MU’TAZILAH 1.Definisi Mu'tazilah a.

Secara Etimologi Mu'tazilah atau I'tizaal adalah kata yang dalam bahasa Arab menunjukkan kesendirian, kelemahan dan keterputusan, b. Secara Terminologi Para Ulama Sedangkan sebagian ulama mendefinisikannya sebagai satu kelompok dari qadiriyah yang menyelisihi pendapat umat Islam dalam permasalahan hukum pelaku dosa besar yang dipimpin oleh Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid pada zaman Al Hasan Al Bashry. Dan kalau kita melihat kepada definisi secara etimologi dan terminologi didapatkan adanya hubungan yang sangat erat dan kuat, karena kelompok ini berjalan menyelisihi jalannya umat Islam khususnya Ahli Sunnah dan bersendiri dengan konsep akalnya yang khusus sehingga Akhirnya membuat mereka menjadi lemah, tersembunyi dan terputus. 2. Sejarah Munculnya Mu’tazilah Kelompok pemuja akal (Qadariyyah) ini muncul di kota Bashrah (Irak) pada abad ke2 Hijriyah, antara tahun 105-110 H, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dan khalifah Hisyam bin Abdul Malik. Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal. Ia lahir di kota Madinah pada tahun 80 H dan wafat pada tahun 131 H. Di dalam menyebarkan bid’ahnya, ia didukung oleh ‘Amr bin ‘Ubaid (seorang gembong Qadariyyah kota Bashrah) setelah keduanya bersepakat dalam suatu pemikiran bid’ah, yaitu mengingkari taqdir dan sifat-sifat Allah. Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok Mu’tazilah semakin berkembang dengan sekian banyak sektenya. Hingga kemudian para dedengkot mereka mendalami bukubuku filsafat yang banyak tersebar di masa khalifah Al-Makmun. Maka sejak saat itulah manhaj mereka benar-benar terwarnai oleh manhaj ahli kalam (yang berorientasi pada akal dan mencampakkan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah -pen). Oleh karena itu, tidaklah aneh bila kaidah nomor satu mereka berbunyi: “Akal lebih didahulukan daripada syariat (Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’, pen) dan akal-lah sebagai kata pemutus dalam segala hal. Bila syariat bertentangan dengan akal -menurut persangkaan mereka- maka sungguh syariat tersebut harus dibuang atau ditakwil.

. Para Ulama telah berselisih tentang sebab penamaan kelompok (aliran) ini dengan nama Mu'tazilah menjadi beberapa pendapat: Pertama: Berpendapat bahwa sebab penamaannya adalah karena berpisahnya Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid dari majlis dan halaqohnya Al Hasan Al Bashry. lalu berkata Al Hasan : telah berpisah (i'tizal) dari kita Washil. Kedua: Berpendapat bahwa mereka dinamai demikian karena ucapan imam Qatadah kepada Utsman Ath Thowil: siapa yang menghalangimu dari kami? apakah mereka Mu'tazilah yang telah menghalangimu dari kami? Aku jawab:ya. Kemudian dia berdiri dan memisahkan diri ke satu tiang dari tiang-tiang masjid menjelaskan jawabannya kepada para murid Al Hasan. dan sebelum beliau menjawab. Berkata A Qodhi Abdul Jabaar Al Mu'tazily dalam menafsirkan sebab penamaan mereka ini:telah terjadi dialog antara Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid dalam permasalahan ini -permasalahan pelaku dosa besar-lalu Amr bin Ubaid kembali ke mazhabnya dan meninggalkan halaqoh Al Hasan Al Bashry dan memisahkan diri. bahkan amalan menurut mazhab mereka bukan termasuk rukun iman. tidak mu'min dan tidak kafir. dan mereka adalah murjiah umat ini. Hal ini didasarkan oleh riwayat yang mengisahkan bahwa ada seseorang yang menemui Al Hasan Al Bashry. maka bagaimana engkau memberikan hukum bagi kami dalam hal itu secara i'tikad? Lalu Al Hasan merenung sebentar tentang hal itu. lalu mereka menamainya Mu'tazily. dan ini adalah asal penggelaran Ahlul Adil dengan Mu'tazilah. dan dosa besar menurut mereka tidak mengganggu (merusak) iman.telah muncul pada zaman kita ini satu jamaah yang mengkafirkan pelaku dosa besar dan dosa besar menurut mereka adalah kekafran yang mengeluarkan pelakunya dari agama.3. maka kedua orang ini beserta pengikutnya dinamakan Mu'tazilah. dan iman tidak rusak oleh kemaksiatan. dan mereka adalah Al Wa'iidiyah khowarij dan jamaah yang menangguhkan pelaku dosa besar. mereka dinamakan demikian karena mereka memisahkan diri dari Al Jamaah setelah wafatnya Al Hasan Al Bashry di awal-awal abad kedua dan . Berkata Ibnu Abl Izzy : dan mu'tazilah adalah Amr bin Ubaid dan Waashil bin Atho' Al Ghozaal serta para pengikutnya. dan Amr bin Ubaid mengikuti langkah Waashil. sebagaiman tidak bermanfaat ketaatan bersama kekufuran.Sebab penamaannya.. akan tetapi dia di dalam satu kedudukan diantara dua kedudukan tersebut (manzlah baina manzilatain). berkata Waashl bin Atho': saya tidak akan mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu mu'min dan tidak juga kafir. lalu berkata:wahai imam agama.

Pengaruh Mu’tazilah di Dunia Islam Mu’tazilah dalam menyelesaikan berbagai masalah keagamaan selalu menggunakan kekuatan akal pikiran. Kamum Mu’tazilah sangat serius membela dan mempertahankan akidah dari mereka yang bermaksud merusaknya. kaum muslimin terancam dari berbagai aliran yang merupakan lawan-lawan kepercayaan Islam. tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa Mu’tazilah sangat besar pengaruhnya di dunia Islam. . al-Rafidhah. 2. Bahkan mereka diberi nama kaum rasionalis. sifat-sifat dan perbuatannya dengan disertai dalil-dalil akal pikiran dan alasan-alasan naql sebelum lahir aliran Mu’tazilah. Dengan demikian. Bidang ilmu Kalam (Theologi Islam). Dalam sejarah. 4. Ilmu perdebatan (jadal) 4. Karena itu dalam sejarah umat Islam tidak mengenal pembahasan yang bercorak filsafat dan lengkap tentang Tuhan. sehngga berkata Qotadah dan yang lainnya: merekalah Mu'tazilah. Lawan-lawan itu di antaranya. mulhid dan zindik di samping itu juga dapat menumpas paham reinkarnasi. Bidang orator dan pujangga. paham al-Mujassimah. Bidang ilmu balaghah (rethorika) 3. di antaranya: 1. pada masa pemerintahan Abbasiyah.mereka itu bermajlis sendiri dan terpisah.

perbuatan atau sikap Nabi saw. atau segala yang aku lakukan bersama sahabat-sahabatku. dan lain sebagainya. dan percekcokan yang tidak diketahui permasalahan yang sebenarnya. hanya satu yaitu yang disebut dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah. tidak di neraka. . 2.  secara garis besar sudah diterangkan pula artinya. Sebenarnya masalah yang terkait dengan Ahlus sunnah wal jamaah jauh lebih mendasar. ucapan. semula berarti kelompok. Dari hadits tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:  istilah ahlus sunnah wal jamaah sudah pernah dipergunakan oleh Nabi saw sendiri.AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH Sebagian kecil masyarakat ada yang mengidentikkan pengertian Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan masalah khilafiyah sekitar tahlil.   Kata wa atau wal adalah kata sambung. Dari seluruh golongan tersebut. Dalam hal ini pengertiannya sudah mengkhusus menjadi kelompok sahabat Nabi. bukan hanya permasalahan yang sering dipertentangkan sebagai khilafiyah tersebut. Istilah sahabat Nabi artinya sudah mengkhusus pula. Asal kata Nabi Muhammad saw dalam salah satu haditsnya bersabda bahwa umat Islam nantinya terpecah dalam berbagai kelompok yang berbeda pendapat sebanyak 73 golongan. bacaan ushalli dalam mengawali salat. 1. perselisihan. Karena itu kiranya generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang wajar tentang masalah ini guna menghindari pertikaian. Kata assunnah artinya tingkah laku. berarti kaum atau golongan. beliau menjawab singkat: Segala yang aku berada di atasnya sekarang bersama para sahabatku. yang selamat. yaitu sikap yang berulang-ulang menjadi kebiasaan atau karakteristik. qunut. talqin. berarti "dan". Ketika ditanya tentang artinya. kebiasaan. Pengertian Berdasar hadits tersebut dapat diuraikan pengertian sebagai berikut:   Kata ahlun. Kata aljamaah. ahlu atau ahli. bahkan ada pendapat bahwa assunnah lebih mendalam dari pada hadits. yaitu mereka yang beriman kepada Nabi dan hidup sezaman atau pernah berjumpa dengan beliau. Sama persis dengan arti hadits.

dan diamalkan oleh Nabi Muhammad saw. dan mulai menyimpang dari garis lurus assunnah wal jamaah. memisahkan diri. . radikal. diikuti. tetapi ketika ada usaha kompromi antara Syiah dan anti Syiah. tidak mau diatur. Maklum. Secara popular dan mudah. dihayati. maka golongan Khawarij dapat disebut terlalu radikal anarkis yang memusuhi semua pihak. tetapi berlawanan arah. Setelah beliau wafat mulai timbul orang-orang yang kemudian menjadi kelompok dan golongan. Sebagaimana adat dunia. tetapi berbau reklame dan agitasi dapat dirumuskan bahwa ahlussunnah wal jamaah adalah golongan yang paling setia kepada Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu disimpulkan pengertian:  assunnah wal jamaah: persis sama dengan yaitu: 1. Sikap berlebihan ini makin lama makin hebat dan menimbulkan tandingan yang berlebihan pula. maka golongan ini melepaskan diri dan menamakan diri Khawarij. bahwa hal yang disabdakan oleh beliau selalu berdasar wahyu Allah. tiap ada yang berlebihan ke kanan. sehingga menyalahkan sahabat Abu Bakar ra dan lain-lain. Assunnah diartikan sebagaimana diuraikan di atas. pemisahan. Semula mereka tergolong Syiah. Hal yang menonjol dalam sejarah ialah kebangkitan golongan Syiah yang berlebihan mencintai famili Nabi. yang berangsur-angsur membedakan diri. Kemudian muncul golongan Khawarij yang terlalu kaku. 3.  ahlussunnah wal jamaah ialah golongan yang berusaha selalu berada pada garis kebenaran assunnah wal jamaah. berlebih-lebihan di dalam memegang pendirian atau melakukan sesuatu perbuatan.Dengan pengertian inilah kata assunnah dengan aljamaa dirangkaikan. dikembangkan. ajaran yang dibawa. dan penyimpangan ialah sikap tatharruf atau ekstrimisme. dan 2. dan aljamaah diartikan penghayatan dan amalan para sahabat terkemuka sebagai petunjuk pembantu untuk mencapai ketepatan memahami dan mengamalkan assunnah. dan diamalkan pula oleh para sahabat. Proses perkembangan Sinyalemen Nabi tentang golongan dan perbedaan yang timbul ternyata benar. biasanya timbul pihak yang berlebihan ke kiri. Faktor utama yang menyebabkan pembedaan. Kalau golongan Syiah dapat disebut terlalu emosional sentimental atau terlalu mengikuti perasaan.

Terkadang pada suatu negeri jumlah mereka banyak dibanding pada negeri lain yang jumlahnya sedikit. dan bekerja keras memelihara. politik. atau terkadang pada suatu masa mereka jumlahnya banyak dan pada masa 4. masih cukup kuat dan besar kaum muslim yang tetap berada pada jalan lurus dengan tokoh para ulama shalihin mukhlishin. Tiap penyimpangan disusul dengan penyimpangan. Yahudi. Nasrani. berjuang. ahli agama yang beramal saleh dan yang ikhlas.  Pengaruh filsafat barat. Dongengdongeng yang tidak ada dasarnya dalam Islam adakalanya dianggap seperti dari Islam. bercabang-cabang menjadi semrawut. Hal-hal lain yang menambah keparahan perbedaan atau penyimpangan. Keberadaan dan karakteristik ahlussunnah wal jama’ah Keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak dibatasi oleh tempat dan masa tertentu. berkelanjutan dengan golongan Umawiyah dan Abbasiyah.  Infiltrasi kaum munafik yang berpura-pura Islam. Infiltrasi kaum munafik secara halus telah banyak menimbulkan pertentangan antara lain pernah ada 'anti Aisyah'. Kepentingan politik telah menimbulkan golongan pro dan kontra Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib. makin lama membesar dan makin parah. Mereka juga disebut ulama salaf yang berusaha.  Sisa-sisa kepercayaan lama dan israiliyat yang sedikit banyak masih ada pada pemeluk Islam baru dari berbagai unsur seperti Majusi. maka dipaksakan penafsiran menurut selera mereka yang terlalu rasionalistis. bahkan penyelewengan dan bentrokan adalah:  Kepentingan famili. Semula perbedaan atau penyimpangan kecil. sehingga kalau ada dalil nash yaitu al-Quran dan al-Hadits yang tidak atau kurang sesuai dengan selera pikiran. mempertahankan.Pada zaman berikutnya muncul lagi golongan Mu'tazilah yang terlalu memuja akal. dan lain-lain terselundup di kalangan kaum muslimin baik disengaja maupun tidak. dan kekuasaan. dan dikembangkan oleh sarjana-sarjana Islam. Filsafat Yunani yang diungsikan dari barat karena dimusuhi oleh kaum Masehi banyak diterima. menyiarkan. diterjemahkan. dan mengembangkan assunnah wal jamaah serta membentengi umat Islam dari unsur-unsur penyelewengan. . Yunani. hal ini berakibatsampingan timbul sikap terlalu akal-akalan sehingga akidah Islam yang mudah dan logis menjadi rumit dan sulit. Disamping kemajuan berpikir yang positif. Disamping penyimpangan dan penyelewengan yang semrawut.

): Golongan yang asing dan terasing. tabi'in dan imam-imam pemberi petunjuk dari tiga generasi yang mulia. bahkan mereka tersebar luas di pelosok bumi. Secara umum. Istilah-istilah di atas menunjukkan jumlah yang sedikit atau minoritas. Ibnu Khuzaimah. sebagaimana yang disifatkan oleh Nabi sholallohu alaihi wa sallam bahwa mereka adalah: Ath. Isma'il ash Shobuni. pada hakekatnya mereka termasuk ahlussunah wal Jamaah.lain jumlahnya sedikit. ): Sekawanan orang. Dari generasi ke generasi. Ibnu Abi Ashim. ath Thohawi. Ibnu Taimiyah dan imam-imam lainnya. Dan jumlah ahlussunah wal Jamaah pada akhir zaman tidaklah banyak –Alloh a'lam-. al Bukhori. keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak terbatas berdasarkan ruang lingkup zaman dan waktu. kondisi masyarakat (kaum muslimin) awam yang melaksanakat syi'arsyi'ar agama. Aqidah salaf adalah aqidah yang di wariskan oleh generasi terbaik yang di yakini dan di bukukan dalam buku-buku karangan para Imam. 2. Hanya saja mereka senantiasa ada. hingga zaman kita sekarang ini. Di samping itu.hoifah ( Al. mengikuti dan meneladani petunjuk Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam. ): satu goloongan (dari 73 golongan).urobaa ( Al. mereka senantiasa ada dan dapat diketahui karateristiknya sebagai orang yang kuat dalam mencontoh. Mereka adalah orang-orang yang selamat dan terhindar dari talabbus (kesamaran dan pencampuradukan) terhadap bid'ah. 3. dan tetap dalam fitrohnya. mereka adalah orang-orang yang termasuk (berpegang teguh) dengan aqidah salaf (orang terdahulu) dari generasi shohabat. terhindar dari bentuk-bentuk kesyirikan dan bid'ah. Karateristik Ahlussunnah Wal Jamaah Sifat dan karateristik ahlussunnah wal jamaah telah dijelaskan Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara gamlang dan jelas sekali. baik dalam aqidah. tidak pernah terputus mata rantai keberadaan mereka. seperti Imam Ahmad. kesyirikan dan jalan (sesat) lainnya.Ishobah ( irqoh Wahidah ( ): sekelompak umat. Di antara karateristik mereka adalah: 1. . Mereka adalah orang-orang yang berada di atas Huda (petunjuk) Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara konsekwen. ad Darimi. di manapun dan dalam masa apapun mereka berada. suluk (akhlak) maupun ibadah.

Menetapkan adanya ru’yah (melihat uhan di hari kemudian). janji dan ancaman. syafa’at dan pengampunan dosa selain syirik serta menetapkan kekekalan nikmat bagi ahli sorga dan kekelan siksa terhadap orang-orang kafir dalam neraka. meminta pertolongan kepada orang mati. bid'ah dan mencegah semua bentuk kebathilan. dan memerangi kebohongan serta tidak terpengaruh sedikitpun oleh celaan para pencelanya. Mutakallimin (ulama kalam/theologi) yaitu orang yang memahami secara pas masalahmasalah keesaan Tuhan. pemimpin.Oleh karena itu. syarat ijtihad. dan tetap menghormati Salaf. Mereka senantiasa menegakkan yang fardhu dan sunnah. dan pimpinan ummat. mencegah yang munkar. telaga. 2. Tidak berdo'a kepada selain Alloh subhanahu wa ta'ala. menetapkan wajibnya shalat Jum’at . pahala dan ganjaran. meninggalkan dosa. Usman dan Ali. Imamah. kenabian. yang menganut aliran al-Shifatiah (menerima sifat2 Allah) dalam masalah teologi menyangkut Tuhan dan sifat-sifat yang azali. pertanyaan kubur.Golongan-golongan Ahlussunah wal jamaah Pada perkembangan selanjutnya. ia mengakui kekhalifaan Abu Bakar. Disamping itu. menyelenggarakan perayaan dan peringatan bid'ah dan lainnya yang sering dilakukan orang-orang bodoh. haram. Ahlus Sunnah Wal Jamah dikodifikasikan dengan lebih jelas oleh Imam Abdul Qahir bin Thahir al-Baghdadi (wafat 429 H) dalam bukunya Al Farq Bain Al Firaq (perbedaan diantara aliran-aliran). baik yang terangterangan maupun yang tersembunyi sebagaimana yang diperintahkan Alloh subhanahu wa ta'ala dan Rosul-Nya. hukum. membersihkan diri dari faham Qadariah dan Mu’tazilah. tidak akan ditemui pada diri ahlussunah wal Jamaah bentuk-bentuk talabbus di atas seperti mengeramatkan kuburan. mereka adalah orang-orang yang memegang erat syi'ar-syi'ar agama. dengan mengikuti metodologi aliran as-Shifatiah (menetapkan sifat-sifat Tuhan) yang tidak terseret ke dalam faham antropomorfis (tasybih) dan ta’thil (meniaakan sifat2 Allah) serta bid’ah kaum Syi’ah. jembatan. Fuqaha (ulama fiqih) yaitu para Imam Mazhab iqh.hukum. baik dari ahlur ra’yi maupun ahlul Hadits. Mereka adalah orang-orang yang tampil di tengah-tengah masyarakat dengan menampakkan kejujuran berlandaskan kebenaran. beliau merumuskan ada delapan kelompok yang termasuk golongan Ahlus Sunnah Waljamaah yaitu: 1. 4. kebangkitan. memerintahkan yang ma'ruf. Khawarij dan sederet golongan bid’ah lainnya. 5. lalai ataupun orang yang ikut-ikutan saja. 5. mendirikan monumen-monumen peringatan di atas kuburan. Umar. batu ataupun peninggalanpeninggalan kuno lainnya.

hadits dan Ijma’. Nahwu Sharaf.a’dil (sebab-sebab kebaikan dan kelemahan seorang perawi Hadits) dan tidak terlibat dalam perilaku bid’ah yang sesat. Maliki. Mujahidin yaitu mereka yang bertempat di pos-pos pertahanan kaum Muslimin untuk menjaga kemanan negara dari serangan musuh. Singkatnya. penglihatan dan hati semuanya dipertanggungjawabkan di depan sang Khaliq yang takkan bisa lalai sebiji atom pun dari pandangannya. Muhaditsin (ulama hadis) yaitu mereka yang ahli dalam melacak jalur-jalur Hadits dan Atsar dari Nabi. al-Muzany. Abu Amr bin Al ‘Ala. Mufassirin (ulama tafsir) yaitu mereka yang mengetahui aneka ragam qira’at Qur’an dan orientasi penafsirannya dan pena’wilannya sesuai dengan aliran Ahlussunnah waljama’ah tanpa terpengaruh kepada pena’wilan para pengikut hawa nafsu yang sesat. 4. 3. Abu Ubaid dan sederet tokoh-tokoh lainnya dari Kufah dan Bashrah. Ahlus Sunnah Wal Jama'ah mempunyai patron mengikuti dan menerima : 1. mereka giat beramal tanpa banyak bicara. menguasai al-Jahr wat. 6. dan memandang wajib mentaati seorang pemimpin selama bukan maksiat. al. Sibawaihi. Syafii. Mutasawwifin (ulama tasawuf) yaitu para Zuhad Sufi yang giat beramal dengan tulus ikhlas dan menyadari sepenuhnya bahwasanya baik pendengaran. al-Akhfasy. Ahlul Lughot (ulama bahasa Arab) yaitu mereka yang ahli di bidang kesusasteraan. menafikan tasybih serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. dan mengikuti jejak pakar bahasa semisal al-Khalil. jatuhnya thalaq tiga. Hanbali. Dan mengatakan sahnya menyapu dua khuf (sejenis sepatu).arra’. al-Ashma’i.di belakang para Imam yang tidak terkena bid’ah dan wajibnya menetapkan hukum dari Qur’an. mengharamkan mut=92ah. Mutakallimin (ulama2 kalam) : Asyariyah. . 7. 8. Olehnya itu. konsisten dalam ketauhidan. menjaga kehormatan ummat Islam baik materil maupun moril dengan berupaya menumbuhkan di pos-pos pertahanan mereka aliran Ahlussunnah waljama’ah. yang tidak tercampur ilmunya dengan bid’ah kaum Qadariah atau Rafidah atau Khawarij. Maturidiyah 2. Semua orang di semua negara yang di dalamnya dikuasai oleh syi’ar Ahlussunnah waljama’ah dan yang mengikuti ketujuh kelompok diatas. Fuqaha (ulama2 Fiqih) : Bermazhab dengan mazhab 4 yg muktabar : Hanafi. 5. mampu membedakan antara yang shahih dan tidak.

Ibnu Malik. dll. . Ibnu Majah. Abu Thalib Al Makki. Muwatta' Malik. Amir yang menyerukan Jihad fisabilillah Apabila ada yang menolak salah satu dari 7 kelompok diatas. Ahlul Lughot (ulama2 bahasa) : Sibawaih. Turmudzi. Ibn Katsir. Ar Rumi. Mustadrak Hakim. Al Ghazali. As Suhrawardi. contohnya bila ada yang menolak ulama2 kalam. menihilkan jihad. Musnad Ahmad. menolak tasawuf. Ibnu Jarir At Thobari. Ibnu Khuzaimah. Al Qusyairi. menolak hadis. 5. Mufassirin (ulama2 tafsir) : Ibnu Abbas. dll. maka boleh dibilang telah keluar dari Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.3. Mujahid. Fachrudin Ar Razi. Darimi. Al Muzani. Nasai. menolak Imam Mazhab. Al Ashma'i. 7. Jalaludin As Suyuthi. Muslim. Mujahidin : Para Sultan. Daraquthni. 6. Al Khalil. dsb. Jalaludin Mahali. Abu Dawud. 4. Mutasawwifin (ulama2 tasawuf) : Al Junaid. dll. Ibn Athoilah. Qurthubi. Muhaditsin (ulama2 hadis) : Para penulis kitab2 hadis : Sahih Bukhari.

-.- .9: /.8. -.. 503:8 9.987 . -40 /-. .2 -3::.7. .7 :8 $:33./3!. :.$:9..  /    :1...2. .43943.. /    :. 8.-./  :89. .6:93    ::49 :./.  :.2.7  04254 /. 7#:2  ":8. .2034.7  ":79:-  -3 . . $-.:/38$::9 /    :9.8. .. ./  -3: .13 :./.7..8.7  :82  -: ./ /8-   .3 2034../ -:%.2. 82. 9./7./8   !. 0:.8. :.3 27.  :83.8  :. .2..77 9 %4-. .9.:/  %:72:/  ./983 :.2.:1 203.  -3: .3..2..  5... .2  2034.8873 :.2.7 8$:7.3 2034.320307:.9.3 90.. ./8  $.  :./8 2034. 8.. .3 -3:.  .:/3.72 .7/ -394.  .8.2.  :. .-.3.99.-.8  2.7..9.187   -3: --.2./18.7 /.:1 :3./ 2.7:/37#.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful