MU’TAZILAH 1.Definisi Mu'tazilah a.

Secara Etimologi Mu'tazilah atau I'tizaal adalah kata yang dalam bahasa Arab menunjukkan kesendirian, kelemahan dan keterputusan, b. Secara Terminologi Para Ulama Sedangkan sebagian ulama mendefinisikannya sebagai satu kelompok dari qadiriyah yang menyelisihi pendapat umat Islam dalam permasalahan hukum pelaku dosa besar yang dipimpin oleh Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid pada zaman Al Hasan Al Bashry. Dan kalau kita melihat kepada definisi secara etimologi dan terminologi didapatkan adanya hubungan yang sangat erat dan kuat, karena kelompok ini berjalan menyelisihi jalannya umat Islam khususnya Ahli Sunnah dan bersendiri dengan konsep akalnya yang khusus sehingga Akhirnya membuat mereka menjadi lemah, tersembunyi dan terputus. 2. Sejarah Munculnya Mu’tazilah Kelompok pemuja akal (Qadariyyah) ini muncul di kota Bashrah (Irak) pada abad ke2 Hijriyah, antara tahun 105-110 H, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dan khalifah Hisyam bin Abdul Malik. Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal. Ia lahir di kota Madinah pada tahun 80 H dan wafat pada tahun 131 H. Di dalam menyebarkan bid’ahnya, ia didukung oleh ‘Amr bin ‘Ubaid (seorang gembong Qadariyyah kota Bashrah) setelah keduanya bersepakat dalam suatu pemikiran bid’ah, yaitu mengingkari taqdir dan sifat-sifat Allah. Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok Mu’tazilah semakin berkembang dengan sekian banyak sektenya. Hingga kemudian para dedengkot mereka mendalami bukubuku filsafat yang banyak tersebar di masa khalifah Al-Makmun. Maka sejak saat itulah manhaj mereka benar-benar terwarnai oleh manhaj ahli kalam (yang berorientasi pada akal dan mencampakkan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah -pen). Oleh karena itu, tidaklah aneh bila kaidah nomor satu mereka berbunyi: “Akal lebih didahulukan daripada syariat (Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’, pen) dan akal-lah sebagai kata pemutus dalam segala hal. Bila syariat bertentangan dengan akal -menurut persangkaan mereka- maka sungguh syariat tersebut harus dibuang atau ditakwil.

dan Amr bin Ubaid mengikuti langkah Waashil. dan mereka adalah Al Wa'iidiyah khowarij dan jamaah yang menangguhkan pelaku dosa besar. dan ini adalah asal penggelaran Ahlul Adil dengan Mu'tazilah. lalu berkata:wahai imam agama. lalu mereka menamainya Mu'tazily.3.Sebab penamaannya. lalu berkata Al Hasan : telah berpisah (i'tizal) dari kita Washil. Berkata Ibnu Abl Izzy : dan mu'tazilah adalah Amr bin Ubaid dan Waashil bin Atho' Al Ghozaal serta para pengikutnya. dan sebelum beliau menjawab.. maka bagaimana engkau memberikan hukum bagi kami dalam hal itu secara i'tikad? Lalu Al Hasan merenung sebentar tentang hal itu. bahkan amalan menurut mazhab mereka bukan termasuk rukun iman. Hal ini didasarkan oleh riwayat yang mengisahkan bahwa ada seseorang yang menemui Al Hasan Al Bashry. tidak mu'min dan tidak kafir. dan iman tidak rusak oleh kemaksiatan. Para Ulama telah berselisih tentang sebab penamaan kelompok (aliran) ini dengan nama Mu'tazilah menjadi beberapa pendapat: Pertama: Berpendapat bahwa sebab penamaannya adalah karena berpisahnya Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid dari majlis dan halaqohnya Al Hasan Al Bashry. maka kedua orang ini beserta pengikutnya dinamakan Mu'tazilah. akan tetapi dia di dalam satu kedudukan diantara dua kedudukan tersebut (manzlah baina manzilatain). Kedua: Berpendapat bahwa mereka dinamai demikian karena ucapan imam Qatadah kepada Utsman Ath Thowil: siapa yang menghalangimu dari kami? apakah mereka Mu'tazilah yang telah menghalangimu dari kami? Aku jawab:ya. Kemudian dia berdiri dan memisahkan diri ke satu tiang dari tiang-tiang masjid menjelaskan jawabannya kepada para murid Al Hasan. sebagaiman tidak bermanfaat ketaatan bersama kekufuran. berkata Waashl bin Atho': saya tidak akan mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu mu'min dan tidak juga kafir. dan dosa besar menurut mereka tidak mengganggu (merusak) iman.. dan mereka adalah murjiah umat ini. mereka dinamakan demikian karena mereka memisahkan diri dari Al Jamaah setelah wafatnya Al Hasan Al Bashry di awal-awal abad kedua dan . Berkata A Qodhi Abdul Jabaar Al Mu'tazily dalam menafsirkan sebab penamaan mereka ini:telah terjadi dialog antara Waashil bin Atho' dan Amr bin Ubaid dalam permasalahan ini -permasalahan pelaku dosa besar-lalu Amr bin Ubaid kembali ke mazhabnya dan meninggalkan halaqoh Al Hasan Al Bashry dan memisahkan diri.telah muncul pada zaman kita ini satu jamaah yang mengkafirkan pelaku dosa besar dan dosa besar menurut mereka adalah kekafran yang mengeluarkan pelakunya dari agama.

Dengan demikian. Pengaruh Mu’tazilah di Dunia Islam Mu’tazilah dalam menyelesaikan berbagai masalah keagamaan selalu menggunakan kekuatan akal pikiran. Bahkan mereka diberi nama kaum rasionalis. Kamum Mu’tazilah sangat serius membela dan mempertahankan akidah dari mereka yang bermaksud merusaknya. Bidang orator dan pujangga.mereka itu bermajlis sendiri dan terpisah. paham al-Mujassimah. al-Rafidhah. pada masa pemerintahan Abbasiyah. di antaranya: 1. Ilmu perdebatan (jadal) 4. . mulhid dan zindik di samping itu juga dapat menumpas paham reinkarnasi. 4. sehngga berkata Qotadah dan yang lainnya: merekalah Mu'tazilah. Bidang ilmu Kalam (Theologi Islam). Dalam sejarah. Lawan-lawan itu di antaranya. 2. tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa Mu’tazilah sangat besar pengaruhnya di dunia Islam. Bidang ilmu balaghah (rethorika) 3. sifat-sifat dan perbuatannya dengan disertai dalil-dalil akal pikiran dan alasan-alasan naql sebelum lahir aliran Mu’tazilah. Karena itu dalam sejarah umat Islam tidak mengenal pembahasan yang bercorak filsafat dan lengkap tentang Tuhan. kaum muslimin terancam dari berbagai aliran yang merupakan lawan-lawan kepercayaan Islam.

bacaan ushalli dalam mengawali salat. Pengertian Berdasar hadits tersebut dapat diuraikan pengertian sebagai berikut:   Kata ahlun. Dari hadits tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:  istilah ahlus sunnah wal jamaah sudah pernah dipergunakan oleh Nabi saw sendiri. atau segala yang aku lakukan bersama sahabat-sahabatku. qunut. hanya satu yaitu yang disebut dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah. yaitu sikap yang berulang-ulang menjadi kebiasaan atau karakteristik. ucapan. ahlu atau ahli.AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH Sebagian kecil masyarakat ada yang mengidentikkan pengertian Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan masalah khilafiyah sekitar tahlil. 2. . perbuatan atau sikap Nabi saw. perselisihan. tidak di neraka. Kata aljamaah. Karena itu kiranya generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang wajar tentang masalah ini guna menghindari pertikaian. bukan hanya permasalahan yang sering dipertentangkan sebagai khilafiyah tersebut. kebiasaan. Sebenarnya masalah yang terkait dengan Ahlus sunnah wal jamaah jauh lebih mendasar. semula berarti kelompok.   Kata wa atau wal adalah kata sambung. Sama persis dengan arti hadits. beliau menjawab singkat: Segala yang aku berada di atasnya sekarang bersama para sahabatku. 1. berarti "dan". dan lain sebagainya. Asal kata Nabi Muhammad saw dalam salah satu haditsnya bersabda bahwa umat Islam nantinya terpecah dalam berbagai kelompok yang berbeda pendapat sebanyak 73 golongan.  secara garis besar sudah diterangkan pula artinya. Istilah sahabat Nabi artinya sudah mengkhusus pula. yaitu mereka yang beriman kepada Nabi dan hidup sezaman atau pernah berjumpa dengan beliau. bahkan ada pendapat bahwa assunnah lebih mendalam dari pada hadits. berarti kaum atau golongan. Dari seluruh golongan tersebut. yang selamat. dan percekcokan yang tidak diketahui permasalahan yang sebenarnya. Ketika ditanya tentang artinya. Dalam hal ini pengertiannya sudah mengkhusus menjadi kelompok sahabat Nabi. talqin. Kata assunnah artinya tingkah laku.

berlebih-lebihan di dalam memegang pendirian atau melakukan sesuatu perbuatan. maka golongan ini melepaskan diri dan menamakan diri Khawarij. Secara popular dan mudah. dihayati. dan penyimpangan ialah sikap tatharruf atau ekstrimisme. . maka golongan Khawarij dapat disebut terlalu radikal anarkis yang memusuhi semua pihak. diikuti. dikembangkan. dan aljamaah diartikan penghayatan dan amalan para sahabat terkemuka sebagai petunjuk pembantu untuk mencapai ketepatan memahami dan mengamalkan assunnah. ajaran yang dibawa. Sebagaimana adat dunia. tetapi berlawanan arah. Hal yang menonjol dalam sejarah ialah kebangkitan golongan Syiah yang berlebihan mencintai famili Nabi. memisahkan diri. sehingga menyalahkan sahabat Abu Bakar ra dan lain-lain. Sikap berlebihan ini makin lama makin hebat dan menimbulkan tandingan yang berlebihan pula. dan diamalkan pula oleh para sahabat. Faktor utama yang menyebabkan pembedaan. 3. Setelah beliau wafat mulai timbul orang-orang yang kemudian menjadi kelompok dan golongan. tetapi ketika ada usaha kompromi antara Syiah dan anti Syiah. tiap ada yang berlebihan ke kanan. tetapi berbau reklame dan agitasi dapat dirumuskan bahwa ahlussunnah wal jamaah adalah golongan yang paling setia kepada Nabi Muhammad saw. Proses perkembangan Sinyalemen Nabi tentang golongan dan perbedaan yang timbul ternyata benar. Kalau golongan Syiah dapat disebut terlalu emosional sentimental atau terlalu mengikuti perasaan. tidak mau diatur. Semula mereka tergolong Syiah.  ahlussunnah wal jamaah ialah golongan yang berusaha selalu berada pada garis kebenaran assunnah wal jamaah. Kemudian muncul golongan Khawarij yang terlalu kaku. dan mulai menyimpang dari garis lurus assunnah wal jamaah. dan 2. Maklum. pemisahan. Assunnah diartikan sebagaimana diuraikan di atas. biasanya timbul pihak yang berlebihan ke kiri. bahwa hal yang disabdakan oleh beliau selalu berdasar wahyu Allah. radikal. dan diamalkan oleh Nabi Muhammad saw. yang berangsur-angsur membedakan diri.Dengan pengertian inilah kata assunnah dengan aljamaa dirangkaikan. Oleh karena itu disimpulkan pengertian:  assunnah wal jamaah: persis sama dengan yaitu: 1.

maka dipaksakan penafsiran menurut selera mereka yang terlalu rasionalistis.  Sisa-sisa kepercayaan lama dan israiliyat yang sedikit banyak masih ada pada pemeluk Islam baru dari berbagai unsur seperti Majusi.Pada zaman berikutnya muncul lagi golongan Mu'tazilah yang terlalu memuja akal. bercabang-cabang menjadi semrawut. Disamping kemajuan berpikir yang positif. dan kekuasaan. Disamping penyimpangan dan penyelewengan yang semrawut. berjuang. berkelanjutan dengan golongan Umawiyah dan Abbasiyah. diterjemahkan. Hal-hal lain yang menambah keparahan perbedaan atau penyimpangan. Mereka juga disebut ulama salaf yang berusaha. Kepentingan politik telah menimbulkan golongan pro dan kontra Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib. dan bekerja keras memelihara. Yahudi. makin lama membesar dan makin parah. Yunani. menyiarkan. masih cukup kuat dan besar kaum muslim yang tetap berada pada jalan lurus dengan tokoh para ulama shalihin mukhlishin. hal ini berakibatsampingan timbul sikap terlalu akal-akalan sehingga akidah Islam yang mudah dan logis menjadi rumit dan sulit. Infiltrasi kaum munafik secara halus telah banyak menimbulkan pertentangan antara lain pernah ada 'anti Aisyah'.  Infiltrasi kaum munafik yang berpura-pura Islam.  Pengaruh filsafat barat. Nasrani. ahli agama yang beramal saleh dan yang ikhlas. atau terkadang pada suatu masa mereka jumlahnya banyak dan pada masa 4. dan mengembangkan assunnah wal jamaah serta membentengi umat Islam dari unsur-unsur penyelewengan. dan lain-lain terselundup di kalangan kaum muslimin baik disengaja maupun tidak. Tiap penyimpangan disusul dengan penyimpangan. . Semula perbedaan atau penyimpangan kecil. Keberadaan dan karakteristik ahlussunnah wal jama’ah Keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak dibatasi oleh tempat dan masa tertentu. Terkadang pada suatu negeri jumlah mereka banyak dibanding pada negeri lain yang jumlahnya sedikit. dan dikembangkan oleh sarjana-sarjana Islam. bahkan penyelewengan dan bentrokan adalah:  Kepentingan famili. sehingga kalau ada dalil nash yaitu al-Quran dan al-Hadits yang tidak atau kurang sesuai dengan selera pikiran. mempertahankan. Dongengdongeng yang tidak ada dasarnya dalam Islam adakalanya dianggap seperti dari Islam. politik. Filsafat Yunani yang diungsikan dari barat karena dimusuhi oleh kaum Masehi banyak diterima.

sebagaimana yang disifatkan oleh Nabi sholallohu alaihi wa sallam bahwa mereka adalah: Ath. Secara umum. baik dalam aqidah. ): Sekawanan orang. Karateristik Ahlussunnah Wal Jamaah Sifat dan karateristik ahlussunnah wal jamaah telah dijelaskan Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara gamlang dan jelas sekali. al Bukhori. Hanya saja mereka senantiasa ada.lain jumlahnya sedikit. Isma'il ash Shobuni. mereka adalah orang-orang yang termasuk (berpegang teguh) dengan aqidah salaf (orang terdahulu) dari generasi shohabat. suluk (akhlak) maupun ibadah. pada hakekatnya mereka termasuk ahlussunah wal Jamaah. seperti Imam Ahmad. Dan jumlah ahlussunah wal Jamaah pada akhir zaman tidaklah banyak –Alloh a'lam-. dan tetap dalam fitrohnya. Di samping itu. . Mereka adalah orang-orang yang selamat dan terhindar dari talabbus (kesamaran dan pencampuradukan) terhadap bid'ah. tidak pernah terputus mata rantai keberadaan mereka.hoifah ( Al. 3. 2. ): Golongan yang asing dan terasing. mengikuti dan meneladani petunjuk Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam. di manapun dan dalam masa apapun mereka berada. hingga zaman kita sekarang ini. Aqidah salaf adalah aqidah yang di wariskan oleh generasi terbaik yang di yakini dan di bukukan dalam buku-buku karangan para Imam. Di antara karateristik mereka adalah: 1. mereka senantiasa ada dan dapat diketahui karateristiknya sebagai orang yang kuat dalam mencontoh. ad Darimi. bahkan mereka tersebar luas di pelosok bumi. Istilah-istilah di atas menunjukkan jumlah yang sedikit atau minoritas. kondisi masyarakat (kaum muslimin) awam yang melaksanakat syi'arsyi'ar agama. ath Thohawi. Ibnu Abi Ashim. terhindar dari bentuk-bentuk kesyirikan dan bid'ah. Ibnu Khuzaimah. Mereka adalah orang-orang yang berada di atas Huda (petunjuk) Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara konsekwen.urobaa ( Al. Dari generasi ke generasi. kesyirikan dan jalan (sesat) lainnya. ): satu goloongan (dari 73 golongan). keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak terbatas berdasarkan ruang lingkup zaman dan waktu.Ishobah ( irqoh Wahidah ( ): sekelompak umat. Ibnu Taimiyah dan imam-imam lainnya. tabi'in dan imam-imam pemberi petunjuk dari tiga generasi yang mulia.

Menetapkan adanya ru’yah (melihat uhan di hari kemudian). Mereka adalah orang-orang yang tampil di tengah-tengah masyarakat dengan menampakkan kejujuran berlandaskan kebenaran. batu ataupun peninggalanpeninggalan kuno lainnya. janji dan ancaman. 4. Tidak berdo'a kepada selain Alloh subhanahu wa ta'ala. kebangkitan. Khawarij dan sederet golongan bid’ah lainnya. 5. Fuqaha (ulama fiqih) yaitu para Imam Mazhab iqh. tidak akan ditemui pada diri ahlussunah wal Jamaah bentuk-bentuk talabbus di atas seperti mengeramatkan kuburan. syafa’at dan pengampunan dosa selain syirik serta menetapkan kekekalan nikmat bagi ahli sorga dan kekelan siksa terhadap orang-orang kafir dalam neraka. membersihkan diri dari faham Qadariah dan Mu’tazilah. Umar. Ahlus Sunnah Wal Jamah dikodifikasikan dengan lebih jelas oleh Imam Abdul Qahir bin Thahir al-Baghdadi (wafat 429 H) dalam bukunya Al Farq Bain Al Firaq (perbedaan diantara aliran-aliran). Mutakallimin (ulama kalam/theologi) yaitu orang yang memahami secara pas masalahmasalah keesaan Tuhan. Mereka senantiasa menegakkan yang fardhu dan sunnah. syarat ijtihad. beliau merumuskan ada delapan kelompok yang termasuk golongan Ahlus Sunnah Waljamaah yaitu: 1. yang menganut aliran al-Shifatiah (menerima sifat2 Allah) dalam masalah teologi menyangkut Tuhan dan sifat-sifat yang azali. meninggalkan dosa. jembatan. lalai ataupun orang yang ikut-ikutan saja. dan memerangi kebohongan serta tidak terpengaruh sedikitpun oleh celaan para pencelanya. 2. telaga. baik dari ahlur ra’yi maupun ahlul Hadits. Disamping itu. pemimpin. bid'ah dan mencegah semua bentuk kebathilan. ia mengakui kekhalifaan Abu Bakar. mendirikan monumen-monumen peringatan di atas kuburan. haram. meminta pertolongan kepada orang mati. baik yang terangterangan maupun yang tersembunyi sebagaimana yang diperintahkan Alloh subhanahu wa ta'ala dan Rosul-Nya. hukum. dengan mengikuti metodologi aliran as-Shifatiah (menetapkan sifat-sifat Tuhan) yang tidak terseret ke dalam faham antropomorfis (tasybih) dan ta’thil (meniaakan sifat2 Allah) serta bid’ah kaum Syi’ah.hukum. dan tetap menghormati Salaf. pahala dan ganjaran. kenabian. menyelenggarakan perayaan dan peringatan bid'ah dan lainnya yang sering dilakukan orang-orang bodoh. mereka adalah orang-orang yang memegang erat syi'ar-syi'ar agama. Imamah. menetapkan wajibnya shalat Jum’at . memerintahkan yang ma'ruf.Oleh karena itu. Usman dan Ali.Golongan-golongan Ahlussunah wal jamaah Pada perkembangan selanjutnya. mencegah yang munkar. dan pimpinan ummat. 5. pertanyaan kubur.

8.a’dil (sebab-sebab kebaikan dan kelemahan seorang perawi Hadits) dan tidak terlibat dalam perilaku bid’ah yang sesat. Muhaditsin (ulama hadis) yaitu mereka yang ahli dalam melacak jalur-jalur Hadits dan Atsar dari Nabi. 7. Sibawaihi.arra’. mereka giat beramal tanpa banyak bicara. menjaga kehormatan ummat Islam baik materil maupun moril dengan berupaya menumbuhkan di pos-pos pertahanan mereka aliran Ahlussunnah waljama’ah. dan mengikuti jejak pakar bahasa semisal al-Khalil. Maliki. dan memandang wajib mentaati seorang pemimpin selama bukan maksiat. Olehnya itu. 4. 6. Mutakallimin (ulama2 kalam) : Asyariyah. Mutasawwifin (ulama tasawuf) yaitu para Zuhad Sufi yang giat beramal dengan tulus ikhlas dan menyadari sepenuhnya bahwasanya baik pendengaran. Mujahidin yaitu mereka yang bertempat di pos-pos pertahanan kaum Muslimin untuk menjaga kemanan negara dari serangan musuh. Mufassirin (ulama tafsir) yaitu mereka yang mengetahui aneka ragam qira’at Qur’an dan orientasi penafsirannya dan pena’wilannya sesuai dengan aliran Ahlussunnah waljama’ah tanpa terpengaruh kepada pena’wilan para pengikut hawa nafsu yang sesat. al-Ashma’i. Hanbali. jatuhnya thalaq tiga.di belakang para Imam yang tidak terkena bid’ah dan wajibnya menetapkan hukum dari Qur’an. mampu membedakan antara yang shahih dan tidak. Dan mengatakan sahnya menyapu dua khuf (sejenis sepatu). al. penglihatan dan hati semuanya dipertanggungjawabkan di depan sang Khaliq yang takkan bisa lalai sebiji atom pun dari pandangannya. 5. Fuqaha (ulama2 Fiqih) : Bermazhab dengan mazhab 4 yg muktabar : Hanafi. konsisten dalam ketauhidan. hadits dan Ijma’. Ahlul Lughot (ulama bahasa Arab) yaitu mereka yang ahli di bidang kesusasteraan. Abu Amr bin Al ‘Ala. Semua orang di semua negara yang di dalamnya dikuasai oleh syi’ar Ahlussunnah waljama’ah dan yang mengikuti ketujuh kelompok diatas. Maturidiyah 2. al-Akhfasy. Syafii. Singkatnya. mengharamkan mut=92ah. Ahlus Sunnah Wal Jama'ah mempunyai patron mengikuti dan menerima : 1. Abu Ubaid dan sederet tokoh-tokoh lainnya dari Kufah dan Bashrah. 3. menafikan tasybih serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. menguasai al-Jahr wat. yang tidak tercampur ilmunya dengan bid’ah kaum Qadariah atau Rafidah atau Khawarij. . al-Muzany. Nahwu Sharaf.

Abu Thalib Al Makki. Ibnu Khuzaimah. Ar Rumi. Al Ashma'i. contohnya bila ada yang menolak ulama2 kalam. 4. Darimi. Jalaludin As Suyuthi. Al Qusyairi. Ibnu Jarir At Thobari. menolak hadis. Qurthubi. Nasai. Muslim. Abu Dawud. menolak Imam Mazhab. 7. Mufassirin (ulama2 tafsir) : Ibnu Abbas. dll. Jalaludin Mahali. Ahlul Lughot (ulama2 bahasa) : Sibawaih. Muhaditsin (ulama2 hadis) : Para penulis kitab2 hadis : Sahih Bukhari. Muwatta' Malik. 5. Mujahid. Ibnu Malik. Mustadrak Hakim. Musnad Ahmad. maka boleh dibilang telah keluar dari Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. dll. Turmudzi. menihilkan jihad. Fachrudin Ar Razi. Mujahidin : Para Sultan. Daraquthni. Ibn Athoilah. Mutasawwifin (ulama2 tasawuf) : Al Junaid. Ibnu Majah. Al Ghazali. dsb. Amir yang menyerukan Jihad fisabilillah Apabila ada yang menolak salah satu dari 7 kelompok diatas. As Suhrawardi. Al Khalil. 6. . Al Muzani. menolak tasawuf. Ibn Katsir. dll.3.

2.:/  %:72:/  ..  :. ../983 :. -40 /-.187   -3: --.7 /. . .  .8.8.8.-.3 2034. :.7 8$:7. ../ -:%. $-.  :83. 9.9.3.3 27. .2034..$:9.320307:. :./3!.43943.9. .8  :.77 9 %4-..3 90. . ..7./18.2  2034./8 2034.7:/37#./.  :.7  :82  -: .  /    :1. ./  -3: .2. 7#:2  ":8.. 0:..2 -3::. ./8  $. 8.. .2.  :.  5.7.72 .2..- . /    :././7..-.:1 :3./8   !..3 -3:./ 2.9: /.8  2.8.7.:/3...7  ":79:-  -3 ./ /8-   .3.2... .8873 :.7 :8 $:33.2.7/ -394.6:93    ::49 :.:1 203.-.-.2.:/38$::9 /    :9.3 2034.9. 82. -.2.13 :.2. .99. 503:8 9.  . . 8.  -3: .7  04254 /.8.987 ./  :89.