CARA MENENTUKAN KAKI TRANSISTOR

Menentukan kaki transistor adalah teknik dasar untuk yang hobi elektronika. Hal ini ternyata gampang-gampang susah, gampangnya ya kalau sudah tahu susahnya tentu ya karena belum tahu. Bila kita telah dapat menentukan mana Basis (B), Emitor (E) dan Colector (C), berarti kita dapat mengetahui transistor itu rusak atau sudah bocor. Tadinya hal ini saya ga posting karena dalam postingan saya dah ada rangkaian elektronika yang berjudul PENGUJI TRANSISTOR dengan rangkaian ini secara otomatis kita dapat mengetahui jenis transistor dan dapat mengetahui kaki transistor serta bahan transistor tersebut,tapi buat para sahabat yang males membuat rangkaian dapat menggunakan tehnik seperti ini. Silahkan anda simak : Pertama temukan kaki BASE (B) seperti gambar dibawah ini, hal ini juga kita dapat mengetahui transistor tersebut masih baik atau rusak.

Base di kaki 2 jenis transistor NPN 3. apabila jarum bergerak ke kanan maka kaki 1 (pada probe positif) adalah emittor dan kaki 2 (pada posisi probenegatif) adalah colektor.Lakukan pengukuran seperti gambar di bawah Perhatikan penunjukkan jarum.jangan gunakan x1k atau x10k. Untuk transistor jenis PNP dapat dilakukan seperti diatas dan hasilnya kebalikan dari jenis NPN. D dan E “jalan”. A dan F “jalan”. . Atau Jika dipasang kebalikkannya (probe positif pada kaki 2 dan probe negatif pada kaki 1) dan jarum tidak bergerak. Hasil pengukuran diatas adalah : 1. A dan B “jalan”. E dan F “jalan”. berarti transistor rusak(short antar kaki-kakinya) Mencari kaki Emitor(E) dan Colektor(C) : 1. Base di kaki 1 jenis transistor NPN 2.Misal transistor yang kita gunakan jenis NPN 3. Base di kaki 1 jenis transistor PNP 5. B dan C “jalan”. Selain kombinasi di atas.Set AVO meter pada posisi x1k atau x10k 2. maka kaki 1 adalah emitter dan kaki 2 adalah kolektor. Base di kaki 2 jenis transistor PNP 6.Gunakan pada avo meter dengan skala x1 atau x10. Base di kaki 3 jenis transistor PNP 7. C dan D “jalan”. Base di kaki 3 jenis transistor NPN 4.

VWZYSZ^SZYSSZZ_WUS^S[`[S`_`SVS\S`WZYW`SaWZ_`^SZ__`[^ VSZ VS\S` WZYW`Sa S `^SZ__`[^ _W^`S TSSZ `^SZ__`[^ `W^_WTa``S\ TaS` \S^S _SSTS` SZY SW_ WTaS` ^SZYSSZ VS\S` WZYYaZSSZ `WZ _W\W^` Z SSZ SZVS_S  W^`SS `WaSZ S   _W\W^` YSTS^ VTScS Z S Z aYS `S VS\S` WZYW`Sa`^SZ__`[^`W^_WTa`S_TSS`Sa^a_S  .

aZSSZ \SVS Sb[ W`W^ VWZYSZ _SS  S`Sa SZYSZ YaZSSZ  S`Sa S_\WZYaa^SZVS`S_SVSS VSZSSZS_WVS WZ_`^SZ__`[^  VSZSSZS_WVS WZ_`^SZ__`[^  VSZ SSZS_WVS WZ_`^SZ__`[^  VSZSSZS_WVS WZ_`^SZ__`[^  VSZ SSZS_WVS WZ_`^SZ__`[^  VSZSSZS_WVS WZ_`^SZ__`[^  WSZ[TZS_VS`S_TW^S^``^SZ__`[^^a_S_[^`SZ`S^SSZ S  WZUS^S`[^VSZ[W`[^ W`.

W`W^\SVS\[__ S`Sa   _S`^SZ__`[^ SZY`SYaZSSZWZ_   SaSZ\WZYaa^SZ_W\W^`YSTS^VTScS    W^S`SZ \WZaZaSZ S^a S\STS S^a TW^YW^S W SZSZ SS S  \SVS \^[TW\[_`XSVSSW``[^VSZS \SVS\[__\^[TWZWYS`XSVSSU[W`[^`Sa SV\S_SZYWTSSZZ S\^[TW\[_`X\SVSS VSZ\^[TWZWYS`X\SVSS VSZ S^a`VSTW^YW^SSSS SVSSW``W^VSZS SVSS[W`[^  Z`a`^SZ__`[^WZ_ VS\S`VSaSZ_W\W^`VS`S_VSZS_Z SWTSSZVS^WZ_  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful