PENGERTIAN, TUJUAN, SEJARAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENGERTIAN, TUJUAN, SEJARAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN A. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa di setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat terdiri dari Pendidikan Bahasa, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Kep. Mendikbud No. 056/U/1994 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa menetapkan bahwa “Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan termasuk dalam Mata Kuliah Umum (MKU) dan wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi”. Dengan penyempurnaan kurikulum tahun 2000, menurut Kep. Dirjen dikti No. 267/Dikti/2000 materi Pendidikan Kewiraan disamping membahas tentang PPBN juga dimembahas tentang hubungan antara warga negara dengan negara. Sebutan Pendidikan Kewiraan diganti dengan Pendidikan Kewarganegaraan. Materi pokok Pendidikan Kewarganegaraan adalah tentang hubungan warga negara dengan negara, dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN). B. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan Kep. Dirjen Dikti No. 267/Dikti/2000, tujuan Pendidikan Kewarganegaraan mencakup: 1. Tujuan Umum Untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara serta PPBN agar menjadi warga negara yang diandalkan oleh bangsa dan negara. 2. Tujuan Khusus Agar mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur, dan demokratis serta ikhlas sebagawai WNI terdidik dan bertanggung jawab. Agar mahasiswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dapat mengatasinya dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional 3. Agar mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan, cinta tanah air, serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa.

• •

Paham Kekuasaan, Teori Geopolitik, dan Wawasan Nusantara 1.) Paham-Paham Kekuasaan Menurut Tokoh-Tokoh Sejarah Kekuasaan menurut Machiavelli bersandar pada pengalaman manusia. Kekuasaan memiliki otonomi terpisah dari nilai moral. Karena menurutnya, kekuasaan bukanlah alat untuk mengabdi pada kebajikan, keadilan, dan kebebasan dari Tuhan, melainkan kekuasaan sebagai alat untuk mengabdi pada kepentingan negara. Dalam pemikiran Machiavelli kekuasaan memiliki tujuan menyelamatkan kehidupan negara dan

Dalam konteks ini. Makin luas potensi ruang maka semakin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang). . peperangan adalah sesuatu yang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa. diangkat menjadi kepala staf komando Rusia. menurut Machiavelli. berkembang. Sebagaimana kita ketahui. setelah Rusia bebas kembali. Napoleon berpendapat bahwa perang di masa depan akan merupakan perang total yang mengerahkan segala upaya dan kekuatan nasional. Pemikiran inilah yang membenarkan Rusia berekspansi sehingga menimbulkan perang Dunia I dengan kekalahan di pihak Rusia atau Kekaisaran Jerman. Peranan hukum yang besar dalam upaya terciptanya stabilitas kekuasaan akan lebih baik bilamana didukung oleh kekuatan militer. 2. Ketiga postulat Machiavelli telah diimplementasikan dengan sempurna oleh Napoleon.mempertahankan kemerdekaan. Di sana dia menulis sebuah buku mengenai perang berjudul Vom Kriege (Tentara Perang). Namum hukum tidak akan berjalan tanpa adanya intervensi dukungan penguasa. Clausewitz akhirnya bergabung dan menjadi penasihat militer Staf Umum Tentara Kekaisaran Rusia. mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati. tumbuh. namun menjadi bumerang bagi dirinya sendiri sehingga di akhir kariernya ia dibuang ke Pulau Elba. dan kebesarannya. tidak lain untuk mewujudkan kekuasaan yang kuat. 2. Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan. Untuk itu penguasa haruslah memperkuat basis pertahanan dan keamanan negara serta kedaulatan dan kesatuan negara harus diprioritaskan. Ia menyarankan penguasa.) Teori-Teori Geopolitik Menurut Sejumlah Tokoh Federich Ratzel Berikut ini adalah isi dari teori geopolitik menurut Federich Ratzel: 1. Clausewitz. Penguasa harus mampu menjaga kedaulatan negara dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi. Hal ini dapat dilihat dalam karyanya The Prince. Jenderal Clausewitz sempat terusir oleh tentara Napoleon dari negaranya sampai ke Rusia. selain penganut baik pemahaman dari Machiavelli. hukum memiliki peranan sebagai penengah untuk mencapai persatuan dan kesatuan bangsa negara. Kekuatan ini juga perlu didukung oleh kondisi sosial-budaya berupa ilmu pengetahuan teknologi demi terbentuknya kekuatan pertahanan dan keamanan untuk menduduki dan menjajah negara-negara di sekitar Prancis. sebagai pemilik kekuasaan negara harus mampu mengejar kepentingan negara. demi kejayaan. perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. invasi tentara Napoleon pada akhirnya terhenti di Moskow dan diusir kembali ke Perancis. Menurut Clausewitz. Pada era Napoleon. Kaisar Napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang. untuk itu penguasa harus prioritaskan stabilitas negara dan selalu dalam kondisi siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan serangan musuh. Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan/mirip) dengan pertumbuhan organisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup. Baginya. melalui proses lahir. di mana kekuasaan seharusnya merujuk pada kepentingan kekuasaan itu sendiri.

* Geopolitik adalah doktrin negara yang menitik beratkan perhatian kepada soal strategis perbatasan. dan krato politik (politik memerintah). * Beberapa negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai Eropa. ekonomi politik. kekuasaan imperium continental dapat mengontrol kekuatan maritime. yang memiliki intelektualitas. Sementara itu. Kecurigaan itu disebabkan oleh pendapat yang mengutik pernyataan Herakleitos. Karl Haushofer Pokok–pokok teori Haushofer pada dasarnya menganut teori Kjellen dan bersifat ekpansionis serta rasial. . bahwa “perang adalah bapak dari segala hal“ atau dengan kata lain “perang merupakan hal yang diperlukan untuk mencapai kejayaan bangsa dan negara“. Apabila tidak terpenuhi maka bangsa tersebut akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan alam diluar wilayahnya (ekspansi). * Geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan mendapatkan ruang hidup. Pokok teori tersebut terinspirasi oleh pendapat Ratzel yang menyatakan bahwa negara adalah suatu organisme yang tunduk pada hukum biologi. Hanya bangsa yang unggul yang dapat bertahan hidup terus dan langgeng. Afrika. 4. Inti teori Haushofer adalah: * Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. suatu organisme hidup. Pokok–pokok teori Kjellen tersebut: * Negara merupakan satuan biologis. Rudolf Kjellen Pokok–pokok teori Kjellen dengan tegas menyatakan bahwa negara adalah suatu organisme hidup. Negara dimungkinkan untuk mendapatkan ruang yang cukup luas agar kemampuan dan kekuatan rakyatnya dapat berkembang secara bebas. Teori Haushofer berkembang di Jerman dan mempengaruhi Adolf Hitler. Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam. * Negara merupakan suatu sistem politik yang meliputi geopolitik.3. * Kekuatan imperium daratan dapat mengejar kekuasaan imperium maritime untuk menguasai pengawasan di laut. * Negara harus mampu berswasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasionalnya ke dalam untuk mencapai persatuan dan kesatuan yang harmonis dan keluar untuk mendapatkan batas–batas negara yang lebih baik. bahkan dicurigai sebagai teori yang menuju kepada peperangan. Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. Teori ini pun dikembangkan di Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme. sedangkan pokok teori Ratzel mencoba menerapkan metodologi biologi teori Evolusi Darwin yang sedang popular di Eropa pada akhir abad ke-19 ke dalam teori ruangnya. * Ruang hidup bangsa dan tekanan kekuasaan ekonomi dan sosial yang rasial mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam dunia. dan Asia Barat ( Jerman dan Italia ) serta Jepang di Asia Timur Raya. demo politik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful