1

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
( Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Wuryantoro)

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika FKIP UMS

Disusun Oleh :

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009

2

PERSETUJUAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
( Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Wuryantoro)

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075

Disetujui Untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Sarjana Strata – 1

Pembimbing I

Pembimbing II

Dr. Sutama, M.Pd

Dra. Sri Sutarni, M.Pd Tanggal :

Tanggal :

ii

3

PENGESAHAN SKRIPSI

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
(Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri I Wuryantoro)

Dipersiapkan dan disusun oleh:

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal, ................................ Dan dinyatakan telah memenuhi syarat. Susunan Dewan Penguji: 1. Dr. Sutama, M.pd 2. Dra. Sri Sutarni, M.Pd 3. Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom Surakarta, ___________________ Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan, Drs. H. Sofyan Anif, M.Si NIK.547 iii ( ( ( ) ) )

maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. Surakarta. Apabila ternyata kelak terbukti ada ketidak benaran dalam pernyataan saya di atas. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.4 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang yeng pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya. juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Juni 2009 IKA FITRIANINGSIH A410 050 075 iv .

Karena itu pergunakanlah selagi dia Nampak dihadapanmu” (Ali Bin Abi Thalib) “…. bukan orang-orang yang dapat membenarkan kata-katamu” (Hamka) “Bahwa langkah yang terbaik hidup adalah menikmati hidup dalam setiap detiknya. tanpa banyak berharap dan panjang angan. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat “ (Q.5 MOTTO “Barang siapa berjalan disuatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalan ke Syurga” ( HR Muslim) “Setiap orang mampu mampu belajar lebih jauh dari dugaannya dan tidak pernah ada kata terlambat untuk memulainya” (Ruswandi) “Kesempatan datangnya seperti awan berlalu.S Al-Mujaadilah :11) “Sahabat yang sejati adalah orang-orang yang dapat berkat benar kepadamu. serta menyadari bahwa kehadiran Allah SWT adalah segala-galanya bagi kecerahan hidup” (penulis) v .

dhian. ‘n all my friend in jasmine.. Dewi.. kasih sayang. gendhut... Vea.. kupersembahkan karya sederhana ini kepada : Allah SWT Terimakasih ya Allah.. dhini dan semunya. cinta dan kasih sayang tulusmu s’lama ini t’lah sanggup menopangku saat ku jatuh hingga keceriaan kembali hadir warnai hidupku . kehadiranmu buatku tersenyum s’lalu.. dan semunya... melelui coretan yang penuh arti..tak akan pernah hilang dan terhapus oleh waktu.thanks atas kasih sayang dan dukungannya s’lama ini. m’ony... My friend’s Teman seperjuanganku... heni...... motivasi dan bimbingannya s’lama ini.kebersamaan kita t’lah mewarnai hari-hariku. wening. Pembimbingku... AD 6360 FR Si hitam. DEILAW FRIEND’S Sahabat... sidiq (papi). Persahabatan dan persaudaraan kita kan abadi s’lamanya.. Team ruwet Terimakasih untuk keceriaan dan kasih sayangnya.. Karya kecil ini tidak akan tercipta tanpa ridhoMu... nita...Engkau Sang Maha Pemberi Cahaya yang senantiasa menebarkan cahayaMu...terimakasih untuk waktu. Mas Agung Terimakasih.. Juan ‘n bunda ( in pagupon ).. johan. lala. thank’s at all Teman-teman math ‘05 Almamaterku UMS vi ...6 PERSEMBAHAN Dengan segenap cinta dan kasih sayang.. I love u all.atas keikhlasanmu dalam membimbingku. perhatian. Dukungan. Bapak dan ibu tercinta Terimakasih telah membekaliku dengan harta yang tak ternilai harganya yaitu seikhlas doa yang terpanjat dan segenap kasih sayang yang tercurah dalam setiap langkah hidupku dalam menggapai cita..kebersamaan kita dan kehadiran kalian disisiku sangatlah berarti.. m’put ‘n sibo.. Pak Tama dan Bu Tarni.. thanks untuk keceriaan. kebersamaan kita menjadi pelengkap cerita dalam hidupku.yang t’lah membawa dan menemaniku kemanapun aku pergi....

Wb.Sutama selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini. bimbingan dorongan serta nasehat dari berbagai pihak maka dengan segala kerendahan hati serta penghargaan yang tulus penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada : 1. Ibu Dra.7 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Intelektual) Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa”. Sri Sutarni.Si selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ijin penyusunan sripsi ini. M. hidayah dan inayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skipsi dengan judul “Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan “SAVI” (Somatis. Visual. M. Sofyan Anif. Bapak Dr. selaku ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini. saran.Si. vii . Auditori. 4. yang dengan kesabaran telah memberikan pengarahan dan bimbingan sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. Bapak Drs. 3. Dalam menyusun skripsi ini penulis banyak menerima masukan. M. Ibu Dra. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. N Setyaningsih. Hj.Pd. 2. selaku pembimbing II dalam pemyusunan skripsi ini.

S. 6.Pd. Wassalamu’alaikum Wr. Ibu Suprapti. Juni 2009 Penulis viii . selaku kepala SMP N 1 Wuryantoro yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis. yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. 7.8 5. yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran serta partisipasi dalam kegiatan penelitian ini. Suparman. M. Bapak Drs.Pd selaku guru bidang studi matematika SMP N 1 Wuryantoro.Wb. Akhirnya semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya. Surakarta. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan skripsi ini.

11 ix ............ xvii BAB I : PENDAHULUAN A. xiii DAFTAR GAMBAR………………………………………………………….. 8 D.... iii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………......... 8 E.... Tujuan Penelitian………………………………………...... iv HALAMAN MOTTO ……………………………………………………….. ii HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………..... Manfaat Penelitian……………………………………… 10 BAB II : LANDASAN TEORI A....... xiv DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………… xv ABSTRAK …………………………………………………………………............ 9 F. x DAFTAR TABEL … ………………………………………………………….. Pembatasan Masalah ………………………………….... v HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………....... Latar Belakang ………………………………………… 1 B... viii DAFTAR ISI …………………………………………………………………...9 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN ………………………………………………. Identifikasi Masalah …………………………………… 6 C....... Perumusan Masalah……………………………………... Tinjauan Pustaka... vi KATA PENGANTAR ………………………………………………………...

................... Tes Prestasi Belajar ............................... Jenis Penelitian ... Metode angket .............. 35 35 36 E..... Tempat dan Waktu Penelitian .................. Metode Tes ...... 28 D.. 33 3........... Motivasi Belajar Siswa ................. Definisi Operasional ...................... 2...................................................... Materi Lingkaran .................... Prestasi Belajar Matematika ............. Sampel ......... 33 D............................... 3....................................... 13 13 2.......................................................................................... Hipotesis Tindakan ... 18 4..... 35 1....................... 24 5............................................................. 32 C.. 30 BAB III : METODE PENELITIAN A............................................. Kajian Teori .................................. 31 B.. Pembelajaran Dengan Pendekatan Konvensional ........ Populasi .... 17 3................................................................................................................................................ Instrumen Penelitian .................................................. 1.................................... Subyek Penelitian ....................... 25 C........................................ 32 2... Kerangka Berpikir ..... Pembelajaran Dengan Pendekatan SAVI ............................. 40 2..................... 36 F......................... 32 1.............................................. 42 x .. Metode Dokumentasi ........................ 39 1................................ Angket Motivasi ...................... Teknik Pengumpulan Data ..................................10 B..... Sampling ...........

........................................……………………………………..... Uji Hipotesis ……........................... Implikasi Hasil Penelitian .. 70 BAB V : KESIMPULAN.. 64 1..................................... IMPLIKASI DAN SARAN A........... 75 DAFTAR PUSTAKA . 43 G...... Uji Kelanjutan (Uji Schaffe) …………………………… 68 E................. Kesimpulan .............. Hasil Uji Normalitas ……………………………….................11 3....... 73 B.........................................................………………………...................... 78 xi .................................... Pembahasan ………………. 52 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A........ 74 C........................... Deskripsi Data ………………............................................... 64 2.......... Tahap Uji Coba Instrumen ..... 77 LAMPIRAN ............ …... Teknik Analisis Data .........………………………… 61 B............................ Uji Prasyarat Analisis Penelitian ……………………...................................... 65 D. Saran ......... Uji Homogenitas …………………………………… 65 C.......

....1 Tabel 3............................................. 49 : Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal ......12 DAFTAR TABEL Tabel 2..2 Tabel 3........................3.....7 Tabel........................................... 32 : Tabel Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa ……………………........... 58 : Hasil Pengkategorian Tingkat Motivasi Belajar ..... 63 : Uji Normalitas .......5 Tabel 3.6 Tabel 3... 41 : Tabel Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar ………………………… 43 : Hasil Uji Validitas Soal Prestasi Belajar …………………….........................2 Tabel 4...........8 Tabel 4..... 51 : Tabel Anava ………………………………………………........ 69 xii .. 62 : Data Prestasi Belajar Siswa ... 64 : Uji Two Way Anova ........ 66 : Uji Kelanjutan Anova ………………………………………..................1 Tabel 3.... 46 : Hasil Perhitungan Taraf Kesukran Soal ........................4 Tabel 4.................................. 57 : Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan ......................5 : Tabel Perbedaan dan Persamaan Variabel yang Diteliti …… 13 : Tabel Perencanaan Waktu Penelitian ………………………...3 Tabel 3......4 Tabel 3..1 Tabel 4....3 Tabel 4......

. 27 : Gambar Alur Kerangka Berfikir ……………………………..56 : Gambar statistik uji F antar motivasi… ………………………..3 : Gambar Bagian-Bagian Lingkaran…………………………….2 Gambar 4..66 : Gambar statistic uji F antar motivasi…………………………...13 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.56 : Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi…………57 : Gambar statistic uji F antar pendekatan……………………….67 : Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi…………68 xiii ..2 Gambar 2..1 Gambar 4.2 Gambar 3.3 Gambar 4. 30 : Gambar statistik uji F antar pendekatan ……………………….1 Gambar 2.3 Gambar 3.1 Gambar 3. 25 : Gambar Percobaan Menemukan Rumus Luas Lingkaran …….

.......................................................................136 : Data Induk Penelitian .........................................131 : Soal Tes Prestasi Belajar Matematika …..............84 : Angket Try out Motivasi ................114 : Validitas Reliabilitas Angket….......145 : Uji Komparasi Ganda ........... ……..a LAMPIRAN 9........149 : Tabel Lilliefors….......80 : Daftar Nama Siswa Sampel Penelitian ………………................81 : Daftar Nilai Ujian Semester Gasal….......14 DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9....148 : Tabel t..........................................................118 : Angket Penelitian .............................. Reliabilitas.............. Tingkat Kesukaran.............................................. Daya Beda.....139 : Uji Normalitas ...130 : Validitas...............150 xiv ....142 : Uji Homogenitas ........................................................................c LAMPIRAN 10 LAMPIRAN 11 LAMPIRAN 12 LAMPIRAN 13 LAMPIRAN 14 LAMPIRAN 15 LAMPIRAN 16 LAMPIRAN 17 LAMPIRAN 18 LAMPIRAN 19 : Daftar Nama Siswa Try Out ………………………....................................121 : Soal Try out tes Prestasi Belajar Matematika ..................................125 : Lembar Jawab Angket Penelitian …...........................................................................................82 : Uji Keseimbangan ...144 : Uji Analisis Variansi Dua Jalan Sel Tak Sama ..........................................147 : Table Values of rproduct moment........................................b LAMPIRAN 9.....129 : Kunci Tes Prestasi Belajar Matematika .......................................83 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .....................

.........15 LAMPIRAN 20 LAMPIRAN 21 : Tabel Nliai F0.05 …...151 : Surat-surat …………………………………………… 155 xv ...........……….....................

Kata kunci : pendekatan SAVI. 2) Perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Jurusan Pendidikan Matematika. A410050075. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.122 sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan motivasi siswa terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran. Sebagai sampel diambil dua kelas sebanyak 80 siswa yang kemudian dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas VIIIB sebanyak 40 siswa sebagai kelas eksperimen diberikan pendekatan SAVI sedangkan kelas VIIID sebanyak 40 siswa sebagai kontrol diberikan metode konvensional dengan teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling.482 > F tabel= 3. Sebagai tindak lanjut dari analisis variansi dilakukan uji scheffe.972 sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan pembelajaran pendekatan SAVI tehadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran. Pengujian persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP N I Wuryantoro. metode angket untuk data motivasi belajar siswa serta metode dokumentasi untuk mengetahui nilai ujian semester 1 matematika siswa yang digunakan untuk menguji keseimbangan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. (3) F hitung = 1. (2) F hitung = 3.122 sehingga H0 diterima yang berarti tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi siswa terhadap hasil belajar matematika. 3) Interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran. 76 halaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan pendekatan konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. prestasi belajar.721 < F tabel = 3. Hasil penelitian dengan α = 5% dapat disimpulkan bahwa: (1) Fhitung = 11. motivasi belajar. 2009.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk data hasil belajar siswa matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi (anova) dua jalur.429 > Ftabel = 3.16 ABSTRAK PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA (Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri I Wuryantoro) Ika Fitrianingsih. xvi .

rasio. generaliatas dan 1 . Pendekatan dalam pembelajaran pada hakekatnya merupakan sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran serta dapat mengembangkan dan meningkatkan aktivitas belajar yang dilakukan guru dan siswa. penanganan dan prioritas secara intensif dari pemerintah. Pembelajaran merupakan suatu proses yang rumit karena tidak hanya proses transfer informasi guru kepada siswa. intelektual dan kepribadian dalam rangka membentuk manusia seutuhnya. tetapi juga melibatkan berbagai tindakan dan kegiatan yang harus dilakukan terutama jika menginginkan hasil belajarnya menjadi lebih baik. Oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. analisis dan kontruksi. masyarakat maupun pengelola pendidikan. yang unsurunsurnya logika dan intuisi. Matematika adalah sebagai suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir berkomunikasi.1 BAB I PENDAHULUAN A. Sebab pendidikan merupakan suatu wadah kegiatan yang berusaha untuk membangun masyarakat dan watak bangsa secara berkesinambungan yaitu membina mental. alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis. Latar Belakang Dewasa ini dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan yang mengharuskan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat memenuhi tuntutan global. Salah satu proses pembelajaran yang menekankan berbagai tindakan dan kegiatan adalah dengan menggunakan pendekatan tertentu.

Dalam hal ini guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga harus sebagai pendidik yang mentransfer nilai dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Apabila sejak awal siswa sudah tidak senang dengan matematika maka siswa akan mengalami kesulitan pada materi pelajaran selanjutnya. rajin latihan dan disiplin. Salah satu tujuan mempelajari matamatika adalah membentuk kepribadian dalam diri siswa untuk menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. geometri dan analisism (Uno. Matematika berbeda dengan ilmu lain. sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan.2 individualitas. Didalam mengerjakan matematika disamping guru memperhatikan materinya juga harus memperhatikan keadaan siswanya. Tidak sedikit juga orang yang memendang matematika sebagai bidang studi yang paling sulit. Materi matematika bersifat hierarkis. Berkaitan dengan ini maka sebenarnya guru memiliki peranan yang sangat kompleks didalam . Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar. aljabar. serta mempunyai cabang-cabang antara lain aritmetika.2007:129-130). Dalam mempelajarinya matematika harus bersifat kontinyu. Oleh karena itu guru merupakan salah satu unsur dibidang kepemimpinan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga potensial. Meskipun demikian orang harus mempelajarinya karena merupakan sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari.

Hal ini akan menyebabkan siswa malas belajar sehingga menyebabkan prestasi belajar matematika menurun. guru harus bisa memberikan motivasi kepada siswa. dalam usaha untuk mengantarkan anak didik ke taraf yang di cita-citakan. Dalam penyampaian materi matematika harus sudah dikembangkan oleh guru. Tanpa adanya motivasi pada diri siswa tentunya mempelajari matematika akan sulit. Adapun tujuan pengajaran adalah supaya siswa dapat berfikir dan bertindak secara hierarki dan kreatif.3 proses belajar mengajar. padahal yang lebih mereka tidak sukai adalah pengalaman mereka ketika mengikuti pelajaran matematika itu disekolah daripada matematika itu sendiri. Disamping itu. . jangan sampai anak didik beranggapan matematika itu menjemukan. Pembelajaran yang hanya menyajikan rumus demi rumus tanpa menyajikan langkah rumus itu di temukan akan menyebabkan prestasi belajar matematika menurun. Maka itu metode penyampaian guru dalam mengajar yang efektif adalah apabila dampak dari pembelajaran itu dapat menumbuhkan dan menciptakan gairah serta dorongan siswa untuk aktif. Untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu adanya pembaharuan dibidang pendidikan antara lain adalah pembaharuan metode atau peningkatan relevansi pendekatan dalam mengajar. Guru diharapkan dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang baik dalam proses pendidikan sehingga pada anak didik akan tumbuh minat dan termotivasi. bagaimana agar siswa tersebut tertarik dengan bidang studi tersebut. Metode mengajar dikatakan relevan jika mampu mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan melalui pengajaran.

Model . karena pada dasarnya motivasi sangat berperan dalam pemerolehan prestasi belajar pada diri siswa. guru hanya mentransfer ilmu kepada anak didik dan sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan siswa dalam interaksi edukatif. Pembelajaran secara konvensional sekarang ini sudah tidak cocok lagi karena didalam metode ini. dimungkinkan siswa akan mengantuk dan perhatiannya kurang karena membosankan. memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa tidak luput dari adanya motivasi dari dalam diri siswa tersebut.4 sedemikian sehingga materi tersebut menjadi menarik. Motivasi merupakan faktor interen yang ada pada diri siswa. Metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru dari pada siswa. Penggunaan metode pembelajaran yang monoton (konvensional). sebab secara realistis seorang siswa yang belajar itu pada dasarnya adalah mencari hubungan antara hal yang dipelajari dengan yang telah dimiliki. Dengan adanya motivasi yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. Karena dalam proses belajar mengajar siswa sebagi pihak yang ingin meraih cita-cita. dialami atau diketahui siswa. dikuasai siswa. Unsur yang paling penting dalam proses belajar mengajar disamping guru dan materi ajar adalah siswa-siswa atau anak didik ialah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran harus bisa mengubah gaya belajar siswa dari siswa yang belajar pasif menjadi aktif dalam mengkonstruksikan konsep.

serta memikirkan dan mengambil kesimpulan atau informasi yang mereka peroleh untuk diterapkan dalam menyelesaikan soal-soal (I). siswa dapat meningkatkan kemempuan mereka dalam mengemukakan ide (I). Salah satunya adalah melalui pendekatan “SAVI” (Somatis. Gambaran permasalahan-permasalahan diatas perlu diperbaiki guna meningkatkan motivasi. siswa akan belajar sedikit tentang matematika dengan menyaksikan presentasi (V). menyenangkan dan cocok untuk siswa. masuk akal. Intelektual(I) : Belajar dengan memecahkan masalah dan merenung. Visual(V) : Belajar dengan bergerak dan berbuat. Pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI bisa optimal jika keempat unsur SAVI ada dalam satu peristiwa pembelajaran matematika. menantang. Atau. Intelektual). Misalnya. Auditori(A) 3.5 pembelajaran yang tepat membuat matematika lebih berarti. Oleh karena itu guru mampu menawarkan metode dalam mengajar yang lebih efektif yang dapat membangkitkan perhatian siswa sehingga siswa menjadi aktif dan termotivasi untuk belajar. : Belajar dengan mengamati dan menggambarkan . Somatis(S) 2. membicarakan atau mendiskusikan apa yang mereka pelajari (A). 4. Auditori. Visual. Unsur-unsur pendekatan SAVI adalah : 1. perhatian. tetapi mereka dapat belajar lebih banyak jika mereka dapat melakukan sesuatu (S). : Belajar dengan berbicara dan mendengar. pemahaman dan prestasi belajar siswa. serta harus diimbangi dengan kemampuan guru dalam menguasai metode tersebut. jika mereka secara simultan menggerakan sesuatu (S) untuk menghasilkan pictogram. .

Dalam hal ini guru mempumyai peranan dalam memberikan motivasi kepada siswa. Siswa yang suka melamun. siswa. cara menerangkan yang monoton dan yang lainnya menjadi hal yang menimbulkan kurangnya motivasi siswa dalam mempelajari matematika. sarana dan prasarana serta materi ajar. Guru dalam proses belajar mengajar merupakan faktor kesuksesan setiap usaha pendidikan. takut untuk bertanya dan sebagainya menunjukkan bahwa siswa mengalami gangguan dalam belajar. keadaan sekolah dan sikap siswa dalam memilih teman untuk bergaul. grafik dan lain sebagainya (V) sambil mendiskusikan atau membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan (A). berbicara dengan siswa lainnya atau teman sebangku. 2002:100) B. Lingkungan juga merupakan komponen yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembelajaran. karena motivasi berperan sangat penting dalam kegiatan utamanya dalam proses belajar. tingkat ekonomi orang tua.6 diagram. suka menggangu teman lainnya. Lingkungan yang dimaksud adalah peran orang tua. Peran orang tua yang tidak . lingkungan. Sifat guru yang otoriter. (Meier. suka marah. ada beberapa komponen penting agar siswa dapat belajar secara optimal yaitu guru. tidak menguasai materi dengan baik. yaitu dalam mendidik anak. tidak konsentrasi pada saat proses belajar berlangsung. Identifikasi Masalah Dalam proses pembelajaran metematika. Siswa sebagai komponen yang lain. dalam hal ini sebagai objek dari pendidikan berkewajiban melakukan proses belajar.

7 maksimal dalam mendidik anak dalam usahanya untuk menanamkan semangat untuk belajar dan kesalahan dalam memilih temen untuk bergaul. Materi ajar yang cenderung kompleks dan terlalu abstrak. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan pembatasan masalah sebagai berikut: . agar siswa benar-benar paham dan menguasai atas materi yang diajarkan. Dalam hal ini guru berperan untuk mengkongkritkan materi bahan ajar yang terlalu abstrak dengan bantuan alat peraga yang berupa lingkaran lengkap dengan unasur-unsurnya. adalah diperlukan alat peraga yang berupa lingkaran yang dilengkapi dengan unsur-unsurnya. C. Materi ajar adalah komponen lain yang menetukan keberhasilan pembelajaran. sehingga akan didapatkan prestasi belajar yang kurang. misalnya alat peraga sebagai alat bantu yang digunakan oleh guru pada saat menerangkan materi Lingkaran. Pembatasan Masalah Penelitian ini difokuskan pada suatu pembelajaran melalui pendekatan “SAVI” pada pokok bahasan Lingkaran yang akan ditinjau dari motivasi belajar siswa agar diperoleh suatu prestasi belajar yang diinginkan. Komponen lain yang juga menetukan berhasilnya pembelajaran adalah sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana yang diperlukan sebagai alat bantu pada saat proses pembelajaran. akan menyebabkan siswa mempunyai motivasi belajar yang minim. membuat siswa mengalami kesuliatan dalam memahami konsep materi yang diajarkan.

Pokok bahasan yang diambil pada penelitian ini adalah Lingkaran yang akan diberikan kepada siswa kelas VIII semester II SMP. Prestasi belajar matematika adalah prestasi belajar dalam bidang matematika. Motivasi belajar adalah keadaan dalam diri siswa yang mendorong keinginan siswa untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan pembelajaran. D. Guru sebagai pengelola kelas .8 1. menakutkan dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu mempelajarinya. melalui ulangan dengan maksud untuk memperoleh suatu angka sehingga dapat ditentukan berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam belajar matematika guna suatu pengambilan keputusan. Perumusan Masalah Terjadinya hambatan apa yang terjadi pada diri siswa dalam pembelajaran matematika timbul karena adanya anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit. kondisi. 3. yang ditandai dengan adanya keinginan siswa untuk bertanya dan kemampuan siswa untuk menyelesaikan soal. Sedangkan kemampuan dasar yang ditunjukkan oleh sebagian guru dalam mengelola interaksi belajar yang cenderung membosankan dan sikap yang otoriter menyebabkan timbulnya rasa takut. situasi. 4. putus asa dan kurangnya motivasi dalam belajar matematika. 2. pengalaman atau pengaruh orang lain juga sangat menentukan motivasi berprestasi bagi siswa. Berkaitan dengan hal ini. Pendekatan pembelajaran pada penelitian ini dibatasi pada pendekatan pembelajaran matematika dengan pendekatan “SAVI”.

. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan “SAVI” dan pendekatan konvensional. Tujuan secara khusus dapat dirinci sebagai berikut : 1. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan “SAVI” dan pendekatan konvensional? 2. Tujuan Penelitian Penelitian ini secara umum bertujuan mengetahui perbedaan pengajaran matematika dengan pendekatan “SAVI” dan pengajaran konvensional pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa? 3. 2. Berdasarka Latar Belakang. maka perumusan masalah penelitian ini dapat dituliskan sebagai berikut: 1. Apakah terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Lingkaran? E. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Identifikasi Masalah dan Pembatasan Masalah yang dikemukakan diatas.9 pada saat pembelajaran harus bersikap positif untuk belajar pada siswa karena guru merupakan sosok figur bagi siswa.

F. 2. Secara praktis diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran. Sebagai masukan bagi calon pendidik tentang penggunaan pendekatan “SAVI” pada pokok bahasan Lingkaran.10 3. 3. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini secara teoritis dapat bermanfaat sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Bagi siswa sebagai pemicu motivasi belajar sehingga siswa dapat belajar matematika dengan giat. . Bagi guru sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penggunaan dan pemilihan pendekatan dalam mengajar.

disusun berdasarkan teoritis dan kajian hasil penelitian yang telah dikemukakan. Tinjauan Teori. Kerangka Berfikir dan Hipotesis. Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai strategi pembelajaran lebih cenderung merupakan penelitian aspek psikologi dari suatu sistem atau struktur. kreatif. Tinjauan Pustaka merupakan uraian sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti terdahulu dan hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan. A. Hikmah ( 2008 : 70 ) mealui penelitiannya tentang Peningkatan Minat Belajar SIswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan “SAVI” 11 . Kerangka Berfikir berisi konsep yang akan digunakan untuk menjawab masalah yang akan diteliti. Kajian Teori yang akan dipaparkan adalah motivasi belajar siawa dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan “SAVI”.11 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dikemukakan mengenai Tinjauan Pustaka. Banyak penelitian yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran matematika tersebut adalah : Nugroho ( 2006 : 73 ) melalui penelitiannya tentang Peningkatan Kreatifitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melelui Pendekatan “SAVI” menyimpulkan bahwa dengan melakukan percobaan belajar SAVI siswa semakin aktif. dan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan mengalami peningkatan dalam belajar matematika.

12 Dengan Mendayagunakan Alat Peraga di SMP N 1 Kartasura menyimpulkan bahwa pembelajaran melalui pendekatan SAVI dengan menggunakan alat peraga terutama pada pokok bahasan kubus dan balok. Dengan meningkatkan minat siswa maka perasaan senang.1 Perbedaan dan Persamaan variabel yang diteliti . kemauan dan perlakuan yang positif untuk mempelajari matematika ikut meningkat. perhatian. Tabel 2.1 dibawah ini. menyimpulkan bahwa prestasi belajar matematika dipengaruhi oleh faktor penggunaan pendekatan pembelajaran dan motivasi siswa. sehingga dapat mendorong peningkatan prestasi matematika siswa. dapat meningkatkan minat belajar siswa. variabel yang diteliti adalah keaktivan siswa. Penelitian Hikmah. Wahyuningsih (2003 : 66 ) melakukan penelitian mengenai Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Penggunaan Metode Diskusi Dengan Menggunakan LKS Dengan Metode Konvensional Pada Pokok bahasan Lingkaran Ditinjau dari Motivasi Belajar Matematika. Hasil penelitian yang telah dibahas. Untuk melihat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2. variabel yang diteliti adalah penguanaan alat peraga dan minat belajar siswa. Hasilnya adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. yang dapat dipandang dari dari berbagai segi antara lain : Penelitian Nugroho. Penelitian Wahyuningsih menitik beratkan pada penggunaan metode dalam belajar. Sedangkan penalitian yang akan penulis lakukan adalah prestasi belajar siswa melalui pendekatan SAVI yang ditinjau dari motivasi belajar siswa.

nilai dan sikap yang dapat membawa perubahan tingkah laku maupun kesadaran diri sebagai pribadi (Kamulyan dan Surtikanti. keterampilan.1999:1) Sedangkan menurut konsep komunikasi. Diskusi Media LKS Nugroho Hikmah Wahyuningsih Ika √ B.13 Nama Peneliti Kreatif Prestasi Aspek yang diteliti Minat Belajar Alat Peraga Motivasi Pend. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan SAVI Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang menyediakan kondisi yang merangsang dan mengarahkan kegiatan belajar si-pebelajar sebagai subyek belajar untuk memperoleh pengetahuan. dengan demikian proses belajar bersifat internal dan unik dalam diri individu siswa. . pembelajaran adalah proses komunikasi fungsional antara siswa derngan guru dan siswa dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagi siswa yang bersangkutan. Kajian Teori 1. sedangkan proses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa perilaku. SAVI √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Met. Jadi pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal.

maka siswa dapat belajar secara optimal. Misalnya dalam belajar somatis ini. Menghalangi fungsi tubuh dalam belajar berarti kita menghalangi fungsi pikiran sepenuhnya. Keduanya adalah satu. Unsur-unsur pendekatan SAVI adalah belajar Somatis. misalanya siswa kurang memperhatikan dan kurang memahami materi yang diajarkan oleh guru. Intinya. a. Pembelajaran dengan pendekatan SAVI adalah pembelajaran dengan menggabungkan gerakan fisik dan aktifitas intelektual serta melibatkan semua indera yang berpengaruh besar dalam pembelajaran. . belajar Auditori. kinetis. Untuk mengatasi kelemahan dan hambatan tersebut maka dapat menerapkan pendekatan belajar SAVI. Dalam kenyataanya. dan belajar Intelektual. Belajar somatis berarti belajar dengan indera peraba. tubuh dan pikiran bukan merupakan dua entitas yang terpisah. banyak kelemahan dan hambatan pembelajaran dikelas terjadi antara guru dengan siswa ataupun antar siswa.14 Tidak semua metode mengajar dapat mewakili wahana pencapaian tujuan pendidikan. Jika keempat unsur SAVI ada dalam setiap pembelajaran. Belajar Somatis. maka perlu diciptakan suasana belajar yang dapat membuat siswa bangkit dan berdiri dari tempat duduk dan aktif secara fisik dari waktu ke waktu. praktis melibatkan fisik dan menggunakan serta menggunakan tubuh sewaktu belajar. tubuh adalah pikiran dan pikiran adalah tubuh. Untuk merangsang hubungan pikiran dan tubuh dalam pembelajaran matematika. belajar Visual. Menurut penelitian.

c. guru dapat melakukan tindakan seperti mengajak siswa membicarakan materi apa yang sedang dipelajari. talibusur dan juring. keliling atau luas. Belajar visual adalah belajar dengan melibatkan kemampuan visual (penglihatan). siswa diminta menjelaskan apa yang disebut dengan Lingkaran. b. dengan alasan bahwa didalam otak terdapat lebih banyak perangkat memproses informasi visual daripada indera yang lain. Siswa diminta mengungkapkan pendapat atas informasi yang telah didengarkan dari penjelasan guru. Dalam hal ini siswa diberi pertanyaan oleh guru tentang materi yang telah diajarkan. Dalam merancang pembelajaran matematika yang menarik kemampuan visual. guru dapat melakukan tindakan seperti meminta siswa menerangkan kembali materi Lingkaran yang telah diajarkan dengan . tembereng. Dengan merancang pembelajaran matematika yang menarik saluran auditori. Belajar Auditori. beberapa area penting di otak menjadi aktif. Misalnya. Belajar auditori berarti belajar dengan melibatkan kemampuan auditori (pedengaran).15 siswa diminta oleh guru untuk menggambar bentuk sebuah Lingkaran di papan tulis yang sudah diketahui jari-jari (r). Belajar Visual. Ketika telinga menangkap dan menyimpan informasi auditori. diameter (d).

sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi yang terjadi hanya satu arah. dan unsur-unsur lingkaran yang lain. dari pembicara kepada pendengar. 2. Penceramah mendominasi seluruh kegiatan. siswa diminta mengerjakan soal-soal latihan dari materi Lingkaran yang telah dijelaskan oleh guru. Metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak dipakai terutama pada bidang studi non eksakta. Belajar intelektual berarti menunjukkan apa yang dilakukan siswa dalam pikiran mereka secara internal ketika mereka menggunakan kecerdasan untuk merenungkan suatu pengalaman dan menciptakan hubungan makna. Ceramah adalah suatu cara penyampaian informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar disuatu ruangan. mencipta. Dalam proses belajar Intelektual. diameter (d). memecahkan masalah dan membangun makna.16 menggunakan alat peraga. Belajar intelektual adalah bagian untuk merenung. sehingga siswa bisa mengetahui apa yang disebut jari-jari (r). rencana dan nilai dari pengalaman tersebut. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Konvensional Pengajaran konvensional atau pengajaran tradisional adalah pengajaran yang diberikan oleh guru kepada sejumlah murid secara bersamasama dengan cara yang telah biasa dipakai. Hal ini mungkin karena . d. Belajar Intelektual.

guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. Motivasi Hakekat motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. perbuatan seseorang yang didasari atas motivasi tertentu mengandung tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya.17 metode ini dianggap paling murah dilaksanakan atau karena metode-metode lain yang belum dikenal. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh siswa. Mereka hanya meniru cara kerja dan penyelesaian yag dilakukan oleh guru. Pada pengajaran ini. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya. 3. mendefinisikan pengertian dan penjelasan rumus-rumus dilakukan sendiri oleh guru. Dalam metode ceramah. Pemberian contoh diberikan dan dikerjakan sendiri oleh guru. Motivasi terjadi apabila seseorang mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu Motivasi merupakan konsep hipotesis untuk suatu kegiatan yang dipengaruhi oleh persepsi atau tingkah laku seseorang untuk mengubah situasi yang tidak memuaskan atau tidak menyenangkan. . Motivasi Belajar Siswa a. Oleh karena itu. guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan urut-urutan langkah dalam menyampaikan isi atau materi tersebut kepada siswa.

Artinya. motivasi adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang untuk mengadakan perubahan tingkah laku. hakikat belajar adalah perubahan. b. baik yang menyangkut pengetahuan.18 Motivasi dipengaruhi oleh keadaan emosi seseorang. keterampilan maupun sikap. Belajar Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. (Djamarah. (2) adanya dorongan dan kebutuhan melakukan kegiatan. dan (5) Adanya kegiatan yang menarik. Menurutnya. kesemuanya termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru. sedangkan intensitasnya tergantung pada kondisi mental orang tersebut. Berdasarkan teori-teori motivasi yang telah dikemukakan diatas dapat disimpulkan. mengolah kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar. motivasi berprestasi dimiliki oleh setiap orang. Jadi. . Guru dapat memberikan motivasi siswa dengan dengan melihat suasana emosional siswa tersebut. menilai proses hasil belajar. (3) Adanya harapan dan cita-cita. tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku. yang mempunyai indikator sebagai berikut : (1) Adanya hasrat dan keinginan untuk melakukan kegiatan. 2002:11). (4) Penghargaan dan penghormatan atas diri sendiri. Bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. (5) Adanya lingkungan yang baik.

yang terdapat dalam berbagai bidang studi. 2007:78-79). Uno (2007) menjelaskan lebih jauh bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Uno. penggunaan dan penilaian. atau mengenai sikap dan nilai-nilai pengetahuan dan kecakapan dasar. (4) Belajar selalu menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu (Uno. 2004:154). Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menurut Ngalim Purwanto dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan adalah : . Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman (Hamalik.19 Pendapat Uno (2007) tentang pengertian balajar : (1) Memodifikasi atau memperteguh kelekuan melalui pengalaman. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. atau lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi. (3) Perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan. 2003:2). 2007:7-9). sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan llingkungannya (Slameto. (2) suatu proses perubahan tingkah laku individu dengan lingkunganya.

Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relative permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau . informal. Motivasi Belajar Siswa Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. kecerdasan. alat-alat yang dipergunakan dalam belajarnya. b. Sedangkan yang termasuk faktor sosial antara lain faktor keluarga atau keadaan rumah tangga. guru dan cara mengajarnya. Sedangkan dari beberapa definisi tantang belajar.20 a. Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang kita sebut faktor individual. Faktor yang ada di luar individu yang kita faktor sebut faktor sosial. c. dan motivasi sosial. dan faktor pribadi. lingkungan dan kesempatan yang tersedia. motivasi. Yang termasuk ke dalam faktor individual antara lain kematangan atau pertumbuhan. latihan. Belajar menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorangberdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. dapat dirangkum bahwa belajar merupakan suatu pengalaman yang diperoleh berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkunganya. Dari beberapa teori belajar yang dikemukakan diatas. dan non formal. dapat dirumuskan bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan interaksi antara individu dan lingkungannya yang dilakukan secara formal.

Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan. pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran siswa yang bersangkutan. kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut : (1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil. dan kegiatan belajar ayang menarik. (6)Adanya lingkungan bel. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik. Tetapi harus diingat. (4) Adanya penghargaan dalam belajar. (3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan. berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar. (5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktifitas belajar yang lebih giat dan semangat.ajar yang kondusif. Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya. lingkungan belajar yang kondusif. (2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. kebermaknaan bahan pelajran dan . harapan akan ciat-cita. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siawa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku.21 penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik. Dengan kata lain.

22 kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan belajar siswa. Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan. Tujuan motivasi bagi seorang guru adalah untuk menggerakan atau memacu para siswanya agar timbul keinginan dan kemajuan untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapakan di dalam kurikulum sekolah (Purwanto. 2). Peranan Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar. d. 2002:80). dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. Peranan Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan prilaku individu. termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Anak akan tertarik untuk belajar . 2006:71). Motivasi adalah “pendorong” suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Purwanto. 1). Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. 2006:73). (Djamarah. Peranan Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar.

4. jika yang dipelajari itu setidaknya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak. Sebaliknya. Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu. Itu berarti motvasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar (Uno. apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar. Faktor Intern 1). akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun. Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar. dengan harapan memperoleh hasil yang baik. 2007:27-28). Faktor ini diantaranya adalah panca indra . Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang akan dinyatakan dalam bentuk simbol. 3).23 sesuatu. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar. huruf maupun kalimat yang dapat me4ncerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu (Tirtonegoro. Dalam hal itu. 2001:43). Faktor jasmaniah (fisiologis) baik yang bersifat bawaan maupun dari pengalaman siswa. maka dia tidak tahan lama belajar. angka. Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa menurut Slameto (2003 : 54-60) adalah: a.

24 yang tidak berfungsi sebagai mestinya. ilmu pengetahuan. 5. Faktor sosial. Faktor budaya. seperti adat istiadat. terdiri atas lingkungan keluarga. Faktor lingkungan fisik. yaitu kecerdasan dan bakat serta faktor kecakapan nyata dan potensi yang dimiliki oleh siswa. seperti fasilitas rumah. tegnologi dan kesenian. terdiri atas: a) Faktor intelektif yang mempunyai potensial. Faktor spiritual dan keagamaan. 4). b. fasilitas belajar dan iklim. lingkungan masyarakat dan lingkungan kelompok. . Materi Lingkaran Lingkaran adalah himpunan titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu dimana titik tersebut disebut titik pusat sedangkan jaraknya disebut jari-jari. 3). yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap. 2). motivasi. mengalami sakit dan sebagainya 2).Faktor ekstern Faktor ekstern meliputi: 1). b) Faktor non intelektif. lingkungan seolah. emosi dan penyesuaian materi. seperti cacat tubuh. Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh dari pengalaman.

14 atau yaitu : 22 sehingga dapat ditemukan rumus keliling lingkaran 7 . diameter. Daerah yang dibatasi tali busur PR disebut tembereng. Sugijono (2005. Garis lengkung PR atau garis lengkung yang menghubungkan titik P dan titik R disebut busur lingkaran atau panjang busur. Garis lurus PR atau ruas garis yang menghubungkan titik P dan titik R disebut tali busur lingkaran. a) Keliling lingkaran Melalui percobaan mengukur keliling suatu benda yang berbentuk lingkaran maka dapat ditemukan nilai perbandingan antara keliling lingkaran. 193) A C O Gambar 2. Garis OA. Daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari OA.25 P R B Andrinawan . OB dan OC disebut jari-jari lingklaran. Garis AB disebut diameter lingkaran.1 bagian-bagian lingkaran. jari-jari dan nilai pendekatan ( π ) yaitu π = 3. Keterangan: Titik O disebut titik pusat lingkaran. OC dan busur lingkaran Ac disebut juring lingkaran.

kemudian gunting dan disusun tiap juring sehingga membentuk gambar mirip persegi panjang.14 atau b) Luas lingkaran Untuk menemukan luas daerah lingkaran dapat dilakukan melalui percobaan memasang juring-juring lingkaran dan 22 nilai pendekatan 7 Cunayah (2007. Dengan K = keliling lingkaran r = jari-jari lingkaran d = diameter lingkaran π = 3.2 Percobaan menemukan rumus luas daerah lingkaran .26 K = 2 π r atau K = π d. Seperti langkah-langkah gambar di bawah ini: ½k a h i b j c k d l e m f n r Gambar 2. Caranya yaitu memotong juring-juring lingkaran pada gambar di bawah ini dengan membuat garis tengah sebanyak 6 buah yang saling membentuk sudut 30° sehingga didapat 12 buah juring yang sama besar. 213) menyusunnya menjadi mirip persegi panjang. Salah satu juring dibagi dua sehingga sudut pusatnya masing-masing menjadi 15°.

Lingkaran merupakan materi yang penerapannya banyak ditemui dilingkungan sekitar sehingga pembelajarannya akan lebih mudah dipahami jika menggunakan alat peraga atau benda yang berbentuk Lingkaran. Keanekaragaman pendekatan mengajar yang ada pada saat ini merupakan alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk memilih pendekatan mana yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan.27 Luas daerah lingkaran = Luas daerah persegi panjang L = panjang x lebar = ½ k x r = ½ x 2 π x r L = π r2 Karena r = ½ d maka luas daerah lingkaran dapat diubah menjadi L = π r2= π (½ d)2 = π (½ d x ½ d) = π ¼ d2 = ¼ π d2 C. Kerangka Pikiran Berdasarkan penyajian deskripsi teoritik dapat disusun suatu kerangka berfikir untuk memperjelas arah dan maksud penelitian. Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. 163 . Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah lingkaran. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa diantaranya adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dan motivasi belajar siswa. proses belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. motivasi belajar dan prestasi belajar. Hadi (2007. Kerangka berfikir ini disusun berdasarkan variabel yang dipakai dalam penelitian yaitu pendekatan pembelajaran. Penggunaan pendekatan pembelajaran dalam.

Sebagai kegiatan akhir. Dengan adanya motivasi belajar yang tinggi. Motivasi belajar siswa merupakan faktor psikis dari dalam diri siswa. guru memberikan latihan soal dengab materi lingkaran kepada siswa untuk dikerjakan secara individu sebagai bentuk belajar Intelektual (I). guru memberikan beberapa soal yang berkaitan dengan materi lingkaran yang telah diajarkan. Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga berupa Lingkaran yang dilengkapim dengan unsur-unsurnya sebagai bentuk dari penerapan belajar Visual (V). Selanjutnya. Pembelajaran dimulai dengan guru memberitahukan materi yang akan diajarkan dan menyampaikan tujuan pembelajaran. faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar siswa. Selain pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. untuk dikerjakan dalam diskusi kelompok. Guru kemudian membahas materi dengan ceramah dan tanya jawab sebagai bentuk dari penerapan belajar Auditori (A). yang setiap kelompok tediri dari dua siswa atau dalam satu meja. Secara bersama-sama dengan bimbingan guru. Dalam pembelajaran SAVI.28 Dalam penelitian ini digunakan pembelajaran dengan pendekatan SAVI yaitu pembelajaran dengan menggabungkan gerakan fisik dan aktifitas intelektual serta melibatkan semua indera yang berpengaruh besar dalam pembelajaran. sebagai bentuk belajar Somatis (S). kemudian mempresentasikan. . guru menyatukan keempat unsur SAVI dalam satu pembelajaran matematika. semua kelompok mengevaluasi hasil pekerjaan kemudian setelah dikoreksi hasil dikumpulkan. yang dapat menumbuhkan semangat untuk belajar. maka akan meningkatkan prestasi yang tinggi pula pada siswa.

3 Alur Kerangka Berfikir D. Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran. Pendekatan pembelajaran SAVI b. maka hipotesis yang muncul dalam penelitian ini adalah : 1. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. 3. Gambar 2. 2. c. akan membantu anak memperoleh suatu prestasi belajar yang diharapakan. b. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran. Hipotesis Tindakan Berdasarkan Kerangka Berfikir tersebut. Tinggi. Kerangka berfikir dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut : Pendekatan yang dipakai: a. Rendah. Pembelajaran konvensional Prestasi belajar Motivasi Belajar siswa: a. .29 Pendekatan pembelajaran yang sesuai dan adanya motivasi belajar kepada siswa. Sedang.

tempat dan waktu penelitian. 30 . Metode penelitian ini lebih cenderung sebagai pertanggung jawaban mengenai meode-metode yang dipergunakan selama penelitian berlangsung dari awal sampai selesai. teknik pengumpulan data. yaitu kelas yang menggunakan pedekatan pembelajaran SAVI dengan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan membandingkan antara kelas eksperimen. Tentu saja ketepatan dan kejelasan mengenai metode yang dipergunakan dalam penelitian merupakan salah satu bagian yang ikut menentukan tingkat kesahihan atau kebenaran hasil penelitian. Selanjutnya kedua kelas dievaluasi untuk melihat perubahan / peningkatan yang terjadi terhadap prestasi belajar matematika setelah mendapat perlakuan pendekatan pembelajaran SAVI dengan yang belum mendapat perlakuan. instrument penelitian dan teknik analisis data.30 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara-cara atau langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti. Uraian mengenai pertanggung jawaban metode-metode yang digunakan melibatkan pembahasan mengenai jenis penelitian. subyek penelitian (populasi. sampel dan sampling). A.

3. Subyek Penelitian 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto. dengan perincian dapat dilihat pada table 3.1 Waktu Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Analisis Data Penyusunan Laporan Januari Februari 3 Maret April 1 2 3 4 1 2 4 1 2 3 4 1 2 3 4 C. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri.1 berikut: Tabel. Populasi adalah wilayah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan .31 B. 2006: 130). Tempat dan Waktu Penelitian 1. Waktu Penelitian Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2009. Alasan mengambil tempat penelitian ini adalah sekolahan ini mempunyai prestasi cukup baik dan letaknya yang strategis.

32 oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono.2006:57). Penelitian ini. Sampling Sampling adalah cara atau teknik yang digunakan untuk mangambil (menentukan) sampel. dimana setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel (Sugiyono. 3. 2006: 55). Disini 5 kelas yang menjadi populasi diberi undian untuk diambil dua kelas sebagai sampel. Sampel Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi (Arikunto. b. Dengan cara undian diharapkan dapat mewakili populasi. mengamati sampel sebanyak 2 kelas yaitu VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIID sebagai kelas kontrol dengan masing-masing kelas berjumlah 40 siswa. 2. . 2006:131). Pelaksanaannya tidak dipengaruhi oleh unsur subyektifitas. Memberikan hak yang sama kepada setiap kelas dalam populasi untuk menjadi anggota sampel. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono. c. 2006: 56). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII. yang terdiri dari 5 kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri tahun 2008/2009. Alasan penulis menggunakan random sampling adalah : a. Teknik pengambilan sampel yang penulis gunakan adalah random sampling.

Uji Keseimbangan Dalam memperoleh data dipergunakan metode tes dan dokumentasi. Karena thitung < ttabel maka H0 diterima jadi disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama atau seimbang (tidak terdapat perbedaan).05 (5%).10 dan standar deviasinya 2. (Dengan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4) Untuk kelas eksperimen dengan jumlah sampel 40 siswa diperoleh rata-rata 70.739. Hasil uji keseimbangan yang menggunakan uji t (independent sample t test ) didapat thitung sebesar 1.991 pada taraf signifikansi 0. Uji matching ini diambil dari nilai raport bidang studi matematika kelas VIII Semester 1 SMP Negeri 1 Wuryantoro.9509 sedangkan untuk kelas kontrol dengan sampel 40 siswa diperoleh rata-rata 68.5.33 4. Sebelum mengadakan penelitian dilakukan uji matching antara kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui apakah kedua kelas tersebut dalam keadaan seimbang atau tidak. sehingga penelitian akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya .8328. sedangkan ttabel sebesar 1.9750 dan standart deviasinya 2. Perhitungan untuk rumus uji-t pada uji keseimbangan menggunakan bantuan komputer program SPSS For Win 11.

Metode Tes Menurut Arikunto (2002:127) tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau data lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan. 1.34 D. Dalam penelitian ini akan digunakan jenis angket yang digunakan untuk memperoleh jawaban responden tentang dirinya sendiri dan jawabannya telah disediakan. Pada penelitian ini. 2002:128). Metode pokok yang yang penulis gunakan adalah meode dokumentasi. Angket ini dugunakan untuk meneliti motivasi belajar metematika siswa. Metode tes ini digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan Lingkaran. . sehingga responden tinggal memilih alternative jawabannya. Metode Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. 2. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dan keterangan-keterangan yang dibutuhkan dalam penelitian ini. maka penulis menentukan metode pengumpulan data yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. pengetahuan intelegensi. untuk pengumpulan data penulis menggunakan metode pokok dan metode Bantu.

Fase-fase dalam pembelajaran metematika dengan menggunakan pendekatan SAVI adalah sebagai berikut : Fase 1 : Pembukaan Fase 2 : Guru memberitahukan materi yang akan diajarkan . Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mengetahui data mengenai nilai semester 1 bidang studi matematika untuk uji keseimbangan dan daftar nama siswa. dan belajar Intelektual. metode dokumentasi adalah cara yang digunakan untuk mengetahui segala sesuatu dengan melihat catatan-catatan.35 3. E. belajar Auditori. Definisi Operasional Variabel a. Metode Dokumentasi Menurut Arikunto (2002:135). Pembelajaran dengan Pendekatan SAVI Metode pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI yaitu cara belajar yang melibatkan seluruh indera. belajar dengan bergerak aktif secara fisik dan membuat seluruh tubuh atau pikiran ikut terlibat dalam proses belajar. Unsur-unsur penddekatan SAVI adalah belajar Somatis. Tindakan guru yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI adalah dengan menyatukan keempat unsur SAVI ada dalam satu pembelajaran matematika. Definisi Operasional 1. belajar Visual. dokumen-dokumen yang berhubungan dengan obyek yang diteliti.

36 Fase 3 : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Fase 4 : Guru membahas materi dengan metode ceramah dan tanya jawab sebagai bentuk dari penerapan belajar Auditori (A) Fase 5 : Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga penerapan belajar Visual (V) Fase 6 : Guru memberikan kegiatan berupa diskusi kelompok. Penceramah mendominasi seluruh kegiatan. Ceramah adalah suatu cara penyampaian informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar disuatu ruangan. Pembelajaran dengan konvensional Pembelajaran konvensional adalah proses belajar mengajar dan penyampaian pelajaran masih menggunakan sistem yang biasa yaitu sistem ceramah. Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi yang terjadi hanya satu arah. dari pembicara kepada pendengar. sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. sebagai bentuk dari . presentasi atas hasil diskusi kemudian pengumpulan hasil diskusi sebagai bentuk belajar Somatis(S) Fase 7 : Guru memberikan latihan soal kepada siswa sebagai bentuk belajar Intelektual (I) Fase 8 : Penutup b.

3). Pada pengajaran ini guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. c. guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan urut-urutan langkah dalam menyampaikan isi atau materi tersebut kepada siswa. definisi dan rumus serta pembuktian dalil dilakukan sendiri oleh guru. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh siswa. Keinginan siswa untuk mengerjakan soal kedepan kelas . Fase-2 : Guru memberikan latihan-latihan. Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar yang dimaksud adalah keadaan diri siswa yang mendorong keinginan siswa untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan pembelajaran. yang ditandai dengan adanya keinginan siswa untuk mengajukan dugaan dan kemampuan siswa dalam menyelesaiakan soal. 2). Dalam pembelajaran konvensional terdapat tiga langkah yaitu sebagai berikut: 1). Aspek-aspek motivasi ini melipuiti: Motivasi siswa untuk mengajukan dugaan dan motivasi siswa dalam menyelesaikan masalah. Keinginan siswa untuk bertanya 2). Fase-3 : Guru mengevaluasi latihan tersebut bersama-sama murid. Mereka meniru cara kerja dan cara penyelesaian yang dilakukan oleh guru. Fase-1 : Guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.37 Dalam metode ceramah. Adapun indikator motivasi belajar ini adalah sebagai berikut: 1). Contoh-contoh diberikan dan dikerjakan pula oleh guru.

F. Adapun proses pengembangan instrumen adalah sebagai berikut : 1. d. huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu Prestasi belajar dalam bidang matematika melalui ulangan dengan maksud untuk memperoleh suatu angka sehingga ditentukan berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam belajar matematika guna suatu pengambilan keputusan. angka. Kemampuan siswa untuk mengerjakan soal latihan.38 3). 2) Menyusun angket berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes untuk memperoleh data tentang motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Angket Motivasi Dalam penelitian ini metode angket digunakan untuk menyimpulkan data mengenai motivasi belajar matematika. Tahap Penyusunan 1) Menyusun kisi-kisi instrumen yaitu kisi-kisi angket motivasi. Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang akan dinyatakan dalam bentuk simbol. a. 3) Prosedur pemberian skor berdasarkan tingkat motivasi belajar matematika siswa yaitu : a) Angket positif .

29. 10 13. 15 6. 7. 16. 23 26. Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Tabel 3. 24. 19 20. 1 2 3 4 5 6 Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar Adanya harapan dan cita-cita masa depan Adanya penghargaan dalam belajar Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar Adanya lingkungan belajar yang kondusif Jumlah c. 30 15 Jumlah 5 6 4 4 6 5 30 . 5 4 8.2 Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa Indikator No. 2. Item Positif Negatif 1. Penentuan Batas Kelompok Batas kelompok ditentukan dengan terlebih dahulu menghitung standar deviasi dengan rumus : No. 11 12 17. 21. 14. 18 22.39 1) Jawaban a mendapatkan skor 4 2) Jawaban b mendapatkan skor 3 3) Jawaban c mendapatkan skor 2 4) Jawaban d mendapatkan skor 1 b) Angket negatif 1) Jawaban a mendapatkan skor 1 2) Jawaban b mendapatkan skor 2 3) Jawaban c mendapatkan skor 3 4) Jawaban d mendapatkan skor 4 b. 15. 25 27. 28. 9.3.

40

SD =

X
N

2

⎛∑ X ⎞ −⎜ ⎟ ⎝ N ⎠

2

Di mana SD ∑X N
2

= Standar Deviasi = tiap skor dikuadratkan lalu dijumlahkan kemudian dibagi N
2

⎛ ∑ X ⎞ = semua skor dijumlahkan, dibagi N, lalu dikuadratkan. ⎜ ⎟ ⎝ N ⎠

Penentuan batas kelompok untuk : Motivasi tinggi Motivasi sedang Motivasi rendah 2. Tes prestasi belajar a. Tahap Penyusunan 1) 2) 3) 4) 5) Menentukan materi yang akan digunakan untuk membuat soal. Menentukan bentuk soal yang akan dibuat yaitu obyektif. Menyusun tabel kisi-kisi soal tes. Menjabarkan kisi-kisi dalam butir-butir soal. Prosedur pemberian skor untuk jawaban tes sebagai berikut: nilai 1 jika benar 0 jika salah. 6) Uji coba tes. = X > X + SD = X - SD < x < X + SD = x < X - SD ( Arikunto, 2007 : 265 )

41

b. Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar Tabel 3.3 Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar
Pokok No 1 TIU Bahasan Siswa dapat mengetahui bagian-bagian lingkaran, menentukan keliling lingkaran, luas lingkaran serta dapat menggunakan perbandingan hubungan antara sudut pusat, panjang busur, dan luas juring lingkaran 1.2 1. lingkaran Bahasan 1.1 Lingkaran dan unsurunsur lingkara n Keliling lingkara n dan luas lingkara n - Luas lingkaran - Keliling lingkaran - Unsur-unsur lingkaran - Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran seperti jari-jari, diameter, busur, juring, tembereng dan sebagainya. - Siswa dapat menyatakan dan menggunakan rumus keliling lingkaran. - Siswa dapat menggunakan perbandingan untuk mengetahui besar keliling lingkaran dari dua buah benda yang berbentuk lingkaran. - Siswa dapat menghitung nilai perbandingan antara 2 buah benda yang berbentuk lingkaran. - Siswa dapat menyatakan dan menggunakan rumus luas lingkaran. Sub Pokok Materi Indikator

No item 1,2,3,4,5

6,7,9,10

8

12

11,13,14, 15,16,17, 18,19,20

3. Tahap Uji Coba Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar. Sebelum tes hasil belajar diberikan kepada sampel penelitian terlebih dahulu tes hasil belajar di uji cobakan kepada siswa diluar sampel

42

dalam populasi penelitian. Kelas yang ditunjuk masih dalam satu populasi, yaitu kelas VIII E SMP N 1 Wuryantoro yang berjumlah 40 siswa. Uji coba instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas butir-butir soal Pengujian validitas soal dilakukan untuk mengetahui kevalidan tiap butir soal yaitu dengan menggunakan korelasi product moment. Apabila rxy ≥ 0,312 maka item tersebut dikatakan valid sebaliknya apabila rxy < 0,312 item soal dinyatakan tidak valid. Sedangkan uji reliabilitas soal menggunakan rumus alpha. a. Validitas Validitas dapat diartikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen. Validitas tes pada penelitian ini menggunakan rumus product moment dari Pearson sebagai berikut :
rxy = n ΣXY− (ΣX)(ΣY) ( n Σ X2 − ( Σ X )2 ) ( n Σ Y2 − ( Σ Y )2 )

Keterangan : rxy : koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y n : cacah obyek X : skor item yang dicari validitasnya Y : skor total setiap siswa Setelah diperoleh rxy kemudian dikosultasikan dengan harga kritik r momen product. Apabila rxy ≥ rtabel maka dikatakan butir soal itu valid,

Hasil pengujian validitas tes soal untuk mengetahui tentang prestasi belajar siswa. 2007: 72) Koefisien korelasi tabel yang diambil adalah α = 5% dengan angka rtabel masing-masing item pertanyaan.312) atau nilai Sig.312) maka 5 soal tersebut dibuang atau tidak dipakai. Hasil uji validitas untuk mengungkap tingkat motivasi siswa dari 30 butir soal didapat 5 butir pertanyaan yang tidak valid.05 layak dipergunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini.43 sedangkan apabila rxy < rtabel maka dikatakan butir soal itu tidak valid. < dari 0. maka nilai rxy harus lebih besar dari rtabel.05.312) atau nilai Sig. . (Arikunto. maka 5 dari 30 pertanyaan yang diberikan peneliti untuk mengetahui tingkat motivasi siswa dibuang atau tidak dipakai. hal tersebut dapat dilihat pada hasil rangkuman uji validitas dimana terdapat beberapa item pertanyaan yang memiliki nilai rhitung < 0. Sedangkan 25 pertanyaan yang valid atau memiliki nilai rxy > dari nilai rtabel (0. Sedangkan dari 20 butir soal yang diberikan menunjukan hasil yang valid 15 item pertanyaan. hal ini ditunjukkan oleh hasil perhitungan nilai rxy atau nilai pearson korelasi seluruh butir soal > dari nilai rtabel (0.312. < 0. dari 20 soal yang diberikan terdapat 5 soal yang tidak valid hal tersebut dapat dilihat pada nilai rhitung < nilai rtabel (0. Dengan demikian seluruh soal (15 butir) untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa dinyatakan layak dipergunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini.

312 0.312 0. 12.312 0.312 0.312 0. 14.423 0. 7. 17.703 0. 2006 : 86).312 0.474 0.44 Tabel 3.312 0. rxy 0.330 0. 10.312 0.312 0.304 0.312 0. 16.024 0. 20. 13.064 0.312 0.312 0.392 0.647 0. 19. Reliabilitas Pengertian reliabilitas tes berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes atau seandainya hasilnya berubah-ubah perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti (Arikunto.713 0.392 0. 5.393 0.312 Status Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah 2009 b.647 0.269 0. 2. Soal 1.312 0.261 0.312 0.564 0.312 0.312 0. 4.312 0. 9. 15.4 Hasil Pengujian Validitas Soal Prestasi Siswa No. 8.312 0. 18.519 0.615 rt 0. 6. 11.663 0. 3.312 0.663 0. Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan rumus KR20 sebagai berikut : .

45 2 ⎛ ⎞ ⎛ n ⎞⎜ ∑σ i ⎟ r11 = ⎜ ⎟⎜1 − 2 ⎟ ⎝ n − 1 ⎠⎜ σt ⎟ ⎝ ⎠ Keterangan : r11 n ∑σ i 2 : reliabilitas tes secara keseluruhan : banyaknya item : jumlah varians skor tiap-tiap item : variansi total (Arikunto. Setelah soal dinyatakan valid dan reliabel maka soal dapat dijadikan sebagai instrumen penelitian atau alat pengambilan data.818 =( = 0. 818 N -1 39 2 Vt rii =( k (vt − ∑ pq) )( ) k −1 vt 8.930 20 ) )( 19 12.733 Dari perhitungan tersebut maka soal penelitian mempunyai hasil perhitungan 0. . 2007:109) σt 2 Dalam pengujian reliabilitas menggunakan rumus KR20 sebagai berikut: ( ∑ Y) 2 252004 ∑Y − 6800 − N 40 = = = 12 .733 sehingga hasil perhitungan uji reliabilitas tergolong tingkat reliabilitas yang cukup.

210) Untuk contoh perhitungannya sebagai berikut: Misal untuk soal nomor 1.30 – 0. Rumus mencari taraf atau indeks kesukaran adalah : P= B JS Keterangan: P = indeks kesukaran B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes Kriteria tingkat kesukaran soal : P : 0. sedangkan soal yang terlalu sulit menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak bersemangat. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya. Analisis Indeks Kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit.70 adalah soal sedang P : 0.88 JS 40 Dengan demikian soal nomor 1 termasuk kategori mudah Untuk mencari taraf kesukaran soal nomor 2 sampai 15 prosesnya sama dengan perhitungan di atas. Dan hasil perhitungan disajikan dalam Tabel 3.46 c.5 berikut: .30 adalah soal sukar P : 0. P= B 35 = = 0.70 – 1. 2007: 207 .00 – 0.00 adalah soal mudah (Arikunto.

33 0.78 0.25 0.78 0.80 0.75 0.53 0.43 0.47 Tabel 3.35 0.85 0.40 0.38 0.75 0.70 0.80 Kriteria Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Sedang Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Mudah Sumber : hasil pengolahan data .60 0.63 0. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Taraf Kesukaran 0.80 0.88 0.5 Hasil Perhitungan Taraf Kesukaran Soal No.80 0.

00 – 0.70 – 1.40 – 0. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi.40 : cukup. 2007: 214 . 2007: 211). (Arikunto.20 : jelek.48 d.70 : baik. D : 0. Rumus untuk menetukan indeks diskriminasi adalah : D= BA BB − J A JB Keterangan: D = indeks diskriminan (angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda) JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya pembeda: D : 0. D : 0.00 : baik sekali. Analiais Daya Beda Daya pembeda adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah (Arikunto.218). .20 – 0. D : 0.

30 0.40 0.10 0.6 berikut: Tabel 3.35 0.40 0.30 0.40 0.25 0.15 0.49 Hasil perhitungan selengkapnya disajikan dalam Tabel 3.35 0.40 0.25 0.20 0.30 0.20 0.00 0.6 Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal No.45 0. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Indek Daya Pembeda 0.30 Kriteria Cukup Cukup Jelek Jelek Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Jelek Cukup Cukup Cukup Jelek Jelek Cukup Cukup Baik Cukup Sumber : hasil pengolahan data .35 0.35 0.

Teknik Analisis Data 1. Dalam penelitian ini untuk menguji normal tidaknya sampel dihitung dengan program SPSS versi 11.5 b. D= BA BB − JA JB = 0. . Dalam penelitian ini untuk menguji homogen tidaknya sampel menggunakan Uji Bartlett dengan bantuan program SPSS versi 11. Uji Prasyarat Analisis a.25 = Dengan demikian soal nomor 1 termasuk kategori cukup. G. Uji Normalitas Uji Normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji Hipotesis Dalam penelitian ini menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.5 2. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk membuktikan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen.50 Untuk contoh perhitungannya sebagai berikut: Misal untuk soal nomor 1. Untuk mencari daya pembeda soal nomor 2 sampai 15 prosesnya sama dengan perhitungan di atas.

i pada variabel terikat β j = efek kolom ke-j pada variabel terikat (αβ )ij = kombinasi efek baris ke-i dan kolom ke-j pada variabel terikat ∑ ijk = deviasi data amatan terhadap rataan populasi (Galat Eror) i = 1.…n ij i nij = banyaknya data amatan pada sel i b. untuk paling sedikit satu j b H 0 AB : (αβ )IJ = 0 = 0. untuk setiap i H 1A : α r ≠ 0. untuk paling sedikit satu rj ab 2) Taraf Signifikasi 95%. α = 0. Prosedur 1) Hipotesis HOA : α i = 0 .…q i q = banyaknya kolom k = 1. Model X ijk = µ + X i + β i + (αβ )ij + ∑ ijk dengan: Xijk = data amatan ke-k pada baris ke-I dan kolom ke-j µ = rerata dari seluruh data amatan Xi = efek baris ke.3.51 a. untuk setiap i dan j H 1 AB : (αβ )ij ≠ 0 .3.…p i p = banyaknya baris j = 1.2. untuk paling sedikit satu a  H 0B : β i = 0.3.05 . untuk setiap j H 1B : β j ≠ 0.2.2.

52 3) Komputasi a) = b) = G2 N ∑ SS IJ ij c) = A ∑ qi i 2 d) = e) = ∑ j Bj p 2 ∑ AB ij 2 IJ dimana : Ai = Bj = G= ∑ AB j ij = jumlah rataan pada baris ke-i = jumlah rataan pada kolom ke-j = jumlah rataan semua sel 2 ∑ AB i ij ∑ AB ij ij SSij = ∑X k 2 ijk ⎡ ⎤ ⎢∑ X ijk ⎥ ⎦ = jumlah kuadrat deviasi amatan pada −⎣ k nijk sel ij N =  ∑ nij = banyaknya seluruh data amatan ij nh = rataan harmonik frekuensi seluruh sel = pq 1 ∑n ij ij nij = rataan sel ij = banyaknya data amatan sel ij .

(1)} JKAB = nh {(1) + (5) – (3) – (4)} JKG = (2) JKT = JKA + JKB + JKAB + JKG 5) Derajat Kebebasan dk A = p – 1 dk B = q – 1 dk AB = (p-1) (q-1) dk G = N – pq dk T = N .53 4) Jumlah Kuadrat JKA = nh {(3) .(1)} JKB = nh {(4) .1 6) Rataan Kuadrat RK A = JKA dkA JKB dkB JKAB dkAB RK B = RK AB = RK G = JKG dkG 7) Statistik Uji Fa = RKA RKG .

DKb = { FIF> Fα : q -1. N.3Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi .pq Gambar. Gambar statistik uji F antar motivasi c. DKa = { FIF > Fα : p -1.pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : p -1. N-pq Gambar.. N – pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : q -1.3. DKab = { FIF> Fα : ( p -1) (q -1).3.2.54 Fb = RKB RKG RKAB RKG Fab = 8) Daerah Kritik a. N. N.3. N-pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : ( p -1) (q -1).pq Gambar.. Grafik statistik uji F antar pendekatan b.1.

2000: 226-228) c. Tata Letak Data Berikut tabel anava berupa hubungan baris dan kolom.7 Tabel Anava Bj B1 Ai A1 A2 A1B1 A2B1 A1B2 A2B2 A1B3 A2B3 B2 B3 Dimana: A i = pendekatan mengajar A1 = menggunakan pendekatan SAVI A2 = menggunakan pendekatan konvensional B j = motivasi belajar siswa B1 = rendah B2 = sedang B3 = tinggi A1B1 =hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil rendah . Adapun bentuk tabelnya sebagai berikut: Tabel 3.55 9) Keputusan Uji Ho ditolak jika harga statistika uji yang bersesuaian melebihi harga kritik masing-masing (Budiyono.

digunakan metode Shceffe. Budiyono (2000:208-210) langkah-langkah dalam menggunakan metode Shceffe: 1) 2) Mengidentifikasi semua pasangan komparasi rerata Merumuskan hipotesis yang bersesuaia n dengan komparasi tersebut .5 Fa Fb Fab P <α atau >α <α atau >α <α atau >α - 3. “Komparasi Ganda adalah tindak lanjut dari analisis variansi apabila analisis variansi tersebut menunjukan bahwa hipotesis nol ditolak” Untuk uji lanjutan setelah analisis variansi. Rangkuman Analisis Tabel 3. Uji Komparasi Ganda Menurut Budiyono (2000:197).8 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan Sumber Baris Kolom Interaksi Galat Total JK JKA JKB JKAB JKG JKS Dk p-1 q-1 (p-q)(q-1) N-pq N-1 RK RKA RKB RKAB RKG Fα.56 A1B2 = hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil sedang A1B3 = hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil tinggi A2B1 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil rendah A2B2 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil sedang A2B3 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil tinggi e.

57

3)

Mencari harga statistik uji F dengan rumus sebagai berikut: a) Untuk komparasi rerata antar baris ke- i dan ke-j Fi-j =

(x − x )
i j

2

⎛1 1 ⎞ RKG⎜ + ⎟ ⎜n n ⎟ j ⎠ ⎝ i

b)

Untuk komparasi rerata antar kolom ke- i dan ke-j Fi-j =

(x − x )
i j

2

⎛1 1 ⎞ RKG⎜ + ⎟ ⎜n n ⎟ j ⎠ ⎝ i

c)

Untuk komparasi rerata antar sel ke- ij dan sel ke-j Fij- ik =

(x

ij

− x kj

)

2

⎛ 1 1 ⎞ ⎟ RKG ⎜ + ⎜n n kj ⎟ ij ⎝ ⎠

d)

Untuk komparasi rerata antar sel ij dan ik Fij- ik =

(x

ij

− x kj

)

2

⎛ 1 1 ⎞ ⎟ RKG ⎜ + ⎜n n kj ⎟ ij ⎝ ⎠

i. Menentukan tingkat signifikasi : α = 0,05 ii. Menentukan daerah kritik (DK) DKi,-j = {Fi,-j.| Fi,-j > (p-1) Fα ; (p-1) ; N-pq} DKi,-j = {Fi,-j | Fi,-j > (p-1) Fα ; (q-1) ; N-pq} DKij-kj = {Fij-kj | Fij-kj > (p-1) Fα ; (pq-1) ; N-pq} DKij- ik = {Fij- ik | Fij- ik > (p-1) Fα ; (pq-1) ; N-pq}

58

iii. Menentukan keputusan uji (beda rerata untuk setiap pasang komparasi rerata. iv. Menyusun rangkuman analisis (komparasi ganda).

59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai deskripsi penelitian, pengujian prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan homogenitas, pengujian hipotesis, dan pembahasan analisis data dengan anava dua jalur. Adapun langkah-langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
A. Deskripsi Data

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk membandingkan akibat dari suatu perlakuan. Pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional dan kelas eksperimen menggunakan pendekatan Somatis, Auditori, Visual, Intelektual (SAVI). Pembelajaran SAVI dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memberi motivasi kepada siswa serta membeikan garis besar hal-hal yang terkait dengan materi pelajaran. Kemudian guru menerangkan materi tenteng unsur-unsur lingkaran, keliling lingkaran dan luas lingkaran dengan alat peraga sebagai penguat pembelajaran Visual (V). Pada saat menerangkan materi pelajaran guru sering melemparkan pertanyaanpertanyaan untuk dijawab oleh siswa, selain itu guru juga memberikan kepada siswa kesempatan untuk bertanya. Pada beberapa bagian materi yang menyangkut pengertian tentang suatu hal, guru meminta siswa untuk mengucapakannya bersama-sama dengan suara keras dan lantang. Hal tersebut sebagai penguat pembelajaran Auditori (A), selain mendengarkan penjelasan materi dari guru. Seteleh menerangkan materi, guru memberikan sbeberapa soal 59

Setelah data dari setiap variabel terkumpul. Data skor angket motivasi belajar siswa Data tentang motivasi siswa diperoleh dari nilai angket.SD < X < X + SD) Tinggi (X > X + SD) Kontrol 14 20 6 Eksperimen 7 26 7 (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 12) Data motivasi belajar siswa dikategorikan dalam tingkat rendah. Ringkasan anlisisnya adalah sebagai berikut : Tabel 4. Ketentuan pengkategorian tersebut adalah jika X > X + SD maka motivasi tersebut dikatakan tinggi.SD < X < X + SD . selanjutnya digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Berikut ini akan diberikan uraian mengenai data yang di peroleh 1. jika X . Sebagai penguat bentuk pembelajaran Intelektual (I). Kemudian siswa mempresentasikan jawabannya dan siswa yang lain diminta menanggapi.60 untuk dikerjakan oleh beberapa siswa didepan kelas. Hal ini sebgai penguat pembelajaran Somatis (S). sedang dan tinggi. selanjutnya dikelompokkan dalam 3 kategori berdasarkan mean dan standar deviasi. berupa hadiah. 1 Hasil Pengkategorian Tingkat Motivasi Belajar Kategori tingkat motivasi Rendah (X < X . siswa diberikan tugas mandiri dengan mengerjakan soa-soal. Guru memberikan pnghargaan kepada siswa yang telah mengerjakan soal didepan kelas tersebut.SD) Sedang ( X . Variabel dalam penelitian ini adalah metode mengajar (a) dan motivasi (b).

Data yang diperoleh dari perhitungan dirangkum pada tabel diatas dan dapat dilihat bahwa dari kelas kontrol terdapat 14 siswa yang memiliki motivasi rendah.9418 (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13).SD maka motivasi tersebut dikatakan rendah. Data tentang prestasi belajar berdasarkan mean dan standar deviasi.50 9. dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.0500 7. Data skor prestasi belajar siswa. 20 siswa mempunyai motivasi sedang dan 6 siswa yang mempunyai motivasi tinggi.7232 0. Untuk kelas eksperimen terdapat 7 siswa yang memiliki motivasi rendah. .00 Mean 8.00 Minimal 6. 26 siswa mempunyai motivasi sedang dan 7 siswa yang mempunyai motivasi tinggi.2 Data Prestasi Belajar Siswa Kelompok Eksperimen Kontrol Maksimal 9.50 5.61 maka motivasi tersebut dikatakan sedang dan jika X < X . 2.4375 SD 0.

Dengan demikian diketahui bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal.05 0. Berdasarkan hasil pengujian normalitas data dengan menggunakan bantuan progam komputer Statictical Product and Service Solution (SPSS) 11.05.078 0. .126 0.05. (2-tailed) masing-masing faktor lebih dari 0. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.075 0.05 0.492 0.05 Sig > α Sig > α Sig > α Sig > α Sig > α Normal Normal Normal Normal Normal α Keputusan Kesimpulan (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13).5 for windows.62 B. Teknik uji yang digunakan adalah uji liliefors pada taraf signifikan 0.05 0. 3 Uji Normalitas Sumber Nilai signifikansi Metode Konvensional Metode SAVI Motivasi rendah Motivasi sedang Motivasi tinggi 0. Hasil Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji Prasyarat Analisis Penelitian 1. Hasil pengujian normalitas data di atas menunjukkan bahwa besar nilai Sig.221 0.05 0.

yaitu untuk melihat perbedaan berdasarkan tingkat motivasi siswa (tinggi.5 diperoleh nilai Sig untuk uji homogenitas sebesar 0. maka data di atas dapat dipakai untuk uji hipotesis selanjutnya. metode pembelajaran yang digunakan antara metode SAVI dan Konvensional.057 > 0. apakah kesemua varian memiliki varians yang sama. Adapun hasil analisis anava dua jalur akan diuraikan pada tabel 4. Dari perhitungan analisis data dengan menggunakan bantuan SPSS. Uji Homogenitas Analisis ini bertujuan untuk menguji berlaku tidaknya salah satu asumsi untuk anava. Adapun salah satu cara untuk mengambil keputusan dengan cara melihat probabilitas Levene Test atau Sig dengan taraf signifikansi 5% (0. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan anava dua jalur.4 berikut : . dan rendah). C. sedang. 11.63 2. Uji Hipotesis Dengan terpenuhinya sifat normalitas dan homogenitas maka anava dua jalur dapat dijalankan.05 Maka Ho diterima atau dengan kata lain untuk data dalam penelitian ini memiliki varians yang sama (data dalam penelitian tidak memiliki varian data yang berbeda) sehingga salah satu asumsi anova terpenuhi atau layak digunakan. (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 14).05).

05 atau nilai Fhitung = 11. Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4.122 Keputusan Ho ditolak Ho ditolak Ho diterima (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 15).4 Uji Two Way Anova Sumber variansi Metode Motivasi Metode*motivasi F hitung 11. Statistik uji F antar pendekatan 11.972 Gambar 4. 0.972 maka Ho ditolak sehingga diperoleh hasil bahwa.972 3.721 Sig.001 0.429 3.1.122 3.482 1.186 F tabel 3.64 Tabel 4.036 0.1 berikut: Daaerah terima H0 Daerah tolak H0 0 3.429 > Ftabel = 3. terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran. Dari tabel diatas diperoleh kesimpulan bahwa: 1. Hipotesis 1 Berdasarkan dari hasil perhitungan anava dua jalur diperoleh hasil bahwa nilai probabilitas pendekatan yang digunakan (antara pendekatan SAVI dengan konvensional) atau nilai Sig.429 .001 < 0. menunjukan hasil sebesar 0.

65 2.2. Interaksi antara metode dengan motivasi adalah 0.721 < F tabel = 3. Grafik statistik uji F antar motivasi 3.122 maka Ho di tolak yang berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa.036 < 0.122 3.122 maka Ho diterima sehingga tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran.2 berikut: Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 3.05 atau nilai F hitung = 1.186 > 0.482 Gambar. Hipotesis 3 Berdasarkan dari hasil perhitungan uji analisis variansi dua jalur diperoleh hasil bahwa nilai Sig.4.05 atau nilai F hitung = 3. . Hipotesis 2 Berdasarkan dari hasil perhitungan anava dua jalur diperoleh hasil bahwa tingkat motivasi siswa memiliki nilai probabilitas sebesar 0.482 > F tabel= 3. Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4.

Uji Kelanjutan (Uji Shceffe) Uji kelanjutan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan motivasi belajar siswa (mana yang berbeda dan mana yang tidak).122 Gambar.3. sedang dan rendah. Sedangkan apabila nilai F menunjukan tidak terdapat perbedaan uji kelanjut ini tidak perlu dilakukan. Karena Ho ditolak. Dengan kata lain pasti terdapat paling sedikit dua rataan yang tidak sama. Uji kelanjutan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji Shceffe dengan hasil analisis sebagai berikut: .4. Karena variabel motivasi belajar siswa mempunyai tiga kategori yaitu tinggi.721 3.3 berikut: Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 1. Grafik statistik uji F antara pendekatan dan motivasi D.66 Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4. maka ini berarti bahwa tidak semua motivasi belajar siswa memberikan efek yang sama terhadap prestasi belajar. maka komparsi ganda perlu dilakukan untuk melihat manakah yang secara signifikan mempunyai rataan yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan bila nilai F hasil perhitungan menunjukan ada perbedaan (signifikan).

9304 (motivasi siswa rendah lebih rendah sebesar 0.5751 (motivasi siswa sedang lebih besar sebesar 0.5751 poin dari motivasi siswa sedang). Berdasarkan hasil analisis di atas diperoleh perbedaan mean motivasi siswa yang rendah dengan motivasi siswa yang sedang sebesar -0.5751 -0.028 0.9304 0.67 Tabel 4.371 0.05 0.9304 poin dari motivasi siswa tinggi).05 Sig.3554 poin dari motivasi siswa tinggi).3554 0.05 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang rendah dengan motivasi siswa yang tinggi sebesar -0.3554 0.5 Uji Kelanjutan Anova (I) KA (J) KA Mean Difference rendah sedang tinggi sedang rendah tinggi tinggi rendah sedang -0.028 0.371 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang sedang dengan motivasi siswa yang tinggi sebesar -0.006 0.9304 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang sedang dengan motivasi siswa siswa yang rendah sebesar 0.006 0. .5751 poin dari motivasi siswa rendah). α (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 16).05 0.05 0.5751 -0.5751 (motivasi siswa rendah lebih rendah sebesar 0.3554 (motivasi siswa sedang lebih rendah sebesar 0.05 0.

siswa cenderung lebih pasif meskipun ada beberapa anak yang terkadang mau bertanya kepada guru. Hipotesis Pertama Metode pembelajaran yang dipakai yaitu pendekatan SAVI dan metode konvensional menunjukan hasil bahwa ada perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran. Pembahasan 1. dan rendah) menunjukan nilai signifikansi atau probabilitas < 0. Pada pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional. Siswa kurang bersemangat saat .9304 poin dari motivasi siswa rendah). Hasil analisis post hoc menunjukan perbedaan antar motivasi siswa (tinggi.68 Perbedaan mean motivasi siswa yang tinggi dengan motivasi siswa yang rendah sebesar 0.05. Perbedaan mean motivasi siswa yang tinggi dengan motivasi siswa yang sedang sebesar 0. sedang.3554 (motivasi siswa tinggi lebih besar sebesar 0. Perbedaan kedua metode tersebut didukung pula dari keadaan yang terjadi di lapangan. Prestasi belajar siswa yang menggunakan pendekatan SAVI mempunyai rata-rata yang lebih tinggi dari pada pembelajaran siswa yang menggunakan metode konvensional.3554 poin dari motivasi siswa sedang). E. Hal ini dapat dilihat pada hasil analisis yang menunjukan nilai probabilitas < 0.9304 (motivasi siswa tinggi lebih besar sebesar 0.05 yang berarti bahwa perbedaan antar tingkat motivasi siswa signifikan (berbeda secara bermakna).

Hal itu dikarenakan terdapatnya beberapa kelemahan yang dijumpai peneliti dalam penelitian ini. Siswa dengan motivasi belajar tinggi akan mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah. Pada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI siswa lebih aktif dalam mengerjakan tugas individu. belum sesuai seperti apa yang diingikan oleh peneliti. mereka cenderung menunggu jawaban dari teman ataupun guru. Materi lingkaran akan lebih mudah dipahami siswa jika mereka secara langsung melihat benda yang berbentuk lingkaran. 2. Hasil rata-rata nilai untuk materi lingkaran pada kelas eksperimen ini.05. Hipotesis kedua Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai signifikansi tingkat motivasi siswa < 0.69 mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan. Hal ini dikarenakan siswa dengan motivasi belajar .4375 untuk kelas kontrol. Perbedaan dari kedua metode tersebut juga dapat dilihat dari rata-rata nilai skor tes hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. yaitu 8. selain itu siswa juga membutuhkan bimbingan dari guru untuk mempelajari materi lingkaran. Siswa juga lebih berani untuk bertanya kepada guru. seperti misalnya alat peraga yang digunakan masih sangat sederhana dan waktu penelitian yang relatif singkat. hal ini didukung dengan suasana pembelajaran yang santai.0500 untuk kelas eksperimen dan 7.

kurang tertarik terhadap belajar matematika dan memandang belajar matematika merupakan hal yang membosankan.186 > 0. siswa dengan motivasi sedang akan memiliki prestasi belajar yang sedang. Atau dengan arti lain bahwa rata-rata prestasi belajar siswa dari kelompok eksperimen selalu lebih tinggi dari siswa kelompok kontrol. Hipotesis Ketiga Dari hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika dapat dilihat bahwa nilai signifikasi 0. Sedangkan siswa dengan motivasi belajar rendah akan enggan dalam belajar matematika. Hal ini berarti bahwa dari tingkat motivasi siswa dan metode pengajaran secara bersama-sama tidaklah memberikan perbedaan hasil yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika. atau rendah. baik untuk motivasi belajar tinggi. 3.05.70 tinggi akan mempunyai semangat belajar matematika yang tinggi. sedang. dan siswa yang mempunyai motivasi rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah pula. . Dari skor tes prestasi belajar terlihat bahwa sebagian besar siswa yang mempunyai motivasi tinggi akan memiliki prestasi belajar yang tinggi.

Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran dengan diperoleh sig. siswa dengan motivasi belajar sedang akan memiliki prestasi belajar sedang. dengan hasil rata-rata prestasi 8. 2.05 yang berarti bahwa metode pembelajaran dan tingkat motivasi belajar siswa secara bersama-sama tidaklah memberikan hasil yang signifikan terhadap prestasi 71 . 3.0500 untuk kelas eksperimen dan 7. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran dengan diperoleh sig. 0.4375 untuk kelas kontrol.001 < 0.71 BAB V KESIMPULAN.05 yang berarti bahwa siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan memiliki prestasi belajar yang tinggi. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya.05 yang berarti bahwa pendekatan pembelajaran SAVI lebih baik dalam meningkatkan nilai siswa pada pokok bahasan lingkaran sehingga prestasi belajar yang dicapai lebih tinggi. 0. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa dengan diperoleh sig. IMPLIKASI DAN SARAN A. maka peneliti mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. dan siswa yang mempunyai motivasi belajar yang rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah pula.036 < 0.186 > 0. 0.

Penggunaan pendekatan SAVI oleh guru dalam proses belajar mengajar pada pokok bahasan lingkaran akan diberikan kesempatan pada anak didik untuk mempelajari dan memahami pelajaran matematika atas dasar pengalaman dan penemuan dalam diri siwa untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk keberhasilan diri dalam belajarnya. sedang atau rendah B. 2. Implikasi kesimpulan butir kedua. Tinggi. Dengan motivasi belajar yang tinggi membuat siswa akan lebih mudah untuk memahami pelajaran yang diberikan dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar yang sedang ataupun rendah. . Motivasi belajar siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar yang dicapai siswa dalam pembelajaran. salah satunya adalah pendekatan pembelajarna SAVI. Pembelajaran matematika membutuhkan strategi mengajar yang tepat dan efektif. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat diambil implikasi penelitian sebagai berikut: 1. baik untuk motivasi belajar tinggi.72 belajar matematika atau dengan kata lain bahwa rata-rata prestasi belajar siswa dari kelompok eksperimen selalu lebih tinggi dari siswa kelompok kontrol. Implikasi Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika yang dicapai siswa akan lebih meningkat jika diberi pembelajaran dengan pendekatan SAVI. sedang dan rendah. Dalam penelitian ini motivasi belajar siswa dikatagorikan tinggi. Implikasi kesimpulan butir pertama. sedang dan rendahnya motivasi belajar siswa ini akan berpengaruh terhadap prestasi belajar yang dicapainya.

Saran Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas. Bagi Guru Matematika Banyaknya pendekatan yang ada sekarang dapat dijadikan alternatif oleh guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan materi yang disampaikan. C. Implikasi kesimpulan butir ketiga. Terdapat kombinasi efek antara pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan motivasi belajar siswa. Ini berarti bahwa prestasi belajar akan lebih tinggi dapat dicapai pada pembelajaran dengan penggunaan pendektan SAVI dengan ditinjau dari motivasi belajar siswa yang tinggi. maka peneliti menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Oleh karena itu. Bagi Siswa Motivasi siswa yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran. 2.73 3. Jadi siswa diupayakan untuk mempunyai motivasi belajar yang tinggi sehingga hasil pembelajaran dengan pendekatan SAVI akan mencapai hasil yang maksimal seperti yang diharapkan. Pendekatan pembelajaran SAVI sesuai jika digunakan dalam pokok bahasan Lingkaran karena pendekatan ini membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi lingkaran yang disampaikan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar. siswa hendaknya memahami diri akan kewajibannya sebagai siswa yaitu siswa harus tertib. aktif dalam mengikuti kegiatan belajar . fokus.

maka bagi peneliti selanjutnya hendaknya dalam melakukan penelitian. .74 mengajar dan selalu berusaha menumbuhkan semagat dalam belajar agar selalu termotivasi sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika 3. Waktu yang digunakan untuk penelitian. Bagi Peneliti Selanjutnya Menyadari akan kelemahan dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan masih sangat sederhananya alat peraga yang digunakan dan waktu penelitian yang relatif singkat. Dengan maksimalnya dalam penggunaan alat peraga dan waktu maka pembelajaran pendekatan SAVI bisa lebih optimal. hendaknya relatif lebih lama lagi agar penggunaan pendekatan SAVI ini bisa lebih maksimal. menggunakan alat peraga yang lebih berkualitas agar dalam penggunaannya bisa lebih efektif sehingga siswa bisa lebih mudah dalam belajar.

Skripsi . Bandung : Kaifa . dan Zain Aswan Drs . Drs. -----------. Samsul. Suharsimi . Surakarta : UMS ( Tidak dipublikasikan ) Kamulyan. 2007. -------------------------. Jakarta : Rineka Cipta. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan . 2004 . Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Progaram Pendidikan Dan Penelitian . Eksperimentasi Pengajaran Matematika Dengan Pendekatan Proses Deduktif Penemuan Rumus Pada Pokok Bahasan Lingkaran Ditinjau Dari Motivasi belajar Siswa . The Accelarated Learning Hand Book . 2007.. Statistika Dasar untuk Penelitian. Syaiful Bahri . Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem . 2002 . Nurul Nur . 2008 . Jakarta : Bumi Aksara Budiyono. Penelitian Tindakan Kelas. Strategi Belajar Mengajar . 2000. Jakarta : Rineka Cipta Hadi. Peningkatan Minat Belaajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Meloalui Pendekatan ”SAVI” Dengan Pendayagunaan Alat Peraga di SMP N 1 Kartasura . Surakarta: FKIP UNS Press. Jakarta : Bumi Aksara Hidayati. Mulyadi Sri dan Surtikanti . 2004. Hamalik. Pelajaran Matematika Untuk SMP Kelas VIII. Skripsi . Cunayah. Cucun. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . Surakarta : FKIP UNS press. Nurul . Surakarta : Uiversitas Muhammadiyah Surakarta Meier. Jakarta: Yudhistira. 2007 . 2002 . Oemar . 2006 . Belajar dan Pembelajaran . dkk.75 DAFTAR PUSTAKA Arikunto.. Statistika Untuk Penelitian. 1999 . -------------------------. Jakarta: Bumi Aksara. Bandung: Yrama Widya Djamarah.. 2002 . 2004 . Surakarta : UMS ( tidak dipubikasikan ) Hikmah . Aplikasi Matematika SMP Kelas VIII.Dave.

Skripsi . Model Pembelajaran : Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif . 2006 . Jakarta : Bumi Aksara ___________ . Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan) Prayitno. Jakarta : Rineka Cipta Sugijono dan M. Jakarta : Bumi Aksara Wahyuningsih . Surakarta : UMS ( Tidak Dipublikasikan) Walidati. Sutratinah . Anak Supernormal dan Program Pendidikannya . Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan) . Visual. Bandung : Remaja Rosdakarya Slameto . 2007 . Yogyakarta : Media Kom. Purwanto. 2007 . Teori Motivasi dan pengukurannya . Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Penggunaan Metode Diskusi Dengan Menggunakan LKS dan Metode Konvensional Pada Pokok Bahasan Lingkaran Ditinjau Dari Motivasi Brlajar Siswa . Mandiri Belajar SPSS. 2001 . Bandung : Alfa Beta Tirtonegoro. Irfakni Birrul . Skripsi . 2005. 2006 . Jakarta : Erlangga Sugiono .Nanang Adhi . 2008 . dan Intelektual (SAVI) . Ngalim . Jakarta : Bumi aksara Uno. Psikologi Pendidikan . Skripsi . Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya . 2006 . 2003 . Hamzah . 2008. auditori. Dwi. 2003 .Cholik Adinawan . Matematika untuk Sekolah SMP / MTS Kelas VIII. Statistika Untuk Penelitian . Usaha Peningkatan Kemampuan Bernalar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Belajar Somatis.76 Nugroho. Peningkatan Kreatifitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan “SAVI” .

77 Lampiran 1. DAFTAR NAMA SISWA TRYOUT (kelas VIIIE) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 NAMA Abdi Suryanto Alfian Yudhi Baskoro Ana Pratiti C Arif Kunto Arfianto Astutik Danang Dimas Rizki Wardana Endah Tri Rusmiati Endar Sriyatmi Emi Susanti Erma Pujiastuti Evalita Putri Ananda Fitri Ramandasari Galih Sudarwati Hari Yulianto Hartanto Hermawan Susanto Ilham Fajriansah Ima Budi Utami Joko Aprianto Junaiadi Candra Mega Kurniawati Mira Damayanti Muchamad Stiohadi Murdaka Nanda Ayun Pribadi Narwan Nela Melani C Niken Aprilia Fenny A Noer Muhamad Fajar R Rommly Sofyan Rudy Prihardiyanto Sidiq Wicaksono Sri Hartatik Sri Susanti Tri Muhanto Firga Intahta A Firfi Wulan Aliusandri Wihastanto Yogi Aditiya Saputro L/P L L P L P L L P P P P P P P L L L L P L L P P L L L L P P L L L L P P L L P L L .

78 Lampiran 2. DAFTAR NAMA SISWA SAMPEL PENELITIAN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 KELAS EKSPERIMEN (VIIIB) Asmaraningtyas D Ayic Futika Brian Balandoro Chintya Kesuma P Cita Sukma Rosita Defita Ermi Erlangga Dwi retnowati Eka Lismawati Eka Setyawati Fadhil Irfandhi Farra Melinda K Fitri Dwi astuti Ika Septiana Lestari Khoirina Kiki Subiyantari Kunthi Tali Broto Lisa Nur Heviani Maya Kartika Sari Mayasari Novia Rusti Ningsih Nur Hayati Nurlisa Uke Desy Nurman Muhtiaji Nurul Hidayah Ovi Nida Permata D Pambayun Nugroho Putro Putri Budi Harto Reni Oktavia Rian Bagus Pribadi Ristu Atmawati Riki Agustian Robby Sandoro Saputro Rori Cakraburti Sutito Tito dwi Sapta Yoga Wahyu Prayoga Wiwik Tri Maryani Yoga Saftian Wicahyo Yudi Ari Setiawan Yuliati L/P P P L P P P P P P L P P P P P P P P P P P P L P P L P P L P L L L L L L P L L P KELAS KONTROL (VIIID) Achmad Gunawan Adityaris Fajar H Agung Rohmad Ary Wibowo Bugi Pugkaskoro Danu Saputro Desi Ika Saputri Dimas Ade Saputra Dodi Setyawan Eko Prasetyo Febrian Koes Erlangga Firdanys Gustino Pracipta Fitria Eka Setyowati Hariyanto Mida Ria Munandari Mila Wiarsih Nanang Suhendro Pagas Toro Putri Dyah Pertiwi Ringgi Rinda Rismala P Riska Novita Sari S A Risma Indriastuti Rista Era Pariati Rizki Ayuningsih Rizky Nugroho Wati Rohmat Tri Handoyo Runita Saputri Satria Selvi Dwi listyana K Setyasari Sinta Meilana K Siti Mulyati Sulastri Handayani Sumarlin Tesawati Tiara Ega Kiswanti Tri Susanto Tri Wahono Wahyu Tri Asih Wawan Tri Hantoro L/P L L L L L L P L L L L L P P P P L L P P P P P P P L P L P P P P P L P P L L P L .

10 . DAFTAR NILAI UJIAN SEMESTER GASAL BIDANG STUDI MATEMATIKA No Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 RATA-RATA Kelas Kontrol 66 66 66 66 66 66 66 66 66 66 67 70 66 66 72 70 74 69 70 74 74 72 69 72 67 66 67 70 70 74 67 74 70 70 68 69 72 70 72 68 68.97 Kelas Eksperimen 68 70 71 73 72 69 67 77 69 67 68 70 67 68 67 68 70 70 69 68 73 74 72 67 68 67 72 74 69 79 71 66 67 70 69 69 69 74 74 72 70.79 Lampiran 3.

Uji Keseimbangan T-Test Group Statistics Std.9750 Std.072 Sig.086 1. Error Mean .6468 .1250 1.1626 -.789 t 1.8328 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -.4126 2. .1627 2.739 df 78 77.4127 F Prestasi Belajar Equal variances Matematika assumed Equal variances not assumed .1000 68. (2-tailed) Difference .9509 2.739 1.086 . Deviation 2.1250 Std.80 Lampiaran 4.4666 .4479 Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran SAVI Konvensional N 40 40 Mean 70. Error Difference .6468 .870 Mean Sig.

Menghitung keliling dan luas lingkaran : 1. juring. 4. Siswa dapat menentukan rumus keliling lingkaran. 3. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 1 (Satu) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur. Menghitung keliling lingkaran : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. tali busur. Tujuan Pembelajaran 1. 2. jari-jari.81 Lampiran 5. diameter. apotema. tali busur. bagian lingkaran serta ukurannya. busur. apotema. diameter.Menyebutkan unsur-unsur dan bagian- Indikator bagian lingkaran: pusat lingkaran. 2. tembereng. Siswa dapat mengenal serta mengidentifikasi lingkaran. busur. Menentukan rumus keliling lingkaran 3. 2. juring. jarijari. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran: pusat lingkaran. Siswa dapat menghitung keliling lingkaran .Menentukan unsur dan bagian-bagian lingkaran. Kompetensi Dasar : 1. tembereng.

Bangun yang dibatasi oleh busur AC dan jari-jari OA dan OC disebut juring. Pengertian dan Unsur-unsur Lingkungan Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada bidang datar yang mempunyai jarak yang sama terhadap titip tetap.1 B D OE c. h.82 II. Garis tengah lingkaran adalah AB dengan panjang 2 x jari-jarinya. Jari-jari lingkaran adalah OA. Garis lengkung AC dan CD disebut busur e. Pusat lingkaran itu adalah O b. Garis lurus CD disebut tali busur f. Materi Ajar a. d. OB. Bangun yang dibatasi oleh tali busur CD dan busur CED disebut tembereng. Juring AOC adalah juring kecil j. Menghitung besar-besaran pada lingkaran Keliling lingkaran Keliling lingkaran adalah panjang dari seluruh tepi lingkaran nilai perbandingan antara keliling dan diameter disebut π (phi).14 atau ) Diameter 7 Rumus keliling lingkaran adalah: K = 2 π . b. Jadi π = Keliling lingkaran 22 . Unsur-unsur lingkaran berdasar gambar 2. a. Garis OP yang tegak lurus tali busur disebut apotema. (π = 3. Titik tetap ini disebut titik pusat lingkaran. g. i. Perhatikan bahwa temberang CED adalah tembereng kecil. OC dan A C O P E Gambar 2.1. r atau k = πd .

Tanya jawab. diskusi. Metode : Ceramah. Strategi Pembelajaran 1. . Pendekatan : SAVI IV.83 Dimana K r d = keliling lingkaran = jari-jari lingkaran = diameter lingkaran III. 2. latihan soal. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • Apersepsi Motivasi Kegiatan sehari – hari yang menggunakan lingkaran 10 menit • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

84

Kegiatan Inti

• Guru menjelaskan cara kerja Guru menjelaskan unsur-unsur dalam 20 menit lingkaran dengan ceramah dan tanya jawab Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga Guru menerangkan rumus keliling lingkaran

Pembentukan kelompok

Siswa dikelompokkan secara heterogen menurut kelompoknya masing – masing dengan anggota 2 orang • Kerja Kelompok. Guru memberikan lembar kerja pada tiap-tiap kelompok Secara berkelompok siswa mengerjakan soalsoal yang ada dalam lembar kerja. • Diskusi kelas untuk memvalidasi hasil kerja 30 menit kelompok Pekerjaan ditukarkan pada kelompok lain untuk di evaluasi Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan. Secara bersama-sama dengan bimbingan guru, semua pekerjaan. Hasil setelah dikoreksi kemudian dikumpulkan. kelompok mengevaluasi hasil

85

• Kuis dan penghargaan kelompok Guru memberikan kuis secara kelompok dan diakhiri dengan pemberian penghargaan dikelompok sesuai hasil kuis yang diperoleh setiap siswa dalam kelompok. 10 menit

Kegiatan Akhir

• Penutup Guru memberikan soal post test Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah, beberapa soal tentang lingkaran ( LATIHAN 1 hal 195 – 10 menit 196 Erlangga kelas VIII).

V.

Alat dan Bahan

1. Papan Tulis 2. Spidol. 3. Alat peraga 4. Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2, karangan Samsul Hadi. Hal.165-169 5. Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2, karangan M. Cholik Adinawan. Hal.191-203

86

VI.

Penilaian

Jumlah soal = 3 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 3 x 10 3
Contoh

= 10

1. Gambar di bawah menunjukkan suatu lingkaran dengan pusat titik O. Tentukan : A E F O C B a. Garis tengahnya b. Semua jari-jarinya c. Tali busurnya d. Satu busur pendek e. Satu busur panjang f. Satu juring kecil g. Apotema 2. Hitung keliling bangun di bawah ini : a. b.
8 cm 9 cm 56 cm

D

a.

8 cm

Diameter roda sepeda disamping adalah 42 cm. Diketahui Ditanya Jawab : a. d = 56 cm b.14 x 8 = 50. Dari gambar tersebut dapat ditentukan : a. garis tengahnya b. Diketahui Ditanya Jawab : roda sepeda dengan d = 42 cm berputar sebanyak 500 kali : jarak yang ditempuh sepeda? : K= = πd 22 x 42 7 = 132 cm . K = π d = = 176 cm 3. semua jari-jarinya c.87 3.24 cm 22 x 56 7 = AB = OA. satu busur pendek e. satu juring kecil g. K = 2 π r = 2 x 3. OE = garis lurus CD = garis lengkung AE = garis lengkung CD = AOE = OF a. dalam suatu perjalan mobil tersebut berputar sebanyak 500 kali berapa jarak yang ditempuh sepeda tersebut ? Kunci jawaban : 1. OB. tali busurnya d. satu busur panjang f. r = 8 cm : Keliling lingkaran ? : b. apotema 2.

…...... Mengetahui. 410 050 075 .....000 cm = 66 km Jadi jarak yang ditempuh sepeda adalah 66 km Wuryantoro.. Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti..pd Ika Fitrianingsih NIM A.. S.88 Jarak yang ditempuh = K x banyak putaran = 132 x 500 = 66......

Menentukan rumus luas lingkaran 2. Siswa dapat menghitung luas lingkaran. Siswa dapat menentukan luas lingkaran. bagian lingkaran serta ukurannya. . 2. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menghitung luas lingkaran. : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. Kompetensi Dasar : Menghitung keliling dan luas lingkaran Indikator : 1.89 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 2 (Dua) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur.

guru mengingtkan yang ada tentang soal-soal 10 menit hubungannya dengan lingkaran. Metode : Ceramah. 2. Materi Ajar Luas lingkaran Rumus luas lingkaran adalah L = π r2. Pendekatan : SAVI IV. . Strategi Pembelajaran 1. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • • • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Tanya jawab.90 II. Apersepsi Membahas PR Dengan kembali tanya jawab. Apersepsi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. diskusi. pemberian tugas. atau L = Dimana : L = luas lingkaran d = diameter lingkaran r = jari-jari lingkaran 1 2 πd 4 III.

Secara berkelompok.91 Kegiatan Inti • Pembentukan kelompok Siswa dikelompokkan secara heterogen 5 menit menurut kelompoknya masing – masing dengan anggota 2 orang. 15 menit . Dalam kerja kelompok anggota yang kurang paham dapat bertanya kepada anggota yang lain dalam satu kelompok yang sudah paham. Memantapkan pemahaman siswa tentang menghitung luas lingkaran. 20 menit • Diskusi kelas untuk memvalidasi hasil kerja kelompok Pekerjaan ditukarkan pada kelompok lain untuk di evaluasi Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan. Kemudian secara bersama-sama menyimpulkannya. Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. siswa menentukan hasil dari soal yang diberikan. • Guru menerangkan materi tentang luas lingkaran 15 menit dan memperjelas dengan memberikan beberapa contoh soal • Kerja Kelompok Siswa secara berkelompok mengerjakan soal yang diberikan guru.

5 menit V. Alat dan Bahan 1.92 - Secara bersama-sama dengan bimbingan guru. Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah. 2. • Kuis dan penghargaan kelompok Guru memberikan kuis secara kelompok dan 10 menit diakhiri dengan pemberian penghargaan dikelompok sesuai hasil kuis yang diperoleh setiap siswa dalam kelompok. Buku paket. Hal.156-180 Buku paket. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Cholik Adinawan. kelompok setelah mengevaluasi dikoreksi hasil - Hasil kemudian dikumpulkan. Hal.204-232 . beberapa soal tentang keliling dan luas lingkaran (LATIHAN 1 hal 194 – 195 Erlangga kelas VIII). karangan M. Kegiatan Akhir • Penutup Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. semua pekerjaan. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. karangan Samsul Hadi.

Sebuah lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan panjang 14 m dan lebar 8 m. Hitunglah luas permukaan papan yang tidak ada lubangnya ! 5. Hitunglah panjang diameter dan keliling logam tersebut ! Panjang sisi sebuah papan berbentuk persegi adalah 10 cm. 4. Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar berikut ! a) 7 cm 7 cm b) 5 cm 14 cm 3. Hitunglah luas lingkaran dengan dengan ketentuan sebagai berikut: a) b) c) d) r = 56 cm r = 3.5 cm d =10 cm d = 28 cm 2.93 VI. Di tengah lapangan tersebut terdapat dua rumpun .250 cm2. Papan mempunyai 16 lubang berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 1 cm. Luas sebuah logam yang berbentuk lingkaran adalah 1. Penilaian Jumlah soal = 5 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 5x10 = 10 5 SOAL 1.

5 d) d = 28 cm L= = 1 π d2 4 1 22 x x 28 x 28 4 7 = 616 cm2 .5 cm L= 22 x 3.5 cm2 c) d = 10 cm L= = 1 π d2 4 1 x 3. Hitunglah luas lapangan rumput yang tidak ditanami bunga ! Kunci : 1. Luas lingkaran dengan : a) r = 56 cm L = π r2 = 22 x 56 x56 7 = 9.5 7 = 38.5 x 3.14 x 10 x10 4 = 78.94 bunga berbentuk lingkaran dengan garis tengah masing-masing adalah 2 m.856 cm2 b) r = 3.

136 = 3.464 cm2 Ditanya : diameter dan keliling logam ? Jawab : L= 2.464 = 68.95 2.5 cm 2 b) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi + luas = 1 22 x x 14 x 14 4 7 1 lingkaran 2 = 616 cm 2 3. Diketahui : Luas sebuah logam = 2.464 = 2.136 = -56 cm = 56 cm atau d Karena d adalah ukuran untuk panjang maka diambil nilai positif = 176 cm Jadi diameter logam 56 cm dan kelilingnya 176 cm . Luas daerah yang diarsir sesuai gambar : a) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi – luas = (sxs)–( 1 lingkaran 4 1 2 πr ) 4 1 22 = (7 x 7) – ( x x7x7) 4 7 = 49 – 38.992 = d2 22 1 π d2 4 1 22 x x d2 4 7 22 x d2 28 d2 d d K= πd = 22 x 56 7 = 3.

4 cm 2 5.3 = 115.7 m 2 Wuryantoro..(2 x = 112 – ( 2 x = 122 .... S..... Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti.4 cm 2 jadi luas papan yang tidak berlubang adalah 87.(16 x = 100 – ( 16 x = 100 – 12..7 m 2 1 π d2 ) 4 1 22 x x4) 4 7 Jadi luas lapangan yang tidak ditanami bunga adalah 115..... 410 050 075 .….6 = 87. Mengetahui. Diketahui : panjang = 14 m lebar d Ditanya Jawab =8m =2m 1 π d2 ) 4 1 22 x x1) 4 7 : Luas lapangan yang tidak ditanami bunga : L lapangan yang tidak ditanami bunga = L lapangan – (2 x L rumpun bunga = (14 x 8). Diketahui : p persegi = 10 cm terdapat 16 lubang berbentuk lingkaran dengan d = 1 cm Ditanya Jawab : Luas papan yang tidak berlubang ? : L papan yang tidak berlubang = L persegi – (16 x L lingkaran) = (10 x 10).96 4...pd Ika Fitrianingsih NIM A.6...

busur. bagian lingkaran serta ukurannya. unsur dan bagian-bagian 2. Menentukan rumus keliling lingkaran 3. jarijari. tembereng. Menghitung keliling dan luas lingkaran : 1. diameter. busur.Menyebutkan unsur-unsur dan bagian- Indikator bagian lingkaran: pusat lingkaran. Kompetensi Dasar : 1. tembereng. Siswa dapat mengenal serta mengidentifikasi lingkaran. jari-jari. 2. Tujuan Pembelajaran 1. juring. tali busur. tali busur. Menghitung keliling lingkaran : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. 3. 4. Siswa dapat menghitung keliling lingkaran . diameter.97 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 1 (Satu) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur. juring. apotema. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran: pusat lingkaran.Menentukan lingkaran. 2. Siswa dapat menentukan rumus keliling lingkaran. apotema.

h. Menghitung besar-besaran pada lingkaran Keliling lingkaran Keliling lingkaran adalah panjang dari seluruh tepi lingkaran nilai perbandingan antara keliling dan diameter disebut π (phi). D d. Bangun yang dibatasi oleh busur AC dan jarijari OA dan OC disebut juring. OB. Bangun yang dibatasi oleh tali busur CD dan busur CED disebut tembereng. Pengertian dan Unsur-unsur Lingkungan Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada bidang datar yang mempunyai jarak yang sama terhadap titip tetap. a.Jari-jari lingkaran adalah OA.Pusat lingkaran itu adalah O b. b.1 B c.Garis tengah lingkaran adalah AB dengan panjang 2 x jari-jarinya. Unsur-unsur lingkaran berdasar gambar 2.Perhatikan bahwa temberang CED adalah tembereng kecil. Materi Ajar a. g. i.14 atau ) Diameter 7 Rumus keliling lingkaran adalah: K = 2 π .Garis lengkung AC dan CD disebut busur e.98 II. Garis OP yang tegak lurus tali busur disebut apotema. Jadi π = Keliling lingkaran 22 .1. Titik tetap ini disebut titik pusat lingkaran.Garis lurus CD disebut tali busur f. Juring AOC adalah juring kecil j. OC dan OE A C O P E Gambar 2. r atau k = πd Dimana . (π = 3.

10 menit . 2. Waktu • • 10 menit Kegiatan Inti • Guru memberikan materi lingkaran. .Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. Kegiatan Akhir • Penutup . Metode : Ceramah. Pendekatan : Konvensional IV. beberapa soal tentang lingkaran ( LATIHAN 1 hal 195 – 196 Erlangga kelas VIII). 25 menit • Kuis dan penghargaan Guru memberikan kuis dan diakhiri dengan pemberian penghargaan sesuai hasil kuis yang 35 menit diperoleh setiap siswa.99 K r d = keliling lingkaran = jari-jari lingkaran = diameter lingkaran III. pemberian tugas. Motivasi Kegiatan sehari – hari yang menggunakan lingkaran. Strategi Pembelajaran 1.Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Awal Kegiatan Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Tanya jawab.

Cholik Adinawan.165-169 2. Buku paket. Buku paket. Tentukan : A E F O C B a. Hal.Semua jari-jarinya c. Hal.191-203 VI. Gambar di bawah menunjukkan suatu lingkaran dengan pusat titik O. Apotema D b. Satu juring kecil g.100 V. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Alat dan Bahan 1. Penilaian Jumlah soal = 3 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 3 x 10 3 Contoh = 10 1. . karangan M. Satu busur panjang f. Satu busur pendek e. Garis tengahnya b. Tali busurnya d. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. karangan Samsul Hadi.

14 x 8 = 50. d = 56 cm b.Dari gambar tersebut dapat ditentukan : garis tengahnya = AB = OA. K = 2 π r = 2 x 3. satu busur pendek d. 8 cm 9 cm 56 cm 8 cm 3. satu juring kecil f. Diketahui Ditanya Jawab a. Hitung keliling bangun di bawah ini : b. Diameter roda sepeda disamping adalah 42 cm. = OF = garis lengkung AE = garis lengkung CD = AOE : a. OB. OE a. tali busurnya = garis lurus CD c.24 cm K= πd = 22 x 56 7 = 176 cm .101 2. satu busur panjang e. r = 8 cm : Keliling lingkaran ? : b. dalam suatu perjalan mobil tersebut berputar sebanyak 500 kali berapa jarak yang ditempuh sepeda tersebut ? Kunci jawaban : 1. semua jari-jarinya b. a. apotema 2.

Diketahui Ditanya Jawab : roda sepeda dengan d = 42 cm berputar sebanyak 500 kali : jarak yang ditempuh sepeda? : K= = πd 22 x 42 7 = 132 cm Jarak yang ditempuh = K x banyak putaran = 132 x 500 = 66...000 cm = 66 km Jadi jarak yang ditempuh sepeda adalah 66 km Wuryantoro.pd Ika Fitrianingsih NIM A.102 3..... 410 050 075 . Mengetahui... S.…... Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti........

2. bagian lingkaran serta ukurannya. : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. atau L = Dimana : L = luas lingkaran d = diameter lingkaran r = jari-jari lingkaran 1 2 πd 4 .103 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : : Matematika VIII (Delapan) 2 (Dua) 2 (Dua) Standar Kompetensi Menentukan unsur. Menentukan rumus luas lingkaran 2. Siswa dapat menghitung lias lingkaran. Siswa dapat menentukan rumus keliling dan luas lingkaran. Tujuan Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar : Menghitung keliling dan luas lingkaran Indikator : 1. Siswa dapat menghitung keliling dan luas lingkaran II. Materi Ajar Luas lingkaran Rumus luas lingkaran adalah L = π r2.

Membahas PR Dengan soal tanya ada jawab. mencatat dan menanyakan apa yang belum diketahui. yaitu luas lingkaran. guru mengingtkan kembali tentang soalyang hubungannya dengan lingkaran. Metode 2. Pendekatan : Ceramah.104 III. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • Guru Apersepsi menyampaikan tujuan 10 menit pembelajaran. : Konvensional IV. Strategi Pembelajaran 1. diharapkan 10 menit memahami. • Dengan bimbingan guru siswa diharapkan mengerjakan soal pada buku yudistira hal 164-165 45 menit . • Guru membuat soal lagi dan mengerjakan kemudian sambil siswa menjelaskan. Kegiatan Inti • guru membuat soal yang ada 5 menit hubungannya dengan lingkaran. pemberian tugas. Tanya jawab.

Hal. Penilaian ( 20 menit ) Jumlah soal = 5 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 5x10 = 10 5 .156-180 2.204-232 VI. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. karangan M. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. V.3 hal 164 – 165 Yudhistira kelas VIII). karangan Samsul Hadi. beberapa soal tentang lingkaran (LATIHAN 6. Guru memberikan tugas kepada siswa Kegiatan Akhir secara individu untuk mengerjakan dirumah. Buku paket. Alat dan Bahan 1. Cholik Adinawan.105 • Penutup Dengan bimbingan guru siswasiswa membuat dari simpulan materi dan dalil 10 menit rangkuman lingkaran. Hal. Buku paket.

5 cm c) d =10 cm d) d = 28 cm 2. Hitunglah luas permukaan papan yang tidak ada lubangnya ! 5. Sebuah lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan panjang 14 m dan lebar 8 m.250 cm2. Hitunglah luas lapangan rumput yang tidak ditanami bunga ! . Hitunglah panjang diameter dan keliling logam tersebut ! Panjang sisi sebuah papan berbentuk persegi adalah 10 cm. Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar berikut ! a) 7 cm 7 cm b) 5 cm 14 cm 3. Papan mempunyai 16 lubang berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 1 cm. 4. Luas sebuah logam yang berbentuk lingkaran adalah 1. Hitunglah luas lingkaran dengan dengan ketentuan sebagai berikut: a) r = 56 cm b) r = 3. Di tengah lapangan tersebut terdapat dua rumpun bunga berbentuk lingkaran dengan garis tengah masing-masing adalah 2 m.106 SOAL 1.

Luas lingkaran dengan : a) r = 56 cm L = π r2 = 22 x 56 x56 7 = 9.5 cm L= 22 x 3. Luas daerah yang diarsir sesuai gambar : a) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi – luas = (sxs)–( = (7 x 7) – ( 1 2 πr ) 4 1 22 x x7x7) 4 7 1 lingkaran 4 = 49 – 38.856 cm2 b) r = 3.14 x 10 x10 4 = 78.5 d) d = 28 cm L= = 1 π d2 4 1 22 x x 28 x 28 4 7 = 616 cm2 2.5 cm2 c) d = 10 cm L= = 1 π d2 4 1 x 3.5 x 3.107 Kunci : 1.5 cm 2 .5 7 = 38.

464 = 68.464 = 2.136 = 3.992 = d2 22 1 π d2 4 1 22 x x d2 4 7 22 x d2 28 d2 d d K= πd = 22 x 56 7 = 3. Diketahui : p persegi = 10 cm terdapat 16 lubang berbentuk lingkaran dengan d = 1 cm Ditanya Jawab : Luas papan yang tidak berlubang ? : L papan yang tidak berlubang = L persegi – (16 x L lingkaran) .464 cm2 Ditanya : diameter dan keliling logam ? Jawab : L= 2.108 b) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi + luas = 1 22 x x 14 x 14 4 7 1 lingkaran 2 = 616 cm 2 3.136 = -56 cm = 56 cm atau d Karena d adalah ukuran untuk panjang maka diambil nilai positif = 176 cm Jadi diameter logam 56 cm dan kelilingnya 176 cm 4. Diketahui : Luas sebuah logam = 2.

109

= (10 x 10)- (16 x = 100 – ( 16 x = 100 – 12,6 = 87,4 cm 2

1 π d2 ) 4

1 22 x x1) 4 7

jadi luas papan yang tidak berlubang adalah 87,4 cm 2 5. Diketahui : panjang = 14 m lebar d Ditanya Jawab =8m =2m

: Luas lapangan yang tidak ditanami bunga : L lapangan yang tidak ditanami bunga = L lapangan – (2 x L rumpun bunga = (14 x 8)- (2 x = 112 – ( 2 x = 122 - 6,3 = 115,7 m 2
1 π d2 ) 4

1 22 x x4) 4 7

Jadi luas lapangan yang tidak ditanami bunga adalah 115,7 m 2 Wuryantoro,….................. Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Praktikan

Suprapti, S.pd

Ika Fitrianingsih

NIM A. 410 050 075

110

Lampiran 6. ANGKET TRY OUT MOTIVASI SISWA
Petunjuk Pengisian Angket : 1. Tulis nama, kelas, nomer absent dan nama sekolah anda. 2. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan yang anda lakukan dan alami dengan memberikan tanda (X). 3. Setiap jawaban anda adalah benar, sehingga jangan terpengaruh dengan jawaban teman-teman anda. 4. Jawaban anda tidak mempengaruhi nilai tes/raport anda. 1. Saya selalu mempelajari materi matematika yang akan diajarkan oleh guru . a. b. oleh guru. a. b. a. b. a. b. kerjakan. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

7. Saya berusaha mengerjakan sendiri setiap ulangan matematika yang diberikan

8. Saya berusaha mengerjakan soal matematika yang sulit sampai saya bisa.

9. Saya belajar matematika hanya jika akan diadakan ulangan.

10. Saya merasa tidak puas jika belum bisa mengerjakan soal matematika yang saya

11. Saya merasa malas mengerjakan soal-soal matematika yang ada dibuku atau LKS.

111

12. Saya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar matematika. a. b. ketahui. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

13. Saya selalu bertanya jika ada pokok bahasan dalam matematika yang belum saya

14. Saya selalu mengerjakan pekerjaan rumah untuk bidang studi matematika.

15. Saya tidak mencari sumber pelajaran yang lain untuk bidang studi matematika selain buku paket yang diberikan oleh sekolah. a. b. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

16. Saya berusaha mengikuti jam tambahan atau les privat untuk bidang studi matematika. a. b. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

17. Saya selalu siap, jika sewaktu-waktu guru mengadakan ulangan matematika.

18. Saya suka mencontek Pekerjaan Rumah teman daripada mengerjakan sendiri.

19. Saya menjadi tidak bersemangat jika melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. a. b. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

a. b. Tidak Pernah 24. a. Saya tidak mendapatkan pujian atau hadiah dari orang tua jika nilai matematika saya 22. a. Guru Matematika selalu memberikan pujian jika saya bisa mengerjakan soal matematika. a. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Saya tidak senang jika mendapat pujian dari guru ketika saya bisa mengerjakan soal di depan kelas. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Saya merasa pelajaran matematika tidak berguna dan membingungkan. peraga. b. a. Saya tidak merasa tertarik dengan setiap pokok bahasan dalam matematika. Tidak Pernah c. 26. Tidak Pernah 25. Tidak Pernah Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c.112 20. Kadang-Kadang d. 23. Kadang-Kadang d. Selalu Sering Selalu Sering c. b. a. Kadang-Kadang d. b. b. b. Tidak Pernah 21. Orang tua saya akan menanyakan hasil ulangan Matematika saya. b. tinggi. 27. Saya merasa senang jika pembahasan materi pada matematika menggunakan alat . Kadang-Kadang d. Selalu Sering c. Saya tidak berkeinginan untuk mengerjakan soal matematika dan mendapatkan nilai yang tinggi a. Tidak Pernah c. Tidak Pernah Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. a. Selalu Sering c. b.

b. Kadang-Kadang d. Orang tua saya akan tidak membebaskan saya dari pekerjaan rumah. Kadang-Kadang d. Saya selalu mengkondisikan diri untuk tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu teman saat proses belajar mengajar. Saya merasa malas untuk mencari hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan matematika. Tidak Pernah 31. Selalu Sering c. Tidak Pernah . a. Selalu Sering c. Tidak Pernah c. Dengan adanya Pekerjaan Rumah akan mendorong saya untuk lebih mendalami bahan pelajaran matematika. untuk belajar matematika jika akan menghadapi ulangan. a. a. 30. b. Tidak Pernah 33. b. b. Saya menganggap Matematika adalah pelajaran yang sulit. a. Kadang-Kadang d. a. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Selalu Sering Selalu Sering c. b. a. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. saya lebih suka bergurau dengan teman dan mencontek jika akan dikumpulkan. b.113 28. b. a. a. Tidak Pernah c. Jika guru memberikan tugas dikelas. Tidak Pernah 35. Tidak Pernah 34. Kadang-Kadang d. Selalu Sering c. b. Tidak Pernah 29. 32. Kadang-Kadang d. Orang tua saya menciptakan suasana rumah yang tenang saat saya akan ulangan matematika. Saya selalu memperhatikan guru ketika ia sedang mengajar.

556 Valid pakai 4 1 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 2 4 4 3 1 2 3 3 1 3 3 1 3 3 4 2 3 2 1 2 109 329 8962 0.490 0.810 0.635 0.674 Valid pakai 3 3 3 2 3 4 2 3 2 1 3 2 3 1 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 2 4 2 2 2 93 241 7832 0.136 Invalid tidak 8 3 2 3 4 1 3 4 2 1 1 1 2 4 1 2 2 3 2 4 3 3 2 2 1 4 1 2 3 2 2 2 2 1 1 2 1 1 3 2 2 87 227 7242 0.501 Valid pakai 11 3 3 1 4 4 3 4 2 3 2 1 4 1 1 4 3 3 4 1 4 4 2 1 4 4 1 2 2 1 3 4 1 1 4 4 4 1 1 4 4 107 351 9128 1.746 0.511 0.627 Valid pakai 10 4 4 2 4 4 4 4 2 1 4 3 3 4 4 3 4 4 1 4 3 4 3 4 1 1 3 3 4 2 3 3 4 2 4 4 1 2 2 1 1 118 400 9946 1.661 0.264 Invalid tidak 9 3 2 2 4 4 2 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 2 2 3 1 3 3 2 2 3 2 2 1 1 2 2 2 1 3 3 2 1 2 2 2 94 250 7968 0.969 0.820 0.561 Valid pakai .114 Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Motivasi Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan Nomor Item 5 6 7 4 4 4 2 2 2 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 4 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 4 3 2 2 3 2 3 3 2 1 2 4 3 4 4 4 4 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 4 2 1 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 2 3 2 2 3 3 116 114 114 368 348 350 9718 9570 9585 0.592 0.331 0.668 Valid pakai 2 3 3 2 4 4 3 4 3 2 4 2 4 2 3 2 2 3 2 2 2 4 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 4 4 2 4 2 2 2 107 313 9038 0.644 0.633 0.687 0.642 Valid Valid Valid pakai pakai pakai 1 4 2 3 4 2 2 4 2 2 3 2 3 1 2 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 94 240 7927 0.

712 1.456 -0.862 0.794 Valid pakai 20 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 3 2 4 4 3 2 2 3 3 121 381 10125 0.541 0.224 Invalid tidak Nomor Item 16 17 18 3 3 4 4 1 2 4 2 1 4 4 4 3 4 4 4 1 1 4 4 4 3 1 1 4 2 1 4 1 1 3 3 2 3 3 2 4 1 1 3 1 1 4 2 2 4 2 1 4 2 4 1 2 1 4 1 1 4 1 4 3 3 4 3 2 1 4 1 1 4 2 1 4 4 2 4 4 2 3 1 1 3 2 2 3 1 1 3 1 1 4 3 2 3 3 2 4 2 1 1 1 4 3 2 2 4 2 1 4 1 1 4 1 1 4 2 4 1 2 1 137 81 77 497 205 205 11160 6959 6809 0.660 Valid pakai 13 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 1 3 3 3 2 1 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 114 346 9569 0.051 1.815 0.794 Invalid Valid Valid pakai pakai tidak 19 4 2 1 4 4 1 4 1 1 1 2 2 1 1 2 1 4 1 1 4 4 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 4 2 1 1 1 4 1 77 205 6809 1.384 0.739 Valid pakai 21 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 4 3 2 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 2 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 134 468 11196 0.396 Valid pakai .483 Valid pakai 15 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 1 1 4 3 4 3 3 4 1 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 1 3 127 435 10474 0.490 0.681 Valid pakai 22 3 2 2 4 2 2 4 2 2 1 3 3 2 3 4 2 3 3 2 2 3 1 2 4 2 4 2 4 2 2 4 3 2 4 2 4 2 1 2 3 104 304 8688 0.660 Valid pakai 14 4 3 2 4 4 3 4 2 2 4 3 2 2 4 2 4 3 3 2 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 112 336 9340 0.574 0.115 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan 12 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 1 3 3 3 2 1 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 114 346 9569 0.041 0.621 0.541 0.456 0.

346 0.410 0.613 Valid Valid pakai pakai 28 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 2 2 3 3 4 2 2 2 4 3 4 2 2 4 2 4 2 2 3 2 2 4 4 4 4 2 2 2 120 392 10116 0.731 Valid pakai Nomor Item 26 27 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 2 3 2 3 3 4 4 4 4 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 4 3 3 2 2 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 4 3 2 3 2 4 2 4 4 4 2 4 3 3 2 3 3 3 113 130 347 436 9411 10806 0.221 0.310 0.605 0.712 0.116 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan 23 3 2 1 4 4 2 4 3 2 2 4 4 1 2 2 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 4 2 3 2 1 2 2 1 3 4 2 1 2 2 2 99 279 8443 0.821 0.786 Σσ2b = 198.386 Invalid tidak Y 108 79 73 115 107 87 115 77 72 81 83 97 63 64 84 78 92 70 70 87 106 81 78 73 77 82 74 82 61 72 85 80 63 94 96 77 69 64 76 72 3264 Y2 11664 6241 5329 13225 11449 7569 13225 5929 5184 6561 6889 9409 3969 4096 7056 6084 8464 4900 4900 7569 11236 6561 6084 5329 5929 6724 5476 6724 3721 5184 7225 6400 3969 8836 9216 5929 4761 4096 5776 5184 274072 Uji reliabilitas 24.542 Valid pakai 30 4 3 4 1 3 4 1 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 133 467 10684 0.905 rtabel = 0.651 Valid pakai 29 4 3 2 4 4 4 4 3 2 2 3 3 1 1 4 1 4 1 1 2 4 3 4 4 2 1 1 4 4 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 106 332 8990 1.871 0.654 Valid pakai 25 4 4 3 4 4 4 4 3 2 1 2 4 2 2 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 116 360 9778 0.711 Valid pakai 24 4 2 1 4 3 4 4 2 2 1 1 3 1 1 2 1 4 3 1 4 4 3 3 1 3 1 3 3 3 2 2 3 1 3 3 2 1 1 3 3 96 278 8230 1.635 -0.312 .195 σ2t = r11 = 0.

4. Tidak Pernah c. Sering a. Saya berusaha mengerjakan soal matematika yang sulit sampai saya bisa. 4. kelas. ANGKET MOTIVASI SISWA Petunjuk Pengisian Angket : 1. Kadang-Kadang d. 6. Sering c.117 Lampiran 8. Sering oleh guru. Setiap jawaban anda adalah benar. Selalu b. Saya berusaha mengerjakan sendiri setiap ulangan matematika yang diberikan 3. a. Tidak Pernah c. 1. Selalu b. Kadang-Kadang d. Saya merasa tidak puas jika belum bisa mengerjakan soal matematika yang saya 5. Saya merasa malas mengerjakan soal-soal matematika yang ada dibuku atau LKS. Saya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar matematika. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Jawaban anda tidak mempengaruhi nilai tes/raport anda. sehingga jangan terpengaruh dengan jawaban teman-teman anda. Tidak Pernah 2. Selalu b. 2. Tidak Pernah c. Selalu b. Tidak Pernah c. Sering kerjakan. . Tulis nama. Kadang-Kadang d. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan yang anda lakukan dan alami dengan memberikan tanda (X). a. a. Tidak Pernah c. Selalu b. nomer absent dan nama sekolah anda. Sering a. Saya selalu mempelajari materi matematika yang akan diajarkan oleh guru . Selalu b. Sering a. 3. Kadang-Kadang d.

Tidak Pernah 8. Saya tidak mencari sumber pelajaran yang lain untuk bidang studi matematika selain buku paket yang diberikan oleh sekolah. Tidak Pernah c. Tidak Pernah c. Selalu b.118 7. Sering matematika. Saya selalu mengerjakan pekerjaan rumah untuk bidang studi matematika. Sering matematika. Saya selalu siap. Kadang-Kadang d. a. a. jika sewaktu-waktu guru mengadakan ulangan matematika. Selalu b. Selalu b. a. Selalu b. 14. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Selalu b. Tidak Pernah c. 12. a. 11. Sering soal matematika. Sering a. Guru Matematika selalu memberikan pujian jika saya bisa mengerjakan soal . Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Saya suka mencontek Pekerjaan Rumah teman daripada mengerjakan sendiri. Sering c. Orang tua saya akan menanyakan hasil ulangan Matematika saya. Selalu b. Saya menjadi tidak bersemangat jika melakukan kesalahan dalam menyelesaikan 13. Tidak Pernah c. Selalu b. Saya berusaha mengikuti jam tambahan atau les privat untuk bidang studi 10. Kadang-Kadang d. Sering a. Sering a. Tidak Pernah 9. Selalu b. Sering c. Tidak Pernah c. a. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d.

Tidak Pernah c. Sering a. Tidak Pernah 16. Tidak Pernah b. Sering berhubungan dengan matematika. Sering a. Tidak Pernah c. 18. Saya selalu memperhatikan guru ketika ia sedang mengajar. 17. Sering a. a. Kadang-Kadang d. Selalu b. Selalu b. Sering bahan pelajaran matematika. a. Tidak Pernah c. Selalu b. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. a. Selalu b. Saya tidak senang jika mendapat pujian dari guru ketika saya bisa mengerjakan soal di depan kelas. Kadang-Kadang d. Saya menganggap Matematika adalah pelajaran yang sulit. Saya merasa senang jika pembahasan materi pada matematika menggunakan alat 19. Selalu c.119 15. Sering peraga. Saya merasa pelajaran matematika tidak berguna dan membingungkan. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Selalu b. Saya merasa malas untuk mencari hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang 22. Selalu b. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Selalu b. Saya tidak merasa tertarik dengan setiap pokok bahasan dalam matematika. Sering a. Kadang-Kadang d. 21. Sering c. Dengan adanya Pekerjaan Rumah akan mendorong saya untuk lebih mendalami 20. a. Kadang-Kadang d. . Kadang-Kadang d.

a.120 23. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Selalu b. Orang tua saya menciptakan suasana rumah yang tenang saat saya akan ulangan . Sering c. Sering c. Tidak Pernah 24. Kadang-Kadang d. Selalu b. saya lebih suka bergurau dengan teman dan mencontek jika akan dikumpulkan. Tidak Pernah 25. Saya selalu mengkondisikan diri untuk tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu teman saat proses belajar mengajar. a. Selalu b. Sering matematika. Jika guru memberikan tugas dikelas. a. Kadang-Kadang d.

sebelum anda mengerjakan! 3. Silanglah jawaban yang anda anggap benar. garis JK b. no urut. 2. tali busur lingkaran 2.a. SOAL 1. 5. jari-jari lingkaran b. daerah yang dibatasi oleh busur . daerah POQ c. Perhatikan gambar di bawah ini : yang disebut dengan tali busur adalah : a. dan kelas pada lembar jawab yang tersedia. SOAL TRY OUT TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Mata Pelajaran Pokok Bahasan Waktu : Matematika : Lingkaran : 80 menit Kelas / Semester : VIII / II Petunjuk 1. Periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru! 6. Sebuah titik pada lingkaran yang mempunyai jarak terhadap titik pusat dan merupakan ½ kali panjang diameter disebut sebagai: a.121 Lampiran 9. tembereng lingkaran c. Selamat mengerjakan. garis PQ d. semoga sukses. Tulislah lebih dahulu nama. busur lingkaran d. Kerjakan dahulu soal-soal yang anda anggap mudah! 4. Bacalah lebih dahulu setiap soal.

4 : 11 c. Berapakah perbandingan keliling kedua roda tersebut?. tembereng d. 5.122 3. 4 : 1 d. 88 cm 8. kecuali……… a. 28 cm d. maka rumus keliling lingkaran tersebut adalah …………. diameter lingkaran adalah dua kali jari-jari b.. busur c. tembereng d. roda A : roda B a.2. 31 c. Diameter suatu lingkaran dinyatakan dalam d. tali busur 4. 44 cm b. Panjang jari-jari sebuah lingkaran adalah 14 cm maka keliling lingkaran tersebut adalah …………. 31. 11 : 4 b. juring b. 2πr b. masing-masing roda mempunyai panjang jari-jari 7 cm untuk roda B dan 28 cm untuk roda A. 13. Dua buah roda sepeda yaitu roda A dan roda B. Daerah yang dibatasi oleh sebuah tali busur dan busur lingkaran disebut………. daerah POQ disebut………… a. Pernyataan berikut ini benar. 1 : 4 a.5 b. tali busur c. Dari gambar no.5 d. juring b. πr² 22 ) 7 c. Hitunglah panjang jari-jari lingkaran jika kelilingnya 198 cm . segitiga yang dibentuk oleh sepasang jari-jari dan tali busur selalu sama kaki d. busur a. a. πd² 7. πr d. tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur c. (π = a. 13 9. juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur lingkaran 6. 88 cm c.

½ πd² c. 14 cm c. 82. 62. 7 cm 15.. Garis tengah lingkaran B = garis tengah lingkaran A .. 154cm2 b. maka: a. 154 cm2 d. Keliling lingkaran B = keliling lingkaran A d. 3 : 2 a. Panjang diameter meja makan yang berbentuk lingkaran adalah 40 cm dan 20 cm. dengan π = adalah……. 308 cm2 22 . dengan π = 3. Lingkaran yang luasnya 154cm2.. 10 cm d.. Luas lingkaran B = 4 kali luas lingkaran A c.8cm d. 44 cm2 c. maka perbandingan luas meja makan tersebut adalah …………… a. panjang diameternya 7 13.. Jika jari-jari lingkaran tersebut diubah menjadi 2 kalinya. a. Diketahui suatu lingkaran berjari-jari sebesar 7cm.8cm b.6cm 11. a. 22cm2 b.. Keliling lingkaran yang berdiameter 20cm.123 10. 123cm2 16.. Lngkaran A berjari-jari 4cm dan lingkaran B berjari-jari 8cm.. 4 : 1 d. 125. Suatu lingkaran mempunyai jari-jari r maka rumus luas lingkaran jika dinyatakan dalam diameter atau d adalah …………... a.. Luas lingkaran yang berjari-jari 7cm adalah.14 adalah..... ¼ πd² b. 2 : 1 b.... Luas lingkaran B = 2 kali luas lingkaran A b. a. 616cm2 d. πd 12..6cm c. ¼ πd d. 24 cm b. 4 : 3 c.. 308cm2 c. 14... 68. maka luas lingkarannya menjadi..

471m² c.. 378 cm² 21 cm c.. Dalam suatu taman berbentuk persegi. 154m² b. 350 kali c. 18.... 93 kali b.. jika menempuh jarak 693 m? a.. Berapa kali roda sepeda itu berputar 19.. Diameter sebuah roda sepeda adalah 63 cm. hitunglah luas daerah persegi yang diarsir jika jari-jari lingkaran panjangnya 21 cm ……………. 379 cm² b.. Dari gambar di bawah ini. maka luas lingkaran berubah menjadi. 531m² d. d. 1698 cm² . Jika panjang jari-jari sebuah lingkaran diubah menjadi setengah kalinya.kalinya... a. 63 kali c... Apabila panjang sisi persegi itu 25m. b... 693 kali d. 616m² 20. a.124 17... a. maka luas taman diluar kolam adalah.. ditengahnya terdapat kolam yang berbentuk lingkaran dengan diameter 14m. 1632 cm² d.

A 8. A 23. A 10. A 9. A 20. A 5. A 7. A 24. A 17. A 13. A 12. A 28. A 29. A 26. A 15. A 2. A B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E . A 21. A 3. A 11.125 Lampiran 9. A 4. A 22. A 14. A 18. A 27. A B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E 16.b LEMBAR JAWAB ANGKET Nama Kelas : : No. A 30. A 25. A 19.Absent : 1. A 6.

B 15. A 10. B . B 20. A 12. A 7. A 9. C 4. B 8.126 Lampiran 9. C 13. A 6.c Kunci Tes Prestasi : 1. C 16. A 11. A 3. B 18. B 19. B 17. A 2. B 5. C 14.

78 0.63 0.20 0.17 0.23 0.486 Valid 0.645 Valid 0.35 Cukup Pakai 8 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 24 24 330 0.78 0.40 Cukup Pakai 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 34 34 435 0.21 0.558 Valid 0.24 0.575 Valid 0.88 Mudah 20 15 20 20 0.13 0.17 0.38 0. Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda Soal No.11 0.60 0.30 0.70 0.19 0.63 Sedang Sedang 16 15 12 10 20 20 20 20 0.15 0.60 Sedang 16 8 20 20 0.75 Mudah 19 11 20 20 0.23 0.164 Invalid 0.78 Mudah 19 12 20 20 0.20 Jelek Drop 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 31 31 422 0.70 0.75 0.25 0.78 Mudah 19 12 20 20 0.25 Jelek Cukup Pakai Drop 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 35 35 462 0.85 0.530 Invalid Valid 0.88 0.85 Mudah 19 15 20 20 0.13 0.071 0.416 Valid 0.40 Cukup Pakai .23 0. Resp.35 Cukup Pakai 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 31 31 423 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan Nomor Soal 4 5 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 28 25 28 25 356 350 0.40 0. Reliabilitas.25 Cukup Pakai 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 30 30 416 0.127 Uji Validitas.

75 0.049 Invalid 0.00 Jelek Drop 17 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 17 17 236 0.48 0.661 Valid 0.38 Sedang 11 4 20 20 0.25 0.53 Sedang 12 9 20 20 0.30 Cukup Pakai 15 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 21 21 279 0.80 Mudah 20 12 20 20 0.590 Valid 0.80 0.20 0. Resp.16 0.65 0.75 Mudah 18 12 20 20 0.35 Cukup Pakai 11 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 16 16 205 0.24 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 30 30 403 0.324 Valid 0.433 Valid 0.80 0.20 0.128 No.40 Cukup Pakai 13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 32 32 439 0.24 0.80 Mudah 19 13 20 20 0.23 0.40 0.60 0.10 Jelek Drop 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 32 32 439 0.19 0.23 0.58 0.35 Cukup Pakai .63 0.16 0.43 0.15 Jelek Drop 16 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 14 14 179 0.20 0.80 Mudah 20 12 20 20 0.53 0.40 Cukup Pakai 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 32 32 435 0.25 0.35 0.061 Invalid 0.405 Valid 0.80 0.35 Sedang 7 7 20 20 0.16 0.219 Invalid 0.38 0.661 Valid 0.43 Sedang 12 5 20 20 0.40 Sedang 9 7 20 20 0.30 Cukup Pakai 10 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 15 15 216 0.

Resp.384 Valid 0.733 .80 0.22 0.436 0.19 0.33 0.33 0.89 0.573 Valid Valid 0.818 3.25 Sukar 8 2 20 20 0.16 0.30 Cukup Pakai Nomor Soal 19 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 13 32 13 32 192 434 0.75 0.129 No. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan 18 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 10 10 149 0.30 Baik Cukup Pakai Pakai Y 17 17 17 17 17 16 16 16 16 15 15 15 15 15 15 14 14 14 14 14 13 13 13 13 12 11 12 11 10 10 10 9 9 9 8 7 7 7 5 4 502 Y2 289 289 289 289 289 256 256 256 256 225 225 225 225 225 225 196 196 196 196 196 169 169 169 169 144 121 144 121 100 100 100 81 81 81 64 49 49 49 25 16 6800 uji reliabilitas s2 = Σpq = r11 = 12.20 0.45 0.68 0.25 0.80 Sedang Mudah 11 19 2 13 20 20 20 20 0.

Perhatikan gambar di bawah ini : yang disebut dengan tali busur adalah : a. Tulislah lebih dahulu nama. Silanglah jawaban yang anda anggap benar. Kerjakan dahulu soal-soal yang anda anggap mudah! 4. Bacalah lebih dahulu setiap soal. garis JK b. 2. : Matematika : Lingkaran : 80 menit Kelas / Semester : VIII / II SOAL 1.130 Lampiran 11. no urut. SOAL TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Mata Pelajaran Pokok Bahasan Waktu Petunjuk 1. tali busur lingkaran 2. semoga sukses. sebelum anda mengerjakan! 3. Selamat mengerjakan. Periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru! 6. garis PQ d. busur lingkaran d. jari-jari lingkaran b. Sebuah titik pada lingkaran yang mempunyai jarak terhadap titik pusat dan merupakan ½ kali panjang diameter disebut sebagai: a. daerah yang dibatasi oleh busur . 5. dan kelas pada lembar jawab yang tersedia. daerah POQ c. tembereng lingkaran c.

segitiga yang dibentuk oleh sepasang jari-jari dan tali busur selalu sama kaki d. 28 cm d.6cm c. 68. dengan π = 3. 82. 88 cm 6. 31. 1 : 4 a. kecuali……… a. Hitunglah panjang jari-jari lingkaran jika kelilingnya 198 cm 8.131 3. 2πr b. 4 : 11 c. 13 c.. Berapakah perbandingan keliling kedua roda tersebut?.. Panjang jari-jari sebuah lingkaran adalah 14 cm maka keliling lingkaran tersebut adalah …………. πr² c. . 62.5 d.8cm b. roda A : roda B a. maka rumus keliling lingkaran tersebut adalah …………. πr d. Pernyataan berikut ini benar. 4 : 1 d.14 adalah. juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur lingkaran 4.. masing-masing roda mempunyai panjang jari-jari 7 cm untuk roda B dan 28 cm untuk roda A.5 b. 31 a. 88 cm c. diameter lingkaran adalah dua kali jari-jari b.6cm 7. 13.. 11 : 4 b. 44 cm b. tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jarijari dan sebuah busur c. Keliling lingkaran yang berdiameter 20cm. πd² 22 ) 7 5.8cm d. (π = a. a.. 125. Dua buah roda sepeda yaitu roda A dan roda B. Diameter suatu lingkaran dinyatakan dalam d.

kalinya. c..132 9.. 379 cm² b.. 2 : 1 b. maka luas lingkaran berubah menjadi.. Dari gambar di bawah ini. 693 kali d.. 13. Lingkaran yang luasnya 154cm2.... 471m² c.... 11... 14 cm c. Luas lingkaran yang berjari-jari 7cm adalah.. 616m² 15. a.. maka perbandingan luas meja makan tersebut adalah …………… a. 10 cm d. b. Dalam suatu taman berbentuk persegi. 1698 cm² . 63 kali 14. dengan π = adalah…….. d. 531m² d.. a. 4 : 1 d. ditengahnya terdapat kolam yang berbentuk lingkaran dengan diameter 14m. a. 1632 cm² d.. a.. 24 cm b. 378 cm² 21 cm c. 350 kali c.. Jika panjang jari-jari sebuah lingkaran diubah menjadi setengah kalinya.. Berapa kali roda sepeda itu berputar jika menempuh jarak 693 m? a.. 308 cm2 22 . 7 cm 12. 44 cm2 c. 154 cm2 d. 22cm2 b. 93 kali b. Diameter sebuah roda sepeda adalah 63 cm. 154m² b.. maka luas taman diluar kolam adalah. hitunglah luas daerah persegi yang diarsir jika jarijari lingkaran panjangnya 21 cm ……………. Apabila panjang sisi persegi itu 25m. 4 : 3 c. panjang diameternya 7 10. 3 : 2 a.. Panjang diameter meja makan yang berbentuk lingkaran adalah 40 cm dan 20 cm.

133 .

7232 6.289 8.887 .00 1.1489 Prestasi Belajar Matematika Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Uji Normalitas Normality test : Metode Pembelajaran Descriptives Metode Pembelajaran Konvensional Statistic 7. .129 40 .7387 7.374 .1144 Lower Bound Upper Bound .9418 5.728 Std. .075 a. Lilliefors Significance Correction .00 4.134 Lampiran 13.8187 8.945 .368 -.00 1.0556 8.133 40 .3750 -. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Lower Bound Upper Bound SAVI .1363 7.4375 7.733 .0500 7.0000 -.733 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.50 3.0000 .50 9.374 .2813 8. Error .944 Shapiro-Wilk df 40 40 Sig.00 9.078 .092 .523 . Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.072 a Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran Konvensional SAVI Statistic .5000 .076 -.4583 7.

959 46 Tinggi . a.893 13 *.126 .492 .123 21 .210 13 .062 .959 21 Matematika Sedang . Lilliefors Significance Correction a Sig.221 . .200* . Statistic df Prestasi Belajar Rendah . This is a lower bound of the true significance.135 Motivasi Belajar Siswa Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Motivasi Siswa Statistic df Sig.127 46 .121 .

264 df1 5 df2 74 Sig. Design: Intercept+X1+X2+X1 * X2 . Uji Homogenitas a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika F 2. . a.057 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.136 Lampiran 14.

0443 .7232 1.2619 7.8571 7. Design: Intercept+X1+X2+X1 * X2 .4375 7.137 Lampiran 15.6667 7.3780 .264 df1 5 df2 74 Sig.057 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.6055 .9423 8.8370 8.8894 N 14 20 6 40 7 26 7 40 21 46 13 80 SAVI Total a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika F 2.8645 .6975 . a.1923 7.8522 .0500 7. Uji Anava Dua Jalur Univariate Analysis of Variance Between-Subjects Factors Value Label Konvension al SAVI Rendah Sedang Tinggi N 40 40 21 46 13 Metode Pembelajaran 0 1 1 2 3 Motivasi Siswa Descriptive Statistics Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran Konvensional Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi Total Rendah Sedang Tinggi Total Rendah Sedang Tinggi Total Mean 6.6934 .7438 Std.6429 8. Deviation 1.9418 .9643 7.7000 7.7750 .0278 . .

096 .152 7.152 7.001 .723 11.637 F 4.001 .000 . R Squared = .437 2.246 (Adjusted R Squared = .143 4859.071 3573.195) .036 .138 Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Source Corrected Model Intercept X1 X2 X1 * X2 Error Total Corrected Total Type III Sum of Squares 15.354a 3573.721 Sig.218 1.193 47. .497 df 5 1 1 2 2 74 80 79 Mean Square 3.186 a.750 62.820 5608.281 2.482 1.429 3.281 4.

Alpha = .077 .6341 -. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = .2507 Sig. Homogeneous Subsets Prestasi Belajar Matematika Scheffe a. N 21 46 13 Subset 1 2 7.3554 .006 .5751* -.367 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.371 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound -1.9931E-02 -1. c.1002 -4.05.2267 1.1002 -.9817 . .9304* . .028 .2102 .c Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi Sig.508.2710 .2817 .9817 Based on observed means. *.1923 .b.006 .05 level.3554 (I) Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi (J) Motivasi Siswa Sedang Tinggi Rendah Tinggi Rendah Sedang Std.028 .2102 . Error .9304* . Type I error levels are not guaranteed.993E-02 1. Uji Komparasi Ganda Multiple Comparisons Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Scheffe Mean Difference (I-J) -.6341 -.2507 . The mean difference is significant at the .2619 7. a. b.139 Lampiran 16.2710 .5751* -. The group sizes are unequal.2817 .8370 7. Uses Harmonic Mean Sample Size = 20. The harmonic mean of the group sizes is used.637.371 .8370 8.2267 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful