P. 1
kemmampmenulisdigraf

kemmampmenulisdigraf

|Views: 53|Likes:
Published by Hasby Ash Shiddiqi

More info:

Published by: Hasby Ash Shiddiqi on Oct 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2011

pdf

text

original

Tugas Akhir Ini Disusun Guna Melengkapi Syarat Kelulusan Program Diploma 2

Disusun Oleh : Nama NIM : Erna Kusumawati : 1402204501

PENDIDIKAN GURU KELAS SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006/2007

LEMBAR PENGESAHAN

Tugas Akhir berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menulis Digraf Melalui Proses Menulis Pada Siswa Kelas Satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang”. Setelah dibaca dan diberikan perbaikan dan koreksi seperlunya, Program Diploma II Pendidikan Guru Kelas Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Disyahkan di Semarang Hari :

Tanggal : Semarang, September 2006

Mengetahui : Kepala Sekolah SDN Negeri Bringin 02 Dosen Pembimbing

Sardi, Ma.Pd. M.Pd. NIP. 131 025 048

Masithah, S.Pol. NIM. 130 819 220

Ketua UPP PGKSD Semarang

Drs. Jaino, M.Pd. NIP. 130 875 761

Sutaryono. Drs.Pol.. selaku Dekan FIP UNNES. Masithah. oleh karena itu penulis berharap bapak.M. Akhirnya penulis . selaku Dosen Pembimbing PPL. H. 6. ibu pembaca dapat memberikan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan tulisan ini. Pada kesempatan ini. M. M. Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan Tugas Akhir ini. S. Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan. Jaino. Adapun kegunaan dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah merupakan kewajiban untuk memenuhi persyaratan studi Program DII PGKSD di FIP UNNES. penulis tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat : 1. M. Siswanto.Pd. 4. H. selaku Ketua Program D2 PGKSD UNNES. beserta bapak dan ibu guru SDN Bringin 02. Drs.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. 3. karena dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menulis Digraf Melalui Proses Menulis Pada Siswa Kelas Satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang”. selaku Ketua UPP PGKSD Semarang. Kepala Sekolah.Pd.. 2... M..Pd. Drs. 5.

serta masyarakat pada umumnya.berharap semoga tulisan ini dapat berguna dan bermanfaat khususnya bagi almamater kami dan UNNES. September 2006 Penulis . Amin. Semarang.

.................... Manfaat ........................................... Fungsi Menulis .......................................... i ii iii iv v vi 1 1 2 2 3 4 4 5 5 7 9 9 9 9 11 .. BAB I PENDAHULUAN . HALAMAN PENGESAHAN .................................. Supervisi Kegiatan Bimbingan .............. 1.......................................... PERSEMBAHAN ............................................... 2.......................................................................4........................... Latar Belakang ...............1..................................2.........1.... Tujuan ........................... Pengertian Kemampuan Menulis ......................2.....................4...................................... 2....3................................ BAB III PAPARAN HASIL .......... BAB II LANDASAN TEORI ......... MOTTO.............................................................................. 2................................................................................ Langkah-langkah Pelaksanaan Bimbingan Bahasa Indonesia 3..............................................................................…........... Bimbingan di SDN Bringin 02 .................................................................................. 1........4.................... Digraf .. Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan .......................................... KATA PENGANTAR .... 2............ DAFTAR ISI . 1................................................3.........................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..............2............................................................ Rumusan Masalah ..................3.............................. 3..................................... 1....1................................... Proses Menulis ........................................................... 3............................. 3.............

.....2......................................BAB IV PENUTUP ...................... 12 12 12 14 ......................... 4....................... 4.................................................................... DAFTAR PUSTAKA ....................................................1................................ Saran ........................................................ Kesimpulan ....

Ary Syihab) . (Krishnamurti) Hidup yang tidak memiliki tujuan jauh lebih menakutkan ketimbang hidup yang tidak mencapai tujuan. (Krishnamurti) Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain. (Sir William Oster) Ing ngarso sung tulodho.R.MOTTO MOTTO Sesungguhnya sesudah kesulitan itu adalah kemudahan (Q. (H. ing madyo mangun karso. Al Inziroh : 6). tut wuri handayani (Ki Hajar Dewantoro) Ikan menjadi kuat karena berenang melawan arus. (Krishnamurti) Sukses adalah bisa tidur dan damai di malam hari.S. manusia menjadi kuat karena mengalami penderitaan. Langkah awal untuk meraih sukses dalam pekerjaan adalah dengan menyukai pekerjaan itu sendiri.

Teman-teman 4F dan kampus PGKSD “Vare my friend. 4. terima kasih telah menemani hari-hariku. my life. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. 5. and my future”. 6. Teman-teman “Cathy Cost” untuk kenangan yang pernah kita lalui bersama.. Allah SWT yang senantiasa menyertai langkahku 2. S. Suamiku “Dwi Kristyanto” yang tidak henti-hentinya mencurahkan cinta dan terima kasih temah menjadi PENJAGA HATIKU. bimbingan dan arahan serta kasih sayang yang tulus. 9. 3. Anakku. 7. Bapak dan ibu yang memberikan do’a. yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan tugas ini. yang setia mendampingiku. .Pd. 10. “Zahra Naya Ramadhani”. FRIENDSHIP FOREVER BABY !! 8. Pembaca yang budiman. Ibu Masithah. My best firend “Yanie and Inggid”. Adikku tersayang. thanks for all. 11.PERSEMBAHAN Penulis persembahkan Tugas Akhir ini kepada : 1. MALAIKAT KECILKU. nasihat.

1996). ketrampilan dan sikap yang memadahi untuk melanjutkan pendidikan dan terjun ke masyarakat. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) bertujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tertulis.1. LATAR BELAKANG MASALAH Pada abad informasi dan globalisasi ini tuntutan zaman makin lama makin tinggi dan kompleks. Khusus anak kelas satu SD diutamakan pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia sederhana melalui membaca. Menulis adalah salah satu aspek ketrampilan yang harus dikuasai dengan baik. Dengan demikian kemampuan menulis harus dimilikinya. 1998 : 23). karena tanpa memiliki kemampuan menulis sejak dini. imla atau dikte dengan menggunakan tata bahasa Indonesia baku (Tim Penatar Procinsi Jawa Tengah.BAB I PENDAHULUAN 1. siswa akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari (Depdikbud. Kemampuan menulis dibutuhkan siswa dalam mengerjakan sebagian besar tugas sekolah. membaca. sehingga siswa perlu mendapat bekal dasar pengetahuan. sebab mampu menulis sama dengan mampu berbahasa atau . dan menulis. berbicara. menulis atau mengarang. Ketrampilan menulis memegang peranan yang sangat penting. Pembelajaran bahasa Indonesia mencakup empat aspek ketrampilan yaitu menyimak.

1. /kh/. RUMUSAN MASALAH Masalah umum karya ilmiah ini adalah. Apabila siswa kelas satu SD sudah mampu menulis digraf dengan proses dan hasil yang benar maka hal itu akan memperlancar siswa dalam menulis huruf gabung yang lain. 1. ukuran dan arah tulisan belum sesuai dengan tulisan yang baku. “Bagaimanakah kemampuan menulis digraf siswa kelas satu SDN Bringin 02 dapat ditingkatkan melalui pendekatan proses menulis ?” Adapun rincian masalah yang khusus sebagai berikut : bagaimana teknik penulisan digraf /ng/.tulis. letak.2. Dan sebaliknya apabila kemampuan menulis digraf ini tidak dilakukan perbaikan maka siswa akan mengalami kesulitan dalam menulis selanjutnya. Kesulitan menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02 tampak dalam hal-hal sebagai berikut : penulisan bentuk. Terkait dengan hal-hal tersebut maka diperlukan suatu penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02. Hal ini diduga terjadi karena pembelajaran guru kurang memperhatikan proses dalam menulis. ukuran dan arah tulisan sesuai dengan yang baku. /sy/. letak.3. dan /ny/ agar : bentuk. TUJUAN Karya ilmiah ini diadakan dengan tujuan sebagai berikut : . tetapi lebih menekankan pada hasil tulisan.

. MANFAAT Diharapkan karya ilmiah ini bermanfaat bagi : 1. Siswa Untuk meningkatkan kemampuan siswa SD khususnya dalam menulis digraf /ng/. /ny/. letak dan arah tulisan yang baku. khususnya menulis digraf dan dapat dijadikan model pembelajaran untuk mengatasi kesulitan mengajarkan menulis dengan materi pelajaran lain. Sekolah Diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan pembelajaran dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis dan pengembangan pengajaran bahasa Indonesia. 2) Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan pendekatan proses menulis dalam pembelajaran menulis digraf. dan /kh/ serta penulisan huruf gabung yang lain 2. Guru Sebagai masukan dalam mengatasi masalah menulis. /sy/.4.1) Meningkatkan kemampuan siswa dalam hal menulis digraf melalui proses menulis dengan harapan tulisan yang dihasilkan sesuai dengan bentuk. khususnya untuk meningkatkan kemampuan menulis digraf. 3. 1.

1. Menulis adalah mengekspresikan pikiran dan perasaan ke dalam lambang-lambang tulisan (Mulyono. 1997 : 77). Menurut Tarigan. Pengertian Kemampuan Menulis Menulis adalah membuat huruf atau angka dengan pensil. gagasan. 1996 : 236). kemampuan penggunaan kosa kata (diksi). lambang tulisan atau bahasa tulis yang digunakan. 1993 : 986). pena.BAB III LANDASAN TEORI 2. Kesemua pengertian menulis tersebut pada dasarnya hamper sama yang ditandai dengan adanya aktivitas. Menurut Akhadiah. pikiran atau perasaan ke dalam lambang kebahasaan bahasa tulis (Rofiuddin. 1999 : 223). menulis adalah melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut (Haryadi. kapur dan sebagainya dengan melahirkan pikiran atau perasaan seperti mengarang dengan tulisan (Depdikbud. kalimat dan komposisi (Rofiuddin. Kemampuan menulis adalah merupakan ketrampilan berbahasa produktif melibatkan aspek penggunaan ejaan. huruf dan angka) dengan menggunakan alat tulis dan dapat dipahami oleh orang lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa menulis adalah kegiatan atau aktivitas mengekspresikan ide atau gagasan ke dalam lambang bahasa tulis (grafis. 1996 : 263). Ejaan . menulis adalah aktifitas mengekspresikan ide gagasan. ide.

3) Mempermudah daya tangkap. bilangan dan tanda baca (Sugihastuti.3. 2. 4) Mengungkapkan perasaan dan. 2003 : 7). 3) Mengungkapkan pikiran. 2000 : 54). 2) Mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Digraf Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang membedakan makna (Sugihastuti. 4) Memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. singkatan akronim. angka. sehingga perlu dimiliki supaya dapat mengatasi kesulitan dalam hal menulis. Fungsi Menulis Menurut Tarigan. 1998 : 22).2. mencatat dan mengerjakan sebagian besar tugas sekolah. 2000 : 53). 2. 2) Memudahkan untuk merasakan dan menikmati hubungan kemanusiaan. Adapun fungsi menulis yang tercakup dalam fungsi mata pelajaran bahasa Indonesia adalah : 1) Mengembangkan kemampuan bernalar. Kemampuan menulis berguna untuk siswa dalam hal menyalin. Biasanya satu fonem dilambangkan dalam . 5) Membina persatuan dan kesatuan bangsa (Tim Penatar Privinsi Jawa Tengah.adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi dalam bentuk tulisan serta penggunaan tanda baca. 5) Menyusun urutan berbagai pengalaman. Ejaan sebagai cara atau aturan menuliskan kata-kata dengan huruf. fungsi utama menulis adalah sebagai alat komunikasi (Subchi. Adapun fungsi menulis itu ada beberapa antara lain : 1) Memudahkan siswa untuk berfikir kreatif.

hanyut (tengah) 3. Contohnya : nyata (awal). Digraf adalah dua huruf yang melambangkan satu bunyi (Rofiuddin. Contohnya : syarat (awal). Adapun contohnya : ngilu (awal). . /kh/. dan /sy/. bangun (tengah) dan senang (akhir). Digraf /kh/ Digraf /kh/ dapat ditulis pada awal kata. dan akhir kata. Penjelasannya sebagai berikut : 1. Digraf /ny/ Digraf /ny/ dapat ditulis pada awal kata dan tengah kata saja. sedangkan diftong adalah fonem yang dilambangkan dengan dua vokal. tarikh (akhir). Dari ketiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa digraf adalah satuan bunyi bahasa yang terdiri dari huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi. Contohnya : khusus (awal.satu huruf. Digraf adalah fonem yang dilambangkan dengan dua konsonan. Digraf /ng/ Digraf /ng/ dapat ditulis pada awal kata. Digraf /sy/ Digraf /sy/ dapat ditulis pada awal kata dan tengah kata. Dalam bahasa Indonesia dikenal ada empat macam digraf. isyarat (tengah). oleh karena jumlah fonem lebih banyak daripada jumlah huruf maka ada fonem yang dilambangkan dua huruf itulah yang dinamakan digraf dan diftong. Digraf adalah gabungan dua huruf yang melambangkan konsonan (Moelyono. 2. 1996 : 74). yaitu : /ng/. /ny/. tengah kata. 4. 1996 : 379). tengah kata dan akhir kata.

2. 2) penulisan digraf. 4) penyuntingan dan 5) publikasi atau pembahasan (Rofiuddin. Menulis digraf melalui proses menulis adalah aktivitas dalam kegiatan mengekspresikan ide atau gagasan ke dalam lambang bahan tulis yaitu gabungan dua konsonan yang melambangkan satu bunyi yang dilakukan dengan mengikuti alur proses menulis dalam tahapan yang berurutan. isi (menulis dan merevisi) dan penutup (publikasi).88 . 4) mengedit. 4) mempublikasikan. 2) menulis. 5) publikasi (Haryadi. 3) revisi (Haryadi. 1996 : 78). 3) revisi. Adapun tahapan yang digunakan sebagai berikut : 1) pra menulis. 1996 : 76-77). 2) menulis. 3) merevisi. 3) merevisi. Jadi proses menulis adalah aktivitas yang dilakukan dengan tahapan yang berurutan dimulai dari pendahuluan (pra menulis). 78-79).I-83 dan no.4. Selanjutnya disebutkan bahwa menurut Akhadiah ada tiga tahapan dalam menulis yaitu : 1) pra menulis. Proses menulis adalah rangkaian aktifitas yang bersifat fleksibel meliputi : 1) pra menulis. Proses Menulis Proses menulis adalah aktivitas yang dilakukan dengan mengikuti alur proses yang terdiri atas tahapan sebagai berikut : 1) pra menulis. Kriteria penulisan digraf yang baik sebagai berikut : 1) Menggunakan pedoman Pedoman yang digunakan adalah tulisan yang baku yaitu tulisan yang sesuai dengan Keputusan Dirjen Dikdasmen Depdikbud no. 024/c/kep. 0521/C2/4. 2) penulisan digraf.

ukuran dan arah tulisan yang benar sesuai dengan pedoman.2) Penempatan yang sesuai Digraf /ng/ dan /kh/ dapat ditulis pada awal. tengah dan akhir kata. 3) Penggunaan digraf Dapat digunakan dalam penulisan digraf secara lepas. sedang digraf /ny/ dan /sy/ tidak dapat ditulis pada akhir kata. kalimat dan paragraph atau karangan. Digraf dalam suku kata. letak. . 4) Memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk. kata.

Bimbingan belajar dilakukan oleh guru kelas masingmasing. penemuan. Bimbingan yang diberikan yaitu bimbingan mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas 1. Hal ini dikarenakan di Sekolah Dasar guru kelas juga bertugas sebagai guru mata pelajaran. dikarenakan guru SD menguasai semua mata pelajaran. 3.2. Bimbingan diberikan secara klasikal. Bimbingan di SDN Bringin 02 Bimbingan di SDN Bringin 02 terdiri dari bermacam-macam bimbingan. dan pemberian tugas.Pd. Langkah-langkah Pelaksanaan Bimbingan Bahasa Indonesia Langkah .1. demonstrasi. Selain guru kelas. kepala sekolah dan orang tua siswa pun turut terlibat dalam bimbingan yang diberikan kepada siswa. tanya jawab. Bimbingan dilakukan dari perencanaan program bimbingan sampai supervise. Dengan penggunaan multi metode diharapkan pembelajaran bahasa Indonesia akan lebih efektif. Dalam hal ini guru SD dikatakan guru paling sepesial diantara guru-guru di jenjang pendidikan lainnya. mengingat banyaknya jumlah siswa kelas 1. Pelaku bimbingan yaitu Ibu Afwah. S.BAB III PAPARAN HASIL 3. Dalam pelaksanaan bimbingan guru menggunakan multi metode. mulai dari bimbingan tingkah laku. selaku guru kelas 1. bimbingan bakat dan bimbingan belajar.langkah pelaksanaan bimbingan yang diberikan oleh . yaitu metode ceramah.

pembimbing yaitu : 1. ukuran dan arah tulisan yang benar sesuai dengan pedoman.3. Pelaksanaan bimbingan Pelaksanaan yaitu : a. 024/c/kep/i-83 dan No. Merencanakan pelaksanaan bimbingan Dalam perencanaan. Memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk. bimbingan guru mengambil beberapa langkah. Penggunaan digraf Dapat digunakan dalam penulisan digraf secara lepas. d. 3.88. Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kebersihan atau adanya . Setelah itu guru mulai menyusun langkah-langkah bimbingan yang akan dilaksanakan. kata. letak. tengah dan akhir kata. Guru menggunakan pedoman yang baku Pedoman yang digunakan adalah tulisan yang baku yaitu tulisan yang sesuai dengan Keputusan Dirjen Dikdasmen Depdikbud No. kalimat dan paragraph atau karangan. Digraf dalam suku kata. b. langkah awal yang dilaksanakan guru adalah mengidentifikasi masalah belajar pada diri siswa. 0521/C2/4. Penempatan yang sesuai Digraf /ng/ dan /kh/ dapat ditulis pada awal. 2. c. sedang digraf /ny/ dan /sy/ tidak dapat ditulis pada akhir kata.

yaitu penilaian terhadap hal-hal berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan siswa pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung. .Peningkatan yang dilakukan oleh siswa dengan cara penilaian proses dan penilaian hasil. Penentuan keberhasilan adalah apabila hasil rata-rata dari penilaian proses dan penilaian hasil menunjukkan adanya peningkatan kriteria dari kurang (k). Setelah dilakukan bimbingan ternyata nilai yang diperoleh siswa meningkat. Supervisi Kegiatan Bimbingan Supervisi dilakukan oleh Kepala Sekolah. Penilaian hasil adalah penilaian yang dilakukan kepada siswa terhadap hasil tulisannya. Beliau bertugas memantau kegiatan bimbingan yang diberikan oleh guru pembimbing. Hal ini berarti bimbingan yang diberikan oleh guru berhasil. 3. dari cukup menjadi baik (B) berdasar keadaan sebelum dengan keadaan setelah dilakukan tindakan atau tidak adanya penurunan kriteria.4. setelah selesai kegiatan belajar mengajar. Penilaian proses adalah penilaian yang dilakukan pada waktu kegiatan berlangsung.

4. Saran Saran-saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil pengamatan dalam upaya pengefektifan pembelajaran menulis digraf melalui proses . Pada hasil pengamatan diperoleh data tentang kesulitan menulis digraf.1. 3.BAB IV PENUTUP 4. metode demonstrasi. dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Bimbingan belajar yang diberikan guru menggunakan lebih dari satu metode belajar bahasa Indonesia. baik bentuk. Kesulitan itu ditunjukkan dengan kesalahan yang dilakukan dalam menulis digraf. arah. letak maupun ukuran tulisan yang tidak sesuai dengan tulisan yang baku. Hasil penulisan proses pembelajaran dan penelitian hasil menulis digraf siswa terteliti yang semula mendapat nilai k (kurang) dan meningkat menjadi B (baik) setelah dilakukan bimbingan. Pendekatan proses menulis dapat meningkatkan kemampuan menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. 2.2. yaitu metode ceramah. metode pemberian tugas. metode tanya jawab. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. 4.

Kepada siswa perlu dibiasakan menggunakan media pembelajaran yang menunjang dalam pembelajaran yang menggunakan proses menulis. 2. Kepada guru-guru SD yang akan meningkatkan kemampuan menulis para siswanya.menulis sebagai berikut : 1. . Pendekatan proses menulis perlu digunakan dalam pembelajaran menulis digraf dan pembelajaran menulis yang lain agar kemampuan menulis siswa dapat meningkat. pendekatan proses menulis merupakan cara yang perlu diperhatikan bagi yang telah memahaminya dan perlu mempelajari bagi yang belum mengetahui. 3.

Meningkatkan Kemampuan Menulis Prosa Deskrips. Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas Tinggi. Jakarta : Balai Pustaka. Semarang : UNNES. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia. Yogyakarta : Proyek Pengembangan PGSD. Sugihastuti. 1996. Yogyakarta : Pustaka Belajar. . Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No.83 tanggal 7 Juli 1983 dan Penegasan Ukuran Tulisan Tangan No. Haryadi. Sabarti. Rofiuddin. Jakarta : Balai Pustaka. Depdikbud. Jakarta : Depdikbud. 1977. 054/C/Kep/I. Depdikbud : Proyek Sekolah Dasar. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. 1993. 1993. Peningkatan Ketrampilan Berbahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 0251/C2/U-88 tanggal 27 Juni 1998. Tim Penatar Provinsi Jateng. Depdikbud : Proyek Pengembangan PGSD. Subchi. 2000. Depdikbud.DAFTAR PUSTAKA Akhadiah. 1996. 2003. Bahasa Laporan Penelitian. Bahan Penataran Siswa Pembinaan Profesional. 1998.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->