P. 1
TEORI KEMUNGKINAN

TEORI KEMUNGKINAN

|Views: 203|Likes:
Published by Dede Rosza

More info:

Published by: Dede Rosza on Oct 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2015

pdf

text

original

BAB 7 KEMUNGKINAN

18 MARET 2010 BAMBANG IRAWAN

PENGANTAR
• • Salah satu sifat ilmiah adalah terukur Dalam genetika transmisi atau genetika Mendel pengukuran berkaitan dengan perbandingan fenotip dan perbandingan genotip, Dalam cabang genetika kuantitatif pengukuran menggunakan parameter kuantitatif.

KEMUNGKINAN
• PEMBAHASAN tentang perbandingan genetik pasti akan BERHUBUNGAN dengan menghitung besarnya kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi atau akan muncul. • Dalam genetika kemungkinan yang dihitung adalah kemungkinan memisah dan bergabungnya gamet, atau lebih spesifik memisah atau bergabungnya alel, hal ini berarti kemungkinan munculnya suatu fenotip atau genotip pada suatu individu.

peluang. tidak sama untuk setiap peristiwa dan setiap waktu. artinya segala sesuatu yang tidak pasti terjadi dapat disebut mungkin akan terjadi walaupun mungkin juga tidak atau belum tentu terjadi. dan sebagainya. • Kemungkinan seringkali juga disebut dengan nama lain seperti probabilitas. . Oleh karena itu besarnya kemungkinan suatu peristiwa yang berbeda dapat sama dapat pula berbeda. • Harapan akan terjadinya suatu peristiwa. kebolehjadian.APAKAH KEMUNGKINAN • Kemungkinan adalah suatu istilah untuk menunjukkan ketidak pastian.

DASAR DASAR TEORI KEMUNGKINAN • • • Kemungkinan terjadinya suatu peristiwa Kemungkinan terjadinya dua peristiwa yang bebas Kemungkinan terjadinya dua peristiwa yang terkait .

Kemungkinan terjadinya suatu peristiwa • Kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang diharapkan sama dengan perbandingan jumlah peristiwa tersebut dengan jumlah seluruh peristiwa.1 • Kx : besarnya kemungkinan terjadinya peristiwa x • x + y : jumlah seluruh peristiwa yang mungkin terjadi (peristiwa x dan peristiwa y). . Formula matematiknya adalah: 7.

2 • K(x dan y) : besarnya kemungkinan terjadinya peristiwa x dan y • Kx : besarnya kemungkinan terjadinya peristiwa x • Ky : besarnya kemungkinan terjadinya peristiwa y . Formula matematiknya adalah: 7.Kemungkinan terjadinya dua peristiwa yang bebas • Kemungkinan terjadinya dua peristiwa atau lebih secara bersamaan sama dengan hasil kali besarnya kemungkinan dari masing-masing peristiwa.

Formula matematiknya adalah: 7.Kemungkinan terjadinya dua peristiwa yang terkait • Kemungkinan terjadinya dua peristiwa atau lebih yang saling terkait (alternatif) sama dengan hasil penjumlahan besarnya kemungkinan dari masing-masing peristiwa.3 K(x atau y) : besarnya kemungkinan terjadinya peristiwa x atau y • Kx : besarnya kemungkinan terjadinya peristiwa x • Ky : besarnya kemungkinan terjadinya peristiwa y .

atau anak pertama Aa dan anak kedua aa? • Untuk menjawab pertanyaan seperti ini kita menggunakan operasi binomial.OPERASI BINOMIAL • Banyak masalah dalam genetika melibatkan berbagai peristiwa atau fenotip dan kita harus menghitung besarnya kemungkinan peristiwa tersebut terjadi. • Misalnya perkawinan dua orang bergenotip Aa. berapa kemungkinan anak pertama bergenotip AA dan anak kedua juga AA. .

4 • a dan b : besarnya kemungkinan dari suatu peristiwa • n : banyaknya semua peristiwa .CARA OPERASI BINOMIAL 7.

• Kenyataannya dalam genetika ada kalanya kita harus memprediksi lebih dari dua alternatif. • Permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan operasi binomial HARUS dengan operasi multinomial .OPERASI MULTINOMIAL • Sampai di sini hanya mempelajari penggunaan teori kemungkinan untuk dua alternatif atau dua pilihan.

CARA OPERASI MULTINOMIAL • Rumus sebagai berikut 7. q.5 • n : jumlah seluruh keturunan (n! : n faktorial) • w. dan y : jumlah keturunan dengan sifat (fenotip atau genotip) tertentu • p. dan r : besarnya kemungkinan untuk sifat (fenotip atau genotip) tertentu . x.

MENGHITUNG BESARNYA RESIKO GENETIK • MENGHITUNG RESIKO BERDASAR PRINSIP MENDEL MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • .

Pertanyaannya adalah berapa besar kemungkinan anak keduanya albino? . Gen autosom: albino • Sepasang suami istri memiliki seorang anak albino.MENGHITUNG RESIKO BERDASAR PRINSIP MENDEL • Kasus 1. Mereka berencana memiliki anak lagi.

1).LANGKAH LANGKAH PEMECAHAN • Langkah 1. : Pertama yang harus kita kerjakan supaya mudah menganalisis dan menunjukkan gambarannya adalah kita gambar silsilah keluarga tersebut (Gambar 7. .

Dalam kasus ini tidak ada mutasi. maka individu fenotip albino akan bergenotip homozigot resesif (aa). sehingga C memiliki fenotip tersebut karena mewarisi gen orang tuanya. . Albino disebabkan oleh alel tunggal resesif a pada autosom. • Asumsi 2. dan individu normal bergenotip homozigot dominant (AA) atau heterozigot (Aa). • Asumsi 1.LANGKAH LANGKAH PEMECAHAN • Langkah 2: Menyusun asumsi genetika untuk sifat tersebut.

LANGKAH LANGKAH PEMECAHAN • Langkah 3: Berdasar asumsi di atas maka dapat dianggap bahwa A dan B bersifat heterozigot. tidaklah mungkin memiliki anak bergenotip aa. karena mereka memiliki anak yang homozigot resesif aa. yaitu C. • Bila A dan B keduanya bukan individu heterozigot (Aa). .

maka kemungkinan memiliki anak berfenotip albino adalah sebesar ¼. Anak pertama dan kedua adalah kejadian yang terpisah.LANGKAH LANGKAH PEMECAHAN • Langkah 4: Karena A dan B heterozigot (Aa).25. . Berapa kemungkinan memiliki dua anak yang semuanya berfenotip albino? Setiap anak yang dilahirkan memiliki kemungkinan terlahir albino ¼. Jadi bila dua anak bersifat albino kemungkinannya adalah ¼ x ¼ = 1/16. • Perhatian Jawabannya akan berbeda bila kasusnya adalah: dua orang heterozigot untuk sifat albino menikah. Jadi kemungkinan anak kedua D berfenotip albino = 0.

.Kasus 2a. • Seorang lelaki penderita hemofilia B kawin dengan perempuan normal. Gen terangkai kromosom X: hemofilia. Pertanyaannya adalah berapa besar kemungkinannya cucu perempuan dari lelaki tersebut heterozigot atau carrier hemofilia. Anak perempuan mereka kawin dengan lelaki normal. dan telah memiliki empat anak lelaki yang semuanya normal serta seorang anak perempuan normal.

I adalah individu yang ditanyakan genotipnya. B adalah lelaki penderita hemofilia.2).MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • Langkah 1. Sebagaimana kasus pertama mula-mula kita harus menyusun silsilah keluarga tersebut (Gambar 7. seorang perempuan normal. . sedang A adalah istrinya.

Hemofilia disebabkan oleh alel resesif h pada kromosom X. dan perkawinan terjadi sesuai dengan hukum Mendel.MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • Langkah 2 • Menyusun asumsi genetika untuk sifat tersebut. • Asumsi 1. tetapi perempuan normal ada dua kemungkinan genotipnya yaitu HH atau Hh. Dalam kasus ini tidak ada mutasi. . • Asumsi 2. Berarti lelaki normal pasti memiliki alel normal.

• C jelas carrier (heterozigot). karena dia mendapat alel h yang terkait kromosom X dari ayahnya yang telah diketahui penderita hemofilia.MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • Langkah 3 • Berdasar asumsi di atas kita akan melakukan perhitungan-perhitungan berikut. . • Dengan kondisi di atas maka C memiliki kemungkinan mewariskan alel h pada keturunannya sebesar ½.

. satu diwarisi dari ayahnya yang jelas normal (H). sedang satu lagi dari ibunya yang mungkin membawa alel H. Dengan demikian kemungkinan I bersifat carrier adalah 0.5. karena itu dia memiliki dua kromosom X. atau h.MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • Langkah 4 • I seorang perempuan.

Mereka memiliki dua anak lelaki dan satu anak perempuan. Pertanyaannya adalah berapa besar kemungkinannya cucu perempuan dari lelaki tersebut heterozigot atau carrier hemofilia. Anak perempuan tersebut kawin dengan lelaki normal. • Seorang lelaki normal B kawin dengan perempuan A yang diketahui pembawa (bukan penderita) gen hemofilia. sedang anak perempuannya normal. . Gen terangkai kromosom X: hemofilia.MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • Kasus 2b. Kedua anak lelakinya adalah penderita hemofilia A. dan telah memiliki empat anak lelaki dan seorang anak perempuan yang semuanya normal.

M dan N penderita hemofilia A. Kembali kita harus menyusun silsilah keluarga tersebut.3). B adalah lelaki normal tersebut. M dan N adalah lelaki saudara kandung C. Individu I adalah individu yang ditanyakan genotipnya (Gambar 7.MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • Langkah 1. sedang A adalah perempuan istrinya. .

• Asumsi 2. tetapi perempuan normal ada dua kemungkinan genotip yaitu HH atau Hh.MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • Langkah 2 • Menyusun asumsi genetika untuk sifat tersebut. . Dalam kasus ini tidak ada mutasi. Dengan asumsi bahwa hemofilia disebabkan oleh alel resesif h pada kromosom X. • Asumsi 1. Berarti lelaki normal pasti memiliki alel normal.

dan posterior probability.MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • Langkah 3 • Di sinilah kita menggunakan analisis Bayes. berapa besar sebenarnya kemungkinan C bersifat heterozigot. conditional probability. . Ada beberapa jenis probabilitas yang akan kita hitung yaitu: prior probability. Pada dasarnya kita harus menghitung dengan segala kemungkinan yang ada. joint probability.

Kemungkinan berdasar Hukum Mendel ini adalah besarnya prior probabilirty.PRIOR PROBABILITY • • Berdasar hukum Mendel maka kemungkinan C bersifat heterozigot = ½. .

sehingga kemungkinan C heterozigot = 1/16. . Sekali lagi kemungkinan seorang perempuan heterozigot untuk hemofilia dengan syarat empat anak lelakinya normal semua. Di lain pihak bila C bukan carrier.CONDITIONAL PROBABILITY • • • • • Kenyataan bahwa C memiliki empat anak lelaki normal menyebabkan kita bertanya benarkan C heterozigot Besarnya kemungkinan seorang perempuan heterozigot memiliki empat anak lelaki normal adalah sebesar (½)4 atau sama dengan 1/16. Syarat ini dipenuhi oleh C. besarnya kemungkinan memiliki empat anak lelaki normal adalah sebesar 1. Inilah yang disebut condiotional probability.

Inilah nilai yang disebut joint probability. • .JOINT PROBABILITY • • Kemungkinan menurut hukum Mendel. Jawabnya adalah ½ x 1/16 = 1/32. bahwa C heterozigot dengan kenyataan memiliki empat anak lelaki normal. dan kemungkinan homozigot HH juga ½. Besar kemungkinan menurut hukum Mendel dan melihat kenyataan yang ada. yaitu kemungkinan heterozigot (Hh) ½. Di lain pihak besarnya kemungkinan bukan carrier adalah ½ x 1 = ½. yaitu memiliki empat anak lelaki normal.

Perhatikan bahwa dalam kasus ini kemungkinan C heterozigot dan tidak heterozigot adalah 1/32 dibanding ½. atau 1 : 16. • • . Menghitung probabilitas pada dasarnya adalah menghitung perbandingan. Dalam kasus ini berarti besarnya kemungkinan C heterozigot adalah 1/17 nilai ini berasal dari {1/(1+16)}. Inilah nilai porterior probability.POSTERIOR PROBABILITY • • Berdasar kenyataan bahwa C memiliki empat anak normal maka kemungkinan dia heterozigot adalah 1/32. sedang kemungkinan C bukan carrier adalah ½.

• Dengan menggunakan teorema Bayes untuk memodifikasi perhitungan berdasar hukum Mendel memberikan nilai resiko yang jauh lebih kecil. • Tetapi karena kemungkinan C bersifat heterozigot = 1/17. . • Sesuai hukum Mendel maka besarnya kemungkinan ini adalah ½ . • Besarnya I heterozigot sama dengan besarnya kemungkinan I mewarisi alel a dari ibunya yaitu C. maka kemungkinan I bersifat heterozigot menjadi ½ x 1/17 = 1/34. atau sekitar 3%.MENGHITUNG RESIKO BERDASAR ANALISIS BAYES • Langkah 4: Sekarang saatnya kita menghitung besarnya kemungkinan I bersifat heterozigot.

9: 02:33.3.3472.702:33. .3203:7:9::203/0 .903.9: 202025. ..3203:7:9::203/0 /.3.3 02:33.9. 08.342449:./.. ./.-3. ..30907449   /.3.9. %!# % W W 02:33.3 20.0.

.

..3.3202 025.. .   W . 0907449/03..9.3./..0. 3. -08.02:33.303.7707.35.73.3/80-:9439574-.9.3-:.3.3472.-9 -.

3/.8..2./.0907449.! $%# #!# % W 07/.3-. .9...9.. 3472.703.02:33.202025.3.

/.-9. 2039:3507-..7707 .8:8302:33.3.85.0907449..3/3. 80/.73./.3 !07.2.././../.302:33.3 0907449/.3-:../.9..8..  039:3574-.39/.3-..

8:83-07.3 0907449. /-...2.9.:  .3/3 .02:33.79-08..73./.

3-07.8.3./.7.

  <  3.3.-9 W W W .54790747574-.

::203/02.3-08.9.73.7-:3./.9: W $08:.38.33 .3-0781.78.5./.2039:3 -08.320.73.2.-08.3-0781.3..73.02:33.90907449  W 08.73.7.$0.09074498.90907449 .0../03.   W %09.93.703.%&#$ #$# $$$ W .02:33... 02:33.02:33.

3-0781../ . 2.90907449203.02:33.

.

08:39: 2024/1.85079:3.33.8.3904702.3203:3..9. .3.7084.:809.3-07/.7::203/0 202-07.. .:0-0.7  W 03.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->