguistik modern dengan bukunya Course de Linguistique Generale. Linguistik Arab berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci agama Islam. ZAMAN PERTENGAHAN Dari zaman pertengahan ini yang petut dibicarakan dalam studi bahasa. Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan. Tokoh yang terkenal adalah Varro. dativus. akusativus. pernah menjadi paus dengan gelar Paun Johannes XXI dengan buku berjudul Summulae Logicales. merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin. Ferdinand de Saussure. Varro membedakan menjadi deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris. Kata dibedakan menjadi nomen.Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa. praepositio.  Morfologi adalah cabang linguistik yang menyelidiki kata dan pembentukannya. Petrus Hispanus. Mengenai deklinasi (perubahan bentuk kata).

5. o Prosodi yang terbentuk oleh sendi/jeda. yakni banyak sekali  bahasa Indian yang diberikan di Amerika. satuan dasar sintaksis adalah tagmem yang merupakan korelasi antara fungsi gramatikal/slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan. memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. 4. adanya The Linguistics Society of Amerika. Alirah Praha. menggambarkan tataran utama bahasa. perbedaan signifiant dan signifie dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik.  7. penolakan Bloomfield untuk mentalistik sejalan dengan iklim filsafat pada masa  itu di Amerika.  Keempat. dengan tokoh Louis Hjemslev. Kedua. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran linguistik : Pertama.  Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa. Ada 3 macam pokok prosodi : o Prosodi yang menyangkut gabungan fonem. 2. semantik dan fonologis. Dalam aliran ini dibedakan dengan tegas antara fonetik dan fonologi.  Kedua. Ketiga. Aliran Tagmemik Menurutnya.  Tata bahasa terdiri dari 3 komponen yaitu komponen sintaksis. mengenal adanya gradasi/kontinum. Semantik Generatif Menurut teori generatif semantik. Tata Bahasa Transformasi Syarat yang harus dipenuhi dalam tata bahasa : Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut.  6. tokohnya yaitu Vilem Mathesius. 3. Aliran Gelosemantik. memandang bahasa sebagai pelaksana. . o Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonemfonem suprasegmental. lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya. Aliran Firthian. para linguis Amerika menghadapi masalah yang sama.kemudian ujaran itu dianalisis atas konstituen-konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatis.diakronik.  Ketiga. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA 1. Menganalisis bahasa dimulai dari wacana. perbedaan langue dan parole. struktur semantik dan sintaksis bersifat homogen dan dihubungkan dengan kaidah trabsformasi.  Kelima. Linguistik Sistematik Di dalamnya terdapat pokok-pokok : Pertama. 2. terkenal dengan teorinya mengenai fonologi prosodi.

Tiga macam wujud teori yang terlibat adalah seperangkat simpai (nodes). bahasa persatuan dan bahasa negara. Tujuannya untuk kepentingan para pemerintah kolonial. Tata Bahasa Kasus Kasus merupakan hubungan antara verba dengan nomina. Atas prakarsa sejumlah linguis senior. Sesuai fungsinya sebagai bahasa nasional. baik dalam maupun luar negeri. Gema konsep linguistik modern itu baru tiba di Indonesia akhir tahun 50-an. Tata Bahasa Relasional Dalam tata bahasa ini dicari kaidah kesemestaan bahasa. 4. seperangkat tanda relasional dan seperangkat coordinates. maka bahasa Indonesia menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik pada masa ini. Verba sama juga dengan predikat dan nomina adalah argumen. .3. berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI). TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA Penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa.

8..3 -.3907/7/.8:-88902 .549:8 .70-.3 $8902-.8.3 0-.9: 8:- 88902 7.3 944 897:9:7.3 04.9507507.39 /.9: :39: 202507:..3 203008.39  /.8 203...314309-0781.2. 8:.3 14309  $:- 88902 802.9. ..342508/.9.    %%#&$%   $% 4.8.  14344  2471414302  802..9: 88902 .72.3.84..09  8047. -.  .8../.3 /044 /..

-8.3.18. 5. 701070383.08. /.9-039: .9.1.35. .30305:9802:.3. 203..  $0-. 9.3.8.-.3.9. /.9.9. 3:89    $    . 80-:./.79. $0-:.3  -07:5.82022.9: 43908  8.9.2. /.7-. 9. 42543039:207:5.3/.3 907/. .2..:.9..: . .2.  .32.. 3. /.2.3 -.3 /2 40 831./58./. 503079.3-07-0/.850718-07  /03.3-:3 /.3::/3.2.3 89:/ 802. 503079.439089:.  /. .9.: . 2.:88:70 809./ 203:7:9 07/3. #.08.9.2574808.9/.3/ /0 $..#0107038..3.804. 08.7 4254303 831. 805079 .3.9. .: 20.:88:70 /././.. 5./.5. 0802 208 9.9.33. 3:89 24/073  07/3. 0802 .2-039:-039:.39/. ..3. 5.3 .7./..9../.  207../.9.:88:70 2.79.7.3:89 $303:896:0 907/7/./. .2.9.3/.- 0/:.3. 05.5:3 .2 8.: .: .7  $0-.7:39:3./.2 /:3. .9.8  70/:5.2../. .: 907.2 .9.5.2-.3 . /03.79 89:/ 3:89 9.9.5 9.342543038310 ...9.  805079 .3    % 03:7:9 /0 $./.2-:9/05..3 .8 425488 ../ 574808 7.3/.. 3:89 907/7 /.3/ /0 $. -..7: . /.3.3. :/.3/. -072.793.. 7.3./.95:. /8079... /..3-07./..2 90473.3  .  8. . .: 43805  .7:82030:72:7/9:  ./.5.:.0/:.38310 . .9.3.3. .3 2.8 8.39  9/.98.3 203. .3 .35..2.9..343 70107038. 43908.     .. 80-:. .3 -07.-07:5./.05.5.74254303831.3439089:. 7. /..3 /2 .: .3. .2:8  . 70107038. .3.9.9 5...3/.3. 202.3.79.: 43805 .3.3/.5.$0-.3/:.3  .

438059:.3 -.3 502-. / 83  / 8.3-07-0/.9. -..848. 2./ 2.2.438059:.848.3 503:3.3 .33.3 /80-:9 .3.3.-  -072. 438059:.5503:33.3 -/. 80:-:3./.9.3.3802:.8:.202-07.9 -0753/.9.9.:.3 507-0/.8 /. 4349.91 9072../..3 502-0/.9.025.3 7:.3 2.3. ../09 .3 503:3. 438059:. 0802 -0703.8 /03.3 /280-:.91 .34349.3-07-0/.9.   0 /. . /.2-.8..848.848. .  8.8: /. . /.5..  8..7.3-07.3 .3.9.3 848.3  0 00..7-.: .3 .703. /0349.../.7.55.3.9.3  28.. 9. . :/.3 /03.2.9.  .1091.3 203..8./...91  .8 30. 4349. 89.91.-07.39072.3.9./. 8. .91 .3. .  ..57427.9.7.9.: -/.9.3 /80-:9 ...3 /.3 /2 40 80-:.3 507. . .3 /03.3 .3..8 .3.3.3. -3. .3.3.3 :..0702503     ./03. ..848.848.89.3.2.3  8.3.3.3.3 808:.3.0/:.  9.9.8:. .3.. 503:3:  8050793/.9.9.70107038.9/-.2.::/  20. 2. . 2.08. .3 .907..9: .7.8 .0349.9.8 3097. 4.3 /2 40 80-:./.9: . .3./. :7:8 4349.3. /03./:.9: 2.1091  /. 207. .9.  .8. 8./03/.  .3 /80-:9 . .2 2.2 2.3 203.8. 0802 90705.3./09.3.3 3.3.3.9.7 43908 . /0349.3. /0349.91 .9.9.91 . 9: /03.73..3 -.907. 80-03..9.3 82.  /.5 .2:  .8 54891 28.9128.3 . 2.3.1091 -0703.32022..3.9.3./.8. .3.3 /03. 2025:3.3 4349.::/ 8.491  .9: 0 2.3..3-07.91 .91/.3  43/423:2  89. 907.70107038 .3.3. -07./.8/03../. .. .  543/4  0/.848.3 2.  .39:     .3.3 0.3 /9.3  -084 .9/.8.3 2. 4349.3.703.  . 20309.3 .3.3.848. 2.. :-:3.9.3-07.. -0703. .9.3...3.2- /./. 202 2.. 4349.7 2./.9./.3 /. 08..::/ .9.9.3. 202-0/.9.  4349.9.: 2./. . /0349.33.3. 8.3  5.91/.8.253  /.5.3 2./. /9073.9.8 3 /2.91  8989.3 /03.5. 0802  . 28.9:  805079 80.8  .5 .. ../.5:3  . 7:2.3-.91 8.7.9/. 80038 -3.3. 7.3 /..

3 /.3..3.3 2..3  808:3:3.. 89..  4394 /42 . .. 4394805079. .3:.4.3..35.9.9.2.8:.3     $3432 .7 57.9: :38:73. . . 80./.35./42/.8 . .9 8.3.703.:.3903.39.3.3-.3.8.491-0703./.7.9 ...3.9. :38:7 :38:73.3.9.3 .3. 08.3. 9.3 . .9.  -.3 8.3 2085:39. :53  /. .9.. 4.3 0/4907. :38:7 :38:73./.4 :39: /:3.3202.8 -0781./.3.9.3.. /.  %:9:52::9.8.3 /03. -07.9:/03. 803/7  ./..3 /03. 08.3. ..8.2. 2..3.3.4. -.89 0.848. 9079039:  8.7 .47.9.8.3!07-. /42 ..793.390709.3 802./.3.7 .. 0.8./.05.507-.3  20.80-.9:.9/.3708220303.3. .89.3 . 2. :-:3.3 -.3.3 /280-:.  .2 -/. 202-. . 2.3 90709.3 8.9.5..7 2.43943. .8 9/.3.9.//. .3 .3 2.05.9.3.: -074.33/03.3.72.  !07-.2.7  80/.39  .9../ 0..  -:: 5:9 . .7  /..5. / /.3.7.9 :2:2  ./.38.-8.7.8 202 2..2 43908 . .3:.:5:3 7.4 .7 2.3 -039. /90:8:7 /.3 ..7. .3.3. -0783432 /03..93.8 /03.     ./.  . -::.8 2.:  /42 80-.7 80:2.3.3 .8  .8 /03. /:.3.2 -  4-. 203. 207.3.9.3.3.25..8:8 .9:.8  . 90780-:9 . 2..:7    #$ #0. 202 2.8..3.3. . 8.9. 9: 8:/.280-039.3 907/. .3. 2025:3.3 9/.3 -075.3.3...9.3 2..2. 2.8 -8.8.3..393 9:.3. .3 -0783432  803. 2443/...9:. / :.3 -072. /42.9 /7./.3.39 .3 .3.2 .9079039: .8. 08. .39. -::  2.-./. 8. .9..9.9:. .8 202 2.90907.2     .3 202:.43908.3.39/..

3 -0781.3 .39 ../.  8.3 2./.3 . . -09.2. -07.843.39432. :..9.3  8.3 .3 8.8-0-07..9-0707.7:8 /8079.  1.. 05.7.:2:2  09.3 202-0  . 9: /...947 848..  :39: .39.3  8.3 08.5. .3 /..39432 .  .3 4394 -.5 902.3 0. 2:9.9: /03.3.:  /:3.3.9 70.3 /.:3.35..3 :.3.3  8. .9/03.. .4.8 42.203.28.947 .  1.39.: -077. 2.  . .3.9.2.::2:280/. :-:3.9:  8.9.8.3 .3 0-..7.9.3 :.3 8907  203:.970. 207 2022.9  0/:.9.9.3 907.38:/:92.3 80-..7.9.9.5. 8. 2.39432 80.:.2 1.33.32.7.  -/.9.3.$3432 .9 :-:3. .3 802.  4394  -09: -0783432 /03.39432 -:7:  . /:3.  02.9:.9.340 8.3.5. ..38.038 .38. . 2.2.2.32:3.3.::7. /:5 -07. 8.7..9: /03..3 /:9  0025.4/:3.7.9.83.3 802..9: . /03. 8:.380.3-0-07.39432 .7.39 ..3.3.7../0-.3.947 3:.. 42.91 .3/.  1.9.3-0781.3/.7  -.. .3 . :-:3.3. 20.3/.9 /9039:. 8.9./. 8.  003. /:.9.3 80..3  /03. /03.3 -...3. 0.3.2 /03.2 0...3.947 01472.947 .8 .3. /03.3!079..9. 8.8 .33.8 /:3.3.8 -../.9: ./.3  09. .3 .20.39. 8:7.7.  0/:.9.3 .703. -..3 . -:.9:.9  202 2. 8.7..39432.9  1./.3 92:7  8.1.781.3  ::-.39.3 .. /:3...5.7.:2:2 .3 -03..3 2..     39432 39432 .3 .3. 9/.  43943..5.5.39432/-0/.3.9..3 .3-07503079.7.3 !079..9/.33.9 2:9.9.39.9.897.  28. 8.9.9..9.3.3 -0781.39432 .5. :.3 203.7  09/. /. .947 . 203.39/.7. ::-. 8. 3/4308.

. 05.3.:0. .30-/.3. -07/7 -07.3 /03..9 ..2-     5432 . / 05.9.9:.8 .3  4247./.8.7.0025.9:./.8:7.39.33.3 :. -..9:. .9.7..8.8..9: .7.3:.9. 7.2  02.3..-07-0/.02:.2/.394322.30/:.9: 4394.39432 9:-07.3 2.2.9.7  .3 4247. 05.7 43943.1203. 8./.3-072.39432./. /:.7. 08.  8.3.3.47947..7.32.35.80-07:9 .3.347.3 ./. 907.39432.3.7.3-.3./.3 -072.9.:3:.    42432 42432 .807. 5. 8. -:. .3 9..:5.32025.3 -078./.9.3.1  42413 .3.5  434 /.3. 909..78.     !4802 !4802.8.9:.3.7.3-0781.3-:3.9: 8.0-/..2.9.: 07.9:..3. 2.3:5 /.3. -8.20.3907.202507.39432 /03.9:  8. /. . 05.28.38.2 42432 .78.907..-039::..3 -07.3.2....3947 - 05.7.. 39 /.5 :.9.9. 8.3 /. . 8.3 .39432. .3:8. .3 -039:3.3. .3.33.30..3 2.1. /:/:  9/:7  9.3.3 /80-:9 424143 /.5.2. 9/./:..8  %07. 8.. 43943. 17.3 -8.9 .2.7803.32022.3 .9.9.

.  539:  /.5.  -039: -:: 80.3.3 -:7:3  :7:3 -075432 2075. 5.9./.  2:.9 4.2 .947 ..9  2.3 /.3802. 9:8  .39.. .7.3 .2.  50702-.9  /:3.8./-072.7.203./.9 -075432 /03.8.3.:-:3..3 .897.  ./3. ...7. .3  /. 9:8 :38:7 8:57.3.9 9.-039::.3  .-. -.340 .39.2-/.3 .9.5 8.3. 8.3 !079.2. -07:-..9.3    !#& $0.2.2 .187.2.  8.3 . -072. -:/.. -../   -:: 80. /.3.3 -07-0/..39.3 70. /.3 .3 /03.3  3  ./.802039.3  4394 2075.3 :38:7 802039.9.. .9..3 502.2.3 70.5.7.3 5079.7: 907-9  .  /03.38 .8.3.3-.9.:207432     2-6:9.3. .980./.3 7:2.7438 2.3. /.3 2-6:9 .9:/903/.7.  50702-.9 . 70/:3/.7. 503:3. 203. .80-:.5.3. 3 /80-.3 10:/.1.: 4254303 /.703.3 539: .2 -.32. 5.3 -0-07.3/:3.8..7.3.7.7. . -.3. -039: :.2 2.3 8.9 /9.. 907..9...3 590  8..3.3/03.3 907. 837438 2.39 /03.87. .9.7 7:2..79432.. 909../ 5. 9:.3 848. 9: /903/.5432. 0.3.32.9  .3. /.7.08.  .:5 /.3 2..38 -070- 0-.7. .3./.3. /::  :39: 2030-:9 47.3. 40  3.3. 80-:.8.5 80.3. . 909.5.  50702-..3 7.7 -/.9.7:     #0/:/. .5.3 /472.3 905.7.91 .3 203.3 -070- 0-.91 83.3 .:09..2.32.  .2 -039: 8:.  8. /.3 ..8. 03/0. -. 9: -. 9/./.2..3 202-:.38 #0/:/.9..98  09.3.9  .9  8. 20307.9.3907.3  0/:.3/./.3.3 . 9:8.5  /.:-07:-.5 80-.:7.-.9 /.. 9:.3.3./.2. ..:  -::9:202:. -.7:  /.0-/0247.3.3 -8.3 .9.9: :.  02:33..3 4.9.3:.9..3 ..2-.9 907. 03/0.2.. /. 0.

3.3. /03.3.3-039::.-0703.3  !07:-.-072.. 507:-.540.3 203.3 :.39./.8 /.7.9:  945  /.3808:.8  02..3 /03.2:.3-0703.3.3808:.3.3 2.7. :8:8  8.:8.3/03.7..3 2.507.793.9503/03.9..3/03. -072.:203.93/7.3.32..3.3 /02.9.. ...3.3 2.  ..7.. 20:.3.3  /.3  28.8.3507:7:.9.3.3.3.3 9: 2.: -07-0/. ..7.3.540.3/03.3.2545  .9: ..-039::.: 9.3 . 8050798.39:/03.3 /80-:9 0:102.:.3 .7.0025.3.7. 805079 5.3/03.83.3.8 . .  !07:-.3 -.  /.7.9.3./3./-072..3 80. 5020. /80-:9 :. .7803  80.39 !  !07:-. . ..9  5079:.3 9:  803.3 .3.3 2.. 8.798.07/  909. .3.3.3 80-..3.3./.3. .3.9.793.3.9: ./.. 5. /03.7:83..3  28.8:/ . 8.950/.7. !07:-.. .79 :././3.  28.: 2:.9....7.3 9:  8.7.3 -039: :.3.3..3 -0703.3.7..3.8./3.5 :. -072./.  8. 803 5.5.3.3 .9 203.5 3 .9:. .  9. . 47.3 -07.3 -0781.3. .3.3 .793.:.3.9.9.7.9.3 9. 203.9::-:3. :2:2 203.8:49.3.32.3 203..3 /2 80.3.80-:.3 3/7. 949.8  .9.3.3-0703.503//.393 8.0.3 2. 80. /.3. 808:.. .: 9.25:8:7. .. -072. ::8..3.. /9.3 /2.8. 50/.848. 2.:8.7903.  805.9.3-07.59..9/.3844 !07:-.  .9.3. . 2030259  .7.3.3 2. . .3/03. -072.3  909.3 . .3.3.8.7./ -072.//9...3 -072.

 .3.0:102820 507:-. . 203.3207.3.3 .9 :38:7 08.2.8.:  :33  5:9  9...     !     0/. . /..32.9.2.7 -/. 802.38. 20/...2 802089.3 -.3 -07-0/.2 . 8.73. 0/. 3. 20303.3 /...2-: /. ..7.3 0-:/..9.3 2.7..2  &39: 203.3..8..9.-. 80507. /. 202-07 0907.391 10/  .9.3 507-.2-. /42. 207.73.3 /80-:9/8102.3.3.3  805079 207.3.9.8 /.3. 207.9  -7:  .3 08.703.4.8.2 -. 3.3 .  ..  -. 3/4308./.3.3 -07:-:3.3.3 .3  802.3 3:. 3/4308.3/3.: 70.7.39.: 20/.3 203.3 2.  . 9079039:  8.

8.:  30./. . .8. 570/..5. .20242543032.8:-0-07:5.39.5.8 203:3: 5..9.9.:3.3 20/.5.3 809  44./.7 507./. ./.3.39.: 7...07-. $0.... -07:5..39.8  8.8.2./7 4-0 3423.3 207:5.9 9: ./. .2 . .702./ /0.9 .: .39/.780:2.3/8:-99:8... ./80-:99..703.3 20304254 /. :-:3. /.3  /.3.9 03:7:9 .3-0742543032.9.7:8 .3 44..3 203039:../7.  04254 809 203:3: 5.9  .9: 20/.202-.3 . ..2-.3/.3 802.9:     0808:.9 .9 .3 8..88. -..3.3423..3 88. $39.7.9./780-:.79/03.7.33:89. .7.9.07-..9:8:3. :-:3.3 /.-/.  -07/.::38:7 :38:708.: ./2.9.3. .  203:7:9 .3 .3 .3 9: :.9.3..9.-.3.3.8 04254 20/./..9.3:8.3-07.39./843.28.3. /.9.2.380..3 839. 07.9.3 .3 907/.8 /.07507.3.9.. .. -.3.9 9.9 :-:3.2.: 3:3.9.3$39..9903 .8.3 /..9.:/..2..  2. .8.3  &25.3  80-..9.9  .3 202 4254303 2.9: 8.3.3 202-039:080:7:.9..3..3. /..10   39 80-:.39 .9.2..3 -.3-07.  .3983.3/240809.32.7.07-.97.:.. .2.9 . . .2. 203.10  .7 .8.50.2 8.9 /-0/.3 ..9:042548099:-8./.9...3..3 . 207:5./.907/7/..39..3..- .5 0702-. .3 2.3 0.3./..88-07.39: 5.     4254303./.:30.9.3     %%#&$%   $%$$ $39./.07-. 202-.42543032.3 5.9.9: 44.7.7-.9.3$02.. .2.2.2 80-:.2 8.3 43899:./.9: 9025..9. 5.

9.88  /.7:880.3..7..:./79/..2. ..2.5.9/.3570/.9.2.90473423.7..3  0025.3839...5.35.3   %$$%&$%$$  .3203.7:907.9   $%#&%&#$%$$ %07/7/..9..:807:.9/80-:980-.950739.9.8 030 $ 202507..4394/.:909.. .9.2./.3203.9.2:3 .2.3-078./04254.-.3. ..507.3 4394/.7839.31:38839.3 9.2.7:82021:388:-0/...3 9..1:38 1:38.0391 207 ! 202507..39:3 5.88232.9807:.  .07-.020730309..:-07:5.9  .91 .3.3..703.703..07-.  4394 .1:38.0 202507.99:.8.9.32:3.  202507.90473423.9. $! 207:5. !80-..9.. 8.79203025.2.88907.33.9.35.5..-.889/.88 ..7:880.503/.88 .3-07..52:3. $!  $80-.1:38!/.1:38570/. 80-..9.897:9:7 839.7:8.3570/.9:  $:8:3./.3  50739..5.3..9 .78:8:3.9./.2.439083.:.9.2 897:9:7839.25.:3....3 0-.3:.3$ !  .38.3..350393/.5897:9:7839..1:3890780-:943897:89:-0:2/.9.3 $:/.2.9/.2:3 5.2809.3 203.3.:7:9.7:880.8 2.. 80-.3.80-:. 203.2.9047.7./5../.3.3-.09244-07..7.7..91:389:9/.3 $0..9:1:38839.10203.9.31:38/.:-07:7:9.  .3.3897:9:7839..90203025.90473423./.3  /.88.9.3$ ! 4394./5.350.-07503.2025:3.2.8:...  .88/../.: .

  7.380. 2. 2025:3.9.091.703.9./...9 !02-039:17.9.37.3-07:5..3/03.9.203.32:9.7 %07/7/.38.9.9.207:5.9.0-0-.33.80.3.3839. 08.9:.38.90475705488/./.203.-:3.9:.3203..2.9.317..88 /-0/.80 .2503.33....88//.29.9.9  439417..3 4394-:.247102-0-.247102 907. .3 -.9.7../     7.78.9/03.9.507.320388. $0.90473423.3839.9.8.8-07.2839.80 7. -07507./4254303 502-039:8..8 ..9..80/-0/.2 .503:/.80 7..9:.29.203.9.2025:3.7.7:8-07:5.3..390-.9.809:.3. 2025:3.3 .9047839.3839..80.08./..808480397 /.8.90473423./..07-.88 /.50388.9:.3 839. 2.5/.9:.0-0-.9. .88 503.3.-07:5.5705488/.17.3247144 .342543035079.02:33.9.9:17.2574808247144  .9. ..88.80-.9:.3/.2.3:39:203.9.3.39:  2025:3.88  $0/.9..80-0:22.2.3..9:.3.:04254.    0387.8.3/.9:.  .2574808 247144 $0/.33.3507..8.-4.9.9.7 .../50381:38 1:38839./  7091 !7054843...3 .9:.3.9203..34254303 0/:.   #$    !03079.380.//:.:907.2.9/.!03:.99.7.35.3..9:1:38839.2025:3. 3:207..80...8:.88. /.3.2022..8.8008480397/-.74254303//.  439417.7.3/7.88  ./..3-07./03.-07:5...5.3.9.343:38 ..2502-.7.7 909.3080:7:.9/.8.3907-08..3.9:....3.9. /-0.8..30--08.3.80/5.3.247102907.207:5.80.88.88. 9/.380-.33.9.://05.7.803.07-.380.3-.7 7.34254303 42543033.07.8 80.9:..9. .50381:38839.8 -:..: 839..3203.39070.503:-07.38. /./.

8.2-./.-07:5.8/03.7.80.9:.9: 42543033.: 80-.9..8.80.9/.425430339  439480/..8./.:503079..:0-.7/:. /03.9.91.3.9.907/7/.3.....8054891 7.3.80.-07:5.3.317.9.7.4254303.91  7.5.80.3     !07:..5.3393.81.-:. 803.80.:2 80/.3393.3/.3 -0-07.8-07.34043:38447/3.9. .3202-.3203.805.80.82.9.804/1./091.203:3.34254303-.5.803:207.3202-079.  7.3/4308.08589-.34254303..3 425430339/.3 8.342543030/:.3.9.80447/3.:5743423.07-.88      7.8003/480397/80-:9:..342543035079.5.947 .8.202-.3/9.4254303-.2..:04254.3/..33917.:.808.9:.     7.17.3423.:17.3.9.3:207.33.703.82.9:17.3/.-07:5.91 7.7. /.8.39/.3..34254303.425430339 .3/.9.-07:5. .343:3880.. .80 7.91.80/.34254303502-039:3.. .703.3  .9..3.  17. /-0.9..3207::808.9..-07:5..3 .9:17.2-.25.3393.2. ..091.07-.3207:5.5.507:.9.80.9:4254303.9.91.808:-47/3...9/5079:.339 . /80-:917..9.803/480397 7.79::8 805079 8 8.9/507:. .3.5.8.7:808:.342543033..80-07.. 43/7091 7.3202-.4254303.3393.3.9:17.80447/3.9/:-:3.30/:.9574/:91 .9./  17.:80-.37.7.9:202-.2.9  17.  17.8.3 5. 17.-07:5.80/.8003/480397/.3393.9/-0/.803423.9//05.80.91 7.8.      7.80 447/3.5. .07.3.343805.3.3  07/.1.4254303 .80.3 80/. .380/07.8.3202-. :7:9. .-0790473423.7....9.

3 0907.43897:89:/-07.2..:0-.9.2-..3.3502-./8.:3030  .243897:8. /087589:    &$    !03079.2./..3 .850 038 :2.8.3.3.3 570/.9././907.:8..9.9/.. ..5./.3. -.990780-:9-0781..91 .3/:/://05.2....2.2..:8. $0/.9. 3.:8.3:39:202-07/0875880.92./.9 -.3.9:43805 .3570/.9/80-:9.380-.08...0507:.9.3 3943.8.8.3.570/...3 -071:3880-..  .5.8:-0/.. 80:7:-..3 9.3.9203.3 43:38.7:8.2-:30907.  $0.9.703.4254303 -07:5.3/087583-.9  4394/2.25073./885.9..2.2.9  43940302./.2.3/  $! .3:38:7008.3.3-071:3880-.3  4394.:05.2-.317.80./903.3.:8.3/885.793.2.3 0907...23.3..:8.8.8./.8.9/84080-:.39. :39:203../...9.3943.02:/840/:.91  $0-:.8:-0 4-0 /. .3 :38.:.243897:89:.503.9 .. 907.7.  .5...8..99:3.8 /0./.9:.3 /3.8../.3.7 /.3..7:39:9.-0743897:8 570/..3..3/:/://05...343805 43805:8:8 -.58:.//.3/4308.907/.3.-079.0907./89:-:./.3.2.:..3.8 9/.//..80/.7.9     09.8.2-./8.18805079/.3.:5:33907091 ..:8.2..3.2..:8.5  - 503:3.390709./.3/03.2..2./.380-.2. %025...5.39: 507:.. -.9570/.3839.7..9.8 .30/.3.9.3/.:8.91 39074.3/  .9. 24/.: 3030  ./3.:17.9.7./-073943.3/03.:380.108 20.43897:8/80-:9.343805.35.:8.9075073..9./.380. //.98:-0/.3 .:8.39:-:.9..99:3..:05.91 2./:3.88-07:5..

:8.9 .93..3570/.8..      07/./.07-.93.3.07-.397.7.3203./-.93.   038.3570/.38.:8.907.8.:8.32025:3..:8.38  .32025:3..-07:5.3570/./091.33.3//08.9.:8.5  ...07-.8..7. .397./.:8. .3891  4394030203.897:9:7.  ..  4394.-0-.07-. .93.:8.9047:38:7802039.3203.3570/.:8..9047.93.07-.:8./..07-.:8..8 ./ .3..:8.97.:8../-0/..:8.9   .3.3570/.9.:8..-07:5.:0907.:8.:8.8:-08.-07..../  .:38:7 :38:703..:8.93.:8.3203.5  80:7..9:  .:8.:8.03.93.:8.907..9 - .203.97.3203.  ..7..8:-0/. 038.3891  4394030203:88:7.3./.3.7017081  439403080/.:8.3891 .3 :7..39/..7017081 .3423.509.3891 .-0-..2025:3.3-07/.3570/.38 ..2.      07/.3897:9:73..9.3423..07-../ 570/..3.9047802039./570/.:4-08../.8.3897:9:73. . ./-0/.

3570/.-07:5..3-07-.3570/.:8.57054843...9  .9.9:.:8.8.-.3907/.2.5 -0781.98.907.3.9:7.6:7 ..7.3.303..:8..9/.-075:8.813.9.07-.5.-075:8.:8..:8.. 17./.202-..8  .93...5.89.9047..203.38:-03.2.8.9.39.750393/.:8.:17.9-07:5.3-07857.3570/.90475705488  4394-://..:8.91  4394 '030/.43899:03/.2.-07:5.9:.39.9     .3 /..:8.9.2.5:7  .3.07-..80 .2570/. .5.9. ..907./. .93.381472.9  ./.-075:8.8.:.7.91 .9..2.:8. .91 .7.3.7/./.9 .803:207.93./.-/.9/:-.-075:8.9.172.  4394.:8.2-0-07.3907./.9.:8.:3097.2.38:-03.3/-039:/.8.9/.:8.793.     038.:.  4394:238..:":7 .9.93  439467.980-:.:8.5.9...:5003..//.091.:8.7.80-07.108805079-./.9/.3570/. .8  .3 203.33943..9.9.17.5 .93.3.3.3 .9//..2 570/.9.9//.907.3/03....    %    !03079.939/...2.8.  4394.93.9.  ./..  43899:039:803/7/.2.939 ..8.:8.97.9/0.93.3.934339/03.3-..9.-07.3:207.2.3 .

.3907/7/.3.3809.99:3..2.02:.2.02: 2025:3.91 28.2.2..9.:8..78.92.:8.:8./. .20289.7.25:7.92.92.3203.02:...92347  .343:3880.9.2. $0/.:  09./..5 28.7.9.3.7 ..:.92. 0/:.9..9.7.02:809.8.2.07-.: 909.9/.-07:5.3:38:7 :38:73.91 .92.3.38.2.3..7.380/07.47.3..07-.92.9.02:3 207:5.809.92.3 .-.02:8:-47/3.:8.5 ..03.9      .:0- .: .343:38 08589 805079/./.3.3./.3:-:3.93.: .02:447/3..343:388:-47/3.02:/-0/.3/.33.9.9:8.907/7/.2..:8./:-:3.02:. 202:38:78:-0/.3/03.2..9: .91 .2..:8. 2085:3 /.35.2:3 .3/03.25:7.9:../.3.92.92.2.9./  . .. 2589 9.2.:8..7.3570/.3.3      .9 .2.99:3. .3.2.3 .3 .3570/..    .39.3.9807:.92./.  .:8.8.3.07-.03.3./:-:3.5 80:7.92.:8.02:42508.2.2.9  .2.9/.3.3343 .2.92347. .3 :7.:8..3.3..2.9.3.703.2.7.   .43:38   ./.47/.92.2.3-0793.2.9.0-/.78.2.2.02: .92.

9.2.07-.93.17.9047.3 -07.../.07-.-:.2.3570/.80.3..   .9.9343 .

8.2.32030.2.9. -.9.3/.2.90.9-07:5.7.9-0-.35.07-.5./.2.39/././.9-07/7803/780-.17.9-0-.7.2.3.5.3..:.8/.9.8.8/.33.9.2.39:.7.3./..80.9.3 03.5. .80-:.9907.5.9202:.   .9  .:90254  .2.2.19.9 3943...      .9907.8.3 3..5     3943.3.

%0.802039.7..3   24/:843/843.3.9088     4/:8. 4/.91 .8 0.:38:78:57.7.7.303..3     4/:8 850 .8 4:8 /.7.:3097.3203079.3/:..7:8.3.802039.5.:..9.7././.-:3:.7.. /.3  / 24/:839074.3.38:./..3/-:9:.39073.9.3 0..7:8 :.9:..3  .33.3.1./.3  1 24/:8/08/07..91 5079.:033.91 50739.9.91 033.78:57.3 8502-../.5.54-091..8.28:.9:.24/:8 . 24/:82507.3 - %0254.9::..3502-039:.7 .38:....3  0 24/:84-.503.. 5078.73.3.3203:7:99.9039.187.3.9.3.3./ /./.3:39:20.5.-0-07..:39:202... ..91 0.9.3.7.3.38:..9:80./..7.91 -078.9.3      850.289:.:02.2-.7..5.8..9: 80203/../.3.58448507-:.3  .7.9.:. 24/:83/.3/.7.3/::7-07/.  - 24/:8459.

907..8504393:.38:3  - .850808.-0-07..91 507-:.3  0 .3.. . /.9.3-07.9.-.380/..2...2..38:380-039.8505747081 507-:.8.2..3..850380591 50789.7.3/.3.3 0.3-07.2...3//./.9:907.85025071091 -07.2.3907:8-07.9.9.5 502-.:503.9      4/.31472...3/80-:9./-07:.3 50789./.9.5. 507-:.3203.9..-0-07.9.850 .3 93/../.7  1 ./3.8//.3907.  .2.9.3 :./.9.3 0.9.3.9.0907.507-:.3203.9.3.2 570/.38.38:3  / .8 .574808 /.7:2:..91 507-:. .9:20303.7      .9.2.03824/.5./.7..3 /..3/-.5.8507050991 507-:.

89088 70854.2 02..89088.3  / 24/...80589082 02:33.91        !03079.3203434.:.39:      .3./.3.3-./.3 503/03.38... .9..3 57.3.2.8.9 43805 .-0-07.39./.9.5.3.7 ..9.3507-:.2..2 /.:907-08../5.3      4:8.9.3 .25:.89088701081 /.:8.:502-.8.50.303.3-8.3-.3.:508079.9..9:..3/...90793.:38:7.207..3  .3.89.907/.3 /.7.2./.3:9: .8..89088.9803..7:8.2-.5.3 05.3:-:3.. 207:5.3.9.30.89088../.3  - 24/.5 803.91 /..8/0439 03.83903843.81 /.37.3/02:.3 .-.2....9..890885. 033. /.3/.7.8/3.9/03.240 502-. 24/.2.9.:/0.9079::5..2.2.9: /..89088.3.9..77.9.:50703.9..9:/.9.7.9:. 24/....3.2 .3 507239./..507.9.

2..9:39:203:-:3.7..79.35.2880-:.- .9..-.3-07-.3..3:-:3.5.38.7.380-.9.39 .9.3-.3:39:202-:.503/03.3:-:3. 3..3/3.30588./ 4081.9.3-.97. 3 /..39:80-..7::.-..39.39::.. 43:38.9: .2.2.:.3.980-:.5:3     .39::.9 .07.3-.9.3 .203. 203:3.9/03..9 0 203:3. 2070.3.3.3...7.9 - 203:3.9. .3.9:503.850802. 203:3..3:-:-3.9/.3.39./.35..39:.3 -.39/.5.380-.9 / 203:3.3907/.9:.30307 85081/..2.2.9 5..1488  .5.35079039.9/-:.3..3..3:-:3.80/:.3...3.3//..7...3...3...9/:3.3:-:3..3.3507-.1  - 203:3..0/:.9.3/.2.3  $0.5.9./. 203:3.7..2. .:5.2..80/:.3..3. ../.

307.3.3 8.393.9:.3203..7..3.9.3.39.203.1/::47./-0/..3..9.../.3.3.5:8 .3.3..55079.2:3:89 909.7.7...5. .9:-..3 .8.3.9..3/.2.5748..3.8.2-0825:..39.1.303.780507920.39:/-:.90-07-..3.3907.3/.8073.7503.-:93..37::.3..3.25. /.7:2039.7./..808:.9 /.. 9039:9/../. ./:.  ..3850:./.8 .8.-.3.5203.393. 57480/:7 57480/:79079039: %3/....5.9:8 - ..5..3:7:9.3-07/../.  ./3.:503..3..:0-03.8:850425. /..3.53502-.38.8::.8. . 9...393.805079.257.3/..3203.79:....3.33472.3.3047.-07/.39.3.. 9.32030-.3.     038.8 /.3.9/.:.8  085488 5078:.9..8    %%##$%& 7.8.9.3.253:7:9. 0825:.9: .9:/.../.3.3/.3/03.3203.1 203:3..2 -/.35.3.7.99.380-..904798 .50325.202-:9. 3/-0/.7..3.7./03.9 ..9/.7.3.3 ./.2.9 50.3. .:./-0/../. !.320303.2..3472.-07:9  %.9.9:/..3.28.29..550702-.9/.38... ..3/03..850:.3.:7:9..3:-:3.5.9..-.-:23-07-039:/.72. /-0/.91 793..31..9-.380.29..5.8.9: .-.52: 9072.3.73.38...8.3..35.33.33:89 !.9.3-.58.3.9180507939.:-.9.: -./. 808:..8./..3/.9:8 .2.3..9.39...9/..7.3-07503/./.928..:-.:5:3/.8.-....:/9./...8.3503:7:3. .9.809.3/.9    &$%$&   02.9:-8.3.947 .5850:..383.9 /.5850:.915:..7503:.//::340-:9 -:902578/.38:/:95...3../.

3/.39:  ...8.8 793..8.7-.35079.-.7./.9..30825:.-8. -./.3./.39:/.:549088 549088..9. -...25.3850:.3..8.8 !.:0825:.9.9202-.8.3..850:. 39.9.3  %...5.8.7.9.8..35.507:2:8..9.32037....!07.25.7.32.70825:..7 :.509.7-07-.7:8//..3.7:..8/507:.8./.380.8..9..51..2503.53809.3.3.9.308.:8 .3.3.5 /8532:-07:8.9.-07.8...2.8.3 5079..8.2.7..3 2. .309/..8..9.:.203.39.-.9:..9/./. 8..3.81.93./.5.47../.8.2037...3/4:2039.3.30825:.......7.7.3-07-.9.30207/0.3907/.8/.02578.-7..2/8539:/7:2:8..7:-007..3.9:9047 !.202.3-0:2 907/4:2039.:/04254.3/2-.9..9..202.3 /90.9. . //..3-.202-079047.3-.3 %3/.7./::47.3:.1.3 -07:8.73..2.3-..7:203:25:.3/.3207:5./.32.9.2.02578 .8..19..50/:.7993/.9.8 $02:.9:.5:3 0-.91.  %. 1.8-./:8.3..7.../.3/-:. -.3 .3/.33.-5079. /03.3203:8:3908:39:203: 549088 549088907.3 80.95. .22.9.38:/.3/3007 9.8... /..35./.7/9072..38.850:.3/:25:..-.-7.38:. 032.2-07-.90780-:9  . . 2. 2.3././.050393.-.3 9:-8.5/../.3$0/..8.-2.8 .//:3./.2.3/.7.7./.-....8.9.8203.702..-07.5.8.8.3 08. /9:7:3.39047 !. .25.3/..9.289:/-.7..3/.0.3207:5...5.3.9.07.54-807.20..3/%.3.30.3.8.32..3549088.314841$0/./ 8047...9.8./.80-0:2 507.3  02:/.25.35./.-0:2 /902:./$:7.209.8.3.7.3/.9..9.802:.7/./.38.9:-07/.%:.53 .7.203.9/4-807..38:.7.3203443 443.3 5079.39: /.8.33.3.50/:.3 2.8.7.8.  ..7. 2.  /8533:899:80./03.38:/. /-/.80.8050793-0:2/. 80-.3203.7..2/.3::/3.2./ 0825:..39.703.8./:8.9.5503...91/.2.37/.9. $0.9.-...535.9.:80.80-.:9047.3-..320303.2.8.3..39099.5.  8533:89/0.7 .9..-0:28.3-07/./.2203.-.

33.3 :2:2 .30825:...3.7./.-07./..9./03.:.3/03.8.3808:.. 5.9.32:././.80.3.703.7 ./.8. 2:.  .81.:/.9. ..39.4380580-.7.9./03.78:.0-03.8. .7. /...9.39:35.3.75701820 /9.33:89:.3.3-07/.02578 .7.9:0825:.3 909.5.3 -07:39:3 793./..3.9.32:3..9:0825:.7.33..3 ..7:83.8.203..79802..70825:..9:/.7/.0./.9.38..-.8. .3/0/:91/03.9./.3../.90/:/:.39:203./03. .3./:25:../03.780.2.7..-.8.:8:8 .33-.30825:.3.30825:.7:9:9/.33 /: .9.2/80-:9570282.9..8.280:2..39: 2.5073.025789: 0825:. 0.80-./.3...4...302578-.3 80.9.9: -039: 207:-.9.8.30825:.9: 3:898073/80-:9 3424909 02:/.902.7.8 2.380./.3/9093.-.-.203:-.9.9.:39:203.3/.33.3 850309 &25.-039:.3:2:2 -07/.22:4.02578. 9.:/9.9-07.7.  /.-40 /4947 4050309.  .2-.3./4.8.2:02578 3:89-07:8.3/0/:918.503.3..3:2:2.3:2:2 80./.88/.9.3..2.3/.8.5701820 /2-:.9.35.30825:.3/.3 0825:./.. 203:7:950309.9.33.0-.8  .9:7.3/5.4.:.9.3/:91/.70907.:8:8/9.  0..3907:8203025:73.02578.3.7.7-.3-039:/.:0.33/:91  02:/..8.5.3570/.80.3/8.-.3/...7 0825:.5.:2:203.9.9/.3/70.790825:.3203:25:.33.3-./.3..3.3/. 8:.3/:91  2:./.2:3 0-03../0/:91.47 .7 :-.85..8.9/.9:990825:.: 3 40..3:93.  $0./..3.3/507:./.9./ 507:/. 793..3:89 9/.9.7.7.703. 025789:/.:8:8/..390.0257880.-070395.3 /0/:919:  $0-...:. 0825:.7.-007. 3.3/.4 /03.39:-07..  !03/0.3/.3 20303..39:/2:.390780-:9-07/./80-:90825:./.:.0/:/:.3:.9.-07:9 . /.8./.7.

3  09.4-0....3.3-.3/03.. /03..:-:3..9-. .3 50702-.28 .9-.9 -..9..3.202-07.80.7438073:..20250..-.8.9:9079039: $9:/83743-0781.33.3.9.7.39/..8.:7:3.8.-.3 -.350702-.:25:.-..8.3..3-07:-:3.5.3 ... .8.8.8.5/8532:-.8:...3 !03/0.3.3 !02-..8.-.2:7:3.3.9.3 -07-.34942.8.3-07-./.80.3:38:7.:503..91  02.8.9:0.:80-.7.8:.9:5:.9-07:-.../.5./.3-07/7803/7 803/7  0025./..7.39039:3. 80-.33.!079./:3..81.-07:8.3..3 .././80-:989:/8947425. 2. 203:3.9502. .39:/.:39:/03.4-..8.:..9.3:89202507.8.-.3/8539:/03.3./.3    $:-/8533:89 $09..7.380-.390705.23:89.7..57085091 793.9:...9: 805.. 2. ..-.7.3.-0781.9:3 2.9:.7.2.././:3...73..3 .703.. -:..390705.3.7:83.3:89.3897:9:7.:...8.3/.83743.703.3.9: $0.:. .9.743 .8..3-0703.9...307./..9025783..3:38:7 :38:7.98 .73.3848.7-..3:-:3.5.-.8 .2025:3.9..20250...320. 80-.9:907-./.9 . .8.380-.3/03. .3 203:7:985030980.3:38:7.02578 /.3..8.8.:25:.2.3 -.3808047.7.9-./..703.3:8920250.350393/.8.3.3./.8.35.7 -..30/:5.3 -/.3.793.8.9: /03.9.:25:.30.3.3:89 -.-:3 793.80-.9/087591 .703.7-.703...8.3 2..9-.889029: /80-:9 503/0..9:0.-.-:/.80-.320.3/3.9:203:7:9../. /.80:3/07  0/:.5...203.8 20.3 8:-/853  .. 2.9:-... /0875891/.5. 9:8.3:89203/0..8..380-03...3.80..8 $0..57207 80/...3-.3./-.83743/.3.5.-:3:./80-:9503/0.9: 80.8.32.38./.7.703./.3.../.38.850/.8-/.703.808:.5..33..:25:..7..793.743 $0.8.9../03.-./.703./.8503.3 80-..3-:.7.3:8920..3:89203/0.9:88902 2.3:899/..3-.

3/:3.3.805.8.33.788902-.3/8532:9:8..3.3839.3.703.:203.388902-.::.3/.. ..-. .8.8..33..0.34-0.3-07:8. 3.-...5.3/.5.:.7.7.5.../:.3.5.9/-0/.././.9.14344  247144 /.203.3.703.9:.3:8.     07/.8..3 0.9079039:.743  3:8983743....33:89:8:8  3:89:2:23:89...34-0..88-.32.5.8:-/853.3/.8.39:8.3.5.2-::3907:9.203.7.3203. 20304254.20303..2-::39.5.8.3-072.50702-.3:8983743 /.9/./:..3:2:2/.9.9/05.3:89:2:2/.9.3..: 203.8 2.4-..8.7.9.4-03:89 .: -.2: .3/../..9.9:../.9-./..8././.31034203.:-.9..8:-/8533:899:     07/.33.:2:23.3..9:9./.:.9. 207:5.2.2:  033...8.3. 9: !02-.8.5.-..780..8.3.5..2.8.32.50702-.3.2.:2:23././.3 9/.3 /:3.5.3:8:83/.8.8.9/-0/.8./.8. .9:.8./.2.3.9 80/.3907. 9079039:/.7./.8..80. -.:2:2 .9.9.7....5 080:7:.8.9:-.33:899:8..8.3.5.

/087591203.5::..3/.8. .3 907-.9/.8.8.8.. -.7.33.5.-.9..203.3 -.8 .907-.743-07:5.3.9:-08079.-..8.  5.350702-.203.9.:-..3:89 /087591 .8./80-:9:.2. /0./.8.3.8./.-039: 507:-./03.  ...3-.-0781.3./.33:89/.-..9.3425..8.5.9079039:  3:89/.8.9 89478/../.380.2.33:89/.8.../....:3/:.3 $9:/3:89837433-..3.203/08758.2.-.:39: 20309...897:9:7.8./.:80.7..9. 2..8 28.7433-.5.-07:5.5.7433907:9.8.80..91 %::.7.8.703.

5.34-0.. .8.33.   07/..7.8.897:9:739073.-..

389://.74.9-.947 1../.3-0781..33:89 !843:89./.7.3 471442030/897:9:7.3-:/./..33.8..882030/8.8.9.9:/03.7 3:8980-.-.3 3:892.3/:3.38..850  $9:/3:892743808:3:3.../.3.2-039: -039:.2.392030/2.2.8...3:8.9/:.-./3.3.7-.7 ..320250.3 ...203.7 -.3..3974544/.8:.803.-..9.8:-/853 . 0844 2030/843.-. ././.2.8:..250789. 9072...8.25:.8.8..... ./843.897.3. 2..9.2: 3907/85307.. 7...9../.31.202-.503:8:3.8./ 5843:893207:5.-.8.8.2..9.320250.2.3./.9..7.2..8.8:-/8533:89. .3.3907/.9: -.7-.7-.7. $39.3-07-..  $4843:89.3.5...39. $02.:48..:9..9.3:89 274/..39.8.33.3-.7-07-.8.7-.9:.947/:.7.207:5.5.9.897.3.3 3:89 $989././.:5:3439089:..-.32:3907/85307.3507../.. /../.-.5..8. 2.8:-/8533:892.. .3./03.080:7:.32:8:8.9: $0/.-07.7.3:89/.32.32:3907/85307.9:/.3. 8:-/8533:89..8../-0/.908./03.-.39.33.3/..3:8.-:/.  3974543:89207:5.9:7..288902 0-.3:..:897:9:739073.8.3./..947 1.3. :-:3.5.8079..33. 44.38.897:9:739073.8:-/8533:89./.33.9 /50740 .8..7. 0--.-:/2.31.3. -.357.3 47144/.74 743:89/.9: -/.33.8.-.380./03.3/50.:2:23.9..7.....3.33.9:.502-039:.3 .8:-/8533:89.8..33.8.28.3.8.947:.88/.8.97.31:383.745:3203.  8079./8..320250.9./.3 839..7./../.8.7..8..3502.33:89 3974543:89.7-:3-.9 $4843:893207:5.3-..703..7-.8.02.3.7...2:-:3.9079039:./.7.3.9.9:-..743:89  3:89274203..33:892./2.7.84844/.7:-:3.. 4344 2030/..32030/-.39.897:9:739073.8:-..3 8.9: :-:3.9.75. 5844/.947/:.8.. 897:9:739073.9.8./ 8989./03.3 8.3 -.3 20250.8.9:.81.907./8..-..9:./.7:-:3...3/.3 2:3907/85307.7..9:..39. -./.3.9.:/.

 3:890307././.57..5.3 2:3907/85307.09443 207:5.91802.9..4-03:899: .7 /./.8..381472.947 1.8:-/8533:89..3..7 503.5030/.-. 8079. ./.3.0/.907.3 .-/.9:-..380.02..3.843./../03.3907.947/:...9.5-. .8. 3:89 97.3././03.9.72. 3:89897:9:7.8:-/8533:89.3 8.8./..3.5.:39:050393.33.:39: 20302:./.89.9-09.39.0944.9.7:50-.8.3047./.8.20/:5./.33:89907.7..24-0.83.8:.74/7.28:.7.33.3 3:899047098203.3 57.3-07.. 8079.32.:..3:89 80.7.7..3/:3..39.320250...2.3.:.3..5.3 -.989.39047. 202.3:8997...2..2030/50702-. 0.8.3.7.9.3.3/. ..80-.30-:/.9..9079039: .1.35030/.8.907.9/.9.3 .8.3 /8.7. 0-:/.32:3907/85307./.9 503//.7:2: 2:..3/..3503.30/:/:.3/.  .843.8.3..39047098 3:89 .3:899047098/.../.7:7.33:899:802.38.8. ./.    $$&$% .9.5:-:3..39 3:8970.3..3 2.5.38.31.380.. .9./-0/.39047-0.7-8.25030/..9.7-..7-.7-.380: -0:2:3:899:803/7/.3-.20/:5.:/./843.3 -.3 .8/..1     07/.20250..3:89/. 2.9:.7438059:.7.33.     07/.9.80-.53:89805.3 3:8988902  /.3:-:3..../. /..9:..9 0507./.8.8.8..:.320250.3:893-07:8..3-. ./.3:89./. /.3:8.7.39::.8.3 /.3.32.39047..320250.2-.7 .5...39079:8 44207:5.380.9: -.3.8.32025:3.3:8.3:39:/907.907/.9.3-.8.0./.8//. .703.. :39:207:2:8.: :.9-.8.8 -..9.:8:-/853 3:899: 3907.

2203.8..3/4308..3-.39     $97:9:7 $8902 /.9:.9:...9.220/.9.9.33./.:. -0781.. 3./2.9.9  :-:3.9:. 039.9:8.5:./.3.9 3783.2.39.9 8079.  4:80280.8.3202-.25.2 -::3.2.38:3 202-.9:.907-9 202-0/.9.  909.9..2.3.:8.9:. 2. 9.88#.:70..3.5..7 203.3907.:43899:03 43899:03.9:.3-.:88:709: 909.3..3437099079039:80/.2:39/.3-.5/03.3./.883:89/.38.8.:-:3.8:.3//0$.43899:03.4:780/03:96:00307.3.393.848.8 :-:3.9907.3907/7/.88:38:7 :38:7.3./7/..9.848.3 907/.3./.3.  90702.28:8:3.3.88:38:7./ :-:3.80 8.9:.88!74808&38:7 .3.8.8.3 0.38:3  .7.7.::39:802:.3.3.9:.9.5-.2.389.-07.8:28..88-.9:/03.33.98 .9.8. 8047. ..43805/0 $..2-.3.3.88-..39.8.9:./.88 /.3:8924/073 07/3.380/9507:-.:5.8.3-.3907/. #0..3..2 .7.7/:.:.:5:38...9/.5.3907.:0-905.5.8./.3-./..//.32471448.91..39:     3.58.3..-07.3-07.39.3802.9:.8...9.5.8..33.3839..9.2.9839.39.2-.9.3.8.38.38:3 3.8.3&38:7/. .3907/.//.7.35.9:.9 $09.202-073.983-0781.7.:88:70   /. .: 47439.:-:.0 907-95079.-:.2.:203.3.8./.7.9:903/.3.3 ..8.     3..3-..91/03.503079.3.3 8.3 8..3.3.7.8.3:38.930. ..33:8032./:../.9043899:0393./2.3989.2-.80.5802:.9:./.3.8.8 839.9:..7.3 :-:3.3:38:.9.3. 038:-:3.9-..9.30- :.3907/0. 8.5747/.7.9.7.2.3.9.9:14309 14302 247144 839.88  .38:38073/80-:9:.9:.3 17.99/..88..7 .5.3897-:8 .370.

9:.9.7..7/33 0 .7:38:7 :38:7 .3:38:7 3783.3.3 8.3-...77.809.3/ .302039  203.3.7907  92-:3 8.887./-039:.8.58.902 .390792-:3907/7/.9:.:/9.3.30/33.9:.3 907/7/..9./.3-. 8.

792-:3 -039: 0/33./03./ /..58./.3/./.9:574808502-039:.3.37:2..887..78:.8.8/.3... 7:2.. .77:2.78:.80 .3.9:.8/.3783..3:38:73809.3 /-039:/.  .3.9:.3/ 574.88574808:38:7 -.757480857018.3. .8/.8/.7     -:.3-.3-.3.887..3  07-0/.2.3 .8.5809. 907/7/../.3../ -039:90792-:3 ..7    80-..3.3 /..8.3.3:38:7 2.088 203.58.207:5.. 7:2.8.907/7/..8907 /03.75748084318..9:574808502-039:.902 .

3:89.8.3/.2:8.2:8/..    %&$% .7. ..8/.33:89 9: 207:5..3.8.384843:89/.3247144 839..39:.3 50309./507:.7/33  /..203.78:-/85314344 247144 839.8.:-:3.7.3 -0703.9 /8:8:3  .98.30--.3..7.3.3.2202.897.35.320303. 50309./.3202-..5:.3/03. 50309..3203./03.2203008. ...8503:897.3/03.2:3380-:.3802.3:. .... 50309.3 0-2:/./4-050309./.950393 2:.3.33:89 2.50309  79:8 /.25.:.2. 7:2../.: 0847.8..3-039:7:2.3/03.320.8907.39:/.3-.--.:. 50309.-802:.  ..3:8803/750309.8.770/:5.:.9202-..3802:.33.3 80-.33:898.:2070..77:2.107203:.2.9/.33:892:9.8913:89 .:7:-.25.8.32./03.8.5030702..8.:.503:8:3..50.5.39:3../.:7: 907:9. %.:.820303.31.93/.2025:3.9/03.3/.8503:892:9.393:89 909..897....9.83..50309..83.3.7.3  .3.35023.3 8.897..302.3..3202-072.3-:.3/.2070..88 802.2203008.:.8.39:./03..33:89.50. 80-.5/.30-:/./507:.3:899039:.88 /.5.802:..39 0844 8.7.9/.7. .34397.8. /.3.9..:.3 -0703.  ..

/.302.3808:.2./.9.9.7.8. 89.7:8203:..:549:8!079. -0781.038 34248  . -07/.3 80.8   %.3/044/.9 ..55079..2.2.8.7. -.3.3 1472.//..7:8202507:.2 503//.7.30.544. 9: -0781. 18:1 :3. -.03843. 97.8.33:89:.:.2203:8:3.9 20248...3.8.3.93:89-.7.3.202-072.39047  &$%%#$  ..8...188/. 9..  0/:...3-.:549:8.343805 43805 030...3 9.9 /.2.9 . 30.3..3 9/.3..3203.:2 3.8   %.9.8.5./.28:.-.8.8.88 -.334248 .3 18.3 5.:.2...7..304.3 2.7.9...8...038 34248 .8.3-.9 /.3 802.3:8. 80-.7..: 43..!0309.3. :8: /.3 ..:2 43.2.2 188  ..5850:.503:8:3-::50../ /.2. 9.8.9:  !079039..3 8:2-07 /. /.-./03.7. 897:9:7.9:7.7.3905. /.7.8/.33:89./03.29.8..:549:8. /03..9079039:  &$%& .3.5.3 . -.9:-.7 2.39  /..3.8.2 57385 ..:30. .9 43.3 ./.31..92070/.39.7.2/.-::90780-:9  . 9.7.509..-..550702-..9. .-..39:203:..8.7.8.3  %...9.3203008.3.3-.50/:.9:2025:3...3 84843:89 :8:83.9.5.9./03.9.:-:3.3 :8.9.8.9039:/.3..7 ....8.3 /5079. 9.35.502-.7 1472..9.. -.781. -07/.54-807.5507:2:8./5079039.8 !03/.33.5.503:8:3-:: 908/.35079039.... .8. 9: 803/7 ..7507-0/.3.5.848.31.3:85.39 / :.3.3/.3.3.8://.81. -.:-::908 !0309..3:3.9-. .3/.9 ..3.:5020739./843.9/..22. 203.3/.1.3:89/.7.9.8..    $##&$% $9:/3:89203.3202-079:39:3.9.3907.303.

/8.9:97.9:.8:.3.88:.7.3./50740/.9.793.. 2.

 . ./.7.9.././.  #$% %$ 207:5.383/0824  W03:7:93..97.9.47.9 9/.342..2.  .8 /. -0781.   !079039.3..3702.3 -:33.389..7..8...89  8.  03.-.3 /0138 4380580..  .20.389:/-.357450709.8...9 203.7.9: !749447. -.8.39.. /.39.9. -.59.202-0/. 702..9-07/.7-::438:8%7.89:/-.8.9 5.5.9 2020393.9:7  $0/..3 57..3503079..2-::3. 03/07  .3 047.  .9.8..34.3.4/./03.342.9: 2.9:2:7/!.7.:.80-. 202-07.3.39.5../..8.3507:/09./...2.2. 9: -0781.3507.:-0794.3202-0/..3.3 :3/.4../.94 /.9.3 -.8.../03..3 -.23.3 78949008 20302:.8.3.8.3 .-...44  .8.9:-07.9 907.24342. 907. 02578  5. 50739.3950 950.. .3  070..342.8. -07503/.-.9 3..8.8. .202-0/.  &# .3.3./.9..3 30:97:2  ..9.3. 5073.3:8.3.7.370947.9.3.3-/.3 2:33 -8.32.3702.  !%  .38  $03.3./.:2./.3.80./843.2 038 0.2.7.3.3.8  202-. !03/. .. 2./.. . -007.:8:8:39:89:/-./.35079././ .2./.38.9 -.8  9.9.8.  #  .34342.202507/0-. -.  02-0/.-07:-...4 805079!.:.4/.. 2034/47.0-.9:7  &$ !$ %443.3003/.7.:2 ..94  W03:7:93. 80./.3.3  /4..8:3 10233 /.9:4342.547..9.3 2.. /03.  &$%  070.9.8.3. .3 -.

7.3 . 5.:8 /.9.9.9.3./03..$9:/ -.3  %44 .93/.3 9:8.9.0  '.3...07-:2  %039./.8. /03.3.9....7..  4344  /-.9.:8 .//03.33.9:.-. .9.3 .:8 0309.3 ...22.9..33:89. 5..:8/.774....  47144.3. :8:.3.-::9: .93.3.3502-039:.3-039:.-.9.3 !78.  -:.:8.3 /.774/.35.  '.07.2 -.9-.9./.4:39.7.9.3 :3.774202-0/.7 .2.33:89.3 03:./.9.8:8  /. 0 3:.9.2.8.-.  ./...-03/. '. './..2 -.. /./.323030/.. :3. .8 /.93 203:7:9 '.  9244.9.79850 /.3.8..4.7... .3/03.2025.3 #42..!78.3203..-:..774  /03..8.320303. .3 90703.774 202-..:8  0303.5 0.8.9:3423./.8.78  3899:943087.3 .32030/.3 .3:9.8 507:-.0 %.8../.3 /.93. /..-08079. .22.0..83.  80/.83.:8 . 3899:943087.9:7.9:9/-.

3203..49907.8  :3 /-0/. -:3 /80-:9 549089..0 -.4.3 9070.9 /9:8.2.7.4907. /./.79:.3 20303. .0  .9. :7:1 /80-:9 1:7.3  .. /./.5.:7:1 .  - 47144 202-.42. .7 -:3 .9.3 /80-:9 9907.79:..94.9.3 /.9.3.

-7.3 5. .8 /..3.....8.8.745.3502-:./24/073 .9./.8 3907. /50..8....8 /08758 7.3203.94 9.8.0/:/:..5:2 57434203 .7. -.9.2.:3 4.. ./.2..3 -0780.3 -:: -07:/:$:22:..7..3 .  &$%$%#&%&#$ ./ 5.3.7 . -.2 .3.8..39.  $39./.04.580-.7.3 .33.0  202-.3/.2.3.  !#% .9. 8:8:3 ..7.7 !.2.4 /.39.3:8 5073.3509:9/-.  %. 850:.08  #$$ . .3 203:3:.7.3...3.3-..9.3.7...342. .9../ 507903.8.703.-.8.-./5027. 203..3 ..-. -..3.8.8.289:/-..3.7 47.3..2.43:3.99:8008.3  3:89 7.8..3.188 /. ..054894 39070.3308  /03.8.79.  207:5..9.8./34203 .9....9.88  202-. .94  .- -0702-.334248 .07-:2 57.-8:./-0/.3 508.8./:.:34/89. 7. -.93  !097:8 85.- -.9.3 /80-:9 47..:8 /03.3 .7.3/..3 5079039.-.94 /.7.7.3 0. 745.-80-.39.3507903.3.7-.07-:2  5.

3/ /0 $./2.3907-039:40803/.7.3. :-:3.3831./03. 02:/. 83743 /..7.3 04802.14309/.98   7.3 /.7.3 839....39 /...88 -.0  .3 8310 /.379.314302  4!7484/.3 90703.5.9: '02 .8.35.390473.:88:70  207:5.3 -::3.8 ..  9443.3 5.3 :.314344    7.3 .9/.3 2025:3.3 944 4:8 0280. 3:89 24/073 /03.2. .2 -:: 3 /-. 43805 90...88 .2 .3 9: /.  07/3..7 .3 3 /-0/.9    7.3 -.20303.3:0 /.3:9.2544 57484/ 4!7484/.2.908:8  .39.3203.8 43899:03 43899:03 .35.3.9.  03.743  507-0/. 4:780 /0 3:896:0 0307.3.3 90.7. !7.3 /03... /.7.8 20303.1434457484/ /.3 :-:3../2. /2:..740  507-0/.-:3.39  /03.

3. 0-203:9.   3:89$8902.3502-07..9544 544 !079.7.3/.23.8.370./..9079039:-08079.0/.8.8.9.75.  0025.7 ../.7 /..9 20303.3.8002.907/.8 1430983.5.7-.3.3507.3-.7. 20.  09.3-.: 8.802039.2..3 .8.9:.9 /.9.25.80-.50.  0/:. 202-07..2./.  4 !7484/ ./.83. 202....7.3503:5. 14302 143028:57.8.8..8.3 0- -08.

./.3:8 207..  .80./.  5034.-.8$4.2.33.3 -.8.3 /03.7/44210//.3/.4393:2  02.3 8.947.   043.  0/:.  09.2-.8.7.2.1. 0-07.8.0941207.3.8.3.2.32030-.3-0702-.3. 203.3:9.3 44210/ :39: 2039.7. -.202 .8207.%03:89. 203.7./. 2.5.3$97:9:7.3/-07..89 80.   7.3/207.1..5 2.33:89 !079.  5.9:/207.7.9 5.3 2 18..3%.-. .. .39.9.

7839.3207:5.1:38 7.9.3/.8.03:7:93. 8.9.3470..2..8.202./..7.9:.39.88.

91 03:7:9 9047 0307..1:383. 80:2.8. /03..30.3 :-:3.-..90780-:9  %.07-.7.%7..7:8/..8 $.3/.-.3 3423.:39: 050393. /03.8.908  %%&$% $ !0309..7:8-07-039:80/02.8. 3/4308.3 570/.78.447/3.8.7:203   %..9. 3 /.-.40502.8:8 207:5.843.0.39 /./.9 80397.38.849/03.29.7 .  '07-.3-.9 42403 /.3  9.8. 47./.  %..-..2 .38004254-039: -039:.9.3.39/.2 2.8..8. ..9:4254303839.7: 9-..8.3-.3 -.80-.3 3:89 5./.8.8:8 ..93:893/4308.-. 34/08 80507.9.3405...:.381472.7. .8.3 5.8..8   %.88 -0781.9..3.8.9.  %. . 2..8.843.33423..3. 203/:/: 9025.   $08:.3/-073. 2.8./.5..8.7.8 57.9...3..7. ..3. /.2.9. -.3143448   $02.9.3 839.3/.9/9072.3 .88 802.7. /.5.97....3.3/5079:.73007   .8. 2..90780-:9..98..5078.2./.80507.3/. /.3 /:-:3. 443.2.8.9/..9..380507.-.39  897:9:7 802.3/03.39.#0. 5020739..390307./.3  &$%%#$ #$ # #$$&  %.2 ::/ 9047 .3. -.843. 8.3745.-81472.3/..8 03:89.33..:5:3:.9 .7.7. %::.99. 3  -..2 9./. / 3/4308.907/7/...7 9..3 907-.91 802..7:8/503:/.3.9. 43805 3:89 24/073 9: -. :.70.3/. 3:8 80347  -07/7.74254303.  02.37:5.9825.9:./3/4308.:3  .9. 0802089.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful