struktur linguistik

BAB 6 TATARAN LINGUISTIK 3

SINTAKSIS Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa dan gramatikal. Karaena perbedaan keduanya tidak terlihat jelas maka muncul morfosintaksis. Morfosintaksis adalah gabungan dari morfologi dan sistaksis, untuk menyebut keduanya sebagai bidang satu pembahasan. Morfologi membicarakan struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Pembahasan dalam sintaksis: 1. Struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori dan peran sintaksis serta alat-alat yang digunakan dalam membangun struktur itu. 2. Satuan-satuan sintaksis yang berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana. 3. Hal-hal lain yang berkenaan dengan sintaksis, seperti masalah modus, aspek dan sebagainya. 1.1 STRUKTUR SINTAKSIS Ada beberapa kelompok dalam sintaksis - Kelompok pertama yaitu subyek, predikat, obyek, dan keterangan adalah kelompok fungsi sintaksis - Kelompok kedua yaitu nomina, verba, ajektiva, dan numeralia adalah peristilahan dengan kategori sintaksis. - Kelompok ketiga yaitu pelaku, penderita dan penerima adalah peristilahan yang berkenaan dengan peran sintaksis Menurut Ver haar (1978) fungsi sintaksis terdiri dari S,P,O,K merupakan kotak-kotak kosong atau tempat kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat. Bagi chafe predikat harus selalu berupa verba atau kategori lain yang diverbakan. 6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Dalam tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil, yang menjadi komponen pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frase. Ada dua macam kata : kata penuh (full word) dan kata tugas (function word) Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka dan dapat bersendiri sebagai sebuah satuan tuturan. Kata tugas kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dan tidak dapat bersendiri. Yang merupakan kategori kata penuh yaitu nomina, verba, ajektiva, adverbia, dan numeralia, sedangkan yang termasuk kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi. 6.3 FRASE 6.3.1 Pengertian Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Karena frase adalah satuan gramatikal bebas terkecil maka frasa berupa morfem bebas, bukan morfem terikat. Frase tidak terdiri dari subjek – predikat atau predikat – objek. Karena frase merupakan salah satu fungsi sintaksis maka frase tidak dapat dipindah sendirian harus digunakan secara keseluruhan. Contoh : kamar mandi tidak boleh dipisah : kamar dan mandi Perbedaan frase dan kata majemuk yaitu : - Kata majemuk yaitu komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna, merupakan morfem terikat - Frase yaitu tidak memiliki makna baru, melainkan merupakan fungsi sintaksis dan makna gramatikal, merupakan morfem bebas yang benar-benar berstatus kata. 6.3.2 Jenis Frase Jenis-jenis frase yaitu : a. frase eksosentrik

frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Frase ini dapat mengisi fungsi keterangan. Frase eksentrik dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Fase eksosentrik yang direktif adalah fase yang komponen utamanya berupa preposisi seperti di, ke, dan dari. Frase ini disebut juga frase preposisional. 2. frase eksosentrik non-direktif adalah komponen pertamanya artikulus (sebutan). b. Frase Endosentrik (modifikatif) Frase Endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Disebut frase modifikatif karena komponen keduanya yaitu bukan komponen yang bukan inti atau hulu. c. Frase Koordinatif adalah frase yang komponen pembentukannya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama atau sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tunggal seperti dan, atau,maupun konjungsi terbagi seperti: baik….baik, makin…. makin, danbaik maupun. d. Frase Apositif Adalah frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. 6.3.3 Perluasan Frase Frase dapat diperluas artinya frase dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. 6.4 KLAUSA Pengertian klausa Klausa adalah runtunan kata-kata yang berkonstruksi predikatif artinya didalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain sebagai subyek, sebagai obyek dan sebagainya. Klausa Ferbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba. Klausa verba dibagi yaitu: - Klausa transitif : Klausa yang predikatnya berupa verba transitif. - Klausa intransitif: Klausa yang predikatnya berupa verba Intansitif

- Klausa reflektif: Klausa yang predikatnya berupa verba Refleksi - Klausa Resiprokal: Klausa yang predikatnya berupa verba Resiprokal Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nominal atau frase nominal Klausa ajektifa adalah klausa yang predikatnya berupa ajektifa Klausa adverbia adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase preposisi Klausa numeral adalah klausa yang subyeknya berupa kata atau frase numeralia Klausa berpusat adalah klausa yang subyeknya terikat pada predikatnya. 6.5 KALIMAT 6.5.1 Pengertian kalimat Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi konjungsi serta intonasi final. 6.5.2 Jenis kalimat a. Kalimat inti dan kalimat non-inti Kalimat inti(kalimat dasar) adalah kalima yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap berdasarkan deklaratif , aktif atau netral dan afirmatif. b. Kalimat tunggal dan majemuk kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa. Kalimt majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. C. kalimat Mayor dan kalimat Minor Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya sekurang-kurangnya memiliki unsur subyek dan predikat. Kalimat Minor adalah kalimat yang klausanya hanya terdiri dari subyek saja, obyek, atau keterangan saja. Biasanya merupakan jawaban suatu pertanyaan. d. Kalimat verbal dan kalimat nonverbal kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata / frase yang berkategori verbal.

Kalimat nonVerbsl adalah kalimat yang predikatnya berupa kata atau frase. e. kalimat Bebas dan kalimat terikat Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk ujuran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat / konteks lain yang menjelaskan Kalimat terikat adalah ka;imat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. 6.5.3 Intonasi Kalimat Tekanan , nada / tempo bersifat fonemis pad bahasa tertentu. Artinya, ketika unsur suprasegmental dapat memebedakan makna kata karena berlaku sebagai fonem . 6.5.4 Modus , Aspek , kala ,modalitas dan diatesis 1. Modus, adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap sipembicara tebtabg apa yang diucapkannya 2. Aspek, adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi , keadaan , kejadian atau proses. 3. Kala atau tenses , adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan eaktu terjadinya perbuatan kejadian, tindakan yang disebutkan didalam predikat. 4. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicaraan terhadap hal yang dibicarakan. 5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu . 6. Ditesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dilakukan dalam kalimat itu. 6.6 WACANA Adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar 6.6.1 Kekoherensial yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur – unsur yang ada dalam wacana tersebut 6.6.2 Alat wacana

Paragraf 4. menggunakan kata ganti dia .Alat – alat gramatikal untuk membuat wacana antara lain : a. wacana Prosa 2.subParagraf 6. wacana tulisan Jenis wacana dilihat dari penggunaan bahasa : 1.6.4 Subsatuan Wacana Meliputi: 1. Wacana lisan 2. Bab 2. Wacana Puisi 6. dan itu sebagai rujukan anatoris c. CATATAN MENGENAI HEIRARKI SATUAN Urutan heriarki satuan adalah urutan normalteoritis Faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan urutan : 1.Subbab 3. pelompatan tingkat 2.7. nya. konjunksi : menghubungkan kalimat .6. pelapisan Tingkat 3. ini. antar paragraf b. Menggunakan Elipsis : Penghilanggan bagian kalimat yang sama yang terdapat kalimat yang lain 6.3 Jenis wacana Berkenaan sarananya : 1. Penurunan Tingkat Bagan Urutan heriarki satuan : Wacana Kalimat . mereka.

m) Dalam studinya : 1.1.1 Kaum Sophis Mereka melakukan kerja empiris. do’a dan undangan. dan membedakan kalimat berdasarkan isi dan makna. perintah. jawab.1 Linguistik Zaman Yunani Pada zaman ini para linguis mempertentangkan : 1.1. laporan.2 Plato (429-347 s. sedangkan tata bahasa structural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam bahasa.1.Klausa Kata frase kata morfem BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK 8. Analogi dan anomaly • Fisis (alami) = punya prinsip abadi dan tidak dapat diubah dan ditolak • Nomos (konvensi) = diperoleh dari hasil tradisi atau kebiasaan dan mungkin bisa diubah • Analogi = tata bahasa bersifat teratur • Anomaly = tata bahasa tidak bersifat teratur 8. mementingkan retorika dalam studi.1. Protogaros membagi kalimat menjadi : kal Tanya. 8. Karena linguistic tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic.1 Linguistik Tradisonal Tata bahasa tradisional sering dipertentangkan dengan istilah struktural. menggunakan ukuran tertentu. 8. Memperdebatkan analogi dan anomaly .1. Fisis dan Nomos 2.

hal diluar bahasa (benda /situasi). 8.Kata kerja komplet. aktif dan pasif 8. semonion).2. Orang pertama yang membedakan kata dalam onoma dan rhema. subjek. telah menyusun kurang 4. verba (tata bahasa). propheral (bunyi bahasa yang bermakna).2 Zaman Romawi 8.000 pemerian tentang struktur bahasa sansekerta dengan prinsip-prinsip dan gagasan yang masih dipakai linguistik modern.5 Kaum Alexandrian Mereka menciptakan buku Dionysius Thrax yang menjadi cikal bakal tata bahasa tradisional.m) Membagi tiga macam kelas kata : Onoma. 8. arthoron.1. predikat. 3. tak komplet.3 Aristoteles (384 -322 s.sign. makna.2. Etimologi : mempelajari asal usul kata beserta artinya Ex : Perubahan Bunyi “duellum” → “belum” (perang) Perubahan Makna “hostis” orang asing → musuh . . . kerja. dan Syndesmoy (preposisi dan konjungsi) 8. .1. • Rhema : Ucapan (bhsa shari-hari).1.membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa .1.1. di India hidup seorang sarjana hindu yang bernama Panini.1. bahwa bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantara onomata dan rhemata. • Onoma : nama (bhsa shari-hari).menciptakan istilah khusus dalam tata bahasa .Legein (bunyi fonologi yang bermakna).4 Kaum Staik .1. nomina/nominal (dlm tata bhsa). Karena itulah Panini dianggap sebagai one of greatest monuments of the human intelligence oleh Leonard Bloomfield. Rhema.Membagi kata : benda.1. syndesmoy. Membuat batasan bahasa.1 Varro dan”De Lingua Latina” Dalam bukunya itu Varro membicarakan : a.membagi 3 komponen studi bahasa : tanda (symbol. Sezaman dengan zaman Alexandrian.

Verbum : perbuatan / dikenai . Genetivus (kepunyaan) 5. Deklanasi dibagi : – Naturalis : perubahan bersifat alamiah . Partisipel → konjungsi (infleksi kasus dan tense) 4. Dalam buku ini dibahas : a. Morfologi membicarakan istilah dictio : bagian minimum ujaran yang harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Vorro membagi kelas kata latin menjadi : 1. Dativus (menerima) 6. Morfologi : mempelajari kata dan pembentukannya Kata = bagian ucapan yang tidak dpt dipisahkan dan merupakan bentuk minim.Voluntaris : perubahan bersifat morfologis.teori dasarnya menjadi tonggak pembicaraan bahasa tradisional. anasuka 8.2. Ablativus (asal) Deklinasi : perubahan bentuk berdasarkan kategori. Vox artikulata : untuk membedakan makna 2.2 Institutiones Grammaticae (tata bahasa Priscia) . Vox martikulata : tidak dapat membedakan makna 3. Aduerbium → pendukung (tak berinfleksi) Kasus dalam bahasa latin : 1.b. Kata benda dan kata sifat → infleksi kasus 2. Kata kerja → membua pernyataan (infleksi tense) 3. 1.1.jumlah dan jenis. Akusativus (objek) 2. sifat 2. Vox literata : dapat dituliskan 4. Vokativus (sapaan) 3. selektif.merupakan buku paling lengkap . Nomen : kata benda. 1.kasus. Nominativus (Primer) 4. Fonologi membicarakan istilah Litterae : bagian terkecil bunyi yang dapat diartikan. Vox illiterata : tidak dapat dituliskan b.

Petrus Hispanus. kualitas. Sintaksis membicarakan istilah oratio : tata susun kata berselaras yeng menunjukkan kalimat itu selesai. Ulama Islam melarang penerjemahan bahasa arab. kata tidak secara langsung mewakili alam dan benda yang ditunjuk. Toloh arab Sibawaihi. fi’lun (verbum). dalam bukunya Al Ayn. Menbedakan nomen menjadi substantivum dan adjectivum. tapi memperbolehkan menafsirkannya. Bahasa Arab. sehingga mengacu pada kereguleran dan kesistatisan bahasa. Participium 4. Tata Bahasa Spekulativa.5 Menjelang Lahirnya Linguistik Modern . c.1. Dua aliran linguistik arab.1. 3. mengacu pada keanekaragaman bahasa.4 Zaman Renaisans Dianggap sebagai abad pembukaan pemikiran abad modern. substansi. Kaum Modistae. sedangkan Kufah (menganut konsep anomali). 8. 8. Pronomen : dapat menggantikan nomen c. Membedakan partes orationes menjadi categorimatek (semua bentuk yang dapat menjadi subjek atau predikat) dan syntategorematik (semua bentuk tutur lainnya). Bahasa Eropa.1. aksi. Basra (menganut konsep analogi dari yunan). Bahasa Ibrani sebagai bahasa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. menurut tata bahasa ini. serta bahasa diluar eropa. tetapi hanya mewakili dalam pelbagai cara modus.3. 8. lingua franca (bahasa antarbangsa) digunakan untuk kegiatan politik. dsb. pada masa kaum ini berkembang etimologi 2.3 Zaman Pertengahan Membicarakan : 1. perdagangan. Memasukkan psikologi dalam bahasa. membagi kata menjadi : ismun (nomen). dsb. dalam bukunya Summutae Logicales : a. Basra dan Kufah. b. harfun (partikel).

Jika urutannya diubah maka maknanya ikut berubah atau malah tak bermakna sama sekali. Ex morfologi : prefiks me.2. Hubungan sintagmatik : hubungan antar unsur (fonologi.Dengan berkembangnya studi linguistik bandingan atau linguistik historis komparatif serta studi mengenai hakikat bahasa secara linguistik. morfologi. Sinkronik : mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu. 8. kati. memuat : 1.te-. 8.”m”. sintaksis) dalam tuturan.2. Signifiant : citra bunyi yang timbul dalam pikiran kita. maka dimulailah babak baru sejarah linguistik. mata.”k”. La parole : pemakaian langue oleh masyarakat (bersifat konkret) 3. kata.pe.2 Aliran Praha . ikat.te-rawat. La langue : seluruh sistem tanda sebagai alat komunikasi verbal antar anggota masyarakat (bersifat abstrak). 4.1 Ferdinand de Saussure Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern. menjadi di-rawat.2 Linguistik Strukturalis 8. pe-rawat. 2. karena dalam bukunya Course de Linguistique Generate.”b” menjadi data. Signifie : makna yang ada dalam pikiran kita. atau sintaksisnya). morfologi.bata. Ex: bahasa sansekerta Diakronik : mempelajari bahasa sepanjang masa bahasa itu digunakan ex : bahasa Sriwijaya sampai sekarang. dll Ex : kal. Ex : kata “kita” dapat diubah menjadi kiat. Ex fonologi : huruf “r” dlm kata “rata” disubstitusi dgn “d”. kait. yang tersusun berurutan dan bersifat linier. “Ini baru bir”→“ini bir baru” Hubungan paradigmatik : hubungan antar unsur dalam tuturan dengan unsure sejenis yang tidak ada dalam tuturan (dengan cara hubungan substitusi pada fonologi.dlm kata “me-rawat” diganti prefiks di-.

.2. sedangkan “I can’t follow” juga merupakan rema. forma isi. dan Morris Halle. Formal (subjek dan predikat). 2).vokal. terutama pada fungsi dan penerapannya dalam bahasa. dan substansi isi. Nikolai S. sdngkn rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. tepas X tebas.4 Aliran Firthian Dengan tokohnya Joh R. Firth (London.3 Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. Hjemslev menganggap bahasa mengandung segi ekspresi (Signifiant) dan segi isi(signifie). dan gab. dengan tokohnya Louis Hjemslev. Ex : baku X paku. Ada tiga macam pokok prosodi : 1).prosodi yang realisasi fonetisnya lebih besar daripada fonem2 suprasegmentalnya. Prosodi dari sandi atau jeda. Struktur bunyi dijelaskan dengan kontras atau oposisi. membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu sistem) dan fonetik (mempelajari bunyi itu sendiri). 8. 8.konsonan.2. yaitu cara menentukan arti pada tataran fonetis. gab. Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dgn morfem. struktur kata. Masing2 segi mengandung forma dan substansi : forma ekspresi. Dikenal dengan teori fonologi prosodi. maka akan terjadi perbedaan. “this argument I can’t follow”→ “I” sbg subjek. Roman Jakobson.K Haliday) Pokok pandangan Linguistik sistematik adalah : 1. Ex: kata “jawab” dgn “jawap” bila ditambahi sufiks –an. Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. Kalimat dapat dilihat dari struktur formal dan struktur informasinya. suku kata. 1890-1960).2. Trubetskoỷ. Menyangkut gabungan fonem. substansi ekspresi.A. Tema adalah apa yang dibicarakan. 8. Ex : kal. namun menurut aliran praha “this argument” juga merupakan tema.5 Linguistik Sistemik (M. “this argument” sbg objek. 3). informasi (tema dan rema).Dengan tokohnya Vilem Mathesius.

6 Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini : 1. Pike. Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta objektif sesuai dengan kenyataanyang diamati. Hubungan baik antar linguis. karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. b. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik.7 Aliran Tagmemik Dipelopori oleh Kenneth L. Pembedaan langue (jajaran pikiran tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya). 8. meliputi : tesis (apa yang dibicarakan). Forma : susunan substansi pada pola bermakna. 3. c. Memandang bahasa sebagai “pelaksana”. sebagai wadah melaporkan hasil karya mereka.3 Linguistik Transformasional Dan Aliran-Aliran Sesudahnya 8. 2. Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis). situasi luas (tuturan pengalaman pembicara atau penulis yang mempengaruhi tuturan yang diucapkan atau ditulisnya.2.2. ↘ Leksis : butir lepas bahasa dan tempat butir terletak Gramatika : kelas butir bahasa dan pola tempat terletaknya. situasi langsung (waktu tuturan itu diucapkan). dan lambang yang digunakan saat menulis (grafis). Yang dimaksud tagmem adalah korelasi entara fungsi gramatikal (slot) dengan kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan utnuk mengisi slot tsb.3. 8. Sehingga menerbitkan majalah Language. Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya. Situasi. Mengenal gradasi atau kontinum.2.1 Tata Bahasa Transformasi . 3. Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi. 5. 8. 4. Menggambarkan tiga tataran utama bahasa : a.

3. Dan tata bahasa harus memenuhi dua syarat : 1. artinya semua satuan dan istilah harus sejajar dengan teori linguistik tertentu. Semantik Arti kalimat ditentukan oleh komponen ini. menciptakan buku Syntactic Structure.3. Berbentuk sedemikian rupa. Arti sebuah morfem digambarkan dengan memberi unsur makna atau ciri semantik yang membentuk arti morfem itu. Sintaksis Merupakan sentral tata bahasa karena menentukan arti kalimat dan menggambarkan aspek kreativitas bahasa. wajar dan tidak dibuatbuat.Kemampuan : pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. 2.2 Semantik Generatif Struktur ini serupa dengan struktur logika. Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa.Perbuatan berbahasa : pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. 8. 2. . . Sehingga dalam tata bahasa generatif yang menjadi objek adalah kemampuan. sehingga dalam kalimat : “Adik menendang bola” dapat kita terima. Tata bahasa dari setiap bahasa terdiri dari 3 komponen : 1. berupa ikatan tak berkala antara predikat dengan argumen dalam suatu proposisi. sedangkan kalimat “Rumah menendang bola” tidak bisa kita terima karena kata kerja “menendang” hanya bisa dilakukan oleh benda yang punya cirri semantik /+makhluk/. Teori ini membedakan antara kemampuan dan perbuatan berbahasa. Ex : dalam kalimat “Nenek minum kopi” (preposisi)→ mempunyai predikat berargumen dua yakni : nenek dan kopi atau . Fonologis Memberi interpretasi pada kaidah transformasi. yang memuat pengertian bahwa tata bahasa merupakan teori bahasa itu sendiri. Ex : kata “Adik” mempunyai ciri semantik /+makhluk/ sedangkan kata “Rumah” punya ciri /-makhluk/.Dengan tokohnya Noam Chomsky.

object (yang dikenai perbuatan). goal (keadaan.Y. Tata bahasa ini juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. 8.dan adverbia).Nomina saya berelasi “objek tak langsung dari” .Z) X = pelaku. Ex : dalam kalimat “Toni memukul bola dengan tongkat”. Tata bahasa ini mempunyai persamaan dengan Semantik generatif yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba. argumen2 bola “tujuan” dan argumen3 tongkat “alat”. Rumus : + ( –X. source (keadaan.3.kopi). + (–X. Y = tongkat. tempat.Nomina buku itu berelasi “objek langsung dari” . referential (acuan). Fillmore.Y. experiencer (yang mengalami peristiwa). Ex : klausa “Ali memberi buku itu kepada saya” → punya 3 nomina dan 1 verba. 2.Z) X = nenek.3 Tata Bahasa Kasus Dengan tokohnya Charles J.dpt dirumuskan: MINUM(nenek. dan proposisi (verba + sejumlah kasus). Perlmutter dan Paul M. dalam bukunya “The Case for Case” Fillmore membagi kalimat atas modalitas (berupa unsur negasi. 8. Z = tujuan Misal dalam kalimat diatas : MEMUKUL. mempunyai argumen1 Toni berkasus “pelaku”.Nomina ali berelasi “subjek dari” . waktu yang lalu).4 Tata Bahasa Relasional Tokohnya : David M. / MARAH(nenek). tempat. Menurut teori ini klausa terdiri dari tiga wujud : 1. Y= alat. “coordinates” menunjukkan tataran elemen yang menyandang relasi gramatikal thdp elemen lain. Fillmore membatasi kasus atas agen (pelaku). waktu yang kemudian). Simpai (nodes). Dalam kalimat “Nenek marah” predikatnya punya satu argumen yakni : nenek. . Tanda relasional (relational sign) menunjukkan nama relasi gramatikal dalam hubungan antar elemen. Z = bola. 3. means.3. kala. Postal. aspek. menmpilakn elemen dalam struktur.

Moeliono dan T. Padalah bentuk merubah adalah bentuk yang salah. Sejalan dengan perkembangan studi linguistik.1964. Ex : konsep modern menganggap bentuk merubah = mengubah karena hal itu terdapat dalam bahasa masyarakat sehari-hari. dll) Sejak kepulangan sejumlah linguis Indonesia dari Amerika. bahasa Indonesia menduduki sentral dalam kajian linguistik . Teeuw. bertukar pengalaman. Konstruksi kalimat inti (Ali memberi buku itu kepada saya) 2. morfem.4 Tentang Linguistik Di Indonesia Sebagai negeri yang sangat luas Indonesia sudah lama menjadi kajian penelitianlinguis. dan Grijns dengan kajian bahasa Jakarta.Verba beri berelasi “predikat dari” Konstruksi yang terlibat pada klausa diatas adalah : 1.. mulai diperkenalkan konsep fonem. Serta Robins (London) dengan kajian bahasa Sunda.1961. pada tanggal 15 November 1975 dibentuk MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia). Verhaar dari Belanda menjadikan studi linguistik terhadap bahasa daerah dan nasional Indonesia semakin marak. Land. Sesuai dengan fungsinya sbg bahasa nasional. Para pemerintah kolonial mempelajari bahasa untuk menguasai pemerintahan dansebagai media penyebaran agama nasrani. en Volkenkunde Belanda. Voorhove. Padahal itu adalah bentuk yang salah. Kridalaksana dalam bukunya Pembentukan Kata Bahasa Indonesia (1989).W. oleh (Teeuw. sehingga seharusnya tidak dimuat dalam buku. MLI mengadakan Musyawarah Nasional tiap tiga tahun sekali untuk membicarakan masalah organisasi dan linguistik. Kajian terhadap bahasa Jawa dipelajari Uhlenbeck. Uhlenbeck. MLI menerbitkan jurnal Linguistik Indonesia mulai tahun 1983 untuk laporan dan publikasi penelitian. frase dan klausa. mempertanyakan akhiran –in seperti pd kata abisin dan awalan –nge (ngebantu) termasuk afiks bahasa Indonesia ? ?. Pada zaman itu penelitian tentang bahasa masihbersifat observasi dan klasifikasi. Konstruksi hasil trnasormasi pasif dari datif (Saya diberikan buku itu oleh Ali) 8. Rlvink. Konstruksi hasil transformasi datif (Ali memberikan saya buku itu) 3. Datangnya guru besar Prof. Konsep linguistik modern yang melihat bahasa secara deskriptif sukar diterima para guru besar dan pakar bahasa. Buku yang dibuat Biblipgraphical Series dari Institut voorTaal. dan publikasi penelitian. Penyelidikan terhadap bahasa daerah banyak dilakukan oleh orang luar Indonesia. seperti Anton M. Kamil. sebagai wadah berdiskusi.

sebagai alat interaksi sosial 13. Pengertian Bahasa Dalam pendidikan formal di sekolah menengah bahasa adalah alat komunikasi. bersifat arbitrer 5. Bahasa sebagai sistem . unik 8. bahasa adalah sebuah sistem 2. 3. Darjdowidjojo.dewasa ini. berupa bunyi 4. dan Soedarjanto yang telah menghasilkan tulisan pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia. universal 9. berkomunikasi. bervariasi 11. Dalam kajian bahasa Indonesia tercatat nama-nama seperti Kridalaksana.2. berwujud lambang 3. bermakna 6. Kaswanti Purwo. BAB 3 OBJEK LINGUISTIK BAHASA 3. Hakikat Bahasa Sifat yang hakiki dalam bahasa mempunyai sifat atau ciri : 1. produktif 10. dan mengidentifikasi diri. dinamis 12. identitas penuturnya 1. Pengertian bahasa menurut Djoko Kuntjono 1982 : Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama.1. konvensional 7.

1. 1. Bahasa itu universal Ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa. Bahasa itu dinamis : tidak pernah lepas dari kegiatan manusia. ide. 2. Bahasa itu unik Mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. . sinteksis. Lambang tidak bersifat langsung dan alamiah. Bahasa itu arbitrer Signifiant adalah lambang bunyi itu. semantic. Bahasa itu bermakna Lambang-lambang bunyi yang bermakna di dalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem. 3. Arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya. kalimat dan wacana.Sistem : cara / aturan : sistem berarti sususnan teratur. mofologi. Bahasa sebagai lambang Lambang : simbol dikaji dengan sebutan ilmu semiotika/semiologi (ilmu yang mempelajari tanda-tanda). 1. sedangkan signifie adalah konsep yang dikandung oleh signifiant. Bahasa itu manusiawi. bahasa itu tersusun menurut suatu pola tidak tersusun secara acak. Subsistem antara lain : fonologi.berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. 1. 1. bahasa bukan merupakan sistem tunggal. 1. 1. klausa. kata. Bahasa itu produktif Arti produktif adalah terus menerus menghasilkan. Bahasa adalah bunyi Jadi sistem bahasa itu berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi. sedangkan bersifat sistemis artinya. 1. dan ragam. dealek. atau pemikiran. Sebagai sebuah sistem bahasa bersifat sisitematis artinya. konsep. Bahasa itu bervariasi ada 3 istilah yaitu ideolek. 1. Fungsi bahasa menyampaikan pesan. Bahasa itu konvensional Semua anggota masyarakat bahasa mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. frase.

1. Klasifikasi areal . 1. 5. Masyarakat Bahasa Adalah sekolompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Klasifikasi Genetik atau Geneologis Artinya suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua didapati bahwa bahasa-bahasa di dunia ini terbagi dalam 11 rumpun besar.4. 4. 2. Klasifikasi bahasa Klasifikasi dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa.3. dan campurkode. 3. integrasi.3. Bahasa dan Faktor Luar Bahasa Kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri. Bahasa dan Budaya Ada hipotesis yang sangat terkenal mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan ini dekeluarkan oleh dua pakar yaitu Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf yang menyatakan bahwa bahasa mempengaruhi kebudayaan. Klasifikasi tipologis Klasifikasi tipologis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa. sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor diluar bahasa. 3. Kontak Bahasa Dalam masyarakat yang bilingual atau multi lingual sebagai akibat adanya kontak bahasa dapat terjadi peristiwa yang disebut interferensi. 3. suatu komunitas dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING. 2. Variasi dan Status Sosial Bahasa Karena anggota masyarakat penutur bahasa itu sangat beragam. alihkode. Penggunaan Bahasa Hymes (1974) pakar sosio linguistik mengatakan bahwa.

Kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu . kata. pertentangan analogi dan anomali kaum anologi anatara lain Plato dan Aristoteles. Pengertian Huruf adalah istilah umum untuk graf dan grafem. bahasa tulis adalah sekunder.5. Bahasa Tulis dan Sistem Aksara Bahasa lisan adalah primer. Graf adalah satuan terkecil dalam aksara. BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK LINGUISTIK TRADISIONAL  Menurut tata bahasa tradisional. Misal : pembentukan jamak j boy menjadi boys. Aksara adalah keseluruhan sistem tulisan.”. Alograf adalah farian dari grafem. berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. Abjad adalah urutan huruf-huruf dalam suatu sistem aksara. Klasifikasi sosio linguistik Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat. suku. Bahasa lisan lebih dulu dari pada bahasa tulis. Tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat ditrsibusi dengan frase “dengan …. Sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. 2.kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian. 4. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI  Persoalan pertentangan para filosof Yunani tentang hakikat bahasa adalah : 1. pertentangan fisis dan nomos. Grafem adalah satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem. Bahasa berdasarkan filsafat dan semantik. 3.Dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain.

Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa.M) Menurut Aristoteles ada 3 macam kelas kata : a. Menyodorkan batasan bahasa yaitu bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantaraan anomata dan rhemata. b. d. b.sign atau semainon (2)makna samainonen /lekton(3)hal-hal diluar bahasa yakni benda dan situasi. Kaum Anomali sejalan dengan kaum Naturalis dan kaum Anologi sejalan dengan kaum Kontensional. Kaum Alexandrian . b. orang yang pertama kali membedakan kata anoma dan rhema. Aristoteles (384 – 322 S. c. Plato (429 – 347 S. Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa. Rhema : ucapan dalam bahasa sehari-hari (prediket) c. d. kata kerja aktif dan pasif. Membedakan legein dan propheretal. melakukan kerja secara empiris. membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna. Kaum Stoik Usaha kaum Stoik dalam studi bahasa : a.sangat mementingkan bidang retrorika dalam studi bahasa.M) Jasa Plato dalam studi bahasa : a. syndesmoi. c. Membedakan kata kerja komplet dan tidak komplet. kerja. Misal : child menjadi children. Anoma : nama dalam bahasa sehari-hari (subyek) b.simbol. Membagi jenis kata menjadi 4 (kata benda. dan arthoron). Kaum Sophis Sumbangan kaum Sophis dalam studi bahasa : a. f. Membedakan 3 komponen utama studi bahasa (1)tanda. c. melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran-ukuran tertentu. e.tidak teratur. Memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya dialog dan mengemukakan masalah bahasa alamiah dan bahasa konvensional. Syindesinoi : kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis.

Fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem. Tema adalah apa yang dibicarakan. Varra dan “De Lingua Latina” • • • Etimologi : Cabang linguistik yang menyelidiki asal usul kata beserta artinya. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. Morfologi : Membicarakan mengenai dictio atau kata.M) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscra dengan karyanya Institutiones Gramaticae. • Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang tersusun secara berurutan bersifat linear. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri. Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. . Morfologi : Cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya. 3. Menurut Varro kata adalah bagian dari ucapan yang tidak dapat dipisahkan lagi dan merupaan bentuk minimum. Sintaksis : Membicarakan tata susunan kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai. ZAMAN ROMAWI  Tokoh pada Zaman Romawi yang tekenal Varro (116 – 27 S. Ferdinand De Saussure (1857 – 1913) Dianggap sebagai Bapak Lingiustik Modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya “ Course De Lingiustique Generale” yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915. 2. Lahir kurang lebih tahun 100 S. Institutiones Gramaticae atau Tata Bahasa Priscia. Dalam bidang Fonologi aliran Praha membedakan dengan tegas akan Fonetik dan Fonologi. • • • Fonologi : Membicarakan tentang tulisan atau huruf yang disebut litterae. Aliran Praha Aliran ini terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa Vilem Mathesius (1882 – 1945).Kaum ini mewarisi buku tata bahasa yang disebut tata bahasa Dionysius Thrax.Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. Tokoh : Louis Hjemslev (1899 – 1965) menjadi terkenal karena usahanya membuat ilmu bahasa yang berdiri sendiri.M. Rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema.

6. Aliran Firthiun John R. . Kemampuan (Competence) adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. Harins Universal In Linguiostic Theory. Tagmen adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling bertukaran untuk mengisi slot tersebut.K. dll. Aliran Tagmemik Aliran ini dipelopori oleh Kenneth. • Tata Bahasa Kasus Pertama kali diperkenalkan oleh Chjarles J. Predikat adalah perbuatan. 5. tokoh dari Summer Institute of Linguistics yang mewarisi pandangan-pandangan Bloomfield. E. Firth (1890 – 1960) Guru Besar Universitas London terkenal karena teorinya mengenai Fonologi Prosodi. Argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan. • Semantik Generatif Beberapa murid dan pengikut Chomsky memisahkan diri karena ketidak puasan terhadap teorinya karena semantik mempunyai eksistensi yang lain dari sintaksis dan struktur batin tidak sama dengan struktur semantis. Menurut teori Semantik generatif. Fillmore yang berjudul “The Case For Case” tahun 1968 dalam buku Bach. Holliday. 7.A. Linguistik Sistematik Tokohnya M. Fonologi Prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan Fonetis. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA • Tata Bahasa Transformasi Lahir dengan terbitnya buku Noam Chomsky yang berjudul Syntactic Structure pada atahun 1957. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Leonard Bloomfield (1877 – 1949) terkenal dengan bukunya yang berjudul Language yang dikaitkan dengan aliran Struktural Amerika. dan R. mengenai bahasa yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. sifat. Perbuatan berbahasa (Performance) adalah pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. Pike. L.4.

Goal : Keadaan.Terbitan Holt Rinehart and Winston. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU Linguistik ialah ilmu yang mempelajari bahasa sebagai objek kajiannya. atau waktu yang sudah. 2. . Experiencer : yang mengalami peristiwa psikologis. Referensial : Acuan Contoh : Husin temanku. Object : sesuatu yangh dikenai perbuatan atau yang mengalami suatu proses. Contoh : Bus itu datang dari Bandung. Parlinutter dan Paul M. Source : Keadaan. • Tata Bahasa Relasional Muncul tahun 1970-an.1 Keilmiahan Linguistik Tahap perkembangan linguistic : 1. Contoh : Dia menendang Bola. nomina sama dengan argumen dalam teori Samantik Generatif. Contoh : menendang. tempat. Contoh : Dia merasa takut. tempat atau waktu yang kemudian Contoh : Dia mau menjadi Guru. spekulasi yaitu pembicaraan suatu hal dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif (tanpa didukung bukti-bukti) 2. Tokoh : David M. Postal dalam karangan Lectures on Relational Grammar dll. Verba sama dengan predikat. Observasi dan klasifikasi yaitu mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa tanpa memberi kesimpulan apapun. membawa. Agent : pelaku perbuatan atau yang melakukan suatu perbuatan.

stilistika. karena sifat empirisnya. 2. tujuan pengkajiannya untuk teori/terapan makro (sosiolinguistik. maka linguistic memndang bahasa sebagaikumpulan unsure yang mana antara satu dan lainnya saling berkaitan. 2.3. Linguistik yang telah mangalami tiga tahap perkembangan ini sudah dapat dikatakan ilmiah.psikolinguistik. objek kajiannya adalah struktur internal bahasa itu/kaitannya dengan factor luar bahasa . biasanya bersifat histories/ mengetahui sejarah structural bahasa itu serta segala bentuk perkembangannya dan perubahannya) 3.etnolinguistik.filsafat bahasa dan neurolinguistik) 4.sintaksis. bahasa berubah dari waktu ke waktu.dialektologi. 3. bahasa adalah suatu system. objek kajiannya adalah bahasa pada masa tertentu/sepanjang masa . perumusan teori yaitu dimana dari data-data yang dikumpulkan lalu dirumuskan hipotesis dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhdap fakta-fakta yang ada. 4.linguistic diakronik (mengkaji bahasa pada masa tak terbatas.linguistic mikro (fonologi. objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya/bahasa tertentu.antropolinguistik.filologi .2 Subdisiplin linguistik Pengelompokan nama-nama subdisiplin linguistik berdasarkan : 1.linguistic sinkronik (mengkji bahasa pada masa terbatas. maka linguistic melihat bahasa sebagai bunyi.morfologi. maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif. bahasa adalah bunyi ujaran.semantic dan leksikologi) linguistic . maka linguistic tidak menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. 2. 5. missal mengkaji bahasa Indonesia tahun 20-an) . bahasa bersifat unik. • Pendekatan bahasa sebagai bahasa dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut : 1. Dapat dibedakan menjadi linguistic umum (mengkaji kaidah bahasa secara umum) dan linguistic khusus (mengkaji kaidah bahsa tertentu).

2. yaitu sub .Bagi peneliti.2. fonemik. klausa bahkan kalimat.2 Analisis Linguistik Dilakukan terhadap bahasa yang lebih tepat disebut fonetik. satuan frase. . 2.3 Manfaat Linguistik .kritikus. Ferdinand de Saussure(1857-1913) dalam bukunya Course de Linguistique Generale membedakan dua relasi antara satuan bahasa.2.3 Analisi rangkaian unsur dan analisis proses unsur Analisis rangkaian unsur (setiap satuan bahasa dibentuk dari unsure-unsur lain) sedangkan analisis proses unsur (setiap satuan bahasa merupakan hasil dari suatu proses pembentukan). Sistem bahasa ini terdiri dari lima sub sistem. 2. 2.2 Analisis bahasa langsung yaitu teknik dalam menganalisis unsur yang membangun suatu satuan bahasa. BAB 7 TATARAN LINGUISTIK (4) SEMANTIK Hocket. system dan distribusi Bapak linguistic modern. semantic.penyusunan buku ajar) 5. sedangkan linguistic terapan (penyelidikan untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah dimasyarakat seperti pengajaran bahasa. teori/aliran yang digunakan untuk menganalisis objeknya 2. antara lain relasi sintamagnik (hubungan antara satuan bahasa dalam klimat konkret) dan relasi asosiatif (hubangan antar satuan bahasa yang tak nampak dalam kalimat).peminat sastra yaitu membantu memahami karya-karya sastra .1 Struktur. sintaksis.bagi linguis yaitu membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya.Negarawan/politikus yaitu untuk memperjuangkan ideology dan menyelesaikan gejolak social. 2. seorang tokoh strukturalis menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem yang kompleks dari kebiasaan-kebiasaan.linguistic teoritis (penyelidikan hanya untuk kepentingan teori belaka). satuan kata.Bagi guru yaitu melatih ketrampilan berbahasa .

7.2. Bapak linguistik modern. karena tidak mempunyai referens. Makna leksikal dapat pula diartikan makna yang ada dalam kamus.1. dan fonetik.2.2. atau acuannya dalam dunia nyata.2. kata-kata yang menyatakan ruang. Misalnya pada kata “lapala” dalam bentuk bentuk kalimat bentuk : a) Rambut di kepala nenek putih semua b) Sebagai kepala sekolah dia harus menegur murid itu. Ferdinand de Saussure dalam teorinya menyatakan bahwa tanda linguistik (Signe Linguistique) terdiri dari komponen signifian dan signifie. yang berarti studi linguistik tanpa disertai dengan studi semantik. Kata-kata yang acuannya tidak menetap pada satu maujud. dan komponen signifie (yang diartikan) berupa pengertian atau konsep (yang dimiliki oleh signifian). kata-kata yang menyatakan . dan gambar. komposisi. morfofonemik. Misalnya dalam proses afikasi perfiks ber – dengan dasar baju melahirkan makna gramatikal “memakai baju”. saya. Jadi menurut Ferdinand de Saussure makna adalah “pengertian” atau “konsep” yang terdapat pada sebuah tanda linguistik. 7.1. Kata “kepala” pada kedua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda. di sana. merah. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam satu konteks. misalnya di sini. dan Kontekstual Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun. semantik. reduplikasi. Misalnya kata kuda. kamu). JENIS MAKNA 7.sistem gramatika. melainkan dapat berpindah dari maujud satu ke maujud lain disebut kata-kata deiktik. tidak ada artinya. HAKIKAT MAKNA Menurut de Saussure setiap tanda linguistik terdiri dari komponen signifian (yang mengartikan) yang wujudnya berupa runtunan bunyi. Sebaliknya kata-kata seperti dan. Yang termasuk katakata deiktik adalah kata-kata promira (dia. Makna gramatikal baru ada kalau terjadi proses gramatikal. Gramatikal. Makna Lekskal. seperti afiksasi. Sub sistem semantik dan fonetik bersifat periperal. Sebab kedua komponen itu merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Makna Referensial dan Non-referensial Sebuah kata bermakna referensial kalau ada referensnya. fonologi. atau kalimatisasi. 7.

7.2. Misalnya. Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai”. Misalnya kata “merah” berasosiasi dengan berani. seperti ini dan itu. kediaman. Makna denotatif sama dengan makna leksikal. 7. mohon diam sebentar !” katanya kepada kami Makna kolakotif berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dari sejumlah kata-kata yang bersinonim.3. Makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap lawan bicara. kondominium. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. kita membedakan penggunaan kata rumah. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa. makna konseptual sama dengan makna leksikal. Jadi. vila. “Coba. a. dan wisma yang semuanya memberi asosiasi yang berbeda terhadap penghuninya. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna asli. besok. Misalnya. afektif. denotatif dan makna referensial. kata-kata yang disebut kata penunjuk. dan makna kolakotif. Misal kata “babi” bermakna binatang yang biasa diternakkan dan diambil dagingnya.2. Misalnya pada kedua kalimat di bawah ini memiliki makna afektif yang berbeda. dan konotasi negatif misalnya kerempeng. konotasi positif misalnya ramping.waktu. sehingga kata tersebut hanya cocok untuk digunakan berpasangan dengan kata tertentu. Oleh Leech (1976) ke dalam makna asosiasi ini dimasukkan juga yang disebut akna konotatif. pondok. “Tutup mulut kalian !” bentaknya kepada kami b. istana. kata “tampan” . seperti sekarang. stilistika. Makna stalistika berkenaan dengan pembedaan penggunaan kata sehubungan dengan perbedaan bidang sosial atau bidang kegiatan. Konotasi netral misal kurus. Makna konotasi ada tiga. Makna konotatif termasuk dalam makna asosiatif karena berasosiasi dengan nilai rasa terhadap kata itu. atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. Makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatif.4.

Misalnya kata “beta” untuk wilayah Indonesia bagian timur. 7.2. Misalnya kata “hulubalang” dengan kata “komandan”. 7. Idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikalnya sendiri. misalnya kata “saya” digunakan oleh .2. Kedua. Peribahasa memiliki makna yang masih bisa ditelusuri dari makna unsur-unsurnya karena adanya “asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa.6. meja hijau. faktor waktu. contohnya. tidak meragukan meskipun tanpa konteks kalimat. Makna istilah mempunyai makna yang pasti.1. hanya cocok atau berkolakasi dengan kata yang memiliki ciri “pria”.3. Contoh idiom adalah membanting tulang. jelas.sesungguhnya bersinonim dengan kata cantik. Makna Idiom dan Peribahasa Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari makna unsur-unsurnya. Misalnya uang dan duit. 7. Ketidaksamaan makna ujaran dikarenakan beberapa faktor. 7. baik secara leksikal maupun gramatikal. faktor wilayah. Sinonim Sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan kesamaan makna antara ujaran yang satu dengan ujaran yang lainnya. sedangkan telinga bagian yang terletak di dalam. komandan tidak. Keempat. Ketiga. Makna kata menjadi jelas jika kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya. faktor keformalan. “saya” digunakan secara umum. Misalnya kata “kuping” dalam bidang kedokteran adalah bagian yang terletak di luar. RELASI MAKNA Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain.5. buku putih yang bermakna “buku yang memuat keterangan resmi mengenai suatu kasus” kata “buku” masih memiliki makna leksikalnya. antara lain : Pertama. faktor sosial. Contoh : betul bersinonim dengan benar. kasar. dan tidak jelas. Hulubalang berpengertian klasik. Contoh : seperti anjing dengan kucing artinya dua orang yang tidak bisa akur.3. Makna Kata dan Makna Istilah Makna kata masih bersifat umum.

menjual dengan membeli.siapa saja kepada siapa saja. antara lain : Pertama.4. Keenam. Misalnya kata “matahari” bias digunakan dalam kegiatan apa saja atau umum.2. Misalnya kata “melihat” memiliki makna umum. Contoh : baik berantonim buruk. Contohnya : kata gram dan kilogram. kata “melirik” memiliki makna melihat dengan sudut mata. 7. Ketiga. antonim yang bersifat hierarkial yaitu antonim yang kedua satuan jaran yang berantonim itu berada dalam satu garis jenjang atau hierarki. Dilihat dari sifat hubungannya. Contoh kata “kepala” pada frase berikut : a. Kelima. Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. bidang kegiatan.3. Contohnya kata hidup berantonim secara mutlak dengan kata mati. sedangkan kata “surya” hanya cocok digunakan pada ragam sastra. Kelima. tidur. kepala kantor b.3. antonim yang bersifat relasional yaitu antonim yang munculnya yang satu harus disertai dengan yang lain. Antonim Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan. kepala manusia 7. Misalnya kata berdiri berantonim dengan kata duduk. antonim yang bersifat relatif atau bergradasi yaitu antonim yang batas antara satu dengan yang lainnya tidak dapat ditentukan secara jelas.3. faktor nuansa makna.3. antonim yang bersifat mutlak. antonim dibedakan atas beberapa jenis. kepala meja d. Misalnya suami dengan isteri. tiarap. Keempat. Kedua. batasnya itu dapat bergerak menjadi lebih atau kurang. 7. Homonimi . kepala surat c. antonim majemuk yaitu antonim yang memiliki pasangan lebih dari satu. “aku” digunakan terhadap teman sebaya. jongkok dan bersila.

Hal ini disebabkan beberapa faktor. antara lain : . PERUBAHAN MAKNA Secara sinkronis (masa yang relatif singkat).3.5. Hiponimi Hiponimi adalah hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain. Contohnya “bang” dengan bank. Contoh merpati berhiponim dengan burung. karena dalam bahasa tulis unsur suprasegmental tidak dapat digambarkan dengan akurat. Ambiquiti atau Ketaksaan Ambiquiti adalah gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda yang terjadi pada bahasa tulis.3. pintu. makna sebuah kata tetap sama. 7. tanpa memperhatikan ejaannya. tetapi secara diakronis (masa yang relatif lama) kemungkinan bisa berubah. berlebih-lebihan.7. Misalnya. Dalam homonimi ada yang disebut homofoni dan homografi. Redudansi Redudansi adalah penggunaan unsur segmental dalam bentuk suatu ujaran yang berlebih-lebihan.6. tetapi ucapan dan maknanya tidak sama. Dalam kata jendela. Burung berhiponim merpati. Namanya yang tepat adalah partonimi atau meronimi. 7. 7. bentuk “buku sejarah baru” dapat ditaksirkan menjadi (1) buku sejarah itu baru terbit. Teras yang maknanya inti dan teras yang maknanya serambi.Homonimi adalah dua buah kata satu satuan ujaran yang bentuknya sama maknanya berbeda. atau (2) buku itu memuat sejarah zaman baru. Misalnya kata “teras”. Homofini adalah kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran. 7.4. jendela dan pintu hanya bagian atau komponen dari rumah. dan rumah. Misalnya kesamaan makna dalam kalimat “Bola itu ditendang oleh Dika” dengan “Bola itu ditendang Dika” kata “oleh” inilah yang dianggap sebagai redundans.3. Homografi mengacu pada bentuk ujaran yang sama ortografi atau ejaannya. Misalnya kata “bisa” yang bermakna “sanggup” dan “bisa” yang bermakna racun ular.

tetapi juga celana. Misalnya . misalnya kata “Baju” mulanya bermakna pakaian. membuat”. Misalnya kata “seni” pada mulanya hanya berkenaan dengan air seni. Perubahan makan yang bersifat “mengkasarkan” misalnya kata “kalah” digantu dengan “masuk kotak”. perubahan makna yang “mengkasarkan” disebut disfemia. untuk menyebut orang yang dihormati. sepatu. artinya kalau tadinya kata bermakna umum menjadi bermakna khusus. pertukaran tanggapan indra. Perubahan makna secara total. kata “tuan” diganti dengan kata “bapak” yang terasa lebih demokratis. perkembangan sosial budaya. Misalnya pada zaman feudal dulu. Ada juga perubahan makna yang “menghaluskan” misalnya kata “pemecatan” diganti PHK. perkembangan pemakaian kata. adanya asosiasi yaitu hubungan antara sebuah bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain berkenaan dengan bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain yang berkenaan dengan bentuk ujaran itu. sehingga dengan demikian bila disebut ujaran itu maka yang dimaksud adalah sesuatu yang lain yang berkenaan dengan ujaran itu. topi. Ketiga. Misalnya kata “amplop” yang berarti sampul surat dan yang berarti “uang sogok”. MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA 7.5. Misalnya kata “sarjana” tadinya bermakna “orang cerdik” tetapi kini hanya bermakna “lulusan perguruan tinggi” saja. Perubahan makna yang “menghaluskan” disebut eufemia/eufemisme. semantif field) atau median leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu.1. Keempat. Medan Makna Medan makna (semantic domain. digunakan kata “tuan”. artinya kalau tadinya kata bermakna “A”. perkembangan iptek.Pertama. Kedua. Misalnya kata “menggarap” dari bidang pertanian digunakan juga dalam bidang lain dengan makna “mengerjakan. seperti pada ujaran “kata-katanya sangat pedas”.5. Perubahan makna meluas. Perubahan makna menyempit. 7. Kini. Misalnya kata “sastra” mulanya bermakna “tulisan” lalu berubah menjadi bermakna “bacaan”. seperti sarjana pendidikan. sekarang bermakna karya cipta. lalu menjadi bermakna “B”. dasi dan sebagainya. Kelima. Misalnya kata “pedas” yang seharusnya ditanggap oleh alat indra perasa lidah menjadi ditanggap oleh alat pendengar telinga. artinya makna yang dimiliki sekarang jauh berbeda dengan makna aslinya.

7. Kata-kata yang mengelompok dalam satu medan makna. satu tempat atau lingkungan yang sama. Kesesuaian Semantik dan Sintaktik Menurut Chafe (1970) inti sebuah kalimat adalah pada predikat atau verba. seperti merah darah. karena kata-kata yang berada dalam satu kelompok set itu bisa saling disubtitusikan. dan merah bata. Kata layar.3. kata remaja merupakan tahap erkembangan dari kanak-kanak menjadi dewasa. verbalah yang menentukan kehadiran konstituan lain dalam sebuah kalimat. bahasa Indonesia memberi keterangan perbandingan. kuning. Misalnya dalam kalimat “tiang layer perahu nelayan itu patah dihantam badai !”. putih. biru.5. dan badai yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi. merah jambu. bacaan. menurut Chafe. Sintaksis berasal dari bahasa Yunani. Umpanyanya. maka dalam kalimat itu akan hadir sebuah subjek berupa nomina pelaku dan berkomponen makna manusia. Secara etimologi berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat . coklat.5. sebab verba membaca juga memiliki komponen makna. Kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmantik yang terdapat antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. Selain itu juga harus hadir objek nomina yang memiliki komponen makna bacaan. hijau. hitam. 7. berdasarkan siswat hubungan semantisnya dapat dibedakan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. perahu. yaitu sun yang berarti dengan dan tattiein yang berate menempatkan. Untuk mengatakan nuansa warna yang berbeda.medan warna dalam bahasa Indonesia mengenal nama-nama merah. BAB 6 TATARAN LINGUISTIK (3): SINTAKSIS Sintaksis adalah bidang tataran linguistic yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika. Kelompok set menunjuk pada hubungan paradigmatik. .2. nelayan. kalau verbanya berupa kata kerja membaca. Komponen Makna Makna yang dimiliki oleh setiap kata terdiri dari sejumlah komponen makna yang membentuk keseluruhan makna kata itu.

dan K Contoh: Kakek melirik nenek tadi pagi SPOK S: sebagai kategori nomina P: sebagai kategori verba O: sebagai kategori nomina K: sebagai kategori nomina S. maka fungsi yang muncul hanyalah yang menyatakan jawaban. numeralia. 6. tetapi dalm tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil yang secra hierarkial menjadi komponen pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar.O.Dalam kalimat perintah “ Baca ! “ .2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS Dalam tataran morfologi.P. Ada pendapat lain yang mengatakan hadir tidaknya suatu fungsi sintaksis tergantung pada konteksnya. kata merupakan satuan terbesar. Selain itu. dan perangkai dalam penyatuan bagian-bagian dari satuan sintaksis. Keempat fungsi itu tidak harus ada dalam setiap struktur sintaksis.Dalam kalimat seruan “ Hebat ! “ Dari contoh di atas. melirik (P) memiliki peran aktif. atau seruan.P. Susunan fungsi sintaksis tidak harus selalu berurutan S. Dalam pembahasan kata sebagai pengisi satuan sintaksis. ajektifa. Kata tugas juga mempunyai . dibedakan menjadi dua macam kata. Adverbia. karena berpengaruh terhadap munculnya fungsi-fungsi lain. yaitu frase. Sedangkan. Namun. Contoh dalam kalimat di atas: Nenek(S) memiliki peran pelaku(agentif). kakek(O) memiliki peran sasaran. kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna. yaitu kata penuh dan kata tugas. Kata Penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna.K. pakar lain Chafe mengatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat dan predikat itu harus selalu berupa verba. perintah.6. mempunyai kebebasan mutlak sehingga dapat menjadi pengisi fungsi-fungsi sintaksis. verba.Dalam kalimat jawaban “ Sudah ! “ . penanda kategori sintaksis. tadi pagi (K) memiliki peran waktu. Kata penuh berkategori nomina. Dalam sintaksis kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis.O. Contoh: . kata tugas berkategori preposisi dan konjungsi. mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi.P.2 STRUKTUR SINTAKSIS Terdiri dari susunan S. yang tampaknya urutannya harus selalu tetap adalah fungsi P dan O. tidak mengalami proses morfologi.K merupakan fungsi dari sintaksis dan juga mempunyai peran sintaksis. Banyak pakar yang mengatakan struktur sintaksis minimal harus memiliki fungsi subjek dan predikat karena tanpa fungsi tersebut konstruksi itu belum dapat disebut sebgai sebuah struktur sintaksis. Sedangkan.O. Namun.

sang. Berdasarkan intinya.3.) frase adjektifa.2. 6. yaitu frase yang intinya berupa kata numeral 6. 2. frase endosentrik dapat dibedakan menjadi 4: 1.) frase verbal. yaitu yang merupakan inti frase berlaku sebagai komponen atasan.kebebasan yang tebatas. ajektifa. bukan berupa morfem terikat. Frase endosentrik disebut juga frase subordinatif karena salah satu komponennya. Pengertian Frase Frase adalah gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis didalam kalimat.2. yaitu frase yang intinya berupa kata kerja 3.Frase Eksosentrik Adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. sedangkan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata berktegori nomina. yaiu frase yang intinya berupa nomina atau pronominal 2.) frase numeralia.3.3.3.para.) frase nominal. Contoh: frase di pasar Terdiri dari komponen di dan pasar Frase eksosentrik dibagi menjadi 2: 1.2.3 FRASE 6. Jenis Frase Frase dibedakan menjadi 4: 6.Frase Endosentrik (Frase Modifikatif) Frase yang komponennya bukan inti.Frase Koordinatif Frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif. selalu terikat dengan kata yang ada dibelakangnya atau di depannya dan dengan kata-kata yang dirangkaikannya. Pembentuk frase itu harus berupa morfem bebas. Contoh: sedang membaca Kata sedang membatasi makna komponen inti( kata membaca).3. 6. yaitu frase yang intinya berupa kata sifat 4.3. Komponen inti dapat didepan dan dapat juga dibelakang. sedangkan komponen lainnya yaitu komponen yang membatasi berlaku sebagai komponen bawahan.1. atau verba.yang. Frase . Contoh frase: belum makan Contoh bukan frase karena morfem terikat: tata boga 6.) Nondirektif Frase yang komponen pertamanya berupa artikulus.2. yaitu membatasi makna komponen inti. seperti si.2.dan kaum.1.) Direktif( Preposional) Frase yang komponen pertamanya berupa preposisi dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina.

Contoh: Gadis yang duduk di depan itu bukan cucu nenek. Contoh: Adik mandi. 6. perluasan frase dilakukn secara bertahap. Dapat disebut kalimat kalau kepadanya diberi intonasi kalimat.3. ingkar. melainkan dinyatakan dengan unsure leksikal.2. SP Kalimat tersebut bersifat predikatif.3. Pengertian Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruksi predikatif. jenis. jumlah.koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit biasanya disebut frase parataksis. Banyak klausa yang terletak di tengah kalimat karena disisipkan sebagai keterangan tambahan. 6.4.4. biasanya diterangkan secara leksikal. dan keterangan. seluruh bagian kalimat diisi oleh sebuah klausa.sehingga urutan komponenya dapat dipertukarkan.Frase Apositif Frase koordinatif yang kedua komponenya saling merujuk sesamanya. Letak Klausa Tempat klausa adalah di dalam kalimat. Sedangkan dalam kalimat majemuk diisi oleh dua atau lebih klausa. Sebuah konstruksi disebut kalimat kalau kepada konstruksi itu diberikan intonasi kalimat. Dalam bahasa Indonesia perluasan frase sangat produktif. baik intonasi deklaratif. Dalam kalimat tunggal.2. 6. Contoh: Nenek mandi.4. c. artinya di dalam konstruksi itu ada komponen.3. KLAUSA 6. .4. bahasa Indonesia adalah keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci terhadap suatu konsep. aspek. berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek. modalitas. Dalam perincian deskripsi ini biasanya digunakan konjungsi yang sebagai penyambung keterangan-keterangan tambahan pada deskripsi itu. interogatif.1. dan pembatas tidak dinyatakan dengan afiks seperti dalam bahasa-bahasa fleksi. untuk menyatakan konsep-konsep khusus. Klausa dapat menjadi kalimat tunggal jika didalamnya terdapat subjek dan predikat. maupun interjektif. objek. Fungsi yang harus ada dalam konstruksi klausa ini adalah subjek dan predikat. 6. Selain itu. b. Hal ini dikarenakan beberapa faktor: a. pengungkapan konsep kala. Perluasan Frase Frase dapat diperluas dengan memberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan.

sekurangkurangnya mempunyai subjek dan predikat. 6. Contoh: Nenek sedang menangis 2. Contoh: Nenek menangis c.) Klausa bebas Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap. Klausa verbal dibagi menjadi 3: a.1.) Klausa intransitif Klausa yang predikatnya verba intransitif.) Klausa transitif Klausa yang predikatnya verba transitif.Klausa gadis yang duduk di depan disisipkan ke dalam klausa gadis itu bukan cucu nenek. 6.2. Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya 1. Contoh: Ibu di dapur 6.) Klausa numeral .) Klausa adverbial Klausa yang predikatnya adverbia.Berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi 2: 1. Contoh: Bandelnya teramat sangat 5. Jenis Klausa Jenis klausa dibedakan berdasarkan strukturnya dan kategori segmental yang menjadi predikatnya.) Klausa preposional Klausa yang predikatnya berupa frase berkategori preposisi.3.) Klausa adjektifal Klausa yang predikatnya berkategori ajektifa. Dalam klausa ini hanya ada subjek saja atau objek saja atau keterangan saja.4.3.4. Contoh: Nenek menulis surat b. 2. Contoh: Ayahnya petani di desa itu 3.4. 6.3.) Klausa verbal Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba.) Klausa refreksif Klausa yang predikatnya berupa verba refreksif.) Klausa nominal Klausa yang predikatnya berupa nomina.) Klausa terikat Klausa terikat adalah klausa yang mempunyai struktur yang tidak lengkap. Contoh: Bumi ini sangat luas 4.

5. Kalimat majemuk dibedakan menjadi 3: 1. lalu. ketika. Kalimat inti.2. Kalimat mayor dan Kalimat minor 1. Kalimat verbal dan non-verbal .) Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya lengkap.2. atau klausa.5. kalimat majemuk mempunyai klausa lebih dari satu.1. 6. Namun. Jenis Kalimat 6.2.4. Klausa berpusat adalah klausa yang subjeknya terikat di dalam predikatnya.. Biasanya kedua klausa dihubungkan dengan konjungsi subordinatif. Kalimat majemuk ini merupakan campuran dari kalimat majemuk setara dan bertingkat.1. 2.) Kalimat majemuk koordinatif Kalimat majemuk yang klausanya memiliki status yang sama. dan karena. Kalimat tunggal dan Kalimat majemuk Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa. sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat 2.) Kalimat majemuk kompleks atau campuran Kalimat majemuk yang terdiri dari 3 klausa atau lebih. Sedangkan.2.2. yang menjadi dasar penting dari kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final. 6.  Klausa ini terdapat dalam beberapa bahsa fleksi seperti bahsa arab dan bahasa latin. atau yang sederajat. tetapi.5. frase. Contoh: gajinya 5 juat sebulan Ada istilah klausa berpusat dan tak berpusat. ada yang konjungsi secara implisit (tanpa konjungsi). misalnya kalimat seruan. meskipun. atau. 6. 3. atau netral dan afirmatif.) Kalimat minor adalah kalimat yang unsur-unsurnya tidak lengkap. KALIMAT 6.5. Contoh: Aqra ul Qur’an artinya saya membaca al qur’an Klausa tak berpusat adalah klusa yang subjeknya tidak terikat di dalam  predikatnya.2.3.5. 6.) Kalimat majemuk subordinatif Kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya tidak setar. yang setara.5. Konstituen itu sendiri dapat berupa kata. seperti dan. yaitu kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif. 6. Contoh: FN+FV : Nenek datang Kalimat inti dapat diubah menjadi kalimat noninti dengan berbagai transformasi.5. aktif.Klausa yang predikatnya berupa kata atau frase numeralia. Klausa-klausanya biasanya dihubungkan dengan konjungsi eksplisit. misalnya kalu. Pengertian Kalimat Kalimat adalah kata-kata yang teratur yang berisi pikiran atau pelengkap.

5. modus obligatif ( keharusan ) f.5. Ada beberapa modus: a.5. ajakan ) .4.5. kejadian/proses. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan yaitu mengenai perbuatan. Modus adalah penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara tentang apa yang diucapkannya. modus desideratif ( keinginan atau kemauan ) g.3. Modalitas. atau tempo. a.4. Tempo adalah waktu yang dibutuhkan untuk melafalkan suatu arus ujaran.3.) Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. modus kondisional ( persyaratan ) 6.4. aspek repetitif ( perbuatan terjadi berulang-ulang ) e. Intonasi Kalimat Intonasi dapat berupa tekanan. keadaan.1. Tekanan adalah ciri-ciri suprasegmental yang menyertai bunyi ujaran b. nada. aspek progresif ( perbuatan sedang berlangsung ) d. 2. dan Diatesis 6. modus imperatif ( perintah atau larangan ) d. c.1.5.) Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata/frase yang berkategori verba. Aspek.5.2. 6. 6. aspek imperfektif ( berlangsung sebentar ) f. modalitas intensional ( keinginan. aspek sesatif ( perbuatan berakhir ) 6. 2. Kala adalah informasi di dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. permintaan. modus optatif ( harapan atau keinginan ) c.4. modus interogatif ( pertanyaan ) e. Nada adalah unsur suprasegmental yang diukur berdasarkan kenyaringan suatu segmen dalam suatu ujaran. Kala. dan peristiwa. Modus.modus indikatif (bersikap objektif atau netral ) b. 6.2. aspek inseptif ( peristiwa baru mulai ) c. tindakan atau pengalaman yang disebutkan di dalam predikat. Ada beberapa macam aspek: a.) Kalimat non-verbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata/frase verbal. Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan wakatu secara internal di dalam situasi. aspek kontinuatif ( perbuatan terus berlangsung ) b. Ada beberapa jenis modalitas : a.) Kalimat bebas adalah kalimat yang dapat memulai sebuah paragraf tanpa bantuan kalimat lain yang menjelaskannya. 6. Kalimat bebas dan Kalimat terikat 1. Fokus.5.. kejadian .4. keadaan.4.5.

yang bisa dipahami oleh pembaca/pendengar tanpa keraguan apapun. dan diastesis kausatif. 6. ini. menggunakan hubungan generik-spesifik dan sebaliknya c. sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. yaitu: a. menggunakan elipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat pada kalimat yang lain. 6. wacana dilihat dari pengguanaan bahasa dibedakan menjadi wacana prosa dan wacana puisi c. Selain itu juga dapat dibuat dengan bantuan berbagai aspek semantik.b. Jenis Wacana Wacana dibedakan berdasarkan sudut pandang dari mana wacana itu dilihat.4.6. konjungsi yaitu alat untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat atau paragraf.5. menggunakan hubungan tujuan didalam isi sebuah wacana f. dan itu sebagai rujukan anafosis. modalitas epistesmik ( kemungkinan. 6. atau ide yang utuh. dan keharusan ) c. diastesis resiplokal. persuasi. b. c. Pengertian Wacana Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap. menggunakan hubungan rujukan yang sama pada dua bagian kalimat dalam satu wacana. WACANA 6. yaitu: a. 6. modalitas dinamik ( kemampuan ) 6. Wacana ini dibedakan menjadi wacana lisan dan wacana tulis b. Diastesis adalah gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam hal itu.4.2. gagasan. nya. CATATAN MENGENAI HIERARKI SATUAN . Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. menggunakan kata ganti dia. Ada beberapa macam diastesis yaitu diastesis aktif.3. menggunakan hubungan perbandingan anatara isi kedua bagian kalimat d.5. 6. menggunakan hubungan sebab-akibat diantara isi kedua kalimat e. kepastian. wacana berdasarkan dengan sarananya.6.5. Dalam wacana terdapat konsep.6. yaitu bahasa lisan atau bahasa tulis. dan argumentasi. eksposisi. pikiran. modalitas deontik ( keizinan atau perkenanan ) d. mereka. Alat Wacana Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif antara lain: a.6. diastesis refleksif. diastesis pasif.1. menggunakan hubub\ngan pertentangan pada kedua kalimat b. wacana dilihat dari penyampaian isinya.7.6. dibedakan menjadi wacana narasi.

Tindakan spekulatif seperti ini kita lihat misalnya. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU 2. termasuk juga ilmu linguistik. tentu tidak dapat dijawab. atau kalaupun dijawab akan secara spekulatif pula. dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja. yakni tahap spekulasi. Tahap pertama. atau bagaimana cara membuktikannya. Artinya kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedurprosedur tertentu. Kebanyakan ahli sebelum perang kemerdekaan baru bekerja sampai tahap ini. dan penurunan tingkat. Kalau ditanya apa buktinya. Semua itu hanyalah spekulasi yang pada zaman sekarang sukar diterima. Adam berbahasa Denmark. Dalam studi bahasa dulu orang mengira bahwa semua bahasa di dunia diturunkan dari bahasa Ibrani. Tahap kedua. Dalam praktek berbahasa banyak faktor yang menyebabakan terjadinay penyimpangan urutan. bahwa pandangan atau penglihatan kita seringkali tidak sesuai dengan kenyataan atau kebenaran faktual. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif.Kiranya urutan hierarki itu adalah normal teoritis. Padahal seperti yang kita tahu. tetap mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut. 1. ular berbahasa Perancis. Bahkan sampai akhir abad-17 seorang filosof Swedia masih menyatakan bahwa di Surga Tuhan berbicara dengan Swedia. Keilmiahan Linguistik Pada dasarnya setiap limu. pelapisan tingkat. Disamping urutan normal itu bisa dicatat adanya kasus pelompatan tingkat. maka orang juga mengira Adam dan Hawa memakai bahasa Ibrani di Taman Firdaus. adalah tahap observasi dan klasifikasi. Bahasa-bahasa di Nusantara . Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolonggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.

Selain tiu bisa dikatakan ketidakspekulatifan dalam penarikan kesimpulan merupakan salah satu ciri keilmiahan. disiplin linguistik itu sekarang sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah.didaftarkan. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. adalah tahap adanya perumusan teori. Kegiatan linguistik juga tidak boleh “dikotori” oleh pengetahuan atau keyakinan si peneliti. bentuk merubah yang nyatanyata secara empiris ada. dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada. menurut pengetahuan kita jika prefiks me – diimbuhkan pada kata dasar yang mulai dengan vokal maka akan muncul –ng–. Pada saat ini cara kerja tahap kedua ini tampaknya masih diperlukan bagi kepentingan dokumentasi kebahasaan di negeri kita. Artinya. yakni data yang nyata ada. Kemudian dalam disiplin itu dirumuskan hipotesis atau hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. . sebab masih banyak sekali bahasa di Nusantara ini yang belum terdokumentasikan. yang terdapat dari alam yang wujudnya dapat diobservasi. kita katakan adalah bentuk yang salah. Disiplin linguistik dewasa ini sudah mengalami ketiga tahap diatas. Seharusnya adalah mengubah. yaitu dari prefiks me – ditambah dengan bentuk dasar ubah. Umpamanya. ditelaah ciri-cirinya. Jadi kesimpulan yang dibuat pada kegiatan ilmiah hanya berlaku selama belum ditemukannya data baru yang dapat membatalkan kesimpulan itu. Cara seperti ini belum dikatakan “ilmiah” karena belum sampai tahap penarikan suatu teori. oleh karena itu. . Tahap ketiga. lalu dikelompokkan berdasarkan kesamaan-kesamaan ciri yang dimiliki bahasa-bahasa tersebut. Tindakan spekulatif dalam kegiatan ilmiah berarti tindakan itu dalam menarik kesimpulan atau teori harus didasarkan pada data empiris.

. sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa. linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. perlu diwaspadai dan direvisi. maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Sebagai ilmu empiris. lalu dari data-data khusus ditarik kesimpulan umum. tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya. Karena itu. maka berarti kesimpulan itu menjadi goyah kedudukannya. sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. suatu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada. kebenaran kesimpulan deduktif sangat bergantung pada kebenaran kesimpulan umum. secara deduktif adalah kebalikannya. Lalu ditarik suatu kesimpulan umum berdasarkan data empiris itu. Kemudian kesimpulan ini “diuji” lagi pada data empiris yang diperluas. Artinya bagi linguistik. bahasa lisan adalah primer. linguistik sering disebut nomotetik. Kesimpulan ini biasanya disebut kesimpulan induktif. Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini.Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. Dalam ilmu logika atau ilmu menalar selain adanya penalaran secara induktif . Jadi. kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris. Kemudian sesuai dengan predikat keilmiahan yang disandangnya linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan. Artinya. yang dipakai untuk menarik kesimpulan deduktif itu. Data empiris itu dianalisis dan diklasifikasikan. dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut: Pertama. Namun. mula-mula dikumpulkan data-data khusus. Artinya. Apabila data baru itu tidak cocok dengan kesimpulan itu. yang lazim disebut premis mayor. maka kesimpulan itu berarti semakin kuat kedudukannya. karena bahasa adalah bunyi ujaran.

karena bahasa adalah suatu sistem. sepanjang kehidupan bahasa itu. yaitu yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur-unsur yang terlepas. sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya. Studi sinkronik bersifat deskriptif karena linguistik hanya mencoba memberikan keadaan bahasa itu menurut apa adanya dalam kurun waktu terbatas. yang berdiri sendiri-sendiri. karena bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu. Pembagian atau pencabangan itu diadakan tentunya karena objek yang menjadi kajian . maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan. karena sifat empirisnya. maka linguistik mendekati bahasa secara deskripstif dan tidak secara prespektif. Kelima. karena bahasa bersifat unik. Lawannya disebut pendekatan otomatis. Secara sinkronik artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada kurun waktu tertentu. Ketiga. Keempat. disebut pendekatan struktural. atau sebagai sistem itu. Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan. melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan. 2.Kedua. 2. Lalu karena itu pula linguistik mempelajari bahasa secara sinkronik dan diakronik. Subdisiplin Linguistik Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. Secara diakronik sering juga disebut studi histori komparatif. artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspek dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Artinya. Secara diakronik. maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan yang terlepas.

Pembicaraan dalam buku ini terutama hanya mengenai fonologi. yaitu bahasa. . dan sintaksis bahasa pada umumnya. Kajian linguistik diakronik ini biasanya bersifat historis dan komparatif. morfologi. Tujuan linguistik diakronik ini terutama adalah untuk mengetahui sejarah struktural bahasa itu beserta dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya. 2. merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusian bermasyarakat. Linguistik diakronik: berupaya mengkaji bahasa (atau bahasa-bahasa) pada masa tidak terbatas.disiplin ilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik. maka subdisiplin atau cabang linguistik itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Berdasarkan objek kajiannya. 2. Linguistik sinkronik/deskriptif: mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. Berdasarkan objek kajiannya. karena berupaya mendeskripsikan bahasa secara apa adanya pada masa tertentu. Kajian umum dan khusus ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari sistem bahasa itu. 1. apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus. 2. misalnya mengkaji bahasa pada tahun dua puluhan. Dalam buku ini kita akan mencoba mengelompokkan nama-nama subdisiplin linguistik itu. Mengingat bahwa objek linguistik. 2. sedangkan kegiatan itu sangat luas. 2. bahasa Jawa dewasa ini. Studi linguistik sinkronik ini biasa disebut juga linguistik deskriptif. Linguistik umum: linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.

Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. gramatikal. Sosiolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara sosiologi dan linguistik. hubungan satu dengan yang lainnya. cara terjadinya dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. 3. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa. Morfologi menyelidiki struktur kata. apakah struktur internal bahasa/bahasa itu hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro (Mikrolinguistik dan makrolinguistik). Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar linguistik sebab yang dipelajari adalah struktur internal bahasa itu. Berdasarkan objek kajiannya.2. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata. serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. bagianbagiannya serta cara pembentukannya. Karena banyaknya masalah yang terdapat diluar bahasa. maupun kontekstual. Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. lebih banyak membahas faktor luar bahasanya daripada struktur internal bahasa. Sedangkan linguistik makro yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor diluar bahasa. termasuk bagaimana kemampuan . Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia. Leksikologi menyelidiki liksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspek. maka subdisiplin linguistik makropun menjadi sangat banyak. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal. 2.

Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa. atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktorfaktor di luar bahasa untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya. dan kebudayaan. linguistik struktural. linguistik transformasional. kebudayaan. Berdasarkan teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional. dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis. Dialektologi ini merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik dan geografi. Berdasarkan tujuannya. Stilistika adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-bentuk karya sastra.berbahasa itu dapat diperoleh. stilistika adalah ilmu interdisipliner antara linguistik dan ilmu susastra. 2. Kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka. Jadi. pranata. linguistik generatif semantik. Antropolinguistik merupakan ilmu interdisipliner antara antropologi dan linguistik. 5. 2. Jadi. Filologi merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik. 2. . linguistik relasional dan linguistik sistemik. Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia. 4. psikolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik. apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistik teoretis dan linguistik terapan Linguistik teoretis: mengadakan penyelidikan terhadap bahasa. serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. Dialektologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu. sejarah. 2. Filsafat bahasa adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia.

pendidikan. 2. tetapi dengan sedikit perubahan. 3. Sistem. serta memberinya pengertian yang lebih luas. Louis Hjelmslev. atau subdisiplin linguistik itu.Bidang sejarah linguistik ini berusaha menyelidiki perkembangan seluk beluk ilmu linguistik itu sendiri dari masa ke masa. serta mempelajari pengaruh ilmu-ilmu lain. dan semantik. yaitu bahasa. terjemahannya dalam bahasa Indonesia terbit 1988) membedakan adanya dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan-satuan bahasa. atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa. Ini terjadi karena objek linguistik itu. sintaksis. 1. memang mempunyai jangkauan hubungan yang sangat luas di dalam kehidupan manusia. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu. atau horizontal antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada di kiri dan kanannya. adat istiadat. namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. sedangkan relasi asosiatif adalah hubugan yang terdapat dalam bahasa. 3. fonemik. morfologi. 2. Hubungan . cabang. dan Distribusi Bapak linguistik modern. seorang linguis Denmark. Hubungan-hubungan yang terjadi di antara satuan-satuan bahasa bersifat sintagmatis. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dalam bukunya Course de Linguitique Generale (terbit pertama kali 1916. mengambil alih konsep de Saussure itu. hubungan sintagmatis ini bersifat linear. ANALISIS LINGUISTIK Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa. dsb) terhadap linguistik sepanjang masa. yaitu fonetik. Beliau mengganti istilah asosiatif dengan istilah paradigmatik. Jadi. dan pengaruh pelbagai pranata masyarakat (kepercayaan. Struktur. Dari uraian di atas kita lihat betapa luasnya bidang.

2. bukan “dibentuk dari . . satuan tertimbun terdiri dari ter – + timbun. Jadi. atau analisis bawahan terdekat (Inggrisnya Immediate Constituent Analysis) adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa. dan rumah-rumah terdiri dari rumah + rumah. satuan klausa. 2. 2. dan bentuk rumah-rumah adalah hasil dari reduplikasi terhadap dasar rumah. satuan kedinginan terdiri dari dingin + ke –/– an. Berbeda dengan analisis rangkaian unsur. . satuan frase. MANFAAT LINGUISTIK Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan . Misalnya. 3. bentuk kedinginan adalah hasil dari proses konfiksasi ke –/– an dengan dasar dingin. 3. “. 3. Analisis Bawahan Langsung Analisis bawahan langsung sering disebut juga analisis unsur langsung. ” sebagai hasil dari suatu proses pembentukan. maka analisis proses unsur (bahasa Inggrisnya: item-and-process) menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. Jadi. . .paradigmatik tidak hanya berlaku pada tataran morfologi saja. bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter – dengan dasar timbun. Setiap satuan bahasa secara apriori diasumsikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung membangun satuan itu. tetapi juga berlaku untuk semua tataran bahasa. 2. 4. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur Analisis rangkaian unsur (Inggrisnya: item-andarrangement) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. dalam analisis rangkaian unsur ini setiap satuan bahasa “terdiri dari . entah satuan kata. maupun satuan kalimat.

merupakan wadah pelahiran karya sastra. Bagi penerjemah. Tanpa pengetahuan semua aspek linguistik kiranya tidak mungkin sebuah kamus dapat disusun. Kedua. sebab bahasa. dalam kaitannya dengan kemasyarakatan. mulai dari subdisiplin fonologi. pengetahuan linguistik mutlak diperlukan bukan hanya yang berkenaan dengan morfologi. tetapi juga yang berkenaan dengan sosiolinguistik dan kontrastif linguistik. Bagi guru. morfologi. Bagi penyusun kamus atau leksikografer menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan. sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatn dan kebudayaan. kritikus. secara lisan dia harus menguasai bahasa dengan baik. Kalau mereka mempunyai pengetahuan linguistik. Manfaat linguistik bagi para negarawan atau politikus: Pertama. pengetahuan linguistik sangat penting. semantik. maka mereka akan dapat dengan lebih mudah menyampaikan mata pelajarannya. sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya. dan semantik linguistik. khususnya. kalau politikus atau negarawan itu menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik. sebagai negarawan atau politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan. Pengetahuan linguistik juga memberi manfaat bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks. Pengetahuan linguistik akan memberi tuntunan bagi penyusun buku teks dalam menyusun kalimat yang tepat. sintaksis. terutama guru bahasa. dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik. leksikologi. yang menjadi objek penelitian linguistik itu. . sintaksis. Bagi peneliti. memilih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut. maka tentu dia akan dapat meredam dan menyelesaikan gejolak sosial yang terjadi dalam masyarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa.melaksanakan tugasnya.

jawab. KAUM STOIK . laporan. feminin dan neutrum.  ARISTOTELES (merupakan salah satu murid Plato) Menurutnya. doa dan undangan. ada 3 macam kelas kata yaitu onoma. rhema dan syndesmoi. perintah. Tahap pertama (tahap spekulasi) 2. PLATO Dia memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya Dialoog. konsep selalu bertolak dengan logika. Mereka bekerja secara empiris. definisi. Menurutnya juga. Maksud dari sifat alami adalah bahasa itu mempunyai hubungan asalusul dan sumber dalam prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri (kaum naturalis). membagi kalimat menjadi kalimat narasi.  Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya bahasa adalah pernyataan pikiran manusia  dengan perantaraan onomata dan rhemata. Dialah orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema. Tahap kedua (tahap observasi dan klasifikasi) 3. Pertentangan antara fisis dan nomos Hal yang dipertanyakan para filsuf Yunani apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau konvensi (nomos). LINGUISTIK ZAMAN YUNANI Masalah pokok yang menjadi pertentangan para linguis pada zaman yunani yaitu : 1. Pendapat kaum konvensional bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos) yang artinya makna suatu kata diperoleh dari hasil suatu tradisi/kebiasaan yang mungkin bisa berubah. Hal yang perlu diketahui adalah dia memberikan pengertian. pasti. 2. tanya. Sehingga dikenal sebagai studi bahasa. ada 3 macam jenis kelamin kata (gender) yaitu maskulin.BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK Studi linguistik mengalami 3 tahap perkembangan : 1. Pertentangan antara analogi dan anomali Pendapat para kaum analogi seperti Plato dan Aristoteles mengemukakan bahwa bahasa bersifat teratur. Sedangkan kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu bersifat tidak teratur. Tahap ketiga (tahap perumusan teori) LINGUISTIK TRADISIONAL Dalam pendidikan formal dikenal istilah tata bahasa tradisional (menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik) dan tata bahasa struktural (berdasarkan ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu). KAUM SOPHIS Tokohnya yaitu Protogoras dan Georgias. sangat mementingkan bidang retorika dan membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan makna dan isi.

Varro dan “De Lingua Latina” Etimologi adalah cabang linguistik yang mnenyelidiki asal-usul kata beserta aslinya. ZAMAN PERTENGAHAN Dari zaman pertengahan ini yang petut dibicarakan dalam studi bahasa. Varro membedakan menjadi deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris. membicarakan hal yang disebut oratio (tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai). yaitu kata benda. partisipel dan adverbium. ZAMAN RENAISANS Dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. antara lain analogi dan anomali. participum. membicarakan mengenai dictio/kata. Mengenai deklinasi (perubahan bentuk kata). Dalam buku ini dibahas mengenai konsep telaah sinkronik dan . Morfologi. vokativus dan ablativus. Tentang kasus. Bahasa-bahasa Eropa dan Bahasa-bahasa di luar bahasa Eropa. akusativus. membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos. Institutiones Grammaticae (Tata Bahasa Priscia) Yang patut dibicarakan mengenai buku itu : a. kata kerja. dan vox illiterata. genetivus.  KAUM ALEXANDRIAN Cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysius Thrax. Ferdinand de Saussure. antara lain : Kaun Modistae. b. Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan. pronomen.  Menciptakan istilah khusus untuk studi bahasa. Bunyi dibedakan menjadi vox artikulata. vox martikulata. merupakan bapak linguistik modern dengan bukunya Course de Linguistique Generale. Fonologi. dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae. praepositio. Tokoh yang terkenal adalah Varro. Petrus Hispanus. dativus. adverbium. vox litterata. Sintaksis. verbum. Nilai bunyi disebut potestas.  Varro membagi kelas kata Latin dalam empat bagian.Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa. ZAMAN ROMAWI Studi bahasa pada zaman Romawi dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. Tata bahasa spekulativa. dalam bahasa Yunani ada 5 buah.  Morfologi adalah cabang linguistik yang menyelidiki kata dan pembentukannya. Kata dibedakan menjadi nomen. pernah menjadi paus dengan gelar Paun Johannes XXI dengan buku berjudul Summulae Logicales. dibicarakan tulisan/huruf yang disebut litterae (bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan). LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. dan conjunctio. c. Linguistik Arab berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci agama Islam. sedangkang dalam bahasa Latin menurut Varro ada 6 buah yaitu nominativus. Nama huruf disebut figurae. merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin.  Membedakan legein dan propheretal. interjectio.

perbedaan langue dan parole. 2. Menganalisis bahasa dimulai dari wacana. perbedaan signifiant dan signifie dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA 1. para linguis Amerika menghadapi masalah yang sama. lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya. 5. Aliran Tagmemik Menurutnya. adanya The Linguistics Society of Amerika. Ada 3 macam pokok prosodi : o Prosodi yang menyangkut gabungan fonem. satuan dasar sintaksis adalah tagmem yang merupakan korelasi antara fungsi gramatikal/slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan.diakronik. Dalam aliran ini dibedakan dengan tegas antara fonetik dan fonologi. o Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonemfonem suprasegmental. menggambarkan tataran utama bahasa. Aliran Firthian.  Ketiga. terkenal dengan teorinya mengenai fonologi prosodi. penolakan Bloomfield untuk mentalistik sejalan dengan iklim filsafat pada masa  itu di Amerika.  Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa. mengenal adanya gradasi/kontinum. Kedua. memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. Semantik Generatif Menurut teori generatif semantik.  6. dengan tokoh Louis Hjemslev.  7.kemudian ujaran itu dianalisis atas konstituen-konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatis. struktur semantik dan sintaksis bersifat homogen dan dihubungkan dengan kaidah trabsformasi. 3. . Tata Bahasa Transformasi Syarat yang harus dipenuhi dalam tata bahasa : Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran linguistik : Pertama. Ketiga. yakni banyak sekali  bahasa Indian yang diberikan di Amerika.  Tata bahasa terdiri dari 3 komponen yaitu komponen sintaksis. Alirah Praha. Aliran Gelosemantik. tokohnya yaitu Vilem Mathesius. semantik dan fonologis. memandang bahasa sebagai pelaksana. 4.  Kedua.  Keempat. 2.  Kelima. o Prosodi yang terbentuk oleh sendi/jeda. Linguistik Sistematik Di dalamnya terdapat pokok-pokok : Pertama.

4. TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA Penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa. Sesuai fungsinya sebagai bahasa nasional. . bahasa persatuan dan bahasa negara. berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI). Tata Bahasa Relasional Dalam tata bahasa ini dicari kaidah kesemestaan bahasa. Verba sama juga dengan predikat dan nomina adalah argumen. Atas prakarsa sejumlah linguis senior. Tiga macam wujud teori yang terlibat adalah seperangkat simpai (nodes). Gema konsep linguistik modern itu baru tiba di Indonesia akhir tahun 50-an. seperangkat tanda relasional dan seperangkat coordinates.3. baik dalam maupun luar negeri. Tata Bahasa Kasus Kasus merupakan hubungan antara verba dengan nomina. maka bahasa Indonesia menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik pada masa ini. Tujuannya untuk kepentingan para pemerintah kolonial.

8.8./.39 /.2.. -....9.8 203.3.3 /044 /...9.09  8047.342508/.  14344  2471414302  802.314309-0781.3 -.9: 8:- 88902 7..9: 88902 .70-.9507507.549:8 .3 0-. 8:.8.3907/7/..3 203008.8:-88902 .    %%#&$%   $% 4.8.  .3 14309  $:- 88902 802.9: :39: 202507:. .39  /.72.3 04..84.3 944 897:9:7.3 $8902-.

3.2-039:-039:.7: .7.343 70107038.3 203.82022./. -.9..9.2 90473.: 907.9.3. 9.. /8079.9.$0-. 3.9: 43908  8.2. 43908.9 5. 0802 .:.-.98. 202.3.: 20./.3..5 9.3.8 425488 .3. ./...9-039: ./.     .5.3 /2 .9..9./58.. .. /.39  9/.:.9.5.79.. 7.3 /2 40 831.18..2.3. 503079.9. #... .342543038310 .9.33. /03.2 /:3.2..9. 3:89 907/7 /. 70107038./. 42543039:207:5.95:.9. .3-07.9.: .9.3::/3.  8.3 907/. . 5.2.7 4254303 831../. 2.  .3  ./.3/./. 80-:.  $0-.3    % 03:7:9 /0 $.9.-8.5.3.79 89:/ 3:89 9.: .3-:3 /. . 5.9. 5.  207.7:39:3. /. 701070383.3/. .2./.08.:88:70 809.7:82030:72:7/9:  .. .1.: 43805 .8.9.- 0/:.3/:.3.: .5:3 .2:8  .3 -07.3/ /0 $.35.3/.3. .850718-07  /03..3 .3  -07:5..:88:70 2. 503079.9. ./.9..3  .3.5. 805079 . 3:89 24/073  07/3./.  805079 .39/.0/:. $0-:. 80-:..3439089:.: 43805  .2.32.3 2.2.79./. /.74254303831. 3:89    $    . .  /.3/ /0 $.3 .. 9.....:88:70 /. .2.3 ..3.9.3-07-0/. /.3. /. .2 .7-. 7. :/. 203.3./ 203:7:9 07/3.38310 .9. /.3/.: .2 8.5. 08.. -072.2-:9/05.3:89 $303:896:0 907/7/./.3/.3. .8 8.7  $0-.3 .3.439089:.. 05././.-07:5.2574808.79. 0802 208 9.3..7.: .3 89:/ 802.#0107038. .3/. /.3 -.793.35. .8  70/:5./. .05../ 574808 7.9/.804.08.2-.30305:9802:.3.

848.3-07-0/. 7.3 -.57427. /9073. 8..0/:.  8..1091 -0703. :/.7./09 . 9.2.3 /9.9/.73.9. 2.::/  20. ./09..3 7:.3.9.3 ...7.3. /..  /.3.3 .8 3097. 2. .3 /03. . 2. .3.3.848. 4349. .2.3.907. .:. /0349..8.5 ./.8 . :7:8 4349. 2025:3. /. 9: /03.3-.8 54891 28.5:3  ./.3.3 2.3 .5 .7 2.3. -3./.3. ./.  4349.9.3.703.3 .8 ..91 . 2.3 /03.3.  . 8../ 2.3 2.3.91 .3..3 502-0/.91  .: .3 2.8/03.5.8.9: .3.70107038.3 808:.9.3 /.9: 2.91.8 /.3  43/423:2  89.3-07.3 /80-:9 . . 4.2.3 507-0/. . 207.2- /. .  .3-07.3..  .7.3.89..3 4349. :-:3.33.9.1091. .3.5.907.3-07-0/.8:.  . -0703. .9.. 202-0/...2 2.91  8989.9.8: /. .3 82.8:.3 848./.34349.3. 0802  .9. 4349.8 30.3 /2 40 80-:.3. 8.  9./.39:     .848.9.8./.3 /.55./.3 3.91 9072.5503:33..3 /2 40 80-:.3 /.91/./.9:  805079 80.9.9.3 /80-:9 .3. 4349. 08..91/.3. /03.91 8.025.91 .-  -072.3.3 /80-:9 .8 /03.438059:.848.9 -0753/. 4349.3..8./.3.3 507.3 203.-07. 80:-:3.3. 0802 90705.9. / 83  / 8.3 503:3..9. .3.::/ 8.202-07.848.2. 0802 -0703. .8.3 0.9. /0349.9.: -/. -. -07.9.3 -/.703. 80-03.3802:. 7:2././03/. .9: .7 43908 . 89.  . 20309. 907.3 .3  -084 .3.438059:.9.   0 /..7.9. 80038 -3.39072./. /0349.  .3 503:3.3  28.91 . .3.848.3 /03.0702503     .::/ . 28.3...3 502-.3..3 . .9..3 /280-:. 202 2..9.9.3.1091  /.3 203.848..3-07.3.8..91 .8 3 /2. 2.3.9.. 438059:.3 /03.848.  8.7-.491  .8  .9.  543/4  0/.9. .9. .9./03.9128.3.3.2-. .9/-.7. 503:3:  8050793/.3./..3 .9..8..9.9.2 2.3./.3...9.9.0349.3.. .3  8.3 :.70107038 ./.5.3  5..3.: 2. 438059:.08./:.253  /.2:  .3... /0349.3.3.3  0 00.3 -.9/.32022. .3 2./.9: 0 2.33.

 ..3 2.9: :38:73.9.3 9/.4 .9 . .2 . 89. :-:3.3.3 2.3.3 /280-:.390709.-.3.3.. ./.. /42 .72.9.8 2. :38:7 :38:73.8:.3  20..3 90709.89.3.3.7 2.. .3 .793. .8. ./.43908.3  808:3:3..3-. 8.3 ..3:. /.35. / :. :53  /.3.9.3.3 907/.2.8 .9 8.3 2085:39.4.05.9.3 /03.  !07-../ 0.. 202 2. -07.7..  -:: 5:9 . .3.47.9079039: ..3.9. 2025:3.8  .7.39. . 203.3. 80..2./.9.7 . 2. ..39. -0783432 /03.9.2 -/.3. 4394805079. 08.3     $3432 .3 202:.7.2./.3202. ..25.05.:  /42 80-.3. 803/7  .93. 202-. :38:7 :38:73.3. 2./.8.3. 207.9.  -.3903.3!07-.9.9:.3. 08.  .9:.3.. 2.8 202 2. .33/03.3 ..3 -. 08..4.2 -  4-..3 802./.9:. . .3.3.3.8:8 ..89 0.491-0703.3 /.8 /03...3 8.39 .35.8 -8..280-039.9:/03./.8  . 2. ..8 9/.3.9./.507-.3708220303.3.43943.3.     .  .3.:7    #$ #0. /90:8:7 /.9.3.9 :2:2  .:5:3 7..:.9. -::  2./. 90780-:9 .90907.9.: -074. .9 /7.  %:9:52::9. .//.7 2.3. 2443/.39  . . 9079039:  8.7 . -. -::.3.3. 9.8.3 /03.9. ..-8.7 57.2. /42..3.3././42/.8.3 -039.3..3. / /.3. .393 9:.5.3 .3.8.8 /03.3:.3. .8.8 202 2.3 .3.3.3 -075.9:.9.3 .848.703. 0.5.7  80/.3 -072. ...2     .7  /./.4 :39: /:3.3 8.8..38.9. 9: 8:/.39/.3.3 -0783432  803.7 80:2.3 2. 2.7.80-. 4.2 43908 ..9/..9..  4394 /42 . 8.8 -0781.3 . /:.3 0/4907.8.3.

 4394  -09: -0783432 /03. -09.3 -03. 8.9.3.3.7.9  0/:.. 8.2 0..1.3.3 .3 2.781.2..5.947 01472.3 !079.39 .3 .. 20..3 :.3 /.3.. :.7.5.9: /03.9.3 4394 -.3 8907  203:.947 .3 202-0  . 207 2022.  003. :.. 2:9.39432.39.33. 8:. ./.2.39 .7:8 /8079.340 8.3!079. 8.9. -07.. . 8..9:.9.9: /03.3-0781. /:5 -07.3 .7  09/. ..3.9.5..  0/:.5..9.3  8..2.3 802.. .9-0707. /:3..32:3.203. 8. .:3.3. :-:3.3 .7..33..3  /03.3 :.32..7  -..3 -0781.9. .35.3 8.7.3 . 8:7.9 :-:3.3. /:3.3. 2..3 2.3.3.7..39432 .970.38. /:.9: .9.4.3  09. ..9.7.9./.:2:2  09. .038 .8 .9  202 2.8 .7. /03.39432 ...39. 8.9.  02. 8.947 .3 80. :-:3.39432/-0/.9: .:  /:3. 9/.3 92:7  8.  :39: .  1.3.3 -0781.3  ::-.703. /03.  .9 2:9..3 80-.3 /.2 1..8 -.28.3.3 802..3 .::7.3/.3 . . .  1.3./.83.8 /:3.9.8. 2.3/.9.9  1.3 08..9/.3  8.9 /9039:.3/.5. 0.3 0.3.39432 -:7:  .9.9. 05.2 /03.9.3 .7.947 ./0-.3.  .9.9.38.5. -.843.3  8.3 0-.39432 .:.39.::2:280/.8-0-07.9. 9: /.. /03.7.2.9 70.3.20.7.897.. 203./.9..39432 80.5.39/..7./. 8.7.9. 3/4308.9..:2:2 .947 848. .380..  8.3.  -/. 2.7.: -077.91 . 42.9/03..3 .  1.3 .3 .3 /:9  0025.3 -.4/:3..39.9:.5 902.8 42.  28.3 203..39.33.38:/:92.3. ::-.3-07503079.3.$3432 . /.947 3:.39432.  43943./.9:  8.3 907.     39432 39432 .. -:.3-0-07.

3.78.7803.7.3:.3 .3 2.47947.    42432 42432 .9.1.39432. 05.3 4247.3. -8. 9/.0025.3..8  %07.9.2  02.7.7 43943.1203.907..32025..9:  8.3-0781.3.3 /80-:9 424143 /.2.3 /03.3907..9:.02:.3-072.3.9.3.2.3 2.3 -039:3.3. .3 /.7.394322.30. -07/7 -07.3 -8.1  42413 .3. ./:.7.2.3-./.9: .807.2 42432 . /. 7.5 :.2-     5432 .35. /:/:  9/:7  9.3 :..32. 05.7./.7.3.7.30/:.3. 8. 8.9 .3. 43943..9: 8. 5./.-07-0/.9.39432 9:-07.:0. 05.3 -078.39.. . 909.8.9.9:. -.:5. .. 39 /.5.9:.7. 08..3:8...9: 4394.7  ./.9:. /:..9.33.2.8..3:5 /..-039::.39432.9.8.39432 /03.3 .8:7.9./.202507.30-/.3.3.9.32022. 8.. 2.0-/.: 07.38.78./.3 -072...9.. / 05.20.33. . 907.3.:3:.3.3.3 9.347.9.8 .     !4802 !4802. 8.3  4247.28.2.3-:3. 8. .8.  8..3 -07.3 ..9 .3.2/.5  434 /./. 17. .9:. -:..3.39432.3947 - 05. .80-07:9 .

.9 4. .9..3.3 -0-07.:-:3.2./ 5.2.2.340 ./3..5  /.9  .39..3802.5432.9  2.3 7:2.3. /.3.3.9.3..203. 0.:  -::9:202:.947 .5.8.  8./-072.3 502.8. .. /.  -039: -:: 80.9.3    !#& $0. 40  3.32.3. /.9.7. 5.5...3. .3  /. 909.3 .3 -8.3.9.39 /03. .9.:5 /.3  0/:.3 /472.8.3 7.3 2-6:9 .9  .7: 907-9  ./   -:: 80.9.3 :38:7 802039. .2 -039: 8:.9 -075432 /03..38 #0/:/.. /..3:.2. 503:3./.9 /9. .9.3./..2-.80-:. 0.3.38 .7:  /. 70/:3/.3.7.9.9: :. 9:8.7.3 .7.:207432     2-6:9.3.:-07:-.2.3.703.802039.3 .3 202-:.187.5 80. 5.3.3 4.  /03.7.5.0-/0247...3 5079.3.2-/.-..5. 9/.91 83.  539:  /.3.3/03.98  09.  50702-.3  . 9:8  .5 8.3 203.9.3.39. .7..9 907.3 590  8.3 905.32. -.3907./.7 7:2.3 2./.2.9 /.3 .2 2. -07:-..9 . 9:8 :38:7 8:57.3 -:7:3  :7:3 -075432 2075./.3 /03. -.3  3  . .7.9:/903/..3..3 .3.3 . 03/0. 837438 2.3/.-039::.7.3 70.9  /:3.9  8.91 . 3 /80-.9.. -:/.. /.2..3.  50702-.8.8.3.2. /::  :39: 2030-:9 47..9 9.. ..7 -/.  50702-.7. /..  .3 !079.2. -..9.9./. 03/0.3 /.3 -070- 0-.3 907.87.32.2 .3.-.  .: 4254303 /.7:     #0/:/.3/:3.3 -07-0/. 909.3 10:/.5 80-..7.3. 203.3  4394 2075.  2:. 9:. -039: :. 80-:.7.2 -...9. 8. -.  ./.1.897.3 848.79432./.38 -070- 0-.7438 2. 9: /903/.5.3 .7.3-.39.3 . -072.  02:33.8..3.980. 20307.08..2 . 907. -. . 9: -. ..3 70.3 8.3 .  8.3 539: . . 9:.:7.:09.3 .

3.: -07-0/./. .-072..32. 507:-.3.79 :.540..3808:.3 :. 2030259  ..950/.9  5079:.3 203. .7803  80.3 .. .3 9. 803 5.3 -0781.540.3 -07.07/  909.  8..3 9:  803.3 .3 /2 80.3 2.  /./ -072.  805.3.9.9.9.3. .3 2.9.3.3.3...9:  945  /.3.3.3 80.3.  28.2545  .3..//9.7..9.3.3. .3./-072.9.7.  . 5020.7.3/03.3 3/7.3 2.3..3. ..3.59.3.3 -072. .: 2:. 949..3 /2.9.7.3.7.393 8. !07:-.7.2:..7.. 808:.7.7./. ..:8.9/.3 .798.3. . 805079 5.3 9: 2.3 203. :8:8  8.3.. . 50/.3 9:  8.3.9::-:3.:8.3 2.: 9.3 /80-:9 0:102.3 -039: :.3-07.7.3844 !07:-.9503/03.93/7.39.3/03.3.. . /.3-0703.3.3. /9..793. .7.3/03. -072. ./3.3..39 !  !07:-.3.7. .  9.-0703.3.7.8:49.8 /..793.8.8.9.848.3 -.507.5 3 .7:83. ::8. /03.9:.3  909.3 -0703.3.8:/ .3 2.39:/03.3 80-... /03..3 /02.8  02. 47. . -072.-039::.3 ./.8  .3/03.3.3.3/03. -072. /80-:9 :. 80.80-:.3 .9 203.503//.. .0025.83..8.: 9. 203.8 .7. .3  !07:-.3 2..3.:. ./.3808:. 2. 8.25:8:7.3.3507:7:.8.:.7.3.3 .5./3.9: .3-0703.3  28.3.:203.../. :2:2 203.3. 8050798.3.793.3.0.9: .3-039::.3.3.3  /. 5.  !07:-.32.9. -072..5 :.3.9..3 /03. 20:.3  28.3.9.  .7903./3.9... 8.

3 -07:-:3..4.391 10/  .3 203. /42.9. 207. 203.7.39. .8.3.3.3207.3 .8.3 /80-:9/8102.73.: 20/. .2 -.2-: /.3.8.2 802089. 8.3 507-.. 20303. 802.2-. 3/4308.73.7.-. 80507.     !     0/.3.2.3/3.38..3.. /.3 3:.8 /.9 :38:7 08..0:102820 507:-.3. ..  .3.9  -7:  . 0/.2  &39: 203.7.3 08.3 0-:/..2.3 ..3.7 -/.3 2. ..  -. 20/. /...3. 207.3 -07-0/.. 9079039:  8.3 2.9.3 /.32.: 70.9. 3.9.3  802..9.  .3 -.:  :33  5:9  9.3 . 3.703.2 ./. 202-07 0907.3  805079 207. 3/4308.

. $39.39.39 ..9  .8 04254 20/.07-.9:8:3..3 -../.:.3     %%#&$%   $%$$ $39.9.9.2.3 43899:.3 907/..3.8 /. /.9.7-.3.39.9.39.9 9: ..3 809  44.7.9:     0808:.9 .2../.9 .07-.7.3 20/. .9. . .9.380./80-:99..3 .50.8  8./780-:..3 2..39.2..3 5.07507.39.3 839.3./.3.. $0.3-07.9 :-:3.  2.3.: ././. :-:3.2.::38:7 :38:708.3 9: :.9 .8.3/8:-99:8.. . ..3 802.9: 20/.-..9: 44.. .3-0742543032.:  30.3.2 .9: 8..3 8..2.7 507.9.3.9. /.8.07-./7 4-0 3423.2..9903 . 202-.-/.8.3  /.8 203:3: 5.3.9 .3. -.9.3  &25.3 20304254 /.9.9.2-...9.3423.5.202-..  203:7:9 .9 03:7:9 ./843.8.: 3:3.5 0702-.9 9.780:2.7. . .9.3/240809.2.3$02.3 0.9: 9025. -07:5.3.39/..9.7..9. .88.9.8.3-07...10  . ..9.7:8 . /.10   39 80-:.9.  -07/. -. ./2..3 ./.33:89..9.3983.3 /.2 80-:.3.  04254 809 203:3: 5..79/03...2.42543032.9.2 8.5. .9.07-./7..3 /..:30.9 /-0/./. 07. .  .9  .32.3  80-.3:8.703.3 ../.28. 207:5.39: 5.. .3 202-039:080:7:./ /0.3 88.: . .3 .. 203..3 44..:3..3 . 570/.3/.97. .3.8.3 203039:.5.3. .3.907/7/.7..3.702./././.3 202 4254303 2.9. 5.3 207:5..2 8.8:-0-07:5. :-:3.3 .     4254303.:/./.3.9:042548099:-8.88-07..2.- .20242543032.7 .: 7.3$39.

2.3   %$$%&$%$$  . ...88232.3 $:/..  .1:38.7:82021:388:-0/.3$ ! 4394.99:. $!  $80-.9   $%#&%&#$%$$ %07/7/.9/..1:38570/.7../..10203..80-:..3  0025...350.2.9.3  50739.9  .-.:3.703.8 2.3:.88.:.3 4394/.3.35.31:38839.7.3203.88/.3.4394/.439083.3-078...09244-07.3.0391 207 ! 202507.90203025.3.3  /.:-07:7:9.2.7:907.1:38 1:38..:7:9.91 .3-07. .1:3890780-:943897:89:-0:2/.5./..:909.9:  $:8:3.33. 80-.9.90473423. 203.9:1:38839...2:3 5.3...2./79/.07-...2.703.3 $0.2.7.0 202507./5.5897:9:7839.7. 8..7:880.3 9.9.9..88 .3203.2 897:9:7839..3570/.2809.5.39:3 5.3 203.7:8./.31:38/.950739.8:.9.3897:9:7839.8 030 $ 202507.  202507..9.8.38.91:389:9/...3 9..  . $! 207:5.32:3. !80-.3-.2.7.897:9:7 839.1:38!/./04254.-.79203025.9.9.3570/.:.78:8:3.3.507.503/.7839./.  4394 . 80-.88907. .3$ !  .9..5.9047.35.9.../5.3839..: .2.3.9.9.9../..9807:.350393/.7:880.3.020730309.2.90473423..3 0-.9/80-:980-..2025:3.52:3.9/.88 .889/.9./.5.2...3.88  /.:-07:5.9..9.:807:.  .3..2.7:880.9 .90473423.-07503..2:3 .25.07-..

0-0-.3 .703.02:33.9  439417.9..80-0:22.8-07.9/.9:.88..3080:7:.8008480397/-.3 4394-:. /.9:.3/7.2574808247144  .  7.9.29.33.9:17.2. $0.07.3.9..9:./  7091 !7054843.9.80 7.9:.3-07.9/03.32:9.3.3.9.3.-4.99..9.8:.5.:04254.9.88.. 2.203.9.7.7.809:./.  .80 .9.80.3839..803.8.//:.9.380..9:1:38839..7.35.203... .3/.9203.3907-08.9.38.3-.://05.9.7:8-07:5.380-.07-.3.091.-07:5..80 7.9:.3..3.9:. 2025:3.80.50388..2.38.8.80/-0/.9..80.90473423.247102 907.07-.343:38 .78.2 .8 .3839.2503./     7.38.380.7.34254303 0/:.30--08.88  $0/.!03:.3203.37.33.7 909. 2..3 .   #$    !03079.3.9.7 %07/7/.3 -.34254303 42543033.: 839.8 -:..7 .9:.17.8.9.3.80/5..8.50381:38839.0-0-./.88.207:5.8 80.9:.9.88//.88.29.320388.3.808480397 /.9/.88 /.9047839.2502-../.2025:3.3..9.247102-0-.9.8.-07:5..  439417.33...9:..3507. 08.2.3 839.-:3...207:5..2022.3839.3203.90475705488/.5705488/..9:. .3.. .342543035079.. -07507.9 !02-039:17../. 3:207./03.3:39:203.2574808 247144 $0/.3-07:5../.247102907. 9/...9.    0387./50381:38 1:38839.3247144 .08.88 /-0/.503:-07. /.390-.5/..8.88 503.9.3.9.7.7 7.9.2839.39:  2025:3.507.. ...80-.9:.503:/.3.9.33.3/..88  .9.39070.317.3/03.203.2025:3..7./...74254303//.9. /-0./4254303 502-039:8.:907.380.9. 2025:3.80.3.90473423...8..2.

:04254.907/7/.3393..3/.3.9.7.80.3 -0-07.9/507:.80447/3.3 5.9..3393.9.: 80-.80 447/3.3 8.80.703..9.808:-47/3.07-.-07:5.:.9/.80..91.3202-. .203:3.1.5.8.34254303-.343805. .8.2.9:4254303.  17..342543035079.8.8/03.:503079...339 .805. /-0.-07:5.7/:. .34043:38447/3.9:.91  7..33.380/07.-07:5.-07:5.425430339 .3.3 .8..3202-079.425430339  439480/.8. 803.3  . .9.3202-.34254303.88      7.81.3 80/.804/1.3203.7.3423.9.:0-.9.3:207.2.5.3.8003/480397/80-:9:..30/:.3.37.07-.7.2.4254303.91.507:.9/-0/.82.. .9574/:91 . ..9.-:.3 425430339/.:17.9/5079:.9.9.4254303.9.80.39/.34254303502-039:3.202-.3  07/.5.8..8..3../  17.703.5.91 7. :7:9. 43/7091 7.3207::808.9.3/.3/4308.      7..808..3/.80.-07:5.7.82.9.9:17.33917.80.3202-.3.9.:5743423..91..80447/3.80.9.803423.803/480397 7.:2 80/.4254303-.9:202-.9.9/:-:3.8.3/.-0790473423..9//05. .8054891 7.25.3.091.17.3393.3. .9:17.3207:5.80 7.3.3.342543030/:.5.3393. 17..2-.317.342543033.80/././.2-.8-07. /80-:917.803:207.3.4254303 .9:.80.34254303.91 7.5.  7.  17.3393.80-07..-07:5..80/.9.08589-.9: 42543033.8003/480397/.3/9.947 .79::8 805079 8 8.343:3880.9  17.80.7:808:.3     !07:..8.07.     7.. /03../091.:80-.9:17. .. /.3.5.7..

390709.91  $0-:.2./8...3 3943...9 .8 .2.  .39.3/885.43897:89:/-07..8.243897:89:.2.8./907./903.  $0.9. //./89:-:.7.0507:.9:.7.9. $0/.2..9./.3.570/.9.9.3. 3.2./..3/4308.-079..3 0907.3 0907.3 570/./.3 /3.7.5  - 503:3.3./:3.4254303 -07:5..9203.2.:17.2.3 9.3/  $! .//.3.25073..30/..380.2.9./.3.3..99:3..:8.9/.9.//..3.8:-0 4-0 /.02:/840/:.380-.91 2.907/..3:39:202-07/0875880.9  4394/2.9     09.3.../8..:8.3.2-:30907.3502-.:0-..5.:3030  .2-.703.  .9. .3.3.:8.:05. -../.2-.9 -.8 9/.:8.3.343805 43805:8:8 -.3 ..:8.:8.. -.3 :38.39:-:. %025.3.3/03.3570/.58:.:8..3839....3/:/://05.3/  .850 038 :2../.2.:8.3 43:38.8.9570/.18805079/.: 3030  .3 -071:3880-.7 /.99:3.5.3.39: 507:..503.5.9/80-:9../.:05..7:39:9.08.3  4394.8:-0/.9..8 /0../.3/:/://05.7:8.43897:8/80-:9. 80:7:-.5. :39:203./885.990780-:9-0781..../. /087589:    &$    !03079...0907.9  43940302..9./-073943. . 24/.-0743897:8 570/.:..9.:.2-.2.2.3/03.3943./3.2.35.3..:8..2.:380.343805.9.8.9075073..:5:33907091 .380-.9../.317.8..80.3.2.793.92.7..2.80/.8.8.98:-0/../.3. 907.9:43805 .3/087583-.3.88-07:5.3/..3.3 .8.3:38:7008./.91 ..9.23.9/84080-:.3-071:3880-.108 20.243897:8.:8.91 39074.8../.

 4394.07-..3570/. .:8.8 .38 ..8..-0-./-0/.:8.9:  .3891  4394030203:88:7...-0-.907.9 - .3 :7./.:8.07-.97.8:-0/.203.7017081 ..:8...:8.32025:3.8:-08..3203./ 570/.3//08.3423..7.9   .93.38.38  ..:8.:8. 038./.3-07/.03..3203.07-.33.9 ..3891 .:8..:8.93.93. .   038./..3570/.7017081  439403080/.-07.:8.9047802039./-0/.39/.:8.9...3./-.32025:3..3570/.8.:38:7 :38:703.3897:9:73.. ./ .97.397.3423.9.5  80:7.:0907.8.:8.:8.:8.  .3203. .3.:8..2..-07:5.9.3570/.07-.93../570/..:8.93.5  .:8..509.  .3.:8.93.8.7.:8..3891 .93.397..907..      07/.07-.3203.3.9047.:4-08.:8./.9047:38:7802039./091.2025:3.07-.07-./  .3./.:8. .7.3891  4394030203..897:9:7...:8.3.      07/.3570/.3570/.-07:5..3897:9:73..

:17...813..8..39.303.91 .:8.43899:03/.939 .9.3907.3570/..  4394.2.89.97.9047./.3.202-.-075:8..9:.-075:8.  4394. .57054843.-.3/03.-07:5..5.9//.07-.93.3570/.3-07-.:8.907.3 ././.5 .203.9.7..39.172.:8.9/.5.9//.939/.38:-03.17.9.2.9:.98.803:207.3-.381472..2...38:-03..3.:":7 .:5003.3 /..80-07.9/.3 .-075:8.:8.3.    %    !03079.6:7 .907.9.5..8./.:8..90475705488  4394-://..93.2.9     .:.2..:8.:8.5:7  ..3.9./.93.:8.3907/.3.91  4394 '030/.-075:8./.:8.33943.7/. .3570/.8.3:207.3/-039:/.9:7.3-07857.93. .2.7.8. ..07-.//.:8.9.-07:5.2570/.9-07:5.9.80 .:8.93  439467..5.9.93.9/.:8.750393/.9..9/0.091.:8.8.2../..9  .9.9.8  .2-0-07.5 -0781.91 .:3097.-07.108805079-.8  .7.:8..7..2 570/.  .-/.2.     038..3.  4394:238.9 .9  ./.793.907..9..93.934339/03..:.8.3.:8. 17.3570/.2.3 203.9.9.9/:-.  43899:039:803/7/. .9..980-:..

2.3343 .9: .2..3/03.3203.92.91 .3.:8.92. 2085:3 /.  .9 . .2.:  09.92.9/.02:809.02:.78.:8.02:.43:38   .3.47/.02:3 207:5.25:7.2.5 80:7.92./.25:7.47.9  ....2.02:42508.33.3.9.93.3/03..02:8:-47/3..02:.91 28.92.2.2.7 .03..: .3:-:3.380/07.2.99:3. .9.07-. .:.2.3.343:38 08589 805079/./:-:3.2.92.07-.3 ./:-:3./.3.39.:8.2.9.3.3907/7/..92. ..2.2.3.: .7.3809.3..2.3.:8..343:388:-47/3./.3570/.3 ./.3./. 202:38:78:-0/.2.92.07-.20289.92.2..907/7/..02: 2025:3.99:3..9:8.92.:8.3 :7.2. 0/:.2.7.9.9.:8.2.03.3-0793./  .02:447/3.3570/.2./.:8.2.2:3 .5 .:8.3.:8.8..3.703.3. 2589 9.3.7./.7..0-/.9807:.02: .92347.2.02:/-0/.35.-.3..7. .:0- ..2.7.3      .78.8.9      .3.9/.92.9.3:38:7 :38:73.-07:5.92..343:3880.9.9...9.809. $0/.9.3.92.   .38.: 909.9:.    .3/.91 .3 .2.92347  .5 28.:8.

9..93.   ..9343 .9047.2.17.2.3570/.3 -07..3./.07-.80.9.07-.-:.

8/..2.39:.9.5.35.80-:./.8.9202:.33.9  .9907.9-0-.3 3.   .7.9907..2.3 03.8.2.9-07:5.2.7.5     3943.9 3943.2.3/. -.9.90.3.32030.3.80./.:.7.      ./.2.2.9-07/7803/780-.:90254  .8/..2.9./.8.3.5.9.9.5.19.39/..17.07-.5..3. .9-0-.

73.1.7.5./ /.3.7.3502-039:.8 0.9.9: 80203/..9039.802039./. /.3.:02.5.3./.3  .3:39:20.7.-0-07.7 .3  0 24/:84-.3   24/:843/843.:38:78:57.3.5.7.9088     4/:8. .7:8 :.:033.28:./.3 8502-./.3203079.9:..7..7.5.3.91 50739.7..303.3 0.9.91 5079.38:.289:./. 5078.../.:39:202..38:.91 0.9::.39073.24/:8 ./. %0.3/::7-07/..3  / 24/:839074.91 033.3      850.7.3.9.3/-:9:..9..3..3.7:8..3203:7:99.3.3/:.802039.3  1 24/:8/08/07.3/.3.-:3:.9..33.58448507-:..3.91 -078.9:.3 - %0254..9.7. 24/:83/. 4/..2-....187.3     4/:8 850 .:.:3097..54-091..91 .78:57.9:80.38:./..:.7.503..3  ..8 4:8 /.8.8.  - 24/:8459.9.. 24/:82507.7.

3/-..91 507-:..3 /.38:3  / .5..3 0.9.9      4/..907./-07:.3 :.9. 507-:. .9.7:2:.3.8505747081 507-:.9..85025071091 -07.2 570/.850380591 50789.7  1 . .3.8507050991 507-:.2.2.-.9.-0-07..3/80-:9./.9.3.2.9.380/./....3907:8-07.5.7      ..8//.38.38:3  - .3.850 .7.3-07.03824/..3 0.9:907.3203..:503.9:20303.  .38:380-039.2..8.2.5.2.9./3.31472.-0-07.0907.8 ./.850808.3//.9./..3.7.91 507-:..3907. /.8504393:./..5 502-.9.3/.2.574808 /.507-:.3 50789.3  0 .9..9.3-07.3203.3 93/.9..

:907-08..89088.2.5.507.2 02. 24/.9.9 43805 .39.3203434.7.9:/../5.80589082 02:33.907/.2.91        !03079..25:./.89088.9.8/3.50..3 .37..3/02:..:/0.89088.3.2 /..././..3 507239.890885..3.9.9079::5.9.30.7 ..... /.81 /.3      4:8.3.8./.9:./.2 .:508079.3.3..-..3 .3-8.89088.9.9:.240 502-. .39:      .2.9.5 803.2.9.:8. 24/.3:-:3.7.8/0439 03..77.-0-07.3/.9: /.. 033.:502-..9..2.:38:7.3.:50703.3 /.38..2.90793.89.9.207..3 05..3 57.83903843./.3  - 24/.3507-:.9.303. 207:5.7:8.5.2..9..:.9/03.3-.3:9: .3..3.9.89088 70854.3..2-.3-.8.8.3 503/03.3  / 24/..3/..7...9803.3  .91 /.89088701081 /.9.

39::..5:3     .9/.3.3.9 .0/:.980-:.2.3/3.39.9 0 203:3.3:-:3.. 203:3....39.3.39:80-.9 / 203:3.79.5.503/03.30307 85081/./ 4081.9..30588.3  $0.35.3-07-. 43:38.9/03..39/..5./..2.7..9:39:203:-:3.38.5.:5.97.35079039.2.3./..9.2.3/.1  - 203:3.380-.3-.3.3..7.3.2.9..3.1488  ..- ..3 -. 3 /..3907/.9:..380-..3:39:202-:... 203:3..-. . 203:3.3:-:3..3:-:3.9.3-.3.2880-:./. .39 ..850802.:.3//.80/:.3-.9. .07.7..9 - 203:3.9.9....7::.80/:.2.39:.9/-:.-.9:503.3...7.. 2070.3.3507-.39::.3:-:-3.3..3:-:3..203..3.7.3 .2.35.9/:3. 3.9: .3.9 5.3.3.5.2.9.

8:850425.9: .808:. 808:.2.3.29..3..9.72..7.:-.915:.202-:9. /-0/.8  085488 5078:. 9039:9/.3 8..1.3.320303.-07/.203.3.3..9.850:.8.1 203:3. ../.3:-:3.9..3203.5.8.:5:3/..3-.9.3.3.8.9 /.-07:9  %..550702-.../.37::.3.52: 9072.7.39.. 9.29...9180507939.3. 0825:.. 3/-0/.9 .-.35.99..3 ..9..3.9 /...5748.9:-.32030-.7503:./.3.8 /.:0-03.5.. .9-..     038..9..38:/:95.7.9 50.3.3..7..3203.5.-:23-07-039:/..9:-8..3850:.:.5.2.3-07/.39..7.8.39..55079..9/.3/. .3.../3.9/.380.3/..3 . 9..-..2.8.3907.3.58..393./-0/..5850:.9:/.. .9:8 .9:/.33.38./:..38.3.3.8 .38.3.53502-.3.3472./.8..31.780507920.809.3/./-0/.3-07503/.9/...9.9.28.33:89 !..805079./.9:8 - .947 .3.9/. /.380-..9.91 793...8.73.-.:.3.3.3/03.3././..3/.257..3503:7:3.90-07-.3...3/..9: ..50325..8::..3/.7.393.. .:/9..8    %%##$%& 7.3.928.3.3047.2:3:89 909.8.9    &$%$&   02.7503. !..904798 ..3./..39.8.  .:-.-:93.79:.3/03.33472./..253:7:9.9:.:7:9..2 -/. /. 57480/:7 57480/:79079039: %3/.9..3./03.303.25.8073.3.3.:503.3.-.5850:.2.7.3:7:9.9./.5203.7..39:/-:. .3...3./.3..: -.35./.7..307.5:8 ..5.393./.3203.1/::47..2-0825:.....//::340-:9 -:902578/.383.3.  .8...7:2039.

30825:.32.8.3.2/8539:/7:2:8.7.8.9..3.9.203.5/.3-0:2 907/4:2039.7. .3.47...3/.30207/0.3850:.9.8.9.3/....2.38.3-.  %.-. -..80-0:2 507.703.-2.3 2....3:.850:.7.7993/.9./..-.3.3.5.8-.209./.3.9.35079.3 .  .-0:2 /902:.050393..../:8..91.3-./:8.3-...9./.02578 .9.3.3./..-8.3/4:2039..39: /.9.3203.%:.. .32037.2.8..8.7.2.9202-.3 -07:8../::47.289:/-././ 0825:..19.3.9.//:3./.9.3/-:./$:7..2503.53 .5.9:.3-.3.7. ..51..-0:28..9/4-807. 39.202.90780-:9  .53809.:/04254.8 !.2. -.3.9.37/.3/:25:.7:203:25:.20..2/.202.9.3  02:/.50/:.32.7:-007.35.8050793-0:2/..3.320303.25.7.80.8.9.-.2..9:.38:/.:80.3/3007 9.50/:.5:3 0-.3::/3.5 /8532:-07:8.02578..3/.8/507:.2. 1.3.9.07..7....39099...8.9.2203.8.32.5./.22.7..25.35.  8533:89/0.80-.3203443 443..3.8203.8...7.8.. 2.38.3 %3/.7.-.3203:8:3908:39:203: 549088 549088907.3207:5.3/.3207:5.3 5079.1.2037.5.3..-.93././.850:. 8.7-.39.9:9047 !.8.7-07-.7/9072.73. //.-.54-807..203.5.3 /90./ 8047./.3.9.535..:0825:.39047 !.3 5079.8..3$0/.5503..39.9.8/.8.3 08..8 ..9.7 .9.9.7.2-07-.9:-07/.!07.-7.309/.3..7... 032.3.8.8.9/..7 :..7:../.38:.:.9.308.2.. 2.7.8 $02:.8 793..39:/.-5079.3 9:-8.7/.:549088 549088./.7.9.././.3 80.3/. 2.380..8./03...9.8.3  %.3/2-.9.8.702.25./..509.81.9. /03.  /8533:899:80.-... -. $0.8.35.7:8//.30..3907/.-7.:8 .314841$0/. 80-.38:/..2...3..8.39:  ...70825:.3/%.3-07-.3549088..8.33.3 2.30825:.3/.. /9:7:3. /-/..202-079047./..7.:9047...7.95.8....-07..8./.0.3-07/.507:2:8.91/./.8. .9.25.38:../.802:.-07.9.. .3/.8. /.8.33.7.8.

3.3..  .33.3. 0825:.9.8.7.9.9.3.-.39: 2.81.7.8.9.7:9:9/.9:0825:.7:83.  !03/0.  0..9.4.70825:.2:3 0-03.:8:8/.9..0/:/:.0-03../..3. 203:7:950309.3 /0/:919:  $0-.9.9: -039: 207:-.39.7./03.3/8../..9..80../.32:.3:2:2 -07/..-039:.7/..39:35.:.38./.3 .78:.9.30825:./.7.7 .3..-.9..39:203.85./03.3/0/:91/03..02578.9-07.3:93.7./4. 9.. ./80-:90825:.3/5.3.3/0/:918.3/9093.5701820 /2-:.39:-07.90/:/:.2/80-:9570282.7..9.79802.5073.  $0.9.3 850309 &25.:/.3:.7-..9.5..3.-.9/.2.8.9.33./.9.9:990825:.:2:203. /.3 :2:2 .3 80.:././.3.-.8.3/.33/:91  02:/.2-.7.8.3:89 9/.3/.  /. 5..2:02578 3:89-07:8./:25:./.33.0257880.3/507:.7..780.7 0825:./.9:7. 3.33.8  .4 /03. 2:.-007.9.3907:8203025:73./03..:0.9.3:2:2.88/.80-.32:3.8. .33:89:.4380580-.3570/./0/:91../.4.3/:91  2:.3.:8:8 .30825:.3 -07:39:3 793.0.280:2.9.380../.75701820 /9.3/:91/.02578..7.8.3:2:2 80.8.7..33 /: .203:-.9.3./.-07.3-.5.8.3 20303.9.30825:.-.8.703.3.8././.:39:203.3.203.: 3 40.-07:9 .790825:.3808:.:/9.9.3 0825:.7. ./03.3-039:/.3.503..7..390780-:9-07/... 0.3/70.30825:.902.9:/.9./.../ 507:/.0-.7.-40 /4947 4050309. 793.3203:25:.22:4.2.302578-.80..8 2.8..3/. .33-.3 909...35..3.025789: 0825:.3/.:8:8/9.3/. 025789:/.9: 3:898073/80-:9 3424909 02:/./.  .703.7 :-. 8:.47 ...:.9/.39:/2:.30825:.-070395.8. /.3/..3/...3/03./.33./.390.:.3.3-07/.02578 .70907.9:0825:..5.

9: 80.9:0..3..80./-.3-07:-:3.35...-..350393/.73.38.3. 203:3.3:38:7.380-.3:89203/0.-.3.3./.8:.-0781..8.7.8./../.9.3 -07-..-.743 $0.:-:3.8./.8..-07:8.:503.8..3-..3 203:7:985030980.9.9 -..390705.3-:. /03.8.:80-.8.5./..83743/.307.9: $0.-.-./80-:9503/0.5.. .3:89202507.9:907-.38.4-0..3 !03/0...9502.8 .3.380-03. .9. -:.73../:3..793.3  09. .5.3.889029: /80-:9 503/0.703.2:7:3.808:.8.7438073:.320.!079. 80-.5..8.-:3 793.703.3/3.2025:3. /.8.2.9 .30.98 .3/. /0875891/.80.:25:..80:3/07  0/:.3.9: 805.7-.7.3.8.5/8532:-.3 8:-/853  .9:9079039: $9:/83743-0781.8.743 ..28 ...:./.9..9..39:/..3-07-.202-07.-:3:.3:89203/0./03.9:0.9.9:.3-.3 50702-.83743..3:89 -./80-:989:/8947425.9:3 2. .80-..3.:.3848.3897:9:7.5..-:/.3. 9:8...20250././.8.8:..3 .703.57207 80/..9-....3.91  02.3. 2.3.3 -.7.380-.../.8.9:.4-..8-/.33.....8.-.39039:3.34942.703.8.9:5:. 80-.9:203:7:9..8.3.9.3.9-.23:89.32.3-07/7803/7 803/7  0025./.20250.3:38:7 :38:7..39/.7-./..80.8.3/03...5. .320..33./:3./.7.-.-.5.3 2.3.3 -.9:-.8 20.793..9:88902 2.3-0703..8.:25:.3 -/.3 .7:83.. .9-..350702-.2..9/087591 .3 80-.:7:3.3:8920.33.390705.3:89.8.203.3:38:7.3808047.3..30/:5.7./.3.3:-:3.7..3-.3:8920250....:.81./.8503.3 !02-.8.7 -.7.7.3:899/. .8 $0..3    $:-/8533:89 $09....02578 /.3.3.../. 2....8..3 ..9: /03. 2...7.8.:39:/03.:25:.9./.-..9-07:-.9025783.8..703.9-.703.703..3/8539:/03..7.80-.703.7.3/03./.850/..:25:.57085091 793...9..

3:8:83/.805..3.9:.:2:23.3-07:8.3.. 207:5.: 203..5.3.5.9..3 /:3.8.20303.5.2-::3907:9.5.-.9/-0/.8.2.4-.9.8.203.5.:./:.::.8.9:./..703..8.31034203.3..2.. 9: !02-.3/../.9 80/.. .3.:2:23.33./.3:2:2/..5.788902-.9/-0/../.8..34-0.3/:3.9.. ..3./. 3.34-0.0.33.5.9/05.-.8 2.33:899:8.3.9:9.39:8.8..8.4-03:89 .9079039:.3.7./.3 0.9.703.5../.32.5 080:7:.743  3:8983743.8.8.88-. 9079039:/.7.50702-.8.3.9...33:89:8:8  3:89:2:23:89.2..:2:2 .32..3 9/.9.././.388902-.8:-/8533:899:     07/.:203.5.3/..3/8532:9:8.780.: -.3....9:-.8.3:8.9.3/.9. -./..:.8.9. 20304254.5.8..3:8983743 /..9:.5.3/.8:-/853.3.-.7.7.8.7.50702-.33...2: .3-072.3203.203../.8.3:89:2:2/.2../.8.8./:.9/./. .2-::39...14344  247144 /.:-.3.8..3..3907.80.     07/.8.3839.2:  033.7.9-.

8 .9...91 %::.  .:3/:.8./087591203.  5.9.8 28.8.8.380. 2.33:89/.3/...:80...7.-039: 507:-..8.743-07:5.3:89 /087591 .8.33.907-.8. ..:39: 20309.3.33:89/.9.9:-08079.:-.5..80./03.-..3-..5.203/08758./.2./...-.9.-07:5.7433907:9.8.2.8./..7./.-.9079039:  3:89/.350702-.7.5.9 89478/..-0781.203..203.8.3 907-. -..8.7433-.2..5::.3 -.3.3.703..8.8.9/.5.3425.897:9:7./..8.3 $9:/3:89837433-. /0.8../.-.3./80-:9:.

-. ...8.7.5..33.897:9:739073.   07/.34-0.8.

/.2-039: -039:..9..3.  8079.2... .7-:3-. :-:3.8:-/8533:89.33. 44.907..9.502-039:.39..882030/8.9/:.3 839..8:-/8533:892.33:89 3974543:89..3/:3.9:../2.3.  3974543:89207:5...:/./.250789.7-07-..31:383.:5:3439089:.8././.7.8.3 20250.897.2.8..703.38.389://.3-0781.8079.2.7.9-../. 2.9.-..31.3 .357.7 3:8980-.88/.3974544/.9.9: :-:3.9:./.02..2: 3907/85307.3...7.897:9:739073.5./. 7./03.33.9:.-:/2.3/.5.33.33:892.9.8.9..9:-.3:89 274/. 5844/./.8.9./ 8989..9 /50740 .7-.203.320250. 2.380.288902 0-.320250..3:.32:8:8./.8:-/8533:89.-..3./8.7.9.3 2:3907/85307./...080:7:.8:-/8533:89.3 8.33.850  $9:/3:892743808:3:3.8.9:.8.3 ..8..9:. $39.7.3...743:89  3:89274203.. .3507.2.-.947:. -..74 743:89/. 0--./843.97.202-.3.75. 0844 2030/843..3-:/.7.39. $02..9: -.8./3. /./8..7-./03.3.9.947/:. .2...8:.947 1.7:-:3.3 471442030/897:9:7.7.3 3:892....207:5.9.9079039:./.9:/.3 3:89 $989. 897:9:739073.3-..3..7..3./.3907/.-./...9:7. 9072.7 -../-0/.84844/.503:8:3.8.-.-.3...-07.8..3 -.7.8.908.3. 8:-/8533:89.74..3.-.39....25:.2:-:3.38.-./.9.2.9:/03.39.8.9.32:3907/85307.5.947 1.8./.3.:48.745:3203.897:9:739073.8..3502. -.. .-..8..7.8:..7.32:3907/85307..3..8.32.3./.3...3 47144/.3-07-.8.8.39./ 5843:893207:5.:897:9:739073.33.897.3.33..3-.28..392030/2..-:/.8.31..7-..8:-/853 ...  $4843:89..32030/-.3:89/.3 8.-.:2:23.8.8. 4344 2030/.803.9.3:8../03.3:8..7./..7 ./03./.7:-:3.8.9..3.8.9 $4843:893207:5.8:-.33:89 !843:89.947/:.320250.8.9: -/.7-.7.5.33.7-../..9: $0/./.3/.8.3/50..81..:9.33.8.

20250.9.320250. ./.8. /./..5030/. 3:89897:9:7..3.9:.380..3:8.39047-0..3.9..7.24-0..0.80-./. 3:89 97..3 /.3.28:.3:8997.7.32.8..380././.0944..5./.57.2.3:893-07:8.8.3./..3-.8.33:899:802.380: -0:2:3:899:803/7/.39079:8 44207:5..-/....3:89 80.9: -.5:-:3.9-.947/:.8:.9.8./843.30-:/.381472.907/./.8. .3:39:/907.3-.3 .5.9/.5-.7.907.3 /8.. 0-:/.:8:-/853 3:899: 3907.8 -.7 503.7.989.1..:.3:-:3.39047.3.8.7 /.3 -.: :.7 ./-0/.20/:5.39.3.53:89805./...9079039: .8.380.5.9 0507.5.7:50-...8:-/8533:89.20/:5.9./03.947 1.3/.7438059:.3:89/. .3 -.3503. 8079..38.3 3:8988902  /.7.30/:/:.. ..8..39::.843.32:3907/85307.. /.3:8.33:89907.3.7.3/:3.8.1     07/.843.3 2.3 .. 202../.3/./.9...3-07.3.39.35030/.3047../. ..9..3 8...8.8/.7-../.3 57.3 3:899047098203.9 503//.8..7-.89.4-03:899: .25030/.703.7:7.9.74/7.8.7:2: 2:.02.3:899047098/.     07/.8:-/8533:89.39 3:8970.3./.3./03.8./.320250.38./.3-.3 ..8.:..  .:/.907.2030/50702-..33.2.3.9:.7-.-.3:89.5.91802. 0.3.. 2./.:39: 20302:.80-.09443 207:5..9.39047098 3:89 . 3:890307.9.. :39:207:2:8.9:-.33.:.33.39047.8.9.3..9.0/.:39:050393.3 2:3907/85307.3/..8//.7-8.9..    $$&$% .31..7. .32.2-.9.3907.9-09.7.32025:3.. 8079.. .320250./.8.72.83.

3&38:7/.::39:802:.80 8.9:.5-.. 3.3.3. 038:-:3.33.88.38.5:..8.8. 9.39.3./.98 .43899:03.3.3//0$..389./.8.39.9:.     3. #0.9 3783.9-.3989.:.4:780/03:96:00307.3.3 .3907/0.88:38:7 :38:7.2.9.3.8.  4:80280..9 $09./.-:.  90702.91.:8.3.9:.220/.930. 8047.3 :-:3.3.0 907-95079..3907.3 0.8.2 -::3..7.3 8..3-./7/.:.3:38.3./.7 .33.983-0781.2.9:.9.3.7.8.8.38:38073/80-:9:.9:.9:.3.2./.3..9. .5.202-073.3:38:.9839.88#.9. -0781.25.88!74808&38:7 .393.3.9:14309 14302 247144 839.3907.:0-905.3.2.7./:.9:.:203.  909.9:.3.9..9. 039..3.30- :./.2-..:-:.88:38:7.9.3839.3. 2.5802:.3907/7/.503079.38.7 203.88  .5.9:.8.3..8.8:28.370.8.3.2..3-.9  :-:3.38:3 3..3.2 .7.//.9.5..9:903/..32471448.7./..7.8 839.9.9.58.9:.2-.7..9 8079.8.907-9 202-0/.9:. 8.9:.3897-:8 .7.2-.:5. ..3 17.88-.91/03.8.:5:38.848.:88:70   /.8.9.5747/.9..9907.8.43805/0 $.39:     3.9..883:89/./..5.7/:. .7.-07.2:39/.39     $97:9:7 $8902 /.3.88-.33. ..-07.380/9507:-.3-./.5.2203.3202-.8:.3907/.3.39..3-07.//.9.3.28:8:3.9:./2.:88:709: 909.848...8.9..7..2.:70.35.3/4308.8.3.3:8924/073 07/3.9:8.9:.8.:43899:03 43899:03./.3907/./ :-:3.38:3  .9043899:0393.3 907/.33:8032.3.2.: 47439.9:/03.38:3 202-.:-:3.39..3-.9/..3802.99/.9..../2.88 /.3437099079039:80/..8 :-:3..3 8.3-.80.3.3-.5/03.

7:38:7 :38:7 .3.7. 8.7907  92-:3 8.7/33 0 ..9:.3:38:7 3783.30/33.9:.887.902 .9./-039:.77.3.9.58..9:...3-.3/ .8.3-.809.302039  203./.3.3 8.390792-:3907/7/.3 907/7/.:/9.

8.8..5809.80 .757480857018.9:574808502-039:...  .3 .3/ 574.3.8.8/.7    80-.207:5.3.7     -:.3./.3 /-039:/.3/.88574808:38:7 -.58.58.78:.9:.78:.77:2.3  07-0/. 7:2..792-:3 -039: 0/33.088 203.3783.3:38:7 2./.9:574808502-039:./ -039:90792-:3 .. 907/7/./03.8/.8/.3:38:73809.37:2.. ...8.907/7/../.902 .3.9:.. 7:2.75748084318.3.3-.887..3-...3 /.3.2.8907 /03./ /. .8/.3..887..3.3..

50309.2025:3.39:.  .897.5030702.    %&$% .8../.8/.83.3/.897.7/33  /..2203008.802:..35023.9/.2203008.:. 80-.8503:892:9. 50309./4-050309.9.8.77:2.3.--.3/.3202-072.:.50.. /.2..33:898.: 0847..393:89 909.3 -0703.2:8/.30-:/.320.:.2070.33:89...2:8..3247144 839.3:89. ...:..3:8803/750309.9/.....8..2202..39:.3.503:8:3./.8913:89 .88 /.25. .39:3..384843:89/.3 80-.9.3.33:89 9: 207:5.2:3380-:.8.3.98..3-:. %.8503:897.7.25....8..3 0-2:/.7.3802.2.3-039:7:2.3. 50309..33.3  ..9202-./03.35..32./03. .9/03..5/.:-:3. 7:2.:./507:.3-.39:/.../03..8907.93/.3/03.7.  .:.3/03.8.34397.5:.8./.7...78:-/85314344 247144 839. .:2070.897.8.5.302.3.50.:7: 907:9.9 /8:8:3  .88 802.:7:-.3/03.-802:.3.107203:.3203.5.7.3 -0703.31.33:892:9.8.:.83.3802:.50309.3202-.50309  79:8 /.33:89 2.8.3 8.3.3 50309.30--.39 0844 8.770/:5.3:899039:.7.820303.3/..320303. 50309.3:./507:.3./.203.950393 2:.

8.7..3 2. -0781.5.39../. .9.3 9.:2 43.3203008.9. -.3203.9/.3 1472. .3.7 1472.7 . /03.202-072...7.3.2.31..8://.3 8:2-07 /.9...8.93:89-.038 34248  .3 84843:89 :8:83.39:203:.39 / :.7. 18:1 :3. 9.:549:8.8.39  /.544.33.550702-.5.7 2.9 43.3..31. -07/.9079039:  &$%& .2./..:2 3..9 .848.1..7. -. 203.7.7.3-.8.5./843. 97./5079039. 9.-::90780-:9  .30.3905.7....3.5507:2:8.3.8.9:2025:3.3 9/../03.    $##&$% $9:/3:89203.9 20248.//.3/.:549:8!079./03.-.2/.3/044/.29.3.35079039.33:89.....  0/:.3:8..3.2 503//. -07/.502-.9.3:3.9.9.: 43.3808:.7.8.. /.9:-.2 188  .8 !03/.-...304.3/.55079.8.781.2. 9: -0781.2203:8:3.9:  !079039..5..9:7.2.2.3  %..50/:.81.7..:.5.3 802.038 34248 ..302.7:8203:.39047  &$%%#$  .3-../.8   %.3 /5079..35.8.8.8..3 . 9: 803/7 .-./ /.9.7507-0/. 9.3 5.. -.-...8.9.343805 43805 030.9.3:89/...3.8..:-::908 !0309.334248 ..3.9 /.503:8:3-:: 908/.:30. -.:-:3..8..9 ..3.509.3-.7. 80-.8/.303.7.7..8.3.3:85..9.03843.3/.3.8..28:.54-807..88 -. 30./. /.22.3. . :8: /....:549:8.9-.188/. 9.3./03.9039:/.:5020739.3 .8..2 57385 .8.:.92070/..3 18. 89.7.3 :8.3907. 897:9:7.3.9 .9.7. .9.8.3 . -..503:8:3-::50..7:8202507:.2.3.5850:.3202-079:39:3..2.33:89:.8.8   %.!0309....9.3 80.9 /..

/8.3.88:.7.3./50740/. 2..8:.9:97.793.9:.9.

39. . 2034/47.3702..7.:2.44  ..3. -. 5073./.-.9.20.. 702../. -007.3 2:33 -8.5.3702. /.3-/.3...3003/...3. -07503/.9..8.3.  &$%  070. !03/.8./.9 3./.. .34.342..9.8.3.. .97./.80.9:4342./843.2.9:-07. 9: -0781.3 :3/..80-.8.547. -0781.7.7-::438:8%7.3.9 9/.2.3:8..9 -./.-..3.  03.0-.3 -.  #$% %$ 207:5.3.7.3 30:97:2  ..4..5.7.9.2.3950 950././.-..3 2.202507/0-.:8:8:39:89:/-.9:7  &$ !$ %443.:.202-0/.9.8:3 10233 /./.8.9: !749447. .8..3 047.:.3 57.94 /.3./.32.:2 ./.3507:/09.8..9 907.9-07/.8  202-..3  /4.9: 2..2. 80..2-::3.3 -.7.   !079039.9 2020393.:-0794.8  9...8.3 -.9.38  $03./.8 /.3.-07:-. .35079.3 78949008 20302:. . 202-07. ..3507..3 .4/.3503079.  !%  . 907.7.9../.8.3.3../...  .8..  #  ..  &# .24342. 2./ .23.389..389:/-.94  W03:7:93..34342.9...39..4/.9:2:7/!.38.4 805079!.  02-0/.89:/-.370947.383/0824  W03:7:93. /03.  .202-0/.9..342.59./03.3.. 50739. 02578  5.3.8.7. 03/07  .342.2 038 0.8.3 -:33.2./03..9:7  $0/. -.  .8.357450709.9.3.9 203. -.3 /0138 4380580.3  070.47.39.3202-0/.9.8.8.3.9 5..89  8.

35./.8:8  /.5 0...3./03.3 . /..0. .9.8.8.9.3  %44 .0 %..83.:8 0309.9.4.9.-08079.9./.9.  -:.2025..:8 .-.8.2 -.:8./.3.  47144.3203.3 ..9..3 .3 9:8.3:9.  4344  /-.9-.33:89.774 202-.2.33:89.3 ....9:7./..9. './/03.9:.3 #42.  80/.3 . ..3-039:./.3 /./.774/.8.2.8.22.07...9.3.:8 .93/. /. .7.774  /03.  9244.$9:/ -.3 /.93.!78.  .774202-0/.8. 0 3:.9..07-:2  %039. '../.93.7 .4:39.8.8 507:-.9.3..83..-:. .33.2 -..-..93 203:7:9 '.3 !78../.9:9/-...320303.-03/..3/03.7..3 03:.:8/.7.0  '.7.9.79850 /..32030/.3 90703.22.-::9: .3.9..-. :3. :8:. .9.:8  0303..3502-039:.  '. 3899:943087..3. 5.323030/. 5.774.3.8 /.:8 /.3 :3..9:3423.78  3899:943087. /03.

9 /9:8./. /.8  :3 /-0/. .79:..4907.49907.3203. ./.9.3 /80-:9 9907. -:3 /80-:9 549089. /.3 20303.9.4.:7:1 .3  .0  .  - 47144 202-.3.9.0 -.9.7..5.7 -:3 .3 /..94.79:.3 9070.2.. :7:1 /80-:9 1:7.42.

/:.39.0  202-.5:2 57434203 ..703.7.-8:.-.  %.7..2.39.3203.2 .3507903.3 508./5027.7 ..3  3:89 7../ 5.289:/-. 203..3./-0/..9..8.334248 . .3 .- -0702-./24/073 .3.33. .8.8. -....8.7.7..2.-7.-.. 7.745.3 /80-:9 47.8.- -.-80-.3509:9/-.07-:2 57. -.4 /..3308  /03.3/.93  !097:8 85.7. .  !#% .3 5.88  202-.3. 745.3 -:: -07:/:$:22:.9../34203 .3 5079039.3..3/.-..7.2.43:3..342.9..3.3 203:3:.8 3907. 850:./.94 9.2.8 /.8.:34/89. .3502-:. .04.188 /..94 /.  207:5.7.8.7...3.3 . /50.7-.9.3.580-. .0/:/:..3 0.3 .3:8 5073./..8..3 ...:3 4./ 507903.:8 /03.07-:2  5.9.8.3..99:8008.  $39.7 47.9.94  .054894 39070.2..-.3.8 /08758 7.8...3 -0780.3-.  &$%$%#&%&#$ .08  #$$ ..8./.79.. -.9.9.7.39.3.8... -.3.7 !.9.3.. 8:8:3 .8.

3..5..3831.3 /.3 /03.8 43899:03 43899:03 .:88:70  207:5.3 .98   7.3 :-:3..9: '02 .3 9: /.3.9/.3 -::3.9    7.7.3 2025:3.3 8310 /.9. 43805 90.3 :. ..1434457484/ /.7.35.20303.2.8 20303.. 83743 /.0  .390473. 02:/.8.3203.3 90.14309/..3 -.7.. :-:3.740  507-0/...3:0 /.88 .39  /03./2.7 .-:3.3 90703.. 3:89 24/073 /03.2 -:: 3 /-. 4:780 /0 3:896:0 0307..3/ /0 $.2544 57484/ 4!7484/.314344    7.3 04802.3 5..88 -.35.3 3 /-0/./2.314302  4!7484/.3 944 4:8 0280..908:8  .3:9.3 839.743  507-0/.379./03.7..  9443.  03. /.3907-039:40803/.39 /.2 .2.7. !7.  07/3. /2:.3.8 .39.

8.3 0- -08..3.3-. 202.9.7-.9 20303.  0/:.7.5.7.  09../.0/.8./.50.8 1430983.2.  0025.80-.3-..3./.7 /... 14302 143028:57.  4 !7484/ .2.9:.8.   3:89$8902.8.9079039:-08079.802039.907/.3 .8.75..7..3503:5.9.370../..83.3502-07. 202-07. 0-203:9.25.8.8002.: 8.9 /.3507.3/..7 .3.9544 544 !079.23. 20.8.

3%.5 2./.3.   7.33.32030-.%03:89.3.1.3/-07.7.2-. 0-07.3 /03.3$97:9:7./.3-0702-..3 44210/ :39: 2039.2. .8.-..3 8.2.3..9:/207..1.89 80..  0/:.  5.8.7.80.202 .2. -.33:89 !079.8./.5.947.8.  5034. 203.3 2 18.8$4.7.  09.8207.9. 2.   043. .9 5..3:9.7/44210//.7.3/.3 -.4393:2  02.3:8 207. 203.0941207.-.3/207.39.  .

7839.3207:5.3/.39./.88.8.2..9.202.9.7.03:7:93.. 8..8.1:38 7.9:.3470.

 34/08 80507.9.9.3/.3 /:-:3.33.8.9 42403 /.843.3 3423.8. 203/:/: 9025.40502. -..39.9. /.-..8.2.7.9:. 3/4308.93:893/4308.8.-.8..8.74254303. /03.. 0802089.8....8. -..3405.3/5079:.843.8./.9/9072..7.88 -0781..-..390307. :. / 3/4308..8   %.843.73007   .8.3  &$%%#$ #$ # #$$&  %..9:4254303839.447/3.3.78.9 80397. 8.9.7:8/. 80:2.3 839.:3  .2.3-.9.8.3/.   $08:.3.7:8/503:/. .7.9..8.7.8. 3 /.:39: 050393.3  9.3.8:8 .98.88 802.07-.9.3 :-:3.7..7:8-07-039:80/02.80507.2 9. /.3143448   $02.-.3-..0.38004254-039: -039:.. 2.9.8.9.3/03.3 3:89 5.381472.5././..37:5.39/./3/4308.3..70.  02.7 .90780-:9  %..91 03:7:9 9047 0307. /03.8. 443.3. %::.9825.7: 9-.91 802.7:203   %.3/. 2.#0..39  897:9:7 802... 3  -..38.3/.7 9.33423.8 57.2 ....%7.80-..  %../..:5:3:.3 570/.3 907-..9 .3./.29.90780-:9. /..380507.  '07-. .9..7.-. 47.97.5..3 5.849/03../.-81472..9.8 $.7.8. 43805 3:89 24/073 9: -. 3:8 80347  -07/7.3.30..3 -. .39 /.-.2 2.908  %%&$% $ !0309.3 . . 2..3/.  %.:.8.3.3745..8:8 207:5.3/-073./.9/.1:383.5078.2.907/7/.99.8 03:89. 5020739..2 ::/ 9047 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful