BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Setelah tahun 2000, dunia khususnya bangsa Indonesia memasuki era globalisasi, pada tahun 2003 era dimulainya pasar bebas ASEAN dimana banyak tenaga professional keluar dan masuk ke dalam negeri. Pada masa itu mulai terjadi suatu masa transisi/pergeseran pola kehidupan masyarakat dimana pola kehidupan masyarakat tradisional berubah menjadi masyarakat yang maju. Keadaan itu menyebabkan berbagai macam dampak pada aspek kehidupan masyarakat khususnya aspek kesehatan baik yang berupa masalah urbanisaasi, pencemaran, kecelakaan, banyak tindakan kekerasan, kenakalan remaja, penyalahgunaan NAPZA, tauran, penggangguran, tindak penyaluran agresifitas atau anarkis, putus sekolah, PHK, disamping meningkatnya angka kejadian penyakit klasik yang berhubungan dengan infeksi, kurang gizi, dan kurangnya pemukiman sehat bagi penduduk. Pergeseran pola nilai dalam keluarga dan umur harapan hidup yang meningkat juga menimbulkan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kelompok lanjut usia serta penyakit degeneratif. Dengan banyaknya masalahmasalah yang ada dalam keperawatan jiwa yang kini kita hadapi, maka kita perlu mengkaji ulang faktor yang mempengaruhi masalah-masalah keperawatan jiwa Telah terbukti bahwa upaya pencegahan jauh lebih baik daripada upaya pengobatan. Untuk itu masyarakat luas perlu diberikan informasi tentang kesehatan jiwa beserta permasalahan, pencegahan dan penanganannya. Upaya pelayanan kesehatan jiwa terhadap masyarakat pada saat ini tidak mungkin dilaksanakan oleh petugas kesehatan saja, tetapi perlu peran serta seluruh masyarakat dan keluarga klien untuk memfasilitasi peran aktif dari kader kesehatan dalam upaya kesehatan jiwa.

B. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. 5. 6. kesehatan jiwa dimulai masa konsepsi bagaimana cara meningkatkan masalah kesehatan jiwa ? faktor penyebab kecenderungan gangguan jiwa ? kecenderungan situasi di era globalisasi yang mempengaruhi kesehatan jiwa ? penyakit yang cenderung dalam keperawatan jiwa ? peningkatnya dalam masalah psikososial?
1

TUJUAN 1. 8. Trend dalam pelayanan keperawatan mental psikiatri C.7. 9. menjelaskan tentang masalah-masalah dalam keperawatan jiwa 2. trend bunuh diri pada anak dan remaja masalah dalam napza dan hiv/aids ? pattern of parenting dalam keperawata jiwa 10. hal-hal yang mempengaruhi kesehatan jiwa? 11. menerangakan perkembangan dalam keperawatan jiwa 2 .

Ada beberapa trend penting yang menjadi perhatian dalam keperawatan jiwa di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Beberapa kelainan neurokognitif seperti berkurangnya kemampuan dalam mempertahankan perhatian. Trend curent issue dan kecenderungan dalam keperawatan jiwa Trend atau current issue dalam keperawatan jiwa adalah masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan dan dianggap penting. misalnya. tekanan berat dalam 3 . dan fungsi-fungsi eksekusi sering dijumpai pada penderita skizofrenia. membedakan suara rangsang yang berurutan. Penelitian-penelitian berikut membuktikan bahwa kesehatan mental seseorang dimulai pada masa konsepsi. Mednick membuktikan bahwa mereka yang pada saat epidemi sedang berada pada trimester dua dalam kandungan mempunyai resiko yang leih tinggi untuk menderita skizofrenia di kemudian hari. Mednick menghidupkan kembali teori perkembangan neurokognitif. Kesehatan jiwa dimulai masa konsepsi Dahulu bila berbicara masalah kesehatan jiwa biasanya dimulai pada saat onset terjadinya sampai klien mengalami gejala-gejala. Penemuan penting ini menunjukkan bahwa lingkungan luar yang terjadi pada waktu yang tertentu dalam kandungan dapat meningkatkan risiko menderita skizofrenia.BAB II PEMBAHASAN A. Banyak penelitian yang menunjukkan adanya keterkaitan masa dalam kandungan dengan kesehatan fisik dan mental seseorang di masa yang akan datang. Perkembangan terkini menyimpulkan bahwa berbicara masalah kesehatan jiwa harus dimulai dari masa konsepsi atau bahkan harus dimulai dari masa pranikah. yang menyebutkan bahwa pada penderita skizofrenia terjadi kelainan perkembangan neurokognitif sejak dalam kandungan. Dipercaya kelainan neurokognitif di atas didapat sejak dalam kandungan dan dalam kehidupan selanjutnya diperberat oleh lingkungan. Di Indonesia banyak gangguan jiwa terjadi mulai pada usia 19 tahun dan kita jarang sekali melihat fenomena masalah sebelum anak lahir. Masalah-masalah tersebut dapat dianggap ancaman atau tantangan yang akan berdampak besar pada keperawatan jiwa baik dalam tatanan regional maupun global. working memory.

seperti mengamuk. masalah gangguan kesehatan jiwa di seluruh dunia memang sudah menjadi masalah yang sangat serius. atau masalah keluarga. Menurut data World Health Organization (WHO). WHO (2001) menyataan. Kelainan neurokognitif yang telah berkembang ini menjadi dasar dari gejala-gejala skizofrenia seperti halusinasi. Ada orang kaya yang mengalami tekanan hebat. Trend peningkatan masalah kesehatan jiwa Masalah jiwa akan meningkat di era globalisasi. trauma otak. kekacauan proses pikir. Mereka yang sebelumnya rajin bekerja. Inilah orang yang kerap mengoceh tidak karuan. dan sifatnya menjadi emosional. Neurosis menyebabkan merosotnya kinerja individu. atau terpengaruh zat-zat yang mempengaruhi fungsi otak seperti narkoba. depresi. Selain itu kasus neurosis pada anak dan remaja. gangguan tidur. Klien yang menunjukkan gejala perilaku yang abnormal secara kasat mata. disebut gangguan psikotik. Penderita tidak lagi didominasi masyarakat kelas bawah. setelah kehilangan semua harta bendanya akibat kebakaran. kalangan pejabat dan masyarakat lapisan menengah ke atas juga tersentuh gangguan psikotik dan depresif. kecemasan yang berlebihan. infeksi otak. konflik. Melihat kecenderungan penyakit jiwa pada anak dan remaja kebanyakan adalah kasus trauma fisik dan nonfisik. lilitan krisis ekonomi berkepanjangan merupakan salah satu pemicu yang memunculkan stress. Tipe gangguan jiwa yang lebih berat. 3. rajin belajar menjadi lesu. Kecenderungan faktor penyebab gangguan jiwa Terjadinya perang. dan keluhan penyakit fisik yang tidak jelas penyebabnya. juga menunjukkan kecenderungan meningkat. 2. paling tidak ada satu dari empat orang di 4 . Kasus-kasus gangguan kejiwaan yang ditangani oleh para psikiater dan dokter di RSJ menunjukkan bahwa penyakit jiwa tidak mengenal baik strata sosial maupun usia. perilaku yang aneh dan gangguan emosi. Neurosis adalah bentuk gangguan kejiwaan yang mengakibatkan penderitanya mengalami stress. Sebagai contoh jumlah penderita sakit jiwa di provinsi lain dan Daerah Istimewa Yogyakarta terus meningkat.kehidupan. waham/delusi. Trauma nonfisik bisa berbentuk musibah. kehilangan orang tua. dan melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya dan orang lain. dan berbagai gangguan kesehatan jiwa pada manusia.

WHO memperkirakan ada sekitar 450 juta orang di dunia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. (persaingan kualitas). dalam masalah keuangan. dan lain-lain). ada tiga golongan penyebab gangguan jiwa ini. kecanduan obat dan alkohol dan lain-lain. Angka ini lumayan kecil jika dibandingkan dengan upaya bunuh diri dari para penderita kejiwaan yang mencapai 20 juta jiwa setiap tahunnya. menurut Aris Sudiyanto. biologis atau organic. 4. Perawat jiwa dalam era global harus membekali diri dengan bahasa internasional. di lingkungan hidup. 5. sekitar satu juta orang diantaranya meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Secara global. Ketiga. Bukti lainnya. Namun. gangguan mental. hukum. berdasarkan data statistik. Perawat dituntut mampu memberikan askep yang profesional dan dapat mempertanggung jawabkan secara ilmiah. angka penderita gangguan kesehatan jiwa memang mengkhawatirkan. Pertama. emosional atau kejiwaan. konflik. Kecenderungan situasi di era globalisasi Perkembangan IPTEK yang begitu cepat dan perdagangan bebas sebagai ciri globalisasi. Perawat dituntut senantiasa mengembangkan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan khususnya keperawatan jiwa. hubungan antarpersonal dalam pekerjaan atau sekolah. problem orangtua. malaria dan lain-lain). gangguan sosial aau lingkungan. (Guru Besar Ilmu Kedokteran Jiwa (psikiatri) Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. karena salah dalam pola pengasuhan (pattern of parenting) hubungan yang patologis di antara anggota keluarga disebabkan frustasi. Penyebabnya dapat berupa stressor psikososial (perkawinan. skill yang tinggi dan jiwa entrepreneurship. gangguan fisik. Tenaga kesehatan (perawat “jiwa” ) harus 5 . perkembangan diri. kemampuan komunikasi dan pemanfaatan teknologi komunikasi. kelainan pada otak. Adanya gangguan kesehatan jiwa ini sebenarnya disebabkan banyak hal.dunia mengalami masalah mental. dari sekitar 450 juta orang yang mengalami gangguan mental. dan tekanan krisis. Kedua. Perubahan Orientasi Sehat Pengaruh globalisasi terhadap perkembangan pelayanan kesehatan termasuk keperawatan adalah tersedianya alternatif pelayanan dan persaingan penyelenggaraan pelayanan. faktor keluarga. penyakit infeksi (tifus. penyakit fisik. Penyebabnya antara lain berasal dari faktor keturunan. hepatitis. Penyebabnya. akan berdampak pada semua faktor termasuk kesehatan.

1999). dimana manusia itu menjadi pusat dari semua aktivitas ekonomi maupun politik diturunkan pada tujuan perkembangan diri manusia. merangsang perkembangan akal budi dan lebih jauh lagi.mempunyai standar global dalam memberikan pelayanan kesehatan. d. kuncinya : Setiap orang harus meningkatkan kualitas hidup yang dapat menjamin terciptanya kondisi sehat yang sesungguhnya. Mendorong aktivitas produktif setiap warganya dalam pekerjaannya. Empat Ciri Pembentuk Struktur Masyarakat Yang Sehat : a. Mandiri dan tidak bergantung pada orang lain merupakan orientasi paradigma kesehatan jiwa 6. Partisipasi aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat. Untuk mewujudkan struktur masyarakat sehat. indicator kesehatan jiwa di masa mendatang bukan lagi masalah klinis seperti prevalensi gangguan jiwa. mampu membuat manusia untuk mengungkapkan kebutuhan batinnya berupa seni dan perilaku normatif kolektif. Masyarakat terhindar dari sifat-sifat rakus. Suatu masyarakat yang di dalamnya tak ada seorang manusia pun yg diperalat oleh orang lain. jika tidak ingin ketinggalan. pemilikan berlebihan. eksploitatif. Oleh karena itu seharusnya tidak ada yang diperalat/ memperalat diri sendiri. melainkan berorientasi pada konteks kehidupan sosial. Ini telah menyebabkan gangguan jiwa seolah-olah bukan 6 . Penangan kesehatan jiwa bergeser dari hospital base menjad community base. tetapi kondisi optimal yang ideal dalam perilaku dan kemampuan fungsi social Paradigma sehat Depkes. Jadi konsep kesehatan jiwa buka lagi sehat atau sakit. Kondisi masyarakat yang memungkinkan orang bertindak dalam dimensi-dimensi yang dapat dipimpin dan diobservasi. Fokus kesehatan jiwa bukan hanya menangani orang sakit. narsisme. Standar pengukuran untuk kebutuhan kesehatan global secara tradisional adalah angka kematian akibat penyakit. Hal ini akan menjadi tantangan bagi ”Public Health Policy” yang secara tradisional memberi perhatian yang lebih pada penyakit infeksi. c. Kecenderungan Penyakit Masalah kesehatan jiwa akan menjadi “The global burdan of disease“ (Michard & Chaterina. b. lebih menekankan upaya proaktif untuk pencegahan daripada menunggu di RS. orientasi upaya kesehatan jiwa lebih pada pencegahan (preventif) dan promotif. tidak mendapatkan kesempatan meraup keuntungan material tanpa batas. Fenomena masalah kesehatan jiwa. melainkan pada peningkatan kualitas hidup.

Di kemudian hari. yang mengalami. Mereka juga 7 . bahkan bertahun-tahun. Ini akan membuat mereka dalam keadaan stress berkepanjangan dan berusaha untuk tidak mengalami stress yang sedemikian. mereka menjadi manusia yang tanpa alasan selalu berusaha menghindar terhadap kejadian yang mirip.masalah. Kondisi itu memang amat melumpuhkan tidak hanya ragawi. Dengan demikian mereka menjadi manusia yang invalid dalam kondisi kejiwaan dengan akibat dan resultante akhir penderita ini akan menjadi tidak produktif. banyak orang yang terpapar dengan kejadian Traumatis. pemerkosaan (banyak dialami sebagian wanita di Aceh). dan perawat psikiatri yang memadai baik dari segi kuantitas. kemiskinan. yaitu DALY (Disabilitty Adjusted Lfe Year) diketahuilah bahwa gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan utama secara internasional. maupun bencana alam. psilolog. menyaksikan kejadian-kejadian yang berupa ancaman kematian atau kematian yang sebenarnya dan mereka yang cedera serta yang dalam ancaman terhadap integritas fisik diri sendiri atau orang lain. Respons yang terjadi berupa rasa takut yang kuat serta tidak berdaya. Pengalaman trauma yang umum dialami manusia dalam kejadian sehari-hari. social Worker. Dengan adanya indikator baru. baik peperangan (memang sedang terjadi). tetapi juga kondisi kejadian masyarakat di daerah NAD. dan kejahatan. 1994). terutama terhadap kekerasan yang sebernarnya tidak akan terjadi. yaitu trauma diluar rentang. Perubahan sosial ekonomi yang amat cepat dan situasi sosial politik yang tidak menentu menyebabkan semakin tigginya angka pengangguran. sungguh mengerikan. Trauma itu merupakan sesuatu yang katastropik. gejala yang ditemukan pada mereka itu menggambarkan suatu yang stress yang terjadi berbulan-bulan. Untuk menjawab tantangan ini diperlukan tenaga-tenaga. (gempa dan bencana tsunami). Pengalaman katastropik dalam berbagai bentuk.kesehatan seperti psikiater. Padahal seperti diketahui ada diantara mereka yang berkali-kali telah mengalami pengalaman katastropik yaitu saat daerah tersebut ada dalam kondisi berlangsungnya Daerah Operasi Militer dan peristiwa-peristiwa sesudahnya. Dalam kriteria klinik seperti yang disusun dalam Diagnostic and Statical Manual Of Mental Disorder lll dan Lv serta Pedoman Pengggolongan dan Diagnosis gangguan jiwa lll di Indonesia menyatakan. sedangkan bagi anak-anak apa yang menghadapinya akan dieksperikan dengan perilaku yang kacau. Saat terjadinya tsunami di Aceh. situasi ini dapat meningkatkan angka kejadian krisis dan gangguan jiwa dalam kehidupan manusia ( Antai Otong.

dan tentang kehilangan banyak anggota keluarga sekaligus berpotensi untuk membentuk ingatan yang traumatis. kompleksitas sosial dan kultural sangat penting mengingat bahwa masyarakat telah mengalami dan menjadi saksi berbagai macam kekerasan sejak berlangsungnya operasi keamanan di daerah ini. atau siapapun juga yang melakukan wawancara dengan korban. Istilah ini merujuk pada ‚“transfer“ pengalaman traumatis yang terjadi dari orang yang secara fisik langsung mengalami peristiwa yang mengerikan kepada orang lain yang tak secara langsung mengalaminya. juga menggarisbawahi proses yang dalam studi psikologi sering disebut sebagai transference. termasuk pengalaman. pemahaman tentang trauma sebagai proses sosial dan sekaligus proses kejiwaan yang bersifat personal mutlak diperlukan untuk mencari jalan keluar dari lingkaran ingatan traumatis yang dialami oleh klien-klien yang mengalami yang mengalami bencana di seluruh penjuru Indonesia. tidur yang seharusnya kan membuat restorasi terhadap kondisi tubuh. tentang mayat-mayat yang berserakan. karena direpresi itulah maka trauma sering berlangsung secara tidak sadar dalam periode yang cukup lama. Mungkin saja mereka kan berperilaku atau merasa seakan-akan kejadian traumatis itu terjadi kmbaki. halusinasi. Akibatnya. Menariknya. Penelitian mutakhir tentang kajian trauma (trauma studies) mulai memahami bahwa trauma bukan semata-mata gejala kejiwaan yang bersifat individual. Oleh karena itu. psikiater yang terlibat dalam pembuatan Shoah. Freud memberi contoh bahwa psikoanalis juga dapat mengalami proses transference saat ia secara tak sadar melakukan identifikasi dengan korban trauma tersebut. namun yang terjadi adalah sebaliknya.menjadi manusia yang selalu bermimpi menakutkan terjadi secara berulang-ulang. dan episode kilas balik dalam bentuk disosiatif. mengatakan bahwa transference itu bisa terjadi saat psikoanalis. Dalam konteks tsunami Aceh dan bencana-bencana besar lainnya di Indonesia. ilusi. Dan. Mereka berada dalam keadaan lelah dan seakan berada dalam kondisi depresi. 8 . Trauma muncul sebagai akibat dari saling keterkaitan antara ingatan sosial dan ingatan pribadi tentang peristiwa yang mengguncang eksistensi kejiwaan. Perawat jiwa pada masa akan datang penting untuk menekuni kajian trauma. Guncangan psikologis yang disebabkan oleh ingatan mengerikan tentang gelombang tsunami. Dori Laub. Sigmund Freud sendiri pernah mengemukakan bahwa trauma adalah suatu ingatan yang direpresi.

o Penyalahgunaan Narkotika dan psikotropika. Masalah Psikososial yaitu masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai aikbat terjadinya perubahan sosial. o Masalah anak remaja (tawuran. sangat luas dan kompeks juga saling berhubungan dengan segala aspek kehidupan manusia.7. secara garis besar masalah kesehatan jiwa digolongkan menjadi : a. Mereka menjdi manusia yang invalid dlam kondisi kejiwaan dengan akibat akhir menjadi tidak produktif. b. dewasa. kenakalan). yaitu trauma di luar rentang pengalaman trauma yang umum di alami manusia dlm kejadian sehari-hari. c. pelecehan seksual. misalnya: o Masalah kesehatan jiwa yang berkaitan dengan lifecycle kehidupan manusia. trauma muncul sebagai akibat saling keterkaitan antara ingatan sosial dan ingatan pribadi tentang peristiwa yang mengguncang eksistensi kejiwaan. dan lain-lain). o Pemasungan penderita gangguan jiwa. Mengacu pada undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Ilmu Kedokteran Jiwa (psychitri). anak. o Masalah anak jalanan. 9 . mulai dari persiapan pranikah. remaja. Pemindahan tempat tinggal. hidup yaitu masalah kejiwaan yang berkait dengan makna dan nilai-nilai kehidupan manusia. Meningkatnya Masalah Psikososial Lingkup masalah kesehatan jiwa. Mengakibatkan keadaan stress berkepanjangan dan berusaha untuk tidak mengalami stress yang demikian. Masalah seksual (penyimpangan seksual. o o o Dampak dari menderita penyakit menahun yang menimbulkan disabilitas. Pemukiman yang sehat. Trauma bukan semata2 gejala kejiwaan yang bersifat individual. balita. 8. usia lanjut. anak dalam kandungan. Meningkatknya Post Traumatic Syndrome Disorder Trauma yang katastropik. misalnya : o Psikotik gelandangan (seseorang yang berkeliaran di tempat umum dan diperkirakan menderita gangguan jiwa psikotik dan dianggap mengganggu ketertiban/keamanan lingkungan). Masalah perkembangan manusia yang harmonis dan peningkatan kualitas.

sekretaris pribadi mantan Perdana Menteri Takeshita melakukan bunuh diri. dll). Sang sopir menusuk perutnya. stress di tempat kerja. Trend Bunuh Diri pada Anak dan Remaja Bunuh diri merupakan masalah psikologis dunia yang sangat mengancam Sejak tahun 1958. stress pascatrauma. o Pengungsi/imigrasi (masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya suatu perubahan sosial. 10 . ketika skandal suap perusahaan Recruits Cosmos terbongkar pada tahun 1984 atau yang paling terkenal kasus bunuh dirinya sopir pribadi mantan Perdana menteri Tanaka. Denmark. Sebagai contoh. penyerangan/penganiyaan secara fisik atau seksual.000 penduduk Jepang 25 orang diantaranya meninggal akibat bunuh diri. harakiri (menikam atau merobek perut sendiri) sering dilakukan bawahan untuk melindungi nama baik atasannya. 9. gangguan psikologis. Urutan pertama diduduki Jerman dengan angka 37 orang per 100. demi menjaga kehormatan pimpinannya. gangguan emosional. gangguan tidur. ledakan. kecemasan. dan Inggris. penelataran tidak diberi nafkah.o Tindak kekerasaan sosial (kemiskinan. Sedangkan untuk negara Austria. gangguan pada daya ingat. kekerasaan. berulangkali merasakan kembali suatu pengalaman traumatik. Masalah usia lanjut yang terisolasi (penelataran. ketika skandal suap Lockheed terbongkar. dan lain-lain. terorisme dan lain-lain). Di Amerika tiap 24 menit seorang meninggal akibat bunuh diri. Jumlah usaha bunuh diri yang sebenarnya 10 kali lebih besar dari angka tersebut. Di Benua Asia. d.000 penduduk. o Stress pascatrauma (ansietas. depresi. Kini yang mengkhawatirkan trend bunuh diri mulai tampak meningkat terjadi pada anakanak dan remaja. bencana alam. termasuk pemerkosaan. seperti cemas. perubahan minat. penyalahgunaan fisik. dan lain-lain). gangguan penyesuaian diri terhadap perubahan. depresi. rata-rata 25 orang. dari 100. korban kekerasaan pada anak dan lain-lain). tetapi cepat tertolong. Masalah kesehatan tenaga kerja ditempat kerja (kesehatan jiwa tenaga kerja. e. Jepang dan Korea termasuk Negara yang sering diberitakan bahwa warganya melakukan bunuh diri. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2003 mengungkapkan bahwa satu juta orang bunuh diri dalam setiap tahunnya atau terjadi dalam seiap 40 detiknya. Di Jepang. penurunan produktivitas.

Kondisi ini akan semakin menigkat untuk masa yang akan datang khususnya dalam era globalisasi. Masalah lainnya muncul seiring dengan merebaknya pemakaian NAPZA. dan Zat Adiktif lainnya). psikotropika. Sekarang para imperalis dan konspirasi Yahudi telah memanfaatkan energi yang tersimpan dalam generasi negeri ini (1. Menjelang tahun 2008 pertumbuhan HIV AIDS di dunia dapat mencapai 4 orang permenit. racun. sehingga dampaknya SDM Indonesia kalah dengan Malaysia yang lebih bertindak tegas terhadap pengedar dan pemakai NAPZA. mereka menuduh umat islam sebagai fundamentalis. Hal terpenting yang mendukung merebaknya NAPZA di negara kita adalah perangkat hukum yang lemah bahkan terkadang oknum aparat hukum seringkali menjadi backing. Masalah Napza dan HIV/AIDS Gangguan penggunaan zat adiktif ini sangat berkaitan dan merupakan dampak dari pembangunan serta teknologi dari suatu negara yang semakin maju. ekstrimis. Perawat merupakan komponen terbesar dari seluruh tim 11 . Gerakan konspirasi mereka telah membuat carut marut dan tercabiknya wajah kaum beragama. ditambah dengan keragu-raguan penentuan hukuman bagi pengedar dan pemakai. maka dengan ini sejalan dengan globalisasi kita berhadapan dengan dengan ideologi kafirisasi yang disebut dengan Neozionisme. Bahkan Hungtington (Misionaris Yahudi) pernah mengatakan : “Musuh Barat terbesar setelah Rusia hancur adalah Islam“. selain faktor kecelakaan. Kita semua. Dalam era globalisasi tersebut terdapat gerakan yang sangat besar yang disebut dengan istilah “Gerakan Kafirisasi“. Salah satu program mereka adalah menghancurkan islam melalui penghancuran generasi mudanya dengan cara menebarkan narkotik dan zat adiktif lainnya (NAPZA). sebuah ideologi yang ingin menciptakan tatanan dunia global yang sekuler dan terlepas sama sekali dari ajaran agama yang mereka anggap sebagai kepalsuan. Ini merupakan ancaman hilangnya kehidupan dan runtuhnya peradaban. Bila beberapa dekade yang lalu kita mengenal istilah zionisme. khususnya tim kesehatan harus merasa terpanggil menyelamatkan generasi penerus bangsa dari cangkraman NAPZA (Narkotika. utamanya umat muslim.3 juta orang pemuda) yang berusia 15-25 tahun melalui NAPZA (Narkotik dan Zat Adikif lainnya) dan telah membunuh 30 orang perbulannya. Alkohol. dan tiran.Bunuh diri juga termasuk satu dari tiga penyebab utama kematian pada usia 15-34 tahun. 10. dan dogmatis fundamentalis.

Kontrol yang tinggi adalah bagaimana anak dilatih mandiri dan mengenal disiplin di rumahnya. Contoh kontrol yang diterapkan orang tua adalah kapan anak harus bangun pagi. belajar. Anak mandiri terbiasa menyelesaikan masalahnya. teman yang menyenangkan bagi anak terutama saat rekreasi. maka upaya-upaya pengcegahan dan penatalaksanaan keperawatan menjadi hal yang sangat penting karena perawat senantiasa berada di sisi klien dalam rentang waktu yang lama di banding tim kesehatan lainnya. menggendong atau mengajak anak menjalajahi alam sambil belajar. Orang tua juga melatih anak bertanggung jawab mengerjakan tugas-tugas di rumah seperi mencuci. Kehangatan adalah bagaimana orang tua menjadi teman curhat. dan berkomunikasi. Melalui forum presentasi orientasi keperawatan jiwa kami berusaha memaparkan suatu topic dengan tema Asuhan Keperawatan pada Pengguna NAPZA. 11. dan sebagainya. Kemandirian ini menjadi hal yang sangat penting dalam kesehatan jiwa. menyiram bunga. Pola aush yang baik adalah pola asuh dimana orang tua menerapkan kehangatan tinggi yang disertai dengan kontrol yang tinggi. maka saat ini pola asuh keluarga menjadi sorotan. Adakalanya kehangatan diwujudkan dengan mendekap. Orang tua menjadi teman dalam express feeling anak sehingga anak menjadi sehat jiwanya. Pattern Of Parenting dalam Keperawata Jiwa Dengan banyaknya bunuh diri dan depresi pada anak. Kehangatan adalah upaya-upaya yang dilakukan orang tua agar anak dekat dan berani bicara pada orang tuanya pada saat anak mendapatkan masalah. ia akan memiliki self confidence yang cukup. kapan anak berlatih memakai kaos kaki sendiri. kapan belajar. Otoriter : Bila orang tua menerapkan pola asuh dengan kontrol tinggi kehangatan rendah. mencium. teman bermain. 12 .kesehatan. Tipe pola asuh :    Autoriatif : Bila orang tua menerapkan pola asuh dengan kontrol yang tinggi dan kehangatan tinggi. Permisif : Bila orang tua menerapkan pola asuh dengan kontrol rendah kehangatan tinggi. makan sendiri dan berpakaian secara mandiri.

Daya beli lemah. pendidikan rendah. lingkungan buruk. 1994). 1996). Hal ini bisa dibuktikan bahwa saat terjadi kenaikan BBM selalu dsertai dengan peningkatan dua kali lipat angka gangguan jiwa. dan fasilitas yang tersedia menantang perawat mental psikiatri dan profesi lain untuk memaksimalkan sumber-sumber yang tersedia dan 13 . Neglected : Bila orang tua menerapkan pola asuh dengan kontrol rendah kehangatan rendah. mudah terigitasi. Hal ini diperparah dengan biaya sekolah yang mahal. biaya. Trend dalam Pelayanan Keperawatan Mental Psikiatri Sejarah Keperawatan mental psikiatri muncul sebagai sebuah profesi pada awal abad ke19. Kemudian sejak tahun 1940 keperawatan mental psikiatri mulai berkembang pesat. C. 12. dan fungsi perawat serta hubungan perawat dengan profesi lain di komunitas. Hal ini terjadi sejalan dengan program deinstitusionalisasi. 1996). Deinstitusionalisasi adalah suatu program pembebasan klien gangguan jiwa kronik dari institusi rumah sakit dan mengembalikan mereka ke lingkungan rehabilitas di masyarakat (Lefley. Intervensi keperawatan yang menekankan pada aspek pencegahan dan promosi kesehatan sudah saatnya mengembangkan “community based care” (Lefley. Angka kejadian gangguan jiwa dapat diminimalkan dengan menggunakan cara-cara preventif seperti menemukan kasus-kasus secara dini. Masalah Ekonomi dan Kemiskinan Pengangguran lebih dari 40 juta orang telah menyebabkan rakyat Indonesia semakin terpuruk. tetapi pelayanan masih terpusat di Rumah Sakit (Antai Otong. kekebalan menurun dan infrastruktur yang masih rendahmenyebabkan banyaknya rakyat Indonesia yang mengalami gangguan jiwa. 1994). Masalah ekonomi merupaka masalah yang paling dominant menjadi pencetus gangguan jiwa di Indonesia. Reformasi dalam pekayanan kesehatan ini te. kurang gizi.ah menuntut perawat untuk merendefenisi perannya. peran. biaya pengobatan tak terjangkau dan penggusuran yang kerap terjadi. Kurangnya dukungan tenaga. B. Trend Pelayanan Keperawatan Mental Psikiatri Globalisasi Leininger (1973) mengemukakan 3 kunci utama dalam proses tersebut : pengalaman dan pendidikan perawat. diagnosa dini da intervensi krisis (Gerald Kaplan dikutip oleh Antai Otong.

2. 1994). 1997). Akan tetapi. 2. adalah penting untuk mengembangkan pendidikan keperawatan (Suhaemi. profesi keperawatan mental psikiatri di Indonesia telah melakukan berbagai upaya seperti membuat standar praktek keperawatan jiwa di rumah sakit. Upaya Profesi Keperawatan Mental Psikiatri di Indonesia Dalam menghadapi trend dan issue yang berkembang. 4. Di negara lain pun mempunyai kecenderungan yang sama. dan mengadakan berbagai pelatihan seperti pelatihan asuhan keperawatan jiwa dan pelatihan “clinical instructur” bagi perawat mental psikiatri. terutama keperawatan mental psikiatri yang bekerja di rumah sakit jiwa maupun di komunitas paling rendah pada level universitas (Jintana. Issue Pelayanan Keperawatan Mental Psikiatri 1. E. 14 . hasil penelitian di Ireland menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai persepsi yang salah tentang peran perawat psikiatri (Wells. Meningkatkan penelitian tentang keperawatan mental psikiatri. Fokus pelayanan keperawatan jiwa sudah saatnya berbasis pada komunitas (community based care) yang memberi penekanan pada preventif dan promotif. mungkin masih banyak yang masih perlu dibenahi dan ditingkatkan agar mampu menghadapi segala tantangan di masa depan. Sehubungan dengan hal itu. Stuart Sundeen (1998) mengemukakan bahwa hasil riset Keperawatan Jiwa masih sangat kurang. Perawat psikiatri yang ada kurang siap menghadapi pasar bebas karena pendidikan yang rendah dan belum adanya licence untuk praktek yang bisa diakui secara Internasional. D. terutama keperawatan jiwa klinik. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus menjadi perhatian profesi keperawatan mental psikiatri dalam menghadapi trend dan issue pelayanan keperawatan mental psikiatri di era globalisasi : 1. 2000).mengembangkan inovasi-inovasi baru dalam memenuhi kebuuhan masyarakat (Antai Otong. membuat model prakek keperawatan professional (MPKP) di rumah sakit jiwa. 2002).” job responsibility dan system reward di dakam pelayanan keperawatan dimana mereka bekerja (Stuart Sudeen. 3. 1998). Perbedaan peran perawat jiwa berdasarkan pendidikan dan pengalaman sering kali tidak jelas dalam “Position Description.

penyebabnya adalah karena gangguan sosial atau lingkungan yang berupa stressor psikososial yaitu masalah keuangan. Pasien cenderung tidak mampu menerima kondisi yang ada sehingga muncul suatu keinginan untuk melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab tersebut. kepercayaan. menengah maupun kelas atas. Dan dalam kasus ini pun cenderung akhir dari segala pengingkaran diri pasien adalah dengan melakukan bunuh diri. Beban hidup yang semakin berat. Seharusnya ada “licence” bagi perawat yang bekerja di pelayanan. Senin (2/8) malam.Suwarni (34). ibu rumah tangga yang tengah hamil empat bulan. Ibu Rumah Tangga Bunuh Diri Bekasi. Bekasi Timur. Dari berbagai penyebab itulah maka satu demi satu akan muncul tindakan-tindakan yang dapat dikatakan sebagai suatu penyelewengan atau pengingkaran diri akan kondisi atau kenyataan yang ada. Saat ini masalah ganguan jiwa semakin meningkat. Kompas . 15 . Jika seseorang tidak dapat beradaptasi dengan baik dalam lingkungan dan tidak dapat berusaha menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya maka seseorang akan cenderung untuk mengalami gangguan jiwa. Estin (1999). 4. Pada kasus diatas. tapi sekarang gangguan jiwa dapat menyerang baik itu orang kalangan bawah. diperkirakan menjadi salah satu penyebab bertambahnya klien gangguan jiwa. dan warga yang mendobrak pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam. perawat perlu memahami budaya. menekankan bahwa untuk membina trust dan hubungan terapeutik dengan klien dan untuk mencegah penundaan dalam mendiagnosa kebutuhan klien. dan sikap klien terhadap penyakitnya. klien yang bunuh diri tersebut. BBM dan adanya era globalisasi. Supriyono (36). Terutama karena meningkatnya harga-harga semua bahan pokok. Suwarni sudah tak bernyawa tatkala ditemukan. Tidak Punya Biaya Menyekolahkan Anak.3. Bekasi Jaya. Gangguan jiwa saat ini tidak hanya mengenai orang-orang yang merupakan kalangan kelas bawah. nilai-nilai. Ibu dua anak ini ditemukan dalam keadaan tewas oleh suaminya. Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa masalah ekonomi merupakan salah satu masalah yang paling sering menyebabkan gangguan jiwa di Indonesia. Himpitan ekonomi yang semakin besar dikarenakan penghasilan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dapat menjadi salah satu pencetus untuk seseorang bunuh diri. menenggak racun cair serangga yang menewaskannya di kamar mandi rumah kontrakannya di Kampung Pinggir Rawa RT 03 RW 03.

Tanpa dibatasi umur. tingkat pendidikan bahkan beban kerja yang dipikul bunuh diri menjadi suatu alternatif terakhir dalam menyelesaikan masalah yang dianggap berat untuk dihadapi.Bunuh diri merupakan salah satu tindakan yang menjadi trend issue dalam keperawatan jiwa. Pola pikir inilah yang seharusnya menjadi pusat garapan perawat-perawat jiwa untuk meluruskan kembali persepsi yang berkembang di masyarakat mengenai tindakan bunuh diri. 16 . Segala tindakan pencegahan dan rehabilitasi ini tentu akan terlaksana dengan dukungan dari segala pihak baik pemerintah maupun bidang kesehatan lainnya. Hal ini berguna untuk rehabilitasi pasien yang pernah mencoba untuk melakukan tindakan tersebut dan juga untuk pencegahan terjadinya tindakan ini yang semakin marak. status ekonomi.

Jika seseorang tidak dapat beradaptasi dengan baik dalam lingkungan dan tidak dapat berusaha menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya maka seseorang akan cenderung untuk mengalami gangguan jiwa. penyebabnya adalah karena gangguan sosial atau lingkungan yang berupa stressor psikososial yaitu masalah keuangan. Dan dalam kasus ini pun cenderung akhir dari segala pengingkaran diri pasien adalah dengan melakukan bunuh diri. Segala tindakan pencegahan dan rehabilitasi ini tentu akan terlaksana dengan dukungan dari segala pihak baik pemerintah maupun bidang kesehatan lainnya. menengah maupun kelas atas.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. 17 . Kesimpulan Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa masalah ekonomi merupakan salah satu masalah yang paling sering menyebabkan gangguan jiwa di Indonesia. status ekonomi. BBM dan adanya era globalisasi. tingkat pendidikan bahkan beban kerja yang dipikul bunuh diri menjadi suatu alternatif terakhir dalam menyelesaikan masalah yang dianggap berat untuk dihadapi. Bunuh diri merupakan salah satu tindakan yang menjadi trend issue dalam keperawatan jiwa. Terutama karena meningkatnya harga-harga semua bahan pokok. Pada kasus diatas. klien yang bunuh diri tersebut. Dari berbagai penyebab itulah maka satu demi satu akan muncul tindakan-tindakan yang dapat dikatakan sebagai suatu penyelewengan atau pengingkaran diri akan kondisi atau kenyataan yang ada. tapi sekarang gangguan jiwa dapat menyerang baik itu orang kalangan bawah. Hal ini berguna untuk rehabilitasi pasien yang pernah mencoba untuk melakukan tindakan tersebut dan juga untuk pencegahan terjadinya tindakan ini yang semakin marak. Pola pikir inilah yang seharusnya menjadi pusat garapan perawat-perawat jiwa untuk meluruskan kembali persepsi yang berkembang di masyarakat mengenai tindakan bunuh diri. Saat ini masalah ganguan jiwa semakin meningkat. diperkirakan menjadi salah satu penyebab bertambahnya klien gangguan jiwa. Tanpa dibatasi umur. Beban hidup yang semakin berat. Pasien cenderung tidak mampu menerima kondisi yang ada sehingga muncul suatu keinginan untuk melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab tersebut. Himpitan ekonomi yang semakin besar dikarenakan penghasilan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dapat menjadi salah satu pencetus untuk seseorang bunuh diri. Gangguan jiwa saat ini tidak hanya mengenai orang-orang yang merupakan kalangan kelas bawah.

B. 18 . Saran Seluruh perawat agar meningkatkan pemahamannya terhadap berbagai trend dan isu keperawatan jiwa di Indonesia sehingga dapat dikembeangkan dalam tatanan layanan keperawatan.

google.com www.ilmukeperawatan.DAFTAR PUSTAKA www.info www.com 19 .kafeilmu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful