P. 1
Makala h

Makala h

|Views: 117|Likes:

More info:

Published by: Siska Christi Hapsari on Oct 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjkl Makalah : Budaya daerah untuk memperkokoh ketahanan budaya zxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbn Nasional mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwer

tyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiop asdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfgh jklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv bnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq Siska Christi Hapsari 1EA26 wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyu 16211787 iopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd christisiska@yahoo.com fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklz siskachristi.blogspot.com xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbn mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwer tyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiopasdf ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklz xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbn
1

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan Makalah tentang Peran budaya daerah untuk memperkokoh ketahanan budaya nasional khususnya mengenai Budaya Pariwisata di pulau Dewata Bali ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Makalah ini adalah sebagai salah satu upaya penulis untuk mendapat nilai tambah dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD), selain itu pula pembaca bisa lebih memahami pariwisata Bali sebagai budaya yang ada di pulau Dewata bukan hanya sekedar mengetahuinya saja. Penyusunan Makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada yang terhormat : 1) Bapak Muhammad Burhan Amin, selaku dosen mata kuliah IBD. 2) Orang tua penulis yang telah memberikan dorongan baik moral maupun finansial. 3) Pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Sehubungan dengan penulisan makalah ini, penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca atas makalah yang telah dibuat oleh penulis guna menyempurnakan hasil kerja yang telah dibuat oleh penulis sendiri. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Bekasi, Oktober 2011 Penulis

Page 2

DAFTAR ISI

JUDUL KATA PENGANTAR..............................................................................................................2 DAFTAR ISI.............................................................................................................................3

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...........................................................................................4 1.2 Tujuan pariwisata terhadap kebudayaan.....................................................5 1.3 Sasaran........................................................................................................7

BAB II

PERMASALAHAN 2.1 KekuatanStrength) ......................................................................................8 2.2 Kelemahan (Weakness)...............................................................................9 2.3 Peluang (Opportunity).......................................................................... 10

2.3 Hambatan (Threats)...................................................................................11 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ...............................................................................................12 3.2 Saran dan Rekomendasi............................................................................12 BAB IV REFERENSI...................................................................................................14

Page 3

BAB I PENDAHULUAN

I.I

LATAR BELAKANG
Pulau dewata Bali adalah pulau dengan exotisme paling memukau dibanding dengan

yang lainnya terbukti dengan banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Bali dengan segala pesonanya memiliki potensi alam, keanekaragaman flora dan fauna, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, serta seni dan budaya yang semuanya itu merupakan sumber daya dan modal yang besar artinya bagi usaha pengembangan dan peningkatan kepariwisataan disamping itu untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas maupun wisatawan asing bahwa indonesia memiliki budaya yang tidak kalah saing dengan budaya luar, namun indonesia mampu mempertahankan eksistensi budayanya sendiri melalui kebudayaan bali yang sejauh ini sudah memberikan pemasukan yang cukup besar bagi perekonomian negara. Pariwisata merupakan suatu fenomena yang terdiri dari berbagai aspek, seperti: ekonomi, teknologi, politik, keagamaan, kebudayaan, ekologi, dan pertahanan dan keamanan. Melalui pariwisata berkembang keterbukaan dan komunikasi secara lintas budaya, melalui pariwisata juga berkembang komunikasi yang makin meluas antara komponen-komponen lain dalam kerangka hubungan yang bersifat saling mempengaruhi (Geriya, 1996:38) Kebudayaan sebagai salah satu aspek dalam pariwisata dapat dijadikan sebagai suatu potensi dalam pengembangan pariwisata itu. Hal ini disebabkan, dalam pengembangan pariwisata pada suatu negara atau suatu daerah sangat terkait dengan potensi yang dimiliki oleh suatu daerah atau suatu negara. Indonesia, misalnya dengan bermodalkan kekayaan kebudayaan nasional yang dilatari oleh keunikan berbagai kebudayaan daerah bisa menggunakan kebudayaan sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Pengembangan kepariwisataan yang bertumpu pada kebudayaan lebih lanjut diistilahkan dengan pariwisata budaya. Dengan kata lain, pariwisata budaya adalah satu jenis kepariwisataan yang dikembangkan bertumpu pada kebudayaan (Geriya, 1996: 45). Page 4

Kebudayaan yang dimaksudkan di sini adalah kebudayaan Indonesia yang dibangun dari berbagai kebudayaan daerah yang ada di Indonesia. Ini artinya, setiap langkah yang dilakukan dalam usaha pengembangan pariwisata di Indonesia selalu bertumpu pada kebudayaan nasional Indonesia. Segala aspek yang berhubungan dengan pariwisata, seperti: promosi, atraksi, manajemen, makanan, cindera mata, hendaknya selalu mendayagunakan potensi-potensi kebudayaan nasional Indonesia. Dengan demikian nantinya pariwisata Indonesia mempunyai ciri tersendiri yang dapat dibedakan dari pariwisata negara lain yang bertumpu pada potensi yang lain. Pariwisata Indonesia dikembangkan berdasarkan potensi kebudayaan nasional yang ada dan kebudayaan nasional akan berkembang seiring dengan perkembangan pariwisata. Di samping itu, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dengan konsep pariwisata budaya akan dapat memperkokoh kebudayaan nasional Indonesia.

1.2

TUJUAN
Menurut Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI (2005) dalam Sapta (2011:1)

menjelaskan bahwa pembangunan kepariwisataan pada dasarnya ditujukan untuk beberapa tujuan pokok yang dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Pariwisata dianggap mampu memberikan perasaaan bangga dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kegiatan perjalanan wisata yang dilakukan oleh penduduknya ke seluruh penjuru negeri. Dampak yang diharapkan, dengan banyaknya warganegara yang melakukan kunjungan wisata di wilayah-wilayah selain tempat tinggalnya akan menimbulkan rasa persaudaraan dan pengertian terhadap sistem dan filosofi kehidupan masyarakat yang dikunjungi sehingga akan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan nasional. 2) Penghapusan Kemiskinan (Poverty Alleviation): Pembangunan pariwisata

diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk berusaha dan bekerja. Kunjungan wisatawan ke suatu daerah diharpkan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Harapannya adalah bahwa pariwisata harusnya mampu memberi andil Page 5

besar dalam penghapusan kemiskinan di berbagai daerah yang miskin potensi ekonomi lain selain potensi alam dan budaya bagi kepentingan pariwisata. 3) Pembangunan Berkesinambungan (Sustainable Development): Dengan sifat kegiatan pariwisata yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya dan keramah-tamahan dan pelayanan, sedikit sekali sumberdaya yang habis digunakan untuk menyokong kegiatan ini. Artinya penggunaan sumberdaya yang habis pakai cenderung sangat kecil sehingga jika dilihat dari aspek keberlanjutan pembangunan akan mudah untuk dikelola dalam waktu yang relative lama. 4) Pelestarian Budaya (Culture Preservation): Pembangunan kepariwisataan

diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam upaya-upaya pelestarian budaya suatu negara atau daerah yang meliputi perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan budaya negara ataudaerah. UNESCO dan UN-WTO dalam resolusi bersama mereka di tahun 2002 telah menyatakan bahwa kegiatan pariwisata merupakan alat utama pelestarian kebudayaan. Dalam konteks tersebut, sudah selayaknya bagi Indonesia untuk menjadikan pembangunan kepariwisataan sebagai pendorong pelestarian kebudayaan diberbagai daerah. 5) Pemenuhan Kebutuhan Hidup dan Hak Azasi Manusia: Pariwisata pada masa kini telah menjadi kebutuhan dasar kehidupan masyarakat modern. Pada beberapa kelompok masyarakat tertentu kegiatan melakukan perjalanan wisata bahkan telah dikaitkan dengan hak azasi manusia khususnya melalui pemberian waktu libur yang lebih panjang dan skema paid holidays. 6) Peningkatan Ekonomi dan Industri: Pengelolaan kepariwisataan yang baik dan berkelanjutan diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi tumbuhnya ekonomi di suatu destinasi pariwisata. Penggunaan bahan dan produk lokal dalam proses pelayanan di bidang pariwisata akan juga memberikan kesempatan kepada industri lokal untuk berperan dalam penyediaan barang dan jasa. 7) Pengembangan Teknologi: Dengan semakin kompleks dan tingginya tingkat persaingan dalam mendatangkan wisatawan ke suatu destinasi, kebutuhan akan teknologi tinggi khususnya teknologi industri akan mendorong destinasi pariwisata mengembangkan kemampuan penerapan teknologi terkini mereka. Pada daerah-daerah tersebut akan terjadi pengembangan teknologi maju dan tepat guna yang akan mampu Page 6

memberikan

dukungan

bagi

kegiatan

ekonomi

lainnya.

Dengan

demikian

pembangunan kepariwisataan akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintahan di berbagai daerah yang lebih luas dan bersifat fundamental. Kepariwisataan menjadi bagian tidak terpisahkan dari pembangunan suatu daerah dan terintegrasi dalam kerangka peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

1.3

SASARAN
1) masyarakat Bali sebagai resident’s owner of the destination bertujuan untuk mewujudkan tercapainya quality of life yang lebih baik seiring dengan berkembangkanya pariwisata Bali. 2) Wisatawan sebagai consumers of the destination ingin mewujudkan quality of experience-nya selama berlibur di Bali. 3) Para pelaku bisnis pariwisata sebagai providers of the destination ingin mewujudkan quality of opportunity atas investasi yang telah ditanamkan pada industry pariwisata Bali.

Page 7

BAB II
PERMASALAHAN
Indonesia dengan segala keanekaragaman budaya memiliki permasalahan baik permasalahan internal maupun permasalahan eksternal. Masalah internal misalnya masyarakat lokal di Bali biasa untuk membayar pajak bagi rumah yang mereka tempati yang biasa dinamakan pajak adat. Masalah eksternal misalnya perbedaaan budaya barat dengan budaya timur yang kita anut jauh berbeda sehingga ketika kedua budaya tersebut dipertemukan agak sulit untuk bisa disatukan. Seiring dengan berkembangnya era globalisasi, faktor ekonomi juga ikut memicu. Tidak semua lapisan masyarakat merupakan kelompok menengah ke atas namun ada juga kelompok masyarakat menengah ke bawah sehingga dengan adanya perbedaan sosial tersebut mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Masyarakat kelompok menengah ke atas lebih cenderung ke arah gaya hidup modern karena mengikuti modernisasi zaman sedangkan masyarakat menengah ke bawah cenderung ke arah gaya hidup yang masih tradisional. Dengan adanya modernisasi mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai budaya yang nantinya mungkin akan membuat budaya daerah menjadi luntur.

2.1

KEKUATAN (STRENGTH)
1) Indonesia khususnya Bali di kenal oleh negara lain melalui kepariwisataan dan kebudayaannya. Dengan adanya pariwisata dengan objek – objek wisata yang menarik seperti pantai Kuta, Dream Land, Tanah Lot, Blue point, Tanjung Benoa, Kintamani, dll bukan hanya itu keseniannya pun seperti tari kecak banyak wisatawan asing yang berkunjung, dengan demikian negara kita bisa memperkenalkan kepada dunia luar akan kekayaan budaya yang dimiliki. Ini merupakan salah satu upaya untuk memperkokoh ketahanan budaya nasional Indonesia. 2) Perangsang dalam usaha pemeliharaan monumen-monumen budaya yang dapat dinikmati oleh penduduk setempat dan wisatawan. Misalnya monumen peringatan bom Bali. Page 8

3) Dorongan dalam usaha melestarikan dan menghidupkan kembali beberapa pola budaya tradisional seperti kesenian, kerajinan tangan, tarian, musik, upacara-upacara adat, dan pakaian. 4) Dorongan untuk memperbaiki lingkungan hidup yang bersih dan menarik. 5) Terjadinya tukar-menukar kebudayaan (akulturasi budaya) antara wisatawan dan masyarakat lokal. Misalnya, wisatawan dapat lebih banyak mengenal kebudayaan serta lingkungan yang lain dan penduduk lokal juga mengetahui tempat-tempat lain dari cerita wisatawan. 6) Mendorong pendidikan di bidang kepariwisataan untuk menghasilkan sumber daya Manusia di bidang kepariwisataan yang handal. 7) Bisa dijadikan sebagai objek dunia perfilman dan entertaintment. Setelah tayangnya film Eat Pray and Love (EPL) yang dibintangi oleh aktris Hollywood Julia Roberts, Bali menjadi semakin terkenal di kalangan masyarakat Amerika Serikat. Film EPL ini mendorong wisatawan dunia untuk melihat keindahan Bali . Mereka tentunya akan ingin merasakan romantis dan eksotiknya keindahan alam Bali sesuai yang digambarkan dalam film tersebut. http://www.bisnisbali.com/2010/11/13/news/pariwisata/g.html. Disamping film EPL ditayangkan pula film drama Korea yang dibintangi oleh aktris Ha Ji Won dan Jo In Sung yang berjudul Memories in Bali. 8) Sumber pemasukan ekonomi negara dari pajak yang dihasilkan.

2.2

KELEMAHAN (WEAKNESS)
1) Para pelancong asing yang hobi berwisata, lebih mengenal istilah ‘Bali’ daripada ‘Indonesia’. Ini adalah fakta yang sering ditemui di sejumlah negara, bahwa turis asing belum mengetahui di negara mana keberadaan Pulau Dewata. http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/04/29/bule-lebih-kenal-bali-daripadaindonesia/ 2) Terjadinya tekanan tambahan penduduk akibat pendatang baru dari luar daerah.

Page 9

3) Timbulnya komersialisasi. Ada upah yang harus dibayarkan untuk menikmati suatu budaya, misal saja ada pagelaran tari Bali, Batik,dimana para pengunjung harus membeli tiket sebelum masuk. 4) Berkembangnya pola hidup konsumtif. Dibutuhkan biaya untuk bisa mengenali budaya lewat pariwisata. 5) Terganggunya lingkungan. Setiap wisatawan yang datang ke Bali memiliki pola perilaku dan kebiasaan yang berbeda dengan kebiasaan hidup masyarakat Bali. Dengan demikian perbedaan kebiasaan tersebut bisa memicu terganggunya lingkungan. 6) Sulit untuk pencernaan budaya. Dengan adanya akulturasi budaya akan sedikit sulit untuk memahami budaya lain.

2.3

PELUANG (OPPORTUNITY)

1) Kemampuan menghasilkan provit lebih banyak bagi pihak penerbangan Airlines karena akan banyak wisatawan yang ingin berwisata. 2) Belajar minimal 2 bahasa asing untuk menjadi pemandu wisatawan asing. Bayaran yang didapat cukup besar. 3) Kemampuan menghasilkan provit bagi pihak perhotelan. 4) Mencoba membuka Agen biro perjalanan ke Bali dengan penawaran paket murah. 5) Memberikan sewa / rental mobil untuk wisatawan yang backpacker. 6) Menjual hasil budaya. Misalnya mengadakan pertunjukan tari Kecak.

Page 10

2.3

HAMBATAN (THREATS)

1) Rasa takut untuk pergi ke Bali sejak terjadintya peristiwa bom Bali. 2) Keterbatasan bahasa. Bagi masyarakat lokal cukup sulit untuk memahami bahasa asing. 3) Keterbatasan ekonomi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Page 11

BAB III PENUTUP

1.1

KESIMPULAN
Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan beberapa hal di antaranya yaitu :

1) Pariwisata dan kebudayaan mempunyai hubungan yang sangat erat. Ini disebabkan pariwisata di Indonesia dikembangkan berdasarkan kebudayaan nasional Indonesia. 2) Dampak positif perkembangan pariwisata terhadap kebudayaan di antaranya akan terjadi akulturasi kebudayaan, karena adanya interaksi masyarakat lokal dengan wisatawan, kebudayaan-kebudayaan daerah akan terus berkembang karena adanya wisatawan (orang asing) yang datang berkunjung untuk melihat dan mengenal lebih dekat kebudayaan asli tersebut, dan adanya usaha-usaha penggalian nilai-nilai budaya asli untuk dikembangkan dan dilestarikan. Di samping dampak positif, perkembangan pariwisata dapat menimbulkan masalah kebudayaan, yaitu terjadinya ekspolitasi kebudayaan yang berlebihan sehingga terjadilah komersialisasi. 3) Pariwisata merupakan sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat setempat, pihak penerbangan, pihak perhotelan dan negara.

3.2

SARAN DAN REKOMENDASI
Rekomendasi diperoleh dari analisis SWOT bab 2, berikut ini penguraiannya: 1) Berdasarkan analisis Strength po no.1, lebih ditingkatkan lagi pengenalan kebudayaan bukan hanya berupa pariwisata ataupun kesenian tetapi juga berupa produk negeri sendiri (hasil laut, Kerajinan tangan, perfilman,dll). 2) Berdasarkan analisis Strength no.7, Pemerintah harus mengarahkan maskapai penerbangan Indonesia membuka kembali penerbangan ke Amerika Serikat. Paling tidak, penerbangan Indonesia bisa membuka penerbangan ke Los Angeles . Page 12

Pemerintah bersama pelaku pariwisata mesti mengundang tour operator dan jurnalis dari Amerika Serikat untuk melihat langsung melihat kondisi pariwisata di Indonesia ter. Dipaparkan, pemerintah dan pelaku pariwisata Bali juga perlu melakukan kunjungan budaya ke Amerika Serikat untuk mendorong wisatawan AS berlibur ke Bali . http://www.bisnisbali.com/2010/11/13/news/pariwisata/g.html 3) Berdasarkan analisis Weakness no.4, bagi wisatawan yang ingin berwisata dengan budget minim atau untuk yang mau jalan – jalan ke bali ala backpacker budget di bawah 1 juta bisa di lihat pada buku panduan karangan Bambang Suharto, S.S.T, M.M. Tourism. 4) Berdasarkan analisis Weakness no.1, disarankan Indonesia membuat produk dengan memberi label nama “made in Indonesia” yang diperjual-belikan di Bali, supaya setiap wisatawan asing yang datang bisa membeli cinderamata dan membawanya ke negeri asal mereka supaya orang luar bisa mengetahui bahwa Bali merupakan bagian dari negara Indonesia dan bali bukan merupakan Country. 5) Berdasarkan analisis Opportunity no 2, bagi yang menguasai minimal bahasa inggris dan mandarin bisa mencalonkan diri untuk menjadi pemandu wisata di Bali. 6) Berdasarkan analisis Opportunity no.1, Pihak Airlines penerbangan harus lebih sering mengeluarkan tiket promo. 7) Berdasarkan analisis Opportunity no.3, di bangun lebih banyak hotel dengan harga terjangkau. Demikianlah kesimpulan dan saran yang dapat penulis berikan. Besar harapan penulis pariwisata di Bali bisa lebih maju dan berkembang di kemudian hari dimulai dari kita sebagai Warga Negara Indonesia harus lebih mencintai pariwisata dalam negeri dalam upaya memperkokoh ketahanan budaya Nasional Indonesia dan tidak terbawa arus negatif dari modernisasi zaman.

Page 13

BAB IV REFERENSI

1) http://subadra.wordpress.com/2007/03/14/hubungan-dan-permasalahan-antarapariwisata-kebudayaan-dan-bahasa/ 2) http://tourismbali.wordpress.com/2011/07/18/kajian-dampak-ekonomi-dankeunggulan-pariwisata-kabupatenkota-di-provinsi-bali/ 3) http://www.bisnisbali.com/2010/11/13/news/pariwisata/g.html 4) http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/04/29/bule-lebih-kenal-bali-daripadaindonesia/ 5) Suharto,Bambang S.S.T, M.M. Tourism. Jalan – jalan ke bali ala backpacker budget di bawah 1 juta panduan karangan

Page 14

Page 15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->