P. 1
ANGGA

ANGGA

|Views: 1,588|Likes:
Published by pamulang

More info:

Published by: pamulang on Oct 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar LDL Kolesterol pada

pendenta stroke banyak yang normal clan Odds Rasionya merupakan

faktor pencegah terhadap stroke, hal MI disebabkan kemungkinan

responden sudah menclapatkan tempi clan diet kolesterol atau

responden bukan hiperkolesterol faktor risiko penyakit strokcriya.

Kemungkinan responder mempunyai faktor resiko lainnya seperti :

Hipertensi, TIA, Diabetes Millitus, Obesitas, Stress, Perokok clan lain-

lain. Atau responden telah melaksanakan pola hidup yang benar clan

olah raga teratur sehingga kadar LDL Kolesterol dapat diturunkan atau

kelompok kontrol menderita sejenis penyakit misalnya : DM atau

Sindroma Nefi•

otik clan lain-lain, yang akan mempengaruhi prof l lipid

darah.

Persentase basil penelitian ini tidak jauh berbecla dengan

penelitian Basjiruddin. A tahun 2001 pasien stroke di Bangsal Penyakit

Syaraf RSVP DR.M Djamil Paclang dari 265 orang pasien stroke

ditemukan kadar LDL Kolesterol >150 mg/cIl (abnormal) sebanyak

36 orang (17,1 %).

Menurut National Cholesterol Education Program(NCEP)- Adult

Treatment Panel 11 (ATP-II) LDL Kolesterol merupakan molekul yang

paling anterogenik dalam sistim pereclaran darah. Kadar LDL

Kolesterol saat ini menjadi dasar yang penting untuk klasifikasi clan

pengelolaan Hiperkolesterol. Sedangkan Hiperkolesterol merupakan

faktor resiko dari stroke. Kadar LDL Kolesterol merupakan faktor yang

amat penting dalam fatofisiologi arterosklerosis. Semakin bestir kadar

LDL Kolesterol di dalam darah, resiko penyakit stroke Semakin ti riggi.

Menurut hasil penelitian Yanti Laili (2003) bahwa kadar

LDL Kolesterol merupakan variabcl yang memillki hubungan yang

bermakna dengan kejadian stroke, begitu juga dengan penelitian

Syandani (2003) LDL Kolesterol adanya hubungan yang signifikan

antara penyakit stroke.

E.Hubungan Kadar HDL Kolesterol dengan p

enyakit Stroke

Hal ini banyak ditemukan kadar FIDL Kolesterol penderita

stroke yang normal dan Odds Rasionya merupakan faktor

pencegah terhadap stroke, kemungkinan disebabkan responden

tersebut sudah menjalankan diet kolesterol, atau responden sudah

rnelaksanakan poly

hidup yang benar dan olah raga teratur sehingga

kadar HDI, dapat ditingkatkan .(j i) Kadar HDL Kolesterol dapat

ditingkatkan dengan gerak badan / aktifitas Fisik karena kontraksi otot

mengaktifkan -enzim untuk produksi HDL Kolesterol, lari maraton

dapat menaikkan HDL 10 mg/dl. Bahkan kenaikan bisa mcncapai 40

mg/dl jika latihan intensif, atau acrobik ringan misalnya jalan kaki 2,5 –

4 jam / minggu.(13) Hal ini sesuai dengan penelitian oleh

Agustiningsih yang rnenyatakan dengan memberikan latihan yang

teratur dapat meningkatkan kadar HDL Kolesterol secara

bermakna, sehingga dapat menurUnkan risiko stroke.

Menurut "Konsensus Nasional Pengelolaan Dislipidernia di

Indonesia" Forum Study Arlerosklerosis dan penyakit Vaskuler Indonesia

Tabun 1996 menyatakan bahwa kadar HDI, Kolesterol < 35 mg/dI

adalah rendah, kadar HDL Kolesterol yang rendah merupakan risiko

penyakit stroke.

HDL Kolesterol menipakan kolestcrol yang balk yang

kerjanya mengangkat kolestcrol dari pembuluh darah kenibali ke

hati untuk dibuang. Sehingga mencegah penebalan dinding

pembuluh darah, atau HDL Kolesterol dapat dinaikan dengan

menurunkan berat badan, olah raga teratur dan berhenti nicrokok.(3)

Berdasarkan teori, I-IDL Kolesterol ada hubungan terbalik

dengan resiko stroke.. Tetapi menurut "Framingham Study"

mengatakan tidak ada efek protektif dari IA4DL yang tinggi untuk

stroke iskenlik.(2)

Kadar HDL kolestcrol yang tinggi dapat mencegah penebalan

dinding pembuluh darah (Proses arterosklerosis). Dari hasil penclitian

Epidemiologi Prospektif di Allierika mcnyatakan bahwa setiap

kenaikan HDL kolesterol 2-3% akan mcnurunkall resiko stroke.

HDL kolesterol ada hubungan terbalik dengan resiko stroke, tetapi

Framingham Study mcnyatakan tidak ada efek protektif dari HDL

kolesterol yang tinggi untuk stroke.(2)

Pada penelitian Yanti Laili (2003) kadar HDL Kolesterol

merupakan variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan

stroke.

F.Hubungan Kadar Trigliserida dengan p

enyakit Stroke

Dari tabel 6 dapat dilihat kadar Trigliserida antara kasus dan

kontrol yang abnormal sama yaitu sebanyak 66 orang (86,8%) dan yang

normal sebanyak 10 orang (13,2%). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa

tidak ada hubungan yang bermakna antara kadar trigliscrida dengan penyakit

stroke nilai p=

1,000 (p>0.05). dengan perhitungan Odds Rasio (OR) = 1,000

berarti responder yang mempunyai kadar trigliscrida yang abnormal bukan

merupakan faktor risiko stroke.

Hal ini tidak sesuai dengan penelitian swastika (2003) dimana ada

hubungan yang bermakna antara trigliscrida dengan penyakit stroke.

Kadar trigliserida yang tinggi berhubLingan dengan proses

arterosklerosis. Arterosklerosis merupakan faktor resiko Strokc.(2)

Berdasarkan penelitian Basjiruddin A. Tahun 2001 di Bangsal

Syaraf RSVP DR.M Djamil Padang dari 265 pasien ditemukan yang kadar

Trigliserida >125mg/dl sebanyak 31 orang (14,7%). Hal ini berbeda dengan

basil penulis dimana persentasc yang didapatkan penulis banyak yang

abnormal, kemungkinan kelompok kontrol telah mempunyai faktor

resiko stroke.

Kadar trigliserida yang tinggi merupakan faktor resiko

untuk terjadinya aterosklerosis dan stroke.

G.Hubungan Nilai Rasio LDL/1-IDL . dengan p

enyakit Stroke

Setelah dilakukan Up Statistik tidak terdapat hubungan yang bennakna

antara nilai rasio LDLAIDL pada penyakit stroke nilai p=

0,400. dengan

perhitungan odds Rasio (OR) = 0,712. berarti dalarn penelitian nu

responden yang mempunyai Nilai Rasio IDIAIM. abnormal

merupakan faktor periccph (protektio timbuInya stroke sebanyak

0,712 kali. Hal ini responden sudah mendapatkan terapi dan diit

kolesterol, atau Hiperkolesterol bukan faktor risiko pencetus strokenya.

Menurut Imam S. (tahun 2003) gunanya Nilai Rasio

LDL/HDL untuk menganalisa tingkat resiko stroke dimana

kadar FIDL Kolesterol dapat dijadikan perbandingan / indek yang

menguntungkan antara kolesterol "jahat" dan "baik" sehingga dapat

diharapkan terjadinya regresi plak bila Total Kolesterol tinggi.

Berdasarkan Iskandar (2003) menyatakan kadar LDL Kolesterol berperan

pcnting dalani proses arterosklerosis, terutama rasio LDL/HDL yang tinggi

kemungkinan stroke lebih besar, HDL Kolesterol dianggap sebagai pelindung

terhadap kejadian stroke.

i

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->