LAPORAN PRAKTIKUM PATOLOGI KLINIK MATERI II PEMERIKSAAN JUMLAH ERITROSIT, HEMATOKRIT, NILAI INDEKS ERTROSIT DAN HITUNG JENIS

LEUKOSIT

Asisten YONIFA ANNA WIASRI G1A008045

Disusun Oleh : Kelompok A.4

TSALASA AGUSTINA ELISABETH SERAFIYANI RIZKA DANA PRASTIWI SITI NURIKEN VICI MUHAMMAD AKBAR

G1A010078 G1A010079 G1A010080 G1A010090 G1A010091

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU – ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PURWOKERTO

2011

BAB I PENDAHULUAN

A.

Judul Pemeriksaan Jumlah Eritrosit, Hematokrit, Nilai Indeks Eriitrosit, Hitung Jenis Leukosit

B.

Hari dan Tanggal Pelaksanaan Selasa, 27 September 2011

C.

Tujuan 1. Mengetahui cara pemeriksaan jumlah eritrosit 2. Mengetahui cara pemeriksaan jumlah hematokrit dalam darah 3. Mengetahui cara menghitung nilai indeks eritrosit 4. Mengetahui pemeriksaan hitung jenis leukosit

D.

Dasar Teori 1. Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Eritrosit atau sel darah merah nampak sebagai lempengan bikonkaf dengan rata- rata diameternya 8,1 µm, ketebalan maksimum 2.7 µm dan ketebalan minimum di bagian tengah lempengan kira-kira 1.0 µm. Sel darah merah tidak berinti dan tidak dapat berproduksi atau melakukan metabolisme ekstensif. Air menempati 70% dari volume sel, dan hemoglobin (Hb) menempati 25% volume, sementara kandungan lain seperti protein dan lipid, termasuk kolesterol menempati sisa volume ( 5% ). Fungsi eritrosit adalah mengangkut oksigen yang terikat pada hemoglobin. Walaupun fungsi Hb yang utama adalah membawa oksigen dan karbokdioksida, Hb juga memerankan bagian penting dalam pengaturan keseimbangan asam-basa dalam

tubuh.(Dharmojo, 2009) Molekul Hb adalah protein gabungan dengan Bm kira-kira 64.500. dibentuk oleh dua komponen yang bersama-sama membentuk satu subunit protein gabungan, yaitu satu pigmen yang berisi besi disebut heme terikat pada satu molekul peptida yang disebut globin. Molekul Hb dari eritrosit secara fungsi dibentuk dari bentuk subunit tersebut. Dua subunit berisi satu molekul globin

ion H+ yang dilepas bergabung dengan ion bikarbonat dalam plasma membentuk asam bikarbonat. pada jaringan yang kadar oksigennya tinggi. CO2 membentuk asam bikarbonat ( H2CO3) yang berdisosiasi dalam larutan . maka eritrosit akan menanggapi naiknya kadar CO2 yang telah dihasilkan oleh metabolisme sel dengan melepaskan oksigen yang dibawanya. Bila oksigen bergabung dengan empat atom besi pertama. (Dharmojo. Setiap molekul Hb fungsional berisi empat atom besi dalam bentuk fero. Karena tekanan parsial oksigen di sekitar Hb turun. banyak CO2 diproduksi dari metabolisme seluler. Di paru-paru.yang dipola sebagai satu rantai alfa dan dua subunit lainnya berisi molekul globin yang dipola sebagai suatu rantai beta. bila molekul Hb mengikat molekul oksigen. Ph dan pCO2 berkaitan dengan kenyataan bahwa kadar CO2 bertambah. konsentrasi H+ juga bertambah. Perhatikan reaksi berikut. pH atau kadar CO2. Dengan demikian. Ini berarti bila aliran darah melalui jaringan yang kadar oksigennya rendah. komposisi ion plasma. oksigen dilepas untuk digunakan oleh sel-sel tubuh. Cara. hemoglobin eritrosit memuat oksigen. Pengatur kemampuan mengikat oksigen Hb paling penting adalah pH dan tekanan parsial CO2. dan Hb dapat bergabung dengan empat molekul oksigen. 2009) Pada jaringan perifer. Dengan demikian.Kemampuan Hb untuk bergabung dengan oksigen dan sebaliknya merupakan gambaran bahwa molekul ini sangat luar biasa dan memberikan peran berarti bagi homeostatis. Jika kadar CO2 dan H2O naik. yang diangkut ke seluruh jaringan tubuh lain.cara pengubahan pH dan pCO2 ( tekanan parsial CO2 ) mempengaruhi persen kelarutan Hb. karena darah melalui paru-paru. kalau eritrosit dengan muatan oksigennya sampai jaringan perifer. maka kemampuan Hb untuk mengikat oksigen turun. maka afinitas Hb terhadap oksigen juga turun. Dalam jaringan tubuh. Hb melepas oksigennya dengan sangat mudah. Hb cepat mengangkut oksigen. Sebaliknya. gabungan oksigen berikutnya dengan tiga atom besi sisanya sangat dipertinggi. CO2 + H2O → H2CO3 → H+ + HCO3 Keterkaitan kerja pH dan pCO2 pada kemampuan mengikat oksigen terhadap Hb dikenal dengan efek Bohr. Kemampuan untuk mengikat dan melepas oksigen dipengaruhi oleh perubahan suhu. yang kemudian melepas CO2 untuk dihembuskan. maka ia juga melepas H+ .

Lama hidup eritrosit mengikuti distribusi dengan rata-rata lama hidup kira-kira 120 hari. Pria sehat mempunyai kira-kira 5 juta eritrosit dalam setiap mm3 darah. Karenanya difusi dapat berlangsung sempurna secara cepat melalui membran-membran. menggunakan sedikit atau tekanan pada membran. yang mengkatalis reaksi berikut: CO2 + H2O-H2CO3.menjadi H+ dan HCO3. 2009) . dada. Pengaruh komulatif pemakaian dan perusakan mencapai derajad kritis bagi setiap sel. rusuk. epifisis proksimal humerus. memberi rasio luas permukaan terhadap volume sangat besar. dan femur. dan lysine dapat bergabung dengan karbonsioksida.molekul gas yang terletak di interor tak pernah jauh dari permukaan sel. Luas permukaan memungkinkan pertukaran gas cepat dari interior ke eksterior dan sebaliknya. Pada orang dewasa. Pada jaringan perifer di mana CO2 diproduksi. Konsentrasi eritrosit selalu mendekati normal. Eritrosit berisi enzim karbonat anhidrase. korpus vertebra. kira-kira pertiga CO2 dibuang dari jaringan dalam bnetuk bikarbonat terlarut. pada titik ini eritrosit dirusak dan dibersihkan dari peredaran oleh sel fagosit sistem retikuloendotelial. 2009) Bentuk eritrosit bikonkaf. karbonat anhidrase mendorong reaksi kearah kanan. Asam amino demikian seperti histide. Dalam lingkungan paru-paru di mana CO2 relatif lebih rendah dibandingkan di lingkungan jaringan.5 juta eritrosit dalam setiap mm3 darah. tubuh harus menghasilkan sel dewasa baru pada kecepatan 2 juta setiap detik. Molekul. (Dharmojo. Asam amino dalam rantai α dan rantai β molekul Hb memiliki gugus asam amino lebih ( NH2 ). (Dharmojo. setiap perubahan dari nilai normal digunakan sebagai indikator bagi beberapa gangguan . arginine. produksi eritrosit mengambil tempat di jaringan mieloid yang terletak di sumsum tulang dari tulang kranial. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoesis. Dengan demikian rendahnya pO2 dan naiknya H+ menyebabnya Hb melepas oksigen dan mengambil H+. Karbondioksida juga langsung diangkut langsung pada molekul Hb dalam membentuk gugus karbamino.wanita sehat mempunyai kira-kira 4. nilai normal konstan konsentrasi eritrosit menggambarkan kenyataan bahwa laju produksi dan dektruksi sel benar-benar seimbang. Bikonkafnya eritrosit juga memungkinkan sel untuk menata ketidakteraturan osmotik yang dapat ditanggapinya dengan melakukan perubahan volume. seperti lempeng. Untuk menjaga jumlah normal eritrosit. enzim menggerakkan reaksi ke arah kiri.

Kadar hematokrit digunakan untuk mencari nilai MCH ( Mean Corpusculum hemoglobin). hitung eritrosit lebih sukar daripada hitung leukosit. Asam asetat glasial 33.85 % (Dharmojo. Istilah lainnya nilai hematokrit adalah volume sel-sel eritrosit seluruhnya dalam 100ml darah dan din inyatakan dalam %. larutan ini tidak dapat dipergunakan karena dapat menyebabkan precipitasi protein.  Natrium klorid 0. yaitu manual dan elektronik (automatik). (Baron. Metode manual hampir sama dengan hitung leukosit.5 g. Pada keadaan hiperglobulinemia. Seperti hitung leukosit. Namun.5 g. Hitung Hematokrit Nilai hematokrit adalah volume eritrosit yang dimampatkan (packed cell volume). Merkuri klorid 0. aglutinasi. Prinsip hitung eritrosit manual adalah darah diencerkan dalam larutan isotonis untuk memudahkan menghitung eritrosit dan mencegah hemolisis. 2008) 3.5 g. 2009) 2. Dapat dipergunakan sebagai test penyaring sederhana terhadap anemia.25 g. Natrium klorid 0. Berdasarkan atas reprodusibilitas dan sederhananya pemeriksaan tersebut merupakan salah satu pemeriksaan yang paling dapat dipercaya di antara parameter lainnya. Nilai Indeks Eritrosit Tujuan dari menghitung nilai index eritrosit adalah untuk memperkirakan ukuran eritrosit rata-rata dan Banyaknya hemoglobin tiap eritrosit Nilai index eritrosit : a. Larutan ini mencegah aglutinasi dan rouleaux. aquadest 200 ml. yaitu kadar Hb dan hitung eritrosit. Satuan : femtoliter .  Larutan Gower : Natrium sulfat 12. aquadest 100 ml. yaitu menggunakan bilik hitung. rouleaux. untuk menghitung jumlah sel-sel eritrosit ada dua metode.3 ml. Larutan Pengencer yang digunakan adalah:  Larutan Hayem : Natrium sulfat 2.Hitung jumlah eritrosit Hitung eritrosit adalah jumlah eritrosit per milimeterkubik atau mikroliter dalah. Mean Corpusculer Volume (MCV) atau volume eritrosit rata-rata (VER).

sitoplasmanya homogeny ddengan inti bentuk bulat (Bellanti. Mean Corpusculer Hemoglobin Concentration (MCHC)/ Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-rata (KHER) Adalah kadar hemoglobin eritrosit yang didapat per eritrosit. dalam sitoplasmanya dan mempunyai bentuk inti yang bervariasi. yaitu : netrofil.1997) leukosit tidak memiliki hemoglobin sehingga tidak berwarna (putih). yang dalam keadaan hidup berupa tetesan setengah cair. monosit sel agak besar mengandung sitoplasma lebih banyak. yang tidak mempunyai granula. maka sel darah putih mempunyai granula spesifik (granulosit). dilihat dalam mikroskop cahaya. sitoplasma sedikit. 1993) terdapat dua jenis leukosit agranuler. Didalam darah manusia. basofil dan asidofil(eosinofil) yang dapat dibedakan dengan afinitas granula terhadap zat warna netral basa dan asam (Guyton. Hitung Jenis Leukosit Leukosit adalah sel darah yang mengandung inti. Tidak . yaitu : limfosit sel kecil. Satuan : % MCHC = Nilai normal : 32 – 37 % x 100% 4. disebut juga sel darah putih. kecuali jika diwarnai secara khusus agar dapat terlihat dibawah mikroskop.MCV = Nilai normal : 82 – 92 femtoliter x 10 b. Mean Corpusculer Hemoglobin (MCH) / Hemoglobin eritrosit rata-rata (HER) Adalah banyaknya hemoglobin per eritrosit. Terdapat tiga jenis leukosit granuler. Satuan : pikogram MCH = Nilai normal : 27 – 32 pikogram x 10 c. darah normal didapati jumlah leukosit rata-rata 400011000 sel/mm3.

basofil. 1996) . berfungsi identik dan jumlahnya konstan. Terdapat lima jenis leukosit yang bersirkulasi. yaitu: neutrofil. yang strukturnya uniform. monosit dan limfosit.tetapi leukosit bervariasi dalam struktur. dan masing-masing dengan struktur serta fungsi yang khas. fungsi dan jumlah.seperti eritrosit. eosinofil. Mereka semua berukuran lebih besar dari pada eritrosit (Sherwood.

Bahan Darah vena / Kapiler Prinsip pemeriksaan : Menghitung sel eritrosit dalam larutan yang menghancurkan sel – sel lain. Mikroskop.0 gram.Aquadest 2.Lar.0 gram.HgCl2 . : 200. Hayem tdd : . 3. Alat : Alat untuk mengambil darah vena / kapiler Hemositometer : Reagen : . : 1. Kaca penutup. .BAB II ISI A. Bilik hitung Neubauer Improve. mikroskop. Pipet Eritrtosit : pipet dengan bola merah dengan skala 0. Cara pemeriksaan : Serupa menghitung sel Leukosit : Bilik hitung yang telah ditutup dengan kaca penutup diletakkan di bawah : 5.Cari kotak kecil / kotak eritrosit ( bila menggunakan bilik hitung Neubauer Improve ada ditengah ) Gambar : .5 gram.0 ml.NaCl . Pemeriksaan Jumlah Eritrosit 1. : 0.Na2SO4 kristal .5 – 1 – 101.

. . Pembahasan x 400 x 10 (tinggi bilik hitung) x 100 Pada praktikum penghitungan jumlah eritrosit kali ini didapatkan hasil yakni jumalh eritrosit probandus terbilang normal.5 – 6.3 bulan .Teteskan ke bilik hitung lewat sela – sela kaca penutup.2 – 5.6 juta / mm3 : 4.0 – 5.< 3 bulan .pertahankan posisi pipet.Kocok dengan arah horizontal. Perhitungan : Jumlah eritrosit = jumlah eritrosit x 400 x 10 (tinggi bilik hitung) x 100 Jml kotak kecil yg dihitung Nilai rujukan : .0 juta / mm3 : 4. pipet darah sampai angka 1 ( pengencerran 100 x ) Atau sampai angka 0.Wanita dewasa .Buang 3 tetes yang pertama.6 juta / mm3 : 3.5 ( pengenceran 200 x ).9 – 5.2 – 4.2 juta / mm3 Jumlah eritrosit = jumlah eritrosit Jml kotak kecil yg dihitung = 186 x 400 x 10 x 100 16 = 4 650 000 / mm3 = Normal 5. . hisap lar Hayem sampai angka 101. Hasil Nama Probandus Umur Jenis Kelamin : Rizka Dana Prastiwi : 19 tahun : Perempuan : 4.1 tahun .5 juta / mm3 : 3.6 – 5..Pria dewasa .Dengan pipet eritrosit. hal ini sesuai dengan standar nilai normal . . Bersihkan ujung pipet. .5 juta / mm3 : 3.Bersihkan ujung pipet.12 tahun 4.

6 juta / mm3. Meski hasil yang didapat tergolong normal. Demikian pula pada wanita. kesalahankesalahan tersebut bisa saja datang dari aspek :  Alat. kali ini praktikan tidak mengalami kesulitan yang besar dalam mencari kotak hitung eritrosit seperti pada praktikum sebelumnya. yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. maka wanita itu dikatakan anemia. digunakan bilik hitung neubauer improve seperti pada penghitungan jenis leukosit pada praktikum sebelumnya.9 – 5. Pada praktikum kali ini. . Kesalahan pada pemeriksa misalnya ketidaktelitian dalam menghitung jumlah eritrosit pada mikroskop 6. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14 g/dl dan eritrosit kurang dari 41% pada pria. wanita yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dl dan eritrosit kurang dari 37%. Aplikasi Klinis a. digunakan kotak tengah pada bilik hitung untuk menghitung jumlah eritrosit. dapat dikatakan pula Anemia adalah penyakit kurang darah. maka pria tersebut dikatakan anemia. sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh Atau. kesalahan bisa juga datang dari kurang tepatnya larutan maupun sampel darah pada skala di pipet. Dalam hal ini mungkin saja terjadi kesalahan seperti pipet eritrosit yang lupa dibersihkan atau kurang bersih ketika akan dimasukkan ke dalam darah atau larutan hayem. Sel darah merah mengandung hemoglobin. tetap saja ada kemungkinan terjadi kesalahan dalam praktikum baik yang sengaja maupun tidak sengaja.  Pemeriksa. yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal.jumlah eritrosit untuk wanita yaitu 3. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah. Anemia Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlahhemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Pada praktikum kali ini.

Setiap hari tubuh kita membutuhkan sekitar 20 mg zat besi dari makanan. Namun. jika asupan zat besi berkurang. Zat besi dapat diperoleh dari sayuran hijau dan daging. mengandung 60-70% zat besi. Zat besi dalam tubuh kita berkisar 2-4 g. Perdarahan akut juga dapat menyebabkan kekurangan darah.Anemia umumnya disebabkan oleh perdarahan kronik. Kebutuhan tubuh terhadap vitamin B12 sama pentingnya dengan mineral besi. Pada saat terjadi perdarahan yang hebat. Bahkan . serta para pendonor darah yang tidak diimbangi dengan gizi yang baik dapat memiliki risiko anemia. Pengeluaran darah biasanya berlangsung sedikit demi sedikit dan dalam waktu yang lama. Perdarahan di saluran pencernaan. tetapi zat besi yang terkandung dalam sayuran lebih sulit diserap dibandingkan dengan zat besi dalam daging. Hemoglobin. kecuali dalam keadaan defisiensi unsur besi. Transfusi darah merupakan tindakan penanganan utama jika terjadi perdarahan akut. Vitamin B12 bersama besi akan berfungsi sebagai bahan pembentuk sel darah merah. meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit (trace mineral). terjadi kerusakan kelenjar secara terus menerus. Kekurangan zat besi menunjukkan bahwa tubuh kita kekurangan hemoglobin dan oksigen. Zat besi (Fe) merupakan mineral yang sangat penting bagi tubuh. kebocoran pada saringan darah di ginjal. Sedangkan pada wanita hanya 35 mg dalam setiap kilogram berat badan. besar kemungkinan akan terjadi anemia. Selain itu. dan asam folat merupakan nutrisi yang penting dalam pembentukan sel darah. yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Anemia karena defisiensi zat besi ditandai dengan adanya perubahan pada kulit. atau sekitar 50 mg dalam setiap kilogram berat badan pada pria dewasa. itu bukan berarti kita harus banyak mengonsumsi daging untuk mencukupi kebutuhan zat besi. Umumnya defisiensi zat besi disertai dengan defisiensi asam folat. Kekurangan ketiga unsur tersebut dapat menyebabkan anemia. Gizi yang buruk atau gangguan penyerapan nutrisi oleh usus juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan darah. menstruasi yang berlebihan. Demikian juga pada wanita hamil atau menyusui. seperti lidah menjadi halus. Mineral besi. mungkin gejala anemia belum tampak. Kulit tampak pucat dan kusam. Namun dari sejumlah itu hanya sekitar 2 mg saja yang diserap oleh tubuh. dan sisanya akan dibuang bersama dengan tinja. bibir dan sudut-sudut mulut tampak pecah-pecah dan berwarna kemerahan. vitamin B12. Perdarahan tersebut biasanya tidak kita sadari.

Lampu Spiritus / Vaselin g.5cm 1.000rpm h. Spuit b. dan vitamin B12 cenderung menyebabkan seseorang menjadi kurang darah (anemia). Gizi makanan sangat berkaitan dengan penyakit kurang darah. B. Konsumsi bahan makanan yang miskin akan asam folat. Kapas Alkohol d. Skala pembaca Ht Reagen Heparin ( biasanya sudah melapisi lumen pipet kapiler Ht ) 7. Alat a. mengapa masih banyak ditemukan kasus anemia karena kekurangan asam folat. sayuran hijau. Hitung Hematokrit 1.kekurangan vitamin B12 tidak hanya memicu anemia. Tabung Kecil e. Masalahnya adalah pada kadar gizi dalam makanan yang dikonsumsi. Tetapi. Torniquet c.2cm 2. b. melainkan dapat mengganggu sistem saraf. Sentrifuge yang dapat memutar dengan kecapatan 16. Pengambilan darah dilakukan. Gizi yang buruk atau malnutrisi merupakan penyebab utamanya. Gambar : . Cara Kerja a. Bahan Darah vena / Kapiler 3. Tabung kapiler diisi dengan darah samapi ¾ tabung. Asam folat termasuk nutrisi yang sangat mudah diserap oleh usus dan berlangsung di sepanjang saluran pencernaan. Asam folat dapat diperoleh dari daging. Pipet Hematokrit : Panjang : Lebar f. dan susu. besi.

Gambar : e. Panjang kolom merah dibaca dengan skala hematokrit.000 rpm selama 3-5 menit. hingga benar-benar tertutup. Di-sentrifuge dengan kecepatan 16. Ujung tabung yang kosong dibakar dengan lampu spiritus atau dengan vaselin.c. Gambar : Kontrol Hasil . Gambar : disumbat d.

Aplikasi Klinis Digunakan dalam tes sederhana untuk mengetahui penyakit anemia. Karena merujuk pada nilai normal menurut DACIE untuk wanita adalah 42 ± 5%. ( Wahyu. 6.Nilai rujukan menurut DACIE Pria Wanita Bayi baru lahir 3 Bulan 3 – 6 Bulan 10 – 12 Bulan : 42 ± 7% : 42 ± 5% : 58 ± 10% : 38 ± 6% : 40 ± 4% : 41 ± 4% Rumus penghitungan hematokrit : Ht = Panjang kolom merah x 100 % Panjang total kolom 4. 2011 ) . menunjukkan bahwa nilai Ht dari probandus adalah normal. Pembahasan Dari hasil yang didapatkan yaitu angka 41%. Hasil Data Probandus: Nama : Rizka Dana Prastiwi Jenis Kelamin : Wanita Ht = Panjang kolom merah x 100 % Panjang total kolom Ht = 41 x 100% 100 Ht = 41% 5.

Di percobaan kali ini nilai MCH dan MCHC probandus turun. Adapun nilai normal MCV yaitu 82-92 femtoliter. Pembahasan Berdasarkan pada hasil perhitungan yang didapat bahwa probandus kami pada perhitungan MCV didapat 88. dan nilai hematokrit yang sebelumnya sudah dicari dengan bilik hitung Neubauer Improve.17 femtoliter. dan MCHC 29..80 pikogram Penghitungan MCHC : MCHC = = x 100% x 100% = 29. MCH 27-32 Pikogram dan MCHC 32-37%.2 %.80 pikogram. Hasil Praktikum Penghitungan MCV : MCV = = x 10 x 10 MCHC (Mean Corpusculer Hemoglobin = 88. Bahan Menggunakan keterangan nilai eritrosit dala juta.17 femtoliter Penghitungan MCH : MCH = = x 10 x 10 = 25. Alat Kalkulator Alat Tulis 2.2 % 5. dan Concertration). MCH (Mean Corpusculum Hemoglobin). Cara Kerja Memperkirakan ukuran eritrosit rata-rata dan banyaknya hemoglobin tiap eritrosit dengan menggunakan rumus MCV (Mean Corpusculum Volume). nilai hemoglobin. 3. 4.C. MCH 25. . Nilai Indeks Eritrosit 1.

maka ia disebut macrocytic anemia (volume sel yang besar). 1. 3. Mikrositik hipokromik (MCH/MCV/MCHC rendah): .5 gram/100ml dan pada wanita-wanita sebagai hemoglobin yang kurang dari 12. Masa kehidupan normal dari sel darah merah secara khas adalah sekitar 120 hari.0 gram/100ml. Tingkat normal dari hemoglobin umumnya berbeda pada laki-laki dan wanita-wanita. Anemia pada dasarnya disebabkan melalui dua jalan-jalan dasar. Aplikasi Klinis : Anemia Anemia adalah kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. terutama MCV. Jika MCV tinggi. Sebagai kliasifikasi-klasifikasi yang lebih umum dari anemia (hemoglobin yang rendah) berdasarkan pada MCV. anemia dikategorikan sebagai microcytic anemia (volume sel yang rendah). Sel-sel darah merah dibuat di sumsum tulang (bone marrow). Segala proses yang dapat mengganggu masa kehidupan normal dari sel darah merah mungkin menyebabkan anemia. ia disebut normocytic anemia (volume sel yang normal). Definisi-definisi ini mungkin bervariasi sedikit tergantung pada acuan sumber dan laboratorium yang digunakan. anemia secara khas ditetapkan sebagai tingkat hemoglobin yang kurang dari 13. (AV Hofbrand. Anemia disebabkan: 1. Melihat pada setiap komponen-komponen dari complete blood count (CBC). 2. oleh kehilangan atau penghancuran darah. Jika MCV didalam batasan normal (80-100). Untuk laki-laki.2005) Anemia Menurut morfologi sel darah merah: 1. atau volume dari sel-sel darah merah individu. atau 2. oleh pengurangan produksi sel darah merah atau hemoglobin. Jika MCV rendah (kurang dari 80).6. dokter dapat mengumpulkan petunjuk-petunjuk seperti apa yang menjadi sebab yang paling umum untuk anemia.

thalasemi. anemia hemolitik. sideroblastik.Efek Kemotherapi . perdarahan . Non Megaloblastik . MCHC N): a. Anemia Megaloblastik . cara kerja   siapkan preparat anemia letakkan dibawah mikroskop .Hemolisis. Besi.Def vit B12 / as folat . 2002) D. Normositik normokromik (MCV/MCHC Normal): anemia aplastik.Hipotiroidisme (Hoffbrand. peny kronis 2.Synd Mielodisplastik b.Alkoholisme .anemia def. Makrositik normokromik (MCV tinggi. alat mikroskop obyek glass 2. anemia hemorragik) 3.hepar . bahan preparat anemia 3. keracunan timah.Peny. Hitung Jenis Leukosit 1.

% dikalikan jumlah jenis leukosit stab / batang Segmen Eosinofil.  hitung jenis leukosit pada preparat anemia dengan mikroskop hitung sel yang terlihat. Monosit. . Basofil Limfosit.

hasil No 1 2 3 4 5 6 Nama sel Eosinofil Basofil Staf Segmen Limffosit Monosit jumlah 10 10 100 % 8 2 4 5 12 7 60% 35% 1 2 1 Jumlah 1 % 5% 5. sedangkan pada orang dewasa kebalikannya. didapatkan eritrosit berinti lebih dari 10/100 leukosit.{% × jumlah total leukosit (sel/µl)}. Pembahasan Dari pemeriksaan jenis leukosit. Untuk mendapatkan jumlah absolute dari masing-masing jenis sel maka nilai relative yaitu. 6. Pada anak limfosit lebih banyak dari netrofil segmen. Aplikasi Klinis Leukemia Leukemia adalah suatu penyakit yang dikenal dengan adanya proliferasi neoplasitik dari sel-sel organ hemopoietik. nilai normal sel yaitu:       eosinofil :1-4% basofil :0-1% staf : 2-5 % segmen :50-70% limfosit :20-40% monosit: 1-6% hitung jenis leukosit hanya menunjukkan jumlah relative dari masing-masing jenis sel.4. dapat dilihat bahwa jumlah jenis leukosit yang paling banyak pada preparat anemia yaitu segmen. Bila pada hitung jenis leukosit. yang terjadi sebagai akibat mutasi . karena memang nilai normal segmen lebih tinggi dari pada sel-sel yang lain. maka jumlah leukosit /µl perlu dikoreksi. Hitung jumlah leukosit juga bervariasi dari satu sediaan apus kesediaan lain. Hitung jenis leukosit berbeda tergantung umur.

Leukemia merupakan keganasan hemopoietik yang mengakibatkan proliferasi klon yang abnormal dan sel bakal mengalami transformasi leukemia. kloramfenikol. Leukemia sebenarnya merupakan suatu istilah untuk beberapa jenis penyakit yang berbeda dengan manisfestasi patofiologis yang berbeda pula. Etiologi dari leukemia adalah : a. meningen. Virus e. terjadi kelainan pada diferensiasi dan pertumbuhan dari sel limfoid dan mieloid. yaitu a. b. Zat kimia ( benzene. Radiasi (selamat dari bom atom) b.somatik sel bakal (stem cell) yang akan membentuk suatu klon sel leukemia. limpa. Mulai dari yang berat dengan penekanan sumsum tulang yang berat pula seperti pada leukemia akut . terutama pada leukemia akut. Penggantian difus sumsum tulang normal oleh sel leukemia dengan akumulasi sel abnormal pada darah tepi. Faktor lingkungan ( radiasi pergion dosis tinggi disertai manifestasi leukemia yang timbul bertahun-tahun kemudian ). Obat-obatan ( misalnya agen alkilating pada pengobatan limfom ) c. pestisida. kelenjar limfe. arsen. Proliferasi ini memberikan berbagai keadaan yang sering ditemukan. dan agen antineoplastik ) d. misalnya hati. dan trombositopenia merupakan akibat yang paling penting. fenilbutazon. Kegagalan sumsum tulang dengan anemia. Faktor genetic ( kelainan kromosom ) f. Infiltrasi organ. neutropenia. dan gonad oleh sel leukemik.

homogen. kelainan proliferasi. petanda sel dan perbedaan biokimiawi terhadap sel normal. heterogen. Pada dasarnya efek patofisiologi berbagai macam leukemia akut mempunyai kemiripan tetapi sangat berbeda dengan leukemia kronik.sampai kepada penyakit dengan perjalanan yang lambat dan gejala ringan (indolent) seperti pada leukemia kronik. Akut 1) Seri mieloid : AML (Acute Myeloblastic Leukemia) a) M0 leukemia mieloblastik akut dg diferensiasi minimal b) M1  leukemia mieloblastik akut tanpa maturasi c) M2  leukemia mieloblastik akut dg maturasi d) M3  leukemia promielositik akut e) M4  leukemia mielomonositik akut f) M5a  leukemia monositik akut tanpa pematangan g) M5b  leukemia monositik akut dg pematangan h) M6  eritroleukemia i) M7  leukemia megakariositik akut 2) Seri Limfoid : ALL (Acute Lymphoblastic Leukemia) a) L1  blas kecil. sitoplasma bervariasi c) L3  blas besar. Kronik 1) Seri Mieloid . heterogen. Klasifikasi Leukemia menurut FAB : a. kelainan sitogenetik dan morfologi. sitoplasma basofilik dan bervakuola b. Kelainan yang menjadi ciri khas sel leukemia diantaranya termasuk asal mula “gugus” sel (clonal). sitoplasma sempit b) L2  blas besar. kegagalan differensiasi.

a) CML (Chronic Myelositik Leukemi) b) PV (Polisitemia Vera) c) ET (Essensial Thrombocythemia) 2) Seri Limfoid a) CLL (Chronic Lymphositic Leukemi) b) PLL (Prolimphositic Leukemia) c) HCL (Hairy Cell Leukemi) (Price. 2005) .

Pada pemeriksaan jumlah eritrosit didapatkan hasil yaitu 4. neutrofil segmen (60%). Basofil (%). sel neutrofil batang (%). Nilai normal untuk pria dewasa adalah 42 + 5 %. Pada pemeriksaan hematokrit didapatkan hasil yaitu 41%. ≈ 25.5 juta/mm3. Nilai tersebut masuk dalam kategori tidak normal dan merupakan Normositik Hipokromik. 2.8 pg untuh MCH. Pada penghitungan nilai indeks eritrosit didapatkan hasil ≈ 88. limfosit (35%).BAB III KESIMPULAN 1.999 eritrosit/mm3.17 fl untuk MCV. angka ini merupakan angka normal bagi nilai untuk ukuran wanita dewasa yaitu 4. angka tersebut tergolong normal.650. Pada hitung jenis leukosit bisa teridentifikasi Eosinofil (5%). 3.5 – 6. . dan ≈ 29 % untuk MCHC. 4. dan monosit (%).

EGC Dharmojo. D. Jakarta : EGC Hoffbrand AV.DAFTAR PUSTAKA Baron. Gangguan Sistem Hematologi. 2002. Jakarta : EGC Sherwood. Jakarta . 1993. N. Arthur C. 1996. Sylvia A. Kapita Selekta Hematologi.UGM press Guyton. Price. Patofisiologi Konsep Klinis dan Proses – Proses Penyakit Edisi 6 Volume 1.. Edisi 4. 1997. Yogyakarta . Jakarta : EGC Bellanti. 2008. Lauralee. Patologi Klinik. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Petttit JE. Moss PAH. Fisiologi Manusia. J. Prinsip-Prinsip Immunologi. 2009 . Jakarta : EGC. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful