P. 1
HAKEKAT BELAJAR MENGAJAR

HAKEKAT BELAJAR MENGAJAR

|Views: 312|Likes:
Published by Wise Peace

More info:

Published by: Wise Peace on Oct 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

MAKALAH HAKEKAT, CIRI, DAN KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar Dosen Pengampu : Idanoorhaida

Di Susun Oleh : Kelompok I Kelas 3C 1. Noor Faozanah 2. Uwais Qorni 3. Dhita Nurlita 4. Norma (10120164) (10120132) (10120141)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI SEMARANG 2011

Anak didik gelisah duduk berlama-lama di kursi mereka masingmasing. Sebagai guru sudah harus menyadari apa yang sebaiknya dilakukan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang dapat mengantarkan anak didik dalam mencapai tujuan pendidikan. Sebagai kegiatan yang bernilai edukatif. semua komponen pengajaran diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Disini tentu saja tugas guru berusaha menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan menyenangkan bagi semua anak didik. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didk. Dalam kegiatan belajar mengajar. ciri. Ketiga aspek ini perlu guru ketahui dan pahami guna menunjang tugas di medan pengabdian. . dan komponen. Suasana belajar yang tidak menggaiarahkan dan menyenangkan bagi anak didik biasanya lebih banyak mendatangkan kegiatan belajar mengajar yang kurang harmonis. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Kondisi ini tentu menjadi kendala yang serius bagi tercapainya tujuan pengajaran. belajar mengajar mempunyai hakikat.PENDAHULUAN Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.

. sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik dalam melakukan proses belajar. Sedangkan mengajar pada hakikatnya adalah penciptaan suatu system lingkungan yang memungkinkanterjadinya proses belajar. Misalnya. belajar dan mengajar merupakan istilah yang sudah baku dan menyatu dalam konsep pengajaran. Karena itu. mengajar pasti merupakan kegiatan yang mutlak memerlukan anak didik. belajar adalah “perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar. perubahan fisik. lalu siapa yang diajar. dan sebagainya. gila. Hakekat Belajar Mengajar Belajar dan mengajar merupakan dua hal yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan. . Dengan demikian. Dalam kegiatan belajar mengajar. hakikatbelajar mengajar adalah suatu proses.PEMBAHASAN A. yaitu proses mengatur. Pada hakekatnya. walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan termasuk kategori belajar. Pada tahap berikutnya proses belajar mengajar adalah proses memberikan bimbingan/bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar. Guru yang engajar dan anak didik yang belajar adalah dwi tunggal dalam perpisahan raga jiwa bersatu antara guru dan anak didik. mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar anak didik. mabuk. anak didik adalah sebagai subjek sekaligus menjadi objek dari kegiatan belajar mengajar. Bila tidak ada anak didik.

2. Agar dapat mencapai tujuan secara optimal. 4. Ada suatu prosedur yang direncanakan Prosedur ini didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 3. Materi harus sudah disiapkan sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Ciri-ciri Belajar Mengajar Sebagai suatu proses pengaturan. kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari cirri-ciri tertentu. Jadi tidak ada gunanya melakukan kegitan belajar mengajar kalau anak didik hanya pasif. Kegiatan belajar mengajar harus ditandai dengan suatu penggarapan materi yang khusus. aktivitas anak didik dalam hal ini. baik secara fisik maupun secara mental. Belajar harus mempunyai tujuan yakni untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembangan tertentu. Ditandai aktifitas anak didik Sebagai konsekuensi. Inilah yang dimaksud kegiatan belajar mengajar itu sadar akan tujuan. yaitu sebagai berikut: 1. aktif. bahwa anak didik merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Guru berperan sebagai pembimbing . dengan menempatkan anak didik sebagai pusat perhatian. maka dalam melakukan interaksi diperlukan prosedur atau langkah-langkah sistemayik dan relevan. Materi harus didesain sedemikian rupa sehingga cocok untuk mencapai tujuan dan juga harus memperhatikan komponen-komponen lainnya.B. 5.

Tujuan dalam KBM adalah cita-cita yang bernilai normatif. 6.Dalam peranannya sebagai pembimbing. sehingga guru akan merupakan tokoh yang dilihat dan ditiru tinhkah lakunya oleh anak didik. Setiap tujuan akan diberi waktu tertentu. 8. 3. Evaluasi Masalah evaluasi merupakan bagian penting yang tidak dapat diabaikan. kapan tujuan itu sudah harus tercapai. Ada batas waktu Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam system berkelas (kelompok anak didik). setelah guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Tujuan Pengajaran. guru harus berusaha menghidupkan dan memberi motifasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif. Suatu tujuan pengajaran adalah deskripsi tentang penampilan perilaku murid-murid yang kita harapkan setelah mereka mempelajari bahan pelajaran yang kita ajarkan. Batas waktu menjadi slah satu cirri yang tidak bisa ditinggalkan. Dalam proses belajar mengajar membutuhkan kedisiplinan Disiplin dalam kegiatan belajar mengajar diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh guru maupun anak didik dengan sadar. Penyimpangan dari prosedur berarti suatu indicator pelanggaran disiplin. Komponen Belajar Mengajar a. evaluasi harus guru lakukan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pengajaran ang telah ditentukan. 7. . Maksudnya terdapat sejumlah nilai yag harus ditanamkan pada anak didik. Guru harus siap sebagai mediator dalam segala situasi proses belajar mengajar.

Adapun sumber pelajaran dapat diperoleh melalui : Buku. gaya mengajar. Perbedaan ini mengakibatkan adanya perbedaan dalam memilih strategi belajar mengajar. c. meseum. Bahan pelajaran pelengkap / Informal : Bahan pelajaran yang dapat membuka wawasan guru atau bahan pelajaran yang bersumber dari lingkungan. proses belajar mengajar tidak akan berjalan. Karena itu. kemampuan menyajikan pelajaran. . Peserta didik e. b. media massa. Tidak harus terpaku pada suatu metode. Bahan pelajaran dibedakan menjadi dua yakni Bahan pelajaran pokok / materi formal : bahan yang menyangkut bidang study yang dipegang oleh guru (Isi pelajaran dalam buku teks atau buku paket di sekolah. d. Bahan Pelajaran (materi) Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. tanpa bahan pelajaran. dalam lingkungan dan lainnya.masing guru berbeda dalam pengalaman.Suatu tujuan pengajaran mengatakan suatu hasil yang kita harapkan dari pengajaran itu dan bukan sekedar suatu proses dari pengajaran tersebut. pengetahuan. Metode Pengajaran Metode adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. pandangan hidup dan wawasan. tetapi disesuaikan dengan situasi dan kondisi agar tercapai suatu tujuan. guru yang akan mengajar pasti memiliki dan menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikan pada anak didik. Guru Masing. perpustakaan.

1. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya.Keberhasilan program belajar mengajar tidak tergantung dari canggihnya atau tidaknya suatu media yang digunakan. dapat diketahui tujuan penggunaan evaluasi. sedalam-dalamnya. kondisi gedung dan ruang kelas. g. f. Faktor administrasi dan finansial Terdiri dari jadwal pelajaran. Tujuan khusus dari evaluasi adalah:  Merangsang kegiatan siwa . Menilai metode pembelajaran yang digunakan. Memungkiankan pendidik menilai aktifitas/pengalaman yang didapat. Evaluasi Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu oroses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Dari pengertian di atas. Tujuan umum dari evaluasi adalah: • • • Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai tujuan yang diharapkan. evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai sebagai sesuatu dalam unia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa ang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar. tetapi dari ketepatan dan keefektifan media yang digunakan. sedangkan.

 Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan  Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan. perkembangan dan bakat siswa yang bersangkutan  Memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yang diperlukan orang tua dan lembaga pendidikan  Untuk memperbaiki mutu pelajaran/ cara belajar dan metode mengajar .

Bina Aksara:Jakarta Tim Pengembangan MKPBM IKIP SEMARANG. Bina Aksara:Jakarta --------------------. Strategi Belajarmengajar I. IKIP Semarang Press:Semarang . Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta:Jakarta Roestiyah N. 1991. Syaiful Bahri dan Zain Aswan. Strategi Belajar Mengajar.1991.DAFTAR PUSTAKA Djamarah.2010.K.. 1989.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->