LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

PERCOBAAN VI ADSORPSI ZAT WARNA OLEH KARBON AKTIF

NAMA NIM

: DEFI ANGELIN T. : H311 08 259

KELOMPOK/REGU : III/5 HARI/TGL PERCB. : KAMIS/ 21 OKTOBER 2010 ASISTEN : LIANA L. TAUFIQ

LABORATORIUM KIMIA FISIKA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Isoterm adsorpsi adalah hubungan yang menunjukan distribusi adsorben antara fasa teradsorpsi pada permukaan adsorben dengan fasa ruah saat kesetimbangan pada suhu tertentu. Karbon aktif merupakan senyawa karbon amorf dan berpori yang mengandung 85-95% karbon yang dihasilkan dari bahanbahan yang mengandung karbon (batubara, kulit kelapa dan sebagainya) atau dari karbon yang diperlakukan dengan cara khusus baik aktivasi kimia maupun fisika untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Karbon aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume poripori dan luas permukaan. Daya serap karbon aktif sangat besar, yaitu 25- 1000% terhadap berat karbon aktif. Karena hal tersebut maka karbon aktif banyak digunakan oleh kalangan industri. Hampir 60% produksi karbon aktif di dunia ini dimanfaatkan oleh industri-industri gula dan pembersihan minyak dan lemak, kimia, farmasi dan industri tekstil. Dalam satu gram karbon aktif, pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Dalam waktu 60 jam biasanya karbon aktif tersebut manjadi jenuh dan tidak aktif lagi. Oleh karena itu biasanya karbon aktif dikemas dalam kemasan yang kedap udara.

2 Maksud dan Tujuan Percobaan 1. 1. Menentukan model adsorpsi yang sesuai untuk adsorpsi zat warna (metilen biru) oleh karbon aktif. 1. Berdasarkan teori diatas maka dilakukanlah percobaan ini untuk melihat adsorpsi zat warna oleh karbon aktif. Bila reaksi dibalik.3 Prinsip Percobaan Prinsip dari percobaan ini adalah menetukan model adsorpsi yang sesuai untuk adsorpsi zat warna (metilen biru) oleh karbon aktif dengan cara mengukur konsentrasi larutan zat warna (metilen biru) setelah adsorpsi karbon aktif dengan konsentrasi awal yang bervariasi dan pengadukan selama 30 menit melalui .Energi yang dihasilkan seperti ikatan hidrogen dan gaya Van Der Waals menyebabkan bahan yang teradsorpsi berkumpul pada permukaan penjerap.2. 1. molekul yang terjerap akan terus berkumpul pada permukaan karbon aktif sehingga jumlah zat diruas kanan reaksi sama dengan jumlah zat pada ruas kiri. maka proses adsorpsi telah selesai.2 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah 1. Apabila kesetimbangan telah tercapai. Menentukan kapasitas adsorpsi dari adsorpsi zat warna (metilen biru) oleh karbon aktif.2. 2.1 Maksud Percobaan Maksud percobaan ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui adsorpsi zat warna oleh karbon aktif.

.pengukuran absorbansi dan panjang gelombang dengan menggunakan spektronik.

Ada empat tipe persamaan yang digunakan untuk menguraikan penjerapan isoterm yaitu: . dan penutupan terfraksi permukaan. oleh karena itu adsorpsi dapat terjadi antara zat padat dan zat cair.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Gas bebas dan gas teradsorpsi berada dalam keseimbangan dinamika. 2008). zat padat dan gas atau gas dengan zat cair (Sukardjo. Adsorben dapat berupa zat padat maupun zat cair. Absorpsi adalah proses adhesi yang terjadi pada permukaan suatu zat padat atau cair yang berkontak dengan media lainnya. disebut isoterm adsorpsi (Atkins. Pada air buangan proses adsorbsi adalah merupakan gabungan antara adsorbsi secara fisika dan kimia yang sulit dibedakan. Ketergantungan θ pada tekanandan temperatur tertentu. Telah diketahui bahwa beberapa jenis arang dapat menyerap sejumlah tertentu gas atau menyerap zat-zat warna dari larutan. Zat yang diserap disebut fase terserap sedang zat yang menyerap disebut adsorbens. sehingga menghasilkan akumulasi atau bertambahnya konsentrasi molekul – molekul (Anonim. namun tidak akan mempengaruhi analisa pada proses adsorbsi. Peristiwa penyerapan suatu zat pada permukaan zat lain semacam ini disebut adsorpsi. 1984). dimana adsorben adalah merupakan suatu penyerap yang dalam hal ini berupa senyawa karbon. Adsorpsi menggunakan istilah adsorban dan adsorben. 1997). bergantung pada tekanan gas pelapis. sedangkan adsorban adalah merupakan suatu media yang diserap.

Persamaan Gibbs Namun perhitungan penjerapan dari larutan digunakan persamaan Langmuir dan Freundlich karena persamaan BET dan Gibbs berlaku untuk proses penjerapan terhadap gas (Anonim. oleh permukaan zat atau benda penyerap. karena pada absorpsi . Gaya yang berperan dalam adsorpsi tergantung pada sifat dasar kimia permukaan dan struktur spesies teradsorpsi. Adsorpsi secara umum adalah proses penggumpalan subtansi terlarut yang ada dalam larutan. yaitu berhubungan dengan gaya Van der Waals dan merupakan suatu proses bolak – balik apabila daya tarik menarik antara zat terlarut dan adsorben lebih besar daya tarik menarik antara zat terlarut dengan pelarutnya maka zat yang terlarut akan diadsorpsi pada permukaan adsorben. yaitu reaksi yang terjadi antara zat padat dan zat terlarut yang teradsorpsi. yaitu (Anonim.1. 2008): 1. Peristiwa adsorpsi disebabkan oleh gaya tarik molekul-molekul dipermukaan adsorbens. Persamaan BET (Brunauer. Adsorbsi dapat dikelompokkan menjadi dua. 1999). Adsorpsi berbeda dengan absorpsi. Adsorpsi fisik. dimana terjadi suatu ikatan kimia fisika antara subtansi dengan penyerapannya. 2002). Adsorpsi kimia. Emmet dan Teller) 4. Persamaan Freundlich 3. Suatu efek elektrostatik yang dapat dilihat engan jelas juga terlibat dalam adsorpsi ion-ion keatas permukaan zat padat ionik (Day dan Underwood. 2. Persamaan Langmuir 2.

makin kuat diserap oleh adsorbens (Sukardjo. Banyak sistem mengikuti persamaan Freundlich. sekurang-kurangnya jika konsentrasinya tidak terlalu tinggi. Penyerapan bersifat selektif. molaritas. arang merupakan absorbens yang paling banyak digunakan untuk menyerap zat-zat dalam larutan. zat yang satu akan diserap lebih kuat dari zat yang lain. Terlihat bahwa jika n=1. yang diserap hanya zat terlarut bukan pelarut. mirip dengan penyerapan gas oleh zat padat. lebih kuat diserap. misalnya absorpsi air oleh sponge atau uap air oleh CaCl2 anhidrous. persamaan Freundlich direduksi ke bentuk pernyataan kesetimbangan lain seperti hukum Henry atau hukum distribusi Nernst untuk zat terlarut di dalam ekstraksi pelarut. 1984). kita dapat mengambil logaritma dari kedua ruas persamaan Freundlich. menghasilkan log CS = log k + (1/n) log CL . dan untuk CL. Untuk mengevaluasi k dan n. Zat-zat yang dapat menurunkan tegangan muka antara. Satuan yang biasanya dipakai untuk CS adalah milimol zat terlarut per gram adsorben. Dimana CS merupakan konsentrasi zat terlarut yang teradsorpsi pada suatu fasa padat yang berkestimbangan dengan suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut CL. Persamaan Freundlich dapat diberikan dalam bentuk Cs = K CL1/n. Bila dalam larutan ada dua zat atau lebih.zat yang diserap masuk kedalam absorbens. Zat ini banyak dipakai di pabrik untuk menghasilkan zat-zat warna dalam larutan. Penyerapan zat dalam larutan. Makin kompleks zat yang terlarut. Pada adsorpsi zat terlarut oleh zat padat. Isoterm yang menggambarkan suatu keseimbangan adsorpsi biasanya tidak linier. Umumnya n>1 dan karena itu grafik CS vs CL (disebut isotherm adsorpsi). k dan n adalah konstanta.

Persamaan Langmuir berlaku untuk penjerapan lapisan tunggal (monolayer) pada permukaan zat homogen. konsentrasi tidak lagi berpengaruh. 1999): Karbon aktif merupakan senyawa karbon amorf dan berpori yang mengandung 85-95% karbon yang dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon (batubara. Persamaan Freundlich dapat dituliskan sebagai berikut (Anonim. banyaknya zat padat yang dijerap oleh sejumlah tertentu penjerap relatif bertambah cepat dengan bertambahnya konsentrasi. 2002). Jumlah zat yang dapat diserap oleh setiap berat adsorbens. tergantung konsentrasi dari zat terlarut. Namun demikian. Persamaan ini menganggap terjadinya suatu kesetimbangan antara molekul yang dijerap dengan molekul yang masih bebas. hanya untuk temperatur yang ditetapkan saja (Day dan Underwood. kulit kelapa dan sebagainya) atau dari karbon yang diperlakukan dengan cara khusus baik aktivasi kimia maupun fisika untuk . Persamaan Freundlich dan Langmuir juga berlaku untuk larutan. bila adsorbens sudah jenuh. 1984): x/m = K .Konstanta k dan n adalah hanya untuk sistem yang diketahui dan tentu saja. kemudian menjadi lambat jika permukaan penjerap tertutup oleh molekul gas yang terdapat dalam larutan. hanya tekanan gas diganti konsentrasi (Sukardjo. Cb log x/m = log k + b log C C/y = 1/a + C/b. Persamaan Langmuir dapat dituliskan sebagai berikut: Menurut Freundlich.

Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Karena hal tersebut maka karbon aktif banyak digunakan oleh kalangan industri.1000% terhadap berat karbon aktif. Jadi spektrofotometer digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan. sel pengabsorpsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorpsi antara sampel ataupun pembanding (Khopkar. pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2. 2008). tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan.0000001 mm. Daya serap karbon aktif sangat besar. Langmuir Isotherm: Langmuir (Langmuir 1918) proposed a theory to describe the adsorption of gas molecules onto metal surfaces. direfleksikan atau diemisikan. Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer.mendapatkan permukaan yang lebih luas. 1990).01-0. Dalam waktu 60 jam biasanya karbon aktif tersebut manjadi jenuh dan tidak aktif lagi. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang kontinu. yaitu 25. Karbon aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif. monokromator. Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi. sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0. Dalam satu gram karbon aktif. Oleh karena itu biasanya karbon aktif dikemas dalam kemasan yang kedap udara (Admin. Langmuir’s model of adsorption depends on the assumption that intermolecular forces decrease rapidly with distance and consequently predicts the existence of monolayer .

Hence. dkk. Ce is aqueous phase sorbate concentration at equilibrium (mmol/L). the empirical equation can be written: qe = KF. The saturated or monolayer (as Ct ) capacity can be represented by the expression: qe = KL. 2010). This isotherm is another form of the Langmuir approach for adsorption on an “amorphous” surface. Q0. When n=1/n.Ce where qe is solid phase sorbate concentration at equilibrium (mmol/g). Freundlich Isotherm: The Freundlich (Freundlich 1906) equation is an empirical equation employed to describe heterogeneous systems. 2010). Ce1/n where qe is solid phase sorbate concentration in equilibrium (mmol/g). It describes reversible adsorption and is not restricted to the formation of the monolayer (Chan. the Freundlich equation reduces to Henry’s Law. The Freundlich isotherm is derived by assuming an exponential decay energy distribution function inserted in to the Langmuir equation.. KL is Langmuir isotherm constant (L/g). Ce is liquid phase sorbate concentration in equilibrium (mmol/L). The Langmuir equation is applicable to homogeneous sorption where the sorption of each sorbate molecule onto the surface has equal sorption activation energy (Chan.. The amount adsorbed material is the summation of adsorption on all sites. dkk. . aL is Langmuir isotherm constant (L/mmol) and KL/aL gives the theoretical monolayer saturation capacity. in which it is characterized by the heterogeneity factor 1/n. KF is Freundlich constant (L/mg1-1/n/g) and 1/n is the heterogeneity factor.coverage of the adsorbate at the outer surface of the adsorbent.Ce 1+aL.

2010). di mana ia dicirikan oleh faktor heterogenitas 1/n. aL Langmuir isoterm konstan (L/mmol) dan KL /AL memberikan saturasi kapasitas monolayer teoritis. . KF adalah Freundlich konstan (L/mg1-1/n/g) dan 1/n adalah faktor heterogenitas. Ce adalah fase konsentrasi sorbat air pada kesetimbangan (mmol/L). KL adalah konstanta isoterm Langmuir (L/g). Ketika n = 1/n. Monolayer jenuh (seperti Ct) kapasitas dapat ditentukan dengan persamaan: qe = KL. Q0. persamaan empiris dapat ditulis: qe = KF. Jumlah material terserap merupakan penjumlahan adsorpsi.. Oleh karena itu.Isoterm Langmuir: Langmuir (Langmuir 1918) mengusulkan teori untuk menjelaskan adsorpsi molekul gas ke permukaan logam. Isoterm Freundlich: Persamaan Freundlich (Freundlich 1906) merupakan persamaan empiris digunakan untuk menjelaskan sistem heterogen. Ce1/n dimana qe. Persamaan Langmuir berlaku untuk penyerapan homogen di mana serapan dari masing-masing molekul sorbat ke permukaan memiliki penyerapan energi aktivasi yang sama (Chan. dkk.Ce 1+aL. Ce adalah konsentrasi sorbat fase cair dalam kesetimbangan (mmol/L). akibatnya menimbulkan adanya cakupan adsorbansi monolayer pada luar permukaan adsorben. konsentrasi sorbat fase padat dalam kesetimbangan (mmol/g). persamaan Freundlich menggeser hukum Henry. isoterm Ini merupakan bentuk lain dari pendekatan Langmuir untuk adsorpsi pada permukaan yang tak berbentuk. Model adsorpsi Langmuir tergantung pada asumsi bahwa gaya antarmolekul menurun cepat dengan jarak.Ce dimana qe merupakan konsentrasi sorbat fase padat pada kesetimbangan (mmol / g).

Isoterm Freundlich diperoleh dengan mengasumsikan suatu energi peluruhan fungsi distribusi eksponensial yang dimasukkan kedalam persamaan Langmuir.. . Hal ini menggambarkan adsorpsi reversibel dan tidak terbatas hanya pada pembentukan monolayer (Chan. 2010). dkk.

biuret 25 mL. kertas saring dan aluminium foil. aquadest. magnetik stirer.5. Kemudian diencerkan lagi larutan zat warna (metilen biru) 10 ppm sebanyak 50 mL kedalam 5 buah labu ukur 50 mL dengan konsentrasi 0. 1. 15.BAB III METODE PERCOBAAN 3. section. labu ukur 50 mL dan 100 mL. Disiapkan 5 buah Erlenmeyer yang bersih dan kering dan masing-masing erlenmeyer diisi dengan magnetik stirer dan 1 gram karbon aktif dan erlenmeyer ditutup dengan menggunakan aluminium foil.3 Prosedur Kerja Ditimbang 1 gram karbon aktif sebanyak 5 kali dan dibungkus dengan aluminium foil. karbon aktif. spektronik 20D+. stopwatch. 3. Kemudian secara bersamaan . gelas kimia 50 mL. 10. pipet tetes.1 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu larutan warna (metilen biru 10 ppm dan 100 ppm). statif + klem. kuvet. Kemudian diencerkan sebanyak 100 mL larutan zat warna (metilen biru) 100 ppm ke dalam tiap labu ukur 100 mL dengan konsentrasi 5. tissue roll. 3. sendok tanduk dan sikat tabung. 2 dan 4 ppm sebagai larutan standar. penyaring Buchner.2 Alat Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain labu Erlenmeyer 250 mL.20 dan 25 ppm sebagai larutan sampel.

larutan disaring dengan menggunakan penyaring Buchner dan section serta pompa listrik.masing-masing larutan sampel dimasukkan kedalam 5 buah erlenmeyer dan stopwatch dihidupkan pada saat larutan sampel di tuang kedalam erlenmeyer. Setelah itu. Setelah itu. Kemudian larutan standar yang telah dibuat dan filtrat yang dihasilkan diukur adsorbansinya pada panjang gelombang maksimum (λ=590 nm). . Sebagai blanko digunakan air. secara bersamaan magnetik stirer dinyalakan dan dibiarkan larutan teraduk selama 30 menit.

yaitu nilai kapasitas adsorpsi dan model adsorpsi yang sesuai untuk adsorpsi zat warna (metilen biru) oleh karbon aktif.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada percobaan ini ada beberapa hal yang akan ditentukan. 10 ppm. erlenmeyer ditutup dengan menggunakan aluminium foil bertujuan agar larutan tidak terkontaminasi dengan yang ada disekitarnya. kemudian larutan mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap pada larutan yang memiliki . Digunakan magnetik stirer agar distribusi larutan merata diseluruh larutan. Setelah itu dengan segera masing-masing karbon aktif dimasukkan kedalam erlenmeyer. 20 ppm. dilakukan reaksi adsorpsi zat warna oleh karbon aktif dengan menggunakan bahan dasar metilen biru. 15 ppm. selain karbon aktif beberapa contoh adsorben yang umum yang digunakan yaitu silika gel (SiO2). Pada percobaan ini. Sambil larutan dinaikkan diatas magnetik stirer an dibiarkan diaduk selama 30 menit. tapi pada percobaan ini digunakan kabon aktif sebagai adsorben karena karbon aktif baik untuk menyerap metilen biru. Setelah itu. alumina. Setelah itu masing-masing larutan sampel dituang kedalam erlenmeyer secara bersamaan dan stopwatch juga dinyalakan. Proses pada percobaan ini dimulai dengan menimbang 1 gr karbon aktif sebanyak lima kali dan dibungkus dengan aluminium foil. zeolit dan penyaring molekul. dan 25 ppm sebagai larutan sampel. Kemudian mengencerkan larutan metilen biru 100 ppm menjadi 100 mL dengan konsentrasi 5 ppm.

652 0. Data pengukuran absornsi dari larutan sampel dapat dilihat pada tabel di bawah: Data Absorbansi Metilen Biru Setelah Adsorpsi pada panjang gelombang 590 nm Massa adsorben 1 gr 1 gr 1 gr 1 gr 1 gr Konsentrasi awal (ppm) 5 10 15 20 25 Absorbansi 0. dilakukan pula pengukuran absorbansi dari larutan standar dengan menggunakan spektronik 20 D+ pada panjang gelombang 590 nm.865 Setelah itu. tetapi pada larutan yang memiliki konsentrasi 10 ppm agak lebih biru dibandingkan dengan yang lain karena konsentrasi larutannya lebih besar dan lebih pekat. dapat dibuat kurva kalibrasi konsentrasi (x) vs Absorbansi (y) sebagai berikut: . kemudian larutan disaring dengan menggunakan kertas saring Whatman dan menggunakan corong buchner. Setelah larutan dinaikkan diatas magnetik stirer selama 30 menit larutan didiamkan selama beberapa menit bertujuan agar karbon aktifnya mengendap kebawah. datanya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Konsentrasi (ppm) 0.265 0.696 0.5 1 2 4 Absorbansi 0.konsentrasi lebih rendah.794 Dari data yang diatas.217 0.129 0.570 0.346 0. Kemudian larutan diukur absorbansinya dengan menggunakan spektronik 20 D+ pada panjang gelombang 590 nm.

Dengan mengetahui konsentrasi awal dan konsentrai akhir. x/m 0.8623 ce/qe 1. Larutan yang terdiri dari campuran karbon aktif. metilen biru dan aquadest.3772 qe .5971 . Selain menentukan efektivitas adsorpsi terhadap konsentrasi awal juga untuk menentukan hukum adsorpsi isotermal Langmuir dan isotermal Freundlich.4310 0. maka dapat dihitung nilai untuk efektivitas adsorpsi.6007 1. Hal ini dikarenakan karbon aktif yang memberikan warna pada larutan.Oleh karenanya hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa selang nilai absorbansi yang diperoleh pada larutan standar tidak terlalu jauh bila dibandingkan dengan larutan sampel setelah adsorpsi. Berikut data efektivitas adsorpsi (qe) dan nilai perbandingan Ce dan qe untuk memperoleh kurva isotermal adsorpsi Langmuir dan kurva isotermal adsorpsi Freundlich: Co 5 10 Ce 0. sejalan dengan bertambahnya waktu akan mengalami perubahan warna yang semakin hitam.6899 1. Efektivitas adsorpsi yang diperoleh sebagai fungsi terhadap konsentrasi awal.

3655 -0.0643 .1389 Log x/m. Dari nilai slope dan intersep tersebut dapat digunakan untuk menghitung kapasitas adsorpsi (Q0) dan energi adsorpsi (b).1612 0. Isotermal adsorpsi Freundlich dapat ditentukan dengan hubungan antara log konsentrasi awal (Ce) dan log efektivitas adsorpsi ( qe.0075 3.1993 1.9345 1.9207 mg/g adsorben dan energi adsorpsi (b) sebesar 0.1689 Intersep =1.1423 1.1123 L/mg.2419 4. qe -0.9860 Dari data diatas maka dapat ditentukan kurva isotermal adsorpsi Langmuir (Ce vs Ce/qe) : Slope= 0.5044 Dari kurva isotermal adsorpsi Langmuir maka diperoleh slope sebesar 0.15 20 25 3. x/m): Log Ce -0.5077 1. Berikut ini data log konsentrasi awal (Ce) dan log efektivitas adsorpsi (qe. Dari perhitungan diperoleh nilai untuk kapasitas adsorpsi (Q0) sebesar 5.5044.0858 2. x/m).6758 2.1689 dan intersep sebesar 1.

2203.2238 mg/L.5126 mg/g adsorben dan intensitas adsorpsinya (n) sebesar 1.0.0790 0. Jadi menurut nilai kapasitas yang diperoleh.2203 Dari kurva diatas diperoleh slope sebesar 0.5108 0. Nilai slope dan intersep dari kurva isotermal Freundlich maka dapat dihitung kapasitas adsorpsi (k) dan intensitas adsorpsinya (n).817 1 Intersep= 0.2242 0.5126 mg/g adsorben. . Nilai kapasitas adsorpsi untuk isotermal adsorpsi Langmuir sebesar 5. qe) sebagai berikut: Slope=0.8171 dan intersep sebesar 0. Dari perhitungan diperoleh nilai untuk kapasitas adsorpsi (k) ialah sebesar 1.6172 0. model adsorpsi yang baik digunakan yaitu isotermal adsorpsi Langmuir sebab kapasitas adsorpsinya lebih besar dibandingkan dengan model isotermal adsorpsi Freundlich sehingga dapat terukur dengan baik dengan spektronik.9207 mg/g adsorben dan nilai kapasitas adsorpsi untuk isotermal adsorpsi Freundlich sebesar 1.4782 0.3193 Dari data diatas maka dapat ditentukan kurva isotermal adsorpsi Freundlich ( log Ce vs log x/m.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan .

5126 mg/g adsorben. diakses pada tanggal 22 Oktober 19. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2008.wordpress. Adsorpsi Karbon Aktif(online). sebaiknya digunakan juga adsorben yang lain sehingga dapat dibandingkan antara keduanya.9207 mg/g adsorben dan isoterm adsorpsi Freundlich yaitu 1.com/ 2010/08/28/adsorpsi-karbon-aktif/. 5.23 Wita.Dari percobaan yang telah dilakukan. .2 Saran Saran untuk percobaan ini. dapat disimpulkan bahwa model adsorpsi yang baik digunakan untuk adsorpsi metilen biru oleh karbon aktif adalah isoterm adsorpsi Langmuir dan kapasitas adsorpsi metilen biru oleh karbon aktif dari isoterm adsorpsi Langmuir yaitu 5. http://smk3ae.

diakses pada tanggal 22 Oktober 21. Day. 1997. P. S. Zakir. Bina aksara. Cheung. LEMBAR PENGESAHAN . W.. http://digilib. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. diakses pada tanggal 19 Oktober 2010 pukul 20.ac. J. Bab II Tinjauan Pustaka(online). Yogyakarta. Kimia Fisika Jilid 2. Erlangga. Jakarta. http://archivos. Konsep Dasar Kimia Analitik. dan Fauziah..pdf. A. Taba.. W.pdf. L.. Allen. Erlangga.. Makassar. Analisis Kimia Kuantitatif. dan Mckay.. 2002. S..ubaya.id/ skripsi/farmasi/F_639_1920036/F_639_Bab%20II. M. R. Adsorption Of Basic Dyes By Activated Carbon From Waste Bamboo(online). H. G. S. M. S. Atkins.Anonim.cl/wcce8/offline/techsched/manuscripts %5Cl4iuz8. 1990. 1999. UI-Press.00 wita.. A. Jakarta. Kimia Anorganik.labcontrol.23 wita. 1984. Chan. Sukardjo. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin. dan Underwood. 2009. P. Khopkar. 2010. Jakarta. L.

28 Oktober 2010 Asisten Praktikan .Makassar.

Dimasukkan kedalam 5 buah erlenmeyer Larutan Sampel Masing-masing larutan sampel dimasukkan kedalam erlenmeyer yang berisi karbon aktif secara bersamaan dan stopwatch mulai dinyalakan . Hasil .5.Disaring dengan corong Buchner.Diukur absorbansinya pada panjang gelombang maks 590 nm dengan menggunakan spektronik 20 D+. 1. 15. Dibiarkan diaduk selama 30 menit . 10.(Liana L. Larutan Standar Sebanyak 5 kali .diencerkan menjadi 50 mL ke dalam labu ukur 50 mL dengan konsentrasi 0.Erlenmeyer ditutup dengan aluminium foil dan magnetik stirer dinyalakan. .Taufiq) Bagan Kerja Karbon aktif ` (Defi Angelin Tungriani) Larutan Metilen Biru 100 ppm Larutan Metilen Biru 10 ppm .Ditimbang 1 gr dengan teliti . 20 dan 25 ppm.diencerkan menjadi 100 mL ke dalam labu ukur 100 mL menjadi konsentrasi 5. Larutan sampel hasil saringan . 2 dan 4 ppm.

865 – 0.1422 ppm .6899 ppm • Untuk konsentrasi 10 ppm X2 (Ce) = 0.1877x + 0.217 – 0.1.1877 = 1.0875 0. Perhitungan Konsentrasi Larutan Setelah Absorbansi (Ce) Y = 0.0875 • Untuk konsentrasi 5 ppm X1 (Ce) = 0.0075 ppm • Untuk konsentrasi 20 ppm X4 (Ce) = 0.0875 0.346 – 0.0875 0.1877 = 3.652 – 0.1877 = 4.696 – 0.2419 ppm • Untuk konsentrasi 25 ppm X5 (Ce) = 0.0875 0.1877 = 0.1877 = 3.0875 0.3772 ppm • Untuk konsentrasi 15 ppm X3 (Ce) = 0.

2419) ppm x 0. • Untuk konsentrasi 25 ppm qe5 =(25 – 4.1 L dimana.1 L 1 gram =2.1423) ppm x 0.4310 mg/g adsorben. • Untuk konsentrasi 10 ppm qe2 = (10 – 1.0075) ppm x 0. Co = konsentrasi awal Ce = konsentrasi akhir • Untuk konsentrasi 5 ppm qe1 = (5 . x/m = (Co-Ce)V massa adsorben V = Volume = 0. Perhitungan Kapasitas Adsorpsi dan Energi Adsorpsi Isotermal Langmuir .6899) ppm x 0.0858 mg/g adsorben.1 L 1 gram = 1.3772) ppm x 0. • Untuk konsentrasi 15 ppm qe3 = (15 – 3.0.1 L 1 gram = 1.6758 mg/g adsorben.8623 mg/g adsorben. • Untuk konsentrasi 20 ppm qe4 =(20 – 3.2. 3.1 L 1 gram = 0.1 L 1 gram = 0.1993 mg/g adsorben. Perhitungan Efektivitas Adsorpsi qe .

Dari kurva Ce vs x/m diperoleh: slope = 0.1123 L/mg 4.9207 x 1.1689 Intersep = 1. Intensitas adsorpsi .6569) =1.1) (log 0.8171 dan intersep = -0. Energi adsorpsi (b) b = 1 Q0 x intersep 1 5. Kapasitas adsorpsi K = ln V x log intersep =( ln 0.a.3026) (-0.9207 mg/g adsorben b.1689 = 5. Kapasitas Adsorpsi (Q0) Q0 = 1 Slope Dari kurva Ce vs Ce/qe diperoleh: Slope = 0. Perhitungan Kapasitas Adsorpsi dan Intensitas Adsorpsi dari Isotermal Freundlich.5126 mg/g adsorben b.9071 = = = 0.2203 a.2203) =(-2.5044 1 8.5044 Jadi Q0 = 1 0.

8171 = 1.n = = 1 slope 1 0.2238 mg/L .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful