1

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
( Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Wuryantoro)

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika FKIP UMS

Disusun Oleh :

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009

2

PERSETUJUAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
( Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Wuryantoro)

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075

Disetujui Untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Sarjana Strata – 1

Pembimbing I

Pembimbing II

Dr. Sutama, M.Pd

Dra. Sri Sutarni, M.Pd Tanggal :

Tanggal :

ii

3

PENGESAHAN SKRIPSI

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
(Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri I Wuryantoro)

Dipersiapkan dan disusun oleh:

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal, ................................ Dan dinyatakan telah memenuhi syarat. Susunan Dewan Penguji: 1. Dr. Sutama, M.pd 2. Dra. Sri Sutarni, M.Pd 3. Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom Surakarta, ___________________ Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan, Drs. H. Sofyan Anif, M.Si NIK.547 iii ( ( ( ) ) )

maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. Apabila ternyata kelak terbukti ada ketidak benaran dalam pernyataan saya di atas. Surakarta. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Juni 2009 IKA FITRIANINGSIH A410 050 075 iv . juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.4 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang yeng pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya.

serta menyadari bahwa kehadiran Allah SWT adalah segala-galanya bagi kecerahan hidup” (penulis) v . bukan orang-orang yang dapat membenarkan kata-katamu” (Hamka) “Bahwa langkah yang terbaik hidup adalah menikmati hidup dalam setiap detiknya.S Al-Mujaadilah :11) “Sahabat yang sejati adalah orang-orang yang dapat berkat benar kepadamu. tanpa banyak berharap dan panjang angan. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat “ (Q. Karena itu pergunakanlah selagi dia Nampak dihadapanmu” (Ali Bin Abi Thalib) “….5 MOTTO “Barang siapa berjalan disuatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalan ke Syurga” ( HR Muslim) “Setiap orang mampu mampu belajar lebih jauh dari dugaannya dan tidak pernah ada kata terlambat untuk memulainya” (Ruswandi) “Kesempatan datangnya seperti awan berlalu.

gendhut.6 PERSEMBAHAN Dengan segenap cinta dan kasih sayang. sidiq (papi). AD 6360 FR Si hitam.. wening..atas keikhlasanmu dalam membimbingku.dhian. kasih sayang.thanks atas kasih sayang dan dukungannya s’lama ini..... Dukungan. melelui coretan yang penuh arti. thanks untuk keceriaan. perhatian... kehadiranmu buatku tersenyum s’lalu. thank’s at all Teman-teman math ‘05 Almamaterku UMS vi ..tak akan pernah hilang dan terhapus oleh waktu.. lala. cinta dan kasih sayang tulusmu s’lama ini t’lah sanggup menopangku saat ku jatuh hingga keceriaan kembali hadir warnai hidupku . Vea..... Pembimbingku... Dewi.. dan semunya. Pak Tama dan Bu Tarni. ‘n all my friend in jasmine.. Team ruwet Terimakasih untuk keceriaan dan kasih sayangnya.. heni. kebersamaan kita menjadi pelengkap cerita dalam hidupku... Bapak dan ibu tercinta Terimakasih telah membekaliku dengan harta yang tak ternilai harganya yaitu seikhlas doa yang terpanjat dan segenap kasih sayang yang tercurah dalam setiap langkah hidupku dalam menggapai cita.yang t’lah membawa dan menemaniku kemanapun aku pergi. I love u all.. johan...Engkau Sang Maha Pemberi Cahaya yang senantiasa menebarkan cahayaMu.. motivasi dan bimbingannya s’lama ini.. dhini dan semunya. Mas Agung Terimakasih.....kebersamaan kita t’lah mewarnai hari-hariku.. Karya kecil ini tidak akan tercipta tanpa ridhoMu.. Juan ‘n bunda ( in pagupon ). nita.kebersamaan kita dan kehadiran kalian disisiku sangatlah berarti. Persahabatan dan persaudaraan kita kan abadi s’lamanya..... DEILAW FRIEND’S Sahabat.... My friend’s Teman seperjuanganku... kupersembahkan karya sederhana ini kepada : Allah SWT Terimakasih ya Allah.terimakasih untuk waktu... m’put ‘n sibo. m’ony.

yang dengan kesabaran telah memberikan pengarahan dan bimbingan sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. Visual. bimbingan dorongan serta nasehat dari berbagai pihak maka dengan segala kerendahan hati serta penghargaan yang tulus penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada : 1. saran. N Setyaningsih. Ibu Dra. Bapak Drs. 3. selaku ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini. selaku pembimbing II dalam pemyusunan skripsi ini.Wb. Auditori.Sutama selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini. Sofyan Anif. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Hj. M.Si. M. Intelektual) Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa”.Pd.7 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Ibu Dra. M. vii . 4. hidayah dan inayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skipsi dengan judul “Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan “SAVI” (Somatis. Dalam menyusun skripsi ini penulis banyak menerima masukan. 2.Si selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ijin penyusunan sripsi ini. Bapak Dr. Sri Sutarni.

Surakarta. Akhirnya semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.Pd selaku guru bidang studi matematika SMP N 1 Wuryantoro. Ibu Suprapti. M. Juni 2009 Penulis viii .8 5. S. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan skripsi ini. selaku kepala SMP N 1 Wuryantoro yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis. 6.Pd.Wb. yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran serta partisipasi dalam kegiatan penelitian ini. Suparman. Bapak Drs. yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Wassalamu’alaikum Wr. 7.

.... v HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………. Identifikasi Masalah …………………………………… 6 C...... iv HALAMAN MOTTO ………………………………………………………. x DAFTAR TABEL … ………………………………………………………….. 11 ix ............ 8 D..... 8 E. Tujuan Penelitian………………………………………...... xvii BAB I : PENDAHULUAN A.. xiv DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………… xv ABSTRAK …………………………………………………………………................. Tinjauan Pustaka......... iii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………... viii DAFTAR ISI …………………………………………………………………..... Manfaat Penelitian……………………………………… 10 BAB II : LANDASAN TEORI A..... xiii DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………. Perumusan Masalah…………………………………….. vi KATA PENGANTAR ……………………………………………………….......... Latar Belakang ………………………………………… 1 B..9 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN ………………………………………………. Pembatasan Masalah ………………………………….. ii HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………. 9 F...

.... 33 D........ Sampling ...... 1.. Prestasi Belajar Matematika .............................. Kajian Teori ............... Tempat dan Waktu Penelitian ....... 36 F........................................... Pembelajaran Dengan Pendekatan Konvensional ............. 28 D........... Populasi .. 35 1............................................................. 24 5....................................... Teknik Pengumpulan Data ....... Tes Prestasi Belajar .......................... Pembelajaran Dengan Pendekatan SAVI ..................... Subyek Penelitian ..................................................... Metode angket ........................... 40 2........................................................ Instrumen Penelitian ........ Hipotesis Tindakan ...................... 18 4........... 33 3.. 32 2.................... Jenis Penelitian ........................ 25 C................................................ 17 3...... 32 1......... Definisi Operasional . 39 1......................... Metode Tes .10 B........................................................................ 32 C....................................... 2..................................................................................... Materi Lingkaran ........................ 30 BAB III : METODE PENELITIAN A.................. 42 x .............. Angket Motivasi ...... Kerangka Berpikir ....................................... 35 35 36 E......................................................................................... 3................. 31 B.......... Metode Dokumentasi ............................. Motivasi Belajar Siswa .............. Sampel ............................................................. 13 13 2..................

................... Kesimpulan ........ IMPLIKASI DAN SARAN A..... Pembahasan ………………...................... 43 G............... Uji Hipotesis ……..... Saran .......... 77 LAMPIRAN ........... 70 BAB V : KESIMPULAN................... ….................. 64 2............................... Implikasi Hasil Penelitian . 78 xi .................................... 64 1.......……………………….................. Teknik Analisis Data ....................11 3.... Uji Prasyarat Analisis Penelitian ……………………............ Uji Kelanjutan (Uji Schaffe) …………………………… 68 E..... 74 C.............. Uji Homogenitas …………………………………… 65 C......................... Deskripsi Data ……………….......................……………………………………........................................... 75 DAFTAR PUSTAKA ..... Tahap Uji Coba Instrumen ............ 73 B....................... 52 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A........... 65 D............. Hasil Uji Normalitas ………………………………............................………………………… 61 B...........................................

............. 64 : Uji Two Way Anova ................12 DAFTAR TABEL Tabel 2......2 Tabel 3...................... 51 : Tabel Anava ……………………………………………….....1 Tabel 3........... 32 : Tabel Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa ……………………........ 58 : Hasil Pengkategorian Tingkat Motivasi Belajar ...............1 Tabel 4...... 57 : Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan .......... 66 : Uji Kelanjutan Anova ………………………………………........3 Tabel 3... 46 : Hasil Perhitungan Taraf Kesukran Soal ........6 Tabel 3.......... 63 : Uji Normalitas ................................... 49 : Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal ..........8 Tabel 4.........5 : Tabel Perbedaan dan Persamaan Variabel yang Diteliti …… 13 : Tabel Perencanaan Waktu Penelitian ………………………......................1 Tabel 3............4 Tabel 3................ 62 : Data Prestasi Belajar Siswa ...2 Tabel 4......3..4 Tabel 4........... 41 : Tabel Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar ………………………… 43 : Hasil Uji Validitas Soal Prestasi Belajar ……………………....................................7 Tabel..5 Tabel 3..... 69 xii ....................3 Tabel 4...........

30 : Gambar statistik uji F antar pendekatan ……………………….1 Gambar 4.67 : Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi…………68 xiii ..3 Gambar 3.56 : Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi…………57 : Gambar statistic uji F antar pendekatan……………………….2 Gambar 4.3 Gambar 4..3 : Gambar Bagian-Bagian Lingkaran…………………………….. 27 : Gambar Alur Kerangka Berfikir ……………………………..13 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.2 Gambar 2.66 : Gambar statistic uji F antar motivasi…………………………...1 Gambar 2..1 Gambar 3..56 : Gambar statistik uji F antar motivasi… ………………………. 25 : Gambar Percobaan Menemukan Rumus Luas Lingkaran …….2 Gambar 3.

........................149 : Tabel Lilliefors…..................................................................................................... Daya Beda......150 xiv ........................................ Reliabilitas................142 : Uji Homogenitas ....139 : Uji Normalitas ........................118 : Angket Penelitian ..............................b LAMPIRAN 9............c LAMPIRAN 10 LAMPIRAN 11 LAMPIRAN 12 LAMPIRAN 13 LAMPIRAN 14 LAMPIRAN 15 LAMPIRAN 16 LAMPIRAN 17 LAMPIRAN 18 LAMPIRAN 19 : Daftar Nama Siswa Try Out ……………………….........82 : Uji Keseimbangan ....................14 DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9...........125 : Lembar Jawab Angket Penelitian ….............114 : Validitas Reliabilitas Angket…...81 : Daftar Nilai Ujian Semester Gasal…............................................136 : Data Induk Penelitian .....................145 : Uji Komparasi Ganda ...........................................................80 : Daftar Nama Siswa Sampel Penelitian ……………….........................147 : Table Values of rproduct moment................................................................................................................................. Tingkat Kesukaran..........................130 : Validitas.131 : Soal Tes Prestasi Belajar Matematika …..148 : Tabel t..121 : Soal Try out tes Prestasi Belajar Matematika .................a LAMPIRAN 9.....................................84 : Angket Try out Motivasi ...144 : Uji Analisis Variansi Dua Jalan Sel Tak Sama .129 : Kunci Tes Prestasi Belajar Matematika ....... ……..................83 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .........................................................

.......................15 LAMPIRAN 20 LAMPIRAN 21 : Tabel Nliai F0............………...151 : Surat-surat …………………………………………… 155 xv ..05 ….....

2) Perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. motivasi belajar. 76 halaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan pendekatan konvensional.972 sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan pembelajaran pendekatan SAVI tehadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran.16 ABSTRAK PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA (Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri I Wuryantoro) Ika Fitrianingsih. A410050075. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP N I Wuryantoro. Kata kunci : pendekatan SAVI. 3) Interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran. 2009. Pengujian persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Jurusan Pendidikan Matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi (anova) dua jalur. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk data hasil belajar siswa matematika. metode angket untuk data motivasi belajar siswa serta metode dokumentasi untuk mengetahui nilai ujian semester 1 matematika siswa yang digunakan untuk menguji keseimbangan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jenis penelitian ini adalah eksperimen.122 sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan motivasi siswa terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebagai sampel diambil dua kelas sebanyak 80 siswa yang kemudian dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sebagai tindak lanjut dari analisis variansi dilakukan uji scheffe. xvi . prestasi belajar. Hasil penelitian dengan α = 5% dapat disimpulkan bahwa: (1) Fhitung = 11. (2) F hitung = 3.429 > Ftabel = 3.122 sehingga H0 diterima yang berarti tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi siswa terhadap hasil belajar matematika. (3) F hitung = 1.482 > F tabel= 3. Kelas VIIIB sebanyak 40 siswa sebagai kelas eksperimen diberikan pendekatan SAVI sedangkan kelas VIIID sebanyak 40 siswa sebagai kontrol diberikan metode konvensional dengan teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling.721 < F tabel = 3.

Salah satu proses pembelajaran yang menekankan berbagai tindakan dan kegiatan adalah dengan menggunakan pendekatan tertentu. Pendekatan dalam pembelajaran pada hakekatnya merupakan sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran serta dapat mengembangkan dan meningkatkan aktivitas belajar yang dilakukan guru dan siswa. intelektual dan kepribadian dalam rangka membentuk manusia seutuhnya. analisis dan kontruksi.1 BAB I PENDAHULUAN A. rasio. Matematika adalah sebagai suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir berkomunikasi. Oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. penanganan dan prioritas secara intensif dari pemerintah. generaliatas dan 1 . masyarakat maupun pengelola pendidikan. yang unsurunsurnya logika dan intuisi. Sebab pendidikan merupakan suatu wadah kegiatan yang berusaha untuk membangun masyarakat dan watak bangsa secara berkesinambungan yaitu membina mental. Latar Belakang Dewasa ini dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan yang mengharuskan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat memenuhi tuntutan global. Pembelajaran merupakan suatu proses yang rumit karena tidak hanya proses transfer informasi guru kepada siswa. tetapi juga melibatkan berbagai tindakan dan kegiatan yang harus dilakukan terutama jika menginginkan hasil belajarnya menjadi lebih baik. alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis.

serta mempunyai cabang-cabang antara lain aritmetika. sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Apabila sejak awal siswa sudah tidak senang dengan matematika maka siswa akan mengalami kesulitan pada materi pelajaran selanjutnya. Dalam mempelajarinya matematika harus bersifat kontinyu. Berkaitan dengan ini maka sebenarnya guru memiliki peranan yang sangat kompleks didalam . aljabar. Matematika berbeda dengan ilmu lain. Didalam mengerjakan matematika disamping guru memperhatikan materinya juga harus memperhatikan keadaan siswanya. Dalam hal ini guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga harus sebagai pendidik yang mentransfer nilai dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar.2 individualitas. rajin latihan dan disiplin. Salah satu tujuan mempelajari matamatika adalah membentuk kepribadian dalam diri siswa untuk menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu guru merupakan salah satu unsur dibidang kepemimpinan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga potensial. Materi matematika bersifat hierarkis. yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Tidak sedikit juga orang yang memendang matematika sebagai bidang studi yang paling sulit.2007:129-130). geometri dan analisism (Uno. Meskipun demikian orang harus mempelajarinya karena merupakan sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari.

Tanpa adanya motivasi pada diri siswa tentunya mempelajari matematika akan sulit. bagaimana agar siswa tersebut tertarik dengan bidang studi tersebut. jangan sampai anak didik beranggapan matematika itu menjemukan. Hal ini akan menyebabkan siswa malas belajar sehingga menyebabkan prestasi belajar matematika menurun. dalam usaha untuk mengantarkan anak didik ke taraf yang di cita-citakan. . Dalam penyampaian materi matematika harus sudah dikembangkan oleh guru. Guru diharapkan dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang baik dalam proses pendidikan sehingga pada anak didik akan tumbuh minat dan termotivasi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu adanya pembaharuan dibidang pendidikan antara lain adalah pembaharuan metode atau peningkatan relevansi pendekatan dalam mengajar. Adapun tujuan pengajaran adalah supaya siswa dapat berfikir dan bertindak secara hierarki dan kreatif. padahal yang lebih mereka tidak sukai adalah pengalaman mereka ketika mengikuti pelajaran matematika itu disekolah daripada matematika itu sendiri. Disamping itu.3 proses belajar mengajar. Pembelajaran yang hanya menyajikan rumus demi rumus tanpa menyajikan langkah rumus itu di temukan akan menyebabkan prestasi belajar matematika menurun. Maka itu metode penyampaian guru dalam mengajar yang efektif adalah apabila dampak dari pembelajaran itu dapat menumbuhkan dan menciptakan gairah serta dorongan siswa untuk aktif. Metode mengajar dikatakan relevan jika mampu mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan melalui pengajaran. guru harus bisa memberikan motivasi kepada siswa.

Penggunaan metode pembelajaran yang monoton (konvensional). Motivasi merupakan faktor interen yang ada pada diri siswa. dialami atau diketahui siswa. dikuasai siswa. memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Pembelajaran secara konvensional sekarang ini sudah tidak cocok lagi karena didalam metode ini. karena pada dasarnya motivasi sangat berperan dalam pemerolehan prestasi belajar pada diri siswa. guru hanya mentransfer ilmu kepada anak didik dan sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan siswa dalam interaksi edukatif. Metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru dari pada siswa. Model . Karena dalam proses belajar mengajar siswa sebagi pihak yang ingin meraih cita-cita. dimungkinkan siswa akan mengantuk dan perhatiannya kurang karena membosankan. sebab secara realistis seorang siswa yang belajar itu pada dasarnya adalah mencari hubungan antara hal yang dipelajari dengan yang telah dimiliki. Dengan adanya motivasi yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. Unsur yang paling penting dalam proses belajar mengajar disamping guru dan materi ajar adalah siswa-siswa atau anak didik ialah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar.4 sedemikian sehingga materi tersebut menjadi menarik. Model pembelajaran harus bisa mengubah gaya belajar siswa dari siswa yang belajar pasif menjadi aktif dalam mengkonstruksikan konsep. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa tidak luput dari adanya motivasi dari dalam diri siswa tersebut.

membicarakan atau mendiskusikan apa yang mereka pelajari (A). siswa dapat meningkatkan kemempuan mereka dalam mengemukakan ide (I). menyenangkan dan cocok untuk siswa. Pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI bisa optimal jika keempat unsur SAVI ada dalam satu peristiwa pembelajaran matematika. tetapi mereka dapat belajar lebih banyak jika mereka dapat melakukan sesuatu (S). Somatis(S) 2. Intelektual(I) : Belajar dengan memecahkan masalah dan merenung. Auditori(A) 3. siswa akan belajar sedikit tentang matematika dengan menyaksikan presentasi (V). serta memikirkan dan mengambil kesimpulan atau informasi yang mereka peroleh untuk diterapkan dalam menyelesaikan soal-soal (I). Visual. serta harus diimbangi dengan kemampuan guru dalam menguasai metode tersebut. Misalnya. Oleh karena itu guru mampu menawarkan metode dalam mengajar yang lebih efektif yang dapat membangkitkan perhatian siswa sehingga siswa menjadi aktif dan termotivasi untuk belajar. Visual(V) : Belajar dengan bergerak dan berbuat. Intelektual). perhatian. 4. : Belajar dengan mengamati dan menggambarkan .5 pembelajaran yang tepat membuat matematika lebih berarti. pemahaman dan prestasi belajar siswa. menantang. jika mereka secara simultan menggerakan sesuatu (S) untuk menghasilkan pictogram. . Gambaran permasalahan-permasalahan diatas perlu diperbaiki guna meningkatkan motivasi. masuk akal. Auditori. Unsur-unsur pendekatan SAVI adalah : 1. Atau. Salah satunya adalah melalui pendekatan “SAVI” (Somatis. : Belajar dengan berbicara dan mendengar.

2002:100) B. Dalam hal ini guru mempumyai peranan dalam memberikan motivasi kepada siswa. siswa. tingkat ekonomi orang tua. Siswa yang suka melamun. grafik dan lain sebagainya (V) sambil mendiskusikan atau membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan (A). sarana dan prasarana serta materi ajar.6 diagram. Sifat guru yang otoriter. keadaan sekolah dan sikap siswa dalam memilih teman untuk bergaul. Lingkungan juga merupakan komponen yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembelajaran. (Meier. lingkungan. karena motivasi berperan sangat penting dalam kegiatan utamanya dalam proses belajar. dalam hal ini sebagai objek dari pendidikan berkewajiban melakukan proses belajar. takut untuk bertanya dan sebagainya menunjukkan bahwa siswa mengalami gangguan dalam belajar. berbicara dengan siswa lainnya atau teman sebangku. cara menerangkan yang monoton dan yang lainnya menjadi hal yang menimbulkan kurangnya motivasi siswa dalam mempelajari matematika. tidak menguasai materi dengan baik. suka menggangu teman lainnya. tidak konsentrasi pada saat proses belajar berlangsung. Identifikasi Masalah Dalam proses pembelajaran metematika. Guru dalam proses belajar mengajar merupakan faktor kesuksesan setiap usaha pendidikan. Peran orang tua yang tidak . Lingkungan yang dimaksud adalah peran orang tua. yaitu dalam mendidik anak. ada beberapa komponen penting agar siswa dapat belajar secara optimal yaitu guru. suka marah. Siswa sebagai komponen yang lain.

akan menyebabkan siswa mempunyai motivasi belajar yang minim. Komponen lain yang juga menetukan berhasilnya pembelajaran adalah sarana dan prasarana yang memadai. misalnya alat peraga sebagai alat bantu yang digunakan oleh guru pada saat menerangkan materi Lingkaran. Materi ajar yang cenderung kompleks dan terlalu abstrak. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan pembatasan masalah sebagai berikut: . Dalam hal ini guru berperan untuk mengkongkritkan materi bahan ajar yang terlalu abstrak dengan bantuan alat peraga yang berupa lingkaran lengkap dengan unasur-unsurnya.7 maksimal dalam mendidik anak dalam usahanya untuk menanamkan semangat untuk belajar dan kesalahan dalam memilih temen untuk bergaul. membuat siswa mengalami kesuliatan dalam memahami konsep materi yang diajarkan. agar siswa benar-benar paham dan menguasai atas materi yang diajarkan. sehingga akan didapatkan prestasi belajar yang kurang. C. Pembatasan Masalah Penelitian ini difokuskan pada suatu pembelajaran melalui pendekatan “SAVI” pada pokok bahasan Lingkaran yang akan ditinjau dari motivasi belajar siswa agar diperoleh suatu prestasi belajar yang diinginkan. adalah diperlukan alat peraga yang berupa lingkaran yang dilengkapi dengan unsur-unsurnya. Materi ajar adalah komponen lain yang menetukan keberhasilan pembelajaran. Sarana dan prasarana yang diperlukan sebagai alat bantu pada saat proses pembelajaran.

Perumusan Masalah Terjadinya hambatan apa yang terjadi pada diri siswa dalam pembelajaran matematika timbul karena adanya anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit. menakutkan dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu mempelajarinya. kondisi. Pendekatan pembelajaran pada penelitian ini dibatasi pada pendekatan pembelajaran matematika dengan pendekatan “SAVI”. Pokok bahasan yang diambil pada penelitian ini adalah Lingkaran yang akan diberikan kepada siswa kelas VIII semester II SMP. 3. 2. melalui ulangan dengan maksud untuk memperoleh suatu angka sehingga dapat ditentukan berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam belajar matematika guna suatu pengambilan keputusan. Prestasi belajar matematika adalah prestasi belajar dalam bidang matematika. pengalaman atau pengaruh orang lain juga sangat menentukan motivasi berprestasi bagi siswa. Guru sebagai pengelola kelas . yang ditandai dengan adanya keinginan siswa untuk bertanya dan kemampuan siswa untuk menyelesaikan soal. putus asa dan kurangnya motivasi dalam belajar matematika. situasi. Sedangkan kemampuan dasar yang ditunjukkan oleh sebagian guru dalam mengelola interaksi belajar yang cenderung membosankan dan sikap yang otoriter menyebabkan timbulnya rasa takut. Motivasi belajar adalah keadaan dalam diri siswa yang mendorong keinginan siswa untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan pembelajaran. 4.8 1. Berkaitan dengan hal ini. D.

Tujuan Penelitian Penelitian ini secara umum bertujuan mengetahui perbedaan pengajaran matematika dengan pendekatan “SAVI” dan pengajaran konvensional pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan “SAVI” dan pendekatan konvensional. Identifikasi Masalah dan Pembatasan Masalah yang dikemukakan diatas. Berdasarka Latar Belakang. Apakah terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Lingkaran? E. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Tujuan secara khusus dapat dirinci sebagai berikut : 1. 2. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan “SAVI” dan pendekatan konvensional? 2. maka perumusan masalah penelitian ini dapat dituliskan sebagai berikut: 1.9 pada saat pembelajaran harus bersikap positif untuk belajar pada siswa karena guru merupakan sosok figur bagi siswa. . Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa? 3.

10 3. 2. Sebagai masukan bagi calon pendidik tentang penggunaan pendekatan “SAVI” pada pokok bahasan Lingkaran. 3. Untuk mengetahui interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran. . Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini secara teoritis dapat bermanfaat sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Secara praktis diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai berikut : 1. F. Bagi guru sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penggunaan dan pemilihan pendekatan dalam mengajar. Bagi siswa sebagai pemicu motivasi belajar sehingga siswa dapat belajar matematika dengan giat.

11 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dikemukakan mengenai Tinjauan Pustaka. A. Tinjauan Teori. Kerangka Berfikir berisi konsep yang akan digunakan untuk menjawab masalah yang akan diteliti. Kerangka Berfikir dan Hipotesis. dan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan mengalami peningkatan dalam belajar matematika. Banyak penelitian yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran matematika tersebut adalah : Nugroho ( 2006 : 73 ) melalui penelitiannya tentang Peningkatan Kreatifitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melelui Pendekatan “SAVI” menyimpulkan bahwa dengan melakukan percobaan belajar SAVI siswa semakin aktif. Kajian Teori yang akan dipaparkan adalah motivasi belajar siawa dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan “SAVI”. kreatif. Hikmah ( 2008 : 70 ) mealui penelitiannya tentang Peningkatan Minat Belajar SIswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan “SAVI” 11 . Tinjauan Pustaka merupakan uraian sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti terdahulu dan hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan. disusun berdasarkan teoritis dan kajian hasil penelitian yang telah dikemukakan. Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai strategi pembelajaran lebih cenderung merupakan penelitian aspek psikologi dari suatu sistem atau struktur.

perhatian. Tabel 2. Hasilnya adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Dengan meningkatkan minat siswa maka perasaan senang. variabel yang diteliti adalah penguanaan alat peraga dan minat belajar siswa.1 dibawah ini. kemauan dan perlakuan yang positif untuk mempelajari matematika ikut meningkat.12 Dengan Mendayagunakan Alat Peraga di SMP N 1 Kartasura menyimpulkan bahwa pembelajaran melalui pendekatan SAVI dengan menggunakan alat peraga terutama pada pokok bahasan kubus dan balok. Wahyuningsih (2003 : 66 ) melakukan penelitian mengenai Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Penggunaan Metode Diskusi Dengan Menggunakan LKS Dengan Metode Konvensional Pada Pokok bahasan Lingkaran Ditinjau dari Motivasi Belajar Matematika.1 Perbedaan dan Persamaan variabel yang diteliti . variabel yang diteliti adalah keaktivan siswa. Hasil penelitian yang telah dibahas. Untuk melihat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2. Sedangkan penalitian yang akan penulis lakukan adalah prestasi belajar siswa melalui pendekatan SAVI yang ditinjau dari motivasi belajar siswa. Penelitian Wahyuningsih menitik beratkan pada penggunaan metode dalam belajar. menyimpulkan bahwa prestasi belajar matematika dipengaruhi oleh faktor penggunaan pendekatan pembelajaran dan motivasi siswa. yang dapat dipandang dari dari berbagai segi antara lain : Penelitian Nugroho. dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian Hikmah. sehingga dapat mendorong peningkatan prestasi matematika siswa.

Diskusi Media LKS Nugroho Hikmah Wahyuningsih Ika √ B. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan SAVI Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang menyediakan kondisi yang merangsang dan mengarahkan kegiatan belajar si-pebelajar sebagai subyek belajar untuk memperoleh pengetahuan.1999:1) Sedangkan menurut konsep komunikasi. nilai dan sikap yang dapat membawa perubahan tingkah laku maupun kesadaran diri sebagai pribadi (Kamulyan dan Surtikanti. sedangkan proses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa perilaku. dengan demikian proses belajar bersifat internal dan unik dalam diri individu siswa. Jadi pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal. .13 Nama Peneliti Kreatif Prestasi Aspek yang diteliti Minat Belajar Alat Peraga Motivasi Pend. keterampilan. Kajian Teori 1. pembelajaran adalah proses komunikasi fungsional antara siswa derngan guru dan siswa dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagi siswa yang bersangkutan. SAVI √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Met.

praktis melibatkan fisik dan menggunakan serta menggunakan tubuh sewaktu belajar. maka siswa dapat belajar secara optimal. Jika keempat unsur SAVI ada dalam setiap pembelajaran. belajar Visual. Untuk merangsang hubungan pikiran dan tubuh dalam pembelajaran matematika. tubuh adalah pikiran dan pikiran adalah tubuh. Menghalangi fungsi tubuh dalam belajar berarti kita menghalangi fungsi pikiran sepenuhnya. tubuh dan pikiran bukan merupakan dua entitas yang terpisah. maka perlu diciptakan suasana belajar yang dapat membuat siswa bangkit dan berdiri dari tempat duduk dan aktif secara fisik dari waktu ke waktu. Menurut penelitian. Unsur-unsur pendekatan SAVI adalah belajar Somatis. Keduanya adalah satu.14 Tidak semua metode mengajar dapat mewakili wahana pencapaian tujuan pendidikan. misalanya siswa kurang memperhatikan dan kurang memahami materi yang diajarkan oleh guru. a. banyak kelemahan dan hambatan pembelajaran dikelas terjadi antara guru dengan siswa ataupun antar siswa. Untuk mengatasi kelemahan dan hambatan tersebut maka dapat menerapkan pendekatan belajar SAVI. dan belajar Intelektual. Pembelajaran dengan pendekatan SAVI adalah pembelajaran dengan menggabungkan gerakan fisik dan aktifitas intelektual serta melibatkan semua indera yang berpengaruh besar dalam pembelajaran. Dalam kenyataanya. Intinya. kinetis. Misalnya dalam belajar somatis ini. . Belajar Somatis. Belajar somatis berarti belajar dengan indera peraba. belajar Auditori.

Ketika telinga menangkap dan menyimpan informasi auditori. beberapa area penting di otak menjadi aktif. talibusur dan juring. siswa diminta menjelaskan apa yang disebut dengan Lingkaran. dengan alasan bahwa didalam otak terdapat lebih banyak perangkat memproses informasi visual daripada indera yang lain. c. Belajar visual adalah belajar dengan melibatkan kemampuan visual (penglihatan). b. Belajar Auditori. Misalnya. keliling atau luas. Dalam merancang pembelajaran matematika yang menarik kemampuan visual. Belajar auditori berarti belajar dengan melibatkan kemampuan auditori (pedengaran). diameter (d). Belajar Visual. Dengan merancang pembelajaran matematika yang menarik saluran auditori. Siswa diminta mengungkapkan pendapat atas informasi yang telah didengarkan dari penjelasan guru.15 siswa diminta oleh guru untuk menggambar bentuk sebuah Lingkaran di papan tulis yang sudah diketahui jari-jari (r). guru dapat melakukan tindakan seperti mengajak siswa membicarakan materi apa yang sedang dipelajari. guru dapat melakukan tindakan seperti meminta siswa menerangkan kembali materi Lingkaran yang telah diajarkan dengan . Dalam hal ini siswa diberi pertanyaan oleh guru tentang materi yang telah diajarkan. tembereng.

Metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak dipakai terutama pada bidang studi non eksakta. siswa diminta mengerjakan soal-soal latihan dari materi Lingkaran yang telah dijelaskan oleh guru. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Konvensional Pengajaran konvensional atau pengajaran tradisional adalah pengajaran yang diberikan oleh guru kepada sejumlah murid secara bersamasama dengan cara yang telah biasa dipakai. dari pembicara kepada pendengar. sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. rencana dan nilai dari pengalaman tersebut. Penceramah mendominasi seluruh kegiatan. diameter (d). d. memecahkan masalah dan membangun makna. dan unsur-unsur lingkaran yang lain. Belajar intelektual berarti menunjukkan apa yang dilakukan siswa dalam pikiran mereka secara internal ketika mereka menggunakan kecerdasan untuk merenungkan suatu pengalaman dan menciptakan hubungan makna.16 menggunakan alat peraga. Belajar intelektual adalah bagian untuk merenung. sehingga siswa bisa mengetahui apa yang disebut jari-jari (r). Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi yang terjadi hanya satu arah. Hal ini mungkin karena . Belajar Intelektual. Dalam proses belajar Intelektual. 2. mencipta. Ceramah adalah suatu cara penyampaian informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar disuatu ruangan.

Motivasi Hakekat motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Motivasi Belajar Siswa a. Mereka hanya meniru cara kerja dan penyelesaian yag dilakukan oleh guru. Pada pengajaran ini. Oleh karena itu. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh siswa. Dalam metode ceramah. Pemberian contoh diberikan dan dikerjakan sendiri oleh guru.17 metode ini dianggap paling murah dilaksanakan atau karena metode-metode lain yang belum dikenal. . perbuatan seseorang yang didasari atas motivasi tertentu mengandung tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya. guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. 3. mendefinisikan pengertian dan penjelasan rumus-rumus dilakukan sendiri oleh guru. guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan urut-urutan langkah dalam menyampaikan isi atau materi tersebut kepada siswa. Motivasi terjadi apabila seseorang mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu Motivasi merupakan konsep hipotesis untuk suatu kegiatan yang dipengaruhi oleh persepsi atau tingkah laku seseorang untuk mengubah situasi yang tidak memuaskan atau tidak menyenangkan.

(Djamarah.18 Motivasi dipengaruhi oleh keadaan emosi seseorang. sedangkan intensitasnya tergantung pada kondisi mental orang tersebut. (3) Adanya harapan dan cita-cita. Bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Artinya. Belajar Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. (4) Penghargaan dan penghormatan atas diri sendiri. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar. tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku. baik yang menyangkut pengetahuan. motivasi adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang untuk mengadakan perubahan tingkah laku. Jadi. hakikat belajar adalah perubahan. yang mempunyai indikator sebagai berikut : (1) Adanya hasrat dan keinginan untuk melakukan kegiatan. (5) Adanya lingkungan yang baik. Berdasarkan teori-teori motivasi yang telah dikemukakan diatas dapat disimpulkan. (2) adanya dorongan dan kebutuhan melakukan kegiatan. kesemuanya termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru. dan (5) Adanya kegiatan yang menarik. b. 2002:11). Menurutnya. keterampilan maupun sikap. . mengolah kegiatan belajar mengajar. Guru dapat memberikan motivasi siswa dengan dengan melihat suasana emosional siswa tersebut. menilai proses hasil belajar. motivasi berprestasi dimiliki oleh setiap orang.

(2) suatu proses perubahan tingkah laku individu dengan lingkunganya. 2003:2). Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman (Hamalik. (3) Perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan. 2007:78-79). Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menurut Ngalim Purwanto dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan adalah : . sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan llingkungannya (Slameto. 2007:7-9). atau lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi. (4) Belajar selalu menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu (Uno. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. atau mengenai sikap dan nilai-nilai pengetahuan dan kecakapan dasar.19 Pendapat Uno (2007) tentang pengertian balajar : (1) Memodifikasi atau memperteguh kelekuan melalui pengalaman. penggunaan dan penilaian. 2004:154). Uno (2007) menjelaskan lebih jauh bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Uno. yang terdapat dalam berbagai bidang studi.

dan motivasi sosial. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relative permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau . dan faktor pribadi. dapat dirangkum bahwa belajar merupakan suatu pengalaman yang diperoleh berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkunganya. Sedangkan dari beberapa definisi tantang belajar. Belajar menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorangberdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. Sedangkan yang termasuk faktor sosial antara lain faktor keluarga atau keadaan rumah tangga.20 a. dan non formal. informal. lingkungan dan kesempatan yang tersedia. alat-alat yang dipergunakan dalam belajarnya. Faktor yang ada di luar individu yang kita faktor sebut faktor sosial. c. Dari beberapa teori belajar yang dikemukakan diatas. b. Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang kita sebut faktor individual. Motivasi Belajar Siswa Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. kecerdasan. guru dan cara mengajarnya. motivasi. latihan. dapat dirumuskan bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan interaksi antara individu dan lingkungannya yang dilakukan secara formal. Yang termasuk ke dalam faktor individual antara lain kematangan atau pertumbuhan.

(4) Adanya penghargaan dalam belajar. Tetapi harus diingat.21 penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. (6)Adanya lingkungan bel. pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran siswa yang bersangkutan. kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu. harapan akan ciat-cita. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut : (1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil. sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik. berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar. Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik.ajar yang kondusif. sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktifitas belajar yang lebih giat dan semangat. (2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. lingkungan belajar yang kondusif. kebermaknaan bahan pelajran dan . Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siawa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. (3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan. Dengan kata lain. (5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. dan kegiatan belajar ayang menarik.

Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Motivasi adalah “pendorong” suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Purwanto. 2002:80). d. Anak akan tertarik untuk belajar . 2006:73). Peranan Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar. 1).22 kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan belajar siswa. 2006:71). Peranan Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan prilaku individu. dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. (Djamarah. 2). Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan. Peranan Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar. Tujuan motivasi bagi seorang guru adalah untuk menggerakan atau memacu para siswanya agar timbul keinginan dan kemajuan untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapakan di dalam kurikulum sekolah (Purwanto. termasuk perilaku individu yang sedang belajar.

Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu. Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar. tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar. Itu berarti motvasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar (Uno. akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun. Sebaliknya. Dalam hal itu. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar.23 sesuatu. Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa menurut Slameto (2003 : 54-60) adalah: a. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang akan dinyatakan dalam bentuk simbol. angka. 2001:43). 3). Faktor ini diantaranya adalah panca indra . 4. huruf maupun kalimat yang dapat me4ncerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu (Tirtonegoro. jika yang dipelajari itu setidaknya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak. Faktor jasmaniah (fisiologis) baik yang bersifat bawaan maupun dari pengalaman siswa. Faktor Intern 1). maka dia tidak tahan lama belajar. 2007:27-28).

yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap. Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh dari pengalaman. Faktor spiritual dan keagamaan. Materi Lingkaran Lingkaran adalah himpunan titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu dimana titik tersebut disebut titik pusat sedangkan jaraknya disebut jari-jari. seperti cacat tubuh. . terdiri atas lingkungan keluarga. 4).24 yang tidak berfungsi sebagai mestinya. terdiri atas: a) Faktor intelektif yang mempunyai potensial. emosi dan penyesuaian materi. lingkungan masyarakat dan lingkungan kelompok. b) Faktor non intelektif. motivasi. lingkungan seolah. 2). 3). seperti adat istiadat. tegnologi dan kesenian. yaitu kecerdasan dan bakat serta faktor kecakapan nyata dan potensi yang dimiliki oleh siswa. 5.Faktor ekstern Faktor ekstern meliputi: 1). Faktor sosial. seperti fasilitas rumah. Faktor budaya. Faktor lingkungan fisik. b. mengalami sakit dan sebagainya 2). fasilitas belajar dan iklim. ilmu pengetahuan.

Garis lurus PR atau ruas garis yang menghubungkan titik P dan titik R disebut tali busur lingkaran. Garis OA. Keterangan: Titik O disebut titik pusat lingkaran. jari-jari dan nilai pendekatan ( π ) yaitu π = 3. OC dan busur lingkaran Ac disebut juring lingkaran. Daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari OA. Garis lengkung PR atau garis lengkung yang menghubungkan titik P dan titik R disebut busur lingkaran atau panjang busur.14 atau yaitu : 22 sehingga dapat ditemukan rumus keliling lingkaran 7 . Sugijono (2005. diameter. Daerah yang dibatasi tali busur PR disebut tembereng. Garis AB disebut diameter lingkaran.1 bagian-bagian lingkaran. a) Keliling lingkaran Melalui percobaan mengukur keliling suatu benda yang berbentuk lingkaran maka dapat ditemukan nilai perbandingan antara keliling lingkaran. OB dan OC disebut jari-jari lingklaran. 193) A C O Gambar 2.25 P R B Andrinawan .

Dengan K = keliling lingkaran r = jari-jari lingkaran d = diameter lingkaran π = 3.2 Percobaan menemukan rumus luas daerah lingkaran . Caranya yaitu memotong juring-juring lingkaran pada gambar di bawah ini dengan membuat garis tengah sebanyak 6 buah yang saling membentuk sudut 30° sehingga didapat 12 buah juring yang sama besar. Salah satu juring dibagi dua sehingga sudut pusatnya masing-masing menjadi 15°.26 K = 2 π r atau K = π d. 213) menyusunnya menjadi mirip persegi panjang.14 atau b) Luas lingkaran Untuk menemukan luas daerah lingkaran dapat dilakukan melalui percobaan memasang juring-juring lingkaran dan 22 nilai pendekatan 7 Cunayah (2007. kemudian gunting dan disusun tiap juring sehingga membentuk gambar mirip persegi panjang. Seperti langkah-langkah gambar di bawah ini: ½k a h i b j c k d l e m f n r Gambar 2.

Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. Lingkaran merupakan materi yang penerapannya banyak ditemui dilingkungan sekitar sehingga pembelajarannya akan lebih mudah dipahami jika menggunakan alat peraga atau benda yang berbentuk Lingkaran.27 Luas daerah lingkaran = Luas daerah persegi panjang L = panjang x lebar = ½ k x r = ½ x 2 π x r L = π r2 Karena r = ½ d maka luas daerah lingkaran dapat diubah menjadi L = π r2= π (½ d)2 = π (½ d x ½ d) = π ¼ d2 = ¼ π d2 C. proses belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Kerangka berfikir ini disusun berdasarkan variabel yang dipakai dalam penelitian yaitu pendekatan pembelajaran. Keanekaragaman pendekatan mengajar yang ada pada saat ini merupakan alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk memilih pendekatan mana yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. 163 . Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa diantaranya adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dan motivasi belajar siswa. motivasi belajar dan prestasi belajar. Hadi (2007. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah lingkaran. Kerangka Pikiran Berdasarkan penyajian deskripsi teoritik dapat disusun suatu kerangka berfikir untuk memperjelas arah dan maksud penelitian. Penggunaan pendekatan pembelajaran dalam.

yang dapat menumbuhkan semangat untuk belajar. untuk dikerjakan dalam diskusi kelompok. sebagai bentuk belajar Somatis (S). Pembelajaran dimulai dengan guru memberitahukan materi yang akan diajarkan dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Secara bersama-sama dengan bimbingan guru. maka akan meningkatkan prestasi yang tinggi pula pada siswa. kemudian mempresentasikan.28 Dalam penelitian ini digunakan pembelajaran dengan pendekatan SAVI yaitu pembelajaran dengan menggabungkan gerakan fisik dan aktifitas intelektual serta melibatkan semua indera yang berpengaruh besar dalam pembelajaran. Selanjutnya. Dengan adanya motivasi belajar yang tinggi. Dalam pembelajaran SAVI. . yang setiap kelompok tediri dari dua siswa atau dalam satu meja. faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar siswa. Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga berupa Lingkaran yang dilengkapim dengan unsur-unsurnya sebagai bentuk dari penerapan belajar Visual (V). guru memberikan latihan soal dengab materi lingkaran kepada siswa untuk dikerjakan secara individu sebagai bentuk belajar Intelektual (I). Sebagai kegiatan akhir. semua kelompok mengevaluasi hasil pekerjaan kemudian setelah dikoreksi hasil dikumpulkan. Guru kemudian membahas materi dengan ceramah dan tanya jawab sebagai bentuk dari penerapan belajar Auditori (A). guru memberikan beberapa soal yang berkaitan dengan materi lingkaran yang telah diajarkan. Selain pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. guru menyatukan keempat unsur SAVI dalam satu pembelajaran matematika. Motivasi belajar siswa merupakan faktor psikis dari dalam diri siswa.

3. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. akan membantu anak memperoleh suatu prestasi belajar yang diharapakan.29 Pendekatan pembelajaran yang sesuai dan adanya motivasi belajar kepada siswa.3 Alur Kerangka Berfikir D. Kerangka berfikir dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut : Pendekatan yang dipakai: a. c. Pendekatan pembelajaran SAVI b. Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran. Hipotesis Tindakan Berdasarkan Kerangka Berfikir tersebut. b. Pembelajaran konvensional Prestasi belajar Motivasi Belajar siswa: a. Gambar 2. . Sedang. Rendah. maka hipotesis yang muncul dalam penelitian ini adalah : 1. 2. Tinggi.

instrument penelitian dan teknik analisis data. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan membandingkan antara kelas eksperimen. Selanjutnya kedua kelas dievaluasi untuk melihat perubahan / peningkatan yang terjadi terhadap prestasi belajar matematika setelah mendapat perlakuan pendekatan pembelajaran SAVI dengan yang belum mendapat perlakuan. teknik pengumpulan data. Uraian mengenai pertanggung jawaban metode-metode yang digunakan melibatkan pembahasan mengenai jenis penelitian. Tentu saja ketepatan dan kejelasan mengenai metode yang dipergunakan dalam penelitian merupakan salah satu bagian yang ikut menentukan tingkat kesahihan atau kebenaran hasil penelitian.30 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara-cara atau langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti. Metode penelitian ini lebih cenderung sebagai pertanggung jawaban mengenai meode-metode yang dipergunakan selama penelitian berlangsung dari awal sampai selesai. tempat dan waktu penelitian. 30 . sampel dan sampling). yaitu kelas yang menggunakan pedekatan pembelajaran SAVI dengan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. subyek penelitian (populasi. A.

dengan perincian dapat dilihat pada table 3. Subyek Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian 1.3. Waktu Penelitian Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2009. 2006: 130).31 B. Populasi adalah wilayah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan . Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto.1 Waktu Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Analisis Data Penyusunan Laporan Januari Februari 3 Maret April 1 2 3 4 1 2 4 1 2 3 4 1 2 3 4 C. 2.1 berikut: Tabel. Alasan mengambil tempat penelitian ini adalah sekolahan ini mempunyai prestasi cukup baik dan letaknya yang strategis.

2006:131). . 2. b. 3. Disini 5 kelas yang menjadi populasi diberi undian untuk diambil dua kelas sebagai sampel. yang terdiri dari 5 kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri tahun 2008/2009. Alasan penulis menggunakan random sampling adalah : a.2006:57). Dengan cara undian diharapkan dapat mewakili populasi. Sampling Sampling adalah cara atau teknik yang digunakan untuk mangambil (menentukan) sampel. Teknik pengambilan sampel yang penulis gunakan adalah random sampling. Memberikan hak yang sama kepada setiap kelas dalam populasi untuk menjadi anggota sampel. mengamati sampel sebanyak 2 kelas yaitu VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIID sebagai kelas kontrol dengan masing-masing kelas berjumlah 40 siswa.32 oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono. Penelitian ini. 2006: 55). dimana setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel (Sugiyono. 2006: 56). Pelaksanaannya tidak dipengaruhi oleh unsur subyektifitas. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono. Sampel Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi (Arikunto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII. c.

Uji matching ini diambil dari nilai raport bidang studi matematika kelas VIII Semester 1 SMP Negeri 1 Wuryantoro.33 4. sehingga penelitian akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya . Karena thitung < ttabel maka H0 diterima jadi disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama atau seimbang (tidak terdapat perbedaan).10 dan standar deviasinya 2. sedangkan ttabel sebesar 1.9509 sedangkan untuk kelas kontrol dengan sampel 40 siswa diperoleh rata-rata 68.5. (Dengan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4) Untuk kelas eksperimen dengan jumlah sampel 40 siswa diperoleh rata-rata 70. Perhitungan untuk rumus uji-t pada uji keseimbangan menggunakan bantuan komputer program SPSS For Win 11.991 pada taraf signifikansi 0. Hasil uji keseimbangan yang menggunakan uji t (independent sample t test ) didapat thitung sebesar 1.8328.739. Sebelum mengadakan penelitian dilakukan uji matching antara kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui apakah kedua kelas tersebut dalam keadaan seimbang atau tidak.05 (5%).9750 dan standart deviasinya 2. Uji Keseimbangan Dalam memperoleh data dipergunakan metode tes dan dokumentasi.

Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dan keterangan-keterangan yang dibutuhkan dalam penelitian ini. maka penulis menentukan metode pengumpulan data yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti. . 2002:128). Metode pokok yang yang penulis gunakan adalah meode dokumentasi. Angket ini dugunakan untuk meneliti motivasi belajar metematika siswa. untuk pengumpulan data penulis menggunakan metode pokok dan metode Bantu. Pada penelitian ini.34 D. 1. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Dalam penelitian ini akan digunakan jenis angket yang digunakan untuk memperoleh jawaban responden tentang dirinya sendiri dan jawabannya telah disediakan. pengetahuan intelegensi. Metode Tes Menurut Arikunto (2002:127) tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau data lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan. Metode tes ini digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan Lingkaran. Metode Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. sehingga responden tinggal memilih alternative jawabannya. 2.

Definisi Operasional 1. Definisi Operasional Variabel a. dan belajar Intelektual. Unsur-unsur penddekatan SAVI adalah belajar Somatis. metode dokumentasi adalah cara yang digunakan untuk mengetahui segala sesuatu dengan melihat catatan-catatan. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mengetahui data mengenai nilai semester 1 bidang studi matematika untuk uji keseimbangan dan daftar nama siswa. Pembelajaran dengan Pendekatan SAVI Metode pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI yaitu cara belajar yang melibatkan seluruh indera. Tindakan guru yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI adalah dengan menyatukan keempat unsur SAVI ada dalam satu pembelajaran matematika. E. belajar dengan bergerak aktif secara fisik dan membuat seluruh tubuh atau pikiran ikut terlibat dalam proses belajar. Fase-fase dalam pembelajaran metematika dengan menggunakan pendekatan SAVI adalah sebagai berikut : Fase 1 : Pembukaan Fase 2 : Guru memberitahukan materi yang akan diajarkan . belajar Visual. Metode Dokumentasi Menurut Arikunto (2002:135). dokumen-dokumen yang berhubungan dengan obyek yang diteliti.35 3. belajar Auditori.

36 Fase 3 : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Fase 4 : Guru membahas materi dengan metode ceramah dan tanya jawab sebagai bentuk dari penerapan belajar Auditori (A) Fase 5 : Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga penerapan belajar Visual (V) Fase 6 : Guru memberikan kegiatan berupa diskusi kelompok. Penceramah mendominasi seluruh kegiatan. sebagai bentuk dari . sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. dari pembicara kepada pendengar. Pembelajaran dengan konvensional Pembelajaran konvensional adalah proses belajar mengajar dan penyampaian pelajaran masih menggunakan sistem yang biasa yaitu sistem ceramah. Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi yang terjadi hanya satu arah. presentasi atas hasil diskusi kemudian pengumpulan hasil diskusi sebagai bentuk belajar Somatis(S) Fase 7 : Guru memberikan latihan soal kepada siswa sebagai bentuk belajar Intelektual (I) Fase 8 : Penutup b. Ceramah adalah suatu cara penyampaian informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar disuatu ruangan.

3).37 Dalam metode ceramah. Dalam pembelajaran konvensional terdapat tiga langkah yaitu sebagai berikut: 1). 2). Pada pengajaran ini guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. Aspek-aspek motivasi ini melipuiti: Motivasi siswa untuk mengajukan dugaan dan motivasi siswa dalam menyelesaikan masalah. Fase-1 : Guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. definisi dan rumus serta pembuktian dalil dilakukan sendiri oleh guru. Contoh-contoh diberikan dan dikerjakan pula oleh guru. Fase-2 : Guru memberikan latihan-latihan. Keinginan siswa untuk mengerjakan soal kedepan kelas . Keinginan siswa untuk bertanya 2). Adapun indikator motivasi belajar ini adalah sebagai berikut: 1). guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan urut-urutan langkah dalam menyampaikan isi atau materi tersebut kepada siswa. Fase-3 : Guru mengevaluasi latihan tersebut bersama-sama murid. c. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh siswa. Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar yang dimaksud adalah keadaan diri siswa yang mendorong keinginan siswa untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan pembelajaran. yang ditandai dengan adanya keinginan siswa untuk mengajukan dugaan dan kemampuan siswa dalam menyelesaiakan soal. Mereka meniru cara kerja dan cara penyelesaian yang dilakukan oleh guru.

a. d. Angket Motivasi Dalam penelitian ini metode angket digunakan untuk menyimpulkan data mengenai motivasi belajar matematika. 2) Menyusun angket berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat. Tahap Penyusunan 1) Menyusun kisi-kisi instrumen yaitu kisi-kisi angket motivasi. angka. Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang akan dinyatakan dalam bentuk simbol. 3) Prosedur pemberian skor berdasarkan tingkat motivasi belajar matematika siswa yaitu : a) Angket positif .38 3). Adapun proses pengembangan instrumen adalah sebagai berikut : 1. F. huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu Prestasi belajar dalam bidang matematika melalui ulangan dengan maksud untuk memperoleh suatu angka sehingga ditentukan berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam belajar matematika guna suatu pengambilan keputusan. Kemampuan siswa untuk mengerjakan soal latihan. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes untuk memperoleh data tentang motivasi dan hasil belajar matematika siswa.

14.39 1) Jawaban a mendapatkan skor 4 2) Jawaban b mendapatkan skor 3 3) Jawaban c mendapatkan skor 2 4) Jawaban d mendapatkan skor 1 b) Angket negatif 1) Jawaban a mendapatkan skor 1 2) Jawaban b mendapatkan skor 2 3) Jawaban c mendapatkan skor 3 4) Jawaban d mendapatkan skor 4 b. 16. 10 13. Item Positif Negatif 1. 15 6.2 Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa Indikator No. 28.3. Penentuan Batas Kelompok Batas kelompok ditentukan dengan terlebih dahulu menghitung standar deviasi dengan rumus : No. 29. 9. 7. Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Tabel 3. 18 22. 24. 2. 11 12 17. 23 26. 15. 30 15 Jumlah 5 6 4 4 6 5 30 . 19 20. 5 4 8. 1 2 3 4 5 6 Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar Adanya harapan dan cita-cita masa depan Adanya penghargaan dalam belajar Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar Adanya lingkungan belajar yang kondusif Jumlah c. 25 27. 21.

40

SD =

X
N

2

⎛∑ X ⎞ −⎜ ⎟ ⎝ N ⎠

2

Di mana SD ∑X N
2

= Standar Deviasi = tiap skor dikuadratkan lalu dijumlahkan kemudian dibagi N
2

⎛ ∑ X ⎞ = semua skor dijumlahkan, dibagi N, lalu dikuadratkan. ⎜ ⎟ ⎝ N ⎠

Penentuan batas kelompok untuk : Motivasi tinggi Motivasi sedang Motivasi rendah 2. Tes prestasi belajar a. Tahap Penyusunan 1) 2) 3) 4) 5) Menentukan materi yang akan digunakan untuk membuat soal. Menentukan bentuk soal yang akan dibuat yaitu obyektif. Menyusun tabel kisi-kisi soal tes. Menjabarkan kisi-kisi dalam butir-butir soal. Prosedur pemberian skor untuk jawaban tes sebagai berikut: nilai 1 jika benar 0 jika salah. 6) Uji coba tes. = X > X + SD = X - SD < x < X + SD = x < X - SD ( Arikunto, 2007 : 265 )

41

b. Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar Tabel 3.3 Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar
Pokok No 1 TIU Bahasan Siswa dapat mengetahui bagian-bagian lingkaran, menentukan keliling lingkaran, luas lingkaran serta dapat menggunakan perbandingan hubungan antara sudut pusat, panjang busur, dan luas juring lingkaran 1.2 1. lingkaran Bahasan 1.1 Lingkaran dan unsurunsur lingkara n Keliling lingkara n dan luas lingkara n - Luas lingkaran - Keliling lingkaran - Unsur-unsur lingkaran - Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran seperti jari-jari, diameter, busur, juring, tembereng dan sebagainya. - Siswa dapat menyatakan dan menggunakan rumus keliling lingkaran. - Siswa dapat menggunakan perbandingan untuk mengetahui besar keliling lingkaran dari dua buah benda yang berbentuk lingkaran. - Siswa dapat menghitung nilai perbandingan antara 2 buah benda yang berbentuk lingkaran. - Siswa dapat menyatakan dan menggunakan rumus luas lingkaran. Sub Pokok Materi Indikator

No item 1,2,3,4,5

6,7,9,10

8

12

11,13,14, 15,16,17, 18,19,20

3. Tahap Uji Coba Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar. Sebelum tes hasil belajar diberikan kepada sampel penelitian terlebih dahulu tes hasil belajar di uji cobakan kepada siswa diluar sampel

42

dalam populasi penelitian. Kelas yang ditunjuk masih dalam satu populasi, yaitu kelas VIII E SMP N 1 Wuryantoro yang berjumlah 40 siswa. Uji coba instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas butir-butir soal Pengujian validitas soal dilakukan untuk mengetahui kevalidan tiap butir soal yaitu dengan menggunakan korelasi product moment. Apabila rxy ≥ 0,312 maka item tersebut dikatakan valid sebaliknya apabila rxy < 0,312 item soal dinyatakan tidak valid. Sedangkan uji reliabilitas soal menggunakan rumus alpha. a. Validitas Validitas dapat diartikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen. Validitas tes pada penelitian ini menggunakan rumus product moment dari Pearson sebagai berikut :
rxy = n ΣXY− (ΣX)(ΣY) ( n Σ X2 − ( Σ X )2 ) ( n Σ Y2 − ( Σ Y )2 )

Keterangan : rxy : koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y n : cacah obyek X : skor item yang dicari validitasnya Y : skor total setiap siswa Setelah diperoleh rxy kemudian dikosultasikan dengan harga kritik r momen product. Apabila rxy ≥ rtabel maka dikatakan butir soal itu valid,

05.312) atau nilai Sig. (Arikunto.05 layak dipergunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Sedangkan 25 pertanyaan yang valid atau memiliki nilai rxy > dari nilai rtabel (0.43 sedangkan apabila rxy < rtabel maka dikatakan butir soal itu tidak valid. 2007: 72) Koefisien korelasi tabel yang diambil adalah α = 5% dengan angka rtabel masing-masing item pertanyaan.312. . < dari 0. maka 5 dari 30 pertanyaan yang diberikan peneliti untuk mengetahui tingkat motivasi siswa dibuang atau tidak dipakai. < 0. dari 20 soal yang diberikan terdapat 5 soal yang tidak valid hal tersebut dapat dilihat pada nilai rhitung < nilai rtabel (0.312) maka 5 soal tersebut dibuang atau tidak dipakai. Hasil uji validitas untuk mengungkap tingkat motivasi siswa dari 30 butir soal didapat 5 butir pertanyaan yang tidak valid. maka nilai rxy harus lebih besar dari rtabel. Dengan demikian seluruh soal (15 butir) untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa dinyatakan layak dipergunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Sedangkan dari 20 butir soal yang diberikan menunjukan hasil yang valid 15 item pertanyaan. hal tersebut dapat dilihat pada hasil rangkuman uji validitas dimana terdapat beberapa item pertanyaan yang memiliki nilai rhitung < 0. Hasil pengujian validitas tes soal untuk mengetahui tentang prestasi belajar siswa. hal ini ditunjukkan oleh hasil perhitungan nilai rxy atau nilai pearson korelasi seluruh butir soal > dari nilai rtabel (0.312) atau nilai Sig.

Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan rumus KR20 sebagai berikut : .312 0.312 0.312 0.663 0. 20. 8.312 0.330 0. 2. rxy 0. 11. 5.564 0. 2006 : 86). 14. 4.312 0.312 0.615 rt 0. 19.312 0.663 0.703 0.064 0.261 0.392 0.312 0. Soal 1.44 Tabel 3.392 0.312 0.312 0.024 0.713 0.269 0. 9.393 0.4 Hasil Pengujian Validitas Soal Prestasi Siswa No.647 0.312 0.423 0.312 Status Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah 2009 b.312 0. 15.519 0.474 0.312 0. 17.312 0.312 0. Reliabilitas Pengertian reliabilitas tes berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes atau seandainya hasilnya berubah-ubah perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti (Arikunto. 13. 10. 18. 7.312 0.304 0. 3.312 0.312 0. 6.647 0. 12. 16.312 0.

930 20 ) )( 19 12.733 sehingga hasil perhitungan uji reliabilitas tergolong tingkat reliabilitas yang cukup.733 Dari perhitungan tersebut maka soal penelitian mempunyai hasil perhitungan 0. . 818 N -1 39 2 Vt rii =( k (vt − ∑ pq) )( ) k −1 vt 8.45 2 ⎛ ⎞ ⎛ n ⎞⎜ ∑σ i ⎟ r11 = ⎜ ⎟⎜1 − 2 ⎟ ⎝ n − 1 ⎠⎜ σt ⎟ ⎝ ⎠ Keterangan : r11 n ∑σ i 2 : reliabilitas tes secara keseluruhan : banyaknya item : jumlah varians skor tiap-tiap item : variansi total (Arikunto. 2007:109) σt 2 Dalam pengujian reliabilitas menggunakan rumus KR20 sebagai berikut: ( ∑ Y) 2 252004 ∑Y − 6800 − N 40 = = = 12 . Setelah soal dinyatakan valid dan reliabel maka soal dapat dijadikan sebagai instrumen penelitian atau alat pengambilan data.818 =( = 0.

Dan hasil perhitungan disajikan dalam Tabel 3. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya.210) Untuk contoh perhitungannya sebagai berikut: Misal untuk soal nomor 1. P= B 35 = = 0.5 berikut: .00 – 0.88 JS 40 Dengan demikian soal nomor 1 termasuk kategori mudah Untuk mencari taraf kesukaran soal nomor 2 sampai 15 prosesnya sama dengan perhitungan di atas. Rumus mencari taraf atau indeks kesukaran adalah : P= B JS Keterangan: P = indeks kesukaran B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes Kriteria tingkat kesukaran soal : P : 0.30 adalah soal sukar P : 0.70 – 1. sedangkan soal yang terlalu sulit menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak bersemangat. Analisis Indeks Kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit. 2007: 207 .00 adalah soal mudah (Arikunto.46 c.30 – 0.70 adalah soal sedang P : 0.

78 0.75 0.80 0.78 0.38 0.35 0.63 0.70 0.33 0.47 Tabel 3. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Taraf Kesukaran 0.40 0.25 0.53 0.80 0.60 0.43 0.88 0.85 0.75 0.80 0.5 Hasil Perhitungan Taraf Kesukaran Soal No.80 Kriteria Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Sedang Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Mudah Sumber : hasil pengolahan data .

00 : baik sekali.218). (Arikunto.70 – 1. . Analiais Daya Beda Daya pembeda adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah (Arikunto.48 d.00 – 0.20 : jelek. Rumus untuk menetukan indeks diskriminasi adalah : D= BA BB − J A JB Keterangan: D = indeks diskriminan (angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda) JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya pembeda: D : 0. 2007: 211).40 : cukup.40 – 0.70 : baik. D : 0. D : 0. D : 0. 2007: 214 . Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi.20 – 0.

30 Kriteria Cukup Cukup Jelek Jelek Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Jelek Cukup Cukup Cukup Jelek Jelek Cukup Cukup Baik Cukup Sumber : hasil pengolahan data .30 0.30 0.15 0.35 0.40 0.6 berikut: Tabel 3.40 0.20 0.6 Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal No.30 0.10 0.25 0.25 0.49 Hasil perhitungan selengkapnya disajikan dalam Tabel 3.20 0.35 0.45 0.40 0.35 0.00 0.40 0.35 0. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Indek Daya Pembeda 0.

Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk membuktikan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen. Untuk mencari daya pembeda soal nomor 2 sampai 15 prosesnya sama dengan perhitungan di atas. Uji Prasyarat Analisis a. Dalam penelitian ini untuk menguji normal tidaknya sampel dihitung dengan program SPSS versi 11. . Teknik Analisis Data 1. Dalam penelitian ini untuk menguji homogen tidaknya sampel menggunakan Uji Bartlett dengan bantuan program SPSS versi 11. Uji Normalitas Uji Normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. G. Uji Hipotesis Dalam penelitian ini menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.25 = Dengan demikian soal nomor 1 termasuk kategori cukup.50 Untuk contoh perhitungannya sebagai berikut: Misal untuk soal nomor 1.5 2.5 b. D= BA BB − JA JB = 0.

untuk setiap j H 1B : β j ≠ 0.i pada variabel terikat β j = efek kolom ke-j pada variabel terikat (αβ )ij = kombinasi efek baris ke-i dan kolom ke-j pada variabel terikat ∑ ijk = deviasi data amatan terhadap rataan populasi (Galat Eror) i = 1.…q i q = banyaknya kolom k = 1.05 .3.3. untuk setiap i dan j H 1 AB : (αβ )ij ≠ 0 .3.51 a.2.2.…p i p = banyaknya baris j = 1. α = 0. Prosedur 1) Hipotesis HOA : α i = 0 . untuk paling sedikit satu a  H 0B : β i = 0. untuk setiap i H 1A : α r ≠ 0. untuk paling sedikit satu rj ab 2) Taraf Signifikasi 95%.…n ij i nij = banyaknya data amatan pada sel i b. untuk paling sedikit satu j b H 0 AB : (αβ )IJ = 0 = 0.2. Model X ijk = µ + X i + β i + (αβ )ij + ∑ ijk dengan: Xijk = data amatan ke-k pada baris ke-I dan kolom ke-j µ = rerata dari seluruh data amatan Xi = efek baris ke.

52 3) Komputasi a) = b) = G2 N ∑ SS IJ ij c) = A ∑ qi i 2 d) = e) = ∑ j Bj p 2 ∑ AB ij 2 IJ dimana : Ai = Bj = G= ∑ AB j ij = jumlah rataan pada baris ke-i = jumlah rataan pada kolom ke-j = jumlah rataan semua sel 2 ∑ AB i ij ∑ AB ij ij SSij = ∑X k 2 ijk ⎡ ⎤ ⎢∑ X ijk ⎥ ⎦ = jumlah kuadrat deviasi amatan pada −⎣ k nijk sel ij N =  ∑ nij = banyaknya seluruh data amatan ij nh = rataan harmonik frekuensi seluruh sel = pq 1 ∑n ij ij nij = rataan sel ij = banyaknya data amatan sel ij .

53 4) Jumlah Kuadrat JKA = nh {(3) .(1)} JKB = nh {(4) .(1)} JKAB = nh {(1) + (5) – (3) – (4)} JKG = (2) JKT = JKA + JKB + JKAB + JKG 5) Derajat Kebebasan dk A = p – 1 dk B = q – 1 dk AB = (p-1) (q-1) dk G = N – pq dk T = N .1 6) Rataan Kuadrat RK A = JKA dkA JKB dkB JKAB dkAB RK B = RK AB = RK G = JKG dkG 7) Statistik Uji Fa = RKA RKG .

.3. N-pq Gambar.1. N-pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : ( p -1) (q -1). DKa = { FIF > Fα : p -1. DKab = { FIF> Fα : ( p -1) (q -1). N – pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : q -1.3. N..pq Gambar.3.54 Fb = RKB RKG RKAB RKG Fab = 8) Daerah Kritik a. N.pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : p -1. N.3Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi . Gambar statistik uji F antar motivasi c. Grafik statistik uji F antar pendekatan b.pq Gambar. DKb = { FIF> Fα : q -1.2.

Adapun bentuk tabelnya sebagai berikut: Tabel 3. Tata Letak Data Berikut tabel anava berupa hubungan baris dan kolom. 2000: 226-228) c.7 Tabel Anava Bj B1 Ai A1 A2 A1B1 A2B1 A1B2 A2B2 A1B3 A2B3 B2 B3 Dimana: A i = pendekatan mengajar A1 = menggunakan pendekatan SAVI A2 = menggunakan pendekatan konvensional B j = motivasi belajar siswa B1 = rendah B2 = sedang B3 = tinggi A1B1 =hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil rendah .55 9) Keputusan Uji Ho ditolak jika harga statistika uji yang bersesuaian melebihi harga kritik masing-masing (Budiyono.

“Komparasi Ganda adalah tindak lanjut dari analisis variansi apabila analisis variansi tersebut menunjukan bahwa hipotesis nol ditolak” Untuk uji lanjutan setelah analisis variansi. Budiyono (2000:208-210) langkah-langkah dalam menggunakan metode Shceffe: 1) 2) Mengidentifikasi semua pasangan komparasi rerata Merumuskan hipotesis yang bersesuaia n dengan komparasi tersebut .56 A1B2 = hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil sedang A1B3 = hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil tinggi A2B1 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil rendah A2B2 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil sedang A2B3 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil tinggi e.8 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan Sumber Baris Kolom Interaksi Galat Total JK JKA JKB JKAB JKG JKS Dk p-1 q-1 (p-q)(q-1) N-pq N-1 RK RKA RKB RKAB RKG Fα. Uji Komparasi Ganda Menurut Budiyono (2000:197). Rangkuman Analisis Tabel 3. digunakan metode Shceffe.5 Fa Fb Fab P <α atau >α <α atau >α <α atau >α - 3.

57

3)

Mencari harga statistik uji F dengan rumus sebagai berikut: a) Untuk komparasi rerata antar baris ke- i dan ke-j Fi-j =

(x − x )
i j

2

⎛1 1 ⎞ RKG⎜ + ⎟ ⎜n n ⎟ j ⎠ ⎝ i

b)

Untuk komparasi rerata antar kolom ke- i dan ke-j Fi-j =

(x − x )
i j

2

⎛1 1 ⎞ RKG⎜ + ⎟ ⎜n n ⎟ j ⎠ ⎝ i

c)

Untuk komparasi rerata antar sel ke- ij dan sel ke-j Fij- ik =

(x

ij

− x kj

)

2

⎛ 1 1 ⎞ ⎟ RKG ⎜ + ⎜n n kj ⎟ ij ⎝ ⎠

d)

Untuk komparasi rerata antar sel ij dan ik Fij- ik =

(x

ij

− x kj

)

2

⎛ 1 1 ⎞ ⎟ RKG ⎜ + ⎜n n kj ⎟ ij ⎝ ⎠

i. Menentukan tingkat signifikasi : α = 0,05 ii. Menentukan daerah kritik (DK) DKi,-j = {Fi,-j.| Fi,-j > (p-1) Fα ; (p-1) ; N-pq} DKi,-j = {Fi,-j | Fi,-j > (p-1) Fα ; (q-1) ; N-pq} DKij-kj = {Fij-kj | Fij-kj > (p-1) Fα ; (pq-1) ; N-pq} DKij- ik = {Fij- ik | Fij- ik > (p-1) Fα ; (pq-1) ; N-pq}

58

iii. Menentukan keputusan uji (beda rerata untuk setiap pasang komparasi rerata. iv. Menyusun rangkuman analisis (komparasi ganda).

59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai deskripsi penelitian, pengujian prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan homogenitas, pengujian hipotesis, dan pembahasan analisis data dengan anava dua jalur. Adapun langkah-langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
A. Deskripsi Data

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk membandingkan akibat dari suatu perlakuan. Pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional dan kelas eksperimen menggunakan pendekatan Somatis, Auditori, Visual, Intelektual (SAVI). Pembelajaran SAVI dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memberi motivasi kepada siswa serta membeikan garis besar hal-hal yang terkait dengan materi pelajaran. Kemudian guru menerangkan materi tenteng unsur-unsur lingkaran, keliling lingkaran dan luas lingkaran dengan alat peraga sebagai penguat pembelajaran Visual (V). Pada saat menerangkan materi pelajaran guru sering melemparkan pertanyaanpertanyaan untuk dijawab oleh siswa, selain itu guru juga memberikan kepada siswa kesempatan untuk bertanya. Pada beberapa bagian materi yang menyangkut pengertian tentang suatu hal, guru meminta siswa untuk mengucapakannya bersama-sama dengan suara keras dan lantang. Hal tersebut sebagai penguat pembelajaran Auditori (A), selain mendengarkan penjelasan materi dari guru. Seteleh menerangkan materi, guru memberikan sbeberapa soal 59

Sebagai penguat bentuk pembelajaran Intelektual (I). selanjutnya dikelompokkan dalam 3 kategori berdasarkan mean dan standar deviasi. jika X .SD) Sedang ( X . Kemudian siswa mempresentasikan jawabannya dan siswa yang lain diminta menanggapi.SD < X < X + SD . Variabel dalam penelitian ini adalah metode mengajar (a) dan motivasi (b). siswa diberikan tugas mandiri dengan mengerjakan soa-soal. Hal ini sebgai penguat pembelajaran Somatis (S). selanjutnya digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Berikut ini akan diberikan uraian mengenai data yang di peroleh 1. Ringkasan anlisisnya adalah sebagai berikut : Tabel 4. 1 Hasil Pengkategorian Tingkat Motivasi Belajar Kategori tingkat motivasi Rendah (X < X . Ketentuan pengkategorian tersebut adalah jika X > X + SD maka motivasi tersebut dikatakan tinggi. Guru memberikan pnghargaan kepada siswa yang telah mengerjakan soal didepan kelas tersebut. Data skor angket motivasi belajar siswa Data tentang motivasi siswa diperoleh dari nilai angket. berupa hadiah.SD < X < X + SD) Tinggi (X > X + SD) Kontrol 14 20 6 Eksperimen 7 26 7 (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 12) Data motivasi belajar siswa dikategorikan dalam tingkat rendah.60 untuk dikerjakan oleh beberapa siswa didepan kelas. sedang dan tinggi. Setelah data dari setiap variabel terkumpul.

Untuk kelas eksperimen terdapat 7 siswa yang memiliki motivasi rendah.61 maka motivasi tersebut dikatakan sedang dan jika X < X . . Data tentang prestasi belajar berdasarkan mean dan standar deviasi.50 5. 26 siswa mempunyai motivasi sedang dan 7 siswa yang mempunyai motivasi tinggi.7232 0.0500 7.50 9.9418 (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13). 2.SD maka motivasi tersebut dikatakan rendah. Data skor prestasi belajar siswa.4375 SD 0. 20 siswa mempunyai motivasi sedang dan 6 siswa yang mempunyai motivasi tinggi.00 Minimal 6.2 Data Prestasi Belajar Siswa Kelompok Eksperimen Kontrol Maksimal 9. Data yang diperoleh dari perhitungan dirangkum pada tabel diatas dan dapat dilihat bahwa dari kelas kontrol terdapat 14 siswa yang memiliki motivasi rendah. dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.00 Mean 8.

05. Dengan demikian diketahui bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal.62 B.05 0.078 0. Hasil Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Teknik uji yang digunakan adalah uji liliefors pada taraf signifikan 0. Uji Prasyarat Analisis Penelitian 1.126 0.05 Sig > α Sig > α Sig > α Sig > α Sig > α Normal Normal Normal Normal Normal α Keputusan Kesimpulan (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13).075 0.05 0. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.05. Berdasarkan hasil pengujian normalitas data dengan menggunakan bantuan progam komputer Statictical Product and Service Solution (SPSS) 11.492 0. (2-tailed) masing-masing faktor lebih dari 0. Hasil pengujian normalitas data di atas menunjukkan bahwa besar nilai Sig.5 for windows.05 0. 3 Uji Normalitas Sumber Nilai signifikansi Metode Konvensional Metode SAVI Motivasi rendah Motivasi sedang Motivasi tinggi 0. .05 0.221 0.

63 2. yaitu untuk melihat perbedaan berdasarkan tingkat motivasi siswa (tinggi. maka data di atas dapat dipakai untuk uji hipotesis selanjutnya. Adapun hasil analisis anava dua jalur akan diuraikan pada tabel 4. sedang. Uji Hipotesis Dengan terpenuhinya sifat normalitas dan homogenitas maka anava dua jalur dapat dijalankan.5 diperoleh nilai Sig untuk uji homogenitas sebesar 0. Uji Homogenitas Analisis ini bertujuan untuk menguji berlaku tidaknya salah satu asumsi untuk anava.4 berikut : . Dari perhitungan analisis data dengan menggunakan bantuan SPSS.05). C. (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 14). 11. Adapun salah satu cara untuk mengambil keputusan dengan cara melihat probabilitas Levene Test atau Sig dengan taraf signifikansi 5% (0.057 > 0. dan rendah).05 Maka Ho diterima atau dengan kata lain untuk data dalam penelitian ini memiliki varians yang sama (data dalam penelitian tidak memiliki varian data yang berbeda) sehingga salah satu asumsi anova terpenuhi atau layak digunakan. apakah kesemua varian memiliki varians yang sama. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan anava dua jalur. metode pembelajaran yang digunakan antara metode SAVI dan Konvensional.

64 Tabel 4.972 maka Ho ditolak sehingga diperoleh hasil bahwa.186 F tabel 3.05 atau nilai Fhitung = 11.1.429 3. Statistik uji F antar pendekatan 11.001 0.972 3.1 berikut: Daaerah terima H0 Daerah tolak H0 0 3. terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran. 0.036 0.429 > Ftabel = 3. menunjukan hasil sebesar 0.482 1.972 Gambar 4. Hipotesis 1 Berdasarkan dari hasil perhitungan anava dua jalur diperoleh hasil bahwa nilai probabilitas pendekatan yang digunakan (antara pendekatan SAVI dengan konvensional) atau nilai Sig.429 .001 < 0.122 3.721 Sig. Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4.122 Keputusan Ho ditolak Ho ditolak Ho diterima (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 15).4 Uji Two Way Anova Sumber variansi Metode Motivasi Metode*motivasi F hitung 11. Dari tabel diatas diperoleh kesimpulan bahwa: 1.

4. Hipotesis 2 Berdasarkan dari hasil perhitungan anava dua jalur diperoleh hasil bahwa tingkat motivasi siswa memiliki nilai probabilitas sebesar 0.2.65 2. Hipotesis 3 Berdasarkan dari hasil perhitungan uji analisis variansi dua jalur diperoleh hasil bahwa nilai Sig. .482 > F tabel= 3. Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4.122 maka Ho diterima sehingga tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran.721 < F tabel = 3. Interaksi antara metode dengan motivasi adalah 0.186 > 0.036 < 0. Grafik statistik uji F antar motivasi 3.122 3.2 berikut: Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 3.05 atau nilai F hitung = 3.122 maka Ho di tolak yang berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa.05 atau nilai F hitung = 1.482 Gambar.

3. Grafik statistik uji F antara pendekatan dan motivasi D. sedang dan rendah.66 Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4.721 3.122 Gambar. maka ini berarti bahwa tidak semua motivasi belajar siswa memberikan efek yang sama terhadap prestasi belajar. Hal ini dapat dilakukan bila nilai F hasil perhitungan menunjukan ada perbedaan (signifikan).3 berikut: Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 1. Uji Kelanjutan (Uji Shceffe) Uji kelanjutan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan motivasi belajar siswa (mana yang berbeda dan mana yang tidak). Karena Ho ditolak.4. Karena variabel motivasi belajar siswa mempunyai tiga kategori yaitu tinggi. Sedangkan apabila nilai F menunjukan tidak terdapat perbedaan uji kelanjut ini tidak perlu dilakukan. Uji kelanjutan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji Shceffe dengan hasil analisis sebagai berikut: . Dengan kata lain pasti terdapat paling sedikit dua rataan yang tidak sama. maka komparsi ganda perlu dilakukan untuk melihat manakah yang secara signifikan mempunyai rataan yang berbeda.

9304 (motivasi siswa rendah lebih rendah sebesar 0. α (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 16).05 0.67 Tabel 4. Perbedaan mean motivasi siswa yang sedang dengan motivasi siswa yang tinggi sebesar -0.05 0.5751 -0. Perbedaan mean motivasi siswa yang rendah dengan motivasi siswa yang tinggi sebesar -0. Perbedaan mean motivasi siswa yang sedang dengan motivasi siswa siswa yang rendah sebesar 0.028 0.05 0.3554 0.006 0.3554 poin dari motivasi siswa tinggi).05 0.5 Uji Kelanjutan Anova (I) KA (J) KA Mean Difference rendah sedang tinggi sedang rendah tinggi tinggi rendah sedang -0. Berdasarkan hasil analisis di atas diperoleh perbedaan mean motivasi siswa yang rendah dengan motivasi siswa yang sedang sebesar -0.5751 poin dari motivasi siswa sedang).3554 0.5751 -0.5751 (motivasi siswa rendah lebih rendah sebesar 0.371 0.371 0.05 0.5751 (motivasi siswa sedang lebih besar sebesar 0. .006 0.9304 0.9304 0.028 0.3554 (motivasi siswa sedang lebih rendah sebesar 0.5751 poin dari motivasi siswa rendah).05 Sig.9304 poin dari motivasi siswa tinggi).

3554 poin dari motivasi siswa sedang). Hal ini dapat dilihat pada hasil analisis yang menunjukan nilai probabilitas < 0. Hipotesis Pertama Metode pembelajaran yang dipakai yaitu pendekatan SAVI dan metode konvensional menunjukan hasil bahwa ada perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran.05 yang berarti bahwa perbedaan antar tingkat motivasi siswa signifikan (berbeda secara bermakna). Pembahasan 1. siswa cenderung lebih pasif meskipun ada beberapa anak yang terkadang mau bertanya kepada guru.9304 (motivasi siswa tinggi lebih besar sebesar 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang tinggi dengan motivasi siswa yang sedang sebesar 0.05. Hasil analisis post hoc menunjukan perbedaan antar motivasi siswa (tinggi.3554 (motivasi siswa tinggi lebih besar sebesar 0. Perbedaan kedua metode tersebut didukung pula dari keadaan yang terjadi di lapangan.9304 poin dari motivasi siswa rendah). Pada pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional.68 Perbedaan mean motivasi siswa yang tinggi dengan motivasi siswa yang rendah sebesar 0. Prestasi belajar siswa yang menggunakan pendekatan SAVI mempunyai rata-rata yang lebih tinggi dari pada pembelajaran siswa yang menggunakan metode konvensional. sedang. dan rendah) menunjukan nilai signifikansi atau probabilitas < 0. E. Siswa kurang bersemangat saat .

Hal tersebut dapat dilihat pada nilai signifikansi tingkat motivasi siswa < 0.4375 untuk kelas kontrol. Perbedaan dari kedua metode tersebut juga dapat dilihat dari rata-rata nilai skor tes hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. hal ini didukung dengan suasana pembelajaran yang santai. Hipotesis kedua Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. seperti misalnya alat peraga yang digunakan masih sangat sederhana dan waktu penelitian yang relatif singkat.05. selain itu siswa juga membutuhkan bimbingan dari guru untuk mempelajari materi lingkaran. Materi lingkaran akan lebih mudah dipahami siswa jika mereka secara langsung melihat benda yang berbentuk lingkaran. Pada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI siswa lebih aktif dalam mengerjakan tugas individu. yaitu 8. belum sesuai seperti apa yang diingikan oleh peneliti. Hal itu dikarenakan terdapatnya beberapa kelemahan yang dijumpai peneliti dalam penelitian ini. 2. Hal ini dikarenakan siswa dengan motivasi belajar . Siswa dengan motivasi belajar tinggi akan mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah.69 mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan.0500 untuk kelas eksperimen dan 7. mereka cenderung menunggu jawaban dari teman ataupun guru. Siswa juga lebih berani untuk bertanya kepada guru. Hasil rata-rata nilai untuk materi lingkaran pada kelas eksperimen ini.

sedang. siswa dengan motivasi sedang akan memiliki prestasi belajar yang sedang. baik untuk motivasi belajar tinggi. Hipotesis Ketiga Dari hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika dapat dilihat bahwa nilai signifikasi 0.05. .70 tinggi akan mempunyai semangat belajar matematika yang tinggi. atau rendah. kurang tertarik terhadap belajar matematika dan memandang belajar matematika merupakan hal yang membosankan. Dari skor tes prestasi belajar terlihat bahwa sebagian besar siswa yang mempunyai motivasi tinggi akan memiliki prestasi belajar yang tinggi. Hal ini berarti bahwa dari tingkat motivasi siswa dan metode pengajaran secara bersama-sama tidaklah memberikan perbedaan hasil yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika.186 > 0. Sedangkan siswa dengan motivasi belajar rendah akan enggan dalam belajar matematika. Atau dengan arti lain bahwa rata-rata prestasi belajar siswa dari kelompok eksperimen selalu lebih tinggi dari siswa kelompok kontrol. dan siswa yang mempunyai motivasi rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah pula. 3.

dan siswa yang mempunyai motivasi belajar yang rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah pula.05 yang berarti bahwa metode pembelajaran dan tingkat motivasi belajar siswa secara bersama-sama tidaklah memberikan hasil yang signifikan terhadap prestasi 71 . 0. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran dengan diperoleh sig. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran dengan diperoleh sig. 2.001 < 0. IMPLIKASI DAN SARAN A.71 BAB V KESIMPULAN. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa dengan diperoleh sig. dengan hasil rata-rata prestasi 8. 0.4375 untuk kelas kontrol. 3.036 < 0.05 yang berarti bahwa pendekatan pembelajaran SAVI lebih baik dalam meningkatkan nilai siswa pada pokok bahasan lingkaran sehingga prestasi belajar yang dicapai lebih tinggi.0500 untuk kelas eksperimen dan 7.05 yang berarti bahwa siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan memiliki prestasi belajar yang tinggi.186 > 0. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. 0. maka peneliti mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. siswa dengan motivasi belajar sedang akan memiliki prestasi belajar sedang.

baik untuk motivasi belajar tinggi. Dalam penelitian ini motivasi belajar siswa dikatagorikan tinggi. sedang atau rendah B. sedang dan rendah. Implikasi kesimpulan butir kedua. salah satunya adalah pendekatan pembelajarna SAVI.72 belajar matematika atau dengan kata lain bahwa rata-rata prestasi belajar siswa dari kelompok eksperimen selalu lebih tinggi dari siswa kelompok kontrol. 2. Implikasi Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika yang dicapai siswa akan lebih meningkat jika diberi pembelajaran dengan pendekatan SAVI. . Penggunaan pendekatan SAVI oleh guru dalam proses belajar mengajar pada pokok bahasan lingkaran akan diberikan kesempatan pada anak didik untuk mempelajari dan memahami pelajaran matematika atas dasar pengalaman dan penemuan dalam diri siwa untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk keberhasilan diri dalam belajarnya. Dengan motivasi belajar yang tinggi membuat siswa akan lebih mudah untuk memahami pelajaran yang diberikan dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar yang sedang ataupun rendah. Motivasi belajar siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar yang dicapai siswa dalam pembelajaran. Tinggi. sedang dan rendahnya motivasi belajar siswa ini akan berpengaruh terhadap prestasi belajar yang dicapainya. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat diambil implikasi penelitian sebagai berikut: 1. Pembelajaran matematika membutuhkan strategi mengajar yang tepat dan efektif. Implikasi kesimpulan butir pertama.

siswa hendaknya memahami diri akan kewajibannya sebagai siswa yaitu siswa harus tertib.73 3. C. Ini berarti bahwa prestasi belajar akan lebih tinggi dapat dicapai pada pembelajaran dengan penggunaan pendektan SAVI dengan ditinjau dari motivasi belajar siswa yang tinggi. aktif dalam mengikuti kegiatan belajar . Oleh karena itu. Bagi Guru Matematika Banyaknya pendekatan yang ada sekarang dapat dijadikan alternatif oleh guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan materi yang disampaikan. 2. Saran Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas. Jadi siswa diupayakan untuk mempunyai motivasi belajar yang tinggi sehingga hasil pembelajaran dengan pendekatan SAVI akan mencapai hasil yang maksimal seperti yang diharapkan. Bagi Siswa Motivasi siswa yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran. Implikasi kesimpulan butir ketiga. fokus. Pendekatan pembelajaran SAVI sesuai jika digunakan dalam pokok bahasan Lingkaran karena pendekatan ini membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi lingkaran yang disampaikan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar. maka peneliti menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Terdapat kombinasi efek antara pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan motivasi belajar siswa.

maka bagi peneliti selanjutnya hendaknya dalam melakukan penelitian. .74 mengajar dan selalu berusaha menumbuhkan semagat dalam belajar agar selalu termotivasi sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Menyadari akan kelemahan dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan masih sangat sederhananya alat peraga yang digunakan dan waktu penelitian yang relatif singkat. menggunakan alat peraga yang lebih berkualitas agar dalam penggunaannya bisa lebih efektif sehingga siswa bisa lebih mudah dalam belajar. Waktu yang digunakan untuk penelitian. hendaknya relatif lebih lama lagi agar penggunaan pendekatan SAVI ini bisa lebih maksimal. Dengan maksimalnya dalam penggunaan alat peraga dan waktu maka pembelajaran pendekatan SAVI bisa lebih optimal.

Surakarta : UMS ( tidak dipubikasikan ) Hikmah . 2002 . Oemar . Drs. -----------. Bandung: Yrama Widya Djamarah. Peningkatan Minat Belaajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Meloalui Pendekatan ”SAVI” Dengan Pendayagunaan Alat Peraga di SMP N 1 Kartasura . Skripsi . Nurul . 2004 . Penelitian Tindakan Kelas. dan Zain Aswan Drs . 2002 . Jakarta : Bumi Aksara Hidayati. Pelajaran Matematika Untuk SMP Kelas VIII. -------------------------. Cunayah. Eksperimentasi Pengajaran Matematika Dengan Pendekatan Proses Deduktif Penemuan Rumus Pada Pokok Bahasan Lingkaran Ditinjau Dari Motivasi belajar Siswa . Belajar dan Pembelajaran . Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan . Suharsimi .75 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2002 . Jakarta: Bumi Aksara. Surakarta : FKIP UNS press. Jakarta : Rineka Cipta Hadi. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem . Surakarta : Uiversitas Muhammadiyah Surakarta Meier. Statistika Untuk Penelitian. Cucun. Samsul.. Aplikasi Matematika SMP Kelas VIII. 2007.. Nurul Nur . 2007. Jakarta : Bumi Aksara Budiyono. 1999 . 2007 . 2008 .Dave. Jakarta : Rineka Cipta. Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Progaram Pendidikan Dan Penelitian . Jakarta: Yudhistira. 2004 . The Accelarated Learning Hand Book . Skripsi . dkk. Mulyadi Sri dan Surtikanti . Bandung : Kaifa . Surakarta : UMS ( Tidak dipublikasikan ) Kamulyan. Surakarta: FKIP UNS Press. Statistika Dasar untuk Penelitian. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . 2000. Strategi Belajar Mengajar . Hamalik. 2006 .. Syaiful Bahri . 2004. -------------------------.

Matematika untuk Sekolah SMP / MTS Kelas VIII. Hamzah . 2005. 2006 . Statistika Untuk Penelitian . Bandung : Remaja Rosdakarya Slameto .76 Nugroho. 2003 . Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya . Skripsi . 2007 .Cholik Adinawan . dan Intelektual (SAVI) . 2006 . Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Penggunaan Metode Diskusi Dengan Menggunakan LKS dan Metode Konvensional Pada Pokok Bahasan Lingkaran Ditinjau Dari Motivasi Brlajar Siswa . Yogyakarta : Media Kom. Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan) Prayitno. Surakarta : UMS ( Tidak Dipublikasikan) Walidati. Jakarta : Rineka Cipta Sugijono dan M. Psikologi Pendidikan . Sutratinah . Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan) . 2008 . Anak Supernormal dan Program Pendidikannya . Skripsi . Model Pembelajaran : Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif . Skripsi .Nanang Adhi . Dwi. 2007 . Usaha Peningkatan Kemampuan Bernalar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Belajar Somatis. Visual. Jakarta : Bumi Aksara Wahyuningsih . Teori Motivasi dan pengukurannya . Purwanto. 2001 . Ngalim . auditori. Peningkatan Kreatifitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan “SAVI” . Jakarta : Bumi aksara Uno. Mandiri Belajar SPSS. Jakarta : Erlangga Sugiono . Irfakni Birrul . 2008. Bandung : Alfa Beta Tirtonegoro. 2003 . 2006 . Jakarta : Bumi Aksara ___________ .

77 Lampiran 1. DAFTAR NAMA SISWA TRYOUT (kelas VIIIE) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 NAMA Abdi Suryanto Alfian Yudhi Baskoro Ana Pratiti C Arif Kunto Arfianto Astutik Danang Dimas Rizki Wardana Endah Tri Rusmiati Endar Sriyatmi Emi Susanti Erma Pujiastuti Evalita Putri Ananda Fitri Ramandasari Galih Sudarwati Hari Yulianto Hartanto Hermawan Susanto Ilham Fajriansah Ima Budi Utami Joko Aprianto Junaiadi Candra Mega Kurniawati Mira Damayanti Muchamad Stiohadi Murdaka Nanda Ayun Pribadi Narwan Nela Melani C Niken Aprilia Fenny A Noer Muhamad Fajar R Rommly Sofyan Rudy Prihardiyanto Sidiq Wicaksono Sri Hartatik Sri Susanti Tri Muhanto Firga Intahta A Firfi Wulan Aliusandri Wihastanto Yogi Aditiya Saputro L/P L L P L P L L P P P P P P P L L L L P L L P P L L L L P P L L L L P P L L P L L .

78 Lampiran 2. DAFTAR NAMA SISWA SAMPEL PENELITIAN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 KELAS EKSPERIMEN (VIIIB) Asmaraningtyas D Ayic Futika Brian Balandoro Chintya Kesuma P Cita Sukma Rosita Defita Ermi Erlangga Dwi retnowati Eka Lismawati Eka Setyawati Fadhil Irfandhi Farra Melinda K Fitri Dwi astuti Ika Septiana Lestari Khoirina Kiki Subiyantari Kunthi Tali Broto Lisa Nur Heviani Maya Kartika Sari Mayasari Novia Rusti Ningsih Nur Hayati Nurlisa Uke Desy Nurman Muhtiaji Nurul Hidayah Ovi Nida Permata D Pambayun Nugroho Putro Putri Budi Harto Reni Oktavia Rian Bagus Pribadi Ristu Atmawati Riki Agustian Robby Sandoro Saputro Rori Cakraburti Sutito Tito dwi Sapta Yoga Wahyu Prayoga Wiwik Tri Maryani Yoga Saftian Wicahyo Yudi Ari Setiawan Yuliati L/P P P L P P P P P P L P P P P P P P P P P P P L P P L P P L P L L L L L L P L L P KELAS KONTROL (VIIID) Achmad Gunawan Adityaris Fajar H Agung Rohmad Ary Wibowo Bugi Pugkaskoro Danu Saputro Desi Ika Saputri Dimas Ade Saputra Dodi Setyawan Eko Prasetyo Febrian Koes Erlangga Firdanys Gustino Pracipta Fitria Eka Setyowati Hariyanto Mida Ria Munandari Mila Wiarsih Nanang Suhendro Pagas Toro Putri Dyah Pertiwi Ringgi Rinda Rismala P Riska Novita Sari S A Risma Indriastuti Rista Era Pariati Rizki Ayuningsih Rizky Nugroho Wati Rohmat Tri Handoyo Runita Saputri Satria Selvi Dwi listyana K Setyasari Sinta Meilana K Siti Mulyati Sulastri Handayani Sumarlin Tesawati Tiara Ega Kiswanti Tri Susanto Tri Wahono Wahyu Tri Asih Wawan Tri Hantoro L/P L L L L L L P L L L L L P P P P L L P P P P P P P L P L P P P P P L P P L L P L .

79 Lampiran 3. DAFTAR NILAI UJIAN SEMESTER GASAL BIDANG STUDI MATEMATIKA No Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 RATA-RATA Kelas Kontrol 66 66 66 66 66 66 66 66 66 66 67 70 66 66 72 70 74 69 70 74 74 72 69 72 67 66 67 70 70 74 67 74 70 70 68 69 72 70 72 68 68.97 Kelas Eksperimen 68 70 71 73 72 69 67 77 69 67 68 70 67 68 67 68 70 70 69 68 73 74 72 67 68 67 72 74 69 79 71 66 67 70 69 69 69 74 74 72 70.10 .

4127 F Prestasi Belajar Equal variances Matematika assumed Equal variances not assumed . .086 .8328 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -.4126 2.739 df 78 77.4479 Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran SAVI Konvensional N 40 40 Mean 70.1250 Std.6468 .739 1. Error Mean . (2-tailed) Difference .9509 2.870 Mean Sig.1250 1.1000 68.1627 2.9750 Std.1626 -.4666 .086 1. Deviation 2.789 t 1.80 Lampiaran 4.072 Sig.6468 . Uji Keseimbangan T-Test Group Statistics Std. Error Difference .

juring. busur. apotema.81 Lampiran 5. 2. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran: pusat lingkaran. Tujuan Pembelajaran 1. Menghitung keliling dan luas lingkaran : 1. jarijari. juring. 4. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 1 (Satu) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur.Menentukan unsur dan bagian-bagian lingkaran. bagian lingkaran serta ukurannya. 2. diameter. Siswa dapat mengenal serta mengidentifikasi lingkaran. diameter. Siswa dapat menghitung keliling lingkaran . apotema. busur. 2. Menentukan rumus keliling lingkaran 3. Menghitung keliling lingkaran : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. jari-jari. 3.Menyebutkan unsur-unsur dan bagian- Indikator bagian lingkaran: pusat lingkaran. tali busur. tembereng. Siswa dapat menentukan rumus keliling lingkaran. tembereng. Kompetensi Dasar : 1. tali busur.

Titik tetap ini disebut titik pusat lingkaran. Materi Ajar a.82 II. d.1 B D OE c. Jari-jari lingkaran adalah OA. Perhatikan bahwa temberang CED adalah tembereng kecil. OB. b.14 atau ) Diameter 7 Rumus keliling lingkaran adalah: K = 2 π . Bangun yang dibatasi oleh tali busur CD dan busur CED disebut tembereng. Garis lengkung AC dan CD disebut busur e. Juring AOC adalah juring kecil j. Pengertian dan Unsur-unsur Lingkungan Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada bidang datar yang mempunyai jarak yang sama terhadap titip tetap. Pusat lingkaran itu adalah O b. (π = 3. a. Garis OP yang tegak lurus tali busur disebut apotema. r atau k = πd . h. OC dan A C O P E Gambar 2. Jadi π = Keliling lingkaran 22 . Garis lurus CD disebut tali busur f. Menghitung besar-besaran pada lingkaran Keliling lingkaran Keliling lingkaran adalah panjang dari seluruh tepi lingkaran nilai perbandingan antara keliling dan diameter disebut π (phi). g. i. Unsur-unsur lingkaran berdasar gambar 2. Garis tengah lingkaran adalah AB dengan panjang 2 x jari-jarinya.1. Bangun yang dibatasi oleh busur AC dan jari-jari OA dan OC disebut juring.

Metode : Ceramah. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • Apersepsi Motivasi Kegiatan sehari – hari yang menggunakan lingkaran 10 menit • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.83 Dimana K r d = keliling lingkaran = jari-jari lingkaran = diameter lingkaran III. latihan soal. . Strategi Pembelajaran 1. Tanya jawab. Pendekatan : SAVI IV. 2. diskusi.

84

Kegiatan Inti

• Guru menjelaskan cara kerja Guru menjelaskan unsur-unsur dalam 20 menit lingkaran dengan ceramah dan tanya jawab Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga Guru menerangkan rumus keliling lingkaran

Pembentukan kelompok

Siswa dikelompokkan secara heterogen menurut kelompoknya masing – masing dengan anggota 2 orang • Kerja Kelompok. Guru memberikan lembar kerja pada tiap-tiap kelompok Secara berkelompok siswa mengerjakan soalsoal yang ada dalam lembar kerja. • Diskusi kelas untuk memvalidasi hasil kerja 30 menit kelompok Pekerjaan ditukarkan pada kelompok lain untuk di evaluasi Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan. Secara bersama-sama dengan bimbingan guru, semua pekerjaan. Hasil setelah dikoreksi kemudian dikumpulkan. kelompok mengevaluasi hasil

85

• Kuis dan penghargaan kelompok Guru memberikan kuis secara kelompok dan diakhiri dengan pemberian penghargaan dikelompok sesuai hasil kuis yang diperoleh setiap siswa dalam kelompok. 10 menit

Kegiatan Akhir

• Penutup Guru memberikan soal post test Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah, beberapa soal tentang lingkaran ( LATIHAN 1 hal 195 – 10 menit 196 Erlangga kelas VIII).

V.

Alat dan Bahan

1. Papan Tulis 2. Spidol. 3. Alat peraga 4. Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2, karangan Samsul Hadi. Hal.165-169 5. Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2, karangan M. Cholik Adinawan. Hal.191-203

86

VI.

Penilaian

Jumlah soal = 3 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 3 x 10 3
Contoh

= 10

1. Gambar di bawah menunjukkan suatu lingkaran dengan pusat titik O. Tentukan : A E F O C B a. Garis tengahnya b. Semua jari-jarinya c. Tali busurnya d. Satu busur pendek e. Satu busur panjang f. Satu juring kecil g. Apotema 2. Hitung keliling bangun di bawah ini : a. b.
8 cm 9 cm 56 cm

D

a.

8 cm

Diketahui Ditanya Jawab : a. tali busurnya d. d = 56 cm b. satu busur pendek e. r = 8 cm : Keliling lingkaran ? : b.87 3. garis tengahnya b. satu juring kecil g. Diketahui Ditanya Jawab : roda sepeda dengan d = 42 cm berputar sebanyak 500 kali : jarak yang ditempuh sepeda? : K= = πd 22 x 42 7 = 132 cm .14 x 8 = 50. Dari gambar tersebut dapat ditentukan : a. K = 2 π r = 2 x 3.24 cm 22 x 56 7 = AB = OA. apotema 2. dalam suatu perjalan mobil tersebut berputar sebanyak 500 kali berapa jarak yang ditempuh sepeda tersebut ? Kunci jawaban : 1. Diameter roda sepeda disamping adalah 42 cm. K = π d = = 176 cm 3. OE = garis lurus CD = garis lengkung AE = garis lengkung CD = AOE = OF a. OB. semua jari-jarinya c. satu busur panjang f.

000 cm = 66 km Jadi jarak yang ditempuh sepeda adalah 66 km Wuryantoro. S. Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti....88 Jarak yang ditempuh = K x banyak putaran = 132 x 500 = 66.….....pd Ika Fitrianingsih NIM A..... 410 050 075 . Mengetahui.......

Siswa dapat menghitung luas lingkaran. Menentukan rumus luas lingkaran 2. Tujuan Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar : Menghitung keliling dan luas lingkaran Indikator : 1.89 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 2 (Dua) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur. Siswa dapat menentukan luas lingkaran. 2. : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. bagian lingkaran serta ukurannya. Siswa dapat menghitung luas lingkaran. .

atau L = Dimana : L = luas lingkaran d = diameter lingkaran r = jari-jari lingkaran 1 2 πd 4 III. Apersepsi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. pemberian tugas. 2. Materi Ajar Luas lingkaran Rumus luas lingkaran adalah L = π r2.90 II. . diskusi. Pendekatan : SAVI IV. Apersepsi Membahas PR Dengan kembali tanya jawab. guru mengingtkan yang ada tentang soal-soal 10 menit hubungannya dengan lingkaran. Metode : Ceramah. Tanya jawab. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • • • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Strategi Pembelajaran 1.

15 menit . • Guru menerangkan materi tentang luas lingkaran 15 menit dan memperjelas dengan memberikan beberapa contoh soal • Kerja Kelompok Siswa secara berkelompok mengerjakan soal yang diberikan guru. Dalam kerja kelompok anggota yang kurang paham dapat bertanya kepada anggota yang lain dalam satu kelompok yang sudah paham. Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal.91 Kegiatan Inti • Pembentukan kelompok Siswa dikelompokkan secara heterogen 5 menit menurut kelompoknya masing – masing dengan anggota 2 orang. Memantapkan pemahaman siswa tentang menghitung luas lingkaran. Kemudian secara bersama-sama menyimpulkannya. 20 menit • Diskusi kelas untuk memvalidasi hasil kerja kelompok Pekerjaan ditukarkan pada kelompok lain untuk di evaluasi Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan. siswa menentukan hasil dari soal yang diberikan. Secara berkelompok.

5 menit V. Hal. Hal.204-232 . Kegiatan Akhir • Penutup Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran.156-180 Buku paket. Alat dan Bahan 1. Buku paket. semua pekerjaan.92 - Secara bersama-sama dengan bimbingan guru. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Cholik Adinawan. karangan M. karangan Samsul Hadi. kelompok setelah mengevaluasi dikoreksi hasil - Hasil kemudian dikumpulkan. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah. • Kuis dan penghargaan kelompok Guru memberikan kuis secara kelompok dan 10 menit diakhiri dengan pemberian penghargaan dikelompok sesuai hasil kuis yang diperoleh setiap siswa dalam kelompok. beberapa soal tentang keliling dan luas lingkaran (LATIHAN 1 hal 194 – 195 Erlangga kelas VIII). 2.

Penilaian Jumlah soal = 5 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 5x10 = 10 5 SOAL 1.250 cm2. Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar berikut ! a) 7 cm 7 cm b) 5 cm 14 cm 3. Di tengah lapangan tersebut terdapat dua rumpun . 4.93 VI. Hitunglah luas permukaan papan yang tidak ada lubangnya ! 5. Luas sebuah logam yang berbentuk lingkaran adalah 1.5 cm d =10 cm d = 28 cm 2. Hitunglah panjang diameter dan keliling logam tersebut ! Panjang sisi sebuah papan berbentuk persegi adalah 10 cm. Sebuah lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan panjang 14 m dan lebar 8 m. Papan mempunyai 16 lubang berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 1 cm. Hitunglah luas lingkaran dengan dengan ketentuan sebagai berikut: a) b) c) d) r = 56 cm r = 3.

Hitunglah luas lapangan rumput yang tidak ditanami bunga ! Kunci : 1.5 7 = 38.94 bunga berbentuk lingkaran dengan garis tengah masing-masing adalah 2 m.14 x 10 x10 4 = 78. Luas lingkaran dengan : a) r = 56 cm L = π r2 = 22 x 56 x56 7 = 9.5 cm L= 22 x 3.856 cm2 b) r = 3.5 x 3.5 d) d = 28 cm L= = 1 π d2 4 1 22 x x 28 x 28 4 7 = 616 cm2 .5 cm2 c) d = 10 cm L= = 1 π d2 4 1 x 3.

464 cm2 Ditanya : diameter dan keliling logam ? Jawab : L= 2.464 = 68. Diketahui : Luas sebuah logam = 2.136 = 3.992 = d2 22 1 π d2 4 1 22 x x d2 4 7 22 x d2 28 d2 d d K= πd = 22 x 56 7 = 3. Luas daerah yang diarsir sesuai gambar : a) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi – luas = (sxs)–( 1 lingkaran 4 1 2 πr ) 4 1 22 = (7 x 7) – ( x x7x7) 4 7 = 49 – 38.5 cm 2 b) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi + luas = 1 22 x x 14 x 14 4 7 1 lingkaran 2 = 616 cm 2 3.95 2.136 = -56 cm = 56 cm atau d Karena d adalah ukuran untuk panjang maka diambil nilai positif = 176 cm Jadi diameter logam 56 cm dan kelilingnya 176 cm .464 = 2.

(2 x = 112 – ( 2 x = 122 .7 m 2 1 π d2 ) 4 1 22 x x4) 4 7 Jadi luas lapangan yang tidak ditanami bunga adalah 115.96 4.3 = 115.......... Mengetahui.6. S. Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti.7 m 2 Wuryantoro.pd Ika Fitrianingsih NIM A.4 cm 2 jadi luas papan yang tidak berlubang adalah 87...(16 x = 100 – ( 16 x = 100 – 12.….4 cm 2 5.. 410 050 075 .. Diketahui : panjang = 14 m lebar d Ditanya Jawab =8m =2m 1 π d2 ) 4 1 22 x x1) 4 7 : Luas lapangan yang tidak ditanami bunga : L lapangan yang tidak ditanami bunga = L lapangan – (2 x L rumpun bunga = (14 x 8)..6 = 87... Diketahui : p persegi = 10 cm terdapat 16 lubang berbentuk lingkaran dengan d = 1 cm Ditanya Jawab : Luas papan yang tidak berlubang ? : L papan yang tidak berlubang = L persegi – (16 x L lingkaran) = (10 x 10)..

2. Siswa dapat menentukan rumus keliling lingkaran. juring. 4. bagian lingkaran serta ukurannya. Menghitung keliling dan luas lingkaran : 1. jari-jari. Siswa dapat mengenal serta mengidentifikasi lingkaran. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran: pusat lingkaran. apotema. tembereng. unsur dan bagian-bagian 2. Tujuan Pembelajaran 1. busur. jarijari. tembereng. 3. Kompetensi Dasar : 1. tali busur. busur.Menyebutkan unsur-unsur dan bagian- Indikator bagian lingkaran: pusat lingkaran. juring. Menghitung keliling lingkaran : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. tali busur. Siswa dapat menghitung keliling lingkaran . 2.97 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 1 (Satu) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur. diameter. Menentukan rumus keliling lingkaran 3. diameter.Menentukan lingkaran. apotema.

Bangun yang dibatasi oleh tali busur CD dan busur CED disebut tembereng. i. h.Garis tengah lingkaran adalah AB dengan panjang 2 x jari-jarinya.98 II.Jari-jari lingkaran adalah OA.Perhatikan bahwa temberang CED adalah tembereng kecil. D d. Jadi π = Keliling lingkaran 22 . Juring AOC adalah juring kecil j. b. r atau k = πd Dimana . OB. Garis OP yang tegak lurus tali busur disebut apotema.Garis lurus CD disebut tali busur f.1. Menghitung besar-besaran pada lingkaran Keliling lingkaran Keliling lingkaran adalah panjang dari seluruh tepi lingkaran nilai perbandingan antara keliling dan diameter disebut π (phi). a. Materi Ajar a. OC dan OE A C O P E Gambar 2.Garis lengkung AC dan CD disebut busur e. Bangun yang dibatasi oleh busur AC dan jarijari OA dan OC disebut juring. Pengertian dan Unsur-unsur Lingkungan Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada bidang datar yang mempunyai jarak yang sama terhadap titip tetap. g. (π = 3.Pusat lingkaran itu adalah O b. Unsur-unsur lingkaran berdasar gambar 2.1 B c. Titik tetap ini disebut titik pusat lingkaran.14 atau ) Diameter 7 Rumus keliling lingkaran adalah: K = 2 π .

Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah. 2. Tanya jawab. . 10 menit . Motivasi Kegiatan sehari – hari yang menggunakan lingkaran. 25 menit • Kuis dan penghargaan Guru memberikan kuis dan diakhiri dengan pemberian penghargaan sesuai hasil kuis yang 35 menit diperoleh setiap siswa.Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. Kegiatan Akhir • Penutup . Strategi Pembelajaran 1. Metode : Ceramah. pemberian tugas. beberapa soal tentang lingkaran ( LATIHAN 1 hal 195 – 196 Erlangga kelas VIII).99 K r d = keliling lingkaran = jari-jari lingkaran = diameter lingkaran III. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Awal Kegiatan Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Waktu • • 10 menit Kegiatan Inti • Guru memberikan materi lingkaran. Pendekatan : Konvensional IV.

100 V.165-169 2. Tali busurnya d. Garis tengahnya b. Buku paket. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2.191-203 VI.Semua jari-jarinya c. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Hal. Hal. Buku paket. Satu juring kecil g. Gambar di bawah menunjukkan suatu lingkaran dengan pusat titik O. karangan M. karangan Samsul Hadi. . Penilaian Jumlah soal = 3 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 3 x 10 3 Contoh = 10 1. Satu busur panjang f. Alat dan Bahan 1. Satu busur pendek e. Tentukan : A E F O C B a. Apotema D b. Cholik Adinawan.

24 cm K= πd = 22 x 56 7 = 176 cm . satu busur pendek d. satu juring kecil f.14 x 8 = 50. semua jari-jarinya b. OE a. d = 56 cm b. = OF = garis lengkung AE = garis lengkung CD = AOE : a.101 2. satu busur panjang e. dalam suatu perjalan mobil tersebut berputar sebanyak 500 kali berapa jarak yang ditempuh sepeda tersebut ? Kunci jawaban : 1. Diameter roda sepeda disamping adalah 42 cm.Dari gambar tersebut dapat ditentukan : garis tengahnya = AB = OA. a. Diketahui Ditanya Jawab a. r = 8 cm : Keliling lingkaran ? : b. tali busurnya = garis lurus CD c. K = 2 π r = 2 x 3. 8 cm 9 cm 56 cm 8 cm 3. Hitung keliling bangun di bawah ini : b. apotema 2. OB.

. Mengetahui.....000 cm = 66 km Jadi jarak yang ditempuh sepeda adalah 66 km Wuryantoro. S..... Diketahui Ditanya Jawab : roda sepeda dengan d = 42 cm berputar sebanyak 500 kali : jarak yang ditempuh sepeda? : K= = πd 22 x 42 7 = 132 cm Jarak yang ditempuh = K x banyak putaran = 132 x 500 = 66........…. Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti..102 3.pd Ika Fitrianingsih NIM A. 410 050 075 .

bagian lingkaran serta ukurannya. Siswa dapat menghitung lias lingkaran. 2.103 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : : Matematika VIII (Delapan) 2 (Dua) 2 (Dua) Standar Kompetensi Menentukan unsur. Materi Ajar Luas lingkaran Rumus luas lingkaran adalah L = π r2. atau L = Dimana : L = luas lingkaran d = diameter lingkaran r = jari-jari lingkaran 1 2 πd 4 . Menentukan rumus luas lingkaran 2. : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. Kompetensi Dasar : Menghitung keliling dan luas lingkaran Indikator : 1. Siswa dapat menghitung keliling dan luas lingkaran II. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menentukan rumus keliling dan luas lingkaran.

Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • Guru Apersepsi menyampaikan tujuan 10 menit pembelajaran. Metode 2. Tanya jawab. • Dengan bimbingan guru siswa diharapkan mengerjakan soal pada buku yudistira hal 164-165 45 menit . yaitu luas lingkaran. pemberian tugas. • Guru membuat soal lagi dan mengerjakan kemudian sambil siswa menjelaskan. mencatat dan menanyakan apa yang belum diketahui. guru mengingtkan kembali tentang soalyang hubungannya dengan lingkaran. diharapkan 10 menit memahami. Pendekatan : Ceramah. Kegiatan Inti • guru membuat soal yang ada 5 menit hubungannya dengan lingkaran.104 III. : Konvensional IV. Strategi Pembelajaran 1. Membahas PR Dengan soal tanya ada jawab.

156-180 2.105 • Penutup Dengan bimbingan guru siswasiswa membuat dari simpulan materi dan dalil 10 menit rangkuman lingkaran. karangan M. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Hal. Alat dan Bahan 1. Penilaian ( 20 menit ) Jumlah soal = 5 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 5x10 = 10 5 . Buku paket. V.204-232 VI. beberapa soal tentang lingkaran (LATIHAN 6. karangan Samsul Hadi. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Cholik Adinawan. Hal. Guru memberikan tugas kepada siswa Kegiatan Akhir secara individu untuk mengerjakan dirumah. Buku paket.3 hal 164 – 165 Yudhistira kelas VIII).

Papan mempunyai 16 lubang berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 1 cm. Hitunglah luas permukaan papan yang tidak ada lubangnya ! 5.250 cm2.106 SOAL 1. Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar berikut ! a) 7 cm 7 cm b) 5 cm 14 cm 3. 4. Luas sebuah logam yang berbentuk lingkaran adalah 1. Hitunglah panjang diameter dan keliling logam tersebut ! Panjang sisi sebuah papan berbentuk persegi adalah 10 cm. Hitunglah luas lapangan rumput yang tidak ditanami bunga ! . Sebuah lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan panjang 14 m dan lebar 8 m.5 cm c) d =10 cm d) d = 28 cm 2. Di tengah lapangan tersebut terdapat dua rumpun bunga berbentuk lingkaran dengan garis tengah masing-masing adalah 2 m. Hitunglah luas lingkaran dengan dengan ketentuan sebagai berikut: a) r = 56 cm b) r = 3.

856 cm2 b) r = 3. Luas lingkaran dengan : a) r = 56 cm L = π r2 = 22 x 56 x56 7 = 9.5 cm L= 22 x 3.5 cm 2 .107 Kunci : 1.14 x 10 x10 4 = 78.5 d) d = 28 cm L= = 1 π d2 4 1 22 x x 28 x 28 4 7 = 616 cm2 2.5 cm2 c) d = 10 cm L= = 1 π d2 4 1 x 3.5 x 3. Luas daerah yang diarsir sesuai gambar : a) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi – luas = (sxs)–( = (7 x 7) – ( 1 2 πr ) 4 1 22 x x7x7) 4 7 1 lingkaran 4 = 49 – 38.5 7 = 38.

992 = d2 22 1 π d2 4 1 22 x x d2 4 7 22 x d2 28 d2 d d K= πd = 22 x 56 7 = 3.108 b) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi + luas = 1 22 x x 14 x 14 4 7 1 lingkaran 2 = 616 cm 2 3. Diketahui : p persegi = 10 cm terdapat 16 lubang berbentuk lingkaran dengan d = 1 cm Ditanya Jawab : Luas papan yang tidak berlubang ? : L papan yang tidak berlubang = L persegi – (16 x L lingkaran) . Diketahui : Luas sebuah logam = 2.464 = 2.464 cm2 Ditanya : diameter dan keliling logam ? Jawab : L= 2.136 = -56 cm = 56 cm atau d Karena d adalah ukuran untuk panjang maka diambil nilai positif = 176 cm Jadi diameter logam 56 cm dan kelilingnya 176 cm 4.464 = 68.136 = 3.

109

= (10 x 10)- (16 x = 100 – ( 16 x = 100 – 12,6 = 87,4 cm 2

1 π d2 ) 4

1 22 x x1) 4 7

jadi luas papan yang tidak berlubang adalah 87,4 cm 2 5. Diketahui : panjang = 14 m lebar d Ditanya Jawab =8m =2m

: Luas lapangan yang tidak ditanami bunga : L lapangan yang tidak ditanami bunga = L lapangan – (2 x L rumpun bunga = (14 x 8)- (2 x = 112 – ( 2 x = 122 - 6,3 = 115,7 m 2
1 π d2 ) 4

1 22 x x4) 4 7

Jadi luas lapangan yang tidak ditanami bunga adalah 115,7 m 2 Wuryantoro,….................. Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Praktikan

Suprapti, S.pd

Ika Fitrianingsih

NIM A. 410 050 075

110

Lampiran 6. ANGKET TRY OUT MOTIVASI SISWA
Petunjuk Pengisian Angket : 1. Tulis nama, kelas, nomer absent dan nama sekolah anda. 2. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan yang anda lakukan dan alami dengan memberikan tanda (X). 3. Setiap jawaban anda adalah benar, sehingga jangan terpengaruh dengan jawaban teman-teman anda. 4. Jawaban anda tidak mempengaruhi nilai tes/raport anda. 1. Saya selalu mempelajari materi matematika yang akan diajarkan oleh guru . a. b. oleh guru. a. b. a. b. a. b. kerjakan. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

7. Saya berusaha mengerjakan sendiri setiap ulangan matematika yang diberikan

8. Saya berusaha mengerjakan soal matematika yang sulit sampai saya bisa.

9. Saya belajar matematika hanya jika akan diadakan ulangan.

10. Saya merasa tidak puas jika belum bisa mengerjakan soal matematika yang saya

11. Saya merasa malas mengerjakan soal-soal matematika yang ada dibuku atau LKS.

111

12. Saya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar matematika. a. b. ketahui. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

13. Saya selalu bertanya jika ada pokok bahasan dalam matematika yang belum saya

14. Saya selalu mengerjakan pekerjaan rumah untuk bidang studi matematika.

15. Saya tidak mencari sumber pelajaran yang lain untuk bidang studi matematika selain buku paket yang diberikan oleh sekolah. a. b. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

16. Saya berusaha mengikuti jam tambahan atau les privat untuk bidang studi matematika. a. b. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

17. Saya selalu siap, jika sewaktu-waktu guru mengadakan ulangan matematika.

18. Saya suka mencontek Pekerjaan Rumah teman daripada mengerjakan sendiri.

19. Saya menjadi tidak bersemangat jika melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. a. b. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

tinggi. Kadang-Kadang d. Selalu Sering Selalu Sering c. b. a. Selalu Sering c. Saya tidak senang jika mendapat pujian dari guru ketika saya bisa mengerjakan soal di depan kelas. Kadang-Kadang d. b. Kadang-Kadang d. Selalu Sering c. Tidak Pernah c. b. Tidak Pernah c. 26. Saya merasa pelajaran matematika tidak berguna dan membingungkan. b. Guru Matematika selalu memberikan pujian jika saya bisa mengerjakan soal matematika. Saya merasa senang jika pembahasan materi pada matematika menggunakan alat . Tidak Pernah c. a. b. Saya tidak mendapatkan pujian atau hadiah dari orang tua jika nilai matematika saya 22. Tidak Pernah 21. a. Kadang-Kadang d. Orang tua saya akan menanyakan hasil ulangan Matematika saya. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering c. Saya tidak berkeinginan untuk mengerjakan soal matematika dan mendapatkan nilai yang tinggi a. b. 27. Tidak Pernah Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. a. b. 23.112 20. a. peraga. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. b. Tidak Pernah 24. Kadang-Kadang d. Saya tidak merasa tertarik dengan setiap pokok bahasan dalam matematika. Tidak Pernah 25. a. a.

untuk belajar matematika jika akan menghadapi ulangan. b. b. Selalu Sering c. Tidak Pernah 33. a. Dengan adanya Pekerjaan Rumah akan mendorong saya untuk lebih mendalami bahan pelajaran matematika. Kadang-Kadang d. Jika guru memberikan tugas dikelas. saya lebih suka bergurau dengan teman dan mencontek jika akan dikumpulkan. Saya selalu memperhatikan guru ketika ia sedang mengajar. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah 35. a. Selalu Sering Selalu Sering c. a. a. Kadang-Kadang d. b. 32. Kadang-Kadang d. Selalu Sering c. b. Kadang-Kadang d. a. b. Selalu Sering c. Saya merasa malas untuk mencari hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan matematika. Tidak Pernah 29. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah 31. Orang tua saya menciptakan suasana rumah yang tenang saat saya akan ulangan matematika. Selalu Sering Selalu Sering c. b. Kadang-Kadang d. b. a. a. Orang tua saya akan tidak membebaskan saya dari pekerjaan rumah. a. 30. Kadang-Kadang d. Saya selalu mengkondisikan diri untuk tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu teman saat proses belajar mengajar. b. Tidak Pernah 34. Tidak Pernah c. Selalu Sering c. Tidak Pernah c. Tidak Pernah . Saya menganggap Matematika adalah pelajaran yang sulit.113 28.

674 Valid pakai 3 3 3 2 3 4 2 3 2 1 3 2 3 1 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 2 4 2 2 2 93 241 7832 0.687 0.264 Invalid tidak 9 3 2 2 4 4 2 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 2 2 3 1 3 3 2 2 3 2 2 1 1 2 2 2 1 3 3 2 1 2 2 2 94 250 7968 0.136 Invalid tidak 8 3 2 3 4 1 3 4 2 1 1 1 2 4 1 2 2 3 2 4 3 3 2 2 1 4 1 2 3 2 2 2 2 1 1 2 1 1 3 2 2 87 227 7242 0.501 Valid pakai 11 3 3 1 4 4 3 4 2 3 2 1 4 1 1 4 3 3 4 1 4 4 2 1 4 4 1 2 2 1 3 4 1 1 4 4 4 1 1 4 4 107 351 9128 1.642 Valid Valid Valid pakai pakai pakai 1 4 2 3 4 2 2 4 2 2 3 2 3 1 2 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 94 240 7927 0.627 Valid pakai 10 4 4 2 4 4 4 4 2 1 4 3 3 4 4 3 4 4 1 4 3 4 3 4 1 1 3 3 4 2 3 3 4 2 4 4 1 2 2 1 1 118 400 9946 1.561 Valid pakai .644 0.661 0.969 0.556 Valid pakai 4 1 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 2 4 4 3 1 2 3 3 1 3 3 1 3 3 4 2 3 2 1 2 109 329 8962 0.490 0.592 0.114 Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Motivasi Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan Nomor Item 5 6 7 4 4 4 2 2 2 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 4 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 4 3 2 2 3 2 3 3 2 1 2 4 3 4 4 4 4 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 4 2 1 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 2 3 2 2 3 3 116 114 114 368 348 350 9718 9570 9585 0.511 0.635 0.331 0.668 Valid pakai 2 3 3 2 4 4 3 4 3 2 4 2 4 2 3 2 2 3 2 2 2 4 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 4 4 2 4 2 2 2 107 313 9038 0.820 0.746 0.810 0.633 0.

621 0.862 0.794 Valid pakai 20 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 3 2 4 4 3 2 2 3 3 121 381 10125 0.574 0.794 Invalid Valid Valid pakai pakai tidak 19 4 2 1 4 4 1 4 1 1 1 2 2 1 1 2 1 4 1 1 4 4 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 4 2 1 1 1 4 1 77 205 6809 1.456 -0.456 0.396 Valid pakai .681 Valid pakai 22 3 2 2 4 2 2 4 2 2 1 3 3 2 3 4 2 3 3 2 2 3 1 2 4 2 4 2 4 2 2 4 3 2 4 2 4 2 1 2 3 104 304 8688 0.660 Valid pakai 14 4 3 2 4 4 3 4 2 2 4 3 2 2 4 2 4 3 3 2 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 112 336 9340 0.660 Valid pakai 13 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 1 3 3 3 2 1 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 114 346 9569 0.815 0.541 0.041 0.224 Invalid tidak Nomor Item 16 17 18 3 3 4 4 1 2 4 2 1 4 4 4 3 4 4 4 1 1 4 4 4 3 1 1 4 2 1 4 1 1 3 3 2 3 3 2 4 1 1 3 1 1 4 2 2 4 2 1 4 2 4 1 2 1 4 1 1 4 1 4 3 3 4 3 2 1 4 1 1 4 2 1 4 4 2 4 4 2 3 1 1 3 2 2 3 1 1 3 1 1 4 3 2 3 3 2 4 2 1 1 1 4 3 2 2 4 2 1 4 1 1 4 1 1 4 2 4 1 2 1 137 81 77 497 205 205 11160 6959 6809 0.483 Valid pakai 15 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 1 1 4 3 4 3 3 4 1 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 1 3 127 435 10474 0.739 Valid pakai 21 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 4 3 2 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 2 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 134 468 11196 0.115 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan 12 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 1 3 3 3 2 1 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 114 346 9569 0.490 0.541 0.712 1.384 0.051 1.

116 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan 23 3 2 1 4 4 2 4 3 2 2 4 4 1 2 2 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 4 2 3 2 1 2 2 1 3 4 2 1 2 2 2 99 279 8443 0.712 0.542 Valid pakai 30 4 3 4 1 3 4 1 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 133 467 10684 0.410 0.613 Valid Valid pakai pakai 28 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 2 2 3 3 4 2 2 2 4 3 4 2 2 4 2 4 2 2 3 2 2 4 4 4 4 2 2 2 120 392 10116 0.310 0.605 0.905 rtabel = 0.312 .346 0.654 Valid pakai 25 4 4 3 4 4 4 4 3 2 1 2 4 2 2 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 116 360 9778 0.731 Valid pakai Nomor Item 26 27 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 2 3 2 3 3 4 4 4 4 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 4 3 3 2 2 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 4 3 2 3 2 4 2 4 4 4 2 4 3 3 2 3 3 3 113 130 347 436 9411 10806 0.221 0.635 -0.871 0.651 Valid pakai 29 4 3 2 4 4 4 4 3 2 2 3 3 1 1 4 1 4 1 1 2 4 3 4 4 2 1 1 4 4 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 106 332 8990 1.711 Valid pakai 24 4 2 1 4 3 4 4 2 2 1 1 3 1 1 2 1 4 3 1 4 4 3 3 1 3 1 3 3 3 2 2 3 1 3 3 2 1 1 3 3 96 278 8230 1.821 0.786 Σσ2b = 198.195 σ2t = r11 = 0.386 Invalid tidak Y 108 79 73 115 107 87 115 77 72 81 83 97 63 64 84 78 92 70 70 87 106 81 78 73 77 82 74 82 61 72 85 80 63 94 96 77 69 64 76 72 3264 Y2 11664 6241 5329 13225 11449 7569 13225 5929 5184 6561 6889 9409 3969 4096 7056 6084 8464 4900 4900 7569 11236 6561 6084 5329 5929 6724 5476 6724 3721 5184 7225 6400 3969 8836 9216 5929 4761 4096 5776 5184 274072 Uji reliabilitas 24.

Tulis nama.117 Lampiran 8. Saya selalu mempelajari materi matematika yang akan diajarkan oleh guru . Selalu b. a. 2. ANGKET MOTIVASI SISWA Petunjuk Pengisian Angket : 1. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Jawaban anda tidak mempengaruhi nilai tes/raport anda. kelas. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. a. Sering c. Selalu b. Saya berusaha mengerjakan sendiri setiap ulangan matematika yang diberikan 3. Sering kerjakan. Sering a. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. 4. Selalu b. Selalu b. Kadang-Kadang d. Selalu b. Tidak Pernah 2. nomer absent dan nama sekolah anda. a. 6. Setiap jawaban anda adalah benar. sehingga jangan terpengaruh dengan jawaban teman-teman anda. 3. Saya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar matematika. Tidak Pernah c. Tidak Pernah c. Saya merasa malas mengerjakan soal-soal matematika yang ada dibuku atau LKS. Sering a. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan yang anda lakukan dan alami dengan memberikan tanda (X). Tidak Pernah c. Selalu b. Sering a. 1. Sering oleh guru. 4. Saya berusaha mengerjakan soal matematika yang sulit sampai saya bisa. . Saya merasa tidak puas jika belum bisa mengerjakan soal matematika yang saya 5.

Selalu b. Sering c. a. Tidak Pernah 8. Orang tua saya akan menanyakan hasil ulangan Matematika saya. a. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Saya selalu mengerjakan pekerjaan rumah untuk bidang studi matematika. a. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Selalu b. a. Sering matematika. Saya suka mencontek Pekerjaan Rumah teman daripada mengerjakan sendiri. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Selalu b. Selalu b. jika sewaktu-waktu guru mengadakan ulangan matematika. Kadang-Kadang d. Selalu b. Saya menjadi tidak bersemangat jika melakukan kesalahan dalam menyelesaikan 13. Selalu b. a. 14. Selalu b. Kadang-Kadang d. 12. Sering c. 11. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Tidak Pernah c. Saya selalu siap. Saya tidak mencari sumber pelajaran yang lain untuk bidang studi matematika selain buku paket yang diberikan oleh sekolah. Sering a. Selalu b. Sering matematika. Tidak Pernah c. Saya berusaha mengikuti jam tambahan atau les privat untuk bidang studi 10. Guru Matematika selalu memberikan pujian jika saya bisa mengerjakan soal . Sering a. Tidak Pernah 9. Sering a. Sering soal matematika.118 7.

Selalu b. Sering peraga. Sering a. Selalu c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Selalu b. 18. Sering berhubungan dengan matematika. Tidak Pernah c. Saya merasa malas untuk mencari hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang 22. Kadang-Kadang d. a. Selalu b. Selalu b.119 15. Tidak Pernah c. Saya tidak merasa tertarik dengan setiap pokok bahasan dalam matematika. a. Saya selalu memperhatikan guru ketika ia sedang mengajar. Saya merasa senang jika pembahasan materi pada matematika menggunakan alat 19. Kadang-Kadang d. Dengan adanya Pekerjaan Rumah akan mendorong saya untuk lebih mendalami 20. Tidak Pernah c. Sering a. 17. Kadang-Kadang d. Saya merasa pelajaran matematika tidak berguna dan membingungkan. Selalu b. Sering bahan pelajaran matematika. a. Sering c. Selalu b. Saya menganggap Matematika adalah pelajaran yang sulit. Tidak Pernah b. Tidak Pernah c. 21. Kadang-Kadang d. Saya tidak senang jika mendapat pujian dari guru ketika saya bisa mengerjakan soal di depan kelas. a. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Selalu b. Tidak Pernah 16. Kadang-Kadang d. Sering a. Kadang-Kadang d. Sering a. .

Sering c.120 23. Kadang-Kadang d. Sering matematika. Kadang-Kadang d. Saya selalu mengkondisikan diri untuk tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu teman saat proses belajar mengajar. Orang tua saya menciptakan suasana rumah yang tenang saat saya akan ulangan . saya lebih suka bergurau dengan teman dan mencontek jika akan dikumpulkan. a. Selalu b. Tidak Pernah 25. a. a. Selalu b. Jika guru memberikan tugas dikelas. Sering c. Selalu b. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Tidak Pernah 24.

SOAL TRY OUT TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Mata Pelajaran Pokok Bahasan Waktu : Matematika : Lingkaran : 80 menit Kelas / Semester : VIII / II Petunjuk 1. 2. SOAL 1. garis PQ d. Sebuah titik pada lingkaran yang mempunyai jarak terhadap titik pusat dan merupakan ½ kali panjang diameter disebut sebagai: a. 5. busur lingkaran d. Perhatikan gambar di bawah ini : yang disebut dengan tali busur adalah : a. tali busur lingkaran 2.a. Selamat mengerjakan.121 Lampiran 9. dan kelas pada lembar jawab yang tersedia. Periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru! 6. Tulislah lebih dahulu nama. tembereng lingkaran c. sebelum anda mengerjakan! 3. Kerjakan dahulu soal-soal yang anda anggap mudah! 4. no urut. semoga sukses. daerah POQ c. Bacalah lebih dahulu setiap soal. jari-jari lingkaran b. daerah yang dibatasi oleh busur . Silanglah jawaban yang anda anggap benar. garis JK b.

2. 28 cm d. 31. kecuali……… a. 4 : 11 c. (π = a. 13 9. 44 cm b. 4 : 1 d. busur c. tembereng d. πd² 7. juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur lingkaran 6. a. Dua buah roda sepeda yaitu roda A dan roda B. maka rumus keliling lingkaran tersebut adalah …………. 13. 11 : 4 b. Panjang jari-jari sebuah lingkaran adalah 14 cm maka keliling lingkaran tersebut adalah …………. tali busur 4. tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur c. juring b. tali busur c. Pernyataan berikut ini benar. masing-masing roda mempunyai panjang jari-jari 7 cm untuk roda B dan 28 cm untuk roda A. Diameter suatu lingkaran dinyatakan dalam d. juring b. 1 : 4 a. Dari gambar no. 31 c. busur a. Hitunglah panjang jari-jari lingkaran jika kelilingnya 198 cm .5 b. Berapakah perbandingan keliling kedua roda tersebut?. roda A : roda B a. 5. 88 cm c. tembereng d. 88 cm 8. πr² 22 ) 7 c. Daerah yang dibatasi oleh sebuah tali busur dan busur lingkaran disebut……….. daerah POQ disebut………… a.5 d.122 3. πr d. diameter lingkaran adalah dua kali jari-jari b. segitiga yang dibentuk oleh sepasang jari-jari dan tali busur selalu sama kaki d. 2πr b.

a. Lingkaran yang luasnya 154cm2. Panjang diameter meja makan yang berbentuk lingkaran adalah 40 cm dan 20 cm. Luas lingkaran B = 4 kali luas lingkaran A c.. Keliling lingkaran B = keliling lingkaran A d.. 14.. 4 : 1 d. 154 cm2 d.. 123cm2 16.8cm b. 7 cm 15..... Diketahui suatu lingkaran berjari-jari sebesar 7cm. maka luas lingkarannya menjadi. 10 cm d. Lngkaran A berjari-jari 4cm dan lingkaran B berjari-jari 8cm.123 10. Luas lingkaran yang berjari-jari 7cm adalah. ¼ πd² b... 125. 22cm2 b.8cm d.. a.. a. 308cm2 c. 14 cm c.. ¼ πd d. maka perbandingan luas meja makan tersebut adalah …………… a. maka: a.. Garis tengah lingkaran B = garis tengah lingkaran A . 68.. a. 3 : 2 a.6cm 11. 82. 616cm2 d.. 308 cm2 22 ... dengan π = 3. dengan π = adalah…….. Keliling lingkaran yang berdiameter 20cm.. Luas lingkaran B = 2 kali luas lingkaran A b. 24 cm b. 154cm2 b. πd 12. ½ πd² c. Suatu lingkaran mempunyai jari-jari r maka rumus luas lingkaran jika dinyatakan dalam diameter atau d adalah …………. 44 cm2 c. Jika jari-jari lingkaran tersebut diubah menjadi 2 kalinya.14 adalah.6cm c.. 4 : 3 c.. 2 : 1 b.. 62. panjang diameternya 7 13.

hitunglah luas daerah persegi yang diarsir jika jari-jari lingkaran panjangnya 21 cm ……………. ditengahnya terdapat kolam yang berbentuk lingkaran dengan diameter 14m. 1632 cm² d. 93 kali b..... a.. 378 cm² 21 cm c. 63 kali c.. 350 kali c.. 379 cm² b. 531m² d.. 1698 cm² . maka luas lingkaran berubah menjadi. a..kalinya. jika menempuh jarak 693 m? a. maka luas taman diluar kolam adalah. 471m² c.124 17. Apabila panjang sisi persegi itu 25m. Diameter sebuah roda sepeda adalah 63 cm. Berapa kali roda sepeda itu berputar 19. Dari gambar di bawah ini.. 18. a. Jika panjang jari-jari sebuah lingkaran diubah menjadi setengah kalinya... Dalam suatu taman berbentuk persegi. 154m² b..... b. 693 kali d... 616m² 20. d.

A 9. A 8. A 10. A 18. A 7. A 27. A 19. A 20. A 25. A 13. A 24. A 4. A 3. A 6.Absent : 1. A 12. A 2. A 30. A 14. A B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E 16. A 15. A 17.b LEMBAR JAWAB ANGKET Nama Kelas : : No.125 Lampiran 9. A 11. A 21. A 29. A 26. A 23. A 22. A 5. A B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E . A 28.

C 16. B 20. B 18. A 12. C 14. C 13. B 5. B 8. C 4. B . A 9.126 Lampiran 9. A 10. B 15. A 7. B 19. A 2. A 6.c Kunci Tes Prestasi : 1. B 17. A 11. A 3.

13 0.575 Valid 0.60 0.19 0.85 0.071 0. Resp.127 Uji Validitas.20 0.88 Mudah 20 15 20 20 0.78 0.78 Mudah 19 12 20 20 0.416 Valid 0.78 0.35 Cukup Pakai 8 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 24 24 330 0.75 Mudah 19 11 20 20 0.60 Sedang 16 8 20 20 0.25 Cukup Pakai 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 30 30 416 0.23 0.21 0.25 Jelek Cukup Pakai Drop 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 35 35 462 0.63 Sedang Sedang 16 15 12 10 20 20 20 20 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan Nomor Soal 4 5 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 28 25 28 25 356 350 0.40 Cukup Pakai .558 Valid 0.88 0.40 Cukup Pakai 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 34 34 435 0.164 Invalid 0. Reliabilitas.63 0.78 Mudah 19 12 20 20 0.25 0.30 0.17 0.35 Cukup Pakai 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 31 31 423 0.13 0.23 0.24 0.70 0.85 Mudah 19 15 20 20 0.15 0.11 0.530 Invalid Valid 0.645 Valid 0.40 0.20 Jelek Drop 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 31 31 422 0. Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda Soal No.75 0.23 0.38 0.70 0.17 0.486 Valid 0.

35 Cukup Pakai 11 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 16 16 205 0.80 Mudah 20 12 20 20 0.30 Cukup Pakai 15 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 21 21 279 0.75 Mudah 18 12 20 20 0.43 Sedang 12 5 20 20 0.40 Cukup Pakai 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 32 32 435 0.219 Invalid 0.25 0.40 Sedang 9 7 20 20 0.60 0.590 Valid 0.049 Invalid 0.40 Cukup Pakai 13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 32 32 439 0.661 Valid 0.433 Valid 0.35 0.63 0.80 0.25 0.80 Mudah 19 13 20 20 0.10 Jelek Drop 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 32 32 439 0.75 0.35 Sedang 7 7 20 20 0.48 0.38 0.20 0.30 Cukup Pakai 10 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 15 15 216 0.24 0.53 0.23 0.43 0.80 0.40 0.58 0.20 0.324 Valid 0.16 0.405 Valid 0.80 0.24 0.80 Mudah 20 12 20 20 0.65 0.53 Sedang 12 9 20 20 0.20 0.16 0.661 Valid 0.16 0. Resp.128 No. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 30 30 403 0.00 Jelek Drop 17 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 17 17 236 0.23 0.19 0.15 Jelek Drop 16 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 14 14 179 0.35 Cukup Pakai .061 Invalid 0.38 Sedang 11 4 20 20 0.

129 No.25 Sukar 8 2 20 20 0.33 0.75 0.45 0.30 Cukup Pakai Nomor Soal 19 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 13 32 13 32 192 434 0.80 0.80 Sedang Mudah 11 19 2 13 20 20 20 20 0.25 0. Resp.384 Valid 0.33 0.20 0.19 0.89 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan 18 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 10 10 149 0.22 0.30 Baik Cukup Pakai Pakai Y 17 17 17 17 17 16 16 16 16 15 15 15 15 15 15 14 14 14 14 14 13 13 13 13 12 11 12 11 10 10 10 9 9 9 8 7 7 7 5 4 502 Y2 289 289 289 289 289 256 256 256 256 225 225 225 225 225 225 196 196 196 196 196 169 169 169 169 144 121 144 121 100 100 100 81 81 81 64 49 49 49 25 16 6800 uji reliabilitas s2 = Σpq = r11 = 12.733 .818 3.436 0.573 Valid Valid 0.68 0.16 0.

Tulislah lebih dahulu nama. busur lingkaran d. Sebuah titik pada lingkaran yang mempunyai jarak terhadap titik pusat dan merupakan ½ kali panjang diameter disebut sebagai: a. 5. jari-jari lingkaran b. dan kelas pada lembar jawab yang tersedia. Selamat mengerjakan. tali busur lingkaran 2. Bacalah lebih dahulu setiap soal. Kerjakan dahulu soal-soal yang anda anggap mudah! 4. : Matematika : Lingkaran : 80 menit Kelas / Semester : VIII / II SOAL 1. semoga sukses. 2. daerah yang dibatasi oleh busur . daerah POQ c. sebelum anda mengerjakan! 3. SOAL TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Mata Pelajaran Pokok Bahasan Waktu Petunjuk 1.130 Lampiran 11. Periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru! 6. tembereng lingkaran c. no urut. Perhatikan gambar di bawah ini : yang disebut dengan tali busur adalah : a. Silanglah jawaban yang anda anggap benar. garis PQ d. garis JK b.

kecuali……… a.. Dua buah roda sepeda yaitu roda A dan roda B.6cm 7. 31 a. diameter lingkaran adalah dua kali jari-jari b. πr² c.. 2πr b. 4 : 11 c. 13. (π = a. Hitunglah panjang jari-jari lingkaran jika kelilingnya 198 cm 8.. 13 c. 1 : 4 a.14 adalah. a.. 11 : 4 b.8cm b. masing-masing roda mempunyai panjang jari-jari 7 cm untuk roda B dan 28 cm untuk roda A. 82.5 d. 62. 31. segitiga yang dibentuk oleh sepasang jari-jari dan tali busur selalu sama kaki d. maka rumus keliling lingkaran tersebut adalah …………. dengan π = 3. 88 cm 6.6cm c.131 3. tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jarijari dan sebuah busur c. Keliling lingkaran yang berdiameter 20cm. πd² 22 ) 7 5. 88 cm c. 28 cm d. πr d..8cm d. Pernyataan berikut ini benar.5 b. 68. juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur lingkaran 4. 44 cm b. Panjang jari-jari sebuah lingkaran adalah 14 cm maka keliling lingkaran tersebut adalah …………. Diameter suatu lingkaran dinyatakan dalam d. 125. 4 : 1 d. . Berapakah perbandingan keliling kedua roda tersebut?. roda A : roda B a.

24 cm b. 14 cm c. Apabila panjang sisi persegi itu 25m.. b. d........ 531m² d. 2 : 1 b.. 379 cm² b. 10 cm d.. 154m² b. 471m² c. 3 : 2 a. a.. 7 cm 12. 93 kali b. 4 : 3 c.. ditengahnya terdapat kolam yang berbentuk lingkaran dengan diameter 14m.. panjang diameternya 7 10.. Berapa kali roda sepeda itu berputar jika menempuh jarak 693 m? a. Dalam suatu taman berbentuk persegi. 13.. 11. 44 cm2 c. c.. 22cm2 b. Diameter sebuah roda sepeda adalah 63 cm. a. Lingkaran yang luasnya 154cm2. maka luas taman diluar kolam adalah..132 9. dengan π = adalah……. a. 1632 cm² d. 308 cm2 22 .. maka luas lingkaran berubah menjadi. 63 kali 14.kalinya.. 154 cm2 d.. maka perbandingan luas meja makan tersebut adalah …………… a. 616m² 15. Jika panjang jari-jari sebuah lingkaran diubah menjadi setengah kalinya. Panjang diameter meja makan yang berbentuk lingkaran adalah 40 cm dan 20 cm. 1698 cm² . Luas lingkaran yang berjari-jari 7cm adalah. Dari gambar di bawah ini. a... 693 kali d. hitunglah luas daerah persegi yang diarsir jika jarijari lingkaran panjangnya 21 cm ……………. 350 kali c. 4 : 1 d... 378 cm² 21 cm c.

133 .

00 9.133 40 .733 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.1489 Prestasi Belajar Matematika Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.7232 6.0556 8.092 .8187 8.887 .368 -.523 .3750 -. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.5000 .7387 7.289 8.0000 .076 -.1363 7.4375 7.50 9.374 .134 Lampiran 13. Uji Normalitas Normality test : Metode Pembelajaran Descriptives Metode Pembelajaran Konvensional Statistic 7.733 .944 Shapiro-Wilk df 40 40 Sig. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Lower Bound Upper Bound SAVI .0000 -. Error . .00 4.9418 5.50 3.00 1.4583 7.374 .129 40 .00 1. Lilliefors Significance Correction .078 .2813 8.075 a.072 a Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran Konvensional SAVI Statistic .728 Std. .1144 Lower Bound Upper Bound .0500 7.945 .

959 21 Matematika Sedang .210 13 .121 .062 .893 13 *.492 .221 .200* .123 21 . This is a lower bound of the true significance.127 46 . Statistic df Prestasi Belajar Rendah .135 Motivasi Belajar Siswa Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Motivasi Siswa Statistic df Sig. a.959 46 Tinggi .126 . Lilliefors Significance Correction a Sig. .

Uji Homogenitas a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika F 2. Design: Intercept+X1+X2+X1 * X2 .264 df1 5 df2 74 Sig.057 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups. a.136 Lampiran 14. .

7000 7.9418 .8370 8.6429 8. .057 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.8522 .3780 . Deviation 1.8645 .6975 .9423 8.8894 N 14 20 6 40 7 26 7 40 21 46 13 80 SAVI Total a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika F 2.0278 .0443 .2619 7.7438 Std.7750 .1923 7. Design: Intercept+X1+X2+X1 * X2 .9643 7.264 df1 5 df2 74 Sig. a.7232 1.8571 7.6667 7.0500 7.6055 . Uji Anava Dua Jalur Univariate Analysis of Variance Between-Subjects Factors Value Label Konvension al SAVI Rendah Sedang Tinggi N 40 40 21 46 13 Metode Pembelajaran 0 1 1 2 3 Motivasi Siswa Descriptive Statistics Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran Konvensional Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi Total Rendah Sedang Tinggi Total Rendah Sedang Tinggi Total Mean 6.137 Lampiran 15.6934 .4375 7.

218 1.152 7.152 7.000 .071 3573.281 2.001 .637 F 4. .246 (Adjusted R Squared = .482 1.186 a.143 4859.193 47.036 .723 11.096 .497 df 5 1 1 2 2 74 80 79 Mean Square 3. R Squared = .138 Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Source Corrected Model Intercept X1 X2 X1 * X2 Error Total Corrected Total Type III Sum of Squares 15.001 .820 5608.195) .429 3.750 62.281 4.354a 3573.721 Sig.437 2.

9304* .b.139 Lampiran 16.3554 (I) Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi (J) Motivasi Siswa Sedang Tinggi Rendah Tinggi Rendah Sedang Std.028 .2817 . The group sizes are unequal. N 21 46 13 Subset 1 2 7.1002 -.993E-02 1.05.2817 . Uses Harmonic Mean Sample Size = 20.9817 Based on observed means.6341 -.371 .8370 8.9817 .2267 1. *. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = .2507 Sig.367 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.8370 7.05 level.077 .c Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi Sig. Alpha = .508. Uji Komparasi Ganda Multiple Comparisons Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Scheffe Mean Difference (I-J) -.028 .5751* -. a.2619 7.9304* .6341 -. The harmonic mean of the group sizes is used. . .1923 . c.371 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound -1.2710 .2102 .006 .5751* -.1002 -4.2507 . The mean difference is significant at the .2267 4. Type I error levels are not guaranteed.006 .2710 . Homogeneous Subsets Prestasi Belajar Matematika Scheffe a. Error .637.9931E-02 -1.2102 . b.3554 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful