Latar Belakang dan Cakupan Aplikasi PSD (DSP

)
Pemrosesan sinyal telah banyak digunakan untuk merubah atau memanipulasi sinyalsinyal analog atau digital sejak lama. Aplikasi yang sering digunakan adalah penapisan suatu sinyal. Pemrosesan Sinyal Digital atau Digital Signal Processing (DSP) telah banyak ditemukan dalam berbagai macam aplikasi, mulai dari pemrosesan sinyal komunikasi data, suara, audio atau biomedik hingga instrumentasi dan robotik. Informasi berikut bisa digunakan sebagai gambaran cakupan aplikasi DSP.

Algoritma

DSP

algorithm

Serbaguna

Penapisan dan Konvolusi, tapis adaptif, deteksi dan korelasi, estimasi spektral dan Transformasi Fourier.

Pemrosesan

suara

Pengkodean dan pendekodean, enkripsi dan dekripsi, pengenalan dan sintesa suara, identifikasi pembicara, echo cancellation, cochlea-implant.

Pemrosesan

Audio

Pengkodean dan pendekodean HIFI, penghapusan derau (noise cancellation), ekualisasi audio, emulasi akustik ambien, pencampuran dan pengeditan audio, sintesa suara.

Sistem PSD memiliki beberapa kelebihan. waveform generation. antara lain. • Sistem Informasi Voice mail. namun sekarang. navigasi dan petunjuk. • Instrumentasi Beamforming. analisis steady-state. rancangan digital bahkan bisa lebih padat dan lebih kecil. perbaikan citra. pemrosesan sinyal biomedis. analisis transien. dengan rancangan submikrometer. transmisi dan dekomposisi citra. facsimile (fax). instrumentasi saintifik. rotasi. kontrol disk. tidak terpengaruh oleh perubahn suhu. teknologi spread-spectrum. radar dan sonar Saat ini. PSD atau DSP (Digital signal processing) merupakan teknologi yang matang dan menggantikan sistem pemrosesan sinyal analog dalam banyak aplikasi. radio dan televisi.• Pemrosesan Citra Pemampatan dan penguraian. kontrol vibrasi. masa atau usia maupun toleransi komponen. LAN nirkabel. . • Kontrol Kontrol servo. kontrol printer. pengenalan pola. telepon selular. modulator/demodulator. komunikasi dan LAN digital. Memang awalnya IC analog dirancang pada ukuran yang sangat kecil. robot. berdaya-rendah dan murah. modem. enkripsi dan dekripsi data. kontrol mesin. retina-implant signal processing. Akibatnya lebih kompak. pemantauan powersystem. line equalizers.

Kemudian ADC (analog-to-dgital converter) bertugas menghasilkan datadata digital (beberapa parameter harus ditetapkan sebelumnya seperti resolusi bit. Yang kedua adalah saat diperkenalkannya. pengali bilangan floatingpoint.Ada dua kejadian yang memicu perkembangan PSD. kemudian luarannya. Rangkaian PSD kemudian melakukan prosesnya (sesuai dengan aplikasi yang dibuat). Pada gambar ini ditunjukkan tipikal aplikasi yang digunakan untuk implementasi suatu sistem analog menggunakan sistem Pemrosesan Sinyal Digital. prosesor PSD di akhir tahun 1970-an. seperti. yang masih merupakan data-data digital diumpankan melalui DAC untuk dikembalikan menjadi sinyal analog . untuk pertama kali. bank memori atau zero-overhead interfaces to A/D and D/A converters. Pertama adalah ditemukannya suatu algoritma efisien yan berkaitan dengan DFT (Discrete Fourier Transform) oleh Cooley dan Tukcey pada tahun 1965. Prosesor PSD saat ini sudah mengandung fungsi-fungsi yang lebih canggih. barrelshifter. Sinyal masukan analog masuk melalui sebuah tapis analog anti-aliasing untuk mencegah terjadinya aliasing. Prosesor ini mampu melakukan perhitungan (fixed-point) “multiply-and-accumulate” hanya dalam satu siklus detak. frekuensi cuplik serta metode ADC). yang juga merupakan hasil kemajuan (pengembangan) dari sistem berbasis mikrokomputer “Von Neuman” pada saat itu.

Belajar DSP bukan merupakan tujuan akhir. sebagaimana beberapa aspek DSP yang digambarkan pada diagram berikut ini . artinya Belajar DSP merupakan suatu perjalanan. Saat kita memahami suatu topik. muncullah pertanyaanpertanyaan berikutnya yang akhirnya membawa kita ke topik-topik lain.Perjalanan Mempelajari DSP Apaan DSP itu?? DSP merupakan kependekan dari Digital Signal Processing atau dalam bahasa kita dikenal dengan PSD atau Pemrosesan Sinyal Digital. tetapi dengan ’senjata’ yang lebih lengkap. begitu menurut Lyons (penulis buku “Understanding Digital Signal Processing 2nd Edition“).

Mempelajari dasar-dasar. Yang Anda perlukan adalah pengalaman belajar Matematika Dasar. buku DSP yang tepat dan (penting nich) antusiasme! Ya Betul sekali. antusiasme! Anda bisa memulai belajar menggunakan dua buku yang saya sarankan. dan bagaimana berbicara dengan bahasa. yaitu: . seperti trigonometri (minimal tahu apa itu gelombang sinusoidal. dll). pemrosesan sinyal digital tidak membutuhkan kemampuan analisis yang kuat maupun latar belakang matematis yang rumit.

sistem digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Consultant. suatu sistem digital terprogram memiliki fleksibilitas dalam merancang-ulang operasi-operasi pemrosesan sinyal digital hanya dengan melakukan perubahan pada program yang bersangkutan.By Agfianto Eko Putra (Lecturer. Pemrosesan sinyal digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. sedangkan proses merancang-ulang pada sistem analog biasanya melibatkan rancang-ulang perangkat keras. Faktor toleransi yang terdapat pada komponenkomponen rangkaian analog menimbulkan kesulitan bagi perancang dalam melakukan pengendalian akurasi pada sistem pemrosesan sinyal analog. Beberapa . Masalah ketelitian atau akurasi juga memainkan peranan yang penting dalam menentukan bentuk dari pengolah sinyal. Author) • • • • • buku Neurosains Lain-lain FPGA PLC/SCADA Nov 13 Kelebihan Pemrosesan Sinyal Digital Ada beberapa alasan mengapa digunakan pemrosesan sinyal digital pada suatu sinyal analog. Di lain pihak. uji coba dan verifikasi agar dapat bekerja seperti yang diharapkan. Pertama.

Kelebihan-kelebihan pemrosesan sinyal digital yang telah disebutkan sebelumnya menyebabkan pemrosesan sinyal digital lebih banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. atau mungkin karena implementasi digital memiliki fleksibilitas untuk dimodifikasi. pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa. deteksi ledakan nuklir. Umumnya sinyal dalam bentuk analog sulit untuk diproses secara matematik dengan akurasi yang tinggi. antara lain penentuan akurasi pada konverter A/D (analog ke digital) serta pengolah sinyal digital. floating-point versus fixed-point arithmetic dan faktor-faktor lain. dan lain sebagainya. . dalam bentuk panjang word (word length). Dengan demikian sinyal tersebut dapat dipindah pindahkan serta diproses secara offline di laboratorium. Misalnya.persyaratan yang dibutuhkan. Metode-metode pemrosesan sinyal digital juga membolehkan implementasi algoritma-algoritma pemrosesan sinyal yang lebih canggih. pemrosesan citra serta transmisinya. Hal ini disebabkan karena perangkat keras digital lebih murah. dalam bidang seismologi dan geofisika. aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon. Sinyal-sinyal digital dapat disimpan pada media magnetik (berupa tape atau disk) tanpa mengalami pelemahan atau distorsi data sinyal yang bersangkutan. Implementasi digital sistem pemrosesan sinyal lebih murah dibandingkan secara analog. eksplorasi minyak.

kita memiliki semua data secara lengkap. (Proakis dan Manolakis. 2004. tidak hanya pada t=0 detik dan t=1 detik saja). 1992) • Lyons. “Digital Signal Processing: Fundamentals & Applications“. hanya untuk saat t tertentu saja. • Tan. 2008. pemrosesan sinyal mengalami kemajuan karena data-data sinyal tersebut dapat tersimpan dan diproses menggunakan komputer.. Prentice Hall PTR (info).5 detik. lantas bagaimana dengan keterangan diagram tersebut? Pada awalnya kita hanya mengenal sinyal atau isyarat analog dan kontinyu (terus menerus tanpa ada jeda sedikitpun. (info). misalnya dengan periode pencuplikan T=0. Dengan adanya teknologi komputer. dalam hal kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan. caranya? Yaitu dengan melakukan pencuplikan (bisa dibayangkan berapa banyak data yang tersimpan jika masih bersifat kontinu? Karena antara t=0 detik hingga t=1 detik bisa berjumlah tak-hingga) menjadi data-data diskrit. Li.Namun implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan. akan diperoleh . Elsevier Inc. Baik. Richard G. “Understanding Digital Signal Processing. misalnya antara data untuk t=0 detik hinga t=1 detik. Second Edition“.

sehingga untuk 1 menit = 60 x 2 daa = 120 data/menit. Semoga bermanfaat dan selamat belajar! . demikian seterusnya. Lantas “Bagaimana mengantisipasi leakage tersebut?”. yaitu merubah angka analog menjadi digital selebar n-bit. informasi yang diperoleh hampir tidak ada. Nah. “Mengapa bisa terjadi leakage (cacat) dalam hasilnya? “. artinya jika hanya menggunakan 3-bit maka hanya ada 2^3 = 8 tingkat data. data digital ini perlu dianalisa lebih lanjut.Jawaban-nya ada di pengetahuan tentang konvolusi. jawabannya di Window Functions (Anda mungkin kemudian bertanya “Apa itu Window functions? Buat apa?” dan setrusnya). Lantas bisa muncul pertanyaan “Bagaimana proses dari DFT?”. juga dilakukan proses kuantisasi. misalnya. Demikian seterusnya. Sehingga perlu mempelajari DFT atau Discrete Fourier Transform. karena masih dalam ranah waktu (time domain). Jika masih ingin mendalami PSD silahkan ikut kuliah PSD-1 dan 2 dari saya atau membaca beberapa buku yang sarankan sebelumnya. nah yang ini Anda perlu mempelajari Digital Filters. Tidak hanya proses pencuplikan. sehingga seringkali dibutuhkan informasi. spektrum atau kandungan frekuensi dari sinyal yang bersangkutan (ranah frekuensi atau frequency domain).frekuensi pencuplikan fs=2 Hz atau 2 data tiap detik. semakin lebar bit-nya semakin akurat dan otomatis semakin membutuhkan banyak ruang penyimpan. “Bagaimana spektrum hasil DFT bisa diubah?”. silahkan Anda lihat kembali diagram-nya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful