P. 1
Penemuan hukum

Penemuan hukum

|Views: 108|Likes:
Published by JhonNaga

More info:

Published by: JhonNaga on Oct 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2015

pdf

text

original

PENEMUAN HUKUM DALAM RANGKA MENGISI KEKOSONGAN HUKUM EKONOMI SYARIAH 01 LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA

Yusna Zaidah
Penulis adalab Dosen Fakultas Syariah IAlN .Antasari Banjarmasin Abstract A legal confession and development of Islamic economic legal system has positively become to better improvement stage. However this advance has not openly been followed by the development of its materiel regulation that is unlikely massive and comprehensive in our nation legal system. This fact requires the judge expertise to be able in making law through law exploration from all available legalresources in regard to accomplish necessity of law. Keywords: Ekonomi Syariah, penemnan hnkllm, ijtihod, peradilon agoma. Alamat Korespondensi: Fakultas Syariah lAIN Antasari, Jalan A. Yam Km, 4,5 Te1p/ Fax: 0511-3265783 Banjarmasin 70235.

Pendahuluan
Pengadilan merupakan tumpuan harapan terakhir pencari keadilan atau pihak pihak yang bersengketa. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, pengadilan mempunyai tugas utama, yaitu pertama, memberikan perlakuan yang adil dan manusiawi kepada pencari keadilan. Kedua, memberi pe1ayanan yang sirnpatik dan bantuan yang dipedukan bagi peneari keadilan. Ketiga, memberikan penyelesaian perkara secara efektif, efesien, tuntas dan final sehingga memuaskan kepada pihak-pihak dan masyarakat.' Pasal24 UUD 1945 menyatakan bahwa: "Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan Peradilan Umum, lingkungan Peradilan Agama, lingkungan Peradilan Militer, lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi". Sebagai salah satu pranata dalam memenuhi hajat hidup anggota masyarakat untuk menegakkan hukurn dan keadilan. Peradilan Agama mengemban tugas khusus pada bidangbidang keperdataan Islam. Pengadilan Agama berfungsi untuk rnenerima, memeriksa dan
1 ,\. Mukti .\rto, Mencan ktodiloll, Kritik rum S o/lISi terbadop Proktek Pemdilan Perdata di Indonesia, Pustaka Pclajar, Yogyakarra. 2000, hlm. 12-13.

P'I' Raja Grnfindo Pcrsadn. sedekah. tetapi juga membahas segala aspek ekonomi yang membawa kepada kesejahteraan ummat Hal itu tidak menutup kemungkinan munculnya potensi sengketa di bidang ekonomi syariah atau sengketa dalam bidang hukum ekonomi syariah. Ekonomi syariah sendiri diartikan hukum ekonomi Indonesia yang bersumber dari syariah. Untuk itu maka dituntut kesiapan lembaga tersebut dalam banyak hal. pegadaian syariah. HllkJlm Binds. hibah. dana pensiun lembaga keuangan syariah. antara lain meliputi banksyariah. reasuransi syariah. r 'olume8. . kewarisan. obligasi syariah dan surat berharga berjangka menengah syariah.SYARlAH: jUrl/olllmu Hukum No. jlllli. termasuk di dalamnya kesiapan hukum substantif atau hukum materiil yang tidak terlepas dari hukum Islam sebagai pijakan. Selain itu Peradilan Agama juga dikhususkan bagi mereka yang beragama Islam atau mereka yang menyatakan diri tunduk kepada hukum Islam.Jakarta. wasiat. infak. sebab dari jenis jenis perkara yang menjadi kewenangannya seluruhnya adalah jenis perkara yang didasarkan kepada agama Islam. Peradilan Agama diberi wewenang penuh untuk menyelesaikan sengketa-sengketa ekonomi syariah dalam bidang-bidang tersebut di atas. Kewenangan dimaksud an tara lain meliputi kewenangan terhadap jenis perkara yang disebutkan dalam Pasal49 dan 50 Undang-undang No. Kegiatan ekonomi syariah mencakup bidang ekonomi yang cukup luas sebagaimana juga yang dibicarakan dalam ekonomi modern. Dan hukum ekonomi Indonesia adalah keseluruhan kaidah kaidah dan putusan putusan hukum yang secara khusus mengatur kegiatan dan kehidupan ekonorni. zakat.' Dengan demikian. reksadana syariah. dan bisnis syariah. 2005. Zaini Asyhadi. sekuritas syariah. pembiayaan syariah. lembaga keuangan mikro syariah. Akan tetapi sarnpai saat ini hukum materiil yang jadi bahan rujukan Pengadilan Agama masih sangat kurang. Pengaturan yang dimaksud di sini adalah dalam . Ekonomi syariah tidak hanya membahas ten tang aspek perilaku manusia yang berhubungan cara mendapatkan uang dan membelanjakannya. memurus dan menyelesaikan perkara-perkara di cingkat pertama an tara orang-orang yang beragama Islam di bidang: perkawinan. 2008 79 memutus ketetapan hukum antara pihak-pihak yang bersengketa dengan putusan yang dapat menghilangkan permusuhan berdasarkan bukti-bukti dan keterangan dengan tetap mempertimbangkan dasar-dasar hukum yang ada. dan ekonomi syariah.7 tahun 1989 ten tang Peradilan Agama yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 3 tahun 2006 Pasal 49 yang berbunyi:"Pengadilan Agama bertugas dan berwenang merneriksa. him.1. wakaf. Karena pengakuan akan legalitas dan perkembangan sistem ekonorni syariah serta perluasan kewenangan tersebut tidak diikuti dengan pengembangan pengaturan hukum materiilnya dalam hukum nasional. Khusus mengenai ekonomi syariah pad a penjelasan Pasal49 huruf (i) disebutkan bahwa: ''Yang dimaksud dengan ekonorni syariah adalah perbuatan atau kegiatan usaha yang dilaksanakan menurut prinsip syariah. asuransi syariah. 31. Peradilan Agama adalah peradilan Islam di Indonesia.

Potensi Sengketa dalam Kegiatan Ekonomi Syariah Kegiatan ekonomi adalah sebuah aktivitas yang diawali dengao adaoya perjaojian atau akad. hIm. Syorioh. 4 . Dengan dernikian maka masalah atau sengketa yang timbul dan kegiatan ekonomi syariah an tara lain adalah rnasalah atau sengketa mengenai perjanjian atau akad tersebut. Selain itu potensi munculnya sengketa bisa puladisebabka'n oleh adanya perbuatan melawan hukum atau karena adanya resiko usaha (tanggung rugi)3_ Sebagai contoh misalnya pada kegiatan bank syariah. Bila kemacetan tersebut akibat kelalaian. Termasuk menyerahkan barang yang diagunkan kepada bank. maka berpotensi untuk muneulnya konflik/ sengketa antara bank dengan nasabah dalam bank syariah terkait dengan fungsi bank sebagai lembaga intermediasi yakni sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana masyarakat. sengketa yang muncul dan sering terjadi adalah pada hubungan hukum antara bank dengan nasabah penerima dana khususnya dalam kegiatan pembiayaan. __ bentuk peraturan perundang-undangan. WCJVclloJlgPeradilan Agoma Terhadat: SClIgkelo Perbollk"a/. Hal ini bisa terjadi climungkinkan karena adanya -pihak yang melakukan wan prestasi (menyalahi perjanjian). potensi terjadinya konflik atau sengketa dapat terjadi antara erniten dan penjamin pelaksana ernisi atas pelaksanaan perjanjian I LMuchsin. konflik dan sengketa . m. Pengaturan yang ada masih sangat minim dan tidak komprehensif Oleh karena itu dituntut kemarnpuan hakim untuk menggali hukum dari sumber sumber hukum yang ada dalam rangka mengisi kekosongan hukum dalam bentuk penemuan hukum. Namun bila eara cara di luar pengadilan adak dapat dicapai. karena konflik kepentingan (interest cotiflic~ dan konflik hubungan (relationship conflic~4 Misalkan adanya sengketa yang muncul dalam penyelesaian pembiayaan bermasalah (kredit macet) yang disebabkan oleh kesulitan keuangan yang dihadapi nasabah. Karena meskipun saat pernbuatan transaksi bisnis/akad pada kegiatan-kegiatan ekonomi syariah telah diupayakan seeara terericana dengan baik berdasarkan sistern analisa dan kehati-hatian yang seksama. Pcndapat yang disarnpaikan dalarn Seminar Sosialisasi Kornpilasi Hukum Ekonorni Syariah. maka bank dapat meminta agar nasabah menyelesaikan segera kredittersebut.1 80 Yusna Zaidah . 2007. Potensi konflik itu sendiri dalam realita sosial di antaranyan terjadi karena konflik data yang disebabkan lack of information. maka dengan melihat fungsi bank syariah sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana di masyararakat. tidak mungkin dapat dihindarkan sepenuhnya.kalah di sarnpaikan 'pada stadium general semester genap pada Fakultas Syariah lAIN Anrasari Banjarmasin. bukan merupakan jarninan mutlak untuk tidak terjadi masalah dan sengketa di kemudian hari. Syaifuddin. Banjarmasin.Penemuan HlIkllm dalam Rangka Mengisi KekosoJlgaJlHlIkllm Eko}]omi Syan'ah. 2004. maka bank dapat menempuh saluran penyelesaian dengan jalur hukum melalui lembaga peradilan Demikian juga pada kegiatan bisnis pasar modal. pelanggaran atau kecurangan nasabah. Dalam praktik perbankan. Bagaimanapun jelinya penyusunan rumusan perjanjian. 3.

Sifatnya adalah konfliktif konflik. him. \'013. pembiayaan syariah an tara lembaga di bidang ekonomi syariah. Sifatnya atau menyelesaikan peristiwa hukum konkrit berupa hukum oleh pembentuk dan sekaligus abstrak Dan pihak dinamakan penelitian peristiwa tidaklah dari kinerja undang-undang. Di samping itu ia juga merupakan sumber hukum. Atau antara peojamio nasabahnya pelaksana emisi dan agen penjualan 81 atau antara sebagai pasar modal emiten dan badan adrninistrasi dengan konvensiooal.37.1. Banjarmasin.L\-RI. penemuan merupakan (yang belum terjadi tetapi besar kemungkinan yang ketiga adalah dosen hukum.! hukum in concreto untuk menyelesaikan hukum. l\. hlm. 64. . 11. Ibid. Syariah. Januari-Juni 2006. Pihak kedua adalah Pembentuk undang undang menjadi sumber hukum.SYAR1AH: Jumal Ilmu Hukum No. Liberty. 1 8 'I Penemuan Seblloh PetI!. yang di dalam akad perjanjiannya usaha yang dilakukan adalah berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Sudikno Metrokusumo. him. Usaha menemukan kasus tertentu". Juni. Fak." Metode Penemuan Hukum Yang dimaksud umum pada peristiwa dengan hukum Penemuan konkrit. Yogyakarta.' hukum adalah proses pembentukan hukum bahwa oleh pihakhakim atau aparat hukum lainnya yang ditugaskan untuk untuk penerapan peraturan hukum Dati pengertian itu dapat diketahui pihak yang menernukan hukum yakoi. adalah perspektif hukum.1 rahun 6. 2008 peojamioao pialaog emisi. dan peneliti hukum tetapi menjadi sumber hukum berupa sesungguhnya doktrin yang sifatnya adalah teoritis. 10.2001.f1llIor. dalam Syariah: Jurnal 2006. Abdul Manari. Seeara garis besar seogketa di bidang ekonomi syariah yang menjadi kewenangan Agarna adalah sengketa pernbiayaan lembaga keuangan di bidang ekonomi nasabahnya. dan Pcrnikiran. hasil penemuan hukum oleh hakim adalah hukurn dituangkan dalam bentuk putusan. penemuan adalah hukum yang dituangkan dalam bentuk undang-undang atau menyelesaikan hukumnya bagian akan terjadi di waktu mendatang. Volume 2006. Jalaluddin. No. him. Selain itu bisa juga an tara perusahaan sekuritas (investor/ customer}? Hal ini terjadi pada kegiatan tapi tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada kegiatan pasar modal berbasis Peradilan syariah seperti pada obligasi syariah. September 1996. yaitu meneliti hukum klinis untuk menemukan Hikmahanto 6 Juwana. IX. No. "Sistcm Ekonomi Jakarta. Syariah" dalam Suara uldilag. 38-39. 14. Pertama adalah hakim. "Urgcnsi Pengaturan berdasarkan Hlfklllll Arbirrase Dalam UU Pasar Modal". Volume 8. dalamJlImo! Hllklllll Bisnis. efek. sengketa keuangan syariah dengan sengketa dan lembaga syariah dengan syariah antara sesama ekonomi disebutkan dan lembaga di bidang antara orang orang yang beragama tegas bahwa perbuatan/kegiatan Islam. "Rechtsvinding Method: hukum Mcrode Penemuan Hukum dalam Sistcrn Hukum Barar dan Sisrern Hukum Islam". him.

Interpretasi historis yaitu penafsiran dengan melihat latar belakang lahirnya perundangundangan atau sejarah sehingga hakirn dapat mengetahui maksud pembuatnya. penafsiran menurut sejarah penetapan peraturan perundang-undangan. Interpretasi gramatikal (penafsiran kebahasaan). 56. Lande. Ada banyak metode dalarn penemuan hukum. Interpretasi sistematis/logis (penasiran dengan melihat perundang-undangan yang lain).. . interpretasi teleologis atau sosiologis. Penafsiran didasarkan pada sejarah ini terbagi dua yaitu pertama. Mmeolllkoll Hukill» MelallliTofsirdan Fakta. 1996. Ini merupakan panafsiran sempit. at. him.. 10. adalah dengan rnencari maksud pembuat undang-undang dengan memahami arti kata yang dipergunakan dalam perumusan perundang undangan. Hal ini dilakukan agar putusan hakim selalu sesuai dengan keadaan yang ada di masyarakat atau dilakukan dengan eara mengaktualisasikan peraturan perundang-undangan yang sudah usang sihingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saar ini. mempelajari sejarah suatu kata tertentu. him. an tara lain metode interpretasi (penafsiran) dan metode argumentasilli• Penafsiran merupakan cara atau rekonstruksi pikiran. interpretasi futuris serta interpretasi restriktif dan ekstensif" . Hal ini karena peraturan hukum tersebur tidak berdiri sendiri. tetapi selalu berkaitan dengan peraturan hukum yang lain.. op.Penemuall HukJlm Da/am RaIQ1ka Mengisi Kekosongan Hukum Ekonomi S). interpretasi sisternatis. 1985. '" John Z. Hal itu dilakukan antara lain dengan cara membandingkan antara beberapa peraturan perundang-undangan yang diduga mengandung kesamaan. Hal ini dilakukan karena bahasa yang digunakan dalam peraturan perundangundangan tidak jelas atau mengandung pengertian yang beraneka ragam.oriah . Alasan atau pertimbangan-pertimbangan yang umumnya digunakan hakim dalam menyelesaikan hukum dari suatu peristiwa konkrit tertentu. Jakarta. Ini merupakan penafsiran luas yakni dengan menye1ediki asal usul sampai berlakunya peraturan perundangundangan dalam masyarakat saat ini.82 Yusna Zaidah . Interpretasi teleologis atau sosiologis (penafsiran didasarkan pada eara rnencari tujuan pembentukan perundangan-undangao yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat atau peoerimaan masyarakat). Kedua. penafsiran menurut sejarah hukum (recbts bistoriscbe interpretatie). coeok bila diterapkan pada peristiwa hukum konkrit. meminta keterangan ahli bahasa. Penafsiran antisipatif atau futuristis (dicari pemecahan melalui peraturan yang belum mempunyai kekuatanberlaku. PT Bina Karyn. " Sudikno Merokusumo. Maka hakim wajib mencari arti kata menurut kelaziman dengan menggunakan kamus bahasa. interpretasi historis. metode interpretasi dibedakan menjadi interpretasi gramatikal. yakni penafsiran yang hanya menyelidikimaksud pembuat undang-undang rnenerapkan pera turan perundang-undangan. misalnya melalui rancangan undang-undang). interpretasi komparatif. Atau berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan bersarnaan untuk mencapai tujuan agar maksud suatu kaidah atau norma undang-undangyang sebelumnya tidak jelas menjadi tepat.

" sungguh dengan (ahli hukum) mempergunakan hukum dikenal dengan istilah b·tihad. Kinet]« Tekllis Penenura» Hllklllll. op. him. 1982. him. l 64. Jadi peristiwa yang serupa atau mirip dengan yang diarur UU sarna.. Unlarn Banjarrnasin. " Ibid. syarat untuk merurnuskan yang tidak ada ketentuannya disebut dengan di dalam Alqurandan Sunnah Rasulullah. 2008 83 hukum analogi Sedangkan metode argWn~ntasi adalah suatu cara yang dilakukan untuk menemukan suatu peritiwa konkrit yang tidak jelas diatur dalam undang-undang yang secara khusus mengarurnya". Timbulnya bahwa peraturan perundangMaka dengan metode sangat luas dan terlalu umum. Artinya peristiwa konkrit harus diterjemahkan sebuah peristiwa dikonfirrnasi agar ketentuan yang ada bisa '!)Ionlo/. Perkataan artinya bersungguh kemampuan sungguh atau mencurahkan ijtihad segala Dalam hubungannya segenap dengan hukum. sehingga pada peristiwa yang serupa. Program Magister Ilmu I Iukurn. II. begitu pula dasar hukum yang akan diterapkan untuk kasus dimaksud. Konkritnya mengkonfirrnasikan peristiwa tertentu atas peristiwa tersebut dengan suatu ketentuan hukum hukum yang harus diterapkan atas peristiwa akan jelas bagaimana (kasus) yang bersangkutan. 2003. Peristiwanya dengan demikian harus jelas. t 61. ukuran yang dijadikan penyelesaian adalah apa yang seharusnya 15 Di dalarn ajaran Islam penemuan (bahasa arab) berasal dari kata jahada daya dalam berusaha. ke dalam bahasa hukurn dapat dikualifikasikan sebagai das sein (yang senyatanya) sedangkan pengaturan undang-undang merupakan das sollen (yang seharusnya). •2 1. 2. ijtihad adalah usaha yang sungguhyang ada dan dilakukan oleh orang garis hukum yang belum jelas atau Orang yang berijtihad yang rnernenuhi mujtahid . Ibid. sehingga soot untuk diterapkan penyempitan atau penyimpangan-penyimpangan kinerja untuk menterjemahkan mencari kualifikasi. Othman Ishak.1 Sudikno Mertokusumo. him. him. 1. adalah dengan dengan hukum hukum ini hakirn melakukan Karena pada dasarnya proses untuk mencari peraturan konfirmasi Dengan atau dasar hukum itu rnerupakan peritsiwa ke dalam bahasa hukum. sejenis. •. ['ollime8. Kernudian metode penyempitan hukum (rechtsve1f!jniniJ yaitu penyempitan teori ini didasarkan pada kenyataan undangan kadang-kadang mencakup pengertian dan ruang lingkup pengecualian pengecualian aturan hukum karena terlalu luas atau umum. at.. Kuala Lumpur. yang bersifat urnurn!'. Ketika sebuah peristiwa hukum terjadi.Sl'ARlAH: Jumal Ilmu Hukum No. atau mirip dengan permasalahan yang undanfg itu". !Pihod do/am Pmmdallgoll [slallJ. . baru dati peraturan-peraturan pada peristiwa konkrit tertentu. yang merupakan cara memperluas dapat diterapkan didalam undang diperlakukan Untuk itu digunakan upaya hakim untuk menerapkan undang-undang dengan merode argumentasi atau tidak ada peraturan pada peristiwa konkrit dengan permasalahan dan ruang lingkup yang diarur dalarn undang-undang. Hal ini dapat dipahami karena peraturan atau dasar hukum Suatu peristiwa hanya dapat diterapkan menjadi yang kernudian atas suatu peristiwa hukum hukum. membuat yang ada dalarn peraturan. Juni. Syarnsul Wahidin.1. yang sudah jelas mengatur.

al-masalib a/ mursalab.• hlrn. op. Daud xu. dan juga selaras dengan aparat 17 M.102." Menurut Muhammad Taqiy al-Hakim definisi yang paling mendekati (kebenaran) adalah definisi istihsan menurut ulama Malikiyah.. yaitu: Berpa/ing kepada kemash/ahatan dan keadi/an. hIm.84 Yusna Zaidah ." Bagi ulama yang menggunakan gias sebagai hujjah mereka di dasarkan pada pada ayat Alquran dengan cata penunjukkannya (/J/qjb al-istidial). cit. " Muhammad Daud Ali. 130. Yogl'akarta. Ada beberapa metode atau cara dalarn melakukan ijtihad. Dengan demikian kebaikan yang dimaksud berukuran pada akal atau pendapat mujtahid. 124. Jath Mubarok. Cara atau metode pertama adalah dengan qias yairu dengan menyamakan hukum suatu hal yang tidak terdapat ketentuannya di dalam Alquran dan Sunnah Rasulullah dengan hal lain yang hukumnya disebut dalam Alquran dan Sunnah Rasulullah (yang terdapat dalam kitab kitab hadis) karena persamaan iI/at (penyebab atau alasan) nya. istisbab. Namun khusus untuk rnenyelesaikan suatu sengketa atau persoalan yang di dalam Alquran dan Sunnah tidak terdapat ketentuan hukumnya. Ali. 110. IIukum 2000. .. Reyna. Daud Jakarta. ~" Ibid.• him. dt. 326. yakni menentukan hukum dengan cara menyimpang dari ketentuan yang sudah ada demi keadilan dan kepentingan sosial.Penemean Hukum Data»: RaJ/gka Mengisi KekoJoJtgon Hukum Ekollomi Syorioh . q!yas. yaitu Alquran. op. 1%3. dan ijmak. dengan ukuran bahwa bila sesuatu yang baik menurut mujtahid adalah baik. P'l' Raja Grafindo. cit. him. 123. him. 2000.. hlrn. Alquran telah memberikan batasan umum seperti larangan untuk melakukan kerusakan yang mencakup pada semua satuannva?". Hal ini akan dicapai keselarasan antara hukum rnateriil yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam dengan lembaga peradilan agama yang merupakan representasi lembaga Peradilan Islam. al-Usblll al. him. ~I Metodologi ljtibad HlIklllJl Islalll. "' jaih Mubarak. Berikutnya adalah penemuan hukum dengan istihsan. istidal. antara lain adalah jjmak. wi dan lain-lain!".24 Sumber-Sumber Penemuan Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Pengadilan Agama Pemilihan lembaga Peradilan Agama dalarn penyelesaian sengketa bisnis (ekonomi) syariah merupakan pilihan yang tepat dan bijaksana. 100 . hadis dan ijmak sahabat. dari segi teknik ijtihad yang digunakan adalah ijtihad qiyasi dengan cara yang digunakan ulama yakni q!yas dan istibsan'".22 Adapula yang mengartikan istibsan adalah sebagai "memandang baik terhadap sesuatu". Ibid. M. dan sebaliknya. UTI Press. as Sunnah. lOS. 109.P Ulama menjelaskan bahwa lafazh istibsan terdapat dalam riga dasar hukum.AII/Illat Ii al-Fiqb al Mnqan». Islam Pcnganrar Ilmu I-Iukum dan Tara IIukum Islam di Indonesia. Penggunaan q!yas sebagai metode ijtihad juga didasarkan kenyataan dalam hidup bahwa Alquran memang tidak mengatur segalanya dalam artian teknis.. I. istibsau. Dar al Andalus. Taqiy 22 Muhammad aI-I Iakim. Sedangkan dalam dimensi nilai. him. sesuatu yang jelek menurut pandangan mujtahid adalah jelek. 2' op.

Dengan demikian. Banjarrnasin. hlm. Kernudian bagaimana cara menerapkan ketentuan itu ke dalam peristiwa direkonstruksi dan peristiwa yang dimintakan putusannya. Karena hal ini te1ah dijustifikasi melalui kere1aan para pihak untuk tunduk pada aturan syariat Islam dengan menuangkan dalam klausula kontrak yang disepakati. "Sistern Ekonomi Berdasarkan Syariah" dalam SI. hlrn.H JIIT/lOllIlnIl Huiuo». hal ini karena belum ada aturan hukum yang mengatur masalah terse but secara konkrit. jUfli. 2005. 106. Dengan demikian dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah metode yang digunakan hakirn dalam menemukan hukum adalah dengan menggunakan metode argumentasi. Sernentara itu hal-hal yang berkaitan dengan kendala-kendala yang dihadapi oleh Peradilan Agama pada dasarnya tidak berbenturan dengan asas personalitas keislarnan yang melekat pada Peradilan Agama. MA-RI. Karena hakim dalam hal ini menghadapi kekosongan hukum.oro Uldilog. ~ Sudikno Mcrtokusumo. Volume 7. [X.. Untuk itu. Untuk mencari aturan hukum yang dapat dikonfirmasi pada peristiwa konkrit dan kernudian dikonfirmasi lagi menjadi peristiwa hukum tersebut. hlm. Abdul Manan. op. ~7 Sudikno Mcrrokusurno. "Peranan Hakim Pcngadilan Agama Dalam Membentuk Hukurn Ekonomi Syariah Matcriil melalui Yurisprudcnsi". Jakarta. No. Volume 8. Semen tara untuk sengketa ekonomi syariah hal tersebut belumlah memadai. him.4 tahun 2004 ten tang Pokok Pokok Kekuasaan Kehakiman hakim tidak boleh menolak perkara yang diajukan kepadanya dengan alasan tidak ada hukum yang mengatur atau hukum yang mengatur tidak lengkap. LUN Anrasari. Vol 3. Liberty. Peil(rmllOII HuklllJl . memeriksa dan memutus perkara yang diajukan kepadanya meskipun aturan hukum untuk itu belum lengkap".1.. karena saat ini ia dituntut bukan hanya memahami dan menerapkan hukum keluarga tapi dituntut pula untuk memahami dan menerapkan hukum ekonomi syariah yang terus berkembang dan makin komplek". Nomer 1. Ini adalah sebuah tantangan besar bagi hakim di lingkungan Peradilan Agama.. Kegiatan yang tetpenting di antara empat kegiatan tersebut adalah kegiatan mengadili atau mernberikan keadilan kepada pencari keadilan. 89. Oleh karena ini merupakan konsekwensi logis kedudukan hakim yang bertugas menerima.1B. 2008 85 hukumnya yang beragama Islam serta menguasai hukum Islam. :!5 . MmgeJJoi Hllkllm. 25 Dalam mengadili suatu sengketa ada empat kegiatan yang dilakukan oleh pengadilan yakni menerima perkara. hakim ataupenernu hukum harus mencari di dalam sumber-sumber hukum yang secara herarkis telah ditentukan menjadi sumber hukum dalam arti formal". merneriksa perkara. September 2006. 2006. "" Ridwan Khaitandy. Fakulras Syariah.Juni 2007. dalam SYARIA.S'r'ARIAH: [urna! IImu Hukum No. Khusus untuk hakim di lingkungan Peradilan Agama dalam mengadili perkara niaga (ekonomi) atau sengketa bidang ekonomi syariah saat ini belum memiliki pijakan hukum materiil yang memadai. memeriksa dan mengadili setiap perkara yang diajukan kepadanya. mengadili dan menyelesaikan. Karena pada dasarnya berdasarkan ketentuan Pasal 16 Undang Undang No. dt. Yogyakarra. hakim haruslah tetap rnenerima. 33.

Dar al-Fikr. . A Beberapn Mosa/ah Hlik/lllJ rio/tim Praktek EkiJnolni Sj'ariah. Cct. 'Nadhariyyatul al-uqud al-syariyyah". dari nilai nilai tersebut tumbuhlah hukum. Alquran telah rnemberikan batasan umum. Disarnpaikan pada Rapar Kerja Mahkamah Agung RI dengan Jajaran Pcngadilan Empar Lingkungan Pcradilan scluruh Indonesia rabun 2006.86 Yusna Zaidah . dan fikih Muamalah'" Pertama adalah isi perjanjian. Dengan pula penggunaan ijtihad dengan berbagai metode dapat diterapkan di sini. III. perikatan dan permufakatan (al-ittifaq). Terutama dengan metode qiyas. at:/iqb at I. Karena pada dasarnya q!yos berbeda dengan interpretasi.dalJ1i).Jadi pada dasarnya q!yos merupakan perluasan dari hukum yang ada. Kata aqad secara etimologis berarti perjanjian. 80-81.Taufiq. Lihar juga 1·1. Apalagi kalau melihat sengketa ekonomi syariah yang seharusnya didasarkan kepada hukum ekonomi syariah yangmasih dalam bentuk hukum Islam yang kontemporer dan belum ada hukum materiilnya dalam bentuk hukum nasional. yurisprudensi. Maka isi perjanjian didahulukan dari pad a undangundang.. kebiasaan. Oleh karena itu q!yas berada di luar kerangka interpretasi. Alquran memakai kata ini dalam arti perikatan dan perjanjian". karena q!yos sebagai metode ijtihad juga didasarkan kenyataan daJam hidup bahwa Alquranmemang tidak mengatur segalanya dalam arcian teknis. 2006.. Q!Yos lebih berkaitan dengan perluasan makna suatu dalil kepada kasus kasus yang tidak disinggung dalam makna bahasanya. Sesuai dengan kaidah lex speciolis derogat lex generalis. 01. yaitu akad (al-aqdll) dan kata al-abdu. Jilid [V. . Kedudukan perjanjian sarna dengan kedudukan undangundang. Sedangkan dalam dirnensi nilai.~\Ibid. Di dalam Islam sebagaimana dinyatakan dalam Alquran. Kedudukan perjanjian lebih khusus dibandingkan dengan isi undang-undang. him. op. Fatwa DSN. sosial. 1989. him. 2'> Jalaluddin. setidaknya ada dua istilah yang berkaitan dengan perjanjian. Oleh karena itu dalam rangka untuk mengisi kekosongan hukum tersebut ada ahli yang mencoba menawarkan. him.Pellemllan Hllkum Do/am Ral1gka Mellgisi Kekosol1gan Hukum Ekoll0mi Syariah . Secara organis nilai-nilai etis itu berhubungan langsung dengan hukum karena hukum dirumuskan dari nilai-nilai etis tersebut". undang-undang.· bdul Manan. Dengan demikian diternukan hukum untuk kasus yang dihadapi". II 1·1. 12. Mcsir.. l1 Wahbah Zuhaili. 94. him. Qjyas secara jela difungsikan untuk menentukan 'illa: yang sarna antara dua kasus yang salah satu kasus tidak disinggung oleh da1il.JPaAdi/lalllh. Kareoa hukum merupakan bagian akhir dari mata rantai sistem tersebut dan ia mengatur semua pranata agama. 11. Fazlurrahman sebagaimana dikucip Jalaluddin mengemukakan bahwa nilai-nilai etis Alquran itu merupakan poros yang penting dari keseluruhan sistern. Hukum material dimaksud bersumber kepada isi perjanjian. dalarn SlIom Uldi/og. bisa saja terjadi hakim selalu melakukan penemuan hukum tiap kali menghadapi perkara ekonomi syariah. bahwa untuk sementara sumber hukum materiil yang digunakan dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah bisa dijadikan bahan pertimbangan. politik dan bahkan ekonomi masyarakat..

up. cit. sehingga pada umumnya sukar untuk menggalinya. him. Oleh karena itu yurisprudensi merupakan produk yudikatif berupa putusan yang memiliki kekuatan berlaku untuk dilaksanakan setelah putusan itu mernpunyai hukum tetap. Riduan Syahrani. J. maka selanjutnya ia dapat berfungsi sebagai sumber hukum" Dan yurisprudensi tersebut dapat dibentuk kaidah-kaidah hukum untuk selanjutnya menjadi materi dari hukum materiil" sehingga yurisprudensi diharapkan dapat mengisi kekosongan undang-undang dan sekaligus menjadi jernbatan antara tuntutan perubahan kemajuan dan keterringgalan kodifikasi peraturan perundang-undangan. I'T Citra Adirya bakti. 2004. 'o!l/me8. Selanjutnya adalah dengan melihat kebiasaan. op. Pemndangan-Illldongan (dosar. hlm. Jakarta. Perjanjian internasional disebut juga dengan traktat yang diartikan dengan"perjanjian yang diadakan oleh dua negara atau lebih"40. 1999.jmis dan /eknik adalah I-Iai orang-orang yang berirnan.. Prcnada Media. ). hlrn. Yuruprudessi... 115 . hukum kebiasaan mengalahkann undang undang yang bersifat pelengkap" Karena sifatnya tidak tertulis.1 ' lO )'> Ahmad Kamil dan M.. him. . )<j op. 116. Juga karena hukum kebiasaan beraneka ragam maka kiasaan terkadang kurang memberikan kepastian hukum".I Arnirocddin Sjarif. Fauzan. Dimaksud undang-undang atau peraturan perundang-undangan adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peraturan tertulis yang dibuat oleh penguasa. Koidob-koidab H/lkIllH Sudikno Mertokusumo. Amiroeddin Syarif.1. lIIe1l1bIlO/J!)'O) Bina Aksara. rechtspraak) yaitu pdaksanaan hukum dalam hal konkrit terjadi tuntutan hak yang dijalankan oleh suatu badan yang berdiri sendiri dan diadakan oleh negara serta bebas dari pengaruh apa atau siapapun dengan memberikan putusan yang bersifat mengikat dan berwibawa.kIJJJIOl1 Intisari lIm/l HllklJJJ/. 1987.Bila traktat tersebut dilakukan oleh dua negara saja dinamakan dengan perjanjian bilateral dan apabila dilakukan oleh lebih dari dua negara maka dinamakan dengan perjanjian multilateral. 50.. Bila putusan itu telah dilaksanakan.Slj4RIAI-I: jurna! IImu I-Iukum No. yakni perilaku yang diulang. dan ulil amri di antara kamu . at.''. '" Ibid. 113. Rolll. Jakarra. 117. 2008 87 Sumber kedua adalah undang-undang atau peraturan perundang-undangan.. Tetapi dalam keadaan tertentu hukum kebiasaan mengalahkan undang-undang. Kebiasaan baru bisa menjadi hukum apabila kebiasaan dimaksud menimbulkan keyakinan umum (opini necissitatis) bahwa perilaku yang diulang itu memang patut secara obyektif dilakukan. hlrn. bahwa dengan melakukan perilaku itu berkeyakinan melakukan suatu kewajiban hukum" Hukum kebiasaan pada umumnya melengkapi undang-undang dan tidak dapat mengesampingkan undang-undang. rnaka hukum kebiasaan tidak dirumuskan secara [elas. . 5. jUlli. him. Ibid.. ~J J. Makna ayat tcrscbur raarilah Allah dan taatilah Rasul (nya).33 Di dalam Islam keberadaan undang-undang sebagai salah satu sumber dalam penemuan hukum sesuai dengan firman Allah dalam surah an-Nisa ayat 593~ Pedoman yang ketiga adalah yurisprudensi yang diartikan dengan peradilan pada umumnya (judicature.

51. . Untuk itu maka dituntut kesiapan lembaga tersebut dalam banyak hal. PT. _____ :.. 16-17 Maret 2007."Peranan Hukum Dalam penanggulangan Konflik Sosial". Hllkll'" Isla»: Pmgol1lor Ilmll Hllkllll! dan Tala Hllkllm Islam di lndonesio. Namun karena hukum itu belum terwujud maka dituntut kemampuan hakim untuk menggali hukum dari sumber-sumber hukum yang ada dalam rangka mengisi kekosongan hukum. dalam Syariah Jurnal Hukum dan Pemikiran. 2002. pinjam meminjam.Jakarta. Jakarta. 2000. Muhammad Ali. Basiq. Htlkum Bisnis. PT. Banjarmasin. Kencana Pranada MG. Peradilan Agama mengemban tugas khusus pada bidangbidang kepeidataan Islam an tara lain bidang ekonomi syariah. Kewenangan ill bidang ekonomi syariah bagi Pengadilan Agama tersebut harus diikuti oleh pengaturan hukum materiilnya dalam hukum nasional.januari-Juni 2002. Daftar Pustaka Abdurrahman.jakarta. hIm.agrafindo. PT. perserikatan dan sebagainya ".88 Yusna Zaidah . Kesimpulan Di akhir tulisan ini penulis mencoba menyimpulkan beberapa hal yakni: Sebagai salah satu pranata dalam mernenuhi hajat hidup anggota masyarakat untuk menegakkan hukum dan keadilan. Dewan Syariah Nasional adalah institusi di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jakarta. Peradilan Agama di Indonesia. . Daud. Kemudian juga dapar ill jadikan sumber penemuan hukum adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. Zaini. Direktorat Pek Indonesia dan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi UII. Masalah-masalab Hukum Dalam Felaksanaan Ekonomi Syariah. Ra. J I. Cisarua Bogor. sewa menyewa.. UII. Hlikum Islam (pengantar Jlmfl H"k1lm dan Tata Hukum Islam di Indonesia). 2005. Selain hal hal ill atas yang juga bisa dijadikan dasar penyelesaian ekonomi syariah adalah fikih Islam bidang muamalah adalah mengatur tentang hukum kebendaan dan hak hak atas benda. Rajagrafindo. tata hubungan manusia dalam soal jual beli. Asyhadi. Dengan kata lain dituntut kemampuan hakim untuk melakukan penemuan hukum dengan metode argumentasi.. Jakarta. Djalil. Raja Grafindo Persada. (Makalah pada rapat kerja kelompok perdata agama Mahkamah Agung Rl). 2000. 2004 . Text Book Ekonomi Islam. A. Nomor 1 tahun 2. Muhammad Daud Ali. Penemuan Hukum Dalam Rangka Mcngisi Kekosollgall Hukum Ekonomi Syariah . 2007.

Zuhaili. 2002. 2006. Manari. Vol 3. 1999. Prenada Media. Penermsan Hukum S ebuab Pengantar. Soemitro.Jilid 2003. JUlli. Cet. Pustaka. 2006 . Kaidab-haidah ·2004. Abdul Kadir. Jaih. Citra Aditya. Keuangan L. Jakarta. Penmdangan-undangan (dasar. 2006. Volume 14. Metrokusumo. Abdul. Mesir. Perbanhan di Indodan Takcifit~PT. Dar al-Fikr. September 2006. Kasmir. Jakarta. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Karnil. M. Ihkwan. PT. Pustaka Utama Grafit. Ka'bah. HuklltJI Bisnis. dalam jurnal Hukum Bisnis. Fathurrahrnan. &ngkllman Intisari ilmu hllk/lm. 1989. Munir. bandung.aimrya. al-fiqh allslam!J Iva Adillatllh. Raja Grafindo Persada. MA·. . Muhammad. (Makalah disampaikan pada Pelatihan Ekonomin Syariah)Banjarmasin. Vol 3. Yogyakarta. Faisal.Jakarta. 2003. Citra Aditya. 2007. No. Sjarif.Jakarta.. Riduan. 1999. Perbankan Islam dan kedudukantrya dalam tata Hukum nesia. Asas Asas Perbankan Islam dan lembaga lembaga Terkait(Bamui Raja Grafindo Perkasa. 2001. Bank dan Lmbaga hllkum Yurisprudensi. Warkum. IV. PerkembclIIgatl Hllkllm Bi. 2006. PT. Jakarta. Liberty. dalam Suara Uldilag. Sjahdeini. Jakarta. Sudarsono. Jakarta. Lembaga Ket/angan dan Sam. Bandung. volume 8. Mahkamah Agung RI (rim Penyusun). Bina Aksara. Mubarok. Pokja Perdata. IX.Jogjakarta. 2008 89 Fuadi. "Nadhariyyatul al-uqud al-syariyyah". "Lembaga Keuangan Syariah di InClone~ia" dalam SHam U/dilag. Syahrani. Taufiq. Ekonosia. . Segi HlIkum Pembiqyaan. Dewan Syariah Nasional dan Bang Indonesia.rnis Syariah di Indonesia. Jakarta. 2002.jenis dan teknik membllatf!JIa). ~ . 1987. ~. Rifyal. 1996. Ahmad dan M. Praktek Ekonomi Syariah di Indonesia. Draft Kompilasi Htlklfm Islam (NaskahAkademik). MA-RI. Hikmahamto. Fuadi. Wahbah. Citra Aditya bakti. Himpunan Fatwa douan Syariah Nasional (Edisi kedua. Amiroedclin. "Sistem Ekonomi berdasarkan Syariah" dalam Suara "ldilag.1.Jakarta. PT. Heri. Jamil. Fauzan. SH dan Rilda Murniati. Raja Grafindo. Juwana. Sutan Remy. Kaidab Fiqh (Sejarah dan Kaidab Asasi). IX. September 2006. "U rgensi Pengaturan Arbitrase Dalam UU Pasar Modal".SYARlAH: Jurllal IImu Hukum No.Jakarta. RI. Sudikno. III. 2000. Bandung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->