MU’TAZILAH 1.Definisi Mu'tazilah a.

Secara Etimologi Mu'tazilah atau I'tizaal adalah kata yang dalam bahasa Arab menunjukkan kesendirian, kelemahan dan keterputusan, b. Secara Terminologi Para Ulama Sedangkan sebagian ulama mendefinisikannya sebagai satu kelompok dari qadiriyah yang menyelisihi pendapat umat Islam dalam permasalahan hukum pelaku dosa besar yang dipimpin oleh Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid pada zaman Al Hasan Al Bashry. Dan kalau kita melihat kepada definisi secara etimologi dan terminologi didapatkan adanya hubungan yang sangat erat dan kuat, karena kelompok ini berjalan menyelisihi jalannya umat Islam khususnya Ahli Sunnah dan bersendiri dengan konsep akalnya yang khusus sehingga Akhirnya membuat mereka menjadi lemah, tersembunyi dan terputus. 2. Sejarah Munculnya Mu’tazilah Kelompok pemuja akal (Qadariyyah) ini muncul di kota Bashrah (Irak) pada abad ke2 Hijriyah, antara tahun 105-110 H, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dan khalifah Hisyam bin Abdul Malik. Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal. Ia lahir di kota Madinah pada tahun 80 H dan wafat pada tahun 131 H. Di dalam menyebarkan bid’ahnya, ia didukung oleh ‘Amr bin ‘Ubaid (seorang gembong Qadariyyah kota Bashrah) setelah keduanya bersepakat dalam suatu pemikiran bid’ah, yaitu mengingkari taqdir dan sifat-sifat Allah. Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok Mu’tazilah semakin berkembang dengan sekian banyak sektenya. Hingga kemudian para dedengkot mereka mendalami bukubuku filsafat yang banyak tersebar di masa khalifah Al-Makmun. Maka sejak saat itulah manhaj mereka benar-benar terwarnai oleh manhaj ahli kalam (yang berorientasi pada akal dan mencampakkan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah -pen). Oleh karena itu, tidaklah aneh bila kaidah nomor satu mereka berbunyi: “Akal lebih didahulukan daripada syariat (Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’, pen) dan akal-lah sebagai kata pemutus dalam segala hal. Bila syariat bertentangan dengan akal -menurut persangkaan mereka- maka sungguh syariat tersebut harus dibuang atau ditakwil.

Kedua: Berpendapat bahwa mereka dinamai demikian karena ucapan imam Qatadah kepada Utsman Ath Thowil: siapa yang menghalangimu dari kami? apakah mereka Mu'tazilah yang telah menghalangimu dari kami? Aku jawab:ya. Berkata A Qodhi Abdul Jabaar Al Mu'tazily dalam menafsirkan sebab penamaan mereka ini:telah terjadi dialog antara Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid dalam permasalahan ini -permasalahan pelaku dosa besar-lalu Amr bin Ubaid kembali ke mazhabnya dan meninggalkan halaqoh Al Hasan Al Bashry dan memisahkan diri. dan iman tidak rusak oleh kemaksiatan. mereka dinamakan demikian karena mereka memisahkan diri dari Al Jamaah setelah wafatnya Al Hasan Al Bashry di awal-awal abad kedua dan . sebagaiman tidak bermanfaat ketaatan bersama kekufuran. Kemudian dia berdiri dan memisahkan diri ke satu tiang dari tiang-tiang masjid menjelaskan jawabannya kepada para murid Al Hasan. akan tetapi dia di dalam satu kedudukan diantara dua kedudukan tersebut (manzlah baina manzilatain). lalu berkata:wahai imam agama. bahkan amalan menurut mazhab mereka bukan termasuk rukun iman.. tidak mu'min dan tidak kafir. berkata Waashl bin Atho': saya tidak akan mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu mu'min dan tidak juga kafir.Sebab penamaannya. dan sebelum beliau menjawab. lalu mereka menamainya Mu'tazily. Hal ini didasarkan oleh riwayat yang mengisahkan bahwa ada seseorang yang menemui Al Hasan Al Bashry.telah muncul pada zaman kita ini satu jamaah yang mengkafirkan pelaku dosa besar dan dosa besar menurut mereka adalah kekafran yang mengeluarkan pelakunya dari agama. dan mereka adalah Al Wa'iidiyah khowarij dan jamaah yang menangguhkan pelaku dosa besar. dan mereka adalah murjiah umat ini. maka kedua orang ini beserta pengikutnya dinamakan Mu'tazilah. Para Ulama telah berselisih tentang sebab penamaan kelompok (aliran) ini dengan nama Mu'tazilah menjadi beberapa pendapat: Pertama: Berpendapat bahwa sebab penamaannya adalah karena berpisahnya Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid dari majlis dan halaqohnya Al Hasan Al Bashry. dan ini adalah asal penggelaran Ahlul Adil dengan Mu'tazilah. dan dosa besar menurut mereka tidak mengganggu (merusak) iman. maka bagaimana engkau memberikan hukum bagi kami dalam hal itu secara i'tikad? Lalu Al Hasan merenung sebentar tentang hal itu. Berkata Ibnu Abl Izzy : dan mu'tazilah adalah Amr bin Ubaid dan Waashil bin Atho' Al Ghozaal serta para pengikutnya. dan Amr bin Ubaid mengikuti langkah Waashil. lalu berkata Al Hasan : telah berpisah (i'tizal) dari kita Washil..3.

di antaranya: 1. sehngga berkata Qotadah dan yang lainnya: merekalah Mu'tazilah. Pengaruh Mu’tazilah di Dunia Islam Mu’tazilah dalam menyelesaikan berbagai masalah keagamaan selalu menggunakan kekuatan akal pikiran. 4. mulhid dan zindik di samping itu juga dapat menumpas paham reinkarnasi. paham al-Mujassimah. Bidang orator dan pujangga. Bidang ilmu Kalam (Theologi Islam). Karena itu dalam sejarah umat Islam tidak mengenal pembahasan yang bercorak filsafat dan lengkap tentang Tuhan. pada masa pemerintahan Abbasiyah.mereka itu bermajlis sendiri dan terpisah. Dengan demikian. Bahkan mereka diberi nama kaum rasionalis. 2. Lawan-lawan itu di antaranya. Kamum Mu’tazilah sangat serius membela dan mempertahankan akidah dari mereka yang bermaksud merusaknya. Bidang ilmu balaghah (rethorika) 3. kaum muslimin terancam dari berbagai aliran yang merupakan lawan-lawan kepercayaan Islam. al-Rafidhah. Ilmu perdebatan (jadal) 4. . tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa Mu’tazilah sangat besar pengaruhnya di dunia Islam. sifat-sifat dan perbuatannya dengan disertai dalil-dalil akal pikiran dan alasan-alasan naql sebelum lahir aliran Mu’tazilah. Dalam sejarah.

ahlu atau ahli. Asal kata Nabi Muhammad saw dalam salah satu haditsnya bersabda bahwa umat Islam nantinya terpecah dalam berbagai kelompok yang berbeda pendapat sebanyak 73 golongan. berarti kaum atau golongan.  secara garis besar sudah diterangkan pula artinya. perselisihan. Dari seluruh golongan tersebut. dan lain sebagainya. talqin. berarti "dan".   Kata wa atau wal adalah kata sambung.AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH Sebagian kecil masyarakat ada yang mengidentikkan pengertian Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan masalah khilafiyah sekitar tahlil. yaitu mereka yang beriman kepada Nabi dan hidup sezaman atau pernah berjumpa dengan beliau. Kata aljamaah. kebiasaan. beliau menjawab singkat: Segala yang aku berada di atasnya sekarang bersama para sahabatku. bacaan ushalli dalam mengawali salat. ucapan. tidak di neraka. Sama persis dengan arti hadits. yaitu sikap yang berulang-ulang menjadi kebiasaan atau karakteristik. dan percekcokan yang tidak diketahui permasalahan yang sebenarnya. Istilah sahabat Nabi artinya sudah mengkhusus pula. atau segala yang aku lakukan bersama sahabat-sahabatku. . perbuatan atau sikap Nabi saw. Pengertian Berdasar hadits tersebut dapat diuraikan pengertian sebagai berikut:   Kata ahlun. yang selamat. Sebenarnya masalah yang terkait dengan Ahlus sunnah wal jamaah jauh lebih mendasar. 2. semula berarti kelompok. Kata assunnah artinya tingkah laku. bukan hanya permasalahan yang sering dipertentangkan sebagai khilafiyah tersebut. Karena itu kiranya generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang wajar tentang masalah ini guna menghindari pertikaian. Dalam hal ini pengertiannya sudah mengkhusus menjadi kelompok sahabat Nabi. bahkan ada pendapat bahwa assunnah lebih mendalam dari pada hadits. 1. Dari hadits tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:  istilah ahlus sunnah wal jamaah sudah pernah dipergunakan oleh Nabi saw sendiri. hanya satu yaitu yang disebut dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ketika ditanya tentang artinya. qunut.

Proses perkembangan Sinyalemen Nabi tentang golongan dan perbedaan yang timbul ternyata benar. dihayati. tetapi berlawanan arah. Oleh karena itu disimpulkan pengertian:  assunnah wal jamaah: persis sama dengan yaitu: 1. 3. radikal. pemisahan. tiap ada yang berlebihan ke kanan. ajaran yang dibawa. memisahkan diri. Kemudian muncul golongan Khawarij yang terlalu kaku. maka golongan Khawarij dapat disebut terlalu radikal anarkis yang memusuhi semua pihak. maka golongan ini melepaskan diri dan menamakan diri Khawarij. dan diamalkan pula oleh para sahabat. diikuti. dan diamalkan oleh Nabi Muhammad saw. yang berangsur-angsur membedakan diri. Hal yang menonjol dalam sejarah ialah kebangkitan golongan Syiah yang berlebihan mencintai famili Nabi. . sehingga menyalahkan sahabat Abu Bakar ra dan lain-lain. Kalau golongan Syiah dapat disebut terlalu emosional sentimental atau terlalu mengikuti perasaan. tidak mau diatur. Sebagaimana adat dunia. tetapi ketika ada usaha kompromi antara Syiah dan anti Syiah. dikembangkan. Sikap berlebihan ini makin lama makin hebat dan menimbulkan tandingan yang berlebihan pula. Setelah beliau wafat mulai timbul orang-orang yang kemudian menjadi kelompok dan golongan. dan 2. Secara popular dan mudah.Dengan pengertian inilah kata assunnah dengan aljamaa dirangkaikan. dan penyimpangan ialah sikap tatharruf atau ekstrimisme. Semula mereka tergolong Syiah. Faktor utama yang menyebabkan pembedaan.  ahlussunnah wal jamaah ialah golongan yang berusaha selalu berada pada garis kebenaran assunnah wal jamaah. tetapi berbau reklame dan agitasi dapat dirumuskan bahwa ahlussunnah wal jamaah adalah golongan yang paling setia kepada Nabi Muhammad saw. dan mulai menyimpang dari garis lurus assunnah wal jamaah. Assunnah diartikan sebagaimana diuraikan di atas. Maklum. bahwa hal yang disabdakan oleh beliau selalu berdasar wahyu Allah. biasanya timbul pihak yang berlebihan ke kiri. berlebih-lebihan di dalam memegang pendirian atau melakukan sesuatu perbuatan. dan aljamaah diartikan penghayatan dan amalan para sahabat terkemuka sebagai petunjuk pembantu untuk mencapai ketepatan memahami dan mengamalkan assunnah.

Terkadang pada suatu negeri jumlah mereka banyak dibanding pada negeri lain yang jumlahnya sedikit.  Pengaruh filsafat barat. Disamping kemajuan berpikir yang positif. Tiap penyimpangan disusul dengan penyimpangan. dan mengembangkan assunnah wal jamaah serta membentengi umat Islam dari unsur-unsur penyelewengan. dan lain-lain terselundup di kalangan kaum muslimin baik disengaja maupun tidak. bercabang-cabang menjadi semrawut. dan kekuasaan. diterjemahkan. Disamping penyimpangan dan penyelewengan yang semrawut. Kepentingan politik telah menimbulkan golongan pro dan kontra Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib. mempertahankan. Nasrani. atau terkadang pada suatu masa mereka jumlahnya banyak dan pada masa 4. ahli agama yang beramal saleh dan yang ikhlas. masih cukup kuat dan besar kaum muslim yang tetap berada pada jalan lurus dengan tokoh para ulama shalihin mukhlishin. Filsafat Yunani yang diungsikan dari barat karena dimusuhi oleh kaum Masehi banyak diterima. berkelanjutan dengan golongan Umawiyah dan Abbasiyah. berjuang. Yahudi. Dongengdongeng yang tidak ada dasarnya dalam Islam adakalanya dianggap seperti dari Islam.  Infiltrasi kaum munafik yang berpura-pura Islam. sehingga kalau ada dalil nash yaitu al-Quran dan al-Hadits yang tidak atau kurang sesuai dengan selera pikiran. dan dikembangkan oleh sarjana-sarjana Islam.  Sisa-sisa kepercayaan lama dan israiliyat yang sedikit banyak masih ada pada pemeluk Islam baru dari berbagai unsur seperti Majusi. menyiarkan. Hal-hal lain yang menambah keparahan perbedaan atau penyimpangan. politik. makin lama membesar dan makin parah. Mereka juga disebut ulama salaf yang berusaha. bahkan penyelewengan dan bentrokan adalah:  Kepentingan famili. dan bekerja keras memelihara. Yunani. hal ini berakibatsampingan timbul sikap terlalu akal-akalan sehingga akidah Islam yang mudah dan logis menjadi rumit dan sulit. Keberadaan dan karakteristik ahlussunnah wal jama’ah Keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak dibatasi oleh tempat dan masa tertentu. .Pada zaman berikutnya muncul lagi golongan Mu'tazilah yang terlalu memuja akal. Semula perbedaan atau penyimpangan kecil. Infiltrasi kaum munafik secara halus telah banyak menimbulkan pertentangan antara lain pernah ada 'anti Aisyah'. maka dipaksakan penafsiran menurut selera mereka yang terlalu rasionalistis.

): Sekawanan orang. 3. Isma'il ash Shobuni. sebagaimana yang disifatkan oleh Nabi sholallohu alaihi wa sallam bahwa mereka adalah: Ath. di manapun dan dalam masa apapun mereka berada. tabi'in dan imam-imam pemberi petunjuk dari tiga generasi yang mulia. Mereka adalah orang-orang yang selamat dan terhindar dari talabbus (kesamaran dan pencampuradukan) terhadap bid'ah. Di antara karateristik mereka adalah: 1. mengikuti dan meneladani petunjuk Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam. mereka adalah orang-orang yang termasuk (berpegang teguh) dengan aqidah salaf (orang terdahulu) dari generasi shohabat. Hanya saja mereka senantiasa ada. ath Thohawi.lain jumlahnya sedikit. seperti Imam Ahmad. 2. terhindar dari bentuk-bentuk kesyirikan dan bid'ah. bahkan mereka tersebar luas di pelosok bumi. tidak pernah terputus mata rantai keberadaan mereka. suluk (akhlak) maupun ibadah. Ibnu Khuzaimah. ): Golongan yang asing dan terasing. dan tetap dalam fitrohnya. pada hakekatnya mereka termasuk ahlussunah wal Jamaah. . keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak terbatas berdasarkan ruang lingkup zaman dan waktu. ): satu goloongan (dari 73 golongan). Di samping itu.Ishobah ( irqoh Wahidah ( ): sekelompak umat. Dari generasi ke generasi. Aqidah salaf adalah aqidah yang di wariskan oleh generasi terbaik yang di yakini dan di bukukan dalam buku-buku karangan para Imam. Istilah-istilah di atas menunjukkan jumlah yang sedikit atau minoritas. mereka senantiasa ada dan dapat diketahui karateristiknya sebagai orang yang kuat dalam mencontoh. ad Darimi. Ibnu Taimiyah dan imam-imam lainnya. kondisi masyarakat (kaum muslimin) awam yang melaksanakat syi'arsyi'ar agama. Secara umum. baik dalam aqidah. Ibnu Abi Ashim.urobaa ( Al. hingga zaman kita sekarang ini. Mereka adalah orang-orang yang berada di atas Huda (petunjuk) Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara konsekwen. kesyirikan dan jalan (sesat) lainnya. Dan jumlah ahlussunah wal Jamaah pada akhir zaman tidaklah banyak –Alloh a'lam-. al Bukhori. Karateristik Ahlussunnah Wal Jamaah Sifat dan karateristik ahlussunnah wal jamaah telah dijelaskan Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara gamlang dan jelas sekali.hoifah ( Al.

meninggalkan dosa. jembatan. Mereka adalah orang-orang yang tampil di tengah-tengah masyarakat dengan menampakkan kejujuran berlandaskan kebenaran. mencegah yang munkar. baik dari ahlur ra’yi maupun ahlul Hadits. Fuqaha (ulama fiqih) yaitu para Imam Mazhab iqh. menetapkan wajibnya shalat Jum’at . janji dan ancaman. kebangkitan. yang menganut aliran al-Shifatiah (menerima sifat2 Allah) dalam masalah teologi menyangkut Tuhan dan sifat-sifat yang azali. haram. Menetapkan adanya ru’yah (melihat uhan di hari kemudian). Mereka senantiasa menegakkan yang fardhu dan sunnah. Khawarij dan sederet golongan bid’ah lainnya. tidak akan ditemui pada diri ahlussunah wal Jamaah bentuk-bentuk talabbus di atas seperti mengeramatkan kuburan. 2.Golongan-golongan Ahlussunah wal jamaah Pada perkembangan selanjutnya.Oleh karena itu.hukum. Usman dan Ali. mereka adalah orang-orang yang memegang erat syi'ar-syi'ar agama. syafa’at dan pengampunan dosa selain syirik serta menetapkan kekekalan nikmat bagi ahli sorga dan kekelan siksa terhadap orang-orang kafir dalam neraka. telaga. Tidak berdo'a kepada selain Alloh subhanahu wa ta'ala. batu ataupun peninggalanpeninggalan kuno lainnya. bid'ah dan mencegah semua bentuk kebathilan. pahala dan ganjaran. syarat ijtihad. 4. kenabian. menyelenggarakan perayaan dan peringatan bid'ah dan lainnya yang sering dilakukan orang-orang bodoh. lalai ataupun orang yang ikut-ikutan saja. dan memerangi kebohongan serta tidak terpengaruh sedikitpun oleh celaan para pencelanya. membersihkan diri dari faham Qadariah dan Mu’tazilah. pertanyaan kubur. ia mengakui kekhalifaan Abu Bakar. beliau merumuskan ada delapan kelompok yang termasuk golongan Ahlus Sunnah Waljamaah yaitu: 1. hukum. mendirikan monumen-monumen peringatan di atas kuburan. 5. meminta pertolongan kepada orang mati. baik yang terangterangan maupun yang tersembunyi sebagaimana yang diperintahkan Alloh subhanahu wa ta'ala dan Rosul-Nya. dan pimpinan ummat. Imamah. 5. Mutakallimin (ulama kalam/theologi) yaitu orang yang memahami secara pas masalahmasalah keesaan Tuhan. dengan mengikuti metodologi aliran as-Shifatiah (menetapkan sifat-sifat Tuhan) yang tidak terseret ke dalam faham antropomorfis (tasybih) dan ta’thil (meniaakan sifat2 Allah) serta bid’ah kaum Syi’ah. Umar. dan tetap menghormati Salaf. pemimpin. memerintahkan yang ma'ruf. Ahlus Sunnah Wal Jamah dikodifikasikan dengan lebih jelas oleh Imam Abdul Qahir bin Thahir al-Baghdadi (wafat 429 H) dalam bukunya Al Farq Bain Al Firaq (perbedaan diantara aliran-aliran). Disamping itu.

menguasai al-Jahr wat. 6. menafikan tasybih serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.arra’. hadits dan Ijma’. Muhaditsin (ulama hadis) yaitu mereka yang ahli dalam melacak jalur-jalur Hadits dan Atsar dari Nabi. Ahlus Sunnah Wal Jama'ah mempunyai patron mengikuti dan menerima : 1. Mutasawwifin (ulama tasawuf) yaitu para Zuhad Sufi yang giat beramal dengan tulus ikhlas dan menyadari sepenuhnya bahwasanya baik pendengaran.a’dil (sebab-sebab kebaikan dan kelemahan seorang perawi Hadits) dan tidak terlibat dalam perilaku bid’ah yang sesat. Abu Amr bin Al ‘Ala. 5. Nahwu Sharaf. Abu Ubaid dan sederet tokoh-tokoh lainnya dari Kufah dan Bashrah. Maturidiyah 2.di belakang para Imam yang tidak terkena bid’ah dan wajibnya menetapkan hukum dari Qur’an. 7. Dan mengatakan sahnya menyapu dua khuf (sejenis sepatu). mengharamkan mut=92ah. mampu membedakan antara yang shahih dan tidak. Mufassirin (ulama tafsir) yaitu mereka yang mengetahui aneka ragam qira’at Qur’an dan orientasi penafsirannya dan pena’wilannya sesuai dengan aliran Ahlussunnah waljama’ah tanpa terpengaruh kepada pena’wilan para pengikut hawa nafsu yang sesat. Olehnya itu. mereka giat beramal tanpa banyak bicara. dan mengikuti jejak pakar bahasa semisal al-Khalil. konsisten dalam ketauhidan. yang tidak tercampur ilmunya dengan bid’ah kaum Qadariah atau Rafidah atau Khawarij. Syafii. Semua orang di semua negara yang di dalamnya dikuasai oleh syi’ar Ahlussunnah waljama’ah dan yang mengikuti ketujuh kelompok diatas. Mujahidin yaitu mereka yang bertempat di pos-pos pertahanan kaum Muslimin untuk menjaga kemanan negara dari serangan musuh. al-Ashma’i. 4. Fuqaha (ulama2 Fiqih) : Bermazhab dengan mazhab 4 yg muktabar : Hanafi. jatuhnya thalaq tiga. Mutakallimin (ulama2 kalam) : Asyariyah. al. menjaga kehormatan ummat Islam baik materil maupun moril dengan berupaya menumbuhkan di pos-pos pertahanan mereka aliran Ahlussunnah waljama’ah. 3. dan memandang wajib mentaati seorang pemimpin selama bukan maksiat. Ahlul Lughot (ulama bahasa Arab) yaitu mereka yang ahli di bidang kesusasteraan. . Hanbali. Sibawaihi. Maliki. penglihatan dan hati semuanya dipertanggungjawabkan di depan sang Khaliq yang takkan bisa lalai sebiji atom pun dari pandangannya. 8. al-Akhfasy. al-Muzany. Singkatnya.

Daraquthni. menolak Imam Mazhab. maka boleh dibilang telah keluar dari Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. 6. Darimi. Ibnu Jarir At Thobari. dll.3. Mutasawwifin (ulama2 tasawuf) : Al Junaid. Qurthubi. Mujahid. 4. . Al Khalil. Amir yang menyerukan Jihad fisabilillah Apabila ada yang menolak salah satu dari 7 kelompok diatas. 5. contohnya bila ada yang menolak ulama2 kalam. Muwatta' Malik. Mujahidin : Para Sultan. Muslim. Al Muzani. Ibn Athoilah. Mustadrak Hakim. menolak tasawuf. 7. Nasai. Ahlul Lughot (ulama2 bahasa) : Sibawaih. Abu Thalib Al Makki. Al Ghazali. Jalaludin As Suyuthi. Musnad Ahmad. Ibnu Khuzaimah. menolak hadis. As Suhrawardi. Fachrudin Ar Razi. dsb. Al Qusyairi. Ar Rumi. dll. menihilkan jihad. Mufassirin (ulama2 tafsir) : Ibnu Abbas. dll. Al Ashma'i. Jalaludin Mahali. Turmudzi. Ibnu Majah. Abu Dawud. Muhaditsin (ulama2 hadis) : Para penulis kitab2 hadis : Sahih Bukhari. Ibnu Malik. Ibn Katsir.

- ./ -:%. -.:/38$::9 /    :9..9: /./3!.7  ":79:-  -3 .2.43943./ 2.72 ./.  :83..2..-.7. 8.7.2  2034..3 -3:.2034. 503:8 9. . ..8.7  :82  -: ./  :89.2.2..:/3.  :..3 90../8 2034.  :.  -3: .320307:. -40 /-.3 27. .  /    :1.7.$:9.7 8$:7.8873 :.99.3.  :.2./7./983 :. 9.8  :.9.:1 :3.. :.  ..3 2034. 82..-.7:/37#.3 2034.9.. .-. $-.  ./8  $. . .6:93    ::49 :. . 0:.3.13 :.:1 203. . /    :./ /8-   .187   -3: --..9. ./  -3: .7/ -394.  5. .8./18.. .8./8   !.2. :.-. .:/  %:72:/  . 7#:2  ":8. 8.2.7  04254 /.987 .77 9 %4-.7 :8 $:33.7 /.8. ..2 -3::.8  2./.2.2. .8..