BAB 6 TATARAN LINGUISTIK 3

SINTAKSIS Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa dan gramatikal. Karaena perbedaan keduanya tidak terlihat jelas maka muncul morfosintaksis. Morfosintaksis adalah gabungan dari morfologi dan sistaksis, untuk menyebut keduanya sebagai bidang satu pembahasan. Morfologi membicarakan struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Pembahasan dalam sintaksis: 1. Struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori dan peran sintaksis serta alat-alat yang digunakan dalam membangun struktur itu. 2. Satuan-satuan sintaksis yang berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana. 3. Hal-hal lain yang berkenaan dengan sintaksis, seperti masalah modus, aspek dan sebagainya. 1.1 STRUKTUR SINTAKSIS Ada beberapa kelompok dalam sintaksis - Kelompok pertama yaitu subyek, predikat, obyek, dan keterangan adalah kelompok fungsi sintaksis - Kelompok kedua yaitu nomina, verba, ajektiva, dan numeralia adalah peristilahan dengan kategori sintaksis. - Kelompok ketiga yaitu pelaku, penderita dan penerima adalah peristilahan yang berkenaan dengan peran sintaksis Menurut Ver haar (1978) fungsi sintaksis terdiri dari S,P,O,K merupakan kotak-kotak kosong atau tempat kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat. Bagi chafe predikat harus selalu berupa verba atau kategori lain yang diverbakan. 6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Dalam tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil, yang menjadi komponen pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frase. Ada dua macam kata : kata penuh (full word) dan kata tugas (function word) Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka dan dapat bersendiri sebagai sebuah satuan tuturan. Kata tugas kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dan tidak dapat bersendiri. Yang merupakan kategori kata penuh yaitu nomina, verba, ajektiva, adverbia, dan numeralia, sedangkan yang termasuk kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi. 6.3 FRASE 6.3.1 Pengertian Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Karena frase adalah satuan gramatikal bebas terkecil maka frasa berupa morfem bebas, bukan morfem terikat. Frase tidak terdiri dari subjek – predikat atau predikat – objek. Karena frase merupakan salah satu fungsi sintaksis maka frase tidak dapat dipindah sendirian harus digunakan secara keseluruhan. Contoh : kamar mandi tidak boleh dipisah : kamar dan mandi Perbedaan frase dan kata majemuk yaitu : - Kata majemuk yaitu komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna, merupakan morfem terikat - Frase yaitu tidak memiliki makna baru, melainkan merupakan fungsi sintaksis dan makna gramatikal, merupakan morfem bebas yang benar-benar berstatus kata. 6.3.2 Jenis Frase Jenis-jenis frase yaitu : a. frase eksosentrik

frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Frase ini dapat mengisi fungsi keterangan. Frase eksentrik dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Fase eksosentrik yang direktif adalah fase yang komponen utamanya berupa preposisi seperti di, ke, dan dari. Frase ini disebut juga frase preposisional. 2. frase eksosentrik non-direktif adalah komponen pertamanya artikulus (sebutan). b. Frase Endosentrik (modifikatif) Frase Endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Disebut frase modifikatif karena komponen keduanya yaitu bukan komponen yang bukan inti atau hulu. c. Frase Koordinatif adalah frase yang komponen pembentukannya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama atau sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tunggal seperti dan, atau,maupun konjungsi terbagi seperti: baik….baik, makin…. makin, danbaik maupun. d. Frase Apositif Adalah frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. 6.3.3 Perluasan Frase Frase dapat diperluas artinya frase dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. 6.4 KLAUSA Pengertian klausa Klausa adalah runtunan kata-kata yang berkonstruksi predikatif artinya didalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain sebagai subyek, sebagai obyek dan sebagainya. Klausa Ferbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba. Klausa verba dibagi yaitu: - Klausa transitif : Klausa yang predikatnya berupa verba transitif. - Klausa intransitif: Klausa yang predikatnya berupa verba Intansitif

- Klausa reflektif: Klausa yang predikatnya berupa verba Refleksi - Klausa Resiprokal: Klausa yang predikatnya berupa verba Resiprokal Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nominal atau frase nominal Klausa ajektifa adalah klausa yang predikatnya berupa ajektifa Klausa adverbia adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase preposisi Klausa numeral adalah klausa yang subyeknya berupa kata atau frase numeralia Klausa berpusat adalah klausa yang subyeknya terikat pada predikatnya. 6.5 KALIMAT 6.5.1 Pengertian kalimat Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi konjungsi serta intonasi final. 6.5.2 Jenis kalimat a. Kalimat inti dan kalimat non-inti Kalimat inti(kalimat dasar) adalah kalima yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap berdasarkan deklaratif , aktif atau netral dan afirmatif. b. Kalimat tunggal dan majemuk kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa. Kalimt majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. C. kalimat Mayor dan kalimat Minor Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya sekurang-kurangnya memiliki unsur subyek dan predikat. Kalimat Minor adalah kalimat yang klausanya hanya terdiri dari subyek saja, obyek, atau keterangan saja. Biasanya merupakan jawaban suatu pertanyaan. d. Kalimat verbal dan kalimat nonverbal kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata / frase yang berkategori verbal.

Kalimat nonVerbsl adalah kalimat yang predikatnya berupa kata atau frase. e. kalimat Bebas dan kalimat terikat Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk ujuran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat / konteks lain yang menjelaskan Kalimat terikat adalah ka;imat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. 6.5.3 Intonasi Kalimat Tekanan , nada / tempo bersifat fonemis pad bahasa tertentu. Artinya, ketika unsur suprasegmental dapat memebedakan makna kata karena berlaku sebagai fonem . 6.5.4 Modus , Aspek , kala ,modalitas dan diatesis 1. Modus, adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap sipembicara tebtabg apa yang diucapkannya 2. Aspek, adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi , keadaan , kejadian atau proses. 3. Kala atau tenses , adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan eaktu terjadinya perbuatan kejadian, tindakan yang disebutkan didalam predikat. 4. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicaraan terhadap hal yang dibicarakan. 5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu . 6. Ditesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dilakukan dalam kalimat itu. 6.6 WACANA Adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar 6.6.1 Kekoherensial yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur – unsur yang ada dalam wacana tersebut 6.6.2 Alat wacana

Wacana Puisi 6. pelapisan Tingkat 3. Menggunakan Elipsis : Penghilanggan bagian kalimat yang sama yang terdapat kalimat yang lain 6. ini. Penurunan Tingkat Bagan Urutan heriarki satuan : Wacana Kalimat . konjunksi : menghubungkan kalimat . wacana Prosa 2.4 Subsatuan Wacana Meliputi: 1.Subbab 3.Alat – alat gramatikal untuk membuat wacana antara lain : a.Paragraf 4. dan itu sebagai rujukan anatoris c.subParagraf 6. menggunakan kata ganti dia .6. antar paragraf b. wacana tulisan Jenis wacana dilihat dari penggunaan bahasa : 1.3 Jenis wacana Berkenaan sarananya : 1. CATATAN MENGENAI HEIRARKI SATUAN Urutan heriarki satuan adalah urutan normalteoritis Faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan urutan : 1. nya. mereka. Bab 2. pelompatan tingkat 2. Wacana lisan 2.7.6.

Memperdebatkan analogi dan anomaly .1.m) Dalam studinya : 1.2 Plato (429-347 s.1 Linguistik Zaman Yunani Pada zaman ini para linguis mempertentangkan : 1. Analogi dan anomaly • Fisis (alami) = punya prinsip abadi dan tidak dapat diubah dan ditolak • Nomos (konvensi) = diperoleh dari hasil tradisi atau kebiasaan dan mungkin bisa diubah • Analogi = tata bahasa bersifat teratur • Anomaly = tata bahasa tidak bersifat teratur 8. 8. sedangkan tata bahasa structural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam bahasa. menggunakan ukuran tertentu. mementingkan retorika dalam studi.1.1. jawab.1 Kaum Sophis Mereka melakukan kerja empiris. 8.1. laporan. Karena linguistic tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic. perintah.Klausa Kata frase kata morfem BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK 8.1 Linguistik Tradisonal Tata bahasa tradisional sering dipertentangkan dengan istilah struktural.1. do’a dan undangan. dan membedakan kalimat berdasarkan isi dan makna. Protogaros membagi kalimat menjadi : kal Tanya. Fisis dan Nomos 2.

• Onoma : nama (bhsa shari-hari). hal diluar bahasa (benda /situasi). Karena itulah Panini dianggap sebagai one of greatest monuments of the human intelligence oleh Leonard Bloomfield. .1.1 Varro dan”De Lingua Latina” Dalam bukunya itu Varro membicarakan : a.1. makna.m) Membagi tiga macam kelas kata : Onoma.3 Aristoteles (384 -322 s.menciptakan istilah khusus dalam tata bahasa . Rhema. arthoron. di India hidup seorang sarjana hindu yang bernama Panini. bahwa bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantara onomata dan rhemata. verba (tata bahasa). propheral (bunyi bahasa yang bermakna).2.membagi 3 komponen studi bahasa : tanda (symbol. Sezaman dengan zaman Alexandrian. .4 Kaum Staik . dan Syndesmoy (preposisi dan konjungsi) 8.Membagi kata : benda.1. semonion).5 Kaum Alexandrian Mereka menciptakan buku Dionysius Thrax yang menjadi cikal bakal tata bahasa tradisional. 8. 8. .000 pemerian tentang struktur bahasa sansekerta dengan prinsip-prinsip dan gagasan yang masih dipakai linguistik modern. • Rhema : Ucapan (bhsa shari-hari).1.1.2. kerja. syndesmoy. Orang pertama yang membedakan kata dalam onoma dan rhema.membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa . tak komplet. Membuat batasan bahasa.Legein (bunyi fonologi yang bermakna).1.1. nomina/nominal (dlm tata bhsa).2 Zaman Romawi 8. telah menyusun kurang 4.Kata kerja komplet.1. 3. aktif dan pasif 8. predikat. subjek. Etimologi : mempelajari asal usul kata beserta artinya Ex : Perubahan Bunyi “duellum” → “belum” (perang) Perubahan Makna “hostis” orang asing → musuh .sign.

Genetivus (kepunyaan) 5. sifat 2. selektif.2 Institutiones Grammaticae (tata bahasa Priscia) . 1.jumlah dan jenis. Kata benda dan kata sifat → infleksi kasus 2. Vox illiterata : tidak dapat dituliskan b.1. Akusativus (objek) 2. Nominativus (Primer) 4.merupakan buku paling lengkap . Vokativus (sapaan) 3.teori dasarnya menjadi tonggak pembicaraan bahasa tradisional. anasuka 8. Nomen : kata benda. Morfologi : mempelajari kata dan pembentukannya Kata = bagian ucapan yang tidak dpt dipisahkan dan merupakan bentuk minim. Dativus (menerima) 6. Vox artikulata : untuk membedakan makna 2. Kata kerja → membua pernyataan (infleksi tense) 3.b. Dalam buku ini dibahas : a. Fonologi membicarakan istilah Litterae : bagian terkecil bunyi yang dapat diartikan.Voluntaris : perubahan bersifat morfologis. Vorro membagi kelas kata latin menjadi : 1. Vox martikulata : tidak dapat membedakan makna 3. Vox literata : dapat dituliskan 4.2. Verbum : perbuatan / dikenai . Morfologi membicarakan istilah dictio : bagian minimum ujaran yang harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Ablativus (asal) Deklinasi : perubahan bentuk berdasarkan kategori. Deklanasi dibagi : – Naturalis : perubahan bersifat alamiah . Aduerbium → pendukung (tak berinfleksi) Kasus dalam bahasa latin : 1.kasus. Partisipel → konjungsi (infleksi kasus dan tense) 4. 1.

Sintaksis membicarakan istilah oratio : tata susun kata berselaras yeng menunjukkan kalimat itu selesai. substansi. 3. tapi memperbolehkan menafsirkannya. Dua aliran linguistik arab. perdagangan. Petrus Hispanus. tetapi hanya mewakili dalam pelbagai cara modus. sehingga mengacu pada kereguleran dan kesistatisan bahasa.1.1. Pronomen : dapat menggantikan nomen c. dalam bukunya Summutae Logicales : a. 8. 8.3 Zaman Pertengahan Membicarakan : 1. b. Kaum Modistae. fi’lun (verbum).4 Zaman Renaisans Dianggap sebagai abad pembukaan pemikiran abad modern. aksi. Membedakan partes orationes menjadi categorimatek (semua bentuk yang dapat menjadi subjek atau predikat) dan syntategorematik (semua bentuk tutur lainnya). sedangkan Kufah (menganut konsep anomali). Basra dan Kufah.3. dsb. lingua franca (bahasa antarbangsa) digunakan untuk kegiatan politik. pada masa kaum ini berkembang etimologi 2. menurut tata bahasa ini. dsb. mengacu pada keanekaragaman bahasa.1. membagi kata menjadi : ismun (nomen). 8. Bahasa Eropa. Participium 4. serta bahasa diluar eropa. harfun (partikel). kualitas. Tata Bahasa Spekulativa. kata tidak secara langsung mewakili alam dan benda yang ditunjuk. Toloh arab Sibawaihi. Ulama Islam melarang penerjemahan bahasa arab. dalam bukunya Al Ayn. Bahasa Ibrani sebagai bahasa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Basra (menganut konsep analogi dari yunan). Bahasa Arab. c. Memasukkan psikologi dalam bahasa. Menbedakan nomen menjadi substantivum dan adjectivum.5 Menjelang Lahirnya Linguistik Modern .

Jika urutannya diubah maka maknanya ikut berubah atau malah tak bermakna sama sekali. Ex morfologi : prefiks me. mata. menjadi di-rawat. atau sintaksisnya). Ex : kata “kita” dapat diubah menjadi kiat.”b” menjadi data. dll Ex : kal.”m”.te-. pe-rawat.Dengan berkembangnya studi linguistik bandingan atau linguistik historis komparatif serta studi mengenai hakikat bahasa secara linguistik. kait. 2. Ex fonologi : huruf “r” dlm kata “rata” disubstitusi dgn “d”. 4. kati.2 Aliran Praha .bata. 8.te-rawat. Signifie : makna yang ada dalam pikiran kita. morfologi. morfologi.2.”k”. kata. Sinkronik : mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu. sintaksis) dalam tuturan. memuat : 1. Hubungan sintagmatik : hubungan antar unsur (fonologi.dlm kata “me-rawat” diganti prefiks di-.pe. karena dalam bukunya Course de Linguistique Generate.1 Ferdinand de Saussure Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern.2 Linguistik Strukturalis 8. 8. yang tersusun berurutan dan bersifat linier. La langue : seluruh sistem tanda sebagai alat komunikasi verbal antar anggota masyarakat (bersifat abstrak). maka dimulailah babak baru sejarah linguistik. ikat. Ex: bahasa sansekerta Diakronik : mempelajari bahasa sepanjang masa bahasa itu digunakan ex : bahasa Sriwijaya sampai sekarang. Signifiant : citra bunyi yang timbul dalam pikiran kita.2. “Ini baru bir”→“ini bir baru” Hubungan paradigmatik : hubungan antar unsur dalam tuturan dengan unsure sejenis yang tidak ada dalam tuturan (dengan cara hubungan substitusi pada fonologi. La parole : pemakaian langue oleh masyarakat (bersifat konkret) 3.

vokal. Menyangkut gabungan fonem. Ada tiga macam pokok prosodi : 1). dan gab. Firth (London. 8. 3). suku kata. Formal (subjek dan predikat). forma isi. Ex : baku X paku.4 Aliran Firthian Dengan tokohnya Joh R.Dengan tokohnya Vilem Mathesius.2. tepas X tebas. Struktur bunyi dijelaskan dengan kontras atau oposisi. yaitu cara menentukan arti pada tataran fonetis. namun menurut aliran praha “this argument” juga merupakan tema. dan substansi isi. Dikenal dengan teori fonologi prosodi.konsonan.A. Trubetskoỷ. Nikolai S. “this argument I can’t follow”→ “I” sbg subjek. substansi ekspresi. Masing2 segi mengandung forma dan substansi : forma ekspresi. informasi (tema dan rema). Ex: kata “jawab” dgn “jawap” bila ditambahi sufiks –an. 2). struktur kata. 8. membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu sistem) dan fonetik (mempelajari bunyi itu sendiri). Kalimat dapat dilihat dari struktur formal dan struktur informasinya. Hjemslev menganggap bahasa mengandung segi ekspresi (Signifiant) dan segi isi(signifie).5 Linguistik Sistemik (M. sdngkn rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. terutama pada fungsi dan penerapannya dalam bahasa. Prosodi dari sandi atau jeda. maka akan terjadi perbedaan. 1890-1960). Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dgn morfem.K Haliday) Pokok pandangan Linguistik sistematik adalah : 1. “this argument” sbg objek. Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. gab. sedangkan “I can’t follow” juga merupakan rema. dengan tokohnya Louis Hjemslev. dan Morris Halle. 8.prosodi yang realisasi fonetisnya lebih besar daripada fonem2 suprasegmentalnya. Tema adalah apa yang dibicarakan.2. Roman Jakobson. .3 Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. Ex : kal.2.

Menggambarkan tiga tataran utama bahasa : a. karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. dan lambang yang digunakan saat menulis (grafis).2. Hubungan baik antar linguis. Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis). meliputi : tesis (apa yang dibicarakan). Yang dimaksud tagmem adalah korelasi entara fungsi gramatikal (slot) dengan kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan utnuk mengisi slot tsb.2. Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta objektif sesuai dengan kenyataanyang diamati. situasi luas (tuturan pengalaman pembicara atau penulis yang mempengaruhi tuturan yang diucapkan atau ditulisnya.2. 5. Memandang bahasa sebagai “pelaksana”.3 Linguistik Transformasional Dan Aliran-Aliran Sesudahnya 8. Situasi.1 Tata Bahasa Transformasi . Pike. Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya. Forma : susunan substansi pada pola bermakna.3. sebagai wadah melaporkan hasil karya mereka. Pembedaan langue (jajaran pikiran tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya). c. Sehingga menerbitkan majalah Language. 4. b. situasi langsung (waktu tuturan itu diucapkan). Mengenal gradasi atau kontinum. ↘ Leksis : butir lepas bahasa dan tempat butir terletak Gramatika : kelas butir bahasa dan pola tempat terletaknya. Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi.6 Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini : 1. 8. 3. 2. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik. 8. 8.7 Aliran Tagmemik Dipelopori oleh Kenneth L. 3.

wajar dan tidak dibuatbuat. Arti sebuah morfem digambarkan dengan memberi unsur makna atau ciri semantik yang membentuk arti morfem itu. . sehingga dalam kalimat : “Adik menendang bola” dapat kita terima. menciptakan buku Syntactic Structure. artinya semua satuan dan istilah harus sejajar dengan teori linguistik tertentu. sedangkan kalimat “Rumah menendang bola” tidak bisa kita terima karena kata kerja “menendang” hanya bisa dilakukan oleh benda yang punya cirri semantik /+makhluk/. Sintaksis Merupakan sentral tata bahasa karena menentukan arti kalimat dan menggambarkan aspek kreativitas bahasa. . Semantik Arti kalimat ditentukan oleh komponen ini.Perbuatan berbahasa : pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. Fonologis Memberi interpretasi pada kaidah transformasi. berupa ikatan tak berkala antara predikat dengan argumen dalam suatu proposisi. 2. Berbentuk sedemikian rupa. yang memuat pengertian bahwa tata bahasa merupakan teori bahasa itu sendiri. Ex : kata “Adik” mempunyai ciri semantik /+makhluk/ sedangkan kata “Rumah” punya ciri /-makhluk/. Teori ini membedakan antara kemampuan dan perbuatan berbahasa. Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa. 3.Dengan tokohnya Noam Chomsky. 2. Ex : dalam kalimat “Nenek minum kopi” (preposisi)→ mempunyai predikat berargumen dua yakni : nenek dan kopi atau . Tata bahasa dari setiap bahasa terdiri dari 3 komponen : 1.Kemampuan : pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya.3. 8. Sehingga dalam tata bahasa generatif yang menjadi objek adalah kemampuan.2 Semantik Generatif Struktur ini serupa dengan struktur logika. Dan tata bahasa harus memenuhi dua syarat : 1.

2. goal (keadaan. argumen2 bola “tujuan” dan argumen3 tongkat “alat”.3. menmpilakn elemen dalam struktur. means.Z) X = pelaku. 3. waktu yang kemudian). mempunyai argumen1 Toni berkasus “pelaku”. 8.Nomina saya berelasi “objek tak langsung dari” . Y= alat.dan adverbia). tempat. Dalam kalimat “Nenek marah” predikatnya punya satu argumen yakni : nenek. dan proposisi (verba + sejumlah kasus). / MARAH(nenek). Fillmore. Simpai (nodes). experiencer (yang mengalami peristiwa).Y. Postal. Ex : klausa “Ali memberi buku itu kepada saya” → punya 3 nomina dan 1 verba. Rumus : + ( –X. Ex : dalam kalimat “Toni memukul bola dengan tongkat”. Tata bahasa ini juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. Z = tujuan Misal dalam kalimat diatas : MEMUKUL. 8. + (–X. source (keadaan. . object (yang dikenai perbuatan). Z = bola.3. Tata bahasa ini mempunyai persamaan dengan Semantik generatif yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba. dalam bukunya “The Case for Case” Fillmore membagi kalimat atas modalitas (berupa unsur negasi.kopi).Nomina buku itu berelasi “objek langsung dari” . Menurut teori ini klausa terdiri dari tiga wujud : 1.3 Tata Bahasa Kasus Dengan tokohnya Charles J. tempat. “coordinates” menunjukkan tataran elemen yang menyandang relasi gramatikal thdp elemen lain. Y = tongkat. kala. waktu yang lalu).Z) X = nenek. Fillmore membatasi kasus atas agen (pelaku).Nomina ali berelasi “subjek dari” .Y. Perlmutter dan Paul M. aspek. Tanda relasional (relational sign) menunjukkan nama relasi gramatikal dalam hubungan antar elemen. referential (acuan).4 Tata Bahasa Relasional Tokohnya : David M.dpt dirumuskan: MINUM(nenek.

bertukar pengalaman.. Konstruksi hasil transformasi datif (Ali memberikan saya buku itu) 3.Verba beri berelasi “predikat dari” Konstruksi yang terlibat pada klausa diatas adalah : 1. sebagai wadah berdiskusi. seperti Anton M.4 Tentang Linguistik Di Indonesia Sebagai negeri yang sangat luas Indonesia sudah lama menjadi kajian penelitianlinguis. Kridalaksana dalam bukunya Pembentukan Kata Bahasa Indonesia (1989). mulai diperkenalkan konsep fonem. Land. Padahal itu adalah bentuk yang salah. Para pemerintah kolonial mempelajari bahasa untuk menguasai pemerintahan dansebagai media penyebaran agama nasrani. mempertanyakan akhiran –in seperti pd kata abisin dan awalan –nge (ngebantu) termasuk afiks bahasa Indonesia ? ?.1961. dll) Sejak kepulangan sejumlah linguis Indonesia dari Amerika. dan publikasi penelitian. Buku yang dibuat Biblipgraphical Series dari Institut voorTaal. Serta Robins (London) dengan kajian bahasa Sunda. Padalah bentuk merubah adalah bentuk yang salah. Ex : konsep modern menganggap bentuk merubah = mengubah karena hal itu terdapat dalam bahasa masyarakat sehari-hari. Kajian terhadap bahasa Jawa dipelajari Uhlenbeck. MLI menerbitkan jurnal Linguistik Indonesia mulai tahun 1983 untuk laporan dan publikasi penelitian. bahasa Indonesia menduduki sentral dalam kajian linguistik . Pada zaman itu penelitian tentang bahasa masihbersifat observasi dan klasifikasi. Konsep linguistik modern yang melihat bahasa secara deskriptif sukar diterima para guru besar dan pakar bahasa.W. Kamil. Voorhove. Konstruksi hasil trnasormasi pasif dari datif (Saya diberikan buku itu oleh Ali) 8.1964. Moeliono dan T. Penyelidikan terhadap bahasa daerah banyak dilakukan oleh orang luar Indonesia. Sejalan dengan perkembangan studi linguistik. sehingga seharusnya tidak dimuat dalam buku. Datangnya guru besar Prof. frase dan klausa. morfem. en Volkenkunde Belanda. dan Grijns dengan kajian bahasa Jakarta. Uhlenbeck. oleh (Teeuw. Verhaar dari Belanda menjadikan studi linguistik terhadap bahasa daerah dan nasional Indonesia semakin marak. Teeuw. pada tanggal 15 November 1975 dibentuk MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia). Sesuai dengan fungsinya sbg bahasa nasional. MLI mengadakan Musyawarah Nasional tiap tiga tahun sekali untuk membicarakan masalah organisasi dan linguistik. Rlvink. Konstruksi kalimat inti (Ali memberi buku itu kepada saya) 2.

Pengertian bahasa menurut Djoko Kuntjono 1982 : Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama. dinamis 12. produktif 10. 3. konvensional 7.1. berkomunikasi. Darjdowidjojo. sebagai alat interaksi sosial 13. bersifat arbitrer 5.dewasa ini. bervariasi 11. unik 8. berupa bunyi 4. identitas penuturnya 1. bermakna 6. Hakikat Bahasa Sifat yang hakiki dalam bahasa mempunyai sifat atau ciri : 1. BAB 3 OBJEK LINGUISTIK BAHASA 3. berwujud lambang 3. Bahasa sebagai sistem . Dalam kajian bahasa Indonesia tercatat nama-nama seperti Kridalaksana. universal 9. dan mengidentifikasi diri. Kaswanti Purwo. bahasa adalah sebuah sistem 2. dan Soedarjanto yang telah menghasilkan tulisan pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia. Pengertian Bahasa Dalam pendidikan formal di sekolah menengah bahasa adalah alat komunikasi.2.

kata. klausa. Lambang tidak bersifat langsung dan alamiah. 1. kalimat dan wacana. frase.Sistem : cara / aturan : sistem berarti sususnan teratur. 1. Fungsi bahasa menyampaikan pesan. 1. sedangkan bersifat sistemis artinya. Bahasa itu unik Mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. Sebagai sebuah sistem bahasa bersifat sisitematis artinya. Bahasa itu universal Ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa. Bahasa itu konvensional Semua anggota masyarakat bahasa mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. 2. 1. bahasa bukan merupakan sistem tunggal. ide. 3. dan ragam. bahasa itu tersusun menurut suatu pola tidak tersusun secara acak. Bahasa itu arbitrer Signifiant adalah lambang bunyi itu. Arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya.berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Bahasa itu bermakna Lambang-lambang bunyi yang bermakna di dalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem. semantic. konsep. 1. atau pemikiran. 1. Bahasa itu manusiawi. dealek. Bahasa sebagai lambang Lambang : simbol dikaji dengan sebutan ilmu semiotika/semiologi (ilmu yang mempelajari tanda-tanda). Bahasa itu dinamis : tidak pernah lepas dari kegiatan manusia. 1. sinteksis. sedangkan signifie adalah konsep yang dikandung oleh signifiant. mofologi. 1. Bahasa adalah bunyi Jadi sistem bahasa itu berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi. Bahasa itu bervariasi ada 3 istilah yaitu ideolek. 1. Bahasa itu produktif Arti produktif adalah terus menerus menghasilkan. . Subsistem antara lain : fonologi.

Klasifikasi areal . Klasifikasi bahasa Klasifikasi dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa. dan campurkode.3.4. suatu komunitas dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING. Klasifikasi Genetik atau Geneologis Artinya suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua didapati bahwa bahasa-bahasa di dunia ini terbagi dalam 11 rumpun besar. sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor diluar bahasa. 3. 3. 3. Kontak Bahasa Dalam masyarakat yang bilingual atau multi lingual sebagai akibat adanya kontak bahasa dapat terjadi peristiwa yang disebut interferensi. Variasi dan Status Sosial Bahasa Karena anggota masyarakat penutur bahasa itu sangat beragam. 5. 2. Penggunaan Bahasa Hymes (1974) pakar sosio linguistik mengatakan bahwa. Bahasa dan Budaya Ada hipotesis yang sangat terkenal mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan ini dekeluarkan oleh dua pakar yaitu Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf yang menyatakan bahwa bahasa mempengaruhi kebudayaan.3. 1. Bahasa dan Faktor Luar Bahasa Kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri. 4. 2. Masyarakat Bahasa Adalah sekolompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. integrasi. 1. alihkode. Klasifikasi tipologis Klasifikasi tipologis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa.

4. Alograf adalah farian dari grafem. 3. berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. 2. Grafem adalah satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem. Graf adalah satuan terkecil dalam aksara. Sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. Bahasa berdasarkan filsafat dan semantik. Bahasa Tulis dan Sistem Aksara Bahasa lisan adalah primer. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI  Persoalan pertentangan para filosof Yunani tentang hakikat bahasa adalah : 1.”. pertentangan fisis dan nomos. pertentangan analogi dan anomali kaum anologi anatara lain Plato dan Aristoteles.5. kata. Tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat ditrsibusi dengan frase “dengan …. suku. Abjad adalah urutan huruf-huruf dalam suatu sistem aksara. Misal : pembentukan jamak j boy menjadi boys. BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK LINGUISTIK TRADISIONAL  Menurut tata bahasa tradisional. Aksara adalah keseluruhan sistem tulisan. Pengertian Huruf adalah istilah umum untuk graf dan grafem. Klasifikasi sosio linguistik Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat.Dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain.kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian. Bahasa lisan lebih dulu dari pada bahasa tulis. Kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu . bahasa tulis adalah sekunder.

b. membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna. Anoma : nama dalam bahasa sehari-hari (subyek) b. dan arthoron).sign atau semainon (2)makna samainonen /lekton(3)hal-hal diluar bahasa yakni benda dan situasi. Membedakan kata kerja komplet dan tidak komplet.M) Jasa Plato dalam studi bahasa : a. Misal : child menjadi children. Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa. Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa.simbol. c. syndesmoi.tidak teratur. d. Membagi jenis kata menjadi 4 (kata benda.M) Menurut Aristoteles ada 3 macam kelas kata : a. kata kerja aktif dan pasif. Membedakan legein dan propheretal. Plato (429 – 347 S. Memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya dialog dan mengemukakan masalah bahasa alamiah dan bahasa konvensional. Menyodorkan batasan bahasa yaitu bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantaraan anomata dan rhemata. f. b. orang yang pertama kali membedakan kata anoma dan rhema. d. Rhema : ucapan dalam bahasa sehari-hari (prediket) c. Kaum Stoik Usaha kaum Stoik dalam studi bahasa : a. Membedakan 3 komponen utama studi bahasa (1)tanda. Syindesinoi : kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis. Kaum Alexandrian . Kaum Anomali sejalan dengan kaum Naturalis dan kaum Anologi sejalan dengan kaum Kontensional. Aristoteles (384 – 322 S.sangat mementingkan bidang retrorika dalam studi bahasa. c. melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran-ukuran tertentu. Kaum Sophis Sumbangan kaum Sophis dalam studi bahasa : a. b. kerja. melakukan kerja secara empiris. e. c.

Morfologi : Cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya. Tokoh : Louis Hjemslev (1899 – 1965) menjadi terkenal karena usahanya membuat ilmu bahasa yang berdiri sendiri. Lahir kurang lebih tahun 100 S. 3.M. Morfologi : Membicarakan mengenai dictio atau kata. . Fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem. Rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema.Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. • • • Fonologi : Membicarakan tentang tulisan atau huruf yang disebut litterae. 2. Ferdinand De Saussure (1857 – 1913) Dianggap sebagai Bapak Lingiustik Modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya “ Course De Lingiustique Generale” yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915. Dalam bidang Fonologi aliran Praha membedakan dengan tegas akan Fonetik dan Fonologi. Institutiones Gramaticae atau Tata Bahasa Priscia. Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. Tema adalah apa yang dibicarakan. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. Sintaksis : Membicarakan tata susunan kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri. • Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang tersusun secara berurutan bersifat linear.M) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscra dengan karyanya Institutiones Gramaticae. Aliran Praha Aliran ini terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa Vilem Mathesius (1882 – 1945).Kaum ini mewarisi buku tata bahasa yang disebut tata bahasa Dionysius Thrax. Varra dan “De Lingua Latina” • • • Etimologi : Cabang linguistik yang menyelidiki asal usul kata beserta artinya. Menurut Varro kata adalah bagian dari ucapan yang tidak dapat dipisahkan lagi dan merupaan bentuk minimum. ZAMAN ROMAWI  Tokoh pada Zaman Romawi yang tekenal Varro (116 – 27 S.

Firth (1890 – 1960) Guru Besar Universitas London terkenal karena teorinya mengenai Fonologi Prosodi.A. 6. Predikat adalah perbuatan. • Tata Bahasa Kasus Pertama kali diperkenalkan oleh Chjarles J. sifat. 7. Pike. Aliran Tagmemik Aliran ini dipelopori oleh Kenneth. Tagmen adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling bertukaran untuk mengisi slot tersebut. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Leonard Bloomfield (1877 – 1949) terkenal dengan bukunya yang berjudul Language yang dikaitkan dengan aliran Struktural Amerika. Menurut teori Semantik generatif.K. Aliran Firthiun John R. Argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan. dan R. Fonologi Prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan Fonetis. mengenai bahasa yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. Linguistik Sistematik Tokohnya M. Perbuatan berbahasa (Performance) adalah pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. E. dll. Holliday.4. • Semantik Generatif Beberapa murid dan pengikut Chomsky memisahkan diri karena ketidak puasan terhadap teorinya karena semantik mempunyai eksistensi yang lain dari sintaksis dan struktur batin tidak sama dengan struktur semantis. 5. Fillmore yang berjudul “The Case For Case” tahun 1968 dalam buku Bach. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA • Tata Bahasa Transformasi Lahir dengan terbitnya buku Noam Chomsky yang berjudul Syntactic Structure pada atahun 1957. Kemampuan (Competence) adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. Harins Universal In Linguiostic Theory. L. . tokoh dari Summer Institute of Linguistics yang mewarisi pandangan-pandangan Bloomfield.

Goal : Keadaan. Contoh : Bus itu datang dari Bandung. Contoh : Dia menendang Bola. nomina sama dengan argumen dalam teori Samantik Generatif. . Verba sama dengan predikat. 2. spekulasi yaitu pembicaraan suatu hal dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif (tanpa didukung bukti-bukti) 2. Experiencer : yang mengalami peristiwa psikologis. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU Linguistik ialah ilmu yang mempelajari bahasa sebagai objek kajiannya. tempat atau waktu yang kemudian Contoh : Dia mau menjadi Guru. Tokoh : David M. Contoh : menendang. Contoh : Dia merasa takut. • Tata Bahasa Relasional Muncul tahun 1970-an. Object : sesuatu yangh dikenai perbuatan atau yang mengalami suatu proses. Agent : pelaku perbuatan atau yang melakukan suatu perbuatan. Postal dalam karangan Lectures on Relational Grammar dll.Terbitan Holt Rinehart and Winston. Observasi dan klasifikasi yaitu mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa tanpa memberi kesimpulan apapun. Referensial : Acuan Contoh : Husin temanku. tempat. Source : Keadaan. Parlinutter dan Paul M.1 Keilmiahan Linguistik Tahap perkembangan linguistic : 1. atau waktu yang sudah. membawa.

stilistika. biasanya bersifat histories/ mengetahui sejarah structural bahasa itu serta segala bentuk perkembangannya dan perubahannya) 3. 2.etnolinguistik. missal mengkaji bahasa Indonesia tahun 20-an) . maka linguistic tidak menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.3. 3.linguistic sinkronik (mengkji bahasa pada masa terbatas.filologi . tujuan pengkajiannya untuk teori/terapan makro (sosiolinguistik. 2. objek kajiannya adalah struktur internal bahasa itu/kaitannya dengan factor luar bahasa . objek kajiannya adalah bahasa pada masa tertentu/sepanjang masa .filsafat bahasa dan neurolinguistik) 4.linguistic mikro (fonologi. maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif. bahasa adalah suatu system.semantic dan leksikologi) linguistic . Dapat dibedakan menjadi linguistic umum (mengkaji kaidah bahasa secara umum) dan linguistic khusus (mengkaji kaidah bahsa tertentu).dialektologi. 2.sintaksis. maka linguistic melihat bahasa sebagai bunyi.2 Subdisiplin linguistik Pengelompokan nama-nama subdisiplin linguistik berdasarkan : 1.linguistic diakronik (mengkaji bahasa pada masa tak terbatas. Linguistik yang telah mangalami tiga tahap perkembangan ini sudah dapat dikatakan ilmiah. • Pendekatan bahasa sebagai bahasa dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut : 1. 4. bahasa berubah dari waktu ke waktu. objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya/bahasa tertentu.morfologi. maka linguistic memndang bahasa sebagaikumpulan unsure yang mana antara satu dan lainnya saling berkaitan. karena sifat empirisnya.psikolinguistik. 5. perumusan teori yaitu dimana dari data-data yang dikumpulkan lalu dirumuskan hipotesis dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhdap fakta-fakta yang ada.antropolinguistik. bahasa adalah bunyi ujaran. bahasa bersifat unik.

. Ferdinand de Saussure(1857-1913) dalam bukunya Course de Linguistique Generale membedakan dua relasi antara satuan bahasa. satuan kata.kritikus. yaitu sub .1 Struktur. BAB 7 TATARAN LINGUISTIK (4) SEMANTIK Hocket.2 Analisis bahasa langsung yaitu teknik dalam menganalisis unsur yang membangun suatu satuan bahasa.Bagi peneliti.peminat sastra yaitu membantu memahami karya-karya sastra .Negarawan/politikus yaitu untuk memperjuangkan ideology dan menyelesaikan gejolak social.2 Analisis Linguistik Dilakukan terhadap bahasa yang lebih tepat disebut fonetik. teori/aliran yang digunakan untuk menganalisis objeknya 2.3 Analisi rangkaian unsur dan analisis proses unsur Analisis rangkaian unsur (setiap satuan bahasa dibentuk dari unsure-unsur lain) sedangkan analisis proses unsur (setiap satuan bahasa merupakan hasil dari suatu proses pembentukan). semantic. seorang tokoh strukturalis menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem yang kompleks dari kebiasaan-kebiasaan. system dan distribusi Bapak linguistic modern. klausa bahkan kalimat. satuan frase. fonemik. Sistem bahasa ini terdiri dari lima sub sistem.2.penyusunan buku ajar) 5. sintaksis. 2. antara lain relasi sintamagnik (hubungan antara satuan bahasa dalam klimat konkret) dan relasi asosiatif (hubangan antar satuan bahasa yang tak nampak dalam kalimat). 2.2.bagi linguis yaitu membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya. sedangkan linguistic terapan (penyelidikan untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah dimasyarakat seperti pengajaran bahasa.linguistic teoritis (penyelidikan hanya untuk kepentingan teori belaka).2.Bagi guru yaitu melatih ketrampilan berbahasa . 2.3 Manfaat Linguistik . 2.

HAKIKAT MAKNA Menurut de Saussure setiap tanda linguistik terdiri dari komponen signifian (yang mengartikan) yang wujudnya berupa runtunan bunyi. karena tidak mempunyai referens. reduplikasi. seperti afiksasi. 7. 7. atau kalimatisasi. semantik. kamu). dan Kontekstual Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun. 7. Makna gramatikal baru ada kalau terjadi proses gramatikal. merah. dan gambar.1. Kata “kepala” pada kedua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam satu konteks. kata-kata yang menyatakan .2. Gramatikal. JENIS MAKNA 7. Yang termasuk katakata deiktik adalah kata-kata promira (dia. fonologi. Kata-kata yang acuannya tidak menetap pada satu maujud. melainkan dapat berpindah dari maujud satu ke maujud lain disebut kata-kata deiktik. Makna leksikal dapat pula diartikan makna yang ada dalam kamus. Ferdinand de Saussure dalam teorinya menyatakan bahwa tanda linguistik (Signe Linguistique) terdiri dari komponen signifian dan signifie.1. saya. Sebab kedua komponen itu merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.sistem gramatika. Sebaliknya kata-kata seperti dan. misalnya di sini. Misalnya dalam proses afikasi perfiks ber – dengan dasar baju melahirkan makna gramatikal “memakai baju”. Bapak linguistik modern.2. di sana. Jadi menurut Ferdinand de Saussure makna adalah “pengertian” atau “konsep” yang terdapat pada sebuah tanda linguistik. Sub sistem semantik dan fonetik bersifat periperal. dan komponen signifie (yang diartikan) berupa pengertian atau konsep (yang dimiliki oleh signifian). tidak ada artinya. Misalnya pada kata “lapala” dalam bentuk bentuk kalimat bentuk : a) Rambut di kepala nenek putih semua b) Sebagai kepala sekolah dia harus menegur murid itu. Makna Lekskal. morfofonemik. Makna Referensial dan Non-referensial Sebuah kata bermakna referensial kalau ada referensnya. atau acuannya dalam dunia nyata. yang berarti studi linguistik tanpa disertai dengan studi semantik. kata-kata yang menyatakan ruang.2. komposisi. dan fonetik.2. Misalnya kata kuda.

a. kondominium.4. Oleh Leech (1976) ke dalam makna asosiasi ini dimasukkan juga yang disebut akna konotatif. kata “tampan” . Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap lawan bicara. afektif. Makna denotatif sama dengan makna leksikal.2. atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. 7. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna asli. Misalnya. kediaman. vila. Makna konotasi ada tiga. 7.2. mohon diam sebentar !” katanya kepada kami Makna kolakotif berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dari sejumlah kata-kata yang bersinonim. Misalnya pada kedua kalimat di bawah ini memiliki makna afektif yang berbeda. seperti sekarang. “Coba. “Tutup mulut kalian !” bentaknya kepada kami b. makna konseptual sama dengan makna leksikal. Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai”.waktu. Makna konotatif termasuk dalam makna asosiatif karena berasosiasi dengan nilai rasa terhadap kata itu. Misalnya. denotatif dan makna referensial. sehingga kata tersebut hanya cocok untuk digunakan berpasangan dengan kata tertentu. istana. seperti ini dan itu. Konotasi netral misal kurus. Jadi. stilistika. dan wisma yang semuanya memberi asosiasi yang berbeda terhadap penghuninya. Makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatif. dan konotasi negatif misalnya kerempeng. konotasi positif misalnya ramping. kita membedakan penggunaan kata rumah. dan makna kolakotif.3. besok. kata-kata yang disebut kata penunjuk. Misal kata “babi” bermakna binatang yang biasa diternakkan dan diambil dagingnya. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa. Misalnya kata “merah” berasosiasi dengan berani. pondok. Makna stalistika berkenaan dengan pembedaan penggunaan kata sehubungan dengan perbedaan bidang sosial atau bidang kegiatan.

Peribahasa memiliki makna yang masih bisa ditelusuri dari makna unsur-unsurnya karena adanya “asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa. Sinonim Sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan kesamaan makna antara ujaran yang satu dengan ujaran yang lainnya. Contoh : betul bersinonim dengan benar. antara lain : Pertama. Misalnya kata “kuping” dalam bidang kedokteran adalah bagian yang terletak di luar. RELASI MAKNA Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain. 7. komandan tidak. jelas. faktor keformalan. Contoh idiom adalah membanting tulang.3. Makna Kata dan Makna Istilah Makna kata masih bersifat umum.2. Idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikalnya sendiri. 7.5. kasar. Hulubalang berpengertian klasik. Keempat. faktor sosial. sedangkan telinga bagian yang terletak di dalam. hanya cocok atau berkolakasi dengan kata yang memiliki ciri “pria”. Kedua. 7. Misalnya kata “hulubalang” dengan kata “komandan”.2. tidak meragukan meskipun tanpa konteks kalimat. Makna kata menjadi jelas jika kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya. Makna istilah mempunyai makna yang pasti. contohnya. Misalnya uang dan duit. baik secara leksikal maupun gramatikal. buku putih yang bermakna “buku yang memuat keterangan resmi mengenai suatu kasus” kata “buku” masih memiliki makna leksikalnya. Misalnya kata “beta” untuk wilayah Indonesia bagian timur.1. misalnya kata “saya” digunakan oleh . Contoh : seperti anjing dengan kucing artinya dua orang yang tidak bisa akur. 7. Ketiga. Makna Idiom dan Peribahasa Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari makna unsur-unsurnya. meja hijau. Ketidaksamaan makna ujaran dikarenakan beberapa faktor. dan tidak jelas. faktor waktu.6. faktor wilayah.sesungguhnya bersinonim dengan kata cantik. “saya” digunakan secara umum.3.

batasnya itu dapat bergerak menjadi lebih atau kurang. kepala manusia 7. tidur. antonim yang bersifat relasional yaitu antonim yang munculnya yang satu harus disertai dengan yang lain. Misalnya kata berdiri berantonim dengan kata duduk. kepala kantor b.2. antonim yang bersifat hierarkial yaitu antonim yang kedua satuan jaran yang berantonim itu berada dalam satu garis jenjang atau hierarki. Misalnya kata “melihat” memiliki makna umum. Kedua.3. kepala meja d. Kelima. Antonim Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan. Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. 7. tiarap. antonim majemuk yaitu antonim yang memiliki pasangan lebih dari satu. antara lain : Pertama. 7. Contoh : baik berantonim buruk. Keenam. “aku” digunakan terhadap teman sebaya. sedangkan kata “surya” hanya cocok digunakan pada ragam sastra.3. Misalnya kata “matahari” bias digunakan dalam kegiatan apa saja atau umum. Contoh kata “kepala” pada frase berikut : a. antonim yang bersifat mutlak. Misalnya suami dengan isteri. antonim dibedakan atas beberapa jenis. jongkok dan bersila. bidang kegiatan. Kelima. Contohnya : kata gram dan kilogram. faktor nuansa makna. Keempat.siapa saja kepada siapa saja. Ketiga. menjual dengan membeli.3. kata “melirik” memiliki makna melihat dengan sudut mata.3.4. kepala surat c. Dilihat dari sifat hubungannya. Homonimi . antonim yang bersifat relatif atau bergradasi yaitu antonim yang batas antara satu dengan yang lainnya tidak dapat ditentukan secara jelas. Contohnya kata hidup berantonim secara mutlak dengan kata mati.

7. Dalam kata jendela. Burung berhiponim merpati.5. Contohnya “bang” dengan bank.6. tetapi ucapan dan maknanya tidak sama. atau (2) buku itu memuat sejarah zaman baru. Homofini adalah kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran. dan rumah.3.7. PERUBAHAN MAKNA Secara sinkronis (masa yang relatif singkat). Misalnya. Dalam homonimi ada yang disebut homofoni dan homografi. 7. Misalnya kesamaan makna dalam kalimat “Bola itu ditendang oleh Dika” dengan “Bola itu ditendang Dika” kata “oleh” inilah yang dianggap sebagai redundans. Ambiquiti atau Ketaksaan Ambiquiti adalah gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda yang terjadi pada bahasa tulis. tanpa memperhatikan ejaannya. 7. Homografi mengacu pada bentuk ujaran yang sama ortografi atau ejaannya.3. Hal ini disebabkan beberapa faktor. jendela dan pintu hanya bagian atau komponen dari rumah. 7. Misalnya kata “teras”. makna sebuah kata tetap sama.3. bentuk “buku sejarah baru” dapat ditaksirkan menjadi (1) buku sejarah itu baru terbit. antara lain : . Namanya yang tepat adalah partonimi atau meronimi.4. Teras yang maknanya inti dan teras yang maknanya serambi.Homonimi adalah dua buah kata satu satuan ujaran yang bentuknya sama maknanya berbeda. berlebih-lebihan. Contoh merpati berhiponim dengan burung. pintu. Redudansi Redudansi adalah penggunaan unsur segmental dalam bentuk suatu ujaran yang berlebih-lebihan. Hiponimi Hiponimi adalah hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain. tetapi secara diakronis (masa yang relatif lama) kemungkinan bisa berubah. karena dalam bahasa tulis unsur suprasegmental tidak dapat digambarkan dengan akurat. Misalnya kata “bisa” yang bermakna “sanggup” dan “bisa” yang bermakna racun ular.

lalu menjadi bermakna “B”. Perubahan makna yang “menghaluskan” disebut eufemia/eufemisme. artinya kalau tadinya kata bermakna “A”. Misalnya . dasi dan sebagainya.5. Perubahan makna secara total. kata “tuan” diganti dengan kata “bapak” yang terasa lebih demokratis. tetapi juga celana. perubahan makna yang “mengkasarkan” disebut disfemia. seperti sarjana pendidikan. Misalnya kata “sarjana” tadinya bermakna “orang cerdik” tetapi kini hanya bermakna “lulusan perguruan tinggi” saja. perkembangan pemakaian kata. Ada juga perubahan makna yang “menghaluskan” misalnya kata “pemecatan” diganti PHK. Perubahan makna menyempit. digunakan kata “tuan”. Ketiga. Kini.1. Misalnya kata “menggarap” dari bidang pertanian digunakan juga dalam bidang lain dengan makna “mengerjakan. Misalnya kata “seni” pada mulanya hanya berkenaan dengan air seni. perkembangan iptek.Pertama. perkembangan sosial budaya. Kedua. Misalnya pada zaman feudal dulu. sekarang bermakna karya cipta. adanya asosiasi yaitu hubungan antara sebuah bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain berkenaan dengan bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain yang berkenaan dengan bentuk ujaran itu. misalnya kata “Baju” mulanya bermakna pakaian. Kelima. sepatu. pertukaran tanggapan indra. topi. untuk menyebut orang yang dihormati. Misalnya kata “sastra” mulanya bermakna “tulisan” lalu berubah menjadi bermakna “bacaan”. artinya kalau tadinya kata bermakna umum menjadi bermakna khusus. Perubahan makan yang bersifat “mengkasarkan” misalnya kata “kalah” digantu dengan “masuk kotak”. Keempat. Perubahan makna meluas.5. MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA 7. Misalnya kata “amplop” yang berarti sampul surat dan yang berarti “uang sogok”. 7. Misalnya kata “pedas” yang seharusnya ditanggap oleh alat indra perasa lidah menjadi ditanggap oleh alat pendengar telinga. sehingga dengan demikian bila disebut ujaran itu maka yang dimaksud adalah sesuatu yang lain yang berkenaan dengan ujaran itu. artinya makna yang dimiliki sekarang jauh berbeda dengan makna aslinya. membuat”. Medan Makna Medan makna (semantic domain. semantif field) atau median leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. seperti pada ujaran “kata-katanya sangat pedas”.

Kata layar. Kelompok set menunjuk pada hubungan paradigmatik. Umpanyanya. . biru. bacaan. nelayan.3. Secara etimologi berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat . coklat. Selain itu juga harus hadir objek nomina yang memiliki komponen makna bacaan. menurut Chafe. kata remaja merupakan tahap erkembangan dari kanak-kanak menjadi dewasa. hitam. bahasa Indonesia memberi keterangan perbandingan. maka dalam kalimat itu akan hadir sebuah subjek berupa nomina pelaku dan berkomponen makna manusia. hijau.medan warna dalam bahasa Indonesia mengenal nama-nama merah. 7. dan merah bata. karena kata-kata yang berada dalam satu kelompok set itu bisa saling disubtitusikan. kalau verbanya berupa kata kerja membaca. Komponen Makna Makna yang dimiliki oleh setiap kata terdiri dari sejumlah komponen makna yang membentuk keseluruhan makna kata itu. Misalnya dalam kalimat “tiang layer perahu nelayan itu patah dihantam badai !”. Kata-kata yang mengelompok dalam satu medan makna. perahu. BAB 6 TATARAN LINGUISTIK (3): SINTAKSIS Sintaksis adalah bidang tataran linguistic yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika. sebab verba membaca juga memiliki komponen makna.2.5. berdasarkan siswat hubungan semantisnya dapat dibedakan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. dan badai yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi. merah jambu. Kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmantik yang terdapat antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. Untuk mengatakan nuansa warna yang berbeda. Kesesuaian Semantik dan Sintaktik Menurut Chafe (1970) inti sebuah kalimat adalah pada predikat atau verba. satu tempat atau lingkungan yang sama. putih. Sintaksis berasal dari bahasa Yunani. 7. seperti merah darah. yaitu sun yang berarti dengan dan tattiein yang berate menempatkan. verbalah yang menentukan kehadiran konstituan lain dalam sebuah kalimat.5. kuning.

Selain itu. Adverbia. tadi pagi (K) memiliki peran waktu.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS Dalam tataran morfologi. verba. yaitu kata penuh dan kata tugas. dibedakan menjadi dua macam kata.O. kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna.6.K. numeralia.K merupakan fungsi dari sintaksis dan juga mempunyai peran sintaksis. Kata tugas juga mempunyai . Kata penuh berkategori nomina. Kata Penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna. kata merupakan satuan terbesar. pakar lain Chafe mengatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat dan predikat itu harus selalu berupa verba. dan perangkai dalam penyatuan bagian-bagian dari satuan sintaksis. melirik (P) memiliki peran aktif. Keempat fungsi itu tidak harus ada dalam setiap struktur sintaksis. Sedangkan. mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi. Banyak pakar yang mengatakan struktur sintaksis minimal harus memiliki fungsi subjek dan predikat karena tanpa fungsi tersebut konstruksi itu belum dapat disebut sebgai sebuah struktur sintaksis.dan K Contoh: Kakek melirik nenek tadi pagi SPOK S: sebagai kategori nomina P: sebagai kategori verba O: sebagai kategori nomina K: sebagai kategori nomina S. Dalam sintaksis kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis. Dalam pembahasan kata sebagai pengisi satuan sintaksis. penanda kategori sintaksis. yaitu frase. Contoh: . tetapi dalm tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil yang secra hierarkial menjadi komponen pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar. tidak mengalami proses morfologi.Dalam kalimat seruan “ Hebat ! “ Dari contoh di atas.P.Dalam kalimat perintah “ Baca ! “ .O. Sedangkan. 6. perintah. yang tampaknya urutannya harus selalu tetap adalah fungsi P dan O. Namun. Contoh dalam kalimat di atas: Nenek(S) memiliki peran pelaku(agentif). atau seruan. Susunan fungsi sintaksis tidak harus selalu berurutan S. mempunyai kebebasan mutlak sehingga dapat menjadi pengisi fungsi-fungsi sintaksis. karena berpengaruh terhadap munculnya fungsi-fungsi lain.2 STRUKTUR SINTAKSIS Terdiri dari susunan S.O. ajektifa.P. kakek(O) memiliki peran sasaran. Namun. kata tugas berkategori preposisi dan konjungsi. maka fungsi yang muncul hanyalah yang menyatakan jawaban.Dalam kalimat jawaban “ Sudah ! “ . Ada pendapat lain yang mengatakan hadir tidaknya suatu fungsi sintaksis tergantung pada konteksnya.P.

) frase adjektifa.) frase numeralia. yaitu frase yang intinya berupa kata sifat 4.) frase nominal.2. Frase endosentrik disebut juga frase subordinatif karena salah satu komponennya. frase endosentrik dapat dibedakan menjadi 4: 1.yang. yaitu frase yang intinya berupa kata kerja 3.Frase Eksosentrik Adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya.2. 6.3.2. selalu terikat dengan kata yang ada dibelakangnya atau di depannya dan dengan kata-kata yang dirangkaikannya.) frase verbal.Frase Koordinatif Frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif. Contoh: frase di pasar Terdiri dari komponen di dan pasar Frase eksosentrik dibagi menjadi 2: 1.3.3.2.Frase Endosentrik (Frase Modifikatif) Frase yang komponennya bukan inti. ajektifa. yaitu membatasi makna komponen inti.) Nondirektif Frase yang komponen pertamanya berupa artikulus.1. yaiu frase yang intinya berupa nomina atau pronominal 2. Pembentuk frase itu harus berupa morfem bebas. Frase .2.3. 6.para. Berdasarkan intinya. sedangkan komponen lainnya yaitu komponen yang membatasi berlaku sebagai komponen bawahan. Komponen inti dapat didepan dan dapat juga dibelakang.kebebasan yang tebatas. Pengertian Frase Frase adalah gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis didalam kalimat. bukan berupa morfem terikat. Jenis Frase Frase dibedakan menjadi 4: 6. Contoh: sedang membaca Kata sedang membatasi makna komponen inti( kata membaca). seperti si. sedangkan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata berktegori nomina. atau verba.sang. yaitu frase yang intinya berupa kata numeral 6.1.dan kaum.3. yaitu yang merupakan inti frase berlaku sebagai komponen atasan.) Direktif( Preposional) Frase yang komponen pertamanya berupa preposisi dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. Contoh frase: belum makan Contoh bukan frase karena morfem terikat: tata boga 6.3.3 FRASE 6. 2.

4. ingkar.koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit biasanya disebut frase parataksis. Letak Klausa Tempat klausa adalah di dalam kalimat. Dalam bahasa Indonesia perluasan frase sangat produktif. c. Sedangkan dalam kalimat majemuk diisi oleh dua atau lebih klausa.4. Contoh: Nenek mandi. melainkan dinyatakan dengan unsure leksikal. 6. Sebuah konstruksi disebut kalimat kalau kepada konstruksi itu diberikan intonasi kalimat. Fungsi yang harus ada dalam konstruksi klausa ini adalah subjek dan predikat.sehingga urutan komponenya dapat dipertukarkan.1.2. Hal ini dikarenakan beberapa faktor: a.3. dan pembatas tidak dinyatakan dengan afiks seperti dalam bahasa-bahasa fleksi.4. Dapat disebut kalimat kalau kepadanya diberi intonasi kalimat. artinya di dalam konstruksi itu ada komponen. pengungkapan konsep kala. berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek. 6.3. dan keterangan. biasanya diterangkan secara leksikal. 6. untuk menyatakan konsep-konsep khusus. Selain itu. KLAUSA 6. modalitas. Dalam kalimat tunggal. aspek.Frase Apositif Frase koordinatif yang kedua komponenya saling merujuk sesamanya. Contoh: Gadis yang duduk di depan itu bukan cucu nenek. Perluasan Frase Frase dapat diperluas dengan memberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. seluruh bagian kalimat diisi oleh sebuah klausa. 6.2. SP Kalimat tersebut bersifat predikatif. Banyak klausa yang terletak di tengah kalimat karena disisipkan sebagai keterangan tambahan. Pengertian Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruksi predikatif. maupun interjektif. interogatif. perluasan frase dilakukn secara bertahap. objek. Contoh: Adik mandi. bahasa Indonesia adalah keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci terhadap suatu konsep. Klausa dapat menjadi kalimat tunggal jika didalamnya terdapat subjek dan predikat. baik intonasi deklaratif. Dalam perincian deskripsi ini biasanya digunakan konjungsi yang sebagai penyambung keterangan-keterangan tambahan pada deskripsi itu.3. jumlah.4. . jenis. b.

Contoh: Nenek sedang menangis 2.) Klausa refreksif Klausa yang predikatnya berupa verba refreksif. Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya 1.Berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi 2: 1. Contoh: Bumi ini sangat luas 4.) Klausa intransitif Klausa yang predikatnya verba intransitif.Klausa gadis yang duduk di depan disisipkan ke dalam klausa gadis itu bukan cucu nenek.) Klausa bebas Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap.) Klausa preposional Klausa yang predikatnya berupa frase berkategori preposisi.) Klausa numeral .3.) Klausa nominal Klausa yang predikatnya berupa nomina.3. 6.) Klausa verbal Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba.4. 2.4.) Klausa terikat Klausa terikat adalah klausa yang mempunyai struktur yang tidak lengkap. 6.) Klausa adjektifal Klausa yang predikatnya berkategori ajektifa.) Klausa transitif Klausa yang predikatnya verba transitif. Contoh: Ibu di dapur 6. Contoh: Bandelnya teramat sangat 5. Dalam klausa ini hanya ada subjek saja atau objek saja atau keterangan saja.) Klausa adverbial Klausa yang predikatnya adverbia. Contoh: Ayahnya petani di desa itu 3. Contoh: Nenek menangis c. sekurangkurangnya mempunyai subjek dan predikat.3. Contoh: Nenek menulis surat b.1. Jenis Klausa Jenis klausa dibedakan berdasarkan strukturnya dan kategori segmental yang menjadi predikatnya. Klausa verbal dibagi menjadi 3: a. 6.4.2.

ketika. Konstituen itu sendiri dapat berupa kata.. Klausa berpusat adalah klausa yang subjeknya terikat di dalam predikatnya. 6. sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat 2.5. atau yang sederajat. 3. Contoh: FN+FV : Nenek datang Kalimat inti dapat diubah menjadi kalimat noninti dengan berbagai transformasi.3. 2. Kalimat inti.4. seperti dan. 6. 6.) Kalimat majemuk subordinatif Kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya tidak setar. ada yang konjungsi secara implisit (tanpa konjungsi).2. yang menjadi dasar penting dari kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final. Jenis Kalimat 6. misalnya kalimat seruan. Namun. dan karena. Sedangkan. Pengertian Kalimat Kalimat adalah kata-kata yang teratur yang berisi pikiran atau pelengkap.1. frase.5.5. Klausa-klausanya biasanya dihubungkan dengan konjungsi eksplisit.  Klausa ini terdapat dalam beberapa bahsa fleksi seperti bahsa arab dan bahasa latin. Kalimat majemuk dibedakan menjadi 3: 1. Contoh: Aqra ul Qur’an artinya saya membaca al qur’an Klausa tak berpusat adalah klusa yang subjeknya tidak terikat di dalam  predikatnya.2. yang setara.) Kalimat majemuk kompleks atau campuran Kalimat majemuk yang terdiri dari 3 klausa atau lebih. meskipun. Biasanya kedua klausa dihubungkan dengan konjungsi subordinatif.2. yaitu kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif. atau.5.) Kalimat minor adalah kalimat yang unsur-unsurnya tidak lengkap.2. Kalimat verbal dan non-verbal .5. Kalimat majemuk ini merupakan campuran dari kalimat majemuk setara dan bertingkat. tetapi. 6.) Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya lengkap. misalnya kalu. aktif.5. atau klausa. KALIMAT 6. 6.Klausa yang predikatnya berupa kata atau frase numeralia. Contoh: gajinya 5 juat sebulan Ada istilah klausa berpusat dan tak berpusat. kalimat majemuk mempunyai klausa lebih dari satu.2.5.) Kalimat majemuk koordinatif Kalimat majemuk yang klausanya memiliki status yang sama.2. Kalimat mayor dan Kalimat minor 1. Kalimat tunggal dan Kalimat majemuk Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa. lalu.1. atau netral dan afirmatif.

) Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. modus desideratif ( keinginan atau kemauan ) g. Kalimat bebas dan Kalimat terikat 1. 6.5. Modus.1.4. aspek imperfektif ( berlangsung sebentar ) f. modus kondisional ( persyaratan ) 6. Tekanan adalah ciri-ciri suprasegmental yang menyertai bunyi ujaran b.5. Kala. 6. Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan wakatu secara internal di dalam situasi.4. modus obligatif ( keharusan ) f. Modalitas. permintaan. modus interogatif ( pertanyaan ) e.5. keadaan.1. Tempo adalah waktu yang dibutuhkan untuk melafalkan suatu arus ujaran. Ada beberapa jenis modalitas : a. Nada adalah unsur suprasegmental yang diukur berdasarkan kenyaringan suatu segmen dalam suatu ujaran. keadaan. modalitas intensional ( keinginan. aspek inseptif ( peristiwa baru mulai ) c. ajakan ) .5.5. kejadian/proses. aspek progresif ( perbuatan sedang berlangsung ) d. Modus adalah penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara tentang apa yang diucapkannya.4.) Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata/frase yang berkategori verba. Ada beberapa macam aspek: a. Kala adalah informasi di dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan. tindakan atau pengalaman yang disebutkan di dalam predikat. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan yaitu mengenai perbuatan. kejadian .2. 2.4.5. atau tempo. Intonasi Kalimat Intonasi dapat berupa tekanan. 6. Ada beberapa modus: a. dan Diatesis 6. a. 2.. modus optatif ( harapan atau keinginan ) c. Aspek.2. 6.3. modus imperatif ( perintah atau larangan ) d.) Kalimat non-verbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata/frase verbal.5. aspek sesatif ( perbuatan berakhir ) 6. Fokus. nada. aspek kontinuatif ( perbuatan terus berlangsung ) b. dan peristiwa.modus indikatif (bersikap objektif atau netral ) b.4.5. aspek repetitif ( perbuatan terjadi berulang-ulang ) e.) Kalimat bebas adalah kalimat yang dapat memulai sebuah paragraf tanpa bantuan kalimat lain yang menjelaskannya.4.3. c.

6. WACANA 6. diastesis pasif. yaitu bahasa lisan atau bahasa tulis.1. menggunakan hubungan tujuan didalam isi sebuah wacana f. persuasi. Dalam wacana terdapat konsep. modalitas deontik ( keizinan atau perkenanan ) d.6.3.2. menggunakan hubungan generik-spesifik dan sebaliknya c. Wacana ini dibedakan menjadi wacana lisan dan wacana tulis b. yang bisa dipahami oleh pembaca/pendengar tanpa keraguan apapun. menggunakan elipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat pada kalimat yang lain.6.4.b. dan argumentasi. konjungsi yaitu alat untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat atau paragraf. nya. Diastesis adalah gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam hal itu. Ada beberapa macam diastesis yaitu diastesis aktif. modalitas dinamik ( kemampuan ) 6. Selain itu juga dapat dibuat dengan bantuan berbagai aspek semantik.6. CATATAN MENGENAI HIERARKI SATUAN . modalitas epistesmik ( kemungkinan. c.6. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. yaitu: a. 6. sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. 6. atau ide yang utuh. mereka. kepastian. Alat Wacana Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif antara lain: a. ini. pikiran. wacana dilihat dari pengguanaan bahasa dibedakan menjadi wacana prosa dan wacana puisi c. dibedakan menjadi wacana narasi. gagasan.5. dan diastesis kausatif. b.4.5.5. wacana berdasarkan dengan sarananya. Jenis Wacana Wacana dibedakan berdasarkan sudut pandang dari mana wacana itu dilihat.6. menggunakan hubungan sebab-akibat diantara isi kedua kalimat e. diastesis refleksif.7. menggunakan hubub\ngan pertentangan pada kedua kalimat b. 6. 6. diastesis resiplokal. dan itu sebagai rujukan anafosis. yaitu: a. menggunakan kata ganti dia. menggunakan hubungan rujukan yang sama pada dua bagian kalimat dalam satu wacana. menggunakan hubungan perbandingan anatara isi kedua bagian kalimat d. eksposisi. dan keharusan ) c. wacana dilihat dari penyampaian isinya. Pengertian Wacana Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap.

Keilmiahan Linguistik Pada dasarnya setiap limu. Adam berbahasa Denmark. 1. Padahal seperti yang kita tahu. Dalam studi bahasa dulu orang mengira bahwa semua bahasa di dunia diturunkan dari bahasa Ibrani. Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolonggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Tahap pertama. pelapisan tingkat. ular berbahasa Perancis. Artinya kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedurprosedur tertentu. Disamping urutan normal itu bisa dicatat adanya kasus pelompatan tingkat. atau bagaimana cara membuktikannya. Tahap kedua.Kiranya urutan hierarki itu adalah normal teoritis. dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja. Bahasa-bahasa di Nusantara . adalah tahap observasi dan klasifikasi. yakni tahap spekulasi. Kebanyakan ahli sebelum perang kemerdekaan baru bekerja sampai tahap ini. Kalau ditanya apa buktinya. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Tindakan spekulatif seperti ini kita lihat misalnya. Semua itu hanyalah spekulasi yang pada zaman sekarang sukar diterima. termasuk juga ilmu linguistik. dan penurunan tingkat. Bahkan sampai akhir abad-17 seorang filosof Swedia masih menyatakan bahwa di Surga Tuhan berbicara dengan Swedia. tentu tidak dapat dijawab. tetap mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut. bahwa pandangan atau penglihatan kita seringkali tidak sesuai dengan kenyataan atau kebenaran faktual. maka orang juga mengira Adam dan Hawa memakai bahasa Ibrani di Taman Firdaus. Dalam praktek berbahasa banyak faktor yang menyebabakan terjadinay penyimpangan urutan. atau kalaupun dijawab akan secara spekulatif pula. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU 2.

menurut pengetahuan kita jika prefiks me – diimbuhkan pada kata dasar yang mulai dengan vokal maka akan muncul –ng–. bentuk merubah yang nyatanyata secara empiris ada. Artinya. ditelaah ciri-cirinya. oleh karena itu. lalu dikelompokkan berdasarkan kesamaan-kesamaan ciri yang dimiliki bahasa-bahasa tersebut. Umpamanya. Selain tiu bisa dikatakan ketidakspekulatifan dalam penarikan kesimpulan merupakan salah satu ciri keilmiahan. . kita katakan adalah bentuk yang salah. sebab masih banyak sekali bahasa di Nusantara ini yang belum terdokumentasikan. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Pada saat ini cara kerja tahap kedua ini tampaknya masih diperlukan bagi kepentingan dokumentasi kebahasaan di negeri kita. Tindakan spekulatif dalam kegiatan ilmiah berarti tindakan itu dalam menarik kesimpulan atau teori harus didasarkan pada data empiris. disiplin linguistik itu sekarang sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah. Disiplin linguistik dewasa ini sudah mengalami ketiga tahap diatas. yakni data yang nyata ada. yang terdapat dari alam yang wujudnya dapat diobservasi.didaftarkan. Kegiatan linguistik juga tidak boleh “dikotori” oleh pengetahuan atau keyakinan si peneliti. Kemudian dalam disiplin itu dirumuskan hipotesis atau hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada. Cara seperti ini belum dikatakan “ilmiah” karena belum sampai tahap penarikan suatu teori. Jadi kesimpulan yang dibuat pada kegiatan ilmiah hanya berlaku selama belum ditemukannya data baru yang dapat membatalkan kesimpulan itu. adalah tahap adanya perumusan teori. yaitu dari prefiks me – ditambah dengan bentuk dasar ubah. Tahap ketiga. . Seharusnya adalah mengubah.

sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa. Data empiris itu dianalisis dan diklasifikasikan. . karena bahasa adalah bunyi ujaran. maka berarti kesimpulan itu menjadi goyah kedudukannya. kebenaran kesimpulan deduktif sangat bergantung pada kebenaran kesimpulan umum. yang dipakai untuk menarik kesimpulan deduktif itu. linguistik sering disebut nomotetik. bahasa lisan adalah primer. Jadi.Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Kemudian kesimpulan ini “diuji” lagi pada data empiris yang diperluas. Artinya. perlu diwaspadai dan direvisi. suatu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada. dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut: Pertama. yang lazim disebut premis mayor. secara deduktif adalah kebalikannya. Dalam ilmu logika atau ilmu menalar selain adanya penalaran secara induktif . kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris. Artinya bagi linguistik. Namun. Sebagai ilmu empiris. tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya. lalu dari data-data khusus ditarik kesimpulan umum. Lalu ditarik suatu kesimpulan umum berdasarkan data empiris itu. linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. Artinya. sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. Apabila data baru itu tidak cocok dengan kesimpulan itu. maka kesimpulan itu berarti semakin kuat kedudukannya. mula-mula dikumpulkan data-data khusus. Kesimpulan ini biasanya disebut kesimpulan induktif. Karena itu. Kemudian sesuai dengan predikat keilmiahan yang disandangnya linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan. Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini.

yang berdiri sendiri-sendiri. disebut pendekatan struktural. Lalu karena itu pula linguistik mempelajari bahasa secara sinkronik dan diakronik. Pembagian atau pencabangan itu diadakan tentunya karena objek yang menjadi kajian . Artinya. Secara diakronik.Kedua. Secara diakronik sering juga disebut studi histori komparatif. Subdisiplin Linguistik Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. Secara sinkronik artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada kurun waktu tertentu. 2. atau sebagai sistem itu. maka linguistik mendekati bahasa secara deskripstif dan tidak secara prespektif. karena bahasa adalah suatu sistem. sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya. melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan. karena bahasa bersifat unik. maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan. Studi sinkronik bersifat deskriptif karena linguistik hanya mencoba memberikan keadaan bahasa itu menurut apa adanya dalam kurun waktu terbatas. Kelima. Keempat. karena bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu. yaitu yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur-unsur yang terlepas. maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan yang terlepas. karena sifat empirisnya. artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspek dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Lawannya disebut pendekatan otomatis. maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. 2. Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan. sepanjang kehidupan bahasa itu. Ketiga.

2. yaitu bahasa. Linguistik umum: linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. bahasa Jawa dewasa ini. dan sintaksis bahasa pada umumnya. Studi linguistik sinkronik ini biasa disebut juga linguistik deskriptif. Linguistik sinkronik/deskriptif: mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. misalnya mengkaji bahasa pada tahun dua puluhan. 2. maka subdisiplin atau cabang linguistik itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Pembicaraan dalam buku ini terutama hanya mengenai fonologi. morfologi. 2. 2. sedangkan kegiatan itu sangat luas. Mengingat bahwa objek linguistik. Berdasarkan objek kajiannya.disiplin ilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. . 2. merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusian bermasyarakat. Tujuan linguistik diakronik ini terutama adalah untuk mengetahui sejarah struktural bahasa itu beserta dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya. karena berupaya mendeskripsikan bahasa secara apa adanya pada masa tertentu. Linguistik diakronik: berupaya mengkaji bahasa (atau bahasa-bahasa) pada masa tidak terbatas. Dalam buku ini kita akan mencoba mengelompokkan nama-nama subdisiplin linguistik itu. apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus. Berdasarkan objek kajiannya. Kajian linguistik diakronik ini biasanya bersifat historis dan komparatif. Kajian umum dan khusus ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari sistem bahasa itu. apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik. 1.

Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata. 2. Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar linguistik sebab yang dipelajari adalah struktur internal bahasa itu. bagianbagiannya serta cara pembentukannya. lebih banyak membahas faktor luar bahasanya daripada struktur internal bahasa. gramatikal. serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Sedangkan linguistik makro yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor diluar bahasa. Berdasarkan objek kajiannya. Morfologi menyelidiki struktur kata. Sosiolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara sosiologi dan linguistik. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. 3. Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia. hubungan satu dengan yang lainnya. Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. termasuk bagaimana kemampuan . maupun kontekstual. apakah struktur internal bahasa/bahasa itu hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro (Mikrolinguistik dan makrolinguistik). Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya.2. Karena banyaknya masalah yang terdapat diluar bahasa. Leksikologi menyelidiki liksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspek. maka subdisiplin linguistik makropun menjadi sangat banyak. cara terjadinya dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.

. atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktorfaktor di luar bahasa untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya.berbahasa itu dapat diperoleh. Stilistika adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-bentuk karya sastra. apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistik teoretis dan linguistik terapan Linguistik teoretis: mengadakan penyelidikan terhadap bahasa. 5. Filologi merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik. Filsafat bahasa adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia. Dialektologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu. stilistika adalah ilmu interdisipliner antara linguistik dan ilmu susastra. Dialektologi ini merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik dan geografi. linguistik transformasional. Jadi. 2. 2. linguistik relasional dan linguistik sistemik. Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa. dan kebudayaan. serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. kebudayaan. pranata. Kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka. Berdasarkan tujuannya. 2. linguistik struktural. psikolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik. Antropolinguistik merupakan ilmu interdisipliner antara antropologi dan linguistik. Berdasarkan teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional. dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis. sejarah. Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia. 2. 4. Jadi. linguistik generatif semantik.

serta memberinya pengertian yang lebih luas. Sistem. adat istiadat. yaitu fonetik. fonemik. serta mempelajari pengaruh ilmu-ilmu lain. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu. morfologi. Struktur. Hubungan . 1. dsb) terhadap linguistik sepanjang masa. Jadi. memang mempunyai jangkauan hubungan yang sangat luas di dalam kehidupan manusia. atau subdisiplin linguistik itu. terjemahannya dalam bahasa Indonesia terbit 1988) membedakan adanya dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan-satuan bahasa. sedangkan relasi asosiatif adalah hubugan yang terdapat dalam bahasa.Bidang sejarah linguistik ini berusaha menyelidiki perkembangan seluk beluk ilmu linguistik itu sendiri dari masa ke masa. Louis Hjelmslev. cabang. 2. dan pengaruh pelbagai pranata masyarakat (kepercayaan. dan semantik. 3. hubungan sintagmatis ini bersifat linear. sintaksis. ANALISIS LINGUISTIK Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa. seorang linguis Denmark. Hubungan-hubungan yang terjadi di antara satuan-satuan bahasa bersifat sintagmatis. 2. Ini terjadi karena objek linguistik itu. yaitu bahasa. mengambil alih konsep de Saussure itu. dan Distribusi Bapak linguistik modern. namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. Beliau mengganti istilah asosiatif dengan istilah paradigmatik. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dalam bukunya Course de Linguitique Generale (terbit pertama kali 1916. atau horizontal antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada di kiri dan kanannya. tetapi dengan sedikit perubahan. atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa. 3. pendidikan. Dari uraian di atas kita lihat betapa luasnya bidang.

2. 2. 4. satuan kedinginan terdiri dari dingin + ke –/– an. bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter – dengan dasar timbun. 3. entah satuan kata. . 2. bentuk kedinginan adalah hasil dari proses konfiksasi ke –/– an dengan dasar dingin. maka analisis proses unsur (bahasa Inggrisnya: item-and-process) menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. satuan tertimbun terdiri dari ter – + timbun. . satuan klausa. Misalnya. Berbeda dengan analisis rangkaian unsur. tetapi juga berlaku untuk semua tataran bahasa. dalam analisis rangkaian unsur ini setiap satuan bahasa “terdiri dari . dan rumah-rumah terdiri dari rumah + rumah. bukan “dibentuk dari . Setiap satuan bahasa secara apriori diasumsikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung membangun satuan itu. atau analisis bawahan terdekat (Inggrisnya Immediate Constituent Analysis) adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur Analisis rangkaian unsur (Inggrisnya: item-andarrangement) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. Jadi. ” sebagai hasil dari suatu proses pembentukan. 3. . 2. dan bentuk rumah-rumah adalah hasil dari reduplikasi terhadap dasar rumah. “.paradigmatik tidak hanya berlaku pada tataran morfologi saja. Jadi. Analisis Bawahan Langsung Analisis bawahan langsung sering disebut juga analisis unsur langsung. satuan frase. 3. . MANFAAT LINGUISTIK Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan . maupun satuan kalimat.

maka mereka akan dapat dengan lebih mudah menyampaikan mata pelajarannya. secara lisan dia harus menguasai bahasa dengan baik. Manfaat linguistik bagi para negarawan atau politikus: Pertama. Bagi penerjemah. sebab bahasa. sebagai negarawan atau politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan. Pengetahuan linguistik akan memberi tuntunan bagi penyusun buku teks dalam menyusun kalimat yang tepat. terutama guru bahasa. kritikus. Tanpa pengetahuan semua aspek linguistik kiranya tidak mungkin sebuah kamus dapat disusun. merupakan wadah pelahiran karya sastra. sintaksis. Bagi peneliti. Pengetahuan linguistik juga memberi manfaat bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks. . khususnya. maka tentu dia akan dapat meredam dan menyelesaikan gejolak sosial yang terjadi dalam masyarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa. dan semantik linguistik. kalau politikus atau negarawan itu menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik. Bagi penyusun kamus atau leksikografer menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan. memilih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut. morfologi. sintaksis. tetapi juga yang berkenaan dengan sosiolinguistik dan kontrastif linguistik. semantik. dalam kaitannya dengan kemasyarakatan. pengetahuan linguistik sangat penting. pengetahuan linguistik mutlak diperlukan bukan hanya yang berkenaan dengan morfologi. sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatn dan kebudayaan. Kedua. sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya.melaksanakan tugasnya. Bagi guru. yang menjadi objek penelitian linguistik itu. Kalau mereka mempunyai pengetahuan linguistik. dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik. leksikologi. mulai dari subdisiplin fonologi.

2. Dialah orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema. Tahap kedua (tahap observasi dan klasifikasi) 3. membagi kalimat menjadi kalimat narasi. KAUM SOPHIS Tokohnya yaitu Protogoras dan Georgias. ada 3 macam jenis kelamin kata (gender) yaitu maskulin. sangat mementingkan bidang retorika dan membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan makna dan isi. definisi. rhema dan syndesmoi. feminin dan neutrum.BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK Studi linguistik mengalami 3 tahap perkembangan : 1.  Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya bahasa adalah pernyataan pikiran manusia  dengan perantaraan onomata dan rhemata. PLATO Dia memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya Dialoog. KAUM STOIK . Sedangkan kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu bersifat tidak teratur. ada 3 macam kelas kata yaitu onoma. konsep selalu bertolak dengan logika. Maksud dari sifat alami adalah bahasa itu mempunyai hubungan asalusul dan sumber dalam prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri (kaum naturalis). perintah.  ARISTOTELES (merupakan salah satu murid Plato) Menurutnya. Tahap ketiga (tahap perumusan teori) LINGUISTIK TRADISIONAL Dalam pendidikan formal dikenal istilah tata bahasa tradisional (menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik) dan tata bahasa struktural (berdasarkan ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu). Menurutnya juga. jawab. laporan. Sehingga dikenal sebagai studi bahasa. Pertentangan antara fisis dan nomos Hal yang dipertanyakan para filsuf Yunani apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau konvensi (nomos). Hal yang perlu diketahui adalah dia memberikan pengertian. doa dan undangan. Pendapat kaum konvensional bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos) yang artinya makna suatu kata diperoleh dari hasil suatu tradisi/kebiasaan yang mungkin bisa berubah. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI Masalah pokok yang menjadi pertentangan para linguis pada zaman yunani yaitu : 1. Pertentangan antara analogi dan anomali Pendapat para kaum analogi seperti Plato dan Aristoteles mengemukakan bahwa bahasa bersifat teratur. pasti. Tahap pertama (tahap spekulasi) 2. Mereka bekerja secara empiris. tanya.

dan vox illiterata. Petrus Hispanus. ZAMAN ROMAWI Studi bahasa pada zaman Romawi dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. praepositio. ZAMAN RENAISANS Dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. Nama huruf disebut figurae. Tata bahasa spekulativa. interjectio. Bahasa-bahasa Eropa dan Bahasa-bahasa di luar bahasa Eropa. membicarakan hal yang disebut oratio (tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai). b. akusativus. adverbium. verbum. Kata dibedakan menjadi nomen. Ferdinand de Saussure. antara lain analogi dan anomali.Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa. Tokoh yang terkenal adalah Varro. dativus. merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin. merupakan bapak linguistik modern dengan bukunya Course de Linguistique Generale. Linguistik Arab berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci agama Islam. membicarakan mengenai dictio/kata. Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan. Mengenai deklinasi (perubahan bentuk kata). dibicarakan tulisan/huruf yang disebut litterae (bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan). vox martikulata. Institutiones Grammaticae (Tata Bahasa Priscia) Yang patut dibicarakan mengenai buku itu : a. Varro dan “De Lingua Latina” Etimologi adalah cabang linguistik yang mnenyelidiki asal-usul kata beserta aslinya. Tentang kasus. dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae. c. yaitu kata benda. partisipel dan adverbium. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos.  KAUM ALEXANDRIAN Cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysius Thrax. participum.  Morfologi adalah cabang linguistik yang menyelidiki kata dan pembentukannya. Sintaksis. kata kerja. dalam bahasa Yunani ada 5 buah. antara lain : Kaun Modistae. dan conjunctio. ZAMAN PERTENGAHAN Dari zaman pertengahan ini yang petut dibicarakan dalam studi bahasa. vokativus dan ablativus. vox litterata. Bunyi dibedakan menjadi vox artikulata. genetivus.  Membedakan legein dan propheretal. sedangkang dalam bahasa Latin menurut Varro ada 6 buah yaitu nominativus. pronomen. Fonologi. Nilai bunyi disebut potestas.  Varro membagi kelas kata Latin dalam empat bagian. Varro membedakan menjadi deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris. Morfologi. pernah menjadi paus dengan gelar Paun Johannes XXI dengan buku berjudul Summulae Logicales. Dalam buku ini dibahas mengenai konsep telaah sinkronik dan .  Menciptakan istilah khusus untuk studi bahasa.

 Kedua. satuan dasar sintaksis adalah tagmem yang merupakan korelasi antara fungsi gramatikal/slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan. perbedaan langue dan parole. terkenal dengan teorinya mengenai fonologi prosodi. penolakan Bloomfield untuk mentalistik sejalan dengan iklim filsafat pada masa  itu di Amerika. dengan tokoh Louis Hjemslev. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA 1. Kedua.  Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa. menggambarkan tataran utama bahasa. 3. Linguistik Sistematik Di dalamnya terdapat pokok-pokok : Pertama. Aliran Gelosemantik. semantik dan fonologis. o Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonemfonem suprasegmental.kemudian ujaran itu dianalisis atas konstituen-konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatis.  Kelima. Semantik Generatif Menurut teori generatif semantik.  6. Dalam aliran ini dibedakan dengan tegas antara fonetik dan fonologi. adanya The Linguistics Society of Amerika. Ketiga. yakni banyak sekali  bahasa Indian yang diberikan di Amerika. struktur semantik dan sintaksis bersifat homogen dan dihubungkan dengan kaidah trabsformasi. 2. memandang bahasa sebagai pelaksana.  Tata bahasa terdiri dari 3 komponen yaitu komponen sintaksis. Alirah Praha. . Ada 3 macam pokok prosodi : o Prosodi yang menyangkut gabungan fonem. para linguis Amerika menghadapi masalah yang sama. tokohnya yaitu Vilem Mathesius. lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya. mengenal adanya gradasi/kontinum. 2. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran linguistik : Pertama. 4. Aliran Tagmemik Menurutnya. o Prosodi yang terbentuk oleh sendi/jeda.  7. perbedaan signifiant dan signifie dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Menganalisis bahasa dimulai dari wacana. memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. Aliran Firthian.  Keempat. 5. Tata Bahasa Transformasi Syarat yang harus dipenuhi dalam tata bahasa : Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut.  Ketiga.diakronik.

TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA Penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa. . bahasa persatuan dan bahasa negara. berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI). Atas prakarsa sejumlah linguis senior. baik dalam maupun luar negeri. seperangkat tanda relasional dan seperangkat coordinates. Verba sama juga dengan predikat dan nomina adalah argumen. maka bahasa Indonesia menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik pada masa ini.3. Tiga macam wujud teori yang terlibat adalah seperangkat simpai (nodes). Gema konsep linguistik modern itu baru tiba di Indonesia akhir tahun 50-an. Tata Bahasa Kasus Kasus merupakan hubungan antara verba dengan nomina. Tujuannya untuk kepentingan para pemerintah kolonial. Sesuai fungsinya sebagai bahasa nasional. Tata Bahasa Relasional Dalam tata bahasa ini dicari kaidah kesemestaan bahasa. 4.

.9: 8:- 88902 7.    %%#&$%   $% 4.2.314309-0781.3.3 14309  $:- 88902 802..9. 8:.39  /.9507507.8.39 /.3 /044 /.8.3 944 897:9:7.9.8:-88902 .9: :39: 202507:.3907/7/. .72.8..3 $8902-..3 04.549:8 .8.3 0-.  14344  2471414302  802./..3 203008.70-.09  8047..9: 88902 .  ...84.3 -.342508/.8 203. -..

 7.3 .9/.. 3:89 907/7 /.850718-07  /03.3.3/.: 43805  .5.9.: . ./ 203:7:9 07/3.9./.  805079 .5. /03.32.3.3 203.2-.79 89:/ 3:89 9.18./.9-039: .3-07.3  .7:39:3.. . -072. 3:89 24/073  07/3.7.2.0/:./. .7: .9..35.2./. -.3.3/:.9.-. 0802 208 9.79.. /./.-07:5.3  .3.38310 .79. 503079.- 0/:.3 . 3:89    $    ..3 /2 40 831.1.9.8.7  $0-..9.. .39  9/.3 89:/ 802.5.  8.3 -.3/. ..  207.2.3 .3 2. . .7 4254303 831. /.2.3.: .: 43805 .5.#0107038. 203.95:. 7.5 9./ 574808 7..     .3.$0-..30305:9802:.  .3439089:.3.3/.-8. 9. .9. 3./.9. .3/.:.2574808.3    % 03:7:9 /0 $. .9. 5.:88:70 /.3.9.:88:70 2.79..33.9.9. .2 /:3.2:8  . .3.7-.82022..3 /2 . 9. $0-:. 70107038...2-039:-039:.2-:9/05..2 8. 701070383.3/.3. 202. /.:.3.. .: 907.3/ /0 $...3/.: . :/.9../../.9./. #.05.. 805079 ..8 8.9.5. . 80-:.804.3.8 425488 . 80-:.:88:70 809.: ./.9: 43908  8. 2.  $0-. /8079. 5.793. 05. .2.: 20.3./. /.3.9. 503079.9..439089:.9 5.342543038310 .74254303831.2 ./58.3.2.98.2.  /.3:89 $303:896:0 907/7/. 0802 .3/ /0 $.08.3..3-07-0/.: .3 .3 -07././. /. 43908./.08.2. .. 08.3.9. /. 42543039:207:5.7.. .3::/3.9.9.7:82030:72:7/9:  .5:3 ../.39/.3.3  -07:5. 5.8  70/:5..343 70107038.35.3-:3 /.3 907/../. /.2 90473.

3 /2 40 80-:.  ./03.2- /.3-07.3.8 54891 28.3 2.3-07.9.9.3.2 2. 2025:3.491  .39:     .3.9.3 2.9.70107038.848. 9..7..91 .907. /0349.3 /80-:9 .3 848.-  -072.3.91.8:.8. . 0802 -0703.  .3.73.9.8 /. 0802  .9./. . 4349..9. 4349.848.2 2. 89.3  28.3.3 /280-:. /.  .7.3.3.3  8. .91/.5503:33.7-./.3.3..3  -084 .3.91 .91 9072.  4349.9128.3 -.. 7:2.3 4349.3 ..91 ./.3 /2 40 80-:. 2.91  .3. 20309. /./.3./.8 3097.9.3.: 2. ./.  543/4  0/.8 30.3 203.3 -. 4349./.9: 0 2. :7:8 4349.3-07-0/. 28.91/.70107038 .8 .7 2. 202 2.8 /03.33...91 8.  .3. /9073. 207. -0703.7.3 .3.3 /03.: .9.253  /.8.3 /03.9. /0349. 438059:.3.3 .9.5:3  .-07.3. .9.8:.3 0.5.:.::/  20../09.32022.3.3 /.3. 80-03.3./.39072.3 502-. 0802 90705. 8.3. . .848. ..3....3 /03.9.3 3..3.9.::/ 8. /03.5 .0349.3 2. .3../.3 .9.89. .9/.9.3. .202-07.3.  /.9.3 507. 9: /03.9.3 502-0/.  8..9.. 503:3:  8050793/.848.  ./09 .2.8..907. 7. .3 /.3.9../.1091.3. .1091 -0703.. 80:-:3./:.. .   0 /.438059:...438059:. -.2. .3 203.0702503     ./03/.7.91  8989.9.3.703.3  5.8.8.5./.9.5 . 8.848.  9.3-07.57427. /0349.34349.9.: -/.91 ..8.3 507-0/.3802:. -3.3 7:.3 .08.3. 2..848..9.3 -/. 438059:.3 :.3.3 .55.848./.::/ .  . -07. 202-0/..9: ./.3.9.1091  /.3..9.7 43908 .33.3./. . 8. 08. /0349. 907.5.8 . :/.3.703.3-.9: 2.. :-:3.3-07-0/. 2.3 /.9/-.8 3 /2.2:  ..9.3 /03.3. 2.3.3 2.3 .3 /9.8/03.3. 2.2.2.  8.8: /.848.0/:.8  .9.3  0 00./. 80038 -3.2-.9: .9.9/.3 503:3.9.3.. .8.3 /80-:9 .9.7..3. 4349.3 503:3.9 -0753/. .3  43/423:2  89.3 82.025..3 808:. ..9:  805079 80.. / 83  / 8./..3 /80-:9 .3. ..91 . 4.3. ./ 2. . .

 .39  .9.3     $3432 .2 43908 .9/. 203. 90780-:9 . . -::  2./42/.9. -0783432 /03.3 -0783432  803.3 802.3 907/.3 /280-:.3.3 . 2. .7  /.3. 202-. .3. .. .9.9:. 2.8:8 .3 -072..7 2.:7    #$ #0.4.3.3.9 .3.9..3..3 -.3 2085:39.90907.8 /03.3 8.  .9. 2. 2025:3. /42.3.3  20.9:.7 .8. 4394805079.3..3  808:3:3. .3 .8 /03. 2443/.2     .3. 8.7  80/.3 . .3.8. /42 . 2. / /.. 4.7 .848.3. 08.89 0.  %:9:52::9.7..3.3 2. .3.3708220303.3 2../.8.39/.3 0/4907./ 0. 89.3 8.43908...  !07-.-. :38:7 :38:73./. / :.3.3.3 2.9079039: .3.8.9.4.9.05.3 /03.3.38.8  .7 2.8.35./. . 2./. .//.3.-8.8 202 2. 9079039:  8.7.:.8. . 803/7  .3:.3./. 80.703.3 .3 9/.2 -/.2.: -074..     .9 /7.:  /42 80-. /.39 .2.9:/03.3.8 -8.3.3.9..8 ..3.7. /:. ..3.8:.9 :2:2  ..:5:3 7.2 -  4-.05.4 .3. :-:3.39.3202.8 2..47..89.39.9./.35. 207.. 9: 8:/..3 /. :53  /.491-0703.9. 202 2..8.33/03. -::.25.80-.5.3. 08.3.8 202 2.3 /03.3. .9:..3.9. .3./.390709.9.3 .43943.9./.3:.3...7 80:2. .2.3.3 202:.9:.3 .72. /90:8:7 /.507-.  -:: 5:9 ... -07.3./.9. 8.3. .7 57.  ..3 -039.9.2 .7.3-. . 9.5.3.9 8.3.. :38:7 :38:73.93.4 :39: /:3./.3903..2..3 . 0..8.8 -0781.3 -075.793.3 90709.../. ..3. . 08.  4394 /42 . .9.8 9/.9: :38:73.280-039. -.3.393 9:.8  .  -.3!07-.9.

3 8907  203:.9  1.39432 .9..3 :.20.7.     39432 39432 . . 8. ..9-0707.4/:3.3..: -077.9/03.3 -.5./..9  0/:.7.3.3 .39432.380.8 /:3.. 9: /.3/. ..7.5.:.3!079.8 .3 4394 -.9.33.9.3..9.8 .3  09.340 8.  02.:3..5.5.3.3.9.  .5.9 /9039:.3 :.:  /:3.3 8. .9: /03.39432 80...3 92:7  8.28...9.5.2 1.3-07503079.2.3 .7. -09.9:  8.38.3.9:.897.9 70. :.9.9 :-:3.83.9.91 . 05..3. 42.9.39432 -:7:  .  :39: .3. /:.32:3.3 . 3/4308.  1.4.3 2. :..9.  0/:.33.39432 ..3  8. /:3.5 902.3.39432 .9..  1.3 802.9..3 802.8 -.. 8:.7. .947 848.3  ::-. 0.9  202 2.7.3 . 8./0-.3.7..3../..7.39432..9.9.9.9.3.3 . 2:9.. /:5 -07.39. -07.3 .203.35.3 ..5.3-0781.39.3 0-.  43943. /03.3.2.7.9.3 203.39.. . 8. -:. ::-.7..39.  8.. 8.3  /03.2 0.3 .9: .7. /03.781. 2.9. .9.947 .3-0-07.3.8.3.  1.33.9: . :-:3.8 42.947 3:. /.3 .3 !079.3 .:2:2 .3 80. .39/.. 8.3.970.  003.7.3 -03./.39 . 9/.. /:3..::7..3 2.3 08.3.947 ./.038 .9 2:9.9.3 /.9.39432/-0/..::2:280/.8-0-07. 8:7.  28. . 8.9/. /03.2 /03.3 .3.39.3 0.843. 203.39 . 20.947 01472.  4394  -09: -0783432 /03.32.9.7  09/.38:/:92. 2..3/. 2.. :-:3. 207 2022.7.3/.:2:2  09.3 80-.  -/.2.... -.703.7:8 /8079. .  .7  -.3 /:9  0025.9:. 8..3 /.3 -0781.38./.3  8./.$3432 .3 907.947 .3  8.3 202-0  .9: /03.2.3. .3 -0781.1. 8.

7 43943.9. .5 :.9:.3. 7.9:.3 . ..7803.3.3 2.8.2  02. 8.28. .80-07:9 .35.0025.8.8.47947.-039::.7.807.3 /03.9.3 -8.3 -039:3. 2. 5. 907.9:.02:.8:7.3.3.-07-0/.347.2.9:.39./.0-/.3 2.3.  8.202507..3 -07.39432.3.8  %07.7.38.7. ..7.394322. /:/:  9/:7  9.3 .907.3  4247.3./.2.2/.3.3. 8. /./.33.3.33. 08.9: 8. -07/7 -07.9: 4394.3.3.5  434 /.3 /. 9/.30-/.. /:.39432.3 .3:.39432 /03.78.8 .3 4247./.: 07..32. -8. 8. 05.1203.3.9.39432...    42432 42432 .3 9../.2.:3:.32022.3. ..3.3-.2.7  .7.:0.2. -. 05.. 8.3 :.7.9 .9. 909. 43943..3.9. -:.3-072.3907..:5..9. 39 /.9.3 -078.     !4802 !4802.9..3:5 /.3-0781.9:  8..9: ..1  42413 .9./.7. ... 8.7.3947 - 05.3 /80-:9 424143 /.3:8.3 -072. 17..8./:..9.32025. .2-     5432 .5.30. 05./. .30/:.3.3.78.9 . / 05.3-:3.1.20.39432 9:-07.9:.2 42432 ..9.

 9/.2-/.  /03.8.39 /03.9 /9.:207432     2-6:9.3.3 -8.38 #0/:/.3.7..  -039: -:: 80.3.3 !079.38 .9.3 ...9  2.3 2-6:9 .  50702-.7.91 .3 7. 9: /903/. .3 5079./. -.9.3.3..7.2 .9  /:3..9 .3.3.3 . 9:8 :38:7 8:57.3 /.3 70.3.3 2.2.3 10:/./.2 -.3.7.7..:7. .7.7..5  /. 5.:-07:-. 8./.980. ..3/:3.3.2 -039: 8:.:-:3.3 -:7:3  :7:3 -075432 2075. -:/./. 837438 2.2.5.98  09.2 2./3.38 -070- 0-..3-. 9:8  . 907.3/03.  .9 4...2-.703. 0. . 909.. 0.2.2.87.3  0/:.3. 9: -.9. 9:8....5..3.3 8.3 . . -072.9. /...3. -.  2:.91 83..  8.3..3. -...  . /.203.9.3 848.5 8.3 907.3  .5432.3 -070- 0-.7./.9:/903/.8.3 /03.3 .5 80. -039: :..7.39.9.3.3 .-.8.3 70.7438 2.3.3.9.. 3 /80-. 909.-039::. .9.2.. 9:.7.  50702-..3802.9./. 5./ 5. -./.3  4394 2075.3 . 40  3.3 /472. /. /::  :39: 2030-:9 47.9.  02:33. 203.9 /. 9:.2.5.3 4.3:.3  3  . 03/0.: 4254303 /.3  /.0-/0247.802039.3 -07-0/.5.. 20307. -07:-.3.:  -::9:202:.  .947 .80-:.2.3 202-:.3 590  8. 503:3..3 203.3 ..3.5.3.32.7:  /.8./.9: :.39.3 539: .3 -0-07.79432.340 . . 80-:.  8.08.9  . /.7:     #0/:/.3.9.  50702-.  539:  /.3 7:2./   -:: 80.9  8.. .3    !#& $0.3..3.5 80-.3 ../-072.7.3 :38:7 802039.:5 /.3 502. /. 03/0.32.7.-. .2.8.:09.7 -/.9. /.9 9.897. .2 .9 -075432 /03..3 .32.3 905. 70/:3/.9.8. .9  .7: 907-9  . -.1.7 7:2. .3/.3 .9.9 907.3907.187.39.2.

59.. 808:. -072..: 9.3 .80-:.3. .3.3507:7:..8:49. -072.8.3. .3.-072.7. .9 203.3808:.. 803 5.507.3  /.9. 507:-.9.9: . .0.8.3.9.3 /02..9  5079:.3.3 203./.540.0025.3.3  !07:-.  9.:.798. .39.3.. . 2030259  .3-039::.3.:. 203.7. .9: ...7.  !07:-.5 3 . :8:8  8.3 .7803  80.3 /2. 5020.3 2.9. -072.3 .7. 805079 5.39 !  !07:-.3.9:  945  /.793.9. .8:/ .: -07-0/.3 -0703.3 -07./. 8..3./.3844 !07:-. /80-:9 :.793./.7.3 2./3.32. . .3 9:  803....  .3.3.503//. 80.3. /./3. .3/03.3.3  28.3.7.9::-:3.8.3 :.. :2:2 203.3  28.3 .3 2.:8.:8.3. 20:.9.: 9.3..3.39:/03.9.7.3.3..3 2.3 9.3.3 /03. 5.3 2. .  /..3.. -072.3..540. 50/.3 -072.3.2545  .3.3.3 9: 2.7.3808:.3  909.3 2.7:83.3..7.32. .3/03.7.:203.  . /03.3-07. .8  .. 8.3.3 -0781.07/  909. 47.3-0703.. .  805./3.9/.3..25:8:7.848..3./ -072. !07:-./.9.3 .9:.3 /80-:9 0:102.9503/03..3 3/7.-0703..-039::...7.793.//9.5 :.3 -039: :.7.3..: 2:.9.393 8.2:.3 80.3.79 :.9.9.3.7.3 -. /9. /03. .3-0703.3.83.7.8 /. 949.3. 8050798.3 .3.3/03.7.3/03..9.3 9:  8.3.3 203../-072.3.8 .93/7. ::8.3.3 /2 80.. ..3/03.8  02.7903.950/.3.3 80-. 2.  8.8.5.3.  28. .

3 0-:/.3207. 203.9.2 -.9.3.2  &39: 203.. 202-07 0907. 8.3  805079 207.. ..: 70. . /.3  802..391 10/  .8.3. 207.3. 20/.3 2.9 :38:7 08.9  -7:  .8 /. 80507..3. 802..3 2. 3.703. 0/. /42. 3/4308.38.3 -.     !     0/.3.3 3:.9..7..2 .  . 3.2-.:  :33  5:9  9.3 .3 -07-0/..32.3 08. .3 .3.39.3..2.7.: 20/.2 802089.3 /80-:9/8102.7.73.  . 9079039:  8.0:102820 507:-..8.3 203.3 .-..4.8.3.2..3/3. 3/4308.3 -07:-:3.  -.2-: /.73. /.3 507-. 207.7 -/.3 /.3. .9.9. 20303./.

/./780-:.9.3 .9 .7.33:89.9: 8.::38:7 :38:708.9 .88.:..07-..3423.7.3 203039:.7. $0..3/8:-99:8.3 202 4254303 2.3. :-:3.3 ./..3 20/.9.39 ./7..9. ..3 /.9.2 .- .3$39.8.2. 5.. .5..9 ..-.79/03.9 03:7:9 .3.3 5.3.9.3.2.3.9: 9025.3  &25.3 907/. ..9.7 507.39.  2.32..380.9:8:3. -.3$02.3 207:5. 570/. -07:5.9..3:8.3     %%#&$%   $%$$ $39.: .. :-:3. .9903 .39.3  80-. ..3 839.7:8 .     4254303..3 /.39.7 .703.  203:7:9 ..2.2./...9.. 207:5.: 7.3/./ /0.9.2.3 ..3 8.3.5.8 203:3: 5. 202-.3-0742543032. /. .3-07.3 9: :.. .7.10  .2 80-:.8.2. .. .9./.3..3 ..3.3.9. .702./7 4-0 3423.9.  04254 809 203:3: 5. .3 2.9.9./2.3.:3..3 809  44.20242543032..3 0..8.3.5 0702-.. .39.2.2 8.2.07-.3 20304254 /.2-.  .3 43899:./.9.3 .: ..8..07-.28.8 /.2...8 04254 20/.3983.:/. .9 :-:3.:  30.8.8:-0-07:5. 07.3./.:30.9:042548099:-8. ./.3 44.8.8  8.  -07/./843.7-.88-07../.3 .3./.07-.2 8.780:2.. /..9  ..3 -.3 802.9 9: . .9 /-0/..9.7.. -...97.07507. .-/. 203.39/. $39./.3/240809.5. .9.3-07.9 .9.: 3:3.9.9:     0808:.50.3 202-039:080:7:..9: 44.39.9: 20/.9.3.9  . /.10   39 80-:.3 88.202-..3  /..42543032./80-:99.9./.9 9.9./.907/7/.3.3.39: 5.

3570/. 80-.2:3 .703.1:38.88232../.9:1:38839.7./.: ..507.9.2.-.88 .3.2.7.2.2025:3./5.88  /.2.31:38/.3 $0.3. .9047.90473423.52:3.3-078.3 $:/.503/.3 9..35.9.9.80-:.9..2809.3.07-..8:..3-07..7:880.38.3   %$$%&$%$$  .2:3 5.9 .8.2.0 202507.:3.9:  $:8:3.  .:807:.7:907./.-.2...1:38570/. .33.1:38 1:38..  ./79/....5897:9:7839.7:82021:388:-0/.350393/.1:38!/..90473423.350././...:-07:7:9.3  0025.3203.2.3 9.-07503.3..:909.5.8 2..9807:./04254.0391 207 ! 202507.9/80-:980-..79203025.91:389:9/.88907.88 .3  /.:.5.9./.2 897:9:7839. $! 207:5.3-.. $!  $80-.3.9/.  202507.9..9   $%#&%&#$%$$ %07/7/.3 0-.90473423.9.7:880...7.31:38839. !80-.32:3.7..3$ ! 4394.1:3890780-:943897:89:-0:2/.:.439083.88.3.:7:9..  4394 .703.3 203.889/./5..10203.9.3203.8 030 $ 202507...2.9.99:.3.7:880.897:9:7 839...9.2.3  50739.9.9..950739..5..90203025.3:.:-07:5.78:8:3. 203.  .9/.3. .4394/.25.3570/.9..09244-07.9  . 80-..3..3897:9:7839.88/..3 4394/.9.9..3.35.7839.020730309.2.5...2.9.3$ !  .07-. 8..39:3 5.7:8.7.91 .3839.

3/.   #$    !03079.3 .317.88..//:.9.9.8. ..9..390-.9. 9/.9:. 2025:3.7.3-07./.80.9 !02-039:17.2 .247102-0-.507..7.3./  7091 !7054843.38.9..80.9.02:33..9..78.30--08.3839.5705488/.3907-08.. /-0.9.7.3203..74254303//.9.80-.. .9.    0387.7 ./. /.50388.9.39070..07-.3 -.9..343:38 .203..9.9203.247102907.  7.808480397 /.32:9.88 /-0/.2.3.8-07.3.9.88.7.90473423. .08.9..2022.9:.2574808247144  .5/.38.8.207:5.203.7:8-07:5.9:1:38839.503:/.: 839.503:-07..0-0-.809:.8.2502-./50381:38 1:38839.3080:7:.3 .9.80. 08.33.9:.7. 2..3.2.  .3.38.33. -07507.34254303 42543033.9.07.8 .9. 3:207.9..803.80.9.3 839.3.3.37.:907.5./     7.2503.8 80.7.0-0-.80 .3./.. 2025:3.9/.3.380.9:.3.3203.7 909..2.380.380-..90475705488/..3/03.3/7..://05.9:./..50381:38839. $0.9:..9:.3839.-07:5.207:5.9047839.9:.8.80/5.29.35.!03:..8.3 4394-:.7 7.3.3.3247144 ./03.380.3.9:.9.. /.17..88 503..9.8008480397/-.9:.8 -:.-4.2574808 247144 $0/.2839.9:.8:..9/03..9/.88.203.33.091.90473423.29.3:39:203.07-.247102 907.39:  2025:3.3-.3/.88  $0/.320388.3..9.80 7. .88.80/-0/.33..88  .  439417...9:17.8.3839.2.2025:3.3-07:5.:04254.../.3...342543035079..-:3.-07:5.34254303 0/:.9.3507..99./4254303 502-039:8... 2.703..9.80 7.8.88//.2025:3.88 /.7 %07/7/..9./.9  439417.80-0:22.

. ..:5743423./.80 7.3393.. .3.07-.805.:2 80/.7:808:.9574/:91 .80447/3.342543035079.2-.9:.9..:80-.:04254./091.  7.-07:5.5. :7:9.3.3/4308.9.3393. .3202-.9/5079:.3 80/.3 425430339/. .3. /03.8.: 80-.3 .08589-.8.     7.1.80-07.80/.07.7/:.507:.80/.202-.342543030/:.091. 43/7091 7.3  07/.80.34254303-..9.-0790473423.:17.9.907/7/.3202-.3..3.4254303.30/:..3.7.3 8.7.9:17.9/.3..4254303-.703.34254303502-039:3.9.81.9:17.3 -0-07.8.5.91 7.17.3202-079.80. .803/480397 7. /80-:917.91..  17.3/.3207:5.33917. .7.8054891 7.8003/480397/.9:202-..808.91.3.8.34043:38447/3.9.703.9.-:.8.. .3/.79::8 805079 8 8.9:17.3.8-07..      7.203:3..-07:5.-07:5.343805.37.3203..  17. .9:.3/..8.7.9:4254303.3393..3202-...7.3 5.-07:5.80.9/-0/.8..380/07. 803. .9.9.80.:503079.80.33.2-.5.339 .3:207. /.80447/3.8..9.3..5.9//05.:0-.9: 42543033..80.8/03..4254303.82.80.80.82.803423.34254303.5.8.3.25. 17.9  17..80.425430339  439480/.3393.07-.3423.3.9.91..3  .317./  17.3393.:.9. /-0.8003/480397/80-:9:.5./.9/507:.39/.-07:5.4254303 .3/.3     !07:.91  7.9..80 447/3.88      7.2..34254303.9.5.9/:-:3.343:3880.91 7.9.808:-47/3.342543033.9.9.-07:5.947 ..3/9.804/1.2.803:207.3207::808.425430339 .2.

2.3943..3/:/://05.:.3...3/087583-.9..2.3 43:38./.3.3 -071:3880-./3.9.380-.3502-.2.  $0.3 :38..0507:.8.43897:89:/-07.3.3.2..3/  $! .58:.3/4308..2.:05.9/84080-:.8 .4254303 -07:5..2-:30907...3 570/..2.9./.3./.317.5.3:39:202-07/0875880.:0-...:3030  .9.9.:8.7.80./907./.7:8.92.91  $0-:.98:-0/.243897:89:.8. 3.390709..23./.3 /3.5.:8..850 038 :2.3/  .80/....3. ..  .3 .2.08.:05.703..9.88-07:5.:8./...:8.2.3.3/03.9.7:39:9.8..343805.9/.8.43897:8/80-:9..3./:3.5.9.:.8:-0/. -..2.3:38:7008...99:3.3/.907/.2.7....3.9. .3.9203. -..2-.9.9 -.9.3  4394.35.02:/840/:.2.0907.9/80-:9.2.:8.91 ./.243897:8./885.9  4394/2. $0/.8..5.570/.9./.:8.//.380-.3-071:3880-../8..5  - 503:3.: 3030  .380.3.9:.9 .91 39074./-073943./8.3.8.3 9.3. 24/.9.2-.. 907.2...343805 43805:8:8 -./89:-:.7.:8..2.990780-:9-0781.18805079/. //.3 .7 /.3/:/://05.3./..7.9./.9570/.8.108 20./.39:-:.3.3/03.3570/.8.:17.//.3 0907./903.793.9075073.9  43940302.-079.91 2.:8.25073./.. /087589:    &$    !03079.3/885.39..3..3..3 0907.:8.. %025.3 3943.3839.8..2-./.2.8 /0..:380.:5:33907091 .9:43805 .99:3...8:-0 4-0 /.30/.3.  .-0743897:8 570/.39: 507:.8 9/.503.:8. 80:7:-.9     09. :39:203..3.

9047:38:7802039.:8./-.9047.:8.9 - ./..203.8.93..      07/.3.3.  4394.2.3570/.7017081  439403080/.:8.397.38 .509.:8.:8..07-./.-07.3570/.  ...3891 .:8.:4-08.39/.-07:5.8.3203.:8.:8.8:-08.3570/../ .907.93.3.7017081 .93.:8..93. .:8.907..3.07-.. .5  .93.:8..3423.3570/./.07-.3891  4394030203:88:7..../ 570/..:8...07-.9.897:9:7.3897:9:73.3203.:38:7 :38:703.9   .3 :7.32025:3.32025:3.-07:5..9047802039.-0-./.:8.3891 .3-07/.3203.07-...97...:8.:8.8.7.:8.2025:3.3897:9:73.-0-.3570/.3203.07-.33../091.03.9:  ./-0/..38.9 .8 .   038.3423.9..9.3891  4394030203./  ./.3..:8.93. ..7.07-.8.5  80:7./570/.397. .:8.97.3570/...38  .7.3//08..93. 038.:8.  .      07/.:8.:0907.3.8:-0/.:8..:8.../-0/. .

2570/.38:-03.9..39.8.9-07:5.8.3.:8.9.07-.43899:03/.7.813../.2-0-07.:8.2..3 /..33943.203../.91  4394 '030/.93.3570/.93.2.80-07.9:.93.8.108805079-.:8.3570/.9  .....8.:8.. .    %    !03079.9:7.:8.. .3/-039:/.-075:8..202-..9/:-.3570/.91 .750393/.907.:3097./.:.303..-075:8.9.:8.89.2.:5003.5:7  .8.  4394:238.2.7.:.7. 17.//.3-07857./.93.3 .9.     038.:8..8  .3:207.9//..-.7/.5.9.172.3907.:8.93..:8...9./.9/0.07-.5.9:.9/.9.2.  .907..:8.2.9/.9 .9.3./..3 ..2 570/. .93..803:207.3.3.5../.9     .9  .2.8  ..38:-03.-/.2.80 .091.-075:8.3.:8.3570/..907.980-:..91 .  43899:039:803/7/.381472.5 -0781.5.:8.97.98.3 203..-07:5.-07. .9.7.3.9.8.9.9.:17.9.3.6:7 .93  439467.:8.:":7 .:8.-075:8.934339/03.9047.5 .939/.3907/..:8.2.  4394.3-.  4394.57054843.17. .9//.939 ./.39.90475705488  4394-://.3-07-...9/.-07:5.9.9.3/03.793.

9:.92.47/.9  .02:.78.3.3203.99:3.9.9.: ..-.809.3/03...38.3.:8.3.9      .3-0793.3.07-.: 909.2./  .5 80:7.3809.3570/.907/7/.02:42508.7.91 .:8.92.3.91 28.99:3.92./.3907/7/./:-:3.3.0-/..2.7.9807:.3/03.: ..:. 2589 9.02:447/3.-07:5. .2.47.7.2.9.3.7./.3:-:3.9 ..25:7.2.3570/.02:.380/07..3.3.2.2.7.9./:-:3...02: 2025:3..9/.3343 .3 .    .2. 0/:.:8.02:/-0/.:8.:8..  .5 28.9: .20289.7 .   .02:809.93.07-.2.8.2.. .3.:8. $0/.:  09.9.2.3.3../.2..02:. .2. 202:38:78:-0/.02:3 207:5.92347.3 .3.:8.3      .3:38:7 :38:73.03.3.92.33.92./.2.:8.2.92.3/.3 :7.39.92./.03.2:3 .3. ./..35.3.9.2.2.2.92.2.9.92./..02: .91 .02:8:-47/3.92. 2085:3 /.343:38 08589 805079/.9:8.:8.92..9/.25:7.8.92.2.9.3.92.92347  .07-.7..2..2. .2...9.9.3 .78.343:388:-47/3.703.343:3880.:8.2.:0- .5 .43:38   .

80./.9.07-..9343 .93.3.9..2.07-..-:.9047.17.3 -07.3570/.   .2.

9 3943.9-07:5..9.9-0-.80-:.   .5     3943.9907.39:.5.2.90.80.3.19.7.8.:.9-07/7803/780-.32030...:90254  .07-.2.2..3 03./.5./.17.5.7.9.7.2.39/.3.9  .2.9202:.2./.5./.2.3 3.9-0-.35.8.9907. .3.8/.9.3/..33. -.2.8/.3.9.      .8.9.

91 50739..1.9.:033..289:.9:.9.-:3:.3...3  .:02..7.5.3 8502-.503.187./.:.3  0 24/:84-.8 0.3.3:39:20.9.91 033.38:.303.3/:.7.91 .802039.28:.7.58448507-:.3/-:9:.9039. %0.3502-039:. 4/.5.:3097.9: 80203/.  - 24/:8459.7:8.24/:8 . 24/:82507.7 .5.9.33..3  1 24/:8/08/07..3     4/:8 850 .91 0./.3/::7-07/.3 0.38:.3.9088     4/:8..:.3.7..3  / 24/:839074.9..3.802039...54-091./.7./.. .38:..7.:39:202...39073..2-.9:.3. 5078.5.9.7.:38:78:57.-0-07..3      850.9::.7.3./.8.3.7.91 5079. 24/:83/...8 4:8 /.3..3  .3.9:80./..3.3203:7:99. /.3203079../ /./.3/.9..91 -078.7.73..7.8.78:57.7:8 :./.3   24/:843/843.3 - %0254.

507-:.38:380-039..  .9.3  0 ./.3/80-:9.2.9.9..7.3//.-0-07.31472.3203.3.91 507-:.8.8504393:.8//.9.9.8505747081 507-:.850808.38:3  / ..3 50789. .9.3 /.3907.3 0.9.9      4/./.3..9.5.5.3 :.9.574808 /.7      ..3 93/.2.9.907.9...3/.380/.3.8507050991 507-:...:503. /...03824/.91 507-:.2.9.9:20303./.38:3  - ./3..7:2:.2 570/../...9:907.38.3.-./-07:.850 .8 .2.-0-07.85025071091 -07.3.850380591 50789.5..3907:8-07./. 507-:.3 0.3/-.7.0907..3-07.2. .9.3-07.3203..7  1 .2.5 502-.2.

3:-:3.8/3.9..3 /.8.91 /..3  / 24/.303.3.3/.3.9..5.30.8.507.207./.-.89088.9...3-../..9. /.3.89088.2.:.2-.5.2...25:.80589082 02:33.3 05.2 ... 033.3..8..3-.9 43805 . 24/.2.89088 70854.:907-08.3 503/03.9079::5.3.89088701081 /.3 .3  ..37.7.9.90793.9..9..9803..:508079.3 507239.2 /.3..7:8.890885.3:9: .:502-.9.9. .3507-:.3203434.7..91        !03079.39:      .89.7..907/.3-8.:50703.2 02.-0-07../5.3.5 803../.50.39.9:/..3      4:8.:38:7..9..3/02:.9.:8.9.77.89088.9. 24/..3 57.2.240 502-.7 ./.3./.38.81 /.3.89088./.3 ..:/0...9:.. 207:5.9:.9/03.3  - 24/.2.2.8/0439 03.2.3/..9: /.83903843.

 .3.3  $0.9.3./.9/.80/:.3:-:3.3. 3 /.9..97..3-...5..7::.9.9 / 203:3.5:3     .3//...380-...2..3:-:3.9 ..9:.3..5.-.3/.503/03.9 0 203:3..9..3.-.2.2.79.9.9.2880-:.2.30588.:5. 3.:.3....3:39:202-:.39::.3...2...9.39:..39 .7.5.3..3.7.7.38.7.35.3/3.9/03.3.3:-:-3.3.35.30307 85081/.39/..7.3-.2.3-.3:-:3.1488  .2. 43:38..39::.07.. 2070.3:-:3. 203:3./ 4081.9/:3. 203:3.3-07-.3.2..3.9: .80/:.203.39./.9.39.3. 203:3. .9:503.9:39:203:-:3...1  - 203:3.980-:..5.39:80-./.3 -.380-.- .. .9 - 203:3.9/-:.35079039.3507-.3.9 5.3 .0/:..3907/.850802.3..

.9: ..9 /.:7:9..8.3 8..99..3.307.9.91 793.8.5.:/9..58.9 /.947 .31..  .3850:.:-.3.7.8 /.3.8.9.3 ..8.3/..3503:7:3.:-..3/..39.393././-0/.5.3.303.7.2 -/.3.37::. ...780507920.2-0825:.39..550702-.3.5.:5:3/.38.7.73.5.8.3/..72.9:-.:..//::340-:9 -:902578/..3.35.9: .3..3.9    &$%$&   02.3... .-.38:/:95.53502-.39.9. 9..383..     038..:.7.5850:.9...9:/.3..3472.5203.7503. /-0/.3.79:..7.50325./.8073.3907.9180507939.3/03.7:2039.380-.: -..253:7:9..-....32030-..3..809.-07/.3...320303.-..915:..8.2.9.9 . .808:.7503:./..3.8 .90-07-.3.1.9:8 ...8.33./.9..-...8..9:-8.3. 0825:..9/.202-:9. 3/-0/..39:/-:.52: 9072. .9-..5.3.:503.3/03.3.3.9.3.35.3.8:850425.3 .28.9:. /.3.3./.3..9. 57480/:7 57480/:79079039: %3/.9:8 - ..8.5:8 .5850:.3.3.3.3-.257. ..2:3:89 909.55079.8  085488 5078:./.1/::47.3203.25.8. /.9/.3.38. 9039:9/....-07:9  %...5748.33472.3-07/..7.3./03./.203.3/..393.7./3.7.9/..9/.3047. 9.2. !.3-07503/.:0-03.9:/.9.38...33:89 !.3:-:3.904798 ...8    %%##$%& 7.928./-0/.8::.  ./../.7.3.380..2...-:23-07-039:/././.9 50..3:7:9..3203.2...3.3.805079. .3/.850:./.29.393.3203..39./:. 808:.1 203:3.9.29../.9..-:93.3.3..3/..

/$:7.9././/:3..5.8.  .8...91.3 -07:8.5:3 0-.. /-/.1. 39.-.53809.8.9. 8.3-.:9047.703.209.3/-:...39: /..38:./.. .25.9:.7.7:. 2.9/4-807.7 .8.:8 .702..9.7.9..22. /./. 032.2./.3207:5.2. 2.8 793.35.535.8..7:-007..50/:.7 :.39... //.38.7..7.9.2.802:. .3 5079.3.54-807.3-.202-079047.3/:25:.3.:/04254..-. -.3.5503.8..8.3/../....3::/3.8.3907/.8/.80-0:2 507.203..0.2./.3-.3/4:2039.3/.8.8.9.7.2.39:/.3..3.5/.3207:5./::47.9.850:.9.8 $02:./..30207/0.:549088 549088.2037.050393.39:  .3203:8:3908:39:203: 549088 549088907.3-0:2 907/4:2039..8050793-0:2/..8.202..-.7./..3.3549088./.9.7.:0825:..9...2203.51.3 5079..3 9:-8..9:.3.!07.-.3203.309/../ 0825:.%:.7..-5079.3..9:-07/.3 2.38:/.9.32.-2..3/.9.3./:8.314841$0/.3 80.35079.3-.91/.7/9072.70825:.850:.  8533:89/0.././.38:/..9..7.3./03.5.9:9047 !.8.3/./.7.  %.7..25.8..25.3./ 8047.3203443 443..19..3.3.2....9/..7.39099.9.9..7993/.3  02:/.80.3/.07.7:203:25:.7..39047 !..32037..7.8.47.7-.81.3.8 ..507:2:8.:./.30825:..33.35.8.93.7.3-07-.02578.. .3.39..5 /8532:-07:8.9.2/.9.3 08.9.3 2.9.32.8 !....308.. 1.8.3/../.5...203.8-.8.-.509..  /8533:899:80. /03./:8.. -.3.80-.3...3 /90.9...8.9.25.30.8. 2.7. $0.3-07/.9.8.3 %3/.32.8..8..-0:28.3  %.5..50/:.2503./.37/..8././.8./..2.289:/-.202.30825:.8.38:.-07.-0:2 /902:.7/.3.38.9.53 .35.8203.2/8539:/7:2:8.02578 .20..3:. /9:7:3.320303..-8.3/2-.3/%.380../.-.8.33.9202-.5.3. 80-.9.:80.7:8//.3$0/..7-07-..2-07-.3850:.95.3/3007 9.2. .9.-7.-07.90780-:9  .-...73.9. -.7.8.. .3 ..9.3/.-7.8/507:.9.

3.7.30825:.7.70825:.../.47 .3:2:2 -07/./.39:-07.9.8.7.3.4..390.30825:.9.8./.7:83..9:990825:.3/9093.3.-.8.02578.8  .3/.8.33-. 8:.2/80-:9570282.4380580-.3/70.780.5./.2-./0/:91././80-:90825:.7.:/9.0./ 507:/.:39:203.:.3/.4.9.88/.3:93.70907./.3/0/:91/03.3.7.8. 0.9.33.90/:/:.: 3 40.9:/.7 0825:.9.-..3-.3 :2:2 .203:-..3/8.32:.3/..79802.:8:8/9.3-039:/.:/.38.7 .0/:/:.3808:.9./.-007.9./03..39:/2:..-.3907:8203025:73.3/.:. . .. 2:.3:.3 0825:.703./03.. /.22:4..7 :-.3.3 80.3/507:.3/0/:918.9: 3:898073/80-:9 3424909 02:/..3/5.9: -039: 207:-.8..33.203..380.9..3.. 203:7:950309.9.3:89 9/./..8.7/.3 -07:39:3 793.7./.3 .280:2..39.8.3/.78:..3.8 2. /.-039:.3:2:2 80./.:8:8 ..9/.5.3 /0/:919:  $0-.39: 2..-40 /4947 4050309.302578-.0-.30825:.9:0825:../4.-070395.7.3. 3.703./.75701820 /9..0-03.7.. 025789:/.9.2.3 850309 &25.8.9/.02578.9:7.80.3. ..3203:25:.  !03/0.3/:91  2:.9.33:89:.5073./.39:35..9.02578 .:.9.3.7:9:9/.503.9.9.2:02578 3:89-07:8.902.80-.35.9..9.80.7-.8.:8:8/.3 909.9.5.9.  /. 0825:.33.3.33.-.-07.7.3.  .0257880.2:3 0-03./.3570/..3/. . 793./.3/03.7.390780-:9-07/.85../.3:2:2.8.3..3/.8..7.3.025789: 0825:.9.33 /: .  .-.9-07.9.8..3 20303.:2:203./.33/:91  02:/..81.3/:91/./03.....32:3.7.  0.9:0825:.  $0./.:.././03.:0. 9..3.9.3-07/.30825:.-07:9 .30825:.. 5./.33.2.39:203../:25:.3.7.4 /03.5701820 /2-:.790825:.

3:89.32..-.3-07-../.9:3 2..8.9-. .3/03.8.703.-07:8.9:88902 2.7.3..57207 80/..9:.3 8:-/853  .850/.. 2.8.307.3..9:9079039: $9:/83743-0781.39/.83743/.7 -.:25:..3-:. 80-.39039:3..4-.3 -07-.34942.793..3./.3 .9-.5.3 203:7:985030980.5.80-.9-.5...9.:-:3.8.9...9.703.8.3-.7..3. /03..20250.20250.8.9025783..8:..3-0703./.28 .9/087591 .4-0. ..8.3.3848.3.9502.30...3-07/7803/7 803/7  0025.7.8.9-.:25:./.7.3 2..8.3:38:7 :38:7.3:-:3.3 -.703...3 !03/0.3.3.8.8.33.7...3:8920./.3../.-.9 .9: 80.-./.3 .380-.202-07.9...!079.9../80-:989:/8947425.8.9-07:-. 2.. .73..380-.3:89 -.8.:503..3 !02-.703.:25:.-.808:.:.38.7.9: 805.3/.320.7:83.380-03.3 80-..889029: /80-:9 503/0.9.23:89... -:..8.8./.3:89203/0.3.:25:.3808047.9:0.80. 2..3..3.39:/.8-/. /0875891/.203.80:3/07  0/:...8 20.3897:9:7./..8..3:38:7. 203:3.-..35..2025:3..-:3:./..80-.57085091 793.2.3:899/.3/03. .3:38:7.3-07:-:3.9:907-..793.-.-:/./././..7.73.80..3.3..8. .33.:.2..-0781.8.3-.3  09. /.8503..9.80.703.9.3..7.9.3 -../..743 $0.7438073:.8.5.:39:/03.9: /03./:3.390705..33./..02578 /.7.3.3:89203/0..8.350393/..7-..98 .-:3 793.81.320.83743.-.3    $:-/8533:89 $09.3. 9:8.. .91  02.703.:7:3./80-:9503/0..8.3/3./.3 .9 -.3 50702-.:80-.....3./:3...8 $0.350702-...5.703.3:8920250.9:5:.8.5/8532:-.-..3/8539:/03.3 -/.9:.8 .9:-.3:89202507.703..3-.7.743 .390705.././-.3..9:203:7:9. 80-.-.7.5.7-...8.8..8:..9: $0.:.2:7:3../03.38.5.30/:5.3. ..9:0.

/.9.8././.. ././.2.8.5..50702-.88-.388902-...9/.20303.3:8..3.8.: 203. 3. 20304254..14344  247144 /.0.788902-.2.8:-/853.7..3:89:2:2/.8.3-07:8.9.5.743  3:8983743.5.9/-0/..3 0.:2:23.9.8.3.7.9:-.33.8..3/.3.3.8.3..33.703./. .3907.8.31034203.805.33:89:8:8  3:89:2:23:89./.-.5.. -..-.5.4-..9/05..9.8.3.2-::3907:9.703./.:2:23.8.80.:203. 9079039:/.9.:.5.3:8:83/.2: .5.8.2.7.-.8.8.8.3././:..3-072. .7.9..:2:2 .3.8 2.33:899:8.3:8983743 /...::. 207:5...9:.9079039:..3/.3.33.2..5.780.9.3:2:2/.:.9/-0/.8.5 080:7:..5.3/.9:..8.9.5./:.9 80/.9..3.3.8.32.9-.9:..2:  033.3/:3.... 9: !02-.: -.5.7.2-::39./.4-03:89 .8.32.203.34-0..3 9/.8:-/8533:899:     07/.34-0.:-..39:8.7.3/.3 /:3.3/8532:9:8..3839.9:9.50702-..     07/./../..3./...8.3203.203.3.8.

5.33:89/.897:9:7.3.8.3425.33.907-.9.-0781..8.5.9079039:  3:89/.9./.  5.3 $9:/3:89837433-.8.7. -. 2.8.:80.9:-08079.8.5::..../..5./.3-.743-07:5.-.8../80-:9:.9.203.:-..3 907-.-07:5.8 28.  .203./087591203..80..-.3:89 /087591 .8./.9/. /0.3 -.33:89/.3/..3..3.8 . ././.8.-039: 507:-.7.8.-.8.7433-.8.91 %::..703.8.8.9 89478/.:3/:.7.7433907:9.2.9....:39: 20309..380./03..2.203/08758.8..5.350702-..3...-.2.

8.8.7.33.-..34-0.897:9:739073. ...5.   07/.

2...7../8.3.:5:3439089:..7-.8.33..3 3:892.-...8079.7-.3.947/:..8:-/8533:89.2.8..28. 44.9: :-:3..207:5.8../ 5843:893207:5.8.080:7:.7-07-..8:...320250. 2.9: -/.3. $02.8.3-.8:-/853 .947 1. ..9:7.3-.32./.9:-.-.8..250789.3:8.39..-.8.3..8:-/8533:89..9/:.39.3 -.3.8.38.3 8./.39.84844/.3-:/..-07..9-.7:-:3.3:./.8:-.8./8.31.3. 4344 2030/.32:8:8./..97.3 .3:89/. 8:-/8533:89.:2:23. ..../.9../.3507.-../..8.-.7.9...39.320250..7 -.31:383.703.3/. -.897.288902 0-./2.803.88/.9: $0/.3 2:3907/85307.897:9:739073.33. $39.3.3../.2.882030/8.3.3:89 274/.8.357.9:/03...74.81.-./03.8. 5844/.33:89 !843:89..8. 0844 2030/843.33..5.7-:3-./.947:...7. -...3 8..5.:48.3./.2: 3907/85307.7.3 3:89 $989./03.9.8.3-07-.389://. ..8.31.502-039:.3-0781.8.320250.9..33.9: -.8.3.5.908.9:...3.33:89 3974543:89.8.2.9 $4843:893207:5.-:/2.9:..7.503:8:3../-0/.9 /50740 ./03..3:8.3.2-039: -039:.392030/2.33:892.3.7.-.8.7-.8..8.7...3 20250./843.203.32030/-.8.380..32:3907/85307.2.907...38.947 1.. 9072..9.... :-:3.3/:3.9.8.7-.9.7. /..-.:/.9:..9.02.././..9.3./.202-./3. 7.9079039:.7.7 .3502.3 ..3./.3.3974544/... .9.7.74 743:89/.8:.8./.:9.3/.7 3:8980-. 897:9:739073.8:-/8533:89.8.3 47144/. 0--..8:-/8533:892.850  $9:/3:892743808:3:3./..743:89  3:89274203.7-.75.3 839.947/:.3/50.897:9:739073.2.3907/.9./..3.33.-:/...9.8./03./../ 8989..33.7.-.9. 2.33.7:-:3.745:3203.5.2:-:3.8.9:.  3974543:89207:5.  8079..9:.33.7.7.39.9:/.3 471442030/897:9:7.9.:897:9:739073..  $4843:89.897./.32:3907/85307.-..25:./.

..31.8.1.7 503.8/. 0-:/...843./03.7..8.8.: :.9.8./..3 3:8988902  /.3 8..2.20/:5.24-0.3 57...9.3/.7. 8079./-0/.3.3:89.:39:050393.380: -0:2:3:899:803/7/.3 /8.3/:3.7 /..39::./.:39: 20302:.02. 8079.3:39:/907.3.947/:.33.8.8.8.5./.    $$&$% .39047./.57.5:-:3.8 -.3.33:89907.39047-0..3..3:8. . :39:207:2:8..843.3-.5-.7.0.3 .8:-/8533:89. .2..4-03:899: .32.381472.74/7..9-.380..3:-:3..39047.32:3907/85307.3.3-..5.9.3503.0/..33:899:802.3.320250.9..7./.3.9:-. /.9 0507.:/.8.380.39.3:89/..39047098 3:89 .9.9.5../. 3:890307.7 .2030/50702-.7:7.. 2.8:-/8533:89..38. /.  .9/..7438059:./..7.91802.-.3:8997.8./843./03.320250.9.../.989./..7-.907.3 3:899047098203.8..8.32025:3.7-.3..35030/.-/.5.83.3:899047098/.53:89805. .20/:5.38./..3907.33.28:.09443 207:5..:...3-.947 1.8:.3:89 80.:.3/.3 /.3.5.7-8.8. .39 3:8970./.9.3. 0.380.8.7:50-.3 2:3907/85307.9..9:..3.7.8./.9: -.8./.39.3:8. .80-.9-09.25030/.7.3 ../.3..8.9.9.39079:8 44207:5../..3:893-07:8.2-.3 2.9. 202.3-07. 3:89 97.30-:/.20250..3.30/:/:..9:.33..7-.703./.3 .8.72. ./. .320250.907.:./. 3:89897:9:7..7:2: 2:.     07/..3 -.89..9 503//.3047.32.80-.5030/.8//.0944.7.9079039: .3/.9.907/.1     07/..3 -.:8:-/853 3:899: 3907.

2.3-.:0-905.7 203./.:203.2./7/..9.7.  4:80280..2 .5.2.202-073.9:.3.3907/7/.3989.91/03.3907/0.:-:3..9.3:8924/073 07/3.9.8.3 8. 9./..9.848.503079.39:     3.2.. .9:.:5.848.3-.43899:03.8.8.::39:802:.9.3//0$.3907/.3.8.//.8.7. .9.3./.2.32471448.9:.-:.38.//././2.33.7.9:.  909. 039.3. .3.33.:70.3.3897-:8 ./2.88!74808&38:7 .9.8. 8.5.3907/.3802..9:..883:89/.2-.3...3 .     3.9:14309 14302 247144 839.5802:.8. #0..-07..88  .8.80.9 8079.3.9.88.9:..7..3.5..3.3.88-.39     $97:9:7 $8902 /.39.5747/..8.9907.3907. 038:-:3..8 839.../:.  90702..3-.930.9.3-.91.7 .9:. 2.88:38:7 :38:7..3 :-:3..3-..5:.39.9:/03..80 8.4:780/03:96:00307.8.:.39.3.2-.3.3 8.9.2:39/.33.43805/0 $.:88:709: 909.7.9:.9:..3-07.88-../.5.393. 8047.3907.98 .3.2203.9:8.:./.3:38.38:3 202-.38:38073/80-:9:.7.-07.9:.7.88 /.38:3 3./.3..3..:8.8 :-:3.380/9507:-.7.9:..907-9 202-0/.389.2./ :-:3.9:.9043899:0393.3.:5:38.3 907/.9.3.28:8:3.8.3-.99/.9839.3.2 -::3.370.2-.:-:.38.3. -0781.9-.:88:70   /.39.0 907-95079.8.7/:.220/.9:.3437099079039:80/.983-0781.5-.3 0.33:8032.9:903/.3&38:7/./..3.8.8.3.38:3  ..3.25.9.35.9.88#.9  :-:3.8.88:38:7.9:.30- :.: 47439.3.58.9/..5.3.7../. 3.9.9.3:38:.9.9 3783.8:../.:43899:03 43899:03.3839.7.2.3202-.8...8.3 17.9 $09.3/4308.3.5/03. .8:28.

9..3-.9:.3/ .9:.902 .3.7:38:7 :38:7 ...7/33 0 .77.3.30/33. 8.3-./.390792-:3907/7/./-039:.8.9.887.7907  92-:3 8.:/9.3.302039  203.809.58.3:38:7 3783.7.9:.3 907/7/.3 8..

78:./ /..8.8/./03.207:5./.8.3.77:2..088 203.58. ..5809.9:.792-:3 -039: 0/33..3/ 574./ -039:90792-:3 .3 /.3.8.8907 /03.3.3-.9:574808502-039:.58.902 .3.3..3/.3.3..88574808:38:7 -.3783.8/.9:574808502-039:..3:38:7 2.8/..  .7    80-.887.. 7:2.8..3.887.2./..3-.37:2.. 907/7/..80 ..75748084318.7     -:.757480857018...9:. .3:38:73809.3 .8/.907/7/.3 /-039:/.3.3  07-0/. 7:2./.78:.

820303.897.88 /..3.39:/.33:892:9.33.. %.770/:5.3202-.3. .8.5030702.3247144 839.7.384843:89/.39:3..93/.. .8.8.7.35..5.31.3802.50309  79:8 /.5.7.3 -0703./03. 50309..2.:..8907./.9202-.393:89 909.8503:897.83.:.8503:892:9.8.  .25.30-:/.3..:2070./03.3-:.897. 80-.35023..3/./4-050309..3802:.2203008.50.3202-072.3:899039:.:./..3..2:8./..950393 2:.:.34397.9/.9/.    %&$% .7.-802:..77:2.3/03.9.5:.3 0-2:/.3 8./.3:8803/750309.9/03./507:.897.83..320. 50309. 7:2.33:89 2.7/33  /.:. /..30--.8.2202.3  .5/. .:.7.2:3380-:.--.8.3:89..2.3-. 50309.32.8.39:.  .3-039:7:2.:..3.8..50309.9.107203:.7.3/03.33:89.: 0847.3/.8913:89 .:-:3.3.. ...203.98.2:8/.2070.802:.3.78:-/85314344 247144 839.503:8:3.8. 50309.33:898.3:.3.2025:3.3 80-.3/...3203.50.8/.88 802...3.320303.3 -0703.3 50309.:7: 907:9.25.8..:7:-./03..3/03.39 0844 8..302./507:.9 /8:8:3  ...39:..2203008..33:89 9: 207:5..

3 80. 203.3.:549:8!079.9.3-.:549:8.9:  !079039.3:3..81.304.3.3 802.509. .7.3 9/.8.8.9.33:89:.//..7507-0/.8. -.7.3 ..3203008.303.3 18.8..-./03.2.-.9..3/044/...7:8202507:.2.3..8.8.2.50/:.3:85..5.3. 897:9:7.39:203:./..9.2 57385 .8.3 :8.3 9.29.3. 18:1 :3.. .9079039:  &$%& ..9.92070/.3808:.9 /.-::90780-:9  ..9...8/.5.5850:.3:89/.3 1472. :8: /.2 503//.3 84843:89 :8:83. 9. /03.2/.30.3 ...7.9 ..-.7 .:-:3..88 -.5..343805 43805 030.8.302.9 /. 9. 89.3.35079039..:.038 34248  .3203. 9..3 .8.5507:2:8./03.7 2. -.3. 30. 9..3202-079:39:3.8.7.8 !03/.7:8203:.3905.:30. 9: 803/7 .9 20248.. /.54-807. 97.8././03.39  /.3  %.03843.9./5079039. -07/.5.:2 43.3:8.33.3.8.3 5.3.9/.7.7..038 34248 .8...3/..502-..544.503:8:3-::50.39 / :..-.3.3 8:2-07 /.7.7..:549:8.35.5.31.8.31.3/.  0/:.8://.3 2.550702-.3..9 .93:89-.. 80-.9 .2 188  .8   %.9.9.28:. -..3. -. -0781.2.9:-.503:8:3-:: 908/.2203:8:3..9 43.7 1472....7.8. /.848.188/.9:7.7../843.3..39047  &$%%#$  .9.2.334248 ..9:2025:3..3..9.9-.2..202-072.3 /5079.8..    $##&$% $9:/3:89203..: 43.3.. ./.7.7.8.:.55079..!0309.:2 3.3/.22./ /.3-./.8.781....7..3.2.1.3-..3907.9..9. 9: -0781.. -07/.39.7..33:89.8   %.8.9039:/.:-::908 !0309.. .:5020739. -.

8:.7.3./50740/.9:.88:. 2.9:97.9./8..3.793.

 ./.9 9/.3..3 /0138 4380580.89:/-.9.   !079039./.547. 2.3.. .5.38./03.9..3507:/09.../.8  202-. . /./.3  /4.20./. 9: -0781.:..3../.8.3.357450709.3 -./.9:-07.9 5..  &# .3-/..9.39. -.370947.3 ..8.4 805079!. ..9 -./. ./..59.97.9:2:7/!.202-0/.4/.../843.2-::3..3.  #$% %$ 207:5.  .23.32.8 /.35079. 5073./.9: 2..3.  !%  .0-.47./03.3950 950.94 /.9 203..89  8.  &$%  070..3.  #  .:-0794.8. . 907.9 3.3 2:33 -8... -.3... . -07503/.9./.7.80-.8:3 10233 /.8..34342.3.3 30:97:2  .3 047. .:2 ./ .3202-0/.-.7.3702.2 038 0.342..2.  .. 80. !03/.3.3 -.4.24342.-. -007.3.9-07/.34.2.3.2.  03.:8:8:39:89:/-.9:7  $0/. -0781.8...9.383/0824  W03:7:93. 02578  5...8.39.4/.. 202-07.8.9:7  &$ !$ %443..342.3.7.44  .80.342./.3702..  02-0/.-07:-.3 :3/.9: !749447.8.9 907.3  070.3 2.3 -. 2034/47.9.9..8.7.2.3..9..3507.9.7.-. /03. 03/07  .94  W03:7:93.5..2.389.9.8. 702.9 2020393.3:8.3 -:33.:..3503079.389:/-.7.202-0/.3 57.8.38  $03..8./.9:4342./. -...:2.8.3.9.3.3 78949008 20302:. 50739..202507/0-.8.8.7-::438:8%7.8  9.39.7.3003/..

-08079.93 203:7:9 '. 0 3:.2 -../03.83.3 03:.0.3.3-039:.3.9.9. /03.4.-03/.33.:8.774.7.2 -.9-.  9244..:8 0309. :8:.8.-:. .9./..9.8:8  /.7.9:.9.93/.-. ..3 /..3 .83.3/03...8.9. .93..-.774  /03.9.22.:8 ..:8  0303.-::9: .3 #42.33:89.320303.9.79850 /.3:9.8.9:7..9..0  '.8.07-:2  %039. '.9:9/-././.3 .!78.  80/..323030/.33:89.8.3502-039:.3 :3.3 .:8 /./.8.5 0.  .:8 .9.3. 5..2025. :3.:8/./..$9:/ -.774 202-.7.2. .3..  47144.9.07.32030/..9...  -:..9.93. . 5.  4344  /-.. 3899:943087.78  3899:943087..-.9:3423.3 .22..3 /./.8 507:-..  './..35.3 90703.774/.9.3. '.774202-0/.7 .4:39.. /./...2.8.3  %44 .3..7..3 !78.3.8 /. /.//03.3203.0 %.3 9:8..3 .

7 -:3 .3 /.  - 47144 202-.9 /9:8. .:7:1 .9.3../.0  .9.4907.0 -.3 20303.7.9.8  :3 /-0/.3 /80-:9 9907. /.4..94.79:.42.3  .2.3203.79:./. -:3 /80-:9 549089.49907.5.9. :7:1 /80-:9 1:7.. .. /.3 9070.

..7 !.2../24/073 . 7.-.3:8 5073.../-0/.3/..342.3. ..7..3.39..- -0702-.3./ 507903.-. -.8.2.7.8. . 8:8:3 .3502-:.  &$%$%#&%&#$ ... 203.  %.3.9..7 .3  3:89 7.8. /50.9./.08  #$$ .88  202-..054894 39070../.8..-8:./5027.-.39.9.9.  $39.3 -0780.-80-..3 . . .7.07-:2  5.99:8008.3.3509:9/-.3 203:3:.3.9.7 47.3/. 745..8.9./:..8 /08758 7..8.3 /80-:9 47.3..7. -./34203 . 850:.. -.79.334248 .8...07-:2 57.2 .4 /.3203. .:34/89. -.2.7.33.3. .43:3.94  .8.8...  207:5.7.3 .3..3 .9..8 /..3 .745.3 0.5:2 57434203 ..3 5079039..3.7./ 5.3 508.188 /../.94 /.3.580-.:3 4.3.7.-.3-.  !#% .3507903.7-.2.9.3 5.8.703..-7.93  !097:8 85.94 9.0/:/:.3 -:: -07:/:$:22:..0  202-..39.3308  /03.8.289:/-.- -.:8 /03.8.8 3907.9.8.7..04.2.

3:9. :-:3.8 43899:03 43899:03 .7 .9/.3 5..3 839.2544 57484/ 4!7484/. 02:/./2.20303.39 /.314344    7.35... !7.8 .3 944 4:8 0280./03.88 .7.390473.3 :-:3.... 3:89 24/073 /03.9    7..3 -::3..3831.14309/.35.3/ /0 $.3 04802.-:3.88 -.3:0 /.3 90. /2:. .9.2.3 8310 /.:88:70  207:5.  03.379.98   7./2.3 9: /.5. /.7.7.740  507-0/.3. 43805 90.7.. 83743 /..3 /03.39  /03..3 2025:3.8 20303.  9443.3.1434457484/ /.3 /.908:8  .7.3..3 .3907-039:40803/.314302  4!7484/.2 .743  507-0/.8..3203. 4:780 /0 3:896:0 0307.3 -.3 :.2 -:: 3 /-.2..  07/3.0  .3 3 /-0/.3 90703.39.9: '02 .

7-.5./.8.7.3507.9544 544 !079.  09.370.  0/:.: 8.80-.8.2.3-.   3:89$8902.8..2..3.25.9.9:./.8../.907/.3502-07.0/. 20.3. 202.9.3503:5.8.50.  4 !7484/ . 0-203:9. 202-07.83..3-.8002..802039..9 20303.8.3/..23./.9079039:-08079.7 ..7.3 0- -08.7.8.75. 14302 143028:57.3 .9 /..7 /.8 1430983.  0025.3..

33:89 !079.3-0702-.3.2..8$4.  0/:.7.  09.7.1.4393:2  02.  5034.   7.8.-.3/-07.7.2./..3. .8207.3 2 18.3$97:9:7./.3.3%.3 44210/ :39: 2039.-.3 /03.%03:89. 203.0941207.9:/207.2-.  ..3 -.3:9./.7.202 .32030-.3 8. 2.89 80.  5.3/207.3/.   043..947. 203.8..7/44210//.8. 0-07.1.5. .9 5.33.80.39..8.5 2. -.3:8 207.2.9.

7839.1:38 7.03:7:93./.9.2.9:.3470..8.9.7.39..88. 8.8.3/..202.3207:5.

.447/3.:3  .7.74254303.8.3 3423.9.9. .907/7/.. 443.9.8.3143448   $02.7.91 03:7:9 9047 0307.-.3/-073... 8.3.0... 5020739./3/4308.9.2.3/.8. /03.380507.8 03:89.3/.. 0802089..38004254-039: -039:.39.9.39  897:9:7 802.90780-:9./.9/9072.390307..843.8.8.9.3/...-81472.9.3/.#0.3 :-:3.7.843.  02..8.7:203   %.-.3/.3-.8   %.843.:5:3:.3/03.88 802.37:5.2.7 9...%7.3.7.7 ..3 -. . 2..9:4254303839. /03..8..8. /. %::...40502.2 9.3.8.5.3405.   $08:.3.8.849/03.80507.3.3 .8.9/...39 /. 203/:/: 9025.99. 3  -.91 802./.9 42403 /.9:. .88 -0781... :.2 2.7:8-07-039:80/02. .8:8 .. /. 2.9.././.9. 3/4308. -.7.8..3 907-.5078.8.29.7:8/.8:8 207:5.3 /:-:3..8.3 3:89 5. -.33.93:893/4308.2 ::/ 9047 .  %. 43805 3:89 24/073 9: -.3-.30.5.98. /.3 570/.97.  %..8. 3:8 80347  -07/7.3.7: 9-.-.. 80:2. 2.././.9 80397. 47.:.-..7:8/503:/.73007   .80-.8 $.7.33423..3745..78. 34/08 80507.2 .2.07-.-.-.3/5079:.39/..3  9.9825.3.3  &$%%#$ #$ # #$$&  %.7. 3 /..8.  '07-.3 839.70.9.1:383. / 3/4308..9..3.90780-:9  %.38..:39: 050393.8 57..9 .908  %%&$% $ !0309./.3 5.381472.8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful