MAKALAH

LEADERSHIP
“TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN”
DOSEN PEMBIMBING Idariyanti, S.Ag.,M.P.dI

DISUSUN OLEH : Nama NIM Jurusan Semester : Ircham Asrori : 081094 : Bahasa Inggris Ekstensi : III

EKSTENSI BAHASA INGGRIS INSTITUTE AGAMA ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI TAHUN 2010

1

........DAFTAR ISI DAFTAR ISI ........................... 6 D......................... 2 B........... 4 C................................................................................................................................................... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktifitas Pemimpin ..................................... 9 DAFTAR PUSTAKA ............. Peranan Pemimpin ................................... Tipe-tipe kepemimpinan ................. 1 Tujuan Penulisan ....................................................................... 10 2 ................... B......... Latar Belakang Masalah ....................... Hakikat Pemimpin ............................ Ciri-ciri Pemimpin dan Kepemimpinan Yang Baik ..... 7 E..................................... 1 BAB II PEMBAHASAN A................ i BAB I PENDAHULUAN A.... 7 BAB III PENUTUP A........................................... Kesimpulan .......................................

Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan dalam manajemen. Atas dasar kesadaran itulah dan relevan dengan upaya proses pembelajaran yang mewajibkan kepada setiap umat manusia untuk mencari ilmu. Dengan demikian upaya tersebut tidak lepas dengan pendidikan. kepuasan kerja dan kwalitas kehidupan kerja para bawahan. Sebab perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku setiap individu yang ada dalam organisasi tersebut. yang pada akhirnya keberhasilan bawahan ini secara makro akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi. “Sesungguhnya Aku akan mengangkat Adam menjadi Khalifah di muka Bumi”. Untuk mengetahui hakikat pemimpin c. Sejak Adam diciptakan sebagai manusia pertama yang diturunkan ke Bumi . Pemimpin merupakan kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk memberikan komando atau arahan kepada orang-orang yang telah memberikan kepercayaan untuk mencapai tujuan tertentu. Ia ditugasi sebagai Khalifah fil ardhi. Tujuan Penulisan Makalah Sesuai dengan permasalah yang telah dikemukakan di atas. Pada masa sekarang ini setiap individu sadar akan pentingnya ilmu sebagai petunjuk/alat/panduan untuk memimpin umat manusia yang semakin besar jumlahnya serta komplek persoalannya. maka tujuan penulisan makalah ini diarahkan untuk : a. Dari uraian tersebut jelaslah bahwa manusia telah dikaruniai sifat dan sekaligus tugas sebagai seorang pemimpin. 3 . Sebagaimana termaktub dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 30 yang berbunyi : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat”. dengan harapan pemberi kepercayaan tersebut akan lebih baik nasibnya dibandingkan dari kepemimpinan sebelumnya. Untuk mengetahui tipe-tipe kepemimpinan b. Menurut Bachtiar Surin yang dikutif oleh Maman Ukas bahwa “Perkataan Khalifah berarti penghubung atau pemimpin yang diserahi untuk menyampaikan atau memimpin sesuatu”.BAB I PENDAHULUAN A. Peran pemimpin dalam suatu organisasi secara mikro dapat mempengaruhi moral. dan tujuan pendidikan tidak akan tercapai secara optimal tanpa adanya manajemen atau pengelolaan pendidikan yang baik. C. Latar Belakang Masalah Menurut kodrat serta irodatnya bahwa manusia dilahirkan untuk menjadi pemimpin. yang selanjutnya dalam kegiatan manajemen pendidikan diperlukan adanya pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin.

divisi serta prestasi keuangan perusahaan.BAB II PEMBAHASAN TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN A. 4. Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership). 2. Namun hasil penelitian itu juga menunjukkan. Tujuannya adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti halnya seorang bapak kepada anaknya. Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership). Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership). 3. bahwa pendapatnya membagi tipe-tipe kepemimpinan menjadi 6. Pemimpin otoriter biasanya bekerja keras. kelompok. melakukan penelitian tentang tipe-tipe kepemimpinan dan menemukan ada 6 (enam) tipe kepemimpinan. Terry yang dikutif Maman Ukas. hasil kepemimpinan yang terbaik tidak dihasilkan dari satu macam tipe. ahli di bidang EQ. hal ini sebagaimana menurut G. Yang paling baik justru jika seorang pemimpin dapat mengkombinasikan beberapa tipe tersebut secara fleksibel dalam suatu waktu tertentu dan yang sesuai dengan bisnis yang 4 . 6. Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership). Pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang terlaksananya tujuan bersama. segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi. maka seluruh anggota ikut serta dalam segala kegiatan. Petunjuk itu dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi oleh pemimpin yang bersangkutan. Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan pemimpin dan kelompok. dan penilaian. R. Penelitian itu membuktikan pengaruh dari masing-masing tipe terhadap iklim kerja perusahaan. sungguh-sungguh. Tipe-Tipe Kepemimpinan Dalam setiap realitasnya bahwa pemimpin dalam melaksanakan proses kepemimpinannya terjadi adanya suatu permbedaan antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Agar setiap anggota turut bertanggung jawab. Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership). Biasanya timbul dari kelompok orang-orang yang informal di mana mungkin mereka berlatih dengan adanya system kompetisi. penyelenggaraan. perencanaan. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan pencapaian tujuan. yaitu : 1. sehingga bisa menimbulkan klik-klik dari kelompok yang bersangkutan dan biasanya akan muncul pemimpin yang mempunyai kelemahan di antara yang ada dalam kelempok tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikur berkecimpung. Ia bekerja menurut peraturanperaturan yang berlaku secara ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati. 5. teliti dan tertib. Dalam system kepemimpinan ini. Daniel Goleman. Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau perintah juga pengawasan. pengawasan. Tipe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership).

Laissezfaire. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usaha pencapaian tujuan yang diinginkan. penyelenggaraan. sehingga kesan yang dimunculkan dalam karakter tipe kepemimpinan ini selalu menonjolkan “keakuannya”. Berdasarkan dari pendapat tersebut di atas. hanya sedikit jumlah pemimpin yang memiliki enam tipe tersebut dalam diri mereka. perencanaan. pemimpin yang bertipe demikian. Dalam suatu organisasi ada beberapa tipe-tipe pemimpin yang dimiliki seseorang yang dapat mempengaruhinya dalam menjalankan organisasi. 5 . Selanjutnya menurut Kurt Lewin yang dikutif oleh Maman Ukas mengemukakan tipetipe kepemimpinan menjadi tiga bagian.sedang dijalankan. teliti dan tertib. Memang. Pada umumnya hanya memiliki 2 (dua) atau beberapa saja. Otokratis. atau dari atasan yang lebih tinggi. pengawasan dan penilaian. Tipe Otokratik Seorang pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan otokratik dipandang sebagai karakteristik yang negatif. Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasilnya dengan tidak terlampau turut campur tangan atau tidak terlalu mau ambil inisiatif. sehingga dengan demikian dianggap cukup dapat memberikan kesempatan pada para bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan. 3. baik itu harapan dari bawahan. antara lain sebagai berikut : 1. terutama dalam bidang pendidikan benar-benar mencerminkan sebagai seorang pemimpinan yang profesional. Agar setiap anggota turut serta dalam setiap kegiatankegiatan. Ia bekerja menurut peraturan yang berlaku dengan ketat dan instruksiinstruksinya harus ditaati. bahwa pada kenyataannya tipe kepemimpinan yang otokratis. maka pemimpin di bidang pendidikan diharapkan memiliki tipe kepemimpinan yang sesuai dengan harapan atau tujuan. yaitu : 1. Demokratis. segera setelah tujuan diterangkan pada bawahannya. semua pekerjaan itu tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari para bawahannya. dan laissezfaire. untuk menyerahkan sepenuhnya pada para bawahannya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. 2. Pada umumnya mereka menilai bahwa dirinya hanya memiliki satu atau dua kemampuan kecerdasan emosional. Penelitian yang dilakukan terhadap para pemimpin tersebut juga menghasilkan data. Dengan melihat hal tersebut. banyak diterapkan oleh para pemimpinnya di dalam berbagai macam organisasi. demokratis. pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang pelaksanaan tujuannya. bahwa pemimpin yang paling berprestasi ternyata menilai diri mereka memiliki kecerdasan emosional yang lebih rendah dari yang sebenarnya. yang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. yang pada akhirnya gaya atau tipe kepemimpinan yang dipakai oleh para pemimpin. sungguh-sungguh. Hal ini dilihat dari sifatnya dalam menjalankan kepemimpinannya sangat egois dan otoriter. posisinya. pemimpin yang demikian bekerja kerang.

5. Untuk penempatan tipe tersebut tergantung pada organisasi yang akan di pimpin. Sehingga senang atau tidak senang. Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti. sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai. Biasanya tipe seperti ini dimiliki oleh tokoh-tokoh adat. B. Pemimpin seperti ini menunjukkan ketauladan dan menjadi panutan di masyarakat. Jadi. para ulama dan guru. masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kelemahannya. Dari kelima tipe kepemimpinan diatas. Misalnya untuk organisasi kemiliteran diperlukan tipe kepemimpinan yang otoriter. hendaknya seorang pemimpin harus memiliki : 6 . Tipe Paternalistik Tipe pemimpin paternalistik ini bersifat kebapaan yang mengembangkan sikap kebersamaan. dalam menentukan tipe kepemimpinan yang akan diterapkan oleh seorang pemimpin harus disesuaikan dengan jenis organisasi yang akan dipimpin. Salah satu ciri utamanya sebagaimana yang digambarkan masyarakat tradisional yaitu rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. 4.2. Ciri-ciri Pemimpin dan Kepemimpinan Yang Baik Sebagai seorang pemimpin yang mengingikan kemajuan bagi anggota dan organisasi yang dipimpinnya. tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi. Tipe Laissez Faire Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi. Tipe Demokratik Pemimpin yang demokratik biasanya memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi. Tipe Kharismatik Karakteristik yang khas dari tipe ini yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. semua anggota organisasi didalamnya harus melaksanakan perintah dari atasan. sebab pada organisasi tersebut dibutuhkan kesatuan komando dalam pengambilan keputusan. 3.

akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi. salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat. mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan adalah yang integralistik. strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah. fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan. Pengetahuan umum yang luas. Sikap yang intuitif atau rasa ingin tahu. dalam kehidupan organisasional. 9. Pragmatisme. kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan halhal baru. melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Kapasitas integratif. Kemampuan Analitik. 10. 11. semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi. 7. efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional. Ketrampilan berkomunikasi secara efektif. 4. Rasionalitas. Keterampilan Mendidik. pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.1. semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif. 8. ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis. fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi. fungsi ekspresi emosi. 6. kedua. pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya. merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama. Daya ingat yang kuat. Objektivitas. Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dalam memajukan organisasi. 5. kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang 7 . tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki. 3. 2. pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan. sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama.

14. seorang pemimpin hendaknya memiliki ciri tersebut. tidak terlalu cepat memberikan tanggapan terhadap pendapat orang lain. orientasi masa depan serta sikap yang antisipatif dan proaktif. 15. keberanian. Untuk itu hubungan vertikal antara pimpinan dan bawahan dan hubungan horizontal antara sesama rekan sejawat harus dipelihara diantara keduanya agar kerjasama dapat berjalan dengan baik. Ketegasan. sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang. 18. C.berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Hakikat Pemimpin “Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi. dapat disimpulkan bahwa untuk efektifitasnya suatu organisasi. 16.” Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. 20. menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan. Sebab dalam menjalankan suatu organisasi akan terjalin interaksi antara orang-orang yang berada di dalam maupun diluar organisasi. Keteladanan. Dari uraian diatas. Kedua. kepemimpinan selalu bersifat situasional. Fleksibilitas. dengan membedakan hal yang Urgen dan yang Penting 13. ketertarikan satu sama lain. mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir. kemampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Adaptabilitas. temporal dan spatial. Naluri yang Tepat. Menjadi Pendengar yang Baik. 12. 8 . Rasa Relevansi yang tinggi. 17. 19. Kemampuan Menentukan Prioritas. seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap. :senasib sepenanggungan”. tindak-tanduk dan perilaku. cara bertindak. Rasa Kohesi yang tinggi. kondisional. Selain itu kemampuan dalam berkomunikasi juga sangat dibutuhkan.

Sehingga terjalin suatu hubungan sosial yang saling berinteraksi antara pemimpin dengan bawahan. di samping dipengaruhi oleh latar belakang yang dimiliki pemimpin. c. agar bawahan dalam melaksanakan tugasnya dapat dengan mudah dan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. hal ini mencakup nilai-nilai. Berdasarkan faktor-faktor tersebut. pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin.Pada tahap pemberian tugas pemimpin harus memberikan suara arahan dan bimbingan yang jelas. Dengan demikian kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama di antara pemimpin dan anggotanya. Kepribadian (personality). D. harapan dan perilaku bawahan mempengaruhi terhadap apa gaya kepemimpinan. f. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktifitas Pemimpin Dalam melaksanakan aktivitasnya bahwa pemimpin dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. dengan kata lain para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan. oleh sebab itu suatu tujuan akan tercapai apabila terjadinya keharmonisan dalam hubungan atau interaksi yang baik antara atasan dengan bawahan. seperti motivasi diri untuk berprestasi. kareana apabila tidak memiliki kemampuan untuk memimpin. yang akhirnya tejadi suatu hubungan timbal balik. maka jelaslah bahwa kesuksesan pemimpin dalam aktivitasnya dipengaruhi oleh factor-faktor yang dapat menunjang untuk berhasilnya suatu kepemimpinan. tetapi juga dapat mempengnaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya. Jodeph Reitz (1981) yang dikutif Nanang Fattah. d. Iklim dan kebijakan organisasi mempengaruhi harapan dan perilaku bawahan. setiap tugas bawahan juga akan mempengaruhi gaya pemimpin. Kebutuhan tugas. Sebagai pelaksana (executive) 9 . Ngalim Purwanto. maka tujuan yang ingin dicapai tidak akan dapat tercapai secara maksimal. sebagai berikut : 1. Oleh sebab itu bahwa pemimpin diharapakan memiliki kemampuan dalam menjalankan kepemimpinannya. Harapan dan perilaku rekan. Faktor-faktor tersebut sebagaimana dikemukakan oleh H. b. Karakteristik. Harapan dan perilaku atasan. E. sebagai berikut : a. e. kedewasaan dan keleluasaan dalam hubungan social dengan sikap-sikap hubungan manusiawi. latar belakang dan pengalamannya akan mempengaruhi pilihan akan gaya kepemimpinan. Peranan Pemimpin Selanjutnya peranan seorang pemimpin sebagaimana dikemukakan oleh M. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota dan juga dapat memberikan pengaruh.

perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain. sebagaimana menurut M. Tugas pemimpin tersebut akan berhasil dengan baik apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanaknya. Untuk keberhasilan dalam pencapaian suatu tujuan diperlukan seorang pemimpian yang profesional. Meyakinkan kelompoknya mengenai apa-apa yang menjadi kehendak mereka. serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin. 11. Oleh sebab itu kepemimpinan akan tampak dalam proses di mana seseorang mengarahkan. mempengaruhi dan atau menguasai pikiran-pikiran. Berdasarkan dari peranan pemimpin tersebut. Di samping itu pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan. 7. 13. 8. 12. tentram. 6. membimbing. 5. dan memiliki suatu kebebsan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Menyelami kebutuhan-kebutuhan kelompok dan keinginan kelompoknya. sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman.2. b. Dari keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai. sebagai berikut : a. c. 3. Ngalim Purwanto. 10 . di samping itu juga bahwa pemimpin memiliki tugas yang diembannya. 10. 9. mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan. jelaslah bahwa dalam suatu kepemimpinan harus memiliki peranan-peranan yang dimaksud. Sebagai perencana (planner) Sebagai seorangahli (expert) Sebagai mewakili kelompok dalam tindakannya ke luar (external group representative) Sebagai mengawasi hubungan antar anggota-anggota kelompok (controller of internal relationship) Bertindak sebagai pemberi gambaran/pujian atau hukuman (purveyor of rewards and punishments) Bentindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator) Merupakan bagian dari kelompok (exemplar) Merupakan lambing dari pada kelompok (symbol of the group) Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya (surrogate for individual responsibility) Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (ideologist) Bertindak sebagai seorang aya (father figure) Sebagai kambing hitam (scape goat). di mana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin. 4.

Sedangkan pemimpin adalah orang yang mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab tertentu dalam suatu organisasi atau kelompok. Dalam memajukan suatu organisasi ada beberapa ciri-ciri pemimpin yang baik yang dapat diterapkan oleh seorang pemimpin. mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan. yakni: sifat. Bagaimana cara seseorang dalam memimpin suatu organisasi tergantung pada tiga factor. tentram. Tugas pemimpin dalam kepemimpinannya meliputi . tipe kepemimpinan otoriter. Kepemimpinan merupakan bakat yang dimiliki seseorang sejak lahir. Tipe-tipe kepemimpinan pada umumnya adalah tipe kepemimpinan pribadi. tipe kepemimpinan menurut bakat. dari keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai. 11 . namun kepemimpinan tersebut juga dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman yang telah dilaluinya. Kesimpulan Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. menyelami kebutuhankebutuhan kelompok. tipe kepemimpinan demokratis. karakter dan lingkungan disekitarnya. Disamping. tipe kepemimpinan paternalistis. Tipe kepemimpinan non pribadi. serta dapat menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan. dan Laisezfaire.PENUTUP A. meyakinkan kelompoknya mengenai apaapa yang menjadi kehendak mereka. sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman. Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Sebab ke tiga faktor tersebutlah yang sangat dominan dalam menentukan tipe kepemimpinan seseorang. tipe-tipe kepemimpinan tersebut juga ada pendapat yang mengemukakan menjadi tiga tipe antara lain : Otokratis. Namun yang paling terpenting dalam menjalankan suatu organisasi adalah kemampuaan manajerial yang harus dimilikinya agar bawahan dapat melaksanakan dan mau mengerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya sebagai bawahan. dan memiliki suatu kebebsan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang memahami akan tugas dan kewajibannya. Dan idealnya seorang pemimpin harus mampu melakukan komunikasi yang efektif antara bawahan dan atasan begitu juga sebaliknya. Demokratis.

e-psikologi.id/index.DAFTAR PUSTAKA • • • http://waspada.com/journal/item/6 12 .multiply.co.php? option=com_content&view=article&id=67270:idealnya-pemimpin-dalam-suatuorganisasi&catid=68:features&Itemid=159 http://www.com/epsi/industri_detail.asp?id=295 http://kawakib06.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful