Fungsi dan tujuan perbankan Indonesia Fungsi Utama a. Pengumpulan dana b. Pembiayaan c.

Peningkatan faedah dari dana masyarakat d. Penanggung resiko Fungsi Tambahan a. Memberikan fasilitas pengiriman uang b. Penggunaan cek c. Memberikan garansi bank Selain itu bank dalam melakukan kegiatannya mempunyai beberapa tujuan antara lain a. Tujuan Jangka Panjang Tujuan Jangka Panjang suatu bank adalah mencari laba b. Tujuan Jangka Pendek Meliputi 1. Mememnuhi cadangan minimum 2. Pelayanan yang baik kepada langganan 3. Strategi dalam melakukan investasi Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/1999272-fungsi-dan-tujuan-perbankanindonesia/#ixzz1YsPcdsfs

Fungsi perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun, penyalur dan pelayan jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang di masyarakat yang bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional, dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.
• PENGHIMPUN DANA Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu: 1. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian. 2. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan (Dana Pihak Ketiga) seperti usaha Tabungan, Giro dan Deposito 3. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam) • PENYALUR/ PEMBERI KREDIT Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti dan memenuhi persyaratan untuk menghindari banyak kredit yang bermasalah atau macet.

• Penyalur dana Dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian suratsurat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap

2. kartu kredit dan pelayanan lainnya. yaitu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluragaan. 3. • 1. adapun fungsi dari bank sentral adalah: 1) Penyelesaian utang-piutang antar bank 2) Mengedarkan uang kertas 3) Wakil pemerintah dalam menerima pembayaran pajak 4) Sumber dana pinjaman terakhir 5) Memegang cadangan kas sistem 6) Mengontrol volume dan keadaan kredit untuk mempertahankan tingkat kegiatan ekonomi. Hukum Perbankan : Asas dan Prinsip Perbankan Pasal 2 UU No 7 tahun 1992 menetapkan bahwa Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. 4. 3. secara umum merupakan fungsi bank umum. Untuk mempertegas makna asas demokrasi ekonomi ini penjelasan umum dan penjelasan Pasal 2 berbunyi : yang dimaksud dengan demokrasi ekonomi adalah demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945. Jika fungsi di atas diklasifikasikan lagi maka fungsi bank dibagi menjadi Fungsi Utama dan Fungsi Tambahan. inkaso. meliputi: Memberikan fasilitas pengiriman uang Penggunaan cek Memberikan garansi bank. memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha. • 1. Fungsi Utama. (Asas Perbankan) . Demokrasi ekonomi ini tersimpul dlam Pasal 33 UUD 1945. 2. Menurut Rochmat Soemitro ( 1991 : 185 ) pembangunan di bidang ekonomi yang didasarkan pada demokrasi ekonomi menentukan masyarakat harus memegang peran aktif dalam kegiatan pembangunan.• Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “PELAYAN LALU LINTAS PEMBAYARAN UANG ” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang. Fungsi bank yang dikemukakan di atas. Fungsi Tambahan. cek wisata. meliputi: Penghimpun dana Pembiayaan Peningkatan faedah dari dana masyarakat Penanggung resiko.

sehingga setiap bank perlu menjaga kesehatan banknya dengan tetap memelihara dan mempertahankan kepercayaan masyarakat. Prinsip kepercayaan diatur dalam Pasal 29 ayat (4) UU No 10 Tahun 1998. Tujuan dilakukannya prinsip kehati-hatian ini agar bank selalu dalam keadaan sehat menjalankan usahanya dengan baik dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan norma-norma hukum yang berlaku di dunia perbankan. dan prinsip mengenal nasabah ( know how costumer principle ) 1. memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk melaporkan setiap transaksi yang mencurigakan. Prinsip Kepercayaan ( fiduciary relation principle ) Prinsip kepercayaan adalah suatu asas yang melandasi hubungan antara bank dan nasabah bank. penyelesaian utang piutang bank yang sudah diserahkan kepada badan Urusan Piutang dan Lelang / Panitia Urusan Piutang Negara (UPLN/PUPN). . 2). Prinsip kehati-hatian tertera dalam Pasal 2 dan Pasal 29 ayat (2) UU No 10 tahun 1998. menghindari berbagai kemungkinan lembaga keuangan dijadikan ajang tindak kejahatan dan aktivitas illegal yang dilakukan nasabah. 1. Prinsip mengenal nasabah nasabah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No. dan dalam rangka tukar menukar informasi antar bank. Namun dalam ketentuan tersebut kewajiban merahasiakan itu bukan tanpa pengecualian. untuk kepentingan pengadilan perkara pidana. Prinsip Mengenal Nasabah ( know how costumer principle ) Prinsip mengenal nasabah adalah prinsip yang diterapkan oleh bank untuk mengenal dan mengetahui identitas nasabah. 1. Prinsip Kerahasiaan ( secrecy principle) Prinsip kerahasiaan bank diatur dalam Pasal 40 sampai dengan Pasal 47 A UU No 10 Tahun 1998. prinsip kerahasiaan ( secrecy principle).Dalam hukum perbankan dikenal beberapa prinsip perbankan. prinsip kehati-hatian (prudential principle ). yaitu prinsip kepercayaan ( fiduciary relation principle ). Tujuan yang hendak dicapai dalam penerapan prinsip mengenal nasabah adalah meningkatkan peran lembaga keuangan dengan berbagai kebijakan dalam menunjang praktik lembaga keuangan. 1. Bank berusaha dari dana masyarakat yang disimpan berdasarkan kepercayaan. 4). Menurut Pasal 40 bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya. Kewajiban merahasiakan itu dikecualikan untuk dalam hal-hal untuk kepentingan pajak. Prinsip Kehatihatian ( prudential principle ) Prinsip kehati-hatian adalah suatu prinsip yang menegaskan bahwa bank dalam menjalankan kegiatan usaha baik dalam penghimpunan terutama dalam penyaluran dana kepada masyarakat harus sangat berhati-hati. dan melindungi nama baik dan reputasi lembaga keuangan. dalam perkara perdata antara bank dengan nasabah.3/1 0/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal nasabah.

dan harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian. mengatur dan mengawasi perbankan serta menjalan fungsi sebagai lender of the last resort. Adsense Indonesia Menampilkan iklan lokal di blog dan dibayar.operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing . kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini. Untuk Anda yang ingin memulai bisnis internet dengan blog Anda. 3 Tahun 2004 Pasal 7. Mudah dan gratis. a) Tujuan Bank Indonesia Menurut UU RI No. 3 Tahun 2004. transparan. b ) Tugas Bank Indonesia Berdasarkan UU No. (b) melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk tetapi tidak terbatas pada: . mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter.3 Tahun 2004. Bank Sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara. Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain. Bank sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia. dijelaskan tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.Jenis-Jenis Bank a. Peluang Usaha – Reseller Mode OkRek Iklan Peluang menjadi RESELLER untuk produk yang banyak dicari. konsisten. Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut: (1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya 1 ) Bank Sentral Menurut UU No. Bank Indonesia berwenang: (a) menetapkan sasaran moneter dengan memerhatikan sasaran laju inflasi. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud Bank Indonesia melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan.penetapan tingkat diskonto .

Bank umum mempunyai banyak kegiatan. dan tabungan. (2) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Pelaksanaan kewenangan di atas ditetapkan dengan Peraturan Bank Indonesia. (b) mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya. bank Indonesia berwenang: (a) melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank). . 2 ) Bank Umum Pengertian bank umum menurut Peraturan Bank Indonesia No. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum. Adapun kegiatan-kegiatan bank umum yang utama antara lain: a) menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro. melaksanakan pengawasan bank dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. b) memberikan kredit. artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada.pengaturan kredit atau pembiayaan Cara-cara pengendalian moneter dapat dilaksana-kan juga berdasarkan prinsip syariah. Pelaksanaan ketentuan tersebut ditetapkan Peraturan Bank Indonesia. c) menerbitkan surat pengakuan utang. memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank.penetapan cadangan wajib minimun . sertifikat deposito.. Bank Indonesia menetapkan peraturan. deposito. 9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. (3) mengatur dan mengawasi bank Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur dan mengawasi bank.

e) menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan atau dengan pihak ketiga. Adapun bentuk kegiatan yang boleh dilakukan oleh BPR meliputi hal-hal berikut ini. b . . Ada kegiatan-kegiatan yang tidak boleh dilakukan oleh BPR. dan bank milik swasta asing. c) melakukan kegiatan valuta asing. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI). Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum. a) Menghimpun dana dalam bentuk simpanan tabungan dan simpanan deposito. BPR dalam melakukan kegiatannya tidak sama dengan kegiatan yang dilakukan oleh bank konvensional (bank umum). Contoh Bank DKI. b) Memberikan pinjaman kepada masyarakat. baik untuk kepentingan nasabah maupun untuk kepentingan bank itu sendiri. dan g) melakukan penempatan dana dari nasabah ke nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek. bank milik swasta nasional.d) memindahkan uang. jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah. c) Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah. b) mengikuti kliring. f) menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. Bank Mandiri. yaitu: a) menerima simpanan berupa giro. sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya Apabila ditinjau dari segi kepemilikannya. d) melakukan kegiatan perasuransian. 3 ) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. dan sebagainya. 1 ) Bank Milik Pemerintah Bank pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah. Bank Jateng.

Berdasarkan pengertian itu. deposit on call. Contohnya ABN AMRO bank. penjamin emisi. dana transfer. dan lain-lain. karena metode bunga sudah ada terlebih dahulu. . kredit modal kerja. dan lain-lain. kelaziman. saham. Letter of Credit. kredit jangka pendek. Contohnya Bank Muamalat. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. menjadi kebiasaan dan telah dipakai secara meluas dibandingkan dengan metode bagi hasil. dan jasa-jasa lainnya seperti jual beli surat berharga. begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula. Bank Lippo. simpanan giro. kiriman uang. penyaluran kredit. Bank konvensional contohnya bank umum dan BPR. 2 ) Bank Syariah Sekarang ini banyak berkembang bank syariah. 3 ) Bank Milik Asing Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri. Sumber ini merupakan pendapatan bank yang paling besar. Bank Danamon. dan obligasi. dan pelayanan jasa keuangan antara lain kliring. Bank Niaga. kredit konsumtif. sertifikat deposito. Sementara itu. wali amanat. kemudian dialokasikan untuk cadangan primer. misalnya dari nasabah berupa rekening giro. Kedua jenis bank tersebut telah kalian pelajari pada subbab sebelumnya. Bank Central Asia. Bank konvensional dapat memperoleh dana dari pihak luar. Pendapatan bank tersebut. inkaso. cadangan sekunder. Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya 1 ) Bank Konvensional Pengertian kata “konvensional” menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah “menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan”.2 ) Bank Milik Swasta Nasional Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta. kebiasaan. dan perdagangan efek. menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit antara lain kredit investasi. c . dan investasi. bank konvensional adalah bank yang dalam operasionalnya menerapkan metode bunga. simpanan deposito. City Bank. bank draft. baik milik swasta asing atau pemerintah asing. menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “berdasarkan kesepakatan umum” seperti adat. Bank konvensional pada umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menyerap dana masyarakat antara lain tabungan.

ikhlas. khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalahsecara Islam. Saat ini bank syariah sudah tersebar di berbagai negara-negara muslim dan nonmuslim. Bagi bank syariah. dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. maksudnya adalah bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 – 20 Agustus 1990. Berikut ini prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah. Bank Syariah Mandiri. keadilan. Dari Buku Sekolah . dan kebersamaan. Kegiatan bank syariah dalam hal penentuan harga produknya sangat berbeda dengan bank konvensional. Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktivitas.Bank syariah muncul di Indonesia pada awal tahun 1990-an. yang akan menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya. Dalam rangka menjalankan kegiatannya. Bahkan banyak perusahaan dunia yang telah membuka cabang berdasarkan prinsip syariah. d) Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah). baik di Benua Amerika. b) Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah). dan Eropa. bank syariah harus berlandaskan pada Alquran dan hadis. Dalam perkembangannya kehadiran bank syariah ternyata tidak hanya dilakukan oleh masyarakat muslim. Bank syariah mengharamkan penggunaan harga produknya dengan bunga tertentu. Australia. a) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah). Contoh Bank Syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia. bunga bank adalah riba. e) Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina). c) Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah). Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efesiensi. akan tetapi juga masyarakat nonmuslim. Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful