Struktur Hadis : Sanad, Matan Dan Mukharrij Diposkan oleh Fathur Rahman al-Aziz jam 22:47 Ditulis Oleh: Ahmad

Bukhari Muslim A. Sanad 1. Pengertian Sanad menurut bahasa artinya sandaran atau sesuatu yang dijadikan sebagai sandaran, dikatakan demikian karena suatu hadis bersandar kepadanya . Sedangkan pengertian sanad menurut istilah ilmu hadis, banyak ulama yang mengemukakannya, diantaranya ialah: - As Suyuti dalam bukunya Tadrib ar Rawi, hal 41 , menulis: ِ ََ ْ ِ ْ ِ َ ْ َ ُ َْ ِ ‫الخبار عن طريق المتن‬ “Berita tentang jalan matan” - Mahmud at Tahhan, mengemukakan sanad adalah : ِ ْ َ ْ َ ِ ِ َِ ْ ُ ْ ِ َ ّ ُ َِ ْ ِ ‫سلسلة الرجال الموصلة الى المتن‬ “Mata rantai para perawi hadis yang menghubungkan sampai kepada matan hadis.” Dalam bidang ilmu hadis sanad itu merupakan salah satu neraca yang menimbang shahih atau dhaifnya suatu hadis. Jika para pembawa hadis tersebut orang-orang yang cakap dan cukup persyaratan, yakni adil, taqwa, tidak fasik, menjaga kehormatan diri, dan mempunyai daya ingat yang kuat, sanadnya bersambung dari satu periwayat kepada periwayat lain sampai kepada sumber berita pertama, maka hadisnya dinilai shahih. Begitupun sebaliknya, andaikan salah seorang dalam sanad ada yang fasik atau yang tertuduh dusta atau setiap para pembawa berita dalam mata rantai sanad tidak bertemu langsung (muttashil), maka hadis tersebut dhaif sehingga tidak bisa dijadikan hujjah. 2. Contoh Sanad ‫حدثنا عبد ال بن يوسف قا ل أخبرنا مالك عن ابن شهاب عن محمد بن جبير بن مطعم عن أبيه قال : سصصمعت رسصصول الص صصصلى‬ ‫)ال عليه قرأ فى المغرب الطور. )رواه البخاري‬ Artinya: “memberitakan kepada kami Abdullah bin Yusuf ia berkata; memberitakan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari ayahnya berkata: “aku mendengar Rasulallah SAW membaca surah AthThur pada salat maghrib.” (HR. Al-Bukhori) Dari contoh hadis di atas jika diteliti, maka yang dimaksud dengan sanad adalah dimulai dari haddatsana Abdullah bin Yusuf hingga pada lafadz ‘An biihi qaala, yang menyambungkan kepada Rasulullah SAW. Agar lebih jelas berikut ini diterangkan dalam bentuk denah periwayatan hadits di atas .

Posisi matan dalam sebuah hadis amatlah penting karna dari matan hadis tersebutlah adanya berita dari Nabi atau berita dari sahabat tentang Nabi baik itu tentang syariat atau pun yang lainnya. kekuatan. menampakkan. maka ia tertolak’. ” (Hr. 2. ialah imam Bukhari atau imam Muslim dan begitu seterusnya. Bukhori dan Muslim) Dari contoh hadist diatas yang dimaksud dengan matan hadis ialah lafadz yang dimulai dengan ‫ من أحدث‬hingga lafadz ‫ فهو رد‬atau dengan kata lain yang dimaksud dengan bagian matan dari contoh hadis di atas ialah lafadz ‫من أحدث‬ ‫“ فى أمرنا هذا ما ليس منصصه فهصصو رد‬barang siapa yang mengada-ngadakan sesuatu yang bukan termasuk dalam urusan (agamaku). ‘Aisyah ra. Mukharrij Kata Mukharrij merupakan bentuk Isim Fa’il (bentuk pelaku) dari kata takhrij atau istikhraj dan ikhraj yang dalam bahasa diartikan. . ujarnya: ‘Rasulullah SAW telah bersabda: barang siapa yang mengada-ngadakan sesuatu yang bukan termasuk dalam urusan (agamaku). kesangatan. maka ia tertolak’.namun ada pula yang mengartikan kata matan dengan arti kekerasan. sedangkan arti matan menurut istilah ada banyak pendapat yang dikemukakan para ahli dibidangnya. menyampaikan atau menuliskan kedalam suatu kitab apa-apa yang pernah didengar dan diterimanya dari seseorang (gurunya) . Contoh matan ‫)عن أم المؤمنين عا ئشة رضى ال عنها قالت : قال رسول ال .Menurut Muhammad At Tahhan ‫ما ينتهى اليه السند من الكلم‬ “suatu kalimat tempat berakhirnya sanad” . mengeluarkan dan menarik.. diantaranya: . baik itu berupa perkataan Nabi atau perkataan seorang sahabat tentang Nabi. semisal mukharrij terakhir yang termaksud dalam Shahih Bukhari atau dalam Sahih Muslim. sedangkan menurut istilah mukharrij ialah orang yang mengeluarkan. Pengertian Kata matan menurut bahasa berarti ‫ مصا ارتفصع وصصلب مصن الرض‬yang berarti tanah yang tinggi dan keras.Menurut Ath Thibbi ‫الفاظ الحديث التى تتقوم بها معاني‬ “lafadz hadis yang dengan lafadz itu terbentuk makna” Jadi pada dasarnya sanad itu ialah berupa isi pokok dari sebuah hadis.” C. Matan 1. من أحدث فى أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد. )رواه متفق عليه‬ “warta dari Ummu Al Mukminin.B. Di dalam suatu hadis biasanya disebutkan pada bagian terakhir nama dari orang yang telah mengeluarkan hadis tersebut.

b. untuk memudahkan pemahaman tentang tabaqat al-ruwwah berikut ini akan dipaparkan denah thabaqat al-ruwwah menurut Al-Atsqalani: TABAQAT AL-RUWWAH MENURUT IBNU HAJAR AL-ATSQALANI . Tabi’in senior seperti Sa’id bin Al-Musayyab c. Begitu juga dengan contoh hadis kedua yang telah mengeluarkan hadis tersebut ialah Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. kalau tidak mengetahui apakah tabi’in yang meriwayatkan hadis dari seorang sahabat itu hidup segenerasi atau tidak. Tabi’i Tabi’in pertengahan seperti Ibnu Uyaynah dan Ibnu Ulayyah i. D.menurut Ibnu Hajar Al-Asaqalani. kaum yang serupa atau sebaya. Tabi’i Tabi’in yunior seperti Abu Dawud Ath-Thayalisi dan Asy-Syafi’i j. Tabi’in dekat pertengahan seperti Az-Zuhri dan Qatadah e. Tabi’in yunior seperti Al-A’masy f. Sedangkan menurut istilah tabaqat ialah . Tabi’in yunior tetapi tidak bertemu seorang sahabat seperti Ibnu Juraij g. Selain itu faedahnya juga yaitu untuk mengetahui ke-muttashil-an atau ke-mursal-an suatu hadis. Tabaqat al-Ruwwat Secara bahasa kata tabaqat diartikan. Tabi’in pertengahan seperti Al-Hasan dan Ibnu Sirin d. Murid Tabi’i Tabi’in yunior seperti At-Tirmidzi Di antara faedah mengetahui tabaqat al-ruwwah ini adalah menghindarkan kesamaan antara dua nama atau beberapa nama yang sama atau hampir sama. Murid Tabi’i Tabi’in senior seperti Ahmad bin Hambal k. Tabaqat Al Ruwwah sejak masa sahabat sampai pada akhir periwayatan ada 12 tabaqat yaitu sebagai berikut: a. Tabi’i Tabi’in senior seperti Malik bin Anas dan Sufyan Ats-Tsauri h. Sahabat dengan berbagai tingkatannya. ‫قوم تقاربوا في السن والسناد أوفي ال سناد‬ “Kaum yang berdekatan atau sebaya dalam usia dan dalam isnad atau dalam isnad saja” Tabaqat adalah kelompok beberapa orang yang hidup dalam satu generasi atau satu masa dan dalam periwayatan atau isnad yang sama atau sama dalam periwayatan saja. Murid Tabi’i Tabi’in pertengahan seperti Adz-Dzuhali dan Al-Bukhori l. pada bagian paling akhir hadis tersebut disebutkan nama Al-Bukhari (‫ )رواه البخاري‬yang menunjukkan bahwa beliaulah yang telah mengeluarkan hadis tersebut dan termaktub dalam kitabnya yaitu Shahih Al-Bukhari.Seperti pada contoh hadis yang pertama. Sebab suatu hadis tidak dapat ditentukan sebagai hadis muttasil atau mursal.

