Remaja dan Permasalahannya Sofia Retnowati Fakultas psikologi UGM Pengantar Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos

dan stereotip mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja, mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. Sebagaimana diketahui, dalam setiap fase perkembangan, termasuk pada masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik, maka akan tercapai kepuasan, kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. Hurlock (1973) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis, yaitu antara 13 hingga 18 tahun. Menurut Thornburgh (1982), batasan usia tersebut adalah batasan tradisional, sedangkan alran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. Perubahan sosial seperti adanya kecenderungan anak-anak pra-remaja untuk berperilaku sebagaimana yang ditunjukan remaja membuat penganut aliran kontemporer memasukan mereka dalam kategori remaja. Adanya peningkatan kecenderungan para remaja untuk melanjutkan sekolah atau mengikuti pelatihan kerja (magang) setamat SLTA, membuat individu yang berusia 19 hingga 22 tahun juga dimasukan dalam golongan remaja, dengan pertimbangan bahwa pembentukan identitas diri remaja masih terus berlangsung sepanjang rentang usia tersebut. Lebih lanjut Thornburgh membagi usia remaja menjadi tiga kelompok, yaitu: a. Remaja awal : antara 11 hingga 13 tahun

yaitu: 1. Masalah khas remaja. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga 8. Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial 10.b. Remaja akhir: antara 17 hingga 19 tahun. penampilan. Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara 9. yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif 4. Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut. tugas dan nilainilai. Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. sekolah. 1973). tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut: 1. 2. Remaja pertengahan: antara 14 hingga 16 tahun c. Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Hurlock. emosi. kondisi fisik. Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya 5. Mencapai peran sosial maskulin dan feminin 3. Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja 7. Masalah pribadi. Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis 2. . yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi 6. Pada usia tersebut. kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. penyesuaian sosial. seperti masalah pencapaian kemandirian.

kesedihan. depresi dan bunuh diri. Tugas-tugas perkembangan pada masa remaja yang disertai oleh berkembangnya kapasitas intelektual. dan mengalami gangguan emosional. perasaan maupun gangguan perilaku. Menurutnya. remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal. malu. stres dan harapan-harapan baru yang dialami remaja membuat mereka mudah mengalami gangguan baik berupa gangguan pikiran. Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis. kesepian. absurditas. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah. penyalahgunaan obat-obatan. Stres. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti.Elkind dan Postman (dalam Fuhrmann. 1990). problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya. 1990) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. kecemasan. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. Bellak (dalam Fuhrmann. kehilangan harga diri. 1990) menyebutkan tentang fenomena akhir abad duapuluh. ditambah dengan tekanan akibat perubahan kondisi sosial budaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat seringkali mengakibatkan timbulnya . Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. Uraian di atas memberikan gambaran betapa majemuknya masalah yang dialami remaja masa kini. keraguan pada diri remaja membuat mereka mengambil resiko dengan melakukan kenakalan (Fuhrmann. Akibatnya timbul perasaan terasing. keputusasaan. Tekanan-tekanan sebagai akibat perkembangan fisiologis pada masa remaja.

Perkembangan fisik remaja Menurut Imran (1998) masa remaja diawali dengan masa pubertas. pembesaran suara. sedangkan pada remaja putra mengalami pollutio (mimpi basah pertama). pada remaja putri ditandai dengan menarche (menstruasi pertama). dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun.masalah-masalah psikologis berupa gangguan penyesuaian diri atau ganguan perilaku. kumis dan sebagainya. Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapaikemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi. sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin misalnya. pembesaran buah dada. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting. sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun (Katchadurian. pinggul. rangsangan dari lingkungan. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun. iklim. Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun.. tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi. tumbuh rambut pada bagian tertentu seperti di dada. di kaki. Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. . drastis. Penyebab terjadi makin awalnya tanda-tanda pertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik. Menurut Mussen dkk. (1979) sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. dan faktor sosio-ekonomi (Sarwono. 1. tumbuh rambut-rambut pubis. 1989). berlangsung cepat. dalam JEN. 1998). Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organreproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. tumbuhnya rambut-rambut pubis.

Selama masa remaja. perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. Faktor yang mempengaruhinya ada bermacam-macam .Pada masa pubertas. . 2. hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. Misalnya. sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia (Myles dkk. seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya. setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. sebelum wanita berusia 20 tahun secar fisik kondisi organ reproduksi seperti rahim belum cukup siap untuk memelihara hasil pembuahan dan pengembangan janin. Perkembangan Psikis Remaja Ketika memasuki masa pubertas. artinya sudah dapat mempunyai keturunan. Sampoerno dan Azwar (1987) menambahkan bahwa perawatan pra-natal pada calon ibu muda usia biasanya kurang baik karena rendahnya pengetahuan dan rasa malu untuk datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. sekolah. Selain itu. pengaruh media massa. 1993). Menurut Bourgeois dan Wolfish (1994) remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya. nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. agama. Menurut PKBI (1984) secara fisik. Pada masa remaja. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai. misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual. budaya. secara mental pada umur ini wanita belum cukup matang dan dewasa. ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis. teman sebaya. Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini. Di akhir masa remaja. Meskipun demikian. keluarga. usia reproduksi sehat untuk wanita adalah antara 20 – 30 tahun.

maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah). dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis). Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli. Kesibukan orangtua. dan lain sebagainya. Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak g. yaitu: a. Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk) d. Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak e. kehilangan orang tua. Lain-lain. dirawat di rumah sakit. Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak f. antara lain: a. ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di c. Keluarga tidak utuh (broken home by death.Kutub Keluarga ( Rumah Tangga) Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan. Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain h. menjadi anak angkat. Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga c. maka anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sebagaimana diuraikan di atas. Sebagaimana telah disebutkan di muka. Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten. Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas. separation. Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu b. maka resiko untuk berkepribadian anti soial dan . Kurang stimuli kongnitif atau sosial j. dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga. divorce) rumah b. berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja. Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak. Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek d. kontrol yang tidak cukup i.

Kutub Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik. Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti. narkotika. dan lain-lain yang sifatnya Perumahan kumuh dan padat Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini pornografis dan kekerasan . tontonan. dan lain sebagainya. yaitu pertama. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian. Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai d. Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai b. Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai c. a. yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas).berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/maja yang dibesarkan dalam keluarga yang sehat/harmonis (sakinah). TV. Lokasi sekolah di daerah rawan. Kesejahteraan guru yang tidak memadai e. faktor kerawanan masyarakat dan kedua. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut. Kriteria dari kedua faktor tersebut. obat-obatan terlarang lainnya Pengangguran Anak-anak putus sekolah/anak jalanan Wanita tuna susila (wts) Beredarnya bacaan. Majalah. antara lain: a. Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”. muatan agama/budi pekerti yang kurang f. antara lain. Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) 1) hari 2) 3) 4) 5) 6) 7) Peredaran alkohol. dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang.

Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penyalahgunaan alkohol.8) 9) 10) Pencemaran lingkungan Tindak kekerasan dan kriminalitas Kesenjangan sosial b. . pengompasan. merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja. penodongan. perampasan. perampokan Perkosaan Pembunuhan Tindak kekerasan lainnya Pengrusakan Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas. narkotika dan zat aditif lainnya Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal Kebut-kebutan Pencurian.

Sebagaimana diketahui. Apabila individu mampu menyelesaikan tugas perkembangan dengan baik. dan sosial Perkembangan fisik remaja Masa remaja diawali dengan masa pubertas. drastis. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting. Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi. pembesaran buah dada. dan kebahagian juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi. individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. termasuk pada masa remaja. sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin misalnya. psikis. Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organ reproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan. gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja. pinggul. yaitu masa terjadinya perubahanperubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). sedangkan pada remaja putra mengalami . tumbuhnya rambutrambut pubis. pada remaja putri ditandai dengan menarche (menstruasi pertama). dalam setiap fase perkembangan. maka akan tercapai kepuasan.Remaja dan Permasalahannya Sofia Retnowati Fakultas psikologi UGM Pengantar Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. Beberapa perubahan yang dialami remaja adalah perubahan fisik. berlangsung cepat.

sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia. di kaki. seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya. hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. Pada masa pubertas. Di akhir masa remaja. setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai. kumis dan sebagainya. tumbuh rambut-rambut pubis. Sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. teman sebaya. ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis. budaya.pollutio (mimpi basah pertama). misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual. sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun. . keluarga. agama. Perkembangan Psikis Remaja Ketika memasuki masa pubertas. Pada masa remaja. Meskipun demikian. pengaruh media massa. Remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun. Selama masa remaja. tumbuh rambut pada bagian tertentu seperti di dada. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun. dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun. pembesaran suara. artinya sudah dapat mempunyai keturunan. perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini. sekolah.

Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga 8. Ada juga yang membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. Adanya peningkatan kecenderungan para remaja untuk melanjutkan sekolah atau mengikuti pelatihan kerja (magang) setamat SLTA. Batasan remaja menurut usia kronologis.Perkembangan Sosial remaja Perubahan sosial seperti adanya kecenderungan anak-anak pra-remaja untuk berperilaku sebagaimana yang ditunjukan remaja membuat penganut aliran kontemporer memasukan mereka dalam kategori remaja. Pada usia tersebut. yaitu antara 13 hingga 18 tahun. Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara 9. dengan pertimbangan bahwa pembentukan identitas diri remaja masih terus berlangsung sepanjang rentang usia tersebut. Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi 6. Remaja awal : antara 11 hingga 13 tahun e. Remaja akhir: antara 17 hingga 19 tahun. Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja 7. Remaja pertengahan: antara 14 hingga 16 tahun f. Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis 2. tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut: 1. Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya 5. Lebih lanjut Thornburgh membagi usia remaja menjadi tiga kelompok. Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial . Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif 4. membuat individu yang berusia 19 hingga 22 tahun juga dimasukan dalam golongan remaja. Mencapai peran sosial maskulin dan feminin 3. yaitu: d.

Masalah-masalah remaja Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. 1990). penyalahgunaan obat-obatan. kesepian. keraguan pada diri remaja membuat mereka mengambil resiko dengan melakukan kenakalan (Fuhrmann. depresi dan bunuh diri. Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru. yaitu: 1. stres dan harapan-harapan baru yang dialami remaja membuat mereka mudah mengalami gangguan baik berupa gangguan pikiran. penampilan. penyesuaian sosial. kesedihan. Elkind dan Postman (dalam Fuhrmann. 2. Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut. Masalah pribadi. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.10. perasaan maupun gangguan perilaku. kondisi fisik. yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis. seperti masalah pencapaian kemandirian. Stres. tugas dan nilai-nilai. Masalah khas remaja. Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku Tugas-tugas perkembangan pada masa remaja yang disertai oleh berkembangnya kapasitas intelektual. 1990) menyebutkan tentang fenomena akhir abad duapuluh. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah. sekolah. emosi. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat . kecemasan.

Keluarga tidak utuh (broken home by death. absurditas. kehilangan harga diri. problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya. ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di . divorce) rumah f. Uraian di atas memberikan gambaran betapa majemuknya masalah yang dialami remaja masa kini.dapat membuat mereka merasa gagal. malu. ditambah dengan tekanan akibat perubahan kondisi sosial budaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat seringkali mengakibatkan timbulnya masalah-masalah psikologis berupa gangguan penyesuaian diri atau ganguan perilaku. maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah). Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi. Akibatnya timbul perasaan terasing. Bellak (dalam Fuhrmann. keputusasaan. Kutub Keluarga ( Rumah Tangga) Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapaikemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. separation. Menurutnya. Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli. remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. antara lain: e. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. Kesibukan orangtua. dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga. Tekanan-tekanan sebagai akibat perkembangan fisiologis pada masa remaja. dan mengalami gangguan emosional. 1990) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja.

dirawat di rumah sakit. Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak o. Sebagaimana telah disebutkan di muka. maka resiko untuk berkepribadian anti soial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/maja yang dibesarkan dalam keluarga yang sehat/harmonis (sakinah). Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai . g. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut. Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten. dan lain sebagainya. berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja. Lain-lain. Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek n. Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai h. Kurang stimuli kongnitif atau sosial t. yaitu: k. dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis). kehilangan orang tua. Kutub Sekolah Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik.g. Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk) h. kontrol yang tidak cukup s. Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga m. Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain r. Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak p. Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak. Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak q. maka anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sebagaimana diuraikan di atas. Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu l. yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. menjadi anak angkat. Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai i. antara lain. Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas.

Lokasi sekolah di daerah rawan. narkotika dan zat aditif lainnya Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal Kebut-kebutan Pencurian. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian. Kriteria dari kedua faktor tersebut. Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas) 10) 11) 12) 13) 14) Penyalahgunaan alkohol. TV. antara lain: c. penodongan. yaitu pertama. Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti. muatan agama/budi pekerti yang kurang l. faktor kerawanan masyarakat dan kedua. narkotika. obat-obatan terlarang lainnya Pengangguran Anak-anak putus sekolah/anak jalanan Wanita tuna susila (wts) Beredarnya bacaan. dan lain-lain yang sifatnya Perumahan kumuh dan padat Pencemaran lingkungan Tindak kekerasan dan kriminalitas Kesenjangan sosial Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini pornografis dan kekerasan d. Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) 11) hari 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) Peredaran alkohol. perampokan Perkosaan . pengompasan. faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). Majalah. Kesejahteraan guru yang tidak memadai k. tontonan. Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial) Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”. dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang.j. perampasan. dan lain sebagainya.

merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja.15) 16) 17) 18) Pembunuhan Tindak kekerasan lainnya Pengrusakan Coret-coret dan lain sebagainya Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas. .

KELUARGA .

REMAJA MASYARA KAT PERILAKU MENYIMPANG SEKOLAH .