BAB 6 TATARAN LINGUISTIK 3

SINTAKSIS Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa dan gramatikal. Karaena perbedaan keduanya tidak terlihat jelas maka muncul morfosintaksis. Morfosintaksis adalah gabungan dari morfologi dan sistaksis, untuk menyebut keduanya sebagai bidang satu pembahasan. Morfologi membicarakan struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Pembahasan dalam sintaksis: 1. Struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori dan peran sintaksis serta alat-alat yang digunakan dalam membangun struktur itu. 2. Satuan-satuan sintaksis yang berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana. 3. Hal-hal lain yang berkenaan dengan sintaksis, seperti masalah modus, aspek dan sebagainya. 1.1 STRUKTUR SINTAKSIS Ada beberapa kelompok dalam sintaksis - Kelompok pertama yaitu subyek, predikat, obyek, dan keterangan adalah kelompok fungsi sintaksis - Kelompok kedua yaitu nomina, verba, ajektiva, dan numeralia adalah peristilahan dengan kategori sintaksis. - Kelompok ketiga yaitu pelaku, penderita dan penerima adalah peristilahan yang berkenaan dengan peran sintaksis Menurut Ver haar (1978) fungsi sintaksis terdiri dari S,P,O,K merupakan kotak-kotak kosong atau tempat kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat. Bagi chafe predikat harus selalu berupa verba atau kategori lain yang diverbakan. 6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Dalam tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil, yang menjadi komponen pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frase. Ada dua macam kata : kata penuh (full word) dan kata tugas (function word) Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka dan dapat bersendiri sebagai sebuah satuan tuturan. Kata tugas kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dan tidak dapat bersendiri. Yang merupakan kategori kata penuh yaitu nomina, verba, ajektiva, adverbia, dan numeralia, sedangkan yang termasuk kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi. 6.3 FRASE 6.3.1 Pengertian Frase Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Karena frase adalah satuan gramatikal bebas terkecil maka frasa berupa morfem bebas, bukan morfem terikat. Frase tidak terdiri dari subjek – predikat atau predikat – objek. Karena frase merupakan salah satu fungsi sintaksis maka frase tidak dapat dipindah sendirian harus digunakan secara keseluruhan. Contoh : kamar mandi tidak boleh dipisah : kamar dan mandi Perbedaan frase dan kata majemuk yaitu : - Kata majemuk yaitu komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna, merupakan morfem terikat - Frase yaitu tidak memiliki makna baru, melainkan merupakan fungsi sintaksis dan makna gramatikal, merupakan morfem bebas yang benar-benar berstatus kata. 6.3.2 Jenis Frase Jenis-jenis frase yaitu : a. frase eksosentrik

frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Frase ini dapat mengisi fungsi keterangan. Frase eksentrik dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Fase eksosentrik yang direktif adalah fase yang komponen utamanya berupa preposisi seperti di, ke, dan dari. Frase ini disebut juga frase preposisional. 2. frase eksosentrik non-direktif adalah komponen pertamanya artikulus (sebutan). b. Frase Endosentrik (modifikatif) Frase Endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Disebut frase modifikatif karena komponen keduanya yaitu bukan komponen yang bukan inti atau hulu. c. Frase Koordinatif adalah frase yang komponen pembentukannya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama atau sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tunggal seperti dan, atau,maupun konjungsi terbagi seperti: baik….baik, makin…. makin, danbaik maupun. d. Frase Apositif Adalah frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya. 6.3.3 Perluasan Frase Frase dapat diperluas artinya frase dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. 6.4 KLAUSA Pengertian klausa Klausa adalah runtunan kata-kata yang berkonstruksi predikatif artinya didalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain sebagai subyek, sebagai obyek dan sebagainya. Klausa Ferbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba. Klausa verba dibagi yaitu: - Klausa transitif : Klausa yang predikatnya berupa verba transitif. - Klausa intransitif: Klausa yang predikatnya berupa verba Intansitif

- Klausa reflektif: Klausa yang predikatnya berupa verba Refleksi - Klausa Resiprokal: Klausa yang predikatnya berupa verba Resiprokal Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nominal atau frase nominal Klausa ajektifa adalah klausa yang predikatnya berupa ajektifa Klausa adverbia adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase preposisi Klausa numeral adalah klausa yang subyeknya berupa kata atau frase numeralia Klausa berpusat adalah klausa yang subyeknya terikat pada predikatnya. 6.5 KALIMAT 6.5.1 Pengertian kalimat Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi konjungsi serta intonasi final. 6.5.2 Jenis kalimat a. Kalimat inti dan kalimat non-inti Kalimat inti(kalimat dasar) adalah kalima yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap berdasarkan deklaratif , aktif atau netral dan afirmatif. b. Kalimat tunggal dan majemuk kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa. Kalimt majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. C. kalimat Mayor dan kalimat Minor Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya sekurang-kurangnya memiliki unsur subyek dan predikat. Kalimat Minor adalah kalimat yang klausanya hanya terdiri dari subyek saja, obyek, atau keterangan saja. Biasanya merupakan jawaban suatu pertanyaan. d. Kalimat verbal dan kalimat nonverbal kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata / frase yang berkategori verbal.

Kalimat nonVerbsl adalah kalimat yang predikatnya berupa kata atau frase. e. kalimat Bebas dan kalimat terikat Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk ujuran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat / konteks lain yang menjelaskan Kalimat terikat adalah ka;imat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. 6.5.3 Intonasi Kalimat Tekanan , nada / tempo bersifat fonemis pad bahasa tertentu. Artinya, ketika unsur suprasegmental dapat memebedakan makna kata karena berlaku sebagai fonem . 6.5.4 Modus , Aspek , kala ,modalitas dan diatesis 1. Modus, adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap sipembicara tebtabg apa yang diucapkannya 2. Aspek, adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi , keadaan , kejadian atau proses. 3. Kala atau tenses , adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan eaktu terjadinya perbuatan kejadian, tindakan yang disebutkan didalam predikat. 4. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicaraan terhadap hal yang dibicarakan. 5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu . 6. Ditesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dilakukan dalam kalimat itu. 6.6 WACANA Adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar 6.6.1 Kekoherensial yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur – unsur yang ada dalam wacana tersebut 6.6.2 Alat wacana

konjunksi : menghubungkan kalimat .6. CATATAN MENGENAI HEIRARKI SATUAN Urutan heriarki satuan adalah urutan normalteoritis Faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan urutan : 1. Wacana Puisi 6. pelapisan Tingkat 3.Subbab 3.subParagraf 6. mereka. nya. menggunakan kata ganti dia .7. wacana Prosa 2. pelompatan tingkat 2.Alat – alat gramatikal untuk membuat wacana antara lain : a. ini. wacana tulisan Jenis wacana dilihat dari penggunaan bahasa : 1. dan itu sebagai rujukan anatoris c. Bab 2.4 Subsatuan Wacana Meliputi: 1.3 Jenis wacana Berkenaan sarananya : 1. Penurunan Tingkat Bagan Urutan heriarki satuan : Wacana Kalimat . antar paragraf b. Menggunakan Elipsis : Penghilanggan bagian kalimat yang sama yang terdapat kalimat yang lain 6.Paragraf 4. Wacana lisan 2.6.

m) Dalam studinya : 1.1 Linguistik Zaman Yunani Pada zaman ini para linguis mempertentangkan : 1. mementingkan retorika dalam studi. dan membedakan kalimat berdasarkan isi dan makna. Karena linguistic tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic. laporan.1. Analogi dan anomaly • Fisis (alami) = punya prinsip abadi dan tidak dapat diubah dan ditolak • Nomos (konvensi) = diperoleh dari hasil tradisi atau kebiasaan dan mungkin bisa diubah • Analogi = tata bahasa bersifat teratur • Anomaly = tata bahasa tidak bersifat teratur 8.1. Protogaros membagi kalimat menjadi : kal Tanya.2 Plato (429-347 s. Memperdebatkan analogi dan anomaly . menggunakan ukuran tertentu.1. do’a dan undangan. 8.1.1. perintah. 8. jawab. sedangkan tata bahasa structural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam bahasa.1 Kaum Sophis Mereka melakukan kerja empiris. Fisis dan Nomos 2.1 Linguistik Tradisonal Tata bahasa tradisional sering dipertentangkan dengan istilah struktural.Klausa Kata frase kata morfem BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK 8.

1 Varro dan”De Lingua Latina” Dalam bukunya itu Varro membicarakan : a. .1. syndesmoy. kerja.5 Kaum Alexandrian Mereka menciptakan buku Dionysius Thrax yang menjadi cikal bakal tata bahasa tradisional. bahwa bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantara onomata dan rhemata. Membuat batasan bahasa. predikat.m) Membagi tiga macam kelas kata : Onoma.sign.1.1. 3. propheral (bunyi bahasa yang bermakna). aktif dan pasif 8.2 Zaman Romawi 8.1.menciptakan istilah khusus dalam tata bahasa .Kata kerja komplet.membagi 3 komponen studi bahasa : tanda (symbol. Orang pertama yang membedakan kata dalam onoma dan rhema. semonion). 8.1. nomina/nominal (dlm tata bhsa).Legein (bunyi fonologi yang bermakna).1. • Rhema : Ucapan (bhsa shari-hari). hal diluar bahasa (benda /situasi).1.membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa . Rhema. makna. Sezaman dengan zaman Alexandrian. telah menyusun kurang 4. verba (tata bahasa). arthoron. subjek.4 Kaum Staik .1. Karena itulah Panini dianggap sebagai one of greatest monuments of the human intelligence oleh Leonard Bloomfield.3 Aristoteles (384 -322 s. 8.Membagi kata : benda. di India hidup seorang sarjana hindu yang bernama Panini.2. tak komplet. . dan Syndesmoy (preposisi dan konjungsi) 8.000 pemerian tentang struktur bahasa sansekerta dengan prinsip-prinsip dan gagasan yang masih dipakai linguistik modern. Etimologi : mempelajari asal usul kata beserta artinya Ex : Perubahan Bunyi “duellum” → “belum” (perang) Perubahan Makna “hostis” orang asing → musuh . • Onoma : nama (bhsa shari-hari).2. .

Vox illiterata : tidak dapat dituliskan b. 1.kasus. Dativus (menerima) 6. Partisipel → konjungsi (infleksi kasus dan tense) 4. Akusativus (objek) 2.Voluntaris : perubahan bersifat morfologis. 1.2 Institutiones Grammaticae (tata bahasa Priscia) .1. Ablativus (asal) Deklinasi : perubahan bentuk berdasarkan kategori. sifat 2.teori dasarnya menjadi tonggak pembicaraan bahasa tradisional. anasuka 8. Fonologi membicarakan istilah Litterae : bagian terkecil bunyi yang dapat diartikan. Deklanasi dibagi : – Naturalis : perubahan bersifat alamiah . Nominativus (Primer) 4. Nomen : kata benda. selektif. Morfologi : mempelajari kata dan pembentukannya Kata = bagian ucapan yang tidak dpt dipisahkan dan merupakan bentuk minim. Vorro membagi kelas kata latin menjadi : 1. Vokativus (sapaan) 3. Vox martikulata : tidak dapat membedakan makna 3. Vox literata : dapat dituliskan 4. Aduerbium → pendukung (tak berinfleksi) Kasus dalam bahasa latin : 1.b.jumlah dan jenis. Verbum : perbuatan / dikenai .merupakan buku paling lengkap . Kata benda dan kata sifat → infleksi kasus 2. Vox artikulata : untuk membedakan makna 2. Morfologi membicarakan istilah dictio : bagian minimum ujaran yang harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Kata kerja → membua pernyataan (infleksi tense) 3. Genetivus (kepunyaan) 5. Dalam buku ini dibahas : a.2.

Basra dan Kufah. aksi. Memasukkan psikologi dalam bahasa. fi’lun (verbum). Petrus Hispanus. Menbedakan nomen menjadi substantivum dan adjectivum. b. kualitas. kata tidak secara langsung mewakili alam dan benda yang ditunjuk.3. lingua franca (bahasa antarbangsa) digunakan untuk kegiatan politik. Participium 4. 8. Kaum Modistae. Basra (menganut konsep analogi dari yunan). 3. serta bahasa diluar eropa. 8.1. sedangkan Kufah (menganut konsep anomali). tapi memperbolehkan menafsirkannya. Ulama Islam melarang penerjemahan bahasa arab.1. menurut tata bahasa ini. membagi kata menjadi : ismun (nomen). harfun (partikel). Membedakan partes orationes menjadi categorimatek (semua bentuk yang dapat menjadi subjek atau predikat) dan syntategorematik (semua bentuk tutur lainnya). dalam bukunya Summutae Logicales : a. Tata Bahasa Spekulativa.3 Zaman Pertengahan Membicarakan : 1.1. pada masa kaum ini berkembang etimologi 2. tetapi hanya mewakili dalam pelbagai cara modus. mengacu pada keanekaragaman bahasa. perdagangan. Sintaksis membicarakan istilah oratio : tata susun kata berselaras yeng menunjukkan kalimat itu selesai. substansi. c. Dua aliran linguistik arab. 8. sehingga mengacu pada kereguleran dan kesistatisan bahasa.5 Menjelang Lahirnya Linguistik Modern . Bahasa Arab.4 Zaman Renaisans Dianggap sebagai abad pembukaan pemikiran abad modern. Toloh arab Sibawaihi. dalam bukunya Al Ayn. dsb. Bahasa Ibrani sebagai bahasa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bahasa Eropa. dsb. Pronomen : dapat menggantikan nomen c.

kait. 4.te-rawat. kata.pe. “Ini baru bir”→“ini bir baru” Hubungan paradigmatik : hubungan antar unsur dalam tuturan dengan unsure sejenis yang tidak ada dalam tuturan (dengan cara hubungan substitusi pada fonologi.bata. sintaksis) dalam tuturan.”k”. mata.1 Ferdinand de Saussure Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern. 2. 8.dlm kata “me-rawat” diganti prefiks di-. karena dalam bukunya Course de Linguistique Generate. pe-rawat. dll Ex : kal.2 Aliran Praha . kati.2. Hubungan sintagmatik : hubungan antar unsur (fonologi. atau sintaksisnya). La parole : pemakaian langue oleh masyarakat (bersifat konkret) 3. memuat : 1. menjadi di-rawat. Ex : kata “kita” dapat diubah menjadi kiat.”m”.Dengan berkembangnya studi linguistik bandingan atau linguistik historis komparatif serta studi mengenai hakikat bahasa secara linguistik. Signifie : makna yang ada dalam pikiran kita. Sinkronik : mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu.te-. Ex morfologi : prefiks me. Ex: bahasa sansekerta Diakronik : mempelajari bahasa sepanjang masa bahasa itu digunakan ex : bahasa Sriwijaya sampai sekarang. morfologi. Ex fonologi : huruf “r” dlm kata “rata” disubstitusi dgn “d”. Jika urutannya diubah maka maknanya ikut berubah atau malah tak bermakna sama sekali. maka dimulailah babak baru sejarah linguistik.”b” menjadi data. Signifiant : citra bunyi yang timbul dalam pikiran kita. yang tersusun berurutan dan bersifat linier.2. La langue : seluruh sistem tanda sebagai alat komunikasi verbal antar anggota masyarakat (bersifat abstrak). morfologi. 8. ikat.2 Linguistik Strukturalis 8.

Kalimat dapat dilihat dari struktur formal dan struktur informasinya. Firth (London. dan Morris Halle. suku kata. terutama pada fungsi dan penerapannya dalam bahasa. dan substansi isi. forma isi. Ada tiga macam pokok prosodi : 1). Hjemslev menganggap bahasa mengandung segi ekspresi (Signifiant) dan segi isi(signifie). Ex : baku X paku.2. 8. .prosodi yang realisasi fonetisnya lebih besar daripada fonem2 suprasegmentalnya.konsonan. Tema adalah apa yang dibicarakan. maka akan terjadi perbedaan. “this argument” sbg objek.vokal.2. Dikenal dengan teori fonologi prosodi.Dengan tokohnya Vilem Mathesius. struktur kata. 3). membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu sistem) dan fonetik (mempelajari bunyi itu sendiri). Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.5 Linguistik Sistemik (M. 1890-1960). dan gab. Prosodi dari sandi atau jeda. gab. Struktur bunyi dijelaskan dengan kontras atau oposisi. informasi (tema dan rema). Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dgn morfem. Ex : kal. “this argument I can’t follow”→ “I” sbg subjek. sdngkn rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. 8. tepas X tebas. namun menurut aliran praha “this argument” juga merupakan tema. 2). Ex: kata “jawab” dgn “jawap” bila ditambahi sufiks –an. sedangkan “I can’t follow” juga merupakan rema. Nikolai S.2.3 Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. Roman Jakobson.K Haliday) Pokok pandangan Linguistik sistematik adalah : 1. Formal (subjek dan predikat).A. Menyangkut gabungan fonem. yaitu cara menentukan arti pada tataran fonetis. dengan tokohnya Louis Hjemslev. 8.4 Aliran Firthian Dengan tokohnya Joh R. Trubetskoỷ. Masing2 segi mengandung forma dan substansi : forma ekspresi. substansi ekspresi.

b.2.3 Linguistik Transformasional Dan Aliran-Aliran Sesudahnya 8. Pembedaan langue (jajaran pikiran tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya). Pike. Forma : susunan substansi pada pola bermakna. 3. karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. dan lambang yang digunakan saat menulis (grafis).2. 5. Mengenal gradasi atau kontinum. sebagai wadah melaporkan hasil karya mereka. meliputi : tesis (apa yang dibicarakan). Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis). 8. Menggambarkan tiga tataran utama bahasa : a. c. Situasi. Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi. 4. situasi luas (tuturan pengalaman pembicara atau penulis yang mempengaruhi tuturan yang diucapkan atau ditulisnya. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik. Hubungan baik antar linguis.2. Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta objektif sesuai dengan kenyataanyang diamati. situasi langsung (waktu tuturan itu diucapkan). Memandang bahasa sebagai “pelaksana”. ↘ Leksis : butir lepas bahasa dan tempat butir terletak Gramatika : kelas butir bahasa dan pola tempat terletaknya. Sehingga menerbitkan majalah Language.1 Tata Bahasa Transformasi . 8. Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya. Yang dimaksud tagmem adalah korelasi entara fungsi gramatikal (slot) dengan kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan utnuk mengisi slot tsb. 3.7 Aliran Tagmemik Dipelopori oleh Kenneth L. 8.6 Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini : 1.3. 2.

3. sehingga dalam kalimat : “Adik menendang bola” dapat kita terima. Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa. sedangkan kalimat “Rumah menendang bola” tidak bisa kita terima karena kata kerja “menendang” hanya bisa dilakukan oleh benda yang punya cirri semantik /+makhluk/.2 Semantik Generatif Struktur ini serupa dengan struktur logika.Dengan tokohnya Noam Chomsky. 8. Arti sebuah morfem digambarkan dengan memberi unsur makna atau ciri semantik yang membentuk arti morfem itu. Tata bahasa dari setiap bahasa terdiri dari 3 komponen : 1. . .Perbuatan berbahasa : pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya. 2. Ex : dalam kalimat “Nenek minum kopi” (preposisi)→ mempunyai predikat berargumen dua yakni : nenek dan kopi atau . Dan tata bahasa harus memenuhi dua syarat : 1. wajar dan tidak dibuatbuat. artinya semua satuan dan istilah harus sejajar dengan teori linguistik tertentu. Sintaksis Merupakan sentral tata bahasa karena menentukan arti kalimat dan menggambarkan aspek kreativitas bahasa.Kemampuan : pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. 3. Ex : kata “Adik” mempunyai ciri semantik /+makhluk/ sedangkan kata “Rumah” punya ciri /-makhluk/. Semantik Arti kalimat ditentukan oleh komponen ini. 2. berupa ikatan tak berkala antara predikat dengan argumen dalam suatu proposisi. Teori ini membedakan antara kemampuan dan perbuatan berbahasa. yang memuat pengertian bahwa tata bahasa merupakan teori bahasa itu sendiri. Sehingga dalam tata bahasa generatif yang menjadi objek adalah kemampuan. Fonologis Memberi interpretasi pada kaidah transformasi. Berbentuk sedemikian rupa. menciptakan buku Syntactic Structure.

.4 Tata Bahasa Relasional Tokohnya : David M. Fillmore.3 Tata Bahasa Kasus Dengan tokohnya Charles J. Perlmutter dan Paul M. goal (keadaan. 3.Nomina buku itu berelasi “objek langsung dari” . 8. source (keadaan. Z = bola. kala.Z) X = nenek.Nomina saya berelasi “objek tak langsung dari” . Postal.dpt dirumuskan: MINUM(nenek. Fillmore membatasi kasus atas agen (pelaku). 8. 2. waktu yang kemudian). Tata bahasa ini mempunyai persamaan dengan Semantik generatif yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba.Y. means. tempat. dalam bukunya “The Case for Case” Fillmore membagi kalimat atas modalitas (berupa unsur negasi. Dalam kalimat “Nenek marah” predikatnya punya satu argumen yakni : nenek.Nomina ali berelasi “subjek dari” . referential (acuan). dan proposisi (verba + sejumlah kasus). menmpilakn elemen dalam struktur. Rumus : + ( –X. + (–X.dan adverbia). Y= alat. argumen2 bola “tujuan” dan argumen3 tongkat “alat”. waktu yang lalu). Menurut teori ini klausa terdiri dari tiga wujud : 1.3. experiencer (yang mengalami peristiwa).Z) X = pelaku. Y = tongkat. tempat. / MARAH(nenek). Tata bahasa ini juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. Z = tujuan Misal dalam kalimat diatas : MEMUKUL. “coordinates” menunjukkan tataran elemen yang menyandang relasi gramatikal thdp elemen lain. Ex : klausa “Ali memberi buku itu kepada saya” → punya 3 nomina dan 1 verba. object (yang dikenai perbuatan).kopi). mempunyai argumen1 Toni berkasus “pelaku”. Tanda relasional (relational sign) menunjukkan nama relasi gramatikal dalam hubungan antar elemen.Y.3. Ex : dalam kalimat “Toni memukul bola dengan tongkat”. aspek. Simpai (nodes).

. Sesuai dengan fungsinya sbg bahasa nasional. morfem. Konsep linguistik modern yang melihat bahasa secara deskriptif sukar diterima para guru besar dan pakar bahasa. Verhaar dari Belanda menjadikan studi linguistik terhadap bahasa daerah dan nasional Indonesia semakin marak. Padahal itu adalah bentuk yang salah. Kajian terhadap bahasa Jawa dipelajari Uhlenbeck. Kamil. dan Grijns dengan kajian bahasa Jakarta. mulai diperkenalkan konsep fonem. Pada zaman itu penelitian tentang bahasa masihbersifat observasi dan klasifikasi.4 Tentang Linguistik Di Indonesia Sebagai negeri yang sangat luas Indonesia sudah lama menjadi kajian penelitianlinguis. Konstruksi kalimat inti (Ali memberi buku itu kepada saya) 2. en Volkenkunde Belanda.Verba beri berelasi “predikat dari” Konstruksi yang terlibat pada klausa diatas adalah : 1.1961. Para pemerintah kolonial mempelajari bahasa untuk menguasai pemerintahan dansebagai media penyebaran agama nasrani. dan publikasi penelitian. Datangnya guru besar Prof. Serta Robins (London) dengan kajian bahasa Sunda. mempertanyakan akhiran –in seperti pd kata abisin dan awalan –nge (ngebantu) termasuk afiks bahasa Indonesia ? ?. Rlvink. Kridalaksana dalam bukunya Pembentukan Kata Bahasa Indonesia (1989).W. bertukar pengalaman. Uhlenbeck. Konstruksi hasil trnasormasi pasif dari datif (Saya diberikan buku itu oleh Ali) 8. Voorhove. dll) Sejak kepulangan sejumlah linguis Indonesia dari Amerika. frase dan klausa. Padalah bentuk merubah adalah bentuk yang salah. MLI mengadakan Musyawarah Nasional tiap tiga tahun sekali untuk membicarakan masalah organisasi dan linguistik. Buku yang dibuat Biblipgraphical Series dari Institut voorTaal. Teeuw. Land. Sejalan dengan perkembangan studi linguistik. bahasa Indonesia menduduki sentral dalam kajian linguistik . Konstruksi hasil transformasi datif (Ali memberikan saya buku itu) 3. Moeliono dan T. oleh (Teeuw. seperti Anton M. MLI menerbitkan jurnal Linguistik Indonesia mulai tahun 1983 untuk laporan dan publikasi penelitian. sehingga seharusnya tidak dimuat dalam buku. pada tanggal 15 November 1975 dibentuk MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia). sebagai wadah berdiskusi.1964. Penyelidikan terhadap bahasa daerah banyak dilakukan oleh orang luar Indonesia. Ex : konsep modern menganggap bentuk merubah = mengubah karena hal itu terdapat dalam bahasa masyarakat sehari-hari.

1.2. Hakikat Bahasa Sifat yang hakiki dalam bahasa mempunyai sifat atau ciri : 1. produktif 10. berwujud lambang 3. bermakna 6. konvensional 7. dan Soedarjanto yang telah menghasilkan tulisan pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia. 3.dewasa ini. BAB 3 OBJEK LINGUISTIK BAHASA 3. berupa bunyi 4. dan mengidentifikasi diri. Bahasa sebagai sistem . Darjdowidjojo. Pengertian bahasa menurut Djoko Kuntjono 1982 : Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama. Dalam kajian bahasa Indonesia tercatat nama-nama seperti Kridalaksana. dinamis 12. bervariasi 11. sebagai alat interaksi sosial 13. Pengertian Bahasa Dalam pendidikan formal di sekolah menengah bahasa adalah alat komunikasi. berkomunikasi. identitas penuturnya 1. universal 9. Kaswanti Purwo. bersifat arbitrer 5. unik 8. bahasa adalah sebuah sistem 2.

1. 1. Bahasa itu bervariasi ada 3 istilah yaitu ideolek. 1. Bahasa itu universal Ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa. 1. bahasa itu tersusun menurut suatu pola tidak tersusun secara acak. atau pemikiran. Bahasa itu manusiawi. 3. sinteksis. 1. sedangkan signifie adalah konsep yang dikandung oleh signifiant. Bahasa itu produktif Arti produktif adalah terus menerus menghasilkan. Bahasa adalah bunyi Jadi sistem bahasa itu berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi. Sebagai sebuah sistem bahasa bersifat sisitematis artinya. 2. frase. sedangkan bersifat sistemis artinya. Lambang tidak bersifat langsung dan alamiah. 1. Subsistem antara lain : fonologi. kata. Fungsi bahasa menyampaikan pesan. Bahasa sebagai lambang Lambang : simbol dikaji dengan sebutan ilmu semiotika/semiologi (ilmu yang mempelajari tanda-tanda). semantic. kalimat dan wacana. Bahasa itu unik Mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. 1. Bahasa itu dinamis : tidak pernah lepas dari kegiatan manusia. bahasa bukan merupakan sistem tunggal. Bahasa itu konvensional Semua anggota masyarakat bahasa mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. mofologi. . dealek. 1. klausa. Bahasa itu bermakna Lambang-lambang bunyi yang bermakna di dalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem. ide. dan ragam. Bahasa itu arbitrer Signifiant adalah lambang bunyi itu.Sistem : cara / aturan : sistem berarti sususnan teratur. Arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya.berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. konsep. 1.

Masyarakat Bahasa Adalah sekolompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Penggunaan Bahasa Hymes (1974) pakar sosio linguistik mengatakan bahwa. Klasifikasi tipologis Klasifikasi tipologis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa. 4. 1. Klasifikasi Genetik atau Geneologis Artinya suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua didapati bahwa bahasa-bahasa di dunia ini terbagi dalam 11 rumpun besar. 1. 2.4. Klasifikasi areal . dan campurkode. Kontak Bahasa Dalam masyarakat yang bilingual atau multi lingual sebagai akibat adanya kontak bahasa dapat terjadi peristiwa yang disebut interferensi. Variasi dan Status Sosial Bahasa Karena anggota masyarakat penutur bahasa itu sangat beragam. integrasi. 3. Bahasa dan Budaya Ada hipotesis yang sangat terkenal mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan ini dekeluarkan oleh dua pakar yaitu Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf yang menyatakan bahwa bahasa mempengaruhi kebudayaan.3. 5. 2. Klasifikasi bahasa Klasifikasi dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa. alihkode. 3. sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor diluar bahasa. 3.3. suatu komunitas dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING. Bahasa dan Faktor Luar Bahasa Kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri.

Misal : pembentukan jamak j boy menjadi boys.Dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain. Klasifikasi sosio linguistik Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat. Kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu . Grafem adalah satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem. BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK LINGUISTIK TRADISIONAL  Menurut tata bahasa tradisional. Bahasa berdasarkan filsafat dan semantik.kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian. Graf adalah satuan terkecil dalam aksara. 2. Sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu.5. berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. Alograf adalah farian dari grafem.”. suku. bahasa tulis adalah sekunder. Tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat ditrsibusi dengan frase “dengan …. pertentangan fisis dan nomos. Abjad adalah urutan huruf-huruf dalam suatu sistem aksara. pertentangan analogi dan anomali kaum anologi anatara lain Plato dan Aristoteles. 3. kata. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI  Persoalan pertentangan para filosof Yunani tentang hakikat bahasa adalah : 1. Aksara adalah keseluruhan sistem tulisan. Bahasa Tulis dan Sistem Aksara Bahasa lisan adalah primer. Bahasa lisan lebih dulu dari pada bahasa tulis. 4. Pengertian Huruf adalah istilah umum untuk graf dan grafem.

d. Rhema : ucapan dalam bahasa sehari-hari (prediket) c. c. f. Kaum Alexandrian . orang yang pertama kali membedakan kata anoma dan rhema. Aristoteles (384 – 322 S. dan arthoron). e. Membedakan kata kerja komplet dan tidak komplet. Membagi jenis kata menjadi 4 (kata benda. membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna. Kaum Stoik Usaha kaum Stoik dalam studi bahasa : a. b. Syindesinoi : kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis. Anoma : nama dalam bahasa sehari-hari (subyek) b.M) Menurut Aristoteles ada 3 macam kelas kata : a. Kaum Anomali sejalan dengan kaum Naturalis dan kaum Anologi sejalan dengan kaum Kontensional. Menyodorkan batasan bahasa yaitu bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantaraan anomata dan rhemata. Misal : child menjadi children. Memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya dialog dan mengemukakan masalah bahasa alamiah dan bahasa konvensional. Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa.M) Jasa Plato dalam studi bahasa : a. c. Kaum Sophis Sumbangan kaum Sophis dalam studi bahasa : a. melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran-ukuran tertentu. Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa. Membedakan legein dan propheretal.sign atau semainon (2)makna samainonen /lekton(3)hal-hal diluar bahasa yakni benda dan situasi. Membedakan 3 komponen utama studi bahasa (1)tanda.tidak teratur. d. b. c. syndesmoi.simbol.sangat mementingkan bidang retrorika dalam studi bahasa. kata kerja aktif dan pasif. melakukan kerja secara empiris. b. kerja. Plato (429 – 347 S.

Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. Rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. Varra dan “De Lingua Latina” • • • Etimologi : Cabang linguistik yang menyelidiki asal usul kata beserta artinya. Tema adalah apa yang dibicarakan. Morfologi : Membicarakan mengenai dictio atau kata. Morfologi : Cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya.M. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri. Sintaksis : Membicarakan tata susunan kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai. ZAMAN ROMAWI  Tokoh pada Zaman Romawi yang tekenal Varro (116 – 27 S. Aliran Praha Aliran ini terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa Vilem Mathesius (1882 – 1945). Dalam bidang Fonologi aliran Praha membedakan dengan tegas akan Fonetik dan Fonologi. Ferdinand De Saussure (1857 – 1913) Dianggap sebagai Bapak Lingiustik Modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya “ Course De Lingiustique Generale” yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915. • • • Fonologi : Membicarakan tentang tulisan atau huruf yang disebut litterae. 3. Institutiones Gramaticae atau Tata Bahasa Priscia. 2. . Tokoh : Louis Hjemslev (1899 – 1965) menjadi terkenal karena usahanya membuat ilmu bahasa yang berdiri sendiri. Aliran Glosematik Aliran ini lahir di Denmark. • Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang tersusun secara berurutan bersifat linear. Fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem.Kaum ini mewarisi buku tata bahasa yang disebut tata bahasa Dionysius Thrax. Menurut Varro kata adalah bagian dari ucapan yang tidak dapat dipisahkan lagi dan merupaan bentuk minimum. Lahir kurang lebih tahun 100 S. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1.M) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscra dengan karyanya Institutiones Gramaticae.

Holliday. Aliran Firthiun John R. • Tata Bahasa Kasus Pertama kali diperkenalkan oleh Chjarles J. Fillmore yang berjudul “The Case For Case” tahun 1968 dalam buku Bach. Menurut teori Semantik generatif. Tagmen adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling bertukaran untuk mengisi slot tersebut. dan R. Perbuatan berbahasa (Performance) adalah pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya.A. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA • Tata Bahasa Transformasi Lahir dengan terbitnya buku Noam Chomsky yang berjudul Syntactic Structure pada atahun 1957. Fonologi Prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan Fonetis. 7.4. dll. Pike. Aliran Tagmemik Aliran ini dipelopori oleh Kenneth. E. Predikat adalah perbuatan. tokoh dari Summer Institute of Linguistics yang mewarisi pandangan-pandangan Bloomfield. • Semantik Generatif Beberapa murid dan pengikut Chomsky memisahkan diri karena ketidak puasan terhadap teorinya karena semantik mempunyai eksistensi yang lain dari sintaksis dan struktur batin tidak sama dengan struktur semantis. L. mengenai bahasa yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. Argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan. Kemampuan (Competence) adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya.K. Harins Universal In Linguiostic Theory. Linguistik Sistematik Tokohnya M. sifat. Firth (1890 – 1960) Guru Besar Universitas London terkenal karena teorinya mengenai Fonologi Prosodi. 6. . Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Leonard Bloomfield (1877 – 1949) terkenal dengan bukunya yang berjudul Language yang dikaitkan dengan aliran Struktural Amerika. 5.

membawa. Referensial : Acuan Contoh : Husin temanku. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU Linguistik ialah ilmu yang mempelajari bahasa sebagai objek kajiannya. Parlinutter dan Paul M. Experiencer : yang mengalami peristiwa psikologis. tempat atau waktu yang kemudian Contoh : Dia mau menjadi Guru. Contoh : Bus itu datang dari Bandung. atau waktu yang sudah. Contoh : Dia merasa takut. 2. Contoh : Dia menendang Bola. . tempat. Source : Keadaan.1 Keilmiahan Linguistik Tahap perkembangan linguistic : 1. Observasi dan klasifikasi yaitu mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa tanpa memberi kesimpulan apapun. Agent : pelaku perbuatan atau yang melakukan suatu perbuatan. Contoh : menendang.Terbitan Holt Rinehart and Winston. Verba sama dengan predikat. Tokoh : David M. Goal : Keadaan. spekulasi yaitu pembicaraan suatu hal dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif (tanpa didukung bukti-bukti) 2. Postal dalam karangan Lectures on Relational Grammar dll. nomina sama dengan argumen dalam teori Samantik Generatif. • Tata Bahasa Relasional Muncul tahun 1970-an. Object : sesuatu yangh dikenai perbuatan atau yang mengalami suatu proses.

etnolinguistik.filologi . karena sifat empirisnya.3.antropolinguistik. Linguistik yang telah mangalami tiga tahap perkembangan ini sudah dapat dikatakan ilmiah. 2. maka linguistic memndang bahasa sebagaikumpulan unsure yang mana antara satu dan lainnya saling berkaitan.linguistic diakronik (mengkaji bahasa pada masa tak terbatas.semantic dan leksikologi) linguistic .sintaksis.linguistic sinkronik (mengkji bahasa pada masa terbatas. bahasa berubah dari waktu ke waktu. maka linguistic melihat bahasa sebagai bunyi. 2. tujuan pengkajiannya untuk teori/terapan makro (sosiolinguistik. • Pendekatan bahasa sebagai bahasa dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut : 1.filsafat bahasa dan neurolinguistik) 4. 5.linguistic mikro (fonologi.psikolinguistik. bahasa adalah bunyi ujaran. 4. maka linguistic tidak menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. perumusan teori yaitu dimana dari data-data yang dikumpulkan lalu dirumuskan hipotesis dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhdap fakta-fakta yang ada.morfologi. objek kajiannya adalah struktur internal bahasa itu/kaitannya dengan factor luar bahasa . 3. bahasa bersifat unik. 2.2 Subdisiplin linguistik Pengelompokan nama-nama subdisiplin linguistik berdasarkan : 1. objek kajiannya adalah bahasa pada masa tertentu/sepanjang masa . Dapat dibedakan menjadi linguistic umum (mengkaji kaidah bahasa secara umum) dan linguistic khusus (mengkaji kaidah bahsa tertentu). missal mengkaji bahasa Indonesia tahun 20-an) .stilistika. objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya/bahasa tertentu. bahasa adalah suatu system. biasanya bersifat histories/ mengetahui sejarah structural bahasa itu serta segala bentuk perkembangannya dan perubahannya) 3. maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif.dialektologi.

semantic. 2. fonemik. BAB 7 TATARAN LINGUISTIK (4) SEMANTIK Hocket.bagi linguis yaitu membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya.2. antara lain relasi sintamagnik (hubungan antara satuan bahasa dalam klimat konkret) dan relasi asosiatif (hubangan antar satuan bahasa yang tak nampak dalam kalimat).2 Analisis bahasa langsung yaitu teknik dalam menganalisis unsur yang membangun suatu satuan bahasa. teori/aliran yang digunakan untuk menganalisis objeknya 2.3 Analisi rangkaian unsur dan analisis proses unsur Analisis rangkaian unsur (setiap satuan bahasa dibentuk dari unsure-unsur lain) sedangkan analisis proses unsur (setiap satuan bahasa merupakan hasil dari suatu proses pembentukan). 2.Bagi guru yaitu melatih ketrampilan berbahasa .linguistic teoritis (penyelidikan hanya untuk kepentingan teori belaka).2 Analisis Linguistik Dilakukan terhadap bahasa yang lebih tepat disebut fonetik.kritikus. klausa bahkan kalimat.2. Sistem bahasa ini terdiri dari lima sub sistem.Negarawan/politikus yaitu untuk memperjuangkan ideology dan menyelesaikan gejolak social. satuan kata. seorang tokoh strukturalis menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem yang kompleks dari kebiasaan-kebiasaan. system dan distribusi Bapak linguistic modern. sintaksis.2.3 Manfaat Linguistik . yaitu sub . satuan frase. 2.penyusunan buku ajar) 5. . sedangkan linguistic terapan (penyelidikan untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah dimasyarakat seperti pengajaran bahasa. Ferdinand de Saussure(1857-1913) dalam bukunya Course de Linguistique Generale membedakan dua relasi antara satuan bahasa.1 Struktur.peminat sastra yaitu membantu memahami karya-karya sastra .Bagi peneliti. 2.

1. Kata “kepala” pada kedua kalimat di atas memiliki makna yang berbeda. komposisi. Bapak linguistik modern. yang berarti studi linguistik tanpa disertai dengan studi semantik. Makna Lekskal.2. melainkan dapat berpindah dari maujud satu ke maujud lain disebut kata-kata deiktik. Misalnya kata kuda. Gramatikal. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam satu konteks. dan fonetik. Makna Referensial dan Non-referensial Sebuah kata bermakna referensial kalau ada referensnya. dan gambar. Misalnya pada kata “lapala” dalam bentuk bentuk kalimat bentuk : a) Rambut di kepala nenek putih semua b) Sebagai kepala sekolah dia harus menegur murid itu. JENIS MAKNA 7. HAKIKAT MAKNA Menurut de Saussure setiap tanda linguistik terdiri dari komponen signifian (yang mengartikan) yang wujudnya berupa runtunan bunyi. Jadi menurut Ferdinand de Saussure makna adalah “pengertian” atau “konsep” yang terdapat pada sebuah tanda linguistik. semantik. saya.1. 7. atau acuannya dalam dunia nyata. Kata-kata yang acuannya tidak menetap pada satu maujud. Sebab kedua komponen itu merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sebaliknya kata-kata seperti dan. Yang termasuk katakata deiktik adalah kata-kata promira (dia. fonologi. merah. dan komponen signifie (yang diartikan) berupa pengertian atau konsep (yang dimiliki oleh signifian). reduplikasi. Ferdinand de Saussure dalam teorinya menyatakan bahwa tanda linguistik (Signe Linguistique) terdiri dari komponen signifian dan signifie. morfofonemik. Makna gramatikal baru ada kalau terjadi proses gramatikal. Makna leksikal dapat pula diartikan makna yang ada dalam kamus. Sub sistem semantik dan fonetik bersifat periperal. kata-kata yang menyatakan ruang. tidak ada artinya. 7. 7. kata-kata yang menyatakan .2. misalnya di sini. di sana. seperti afiksasi. atau kalimatisasi. Misalnya dalam proses afikasi perfiks ber – dengan dasar baju melahirkan makna gramatikal “memakai baju”. dan Kontekstual Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun.2. kamu). karena tidak mempunyai referens.2.sistem gramatika.

Makna stalistika berkenaan dengan pembedaan penggunaan kata sehubungan dengan perbedaan bidang sosial atau bidang kegiatan. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa. istana. Makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap lawan bicara. seperti ini dan itu. Misalnya kata “merah” berasosiasi dengan berani. Makna konotasi ada tiga. vila. “Tutup mulut kalian !” bentaknya kepada kami b. kita membedakan penggunaan kata rumah. konotasi positif misalnya ramping. kata “tampan” . Konotasi netral misal kurus. seperti sekarang.2. sehingga kata tersebut hanya cocok untuk digunakan berpasangan dengan kata tertentu. Oleh Leech (1976) ke dalam makna asosiasi ini dimasukkan juga yang disebut akna konotatif. 7. denotatif dan makna referensial. Makna denotatif sama dengan makna leksikal. Misal kata “babi” bermakna binatang yang biasa diternakkan dan diambil dagingnya. kondominium. kediaman. Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai”. dan konotasi negatif misalnya kerempeng.2. pondok. kata-kata yang disebut kata penunjuk. atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. Jadi. a. Makna konotatif termasuk dalam makna asosiatif karena berasosiasi dengan nilai rasa terhadap kata itu. afektif. Makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatif.4. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. makna konseptual sama dengan makna leksikal. dan makna kolakotif. dan wisma yang semuanya memberi asosiasi yang berbeda terhadap penghuninya. stilistika. Misalnya.waktu. Misalnya. Misalnya pada kedua kalimat di bawah ini memiliki makna afektif yang berbeda. besok. 7. mohon diam sebentar !” katanya kepada kami Makna kolakotif berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dari sejumlah kata-kata yang bersinonim.3. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna asli. “Coba.

Ketiga.3. buku putih yang bermakna “buku yang memuat keterangan resmi mengenai suatu kasus” kata “buku” masih memiliki makna leksikalnya. contohnya. Ketidaksamaan makna ujaran dikarenakan beberapa faktor. faktor waktu. Makna Kata dan Makna Istilah Makna kata masih bersifat umum. 7. Keempat. komandan tidak. Contoh : betul bersinonim dengan benar. Contoh idiom adalah membanting tulang.5.3. Makna Idiom dan Peribahasa Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari makna unsur-unsurnya. 7. Hulubalang berpengertian klasik. jelas.2. Misalnya kata “beta” untuk wilayah Indonesia bagian timur. RELASI MAKNA Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain.sesungguhnya bersinonim dengan kata cantik. Sinonim Sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan kesamaan makna antara ujaran yang satu dengan ujaran yang lainnya. Peribahasa memiliki makna yang masih bisa ditelusuri dari makna unsur-unsurnya karena adanya “asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa. kasar. “saya” digunakan secara umum. misalnya kata “saya” digunakan oleh .2. Kedua. Misalnya uang dan duit. baik secara leksikal maupun gramatikal. tidak meragukan meskipun tanpa konteks kalimat. Contoh : seperti anjing dengan kucing artinya dua orang yang tidak bisa akur. meja hijau. faktor keformalan. hanya cocok atau berkolakasi dengan kata yang memiliki ciri “pria”. Idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikalnya sendiri. faktor wilayah. Makna kata menjadi jelas jika kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya. Makna istilah mempunyai makna yang pasti. faktor sosial. sedangkan telinga bagian yang terletak di dalam. Misalnya kata “kuping” dalam bidang kedokteran adalah bagian yang terletak di luar. 7. dan tidak jelas. 7.6. antara lain : Pertama. Misalnya kata “hulubalang” dengan kata “komandan”.1.

antonim yang bersifat hierarkial yaitu antonim yang kedua satuan jaran yang berantonim itu berada dalam satu garis jenjang atau hierarki. batasnya itu dapat bergerak menjadi lebih atau kurang. bidang kegiatan. kepala kantor b. Kedua. 7. Misalnya kata “matahari” bias digunakan dalam kegiatan apa saja atau umum.3. tiarap. 7. antonim yang bersifat relatif atau bergradasi yaitu antonim yang batas antara satu dengan yang lainnya tidak dapat ditentukan secara jelas.3. Polisemi Polisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. kepala manusia 7. kata “melirik” memiliki makna melihat dengan sudut mata. sedangkan kata “surya” hanya cocok digunakan pada ragam sastra. Contohnya : kata gram dan kilogram. antonim yang bersifat relasional yaitu antonim yang munculnya yang satu harus disertai dengan yang lain. kepala meja d. Contohnya kata hidup berantonim secara mutlak dengan kata mati. faktor nuansa makna. kepala surat c. Kelima. Antonim Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan. Contoh kata “kepala” pada frase berikut : a. antonim yang bersifat mutlak. Misalnya kata berdiri berantonim dengan kata duduk. Misalnya suami dengan isteri. antonim majemuk yaitu antonim yang memiliki pasangan lebih dari satu. Homonimi . “aku” digunakan terhadap teman sebaya. Contoh : baik berantonim buruk. Misalnya kata “melihat” memiliki makna umum. tidur. jongkok dan bersila.3.siapa saja kepada siapa saja. antara lain : Pertama. Dilihat dari sifat hubungannya.3. Keenam.4. antonim dibedakan atas beberapa jenis. menjual dengan membeli. Ketiga.2. Kelima. Keempat.

7. tetapi secara diakronis (masa yang relatif lama) kemungkinan bisa berubah.7. Redudansi Redudansi adalah penggunaan unsur segmental dalam bentuk suatu ujaran yang berlebih-lebihan. jendela dan pintu hanya bagian atau komponen dari rumah. Dalam homonimi ada yang disebut homofoni dan homografi.4. Contoh merpati berhiponim dengan burung. berlebih-lebihan.3. makna sebuah kata tetap sama. Misalnya. Dalam kata jendela. Homografi mengacu pada bentuk ujaran yang sama ortografi atau ejaannya. 7. pintu. bentuk “buku sejarah baru” dapat ditaksirkan menjadi (1) buku sejarah itu baru terbit. Teras yang maknanya inti dan teras yang maknanya serambi. antara lain : . Misalnya kata “teras”.5. Ambiquiti atau Ketaksaan Ambiquiti adalah gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda yang terjadi pada bahasa tulis. Hiponimi Hiponimi adalah hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain. 7. karena dalam bahasa tulis unsur suprasegmental tidak dapat digambarkan dengan akurat.3. Homofini adalah kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran.Homonimi adalah dua buah kata satu satuan ujaran yang bentuknya sama maknanya berbeda. tanpa memperhatikan ejaannya. tetapi ucapan dan maknanya tidak sama.6.3. Misalnya kesamaan makna dalam kalimat “Bola itu ditendang oleh Dika” dengan “Bola itu ditendang Dika” kata “oleh” inilah yang dianggap sebagai redundans. PERUBAHAN MAKNA Secara sinkronis (masa yang relatif singkat). Namanya yang tepat adalah partonimi atau meronimi. Contohnya “bang” dengan bank. Hal ini disebabkan beberapa faktor. 7. dan rumah. atau (2) buku itu memuat sejarah zaman baru. Misalnya kata “bisa” yang bermakna “sanggup” dan “bisa” yang bermakna racun ular. Burung berhiponim merpati.

tetapi juga celana. seperti sarjana pendidikan. 7. perkembangan iptek. Perubahan makna secara total. misalnya kata “Baju” mulanya bermakna pakaian.5. Misalnya kata “amplop” yang berarti sampul surat dan yang berarti “uang sogok”. Ketiga. Misalnya pada zaman feudal dulu. perubahan makna yang “mengkasarkan” disebut disfemia. Kelima. adanya asosiasi yaitu hubungan antara sebuah bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain berkenaan dengan bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain yang berkenaan dengan bentuk ujaran itu. membuat”. Perubahan makna meluas. sepatu. Perubahan makna menyempit. Perubahan makna yang “menghaluskan” disebut eufemia/eufemisme. Kedua. sehingga dengan demikian bila disebut ujaran itu maka yang dimaksud adalah sesuatu yang lain yang berkenaan dengan ujaran itu.5. Misalnya kata “menggarap” dari bidang pertanian digunakan juga dalam bidang lain dengan makna “mengerjakan. Misalnya kata “pedas” yang seharusnya ditanggap oleh alat indra perasa lidah menjadi ditanggap oleh alat pendengar telinga. MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA 7. Keempat. perkembangan sosial budaya.1. lalu menjadi bermakna “B”. digunakan kata “tuan”. sekarang bermakna karya cipta. perkembangan pemakaian kata. Misalnya kata “sastra” mulanya bermakna “tulisan” lalu berubah menjadi bermakna “bacaan”. topi. semantif field) atau median leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. artinya makna yang dimiliki sekarang jauh berbeda dengan makna aslinya. Misalnya kata “seni” pada mulanya hanya berkenaan dengan air seni. untuk menyebut orang yang dihormati. artinya kalau tadinya kata bermakna umum menjadi bermakna khusus. kata “tuan” diganti dengan kata “bapak” yang terasa lebih demokratis. Misalnya . Misalnya kata “sarjana” tadinya bermakna “orang cerdik” tetapi kini hanya bermakna “lulusan perguruan tinggi” saja. dasi dan sebagainya. pertukaran tanggapan indra. Ada juga perubahan makna yang “menghaluskan” misalnya kata “pemecatan” diganti PHK. Kini. Medan Makna Medan makna (semantic domain. seperti pada ujaran “kata-katanya sangat pedas”. artinya kalau tadinya kata bermakna “A”. Perubahan makan yang bersifat “mengkasarkan” misalnya kata “kalah” digantu dengan “masuk kotak”.Pertama.

biru.5. sebab verba membaca juga memiliki komponen makna. BAB 6 TATARAN LINGUISTIK (3): SINTAKSIS Sintaksis adalah bidang tataran linguistic yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika. 7. kalau verbanya berupa kata kerja membaca. verbalah yang menentukan kehadiran konstituan lain dalam sebuah kalimat. . Selain itu juga harus hadir objek nomina yang memiliki komponen makna bacaan. bacaan. Kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmantik yang terdapat antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. dan badai yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi. menurut Chafe. hijau. maka dalam kalimat itu akan hadir sebuah subjek berupa nomina pelaku dan berkomponen makna manusia. Umpanyanya. Kesesuaian Semantik dan Sintaktik Menurut Chafe (1970) inti sebuah kalimat adalah pada predikat atau verba. Sintaksis berasal dari bahasa Yunani. Misalnya dalam kalimat “tiang layer perahu nelayan itu patah dihantam badai !”. Komponen Makna Makna yang dimiliki oleh setiap kata terdiri dari sejumlah komponen makna yang membentuk keseluruhan makna kata itu. Kelompok set menunjuk pada hubungan paradigmatik. hitam. 7. nelayan. Untuk mengatakan nuansa warna yang berbeda. bahasa Indonesia memberi keterangan perbandingan. Secara etimologi berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat . putih. merah jambu. satu tempat atau lingkungan yang sama. seperti merah darah. dan merah bata. perahu. Kata layar. coklat. karena kata-kata yang berada dalam satu kelompok set itu bisa saling disubtitusikan.3. Kata-kata yang mengelompok dalam satu medan makna.medan warna dalam bahasa Indonesia mengenal nama-nama merah. yaitu sun yang berarti dengan dan tattiein yang berate menempatkan.2. berdasarkan siswat hubungan semantisnya dapat dibedakan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. kuning. kata remaja merupakan tahap erkembangan dari kanak-kanak menjadi dewasa.5.

Dalam kalimat jawaban “ Sudah ! “ .O.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS Dalam tataran morfologi. melirik (P) memiliki peran aktif.6. pakar lain Chafe mengatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat dan predikat itu harus selalu berupa verba. numeralia. Contoh dalam kalimat di atas: Nenek(S) memiliki peran pelaku(agentif). tidak mengalami proses morfologi. kata tugas berkategori preposisi dan konjungsi. Sedangkan. Namun. Kata Penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna. Keempat fungsi itu tidak harus ada dalam setiap struktur sintaksis. Susunan fungsi sintaksis tidak harus selalu berurutan S. Dalam pembahasan kata sebagai pengisi satuan sintaksis. tetapi dalm tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil yang secra hierarkial menjadi komponen pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar. mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi. perintah. Banyak pakar yang mengatakan struktur sintaksis minimal harus memiliki fungsi subjek dan predikat karena tanpa fungsi tersebut konstruksi itu belum dapat disebut sebgai sebuah struktur sintaksis.dan K Contoh: Kakek melirik nenek tadi pagi SPOK S: sebagai kategori nomina P: sebagai kategori verba O: sebagai kategori nomina K: sebagai kategori nomina S. Ada pendapat lain yang mengatakan hadir tidaknya suatu fungsi sintaksis tergantung pada konteksnya. Adverbia. atau seruan. penanda kategori sintaksis.P. mempunyai kebebasan mutlak sehingga dapat menjadi pengisi fungsi-fungsi sintaksis. verba. Kata tugas juga mempunyai .K merupakan fungsi dari sintaksis dan juga mempunyai peran sintaksis.P. 6. yaitu frase. Selain itu. dibedakan menjadi dua macam kata. kakek(O) memiliki peran sasaran. Sedangkan. yang tampaknya urutannya harus selalu tetap adalah fungsi P dan O. dan perangkai dalam penyatuan bagian-bagian dari satuan sintaksis.P. kata merupakan satuan terbesar. tadi pagi (K) memiliki peran waktu. Contoh: . Dalam sintaksis kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis.Dalam kalimat seruan “ Hebat ! “ Dari contoh di atas.K.O.O. kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna. yaitu kata penuh dan kata tugas. ajektifa.Dalam kalimat perintah “ Baca ! “ . maka fungsi yang muncul hanyalah yang menyatakan jawaban. Kata penuh berkategori nomina. karena berpengaruh terhadap munculnya fungsi-fungsi lain.2 STRUKTUR SINTAKSIS Terdiri dari susunan S. Namun.

Contoh: sedang membaca Kata sedang membatasi makna komponen inti( kata membaca). selalu terikat dengan kata yang ada dibelakangnya atau di depannya dan dengan kata-kata yang dirangkaikannya. 6.) frase verbal.3.2. ajektifa.3.dan kaum.2.) frase adjektifa.) Direktif( Preposional) Frase yang komponen pertamanya berupa preposisi dan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata yang berkategori nomina. seperti si. frase endosentrik dapat dibedakan menjadi 4: 1. 6.Frase Koordinatif Frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif. Jenis Frase Frase dibedakan menjadi 4: 6. Pembentuk frase itu harus berupa morfem bebas. yaitu frase yang intinya berupa kata numeral 6.yang.2.1. Frase . sedangkan komponen lainnya yaitu komponen yang membatasi berlaku sebagai komponen bawahan.1. Komponen inti dapat didepan dan dapat juga dibelakang.) Nondirektif Frase yang komponen pertamanya berupa artikulus.para.2. yaitu frase yang intinya berupa kata kerja 3. atau verba.Frase Endosentrik (Frase Modifikatif) Frase yang komponennya bukan inti.3.) frase nominal. sedangkan komponen keduanya berupa kata atau kelompok kata berktegori nomina.kebebasan yang tebatas.3.3. 2. Contoh frase: belum makan Contoh bukan frase karena morfem terikat: tata boga 6.3 FRASE 6.3. Berdasarkan intinya.) frase numeralia. yaitu yang merupakan inti frase berlaku sebagai komponen atasan.sang.2. Pengertian Frase Frase adalah gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis didalam kalimat. yaitu frase yang intinya berupa kata sifat 4. yaiu frase yang intinya berupa nomina atau pronominal 2. yaitu membatasi makna komponen inti. Contoh: frase di pasar Terdiri dari komponen di dan pasar Frase eksosentrik dibagi menjadi 2: 1. Frase endosentrik disebut juga frase subordinatif karena salah satu komponennya.Frase Eksosentrik Adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. bukan berupa morfem terikat.

1. Dalam bahasa Indonesia perluasan frase sangat produktif.2. Letak Klausa Tempat klausa adalah di dalam kalimat. berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek. seluruh bagian kalimat diisi oleh sebuah klausa. KLAUSA 6. melainkan dinyatakan dengan unsure leksikal. Klausa dapat menjadi kalimat tunggal jika didalamnya terdapat subjek dan predikat. 6. 6. interogatif. maupun interjektif. Sebuah konstruksi disebut kalimat kalau kepada konstruksi itu diberikan intonasi kalimat. dan keterangan. Sedangkan dalam kalimat majemuk diisi oleh dua atau lebih klausa. modalitas. Dapat disebut kalimat kalau kepadanya diberi intonasi kalimat. Dalam perincian deskripsi ini biasanya digunakan konjungsi yang sebagai penyambung keterangan-keterangan tambahan pada deskripsi itu. . Pengertian Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata-kata berkonstruksi predikatif.3.Frase Apositif Frase koordinatif yang kedua komponenya saling merujuk sesamanya.2.3.4. Contoh: Adik mandi. b. objek. Hal ini dikarenakan beberapa faktor: a. SP Kalimat tersebut bersifat predikatif. ingkar. Selain itu.3.sehingga urutan komponenya dapat dipertukarkan. perluasan frase dilakukn secara bertahap. artinya di dalam konstruksi itu ada komponen. Dalam kalimat tunggal. Contoh: Nenek mandi. dan pembatas tidak dinyatakan dengan afiks seperti dalam bahasa-bahasa fleksi.4. untuk menyatakan konsep-konsep khusus. baik intonasi deklaratif. Perluasan Frase Frase dapat diperluas dengan memberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. Fungsi yang harus ada dalam konstruksi klausa ini adalah subjek dan predikat.4.4. c. 6. Contoh: Gadis yang duduk di depan itu bukan cucu nenek.koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit biasanya disebut frase parataksis. bahasa Indonesia adalah keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci terhadap suatu konsep. Banyak klausa yang terletak di tengah kalimat karena disisipkan sebagai keterangan tambahan. pengungkapan konsep kala. biasanya diterangkan secara leksikal. jenis. 6. aspek. jumlah.

6.Klausa gadis yang duduk di depan disisipkan ke dalam klausa gadis itu bukan cucu nenek.3. Contoh: Ibu di dapur 6.4.4. Contoh: Nenek sedang menangis 2.) Klausa adjektifal Klausa yang predikatnya berkategori ajektifa.4.) Klausa bebas Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap. Dalam klausa ini hanya ada subjek saja atau objek saja atau keterangan saja. 6.) Klausa nominal Klausa yang predikatnya berupa nomina. 2. Jenis Klausa Jenis klausa dibedakan berdasarkan strukturnya dan kategori segmental yang menjadi predikatnya. Contoh: Bumi ini sangat luas 4.) Klausa preposional Klausa yang predikatnya berupa frase berkategori preposisi. Contoh: Nenek menangis c. Klausa verbal dibagi menjadi 3: a.2. Contoh: Bandelnya teramat sangat 5.) Klausa verbal Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba. Contoh: Nenek menulis surat b. Contoh: Ayahnya petani di desa itu 3.3.1.) Klausa adverbial Klausa yang predikatnya adverbia.) Klausa intransitif Klausa yang predikatnya verba intransitif.3.) Klausa refreksif Klausa yang predikatnya berupa verba refreksif. sekurangkurangnya mempunyai subjek dan predikat. Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya 1.Berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi 2: 1. 6.) Klausa transitif Klausa yang predikatnya verba transitif.) Klausa terikat Klausa terikat adalah klausa yang mempunyai struktur yang tidak lengkap.) Klausa numeral .

5.5. yaitu kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif. atau netral dan afirmatif.) Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya lengkap. Klausa-klausanya biasanya dihubungkan dengan konjungsi eksplisit. 6. yang setara. Pengertian Kalimat Kalimat adalah kata-kata yang teratur yang berisi pikiran atau pelengkap. frase.2. 6. 6. tetapi.5. lalu.. ketika. yang menjadi dasar penting dari kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final. misalnya kalu. Jenis Kalimat 6. Kalimat inti. atau.1. Klausa berpusat adalah klausa yang subjeknya terikat di dalam predikatnya. Kalimat mayor dan Kalimat minor 1. sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat 2.2.1. 6. 6.5.  Klausa ini terdapat dalam beberapa bahsa fleksi seperti bahsa arab dan bahasa latin.5. seperti dan. Namun.2. 2. Kalimat verbal dan non-verbal .3.2.) Kalimat majemuk subordinatif Kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya tidak setar.Klausa yang predikatnya berupa kata atau frase numeralia.4. meskipun.2. misalnya kalimat seruan. kalimat majemuk mempunyai klausa lebih dari satu.2. Sedangkan. Biasanya kedua klausa dihubungkan dengan konjungsi subordinatif. Konstituen itu sendiri dapat berupa kata.5. atau klausa. atau yang sederajat. Contoh: Aqra ul Qur’an artinya saya membaca al qur’an Klausa tak berpusat adalah klusa yang subjeknya tidak terikat di dalam  predikatnya. Kalimat majemuk dibedakan menjadi 3: 1.) Kalimat majemuk kompleks atau campuran Kalimat majemuk yang terdiri dari 3 klausa atau lebih. Contoh: FN+FV : Nenek datang Kalimat inti dapat diubah menjadi kalimat noninti dengan berbagai transformasi. Contoh: gajinya 5 juat sebulan Ada istilah klausa berpusat dan tak berpusat. ada yang konjungsi secara implisit (tanpa konjungsi).) Kalimat minor adalah kalimat yang unsur-unsurnya tidak lengkap.5. dan karena.) Kalimat majemuk koordinatif Kalimat majemuk yang klausanya memiliki status yang sama. aktif. Kalimat majemuk ini merupakan campuran dari kalimat majemuk setara dan bertingkat. 3. Kalimat tunggal dan Kalimat majemuk Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa. KALIMAT 6.

Aspek.modus indikatif (bersikap objektif atau netral ) b.4. Tekanan adalah ciri-ciri suprasegmental yang menyertai bunyi ujaran b. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan yaitu mengenai perbuatan. Ada beberapa jenis modalitas : a. aspek sesatif ( perbuatan berakhir ) 6.2. 6. 6. Tempo adalah waktu yang dibutuhkan untuk melafalkan suatu arus ujaran.4. Kalimat bebas dan Kalimat terikat 1. modus desideratif ( keinginan atau kemauan ) g. Nada adalah unsur suprasegmental yang diukur berdasarkan kenyaringan suatu segmen dalam suatu ujaran. modus obligatif ( keharusan ) f. Kala adalah informasi di dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan.5. nada. aspek progresif ( perbuatan sedang berlangsung ) d. modalitas intensional ( keinginan. a.) Kalimat non-verbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata/frase verbal. c.1.5. keadaan.5. 6.1..5. dan peristiwa. Intonasi Kalimat Intonasi dapat berupa tekanan.4. modus optatif ( harapan atau keinginan ) c. tindakan atau pengalaman yang disebutkan di dalam predikat. Fokus.5.) Kalimat bebas adalah kalimat yang dapat memulai sebuah paragraf tanpa bantuan kalimat lain yang menjelaskannya. 2. 6.5. ajakan ) .4. modus interogatif ( pertanyaan ) e.) Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata/frase yang berkategori verba. Modus adalah penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara tentang apa yang diucapkannya. permintaan.) Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap.4. atau tempo.2.5. kejadian/proses. Modalitas.5. modus kondisional ( persyaratan ) 6. aspek inseptif ( peristiwa baru mulai ) c. kejadian . Ada beberapa macam aspek: a. aspek repetitif ( perbuatan terjadi berulang-ulang ) e. dan Diatesis 6.4. modus imperatif ( perintah atau larangan ) d. Ada beberapa modus: a.3. aspek imperfektif ( berlangsung sebentar ) f. keadaan. Modus. aspek kontinuatif ( perbuatan terus berlangsung ) b. Kala. 2.3. Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan wakatu secara internal di dalam situasi.

c. menggunakan hubungan perbandingan anatara isi kedua bagian kalimat d. 6. Wacana ini dibedakan menjadi wacana lisan dan wacana tulis b. wacana dilihat dari penyampaian isinya. Selain itu juga dapat dibuat dengan bantuan berbagai aspek semantik. nya.3.5. yaitu bahasa lisan atau bahasa tulis. menggunakan elipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat pada kalimat yang lain. persuasi. Pengertian Wacana Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap. diastesis refleksif. WACANA 6. Dalam wacana terdapat konsep. menggunakan hubub\ngan pertentangan pada kedua kalimat b. CATATAN MENGENAI HIERARKI SATUAN .6. wacana berdasarkan dengan sarananya. eksposisi. modalitas deontik ( keizinan atau perkenanan ) d.1. dan argumentasi. diastesis resiplokal. sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. kepastian. dibedakan menjadi wacana narasi. Ada beberapa macam diastesis yaitu diastesis aktif. 6.5. modalitas epistesmik ( kemungkinan.6. Alat Wacana Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif antara lain: a. Jenis Wacana Wacana dibedakan berdasarkan sudut pandang dari mana wacana itu dilihat.4. yaitu: a. dan keharusan ) c.6. mereka.b.2.7. menggunakan hubungan generik-spesifik dan sebaliknya c. 6. menggunakan kata ganti dia. yaitu: a. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. modalitas dinamik ( kemampuan ) 6. gagasan. menggunakan hubungan tujuan didalam isi sebuah wacana f. ini.4.6. menggunakan hubungan sebab-akibat diantara isi kedua kalimat e. menggunakan hubungan rujukan yang sama pada dua bagian kalimat dalam satu wacana. konjungsi yaitu alat untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat atau paragraf. pikiran. wacana dilihat dari pengguanaan bahasa dibedakan menjadi wacana prosa dan wacana puisi c. 6. dan diastesis kausatif. diastesis pasif.6. yang bisa dipahami oleh pembaca/pendengar tanpa keraguan apapun. atau ide yang utuh. 6. b. dan itu sebagai rujukan anafosis.5. Diastesis adalah gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam hal itu.

Semua itu hanyalah spekulasi yang pada zaman sekarang sukar diterima. 1. yakni tahap spekulasi. atau bagaimana cara membuktikannya. Dalam praktek berbahasa banyak faktor yang menyebabakan terjadinay penyimpangan urutan. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Keilmiahan Linguistik Pada dasarnya setiap limu. termasuk juga ilmu linguistik. Tahap kedua. Padahal seperti yang kita tahu. Tahap pertama. Bahasa-bahasa di Nusantara . Artinya kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedurprosedur tertentu. Bahkan sampai akhir abad-17 seorang filosof Swedia masih menyatakan bahwa di Surga Tuhan berbicara dengan Swedia. dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja. maka orang juga mengira Adam dan Hawa memakai bahasa Ibrani di Taman Firdaus. tentu tidak dapat dijawab. Disamping urutan normal itu bisa dicatat adanya kasus pelompatan tingkat. ular berbahasa Perancis. atau kalaupun dijawab akan secara spekulatif pula. Tindakan spekulatif seperti ini kita lihat misalnya. Adam berbahasa Denmark. Kalau ditanya apa buktinya. adalah tahap observasi dan klasifikasi. pelapisan tingkat. dan penurunan tingkat. Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolonggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Kebanyakan ahli sebelum perang kemerdekaan baru bekerja sampai tahap ini. Dalam studi bahasa dulu orang mengira bahwa semua bahasa di dunia diturunkan dari bahasa Ibrani. tetap mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut. bahwa pandangan atau penglihatan kita seringkali tidak sesuai dengan kenyataan atau kebenaran faktual.Kiranya urutan hierarki itu adalah normal teoritis. BAB 2 LINGUISTIK SEBAGAI ILMU 2.

Seharusnya adalah mengubah. Selain tiu bisa dikatakan ketidakspekulatifan dalam penarikan kesimpulan merupakan salah satu ciri keilmiahan. Artinya. Cara seperti ini belum dikatakan “ilmiah” karena belum sampai tahap penarikan suatu teori. lalu dikelompokkan berdasarkan kesamaan-kesamaan ciri yang dimiliki bahasa-bahasa tersebut. disiplin linguistik itu sekarang sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah. Umpamanya. bentuk merubah yang nyatanyata secara empiris ada. yakni data yang nyata ada. Kegiatan linguistik juga tidak boleh “dikotori” oleh pengetahuan atau keyakinan si peneliti. Pada saat ini cara kerja tahap kedua ini tampaknya masih diperlukan bagi kepentingan dokumentasi kebahasaan di negeri kita. yang terdapat dari alam yang wujudnya dapat diobservasi. menurut pengetahuan kita jika prefiks me – diimbuhkan pada kata dasar yang mulai dengan vokal maka akan muncul –ng–.didaftarkan. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. . adalah tahap adanya perumusan teori. Jadi kesimpulan yang dibuat pada kegiatan ilmiah hanya berlaku selama belum ditemukannya data baru yang dapat membatalkan kesimpulan itu. kita katakan adalah bentuk yang salah. Disiplin linguistik dewasa ini sudah mengalami ketiga tahap diatas. sebab masih banyak sekali bahasa di Nusantara ini yang belum terdokumentasikan. Kemudian dalam disiplin itu dirumuskan hipotesis atau hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. ditelaah ciri-cirinya. dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada. oleh karena itu. Tindakan spekulatif dalam kegiatan ilmiah berarti tindakan itu dalam menarik kesimpulan atau teori harus didasarkan pada data empiris. Tahap ketiga. . yaitu dari prefiks me – ditambah dengan bentuk dasar ubah.

tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya. Namun. Artinya. Artinya bagi linguistik. Karena itu. sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa. kebenaran kesimpulan deduktif sangat bergantung pada kebenaran kesimpulan umum. sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. Lalu ditarik suatu kesimpulan umum berdasarkan data empiris itu. maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. mula-mula dikumpulkan data-data khusus. yang dipakai untuk menarik kesimpulan deduktif itu. linguistik sering disebut nomotetik. suatu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada. perlu diwaspadai dan direvisi. kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris. yang lazim disebut premis mayor. secara deduktif adalah kebalikannya. Kesimpulan ini biasanya disebut kesimpulan induktif. Jadi. dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut: Pertama. Sebagai ilmu empiris. Artinya. Data empiris itu dianalisis dan diklasifikasikan. Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini. maka kesimpulan itu berarti semakin kuat kedudukannya. Kemudian sesuai dengan predikat keilmiahan yang disandangnya linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan.Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. . maka berarti kesimpulan itu menjadi goyah kedudukannya. Kemudian kesimpulan ini “diuji” lagi pada data empiris yang diperluas. bahasa lisan adalah primer. lalu dari data-data khusus ditarik kesimpulan umum. Apabila data baru itu tidak cocok dengan kesimpulan itu. karena bahasa adalah bunyi ujaran. linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. Dalam ilmu logika atau ilmu menalar selain adanya penalaran secara induktif .

atau sebagai sistem itu. Secara diakronik sering juga disebut studi histori komparatif. disebut pendekatan struktural. Subdisiplin Linguistik Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. Ketiga. Studi sinkronik bersifat deskriptif karena linguistik hanya mencoba memberikan keadaan bahasa itu menurut apa adanya dalam kurun waktu terbatas. Lawannya disebut pendekatan otomatis. maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan yang terlepas.Kedua. Lalu karena itu pula linguistik mempelajari bahasa secara sinkronik dan diakronik. melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan. Kelima. Keempat. karena bahasa bersifat unik. 2. 2. karena bahasa adalah suatu sistem. artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspek dan perkembangannya dari waktu ke waktu. sepanjang kehidupan bahasa itu. sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya. maka linguistik mendekati bahasa secara deskripstif dan tidak secara prespektif. maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. karena sifat empirisnya. karena bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu. Pembagian atau pencabangan itu diadakan tentunya karena objek yang menjadi kajian . Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan. Artinya. Secara sinkronik artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada kurun waktu tertentu. yang berdiri sendiri-sendiri. yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan. maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain. Secara diakronik. yaitu yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur-unsur yang terlepas.

Mengingat bahwa objek linguistik. sedangkan kegiatan itu sangat luas. Linguistik diakronik: berupaya mengkaji bahasa (atau bahasa-bahasa) pada masa tidak terbatas. misalnya mengkaji bahasa pada tahun dua puluhan. Dalam buku ini kita akan mencoba mengelompokkan nama-nama subdisiplin linguistik itu. morfologi. Pembicaraan dalam buku ini terutama hanya mengenai fonologi. Tujuan linguistik diakronik ini terutama adalah untuk mengetahui sejarah struktural bahasa itu beserta dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya. . 2. Kajian linguistik diakronik ini biasanya bersifat historis dan komparatif. maka subdisiplin atau cabang linguistik itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. 2. 1. Berdasarkan objek kajiannya. karena berupaya mendeskripsikan bahasa secara apa adanya pada masa tertentu.disiplin ilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Studi linguistik sinkronik ini biasa disebut juga linguistik deskriptif. merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusian bermasyarakat. Linguistik umum: linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus. 2. Berdasarkan objek kajiannya. Linguistik sinkronik/deskriptif: mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. dan sintaksis bahasa pada umumnya. 2. Kajian umum dan khusus ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari sistem bahasa itu. apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik. 2. bahasa Jawa dewasa ini. yaitu bahasa.

maupun kontekstual. Berdasarkan objek kajiannya. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar linguistik sebab yang dipelajari adalah struktur internal bahasa itu. Sosiolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara sosiologi dan linguistik. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa. lebih banyak membahas faktor luar bahasanya daripada struktur internal bahasa.2. cara terjadinya dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. gramatikal. hubungan satu dengan yang lainnya. Karena banyaknya masalah yang terdapat diluar bahasa. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata. 3. maka subdisiplin linguistik makropun menjadi sangat banyak. 2. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. bagianbagiannya serta cara pembentukannya. Leksikologi menyelidiki liksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspek. Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia. Morfologi menyelidiki struktur kata. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal. termasuk bagaimana kemampuan . Sedangkan linguistik makro yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor diluar bahasa. Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. apakah struktur internal bahasa/bahasa itu hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro (Mikrolinguistik dan makrolinguistik).

2. Dialektologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu. stilistika adalah ilmu interdisipliner antara linguistik dan ilmu susastra. 2. serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. 5. Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa. Dialektologi ini merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik dan geografi. 2. Jadi. 2. linguistik transformasional. Berdasarkan teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional. pranata. 4. . Antropolinguistik merupakan ilmu interdisipliner antara antropologi dan linguistik. Stilistika adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-bentuk karya sastra. Kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka. Filologi merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik. dan kebudayaan. psikolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik. linguistik relasional dan linguistik sistemik. sejarah. Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia. Berdasarkan tujuannya. kebudayaan. Jadi.berbahasa itu dapat diperoleh. linguistik struktural. apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistik teoretis dan linguistik terapan Linguistik teoretis: mengadakan penyelidikan terhadap bahasa. linguistik generatif semantik. Filsafat bahasa adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia. dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis. atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktorfaktor di luar bahasa untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya.

atau subdisiplin linguistik itu. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dalam bukunya Course de Linguitique Generale (terbit pertama kali 1916. fonemik. terjemahannya dalam bahasa Indonesia terbit 1988) membedakan adanya dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan-satuan bahasa. Louis Hjelmslev. dan semantik. memang mempunyai jangkauan hubungan yang sangat luas di dalam kehidupan manusia. ANALISIS LINGUISTIK Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa. dsb) terhadap linguistik sepanjang masa. serta mempelajari pengaruh ilmu-ilmu lain.Bidang sejarah linguistik ini berusaha menyelidiki perkembangan seluk beluk ilmu linguistik itu sendiri dari masa ke masa. mengambil alih konsep de Saussure itu. serta memberinya pengertian yang lebih luas. sintaksis. atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa. yaitu fonetik. Dari uraian di atas kita lihat betapa luasnya bidang. dan Distribusi Bapak linguistik modern. Hubungan . 1. cabang. dan pengaruh pelbagai pranata masyarakat (kepercayaan. Hubungan-hubungan yang terjadi di antara satuan-satuan bahasa bersifat sintagmatis. adat istiadat. hubungan sintagmatis ini bersifat linear. 2. namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. Beliau mengganti istilah asosiatif dengan istilah paradigmatik. tetapi dengan sedikit perubahan. pendidikan. Jadi. sedangkan relasi asosiatif adalah hubugan yang terdapat dalam bahasa. seorang linguis Denmark. Sistem. Struktur. 3. morfologi. atau horizontal antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada di kiri dan kanannya. 2. 3. Ini terjadi karena objek linguistik itu. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu. yaitu bahasa.

dan rumah-rumah terdiri dari rumah + rumah. . Analisis Bawahan Langsung Analisis bawahan langsung sering disebut juga analisis unsur langsung. MANFAAT LINGUISTIK Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan . Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur Analisis rangkaian unsur (Inggrisnya: item-andarrangement) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. satuan klausa. satuan kedinginan terdiri dari dingin + ke –/– an. 3. bentuk kedinginan adalah hasil dari proses konfiksasi ke –/– an dengan dasar dingin. Misalnya. tetapi juga berlaku untuk semua tataran bahasa. 3. dan bentuk rumah-rumah adalah hasil dari reduplikasi terhadap dasar rumah. 2. maka analisis proses unsur (bahasa Inggrisnya: item-and-process) menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. satuan tertimbun terdiri dari ter – + timbun. bukan “dibentuk dari . maupun satuan kalimat.paradigmatik tidak hanya berlaku pada tataran morfologi saja. satuan frase. 2. . bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter – dengan dasar timbun. “. . atau analisis bawahan terdekat (Inggrisnya Immediate Constituent Analysis) adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa. 2. 4. 3. ” sebagai hasil dari suatu proses pembentukan. entah satuan kata. Berbeda dengan analisis rangkaian unsur. Jadi. Setiap satuan bahasa secara apriori diasumsikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung membangun satuan itu. Jadi. dalam analisis rangkaian unsur ini setiap satuan bahasa “terdiri dari . . 2.

tetapi juga yang berkenaan dengan sosiolinguistik dan kontrastif linguistik. dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik. merupakan wadah pelahiran karya sastra. kalau politikus atau negarawan itu menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik. sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya. leksikologi. Tanpa pengetahuan semua aspek linguistik kiranya tidak mungkin sebuah kamus dapat disusun. maka tentu dia akan dapat meredam dan menyelesaikan gejolak sosial yang terjadi dalam masyarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa. khususnya. yang menjadi objek penelitian linguistik itu. Manfaat linguistik bagi para negarawan atau politikus: Pertama. sintaksis. Bagi guru. pengetahuan linguistik sangat penting. dan semantik linguistik. semantik.melaksanakan tugasnya. pengetahuan linguistik mutlak diperlukan bukan hanya yang berkenaan dengan morfologi. . mulai dari subdisiplin fonologi. Kedua. Pengetahuan linguistik akan memberi tuntunan bagi penyusun buku teks dalam menyusun kalimat yang tepat. terutama guru bahasa. Kalau mereka mempunyai pengetahuan linguistik. memilih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut. maka mereka akan dapat dengan lebih mudah menyampaikan mata pelajarannya. Bagi peneliti. Bagi penyusun kamus atau leksikografer menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan. sebab bahasa. Bagi penerjemah. morfologi. kritikus. sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatn dan kebudayaan. dalam kaitannya dengan kemasyarakatan. sebagai negarawan atau politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan. sintaksis. Pengetahuan linguistik juga memberi manfaat bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks. secara lisan dia harus menguasai bahasa dengan baik.

KAUM STOIK . Sehingga dikenal sebagai studi bahasa. 2. ada 3 macam jenis kelamin kata (gender) yaitu maskulin. sangat mementingkan bidang retorika dan membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan makna dan isi. ada 3 macam kelas kata yaitu onoma. Pertentangan antara analogi dan anomali Pendapat para kaum analogi seperti Plato dan Aristoteles mengemukakan bahwa bahasa bersifat teratur. definisi. Tahap pertama (tahap spekulasi) 2. Tahap kedua (tahap observasi dan klasifikasi) 3. Mereka bekerja secara empiris.BAB 8 SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK Studi linguistik mengalami 3 tahap perkembangan : 1. LINGUISTIK ZAMAN YUNANI Masalah pokok yang menjadi pertentangan para linguis pada zaman yunani yaitu : 1. Maksud dari sifat alami adalah bahasa itu mempunyai hubungan asalusul dan sumber dalam prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri (kaum naturalis). tanya. Menurutnya juga. Tahap ketiga (tahap perumusan teori) LINGUISTIK TRADISIONAL Dalam pendidikan formal dikenal istilah tata bahasa tradisional (menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik) dan tata bahasa struktural (berdasarkan ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu). feminin dan neutrum. laporan. rhema dan syndesmoi. pasti. PLATO Dia memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya Dialoog. membagi kalimat menjadi kalimat narasi.  ARISTOTELES (merupakan salah satu murid Plato) Menurutnya. konsep selalu bertolak dengan logika. Hal yang perlu diketahui adalah dia memberikan pengertian. Pendapat kaum konvensional bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos) yang artinya makna suatu kata diperoleh dari hasil suatu tradisi/kebiasaan yang mungkin bisa berubah. Sedangkan kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu bersifat tidak teratur. jawab. Dialah orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema.  Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya bahasa adalah pernyataan pikiran manusia  dengan perantaraan onomata dan rhemata. Pertentangan antara fisis dan nomos Hal yang dipertanyakan para filsuf Yunani apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau konvensi (nomos). doa dan undangan. KAUM SOPHIS Tokohnya yaitu Protogoras dan Georgias. perintah.

participum. ZAMAN ROMAWI Studi bahasa pada zaman Romawi dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. Petrus Hispanus.Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa.  Varro membagi kelas kata Latin dalam empat bagian. membicarakan hal yang disebut oratio (tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai). genetivus. vox litterata. verbum. ZAMAN PERTENGAHAN Dari zaman pertengahan ini yang petut dibicarakan dalam studi bahasa. merupakan bapak linguistik modern dengan bukunya Course de Linguistique Generale. Institutiones Grammaticae (Tata Bahasa Priscia) Yang patut dibicarakan mengenai buku itu : a.  Morfologi adalah cabang linguistik yang menyelidiki kata dan pembentukannya.  KAUM ALEXANDRIAN Cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysius Thrax. akusativus. dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae. vokativus dan ablativus. pronomen. membicarakan mengenai dictio/kata. Tentang kasus. dan conjunctio. Tata bahasa spekulativa. Bunyi dibedakan menjadi vox artikulata. Kata dibedakan menjadi nomen. Dalam buku ini dibahas mengenai konsep telaah sinkronik dan .  Menciptakan istilah khusus untuk studi bahasa. merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin. Nama huruf disebut figurae. ZAMAN RENAISANS Dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. praepositio. Sintaksis. sedangkang dalam bahasa Latin menurut Varro ada 6 buah yaitu nominativus. Nilai bunyi disebut potestas. yaitu kata benda. membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos. dan vox illiterata. Varro dan “De Lingua Latina” Etimologi adalah cabang linguistik yang mnenyelidiki asal-usul kata beserta aslinya. dibicarakan tulisan/huruf yang disebut litterae (bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan). Varro membedakan menjadi deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris. Fonologi. Ferdinand de Saussure. antara lain analogi dan anomali. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. c. Tokoh yang terkenal adalah Varro. interjectio. vox martikulata. antara lain : Kaun Modistae. Morfologi. Bahasa-bahasa Eropa dan Bahasa-bahasa di luar bahasa Eropa. kata kerja. dativus. pernah menjadi paus dengan gelar Paun Johannes XXI dengan buku berjudul Summulae Logicales. adverbium. Linguistik Arab berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci agama Islam. dalam bahasa Yunani ada 5 buah. b. Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan.  Membedakan legein dan propheretal. partisipel dan adverbium. Mengenai deklinasi (perubahan bentuk kata).

Tata Bahasa Transformasi Syarat yang harus dipenuhi dalam tata bahasa : Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut. Menganalisis bahasa dimulai dari wacana. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA 1. 3. Aliran Tagmemik Menurutnya. penolakan Bloomfield untuk mentalistik sejalan dengan iklim filsafat pada masa  itu di Amerika. 5.  6. lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya. Aliran Gelosemantik. menggambarkan tataran utama bahasa. semantik dan fonologis. terkenal dengan teorinya mengenai fonologi prosodi.  Kelima. o Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonemfonem suprasegmental. mengenal adanya gradasi/kontinum. Dalam aliran ini dibedakan dengan tegas antara fonetik dan fonologi. Linguistik Sistematik Di dalamnya terdapat pokok-pokok : Pertama. o Prosodi yang terbentuk oleh sendi/jeda. Aliran Firthian. Ketiga. Kedua. dengan tokoh Louis Hjemslev.  Keempat. struktur semantik dan sintaksis bersifat homogen dan dihubungkan dengan kaidah trabsformasi. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran linguistik : Pertama. 2. satuan dasar sintaksis adalah tagmem yang merupakan korelasi antara fungsi gramatikal/slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan. perbedaan langue dan parole.  Kedua. yakni banyak sekali  bahasa Indian yang diberikan di Amerika. tokohnya yaitu Vilem Mathesius.  Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa.  7. adanya The Linguistics Society of Amerika. para linguis Amerika menghadapi masalah yang sama. Alirah Praha. memandang bahasa sebagai pelaksana. perbedaan signifiant dan signifie dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Ada 3 macam pokok prosodi : o Prosodi yang menyangkut gabungan fonem.kemudian ujaran itu dianalisis atas konstituen-konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatis. 2.  Ketiga.diakronik. 4. memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.  Tata bahasa terdiri dari 3 komponen yaitu komponen sintaksis. . Semantik Generatif Menurut teori generatif semantik.

. maka bahasa Indonesia menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik pada masa ini. Verba sama juga dengan predikat dan nomina adalah argumen. Sesuai fungsinya sebagai bahasa nasional. Tujuannya untuk kepentingan para pemerintah kolonial. Tata Bahasa Relasional Dalam tata bahasa ini dicari kaidah kesemestaan bahasa.3. Atas prakarsa sejumlah linguis senior. TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA Penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa. bahasa persatuan dan bahasa negara. Gema konsep linguistik modern itu baru tiba di Indonesia akhir tahun 50-an. seperangkat tanda relasional dan seperangkat coordinates. 4. berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI). Tata Bahasa Kasus Kasus merupakan hubungan antara verba dengan nomina. Tiga macam wujud teori yang terlibat adalah seperangkat simpai (nodes). baik dalam maupun luar negeri.

3.549:8 .3 944 897:9:7. .3 /044 /.  14344  2471414302  802.9.39 /.9507507.70-.8 203.8..8.9: :39: 202507:.8.8:-88902 ..3907/7/.  ..3 04.9.09  8047..72.3 203008.3 -./. 8:...342508/.9: 8:- 88902 7..    %%#&$%   $% 4.3 14309  $:- 88902 802. -.84..3 0-.314309-0781.2.9: 88902 ..8.39  /.3 $8902-.

 701070383.8 425488 .3    % 03:7:9 /0 $.9. .3 . 08. 7.79.793. #.3 203.: .9.3-:3 /. ./ 574808 7. /.3439089:.9.9.5./.9.2. .9.7:82030:72:7/9:  .9.: 20.3-07-0/.95:.. .9.2 8.2. 43908.3.3/.3.5.. .7  $0-.9-039: .439089:.3.3 907/.5.3::/3.3./. 3:89    $    .2 ./.2-039:-039:.:88:70 2.3. 5.. .-8. 5.: .  .08../.5.3 .. /.30305:9802:.3.$0-./.-07:5.3/.: .: 43805 . /.18.9. :/. 3:89 907/7 /.. 0802 208 9. 70107038.3 . 3:89 24/073  07/3.39/.9.39  9/.3:89 $303:896:0 907/7/. ..2.9/.98..2..3.33.  805079 . 5. .3.2.. 3. 202.32. .2-:9/05. .3 89:/ 802.9.35.79 89:/ 3:89 9./..3/:..3..1.9.3-07.:88:70 /.3.2. /.850718-07  /03.3.5 9.3..7. .2.343 70107038../. ..: .9.3 -.05. -072.3 2.3/.3/.  /.#0107038.3./ 203:7:9 07/3. 05.: .7.342543038310 ..5:3 .9 5./. /. .3/ /0 $.7 4254303 831.  207./58.3  ./.2574808.0/:.:88:70 809.2 /:3.9.7: .8 8.3/.- 0/:../. 80-:.74254303831.. 805079 ./.9. /8079.38310 ..: 907.8.     ./. /.2.9. . 2.3.3 .9: 43908  8./... .  8.. 9. 503079.. .2:8  .3/.2-.82022.79.3 /2 40 831.9. /03.3. -.3/ /0 $.9.3  ./.08.5.9. 503079.804..:.  $0-.9. 42543039:207:5./.3.7-..-.79.3  -07:5...35. .3.3.8  70/:5./.:.: 43805  . 203. /. 80-:. 0802 . 7.2 90473.3 /2 ..3 -07.7:39:3. 9. $0-:.

/. 2. 4349. . . :/./09.7.848.9./..3.32022.8.  /.9.3.7 2..3 /80-:9 .2- /.3 82.::/ .39:     . 207./:..8.9. 0802 90705.3  -084 .9./. 907.3  28.. 438059:.3 2.3.9.3 502-0/. / 83  / 8. 2. 2.: 2.3 . 8.91 9072.7.9.8 3097. 8.3 507-0/. /0349.3 0.3. .9128.5..9: .91 ./.3.3  43/423:2  89. 4349.3.5:3  ./.89.703./.3. 8. 80:-:3.91  .  .91 .3 203. . 89.3. 503:3:  8050793/.3 2. 4.9.7.3 /03.848.9.9.3.3.0702503     .3 -.::/  20.907.8.70107038..3.91 8...3.8:.9. .1091.  .9.3-07-0/.8 30. /0349..3 /9. 08.-07..3 /2 40 80-:.9: . 2.7.3 503:3././ 2..3  8.2.3  5.::/ 8./03/..2. 202 2.9. 4349.907./03.  .3 .70107038 .3.3 /80-:9 .8 /.9.8. 202-0/.91 .3.8 54891 28.3-07.1091  /. ././.3.848.  .3.3 /80-:9 ..:. ..  543/4  0/.3-07.9.9/. .3.3.3 /.   0 /.91  8989.. ...91 .3..3./.55.3..2-.3 .3 848.. .3 503:3.848. -07.91.  .. . .08.3 502-.3..5 . 2. 0802  .9. .8 . 4349.8 /03.3 .3 3.3 /03.91/.848..3.39072.2. 80-03.3.848./.5. .3. .9:  805079 80..  4349.9.9.0349. -.9/.9: 0 2.438059:. /9073.3 /03.  8.8 . 20309.3-07. 28.3 /.3.3.9.91 . /.848./.5503:33.8 3 /2..0/:.  9.3.9./.9.5 . 7:2. .: .3 2.9/-.8.3  0 00.2:  .73.3.33.202-07. /..3 . /03.7 43908 .3.491  .3 808:. 7.3.3 203.3.9..  .848. .1091 -0703.3. .57427.9.9. :-:3.-  -072.025..3.2.703.3-07-0/.3802:.8: /.438059:.9. . 9: /03. -0703.3 /2 40 80-:. .3 :.3 /03.: -/..2 2.3.8  ..9../.253  /.3 .9.3 -/.3 /.91/. -3.7. 9.9. .  8. .8/03.34349.3-.3 -.3 4349...5./.9 -0753/.3.9.2 2.9.3.3 507.. 438059:. 80038 -3.33.3. /0349.3 .8.3..3./09 ./.7-.9: 2.3 7:.3. :7:8 4349.3 2. 2025:3.3.8. /0349.3 /280-:. .. 0802 -0703..9.3.9.8:.

89 0..7.390709. . .. 4.3 /280-:.9.  ./.3903.3.3-.3  20.3. :38:7 :38:73.3.3 .  %:9:52::9.7.3.3 /03.38.703.8 202 2.3 .3.8 . 08.7  /.3 202:.2.3.39 ..3 9/.. ./.3.393 9:... .3.9.7 .80-.8 202 2.8 2.3. 2025:3..9.3 -072.9 /7.793..3. 8.8.848.9.9. -07..8.3.8 -0781. /90:8:7 /.5..25.8 /03.9. .8 /03.47..9: :38:73.9079039: .9:.9:/03.9.3 8. .:7    #$ #0.2 . :53  /.3.3.3 2.8.39.3 .3./.3. 08.3.2 -  4-. 2.93.7. 2443/..39  .9:.9.3.//. 2.2.8.9.3     $3432 .3. 8.3708220303.8  .43908.8 9/.7 80:2./.3 90709.280-039. / /.8.3 0/4907../.8:. 9: 8:/.  -.3. /.. -::  2.9 :2:2  .3  808:3:3./.3202./. ..39.3 /. .9./.: -074.3.8.3:.3 . 803/7  . 207..3 -0783432  803.:5:3 7.. .9. -0783432 /03.3.3 2.2 -/.2. 202 2. 203.9.43943.3.  !07-.3.9 8.-.9:.3.3.3.4 :39: /:3. .:  /42 80-..72.9:.3 2.8.3 /03.9/.3.3 907/. 0./..3.7. 08.8  .3..9. 2.05.3 802...  ..05. 202-. 4394805079..9 .8:8 .35.3 2085:39.8.2     . 9079039:  8./ 0.. -::. :-:3.9..3 . 2.4.9.2 43908 ..89.3 -039.3. . . ... . /42 . 9.5.507-.3 8. .3 .4 .3. / :..  -:: 5:9 .-8. -.7 2.491-0703. /:.7 .3 -./.3. /42. :38:7 :38:73.9.:. . 80.3 -075.35. 90780-:9 .7 57.  4394 /42 .3:.3..39/.2.3.9. . .33/03. 89.     .3.3./..7  80/.3. .90907.3 . .3. .3!07-. 2.4.3..8 -8./42/.7 2.

9.. .3. 2:9.. 3/4308. 8.7.3.3 .3  8.5..3 -0781..7.3 203.:2:2 ..4./.3 .3./.7:8 /8079.7.3.3  ::-.947 01472.39 ..  :39: ..39.2 0../0-.9.3 .38.947 3:.9.  1.9 :-:3. 8..38:/:92.9:  8. /.. 2.9.39. 2... .3. 8..380.3 08.7.39.8.947 .9.  .3..3 202-0  .9.9..9-0707. :.3 2.20.3 /.3  /03.9.4/:3.9  0/:. 8. -07.3-0-07...9.  1.9: .9./.947 . .340 8.9.970. :.39432.038 . 42.3!079.  .. /:5 -07.7.8 -.3.897.3  09. 8.7.3 802.3 .3. -:.947 848.3.843.9 2:9.  0/:.9.7.7  09/. 8.  4394  -09: -0783432 /03.39432 ..9/.9.3 4394 -. .9.9 /9039:..9:.3 80. 8.::7.39432 80. 05.39432 -:7:  .38.39.7. -.9.::2:280/. 9/.:.7  -./.39432 .3  8. /03.: -077..:2:2  09..3..  02.3.7. ::-.5. 0.1. 8:.33.  43943.8 42.3 92:7  8.39 .2 1. /:3.3.3 8907  203:. 20. . ./.3/.8-0-07. /03.5.. .3/.3 /:9  0025.3 . :-:3.33.9: /03.  -/.5.3 :.9: /03. /03.  003..  28.2 /03.3  8.3 .3 0.9  202 2.     39432 39432 .3 ..3 907. /:3.9:.3. 8:7. /:.3-0781.9.3 8.3.9 70.:3..9/03.39/. :-:3. 2..32:3.2.3/.9  1.2.. 9: /.9.3 0-.5 902.3-07503079.2.39.:  /:3.3 :.83.  8.2.3.7. 203.9.8 .5.9: .3 ....3.28...7. -09.203. .3. .3 2.3.8 .7. .781. .8 /:3.39432/-0/.35..5. 207 2022.  1...3 .91 .33.3 -.3 !079.3 80-.32.39432 ..$3432 .5.9.9.9. 8.3 -0781.9.947 .3 802.3 .703.3 /.3 .3./.39432.3 -03.7.

30. .0-/.3.28.3 .39./.3-. .3 :.3..30-/.347.3.8  %07.3.3-072.  8. 8. .9:.-07-0/.3. 909.2.8.2-     5432 .02:... ..3 -078. 7../..9: 8.32025..3907.. 39 /. 43943..3.3.202507. 8.7803.1203..7.9 .7. 9/.39432 /03.7.8 .7. 05.3 /80-:9 424143 /.3..9.3:5 /.9:.8.2./:.9.9 .7.3 .9:.5.7 43943. -8. 8.:0.3 9.3.9:  8. -.3 /.3 /03.3 -039:3.33.     !4802 !4802. .907..32022..394322.39432. 2.5  434 /.807.5 :.39432./.-039::.2. /:/:  9/:7  9.9.3.35. 05.: 07. 907.39432 9:-07.9.3.3 2.3 -072.8.:5.9.3.7.7. 8. . ..39432.1  42413 .33.32.78. /:.2/..80-07:9 .3947 - 05.3-0781.8./.3 .30/:. 08. 17.2.3 -07.9:.38.3-:3.3:8..2  02.78./.9:. 5.3.9.9: 4394.20..3:.3.0025.7  . -07/7 -07.3  4247.7. 05.3 4247.2.3 -8. /.9../.47947.3..3 2.2 42432 .9: . ./. / 05.8:7.1.    42432 42432 . 8..9.9.3.:3:..9.3. -:.9.3.

9  .7:  /.3 .3.3 905. /.3 :38:7 802039.3. ./ 5.2.3 7.9 4.. .2 -039: 8:.79432.3 . 503:3.3 -8.38 #0/:/. 9: /903/.-.3 848./.91 83.9 -075432 /03.. -.7 -/.. .3..98  09.3.9.2..9.9. -07:-.9: :. /.3.  539:  /.3.9 907. . -.. .3  .3 . 203..9  8.9.  .3 . 5.2 ..38 -070- 0-. -.:09.8. 40  3.9./.87.980.340 .8.3 /472.3 .7.3 70.7..8.5 80.39.7:     #0/:/.7: 907-9  .7.7.9./../.187. 9:.3..1..9.3 590  8.7. 20307.:7.3  /./3.7.2.7438 2.2. 9: -..947 .2.2-/.3 2.91 . .5.3 -070- 0-.32...2.3.2. .3  4394 2075. 03/0.3..7.7..3 .3.0-/0247.3 -07-0/.3.3.32. .:-07:-./.3:.3 -0-07..3 5079. -.3 .7.7 7:2.9:/903/.2-.897.  8. 70/:3/.3 907.703.3 203.9. .9.2 2.3 . -072.9  2.08. .5 8.802039.3. 03/0..  /03.2.3-. 9:8 :38:7 8:57.3 2-6:9 ./.3. 9:.3.2 -.3 .32. 80-:.  50702-. . 8.203.  8. -039: :..9.-039::.  -039: -:: 80.:207432     2-6:9..3 10:/.3.9..9. -:/.:  -::9:202:.3/:3.39.5. 909. 9:8.9.9 /..5432.8.3 !079. -.:5 /.3 8../.:-:3.9  ..9  /:3.3 /.5  /. 0..3 70.5./.  .7.5. 909.3 202-:.9 9. 837438 2.3 7:2.5.3 539: . /.3/03. 9:8  . 3 /80-. 9/.3 502.-..3  0/:. 5.2 .3. /::  :39: 2030-:9 47.  02:33.80-:.: 4254303 /.8.3 -:7:3  :7:3 -075432 2075.3.  2:.3 4. /.  .3.3/.3    !#& $0. . /.5 80-. 0.3802.38 .7./   -:: 80.9 .8.3.9 /9.39 /03..3907..9. /./-072.39.2. 907..3 /03.3.3.3  3  .3 ..  50702-..7.3.  50702-..3.

79 :..3.7. .7.3 9: 2. ..3 2.7. .39:/03.3. 5020..3 -0703.3/03.3. -072.3./3. . 2.9:  945  /.3.3.32./. .  28..07/  909.3  28.3. 949.80-:.25:8:7.8  02.:.3.7.7.3 9:  8.3.9.93/7.848.3 -039: :. 47.7..9.: -07-0/.7.3  /.3 . -072. ./ -072.9.3.3 2.. /80-:9 :.  !07:-.3.3808:. :2:2 203.950/.3 -072..793. -072.: 9.3 /03..7.  805.3. /03.7903.3.: 2:.9:.3.3 . 8050798.3/03.3 2.: 9. /9.798..  /..3 .0.3.3 203.3.3844 !07:-.3./.3 9.3..8 .3 203.  .3  909. !07:-.793..7.7803  80.3.3.3-07.8  .7:83.. .3.3 -. . 507:-. . 803 5.9..  .8:/ . . .:8.. ../3. 80.3 2.3.-0703.-039::.3.3 ./-072.3./.3 2.3/03.3/03. :8:8  8. -072./.8.3..3.:203.3 3/7.3.3. .3 /2.3  28. 8.39. .9/.9.. .5 :.3.5 3 .39 !  !07:-..3 .393 8.3 :.3 ..507.  8.3.. . .3507:7:..7.7..9::-:3.3 -07.3 9:  803.9.3.3.9  5079:.7..3..3..9: .7.32. /.9.0025.8./.793..503//.9 203. 805079 5.3-0703.3.5.3..3-0703.8..3. 50/.3808:./3.2545  .. 808:.9.3 /2 80.540.9503/03.3/03.7.3 /80-:9 0:102.9.3.8 /.3 80.9.3.//9.3-039::.. /03.3. 20:.:.9: .9.8..3  !07:-.83.59.3 -0781.3 /02.2:.540.8:49.  9.3 80-.9.7.3. .-072.3 2. ::8. 203. 8.:8. 5. 2030259  .3.

 /. 3..3..3 2. .3 08.73. 3/4308.3 0-:/.3.2 802089.3 507-.3 203..3  805079 207. /.  .9.: 20/.9..73. 207..38.3/3..7..9 :38:7 08.4.  . 9079039:  8.9.9  -7:  .3 ./.7.3 -07-0/.3.703.3. 20/.7 -/.8. 80507..9.3 /80-:9/8102. 8. 202-07 0907.3. 207.9.3.2 .32. . 0/.3.:  :33  5:9  9. 3/4308.0:102820 507:-. /42.8.3 .2-: /. 3..2-..3 2. .391 10/  ..3..3207.8 /.: 70. .3.3 /.2.2.7.3 3:.2 -. 802.3 .8. 203..39. 20303.     !     0/.-.3 -07:-:3.  -.3  802.3 -.2  &39: 203.

.2..9.3 202 4254303 2.3-0742543032.5..9..-/. -.9:042548099:-8.9.39. $0./.3 .2 8.9.3     %%#&$%   $%$$ $39.9 . . ./.2.3  &25.07-..8.202-..2..3$39.3$02.5.9.3 0.3...5.3.3.::38:7 :38:708.9././.3 9: :..:30. .3 88.3/8:-99:8. :-:3.9903 .39/.3 43899:..907/7/.3 203039:..3 44.8.3././ /0.9:     0808:./.3 2.9 9.20242543032.9.../. 07.3 20304254 /.3 839...: 3:3../.2.3.8 04254 20/./80-:99.8.9.780:2.  04254 809 203:3: 5.3 .2./7 4-0 3423.8.79/03.  2.3423.07507.39..8..32...9..3.9.3-07.703.5 0702-.9. /. :-:3. 207:5.10  .3. /. .3:8.3 .9.9. .9.7.  203:7:9 .. .3 .7 .10   39 80-:.28.: .9  .8.3 20/.3.2.50. .3 /.3 207:5.: . .2..9.9 :-:3... 203./780-:.9..9..9.3.3...7 507.3-07./7.2.- .702.8  8..9: 20/.7:8 .9 . /./.:.07-..380.3/./.9: 8.7. .3 .  .9  .2-. 5.3. -07:5. -..2 80-:..3  80-. 570/..: 7.97.9.7.3  /..3 907/.3 /..39.2 8.39.42543032.3/240809. .9.2 .39: 5.  -07/.3.3.39 .8:-0-07:5.88-07.9 .7.3983.9 /-0/.8 /.9:8:3.3 5.:  30.33:89.9 9: .. ./843.8 203:3: 5.2.7-./2.:/.3 -.3. .-./.39.. . $39.9.:3.07-..3 802. .88..9: 44.9 .     4254303.3 .3 809  44.3 202-039:080:7:.9 03:7:9 .07-./. ..7.9.9: 9025. 202-.3.3 8. .3. ..

7.3   %$$%&$%$$  ./.9.3.350393/.-07503.2.5.3-07.07-.9./04254.9.3:./.3-.3570/.9.9 .:3.9. 80-.2.:7:9.7:8.8:.439083.-.5.7:907..9.:909.3 203.99:.3  50739..3897:9:7839.3.3.: ..3.:.7..5.31:38/..09244-07..35.7.33.9   $%#&%&#$%$$ %07/7/. 80-.88232.3 $0.3.80-:...3 9.2.9/.2..0 202507.88/.3-078.88 .9:1:38839..9:  $:8:3..3  /.3203.:807:.4394/..9.3 9.9.2..9/80-:980-..  .  202507./. $!  $80-.10203.8 030 $ 202507.7.3$ ! 4394.3 $:/... $! 207:5..897:9:7 839. 203.950739..78:8:3.../.90203025.2 897:9:7839.9/.32:3.2809.503/.7.1:38 1:38.  .91 .3  0025.9.2.7:880.2..889/.:-07:7:9./5.3$ !  ..90473423.9.  . 8.9. !80-.020730309..7:880.9..2.7839.-.52:3.:-07:5.1:38...9./.35.90473423.9  . ...350.3 0-.2:3 5.703.3..  4394 .7:880..1:3890780-:943897:89:-0:2/.9.3.88 ../79/..3570/.2./.91:389:9/.2.90473423.5.88..1:38!/.3.88  /. .:.3.3.7:82021:388:-0/.39:3 5./5.88907...79203025.2.38.31:38839.9.9807:.9.1:38570/..3 4394/.2:3 .703..3839. .0391 207 ! 202507.2025:3..507.25..5897:9:7839..8 2.07-.9047.3203..8.

3247144 ./     7.99.207:5.80-.9./  7091 !7054843.2502-. /.07-. .88 /-0/.9  439417.3.:907.88  . 2025:3.3839.3 4394-:. -07507.203./.503:/.: 839.380.3203...90475705488/.3.3 . 3:207.   #$    !03079.203.2 .74254303//.3.9.9:.9.3-.2022..78.0-0-.33.9:.380-.247102 907.38.808480397 /.9.2839.9203.3:39:203.5705488/.8...3..7.3.703.88  $0/.3839.9/.9. 9/.317.2.  7.32:9.80..3203.342543035079.3-07:5.50388... $0..34254303 0/:.7 7..://05.29.9:.80-0:22.9.9/.9 !02-039:17./03..88../. 08.8.    0387.2574808 247144 $0/.80/-0/.5/. .8.9.9.34254303 42543033.3.80 7.80.9:.7.8 80.9..9:.8.39:  2025:3.9.203.9:.33./.8.5..3.9.9.9.80 7..7.7.2.3 -.9/03.2025:3..-4.-07:5.320388.08..9:17.507...33..9:1:38839. /-0./4254303 502-039:8.8 ..207:5.9.:04254.9....9.90473423.9.90473423.343:38 .50381:38839.7 909.9.9047839.35.07.80/5.3.3.380.3.8.2.33.2...17.247102-0-..9.2574808247144  ./50381:38 1:38839.7:8-07:5..80..3507.2025:3.. .3../.3.503:-07.9.3-07.9:.88.3/03...3. /.38.9. 2.39070..07-....8008480397/-.29.7.3907-08.  .3/.8-07...9:.!03:..8.390-.809:./.9:.3/7.9. 2.//:.38.0-0-.3080:7:.30--08...9.02:33.9:.380.9.7 %07/7/.  439417./.3/.88 /.37.88.3 .2503.-:3.88.3.3.091.3 839.80.8 -:. 2025:3.9:.7.9..88 503.80 .9.3839.247102907.7 .803.8:.-07:5. .88//.

3     !07:.317.34254303.34254303502-039:3./  17.9/.3  07/.79::8 805079 8 8.-07:5. ..8/03. /./.-07:5.3  .9:.9.3207:5..3.5.9/5079:.08589-.3 -0-07..3393.3 425430339/...202-.703.9.  17.8.07. .507:.8.34043:38447/3.091.3:207..8.8.:17.8-07.:5743423.  7.947 .80/.9:17.9574/:91 .5.803/480397 7.80447/3.91 7.9/:-:3.91  7..9.5.9..3393.8003/480397/.3/9.:2 80/.80 447/3.82.80.7:808:.34254303-.3393.9..3.3202-.2-..33.380/07.3202-079.8003/480397/80-:9:.81.3.3/.5.425430339  439480/. /-0.9.9//05.4254303-./091..-07:5. /80-:917.3393.07-.808:-47/3.808.3.80.7. 803.-0790473423.3..2.4254303 ..3.9.: 80-.342543035079.7.3 8.203:3.3 5.3203..80.1.8.80/..3202-.9:17.9:4254303..80.9.3.3/.9:.804/1.91 7. 43/7091 7.:.34254303.9..9.8.3/4308..7/:.80 7.80-07.703.      7.3.-07:5.80.17. .3/..:80-.9: 42543033..8.80.3.:0-.2-.7.9.2.  17.07-.91..9. :7:9.33917.80447/3. /03.342543033.3.3393.25.342543030/:.8054891 7.80.-07:5.37.3207::808.88      7..9.9..82.9/-0/.9. .-07:5..80.:04254.803423.     7.3 80/.7. .39/.9  17.9./.3.9.2.343805.3423.5..5.91. 17. .3.9:17.425430339 .9:202-.8. .339 .4254303.:503079.91.8..9/507:.30/:.343:3880.3202-.803:207.4254303.5..80.805.907/7/.-:..7.3/.3 . . .

9     09.7:39:9.9  43940302..:8.  $0./8.2.8.: 3030  .3/:/://05. $0/.3943./..:8.3.43897:89:/-07.3..3 0907..:8. //./.317.9..2..243897:89:...243897:8.:8.990780-:9-0781.2-..703. 907.8 ..390709.:8.3/885.9.0907.8...9.9.5.3 /3.8:-0 4-0 /.:3030  .88-07:5.//..3..3.3 .23.2.9 .7.9..  .4254303 -07:5.3  4394.:380.80/.8.5.3 -071:3880-.3.3:38:7008.3/  $! .92..:5:33907091 .9:. 3.9.3.3.380-.:05.7.2../.2.3 :38.43897:8/80-:9.9203.7 /. :39:203./8..3839.9 -.58:.-079.9.39:-:.3502-.3 3943.3 .343805 43805:8:8 -....18805079/. .  .9570/.793.108 20.:0-.3/  .9075073.3.8 9/.3/:/://05.. -..3.39: 507:.99:3.9/84080-:.9  4394/2./.3.2..8.:05../907..9/80-:9.:8.2.9.9.3/03.7.3.3.3:39:202-07/0875880.3 9..:8.907/.3 43:38.99:3./885..30/.2.02:/840/:.343805.08.91  $0-:.3. 24/.5  - 503:3.9.../.:8./.25073./903..8 /0.35.9/..2.91 39074.2...:17..8. 80:7:-. %025.80.91 2.3570/./89:-:.3/03.7:8.//..3.8.:.39.9./.3/087583-.3.2.2..380-..2.9:43805 ..-0743897:8 570/.3.91 ..../. .570/.8.:8./.98:-0/.9./3.7./-073943. /087589:    &$    !03079.....3 570/.380./.3/.850 038 :2.2-.5..3/4308.:.3./:3.3./. -.5.9.0507:.2-./.3 0907.2-:30907./.3-071:3880-..8:-0/..503.8.2.2.:8.8.9.3.

07-.9 - .397.:8.397.07-..9 .:8.509.3570/.3570/.  .93..7.3891  4394030203:88:7..9..:8.:8.93..-0-./  ../-0/.:8.:8.   038.07-.:4-08../.8.3570/.:8.:8.9:  .2025:3.7017081 .:8.93. ../570/.8:-08.:8.:8.93.5  ..9047:38:7802039.3897:9:73.97.38  .03..3891 .-07:5.3203..      07/./.5  80:7.8.7.. .8. .907.3423.:8..97../..07-.-07.38.907.:8.93.9047.:8.93.3-07/.. .38 ..3203.9.3.:8.:0907.:8.-07:5.:8../-.      07/..9   .. 038...:8.3423.897:9:7.3..-0-.3570/.:8.07-.07-.3897:9:73./ .9.:8.32025:3.  4394.8 .  .7.../091...3./ 570/.3203.7017081  439403080/.3203.:38:7 :38:703..3.8.3.3//08.32025:3.3891  4394030203.3./-0/.3570/.33.39/../.:8.3570/..3891 .8:-0/.9047802039./..203..:8.07-.2.3 :7.93. .

33943.939 .9/.202-...6:7 .  4394:238.9//..8.93.93  439467... 17.3/-039:/.-075:8.9.57054843.5.93.9.90475705488  4394-://.9  .2.:8.3 203.43899:03/.5.091.:3097.07-.381472.9:7..39././..97.:8.9.3-07857.750393/.5.3570/.3 .9.38:-03.9//.2...3570/.7.108805079-.89.5 -0781.-07.-07:5.5:7  .    %    !03079.9.. .9/.8.80-07.9.3 /.813.939/./.9.8.-075:8.:8...:8.303.3.-/./.2..9:..17.93.980-:.9/..907.8. .98.-075:8.803:207.2 570/..91 . .9.8  .9.9047.3.     038.3-.:8./.2-0-07.:8..9/0.80 ./..3/03..203..9.7/.93.9 .//.3. .:8..-...8.9.9/:-..:8.91 .  4394.2.3:207.9.3../.:8..:8.3570/.172.07-.3-07-.9:.8.7.:17. .3.:8.5.:5003.:8..3.5 .793.9.93.:8.91  4394 '030/.2.93.907.2.:8..-075:8.2.2.:.:.39.9  .  .  43899:039:803/7/.934339/03.7.3907/./.:8..3 .  4394.2.9     .9...3570/.38:-03.2570/.3907.907.:":7 .7.9.9-07:5.8  .-07:5.3.

2.3 :7./.92.2.47.20289.92.3203. 202:38:78:-0/.3.92. 0/:.35.2.:.3      .99:3.3.  .343:3880.3 .9.38.5 28.2..2.99:3.5 80:7.9 .7 .3:-:3.2:3 .92.3343 .3.   .07-.03.92347  ..343:388:-47/3.9..2.92.92. .47/.9: .9.07-.92.2.25:7.:0- .3.-.3.3.92.3.9:.3/.809.2.9. .7.907/7/.92.33.02:42508.9  .:8./. .91 .: .91 28.92347. $0/.02:.3570/.3809.02:8:-47/3./.:8..9:8.3..3.2.9      .93.9.3..02: ./.02:./  .:8..    .3/03.2.02:.8.:8./:-:3.: .703.2../:-:3.: 909.3907/7/.9/..380/07.8.:  09. .2.3-0793. 2085:3 /.2.2.:8. 2589 9.:8.2.25:7.78.3.9.343:38 08589 805079/.3:38:7 :38:73..02: 2025:3.3.3.92. .7.02:809.02:3 207:5.3...3570/./..3.9/.:8.39.92.9.:8.7..:8.03./.2.07-.3.2.9.7.9..3/03..2.02:/-0/.3 .9807:.:8.7..91 .0-/.2.9.7.3.2.43:38   .3 .2./.92.-07:5..02:447/3.2.92.5 .78..2...2.

07-.07-.9343 .3570/.80./...-:.2.9047.93.9.3.17.   ..3 -07.9.2.

3. .3/.7.2.32030.39:.80-:.9.35./.17..8.3 3.33.90.9  .8.9.2../.9 3943.9-0-.2.9202:.9907./.9.9-07:5.80.7.5.2..5.9-0-.8/. -.8..07-.19.3.:.2../.9-07/7803/780-.9907.9.9.      .7.3.39/.8/.5     3943.5.3 03.2.3.5.   .:90254  .2.2.

.1.3/::7-07/.3.7.3203079.7.3:39:20.5.:.3 - %0254.3/:..:02.9::.7.33.3502-039:.3 8502-.-0-07.9:.7.9..:3097.303.91 50739..7. 24/:82507.3. %0./.3 0. 24/:83/.3.8.7..3203:7:99.91 0.3/.8.7.9088     4/:8..289:.9../.91 5079.-:3:.9: 80203/./.3./.2-../.78:57.7. 4/.3.3  0 24/:84-.503.24/:8 .7.3  .9:./...91 033.28:.54-091.3  .3.73.3/-:9:.3  / 24/:839074.5..38:..:033..39073.91 -078.9039.9:80..187.9./.3  1 24/:8/08/07..802039..58448507-:.802039./ /..:.7:8.8 0./.7.3. /.5.  - 24/:8459.9.3.3. 5078..7 .3.3      850.7.:38:78:57.9..3   24/:843/843.5.9.91 .8 4:8 /..9.3     4/:8 850 .3..7:8 :..38:.....38:.:39:202.

.-0-07.38.  .907.3-07. ./.850808.507-:.3 :.3  0 .3.91 507-:../.3.9.8//.574808 /.3 93/.2.3 0.9.5. .9:20303.7:2:.9. 507-:.850380591 50789.91 507-:.8504393:..9.5.7.2./.-0-07.3-07.2.3907.3203./3.2..38:380-039.9... /.7      .3//..3/80-:9....9.7  1 .8507050991 507-:.85025071091 -07.9.03824/.9.2././-07:.:503.2.7.9..380/.9.2 570/./.38:3  / .3.3907:8-07..3/.9.8 .2.8505747081 507-:..5 502-..3203.31472.3 /.3 0.850 .0907.3/-.3 50789.9:907.3.9.9.38:3  - .-..9      4/....8.3.5.

5.9/03.9.3 507239.7:8.9079::5..:/0...3-..3  .39:      .9.:502-.890885.:907-08.83903843.9.9:.507./.5 803.9..907/..3.:8.3 05....30..5.. .7.9.50.7 ..:508079. 207:5...89088.303..2.3/.8. 033.9.3203434.89088701081 /.8..9..9:../.:38:7.:..90793.-.81 /.3 57..3 503/03.3.39.2.9./.91        !03079.9.3..3:-:3.2..3-./.3 .2 02.9.-0-07.3 .25:.3      4:8.2-.8/3.2..9:/.37.3507-:.3:9: .3  / 24/./.9..89088.8/0439 03.3..91 /.3/.3.2.9..89.240 502-./.9.7.3 /.9: /. 24/...9803.8.7.3. 24/.3. /.3-8.77.2 /.3/02:.2 ./5...89088.207.3.89088.38.3  - 24/.9 43805 ..:50703.3.89088 70854.2.2.80589082 02:33.

1488  .9.3-07-...3.07.2.9 .9 / 203:3.9:503.38.3. .3.3...3.39:.3.3.980-:.3//. .203.80/:..-.2.3 -.7.7.3.. 43:38.39::..9 - 203:3.9: .3:-:-3.30307 85081/.3  $0.7::.9.3:-:3.5.39:80-..2.3/3.3907/. .9 5.0/:.3:-:3. 203:3.5.:.80/:.9/. 203:3..3....7.3.3.380-.5.2.. 3 /.850802.3:-:3. 203:3.2880-:...79.9./ 4081.3:39:202-:.3-. 3.97../.-.9:...2..7.3. 2070.35079039.9.9.9/03.3.39/.9.30588.380-.3..3.5....2.3-...39./.5:3     .- .39 ..:5.503/03.9.2.7.3 ..39::.9/-:.3.9/:3.....9.3/.3-.2.35.39.35.1  - 203:3.3:-:3.9:39:203:-:3../..9 0 203:3.3507-.

./..3 .3..3 8.5.91 793.8.9 50..7503..393.7:2039.5..7.9 /./.35.7./.3/...3.9:/.55079...9.2-0825:.9.-.31.//::340-:9 -:902578/..3.7.3.8.38././.3:7:9.8.3850:..:7:9.3.5203...53502-.3..9180507939. /.8...7..5850:....2.-07:9  %..-07/.3. ...9.9/.50325.3.3.3/03.9../. !./.808:./.28./.393.-:93.3 .39:/-:.52: 9072.7.3-07503/.79:.3.8    %%##$%& 7./03.37::. ...904798 .8.850:.3.33.9/.1.303.3/.8:850425...39.3..7.3472. /-0/.72.3203.7.550702-. .3.9.: -..3.3/03.9/..:5:3/.9: .3.9:/..32030-.805079.58.2:3:89 909.3.928.25.3..947 .3-./../:..9 ..8 /..3.3-07/./3.1/::47.3.3/.9: .:0-03.307.3907. ..:/9.... .8..:503.9:-8.9:-.29..8 .38./-0/.9..3/.3.7503:.35...3/.:-.8073.33:89 !.8  085488 5078:...2.5:8 .3203...9/.3.5.9-.-:23-07-039:/.2...780507920..  . ...253:7:9.202-:9.:.-.90-07-.5748..203.38:/:95.39.3.73.9.3.3. 9.:./-0/.3.99.8.7. 9..257.9. /.3.809../.3..9.3..9.5.3.9:..33472.2 -/...380.8.320303....     038. 9039:9/.3203.7.3.3.383.39.-.9:8 - .915:..1 203:3. 57480/:7 57480/:79079039: %3/.29../.../.3.9    &$%$&   02..2.9:8 ..3. 3/-0/.3.9.3/.3:-:3. 808:.393.3047.9 /.  .-..8::.5850:. 0825:.5...8.8.3.3503:7:3.380-.:-.38.39.

8.-7.535./ 0825:.-07..3/.3/. .7:./.3.!07..5503.../::47./. /-/.314841$0/.33.:80.//:3..50/:.9.-2.39047 !.8..3:.9.38:...2./.209.91.7.7.3203443 443.3.91/.2.-07.3..5 /8532:-07:8.38:/.308.9.850:.33.3..5.9..3./..9./..8050793-0:2/.9:-07/.70825:.3.3 5079...32.3-..:549088 549088.25.8 !..8.3$0/.-8.8.:.3 %3/.2037.9..289:/-.2.38:/.9202-.380./.9.8.9.3..203.3/.3 9:-8.3.3./$:7.51. 39.7./.81...7. .8.9.-0:2 /902:./..2503..30.3 80.3207:5.9..7-.30207/0.. /03.9/4-807..3 08../.3.39.5/. $0.8-.9.2.39:/.3549088.9.3/.9...3.:0825:.2..02578 ...9.8.5..35.5:3 0-..8..3.7.3-.3-07/.802:./.7 :./.703.8.80-.7./. -.8 ...3/. /.07.38.-.9..5.02578.9.9:9047 !..8/507:.20.507:2:8.3-07-.850:.3 .050393. -. 032.202..7:-007./...19..-.3..320303. ..47.9.2.:9047.9.1.8.54-807.93.3  02:/. //.7:203:25:.50/:./.3 2.53809.3203:8:3908:39:203: 549088 549088907.3/2-..8 793.9.7.9. 1.38.2-07-.3-0:2 907/4:2039...-.37/.7 .8..7/....35.  .9:.3850:.9.2/8539:/7:2:8.73.8 $02:. -.3-.7.7/9072.53 .3 5079.3/4:2039.7.8.2203..8.8.3 -07:8.-.-7..3.203.32.-0:28..-5079. 80-. 2.702.7.22.32....25.3/3007 9.7.95.%:.2/.9.309/.-.3.8..3.8..3::/3. /9:7:3.8.  /8533:899:80.3-.30825:.509.7.7.8.:8 ..7-07-.8203.8/.3/.8.  8533:89/0.5.9.9..8.  %.39:  .. .9.9/.2.8. 2.9:..202-079047..7:8//.. ./.80-0:2 507.8.38:.-./ 8047.35079.-.9.7.3/-:. 2./:8.39: /..8.3/:25:..3/%.9.7..39099./.7993/.3.202.25..8.25.8.:/04254.39.....8././:8./././03.9.7.3 2.35. 8..7.3..3  %..80..30825:.3.0..8..32037.2.3207:5.3 /90..3/.3907/.3203.5...90780-:9  .

47 .:0..203.70907..9.7 .33.75701820 /9.2-.7. 9.30825:.3/:91  2:../.-.90/:/:.3 80.3/.3/5.7-.3.9.38.3/03.9.3 -07:39:3 793.02578.:8:8/9.3203:25:.7 0825:.7.-..9.9.3-039:/..3.7.8.:8:8/.2:02578 3:89-07:8.5. ..:8:8 .:2:203.2/80-:9570282.3.4380580-.3...3/.7:9:9/../.7.30825:.3 .: 3 40.-07:9 .3:2:2. .9:990825:./.8..35.8 2.5073.7/.9/./03.7.3/:91/.  $0.3 850309 &25../0/:91..:.33.3/70.80./..0257880.-40 /4947 4050309.30825:.3..4.3/..:.8.:/9.8.280:2. 793.-07./.../03.-./. /..7.  ./4.3 /0/:919:  $0-.3 :2:2 .80.../03.3..3/8. 3.9:/..4.2:3 0-03.39:203.3 0825:.7./.3 909.7.0-03.9:0825:.. 8:.. 203:7:950309.9.-070395.:.4 /03./80-:90825:. .81.9: 3:898073/80-:9 3424909 02:/. /..3/9093.3.:/. 0825:..7..9: -039: 207:-.7.8  .5.503.8.:39:203.33/:91  02:/./.32:3..390.8.9:7.3./. 2:.33-.3-.3.  /.7..0.390780-:9-07/../ 507:/.9.9.9./.79802.39:-07.-007.-.5.3:93.025789: 0825:.3/./.7.39: 2.39:35.32:.3.7:83.9.3/0/:918.30825:.9.380.02578 .8.3/0/:91/03..703.5701820 /2-:..8.3/.2./.9.902.9.9..3.0-. 0.9.8.9-07.3:2:2 -07/.3:89 9/.-./:25:.9.30825:..9.3..3.3./.33.78:.33.7.39./.8.3.8.203:-.9.85./.3/./03.  !03/0..39:/2:.9.33:89:.3:2:2 80./.703.8. .9.33.3 20303.790825:.9:0825:.0/:/:.3570/./..02578.780..33 /: .22:4.3/.8./.9/.70825:.3/507:.7 :-./.88/.80-..302578-.  0.. 5..-039:. 025789:/.3907:8203025:73.9.  .3.3:.2.3-07/.3808:.:.9..

-..8.703.7.9: /03.-.7.3:38:7 :38:7.3 !02-.80.703.8.3-07-.. /. 203:3.3:89203/0.3808047.35...-.9.703.3 -.8. 80-..350393/.3-0703.3.-.703.8.7.3:38:7.3..3-07/7803/7 803/7  0025../.57207 80/.703.3:899/.3/03..3 .8.3:8920.8.3848.. .20250.8 ./:3.4-.8.:503..3.7 -..7.3./.3 !03/0./...9025783..3:89.34942.8. .9:5:./03.-:/.././../.2025:3.-.:25:./:3.3-.3.5./.3:-:3.307.203.:25:. 80-.38..7-.7..-0781.5./80-:989:/8947425./.8.:..9-.30.:7:3..703.32.30/:5..3 .3.8:.3.3  09.8./.3.. /0875891/..9-.9..3.20250.3-07:-:3..7.8.350702-.3 .743 $0. 2.5..7.390705.3.80:3/07  0/:.3    $:-/8533:89 $09./.3 2..39039:3..3-.3/03.2.8..9:88902 2.5./.9-07:-. .:25:...7:83.9:203:7:9..80.33. 2.7. 2.-..9: 805.380-.80-. 9:8.9:0.23:89./..3:89203/0.9:.8./.5.9-.....:80-.83743.8-/.9:..3:89 -.7438073:....81..33.8 $0.793..-.380-..5/8532:-.202-07.3 8:-/853  .3...703.98 .:25:.8. .3 50702-.3..!079. .02578 /.889029: /80-:9 503/0...3.8.7. -:.808:.28 ..9.3/8539:/03.8.-:3 793..793..8.83743/.8.73.9502....3:89202507..:39:/03.80-.3897:9:7..3 203:7:985030980.38.9.39:/.8:..743 ./-.73.320..7-.9.3-:... .9.:.91  02.380-03.9.4-0..-.8.390705.9: 80.7..8.9-.8503..5.57085091 793.9:-.9.9/087591 .39/.9 -.320..80.3 -07-..2:7:3.3:38:7.3 80-.. /03.3.8.7./80-:9503/0.33..703....:..9: $0.9 .3.3..3 -/.3 -. .3/3.-:3:./....3.9:9079039: $9:/83743-0781.8.9:3 2.../.-07:8.9.9:0.8./.2./.5.8..3-.8 20.3.:-:3.3.9:907-.-.3/..3:8920250.3.850/.

3 /:3.:203.. 9: !02-.3 0..203.-.:.3907.:2:23. -.3.8.5.3:8:83/.. .8.: 203.3.3:89:2:2/.32..2..5.8.-.5.:2:2 ...3.33.5.     07/.5.9./.9.8.32.2.7.3..9.8.3/8532:9:8.3.: -. 20304254.3/.3-072..8../:..9:.8:-/853.9079039:.3:2:2/.9/-0/.0./.5.3.33...8:-/8533:899:     07/.9/-0/.8..34-0.9:./.703.8../..5..8.9.3/:3.9:./.8.9/05.33:899:8.2-::39.3.388902-.33.743  3:8983743.5 080:7:..9. 3.5.3:8.9:9.703.2.3839..2:  033.8.20303./.5.9 80/.7. ./.2.3 9/...3.9-...5.8..9/..:-.-../. 207:5.788902-.2: ../:.34-0.7.7.14344  247144 /.9.8.8.9.33:89:8:8  3:89:2:23:89.:.8.3..3:8983743 /./..3/.88-.3.8. 9079039:/.50702-.805.9..7..31034203.3.9. .8.2-::3907:9.4-.4-03:89 .3203././.80.39:8.8.7.3..3/.8.::./../.3..203.50702-..780.8.3-07:8.:2:23..8 2.9:-..3/.5.

..  .5.5.3 907-. .-0781.5.703.3425./03.3.3.8.8../.:80..3 -..203/08758../.9/.8.91 %::./80-:9:.8.8.8.8 28.7433-.3.33..-.7.9079039:  3:89/.2.3/.8..380.5... 2.7..350702-./.8...8.2.:-./..2../. -.5::. /0.3-.897:9:7.9.203.7433907:9.-..9.9:-08079.8.-07:5./.3.907-.8.:39: 20309..:3/:.9 89478/..-039: 507:-.33:89/..7.9.33:89/.  5..80.203.8./087591203.-..9.-.8.8.8 .743-07:5.3 $9:/3:89837433-.3:89 /087591 .

-.33. ..7.8.   07/..897:9:739073.8..5.34-0.

..74..3-.:5:3439089:.745:3203..3507.33:89 !843:89..8. .3502.:9./3. 8:-/8533:89....33.947/:.2: 3907/85307.3 2:3907/85307..88/. 2....9:-.2.080:7:.7-07-.7-.743:89  3:89274203.897.9../.33..75.97.9:..8.3.3 3:892.947/:.81.3:89 274/.9.8. 2. 7.-.8:-/8533:89./.703./..-:/2.7.3.3 471442030/897:9:7.-.9../8.39.380./. 4344 2030/.9.39.3:8.3.3 839./. 9072.882030/8..803.33.3.392030/2.8:-/8533:892.3./..947 1.3.9 $4843:893207:5. 897:9:739073..850  $9:/3:892743808:3:3...3:8.  $4843:89.9.9.3/.38.. 44..9079039:.2.5.8:.3:.8:-/8533:89...9.31:383../.947:.-.5./ 5843:893207:5./2.9: -.320250.3.7.3.9: :-:3.31..8.897:9:739073.-..84844/.7.7-:3-.3.74 743:89/.3.25:.7.38.8.-07.357.8.3.3974544/...8..2.9-.3907/.8.7-.8079.8. 5844/.-:/.-.7:-:3.  3974543:89207:5...-..3.3..8:.9:.8:-/8533:89.3.9:/.2:-:3.9:/03.250789./. /.3 8.9 /50740 ./ 8989./03.3.7:-:3.9....9:.2.3/:3.8.7..5.3.8.9:.8.3 -.288902 0-.9./.7././03./-0/.8.2..7. :-:3.7..389://.3/.28../.320250..207:5.33.8:-.3.33:89 3974543:89.:2:23...32030/-..31..3..7-.3 .8..9:7.3 8.947 1... $02.7-.7 .32:8:8.897.8.  8079.9.2.02./../843.39.8:-/853 ./.-.3/50./. -.5. .8.9./../8.32:3907/85307.7.8.3 3:89 $989.203.32../.202-.7.8..8.9:./.8.33.:48.8..33:892..:/.8.9: -/..7..-.7 3:8980-..907..33./. 0--..-..:897:9:739073.7.897:9:739073./.32:3907/85307.9.3:89/..7 -. $39.2-039: -039:.320250.8.7..9.33.3 20250..39..7-.8.3-:/.3 47144/.-.3 ../.9: $0/./03.3-0781.8.9/:./03.. -. .8..39..3-..8..503:8:3.33.908.. 0844 2030/843.3-07-.502-039:.9. ..

907.8.9.3.89..3-07.     07/.:.9.7:2: 2:.33:899:802..3 -.9..5-.3047.... 2.9:.703..:.5030/...3 -.7-.843./03..3.3 /.39::..3.7 /./..0/.3 .7./.28:.3 2:3907/85307.3 2.3-.8.8//./..2.8.320250..989..20250./.3:-:3. .33.8:-/8533:89.7-..3.02.3 /8. .30/:/:.947 1.7:7.24-0.3:8.3..3/.380..3/..7./.8:-/8533:89.7-..7:50-.39047-0.32:3907/85307.8.3/:3.320250.33.907.    $$&$% .9 503//..5:-:3..3 8.39.3:893-07:8.-./-0/.32025:3.25030/. 202././.3 3:8988902  /..8.9:.5. .80-.3907.5.3.91802./.3./.9.9079039: . . 3:89897:9:7.7.9..57.8 -.9.907/.:.8.3:8997..20/:5.9.3./.3-../.32.3:39:/907.380.7438059:.7 503.380: -0:2:3:899:803/7/..8..72.7-8.9: -. 8079.3:899047098/.9.53:89805.:8:-/853 3:899: 3907. 3:89 97.3-.8. .3:89.8.0.  .9./843.7..381472.7 .9-09.3..30-:/..8.3..7.843.9/.320250.380./..3.33:89907.-/.5.8.3 57.8/. /.38.8.8.:39:050393.7.33..5.2030/50702-.4-03:899: .32.0944.8:.9-.80-.39079:8 44207:5.3/..9. .31.8.09443 207:5...39. 8079.1.74/7.9 0507.2.9..947/:.9:-.8.: :./..39047.3503.8.20/:5.7..39047..8.3.38.2-... :39:207:2:8.5..9. .3:89 80./.. /.... 3:890307./03.:/.9.:39: 20302:.1     07/.83. 0-:/./.39 3:8970.3:89/.39047098 3:89 ./.3 3:899047098203.3 .7.3:8. 0.35030/./.3 ./.3.

88 /.9.3.930.3&38:7/..:5:38.88:38:7 :38:7.3897-:8 .4:780/03:96:00307.3.9:./.88:38:7.9.9-.3989.7.9:.9:.33.3202-...9:.3907/7/.2.370. 2.3.7 .8.9.3:8924/073 07/3./ :-:3./.3.0 907-95079.5..8.39.9.9:.98 .8.:0-905.:88:709: 909.3.:5.3//0$..33.3-.39..7.     3.3..9:. -0781.8./..3839.2.9.99/./../.3-.2..8.9:.9.503079..3.-07.3.983-0781.30- :.3 907/.3.3.7..91..5747/.3:38:.. 8047.91/03.3907/0.3.9839.:8.:-:..  909.3 0.8.39..9 3783.5802:.3 .3-.9/./.:.9 $09. .3./.::39:802:.9:.58..2./2.8.7.3907/.7.7/:.38.88  .-07.3.28:8:3.2.9.3/4308.848..25.8.:-:3.7.39.88-.../.9.5/03.9:.9.9. .7 203.3.43805/0 $.88-.5../7/.:70.80.3437099079039:80/.8:28.9:.9043899:0393.9.38.389..9:.9./.38:3 3.39     $97:9:7 $8902 /. 9.220/.7.7. 8.8.8 :-:3..9907.43899:03. 3.:.9.8.907-9 202-0/.5..9:/03.2..3.848..2:39/.  4:80280.380/9507:-.3.3-.39:     3.3. 038:-:3.3 17.9  :-:3.. .38:38073/80-:9:.9:903/.:88:70   /./.2 -::3.9:8.32471448.88!74808&38:7 .8 839.5:.9.38:3  .9:.:203.8.//..2.8.33:8032..3907.3..8:.. #0. 039.3 8./2.3 8.202-073.393.7.5-.-:./:.9.8.9:.8.9:.3.2203.3:38.8.38:3 202-.3-..  90702.3907/.88#.88.7.3802.8.2-.//.2-.2 .3.3.883:89/.3.9.3.3907.9:14309 14302 247144 839.8.33.5.5.3 :-:3.: 47439.35.3. ..9 8079..:43899:03 43899:03.3..3-.80 8.3.2-.3-07.

/-039:.390792-:3907/7/.3.7.3-.8.887.9:.7:38:7 :38:7 .9.809.9.7907  92-:3 8.3:38:7 3783./.3.58.7/33 0 .77..9:.30/33.302039  203.3 907/7/.3-.3 8..3/ .9:.902 .:/9..3.. 8.

9:.3-.088 203.3-.  ..3.80 .37:2.7     -:.8.3:38:73809...9:.8.7    80-.58.3 /.207:5.5809..8/.88574808:38:7 -./03. .3/.9:574808502-039:.58./.75748084318./ /.3.8907 /03.887.. 907/7/..8.78:.3. 7:2.2.757480857018...77:2.78:..792-:3 -039: 0/33.3 .8/.3 /-039:/./ -039:90792-:3 .3/ 574.902 .8/.3.3. .8/.8./.3.3:38:7 2.. 7:2.3  07-0/..3.907/7/..3783...3..887.3./..9:574808502-039:.

3203.33.7.3 50309.39 0844 8.2.7.2:8.3/.50./. 50309.:.--.:...3 8.3/03.39:.3 0-2:/.93/.3/.9... .950393 2:.77:2.3 -0703.8.7.-802:. .    %&$% .3.:.33:89.3:./507:./03.3 -0703..3/03...:2070.25.33:89 2.8.32.320. 50309.203...5:. 50309.3.8913:89 .39:3./507:.3-..8.107203:. %.384843:89/..:7:-.8.3.3  .3802:. /.2:3380-:.3-:.3802.9202-.78:-/85314344 247144 839..30-:/.7/33  /../03..33:89 9: 207:5..503:8:3.:.3/.9/..8/.: 0847.393:89 909..7.:7: 907:9....:.2203008.3/03.31.:.83./.3202-072.35.8..897.3247144 839.9/.. 80-..2025:3.83.5..3:89.34397./03..30--.3:899039:.3. 50309./.88 /.25.  .50309  79:8 /. 7:2..9.897.3.3202-.3.897...3 80-.2:8/.98.8503:892:9.9/03.8907.:.39:.802:.88 802.8.2203008.7.8.3.. .39:/.302..8.50309.5030702.2202..:-:3.35023. .5.3:8803/750309./.2.8.8.33:892:9.3.  .3.9 /8:8:3  ./4-050309.50.33:898.770/:5.7.5/.820303.3-039:7:2..8503:897..2070.320303..

9.-./03.:549:8!079.2/.9..038 34248  ..:549:8. ./5079039.2203:8:3.3/044/.3-.88 -. 18:1 :3. 9: -0781.3..-. 89.7.8..7..3.3.5507:2:8. -0781.5.7.81.3...343805 43805 030.33..8.3:89/..303..28:....7. /03.7.33:89:.3 /5079. -.8://.2.!0309.22.55079. -07/.188/../03.9.31.3:3.    $##&$% $9:/3:89203.038 34248 . -07/.7.3/.3.3.3:85.39 / :..9.302.9 ..9.39047  &$%%#$  ./843. 897:9:7.3 802.31.9039:/../.-..:30..8.544.7 1472.3.3 80. -.:549:8.. 203. :8: /../.3 84843:89 :8:83.5../. 9.50/:..848....9:  !079039..3 8:2-07 /.7.9/.3-.9-. 9: 803/7 .:5020739.:2 3.8.3203008. /.8.5.3.33:89.//..9.8.3 9./03.93:89-.3/.2 188  .3....-::90780-:9  . -.8.9 ..:-:3.7.3.3  %.8   %..7.503:8:3-::50. 80-..3 18.2 503//./ /.03843.3 9/.9:-.:-::908 !0309.202-072.35079039.7..-.39  /.7..8.550702-.3 5.30.9079039:  &$%& .29.9.3 2.35.502-.781.2. -. 30.2.8. 9.3 :8.3.7. ..9.3202-079:39:3..:. 9.2.9.3907.8..8..9.7:8203:.8 !03/...3 . .3:8..3.3.8.3.: 43.9.9.8.9 /.503:8:3-:: 908/.1.304.9 20248.8.3203.3905.3 .8   %. ..3.3...:2 43.9 /.9:7.8.39.8..  0/:.2./.7 2..5...3 ..2.54-807.39:203:.5.509..5850:.334248 .9:2025:3.. -..2.2 57385 .9 .7 .8/. 97.3 1472. /..8.:.7507-0/.9 43.3-.7.9.3/..8.92070/.3808:.7. 9.8.7:8202507:..

793./8.3. 2.8:.9:./50740/.9.3..9:97.7.88:.

3 -:33.7-::438:8%7.3 57.9 203.547.3 -.. -.3 78949008 20302:. -007.342.39.8..   !079039.9.:.3 .357450709.8.7./..9.3503079.2.8 /.3 -.-. 02578  5.4/.8.24342.9: 2.9. .7. -07503/.8  9. .8.342.9: !749447.  02-0/.7..9 9/. 50739.3950 950.5.0-./.9:4342.8./.9 5.8.  #$% %$ 207:5..  .34342.3..3.23.-07:-.3..4/..89  8.3  070./843..370947.202-0/.89:/-.94  W03:7:93./.3003/.3.:2 .9..2.. ./.7.9-07/../../.389....47.9 907. -..9 3./. 9: -0781.3 -.80..3 30:97:2  .:. -0781.9.39.3..8  202-./03../. 907..3507:/09.39.3.8..-. 80. 702.7../.3.2 038 0.9. 202-07.  .  !%  ..9.2./.3.7.9.:2.:-0794. /03. 2034/47.:8:8:39:89:/-...3..44  ..8...389:/-.3.3702.8:3 10233 /.4 805079!.3.2-::3.3202-0/. 03/07  ./.-. -..9.8.32.8.9:7  $0/.94 /.3. .2. !03/./. 2. /.383/0824  W03:7:93.34.8.3702.80-.3507./03.97..  &$%  070.8..202507/0-.3.3 :3/.7.342. 5073.3  /4.9 -.3 047.. .4.8.35079../.38  $03..9:2:7/!.3.5. .3 2..8.9:-07....9:7  &$ !$ %443..2.  03.38.3./ .  &# ..59.8.3:8.9 2020393.3 /0138 4380580.3.3-/.  #  . .3 2:33 -8.20.9.  .202-0/.9.

2.33.-.3 9:8.774.9.3.3 90703.7.22.8.3  %44 ./.774  /03.33:89.93 203:7:9 '.3 .9:3423.8.-::9: .3.32030/....9...3203.35.-.:8.../..8.  .07-:2  %039.3 !78.8:8  /.3 /. /03..9.8.3 ..8.2 -.9:9/-./.. .3 .8. 3899:943087...3 /.8.  47144.7.7 ..  '.3.78  3899:943087. /.3.4.07.$9:/ -. '. .  80/.5 0.3.93/.3 :3..!78..22.9./.320303.3-039:.774202-0/. 5.:8 /...9. /.0.93. .-:.:8/.9.. .7..9..:8 0309.3 03:..9:./.7.3 .0  '...93.774/..9:7.9.2. './.2 -.:8 ./03..:8  0303.9. :3.3:9.9.  -:. 0 3:.9./.3 #42.9.79850 /.  9244.-08079.9.0 %.9.83.323030/.8 /.-03/..//03.3.  4344  /-.8 507:-..9-.3/03../.3.774 202-.83.2025.-.3502-039:. .:8 . 5. :8:.3 .4:39..33:89.

4907. .2.7 -:3 .3 /80-:9 9907..3 /. ./. /.5.42.9.9 /9:8./.0 -.0  .79:.8  :3 /-0/.. :7:1 /80-:9 1:7.49907.9.  - 47144 202-. /.9.3  . -:3 /80-:9 549089.3 9070.3.94.9.4.3 20303..3203.:7:1 .79:.7..

- -0702-.3 -:: -07:/:$:22:.94  ./..07-:2 57.88  202-.3509:9/-.8.7. -.3.-. 8:8:3 .3-../:. -.8 /.7.9.3502-:..8.9.3 5079039.3/./-0/.7....3:8 5073.. 7.3..:3 4.7 .8.3 .  &$%$%#&%&#$ .39.580-..94 /.3 0.4 /../24/073 .3.7 !../34203 ..3308  /03.8 /08758 7.334248 .3. 203..79.3.289:/-. /50./5027.7-. .9..  %.7 47.3..3 ..08  #$$ .8.3 5../..8.3 203:3:.9.-.39.33.- -.93  !097:8 85.04.8.3.342.7.0/:/:.3 508.7.9.9.94 9.9.3.7.99:8008.3507903. .3203. -..188 /.  207:5.. -.8./ 507903.8.3 ...8..3.-.2.8.:34/89.-.8..7.745.703.2.2.5:2 57434203 . 850:..:8 /03.8.7.8 3907...2.3  3:89 7..-8:..3. .43:3.0  202-.07-:2  5..3.  !#% .2 .3 -0780. 745.8.-7.-80-.3 ..3 /80-:9 47.3.2..  $39.9.9. ./..39.3/. .054894 39070. ../ 5.7..

.3:9.3 90703. 83743 /.3907-039:40803/.8 20303.14309/.35.5..2..8 .3 90.9/..9    7.2 .7 . 3:89 24/073 /03.3..  07/3./2.908:8  ..39  /03./03.3 2025:3...390473. 02:/.7.35.3/ /0 $.20303.  9443.740  507-0/. :-:3.379.3 5.3 839.314344    7.3 -::3./2.39.3.88 -.3 :-:3.7.3 /03.2.3 -.9.2544 57484/ 4!7484/.3 3 /-0/. !7. /. 43805 90.3 944 4:8 0280.3 8310 /.98   7.39 /.3 /.3 ..-:3. ..3831.3 9: /. 4:780 /0 3:896:0 0307. /2:..0  .7.9: '02 .743  507-0/.3203..3 :.  03.1434457484/ /.8 43899:03 43899:03 .3:0 /..:88:70  207:5.8.2 -:: 3 /-.3 04802..7.3.7.314302  4!7484/.88 .

 0025.3..3-./...370..0/.802039.9544 544 !079..50.9./.8. 0-203:9. 202..9 20303.8002.75.3502-07.7..83.23.8.8.. 202-07.3507. 20.8.3503:5.907/.9 /.9:.9079039:-08079.7 .8.3 0- -08.8.7./.3 .2.7 /.3/.80-.9.  4 !7484/ ./.  0/:.  09.2.3.: 8.3-.8.5... 14302 143028:57.7.   3:89$8902.8 1430983.3.7-.25.

3/.3 8.3 /03.8.3 2 18. 0-07.  5.33:89 !079.8.8207.3:9.3 44210/ :39: 2039.2.  .3$97:9:7. 203.3.   043./.5.7/44210//.8$4... .3.7.  09. -..%03:89. 203.3:8 207.3 -.0941207.202 .  0/:.2.3/-07.3%.3-0702-.39..1.7.9:/207.5 2.1.7.3. 2.33.  5034..80.7.8.-..2-. .89 80.-.947.4393:2  02.32030-.8.9 5./.2./.   7.3/207.9.

7.88./.202.2.9:.3207:5.8..03:7:93. 8..3470..7839.8.39.1:38 7.9.3/.9.

.7 .  02.7:203   %.39.:.-. 443...3/-073.90780-:9  %.9/9072.38004254-039: -039:. 43805 3:89 24/073 9: -.3/. -.3/..2 .380507. 2..3 -. .37:5.7.   $08:.7.3...3 570/.9.3.9. .9..908  %%&$% $ !0309. 2.843.74254303.. 203/:/: 9025.8.9.80507.7:8/.9 80397.9..93:893/4308.390307.8.30.8 57.8 $.3/.8   %.. .3 .99.3.-.3.3 3:89 5.0.8.40502.9.8.70.3745.8. -.3405.:5:3:.9./.-.8.907/7/.9.7: 9-..2 ::/ 9047 ..3  9.9../.3  &$%%#$ #$ # #$$&  %.2 2.8.33../.849/03. /03./.80-.9.2. :.8.  %.5. /..7.3/5079:.3143448   $02.3-.8.2 9.97..3/03.9 . .843.33423./.88 -0781.-.90780-:9.88 802.3 :-:3.381472.3-...78.8.7 9.3 907-.:3  .7.7.8.. /... 34/08 80507. 2..9825.91 03:7:9 9047 0307../.3.8..447/3.3 5.7.1:383. %::.8.29./.9 42403 /.8.-. 3:8 80347  -07/7. 5020739.9:4254303839.#0.3.7:8/503:/..8.9:..7:8-07-039:80/02. 80:2.9/.91 802.. 3 /.98. 0802089.5.....3 /:-:3. 3  -.-.9. 47.3/.73007   .  '07-.3.39/.3 839.3/.8 03:89.8.07-.7./3/4308. 3/4308. /.39 /.8:8 207:5.%7. / 3/4308.3 3423.. /03.5078.:39: 050393.2...8:8 ..3.2..39  897:9:7 802..38.. 8.843.-81472..8.  %.