MAKALAH

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
IMAN KEPADA ALLAH S.W.T
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir Pendidikan Agama Islam








OLEH :


EFRITA SARI
2510.051


PTIK-1B







PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
JURUSAN TARBIYAH
STAIN SJECH M. DJAMIL DJAMBEK
BUKITTINGGI
2010/2011

i
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini
dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penulis tidak akan sanggup
menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Iman Kepada Allah.
Makalah ini disusun oleh penulis dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari dalam diri
penulis maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan
dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak lain yang telah membantu
penulis dalam pembuatan makalah ini baik secara moril maupun materil.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penulis mohon untuk saran dan kritiknya.
Terima kasih.


Kubang Putih, 01 Januari 2011


Penulis


ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ................................................................................................................ 1
2. Rumusan Masalah .......................................................................................................... 1
3. Tujuan Penulisan ............................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Iman Kepada Allah ....................................................................................... 2
2. Sifat Wajib Bagi Allah ..................................................................................................... 2
3. Fungsi Iman Kepada Allah .............................................................................................. 9
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan ..................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... 11

1
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Keimanan merupakan hal yang sangat penting. Sebagai orang Islam kita mengenal
rukun iman yang enam. Rukun iman tersebut terdiri Iman kepada Allah, kepada malaikat,
kepada nabi dan rasul, kepada kitab suci, kepada qadha dan qadar dan hari kiamat. Iman
kepada Allah merupakan hal yang pertama yang harus kita imani.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang Iman Kepada Allah secara mendalam.
Dimulai dari pengertian, sifat-sifat wajib Allah dan juga fugsi kita beriman kepada Allah.

2. Rumusan Masalah
a. Pengertian iman kepada Allah
b. Sifat wajib bagi Allah
c. Fungsi iman kepada Allah

3. Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan agar pembaca lebih memahami tentang iman kepada Allah.
Selain itu penulis juga berharap dengan membaca makalah ini, keimanan pembaca terhadap
Allah semakin bertambah.


2
BAB II
PEMBAHASAN


1. Pengertian Iman kepada Allah
Iman menurut bahasa ialah percaya atau membenarkan dengan hati. Iman
kepada Allah artinya percaya dengan yakin dalam hati akan adanya Allah, ditunjukkan
dengana ucapan dan dilaksanakan dengan amal perbuatan. Firman Allah dalam Alqur’an,
Surat An-Nisaa’ ayat 136 :
!¸¸!., _¸¸¦ ¦¡`..¦´, ¦¡`.¸.¦´, ¸<!¸, .¸¸¡.´¸´¸ ¸¸..¸>l¦´¸ _¸¦ _¸. _ls .¸¸¡.´¸ ¸¸..¸÷l¦´¸
_¸¦ _¸.¦ _¸. `_¯,· _.´¸ ¯¸±>, ¸<!¸, .¸«¸.>¸¸.l.´¸ .¸«¸,.´´¸ .¸¸.'¸´¸ ¸,¯¡´,l¦´¸ ¸¸¸>¸¦ .1·
_. ¸.l. ¦.,¸-, ¸¸__¸

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul_Nya dan
kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan
sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada allah, malaikat-malaikat-Nya kitab-kitab-
Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian. Maka sesungguhnya orang itu telah sesat
sejauh-jauh-Nya.

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang beriman adalah orang
yang percaya kepada :
a. Allah
b. Malaikat-malaikat-Nya
c. Rasuil-rasul-Nya
d. Kitab-kitab-Nya
e. Hari akhir
f. Takdir

Sebaliknya, orang yang tidak percaya kepada Allah, malaikat-Nya, rasul-Nya,
kitab-Nya, dan hari akhir disebut orang kafir. Bahkan orang tersebut pasti tersesat
hidupnya di dunia dan di akhirat nanti. Manusia wajib mengabdi dan beriman kepada
allah SWT serta mengetahui sifat-sifat-Nya.

2. Sifat wajib bagi Allah SWT
a) Pengertian Sifat Wajib
Yang dimaksud sifat wajib bagi Allah ialah sifat yang pasti ada dan harus ada
pada Allah untuk selama-lamanya. Allah tidak dapat dilihat dengan mata dan tidak
dapat diraba dengan panca indra kita, sebab akal manusia terbatas.

Nabi Muhammad SAW. bersabda :

Pikirkanlah tentang apa-apa yang telah diciptakan Allah dan janganlah kamu
berpikir tentang zat Allah karena kamu tidak akan dapat mencapainya. (HR. Bukhari
dan Muslim)


3
Tujuan kita mempelajari sifat-sifat Allah yaitu melalui sifat-sifat-Nyalah kita
dapat mengenal Allah SWT.

b) Sifat Wajib bagi Allah
Sifat-sifat wajib itu tidak ada batasnya, karena Allah itu Maha Sempurna dan
jauh dari segala sifat kekurangan. Adapun sifat wajib bagi Allah iti antara lain :
 Wujud berarti ada
 Qidam berarti dahulu
 Baqa berarti kekal
 Mukhalafatu lil hawaditsi berarti berbeda dengan makhluk
 Qiyamuhu binafsihi berarti berdiri sendiri
 Wahdaniyah berarti Maha Esa
 Qudrat berarti berkuasa
 Iradat berarti berkehendak
 Ilmu berarti mengetahui
 Hayat berarti hidup
 Sama’ berarti mendengar
 Bashar berarti melihat
 Kalam berarti berfirman
 Qadiran berarti Mahakuasa
 Muridan berarti Maha Berkehendak
 ‘Aliman berarti Maha Mengetahui
 Hayyan berarti Maha hidup
 Sami’an berarti Maha Mendengar
 Bashiran berarti Maha Melihat
 Mutakaliman berarti Maha Berfirman.

Kedua puluh sifat tersebut terbagi menjadi empat kelompok, seperti berikut :
Pertama : Sifat Nafsiah
1
, yaitu Wujud Allah.
Kedua : Sifat Salbiyah
2
, yaitu sifat Qidam, Baqa, Mukhalafatu lil hawaditsi, Qiyamuhu
binafsihi, dan Wahdaniyah bagi Allah.
Ketiga : Sifat Ma’ani
3
, yaitu sifat Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, dan Kalam
bagi Allah.
Keempat : Sifat Ma’nawiyah
4
, yaitu sifat Qadiran, Muridan, ;Aliman, Hayyan, Sami’an,
bashiran, dan Mutakaliman bagi Allah.

♫ Allah Bersifat Wujud
Salah satu ciri iman kepada Allah ialah mengimani bahwa Allah itu ada (wujud).
Seandainya Allah itu tidak ada, tentu dunia pun tidak ada. Allah lah yang menjadi
pangkal adanya segala yang ada.





1
Sifat Nafsiah yaitu sifat yang tanpa sifat tersebut keberadaan yang disifati menjadi tidak masuk akal.
Sifat nafsiyah ada satu yaitu wujud.
2
Sifat Salbiyah yaitu sifat yang membersihkan sifat yang tidak pantas bagi Allah SWT
3
Sifat Ma’ani yaitu sifat yang pasti ada pada sesuatu yang disifatinya
4
Sifat Ma’nawiyah yaitu sifat-sifat yang mengiringi sifat ma’ani

4
Firman Allah :
«.>´¸ _¸. ,¸,¯¸ .«.¸| ´¡> _,¸.´.l¦ `¸,¸l-l¦ ¸_¸ ¸,´¸ ¸,´¡..´.l¦ ¸_¯¸¸¦´¸ !.´¸ !.¸.,,
¿¸| ¸..´ _,¸.¸·¡¯. ¸_¸
Sebagai rahmat dari Rabbmu, sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar dan
Maha Mengetahui. Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada diantara
keduanya jika kamu orang yang meyakini. (QS. Ad-Dukhaan : 6-7)

♫ Allah bersifat Qidam (Terdahulu)
Qidam berarti dahulu. Jadi, Allah itu Qadimun (zat yang terdahulu), terdahulu
adanya dari dari semua yang maujud
5
. Sebelum dunia ini ada, Allah sudah ada lebih
dahulu, sedangkan dahulunya Allah tidak memakai kata permulaan. Kalau Allah
memakai permulaan, tentu ada benda yang menjadi sebab adanya Allah. Hal itu
mustahil karena Allah menjadi pangkalnyaa dan sebagai penghabisan segala yang ada di
langit dan di bumi. Hal ini sesuai dengan ayat berikut.
´¡> `_¸¸¦ `¸¸>¸¦´¸ `¸¸¸.Ll¦´¸ _¸L!,l¦´¸ ´¡>´¸ ¸_>¸, ¸,`_: ,¸¸l. ¸_¸

Dialah yang permulaan dan yang penghabisan. (QS. Al-Hadiid: 3)

♫ Allah Bersifat Baqa (Kekal)
Baqa berarti kekal. Allah itu Baqin, yakni zat yang kekal, tidak akan musnah dan
rusak.

Firman Allah :
_.¯,,´¸ «>´¸ ,¸,´¸ ¸: ¸_.l>'¦ ¸,¦¸´¸¸¦´¸ ¸__¸
Dan kekallah zat Tuhanmu yang Maha agung dan Maha mulia. (QS. Ar-
Rahmaan: 27)

♫ Allah Bersifat Mukhalafatu lil hawaditsi ( Berbeda dengan Makhluk-Nya)
Allah berbeda dengan semua makhluk. Tidak ada satu makhluk pun yang
menyamai atau menyerupai Tuhan, baik dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya.

Firman Allah :
¸¯¡· ¿¯¡s¯¸¸· ¸¦ ¿¡1`., ¸¸¸¸
Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. (QS. Asy-Syuura: 11)

♫ Allah bersifat Qiyamuhu binafsihi (Berdiri Sendiri)
Allah adalah Pencipta Alam, dengan segala isinya. Ini berarti bahwa dalam
penciptaan alam tersebut tidak ada yang membantunya. Allah lah yang menjadikan

5
Maujud yaitu benar-benar ada; nyata

5
sesuatu. Memang tidak ada sesuatupun yang dapat membantu Allah, tak ada sesuatu
makhluk yang dapat menolong Allah sebab Allah Maha Kuasa dan Maha Perkasa, sedang
segalasesuatu selain allah aadalah makhluk yang mustahil menolong penciptanya.

Firman Allah:
´<¦ ¸ «.l¸| ¸¸| ´¡> ¯_>l¦ `¸¡¯,1l¦ ¸ .:.>!. «´.¸. ¸´¸ ¸¯¡. .«l !. _¸· ¸,´¡..´.l¦ !.´¸ _¸·
¸_¯¸¸¦ _. ¦: _¸¦ _±:¸ .:..¸s ¸¸| .¸«¸.:¸|¸, `¡l-, !. _,, `¸¸¸,¸.,¦ !.´¸ ¯¡¸±l>
¸´¸ ¿¡L,¸>`, ¸,`_:¸, _¸. .¸«¸.l¸s ¸¸| !.¸, ´,!: _¸.´¸ «¯,¸.¯¸´ ¸,´¡..´.l¦ ´_¯¸¸¦´¸ ¸´¸
.::¡:, !´,¸´L±¸> ´¡>´¸ ¯_¸l-l¦ `¸,¸L-l¦ ¸___¸
Allah tidak ada tuhan selain Dia, zat yang hidup dan berdiri sendiri. (QS. Al-
Baqarah: 255)

♫ Allah bersifat Wahdaniyah (Maha Esa)
Agama Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu Esa, lawannya terbilang yaitu
lebih dari satu, baik zat-Nya, sifat-Nya maupun perbuatan-Nya.
Esa dalam zat-Nya ialah bahwa zat atau substansi Allah itu tidak tersusun dari
beberaapa bagian, tidak terdiri dari beberapa unsur atau elemen dan tidak dpat dibagi
atau diukur.
Allah SWT adalah Zat yang mutlak, tidak dapat disamakan dengan apapun, tidak
mungkin dilihat dengan mata, tidak dapat diraba dengan tangan, tidak dapat diketahui
dengan panca indra manusia, juga tidak dapat diukur dengan alat apapun juga, karena
Dia lain sekali dengan apapun yang ada.

Firman Allah SWT :
¯_· ´¡> ´<¦ .>¦ ¸¸¸ ´<¦ ..¯.l¦ ¸_¸ ¯¡l ¸, ¯¡l´¸ .l¡`, ¸_¸ ¯¡l´¸ _>, .` ¦´¡±é
´.>¦ ¸_¸
(1) Katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
(2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
(3) Dia tidak beranak dan tiada pula adiperanakkan
(4) Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
(QS. Al-Ikhlas 1-4)

♫ Allah Bersifat Qudrat (Berkuasa)
Qudrat artinya kekuasaan yang penuh dan mutlak. Kekuasaan allah tidak hanya
dalam hal membuat dan menghidupkan saja, melainkan juga berkuasa meniadakan atau
menghilangkan (mematikan). Dalam melaksanakan kekuasaan-Nya itu tidak ada satu
pun yanfg dapat memaksa, melarang atau menghalangi. Allah Maka Kuasa, tidak lemah
sedikitpun dalam melaksanakan sesuatu.




6
Firman Allah :
:l>, _¸¸l¦ ¸L>´ ¯¡>¸..¯,¦ !.l´ ´,!.¦ ¡¸l ¦¯¡:. ¸«,¸· ¦:¸|´¸ ´¡lL¦ ¯¡¸¸¯,l. ¦¡`.!· ¯¡l´¸
´,!: ´<¦ ¸> ¯¡¸¸¸-..¸, ¯¡¸>¸¸..¯,¦´¸ ´_¸| ´<¦ _ls ¸_´ ¸,`_: "¸,¸.· ¸_¸¸
Sesungguhnya Allah itu berkuasa atas segala sesuatu (QS. Al-Baaqarah: 20).

♫ Allah Bersifat Iradat (Berkehendak)
Sifat Qudrat sangat erat hubungannya dengan sifat Iradat. Segala yang telah dan
akan dijadikan oleh Allah adalah karena kehendak (Iradat) Allah sendiri. Tidak ada yang
mencampuri atau yang mempengaruhinya.
Sesuatu yang tidak dikehendaki oleh Allah tidak akan terjadi. Apabila Allah
menghendaki sesuatu, cukup hanya berkata Jadilah, maka terjadilah sesuatu yang
dikehendakinya itu.

Allah SWT berfirman :
!..¸| .:`¸.¦ ¦:¸| :¦´¸¦ !:,: ¿¦ _¡1, .«l _´ `¿¡>´,· ¸__¸
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata
kepadanya “Jadilah!” maka terjadilah ia. (QS. Yasin : 82)

♫ Allah Bersifat Ilmu (Mengetahui)
Ilmu Allah tidak ada batasnya, karena Allah yang menjadikan alam semesta ini,
sehingga Allah mengetahui segala sesuatu baik nyata maupun yang tidak nyata.

Firman Allah :
.¡l:`.¸´¸ ¸_s ¸_¸´¸l¦ ¸_· _¸´¸l¦ _¸. ¸¸.¦ _¸¸´¸ !.´¸ ¸.¸¸.¸¦ ´_¸. ¸¸l¸-l¦ ¸¸| ¸,¸l· ¸__¸
Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. (QS. Al-Isra : 85)

♫ Allah Bersifat Hayat (Hidup)
Kehidupan Allah adalah sempurna dalam arti Dia hidup untuk selama-lamanya
(hidup yang sempurna), tidak seperti hidupnyaa manusia, hewan dan tumbuh-
tumbuhan, serta benda lain yang mengalami kebinasaan. Hidup yang menjadi sifat Allah
tidak sama dengan semua makhluk, Allah Maha Hidup dlam hidup yang sempurna. Dia
tidak mati dan dia kekal.

Firman Allah SWT :
´¡> >l¦ ¸ «.l¸| ¸¸| ´¡> :¡`s:!· _,¸.¸l>: ` _¸¸¦ ..>'¦ ¸< ¸,´¸ _,¸.l.-l¦ ¸__¸
Dialah yang hidup kekal, tiada Tuhan melainkan Dia, maka sembahlah Dia
dengan memurnikana ibadah kepadaNya. (QS. Al- Mu;min : 65)

♫ Allah Bersifat Sama’ (Mendengar)
Mendengar disini maksudnya yaitu mendengar apa saja, tanpa terkecuali. Hanya
saja, pendengaran Allah tidak sama dengan pendengaran makhluk.


7
Firman allah :
:¸| ¡..¦ ¸:´¸.`-l!¸, !´,.´.l¦ ¡>´¸ ¸:´¸.`-l!¸, _´¡`.1l¦ ´¸é¯¸l¦´¸ _±`.¦ ¯¡÷.¸. ¯¡l´¸
`¸..s¦´¡. `¸.±l.>¸ _¸· ¸..-,¸.l¦ _¸>.l´¸ ´_¸.1´,¸l ´<¦ ¦´¸¯.¦ _lé ¸¡`-±. ¸l¸´,¸l
_. l> _s ¸«.¸¯,, _´¸`>,´¸ _. - _s ¸«.¸¯,, ´_¸|´¸ ´<¦ _,¸..l '¸,¸l. ¸__¸

Dan sesungguhnya Allah itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. (QS. Al-
Anfaal: 42)

♫ Allah Bersifat Bashar (Melihat)
Allah itu Bashirun, yakni zat Yang Maha Melihat. Segala yang wujud dimana pun
dan dalam keadaan bagaimanapun selalu dilihat oleh Allah. Penglihatan Allah tidak ada
batasnya mengenai hal apa saja, baik benda kasar maupun benda halus.
Firman Allah :
¿¸| ´<¦ `¸l-, ¸,s ¸,´¡..´.l¦ ¸_¯¸¸¦´¸ ´<¦´¸ ´¸,¸., !.¸, ¿¡l.-. ¸¸_¸
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumu. Dan Allah
melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hujurat : 18)

♫ Allah Bersifat Kalam (Berfirman)
Kalam berarti berfirman. Jadi Allah itu Mutakallimun, yakni zat Yang Maha
Berfirman. Firman Allah itu tidak seperti firman makhluk, baik dalam cara maupun
ucapannya.
Kita mempercayai bahwa allah itu berfirman karena hal itu disebutkan dalam
Alqur’an :
¸.'¸´¸ .· ¯¡¸..`..· ,ls _¸. `_¯,· ¸.'¸´¸ ¯¡l ¯¡¸`.´.1. ,ls ´¡l´´¸ ´<¦
_.¡`. !.,¸l÷. ¸¸__¸
Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (QS. An-Nisaa’: 164)

c) Sifat Mustahil bagi Allah SWT
Mustahil berarti sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Sifat mustahil bagi Allah
adalah segala sifat yang berlwanan dengana sifat wajib bagi Allah. Sifat mustahil bagi
Allah ada dua puluh.
Adam = tidak ada
Hadust = baru
Fana = rusak
Mumatsalah lil hawaditsi = serupa dengan makhluk
Ihtiyyaj lilghairihi = membutuhkan yang lain
Ta’addudun = banyak
‘Ajzun = lemah
Karahah = terpaksa
Jahlun = bodoh
Mautun = mati

8
Shamamun = tuli
Umyun = buta
Bukmun = bisu
‘Ajizan = yang maha lemah
Mukrahan = yang maha terpaksa
Jahilan = yang maha bodoh
Mayyitan = yang maha mati
Ashamma = yang maha tuli
A’maa = yang maha buta
Abkama = yamg maha bisu

d) Sifat Jaiz Bagi Allah SWT
Jaiz
6
berarti sesuatu yang mungkin terjadi dan mungkin tidak terjadi. Adapun
sifat jaiz bagiallah hanya satu, yaitu Allah berbuat sesuatu atau meninggalkannya.

e) Asmaul Husna
Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik dan merupakan sifat-sifat Allah
SWT. Nama-nama yang baik dan merupakan sifat Allah SWT banyak kita jumpai
dalam Alquran.

Firman Allah dalam QS. Al-A’raaf : 180
¸<´¸ ',!.-¸¦ _.`.>'¦ :¡`s:!· !¸¸, ¦¸'¸:´¸ _¸¸¦ _¸.¸>l`, _¸· .¸«¸¸..`.¦ ¿¸¸>`,. !.
¦¡.l´ ¿¡l.-, ¸¸_¸¸
Hanya milik Allah asmaul husna maka bermohonlah kepada-Nya dengana
menyebut asmaul husna itu dan tinggalknalah orang-orang yang menyimpang dari
kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat
balasan terhadapa apa yang telah mereka kerjakan.

Kemudian dalam sabda Nabi sebagai berikut:

Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus
kurang satu, barang siapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (HR. Bukhari dan
Muslim)

Diantara nama-nama Allah SWT tersebut adalah sebagai berikut:
 Al-Aziz (Maha Perkasa)
Allah SWT disebut Al-Aziz yang artinya Maha Perkasa. Keperkasaan-Nya
tidak dapat diukur atau disamakan dengan keperkasaan manusia.
 Al-Wahhab (Pemberi)
Allah memberikan nasib baik dan buruk, kebahagiaan dan kecelakaan, atau
kaya dan miskin kepada manusia. Manusia tidak dapat menolak pemberian-
Nya dan tidak dapat mengambil apa yang tidak diberikan-Nya. manusia
diberi kebebasan untuk berusaha dan berencana, tetapi semua itu
tergantung pada pemberian Allah.
 Al-Fattah (Maha Pemberi Keputusan)

6
Sifat Jaiz Harus bagi Allah memperbuatkan sesuatu yang harus ada atau tiada atau meninggalkannya

9
Manusia diciptakan selain sebagai khalifah di muka bumi juga berkewajiban
untuk mengajak berbuat kebaikan, amar ma’ruf nahi munkar. Ini bertujuan
agar hidupnya di dunia tidak sia-sia, karena semua yang dilakukan manusia
di dunia pada nantinya akan dipertanggung jawabkan di saat Allah
mengumpulkan kita di Padang Mahsyar.
Firman allah :
¯_· _.>´ !´..¸, !.,´¸ ¯¸. _.±, !´..¸, ¸´_>l!¸, ´¡>´¸ _!`.±l¦ `¸,¸l-l¦ ¸__¸
Katakanlah : “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia
memberi keputusan di antara kita dengna benar dan Dialah Maha Pemberi
Keputusan lagi Maha Mengetahui. (QS. Saba’ : 26)
 Al-Qawiyyu (Maha berdiri sendiri)
Maksudnya Allah Maha Kuat, kekuatan yang tanpa kelemahan.
Firman Allah:
¸l¦ ¸¸¸ ´<¦ ¸ «.l¸| ¸¸| ´¡> ¯_>l¦ `¸¡¯,1l¦ ¸_¸
(1) Alif laam miim
(2) Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi senantiasa
berdiri sendiri. (QS. Ali-Imran : 1-2)
 Al-Hadi (Maha Pemberi Petunjuk)
Firman allah :
,.¸| ¸ _¸.¯¸: _. ¸¯,,>¦ ´_¸>.l´¸ ´<¦ _¸.¯¸´¸ _. ',!:¸ ´¡>´¸ `¡l.¦ _¸¸..¸.l!¸, ¸__¸
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang
kamu kasihi, tetapi allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-
Nya. (QS. Al-Qashash : 56)

Ayat tersebut menegaskan bahwa hanya Allah saja yang dapat memberi
petunjuk karena ia yang lebih mengetahui orang yang patut mendapat
petunjuk itu.

3. Fungsi Iman Kepada Allah SWT
Apabila seseorang telah meyakini adanya allah SWT dan memfungsikan imannya
dalam amal perbuatannya serta menempatkan Allah dan segala perintahnya di atas
segala-galanya, maka kehidupan manusia itu di dunia kan memperoleh pegangan hidup
yang kokoh. Ia tidak mudah terjerumus ke dalam kesesatan. Ia juga tidak mudah putus
asa. Selanjutnya ia kan memiliki akhlak yang mulia, karena ia selalu berpegang kepada
petunjuk Allah yang senantiasa menyuruh berbuat baik.
Orang yang memfungsikan iman kepada Allah dalam hidupnya akan memiliki
kepribadian sebagai berikut:
- menyadari kelemahan dirinya di hadapan Allah Yang maha Besar, sehingga ia tidak
mau berbuat dan bersikap sombong atau takabur serta menghina orang lain.
- Menyadari bahwa segala yang ia nikmati dalam kehidupan ini berasal dari Allah .
hal ini menyebabkan ia senantiasa bersyukur kepada Allah.
- Menyadari bahwa dirinya pasti akan mati dan dimintai pertanggungjawaban
tentang segala amal perbuatan yang ia lakukan. Sehingga ia akan lebih berhati-hati
dalam berbuat sesuatu.
- Sadar dan segera bertaubat apabila ia berbuat dosa. Dan ia segera minta ampun
pada Allah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi.


10
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Iman kepada Allah artinya percaya dengan yakin dalam hati akan adanya Allah,
ditunjukkan dengan ucapan dan dilaksanakan dengan amal perbuatan.
Untuk mengimani dan mengenal Allah secara benar, telah dijelaskan oleh
Allah sendiri dalam Firman-firman-Nya yamg tercantum di dalam Alquran. Dan
diperkuat pula dengan bukti nyata tentang adanya Tuhan melalui ciptaannya yakni
jagat raya beserta segala isinya.
Apabila seseorang telah meyakini adanya allah SWT dan memfungsikan
imannya dalam amal perbuatannya serta menempatkan Allah dan segala
perintahnya di atas segala-galanya, maka kehidupan manusia itu di dunia kan
memperoleh pegangan hidup yang kokoh.




































11
DAFTAR PUSTAKA


Aminuddin,dkk. 2004. Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Bumi Aksara
Rasdiyanah, Andi, Dra, H.1995. Buku Teks Pendidikan Agama Islam Untuk SMU. Jakarta :
Muara agung
http://ms.wikipedia.org/wiki/Sifat-sifat_Allah










































Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak lain yang telah membantu penulis dalam pembuatan makalah ini baik secara moril maupun materil.KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini disusun oleh penulis dengan berbagai rintangan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. 01 Januari 2011 Penulis i . Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kubang Putih. Penulis mohon untuk saran dan kritiknya. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Iman Kepada Allah. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Terima kasih. Baik itu yang datang dari dalam diri penulis maupun yang datang dari luar.

....................... ii BAB I PENDAHULUAN 1....................... 2 2.................................................................. Latar Belakang.................................................. 9 BAB III PENUTUP 1...................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN 1...................................................................................................................................... 1 3........................................................................ Kesimpulan......................................................... 10 DAFTAR PUSTAKA . Pengertian Iman Kepada Allah ................................... Rumusan Masalah ........................................................ i DAFTAR ISI...................................................................................................................... Sifat Wajib Bagi Allah .... 2 3........................................................................................................................... 11 ii ................................................................................................................................. Tujuan Penulisan .......... 1 2.............................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................... Fungsi Iman Kepada Allah .......................

Sebagai orang Islam kita mengenal rukun iman yang enam. kepada kitab suci. 2.BAB I PENDAHULUAN 1. Iman kepada Allah merupakan hal yang pertama yang harus kita imani. Dimulai dari pengertian. Fungsi iman kepada Allah 3. kepada nabi dan rasul. Selain itu penulis juga berharap dengan membaca makalah ini. kepada qadha dan qadar dan hari kiamat. Dalam makalah ini akan dibahas tentang Iman Kepada Allah secara mendalam. Tujuan Penulisan Makalah ini bertujuan agar pembaca lebih memahami tentang iman kepada Allah. Latar Belakang Keimanan merupakan hal yang sangat penting. Rumusan Masalah a. kepada malaikat. 1 . sifat-sifat wajib Allah dan juga fugsi kita beriman kepada Allah. keimanan pembaca terhadap Allah semakin bertambah. Pengertian iman kepada Allah b. Rukun iman tersebut terdiri Iman kepada Allah. Sifat wajib bagi Allah c.

Allah tidak dapat dilihat dengan mata dan tidak dapat diraba dengan panca indra kita. malaikat-Nya. Nabi Muhammad SAW. Rasuil-rasul-Nya d. Bukhari dan Muslim) 2 . Malaikat-malaikat-Nya c. malaikat-malaikat-Nya kitab-kitabNya. Allah b. rasul-rasul-Nya. Kitab-kitab-Nya e. Maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauh-Nya. serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. bersabda : Pikirkanlah tentang apa-apa yang telah diciptakan Allah dan janganlah kamu berpikir tentang zat Allah karena kamu tidak akan dapat mencapainya. Bahkan orang tersebut pasti tersesat hidupnya di dunia dan di akhirat nanti. Barangsiapa yang kafir kepada allah. dan hari akhir disebut orang kafir.BAB II PEMBAHASAN 1. Hari akhir f. Iman kepada Allah artinya percaya dengan yakin dalam hati akan adanya Allah. rasul-Nya. tetaplah beriman kepada Allah dan rasul_Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya. orang yang tidak percaya kepada Allah. (HR. 2. ditunjukkan dengana ucapan dan dilaksanakan dengan amal perbuatan. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang beriman adalah orang yang percaya kepada : a. sebab akal manusia terbatas. dan hari kemudian. Sifat wajib bagi Allah SWT a) Pengertian Sifat Wajib Yang dimaksud sifat wajib bagi Allah ialah sifat yang pasti ada dan harus ada pada Allah untuk selama-lamanya. kitab-Nya. Manusia wajib mengabdi dan beriman kepada allah SWT serta mengetahui sifat-sifat-Nya. Firman Allah dalam Alqur’an. Pengertian Iman kepada Allah Iman menurut bahasa ialah percaya atau membenarkan dengan hati. Surat An-Nisaa’ ayat 136 :                               Wahai orang-orang yang beriman. Takdir Sebaliknya.

2 Sifat Salbiyah yaitu sifat yang membersihkan sifat yang tidak pantas bagi Allah SWT 3 Sifat Ma’ani yaitu sifat yang pasti ada pada sesuatu yang disifatinya 4 Sifat Ma’nawiyah yaitu sifat-sifat yang mengiringi sifat ma’ani 3 . Hayyan. Bashar. Sifat Salbiyah2.Aliman. tentu dunia pun tidak ada. Allah lah yang menjadi pangkal adanya segala yang ada. yaitu sifat Qudrat. Pertama : Kedua : ♫ Allah Bersifat Wujud Salah satu ciri iman kepada Allah ialah mengimani bahwa Allah itu ada (wujud). karena Allah itu Maha Sempurna dan jauh dari segala sifat kekurangan. Mukhalafatu lil hawaditsi. Seandainya Allah itu tidak ada. 1 Sifat Nafsiah yaitu sifat yang tanpa sifat tersebut keberadaan yang disifati menjadi tidak masuk akal. Qiyamuhu binafsihi. Sama’. dan Mutakaliman bagi Allah. dan Kalam bagi Allah. Keempat : Sifat Ma’nawiyah4. Ketiga : Sifat Ma’ani3. Iradat. yaitu Wujud Allah. b) Sifat Wajib bagi Allah Sifat-sifat wajib itu tidak ada batasnya. dan Wahdaniyah bagi Allah. Sifat nafsiyah ada satu yaitu wujud. Ilmu. yaitu sifat Qidam. Hayat. yaitu sifat Qadiran. Baqa. seperti berikut : Sifat Nafsiah1.Tujuan kita mempelajari sifat-sifat Allah yaitu melalui sifat-sifat-Nyalah kita dapat mengenal Allah SWT. Muridan. . Sami’an. bashiran. Kedua puluh sifat tersebut terbagi menjadi empat kelompok. Adapun sifat wajib bagi Allah iti antara lain :  Wujud berarti ada  Qidam berarti dahulu  Baqa berarti kekal  Mukhalafatu lil hawaditsi berarti berbeda dengan makhluk  Qiyamuhu binafsihi berarti berdiri sendiri  Wahdaniyah berarti Maha Esa  Qudrat berarti berkuasa  Iradat berarti berkehendak  Ilmu berarti mengetahui  Hayat berarti hidup  Sama’ berarti mendengar  Bashar berarti melihat  Kalam berarti berfirman  Qadiran berarti Mahakuasa  Muridan berarti Maha Berkehendak  ‘Aliman berarti Maha Mengetahui  Hayyan berarti Maha hidup  Sami’an berarti Maha Mendengar  Bashiran berarti Maha Melihat  Mutakaliman berarti Maha Berfirman.

(QS. Firman Allah :        Dan kekallah zat Tuhanmu yang Maha agung dan Maha mulia. nyata 4 . (QS. sifat. Allah sudah ada lebih dahulu. Allah lah yang menjadikan 5 Maujud yaitu benar-benar ada. dengan segala isinya. maupun perbuatan-Nya. Allah itu Baqin. terdahulu adanya dari dari semua yang maujud5. Ini berarti bahwa dalam penciptaan alam tersebut tidak ada yang membantunya. sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Al-Hadiid: 3) ♫ Allah Bersifat Baqa (Kekal) Baqa berarti kekal.            Dialah yang permulaan dan yang penghabisan. tentu ada benda yang menjadi sebab adanya Allah. yakni zat yang kekal. tidak akan musnah dan rusak. Firman Allah :       Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Asy-Syuura: 11) ♫ Allah bersifat Qiyamuhu binafsihi (Berdiri Sendiri) Allah adalah Pencipta Alam. Kalau Allah memakai permulaan. Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya jika kamu orang yang meyakini. Allah itu Qadimun (zat yang terdahulu).Firman Allah :                    Sebagai rahmat dari Rabbmu. sedangkan dahulunya Allah tidak memakai kata permulaan. Sebelum dunia ini ada. (QS. Hal ini sesuai dengan ayat berikut. Jadi. Ad-Dukhaan : 6-7) ♫ Allah bersifat Qidam (Terdahulu) Qidam berarti dahulu. Tidak ada satu makhluk pun yang menyamai atau menyerupai Tuhan. Hal itu mustahil karena Allah menjadi pangkalnyaa dan sebagai penghabisan segala yang ada di langit dan di bumi. (QS. ArRahmaan: 27) ♫ Allah Bersifat Mukhalafatu lil hawaditsi ( Berbeda dengan Makhluk-Nya) Allah berbeda dengan semua makhluk. baik dalam zat.

Dalam melaksanakan kekuasaan-Nya itu tidak ada satu pun yanfg dapat memaksa. tidak lemah sedikitpun dalam melaksanakan sesuatu. zat yang hidup dan berdiri sendiri. lawannya terbilang yaitu lebih dari satu. tak ada sesuatu makhluk yang dapat menolong Allah sebab Allah Maha Kuasa dan Maha Perkasa. sifat-Nya maupun perbuatan-Nya. sedang segalasesuatu selain allah aadalah makhluk yang mustahil menolong penciptanya. tidak mungkin dilihat dengan mata. tidak dapat diraba dengan tangan. Kekuasaan allah tidak hanya dalam hal membuat dan menghidupkan saja. Esa dalam zat-Nya ialah bahwa zat atau substansi Allah itu tidak tersusun dari beberaapa bagian. Allah Maka Kuasa. Al-Ikhlas 1-4) ♫ Allah Bersifat Qudrat (Berkuasa) Qudrat artinya kekuasaan yang penuh dan mutlak. melainkan juga berkuasa meniadakan atau menghilangkan (mematikan). Firman Allah SWT :                    (1) (2) (3) (4) Katakanlah Dia-lah Allah. tidak terdiri dari beberapa unsur atau elemen dan tidak dpat dibagi atau diukur. Allah SWT adalah Zat yang mutlak. (QS. Memang tidak ada sesuatupun yang dapat membantu Allah. baik zat-Nya. AlBaqarah: 255) ♫ Allah bersifat Wahdaniyah (Maha Esa) Agama Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu Esa. melarang atau menghalangi. tidak dapat diketahui dengan panca indra manusia. juga tidak dapat diukur dengan alat apapun juga. Yang Maha Esa Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu Dia tidak beranak dan tiada pula adiperanakkan Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.sesuatu. Firman Allah:                                                            Allah tidak ada tuhan selain Dia. karena Dia lain sekali dengan apapun yang ada. (QS. tidak dapat disamakan dengan apapun. 5 .

sehingga Allah mengetahui segala sesuatu baik nyata maupun yang tidak nyata. (QS. 6 . pendengaran Allah tidak sama dengan pendengaran makhluk.min : 65) ♫ Allah Bersifat Sama’ (Mendengar) Mendengar disini maksudnya yaitu mendengar apa saja. hewan dan tumbuhtumbuhan. karena Allah yang menjadikan alam semesta ini. Dia tidak mati dan dia kekal. serta benda lain yang mengalami kebinasaan. Sesuatu yang tidak dikehendaki oleh Allah tidak akan terjadi. tiada Tuhan melainkan Dia. (QS. tanpa terkecuali. Al-Isra : 85) ♫ Allah Bersifat Hayat (Hidup) Kehidupan Allah adalah sempurna dalam arti Dia hidup untuk selama-lamanya (hidup yang sempurna).Firman Allah :                              Sesungguhnya Allah itu berkuasa atas segala sesuatu (QS. Hanya saja. Segala yang telah dan akan dijadikan oleh Allah adalah karena kehendak (Iradat) Allah sendiri. Allah SWT berfirman :            Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya “Jadilah!” maka terjadilah ia. cukup hanya berkata Jadilah. Al-Baaqarah: 20). maka terjadilah sesuatu yang dikehendakinya itu. Al. Allah Maha Hidup dlam hidup yang sempurna. ♫ Allah Bersifat Iradat (Berkehendak) Sifat Qudrat sangat erat hubungannya dengan sifat Iradat. Firman Allah :                 Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. Tidak ada yang mencampuri atau yang mempengaruhinya. Hidup yang menjadi sifat Allah tidak sama dengan semua makhluk. Firman Allah SWT :                 Dialah yang hidup kekal.Mu. tidak seperti hidupnyaa manusia. Apabila Allah menghendaki sesuatu. Yasin : 82) ♫ Allah Bersifat Ilmu (Mengetahui) Ilmu Allah tidak ada batasnya. maka sembahlah Dia dengan memurnikana ibadah kepadaNya. (QS.

An-Nisaa’: 164) c) Sifat Mustahil bagi Allah SWT Mustahil berarti sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Firman Allah :             Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumu. Adam = tidak ada Hadust = baru Fana = rusak Mumatsalah lil hawaditsi = serupa dengan makhluk Ihtiyyaj lilghairihi = membutuhkan yang lain Ta’addudun = banyak ‘Ajzun = lemah Karahah = terpaksa Jahlun = bodoh Mautun = mati 7 . Jadi Allah itu Mutakallimun. (QS. (QS. baik dalam cara maupun ucapannya. Segala yang wujud dimana pun dan dalam keadaan bagaimanapun selalu dilihat oleh Allah. baik benda kasar maupun benda halus. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan. Penglihatan Allah tidak ada batasnya mengenai hal apa saja. yakni zat Yang Maha Melihat.Firman allah :                                        Dan sesungguhnya Allah itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Firman Allah itu tidak seperti firman makhluk. Kita mempercayai bahwa allah itu berfirman karena hal itu disebutkan dalam Alqur’an :                 Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. Sifat mustahil bagi Allah adalah segala sifat yang berlwanan dengana sifat wajib bagi Allah. AlAnfaal: 42) ♫ Allah Bersifat Bashar (Melihat) Allah itu Bashirun. Sifat mustahil bagi Allah ada dua puluh. Al-Hujurat : 18) ♫ Allah Bersifat Kalam (Berfirman) Kalam berarti berfirman. yakni zat Yang Maha Berfirman. (QS.

Al-Fattah (Maha Pemberi Keputusan)   6 Sifat Jaiz Harus bagi Allah memperbuatkan sesuatu yang harus ada atau tiada atau meninggalkannya 8 . barang siapa menghitungnya. Kemudian dalam sabda Nabi sebagai berikut: Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama. nanti mereka akan mendapat balasan terhadapa apa yang telah mereka kerjakan. tetapi semua itu tergantung pada pemberian Allah. Al-Wahhab (Pemberi) Allah memberikan nasib baik dan buruk. Al-A’raaf : 180                  Hanya milik Allah asmaul husna maka bermohonlah kepada-Nya dengana menyebut asmaul husna itu dan tinggalknalah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. manusia diberi kebebasan untuk berusaha dan berencana. atau kaya dan miskin kepada manusia. yaitu seratus kurang satu. e) Asmaul Husna Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik dan merupakan sifat-sifat Allah SWT. Keperkasaan-Nya tidak dapat diukur atau disamakan dengan keperkasaan manusia. (HR. Firman Allah dalam QS. yaitu Allah berbuat sesuatu atau meninggalkannya. Adapun sifat jaiz bagiallah hanya satu. Nama-nama yang baik dan merupakan sifat Allah SWT banyak kita jumpai dalam Alquran.Shamamun = tuli Umyun = buta Bukmun = bisu ‘Ajizan = yang maha lemah Mukrahan = yang maha terpaksa Jahilan = yang maha bodoh Mayyitan = yang maha mati Ashamma = yang maha tuli A’maa = yang maha buta Abkama = yamg maha bisu d) Sifat Jaiz Bagi Allah SWT Jaiz6 berarti sesuatu yang mungkin terjadi dan mungkin tidak terjadi. Bukhari dan Muslim)  Diantara nama-nama Allah SWT tersebut adalah sebagai berikut: Al-Aziz (Maha Perkasa) Allah SWT disebut Al-Aziz yang artinya Maha Perkasa. Manusia tidak dapat menolak pemberianNya dan tidak dapat mengambil apa yang tidak diberikan-Nya. kebahagiaan dan kecelakaan. niscaya ia masuk surga.

Saba’ : 26) Al-Qawiyyu (Maha berdiri sendiri) Maksudnya Allah Maha Kuat. kemudian Dia memberi keputusan di antara kita dengna benar dan Dialah Maha Pemberi Keputusan lagi Maha Mengetahui.Manusia diciptakan selain sebagai khalifah di muka bumi juga berkewajiban untuk mengajak berbuat kebaikan. (QS. maka kehidupan manusia itu di dunia kan memperoleh pegangan hidup yang kokoh. Sadar dan segera bertaubat apabila ia berbuat dosa. Ini bertujuan agar hidupnya di dunia tidak sia-sia. sehingga ia tidak mau berbuat dan bersikap sombong atau takabur serta menghina orang lain. Fungsi Iman Kepada Allah SWT Apabila seseorang telah meyakini adanya allah SWT dan memfungsikan imannya dalam amal perbuatannya serta menempatkan Allah dan segala perintahnya di atas segala-galanya. Orang yang memfungsikan iman kepada Allah dalam hidupnya akan memiliki kepribadian sebagai berikut: menyadari kelemahan dirinya di hadapan Allah Yang maha Besar. tetapi allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya. Sehingga ia akan lebih berhati-hati dalam berbuat sesuatu. 9 . 3. (QS. karena semua yang dilakukan manusia di dunia pada nantinya akan dipertanggung jawabkan di saat Allah mengumpulkan kita di Padang Mahsyar. Firman Allah:            (1) Alif laam miim (2) Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. Menyadari bahwa segala yang ia nikmati dalam kehidupan ini berasal dari Allah . kekuatan yang tanpa kelemahan. hal ini menyebabkan ia senantiasa bersyukur kepada Allah. karena ia selalu berpegang kepada petunjuk Allah yang senantiasa menyuruh berbuat baik. Firman allah :             Katakanlah : “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua. Dan ia segera minta ampun pada Allah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Ia juga tidak mudah putus asa. Ali-Imran : 1-2) Al-Hadi (Maha Pemberi Petunjuk) Firman allah :                 Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi. amar ma’ruf nahi munkar. Al-Qashash : 56) Ayat tersebut menegaskan bahwa hanya Allah saja yang dapat memberi petunjuk karena ia yang lebih mengetahui orang yang patut mendapat petunjuk itu. (QS. Selanjutnya ia kan memiliki akhlak yang mulia. Menyadari bahwa dirinya pasti akan mati dan dimintai pertanggungjawaban tentang segala amal perbuatan yang ia lakukan. Ia tidak mudah terjerumus ke dalam kesesatan.

Untuk mengimani dan mengenal Allah secara benar. Dan diperkuat pula dengan bukti nyata tentang adanya Tuhan melalui ciptaannya yakni jagat raya beserta segala isinya.BAB III PENUTUP 1. maka kehidupan manusia itu di dunia kan memperoleh pegangan hidup yang kokoh. ditunjukkan dengan ucapan dan dilaksanakan dengan amal perbuatan.  10 . Apabila seseorang telah meyakini adanya allah SWT dan memfungsikan imannya dalam amal perbuatannya serta menempatkan Allah dan segala perintahnya di atas segala-galanya. telah dijelaskan oleh Allah sendiri dalam Firman-firman-Nya yamg tercantum di dalam Alquran. Kesimpulan Iman kepada Allah artinya percaya dengan yakin dalam hati akan adanya Allah.

Jakarta : Bumi Aksara Rasdiyanah.dkk. Pendidikan Agama Islam. H. Dra. Buku Teks Pendidikan Agama Islam Untuk SMU.org/wiki/Sifat-sifat_Allah 11 .1995. 2004. Andi. Jakarta : Muara agung http://ms.DAFTAR PUSTAKA Aminuddin.wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful