1

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
( Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Wuryantoro)

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika FKIP UMS

Disusun Oleh :

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009

2

PERSETUJUAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
( Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Wuryantoro)

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075

Disetujui Untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Sarjana Strata – 1

Pembimbing I

Pembimbing II

Dr. Sutama, M.Pd

Dra. Sri Sutarni, M.Pd Tanggal :

Tanggal :

ii

3

PENGESAHAN SKRIPSI

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
(Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri I Wuryantoro)

Dipersiapkan dan disusun oleh:

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal, ................................ Dan dinyatakan telah memenuhi syarat. Susunan Dewan Penguji: 1. Dr. Sutama, M.pd 2. Dra. Sri Sutarni, M.Pd 3. Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom Surakarta, ___________________ Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan, Drs. H. Sofyan Anif, M.Si NIK.547 iii ( ( ( ) ) )

juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Apabila ternyata kelak terbukti ada ketidak benaran dalam pernyataan saya di atas.4 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang yeng pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya. maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Surakarta. Juni 2009 IKA FITRIANINGSIH A410 050 075 iv .

5 MOTTO “Barang siapa berjalan disuatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalan ke Syurga” ( HR Muslim) “Setiap orang mampu mampu belajar lebih jauh dari dugaannya dan tidak pernah ada kata terlambat untuk memulainya” (Ruswandi) “Kesempatan datangnya seperti awan berlalu. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat “ (Q. serta menyadari bahwa kehadiran Allah SWT adalah segala-galanya bagi kecerahan hidup” (penulis) v . Karena itu pergunakanlah selagi dia Nampak dihadapanmu” (Ali Bin Abi Thalib) “…. bukan orang-orang yang dapat membenarkan kata-katamu” (Hamka) “Bahwa langkah yang terbaik hidup adalah menikmati hidup dalam setiap detiknya.S Al-Mujaadilah :11) “Sahabat yang sejati adalah orang-orang yang dapat berkat benar kepadamu. tanpa banyak berharap dan panjang angan.

. Team ruwet Terimakasih untuk keceriaan dan kasih sayangnya... motivasi dan bimbingannya s’lama ini.kebersamaan kita dan kehadiran kalian disisiku sangatlah berarti. dhini dan semunya. Dukungan. Bapak dan ibu tercinta Terimakasih telah membekaliku dengan harta yang tak ternilai harganya yaitu seikhlas doa yang terpanjat dan segenap kasih sayang yang tercurah dalam setiap langkah hidupku dalam menggapai cita.. DEILAW FRIEND’S Sahabat. sidiq (papi)... lala... Pak Tama dan Bu Tarni.yang t’lah membawa dan menemaniku kemanapun aku pergi. Karya kecil ini tidak akan tercipta tanpa ridhoMu. kasih sayang... kehadiranmu buatku tersenyum s’lalu. Pembimbingku... Dewi.kebersamaan kita t’lah mewarnai hari-hariku. m’ony.. heni. m’put ‘n sibo. gendhut.... perhatian. thank’s at all Teman-teman math ‘05 Almamaterku UMS vi .terimakasih untuk waktu.. AD 6360 FR Si hitam. I love u all.. Mas Agung Terimakasih.. My friend’s Teman seperjuanganku.. melelui coretan yang penuh arti. dan semunya. ‘n all my friend in jasmine. johan...dhian...6 PERSEMBAHAN Dengan segenap cinta dan kasih sayang....... thanks untuk keceriaan.. kupersembahkan karya sederhana ini kepada : Allah SWT Terimakasih ya Allah..... Vea.Engkau Sang Maha Pemberi Cahaya yang senantiasa menebarkan cahayaMu.thanks atas kasih sayang dan dukungannya s’lama ini... nita.tak akan pernah hilang dan terhapus oleh waktu. cinta dan kasih sayang tulusmu s’lama ini t’lah sanggup menopangku saat ku jatuh hingga keceriaan kembali hadir warnai hidupku ... wening. Persahabatan dan persaudaraan kita kan abadi s’lamanya. kebersamaan kita menjadi pelengkap cerita dalam hidupku.....atas keikhlasanmu dalam membimbingku. Juan ‘n bunda ( in pagupon ).

vii . yang dengan kesabaran telah memberikan pengarahan dan bimbingan sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. 2.Si. Bapak Drs. selaku pembimbing II dalam pemyusunan skripsi ini. Ibu Dra. 4. Visual. Intelektual) Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa”. bimbingan dorongan serta nasehat dari berbagai pihak maka dengan segala kerendahan hati serta penghargaan yang tulus penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada : 1. Auditori. M. M. Sri Sutarni. M.Pd. Dalam menyusun skripsi ini penulis banyak menerima masukan. selaku ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini.Si selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ijin penyusunan sripsi ini. Hj.7 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb.Sutama selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini. 3. N Setyaningsih. Bapak Dr. hidayah dan inayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skipsi dengan judul “Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan “SAVI” (Somatis. saran. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Ibu Dra. Sofyan Anif.

Pd selaku guru bidang studi matematika SMP N 1 Wuryantoro. 6. Suparman. Juni 2009 Penulis viii .Pd.8 5. yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran serta partisipasi dalam kegiatan penelitian ini. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan skripsi ini.Wb. Surakarta. S. selaku kepala SMP N 1 Wuryantoro yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis. Bapak Drs. 7. Wassalamu’alaikum Wr. M. Ibu Suprapti. yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Akhirnya semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.

... v HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………. viii DAFTAR ISI …………………………………………………………………... 8 E..9 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN ……………………………………………….. iii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………............ Tinjauan Pustaka............. Pembatasan Masalah …………………………………... xiii DAFTAR GAMBAR………………………………………………………….. 8 D. Tujuan Penelitian………………………………………. Identifikasi Masalah …………………………………… 6 C......... Latar Belakang ………………………………………… 1 B. 9 F... x DAFTAR TABEL … ………………………………………………………….... Perumusan Masalah…………………………………….... 11 ix ............ xiv DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………… xv ABSTRAK …………………………………………………………………..... Manfaat Penelitian……………………………………… 10 BAB II : LANDASAN TEORI A.... vi KATA PENGANTAR ………………………………………………………. iv HALAMAN MOTTO ………………………………………………………...... xvii BAB I : PENDAHULUAN A..... ii HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………....

............... 25 C............................................... Tempat dan Waktu Penelitian ..................... 1.... 40 2........................................ Kajian Teori ...................................................... 13 13 2............ Subyek Penelitian .. Pembelajaran Dengan Pendekatan SAVI ........................................................ Jenis Penelitian ...... Hipotesis Tindakan .................... 28 D..................................................................... 24 5........................................... 33 D................... 36 F........................... 39 1....... Teknik Pengumpulan Data .............................. 32 2........ Definisi Operasional ............................................................. 30 BAB III : METODE PENELITIAN A......... Sampel ... Populasi .................................. 18 4.............................................. Tes Prestasi Belajar ...................... Metode Dokumentasi .........10 B.... 33 3.................. Metode Tes ................................. Kerangka Berpikir . Sampling ................. 31 B.................. 2.. Prestasi Belajar Matematika ... 35 1........................... 3.. Motivasi Belajar Siswa .... Metode angket ........ 42 x ................................................................. Instrumen Penelitian ............... Pembelajaran Dengan Pendekatan Konvensional ................................................................................................................................. 32 C..................................... Angket Motivasi .......... 17 3............................................... Materi Lingkaran .................... 35 35 36 E.................. 32 1.

...... 74 C..... Teknik Analisis Data ............... 75 DAFTAR PUSTAKA ......................................………………………… 61 B........................................................................................... 78 xi .............................................. Tahap Uji Coba Instrumen . Uji Kelanjutan (Uji Schaffe) …………………………… 68 E...................... 70 BAB V : KESIMPULAN........................... Deskripsi Data ……………….... 52 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A..... IMPLIKASI DAN SARAN A.....................…………………………………….................... 65 D..................... 43 G........................ 77 LAMPIRAN . Uji Homogenitas …………………………………… 65 C... Saran ................... 64 2. Hasil Uji Normalitas ……………………………….................................. Kesimpulan .... 64 1.. Implikasi Hasil Penelitian ....................... 73 B...........……………………….11 3........ ….. Uji Prasyarat Analisis Penelitian ……………………................. Uji Hipotesis ……............................... Pembahasan ………………...

............................6 Tabel 3.................2 Tabel 4................5 : Tabel Perbedaan dan Persamaan Variabel yang Diteliti …… 13 : Tabel Perencanaan Waktu Penelitian ………………………....... 69 xii .... 41 : Tabel Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar ………………………… 43 : Hasil Uji Validitas Soal Prestasi Belajar …………………….............3.............1 Tabel 3... 51 : Tabel Anava ………………………………………………..... 57 : Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan ........ 62 : Data Prestasi Belajar Siswa ..................7 Tabel.................. 63 : Uji Normalitas ......4 Tabel 4.............1 Tabel 4...........5 Tabel 3.............. 32 : Tabel Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa ……………………................8 Tabel 4.................3 Tabel 4...... 66 : Uji Kelanjutan Anova ……………………………………….........4 Tabel 3................. 49 : Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal ..3 Tabel 3... 64 : Uji Two Way Anova .......2 Tabel 3..................1 Tabel 3....... 58 : Hasil Pengkategorian Tingkat Motivasi Belajar ...................................... 46 : Hasil Perhitungan Taraf Kesukran Soal ....12 DAFTAR TABEL Tabel 2...

25 : Gambar Percobaan Menemukan Rumus Luas Lingkaran …….. 27 : Gambar Alur Kerangka Berfikir ……………………………. 30 : Gambar statistik uji F antar pendekatan ……………………….2 Gambar 3.2 Gambar 4...1 Gambar 3.13 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.66 : Gambar statistic uji F antar motivasi………………………….3 Gambar 4.2 Gambar 2..67 : Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi…………68 xiii ..56 : Gambar statistik uji F antar motivasi… ……………………….56 : Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi…………57 : Gambar statistic uji F antar pendekatan……………………….3 : Gambar Bagian-Bagian Lingkaran……………………………...3 Gambar 3.1 Gambar 2..1 Gambar 4.

.......... Daya Beda..........c LAMPIRAN 10 LAMPIRAN 11 LAMPIRAN 12 LAMPIRAN 13 LAMPIRAN 14 LAMPIRAN 15 LAMPIRAN 16 LAMPIRAN 17 LAMPIRAN 18 LAMPIRAN 19 : Daftar Nama Siswa Try Out ………………………............................................14 DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9............................................................................... Reliabilitas.......................................121 : Soal Try out tes Prestasi Belajar Matematika ..................150 xiv .................130 : Validitas..............................142 : Uji Homogenitas ......................................147 : Table Values of rproduct moment..114 : Validitas Reliabilitas Angket….......................82 : Uji Keseimbangan .........................................125 : Lembar Jawab Angket Penelitian …....a LAMPIRAN 9.....................145 : Uji Komparasi Ganda .. ……..83 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ...........................118 : Angket Penelitian ...................80 : Daftar Nama Siswa Sampel Penelitian ………………..................................................... Tingkat Kesukaran.........139 : Uji Normalitas ..b LAMPIRAN 9............129 : Kunci Tes Prestasi Belajar Matematika .............................................................................84 : Angket Try out Motivasi ..........................................................148 : Tabel t........................81 : Daftar Nilai Ujian Semester Gasal…......149 : Tabel Lilliefors…....................144 : Uji Analisis Variansi Dua Jalan Sel Tak Sama ..................136 : Data Induk Penelitian .......131 : Soal Tes Prestasi Belajar Matematika …..................................................

.15 LAMPIRAN 20 LAMPIRAN 21 : Tabel Nliai F0.05 …..………...151 : Surat-surat …………………………………………… 155 xv ......................................

3) Interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran. A410050075. motivasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP N I Wuryantoro. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk data hasil belajar siswa matematika.122 sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan motivasi siswa terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran. Jenis penelitian ini adalah eksperimen.721 < F tabel = 3. Sebagai tindak lanjut dari analisis variansi dilakukan uji scheffe. 2009. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kata kunci : pendekatan SAVI.972 sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan pembelajaran pendekatan SAVI tehadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran. Sebagai sampel diambil dua kelas sebanyak 80 siswa yang kemudian dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengujian persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas.429 > Ftabel = 3. (2) F hitung = 3. metode angket untuk data motivasi belajar siswa serta metode dokumentasi untuk mengetahui nilai ujian semester 1 matematika siswa yang digunakan untuk menguji keseimbangan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. (3) F hitung = 1. Hasil penelitian dengan α = 5% dapat disimpulkan bahwa: (1) Fhitung = 11. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi (anova) dua jalur.122 sehingga H0 diterima yang berarti tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi siswa terhadap hasil belajar matematika. Kelas VIIIB sebanyak 40 siswa sebagai kelas eksperimen diberikan pendekatan SAVI sedangkan kelas VIIID sebanyak 40 siswa sebagai kontrol diberikan metode konvensional dengan teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling. 76 halaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan pendekatan konvensional. Jurusan Pendidikan Matematika.482 > F tabel= 3.Universitas Muhammadiyah Surakarta.16 ABSTRAK PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA (Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri I Wuryantoro) Ika Fitrianingsih. 2) Perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. xvi . prestasi belajar.

analisis dan kontruksi. yang unsurunsurnya logika dan intuisi. Matematika adalah sebagai suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir berkomunikasi. generaliatas dan 1 . masyarakat maupun pengelola pendidikan.1 BAB I PENDAHULUAN A. Salah satu proses pembelajaran yang menekankan berbagai tindakan dan kegiatan adalah dengan menggunakan pendekatan tertentu. alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis. Pendekatan dalam pembelajaran pada hakekatnya merupakan sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran serta dapat mengembangkan dan meningkatkan aktivitas belajar yang dilakukan guru dan siswa. Sebab pendidikan merupakan suatu wadah kegiatan yang berusaha untuk membangun masyarakat dan watak bangsa secara berkesinambungan yaitu membina mental. tetapi juga melibatkan berbagai tindakan dan kegiatan yang harus dilakukan terutama jika menginginkan hasil belajarnya menjadi lebih baik. rasio. intelektual dan kepribadian dalam rangka membentuk manusia seutuhnya. penanganan dan prioritas secara intensif dari pemerintah. Latar Belakang Dewasa ini dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan yang mengharuskan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat memenuhi tuntutan global. Oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. Pembelajaran merupakan suatu proses yang rumit karena tidak hanya proses transfer informasi guru kepada siswa.

Meskipun demikian orang harus mempelajarinya karena merupakan sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari. rajin latihan dan disiplin. Didalam mengerjakan matematika disamping guru memperhatikan materinya juga harus memperhatikan keadaan siswanya.2007:129-130). Dalam mempelajarinya matematika harus bersifat kontinyu. serta mempunyai cabang-cabang antara lain aritmetika. Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar. Salah satu tujuan mempelajari matamatika adalah membentuk kepribadian dalam diri siswa untuk menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga harus sebagai pendidik yang mentransfer nilai dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Materi matematika bersifat hierarkis. yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Apabila sejak awal siswa sudah tidak senang dengan matematika maka siswa akan mengalami kesulitan pada materi pelajaran selanjutnya. aljabar. Berkaitan dengan ini maka sebenarnya guru memiliki peranan yang sangat kompleks didalam . Tidak sedikit juga orang yang memendang matematika sebagai bidang studi yang paling sulit. geometri dan analisism (Uno. Matematika berbeda dengan ilmu lain. sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Oleh karena itu guru merupakan salah satu unsur dibidang kepemimpinan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga potensial.2 individualitas.

Pembelajaran yang hanya menyajikan rumus demi rumus tanpa menyajikan langkah rumus itu di temukan akan menyebabkan prestasi belajar matematika menurun. padahal yang lebih mereka tidak sukai adalah pengalaman mereka ketika mengikuti pelajaran matematika itu disekolah daripada matematika itu sendiri.3 proses belajar mengajar. Dalam penyampaian materi matematika harus sudah dikembangkan oleh guru. Adapun tujuan pengajaran adalah supaya siswa dapat berfikir dan bertindak secara hierarki dan kreatif. dalam usaha untuk mengantarkan anak didik ke taraf yang di cita-citakan. Maka itu metode penyampaian guru dalam mengajar yang efektif adalah apabila dampak dari pembelajaran itu dapat menumbuhkan dan menciptakan gairah serta dorongan siswa untuk aktif. Tanpa adanya motivasi pada diri siswa tentunya mempelajari matematika akan sulit. Untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu adanya pembaharuan dibidang pendidikan antara lain adalah pembaharuan metode atau peningkatan relevansi pendekatan dalam mengajar. Metode mengajar dikatakan relevan jika mampu mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan melalui pengajaran. . guru harus bisa memberikan motivasi kepada siswa. Disamping itu. jangan sampai anak didik beranggapan matematika itu menjemukan. Guru diharapkan dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang baik dalam proses pendidikan sehingga pada anak didik akan tumbuh minat dan termotivasi. bagaimana agar siswa tersebut tertarik dengan bidang studi tersebut. Hal ini akan menyebabkan siswa malas belajar sehingga menyebabkan prestasi belajar matematika menurun.

4 sedemikian sehingga materi tersebut menjadi menarik. Unsur yang paling penting dalam proses belajar mengajar disamping guru dan materi ajar adalah siswa-siswa atau anak didik ialah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran secara konvensional sekarang ini sudah tidak cocok lagi karena didalam metode ini. Metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru dari pada siswa. Model . Karena dalam proses belajar mengajar siswa sebagi pihak yang ingin meraih cita-cita. Penggunaan metode pembelajaran yang monoton (konvensional). sebab secara realistis seorang siswa yang belajar itu pada dasarnya adalah mencari hubungan antara hal yang dipelajari dengan yang telah dimiliki. dikuasai siswa. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa tidak luput dari adanya motivasi dari dalam diri siswa tersebut. Motivasi merupakan faktor interen yang ada pada diri siswa. dialami atau diketahui siswa. karena pada dasarnya motivasi sangat berperan dalam pemerolehan prestasi belajar pada diri siswa. memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Model pembelajaran harus bisa mengubah gaya belajar siswa dari siswa yang belajar pasif menjadi aktif dalam mengkonstruksikan konsep. dimungkinkan siswa akan mengantuk dan perhatiannya kurang karena membosankan. Dengan adanya motivasi yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. guru hanya mentransfer ilmu kepada anak didik dan sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan siswa dalam interaksi edukatif.

Visual(V) : Belajar dengan bergerak dan berbuat. Visual. menantang. serta memikirkan dan mengambil kesimpulan atau informasi yang mereka peroleh untuk diterapkan dalam menyelesaikan soal-soal (I). Intelektual(I) : Belajar dengan memecahkan masalah dan merenung. Intelektual).5 pembelajaran yang tepat membuat matematika lebih berarti. Gambaran permasalahan-permasalahan diatas perlu diperbaiki guna meningkatkan motivasi. tetapi mereka dapat belajar lebih banyak jika mereka dapat melakukan sesuatu (S). jika mereka secara simultan menggerakan sesuatu (S) untuk menghasilkan pictogram. membicarakan atau mendiskusikan apa yang mereka pelajari (A). pemahaman dan prestasi belajar siswa. Misalnya. Oleh karena itu guru mampu menawarkan metode dalam mengajar yang lebih efektif yang dapat membangkitkan perhatian siswa sehingga siswa menjadi aktif dan termotivasi untuk belajar. : Belajar dengan berbicara dan mendengar. . serta harus diimbangi dengan kemampuan guru dalam menguasai metode tersebut. Auditori(A) 3. menyenangkan dan cocok untuk siswa. Atau. Auditori. siswa akan belajar sedikit tentang matematika dengan menyaksikan presentasi (V). perhatian. : Belajar dengan mengamati dan menggambarkan . Salah satunya adalah melalui pendekatan “SAVI” (Somatis. Pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI bisa optimal jika keempat unsur SAVI ada dalam satu peristiwa pembelajaran matematika. 4. Unsur-unsur pendekatan SAVI adalah : 1. siswa dapat meningkatkan kemempuan mereka dalam mengemukakan ide (I). Somatis(S) 2. masuk akal.

Lingkungan juga merupakan komponen yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembelajaran. tidak konsentrasi pada saat proses belajar berlangsung. Guru dalam proses belajar mengajar merupakan faktor kesuksesan setiap usaha pendidikan. yaitu dalam mendidik anak. sarana dan prasarana serta materi ajar. takut untuk bertanya dan sebagainya menunjukkan bahwa siswa mengalami gangguan dalam belajar. (Meier. Siswa yang suka melamun. karena motivasi berperan sangat penting dalam kegiatan utamanya dalam proses belajar. cara menerangkan yang monoton dan yang lainnya menjadi hal yang menimbulkan kurangnya motivasi siswa dalam mempelajari matematika. lingkungan. tidak menguasai materi dengan baik. tingkat ekonomi orang tua.6 diagram. Peran orang tua yang tidak . suka menggangu teman lainnya. berbicara dengan siswa lainnya atau teman sebangku. ada beberapa komponen penting agar siswa dapat belajar secara optimal yaitu guru. Sifat guru yang otoriter. siswa. dalam hal ini sebagai objek dari pendidikan berkewajiban melakukan proses belajar. Dalam hal ini guru mempumyai peranan dalam memberikan motivasi kepada siswa. Lingkungan yang dimaksud adalah peran orang tua. grafik dan lain sebagainya (V) sambil mendiskusikan atau membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan (A). Identifikasi Masalah Dalam proses pembelajaran metematika. 2002:100) B. keadaan sekolah dan sikap siswa dalam memilih teman untuk bergaul. suka marah. Siswa sebagai komponen yang lain.

Pembatasan Masalah Penelitian ini difokuskan pada suatu pembelajaran melalui pendekatan “SAVI” pada pokok bahasan Lingkaran yang akan ditinjau dari motivasi belajar siswa agar diperoleh suatu prestasi belajar yang diinginkan. membuat siswa mengalami kesuliatan dalam memahami konsep materi yang diajarkan. agar siswa benar-benar paham dan menguasai atas materi yang diajarkan. C. sehingga akan didapatkan prestasi belajar yang kurang.7 maksimal dalam mendidik anak dalam usahanya untuk menanamkan semangat untuk belajar dan kesalahan dalam memilih temen untuk bergaul. Materi ajar adalah komponen lain yang menetukan keberhasilan pembelajaran. Sarana dan prasarana yang diperlukan sebagai alat bantu pada saat proses pembelajaran. akan menyebabkan siswa mempunyai motivasi belajar yang minim. Dalam hal ini guru berperan untuk mengkongkritkan materi bahan ajar yang terlalu abstrak dengan bantuan alat peraga yang berupa lingkaran lengkap dengan unasur-unsurnya. misalnya alat peraga sebagai alat bantu yang digunakan oleh guru pada saat menerangkan materi Lingkaran. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan pembatasan masalah sebagai berikut: . Materi ajar yang cenderung kompleks dan terlalu abstrak. Komponen lain yang juga menetukan berhasilnya pembelajaran adalah sarana dan prasarana yang memadai. adalah diperlukan alat peraga yang berupa lingkaran yang dilengkapi dengan unsur-unsurnya.

melalui ulangan dengan maksud untuk memperoleh suatu angka sehingga dapat ditentukan berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam belajar matematika guna suatu pengambilan keputusan. Prestasi belajar matematika adalah prestasi belajar dalam bidang matematika. Guru sebagai pengelola kelas . menakutkan dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu mempelajarinya. yang ditandai dengan adanya keinginan siswa untuk bertanya dan kemampuan siswa untuk menyelesaikan soal. Berkaitan dengan hal ini. putus asa dan kurangnya motivasi dalam belajar matematika. Motivasi belajar adalah keadaan dalam diri siswa yang mendorong keinginan siswa untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan pembelajaran. 3. situasi. Perumusan Masalah Terjadinya hambatan apa yang terjadi pada diri siswa dalam pembelajaran matematika timbul karena adanya anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit.8 1. kondisi. Pokok bahasan yang diambil pada penelitian ini adalah Lingkaran yang akan diberikan kepada siswa kelas VIII semester II SMP. pengalaman atau pengaruh orang lain juga sangat menentukan motivasi berprestasi bagi siswa. Sedangkan kemampuan dasar yang ditunjukkan oleh sebagian guru dalam mengelola interaksi belajar yang cenderung membosankan dan sikap yang otoriter menyebabkan timbulnya rasa takut. 2. 4. D. Pendekatan pembelajaran pada penelitian ini dibatasi pada pendekatan pembelajaran matematika dengan pendekatan “SAVI”.

2. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan “SAVI” dan pendekatan konvensional. Berdasarka Latar Belakang. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa? 3. Apakah terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Lingkaran? E. maka perumusan masalah penelitian ini dapat dituliskan sebagai berikut: 1. Identifikasi Masalah dan Pembatasan Masalah yang dikemukakan diatas. . Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan “SAVI” dan pendekatan konvensional? 2. Tujuan Penelitian Penelitian ini secara umum bertujuan mengetahui perbedaan pengajaran matematika dengan pendekatan “SAVI” dan pengajaran konvensional pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Tujuan secara khusus dapat dirinci sebagai berikut : 1.9 pada saat pembelajaran harus bersikap positif untuk belajar pada siswa karena guru merupakan sosok figur bagi siswa.

. Sebagai masukan bagi calon pendidik tentang penggunaan pendekatan “SAVI” pada pokok bahasan Lingkaran. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini secara teoritis dapat bermanfaat sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI dan meningkatkan prestasi belajar siswa.10 3. 2. Secara praktis diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai berikut : 1. Bagi siswa sebagai pemicu motivasi belajar sehingga siswa dapat belajar matematika dengan giat. 3. F. Untuk mengetahui interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran. Bagi guru sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penggunaan dan pemilihan pendekatan dalam mengajar.

Kerangka Berfikir berisi konsep yang akan digunakan untuk menjawab masalah yang akan diteliti. Banyak penelitian yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran matematika tersebut adalah : Nugroho ( 2006 : 73 ) melalui penelitiannya tentang Peningkatan Kreatifitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melelui Pendekatan “SAVI” menyimpulkan bahwa dengan melakukan percobaan belajar SAVI siswa semakin aktif. Hikmah ( 2008 : 70 ) mealui penelitiannya tentang Peningkatan Minat Belajar SIswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan “SAVI” 11 . Kerangka Berfikir dan Hipotesis. dan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan mengalami peningkatan dalam belajar matematika.11 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dikemukakan mengenai Tinjauan Pustaka. kreatif. A. Tinjauan Teori. disusun berdasarkan teoritis dan kajian hasil penelitian yang telah dikemukakan. Tinjauan Pustaka merupakan uraian sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti terdahulu dan hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan. Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai strategi pembelajaran lebih cenderung merupakan penelitian aspek psikologi dari suatu sistem atau struktur. Kajian Teori yang akan dipaparkan adalah motivasi belajar siawa dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan “SAVI”.

variabel yang diteliti adalah keaktivan siswa. Penelitian Hikmah.12 Dengan Mendayagunakan Alat Peraga di SMP N 1 Kartasura menyimpulkan bahwa pembelajaran melalui pendekatan SAVI dengan menggunakan alat peraga terutama pada pokok bahasan kubus dan balok. Sedangkan penalitian yang akan penulis lakukan adalah prestasi belajar siswa melalui pendekatan SAVI yang ditinjau dari motivasi belajar siswa. menyimpulkan bahwa prestasi belajar matematika dipengaruhi oleh faktor penggunaan pendekatan pembelajaran dan motivasi siswa. Dengan meningkatkan minat siswa maka perasaan senang. variabel yang diteliti adalah penguanaan alat peraga dan minat belajar siswa. Tabel 2. kemauan dan perlakuan yang positif untuk mempelajari matematika ikut meningkat. perhatian. Untuk melihat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2. Penelitian Wahyuningsih menitik beratkan pada penggunaan metode dalam belajar. Hasil penelitian yang telah dibahas. Wahyuningsih (2003 : 66 ) melakukan penelitian mengenai Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Penggunaan Metode Diskusi Dengan Menggunakan LKS Dengan Metode Konvensional Pada Pokok bahasan Lingkaran Ditinjau dari Motivasi Belajar Matematika. yang dapat dipandang dari dari berbagai segi antara lain : Penelitian Nugroho.1 Perbedaan dan Persamaan variabel yang diteliti . sehingga dapat mendorong peningkatan prestasi matematika siswa.1 dibawah ini. Hasilnya adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. dapat meningkatkan minat belajar siswa.

Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan SAVI Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang menyediakan kondisi yang merangsang dan mengarahkan kegiatan belajar si-pebelajar sebagai subyek belajar untuk memperoleh pengetahuan.13 Nama Peneliti Kreatif Prestasi Aspek yang diteliti Minat Belajar Alat Peraga Motivasi Pend. keterampilan. nilai dan sikap yang dapat membawa perubahan tingkah laku maupun kesadaran diri sebagai pribadi (Kamulyan dan Surtikanti. Jadi pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal. Kajian Teori 1. SAVI √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Met. dengan demikian proses belajar bersifat internal dan unik dalam diri individu siswa. Diskusi Media LKS Nugroho Hikmah Wahyuningsih Ika √ B.1999:1) Sedangkan menurut konsep komunikasi. pembelajaran adalah proses komunikasi fungsional antara siswa derngan guru dan siswa dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagi siswa yang bersangkutan. . sedangkan proses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa perilaku.

14 Tidak semua metode mengajar dapat mewakili wahana pencapaian tujuan pendidikan. a. tubuh adalah pikiran dan pikiran adalah tubuh. Belajar Somatis. Belajar somatis berarti belajar dengan indera peraba. Unsur-unsur pendekatan SAVI adalah belajar Somatis. Untuk mengatasi kelemahan dan hambatan tersebut maka dapat menerapkan pendekatan belajar SAVI. Keduanya adalah satu. Dalam kenyataanya. belajar Visual. Misalnya dalam belajar somatis ini. belajar Auditori. Menurut penelitian. Pembelajaran dengan pendekatan SAVI adalah pembelajaran dengan menggabungkan gerakan fisik dan aktifitas intelektual serta melibatkan semua indera yang berpengaruh besar dalam pembelajaran. . maka siswa dapat belajar secara optimal. dan belajar Intelektual. banyak kelemahan dan hambatan pembelajaran dikelas terjadi antara guru dengan siswa ataupun antar siswa. tubuh dan pikiran bukan merupakan dua entitas yang terpisah. kinetis. maka perlu diciptakan suasana belajar yang dapat membuat siswa bangkit dan berdiri dari tempat duduk dan aktif secara fisik dari waktu ke waktu. Untuk merangsang hubungan pikiran dan tubuh dalam pembelajaran matematika. Jika keempat unsur SAVI ada dalam setiap pembelajaran. praktis melibatkan fisik dan menggunakan serta menggunakan tubuh sewaktu belajar. misalanya siswa kurang memperhatikan dan kurang memahami materi yang diajarkan oleh guru. Intinya. Menghalangi fungsi tubuh dalam belajar berarti kita menghalangi fungsi pikiran sepenuhnya.

guru dapat melakukan tindakan seperti meminta siswa menerangkan kembali materi Lingkaran yang telah diajarkan dengan . guru dapat melakukan tindakan seperti mengajak siswa membicarakan materi apa yang sedang dipelajari. Siswa diminta mengungkapkan pendapat atas informasi yang telah didengarkan dari penjelasan guru. Dalam hal ini siswa diberi pertanyaan oleh guru tentang materi yang telah diajarkan. diameter (d). Belajar Visual. Dengan merancang pembelajaran matematika yang menarik saluran auditori. Misalnya. beberapa area penting di otak menjadi aktif. c. talibusur dan juring. Ketika telinga menangkap dan menyimpan informasi auditori. Dalam merancang pembelajaran matematika yang menarik kemampuan visual. keliling atau luas. Belajar Auditori. dengan alasan bahwa didalam otak terdapat lebih banyak perangkat memproses informasi visual daripada indera yang lain. Belajar visual adalah belajar dengan melibatkan kemampuan visual (penglihatan). siswa diminta menjelaskan apa yang disebut dengan Lingkaran. tembereng. b. Belajar auditori berarti belajar dengan melibatkan kemampuan auditori (pedengaran).15 siswa diminta oleh guru untuk menggambar bentuk sebuah Lingkaran di papan tulis yang sudah diketahui jari-jari (r).

Penceramah mendominasi seluruh kegiatan. sehingga siswa bisa mengetahui apa yang disebut jari-jari (r). 2. rencana dan nilai dari pengalaman tersebut. Hal ini mungkin karena . Ceramah adalah suatu cara penyampaian informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar disuatu ruangan.16 menggunakan alat peraga. memecahkan masalah dan membangun makna. diameter (d). sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. Metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak dipakai terutama pada bidang studi non eksakta. Dalam proses belajar Intelektual. Belajar Intelektual. mencipta. Belajar intelektual adalah bagian untuk merenung. Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi yang terjadi hanya satu arah. dan unsur-unsur lingkaran yang lain. dari pembicara kepada pendengar. Belajar intelektual berarti menunjukkan apa yang dilakukan siswa dalam pikiran mereka secara internal ketika mereka menggunakan kecerdasan untuk merenungkan suatu pengalaman dan menciptakan hubungan makna. d. siswa diminta mengerjakan soal-soal latihan dari materi Lingkaran yang telah dijelaskan oleh guru. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Konvensional Pengajaran konvensional atau pengajaran tradisional adalah pengajaran yang diberikan oleh guru kepada sejumlah murid secara bersamasama dengan cara yang telah biasa dipakai.

17 metode ini dianggap paling murah dilaksanakan atau karena metode-metode lain yang belum dikenal. guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. . Dalam metode ceramah. Motivasi Belajar Siswa a. mendefinisikan pengertian dan penjelasan rumus-rumus dilakukan sendiri oleh guru. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya. guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan urut-urutan langkah dalam menyampaikan isi atau materi tersebut kepada siswa. Motivasi terjadi apabila seseorang mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu Motivasi merupakan konsep hipotesis untuk suatu kegiatan yang dipengaruhi oleh persepsi atau tingkah laku seseorang untuk mengubah situasi yang tidak memuaskan atau tidak menyenangkan. Oleh karena itu. Pemberian contoh diberikan dan dikerjakan sendiri oleh guru. 3. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh siswa. Mereka hanya meniru cara kerja dan penyelesaian yag dilakukan oleh guru. perbuatan seseorang yang didasari atas motivasi tertentu mengandung tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya. Motivasi Hakekat motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Pada pengajaran ini.

(2) adanya dorongan dan kebutuhan melakukan kegiatan. sedangkan intensitasnya tergantung pada kondisi mental orang tersebut. baik yang menyangkut pengetahuan. (4) Penghargaan dan penghormatan atas diri sendiri. Berdasarkan teori-teori motivasi yang telah dikemukakan diatas dapat disimpulkan. Bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar. mengolah kegiatan belajar mengajar. motivasi adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang untuk mengadakan perubahan tingkah laku. b. Jadi. tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku. (Djamarah. Menurutnya. (3) Adanya harapan dan cita-cita. . hakikat belajar adalah perubahan. menilai proses hasil belajar. 2002:11). keterampilan maupun sikap. Guru dapat memberikan motivasi siswa dengan dengan melihat suasana emosional siswa tersebut. kesemuanya termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru.18 Motivasi dipengaruhi oleh keadaan emosi seseorang. yang mempunyai indikator sebagai berikut : (1) Adanya hasrat dan keinginan untuk melakukan kegiatan. (5) Adanya lingkungan yang baik. dan (5) Adanya kegiatan yang menarik. motivasi berprestasi dimiliki oleh setiap orang. Belajar Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya.

atau lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi. penggunaan dan penilaian. (4) Belajar selalu menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu (Uno. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan llingkungannya (Slameto. 2007:78-79). (2) suatu proses perubahan tingkah laku individu dengan lingkunganya. Uno (2007) menjelaskan lebih jauh bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Uno.19 Pendapat Uno (2007) tentang pengertian balajar : (1) Memodifikasi atau memperteguh kelekuan melalui pengalaman. 2003:2). yang terdapat dalam berbagai bidang studi. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman (Hamalik. 2007:7-9). (3) Perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. atau mengenai sikap dan nilai-nilai pengetahuan dan kecakapan dasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menurut Ngalim Purwanto dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan adalah : . 2004:154).

Belajar menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorangberdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. Motivasi Belajar Siswa Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. dan faktor pribadi. dapat dirangkum bahwa belajar merupakan suatu pengalaman yang diperoleh berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkunganya. dapat dirumuskan bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan interaksi antara individu dan lingkungannya yang dilakukan secara formal. Faktor yang ada di luar individu yang kita faktor sebut faktor sosial. Dari beberapa teori belajar yang dikemukakan diatas. dan non formal. Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang kita sebut faktor individual. latihan. guru dan cara mengajarnya. Sedangkan dari beberapa definisi tantang belajar. kecerdasan. alat-alat yang dipergunakan dalam belajarnya. Yang termasuk ke dalam faktor individual antara lain kematangan atau pertumbuhan. Sedangkan yang termasuk faktor sosial antara lain faktor keluarga atau keadaan rumah tangga. informal. lingkungan dan kesempatan yang tersedia. c. b. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relative permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau . motivasi. dan motivasi sosial.20 a.

Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut : (1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil.ajar yang kondusif. (4) Adanya penghargaan dalam belajar. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan. sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktifitas belajar yang lebih giat dan semangat.21 penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Tetapi harus diingat. (5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. dan kegiatan belajar ayang menarik. Dengan kata lain. berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar. kebermaknaan bahan pelajran dan . lingkungan belajar yang kondusif. harapan akan ciat-cita. sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik. kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik. (3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan. Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran siswa yang bersangkutan. (2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siawa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. (6)Adanya lingkungan bel.

2). dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. Motivasi adalah “pendorong” suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Purwanto. Peranan Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar. (Djamarah. d. 1). Anak akan tertarik untuk belajar . 2006:73). Peranan Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan prilaku individu. termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan. Peranan Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar. Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Tujuan motivasi bagi seorang guru adalah untuk menggerakan atau memacu para siswanya agar timbul keinginan dan kemajuan untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapakan di dalam kurikulum sekolah (Purwanto. 2002:80). 2006:71).22 kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan belajar siswa.

tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar. 4. Faktor ini diantaranya adalah panca indra .23 sesuatu. huruf maupun kalimat yang dapat me4ncerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu (Tirtonegoro. Faktor Intern 1). Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar. dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu. Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang akan dinyatakan dalam bentuk simbol. 2001:43). Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. angka. Itu berarti motvasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar (Uno. 3). maka dia tidak tahan lama belajar. apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar. jika yang dipelajari itu setidaknya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak. Dalam hal itu. Faktor jasmaniah (fisiologis) baik yang bersifat bawaan maupun dari pengalaman siswa. Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa menurut Slameto (2003 : 54-60) adalah: a. 2007:27-28). akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun. Sebaliknya.

Faktor sosial. 4). motivasi.Faktor ekstern Faktor ekstern meliputi: 1). seperti adat istiadat. ilmu pengetahuan. Faktor budaya. fasilitas belajar dan iklim. . seperti cacat tubuh. mengalami sakit dan sebagainya 2). Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh dari pengalaman. terdiri atas lingkungan keluarga. yaitu kecerdasan dan bakat serta faktor kecakapan nyata dan potensi yang dimiliki oleh siswa. 5. Faktor lingkungan fisik. seperti fasilitas rumah. b) Faktor non intelektif. lingkungan seolah. 2). tegnologi dan kesenian. lingkungan masyarakat dan lingkungan kelompok. terdiri atas: a) Faktor intelektif yang mempunyai potensial. b. emosi dan penyesuaian materi. Faktor spiritual dan keagamaan. Materi Lingkaran Lingkaran adalah himpunan titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu dimana titik tersebut disebut titik pusat sedangkan jaraknya disebut jari-jari. yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap. 3).24 yang tidak berfungsi sebagai mestinya.

14 atau yaitu : 22 sehingga dapat ditemukan rumus keliling lingkaran 7 .25 P R B Andrinawan . Daerah yang dibatasi tali busur PR disebut tembereng. Garis lengkung PR atau garis lengkung yang menghubungkan titik P dan titik R disebut busur lingkaran atau panjang busur. diameter. OB dan OC disebut jari-jari lingklaran. jari-jari dan nilai pendekatan ( π ) yaitu π = 3. Garis OA. a) Keliling lingkaran Melalui percobaan mengukur keliling suatu benda yang berbentuk lingkaran maka dapat ditemukan nilai perbandingan antara keliling lingkaran. Daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari OA.1 bagian-bagian lingkaran. OC dan busur lingkaran Ac disebut juring lingkaran. Garis lurus PR atau ruas garis yang menghubungkan titik P dan titik R disebut tali busur lingkaran. 193) A C O Gambar 2. Keterangan: Titik O disebut titik pusat lingkaran. Sugijono (2005. Garis AB disebut diameter lingkaran.

213) menyusunnya menjadi mirip persegi panjang.26 K = 2 π r atau K = π d.2 Percobaan menemukan rumus luas daerah lingkaran .14 atau b) Luas lingkaran Untuk menemukan luas daerah lingkaran dapat dilakukan melalui percobaan memasang juring-juring lingkaran dan 22 nilai pendekatan 7 Cunayah (2007. Seperti langkah-langkah gambar di bawah ini: ½k a h i b j c k d l e m f n r Gambar 2. Salah satu juring dibagi dua sehingga sudut pusatnya masing-masing menjadi 15°. kemudian gunting dan disusun tiap juring sehingga membentuk gambar mirip persegi panjang. Dengan K = keliling lingkaran r = jari-jari lingkaran d = diameter lingkaran π = 3. Caranya yaitu memotong juring-juring lingkaran pada gambar di bawah ini dengan membuat garis tengah sebanyak 6 buah yang saling membentuk sudut 30° sehingga didapat 12 buah juring yang sama besar.

proses belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Penggunaan pendekatan pembelajaran dalam. Hadi (2007. Kerangka berfikir ini disusun berdasarkan variabel yang dipakai dalam penelitian yaitu pendekatan pembelajaran.27 Luas daerah lingkaran = Luas daerah persegi panjang L = panjang x lebar = ½ k x r = ½ x 2 π x r L = π r2 Karena r = ½ d maka luas daerah lingkaran dapat diubah menjadi L = π r2= π (½ d)2 = π (½ d x ½ d) = π ¼ d2 = ¼ π d2 C. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah lingkaran. Kerangka Pikiran Berdasarkan penyajian deskripsi teoritik dapat disusun suatu kerangka berfikir untuk memperjelas arah dan maksud penelitian. Lingkaran merupakan materi yang penerapannya banyak ditemui dilingkungan sekitar sehingga pembelajarannya akan lebih mudah dipahami jika menggunakan alat peraga atau benda yang berbentuk Lingkaran. 163 . Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa diantaranya adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dan motivasi belajar siswa. Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. motivasi belajar dan prestasi belajar. Keanekaragaman pendekatan mengajar yang ada pada saat ini merupakan alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk memilih pendekatan mana yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan.

Guru kemudian membahas materi dengan ceramah dan tanya jawab sebagai bentuk dari penerapan belajar Auditori (A). Motivasi belajar siswa merupakan faktor psikis dari dalam diri siswa. Selain pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. semua kelompok mengevaluasi hasil pekerjaan kemudian setelah dikoreksi hasil dikumpulkan. Selanjutnya. Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga berupa Lingkaran yang dilengkapim dengan unsur-unsurnya sebagai bentuk dari penerapan belajar Visual (V). yang dapat menumbuhkan semangat untuk belajar. maka akan meningkatkan prestasi yang tinggi pula pada siswa. Secara bersama-sama dengan bimbingan guru. guru memberikan beberapa soal yang berkaitan dengan materi lingkaran yang telah diajarkan. kemudian mempresentasikan. sebagai bentuk belajar Somatis (S).28 Dalam penelitian ini digunakan pembelajaran dengan pendekatan SAVI yaitu pembelajaran dengan menggabungkan gerakan fisik dan aktifitas intelektual serta melibatkan semua indera yang berpengaruh besar dalam pembelajaran. untuk dikerjakan dalam diskusi kelompok. Pembelajaran dimulai dengan guru memberitahukan materi yang akan diajarkan dan menyampaikan tujuan pembelajaran. . Dalam pembelajaran SAVI. yang setiap kelompok tediri dari dua siswa atau dalam satu meja. guru memberikan latihan soal dengab materi lingkaran kepada siswa untuk dikerjakan secara individu sebagai bentuk belajar Intelektual (I). guru menyatukan keempat unsur SAVI dalam satu pembelajaran matematika. Sebagai kegiatan akhir. faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar siswa. Dengan adanya motivasi belajar yang tinggi.

c. Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran. 3. Pembelajaran konvensional Prestasi belajar Motivasi Belajar siswa: a. 2. maka hipotesis yang muncul dalam penelitian ini adalah : 1. Pendekatan pembelajaran SAVI b.29 Pendekatan pembelajaran yang sesuai dan adanya motivasi belajar kepada siswa. Hipotesis Tindakan Berdasarkan Kerangka Berfikir tersebut. Kerangka berfikir dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut : Pendekatan yang dipakai: a. akan membantu anak memperoleh suatu prestasi belajar yang diharapakan. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran. b. . Tinggi. Sedang. Rendah. Gambar 2.3 Alur Kerangka Berfikir D.

Metode penelitian ini lebih cenderung sebagai pertanggung jawaban mengenai meode-metode yang dipergunakan selama penelitian berlangsung dari awal sampai selesai. Selanjutnya kedua kelas dievaluasi untuk melihat perubahan / peningkatan yang terjadi terhadap prestasi belajar matematika setelah mendapat perlakuan pendekatan pembelajaran SAVI dengan yang belum mendapat perlakuan. instrument penelitian dan teknik analisis data. subyek penelitian (populasi. A. Tentu saja ketepatan dan kejelasan mengenai metode yang dipergunakan dalam penelitian merupakan salah satu bagian yang ikut menentukan tingkat kesahihan atau kebenaran hasil penelitian. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan membandingkan antara kelas eksperimen. sampel dan sampling). Uraian mengenai pertanggung jawaban metode-metode yang digunakan melibatkan pembahasan mengenai jenis penelitian.30 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara-cara atau langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti. yaitu kelas yang menggunakan pedekatan pembelajaran SAVI dengan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. 30 . teknik pengumpulan data. tempat dan waktu penelitian.

dengan perincian dapat dilihat pada table 3. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto.3. Waktu Penelitian Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2009.31 B. Subyek Penelitian 1.1 Waktu Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Analisis Data Penyusunan Laporan Januari Februari 3 Maret April 1 2 3 4 1 2 4 1 2 3 4 1 2 3 4 C. 2006: 130). Populasi adalah wilayah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan . 2. Alasan mengambil tempat penelitian ini adalah sekolahan ini mempunyai prestasi cukup baik dan letaknya yang strategis. Tempat dan Waktu Penelitian 1.1 berikut: Tabel. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri.

mengamati sampel sebanyak 2 kelas yaitu VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIID sebagai kelas kontrol dengan masing-masing kelas berjumlah 40 siswa. Sampel Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi (Arikunto. dimana setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel (Sugiyono. Dengan cara undian diharapkan dapat mewakili populasi. Pelaksanaannya tidak dipengaruhi oleh unsur subyektifitas. Memberikan hak yang sama kepada setiap kelas dalam populasi untuk menjadi anggota sampel.2006:57). 2006: 55). 2006: 56). . Teknik pengambilan sampel yang penulis gunakan adalah random sampling. Penelitian ini. 3. c. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII. 2006:131). Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono.32 oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono. yang terdiri dari 5 kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri tahun 2008/2009. Sampling Sampling adalah cara atau teknik yang digunakan untuk mangambil (menentukan) sampel. Alasan penulis menggunakan random sampling adalah : a. Disini 5 kelas yang menjadi populasi diberi undian untuk diambil dua kelas sebagai sampel. b. 2.

33 4. sehingga penelitian akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya .5. Uji matching ini diambil dari nilai raport bidang studi matematika kelas VIII Semester 1 SMP Negeri 1 Wuryantoro. Hasil uji keseimbangan yang menggunakan uji t (independent sample t test ) didapat thitung sebesar 1. Uji Keseimbangan Dalam memperoleh data dipergunakan metode tes dan dokumentasi.05 (5%).991 pada taraf signifikansi 0. Karena thitung < ttabel maka H0 diterima jadi disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama atau seimbang (tidak terdapat perbedaan). sedangkan ttabel sebesar 1.9509 sedangkan untuk kelas kontrol dengan sampel 40 siswa diperoleh rata-rata 68.9750 dan standart deviasinya 2. (Dengan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4) Untuk kelas eksperimen dengan jumlah sampel 40 siswa diperoleh rata-rata 70. Perhitungan untuk rumus uji-t pada uji keseimbangan menggunakan bantuan komputer program SPSS For Win 11.8328.10 dan standar deviasinya 2.739. Sebelum mengadakan penelitian dilakukan uji matching antara kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui apakah kedua kelas tersebut dalam keadaan seimbang atau tidak.

Dalam penelitian ini akan digunakan jenis angket yang digunakan untuk memperoleh jawaban responden tentang dirinya sendiri dan jawabannya telah disediakan. 2. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dan keterangan-keterangan yang dibutuhkan dalam penelitian ini. 2002:128). Metode pokok yang yang penulis gunakan adalah meode dokumentasi. pengetahuan intelegensi. untuk pengumpulan data penulis menggunakan metode pokok dan metode Bantu. Angket ini dugunakan untuk meneliti motivasi belajar metematika siswa. 1. . Metode Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. sehingga responden tinggal memilih alternative jawabannya. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.34 D. Metode Tes Menurut Arikunto (2002:127) tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau data lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan. Metode tes ini digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan Lingkaran. Pada penelitian ini. maka penulis menentukan metode pengumpulan data yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti.

Metode Dokumentasi Menurut Arikunto (2002:135).35 3. Pembelajaran dengan Pendekatan SAVI Metode pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI yaitu cara belajar yang melibatkan seluruh indera. Fase-fase dalam pembelajaran metematika dengan menggunakan pendekatan SAVI adalah sebagai berikut : Fase 1 : Pembukaan Fase 2 : Guru memberitahukan materi yang akan diajarkan . dan belajar Intelektual. Tindakan guru yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI adalah dengan menyatukan keempat unsur SAVI ada dalam satu pembelajaran matematika. belajar dengan bergerak aktif secara fisik dan membuat seluruh tubuh atau pikiran ikut terlibat dalam proses belajar. Definisi Operasional 1. E. Definisi Operasional Variabel a. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mengetahui data mengenai nilai semester 1 bidang studi matematika untuk uji keseimbangan dan daftar nama siswa. metode dokumentasi adalah cara yang digunakan untuk mengetahui segala sesuatu dengan melihat catatan-catatan. belajar Auditori. belajar Visual. Unsur-unsur penddekatan SAVI adalah belajar Somatis. dokumen-dokumen yang berhubungan dengan obyek yang diteliti.

presentasi atas hasil diskusi kemudian pengumpulan hasil diskusi sebagai bentuk belajar Somatis(S) Fase 7 : Guru memberikan latihan soal kepada siswa sebagai bentuk belajar Intelektual (I) Fase 8 : Penutup b. dari pembicara kepada pendengar.36 Fase 3 : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Fase 4 : Guru membahas materi dengan metode ceramah dan tanya jawab sebagai bentuk dari penerapan belajar Auditori (A) Fase 5 : Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga penerapan belajar Visual (V) Fase 6 : Guru memberikan kegiatan berupa diskusi kelompok. sebagai bentuk dari . sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. Ceramah adalah suatu cara penyampaian informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar disuatu ruangan. Penceramah mendominasi seluruh kegiatan. Pembelajaran dengan konvensional Pembelajaran konvensional adalah proses belajar mengajar dan penyampaian pelajaran masih menggunakan sistem yang biasa yaitu sistem ceramah. Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi yang terjadi hanya satu arah.

Pada pengajaran ini guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. Fase-3 : Guru mengevaluasi latihan tersebut bersama-sama murid. definisi dan rumus serta pembuktian dalil dilakukan sendiri oleh guru. Adapun indikator motivasi belajar ini adalah sebagai berikut: 1). Aspek-aspek motivasi ini melipuiti: Motivasi siswa untuk mengajukan dugaan dan motivasi siswa dalam menyelesaikan masalah. Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar yang dimaksud adalah keadaan diri siswa yang mendorong keinginan siswa untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan pembelajaran. Keinginan siswa untuk bertanya 2). c. 3).37 Dalam metode ceramah. guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan urut-urutan langkah dalam menyampaikan isi atau materi tersebut kepada siswa. yang ditandai dengan adanya keinginan siswa untuk mengajukan dugaan dan kemampuan siswa dalam menyelesaiakan soal. 2). Contoh-contoh diberikan dan dikerjakan pula oleh guru. Mereka meniru cara kerja dan cara penyelesaian yang dilakukan oleh guru. Dalam pembelajaran konvensional terdapat tiga langkah yaitu sebagai berikut: 1). Fase-1 : Guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh siswa. Keinginan siswa untuk mengerjakan soal kedepan kelas . Fase-2 : Guru memberikan latihan-latihan.

Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang akan dinyatakan dalam bentuk simbol. angka. 3) Prosedur pemberian skor berdasarkan tingkat motivasi belajar matematika siswa yaitu : a) Angket positif . 2) Menyusun angket berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat. Angket Motivasi Dalam penelitian ini metode angket digunakan untuk menyimpulkan data mengenai motivasi belajar matematika. F.38 3). d. a. Tahap Penyusunan 1) Menyusun kisi-kisi instrumen yaitu kisi-kisi angket motivasi. Kemampuan siswa untuk mengerjakan soal latihan. Adapun proses pengembangan instrumen adalah sebagai berikut : 1. huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu Prestasi belajar dalam bidang matematika melalui ulangan dengan maksud untuk memperoleh suatu angka sehingga ditentukan berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam belajar matematika guna suatu pengambilan keputusan. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes untuk memperoleh data tentang motivasi dan hasil belajar matematika siswa.

Penentuan Batas Kelompok Batas kelompok ditentukan dengan terlebih dahulu menghitung standar deviasi dengan rumus : No. 11 12 17. Item Positif Negatif 1. 15 6.2 Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa Indikator No. 2. 24. 19 20. 10 13. 21. 23 26. 29. 28. 30 15 Jumlah 5 6 4 4 6 5 30 . 16. 14.3. 1 2 3 4 5 6 Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar Adanya harapan dan cita-cita masa depan Adanya penghargaan dalam belajar Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar Adanya lingkungan belajar yang kondusif Jumlah c. 25 27. 9. 15. 18 22. Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Tabel 3.39 1) Jawaban a mendapatkan skor 4 2) Jawaban b mendapatkan skor 3 3) Jawaban c mendapatkan skor 2 4) Jawaban d mendapatkan skor 1 b) Angket negatif 1) Jawaban a mendapatkan skor 1 2) Jawaban b mendapatkan skor 2 3) Jawaban c mendapatkan skor 3 4) Jawaban d mendapatkan skor 4 b. 5 4 8. 7.

40

SD =

X
N

2

⎛∑ X ⎞ −⎜ ⎟ ⎝ N ⎠

2

Di mana SD ∑X N
2

= Standar Deviasi = tiap skor dikuadratkan lalu dijumlahkan kemudian dibagi N
2

⎛ ∑ X ⎞ = semua skor dijumlahkan, dibagi N, lalu dikuadratkan. ⎜ ⎟ ⎝ N ⎠

Penentuan batas kelompok untuk : Motivasi tinggi Motivasi sedang Motivasi rendah 2. Tes prestasi belajar a. Tahap Penyusunan 1) 2) 3) 4) 5) Menentukan materi yang akan digunakan untuk membuat soal. Menentukan bentuk soal yang akan dibuat yaitu obyektif. Menyusun tabel kisi-kisi soal tes. Menjabarkan kisi-kisi dalam butir-butir soal. Prosedur pemberian skor untuk jawaban tes sebagai berikut: nilai 1 jika benar 0 jika salah. 6) Uji coba tes. = X > X + SD = X - SD < x < X + SD = x < X - SD ( Arikunto, 2007 : 265 )

41

b. Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar Tabel 3.3 Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar
Pokok No 1 TIU Bahasan Siswa dapat mengetahui bagian-bagian lingkaran, menentukan keliling lingkaran, luas lingkaran serta dapat menggunakan perbandingan hubungan antara sudut pusat, panjang busur, dan luas juring lingkaran 1.2 1. lingkaran Bahasan 1.1 Lingkaran dan unsurunsur lingkara n Keliling lingkara n dan luas lingkara n - Luas lingkaran - Keliling lingkaran - Unsur-unsur lingkaran - Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran seperti jari-jari, diameter, busur, juring, tembereng dan sebagainya. - Siswa dapat menyatakan dan menggunakan rumus keliling lingkaran. - Siswa dapat menggunakan perbandingan untuk mengetahui besar keliling lingkaran dari dua buah benda yang berbentuk lingkaran. - Siswa dapat menghitung nilai perbandingan antara 2 buah benda yang berbentuk lingkaran. - Siswa dapat menyatakan dan menggunakan rumus luas lingkaran. Sub Pokok Materi Indikator

No item 1,2,3,4,5

6,7,9,10

8

12

11,13,14, 15,16,17, 18,19,20

3. Tahap Uji Coba Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar. Sebelum tes hasil belajar diberikan kepada sampel penelitian terlebih dahulu tes hasil belajar di uji cobakan kepada siswa diluar sampel

42

dalam populasi penelitian. Kelas yang ditunjuk masih dalam satu populasi, yaitu kelas VIII E SMP N 1 Wuryantoro yang berjumlah 40 siswa. Uji coba instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas butir-butir soal Pengujian validitas soal dilakukan untuk mengetahui kevalidan tiap butir soal yaitu dengan menggunakan korelasi product moment. Apabila rxy ≥ 0,312 maka item tersebut dikatakan valid sebaliknya apabila rxy < 0,312 item soal dinyatakan tidak valid. Sedangkan uji reliabilitas soal menggunakan rumus alpha. a. Validitas Validitas dapat diartikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen. Validitas tes pada penelitian ini menggunakan rumus product moment dari Pearson sebagai berikut :
rxy = n ΣXY− (ΣX)(ΣY) ( n Σ X2 − ( Σ X )2 ) ( n Σ Y2 − ( Σ Y )2 )

Keterangan : rxy : koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y n : cacah obyek X : skor item yang dicari validitasnya Y : skor total setiap siswa Setelah diperoleh rxy kemudian dikosultasikan dengan harga kritik r momen product. Apabila rxy ≥ rtabel maka dikatakan butir soal itu valid,

(Arikunto. .43 sedangkan apabila rxy < rtabel maka dikatakan butir soal itu tidak valid.312. Hasil pengujian validitas tes soal untuk mengetahui tentang prestasi belajar siswa.05 layak dipergunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. hal tersebut dapat dilihat pada hasil rangkuman uji validitas dimana terdapat beberapa item pertanyaan yang memiliki nilai rhitung < 0. < 0.312) atau nilai Sig. dari 20 soal yang diberikan terdapat 5 soal yang tidak valid hal tersebut dapat dilihat pada nilai rhitung < nilai rtabel (0. Hasil uji validitas untuk mengungkap tingkat motivasi siswa dari 30 butir soal didapat 5 butir pertanyaan yang tidak valid.312) maka 5 soal tersebut dibuang atau tidak dipakai. 2007: 72) Koefisien korelasi tabel yang diambil adalah α = 5% dengan angka rtabel masing-masing item pertanyaan. maka 5 dari 30 pertanyaan yang diberikan peneliti untuk mengetahui tingkat motivasi siswa dibuang atau tidak dipakai.312) atau nilai Sig. Sedangkan 25 pertanyaan yang valid atau memiliki nilai rxy > dari nilai rtabel (0. Sedangkan dari 20 butir soal yang diberikan menunjukan hasil yang valid 15 item pertanyaan. Dengan demikian seluruh soal (15 butir) untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa dinyatakan layak dipergunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. hal ini ditunjukkan oleh hasil perhitungan nilai rxy atau nilai pearson korelasi seluruh butir soal > dari nilai rtabel (0. < dari 0.05. maka nilai rxy harus lebih besar dari rtabel.

269 0. Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan rumus KR20 sebagai berikut : .392 0.312 Status Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah 2009 b.564 0.615 rt 0.312 0.663 0.312 0. 11.392 0. 16.312 0. 17.304 0.312 0.474 0.261 0. 18.519 0. 2006 : 86).647 0.312 0.312 0.312 0.312 0.312 0.647 0.312 0. 20. 2.330 0.312 0.663 0. Soal 1. Reliabilitas Pengertian reliabilitas tes berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes atau seandainya hasilnya berubah-ubah perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti (Arikunto. 7.024 0.312 0. 19.312 0.312 0. 15.423 0.312 0.312 0. 6.064 0. 12. 3.4 Hasil Pengujian Validitas Soal Prestasi Siswa No.312 0. rxy 0. 8. 9.393 0.713 0. 13.312 0. 14.312 0.44 Tabel 3. 4.703 0. 10. 5.

818 =( = 0.733 Dari perhitungan tersebut maka soal penelitian mempunyai hasil perhitungan 0. .45 2 ⎛ ⎞ ⎛ n ⎞⎜ ∑σ i ⎟ r11 = ⎜ ⎟⎜1 − 2 ⎟ ⎝ n − 1 ⎠⎜ σt ⎟ ⎝ ⎠ Keterangan : r11 n ∑σ i 2 : reliabilitas tes secara keseluruhan : banyaknya item : jumlah varians skor tiap-tiap item : variansi total (Arikunto. Setelah soal dinyatakan valid dan reliabel maka soal dapat dijadikan sebagai instrumen penelitian atau alat pengambilan data. 818 N -1 39 2 Vt rii =( k (vt − ∑ pq) )( ) k −1 vt 8. 2007:109) σt 2 Dalam pengujian reliabilitas menggunakan rumus KR20 sebagai berikut: ( ∑ Y) 2 252004 ∑Y − 6800 − N 40 = = = 12 .930 20 ) )( 19 12.733 sehingga hasil perhitungan uji reliabilitas tergolong tingkat reliabilitas yang cukup.

30 – 0. 2007: 207 . Rumus mencari taraf atau indeks kesukaran adalah : P= B JS Keterangan: P = indeks kesukaran B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes Kriteria tingkat kesukaran soal : P : 0. sedangkan soal yang terlalu sulit menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak bersemangat. P= B 35 = = 0.00 adalah soal mudah (Arikunto.70 – 1.5 berikut: . Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya.88 JS 40 Dengan demikian soal nomor 1 termasuk kategori mudah Untuk mencari taraf kesukaran soal nomor 2 sampai 15 prosesnya sama dengan perhitungan di atas.46 c. Dan hasil perhitungan disajikan dalam Tabel 3.30 adalah soal sukar P : 0. Analisis Indeks Kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit.70 adalah soal sedang P : 0.00 – 0.210) Untuk contoh perhitungannya sebagai berikut: Misal untuk soal nomor 1.

75 0.80 0.33 0.40 0. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Taraf Kesukaran 0.85 0.47 Tabel 3.78 0.60 0.25 0.80 0.88 0.53 0.5 Hasil Perhitungan Taraf Kesukaran Soal No.63 0.38 0.43 0.70 0.78 0.80 Kriteria Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Sedang Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Mudah Sumber : hasil pengolahan data .75 0.35 0.80 0.

218).00 : baik sekali. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi.48 d. D : 0.40 – 0.20 : jelek. . D : 0. 2007: 211). D : 0. (Arikunto.70 – 1.70 : baik. Rumus untuk menetukan indeks diskriminasi adalah : D= BA BB − J A JB Keterangan: D = indeks diskriminan (angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda) JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya pembeda: D : 0. 2007: 214 .20 – 0.00 – 0.40 : cukup. Analiais Daya Beda Daya pembeda adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah (Arikunto.

20 0.30 0.35 0.30 Kriteria Cukup Cukup Jelek Jelek Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Jelek Cukup Cukup Cukup Jelek Jelek Cukup Cukup Baik Cukup Sumber : hasil pengolahan data .40 0.40 0.49 Hasil perhitungan selengkapnya disajikan dalam Tabel 3.30 0. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Indek Daya Pembeda 0.15 0.30 0.20 0.25 0.35 0.40 0.10 0.25 0.40 0.35 0.6 Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal No.45 0.00 0.6 berikut: Tabel 3.35 0.

D= BA BB − JA JB = 0. Dalam penelitian ini untuk menguji homogen tidaknya sampel menggunakan Uji Bartlett dengan bantuan program SPSS versi 11.5 b. G. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk membuktikan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen. Uji Normalitas Uji Normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak.5 2. Dalam penelitian ini untuk menguji normal tidaknya sampel dihitung dengan program SPSS versi 11.50 Untuk contoh perhitungannya sebagai berikut: Misal untuk soal nomor 1. Uji Prasyarat Analisis a. Teknik Analisis Data 1.25 = Dengan demikian soal nomor 1 termasuk kategori cukup. . Uji Hipotesis Dalam penelitian ini menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Untuk mencari daya pembeda soal nomor 2 sampai 15 prosesnya sama dengan perhitungan di atas.

i pada variabel terikat β j = efek kolom ke-j pada variabel terikat (αβ )ij = kombinasi efek baris ke-i dan kolom ke-j pada variabel terikat ∑ ijk = deviasi data amatan terhadap rataan populasi (Galat Eror) i = 1.05 .2. untuk setiap i dan j H 1 AB : (αβ )ij ≠ 0 . α = 0. untuk paling sedikit satu a  H 0B : β i = 0.…n ij i nij = banyaknya data amatan pada sel i b.3. Prosedur 1) Hipotesis HOA : α i = 0 . untuk paling sedikit satu rj ab 2) Taraf Signifikasi 95%.2.…q i q = banyaknya kolom k = 1.3.…p i p = banyaknya baris j = 1. untuk setiap i H 1A : α r ≠ 0.3. Model X ijk = µ + X i + β i + (αβ )ij + ∑ ijk dengan: Xijk = data amatan ke-k pada baris ke-I dan kolom ke-j µ = rerata dari seluruh data amatan Xi = efek baris ke. untuk setiap j H 1B : β j ≠ 0.2. untuk paling sedikit satu j b H 0 AB : (αβ )IJ = 0 = 0.51 a.

52 3) Komputasi a) = b) = G2 N ∑ SS IJ ij c) = A ∑ qi i 2 d) = e) = ∑ j Bj p 2 ∑ AB ij 2 IJ dimana : Ai = Bj = G= ∑ AB j ij = jumlah rataan pada baris ke-i = jumlah rataan pada kolom ke-j = jumlah rataan semua sel 2 ∑ AB i ij ∑ AB ij ij SSij = ∑X k 2 ijk ⎡ ⎤ ⎢∑ X ijk ⎥ ⎦ = jumlah kuadrat deviasi amatan pada −⎣ k nijk sel ij N =  ∑ nij = banyaknya seluruh data amatan ij nh = rataan harmonik frekuensi seluruh sel = pq 1 ∑n ij ij nij = rataan sel ij = banyaknya data amatan sel ij .

1 6) Rataan Kuadrat RK A = JKA dkA JKB dkB JKAB dkAB RK B = RK AB = RK G = JKG dkG 7) Statistik Uji Fa = RKA RKG .(1)} JKB = nh {(4) .53 4) Jumlah Kuadrat JKA = nh {(3) .(1)} JKAB = nh {(1) + (5) – (3) – (4)} JKG = (2) JKT = JKA + JKB + JKAB + JKG 5) Derajat Kebebasan dk A = p – 1 dk B = q – 1 dk AB = (p-1) (q-1) dk G = N – pq dk T = N .

3Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi .pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : p -1. N – pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : q -1.3.54 Fb = RKB RKG RKAB RKG Fab = 8) Daerah Kritik a. N-pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : ( p -1) (q -1). N. DKb = { FIF> Fα : q -1. N. DKa = { FIF > Fα : p -1.pq Gambar.2.. N-pq Gambar. N.. DKab = { FIF> Fα : ( p -1) (q -1).3.3.1. Gambar statistik uji F antar motivasi c. Grafik statistik uji F antar pendekatan b.pq Gambar.

Tata Letak Data Berikut tabel anava berupa hubungan baris dan kolom. Adapun bentuk tabelnya sebagai berikut: Tabel 3. 2000: 226-228) c.7 Tabel Anava Bj B1 Ai A1 A2 A1B1 A2B1 A1B2 A2B2 A1B3 A2B3 B2 B3 Dimana: A i = pendekatan mengajar A1 = menggunakan pendekatan SAVI A2 = menggunakan pendekatan konvensional B j = motivasi belajar siswa B1 = rendah B2 = sedang B3 = tinggi A1B1 =hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil rendah .55 9) Keputusan Uji Ho ditolak jika harga statistika uji yang bersesuaian melebihi harga kritik masing-masing (Budiyono.

56 A1B2 = hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil sedang A1B3 = hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil tinggi A2B1 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil rendah A2B2 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil sedang A2B3 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil tinggi e. Budiyono (2000:208-210) langkah-langkah dalam menggunakan metode Shceffe: 1) 2) Mengidentifikasi semua pasangan komparasi rerata Merumuskan hipotesis yang bersesuaia n dengan komparasi tersebut . Rangkuman Analisis Tabel 3.8 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan Sumber Baris Kolom Interaksi Galat Total JK JKA JKB JKAB JKG JKS Dk p-1 q-1 (p-q)(q-1) N-pq N-1 RK RKA RKB RKAB RKG Fα. digunakan metode Shceffe. Uji Komparasi Ganda Menurut Budiyono (2000:197).5 Fa Fb Fab P <α atau >α <α atau >α <α atau >α - 3. “Komparasi Ganda adalah tindak lanjut dari analisis variansi apabila analisis variansi tersebut menunjukan bahwa hipotesis nol ditolak” Untuk uji lanjutan setelah analisis variansi.

57

3)

Mencari harga statistik uji F dengan rumus sebagai berikut: a) Untuk komparasi rerata antar baris ke- i dan ke-j Fi-j =

(x − x )
i j

2

⎛1 1 ⎞ RKG⎜ + ⎟ ⎜n n ⎟ j ⎠ ⎝ i

b)

Untuk komparasi rerata antar kolom ke- i dan ke-j Fi-j =

(x − x )
i j

2

⎛1 1 ⎞ RKG⎜ + ⎟ ⎜n n ⎟ j ⎠ ⎝ i

c)

Untuk komparasi rerata antar sel ke- ij dan sel ke-j Fij- ik =

(x

ij

− x kj

)

2

⎛ 1 1 ⎞ ⎟ RKG ⎜ + ⎜n n kj ⎟ ij ⎝ ⎠

d)

Untuk komparasi rerata antar sel ij dan ik Fij- ik =

(x

ij

− x kj

)

2

⎛ 1 1 ⎞ ⎟ RKG ⎜ + ⎜n n kj ⎟ ij ⎝ ⎠

i. Menentukan tingkat signifikasi : α = 0,05 ii. Menentukan daerah kritik (DK) DKi,-j = {Fi,-j.| Fi,-j > (p-1) Fα ; (p-1) ; N-pq} DKi,-j = {Fi,-j | Fi,-j > (p-1) Fα ; (q-1) ; N-pq} DKij-kj = {Fij-kj | Fij-kj > (p-1) Fα ; (pq-1) ; N-pq} DKij- ik = {Fij- ik | Fij- ik > (p-1) Fα ; (pq-1) ; N-pq}

58

iii. Menentukan keputusan uji (beda rerata untuk setiap pasang komparasi rerata. iv. Menyusun rangkuman analisis (komparasi ganda).

59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai deskripsi penelitian, pengujian prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan homogenitas, pengujian hipotesis, dan pembahasan analisis data dengan anava dua jalur. Adapun langkah-langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
A. Deskripsi Data

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk membandingkan akibat dari suatu perlakuan. Pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional dan kelas eksperimen menggunakan pendekatan Somatis, Auditori, Visual, Intelektual (SAVI). Pembelajaran SAVI dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memberi motivasi kepada siswa serta membeikan garis besar hal-hal yang terkait dengan materi pelajaran. Kemudian guru menerangkan materi tenteng unsur-unsur lingkaran, keliling lingkaran dan luas lingkaran dengan alat peraga sebagai penguat pembelajaran Visual (V). Pada saat menerangkan materi pelajaran guru sering melemparkan pertanyaanpertanyaan untuk dijawab oleh siswa, selain itu guru juga memberikan kepada siswa kesempatan untuk bertanya. Pada beberapa bagian materi yang menyangkut pengertian tentang suatu hal, guru meminta siswa untuk mengucapakannya bersama-sama dengan suara keras dan lantang. Hal tersebut sebagai penguat pembelajaran Auditori (A), selain mendengarkan penjelasan materi dari guru. Seteleh menerangkan materi, guru memberikan sbeberapa soal 59

1 Hasil Pengkategorian Tingkat Motivasi Belajar Kategori tingkat motivasi Rendah (X < X .60 untuk dikerjakan oleh beberapa siswa didepan kelas. Kemudian siswa mempresentasikan jawabannya dan siswa yang lain diminta menanggapi. berupa hadiah. Variabel dalam penelitian ini adalah metode mengajar (a) dan motivasi (b). sedang dan tinggi. Ketentuan pengkategorian tersebut adalah jika X > X + SD maka motivasi tersebut dikatakan tinggi. Guru memberikan pnghargaan kepada siswa yang telah mengerjakan soal didepan kelas tersebut. Ringkasan anlisisnya adalah sebagai berikut : Tabel 4. Data skor angket motivasi belajar siswa Data tentang motivasi siswa diperoleh dari nilai angket.SD) Sedang ( X .SD < X < X + SD . siswa diberikan tugas mandiri dengan mengerjakan soa-soal. Sebagai penguat bentuk pembelajaran Intelektual (I). selanjutnya dikelompokkan dalam 3 kategori berdasarkan mean dan standar deviasi.SD < X < X + SD) Tinggi (X > X + SD) Kontrol 14 20 6 Eksperimen 7 26 7 (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 12) Data motivasi belajar siswa dikategorikan dalam tingkat rendah. Hal ini sebgai penguat pembelajaran Somatis (S). jika X . selanjutnya digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Setelah data dari setiap variabel terkumpul. Berikut ini akan diberikan uraian mengenai data yang di peroleh 1.

2 Data Prestasi Belajar Siswa Kelompok Eksperimen Kontrol Maksimal 9.50 9. .9418 (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13).00 Mean 8.7232 0.4375 SD 0. Untuk kelas eksperimen terdapat 7 siswa yang memiliki motivasi rendah. Data yang diperoleh dari perhitungan dirangkum pada tabel diatas dan dapat dilihat bahwa dari kelas kontrol terdapat 14 siswa yang memiliki motivasi rendah.SD maka motivasi tersebut dikatakan rendah.0500 7. Data skor prestasi belajar siswa. 2. Data tentang prestasi belajar berdasarkan mean dan standar deviasi. 26 siswa mempunyai motivasi sedang dan 7 siswa yang mempunyai motivasi tinggi.50 5.00 Minimal 6. dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.61 maka motivasi tersebut dikatakan sedang dan jika X < X . 20 siswa mempunyai motivasi sedang dan 6 siswa yang mempunyai motivasi tinggi.

maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak.05 Sig > α Sig > α Sig > α Sig > α Sig > α Normal Normal Normal Normal Normal α Keputusan Kesimpulan (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13). (2-tailed) masing-masing faktor lebih dari 0.492 0.62 B.05.075 0.05 0.05. . Hasil pengujian normalitas data di atas menunjukkan bahwa besar nilai Sig.078 0.05 0. Teknik uji yang digunakan adalah uji liliefors pada taraf signifikan 0.5 for windows. Berdasarkan hasil pengujian normalitas data dengan menggunakan bantuan progam komputer Statictical Product and Service Solution (SPSS) 11.221 0.126 0. Dengan demikian diketahui bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal.05 0. Uji Prasyarat Analisis Penelitian 1.05 0. 3 Uji Normalitas Sumber Nilai signifikansi Metode Konvensional Metode SAVI Motivasi rendah Motivasi sedang Motivasi tinggi 0.

Adapun salah satu cara untuk mengambil keputusan dengan cara melihat probabilitas Levene Test atau Sig dengan taraf signifikansi 5% (0.057 > 0.5 diperoleh nilai Sig untuk uji homogenitas sebesar 0. C. Uji Hipotesis Dengan terpenuhinya sifat normalitas dan homogenitas maka anava dua jalur dapat dijalankan. metode pembelajaran yang digunakan antara metode SAVI dan Konvensional. sedang. 11. (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 14). yaitu untuk melihat perbedaan berdasarkan tingkat motivasi siswa (tinggi. apakah kesemua varian memiliki varians yang sama. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan anava dua jalur. Uji Homogenitas Analisis ini bertujuan untuk menguji berlaku tidaknya salah satu asumsi untuk anava.4 berikut : . dan rendah). Adapun hasil analisis anava dua jalur akan diuraikan pada tabel 4.05 Maka Ho diterima atau dengan kata lain untuk data dalam penelitian ini memiliki varians yang sama (data dalam penelitian tidak memiliki varian data yang berbeda) sehingga salah satu asumsi anova terpenuhi atau layak digunakan. Dari perhitungan analisis data dengan menggunakan bantuan SPSS.63 2.05). maka data di atas dapat dipakai untuk uji hipotesis selanjutnya.

Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4. terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran. Dari tabel diatas diperoleh kesimpulan bahwa: 1.482 1.122 3.429 .186 F tabel 3.721 Sig.429 3. Hipotesis 1 Berdasarkan dari hasil perhitungan anava dua jalur diperoleh hasil bahwa nilai probabilitas pendekatan yang digunakan (antara pendekatan SAVI dengan konvensional) atau nilai Sig.05 atau nilai Fhitung = 11. Statistik uji F antar pendekatan 11.972 maka Ho ditolak sehingga diperoleh hasil bahwa.972 Gambar 4.036 0.64 Tabel 4.1.429 > Ftabel = 3.001 < 0. menunjukan hasil sebesar 0.972 3.001 0. 0.122 Keputusan Ho ditolak Ho ditolak Ho diterima (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 15).4 Uji Two Way Anova Sumber variansi Metode Motivasi Metode*motivasi F hitung 11.1 berikut: Daaerah terima H0 Daerah tolak H0 0 3.

Grafik statistik uji F antar motivasi 3.482 > F tabel= 3.4.2.482 Gambar. Hipotesis 3 Berdasarkan dari hasil perhitungan uji analisis variansi dua jalur diperoleh hasil bahwa nilai Sig.122 maka Ho di tolak yang berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Hipotesis 2 Berdasarkan dari hasil perhitungan anava dua jalur diperoleh hasil bahwa tingkat motivasi siswa memiliki nilai probabilitas sebesar 0.036 < 0.05 atau nilai F hitung = 1.721 < F tabel = 3.186 > 0.65 2. Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4. Interaksi antara metode dengan motivasi adalah 0.122 3.05 atau nilai F hitung = 3.122 maka Ho diterima sehingga tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran. .2 berikut: Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 3.

Uji Kelanjutan (Uji Shceffe) Uji kelanjutan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan motivasi belajar siswa (mana yang berbeda dan mana yang tidak). Karena Ho ditolak.721 3. Karena variabel motivasi belajar siswa mempunyai tiga kategori yaitu tinggi. Dengan kata lain pasti terdapat paling sedikit dua rataan yang tidak sama. Grafik statistik uji F antara pendekatan dan motivasi D. maka komparsi ganda perlu dilakukan untuk melihat manakah yang secara signifikan mempunyai rataan yang berbeda. Uji kelanjutan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji Shceffe dengan hasil analisis sebagai berikut: .122 Gambar. sedang dan rendah.3 berikut: Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 1. Sedangkan apabila nilai F menunjukan tidak terdapat perbedaan uji kelanjut ini tidak perlu dilakukan.3. Hal ini dapat dilakukan bila nilai F hasil perhitungan menunjukan ada perbedaan (signifikan).66 Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4.4. maka ini berarti bahwa tidak semua motivasi belajar siswa memberikan efek yang sama terhadap prestasi belajar.

05 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang sedang dengan motivasi siswa siswa yang rendah sebesar 0.5751 (motivasi siswa rendah lebih rendah sebesar 0.5751 poin dari motivasi siswa sedang).05 Sig.006 0.9304 poin dari motivasi siswa tinggi).05 0.5751 poin dari motivasi siswa rendah).371 0.5751 -0. .006 0.5751 -0.5 Uji Kelanjutan Anova (I) KA (J) KA Mean Difference rendah sedang tinggi sedang rendah tinggi tinggi rendah sedang -0.05 0.05 0.9304 0.05 0. α (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 16). Berdasarkan hasil analisis di atas diperoleh perbedaan mean motivasi siswa yang rendah dengan motivasi siswa yang sedang sebesar -0.9304 (motivasi siswa rendah lebih rendah sebesar 0.371 0.67 Tabel 4.5751 (motivasi siswa sedang lebih besar sebesar 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang rendah dengan motivasi siswa yang tinggi sebesar -0.028 0.9304 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang sedang dengan motivasi siswa yang tinggi sebesar -0.3554 poin dari motivasi siswa tinggi).3554 0.028 0.3554 (motivasi siswa sedang lebih rendah sebesar 0.3554 0.

Hal ini dapat dilihat pada hasil analisis yang menunjukan nilai probabilitas < 0. Perbedaan kedua metode tersebut didukung pula dari keadaan yang terjadi di lapangan. Siswa kurang bersemangat saat .68 Perbedaan mean motivasi siswa yang tinggi dengan motivasi siswa yang rendah sebesar 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang tinggi dengan motivasi siswa yang sedang sebesar 0. E. Hasil analisis post hoc menunjukan perbedaan antar motivasi siswa (tinggi. Pembahasan 1. dan rendah) menunjukan nilai signifikansi atau probabilitas < 0. sedang. Prestasi belajar siswa yang menggunakan pendekatan SAVI mempunyai rata-rata yang lebih tinggi dari pada pembelajaran siswa yang menggunakan metode konvensional.9304 (motivasi siswa tinggi lebih besar sebesar 0.3554 poin dari motivasi siswa sedang).05.9304 poin dari motivasi siswa rendah). siswa cenderung lebih pasif meskipun ada beberapa anak yang terkadang mau bertanya kepada guru. Pada pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional.3554 (motivasi siswa tinggi lebih besar sebesar 0. Hipotesis Pertama Metode pembelajaran yang dipakai yaitu pendekatan SAVI dan metode konvensional menunjukan hasil bahwa ada perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran.05 yang berarti bahwa perbedaan antar tingkat motivasi siswa signifikan (berbeda secara bermakna).

Hal tersebut dapat dilihat pada nilai signifikansi tingkat motivasi siswa < 0. Perbedaan dari kedua metode tersebut juga dapat dilihat dari rata-rata nilai skor tes hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. seperti misalnya alat peraga yang digunakan masih sangat sederhana dan waktu penelitian yang relatif singkat. selain itu siswa juga membutuhkan bimbingan dari guru untuk mempelajari materi lingkaran. Siswa dengan motivasi belajar tinggi akan mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah.05. Hipotesis kedua Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. yaitu 8. Hal itu dikarenakan terdapatnya beberapa kelemahan yang dijumpai peneliti dalam penelitian ini. Pada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI siswa lebih aktif dalam mengerjakan tugas individu.0500 untuk kelas eksperimen dan 7.4375 untuk kelas kontrol. belum sesuai seperti apa yang diingikan oleh peneliti. 2.69 mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan. mereka cenderung menunggu jawaban dari teman ataupun guru. Hal ini dikarenakan siswa dengan motivasi belajar . Materi lingkaran akan lebih mudah dipahami siswa jika mereka secara langsung melihat benda yang berbentuk lingkaran. Hasil rata-rata nilai untuk materi lingkaran pada kelas eksperimen ini. hal ini didukung dengan suasana pembelajaran yang santai. Siswa juga lebih berani untuk bertanya kepada guru.

186 > 0. siswa dengan motivasi sedang akan memiliki prestasi belajar yang sedang. kurang tertarik terhadap belajar matematika dan memandang belajar matematika merupakan hal yang membosankan. Hal ini berarti bahwa dari tingkat motivasi siswa dan metode pengajaran secara bersama-sama tidaklah memberikan perbedaan hasil yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika. Hipotesis Ketiga Dari hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika dapat dilihat bahwa nilai signifikasi 0.05. 3. Dari skor tes prestasi belajar terlihat bahwa sebagian besar siswa yang mempunyai motivasi tinggi akan memiliki prestasi belajar yang tinggi. atau rendah. . dan siswa yang mempunyai motivasi rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah pula. Atau dengan arti lain bahwa rata-rata prestasi belajar siswa dari kelompok eksperimen selalu lebih tinggi dari siswa kelompok kontrol. sedang.70 tinggi akan mempunyai semangat belajar matematika yang tinggi. Sedangkan siswa dengan motivasi belajar rendah akan enggan dalam belajar matematika. baik untuk motivasi belajar tinggi.

dengan hasil rata-rata prestasi 8.71 BAB V KESIMPULAN. siswa dengan motivasi belajar sedang akan memiliki prestasi belajar sedang. IMPLIKASI DAN SARAN A.036 < 0.0500 untuk kelas eksperimen dan 7. 0. 2. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran dengan diperoleh sig.05 yang berarti bahwa pendekatan pembelajaran SAVI lebih baik dalam meningkatkan nilai siswa pada pokok bahasan lingkaran sehingga prestasi belajar yang dicapai lebih tinggi. 3.05 yang berarti bahwa metode pembelajaran dan tingkat motivasi belajar siswa secara bersama-sama tidaklah memberikan hasil yang signifikan terhadap prestasi 71 .05 yang berarti bahwa siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan memiliki prestasi belajar yang tinggi. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran dengan diperoleh sig.001 < 0. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa dengan diperoleh sig. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. 0. maka peneliti mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1.186 > 0. dan siswa yang mempunyai motivasi belajar yang rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah pula.4375 untuk kelas kontrol. 0.

72 belajar matematika atau dengan kata lain bahwa rata-rata prestasi belajar siswa dari kelompok eksperimen selalu lebih tinggi dari siswa kelompok kontrol. Implikasi kesimpulan butir kedua. Motivasi belajar siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar yang dicapai siswa dalam pembelajaran. Implikasi Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika yang dicapai siswa akan lebih meningkat jika diberi pembelajaran dengan pendekatan SAVI. Dalam penelitian ini motivasi belajar siswa dikatagorikan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat diambil implikasi penelitian sebagai berikut: 1. salah satunya adalah pendekatan pembelajarna SAVI. Tinggi. . Implikasi kesimpulan butir pertama. Pembelajaran matematika membutuhkan strategi mengajar yang tepat dan efektif. baik untuk motivasi belajar tinggi. Dengan motivasi belajar yang tinggi membuat siswa akan lebih mudah untuk memahami pelajaran yang diberikan dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar yang sedang ataupun rendah. sedang atau rendah B. Penggunaan pendekatan SAVI oleh guru dalam proses belajar mengajar pada pokok bahasan lingkaran akan diberikan kesempatan pada anak didik untuk mempelajari dan memahami pelajaran matematika atas dasar pengalaman dan penemuan dalam diri siwa untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk keberhasilan diri dalam belajarnya. sedang dan rendahnya motivasi belajar siswa ini akan berpengaruh terhadap prestasi belajar yang dicapainya. 2. sedang dan rendah.

Implikasi kesimpulan butir ketiga. Oleh karena itu. aktif dalam mengikuti kegiatan belajar .73 3. C. Pendekatan pembelajaran SAVI sesuai jika digunakan dalam pokok bahasan Lingkaran karena pendekatan ini membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi lingkaran yang disampaikan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar. Terdapat kombinasi efek antara pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan motivasi belajar siswa. siswa hendaknya memahami diri akan kewajibannya sebagai siswa yaitu siswa harus tertib. fokus. maka peneliti menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Bagi Siswa Motivasi siswa yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran. 2. Saran Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas. Bagi Guru Matematika Banyaknya pendekatan yang ada sekarang dapat dijadikan alternatif oleh guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan materi yang disampaikan. Ini berarti bahwa prestasi belajar akan lebih tinggi dapat dicapai pada pembelajaran dengan penggunaan pendektan SAVI dengan ditinjau dari motivasi belajar siswa yang tinggi. Jadi siswa diupayakan untuk mempunyai motivasi belajar yang tinggi sehingga hasil pembelajaran dengan pendekatan SAVI akan mencapai hasil yang maksimal seperti yang diharapkan.

menggunakan alat peraga yang lebih berkualitas agar dalam penggunaannya bisa lebih efektif sehingga siswa bisa lebih mudah dalam belajar.74 mengajar dan selalu berusaha menumbuhkan semagat dalam belajar agar selalu termotivasi sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika 3. Waktu yang digunakan untuk penelitian. maka bagi peneliti selanjutnya hendaknya dalam melakukan penelitian. hendaknya relatif lebih lama lagi agar penggunaan pendekatan SAVI ini bisa lebih maksimal. . Bagi Peneliti Selanjutnya Menyadari akan kelemahan dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan masih sangat sederhananya alat peraga yang digunakan dan waktu penelitian yang relatif singkat. Dengan maksimalnya dalam penggunaan alat peraga dan waktu maka pembelajaran pendekatan SAVI bisa lebih optimal.

Mulyadi Sri dan Surtikanti . The Accelarated Learning Hand Book . Drs. 2004 . 2002 . Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Progaram Pendidikan Dan Penelitian . Skripsi . -------------------------. Hamalik. Surakarta : UMS ( Tidak dipublikasikan ) Kamulyan. Bandung : Kaifa . -----------. 1999 . Aplikasi Matematika SMP Kelas VIII. Jakarta : Bumi Aksara Hidayati. Statistika Dasar untuk Penelitian.. Jakarta: Yudhistira. Belajar dan Pembelajaran . Nurul . dkk. Oemar . Surakarta : Uiversitas Muhammadiyah Surakarta Meier. Surakarta : UMS ( tidak dipubikasikan ) Hikmah . Cunayah. 2006 . Suharsimi .Dave. Samsul. 2007 . Strategi Belajar Mengajar .. -------------------------. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan . Bandung: Yrama Widya Djamarah. Jakarta: Bumi Aksara. 2004 . Jakarta : Rineka Cipta. 2007.. Cucun. Pelajaran Matematika Untuk SMP Kelas VIII. Peningkatan Minat Belaajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Meloalui Pendekatan ”SAVI” Dengan Pendayagunaan Alat Peraga di SMP N 1 Kartasura . 2008 . Jakarta : Rineka Cipta Hadi. 2000. 2002 . 2007. Statistika Untuk Penelitian. Syaiful Bahri . Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem . Surakarta : FKIP UNS press.75 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Penelitian Tindakan Kelas. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . 2004. Skripsi . dan Zain Aswan Drs . Eksperimentasi Pengajaran Matematika Dengan Pendekatan Proses Deduktif Penemuan Rumus Pada Pokok Bahasan Lingkaran Ditinjau Dari Motivasi belajar Siswa . 2002 . Jakarta : Bumi Aksara Budiyono. Nurul Nur . Surakarta: FKIP UNS Press.

Anak Supernormal dan Program Pendidikannya . Jakarta : Bumi Aksara Wahyuningsih . Hamzah . Skripsi . Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya . Skripsi . 2006 . Surakarta : UMS ( Tidak Dipublikasikan) Walidati. Irfakni Birrul . Statistika Untuk Penelitian . Purwanto. 2005. Teori Motivasi dan pengukurannya . Sutratinah . 2007 . Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan) Prayitno.76 Nugroho. Dwi. Peningkatan Kreatifitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan “SAVI” . Jakarta : Bumi Aksara ___________ .Nanang Adhi . 2001 . Bandung : Alfa Beta Tirtonegoro. 2006 . Jakarta : Rineka Cipta Sugijono dan M. Model Pembelajaran : Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif .Cholik Adinawan . Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Penggunaan Metode Diskusi Dengan Menggunakan LKS dan Metode Konvensional Pada Pokok Bahasan Lingkaran Ditinjau Dari Motivasi Brlajar Siswa . Jakarta : Erlangga Sugiono . 2008. 2003 . Visual. Mandiri Belajar SPSS. dan Intelektual (SAVI) . Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan) . Jakarta : Bumi aksara Uno. Psikologi Pendidikan . Ngalim . auditori. 2006 . 2003 . Matematika untuk Sekolah SMP / MTS Kelas VIII. Usaha Peningkatan Kemampuan Bernalar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Belajar Somatis. Skripsi . 2008 . 2007 . Yogyakarta : Media Kom. Bandung : Remaja Rosdakarya Slameto .

DAFTAR NAMA SISWA TRYOUT (kelas VIIIE) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 NAMA Abdi Suryanto Alfian Yudhi Baskoro Ana Pratiti C Arif Kunto Arfianto Astutik Danang Dimas Rizki Wardana Endah Tri Rusmiati Endar Sriyatmi Emi Susanti Erma Pujiastuti Evalita Putri Ananda Fitri Ramandasari Galih Sudarwati Hari Yulianto Hartanto Hermawan Susanto Ilham Fajriansah Ima Budi Utami Joko Aprianto Junaiadi Candra Mega Kurniawati Mira Damayanti Muchamad Stiohadi Murdaka Nanda Ayun Pribadi Narwan Nela Melani C Niken Aprilia Fenny A Noer Muhamad Fajar R Rommly Sofyan Rudy Prihardiyanto Sidiq Wicaksono Sri Hartatik Sri Susanti Tri Muhanto Firga Intahta A Firfi Wulan Aliusandri Wihastanto Yogi Aditiya Saputro L/P L L P L P L L P P P P P P P L L L L P L L P P L L L L P P L L L L P P L L P L L .77 Lampiran 1.

78 Lampiran 2. DAFTAR NAMA SISWA SAMPEL PENELITIAN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 KELAS EKSPERIMEN (VIIIB) Asmaraningtyas D Ayic Futika Brian Balandoro Chintya Kesuma P Cita Sukma Rosita Defita Ermi Erlangga Dwi retnowati Eka Lismawati Eka Setyawati Fadhil Irfandhi Farra Melinda K Fitri Dwi astuti Ika Septiana Lestari Khoirina Kiki Subiyantari Kunthi Tali Broto Lisa Nur Heviani Maya Kartika Sari Mayasari Novia Rusti Ningsih Nur Hayati Nurlisa Uke Desy Nurman Muhtiaji Nurul Hidayah Ovi Nida Permata D Pambayun Nugroho Putro Putri Budi Harto Reni Oktavia Rian Bagus Pribadi Ristu Atmawati Riki Agustian Robby Sandoro Saputro Rori Cakraburti Sutito Tito dwi Sapta Yoga Wahyu Prayoga Wiwik Tri Maryani Yoga Saftian Wicahyo Yudi Ari Setiawan Yuliati L/P P P L P P P P P P L P P P P P P P P P P P P L P P L P P L P L L L L L L P L L P KELAS KONTROL (VIIID) Achmad Gunawan Adityaris Fajar H Agung Rohmad Ary Wibowo Bugi Pugkaskoro Danu Saputro Desi Ika Saputri Dimas Ade Saputra Dodi Setyawan Eko Prasetyo Febrian Koes Erlangga Firdanys Gustino Pracipta Fitria Eka Setyowati Hariyanto Mida Ria Munandari Mila Wiarsih Nanang Suhendro Pagas Toro Putri Dyah Pertiwi Ringgi Rinda Rismala P Riska Novita Sari S A Risma Indriastuti Rista Era Pariati Rizki Ayuningsih Rizky Nugroho Wati Rohmat Tri Handoyo Runita Saputri Satria Selvi Dwi listyana K Setyasari Sinta Meilana K Siti Mulyati Sulastri Handayani Sumarlin Tesawati Tiara Ega Kiswanti Tri Susanto Tri Wahono Wahyu Tri Asih Wawan Tri Hantoro L/P L L L L L L P L L L L L P P P P L L P P P P P P P L P L P P P P P L P P L L P L .

79 Lampiran 3. DAFTAR NILAI UJIAN SEMESTER GASAL BIDANG STUDI MATEMATIKA No Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 RATA-RATA Kelas Kontrol 66 66 66 66 66 66 66 66 66 66 67 70 66 66 72 70 74 69 70 74 74 72 69 72 67 66 67 70 70 74 67 74 70 70 68 69 72 70 72 68 68.97 Kelas Eksperimen 68 70 71 73 72 69 67 77 69 67 68 70 67 68 67 68 70 70 69 68 73 74 72 67 68 67 72 74 69 79 71 66 67 70 69 69 69 74 74 72 70.10 .

870 Mean Sig.1250 1.739 1. . (2-tailed) Difference . Error Mean .1250 Std. Uji Keseimbangan T-Test Group Statistics Std.9509 2.086 .4126 2.789 t 1.6468 .072 Sig.9750 Std.6468 .1627 2. Deviation 2.4666 .1626 -. Error Difference .1000 68.4127 F Prestasi Belajar Equal variances Matematika assumed Equal variances not assumed .8328 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -.739 df 78 77.086 1.80 Lampiaran 4.4479 Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran SAVI Konvensional N 40 40 Mean 70.

tali busur. tali busur. apotema.Menentukan unsur dan bagian-bagian lingkaran.Menyebutkan unsur-unsur dan bagian- Indikator bagian lingkaran: pusat lingkaran. Siswa dapat menghitung keliling lingkaran . 4. 2. busur. busur. 3. diameter. apotema. jarijari. juring. 2. juring. Kompetensi Dasar : 1. jari-jari. diameter. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 1 (Satu) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur.81 Lampiran 5. Tujuan Pembelajaran 1. tembereng. Siswa dapat menentukan rumus keliling lingkaran. Menentukan rumus keliling lingkaran 3. Menghitung keliling lingkaran : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. Menghitung keliling dan luas lingkaran : 1. 2. bagian lingkaran serta ukurannya. Siswa dapat mengenal serta mengidentifikasi lingkaran. tembereng. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran: pusat lingkaran.

14 atau ) Diameter 7 Rumus keliling lingkaran adalah: K = 2 π . Titik tetap ini disebut titik pusat lingkaran. Pusat lingkaran itu adalah O b. r atau k = πd . a. b.82 II. Bangun yang dibatasi oleh busur AC dan jari-jari OA dan OC disebut juring. Materi Ajar a. Garis lengkung AC dan CD disebut busur e. d. Unsur-unsur lingkaran berdasar gambar 2. Garis tengah lingkaran adalah AB dengan panjang 2 x jari-jarinya. Perhatikan bahwa temberang CED adalah tembereng kecil. Pengertian dan Unsur-unsur Lingkungan Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada bidang datar yang mempunyai jarak yang sama terhadap titip tetap. h. Menghitung besar-besaran pada lingkaran Keliling lingkaran Keliling lingkaran adalah panjang dari seluruh tepi lingkaran nilai perbandingan antara keliling dan diameter disebut π (phi). Garis lurus CD disebut tali busur f. OC dan A C O P E Gambar 2.1. Jadi π = Keliling lingkaran 22 . Bangun yang dibatasi oleh tali busur CD dan busur CED disebut tembereng. (π = 3. OB. g. Juring AOC adalah juring kecil j. Garis OP yang tegak lurus tali busur disebut apotema. i.1 B D OE c. Jari-jari lingkaran adalah OA.

Pendekatan : SAVI IV. Strategi Pembelajaran 1. latihan soal. Metode : Ceramah. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • Apersepsi Motivasi Kegiatan sehari – hari yang menggunakan lingkaran 10 menit • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 2.83 Dimana K r d = keliling lingkaran = jari-jari lingkaran = diameter lingkaran III. Tanya jawab. . diskusi.

84

Kegiatan Inti

• Guru menjelaskan cara kerja Guru menjelaskan unsur-unsur dalam 20 menit lingkaran dengan ceramah dan tanya jawab Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga Guru menerangkan rumus keliling lingkaran

Pembentukan kelompok

Siswa dikelompokkan secara heterogen menurut kelompoknya masing – masing dengan anggota 2 orang • Kerja Kelompok. Guru memberikan lembar kerja pada tiap-tiap kelompok Secara berkelompok siswa mengerjakan soalsoal yang ada dalam lembar kerja. • Diskusi kelas untuk memvalidasi hasil kerja 30 menit kelompok Pekerjaan ditukarkan pada kelompok lain untuk di evaluasi Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan. Secara bersama-sama dengan bimbingan guru, semua pekerjaan. Hasil setelah dikoreksi kemudian dikumpulkan. kelompok mengevaluasi hasil

85

• Kuis dan penghargaan kelompok Guru memberikan kuis secara kelompok dan diakhiri dengan pemberian penghargaan dikelompok sesuai hasil kuis yang diperoleh setiap siswa dalam kelompok. 10 menit

Kegiatan Akhir

• Penutup Guru memberikan soal post test Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah, beberapa soal tentang lingkaran ( LATIHAN 1 hal 195 – 10 menit 196 Erlangga kelas VIII).

V.

Alat dan Bahan

1. Papan Tulis 2. Spidol. 3. Alat peraga 4. Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2, karangan Samsul Hadi. Hal.165-169 5. Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2, karangan M. Cholik Adinawan. Hal.191-203

86

VI.

Penilaian

Jumlah soal = 3 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 3 x 10 3
Contoh

= 10

1. Gambar di bawah menunjukkan suatu lingkaran dengan pusat titik O. Tentukan : A E F O C B a. Garis tengahnya b. Semua jari-jarinya c. Tali busurnya d. Satu busur pendek e. Satu busur panjang f. Satu juring kecil g. Apotema 2. Hitung keliling bangun di bawah ini : a. b.
8 cm 9 cm 56 cm

D

a.

8 cm

24 cm 22 x 56 7 = AB = OA.87 3. tali busurnya d.14 x 8 = 50. satu busur panjang f. dalam suatu perjalan mobil tersebut berputar sebanyak 500 kali berapa jarak yang ditempuh sepeda tersebut ? Kunci jawaban : 1. Diketahui Ditanya Jawab : a. satu juring kecil g. OB. Diameter roda sepeda disamping adalah 42 cm. Dari gambar tersebut dapat ditentukan : a. satu busur pendek e. semua jari-jarinya c. d = 56 cm b. K = π d = = 176 cm 3. K = 2 π r = 2 x 3. r = 8 cm : Keliling lingkaran ? : b. OE = garis lurus CD = garis lengkung AE = garis lengkung CD = AOE = OF a. garis tengahnya b. apotema 2. Diketahui Ditanya Jawab : roda sepeda dengan d = 42 cm berputar sebanyak 500 kali : jarak yang ditempuh sepeda? : K= = πd 22 x 42 7 = 132 cm .

. Mengetahui....….88 Jarak yang ditempuh = K x banyak putaran = 132 x 500 = 66...... Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti..000 cm = 66 km Jadi jarak yang ditempuh sepeda adalah 66 km Wuryantoro.....pd Ika Fitrianingsih NIM A. S... 410 050 075 ..

bagian lingkaran serta ukurannya. . : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. Siswa dapat menghitung luas lingkaran. 2.89 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 2 (Dua) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur. Siswa dapat menghitung luas lingkaran. Menentukan rumus luas lingkaran 2. Siswa dapat menentukan luas lingkaran. Tujuan Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar : Menghitung keliling dan luas lingkaran Indikator : 1.

. Apersepsi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. guru mengingtkan yang ada tentang soal-soal 10 menit hubungannya dengan lingkaran. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • • • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Metode : Ceramah. Tanya jawab. Strategi Pembelajaran 1. diskusi. Pendekatan : SAVI IV. pemberian tugas. Apersepsi Membahas PR Dengan kembali tanya jawab. 2.90 II. Materi Ajar Luas lingkaran Rumus luas lingkaran adalah L = π r2. atau L = Dimana : L = luas lingkaran d = diameter lingkaran r = jari-jari lingkaran 1 2 πd 4 III.

siswa menentukan hasil dari soal yang diberikan. 15 menit . Dalam kerja kelompok anggota yang kurang paham dapat bertanya kepada anggota yang lain dalam satu kelompok yang sudah paham. Kemudian secara bersama-sama menyimpulkannya. 20 menit • Diskusi kelas untuk memvalidasi hasil kerja kelompok Pekerjaan ditukarkan pada kelompok lain untuk di evaluasi Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan. • Guru menerangkan materi tentang luas lingkaran 15 menit dan memperjelas dengan memberikan beberapa contoh soal • Kerja Kelompok Siswa secara berkelompok mengerjakan soal yang diberikan guru. Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal.91 Kegiatan Inti • Pembentukan kelompok Siswa dikelompokkan secara heterogen 5 menit menurut kelompoknya masing – masing dengan anggota 2 orang. Secara berkelompok. Memantapkan pemahaman siswa tentang menghitung luas lingkaran.

kelompok setelah mengevaluasi dikoreksi hasil - Hasil kemudian dikumpulkan.92 - Secara bersama-sama dengan bimbingan guru. karangan M. Hal. 5 menit V. beberapa soal tentang keliling dan luas lingkaran (LATIHAN 1 hal 194 – 195 Erlangga kelas VIII). Alat dan Bahan 1. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. semua pekerjaan. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Buku paket. Hal. • Kuis dan penghargaan kelompok Guru memberikan kuis secara kelompok dan 10 menit diakhiri dengan pemberian penghargaan dikelompok sesuai hasil kuis yang diperoleh setiap siswa dalam kelompok. karangan Samsul Hadi.204-232 . Cholik Adinawan. Kegiatan Akhir • Penutup Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah.156-180 Buku paket. 2.

5 cm d =10 cm d = 28 cm 2.250 cm2. Di tengah lapangan tersebut terdapat dua rumpun . Sebuah lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan panjang 14 m dan lebar 8 m. 4.93 VI. Hitunglah luas permukaan papan yang tidak ada lubangnya ! 5. Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar berikut ! a) 7 cm 7 cm b) 5 cm 14 cm 3. Hitunglah luas lingkaran dengan dengan ketentuan sebagai berikut: a) b) c) d) r = 56 cm r = 3. Hitunglah panjang diameter dan keliling logam tersebut ! Panjang sisi sebuah papan berbentuk persegi adalah 10 cm. Penilaian Jumlah soal = 5 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 5x10 = 10 5 SOAL 1. Papan mempunyai 16 lubang berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 1 cm. Luas sebuah logam yang berbentuk lingkaran adalah 1.

856 cm2 b) r = 3.5 cm L= 22 x 3.94 bunga berbentuk lingkaran dengan garis tengah masing-masing adalah 2 m.14 x 10 x10 4 = 78. Hitunglah luas lapangan rumput yang tidak ditanami bunga ! Kunci : 1.5 x 3.5 7 = 38.5 cm2 c) d = 10 cm L= = 1 π d2 4 1 x 3.5 d) d = 28 cm L= = 1 π d2 4 1 22 x x 28 x 28 4 7 = 616 cm2 . Luas lingkaran dengan : a) r = 56 cm L = π r2 = 22 x 56 x56 7 = 9.

95 2. Diketahui : Luas sebuah logam = 2.464 = 2.136 = 3.464 cm2 Ditanya : diameter dan keliling logam ? Jawab : L= 2.464 = 68.5 cm 2 b) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi + luas = 1 22 x x 14 x 14 4 7 1 lingkaran 2 = 616 cm 2 3. Luas daerah yang diarsir sesuai gambar : a) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi – luas = (sxs)–( 1 lingkaran 4 1 2 πr ) 4 1 22 = (7 x 7) – ( x x7x7) 4 7 = 49 – 38.992 = d2 22 1 π d2 4 1 22 x x d2 4 7 22 x d2 28 d2 d d K= πd = 22 x 56 7 = 3.136 = -56 cm = 56 cm atau d Karena d adalah ukuran untuk panjang maka diambil nilai positif = 176 cm Jadi diameter logam 56 cm dan kelilingnya 176 cm .

S. Mengetahui..4 cm 2 5. Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti..96 4..pd Ika Fitrianingsih NIM A......7 m 2 1 π d2 ) 4 1 22 x x4) 4 7 Jadi luas lapangan yang tidak ditanami bunga adalah 115. 410 050 075 ..3 = 115..(2 x = 112 – ( 2 x = 122 ..7 m 2 Wuryantoro..6 = 87.…. Diketahui : p persegi = 10 cm terdapat 16 lubang berbentuk lingkaran dengan d = 1 cm Ditanya Jawab : Luas papan yang tidak berlubang ? : L papan yang tidak berlubang = L persegi – (16 x L lingkaran) = (10 x 10)..(16 x = 100 – ( 16 x = 100 – 12.4 cm 2 jadi luas papan yang tidak berlubang adalah 87....6. Diketahui : panjang = 14 m lebar d Ditanya Jawab =8m =2m 1 π d2 ) 4 1 22 x x1) 4 7 : Luas lapangan yang tidak ditanami bunga : L lapangan yang tidak ditanami bunga = L lapangan – (2 x L rumpun bunga = (14 x 8)..

2. jari-jari. Kompetensi Dasar : 1. bagian lingkaran serta ukurannya.97 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 1 (Satu) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur.Menyebutkan unsur-unsur dan bagian- Indikator bagian lingkaran: pusat lingkaran. Menghitung keliling lingkaran : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. Tujuan Pembelajaran 1.Menentukan lingkaran. busur. juring. diameter. apotema. tembereng. 4. diameter. 2. tali busur. juring. tembereng. 3. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran: pusat lingkaran. Siswa dapat menentukan rumus keliling lingkaran. Menentukan rumus keliling lingkaran 3. Siswa dapat mengenal serta mengidentifikasi lingkaran. Siswa dapat menghitung keliling lingkaran . jarijari. unsur dan bagian-bagian 2. busur. tali busur. apotema. Menghitung keliling dan luas lingkaran : 1.

Menghitung besar-besaran pada lingkaran Keliling lingkaran Keliling lingkaran adalah panjang dari seluruh tepi lingkaran nilai perbandingan antara keliling dan diameter disebut π (phi).Jari-jari lingkaran adalah OA.Garis lurus CD disebut tali busur f. D d. r atau k = πd Dimana . OB. Pengertian dan Unsur-unsur Lingkungan Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada bidang datar yang mempunyai jarak yang sama terhadap titip tetap.14 atau ) Diameter 7 Rumus keliling lingkaran adalah: K = 2 π . i. Juring AOC adalah juring kecil j. (π = 3. Unsur-unsur lingkaran berdasar gambar 2.1 B c. Bangun yang dibatasi oleh tali busur CD dan busur CED disebut tembereng. Materi Ajar a. g.1. h.Perhatikan bahwa temberang CED adalah tembereng kecil. Garis OP yang tegak lurus tali busur disebut apotema.98 II. OC dan OE A C O P E Gambar 2. Jadi π = Keliling lingkaran 22 .Pusat lingkaran itu adalah O b. b. Bangun yang dibatasi oleh busur AC dan jarijari OA dan OC disebut juring.Garis tengah lingkaran adalah AB dengan panjang 2 x jari-jarinya.Garis lengkung AC dan CD disebut busur e. a. Titik tetap ini disebut titik pusat lingkaran.

Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Awal Kegiatan Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah.Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. Waktu • • 10 menit Kegiatan Inti • Guru memberikan materi lingkaran. Pendekatan : Konvensional IV. Kegiatan Akhir • Penutup . Strategi Pembelajaran 1. 10 menit . beberapa soal tentang lingkaran ( LATIHAN 1 hal 195 – 196 Erlangga kelas VIII).99 K r d = keliling lingkaran = jari-jari lingkaran = diameter lingkaran III. Metode : Ceramah. Motivasi Kegiatan sehari – hari yang menggunakan lingkaran. . Tanya jawab. 25 menit • Kuis dan penghargaan Guru memberikan kuis dan diakhiri dengan pemberian penghargaan sesuai hasil kuis yang 35 menit diperoleh setiap siswa. pemberian tugas. 2.

karangan M. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2.Semua jari-jarinya c. Penilaian Jumlah soal = 3 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 3 x 10 3 Contoh = 10 1. . Buku paket. Tali busurnya d. Satu busur pendek e. Garis tengahnya b. Cholik Adinawan.191-203 VI.165-169 2. karangan Samsul Hadi. Tentukan : A E F O C B a. Buku paket. Apotema D b. Satu juring kecil g.100 V. Hal. Satu busur panjang f. Hal. Alat dan Bahan 1. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Gambar di bawah menunjukkan suatu lingkaran dengan pusat titik O.

Diameter roda sepeda disamping adalah 42 cm. satu busur panjang e. a. d = 56 cm b. OE a. 8 cm 9 cm 56 cm 8 cm 3.24 cm K= πd = 22 x 56 7 = 176 cm . = OF = garis lengkung AE = garis lengkung CD = AOE : a.14 x 8 = 50. K = 2 π r = 2 x 3. apotema 2. Diketahui Ditanya Jawab a. dalam suatu perjalan mobil tersebut berputar sebanyak 500 kali berapa jarak yang ditempuh sepeda tersebut ? Kunci jawaban : 1. satu juring kecil f. semua jari-jarinya b. Hitung keliling bangun di bawah ini : b. tali busurnya = garis lurus CD c. r = 8 cm : Keliling lingkaran ? : b.Dari gambar tersebut dapat ditentukan : garis tengahnya = AB = OA. satu busur pendek d.101 2. OB.

. Diketahui Ditanya Jawab : roda sepeda dengan d = 42 cm berputar sebanyak 500 kali : jarak yang ditempuh sepeda? : K= = πd 22 x 42 7 = 132 cm Jarak yang ditempuh = K x banyak putaran = 132 x 500 = 66..... S. Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti....pd Ika Fitrianingsih NIM A...102 3..000 cm = 66 km Jadi jarak yang ditempuh sepeda adalah 66 km Wuryantoro...….. 410 050 075 ... Mengetahui..

atau L = Dimana : L = luas lingkaran d = diameter lingkaran r = jari-jari lingkaran 1 2 πd 4 . bagian lingkaran serta ukurannya. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menghitung keliling dan luas lingkaran II. Siswa dapat menentukan rumus keliling dan luas lingkaran.103 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : : Matematika VIII (Delapan) 2 (Dua) 2 (Dua) Standar Kompetensi Menentukan unsur. : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. Kompetensi Dasar : Menghitung keliling dan luas lingkaran Indikator : 1. 2. Menentukan rumus luas lingkaran 2. Materi Ajar Luas lingkaran Rumus luas lingkaran adalah L = π r2. Siswa dapat menghitung lias lingkaran.

Kegiatan Inti • guru membuat soal yang ada 5 menit hubungannya dengan lingkaran. • Dengan bimbingan guru siswa diharapkan mengerjakan soal pada buku yudistira hal 164-165 45 menit . Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • Guru Apersepsi menyampaikan tujuan 10 menit pembelajaran. Membahas PR Dengan soal tanya ada jawab. guru mengingtkan kembali tentang soalyang hubungannya dengan lingkaran. diharapkan 10 menit memahami. • Guru membuat soal lagi dan mengerjakan kemudian sambil siswa menjelaskan. mencatat dan menanyakan apa yang belum diketahui. yaitu luas lingkaran. : Konvensional IV. Tanya jawab. Metode 2. pemberian tugas. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan : Ceramah.104 III.

yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Hal. Buku paket. Cholik Adinawan. Guru memberikan tugas kepada siswa Kegiatan Akhir secara individu untuk mengerjakan dirumah. karangan Samsul Hadi. Hal. Buku paket. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2.3 hal 164 – 165 Yudhistira kelas VIII). V. karangan M. Alat dan Bahan 1.156-180 2.105 • Penutup Dengan bimbingan guru siswasiswa membuat dari simpulan materi dan dalil 10 menit rangkuman lingkaran. Penilaian ( 20 menit ) Jumlah soal = 5 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 5x10 = 10 5 . beberapa soal tentang lingkaran (LATIHAN 6.204-232 VI.

250 cm2. Papan mempunyai 16 lubang berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 1 cm. Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar berikut ! a) 7 cm 7 cm b) 5 cm 14 cm 3. Hitunglah panjang diameter dan keliling logam tersebut ! Panjang sisi sebuah papan berbentuk persegi adalah 10 cm. Di tengah lapangan tersebut terdapat dua rumpun bunga berbentuk lingkaran dengan garis tengah masing-masing adalah 2 m. Hitunglah luas permukaan papan yang tidak ada lubangnya ! 5. Luas sebuah logam yang berbentuk lingkaran adalah 1.106 SOAL 1. Hitunglah luas lingkaran dengan dengan ketentuan sebagai berikut: a) r = 56 cm b) r = 3. Hitunglah luas lapangan rumput yang tidak ditanami bunga ! . Sebuah lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan panjang 14 m dan lebar 8 m.5 cm c) d =10 cm d) d = 28 cm 2. 4.

5 cm2 c) d = 10 cm L= = 1 π d2 4 1 x 3.5 x 3.5 cm L= 22 x 3. Luas lingkaran dengan : a) r = 56 cm L = π r2 = 22 x 56 x56 7 = 9.5 cm 2 .14 x 10 x10 4 = 78.856 cm2 b) r = 3.107 Kunci : 1.5 d) d = 28 cm L= = 1 π d2 4 1 22 x x 28 x 28 4 7 = 616 cm2 2. Luas daerah yang diarsir sesuai gambar : a) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi – luas = (sxs)–( = (7 x 7) – ( 1 2 πr ) 4 1 22 x x7x7) 4 7 1 lingkaran 4 = 49 – 38.5 7 = 38.

464 cm2 Ditanya : diameter dan keliling logam ? Jawab : L= 2. Diketahui : p persegi = 10 cm terdapat 16 lubang berbentuk lingkaran dengan d = 1 cm Ditanya Jawab : Luas papan yang tidak berlubang ? : L papan yang tidak berlubang = L persegi – (16 x L lingkaran) .464 = 2.464 = 68.992 = d2 22 1 π d2 4 1 22 x x d2 4 7 22 x d2 28 d2 d d K= πd = 22 x 56 7 = 3.108 b) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi + luas = 1 22 x x 14 x 14 4 7 1 lingkaran 2 = 616 cm 2 3.136 = 3. Diketahui : Luas sebuah logam = 2.136 = -56 cm = 56 cm atau d Karena d adalah ukuran untuk panjang maka diambil nilai positif = 176 cm Jadi diameter logam 56 cm dan kelilingnya 176 cm 4.

109

= (10 x 10)- (16 x = 100 – ( 16 x = 100 – 12,6 = 87,4 cm 2

1 π d2 ) 4

1 22 x x1) 4 7

jadi luas papan yang tidak berlubang adalah 87,4 cm 2 5. Diketahui : panjang = 14 m lebar d Ditanya Jawab =8m =2m

: Luas lapangan yang tidak ditanami bunga : L lapangan yang tidak ditanami bunga = L lapangan – (2 x L rumpun bunga = (14 x 8)- (2 x = 112 – ( 2 x = 122 - 6,3 = 115,7 m 2
1 π d2 ) 4

1 22 x x4) 4 7

Jadi luas lapangan yang tidak ditanami bunga adalah 115,7 m 2 Wuryantoro,….................. Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Praktikan

Suprapti, S.pd

Ika Fitrianingsih

NIM A. 410 050 075

110

Lampiran 6. ANGKET TRY OUT MOTIVASI SISWA
Petunjuk Pengisian Angket : 1. Tulis nama, kelas, nomer absent dan nama sekolah anda. 2. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan yang anda lakukan dan alami dengan memberikan tanda (X). 3. Setiap jawaban anda adalah benar, sehingga jangan terpengaruh dengan jawaban teman-teman anda. 4. Jawaban anda tidak mempengaruhi nilai tes/raport anda. 1. Saya selalu mempelajari materi matematika yang akan diajarkan oleh guru . a. b. oleh guru. a. b. a. b. a. b. kerjakan. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

7. Saya berusaha mengerjakan sendiri setiap ulangan matematika yang diberikan

8. Saya berusaha mengerjakan soal matematika yang sulit sampai saya bisa.

9. Saya belajar matematika hanya jika akan diadakan ulangan.

10. Saya merasa tidak puas jika belum bisa mengerjakan soal matematika yang saya

11. Saya merasa malas mengerjakan soal-soal matematika yang ada dibuku atau LKS.

111

12. Saya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar matematika. a. b. ketahui. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

13. Saya selalu bertanya jika ada pokok bahasan dalam matematika yang belum saya

14. Saya selalu mengerjakan pekerjaan rumah untuk bidang studi matematika.

15. Saya tidak mencari sumber pelajaran yang lain untuk bidang studi matematika selain buku paket yang diberikan oleh sekolah. a. b. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

16. Saya berusaha mengikuti jam tambahan atau les privat untuk bidang studi matematika. a. b. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

17. Saya selalu siap, jika sewaktu-waktu guru mengadakan ulangan matematika.

18. Saya suka mencontek Pekerjaan Rumah teman daripada mengerjakan sendiri.

19. Saya menjadi tidak bersemangat jika melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. a. b. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

tinggi. Saya merasa senang jika pembahasan materi pada matematika menggunakan alat . Kadang-Kadang d. b. Tidak Pernah Selalu Sering c. b. b. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah 24.112 20. b. Tidak Pernah c. 26. Selalu Sering c. Orang tua saya akan menanyakan hasil ulangan Matematika saya. a. a. Kadang-Kadang d. b. Tidak Pernah c. Saya tidak senang jika mendapat pujian dari guru ketika saya bisa mengerjakan soal di depan kelas. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah 25. Saya tidak merasa tertarik dengan setiap pokok bahasan dalam matematika. Tidak Pernah 21. a. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. a. Kadang-Kadang d. peraga. a. 27. a. 23. a. b. Kadang-Kadang d. b. Saya merasa pelajaran matematika tidak berguna dan membingungkan. b. Selalu Sering c. Tidak Pernah Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Saya tidak mendapatkan pujian atau hadiah dari orang tua jika nilai matematika saya 22. Guru Matematika selalu memberikan pujian jika saya bisa mengerjakan soal matematika. Tidak Pernah c. Saya tidak berkeinginan untuk mengerjakan soal matematika dan mendapatkan nilai yang tinggi a.

Selalu Sering c. b. untuk belajar matematika jika akan menghadapi ulangan. 30. a. a. a. b. a. Orang tua saya akan tidak membebaskan saya dari pekerjaan rumah. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Tidak Pernah 29. b. Tidak Pernah 34. b. Selalu Sering Selalu Sering c. b. Dengan adanya Pekerjaan Rumah akan mendorong saya untuk lebih mendalami bahan pelajaran matematika. Tidak Pernah 33. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. b. saya lebih suka bergurau dengan teman dan mencontek jika akan dikumpulkan. a.113 28. b. Tidak Pernah . Selalu Sering c. Tidak Pernah 31. Saya selalu mengkondisikan diri untuk tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu teman saat proses belajar mengajar. Orang tua saya menciptakan suasana rumah yang tenang saat saya akan ulangan matematika. a. Saya menganggap Matematika adalah pelajaran yang sulit. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Selalu Sering Selalu Sering c. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. 32. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. a. a. Tidak Pernah 35. Kadang-Kadang d. b. Kadang-Kadang d. Saya merasa malas untuk mencari hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan matematika. Saya selalu memperhatikan guru ketika ia sedang mengajar. Jika guru memberikan tugas dikelas.

561 Valid pakai .642 Valid Valid Valid pakai pakai pakai 1 4 2 3 4 2 2 4 2 2 3 2 3 1 2 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 94 240 7927 0.746 0.136 Invalid tidak 8 3 2 3 4 1 3 4 2 1 1 1 2 4 1 2 2 3 2 4 3 3 2 2 1 4 1 2 3 2 2 2 2 1 1 2 1 1 3 2 2 87 227 7242 0.810 0.635 0.114 Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Motivasi Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan Nomor Item 5 6 7 4 4 4 2 2 2 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 4 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 4 3 2 2 3 2 3 3 2 1 2 4 3 4 4 4 4 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 4 2 1 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 2 3 2 2 3 3 116 114 114 368 348 350 9718 9570 9585 0.969 0.501 Valid pakai 11 3 3 1 4 4 3 4 2 3 2 1 4 1 1 4 3 3 4 1 4 4 2 1 4 4 1 2 2 1 3 4 1 1 4 4 4 1 1 4 4 107 351 9128 1.633 0.264 Invalid tidak 9 3 2 2 4 4 2 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 2 2 3 1 3 3 2 2 3 2 2 1 1 2 2 2 1 3 3 2 1 2 2 2 94 250 7968 0.644 0.627 Valid pakai 10 4 4 2 4 4 4 4 2 1 4 3 3 4 4 3 4 4 1 4 3 4 3 4 1 1 3 3 4 2 3 3 4 2 4 4 1 2 2 1 1 118 400 9946 1.331 0.592 0.668 Valid pakai 2 3 3 2 4 4 3 4 3 2 4 2 4 2 3 2 2 3 2 2 2 4 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 4 4 2 4 2 2 2 107 313 9038 0.556 Valid pakai 4 1 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 2 4 4 3 1 2 3 3 1 3 3 1 3 3 4 2 3 2 1 2 109 329 8962 0.511 0.674 Valid pakai 3 3 3 2 3 4 2 3 2 1 3 2 3 1 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 2 4 2 2 2 93 241 7832 0.687 0.820 0.661 0.490 0.

739 Valid pakai 21 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 4 3 2 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 2 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 134 468 11196 0.660 Valid pakai 14 4 3 2 4 4 3 4 2 2 4 3 2 2 4 2 4 3 3 2 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 112 336 9340 0.541 0.574 0.456 -0.712 1.115 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan 12 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 1 3 3 3 2 1 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 114 346 9569 0.224 Invalid tidak Nomor Item 16 17 18 3 3 4 4 1 2 4 2 1 4 4 4 3 4 4 4 1 1 4 4 4 3 1 1 4 2 1 4 1 1 3 3 2 3 3 2 4 1 1 3 1 1 4 2 2 4 2 1 4 2 4 1 2 1 4 1 1 4 1 4 3 3 4 3 2 1 4 1 1 4 2 1 4 4 2 4 4 2 3 1 1 3 2 2 3 1 1 3 1 1 4 3 2 3 3 2 4 2 1 1 1 4 3 2 2 4 2 1 4 1 1 4 1 1 4 2 4 1 2 1 137 81 77 497 205 205 11160 6959 6809 0.862 0.456 0.660 Valid pakai 13 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 1 3 3 3 2 1 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 114 346 9569 0.396 Valid pakai .621 0.041 0.794 Valid pakai 20 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 3 2 4 4 3 2 2 3 3 121 381 10125 0.794 Invalid Valid Valid pakai pakai tidak 19 4 2 1 4 4 1 4 1 1 1 2 2 1 1 2 1 4 1 1 4 4 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 4 2 1 1 1 4 1 77 205 6809 1.815 0.483 Valid pakai 15 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 1 1 4 3 4 3 3 4 1 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 1 3 127 435 10474 0.051 1.384 0.681 Valid pakai 22 3 2 2 4 2 2 4 2 2 1 3 3 2 3 4 2 3 3 2 2 3 1 2 4 2 4 2 4 2 2 4 3 2 4 2 4 2 1 2 3 104 304 8688 0.490 0.541 0.

731 Valid pakai Nomor Item 26 27 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 2 3 2 3 3 4 4 4 4 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 4 3 3 2 2 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 4 3 2 3 2 4 2 4 4 4 2 4 3 3 2 3 3 3 113 130 347 436 9411 10806 0.654 Valid pakai 25 4 4 3 4 4 4 4 3 2 1 2 4 2 2 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 116 360 9778 0.635 -0.195 σ2t = r11 = 0.312 .542 Valid pakai 30 4 3 4 1 3 4 1 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 133 467 10684 0.651 Valid pakai 29 4 3 2 4 4 4 4 3 2 2 3 3 1 1 4 1 4 1 1 2 4 3 4 4 2 1 1 4 4 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 106 332 8990 1.410 0.605 0.786 Σσ2b = 198.116 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan 23 3 2 1 4 4 2 4 3 2 2 4 4 1 2 2 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 4 2 3 2 1 2 2 1 3 4 2 1 2 2 2 99 279 8443 0.712 0.221 0.310 0.386 Invalid tidak Y 108 79 73 115 107 87 115 77 72 81 83 97 63 64 84 78 92 70 70 87 106 81 78 73 77 82 74 82 61 72 85 80 63 94 96 77 69 64 76 72 3264 Y2 11664 6241 5329 13225 11449 7569 13225 5929 5184 6561 6889 9409 3969 4096 7056 6084 8464 4900 4900 7569 11236 6561 6084 5329 5929 6724 5476 6724 3721 5184 7225 6400 3969 8836 9216 5929 4761 4096 5776 5184 274072 Uji reliabilitas 24.821 0.905 rtabel = 0.613 Valid Valid pakai pakai 28 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 2 2 3 3 4 2 2 2 4 3 4 2 2 4 2 4 2 2 3 2 2 4 4 4 4 2 2 2 120 392 10116 0.871 0.711 Valid pakai 24 4 2 1 4 3 4 4 2 2 1 1 3 1 1 2 1 4 3 1 4 4 3 3 1 3 1 3 3 3 2 2 3 1 3 3 2 1 1 3 3 96 278 8230 1.346 0.

2. . Kadang-Kadang d. Tulis nama. 1. Tidak Pernah 2. Sering a. Kadang-Kadang d. Selalu b. Kadang-Kadang d. 6. Saya berusaha mengerjakan sendiri setiap ulangan matematika yang diberikan 3. Selalu b. 4. a. Kadang-Kadang d. Saya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar matematika. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan yang anda lakukan dan alami dengan memberikan tanda (X). Tidak Pernah c. 4. Kadang-Kadang d. sehingga jangan terpengaruh dengan jawaban teman-teman anda. a. Tidak Pernah c. Setiap jawaban anda adalah benar. Sering a. Jawaban anda tidak mempengaruhi nilai tes/raport anda. Saya merasa malas mengerjakan soal-soal matematika yang ada dibuku atau LKS. Saya merasa tidak puas jika belum bisa mengerjakan soal matematika yang saya 5. 3. Selalu b. Sering c. Kadang-Kadang d. Selalu b. Selalu b. a. Sering oleh guru. kelas. Saya berusaha mengerjakan soal matematika yang sulit sampai saya bisa. Tidak Pernah c. ANGKET MOTIVASI SISWA Petunjuk Pengisian Angket : 1. Tidak Pernah c. Selalu b. Tidak Pernah c.117 Lampiran 8. Sering kerjakan. Sering a. nomer absent dan nama sekolah anda. Saya selalu mempelajari materi matematika yang akan diajarkan oleh guru .

a. Orang tua saya akan menanyakan hasil ulangan Matematika saya. Sering a. Selalu b. a. Selalu b. Sering c. Guru Matematika selalu memberikan pujian jika saya bisa mengerjakan soal . Saya tidak mencari sumber pelajaran yang lain untuk bidang studi matematika selain buku paket yang diberikan oleh sekolah. 14. Selalu b. a. jika sewaktu-waktu guru mengadakan ulangan matematika. a. 12. Saya berusaha mengikuti jam tambahan atau les privat untuk bidang studi 10. Selalu b. Tidak Pernah c. Saya menjadi tidak bersemangat jika melakukan kesalahan dalam menyelesaikan 13. Selalu b. Saya selalu siap. Tidak Pernah c. Sering a. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Tidak Pernah 8. Tidak Pernah c. Tidak Pernah 9. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Selalu b. Selalu b. Kadang-Kadang d. a. Saya suka mencontek Pekerjaan Rumah teman daripada mengerjakan sendiri. Kadang-Kadang d. Sering matematika. Sering soal matematika. Sering a.118 7. Kadang-Kadang d. Saya selalu mengerjakan pekerjaan rumah untuk bidang studi matematika. Sering matematika. Kadang-Kadang d. Selalu b. Sering c. 11. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d.

Kadang-Kadang d. 21. Sering a. Kadang-Kadang d. a. Selalu b. Kadang-Kadang d. Saya tidak merasa tertarik dengan setiap pokok bahasan dalam matematika. Sering c. Sering a. Saya merasa pelajaran matematika tidak berguna dan membingungkan. Kadang-Kadang d. Selalu c. Selalu b. . Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. a. Tidak Pernah c. Tidak Pernah c. Sering a. Saya selalu memperhatikan guru ketika ia sedang mengajar.119 15. Selalu b. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Selalu b. a. Saya menganggap Matematika adalah pelajaran yang sulit. Tidak Pernah c. 18. Tidak Pernah b. Sering peraga. Tidak Pernah c. Sering berhubungan dengan matematika. Saya merasa senang jika pembahasan materi pada matematika menggunakan alat 19. Saya tidak senang jika mendapat pujian dari guru ketika saya bisa mengerjakan soal di depan kelas. Selalu b. Selalu b. Tidak Pernah 16. Selalu b. Sering a. Dengan adanya Pekerjaan Rumah akan mendorong saya untuk lebih mendalami 20. Saya merasa malas untuk mencari hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang 22. 17. a. Tidak Pernah c. Sering bahan pelajaran matematika. Tidak Pernah c.

120 23. Selalu b. Sering c. Tidak Pernah c. Tidak Pernah 25. Kadang-Kadang d. Orang tua saya menciptakan suasana rumah yang tenang saat saya akan ulangan . Selalu b. Sering c. a. Kadang-Kadang d. saya lebih suka bergurau dengan teman dan mencontek jika akan dikumpulkan. Saya selalu mengkondisikan diri untuk tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu teman saat proses belajar mengajar. Tidak Pernah 24. a. Jika guru memberikan tugas dikelas. Kadang-Kadang d. a. Sering matematika. Selalu b.

2. no urut. Bacalah lebih dahulu setiap soal. Silanglah jawaban yang anda anggap benar. garis JK b. Selamat mengerjakan. Periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru! 6. tali busur lingkaran 2. Kerjakan dahulu soal-soal yang anda anggap mudah! 4. tembereng lingkaran c. sebelum anda mengerjakan! 3. Perhatikan gambar di bawah ini : yang disebut dengan tali busur adalah : a. Sebuah titik pada lingkaran yang mempunyai jarak terhadap titik pusat dan merupakan ½ kali panjang diameter disebut sebagai: a. daerah yang dibatasi oleh busur . busur lingkaran d. dan kelas pada lembar jawab yang tersedia. SOAL TRY OUT TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Mata Pelajaran Pokok Bahasan Waktu : Matematika : Lingkaran : 80 menit Kelas / Semester : VIII / II Petunjuk 1. daerah POQ c. SOAL 1. jari-jari lingkaran b. garis PQ d. 5. Tulislah lebih dahulu nama.121 Lampiran 9. semoga sukses.a.

13 9.2. 28 cm d. segitiga yang dibentuk oleh sepasang jari-jari dan tali busur selalu sama kaki d. tali busur 4. a.. 31. 88 cm 8. 88 cm c.5 b. tali busur c. 2πr b. juring b. 44 cm b. Pernyataan berikut ini benar. Diameter suatu lingkaran dinyatakan dalam d. Dua buah roda sepeda yaitu roda A dan roda B. Panjang jari-jari sebuah lingkaran adalah 14 cm maka keliling lingkaran tersebut adalah …………. Hitunglah panjang jari-jari lingkaran jika kelilingnya 198 cm . πr d. maka rumus keliling lingkaran tersebut adalah …………. juring b. Berapakah perbandingan keliling kedua roda tersebut?. Dari gambar no.5 d. Daerah yang dibatasi oleh sebuah tali busur dan busur lingkaran disebut………. masing-masing roda mempunyai panjang jari-jari 7 cm untuk roda B dan 28 cm untuk roda A. 1 : 4 a. 5. (π = a. 13. 4 : 11 c. πr² 22 ) 7 c. busur a. tembereng d. busur c. tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur c. roda A : roda B a. kecuali……… a. juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur lingkaran 6. daerah POQ disebut………… a.122 3. πd² 7. 4 : 1 d. tembereng d. diameter lingkaran adalah dua kali jari-jari b. 11 : 4 b. 31 c.

dengan π = 3. maka luas lingkarannya menjadi. Suatu lingkaran mempunyai jari-jari r maka rumus luas lingkaran jika dinyatakan dalam diameter atau d adalah …………..6cm c. 10 cm d. 4 : 3 c. πd 12.. Luas lingkaran yang berjari-jari 7cm adalah.. 22cm2 b.. 82. 4 : 1 d. 3 : 2 a. maka perbandingan luas meja makan tersebut adalah …………… a. Jika jari-jari lingkaran tersebut diubah menjadi 2 kalinya. ½ πd² c. Keliling lingkaran yang berdiameter 20cm. maka: a. 7 cm 15....14 adalah... 308cm2 c. Lngkaran A berjari-jari 4cm dan lingkaran B berjari-jari 8cm. a.. 44 cm2 c. 123cm2 16.. Luas lingkaran B = 4 kali luas lingkaran A c. 14. Diketahui suatu lingkaran berjari-jari sebesar 7cm. 24 cm b..8cm b.. Luas lingkaran B = 2 kali luas lingkaran A b.8cm d... ¼ πd d. 14 cm c. 154cm2 b. Garis tengah lingkaran B = garis tengah lingkaran A .. Panjang diameter meja makan yang berbentuk lingkaran adalah 40 cm dan 20 cm. 616cm2 d. 154 cm2 d. ¼ πd² b..6cm 11.. 125. 68... Keliling lingkaran B = keliling lingkaran A d.123 10. 62. 2 : 1 b. 308 cm2 22 . a.. a.. a. Lingkaran yang luasnya 154cm2.. panjang diameternya 7 13. dengan π = adalah…….

.kalinya.. Dalam suatu taman berbentuk persegi. Diameter sebuah roda sepeda adalah 63 cm. maka luas lingkaran berubah menjadi. Apabila panjang sisi persegi itu 25m.124 17. 378 cm² 21 cm c. 154m² b. a.... 616m² 20.. 693 kali d.. Dari gambar di bawah ini. 471m² c. d. maka luas taman diluar kolam adalah. 350 kali c. a.. ditengahnya terdapat kolam yang berbentuk lingkaran dengan diameter 14m. a.. 1632 cm² d.... 93 kali b. Berapa kali roda sepeda itu berputar 19.. Jika panjang jari-jari sebuah lingkaran diubah menjadi setengah kalinya... b. 379 cm² b.. hitunglah luas daerah persegi yang diarsir jika jari-jari lingkaran panjangnya 21 cm ……………. 531m² d. 1698 cm² . 63 kali c... 18. jika menempuh jarak 693 m? a.

A 19. A 14.Absent : 1. A 4. A 15. A 21. A 25. A 13. A 8. A 30. A 27. A 6. A 29.b LEMBAR JAWAB ANGKET Nama Kelas : : No. A 9. A 20.125 Lampiran 9. A 5. A 28. A 17. A 11. A 23. A 12. A 26. A 18. A 2. A 7. A B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E . A 3. A 10. A 22. A 24. A B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E 16.

C 16. A 2. A 7. C 14. B . A 3. A 9. B 15. B 5. A 6. A 11.126 Lampiran 9. B 8. A 12.c Kunci Tes Prestasi : 1. B 20. A 10. C 4. B 18. C 13. B 17. B 19.

21 0.23 0.78 Mudah 19 12 20 20 0.20 Jelek Drop 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 31 31 422 0.17 0.35 Cukup Pakai 8 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 24 24 330 0.40 Cukup Pakai 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 34 34 435 0.38 0.25 Cukup Pakai 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 30 30 416 0.70 0. Resp.60 0.78 0.530 Invalid Valid 0.486 Valid 0.78 0.19 0.645 Valid 0.575 Valid 0.35 Cukup Pakai 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 31 31 423 0.164 Invalid 0.40 0.11 0.40 Cukup Pakai .30 0.85 Mudah 19 15 20 20 0.70 0.15 0.23 0.071 0.25 Jelek Cukup Pakai Drop 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 35 35 462 0.17 0.85 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan Nomor Soal 4 5 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 28 25 28 25 356 350 0.63 Sedang Sedang 16 15 12 10 20 20 20 20 0.88 0.13 0. Reliabilitas.75 0.25 0.24 0.78 Mudah 19 12 20 20 0.13 0.63 0.75 Mudah 19 11 20 20 0.60 Sedang 16 8 20 20 0.23 0.20 0.558 Valid 0. Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda Soal No.127 Uji Validitas.88 Mudah 20 15 20 20 0.416 Valid 0.

35 Cukup Pakai 11 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 16 16 205 0.35 Cukup Pakai .53 Sedang 12 9 20 20 0.30 Cukup Pakai 15 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 21 21 279 0.60 0.65 0.80 Mudah 20 12 20 20 0.75 0.128 No.10 Jelek Drop 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 32 32 439 0.24 0.80 0.24 0.23 0.63 0.20 0.16 0.661 Valid 0.23 0.80 0.40 Cukup Pakai 13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 32 32 439 0.25 0.25 0.30 Cukup Pakai 10 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 15 15 216 0.00 Jelek Drop 17 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 17 17 236 0. Resp.15 Jelek Drop 16 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 14 14 179 0.80 Mudah 20 12 20 20 0.20 0.049 Invalid 0.43 0.061 Invalid 0.16 0.38 0.43 Sedang 12 5 20 20 0.20 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 30 30 403 0.40 Sedang 9 7 20 20 0.40 0.35 0.53 0.40 Cukup Pakai 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 32 32 435 0.35 Sedang 7 7 20 20 0.16 0.219 Invalid 0.324 Valid 0.19 0.433 Valid 0.58 0.48 0.80 Mudah 19 13 20 20 0.38 Sedang 11 4 20 20 0.80 0.661 Valid 0.405 Valid 0.75 Mudah 18 12 20 20 0.590 Valid 0.

384 Valid 0.89 0.436 0.818 3.68 0.75 0.19 0.45 0.16 0.573 Valid Valid 0.33 0.25 Sukar 8 2 20 20 0.733 .80 Sedang Mudah 11 19 2 13 20 20 20 20 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan 18 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 10 10 149 0.33 0.30 Cukup Pakai Nomor Soal 19 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 13 32 13 32 192 434 0.30 Baik Cukup Pakai Pakai Y 17 17 17 17 17 16 16 16 16 15 15 15 15 15 15 14 14 14 14 14 13 13 13 13 12 11 12 11 10 10 10 9 9 9 8 7 7 7 5 4 502 Y2 289 289 289 289 289 256 256 256 256 225 225 225 225 225 225 196 196 196 196 196 169 169 169 169 144 121 144 121 100 100 100 81 81 81 64 49 49 49 25 16 6800 uji reliabilitas s2 = Σpq = r11 = 12.22 0.80 0. Resp.129 No.25 0.20 0.

daerah yang dibatasi oleh busur . dan kelas pada lembar jawab yang tersedia. Kerjakan dahulu soal-soal yang anda anggap mudah! 4. Perhatikan gambar di bawah ini : yang disebut dengan tali busur adalah : a. tembereng lingkaran c. Periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru! 6. tali busur lingkaran 2. 2. Silanglah jawaban yang anda anggap benar. jari-jari lingkaran b. Sebuah titik pada lingkaran yang mempunyai jarak terhadap titik pusat dan merupakan ½ kali panjang diameter disebut sebagai: a. daerah POQ c. garis JK b. garis PQ d. semoga sukses. sebelum anda mengerjakan! 3. no urut. 5. SOAL TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Mata Pelajaran Pokok Bahasan Waktu Petunjuk 1. busur lingkaran d.130 Lampiran 11. : Matematika : Lingkaran : 80 menit Kelas / Semester : VIII / II SOAL 1. Tulislah lebih dahulu nama. Bacalah lebih dahulu setiap soal. Selamat mengerjakan.

roda A : roda B a. diameter lingkaran adalah dua kali jari-jari b. πd² 22 ) 7 5. masing-masing roda mempunyai panjang jari-jari 7 cm untuk roda B dan 28 cm untuk roda A.. 31. a.14 adalah. 44 cm b. 31 a. 13 c. tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jarijari dan sebuah busur c. 62. 125. Pernyataan berikut ini benar.8cm b. πr d. Panjang jari-jari sebuah lingkaran adalah 14 cm maka keliling lingkaran tersebut adalah …………. 82. πr² c. 13. 88 cm c. 28 cm d. Dua buah roda sepeda yaitu roda A dan roda B.6cm c. Diameter suatu lingkaran dinyatakan dalam d. 4 : 11 c. Hitunglah panjang jari-jari lingkaran jika kelilingnya 198 cm 8. 2πr b. 88 cm 6. juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur lingkaran 4.131 3.5 d. (π = a. 1 : 4 a.. 68. dengan π = 3.8cm d.. segitiga yang dibentuk oleh sepasang jari-jari dan tali busur selalu sama kaki d. Berapakah perbandingan keliling kedua roda tersebut?. kecuali……… a.6cm 7.. 11 : 4 b. Keliling lingkaran yang berdiameter 20cm.5 b.. 4 : 1 d. . maka rumus keliling lingkaran tersebut adalah ………….

. maka luas lingkaran berubah menjadi. 11.. 14 cm c.132 9. 308 cm2 22 .. a. 63 kali 14.. dengan π = adalah……. ditengahnya terdapat kolam yang berbentuk lingkaran dengan diameter 14m. 531m² d. Berapa kali roda sepeda itu berputar jika menempuh jarak 693 m? a...... 693 kali d. maka luas taman diluar kolam adalah. a... Luas lingkaran yang berjari-jari 7cm adalah. 616m² 15.. 1632 cm² d. 4 : 1 d. 154 cm2 d. a.. 13. Dalam suatu taman berbentuk persegi. a. Diameter sebuah roda sepeda adalah 63 cm. 7 cm 12. 379 cm² b.. 44 cm2 c. Apabila panjang sisi persegi itu 25m. panjang diameternya 7 10.kalinya... 378 cm² 21 cm c. 471m² c. b. 10 cm d.. 22cm2 b. hitunglah luas daerah persegi yang diarsir jika jarijari lingkaran panjangnya 21 cm ……………. c... 1698 cm² . Lingkaran yang luasnya 154cm2. 350 kali c. maka perbandingan luas meja makan tersebut adalah …………… a. 24 cm b. 3 : 2 a.. 2 : 1 b. 154m² b. 4 : 3 c.. d.. Panjang diameter meja makan yang berbentuk lingkaran adalah 40 cm dan 20 cm.. Jika panjang jari-jari sebuah lingkaran diubah menjadi setengah kalinya. Dari gambar di bawah ini. 93 kali b..

133 .

728 Std.374 .00 1.0000 . Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.072 a Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran Konvensional SAVI Statistic .945 .374 .092 .075 a. Lilliefors Significance Correction .9418 5.1489 Prestasi Belajar Matematika Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.3750 -.129 40 .733 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.078 .1363 7.289 8.133 40 .8187 8. Uji Normalitas Normality test : Metode Pembelajaran Descriptives Metode Pembelajaran Konvensional Statistic 7.00 9.134 Lampiran 13. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Lower Bound Upper Bound SAVI .4375 7.733 .887 .2813 8.1144 Lower Bound Upper Bound .00 1.00 4.7232 6. .0000 -.523 .0500 7.0556 8.944 Shapiro-Wilk df 40 40 Sig.4583 7.7387 7. Error .5000 . .50 3.076 -.50 9.368 -.

This is a lower bound of the true significance.221 .492 .200* .959 21 Matematika Sedang .126 . a. Lilliefors Significance Correction a Sig.123 21 .135 Motivasi Belajar Siswa Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Motivasi Siswa Statistic df Sig.127 46 . .121 .210 13 . Statistic df Prestasi Belajar Rendah .893 13 *.959 46 Tinggi .062 .

Design: Intercept+X1+X2+X1 * X2 .136 Lampiran 14. .264 df1 5 df2 74 Sig. a.057 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups. Uji Homogenitas a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika F 2.

Uji Anava Dua Jalur Univariate Analysis of Variance Between-Subjects Factors Value Label Konvension al SAVI Rendah Sedang Tinggi N 40 40 21 46 13 Metode Pembelajaran 0 1 1 2 3 Motivasi Siswa Descriptive Statistics Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran Konvensional Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi Total Rendah Sedang Tinggi Total Rendah Sedang Tinggi Total Mean 6.7438 Std.4375 7. Design: Intercept+X1+X2+X1 * X2 .9643 7. .8370 8.8571 7.0500 7.264 df1 5 df2 74 Sig.7000 7. a.9423 8.6934 .0278 .6055 .8894 N 14 20 6 40 7 26 7 40 21 46 13 80 SAVI Total a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika F 2.1923 7.8645 .8522 .6429 8.7232 1.0443 .7750 .6975 .2619 7.3780 .6667 7. Deviation 1.057 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.9418 .137 Lampiran 15.

152 7.437 2.001 .497 df 5 1 1 2 2 74 80 79 Mean Square 3.750 62.143 4859.096 .152 7.354a 3573.186 a.193 47.429 3.138 Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Source Corrected Model Intercept X1 X2 X1 * X2 Error Total Corrected Total Type III Sum of Squares 15.820 5608.195) . .281 4.218 1.246 (Adjusted R Squared = .000 .723 11. R Squared = .071 3573.637 F 4.036 .482 1.721 Sig.281 2.001 .

5751* -. .9304* . The mean difference is significant at the .5751* -. *.9931E-02 -1. The group sizes are unequal.1002 -4.2619 7.2710 .3554 (I) Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi (J) Motivasi Siswa Sedang Tinggi Rendah Tinggi Rendah Sedang Std.139 Lampiran 16.2102 .2507 Sig.2267 1.508.8370 8. The harmonic mean of the group sizes is used.9817 Based on observed means.077 .2817 . Type I error levels are not guaranteed.367 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.371 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound -1. Alpha = .006 .b.637. c.028 .993E-02 1. Error . Uses Harmonic Mean Sample Size = 20.6341 -.371 .c Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi Sig.2507 . Homogeneous Subsets Prestasi Belajar Matematika Scheffe a.05.006 . a.8370 7.2710 .9304* .2267 4.2817 . Uji Komparasi Ganda Multiple Comparisons Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Scheffe Mean Difference (I-J) -. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = . b.2102 . N 21 46 13 Subset 1 2 7.028 .05 level.3554 .6341 -. .1923 .1002 -.9817 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful