P. 1
struktur linguistik

struktur linguistik

|Views: 2,451|Likes:
Published by Genji Ozawa

More info:

Published by: Genji Ozawa on Oct 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 STRUKTUR SINTAKSIS
  • 2. Wacana Puisi
  • 3.1. Pengertian Bahasa
  • 3.2. Hakikat Bahasa
  • 3.3. Bahasa dan Faktor Luar Bahasa
  • 3.4. Klasifikasi bahasa
  • 3.5. Bahasa Tulis dan Sistem Aksara
  • 4. Aliran Firthiun
  • 5. Linguistik Sistematik
  • 6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS
  • 6.3.1. Pengertian Frase
  • 6.3.2.1.Frase Eksosentrik
  • 6.3.2.2.Frase Endosentrik (Frase Modifikatif)
  • 6.3.2.3.Frase Koordinatif
  • 6.3.2.4.Frase Apositif
  • 6.3.3. Perluasan Frase
  • 6.4.1. Pengertian
  • 6.4.2. Letak Klausa
  • 6.4.3. Jenis Klausa
  • 6.5.2.3. Kalimat mayor dan Kalimat minor
  • 6.5.2.4. Kalimat verbal dan non-verbal
  • 6.5.2.5. Kalimat bebas dan Kalimat terikat
  • 6.5.3. Intonasi Kalimat
  • 6.5.4. Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus, dan Diatesis
  • 6.6.2. Alat Wacana
  • 6.6.3. Jenis Wacana
  • 6.7. CATATAN MENGENAI HIERARKI SATUAN
  • Ketiga, adanya The Linguistics Society of Amerika 7. Aliran Tagmemik

BAB 6 TATARAN LINGUISTIK 3

SINTAKSIS Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa dan gramatikal. Karaena perbedaan keduanya tidak terlihat jelas maka muncul morfosintaksis. Morfosintaksis adalah gabungan dari morfologi dan sistaksis, untuk menyebut keduanya sebagai bidang satu pembahasan. Morfologi membicarakan struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Pembahasan dalam sintaksis: 1. Struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori dan peran sintaksis serta alat-alat yang digunakan dalam membangun struktur itu. 2. Satuan-satuan sintaksis yang berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana. 3. Hal-hal lain yang berkenaan dengan sintaksis, seperti masalah modus, aspek dan sebagainya. 1.1 STRUKTUR SINTAKSIS Ada beberapa kelompok dalam sintaksis - Kelompok pertama yaitu subyek, predikat, obyek, dan keterangan adalah kelompok fungsi sintaksis - Kelompok kedua yaitu nomina, verba, ajektiva, dan numeralia adalah peristilahan dengan kategori sintaksis. - Kelompok ketiga yaitu pelaku, penderita dan penerima adalah peristilahan yang berkenaan dengan peran sintaksis Menurut Ver haar (1978) fungsi sintaksis terdiri dari S,P,O,K merupakan kotak-kotak kosong atau tempat kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat. Bagi chafe predikat harus selalu berupa verba atau kategori lain yang diverbakan. 6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Dalam tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil, yang menjadi komponen pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frase. Ada dua macam kata : kata penuh (full word) dan kata tugas (function word) Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka dan dapat bersendiri sebagai sebuah satuan tuturan. Kata tugas kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dan tidak dapat bersendiri. Yang merupakan kategori kata penuh yaitu nomina, verba, ajektiva, adverbia, dan numeralia, sedangkan yang termasuk kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi. 6.3 FRASE 6.3.1 Pengertian Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Karena frase adalah satuan gramatikal bebas terkecil maka frasa berupa morfem bebas, bukan morfem terikat. Frase tidak terdiri dari subjek – predikat atau predikat – objek. Karena frase merupakan salah satu fungsi sintaksis maka frase tidak dapat dipindah sendirian harus digunakan secara keseluruhan. Contoh : kamar mandi tidak boleh dipisah : kamar dan mandi Perbedaan frase dan kata majemuk yaitu : - Kata majemuk yaitu komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna, merupakan morfem terikat - Frase yaitu tidak memiliki makna baru, melainkan merupakan fungsi sintaksis dan makna gramatikal, merupakan morfem bebas yang benar-benar berstatus kata. 6.3.2 Jenis Frase Jenis-jenis frase yaitu : a. frase eksosentrik

frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Frase ini dapat mengisi fungsi keterangan. Frase eksentrik dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Fase eksosentrik yang direktif adalah fase yang komponen utamanya berupa preposisi seperti di, ke, dan dari. Frase ini disebut juga frase preposisional. 2. frase eksosentrik non-direktif adalah komponen pertamanya artikulus (sebutan). b. Frase Endosentrik (modifikatif) Frase Endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Disebut frase modifikatif karena komponen keduanya yaitu bukan komponen yang bukan inti atau hulu. c. Frase Koordinatif adalah frase yang komponen pembentukannya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama atau sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tunggal seperti dan, atau,maupun konjungsi terbagi seperti: baik….baik, makin…. makin, danbaik maupun. d. Frase Apositif Adalah frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. 6.3.3 Perluasan Frase Frase dapat diperluas artinya frase dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. 6.4 KLAUSA Pengertian klausa Klausa adalah runtunan kata-kata yang berkonstruksi predikatif artinya didalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain sebagai subyek, sebagai obyek dan sebagainya. Klausa Ferbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba. Klausa verba dibagi yaitu: - Klausa transitif : Klausa yang predikatnya berupa verba transitif. - Klausa intransitif: Klausa yang predikatnya berupa verba Intansitif

- Klausa reflektif: Klausa yang predikatnya berupa verba Refleksi - Klausa Resiprokal: Klausa yang predikatnya berupa verba Resiprokal Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nominal atau frase nominal Klausa ajektifa adalah klausa yang predikatnya berupa ajektifa Klausa adverbia adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase preposisi Klausa numeral adalah klausa yang subyeknya berupa kata atau frase numeralia Klausa berpusat adalah klausa yang subyeknya terikat pada predikatnya. 6.5 KALIMAT 6.5.1 Pengertian kalimat Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi konjungsi serta intonasi final. 6.5.2 Jenis kalimat a. Kalimat inti dan kalimat non-inti Kalimat inti(kalimat dasar) adalah kalima yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap berdasarkan deklaratif , aktif atau netral dan afirmatif. b. Kalimat tunggal dan majemuk kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa. Kalimt majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. C. kalimat Mayor dan kalimat Minor Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya sekurang-kurangnya memiliki unsur subyek dan predikat. Kalimat Minor adalah kalimat yang klausanya hanya terdiri dari subyek saja, obyek, atau keterangan saja. Biasanya merupakan jawaban suatu pertanyaan. d. Kalimat verbal dan kalimat nonverbal kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata / frase yang berkategori verbal.

Kalimat nonVerbsl adalah kalimat yang predikatnya berupa kata atau frase. e. kalimat Bebas dan kalimat terikat Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk ujuran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat / konteks lain yang menjelaskan Kalimat terikat adalah ka;imat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. 6.5.3 Intonasi Kalimat Tekanan , nada / tempo bersifat fonemis pad bahasa tertentu. Artinya, ketika unsur suprasegmental dapat memebedakan makna kata karena berlaku sebagai fonem . 6.5.4 Modus , Aspek , kala ,modalitas dan diatesis 1. Modus, adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap sipembicara tebtabg apa yang diucapkannya 2. Aspek, adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi , keadaan , kejadian atau proses. 3. Kala atau tenses , adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan eaktu terjadinya perbuatan kejadian, tindakan yang disebutkan didalam predikat. 4. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicaraan terhadap hal yang dibicarakan. 5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu . 6. Ditesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dilakukan dalam kalimat itu. 6.6 WACANA Adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar 6.6.1 Kekoherensial yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur – unsur yang ada dalam wacana tersebut 6.6.2 Alat wacana

Wacana lisan 2.subParagraf 6.6.4 Subsatuan Wacana Meliputi: 1. Bab 2.7. nya.Alat – alat gramatikal untuk membuat wacana antara lain : a. Wacana Puisi 6. CATATAN MENGENAI HEIRARKI SATUAN Urutan heriarki satuan adalah urutan normalteoritis Faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan urutan : 1. menggunakan kata ganti dia .Paragraf 4. antar paragraf b.3 Jenis wacana Berkenaan sarananya : 1.Subbab 3. pelompatan tingkat 2. Menggunakan Elipsis : Penghilanggan bagian kalimat yang sama yang terdapat kalimat yang lain 6. dan itu sebagai rujukan anatoris c. Penurunan Tingkat Bagan Urutan heriarki satuan : Wacana Kalimat . pelapisan Tingkat 3. mereka. wacana tulisan Jenis wacana dilihat dari penggunaan bahasa : 1.6. ini. wacana Prosa 2. konjunksi : menghubungkan kalimat .

1. Fisis dan Nomos 2. Analogi dan anomaly • Fisis (alami) = punya prinsip abadi dan tidak dapat diubah dan ditolak • Nomos (konvensi) = diperoleh dari hasil tradisi atau kebiasaan dan mungkin bisa diubah • Analogi = tata bahasa bersifat teratur • Anomaly = tata bahasa tidak bersifat teratur 8. Karena linguistic tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic. laporan. Memperdebatkan analogi dan anomaly . menggunakan ukuran tertentu. sedangkan tata bahasa structural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam bahasa. perintah.1.1 Linguistik Zaman Yunani Pada zaman ini para linguis mempertentangkan : 1. 8. do’a dan undangan.Klausa Kata frase kata morfem BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK 8.1.1 Linguistik Tradisonal Tata bahasa tradisional sering dipertentangkan dengan istilah struktural. dan membedakan kalimat berdasarkan isi dan makna. Protogaros membagi kalimat menjadi : kal Tanya. jawab.m) Dalam studinya : 1.1 Kaum Sophis Mereka melakukan kerja empiris.1.1. 8. mementingkan retorika dalam studi.2 Plato (429-347 s.

8. semonion).Membagi kata : benda.1. verba (tata bahasa). aktif dan pasif 8. 3.2 Zaman Romawi 8. • Onoma : nama (bhsa shari-hari). Karena itulah Panini dianggap sebagai one of greatest monuments of the human intelligence oleh Leonard Bloomfield.1. subjek. Membuat batasan bahasa.1. kerja. propheral (bunyi bahasa yang bermakna).membagi 3 komponen studi bahasa : tanda (symbol. arthoron. . 8.1.2. • Rhema : Ucapan (bhsa shari-hari). Orang pertama yang membedakan kata dalam onoma dan rhema. Sezaman dengan zaman Alexandrian.1.sign. hal diluar bahasa (benda /situasi). predikat.3 Aristoteles (384 -322 s.menciptakan istilah khusus dalam tata bahasa . makna. bahwa bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantara onomata dan rhemata.m) Membagi tiga macam kelas kata : Onoma.Kata kerja komplet. Etimologi : mempelajari asal usul kata beserta artinya Ex : Perubahan Bunyi “duellum” → “belum” (perang) Perubahan Makna “hostis” orang asing → musuh .1 Varro dan”De Lingua Latina” Dalam bukunya itu Varro membicarakan : a.5 Kaum Alexandrian Mereka menciptakan buku Dionysius Thrax yang menjadi cikal bakal tata bahasa tradisional.000 pemerian tentang struktur bahasa sansekerta dengan prinsip-prinsip dan gagasan yang masih dipakai linguistik modern. dan Syndesmoy (preposisi dan konjungsi) 8.1. tak komplet.2.Legein (bunyi fonologi yang bermakna).4 Kaum Staik . syndesmoy. di India hidup seorang sarjana hindu yang bernama Panini. nomina/nominal (dlm tata bhsa).membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa .1. . Rhema. telah menyusun kurang 4. .1.

sifat 2. Genetivus (kepunyaan) 5. Nominativus (Primer) 4.teori dasarnya menjadi tonggak pembicaraan bahasa tradisional.2 Institutiones Grammaticae (tata bahasa Priscia) . Vox martikulata : tidak dapat membedakan makna 3. Vox artikulata : untuk membedakan makna 2. Nomen : kata benda. 1. selektif.2.jumlah dan jenis.1. Kata kerja → membua pernyataan (infleksi tense) 3. Vox illiterata : tidak dapat dituliskan b. Deklanasi dibagi : – Naturalis : perubahan bersifat alamiah . Dativus (menerima) 6. 1. Kata benda dan kata sifat → infleksi kasus 2.kasus. Fonologi membicarakan istilah Litterae : bagian terkecil bunyi yang dapat diartikan. Dalam buku ini dibahas : a. Partisipel → konjungsi (infleksi kasus dan tense) 4.b.Voluntaris : perubahan bersifat morfologis. Akusativus (objek) 2. Morfologi membicarakan istilah dictio : bagian minimum ujaran yang harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan.merupakan buku paling lengkap . anasuka 8. Vokativus (sapaan) 3. Ablativus (asal) Deklinasi : perubahan bentuk berdasarkan kategori. Morfologi : mempelajari kata dan pembentukannya Kata = bagian ucapan yang tidak dpt dipisahkan dan merupakan bentuk minim. Vox literata : dapat dituliskan 4. Vorro membagi kelas kata latin menjadi : 1. Aduerbium → pendukung (tak berinfleksi) Kasus dalam bahasa latin : 1. Verbum : perbuatan / dikenai .

Bahasa Eropa. Menbedakan nomen menjadi substantivum dan adjectivum. lingua franca (bahasa antarbangsa) digunakan untuk kegiatan politik. Pronomen : dapat menggantikan nomen c. Dua aliran linguistik arab.3 Zaman Pertengahan Membicarakan : 1. Sintaksis membicarakan istilah oratio : tata susun kata berselaras yeng menunjukkan kalimat itu selesai. b.5 Menjelang Lahirnya Linguistik Modern . tetapi hanya mewakili dalam pelbagai cara modus. substansi.3. 8. dalam bukunya Summutae Logicales : a. kualitas. tapi memperbolehkan menafsirkannya. perdagangan. dsb. kata tidak secara langsung mewakili alam dan benda yang ditunjuk. Bahasa Ibrani sebagai bahasa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Basra dan Kufah. harfun (partikel).4 Zaman Renaisans Dianggap sebagai abad pembukaan pemikiran abad modern. Bahasa Arab. Toloh arab Sibawaihi. Petrus Hispanus.1. dalam bukunya Al Ayn. mengacu pada keanekaragaman bahasa. membagi kata menjadi : ismun (nomen). sehingga mengacu pada kereguleran dan kesistatisan bahasa. serta bahasa diluar eropa. Membedakan partes orationes menjadi categorimatek (semua bentuk yang dapat menjadi subjek atau predikat) dan syntategorematik (semua bentuk tutur lainnya). Participium 4.1. Basra (menganut konsep analogi dari yunan). 8. Memasukkan psikologi dalam bahasa. pada masa kaum ini berkembang etimologi 2. aksi.1. dsb. 8. 3. sedangkan Kufah (menganut konsep anomali). menurut tata bahasa ini. Ulama Islam melarang penerjemahan bahasa arab. Tata Bahasa Spekulativa. c. Kaum Modistae. fi’lun (verbum).

Sinkronik : mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu. La langue : seluruh sistem tanda sebagai alat komunikasi verbal antar anggota masyarakat (bersifat abstrak). mata. 2.2 Aliran Praha . Signifiant : citra bunyi yang timbul dalam pikiran kita.2 Linguistik Strukturalis 8.dlm kata “me-rawat” diganti prefiks di-.2. morfologi. memuat : 1. 8.”k”.2. Hubungan sintagmatik : hubungan antar unsur (fonologi. “Ini baru bir”→“ini bir baru” Hubungan paradigmatik : hubungan antar unsur dalam tuturan dengan unsure sejenis yang tidak ada dalam tuturan (dengan cara hubungan substitusi pada fonologi. Ex morfologi : prefiks me. Ex: bahasa sansekerta Diakronik : mempelajari bahasa sepanjang masa bahasa itu digunakan ex : bahasa Sriwijaya sampai sekarang. Jika urutannya diubah maka maknanya ikut berubah atau malah tak bermakna sama sekali. yang tersusun berurutan dan bersifat linier. pe-rawat. 8. Ex : kata “kita” dapat diubah menjadi kiat. ikat. kata.te-rawat.te-. kait.Dengan berkembangnya studi linguistik bandingan atau linguistik historis komparatif serta studi mengenai hakikat bahasa secara linguistik. Signifie : makna yang ada dalam pikiran kita.bata. sintaksis) dalam tuturan. kati.”m”. atau sintaksisnya).pe. menjadi di-rawat. La parole : pemakaian langue oleh masyarakat (bersifat konkret) 3. 4.1 Ferdinand de Saussure Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern. Ex fonologi : huruf “r” dlm kata “rata” disubstitusi dgn “d”. dll Ex : kal.”b” menjadi data. karena dalam bukunya Course de Linguistique Generate. morfologi. maka dimulailah babak baru sejarah linguistik.

Prosodi dari sandi atau jeda.konsonan.5 Linguistik Sistemik (M. Formal (subjek dan predikat). terutama pada fungsi dan penerapannya dalam bahasa. informasi (tema dan rema).K Haliday) Pokok pandangan Linguistik sistematik adalah : 1. 3).2. dan Morris Halle. struktur kata. “this argument” sbg objek. Ada tiga macam pokok prosodi : 1). Trubetskoỷ. Nikolai S. Ex : baku X paku. sedangkan “I can’t follow” juga merupakan rema. 1890-1960). 8. Ex : kal. membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu sistem) dan fonetik (mempelajari bunyi itu sendiri). dan substansi isi.A. 8. . 8.vokal. “this argument I can’t follow”→ “I” sbg subjek.3 Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. suku kata. gab. forma isi.2. Hjemslev menganggap bahasa mengandung segi ekspresi (Signifiant) dan segi isi(signifie). Kalimat dapat dilihat dari struktur formal dan struktur informasinya. Menyangkut gabungan fonem. Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. Roman Jakobson. Dikenal dengan teori fonologi prosodi. Ex: kata “jawab” dgn “jawap” bila ditambahi sufiks –an.Dengan tokohnya Vilem Mathesius. namun menurut aliran praha “this argument” juga merupakan tema.2. sdngkn rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. Tema adalah apa yang dibicarakan. dan gab. Masing2 segi mengandung forma dan substansi : forma ekspresi. 2). tepas X tebas.prosodi yang realisasi fonetisnya lebih besar daripada fonem2 suprasegmentalnya. Firth (London. dengan tokohnya Louis Hjemslev. substansi ekspresi. Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dgn morfem. maka akan terjadi perbedaan. yaitu cara menentukan arti pada tataran fonetis. Struktur bunyi dijelaskan dengan kontras atau oposisi.4 Aliran Firthian Dengan tokohnya Joh R.

Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi. 2. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik. Forma : susunan substansi pada pola bermakna.3. 8. Sehingga menerbitkan majalah Language.3 Linguistik Transformasional Dan Aliran-Aliran Sesudahnya 8. c. Yang dimaksud tagmem adalah korelasi entara fungsi gramatikal (slot) dengan kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan utnuk mengisi slot tsb.1 Tata Bahasa Transformasi .2. situasi langsung (waktu tuturan itu diucapkan). 4. Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta objektif sesuai dengan kenyataanyang diamati. Situasi. situasi luas (tuturan pengalaman pembicara atau penulis yang mempengaruhi tuturan yang diucapkan atau ditulisnya. 3.2. 8. Memandang bahasa sebagai “pelaksana”. ↘ Leksis : butir lepas bahasa dan tempat butir terletak Gramatika : kelas butir bahasa dan pola tempat terletaknya. Pike. 3. meliputi : tesis (apa yang dibicarakan). Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis).7 Aliran Tagmemik Dipelopori oleh Kenneth L. Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya.2. 5. Menggambarkan tiga tataran utama bahasa : a.6 Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini : 1. karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. Hubungan baik antar linguis. 8. dan lambang yang digunakan saat menulis (grafis). Mengenal gradasi atau kontinum. b. sebagai wadah melaporkan hasil karya mereka. Pembedaan langue (jajaran pikiran tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya).

. 2. 8. . Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa.Dengan tokohnya Noam Chomsky. artinya semua satuan dan istilah harus sejajar dengan teori linguistik tertentu. Semantik Arti kalimat ditentukan oleh komponen ini. Tata bahasa dari setiap bahasa terdiri dari 3 komponen : 1. Arti sebuah morfem digambarkan dengan memberi unsur makna atau ciri semantik yang membentuk arti morfem itu. menciptakan buku Syntactic Structure. Ex : kata “Adik” mempunyai ciri semantik /+makhluk/ sedangkan kata “Rumah” punya ciri /-makhluk/. Berbentuk sedemikian rupa. Fonologis Memberi interpretasi pada kaidah transformasi.2 Semantik Generatif Struktur ini serupa dengan struktur logika. Sintaksis Merupakan sentral tata bahasa karena menentukan arti kalimat dan menggambarkan aspek kreativitas bahasa. berupa ikatan tak berkala antara predikat dengan argumen dalam suatu proposisi. Sehingga dalam tata bahasa generatif yang menjadi objek adalah kemampuan. sehingga dalam kalimat : “Adik menendang bola” dapat kita terima. wajar dan tidak dibuatbuat.3. Dan tata bahasa harus memenuhi dua syarat : 1.Perbuatan berbahasa : pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. Ex : dalam kalimat “Nenek minum kopi” (preposisi)→ mempunyai predikat berargumen dua yakni : nenek dan kopi atau . 2. yang memuat pengertian bahwa tata bahasa merupakan teori bahasa itu sendiri. Teori ini membedakan antara kemampuan dan perbuatan berbahasa. 3.Kemampuan : pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. sedangkan kalimat “Rumah menendang bola” tidak bisa kita terima karena kata kerja “menendang” hanya bisa dilakukan oleh benda yang punya cirri semantik /+makhluk/.

Fillmore.3.dan adverbia). . dalam bukunya “The Case for Case” Fillmore membagi kalimat atas modalitas (berupa unsur negasi. mempunyai argumen1 Toni berkasus “pelaku”.Y. source (keadaan.Nomina buku itu berelasi “objek langsung dari” .3.Nomina ali berelasi “subjek dari” . Z = tujuan Misal dalam kalimat diatas : MEMUKUL.kopi). Fillmore membatasi kasus atas agen (pelaku). 3.dpt dirumuskan: MINUM(nenek. “coordinates” menunjukkan tataran elemen yang menyandang relasi gramatikal thdp elemen lain. Tata bahasa ini juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. kala. 8.Z) X = nenek. Tata bahasa ini mempunyai persamaan dengan Semantik generatif yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba.Z) X = pelaku. / MARAH(nenek). waktu yang kemudian). argumen2 bola “tujuan” dan argumen3 tongkat “alat”. goal (keadaan. experiencer (yang mengalami peristiwa). aspek. Tanda relasional (relational sign) menunjukkan nama relasi gramatikal dalam hubungan antar elemen. means. Ex : klausa “Ali memberi buku itu kepada saya” → punya 3 nomina dan 1 verba. Y = tongkat. referential (acuan).3 Tata Bahasa Kasus Dengan tokohnya Charles J. menmpilakn elemen dalam struktur. object (yang dikenai perbuatan). Rumus : + ( –X. 2. Perlmutter dan Paul M. Menurut teori ini klausa terdiri dari tiga wujud : 1. Ex : dalam kalimat “Toni memukul bola dengan tongkat”. Z = bola. Y= alat. tempat.4 Tata Bahasa Relasional Tokohnya : David M. + (–X. Simpai (nodes). Dalam kalimat “Nenek marah” predikatnya punya satu argumen yakni : nenek. tempat. 8. waktu yang lalu). dan proposisi (verba + sejumlah kasus). Postal.Nomina saya berelasi “objek tak langsung dari” .Y.

Konstruksi hasil transformasi datif (Ali memberikan saya buku itu) 3. Sejalan dengan perkembangan studi linguistik. bertukar pengalaman. Ex : konsep modern menganggap bentuk merubah = mengubah karena hal itu terdapat dalam bahasa masyarakat sehari-hari. Moeliono dan T. Pada zaman itu penelitian tentang bahasa masihbersifat observasi dan klasifikasi. Penyelidikan terhadap bahasa daerah banyak dilakukan oleh orang luar Indonesia. Padalah bentuk merubah adalah bentuk yang salah.4 Tentang Linguistik Di Indonesia Sebagai negeri yang sangat luas Indonesia sudah lama menjadi kajian penelitianlinguis. Sesuai dengan fungsinya sbg bahasa nasional. Teeuw. dan publikasi penelitian. mempertanyakan akhiran –in seperti pd kata abisin dan awalan –nge (ngebantu) termasuk afiks bahasa Indonesia ? ?. Serta Robins (London) dengan kajian bahasa Sunda. frase dan klausa. sehingga seharusnya tidak dimuat dalam buku.W. Uhlenbeck. sebagai wadah berdiskusi. seperti Anton M. Voorhove. morfem. Rlvink. Datangnya guru besar Prof. bahasa Indonesia menduduki sentral dalam kajian linguistik . MLI mengadakan Musyawarah Nasional tiap tiga tahun sekali untuk membicarakan masalah organisasi dan linguistik..1961. pada tanggal 15 November 1975 dibentuk MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia). Padahal itu adalah bentuk yang salah. en Volkenkunde Belanda. MLI menerbitkan jurnal Linguistik Indonesia mulai tahun 1983 untuk laporan dan publikasi penelitian. Para pemerintah kolonial mempelajari bahasa untuk menguasai pemerintahan dansebagai media penyebaran agama nasrani. Verhaar dari Belanda menjadikan studi linguistik terhadap bahasa daerah dan nasional Indonesia semakin marak. oleh (Teeuw. Land. Konstruksi hasil trnasormasi pasif dari datif (Saya diberikan buku itu oleh Ali) 8. Kridalaksana dalam bukunya Pembentukan Kata Bahasa Indonesia (1989). Kamil.1964. dan Grijns dengan kajian bahasa Jakarta. Konstruksi kalimat inti (Ali memberi buku itu kepada saya) 2.Verba beri berelasi “predikat dari” Konstruksi yang terlibat pada klausa diatas adalah : 1. Konsep linguistik modern yang melihat bahasa secara deskriptif sukar diterima para guru besar dan pakar bahasa. dll) Sejak kepulangan sejumlah linguis Indonesia dari Amerika. Buku yang dibuat Biblipgraphical Series dari Institut voorTaal. mulai diperkenalkan konsep fonem. Kajian terhadap bahasa Jawa dipelajari Uhlenbeck.

Bahasa sebagai sistem . Darjdowidjojo.2. Pengertian Bahasa Dalam pendidikan formal di sekolah menengah bahasa adalah alat komunikasi. berupa bunyi 4. bersifat arbitrer 5. dan mengidentifikasi diri. identitas penuturnya 1. sebagai alat interaksi sosial 13. berwujud lambang 3. Dalam kajian bahasa Indonesia tercatat nama-nama seperti Kridalaksana. bermakna 6. produktif 10. Kaswanti Purwo. Pengertian bahasa menurut Djoko Kuntjono 1982 : Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama. dinamis 12. unik 8. berkomunikasi. dan Soedarjanto yang telah menghasilkan tulisan pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia. BAB 3 OBJEK LINGUISTIK BAHASA 3. bervariasi 11. universal 9.1.dewasa ini. konvensional 7. bahasa adalah sebuah sistem 2. 3. Hakikat Bahasa Sifat yang hakiki dalam bahasa mempunyai sifat atau ciri : 1.

Bahasa sebagai lambang Lambang : simbol dikaji dengan sebutan ilmu semiotika/semiologi (ilmu yang mempelajari tanda-tanda). bahasa bukan merupakan sistem tunggal. Bahasa itu dinamis : tidak pernah lepas dari kegiatan manusia. klausa. atau pemikiran. Arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya. Bahasa itu universal Ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa. Bahasa itu manusiawi. Bahasa itu bervariasi ada 3 istilah yaitu ideolek. Bahasa itu unik Mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. 1. 1. 1. 1. Bahasa itu konvensional Semua anggota masyarakat bahasa mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. Bahasa itu arbitrer Signifiant adalah lambang bunyi itu. 3. Bahasa adalah bunyi Jadi sistem bahasa itu berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi.berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. kata. semantic. 1. kalimat dan wacana. 2. ide. Fungsi bahasa menyampaikan pesan. 1. 1. dealek. Bahasa itu produktif Arti produktif adalah terus menerus menghasilkan. Bahasa itu bermakna Lambang-lambang bunyi yang bermakna di dalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem. mofologi. frase. sinteksis.Sistem : cara / aturan : sistem berarti sususnan teratur. Sebagai sebuah sistem bahasa bersifat sisitematis artinya. 1. sedangkan bersifat sistemis artinya. konsep. bahasa itu tersusun menurut suatu pola tidak tersusun secara acak. Subsistem antara lain : fonologi. . 1. sedangkan signifie adalah konsep yang dikandung oleh signifiant. dan ragam. Lambang tidak bersifat langsung dan alamiah.

sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor diluar bahasa. Klasifikasi tipologis Klasifikasi tipologis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa. 2. 4. Bahasa dan Faktor Luar Bahasa Kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri. 3. Bahasa dan Budaya Ada hipotesis yang sangat terkenal mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan ini dekeluarkan oleh dua pakar yaitu Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf yang menyatakan bahwa bahasa mempengaruhi kebudayaan. Klasifikasi Genetik atau Geneologis Artinya suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua didapati bahwa bahasa-bahasa di dunia ini terbagi dalam 11 rumpun besar. Variasi dan Status Sosial Bahasa Karena anggota masyarakat penutur bahasa itu sangat beragam. 5. alihkode.3. 1.4. 3. Masyarakat Bahasa Adalah sekolompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Kontak Bahasa Dalam masyarakat yang bilingual atau multi lingual sebagai akibat adanya kontak bahasa dapat terjadi peristiwa yang disebut interferensi. integrasi.3. 3. 1. 2. Penggunaan Bahasa Hymes (1974) pakar sosio linguistik mengatakan bahwa. suatu komunitas dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING. Klasifikasi bahasa Klasifikasi dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa. dan campurkode. Klasifikasi areal .

Aksara adalah keseluruhan sistem tulisan. Kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu . pertentangan fisis dan nomos. bahasa tulis adalah sekunder.kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian. Bahasa Tulis dan Sistem Aksara Bahasa lisan adalah primer. kata. pertentangan analogi dan anomali kaum anologi anatara lain Plato dan Aristoteles. berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. 4. 2. 3. BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK LINGUISTIK TRADISIONAL  Menurut tata bahasa tradisional.5.”. Bahasa berdasarkan filsafat dan semantik. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI  Persoalan pertentangan para filosof Yunani tentang hakikat bahasa adalah : 1. Abjad adalah urutan huruf-huruf dalam suatu sistem aksara. Bahasa lisan lebih dulu dari pada bahasa tulis. Misal : pembentukan jamak j boy menjadi boys. Pengertian Huruf adalah istilah umum untuk graf dan grafem. Graf adalah satuan terkecil dalam aksara. Sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. suku. Tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat ditrsibusi dengan frase “dengan ….Dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain. Grafem adalah satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem. Klasifikasi sosio linguistik Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat. Alograf adalah farian dari grafem.

Plato (429 – 347 S. syndesmoi. c. Kaum Stoik Usaha kaum Stoik dalam studi bahasa : a. Kaum Sophis Sumbangan kaum Sophis dalam studi bahasa : a. Syindesinoi : kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis. melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran-ukuran tertentu. Aristoteles (384 – 322 S. e. dan arthoron).M) Jasa Plato dalam studi bahasa : a. c. Kaum Alexandrian . d. Menyodorkan batasan bahasa yaitu bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantaraan anomata dan rhemata. Misal : child menjadi children. Membedakan legein dan propheretal. Kaum Anomali sejalan dengan kaum Naturalis dan kaum Anologi sejalan dengan kaum Kontensional. Membedakan kata kerja komplet dan tidak komplet. d.tidak teratur.M) Menurut Aristoteles ada 3 macam kelas kata : a. kata kerja aktif dan pasif. Memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya dialog dan mengemukakan masalah bahasa alamiah dan bahasa konvensional.sign atau semainon (2)makna samainonen /lekton(3)hal-hal diluar bahasa yakni benda dan situasi.simbol. melakukan kerja secara empiris. b. Membagi jenis kata menjadi 4 (kata benda. Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa. Rhema : ucapan dalam bahasa sehari-hari (prediket) c. orang yang pertama kali membedakan kata anoma dan rhema. b. b. Membedakan 3 komponen utama studi bahasa (1)tanda.sangat mementingkan bidang retrorika dalam studi bahasa. kerja. f. membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna. Anoma : nama dalam bahasa sehari-hari (subyek) b. c. Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa.

LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. • • • Fonologi : Membicarakan tentang tulisan atau huruf yang disebut litterae. Varra dan “De Lingua Latina” • • • Etimologi : Cabang linguistik yang menyelidiki asal usul kata beserta artinya. Dalam bidang Fonologi aliran Praha membedakan dengan tegas akan Fonetik dan Fonologi. Ferdinand De Saussure (1857 – 1913) Dianggap sebagai Bapak Lingiustik Modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya “ Course De Lingiustique Generale” yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915. Lahir kurang lebih tahun 100 S. Tokoh : Louis Hjemslev (1899 – 1965) menjadi terkenal karena usahanya membuat ilmu bahasa yang berdiri sendiri. . 3. Morfologi : Cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya. 2. Aliran Praha Aliran ini terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa Vilem Mathesius (1882 – 1945). Tema adalah apa yang dibicarakan. Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark.Kaum ini mewarisi buku tata bahasa yang disebut tata bahasa Dionysius Thrax.M. Morfologi : Membicarakan mengenai dictio atau kata.Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. • Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang tersusun secara berurutan bersifat linear.M) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscra dengan karyanya Institutiones Gramaticae. Fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem. Institutiones Gramaticae atau Tata Bahasa Priscia. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri. Menurut Varro kata adalah bagian dari ucapan yang tidak dapat dipisahkan lagi dan merupaan bentuk minimum. Rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. Sintaksis : Membicarakan tata susunan kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai. ZAMAN ROMAWI  Tokoh pada Zaman Romawi yang tekenal Varro (116 – 27 S.

K. dll. Aliran Tagmemik Aliran ini dipelopori oleh Kenneth. Menurut teori Semantik generatif. sifat. 7. Harins Universal In Linguiostic Theory. Kemampuan (Competence) adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. Holliday. Firth (1890 – 1960) Guru Besar Universitas London terkenal karena teorinya mengenai Fonologi Prosodi. Tagmen adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling bertukaran untuk mengisi slot tersebut. mengenai bahasa yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. 6. Argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan. • Tata Bahasa Kasus Pertama kali diperkenalkan oleh Chjarles J. • Semantik Generatif Beberapa murid dan pengikut Chomsky memisahkan diri karena ketidak puasan terhadap teorinya karena semantik mempunyai eksistensi yang lain dari sintaksis dan struktur batin tidak sama dengan struktur semantis. Fillmore yang berjudul “The Case For Case” tahun 1968 dalam buku Bach. dan R. Fonologi Prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan Fonetis.4. Aliran Firthiun John R. Perbuatan berbahasa (Performance) adalah pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. Pike. Predikat adalah perbuatan. L. Linguistik Sistematik Tokohnya M. tokoh dari Summer Institute of Linguistics yang mewarisi pandangan-pandangan Bloomfield. E. 5. .A. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA • Tata Bahasa Transformasi Lahir dengan terbitnya buku Noam Chomsky yang berjudul Syntactic Structure pada atahun 1957. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Leonard Bloomfield (1877 – 1949) terkenal dengan bukunya yang berjudul Language yang dikaitkan dengan aliran Struktural Amerika.

Terbitan Holt Rinehart and Winston. . Agent : pelaku perbuatan atau yang melakukan suatu perbuatan. atau waktu yang sudah. • Tata Bahasa Relasional Muncul tahun 1970-an. Goal : Keadaan. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU Linguistik ialah ilmu yang mempelajari bahasa sebagai objek kajiannya. Object : sesuatu yangh dikenai perbuatan atau yang mengalami suatu proses. Tokoh : David M. Contoh : Dia merasa takut. tempat. 2. Verba sama dengan predikat. Referensial : Acuan Contoh : Husin temanku. nomina sama dengan argumen dalam teori Samantik Generatif. Contoh : Bus itu datang dari Bandung. Parlinutter dan Paul M. membawa. Contoh : menendang. Contoh : Dia menendang Bola. Observasi dan klasifikasi yaitu mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa tanpa memberi kesimpulan apapun. tempat atau waktu yang kemudian Contoh : Dia mau menjadi Guru. Experiencer : yang mengalami peristiwa psikologis. Source : Keadaan. spekulasi yaitu pembicaraan suatu hal dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif (tanpa didukung bukti-bukti) 2.1 Keilmiahan Linguistik Tahap perkembangan linguistic : 1. Postal dalam karangan Lectures on Relational Grammar dll.

objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya/bahasa tertentu.semantic dan leksikologi) linguistic . biasanya bersifat histories/ mengetahui sejarah structural bahasa itu serta segala bentuk perkembangannya dan perubahannya) 3. 2.3. 2.filologi .dialektologi.antropolinguistik.stilistika. bahasa adalah suatu system. bahasa bersifat unik. missal mengkaji bahasa Indonesia tahun 20-an) . 5. maka linguistic melihat bahasa sebagai bunyi. tujuan pengkajiannya untuk teori/terapan makro (sosiolinguistik.linguistic diakronik (mengkaji bahasa pada masa tak terbatas.filsafat bahasa dan neurolinguistik) 4. perumusan teori yaitu dimana dari data-data yang dikumpulkan lalu dirumuskan hipotesis dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhdap fakta-fakta yang ada. • Pendekatan bahasa sebagai bahasa dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut : 1. Linguistik yang telah mangalami tiga tahap perkembangan ini sudah dapat dikatakan ilmiah. karena sifat empirisnya. bahasa berubah dari waktu ke waktu.2 Subdisiplin linguistik Pengelompokan nama-nama subdisiplin linguistik berdasarkan : 1. objek kajiannya adalah struktur internal bahasa itu/kaitannya dengan factor luar bahasa . maka linguistic memndang bahasa sebagaikumpulan unsure yang mana antara satu dan lainnya saling berkaitan. Dapat dibedakan menjadi linguistic umum (mengkaji kaidah bahasa secara umum) dan linguistic khusus (mengkaji kaidah bahsa tertentu).morfologi. maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif. 3.etnolinguistik.sintaksis. bahasa adalah bunyi ujaran.linguistic mikro (fonologi. maka linguistic tidak menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.psikolinguistik. objek kajiannya adalah bahasa pada masa tertentu/sepanjang masa . 4. 2.linguistic sinkronik (mengkji bahasa pada masa terbatas.

. fonemik. semantic.kritikus.2. yaitu sub .Negarawan/politikus yaitu untuk memperjuangkan ideology dan menyelesaikan gejolak social.peminat sastra yaitu membantu memahami karya-karya sastra . antara lain relasi sintamagnik (hubungan antara satuan bahasa dalam klimat konkret) dan relasi asosiatif (hubangan antar satuan bahasa yang tak nampak dalam kalimat).2.2 Analisis Linguistik Dilakukan terhadap bahasa yang lebih tepat disebut fonetik.2 Analisis bahasa langsung yaitu teknik dalam menganalisis unsur yang membangun suatu satuan bahasa. teori/aliran yang digunakan untuk menganalisis objeknya 2. 2.Bagi peneliti. 2.1 Struktur. Sistem bahasa ini terdiri dari lima sub sistem. 2. satuan kata. 2.bagi linguis yaitu membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya.penyusunan buku ajar) 5.3 Manfaat Linguistik . satuan frase. sintaksis. sedangkan linguistic terapan (penyelidikan untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah dimasyarakat seperti pengajaran bahasa. BAB 7 TATARAN LINGUISTIK (4) SEMANTIK Hocket. klausa bahkan kalimat. system dan distribusi Bapak linguistic modern.2.Bagi guru yaitu melatih ketrampilan berbahasa .3 Analisi rangkaian unsur dan analisis proses unsur Analisis rangkaian unsur (setiap satuan bahasa dibentuk dari unsure-unsur lain) sedangkan analisis proses unsur (setiap satuan bahasa merupakan hasil dari suatu proses pembentukan). seorang tokoh strukturalis menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem yang kompleks dari kebiasaan-kebiasaan.linguistic teoritis (penyelidikan hanya untuk kepentingan teori belaka). Ferdinand de Saussure(1857-1913) dalam bukunya Course de Linguistique Generale membedakan dua relasi antara satuan bahasa.

Bapak linguistik modern. semantik. dan komponen signifie (yang diartikan) berupa pengertian atau konsep (yang dimiliki oleh signifian). karena tidak mempunyai referens.1. Sebaliknya kata-kata seperti dan. seperti afiksasi. dan fonetik. fonologi. komposisi.2. 7.2. Makna gramatikal baru ada kalau terjadi proses gramatikal. melainkan dapat berpindah dari maujud satu ke maujud lain disebut kata-kata deiktik. misalnya di sini. Kata “kepala” pada kedua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda. Ferdinand de Saussure dalam teorinya menyatakan bahwa tanda linguistik (Signe Linguistique) terdiri dari komponen signifian dan signifie. kamu). yang berarti studi linguistik tanpa disertai dengan studi semantik. atau acuannya dalam dunia nyata.2. Makna Referensial dan Non-referensial Sebuah kata bermakna referensial kalau ada referensnya. merah. Yang termasuk katakata deiktik adalah kata-kata promira (dia. dan gambar. atau kalimatisasi. Gramatikal.1. Misalnya dalam proses afikasi perfiks ber – dengan dasar baju melahirkan makna gramatikal “memakai baju”. morfofonemik. Jadi menurut Ferdinand de Saussure makna adalah “pengertian” atau “konsep” yang terdapat pada sebuah tanda linguistik. Misalnya kata kuda. 7. saya. Sebab kedua komponen itu merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. kata-kata yang menyatakan ruang. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam satu konteks. di sana. JENIS MAKNA 7. Misalnya pada kata “lapala” dalam bentuk bentuk kalimat bentuk : a) Rambut di kepala nenek putih semua b) Sebagai kepala sekolah dia harus menegur murid itu. tidak ada artinya. Makna leksikal dapat pula diartikan makna yang ada dalam kamus. HAKIKAT MAKNA Menurut de Saussure setiap tanda linguistik terdiri dari komponen signifian (yang mengartikan) yang wujudnya berupa runtunan bunyi.2. Sub sistem semantik dan fonetik bersifat periperal. dan Kontekstual Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun. reduplikasi.sistem gramatika. Kata-kata yang acuannya tidak menetap pada satu maujud. 7. Makna Lekskal. kata-kata yang menyatakan .

dan wisma yang semuanya memberi asosiasi yang berbeda terhadap penghuninya. Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai”. Misalnya.waktu. atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. mohon diam sebentar !” katanya kepada kami Makna kolakotif berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dari sejumlah kata-kata yang bersinonim. Konotasi netral misal kurus.2. makna konseptual sama dengan makna leksikal. kondominium. denotatif dan makna referensial. kediaman. 7. seperti ini dan itu.2. afektif. a. kata “tampan” . stilistika. konotasi positif misalnya ramping.3. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa. Makna stalistika berkenaan dengan pembedaan penggunaan kata sehubungan dengan perbedaan bidang sosial atau bidang kegiatan. dan makna kolakotif.4. Makna konotasi ada tiga. seperti sekarang. Makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatif. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. kata-kata yang disebut kata penunjuk. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna asli. pondok. “Tutup mulut kalian !” bentaknya kepada kami b. Misal kata “babi” bermakna binatang yang biasa diternakkan dan diambil dagingnya. istana. Misalnya pada kedua kalimat di bawah ini memiliki makna afektif yang berbeda. Oleh Leech (1976) ke dalam makna asosiasi ini dimasukkan juga yang disebut akna konotatif. besok. kita membedakan penggunaan kata rumah. Makna denotatif sama dengan makna leksikal. vila. “Coba. Makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap lawan bicara. Makna konotatif termasuk dalam makna asosiatif karena berasosiasi dengan nilai rasa terhadap kata itu. Misalnya. sehingga kata tersebut hanya cocok untuk digunakan berpasangan dengan kata tertentu. Misalnya kata “merah” berasosiasi dengan berani. 7. dan konotasi negatif misalnya kerempeng. Jadi.

5. Makna kata menjadi jelas jika kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya.2. jelas. tidak meragukan meskipun tanpa konteks kalimat.6. faktor sosial. 7.3. Makna Kata dan Makna Istilah Makna kata masih bersifat umum. faktor wilayah. faktor keformalan. 7. Sinonim Sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan kesamaan makna antara ujaran yang satu dengan ujaran yang lainnya. Kedua. Keempat. Makna istilah mempunyai makna yang pasti. 7. Hulubalang berpengertian klasik. Idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikalnya sendiri. Ketiga. Contoh : betul bersinonim dengan benar. kasar. buku putih yang bermakna “buku yang memuat keterangan resmi mengenai suatu kasus” kata “buku” masih memiliki makna leksikalnya. Contoh : seperti anjing dengan kucing artinya dua orang yang tidak bisa akur. Misalnya uang dan duit. antara lain : Pertama. meja hijau. Peribahasa memiliki makna yang masih bisa ditelusuri dari makna unsur-unsurnya karena adanya “asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa. Misalnya kata “hulubalang” dengan kata “komandan”. faktor waktu. contohnya.3.2. Contoh idiom adalah membanting tulang.sesungguhnya bersinonim dengan kata cantik.1. komandan tidak. Makna Idiom dan Peribahasa Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari makna unsur-unsurnya. baik secara leksikal maupun gramatikal. misalnya kata “saya” digunakan oleh . Misalnya kata “beta” untuk wilayah Indonesia bagian timur. RELASI MAKNA Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain. “saya” digunakan secara umum. 7. sedangkan telinga bagian yang terletak di dalam. dan tidak jelas. Ketidaksamaan makna ujaran dikarenakan beberapa faktor. Misalnya kata “kuping” dalam bidang kedokteran adalah bagian yang terletak di luar. hanya cocok atau berkolakasi dengan kata yang memiliki ciri “pria”.

kepala kantor b. kepala surat c. Misalnya kata “matahari” bias digunakan dalam kegiatan apa saja atau umum. batasnya itu dapat bergerak menjadi lebih atau kurang. Contoh : baik berantonim buruk. antonim yang bersifat relatif atau bergradasi yaitu antonim yang batas antara satu dengan yang lainnya tidak dapat ditentukan secara jelas. Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. Dilihat dari sifat hubungannya. Misalnya kata berdiri berantonim dengan kata duduk. Homonimi . Contoh kata “kepala” pada frase berikut : a. 7. kepala meja d. Contohnya : kata gram dan kilogram.3. Misalnya kata “melihat” memiliki makna umum. antonim yang bersifat hierarkial yaitu antonim yang kedua satuan jaran yang berantonim itu berada dalam satu garis jenjang atau hierarki.3. faktor nuansa makna. “aku” digunakan terhadap teman sebaya. sedangkan kata “surya” hanya cocok digunakan pada ragam sastra. Antonim Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan.2. jongkok dan bersila. kepala manusia 7. Kedua. 7. tiarap. Kelima. antara lain : Pertama. antonim dibedakan atas beberapa jenis.3.siapa saja kepada siapa saja. Misalnya suami dengan isteri. kata “melirik” memiliki makna melihat dengan sudut mata. antonim majemuk yaitu antonim yang memiliki pasangan lebih dari satu. menjual dengan membeli. Contohnya kata hidup berantonim secara mutlak dengan kata mati.3. Kelima. tidur. antonim yang bersifat mutlak. antonim yang bersifat relasional yaitu antonim yang munculnya yang satu harus disertai dengan yang lain. bidang kegiatan. Keenam. Keempat.4. Ketiga.

PERUBAHAN MAKNA Secara sinkronis (masa yang relatif singkat). Namanya yang tepat adalah partonimi atau meronimi. antara lain : . Misalnya kesamaan makna dalam kalimat “Bola itu ditendang oleh Dika” dengan “Bola itu ditendang Dika” kata “oleh” inilah yang dianggap sebagai redundans. Burung berhiponim merpati.6. Redudansi Redudansi adalah penggunaan unsur segmental dalam bentuk suatu ujaran yang berlebih-lebihan. Misalnya kata “bisa” yang bermakna “sanggup” dan “bisa” yang bermakna racun ular. atau (2) buku itu memuat sejarah zaman baru.7.5. pintu. Homofini adalah kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran. 7. tanpa memperhatikan ejaannya. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Ambiquiti atau Ketaksaan Ambiquiti adalah gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda yang terjadi pada bahasa tulis.3.4. Dalam kata jendela. Contohnya “bang” dengan bank. Teras yang maknanya inti dan teras yang maknanya serambi. Contoh merpati berhiponim dengan burung. 7. Dalam homonimi ada yang disebut homofoni dan homografi. dan rumah. jendela dan pintu hanya bagian atau komponen dari rumah.3. tetapi secara diakronis (masa yang relatif lama) kemungkinan bisa berubah. Misalnya kata “teras”. 7.Homonimi adalah dua buah kata satu satuan ujaran yang bentuknya sama maknanya berbeda.3. karena dalam bahasa tulis unsur suprasegmental tidak dapat digambarkan dengan akurat. makna sebuah kata tetap sama. 7. tetapi ucapan dan maknanya tidak sama. berlebih-lebihan. bentuk “buku sejarah baru” dapat ditaksirkan menjadi (1) buku sejarah itu baru terbit. Homografi mengacu pada bentuk ujaran yang sama ortografi atau ejaannya. Hiponimi Hiponimi adalah hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain. Misalnya.

kata “tuan” diganti dengan kata “bapak” yang terasa lebih demokratis. Misalnya . 7. sepatu. perkembangan pemakaian kata. Misalnya kata “pedas” yang seharusnya ditanggap oleh alat indra perasa lidah menjadi ditanggap oleh alat pendengar telinga. artinya kalau tadinya kata bermakna “A”. Kini. sekarang bermakna karya cipta. Ada juga perubahan makna yang “menghaluskan” misalnya kata “pemecatan” diganti PHK. membuat”. digunakan kata “tuan”. sehingga dengan demikian bila disebut ujaran itu maka yang dimaksud adalah sesuatu yang lain yang berkenaan dengan ujaran itu. seperti pada ujaran “kata-katanya sangat pedas”. Medan Makna Medan makna (semantic domain. Kedua. Misalnya pada zaman feudal dulu. Perubahan makna yang “menghaluskan” disebut eufemia/eufemisme. lalu menjadi bermakna “B”. Ketiga. semantif field) atau median leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. Misalnya kata “sarjana” tadinya bermakna “orang cerdik” tetapi kini hanya bermakna “lulusan perguruan tinggi” saja. tetapi juga celana. untuk menyebut orang yang dihormati. Perubahan makna meluas. Misalnya kata “seni” pada mulanya hanya berkenaan dengan air seni. topi. pertukaran tanggapan indra. MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA 7. Keempat. dasi dan sebagainya.5. perkembangan sosial budaya. misalnya kata “Baju” mulanya bermakna pakaian. Misalnya kata “menggarap” dari bidang pertanian digunakan juga dalam bidang lain dengan makna “mengerjakan. seperti sarjana pendidikan. Perubahan makan yang bersifat “mengkasarkan” misalnya kata “kalah” digantu dengan “masuk kotak”.1. Perubahan makna menyempit. Kelima. artinya makna yang dimiliki sekarang jauh berbeda dengan makna aslinya. Misalnya kata “sastra” mulanya bermakna “tulisan” lalu berubah menjadi bermakna “bacaan”. artinya kalau tadinya kata bermakna umum menjadi bermakna khusus. perubahan makna yang “mengkasarkan” disebut disfemia.5. adanya asosiasi yaitu hubungan antara sebuah bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain berkenaan dengan bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain yang berkenaan dengan bentuk ujaran itu. Misalnya kata “amplop” yang berarti sampul surat dan yang berarti “uang sogok”.Pertama. perkembangan iptek. Perubahan makna secara total.

Selain itu juga harus hadir objek nomina yang memiliki komponen makna bacaan. Sintaksis berasal dari bahasa Yunani.2. seperti merah darah. hijau. berdasarkan siswat hubungan semantisnya dapat dibedakan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. kuning. Kesesuaian Semantik dan Sintaktik Menurut Chafe (1970) inti sebuah kalimat adalah pada predikat atau verba. menurut Chafe. . Komponen Makna Makna yang dimiliki oleh setiap kata terdiri dari sejumlah komponen makna yang membentuk keseluruhan makna kata itu. Umpanyanya. maka dalam kalimat itu akan hadir sebuah subjek berupa nomina pelaku dan berkomponen makna manusia. Kata layar. bahasa Indonesia memberi keterangan perbandingan. Kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmantik yang terdapat antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. coklat. dan badai yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi. yaitu sun yang berarti dengan dan tattiein yang berate menempatkan. karena kata-kata yang berada dalam satu kelompok set itu bisa saling disubtitusikan. kata remaja merupakan tahap erkembangan dari kanak-kanak menjadi dewasa. putih. Kelompok set menunjuk pada hubungan paradigmatik. BAB 6 TATARAN LINGUISTIK (3): SINTAKSIS Sintaksis adalah bidang tataran linguistic yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika. 7. perahu.5. bacaan. sebab verba membaca juga memiliki komponen makna. kalau verbanya berupa kata kerja membaca. 7.5. Untuk mengatakan nuansa warna yang berbeda. satu tempat atau lingkungan yang sama. hitam. merah jambu.medan warna dalam bahasa Indonesia mengenal nama-nama merah. Kata-kata yang mengelompok dalam satu medan makna. biru. Misalnya dalam kalimat “tiang layer perahu nelayan itu patah dihantam badai !”. verbalah yang menentukan kehadiran konstituan lain dalam sebuah kalimat. dan merah bata.3. Secara etimologi berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat . nelayan.

2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS Dalam tataran morfologi. Namun. yaitu kata penuh dan kata tugas.Dalam kalimat jawaban “ Sudah ! “ . Ada pendapat lain yang mengatakan hadir tidaknya suatu fungsi sintaksis tergantung pada konteksnya.Dalam kalimat seruan “ Hebat ! “ Dari contoh di atas. atau seruan. kakek(O) memiliki peran sasaran. kata tugas berkategori preposisi dan konjungsi. Sedangkan. 6.O. Susunan fungsi sintaksis tidak harus selalu berurutan S.O. Contoh: .K. mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi. Banyak pakar yang mengatakan struktur sintaksis minimal harus memiliki fungsi subjek dan predikat karena tanpa fungsi tersebut konstruksi itu belum dapat disebut sebgai sebuah struktur sintaksis. perintah. numeralia. Sedangkan. tetapi dalm tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil yang secra hierarkial menjadi komponen pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar. Selain itu. verba. tadi pagi (K) memiliki peran waktu.dan K Contoh: Kakek melirik nenek tadi pagi SPOK S: sebagai kategori nomina P: sebagai kategori verba O: sebagai kategori nomina K: sebagai kategori nomina S.K merupakan fungsi dari sintaksis dan juga mempunyai peran sintaksis. yaitu frase.Dalam kalimat perintah “ Baca ! “ .O. kata merupakan satuan terbesar. yang tampaknya urutannya harus selalu tetap adalah fungsi P dan O. Keempat fungsi itu tidak harus ada dalam setiap struktur sintaksis. Dalam sintaksis kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis.2 STRUKTUR SINTAKSIS Terdiri dari susunan S. mempunyai kebebasan mutlak sehingga dapat menjadi pengisi fungsi-fungsi sintaksis. maka fungsi yang muncul hanyalah yang menyatakan jawaban. dibedakan menjadi dua macam kata. Kata tugas juga mempunyai . Kata penuh berkategori nomina. pakar lain Chafe mengatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat dan predikat itu harus selalu berupa verba. Kata Penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna. kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna. karena berpengaruh terhadap munculnya fungsi-fungsi lain. Dalam pembahasan kata sebagai pengisi satuan sintaksis. ajektifa. melirik (P) memiliki peran aktif.P.P.P. Adverbia.6. tidak mengalami proses morfologi. dan perangkai dalam penyatuan bagian-bagian dari satuan sintaksis. Contoh dalam kalimat di atas: Nenek(S) memiliki peran pelaku(agentif). penanda kategori sintaksis. Namun.

3. selalu terikat dengan kata yang ada dibelakangnya atau di depannya dan dengan kata-kata yang dirangkaikannya. sedangkan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata berktegori nomina.2. bukan berupa morfem terikat.) Direktif( Preposional) Frase yang komponen pertamanya berupa preposisi dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. Komponen inti dapat didepan dan dapat juga dibelakang.2.2.kebebasan yang tebatas.3.Frase Koordinatif Frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif.) frase nominal. ajektifa. yaitu yang merupakan inti frase berlaku sebagai komponen atasan.Frase Eksosentrik Adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. yaitu frase yang intinya berupa kata kerja 3. Contoh: frase di pasar Terdiri dari komponen di dan pasar Frase eksosentrik dibagi menjadi 2: 1.) Nondirektif Frase yang komponen pertamanya berupa artikulus. yaiu frase yang intinya berupa nomina atau pronominal 2.sang.3. Jenis Frase Frase dibedakan menjadi 4: 6.3. sedangkan komponen lainnya yaitu komponen yang membatasi berlaku sebagai komponen bawahan. frase endosentrik dapat dibedakan menjadi 4: 1.para. Frase endosentrik disebut juga frase subordinatif karena salah satu komponennya. Pembentuk frase itu harus berupa morfem bebas. Berdasarkan intinya.dan kaum. yaitu frase yang intinya berupa kata sifat 4.) frase numeralia. 6. atau verba. yaitu membatasi makna komponen inti. Pengertian Frase Frase adalah gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis didalam kalimat. Contoh: sedang membaca Kata sedang membatasi makna komponen inti( kata membaca).2.1.) frase verbal. Frase .1. 6.Frase Endosentrik (Frase Modifikatif) Frase yang komponennya bukan inti.yang.3.) frase adjektifa. 2. yaitu frase yang intinya berupa kata numeral 6.3 FRASE 6.3. Contoh frase: belum makan Contoh bukan frase karena morfem terikat: tata boga 6.2. seperti si.

Dalam perincian deskripsi ini biasanya digunakan konjungsi yang sebagai penyambung keterangan-keterangan tambahan pada deskripsi itu. Contoh: Nenek mandi. 6. Dapat disebut kalimat kalau kepadanya diberi intonasi kalimat. modalitas. .koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit biasanya disebut frase parataksis. Dalam bahasa Indonesia perluasan frase sangat produktif.3. Banyak klausa yang terletak di tengah kalimat karena disisipkan sebagai keterangan tambahan. c. objek. interogatif. maupun interjektif. melainkan dinyatakan dengan unsure leksikal. 6.1. artinya di dalam konstruksi itu ada komponen. perluasan frase dilakukn secara bertahap. 6. ingkar. Contoh: Adik mandi. Pengertian Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruksi predikatif. Fungsi yang harus ada dalam konstruksi klausa ini adalah subjek dan predikat. Dalam kalimat tunggal. baik intonasi deklaratif. Selain itu. KLAUSA 6. berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek. jenis. dan pembatas tidak dinyatakan dengan afiks seperti dalam bahasa-bahasa fleksi.Frase Apositif Frase koordinatif yang kedua komponenya saling merujuk sesamanya. b. untuk menyatakan konsep-konsep khusus. aspek. SP Kalimat tersebut bersifat predikatif.4. Perluasan Frase Frase dapat diperluas dengan memberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan.2. Contoh: Gadis yang duduk di depan itu bukan cucu nenek. pengungkapan konsep kala. jumlah. Sedangkan dalam kalimat majemuk diisi oleh dua atau lebih klausa. Klausa dapat menjadi kalimat tunggal jika didalamnya terdapat subjek dan predikat. biasanya diterangkan secara leksikal.3.2.4.4. Hal ini dikarenakan beberapa faktor: a.sehingga urutan komponenya dapat dipertukarkan. Letak Klausa Tempat klausa adalah di dalam kalimat. dan keterangan.4.3. seluruh bagian kalimat diisi oleh sebuah klausa. bahasa Indonesia adalah keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci terhadap suatu konsep. 6. Sebuah konstruksi disebut kalimat kalau kepada konstruksi itu diberikan intonasi kalimat.

Contoh: Nenek menulis surat b.) Klausa nominal Klausa yang predikatnya berupa nomina.) Klausa terikat Klausa terikat adalah klausa yang mempunyai struktur yang tidak lengkap.) Klausa refreksif Klausa yang predikatnya berupa verba refreksif.4. 6.) Klausa transitif Klausa yang predikatnya verba transitif.Klausa gadis yang duduk di depan disisipkan ke dalam klausa gadis itu bukan cucu nenek.Berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi 2: 1.4. Contoh: Ibu di dapur 6. Contoh: Bandelnya teramat sangat 5.) Klausa intransitif Klausa yang predikatnya verba intransitif. Klausa verbal dibagi menjadi 3: a. Contoh: Nenek sedang menangis 2. Contoh: Ayahnya petani di desa itu 3.) Klausa adverbial Klausa yang predikatnya adverbia. Contoh: Nenek menangis c.) Klausa bebas Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap. sekurangkurangnya mempunyai subjek dan predikat.) Klausa preposional Klausa yang predikatnya berupa frase berkategori preposisi. 2.) Klausa adjektifal Klausa yang predikatnya berkategori ajektifa.) Klausa numeral . 6.4.2.3. Jenis Klausa Jenis klausa dibedakan berdasarkan strukturnya dan kategori segmental yang menjadi predikatnya. Dalam klausa ini hanya ada subjek saja atau objek saja atau keterangan saja. Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya 1.3. 6.3. Contoh: Bumi ini sangat luas 4.) Klausa verbal Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba.1.

6. frase.5. Jenis Kalimat 6. KALIMAT 6. misalnya kalimat seruan. atau klausa.2. 3. Klausa berpusat adalah klausa yang subjeknya terikat di dalam predikatnya. yang menjadi dasar penting dari kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final.Klausa yang predikatnya berupa kata atau frase numeralia. ada yang konjungsi secara implisit (tanpa konjungsi). dan karena.5.2. tetapi. Kalimat majemuk ini merupakan campuran dari kalimat majemuk setara dan bertingkat. atau. Kalimat verbal dan non-verbal . Kalimat tunggal dan Kalimat majemuk Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa. yaitu kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif. Sedangkan. atau netral dan afirmatif.5. seperti dan. Konstituen itu sendiri dapat berupa kata.2. Namun.5. 6. Biasanya kedua klausa dihubungkan dengan konjungsi subordinatif. Klausa-klausanya biasanya dihubungkan dengan konjungsi eksplisit.  Klausa ini terdapat dalam beberapa bahsa fleksi seperti bahsa arab dan bahasa latin. misalnya kalu.3. aktif.1.1. Contoh: FN+FV : Nenek datang Kalimat inti dapat diubah menjadi kalimat noninti dengan berbagai transformasi. atau yang sederajat.2. 2.2.) Kalimat minor adalah kalimat yang unsur-unsurnya tidak lengkap. sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat 2. Kalimat mayor dan Kalimat minor 1. 6. Pengertian Kalimat Kalimat adalah kata-kata yang teratur yang berisi pikiran atau pelengkap. yang setara.5. ketika. Contoh: Aqra ul Qur’an artinya saya membaca al qur’an Klausa tak berpusat adalah klusa yang subjeknya tidak terikat di dalam  predikatnya. 6. meskipun. Kalimat inti. kalimat majemuk mempunyai klausa lebih dari satu. Contoh: gajinya 5 juat sebulan Ada istilah klausa berpusat dan tak berpusat..) Kalimat majemuk subordinatif Kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya tidak setar.) Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya lengkap. 6.) Kalimat majemuk kompleks atau campuran Kalimat majemuk yang terdiri dari 3 klausa atau lebih.5. Kalimat majemuk dibedakan menjadi 3: 1. lalu.) Kalimat majemuk koordinatif Kalimat majemuk yang klausanya memiliki status yang sama.5.2.4.

Kala.5. keadaan. Modus adalah penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara tentang apa yang diucapkannya.5.3. aspek sesatif ( perbuatan berakhir ) 6. tindakan atau pengalaman yang disebutkan di dalam predikat.) Kalimat non-verbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata/frase verbal.5.5. Ada beberapa macam aspek: a.4. modalitas intensional ( keinginan. Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan wakatu secara internal di dalam situasi.5. c. dan Diatesis 6. Kalimat bebas dan Kalimat terikat 1. modus desideratif ( keinginan atau kemauan ) g. kejadian/proses. Modus.5. Intonasi Kalimat Intonasi dapat berupa tekanan. permintaan. 6.4. dan peristiwa.1.modus indikatif (bersikap objektif atau netral ) b.) Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. Nada adalah unsur suprasegmental yang diukur berdasarkan kenyaringan suatu segmen dalam suatu ujaran. Aspek.4. 2. 6. a.4.1. aspek progresif ( perbuatan sedang berlangsung ) d. Fokus. keadaan. Ada beberapa modus: a. 2. modus kondisional ( persyaratan ) 6. modus optatif ( harapan atau keinginan ) c. nada. aspek inseptif ( peristiwa baru mulai ) c.3. Modalitas.4.5. modus obligatif ( keharusan ) f. aspek imperfektif ( berlangsung sebentar ) f. atau tempo.) Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata/frase yang berkategori verba.. aspek kontinuatif ( perbuatan terus berlangsung ) b. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan yaitu mengenai perbuatan. kejadian .) Kalimat bebas adalah kalimat yang dapat memulai sebuah paragraf tanpa bantuan kalimat lain yang menjelaskannya. Ada beberapa jenis modalitas : a. Tempo adalah waktu yang dibutuhkan untuk melafalkan suatu arus ujaran. 6. modus imperatif ( perintah atau larangan ) d. ajakan ) . 6. Kala adalah informasi di dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan.4. modus interogatif ( pertanyaan ) e.5. Tekanan adalah ciri-ciri suprasegmental yang menyertai bunyi ujaran b. aspek repetitif ( perbuatan terjadi berulang-ulang ) e.2.2.

5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. eksposisi.5. 6. nya. modalitas deontik ( keizinan atau perkenanan ) d.6. ini. diastesis resiplokal. modalitas epistesmik ( kemungkinan. menggunakan hubungan sebab-akibat diantara isi kedua kalimat e. wacana dilihat dari pengguanaan bahasa dibedakan menjadi wacana prosa dan wacana puisi c. yang bisa dipahami oleh pembaca/pendengar tanpa keraguan apapun. modalitas dinamik ( kemampuan ) 6. dan diastesis kausatif. mereka.1. menggunakan hubub\ngan pertentangan pada kedua kalimat b. diastesis pasif. kepastian. konjungsi yaitu alat untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat atau paragraf.6.6. dan keharusan ) c. diastesis refleksif. dan itu sebagai rujukan anafosis. 6.7. CATATAN MENGENAI HIERARKI SATUAN . sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. wacana berdasarkan dengan sarananya. 6. menggunakan hubungan generik-spesifik dan sebaliknya c. Jenis Wacana Wacana dibedakan berdasarkan sudut pandang dari mana wacana itu dilihat. WACANA 6. Pengertian Wacana Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap. Dalam wacana terdapat konsep. b.4. Selain itu juga dapat dibuat dengan bantuan berbagai aspek semantik. yaitu: a.3. Ada beberapa macam diastesis yaitu diastesis aktif. menggunakan hubungan perbandingan anatara isi kedua bagian kalimat d. c.b.6.5. menggunakan hubungan tujuan didalam isi sebuah wacana f. Diastesis adalah gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam hal itu. Alat Wacana Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif antara lain: a. menggunakan kata ganti dia. menggunakan hubungan rujukan yang sama pada dua bagian kalimat dalam satu wacana. pikiran.6.2. yaitu: a. 6. dibedakan menjadi wacana narasi. wacana dilihat dari penyampaian isinya. dan argumentasi. Wacana ini dibedakan menjadi wacana lisan dan wacana tulis b.4. menggunakan elipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat pada kalimat yang lain. yaitu bahasa lisan atau bahasa tulis. 6. atau ide yang utuh. gagasan. persuasi.

Tindakan spekulatif seperti ini kita lihat misalnya. Artinya kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedurprosedur tertentu. pelapisan tingkat. dan penurunan tingkat. Tahap pertama. yakni tahap spekulasi. Dalam studi bahasa dulu orang mengira bahwa semua bahasa di dunia diturunkan dari bahasa Ibrani. 1. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. atau kalaupun dijawab akan secara spekulatif pula. Keilmiahan Linguistik Pada dasarnya setiap limu. Disamping urutan normal itu bisa dicatat adanya kasus pelompatan tingkat. Dalam praktek berbahasa banyak faktor yang menyebabakan terjadinay penyimpangan urutan. Padahal seperti yang kita tahu. maka orang juga mengira Adam dan Hawa memakai bahasa Ibrani di Taman Firdaus. Kebanyakan ahli sebelum perang kemerdekaan baru bekerja sampai tahap ini. tetap mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut. Semua itu hanyalah spekulasi yang pada zaman sekarang sukar diterima. adalah tahap observasi dan klasifikasi. Bahasa-bahasa di Nusantara . Bahkan sampai akhir abad-17 seorang filosof Swedia masih menyatakan bahwa di Surga Tuhan berbicara dengan Swedia. dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU 2. atau bagaimana cara membuktikannya. tentu tidak dapat dijawab. bahwa pandangan atau penglihatan kita seringkali tidak sesuai dengan kenyataan atau kebenaran faktual. ular berbahasa Perancis.Kiranya urutan hierarki itu adalah normal teoritis. Kalau ditanya apa buktinya. Adam berbahasa Denmark. Tahap kedua. termasuk juga ilmu linguistik. Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolonggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.

sebab masih banyak sekali bahasa di Nusantara ini yang belum terdokumentasikan. Kegiatan linguistik juga tidak boleh “dikotori” oleh pengetahuan atau keyakinan si peneliti. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Artinya. menurut pengetahuan kita jika prefiks me – diimbuhkan pada kata dasar yang mulai dengan vokal maka akan muncul –ng–. Kemudian dalam disiplin itu dirumuskan hipotesis atau hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.didaftarkan. dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada. yang terdapat dari alam yang wujudnya dapat diobservasi. Seharusnya adalah mengubah. . Tindakan spekulatif dalam kegiatan ilmiah berarti tindakan itu dalam menarik kesimpulan atau teori harus didasarkan pada data empiris. kita katakan adalah bentuk yang salah. Jadi kesimpulan yang dibuat pada kegiatan ilmiah hanya berlaku selama belum ditemukannya data baru yang dapat membatalkan kesimpulan itu. Cara seperti ini belum dikatakan “ilmiah” karena belum sampai tahap penarikan suatu teori. Disiplin linguistik dewasa ini sudah mengalami ketiga tahap diatas. . ditelaah ciri-cirinya. disiplin linguistik itu sekarang sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah. Pada saat ini cara kerja tahap kedua ini tampaknya masih diperlukan bagi kepentingan dokumentasi kebahasaan di negeri kita. Umpamanya. bentuk merubah yang nyatanyata secara empiris ada. yaitu dari prefiks me – ditambah dengan bentuk dasar ubah. oleh karena itu. Tahap ketiga. lalu dikelompokkan berdasarkan kesamaan-kesamaan ciri yang dimiliki bahasa-bahasa tersebut. yakni data yang nyata ada. Selain tiu bisa dikatakan ketidakspekulatifan dalam penarikan kesimpulan merupakan salah satu ciri keilmiahan. adalah tahap adanya perumusan teori.

Sebagai ilmu empiris. sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa. Dalam ilmu logika atau ilmu menalar selain adanya penalaran secara induktif . kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris. perlu diwaspadai dan direvisi. Namun.Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. mula-mula dikumpulkan data-data khusus. Data empiris itu dianalisis dan diklasifikasikan. Karena itu. Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini. lalu dari data-data khusus ditarik kesimpulan umum. Artinya. secara deduktif adalah kebalikannya. sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. karena bahasa adalah bunyi ujaran. maka kesimpulan itu berarti semakin kuat kedudukannya. Artinya bagi linguistik. kebenaran kesimpulan deduktif sangat bergantung pada kebenaran kesimpulan umum. tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya. yang dipakai untuk menarik kesimpulan deduktif itu. dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut: Pertama. bahasa lisan adalah primer. Artinya. linguistik sering disebut nomotetik. Kemudian kesimpulan ini “diuji” lagi pada data empiris yang diperluas. Apabila data baru itu tidak cocok dengan kesimpulan itu. yang lazim disebut premis mayor. suatu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada. Kesimpulan ini biasanya disebut kesimpulan induktif. Jadi. maka berarti kesimpulan itu menjadi goyah kedudukannya. . Kemudian sesuai dengan predikat keilmiahan yang disandangnya linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan. maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Lalu ditarik suatu kesimpulan umum berdasarkan data empiris itu.

Ketiga. karena bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu. karena bahasa adalah suatu sistem. melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan. Lawannya disebut pendekatan otomatis. 2. atau sebagai sistem itu. yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan. Kelima. Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan. yang berdiri sendiri-sendiri. Artinya. yaitu yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur-unsur yang terlepas. Subdisiplin Linguistik Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. karena sifat empirisnya. artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspek dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Secara sinkronik artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada kurun waktu tertentu. Pembagian atau pencabangan itu diadakan tentunya karena objek yang menjadi kajian . Studi sinkronik bersifat deskriptif karena linguistik hanya mencoba memberikan keadaan bahasa itu menurut apa adanya dalam kurun waktu terbatas. Lalu karena itu pula linguistik mempelajari bahasa secara sinkronik dan diakronik. Keempat. karena bahasa bersifat unik. sepanjang kehidupan bahasa itu. maka linguistik mendekati bahasa secara deskripstif dan tidak secara prespektif.Kedua. Secara diakronik. Secara diakronik sering juga disebut studi histori komparatif. disebut pendekatan struktural. maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan yang terlepas. 2. sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya.

2. Kajian umum dan khusus ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari sistem bahasa itu. Linguistik diakronik: berupaya mengkaji bahasa (atau bahasa-bahasa) pada masa tidak terbatas. Linguistik sinkronik/deskriptif: mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. 2. maka subdisiplin atau cabang linguistik itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik. karena berupaya mendeskripsikan bahasa secara apa adanya pada masa tertentu.disiplin ilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. yaitu bahasa. dan sintaksis bahasa pada umumnya. Tujuan linguistik diakronik ini terutama adalah untuk mengetahui sejarah struktural bahasa itu beserta dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya. Pembicaraan dalam buku ini terutama hanya mengenai fonologi. misalnya mengkaji bahasa pada tahun dua puluhan. Berdasarkan objek kajiannya. Kajian linguistik diakronik ini biasanya bersifat historis dan komparatif. 2. 1. merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusian bermasyarakat. Dalam buku ini kita akan mencoba mengelompokkan nama-nama subdisiplin linguistik itu. Studi linguistik sinkronik ini biasa disebut juga linguistik deskriptif. morfologi. Linguistik umum: linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. 2. Berdasarkan objek kajiannya. . Mengingat bahwa objek linguistik. bahasa Jawa dewasa ini. sedangkan kegiatan itu sangat luas. apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus. 2.

Berdasarkan objek kajiannya. Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. apakah struktur internal bahasa/bahasa itu hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro (Mikrolinguistik dan makrolinguistik). hubungan satu dengan yang lainnya. Sedangkan linguistik makro yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor diluar bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal. bagianbagiannya serta cara pembentukannya. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Morfologi menyelidiki struktur kata. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa. Karena banyaknya masalah yang terdapat diluar bahasa. gramatikal. lebih banyak membahas faktor luar bahasanya daripada struktur internal bahasa. termasuk bagaimana kemampuan . Leksikologi menyelidiki liksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspek. Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar linguistik sebab yang dipelajari adalah struktur internal bahasa itu. 3.2. maupun kontekstual. 2. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata. cara terjadinya dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. maka subdisiplin linguistik makropun menjadi sangat banyak. Sosiolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara sosiologi dan linguistik. serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.

Dialektologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu. Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa. Dialektologi ini merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik dan geografi. linguistik relasional dan linguistik sistemik. dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis. dan kebudayaan. serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. linguistik struktural. 2. psikolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik. Stilistika adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-bentuk karya sastra. Filsafat bahasa adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia.berbahasa itu dapat diperoleh. 5. Jadi. Antropolinguistik merupakan ilmu interdisipliner antara antropologi dan linguistik. linguistik generatif semantik. 2. Kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka. 4. atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktorfaktor di luar bahasa untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya. 2. Filologi merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik. kebudayaan. linguistik transformasional. Berdasarkan tujuannya. Berdasarkan teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional. Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia. pranata. Jadi. . stilistika adalah ilmu interdisipliner antara linguistik dan ilmu susastra. apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistik teoretis dan linguistik terapan Linguistik teoretis: mengadakan penyelidikan terhadap bahasa. sejarah. 2.

sedangkan relasi asosiatif adalah hubugan yang terdapat dalam bahasa. Sistem. Struktur. Louis Hjelmslev. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dalam bukunya Course de Linguitique Generale (terbit pertama kali 1916. dsb) terhadap linguistik sepanjang masa. ANALISIS LINGUISTIK Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa. pendidikan. Hubungan-hubungan yang terjadi di antara satuan-satuan bahasa bersifat sintagmatis. sintaksis. 3. hubungan sintagmatis ini bersifat linear. atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa. memang mempunyai jangkauan hubungan yang sangat luas di dalam kehidupan manusia. 1. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu. 2. namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. Ini terjadi karena objek linguistik itu. yaitu fonetik. morfologi. atau subdisiplin linguistik itu. fonemik. dan semantik.Bidang sejarah linguistik ini berusaha menyelidiki perkembangan seluk beluk ilmu linguistik itu sendiri dari masa ke masa. mengambil alih konsep de Saussure itu. Beliau mengganti istilah asosiatif dengan istilah paradigmatik. yaitu bahasa. serta memberinya pengertian yang lebih luas. atau horizontal antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada di kiri dan kanannya. Jadi. 3. tetapi dengan sedikit perubahan. terjemahannya dalam bahasa Indonesia terbit 1988) membedakan adanya dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan-satuan bahasa. dan pengaruh pelbagai pranata masyarakat (kepercayaan. serta mempelajari pengaruh ilmu-ilmu lain. adat istiadat. dan Distribusi Bapak linguistik modern. cabang. Dari uraian di atas kita lihat betapa luasnya bidang. seorang linguis Denmark. 2. Hubungan .

satuan klausa. bukan “dibentuk dari . Setiap satuan bahasa secara apriori diasumsikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung membangun satuan itu. Misalnya. bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter – dengan dasar timbun. maupun satuan kalimat. dan bentuk rumah-rumah adalah hasil dari reduplikasi terhadap dasar rumah. 3. Analisis Bawahan Langsung Analisis bawahan langsung sering disebut juga analisis unsur langsung. satuan kedinginan terdiri dari dingin + ke –/– an.paradigmatik tidak hanya berlaku pada tataran morfologi saja. satuan tertimbun terdiri dari ter – + timbun. . Jadi. tetapi juga berlaku untuk semua tataran bahasa. dalam analisis rangkaian unsur ini setiap satuan bahasa “terdiri dari . . Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur Analisis rangkaian unsur (Inggrisnya: item-andarrangement) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. 2. 2. ” sebagai hasil dari suatu proses pembentukan. bentuk kedinginan adalah hasil dari proses konfiksasi ke –/– an dengan dasar dingin. . atau analisis bawahan terdekat (Inggrisnya Immediate Constituent Analysis) adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa. 2. 3. Berbeda dengan analisis rangkaian unsur. Jadi. dan rumah-rumah terdiri dari rumah + rumah. MANFAAT LINGUISTIK Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan . entah satuan kata. 2. 4. “. maka analisis proses unsur (bahasa Inggrisnya: item-and-process) menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. satuan frase. . 3.

Bagi peneliti. sebab bahasa. Kalau mereka mempunyai pengetahuan linguistik. Bagi penyusun kamus atau leksikografer menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan. sebagai negarawan atau politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan. dan semantik linguistik. sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya. khususnya. morfologi. sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatn dan kebudayaan. Pengetahuan linguistik akan memberi tuntunan bagi penyusun buku teks dalam menyusun kalimat yang tepat. merupakan wadah pelahiran karya sastra. pengetahuan linguistik mutlak diperlukan bukan hanya yang berkenaan dengan morfologi. Bagi guru. sintaksis. memilih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut. yang menjadi objek penelitian linguistik itu. kalau politikus atau negarawan itu menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik. Pengetahuan linguistik juga memberi manfaat bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks.melaksanakan tugasnya. Manfaat linguistik bagi para negarawan atau politikus: Pertama. Kedua. semantik. dalam kaitannya dengan kemasyarakatan. Bagi penerjemah. terutama guru bahasa. tetapi juga yang berkenaan dengan sosiolinguistik dan kontrastif linguistik. sintaksis. pengetahuan linguistik sangat penting. leksikologi. kritikus. maka tentu dia akan dapat meredam dan menyelesaikan gejolak sosial yang terjadi dalam masyarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa. . dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik. secara lisan dia harus menguasai bahasa dengan baik. Tanpa pengetahuan semua aspek linguistik kiranya tidak mungkin sebuah kamus dapat disusun. maka mereka akan dapat dengan lebih mudah menyampaikan mata pelajarannya. mulai dari subdisiplin fonologi.

KAUM SOPHIS Tokohnya yaitu Protogoras dan Georgias.  ARISTOTELES (merupakan salah satu murid Plato) Menurutnya. perintah. definisi. Pertentangan antara fisis dan nomos Hal yang dipertanyakan para filsuf Yunani apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau konvensi (nomos). membagi kalimat menjadi kalimat narasi. sangat mementingkan bidang retorika dan membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan makna dan isi. KAUM STOIK . Tahap pertama (tahap spekulasi) 2. doa dan undangan. Tahap ketiga (tahap perumusan teori) LINGUISTIK TRADISIONAL Dalam pendidikan formal dikenal istilah tata bahasa tradisional (menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik) dan tata bahasa struktural (berdasarkan ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu). konsep selalu bertolak dengan logika. Dialah orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema. feminin dan neutrum. ada 3 macam jenis kelamin kata (gender) yaitu maskulin. jawab. pasti. Sedangkan kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu bersifat tidak teratur. ada 3 macam kelas kata yaitu onoma. Pertentangan antara analogi dan anomali Pendapat para kaum analogi seperti Plato dan Aristoteles mengemukakan bahwa bahasa bersifat teratur. rhema dan syndesmoi. Mereka bekerja secara empiris.  Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya bahasa adalah pernyataan pikiran manusia  dengan perantaraan onomata dan rhemata. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI Masalah pokok yang menjadi pertentangan para linguis pada zaman yunani yaitu : 1. Tahap kedua (tahap observasi dan klasifikasi) 3.BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK Studi linguistik mengalami 3 tahap perkembangan : 1. laporan. Menurutnya juga. Hal yang perlu diketahui adalah dia memberikan pengertian. 2. Maksud dari sifat alami adalah bahasa itu mempunyai hubungan asalusul dan sumber dalam prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri (kaum naturalis). PLATO Dia memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya Dialoog. Sehingga dikenal sebagai studi bahasa. tanya. Pendapat kaum konvensional bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos) yang artinya makna suatu kata diperoleh dari hasil suatu tradisi/kebiasaan yang mungkin bisa berubah.

membicarakan mengenai dictio/kata. Morfologi. membicarakan hal yang disebut oratio (tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai). vokativus dan ablativus. Sintaksis. ZAMAN ROMAWI Studi bahasa pada zaman Romawi dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. antara lain : Kaun Modistae. dan conjunctio. Institutiones Grammaticae (Tata Bahasa Priscia) Yang patut dibicarakan mengenai buku itu : a. Fonologi.  Varro membagi kelas kata Latin dalam empat bagian. kata kerja. membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. sedangkang dalam bahasa Latin menurut Varro ada 6 buah yaitu nominativus. b. c. Tentang kasus. ZAMAN PERTENGAHAN Dari zaman pertengahan ini yang petut dibicarakan dalam studi bahasa. dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae. Kata dibedakan menjadi nomen. Nama huruf disebut figurae.  KAUM ALEXANDRIAN Cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysius Thrax. Mengenai deklinasi (perubahan bentuk kata). Tokoh yang terkenal adalah Varro. Nilai bunyi disebut potestas. vox litterata. Linguistik Arab berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci agama Islam. Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan. Bunyi dibedakan menjadi vox artikulata. Bahasa-bahasa Eropa dan Bahasa-bahasa di luar bahasa Eropa. merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin. verbum.  Morfologi adalah cabang linguistik yang menyelidiki kata dan pembentukannya. Dalam buku ini dibahas mengenai konsep telaah sinkronik dan . interjectio.Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa. akusativus. genetivus. dalam bahasa Yunani ada 5 buah. praepositio. dativus. Ferdinand de Saussure. partisipel dan adverbium. dan vox illiterata. participum. Varro dan “De Lingua Latina” Etimologi adalah cabang linguistik yang mnenyelidiki asal-usul kata beserta aslinya. yaitu kata benda. Varro membedakan menjadi deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris.  Membedakan legein dan propheretal. ZAMAN RENAISANS Dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. adverbium.  Menciptakan istilah khusus untuk studi bahasa. pernah menjadi paus dengan gelar Paun Johannes XXI dengan buku berjudul Summulae Logicales. vox martikulata. merupakan bapak linguistik modern dengan bukunya Course de Linguistique Generale. dibicarakan tulisan/huruf yang disebut litterae (bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan). Petrus Hispanus. Tata bahasa spekulativa. antara lain analogi dan anomali. pronomen.

o Prosodi yang terbentuk oleh sendi/jeda. o Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonemfonem suprasegmental. perbedaan langue dan parole. satuan dasar sintaksis adalah tagmem yang merupakan korelasi antara fungsi gramatikal/slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan. Kedua. dengan tokoh Louis Hjemslev.  Ketiga. adanya The Linguistics Society of Amerika. mengenal adanya gradasi/kontinum. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA 1. 2. Tata Bahasa Transformasi Syarat yang harus dipenuhi dalam tata bahasa : Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut. .  Kedua. memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.  7. Aliran Tagmemik Menurutnya. Alirah Praha.  Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa. perbedaan signifiant dan signifie dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Aliran Firthian.  Tata bahasa terdiri dari 3 komponen yaitu komponen sintaksis. penolakan Bloomfield untuk mentalistik sejalan dengan iklim filsafat pada masa  itu di Amerika. 4. Dalam aliran ini dibedakan dengan tegas antara fonetik dan fonologi. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran linguistik : Pertama.kemudian ujaran itu dianalisis atas konstituen-konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatis.  Keempat. 5. tokohnya yaitu Vilem Mathesius. semantik dan fonologis. Menganalisis bahasa dimulai dari wacana. Linguistik Sistematik Di dalamnya terdapat pokok-pokok : Pertama. Ada 3 macam pokok prosodi : o Prosodi yang menyangkut gabungan fonem.  Kelima. Aliran Gelosemantik. 2. 3. yakni banyak sekali  bahasa Indian yang diberikan di Amerika. Ketiga. struktur semantik dan sintaksis bersifat homogen dan dihubungkan dengan kaidah trabsformasi.diakronik.  6. menggambarkan tataran utama bahasa. memandang bahasa sebagai pelaksana. para linguis Amerika menghadapi masalah yang sama. lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya. Semantik Generatif Menurut teori generatif semantik. terkenal dengan teorinya mengenai fonologi prosodi.

berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI). baik dalam maupun luar negeri. Gema konsep linguistik modern itu baru tiba di Indonesia akhir tahun 50-an. 4. TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA Penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa. bahasa persatuan dan bahasa negara. . Tujuannya untuk kepentingan para pemerintah kolonial. Sesuai fungsinya sebagai bahasa nasional. Atas prakarsa sejumlah linguis senior. Tata Bahasa Relasional Dalam tata bahasa ini dicari kaidah kesemestaan bahasa. Verba sama juga dengan predikat dan nomina adalah argumen.3. Tata Bahasa Kasus Kasus merupakan hubungan antara verba dengan nomina. Tiga macam wujud teori yang terlibat adalah seperangkat simpai (nodes). seperangkat tanda relasional dan seperangkat coordinates. maka bahasa Indonesia menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik pada masa ini.

9507507.. 8:.8:-88902 .9: 88902 .9.84.3 944 897:9:7..    %%#&$%   $% 4. -.3 04.3.3 -.  14344  2471414302  802.8.39  /..314309-0781.8..3 0-.9: 8:- 88902 7.2./.3 14309  $:- 88902 802. .3907/7/.9.9: :39: 202507:.8 203.3 /044 /..8..39 /.8.342508/.3 $8902-.3 203008.549:8 ...72.09  8047..70-.  .

5:3 .: .39  9/..9.18.5.3 2.. .3..9.2././.3 ./.95:.3. 0802 208 9.850718-07  /03.3 . ..3  .7  $0-.1../.:.3 .3  .342543038310 .3.3 .3:89 $303:896:0 907/7/.9 5.-.9.-8.98.5.2574808.9./..8 8.2.804..3.7 4254303 831. 0802 .9..2. -072. 3:89    $    .9.  /.2.9.38310 . .- 0/:.9.3/.5./.9.9/..2-:9/05.9.: 907.2-.9./.08.  805079 .#0107038.7. :/.3/./ 574808 7. /...05..3/. .74254303831. 7.3.8.2 90473.3    % 03:7:9 /0 $.3.9./.5.3..9./. 3:89 24/073  07/3. 2. /8079.3 /2 40 831./.: .7-..  207.3439089:.439089:. 701070383.3/ /0 $.9. -.9. /.9./.: .3::/3.-07:5. /..3.  .3  -07:5. .3 -07.: .3/.9.3. 80-:.3. 805079 .79.30305:9802:./58.3 203.3.3.79 89:/ 3:89 9.3/:./.3.82022. 3:89 907/7 /.:.79.  $0-.7:82030:72:7/9:  .2.2.7:39:3..0/:.3.33.2 . .3 89:/ 802./.3/. 9. 5. 3. .2:8  .9.9-039: .343 70107038.5../ 203:7:9 07/3. 9.     .3. .3 /2 . . 7.2.9. .793.5 9.8  70/:5.:88:70 /.79. /03.. 08. 80-:.3.39/../. #. 202.3/ /0 $.3. /.35. .08.:88:70 2../. 203. $0-:. 43908.3 -. 5... 503079.. /.. 05.2 8..2-039:-039:.3 907/. 70107038..8 425488 .3.3-07-0/.: 43805 .7: . /.. . 5.: . /. .32.9.$0-.35. .:88:70 809./.: 43805  .3-07. 42543039:207:5..2.9: 43908  8. .3-:3 /.3/. 503079.7.  8.2 /:3. .: 20. ..

8 54891 28.8.3 /9.9 -0753/.703. 8.438059:.1091.9./.3.3 /03./. -3.9.2.3. 503:3:  8050793/.8 /03.   0 /.8.3. 2025:3.3.3../.  . .3. 0802  . 4349.9..3 /03./. . :-:3.5 . 202-0/.8:.3 3.8/03. 80-03.. 2. /03.. 9: /03.9:  805079 80.9..8 3097. .  8.3.3 -.9.  .0349.3 503:3. /9073.9.8  .2 2.3802:./.89.39:     . . 2.3. 202 2.57427.3 /.3-.8 30.7./.8 .7 2... 89.2 2. 438059:..7. .9.3 502-.253  /.9.3 /2 40 80-:.9.2.3.9: 0 2.3.1091 -0703.5. 7:2.8 /.3.3 /.91/.7 43908 .  9.3. 2..3 -/.3.3 . 8.7-.2- /.3..3 203. 08..9./.5.3.907. . /.: 2.3.3 /03. ./. ./09 .848.3.5503:33.8..3  8. -.9. . . .3..3 7:.848. .3 503:3.3 507-0/.9. 4.91 . 2.70107038 .70107038.1091  /.3  43/423:2  89..3..0/:.025.9/.9.3  5.  8.: -/.202-07.3 .-07.08.3 2.3 203.7.8. 20309.3.91/. 207. ./:.3 /80-:9 .848.:.9/. 4349.3 ./ 2.3 507.3 2.3..491  .3 /80-:9 .3.9.3.91 ..::/ 8../.3 /..9. /0349.3 502-0/./03. :7:8 4349.3 ..9128.5 . .3-07-0/.  .3.3..848.91 9072.9.3 /03.3.9.9. .3 82.9: 2.9.3./.  543/4  0/. 0802 90705....91  .8 .3.::/  20.3.5. 0802 -0703./03/.703.9.2:  .91  8989./.  .2-.3  -084 .3-07.34349.3 0.  . 9.3 .3 808:./09.9.3 .8 3 /2.-  -072.848. 2.3 2..3-07-0/.2.91 . 4349..91 8. /0349. ./..3./.. .9.::/ .3.5:3  .8. .3.9.32022.7.91 .9/-.3 /280-:.3. .848.9.9..9./..91 .. 438059:. :/. . /0349.9. 4349./.3.3 848. -07.3 /80-:9 .9.39072.0702503     . 907..3..3.848.3 2.8:. /0349.3  28. 7.9: .3. /. 28.. .438059:.33.. / 83  / 8.55.3 4349.8: /.: ./..907.33.3.3  0 00.  /.9. 80038 -3.3 :.3 -.9.8. .3.73..3.2.7.3 . 8.9: .848.3.3 /2 40 80-:.3.3.9. .  .91. -0703.8. 80:-:3.3-07.  4349.3-07.

9..2 -  4-.3.80-.8. 90780-:9 .  4394 /42 ..3 .3. .3.9 8.8 /03./.8 -8.507-. 08.9:./.8.7. /:...2     .9 /7.5./.3. 2.3 9/.47.9.35.3 -072.3. :53  /.2.9./.5. /42./.93.8.3.3 802.. 207.3..3.2 -/.3..72.90907.3.9. 9.7 . 2.4.9:.9.3 -.3202.3.9.3. /90:8:7 /..3.. -::  2.43908.3 202:..2.3.39.3:. .05.703..3 2..2.2.3708220303.3 2085:39..9.3.-8.3.3903.3.25. ./.3 .. .8 202 2.3!07-.8:8 .3 /03.3.7. -0783432 /03.3.39 .7./ 0.:7    #$ #0.8:. 9079039:  8.:.3.3 -075./. . -07..2 43908 . 4.3     $3432 . 80. .3../42/.8 .:  /42 80-.3 0/4907.3 /.3 90709.280-039.39.7  80/.7 2. 8. / :. .3.9:.3.  .848.3 .4 .3 8.7 2. 803/7  .35.3.9: :38:73..3.  !07-.8 2.39/.33/03..7 80:2. . . / /..  .3 2. . 202-. .3 .38./.9/.8.9. .390709...8.3 .8. 89..43943.  -. 2443/. 2. 08./.3  20.7.9079039: .:5:3 7.9.3  808:3:3.9:.7 .3-. 2. 202 2. 9: 8:/.3 /280-:.9. .3..7 57.3.9. 4394805079.3.3 /03.9.  %:9:52::9.3 .3. 203. /./..3.3.3:.793. 2.05.3. .3.8  .3.9 :2:2  . .3.8 202 2. -::....3.//.9.9. ..9:/03.: -074.8 /03.3 907/.39  . .3.8.8.393 9:.3 -0783432  803.9..7  /. :-:3./.3. 0.-..3 8.  -:: 5:9 .8 9/. . 2025:3.     .3 . :38:7 :38:73.8 -0781.9.3 -039. . 08. /42 . -.89.4.2 . :38:7 :38:73..8  .491-0703.9..4 :39: /:3. .89 0.. .9 .3. 8.3 2.

 /03.3.8.::7.91 .3 -03.3 80. .  1.3  8.2.3.3. .39 .3  8...3 907.3 92:7  8.9/03.9 70.39432.3 4394 -.9.$3432 .9  1.843.3. ::-. .1.39432 . 8.7.:2:2 .  28.3 0.7.3 .3.7.5.3 -0781...33.3 .8 -.:2:2  09.5. /:3.8 .5.. 9: /.2. .32:3.9.39.9-0707.947 01472.7.970.::2:280/.3/.3 203. 8. .. 8.:  /:3.39.3 . 2:9.2 1. 8.3 .3 202-0  .3.39432 -:7:  .7. 2..83.38. 3/4308.9..4/:3.340 8.7.203./.. 203.3 802.3 -.5.. 0.947 3:. :.39 . 8:7.038 .3 .9 2:9.9 /9039:.9  202 2.5.2 /03./0-...3  ::-..8-0-07.5 902.3 2.8 /:3.3.9.7.3. -09.9.7.  43943.9: .39.781. -07.9.20.3  /03.3 08. .947 ./.3 0-.9. :. 8.. . 207 2022.38:/:92..9.../.9.     39432 39432 .947 .28. /:5 -07.3-0-07.3 8907  203:.  003..9:  8. 8. 2.5.39/.3 /:9  0025.2.  .3.9: /03.9:.947 848.  :39: .35./. /:3.3 -0781..3/.39.7.2 0.9.3 8. /03..9.9  0/:. -. 8.39432/-0/. /.7:8 /8079.8 42.3-07503079. .  ..39432 80.:...7  -.3.3.9.9:.3.9..703.897. 2.3.3.3!079.39432. :-:3.3 .9..3  8..7  09/.32. /03..7.  0/:.3 .3  09.3 :..3 802.3 !079. /:.3/.9: .33.39.38.380. .  02.33.2.947 .3 .3 /.3 :.3-0781.  4394  -09: -0783432 /03. .7.39432 . 8:.  1.3 /.  1... 42..3 .3.3.8 ..3 .3 . 20.9. -:.3 2.  8.:3.3 80-..9.: -077.3.  -/.3.9/.9 :-:3. 9/.3.5. .9: /03. 05.9./.7.9.9...39432 . :-:3.9... 8.9.4.7..9./.

 907.2.3. .3...3 9.30.2.: 07..7. /:/:  9/:7  9.3.3.7.9.347.3 -039:3.8./.1  42413 .9:./:. 9/.-039::. /.9:.3. 8. 8./.0025.3.39432 /03.9: 4394./..80-07:9 .9.2..7.9.78.39432..:0.  8.3-072.1203.:5.33.9: 8.9.8. /:.3.3.9. 08..3 /03.28.39432. 43943. -07/7 -07././....7 43943.47947.33.9:.3. -. 17.8  %07.3.202507.8:7. -8.3907.2  02.7.    42432 42432 .3 -8..3 :.9.39.:3:.32.30-/..35. 5.9:.3.2/..32025. . ....2.9 .38..7.3.1. 909.3 . / 05./.7803.9. 8.8 .7../.3 . .5.807.9:. 05.30/:.2.3.2-     5432 ..3 -07.5  434 /.8.3-:3.9.3. 8.3:8.-07-0/. 05..     !4802 !4802. . -:.3:5 /.39432.9. .32022. 39 /. 8. 05.20. .8.9:  8.3 2.907.3:.78.7.9 .02:. .3.0-/.3 4247.2 42432 .3-.9: .9.394322. 2.3947 - 05.5 :.7  .39432 9:-07.3 -072. 7.7.3-0781.3 .3 /.3 /80-:9 424143 /.9.3.3  4247.3.3 -078..3 2.3.

3 7. /.3..9 /9.3  /.947 .:207432     2-6:9.87.9.3. 907..:5 /. -:/.9. /. -072.5 80.3 .3 .3 2.. /.3 4.2..3/:3.9 /.3    !#& $0..3 /03..3  4394 2075.3 848.9 -075432 /03.3 /.. 909. 9: /903/..3 ..5  /.2.:-:3..7.3 .7.3907.39.08.3..7..39.3.  . -039: :.-.3 203.9. 40  3.9 907..  2:./.3 -070- 0-.1.3-.2. 9:8.5.7 7:2. 3 /80-.8..9.3.2. 80-:.3 70.9./   -:: 80..3.980.3  .  8.7.802039. -.. -.3 .8.3 -:7:3  :7:3 -075432 2075..3 .:7./.3 ..9  2.:  -::9:202:.2.3802. .9 9. 9:8  ..3. 8.80-:.91 83..3.3 5079.79432.3.340 .7: 907-9  .3 :38:7 802039.. 9:. 203.-039::. -.: 4254303 /.98  09.. /::  :39: 2030-:9 47..  539:  /.3.7. . 0.5.9  .32.9  8.2 . 9: -. 837438 2.32.2 .7 -/.3/.3.3/03.7. . 9:8 :38:7 8:57.3.2-/.3 590  8.5.3. 03/0. .3 8.7.3 70..  -039: -:: 80.  .3  3  .3.9.2-.3.897.  50702-.7:  /.38 -070- 0-.7..9.91 .3:.32. 9:..9 4.3.3  0/:.3 .3 -0-07.2 -. .8. 9/.9: :.9  . 03/0.  50702-.2 -039: 8:. 5. 503:3.3 -07-0/.3 /472../. -07:-.2.3 539: .3 905. /.38 #0/:/.  50702-.3.3 202-:. 0. ./3.3 -8.9  /:3.3 502. 20307.  8. .3 907./-072.703.5432..2.7.3.7:     #0/:/.7438 2.  /03./. .9 . 909...3 2-6:9 .2.9.5 8.-..3 .203.7.8. .2. .7./.3.3 7:2./. /. 70/:3/.3 .5.39.3 !079.  02:33.9.39 /03./.9. -.3.187.9. .3 10:/.38 ./ 5.9:/903/.3.5 80-.8.8.7.2 2.:09.3.  . -.0-/0247./. /.:-07:-..3..9.9. . 5.5.3.9.

9. ..3.3.3. 2..9.9.3./.8..3..8 .3.393 8. 8.3 2.3.32.  805..  .3.3 /2.3 /02. /03. /80-:9 :.3.7803  80. 808:./.3/03.3.: 9./. 803 5.. .3.3808:. :2:2 203.  !07:-.7./-072.3 9:  803.7.7.3507:7:.8..7.3 203.. .9.3.3 -0703.39.507.3 /03.3 /2 80.7./ -072. 80.3 3/7.39:/03.3  28.7. .9.8 /.-0703.5 :...3.7.3 2.:8.7.3 ../3.3 -072. .//9.32. .-072.7.3.8  .3/03.  /.3.../.3 9: 2.3.: -07-0/. . 203.3..8.3 -.3 /80-:9 0:102.3.3. /03. .3..3 .3.3.9 203.3. -072..3.3 2. 8050798. ..9:. -072.793.. .3. .3 -0781.9/. /9.3 ../3. !07:-.3  909.8  02.9  5079:. 507:-.7.9::-:3.9: .3/03. . 5. . 949.3.3 .3-0703.5 3 . 8.3.93/7..3  28.3.9503/03. .3.3808:.540.3. -072. 5020.3.. 20:.25:8:7. -072.8.3..3 80.3.  8.8:/ .79 :. /.2:. .7903.3 80-.7.: 2:.3.:8.3 -07.39 !  !07:-.7:83.59. .3 . .950/...7..798.-039::.9: .3/03..3-0703.3 2.3 203. 805079 5.3 2.:203..3/03.9.9. . 47.503//.07/  909.3 2.: 9.3  !07:-.  9.:..3 9:  8.3./3. ::8.3 .9.7..5.793.540.3 9.3.  .0025.83..3 :.3./.3844 !07:-.3-07.9.3  /. :8:8  8.3-039::..848.. 50/.3.7.3 -039: :.3.0.8:49.3.9.:.793.9.3. 2030259  .9:  945  /.80-:.2545  .9.3.7.  28.

 802.-. .3 507-. 3/4308../.3.3 -07:-:3.3 0-:/. 80507.  .73.3. 207.8 /.2 802089.3207.3 3:..     !     0/. 207.3. 3.3/3. 3.3.9.2.3.703. /42.9.. 8. 203...2  &39: 203.3.3.2 . 20303..: 70.3 /80-:9/8102.2 -.  -. /.2.7 -/.3.  .3 2.3.3 .3 .32.7.3  802.2-.2-: /...9 :38:7 08.8.3 /.:  :33  5:9  9.7.: 20/.0:102820 507:-. .3 -07-0/.7. /. 9079039:  8.8. .3 2.9.3 -.73.391 10/  ..4.3 08.9..3  805079 207..9  -7:  . 3/4308..3 203. 20/.8.9.. .38. 202-07 0907.39. 0/.3 .

 :-:3. 570/..39.9.2. .3 203039:.2-.3 907/. .3.3 207:5..3 88.::38:7 :38:708.8  8.3.-.39..9..:3.3 /./.20242543032. .8. ..9: 20/.50.3./80-:99.7...3 43899:.202-./.9.- . .3.2.5.: ./.9 9: ./..8.9:042548099:-8. .3.9903 .3$39.8.3.9.28.2 .3  &25.2.. -07:5.9. .2.79/03.380.9.9.8:-0-07:5.88-07..3 .7:8 .702. .07-.9.7 .3/. $0.3983.9 03:7:9 .39/..3 8.42543032..3 20304254 /.9.9.2./843./7 4-0 3423..2.3/8:-99:8..3  80-.10  ..10   39 80-:..3 202 4254303 2... $39.5.9 :-:3.3 -./...7.9..3 ./ /0.3-0742543032.5.     4254303.3.07-.  2./.8 /.3 .3 2.3.3 202-039:080:7:..9.780:2.3. . 5.9 /-0/./7.9.3 9: :.907/7/.97. 207:5.07-.3/240809.9 ./780-:.3-07.8 203:3: 5.3 809  44.2..2.. -..7 507.39.07507./2. .9.9: 8..3 44.9./.9  .3.3 5.9:     0808:.2 8. /.3 802. .9.7-.. .. ...-/.33:89.8... .  -07/.:.9  .: . 203././. 07.3.9. .2.3423.3.88.2 80-:.3 20/.8.9.7..9 .: 3:3.9:8:3.7.39.9 .9.  203:7:9 .39: 5. /. :-:3.07-.:  30.703./.3 839.3  /.3 .. -.39 .3     %%#&$%   $%$$ $39.3:8.3 0.3.8 04254 20/.  04254 809 203:3: 5..  .2 8.9.3 /.3-07. .9.9 9.9 . /..9: 44.3./..:/.3 .5 0702-./.7.3 .39....3$02..3.3.:30. .8. 202-.9.9: 9025.: 7..32..

90473423. !80-.88232.350.7:880.9.91:389:9/.9:  $:8:3...3$ !  .9  .020730309.35.33.3.9.:. .88/..9...1:38 1:38.. 203.2.88907..7:880. .3203.38.25..:-07:7:9.88 ..2:3 .7.78:8:3..7839.5.3.9 .09244-07.79203025.7.80-:.3 4394/.  .. .3.3.3 $0..-07503.9.10203. 8.2. $! 207:5.7:82021:388:-0/.9.3 9.7:907./5...:909.2025:3..0391 207 ! 202507.5.9:1:38839.2 897:9:7839.: .-.:3.9.3$ ! 4394.3 0-.3:.9807:.2..:7:9. 80-.2..1:38.950739.9.2809.  202507..9   $%#&%&#$%$$ %07/7/../04254./79/.9.3   %$$%&$%$$  .2:3 5.7.3.91 ./.8 2.:807:.2.503/.  4394 .1:3890780-:943897:89:-0:2/..7.1:38!/..35.5..9/.3-078...703.31:38839.2..889/../5.7:8.703.99:..9..:.3.7.5.90473423.:-07:5.2..32:3.8 030 $ 202507.3 203.  ..3 $:/.3203.507.5897:9:7839.350393/.9..2.3-07.88  /.3  0025.4394/.3839.9. 80-./.8.07-.31:38/.9.3.9047.897:9:7 839.07-.0 202507./.3.90203025.3..3897:9:7839.39:3 5./.7:880././..90473423.2.8:.9.-.88. $!  $80-.439083.9...52:3.9.9/80-:980-.88 .3570/....3  /.3 9.9/.  ..3  50739.9.1:38570/..3570/.3-.2.2..3.

2025:3.8./4254303 502-039:8.7:8-07:5.9203.3-....80-0:22..342543035079.380.88 /.9..2025:3./     7.9/03.9:1:38839.3 .7.2839.9..38.9/.507.//:.8.7.38.3080:7:.9:.9..3 839.33.2.90473423.3247144 .2022.88.88. $0.9.38.8. /-0.203.80.9.-4.803..3.9.8 -:.3507..    0387. /..3..37.3/.3.091. 3:207.:907.3.9/.9047839..9.2..7.39070.380.   #$    !03079.80.9.34254303 0/:.50381:38839.02:33.!03:.17. .30--08.9.39:  2025:3.9.9:.78.-:3.://05.8008480397/-.3907-08./.80/-0/...207:5.90475705488/./.  7.2574808 247144 $0/.3 4394-:./.88 /-0/..90473423.3.9..809:..2502-.88//.380-.3/7.3. 2.9.80.503:-07.3.9:..9:.8:..9 !02-039:17.8.2503. 2.07.29.:04254./.8 ...9:.9.3.7 .3839....80. 2025:3.3/.3-07:5..9:.9.3203./.3/03. 2025:3..808480397 /.9.35.3.207:5.9  439417.9.7.33.3./03.99.9:.3.-07:5.9:. 9/..88./.-07:5.7...80 7.3 -.7 909.9:17.50388.8.380. -07507..9.9.7 %07/7/.2574808247144  .0-0-.5/./50381:38 1:38839.74254303//.3.247102 907.203.9.3 .247102907.88.07-. 08.88  .8-07.88  $0/.5. .3:39:203.3.32:9.7 7.33.9.9..8 80....88 503..34254303 42543033.9.9:...0-0-.7.503:/.2.: 839.9.9../  7091 !7054843.3-07.343:38 .3839.390-.3.80 .703..9.. /. .203.80 7.08.07-..2 .9:..80-.9:.317.5705488/.  .  439417.33.320388.8.8.3839.2.80/5..3203.9.3.29.247102-0-. .

9  17.7.08589-..7.9. .9.. .9.8.3 425430339/..37.7:808:.-07:5.9: 42543033.  17.3.5.82.5.3202-./  17.3393.80..342543033.9:202-.80.3 -0-07.34254303.9.4254303.3393.      7.9//05.80-07.. .202-.803:207.5.9574/:91 .5.9/.3.091.339 .9.9.8003/480397/80-:9:.: 80-.907/7/.3.3.8.9/507:.2-.9.80/.3393./091.3207::808.80 7.343:3880. .803/480397 7..80447/3. :7:9.9.82..1.9.9/-0/.808:-47/3.34254303502-039:3.80..3.5.804/1.3  .8-07.8054891 7.:17. /-0.80.3..5.3 80/.5..     7..39/.9:4254303.317.3202-079.:5743423.80.80.342543035079.9:17..3/.4254303-. .-07:5.17..9/5079:.80..8..9.8.91.7.9..34043:38447/3.9:.343805. /03.4254303 .7.2.3  07/.3393.7.81.9:./.8/03.91 7.947 .9.3/.. .3203.9..07-.8.25.3 5.30/:.3/.425430339 .7/:.3 .:0-.9.:503079.80/.3/4308.34254303-.9/:-:3.3 8.203:3.-07:5.803423.3.8.-07:5.3.9:17.9.3202-..2.805.8.80.91.3..703. 803..9.3207:5..-07:5. .9:17.80447/3.:.2-. /80-:917.:2 80/./.07.3393.-07:5.  17.8.91 7.507:.808.9..3/9.33917..703.:80-.8003/480397/.380/07.3.88      7.3202-.3.-:.3     !07:.07-..  7. .91.33.34254303.3..3/. /.342543030/:.91  7.:04254. 43/7091 7.3423.80 447/3.425430339  439480/.2..79::8 805079 8 8..8.-0790473423.3:207.80.4254303. . 17.

3/:/://05.2..7:39:9.317.3.3 3943..3.:.3.3.9:43805 ./.2... 907.9/80-:9.3/03.9 -...8:-0 4-0 /.2.:0-.//.2..9.9075073.8 9/.990780-:9-0781...3././.08.9 .3..2.8..43897:89:/-07.9.343805./907..2-.35.:8.9.91  $0-:.0507:.9.2./.9.390709.  .:3030  .8 /0.9..9..:8.:8..9:.8..8 ..9  43940302. -.23.-0743897:8 570/./..30/.3  4394.. %025.2.80.3..3 570/. 24/.. .3 /3.2./.3 43:38. -.3 0907.5.02:/840/:.5.8.. 80:7:-..3:39:202-07/0875880..39: 507:.3 -071:3880-.907/.18805079/...98:-0/.5.243897:8.3./.380-..570/.:380.: 3030  .7.3 . /087589:    &$    !03079../89:-:.3 0907.-079.793./.3.3/  .3 :38.3/03..3839...2-.703.3/885.3 .:05./8..:8.9.3:38:7008.8.:8.//.9     09.:8.9/84080-:..3.7..8.99:3..3.7 /.3.9.:8.380-../:3.9.91 .8./.3570/.3-071:3880-./8.3/087583-.58:.:05..80/...:5:33907091 .3/4308.39.2-../903.8:-0/.9.3.380. :39:203.108 20.3..3/:/://05.0907.:8.2.:8.3943./.91 39074./3.8.3 9.3.43897:8/80-:9.3.99:3.3./-073943.9203.2.2.9  4394/2.9.3502-.9570/.503.9...5  - 503:3.8.850 038 :2.3/. //.8. ./885../.  .39:-:.2. 3.7... $0/.343805 43805:8:8 -.:.3.2-:30907.7:8.2.243897:89:./.4254303 -07:5.9/.  $0./.2.88-07:5.2..7.:17.9.91 2.25073.3.3/  $! .5.:8.92...

.9.32025:3.3570/.:8..3203..9:  .3./ .:0907.:8. .8.07-.5  80:7.:8.3203.:8.3891  4394030203.7. .:8.:8./.39/.33.:8.3570/.:8.397.   038.97..  4394../-0/.3//08.9047:38:7802039.:8.3570/.      07/.07-. .7017081  439403080/./ 570/.:8.8 .8:-0/.397.907..3.9047802039./  .93./.:8.../..:8......3.:8.3.93.3570/.07-.9..:8.97.2.8.3891 .:8. .7017081 .:8...  .9047.93.93.03.7.3891 ....3 :7.3423..3891  4394030203:88:7..07-.9 - ..-0-.07-../.38  .-07:5.../-.3897:9:73.9   ./.07-.3.509.907.:8..  .3423.8.-0-.8.3897:9:73.3203.-07.5  ...203.:8.3-07/.93.:4-08.3570/.:8.8:-08.2025:3.:8.:8.      07/.32025:3.07-./-0/.. 038./091..3.38.-07:5.3203.93. .:8.7.38 .9 .9..:38:7 :38:703.897:9:7.93.3570/./570/.

934339/03.9/.:8..    %    !03079.:3097.5:7  .9  .7.9  ..9-07:5.7. .5 .90475705488  4394-://.3-07857.80 .91 .7.9//.:8.:8.3.3.091.939 .93.9.3.9.-07.39.203.  43899:039:803/7/.39./.3570/./.93..3.43899:03/.:8.9.9047.9.8.9./.9:7.38:-03.9/0.3907..3-07-.8.:8.91 .93  439467.8.8. .:8.3-.9.9.2-0-07.2.108805079-.2.93..3:207.3907/.33943.9.9/.172.3 203.8  .3..98.93..3 .-/.-075:8.7/.:.3570/.3/03.7.:.:8.803:207.-075:8.9     .9/.-.93.3570/. .:8.3/-039:/. 17.9:..:8. .89.93.:17.:8.9.80-07..2..:8...2./.07-.././/.:8.3.17..9.3 /..:":7 ..9.9 .97.5.-075:8.:8.2.793.07-..907.:5003.-07:5./.:8.303...  4394.  4394:238.3 ....:8.813.5.2.8.91  4394 '030/..5.     038.3570/..2570/.202-..57054843.8  ..750393/././..9.9:.907.381472.2. ..  4394.-07:5.-075:8.3.2.5 -0781..9.9.5.38:-03..8.6:7 .2 570/.980-:.939/.  .9//.907.9.9/:-.2..

20289.343:38 08589 805079/.2.3/. 0/:.:8.:8.9.92.9.02:.3.  .:.91 ./.-07:5./..3570/./.3      .8.43:38   .99:3..91 ..:  09..3.25:7.78. .02: .92.9.7.    ..3.9..9.2.9 .02:/-0/./.:8.3:38:7 :38:73.2.9:8.3..2.:8. .02: 2025:3./  .2..2.-..3907/7/.07-.2.:8.907/7/.2.3/03.2.9/.02:42508. .343:388:-47/3.03.2.02:447/3.5 28.3 .07-.. $0/.92.47/..92.2.0-/.2.47.92347  .92.703.9      .2.3/03.92347.3.3809..3.7.3 :7.9:.2.5 80:7.9/. 202:38:78:-0/.35./.3.92.3.39.3-0793.2.02:.02:8:-47/3.9807:.9: .:8.92..7.:8.33.92.3 .02:809.2.3.3..99:3.3..03./.07-. 2085:3 /..25:7.92.2.:8.02:3 207:5.. .38.92./:-:3. 2589 9.2.92.9..:8.3 .3:-:3.92.3570/.2.3.:0- .:8.9.2.02:.2.3.3. .3.: 909.2.: .8.3.2.3203.   .7 .343:3880.91 28..9.3.: .7.2:3 ./:-:3.93...7.78.809.92.3343 .2.380/07.9.5 .9./.9  .7.

3.3 -07..   .2.9.07-.93.07-./.3570/.80.9.2.9343 .9047.17..-:..

/.8.2.3 03.19.3 3.80.9-07:5.9 3943.32030.:.5.8/.9-07/7803/780-.2.2.33.9.3.3.9.8.80-:.9907.9  ..5     3943.      ./.9-0-.2.7.3.9-0-. .9.2.5.2.7.9202:..07-.8.90.5.   ..5.:90254  .9. -.9.8/.3..9907./..39:.17./.3/.39/.2.35.2.7.

7..7:8 :.7. 4/..9./.:.3/-:9:.3      850.7.5.3.3  ..802039. /.:38:78:57.289:.:02.:033.7.:.3 - %0254.5./.58448507-:.3502-039:. 24/:82507./ /..9.91 033.8...:3097....9::.3.  - 24/:8459./.91 50739./.28:.3.9....7.38:.9.5...9:80.3.33.24/:8 .9:.38:..7.7:8.5.91 5079.....7.3  / 24/:839074.187..3.9:.3./.3.39073.3./.7.9.73.7. .9088     4/:8.3.9.3.54-091.8 4:8 /.91 -078.91 .3 0.3/. %0./.3   24/:843/843. 24/:83/.2-.7.3  ..:39:202.38:.7 ..303..3 8502-.-0-07.3.1.802039.3:39:20..9039.8 0.3/:.9.8./.3203:7:99.7.3     4/:8 850 .3  1 24/:8/08/07.503.78:57.3203079.3/::7-07/.91 0.-:3:.3  0 24/:84-. 5078.9: 80203/..

.  .380/..9.7  1 .-0-07.3203.850808. /.574808 /.5 502-..:503./.3 0.3-07.9.3203.2.2..3  0 .85025071091 -07..9.03824/..9.850 ..3//.38.9:907.3907.9:20303..3 93/.8//.2.7.7      .38:3  - ..9.3 /./3.8 .3 50789.3.3 :.907.9..2 570/.9      4/./-07:..9.9.5.38:380-039.-0-07.3.3/-.8505747081 507-:.5././.3907:8-07.-.8..3/.3. .3.2.9..3 0.3/80-:9.0907..2.9.91 507-:.3-07.507-:.2.5..9..850380591 50789.9.9./.2./.3..7:2:..31472. 507-:.8507050991 507-:.7.38:3  / . .8504393:.91 507-:.

2..91 /.89088.:502-..9079::5.907/.89088 70854.7.30../.2 /.:907-08.8..3 ..3.89.3 503/03.9.:50703.-.9..9.:/0.9803.9.39:      ...50.9.80589082 02:33.8.3 /.3.2.3. 207:5.3/.9.3/02:./.:508079.3:-:3.38.8...3  - 24/.3 05.89088701081 /.3 507239.3 57.303.37.2-.89088.:8.25:.9: /..89088.5 803..77.9 43805 .9.7:8.3 ./5.7.9.9.91        !03079...9:.9/03. 24/.9./.83903843... 033.8/3. ./..3  / 24/.9:/.3.3-..5.3-.8/0439 03.81 /.3507-:..7 .3..3  .9..2 ..2.3.2 02.240 502-.890885.207.3.3-8.2.3.5.-0-07. 24/.9.3      4:8.507.3203434../..3.:38:7. /...2./.9.39.3:9: .9:..89088...90793.7..2.3/.:.2..

.0/:.3..5..9..3.30588. .3:-:3.3.9...35.9/.3-07-.9..:.3.5.9/:3.3.9:503.3:-:3.80/:.39::.3:-:3. .3-.2.9 .-../.3.5:3     ./.35.9.3.2.7.. 203:3./.-.203.3.980-:.7..9:.79.39::.3  $0..39.380-...7.3. 3.38..3.9 5....3.:5.3//.9.07..9 - 203:3.39/.9 0 203:3.35079039.9:39:203:-:3.1488  .97.- .3 .503/03.9.3.3. 2070. 3 /. 43:38.9 / 203:3.3-.9.30307 85081/.850802..9/03.3.80/:..2.2.7./ 4081. 203:3.2.39:.2.7::...3:-:3.3907/...3507-..9.3-.3.2880-:.39 .39.9/-:.2. .2.3/..39:80-...380-.5.7.3:-:-3...3/3. 203:3.3.3:39:202-:.9: .1  - 203:3...5.3 -..

50325..:..5850:.805079..35.:/9.915:.5.3.../.5850:.9/.303.37::...8.5. /.3.9:/.8..9.3.31.3.9...39. .73.3. .-:93.9:.3...3-07503/.39.33472.253:7:9..29.25.257.: -./.9.307.8073.9..3-.32030-.9/.72.  .3.809..3/.7./:.1 203:3.9    &$%$&   02.393.7././.3047.808:..-07:9  %..3/.././/::340-:9 -:902578/..2:3:89 909... 9./.3..9180507939.38.8.3.35.8..380. 808:...8.5.3503:7:3.7..39.3.9.3-07/.9-.3 .3850:.9..3.550702-.79:.99.393.8 /.904798 .3/.53502-.38...3 8.3.8    %%##$%& 7.9:-8..90-07-.3/.38:/:95..5..39:/-:.5203.9:-.2.-.55079.3.1/::47.3/03..7.33:89 !.../.9/.1.8::.3/03.:-.3.  .3907.3.28./.3203.../3.2.52: 9072.3...../.8:850425.850:.320303.-:23-07-039:/.. 9039:9/./-0/.9./03.3.3/. ..7.     038.. 0825:.9.3.3:-:3.3/.9/.7./.7...3472..3.3.2. !..9: .5:8 .3.5748..9:/.3.8.3..3.393..:503.-.7..8 .9 /.3..947 .3.780507920..5..9.3203.3.380-.. .. 9..3 .:-.38. 3/-0/.8.7503.9:8 - .202-:9.-.3203...7503:..383./.3./..3.3..8.3./-0/.33.3..2 -/...9: .:5:3/.29.8  085488 5078:..8....-. /-0/.7:2039.. /..9 50. .91 793.203.:7:9.3..3:7:9.7.9 /.:0-03.9:8 .3. .2-0825:.-07/. 57480/:7 57480/:79079039: %3/.9.2.9 ./.3..:.928.8..9.39.58..

9..3207:5.5.3..8..320303.9..8.5. ..9.3/.30825:./..9.3.9.39047 !.39099..8.%:./$:7..535..3/2-.32../..-8.702.3/.3907/..3.5/./.:8 .:0825:..8./..7.2.30..3/3007 9..9. .!07.  ..95.3.9..8.3.7-07-././.7.203./.8.8203.9202-..38:.3 /90.9.-.19.25.  /8533:899:80.9.8.3850:.25.3-07/.3.. 8.7.32.3203.7.3 5079..8. 2.9.8. //.3 9:-8..3-07-..5503..-0:28./ 8047..3 80.7/...9.3.1.3 -07:8.37/.202-079047.-..7.35.39:/. $0.8 !.7.8.7:-007.9..8. 2.../ 0825:.380.3...:/04254.8 ./.9.3 %3/.9.47...-07.202....32037.9.8.2-07-.9.9/. 39.38:/.35.9.//:3.8../. -. -.3/.289:/-.7.51.850:.:80.8..9.3/%.3 2....8./.8.9. /9:7:3.5./.2/8539:/7:2:8.8.3/.3 .209.38:.850:..8.80-0:2 507.7.8/507:.3203443 443.93.3/4:2039.7..-.5 /8532:-07:8.2.30825:.33.91.50/:.7.9.2.2/.-.8/.3 2.5:3 0-.91/.7:203:25:./.8 793..-.9:-07/..07.25.507:2:8. .70825:.:549088 549088.38..9:.02578..8 $02:.3$0/.8.-5079..9:9047 !.-.7.3/-:.53 ..80-.20.35079.8..3..0.35.7.3 5079.:..8...22.9.2..509.50/:.7/9072. 2.050393.3/.7.8./.3549088..308.30207/0.2.32...7. -.9:.3203:8:3908:39:203: 549088 549088907. 1. .802:...703../:8..38:/.53809.3-. .-.33.8.3207:5.3.9.3  %../.309/. /03./:8./.3/.3.39../.8.3/:25:.3.54-807. /-/.7 .-0:2 /902:. 80-..73..-2.203.3/.3.8..38../.2203..8.2.7 :.-07. /.:9047.2.9.3-.7993/..  %../. 032.81..25.-7.3 08.9.-7.9/4-807.2503.3-.3-.2.8.90780-:9  .39:  ..9.7.7:8//.9.5.2037..39: /./::47.3::/3.3.7-./03.  8533:89/0..3.9.3-0:2 907/4:2039.3:..7:..8-.39..3.5.9.7.3  02:/./.02578 ..314841$0/.3...7.8050793-0:2/.3.80.202.3.

8 2.9.790825:.-.3 -07:39:3 793..:0. 0825:.32:.-.75701820 /9./.4380580-.33 /: .3.33:89:.33.390.9../80-:90825:.:/9.3.33.:8:8/9.3.9.3.3 :2:2 .  0.-07.:8:8 .  $0.30825:.8.9..4.3 850309 &25..:39:203.9.7.3/.7./4..9./.9.3/.38./.3:..32:3. /. 8:.0257880.9:7.7-.2:02578 3:89-07:8.85. 025789:/.7.3/.-40 /4947 4050309./. 2:./.9.3 909.3/0/:918.  !03/0.5. 203:7:950309.3:2:2.  ..02578.3/:91/.2/80-:9570282.703.9.8.3-.-.9./ 507:/.4.9:990825:..:.3 /0/:919:  $0-.7....33.3/.9./.3/03.3/.302578-..3/.79802.7.7..3/:91  2:./.7.0-03./03.280:2..2.30825:.  /.5701820 /2-:.9/.2-..3..8.5073.7.3/.33/:91  02:/.902.9.39.203:-.9..33.: 3 40. 9.. .8.3.3-07/.8.0.-039:.39: 2..02578..7.3..3:2:2 80./...9. .9/./.8.7/.39:/2:.3 0825:.5.3808:./.3570/.:.8..9.88/.30825:.3907:8203025:73.8./:25:.3/0/:91/03..-070395.9..3.3 .9.3:89 9/.80-.5. 3.780.8.-./.81.3/5... .9:0825:.0/:/:.:2:203.203.:.30825:.3 20303..-007.7:83.3.3:2:2 -07/.39:35.9.3..3..9:/.80. ./03.3:93. 0..7 :-./.3 80.35.:/.3../.22:4.39:203.9.390780-:9-07/.7...30825:.2:3 0-03..39:-07.3203:25:.-./03.90/:/:.3./0/:91.47 .8.7:9:9/./..380./.703. 5.7 0825:.8.3.2.80.9: -039: 207:-.8  ..9./.4 /03.33.:.3.8.7 .02578 .3-039:/.9-07.3/8.0-.3/9093...8.78:.7..025789: 0825:./.3/507:.33-.9:0825:..9.503./. 793.-07:9 .  .70825:.7./.7.9: 3:898073/80-:9 3424909 02:/.3.9.3/70. /./03.:8:8/.70907.

-:3:..-:/.80-.57085091 793.9:5:.7-.9..3-0703.5..80.380-.307.3/.9:0.9:203:7:9./.:.3 50702-..320..3-:. 2.30....5.3/3.-. 9:8.-.57207 80/.3 -....7.3:89203/0.91  02.80.3848.350702-.28 .23:89.9:-.9 -.73.. .3:89.3-..3:8920250.2025:3../.-.8.7.3 !02-.8.80-.39039:3.8..3 !03/0.8:./.8 $0../..3-07:-:3./.. 80-.9502....38./.3:89 -.././.3:38:7.7-..9.2.3. .9.80./.8.703. ..3.9:.3:89202507..39/.-.. -:.3/03.81.:25:.:7:3.3:89203/0.20250../80-:9503/0.34942.9: 80. .3 80-.:-:3..850/.8.7.83743.3.32.9:907-.5/8532:-.7 -..8 ..7:83.9-.4-0.703. 2.9-.350393/.9.743 $0. .8.8 20.8.793.8-/.9025783.3..3. .5.202-07.8.3/03.35.8.889029: /80-:9 503/0.9/087591 ...3-07/7803/7 803/7  0025.3./80-:989:/8947425.-0781.3:899/.3 8:-/853  .8:.8.9:3 2.9.20250.3.9-..808:.8.703.9:.:39:/03.3.703.9:9079039: $9:/83743-0781.703..:.390705.8..02578 /./03.3.7.8.39:/.3-.-:3 793..-. 2.:80-...320...3-.9: 805.38.8503.33. .3 -07-.390705.7.8.8.../..83743/.2:7:3.3 -.3/8539:/03./..7.3  09.7438073:...7.3808047.793..73.80:3/07  0/:.8.:503.33.3 -/. /03..7./-.8.-07:8.:25:.3./..3:-:3..:25:.9-.9.9..:.9-07:-.703.203.33..3 .3..4-..8.8.5./:3.7.3:38:7 :38:7..9.3.703.7.703...3.3    $:-/8533:89 $09.9.7.8.3.3-07-. 80-.3:38:7..3 ..5.3 .3..-.3..3. 203:3.380-03..9: /03.8.743 .9: $0..-.. /..3:8920./:3..-.2...3 203:7:985030980././.5.380-.30/:5.9 .3 2.. /0875891/.!079..:25:..3...8.9:88902 2..-.3././....98 ./.3897:9:7..5.3.8.8...9:0.

:..31034203.3/8532:9:8.5.3/:3.703.3.7.50702-.3:8.8.-../..5..33:89:8:8  3:89:2:23:89.9.8.3.3/.34-0.39:8.9-..5..::..7.-.32.:.3.8...8 2.3203.3.3:8:83/.5 080:7:.9079039:.780.3 /:3.3.5.8.7.8.3 9/.5.7.4-./. .32.88-.8..5../.2-::3907:9../.2-::39.9/.8.8.703./.33.3907.4-03:89 .9...9./.2.:2:23.8:-/853.33. 9: !02-.3. .2: .3/.8.3.:2:23.: -. 20304254.7..805../:.3.5.3.33.5.8.9/-0/..3-07:8.-.14344  247144 /.203.8.     07/.3 0..9.9 80/.8.7..8.3:8983743 /../.. . 9079039:/.9:9..0..8.9:.3.9.9:./.3:2:2/.3.388902-.5.9/-0/././.3..3:89:2:2/.8:-/8533:899:     07/.9:-..743  3:8983743.8.2.9:.9. 3.2.8.5.3-072. 207:5.3839.788902-.8...8.34-0..9/05./...:-.2. -./..8.5.33:899:8../.9.203.2:  033.8./:.3/.50702-.9..3.3/..:203..: 203.:2:2 .20303..9..80.

9.:3/:.5.3/.3 907-.3 $9:/3:89837433-.  5.-039: 507:-.8.8 28..5./03.350702-. .. -.80.3.5::.5.-..9079039:  3:89/..7....897:9:7.3425./.9/.2.8.-.3 -.9.7.-.8.8.-07:5.././.-0781..203.33:89/.. 2..:80./087591203...8.3.8.9:-08079...9.7433-.2./.203.743-07:5. /0.33..8.8.91 %::.7.3:89 /087591 .:-..3-./.9.703.8.8.3..8 ..5.8.  ./.33:89/.2.3.-./80-:9:.907-.7433907:9..380.8.:39: 20309.8.203/08758..9 89478/.8.

.7...34-0..8.5.33.8.-.   07/.897:9:739073.

/03./8./.81.33:89 3974543:89..9: -/... 897:9:739073.7.8.7:-:3.-:/..7-.2: 3907/85307.-.25:.8..3 .908.-.-././.-:/2.:2:23./843..-07.947/:.7 -.250789..3.33..882030/8.8.  8079.7.3-:/../.38....39.7-.9:.7:-:3..2.84844/. /.320250.8../.8./ 8989.8:-/853 ..803..357.74.28.3 47144/./.8.33.7-07-.9:.32:3907/85307.75.2.7-.7. -.9:./.389://..743:89  3:89274203.9/:.9.9:7./3.33.:897:9:739073. 4344 2030/. 8:-/8533:89.3-...8..88/.9.8.392030/2..8.3.3-0781.947 1.7. .2:-:3.:9.3-07-./.8:-/8533:89.2..3 3:89 $989.38./..02. -../.-.7.9.3:8.3.207:5..3.897.3:89 274/.080:7:.-.31.8079.3502.3.9...33.9-.././03.32:8:8. 2..31.8.8:-/8533:892..3..897..202-.8:-/8533:89.9.5..-.9 /50740 ..9: $0/.39.8./. $39.3..7 3:8980-..850  $9:/3:892743808:3:3.8...-.8. $02./.32030/-.947 1.3..2.8.3907/./..3-..947:.8:-/8533:89.9.288902 0-.. :-:3.3...39.2-039: -039:..3 8.  $4843:89..8:.3..7./03../.9:/03.7..203.33..3../.947/:.3/:3.3..7.33:89 !843:89.8./.3 471442030/897:9:7.3:8.3 8.2..9.9079039:.8. .9: :-:3..33.897:9:739073.8. 44..8... 9072.33.8.9.:/.33.-./-0/.502-039:./8.8..:5:3439089:.8:.. .703.8.503:8:3..9.9.3974544/.8..320250./.3.8.7..8.9./.7-.3 -...-.3 20250..3 2:3907/85307. 5844/./03.3/..5.9:.7. 0--.39..3.7-.9.39.320250.3/50.3 839.9.31:383.9:/.3.3.7 .3:89/..745:3203.7-:3-.5. 0844 2030/843.3 .97.3./.8.5... .9:.9.2.32:3907/85307..:48.7.380.7.9 $4843:893207:5.907...3. 2..  3974543:89207:5.3507.-. 7.8.74 743:89/.9: -.7.33:892..3/.3:.9:-.3 3:892./ 5843:893207:5.32.8..897:9:739073.8:-./2.

3:-:3.3:89.9.3 -.9.:.8.5:-:3.39::.9..7. /. 202..9079039: .7.3:893-07:8.3 .9:.320250.30-:/.02..3..3.3 /. 8079.8.33:89907.8:-/8533:89.2.3 57.33.0.  .7 503./03.8:.3 3:899047098203./.8.8.9.7:2: 2:.9: -./.83..33. .3..7.:39:050393./.380.39079:8 44207:5.907.3:89 80.72.3 2.907/.39047-0..24-0.:39: 20302:.7:7. .80-.9.39.7-.31.20/:5.0/.39 3:8970..1.8..703.8 -.5-.3.3 2:3907/85307.3-.4-03:899: .-.7..8.30/:/:..: :.7 .35030/.9:-.3./.3/..320250. .8./843././.7:50-.9.9.380.7.8.5.8./.907..7.32.33. 0... :39:207:2:8..20250.53:89805.843.3.9-09...3:8997...3 3:8988902  /. 8079.3.3/.:/.9:.32:3907/85307.    $$&$% .8. 3:890307. 3:89 97.74/7..3/.-/..9/.9-./.9.3047.28:.5.3.8./..9.7438059:.3:89/.3-.3:39:/907./-0/./.38.9 0507. /.     07/.8//.2.38.3907.380: -0:2:3:899:803/7/.3 8.8...9.20/:5.57..9.9. .3:899047098/./..../...:8:-/853 3:899: 3907.25030/.3...39047098 3:89 .8.:.843.9./.9 503//.7-8. 3:89897:9:7.33:899:802..3 /8.3 ...0944.3.. ..3/:3../.947 1.../.91802.8.5030/.8.2-.3.3.947/:.8.5.5..:.3 .8.7 /.5.3.80-.7-.3:8.8:-/8533:89. 0-:/.3-07.7-.39047.2030/50702-..7.09443 207:5.3 -..3:8.39047.989../.381472. .89.380. ./03..32025:3.320250.3503.32.3-. 2.1     07/..8/../.7./.39.

/..33.5. 3.3 :-:3.9..8:.3.9:8.:0-905.3.9.43899:03./2.3-./ :-:3.. 8.9 $09.8.9043899:0393..33.9:14309 14302 247144 839.9.3907/7/.9839. ..4:780/03:96:00307.2:39/..5.3907/...9:903/.5:.:-:3./.3.2-.3.2-.3.9.::39:802:.930.9 3783.9 8079..7.9.:.9:.5./:.-07.3/4308.:8.3//0$.3839. .2.35././7/.  4:80280.9./2.38:3 202-.7.3897-:8 .2.2.9.2..  909.. -0781.88:38:7 :38:7.88#.9:..7 203.5/03.8.5-.7.3.5.907-9 202-0/.39. 8047.39. .:70.3.39:     3.88-.8.3....3.3437099079039:80/..7.9.3&38:7/.7 ./. 9.:88:70   /.3..3202-.8.99/.58.33:8032.80.370.38:3  .3907.3.8. 038:-:3. .32471448.39.:43899:03 43899:03.:.9.39     $97:9:7 $8902 /..2-.9:...3.88:38:7.3. 039.7.202-073.8.88  .  90702...3-.7.9./.9:.9.9-..9:.2203.393.3 8.9:../.9.:5.:203.983-0781.3 17.9:.3-.3.3.39.7/:.3:38:.503079.3907/.5802:.3.3.9..3.3-.9:.33.8 :-:3.91/03./.88.30- :.3.3.3-.2.//.3 907/.     3.3.7..//..3:8924/073 07/3.3. #0.9:.3.2.8 839.8.9.8:28.380/9507:-.9:/03.9907.8.3907. 2.88-./.91.9.3:38.9:.38.8..98 .9:.38.848.883:89/.:5:38..9:.8./.28:8:3.3.0 907-95079.220/.9.848...: 47439.3-07..8.7.2 -::3.9  :-:3.43805/0 $.9:.-:..3989.8.8.3.7.38:3 3.:-:.2.3 8.3.5747/.8.25.389.3 0.88 /.7.88!74808&38:7 .3907/0.8.8.9:.5.3 ..-07.2 ./.80 8.38:38073/80-:9:.3-.8.9/..:88:709: 909.3802.

3.3-. 8.3 907/7/./-039:.9:.809.9.3-.9:.77..30/33./.9:.3.9.887.8..3.7907  92-:3 8.7:38:7 :38:7 .902 .58.:/9.3/ .3:38:7 3783.390792-:3907/7/.7/33 0 ..3 8.302039  203..7.

.37:2./.207:5.8.8/.58..78:.5809...../ /.3.3.7     -:.3.3 .3 /-039:/.9:574808502-039:.902 .9:./03.3 /./..88574808:38:7 -..3..3.2. ..8/.. 7:2.77:2.088 203..8907 /03./.8..9:.58.7    80-.8.887.3.907/7/.8.80 .8/.9:574808502-039:. .78:.792-:3 -039: 0/33.3/ 574.3.887.3  07-0/. 7:2.75748084318.  .3:38:7 2.3..3-.8/./ -039:90792-:3 ..3:38:73809.3783.3-. 907/7/.3/.3.757480857018..

:.33:898. 50309..8.:.:2070.8.820303.203.39:.9.3 -0703..3 8.39:/.30--.8.393:89 909....:.34397.3/..8...770/:5..33:89.2025:3.8. 80-.:-:3.:.35.33.3.3 80-.3/03.3:89.503:8:3..3802...5.3./.9/.320303.25. %.3 50309.. ...8.33:89 2.8/. .9202-.2. 50309..:.2202.78:-/85314344 247144 839./..50309  79:8 /.  ./03. 50309.9/.5.8.3-039:7:2.: 0847.35023.8.3247144 839.3../.98.3-:. .2:3380-:.320.93/..3.:7: 907:9.8907..5:./507:.384843:89/.50.-802:.3.950393 2:.3/.302.50.897.3202-.3.5/.3:899039:.8.. /... 7:2.9/03...--.3203...9 /8:8:3  .2:8.8.7.3  .2:8/./..2.3:8803/750309.3202-072.8913:89 .2203008.88 /.3.. 50309.33:892:9.3802:.3/.  .39:.30-:/.3.50309./03.39 0844 8.7.39:3./03.3:..:.9..32.33:89 9: 207:5.3-.3/03..2203008.:.8503:892:9.31.3/03..5030702.7.25. .897.8503:897./4-050309.802:.107203:.897.7/33  /.83.3 -0703.    %&$% .7.3 0-2:/.88 802..3.2070.83.77:2./507:.:7:-.7.7.

8.9 /.3 802.7.//.7507-0/.5.8.3 9./...2 188  . 30..9.9.9 /.2.31.7:8203:.:.7..8. -.:549:8.  0/:.2203:8:3..3..8.28:..544.50/:.3 .9.3.3.7. 18:1 :3.2.3 8:2-07 /.8.3 2..92070/. .2.3.9.30.8.8   %.3-.. /.509.3..8   %..781..8..3.3203. 9..503:8:3-::50.    $##&$% $9:/3:89203.7.3905. 9..9:-.7. 203.8.3/. 9.8.7.3:89/.8./.3 84843:89 :8:83.-::90780-:9  ..2 503//.5.../03.503:8:3-:: 908/./843..334248 ...038 34248 . /03..35.3-....:-:3.!0309....3 :8.3.39:203:..343805 43805 030.39.9:  !079039.9.3 .303.3 9/. 9.550702-.29.848.9/. -.9079039:  &$%& ..81./5079039.-.8.8://..8.1.7. -.5. /..2.2.8.9039:/.9-./.202-072...2.22. :8: /.7.54-807.5507:2:8.3 ..188/.7.03843.. 89..3. 97.9:2025:3. 9: -0781. 80-.3808:.33:89:.-.8.9.3/044/.3 80.2 57385 .3202-079:39:3.35079039. . -07/.33:89.5. -07/./03. -0781.3.3..9 43.:549:8!079.9 .8.3907.302..:5020739.:30.3.9:7.2/..:549:8.8..9..39 / :.93:89-. 9: 803/7 .9..7 .7 1472..502-.8 !03/.9./ /./03.3.55079.33.3 1472. -...7.5..9./.-...:2 3. .3. 897:9:7.3/.7 2.3 5.8.: 43.3  %.3:3.038 34248  .9.3.31...39  /...8/.7.7.7..9 20248.3 /5079. -.9 .:-::908 !0309.304.3 18.7.2..8.:.3:85.3.3203008.:2 43..9.7:8202507:.3:8.3.8.39047  &$%%#$  .5850:.3/.88 -.-.9.3-. .9 ..

/50740/.88:.9:.8:./8. 2..3.793.9.3.7.9:97.

702.7..4/. 907.3.9.34342.9./.-.9:7  &$ !$ %443.3 -.39.3. -0781..9 -. .2 038 0.-.3. 202-07.3 57.9 9/.202507/0-.  ..9:-07.47. ../.3  070.  .  #$% %$ 207:5.44  .3 /0138 4380580..3.:.3 -.9 2020393.3  /4./ .35079.9 5.547.  &# .80.3..9.3.8  202-.8.9 203.3-/.3950 950./../.8.9.9:7  $0/.....  02-0/. 2.7.3.9.389:/-. !03/.:2 .3507:/09. -...3 -:33.7..7./03.8.357450709.3. /03.7-::438:8%7.383/0824  W03:7:93. 5073../.9. 80.4/..3 047..2.. 03/07  ..3.202-0/.8:3 10233 /.9././..:-0794.  &$%  070.9:4342.8.9 907.3 2.3 78949008 20302:.34.7..32.9.9 3..3 2:33 -8..2.3.389..3202-0/.3003/.202-0/..   !079039. 2034/47.7.8  9.4.39.8..342.9: !749447..342.-07:-.89:/-.8.38  $03.8./.23.:8:8:39:89:/-.3702.3507.8.8 /.3 30:97:2  . . 02578  5.2-::3./843. -07503/.97.. .:. 50739./. .8.59..3702.  !%  .342.9-07/.  03..8.3./.3 .9:2:7/!..3.20.80-....3503079.9: 2.4 805079!.38.0-.8.... /. -007./.9.94  W03:7:93.370947.9.3.  #  .7../.  .:2.8..8.39.8.3 -.. -.3.5./.2.3 :3/./03.9..3.24342. .2.3:8. 9: -0781.94 /.5.8.89  8. .2. -..3./.-.

..:8  0303. .-08079..9..2 -. :8:.3.  .3 .7.3 . /.2. '.$9:/ -. 5. 0 3:..:8 . /03.9.3/03. ..//03.4.8..  '...8.2 -.3502-039:.9:3423.9.93.3 90703.3  %44 . 5./.-.774 202-..8.-.!78.  47144..-..3.3 :3.78  3899:943087.0.93 203:7:9 '..9.2.9.33:89./. .3 !78.9.774  /03.9.9.9.3-039:.8./.7.7.3 /.9:9/-...-::9: .9:.2025..3:9.3 /.  -:. /.3.8..3.9:7.8../03.323030/./.7.8 /.9..3 .774/.7 ./.0 %....774202-0/.  4344  /-.8.3 9:8.9.9.3.  80/.:8/.79850 /..:8.83.:8 0309.93..5 0. .22.:8 /./.3203.. 3899:943087.07.320303.9.22.3.-:.8:8  /..8 507:-.:8 ./.3 .93/../. '.07-:2  %039.-03/.3 #42.  9244.3 03:.33:89.9-..774.33.. ..0  '.32030/.3.9. :3.83.35.3 .4:39.

 :7:1 /80-:9 1:7.3 9070.2.42.9. .3 /80-:9 9907.5.3  .0  . .3 /.79:.79:. /..3.9 /9:8.  - 47144 202-.. /.0 -.9.4.8  :3 /-0/.3 20303.49907.3203./..9. -:3 /80-:9 549089..7 -:3 .94.9.7.4907./.:7:1 .

3.-80-.:8 /03./.3 .3. -.- -.7.8.3:8 5073.39.3 .3 508.2.289:/-./ 5.7.94  ..0/:/:.9.7.3...07-:2 57. -.7.2.3..3 /80-:9 47.9.93  !097:8 85.8.4 /.7.3 5079039. 745.3..703..9.  $39.7..9./.99:8008.3..7-.3507903.3..334248 ..0  202-.5:2 57434203 .-8:. .8 3907.3 -0780.3502-:.3 5..39.3509:9/-.-. .43:3.054894 39070.../ 507903..8../..  207:5..3 -:: -07:/:$:22:.7.2 .8.342.  %. .79.9...2.7 !..94 /.7 47.94 9.:34/89./:.3/./24/073 .8.8.3203.9....- -0702-. 8:8:3 .33.7.3.9.3  3:89 7.3-. .3 203:3:.. 203.3 .-.88  202-.7.3.8./34203 .8 /.-7.-.3.:3 4. 850:.3/. -.. .9..580-.-.04.3 0.  &$%$%#&%&#$ .8.9. /50.8.8.2.7 ../5027.188 /. -./-0/.8.08  #$$ .8.39. .3308  /03.3 .3...8..745... 7.8 /08758 7.3.2.07-:2  5...  !#% ..

3 -::3.9/. 43805 90.3 .2. 3:89 24/073 /03.3 944 4:8 0280.. 4:780 /0 3:896:0 0307.5..1434457484/ /.8 43899:03 43899:03 .2.3 /.9.2 .3 90.2544 57484/ 4!7484/.3:0 /.908:8  .740  507-0/./2.8./2.7.  03. .314302  4!7484/..3. /.3 5.390473..7.3 839.-:3.35.3 9: /.3 2025:3.14309/..743  507-0/.9: '02 .3 /03.8 20303.. /2:.39..20303.88 -.3 04802./03. !7.3 :-:3.88 .:88:70  207:5..7 .  07/3.3 3 /-0/.3 :.379.7.0  .3/ /0 $.3.3 -..7.8 .3831.. 02:/. :-:3.314344    7.3.  9443.9    7.. 83743 /.3 90703.3907-039:40803/.35.98   7.2 -:: 3 /-.3203..3:9.39  /03.7..39 /..3 8310 /.

907/.7 /.370. 202-07.8.  4 !7484/ .9544 544 !079.80-.8.8.2.3. 14302 143028:57.802039.9 /.23./.8002.7..  0/:.3507.8.: 8.9079039:-08079.3.3 ....3/.25.  09./.7.8.3-.50.7..2.. 0-203:9.3502-07./. 202.3.9.3-.9:./..83..5..9 20303.9.7-.  0025.8 1430983.3 0- -08.   3:89$8902..0/.3503:5.8.8.7 . 20.75.

3/-07.8.1.2.3 2 18.3 8.39..3.3 44210/ :39: 2039..80.8. 203.0941207.. .8.3.3 /03.9:/207.7/44210//. .2.  5.3/.9.2.8.7. -.3:8 207.947./.1.7.5.202 .3$97:9:7.-.3.  09.3%. 203.32030-.   043.-.3 -.3-0702-.9 5.7.. 2.%03:89.   7.7.89 80.33:89 !079.8$4..5 2.  0/:.  ./.33.4393:2  02.  5034.2-.8207.3/207./..3:9. 0-07.

./.3/.88.39.. 8.9:.9..1:38 7.202.3207:5.7.3470.2.7839.8.03:7:93.9.8.

.   $08:.  %. .8.70. 203/:/: 9025. 5020739.8.9.849/03. 3  -.3./.39./.2 9.2.8:8 . 443.8.7 .7:203   %.9....3 /:-:3. 43805 3:89 24/073 9: -. .91 802.9.3/..9 42403 /..3/.33.8.3-.5.3/..#0.9:4254303839.7.907/7/.380507.07-.78.-.9/9072.90780-:9.9825.3  &$%%#$ #$ # #$$&  %.8.9.:.2.8.  %.3 3423.. .0..3  9.3/-073.7.9 80397.33423.8./.8..3.. .7. 2.5.8:8 207:5.7. /.30.3.39 /.3405.8.9.9...2 2./.7. 8. :. /.9..-. / 3/4308.8.88 802.29.-. /03.7:8/503:/.3/5079:.73007   .7.39/.88 -0781.390307.8.9:...80507.843.908  %%&$% $ !0309. /03.38004254-039: -039:..:3  .3.93:893/4308.3 839./3/4308..97.%7.7 9... 3:8 80347  -07/7. /.38..-81472. 47. -..8.-.2 ::/ 9047 . -.9.3 907-..8   %.3.90780-:9  %.40502.3.80-.8.8.-.  '07-. 34/08 80507..3-..7:8/.8. 3/4308.1:383.:39: 050393.447/3.5078.-.9.9/..37:5.843.9. 80:2.8. 2..3/.74254303. 3 /..2 .91 03:7:9 9047 0307./.8 57.39  897:9:7 802..8 03:89. 2.3/.7:8-07-039:80/02.843.3143448   $02.3 3:89 5.8.3 570/..381472..3.3 -..  02.3 :-:3././..7..98.9 ....3 5. %::..9. 0802089.3/03.3.2.3745.3 .7: 9-.99...:5:3:.8 $.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->