1

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
( Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Wuryantoro)

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika FKIP UMS

Disusun Oleh :

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009

2

PERSETUJUAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
( Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009 SMP Negeri 1 Wuryantoro)

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075

Disetujui Untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Sarjana Strata – 1

Pembimbing I

Pembimbing II

Dr. Sutama, M.Pd

Dra. Sri Sutarni, M.Pd Tanggal :

Tanggal :

ii

3

PENGESAHAN SKRIPSI

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
(Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri I Wuryantoro)

Dipersiapkan dan disusun oleh:

IKA FITRIANINGSIH A410 050 075
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal, ................................ Dan dinyatakan telah memenuhi syarat. Susunan Dewan Penguji: 1. Dr. Sutama, M.pd 2. Dra. Sri Sutarni, M.Pd 3. Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom Surakarta, ___________________ Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan, Drs. H. Sofyan Anif, M.Si NIK.547 iii ( ( ( ) ) )

Apabila ternyata kelak terbukti ada ketidak benaran dalam pernyataan saya di atas. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Juni 2009 IKA FITRIANINGSIH A410 050 075 iv . Surakarta.4 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang yeng pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya.

tanpa banyak berharap dan panjang angan. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat “ (Q.S Al-Mujaadilah :11) “Sahabat yang sejati adalah orang-orang yang dapat berkat benar kepadamu. Karena itu pergunakanlah selagi dia Nampak dihadapanmu” (Ali Bin Abi Thalib) “…. serta menyadari bahwa kehadiran Allah SWT adalah segala-galanya bagi kecerahan hidup” (penulis) v .5 MOTTO “Barang siapa berjalan disuatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalan ke Syurga” ( HR Muslim) “Setiap orang mampu mampu belajar lebih jauh dari dugaannya dan tidak pernah ada kata terlambat untuk memulainya” (Ruswandi) “Kesempatan datangnya seperti awan berlalu. bukan orang-orang yang dapat membenarkan kata-katamu” (Hamka) “Bahwa langkah yang terbaik hidup adalah menikmati hidup dalam setiap detiknya.

. dhini dan semunya.thanks atas kasih sayang dan dukungannya s’lama ini..... perhatian.dhian.. lala.. My friend’s Teman seperjuanganku. kupersembahkan karya sederhana ini kepada : Allah SWT Terimakasih ya Allah... wening.terimakasih untuk waktu. dan semunya.. m’ony.. Bapak dan ibu tercinta Terimakasih telah membekaliku dengan harta yang tak ternilai harganya yaitu seikhlas doa yang terpanjat dan segenap kasih sayang yang tercurah dalam setiap langkah hidupku dalam menggapai cita.. I love u all. Dukungan.6 PERSEMBAHAN Dengan segenap cinta dan kasih sayang. AD 6360 FR Si hitam. johan. Persahabatan dan persaudaraan kita kan abadi s’lamanya. Juan ‘n bunda ( in pagupon ).. kasih sayang... kebersamaan kita menjadi pelengkap cerita dalam hidupku.kebersamaan kita dan kehadiran kalian disisiku sangatlah berarti......tak akan pernah hilang dan terhapus oleh waktu. ‘n all my friend in jasmine. sidiq (papi). Mas Agung Terimakasih.. thank’s at all Teman-teman math ‘05 Almamaterku UMS vi .yang t’lah membawa dan menemaniku kemanapun aku pergi.kebersamaan kita t’lah mewarnai hari-hariku.. Pembimbingku.. Dewi.... heni. kehadiranmu buatku tersenyum s’lalu....Engkau Sang Maha Pemberi Cahaya yang senantiasa menebarkan cahayaMu... thanks untuk keceriaan... Team ruwet Terimakasih untuk keceriaan dan kasih sayangnya. Vea.. Pak Tama dan Bu Tarni... Karya kecil ini tidak akan tercipta tanpa ridhoMu. melelui coretan yang penuh arti.. nita. m’put ‘n sibo. DEILAW FRIEND’S Sahabat.. cinta dan kasih sayang tulusmu s’lama ini t’lah sanggup menopangku saat ku jatuh hingga keceriaan kembali hadir warnai hidupku . motivasi dan bimbingannya s’lama ini. gendhut......atas keikhlasanmu dalam membimbingku.

yang dengan kesabaran telah memberikan pengarahan dan bimbingan sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. Hj.Wb.7 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. selaku pembimbing II dalam pemyusunan skripsi ini. Ibu Dra. M. Bapak Drs. selaku ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini. saran. Ibu Dra. N Setyaningsih. 4. Intelektual) Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa”.Si. Bapak Dr.Sutama selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini. Auditori. Dalam menyusun skripsi ini penulis banyak menerima masukan. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. M. hidayah dan inayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skipsi dengan judul “Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan “SAVI” (Somatis. M. vii . bimbingan dorongan serta nasehat dari berbagai pihak maka dengan segala kerendahan hati serta penghargaan yang tulus penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada : 1.Si selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ijin penyusunan sripsi ini. 2.Pd. Sri Sutarni. 3. Sofyan Anif. Visual.

yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran serta partisipasi dalam kegiatan penelitian ini. S. selaku kepala SMP N 1 Wuryantoro yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis.8 5. Surakarta. 6.Pd selaku guru bidang studi matematika SMP N 1 Wuryantoro. M. Akhirnya semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya. Juni 2009 Penulis viii . Bapak Drs. Ibu Suprapti. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan skripsi ini. Suparman. Wassalamu’alaikum Wr.Pd. 7. yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.Wb.

...... 11 ix .... viii DAFTAR ISI …………………………………………………………………......... Manfaat Penelitian……………………………………… 10 BAB II : LANDASAN TEORI A................ Identifikasi Masalah …………………………………… 6 C.................. xiii DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………. vi KATA PENGANTAR ……………………………………………………….. x DAFTAR TABEL … ………………………………………………………….. 8 D.. ii HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………….............. v HALAMAN PERSEMBAHAN ……………………………………….. iii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………. Tinjauan Pustaka... Perumusan Masalah…………………………………….... Latar Belakang ………………………………………… 1 B.. iv HALAMAN MOTTO ………………………………………………………. xiv DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………… xv ABSTRAK …………………………………………………………………..9 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN ………………………………………………... 8 E. 9 F.... xvii BAB I : PENDAHULUAN A. Tujuan Penelitian………………………………………. Pembatasan Masalah …………………………………..

.... 40 2...................................................................................................................................... 30 BAB III : METODE PENELITIAN A............................................................................................................................... 33 D................................... Kajian Teori .. Teknik Pengumpulan Data ........ 24 5................................................................................. Motivasi Belajar Siswa ............... Subyek Penelitian ......... Pembelajaran Dengan Pendekatan Konvensional ........................ Definisi Operasional .......................................... Prestasi Belajar Matematika .............................................................. 18 4............................................ 39 1....... Jenis Penelitian .................... Sampel ................ Hipotesis Tindakan ................10 B........................ Tempat dan Waktu Penelitian ........................ Materi Lingkaran ....... Metode Dokumentasi .... 42 x ... 28 D......... Populasi ............................... Kerangka Berpikir .......................................................... 32 C................................... 32 1............ 3...... Pembelajaran Dengan Pendekatan SAVI .... Instrumen Penelitian ...................... 17 3.. 25 C...................... 32 2.......... 31 B.... 36 F......... Metode angket ....................... 13 13 2.......... 35 1.... Angket Motivasi .......... 35 35 36 E..... Sampling ... Tes Prestasi Belajar ........................................................................................ 1.................... 33 3.................. 2. Metode Tes .............................

....... Deskripsi Data ………………..................................................... Uji Kelanjutan (Uji Schaffe) …………………………… 68 E................ Tahap Uji Coba Instrumen ............. Uji Homogenitas …………………………………… 65 C............... 75 DAFTAR PUSTAKA ......... Saran ............ Uji Prasyarat Analisis Penelitian ……………………............................................... 64 2.......................... Uji Hipotesis ……........... IMPLIKASI DAN SARAN A............. 77 LAMPIRAN .......……………………………………................. 64 1.......................................………………………… 61 B.... …... Teknik Analisis Data ...... 74 C........... Hasil Uji Normalitas ………………………………..... 78 xi ... 65 D............. 73 B. 70 BAB V : KESIMPULAN.................... Pembahasan ……………….... Implikasi Hasil Penelitian ..11 3................................................ 52 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A..... Kesimpulan ........... 43 G................……………………….....................................................................

..3....... 57 : Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan ................2 Tabel 3............. 63 : Uji Normalitas .........6 Tabel 3.....1 Tabel 3................... 32 : Tabel Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa …………………….................................... 64 : Uji Two Way Anova ...... 51 : Tabel Anava ………………………………………………......... 58 : Hasil Pengkategorian Tingkat Motivasi Belajar ...12 DAFTAR TABEL Tabel 2.7 Tabel....2 Tabel 4....1 Tabel 4............. 46 : Hasil Perhitungan Taraf Kesukran Soal ............. 41 : Tabel Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar ………………………… 43 : Hasil Uji Validitas Soal Prestasi Belajar …………………….5 Tabel 3...................3 Tabel 3........3 Tabel 4....................................................... 62 : Data Prestasi Belajar Siswa . 49 : Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal ........4 Tabel 4................. 69 xii .....5 : Tabel Perbedaan dan Persamaan Variabel yang Diteliti …… 13 : Tabel Perencanaan Waktu Penelitian ………………………..........................8 Tabel 4.........1 Tabel 3..............4 Tabel 3. 66 : Uji Kelanjutan Anova ……………………………………….................

..67 : Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi…………68 xiii .56 : Gambar statistik uji F antar motivasi… ………………………....1 Gambar 4. 27 : Gambar Alur Kerangka Berfikir …………………………….2 Gambar 2.66 : Gambar statistic uji F antar motivasi…………………………. 30 : Gambar statistik uji F antar pendekatan ……………………….2 Gambar 3. 25 : Gambar Percobaan Menemukan Rumus Luas Lingkaran …….13 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.1 Gambar 3..56 : Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi…………57 : Gambar statistic uji F antar pendekatan………………………..2 Gambar 4..3 Gambar 4.3 Gambar 3.3 : Gambar Bagian-Bagian Lingkaran…………………………….

Tingkat Kesukaran..149 : Tabel Lilliefors….........130 : Validitas...........................................150 xiv ......................................................125 : Lembar Jawab Angket Penelitian …................................................................................................................80 : Daftar Nama Siswa Sampel Penelitian ……………….118 : Angket Penelitian ....114 : Validitas Reliabilitas Angket….........84 : Angket Try out Motivasi .........................................................a LAMPIRAN 9.....................................136 : Data Induk Penelitian ...129 : Kunci Tes Prestasi Belajar Matematika .....................147 : Table Values of rproduct moment...................................................82 : Uji Keseimbangan ..131 : Soal Tes Prestasi Belajar Matematika …............81 : Daftar Nilai Ujian Semester Gasal….................................. Daya Beda.........139 : Uji Normalitas .................................................145 : Uji Komparasi Ganda ..148 : Tabel t..........121 : Soal Try out tes Prestasi Belajar Matematika ................................................83 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ........142 : Uji Homogenitas .............................c LAMPIRAN 10 LAMPIRAN 11 LAMPIRAN 12 LAMPIRAN 13 LAMPIRAN 14 LAMPIRAN 15 LAMPIRAN 16 LAMPIRAN 17 LAMPIRAN 18 LAMPIRAN 19 : Daftar Nama Siswa Try Out ………………………....14 DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9....144 : Uji Analisis Variansi Dua Jalan Sel Tak Sama ....................b LAMPIRAN 9............................................................................................ Reliabilitas.. ……..................................

......……….................15 LAMPIRAN 20 LAMPIRAN 21 : Tabel Nliai F0......05 …..............151 : Surat-surat …………………………………………… 155 xv ..

Jurusan Pendidikan Matematika. Sebagai tindak lanjut dari analisis variansi dilakukan uji scheffe. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. 2) Perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. 2009. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi (anova) dua jalur. prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP N I Wuryantoro.721 < F tabel = 3.429 > Ftabel = 3. motivasi belajar. Kata kunci : pendekatan SAVI. Hasil penelitian dengan α = 5% dapat disimpulkan bahwa: (1) Fhitung = 11. Pengujian persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk data hasil belajar siswa matematika.122 sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan motivasi siswa terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran.482 > F tabel= 3. (2) F hitung = 3. 3) Interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran. 76 halaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan pendekatan konvensional. A410050075.16 ABSTRAK PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN “SAVI” DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA (Eksperimen pada siswa kelas VIII Semester II Tahun pelajaran 2008/2009 SMP Negeri I Wuryantoro) Ika Fitrianingsih. Sebagai sampel diambil dua kelas sebanyak 80 siswa yang kemudian dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. (3) F hitung = 1. metode angket untuk data motivasi belajar siswa serta metode dokumentasi untuk mengetahui nilai ujian semester 1 matematika siswa yang digunakan untuk menguji keseimbangan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.122 sehingga H0 diterima yang berarti tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi siswa terhadap hasil belajar matematika. xvi . Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kelas VIIIB sebanyak 40 siswa sebagai kelas eksperimen diberikan pendekatan SAVI sedangkan kelas VIIID sebanyak 40 siswa sebagai kontrol diberikan metode konvensional dengan teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling.Universitas Muhammadiyah Surakarta.972 sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan pembelajaran pendekatan SAVI tehadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran.

Salah satu proses pembelajaran yang menekankan berbagai tindakan dan kegiatan adalah dengan menggunakan pendekatan tertentu. generaliatas dan 1 . analisis dan kontruksi.1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan yang mengharuskan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat memenuhi tuntutan global. alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis. yang unsurunsurnya logika dan intuisi. rasio. Pembelajaran merupakan suatu proses yang rumit karena tidak hanya proses transfer informasi guru kepada siswa. Sebab pendidikan merupakan suatu wadah kegiatan yang berusaha untuk membangun masyarakat dan watak bangsa secara berkesinambungan yaitu membina mental. Matematika adalah sebagai suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir berkomunikasi. penanganan dan prioritas secara intensif dari pemerintah. tetapi juga melibatkan berbagai tindakan dan kegiatan yang harus dilakukan terutama jika menginginkan hasil belajarnya menjadi lebih baik. Oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. intelektual dan kepribadian dalam rangka membentuk manusia seutuhnya. Pendekatan dalam pembelajaran pada hakekatnya merupakan sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran serta dapat mengembangkan dan meningkatkan aktivitas belajar yang dilakukan guru dan siswa. masyarakat maupun pengelola pendidikan.

yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.2 individualitas. Oleh karena itu guru merupakan salah satu unsur dibidang kepemimpinan harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga potensial. Dalam mempelajarinya matematika harus bersifat kontinyu. geometri dan analisism (Uno. Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar. Meskipun demikian orang harus mempelajarinya karena merupakan sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari.2007:129-130). aljabar. Tidak sedikit juga orang yang memendang matematika sebagai bidang studi yang paling sulit. Salah satu tujuan mempelajari matamatika adalah membentuk kepribadian dalam diri siswa untuk menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Materi matematika bersifat hierarkis. Matematika berbeda dengan ilmu lain. Berkaitan dengan ini maka sebenarnya guru memiliki peranan yang sangat kompleks didalam . Apabila sejak awal siswa sudah tidak senang dengan matematika maka siswa akan mengalami kesulitan pada materi pelajaran selanjutnya. Didalam mengerjakan matematika disamping guru memperhatikan materinya juga harus memperhatikan keadaan siswanya. rajin latihan dan disiplin. serta mempunyai cabang-cabang antara lain aritmetika. Dalam hal ini guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga harus sebagai pendidik yang mentransfer nilai dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar.

Guru diharapkan dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang baik dalam proses pendidikan sehingga pada anak didik akan tumbuh minat dan termotivasi. jangan sampai anak didik beranggapan matematika itu menjemukan. Disamping itu. Adapun tujuan pengajaran adalah supaya siswa dapat berfikir dan bertindak secara hierarki dan kreatif.3 proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu adanya pembaharuan dibidang pendidikan antara lain adalah pembaharuan metode atau peningkatan relevansi pendekatan dalam mengajar. Tanpa adanya motivasi pada diri siswa tentunya mempelajari matematika akan sulit. Metode mengajar dikatakan relevan jika mampu mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan melalui pengajaran. bagaimana agar siswa tersebut tertarik dengan bidang studi tersebut. Maka itu metode penyampaian guru dalam mengajar yang efektif adalah apabila dampak dari pembelajaran itu dapat menumbuhkan dan menciptakan gairah serta dorongan siswa untuk aktif. dalam usaha untuk mengantarkan anak didik ke taraf yang di cita-citakan. Dalam penyampaian materi matematika harus sudah dikembangkan oleh guru. guru harus bisa memberikan motivasi kepada siswa. Pembelajaran yang hanya menyajikan rumus demi rumus tanpa menyajikan langkah rumus itu di temukan akan menyebabkan prestasi belajar matematika menurun. Hal ini akan menyebabkan siswa malas belajar sehingga menyebabkan prestasi belajar matematika menurun. padahal yang lebih mereka tidak sukai adalah pengalaman mereka ketika mengikuti pelajaran matematika itu disekolah daripada matematika itu sendiri. .

Model pembelajaran harus bisa mengubah gaya belajar siswa dari siswa yang belajar pasif menjadi aktif dalam mengkonstruksikan konsep. karena pada dasarnya motivasi sangat berperan dalam pemerolehan prestasi belajar pada diri siswa.4 sedemikian sehingga materi tersebut menjadi menarik. Pembelajaran secara konvensional sekarang ini sudah tidak cocok lagi karena didalam metode ini. Karena dalam proses belajar mengajar siswa sebagi pihak yang ingin meraih cita-cita. dialami atau diketahui siswa. Penggunaan metode pembelajaran yang monoton (konvensional). Motivasi merupakan faktor interen yang ada pada diri siswa. Dengan adanya motivasi yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. dimungkinkan siswa akan mengantuk dan perhatiannya kurang karena membosankan. sebab secara realistis seorang siswa yang belajar itu pada dasarnya adalah mencari hubungan antara hal yang dipelajari dengan yang telah dimiliki. Metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru dari pada siswa. memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. dikuasai siswa. guru hanya mentransfer ilmu kepada anak didik dan sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan siswa dalam interaksi edukatif. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa tidak luput dari adanya motivasi dari dalam diri siswa tersebut. Unsur yang paling penting dalam proses belajar mengajar disamping guru dan materi ajar adalah siswa-siswa atau anak didik ialah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar. Model .

tetapi mereka dapat belajar lebih banyak jika mereka dapat melakukan sesuatu (S). masuk akal. Oleh karena itu guru mampu menawarkan metode dalam mengajar yang lebih efektif yang dapat membangkitkan perhatian siswa sehingga siswa menjadi aktif dan termotivasi untuk belajar. Salah satunya adalah melalui pendekatan “SAVI” (Somatis. 4. : Belajar dengan berbicara dan mendengar. siswa dapat meningkatkan kemempuan mereka dalam mengemukakan ide (I). Auditori. pemahaman dan prestasi belajar siswa. Unsur-unsur pendekatan SAVI adalah : 1. serta harus diimbangi dengan kemampuan guru dalam menguasai metode tersebut. . perhatian. Intelektual). Somatis(S) 2. siswa akan belajar sedikit tentang matematika dengan menyaksikan presentasi (V). membicarakan atau mendiskusikan apa yang mereka pelajari (A).5 pembelajaran yang tepat membuat matematika lebih berarti. Misalnya. Auditori(A) 3. Visual(V) : Belajar dengan bergerak dan berbuat. jika mereka secara simultan menggerakan sesuatu (S) untuk menghasilkan pictogram. Visual. Gambaran permasalahan-permasalahan diatas perlu diperbaiki guna meningkatkan motivasi. serta memikirkan dan mengambil kesimpulan atau informasi yang mereka peroleh untuk diterapkan dalam menyelesaikan soal-soal (I). Atau. Intelektual(I) : Belajar dengan memecahkan masalah dan merenung. menantang. Pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI bisa optimal jika keempat unsur SAVI ada dalam satu peristiwa pembelajaran matematika. : Belajar dengan mengamati dan menggambarkan . menyenangkan dan cocok untuk siswa.

keadaan sekolah dan sikap siswa dalam memilih teman untuk bergaul. Identifikasi Masalah Dalam proses pembelajaran metematika. Dalam hal ini guru mempumyai peranan dalam memberikan motivasi kepada siswa. sarana dan prasarana serta materi ajar. 2002:100) B. siswa. takut untuk bertanya dan sebagainya menunjukkan bahwa siswa mengalami gangguan dalam belajar. ada beberapa komponen penting agar siswa dapat belajar secara optimal yaitu guru. lingkungan. tidak menguasai materi dengan baik. suka marah. karena motivasi berperan sangat penting dalam kegiatan utamanya dalam proses belajar. Peran orang tua yang tidak . Siswa yang suka melamun. yaitu dalam mendidik anak. berbicara dengan siswa lainnya atau teman sebangku.6 diagram. grafik dan lain sebagainya (V) sambil mendiskusikan atau membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan (A). Sifat guru yang otoriter. Guru dalam proses belajar mengajar merupakan faktor kesuksesan setiap usaha pendidikan. tingkat ekonomi orang tua. suka menggangu teman lainnya. Lingkungan juga merupakan komponen yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembelajaran. tidak konsentrasi pada saat proses belajar berlangsung. Lingkungan yang dimaksud adalah peran orang tua. (Meier. cara menerangkan yang monoton dan yang lainnya menjadi hal yang menimbulkan kurangnya motivasi siswa dalam mempelajari matematika. Siswa sebagai komponen yang lain. dalam hal ini sebagai objek dari pendidikan berkewajiban melakukan proses belajar.

Untuk lebih jelasnya akan diuraikan pembatasan masalah sebagai berikut: . Materi ajar yang cenderung kompleks dan terlalu abstrak. Materi ajar adalah komponen lain yang menetukan keberhasilan pembelajaran. misalnya alat peraga sebagai alat bantu yang digunakan oleh guru pada saat menerangkan materi Lingkaran. C. adalah diperlukan alat peraga yang berupa lingkaran yang dilengkapi dengan unsur-unsurnya. Sarana dan prasarana yang diperlukan sebagai alat bantu pada saat proses pembelajaran. akan menyebabkan siswa mempunyai motivasi belajar yang minim.7 maksimal dalam mendidik anak dalam usahanya untuk menanamkan semangat untuk belajar dan kesalahan dalam memilih temen untuk bergaul. sehingga akan didapatkan prestasi belajar yang kurang. agar siswa benar-benar paham dan menguasai atas materi yang diajarkan. Pembatasan Masalah Penelitian ini difokuskan pada suatu pembelajaran melalui pendekatan “SAVI” pada pokok bahasan Lingkaran yang akan ditinjau dari motivasi belajar siswa agar diperoleh suatu prestasi belajar yang diinginkan. Komponen lain yang juga menetukan berhasilnya pembelajaran adalah sarana dan prasarana yang memadai. Dalam hal ini guru berperan untuk mengkongkritkan materi bahan ajar yang terlalu abstrak dengan bantuan alat peraga yang berupa lingkaran lengkap dengan unasur-unsurnya. membuat siswa mengalami kesuliatan dalam memahami konsep materi yang diajarkan.

melalui ulangan dengan maksud untuk memperoleh suatu angka sehingga dapat ditentukan berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam belajar matematika guna suatu pengambilan keputusan. 2. Pendekatan pembelajaran pada penelitian ini dibatasi pada pendekatan pembelajaran matematika dengan pendekatan “SAVI”. situasi. D. 3. Pokok bahasan yang diambil pada penelitian ini adalah Lingkaran yang akan diberikan kepada siswa kelas VIII semester II SMP. menakutkan dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu mempelajarinya. Prestasi belajar matematika adalah prestasi belajar dalam bidang matematika. pengalaman atau pengaruh orang lain juga sangat menentukan motivasi berprestasi bagi siswa. Perumusan Masalah Terjadinya hambatan apa yang terjadi pada diri siswa dalam pembelajaran matematika timbul karena adanya anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit. yang ditandai dengan adanya keinginan siswa untuk bertanya dan kemampuan siswa untuk menyelesaikan soal. Sedangkan kemampuan dasar yang ditunjukkan oleh sebagian guru dalam mengelola interaksi belajar yang cenderung membosankan dan sikap yang otoriter menyebabkan timbulnya rasa takut. kondisi. Berkaitan dengan hal ini. 4. Motivasi belajar adalah keadaan dalam diri siswa yang mendorong keinginan siswa untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan pembelajaran. putus asa dan kurangnya motivasi dalam belajar matematika.8 1. Guru sebagai pengelola kelas .

2. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa? 3.9 pada saat pembelajaran harus bersikap positif untuk belajar pada siswa karena guru merupakan sosok figur bagi siswa. Berdasarka Latar Belakang. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan “SAVI” dan pendekatan konvensional? 2. Tujuan Penelitian Penelitian ini secara umum bertujuan mengetahui perbedaan pengajaran matematika dengan pendekatan “SAVI” dan pengajaran konvensional pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran melalui pembelajaran dengan pendekatan “SAVI” dan pendekatan konvensional. Identifikasi Masalah dan Pembatasan Masalah yang dikemukakan diatas. Apakah terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan Lingkaran? E. maka perumusan masalah penelitian ini dapat dituliskan sebagai berikut: 1. Tujuan secara khusus dapat dirinci sebagai berikut : 1. .

10 3. Sebagai masukan bagi calon pendidik tentang penggunaan pendekatan “SAVI” pada pokok bahasan Lingkaran. . 2. Secara praktis diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai berikut : 1. F. Bagi guru sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penggunaan dan pemilihan pendekatan dalam mengajar. Bagi siswa sebagai pemicu motivasi belajar sehingga siswa dapat belajar matematika dengan giat. Untuk mengetahui interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini secara teoritis dapat bermanfaat sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI dan meningkatkan prestasi belajar siswa. 3.

11 BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dikemukakan mengenai Tinjauan Pustaka. Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai strategi pembelajaran lebih cenderung merupakan penelitian aspek psikologi dari suatu sistem atau struktur. kreatif. Kerangka Berfikir dan Hipotesis. A. Tinjauan Teori. Kerangka Berfikir berisi konsep yang akan digunakan untuk menjawab masalah yang akan diteliti. Kajian Teori yang akan dipaparkan adalah motivasi belajar siawa dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan “SAVI”. dan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan mengalami peningkatan dalam belajar matematika. disusun berdasarkan teoritis dan kajian hasil penelitian yang telah dikemukakan. Hikmah ( 2008 : 70 ) mealui penelitiannya tentang Peningkatan Minat Belajar SIswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan “SAVI” 11 . Banyak penelitian yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran matematika tersebut adalah : Nugroho ( 2006 : 73 ) melalui penelitiannya tentang Peningkatan Kreatifitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melelui Pendekatan “SAVI” menyimpulkan bahwa dengan melakukan percobaan belajar SAVI siswa semakin aktif. Tinjauan Pustaka merupakan uraian sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti terdahulu dan hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan.

sehingga dapat mendorong peningkatan prestasi matematika siswa. Penelitian Wahyuningsih menitik beratkan pada penggunaan metode dalam belajar.1 Perbedaan dan Persamaan variabel yang diteliti . Untuk melihat lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2. yang dapat dipandang dari dari berbagai segi antara lain : Penelitian Nugroho. Sedangkan penalitian yang akan penulis lakukan adalah prestasi belajar siswa melalui pendekatan SAVI yang ditinjau dari motivasi belajar siswa. Wahyuningsih (2003 : 66 ) melakukan penelitian mengenai Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Penggunaan Metode Diskusi Dengan Menggunakan LKS Dengan Metode Konvensional Pada Pokok bahasan Lingkaran Ditinjau dari Motivasi Belajar Matematika. kemauan dan perlakuan yang positif untuk mempelajari matematika ikut meningkat.12 Dengan Mendayagunakan Alat Peraga di SMP N 1 Kartasura menyimpulkan bahwa pembelajaran melalui pendekatan SAVI dengan menggunakan alat peraga terutama pada pokok bahasan kubus dan balok. Hasil penelitian yang telah dibahas. dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian Hikmah. Hasilnya adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. perhatian.1 dibawah ini. Tabel 2. menyimpulkan bahwa prestasi belajar matematika dipengaruhi oleh faktor penggunaan pendekatan pembelajaran dan motivasi siswa. variabel yang diteliti adalah penguanaan alat peraga dan minat belajar siswa. Dengan meningkatkan minat siswa maka perasaan senang. variabel yang diteliti adalah keaktivan siswa.

dengan demikian proses belajar bersifat internal dan unik dalam diri individu siswa.13 Nama Peneliti Kreatif Prestasi Aspek yang diteliti Minat Belajar Alat Peraga Motivasi Pend. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan SAVI Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang menyediakan kondisi yang merangsang dan mengarahkan kegiatan belajar si-pebelajar sebagai subyek belajar untuk memperoleh pengetahuan. Jadi pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal. Diskusi Media LKS Nugroho Hikmah Wahyuningsih Ika √ B. Kajian Teori 1. keterampilan.1999:1) Sedangkan menurut konsep komunikasi. pembelajaran adalah proses komunikasi fungsional antara siswa derngan guru dan siswa dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagi siswa yang bersangkutan. SAVI √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Met. nilai dan sikap yang dapat membawa perubahan tingkah laku maupun kesadaran diri sebagai pribadi (Kamulyan dan Surtikanti. sedangkan proses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa perilaku. .

Untuk mengatasi kelemahan dan hambatan tersebut maka dapat menerapkan pendekatan belajar SAVI. . Misalnya dalam belajar somatis ini. Keduanya adalah satu. Dalam kenyataanya. Menurut penelitian. praktis melibatkan fisik dan menggunakan serta menggunakan tubuh sewaktu belajar. Intinya. tubuh dan pikiran bukan merupakan dua entitas yang terpisah. Menghalangi fungsi tubuh dalam belajar berarti kita menghalangi fungsi pikiran sepenuhnya. maka perlu diciptakan suasana belajar yang dapat membuat siswa bangkit dan berdiri dari tempat duduk dan aktif secara fisik dari waktu ke waktu. Jika keempat unsur SAVI ada dalam setiap pembelajaran. belajar Auditori. Untuk merangsang hubungan pikiran dan tubuh dalam pembelajaran matematika. Belajar somatis berarti belajar dengan indera peraba. maka siswa dapat belajar secara optimal. misalanya siswa kurang memperhatikan dan kurang memahami materi yang diajarkan oleh guru. Pembelajaran dengan pendekatan SAVI adalah pembelajaran dengan menggabungkan gerakan fisik dan aktifitas intelektual serta melibatkan semua indera yang berpengaruh besar dalam pembelajaran. tubuh adalah pikiran dan pikiran adalah tubuh. banyak kelemahan dan hambatan pembelajaran dikelas terjadi antara guru dengan siswa ataupun antar siswa.14 Tidak semua metode mengajar dapat mewakili wahana pencapaian tujuan pendidikan. Unsur-unsur pendekatan SAVI adalah belajar Somatis. Belajar Somatis. belajar Visual. dan belajar Intelektual. a. kinetis.

Belajar visual adalah belajar dengan melibatkan kemampuan visual (penglihatan). Dalam merancang pembelajaran matematika yang menarik kemampuan visual. beberapa area penting di otak menjadi aktif. Belajar Visual. Dalam hal ini siswa diberi pertanyaan oleh guru tentang materi yang telah diajarkan. Belajar Auditori. dengan alasan bahwa didalam otak terdapat lebih banyak perangkat memproses informasi visual daripada indera yang lain. Ketika telinga menangkap dan menyimpan informasi auditori. siswa diminta menjelaskan apa yang disebut dengan Lingkaran. guru dapat melakukan tindakan seperti meminta siswa menerangkan kembali materi Lingkaran yang telah diajarkan dengan .15 siswa diminta oleh guru untuk menggambar bentuk sebuah Lingkaran di papan tulis yang sudah diketahui jari-jari (r). talibusur dan juring. Siswa diminta mengungkapkan pendapat atas informasi yang telah didengarkan dari penjelasan guru. guru dapat melakukan tindakan seperti mengajak siswa membicarakan materi apa yang sedang dipelajari. Belajar auditori berarti belajar dengan melibatkan kemampuan auditori (pedengaran). keliling atau luas. b. diameter (d). Dengan merancang pembelajaran matematika yang menarik saluran auditori. Misalnya. c. tembereng.

Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi yang terjadi hanya satu arah. Belajar intelektual adalah bagian untuk merenung. Hal ini mungkin karena . Dalam proses belajar Intelektual. Belajar intelektual berarti menunjukkan apa yang dilakukan siswa dalam pikiran mereka secara internal ketika mereka menggunakan kecerdasan untuk merenungkan suatu pengalaman dan menciptakan hubungan makna. mencipta. dan unsur-unsur lingkaran yang lain.16 menggunakan alat peraga. d. rencana dan nilai dari pengalaman tersebut. siswa diminta mengerjakan soal-soal latihan dari materi Lingkaran yang telah dijelaskan oleh guru. 2. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Konvensional Pengajaran konvensional atau pengajaran tradisional adalah pengajaran yang diberikan oleh guru kepada sejumlah murid secara bersamasama dengan cara yang telah biasa dipakai. Ceramah adalah suatu cara penyampaian informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar disuatu ruangan. memecahkan masalah dan membangun makna. diameter (d). Belajar Intelektual. sehingga siswa bisa mengetahui apa yang disebut jari-jari (r). Metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak dipakai terutama pada bidang studi non eksakta. Penceramah mendominasi seluruh kegiatan. dari pembicara kepada pendengar. sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya.

Dalam metode ceramah. mendefinisikan pengertian dan penjelasan rumus-rumus dilakukan sendiri oleh guru. Motivasi terjadi apabila seseorang mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu Motivasi merupakan konsep hipotesis untuk suatu kegiatan yang dipengaruhi oleh persepsi atau tingkah laku seseorang untuk mengubah situasi yang tidak memuaskan atau tidak menyenangkan. guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. perbuatan seseorang yang didasari atas motivasi tertentu mengandung tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya. Motivasi Belajar Siswa a. Motivasi Hakekat motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku. Pada pengajaran ini.17 metode ini dianggap paling murah dilaksanakan atau karena metode-metode lain yang belum dikenal. 3. guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan urut-urutan langkah dalam menyampaikan isi atau materi tersebut kepada siswa. Mereka hanya meniru cara kerja dan penyelesaian yag dilakukan oleh guru. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh siswa. Pemberian contoh diberikan dan dikerjakan sendiri oleh guru. . Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya. Oleh karena itu.

tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku. Jadi. keterampilan maupun sikap. yang mempunyai indikator sebagai berikut : (1) Adanya hasrat dan keinginan untuk melakukan kegiatan. kesemuanya termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru. b. hakikat belajar adalah perubahan. Artinya. menilai proses hasil belajar. (Djamarah. Berdasarkan teori-teori motivasi yang telah dikemukakan diatas dapat disimpulkan. (3) Adanya harapan dan cita-cita. motivasi berprestasi dimiliki oleh setiap orang. Menurutnya. (4) Penghargaan dan penghormatan atas diri sendiri. . Belajar Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. 2002:11). (5) Adanya lingkungan yang baik.18 Motivasi dipengaruhi oleh keadaan emosi seseorang. Bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. mengolah kegiatan belajar mengajar. (2) adanya dorongan dan kebutuhan melakukan kegiatan. baik yang menyangkut pengetahuan. sedangkan intensitasnya tergantung pada kondisi mental orang tersebut. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar. dan (5) Adanya kegiatan yang menarik. motivasi adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang untuk mengadakan perubahan tingkah laku. Guru dapat memberikan motivasi siswa dengan dengan melihat suasana emosional siswa tersebut.

19 Pendapat Uno (2007) tentang pengertian balajar : (1) Memodifikasi atau memperteguh kelekuan melalui pengalaman. (4) Belajar selalu menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu (Uno. yang terdapat dalam berbagai bidang studi. penggunaan dan penilaian. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menurut Ngalim Purwanto dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan adalah : . 2004:154). 2003:2). Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. (2) suatu proses perubahan tingkah laku individu dengan lingkunganya. 2007:7-9). Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman (Hamalik. 2007:78-79). atau lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi. atau mengenai sikap dan nilai-nilai pengetahuan dan kecakapan dasar. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan llingkungannya (Slameto. (3) Perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan. Uno (2007) menjelaskan lebih jauh bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Uno.

Faktor yang ada di luar individu yang kita faktor sebut faktor sosial. b. dan faktor pribadi. informal. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relative permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau .20 a. dan motivasi sosial. motivasi. dan non formal. dapat dirangkum bahwa belajar merupakan suatu pengalaman yang diperoleh berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkunganya. Yang termasuk ke dalam faktor individual antara lain kematangan atau pertumbuhan. Motivasi Belajar Siswa Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. guru dan cara mengajarnya. kecerdasan. alat-alat yang dipergunakan dalam belajarnya. dapat dirumuskan bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan interaksi antara individu dan lingkungannya yang dilakukan secara formal. c. lingkungan dan kesempatan yang tersedia. Sedangkan dari beberapa definisi tantang belajar. Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang kita sebut faktor individual. Dari beberapa teori belajar yang dikemukakan diatas. latihan. Belajar menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorangberdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. Sedangkan yang termasuk faktor sosial antara lain faktor keluarga atau keadaan rumah tangga.

21 penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu. (3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan. (5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran siswa yang bersangkutan. sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik. lingkungan belajar yang kondusif. Tetapi harus diingat. (6)Adanya lingkungan bel. harapan akan ciat-cita. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik.ajar yang kondusif. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut : (1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil. dan kegiatan belajar ayang menarik. sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktifitas belajar yang lebih giat dan semangat. (2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siawa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. kebermaknaan bahan pelajran dan . (4) Adanya penghargaan dalam belajar. berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar. Dengan kata lain. Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya.

Peranan Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan prilaku individu. Peranan Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar. Motivasi adalah “pendorong” suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Purwanto. 2). 2006:71). Anak akan tertarik untuk belajar . Tujuan motivasi bagi seorang guru adalah untuk menggerakan atau memacu para siswanya agar timbul keinginan dan kemajuan untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapakan di dalam kurikulum sekolah (Purwanto. d. 2006:73). Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. (Djamarah. dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya.22 kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan belajar siswa. Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan. 1). Peranan Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar. termasuk perilaku individu yang sedang belajar. 2002:80).

Faktor jasmaniah (fisiologis) baik yang bersifat bawaan maupun dari pengalaman siswa. Faktor ini diantaranya adalah panca indra . Faktor Intern 1). jika yang dipelajari itu setidaknya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu. akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun. Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa menurut Slameto (2003 : 54-60) adalah: a. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. Dalam hal itu. Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar. 3). angka. Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang akan dinyatakan dalam bentuk simbol. dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Sebaliknya. 4. apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar. huruf maupun kalimat yang dapat me4ncerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu (Tirtonegoro. 2001:43). 2007:27-28). maka dia tidak tahan lama belajar.23 sesuatu. Itu berarti motvasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar (Uno. tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar.

seperti cacat tubuh. Faktor sosial. 4). . terdiri atas: a) Faktor intelektif yang mempunyai potensial. seperti adat istiadat. Faktor budaya. Materi Lingkaran Lingkaran adalah himpunan titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu dimana titik tersebut disebut titik pusat sedangkan jaraknya disebut jari-jari. emosi dan penyesuaian materi. seperti fasilitas rumah. terdiri atas lingkungan keluarga. motivasi. yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap. b) Faktor non intelektif. lingkungan seolah. yaitu kecerdasan dan bakat serta faktor kecakapan nyata dan potensi yang dimiliki oleh siswa. lingkungan masyarakat dan lingkungan kelompok. ilmu pengetahuan. fasilitas belajar dan iklim. Faktor spiritual dan keagamaan. tegnologi dan kesenian. 5.Faktor ekstern Faktor ekstern meliputi: 1). Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh dari pengalaman. mengalami sakit dan sebagainya 2). Faktor lingkungan fisik. b. 2). 3).24 yang tidak berfungsi sebagai mestinya.

Garis lurus PR atau ruas garis yang menghubungkan titik P dan titik R disebut tali busur lingkaran. Garis lengkung PR atau garis lengkung yang menghubungkan titik P dan titik R disebut busur lingkaran atau panjang busur. Sugijono (2005.1 bagian-bagian lingkaran. OC dan busur lingkaran Ac disebut juring lingkaran. a) Keliling lingkaran Melalui percobaan mengukur keliling suatu benda yang berbentuk lingkaran maka dapat ditemukan nilai perbandingan antara keliling lingkaran. 193) A C O Gambar 2. Daerah yang dibatasi tali busur PR disebut tembereng. Keterangan: Titik O disebut titik pusat lingkaran. Daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari OA. jari-jari dan nilai pendekatan ( π ) yaitu π = 3. OB dan OC disebut jari-jari lingklaran. Garis OA.25 P R B Andrinawan .14 atau yaitu : 22 sehingga dapat ditemukan rumus keliling lingkaran 7 . diameter. Garis AB disebut diameter lingkaran.

Dengan K = keliling lingkaran r = jari-jari lingkaran d = diameter lingkaran π = 3.26 K = 2 π r atau K = π d. Salah satu juring dibagi dua sehingga sudut pusatnya masing-masing menjadi 15°.14 atau b) Luas lingkaran Untuk menemukan luas daerah lingkaran dapat dilakukan melalui percobaan memasang juring-juring lingkaran dan 22 nilai pendekatan 7 Cunayah (2007. kemudian gunting dan disusun tiap juring sehingga membentuk gambar mirip persegi panjang. Seperti langkah-langkah gambar di bawah ini: ½k a h i b j c k d l e m f n r Gambar 2. 213) menyusunnya menjadi mirip persegi panjang. Caranya yaitu memotong juring-juring lingkaran pada gambar di bawah ini dengan membuat garis tengah sebanyak 6 buah yang saling membentuk sudut 30° sehingga didapat 12 buah juring yang sama besar.2 Percobaan menemukan rumus luas daerah lingkaran .

Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah lingkaran. Kerangka berfikir ini disusun berdasarkan variabel yang dipakai dalam penelitian yaitu pendekatan pembelajaran. Hadi (2007.27 Luas daerah lingkaran = Luas daerah persegi panjang L = panjang x lebar = ½ k x r = ½ x 2 π x r L = π r2 Karena r = ½ d maka luas daerah lingkaran dapat diubah menjadi L = π r2= π (½ d)2 = π (½ d x ½ d) = π ¼ d2 = ¼ π d2 C. Kerangka Pikiran Berdasarkan penyajian deskripsi teoritik dapat disusun suatu kerangka berfikir untuk memperjelas arah dan maksud penelitian. Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa diantaranya adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dan motivasi belajar siswa. Lingkaran merupakan materi yang penerapannya banyak ditemui dilingkungan sekitar sehingga pembelajarannya akan lebih mudah dipahami jika menggunakan alat peraga atau benda yang berbentuk Lingkaran. Penggunaan pendekatan pembelajaran dalam. 163 . motivasi belajar dan prestasi belajar. proses belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Keanekaragaman pendekatan mengajar yang ada pada saat ini merupakan alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk memilih pendekatan mana yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan.

Secara bersama-sama dengan bimbingan guru. yang setiap kelompok tediri dari dua siswa atau dalam satu meja. Guru kemudian membahas materi dengan ceramah dan tanya jawab sebagai bentuk dari penerapan belajar Auditori (A). Motivasi belajar siswa merupakan faktor psikis dari dalam diri siswa. semua kelompok mengevaluasi hasil pekerjaan kemudian setelah dikoreksi hasil dikumpulkan. yang dapat menumbuhkan semangat untuk belajar. guru memberikan beberapa soal yang berkaitan dengan materi lingkaran yang telah diajarkan. guru memberikan latihan soal dengab materi lingkaran kepada siswa untuk dikerjakan secara individu sebagai bentuk belajar Intelektual (I). Dalam pembelajaran SAVI. kemudian mempresentasikan. . faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar siswa. Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga berupa Lingkaran yang dilengkapim dengan unsur-unsurnya sebagai bentuk dari penerapan belajar Visual (V). guru menyatukan keempat unsur SAVI dalam satu pembelajaran matematika. Sebagai kegiatan akhir. sebagai bentuk belajar Somatis (S). Selain pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Pembelajaran dimulai dengan guru memberitahukan materi yang akan diajarkan dan menyampaikan tujuan pembelajaran. untuk dikerjakan dalam diskusi kelompok.28 Dalam penelitian ini digunakan pembelajaran dengan pendekatan SAVI yaitu pembelajaran dengan menggabungkan gerakan fisik dan aktifitas intelektual serta melibatkan semua indera yang berpengaruh besar dalam pembelajaran. Dengan adanya motivasi belajar yang tinggi. maka akan meningkatkan prestasi yang tinggi pula pada siswa. Selanjutnya.

3 Alur Kerangka Berfikir D. Kerangka berfikir dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut : Pendekatan yang dipakai: a. Tinggi. 3. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. 2. Pembelajaran konvensional Prestasi belajar Motivasi Belajar siswa: a. Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan Lingkaran. maka hipotesis yang muncul dalam penelitian ini adalah : 1. Pendekatan pembelajaran SAVI b. Sedang. c. b. . Gambar 2.29 Pendekatan pembelajaran yang sesuai dan adanya motivasi belajar kepada siswa. akan membantu anak memperoleh suatu prestasi belajar yang diharapakan. Rendah. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan Lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran. Hipotesis Tindakan Berdasarkan Kerangka Berfikir tersebut.

30 . tempat dan waktu penelitian. Metode penelitian ini lebih cenderung sebagai pertanggung jawaban mengenai meode-metode yang dipergunakan selama penelitian berlangsung dari awal sampai selesai. teknik pengumpulan data. Uraian mengenai pertanggung jawaban metode-metode yang digunakan melibatkan pembahasan mengenai jenis penelitian. subyek penelitian (populasi. A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan membandingkan antara kelas eksperimen. Selanjutnya kedua kelas dievaluasi untuk melihat perubahan / peningkatan yang terjadi terhadap prestasi belajar matematika setelah mendapat perlakuan pendekatan pembelajaran SAVI dengan yang belum mendapat perlakuan. sampel dan sampling). Tentu saja ketepatan dan kejelasan mengenai metode yang dipergunakan dalam penelitian merupakan salah satu bagian yang ikut menentukan tingkat kesahihan atau kebenaran hasil penelitian.30 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara-cara atau langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti. yaitu kelas yang menggunakan pedekatan pembelajaran SAVI dengan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. instrument penelitian dan teknik analisis data.

2006: 130). Alasan mengambil tempat penelitian ini adalah sekolahan ini mempunyai prestasi cukup baik dan letaknya yang strategis. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri.1 berikut: Tabel.1 Waktu Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Analisis Data Penyusunan Laporan Januari Februari 3 Maret April 1 2 3 4 1 2 4 1 2 3 4 1 2 3 4 C. Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto.31 B. Subyek Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian 1. 2.3. dengan perincian dapat dilihat pada table 3. Waktu Penelitian Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2009. Populasi adalah wilayah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan .

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII. c. yang terdiri dari 5 kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wuryantoro Kabupaten Wonogiri tahun 2008/2009. 2006: 55).2006:57). Sampling Sampling adalah cara atau teknik yang digunakan untuk mangambil (menentukan) sampel. Sampel Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi (Arikunto. dimana setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel (Sugiyono. .32 oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono. 2. Disini 5 kelas yang menjadi populasi diberi undian untuk diambil dua kelas sebagai sampel. mengamati sampel sebanyak 2 kelas yaitu VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIID sebagai kelas kontrol dengan masing-masing kelas berjumlah 40 siswa. Pelaksanaannya tidak dipengaruhi oleh unsur subyektifitas. Dengan cara undian diharapkan dapat mewakili populasi. Memberikan hak yang sama kepada setiap kelas dalam populasi untuk menjadi anggota sampel. 2006:131). b. Teknik pengambilan sampel yang penulis gunakan adalah random sampling. Alasan penulis menggunakan random sampling adalah : a. 2006: 56). 3. Penelitian ini.

sedangkan ttabel sebesar 1.05 (5%). sehingga penelitian akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya .9750 dan standart deviasinya 2. Perhitungan untuk rumus uji-t pada uji keseimbangan menggunakan bantuan komputer program SPSS For Win 11.739.10 dan standar deviasinya 2. Hasil uji keseimbangan yang menggunakan uji t (independent sample t test ) didapat thitung sebesar 1. Sebelum mengadakan penelitian dilakukan uji matching antara kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui apakah kedua kelas tersebut dalam keadaan seimbang atau tidak.33 4. Uji matching ini diambil dari nilai raport bidang studi matematika kelas VIII Semester 1 SMP Negeri 1 Wuryantoro. Karena thitung < ttabel maka H0 diterima jadi disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama atau seimbang (tidak terdapat perbedaan).9509 sedangkan untuk kelas kontrol dengan sampel 40 siswa diperoleh rata-rata 68. (Dengan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4) Untuk kelas eksperimen dengan jumlah sampel 40 siswa diperoleh rata-rata 70. Uji Keseimbangan Dalam memperoleh data dipergunakan metode tes dan dokumentasi.5.991 pada taraf signifikansi 0.8328.

Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dan keterangan-keterangan yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Angket ini dugunakan untuk meneliti motivasi belajar metematika siswa. Metode tes ini digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan Lingkaran. untuk pengumpulan data penulis menggunakan metode pokok dan metode Bantu. . Dalam penelitian ini akan digunakan jenis angket yang digunakan untuk memperoleh jawaban responden tentang dirinya sendiri dan jawabannya telah disediakan. 2002:128). 1. sehingga responden tinggal memilih alternative jawabannya. maka penulis menentukan metode pengumpulan data yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti. 2. Metode Tes Menurut Arikunto (2002:127) tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau data lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Metode pokok yang yang penulis gunakan adalah meode dokumentasi.34 D. pengetahuan intelegensi. Pada penelitian ini. Metode Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto.

dokumen-dokumen yang berhubungan dengan obyek yang diteliti. Definisi Operasional Variabel a. belajar Auditori. E. dan belajar Intelektual. Unsur-unsur penddekatan SAVI adalah belajar Somatis. Tindakan guru yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan SAVI adalah dengan menyatukan keempat unsur SAVI ada dalam satu pembelajaran matematika. belajar dengan bergerak aktif secara fisik dan membuat seluruh tubuh atau pikiran ikut terlibat dalam proses belajar.35 3. Metode Dokumentasi Menurut Arikunto (2002:135). Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mengetahui data mengenai nilai semester 1 bidang studi matematika untuk uji keseimbangan dan daftar nama siswa. belajar Visual. Definisi Operasional 1. Pembelajaran dengan Pendekatan SAVI Metode pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI yaitu cara belajar yang melibatkan seluruh indera. Fase-fase dalam pembelajaran metematika dengan menggunakan pendekatan SAVI adalah sebagai berikut : Fase 1 : Pembukaan Fase 2 : Guru memberitahukan materi yang akan diajarkan . metode dokumentasi adalah cara yang digunakan untuk mengetahui segala sesuatu dengan melihat catatan-catatan.

Kegiatan berpusat pada penceramah dan komunikasi yang terjadi hanya satu arah. Pembelajaran dengan konvensional Pembelajaran konvensional adalah proses belajar mengajar dan penyampaian pelajaran masih menggunakan sistem yang biasa yaitu sistem ceramah. Ceramah adalah suatu cara penyampaian informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar disuatu ruangan. dari pembicara kepada pendengar. presentasi atas hasil diskusi kemudian pengumpulan hasil diskusi sebagai bentuk belajar Somatis(S) Fase 7 : Guru memberikan latihan soal kepada siswa sebagai bentuk belajar Intelektual (I) Fase 8 : Penutup b.36 Fase 3 : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Fase 4 : Guru membahas materi dengan metode ceramah dan tanya jawab sebagai bentuk dari penerapan belajar Auditori (A) Fase 5 : Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga penerapan belajar Visual (V) Fase 6 : Guru memberikan kegiatan berupa diskusi kelompok. sebagai bentuk dari . Penceramah mendominasi seluruh kegiatan. sedang pendengar hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya.

Mereka meniru cara kerja dan cara penyelesaian yang dilakukan oleh guru. yang ditandai dengan adanya keinginan siswa untuk mengajukan dugaan dan kemampuan siswa dalam menyelesaiakan soal. definisi dan rumus serta pembuktian dalil dilakukan sendiri oleh guru. Dalam pembelajaran konvensional terdapat tiga langkah yaitu sebagai berikut: 1). Keinginan siswa untuk bertanya 2). Pada pengajaran ini guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. Adapun indikator motivasi belajar ini adalah sebagai berikut: 1). Keinginan siswa untuk mengerjakan soal kedepan kelas . Fase-2 : Guru memberikan latihan-latihan. 3). 2). Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar yang dimaksud adalah keadaan diri siswa yang mendorong keinginan siswa untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan pembelajaran. Fase-1 : Guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Aspek-aspek motivasi ini melipuiti: Motivasi siswa untuk mengajukan dugaan dan motivasi siswa dalam menyelesaikan masalah. Contoh-contoh diberikan dan dikerjakan pula oleh guru. c. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh siswa. guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan urut-urutan langkah dalam menyampaikan isi atau materi tersebut kepada siswa.37 Dalam metode ceramah. Fase-3 : Guru mengevaluasi latihan tersebut bersama-sama murid.

angka. 2) Menyusun angket berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat. Kemampuan siswa untuk mengerjakan soal latihan. d. 3) Prosedur pemberian skor berdasarkan tingkat motivasi belajar matematika siswa yaitu : a) Angket positif . Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang akan dinyatakan dalam bentuk simbol. a. F. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes untuk memperoleh data tentang motivasi dan hasil belajar matematika siswa. huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu Prestasi belajar dalam bidang matematika melalui ulangan dengan maksud untuk memperoleh suatu angka sehingga ditentukan berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam belajar matematika guna suatu pengambilan keputusan.38 3). Angket Motivasi Dalam penelitian ini metode angket digunakan untuk menyimpulkan data mengenai motivasi belajar matematika. Tahap Penyusunan 1) Menyusun kisi-kisi instrumen yaitu kisi-kisi angket motivasi. Adapun proses pengembangan instrumen adalah sebagai berikut : 1.

5 4 8. 15 6. 24. 10 13.2 Kisi-kisi Angket Motivasi Siswa Indikator No. 14. 15. 16. 18 22. 1 2 3 4 5 6 Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar Adanya harapan dan cita-cita masa depan Adanya penghargaan dalam belajar Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar Adanya lingkungan belajar yang kondusif Jumlah c. 29. 21.39 1) Jawaban a mendapatkan skor 4 2) Jawaban b mendapatkan skor 3 3) Jawaban c mendapatkan skor 2 4) Jawaban d mendapatkan skor 1 b) Angket negatif 1) Jawaban a mendapatkan skor 1 2) Jawaban b mendapatkan skor 2 3) Jawaban c mendapatkan skor 3 4) Jawaban d mendapatkan skor 4 b. 19 20. Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Tabel 3. 25 27. Item Positif Negatif 1. 28. Penentuan Batas Kelompok Batas kelompok ditentukan dengan terlebih dahulu menghitung standar deviasi dengan rumus : No.3. 2. 11 12 17. 7. 30 15 Jumlah 5 6 4 4 6 5 30 . 23 26. 9.

40

SD =

X
N

2

⎛∑ X ⎞ −⎜ ⎟ ⎝ N ⎠

2

Di mana SD ∑X N
2

= Standar Deviasi = tiap skor dikuadratkan lalu dijumlahkan kemudian dibagi N
2

⎛ ∑ X ⎞ = semua skor dijumlahkan, dibagi N, lalu dikuadratkan. ⎜ ⎟ ⎝ N ⎠

Penentuan batas kelompok untuk : Motivasi tinggi Motivasi sedang Motivasi rendah 2. Tes prestasi belajar a. Tahap Penyusunan 1) 2) 3) 4) 5) Menentukan materi yang akan digunakan untuk membuat soal. Menentukan bentuk soal yang akan dibuat yaitu obyektif. Menyusun tabel kisi-kisi soal tes. Menjabarkan kisi-kisi dalam butir-butir soal. Prosedur pemberian skor untuk jawaban tes sebagai berikut: nilai 1 jika benar 0 jika salah. 6) Uji coba tes. = X > X + SD = X - SD < x < X + SD = x < X - SD ( Arikunto, 2007 : 265 )

41

b. Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar Tabel 3.3 Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar
Pokok No 1 TIU Bahasan Siswa dapat mengetahui bagian-bagian lingkaran, menentukan keliling lingkaran, luas lingkaran serta dapat menggunakan perbandingan hubungan antara sudut pusat, panjang busur, dan luas juring lingkaran 1.2 1. lingkaran Bahasan 1.1 Lingkaran dan unsurunsur lingkara n Keliling lingkara n dan luas lingkara n - Luas lingkaran - Keliling lingkaran - Unsur-unsur lingkaran - Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran seperti jari-jari, diameter, busur, juring, tembereng dan sebagainya. - Siswa dapat menyatakan dan menggunakan rumus keliling lingkaran. - Siswa dapat menggunakan perbandingan untuk mengetahui besar keliling lingkaran dari dua buah benda yang berbentuk lingkaran. - Siswa dapat menghitung nilai perbandingan antara 2 buah benda yang berbentuk lingkaran. - Siswa dapat menyatakan dan menggunakan rumus luas lingkaran. Sub Pokok Materi Indikator

No item 1,2,3,4,5

6,7,9,10

8

12

11,13,14, 15,16,17, 18,19,20

3. Tahap Uji Coba Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar. Sebelum tes hasil belajar diberikan kepada sampel penelitian terlebih dahulu tes hasil belajar di uji cobakan kepada siswa diluar sampel

42

dalam populasi penelitian. Kelas yang ditunjuk masih dalam satu populasi, yaitu kelas VIII E SMP N 1 Wuryantoro yang berjumlah 40 siswa. Uji coba instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas butir-butir soal Pengujian validitas soal dilakukan untuk mengetahui kevalidan tiap butir soal yaitu dengan menggunakan korelasi product moment. Apabila rxy ≥ 0,312 maka item tersebut dikatakan valid sebaliknya apabila rxy < 0,312 item soal dinyatakan tidak valid. Sedangkan uji reliabilitas soal menggunakan rumus alpha. a. Validitas Validitas dapat diartikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen. Validitas tes pada penelitian ini menggunakan rumus product moment dari Pearson sebagai berikut :
rxy = n ΣXY− (ΣX)(ΣY) ( n Σ X2 − ( Σ X )2 ) ( n Σ Y2 − ( Σ Y )2 )

Keterangan : rxy : koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y n : cacah obyek X : skor item yang dicari validitasnya Y : skor total setiap siswa Setelah diperoleh rxy kemudian dikosultasikan dengan harga kritik r momen product. Apabila rxy ≥ rtabel maka dikatakan butir soal itu valid,

Sedangkan 25 pertanyaan yang valid atau memiliki nilai rxy > dari nilai rtabel (0. Hasil pengujian validitas tes soal untuk mengetahui tentang prestasi belajar siswa. Dengan demikian seluruh soal (15 butir) untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa dinyatakan layak dipergunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini.312) atau nilai Sig. Sedangkan dari 20 butir soal yang diberikan menunjukan hasil yang valid 15 item pertanyaan. 2007: 72) Koefisien korelasi tabel yang diambil adalah α = 5% dengan angka rtabel masing-masing item pertanyaan. < dari 0. Hasil uji validitas untuk mengungkap tingkat motivasi siswa dari 30 butir soal didapat 5 butir pertanyaan yang tidak valid. maka nilai rxy harus lebih besar dari rtabel. (Arikunto.312. hal tersebut dapat dilihat pada hasil rangkuman uji validitas dimana terdapat beberapa item pertanyaan yang memiliki nilai rhitung < 0.05 layak dipergunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. maka 5 dari 30 pertanyaan yang diberikan peneliti untuk mengetahui tingkat motivasi siswa dibuang atau tidak dipakai.312) maka 5 soal tersebut dibuang atau tidak dipakai. . dari 20 soal yang diberikan terdapat 5 soal yang tidak valid hal tersebut dapat dilihat pada nilai rhitung < nilai rtabel (0.43 sedangkan apabila rxy < rtabel maka dikatakan butir soal itu tidak valid. hal ini ditunjukkan oleh hasil perhitungan nilai rxy atau nilai pearson korelasi seluruh butir soal > dari nilai rtabel (0.312) atau nilai Sig. < 0.05.

064 0. 11. rxy 0.312 0.312 0.393 0. 16. 2006 : 86).44 Tabel 3. 6.663 0. 8. 18. 4.663 0.713 0.312 0. 9.4 Hasil Pengujian Validitas Soal Prestasi Siswa No.312 0.312 0.312 0. 14.312 0.312 0. 5.423 0.024 0.312 Status Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah 2009 b. 17. 13.312 0.312 0.647 0.269 0.647 0.261 0. 10. 3.312 0.392 0.312 0. Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan rumus KR20 sebagai berikut : . 15.312 0. Reliabilitas Pengertian reliabilitas tes berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes atau seandainya hasilnya berubah-ubah perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti (Arikunto. 2. 7.392 0. 20.615 rt 0.304 0.703 0.474 0.312 0.312 0. 19.330 0.564 0. Soal 1.312 0. 12.519 0.312 0.312 0.312 0.

733 sehingga hasil perhitungan uji reliabilitas tergolong tingkat reliabilitas yang cukup.733 Dari perhitungan tersebut maka soal penelitian mempunyai hasil perhitungan 0. Setelah soal dinyatakan valid dan reliabel maka soal dapat dijadikan sebagai instrumen penelitian atau alat pengambilan data.930 20 ) )( 19 12. . 2007:109) σt 2 Dalam pengujian reliabilitas menggunakan rumus KR20 sebagai berikut: ( ∑ Y) 2 252004 ∑Y − 6800 − N 40 = = = 12 .818 =( = 0. 818 N -1 39 2 Vt rii =( k (vt − ∑ pq) )( ) k −1 vt 8.45 2 ⎛ ⎞ ⎛ n ⎞⎜ ∑σ i ⎟ r11 = ⎜ ⎟⎜1 − 2 ⎟ ⎝ n − 1 ⎠⎜ σt ⎟ ⎝ ⎠ Keterangan : r11 n ∑σ i 2 : reliabilitas tes secara keseluruhan : banyaknya item : jumlah varians skor tiap-tiap item : variansi total (Arikunto.

70 adalah soal sedang P : 0. Analisis Indeks Kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya. Rumus mencari taraf atau indeks kesukaran adalah : P= B JS Keterangan: P = indeks kesukaran B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes Kriteria tingkat kesukaran soal : P : 0. 2007: 207 .210) Untuk contoh perhitungannya sebagai berikut: Misal untuk soal nomor 1. Dan hasil perhitungan disajikan dalam Tabel 3.88 JS 40 Dengan demikian soal nomor 1 termasuk kategori mudah Untuk mencari taraf kesukaran soal nomor 2 sampai 15 prosesnya sama dengan perhitungan di atas.70 – 1.00 adalah soal mudah (Arikunto.30 adalah soal sukar P : 0.30 – 0.5 berikut: . sedangkan soal yang terlalu sulit menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak bersemangat. P= B 35 = = 0.46 c.00 – 0.

43 0.5 Hasil Perhitungan Taraf Kesukaran Soal No.80 Kriteria Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Sedang Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Mudah Sumber : hasil pengolahan data .35 0.60 0.47 Tabel 3.78 0.75 0.85 0.38 0.63 0.40 0.80 0.33 0. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Taraf Kesukaran 0.80 0.25 0.75 0.88 0.78 0.80 0.53 0.70 0.

(Arikunto. D : 0.00 – 0. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi. Rumus untuk menetukan indeks diskriminasi adalah : D= BA BB − J A JB Keterangan: D = indeks diskriminan (angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda) JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya pembeda: D : 0.218). 2007: 214 .40 : cukup.70 – 1.48 d.20 : jelek. .20 – 0. 2007: 211). Analiais Daya Beda Daya pembeda adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah (Arikunto. D : 0.40 – 0. D : 0.70 : baik.00 : baik sekali.

6 Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal No.10 0. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Indek Daya Pembeda 0.35 0.25 0.30 0.30 0.40 0.25 0.35 0.49 Hasil perhitungan selengkapnya disajikan dalam Tabel 3.20 0.35 0.15 0.30 0.40 0.30 Kriteria Cukup Cukup Jelek Jelek Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Jelek Cukup Cukup Cukup Jelek Jelek Cukup Cukup Baik Cukup Sumber : hasil pengolahan data .40 0.45 0.20 0.40 0.00 0.6 berikut: Tabel 3.35 0.

25 = Dengan demikian soal nomor 1 termasuk kategori cukup. .50 Untuk contoh perhitungannya sebagai berikut: Misal untuk soal nomor 1.5 2.5 b. Uji Hipotesis Dalam penelitian ini menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Teknik Analisis Data 1. Uji Prasyarat Analisis a. D= BA BB − JA JB = 0. Untuk mencari daya pembeda soal nomor 2 sampai 15 prosesnya sama dengan perhitungan di atas. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk membuktikan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen. Dalam penelitian ini untuk menguji normal tidaknya sampel dihitung dengan program SPSS versi 11. G. Dalam penelitian ini untuk menguji homogen tidaknya sampel menggunakan Uji Bartlett dengan bantuan program SPSS versi 11. Uji Normalitas Uji Normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak.

untuk setiap i dan j H 1 AB : (αβ )ij ≠ 0 . α = 0.…q i q = banyaknya kolom k = 1.2. Model X ijk = µ + X i + β i + (αβ )ij + ∑ ijk dengan: Xijk = data amatan ke-k pada baris ke-I dan kolom ke-j µ = rerata dari seluruh data amatan Xi = efek baris ke.…p i p = banyaknya baris j = 1.i pada variabel terikat β j = efek kolom ke-j pada variabel terikat (αβ )ij = kombinasi efek baris ke-i dan kolom ke-j pada variabel terikat ∑ ijk = deviasi data amatan terhadap rataan populasi (Galat Eror) i = 1.51 a.2.…n ij i nij = banyaknya data amatan pada sel i b. untuk paling sedikit satu rj ab 2) Taraf Signifikasi 95%.3. untuk setiap j H 1B : β j ≠ 0.05 . Prosedur 1) Hipotesis HOA : α i = 0 .3. untuk paling sedikit satu j b H 0 AB : (αβ )IJ = 0 = 0.3.2. untuk paling sedikit satu a  H 0B : β i = 0. untuk setiap i H 1A : α r ≠ 0.

52 3) Komputasi a) = b) = G2 N ∑ SS IJ ij c) = A ∑ qi i 2 d) = e) = ∑ j Bj p 2 ∑ AB ij 2 IJ dimana : Ai = Bj = G= ∑ AB j ij = jumlah rataan pada baris ke-i = jumlah rataan pada kolom ke-j = jumlah rataan semua sel 2 ∑ AB i ij ∑ AB ij ij SSij = ∑X k 2 ijk ⎡ ⎤ ⎢∑ X ijk ⎥ ⎦ = jumlah kuadrat deviasi amatan pada −⎣ k nijk sel ij N =  ∑ nij = banyaknya seluruh data amatan ij nh = rataan harmonik frekuensi seluruh sel = pq 1 ∑n ij ij nij = rataan sel ij = banyaknya data amatan sel ij .

1 6) Rataan Kuadrat RK A = JKA dkA JKB dkB JKAB dkAB RK B = RK AB = RK G = JKG dkG 7) Statistik Uji Fa = RKA RKG .(1)} JKB = nh {(4) .53 4) Jumlah Kuadrat JKA = nh {(3) .(1)} JKAB = nh {(1) + (5) – (3) – (4)} JKG = (2) JKT = JKA + JKB + JKAB + JKG 5) Derajat Kebebasan dk A = p – 1 dk B = q – 1 dk AB = (p-1) (q-1) dk G = N – pq dk T = N .

. N-pq Gambar.1. DKab = { FIF> Fα : ( p -1) (q -1). N – pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : q -1.3. Grafik statistik uji F antar pendekatan b.2.3. N-pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : ( p -1) (q -1).pq Gambar.54 Fb = RKB RKG RKAB RKG Fab = 8) Daerah Kritik a.pq} Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 Fα : p -1. N.3Gambar statistic uji F antara pendekatan dan motivasi .. N. N. Gambar statistik uji F antar motivasi c. DKb = { FIF> Fα : q -1.3.pq Gambar. DKa = { FIF > Fα : p -1.

55 9) Keputusan Uji Ho ditolak jika harga statistika uji yang bersesuaian melebihi harga kritik masing-masing (Budiyono.7 Tabel Anava Bj B1 Ai A1 A2 A1B1 A2B1 A1B2 A2B2 A1B3 A2B3 B2 B3 Dimana: A i = pendekatan mengajar A1 = menggunakan pendekatan SAVI A2 = menggunakan pendekatan konvensional B j = motivasi belajar siswa B1 = rendah B2 = sedang B3 = tinggi A1B1 =hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil rendah . Tata Letak Data Berikut tabel anava berupa hubungan baris dan kolom. 2000: 226-228) c. Adapun bentuk tabelnya sebagai berikut: Tabel 3.

56 A1B2 = hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil sedang A1B3 = hasil tes pendekatan SAVI dengan hasil tinggi A2B1 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil rendah A2B2 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil sedang A2B3 = hasil tes pendekatan konvensional dengan hasil tinggi e. Uji Komparasi Ganda Menurut Budiyono (2000:197). Budiyono (2000:208-210) langkah-langkah dalam menggunakan metode Shceffe: 1) 2) Mengidentifikasi semua pasangan komparasi rerata Merumuskan hipotesis yang bersesuaia n dengan komparasi tersebut . Rangkuman Analisis Tabel 3. digunakan metode Shceffe.8 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan Sumber Baris Kolom Interaksi Galat Total JK JKA JKB JKAB JKG JKS Dk p-1 q-1 (p-q)(q-1) N-pq N-1 RK RKA RKB RKAB RKG Fα.5 Fa Fb Fab P <α atau >α <α atau >α <α atau >α - 3. “Komparasi Ganda adalah tindak lanjut dari analisis variansi apabila analisis variansi tersebut menunjukan bahwa hipotesis nol ditolak” Untuk uji lanjutan setelah analisis variansi.

57

3)

Mencari harga statistik uji F dengan rumus sebagai berikut: a) Untuk komparasi rerata antar baris ke- i dan ke-j Fi-j =

(x − x )
i j

2

⎛1 1 ⎞ RKG⎜ + ⎟ ⎜n n ⎟ j ⎠ ⎝ i

b)

Untuk komparasi rerata antar kolom ke- i dan ke-j Fi-j =

(x − x )
i j

2

⎛1 1 ⎞ RKG⎜ + ⎟ ⎜n n ⎟ j ⎠ ⎝ i

c)

Untuk komparasi rerata antar sel ke- ij dan sel ke-j Fij- ik =

(x

ij

− x kj

)

2

⎛ 1 1 ⎞ ⎟ RKG ⎜ + ⎜n n kj ⎟ ij ⎝ ⎠

d)

Untuk komparasi rerata antar sel ij dan ik Fij- ik =

(x

ij

− x kj

)

2

⎛ 1 1 ⎞ ⎟ RKG ⎜ + ⎜n n kj ⎟ ij ⎝ ⎠

i. Menentukan tingkat signifikasi : α = 0,05 ii. Menentukan daerah kritik (DK) DKi,-j = {Fi,-j.| Fi,-j > (p-1) Fα ; (p-1) ; N-pq} DKi,-j = {Fi,-j | Fi,-j > (p-1) Fα ; (q-1) ; N-pq} DKij-kj = {Fij-kj | Fij-kj > (p-1) Fα ; (pq-1) ; N-pq} DKij- ik = {Fij- ik | Fij- ik > (p-1) Fα ; (pq-1) ; N-pq}

58

iii. Menentukan keputusan uji (beda rerata untuk setiap pasang komparasi rerata. iv. Menyusun rangkuman analisis (komparasi ganda).

59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai deskripsi penelitian, pengujian prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan homogenitas, pengujian hipotesis, dan pembahasan analisis data dengan anava dua jalur. Adapun langkah-langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
A. Deskripsi Data

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk membandingkan akibat dari suatu perlakuan. Pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional dan kelas eksperimen menggunakan pendekatan Somatis, Auditori, Visual, Intelektual (SAVI). Pembelajaran SAVI dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memberi motivasi kepada siswa serta membeikan garis besar hal-hal yang terkait dengan materi pelajaran. Kemudian guru menerangkan materi tenteng unsur-unsur lingkaran, keliling lingkaran dan luas lingkaran dengan alat peraga sebagai penguat pembelajaran Visual (V). Pada saat menerangkan materi pelajaran guru sering melemparkan pertanyaanpertanyaan untuk dijawab oleh siswa, selain itu guru juga memberikan kepada siswa kesempatan untuk bertanya. Pada beberapa bagian materi yang menyangkut pengertian tentang suatu hal, guru meminta siswa untuk mengucapakannya bersama-sama dengan suara keras dan lantang. Hal tersebut sebagai penguat pembelajaran Auditori (A), selain mendengarkan penjelasan materi dari guru. Seteleh menerangkan materi, guru memberikan sbeberapa soal 59

SD < X < X + SD) Tinggi (X > X + SD) Kontrol 14 20 6 Eksperimen 7 26 7 (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 12) Data motivasi belajar siswa dikategorikan dalam tingkat rendah.60 untuk dikerjakan oleh beberapa siswa didepan kelas. Kemudian siswa mempresentasikan jawabannya dan siswa yang lain diminta menanggapi. Sebagai penguat bentuk pembelajaran Intelektual (I). siswa diberikan tugas mandiri dengan mengerjakan soa-soal. berupa hadiah. Ringkasan anlisisnya adalah sebagai berikut : Tabel 4. sedang dan tinggi. Berikut ini akan diberikan uraian mengenai data yang di peroleh 1. jika X . Setelah data dari setiap variabel terkumpul. Data skor angket motivasi belajar siswa Data tentang motivasi siswa diperoleh dari nilai angket. Ketentuan pengkategorian tersebut adalah jika X > X + SD maka motivasi tersebut dikatakan tinggi. 1 Hasil Pengkategorian Tingkat Motivasi Belajar Kategori tingkat motivasi Rendah (X < X . selanjutnya dikelompokkan dalam 3 kategori berdasarkan mean dan standar deviasi. Hal ini sebgai penguat pembelajaran Somatis (S). Variabel dalam penelitian ini adalah metode mengajar (a) dan motivasi (b). selanjutnya digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Guru memberikan pnghargaan kepada siswa yang telah mengerjakan soal didepan kelas tersebut.SD) Sedang ( X .SD < X < X + SD .

2 Data Prestasi Belajar Siswa Kelompok Eksperimen Kontrol Maksimal 9.00 Minimal 6. 2. dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.61 maka motivasi tersebut dikatakan sedang dan jika X < X . Untuk kelas eksperimen terdapat 7 siswa yang memiliki motivasi rendah.00 Mean 8. Data tentang prestasi belajar berdasarkan mean dan standar deviasi.9418 (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13).4375 SD 0.SD maka motivasi tersebut dikatakan rendah.50 5. .0500 7. Data skor prestasi belajar siswa.50 9. Data yang diperoleh dari perhitungan dirangkum pada tabel diatas dan dapat dilihat bahwa dari kelas kontrol terdapat 14 siswa yang memiliki motivasi rendah. 20 siswa mempunyai motivasi sedang dan 6 siswa yang mempunyai motivasi tinggi. 26 siswa mempunyai motivasi sedang dan 7 siswa yang mempunyai motivasi tinggi.7232 0.

Hasil pengujian normalitas data di atas menunjukkan bahwa besar nilai Sig. Hasil Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak.05 0.5 for windows.05 Sig > α Sig > α Sig > α Sig > α Sig > α Normal Normal Normal Normal Normal α Keputusan Kesimpulan (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13).62 B.075 0. (2-tailed) masing-masing faktor lebih dari 0. 3 Uji Normalitas Sumber Nilai signifikansi Metode Konvensional Metode SAVI Motivasi rendah Motivasi sedang Motivasi tinggi 0. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.126 0.05 0.05 0.05.05 0. Dengan demikian diketahui bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Teknik uji yang digunakan adalah uji liliefors pada taraf signifikan 0. Uji Prasyarat Analisis Penelitian 1.221 0.05.492 0. Berdasarkan hasil pengujian normalitas data dengan menggunakan bantuan progam komputer Statictical Product and Service Solution (SPSS) 11. .078 0.

metode pembelajaran yang digunakan antara metode SAVI dan Konvensional. apakah kesemua varian memiliki varians yang sama. Adapun hasil analisis anava dua jalur akan diuraikan pada tabel 4.05 Maka Ho diterima atau dengan kata lain untuk data dalam penelitian ini memiliki varians yang sama (data dalam penelitian tidak memiliki varian data yang berbeda) sehingga salah satu asumsi anova terpenuhi atau layak digunakan.057 > 0.5 diperoleh nilai Sig untuk uji homogenitas sebesar 0.63 2. Uji Hipotesis Dengan terpenuhinya sifat normalitas dan homogenitas maka anava dua jalur dapat dijalankan. Adapun salah satu cara untuk mengambil keputusan dengan cara melihat probabilitas Levene Test atau Sig dengan taraf signifikansi 5% (0. dan rendah). maka data di atas dapat dipakai untuk uji hipotesis selanjutnya. sedang. yaitu untuk melihat perbedaan berdasarkan tingkat motivasi siswa (tinggi.05). C. 11. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan anava dua jalur. Uji Homogenitas Analisis ini bertujuan untuk menguji berlaku tidaknya salah satu asumsi untuk anava. (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 14).4 berikut : . Dari perhitungan analisis data dengan menggunakan bantuan SPSS.

64 Tabel 4.036 0.05 atau nilai Fhitung = 11.001 < 0. Dari tabel diatas diperoleh kesimpulan bahwa: 1.482 1.429 . 0.122 3.4 Uji Two Way Anova Sumber variansi Metode Motivasi Metode*motivasi F hitung 11. menunjukan hasil sebesar 0.972 3.001 0.429 > Ftabel = 3. Statistik uji F antar pendekatan 11.972 maka Ho ditolak sehingga diperoleh hasil bahwa.1.186 F tabel 3. terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran.429 3.721 Sig. Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4. Hipotesis 1 Berdasarkan dari hasil perhitungan anava dua jalur diperoleh hasil bahwa nilai probabilitas pendekatan yang digunakan (antara pendekatan SAVI dengan konvensional) atau nilai Sig.972 Gambar 4.1 berikut: Daaerah terima H0 Daerah tolak H0 0 3.122 Keputusan Ho ditolak Ho ditolak Ho diterima (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 15).

036 < 0. Hipotesis 2 Berdasarkan dari hasil perhitungan anava dua jalur diperoleh hasil bahwa tingkat motivasi siswa memiliki nilai probabilitas sebesar 0. Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4. Interaksi antara metode dengan motivasi adalah 0.05 atau nilai F hitung = 1.122 3.482 > F tabel= 3.65 2. .4. Hipotesis 3 Berdasarkan dari hasil perhitungan uji analisis variansi dua jalur diperoleh hasil bahwa nilai Sig. Grafik statistik uji F antar motivasi 3.721 < F tabel = 3.2 berikut: Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 3.122 maka Ho di tolak yang berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa.122 maka Ho diterima sehingga tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan lingkaran.2.186 > 0.05 atau nilai F hitung = 3.482 Gambar.

Grafik statistik uji F antara pendekatan dan motivasi D. Karena variabel motivasi belajar siswa mempunyai tiga kategori yaitu tinggi.122 Gambar.721 3.3.3 berikut: Daerah terima H0 Daerah tolak H0 0 1. sedang dan rendah. Sedangkan apabila nilai F menunjukan tidak terdapat perbedaan uji kelanjut ini tidak perlu dilakukan. Uji Kelanjutan (Uji Shceffe) Uji kelanjutan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan motivasi belajar siswa (mana yang berbeda dan mana yang tidak). Hal ini dapat dilakukan bila nilai F hasil perhitungan menunjukan ada perbedaan (signifikan).4. Dengan kata lain pasti terdapat paling sedikit dua rataan yang tidak sama. Karena Ho ditolak. maka ini berarti bahwa tidak semua motivasi belajar siswa memberikan efek yang sama terhadap prestasi belajar. Uji kelanjutan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji Shceffe dengan hasil analisis sebagai berikut: .66 Adapun grafik statistik uji F dapat dilihat pada gambar 4. maka komparsi ganda perlu dilakukan untuk melihat manakah yang secara signifikan mempunyai rataan yang berbeda.

028 0.5751 poin dari motivasi siswa sedang).9304 0. Berdasarkan hasil analisis di atas diperoleh perbedaan mean motivasi siswa yang rendah dengan motivasi siswa yang sedang sebesar -0.05 0.9304 0.05 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang sedang dengan motivasi siswa siswa yang rendah sebesar 0. Perbedaan mean motivasi siswa yang rendah dengan motivasi siswa yang tinggi sebesar -0.05 Sig.9304 (motivasi siswa rendah lebih rendah sebesar 0.05 0.05 0.5 Uji Kelanjutan Anova (I) KA (J) KA Mean Difference rendah sedang tinggi sedang rendah tinggi tinggi rendah sedang -0.006 0.371 0.5751 (motivasi siswa rendah lebih rendah sebesar 0.67 Tabel 4. α (Hasil uji dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 16).3554 0.3554 (motivasi siswa sedang lebih rendah sebesar 0.5751 -0.5751 (motivasi siswa sedang lebih besar sebesar 0.3554 poin dari motivasi siswa tinggi).371 0.5751 -0.3554 0.05 0.9304 poin dari motivasi siswa tinggi). Perbedaan mean motivasi siswa yang sedang dengan motivasi siswa yang tinggi sebesar -0.028 0.5751 poin dari motivasi siswa rendah).006 0. .

Hasil analisis post hoc menunjukan perbedaan antar motivasi siswa (tinggi. Perbedaan mean motivasi siswa yang tinggi dengan motivasi siswa yang sedang sebesar 0.05.3554 (motivasi siswa tinggi lebih besar sebesar 0. siswa cenderung lebih pasif meskipun ada beberapa anak yang terkadang mau bertanya kepada guru. Perbedaan kedua metode tersebut didukung pula dari keadaan yang terjadi di lapangan. Prestasi belajar siswa yang menggunakan pendekatan SAVI mempunyai rata-rata yang lebih tinggi dari pada pembelajaran siswa yang menggunakan metode konvensional.9304 poin dari motivasi siswa rendah).68 Perbedaan mean motivasi siswa yang tinggi dengan motivasi siswa yang rendah sebesar 0.05 yang berarti bahwa perbedaan antar tingkat motivasi siswa signifikan (berbeda secara bermakna). E. Pada pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional.3554 poin dari motivasi siswa sedang). Pembahasan 1. sedang. Hipotesis Pertama Metode pembelajaran yang dipakai yaitu pendekatan SAVI dan metode konvensional menunjukan hasil bahwa ada perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran.9304 (motivasi siswa tinggi lebih besar sebesar 0. Siswa kurang bersemangat saat . Hal ini dapat dilihat pada hasil analisis yang menunjukan nilai probabilitas < 0. dan rendah) menunjukan nilai signifikansi atau probabilitas < 0.

2. hal ini didukung dengan suasana pembelajaran yang santai. Hal ini dikarenakan siswa dengan motivasi belajar . mereka cenderung menunggu jawaban dari teman ataupun guru.69 mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan. Hipotesis kedua Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa.05. Siswa dengan motivasi belajar tinggi akan mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai signifikansi tingkat motivasi siswa < 0. Hal itu dikarenakan terdapatnya beberapa kelemahan yang dijumpai peneliti dalam penelitian ini. yaitu 8. Materi lingkaran akan lebih mudah dipahami siswa jika mereka secara langsung melihat benda yang berbentuk lingkaran.4375 untuk kelas kontrol. Pada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI siswa lebih aktif dalam mengerjakan tugas individu. Hasil rata-rata nilai untuk materi lingkaran pada kelas eksperimen ini. seperti misalnya alat peraga yang digunakan masih sangat sederhana dan waktu penelitian yang relatif singkat. belum sesuai seperti apa yang diingikan oleh peneliti. Perbedaan dari kedua metode tersebut juga dapat dilihat dari rata-rata nilai skor tes hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Siswa juga lebih berani untuk bertanya kepada guru. selain itu siswa juga membutuhkan bimbingan dari guru untuk mempelajari materi lingkaran.0500 untuk kelas eksperimen dan 7.

Hipotesis Ketiga Dari hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika dapat dilihat bahwa nilai signifikasi 0.70 tinggi akan mempunyai semangat belajar matematika yang tinggi. dan siswa yang mempunyai motivasi rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah pula. siswa dengan motivasi sedang akan memiliki prestasi belajar yang sedang. atau rendah.05.186 > 0. . Atau dengan arti lain bahwa rata-rata prestasi belajar siswa dari kelompok eksperimen selalu lebih tinggi dari siswa kelompok kontrol. Hal ini berarti bahwa dari tingkat motivasi siswa dan metode pengajaran secara bersama-sama tidaklah memberikan perbedaan hasil yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika. 3. kurang tertarik terhadap belajar matematika dan memandang belajar matematika merupakan hal yang membosankan. Sedangkan siswa dengan motivasi belajar rendah akan enggan dalam belajar matematika. Dari skor tes prestasi belajar terlihat bahwa sebagian besar siswa yang mempunyai motivasi tinggi akan memiliki prestasi belajar yang tinggi. sedang. baik untuk motivasi belajar tinggi.

0. dengan hasil rata-rata prestasi 8. 2. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari motivasi belajar siswa dengan diperoleh sig.71 BAB V KESIMPULAN. 0. 0.186 > 0.0500 untuk kelas eksperimen dan 7.05 yang berarti bahwa siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan memiliki prestasi belajar yang tinggi. IMPLIKASI DAN SARAN A. Terdapat perbedaan prestasi belajar pada pokok bahasan lingkaran ditinjau dari perbedaan penggunaan pendekatan pembelajaran dengan diperoleh sig. maka peneliti mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. 3. siswa dengan motivasi belajar sedang akan memiliki prestasi belajar sedang.4375 untuk kelas kontrol.001 < 0.05 yang berarti bahwa metode pembelajaran dan tingkat motivasi belajar siswa secara bersama-sama tidaklah memberikan hasil yang signifikan terhadap prestasi 71 .036 < 0. dan siswa yang mempunyai motivasi belajar yang rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah pula. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran dengan diperoleh sig.05 yang berarti bahwa pendekatan pembelajaran SAVI lebih baik dalam meningkatkan nilai siswa pada pokok bahasan lingkaran sehingga prestasi belajar yang dicapai lebih tinggi.

Implikasi Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika yang dicapai siswa akan lebih meningkat jika diberi pembelajaran dengan pendekatan SAVI. Pembelajaran matematika membutuhkan strategi mengajar yang tepat dan efektif. Dalam penelitian ini motivasi belajar siswa dikatagorikan tinggi. Tinggi.72 belajar matematika atau dengan kata lain bahwa rata-rata prestasi belajar siswa dari kelompok eksperimen selalu lebih tinggi dari siswa kelompok kontrol. . 2. sedang atau rendah B. salah satunya adalah pendekatan pembelajarna SAVI. baik untuk motivasi belajar tinggi. Penggunaan pendekatan SAVI oleh guru dalam proses belajar mengajar pada pokok bahasan lingkaran akan diberikan kesempatan pada anak didik untuk mempelajari dan memahami pelajaran matematika atas dasar pengalaman dan penemuan dalam diri siwa untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk keberhasilan diri dalam belajarnya. sedang dan rendah. sedang dan rendahnya motivasi belajar siswa ini akan berpengaruh terhadap prestasi belajar yang dicapainya. Implikasi kesimpulan butir pertama. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat diambil implikasi penelitian sebagai berikut: 1. Implikasi kesimpulan butir kedua. Motivasi belajar siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar yang dicapai siswa dalam pembelajaran. Dengan motivasi belajar yang tinggi membuat siswa akan lebih mudah untuk memahami pelajaran yang diberikan dibandingkan dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar yang sedang ataupun rendah.

Oleh karena itu. Saran Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas. C.73 3. Bagi Guru Matematika Banyaknya pendekatan yang ada sekarang dapat dijadikan alternatif oleh guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan materi yang disampaikan. Implikasi kesimpulan butir ketiga. Ini berarti bahwa prestasi belajar akan lebih tinggi dapat dicapai pada pembelajaran dengan penggunaan pendektan SAVI dengan ditinjau dari motivasi belajar siswa yang tinggi. maka peneliti menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. siswa hendaknya memahami diri akan kewajibannya sebagai siswa yaitu siswa harus tertib. Pendekatan pembelajaran SAVI sesuai jika digunakan dalam pokok bahasan Lingkaran karena pendekatan ini membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi lingkaran yang disampaikan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar. Jadi siswa diupayakan untuk mempunyai motivasi belajar yang tinggi sehingga hasil pembelajaran dengan pendekatan SAVI akan mencapai hasil yang maksimal seperti yang diharapkan. fokus. Bagi Siswa Motivasi siswa yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran. Terdapat kombinasi efek antara pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan motivasi belajar siswa. aktif dalam mengikuti kegiatan belajar . 2.

. Dengan maksimalnya dalam penggunaan alat peraga dan waktu maka pembelajaran pendekatan SAVI bisa lebih optimal. Waktu yang digunakan untuk penelitian.74 mengajar dan selalu berusaha menumbuhkan semagat dalam belajar agar selalu termotivasi sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika 3. maka bagi peneliti selanjutnya hendaknya dalam melakukan penelitian. hendaknya relatif lebih lama lagi agar penggunaan pendekatan SAVI ini bisa lebih maksimal. menggunakan alat peraga yang lebih berkualitas agar dalam penggunaannya bisa lebih efektif sehingga siswa bisa lebih mudah dalam belajar. Bagi Peneliti Selanjutnya Menyadari akan kelemahan dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan masih sangat sederhananya alat peraga yang digunakan dan waktu penelitian yang relatif singkat.

Jakarta : Bumi Aksara Hidayati. Pelajaran Matematika Untuk SMP Kelas VIII. 2002 . 2007. Eksperimentasi Pengajaran Matematika Dengan Pendekatan Proses Deduktif Penemuan Rumus Pada Pokok Bahasan Lingkaran Ditinjau Dari Motivasi belajar Siswa . Hamalik. Strategi Belajar Mengajar . 2004. 1999 . Suharsimi . Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . Nurul . Mulyadi Sri dan Surtikanti . 2004 . 2007 .. Peningkatan Minat Belaajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Meloalui Pendekatan ”SAVI” Dengan Pendayagunaan Alat Peraga di SMP N 1 Kartasura . Skripsi . Statistika Untuk Penelitian. Surakarta : UMS ( tidak dipubikasikan ) Hikmah . 2002 . 2004 . 2000. Jakarta: Bumi Aksara. Surakarta : UMS ( Tidak dipublikasikan ) Kamulyan. Cucun. -------------------------.. Belajar dan Pembelajaran . dan Zain Aswan Drs . Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem . Jakarta : Bumi Aksara Budiyono. Jakarta: Yudhistira. Jakarta : Rineka Cipta. dkk. Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Progaram Pendidikan Dan Penelitian . Syaiful Bahri . Bandung : Kaifa . Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan . Surakarta: FKIP UNS Press. 2002 . Cunayah. Drs.75 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. -----------.Dave. 2008 . Oemar . Surakarta : FKIP UNS press. Statistika Dasar untuk Penelitian. Penelitian Tindakan Kelas. Samsul. -------------------------. Nurul Nur . 2006 .. Jakarta : Rineka Cipta Hadi. The Accelarated Learning Hand Book . 2007. Surakarta : Uiversitas Muhammadiyah Surakarta Meier. Bandung: Yrama Widya Djamarah. Skripsi . Aplikasi Matematika SMP Kelas VIII.

Ngalim . 2003 . 2006 . 2003 . auditori. Bandung : Remaja Rosdakarya Slameto . Statistika Untuk Penelitian . Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Antara Penggunaan Metode Diskusi Dengan Menggunakan LKS dan Metode Konvensional Pada Pokok Bahasan Lingkaran Ditinjau Dari Motivasi Brlajar Siswa . Mandiri Belajar SPSS.Nanang Adhi . dan Intelektual (SAVI) . Bandung : Alfa Beta Tirtonegoro. Irfakni Birrul . Skripsi . Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan) Prayitno. Yogyakarta : Media Kom. Anak Supernormal dan Program Pendidikannya . Sutratinah . Surakarta : UMS ( Tidak Dipublikasikan) Walidati.Cholik Adinawan . Usaha Peningkatan Kemampuan Bernalar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Belajar Somatis. 2006 . 2007 . Skripsi . Psikologi Pendidikan . 2008 . Dwi. Hamzah . 2008. Surakarta : UMS (Tidak dipublikasikan) . Peningkatan Kreatifitas Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan “SAVI” . Matematika untuk Sekolah SMP / MTS Kelas VIII. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya . Purwanto. Jakarta : Bumi Aksara ___________ . Teori Motivasi dan pengukurannya . Visual. Jakarta : Erlangga Sugiono . 2007 .76 Nugroho. Model Pembelajaran : Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif . 2005. 2006 . Jakarta : Rineka Cipta Sugijono dan M. 2001 . Jakarta : Bumi Aksara Wahyuningsih . Skripsi . Jakarta : Bumi aksara Uno.

77 Lampiran 1. DAFTAR NAMA SISWA TRYOUT (kelas VIIIE) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 NAMA Abdi Suryanto Alfian Yudhi Baskoro Ana Pratiti C Arif Kunto Arfianto Astutik Danang Dimas Rizki Wardana Endah Tri Rusmiati Endar Sriyatmi Emi Susanti Erma Pujiastuti Evalita Putri Ananda Fitri Ramandasari Galih Sudarwati Hari Yulianto Hartanto Hermawan Susanto Ilham Fajriansah Ima Budi Utami Joko Aprianto Junaiadi Candra Mega Kurniawati Mira Damayanti Muchamad Stiohadi Murdaka Nanda Ayun Pribadi Narwan Nela Melani C Niken Aprilia Fenny A Noer Muhamad Fajar R Rommly Sofyan Rudy Prihardiyanto Sidiq Wicaksono Sri Hartatik Sri Susanti Tri Muhanto Firga Intahta A Firfi Wulan Aliusandri Wihastanto Yogi Aditiya Saputro L/P L L P L P L L P P P P P P P L L L L P L L P P L L L L P P L L L L P P L L P L L .

78 Lampiran 2. DAFTAR NAMA SISWA SAMPEL PENELITIAN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 KELAS EKSPERIMEN (VIIIB) Asmaraningtyas D Ayic Futika Brian Balandoro Chintya Kesuma P Cita Sukma Rosita Defita Ermi Erlangga Dwi retnowati Eka Lismawati Eka Setyawati Fadhil Irfandhi Farra Melinda K Fitri Dwi astuti Ika Septiana Lestari Khoirina Kiki Subiyantari Kunthi Tali Broto Lisa Nur Heviani Maya Kartika Sari Mayasari Novia Rusti Ningsih Nur Hayati Nurlisa Uke Desy Nurman Muhtiaji Nurul Hidayah Ovi Nida Permata D Pambayun Nugroho Putro Putri Budi Harto Reni Oktavia Rian Bagus Pribadi Ristu Atmawati Riki Agustian Robby Sandoro Saputro Rori Cakraburti Sutito Tito dwi Sapta Yoga Wahyu Prayoga Wiwik Tri Maryani Yoga Saftian Wicahyo Yudi Ari Setiawan Yuliati L/P P P L P P P P P P L P P P P P P P P P P P P L P P L P P L P L L L L L L P L L P KELAS KONTROL (VIIID) Achmad Gunawan Adityaris Fajar H Agung Rohmad Ary Wibowo Bugi Pugkaskoro Danu Saputro Desi Ika Saputri Dimas Ade Saputra Dodi Setyawan Eko Prasetyo Febrian Koes Erlangga Firdanys Gustino Pracipta Fitria Eka Setyowati Hariyanto Mida Ria Munandari Mila Wiarsih Nanang Suhendro Pagas Toro Putri Dyah Pertiwi Ringgi Rinda Rismala P Riska Novita Sari S A Risma Indriastuti Rista Era Pariati Rizki Ayuningsih Rizky Nugroho Wati Rohmat Tri Handoyo Runita Saputri Satria Selvi Dwi listyana K Setyasari Sinta Meilana K Siti Mulyati Sulastri Handayani Sumarlin Tesawati Tiara Ega Kiswanti Tri Susanto Tri Wahono Wahyu Tri Asih Wawan Tri Hantoro L/P L L L L L L P L L L L L P P P P L L P P P P P P P L P L P P P P P L P P L L P L .

10 .79 Lampiran 3. DAFTAR NILAI UJIAN SEMESTER GASAL BIDANG STUDI MATEMATIKA No Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 RATA-RATA Kelas Kontrol 66 66 66 66 66 66 66 66 66 66 67 70 66 66 72 70 74 69 70 74 74 72 69 72 67 66 67 70 70 74 67 74 70 70 68 69 72 70 72 68 68.97 Kelas Eksperimen 68 70 71 73 72 69 67 77 69 67 68 70 67 68 67 68 70 70 69 68 73 74 72 67 68 67 72 74 69 79 71 66 67 70 69 69 69 74 74 72 70.

1250 Std. Error Mean .1250 1.4126 2.1000 68.9509 2.9750 Std.8328 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -.086 .1627 2.4127 F Prestasi Belajar Equal variances Matematika assumed Equal variances not assumed .6468 . .086 1.870 Mean Sig.80 Lampiaran 4.4479 Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran SAVI Konvensional N 40 40 Mean 70. Uji Keseimbangan T-Test Group Statistics Std.1626 -.4666 .072 Sig.739 df 78 77.6468 .789 t 1. (2-tailed) Difference . Deviation 2.739 1. Error Difference .

2. apotema. Menghitung keliling lingkaran : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. 4.Menentukan unsur dan bagian-bagian lingkaran. juring. busur.Menyebutkan unsur-unsur dan bagian- Indikator bagian lingkaran: pusat lingkaran. jari-jari. juring. diameter.81 Lampiran 5. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 1 (Satu) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur. 2. busur. Kompetensi Dasar : 1. tali busur. apotema. jarijari. tali busur. Siswa dapat menentukan rumus keliling lingkaran. Tujuan Pembelajaran 1. Menghitung keliling dan luas lingkaran : 1. bagian lingkaran serta ukurannya. 2. 3. Siswa dapat menghitung keliling lingkaran . diameter. Siswa dapat mengenal serta mengidentifikasi lingkaran. tembereng. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran: pusat lingkaran. Menentukan rumus keliling lingkaran 3. tembereng.

(π = 3. Jari-jari lingkaran adalah OA. Garis lurus CD disebut tali busur f. h. Materi Ajar a.82 II. Garis lengkung AC dan CD disebut busur e. Jadi π = Keliling lingkaran 22 . b. a. g. Juring AOC adalah juring kecil j. Titik tetap ini disebut titik pusat lingkaran. Pengertian dan Unsur-unsur Lingkungan Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada bidang datar yang mempunyai jarak yang sama terhadap titip tetap.14 atau ) Diameter 7 Rumus keliling lingkaran adalah: K = 2 π . Menghitung besar-besaran pada lingkaran Keliling lingkaran Keliling lingkaran adalah panjang dari seluruh tepi lingkaran nilai perbandingan antara keliling dan diameter disebut π (phi). Bangun yang dibatasi oleh busur AC dan jari-jari OA dan OC disebut juring. OC dan A C O P E Gambar 2. d. Garis tengah lingkaran adalah AB dengan panjang 2 x jari-jarinya. OB. Unsur-unsur lingkaran berdasar gambar 2. r atau k = πd . Perhatikan bahwa temberang CED adalah tembereng kecil.1 B D OE c.1. i. Bangun yang dibatasi oleh tali busur CD dan busur CED disebut tembereng. Pusat lingkaran itu adalah O b. Garis OP yang tegak lurus tali busur disebut apotema.

diskusi. Tanya jawab. Pendekatan : SAVI IV. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • Apersepsi Motivasi Kegiatan sehari – hari yang menggunakan lingkaran 10 menit • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.83 Dimana K r d = keliling lingkaran = jari-jari lingkaran = diameter lingkaran III. Strategi Pembelajaran 1. 2. . Metode : Ceramah. latihan soal.

84

Kegiatan Inti

• Guru menjelaskan cara kerja Guru menjelaskan unsur-unsur dalam 20 menit lingkaran dengan ceramah dan tanya jawab Guru memperjelas dalam menerangkan materi dengan menggunakan alat peraga Guru menerangkan rumus keliling lingkaran

Pembentukan kelompok

Siswa dikelompokkan secara heterogen menurut kelompoknya masing – masing dengan anggota 2 orang • Kerja Kelompok. Guru memberikan lembar kerja pada tiap-tiap kelompok Secara berkelompok siswa mengerjakan soalsoal yang ada dalam lembar kerja. • Diskusi kelas untuk memvalidasi hasil kerja 30 menit kelompok Pekerjaan ditukarkan pada kelompok lain untuk di evaluasi Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan. Secara bersama-sama dengan bimbingan guru, semua pekerjaan. Hasil setelah dikoreksi kemudian dikumpulkan. kelompok mengevaluasi hasil

85

• Kuis dan penghargaan kelompok Guru memberikan kuis secara kelompok dan diakhiri dengan pemberian penghargaan dikelompok sesuai hasil kuis yang diperoleh setiap siswa dalam kelompok. 10 menit

Kegiatan Akhir

• Penutup Guru memberikan soal post test Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah, beberapa soal tentang lingkaran ( LATIHAN 1 hal 195 – 10 menit 196 Erlangga kelas VIII).

V.

Alat dan Bahan

1. Papan Tulis 2. Spidol. 3. Alat peraga 4. Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2, karangan Samsul Hadi. Hal.165-169 5. Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2, karangan M. Cholik Adinawan. Hal.191-203

86

VI.

Penilaian

Jumlah soal = 3 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 3 x 10 3
Contoh

= 10

1. Gambar di bawah menunjukkan suatu lingkaran dengan pusat titik O. Tentukan : A E F O C B a. Garis tengahnya b. Semua jari-jarinya c. Tali busurnya d. Satu busur pendek e. Satu busur panjang f. Satu juring kecil g. Apotema 2. Hitung keliling bangun di bawah ini : a. b.
8 cm 9 cm 56 cm

D

a.

8 cm

24 cm 22 x 56 7 = AB = OA. apotema 2. OE = garis lurus CD = garis lengkung AE = garis lengkung CD = AOE = OF a. Diameter roda sepeda disamping adalah 42 cm. tali busurnya d. satu busur panjang f. d = 56 cm b. satu busur pendek e. Diketahui Ditanya Jawab : roda sepeda dengan d = 42 cm berputar sebanyak 500 kali : jarak yang ditempuh sepeda? : K= = πd 22 x 42 7 = 132 cm . OB. r = 8 cm : Keliling lingkaran ? : b. Diketahui Ditanya Jawab : a. K = 2 π r = 2 x 3. Dari gambar tersebut dapat ditentukan : a.87 3.14 x 8 = 50. K = π d = = 176 cm 3. satu juring kecil g. dalam suatu perjalan mobil tersebut berputar sebanyak 500 kali berapa jarak yang ditempuh sepeda tersebut ? Kunci jawaban : 1. garis tengahnya b. semua jari-jarinya c.

S. Mengetahui. 410 050 075 .000 cm = 66 km Jadi jarak yang ditempuh sepeda adalah 66 km Wuryantoro........ Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti.….pd Ika Fitrianingsih NIM A...........88 Jarak yang ditempuh = K x banyak putaran = 132 x 500 = 66.

Siswa dapat menghitung luas lingkaran. : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I.89 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 2 (Dua) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur. Kompetensi Dasar : Menghitung keliling dan luas lingkaran Indikator : 1. Siswa dapat menghitung luas lingkaran. 2. Menentukan rumus luas lingkaran 2. . Siswa dapat menentukan luas lingkaran. bagian lingkaran serta ukurannya. Tujuan Pembelajaran 1.

90 II. Strategi Pembelajaran 1. atau L = Dimana : L = luas lingkaran d = diameter lingkaran r = jari-jari lingkaran 1 2 πd 4 III. diskusi. pemberian tugas. Pendekatan : SAVI IV. Materi Ajar Luas lingkaran Rumus luas lingkaran adalah L = π r2. guru mengingtkan yang ada tentang soal-soal 10 menit hubungannya dengan lingkaran. Apersepsi Membahas PR Dengan kembali tanya jawab. . Apersepsi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Metode : Ceramah. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • • • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Tanya jawab. 2.

91 Kegiatan Inti • Pembentukan kelompok Siswa dikelompokkan secara heterogen 5 menit menurut kelompoknya masing – masing dengan anggota 2 orang. Memantapkan pemahaman siswa tentang menghitung luas lingkaran. Secara berkelompok. • Guru menerangkan materi tentang luas lingkaran 15 menit dan memperjelas dengan memberikan beberapa contoh soal • Kerja Kelompok Siswa secara berkelompok mengerjakan soal yang diberikan guru. Kemudian secara bersama-sama menyimpulkannya. 15 menit . 20 menit • Diskusi kelas untuk memvalidasi hasil kerja kelompok Pekerjaan ditukarkan pada kelompok lain untuk di evaluasi Beberapa kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan. siswa menentukan hasil dari soal yang diberikan. Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Dalam kerja kelompok anggota yang kurang paham dapat bertanya kepada anggota yang lain dalam satu kelompok yang sudah paham.

Kegiatan Akhir • Penutup Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. Alat dan Bahan 1. karangan M. Cholik Adinawan. karangan Samsul Hadi. Hal.204-232 . kelompok setelah mengevaluasi dikoreksi hasil - Hasil kemudian dikumpulkan. 2. semua pekerjaan. beberapa soal tentang keliling dan luas lingkaran (LATIHAN 1 hal 194 – 195 Erlangga kelas VIII).92 - Secara bersama-sama dengan bimbingan guru. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2.156-180 Buku paket. • Kuis dan penghargaan kelompok Guru memberikan kuis secara kelompok dan 10 menit diakhiri dengan pemberian penghargaan dikelompok sesuai hasil kuis yang diperoleh setiap siswa dalam kelompok. Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Buku paket. Hal. 5 menit V.

Papan mempunyai 16 lubang berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 1 cm. 4.250 cm2. Hitunglah luas permukaan papan yang tidak ada lubangnya ! 5. Di tengah lapangan tersebut terdapat dua rumpun . Penilaian Jumlah soal = 5 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 5x10 = 10 5 SOAL 1. Hitunglah luas lingkaran dengan dengan ketentuan sebagai berikut: a) b) c) d) r = 56 cm r = 3. Sebuah lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan panjang 14 m dan lebar 8 m. Hitunglah panjang diameter dan keliling logam tersebut ! Panjang sisi sebuah papan berbentuk persegi adalah 10 cm.5 cm d =10 cm d = 28 cm 2. Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar berikut ! a) 7 cm 7 cm b) 5 cm 14 cm 3.93 VI. Luas sebuah logam yang berbentuk lingkaran adalah 1.

5 x 3.5 7 = 38. Hitunglah luas lapangan rumput yang tidak ditanami bunga ! Kunci : 1.5 d) d = 28 cm L= = 1 π d2 4 1 22 x x 28 x 28 4 7 = 616 cm2 .5 cm L= 22 x 3. Luas lingkaran dengan : a) r = 56 cm L = π r2 = 22 x 56 x56 7 = 9.5 cm2 c) d = 10 cm L= = 1 π d2 4 1 x 3.14 x 10 x10 4 = 78.94 bunga berbentuk lingkaran dengan garis tengah masing-masing adalah 2 m.856 cm2 b) r = 3.

95 2.136 = 3.992 = d2 22 1 π d2 4 1 22 x x d2 4 7 22 x d2 28 d2 d d K= πd = 22 x 56 7 = 3.5 cm 2 b) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi + luas = 1 22 x x 14 x 14 4 7 1 lingkaran 2 = 616 cm 2 3.464 = 2. Diketahui : Luas sebuah logam = 2. Luas daerah yang diarsir sesuai gambar : a) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi – luas = (sxs)–( 1 lingkaran 4 1 2 πr ) 4 1 22 = (7 x 7) – ( x x7x7) 4 7 = 49 – 38.136 = -56 cm = 56 cm atau d Karena d adalah ukuran untuk panjang maka diambil nilai positif = 176 cm Jadi diameter logam 56 cm dan kelilingnya 176 cm .464 = 68.464 cm2 Ditanya : diameter dan keliling logam ? Jawab : L= 2.

...(2 x = 112 – ( 2 x = 122 ...96 4...pd Ika Fitrianingsih NIM A.... Diketahui : p persegi = 10 cm terdapat 16 lubang berbentuk lingkaran dengan d = 1 cm Ditanya Jawab : Luas papan yang tidak berlubang ? : L papan yang tidak berlubang = L persegi – (16 x L lingkaran) = (10 x 10).….(16 x = 100 – ( 16 x = 100 – 12.7 m 2 1 π d2 ) 4 1 22 x x4) 4 7 Jadi luas lapangan yang tidak ditanami bunga adalah 115..6 = 87..3 = 115.6.. S.4 cm 2 jadi luas papan yang tidak berlubang adalah 87... 410 050 075 . Mengetahui.. Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti..7 m 2 Wuryantoro.4 cm 2 5. Diketahui : panjang = 14 m lebar d Ditanya Jawab =8m =2m 1 π d2 ) 4 1 22 x x1) 4 7 : Luas lapangan yang tidak ditanami bunga : L lapangan yang tidak ditanami bunga = L lapangan – (2 x L rumpun bunga = (14 x 8).

diameter. Kompetensi Dasar : 1. 2. Menentukan rumus keliling lingkaran 3. unsur dan bagian-bagian 2. tembereng. juring. 2. Siswa dapat menentukan rumus keliling lingkaran. apotema. jarijari.Menyebutkan unsur-unsur dan bagian- Indikator bagian lingkaran: pusat lingkaran. 3. apotema.Menentukan lingkaran. diameter. busur. tali busur. juring. Siswa dapat menghitung keliling lingkaran . Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menyebutkan bagian-bagian lingkaran: pusat lingkaran. Siswa dapat mengenal serta mengidentifikasi lingkaran. busur. 4. bagian lingkaran serta ukurannya. tembereng. tali busur. Menghitung keliling lingkaran : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. jari-jari. Menghitung keliling dan luas lingkaran : 1.97 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : Matematika VIII (Delapan) 1 (Satu) 2 (Dua) Standar Kompetensi : Menentukan unsur.

Juring AOC adalah juring kecil j.Garis lengkung AC dan CD disebut busur e. Garis OP yang tegak lurus tali busur disebut apotema.Garis lurus CD disebut tali busur f.98 II. Titik tetap ini disebut titik pusat lingkaran.Garis tengah lingkaran adalah AB dengan panjang 2 x jari-jarinya. Pengertian dan Unsur-unsur Lingkungan Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada bidang datar yang mempunyai jarak yang sama terhadap titip tetap. Materi Ajar a.Pusat lingkaran itu adalah O b. h.1. a. Bangun yang dibatasi oleh tali busur CD dan busur CED disebut tembereng. D d. OC dan OE A C O P E Gambar 2. g. OB. r atau k = πd Dimana .14 atau ) Diameter 7 Rumus keliling lingkaran adalah: K = 2 π .Perhatikan bahwa temberang CED adalah tembereng kecil. Menghitung besar-besaran pada lingkaran Keliling lingkaran Keliling lingkaran adalah panjang dari seluruh tepi lingkaran nilai perbandingan antara keliling dan diameter disebut π (phi).Jari-jari lingkaran adalah OA. i. (π = 3.1 B c. Bangun yang dibatasi oleh busur AC dan jarijari OA dan OC disebut juring. b. Unsur-unsur lingkaran berdasar gambar 2. Jadi π = Keliling lingkaran 22 .

Pendekatan : Konvensional IV. 10 menit . Strategi Pembelajaran 1. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Awal Kegiatan Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. pemberian tugas. Kegiatan Akhir • Penutup .Dengan bimbngan guru siswa siswa membuat simpulan dan rangkuman dari materi lingkaran. beberapa soal tentang lingkaran ( LATIHAN 1 hal 195 – 196 Erlangga kelas VIII).99 K r d = keliling lingkaran = jari-jari lingkaran = diameter lingkaran III.Guru memberikan tugas kepada siswa secara individu untuk mengerjakan dirumah. Tanya jawab. . Waktu • • 10 menit Kegiatan Inti • Guru memberikan materi lingkaran. Metode : Ceramah. 25 menit • Kuis dan penghargaan Guru memberikan kuis dan diakhiri dengan pemberian penghargaan sesuai hasil kuis yang 35 menit diperoleh setiap siswa. Motivasi Kegiatan sehari – hari yang menggunakan lingkaran. 2.

Buku paket. Tentukan : A E F O C B a.191-203 VI. Satu busur pendek e. Hal.100 V. Satu busur panjang f. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Gambar di bawah menunjukkan suatu lingkaran dengan pusat titik O. karangan M. Hal. Apotema D b. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Tali busurnya d. Garis tengahnya b. karangan Samsul Hadi. Cholik Adinawan. Penilaian Jumlah soal = 3 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 3 x 10 3 Contoh = 10 1.165-169 2.Semua jari-jarinya c. . Satu juring kecil g. Buku paket. Alat dan Bahan 1.

satu juring kecil f. satu busur pendek d. dalam suatu perjalan mobil tersebut berputar sebanyak 500 kali berapa jarak yang ditempuh sepeda tersebut ? Kunci jawaban : 1. apotema 2. = OF = garis lengkung AE = garis lengkung CD = AOE : a. satu busur panjang e. tali busurnya = garis lurus CD c. a.24 cm K= πd = 22 x 56 7 = 176 cm . semua jari-jarinya b.101 2. d = 56 cm b.Dari gambar tersebut dapat ditentukan : garis tengahnya = AB = OA. Diketahui Ditanya Jawab a. Hitung keliling bangun di bawah ini : b.14 x 8 = 50. Diameter roda sepeda disamping adalah 42 cm. r = 8 cm : Keliling lingkaran ? : b. OE a. 8 cm 9 cm 56 cm 8 cm 3. K = 2 π r = 2 x 3. OB.

.... 410 050 075 .. S..000 cm = 66 km Jadi jarak yang ditempuh sepeda adalah 66 km Wuryantoro. Mengetahui.102 3....…. Diketahui Ditanya Jawab : roda sepeda dengan d = 42 cm berputar sebanyak 500 kali : jarak yang ditempuh sepeda? : K= = πd 22 x 42 7 = 132 cm Jarak yang ditempuh = K x banyak putaran = 132 x 500 = 66.. Guru Mata Pelajaran Praktikan Suprapti...pd Ika Fitrianingsih NIM A......

2. Siswa dapat menentukan rumus keliling dan luas lingkaran. Menentukan rumus luas lingkaran 2. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menghitung lias lingkaran. Kompetensi Dasar : Menghitung keliling dan luas lingkaran Indikator : 1. atau L = Dimana : L = luas lingkaran d = diameter lingkaran r = jari-jari lingkaran 1 2 πd 4 . Siswa dapat menghitung keliling dan luas lingkaran II. Materi Ajar Luas lingkaran Rumus luas lingkaran adalah L = π r2.103 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas Pertemuan ke Semester : : : : : Matematika VIII (Delapan) 2 (Dua) 2 (Dua) Standar Kompetensi Menentukan unsur. : 2 x 40 menit Alokasi Waktu I. bagian lingkaran serta ukurannya.

Membahas PR Dengan soal tanya ada jawab.104 III. : Konvensional IV. pemberian tugas. Tanya jawab. Pendekatan : Ceramah. guru mengingtkan kembali tentang soalyang hubungannya dengan lingkaran. Strategi Pembelajaran 1. yaitu luas lingkaran. • Dengan bimbingan guru siswa diharapkan mengerjakan soal pada buku yudistira hal 164-165 45 menit . mencatat dan menanyakan apa yang belum diketahui. Kegiatan Inti • guru membuat soal yang ada 5 menit hubungannya dengan lingkaran. Langkah – langkah Pembelajaran Fase Kegiatan Waktu Kegiatan Awal • • Guru Apersepsi menyampaikan tujuan 10 menit pembelajaran. Metode 2. diharapkan 10 menit memahami. • Guru membuat soal lagi dan mengerjakan kemudian sambil siswa menjelaskan.

Cholik Adinawan.204-232 VI.156-180 2. karangan M. Alat dan Bahan 1. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Buku paket. beberapa soal tentang lingkaran (LATIHAN 6.105 • Penutup Dengan bimbingan guru siswasiswa membuat dari simpulan materi dan dalil 10 menit rangkuman lingkaran.3 hal 164 – 165 Yudhistira kelas VIII). Penilaian ( 20 menit ) Jumlah soal = 5 Skor pernomor = 0-10 Nilai maksimum = 5x10 = 10 5 . Hal. Buku paket. yaitu buku Matematika SMP Kelas VIII Semester 2. Hal. Guru memberikan tugas kepada siswa Kegiatan Akhir secara individu untuk mengerjakan dirumah. V. karangan Samsul Hadi.

Hitunglah luas daerah yang diarsir pada gambar berikut ! a) 7 cm 7 cm b) 5 cm 14 cm 3. Sebuah lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan panjang 14 m dan lebar 8 m.5 cm c) d =10 cm d) d = 28 cm 2. Hitunglah luas lingkaran dengan dengan ketentuan sebagai berikut: a) r = 56 cm b) r = 3. 4. Di tengah lapangan tersebut terdapat dua rumpun bunga berbentuk lingkaran dengan garis tengah masing-masing adalah 2 m.250 cm2. Hitunglah luas lapangan rumput yang tidak ditanami bunga ! . Hitunglah luas permukaan papan yang tidak ada lubangnya ! 5. Papan mempunyai 16 lubang berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 1 cm. Hitunglah panjang diameter dan keliling logam tersebut ! Panjang sisi sebuah papan berbentuk persegi adalah 10 cm. Luas sebuah logam yang berbentuk lingkaran adalah 1.106 SOAL 1.

856 cm2 b) r = 3.5 d) d = 28 cm L= = 1 π d2 4 1 22 x x 28 x 28 4 7 = 616 cm2 2.5 cm L= 22 x 3.14 x 10 x10 4 = 78.5 7 = 38.107 Kunci : 1.5 cm 2 .5 x 3. Luas daerah yang diarsir sesuai gambar : a) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi – luas = (sxs)–( = (7 x 7) – ( 1 2 πr ) 4 1 22 x x7x7) 4 7 1 lingkaran 4 = 49 – 38.5 cm2 c) d = 10 cm L= = 1 π d2 4 1 x 3. Luas lingkaran dengan : a) r = 56 cm L = π r2 = 22 x 56 x56 7 = 9.

464 cm2 Ditanya : diameter dan keliling logam ? Jawab : L= 2.464 = 2.136 = 3.992 = d2 22 1 π d2 4 1 22 x x d2 4 7 22 x d2 28 d2 d d K= πd = 22 x 56 7 = 3.108 b) Luas daerah yang diarsir = Luas persegi + luas = 1 22 x x 14 x 14 4 7 1 lingkaran 2 = 616 cm 2 3. Diketahui : p persegi = 10 cm terdapat 16 lubang berbentuk lingkaran dengan d = 1 cm Ditanya Jawab : Luas papan yang tidak berlubang ? : L papan yang tidak berlubang = L persegi – (16 x L lingkaran) . Diketahui : Luas sebuah logam = 2.464 = 68.136 = -56 cm = 56 cm atau d Karena d adalah ukuran untuk panjang maka diambil nilai positif = 176 cm Jadi diameter logam 56 cm dan kelilingnya 176 cm 4.

109

= (10 x 10)- (16 x = 100 – ( 16 x = 100 – 12,6 = 87,4 cm 2

1 π d2 ) 4

1 22 x x1) 4 7

jadi luas papan yang tidak berlubang adalah 87,4 cm 2 5. Diketahui : panjang = 14 m lebar d Ditanya Jawab =8m =2m

: Luas lapangan yang tidak ditanami bunga : L lapangan yang tidak ditanami bunga = L lapangan – (2 x L rumpun bunga = (14 x 8)- (2 x = 112 – ( 2 x = 122 - 6,3 = 115,7 m 2
1 π d2 ) 4

1 22 x x4) 4 7

Jadi luas lapangan yang tidak ditanami bunga adalah 115,7 m 2 Wuryantoro,….................. Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Praktikan

Suprapti, S.pd

Ika Fitrianingsih

NIM A. 410 050 075

110

Lampiran 6. ANGKET TRY OUT MOTIVASI SISWA
Petunjuk Pengisian Angket : 1. Tulis nama, kelas, nomer absent dan nama sekolah anda. 2. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan yang anda lakukan dan alami dengan memberikan tanda (X). 3. Setiap jawaban anda adalah benar, sehingga jangan terpengaruh dengan jawaban teman-teman anda. 4. Jawaban anda tidak mempengaruhi nilai tes/raport anda. 1. Saya selalu mempelajari materi matematika yang akan diajarkan oleh guru . a. b. oleh guru. a. b. a. b. a. b. kerjakan. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

7. Saya berusaha mengerjakan sendiri setiap ulangan matematika yang diberikan

8. Saya berusaha mengerjakan soal matematika yang sulit sampai saya bisa.

9. Saya belajar matematika hanya jika akan diadakan ulangan.

10. Saya merasa tidak puas jika belum bisa mengerjakan soal matematika yang saya

11. Saya merasa malas mengerjakan soal-soal matematika yang ada dibuku atau LKS.

111

12. Saya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar matematika. a. b. ketahui. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

13. Saya selalu bertanya jika ada pokok bahasan dalam matematika yang belum saya

14. Saya selalu mengerjakan pekerjaan rumah untuk bidang studi matematika.

15. Saya tidak mencari sumber pelajaran yang lain untuk bidang studi matematika selain buku paket yang diberikan oleh sekolah. a. b. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

16. Saya berusaha mengikuti jam tambahan atau les privat untuk bidang studi matematika. a. b. a. b. a. b. Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

17. Saya selalu siap, jika sewaktu-waktu guru mengadakan ulangan matematika.

18. Saya suka mencontek Pekerjaan Rumah teman daripada mengerjakan sendiri.

19. Saya menjadi tidak bersemangat jika melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. a. b. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah

b. Kadang-Kadang d. b. Selalu Sering c. a. b. a. 23. Saya tidak mendapatkan pujian atau hadiah dari orang tua jika nilai matematika saya 22. Tidak Pernah 21. 26. 27. tinggi. Tidak Pernah c. a. Saya tidak berkeinginan untuk mengerjakan soal matematika dan mendapatkan nilai yang tinggi a. Selalu Sering Selalu Sering c. Tidak Pernah Selalu Sering c. peraga. Saya merasa senang jika pembahasan materi pada matematika menggunakan alat . Saya tidak merasa tertarik dengan setiap pokok bahasan dalam matematika. b. Tidak Pernah 25. Selalu Sering c. Guru Matematika selalu memberikan pujian jika saya bisa mengerjakan soal matematika. b. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. a. a.112 20. b. Saya tidak senang jika mendapat pujian dari guru ketika saya bisa mengerjakan soal di depan kelas. Orang tua saya akan menanyakan hasil ulangan Matematika saya. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. b. Tidak Pernah Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering c. Saya merasa pelajaran matematika tidak berguna dan membingungkan. a. a. Tidak Pernah 24. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. b. Tidak Pernah c. Tidak Pernah c.

30. Selalu Sering c. Kadang-Kadang d. Selalu Sering c. b. a. Tidak Pernah c. b. Kadang-Kadang d. untuk belajar matematika jika akan menghadapi ulangan. Orang tua saya menciptakan suasana rumah yang tenang saat saya akan ulangan matematika. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Tidak Pernah 35. a. Tidak Pernah 34. saya lebih suka bergurau dengan teman dan mencontek jika akan dikumpulkan. b. a. Jika guru memberikan tugas dikelas. Saya merasa malas untuk mencari hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan matematika. a. Selalu Sering c. b. a. 32. b. b. b. Selalu Sering c. Dengan adanya Pekerjaan Rumah akan mendorong saya untuk lebih mendalami bahan pelajaran matematika. Saya menganggap Matematika adalah pelajaran yang sulit. a. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Selalu Sering Selalu Sering c. Orang tua saya akan tidak membebaskan saya dari pekerjaan rumah. Selalu Sering Selalu Sering c. Saya selalu memperhatikan guru ketika ia sedang mengajar. Tidak Pernah . Tidak Pernah 31. Tidak Pernah 29. a. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. b.113 28. Tidak Pernah 33. Kadang-Kadang d. Saya selalu mengkondisikan diri untuk tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu teman saat proses belajar mengajar. a.

644 0.331 0.810 0.136 Invalid tidak 8 3 2 3 4 1 3 4 2 1 1 1 2 4 1 2 2 3 2 4 3 3 2 2 1 4 1 2 3 2 2 2 2 1 1 2 1 1 3 2 2 87 227 7242 0.561 Valid pakai .592 0.820 0.674 Valid pakai 3 3 3 2 3 4 2 3 2 1 3 2 3 1 1 2 3 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 2 4 2 2 2 93 241 7832 0.633 0.556 Valid pakai 4 1 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 2 4 4 3 1 2 3 3 1 3 3 1 3 3 4 2 3 2 1 2 109 329 8962 0.661 0.687 0.627 Valid pakai 10 4 4 2 4 4 4 4 2 1 4 3 3 4 4 3 4 4 1 4 3 4 3 4 1 1 3 3 4 2 3 3 4 2 4 4 1 2 2 1 1 118 400 9946 1.501 Valid pakai 11 3 3 1 4 4 3 4 2 3 2 1 4 1 1 4 3 3 4 1 4 4 2 1 4 4 1 2 2 1 3 4 1 1 4 4 4 1 1 4 4 107 351 9128 1.635 0.511 0.642 Valid Valid Valid pakai pakai pakai 1 4 2 3 4 2 2 4 2 2 3 2 3 1 2 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 94 240 7927 0.969 0.490 0.668 Valid pakai 2 3 3 2 4 4 3 4 3 2 4 2 4 2 3 2 2 3 2 2 2 4 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 4 4 2 4 2 2 2 107 313 9038 0.746 0.264 Invalid tidak 9 3 2 2 4 4 2 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 2 2 3 1 3 3 2 2 3 2 2 1 1 2 2 2 1 3 3 2 1 2 2 2 94 250 7968 0.114 Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Motivasi Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan Nomor Item 5 6 7 4 4 4 2 2 2 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 4 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 4 3 2 2 3 2 3 3 2 1 2 4 3 4 4 4 4 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 4 2 1 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 2 2 2 2 3 3 3 4 2 2 2 3 2 2 3 3 116 114 114 368 348 350 9718 9570 9585 0.

794 Invalid Valid Valid pakai pakai tidak 19 4 2 1 4 4 1 4 1 1 1 2 2 1 1 2 1 4 1 1 4 4 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 4 2 1 1 1 4 1 77 205 6809 1.739 Valid pakai 21 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 4 3 2 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 2 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 134 468 11196 0.681 Valid pakai 22 3 2 2 4 2 2 4 2 2 1 3 3 2 3 4 2 3 3 2 2 3 1 2 4 2 4 2 4 2 2 4 3 2 4 2 4 2 1 2 3 104 304 8688 0.660 Valid pakai 13 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 1 3 3 3 2 1 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 114 346 9569 0.574 0.456 -0.041 0.541 0.621 0.490 0.456 0.483 Valid pakai 15 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 1 1 4 3 4 3 3 4 1 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 1 3 127 435 10474 0.396 Valid pakai .862 0.115 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan 12 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 4 4 3 3 1 3 3 3 2 1 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 114 346 9569 0.384 0.541 0.794 Valid pakai 20 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 3 2 4 4 3 2 2 3 3 121 381 10125 0.051 1.660 Valid pakai 14 4 3 2 4 4 3 4 2 2 4 3 2 2 4 2 4 3 3 2 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 112 336 9340 0.815 0.712 1.224 Invalid tidak Nomor Item 16 17 18 3 3 4 4 1 2 4 2 1 4 4 4 3 4 4 4 1 1 4 4 4 3 1 1 4 2 1 4 1 1 3 3 2 3 3 2 4 1 1 3 1 1 4 2 2 4 2 1 4 2 4 1 2 1 4 1 1 4 1 4 3 3 4 3 2 1 4 1 1 4 2 1 4 4 2 4 4 2 3 1 1 3 2 2 3 1 1 3 1 1 4 3 2 3 3 2 4 2 1 1 1 4 3 2 2 4 2 1 4 1 1 4 1 1 4 2 4 1 2 1 137 81 77 497 205 205 11160 6959 6809 0.

654 Valid pakai 25 4 4 3 4 4 4 4 3 2 1 2 4 2 2 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 116 360 9778 0.542 Valid pakai 30 4 3 4 1 3 4 1 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 133 467 10684 0.386 Invalid tidak Y 108 79 73 115 107 87 115 77 72 81 83 97 63 64 84 78 92 70 70 87 106 81 78 73 77 82 74 82 61 72 85 80 63 94 96 77 69 64 76 72 3264 Y2 11664 6241 5329 13225 11449 7569 13225 5929 5184 6561 6889 9409 3969 4096 7056 6084 8464 4900 4900 7569 11236 6561 6084 5329 5929 6724 5476 6724 3721 5184 7225 6400 3969 8836 9216 5929 4761 4096 5776 5184 274072 Uji reliabilitas 24.195 σ2t = r11 = 0.871 0.651 Valid pakai 29 4 3 2 4 4 4 4 3 2 2 3 3 1 1 4 1 4 1 1 2 4 3 4 4 2 1 1 4 4 2 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 106 332 8990 1.221 0.712 0.905 rtabel = 0.711 Valid pakai 24 4 2 1 4 3 4 4 2 2 1 1 3 1 1 2 1 4 3 1 4 4 3 3 1 3 1 3 3 3 2 2 3 1 3 3 2 1 1 3 3 96 278 8230 1.786 Σσ2b = 198.635 -0.346 0.312 .605 0.821 0.410 0.613 Valid Valid pakai pakai 28 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 2 2 3 3 4 2 2 2 4 3 4 2 2 4 2 4 2 2 3 2 2 4 4 4 4 2 2 2 120 392 10116 0.116 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ΣX ΣX2 ΣXY Varian rxy Kriteria Keputusan 23 3 2 1 4 4 2 4 3 2 2 4 4 1 2 2 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 4 2 3 2 1 2 2 1 3 4 2 1 2 2 2 99 279 8443 0.310 0.731 Valid pakai Nomor Item 26 27 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 2 3 2 3 3 4 4 4 4 3 2 3 2 2 2 3 2 3 2 4 3 3 2 2 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 4 3 2 3 2 4 2 4 4 4 2 4 3 3 2 3 3 3 113 130 347 436 9411 10806 0.

Tidak Pernah c. Selalu b. a. Sering c. Selalu b. Kadang-Kadang d. Sering a. Saya selalu mempelajari materi matematika yang akan diajarkan oleh guru . Sering a. 2. a. Saya merasa tidak puas jika belum bisa mengerjakan soal matematika yang saya 5. Sering a. Tidak Pernah c. Tidak Pernah 2. Setiap jawaban anda adalah benar. Kadang-Kadang d. Saya tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar matematika. a. Tidak Pernah c. Selalu b. 3. 6. ANGKET MOTIVASI SISWA Petunjuk Pengisian Angket : 1. Selalu b. Selalu b. nomer absent dan nama sekolah anda. Kadang-Kadang d. Saya merasa malas mengerjakan soal-soal matematika yang ada dibuku atau LKS. Tulis nama. Saya berusaha mengerjakan sendiri setiap ulangan matematika yang diberikan 3. Saya berusaha mengerjakan soal matematika yang sulit sampai saya bisa. . Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Jawaban anda tidak mempengaruhi nilai tes/raport anda.117 Lampiran 8. 4. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan yang anda lakukan dan alami dengan memberikan tanda (X). kelas. Selalu b. Tidak Pernah c. 1. Kadang-Kadang d. Sering oleh guru. Sering kerjakan. 4. sehingga jangan terpengaruh dengan jawaban teman-teman anda. Kadang-Kadang d.

Sering soal matematika. 14. Selalu b. Tidak Pernah 8. Sering c. Kadang-Kadang d. a. Saya menjadi tidak bersemangat jika melakukan kesalahan dalam menyelesaikan 13. Sering matematika. Selalu b. a. a. Sering a. 11. Kadang-Kadang d. Saya suka mencontek Pekerjaan Rumah teman daripada mengerjakan sendiri. 12. Tidak Pernah c. Sering a. Saya selalu mengerjakan pekerjaan rumah untuk bidang studi matematika. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Selalu b. Saya tidak mencari sumber pelajaran yang lain untuk bidang studi matematika selain buku paket yang diberikan oleh sekolah. Tidak Pernah c. Orang tua saya akan menanyakan hasil ulangan Matematika saya. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. jika sewaktu-waktu guru mengadakan ulangan matematika. a. Sering c. Guru Matematika selalu memberikan pujian jika saya bisa mengerjakan soal . Sering a. Tidak Pernah c. Saya selalu siap.118 7. Sering matematika. Selalu b. Selalu b. Tidak Pernah c. a. Kadang-Kadang d. Selalu b. Saya berusaha mengikuti jam tambahan atau les privat untuk bidang studi 10. Selalu b. Tidak Pernah c. Tidak Pernah 9. Selalu b.

Tidak Pernah c. Sering a. Tidak Pernah c. a. 18. Selalu b. Saya merasa pelajaran matematika tidak berguna dan membingungkan. Selalu b. 17. a. Kadang-Kadang d.119 15. Sering bahan pelajaran matematika. Sering a. Tidak Pernah 16. Tidak Pernah c. Saya tidak senang jika mendapat pujian dari guru ketika saya bisa mengerjakan soal di depan kelas. Tidak Pernah c. Sering c. Kadang-Kadang d. Dengan adanya Pekerjaan Rumah akan mendorong saya untuk lebih mendalami 20. Tidak Pernah b. Kadang-Kadang d. Selalu b. Kadang-Kadang d. Kadang-Kadang d. Sering peraga. Saya merasa malas untuk mencari hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang 22. Tidak Pernah c. Kadang-Kadang d. Saya menganggap Matematika adalah pelajaran yang sulit. Saya tidak merasa tertarik dengan setiap pokok bahasan dalam matematika. Sering berhubungan dengan matematika. Selalu c. Saya selalu memperhatikan guru ketika ia sedang mengajar. Kadang-Kadang d. Tidak Pernah c. Selalu b. a. . Sering a. Saya merasa senang jika pembahasan materi pada matematika menggunakan alat 19. 21. Selalu b. Sering a. Selalu b. Selalu b. Kadang-Kadang d. a.

a. Tidak Pernah 25. Saya selalu mengkondisikan diri untuk tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu teman saat proses belajar mengajar. Selalu b. a. Jika guru memberikan tugas dikelas. saya lebih suka bergurau dengan teman dan mencontek jika akan dikumpulkan. Sering matematika. Selalu b. Kadang-Kadang d. Selalu b. Kadang-Kadang d. a. Sering c. Tidak Pernah c. Tidak Pernah 24. Orang tua saya menciptakan suasana rumah yang tenang saat saya akan ulangan .120 23. Sering c. Kadang-Kadang d.

daerah POQ c. tembereng lingkaran c. sebelum anda mengerjakan! 3.a.121 Lampiran 9. Perhatikan gambar di bawah ini : yang disebut dengan tali busur adalah : a. SOAL TRY OUT TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Mata Pelajaran Pokok Bahasan Waktu : Matematika : Lingkaran : 80 menit Kelas / Semester : VIII / II Petunjuk 1. garis JK b. tali busur lingkaran 2. no urut. busur lingkaran d. jari-jari lingkaran b. Periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru! 6. garis PQ d. 5. Kerjakan dahulu soal-soal yang anda anggap mudah! 4. Sebuah titik pada lingkaran yang mempunyai jarak terhadap titik pusat dan merupakan ½ kali panjang diameter disebut sebagai: a. semoga sukses. Silanglah jawaban yang anda anggap benar. 2. Tulislah lebih dahulu nama. daerah yang dibatasi oleh busur . Bacalah lebih dahulu setiap soal. Selamat mengerjakan. dan kelas pada lembar jawab yang tersedia. SOAL 1.

busur c. πr d. 11 : 4 b. Daerah yang dibatasi oleh sebuah tali busur dan busur lingkaran disebut………. Pernyataan berikut ini benar. 5. tali busur c. juring b. tembereng d. a.122 3. juring b. diameter lingkaran adalah dua kali jari-jari b. tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur c. Panjang jari-jari sebuah lingkaran adalah 14 cm maka keliling lingkaran tersebut adalah ………….5 d. Dua buah roda sepeda yaitu roda A dan roda B.5 b. 13.. Dari gambar no. 4 : 1 d. Diameter suatu lingkaran dinyatakan dalam d. πd² 7.2. (π = a. 1 : 4 a. 13 9. segitiga yang dibentuk oleh sepasang jari-jari dan tali busur selalu sama kaki d. 31 c. 31. juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur lingkaran 6. kecuali……… a. tembereng d. roda A : roda B a. maka rumus keliling lingkaran tersebut adalah …………. Berapakah perbandingan keliling kedua roda tersebut?. masing-masing roda mempunyai panjang jari-jari 7 cm untuk roda B dan 28 cm untuk roda A. 88 cm 8. πr² 22 ) 7 c. 44 cm b. 2πr b. tali busur 4. 4 : 11 c. 88 cm c. Hitunglah panjang jari-jari lingkaran jika kelilingnya 198 cm . daerah POQ disebut………… a. busur a. 28 cm d.

616cm2 d. Luas lingkaran yang berjari-jari 7cm adalah..123 10.6cm c. Lngkaran A berjari-jari 4cm dan lingkaran B berjari-jari 8cm. 44 cm2 c. maka: a. 22cm2 b.. 14. Lingkaran yang luasnya 154cm2. Panjang diameter meja makan yang berbentuk lingkaran adalah 40 cm dan 20 cm.6cm 11.. Garis tengah lingkaran B = garis tengah lingkaran A . a. 4 : 1 d.. a. Suatu lingkaran mempunyai jari-jari r maka rumus luas lingkaran jika dinyatakan dalam diameter atau d adalah …………. a.. 2 : 1 b. 154 cm2 d... 62. a.14 adalah. 24 cm b. 10 cm d. panjang diameternya 7 13. 308 cm2 22 . ¼ πd² b.. Luas lingkaran B = 4 kali luas lingkaran A c. 82.. 123cm2 16. ½ πd² c.. 3 : 2 a. 7 cm 15..8cm b. 4 : 3 c... ¼ πd d. Keliling lingkaran yang berdiameter 20cm... 154cm2 b.. maka perbandingan luas meja makan tersebut adalah …………… a. πd 12. 308cm2 c. 14 cm c... Diketahui suatu lingkaran berjari-jari sebesar 7cm. Keliling lingkaran B = keliling lingkaran A d. dengan π = 3.. dengan π = adalah……. Jika jari-jari lingkaran tersebut diubah menjadi 2 kalinya.. maka luas lingkarannya menjadi....8cm d. Luas lingkaran B = 2 kali luas lingkaran A b. 68. 125.

a. d. Dalam suatu taman berbentuk persegi. ditengahnya terdapat kolam yang berbentuk lingkaran dengan diameter 14m. a. 154m² b.124 17.. 616m² 20. 350 kali c. Diameter sebuah roda sepeda adalah 63 cm. 378 cm² 21 cm c...... 471m² c. jika menempuh jarak 693 m? a. 693 kali d. 93 kali b. 1632 cm² d. 531m² d....kalinya. 379 cm² b... a. 18.. Dari gambar di bawah ini. maka luas taman diluar kolam adalah. Apabila panjang sisi persegi itu 25m. Jika panjang jari-jari sebuah lingkaran diubah menjadi setengah kalinya.. 1698 cm² . hitunglah luas daerah persegi yang diarsir jika jari-jari lingkaran panjangnya 21 cm ……………. b. Berapa kali roda sepeda itu berputar 19. maka luas lingkaran berubah menjadi.. 63 kali c.....

A 3. A 24. A B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E 16. A 15. A 9. A 11. A 21. A 29. A 28. A 25.b LEMBAR JAWAB ANGKET Nama Kelas : : No. A 2. A 7. A 27. A B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E . A 8. A 6. A 10. A 19. A 26. A 23. A 22. A 14. A 5. A 18. A 12. A 4.125 Lampiran 9. A 30. A 13. A 20. A 17.Absent : 1.

A 3. B 19. C 13. A 7. A 12. A 6. A 10. B 17. A 2. C 4. C 16. B 8. B 5.c Kunci Tes Prestasi : 1. B 15. B . C 14.126 Lampiran 9. A 9. B 20. B 18. A 11.

78 0.40 Cukup Pakai 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 34 34 435 0.60 0.78 Mudah 19 12 20 20 0. Reliabilitas.88 0.15 0.558 Valid 0.24 0.78 0.40 0.530 Invalid Valid 0.70 0. Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda Soal No. Resp.21 0.23 0.20 0.40 Cukup Pakai .25 Cukup Pakai 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 30 30 416 0.164 Invalid 0.25 Jelek Cukup Pakai Drop 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 35 35 462 0.23 0.63 0.85 Mudah 19 15 20 20 0.17 0.23 0.17 0.13 0.38 0.13 0.575 Valid 0.486 Valid 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan Nomor Soal 4 5 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 28 25 28 25 356 350 0.75 Mudah 19 11 20 20 0.70 0.30 0.60 Sedang 16 8 20 20 0.645 Valid 0.75 0.35 Cukup Pakai 8 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 24 24 330 0.11 0.25 0.63 Sedang Sedang 16 15 12 10 20 20 20 20 0.20 Jelek Drop 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 31 31 422 0.071 0.85 0.35 Cukup Pakai 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 31 31 423 0.88 Mudah 20 15 20 20 0.19 0.78 Mudah 19 12 20 20 0.127 Uji Validitas.416 Valid 0.

20 0.661 Valid 0.15 Jelek Drop 16 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 14 14 179 0.24 0.53 0.40 Sedang 9 7 20 20 0.10 Jelek Drop 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 32 32 439 0.35 Cukup Pakai .40 Cukup Pakai 13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 32 32 439 0.80 0.25 0.40 0.16 0.53 Sedang 12 9 20 20 0.061 Invalid 0.20 0.661 Valid 0.65 0.80 0.16 0.20 0.38 Sedang 11 4 20 20 0.38 0.75 Mudah 18 12 20 20 0.219 Invalid 0.80 Mudah 20 12 20 20 0.40 Cukup Pakai 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 32 32 435 0.590 Valid 0.324 Valid 0.433 Valid 0.128 No.80 Mudah 19 13 20 20 0.16 0.25 0.58 0.35 Cukup Pakai 11 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 16 16 205 0.00 Jelek Drop 17 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 17 17 236 0.23 0.80 Mudah 20 12 20 20 0.35 0.75 0. Resp.30 Cukup Pakai 10 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 15 15 216 0.80 0.24 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 30 30 403 0.23 0.30 Cukup Pakai 15 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 21 21 279 0.63 0.43 Sedang 12 5 20 20 0.48 0.405 Valid 0.43 0.35 Sedang 7 7 20 20 0.049 Invalid 0.19 0.60 0.

436 0.75 0.45 0.80 Sedang Mudah 11 19 2 13 20 20 20 20 0.16 0.33 0.89 0.25 0.30 Cukup Pakai Nomor Soal 19 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 13 32 13 32 192 434 0.19 0.22 0.33 0.818 3.30 Baik Cukup Pakai Pakai Y 17 17 17 17 17 16 16 16 16 15 15 15 15 15 15 14 14 14 14 14 13 13 13 13 12 11 12 11 10 10 10 9 9 9 8 7 7 7 5 4 502 Y2 289 289 289 289 289 256 256 256 256 225 225 225 225 225 225 196 196 196 196 196 169 169 169 169 144 121 144 121 100 100 100 81 81 81 64 49 49 49 25 16 6800 uji reliabilitas s2 = Σpq = r11 = 12.733 .384 Valid 0.20 0. 2 15 31 32 8 11 17 22 27 3 18 26 28 40 16 25 30 33 38 6 9 12 14 29 36 39 23 19 24 37 13 10 20 34 35 1 21 5 4 7 ΣX ΣX2 ΣXY r Kriteria p q pq TK Kriteria BA BB JA JB D Kriteria Kesimpulan 18 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 10 10 149 0. Resp.68 0.80 0.573 Valid Valid 0.25 Sukar 8 2 20 20 0.129 No.

Perhatikan gambar di bawah ini : yang disebut dengan tali busur adalah : a. daerah yang dibatasi oleh busur . dan kelas pada lembar jawab yang tersedia. Bacalah lebih dahulu setiap soal. 5. sebelum anda mengerjakan! 3. garis PQ d. Kerjakan dahulu soal-soal yang anda anggap mudah! 4. daerah POQ c. busur lingkaran d. garis JK b. Tulislah lebih dahulu nama. Silanglah jawaban yang anda anggap benar. 2. : Matematika : Lingkaran : 80 menit Kelas / Semester : VIII / II SOAL 1.130 Lampiran 11. tali busur lingkaran 2. Selamat mengerjakan. Periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru! 6. SOAL TES PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Mata Pelajaran Pokok Bahasan Waktu Petunjuk 1. Sebuah titik pada lingkaran yang mempunyai jarak terhadap titik pusat dan merupakan ½ kali panjang diameter disebut sebagai: a. jari-jari lingkaran b. no urut. tembereng lingkaran c. semoga sukses.

2πr b. πr² c. dengan π = 3.. masing-masing roda mempunyai panjang jari-jari 7 cm untuk roda B dan 28 cm untuk roda A. a. Hitunglah panjang jari-jari lingkaran jika kelilingnya 198 cm 8. 62.14 adalah. Dua buah roda sepeda yaitu roda A dan roda B. 28 cm d. 82.5 d. 125.8cm d. πd² 22 ) 7 5.6cm 7.5 b.131 3. 13. segitiga yang dibentuk oleh sepasang jari-jari dan tali busur selalu sama kaki d. 31. Berapakah perbandingan keliling kedua roda tersebut?. 11 : 4 b. Pernyataan berikut ini benar. maka rumus keliling lingkaran tersebut adalah …………. Diameter suatu lingkaran dinyatakan dalam d. 31 a.6cm c. diameter lingkaran adalah dua kali jari-jari b. 4 : 11 c. πr d.. kecuali……… a. Keliling lingkaran yang berdiameter 20cm. 88 cm c. 88 cm 6. juring adalah daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur lingkaran 4. 4 : 1 d. (π = a.. roda A : roda B a. 44 cm b. 1 : 4 a..8cm b.. tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jarijari dan sebuah busur c. 68. 13 c. Panjang jari-jari sebuah lingkaran adalah 14 cm maka keliling lingkaran tersebut adalah …………. .

maka luas lingkaran berubah menjadi. 4 : 1 d.kalinya. Berapa kali roda sepeda itu berputar jika menempuh jarak 693 m? a... 1698 cm² ... a..... b. d. 14 cm c.. Apabila panjang sisi persegi itu 25m.. 44 cm2 c. 7 cm 12. ditengahnya terdapat kolam yang berbentuk lingkaran dengan diameter 14m... Panjang diameter meja makan yang berbentuk lingkaran adalah 40 cm dan 20 cm. 10 cm d.. maka perbandingan luas meja makan tersebut adalah …………… a. Luas lingkaran yang berjari-jari 7cm adalah. 11. 4 : 3 c. 3 : 2 a. Lingkaran yang luasnya 154cm2. Jika panjang jari-jari sebuah lingkaran diubah menjadi setengah kalinya. 2 : 1 b.. maka luas taman diluar kolam adalah. Dalam suatu taman berbentuk persegi.. a. a. 531m² d.. 63 kali 14.. 616m² 15.... 22cm2 b. 93 kali b. 154m² b. panjang diameternya 7 10. Diameter sebuah roda sepeda adalah 63 cm. a. hitunglah luas daerah persegi yang diarsir jika jarijari lingkaran panjangnya 21 cm ……………. dengan π = adalah……. 154 cm2 d. 379 cm² b. 308 cm2 22 .. 471m² c. 350 kali c.. c. 24 cm b. 13.132 9.. 1632 cm² d. 693 kali d.. Dari gambar di bawah ini. 378 cm² 21 cm c.

133 .

Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Lower Bound Upper Bound SAVI .00 1.072 a Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran Konvensional SAVI Statistic .368 -.9418 5.523 .0000 -.3750 -.134 Lampiran 13.0500 7.00 1. Uji Normalitas Normality test : Metode Pembelajaran Descriptives Metode Pembelajaran Konvensional Statistic 7.4375 7.945 .00 9.944 Shapiro-Wilk df 40 40 Sig. Lilliefors Significance Correction .374 .0556 8.00 4.1363 7.076 -. .50 9.092 .1144 Lower Bound Upper Bound .075 a.7387 7.129 40 .133 40 .4583 7. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.078 .2813 8.5000 .374 .50 3.289 8.887 .733 .8187 8. Error . .7232 6.1489 Prestasi Belajar Matematika Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std.728 Std.0000 .733 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.

210 13 .135 Motivasi Belajar Siswa Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Motivasi Siswa Statistic df Sig.062 . .121 .893 13 *.492 .126 . a. Statistic df Prestasi Belajar Rendah .959 46 Tinggi .123 21 .127 46 .221 .200* .959 21 Matematika Sedang . This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction a Sig.

a.057 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.264 df1 5 df2 74 Sig. Uji Homogenitas a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika F 2. Design: Intercept+X1+X2+X1 * X2 . .136 Lampiran 14.

0278 .8370 8. .6429 8.6934 .2619 7.7000 7.057 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.7750 .7232 1.8522 .264 df1 5 df2 74 Sig.8894 N 14 20 6 40 7 26 7 40 21 46 13 80 SAVI Total a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika F 2. a.0443 .4375 7.9418 .1923 7. Uji Anava Dua Jalur Univariate Analysis of Variance Between-Subjects Factors Value Label Konvension al SAVI Rendah Sedang Tinggi N 40 40 21 46 13 Metode Pembelajaran 0 1 1 2 3 Motivasi Siswa Descriptive Statistics Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Metode Pembelajaran Konvensional Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi Total Rendah Sedang Tinggi Total Rendah Sedang Tinggi Total Mean 6.137 Lampiran 15.9643 7. Design: Intercept+X1+X2+X1 * X2 .8571 7.9423 8.6975 .8645 .6667 7.6055 .0500 7.3780 . Deviation 1.7438 Std.

138 Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Source Corrected Model Intercept X1 X2 X1 * X2 Error Total Corrected Total Type III Sum of Squares 15.218 1.637 F 4. .193 47.152 7. R Squared = .071 3573.354a 3573.195) .001 .820 5608.186 a.437 2.281 4.750 62.152 7.497 df 5 1 1 2 2 74 80 79 Mean Square 3.000 .036 .001 .723 11.246 (Adjusted R Squared = .143 4859.482 1.429 3.721 Sig.281 2.096 .

*.3554 (I) Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi (J) Motivasi Siswa Sedang Tinggi Rendah Tinggi Rendah Sedang Std. a.2507 .9304* .05 level.2267 1.5751* -.9931E-02 -1.006 .367 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.2817 .993E-02 1.028 .6341 -. The harmonic mean of the group sizes is used. .637. Uses Harmonic Mean Sample Size = 20.2267 4.006 .508. Error . The mean difference is significant at the .1002 -4.05.b. Uji Komparasi Ganda Multiple Comparisons Dependent Variable: Prestasi Belajar Matematika Scheffe Mean Difference (I-J) -. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = . b. The group sizes are unequal.2102 . N 21 46 13 Subset 1 2 7. Homogeneous Subsets Prestasi Belajar Matematika Scheffe a.1923 .9304* .5751* -. c.1002 -.2710 .2817 .139 Lampiran 16.077 .2710 .c Motivasi Siswa Rendah Sedang Tinggi Sig.2102 .3554 .028 . Alpha = .371 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound -1.9817 Based on observed means.8370 7.2507 Sig.371 . Type I error levels are not guaranteed.6341 -. .9817 .2619 7.8370 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful