Makalah ini disusun guna melengkapi mata kuliah MATERI PAI Disusun oleh : Kelompok III Khoirul Amri

Mahfud Zaini Nur Khoiri M. Mansyur Fauzi Program studi: Pendidikan agama Islam (PAI)

STAI MA’ARIF KOTA METRO Jl. RA Kartini 28 purwosari kec. Metro Utara Kota Metro Telp. 0725-7851430 KATA PENGANTAR
ii

kami tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini. Metro. Dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Dosen pembimbing yang telah membimbing kami. sehingga berkat karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Sumber Agama dan Ajaran Agama Islam”. Dalam penyusunan makalah ini kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun sendiri maupun kepada pembaca umumnya.28 Oktober 2010 Penyusun DAFTAR ISI iii .Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua.

...................................Halaman Judul ............. Sumber Ajaran Agama Islam ....................................2 1... Penutup ............... Sumber Agama dan Ajaran Agama Islam ......................... 9 iv ...................................................................................... 9 Kesimpulan ....... Pembahasan ............................................................................................... Hukum Wad‟iy.......................................................................... Pendahuluan ................................................................................................................................ iii Daftar Isi ........................................................................... II........................................................3 2.................. 1 Bab................................. ii Kata Pengantar .........................................................................................................................................2 A......... Hukum Taklify .......................... 4 Bab III...................................................................................................................................................2 B....................................................................................................................................................................... iv Bab I.....

al-karahah. sah. rukhsah (kemudahan) atau azimah. makruh. penghalang. Sedangkan menurut ulama fikih. Perbuatan yang dituntut tersebut disebut wajib. dan mubah. Menurut ulama usul fikih. al-mandub. Hukum Islam disebut juga syariat atau hukum Allah SWT. haram. 1 . hukum adalah tuntutan Allah SWT (Alquran dan hadis) yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf (orang yang sudah balig dan berakal sehat). baik muslim maupun bukan muslim. atau menjadikan sesuatu sebagai syarat. pemilihan. terlebih dahulu kita harus mengetahui pengertian hukum Islam. Syariat Islam juga merupakan hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat manusia. yaitu hukum atau undang-undang yang ditentukan Allah SWT sebagaimana terkandung dalam kitab suci Alquran dan hadis (sunah). baik berupa tuntutan.BAB I PENDAHULUAN Sebelum membahas pengertian sumber hukum Islam. dan al-ibahah. sunah (mandub). Hukum artinya menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakannya. hukum adalah akibat yang ditimbulkan oleh syariat (Alquran dan hadis) berupa al-wujub. batal. al-hurmah.

 Janji dan ancaman (al wa‟d wal wa‟iid). 2 . Agama Islam bersumber dari Al-qur‟an yang memuat wahyu Allah dan Al-Hadis yang memuat Sunah Rosululloh SAW. dapat dibedakan tetapi tidak mungkin dipisahkan. Huruf-huruf serta kata-kata dari satu bagian kebagian lain secara teratur dikatakan al-Qur‟an karena ia berisikan intisari dari semua kitabullah dan intisari dari ilmu pengetahuan. al-Qur‟an berasal dari kata qara‟a.BAB II PEMBAHASAN Pada judul bab ini ada dua hal penting yang sebaiknya dijelaskan lebih dahulu.” Sedangkan menurut para ulama klasik. qiraa‟atan atau qur‟aanan yang berarti mengumpulkan (al-jam‟u) dan menghimpun (al-dlammu). merupakan mu‟jizat dan diriwayatkan secara mutawatir serta membacanya adalah ibadah. yaqra‟u. Allah berfirman : “ Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Al-Qur‟an Secara etimologis. Dalam Islam ada dua ajaran yang disebut a. Adapun pokok-pokok kandungan dalam al-Qur‟an antara lain:  Tauhid. apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.  Kisah umat terdahulu. Yang dikembangkan adalah ajaran agama yang terdapatdalam Al-Quran dan Hadis. yaitu semua bentuk perbuatan sebagai manifestasi dari kepercayaan ajaran tauhid. Kedua hubungan ini mempunyai hubungan yang sangat erat. Komponen utama agama Islam atau usur utama agama Islam (Akidah. Ajaran Islam adalah pengembangan agama Islam. seperti para Nabi dan Rasul dalam menyiarkan risalah Allah maupun kisah orang-orang shaleh ataupun orang yang mengingkari kebenaran al-Qur‟an agar dapat dijadikan pembelajaran bagi umat setelahnya. Syari'‟ah & akhlak) dikembangkan dengan rakyu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk mengembangkannya. al-Qur‟an didefinisikan sebagai berikut: Al-Qur‟an adalah kalamullah yang diturunkan pada Rasulullah dengan bahasa Arab. yaitu sumber agama Islam atau sumber ajaran agama Islam. yaitu kepercayaan terhadap ke-Esaan Allah dan semua kepercayaan yang berhubungan dengan-Nya.  Ibadah. yaitu janji pahala bagi orang yang percaya dan mau mengamalkan isi al-Qur‟an dan ancaman siksa bagi orang yang mengingkarinya.

yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah SWT. atau Ilmu Kalam. Hukum aqdiyah (pengadilan). serta manusia dengan lingkungan sekitar. Termasuk ke dalam hukum muamalat adalah sebagai berikut: Hukum munakahat (pernikahan). zakat. Hukum jual-beli dan perjanjian. Hukum jinayat (pidana). b. antara manusia dengan sesama manusia. misalnya salat. yakni hukum yang berkaitan dengan perilaku normal manusia dalam kehidupan.Al-Quran mengandung tiga komponen dasar hukum. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Fikih. Hukum Amaliah. Hukum ini tercermin dalam konsep Ihsan. perbuatan. yakni hukum yang mengatur hubungan rohaniah manusia dengan Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan dengan akidah/keimanan. yaitu hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. yakni:             Hukum ibadah. Hukum amaliah ini tercermin dalam Rukun Islam dan disebut hukum syara/syariat. As-Sunnah dibagi menjadi empat macam. Ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Tauhid. Hukum jihad (peperangan). AS-SUNNAH ATAU AL-HADIST Sunnah menurut istilah syar‟i adalah sesuatu yang berasal dari Rasulullah Saw. Sunnah berfungsi sebagai penjelas ayat-ayat alQur‟an yang kurang jelas atau sebagai penentu beberapa hukum yang tidak terdapat dalam alQur‟an. baik sebagai makhluk individual atau makhluk sosial. dank urban. Hukum faraid (waris). puasa. Hukum muamalat. yakni:  Sunnah Qauliyah. Ilmu Ushuluddin. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Akhlaq atau Tasawuf. yaitu semua perbuatan Rasulullah 3 . Hukum hudud (hukuman). Hukum ini tercermin dalam Rukun Iman. dan penetapan pengakuan. Hukum Khuluqiah. yaitu semua perkataan Rasulullah  Sunnah Fi‟liyah. haji. Sedangkan khusus hukum syara dapat dibagi menjadi dua kelompok. yaitu hukum yang mengatur manusia dengan sesama manusia dan alam sekitarnya. Hukum makanan dan penyembelihan. sebagai berikut: Hukum I‟tiqadiah. baik berupa perkataan. Hukum dauliyah (antarbangsa). Hukum al-khilafah (tata Negara/kepemerintahan).

Oleh karena itu. tentang hukum suatu perkara dengan cara musyawarah. yaitu penetapan dan pengakuan Nabi terhadap pernyataan ataupun perbuatan orang lain  Sunnah Hammiyah. yakni sesuatu yang telah direncanakan akan dikerjakan tapi tidak sampai dikerjakan. yaitu: 1. Sunnah Taqririyah. puasa. c. Orang yang menetapkan hukum dengan jalan ini disebut mujtahid. Adapun macam-macam bentuk ijtihad yang dikenal dalam syariat Islam. menurut bahasa artinya sepakat. 4 . Islam sangat menghargai akal. Walaupun Islam adalah agama yang berdasarkan wahyu dari Allah SWT. SUMBER PELENGKAP AR-RA‟YU Secara garis besar ayat-ayat al-Qur‟an dibedakan atas ayat muhkamat dan ayat mutasyabihat. atau sependapat. yaitu Al Quran dan Hadist. Pada umumnya bersifat perintah. sedangkan sunnah fi‟liyah (perbuatan) dan sunnah taqririyah tidak disebut hadis. setuju. Hasil dari ijtihad merupakan sumber hukum Islam yang ketiga setelah Al Quran dan Hadist. seperti ayat mengenai gejala alam yang terjadi setiap hari. maka diperintahkan untuk berijtihad dengan menggunakan akal pikiran dengan tetap mengacu kepada Al Quran dan Hadist. seperti pada surat An Nahl ayat 67 “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkannya”. Hal ini terbukti dengan banyaknya ayat Al Quran yang memerintahkan manusia untuk menggunakan akal pikirannya. Ijma‟. Ayat muhkamat adalah ayat-ayat yang sudah jelas dan terang maksudnya dan hukum yang dikandungnya tidak memerlukan penafsiran. Adanya ayat mutasyabihat mengisyaratkan manusia untuk mempergunakan akalnya dengan benar serta berpikir mengenai ketetapan hukum peristiwa tertentu yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam al-Qur‟an maupun Sunnah Rasulullah. seperti penegakkan shalat. Sedangkan ayat-ayat mutasyabihat adalah ayat-ayat yang memerlukan penafsiran lebih lanjut walaupun dalam bunyinya sudah jelas mempunyai arti. Sedangkan Ijtihad sendiri berarti mencurahkan segala kemampuan berpikir untuk mengeluarkan hukum syar‟i dari dalil-dalil syarak. apabila ada suatu masalah yang hukumnya tidak terdapat di Al Quran maupun Hadist. Sedangkan menurut istilah adalah kebulatan pendapat ahli ijtihad umat Nabi Muhammad SAW sesudah beliau wafat pada suatu masa. yaitu keputusan bersama para ulama dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti seluruh umat. tetapi sunnah saja. Hasil dari Ijma‟ adalah fatwa. Ada beberapa ahli hadis yang mengatakan bahwa istilah hadis dipergunakan khusus untuk sunnah qauliyah (perkataan Nabi). zakat dan haji. Ijtihad berasal dari kata ijtihada yang berarti mencurahkan tenaga dan pikiran atau bekerja semaksimal mungkin.

sedangkan barangnya dikirim kemudian. Di saat seperti ini. „cis‟. Contohnya. Dengan kata lain Qiyas dapat diartikan pula sebagai suatu upaya untuk membandingkan suatu perkara dengan perkara lain yang mempunyai pokok masalah atau sebab akibat yang sama. menurut bahasa berarti kesejahteraan umum. Sududz Dzariah. dalam Al Quran maupun Hadist tidak terdapat dalil yang memerintahkan untuk membukukan ayat-ayat Al Quran. Contohnya. Setelah Rasulullah wafat. hal ini dilakukan oleh umat Islam demi kemaslahatan umat. Si pembeli menyerahkan uang sebagai pembayaran atas barang yang telah diambilnya tanpa mengadakan ijab kabul karena harga telah dimaklumi bersama antara penjual dan pembeli. menurut bahasa berarti menutup jalan. syarak memberikan rukhsah (kemudahan atau keringanan) bahwa jual beli diperbolehkan dengan system pembayaran di awal. berupa perbuatan yang dilakukan terus-menerus (adat). baik berupa perkataan maupun perbuatan. Larangan seperti ini untuk menjaga agar jangan sampai orang tersebut minum banyak hingga mabuk bahkan menjadi kebiasaan. Akan tetapi menurut Istihsan. Istihsan yang berarti suatu proses perpindahan dari suatu Qiyas kepada Qiyas lainnya yang lebih kuat atau mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima untuk mencegah kemudharatan atau dapat diartikan pula menetapkan hukum suatu perkara yang menurut logika dapat dibenarkan.2. apalagi sampai memukul karena sama-sama menyakiti hati orang tua. Contohnya. seseorang yang ragu-ragu apakah ia sudah berwudhu atau belum. 3. Contohnya adalah adanya larangan meminum minuman keras walaupun hanya seteguk. Istishab yang berarti melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan telah ditetapkan di masa lalu hingga ada dalil yang mengubah kedudukan hukum tersebut. ia harus berpegang atau yakin kepada keadaan sebelum berwudhu sehingga ia harus berwudhu kembali karena shalat tidak sah bila tidak berwudhu. menurut aturan syarak. Qiyas yang berarti mengukur sesuatu dengan yang lain dan menyamakannya. Ijtihad mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam dan merupakan sumber hukum Islam yang ketiga setelah Al Quran dan Hadist. Contohnya adalah pada surat Al isra ayat 23 dikatakan bahwa perkataan „ah‟. padahal minum seteguk tidak memabukan. 7. kita dilarang mengadakan jual beli yang barangnya belum ada saat terjadi akad. 6. 5. Urf. Dengan ijtihad itu umat Islam menyelesaikan persoalan-persoalan yang hukumnya tidak ada dalam Al Quran maupun Hadist. atau „hus‟ kepada orang tua tidak diperbolehkan karena dianggap meremehkan atau menghina. Contohnya dalah dalam hal jual beli. Adapum menurut istilah adalah perkara-perkara yang perlu dilakukan demi kemaslahatan manusia. Mushalat Murshalah. Akan tetapi. tidak ada lagi sosok yang dapat ditanya secara langsung tentang masalah5 . 4. sedangkan menurut istilah adalah tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat.

Sumber ajaran Islam dirumuskan dengan jelas dalam percakapan Nabi Muhammad dengan sahabat beliau Mu‟az bin Jabal. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Sumber Agama dan Ajaran Agama Islam Ulama usul fikih membagi hukum Islam menjadi dua bagian. as-Sunnah (kini dihimpun dalam hadis). yakni terdiri dari tiga sumber yaitu al-Qur‟an (kitabullah). Ketiga sumber ajaran ini merupakan satu rangkaian kesatuan dengan urutan yang tidak boleh dibalik. Oleh karena itu. ijtihad dijadikan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan tetap mengacu pada Al Quran dan Hadist.masalah Islam. 6 . yaitu hukum taklifiy dan hukum wadh‟iy. dan ra‟yu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad.

7 .

38. ":7 .3/03.:: .9-0.22./ /:.3907/7/.33207:5.9: ::2 9.8:2-07..2 203..2 /7:2:8.3 .2 507.3 9/.1 /.7.3 . $:2-07 .79.:.9:7./   $:2-07 .3  .3  ..3:7:9.37.38.5.308.8 $:33..9:..57. -.8 /. :8: 1 202-.3 ::2 .32.3.3 9.2.8 /.-40/-..3 /03.7.9 /825:.-.2. 3/25:3/. /.5.3:8.9.- :./ /03.8./8 /..  .3 .75030. ::2 8.3 8. :.2 &..2.8:2-07..3 -.320203:8.7.2.3.8..-:.9:..9.     .9 :39:-079.3 0..-.-3./ 09. .3 /.             !&%&! 0825:.7..

  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful