BIOLOGI Carpophilus hemipterus L. (Coleoptera: Nitidulidae) pada KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.

)

Oleh : FITRIYA DWI HANDAYANI 0310460018-46

SKRIPSI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS PERTANIAN JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN PROGRAM STUDI HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN MALANG 2008

BIOLOGI Carpophilus hemipterus L. (Coleoptera: Nitidulidae) pada KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)

Oleh : FITRIYA DWI HANDAYANI 0310460018-46

SKRIPSI Disampaikan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Strata Satu (S-1)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS PERTANIAN JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN PROGRAM STUDI ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN MALANG 2008

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa segala pernyataan dalam skripsi ini merupakan gagasan atau hasil penelitian saya sendiri, dengan bimbingan komisi pembimbing. Skripsi ini tidak pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruan tinggi manapun, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang dengan jelas ditunjukkan rujukannya dalam daftar pustaka.

Malang, September 2008

Fitriya Dwi Handayani

LEMBAR PERSETUJUAN Judul Skripsi : Biologi Carpophilus hemipterus L.(Coleoptera:Nitidulidae) pada Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) : Fitriya Dwi Handayani : 0310460018 - 46 : Hama dan Penyakit Tumbuhan : Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan

Nama Nim Jurusan Program Studi

Menyetujui : Pembimbing Utama, Pendamping,

Dr. Ir. Gatot Mudjiono NIP. 130 704 150

Ir. Ludji Pantja Astuti, MS. NIP. 131 573 966

Mengetahui, Ketua Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan

Dr. Ir. Syamsuddin Djauhari, MS. NIP. 130 936 225

Syamsuddin Djauhari. MS. Ir. 130 936 225 Dr. Ir. Ir. NIP. 131 281 382 Penguji III Penguji IV Dr. Gatot Mudjiono NIP. 131 573 966 Tanggal Lulus: 26 September 2008 .LEMBAR PENGESAHAN Mengesahkan MAJELIS PENGUJI Penguji I Penguji II Dr. SU. Bambang Tri Rahardjo. 130 704 150 Ir. Ludji Pantja Astuti. NIP. NIP. MS.

terdapat tiga pasang tungkai. MS. Akan tetapi pada saat ini C. Pada percobaan kedua menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan diulang 10 kali. hemipterus terjadi setelah imago berumur tiga hari. 11 ± 0. Pada percobaan pertama menggunakan satu pasang imago C. 69%. hemipterus pada simpanan kacang tanah varietas lokal kepanjen yang meliputi perilaku kawin imago. Dibawah bimbingan Dr. 30 hari. 55 ± 0. hemipterus pada kacang tanah Varietas Lokal Kepanjen selama 2 bulan penyimpanan menyebabkan penurunan berat berturut-turut sebesar 40. 51. anggur. kismis. Fekunditas imago betina adalah 53. caput berwarna coklat muda dan aktif bergerak berukuran 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. Larva C. Ludji Pantja Astuti. hemipterus pada kacang tanah Varietas lokal Kepanjen dan pengaruh padat populasi awal C. 23 hari. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan. 18 ± 0. Stadium telur berlangsung selama 3. Padat populasi awal satu pasang. dengan tungkai berwarna coklat kemerahan. berbentuk oval. Telur C. 14 ± 0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari beberapa aspek biologi hama C.). 0310460018-46. 39 ± 0. bentuk. yaitu biologi C. Berat larva adalah 2. Imago C. apel. (Coleoptera: Nitidulidae) pada Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.RINGKASAN Fitriya Dwi Handayani. hemipterus pada simpanan kacang tanah. Pupa C. Carpophilus hemipterus L. Universitas Brawijaya. 55 mg. 41% dan 67. 04 mm. hemipterus terhadap penurunan berat kacang tanah Varietas Lokal Kepanjen. warna dan lama masing-masing stadium dan mengetahui penurunan berat akibat infestasi C. 34 ± 0. 5 ± 2. 22 hari. hemipterus dan diulang 10 kali. pipih. Gatot Mudjiono dan Ir. pada elytra terdapat spot berwarna coklat. 79 butir dengan masa oviposisi selama 37 hari. 11 mm dan berat pupa adalah 1. 05 mg dan lama stadium larva adalah 9. berwarna putih kekuningan bentuk tubuh panjang. berwarna putih berukuran 1. mulai bulan November 2007 sampai bulan Januari 2008. sebagai kontrol kacang tanah tanpa infestasi. 11 ± 0. Stadium pupa berlangsung selama 7. 84%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hama Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian. hemipterus berbentuk oval. Perilaku kawin imago C. 08 mm.(Driedfruit beetle) adalah hama utama pada simpanan kurma. ukuran. hemipterus bertipe Campodeiform. berwarna coklat kehitaman. hemipterus pada simpanan kacang tanah varietas lokal kepanjen dengan populasi awal yang berbeda. hemipterus pada kacang tanah diharapkan dapat memberikan informasi dasar untuk penerapan pengendalian yang tepat. Oleh karena itu penelitian tentang beberapa aspek biologi C. dua pasang dan tiga pasang C. jeruk. berat. 33 ± 0. . ara dan pisang sehingga mengakibatkan kehilangan hasil secara kuantitas dan kualitas. hemipterus bertipe Exarate. agak mengkilat. berwarna putih bening berukuran 0. hemipterus dapat hidup dan berkembang pada kacang tanah Varietas Lokal Kepanjen. hemipterus berbentuk oval. Biologi Carpophilus hemipterus L. Ir.

the first experiment was The biology of C. hemipterus causes decrease of dried fruit storage in quality and quantity. The result of this research showed that C. 11 ± 0. There are three pairs of reddish leg with brown spot on the elytra. Larvae stage period was done in 9. shapes. 51. Larvae was acitive during aday. Body size of larvae are 3. The body size of pupae are 1. hemipterus larvae were Campodeiform. On this research there were two experiments. Malang. white yellowing. white thin and transparant with size is 0. hemipterus are ovale. hemipterus grow well on Kepanjen Local variety peanut. hemipterus on peanut Local Kepanjen Variety. hemipterus was oval. 22 days. The adult of C. 08 mm. Biology of Carpophilus hemipterus L. 5 ± 2. sizes. Ludji Pantja Astuti. 05 mg. hemipterus attack on peanuts storage so this research is needed as basic information to get appropriate control. hemipterus on peanut Local Kepanjen variety storage. and the second experiment was The effect of different early density population of C. Supervised by Dr. 11 ± 0. Egg stage period was done in 3. 84%. 33 ± 0. The data were analyzed by using F test of 5 % error level. Pupae stage period was done in 7. hemipterus are ovale. hemipterus with 10 replications. Now adays. 11 mm and weight are 1. C. orange. colors. The second experiment applies Complete Random Planning (CRP) for arrangement in 3 treatments and 10 replications with peanut without infestation as control. Brawijaya University. The result of second experiments showed that early population density of one pieces. 39 ± 0. The Objectives of this research were to study some biological aspect of C. 30 days. MS. Faculty of Agriculture. grape. 04 mm and weight is 2. 23 days. 79 eggs with ovipotition was on 37 days. (Coleoptera: Nitidulidae) on Peanut (Arachis hypogaea L. fig. Gatot Mudjiono and Ir. is the major pests on dried fruit storages such as apple. 0310460018-46. 55 ± 0. 55 mg. Adult mating activity show on three days after emerge. hemipterus on peanuts such as mating behavior. The first experiment was by using 1 pairs of adult C. Infestation of C. Carpophilus hemipterus L. This research was done in Pest Laboratory of The Plant Protection Department. white and include as exarate pupae. hemipterus on peanut Local Kepanjen Variety. The type of C. 41% and 67. This Research was done on November 2007 until January 2008. . 14 ± 0. brown shiny. weights and stage periods and to observe weight loss which caused by infestation of C. date palm and banana. The pupae of C.SUMMARY Fitriya Dwi Handayani. 69%. The analyzed were continued with Least Significant Difference (LSD) test 5%. long. 18 ± 0. 34 ± 0.). Adult female fecundity are 53. Ir. and they had 3 pairs of legs with brown head. The shape of egg C . two pieces and three pieces on Kepanjen local Variety peanut for 2 months of storage caused the weight loss continuosly in the amount 40.

dan memberikan sumbangan pemikiran dalam kemajuan ilmu pengetahuan. cinta. Universitas Brawijaya atas fasilitas dan bantuan yang diberikan. dukungan dan kebersamaan selama ini. Bambang Tri Rahardjo. Fakultas Pertanian.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang dengan rahmat dan hidayah Nya telah menuntun penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Biologi Carpophilus hemipterus (Coleoptera: Nitidulidae) pada Kacang Tanah (Arachis hypogaea L. September 2008 Penulis . kepada Dr. arahan dan bimbingannya kepada penulis. MS selaku dosen penguji. Ir. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya. Ir. Ludji Pantja Astuti. Syamsuddin Djauhari. Juga kepada rekan-rekan HPT khususnya angkatan 2003 “Arduti” atas bantuan. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Dr. Malang. Penulis berharap semoga hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak. Penghargaan yang tulus penulis berikan kepada kedua orangtua dan adik atas doa. dan Dr. pengertian dan dukungan yang diberikan kepada penulis. MS. Gatot Mudjiono dan Ir.)”. nasihat. MS. beserta seluruh dosen atas bimbingan dan arahan yang selama ini diberikan serta kepada karyawan Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan. kasih sayang. selaku dosen pembimbing atas segala kesabaran. Ir.

Pada tahun 2003 penulis terdaftar sebagai mahasiswa strata 1 Program Studi Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Erni Koeswidyaningsih.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Ponorogo pada tanggal 20 Juni 1985 sebagai putri kedua dari empat bersaudara dari Bapak Achmad Sutiyo dan Ibu DRA. Ponorogo. Penulis menempuh pendidikan dasar di SDN Bangunsari 1 Ponorogo pada tahun 1991 sampai tahun 1997. Ketahanan Tanaman Terhadap Hama dan Penyakit pada tahun 2007-2008. Jawa Timur. Pada tahun 2000 sampai tahun 2003 penulis studi di SMUN 1 Slahung. Selama menjadi mahasiswa penulis pernah menjadi Asisten Praktikum di Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan yaitu sebagai Asisten Praktikum Mata Kuliah Pengantar Pengendalian Hama Terpadu pada tahun 2006-2007. Penulis pernah aktif dalam kepanitiaan SEMNAS HMPTI pada tahun 2006-2007. . melalui jalur PSB. kemudian penulis melanjutkan ke SLTPN 1 Ponorogo pada tahun 1997 dan selesai pada tahun 2000.

........ 3 Arti Penting C................ 10 Biologi C......................................... hemipterus yang Berbeda Terhadap Penurunan Berat Kacang Tanah……………………………………................................................... 18 Pembahasan Umum…………………………………………………......................................... hemipterus pada Kacang Tanah…………………………........................................ Manfaat ... 9 Metode Penelitian ...................................................................................... hemipterus .................................................................................. ii KATA PENGANTAR .................................................................... hemipterus ................... 11 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Biologi C............................................................ 9 Alat dan Bahan.......... 6 Deskripsi Tanaman Kacang Tanah…………………………………… 7 Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Kacang Tanah dalam Simpanan……………………………………………………………… 8 BAB III METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu ........................ v DAFTAR TABEL ..... Tujuan ................................................ hemipterus ......................... 3 Bioekologi C...................... viii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang .......................... hemipterus Terhadap Penurunan Berat Kacang Tanah…………………………………................. 12 Pengaruh Padat Populasi Awal C....................................................................................................................................... Hipotesis ............................................................................................................................................................... i SUMMARY ................................................ 4 Kebutuhan Nutrisi Bagi Serangga…………………………………… 5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyebaran dan Kelimpahan Hama Gudang………………………………………………………..............................................................................................DAFTAR ISI RINGKASAN .......................................................... iv DAFTAR ISI .................................. iii RIWAYAT HIDUP .. vii DAFTAR GAMBAR ........................................................... 10 Pengaruh Padat Populasi Awal C............................................................ 1 2 2 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi C.......................................... 11 Analisis Data ................................ 9 Pelaksanaan Percobaan ....... hemipterus pada Kacang Tanah………………………........ .................................................................................................................................................................................................................. 19 ...............

.......................................................................................... 21 Saran ................ 25 ............................................................ 23 LAMPIRAN …………………………………………………………………............................................................ 22 DAFTAR PUSTAKA .............................................BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ........

.............. Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Populasi Pupa C.................................... hemipterus .....................DAFTAR TABEL Teks Nomor Halaman 1............................................ Pupa dan Imago serta Penurunan Berat Kacang Tanah pada Akhir Percobaan ............................................................. ..................................................... Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Populasi Imago C............. hemipterus................. Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Penurunan Berat Kacang Tanah ... ... .................. 26 5........... Larva............... 27 .......................................... Rerata Populasi Telur.... 26 2...................... 26 3.... 26 4.................................... hemipterus .......... Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Populasi Larva C........ 18 Lampiran Nomor Halaman 1.................... hemipterus.................................................................................. Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Populasi Telur C.....

................ hemipterus ..DAFTAR GAMBAR Teks Nomor Halaman 13 14 14 15 15 16 17 17 19 2... Pupa C. hemipterus ........................... hemipterus ............... hemipterus ................................. Telur C...... hemipterus dari Arah Lateral dan Dorsal ................................... Larva C............ Kerusakan akibat serangan C............. 9.............................. Kacang Tanah Tanpa Kerusakan . Kerusakan Akibat Larva C............................ Rerata Peletakan Telur Perhari Imago Betina C.................... 8........... hemipterus ......... hemipterus .. 4..... 10............................................................................. 6....................................... 5............... .......... 3..................... 7.................... Imago C.... hemipterus ............ Imago jantan dan imago betina C............

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Carpophilus hemipterus L. Kalshoven tidak melaporkan C. (2003) juga melaporkan bahwa pada tingkat populasi tinggi Williams C. bahwa C. 1998).Kacangan dan Umbi. Tribolium castaneum. hemipterus menjadi masalah pada simpanan kemiri.Umbian (BALITKABI) dan menurut Marwoto (2008) belum dilaporkan bahwa C. serat 31%. vitamin E 25% dan beberapa kandungan bahan mineral dalam 100g kacang tanah (Penny. Di Indonesia dilaporkan oleh (Mardiningsih. hemipterus menyebabkan kehilangan hasil pada beberapa komoditas buah di beberapa wilayah bagian Australia baik dalam kuantitas maupun kualitas. kismis. Hama C. jeruk. kandungan lemak 34%. Kacang tanah juga mengandung antioksidan yang berguna bagi kesehatan manusia. Demikian juga berdasarkan hasil penelusuran IPTEK diperoleh informasi bahwa C. hemipterus menginfestasi simpanan kacang tanah. 1974). hemipterus menyerang tanaman nanas. Kacang tanah adalah komoditas yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi dan merupakan salah satu sumber bahan pangan yang mengandung 43% kandungan protein. karbohidrat 8%. Langkah pengendalian telah dilakukan untuk . hemipterus menyerang simpanan kacang tanah. ara dan pisang sehingga mengakibatkan produksi buah pertahun menurun (Nelson. Namun demikian. 2004).(Driedfruit beetle) di beberapa wilayah bagian Amerika serikat adalah hama utama pada simpanan buah–buahan misalnya pada simpanan kurma. apel. 2005). hemipterus menyerang simpanan kacang tanah. Hama utama yang menginfestasi simpanan kacang tanah adalah Caryedon serratus. anggur. Epestia cautella dan Plodia interpunctella. hemipterus merupakan hama kosmopolit pada berbagai produk simpanan. hemipterus tergolong dalam Ordo Coleoptera dan Famili Nitidulidae (Mason. Menurut Kalshoven (1981) C. Trogoderma granarium. Demikian juga berdasarkan hasil penelusuran terhadap hasil penelitian di perpustakaan Balai Penelitian Tanaman Kacang . Akan tetapi pada saat ini C. Hal ini dapat terjadi karena hama ini bersifat polifag.

Hipotesis Hipotesis yang diajukan adalah semakin tinggi padat populasi awal mengakibatkan semakin tinggi penurunan berat. dan 2) mempelajari penurunan berat akibat serangan C. Keberhasilan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) memerlukan informasi dasar dari hama sasaran. . berat. Oleh karena itu penelitian tentang beberapa aspek biologi C. warna dan lama masing-masing stadium.mengurangi kerugian akibat serangan hama gudang yaitu pengendalian dengan fumigasi (Dick. hemipterus pada simpanan kacang tanah varietas lokal kepanjen yang meliputi aktivitas kawin imago. hemipterus pada simpanan kacang tanah Varietas Lokal Kepanjen. Namun demikian cara pengendalian tersebut dikhawatirkan dapat berdampak buruk karena dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi dampak buruk tersebut. Manfaat Penelitian ini sebagai dasar. ukuran. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah : 1) mempelajari beberapa aspek biologi hama C. hemipterus pada kacang tanah diharapkan dapat memberikan informasi dasar untuk penerapan pengendalian yang tepat. hemipterus pada simpanan kacang tanah varietas lokal kepanjen dengan populasi awal yang berbeda. bentuk. dengan demikian diharapkan dapat memberikan informasi tentang beberapa aspek biologi C. 1987).

hemipterus L. hemipterus bertipe Campodeiform. hemipterus bertipe Exarate berbentuk oval. hemipterus Telur C.(Dried fruit beetle) diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom Philum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Hexapoda : Coleoptera : Nitidulidae : Carpophilus : Carpophilus hemipterus L. Pupa C. berwarna hitam mengkilat dan mempunyai spot coklat atau kuning pada elytra bagian atas. namun demikian rerata umur imago adalah 103-146 hari. berwarna putih kekuningan berukuran 3 mm dan perkembangan pupa terjadi selama 5-11 hari. Imago C. hemipterus berbentuk oval. Menurut Munro (1966).BAB II TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi C. 2004). Perkembangan larva berlangsung selama 4-14 hari. C. Menurut Mason (2004). Bioekologi C. berukuran 3-4 mm. hemipterus ini selain merupakan hama penting pada buah-buahan di lapang dan dalam produk simpanan juga berpotensi dapat menyebarkan bakteri penyebab kerusakan pada buah karena buah akan . pada bagian caput berwarna kuning kecoklatan dan terdapat tiga pasang tungkai. hemipterus diletakkan satu persatu pada permukaan buah yang matang (Mason. imago jantan dan betina mampu hidup selama lebih dari setahun. C. larva C. hemipterus adalah hama utama pada simpanan buah-buah kering meskipun juga menyerang serealia. Menurut Ebeling (2002) pada inang buah ara larva berwarna putih atau kekuningan. hemipterus Menurut Kalshoven (1981) C.

Kelembaban udara yang rendah tidak sesuai untuk perkembangan larva dan oviposisi. hemipterus menyebabkan kerusakan pada beberapa komoditas buah di beberapa wilayah bagian Australia sehingga produksi buah mengalami penurunan kuantitas dan kualitas. 2004). hemipterus semakin meningkat pada waktu musim panas tetapi ketika musim dingin populasi menurun karena mengalami hibernasi. Akibat infestasi C. hemipterus C.5 butir perhari. baik larva. Pada kelembaban udara 92% perkembangan dari stadium telur sampai menjadi imago berlangsung selama 19 hari. 2004). 740 ton pertahun (Nelson. anggur. Arti Penting C. kismis. 3 °C. Pada kelembaban udara 75%. Kehilangan hasil tertinggi terjadi pada saat musim panas karena populasi C. imago betina meletakkan telur rerata 1.membusuk (Mason. 930 ton pertahun kemudian mengalami penurunan produksi menjadi 249. apel. sedangkan pada kelembaban udara 58% imago betina meletakkan telur rerata 0.1969 rerata produksi buah mencapai 416. Bila suhu menurun terlalu rendah maka untuk setiap stadium.(Dried fruit beetle) pada beberapa wilayah bagian Amerika serikat adalah hama utama pada simpanan buah–buahan kering antara lain pada simpanan kurma. Perkembangan dari stadium telur sampai menjadi imago terjadi selama 12 hari pada suhu 32. tetapi kurang berpengaruh terhadap perkembangan telur dan pupa. Misalnya produksi buah ara pertahun mencapai 16. Selanjutnya menurut Williams (2003) populasi C. hemipterus L.1 butir perhari (Mason. jeruk. pupa maupun imago akan mengalami hibernasi (Mason. 2004). ara dan pisang. Kerugian secara kualitas buah mengalami kerusakan sehingga . Bila kelembaban udara 66% perkembangan dari stadium telur sampai menjadi imago berlangsung selama 24 hari. 2 °C dan selama 42 hari pada suhu lebih dingin yaitu 18. Kelembaban udara mempengaruhi perkembangan larva dan peletakan telur imago betina. 680 ton menurun menjadi 13. hemipterus tersebut menyebabkan produksi buah pertahun menurun. Di Amerika Serikat pada tahun 1965. 1974). Secara kuantitas produksi buah pertahun mengalami penurunan produksi. 50 ton pertahun.

lipid dalam lemak. hemipterus ini selain merupakan hama penting pada buah-buahan di lapang dan dalam produk simpanan. Jika pakan yang tersedia dengan kualitas yang cocok dan kuantitas yang cukup. meskipun tidak terlalu dibutuhkan tetapi karbohidrat diperlukan untuk pertumbuhan normal. Selain kualitas dan kuantitas pakan. Kebutuhan akan karbohidrat dapat digantikan oleh protein dan lemak yang disesuaikan dengan jenis penggunaan dan perubahan energi oleh serangga. C. juga berpotensi dapat menyebarkan bakteri penyebab kerusakan pada buah karena buah akan membusuk (Mason. Demikian juga menurut Woods. air. Selanjutnya spora tersebar dari satu kebun ke kebun yang lain sehingga pengendalian brown rot dilakukan pada saat C. Asam amino merupakan senyawa kimia pembentuk protein yang diperlukan untuk pertumbuhan yang optimal bagi kelangsungan hidup serangga. Sebaliknya jika keadaan pakan kurang maka populasi akan menurun (Jumar. Zat-zat nutrisi yang dibutuhkan serangga pada umumnya digolongkan menjadi karbohidrat. Asam lemak bagi serangga memicu untuk oviposisi. Spora jamur brown rot menempel pada tubuh hama ini sehingga pada saat menyerang buah maka buah akan sakit. maka populasi serangga akan meningkat dengan cepat. 2004). hemipterus hadir. kandungan air dan besarnya butiran material berpengaruh terhadap biologi suatu jenis hama. Lipid merupakan asam lemak yang mempunyai fungsi spesifik. asam amino dalam protein. hemipterus adalah vector utama jamur brown rot. Kebutuhan Nutrisi Bagi Serangga Pengaruh jenis pakan. jumlah kandungan nutrisi dalam pakan juga sangat penting peranannya. dan beberapa vitamin. Steiner (1999) bahwa C. Learmonth. 2000). Serangga membutuhkan lemak untuk pertumbuhan normal dan .mempengaruhi minat konsumen di pasaran. Lemak dan asamasam lemak merupakan sumber energi untuk menyusun cadangan lemak dan glikogen. Walaupun terdapat 20 macam asam amino tetapi hanya 10 asam amino yang dibutuhkan dalam pakan serangga. Karbohidrat secara umum merupakan sumber energi. Pakan merupakan sumber gizi yang dipergunakan oleh serangga untuk hidup dan berkembang.

Kualitas pakan banyak ditentukan oleh mutu gizi pakan tersebut. demikian pula pada serangga lepidoptera. Laju populasi serangga dapat meningkat sebagai hasil dari masa perkembangan yang singkat. ketahanan hidup dan produksi telur serangga hama pascapanen tergantung pada kesesuaian lingkungan dan makanan. Meskipun nutrisi yang diperlukan oleh serangga harus terkandung didalam pakannya namun ada beberapa nutrisi dapat diperoleh dari sumber lain yaitu melalui simbiosis dengan mikroorganisme (Chapman. sedangkan mutu gizi pakan ditentukan oleh nutrisi yang terkandung didalamnya. sebagian besar serangga hama pascapanen dapat hidup pada berbagai bahan simpan dan terdapat variasi kelimpahan serangga pada tiap bahan simpan. Vitamin lain yang diperlukan adalah vitamin E yang berfungsi memperbaiki fekunditas dari serangga jenis ngengat dan kumbang (Chapman. selain itu serangga akan berukuran kecil dan kurang aktif. Serangga akan tumbuh dan berkembang dengan normal apabila mendapatkan pakan dengan jumlah yang cukup baik kualitasnya. 1981). Walaupun demikian. Selain itu lemak juga penting untuk pembentukan membran dan sintesa hormon (Chapman. 1998). Pakan yang dikonsumsi oleh serangga harus memenuhi kebutuhan serangga terhadap nutrisi yang sangat kompleks. 1998). Masa perkembangan. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Penyebaran dan Kelimpahan Hama Gudang Air dibutuhkan oleh serangga untuk perkembangannya. Pada serangga Coleoptera.reproduksi. ketahanan hidup yang . 1998). kebanyakan serangga memperoleh air dari bahan pakan yang dimakannya. Kadar air bahan pakan yang tinggi akan mempercepat perkembangan populasi serangga (Kalshoven. Vitamin yang diperlukan diantaranya adalah provitamin A (Beta karoten) yang merupakan kebutuhan nutrisi dalam pakan untuk semua serangga yang berfungsi untuk pembentukan pigmen. Apabila serangga kekurangan vitamin ini maka akan memperlambat proses pembentukan pigmen dan pergantian kulit. kadar air lebih dominan pengaruhnya di bandingkan suhu dan pakan. Suhu lingkungan dan kadar air bahan simpan merupakan faktor utama yang mempengaruhi masa perkembangan.

serat. ada yang. vitamin E 25% dan beberapa kandungan bahan mineral dalam 100g (Penny. sebagian besar serangga hama pascapanen dapat hidup pada berbagai bahan simpanan dan terdapat variasi kelimpahan serangga pada tiap-tiap bahan simpan (Anonimous. Deskripsi Tanaman Kacang Tanah Klasifikasi Menurut Nelson. kandungan lemak 34%. merah. Kacang tanah juga diketahui mengandung beberapa vitamin khususnya vitamin E. ungu. karbohidrat. 1994). dan kesumba (Suprapto. kelembaban dan kadar air. gudang adalah sumber makanan sehingga permasalahan utama bagi serangga adalah suhu.meningkat atau produksi telur yang lebih banyak. Warna kacang tanah tergantung dari kandungan karotenoid (Smartt. Zim dan Martin (1951) Kacang tanah dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom Division Kelas Ordo Famil Genus Species : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Fabales : Fabaceae : Arachis : Arachis hypogaea L. 2006). karbohidrat 8%. 1994). .2004). K. Walaupun demikian. vitamin dan mineral. Dalam kondisi normal. Polong kacang tanah mempunyai beberapa kandungan nutrisi seperti protein. serat 31%. dan B (Smartt. Warna biji kacang tanah bermacam-macam. lemak. 2005). Nutrisi yang terkandung dalam kacang tanah adalah 43% kandungan protein.

Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian dianjurkan untuk melaksanakan alternatif metode pengendalian. 3) tambahkan bahan dari tumbuhan seperti bibit neem. tanah liat dan kayu jati untuk melindungi biji-bijian sesuai skala penyimpanan. Secara bertahap ditemukan serangga yang tahan terhadap Methyl bromide dan Pospine yaitu dua fumigant yang paling umum telah digunakan dalam meminimalkan penggunaan insektisida untuk mengendalikan hama dalam simpanan. daun neem. Pada saat ini semakin dikembangkan kacang tanah varietas tahan terhadap serangan hama gudang untuk mengatasi masalah dalam tempat penyimpanan (Dick. .Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Kacang Tanah dalam Simpanan Menurut Dick (1987) kebutuhan akan alternatif metode-metode pengendalian kimia untuk perlindungan terhadap produk simpanan telah dianggap penting sejak dahulu. Penggunaan varietas tahan juga bermanfaat untuk menigkatkan panen karena bersifat antagonis terhadap hama pasca panen. yaitu : 1) pengaturan suhu. dan minyak neem karena mengandung senyawa kimia penolak hama dalam simpanan. kelembaban dalam tempat penyimpanan untuk menciptakan lingkungan yang tidak sesuai bagi perkembangan serangga. 5) pemanfaatan musuh alami (predator dan parasitoid) pada tempat penyimpanan. 4) pemanfaatan patogen hama gudang misalnya bakteri Bacillus thuringiensis dengan aplikasi secara langsung pada komoditas simpanan atau aplikasi dengan cara disebarkan pada perangkap. Perkembangan Kacang Tanah Tahan Terhadap Hama Gudang Pemeliharaan kacang tanah tahan terhadap infestasi hama gudang adalah satu langkah untuk mengurangi kehilangan hasil selama penyimpanan. 2) membangun tempat penyimpanan berbahan dasar pasir. Hal ini merupakan strategi pengendalian untuk mengurangi penggunaan pengendalian secara kimia. namun kini dianggap lebih penting lagi. dan 6) penggunaan genotipe tahan terhadap serangan hama pasca panen. 1987).

hemipterus pada kacang tanah. kain kassa. hemipterus adalah kacang tanah Varietas Lokal Kepanjen yang didapatkan dari petani di kepanjen.BAB III METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Hama. hand counter. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan. timbangan. dan mikrometer. kemudian diperbanyak dalam tabung plastik dengan diameter 5 cm. dan 2) pengaruh padat populasi awal C. Penyediaan kacang tanah sebagai pakan. kuas. Perbanyakan dilakukan di labolatorium hama dan dilakukan sampai mendapatkan imago baru sesuai yang dibutuhkan untuk penelitian. mikroskop. hemipterus yang berbeda terhadap penurunan berat kacang tanah varietas lokal kepanjen. 2. Persiapan Penelitian 1. Perbanyakan C. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang dimulai pada bulan November 2007 sampai bulan Januari 2008. timbangan digital. hemipterus. hemipterus. Pakan yang digunakan untuk C. hemipterus yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari kacang tanah dalam simpanan yang terinfestasi C. Metode Penelitian Penelitian ini terdiri dari dua percobaan yaitu : 1) biologi C. t=10cm). tinggi tabung 15 cm dan ditutup dengan kain kassa. Bahan yang digunakan adalah kacang tanah varietas lokal Kepanjen dengan kadar air 7. . Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung kaca (d=5cm. 70%. kertas milimeter. C.

bentuk dan warna masing-masing stadium. . bentuk dan warna masing-masing stadium. kemudian diinfestasi dengan satu pasang imago C. 2) ukuran. hemipterus pada kacang tanah. Lama stadium telur dihitung mulai telur diletakkan sampai menetas menjadi larva. dan 3) lama stadium telur. Pengamatan dilakukan dengan menetapkan 10 sampel pada stadium telur. Pengamatan dilakukan dengan menetapkan 10 sampel pada stadium telur. hemipterus yang meliputi aktivitas kawin imago. pupa dan imago. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari beberapa aspek biologi C. larva dan pupa diketahui dengan menghitung lama waktu mulai pertama kali ditemukan sampai muncul stadium berikutnya. berat. hemipterus pada kacang tanah. Setelah menjadi imago dan meletakkan telur yang pertama percobaan berakhir. Biologi C. lama stadium larva dihitung mulai muncul larva sampai menjadi pupa dan lama stadium pupa dihitung mulai muncul pupa sampai menjadi imago. Percobaan dilakukan dengan cara tabung kaca diisi dengan kacang tanah seberat 30 g. Tujuan pengamatan ini untuk mempelajari perkembangan C. hemipterus pada kacang tanah. lama perkembangan setiap stadium. Metode pengamatan biologi C. hemipterus kemudian ditutup dengan kain kassa dan diulang 10 kali. pupa dan imago. Tujuan pengamatan adalah mengetahui lama stadium perkembangan C. berat. berat. larva.Pelaksanaan Percobaan 1. hemipterus pada kacang tanah adalah sebagai berikut : 1) aktivitas kawin imago diamati selama satu hari dengan tujuan untuk mengetahui masa pra oviposisi imago betina. larva. bentuk dan warna masing-masing stadium. ukuran. Variabel yang diamati adalah aktivitas kawin imago. lama masing-masing stadium. ukuran.

Metode pengamatan adalah sebagai berikut : 1) populasi telur. larva. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui penurunan berat kacang tanah akibat infestasi C. larva. tiga pasang imago C. dua pasang dan tiga pasang imago C.2. hemipterus. dua pasang imago C. dan 3) penurunan kualitas kacang tanah. Untuk mengetahui penurunan kualitas kacang tanah dengan cara menimbang kacang tanah dalam kondisi baik. hemipterus dan ditutup dengan kain kassa. sedangkan kacang tanah yang rusak tidak ikut ditimbang. pupa dan imago pada tiap perlakuan. hemipterus. hemipterus dan tanpa infestasi C. pupa dan imago serta persentase penurunan berat kacang tanah pada masing-masing perlakuan. Variabel yang diamati adalah populasi telur. Pengamatan dilakukan pada akhir percobaan yaitu 2 bulan setelah infestasi. larva. Percobaan dilakukan dengan cara kacang tanah ditimbang seberat 50 g kemudian ditempatkan pada tabung kaca kemudian diinfestasi dengan satu pasang. yaitu satu pasang imago C. 2) persentase penurunan berat kacang tanah dihitung dengan menggunakan rumus berdasarkan Sutoyo dan Mulyo (1987) dalam Ayani (2007) yaitu : P= Berat Awal − Berat Akhir x 100 % Berat Awal Keterangan : P adalah persentase penurunan berat. Pengaruh Padat Populasi Awal C. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan setiap perlakuan diulang 10 kali. Perlakuan yang dicoba adalah populasi awal yang bebeda. hemipterus sebagai kontrol. hemipterus. hemipterus Terhadap Penurunan Berat Kacang tanah. pupa dan imago diketahui dengan cara menghitung jumlah telur. .

hemipterus terhadap penurunan berat kacang tanah dianalisis dengan menggunakan Uji F taraf 5% dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%.Analisis Data Data yang diperoleh dari percobaan pengaruh padat populasi awal C. .

40 hari. Menurut Nelson (1974) imago jantan berumur lebih panjang dibanding imago betina yaitu 146 hari sedangkan imago betina dapat hidup selama 103 hari pada inang buah ara. HASIL DAN PEMBAHASAN Aktivitas Kawin. tetapi setelah berumur tiga hari berlangsung perkawinan. Pengamatan perilaku kawin bertujuan untuk mengetahui pra oviposisi imago betina. sedangkan lama hidup imago jantan adalah 54. masa pra oviposisi adalah 3 hari dan masa oviposisi adalah 61 hari pada inang buah yang matang. siang dan malam hari dengan frekuensi lebih dari satu kali. 5 ± 3. . Biologi C. 5 ± 2. Masa oviposisi imago betina adalah 37 hari yang dihitung dari peletakan telur pertama sampai tidak ada peletakan telur. Perkawinan terjadi pada pagi.5 butir perhari. Pada dasarnya serangga mempunyai suhu optimum dalam perkembangan. Telur diletakkan satu persatu pada permukaan kacang tanah dan tidak melekat terlampau erat sehingga mudah dipindahkan. Menurut Mason (2004) imago C. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa satu hari setelah kawin ditemukan telur. Pada kelembaban udara 75% imago mampu meletakkan telur rerata 1.1 butir perhari. Jumlah telur yang diletakkan imago betina pada kacang tanah relatif lebih sedikit dibandingkan pada buah ara diduga karena faktor suhu dan pakan. 05 hari yang diperoleh dari pertama kali menjadi imago sampai imago mati. Pra oviposisi adalah satu hari. Berdasar hasil pengamatan diketahui bahwa pupa setelah menjadi imago tidak segera melakukan perkawinan. Rerata lama hidup imago betina adalah 46. 79 butir. sedangkan pada kelembaban 58% imago meletakkan telur rerata 0. hemipterus pada Kacang Tanah Telur. hemipterus mampu memproduksi rerata 1000 telur atau lebih sepanjang hidupnya.BAB IV. Rerata jumlah telur yang diletakkan imago betina selama hidupnya sebanyak 53. Faktor yang mempengaruhi oviposisi C.3 ± 1. Satu hari setelah perkawinan. hemipterus menurut Mason (2004) adalah kelembaban. imago betina meletakkan telur yang pertama.

hemipterus adalah 32.5. 08 mm dengan rerata lama stadium telur adalah 3. hemipterus meletakkan telur terbanyak pada hari ke-29. berukuran kecil dan diletakkan satu persatu pada permukaan buah ara. 11 ± 0. 2° C (Mason.5 2 1. hemipterus disajikan dalam Gambar 2. Peletakan telur pada hari ke-7 sampai hari ke-28 mengalami fluktuasi. Pada Gambar 1 terlihat bahwa rerata jumlah telur yang diletakkan oleh imago betina mulai hari pertama terus meningkat sampai hari ke.5 1 0. Imago betina C. hemipterus berbentuk oval. 2004). Hari ke-6 peletakan telur mengalami penurunan. 39 ± 0. Rerata ukuran panjang telur adalah 0. 30 hari yang dihitung mulai telur diletakkan sampai menetas menjadi larva. berwarna putih bening dan berubah putih kekuningan menjelang menetas. Distribusi peletakan telur perhari imago betina C. Rerata Peletakan Telur Perhari Imago Betina C. 3 rerata jumlah telur 2. hemipterus pada kacang tanah disajikan dalam Gambar 1.Suhu optimum bagi perkembangan C. Telur C. Menurut Ebeling (2002) telur C. hemipterus. . kemudian mengalami penurunan sampai hari ke-37 tidak meletakkan telur.5 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 Hari ke- Gambar1. hemipterus berwarna putih. pipih. Telur C.

hemipterus disajikan dalam Gambar 3. hemipterus bertipe Campodeiform. bentuk tubuh panjang dan aktif bergerak. Menurut Ebeling (2002) pada inang buah ara perkembangan larva berlangsung selama 6-14 hari. warna menjadi putih kekuningan dan aktif bergerak. 23 hari yang dihitung sejak pertama kali muncul larva sampai menjadi pupa. tungkai berjumlah tiga pasang dan belum aktif bergerak. 05 mg. 34 ± 0. Larva C. Pada awal pembentukan larva adalah telur yang menetas berupa larva berukuran kecil. Kacang tanah yang berlubang akibat terdapat larva disajikan pada Gambar 4. 14 ± 0.Gambar 2. Larva terdapat dalam biji kacang tanah sehingga mengakibatkan biji kacang tanah berlubang. 04 mm. Kemudian larva berkembang dengan ukuran semakin panjang. Rerata lama stadium larva adalah 9. 33 ± 0. Larva C. . bagian kepala berwarna coklat muda. Rerata ukuran panjang larva adalah 3. hemipterus pada Perbesaran 40x Larva. berwarna putih. Rerata berat larva adalah 2. Telur C.

hemipterus bertipe exarate yaitu berbentuk oval dan tidak tertutup kokon. Selanjutnya warna pupa berganti menjadi coklat muda kemudian coklat tua sampai kehitaman hingga menjadi imago. 55 ± 0. Pupa C.Gambar 3. berwarna putih kekuningan. 11 ± 0. hemipterus pada Perbesaran 10x Pupa. hemipterus pada Perbesaran 40x. 55 mg. Selanjutnya terjadi perubahan bentuk tubuh menjadi oval. Kerusakan Akibat Larva C. hemipterus tidak aktif bergerak.11 hari dengan ukuran panjang tubuh 3 mm. Pupa C. Stadium pupa adalah fase non aktif sehingga tidak memerlukan pakan untuk perkembangan dengan demikian pupa berukuran lebih pendek dan berat lebih ringan dibanding larva. . keras serta warna pada seluruh bagian tubuh adalah putih kecuali pada bagian mata berwarna coklat. Perkembangan pupa terjadi dalam biji kacang tanah. Gambar 4. Rerata ukuran panjang pupa adalah 1. Larva C. 22 hari. 11 mm dengan rerata berat yaitu 1. Rerata lama stadium pupa adalah 7. Dari hasil pengamatan diketahui pada awal pembentukan pupa adalah larva C. 18 ± 0. hemipterus disajikan pada Gambar 5. Menurut Ebeling (2002) pada inang buah ara perkembangan pupa berlangsung pada 5 . Pupa bertipe exarate berbentuk oval dan berwarna putih atau kuning.

agak mengkilat. Pupa C. hemipterus adalah 2. berwarna hitam mengkilat dan mempunyai spot coklat atau kuning pada elytra bagian atas. Tipe antena adalah kapitate yaitu tiga ruas pada ujung antena Imago C. pada elytra terdapat spot berwarna coklat.Gambar 5. pada imago jantan apabila dilihat dari bagian ventral nampak datar sedangkan pada imago betina pada ujung abdomennya nampak seperti ovipositor.19 mm dengan berat rerata 1. hemipterus berbentuk oval. Perbedaan antara imago jantan dan betina disajikan pada Gambar 7. 04 mg. Tipe mulut menggigit mengunyah. Imago C. membesar. Menurut Ebeling (2002) imago C. tipe tungkai cursorial dan tarsi 4-4-4. Rerata ukuran panjang Imago C. Berdasarkan pengamatan visual imago betina terlihat lebih besar dibanding imago jantan. Imago C. dengan tungkai berwarna coklat kemerahan. Kacang tanah yang rusak disajikan pada Gambar 8. hemipterus disajikan pada Gambar 6. 50 ± 0. hemipterus terdapat di dalam biji kacang tanah sehingga menyebabkan kacang tanah berlubang kemudian remah menjadi serbuk. berwarna coklat kehitaman. . Imago jantan dan betina dapat dibedakan dari ujung abdomennya. hemipterus berukuran 3-4 mm. 30 ± 0. berbentuk oval. hemipterus pada Perbesaran 40x Imago.

Arah Dorsal) b a Gambar 7. Gambar 6. Imago Betina. Imago C. Imago C. b. Imago Jantan). hemipterus pada Perbesaran 10x. b. Kerusakan Akibat Serangan C.a. . hemipterus pada Perbesaran 40x (a. Gambar 8. hemipterus pada Perbesaran 40x (a. Arah Lateral. b.

nutrisi.9a 10.7b 67. hemipterus serta kehilangan hasil yang diakibatkan.Pengaruh Padat Populasi Awal C. 4 dan 5).8a 5.9a 14.7b 7. 1987). Berdasar hasil analisis statistik diketahui terdapat pengaruh perlakuan terhadap populasi telur.8a 16.694c Keterangan : . kadar air dan bentuk fisik pakan.412b 3 pasang 7. Populasi pupa pada populasi awal satu pasang. 3.3a 2. hemipterus serta Kehilangan Hasil Kacang Tanah pada Akhir Percobaan. Pada Tabel 1 terlihat bahwa populasi telur dan populasi larva pada populasi awal satu pasang dan dua pasang tidak berbeda nyata.3b 34. Populasi imago pada populasi awal satu pasang dan dua pasang berbeda nyata tetapi antara populasi awal dua pasang dan tiga pasang tidak berbeda nyata diduga karena pengaruh kesesuaian pakan. 2. Rerata Populasi Telur. Pakan yang sesuai yaitu mencakup jenis. Pupa dan Imago C. dua pasang dan tiga pasang tidak berbeda nyata.9b 2. populasi pupa dan populasi imago C. jumlah. pupa dan imago serta kehilangan hasil disajikan pada Tabel 1. Populasi Populasi Populasi Populasi Populasi Populasi Kehilangan Hasil awal Telur Larva Pupa Imago Total (%) 1 pasang 2. hemipterus 2 bulan setelah infestasi pada populasi awal satu pasang. Populasi total pada populasi awal dua pasang dan tiga pasang tidak berbeda nyata tetapi penurunan berat berbeda nyata . Tabel 1. Pakan yang tersedia tidak hanya dalam jumlah yang cukup tetapi juga sesuai bagi hama (Kartasapoetra. dua pasang dan tiga pasang imago yang meliputi populasi telur. populasi larva. Larva.1a 4.8b 26.Nilai yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.84a 2 pasang 4. Rerata populasi telur. hemipterus yang Berbeda Terhadap Kehilangan Hasil Kacang tanah Berdasarkan hasil penelitian diketahui tentang perkembangan C. larva.7b 51.9a 40. tetapi pada padat populasi tiga pasang berbeda nyata.2a 1.6a 1. populasi pupa dan populasi imago serta kehilangan hasil yang diakibatkan (Tabel Lampiran 1. populasi larva.

kismis. . pada padat populasi awal dua pasang penurunan berat sebesar 51. sambal. kacang tanah berkadar air 6. Pada kacang tanah tanpa infestasi imago C. 41 %. sedangkan akibat padat populasi awal tiga pasang penurunan berat sebesar 67. dan anggur. 740 ton pertahun. Kacang tanah dalam kondisi masih baik disajikan pada Gambar 9. hemipterus menyebabkan kerugian kehilangan hasil pada komoditi buah melon. karena kacang tanah adalah salah satu komoditas yang banyak diminati konsumen untuk dimanfaatkan sebagai bahan industri makanan seperti selai. jeruk. 70% sehingga tidak mengalami penurunan berat selama 2 bulan disimpan karena Menurut Fachrudin (2000). Secara kualitas penurunan berat kacang tanah pada ketiga perlakuan adalah biji kacang tanah berlubang dan rusak sehingga akan mempengaruhi minat konsumen di pasaran karena kondisi biji yang buruk. ara. Kacang tanah masih dalam kondisi baik tanpa ada kerusakan. 84 %. 930 ton pertahun kemudian mengalami penurunan produksi menjadi 249. hemipterus atau serangga dari spesies lain.diduga karena pakan yang diberikan pada setiap perlakuan adalah sama yaitu jenis dan jumlahnya akan tetapi jumlah iamgo yang diinfestasikan berbeda sehingga penurunan berat yang diakibatkan berbeda nyata. dan makanan ringan.69%. populasi C.9. Persentase penurunan berat akibat padat populasi awal satu pasang mencapai 40. anggur. hemipterus sebagai kontrol pada 2 bulan penyimpanan tidak mengalami penurunan berat dan tidak ditemukan C. 7% . Produksi buah mencapai 416. Semakin tinggi jumlah populasi semakin tinggi penurunan berat yang diakibatkan. Diduga karena kandungan kadar air kacang tanah varietas lokal kepanjen rendah yaitu 7. Berdasarkan Nelson (1974) di negara Amerika Serikat. 6% dapat bertahan disimpan selama 6 bulan.

Kebutuhan nutrisi bagi serangga tidak hanya kecukupan jumlah pakan saja tetapi kesesuaian hama terhadap nutrisi dalam pakan. dan mempertahankan hidup. 1999). Menurut Kartasapoetra (1987) produkproduk pertanian yang tersimpan dalam gudang dengan kadar air tinggi sangat disukai oleh hama gudang. Serangga akan dapat tumbuh dengan normal apabila memperoleh pakan dalam kuntitas dan kualitas yang cukup. Apabila tersedia pakan tetapi tidak sesuai bagi serangga akan mempengaruhi perkembangannya (Kartasapoetra. Selain kandungan nutrisi diduga faktor yang berpengaruh adalah kadar air dalam pakan. 2005). kandungan lemak 0. 11g. Berdasarkan hasil percobaan biologi C. hemipterus adalah energi sebesar 310 kcal. serat 31%. Hingga . Padat populasi C. hemipterus pada kacang tanah diduga kandungan nutrisi yang berbeda antara kacang tanah dan buah ara berpengaruh terhadap perkembagan C. kandungan protein 0. 89 mg serta vitamin C sebesar 2 mg per 100g (Anonimous. Nutrisi yang terkandung dalam kacang tanah adalah 43% kandungan protein. Kadar air dalam biji kacang tanah varietas lokal kepanjen yang tergolong rendah yaitu 7. hemipterus dapat menyebabkan penurunan berat pada kacang tanah. Nutrisi yang terkandung pada buah ara yang merupakan salah satu inang utama C. Kebutuhan kadar air secara umum bagi hama gudang berkisar antara 8 % sampai 10 %. kemudian kandungan vitamin A sebesar 142 g. Nutrisi diperlukan untuk perkembangan. vitamin E 25% dan beberapa kandungan bahan mineral dalam 100g (Penny. kandungan lemak 34%. kelimpahan hama gudang adalah suhu. Semakin tinggi jumlah padat populasi awal semakin tinggi Beberapa faktor yang mempengaruhi kehilangan hasil yang diakibatkan. hemipterus. Kacang Tanah Tanpa Kerusakan pada Perbesaran 10x Pembahasan Umum Nutrisi memegang peranan penting bagi kehidupan serangga. produksi telur. air sebesar 79. 1987). karbohidrat 8%. 14g. kadar air dan sumber makanan.Gambar 9. 70% sedangkan pada buah ara kandungan kadar air relatif tinggi. 3g dan beberapa kandungan vitamin E sebesar 0.

2006). Suhu optimum bagi perkembangan C.batas tertentu. 2004).3° C siklus perkembangan lebih lama yaitu 42 hari (Mason. hemipterus adalah 32° C. Pada dasarnya serangga mempunyai suhu optimum untuk perkembangan (Anonimous. . Apabila suhu optimum perkembangan akan lebih cepat yaitu selama 12 hari sedangkan pada saat suhu rendah mencapai 18. kenaikan suhu lingkungan meningkatkan aktivitas makan. Hal ini menjelaskan sebagian pengaruh suhu terhadap masa perkembangan serangga pascapanen.

dan 7) padat populasi awal satu pasang.BAB V. berat larva adalah 2. 14 ± 0. 05 hari. 23 hari. hemipterus berbentuk oval. 18 ± 0. hemipterus terjadi setelah imago berumur tiga hari. dua pasang dan tiga pasang C. dapat hidup dan berkembang pada kacang tanah Varietas Lokal Kepanjen. berwarna putih kekuningan. 33 ± 0. 08 mm. imago jantan mampu hidup lebih lama dibanding imago betina yaitu 54. 6) imago C. hemipterus pada kacang tanah Varietas Lokal Kepanjen selama 2 bulan . 22 hari. fekunditas imago betina adalah 53.19 mm dan beratnya adalah 1. pada elytra terdapat spot berwarna coklat. 50 ± 0. 39 ± 0. 34 ± 0. siang dan malam hari dengan frekuensi lebih dari satu kali. 11 ± 0. berwarna putih berukuran 1. 3) telur C. imago berukuran 2. sedang lama hidup imago betina 46. berwarna putih bening berukuran 0. tungkai berjumlah tiga pasang. pipih. 40 hari. 04 mg. 5 ± 3. terjadi pada pagi. hemipterus berbentuk oval. 30 hari. 55 ± 0. dengan tungkai berwarna coklat kemerahan. hemipterus bertipe Campodeiform.3 ± 1. berbentuk oval. 11 mm. 04 mm. 79 butir dengan masa oviposisi selama 37 hari. 55 mg. caput berwarna coklat muda dan aktif bergerak berukuran 3. 05 mg dengan lama stadium larva adalah 9. 5) pupa C. 30 ± 0. berwarna coklat kehitaman. berat pupa adalah 1. agak mengkilat. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan : 1) Carpophilus hemipterus L. 4) larva C. stadium telur berlangsung selama 3. 2) aktivitas kawin imago C.11 ± 0. hemipterus bertipe exarate. bentuk tubuh panjang. stadium pupa berlangsung selama 7. 5 ± 2.

. 69%. hemipterus. 51. 41% dan 67. SARAN Sebaiknya dalam menyimpan kacang tanah dengan kadar air yang rendah yaitu dibawah 9% untuk mencegah perkembangan C.penyimpanan menyebabkan penurunan berat berturut-turut sebesar 40. 84%.

Pengenalan Pelajaran Serangga Edisi Keenam. 1998.com/chartgrapefruits. Yogyakarta. Chapman.warintek. http:www.id. Ebeling. Budidaya Kacang-Kacangan.ebeling. D. W. Perpustakaaan Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian (BALITKABI). com. (Coleoptera: Nitidulidae) Over a Range Constan Temperatures. (Diunduh pada 17 Juni 2008). James.net. Pest of Stored Product.. 2005. G. Third Edition. Iptek. http: www. Edward Arnold Publisher Ltd. Nutrient Home Peges. 1999. Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI). Perpustakaan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Anonimous. M. Pest Management in Stored Groundnuts. Urban Entomology. (Diunduh pada 17 Juni 2008) Anonimous. 2000.html. L. Gadjah Mada University Press. Figs Nutritions. 2007. Development and Survivorship of Carpophilus hemipterus L.(Coleoptera: Curculionidae) pada Beras Varietas Aromatik.. Budidaya Nanas (Ananas comosus).22. London.edu. 2000. Ekologi Hama Pasca Panen. Preferensi dan Perkembangan Sitophilus oryzae L. Dick.. dan N.shtml. Entomology UC Riverse. Borror. (Diunduh pada 17 Juni 2008) Ayani. C.ucr. Ekologi hama pasca panen.thefruitpages. 2006. International Crops Research Institute for Semi-Arid Tropics Pathancheru. Yogyakarta.ebeling7.Johnson. Malang. http: www.ind.DAFTAR PUSTAKA Anonimous. D. Skripsi. USDA Nutrient Database for Standar References. Andhara Pradesh 502 324 India Icrisat Information Bulletin No. Entomology. 1997. F. 2002.F.A. Washington State University USA.Tripllehorn. K. Malang. J. The Insect Structure and Function. Carpophilus mutilatus Erichson and Carpophilus humeralis F. 1996. Irrigated Agriculture Research and Extenssion Centre. . R. http: www. (Diunduh pada 17 Juni 2008) Fachruddin.

Pests of Stored Product.jsession.search.Zim. Entomologi Pertanian. 310-315.co.) and Corn Sap Beetle (Carpophilus dimidiatus L.com.do. Published by Chapman and Hall London. Williams. Jakarta. (Diunduh pada 17 Juni 2008) Penny. J. Yogyakarta. Insect on Dried Fruits. Nelson. http: www.en.H.. Gajah Mada University Press. Bina Aksara. (Diunduh pada 19 Agustus 2008) Munro. PT Rineka Cipta. Hama Gudang Kemiri dan Pengendaliannya.. (Diunduh pada 17 Juni 2008) Suprapto.insectdriedfruit. W. 1987. (Diunduh pada 4 September 2008) Nelson. 1974.). 2001.org. (Diunduh pada 8 Maret 2007) Mardiningsih. J.html. L.is.pdfs. Jakarta. 2000. Hutchinson and Co Publisher Ltd 178-202 Great Portland Street. 2003. Mason.entm. Kartasapoetra.edu.Martin. H. Revised and Translate by Van Deer Laan. http: www. S. A. Smartt. Australian Journal of Entomology 39:4. 2004.E-229.publication.fao. London. http: www. E. G.np. G. Jakarta.wikipedia.M. 2004. A. L. 1998. Untung. S. A. K.id. D. 2005. 1951.ot. The Pests of Crops in Indonesia.Hossain. 1998. Hama Hasil Tanaman dalam Gudang.agris. Phenology of Carpophilus Beetle Population (Coleoptera: Nitidulidae. Agris Centre Bogor Indonesia. 1966. PT Ichtiar Baru Van Holve. Pengetahuan Ilmiah Konsumsi Kacang. a Scientific Basis for Improvement. Dried Fruit Beetle (Carpophilus hemipterus L.http: www. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu.research life.purdue. Carpophilus spp) in a Fruit Dump in Northern . California. Jakarta. Malang.peanut. Perpustakaaan Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian (BALITKABI). L.) Famili Nitidulidae. 1994. http: www. http: www. Extension. (Diunduh pada 8 Maret 2007) Jumar. L. and C. T.com. J.pdf. L. The Groundnut Crop.A. S.wikipedia. en. Agricultural Research Service US Departement of Agriculture Fresno. PT Penebar Swadaya Anggota IKAPI. Org.display. Peanut (Arachis hypogaea L. G.konsumsi kacang tanah.gov.wiki. Bertanam Kacang Tanah. Kalshoven.

Australian Journal of Experimental Agriculture. (Diunduh pada 17 Juni 2008) .content.. B. S. (Diunduh pada 17 Juni 2008) Woods.Learmonth.agric..hort.Victoria.com. http: www. 1999.ins.f05699.au.pw.gov. Carpophilus (Dried Fruit Beetle): a Pest of Stone Fruit. and E. CSIRO Publishing 43(10) 1275-1279.wa.pp. Agriculture Western Australia. http: www.Steiner.pdf.

354131 Keterangan : * berbeda nyata pada taraf 5 % Tabel Lampiran 2.TABEL LAMPIRAN Tabel Lampiran 1. Sumber keragaman Perlakuan Galat Total Jk 14. Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Populasi Imago C.8 505.46666667 37. Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Populasi Telur C. hemipterus.86666667 db 2 27 29 kt F hitung 7.6 2450 db 2 27 29 kt F hitung F tabel 5% 383.354131 Keterangan : * berbeda nyata pada taraf 5 % Tabel Lampiran 4.23333 10.354131 62. hemipterus.32593 F tabel 5% 3.480545* 13.385185 F tabel 5% 3.066 359.9 319.8666667 db 2 27 29 kt F hitung 73. hemipterus .354131 Keterangan : * berbeda nyata pada taraf 5 % Tabel Lampiran 3. Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Populasi Larva C. hemipterus .31852 Keterangan : * berbeda nyata pada taraf 5 % .03333 5. Sumber keragaman Perlakuan Galat Total Jk 767.4 1682.3666667 db 2 27 29 kt F hitung 70. Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Populasi Pupa C. Sumber keragaman Perlakauan Galat Total Jk 140.221925* 1.4666667 178.625926 F tabel 5% 3.7 6. Sumber keragaman Perlakuan Galat Total Jk 146.59978* 6.157078* 3.4 51.233333 5.

03 2109. Sumber Keragaman Perlakuan Galat Total Jk 3660. Analisis Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Penurunan Berat Kacang Tanah.95 5769.Tabel Lampiran 5.4178* F tabel 5% 3.1461 F hitung 23.01 78.35413 Keterangan : * berbeda nyata pada taraf 5 % .97 db 2 27 29 kt 1830.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful