Tugas Akhir Ini Disusun Guna Melengkapi Syarat Kelulusan Program Diploma 2

Disusun Oleh : Nama NIM : Erna Kusumawati : 1402204501

PENDIDIKAN GURU KELAS SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006/2007

LEMBAR PENGESAHAN

Tugas Akhir berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menulis Digraf Melalui Proses Menulis Pada Siswa Kelas Satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang”. Setelah dibaca dan diberikan perbaikan dan koreksi seperlunya, Program Diploma II Pendidikan Guru Kelas Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Disyahkan di Semarang Hari :

Tanggal : Semarang, September 2006

Mengetahui : Kepala Sekolah SDN Negeri Bringin 02 Dosen Pembimbing

Sardi, Ma.Pd. M.Pd. NIP. 131 025 048

Masithah, S.Pol. NIM. 130 819 220

Ketua UPP PGKSD Semarang

Drs. Jaino, M.Pd. NIP. 130 875 761

M. ibu pembaca dapat memberikan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan tulisan ini. 2. selaku Ketua Program D2 PGKSD UNNES.. H.. selaku Dekan FIP UNNES. 6. karena dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menulis Digraf Melalui Proses Menulis Pada Siswa Kelas Satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang”.. Drs. Drs. H.Pd. selaku Ketua UPP PGKSD Semarang. M. oleh karena itu penulis berharap bapak.. M. penulis tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat : 1. 4. Akhirnya penulis . Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan Tugas Akhir ini. 3.Pd. Kepala Sekolah. Drs. beserta bapak dan ibu guru SDN Bringin 02.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. selaku Dosen Pembimbing PPL. Adapun kegunaan dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah merupakan kewajiban untuk memenuhi persyaratan studi Program DII PGKSD di FIP UNNES.Pol. Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan. M. Jaino. 5. Sutaryono. Masithah. Pada kesempatan ini.Pd. S..M. Siswanto.

Amin. Semarang. serta masyarakat pada umumnya.berharap semoga tulisan ini dapat berguna dan bermanfaat khususnya bagi almamater kami dan UNNES. September 2006 Penulis .

............................. 3........... 1.....................................................................4...............4............................ 2................... 1................................................................ BAB III PAPARAN HASIL ........................3.................................................... 2..................................... Supervisi Kegiatan Bimbingan .......................................................…......................................................1.................................... Langkah-langkah Pelaksanaan Bimbingan Bahasa Indonesia 3.......... 3.......... 1......................................... BAB I PENDAHULUAN ................................. Manfaat .................................................. KATA PENGANTAR .......... MOTTO.......................2.................. Tujuan .. i ii iii iv v vi 1 1 2 2 3 4 4 5 5 7 9 9 9 9 11 ......................................................................... 2...............................................2.............................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... Proses Menulis ................................................ 1.................................................1........ PERSEMBAHAN ............................ Latar Belakang ................................ Digraf ...................................................................... Fungsi Menulis .................................. DAFTAR ISI ........................... 2.... Rumusan Masalah .............................3......... BAB II LANDASAN TEORI ...............2.....3.......... Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan . Bimbingan di SDN Bringin 02 .4............. Pengertian Kemampuan Menulis .................1................. 3............................................................. HALAMAN PENGESAHAN ................................

............................................. 4........................... DAFTAR PUSTAKA ..................................................2...................... Saran .............................................. Kesimpulan ..... 12 12 12 14 ...................................................................................... 4........................1...........BAB IV PENUTUP .........

Al Inziroh : 6).S. Langkah awal untuk meraih sukses dalam pekerjaan adalah dengan menyukai pekerjaan itu sendiri.MOTTO MOTTO Sesungguhnya sesudah kesulitan itu adalah kemudahan (Q. Ary Syihab) . ing madyo mangun karso. (H. tut wuri handayani (Ki Hajar Dewantoro) Ikan menjadi kuat karena berenang melawan arus. (Krishnamurti) Sukses adalah bisa tidur dan damai di malam hari. (Sir William Oster) Ing ngarso sung tulodho. (Krishnamurti) Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain. manusia menjadi kuat karena mengalami penderitaan. (Krishnamurti) Hidup yang tidak memiliki tujuan jauh lebih menakutkan ketimbang hidup yang tidak mencapai tujuan.R.

Pd. 10. 6. my life. Adikku tersayang. nasihat. 9. Teman-teman 4F dan kampus PGKSD “Vare my friend. . FRIENDSHIP FOREVER BABY !! 8. 3. MALAIKAT KECILKU. Bapak dan ibu yang memberikan do’a. terima kasih telah menemani hari-hariku. 7. Ibu Masithah.. yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan tugas ini. Anakku. thanks for all. 4.PERSEMBAHAN Penulis persembahkan Tugas Akhir ini kepada : 1. Suamiku “Dwi Kristyanto” yang tidak henti-hentinya mencurahkan cinta dan terima kasih temah menjadi PENJAGA HATIKU. “Zahra Naya Ramadhani”. Allah SWT yang senantiasa menyertai langkahku 2. and my future”. My best firend “Yanie and Inggid”. 11. S. Teman-teman “Cathy Cost” untuk kenangan yang pernah kita lalui bersama. 5. yang setia mendampingiku. bimbingan dan arahan serta kasih sayang yang tulus. Pembaca yang budiman. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

1. menulis atau mengarang. sehingga siswa perlu mendapat bekal dasar pengetahuan. 1998 : 23).BAB I PENDAHULUAN 1. berbicara. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) bertujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tertulis. 1996). Khusus anak kelas satu SD diutamakan pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia sederhana melalui membaca. Ketrampilan menulis memegang peranan yang sangat penting. dan menulis. ketrampilan dan sikap yang memadahi untuk melanjutkan pendidikan dan terjun ke masyarakat. Dengan demikian kemampuan menulis harus dimilikinya. imla atau dikte dengan menggunakan tata bahasa Indonesia baku (Tim Penatar Procinsi Jawa Tengah. Kemampuan menulis dibutuhkan siswa dalam mengerjakan sebagian besar tugas sekolah. Pembelajaran bahasa Indonesia mencakup empat aspek ketrampilan yaitu menyimak. LATAR BELAKANG MASALAH Pada abad informasi dan globalisasi ini tuntutan zaman makin lama makin tinggi dan kompleks. karena tanpa memiliki kemampuan menulis sejak dini. siswa akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari (Depdikbud. membaca. sebab mampu menulis sama dengan mampu berbahasa atau . Menulis adalah salah satu aspek ketrampilan yang harus dikuasai dengan baik.

2. 1. letak. /kh/. Hal ini diduga terjadi karena pembelajaran guru kurang memperhatikan proses dalam menulis. 1. RUMUSAN MASALAH Masalah umum karya ilmiah ini adalah. Dan sebaliknya apabila kemampuan menulis digraf ini tidak dilakukan perbaikan maka siswa akan mengalami kesulitan dalam menulis selanjutnya. ukuran dan arah tulisan belum sesuai dengan tulisan yang baku. ukuran dan arah tulisan sesuai dengan yang baku. /sy/.3.tulis. Apabila siswa kelas satu SD sudah mampu menulis digraf dengan proses dan hasil yang benar maka hal itu akan memperlancar siswa dalam menulis huruf gabung yang lain. dan /ny/ agar : bentuk. Terkait dengan hal-hal tersebut maka diperlukan suatu penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02. TUJUAN Karya ilmiah ini diadakan dengan tujuan sebagai berikut : . Kesulitan menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02 tampak dalam hal-hal sebagai berikut : penulisan bentuk. “Bagaimanakah kemampuan menulis digraf siswa kelas satu SDN Bringin 02 dapat ditingkatkan melalui pendekatan proses menulis ?” Adapun rincian masalah yang khusus sebagai berikut : bagaimana teknik penulisan digraf /ng/. letak. tetapi lebih menekankan pada hasil tulisan.

Guru Sebagai masukan dalam mengatasi masalah menulis. Siswa Untuk meningkatkan kemampuan siswa SD khususnya dalam menulis digraf /ng/. 1. letak dan arah tulisan yang baku. dan /kh/ serta penulisan huruf gabung yang lain 2. Sekolah Diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan pembelajaran dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis dan pengembangan pengajaran bahasa Indonesia. . /sy/.1) Meningkatkan kemampuan siswa dalam hal menulis digraf melalui proses menulis dengan harapan tulisan yang dihasilkan sesuai dengan bentuk. khususnya untuk meningkatkan kemampuan menulis digraf. 3. /ny/. MANFAAT Diharapkan karya ilmiah ini bermanfaat bagi : 1. khususnya menulis digraf dan dapat dijadikan model pembelajaran untuk mengatasi kesulitan mengajarkan menulis dengan materi pelajaran lain. 2) Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan pendekatan proses menulis dalam pembelajaran menulis digraf.4.

BAB III LANDASAN TEORI 2. Jadi dapat disimpulkan bahwa menulis adalah kegiatan atau aktivitas mengekspresikan ide atau gagasan ke dalam lambang bahasa tulis (grafis. Menurut Akhadiah. menulis adalah aktifitas mengekspresikan ide gagasan. 1999 : 223). Menulis adalah mengekspresikan pikiran dan perasaan ke dalam lambang-lambang tulisan (Mulyono. gagasan. Kesemua pengertian menulis tersebut pada dasarnya hamper sama yang ditandai dengan adanya aktivitas. menulis adalah melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut (Haryadi. pena. lambang tulisan atau bahasa tulis yang digunakan. Ejaan . 1996 : 263). kalimat dan komposisi (Rofiuddin. 1996 : 236). pikiran atau perasaan ke dalam lambang kebahasaan bahasa tulis (Rofiuddin. ide. Kemampuan menulis adalah merupakan ketrampilan berbahasa produktif melibatkan aspek penggunaan ejaan. Menurut Tarigan. kapur dan sebagainya dengan melahirkan pikiran atau perasaan seperti mengarang dengan tulisan (Depdikbud. 1997 : 77).1. huruf dan angka) dengan menggunakan alat tulis dan dapat dipahami oleh orang lain. 1993 : 986). Pengertian Kemampuan Menulis Menulis adalah membuat huruf atau angka dengan pensil. kemampuan penggunaan kosa kata (diksi).

mencatat dan mengerjakan sebagian besar tugas sekolah. fungsi utama menulis adalah sebagai alat komunikasi (Subchi. Fungsi Menulis Menurut Tarigan. 2) Mengembangkan kemampuan berkomunikasi.2. 2000 : 53). Kemampuan menulis berguna untuk siswa dalam hal menyalin.3. Adapun fungsi menulis yang tercakup dalam fungsi mata pelajaran bahasa Indonesia adalah : 1) Mengembangkan kemampuan bernalar. sehingga perlu dimiliki supaya dapat mengatasi kesulitan dalam hal menulis. 2000 : 54). Adapun fungsi menulis itu ada beberapa antara lain : 1) Memudahkan siswa untuk berfikir kreatif. angka.adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi dalam bentuk tulisan serta penggunaan tanda baca. Biasanya satu fonem dilambangkan dalam . 2. 2) Memudahkan untuk merasakan dan menikmati hubungan kemanusiaan. Ejaan sebagai cara atau aturan menuliskan kata-kata dengan huruf. 5) Menyusun urutan berbagai pengalaman. 4) Memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. 1998 : 22). 2. 4) Mengungkapkan perasaan dan. bilangan dan tanda baca (Sugihastuti. 3) Mengungkapkan pikiran. 5) Membina persatuan dan kesatuan bangsa (Tim Penatar Privinsi Jawa Tengah. 3) Mempermudah daya tangkap. 2003 : 7). singkatan akronim. Digraf Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang membedakan makna (Sugihastuti.

satu huruf. Digraf /ny/ Digraf /ny/ dapat ditulis pada awal kata dan tengah kata saja. Penjelasannya sebagai berikut : 1. sedangkan diftong adalah fonem yang dilambangkan dengan dua vokal. Contohnya : khusus (awal. Digraf /sy/ Digraf /sy/ dapat ditulis pada awal kata dan tengah kata. Digraf adalah gabungan dua huruf yang melambangkan konsonan (Moelyono. tengah kata dan akhir kata. Digraf adalah dua huruf yang melambangkan satu bunyi (Rofiuddin. dan /sy/. isyarat (tengah). bangun (tengah) dan senang (akhir). Contohnya : nyata (awal). tarikh (akhir). 1996 : 379). oleh karena jumlah fonem lebih banyak daripada jumlah huruf maka ada fonem yang dilambangkan dua huruf itulah yang dinamakan digraf dan diftong. Dalam bahasa Indonesia dikenal ada empat macam digraf. 2. Digraf adalah fonem yang dilambangkan dengan dua konsonan. Dari ketiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa digraf adalah satuan bunyi bahasa yang terdiri dari huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi. tengah kata. yaitu : /ng/. /kh/. 4. /ny/. Adapun contohnya : ngilu (awal). hanyut (tengah) 3. Contohnya : syarat (awal). . Digraf /kh/ Digraf /kh/ dapat ditulis pada awal kata. 1996 : 74). Digraf /ng/ Digraf /ng/ dapat ditulis pada awal kata. dan akhir kata.

Proses menulis adalah rangkaian aktifitas yang bersifat fleksibel meliputi : 1) pra menulis. 2) menulis. 0521/C2/4.4.88 . isi (menulis dan merevisi) dan penutup (publikasi). 024/c/kep. 2) penulisan digraf. Adapun tahapan yang digunakan sebagai berikut : 1) pra menulis. 1996 : 76-77).I-83 dan no. 3) merevisi. 78-79). 4) mengedit. 1996 : 78). 4) penyuntingan dan 5) publikasi atau pembahasan (Rofiuddin. 3) merevisi. Menulis digraf melalui proses menulis adalah aktivitas dalam kegiatan mengekspresikan ide atau gagasan ke dalam lambang bahan tulis yaitu gabungan dua konsonan yang melambangkan satu bunyi yang dilakukan dengan mengikuti alur proses menulis dalam tahapan yang berurutan. 3) revisi (Haryadi. Kriteria penulisan digraf yang baik sebagai berikut : 1) Menggunakan pedoman Pedoman yang digunakan adalah tulisan yang baku yaitu tulisan yang sesuai dengan Keputusan Dirjen Dikdasmen Depdikbud no. 5) publikasi (Haryadi. 2) penulisan digraf. Selanjutnya disebutkan bahwa menurut Akhadiah ada tiga tahapan dalam menulis yaitu : 1) pra menulis. Proses Menulis Proses menulis adalah aktivitas yang dilakukan dengan mengikuti alur proses yang terdiri atas tahapan sebagai berikut : 1) pra menulis. 3) revisi.2. Jadi proses menulis adalah aktivitas yang dilakukan dengan tahapan yang berurutan dimulai dari pendahuluan (pra menulis). 2) menulis. 4) mempublikasikan.

tengah dan akhir kata. ukuran dan arah tulisan yang benar sesuai dengan pedoman. kata. kalimat dan paragraph atau karangan. sedang digraf /ny/ dan /sy/ tidak dapat ditulis pada akhir kata. Digraf dalam suku kata.2) Penempatan yang sesuai Digraf /ng/ dan /kh/ dapat ditulis pada awal. letak. . 3) Penggunaan digraf Dapat digunakan dalam penulisan digraf secara lepas. 4) Memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk.

Bimbingan belajar dilakukan oleh guru kelas masingmasing. Langkah-langkah Pelaksanaan Bimbingan Bahasa Indonesia Langkah . Dalam pelaksanaan bimbingan guru menggunakan multi metode. Bimbingan dilakukan dari perencanaan program bimbingan sampai supervise. Selain guru kelas. tanya jawab. Pelaku bimbingan yaitu Ibu Afwah. Hal ini dikarenakan di Sekolah Dasar guru kelas juga bertugas sebagai guru mata pelajaran. mulai dari bimbingan tingkah laku. 3. bimbingan bakat dan bimbingan belajar.1. Bimbingan diberikan secara klasikal. selaku guru kelas 1. dan pemberian tugas. kepala sekolah dan orang tua siswa pun turut terlibat dalam bimbingan yang diberikan kepada siswa. penemuan. Dengan penggunaan multi metode diharapkan pembelajaran bahasa Indonesia akan lebih efektif. mengingat banyaknya jumlah siswa kelas 1. S.langkah pelaksanaan bimbingan yang diberikan oleh . demonstrasi.Pd.2. dikarenakan guru SD menguasai semua mata pelajaran.BAB III PAPARAN HASIL 3. Bimbingan yang diberikan yaitu bimbingan mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas 1. Bimbingan di SDN Bringin 02 Bimbingan di SDN Bringin 02 terdiri dari bermacam-macam bimbingan. yaitu metode ceramah. Dalam hal ini guru SD dikatakan guru paling sepesial diantara guru-guru di jenjang pendidikan lainnya.

ukuran dan arah tulisan yang benar sesuai dengan pedoman.3. Pelaksanaan bimbingan Pelaksanaan yaitu : a. Memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk. letak. langkah awal yang dilaksanakan guru adalah mengidentifikasi masalah belajar pada diri siswa. tengah dan akhir kata. kalimat dan paragraph atau karangan. c. d. Guru menggunakan pedoman yang baku Pedoman yang digunakan adalah tulisan yang baku yaitu tulisan yang sesuai dengan Keputusan Dirjen Dikdasmen Depdikbud No. Penempatan yang sesuai Digraf /ng/ dan /kh/ dapat ditulis pada awal. kata. 3. b. 0521/C2/4. Digraf dalam suku kata.pembimbing yaitu : 1.88. Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kebersihan atau adanya . 2. 024/c/kep/i-83 dan No. Penggunaan digraf Dapat digunakan dalam penulisan digraf secara lepas. sedang digraf /ny/ dan /sy/ tidak dapat ditulis pada akhir kata. Merencanakan pelaksanaan bimbingan Dalam perencanaan. Setelah itu guru mulai menyusun langkah-langkah bimbingan yang akan dilaksanakan. bimbingan guru mengambil beberapa langkah.

dari cukup menjadi baik (B) berdasar keadaan sebelum dengan keadaan setelah dilakukan tindakan atau tidak adanya penurunan kriteria. 3.4.Peningkatan yang dilakukan oleh siswa dengan cara penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses adalah penilaian yang dilakukan pada waktu kegiatan berlangsung. Setelah dilakukan bimbingan ternyata nilai yang diperoleh siswa meningkat. Penilaian hasil adalah penilaian yang dilakukan kepada siswa terhadap hasil tulisannya. yaitu penilaian terhadap hal-hal berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan siswa pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Penentuan keberhasilan adalah apabila hasil rata-rata dari penilaian proses dan penilaian hasil menunjukkan adanya peningkatan kriteria dari kurang (k). setelah selesai kegiatan belajar mengajar. Supervisi Kegiatan Bimbingan Supervisi dilakukan oleh Kepala Sekolah. Beliau bertugas memantau kegiatan bimbingan yang diberikan oleh guru pembimbing. Hal ini berarti bimbingan yang diberikan oleh guru berhasil. .

metode tanya jawab.2. 2. Bimbingan belajar yang diberikan guru menggunakan lebih dari satu metode belajar bahasa Indonesia.1. metode pemberian tugas. Hasil penulisan proses pembelajaran dan penelitian hasil menulis digraf siswa terteliti yang semula mendapat nilai k (kurang) dan meningkat menjadi B (baik) setelah dilakukan bimbingan. Pada hasil pengamatan diperoleh data tentang kesulitan menulis digraf. baik bentuk.BAB IV PENUTUP 4. Kesulitan itu ditunjukkan dengan kesalahan yang dilakukan dalam menulis digraf. 4. metode demonstrasi. Saran Saran-saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil pengamatan dalam upaya pengefektifan pembelajaran menulis digraf melalui proses . Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. 3. letak maupun ukuran tulisan yang tidak sesuai dengan tulisan yang baku. yaitu metode ceramah. 4. arah. Pendekatan proses menulis dapat meningkatkan kemampuan menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.

Pendekatan proses menulis perlu digunakan dalam pembelajaran menulis digraf dan pembelajaran menulis yang lain agar kemampuan menulis siswa dapat meningkat. . pendekatan proses menulis merupakan cara yang perlu diperhatikan bagi yang telah memahaminya dan perlu mempelajari bagi yang belum mengetahui. Kepada guru-guru SD yang akan meningkatkan kemampuan menulis para siswanya. 3.menulis sebagai berikut : 1. Kepada siswa perlu dibiasakan menggunakan media pembelajaran yang menunjang dalam pembelajaran yang menggunakan proses menulis. 2.

Bahan Penataran Siswa Pembinaan Profesional. Jakarta : Balai Pustaka. Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas Tinggi. Jakarta : Balai Pustaka. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Depdikbud. Yogyakarta : Pustaka Belajar. Jakarta : Depdikbud. Bahasa Laporan Penelitian. Yogyakarta : Proyek Pengembangan PGSD. 1993. 1996. 1996. 1998. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia. 054/C/Kep/I. Peningkatan Ketrampilan Berbahasa Indonesia. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Depdikbud : Proyek Sekolah Dasar. Depdikbud : Proyek Pengembangan PGSD. Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 1977. 1993. Jakarta : Erlangga. . Rofiuddin. Meningkatkan Kemampuan Menulis Prosa Deskrips.83 tanggal 7 Juli 1983 dan Penegasan Ukuran Tulisan Tangan No. Semarang : UNNES. 2000.DAFTAR PUSTAKA Akhadiah. Sabarti. Depdikbud. 0251/C2/U-88 tanggal 27 Juni 1998. Subchi. Tim Penatar Provinsi Jateng. Sugihastuti. Haryadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful