P. 1
Pengertian Reformasi

Pengertian Reformasi

|Views: 357|Likes:

More info:

Published by: Davin Caturputra Setiamanah on Oct 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2013

pdf

text

original

NAMA KELAS NOMOR

: DANNY TRIPUTRA S. : XII IPA 5 :9

 Proses Jatuhnya Orba
Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru adalah adanya krisis moneter tahun 1997. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia. Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. Muncul demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yaitu me-ninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut kemudian diberi gelar sebagai “Pahlawan Reformasi”. Menanggapi aksi reformasi tersebut, Presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Selain itu juga akan membentuk Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU Susduk MPR, DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam perkembangannya, Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi.

KRONOLOGIS RUNTUHNYA ORDE BARU 1. Krisis Moneter Pada waktu krisis melanda Thailand, keadaan Indonesia masih baik. Inflasi rendah, ekspor masih surplus sebesar US$ 900 juta dan cadangan devisa masih besar, lebih dari US$ 20 B. Tapi banyak perusahaan besar menggunakan hutang dalam US Dollar. Ini merupakan cara yang menguntungkan ketika Rupiah masih kuat. Hutang dan bunga tidak jadi masalah karena diimbangi kekuatan penghasilan Rupiah.

Heri Hertanto 3. Setiap 12 Mei mahasiswa pun berdemo menuntut diselesaikannya kasus penembakan mahasiswa Trisakti. tapi Rupiah jatuh terus dengan kekuatiran akan hutang perusahaan. Dalam setengah tahun. Semua orang tumpah di jalanan. massa juga memburu warga keturunan Cina. Namun semua itu seperti hanya suatu kisah yang tidak ada masalah apapun. Waktu Indonesia melepaskan Rupiah dari US Dollar. Pemerintah pun tidak ada suatu pernyataan yang tegas dan jelas terhadap kasus ini. Hendriawan Sie Mereka merupakan Pahlawan Reformasi selain mahasiswa lainnya yg ikut berjuang pada saat itu. 4. Hafidin Royan 4. dijual untuk membeli US Dollar yang menjadi murah. dan munculah isyu-isyu gak tidak jelas bahwa pada hari itu terjadi perkosaan masal warga keturunan tiong Hoa. Buntutnya. Tragedi yang sampai saat ini masih dikenang oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia belum jelas penyelesaiannya hingga sekarang. Mereka yang telah pergi adalah : 1. Elang Mulia Lesmana 2. Bursa Efek Jakarta juga jatuh. Jakarta seperti membara. Harmoko di Gedung DPR. Tahun demi tahun kasus ini selalu timbul tenggelam. Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar. 3. serangan meningkat makin menjatuhkan nilai Rupiah. Tak hanya itu. Mahasiswa menduduki gedung MPR 18 Mei Pukul 15. banyak warga keturunan Cina mengungsi ke luar negeri. Masa pada saat itu sudah kehilangan kendali dan brutal akibat kondisi yang terjadi di tnah air pada saat itu. Tragedi Trisakti Tragedi 12 mei 1998 yang menewaskan 4 orang mahasiswa Universitas Trisakti. 2. yang dipenuhi ribuan mahasiswa. pimpinan DPR. Rupiah kena serangan bertubi-tubi. Rupiah jatuh dari 2. baik Ketua maupun para Wakil Ketua. Mereka merusak dan menjarah toko dan gedung milik swasta maupun pemerintah. mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan diri secara arif dan . dengan suara tegas menyatakan. Seperti suatu hal yang biasa saja.000 per US Dollar. pelepasan Rupiah besar-besaran. Sebagian lainnya bertahan dalam ketakutan. Penjarahan Pada tanggal 14 Mei 1998.Tapi begitu Thailand melepaskan kaitan Baht pada US Dollar di bulan Juli 1997. IMF maju dengan paket bantuan US$ 20B. demi persatuan dan kesatuan bangsa. Paling tidak perhatian terhadap kasus ini pun tidak ada.000 dampai 18.20 WIB.

dan Fatimah Achmad. politik. Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9. empat orang menko (Menteri Koordinator) diterima Presiden Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan. bukan di-reshuffle. Mercedes hitam yang ditumpanginya tak lagi bernomor polisi B-1. Soeharto meletakkan jabatan 21 Mei o Kota memasuki o o o o Pukul 01. Pukul 23. Syarwan Hamid. Pembicaraan beralih pada soal-soal yang berkembang di masyarakat.  PENGERTIAN REFORMASI Reformasi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial.00 WIB Menhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto mengemukakan.bijaksana. 5. meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif. usul agar kabinet dibubarkan tidak jadi disampaikan. Habibie menjadi presiden baru Indonesia. Mereka juga berniat menggunakan kesempatan itu untuk menyarankan agar Kabinet Pembangunan VII dibubarkan saja. tetapi B 2044 AR. Namun. yakni Ismail Hasan Metareum. . Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka didampingi ajudannya.30 WIB.00 WIB. “Urusan kabinet adalah urusan saya. termasuk mantan Presiden Soeharto beserta keluarga.” Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto (kemudian menjadi Kepala Polri). Abdul Gafur.30 WIB. Harmoko saat itu didampingi seluruh Wakil Ketua DPR. Tujuannya. Wiranto mengusulkan pembentukan “Dewan Reformasi”. agar mereka yang tidak terpilih lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu “malu”. Pukul 9. Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan. Ia langsung mengatakan. Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ dan Forum halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR. ekonomi perubahan secara drastis untuk perbaikan ekonomi dl suatu masyarakat atau negara: perdana menteri yg baru telah menyapu kalangan oposisi dan memberikan serangan telak ekonomi. Wakil Presiden B.J. “ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan presiden/mandataris MPR. Yusril Ihza Mahendra.00 WIB.” Akibatnya. “Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru”. atau agama) dl suatu masyarakat atau negara. Pukul 21. ABRI menganggap pernyataan pimpinan DPR agar Presiden Soeharto mengundurkan diri itu merupakan sikap dan pendapat individual. niat itu tampaknya sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional.

yang dipimpin oleh Martin Luther.Mereka adalah tokoh Indonesia yang sangat kritis terhadap permasalahan yang dihadapi. Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa. Gus Dur menyatakan bahwa partai tersebut terbuka untuk semua orang. PPP dan PDI. Ulrich Zwingli.  Pencetus dan Pelopor Reformasi Pelopor dan Pencetus Reformasi terdiri dari empat tokoh. Amien Rais. Di Indonesia. Wahid menyetujui pembentukan PKB dan menjadi Ketua Dewan Penasehat dengan Matori Abdul Djalil sebagai ketua partai. yaitu K. Maka tidak heran. Abdurrahman Wahid. dengan yang paling penting adalah Partai Amanat Nasional (PAN) bentukan Amien dan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) bentukan Megawati. kata Reformasi sendiri pertama-tama muncul dari gerakan pembaruan di kalangan Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16. Namun pada Juli 1998 Gus Dur mulai menanggapi ide tersebut karena mendirikan partai politik merupakan satu-satunya cara untuk melawan Golkar dalam pemilihan umum.hukum perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang hukum dl suatu masyarakat atau negara. Kemudian setelah itu diharapkan adanya perubahan di bidang . dan Sultan Hamengkubuwono X kembali menyatakan komitmen mereka untuk reformasi. Di bawah rezim Soeharto.Pada November 1998.Yohanes Calvin. banyak tahanan-tahanan politik pada masa orde baru. Kendati demikian.H. Megawati. politik perubahan secara drastis untuk perbaikan dl bidang politik dl suatu masyarakat atau negara.  Tujuan dan Agenda Reformasi Tujuan Reformasi : Tujuan awal reformasi adalah menurunkan Soeharto dari kursi jabatan presideng RI. Gus Dur. Meskipun partai tersebut didominasi anggota NU. Dengan jatuhnya Soeharto.Salah satu dampak jatuhnya Soeharto adalah pembentukan partai politik baru. Ia juga acap kali memberikan kritik terhadap pemerintahan Soeharto yang sangat otoriter dan alergi terhadap berbagai kritikan yang ditujukan terhadap pemerintahan yang ia jalankan. kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru. banyak orang dari komunitas NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru. dalam pertemuan di Ciganjur. bersama dengan Megawati. partaipartai politik mulai terbentuk. hanya terdapat tiga partai politik: Golkar. Tetapi kenyataan itu tidak menyurutkan semangat dan keberanian untuk melontarkan krtitik terhadap pemerintahan orde baru. dll. Pada 7 Februari 1999. PKB secara resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat pemilihan presiden. Pada Juni 1998. Ia tidak langsung mengimplementasikan ide tersebut. Amien. dan Sri Sultan Hamengkubuwono X.

ekonomi dan pendidikan yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta. 5. Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran kegedung DPR/MPR. dan nepotisme (KKN)  Tragedi Reformasi TRAGEDI TRISAKTI Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan. Mereka tewas tertembak di dalam kampus. Kejatuhan perekonomian Indonesia sejak tahun 1997 membuat pemilihan pemerintahan Indonesia saat itu sangat menentukan bagi pertumbuhan ekonomi bangsa ini supaya dapat keluar dari krisis ekonomi. dan Hendriawan Sie. dan dada. kolusi. Heri Hertanto. Indonesia serta puluhan lainnya luka. Tentu saja ini membuat mahasiswa terpanggil untuk menyelamatkan bangsa ini dari krisis dengan menolak terpilihnya kembali Soeharto sebagai Presiden. Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana. yang terpengaruh oleh krisis finansial Asia. Demonstrasi digulirkan sejak sebelum Sidang Umum (SU) MPR 1998 diadakan oleh mahasiswa Yogyakarta dan menjelang serta saat diselenggarakan SU MPR 1998 demonstrasi mahasiswa semakin menjadi-jadi di banyak kota di Indonesia termasuk . 4. Pada bulan Maret 1998 MPR saat itu walaupun ditentang oleh mahasiswa dan sebagian masyarakat tetap menetapkan Soeharto sebagai Presiden. Mengadili Soeharto dan kroni-kroninya 2. Melakukan amandemen terhadap UUD 1945 3. Cuma ada jalan demonstrasi supaya suara mereka didengarkan. leher. terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala. Menghapus Dwi Fungsi ABRI di dalam struktur pemerintahan negara. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dari unsur-unsur korupsi. pada 12 Mei 1998. Hafidin Royan. Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998. Penegakan supremasi hukum di Indonesia. termasuk mahasiswa Universitas Trisakti. Agenda Reformasi : 1. terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya.

sampai akhirnya berlanjut terus hingga bulan Mei 1998. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri--militer datang kemudian. Mereka juga menuntut pemulihan keadaan ekonomi Indonesia yang dilanda krisis sejak tahun 1997. Setelah keadaan semakin panas dan hampir setiap hari ada demonstrasi tampaknya sikap Brimob dan militer semakin keras terhadap mahasiswa apalagi sejak mereka berani turun ke jalan. Mahasiswa bergerak dari Kampus Trisakti di Grogol menuju ke Gedung DPR/MPR di Slipi. Penembakan itu berlansung sepanjang sore hari dan mengakibatkan 4 mahasiswa Trisakti meninggal dunia dan puluhan orang lainnya baik mahasiswa dan masyarakat masuk rumah sakit karena terluka. Dihadang oleh aparat kepolisian mengharuskan mereka kembali ke kampus dan sore harinya terjadilah penembakan terhadap mahasiswa Trisakti. Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju gedung DPR/MPR pada pukul 12. Jakarta geger dan mencekam. Sepanjang malam tanggal 12 Mei 1998 hingga pagi hari. Mereka kecewa dengan tindakan aparat yang menembak mati mahasiswa. Pada tanggal 12 Mei 1998 ribuan mahasiswa Trisakti melakukan demonstrasi menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai Presinden Indonesia saat itu yang telah terpilih berulang kali sejak awal orde baru. Saat itu demonstrasi gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tingi di Jakarta merencanakan untuk secara serentak melakukan demonstrasi turun ke jalan di beberapa lokasi sekitar Jabotabek.Namun yang berhasil mencapai ke jalan hanya di Rawamangun dan di Bogor sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan puluhan mahasiswa luka dan masuk rumah sakit.Jakarta. Insiden besar pertama kali adalah pada tanggal 2 Mei 1998 di depan kampus IKIP Rawamangun Jakarta karena mahasiswa dihadang Brimob dan di Bogor karena mahasiswa non-IPB ditolak masuk ke dalam kampus IPB sehingga bentrok dengan aparat. .30. masyarakat mengamuk dan melakukan perusakan di daerah Grogol dan terus menyebar hingga ke seluruh kota Jakarta. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri.

sebagian besar berlindung di universitas Trisakti. dan dilarikan ke RS Sumber Waras. masa pemerintah transisi Indonesia. Rekaman itu memperlihatkan bagaimana polisi dan tentara yang berada di garis depan berhadapan dengan aksi massa mahasiswa yang tenang.Akhirnya. yang sempat bentrok dengan Pam Swakarsa. pada pukul 17. Batalyon Infanteri 203. TRAGEDI SEMANGGI I dan II Tragedi Trisakti kemudian disusul oleh tragedi semanggi I pada 13 November 1998. diikuti bergerak majunya aparat keamanan. Batalyon Infanteri 202. dan SS-1. yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Dalam tragedi itu. Mereka dilengkapi dengan tameng. Pada pukul 20. Meskipun pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam. Styer. Pasukan AD yang didukung alat berat militer ini . Korban pun berjatuhan.Militer dan polisi begitu agresif menyerang mahasiswa. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Dalam tragedi Semanggi I yang menewaskan lima mahasiswa. hasil otopsi menunjukkan kematian disebabkan peluru tajam. Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998. Satuan pengamanan yang berada di lokasi pada saat itu adalah Brigade Mobil Kepolisian RI. gas air mata.Pasukan Anti Huru Hara Kodam seta Pasukan Bermotor. Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil.15 para mahasiswa bergerak mundur. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka-luka Pam Swakarsa terdiri dari tiga kelompok. Mereka kemudian mendukung aksi mahasiswa. Para mahasiswa panik dan bercerai berai. dari latar belakang yang berbeda.00 dipastikan empat orang mahasiswa tewas tertembak dan satu orang dalam keadaan kritis. Pembentukan Pam Swakarsa belekangan mendapat respon negatif dari masyarakat. unjuk rasa mahasiswa yang dituding mau menggagalkan SI MPR harus berhadapan dengan kelompok Pam Swakarsa yang mendapat sokongan dari petinggi militer. seperti ditayangkan oleh sebuah video dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di DPR Selasa 6 Maret 2001. tampak tentara begitu agresif memburu dan menembaki mahasiswa. Batalyon Kavaleri 9. Artileri Pertahanan Udara Kostrad.

Letjen Djaja Suparman (mantan Pangdan jaya) dan Noegroho Djajoesman (mantan Kapolda Metro Jaya). sejumlah petinggi TNI Polri sedang diburu hukum. Sebab. . Para tentara terus mengambil posisi perang. tiarap di sela-sela pohon sambil terus menembaki mahasiswa yang berada di dalam kampus. ikut tewas. Satu orang pelajar.'' Berdasarkan fakta di lapangan TPFI menegaskan tidak mungkin ada kendaraan lain selain kendaraan aparat. Satu tahun setelah itu. Esok harinya Jum'at tanggal 13 November 1998 ternyata banyak mahasiswa dan masyarakat sudah bergabung dan mencapai daerah Semanggi dan sekitarnya. 22. Beberapa hari kemudian ia meninggal dunia. jalur cepat yang dilalui truk-truk itu masih ditutup untuk umum. Serbuan tembakan hampir berlangsung selama dua jam. yaitu Lukman Firdaus. Mereka adalah Jenderal Wiranto (Pangab). mahasiswa Fakultas Teknik UI. Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin (mantan Pangdam Jaya). Insiden ini terjadi di tengah demonstrasi penolakan mahasiswa terhadap disahkannya RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB). Sementara masyarakat melaporkan saat itu dari atap gedung BRI satu dan dua terlihat bola api kecil-kecil meluncur yang diyakini sejumlah saksi sebagai sniper. Irjen (Pol) Hamami Nata (mantan kapolda Metro Jaya). Sejak masuk area jembatan penyeberangan di depan bank Danamon. truk pertama konvoi mulai menembak. bergabung dengan mahasiswa yang sudah ada di depan kampus Atma Jaya Jakarta. Kasus ini. Kini akibat peritiwa itu. Pada tanggal 12 November 1998 ratusan ribu mahasiswa dan masyrakat bergerak menuju ke gedung DPR/MPR dari segala arah. terluka berat dan masuk rumah sakit. Lagi pula truk-truk itu bergerak melawan arus. Dia menurutkan begini. jadi tidak mungkin ada mobil lain yang mengikuti. Brimob dan juga Pamswakarsa (pengamanan sipil yang bersenjata bambu runcing untuk diadu dengan mahasiswa).melakukan penembakan bebas ke arah mahasiswa. Konvoi menggunakan jalan jalur cepat sebelah kanan alias melawan arus. menurut Hermawan Sulistyo dari Tim Pencari Fakta Independen menyebut seperti sudah diperkirakan sebelumnya oleh aparat. Sejumlah saksi mata melihat berondongan peluru dari atas truk pertama. Paling depan tampak mobil pembuka jalan menyalakan lampu sirine tanpa suara. merangsek. Semanggi-Slipi-Kuningan. Pada malam harinya terjadi bentrok pertama kali di daerah Slipi dan puluhan mahasiswa masuk rumah sakit. ''Yun Hap ditembak pukul 20:40 oleh konvoi aparat keamanan yang menggunakan sekurangnya enam truk militer yang mendekat dari arah Dukuh Atas. menyusul tembakan dari truk-truk berikutnya. Dalam kasus ini 10 orang tewas termasuk Yun Hap. tragedi Semanggi II terjadi. tetapi tidak ada yang berhasil menembus ke sana karena dikawal dengan sangat ketat oleh tentara.

merupakan korban meninggal pertama di hari itu. Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi. Selain itu. tertembak di dadanya dari arah depan saat ingin menolong rekannya yang terluka di pelataran parkir kampus Atma Jaya. Jakarta. jika tidak mau dikatakan meninggalkan masyarakat dan mahasiswa berjuang sendirian saat itu.  Pemerintahan Reformasi 1. Jakarta. mahasiswa Fakultas Ekonomi Atma Jaya. Mulai dari jam 3 sore itu sampai pagi hari sekitar jam 2 pagi terus terjadi penembakan terhadap mahasiswa di kawasan Semanggi dan saat itu juga lah semakin banyak korban berjatuhan baik yang meninggal tertembak maupun terluka. Mahasiswa terpaksa lari ke kampus Atma Jaya untuk berlindung dan merawat kawan-kawan dan masyarakat yang terluka. Habibie Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. "Itulah yang harus dibayar mahasiswa kalau berani melawan tentara".J. Peristiwa itu dianggap sebagai hal lumrah dan biasa untuk biaya demokrasi.Jalan Sudirman sudah dihadang oleh aparat sejak malam hari dan pagi hingga siang harinya jumlah aparat semakin banyak guna menghadang laju mahasiswa dan masyarakat. Kali ini mahasiswa bersama masyarakat dikepung dari dua arah sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dengan menggunakan kendaraan lapis baja. Sangat dahsyatnya peristiwa itu hingga jumlah korban yang meninggal mencapai 15 orang. Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. Ia adalah Teddy Wardhani Kusuma. Korban kedua penembakan oleh aparat adalah Wawan. 7 mahasiswa dan 8 masyarakat. . Jumlah masyarakat dan mahasiswa yang bergabung diperkirakan puluhan ribu orang dan sekitar jam 3 sore kendaraan lapis baja bergerak untuk membubarkan massa membuat masyarakat melarikan diri. sementara mahasiswa mencoba bertahan namun saat itu juga terjadilah penembakan membabibuta oleh aparat dan saat di jalan itu juga sudah ada mahasiswa yang tertembak dan meninggal seketika di jalan. Anggota-anggota dewan yang bersidang istimewa dan tokoh-tokoh politik saat itu tidak peduli dan tidak mengangap penting suara dan pengorbanan masyarakat ataupun mahasiswa. B. yang nama lengkapnya adalah Bernadus R Norma Irawan. Indonesia kembali membara tapi kali ini tidak menimbulkan kerusuhan. Gelombang mahasiswa dan masyarakat yang ingin bergabung terus berdatangan dan disambut dengan peluru dan gas airmata.

Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus di masa orde baru. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono. terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. partai dengan suara terbanyak kedua saat itu. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR. Tetapi karena jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu. 2. partai PDI-P pimpinan Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. pemimpin PKB. banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR. perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah.Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia. sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain itu. Selain itu. tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil presiden.Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia. pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat. Namun pada akhir pemerintahannya. nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. Maluku dan Papua.000 – Rp 15.H. ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan . Abdurrahman Wahid Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999). Abdurrahman Wahid. Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh.000. Megawati tidak secara langsung menjadi presiden.Di bidang ekonomi. ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10. Pada 29 Januari 2001. K.

7 September 1940 – meninggal di Jakarta. ia menjabat Wakil Presiden di bawah Gus Dur. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasilPemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. umur 64 tahun) adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 –20 Oktober 2004. tepatnya 26 Oktober 1999. Tepat 23 Juli 2001. Sidang Istimewa MPR diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia menggantikan Presiden B. Sosial. Megawati secara resmi diumumkan menjadi Presiden Indonesia ke-5. Setahun kemudian. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan anak presiden Indonesia pertama yang mengikuti jejak ayahnya menjadi presiden. 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun) adalah tokohMuslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001.meminta Gus Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi. Megawati Megawati Soekarno Putri atau umum dikenal sebagai Mega (lahir di Yogyakarta. Susilo Bambang Yudhoyono Tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang dilaksanakan pada 9 Maret 1998 dan Ketua Fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998. ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik. ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Sebelumnya dari tahun 1999-2001. Pada 29 Oktober 1999. ia kalah olehSusilo Bambang Yudhoyono dalam tahap kedua pemilu presiden 2004. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang. kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001. J. Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Pada 20 September 2004. dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai . Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001.Megawati juga merupakan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999. Jawa Timur. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketuaTanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 3. 23 Januari 1947. Di bawah tekanan yang besar. 4. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Kiai Haji Abdurrahman Wahid.

ia didesak mundur pada 1 Juni 2001 oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR. Dengan keluarnya Maklumat Presiden pada 28 Mei 2001 pukul 12. Pada 10 Mei 2004. menegakkan ketertiban. Berdirinya Partai Demokrat pada 9 September 2002 menguatkan namanya untuk mencapai karier politik puncak. dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla.45 persen suara. Menko Polsoskam sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik darurat tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1959. tiga partai politik yaitu Partai Demokrat. Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001.00 WIB. Ketika Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2002. dan hukum secepat-cepatnya lantaran situasi politik darurat yang dihadapi pimpinan pemerintahan. Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7. Menko Polsoskam ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus mengatasi krisis. Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam dan sejalan dengan masa kampanye pemilu legislatif 2004. Belum genap satu tahun menjabat Menko Polsoskam atau lima hari setelah memegang mandat.konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid[7]. . ia secara resmi berada dalam koridor Partai Demokrat. jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004. namanya dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu presiden 2004. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden. Saat itu. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Jabatan pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan presiden tidak pernah diterimanya. keamanan.

 f  °–f½ °–f°f¯ °– –f¾f¯ff    f°   9f f ½   ½f¾f° ¯½f f°– ¯ff¾¾f  f¾   ¯ f f° ¾f f°– ff¯  f ff° ¾  . ¾½° ½f f½ff  f¯f°f° ¯ ¯ f°f  f ¯ °––°ff°½  f©f¯  f¾ ½¾ ¯ °°©f°  ¯ff° ¾ f f° ½  f©f¯   @.- f° @f–  @¾f ¯ f° ¾¾ f– ¾ ¯f°––½f f - ¯    ff¯ f–    °© f¾f ¯ff¾¾f f°–  °– ¯f ¯ °––f–ff°  .9 f¾ f f½f° °–f°  ¯½ 9f¯ ff¾f f°– ¯ ° f½f ¾°–f° f ½ °––¯   @f–   ¯f°––¯ °°©  ½f f f  ©f f° ½ ¾ ¯f¾fff  f f½ ½ f¾f°ff° f°f– ° f f°–¾¯ ff°–¯ °–f ff° f¾°ff–f¾½   ©f f° ½ f¯f  °f °–f°@f–   ¯f°––  ©f  ½f f  - ¯   ¯f¾f ½ ¯ °f f°¾¾° ° ¾f  f°– ¯ ° f f°  f¾°f  f–f ¾½   ©f f°  f  °f °–f°@f–   ¯f°––  ©f  ½f f  ½ ¯ f°– ¯ ° f f°  f¾°f ¾ f°– ¯ff¾¾f f° ¾ f¾ f°–f°°f ¾ ©fff¾ f¯ ° f f° f°f f 9f¯ ff¾f    f –f  ¯½  f ff ff°– f°–  f  9 ¯ °f°9f¯ff¾f  f°–f°¯ ° f½f ¾½°° –f€ f¯f¾fff  .f     f¯f°  ¯ ¯½ ff° f–f¯f°f ½¾ f°  °ff f°– f f  –f¾ ½f° f f½f° °–f° f¾ ¯f¾¾f ¯ff¾¾f f°–  °f°–  9f¾f°  f°–  °– ff f ¯  ° .°f  ½f f ½   ½ff ¯ff¾¾f – f ¯°    – f ¯f©°f f½ff  f¯f°f°  ½ff  f¯f°f° ½° ¯f ¯ ° ¯ ff° ½    ff ¯ff¾¾f  9ff ¯ff¾¾f ½f° f° n f f  ¾ f–f° ¾f ° °–  ° ¾f¾ @¾f  -f¯° f½ff  f¯f°f°  ¾ ¯ ff° ½ ° ¯ ff°  f°½° ©ff°  f° ff° ¯ Jff¾  ff° ½ °–f¯f°f° f°– f f  f¾ ½f f ¾ff  f ff –f  .  f° ½¾ – f– ¾€ ¯ ° f°–¯ff¾¾f ¾ ½  ff°–f° ¾ f  ff¯f½f °–f 9 ° f½f D¯¯  9  f¾f  .  f  ¯ f° ¯ ° °– f¾ ¯ff¾¾f  f°– ¾ ¯½f ° °–f° 9f¯ ff¾f   ff¯f–  ¯f°––f°–¯ ° f¾f°¯f¯ff¾¾f f¯½f °ff – f– ¾€ ¯ ¯  f° ¯ ° ¯ f ¯ff¾¾f .  ½¾f°   ff° ff   ff° °€f°      9 ff°f° D ff¾f  ff° °€f°   9f¾f° °  ff f¯¾ f 9f¾f° ¯ .

¯ ff° ½ ° ¯ ff° f¾   ff ¯ff¾¾f   9ff  °ff  ¾ ¯ °–f¯  ½¾¾ ½ f°–  ¯ f°–¾   ff½  ¾ f ¾ f ½° ¾f¯   ¾ ¯ ° ¯ f ¯ff¾¾f f°– f f  ff¯ f¯½¾   ¯ °ff ¯f¾fff¯ f½f°¾ff fff½– °– ¾f f° f f ff½  n  n¯ °nf°– f°¾ ©¯f¾f¾ ¾ f–f¾°½    f°  ¯ ff° f¯½ f°–¾°–¾ f¯f f©f¯  f f° ¾  f   f–   ¯f°––   ©f   ff¯ f¾¾ °  f°–  f¾  ¯f¾°f½  ¯ff¾¾fff¾@ °D  f¾ °¾ °° ©f    °–f ¯°¾f¾ ½ °ff° ¯ff¾¾f  f f½ ¾ff°°f DD 9 °f°––f°–f° f ff° fff%DD9 % f¾¾° ¯ ° ¯ff°¾ f @¯ 9 °nf ff ° ½ ° ° ¯ °  ¾ ½  ¾ f ½ ff° ¾ ¯°f   f½ff  f ¯ °f° –°  ° f½  ¯ f ½     ° f½ff  f¯f°f° f°– ¯ °––°ff° ¾ f°–°f °f¯  ¯  f°– ¯ ° f f ff  f¾  ° ¯ °––°ff° ©ff° ©f n ½f ¾ f f°f° ff¾ ¯ ff° f¾  9f°– ½f° f¯½f ¯  ½ ¯ f ©ff° ¯ °fff° f¯½ ¾°  f°½f ¾ff   ©f ¯f¾ f f © ¯ ff° ½ ° f°–f°  ½f° f° f°f¯°   ½ f¯f°¯f¯ ° ¯ f  ©¯f¾f¾¯ff¯ f ° °–f°½  fff¾½ f¯f ¯ °¾ ¯ ff° f  °f    f¾ff° €ff  f½f°–f° @9 ¯ ° –f¾f°  f ¯°–° f f  ° fff° f° ¾ f°  ° fff° f½ff   f  ©f n ½f f°– f   ¯f¾ ½ °¯¯ f–½f  – f¯ ff°f¾ ©f  f¯°–°f f ¯ f°f°–¯ °– °f f½ f ¾ ©¯f½ °––@-9¾ f°–   ¯  .  ff%   © ° ©f©f ½f¯f° %¯f°f° 9f°– f° ©ff% f° - – ©f© ¾¯f°%¯f°f°f½ f. ff%  9f f f°––f  - ¯   f¾f°   ¯ff¾¾f f° ¯f¾ff – f ¯ °© – °–9$.  f f ff  ° f Jf° %9f°–f %  .9 f¾ –ffff  ¯f°–– ½ °°–f°  f½ f f f f°– f¾ ¯ ° ¯ ¾   ¾f°f f °f ff °–f° ¾f°–f  f    °ff  ¯  f° ©–f 9f¯¾ff¾f %½ °–f¯f°f° ¾½ f°– ¾ °©ff f¯  °n°– ° f  °–f° ¯ff¾¾f%  9f f ¯ff¯ f°f  ©f  ° ½ f¯ff  f f½ f°½f°¯ff¾¾f¯f¾¯f¾f ff°– ½ f©f  f¯f°  f¾   f f f° ¯f¾ ¯f ¾f  f½f f  ¯ f°f¯ °°––f °f  ¾ f°f ¯ f f°––f  - ¯    °ff f°f ¯ff¾¾f f° ¯f¾fff ¾ f –f °– f° ¯ °nf½f f f  ¯f°–– f° ¾ f°f  –f °– °–f°¯ff¾¾ff°–¾ ff f  ½f°f¯½¾¯ffffff  .f© ° ©f€  ©f¯¾ ° %¯f°f° 9f°– f¯ ff%  © ° %9% f¯f¯ -ff %¯f°f° f½ f .

°   ° °f¾°f ° ¯ ¯ f° ff¯ ½¾ ¾ ½ ¯f° °¯   f°   f    ©–f ¯ °––ff° ½ °–ff¾f°  f f½ ¯ f ¯f¾¾f f° f¾f°  ¾½ ¾    ©f f°½ °°– ff¯¯f¾f½ ¯ °ff°f   f ff ½¾f°°f° ¯ °–°f°@¯@¯°¯ °–f ff° €  ° ¯f°– f °–f° ½¾f°f ff  ¾  f ° ° ¾f ½f f      .ff° ¯f°¾ f f f°– f½ff¾ ©f¯ff¯f f°½f–°––f¾f°– f°f ©¯f f½ff ¾ ¯f° f°f –°f ¯ °–f f°– f© ¯ff¾¾f f° ¯f¾fff  f ° ¯ff¾¾f ¾f¯f ¯f¾fff  ½°– f f ff ¾ ½f°©f°–ff° ° f ¯f° °–f°¯ °––°ff° ° fff°f½¾ f©f  ¯f¯f¾fff f°¯ff¾¾ff°– –f °– ½ ff°½f° f°– f° ¾ f ©f¯  ¾   ° fff° f½¾ f©f – f ° ¯ ¯  ff° ¯f¾¾f ¯ ¯ f ¯f¾fff ¯ ff°   ¾ ¯ °ff ¯ff¾¾f ¯ °n f ff° °f¯° ¾ff  ©–f  ©f f ½ ° ¯ ff° ¯ ¯ f  f   f½ff f° ¾ff  ©ff°©–f¾ ff f¯ff¾¾ff°–  ¯ f f°¯ °°––f¾  f ©ff°  f f ff@  Jf f° ¾¯f  ¯ ½ff°  f° ¯ °°––f ½ f¯f  f   .f¾f ½ ¯ °ff° f    f° f °–f° ¯f°f  ©f¾f¯f °–f° f°f .ff¾¾f  ½f¾f f   f¯½¾ ¯f ff ° ° °– f° ¯ ff ff° ff° f°¯f¾ffff°– f  f° f½ ° ¯ ff° f½ff f ffJff° f°–°f¯f °–f½°ff ff °f ¾-¯fff° ¯ff¾¾f ff¾ °¯ ¯f ff  fff    ¯ f  f f°f f ff ½f° ¾ff °–° ¯ °°–  f°°f f°–  f  ½ fff° ½f f¯½¾ ¯f ff  fff  .f f ©f¯  ¾   ¾f¯½f ½f– f ¾ f ©f¯  ½f–  ¾  ©f  ½ ° ¯ ff°  f f½ ¯ff¾¾f  ff¾f°  ¯f°–– f° ¾ff  ©–f f ¾ ¯f° f°f f° ©ff° ff°–¯ °°––f  ¯ f¯f½° f   ¯ f°–¯ff¾¾f f°¯f¾ffff°–°–° –f °– ¾  ff°–f° f° ¾f¯  °–f° ½  f° –f¾ f¯ff  f°–f f¾f°f ½ ¾f  °––f ©¯f f°f°–¯ °°––f¯ °nf½ff°– ¯ff¾¾f f°¯f¾fff  ° ° ¾f ¯ f¯ ¯ fff½f° f¯ °¯ f° ¾f°  °––f f°––f f° f°– ¾ f°– ¾¯ f f°   ½ ¾ff   f ½  f°  f ¯ °–f°–f½ ½ °°– ¾ff f° ½ °– f°f° ¯f¾fff ff½° ¯ff¾¾f  ©f  f ¯f fff° ¯ °°––ff° ¯f¾fff f° ¯ff¾¾f ©f°–¾ ° f°¾ff 9 ¾f f°––f½¾ f–ff¯f f° f¾f ° ff ¯f¾  f f°– f¾  ff ¯ff¾¾f ff f° ¯ ff° °ff    9 ¯ °ff° €¯f¾    f    .

 ½¾f°  ¾    f½½  ¯ff¯f¾fff¾ °––f °––f ° ½° ¯f¾f ½ ¯ °ff° f    ¾ °– f°––f½ ¾ f–f ¾ff ¾f ¯f¾f  f¯ ff¯¾ ©ff° ° ¾f   f    ¯ f¾ ° ¾ fnf ff ½f¾nf ½ °–° f°   f f f ¾ff¾  ¯f¾f  f  ¾ °––f¯ °¯ f° ¯ff°f ¾f° f° ¾° – f¾ f¯½ ¾  ff ° ° ¾f   – f ¾  f ¯ ¯½    f¾ff° 9 ¾ ° f    ¾ – f ¯ ¯ ° ¾ f f °   ff ¾f –f¾ ½ °°–°f f ff  ¯ f ¯ ° f½ff° °–f° ff°f . –ff ¾ °  ½ ¾  ¾ f–f f ½ ¾ °   . –ff  f ¾ nff f°–¾°– ¯ °©f  ½ ¾ °   f¯f° Jf  ½ ¯¯½° 9  ½ff °–f° ¾ff   f°f  f ¾ff    ½  ¯ f° ¾ f–f ½ ¾ ° ° ° ¾f    .f¾f ½ ¯ °ff°  f¯f° Jf  f°f °–f° – ff° – ff° ¾ ½ff¾¯  f°– ¯f°  ¯ f°–  n   . –ff  f°½ f¾ ¯ f ¾ff   f°f %¾ f  % @ f½f °f©f ff°½ ¾ °¯f¾ ½ .9 f° .9¾ff .9$9   9f f  f°f    f° ¯°¾f° ¯½   °– .°½ffDD9 ¾f°–f° f  ½  ff°DD9ff9 f°f°–½f°–½ °°–f ffDD°¯ f f  .°   ° °f¾°f f° ¯°f¾ ° –ff ° –ff ° ° ½–f¯ ½ ¯f° °¯  f ©–f ¯ ¯ f¾f° ½ff ff°f° ½ f° ¯ °–f°– ° ½f f  f¾f° ½ ° f½f f°  –ff° –f°¾f¾ 9f f f ½ ¯ °ff°°f f°– ¾°–f f f¾ ¯ ¯ f° f° f¾f°  f– ° ° ¾f ½f f f°f ff°DD°.f f° 9f½f   f°   f°f  ©ff°  f¯f° Jf  f°–  °f°–   . f½ ° f½f°DD°¯ f f°f– ©f ¾° –f¾f°– f¾ ¾ ©f f  f f¾  f¯ f° f°f °f¾f°  f ½ ¾ °¾ f¯ f°–  °  f°½f f f°f DD °¯ f f ¾f ½f¾f° ° ° ¾f ff° ¯ °–ff¯ °f¾  ¾f¯f ¾ ½ D°   f°–¾ff   f°– °¯  f f¾ ¯ ¯°– °f f ½f  f f½ f ¯f¾ ¾f f°ff ½    ½    -f¯° ½f ff½ ¯ °ff°°f  f¯f¾  f½ f°––°–©ff f°°f f .9 °ff½f¯  °f½f f  ½½  f°ff°–  fff°½ °f nf½ff–  f½ ¯ °ff°¾ f°©°f  f° f©–f ¯ ¯f ¯ ° f½f° ° ½ ° °¾ f° ° ° ¾ff–f   €¾ ¯ °–¾ ½  °¯f°        f¯f°Jf  9f f½ ¯f°– ¾  °––fff°½f f %f 9 ¯% ½ff9 9 ½¯½°f° .

9½f f f°    f°– ¾¯ f .9 ff¯ f°– ¾¯ f . –ff©–f ¯ ½ff°  f ¯¯9ff  ¯f¾ ° ° ¾f 9 ©f°–f°%99% ¾ ©f ¯ ¯¾ff°  f9ff ¯f¾° ° ¾f½f ff°     ¾ f¯ f°– ° @f¯½¾ f–f© nfff¾ ¯ °© f°– f°–D¯¯.9$9 f°9ff f  f f° ½f f     ¯°f f f°  f ¯ °©f fJf9 ¾ °  ff ¾  . –ff  f°½   . –ff ¾ nff  ¾¯ ¯¯f°¯ °©f 9 ¾ °° ° ¾f    ff© f¯f° Jf  ff  ½f°––¾ %f ¯ f°– ff @¯   ½ ¯  ¯ °°––f fff   ¾ ¯ ½f f ¯  f°%f ff .¯ ¯°f¾°¯ °–° f°  °–f° f°½¾  ff  f°f° f°– ¾f   f¯f° Jf  f ¯ °–¯¯f° ½ ¯° ff°  f¾ff°  ½f f f ½ ¾ ° .9f¾9 ¯   9 °  °––fff° ½ ¯ °ff°°f  f°  f ° 9 ¾ff° -f¾°f  . –ff .9   9f f    f f°–f ¾ f–f.f¾f  ½ ¾ °f°  f¯f° Jf  ¯f ½f f   f° f ½f f  f°– ¾¯ f.9f°– f¾f°ff° ½f f . f  f°– ¾¯ f . –ff  f°½¾  f ¯f° f°f nf  . –f%f –fff  f°f  ¯  f°% f ff9 ¾ °° ° ¾ff°–  ¯f f°– ¯ °©f f ¾ ©f      f ¯ ½ff° ½ ¾ °f°f° ° ¾f ½ f¯f f° f°f ½ ¾ ° ° ° ¾f ½ f¯f f°– ¯ °– © ©f ff°f ¯ °©f  ½ ¾ °  9f f  ½ ¯   f ff  ¾ f¯ f°–  ° ff¯ ff½  f½ ¯ ½ ¾ °   f ¯ °©f ½ ¾ °¾  f.9¯ °–f ff° f°– ¾¯ f .9 f ff° ff¯ ¯ °f°––f½ f°–f 9 ¾ ° f¯f° Jf %¾ % f°– ¯ ¯ f°  ¯ f–f .¾¯° ° ¾f f° ½ ¯¯½° ½ f°– ¯ °©f 9 ¾ ° ° ° ¾ff°–  ¯½f f f°  °––f   f ¯ °––f°f° 9 ¾ °    f   ¾  f ½  .9 ½f f     .9  f¯f°Jf f ff¯f°f° f@f°€ f% f f° ¾ €%-f fDf¯f f°½ ° 9ff f°–f° f°–¾f%9 %    .9½f f f°   @ ½f    ½ ¯¯½°f°°f –f°f°  .f  f°  f f¾   . °  9 f¯ f°–f° f° ° –  ½ ¯ °ff° ½¯½°f° 9 ¾ ° f¯f° Jf   f°  ¯ f°   ½f°f    f f° ¾ f–f . °   °f 9  ¾f  f°  f¯f°f° %. ° 9¾¾f¯% ¾ f–f . –ff  f° 9ff ¯¯  °f ¾ f–f.

–ff  f°½¯ f°°f ¾ f–f . f¾f  f ½ nff f–   ½ ¾ °  ©f ff° . ½   J  .f    °f9ff ¯f½f f ½ ¯ ¯ °–ff°°f¯f°f° ¯ °nf½f f  ½ ½°nf   f 9ff  ¯f  ff¾f° ½f f    °f¯f°f nf°f° ¯ °©f  ½ ¾ ° ff¯½ ¯ ½ ¾ °     f ¯ °–° f°  f ©f ff° .°¾  °¾ ½ °¾°f°  ¯ f f °   f¯f° Jf    °–f°  f°f. ° 9¾¾f¯ ¾ f–f ½ ¯ –f°– ¯f° f ¯ ° © ¯ff° ¾f¾ ½ ff  f ¾f¯f °–f°  f ff° ff ¾ f–f¯f°f f°– f f ff¯ D° f°– ° f°– -¯  f°   ¯ – °f½ ¾f f° ¯ °©f f . °9¾¾f¯ff¯ff¾  f¯ ¯ –f°–¯f° f f  ¾f¯°  ½f f °  ½ ¯  ¯f° f f °f   –f°–f° ½ f°ff 9 ¾ °  f¯f° Jf  f° 9  f ff° ½ °––f° ¾ f–f . ° 9f¯ f° ¾ ©ff° °–f° ¯f¾f f¯½f° ½ ¯  –¾f€   f ¾ nff  ¾¯ f f ff¯  9ff ¯f  f ff°°f ff¯9ff ¯f¯ °f¾¾ ¾ ff¯½ ¯ –¾f€ °–f°¯ f ½ ¾ °¾ff 9f f. °   °f  f°– 9 f°  f¯f°f° %. ° 9¾¾f¯ –f¾f° ° ¯ °–f¯  f°–f f°–f ¾¾ ¯ °–ff¾ ¾¾  ¯ ° –ff°    f°   f¯f°f°  f° ¯ ¾ n ½f n ½f°f f°ff° ¾f¾½ fff°– f f½½¯½°f° ½ ¯ °ff°  ff  .  –f ½ff ½ f 9ff  ¯f 9ff  f f° f° 9 ¾ff° ° ° ¾f  f°9ff f° °f°–¾ nff  ¾¯ ¯ °nf°f°°f ¾ f–f ½ ¾ ° f° ½f¾f°–f° °–f°f°  ff½ ¾ °¾€ff   .f¯f 9 ¾ °½f f . °  ff¯- – ff. ° 9  °–f°f°– fff°½ ¾ ° f½ °f  ¯f°f  f °  °– °–½¯½°f° 9 ¾ °. ° 9f¯% ½f f –¾¾  . ° 9f¯ °––ff°°f ½f f .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->