MU’TAZILAH 1.Definisi Mu'tazilah a.

Secara Etimologi Mu'tazilah atau I'tizaal adalah kata yang dalam bahasa Arab menunjukkan kesendirian, kelemahan dan keterputusan, b. Secara Terminologi Para Ulama Sedangkan sebagian ulama mendefinisikannya sebagai satu kelompok dari qadiriyah yang menyelisihi pendapat umat Islam dalam permasalahan hukum pelaku dosa besar yang dipimpin oleh Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid pada zaman Al Hasan Al Bashry. Dan kalau kita melihat kepada definisi secara etimologi dan terminologi didapatkan adanya hubungan yang sangat erat dan kuat, karena kelompok ini berjalan menyelisihi jalannya umat Islam khususnya Ahli Sunnah dan bersendiri dengan konsep akalnya yang khusus sehingga Akhirnya membuat mereka menjadi lemah, tersembunyi dan terputus. 2. Sejarah Munculnya Mu’tazilah Kelompok pemuja akal (Qadariyyah) ini muncul di kota Bashrah (Irak) pada abad ke2 Hijriyah, antara tahun 105-110 H, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dan khalifah Hisyam bin Abdul Malik. Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal. Ia lahir di kota Madinah pada tahun 80 H dan wafat pada tahun 131 H. Di dalam menyebarkan bid’ahnya, ia didukung oleh ‘Amr bin ‘Ubaid (seorang gembong Qadariyyah kota Bashrah) setelah keduanya bersepakat dalam suatu pemikiran bid’ah, yaitu mengingkari taqdir dan sifat-sifat Allah. Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok Mu’tazilah semakin berkembang dengan sekian banyak sektenya. Hingga kemudian para dedengkot mereka mendalami bukubuku filsafat yang banyak tersebar di masa khalifah Al-Makmun. Maka sejak saat itulah manhaj mereka benar-benar terwarnai oleh manhaj ahli kalam (yang berorientasi pada akal dan mencampakkan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah -pen). Oleh karena itu, tidaklah aneh bila kaidah nomor satu mereka berbunyi: “Akal lebih didahulukan daripada syariat (Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’, pen) dan akal-lah sebagai kata pemutus dalam segala hal. Bila syariat bertentangan dengan akal -menurut persangkaan mereka- maka sungguh syariat tersebut harus dibuang atau ditakwil.

berkata Waashl bin Atho': saya tidak akan mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu mu'min dan tidak juga kafir.. dan Amr bin Ubaid mengikuti langkah Waashil. lalu berkata:wahai imam agama. Kedua: Berpendapat bahwa mereka dinamai demikian karena ucapan imam Qatadah kepada Utsman Ath Thowil: siapa yang menghalangimu dari kami? apakah mereka Mu'tazilah yang telah menghalangimu dari kami? Aku jawab:ya. maka kedua orang ini beserta pengikutnya dinamakan Mu'tazilah. dan dosa besar menurut mereka tidak mengganggu (merusak) iman. Berkata A Qodhi Abdul Jabaar Al Mu'tazily dalam menafsirkan sebab penamaan mereka ini:telah terjadi dialog antara Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid dalam permasalahan ini -permasalahan pelaku dosa besar-lalu Amr bin Ubaid kembali ke mazhabnya dan meninggalkan halaqoh Al Hasan Al Bashry dan memisahkan diri.3. Berkata Ibnu Abl Izzy : dan mu'tazilah adalah Amr bin Ubaid dan Waashil bin Atho' Al Ghozaal serta para pengikutnya. Kemudian dia berdiri dan memisahkan diri ke satu tiang dari tiang-tiang masjid menjelaskan jawabannya kepada para murid Al Hasan. maka bagaimana engkau memberikan hukum bagi kami dalam hal itu secara i'tikad? Lalu Al Hasan merenung sebentar tentang hal itu. lalu mereka menamainya Mu'tazily. bahkan amalan menurut mazhab mereka bukan termasuk rukun iman. mereka dinamakan demikian karena mereka memisahkan diri dari Al Jamaah setelah wafatnya Al Hasan Al Bashry di awal-awal abad kedua dan . dan iman tidak rusak oleh kemaksiatan. lalu berkata Al Hasan : telah berpisah (i'tizal) dari kita Washil. dan sebelum beliau menjawab. Hal ini didasarkan oleh riwayat yang mengisahkan bahwa ada seseorang yang menemui Al Hasan Al Bashry. Para Ulama telah berselisih tentang sebab penamaan kelompok (aliran) ini dengan nama Mu'tazilah menjadi beberapa pendapat: Pertama: Berpendapat bahwa sebab penamaannya adalah karena berpisahnya Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid dari majlis dan halaqohnya Al Hasan Al Bashry. dan mereka adalah murjiah umat ini. dan mereka adalah Al Wa'iidiyah khowarij dan jamaah yang menangguhkan pelaku dosa besar.. sebagaiman tidak bermanfaat ketaatan bersama kekufuran. tidak mu'min dan tidak kafir.Sebab penamaannya.telah muncul pada zaman kita ini satu jamaah yang mengkafirkan pelaku dosa besar dan dosa besar menurut mereka adalah kekafran yang mengeluarkan pelakunya dari agama. dan ini adalah asal penggelaran Ahlul Adil dengan Mu'tazilah. akan tetapi dia di dalam satu kedudukan diantara dua kedudukan tersebut (manzlah baina manzilatain).

Ilmu perdebatan (jadal) 4. Kamum Mu’tazilah sangat serius membela dan mempertahankan akidah dari mereka yang bermaksud merusaknya. . sifat-sifat dan perbuatannya dengan disertai dalil-dalil akal pikiran dan alasan-alasan naql sebelum lahir aliran Mu’tazilah. Bidang orator dan pujangga. mulhid dan zindik di samping itu juga dapat menumpas paham reinkarnasi. Bahkan mereka diberi nama kaum rasionalis. 4.mereka itu bermajlis sendiri dan terpisah. Lawan-lawan itu di antaranya. Pengaruh Mu’tazilah di Dunia Islam Mu’tazilah dalam menyelesaikan berbagai masalah keagamaan selalu menggunakan kekuatan akal pikiran. paham al-Mujassimah. pada masa pemerintahan Abbasiyah. Dalam sejarah. kaum muslimin terancam dari berbagai aliran yang merupakan lawan-lawan kepercayaan Islam. Bidang ilmu balaghah (rethorika) 3. tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa Mu’tazilah sangat besar pengaruhnya di dunia Islam. 2. sehngga berkata Qotadah dan yang lainnya: merekalah Mu'tazilah. al-Rafidhah. Karena itu dalam sejarah umat Islam tidak mengenal pembahasan yang bercorak filsafat dan lengkap tentang Tuhan. Dengan demikian. di antaranya: 1. Bidang ilmu Kalam (Theologi Islam).

bacaan ushalli dalam mengawali salat. yaitu sikap yang berulang-ulang menjadi kebiasaan atau karakteristik. . Dari seluruh golongan tersebut. qunut. talqin. perselisihan. berarti kaum atau golongan. beliau menjawab singkat: Segala yang aku berada di atasnya sekarang bersama para sahabatku. berarti "dan". ahlu atau ahli. ucapan. hanya satu yaitu yang disebut dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Kata aljamaah. Pengertian Berdasar hadits tersebut dapat diuraikan pengertian sebagai berikut:   Kata ahlun. bahkan ada pendapat bahwa assunnah lebih mendalam dari pada hadits.AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH Sebagian kecil masyarakat ada yang mengidentikkan pengertian Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan masalah khilafiyah sekitar tahlil. perbuatan atau sikap Nabi saw. Dalam hal ini pengertiannya sudah mengkhusus menjadi kelompok sahabat Nabi. yang selamat. Dari hadits tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:  istilah ahlus sunnah wal jamaah sudah pernah dipergunakan oleh Nabi saw sendiri. atau segala yang aku lakukan bersama sahabat-sahabatku. Karena itu kiranya generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang wajar tentang masalah ini guna menghindari pertikaian. tidak di neraka. Ketika ditanya tentang artinya. Istilah sahabat Nabi artinya sudah mengkhusus pula. Kata assunnah artinya tingkah laku. Sama persis dengan arti hadits. 2. Sebenarnya masalah yang terkait dengan Ahlus sunnah wal jamaah jauh lebih mendasar. yaitu mereka yang beriman kepada Nabi dan hidup sezaman atau pernah berjumpa dengan beliau. bukan hanya permasalahan yang sering dipertentangkan sebagai khilafiyah tersebut. semula berarti kelompok. Asal kata Nabi Muhammad saw dalam salah satu haditsnya bersabda bahwa umat Islam nantinya terpecah dalam berbagai kelompok yang berbeda pendapat sebanyak 73 golongan. 1.   Kata wa atau wal adalah kata sambung. dan lain sebagainya.  secara garis besar sudah diterangkan pula artinya. kebiasaan. dan percekcokan yang tidak diketahui permasalahan yang sebenarnya.

maka golongan Khawarij dapat disebut terlalu radikal anarkis yang memusuhi semua pihak. tetapi ketika ada usaha kompromi antara Syiah dan anti Syiah. yang berangsur-angsur membedakan diri. Sikap berlebihan ini makin lama makin hebat dan menimbulkan tandingan yang berlebihan pula. tiap ada yang berlebihan ke kanan. radikal. Sebagaimana adat dunia. . pemisahan.  ahlussunnah wal jamaah ialah golongan yang berusaha selalu berada pada garis kebenaran assunnah wal jamaah. 3. Maklum. Secara popular dan mudah. bahwa hal yang disabdakan oleh beliau selalu berdasar wahyu Allah. tetapi berlawanan arah. dan aljamaah diartikan penghayatan dan amalan para sahabat terkemuka sebagai petunjuk pembantu untuk mencapai ketepatan memahami dan mengamalkan assunnah. berlebih-lebihan di dalam memegang pendirian atau melakukan sesuatu perbuatan. dan 2. dan diamalkan oleh Nabi Muhammad saw. Assunnah diartikan sebagaimana diuraikan di atas. dan diamalkan pula oleh para sahabat. memisahkan diri. dan mulai menyimpang dari garis lurus assunnah wal jamaah. dikembangkan. diikuti.Dengan pengertian inilah kata assunnah dengan aljamaa dirangkaikan. tidak mau diatur. Oleh karena itu disimpulkan pengertian:  assunnah wal jamaah: persis sama dengan yaitu: 1. tetapi berbau reklame dan agitasi dapat dirumuskan bahwa ahlussunnah wal jamaah adalah golongan yang paling setia kepada Nabi Muhammad saw. sehingga menyalahkan sahabat Abu Bakar ra dan lain-lain. ajaran yang dibawa. dan penyimpangan ialah sikap tatharruf atau ekstrimisme. Proses perkembangan Sinyalemen Nabi tentang golongan dan perbedaan yang timbul ternyata benar. biasanya timbul pihak yang berlebihan ke kiri. Hal yang menonjol dalam sejarah ialah kebangkitan golongan Syiah yang berlebihan mencintai famili Nabi. Faktor utama yang menyebabkan pembedaan. maka golongan ini melepaskan diri dan menamakan diri Khawarij. Setelah beliau wafat mulai timbul orang-orang yang kemudian menjadi kelompok dan golongan. Semula mereka tergolong Syiah. Kemudian muncul golongan Khawarij yang terlalu kaku. dihayati. Kalau golongan Syiah dapat disebut terlalu emosional sentimental atau terlalu mengikuti perasaan.

Infiltrasi kaum munafik secara halus telah banyak menimbulkan pertentangan antara lain pernah ada 'anti Aisyah'. Terkadang pada suatu negeri jumlah mereka banyak dibanding pada negeri lain yang jumlahnya sedikit. Nasrani. berkelanjutan dengan golongan Umawiyah dan Abbasiyah. Dongengdongeng yang tidak ada dasarnya dalam Islam adakalanya dianggap seperti dari Islam. Hal-hal lain yang menambah keparahan perbedaan atau penyimpangan.  Infiltrasi kaum munafik yang berpura-pura Islam.Pada zaman berikutnya muncul lagi golongan Mu'tazilah yang terlalu memuja akal. mempertahankan.  Pengaruh filsafat barat. dan kekuasaan. berjuang. Yunani. Yahudi. masih cukup kuat dan besar kaum muslim yang tetap berada pada jalan lurus dengan tokoh para ulama shalihin mukhlishin. makin lama membesar dan makin parah. atau terkadang pada suatu masa mereka jumlahnya banyak dan pada masa 4. hal ini berakibatsampingan timbul sikap terlalu akal-akalan sehingga akidah Islam yang mudah dan logis menjadi rumit dan sulit. Semula perbedaan atau penyimpangan kecil. Mereka juga disebut ulama salaf yang berusaha. Disamping kemajuan berpikir yang positif. maka dipaksakan penafsiran menurut selera mereka yang terlalu rasionalistis. diterjemahkan. menyiarkan. Kepentingan politik telah menimbulkan golongan pro dan kontra Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib. politik. dan lain-lain terselundup di kalangan kaum muslimin baik disengaja maupun tidak. bahkan penyelewengan dan bentrokan adalah:  Kepentingan famili.  Sisa-sisa kepercayaan lama dan israiliyat yang sedikit banyak masih ada pada pemeluk Islam baru dari berbagai unsur seperti Majusi. dan dikembangkan oleh sarjana-sarjana Islam. Keberadaan dan karakteristik ahlussunnah wal jama’ah Keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak dibatasi oleh tempat dan masa tertentu. . dan mengembangkan assunnah wal jamaah serta membentengi umat Islam dari unsur-unsur penyelewengan. Filsafat Yunani yang diungsikan dari barat karena dimusuhi oleh kaum Masehi banyak diterima. Tiap penyimpangan disusul dengan penyimpangan. ahli agama yang beramal saleh dan yang ikhlas. dan bekerja keras memelihara. bercabang-cabang menjadi semrawut. sehingga kalau ada dalil nash yaitu al-Quran dan al-Hadits yang tidak atau kurang sesuai dengan selera pikiran. Disamping penyimpangan dan penyelewengan yang semrawut.

Hanya saja mereka senantiasa ada. pada hakekatnya mereka termasuk ahlussunah wal Jamaah.Ishobah ( irqoh Wahidah ( ): sekelompak umat. Ibnu Taimiyah dan imam-imam lainnya.urobaa ( Al. ): satu goloongan (dari 73 golongan). Mereka adalah orang-orang yang berada di atas Huda (petunjuk) Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara konsekwen. Di samping itu. ad Darimi. Istilah-istilah di atas menunjukkan jumlah yang sedikit atau minoritas. terhindar dari bentuk-bentuk kesyirikan dan bid'ah.lain jumlahnya sedikit. Dari generasi ke generasi. seperti Imam Ahmad. dan tetap dalam fitrohnya. ): Golongan yang asing dan terasing. kesyirikan dan jalan (sesat) lainnya. Mereka adalah orang-orang yang selamat dan terhindar dari talabbus (kesamaran dan pencampuradukan) terhadap bid'ah. Di antara karateristik mereka adalah: 1. mengikuti dan meneladani petunjuk Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam. hingga zaman kita sekarang ini. . 3. tabi'in dan imam-imam pemberi petunjuk dari tiga generasi yang mulia. Isma'il ash Shobuni. Secara umum. Ibnu Khuzaimah. ): Sekawanan orang. sebagaimana yang disifatkan oleh Nabi sholallohu alaihi wa sallam bahwa mereka adalah: Ath. 2. di manapun dan dalam masa apapun mereka berada. al Bukhori. Aqidah salaf adalah aqidah yang di wariskan oleh generasi terbaik yang di yakini dan di bukukan dalam buku-buku karangan para Imam.hoifah ( Al. Ibnu Abi Ashim. baik dalam aqidah. tidak pernah terputus mata rantai keberadaan mereka. Karateristik Ahlussunnah Wal Jamaah Sifat dan karateristik ahlussunnah wal jamaah telah dijelaskan Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara gamlang dan jelas sekali. kondisi masyarakat (kaum muslimin) awam yang melaksanakat syi'arsyi'ar agama. mereka adalah orang-orang yang termasuk (berpegang teguh) dengan aqidah salaf (orang terdahulu) dari generasi shohabat. keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak terbatas berdasarkan ruang lingkup zaman dan waktu. suluk (akhlak) maupun ibadah. Dan jumlah ahlussunah wal Jamaah pada akhir zaman tidaklah banyak –Alloh a'lam-. mereka senantiasa ada dan dapat diketahui karateristiknya sebagai orang yang kuat dalam mencontoh. ath Thohawi. bahkan mereka tersebar luas di pelosok bumi.

2. janji dan ancaman. haram. dan memerangi kebohongan serta tidak terpengaruh sedikitpun oleh celaan para pencelanya. 5. Mutakallimin (ulama kalam/theologi) yaitu orang yang memahami secara pas masalahmasalah keesaan Tuhan. 5. mencegah yang munkar. menetapkan wajibnya shalat Jum’at . baik dari ahlur ra’yi maupun ahlul Hadits. jembatan. Ahlus Sunnah Wal Jamah dikodifikasikan dengan lebih jelas oleh Imam Abdul Qahir bin Thahir al-Baghdadi (wafat 429 H) dalam bukunya Al Farq Bain Al Firaq (perbedaan diantara aliran-aliran). bid'ah dan mencegah semua bentuk kebathilan. dan tetap menghormati Salaf. Khawarij dan sederet golongan bid’ah lainnya.Golongan-golongan Ahlussunah wal jamaah Pada perkembangan selanjutnya. meminta pertolongan kepada orang mati. ia mengakui kekhalifaan Abu Bakar. pahala dan ganjaran. Mereka senantiasa menegakkan yang fardhu dan sunnah. batu ataupun peninggalanpeninggalan kuno lainnya.Oleh karena itu. yang menganut aliran al-Shifatiah (menerima sifat2 Allah) dalam masalah teologi menyangkut Tuhan dan sifat-sifat yang azali. kenabian.hukum. telaga. Fuqaha (ulama fiqih) yaitu para Imam Mazhab iqh. 4. membersihkan diri dari faham Qadariah dan Mu’tazilah. mereka adalah orang-orang yang memegang erat syi'ar-syi'ar agama. dengan mengikuti metodologi aliran as-Shifatiah (menetapkan sifat-sifat Tuhan) yang tidak terseret ke dalam faham antropomorfis (tasybih) dan ta’thil (meniaakan sifat2 Allah) serta bid’ah kaum Syi’ah. meninggalkan dosa. baik yang terangterangan maupun yang tersembunyi sebagaimana yang diperintahkan Alloh subhanahu wa ta'ala dan Rosul-Nya. tidak akan ditemui pada diri ahlussunah wal Jamaah bentuk-bentuk talabbus di atas seperti mengeramatkan kuburan. syafa’at dan pengampunan dosa selain syirik serta menetapkan kekekalan nikmat bagi ahli sorga dan kekelan siksa terhadap orang-orang kafir dalam neraka. menyelenggarakan perayaan dan peringatan bid'ah dan lainnya yang sering dilakukan orang-orang bodoh. Imamah. Disamping itu. Mereka adalah orang-orang yang tampil di tengah-tengah masyarakat dengan menampakkan kejujuran berlandaskan kebenaran. Umar. syarat ijtihad. dan pimpinan ummat. kebangkitan. memerintahkan yang ma'ruf. mendirikan monumen-monumen peringatan di atas kuburan. Menetapkan adanya ru’yah (melihat uhan di hari kemudian). Usman dan Ali. pertanyaan kubur. Tidak berdo'a kepada selain Alloh subhanahu wa ta'ala. lalai ataupun orang yang ikut-ikutan saja. pemimpin. hukum. beliau merumuskan ada delapan kelompok yang termasuk golongan Ahlus Sunnah Waljamaah yaitu: 1.

Nahwu Sharaf. al.a’dil (sebab-sebab kebaikan dan kelemahan seorang perawi Hadits) dan tidak terlibat dalam perilaku bid’ah yang sesat. 7. menjaga kehormatan ummat Islam baik materil maupun moril dengan berupaya menumbuhkan di pos-pos pertahanan mereka aliran Ahlussunnah waljama’ah. Mutasawwifin (ulama tasawuf) yaitu para Zuhad Sufi yang giat beramal dengan tulus ikhlas dan menyadari sepenuhnya bahwasanya baik pendengaran. . Abu Amr bin Al ‘Ala. Mufassirin (ulama tafsir) yaitu mereka yang mengetahui aneka ragam qira’at Qur’an dan orientasi penafsirannya dan pena’wilannya sesuai dengan aliran Ahlussunnah waljama’ah tanpa terpengaruh kepada pena’wilan para pengikut hawa nafsu yang sesat. Ahlus Sunnah Wal Jama'ah mempunyai patron mengikuti dan menerima : 1. Maliki. 3. yang tidak tercampur ilmunya dengan bid’ah kaum Qadariah atau Rafidah atau Khawarij. Maturidiyah 2. 5. mereka giat beramal tanpa banyak bicara. mampu membedakan antara yang shahih dan tidak. 6. menafikan tasybih serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. al-Akhfasy. menguasai al-Jahr wat. al-Ashma’i. dan memandang wajib mentaati seorang pemimpin selama bukan maksiat. Sibawaihi. Syafii.di belakang para Imam yang tidak terkena bid’ah dan wajibnya menetapkan hukum dari Qur’an. Mujahidin yaitu mereka yang bertempat di pos-pos pertahanan kaum Muslimin untuk menjaga kemanan negara dari serangan musuh. konsisten dalam ketauhidan. Abu Ubaid dan sederet tokoh-tokoh lainnya dari Kufah dan Bashrah. mengharamkan mut=92ah. dan mengikuti jejak pakar bahasa semisal al-Khalil. Hanbali. al-Muzany. Singkatnya. jatuhnya thalaq tiga. hadits dan Ijma’. Olehnya itu. Semua orang di semua negara yang di dalamnya dikuasai oleh syi’ar Ahlussunnah waljama’ah dan yang mengikuti ketujuh kelompok diatas. Fuqaha (ulama2 Fiqih) : Bermazhab dengan mazhab 4 yg muktabar : Hanafi. 8. Muhaditsin (ulama hadis) yaitu mereka yang ahli dalam melacak jalur-jalur Hadits dan Atsar dari Nabi. Ahlul Lughot (ulama bahasa Arab) yaitu mereka yang ahli di bidang kesusasteraan. 4. Mutakallimin (ulama2 kalam) : Asyariyah. penglihatan dan hati semuanya dipertanggungjawabkan di depan sang Khaliq yang takkan bisa lalai sebiji atom pun dari pandangannya.arra’. Dan mengatakan sahnya menyapu dua khuf (sejenis sepatu).

Al Ashma'i. Mujahid. Ar Rumi. 7. Ibnu Malik. Daraquthni. menolak hadis. Muhaditsin (ulama2 hadis) : Para penulis kitab2 hadis : Sahih Bukhari. Qurthubi. Mutasawwifin (ulama2 tasawuf) : Al Junaid. menolak tasawuf. 5. As Suhrawardi. Ahlul Lughot (ulama2 bahasa) : Sibawaih. 6. 4. Al Muzani. menolak Imam Mazhab. Musnad Ahmad. . dll.3. Ibnu Majah. Muslim. Mustadrak Hakim. Ibn Athoilah. contohnya bila ada yang menolak ulama2 kalam. Nasai. Al Qusyairi. menihilkan jihad. Muwatta' Malik. Turmudzi. Abu Dawud. Mujahidin : Para Sultan. dsb. Ibnu Jarir At Thobari. maka boleh dibilang telah keluar dari Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. dll. Jalaludin Mahali. Amir yang menyerukan Jihad fisabilillah Apabila ada yang menolak salah satu dari 7 kelompok diatas. Fachrudin Ar Razi. Mufassirin (ulama2 tafsir) : Ibnu Abbas. Al Khalil. Abu Thalib Al Makki. Ibnu Khuzaimah. Jalaludin As Suyuthi. Ibn Katsir. Darimi. dll. Al Ghazali.

 :.  /    :1.:/  %:72:/  . . . .3 -3:..-./8 2034. /    :.7 8$:7.8.77 9 %4-.7/ -394.7  ":79:-  -3 ..-.3 2034. . .8873 :.43943.7 /.. .2. 8. .  :../  :89. 0:.8  2./ /8-   . 503:8 9. ..72 . .8. . .  :83./18../983 :.7 :8 $:33.9: /..7.:1 203.7:/37#. 9.  :..13 :..:1 :3.2../  -3: .187   -3: --.  . :.  :.. 8.2034.7  :82  -: .8.2 -3::.2.2.2.7.-.2.3 2034.:/38$::9 /    :9./3!.9.3. -40 /-.2..7.2  2034./. $-./ 2. -. .320307:.3 90./8  $.  -3: .8...8.$:9./7.8  :.  5.987 .2.-.6:93    ::49 :. ..  ./8   !./ -:%. 7#:2  ":8.2. 82.3.7  04254 /.9.- . .:/3.3 27.99.9../.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful