P. 1
anak berkebutuhan khusus

anak berkebutuhan khusus

|Views: 127|Likes:
Published by Maxmill Kolin

More info:

Published by: Maxmill Kolin on Oct 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2013

pdf

text

original

fastabiqul khoirot

Sekadar sebuah weblog Blog UIN MALIKI MALANG lainnya RSS
 

Home Perihal

Search...

STRATEGI PEMBELAJARAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Jun 14 ana suryaningsihTak Berkategori No Comments STRATEGI PEMBELAJARAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS A. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami problema dalam belajar, hanya saja problema tersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari orang lain karena dapat diatasi sendiri oleh anak yang bersangkutan dan ada juga yang problem belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatka perhatian dan bantuan dari orang lain. Anak luar biasa atau disebut sebagai anak berkebutuhan khusus (children with special needs), memang tidak selalu mengalami problem dalam belajar. Namun, ketika mereka diinteraksikan bersama-sama dengan anak- anak sebaya lainnya dalam system pendidikan regular, ada hal-hal tertentu yang harus mendapatkan perhatian khusus dari guru dan sekolah untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (student with special needs) membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing – masing . Dalam penyusunan progam pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas sudah memiliki data pribadi setiap peserta didiknya. Data pribadi yakni berkaitan dengan karateristik spesifik, kemampuan dan kelemahanya, kompetensi yang dimiliki, dan tingkat perkembanganya. Karakteristik spesifik student with special needs pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional . Karaktristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensori motor, kognitif, kemampuan berbahasa, ketrampilan diri, konsep diri, kemampuan berinteraksi social serta kreativitasnya.

2. Model pembelajaran terhadap peserta didik berkebutuhan khusus yang di persiapkan oleh guru di sekolah. PEMBAHASAN 2. B. Apakah definisi dari anak berkebutuhan khusus? 2. sosial. Pembelajaran tersebut disusun secara khusus melalui penggalian kemampuan diri peserta didik yang didasarkan pada kurikulum berbasis kompetensi. SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda. contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. di tujukan agar peserta didik mampu berinteraksi terhadap lingkungan social. emosi atau fisik. Rumusan Masalah 1. Jenis Dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus . Tujuan 1. 1. 1. Kegiatan ini biasanya memerlukan penggunaan instrument khusus secara baku atau di buat sendiri oleh guru kelas. mental-intelektual.[3] Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus. 1. kompetensi seharihari dan kompetensi akademik. Mengidentifikasi jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus. Kompetensi ini terdiri atas empat ranah yang perlu diukur meliputi kompetensi fisik. Tujuannya agar saat memprogamkan pembelajaran sudah dipikirkan mengenbai bentuk strategi pembelajaran yanag di anggap cocok. Menjelaskan definisi dari anak berkebutuhan khusus. Bagaimana jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus? 3. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing.Untuk mengetahui secara jelas tentang karakteristik dari setiap siswa seorang guru terlebih dahulu melakukan skrining atau asesmen agar mengetahui secara jelas mengenai kompetensi diri peserta didik bersangkutan. 3. Asesmen di sini adalah proses kegiatan untuk mengetahui kemampuan dan kelemahan setiap peserta didik dalam segi perkembangan kognitif dan perkembangan social. 2. Menjelaskan strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Definisi Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental. 3. dan emosional) dalam proses pertumbuhkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. SLB bagian D untuk tunadaksa. SLB bagian A untuk tunanetra. ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. SLB bagian C untuk tunagrahita. melalui pengamatan yang sensitive. [1]Dalam makalah ini akan dibahas mengenai ”Strategi Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus” 1. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. 2. Bagaimana strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus? 1.[2] Anak dengan kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan mengalami kelainan/ penyimpangan (fisik. kompetensi afektif. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki. SLB bagian B untuk tunarungu.

4. Koordinasi gerakan kurang (gerakan sering tidak terkendali). Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler). misalnya kepala terlalu kecil/besar.Anak berkebutuhan khusus yang paling banyak mendapat perhatian guru antara lain[4] : a. yaitu antara masa konsepsi hingga usia 18 tahun. 4. 6. bermasyarakat. dan kerja. Japan League for Mentally Retarded (1992: p. Keterampilan adaptif mencakup area : komunikasi. antara lain: 1. 20-22). Di awal tahun 60-an.22) dalam B3PTKSM (p. (p. Tunalaras dapat disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan sekitar. apabila menunjukkan adanya satu atau lebih dari lima komponen berikut: . dan menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif. home living. yaitu IQ 70 ke bawah berdasarkan tes intelegensi baku. dan terjadi pada masa perkembangan.Tunagrahita (Mental retardation) Ada beberapa definisi dari tunagrahita. 5. Perkembangan bicara/bahasa terlambat Tidak ada/kurang sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong). ketunagrahitaan muncul sebelum usia 18 tahun. Menurut WHO seorang tunagrahita memiliki dua hal yang esensial yaitu fungsi intelektual secara nyata di bawah rata-rata dan adanya ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan norma dan tututan yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Eli M. mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita ialah fungsi intelektualnya lamban. 3. 5. kekurangan dalam perilaku adaptif. 1.  Penampilan fisik tidak seimbang. yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes individual. tunagrahita merujuk pada keterbatasan fungsi intelektual umum dan keterbatasan pada keterampilan adaptif. Bower (1981). Tunalaras (Emotional or behavioral disorder) Nilai standarnya 4 Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. b. 3. waktu luang. 2. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia. mengontrol diri. anak dengan hambatan emosional atau kaelainan perilaku. individu tunalaras biasanya menunjukan prilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku disekitarnya.[5] Adapun cara mengidentifikasi seorang anak termasuk tunagrahita yaitu melalui beberapa indikasi sebagai berikut: 1. yang muncul sebelum usia 16 tahun. 2. functional academics. American Association on Mental Deficiency (AAMD) dalam B3PTKSM. 20) mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita sebagai kelainan yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (sub-average). The New Zealand Society for the Intellectually Handicapped menyatakan tentang tunagrahita adalah bahwa seseorang dikatakan tunagrahita apabila kecerdasannya jelas-jelas di bawah rata-rata dan berlangsung pada masa perkembangan serta terhambat dalam adaptasi tingkah laku terhadap lingkungan sosialnya. keterampilan sosial. merawat diri. Menurut definisi ini. Definisi tunagrahita yang dipublikasikan oleh American Association on Mental Retardation (AAMR).

Terdapat kelainan organis telinga. Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar.  Nilai standarnya 7. Ucapan kata tidak jelas. 5.1. 9. Kualitas suara aneh/monoton. Tunarungu Wicara (Communication disorder and deafness) Tunarungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen. 7. 2. bahasa isyarat dan bahasa tubuh. Bersikap membangkang. Sering melakukan tindakan aggresif. Gangguan pendengaran ringan(41-55dB). 4. 5. Banyak perhatian terhadap getaran. Individu tunarungu cenderung kesulitan dalam memahami konsep dari sesuatu yang abstrak. . Bertingkah laku atau berperasaan tidak pada tempatnya. Gangguan pendengaran ekstrim/tuli(di atas 91dB). 5. Kurang/tidak tanggap bila diajak bicara. 1. Anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku juga bisa diidentifikasi melalui indikasi berikut:[6] 1. Karena memiliki hambatan dalam pendengaran individu tunarungu memiliki hambatan dalam berbicara sehingga mereka biasa disebut tunawicara. 3. 2. untuk abjad jari telah dipatenkan secara internasional sedangkan untuk isyarat bahasa berbeda-beda di setiap negara. Bertendensi kea rah symptoms fisik: merasa sakit atau ketakutan berkaitan dengan orang atau permasalahan di sekolah. Klasifikasi tunarungu berdasarkan tingkat gangguan pendengaran adalah:[7] 1. sensori atau kesehatan. 4. Cara berkomunikasi dengan individu menggunakan bahasa isyarat. Terlambat perkembangan bahasa. Tidak mampu mendengar. Gangguan pendengaran sedang(56-70dB). 3. 10. 4. 2. 3. Sering bertindak melanggar norma social/norma susila/hukum. Mudah terangsang emosinya. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi. Berikut identifikasi anak yang mengalami gangguan pendengaran[8]: 1. 3. c. Tidak mampu belajar bukan disebabkan karena factor intelektual. Secara umum mereka selalu dalam keadaan pervasive dan tidak menggembirakan atau depresi. Keluar nanah dari kedua telinga. 6. Gangguan pendengaran sangat ringan(27-40dB). Gangguan pendengaran berat(71-90dB). 4. 8. Tidak mampu untuk melakukan hubungan baik dengan teman-teman dan guru-guru. 2. saat ini dibeberapa sekolah sedang dikembangkan komunikasi total yaitu cara berkomunikasi dengan melibatkan bahasa verbal.

Oleh karena itu prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan pengajaran kepada individu tunanetra adalah media yang digunakan harus bersifat taktual dan bersuara. dan lumpuh. Mata bergoyang terus. Tunadaksa (physical disability) Tunadaksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuro-muskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan. d. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam. Sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan. Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa. Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter. maka anak termasuk tunanetra. sakit atau akibat kecelakaan. 4.1. Tingkat gangguan pada tunadaksa adalah ringan yaitu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik tetap masih dapat ditingkatkan melalui terapi. amputasi. termasuk celebral palsy. Berikut identifikasi anak yang mengalami gangguan penglihatan:[9] 1. 1. Karena tunanetra memiliki keterbataan dalam indra penglihatan maka proses pembelajaran menekankan pada alat indra yang lain yaitu indra peraba dan indra pendengaran. berat yaitu memiliki keterbatasan total dalam gerakan fisik dan tidak mampu mengontrol gerakan fisik. e. 6. tunanetra dapat diklasifikasikan kedalam dua golongan yaitu: buta total (Blind) dan low vision. Definisi Tunanetra menurut Kaufman & Hallahan adalah individu yang memiliki lemah penglihatan atau akurasi penglihatan kurang dari 6/60 setelah dikoreksi atau tidak lagi memiliki penglihatan. Untuk membantu tunanetra beraktivitas di sekolah luar biasa mereka belajar mengenai Orientasi dan Mobilitas. Kerusakan nyata pada kedua bola mata. Berikut identifikasi anak yang mengalami kelainan anggota tubuh tubuh/gerak tubuh:[10] 1. Nilai standarnya adalah 6. 2. sedang yaitu memilki keterbatasan motorik dan mengalami gangguan koordinasi sensorik. 5. Orientasi dan Mobilitas diantaranya mempelajari bagaimana tunanetra mengetahui tempat dan arah serta bagaimana menggunakan tongkat putih (tongkat khusus tunanetra yang terbuat dari alumunium). 4. Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna. Terdapat cacat pada alat gerak. tidak lentur/tidak terkendali). gambar timbul. 7. 6. polio. Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/besisik/kering. Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk. sedangkan media yang bersuara adalah tape recorder dan peranti lunak JAWS. contohnya adalah penggunaan tulisan braille. 3. artinya bila anak mengalami minimal 6 gejala di atas. 5. dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal. . Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh. Mengalami kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya. 2.  Tidak mampu melihat. 3. Tunanetra (Partially seing and legally blind) Tunanetra adalah individu yang memiliki hambatan dalam penglihatan. benda model dan benda nyata.

dislexia. Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan. 3. Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris.  Nilai standarnya 4. individu kesulitan belajar memiliki IQ rata-rata atau diatas ratarata. menulis dan berhitung[11]: 1. 1. 4. tunaganda adalah mereka yang mempunyai kelainan perkembangan mencakup kelompok yang mempunyai hambatan-hambatan perkembangan neurologis yang disebabkan oleh satu atau dua kombinasi kelainan dalam kemampuan seperti intelegensi. p dengan q. 2 dengan 5. gerak. Anak yang mengalami kesulitan berhitung (diskalkula) 2. 5. 1. berbicara yang disebabkan karena gangguan persepsi. 2. 3. <. g. atau hubungan pribadi di masyarakat. Sulit membedakan tanda-tanda: +. Berikut adalah karakteristik anak yang mengalami kesulitan belajar dalam membaca. gangguan orientasi arah dan ruang dan keterlambatan perkembangan konsep. gangguan koordinasi gerak. 3. = 3. 2. Seseorang dengan hambatan-hambatan yang memerlukan modifikasi khusus. mengalami gangguan motorik persepsi-motorik. Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai. 1. dan sebagainya. berbicara dan menulis yang dapat memengaruhi kemampuan berfikir. Kalau membaca sering banyak kesalahan Nilai standarnya 3. dan afasia perkembangan. bahasa. f. Anak yang mengalami kesulitan menulis (disgrafia) 2. Walker (1975) berpendapat mengenai tunaganda sebagai berikut: 1. Seseorang dengan dua hambatan yang masing-masing memerlukan layanan-layanan pendidikan khusus. . Kemampuan memahami isi bacaan rendah. -. Sering salah menulis huruf b dengan p. membaca. Tunaganda (Multiple handicapped) Menurut Johnston & Magrab.  Anak yang mengalami kesulitan membaca (disleksia) Perkembangan kemampuan membaca terlambat. disfungsi minimal otak. berhitung. 6. 4. :. 6 dengan 9. x. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca. 1. >. brain injury. Hiperaktif/tidak dapat tenang. Seseorang dengan hambatan-hambatan ganda yang memerlukan layanan teknologi.7.  Nilai standarnya 5. Kesulitan Belajar (Learning disabilities) Anak dengan kesulitan belajar adalah individu yang memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa. Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang. v dengan u.

2. Terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan. juga terhadap masalah orang dewasa. Anak Berbakat (Giftedness and special talents) Menurut Milgram. Mempunyai inisiatif dan dapat berkeja sendiri. Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang. 5. . 2. Berpikir kreatif atau berpikir murni menyeluruh. Membaca lebih cepat dan lebih banyak. 1. atau ilmu pengetahuan alam.1987 dalam Amin. 1996:3). 4. mengacu pada kemampuan berpikir secara abstrak dan mampu memecahkan masalah secara sistematis dan masuk akal. Sulit membedakan bangun-bangun geometri. 1975:120). Memberi jawaban-jawaban yang baik. psikomotor dan psikososial (Sisk. terutama terhadap 1.M (1991:10). Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. mempunyai kreativitas tinggi (Guilford. estetika. 1. teknik. 1. anak berbakat adalah mereka yang mempunyai skor IQ 140 atau lebih diukur dengan instrument Stanford Binet (Terman. Membaca pada usia lebih muda. tugas atau bidang yang diminati. Mempunyai bakat kreatif khusus. R. Kemampuan intelektual khusus. 1. Sering salah membedakan angka 9 dengan 6. bersifat orisinil dan berbeda dengan yang lain. Luwes dalam berpikir. 5. 3. Mempunyai kemampuan intelektual atau intelegensi yang menyeluruh. sebagai berikut: 1. Memiliki perbendaharaan kata yang luas. 2. fisik (Freemen. juga terhadap diri sendiri. Berikut identifikasi anak berbakat atau anak yang memilki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa[12]: 1.  Nilai standarnya 4. J. Berpikir kritis. 7. bahasa asing. 4. 2. 1972). 2 dengan 5. m.4. M. social. h. Menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal. kemampuan memimpin dan kemampuan dalam seni drama. 1925). 8. Dari keempat kategori di atas. Sering salah membilang dengan urut. 3 dengan 8. Mempunayi minat yang luas. Dapat memberikan banyak gagasan. akademik. Anak berbakat mempunyai empat kategori. seni tari dan seni rupa (Marlan. 6. 6. 17 dengan 71. Mempunyai pengamatan yang tajam. mengacu pada kemampuan yang berbeda dalam matematika. music. 3. maka anak berbakat adalah mereka yang mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul dalam segi intelektual. dan sebagainya. Pada umumnya mampu berpikir untuk menyelesaikan masalah yang tidak umum dan memerlukan pemikiran tinggi. 1956).

Senang mencoba hal-hal baru. Selalu diam sepanjang waktu. Gejala-gejala autism menurut Delay & Deinaker (1952) dan Marholin & Philips (1976) antara lain: 1. dan mata sayu dan selalu memandang ke bawah. a hearing deficit or mental retardaction. 1. 1986: 261). 3. anak-anak korban bencana alam. Mempunyai daya abstraksi. Tidak peduli terhadap lingkungannya. 3. j. Dewasa ini banyak kalangan medis masih menyebut anak hiperaktif dengan istilah attention deficit disorder (ADHD) (Solek.1. (Batshaw & Perret. Peka (sensitif) serta menggunakan firasat (intuisi). Autism Syndrome merupakan kelainan yang disebabkan adanya hambatan pada ketidakmampuan berbahasa yang diakibatkan oleh kerusakan pada otak. muka pucat. kemudian dengan suara yang aneh akan menceritakan dirinya dengan beberapa kata kemudian diam menyendiri lagi. Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah. Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan. Secara umum anak autis mengalami kelainan dalam berbicara. Jika ada pertanyaan terhadapnya. 2. Tidak tampak ceria. Cepat menangkap hubungan sebabakibat. tidak menunjukkan rasa takut dan tidak menyenangi sekelilingnya. Hyperactive (Attention Deficit Disorder with Hyperactive) Hyperactive bukan merupakan penyakit tetapi suatu gejala atau symptoms. Mempunyai daya ingat yang kuat. P. Berperilaku terarah pada tujuan. 1. kecuali terhadap benda yang disukainya.  Tidak cepat puas dengan prestasinya. 3. Mempunyai daya imajinasi yang kuat. dan sintesis yang tinggi. serta . 2004:4) 1. Tidak pernah bertanya. Anak Autistik Nilai standarnya 18. 2. 3. Hal tersebut dapat terlihat dengan adanya keganjilan perilaku dan ketidakmampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. an emotional disturbance. w. konseptualisasi. anak-anak jalanan (anjal). i. 4. 5. Adapun yang termasuk kategori ABK temporer meliputi: anak-anak yang berada di lapisan strata sosial ekonomi yang paling bawah. Mempunyai banyak kegemaran (hobi). 6. kelainan fungsi saraf dan intelektual. Senang tidur bermalas-malasan atau duduk menyendiri dengan tampang acuh. 5. 3. Strategi Pembelajaran Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus (ABK) ini ada dua kelompok. anak-anak di daerah perbatasan dan di pulau terpencil. yaitu: ABK temporer (sementara) dan permanen (tetap). 4. 2. 1. jawabannya sangat pelan dengan nada monoton. 4.symptoms terjadi disebabkan oleh factor-faktor brain damage.

dan lain-lain. guru. tentu memerlukan strategi khusus. Staub dan Peck (1995) menyatakan bahwa: pendidikan inklusi[14] adalah penempatan anak berkelainan tingkat ringan. antara lain: 1. Untuk menangani ABK tersebut dalam setting pendidikan inklusif di Indonesia. Lebih dari itu. Hal ini menunjukkan bahwa kelas reguler merupakan tempat belajar yang relevan bagi anak berkelainan. Stainback dan Stainback (1990) mengemukakan bahwa: sekolah inklusi[13] adalah sekolah yang menampung semua siswa di kelas yang sama. Anak Berkesulitan Belajar.anak-anak yang menjadi korban HIV-AIDS. materi pelajaran. menerapkan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mengoptimalkan peranan guru. Pendidikan inklusi mempunyai pengertian yang beragam. tunadaksa. Sementara itu. dan saling membantu dengan guru dan teman sebayanya. dan informal. memasukkan aspek fleksibilitas dan aksesibilitas ke dalam sistem pendidikan pada jalur formal. sekolah inklusi juga merupakan tempat setiap anak dapat diterima. sehingga menjadi komunitas yang mendukung pemenuhan kebutuhan khusus setiap anak. Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pembelajaran . . 1995). Autis. ditekankan adanya perombakan sekolah. Oleh karena itu. Di bawah ini beberapa strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus: 1. 1995) menyatakan bahwa pendidikan inklusi sebagai sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan agar semua anak berkelainan dilayani di sekolah-sekolah terdekat. apapun jenis kelainannya dan bagaimanapun gradasinya. yaitu: peraturan perundang-undangan yang menyatakan jaminan kepada setiap warga negara Indonesia (termasuk ABK temporer dan permanen) untuk memperoleh pelayanan pendidikan. Dalam hal ini. metode. siswa. menantang. media. Hal ini dilandasi oleh kenyataan bahwa di dalam masyarakat terdapat anak normal dan anak berkelainan yang tidak dapat dipisahkan sebagai suatu komunitas. dan berat secara penuh di kelas reguler. maupun anggota masyarakat lain agar kebutuhan individualnya dapat terpenuhi. Strategi pembelajaran bagi anak tunanetra Strategi pembelajaran pada dasarnya adalah pendayagunaan secara tepat dan optimal dari semua komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran yang meliputi tujuan. maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru agar anak-anak berhasil. tunalaras. 1. Sedangkan yang termasuk kategori ABK permanen adalah anak-anak tunanetra. Selanjutnya. lingkungan belajar dan evaluasi sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efesien. tunagrahita. Selain itu. sehingga sumber belajar menjadi memadai dan mendapat dukungan dari semua pihak. Berdasarkan pengolahan pesan terdapat dua strategi yaitu strategi pembelajaran deduktif dan induktf. ada empat strategi pokok yang diterapkan pemerintah. tetapi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa. orang tua. Sapon-Shevin (O’Neil. nonformal. anak berkelainan dididik bersama-sama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya (Freiberg. tunarungu. yaitu para siswa. Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak. dan masyarakat sekitarnya. Anak berbakat dan sangat cerdas (Gifted). sedang. Melalui pendidikan inklusi. ADHD (Attention Deficiency and Hiperactivity Disorders). menjadi bagian dari kelas tersebut. di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. guru.

Berdasarkan pihak pengolah pesan yaitu strategi pembelajaran ekspositorik dan heuristic. Strategi kooperatif 3. content dan produk. Tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual semata tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional. 4. Pendidikan integrasi (terpadu) Pendidikan segresi (terpisah) Penataan lingkungan belajar 5. Strategi pembelajaran bagi anak tunadaksa Strategi yang bias diterapkan bagi anak tunadaksa yaitu melalui pengorganisasian tempat pendidikan. ada strategi lain yang dapat diterapkan yaitu strategi individualisasi. kooperatif dan modifikasi perilaku. Berdasarkan jumlah siswa yaitu strategi klasikal. 3. Kauffman (1985) mengemukakan modelmodel pendekatan sebagai berikut. nilai. Strategi pembelajaran bagi anak tunagrahita Strtegi pembelajaran anak tunagrahita ringan yang belajar di sekolah umum akan berbeda dengan strategi anak tunagrahita yang belajar di sekolah luar biasa. kreativitas dan bidang khusus. 2. Model psikodinamika . dan melalui media. Strategi pembelajaran bagi anak tunalaras Untuk memberikan layanan kepada anak tunalaras. Selain strategi yang telah disebutkan di atas. 3. 1. Model-model layanan yang bias diberikan pada anak berbakat yaitu model layanan perkembangan kognitif-afektif. 5. 4. Berdasarkan pengaturan guru yaitu strategi pembelajaran dengan seorang guru dan beregu. Beradsarkan interaksi guru dan siswa yaitu strategi tatap muka. sebagai berikut: 1. Strategi yang dapat digunakan dalam mengajar anak tunagrahita antara lain. Model behavioral/tingkah laku 3. 1.2. 1. Model biogenetic 2. Pembelajaran harus diwarnai dengan kecepatan dan tingkat kompleksitas. 3. 4. 1. Strategi pembelajaran bagi anak berbakat Strategi pembelajaran yang sesuai denagan kebutuhan anak berbakat akan mendorong anak tersebut untuk berprestasi. moral. Strategi modifikasi tingkah laku 1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam meneentukan strategi pembelajaran adalah : 1. kelompok kecil dan individual. Berorientasi pada modifikasi proses. 2. 2. Strategi pembelajaran yang diindividualisasikan 2. 3.

kelompok. KESIMPULAN Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus. Abdurrahman. Jakarta: Rineka Cipta. MD. 6. semi konkret dan tingkat abstrak. anak-anak di daerah perbatasan dan di pulau terpencil. Anak Berkesulitan Belajar. I. Bandi. 2007. Live-Span Development. Towards Inclusion. Anak berbakat dan sangat cerdas (Gifted). kooperatif dan modifikasi perilaku. dan lain-lain. Santrock. klasikal.K. Proses Belajar Mengajar. heuristic. tunagrahita. Hamalik. Anak berkesulitan belajar berhitung yaitu melalui program remidi yang sistematis sesuai dengan urutan dari tingkat konkret. Bandung: Refika Aditama.A. Anak berkesulitan belajar membaca yaitu melalui program delivery dan remedial teaching 2. USA. Bandung: Refika Aditama. Anak berkesulitan belajar menulis yaitu melalui remedial sesuai dengan tingkat kesalahan. anak-anak jalanan (anjal). 2007. 2006. tunalaras. individual. C. 6.G. Autis. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. ekspositorik. Strategi pembelajaran bagi anak dengan kesulitan belajar 1. tunarungu. ADHD (Attention Deficiency and Hiperactivity Disorders). induktif. DAFTAR PUSTAKA Delphie. Brown & . Bandi. 2006. serta anak-anak yang menjadi korban HIV-AIDS. tunadaksa. 1. Delphie. ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Adapun yang termasuk kategori ABK temporer meliputi: anak-anak yang berada di lapisan strata sosial ekonomi yang paling bawah. Mulyono. 1999. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Anak berkebutuhan khusus (ABK) ini ada dua kelompok. Jakarta: Universitas Terbuka. John W.4.Oslo: Unipub forlag. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. (1997). Sedangkan yang termasuk kategori ABK permanen adalah anak-anak tunanetra. yaitu: ABK temporer (sementara) dan permanen (tetap). Pengantar Pendidikan Luar Biasa. Skjorten. 7. Education-Special Needs Education An Introduction. anak-anak korban bencana alam. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki. Model ekologis 5. Jakarta: Bumi Aksara. (2001). Strategi pembelajaran bagi anak tunarungu Strategi yang biasa digunakan untuk anak tunarungu antara lain: strategi deduktif. Pembelajaran Anak Tunagrahita. Wardani. Oemar.Sixth Edition. 3.

com/artikel/tag/anak-berkebutuhan-khusus [12] http://bintangbangsaku.com/artikel/tag/anak-berkebutuhan-khusus [7] http://id.bintangbangsaku.com/content/prinsip-prinsip-pembelajaran-di-sekolahinklusi-tuna-laras No related posts. dalam smith et al. 2005: 28-45. Th. Artikel in Johnsen.bintangbangsaku.com/artikel/tag/anak-berkebutuhan-khusus [11] http://bintangbangsaku.org/wiki/Anak_berkebutuhan_khusus [3] http://bintangbangsaku.com/artikel/tag/anak-berkebutuhan-khusus http://vantheyologi. [2] http://id. MD.Benchmark Publisher.bintangbangsaku. http://www. (2001)..com/2009/10/19/anak-tuna-netra/ [1] Greenspan.com/artikel/tag/anak-berkebutuhan-khusus [9] http://bintangbangsaku.org/wiki/Anak_berkebutuhan_khusus http://bintangbangsaku.wikipedia.com/content/prinsip-prinsip-pembelajaran-di-sekolah-inklusituna-laras http://www.com/content/prinsip-prinsip-pembelajaran-di-sekolahinklusi-tuna-laras [14] http://www. Oslo: Unipub forlag.wordpress.com/artikel/tag/anak-berkebutuhan-khusus [13] http://www.pdfqueen.com/artikel/tag/anak-berkebutuhan-khusus [4] Kauffman dan Hallahan. Skjorten. Towards Inclusion and Enrichment.com/html http://id.wikipedia. [5] http://bintangbangsaku.org/wiki/Anak_berkebutuhan_khusus [8] http://bintangbangsaku. 1997: 131.com/artikel/tag/anak-berkebutuhan-khusus [6] http://bintangbangsaku. 2002: 95.com/artikel/tag/anak-berkebutuhan-khusus [10] http://bintangbangsaku.wikipedia. Epistemologi Islam .

Leave a Reply Name (required) Mail (required) Website CAPTCHA Code Pages  Perihal Category  Tak Berkategori (4) Archives  Juni 2011 Recent Comments  UIN Blogger on Halo dunia! Meta     Daftar Masuk log UIN Blogger UIN MALIKI Malang © fastabiqul khoirot 2011 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->