Sedangkan pengertian hadits ‘Ali menurut para ahli hadis ialah.E. ‫ما كثر عدد رواته الى الرسول صلى ال عليه وسلم بالنسبة لسند اخر‬ “suatu hadis yang banyak jumlah para perawinya sampai kepada Rasulallah SAW. sedangkan yang dimaksud dengan hadis Nazil ialah hadis yang jumlah periwayatnya lebih banyak. Dibandingkan dengan sanad lain” Sedangkan pengertian hadis Nazil menurut ahli hadis ialah. 2. Macam-Macam Hadis ‘Ali Hadis ‘Ali dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: . tentu yang sanadnya hanya 7 atau 5 itu yang disebut dengan hadis ‘Ali dan hadis yang sanadanya mencapai 9 orang yang disebut dengan hadis Nazil. antonym dari lafadz ‫ = النزول‬rendah dan turun. An-Nazil berasal dari kata An-Nuzul. ‫ما قل عدد رواته الى الرسول صلى ال عليه وسلم بالنسبة لسند اخر‬ “suatu hadis yang sedikit jumlah para perawinya sampai kepada Rasulallah SAW. Hadis ‘Ali dan Nazil 1. Misalnya sanad suatu hadis mencapai 9 orang sementara sanad hadis lainnya hanya 7 atau 5 orang. Pengertian Dari segi bahasa ‘Ali ialah bentuk isim fa’il dari kata ‫ = العلصصو‬sesuatu yang tinggi . Dibandingkan dengan sanad lain” Dari pengertian diatas jelaslah bahwa yang dimaksud dengan hadis ‘Ali ialah hadis yang jumlah perawinya lebih sedikit. Tinggi dan rendah dapat berlaku pada suatu tempat atau pada status dan kedudukan.

Sanad yang di dalamnya ada rawi yang menerima dari seorang Syaikh yang kemudian meninggal. 4) ‘Ali karena lebih dahulu mendengar. Terkadang didapatkan dua isnad yang sama jumlah para perawi dalam sanad. . ‘Ali Nisbi. b) Badal. Tetapi salah satunya telah mendengar sejak 60 tahun yang lalu sementara perawi yang satu lagi telah mendengar sejak 40 tahun yang lalu. yaitu hadis yang dekat atau sedikit jumlah perawinya dalam sanad dengan sesuatu tertentu: 1) Dekat dengna salah seorang Imam Hadis. Dalam hal ini ada beberapa macam: a) Muwafaqah. tetapi salah satu sanad terdapat sebagian perawi yang meninggal terlebih dahulu maka ia di hukumi ‘Ali. jumlah perawi dalam sanad sama. yaitu persamaan jumlah para perawi dalam sanad dari seorang perawi sampai akhir dengan isnad murid salah seorang penghimpun kitab hadis. b. yaitu adanya persamaan jumlah isnad dari seorang perawi sampai akhir dengan isnad salah seorang penghimpun hadis ke dalam buku hadis. e. d) Mushafahah. Sanad pertama ‘Ali karena lebih dahulu mendengar. Sanad yang bilangan rawinya banyak sampai kepada satu kitab hadis yang teranggap d. ‘Ali mutlak. yaitu jika melalui sanad Syaikhnya Syaikh (gurunya guru) salah seorang penghimpun kitab hadis lebih dekat atau lebih sedikit dari pada melalui sanad penghimpun tersebut. yaitu hadis yang lebih dekat para perawinya dalam sanad dengan Rasulullah karena lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan sanad lain pada hadis yang sama. 2) Dekat dengan salah seorang pengarang kitab induk hadis yang dapat dipedomani. Misalnya dua orang perawi samasama mendengar suuatu hadis dari seorang Syaikh. kemudian (belakangan) rawi itu menerima dari rawi lain yang juga mendengar dari Syaikh itu. c) Musawah. 3. b. Dinamakan mushafahah karena pada umumnya kedua belah pihak antara perawi sebuah hadis dengan murid salah seorang penghimpun hadis tersebut berjabat tangan. ‘Ali mutlak ini yang paling tinggi diantara macam-macam ‘Ali apabila memiliki sanad yang shahih. yaitu jika melalui sanad Syaikh (guru) salah seorang penghimpun hadis kedalam kitab hadis lebih dekat atau lebih sedikit dari pada melalui sanad penghimpun tersebut. Sanad yang di dalamnya ada rawi yang mendengar dari seorang Syaikh. Sanad yang bilangan rawinya banyak sampai kepada salah seorang Imam Hadis c. Sanad yang bilangan rawinya banyak sampai kepada Nabi. juga dari rawi lain yang menerima dari Syaikh itu.a. Macam-Macam Nazil Hadis Nazil dibagi menjadi beberapa macam yaitu sebagai berikut: a. 3) ‘Ali karena sebagian perawi meninggal terlebih dahulu.

KESIMPULAN Dalam suatu hadis ada tiga macam yang istilah yaitu sanad (Mata rantai para perawi hadis yang menghubungkan sampai kepada matan hadis). 2002 Majid Khon.Mayoritas ulama menilai hadis ‘Ali lebih utama dari pada hadis Nazil. Ulumul Hadis. Jakarta: Amzah. karena sangat dimungkinkan sedikit kesalahan dibandingkan yang Nazil. IV. Tujuan ulama mutaqaddimin mengetahui Isnad ‘Ali yang dekat dengan Rasulullah.Alma’arif Jumantoro. Fachur. Ikhtisar Mushthalahu’l Hadis. DAFTAR PUSTAKA Rahman. Riwayah Al-Kabir ‘An Ash-Shaghir Yang dimaksud dengan Riwayah al-kabir ‘an ash-shaghir. Totok. karena ia lebih jauh dari kemungkinan-kemungkinan cacat. III. dan isi pokok dari hadis tersebut) serta mukharrij (orang yang mengeluarkan. Contoh Hadis ‫ل يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من نفسه ووالده وولده والناس أجمعين‬ F. Abdul. Bandung: PT. ialah periwayatan hadis dari seorang rawi yang lebih tua usianya atau lebih banyak ilmunya dari rawi yang lebih rendah usianya atau yang lebih sedikit ilmunya yang diperoleh dari seorang guru. menyampaikan atau menuliskan kedalam suatu kitab apa-apa yang pernah didengar dan diterimanya dari seseorang (gurunya)). Jakarta: PT. Kamus Ilmu Hadis. matan (suatu kalimat tempat berakhirnya sanad. 4.Bumi Aksara 2009 .

(5)Muhammad. atau dengan sebutan lain sanad hadits.)رفع الحديث إلى قائله‬Isnad merupakan bentuk atau proses. Musnad Adapun Musnad (‫ )مسند‬adalah materi hadits yang diisnadkan. seandainya tidak ada isnad niscaya orang akan ngomong sembarang. yaitu (1)al-Bukhari. sebagian dari ahli hadits menyatakan bahwa kata isnad bermakna sama dengan kata sanad. baik ِ mempunyai ilmunya maupun tidak kecuali ia mengisnadkan hadits seorang diri. c. (yang) nama-nama perawinya tersusun) Jadi. musnid. Perhatikan contoh sanad berikut ini: ‫البخاري: حدثنا عبد ال بن يوسف قال أخبرنا مالك عن بن شهاب عن محمد بن جبير بن مطعم عن أبيه قال سمعت رسول ال‬ ‫صلى ال عليه وسلم قرأ في المغرب بالطور‬ Dari contoh tersebut yang dimaksud dengan sanad adalah enam nama-nama yang berurutan. yaitu: 1) Kitab yang menghimpun hadits sistem periwayatan masing-masing Shahabat. menurut apa maunya.)معتمد‬Sedangkan definisi terminologisnya ada dua sebagai berikut: (Matarantai orang-orang yang menyampaikan matan) atau (Jalan penghubung matan.Sanad Secara harfiah kata sanad (‫ )سند‬berarti “sandaran”. “pegangan” (mu’tamad = ‫ . Musnid Musnid (‫ )مسند‬adalah orang yang meriwayatkan hadits dengan sanadnya. Sedangkan sanad adalah keadaannya. a. (3)Malik. isnad termasuk bagian dari agama. yakni merupakan jaring periwayatan hadits.[1] b. Berkaitan dengan terma sanad ditemukan terma-terma lain seperti isnad. dan (6)ayahnya (Jubair ibn Muth’im). Dalam َ pengertian istilah. sederet nama-nama yang mengantarkan sebuah hadits itulah yang dinamakan dengan sanad. kata musnad mempunyai tiga makna. (4)ibn Syihab. isnad berarti mengangkat hadits hingga pada orang yang mengucapkannya (‫ . misalnya Musnad Imam Ahmad. Menurut ibn al-Mubarak. (2)‘Abd Allâh. dan musnad . Isnad Dari segi bahasa. . Namun demikian.

dsb.)مخرج‬Menurut para Ahli Hadits. maka hadits yang demikian dinamakan hadits musnad. Makna tersebut juga bisa didatangkan dari kata akhraja (‫ )أخرج‬dengan isim fa’ilnya mukhrij (‫ . Malik.2) Hadits marfu’ yang muttashil sanadnya. atau orang-orang yang telah berhasil menyusun kitab berupa kumpulan hadits. ada dua arti baginya sebagai berikut: ‫المتن هو ما ينتهي إليه السند من الكلم‬ (Matan adalah redaksi (kalam) yang berada pada ujung sanad) ‫المتن هو ألفاظ الحديث التي تتقوم بها المعاني‬ ْ (Matan adalah kata-kata (redaksi) hadits yang dapat dipahami maknanya) Dengan demikian dapat dikatakan bahwa matan adalah redaksi atau teks bagi hadits. Matan Secara harfiah kata matan berasal dari Bahasa Arab matn (‫ )متن‬yang berarti ْ “apa saja yang menonjol dari (permukaan) bumi” (‫. Ahmad. yang dimaksud dengan mukharrij adalah sebagai berikut: ‫المخرج \ المخرج هو الذي يشتغل بجمع الحديث‬ ّ (Mukhrij atau mukharrij: orang yang berperan dalam pengumpulan hadits) Dengan demikian dapat dipahami bahwa apa yang dimaksud dengan mukharrij atau mukhrij adalah perawi hadits (rawi). Mukharrij Makna harfiah kata mukhârrij (‫ )مخرج‬yang berasal dari kata kharraja (‫)خرج‬ ّ ّ adalah “orang yang mengeluarkan”. 3) Bermakna sanad tetapi dalam bentuk Mashdar Mim. Dalam contoh hadits di atas al-Bukhari adalah seorang mukharrij / mukhrij / rawi bagi sebuah hadits. seperti al-Bukhari. Contohnya dapat diperhatikan kembali teks hadits berikut ini: ‫ حدثنا عبد ال بن يوسف قال أخبرنا مالك عن بن شهاب عن محمد بن جبير بن مطعم عن أبيه قال سمعت رسول ال‬e ‫قرأ في‬ ‫)المغرب بالطور )رواه البخاري‬ Dalam contoh tersebut matan haditsnya adalah: ‫ سمعت رسول ال‬e ‫قرأ في المغرب بالطور‬ (Aku mendengar Rasul Allâh saw. . membaca surat al-Thur dalam (shalat) maghrib) 3.[2] 2.)ماصلب وارتفع من الرض‬ Sedangkan dalam pandangan para Ahli Hadits. Muslim.

karena Atsar (dalam ilmu musthalahul hadits) terkadangd i s e b u t s e b a g a i h a d i t s m a u q u f . s e d a n g k a n h a d i t s d i s e b u t s e b a g a i hadits marfu'.Istilah mauquf dan marfu' adalah ditujukan kepada dari mana sumberberita tsb diambil.Maka dapat disimpulkan bahwa :Khabar ( ‫ر‬ ُ  َ َ ‫ل‬ ْ‫ا‬ ) berita yang bisa datang dari siapa saja baik dari nabi sawa t a u s e l a i n n a b i s a w . sedangkan Atsar ( ‫ر‬  ‫ح‬ ‫ح‬ ََ ‫ا‬ ُ َ ) a d a l a h b e r i t a y a n g bersumber selain dari Nabi saw. s e d a n g k a n j i k a d i a m b i l d a r i n a b i s a w m a k a d i s e b u t hadits marfu'. s e d a n g k a n h a d i t s ( ‫ث‬ ُ ‫ي‬ ْ‫د‬ ِ  ‫ح‬‫ح‬‫ل‬ ْ‫ا‬ ) a d a l a h b e r i t a y a n g bersumber dari Nabi saw. Jika diambil dari shahabat nabi saw maka disebuth a d i t s m a u q u f .Perbedaan penyebutan hadits marfu' dengan hadits atau hadits mauquf dengan atsar terjadi dari kebiasaan penyebutan istilah dan berdasarkanpemakaian umum dan khusus .Namun perlu diketahui bahwa pembagian di atas adalah pembagiansecara umum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful