I.

Nama Percobaan

: Daya Hantar Listrik

II.

Tujuan Percobaan

:

1. Mengukur daya hantar listrik berbagai senyawa 2. Mempelajari pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik larutan elektrolit.

III.

Landasan Teori Daya hantar listrik adalah ukuran seberapa kuat suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik merupakan kebalikan dari hambatan listrik (R), dimana: R = ρ L/A Suatu hambatan dinyatakan dalam ohm disingkat Ω, oleh karena itu daya hantar listrik dinyatakan : DHL = 1/R = k A/L

Dimana,

k = 1/R x L/A

Daya hantar listrik disebut konduktivitas. Satuannya ohm-1 disingkat Ω-1, tetapi secara resmi satuan yang digunakan adalah siemen, disingkat S, dimana S = Ω -1 maka satuan k adalah Sm-1 atau SCm-1. Konduktivitas digunakan untuk ukuran larutan / cairan elektrolit. Konsentrasi elektrolit sangat menentukan besarnya konduktivitas, sedang konduktivitas sendiri tidak dapat dapat digunakan untuk ukuran suatu larutan. Ukuran yang lebih spesifik yaitu konduktivitas molar (∆m). Konduktivitas molar adalah konduktivitas suatu larutan apabila konsentrasi larutan sebesar satu molar, yang dirumuskan sebagai: ∆m = k/C Dimana: k : Konduktivitas spesifik (SCm-1) C : Konsentrasi larutan (mol/L)

∆m: Hantaran molar (SCm2mol-1) Jika satuan volume yang digunakan adalah cm3 maka persamaan yang digunakan adalah ∆m = 1000k C Dimana satuan-satuannya sama dengan diatas.

Besarnya daya hantar jenis dapat dicari dari tahanan larutan. Jadi dengan mengukur tahanan larutan dapat ditentukan daya hantar ekivalen. Untuk ini biasanya dipakai jembatan wheat stone.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan ion adalah: Berat dan muatan ion Adanya hidrasi Orientasi atmosfer pelarut Gaya tarik antar ion Temperatur Viskositas Jika larutan diencerkan maka untuk elektrolit lemah α-nya semakin besar dan untuk elektrolit kuat gaya tarik antar ion semakin kecil. Pada pengenceran tidak terhingga, daya hantar ekivalent elektrolit hanya tergantung pada jenis ionnya. Masing-masing ion mempunyai daya hantar ekivalent yang tergantung pada: Jumlah ion yang ada Kecepatan ion pada beda potensial antara kedua elektroda yang ada

Jumlah ion yang ada tergantung dari jenis elektrolit (kuat/lemah) dan konsentrasi selanjutnya pengenceran baik untuk elektrolit lemah/kuat memperbesar daya hantar dan mencapai harga maksimum pada pengenceran tak berhingga. Penghantar logam disebut penghantar kelas utama, dalam penghantar ini listrik mengalir sebagai electron. Tekanan dari penghantar ini bertambah dengan naiknya temperatur. Larutan elektrolit juga dapat menghantarkan listrik, penghantar ini disebut

Jumlah ion yang ada Jumlah ion yang ada tergantung dari elektrolit (kuat/lemah) dan konsentrasi. Berbeda dengan penghantar logam. Kecepatan dari ion pada beda potensial antara kedua elektroda. Derajat ionisasi elektrolit lemah dapat ditentukan dengan pengukuran daya hantarnya. penghantar elektrolit tahanannya berkurang bila temperature naik.penghantar kedua. Pada pembuatan akuades. 2. efisiensi dari penghilang zat terlarut yang berupa garam-garam dapat diikuti dengan mudah dengan cara mengukur daya hantar larutan selama titrasi dan dengan menggunakan grafik dapt digunakan untuk menentukan titik akhir titrasi. Daya hantar listrik suatu larutan tergantung dari: 1. Dalam penghantar ini disebabkan oleh gerakan dari ion-ion kutub satu ke kutub lainnya. Pengukuran daya hantar listrik mempunyai arti penting dalam proses-proses kimia. Tabel jumlah ion dan ∆m dalam pelarut air Jumlah ion 2 3 4 5 Range ∆m 118-131 235-273 408-435 >560 Tabel jumlah ion dan∆m dalam pelarut DMF Jumlah ion 1:1 2:1 Range ∆m 65-90 130-170 . Pengenceran larutan baik untuk elektroda memperbesar daya hantar dan mencapai harga maksimal pada pengancaran tak tarhingga. daya hamtar berbanding lurus dengan jumlah ion yang ada dalam larutan. Seperti diketahui.

1 0. tetapi turun tajam sampai nilai terendah saat konsentrasi bertambah. . Elektrolit kuat Konduktivitas mula-mula elektrolit kuat hanya sedikit berkurang dengan bertambahnya konsentrasi 2. Jika K tepat sebanding dengan konsentrasi elektrolit. salah satu alasannya adalah jumlah ion dalam larutan mungkin tidak sebanding dengan konsentrasi larutan elektrolit. misalnya konsentrasi ion dalam larutan asam lemah tergantung pada konsentrasi asam secara rumit dan penduakalian konsentrasi nominal asam itu tidak menduakalikan jumlah ion tersebut. misal: Konsentrasi NaCl 0.5 123. Walaupun demikian pada praktiknya.7 126.7 118. Elektrolit lemah Konduktivitas molar elektrolit lemah normal pada konsentrasi mendekati nol.01 0. Pengaruh konsentrasi pada daya hantar ekuivalen. konduktivitas molar bervariasi terhadap konsentrasi. maka konduktivitas larutan tidak tepat sebanding dengan jumlah ion yang ada.001 0 106.4 Konduktivitas molar elektrolit tidak tergantung pada konsentrasi. Pengukuran konduktivitas mula-mula pada konsentrasi menunjukkan adanya dua golongan elektrolit yaitu: 1. Kedua. Daya hantar ekuivalen pada larutan encer diberi symbol “0″ yang harganya tertentu untuk setiap ion. karena ion saling berinteraksi dengan kuat.3:1 4:1 200-240 >300 Daya hantar ekuivalen didefenisikan sebagai daya hantar satu gram ekuivalen suatu zat terlarut diantara 2 elektroda dengan jarak kedua elektroda 1 cm.

Contoh larutan elektrolit: larutan garam dapur. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Hantaran listrik melalui larutan dapat dtunjukkan dengan alat uji elektrolit seperti pada Gambar 7. Perhatikan reaksi berikut. Larutan gula adalah contoh dari larutan non elektrolit. larutan urea. Jika dalam larutan tersebut tidak terdapat ion larutan tersebut bersifat non elektrolit. larutan ini dinamakan elektrolit kuat. air sungai. Larutan NaCl adalah contoh larutan elektrolit. maka lampu dalam rangkaian tersebut akan menyala dan timbul gas atau endapan pada salah satu atau kedua elektroda. Bila gula dilarutkan dalam air. molekul-molekul gula tersebut tidak terurai menjadi ion tetapi hanya berubah wujud dari padat menjadi larutan. . Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya. larutan dibagi menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Sedangkan larutan elektrolit yang mempunyai daya hantar lemah meskipun konsentrasinya tinggi dinamakan elektrolit lemah. larutan tawas. Contoh lain adalah. Sifat elektrolit dan non elektrolit didasarkan pada keberadaan ion dalam larutan yang akan mengalirkan arus listrik. air laut. Jika dalam larutan terdapat ion. Jika larutan menghantarkan arus listrik. Ion positif yang dihasilkan dinamakan kation dan ion negatif yang dihasilkan dinamakan anion. larutan alkohol. larutan cuka makan. bila NaCl dilarutan dalam air akan terurai menjadi ion positif dan ion negatif. Beberapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dengan baik meskipun konsentrasinya kecil. larutan glukosa. larutan asam sulfat. Perhatikan reaksi berikut: Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan contoh larutan elektrolit maupun non elektrolit.Berdasarkan sifat daya hantar listriknya. larutan tersebut bersifat elektrolit. Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Contoh larutan non elektrolit adalah larutan gula.

Perhatikan hasil uji elektrolit yang ditunjukkan pada Gambar 8. yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. sehingga lampu nyala. lelehan dan larutan? . Pada larutan elektrolit lampu yang digunakan menyala dan timbul gas pada elektrodanya. Beberapa larutan elektrolit dapat mengahantarkan listrik dengan baik sehingga lampu menyala terang dan gas yang terbentuk relatif banyak (Gambar 8a). elektrolit lemah dan non elektrolit. Hal ini disebabklan karena zat terlarut akan terurai sebagian (derajat ionisasi ? << 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut sedikit mengandung ion. Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Jika padatan NaCl dilarutkan dalam air maka NaCl akan terurai empurna menjadi ion Na+ dan Cl-. Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan lemah. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sempurna (derajat ionisasi ? = 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut banyak mengandung ion-ion. (Gambar 8b). Dapatkah Anda membedakan daya hantar listrik untuk garam pada saat kristal. Jadi jika 100 mol NaCl dilarutkan akan terbentuk 200 mol ion. beberapa elektrolit yang lain dapat menghantarkan listrik tetapi kurang baik. Tabel berikut menggambarkan larutan-larutan yang termasuk elektrolit kuat. Sebagai contoh larutan NaCl. Larutan ini dinamakan elektrolit kuat. Perhatikan reaksi berikut. Dari reaksi diatas jika 100 mol NaCl dilarutkan dalam air akan terbentuk 100 mol ion Na+ dan 100 mol ion Cl-. redup atau bahkan tidak menyala dan gas yang terbentuk relatif sedikit. Daya Hantar Listrik Senyawa Ion Sebagai contoh dari kegiatan percobaan yang tergolong larutan elektrolit yang berikatan ion adalah garam dapur. Dari uraian di atas kita dapat golongkan larutan elektrolit menjadi dua macam.

ion-ion yang tersusun rapat dan terikat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di sela-sela butir-butir ion tersebut (proses hidasi) yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam larutan. Jumlah ion pada suatu larutan juga berpengaruh pada nilai konduktivitas larutan. sehingga tidak bebas bergerak. Suatu larutan elektrolit kuat memiliki konduktivitas lebih tinggi dari pada larutan elektrolit lemah. tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam keadaan lelehan atau larutan. Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam air. zat elektrolit akan terdisosiasi sempurna menjadi ionionnya. Jumlah muatan dalam larutan sebanding dengan nilai hantar molar larutan dimana hantaran molar juga sebading dengan konduktivitas larutan. jika dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion. Konduktivitas digunakan untuk ukuran larutan atau cairan elektrolit. maka ion-ionnya akan bergerak bebas. Konduktivitas molar . Semakin besar jumlah ion dari suatu larutan maka akan semakin tinggi nilai konduktivitasnya. sehingga dapat menghantarkan listrik. NaCl adalah senyawa ion. Konsentrasi elektrolit sangat menentukan besarnya konduktivitas molar (∆m). NaCl (s) + air Na+(aq) + Cl-(aq) Proses pelarutan padatan Kristal Pada percobaan akan ditentukan jumlah muatan larutan sampel dengan metode pengukuran daya hantar listriknya kemudian dilakukan pendekatan antara larutan sampel tehadap larutan standar elektrolit yang juga telah diketahui jumlah muatan ionnya. tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada larutan diukur dengan menggunakan konduktivity meter menghasilkan harga konduktivitas larutan dalam satuan µscm-1 Pengukuran konduktivitas larutan standar yang telah diketahui jumlah muatan ionnya dilakukan pada beberapa jenis larutan baik elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Daya hantar listrik (konduktivitas) adalah ukuran seberapa kuat suatu larutan dapat menghantarkan listrik. Karena dalam elektrolit kuat.Cobalah perhatikan uraian berikut.

Jika nilai C konstan. Jumlah muatan juga berpengaruh pada hantaran molarnya. maka anion-anion akan bergerak ke elektroda negatif (katoda). Jadi. Analisis kimia yang didasarkan pada daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion didalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar. maka akan semakin besar pula hantaran molarnya (∆M). Pada kosentrasi yang sama. Nilai K didapat dari hasil percobaan. Dalam suatu larutan elektrolit bila diberi dua batang elektroda inert dan diberi tegangan listrik diantaranya. dimana ∆M sebanding dengan nilai K. semakin besar jumlah muatan suatu larutan. sehingga secara matematis dirumuskan : ∆m = k/C Jika satuan volume yang digunakan adalah cm3 maka persamaan yang menjadi ∆m = 1000k C Dimana: k : Konduktivitas spesifik (SCm-1) C : Konsentrasi larutan (mol/L) ∆m: Hantaran molar (SCm2mol-1) Dalam percobaan digunakan larutan standar dan larutan sampel dengan konsentrasi sama.01M sebagai larutan yang mengkalibrasi alat konduktivitymeter. semakain tinggi konduktivitas larutan maka hantaran molar (∆M) larutan tsb akan meningkat.adalah konduktivitas suatu larutan apabila konsentrasi larutan sebesar satu molar. sehingga C dianggap constant. Proses ini merupakan fenomena transport seperti halnya yang terjadi dalam molekul gas adalah adanya pengaruh medan listrik dan molekul pelarut. Dalam hal ini . maka hantaran molar (∆M) hanya diperbaharui oleh konduktivitas larutan (K). Konduktivitymeter dikalibrasi hingga menunjukkan sekitar angka 1413 µs (bias kurang atau lebih/mendekati). Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat larutan KCl 0.

NiSO4.01 M .10-3M.6H2O. Larutan ini kemudian digunakan untuk kalibrasi alat. lalu dimasukkan sebuah magnet dan diletakkan di atas stirrer.125 yang diencerkan dengan 50ml metanol untuk menjadika konsentrasi 5. maka alat tersebut sensitif/baik.6H2O masing-masing mempyunyai konsentrasi 0.6H2O. Larutan standar yang kedua. diantara 2 elektroda terdapat 2 elektroda. NaCl. Pada percobaan ini juga menggunakan larutan blanko yaitu larutan KCL 0.2H2O.10-3M. Bila kedua elektroda tersebut dihubungkan. AlCl3. Dalam hal ini. Untuk membuat larutan KCl 0. sehingga sebelum digunakan alat harus kalibasi dengan larutan. CuCl2. CuSO4. Larutan standar yang pertama. fungsi dari stirrer dan memasukkan magnet adalah agar larutan homogen. Antara kedua elektroda tersebut terdapat beda potensial akibat dari desakan electron atau aktivitas elektron. Kemudian stirrer dihidupkan.2H2O. KNO3. CuSO4. Kemudian elektroda di masukkan dalam larutan.01M. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesensitifan konduktivitymeter. MgCl2. Setelah itu dibuat larutan standar. Semua larutan dalam konsentrasi sama yaitu 5.pelarut yang digunakan adalah aquadest. lalu di ukur dengan konduktymeter dan di setting hingga menunjukkan angka 1413 µScm-1. sehingga dalam percobaan ini konsentrasi dianggap konstan.6H2O masing-masing mempunyai konsentrasi 0.25 gram yang diencerkan dengan 100ml akuades untuk menjadika konsentrasi 5.25 lalu diencerkan dengan akuades hingga volume 100ml. dibuat dengan mengambil 2ml larutan KCl. MgCl2. Hal ini sesuai persaman V1M1=V2M2 . .01 M dan diseting untuk menunjukan angka 1413 µScm-1 larutan alat digunakan. maka akan terjadi ariran listrik dari kutub negatif ke kutub positif melalui hubungan luar. NiSO4. diambil 4ml KCl 0. NaCl. CuCl2. KCL 0.10-3M. KNO3. AlCl3. yaitu katoda dan anoda. yang dalam teoritis memiliki konduktivitas 1413 µScm1 .5H2O. Dimana larutan blanko KCl dimasukkan dalam gelas beker. dibuat dengan mengambil 2ml larutan KCl. apabila pengukuran larutan KCl menunjukkan 1413 µs.5H2O.

Hal lain yang mempengaruhi daya hantar listrik selain konsentrasi adalah jenis larutan. sedangkan elektrolit lemah konduktivitas molarnya normal pada konsentrasi mendekati nol. Jumlah ion dan ∆m dalam pelarut air sesuai literatur: Jumlah ion 2 3 4 5 Range ∆m 118-131 235-273 408-435 >560 . Penggolongan dengan cara ini juga bergantung pada zat terlarut dari pelarut yang digunakan. Dari harga konduktivitas yang terukur dapat digunakan untuk mencari harga konduktivitas molarnya sehingga dapat diketahui jumlah muatan yang terdapat dalam larutan standar. Sifat umum dari elektrolit kuat adalah konduktivitas akan berkurang dengan bertambahnya konsentrasi. berarti larutan elektrolit kuat dapat menghantarkan listrik dengan baik. yaitu elektrolit lemah dan elektrolit kuat. Pada larutan yang pekat. Larutan elektrolit kuat mempunyai konduktiviyaslebih tinggi daripada elektrolit lemah. Konsentrasi elektrolit sangat menentukan besarnya konduktivitas suatu larutan. tetapi turun tajam sampai nilai yang rendah pada saat konsentrasi bertambah. hal ini karena zat elektrolit terdisosiasi secara sempurna didalam larutan. Pengukuran ketergantungan konduktivitas molar pada konsentrasi tertentu menunjukkan adanya 2 golongan elektrolit.Dalam percobaan digunakan konsentrasi larutan sama yaitu 5. pergerakan ion lebih sulit sehingga daya hantarnya menjadi lebih rendah. Pada larutan encer. ion-ion dalam larutan tersebut mudah bergerak sehingga daya hantarnya semakin besar.10-3M.

Contoh : natrium klorida (NaCl). Svante Arrchenius mengajukan teorinya bahwa dalam larutan elektrolit. Zat terlarutnya disebut nonelektrolit. . larutan elektrolit dibedakan menjadi dua. yang berperan menghantarkan arus listrik adalah partikel-partikel bermuatan (ion) yang bergerak bebas di dalam larutan. Setiap pergantian larutan. larutan gula. Daya Hantar Arus Listrik Dalam Larutan Elektrolit. larutan dibedakan menjadi : a. dan amoniak (NH3).Dalam pengukuran konduktivitas spesifik larutan dipilih harga yang paling konstan karena harga konduktivitas cenderung berubah setiap saat sehingga harga yang paling konstan merupakan harga yang mendekati harga sebenarnya. yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Berdasarkan kekuatan daya hantarnya.Larutan Elektrolit. b.Larutan Nonelektrolit. Pengukuran disertai dengan pengukuran akuades (pelarut) karena harga konduktivitas spesifik merupakan koreksi dari konduktivitas larutan dengan konduktivitas pelarut k= klarutan . dan alkohol. sedangkan nonelektrolit dalam pelarut air tidak terurai menjadi ionion. Zat terlarutnya disebut elektrolit. natrium hidroksida (NaOH). Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Ia menemukan bahwa zat elektrolit dalam pelarut air akan terurai menjadi ion-ion. dicari harga antara molarnya sehingga dapat ditentukan jumlah ion yang ada dalam sampel. alat cuci dengan akuades. Berdasarkan daya hantar listriknya.kpelarut Dari konduktivitas spesifik. Pada tahun 1884. Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. hidrogen klorida (HCl). Contoh : air suling.

Elektrolit Lemah. Senyawa CH3COOH dan NH3 hanya terurai sebagian kecil dalam pelarut air membentuk sedikit ion. kuat atau lemahnya suatu larutan elektrolit dapat dinyatakan dengan derajat ionisasi (α). Jenis Larutan Jenis Zat Terlarut (dengan Pelarut Air) Elektrolit Kuat ØSenyawa ion Øsenyawa kovalen polaryang terhidrolisis sempurna/hampir sempurna Asam sulfat (H2SO4) Natrium (NaOH) Kalium asetat (CH3COOK) Elektrolit Lemah ØSenyawa kovalen polar yang terhidrolisis sebagian kecil Redup Asam (CH3COOK) cuka hidroksida Asam nitrat (HNO3) terang Natrium (NaCl) klorida Nyala Lampu Contoh Larutan . Untuk larutan elektrolit lemah. 0 Untuk larutan nonelektrolit. Senyawa NaCl. Untuk larutan elektrolit kuat. Elektrolit kuat adalah elektrolit yang dapat menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang baik. HCl. α = 1 atau α mendekati 1. 2. Secara kuantitatif. Elektrolit lemah adalah elektrolit yang dapat menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang buruk. dan H2SO4 dapat terurai sempurna dalam pelarut air membentuk banyak ion. α = 0.1.Elektrolit Kuat.

karena dalam bentuk padatan. karena dalam bentuk larutan. Jenis Senyawa Padatan Lelehan Larutan (dalam Pelarut Air) Senyawa ion Tidak dapat menghantarkan arus listrik. Dapat menghantarkan arus listrik.Amonia (NH3) Asam (H2CO3) Nonelektrolit ØSenyawa kovalen polar yang tidak terhidrolisis Etanol (C2H5OH) Urea (CO(NH2)2) Glukosa (C6H12O6) Gliserin (C3H5(OH)3) Etilen (C2H4(OH)2) glikol Tidak Menyala Sukrosa (C12H22O11) karbonat Menurut Michael Faraday. karena dalam bentuk lelehan. ionionnya tidak dapat bergerak bebas. ionionnya dapat bergerak bebas . elektrolit merupakan suatu zat yang dapat menghantarkan listrik jika berada dalam bentuk larutan atau lelehannya. ionionnya dapat bergerak jauh lebih bebas dibandingkan ion-ion dalam zat Dapat menghantarkan arus listrik.

adanya larutan elektrolit memungkinkan terjadinya reaki kimia yang menghasilkan arus listrik untuk menghidupkan kendaraan. Komponen larutan elektrolit memungkinkan terjadinya daya hantar listrik yang diperlukan untuk kerja impuls. karena mengandung ion-ion dalam jumlah yang sangat kecil. seperti larutan oralit. karena lelehannya terdiri dari molekulmolekul netral meski Dapat bergerak lebih bebas Dapat menghantarkan arus listrik.padat Senyawa kovalen polar Tidak dapat menghantarkan arus listrik. 4.Air suling Merupakan larutan nonelektrolit. 2. contohnya : 1. karena dalam larutan molekulmolekulnya dapat terhidrolisis menjadi ion-ion yang Dapat bergerak bebas Peran larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit dalam kehidupan sehari-hari sangat penting.Air sungai dan air tanah Air sungai dan air tanah mengandung ion-ion sehingga dapat menghantarkan listrik. Orang yang kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) harus mengkonsumsi larutan elektrolit.Cairan tubuh Cairan tubuh mengandung komponen larutan elektrolit. Sifat ini digunakan untuk menangkap ikan atau belut di sungai atau di persawahan dengan cara setrum listrik.Aki Sel aki terdiri anoda Pb dan katoda PbO2 dengan larutan elektrolit H2SO4. 3. . Air suling digunakan untuk membuat larutan dalam percobaan kimia nonelektrolit. karena padatannya terdiri dari molekulmolekul netral meskipun bersifat polar Tidak dapat menghantarkan arus listrik.

asam cuka.IV. Baterai 4. Beaker glass 100 ml. 2. Pipet volume 5ml 7. Menentukan daya hangtar listrik berbagai senyawa 1. NH4OH 7. HCl 8. NaI V. Botol Semprot Bahan: 1. Asam asetat 4. Elektroda platina 3. Sediakan lima buah beker glass ukuran 100ml. Labu Takar 50 ml 6. 250 ml 5. keringkan dengan kertass tissue atau alat pengering (hatihati permukaan elektrode sangat tipis dan mudah patah) . Lautan NaCl 6. kemudian masing-masing diisi 50 ml minyak tanah. NaBr 10. larutan NaCl dan kristal NaCl. Prosedur Kerja A. Alat Dan Bahan Alat: 1. NaOH 9. Aquadest 2. Kristal NaCl 5. Cucilah elektrode dengan HNO3 (1:1) kemudian bilas dengan aquadest danbilas lagi dengan aseton. Multimeter / voltmeter 2. aquadest. Minyak Tanah 3. NH4Cl 11.

elektrode dicuci kembali seperti langkah 2. 0. 0.53 8. Kelompok I : CH3COOH. Elektrolit kelompok I Konsentrasi NaOH L (Ohm -1) 0. Ukurlah daya hantar masing-masing larutan. Ukurlah daya listrik setiap larutan diatas 6.3.001 M. B. Mencuci elektrode (seperti langkah 1-2) 3. rendamlah dalam aqudest. 5. Bualah masing-masing 50ml larutan dibawah ini dengan konsentrasi 0. Setelah pengamatan daya hantar. Celupkan elekttrode tersebut ke dalam larutan yang akan diamati gunakan klem dan usahakan elektrode tidak menyentuh dasar beker glass/bejana 4.19 . 0. Celupkan elektrode kedalam larutan tersebut 4.01 M 0.005 M.05 M 0.001 M 0. VI. Mempelajari pengaruh konsentasi terhadap daya hantar listrik larutan elektrolit 1. NaBr.16 1. Amati suhu permukaan 5. Sebelum pengamatan suhu catatlah percobaan dan jaga agar suhu percobaan konstan.005 M 0. NH4Cl 2. HCl. NaOH Kelompok II: NaCl. Mencuci elektrode (langkah 1 dan 2 ) bia elektrode tidak digunakan lagi. Pengukuran selalu dimulai dari larutan yang paling encer.05 M. Data Hasil Pengamatan Daya Hantar Listrik pada berbagai konsentrasi 1. NH4OH.04 1.01 M. NaI. 6.

066 Y 0.05 0.04 1.45 VII. Elektrolit Kelompok I 1. 1 2 3 4 ∑ X 0.23 0.001 0. Pengolahan Data Menentukan grafik daya hantar listrik larutan elektrolit pada kelompok I dan II.64 .01 M 0.19 10.4095 0.000001 0.46 0.05 M 0.43016 X2 0.53 8.16 1.00016 0.0052 0.005 M 0.30 1. A.21 0.95 1.00262 Slope (A) = = = = 162.001 M 0.0153 0. Larutan NaOH Dimana: X= Konsentrasi Y= Daya Hantar Listrik No.2.005 0.0025 0.000025 0.0001 0.01 0. Elektrolit kelompok II Konsentrasi NaCl L (Ohm -1) 0.79 7.60 NaBr L (Ohm -1) 0.92 XY 0.

0001 0.606 5 813.001 0.246 B.00115 0.686 2 325.046 X Y 0 0.046 1 162.64X + 0.003 0.0025 0.23 0. persamaannya adalah : Y=AX+B Y=162.08461 X2 0.046 Jadi.066 Y 0.000025 0.00262 Slope (A) = = = = 27.005 0. Larutan NaCl Dimana : X= Konsentrasi Y= Daya Hantar Listrik No.46 0. Elektrolit Kelompok II 1.30 1.966 4 650.Intersep (B) = = = = 0.05 0.60 2.000001 0.01 0.326 3 487.59 XY 0.00046 0.24 .08 0. 1 2 3 4 ∑ X 0.

198 Jadi.95 1.00262 Slope (A) = = = = 145.000001 0.00475 0.4 XY 0. 1 2 3 4 ∑ X 0.918 4 109.39536 X2 0.001 0.24X+0.79 7.3725 0.58 .45 10.21 0. Larutan NaBr Dimana : X= Konsentrasi Y= Daya Hantar Listrik No.Intersep (B) = = = = 0.398 2. persamaannya adalah : Y= AX+B Y= 27.05 0.678 3 81.00021 0.158 5 136.0001 0.198 1 27.0025 0.066 Y 0.198 X Y 0 0.01 0.438 2 54.005 0.0179 0.000025 0.

Untuk elektrolit kuat.93 4 582.58X + 0. sedangkan elektrolit lemah tidak mengalami hal yang serupa. daya hantar listrik akan naik dengan cepat dengan naiknya konsentrasi suatu zat.19 X Y 0 0. Pembahasan Pada percobaan yan terang telah dilakukan terlihat bahwa semakin besar konsentrasi maka daya hantar listrik larutan akan bertambah besar. maka daya hantar listriknya akan semakin kecil.19 Jadi. Hal ini terjadi pada tiap larutan yang di uji yaitu NaOH. Sedangkan untuk elektrolit lemah.baik pada elektrolit kuat maupun elektrolit lemah daya hantarnya akan semakin naik pada saat pengenceran dan mencapai harga yang maksimal pada pengenceran tak hingga. Namun. Begitu juga pada larutan dengan konsentrasi kecil.Intersep (B) = = = = 0. Oleh karena itu. . persamaannya adalah : Y= AX+B Y= 145. daya hantar semakin besar pada pengenceran dan akan mencapai harga yang tertinggi pada saat pengenceran tak hingga. sebelumnya dilakukan dahulu pengenceran yang tujuannya adalah untuk memperbesar derajat ionisasi dari elektrolit lemah dan memperkecil daya tarik antar ion-ion pada elektrolit kuat.35 3 436.19 1 145.09 VIII. NaCl dan NaBr. Perbedaan ini disebabkan karena elektrolit kuat akan terurai secara sempurna. Untuk melihat perbedaan tersebut.daya hantar naik secara perlahanlahan dengan naiknya konsentrasi.51 5 728.77 2 291.

Karena.95 . Tetapi pada larutan NaCl ion-ionnya dapat bergerak dengan bebas karena pada saat NaCl dilarutkan dalam air. maka kami tidak dapat membedakan daya hantar listrik pada elektrolit kuat dengan larutan elektrolit lemah secar praktik. karena dalam bentuk padatan ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas. NaCl dan NaBr telah kita ketahui bahwa ketiga larutan tersebut jenis larutan elektrolit kuat. Terlihat pada larutan NaOH. 1.pada praktikum ini kami tidak menggunakan larutan elektrolit lemah karena adanya kendala tadi. Pada larutan NaBr daya hantar listrinya berturut-turut 0.79 dan 7. 0.21 .30 . Sehingga pada hasil percobaan dapat kita lihat bahwa daya hantar listriknya naik dengan cepat pada setiap kenaikan konsentrasi. NaCl. Hal ini berbeda pada larutan NaOH dan NaBr. Dari hasil tersebut terlihat bahwa daya hantar listriknya naik turun dan juga pada setiap kenaikan konsentrasi daya hantar listriknya bergerak secara perlahan. 1.19.16 . 1. nilai daya hantar listriknya berturut-turut 0. 0. 0.46 . pada percobaan kami hanya menguji pada tiga larutan yaiyu NaOH.60.Tetapi. Sedangkan pada larutan NaCl nilai daya hantar listriknya berturut-turut 0. Padahal ketiga larutan tersebut sama-sama merupakan larutan elektrolit kuat. ion-ionnya yang tersusun rapat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di sela-sela butir-butir ion tersebut yang kemudian terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam larutan sehingga larutan NaCL dapat menghantarkan listrik. Pada larutan NaCl dapat kita lihat bahwa daya hantar listriknya naik secara perlahan-lahan dengan naiknya konsentrasi.23 . Dari hasil tersebut terlihat bahwa daya hantar listriknya naik dengan cepat. Dari ketiga larutan tadi yaitu NaOH. Hal ini dilakukan karena NaCl dalam bentuk padatan tidak dapaat menghantarkan arus listrik.1. kami kekurangan waktu untuk menguji semeua larutan yang seharusnya diuji pada praktikum kali ini. Hal ini terjadi karena larutan elektrolit tersebut terionisasi secara sempurna.53 dan 8.04 . karena pada saat praktikum mengalami banyak sekali kendala yaitu karena waktu untuk praktikum yang sedikit juga karena pada saat itu terjadi pemadaman listriik. Pada percobaan ini kita menggunakan NaCl dalam bentuk larutan bukan berupa padatan. dan NaBr.45. Sehingga. Pada NaOH dan NaBr daya hantar listriknya naik dengan cepat pada konsentrasi yang lebih besar. . Hal ini.

Pengenceran dilakukan untuk memperbesar derajat ionisasi dari elektrolit lemah. Karena elektrolit kuat terionisasi secara sempurna. Untuk elektrolit lemah. daya hantar listriknya naik dengan cepat pada konsentrasi yang lebih besar. entah itu kesalahan pada saat melihat skala pada konduktometer atau kesalahan praktikan saat melakukan pengenceran pada larutan tersebut. Jumlah muatan suatu larutan berbanding lurus dengan daya hantar listriknya (DHL) . Dimana semakin besar konsentrasi maka akan semakin besar pula nilai daya hanta listriknya. dapat dinyatakan bahwa pada larutan NaCl tersebut terdapat kesalahan atau kekeliruan. Kesalahan ini mungkin saja terjadi karena praktikan melakukan praktikum dalam ruangan yang gelap dan memungkinkan kesalahan dalam pembacaan skala dan juga waktu yang sedikit sehingga praktikan terlaru terburu-buru sehingga kurang teliti saat praktikum. Untuk larutan elektrolit kuat. 4. Dari hasil grafik yang didapat pada ketiga larutan terlihat bahwa grafik menunjukkan garis lurus dari kiri bawah ke kanan atas. 5. Kesimpulan 1. IX. semakin besar jumlah muatan maka daya hantar listriknya (DHL) juga semakin besar. dan memperkecil gaya tarik antar ion pada elektrolit kuat. DHL digunakan untuk menentukan jumlah ion dalam larutan elektrolit .Pada penjabaran tersebut. 2. 6. daya hantarnya naik secara perlahan-lahan dengan naiknya konsentrasi. Hal ini menunjukkan hubungan antara konsentrasi dengan nilai daya hantar listrik. 3. Daya hantar pada elektrolit kuat lebih besar dibandingkan dengan elektrolit lemah.

X. Grafik NaOH 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 0 1 2 3 4 5 6 Y NaCl 160 140 120 100 80 60 40 20 0 0 1 2 3 4 5 6 Y .

Daftar Pustaka Agustina. Kimia Fisika. 1999. 1978. Kimia Fisika II. dkk. Charles W. Jakarta: Universitas Indonesia. Dogra. Penuntun Praktikum Kimia Fisika II. Tuty emilia. Jakarta:Erlangga Keenan. S. . 2011. Jakarta Erlangga. Daniel .K. Indralaya: LDB Universitas Sriwijaya. 1984. Kimia Untuk Universitas.NaBr 800 700 600 500 400 300 200 100 0 0 1 2 3 4 5 6 Y XI.

3   .8 ./. .3 .3 203.3 80-:.8 009743  .  /-:. ..3  .3  2 .83 2..3 /09. 90780-:9 907/.7:9.. 4380397.3    /.3808:./.34  /2.3  2 209.3 / .9 /03.83 2.2 0.83 2025:3.334380397.8:.8   .910 :9:-5489120..2 ..3 .3 / 80993 3.::-:3.4-.7.  /-:. 2.9 .3/.0/:.00974/.907/.3 -.9.7  $090. 4380397.3   .3/.2- 2   .5078..3 :39: .24380397.3.3/.3.3 /03.7:9.7:9.2- 2 .-7.00974/.7./08 3. 0/:.88./.3 /:3.83 2025:3.9.3:.-. 3  /.-..3.:/::7/03.7  .2.94/.  a$.77.07.3897/.. 203:3:.9..9.3 202.00974/.4:20  2  .9 /03.9 .9 /.3 /.:.7:9.34/.07.7:9.: /2. 9: /-:.8 897707  02:/.2507.7 /08.3 89..3 89.39. .8     $02:.3.7:9.9 -0/.5.7:9.8 -007  .34 :39: 203..7.. 4380397.5.3/.2    .7:9.7 .8:.2- 2 .3 5079.3 0/:.3  ''  ./2.8  .3 /03..:.     :$    $      :      2.3  1:38 /.8/.     :$    $      :      2.9:.3 /03./.: .309 /.7 897707 /.7:9:-30./08 :39: 203. ./.3 897707 //:5. 39..8:.3 3 02:/.3 /03. 4380397.3 2.: /03.3 /.2 .9743 .3 2.3 /03.7:9.. 549038.900974/.7:9. .309 .90780-:9/:-:3.07. .3 203.2.5 4389.342403 02:/.2.300974/.9:   803.9  2.7 ..8:.2.3 ./.3 43/:920907 /.7:9.8  7.  &39: 202-:.3907.3 00.3 89.

.. 4380397.9..9:009749 02..8 80/.73.2..3 897 /03.3  !03::7.5.  .8 203/0.2-.3 202503.7 .880.5. 038 .8 .3.9./.3 -08.7808:.3 -079.30 2          . 5.43/:9.7:9.39. .7 .3 90780-:9 2:/.7:9. -07.7: /.3. .5 9:7:3 9.3-07:7.2 8./..73. .7:9..7:9.39:3.3 :39: 203.39.25.824.8 24..9: .443. .7..2 507.9 4380397.2-.43/:9.//.7  !.3 703/.9 /. 803.9:     4380397.7.3430-8:9803.300974902.9 $1. 3.7009749:.7:9.. 3 :.73.3472./. .3.7:9.7:9 /./.43       #.8 .3 2/.2 . 803.8025:73..3 8.3-08.07  43 43 /./.8 8:.8 009749 8. 43/:9.3.73.7 50.. /.7. -0707.9009749907/848.7 897 80..9.3.3  .350.4-..79 .250.8 24.00974902.3 /:3.43/.39.9 203.4380397.7.3/03.3 /:3./... 4380397.2 .8.73.39:3 5..3 /03. 43/:9./.9.3 03.907.80- 93 /.3 -.7:9 .3.3 ..7 !.3/.  .9.9 /:3.7:9. ./.7.3 009749:...2. 8./ 0- 703/.3907/.7:9.5.9:2:2/.802.9 2025:3. .9/...7:9.3 009749 :.9:7 :2.  !03443. ./.3 907::7 /.389. 43/:9.3 009749 :.././.3  -07.9.89079039:203:3:.7:9.7:9.3 4380397.7 5.3009749  ./. .5.9.3 0907./.3   :2.9 50707..9/09.8 -079.3.::2. 43/:9.9 203039:.9 907.3 . 203.3 4380397.39.703.8 .9 34  909.3 43/:9.3..2:.75.5.9.

790 -072:.7.24.3 ..03:8 203.2.309749  07/.3203/0.7.39077./..39.7:8 897  ..7.7:9..:3 $./43 43 80/.8.7:9...3 4389.5 8.9: 009749:.9.39.203./43 43   ..3.44  !.7:9.7. .97:2/748/./.7:9.9009749/.885081 /.73.39... 809.5.9.78:3 .9 203.03/07:3 -07:-.3 . ./08 50.343/:9.9.9 803.   .7.9. .9. ..8.343009749  .3 0:.203. /03.7:9.3.3 .3 /03..3 503::7.7:9. ..3009749  .7:8 897  .7:9. -..7 43/:9.7:9.3 203.28..3:2.390473.3/-0/.250.7.3 50.3.5.79/.3.3 -0707.907:7...3/.3 009749 /-0/.39.9 907.7:9.3 9/.3 ..7..7:9.7:8 897 ..9.3203.3 009749 .7.7:9.9.7:9.7:9.3.3343009749/.3 .3 4708 /.850..35.8 ./80-:9343009749 4394.5507.3 -07507.2.790 5.9/9039:.3 /8079.97:2 47/.39.3 .7.3 343009749 .3-.7.77:8897. .3 /.34389./.:.3:.7:9  ..5.7:9.7:9  .250   07/.39.3 /..743/:9..250./.3 .9 .9/..7.703./08  !03::7. /03.. .7:9. /.   - .39.3 43/:9.9907.. 43.309749  . ..9.  /.3 203.7. /.:./ /:..20302:.2 .8 85081 207:5.7.8 ..3 .7:9. 5.9.3.39./ .73.-0-.7:9  . .7.78973.7.3 907:7.803.3207:5.9.7:9.:. .:.7:93.3 .  /7403 47/.73. $09.3 5.3/5.9 203.  .3 .  .3 43  . .243.80-03.703./.7:93./.300974902. 43/:9.885081.7:9../.8//.2503::7. /80-:9 009749  4394  3.   3.. 43/:9./.

 .8 .3.3.3 $ 50.3 /03.9 203.: 02.9.8..7 202-039: 80/9 43  $0.9.9 203.. 009749 ./.3. /. .5.3 -.  $03.3 .91  :. .39..7.7:9 .30.907:7.7:9.9  09749 :.3.9 ..43   0974902.7202-039:-.  09749 02.3 .7:9.9 . 8:.. 009749 . 09749:.3-:7: $03..3 009749/.3 /03..80-.3/07.3 /.3 /.9/3.5./.5.5..    /.9 907:7.. /.9: . ..8.39.7:9.3/03.7897.7 897 .3 /. 8025:73.9438.7:9. :.2  /.3 /..2 50./.399..

9.7:9.  &39:.3009749:.

9.:..

  &39:.7:9.9  &39:.7:9.300974902.3343009749.203/0.

9%07.3!0.7..4.7:9.3 907/7488 8025:73..7:9 /03.03 54.43 [803.3 038..9 [$03.  038.7:9 7  09749:.

.9   .809. 8. .3 .   .3 907/748880-.2397. 8.3 907.  47/. #0/:5 8.  0974902.2  .7:9. [$03.:2..97:2 /748/.9     .03 54...4.257 8025:73.97:2 .28:1.3 0..7.25: 4394.:.9 $  ..

/.3/./.5.3.2./.7:8 897 . $:748.../.5.9.9 -0707. 009749207:5./.7.9:.       .38:.-07.7:9..2  43009749 [$03..4.5.2-039:.0354.7-43.9 -0707.9 .5.  8073  903       4 03:7:9.5.243.3897 .-0-.. !.-0-.39/.9 203.2 -039:.:00././.2 !0.9 -0707.03.9/..33./.5.7:97  $03.0.8  00./.7.3 /.39.3 43 433...43 .3 43 43/.703./.   :48.34    &70..7:9.   8.2 -039:5.7:8 897 .7 .8/-.3 43 433.39. 907/7488 9...9 203...7.7.  038$03.3 %/.7:8 897 .703./.9203.7.3 .3.3.703.9   %/.3.3/3.5.39.:0- -0-.7:9.3 43 433.9.8 .9 203.39..9./.2 -039:00.9.

5.7.3.3 009749 /..3 9:-: /0/7.3 907.39.9.703.7240: 240:3097.79.9 $03./3.-0-.9 3/:3.3.3 8.9..3 :39: 07.3.3. 203. 78:3..39.3:39:202-:.3.5./.7:9.7:8 897 ./.8.7:9.7:9.4. 25:8  7.7 %/. 2.39.3./.3/. 8097:2897   78:3 07:5.3009749$  . 78:3/:3.3 897 $1.7:9.3 203.9 203.9 -0-.3 343009749 /.3 .347.9.3240: 240:3.7.7.7:8 203438:28 .7:9.9 50393 .9 203. .703. .7.:-0:9/8:3..3. 203.7:9..39.7:8 897 .907/7 /.3   78:3../.9 0.9-0707.7 %/.7.3 009749 202:33./ ..3.5.7 897 ./..3/:3 4254303 .3 .208 907/7488203..33.7:9.3. 5.3:39:203..9.3.8  !07.3 .7240: .9  .3 80.0- 43 43.3 0:7.7 .4-.5.3 343009749  .343009749   .3 .5.!-/.3.3/:3 43 43 803..2507.703.3.2 .3..907/7 /.7:9.3.79.!/03.3/:3 43 43 /.907/7.5.703.5.5.39:-: ./3..43943.7.7.3 907.9 203.39.3.34/. 00.3 .7:8 897 :39: 203/:5. 70.   $0./.7:9.3.33.8  .2 :2./..7:9.3 009749  4254303 .3 009749  805079 .8   -0707.3 9:-: 203.9 54.2 0/:5./.7:9..32.3.7:8 897 .3 009749 202:33.94/.7.7.3 /507:. .5. 2085:3-0781.9 240:3097.9 203. /./..3 ..303/.03 54.7 8./.3/03.:/5078..

'  .3.9   :920907..9.3 .

-:%.: .8 ..4920907   0974/.. -:.9.95072:.3 079.  .  /03.3.3 2.          .8/03...3-.   .   03039:.00974/0/03. .3.2.9.:.3   02:/.9   789.7897-07-.%.5.7:9.3.9.    .32:/.:9..07.83 /8  223.6:.3.3 /03.3 ...80943  073.3.907.  '  !7480/:707.8..9958/.4:202   494$025749 .7 2   !509.39.9 503073 .9 ..2.300974/08. -007 .3/.88 2  2   .   0.3-.3 2. .809..3789.7    .3  2  02:/.6:.5./089/.88 ::7./089   3.88 988:0 ./.    :.../089 .   8.3.93.83 2.   .3   6:..803.   $0/.

3..3.88.300974/09/.2..2.9:3.302 /..  0:5.7:9.203039:/..7-007.3/.3:8.3009974/090780-:90/..8.

3/03.2.805079.    03.:.390780-:9   2.5/.300974/00/.39.02-.4380397.7 00974/0/.7:9.3.00974/09/..3 -.3 .3 .8          04254     ./:3.8!03.7:9..39.3/-.8   0974904254 4380397.35.34380397..8       ...3.  2           .7:9.-07-.2./...5.-0.....78975.9.3 /.3./.83 2..3 8:: .9.7503.:.:/2:.8907.2.3.83 2.7 . 703/.7:9.00974/0 .3.72..8   $090./.7897.9..3   &:7.  04254.7:9. .2.   $0-0:2 503. 507.     0250.39.39.4-..3 ...83 2.83.     0:5..3 4389.3    &:7.4-.3009749   :./..3/./.:..9. .7 8:: 507.2.9.7:438039.303.2../.897809.3 !03::7.9.07    03.6:/089   '  .7:9.98::5072:.2..9.503.00974/0 805079.380.. /.7.3/.

1/..7  2         .8      .8    4      c  $450          { { .7897                                 { { {   {     { {  { {    %    .39.3..  2.7:9.3...7:9.39.. 4380397.  0974904254 4380397. 03039:.3    0974904254   .7897./.3.04254/.37.9.30097495. 2            '  !034.

33.3../ 5078...7897                              {   {     { {    {  { {  {  %   ..          0974904254   .7:9. 4380397.2./.8   4      c  $450             { {                          ..3907805            {     { {     { { {  { {  { {    %       .3. 2.39.

          ./ 5078.39./..7 2..3.. 4380397.2.7897                               { { {   {     { {  { {    %    .33.8   4      c  $450             { {                            .3...7:9. 3907805               {    { {  {   { {    {   { {  {  %    .

7. 4380397.9 50303.39./.3907.  80/... .3 /.3 . ..7 802.8 2.::50303.39.39..3.9438..3 203. 3...9: .3907805               {    { {  {    {  { {    { {  {     .507..73.3 2.:.73.3802.9  0 ./. ..9  /. .:.7:9.3 .78973./../. /.. .33.2:3 -.3907. .4-.9-.703.        '  !02-.  &39:20.                             . 4380397.9.7.07.3 802.07./. 5.:5:3 009749 02./.32025070.7/07. /. 5.-08... 009749 :.80.5. 9/. /03.390./..3 9.9 2.3-08../. .8  !07-0/.3 -08. ..9 $0/..3 .3/./5.7 .. 50303.07.9507-0/.07. 009749 :.88:. 3..  &39: 009749 :.9:.  2..3 3....700974902.:39:202507-08.33.7.7 897 . 8. /.3 3.507.82.39.3 4380397.39..7  09: :.39.3. 5./.3.3 9.3 807:5.3 /. 009749 :./.802.. 80.7:9.3907.3 /03.3 90793 5.3 . 5.3 009749 02.390780-:9 80-0:23.3..8.7.7 5.7 43 43 5.05.9 ...9 /03. .3 203. .7 .3.5././.3-079.. .-.2-.   .3 3.3 / : . 9:  /.5.3 /03.30.2.8 0.. 9.3 3 /80-. 203./..07. 8.9 50303.3 !.2 ././. 50303./ 5078.3 .3:39:00974902. /.3 9::.3..74380397. 8025:73..3.703..3 3..8/..39.7897.7:9..3.3 907:7.  ../.

.3  ././.7:9.95.3.39..7.9:2 ..5.9203.4380397.3.9.703..09.5.... /.3 3 9.503..3..-079:7:9 9:7:9   /. .78973.3. 5.3 -07:5. . .2 ..3 203:8:5 / 80.39.8/.30- -08.7.9 57.9 $03.20:7.9: 8.03/.05. /. /.9:2.8...300974902. ./..3.3 ././.57.5.2 -039: 5.8 8.2.39.9  %07.39.300974902. ./..78973.3 . 8..9.7.390780-:9038.3 -0707. /. .3 803.7:9./.7  !../.78973. 5.3/. -0-.7:9.9-..3  !.05.2 -039: .7:9.3 ./.9 $0/./03.740240: 240:.9 -0707. /:5.09./.7.  /..3 -0-./..39.9-.3 ../.7:9./.3 897  !.9 -.7 43 433.009749 :.9..7.05.3 90705.. 507.2.3.33.3:.. .9 -...5...507.78973.:.39.7 8973.39.39078:8:37.99.9/03./.-0-.8025:73.8507. 3./..-0707. 5.7:9.. 5.. 3.7 .7./.9.809.3-07-0/.7  ..7:9. 203:5. 3  .%09.39079. ./.703..9:. -079:7:9 9:7:9        .  .3.703.4-.3./..3. 8.7:9.8 .80. .. /.39.7:9.5. /. /03.380. 80.8/../.5.9: :39: 57. .2 .3.4-.7:83...39/./. 8.57.9  !.3/. .09.790..9:23.7:9.9 . -:97 -:97 43 90780-:9 .3/.2-039:5.3 897 $03.703.7 .9 -0707.2.3.2..5./.7:9..3 43 433.3.9 203.7:9./.39... 8..3 .95.5.703.3..8 .3/..8 . 203:3.9: .9:7:3/./. .7:8 897  ..3 -:..3 . 80.390780-:98. ././..7:9.7 /.7:9.80. 03/..3. 80...703.703.3 80/9 :.78973.  3.78973./.3.9202-0/.9./ 2.890780-:9907.3 .9.7 8973.9 9: 907.39.7/.39./.:./.300974990780-:9907438.7:9.. /./.3  .3.3.9:2 203../.503..3009749:././.2.../03.39.507.3.3.3 02:/..5.39..9 9.. 43 433.9.9::39:203:8020:.703.3.3./.7:9./.7:9.757.3.. /..7/. .3.7:9.-079:7:9 9:7:9    /.3.7:9.3 5.3/03.3009749:. /.34380397.3/../.7:9.4-.3.29/.3.3 .8  %09.2 -.880.  ..78975.3 .:-.95.5. ./.890780-:9907..4380397. 9/.809.3.29/.3   .  . .7 !./03.7 8973.709.207:5.3 4380397.5..203:3..703. 5./ 502.. 507. 3. 3 907..5 5.5 5././.

3 20.:7./.3 -.5.9..8/./.90--08. 90780-:9 907/.3.39..300974902.80.7:9./.3 .9 8.9 5.350303.3 ./.9438.9.3009749          .:.57.3   . 5.39..39.7:2.7/07..32025070.3 202:33..9:2  .27:.7./.3 .-.05.3:39:203039:.39098.1 203:3:.5..57...8/03.907.5 /.3/3.74380397./03.3/3:7:8/03.957.78973.32..5.9..7:9.  /...3:2.8    :2..3 90780-:9  /.. 5..07.39.880.009749:. ...95.39.3/03./.7    &39:00974902. .9 /./.. 7.9..3 /.700974902.9907438.78973.7897 2./.3 :-:3. 8.7:9.009749:...38:.7:907-:7: -:7:803..3.3 80/9803.33.38.920.39./. 0 .507..3 .8025:73.33.2:.43/.:./.. .703. /.9:..8 7.:.8..357..3/.39.3-08. 43/:9420907..3.703./.3:39:202507-08.9: .9:2/.3 3 2:338.3 .2:.3009749:..802.802..9 08.7:9... 4380397.3 -08.9 20.7 7 -. 3 203:3:.357.7/-.9    &39:.39..3.9.75.: 007:.07.78 :7:8 /.3-08.:08..9 -.7435.39.9.. .3-07-.!.3 .3./..3/.35. 503.9.3 5.3  039.8973..7.3-08..3 08.7    /:3. /.  .3 ...3 0. 4380397.2.3.8  .75:.30--08.7:9.7.7.2 502-.78973.9 /3...  :.7:9..7 ..3/03..4380397.3 //..3 :.009749:.3907..1 .3.9..    !0303. 9: 08.73./.    802.3 8.390780-:9  08.82....9.9.7.      0825:.3 907.. 09.3.3802.

1  -f                     -f.  7.

                    .

79..8$7.3.  3/7. 003.. %:902.  $  47.-f                       .30  2.   !03:39:3!7.&3.8.79.. .  2.8.19..0789.7!:89.. .7.79.&39:&3.83/4308..7.3 .&3..9:22.708 /  2.0789.    . :893.8 .3.  .0789.8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful