P. 1
PRESENTASI ORIENTASI POLITIK

PRESENTASI ORIENTASI POLITIK

|Views: 234|Likes:
Published by Ayu Nur Rohmawati

More info:

Published by: Ayu Nur Rohmawati on Oct 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

PRESENTASI PKN

Orientasi dan Objek Politik

Kelompok 4 :
 LINDA KARTINI PUTRI  NADIA PUTRI YURIANTO  RAHAJENG TRI HANDAYANI  RISDIAN HARSANTA PUTRA  M.RIVALDY

(09) (15) (19) (22) (29)

ORIENTASI POLITIK OBJEK POLITIK

Objek politik umum

Objek politik input

Objek politik output

Objek politik meliputi 3 hal :

Objek politik umum atau sistem politik secara keseluruhan Meliputi : sejarah bangasa, simbol Negara, wilayah Negara, konstitusi Negara, lembaga Negara, dll yang sifatnya umum.  Objek politik input adalah lembaga atau pranata politik yang termasuk proses input dalam sistem politik. Meliputi : Parpol, kelompok kepentingan, Ormas, pers, dukungan dan tuntutan.  Objek politik output adalah lembaga atau pranata yang termasuk proses output dalam sistem politk. Meliputi : birokrasi, lembaga peradilan, kebijakan, keputusan, undangundang, dan peraturan.

Aplikasi
a. Orientasi kognitif WN terhadap objek politik umum Berapa lama masa jabatan presiden di lndonesia?
b. Orientasi kognitif WN terhadap objek Politik lnput Ada berapa parpol yang ikut pemilu 2004 yang lalu? c. Orientasi kognitif WN terhadap objek Politik output Percayakah andai bahwa kenaikan BBM akan meringankan beban Negara?

Orientasi Kognitif

Orientasi Afektif

Orientasi Evaluatif

Orientasi Kognitif Orientasi Afektif Orientasi Evaluatif
Pengetahuan tentang Perasaan terhadap kepercayaan pada sistem politik, politik, peranan, peranannya, para dan segala aktor, dan kewajiban serta penampilannya input dan outputnya Keputusan dan pendapat tentang objek-objek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria informasi dan perasaan

Kognitif

Aplikasi Orientasi Politik
Afektif Evaluatif
Akan berbicara tenyang aspek perasaan seorang warga negara terhadap aspek-aspek sistem politik tertentu yang dapat membuatnya menerima atau menolak sistem politik itu secara keseluruhan. Keluarga dan lingkungan hidup seseorang pada umumnya berpengaruh terhadap pembentukan perasaan individu yang bersangkutan terhadap aspek-aspek sistem politik

Kita dapat menilai tingkat pengetahuan seseorang mengenai jalannya sistem politik, tokoh-tokoh pemerintahan, kebijakan yang mereka ambil, atau mengenai simbol-simbol yang dimiliki oleh sistem politiknya.

Yang ditentukan oleh evaluasi moral yang memang telah dipunyai seseorang.

Aplikasi Orientasi Kognitif
 Bagaimana

individu mengetahui hak dan kewajiban warga negara di dalam konstitusi  Bagaimana individu mengetahui tata cara pemilihan umum  Bagaimana individu mengetahui partai politik dan aktivitas partai tersebut  Bagaimana individu mengetahui perilaku pemimpin-pemimpin mereka lewat pemberitaan massa

Aplikasi orientasi Afektif
 Perasaan

bangsa Indonesia ketika lambang garuda negara Indonesia dijadikan logo sebuah merek baju terkenal di dunia, Armani Exchange.  Ada masyarakat yang merasa bangga, karena itu mengindikasikan bahwa lambang negara Indonesia berarti sudah diakui.  Ada juga yang merasa tersinggung karena bisa-bisanya lambang negara Indonesia digunakan dengan merek pakaian asing.

Aplikasi Orientasi Evaluatif

Pendapat masyarakat terhadap anggota DPR seperti dilansir Koran Media Indonesia pada tanggal 31 Juli 2006 : “.....Anggota DPR tidak mewakili siapa pun, kecuali kepentingan dirinya sendiri. Mereka mewakili kerakusan, ketamakan diri sendiri, serta hipokrisi yang dibalut dengan kehormatan sebagai wakil rakyat. Mereka juga sejatinya bukan pembuat UU karena UU juga dibikin dengan menerima uang amplop. Bahkan, ada UU disahkan dalam ruang sidang pleno yang nyaris kosong melompong”. Tidak terlalu berlebih-lebihan jika muncul kesan bahwa para anggota DPR lebih suka mengutamakan kepentingan diri mereka sendiri.

Macam bentuk partisipasi politik :
1. Pendidikan politik 2. Kesadaran politik 3. Budaya politik 4. Sosialisasi politik 5. Doktrin politik

Pengertian Pendidikan Politik :
1. Istilah pendidikan politik dalam Bahasa Inggris sering disamakan dengan istilah political socialization jika diartikan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia akan bermakna sosialisasi politik. Olehkarena itu, dengan menggunakan istilah political sosialization banyak yang mensinonimkan istilah pendidikan politik dengan istilah Sosialisasi Politik,karena keduanya memiliki makna yang hampir sama. Dengan kata lain,sosialisasi politik adalah pendidikan politik dalam arti sempit.

Pengertian Kesadaran Politik :
2. Kesadaran politik adalah Sebuah kesadaran yang harus dimiliki oleh semua warga negara tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara bagaimana bisa mensikapi masalah politik yang ada dilingkup kebijakan Negara dan Pemerintah.

Pengertian Budaya Politik :
3. Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya. • Secara umum budaya politik terbagi atas tiga : a) Budaya politik apatis (acuh, masa bodoh, dan pasif) b) Budaya politik mobilisasi (didorong atau sengaja dimobilisasi) c) Budaya politik partisipatif (aktif)

Pengertian Sosialisasi Politik :
4. Sosialisasi politik adalah proses oleh pengaruh
mana seorang individu bisa mengenali sistem politik yang kemudian menentukan persepsi serta reaksinya terhadap gejala-gejala politik. Sistem politik dapat saja berupa input politik, output politik, maupun orang-orang yang menjalankan pemerintahan.

Pengertian Doktrinasi Politik :
5. (doktrin) adalah pendapat seseorang atau
beberapa orang sarjana hukum yang terkenal dalam ilmu pengetahuan hukum. Doktrin ini dapat menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusannya.

Terima Kasih 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->