METODE PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN TEORI PENGEMBANGAN MODUL

UNIV DEPA ER R S

NDID IKA N PE N ME PE NDI DIKA NA TE AS N S T

I

L NA S H A IO NE

A G

U N DI K S H A

Makalah

Oleh

I Wayan Santyasa

Makalah Disajikan dalam Pelatihan Bagi Para Guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK Tanggal 12-14 Januari 2009, Di Kecamatan Nusa Penida kabupaten Klungkung

Pemakalah adalah Guru Besar Tetap Bidang Pendidikan Fisika Di Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Pendidikan Ganesha Januari, 2009
1

I. METODE PENELITIAN PENGEMBANGAN
1. Pendahuluan
Tugas pokok guru adalah melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pelayanan pada masyarakat. Penelitian yang merupakan salah satu tugas guru tersebut secara esensial merupakan aktivitas untuk mengembangkan teori atau cara yang dapat digunakan untuk memahami hakikat alam. Hakikat alam yang dimaksud, adalah masalah-masalah yang terkait dengan kehidupan. Pemecahan masalah kehidupan memang memerlukan teori yang seyogyanya teruji keunggulannya. Walaupun suatu teori senantiasa bersifat tentatif, namun dalam jangka pendek suatu teori hendaknya mampu menunjukkan deskripsi atau preskripsi yang bersifat mencerahkan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, aktivitas penelitian mutlak diperlukan. Kegiatan penelitian selalu dimulai dengan aktivitas problem sensing. Identifikasi terhadap masalah yang dirasakan akan mampu mengungkap adanya paradigma yang mengalami krisis. Peneliti biasanya care terhadap krisis paradigma yang akhirnya secara rasional mengajukan gagasan paradigma baru sebagai suatu cara untuk memecahkan masalah yang dirasakan. Pendekatan yang digunakan adalah perpaduan antara deductive dan inductive yang melahirkan formulasi-formulasi sebagai jawaban sementara terhadap masalah yang dirasakan. Untuk menguji jawaban sementara tersebut, penelitian harus dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Metode penelitian ilmiah, secara umum dibedakan atas metode kaulitatif dan metode kuantitatif. Alur berpikir dalam aktivitas penelitian tersebut dilukiskan pada Gambar 1.1. Berdasarkan Gambar 1.1, tampak bahwa aktivitas penelitian mencakup dua hal pokok, yaitu aktivitas nalar (dunia teoretis) dan aktivitas praktikal (dunia empiris). Metode penelitian lebih banyak berurusan dengan dunia emperis yang mencakup aktivitas-aktivitas penapsiran, pengamatan, dan pengukuran, baik secara deskriptif, kualitatif, maupun secara kuantitatif.

2

1. 3 . Masalah yang ingin dipecahkan adalah masalah nyata yang berkaitan dengan upaya inovatif atau penerapan teknologi dalam pembelajaran sebagai pertanggung jawaban profesional dan komitmennya terhadap pemerolehan kualitas pembelajaran. tujuan pengembangan. Makalah ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu sumber dalam rangka mengemas penelitian pengembangan bagi para guru di sekolah. . rumusan masalah pengembangan. dan teknik analisis data. Sajian tersebut mencakup karakteristik penelitian pengembangan. desain pengembangan.1 Aktivitas penelitian dengan metode ilmiah Makalah ini mencoba menyajikan deskripsi singkat tentang metode penelitian pengembangan.TEORI BARU INDUKSI MEMBANGUN TEORI DUNIA TEORETIS TEMUAN EMPIRIK DUNIA EMPERIS PENGUKURAN UJI HIPOTESIS PENAPSIRAN KEPUTUSAN MENOLAK/MENERIMA HIPOTESIS PENERAPAN FORMULASI INFERENSI NALAR DEDUKSI APLIKASI TEORI PENGAMATAN Gambar 1. 2. instrumen. Karakteristik Penelitian Pengembangan Penelitian pengembangan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran memiliki karakteristik sebagai berikut.

2. Desain Penelitian Pegembangan Desain pengembangan modul pembelajaran ditunjukkan pada Gambar 1.4. 4.3. dan uji coba lapangan secara terbatas perlu dilakukan sehingga produk yang dihasilkan bermanfaat untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 3. Proses pengembangan. 3. dan tahap-tahap validasi produk disajikan pada Gambar 1.2. Proses pengembangan produk. modul. tahap-tahap pengembangan disajikan pada Gambar 1. metode. PENETAPAN STRATEGI PENYAMPAIAN ANALISIS SUMBER BELAJAR ANALISIS TUJUAN DAN KARAKTERISTIK ISI PENENTUAN TUJUAN BELAJAR DAN ISI PENETAPAN STRATEGI PENGORGANISASIAN PENGUKURAN HASIL PEMBELAJARAN ANALISIS KARAKTERISTIK PEBELAJAR PENETAPAN STRATEGI PENGELOLAAN Gambar 1. dan uji coba lapangan tersebut seyogyanya dideskripsikan secara jelas. validasi. pendekatan dan metode pembelajaran serta media belajar yang menunjang keefektifan pencapaian kompetensi siswa. Proses pengembangan model. pendekatan. sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara akademik. Pengembangan model. dan media pembelajaran perlu didokumentasikan secara rapi dan dilaporkan secara sistematis sesuai dengan kaidah penelitian yang mencerminkan originalitas.2 Desain Pengembangan Pembelajaran 4 . validasi yang dilakukan melalui uji ahli.

TAHAP PERTAMA MENENTUKAN MATA PELAJARAN YANG MENJADI OBJEK PENGEMBANGAN TAHAP KEDUA MENGANALISIS KEBUTUHAN TAHAP KETIGA PROSES PENGEMBANGAN DRAFT 1 ANALISIS KONDISI PEMBELAJARAN 2 LANGKAH PENGEMBANGAN 3 LANGKAH PENGUKURAN HASIL PEMBELAJARAN Menetapk an strategi penyampa ian isi pembelaja ran Menetapk an strategi pengelola an pembelaja ran Analisis tujuan dan karakteri stik mata pelajaran Analisis sumber belajar Analisis karakteristik pebelajar Menetapkan Kompetensi Dasar dan Indikator Hasil Belajar Menetapk an strategi pengorgan isaian isi pembelaja ran TAHAP KEEMPAT MENYUSUN DRAFT PENGEMBANGAN 1 Kata Pengantar 2 KD dan IHB 3 Kegiatan Belajar 4 Daftar Pustaka Isi Pembelajaran Rangkuman Tes Kunci Jawaban Umpan Balik TAHAP KELIMA TINJAUAN AHLI DAN UJI COBA 5 .

3 Desain Pengembangan Draft 6 .TAHAP KELIMA TINJAUAN AHLI DAN UJI COBA TINJAUAN 1. AHLI ISI PEMBELAJARAN 2. AHLI MEDIA PEMBELAJARAN ANALISIS DAN REVISI I TINJAUAN AHLI DESAIN PEMBELAJARAN ANALISIS DAN REVISI II UJI COBA PERORANGAN DAN UJI COBA KELOMPOK KECIL ANALISIS DAN REVISI III UJI CABA LAPANGAN (1) KELAS DAN (2) GURU ANALISIS DAN REVISI IV PRODUK AKHIR HASIL PENGEMBANGAN Gambar 1.

ANGKET AHLI MEDIA 3. MODUL LEMBARAN KERJA SISWA Gambar 1. SISWA ANALISIS DAN REVISI III 1. 3 ORANG GURU 2. 2.4 Desain Uji Coba Draft Pengembangan Produk 7 . ANGKET AHLI ISI 2.LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENELITIAN RESPONDEN UJI COBA DRAFT I 1. MODUL 2. 30 ORANG SISWA DRAFT IV 1. EMPAT MACAM TES KOMPETENSI 1. AHLI ISI 2. AHLI MEDIA ANALISIS DAN REVISI I DRAFT II ANGKET AHLI DESAIN AHLI DESAIN ANALISIS DAN REVISI II DRAFT III ANGKET UJI COBA PERORANGAN & KELOMPOK KECIL 3 ORANG SISWA 9 OR. LEMBARAN KERJA SISWA ANALISIS DAN REVISI IV PRODUK AKHIR 1.

maka tujuan pengembangan adalah: “menghasilkan produk modul fisika untuk pembelajaran fisika kelas X di SMAN 1 Nusa Penida”. dalam pembelajaran fisika. 8 . Hal ini diduga sebagai salah satu faktor penyebab masih berlakunya model pembelajaran ceramah dan mencatat bahan yang sekaligus menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya efisiensi dan efektivitas pembelajaran mata pelajaran Fisika di kelas X.4. Berkaitan dengan permasalahan tersebut. Di SMAN 1 Nusa penida. sangat dipandang perlu melakukan pengembangan modul fisika. khususnya untuk kelas X. Analisis deskriptif dilakukan terhadap data yang diperoleh selama proses uji formatif. Tujuan Pengembangan. Kurang efektifnya pembelajaranakan bermuara pada kurang optimalnya pencapaian sasaran belajar mata pelajaran fisika. Tujuan Pengembangan Sesuai dengan contoh rumusan masalah pengembangan tersebut. khususnya untuk kelas X. Analisis Data Data penelitian pengembangan dianalisis secara deskriptif dan uji-t. guru belum memiliki modul untuk melengkapi pembelajaran Fisika. Rumusan Masalah. sedangkan uji-t dilakukan terhadap data hasil uji sumatif. dan Analisis Data Rumusan Masalah Modul merupakan salah satu komponen yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran.

sikap. terdapat lima kategori kapabilitas yang dapat dipelajari oleh pebelajar. intepretasi konsep. Self-pased study course. Pengertian dan Pentingnya Modul Modul adalah suatu cara pengorganisasian materi pelajaran yang memperhatikan fungsi pendidikan.II. bakat dan kecepatan belajar) maka perlu diadakan pengorganisasian materi. Di samping pengorganisasian materi pembelajaran yang dimaksud di atas. dan Keller plan (Tjipto Utomo dan Kees Ruijter. sehingga semua siswa dapat mencapai dan menguasai materi pelajaran sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam waktu yang disediakan. Sistem belajar dengan fasilitas modul telah dikembangkan baik di luar maupun di dalam negeri. misalnya satu semester. siswa otomatis belajar bertolak dari prerequisites. yang dikenal dengan Sistem Belajar Bermodul (SBB). dan aplikasi prinsip. Bentuk pelaksanaan cara mengajar seperti itu adalah dengan membagi-bagi bahan pembelajaran menjadi unit-unit pembelajaran yang masing-masing bagian meliputi satu atau beberapa pokok bahasan. yaitu pembentukan konsep. Strategi pengorganisasian materi pembelajaran terdiri dari tiga tahapan proses berpikir. prosedur dan prinsip yang terkandung dalam materi pembelajaran. SBB telah dikembangkan dalam berbagai bentuk dengan berbagai nama pula. yaitu informasi verbal. keterampilan intelektual. Bagian-bagian materi pembelajaran tersebut disebut modul. TEORI PENGEMBANGAN MODUL 1. Karena dalam setiap kelas berkumpul siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda (kecerdasan. konsep. Strategi pengorganisasian materi pembelajaran mengandung squencing yang mengacu pada pembuatan urutan penyajian materi pelajaran. seperti Individualized Study System. dan synthesizing yang mengacu pada upaya untuk menunjukkan kepada pebelajar keterkaitan antara fakta. juga perlu memperhatikan cara-cara mengajar yang disesuaikan dengan pribadi individu. 9 . Secara prinsip tujuan pembelajaran adalah agar siswa berhasil menguasai bahan pelajaran sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. dan dapat meningkatkan hasil belajar. dan keterampilan motorik. Kegunaannya dapat membuat siswa lebih tertarik dalam belajar. Untuk merancang materi pembelajaran. Strategi-strategi tersebut memegang peranan sangat penting dalam mendesain pembelajaran. strategi kognitif.

4) Hasil tes dan tugas yang dikerjakan siswa dikoreksi dan dikembalikan dengan feeddback yang terstruktur paling lambat sebelum pembelajaran unit materi ajar berikutnya. 1) Didahului oleh pernyataan sasaran belajar 2) Pengetahuan disusun sedemikian rupa. 4) Memuat semua unsur bahan pelajaran dan semua tugas pelajaran. 5) Memberi peluang bagi perbedaan antar individu siswa 6) Mengarah pada suatu tujuan belajar tuntas.1990). 3) Memuat sistem penilaian berdasarkan penguasaan. tes sumatif dan tugastugas latihan yang terstruktur . 2) menyediakan waktu sebanyak yang diperlukan oleh siswa dalam batas-batas yang dimungkinkan untuk menyelenggarakan pendidikan yang teratur. 2) Penerapan modul dalam pembelajaran menggunakan metode diskusi pembelajaran kooperatif konstruktivistik. 10 . Pelaksanaan pembelajaran bermodul memiliki perencanaan kegiatan sebagai berikut. 1) Modul dibagikan kepada siswa paling lambat seminggu sebelum pembelajaran. model Ciri-ciri modul adalah sebagai berikut. sehingga dapat menggiring partisipasi siswa secara aktif. 3) Pada setiap akhir unit pembelajaran dilakukan tes penggalan. dipertimbangkan sebagi hasil diagnosis untuk menyelenggarakan program remidial pada siswa di luar jam pembelajaran. 5) Memberi kesempatan kepada siswa yang belum berhasil menguasai materi ajar berdasarkan hasil analisis tes penggalan dan sumatif. yaitu: 1) memperpendek waktu yang diperlukan oleh siswa untuk menguasai tugas pelajaran tersebut. Masing-masing bentuk tersebut menggunakan perencanaan kegiatan pembelajaran yang berbeda. yang pada pokoknya masing-masing mempunyai tujuan yang sama.

Di lain pihak. 2. Dalam mengembangkan modul diperlukan prosedur tertentu yang sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai. 1998. 2) Setelah dilakukan evaluasi. 1996. 1999) menyatakan bahwa penerapan modul dapat mengubah miskonsepsi siswa menjadi konsepsi ilmiah dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. dkk (1995. Model merupakan replikasi dari aslinya. karena bahan pelajaran disusun menurut jenjang akademik. 1993) menyatakan bahwa pembelajaran modul dalam pembelajaran konsep yang menyangkut kesetimbangan kimia dapat mengubah miskonsepsi siswa menuju konsep ilmiah. Model pengembangan modul merupakan seperangkat prosedur yang dilakukan secara berurutan untuk melaksanakan pengembangan sistem pembelajaran modul. pengembangan modul. yaitu (1) Ada lima kriteria dalam membantu siswa menyiapkan belajar mandiri. Hasil penelitian terdahulu (Richard Duschl. pada modul yang mana siswa telah berhasil dan pada bagian modul yang mana mereka belum berhasil. 1) Meningkatkan motivasi siswa. (3) 11 . dan memenuhi kriteria yang berlaku bagi pengembangan pembelajaran. Model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses. guru dan siswa mengetahui benar. 4) Bahan pelajaran terbagi lebih merata dalam satu semester 5) Pendidikan lebih berdaya guna. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diyakini bahwa pembelajaran bermodul secara efektif akan dapat mengubah konsepsi siswa menuju konsep ilmiah. (2) memiliki rencana kegiatan pembelajaran yang dapat direspon secara maksimal.Keuntungan yang diperoleh dari pembelajaran dengan penerapan modul adalah sebagai berikut. Santyasa. struktur isi pembelajaran yang jelas. sehingga pada gilirannya hasil belajar mereka dapat ditingkatkan seoptimal mungkin baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. 3) Siswa mencapai hasil sesuai dengan kemampuannya. 1997. karena setiap kali mengerjakan tugas pelajaran yang dibatasi dengan jelas dan sesuai dengan kemampuan. Model Pengembangan Modul Model adalah sesuatu yang dapat menunjukkan suatu konsep yang menggambarkan keadaan sebenarnya.

Berdasarkan penjelasan tersebut. Analisis karakteristik isi bidang studi dilakukan untuk mengetahui tipe isi bidang studi apa yang akan dipelajari siswa. prosedur.1 Analisis Tujuan dan karakteristik Isi Bidang Studi Analisis tujuan dan karakteristik isi bidang studi perlu dilakukan pada tahap awal kegiatan perancangan pembelajaran. (3) analisis karakteristik pebelajar. misalnya orienatsi konseptual. (5) menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran. (2) metode pembelajaran.memuat isi pembelajaran yang lengkap dan mampu memberikan kesempatan belajar kepada siswa. ataukah teoretik. dan (3) hasil pembelajaran. (7) menetapkan strategi menetapkan strategi penyampaian isi pengelolaan pembelajaran. prosedural. pengembangan modul harus mengikuti langkah-langkah yang sistematis. juga dimaksudkan untuk mengetahui tujuan pendukung yang memudahkan pencapaian tujuan orientasi tersebut. dan (4) merupakan langkah analisis kondisi pembelajaran. Langkah-langkah (1). langkah-langkah (5). Secara lebih spesifik. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sasaran pembelajaran yang bagaimana yang ingin dicapai. 2. Di samping itu. (2). konsep. ataukah prinsip. (4) menetapkan sasaran dan isi pembelajaran. 2. apakah berupa fakta. Langkah-langkah tersebut adalah (1) analisis tujuan dan karakteristik isi bidang studi. Teori dan model rancangan pembelajaran hendaknya memperlihatkan tiga komponen utama. (3). yaitu (1) kondisi belajar. Yang lebih pokok lagi adalah untuk mengetahui bagaimana struktur isi bidang studinya.2 Analisis Sumber Belajar Analisis sumber belajar dilakukan segera setelah langkah analisis tujuan dan karakteristik isi bidang studi. Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui sumbersumber belajar apa yang telah tersedia dan dapat digunakan untuk menyampaikan isi 12 . dan (8) pengembangan prosedur pengukuran hasil pembelajaran. (6) pembelajaran. (6). (4) dapat memomitor kegiatan belajar siswa. langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui tujuan orientasi pembelajaran. dan langkah (8) merupakan langkah pengukuran hasil pembelajaran. dan (7) merupakan langkah pengembangan. dan (5) dapat memberikan saran dan petunjuk serta infomasi balikan tingkat kemajuan belajar siswa. (2) analisis sumber belajar.

pengorganisasian. yaitu kata kerja aktif yang dapat menunjukkan perubahan tingkah laku. yaitu (1) pengetahuan bermakna yang tak terorganisasi (arbitrarily meaningful knowledge). 1997). yaitu (1) dijabarkan secara konsisten dan sistematis dari subordinat yang terdapat pada bagian analisis pembelajaran. dan (4) standard. Ada lima jenis kemampaun awal yang harus diperhatikan dalam perancangan pembelajaran. (3) a condition. Ada tiga kriteria dalam merumuskan indikator pembelajaran. yaitu (1) a subject. dan pengungkapan pengetahuan baru. yaitu kriteria keberhasilan belajar yang ingin dicapai. (4) pengetahuan setingkat (kooedinate knowledge). (2) menggunakan satu kalimat atau lebih. motivasi belajar. 2. dapat dilakukan dengan membuat pengetahuan baru itu bermakna bagi pebelajar dengan cara mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimilikinya.4 Menetapkan Indikator dan Isi Pembelajaran Langkah ini sebenarnya sudah bisa dilakukan segera setelah melakukan analisis indikator dan karakteristik isi bidang studi. Indikator pembelajaran yang baik memiliki empat kriteria. dan kemampuan awal yang telah dimilikinya. (3) pengetahuan tingkat yang lebih tinggi (superordinate knowledge). dan (5) pengetahuan tingkat yang lebih rendah (subordinate knowledge). 2. yang hasilnya berupa daftar pengelompokan karakteristik siswa menjadi sasaran pembelajaran. kecerdasan. yaitu orang yang belajar. dan (3) pernyataan yang digunakan sangat membantu dan berlaku dalam penyusunan butir-butir tes. (2) pengetahuan analogis (analogic knowledge). Untuk mengoptimalkan perolehan. kematangan. yang hasilnya berupa daftar yang memuat rumusan indikator pembelajaran dan struktur isi yang akan dipelajari (Degeng. Hasil kegiatan ini akan berupa daftar sumber belajar yang tersedia yang dapat mendukung proses pembelajaran. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kualitas perseorangan yang dapat dijadikan petunjuk dalam mempreskripsikan strategi pengelolaan pembelajaran. 13 . Jenis-jenis pengetahuan awal itu sangat menentukan dalam membangun pengetahuan baru bagi siswa dalam pembelajaran.3 Analisis Karakteristik Pebelajar Karakteristik pebelajar didefinisikan sebagai aspek atau kualitas perseorangan berupa bakat. yaitu keadaan yang diperlukan pada saat siswa belajar.pembelajaran. (2) a verb.

2. dan (5) tindak lajut. baik tingkat mikro maupun makro. Kegiatan pertama yang dilakukan dalam penyampaian prapembelajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa tentang pentingnya mata kuliah yang dimaksud. (3) peran siswa.Indikator pembelajaran dimaksudkan untuk membangun harapan-harapan dalam diri pebelajar tentang hak-hak yang harus dikuasai setelah belajar. daftar yang telah dibuat tersebut dijadikan dasar dalam memilih dan menetapkan strategi penyampaian pembelajaran. Daftar sumber belajar yang telah tersedia dapat digunakan dalam proses pembelajaran. 14 .5 Menetapkan Strategi Pengorganisasian Isi Pembelajaran Menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran segera bisa dilakukan setelah analisis dan penetapan tipe serta karakteristik materi pembelajaran. penyampaian pembelajaran disebut metode untuk melaksanakan proses pembelajaran. Pemilihan strategi pengorganisasian pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tipe isi bidang studi yang dipelajari dan bagaimana struktur isi bidang studi tersebut. (2) penyajian informasi. (2) interaksi isi pembelajaran dengan media. dan (3) bentuk atau struktur belajar mengajar. 2. Oleh sebab itu. sehingga sasaran pembelajaran dapat memotivasi siswa untuk belajar.6 Menetapkan Strategi Penyampaian Isi Pembelajaran Menetapkan strategi penyampaian pembelajaran didasarkan pada hasil analisis sumber belajar. Penyampaian isi pembelajaran mengacu kepada cara yang dipakai untuk menyampaikan isi pembelajaran kepada siswa sekaligus menerima dan merespon masukan-masukan dari siswa. Pada langkah penetapan strategi penyampaian isi pembelajaran. Hasil langkah ini akan berupa penetapan model untuk mengorganisasi isi bidang studi. Ada lima komponen strategi penyampaian pembelajaran. Hasil langkah ini adalah berupa penetapan model untuk menyampaikan materi pembelajaran. Dengan kata lain. yaitu (1) kegiatan prapembelajaran. Komponen-komponen yang perlu diperhatikan dalam mempreskripsikan strategi penyampaian isi pembelajaran adalah (1) media pembelajaran. siswa yang mengetahui sasaran yang ingin dicapai cenderung dapat mengorganisasi kegiatan belajarnya ke arah tujuan yang ingin dicapai. (4) pengetesan.

artinya siswa diberitahu cara pemecahan yang benar. (3) tes sambil jalan. Pada komponen peran siswa. Interaksi siswa dengan LKS yang digunakan merupakan aktivitas yang sengaja diciptakan untuk mewujudkan iklim kontruktivistik dalam pembelajaran. Pada komponen penyajian informasi. kegiatan yang dilakukan oleh guru adalah menjelaskan tentang urutan materi pembelajaran. Pada komponen pengetesan. (2) pra tes. Siswa kerja secara kooperatif memecahkan masalah yang telah dituangkan dalam LKS. dan (4) pasca tes. selanjutnya diberikan balikan baik dalam diskusi kelas maupun diskusi dalam kelompok. 15 . maupun yang khusus disiapkan untuk itu. Dalam kegiatan ini siswa sepenuhnya berlatih memecahkan masalah yang ada pada LKS menggunakan kemampuan masing-masing dalam kelompok-kelompok kecil. penyajian isi.Kegiatan kedua adalah menjelaskan sasaran khusus pembelajaran dengan maksud agar siswa menyadari kemampuan apa yang mereka capai setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Penyajian isi dilakukan melalui model belajar kooperatif konstruktivistik. Pasca tes adalah tes penggalan. Kegiatan ketiga adalah menjelaskan kemampuan apa yang diperlukan sebagai prasyarat belajar. hasilnya dilaporkan secara tertulis. dan apabila terdapat masalah tak terpecahkan akan diadakan diskusi kelas untuk memformulasikan cara bersama yang paling tepat untuk memecahkan masalah tersebut. artinya makin tinggi tingkat keaktifan siswa makin tinggi pencapaian sasaran belajar dan makin rendah tingkat keaktifan siswa makin rendah pula pencapaian sasaran pembelajaran. Tinggi rendahnya kadar keaktifan siswa dalam memecahkan masalah melalui interaksinya dalam kelompok akan menetukan tujuan pembelajaran. guru mengupayakan suatu iklim agar kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa. dan siswa melanjutkan menggunakan cara tersebut sehingga berhasil memecahkan masalah-masalah pada LKS. Hasil diskusi yang telah ditulis oleh kelompok. dan memberikan contoh-contoh yang relevan. yaitu (1) tes tingkah laku masukan. Pengetesan dilakukan dengan memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan. pada dasarnya guru dapat melakukan empat macam tes. yaitu tes yang dilakukan dengan tujuan untuk mengukur apakah materi pembelajaran sesuai dengan sasaran pembelajaran. baik yang ada pada modul. besarnya satuan pengajaran dalam bentuk satuan kredit semester maupun jam semesternya.

dan (5) umpan balik. dan daya tarik pembelajaran. Sasaran khusus pembelajaran merupakan penjabaran dari sasaran umum pembelajaran yang menjelaskan tingkah laku khusus yang dimiliki siswa setelah menyelesaikan pembelajaran tersebut.Pada komponen tindak lanjut. dan daya tarik pembelajaran. Hasil kegiatan ini akan berupa bukti mengenai tingkat keefektifan. yang mencakup tingkat keefektifan. (2) rangkuman.8 Pengukuran Hasil Pembelajaran Langkah terakhir dalam desain pembelajaran adalah melakukan pengukuran hasil pembelajaran. 3. pengelolaan motivasional. dan (3) daftar pustaka. efesiensi. (3) tes. 3. Bagian pendahuluan mengandung (1) penjelasan umum mengenai modul. Hasil kegiatan dalam langkah ini akan berupa penetapan penjadualan penggunaan komponen strategi pengorganisasian dan penyampaian pembelajaran. Klasifikasi karakeristik yang dibuat ketika melakukan analisis karakteristik dijadikan sebagai dasar memilih dan menetapkan strategi pengelolaan. Langkah ini dapat dilakukan setelah guru mengetahui tingkat pencapaian pembelajaran. Komponen-Komponen Modul Komponen-komponen modul mencakup (1) bagian pendahuluan. (2) sasaran umum pembelajaran. dan (3) sasaran khusus pembelajaran. 2. Kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan proses pembelajaran dan tes hasil belajar. Bagian Kegiatan Belajar mengandung (1) uraian isi pembelajaran. guru menentukan apakah suatu pembelajaran perlu ditinjak lanjuti dengan memberikan pengajaran remidial atau memberi pengayaan kepda siswa.7 Menetapkan Strategi Pengelolaan Pembelajaran Menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran sangat bergantung pada hasil analisis karakteristik pebelajar. Sasaran 16 . 2.1 Sasaran Pembelajaran Hakikat sasaran pembelajaran mengacu kepada hasil pembelajaran yang diharapkan. efesiensi. dan kontrol belajar. Sasaran umum pembelajaran ditetapkan terlebih dahulu dan semua upaya pembelajaran diarahkan untuk mencapai sasaran tersebut. (2) bagian Kegiatan Belajar. pembuatan catatan tentang kemajuan belajar siswa. (4) kunci jawaban.

Untuk tujuan tersebut diperlukan langkah sintesis pembelajaran. Ditinjau dari segi cara merumuskannya. konsep. konsep. Ditinjau dari segi kepentingan siswa. yaitu (1) segi peran siswa. Bunderson. yakni uraian tentang apa yang dapat dikerjakan siswa setelah menyelesaikan satu unit pembelajaran. Istilah yang lebih populer adalah behavior objective. Proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar jika isi dan prosedur pembelajaran diorganisasi menjadi urutan yang bermakna. (3) wujudnya. sejalan dengan dua jenis strategi pengorganisasian pembelajaran yang ada (strategi makro dan mikro). 3. Sasaran ini diacukan kepada konstruk tertentu. Dari segi peran siswa. sasaran khusus pembelajaran dapat diartikan sebagai hasil belajar yang dirumuskan secara rinci. Mensintesis adalah mengaitkan topik-topik suatu bidang studi dengan keseluruhan isi bidang studi. dan (4) cara merumuskannya. Pengertian indikator pembelajaran dapat ditinjau dari empat sudut pandang. sasaran khusus pembelajaran diartikan sebagai pernyataan tentang hasil yang dicapai siswa setelah dibelajarkan. dan prinsip-prinsip yang berkaitan. Sasaran khusus pembelajaran adalah pernyataan khusus tentang hasil pembelajaran yang diinginkan.pembelajaran diklasifikasikan menjadi dua jenis.2 Uraian Isi pembelajaran Uraian isi pembelajaran menyangkut masalah strategi pengorganisasian isi pembelajaran yang oleh Reigeluth. (2) kepentingan siswa. Ditinjau dari wujudnya. Oleh karena itu akan banyak mempengaruhi strategi pengorganisasian mikro. prosedur. bahan disajikan dalam bagian-bagian yang bergantung pada kedalaman dan kesulitannya. sasaran khusus pembelajaran diartikan sebagai deskripsi tingkah laku yang diharapkan dapat dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran. dan Merril dalam degeng (1988). sasaran khusus pembelajaran berarti deskripsi informasi yang ditunjukkan siswa sebagai hasil pembelajaran. sehingga isi yang disajikan lebih 17 . apakah itu fakta. Squencing mengacu kepada upaya pembuatan urutan penyajian isi bidang studi. diartikan sebagai strategi yang mengacu kepada cara untuk mebuat urutan (squencing) dan mensintesis (synthesizing) fakta. dan prinsip yang terkandung dalam bidang studi. yaitu sasaran umum dan sasaran khusus. prosedur. atau prinsip. performance objective. sedangkan synthesizing mengacu kepada upaya untuk menunjukkan kepada siswa keterkaitan antara fakta. konsep. prosedur.

Rangkuman merupakan (1) pernyataan singkat mengenai isi bidang studi yang telah dipelajari. (2) contoh-contoh setiap konsep. atau formulasi-formulasi. (5) sesuai dengan prosedur pengajaran yang ditentukan.4 Tes Tes merupakan alat untuk mengetahui seberapa jauh sasaran khusus pembelajaran telah dicapai oleh siswa. 18 . 3. (4) rangkuman dapat membangun dan mengembangkan pelajaran.bermakna menyebabkan siswa memiliki ingatan yang baik dan lebih tahan lama terhadap topik-topik yang dipelajari.3 Rangkuman Rangkuman merupakan komponen modul yang menyajikan ide-ide pokok isi pembelajaran modul. Pemberian rangkuman dalam pengajaran merupakan bagian penting dari strategi pembelajaran sehingga memiliki manfaat yang sangat penting. (4) mampu mengaktifkan pikiran dan kegiatan pebelajar. (2) tingkat kesukaran sesuai dengan taraf kemampuan pebelajar. Tes juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru. atau prinsip yang diajarkan. Berkaitan dengan pengembangan modul. prosedur. maupun guru. isi pembelajaran diorganisasikan menurut struktur isi pembelajaran dengan analisis sasaran khusus pembelajaran. (1) rangkuman harus singkat dan langsung pada isinya. untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan bimbingan yang diberikannya dan berfungsi untuk memperbaiki proses pembelajaran. (5) bagian yang peting perlu digaris bawahi atau diketik miring. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam menyusun rangkuman adalah. Materi pembelajaran yang tepat untuk disajikan dalam kegiatan pembelajaran adalah (1) relevan dengan sasaran pembelajaran. sebagai tinjauan ulang serta pendalaman terhadap materi pembelajaran yang telah dipelajari siswa. (6) menarik dan dapat dibaca. (3) rangkuman mencatat informasi dalam bentuk catatan atau grafik/diagram. baik untuk siswa. (3) dapat memotivasi pebelajar. 3. karena rangkuman berisi pernyataan singkat yang mudah diingat dan dipahami. dan (6) sesuai dengan media pengajaran yang tersedia. (2) rangkuman berisi ide-ide pokok. Rangkuman dapat memberikan manfaat yang sangat berarti bagi siswa dalam mengorganisasi ingatannya.

(3) judul dan keterangan judul buku yang ditulis dengan huruf tebal (bold) atau huruf miring (italic). (2) fungsi penguatan (reinforcement). dan (5) nama penerbit.6 Umpan Balik Umpan balik adalah komponen modul yang berisi informasi tentang (1) skor tiap-tiap item tes. dan umpan balik bagi guru untuk mengetahui seberapa jauh tingkat keberhasilan belajar siswa terhadap sasaran khusus pembelajaran. Kunci jawaban berfungsi sebagai panduan siswa terhadap jawaban tes. mutakhir dan relevan.Proses pembelajaran akan lebih berhasil apabila diberikan tes yang relevan dengan sasaran khusus pembelajaran. (3) pedoman menentukan tingkat pencapaian sasaran belajar siswa berdasarkan skor yang dicapai.7 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan bagian penting bagi modul. yaitu kota tempat penerbit. siswa dapat menelusuri informasi untuk melakukan pendalaman dan pengembangan materi pembelajaran sesuai dengan sasaran pembelajaran yang telah dirumuskan. (4) impresium. 3. Jawaban tes mengacu kepada isi pembelajaran. (2) rumus cara menghitung skor akhir yang dicapai siswa. Jawaban soal subyektif sebaiknya disusun dengan singkat dan padat serta tidak menimbulkan tafsiran yang lain atau berbeda. (2) tahun terbit. Daftar pustaka disusun secara alpabetis nama utama pengarang. yakni (1) fungsi perbaikan. Dengan daftar pustaka yang lengkap. 3.5 Kunci Jawaban Kunci jawaban berisi jawaban tes yang wajib dikerjakan oleh siswa. Skor setiap item tes boleh sama atau berbeda. 19 . bergantung kepada tingkat kesukaran masing-masing item tes. 3. Adapun urutan penulisan daftar pustaka adalah (1) nama pengarang. Informasi dalam umpan balik memiliki dua fungsi. Bentuk tes dapat berupa tes subyektif dan/atau tes obyektif. dan (4) kegiatan berikutnya yang dilakukan siswa setelah diketahui tingkat pencapaian sasaran pembelajaran.

Second edition.. & Lehmann. W. New York: McGraw-Hill Book Company. Tuckman. L. E. Depdikbud.pdf Kirkey. 1995. Action research: The improvement of student and teacher learning. 1971.nipissingu. London: Routledge McNiff. R. 2000.queensu. R. G. Winer.ca/oar/PDFS/V832E. 1984. L. Second edition. 1968. Boston: Allyn and Bacon. Asas-asas penelitian behavioral. Research methods in education. 1983. Rinehart and Winston. F. Inc. Statistical analysis in psychology & education. Competencies for analysis and application. J.pdf Tabachnich. Fifth edition. Multivariat data analysis with reading. 2005. Ditjen. McCall. Black. McNiff. C. Wiersma.html McIntosh.pdf Mehrens.nipissingu. L. second edition. Action research: A handbook for practitioners. J. Measurement and evaluation in education and psychology.ca. J. Action research for professional development: Concise advise for new action esearchers. 2002. T. Publishers. L.ca/oar/PDFS/V82E. Fourth edition. London: Prentice-Hall International (UK) Limited. Third edition. Differentiated instruction and enrichment opportunities: An action research report. I. 1984. J. Action research: Principles and practice. A. Education research. C. J. D.. Lewis. 20 .Daftar Pustaka Ardhana. A. B. W. L.oar/Reports/reports_and_document-Thomas_G_Ryan%20. second edition. 2002. L.ca/oar/PDFS/V833E. Prendergast. Conducting educational research. New York: Holt. http://www. Bacaan pilihan dalam metode penelitian pendidikan. Valuing the collaborative nature of professional learning communities. 1975. Fourth edition. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha. 1976. 1996. R. W.nipissingu. J. Anderson. Fifth edition.htm Ryan. W. New York: John Wiley & Sons. Jones. Experimental design in education. P. Design and analysis of experiment. G. Third edition. F. Columbus: Merrill Publishing Company. E. 1992. Thomas G. 1999. Jakarta: PPLPTK. New York: Harcourt Brace Jovanovich. Using multivariate statistics. Statistical priciples in experimental design. New York: Harper & Row. Montgomery. & Fidell. oleh: Simatupang. New York: Harcourt Brace College Publisher. R. & Song. H. Fundamental statistics for psychology. & Koesoemanto. London: University of London Press Ltd. http://www.pdf Kerlinger. 2005. nipissingu. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. http://www. R. Gay. Ltd. Inc..jeanmcneiff.ca/∼ar/reports/MP2002. G. S. B.. R. T. Action research: Collecting and analyzing data. M. J. N. R. Stringer.. 2005. Hair. London: International Educational and Profesional Publisher. B. D. http://www. Dikti. 1992. Terjemahan: Foundation behavioral research. Tatham C. Action research fellows at Towson University.. J. http://educ. W. 1991. 1987. B. http://www. Ferguson.com/booklet1. 1987.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful