IV E

S NEGERI SE MA ITA RS

N RA

UN

G

UNNES

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2008

TEKNIK ELEKTRO
(SMK)

PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON XII UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2008

REKTOR NEGERISEMARANG UNIVERSITAS SAMBUTAN REKTOR

As s alamu' alailstm Warahmatutlahi Wab arakatuh Salam sejahtera untuk kita semua. Puji syukur tidak putus selalu kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dzat yang maha tinggi, atas rakhmat dan ilmuNya yang diturunkan kepada umat manusia. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 18 Tahun 2OO7, sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan

pelaksanaan uji melalui portofolio.

Berdasarkan prosedur pelaksanaan portofolio, bagi peserta yang belum dinyatakan lulus, LP|K Rayon merekomendasikan alternatif : (1) melakukan kegiatan mandiri untuk melengkapi kekurangan dokumen portofolio atau (2) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru ( PLPG ) yang diakhiri dengan ujian. Penyelenggaraan PLPG telah distandardisasikan oleh Konsorsium Sertilikasi Guru ( KSG ) Jakarta dalam bentuk pedoman PLPG secara Nasional. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Panitia Sertifikasi Guru ( PSG ) Rayon 12 dalam rangka standardisasi penyelenggaraan PLPG mulai penyediaan tempat, ruang kelas, jumlah jam, sistem penilaian, kualitas instruktur dan ketersediaan bahan ajar. Bahan ajar yang ada di tangan Saudara ini salah satu upaya PSG Rayon 12 dalam memenuhi

standard pelaksanaan PLPG secara nasional untuk itu saya menyambut dengan baik atas terbitnya Bahan Ajar PLPG ini. Sukses PLPG tidak hanya tergantung ketersediaan buku, kualitas instruktur, sarana prasarana yang disediakan namun lebih daripada itu dengan baik sejak adalah kesiapan peserta baik mental maupun fisik, untuk itu harapan saya para peserta PLPG telah menyiapkannya keberangkatannya dari rumah masing-masing. Pada kesempatan ini ijinkan saya, memberikan penghargaan yang tinggi kepada Dosen/lnstruktur yang telah berkontribusi dan berusaha men)rusun buku ini, agar dapat membantu guru menempuh program PLPG dalam rangka sertihkasi guru. Buku ini menggunakan pilihan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga pembaca dapat menikmatinya dengan seksama. Akhirnya kepada khalayak pembaca saya ucapkan selamat menikmati buku ini, semoga dapat memperoleh manfaat yang sebanyakbanyaknya.

Rektor Universitas Negeri Semarang

Sudijono Sastroatmodjo

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

PENDAHULUAN
Fakta tentang kualitas guru menunjukkan bahwa sedikitnya 50 persen guru di Indonesia tidak memiliki kualitas sesuai standardisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukkan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untuk melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistik HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masing-masing. Selain itu, 17,2% guru atau setara dengan 69.477 guru mengajar bukan pada bidang studinya. Dengan demikian, kualitas SDM guru kita adalah urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standardisasi rata-rata bukan standardisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut. "Saat ini baru 50 persen dari guru se-Indonesia yang memiliki standardisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pendidikan kita belum menunjukkan peningkatan yang signifikan," (Sutjipto dalam Jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkap oleh Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dr. Fasli Djalal, bahwa sejumlah guru mendapatkan nilai nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi pelajaran oleh guru ternyata tidak mencapai 50 persen dari seluruh materi keilmuan yang harus menjadi kompetensi guru. Beliau juga mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memprihatinkan. Guru PPKN, sejarah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi, sosiologi, geografi, dan pendidikan seni

1-2

Pengembangan Profesionalitas Guru

hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. "Artinya, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100," (Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondisi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasai 42,5 persen. Untuk itu, layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang profesional?

A. Guru sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga faktor penting, yaitu: (1) memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesilaisasi, (2) kemampuan untuk

memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang dimiliki, (3) penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu. Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual khusus, yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu, yaitu: (1) menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar, (2) menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya, (3) menuntut tingkat pendidikan yang memadai, (4) menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-3

pekerjaan yang dilaksanakan, (5) memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan, (6) memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, (7) memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan siswanya, dan (8) diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di

masyarakat. Pengertian di atas menunjukkan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusus, yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus, untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. Karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan.

B. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas, Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan,

penguasaan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut jabatan seseorang. Oleh sebab itu seorang calon guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang

diselenggarakan oleh LPTK. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya, mencakup tiga komponen sebagai berikut: (1) kemampuan kognitif, yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan

pengatahuan materi bidang studi yang diajarkan, (2) kemampuan afektif, yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain, (3) kemampuan psikomotor, yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang

1-4

Pengembangan Profesionalitas Guru

pelaksanaannya pengajar.

berhubungan

dengan

tugas-tugasnya

sebagai

Dalam UU Guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah program sarjana atau D4. Kompetensi pribadi meliputi: (1) pengembangan kepribadian, (2) berinteraksi dan berkomunikasi, (3) melaksanakan bimbingan dan penyuluhan, (4) melaksanakan administrasi sekolah, (5) melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran.

1. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu (1) orang yang menyandang profesi, (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter). Makmum (1996: 82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspekaspek; (1) kemampuan profesional, (2) kemampuan sosial, dan (3) kemampuan personal. Johnson (dalam Sanusi, 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut; (1) kemampuan profesional mencakup, (a) penguasaan materi pelajaran, (b)

penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, dan (c) penguasaan proses-proses pendidikan. (2) kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-5

membawakan tugasnya sebagai guru. (3) kemampuan personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup, (a) penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru, (b) pemahaman,

penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru, dan (c) penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik.

2. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh, berbudi luhur, jujur, dewasa, beriman, bermoral; kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin, tanggung jawab, peka, objekti, luwes, berwawasan luas, dapat berkomunikasi dengan orang lain; kemampuan mengembangkan profesi seperti berpikir kreatif, kritis, reflektif, mau belajar sepanjang hayat, dapat ambil keputusan dll. (Depdiknas,2001). Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral. Bila guru tidak percaya akan Allah, maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya, sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral, justru ia sendiri tidak bermoral. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah.

1-6

Pengembangan Profesionalitas Guru

Yang kedua, guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik memerlukan tanggungjawab yang besar. Pendidikan yang menyangkut

perkembangan anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya, tetapi perlu direncanakan, perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator, tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. Dari pengalaman lapangan pendidikan anak menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. Misalnya, terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik, guru meninggalkan kelas

seenaknya, guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik, guru tidak berani mengarahkan anak didik, dll. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sangat

penting bagi seorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik, guru lain, karyawan, orang tua murid, kepala sekolah dll. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena dalam pengalaman, sering terjadi guru yang sungguh pandai, tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik, ia sulit membantu anak didik maju. Komunikasi yang baik akan membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia, yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. Untuk itu guru sendiri harus hidup dalam kedisiplinan sehingga anak didik dapat

meneladannya. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu, seenaknya bolos; tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka bolos dan tidak tepat mengumpulkan perkerjaan

Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. Pertama. sangat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-7 rumah. tingkat pemikiran. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. Kompetensi Paedagogik Selanjutnya kemampuan paedagogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. Yang perlu diperhatikan di sini adalah. meski guru sangat disiplin. 3. perkembangan fisik dan psikis anak didik. tahu ilmu . Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. ciri anak didik dan perkembangannya. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin yang kurang tinggi termasuk disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. karakter. Yang ketiga adalah sikap mau mengembangkan pengetahuan. serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa.

maka teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. . maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang seperti yang direncanakan sebelumnya. (2) menguasai bahan pembelajaran. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat di sekolah yang nyata. diharapkan guru dapat memilih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. dan (5) menilai proses serta hasil pembelajaran. (3) menyusun program pembelajaran. guru juga diharapkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. Dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. Oleh karena guru kelaslah yang sungguh mengerti situasi kongrit siswa mereka. (4) melaksanakan program pembelajaran.1-8 Pengembangan Profesionalitas Guru psikologi anak dan perkembangan anak dan tahu bagaimana perkembangan pengetahuan anak. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini. Dengan mengerti bermacammacam teori pendidikan. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifititas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efisien dan efektif. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis. diharapkan guru dapat meramu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. Ketiga. Kompetensi profesional meliputi: (1) menguasai landasan pendidikan. Kedua.

dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. sedangkan yang lain biasa atau bahkan kurang. mungkin beberapa di antaranya menonjol. Uniknya lagi. musik. pribadi. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi: (1) memiliki empati pada orang lain. alam. 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. pendekatan komperehensif. atau pendekatan multidisiplin. (3) memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain. (2) memiliki toleransi pada orang lain. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika. dan (4) mampu bekerja sama dengan orang lain. bahasa. Hanya saja. raga. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotial intellegence (Goleman. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah sosial kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistik. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan sosial adalah kecerdasan pribadi (personal intellegence). ruang. 1995). 1994). kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasan-kecerdasan yang lain. 1998). beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan simultan ketika seseorang berpikir dan atau mengerjakan sesuatu (Amstrong. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti .Pengembangan Profesionalitas Guru 1-9 4. Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial.

dan (15) komunikasi. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi kompetensi ini. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topik silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. Dari 35 life skills atau kecerdasan hidup itu. (4) tanggung jawab sebagai warga. (14) kerja sama. dan memberi kepada orang lain. lembaga. (11) toleransi. (6) relawan sosial. Beberapa dimensi ini. (10) kepedulian kepada sesama. dapat kita saring dari konsep life skills (www. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerja sama. ada 15 yang dapat dimasukkan kedalam dimensi kompetensi sosial. (2) melihat peluang. (9) berempati.1-10 Pengembangan Profesionalitas Guru karier di masyarakat. berempati.com). (3) peran dalam kegiatan kelompok. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. menjadi jelas bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendapatkan penghargaan. Topik-topik ini dapat dikembangkan menjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang aktual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. bergaul. baik finansial maupun non finansial. misalnya. (8) berbagi. Untuk mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. . (7) kedewasaan dalam bekreasi. (13) menerima perbedaan. bekerja sama. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. (5) kepemimpinan. dan pengendalian diri yang menonjol. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya. yaitu: (1) kerja tim.lifeskills4kids. atau perusahaan. (12) solusi konflik. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen.

Dari ketiga komponen tersebut. dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-11 C. . baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari UndangUndang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa pada saat pengesahan Undang-Undang ini. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. pemerintah telah memberikan perhatian khusus dengan merumuskan sebuah UndangUndang yang mengatur profesi guru dan dosen. dan menjadikan profesi ini menjadi pilihan utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyanto 2005:1). dan hanya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan. faktor gurulah yang dinilai sebagai satu faktor yang paling penting dan strategis. peserta didik. karena di tangan para gurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan.2 juta orang. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. Guru. Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. Dalam pembahasan rancangan Undang-Undang ini (hingga disahkan pada 6 Desember 2005) tersirat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajah suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar.

Profesional menunjuk dua hal. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). dipupuk dan dikembangkan melalui satu proses. dan kesetiaan terhadap pekerjaan itu. James M. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang dapat dihandalkan. yakni orangnya dan kinerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. atau dia bekerja secara profesional. . Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tetang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesional. menilai hasil pembelajaran. strategi. Sebagai contoh. guru sebagai profesi yang amat mulia. dan profesionalitas sebagai berikut ini Profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. melakukan pembimbingan dan pelatihan. tanggung jawab. profesional. Demikian pula. strategi. dibentuk. Cooper. kebijakan dan program yang tepat. kebijakan. seorang profesional muda. Kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesional dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. profesionalisme. tetapi harus dibangun. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. Proses. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. Misalnya.1-12 Pengembangan Profesionalitas Guru Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif.

termasuk guru. semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. Profesionalisme guru didukung oleh tiga hal. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. maka kaidah itu dapat . yang dengan undang-undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik’. Ketiga. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persyaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. insinyur. seperti dokter. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pendidikan dan pengajaran. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. pemerintah sejak lama telah berupaya untuk merumuskan perangkat standar komptensi guru. memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan kompetitiflah seleksi yang secara efektif. Kelima. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotannya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yang dapat diberikan (Suparlan. bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang keahlian yang lebih spesifik. Keempat. ‘berilah aku hakim dan jaksa yang baik. Pertama. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan karena keahlian tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi lain. dan (3) keterampilan (Supriadi 1998:96). yang menyatakan bahwa. di samping melindungi kepentingan anggotanya. Westby-Gybson (1965). Kedua. memiliki organisasi profesi yang. sehingga yang dianggap bidang diperbolehkan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan UndangUndang. 2004:2). Dalam dunia yang sedemikian maju. (2) komitmen.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-13 Sebagai tenaga profesional. yakni (1) keahlian.

tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apa . guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Pertama. Untuk menggambarkan guru profesional.1-14 Pengembangan Profesionalitas Guru dianalogikan dengan pentingnya guru. Mendiknas memberikan penegasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Februari 2003). bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. dan belajar dari pengalamannya. Kedua. guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya (Supriadi 2003:14). bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. D. Ketiga. dan dengan kurikulum yang kurang baik sekali pun aku akan dapat menghasilkan peserta didik yang baik’. Artinya. misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya. yakni dengan ungkapan bijak ‘berilah aku guru yang baik. yang terpenting adalah manusianya. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. Standar Pengembangan Karir Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya. Sama dengan manusia dengan senjatanya. Keempat. Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993. guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. Belajar dapat dilakukan di mana saja. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. Hal yang sama. ‘man behind the gun’. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. Kelima. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa.

ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. selain memang harus dipikirkan dengan sungguhsungguh upaya untuk meningkatkan gaji dan penghargaan kepada . karena pada akhirnya menyangkut duit atau gaji dan penghargaan. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. Ternyata. karena indikasi adanya mutu profesionalisme guru masih rendah. Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab akibatnya. guru harus memiliki tiga kualifikasi dasar: (1) menguasai materi atau bahan ajar. Banyak orang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa prima-nya. Pekerjaan besar ini mulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan prajabatan yang dikenal dengan LPTK. gaji dan dedikasi terkait erat dengan faktor lain yang bernama kompetensi profesional. yang paling penting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya. karena melibatkan banyak komponen. mengasyikkan. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembalajaran yang yang berkualitas. Gaji akan mengikuti dedikasi. Pada akhirnya orang mudah menebak. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. mencerdaskan. Ketidakmampuan LPTK ternyata memang di luar tanggung jawabnya. karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. Namun. yakni proses dan pembelajaran menyenangkan. Sebagai salah satu komponen utama pendidikan.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-15 pun juga. Di samping itu. dan (3) penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). (2) antusiasme. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. Jadi.

keterampilan. keterampilan. Setelah sekitar dua tahun berjalan. para penyelenggra pendidikan di kabupaten/kota telah menunggu kelahiran kompetensi guru itu. skill. Pada tahun 70-an. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK.1-16 Pengembangan Profesionalitas Guru guru. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru merupakan kombinasi kompleks dari pengetahuan. Dua dekade kemudian. Sementara itu. Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge. terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan barang baru. Sejalan dengan definisi tersebut. menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. dan nilai-nilai yang ditunjukkan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. and values displayed in the context of task performance”. Direktorat Tenaga Kependidikan (Dit Tendik). namun masih ada pekerjaan besar yang harus segera dilakukan. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrumen atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. attitudes. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak”. yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. Pada saat itu Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis (Dikgutentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”. sikap. . nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi Guru yang beranggotakan para pakar pendidikan yang tergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru.

(4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. (5) pengembangan profesi. (2) pengembangan profesi. Standar Kompetensi Guru bermanfaat untuk: (1) menjadi tolok ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. PMPTK. (2) meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreativitas. Standar kompetensi guru bertujuan ‘untuk memperoleh acuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran’ (SKG. yaitu: (1) penyusunan rencana pembelajaran. standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. Standar kompetensi guru SKS memiliki tujuan dan manfaat ganda. (2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar. 2005). (7) penguasaan bahan kajian akademik. dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik. kemandirian. peningkatan kualitas dan penjenjangan karir guru. keterampilan. 2005). (6) pemahaman wawasan kependidikan. dan (3) penguasaan akademik. Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen yang saling mengait. . kualifikasi. Di samping itu. inovasi. Diten PMPTK. Oleh karena itu. Direktorat Tendik 2003:5). Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan. yakni (1) pengelolaan pembelajaran. dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. (3) penilaian prestasi belajar peserta didik. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi. Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-17 Berdasarkan pengertian tersebut.

dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan . Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980an telah didirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran Guru (BPG). Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan sistem kredit pun sama.1-18 Pengembangan Profesionalitas Guru E. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena faktor ‘kasihan’. Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah. Region-region penataran telah dibentuk di berbagai kawasan di Indonesia. dan bahkan menjadi tenaga struktural di dinas pendidikan. Pengembangan Karir Guru Pada era sentralisasi pendidikan. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan sistem kredit. yang sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. anggota legeslatif. Dengan kondisi seperti itu. Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh direktorat-direktorat di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada di bawah Ditjen PMPTK. antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk pelbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah di Indonesia. ada sebagaian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena faktor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pandir penghasilan sama’.

yakni guru baru atau guru yang belum pernah mengikuti penataran. yang sistem penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-19 lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training. para guru memiliki wadah pembinaan profesional melalui orgabnisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) guru biasa. (5) kepala sekolah. guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola Sanggar PKG. Selain itu. (4) pengelola sanggar. (6) Pengawas sekolah. yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. kecamatan. (2) guru Inti. dan sekolah. yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagaian besar dilaksanakan di satu sanggar yang disebut sanggar PKG. satu jenjang fungsional bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah. (3) instruktur. Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan kegiatan Guru (PKG). sementara para kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS). serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh Kantor Wilayah Departemen pendidikan dan Kebudayaan yang ada di regionnya masing-masing. . Melalui pola PKG ini. dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman dalam mengikuti penataran di luar negeri. guru yang telah mengikuti klegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat provinsi. atau baru sebatas ditatar di tingkat kecamatan atau sekolah. guru yang telah ditatar di tingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat yang sebagai penatar di tingkat kabupaten.

oleh Depdiknas sekarang dikelola oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Berbagai program peningkatan kompetensi dan profesionalisme tersebut dilaksanakan dengan melibatkan P4TK (PPPG). . LPMP.1-20 Pengembangan Profesionalitas Guru F. PENUTUP Peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru. Dinas Pendidikan. dan LPTK sebagai mitra kerja.

14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti Dirjen Dikti Dir PPTK Depdiknas. Pusat Data dan Informasi Pendidikan. Hamijoyo. 2002. 2002. “Status dan Peran Guru. Jakarta: Grasindo. Studi Kebijakan Pengelolaan Guru Di Era Otonomi Daerah dalam Rangka Peningkatan mutu pendidikan. . Guru Demokratis di Era Reformasi Pendidikan. Pendidikan untuk Masyarakat Indonesia Baru. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Safrudin Ismi. Fathur dkk. Direktorat Ketenagaan. Standar Kompetensi Guru Kelas SD-MI Program D-II PGSD. 2002. 2005. 1995.DAFTAR PUSTAKA Chamidi. 2002. Balitbang Depdiknas. New York: The Free Press.1995. Yogyakarta: Bigraf Publishing. Undang-Undang No. Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Masa Depan. Menuju Masyarakat Pembelajar: Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Gunawan. Indra Djati Sidi. Jakarta: Genesindo. Santoso S. Penelitian Balitbang dan Lemlit UNNES. Undang-undan No. Jakarta:Paramadina dan Logos Wacana Ilmu. dalam Syarif Ikhwanudin dan Dodo Murtadhlo. Rokhman. Rambu-rambu Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Guru Sekolah Dasar. Inovation in Education: Reformers and Their Critics. John Martin. Rogers. 2004. Paul. Suryadi. 2004. Rich. New York: Cross Cultural Approach. “Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah”. Suparno. Jakarta: Grasindo. 2006. 1992. 2000. Ace dan Dasim Budimansyah. Zamroni. Diffusion of Innovation. Jakarta: Depdiknas. Everett M. Akibatnya pada Mutu Pendidikan”. Ary H. Kebijakan-Kebijakan Pendidikan. 2004. dalam Isu-isu Pendidikan di Indonesia: Lima Isu Pendidikan Triwulan Kedua.

BUKU AJAR Dasar Teknik Elektro .

cara pemasangan alat ukur listrik. Dapat merangkai dengan berbagai hubungan menghitung secara teoritis dan membuktikan dengan cara mengukur. diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan rangkaian listrik yang komplek dengan berbagai metode. satuan dasar. B. . Deskripsi Ruang lingkup dari materi ini mempelajari tentang dasar rangkaian listrik dari komponen pasip yaitu R . Sebelum memahami tentang rangkaian dasar elektro. C. terlebih dahulu harus sudah memahami teori dasar ilmu listrik tentang arus. Petunjuk belajar. Kompetensi dan Indikator.BAB I PENDAHULUAN A. komponen-komponen listrik. L dan C pada rangkaian dengan arus atau tegangan DC maupun AC. Setelah memahami materi. tegangan. Kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari materi ini akan memahami fungsi dari masing-masing komponen bila dirangkai dan dipasang pada arus maupun tegangan. DC maupun AC. dapat menggunakan alat ukur dasar listrik (AVO meter). Pemahaman akan lengkap apa bila mengenal bentuk fisik masingmasing komponen. D. Prasyarat. pembacaan code nilai. daya.

w = ∫τ ei dt Tabel 1.V p.I positip 0 negatip t Gambar 1. E. batre.Q i.t t = 1/f i = dq/dt e = w/q p = e.W Satuan Coulomb Ampere Volt Watt Joule. Dasar rangkaian Listrik. dinamo. berikut Besaran Listrik Muatan Arus Tegangan Daya Kerja energi Simbol q. RANGKAIAN DC DC (Direct Current ) adalah daya listrik (arus . Daya ini dibangkitkan akumulator .q .i w = e. P w. A.1 Kurva DC 1. tegangan) yang besar dan arahnya setiap saat sama. watt detik Persamaan yang berhubungan q = i.1 Besaran dan satuan listrik .v. thermocouple dan lain-lain.E. Besaran dan satuan listrik Besaran dan satuan listrik ditunjukkan pada tabel 1. I e.BAB II KEGIATAN BELAJAR I I.

Segitiga Ohm 3. Hubungan komponen a.3. Deret (seri) R1 A Gambar 1.E) dan arus listrik (i.I )dalam tahanan (R) E = I.2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-3 2. R=ρℓ/A Keterangan: R = Tahanan dalam ohm ρ = (rho) tahanan jenis 4. Hubungan seri maka RAB = R . Resistivitas Resistivitas suatu penghantar adalah tahanan untuk satu satuan panjang per satu satuan luas penampang penghatar tersebut.n yang terhubung seri n = jumlah tahanan Tahanan total hubungan seri besarnya lebih besar dari tahanan terbesar R2 B RAB = R1 + R2 +…… Rn Bila R1 = R2 =…… Rn = R ℓ = panjang hantaran dalam cm A = luas penampang dalam cm2 . R ………volt E I R I = E / R…ampere dan R = E / I……Ω Gambar 1. Hukum OHM Hukum Ohm : perbandingan antara tegangan (e.

z). Hubungan campuran (coumpound) RBC = R3 R4 / (R3 + R4) A R1 R2 B R4 R3 C RAC = RAB + RBC RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Gambar 1.6.4.2-4 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik b.R3) +(R2.5. Hubungan paralel Untuk n = 2 Untuk n = 3 RAB = R1 R2 / (R1 + R2) RAB = R1 R2 R3/ {(R1. Hubungan Y . y.R2) + (R1. dan ujungujung disatukan X R1 R3 Z R2 Y Gambar 1. Jajar (paralel) R1 A R2 Gambar 1. Hubungan seri paralel d. Hubungan bintang ( Y ) Hubungan bintang: masing-masing pangkal terbuka (x.R3)} B 1/ RAB = 1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn RAB = 1/ (1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn) Bila R1 = R2 =…… Rn = R maka RAB = R / n Tahanan total hubungan paralel besarnya lebihkecil dari tahanan terkecil yang terhubung paralel c.

z) seperti terlihat pada gambar 6. sehingga hasil konversi merupakan hubungan seri atau paralel atau campuran Konversi dari Y ke ∆ Untuk mengkonvers 3 terminal senama Y dan ∆ disatukan RA = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R1 RB = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R2 RC = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R3 Konversi dari ∆ ke Y R1 = (RB RC) / (RA + RB + RC) R2 = (RC RA) / (RA + RB + RC) R3 = (RA RB) / (RA + RB + RC) . X RB RC Z RA Y Gambar 1. masing-masing sambungan sebagai terminal terbuka (x.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-5 e. paralel dan campuran karena mempunyai 3 terminal terbuka. ujung RB terhubung pangkal RC. Hubungan segitiga (∆ ) atau Delta (D) Hubungan segitiga: ujung RA terhubung pangkal RB . Untuk penyelesaian harus ada hubungan lain yang terkait dengan hubungan Y atau ∆ yang harus dikonversi /diubah dari Y ke ∆ atau sebaliknya. ujung Rc terhubung pangkal RA.7. y. Hubungan ∆ atau D Catatan: Hubungan Y maupun ∆ tidak bisa diselesaikan seperti cara seri.

perhitungannya terbalik dengan tahanan (R). perhitungannya sama dengan tahanan 2. Untuk kondensator (C) Bila terhubung seri. f. Bila terhubung seri. Gabungan Y ∆ dan penggantinya Catatan: 1. paralel atau campuran. R4 = Y diubah ∆ jadi RA RB RC maka RB seri R2. Untuk kumparan (L) nilai tahanan R = ρ ℓ / A. RC seri R5 sehingga B (RB + R2) paralel (RC + R5) = Rpar RAB = RA seri dengan Rpar Gambar 1. paralel atau campuran. A R4 RB A RA RC R5 R1 R3 R5 R2 B R2 R1. Hukum OHM pada rangkaian Arus dan tegangan pada rangkaian i2 B i3 R4 A E C R1 i R2 R3 C Gambar 1. R3.2-6 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh 1.9.8. Arus dan tegangan RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Tegangan pada R1 = i R1 Tegangan pada R2 = i R2 Tegangan pada R3 = Tegangan pada R4 = E BC = i { R3 R4 / (R3 + R4)} i2 = E BC / R3 dan i3 = E BC / R4 E = E AB + E BC = ( iR1 + iR2 ) + i { R3 R4 / (R3 + R4)} i= E / RAC .

Berapa besar tahanan bila a) dihubungkan seri b) dihubungkan paralel 2.11. 3Ω dihubungkan jajar kemudian dihubungkan seri dengan tahanan 9Ω . tersebut dibungkan dengan batre 12v Berapa besar tahanan total arus yang mengalir pada masing-masing R. Tegangan kirchhoff . Jumlah aljabar semua arus yang mengalir menuju suatu titik pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol i A i1 i2 R2 Gambar 1. Dari rangkaian B R1 C i = arus menuju titik B (arah positip) D i1 dan i2 = meninggalkan titik B (arah negatip) semua arus yang menuju ke titik B adalah i + (-i1) + (. Pada gambar 7 bila masing-masing tahanan besarnya 3 Ω hitunglah besar tahanan RAB 5.E2 = i1 R1 + i2 R2 sebuah rangkaian tertutup.i1 . Jumlah aljabar dari seluruh perkalian arus dan tahanan pada penghantar-penghantar tersebut. 3.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-7 Latihan 1.i2) = 0 i . A+ E1 Bi2 R1 i1 R2 C + E2 D terminal AB terdapat tegangan E1 terminal CD terdapat tegangan E2 arus i1 mengalir pada R1 arus i2 mengalir pada R2 E1 . Empat buah tahanan masing-masing 15 Ω . 10Ω .10. sama dengan jumlah aljabar seluruh gaya gerak listrik yang terdapat pada rangkaian Gambar 1. Arus kirchhoff 4Ω . Hukum Kirchhoff 1.i2) = 0 2. Tiga buah tahanan terdiri dar 12Ω . 6 Ωdan 3 Ω deret.

I aktif (c) E aktif . Rangkaian dengan 2 sumber (c) (a) rangkaian dasar (b) E mati . Rp1 = (R1//R2)+ R3 arus di R4 adalah I4’= (Rp1 / Rp + R4 ) It dengan arah atas ke bawah Gambar 1. I mati Gambar 1.12.12c.2-8 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Teori Superposisi Bila dalam suatu rangkaian terdapat lebih dari satu sumber tegangan atau sumber arus. R3 R2 R1 + R3 R3 + E I R4 I4 R2 R1 It E=0 R4 I4 ’ I R1 It R2 + E I=0 R4 I4’’ (a) (b) Gambar 1. maka arus yang mengalir pada salah satu cabang dapat dihitung dengan menjumlahkan arus yang mengalir padanya pada saat salah satu sumber dimatikan sedang sumber lain aktip secara bergantian. Rp2 = {(R3 + R4 ) // R1 } + R2 maka It = E / Rp2 Arus di R4 adalah I4’’ = [R1/ {{R1 + (R3 + R4 ) } ] It dengan arah atas ke bawah maka I4 = I4’ + I4’’ (karena arah sama) .12b.

Rangkaian Thevenin 7. TEORI NORTON Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber arus tetap IT dan konduktor tetap GT yang terhubung paralel IT ET b Gambar 1. TEORI THEVENIN Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan tetap ET dan tahanan tetap RT yang terhubung seri a R1 E IT ET R2 b a RT Rangkaian selanjutnya Rangkaian selanjutnya Rangkaian semula.14. Rangkaian Thevenin ke Norton a RT Rangkaian selanjutnya a Rangkaian selanjutnya (beban) IT GT b (beban) .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-9 6. (beban) Rangkaian Thevenin RT didapat dengan membuka beban (oc)dan menghubungsingkatkan E (sc) sehingga ET didapatkan dengan membuka beban (oc) maka ET = Eab = ( R2 / R1 + R2 ) E IT = ET / RT (beban) R2 // R1 b Gambar 1.13.

E2 RT didapatkan dengan menghubungsingkatkan E1dan E2 pada beban terbuka (gambar 10c) sebesar R xy = ( R1 // R2 ) + R3 Arus hubung singkat ( beban Isc) (x-y) atau IT didapatkan 10b. dengan cara menghubungsingkatkan superposisi didapatkan: E1 = aktif E2 = 0 i1 = E1 /{ R1 + (R2 // R3)} gambar Dengan Isc’ = ( R2 / R2 + R3 ) i1 E1 =0 E2 = aktif IT = i2 = E2 / {( R1 // R2 )+ R2 } Isc’’ = ( R1 / R2 + R3 ) i2 Isc’ . Karena arus tak mengalir pada R3 maka tegangan x-y atau ET sebesar: ET = E xy = E1 – (I .15. R2 ) .Rangkaian dengan 2 sumber tegangan Untuk x–y terbuka arus I mengalir ke R2 dan R1 sebesar I = (E1+E2 ) / (R1+R2 ) . R1 ) atau ET = E xy = (I .2-10 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh Ubahlah menjadi rangkaian Thevenin dan Norton R3 x R1 E1 R2 R1 R2 I R3 x R1 R2 E1 =0 R3 x + + E2 + E1 i1 y i2 beban RL + E2 y beban RL E2=0 y (a) (b) (c) Gambar 1.Isc’’ (arah arus mana yang lebih besar) .

17. 0 0 Π 2Π 2Π = T = periode dalam detik + 0 0 = putaran per detik f =1/T= frekuensi dalam cps (Hertz) 0 t ω = 2Π / T = 2Π f = kecepatan sudut T T dalam radial (derajat). RANGKAIAN AC AC (Alternating Current) adalah daya listrik (tegangan. i V m Im E2 = 10V R1 = 3 Ω. Bila daya AC dihubungkan dengan komponen maka komponen tersebut bersifat impedansi yang berupa tahanan murni ( R ) dan reaktansi (x) v. 1. Tegangan v = Vm sin ω t Arus i = Im sin ω t Gambar.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-11 Rangkaian Thevenin dan Norton dapat digambarkan RT + ET y (a) (b) x IL RL IT + RT x IL RL y Gambar 1. arus) yang besar dan arahnya setiap saat berubah.16. Bentuk sinus . Rangkaian pengganti gambar 15 (a) Thevenin (b) Norton Arus beban n=menurut Thevenin IL = ET / (RT + RL) Arus beban n=menurut Norton IL = {RT / (RT + RL)} IT Latihan Hitunglah arus pada beban RL dari gambar 10 secara Thevenin dan Norton bila diketahui : E1 = 20V RL = 5Ω B. R3 = 3 Ω. R2 = 6 Ω .

1.i Vm Im v=i ω L L 0 ω (a) Gambar.1.18 AC pada R (a) v dan i pada R v = Vm sin ω t (b) phasa v dan i R 0 (b) Vm Im t dicatukan pada R maka arus i = v / R = Im sin ω t bentuk gelombang v maupun i (gambar 18b) ternyata tidak terjadi beda phase (0o) maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar Z=R Kumparan i v t Ф=90o 0 ………………Ω v.2-12 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1. Catu daya (v atau i ) AC pada komponen Tahanan i v v=i R (a) Gambar.Ф ) = Im sin (ω t -90o ) (b) (b) phasa v dan i dicatukan pada L maka arus .( Vm / ω L) cos ω t = (Vm / ω L) sin (ω t .19 AC pada L (a) v dan i pada L v = Vm sin ω t i = ∫ (Vm sin ω t dt / L) = .

90o ……….Ω 1/ω C = 2 Π f C= Xc disebut reaktansi capasitif ..i i v v=i1/ωC (a) Gambar 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-13 bentuk gelombang (gambar 19b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Im tertinggal 90o terhadap Vm atau Vm mendahului 90o terhadap Im maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZL = ω L Kondensator v.Ω ω L = 2 Π f L= XL disebut reaktansi induktif Vm Im 0 (b) ωt dicatukan pada C maka arus i = C (d Vm sin ωt /dt ) = C (Vm cos ωt /dt ) = ωC (Vm cos ωt) = {Vm / (1/ ωC ) } sin (ωt +90o ) = Im sin (ωt +90o) Vm / (1/ ωC) = Im bentuk gelombang (gambar 1.20..20b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Vm tertinggal 90o terhadap Im atau im mendahului 90o terhadap vm maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZC = ω C . AC pada C (a) v dan i pada C v = Vm sin ωt (b) phasa v dan i C Ф=90 o 90o ……….

Ω -1 XL R Z = √ R2 + X L 2 Ф = tg XL /R 0 Atau Ф = arc tg XL /R Gambar 1.23. R seri L maka A sin Ф + B cos Ф = C sudut Ф = ωt = tg -1 B/A= tg -1 (ωL/R) v C 0 Ф vL C= A2 + B 2 2 2 B vR = √ R2 Im2 + ω2L2 Im2 = Im√ R + (ωL) A Gambar 1. Vektor tegangan v = Im ZL Z = √ R2 + ω2L2 Z Ф Ф …….2-14 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian seri R dan L vR v = vR + vL i v R L vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф = Im (R sin ωt+ ωL cos ωt) misalkan R Im = A ωL Im = B Gambar 1.24. R seri C .21. Vektor impedansi RL Rangkaian seri R dan C i R v C vC vR v = i R + i / j ωC Gambar 1.22.

Vektor impedansi RC Rangkaian seri R .1/ ωC ) .25.1/ ωC R ) XC Gambar 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-15 Z = √ R2 – (1/ ωc)2 Ф …….Ω dengan sudut Ф 1/ ωC Ф = tg -1 R Gambar 1. L dan C vR v = vR + vL + vC i v R L C vC Gambar 1. Seri R L C vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф + { ( .. Vektor impedansi R L C ( ωL/R .27.Ω 0 Z R Ф = tg -1 (.26.Im/ ωC ) cos ωt} = Im R sin ωt + (ωL – 1/ ωC) Im cos ωt ωL √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 ωL-1/ ωC Ф impedansi seri RLC adalah Z = √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 …….

7 38.2o terhadap tegangan Gambar 1.2o R=10 XL=7.85 dengan sudut Ф = tg -1 XL /R = tg -1 (7.2o arus tertinggal 38. 0.28.38. 3.2o =(150 0) / 12.05 = 7.2o = 11. Penyelesaian XL = 2 Π f L = 2.7Ω 38. Vektor Z .852 = √ 161.85/10) =38.14 .85Ω Z = √ R2 + XL2 jadi Z = 12.7Ω = √ 102 + 7.2o Bila digambarkan vector impedansinya arus Im = Vm / Z Z =12.7 38.05 henry dihubungkan tegangan AC yang mempunyai tegangan maximum 150v frekuensi 25 Hz berapa impedansi dan arus yang mengalir.2-16 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik contoh Tahanan R=10 Ω diseri dengan kumparan L=0.8 A . 25 .6 = 12.

Rangkaian elektronika terdiri dari komponen aktif dan pasif (bersifat resistip). Tabung elektron a) Bentuk fisik b) Simbol-simbol 2. Emissi Thermis : emissi yang timbul karena pengaruh panas pada filament (heater) b.BAB II KEGIATAN BELAJAR II DASAR ELEKTRONIKA KOMPONEN : Komponen elektronika bersifat aktif yang artinya dapat mengubah besaran maupun bentuk masukan (input). tegangan. BENTUK FISIK & SIMBOL A = anoda A K K = Katoda A G = Grid A G SG = Sreen Grid A G SG K K K Dioda ( a) Dioda gas Trioda Tetroda ( b) Gambar 2. sinar. c.1. Emissi Kuat Medan : emissi yang timbul karena perbedaan tegangan pada Anoda-Katoda. Emisi Elektron : Pancaran elektron akibat pengaruh dari luar (panas. tekanan mekanik ) pada bahan emissi (katoda) . A. DASAR KERJA Bekerjanya tabung elektron berdasarkan emissi elektron: a. Sebelum komponen semikonduktor ditemukan komponen aktif menggunakan tabung electron atau tabung hampa. TABUNG ELEKTRON 1.

Bi ………………. Membutuhkan daya besar 2. Mg. Daya besar 2. In. Tidak membutuhkan pemanasan 3. 2. Mahal B. 5. Statis.6. Sb. Miniaturisasi 4. Al.golongan V (donor) O. BAHAN 1. S.. Po ………………golongan VI Golongan V didoping ke golongan IV = logam type N (elektron) Golongan III didoping ke golongan IV = type P (hole). Bahan utama : Silicon (Si) dan Germanium ( Ge) sebagai golongan IV 2. Daya yang dibutuhkan rendah 2. Sn. Perawatan sulit 7. Hg …………. Dinamis / portable . Cd. P.Bahan campuran : C. Tl ……………….2-18 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 3. Pb ……………………. Ga.. Tahan Panas Kerugian : 1. golongan II B.golongan I Be.golongan III (aseptor) N. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1. As. N = pembawa muatan negatip sebesar – 1. Membutukan pemanasan 3. 10 -19 C. Se. Zn. SEMIKONDUKTOR 1.6. 10 -19 C P =pembawa muatan positip + 1. Dimensi besar 4. Tidak tahan tekanan mekanik 6. Te. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1.

Tidak tahan terhadap panas DIODA 1. Karakteristik dioda .2. Tahan terhadap tekanan mekanik 6. SIMBOL & PENCATUAN Logam tipe P & N disambung = Sambungan (jungtion) PN Dioda anoda IB =0 IS =0 dk katoda IS dk IB IB =0 dk IS P N VD<0 dicatu mundur VD= tegangan catu VD=0 VD>0 tanpa dicatu dicatu maju IB = arus mayoritas IS = arus minoritas dk = daerah kosong Gambar 2. Simbol dan pencatuan dioda Dioda melalukan arus bila di catu maju (forward bias) dan tidak melalukan arus bila dicatu mundur/balik (reverse bias). 2.IS 0 .ID µA VD non bias VD=0V ID = 0 volt Gambar 2. KARAKTERISTIK ID mA Forward bias VD>0V ID > 0 -VD Reverse bias VD< 0V ID = . Mudah perawatan 7.3.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-19 5. Murah Kerugian : 1. Daya yang dihasilkan rendah 2.

RANGKAIAN GERBANG (GATE) A.6 . 10 -23 joule oK -1) VD = tegangan dioda T = temperature dalam oK (300 oK ) Keterangan : IS = arus jenuh balik Tahanan DC (statis) R DC = VD ID Tahanan AC (dinamis) r AC = vd / id vd = k. rangkaian OR dan tabel kebenaran .38 .2-20 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Arus dioda ID = IS ( e kVD/T . Ω PENGGUNAAN DIODA 1.1 ) e = muatan electron ( 1. Rangkaian Gerbang OR (ATAU). T /q maka r AC = (kT/q) / id r AC = 26 mA/ id ………. 10 -19 colomb ) k = konstanta Boltzman ( 1. Rangkaian logika.4. A A B E C 1 B E 0 A D1 D2 I C R R 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 1 1 1 Gambar 2.

6. Gerbang OR pada kondisi A=B=1 Tegangan C = [ R /{ R+ (Rf1 // Rf2 )}]E = [ R/{R+ (0 // 0) }]E = E = 1 Gerbang AND kondisi A=1 B=0 R A 1 E 0 C D1 R D2 B Gambar 2.5.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-21 B.Gerbang AND kondisi A=1 B=0 Tegangan C = [Rf2 / {Rf2 +( R // Rr1)} ] E = [0 / {0+( R //~)}] E = 0 . Dioda ideal rangkaian AND dan tabel kebenaran Rf = 0 ohm (tertutup) Tahanan maju (forward) Tahanan mundur (reverse) Rr = ~ ohm (terbuka) Analisis dapat dilakukan berdasarkan tabel kebenaran Contoh Gerbang OR kondisi A = B = 1 A 1 B E 0 D1 D2 I C R R Gambar 2. rangkaian logika.7. Rangkaian Gerbang AND (DAN) A B A D1 D2 I C R C E 1 B 0 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 0 0 1 E Gambar 2.

9. PEMOTONG PARALEL R R vo 0 0 vi 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 Gambar 2. Clipper seri dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper seri (b) Bentuk masukan (c) Bentuk keluaran B. Clipper seri tanpa sisipan tegangan DC V vi =Vm VD R Vo Vm 0 V vi vo 0 vi + V v (a) (b) (c) .8. Clipper paralel tanpa sisipan tegangan DC . RANGKAIAN PEMOTONG (CLIPPER) A. Pemotong Seri 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 Gambar 2.2-22 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.10.Gambar 2.

12 Penyearah setengah gelombang. Ada 2 macam jenis penyearah A.318 t1 t2 (a) (b) (c) Gambar 2. Penyearah gelombang penuh (full wave rectifier) Satu periode input menghasilkan 2 puncak positip Penyearah gelombang penuh ada 2 macam: . a) Rangkaian b) input sinusoidal VDC = 0.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-23 Vo R vi =Vm VD V vi Vm 0 vo Vm V 0 (a) (b) (c) Gambar 2.318 (VM .VT) c) bentuk output B. Clipper aralel dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper paralel (b) Bentuk masukkan (c) Bentuk keluaran 3. Penyearah setengah gelombang (half wave rectifier) Satu periode input menghasilkan ½ periode (satu puncak) positip VT D Vi = Vm sinωt Vm -VT R Vi Vm 0 t1 t2 0 Vo Vm -VT V dc = 0.11. PENYEARAH Penyearah (rectifier) adalah perubah daya AC menjadi DC.

636 VM 0 D1 A P B S D2 R t1 b) t2 c) Gambar 2.14.15 Saringan kondensator a) rangkaian b) grafik pengisian. Penyearah jembatan a) bentuk input b) bentuk output c) rangkaian Saringan (filter) . Cara jembatan ( bridge ) .636 VM t2 D1 D4 B D3 D2 (a) (b) (c) Gambar 2. penyimpanan dan pengosongan t3 (b) S Vo Vo E Vc τ = RC t . Vi 0 D2 Vo t1 t2 0 A t1 VDC =0. E C R 0 t1 t2 a) Gambar 2. Cara cabang tengah (centre tap) Vi 0 t1 a) t2 Vo VDC =0.13 Penyearah gelombang penuh cabang tengah a) Input sinusoidal (b) bentuk output (c) rangkaian 2.2-24 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.

atau fo = fi gelombang penuh t = 0.. f sekunder = f primer. Penyearah setengah gelombang dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output Penyearah gelombang penuh dengan filter Vi Vm VDC VMin Vo Vm VRiple max VRiple VRiple min 0 t1 t2 t3 (a) t 0 (b) t Gambar 2.16. Penyearah gelombang penuh dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output V Ripple = Q/C ……volt = (I . t ) / C C = Q / V Ripple ……. Tegangan searah VDC = Vm .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-25 Penyearah setengah gelombang dengan filter . Farad t = 1/f atau f = 1/ t f = 50 Hertz untuk setengah gelombang t = 0. f sekunder = 2 f primer. Vi Vm Vo Vm VDC VMin VRiple 0 t1 (a) t2 t3 t 0 t (b) VRiple max VRiple min Gambar 2.01 detik.17. atau fo = 2 fi V Ripple = (VRiple max ) + (VRiple min ).VRiple max .02 detik.

V 0. Penyearah setengah gelombang: Tegangan rata-rata Vr = V rata-rata = 0. Arus rata-rata I rata-rata = 0.318 Im Penyearah gelombang penuh: Tegangan rata-rata V rata-rata = 0. Arus rata-rata Ir = I rata-rata = 0.636 0. 1. Besaran effektif diukur dengan alat ukur AC.18.707 dari besaran maksimum Untuk tegangan effektip Veff = 0. Besaran maksimum (puncak) Besaran maksimum(puncak) atau puncak ke puncak (peack to peack) diukur dan digambarkan oleh alat ukur Osiloskop.636 Im . Hubungan besaran.707 Im 3.2-26 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Besaran-besaran listrik. Besaran rata-rata Besaran rata-rata (average) diukur dengan alat ukur DC. Untuk maksimum Vm = Vp = (V ptp)/2 dan untuk arus maksimum Im = Ip =(I ptp)/2 2.707 0.636 Vm .besaran listrik .318 tegangan Vm Vr Vr Veff Vm V p t p = Vm t m t 0 -Vm Gambar 2. Besaran effektif.318 Vm . Besaran effektip lebih kecil 0.707 Vm untuk arus maksimum Ieff = 0.

19. Transistor (a) Teknologi PNP dan NPN (b) Analogi 2 dioda (c) Simbol PNP dan NPN Syarat kerja transistor :dioda E – B bias forward. ++ P E transfer resistor atau disebut bi junction N B P (a) C (b) E N P B N C E B C E B (c) C Gambar 2. Susunan Common Base (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN . Susunan Common Base (CB) E + VEE IE IB B B (a) (b) IC C E IE IC C + Gambar 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-27 TRANSISTOR 1 Konstruksi dan susunan Transistor singkatan dari transistor (BJT). dioda C-R bias reverse 1.20.

2-28 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Penguatan arus DC pada CB adalah α (alfa) : α dc = IC / IE jadi IC = α IE IC ≈ IE IB = IE .VCC .α) Penguatan arus untuk emitor bersama dengan inisial β (beta). β ac = (∆IC) / (∆IB) Hubungan α dan β β = α / (1.ICBO maka IC = α IE + ICBO dan IE = IC / α 2 Susunan Common Emitor (CE) IC IE .α) IE = ( β +1 ) IB VCE = constant .α IE atau IB = IE ( 1 .IC atau IB = IE .α ) .VBB IB IE IC + VCC +VBB IB (a) (b) Gambar 2.α)+ (ICBO / 1. Susunan Common Emitor (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN Arus-arus yang mengalir pada transistor IE = IB + IC dan IC = α IE + ICBO IC = α (IB + IC ) + ICBO IC = ( α IB / 1.α ) Arus bocor akibat agitasi termis sebesar ICBO.21. : IB = IE ( 1 .

VBB 3 KARAKTERISTIK DAN PARAMETER PENGUAT Tabel 2. IB=C IC =f ( IB) .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-29 3 Susunan Common Colector (CC) IE IB IC (a) Gambar 2.22. VCE=C IC = f(VCE). VBC= f(VEC). VCE=C VBE= f (VCE). VEB/ IE (kecil) VCB/ IC (besar) IC / IE (kecil) VCB/ VEB (besar) VBE/ IB (besar) VCE/ IC (besar) IC / IB (besar) VCE /VBE (besar) VBC /IB VEC/IE (kecil) IE / IB (besar) VEC /VBC (kecil) . Susunan common colector (a) PNP Arus pada susunan CC adalah (b) NPN IE = {(1/1.VCE=C Penguatan arus VEC=C Tegangan balik IB=C Parameter Impendansi Input (Zi) (besar) Impendansi Output (Zo) Penguatan arus (Ai) Penguatan Tegangan (Av) CB IE = f(VEB). IB=C CC IB = f(VBC).α) ICBO} -VEE +VBB IB IC (b) IE +VEE . VCB=C IC = f(VCB).1. Karakteristik dan perameter Karakteristik/ parameter Karakteristik Input VEC=C Output . IE=C CE IB = f(VBE). IE=C IC =f ( IE) . IC =f (VEC) IE =f ( IB) . VCB=C VEB= f(VCB).α) IB } + {(1/1.

VBE) /{ (RB/ β )+ RE } VCE = VCC .24.25. Fixed bias dengan stabilisasi emitor VCC RB Input AC C1 IB VBE RE IC RC C2 IE CE Output AC VB Gambar 2.23. Base bias .VE .2-30 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik PEMBIASAN PADA PENGUAT 1. Fixed Bias (Bias tetap) VCC RB Input AC C1 VBE IB IC RC C2 IE Output AC Gambar 2.IC (RC + RE ) 3.IC RC 2. Fixed bias IB = (VCC . Fixed bias stabilisasi emitor IB = (VCC -VBE ) / {RB +(β +1) RE} IC = (VCC . Base bias I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 Input AC Gambar 2.VBE ) / RB IC = β IB VCE = VCC .

IC (RC + RE ) VB R2 Gambar 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-31 IC = ( VCC .27. Base bias dengan stabilisasi Emitor I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 CE Input AC RE Gambar 2.VBE ) / {RB + ( β +1)RE} VCE = VCC .26. Potensio bias RB = R1 // R2 = R1R2 / (R1 +R2) VB = (R2 / R1 +R2 ) VCC IB = (VB . Base bias dengan stabilisasi Emitor IC = ( VCC . Potensio Bias VCC R1 Input AC C1 IB VBE RE IE IC RC C2 CE Output AC VCE = VCC .VBE) / {RC + (RB/ β) + RE } 5.IC RC 4.VBE) / {RC +( RB/ β )} VCE = VCC .IC (RC + RE ) .

Penguat susunan CE Dibutuhkan: a.2-32 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT Besar penguatan penguat dapat dianalisis dalam 2 cara yaitu: I.28 arus maximum di kolektor adalah IC Max = VCC / (RC + RE) dan VCC = VCE Penguatan arus Ai = ( 50 -30) mA / (30 – 10) µA = . . ANALISIS GRAFIS VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC VCE C2 vo IE CE vi VB R2 Gambar. Garis beban IC (mA) IC Max Q1 IB1 60µA IB2 50 µA input IB3 40 µA IB4 30µA IB5 20µA IB6 10µA IB7 0µA Q7 Garis bebanDC VCC VCE (volt) output 0 50 40 30 20 0 Q2 Q3 Q4 0 Q5 Q6 Gambar 2.1000 x ( terjadi beda phase 180 o ) Terjadi penguatan arus 100 kali dengan arah terbalik.28. 2. Karakteristik output CE b.29 Hubungan input dan output Dari gambar 2.

. Catu daya DC mengalir pada R1 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-33 PENGUATAN dalam satuan dB ( desi Bell ) Menurut Abraham Bell : Bahwa telinga manusia menerima intensitas suara secara logaritmis.……….. dB Penguatan arus A i = 20 Log ( Io / Ii ). Catu daya DC dianggap hubung singkat (short) 1. RE dan transistor membentuk rangkaian DC . Dari temuannya dihasilkan: Penguatan daya : Oleh karena AP = Log ( Po / Pi ) ………. dB II. ANALISIS TEORITIS Untuk memudahkan analisis secara teoritis/matematis rangkaian harus ganti dengan model AC. Gambar 30a merupakan rangkaian penguat susunan CE dengan masukan dan keluaran sinyal AC. R2 . karena penguatan berdasarkan sinyal AC Untuk mengganti menjadi rangkaian AC ( rangkaian model ) 1. RC .. Analisis model “re” “re” adalah tahanan masukan AC dalam kondisi penguat beroperasi. Rangkaian yang digunakan dalam analisis adalah susunan CE.Bell (B) atau = 10 ( Po / Pi ) …………desiBell (dB) P = E2 / Z atau P = I2 Z Untuk P maximum Zo = Zi Maka Penguatan tegangan A v = 20 Log ( Vo / Vi )……….. Semua kondensator dianggap hubung singkat (short) 2.

model “re “non ideal Transistor pada gambar 2.β ( Vi / βre ) Rc = .2-34 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC C2 vo IE CE vi VB R2 (a) C ii R2 B Vo E ii Zi B ib βre E C R1 Zi io RC Zo vi RB βib ro io Zo RC vo (b) Gambar 2.β Ib Rc Vo = .30(c).( Vi / re ) Rc bila masing-masing dibagi dengan Vi maka .30b (dalam kotak) dimodelkan pada gambar 2.30 Penguat CE a. rangkaian dasar ( c) b. rangkaian AC c. Keterangan : βre = impedansi masukan ro = impedansi keluaran re = 26 mV / IE Zi = RB // βre Zo = Rc ro = ∞ βib = penguatan arus Tahanan emitor AC RB = R1 // R2 Vo = Io Rc = .

Analisis model “h “ Model hybrid atau “h” adalah model yang paling banyak digunakan dalam menganalisis analisis penguat.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-35 Penguatan tegangan Vo /Vi = Av = .Rc / re terjadi beda phase 180 o Penguatan arus Ib = ( RB Ii ) / (RB + βre) bila masing-masing dibagi dengan Ii Ib/ Ii = RB / (RB + βre ) Ai = (Io / Ib ) (Ib/ Ii ) Ai = -β RB / (RB + βre ) terjadi beda phase 180 o Bila ro dipertimbangkan maka Zo = Rc // ro Maka penguatan tegangan Av = . Parameter “h” pada susunan penguat Parameter Impedansi input (hi ) Penguatan tegangan reverse (hr) Penguatan arus forward (hf) Admitansi output (ho) CB hiB hrB hfB hoB CE hiE hrE hfE hoE CC hiC hrC hfC hoC Satuan ohm X (kali) X (kali) mho Io = . Tabel 2. Pemodelan transistor non ideal (a) transistor (b) model “h” non ideal .(Rc // ro) / re 2.β Ib β = Io / Ib Transistor model “h” ic B C E B ib vBE vCE ib vBE hiE hrEvCE hfE ib ic vCE hoE C E (a) (b) Gambar 2.31.2.

Susunan basis bersama RE vS VEE (a) a) rangkaian DC E B C E hiB RL VCC RE vS iE hfB iE (b) C iC RL hrBVCB B hoB Gambar 2. Pemodelan transistor ideal (a) transistor Persamaan input Persamaan output hiE = (b) model “h” ideal hrE = 0 hoE = 0 ZoE = ~ vBE = hiE ib + 0 ic = hfE ib + 0 (hfE 26 mV ) / IE Susunan penguat model “h” (non ideal) 1.2-36 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Dari gambar 2.33.31(b) terdapat 2 persamaan Persamaan input (tegangan) Persamaan output (arus) ib vBE ic B E E C vBE = hiE ib + hrE vCE ic = hfE ib + hoE vCE B ib hiE hfE ib b) ic vCE C vBE E a) Gambar 2.32. Penguat basis bersama b) model “h” .

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-37 2. Penguat emitor bersama (a) rangkaian DC (b) model “h” 3.34. Susunan emitor bersama ib ic B E C hiE RB Vs B vS VBB (a) RC vCE VCC ib hfE ib ic RC hoE C hrEvCE (b) Gambar 2. Susunan kolektor bersama ib vS VBB RB hiC B E C B ib hfC ib vo C ic RE vo VCC RB vS hrCvE E RE ie hoC (a) a) rangkaian DC b) model “h” (b) Gambar 2.35. . Penguat susunan kolektor bersama.

2-38 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Analisis Susunan Emitor model “h” VCC is Rs R1 ib VBE RC C2 RE IE CE iL vo RL is C1 vi VB R2 (a) C ib is Rs ri B vo E is is Rs B vi RB ib hiE hf Eib E C vo RC iL RL RB RC iL RL (b) ( c) Gambar 2. Ge = 0.VBE tegangan VBE untuk Si= 0. VB = R2 Vcc / (R2 + R1) VE = VB .36.hf E (RC / RC + RL ) } { is ri / (ri + hiE)} masing masing dibagi dengan is maka didapatkan Ai = iL / is = {.3 V IE = VE / RE hiE = (26 mV hf E) / IE Penguatan arus Ai = iL / is sedang untuk iL = { RC + RL)(RC / RC + RL )} (.hf E (RC / RC + RL ) } { ri / (ri + hiE)} . Susunan emitor bersama (a).hf Eib) ib = {ri / (ri + hiE)} is Bila disubstitusikan maka iL = {. rangkaian dasar (b) rangkaian AC (c) model “h”ideal RB = R1 // R2 dan ri = RB // Rs.7 V .

hf E ) (RC //RL) / hiE bila (RC //RL) = ro (.hf E ) vi / hiE masing-masing dibagi vi didapatkan Av = vo / vi = Av = vo / vi = phase 180 o (. Blok Hubungan penguat bertingkat (a) seri (b) paralel Analisis penguat bertingkat Penguat 2 tingkat susunan CE dengan CE dengan kopling RC + VCC RC2 C3 iL RL is Rs R1 ib1 VBE RC1 ib2 C2 R3 IE is C1 R2 vi VB R4 CE1 RE1 RE2 CE2 (a) .hf E ) ro / hiE tanda minus menunjukkan terjadi beda PENGUAT BERTINGKAT TUJUAN : MENDAPATKAN PENGUATAN BESAR Hubungan penguat bertingkat Vi (2) Vi (1) Vo (1) Vo (2) Vi (1) Vi (2) Vo(1) Vo(2) Vo Vi (a) (b) Gambar 2.37.hf Eib ) untuk ib = vi / hiE maka vo = (RC //RL) (.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-39 Penguatan tegangan dapat ditentukan sebagai berikut Av = vo / vi vo = (RC //RL) (.

2-40 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik B1 Rs R2 R1 ib1 hiE1 hf E1ib1 E1 RC1 C1 R4 B2 ib2 C2 is R3 hiE2 RC2 vo iL RL RC2 hfE2ib2 E2 rb1 = Rs // R2 // R1 (b) rb2 = RC // R4 // R3 ro = RC2 // RL Gambar 2.38.. Penguat 2 tingkat CE dengan CE (a) Rangkaian dasar (b) Rangk. X Bila hf E1 = hfE2 = hf E n Ai total = (-hf E ) n n = jumlah penguat ( bila n genap = tak terjadi beda phase) . pengganti model “h” ideal hiE2 = (26 mV hf E2) / IE2 hiE1 = (26 mV hf E1) / IE1 dan Penguatan arus Ai = iL / is = (iL / ib2) (ib2 / ib1) (ib1 / is) iL = {RC2 / (RC2 +RL) } (-hf E2ib2 ) ib2 = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1ib1 ) ib1 = {rb1 / (rb1 + hiE1)} is Bila disubstitusikan (iL / ib2) = {RC2 / (RC2 +RL) }(-hfE2) (ib2 / ib1) = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1) (ib1 / is) = rb1 / (rb1 + hiE1) Maka Ai = -hfE2 {RC2 / (RC2 +RL) } {rb2 / (rb2 + hiE2) (-hf E1) } rb1 / (rb1 + hiE1) Bila hiE1 << rb1 Maka hiE2 << rb2 dan RL << RC2 Ai = (-hf E1) (-hfE2) (1) = + (hf E1) (hfE2) …….

Sistem digital memberikan penampilan lebih akurat dan cepat sedang sistem analog kurang akurat dan lama. Komponen elektronik yang banyak dipakai adalah komponen aktip (dioda. Dua kondisi yang berlawanan ini sering disebut biner. B. PENGANTAR. Saat ini disebut jaman digital. kecepatan dll) penampilan besaran sistem digital (angka). waktu. Alat-alat ukur (listrik. sehingga mudah dan cepat terbaca. Transistor didesain untuk bekerja pada daerah atau titik jenuh (saturasi) dan daerah atau titik mati (cut off). Semua peralatan canggih menggunakan sistim digital yang sebelumnya menggunakan sistem analog. Transistor tidak boleh didesain pada daerah aktif. OPERASI DIGITAL. berat. . Sedang dengan sistem analog penampilan besaran dengan jarum yang mudah bergoyang dan pembacaannya posisinya harus tegak lurus. Pada titik jenuh transistor menghasilkan arus/tegangan tinggi (H) sedang pada titik mati transistor menghasilkan arus/tegangan rendah (L). Suatu sistem digital berfungsi secara biner.BAB III KEGIATAN BELAJAR III DASAR TEKNIK DIGITAL A. Di bidang audio dan video sistem digital memberikan suara nyaring (HiFi) dan gambar jernih. transistor) baik secara terurai (discrete) maupun terintegrasi (integrated). Perkembangan teknologi maju dengan pesat. panas.

23 + (0).2-42 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1. a. (1/22 )+ 1. 22 +(0) 21 +(1)20 = 1 . sinyal analog yang merupakan masukan harus diubah menjadi sinyal digital melalui pencacah dan dikembalikan lagi menjadi bentuk analog. Demikian juga untuk bilangan dari bilangan puluhan diubah menjadi bilangan biner dan dikembalikan ke bilangan puluhan.625 = 9 + 0.125 1 9.5 = 1 0 0 0 1 + 0.1 kondisi biner Kondisi Salah satu kondisi Kondisi yang lain 1 2 3 4 naik 5 ada 6 on off 7 8 9 10 ya tidak benar (H) 1 salah (L) 0 panas tutup nyala dingin buka padam turun tak ada Dari tabel di atas kondisi biner yang paling tepat digunakan adalah kondisi 3 yaitu 1 dan 0 atau H dan L yang merupakan standar bilangan biner. Bilangan Biner Sistem komputer dan peralatan digital menggunakan 2 (dua) kondisi yaitu :1 (ON) dan 0 (OFF) disebut sistem bilangan dua-an (biner) atau sistem digit Bilangan yang digunakan untuk keperluan awam adalah bilangan arabic yaitu bilangan dari 0 sampai 9 atau bilangan puluhan atau dasan Untuk peralatan elektronik sistem digital.(1/23) .625 = 1 0 0 1.625 = 0. ( 1/21 ) + 0. Kondisi biner Tabel 3. Contoh Mengubah bilangan puluhan ke biner Bilangan puluhan 9 dapat ditulis 9 (10) = bilangan biner 1001(2) 9 = 23 +1 = (1). ditambah = 1.

1 /(21) =0.2 2 +( 1). (inver) digit kali seper biner pangkat n Biner berpangkat 20 = 1 .192 14 2 =16.0625 1/(25 )=0.11011 = 1. digit kali biner pangkat n.5 . 21=2 .20 = 8 + 4 + 2 + 0 = 14 1110.23 + (1).(1/25) = 0. 1/( 24)=0.625 Mengubah bilangan Biner ke puluhan 1110(2) = 14(10) = (1).125 .096 213=8.(1/22)+ 0. 24=16 . bilangan kanan koma. 23=8 .25 x 2 = 0.625 = 1001.625 x 2 = 1.25 .50 0. 25 =32 .84375 1110.50 x 2 = 1. 22=4 .0625 + 0.84375 Catatan: bilangan kiri koma.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-43 9.03125 PENJUMLAHAN .(1/24)+1.25 0.5 + 0. 27 =128 28=256 29=512 210=1.11011 = 14 ditambah .00 1 0 0 1 1 ( bil dasar x biner >1=logik 1) 0 ( bil belakang koma pertama x biner<1 = logik 0) 1 (bil belakang koma kedua x biner >1 = logik 1) Cara perkalian dengan bil biner (untuk bilangan pecahan) bilangan 0.(1/21)+ 1. PENGURANGAN DAN PERKALIAN BILANGAN BINER 1 1 10010001 0x0=0 1001 1 1 111111 1x0=0 11 1 + 0x1=0 x + 1 0 1010010 1x1=1 1001 1 1 1001 + 11 011 n = jumlah digit . 1/(22)=0.384 1/(20)= 1 .048 212=4. 36 =64 .11011= 14.024 211 =2.21 +(0).(1/23)+ 1.03125 = 0.101 Cara pembagian dengan bilangan biner (untuk bilangan utuh): bilangan 9 9 : 2 = 4 sisa 1 4 : 2 = 2 sisa 0 2 : 2 =1 sisa 0 1 : 2 = 0 sisa 1 0. 1/( 23)=0.25 + 0 + 0.

Rangkaian inverter berupa transistor Comon Emitor yang mempunyai sifat membalik masukan.2. Rangkaian logika sering kita temukan dalam sirkuit digital yang diimplemetasikan secara elektronik dengan menggunakan dioda atau transistor.3.2-44 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian Gerbang (Gate ) Logika Gerbang logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi (H)atau tegangan rendah (L). Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika. Rangkaian logika NOT . Ada 7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis. yaitu : 1. Kebenaran/Logika Inverter Output (Y) Input (A) Rendah 0 Tinggi 1 Tinggi 1 Rendah 0 Gambar 3. Hasilnya berlawanan. Simbol NOT Gambar 3.1 Rangkaian inverter /Not Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran sinyalnya tidak sama dengan sinyal masukan. E A 1 Y Gambar 3. +Vcc Tabel 3.2. Gerbang logika Inventer (pembalik) Inverter merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan.

lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A dan/AND B tertutup (1) A B A D1 D2 I R Y E Y 1 B E 0 Gambar 3. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1). XOR. NAND. Logikanya.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-45 Logikanya. NOR. OR. lampu Y akan menyala bila saklar A tidak/Not tertutup atau tidak 1 dalam arti lain saklar terbuka atau 0 Fungsi gerbang NOT Y = NOT A Y= A atau . XNOR). A = 0.A Misal : A = 1.4. Rangkaian Dioda AND . Logika AND Gambar 3. sedang outputnya satu sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya (AND.5. 2. maka Y = 1 atau Y = NOT 0 = 1. maka Y= -1 = 0 atau Y = NOT 1 = 0. Yang termasuk gerbang logika non-Inverter adalah : Gerbang AND Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang logika non-Inverter Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih. Y = .

Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 1 ANALISIS TEORITIS Untuk menganalisis secara teoritis hasil keluaran Y dari gerbang AND harus dipahami dahulu karakteristik dioda ideal. Tabel 3. Tegangan pada output Y = {(Ro) /(Ro) + R }E = { =0 Saat A = 0 .2-46 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang AND Y = A AND B Y = A . 1 = 1.3. Saat dioda ON (kondisi forward = maju) tahanan RF = 0 sedang saat OFF (kondisi reverse = mundur) tahanan RR = ~ (tak terhingga) Pada saat A = 0 B = 0 kedua dioda kondisi maju sehingga tahanan output (Ro) sebesar Ro = RF1 //RF2 = 0//0 = 0. B = 0 maka Y = 1 . B = 1 maka Y = 1 . B = 1 akan sama saat A = 1 . Logika AND dengan dua masukan. 0 = 0. A = 1 . B = AB Misal :A = 1 . B = 0 0 / (0 + R) } E = ( 0 /R ) E .

Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 0 0 0 0 1 R << RR2 Ro >> R * untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung berdasarkan inputanya. Logika AND dengan tiga masukan.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-47 Dioda pada output kondisi maju sehingga Ro = RF1 = 0 sedang dioda lainnya kondisi mundur RR2 = ~ dan parallel dengan R sehingga RR2 // R = ~ // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / Ro + (RR2 // R) } E = { 0 / ( 0 + R )} E = 0 Saat A = 1 .6. B =1 bagian output akan terbuka ini berarti tahanan output Ro = ~ sedang kedua dioda parallel dengan R dianggap RR1 // RR2 // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / (Ro + R) } E = (Ro / Ro ) E = E = 1 Tabel 3. gunakan rumus ini : 2 . jadi jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung sebanyak 4 kali Gambar 3. Simbol Gerbang AND . n = 2 maka 2 = 4.4. Contoh : 2 n n adalah jumlah input.

Simbol Gerbang AND dengan tiga inputan Gerbang OR Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Logikanya. Input (A) Input (B) 0 0 0 1 1 0 1 1 Output (Y) 0 1 1 1 .2-48 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gambar 3. Misal : A = 1 .8. lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A atau/OR B atau keduanya tertutup (1) A A B E Y 1 B E 0 D1 D2 I Y R (a) (b) Gambar 3.5. B = 0 maka Y = 1 + 0 = 0. A = 1 . Logika Gerbang OR dengan dua masukan. maka sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga. B = 1 maka Y = 1 + 1 = 1.7. Logika OR (a) Rangkaian dioda OR (b) rangkaian dioda OR Fungsi gerbang OR : Y = A OR B Y = A + B. Tabel 3. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1).

9. .6. Logika Gerbang OR dengan tiga masukan. Simbol Gerbang OR dengan tiga masukan. Gerbang NAND (Not-AND) Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gambar 3. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input © 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 1 1 1 1 1 1 1 Gambar 3.10. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-49 Analisis teoritis Analisis teoritisnya sama seperti analisis pada AND hasil tegangan output sama seperti pada tabel gerbang A Tabel 3. Simbol Gerbang OR.

7. Logika Gerbang NAND dengan tiga masukan.8. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (ABC) 1 1 1 1 1 1 1 0 . B = 1 maka =1. Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB) 1 1 1 0 Tabel 3.2-50 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3. Logika Gerbang NAND dengan dua masukan.1= = 0. Rangkaian NAND Fungsi gerbang NAND : Misal : A = 1 . Tabel 3.11.

13.15. Gambar 3. Simbol Gerbang NAND tiga masukan Gerbang NAND juga disebut juga Universal Gate karena kombinasi dari rangkaian gerbang NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika yang lain.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-51 Gambar 3. Gerbang NAND dalam arti logikanya Gambar 3.12. Simbol Gerbang NAND standar Gambar 3. Simbol-simbol gate .14.

9. R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3. Rangkaian NOR Fungsi gerbang NOR : Misal : A = 1 . Logika Gerbang NOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (A + B) 1 0 0 0 . B = 1 maka =1+1= = 0. Tabel 3.16. Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0).2-52 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gerbang NOR (Not-OR) Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran.

18. Simbol gerbang NOR tiga masukan Gerbang XOR (Antivalen. Logika Gerbang NOR dengan tiga masukan. Simbol gerbang NOR standar Gambar 3.10. Simbol gerbang NOR dalam arti logikanya Gambar 3. Exclusive-OR) Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai tinggi (1).19. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (A + B + C) 1 0 0 0 0 0 0 0 Gambar 3.17. .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-53 Tabel 3.

Fungsi gerbang XNOR : Tabel 3. Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya). Simbol gerbang XOR standar Gerbang XNOR (Ekuivalen.11. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB + AB) 0 1 1 0 Gambar 3.20. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 1 0 0 1 Tabel Logika Gerbang XNOR dengan dua masukan . Not-Exclusive-OR) Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR.12.2-54 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang XOR : Tabel 3.

Simbol gerbang XNOR Latihan Soal : 1.21. Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = ( A AND B) OR (C AND D) Y = (A . D) Tabel Logika A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-55 Gambar 3. B) + (C .

3. Diketahui rangkaian digital seperti berikut ini : Carilah persamaan booleannya dan jika diketahui nilai inputan A dan B tinggi (1) dan yang nilai inputan yang lain rendah (0) maka cari nilai hasil keluarannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A AND B) OR (C AND D ) OR (E AND F) Hasil nilai keluaran.1. Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan contoh dari masukannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : NOT (A AND B AND C) Contoh masukan : A= 1 .2-56 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2.D+E. B) + (C . C = 1 maka Y = 1.1+0.0 =1 Y = (A .1 = .F =1. D) + (E . B = 1 . bila A & B = 1 : Y=A. F) .B+C.0+0.

(C+ D) .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-57 4. Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A OR B) AND (C OR D) Tabel Logika : A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 Y= (A + B) .

perkalian d. mati d. NOT c. 0 0 0 1 10. AND d. 0 1 1 1 b. 0 1 1 1 b. aktip b. 1 0. Essay 1. 0 1.Soal Obyektif 1. dua input dua output c. Gerbang NOR menghasilkan logic yang berlawanan dengan gerbang a. dua input satu output d. 1 0 0 0 c. NAND 7. Gerbang yang menghasilkan 1 bila semua input 1 adalah gerbang a. 1 0 0 0 c. Gerbang yang menghasilkan 1 bila salah satu atau semua masukan 1 adalah gerbang a. AND d. saturasi c.58 Soal Teknik Digital A. EXOR 2. satu input satu output d. 1 1 1 0 d. 1 0. penjumlahan b. 0 1. A 1 B E 0 D1 I Y R D2 . Bila gerbang AND dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. inkubator 5. AND d. 0 0 0 1 B. OR c. pengurangan c. pengurangan c. Gerbang NOT sering juga disebut gerbang a. perkalian 9. Bila gerbang OR dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. Gerbang AND merupakan operasi digital untuk a. NOT b. NOT b. OR b. OR c. A=1 B=0 dan A=B=1 bila dioda ideal. 1 1 akan menghasilkan a. indikator b. Gerbang OR merupakan operasi digital untuk a. penjumlahan b. saturasi dan mati 6. EXOR 3.Buktikan bahwa output (Y) dari rangkaian gerbang OR di bawah ini menghasilkan 0 1 1 1 bila input A = B = 0 . invertor 4. satu input dua output b. induktor c. A=0 B=1 . pembagian d. Transistor didesain sebagai rangkaian gerbang bekerja pada daerah a. 1 1 akan menghasilkan a. Gerbang NOT mempunyai a. pembagian 8. 1 1 1 0 d.

Dimensi besar 3. emisi tegangan b. Ai = 10 Log (Vo / Ro) c.Filament pada tabung electron digunakan untuk membangkitkan : a. A=1.318V b. IV dengan V 4. hiE = 26 mV ( hfE/ IB) c. II dengan III c. basis – kolektor forward . Osiloscope mengukur tegangan listrik dalam satuan tegangan: a. Daya besar b. hiE = 26 mV ( hrE/ IC) d. A=B=1 6. emitor – basis forward .Logam tipe N merupakan doping antara logam-logam golongan : a. A=B=0 b. Penyearah gelombang penuh cara jembatan tanpa filter bila tegangan primer 12Veff maka tegangan keluaran DC sebesar: a. Ai = 20 Log ( Io /Ii) d. 12 x 0. IV dengan V 5. Miniatursasi d. emitor – basis reverse .636V c. 12 x 0. kolektor – basis reverse c. 12 x 0. I dengan II b. Syarat kerja transistor adalah: a. B=0 d. emissi benturan 2. Besar impedansi input model “h” untuk common emitor adalah: a. Ai = 10 Log (Po/ Eo ) b. c) atau d) 1.636V 7. kolektor – emitor forward . peack to peack d.707 V d. emitor – basis reverse b.Gerbang AND akan menghasilkan logika 1 bila masukan A dan B : a. Salah satu keuntungan dari komponen semikonduktor adalah a. Ai = 20 Log (Ii / Io) . kolektor – emitor forward d. r m s 8. rata-rata c. III dengan IV d.Besar penguatan arus dalam satuan dB adalah: a. kolektor – emitor forward 9. hiE = 26 mV ( hfE/ IE) 10. A=0. effektif b. emissi thermis c. 12 x 1.414 x 0. B=1 c. emisi sinar d. II dengan III c.59 SOAL-SOAL ELEKTRONIKA Pilih jawaban yang betul dengan memberi tanda X pada a). Panas tinggi c. III dengan IV d. b). Logam tipe P merupakan doping antara logam-logam golongan : a. hiE = 26 mV ( hoE/ IE) b. I dengan II b.

Rangkaian model “ h “ ideal. Rangkaian AC c. Rangkaian DC b.60 Dari rangkaian penguat common emitor di bawah ini: Gambarlah: a. R1 C1 IB IC RC C2 is RS R2 C3 VCC CE RE1 IE RE 2 .

BUKU AJAR Medan Elektro Magnetik .

medan magnet dan gabungan antara keduanya yang membentuk medan elektromagnetik.BAB I PENDAHULUAN Mata kuliah Medan Elektromagnetika ini membahas mengenai medan listrik. gaya tersebut adalah gaya Coulomb. Juga dibahas mengapa gaya ini bisa timbul yaitu karena sebenarnya di sekeliling suatu muatan listrik ada suatu daerah yang dilingkungi oleh flux listrik yang mengakibatkan adanya medan listrik. Secara garis besar muatan terdistribusi dalam bentuk baku yaitu dalam bentuk muatan garis. Selanjutnya karena sifat partikel yang bermuatan listrik negatif yaitu elektron dapat bergerak maka fenomena yang timbul jika elektron bergerak . karena itu untuk menentukan muatan totalnya perlu dilakukan perhitungan dalam bentuk integrasi. Keseluruhan perhitungan dan analisis yang digunakan untuk membahas medan listrik maupun medan magnet dan medan elektromagnetik ini harus dilakukan dalam dimensi ruang atau minimal dalam dimensi tiga karena analisis mengenai medan ini hampir keseluruhannya berkaitan dengan besaran vektor yang berada dalam ruang. dalam bentuk muatan bidang (permukaan) dan dalam bentuk volume. Pada medan listrik akan dibahas mengenai gaya yang timbul sebagai akibat interaksi dari dua partikel bermuatan listrik yang terletak berdekatan. Karena itu penguasaan tentang analisis vektor dalam beberapa sistem koordinat dimensi tiga mutlak harus dikuasai. Karena pada kenyataannya muatan terdiri dari berjuta-juta dan bahkan trilyunan partikel maka partikel-partikel tersebut akan membentuk distribusi-distribusi tertentu. Selanjutnya akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan medan listrik ini yaitu intensitasnya. kerapatan fluxnya dan potensial serta energi yang dimiliki oleh medan listrik.

hukum Faraday. fisika listrik dan analisis vektor.3-2 Medan Elektromagnetika yang timbul bukan medan listrik yang berubah tetapi akan timbul medan magnet. hukum Lenz dan konsep Gaya Lorenz. flux listrik. A. karena pada dasarnya cahaya adalah gelombang elektromagnetik. hukum Biot – savart. Petunjuk Belajar Agar dapat memahami materi buku ini dengan mudah. hukum Kirchoff tentang tegangan. Prasyarat Untuk menelaah kajian medan elektromagnetika disarankan menguasai materi-materi diferensial dan integral. potensial listrik. hukum Joule. B. Mempelajari dengan seksama tentang kajian diferensial – integral. (2) Medan magnet listrik yang memiliki lingkup bahasan tentang: hukum Amper. yaitu timbulnya medan listrik dan medan magnet secara bersamaan dengan arah rambat yang saling tegak lurus tetapi dengan kecepatan rambat yang sama besar yaitu sebesar kecepatan cahaya. perlu kiranya disiapkan langkah-langkah: a. Efek timbal balik inilah yang oleh Maxwell didefinisikan sebagai adanya medan elektromagnetik. hukum Ohm. fisika listrik dan analisis vektor terlebih dahulu agar diperoleh pemahaman yang mantap. C. medan listrik. . dan jika medan magnet mengalami perubahan atau mengalami pergerakan maka akan timbul arus listrik atau berarti akan timbul medan listrik. Deskripsi Ruang lingkup kajian dalam materi ini meliputi: (1) medan elektro statik yang mempelajari tentang hukum Coulomb. maupun hukum Kirchoff tentang arus. hukum Gauss.

Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektromagnetika dan teori-teori ikutannya. Memahami tentang medan elektromagnetika c. Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektro statika. flux listrik. Memahami tentang medan elektro statika b. hukum Gauss dan teori-teori ikutannya. Membuat catatan-catatan kecil dalam bentuk kartu. . Memahami tentang medan elektromagnetika berubah terhadap waktu Indikator: a.Medan Elektromagnetika 3-3 b. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Kompetensi yang diharapkan dalam mengkaji materi medan elektromagnetika adalah: a. b. Melakukan kajian komparatif dengan pengalaman-pengalaman praktis (empiris) d. sehingga mudah untuk mengingat dan menggunakan D. Memperbanyak latihan mengerjakan tugas-tugas agar diperoleh ketrampilan intelektual yang mantap c.

...................................................BAB II KEGIATAN BELAJAR I ELEKTRO STATIKA A....................85 x 10-12 F/ni = 8............1) r2 = gaya yang bekerja pada partikel yang bermuatan (pada Q1 dan Q2) F =k dalam newton Q1.(2....1) perlu dikalikan vektor satuan (r) sehingga berubah menjadi: F= r Q1Q2 ˆ r..........................(2................. Konsep Dasar Elektro Statika 1.......... Hukum Coulomb Hukum Coulomb dapat dituliskan persamaan berikut: F Q1Q2 newton............... Q2 = muatan masing-masing partikel dalam satuan newton r k = jarak antara partikel yang bermuatan = konstanta dalam sistem internasional k= ∈ ∈0 l 4πε = permittivity medium antara partikel = permittivity vakum = 8...85ρF/ni Karena F (gaya) suatu besaran vektor maka persamaan diatas (2.2) 4π ∈ r 2 = vektor satuan ..........

........ Jika Qe positif maka gaya per satuan muatan adalah intensitas medan listrik.Em = medan yang ditimbulkan oleh muatan pada titik 1.Medan Elektromagnetika 3-5 2....... maka besarnya medan listrik di suatu titik muatan test adalah jumlah vektor semua medan yang mempengaruhi muatan test tersebut.... maka: F Q1 ˆ r........(2....4) Ep = medan di titik P (titik dimana muatan test ditempatkan) E1.….........+ Em ……………………………………………(2....n Konsep dasar ini melandasi intensitas medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan titik........ muatan garis......................... 2...3) = Qe 4π ∈ r 2 Qe = Q1 = muatan test positif E= E = intensity medan listrik dalam NC-1 (Vm-1) Bila muatan partikel lebih dari satu titik. Medan Listrik Bila konsep Hukum Coulomb ini diterapkan untuk konsep medan listrik (E) menunjukkan intensitas medan listrik adalah: Qe F E F Qe = muatan eksperimen yang mendapatkan gaya bila berada dalam E= medan listrik = gaya yang dirasakan oleh Q exp = intensitas medan listrik di titik Q berada....... Bila dinyatakan dalam model matematis: Ep = E1 + E2 +……….. E2.. …............. .... muatan bidang maupun muatan ruang (volume).

.5) x2 x2 x1 x1 Bila konsep medan E seperti dinyatakan oleh persamaan (2................. maka besarnya beda potensial antara kedua titik dinyatakan dalam model matematis berikut: ...... Bila E X2 X1 dilakukan eksperimen membawa muatan test Positif dari x2 ke x1.............(2............ dalam medan listrik homogen E maka besarnya kerja diberikan ke muatan test posisif tersebut merupakan besarnya potensial listrik antara x2 ke x1 V = Force work xlenght = Ch arg e Ch arg e Konsep pendefinisian di atas bila ditunjukkan dalam model matematis adalah: V21 = ∫ dv = − ∫ Edr.5) diperoleh persamaan: V21 = − ∫ Q dr 2 x 2 4π ∈ r Q ⎡1 1 ⎤ ⎢ − ⎥ 4π ∈ ⎣ r1 r2 ⎦ x1 =− R1..............3-6 Medan Elektromagnetika 3......... Potensial Listrik Bila konsep medan listrik ini dikembangkan kajiannya untuk menjawab pertanyaan tentang potensial listrik.. r2 = panjang jarak perjalanan muatan test Q sampai titik x1 dan x2............ Bila lintasan gerakan muatan test positif tersebut terhadap arah medan membentuk sudut θ......3) dan persamaan ini disubstitusi ke dalam persamaan (2......

........(1... Rapat Muatan (Charge density) Rapat muatan listrik adalah jumlah (besaran) total dibagi energi panjang / luas / volume..dl... Dari konsep rapat muatan di atas maka...6) a b E = vektor medan listrik l = vektor panjang lintasan Nilai kerja tak tergantung dari bentuk lintasan tetapi panjang (jarak lintasan)........... penulisan model matematisnya adalah: Q L Q ρS = S Q ρV = V ρL = ρL = rapat muatan garis ρS = rapat muatan luas ρV = rapat muatan volume L = panjang garis bermuatan S = luas bidang partikel bermuatan V = besar volume partikel bermuatan Bilamana suatu medan listrik ditimbulkan oleh: .. ρL = rapat muatan untuk satuan panjang ρS = rapat muatan untuk satuan luas ρV = rapat muatan untuk satuan volume......Medan Elektromagnetika 3-7 Vab = ∫ dv = − ∫ E cosθdl a a b b Vab = − ∫ E.....

VL. • Medan potensial yang ditimbulkan oleh sejumlah muatan titik merupakan jumlah dari medan potensial masing-masing muatan tersebut . Rumusan singkat potensial listrik • potensial yang ditimbulkan sebuah muatan titik ialah kerja yang diperlukan untuk membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya.3-8 Medan Elektromagnetika Jumlah n titik bermuatan maka: jumlah total potensial di sustu titik adalah jumlah aljabar dari komponen potensial secara individu oleh masing-masing muatan terhadap titik dimaksud. …. Qm adalah: n 1 Q ∑ rn 4π ∈0 n =1 n Potensial yang ditimbulkan muatan terdistribusi sepanjang garis Vp = • V L= 1 4π ∈ ∫ ρL r dl • potensial yang ditimbulkan muatan bidang V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ρS r ds • potensial yang ditimbulkan muatan volume V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ∫ ρV r dv • Besar potensial total akibat Vp. Q2. VS dan VV adalah: + VV V = Vp + VL + VS Dasar konsep ini sebagai dasar teori superposisi. Pernyataan ini dapat ditulis dalam bentuk model matematis berikut: • Potensial yang diakibatkan n buah titik bermuatan Q1.

.(2.......8) Persamaan ini disebut gradient potensial (∇V) atau : Gradien V = grad V = ∇V = -E ……………………………...................................………………(2. Konsep diatas dengan rumusan matematis (acuan nol di tak terhingga): VA = − ∫ E...........................................(2......... Mencermati persamaan (1..............dL.............7) ≈ A Atau beda: VAB = VA − VB = − ∫ E...............7) bila dikaji lebih lanjut dapat diperoleh konsep berikut: • • • Besar intensitas medan listrik sama dengan harga maksimum laju perubahan potensial terhadap jarak Harga maksimum didapat saat arah pertambahan jarak berlawanan arah E Persamaan (2..........9) dV dL .....dL B A Perlu diingat untuk integral garis (L) tidak tergantung dari lintasan yang dipilih......Medan Elektromagnetika 3-9 • Potensial yang ditimbulkan sejumlah muatan titik atau distribusi muatan medan dapat diperoleh dengan membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya sepanjang lintasan sembarang yang kita pilih.............dL = 0 Persamaan ini merupakan bentuk umum Hukum Kirchoff untuk tegangan.................................. Oleh karena itu untuk kerja yang diperlukan untuk lintasan tertutup ialah nol atau: ∫ E.....7) bilamana didefinisikan akan memperoleh persamaan baru secara umum adalah: = − E.

.....10) s ψ = flux listrik yang menembus permukaan tertutup ..... yang mana D = kerapatan flux listrik .... Hukum Gauss Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkungi oleh permukaan tersebut. m-2 Dan bentuk persamaan umumnya adalah: ψ = ∫ ∫ D... Rumusan matematis dari Hukum Gauss ialah: ψ = ∫ DS ..3-10 Medan Elektromagnetika 4..(2..ds Dan flux listrik total yang ditimbulkan muatan (Q) adalah: ψ = ∫ ∫ D....... C m-2 ∈ = Permittivity medium F m-1 E = intensity medan listrik V m-1 5. dan dinyatakan dengan persamaan berikut: ψ=DA (C) D = kerapatan flux rata-rata....ds = mua tan yangdilingkungi = Q.ds = ∫ ∫ Dn ...ds = Q Memperhatikan hubungan antara medan listrik (E) dengan kerapatan flux listrik (D) yang besarnya : Q Q ˆ ˆ rmaka rdanD = 2 4π ∈ r 4πr 2 D = ∈E E= Karena konsep kerapatan flux adalah muatan per satuan luas......... Cm-2 A = luas penampang tabung....... Flux Listrik Flux listrik (ψ) yang melewati setiap tabung adalah konstant.......

...A V=Ed A = luas permukaan plat (kapasitor) . maka medan listrik untuk bagian dalam adalah nol (E = 0) dan untuk permukaan dan di luarnya adalah: ˆ r 4πε 0 r 2 (π ≥ π1) .....dl = 0...... Besarnya kapasitas (C) kapasitor adalah: C= Q V Dimana Q = D.11) Persamaan ini melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL). Dn = ρs → ρs = rapat muatan bidang permukaan.(2.......... π = jari-jari bola E= Q • • • flux density (D) di bidang permukaan konduktor besarnya adalah sama dengan charge density (rapat muatan) pada permukaan tersebut....Medan Elektromagnetika 3-11 ∫ S = int egralpermukaantertutup Ds = rapat flux pada permukaan Kajian dari hukum Gauss ini akan melandasi konsep Hukum Kirchoff tentang arus (Kirchoff Current Law = KCL).....................dl Karena Vaa = 0 jadi: ∫ E......dl b a Vaa = VAab − Vba = ∫ E..... Kajian lanjut dari hukum Gauss bila diperuntukkan pada materi bermuatan adalah sebagai berikut: • Bola bermuatan.. Sedangkan kajian lebih lanjut tentang konsep potensial (tegangan) listrik untuk lintasan tertutup akan melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) yakni: VAB = − ∫ E...................................................

3-12 Medan Elektromagnetika d = jarak antar plat kapasitor D = ∈E C= maka ∈A dalamFarad (F ) d Dan energi pada kapasitor 1 q. maka pada bidang batas akan berlaku: α1 α2 medium 1 ∈1 x1 medium 2 ∈2 x2 tan α1 ∈1 = tan α 2 ∈2 D cosα1 D2 cosα 2 = E1 sin α1 E2 sin α 2 • Bila dua bahan konduktor dengan dielektrik (isolator) Besarnya nilai D atau E dalam konduktor adalah nol. maka hubungan antara D dan E adalah: pada isolator Dn1 = ρs .dq C∫ 0 Q W = W = • 1 Q2 1 1 = CV 2 = QV 2 C 2 2 Bila dua bahan (lebih) dielektrik dipadukan.

. Ini sebagai dasar persamaan Maxwell untuk differensial relation.... diperoleh persamaan baru: ∫ D... . α1 = tan −1 • Bilamana flux density (D) dikenai operasi divergensi akan menghasilkan suatu persamaan lim ΔV → 0 ∫ D ds = divD = ρ ......D..ds = ∫ ρ ....... D = 0 Dari hukum Gauss diperoleh hubungan ∫ D.. D untuk ρ..Medan Elektromagnetika 3-13 En1 = ρs ∈1 . D = ρ untuk daerah bebas muatan (ρ=0) ∇. Model matematis persamaan ini adalah: ∇...dv S V Bila persamaan dinyatakan dengan pernyataan adalah: “ Integral fungsi vektor atas permukaan tertutup akan sama dengan integral divergen fungsi vektor melalui permukaan volume setelah tertutup”....12) n ΔV atau ∇.. Et = 0 Et1 = tan −1 0 = 0 En1 Maka flux listrik pada bidang batas dielektrik – konduktor selalu tegak lurus pada bidang permukaan konduktor.ds = ∫ ∇................(2..................D = divD = ∂Dx ∂Dy ∂Dz + + ∂x ∂y ∂z nilai dari div D adalah ρ yaitu rapat muatan permukaan volume.........dv s V Dan ∇............

..14) Hubungan model matematis ini merupakan konsep hukum Ohm.. Hubungan antara voltage dengan arus Pada tahun 1826 George Simon Ohm melakukan eksperimen hubungan antara tegangan V pada sepanjang konduktor dengan arus I yang melewati konduktor tersebut.....(2. sekon .. 7.................. A R = resisitansi...... Ω T = waktu......... diperoleh parameter hubungan sebagai berikut: “Besarnya beda tegangan (V) antara ujung konduktor sama dengan hasil kali antara resistans (R) dengan arus (I)” bila dinyatakan dalam model matematis: V = IR atau R = V/I ……………………………………………..3-14 Medan Elektromagnetika • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = − ρ ∈ Poisson: ..(2.13) Untuk ρ = 0 → ∇2V = 0 • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = ∂ 2V ∂ 2V ∂ 2V + + ∂x 2 ∂y 2 ∂z 2 Laplace: 6............... Hukum Joule Kajian antara hubungan daya (power) listrik dengan energi yang timbul (diserap) dilakukan oleh joule.. dalam bentuk model matematis berikut: W = I2R T untuk I = arus listrik ...

...... joule Hubungan ini disebut hukum Joule......17) 9..... y dan z. Pengembangan analisis divergensi untuk volume ∇V adalah: ∇J = 0 …………………………………………………………………..16) S Bilamana konsep ini diberlakukan pada suatu titik cabang......(2.. Divergence Current Density (∂) Kerapatan arus (J) untuk elemen ∇V memiliki arah komponen koordinat pada sumbu x. Pernyataan ini merupakan hukum Kirchoff untuk arus dan bila dinyatakan dalam persamaan adalah: ∑ I = 0…………………………………………………………………... Secara spesifik hubungan hukum Kirchoff dengan hukum Ohm ditampilkan oleh persamaan: ∑ V = ∑ I R ……………………………………………………………….....18) sebab divJ = ∇......(2..ds Δv .....(2...(2.J = lim Δv → 0 ∫ J ..........15) Sedangkan hukum Kirchoff untuk arus dilandasi oleh hukum Gauss........ maka “jumlah aljabar arus yang melewati titik adalah sama dengan nol”.... Hukum Kirchoff Di bagian terdahulu telah ditunjukkan bahwa konsep tegangan telah melandasi ditemukannya hukum tentang tegangan yakni untuk lintasan tertutup (rangkaian tertutup) bahwa “ jumlah aljabar tegangan (voltage) adalah sama dengan nol” bila dinyatakan dalam model matematis: ∑ V = 0....Medan Elektromagnetika 3-15 W = energi.................. yaitu integral komponen normal rapat arus J pada permukaan tertutup adalah sama dengan nol atau ∫ J ...ds = 0............ 8........

.....7 x 108 N Newton • Dua plat sejajar berjarak 3 x 10-2 m dan masing-masing plat bermuatan listrik 10 x 10-4 C dan 9 x 10-4 C.....14 • 8. sehingga ∇J = 0....19) ∂t B........... Berapa gaya yang diderita oleh kedua plat bila plat tersebut berada di ruang hampa? Penyelesaian: ....854 = 0. Latihan 1.14 • 8.. Penyelesaian: F1 = F2 = Q1 • Q2 4πεoR 2 = = 10 • 30 4 • 3.277 x 1010 = 27... Jarak kedua titik tersebut 3 m dan berada di ruang hampa. divJ = ∇..............(2.......... Hukum Coulomb • Titik P bermuatan + 10 C dan titik Q bermuatan + 30 C.854 • 10−12 • 302 10 • 1012 120 • 3..ds = − dt Δv S dρ untuk arus I kontinyu.......... Berapa gaya yang diderita oleh benda di titik P........ ∂ρ / ∂t = 0......J = − ∂ρ ......3-16 Medan Elektromagnetika sedangkan hubungan antara rapat muatan dengan rapat arus untuk suatu volume ∇V: maka: ∫ J .

Medan Listrik • Benda berukuran 10-4 C berada di ruang hampa.14 x8.854 x9 = 8.996 x 103 N/C • Ketentuan seperti soal di atas dan titik S berjarak 6 m.854 x10−12 x(10) 2 = 10-4 x 1012 x 102 4 x 3.14 x 8.996 x 106 N 2.5 x 104 V/m .14 x8. berapa medan di titik S? Penyelesaian: Medan di titik S: ES= Q 4πεoR 2 N/C = 0. Berapa kuat medan di titik R tersebut? Penyelesaian: Medan di R adalah: ER = = Q 4πεoR 2 10−4 4 x3.854 x10−12 (3x10− 2 ) 2 10 x9 x10−8 x1016 4 x3.14 x8.854 = 0.8996 x 104 N/C = 8. Suatu titik R berjarak 10 m dari benda bermuatan.025 x 106 = 2.Medan Elektromagnetika 3-17 F1 = F2 = = = Q1 • Q2 4πεoR 2 (10 x10−4 ) x(9 x10−4 ) 4 x3.

3-18 Medan Elektromagnetika 3.25 x 105 volt 4.85 x 4 = 0.14 x8. berapa arus yang mengalir pada resistor? Penyelesaian: Hukum Ohm dalam model matematis: V = I R atau I = V R-1 I = 10 / 10 = 1 V / Ω = 1 A • Suatu resistor 20 Ω dialiri arus 2 A. Berapa beda potensial antara titik S dan T? Penyelesaian: VST = − ∫ RT RS Q dR 4πεo R 2 RT =− Q 4πεo RS dR ∫ R2 = 1 ⎤ Q ⎡ 1 − ⎥ ⎢ 4πεo ⎣ R S RT ⎦ 10 −4 4 x3. Hukum Ohm • Suatu resistor 10 Ω diberi tegangan 10 volt. Potensial Listrik Benda A bermuatan 10-4 coulomb.225 x 106 Volt = 2. ada dua titik S dan T berjarak dari benda bermuatan 2 m dan 4 m.14 x8.85 x10−12 ⎡1 1⎤ ⎢2 − 4⎥ ⎣ ⎦ = = 10− 4 x1012 4 x3. Ketiga titik tersebut berada di ruang hampa. berapa tegangan yang dipasang pada resistor tersebut? Penyelesaian: V=IR = 20 x 2 .

30 A . dua cabang berarus 10 A dan 20 A menuju titik titik tersebut. Berapakah arus yang dikeluarkan baterai? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk lintasan tertutup dinyatakan dalam model matematis adalah: ∑ E = ∑ I R atau ∑ V = ∑ I R E1 + E2 = IR1 + IR2 I = (E1 + E2) x (R1 + R2)-1 = (12 + 9) x (10 + 40)-1 V/Ω = 21 x 50-1 V/ Ω = 0. Berapa arus yang keluar (meninggalkan) titik cabang? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk arus pada titik cabang ditunjukkan oleh model matematis: ∑I=0 I 1 + I2 + I 3 = 0 10 A + 20 A + I3 = 0 I3 = .42 A • Suatu titik bercabang tiga. Hukum Kirchoff • Dua baterai 12 volt dan 9 volt diseri dan digunakan untuk mengaliri dua resistor masing-masing 10 Ω dan 40 Ω tersambung seri.Medan Elektromagnetika 3-19 = 40 AΩ = 40 volt 5.

Bilamana dua benda bermuatan listrik. Benda bermuatan listrik akan menyebabkan adanya medan listrik di sekitarnya. maka pada setiap titik yang berada di ruang tersebut akan timbul tegangan yang besarnya ditunjukkan oleh persamaan: V = − ∫ E • dl Vab = − ∫ E • dl a b Dengan ketentuan Vab adalah beda tegangan (potensial) antara titik a – b. Bila pernyataan ini ditunjukkan dengan persamaan: Q = ∫ D • ds S 5. pada benda tersebut pasti merasakan ada gaya tarik / tolak. 2. Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkupi oleh luasan tertutup tersebut. Hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) dinyatakan oleh model matematis : ∑V=∑IR dan Hukum Kirchoff untuk arus (KCL) ditunjukkan oleh model matematis berikut: ∑I=0 . Rangkuman 1.Besarnya intensitas medan listrik berbanding langsung dengan besar muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. 3. Nilainya ditunjukkan oleh Persamaan: F = k (Q1 Q2) x R-2. Besarnya intensitas medan listrik dinyatakan oleh persamaan: E = F Q-1 = k Q R-2.3-20 Medan Elektromagnetika C. Suatu ruang (medium) yang padanya ada medan listrik. Benda-benda bermuatan sejenis akan tolak menolak dan bila bermuatan berlawanan akan saling tarik menarik. Hukum Coulomb. 4.

Besar arus yang mengalir pada konduktor berbanding langsung dengan besar tegangan 2. Newton per coulomb (N/C) 4. bila pernyataan 1 dan 2 benar Pilih jawaban c. Tergantung dari medium benda bermuatan tersebut berada 4. Tugas-tugas Pilih jawaban a. Volt (V) 2. Tergantung kuadrat jarak antara kedua benda. Berbanding langsung dengan besar tahanan konduktor 4. Joule per coulomb meter (J/Cm) 4.1 Pernyataan hukum Coulomb menunjukkan bahwa: Gaya yang diderita oleh dua benda bermuatan adalah: 1. Besar arus tak terpengaruh nilai tegangan antar ujung konduktor. Joule per coulomb (J/C). . bila pernyataan 1 benar Pilih jawaban b.4. Volt per meter (V/m) 2. bila pernyataan 1.4. 2. 2 dan 3 benar Pilih jawaban d. 2.4.4. 2. Tergantung dari kebalikan kuadrat jarak antara benda bermuatan 3. Tergantung dari besar muatan masing-masing 2.2 Satuan medan listrik adalah: 1.4 Pernyataan dari hukum Ohm untuk konduktor yang dialiri arus adalah: 1. Newton per coulomb (N/C) 3. Newton meter (Nm) 2.3 Satuan untuk potensial listrik adalah: 1. Volt / meter (V/m) 3. Berbanding terbalik dengan besar tahanan konduktor 3.Medan Elektromagnetika 3-21 D. bila pernyataan 1.2 dan 4 benar.

4.5 Pernyataan hukum Kirchoff menyebutkan bahwa: 1. Setiap titik cabang jumlah arus adalah tetap. titik N berjarak 10 m dari benda tersebut.7 Ketentuan seperti soal 2.6 terdapat titik M yang berjarak 20 m dari benda bermuatan.4. Setiap lintasan tertutup jumlah tegangan sama dengan jumlah hasil kali arus dan hambatan-hambatannya 2.4. Setiap titik cabang jumlah arus yang menuju titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkannya 4. berapa beda potensial antara N – M? .4. berapa kuat medan di titik M? 2.3-22 Medan Elektromagnetika 2.4. 2.8 Ketentuan seperti kedua soal di atas. Setiap titik cabang jumlah arus pada titik cabang adalah nol 3. Bila medium memiliki k = 1 berapa kuat medan di titik N? 2.6 Suatu benda bermuatan 20 x 10-4 C.

.......... disekeliling konduktor akan timbul medan magnet..1) Atau secara sederhana dinyatakan dengan persamaan: H = kuat medan l = panjang lintasan I = arus yang dilingkupi Bilamana batang konduktor diperbanyak menjadi N batang dalam berkas (turn)......Medan Elektromagnetika 3-23 BAB III KEGIATAN BELAJAR II ELEKTRO MAGNETIKA A.. sehingga ∫ H ..........(3............dl = NI .............(3. Konsep Dasar Elektro Magnetika 1......................................... ......... Medan Magnet pada Arus Listrik Steady Bilamana batang konduktor berarus listrik.......dl = I .......... Hubungan antara arah arus dengan medan magnet ditunjukkan oleh kaidah telapak tangan kanan seperti ditunjukkan oleh gambar berikut. ∫ H ..............................2) persamaan menjadi: Konsep dasar dari hukum Amper ini yang melandasi kemagnetan listrik.................. maka besarnya medan juga sebanding dengan N tersebut....................................... H X X : arah arus meninggalkan kita I • 0 : arah arus menuju kita : arah medan Sedangkan hubungan nilai besaran antara arus medan magnet dan panjang lintasan medan ditunjukkan oleh hukum Amper yang berbunyi: “integral garis medan H pada lintasan tertutup sama dengan arus yang dilingkupinya”..

.........................3) dan (3........... maka besarnya rapat flux B= μI 2πR (B) pendekatannya: Untuk B = flux density (rapat flux) NA-1 m-1 Atau dalam satuan Tesla (T) μ = permeabilitas dalam satuan H/m I = arus pada konduktor dalam A R = jarak titik (dicari kuat flux density) dalam m............. sehingga d l sin θ = ηdθ dan R = η sin θ ... ... Persamaan (3............4) adalah statemen dari hukum Biot – Savart................ batang panjang... dan sebagainya..(3........ m r = jarak dari elemen ke P θ = sudut yang terukur antara garis r dan garis singgung elemen batang Atas dasar kajian ini aplikasinya dapat menganalisa induksi magnet yang ditimbulkan oleh bentuk batang khusus seperti kamparan.. mereka merumuskan induksi magnet (B) besarnya dipengaruhi elemen batang berarus dan jarak seperti ditunjukkan persamaan: μ Idl sin θ ...............3-24 Medan Elektromagnetika Kajian lebih lanjut dilakukan Biot dan Savart........ Konsep tersebut melandasi konsep medan magnet atau rapat flux B pada radius R dari konduktor linier berarus I dengan panjang konduktor tak terbatas...............................(3..........................3) dB = 4π r2 Atau B= Dimana B = rapat flux pada P... A dl = elemen batang berarus.. NA-1 m-1 atau T μI sin θ dl......4) 4π ∫ r 2 μ = permeability medium H m-1 I = arus pada batang.

..........................5) Analisis dasar ini dapat dikembangkan untuk kepentingan praktis seperti konsep pemagnetan buatan (magnet listrik) dan sebagainya.............7) Dengan v = kecepatan gerak muatan listrik dalam m ...(3............. Persoalan mendasar adalah bila nilai besaran arus mengalami perubahan (dI) ataupun medan magnet mengalami perubahan yang berarti flux magnet mengalami perubahan (dφ)....... Adanya perubahan dI atau dφ akan menghasilkan konsep dasar hukum Lenz atau Faraday............(3............ secara eksperimen mengalami gaya yang dinyatakan persamaan berikut: F = Qv x B …………………………………………………............Medan Elektromagnetika 3-25 Konsep dasar medan magnet akibat arus listrik pada konduktor...... Untuk konduktor cincin (terbuka) .. Gaya Bilamana suatu muatan bergerak dalam medan magnetik dengan kerapatan flux B................. bila dikembangkan kajian pada konduktor berarus yang dibentuk seperti konduktor cincin (lilitan=kumparan cincin)..…………..................(3..5) 2R B = flux density dalam NA-1 m-1 atau T I = arus pada konduktor dalam A R = jari-jari (radius) cincin dalam m B= μI μ = permeabilitas medium dalam Hm-1 Untuk solenoida (kumparan) besarnya B adalah: μNI ........................ toroid dan sebagainya dapat diselesaikan persamaan-persamaannya seperti berikut............ solenoide.........................6) B= l N = jumlah turn (lilitan) pada solenoida l = panjang solenoida dan ketentuan lain seperti pada penjelasan persamaan (3. 2...............

.9) dan (3...... maka gaya pada partikel muatan adalah: dF = d Q v x B ……………………………………………………….(3....(3.................... Suatu konduktor berarus 10 A..(3..... Latihan-latihan 1... Begitu pula bila kerapatan flux (B) ditimbulkan oleh magnet listrik yang berarti gaya antar batang – batang konduktor berarus yang merupakan konsep dasar moment (kopel) suatu alat ukur / motor listrik.. Penyelesaian: Besarnya kuat medan magnet (H) adalah: ∫ Hxdl = I Atau : H = I x (2 π R)-1 →l=r H = 10 x [ 4 x 3.8) sebagai dasar kajian gaya akibat muatan bergerak pada kerapatan flux.9) untuk J = rapat muatan ruang dalam A m-2 sedangkan hubungan antara J dv sebagai unsur arus diferensial yaitu J dv = I d L oleh karena itu persamaan (3.8) Persamaan (3....…………(3.......7) dideferensial..9) dapat ditulis berikut: d F = I d L x B ………………………………………………………...12) vol Persamaan (3....11) atau dalam bentuk lain: F= garis ∫ IdLxB = ∫ ∂xBdv. v d Q ada keterkaitan dengan rapat muatan bergerak yakni d Q = ρ d v yang merupakan rapat muatan ruang.........14 x 10]-1 .10) merupakan persamaan dasar dari konsep kerja motor listrik / alat ukur listrik dan pengembangan alat-alat lainnya.. 3.. maka telaah ini diteruskan akan memperoleh persamaan yakni: d F = J x B dv …………………………………………………………(3...10) atau F = I L x B ……………………………………………........... berapa kuat medan di titik P yang berjarak 10 m dari konduktor..3-26 Medan Elektromagnetika Bila persamaan (3...

2 x 104 A/m A/m . dengan panjang 20 cm.98 x 10-2 A/m 2. Permeabilitas μ = 1 dan dialiri arus 10 A.14 x 50 x 10-2)-1 = 105 x (2 x 3. dan intinya memiliki μ = 1.Medan Elektromagnetika 3-27 = 1 x [ 4 x 3. Konduktor berbentuk cincin dengan radius 10 m. Berapa rapat flux magnet rata-rata pada inti solenoide? Penyelesaian: Besarnya B adalah: B = μ N I x (l)–1 = 1 x 1000 x 10 x (20 x 10 –2)-1 = 5 x 104 A/m 4.14 x 50 x 10-2)-1 = 3. Konduktor tersebut dialiri arus sebesar 10 A. berapa kuat medan (H) di pusat cincin? Penyelesaian: H = I x (2 R)-1 = 10 x (2 x 10) -1 =1 / 2 A/m 3. diameter toroide 50 cm dan diameter coil 4 cm. Bila konduktor tersebut dialiri arus listrik 10 A. Konduktor dibentuk toroide dengan jumlah 10000 lilitan. Berapa kerapatan flux (B) pada inti toroide? Penyelesaian: B = (μ N I) x (2 π R)–1 = 1 x 104 x 10 x (2 x 3.18 x 104 A/m = 3. Konduktor dibentuk kumparan (solinoide) sebanyak N = 1000 lilitan.14 ]-1 = 7.

Disekitar konduktor berarus akan timbul medan magnetik (H). Rangkuman 1. Konduktor cincin flux density (B) di titik pusat cincin B = μ I x (2 R) –1 b. Konduktor panjang 10 m. Hubungan antara medan magnet dengan arus listrik didasarkan hukum Amper yang model matematisnya adalah: ∫ H • dl = I 2. berada dalam kerapatan flux magnet (B) sebesar 1000 N/Am dan dialiri arus 5 A. Berapa gaya yang dirasakan oleh konduktor? Penyelesaian: Gaya yang dialami konduktor: F =LIxB = 10 x 5 x 1000 = 5 x 104 Newton = 5 x 104 N 4. Biot dan Savart menemukan hukum Biot savart dengan rumusan matematis sebagai berikut: dB = atau B= μ Idl sin θ r2 4π μI sin θ dl 4π ∫ r2 3. Mendasarkan konsep hukum Amper. Telaah lebih lanjut dari hukum Biot – savart terhadap bentuk konduktor berarus: a.3-28 Medan Elektromagnetika 5. Konduktor lurus panjang: B = μ I x (2 π R)–1 .

Newton per Amper (N/A) b. Newton meter per Amper (Nm/A) F=LIxB d. Amper meter per Newton (Am/N) 2. L adalah: Persamaan ini mendasari prinsip muatan listrik. 20 N . 4. 50 N c. Newton per Amper meter (N/Am) c. 5. 1. Konduktor dibentuk solenoide dengan panjang kumparan l . Newton per Amper meter (N/Am) c. Amper meter per Newton (Am/N) 3. Konduktor dibentuk toroid.Medan Elektromagnetika 3-29 c. 500 N b. Besarnya gaya yang dialami oleh konduktor adalah: a. Newton meter per Amper (Nm/A) d. Suatu konduktor panjang 5 m berarus 10 A. 100 N d. besarnya B adalah: B = μ N I x (2 π R)–1 Dengan ketentuan R = radius toroide. Tugas-tugas Pilihlah jawaban yang paling benar dari jawaban yang tersedia. Satuan untuk besaran flux magnet (φ ) adalah: a. besarnya B adalah : B = μ N I x (l)–1 d. Newton per Amper (N/A) b. Suatu muatan bergerak dalam medan magnettik dengan kerapatan flux (B) akan mengalami gaya yang dinyatakan persamaan: F = Q V x B Atau dalam bentuk hubungannya dengan I. berada pada medan magnet dengan rapat flux (B) sebesar 10 N/Am. Satuan untuk besaran rapat flux (B) adalah: a.

000 lilitan. berapa rapat flux magnet yang terbentuk bila toroide dialiri arus 5 A. Solenoide tersebut dialiri arus sebesar 5 A.3-30 Medan Elektromagnetika 4. Konduktor cincin berarus 10 A dan radius cincin 5 cm.1592 A/m d. Berapa kuat medan magnet yang terbentuk pada inti solenoide? 7. Bila solenoide tersebut dialiri arus listrik 10 A. memiliki jumlah lilitan 10. 0. 100.15 A/m c. . 1000 A lilitan / m d. besar medan megnet di inti solenoide adalah: a. maka besar medan magnet yang berjarak 10 m dari konduktor adalah: a. 100 A lilitan / m 6. 0. Konduktor lurus panjang berarus 10 A. Sebuah solenoide panjang 5 cm. Berapa kuat medan di titik pusat cincin? 8. 0. Konduktor dibentuk toroide dengan 1000 lilitan.000 A lilitan / m b. Bila pada intinya terbuat bahan ferromagnetik dengan nilai μ = 5 A/m dan diameter toroide 20 cm. panjang solenoide 10 cm. Konduktor dibentuk solenoide dengan 1000 lilitan.16 A/m b.1692 A/m 5. 0. 10 000 A lilitan / m c.

.......... sehingga ditemukan hukum Faraday yang dinyatakan dalam model matematis berikut...........2b) ∂t Hubungan antara medan magnet yang berubah (dφ) terhadap tegangan = v = −N potensial yang ditimbulkannya telah ditemukan oleh Faraday dimana Faraday diilhami oleh hukum Lenz.... yang berarti tegangan = potensial listrik... Konsep Dasar Medan Magnet dan Medan Listrik Berubah terhadap Waktu Bila dikaji arus listrik dapat menimbulkan medan magnet seperti ditunjukkan hukum Amper atau Biot-Savart.................................................. Maka kajian ini diteruskan yaitu medan magnet berubah tersebut disebabkan oleh arus yang berubah (seperti ditunjukkan hukum integral Amper ∫ Hdl = I Atau ...............................2a ) ∂t ∂φ .......................................(4.... maka medan magnet pasti menimbulkan arus listrik...............(4....1) ∂t Jika lintasan tertutup nya konduktor berbentuk lilitan yang terdiri N lilitan... v = ggl = e = − maka v = −N Atau ∂φ volt... Konsep pemikiran yang melandasi Faraday melakukan eksperimennya ........ ∂φ volt.Medan Elektromagnetika 3-31 BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV MEDAN MAGNET DAN MEDAN LISTRIK BERUBAH TERHADAP WAKTU A..........(4......

.106 volt ..2) dan (4.... di volt...... Berapa elektromotansi yang akan timbul pada konduktor? Penyelesaian: V = .... Latihan-latihan 1. Hubungan antara tegangan induksi dengan perubahan arus ditunjukkan oleh model matematis hukum Lenz berikut...... Suatu batang konduktor berada dalam flux yang mengalami laju perubahan dari 1000 Weber ke 0 Weber dalam tempo 10-3 detik.(dφ) x (dt)–1 Volt = ... (4... Konsep-konsep dasar yang dinyatakan model matematis (4.......(1000 – 0) x (103) volt = . Hukum Faraday..3) merupakan dasar dari analisis generator....ds S Dan B = μH ds = perubahan Maka dari itu dI akan menyebabkan suatu induksi tegangan pada konduktor yang melawan tegangan yang menyebabkan arus pada konduktor mengalir...1)... B.....3-32 Medan Elektromagnetika H = Dan dI dl φ = ∫ B...........(4... transformator dan analisis transien (rangkaian listrik akibat pengaruh perubahan)...3) ∂t L = besarnya nilai induktansi batang konduktor / lilitan yang besarnya L = φ / I V = −L atau L = Nφ / I..

50 x 10-3 x 10 x (2-1 x 103) volt = .106 x 125 volt = .1. Suatu batang konduktor bergerak memotong flux magnet 500 weber dengan laju kecepatan 2 x 10-2 detik.250 volt 5. Suatu konduktor berbentuk filamen memiliki induktansi diri (L) sebesar 50 mH.(dφ) x (dt)–1 Volt = .N (d φ) x (d t)–1 = -1000 x (500 – 0) x (4-1 x 103) volt = .Medan Elektromagnetika 3-33 2.50 x 5 volt = . Suatu konduktor dibentuk filamen dengan 1000 lilitan. Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = . Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = . tetapi tempo laju perubahannya 106 detik. Seperti soal (4).25 x 108 volt 4. Bila konduktor tersebut dialiri arus 10 A dengan laju perubahan dalam tempo 2 x 10-3 detik.500 x (2-1 x 102) = .25 x 103 volt 3. berapakah elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .L (d I) x (d t)–1 volt . Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor? Penyelesaian: Elektromotansi (V) = . konduktor tersebut berada dalam laju perubahan flux magnet 500 weber ke 0 weber dalam tempo 4 x 10-3 detik.L (d I) x (d t) volt = .

Keterpautan antara flux magnet total dengan arus listrik disefinisikan sebagai “induktansi diri (L)”.d φ V dt Jika lintasan tertutupnya berbentuk konduktor filamen yang terdiri dari N lilitan maka elektromotansinya adalah: elektromotansi = .500 k volt C. Rangkuman 1. Hukum Faraday: “Medan magnetik yang berubah terhadap waktu menimnulkan elektromotansi (gaya gerak listrik / tegangan listrik) pada suatu rangkaian”. Besarnya flux magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik berbanding langsung dengan besar arus listrik pada konduktor yang menimbulkan flux magnet.L d I dt V .N d φ dt 2. 3.50 x 10-3 x (10 x 10-6) volt = -5 x 105 volt = . Bila pernyataan ini dimodelkan matematis adalah: elektromotansi = .3-34 Medan Elektromagnetika = . Hukum Lenz “Tegangan induksi (gaya gerak listrik) selalu berkelakuan menimbulkan flux yang berlawanan”. Model matematis keterkaitan antara φ dan I adalah: L = φ / I atau untuk N lilitan adalah: L=Nφ/I Hubungan antara elektromotansi dengan perubahan arus terhadap waktu yang mengalir pada konduktor yang memiliki induktansi diri L adalah: ektromotansi = .

1. Model matematis untuk persamaan induksi (elektromotansi = V) adalah: (1) V = . bila pernyataan 1. bila pernyataan 1. Satuan induktansi diri adalah: (1) Henry (H) (2) Weber per Amper (Wb/A) (3) Weber lilitan per Amper (Wb lilitan / A) (4) Amper per weber (A/Wb) 4. Tugas-tugas Pilih jawaban a. Satuan untuk tegangan induksi (elektromotansi) adalah: (1) Volt (V) (2) Weber per detik (Wb/dtk) (3) Weber per volt (Wb/V) (4) Volt per weber (V/Wb) 3. bila pernyataan 2 dan 3 benar Pilih jawaban d.N d φ / d t (3) V = d φ / d t (4) V = N d φ / d t . 2 dan 3 benar Pilih jawaban c. Besarnya elektromotansi yang timbul pada konduktor yang berada dalam perubahan flux magnet terhadap waktu adalah: (1) Tergantung dari besarnya perubahan flux (2) Tergantung dari waktu laju perubahan (3) Besarnya berlawanan dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) (4) Besarnya berbanding lurus dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) 2. bila pernyataan 4 benar.d φ / d t (2) V = .Medan Elektromagnetika 3-35 D. 2 benar Pilih jawaban b.

3-36 Medan Elektromagnetika

5. Model matematis untuk persamaan induktansi diri (L) adalah: (1) L = - φ / I (2) L = φ / I (3) L = N φ / I (4) L = - Nφ / I

Medan Elektromagnetika 3-37

BAB V KEGIATAN BELAJAR V
TEORI MAXWELL (Persamaan Maxwell) Kajian teori Maxwell sebagai dasar kajian tentang keterkaitan medan magnet (H) dengan medan listrik (E) atau sebaliknya. Hal ini sebagai dasar menelaah gelombang elektromagnet. Kajian ini sebagai pengembangan Medan Elektro Magnet. Kajian saling keterkaitan antara pengaruh medan listrik dengan medan magnet atau sebaliknya dikaji oleh James Clark Maxwell sebagai temuan teori Maxwell. Sebagai dasar pemikiran Maxwell dari teori Stoke yang melakukan kajian pengoperasian integral garis terhadap kajian integral luasan diperoleh persamaan dasar:

∫ H .dl = ∫ (∇xH ).ds..................................................(5.1)
S

Persamaan (4.1) berlaku untuk setiap medan vektor d l = panjang lintasan tertutup d s = luas permukaan yang dibentuk lintasan tertutup itu Dengan konsep teori Stoke di atas, maka berlaku pula untuk medan listrik seperti model matematis berikut.

∫ E.dl = ∫ (∇xE ).ds..................................................(5.2)
S

Kuat medan yang ditimbulkan kerapatan arus (J) untuk batang ds maka persamaan matematisnya adalah:

∫ H .dl = ∫ J .ds......................................................(5.3)
S

Mendasari konsep matematis (5.1), (5.2) dan (5.3) maka teori Maxwell dapat dinyatakan dengan model matematis berikut.

3-38 Medan Elektromagnetika

∂B ..........................................................(5.4a) ∂t ∂D ∇xH = J + .....................................................(5.4b) ∂t Persamaan ini untuk medan berubah terhadap waktu sedangkan untuk medan tak berubah terhadap waktu adalah: ∇.D = ρ ………………………………………..(5.4c) ∇xE = −
∇.B = 0 ………………………………………...(5.4d)
Untuk bantuan kajian keempat persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial perlu keterkaitan persamaan berikut. D=∈E B=μH J=σE Dimana : ∈= permitivitas medium

μ = permeabilitas medium σ = konduktivitas medium
Bilamana menghadapi bahan berkelakuan tak baik, maka nilai D = ∈0 E + P dan B = μ0 (H+M) M = magnetisasi dan P = polarisasi pengutuban bahan isolasi (medium) Sedangkan model matematis Maxwell dalam bentuk integral adalah:

∫ E.dl = − ∫ ∂t .ds......................................................(5.5a)
S

∂B

∫ H .dl = I + ∫ ∂t .ds................................................(5.5b)
S

∂D

∫ D.ds = ∫ ρdv.........................................................(5.5c)
vol

∫ B.ds = 0.................................................................(5.5d )
S

Medan Elektromagnetika 3-39

Keempat persamaan integral ini memungkinkan untuk mencapai syarat batas untuk B, D, H dan E yang diperlukan untuk mencari tetapan dalam mencari jawaban persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial. Kajian teori Maxwell di atas memungkinkan menelaah lanjut medan elektro magnet di segala situasi medium.

3-40 Medan Elektromagnetika

DAFTAR PUSTAKA
Kraus, J.D & Carver, K.R, Electro Magnetics, Mc Graw-Hill, Tokyo, 1993 Hayt, W.Jr., Electromagnetika Teknologi, Vol 1 & 2, Erlangga, Jakarta, 1981. Attwood, SS., Electric and Magnetic Fields, John Wiley & Sons, New York, 1949. Sears, Zermansky, Physic for University, Mc Graw-Hill, New York, 1960. Elliot, Electromagnetic, Mc Graw-Hill Book Company, New York, 1966. Halliday, D. & R Resnick, Physic, John Wiley & Sons, New York, 1962.

BUKU AJAR

TEKNIK PEMROGRAMAN

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Standar Kompetensi 1. Mengenal paradigma prosedural dan algoritma. 2. Mengenal metodologi penulisan algoritma. 3. Mengenal bahasa pemrograman.

B. Kompetensi Dasar 1. Memecahkan masalah dengan paradigma prosedural dan

menuliskan spesifikasi dan algoritmanya tanpa tergantung pada bahasa pemrograman apapun. 2. Menulis algoritma dari suatu masalah dengan menggunakan metodologi dan skema standard yang diajarkan secara terstruktur. 3. Menulis program yang "baik" (sesuai dengan kriteria yang diajarkan di kelas) dalam bahasa pemrograman yang diajarkan, dengan menggunakan aturan translasi yang diberikan. Programnya harus terstruktur walaupun bahasa pemrogramannya bukan bahasa yang terstruktur.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mengenal algoritma. 2. Mengenal Paradigma Prosedural. 3. Mengenal Penulisan Algoritma. 4. Mengenal bahasa program. 5. Mengenal penulisan program yang baik.

1. Paradigma Pemrograman Paradigma adalah sudut pandang atau "sudut serang" tertentu yang diprioritaskan, terhadap kelompok problema, realitas, keadaan, dan sebagainya. Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berpikir

kita, mengarahkan kita terhadap beberapa atribut dan membuat untuk

4-2 Teknik Pemrograman

mengabaikan atribut yang lain. Dengan demikian , jelas bahwa sebuah paradigma hanya memberikan pandangan yang terbatas terhadap sebuah realitas, karena itu fanatisme terhadap sebuah paradigma, mempersempit wawasan dan kadang berbahaya. Dalam pemrograman pun ada beberapa paradigma, masing-masing mempunyai priotas strategi analisis yang

khusus untuk memecahkan persoalan, masing-masing menggiring kita ke suatu pendekatan khusus dari problematika keseluruhan. Beberapa jenis persoalan dapat dipecahkan dengan baik dengan menggunakan sebuah paradigma, sedangkan yang lain tidak cocok. Mengharuskan seseorang memecahkan persoalan hanya dengan melalui sebuah paradigma, berarti membatasi strateginya dalam pemrograman. Satu paradigma tidak akan cocok untuk semua kelas persoalan. "Ilmu" pemrograman berkembang, menggantikan "seni"

memprogram atau memprogram secara coba-coba ("trial and error"). Program harus dihasilkan dari proses pemahaman permasalahan, analisis, sintesis dan dituangkan menjadi kode dalam bahasa komputer secara sistematis dan metodologis. Beberapa paradigma dalam

pemrograman :

a. Paradigma Prosedural atau imperatif Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newmann (stored program concept) : sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data; masing-masing dapat diberi nama dan harga. Instruksi akan dieksekusi satu per satu secara sekuensial oleh sebuah pemroses tunggal. Beberapa instruksi menentukan instruksi berikutnya yang akan dieksekusi (percabangan kondisional). Data diperiksa dan dimodifikasi secara sekuensial pula. Program dalam paradigma ini didasari pada strukturasi informasi di dalam memori dan manipulasi dari informasi yang disimpan tersebut. Kata kunci yang sering didengungkan dalam pendekatan ini adalah : Algoritma + Struktur Data = Program

Teknik Pemrograman 4-3

Pemrograman dengan paradigma ini sangat tidak "manusiawi" dan tidak "alamiah", karena harus berpikir dalam batasan mesin

(komputer), bahkan kadang-kadang batasan ini lebih mengikat daripada batasan problematikanya sendiri. Keuntungan pemrograman dengan paradigma ini adalah efisiensi eksekusi, karena dekat dengan mesin.

b. Paradigma Fungsional Paradigma fungsional didasari oleh konsep pemetaaan dan fungsi pada matematika. Fungsi dapat berbentuk sebagai fungsi "primitif", atau komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah terdefinisi.

Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi-fungsi dasar yang dapat dilakukan. Penyelesaian masalah didasari atas aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Jadi dasar pemecahan persoalan adalah transformasional. Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui keadaan antara. Paradigma fungsional tidak lagi mempernasalahkan memorisasi dan struktur data, tidak ada pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang "variabel". Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi atau bagaimana informasi disimpan dalam memori, setiap fungsi adalah "kotak hitam", yang menjadi perhatiannya hanya keadaan awal dan akhir. Dengan merakit kotak hitam ini, pemrogram akan menghasilkan program besar. Berlainan sekali dengan paradigma prosedural, program fungsional harus diolah lebih dari program prosedural (oleh pemroses bahasanya), karena itu salah satu keberatan adalah kinerja dan efisiensinya.

c. Paradigma Deklaratif, predikatif atau lojik Paradigma ini didasari oleh pendefinisian relasi antar individu yang dinyatakan sebagai predikat. Sebuah program lojik adalah kumpulan

4-4 Teknik Pemrograman

aksioma (fakta dan aturan deduksi). Pada paradigma ini, pemrogram menguraikan sekumpulan fakta dan aturan-aturan (inference rules). Ketika program dieksekusi, pemakai mengajukan pertanyaan (Query), dan program akan menjawab apakah pernyataan itu dapat dideduksi dari aturan dan fakta yang ada. Program akan memakai aturan deduksi dan mencocokkan pertanyaan dengan fakta-fakta yang ada untuk menjawab pertanyaan.

d. Paradigma Berorientasi Objek (Object Oriented) Paradigma ini didasari oleh objek. Sebuah objek mempunyai atribut (kumpulan sifat), dan mempunyai kelakuan (kumpulan reaksi, metoda). Objek yang satu dapat berkomunikasi dengan objek yang lain lewat "pesan", dengan tetap terjaga integritasnya. Kelas adalah objek

mempunyai atribut yang sama dan diturunkan ke semua objek yang berada dalam kelas yang sama. Kelas-kelas mempunyai hirarki, anggota dari sebuah kelas juga mendapatkan turunan atribut dari kelas di atasnya. Paradigma ini menawarkan konsep class, generic, inheritance, polymorphism dan menenkankan pentingnya pendefinisian statik kelas untuk melahirkan (menciptakan) objek pada saat runtime, yang kemudian dimanipulasi atau saling berinterasi. Definisi kelas memungkinkan adanya penurunan kelas dengan objek pada saat run time yang dapat “berubah” bentuk dengan kelakuan yang disesuaikan, Namun demikian, literatur pada struktur kontrol mikro untuk

mendeskripsikan kelakuan, masih terkandung paradigma imperatif, dengan adanya pernyataan sekuensial, assignment, analisis

kondisional dan pengulangan. Disamping itu, mengkonstruksi program dari objek dan kelas adalah berbeda dengan mengkonstruksi program dari struktur data dan algoritma. Kedekatan antara paradigma ini dengan paradigma lain dapat dilihat dari bahasa-bahasa bukan

berorientasi obyek murni, yaitu bahasa prosedural atau fungsional yang ditambahi dengan ciri orientasi objek.

misalnya : a. Ada. Deklaratif/Lojik : Prolog d.Teknik Pemrograman 4-5 Selain keempat paradigma tersebut. 2. Prosedural : Algol. Basic. Paradigma konkuren. Jaca. Paradigma relasional. APL. C++. sampai bahasa generasi ke empat (4GL). Cobol. b. dalam literatur masih sering disebutkan paradigma yang lain.. e. seringkali dianalogikan dengan menara Babel yang berakibat manusia menjadi tidak lagi saling mengerti bahasa masingmasing. Object oriented murni: Smalltalk. Fortran. mulai dari bahasa tingkat rendah (bahasa mesin dalam biner). Java f. dan pemrograman dalam bahasa Query yang memungkinkan diperolehnya suatu himpunan nilai. Contoh bahasa-bahasa pemrograman yang ada : a. tersedia bahasa pemrograman yang mempermudah implementasi rancangan penyelesaian masalahnya. Bahasa Pemrograman berkembang dengan cepat sejak tahun enampuluhan. Pascal. Relasional: SQL pada basisdata relasional Paradigma Objek mulai ditambahkan pada bahasa-bahasa yang ada. misalnya Turbo Pascal (mulai versi 5. Suatu program dalam bahasa pemrograman . C . Bahasa Pemrograman Ada banyak sekali bahasa pemrograman. Eifel. bahasa tingkat tinggi. yang erat hubungannya dengan arsitektur perangkat keras yang memungkinkan pemrosesan secara paralel atau perangkat lunak sistem terdistribusi yang mengelola akses konkuren.. yang didasari entity dan relasi. Ada beberapa versi LISP dan Prolog yang juga memasukkan aspek OO. bahasa asembler (dalam kode mnemonik). b. Pemroses bahasa Pascal dan C versi terbaru dilengkapi dengan fasilitas terorientasi objek.5) pada komputer pribadi (PC) dan C++.. LISP c. Untuk setiap paradigma. Fungsional : LOGO. Konkuren : OCCAM.

Karena itu perlu diajarkan metodologi. selalu dipakai untuk semua pendekatan. pengetahuan tentang kelas persoalan penting adanya. Karena itu. 3. Mahasiswa seringkali . sintesis. aturan sintaks (tatabahasa). analisis. Belajar Pemrograman Tidak Sama Dengan Belajar Bahasa Pemrograman Belajar memprogram adalah belajar tentang strategi pemecahan masalah. Dalam melakukan implementasi program. sintesa. terutama karena sebagian besar pemrogram pada akhirnya memakai rutin-rutin yang ditulis orang lain. Beberapa masalah akan cocok kalau diselesaikan dengan suatu paradigma tertentu. belajar bahasa pemrograman adalah belajar untuk memanfaatkan instruksi-instruksi dan kiat yang dapat dipakai secara spesifik hanya pada bahasa itu. tersedia bahasa pemrograman visual atau tekstual. Belajar memprogram lebih bersifat pemahaman persoalan. Dan ada algoritma baru yang lahir. penggunaan komputer untuk memecahkan persoalan adalah untuk tidak mengulang-ulang kembali hal yang sama. Pada hakekatnya. dan seharusnya mendasari semua pengajaran pemrograman. Ada dua kategori pemroses bahasa. Belajar memprogram lebih bersifat keterampilan daripada analisis dan sintesa. metodologi dan sistematika pemecahan masalah tersebut kemudian menuangkannya dalam suatu notasi yang disepakati bersama.4-6 Teknik Pemrograman tertentu akan diproses oleh pemroses bahasanya. Strategi pengenalan masalah melalui dekomposisi. tapi relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bongkar pasang program yang sudah ada. Belajar bahasa pemrograman adalah belajar memakai suatu bahasa. Lebih lanjut. setiap instruksi yang ada dan tata cara pengoperasian kompilator bahasa yang bersangkutan pada mesin tertentu. pemakaian kembali modul yang ada. yaitu kompilator dan interpreter. Belajar memprogram dan belajar bahasa pemrograman mempunyai tingkatan dan kesulitan yang berbeda-beda.

Karena itu. tidak mungkin dipisahkan satu sama lain. sistematis). hanya mencetak pemrogram yang langsung "memainkan keyboard". yang dapat dieksekusi oleh mesin. Proses memprogram adalah proses yang memerlukan kepakaran. sedangkan pengajaran bahasa pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang "coder" (juru kode). mengetik program dan mengeksekusi tanpa analisis dan spesifikasi yang dapat dipertanggung jawabkan juga bukan merupakan praktek yang “baik” (terutama untuk program skala besar dan harus dikerjakan banyak orang). dan didukung dengan adanya dokumentasi. notasi yang disepakati supaya masalah itu dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam salah satu bahasa yang masih ada dalam lingkup paradigma yang sama. Pemecahan persoalan dengan paradigma yang sama akan menghasilkan solusi yang "sejenis". berfungsi dengan benar. Seorang yang sedang belajar harus belajar melalui contoh nyata. Pengajaran pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang perancang "designer" program. pemecahan persoalan dalam satu paradigma dapat diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa yang berbeda. Metoda terbaik untuk belajar apapun adalah melalui contoh. Berkat . Beberapa bahasa dapat termasuk dalam sebuah paradigma sama. Untuk itulah diperlukan adanya suatu perjanjian. Karena itu memaksa mahasiswa hanya bekerja diatas kertas. Proses memprogram memang berakhir secara konkrit dalam bentuk program yang ditulis dan dieksekusi dalam bahasa target. suatu rancangan harus dapat dikode untuk dieksekusi dengan mesin. Sebaliknya. belajar pemrograman dan belajar bahasa pemrograman saling komplementer. belumlah lengkap.Teknik Pemrograman 4-7 dihadapkan pada kedua kesulitan itu sekaligus. sanggup melayani segala kemungkinan masukan. menganalisis dan membuat spesifikasi tanpa pernah mengeksekusi program. Pada prakteknya. proses koding lebih merupakan proses semi otomatik dengan aturan pengkodean. Produk yang dihasilkan oleh seorang pemrogram adalah program dengan rancangan yang baik (metodologis.

5. proses yang baik pasti dapat menjamin kehadiran suatu produk yang baik. mengalami dan melakukan pula. mungkin dihasilkan oleh sebuah proses yang “kurang baik” atau bahkan “sangat buruk” karena hasil akhir yang dipolers disana sini secara tambal sulam. Metoda pengajaran yang dipakai pada perkuliahan pemrograman fungsional ini adalah pengajaran melalui contoh tipikal. perangkat lunak yang dibutuhkan “berukuran” besar. Memang pemantauan produk jauh lebih gampang daripada pemantauan proses. Program : Produk versus Proses Beberapa kalangan berpendapat bahwa yang penting dalam sebuah pengembangan program adalah produk. Pendapat ini sudah kuno. melainkan juga dapat menjalankan proses pembuatan program seperti yang “sebaiknya” sesuai dengan prosedur yang standard. Sebaliknya. Pembangunan program berskala besar tidak dapat dilakukan dengan cara yang identik dengan program skala kecil. 4. Contoh tipikal adalah contoh program yang merupakan “pola solusi” dari kelas-kelas persoalan yang dapat diselesaikan. Contoh tipikal tersebut dikembangkan dan dipakai untuk belajar dan mengajar sesuai dengan paradigma pemrograman yang diajarkan. Program Skala Kecil dan Program Skala Besar Pada kehidupan nyata.4-8 Teknik Pemrograman contoh nyata itu dia melihat. Sebuah produk yang baik. Ini dapat dianalogikan dengan pembangunan sebuah gedung pencakar langit dibandingkan dengan . Diharapkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu untuk menghasilkan produk program. Sikap mahasiswa yang mau disiplin secara mandiri sangat diharapkan dalam mencapai tujuan kuliah ini. Aspek penekanan pada proses ini sangat ditegaskan dalam kuliah pemrograman (dan nantinya dalam Rekayasa perangkat Lunak dengan skala lebih besar). Apalagi dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak maka aspek proses seringkali sulit dipantau. bahkan sangat besar dan mempunyai persyaratan tertentu.

Ada produsen komponen. Pemrograman Beroreinetasi Objek). ubin yang dapat difabrikasi secara terpisah sebelum dipasang. di dalamnya terdiri dari komponen elektronik “standard” yang dirakit. Struktur Data. jenius yang selalu hanya berhadapan dengan komputer dan menghasilkan kode-kode program “misterius” yang hanya dimengerti olehnya sendiri (Baca tulisan Hoare mengenai “Programming: Sorcery or . Ahli Informatika selayaknya mampu untuk menjadi penyedia modul/komponen.Teknik Pemrograman 4-9 pembangunan sebuah rumah kecil sederhana. bahkan “engine” dari produk secara keseluruhan (munculnya istilah library. Skala komponen juga makin berkembang. Pendekatan “merakit” ini juga dilakukan dalam pembangunan perangkat lunak. sampai komponen utama yang menjadi dasar. atau pengembangan modul-modul “kecil” yang merupakan modul/komponen primitif yang nantinya akan merupakan bagian dari sebuah perangkat lunak berskala besar. Sebuah program yang besar dan “baik” biasanya terdiri dari banyak sekali modul/komponen “kecil” yang dikerjakan oleh banyak orang. Pada kuliah Pemrograman yang mendasar (Algoritma dan Pemrograman. 6. suka menyendiri. dsb). Pemrogram Individu dan Pemrogram dalam Tim Jaman dulu. Sesuatu yang “besar” biasanya terdiri dari komponen-komponen “kecil”. dan ada perakit yang memakai komponen. dari komponen setara “suku cadang” dalam industri perakitan mobil. di Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNNES. jendela. hanya dicakup pembangunan program-program skala “kecil (karena memang “kecil”). tidak jarang ditemui programmer “eksentrik”. framework. platform. Maka dapat dikatakan bahwa ada dua kategori pemrogram: penyedia modul/komponen dan pemakai modul/komponen. Misalnya sebuah peralatan elektronik yang canggih. Sedangkan pembangunan perangkat lunak skala besar akan dicakup dalam modul-modul kuliah kelompok Rekayasa Perangkat Lunak. Sebuah gedung besar mempunyai komponen seperti pintu.

Jika seseorang tertarik pada suatu aksi. maka jelas bahwa minatnya adalah pada efek netonya. dimulai pada saat T0 dan berakhir pada saat T1. Aspek ini perlu diperhatikan dan dengan disepakati bersama. ditekankan benar efek tersebut harus “direncanakan”. Aspek bekerja dalam tim dan mengikuti standard ini akan dicakup dalam perkuliahan. Akibatnya. daripada coding. yang harus dipimpin seorang konduktor supaya pertunjukan dapat berjalan dengan baik.4-10 Teknik Pemrograman Science” [Hoare-84). Suatu aksi adalah kejadian yang terjadi pada suatu selang waktu terbatas dan menghasilkan efek neto yang telah terdefinisi dengan baik dan memang direncanakan. juga membutuhkan kemauan setiap individu untuk bermain selaras sesuai dengan arahan konduktor. maka pemrograman adalah sebuah orkestra. pemrogram diharapkan untuk dapat bekerja dalam tim. Ada banyak standard yang dipakai di dunia pemrograman. Pada deskripsi tersebut. 7. Suatu aksi harus terjadi pada selang waktu yang terbatas. Di kelas akan ditetapkan suatu standard pemrograman tertentu yang diharapkan akan dipakai selama kuliah. Jadi salah satu tujuan pengajaran adalah membentuk pemrogram atau perancang program yang harus mampu bekerja sama dengan orang lain. Kuliah Algoritma Pemrograman lebih diarahkan kepaga programming. Maka efek neto . Jaman itu sudah berlalu. Pemrograman Prosedural Pengertian pertama yang akan dijelaskan adalah aksi. Ini sudah dijelaskan pada bagian Program Skal Besar dan Program Skala kecil. maka berarti dititikberatkan pada kegunaannya. Skala program yang harus dibuat di masa kini sudah jauh lebih besar ukurannya dibandingkan dengan jaman dulu. Jika dianalogikan dengan dunia musik. Sebuah orkestra selain membutuhkan kerja keras individu. Bekerja dalam tim membutuhkan standard atau pola kerja yang sama dan aturan main agar ada koodinasi dan tim dapat menghasilkan suatu produk sesuai dengan prosedur.

Dengan anggapan kejadian . T0. yang ditaruh di rak di dapur. Ketika kentangnya terhidang.S. keadaan awal). Dengan sudut pandang ini maka efek kumulatifnya sama dengan efek netto dari seluruh kejadian. Apakah kentangnya harus dibeli dulu atau sudah ada di dapur ? b. Initial state (I. Final state (F. Pernyataan ini mencakup hal yang luas ruang lingkupnya. Penambahan kentang ke dapur di luar tinjauan masalah ini. b. digoreng atau direbus saja ? Maka kita harus membatasi dengan jelas keadaan awal yang menjadi titik tolak mengupas kentang dan keadaan akhir yang ingin dicapai supaya dapat “merencanakan” efek neto yang diinginkan. Kalau lebih dititik beratkan efek netonya. jadi sup. yaitu keadaan “ sebelum dan sesudah” maka kejadian tersebut berarti sebagai proses. Contoh dari suatu aksi adalah Ibu Tati yang MENGUPAS KENTANG untuk mempersiapkan makan malam. Ini adalah contoh bagaimana kita menentukan batasan dari persoalan yang akan diprogram. misalnya : a. di mana ibu Tati akan mengupasnya. berarti dapat diuraikan dalan beberapa (sub) aksi yang terjadi secara sekuensial.S. Kejadian yang sama dapat dianggap sebagai aksi ataupun sebagai proses. T1. adalah kentang sudah ada di kantong kentang. Dan kejadian tersebut dianggap sebagai sequential process atau disingkat proses. Apakah yang dimaksud dengan mengupas kentang untuk makan malam berarti sampai dengan kentang terhidang ? c. Penggolongan suatu kejadian sebagai proses atau aksi adalah relatif. siap untuk dimasak dan kantong kentangnya harus dikembalikan ke rak lagi. keadaan akhir).Teknik Pemrograman 4-11 dari aksi dapat dijelaskan dengan membandingkan keadaan pada saat T0 dan keadaan pada saat T1. Suatu kejadian dapat dipandang sebagai urut-urutan dari beberapa kejadian. kentang dalam keadaan terkupas di panci. Untuk itu ditentukan : a. Pengandaian yang lain adalah bahwa persediaan kentang di ibu selalu cukup untuk makan malam.

maka cukup dituliskan : • • • Ambil kantong kentang dari rak dan panci dari almari.4-12 Teknik Pemrograman tersebut suatu proses. Sekarang perhatikanlah laporan pengamatan tentang kejadian ibu Tati yang mengupas kentang : • • • Ibu Tati mengambil kantong kentang dari rak. maka T0 adalah awal dari sebuah sub-aksi dan setiap akhir dari suatu sub-aksi akan merupakan awal dari sub-aksi berikutnya. yaitu : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. Ambil panci dari almari Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Pada contoh tersebut. dapat dijelaskan oleh urut-urutan sub-aksi yang dilakukan oleh ibu tersebut. maka efek neto tersebut pasti tergantung pada keadaan awal. Kejadian yang lain mungkin mengikuti pola yang sama. kejadian dijelaskan sebagai urut-urutan dari empat sub-aksi yang diungkapkan berdasarkan suatu pengamatan. Jika dari hasil pengamatan tidak dipandang perlu untuk menjelaskan bahwa kantong kentang diambil dari rak sebelum panci diambil dari almari. Kembalikan kantong kentang ke rak. dengan suatu keistimewaan. Kupas kentang. atau disingkat pola. Misalkan kejadian tentang ibu Tati mengupas kentang. Jika dua kejadian dengan pola yang sama menghasilkan efek neto yang berbeda. dan dapat dipastikan pula bahwa keadaan awal dari keduanya berbeda. akhir dari sub-aksi yang terakhir adalah T1 yaitu akhir dari seluruh kejadian. Kejadian tersebut akan terjadi jika pola ini diikuti. Ada kejadian yang mempunyai suatu pola tingkah laku. Efek neto dari kejadian ditentukan sepenuhnya oleh pola tersebut dan (mungkin) oleh keadaan awal (yaitu keadaan pada saat T0). Ibu Tati mengambil panci dari almari Ibu Tati mengupas kentang .

yaitu sekumpulan intsruksi yang diberikan oleh ibu Tati kepada pembantu barunya : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. sedangkan pada hari lain tidak. dan kedua berdasarkan pengamatan tersebut aksi “memakai celemek” bisa terjadi atau tidak (berarti aksi tersebut kondisional). Tetapi kelakuan dari ibu Tati (atau pembantu) dapat lebih rumit. maka jika dilaksanakan akan menghasilkan pengamatan kejadian : • • • • Ina mengambil kantong kentang dari rak Ina mengambil panci dari almari Ina mengupas kentang Ina mengembalikan kantong kentang ke rak Dengan membandingkan teks hasil pengamatan terhadap algoritma. Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Jika teks algoritma tersebut diberikan kepada pembantunya yang bernama Ina. Maka pada suatu hari ia memakai celemek. dapat ditarik kesimpulan: algoritma ibu Tati menyatakan cara-cara untuk melakukan sesuatu sedangkan laporan pengamatan menjelaskan tentang kejadian itu sendiri. Pertama. Ambil panci dari almari. • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then Pakai celemek Kupas kentang . Dan notasi untuk aksi kondisional dinyatakan oleh kondisi dan aksi. yaitu jika kebetulan ia memakai baju berwarna muda. yang merupakan algoritma. pengamatan apakah baju si ibu berwarna muda. Misalnya sehabis mengambil panci ia memakai celemek jika perlu.Teknik Pemrograman 4-13 • Ibu Tati mengembalikan kantong kentang ke rak Bandingkanlah hasil pengamatan tersebut dengan teks berikut. Ada dua hal yang penting.

Sebagai contoh kasus yang ekstrem adalah mengupas 500 kentang (karena kentangnya sangat kecil-kecil dan ada pesta) kita dapat menuliskan algoritma umum untuk mengupas kentang : • • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then pakai celemek While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Program yang mengontrol mesin harus disusun sedemikian rupa jika ingin dipakai sesuai keinginan. aksi pertama harus suatu pengamatan. Dalam hal ini mesin tersebut adalah alat bantu untuk memecahkan dari sudut pandang ini. Aksi kedua menghasilkan kejadian berlangsung sesuai dengan hasil pengamatan.4-14 Teknik Pemrograman • Kembalikan kantong ke rak Oleh karena itu aksi kondisional mengandung dua aksi. While jumlah kentang terkupas belum cukup do depend kantong kantong berisi 1 kentang : Kupas 1 kentang 2. maka kita jarus membuat program yang sesuai untuk masalah tersebut dan mesin akan mengerjakan program sesuai dengan algoritma yang ditulis. Pada algoritma ini kita hanya tertarik pada aksi mengambil kentang dari kantong dan mengupas kentang. Hasil dari pengamatan ini adalah suatu keadaan benar (“true”) atau salah (“false”). Contoh Soal Periksalah apakah masing-masing algoritma “mengupas kentang” berikut benar. Misalnya kita ingin menyuruh mesin tersebut untuk memecahkan suatu masalah. jika pengamatan memberikan hasil “false” maka aksi tidak dilakukan. Jika pengamatan memberikan hasil “true” maka aksi terjadi. 1. While kantong tidak kosong do Kupas 1 kentang .

While kantong tidak kosong do While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang 4. While (kantong tidak kosong) dan (jumlah kentang terkupas belum cukup) do Kupas 1 kentang 5.Teknik Pemrograman 4-15 Kupas 1 kentang 3. While jumlah kentang terkupas belum cukup do Depend on kantong kantong tidak kosong : kupas 1 kentang kantong kosong : ambil kantong lain .

Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. Oleh karena itu. Pendahuluan Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. banyak bahasa pemrograman populer seperti PHP dan Java menggunakan sintaks dasar yang mirip bahasa C. hanya terdapat 32 kata kunci. Selain itu. Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci. Selanjutnya bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut bahasa B pada tahun 1970. Hampir semua perguruan tinggi di dunia menjadikan bahasa C sebagai salah satu mata kuliah wajib.BAB II KEGIATAN BELAJAR II Struktur Dasar Pemrograman Bahasa C A. Kelebihan Bahasa C: • • • • • • • Bahasa C tersedia hampir di semua jenis computer. kita sangat perlu blajar bahasa C. (sekarang adalah AT & T Bell Laboratories). C adalah bahasa yang terstruktur Bahasa C termasuk bahasa tingkat menengah Kekurangan Bahasa C : . Proses executable program bahasa C lebih cepat Dukungan pustaka yang banyak. Bahasa C pertama kali digunakan di computer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan sistem operasi UNIX. Kode bahasa C sifatnya adalah portable dan fleksibel untuk semua jenis computer. Saat ini penggunaan bahasa C telah merata di seluruh dunia.

tekan sembarang tombol. Editor Bahasa C Memulai Bahasa C. dan sebagainya. Menu-menu dalam Turbo C : Gambar : 1 Gambar : 2. langkah-langkahnya sbb: a. Untuk menjalankan program : a. b. Akan ditampilkan hasil kompilasi Program. Semua program yang ada di tutorial ini bisa dicoba Turbo C. Pilih menu Compile dengan menekan Alt + C. Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer. buka Editor Bahasa C yang ada. seperti Bordland C. Pilih Submenu Compile c. Pilih submenu Run dan tekan Enter 3. B. Enter d. Pilih menu Run dengan menekan Alt + R b. 2. Turbo C. Untuk mengkompilasi Program.Teknik Pemrograman 4-17 • • Banyaknya Operator serta fleksibilitas penulisan program kadangkadang membingungkan pemakai. 1.1 .

untuk menyimpan seluruh file/program (6) Change dir. untuk menjalankan program (2) Program reset . untuk menduplikasi bagian program (5) Paste (6) Clear. untuk menuju ke DOS Shell (9) Quit. untuk mengubah directory (7) Print. (3) Cut. untuk mencetak program (8) DOS Shell. (4) Copy. terdiri dari : (1) Find… (2) Replace… (3) Search again (4) Previous error (5) Next error (6) Locate function… Run. untuk membatalkan pengeditan terakhir (2) Redo. untuk menyimpan file/program (5) Save all. untuk menyimpan file/program (4) Save as.4-18 Teknik Pemrograman File . terdiri dari : (1) Run…. untuk memulai program baru (2) Open. untuk menghapus bagian tertentu dari program (7) Copy example (8) Show Clipboard Search. terdiri dari : (1) New. untuk memotong bagian tertentu dari program. untuk keluar dari Turbo C Edit. untuk mengambil atau membuka program (3) Save. terdiri dari : (1) Undo. untuk kembali ke pengeditan terakhir yang telah di undo.

Teknik Pemrograman 4-19

(3) Go to cursor (4) dst

Compile, terdiri dari : (1) Compile, untuk mengkompilasi program (2) Make (3) Link (4) Build all, dst

Debug, terdiri dari (1) Inspect (2) Evaluate/modify (3) Dst

Project, terdiri dari : (1) Open project (2) Close project (3) dst

Options, terdiri dari : (1) Application (2) Compiler (3) Transfer (4) Dst Window, terdiri dari : (1) Size/Move (2) Zoom (3) Tile (4) Cascade (5) Next (6) dst Help, terdiri dari

4-20 Teknik Pemrograman

(1) Contens (2) Index (3) Topic search (4) Previous topic (5) dst Program Bahasa C tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi bisa dimulai dari kolom manapun. Namun demikian, untuk mempermudah pembacaan program dan untuk keperluan dokumentasi, sebaiknya penulisan bahasa C diatur sedemikian rupa sehingga mudah dan enak dibaca. Berikut contoh penulisan Program Bahasa C yang baik Gambar 2.2 dan yang kurang baik Gambar 2.3 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C\n”); } Gambar : 2.2 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C”); }

Gambar : 2.3

Kedua Program di atas bila dijalankan akan menghasilkan hasil yang sama berupa tulisan “Bahasa C” di layar, namun dari segi penulisannya program yang pertama tampaknya lebih mudah dibaca dan lebih rapih dibanding dengan program yang kedua.

C. Struktur Dasar Bahasa C 1. Tipe Data Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif. Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, Gambar 2.4 :

Teknik Pemrograman 4-21

Gambar : 2.4 Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int x; float y; char z; double w; clrscr(); /* untuk membersihkan layar */ x = 10; /* variable x diisi dengan 10 */ y = 9.45; /* variable y diisi dengan 9.45 */ z = ‘C’; /* variable z diisi dengan karakter “C” */ w = 3.45E+20; /* variable w diisi dengan 3.45E+20 */ printf(“Nilai dari x adalah : %i\n”, x); /* Menampilkan isi variable x */ printf(“Nilai dari y adalah : %f\n”, y); /* Menampilkan isi variable y */ printf(“Nilai dari z adalah : %c\n”, z); /* Menampilkan isi variable z */ printf(“Nilai dari w adalah : %lf\n”, w); /* Menampilkan isi variable w */ getch(); } 2. Konstanta Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string. Contoh konstanta : 50; 13; 3.14; 4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape, antara lain : \a : untuk bunyi bell (alert) \b : mundur satu spasi (backspace) \f : ganti halaman (form feed) \n : ganti baris baru (new line) \r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return) \v : tabulasi vertical

4-22 Teknik Pemrograman

\0 : nilai kosong (null) \’ : karakter petik tunggal \” : karakter petik ganda \\ : karakter garis miring

3. Variable Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut : • Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda. • • Tidak boleh mengandung spasi. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb. • Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai. Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb. Contoh penamaan variable yang salah : %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb

4. Deklarasi Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi. a. Deklarasi Variabel Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah : Nama_tipe nama_variabel;

Teknik Pemrograman 4-23

Contoh : int x; // Deklarasi x bertipe integer char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char float nilai; // Deklarasi variable bertipe float double beta; // Deklarasi variable bertipe double int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer char *p; // Deklarasi pointer p bertipe char

b. Deklarasi Konstanta Dalam bahasa C konstanta dideklarasikan menggunakan preprocessor #define. Contohnya : #define PHI 3.14 #define nim “0111500382” #define nama “Sri Widhiyanti”

c. Deklarasi Fungsi Fungsi merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan atau dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam bahasa C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti printf(), scanf(), getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan. Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh programmer. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah : Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi); Contohnya : float luas_lingkaran(int jari); void tampil(); int tambah(int x, int y); Misalnya : 9%2=1 9%3=0

4-24 Teknik Pemrograman

5. Operator a. Operator Penugasan Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C berupa tanda sama dengan (“=”). Contoh : nilai = 80; A = x * y; Artinya : variable “nilai” diisi dengan 80 dan variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y. b. Operator Aritmatika Bahasa C menyediakan lima operator aritmatika, yaitu : * / % + : untuk perkalian : untuk pembagian : untuk sisa pembagian (modulus) : untuk pertambahan : untuk pengurangan

Catatan : operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan. Misalnya : 9%2=1 9%3=0 9%5=4 9%6=3 Contoh Program 1 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); // untuk membersihkan layar printf(“Nilai dari 9 + 4 = %i”, 9 + 4); /* mencetak hasil 9 + 4 */ printf(“Nilai dari 9 - 4 = %i”, 9 - 4); /* mencetak hasil 9 - 4 */ printf(“Nilai dari 9 * 4 = %i”, 9 * 4); /* mencetak hasil 9 * 4 */ printf(“Nilai dari 9 / 4 = %i”, 9 / 4); /* mencetak hasil 9 / 4 */ printf(“Nilai dari 9 \% 4 = %i”, 9 % 4); /* mencetak hasil 9 % 4 */ getch();

Teknik Pemrograman 4-25

} Contoh Program 2 : /* operator % utk mencetak deret bilangan genap antara 1 – 100 */ #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int bil; clrscr(); // untuk membersihkan layar for (bil=1; bil<100; bil++) { if(bil % 2 == 0) //periksa apakah ‘bil’ genap printf(“%5.0i”, bil); } getch(); } c. Operator Hubungan (Perbandingan) Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variable). Operator hubungan dalam bahasa C gambar 3 :

Gambar : 2.5 d. Operator Logika Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan. Operator logika ada tiga macam, yaitu : && || ! : Logika AND (DAN) : Logika OR (ATAU) : Logika NOT (INGKARAN)

4-26 Teknik Pemrograman

e. Operator Bitwise Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memori. Operator bitwise dalam bahasa C : << >> & ^ | ~ : Pergeseran bit ke kiri : Pergeseran bit ke kanan : Bitwise AND : Bitwise XOR (exclusive OR) : Bitwise OR : Bitwise NOT

f. Operator Unary Operator Unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand saja. Dalam bahasa C terdapat beberapa operator unary, Gambar : 3

Gambar : 2.6 Catatan Penting ! : Operator peningkatan ++ dan penurunan -- jika diletakkan sebelum atau sesudah operand terdapat perbedaan. Perhatikan contoh berikut : Contoh Program 1 : /* Perbedaan operator peningkatan ++ yang diletakkan di depan */ /* dan dibelakang operand */ #include <stdio.h> #include <conio.h>

Teknik Pemrograman 4-27

void main() int x, nilai; clrscr(); x = 5; nilai = ++x; /* berarti x = x + 1; nilai = x; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); nilai = x++; /* berarti nilai = x; nilai = x + 1; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); getch(); } Contoh Program 2 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int b, nilai; clrscr(); // untuk membersihkan layar nilai = --b; /* berarti b = b - 1; nilai = b; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); nilai = b--; /* berarti nilai = b; b = b + 1; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); getch(); } 6. Kata Tercadang (Reserved Word) Bahasa C standar ANSI memiliki 32 kata tercadang (reserved word) dan Turbo C menambahkannya dengan 7 kata tercadang. Semua reserved word tidak boleh digunakan dalam penamaan identifier (variable, nama fungsi dll). Kata Tercadang yang tersedia dalam bahasa C adalah sbb:

7. Komentar Program Komentar program hanya diperlukan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman suatu program (untuk keperluan dokumentasi program).

4-28 Teknik Pemrograman

Dengan kata lain, komentar program hanya merupakan keterangan atau penjelasan program. Untuk memberikan komentar atau penjelasan dalam bahasa C digunakan pembatas /* dan */ atau menggunakan tanda // untuk komentar yang hanya terdiri dari satu baris. Komentar program tidak akan ikut diproses dalam program (akan diabaikan). Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); /* Ini untuk membersihkan layar tampilan */ printf(“Contoh Penggunaan Komentar”); //komentar tidak ikut diproses getch(); /* Dan ini untuk menahan tampilan di layer */ }

h> void main() { int jumlah.BAB III KEGIATAN BELAJAR III Input dan Output A. . b.h> #include <conio. nim[10]. Fungsi pustaka scanf() digunakan untuk menginput data berupa data numerik. karakter dan string secara terformat. Beberapa fungsi pustaka yang bisa digunakan adalah : 1. Memasukan Data Dalam bahasa C proses memasukkan suatu data bisa menggunakan beberapa fungsi pustaka yang telah tersedia. float nilai. %e %o %x %u : Membaca sebuah karakter : Membaca sebuah string : Membaca sebuah bilangan bulat (integer) : Membaca sebuah bilangan pecahan (real) : membaca sebuah bilangan octal : Membaca sebuah bilangan heksadesimal : Membaca sebuah bilangan tak bertanda Contoh Program : /* Program memasukan inputan dengan beberapa tipe data */ #include <stdio. scanf() a. char huruf. %d %f. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf() : 1) Fungsi scanf() memakai penentu format 2) Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis 3) Fungsi scanf() tidak memerlukan penentu lebar field 4) Variabelnya harus menggunakan operator alamat & Kode penentu format : %c %s %i.

gets() a. nilai ). printf("nim = %s\n". nama). clrscr(). } 2. Nama Anda adalah %s”. &jumlah ). jumlah ). huruf ). Tidak memerlukan penentu format Contoh Program : /* Program inputan tipe data karakter/string */ #include “stdio. scanf("%d". b. &nilai ). scanf("%s". &huruf ). /* membaca sebuah bilangan bulat */ printf("Masukkan sebuah karakter : "). /* membaca sebuah karakter */ printf("Masukkan nim Anda : "). nim ). Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik. /* membaca sebuah bilangan float */ printf("\nNilai variable yang Anda masukkan adalah :\n"). void main() { char nama[20]. printf("huruf = %c\n". scanf("%f". /* membaca sebuah string */ printf("Masukkan sebuah bilangan pecahan : "). getch().h” #include “conio. printf("nilai = %f\n". Cursor secara otomatis akan pindah baris. c. printf(“Hello. } . gets(nama). printf(“Masukkan nama Anda : “). Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter. getch().4-30 Teknik Pemrograman clrscr(). d. printf("jumlah = %d\n". scanf("%c". &nim ). printf("Masukkan sebuah bilangan bulat : ").

Karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan penekanan tombol enter. } . Fungsi getchar() digunakan untuk membaca data yang bertipe karakter b. d. Sedangkan pada getche() karakter yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar. Karakter yang dimasukkan terlihat pada layar d. printf(“\nMasukkan sebuah karakter lagi : “). huruf2).Teknik Pemrograman 4-31 3. getch(). Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter c. huruf1). c. huruf1 = getche(). Pergantian baris secara otomatis 4.h” #include “conio. // karakter yang dimasukkan akan terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah %c\n”. // karakter yang dimasukkan tidak terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah : %c. huruf2 = getch(). getchar() a. Fungsi getch() dan getche() digunakan untuk membaca data karakter. printf(“Masukkan sebuah karakter : “). Jika menggunakan fungsi getch() karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan pada layer sehingga sering digunakan untuk meminta inputan berupa password. huruf2.h” void main() { char huruf1. b. e. Contoh Program : #include “stdio. Tidak memberikan efek pergantian baris secara otomatis. getch() dan getche() a.

4-32 Teknik Pemrograman B. /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan pecahan */ #include “stdio. Mengatur tampilan bilangan pecahan (float). Bentuk umum : printf(“%m. Fungsi putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter. Menampilkan Data 1. . Fungsi printf() digunakan untuk menampilkan semua jenis data (numeric dan karakter) c. argument). &nilai). nilai). artinya variable nilai akan ditampilkan sebanyak 5 digit dengan 2 digit di belakang koma. nilai). scanf(“%f”. dan putchar(). Menampilkan data ke layar monitor a. b. puts(). d. Menggunakan fungsi printf(). printf(“Anda memperoleh nilai %5.nf”. puts(“Masukkan nilai Anda : ).h” #include “conio. : nilai atau variable yang akan ditampilkan. clrscr(). Fungsi puts() digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan diakhiri dengan perpindahan baris.4f ?”. } : menyatakan panjang range : menyatakan jumlah digit di belakang koma.2f”.2f”. printf(“Apakah Anda telah puas mendapat nilai %6. m n argument Contoh : printf(“%5. nilai). getch().h” void main() { float nilai. Contoh Program 1.

gets(nama). Untuk menampilkan data ke printer dapat menggunakan fungsi fprintf(). puts(“Masukkan umur Anda : “). &umur). printf(“Nama Anda : %s \n”.h” void main() { int umur. nama). umur).Teknik Pemrograman 4-33 Contoh Program 2. c. “Hallo. Fungsi fprintf() digunakan untuk mencetak semua jenis tipe data ke printer dan secara otomatis memberikan efek perpindahan baris. Menampilkan data ke printer a. /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan integer dan string */ #include “stdio. } 2. //tipe data integer getch(). scanf(“%d”. “Saya juga akan tercetak di printer”). } .h” #include “conio.h” #include “conio.h” void main() { fprintf(stdprn. fputs() dan fputc(). clrscr(). char nama[20]. b. Saya akan tercetak di printer”). fputs(stdprn. puts(“Masukkan nama Anda : ). Fungsi fputc() digunakan untuk mencetak tipe data karakter ke printer Contoh program : #include “stdio. Fungsi fputs() digunakan untuk mencetak tipe data string ke printer d. //tipe data string printf(“Umur Anda : %d \n”.

Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air.BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV A. &nilai). scanf(“%f”. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar. printf(“Masukan nilai yang didapat : “). Contoh Program 1 : /* Program struktur kondisi if untuk memeriksa suatu kondisi */ #include “stdio. Struktur Kondisi IF Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam penyusunan bahasa C. 1.h” void main() { float nilai. if(nilai > 65) printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”). } . Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain.h” #include “conio. Bentuk umum struktur kondisi if adalah : if(kondisi) pernyataan. terutama untuk program yang kompleks. getch(). Penyeleksi Kondisi Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses.

max). namun sebaliknya bila kita memasukan sebuah nilai yang kurang dari 65 maka program akan berhenti dan tidak dihasilkan apa-apa.scanf("%i". if((b>a)&&(b>c)) max=b. maka perintah mencetak perkataan LULUS !!!! akan dilaksanakan. max. } . c.Teknik Pemrograman 4-35 Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80.fflush(stdin). printf("Entry bil 1 : "). printf("Entry bil 3 : "). if((a>b)&&(a>c)) max=a. printf("Entry bil 2 : ").&a).scanf("%i". getch(). printf("Bil terbesar : %i\n".fflush(stdin). if(max<0) printf("Bil tsb adalah bil negatif").fflush(stdin). if((c>a)&&(c>b)) max=c. Contoh Program 2 : /* Program contoh penerapan struktur kondisi if */ #include"stdio. b.h" #include"conio.&b). if(max>0) printf("Bil tsb adalah bil positif\n").h" void main() { clrscr().&c).scanf("%i". int a.

.. . clrscr(). Bentuk umumnya adalah sebagai berikut : if(kondisi) pernyataan-1 else pernyataan-2 Contoh Program : #include “stdio. /* Masukan akan disimpan dalam variable nilai */ if (nilai > 65) printf(“\n LULUS !!!\n”).. printf(“Masukan nilai yang didapat : “)... getch().ELSE Dalam struktur kondisi if. Struktur Kondisi IF. Hal ini berbeda dengan struktur if dimana program akan berhenti bila kita memasukan nilai kurang dari 65.. scanf(“%f”.else minimal terdapat dua pernyataan.h” #include “conio. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan.4-36 Teknik Pemrograman 2. &nilai). else printf(“\n TIDAK LULUS !!!\n”).h” void main() { float nilai. } Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80 maka akan dicetak perkataan “LULUS !!!” namun bila kita memasukan nilai yang kurang dari 65 maka akan tercetak perkataan “TIDAK LULUS !!!”.

.... . Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi....DEFAULT… Struktur kondisi switch.. case 2 : pernyataan-2... Struktur Kondisi SWITCH. case n : pernyataan-n. break.case.. break. Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah : switch(kondisi) { case 1 : pernyataan-1. maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’. default : pernyataan-m } .... Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch.. Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’.. . break...default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak.Teknik Pemrograman 4-37 3...CASE.

scanf(“%d”. printf(“\nMasukan kode hari( 1-7) : “). /* kemungkinan kelima */ break. /* kemungkinan keempat */ break.4-38 Teknik Pemrograman Contoh Program : /* Program menentukan nama hari berdasarkan inputan */ #include “stdio. /* kemungkinan pertama */ break. /* kemungkinan ketujuh */ break. case 3 : puts(“Hari Rabu”). switch(hari) { case 1 : puts(“Hari Senin”). /* kemungkinan kedua */ break. case 5 : puts(“Hari Jum’at”). case 2 : puts(“Hari Selasa”). /* kemungkinan keenam */ break. } . puts(“5 = Jum’at 6 = Sabtu 7 = Minggu”). } getch(). default : puts(“Kode hari yang Anda masukan SALAH”). puts(“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis”).h” #include “conio. case 6 : puts(“Hari Sabtu”). int hari. /* kemungkinan ketiga */ break. puts(“Menentukan nama hari\n”). &hari). case 7 : puts(“Hari Minggu”).h” void main() { clrscr(). case 4 : puts(“Hari Kamis”).

bila 2 akan tercetak “Hari Selasa” dan seterusnya. .Teknik Pemrograman 4-39 Bila program tersebut dijalankan. dan kita memasukan kode hari dengan 1 maka akan tercetak “Hari Senin”.

x ++.h” #include “conio. } Jika program tersebut dijalankan maka akan menghasilkan hasil sebagai berikut . bila kita ingin menginput dan mencetak bilangan dari 1 sampai 100 bahkan 1000. Struktur Perulangan “ WHILE” Perulangan WHILE banyak digunakan pada program yang terstruktur. Misalnya saja. x).BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV Perulangan Dalam bahasa C tersedia suatu fasilitas yang digunakan untuk melakukan proses yang berulangulang sebanyak keinginan kita. tentunya kita akan merasa kesulitan. kita tidak perlu menuliskan perintah sampai 100 atau 1000 kali. Contoh Program 1 : /* Program Perulangan menggunakan while */ #include “stdio. Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui. x = 1. Namun dengan struktur perulangan proses. cukup dengan beberapa perintah saja. Struktur perulangan dalam bahasa C mempunyai bentuk yang bermacam-macam. /* awal variabel */ while (x <= 10) /* Batas akhir perulangan */ { printf(“%d BAHASA C\n”. A.h” void main() { int x. /* variabel x ditambah dengan 1 */ } getch(). Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar (true) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah.

while(i<=3) { x=1. } getch().x)..h" #include"conio.. seleksi berada di while yang letaknya di atas sementara pada perulangan do. Contoh Program 2 : /* Program mencetak deret bilangan dengan menggunakan while */ #include"stdio.. proses atau perintah mencetak kata-kata “BAHASA C” akan terus dilakukan selama variabel x masih kurang atau sama dengan 10.. Struktur Perulangan “DO..while.x. Jadi dengan . while(x<=i) { printf("%3i". } printf("\n")... x=x+1. hanya saja pada proses perulangan dengan while..WHILE…” Pada dasarnya struktur perulangan do.while sama saja dengan struktur while.. } B. nilai dari variabel x akan bertambah 1. i=i+1. seleksi while berada di bawah batas perulangan.Teknik Pemrograman 4-41 1BAHASA C 2BAHASA C 3BAHASA C 4BAHASA C 5BAHASA C 6BAHASA C 7BAHASA C 8BAHASA C 9BAHASA C 10BAHASA C Pada perulangan while di atas.. Setiap kali melakukan perulangan. int i=1.h" void main() { clrscr().

b. syarat : ekspresi relasi yang menyatakan kondisi untuk keluar dari perulangan.h” void main() { int x.h” #include “conio. Bentuk umum perulangan for adalah sebagai berikut : for(inisialisasi. Keterangan : a. } while(x <= 10). . struktur perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana. syarat. c. Dari segi penulisannya. } C. x). getch(). Contoh Program : #include “stdio. x = 1.4-42 Teknik Pemrograman menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan. penambahan) pernyataan. Struktur Perulangan “FOR” Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya. penambahan : pengatur perubahan nilai variabel kontrol. x ++. do { printf(“%d BAHASA C\n”. Inisialisasi : pernyataan untuk menyatakan keadaan awal dari variable kontrol.

i. for(y=1.i<=2. x++) { printf(“%d BAHASA C\n”.y++) for(i=0. x<= 10.h" void main() { clrscr(). r=t/i. t=t+x.t=0. printf("\n Rata rata : %.y).t). getch().2f".2f". for(x = 1.scanf("%f". y=y+1.y<=3.h” void main() { int x. } printf("\n Total : %. x).Teknik Pemrograman 4-43 Contoh Program 1 : /* Program perulangan menggunakan for */ #include “stdio. } Contoh Program 2 : /* Mencari total dan rata-rata sejumlah bilangan menggunakan for */ #include"stdio.i++) { printf("Entry bilangan %i : ". float r.x.&x). } getch().h” #include “conio. } .h" #include"conio.r).int y.

array dimensi dua dan array multi-dimensi. b.h” void main(). A. nilai[10]. Array Dimensi Satu a. c. clrscr(). for(index=0. /* input nilai mahasiswa */ printf(“Input nilai 10 mahasiswa : “). Deklarasi Array Bentuk umum : Tipe_array nama_array[ukuran].BAB V KEGIATAN BELAJAR V Array Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. index++) { printf(“Mahasiswa %i : “. scanf(“%i”. Setiap elemen array dapat diakses melalui indeks. } . &nilai[index]). Contoh : Contoh Program : /* Program untuk menginput nilai mahasiswa dalam array satu dimensi */ #include “stdio. { int index.h” #include “conio. Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index. index+1). index < 10. Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi Array dimensi satu. Indeks array secara default dimulai dari 0.

nama[20]. “Teknik Informatika”). Contoh aplikasi array satu dimensi : /* Program untuk menentukan jurusan & jenjang mahasiswa berdasarkan NIM*/ #include “stdio. printf(“Masukkan NIM Anda : “).h” void main() { char jurusan[25]. crlscr(). for(index=0. case ‘2’ : strcpy(jurusan. . nim[10]. } getch(). break. printf(“Masukkan nama Anda : “). gets(nim). nilai[index]). index++) { printf(“%5. break. case ‘3’ : strcpy(jurusan. case ‘4’ : strcpy(jurusan. /***** cari jurusan *****/ switch(nim[2]) { case ‘1’ : strcpy(jurusan. gets(nama).h” #include “conio. jenjang[10]. break. “Komputerisasi Akuntansi”). } CATATAN : String juga sebenarnya merupakan array yang bertipe karakter. “Sistem Informasi”).0i”.Teknik Pemrograman 4-45 /* tampilkan nilai mahasiswa */ printf(“Nilai mahasiswa yang telah diinput”). “Teknik Komputer”).h” #include “string. index < 10. Jumlah elemen array menyatakan jumlah string.

getch(). nim). } else printf(“ANda salah memasukkan NIM.4-46 Teknik Pemrograman break. nama). . printf(“Nama : %s”. printf(“Jurusan : %s”. Coba periksa lagi !”). Coba periksa lagi !”). } else { if(nim[4] == ‘3’) { strcpy(jenjang. Array Dimensi Dua Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom. printf(“NIM : %s”. Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel. } /***** tampilkan data mahasiswa *****/ printf(“ << Data Mahasiswa Universitas Budi Luhur >>“). “Strata-1”). default : printf(“Anda salah memasukkan NIM. } /***** cari jenjang *****/ if(nim[4] == ‘5’) { strcpy(jenjang. jenjang). } B. break. Deklarasi array : Tipe_array nama_array[baris][kolom]. printf(“Jenjang : %s”. jurusan).”Diploma-3”).

Row Major Order (secara baris per baris) e. scanf(“%i”. baris++) { for(kolom=0. baris<3. kolom++) { printf(“matriks[%i][%i]”. kolom. &matriks[baris][kolom]). matriks[3][4].Teknik Pemrograman 4-47 Contoh : Int X[3][4]. kolom<4. Untuk mengisi dan menampilkan isi elemen array ada dua cara yaitu : d. } printf(“\n”). } // Tampilkan elemen Array secara Row Major Order printf(“Isi array : \n”). . misalnya kita ingin mengisi elemen array baris 2 kolom 3 dengan 10 maka perintahnya adalah sbb : X[1][2] = 10. Untuk mengakses array. // Input elemen array secara Row Major Order printf(“Input elemen Array : \n“). kolom+1). baris+1.h” { int baris. Column Major Order (secara kolom per kolom) Contoh Program 1 : /* Program menginput nilai(bilangan) ke dalam array dimensi dua dan menampilkannya */ #include “stdio. for(baris=0.h” #include “conio.

i<3. fflush(stdin).j++) { printf("input data matrik A[%i][%i] : ". fflush(stdin).4-48 Teknik Pemrograman for(baris=0. } } /******** Masukkan matriks B ********/ for(i=0. } printf(“\n”). kolom<4.scanf("%i".i++) { for(j=0. clrscr(). &matriks[baris][kolom]).j<4. baris<3. i.j+1). } Contoh Program 2 : /* Program penjumlahan matriks dua dimensi */ #include "stdio.h" void main() { int A[3][4].i+1. C[3][4]. B[3][4].&B[i][j]).h" #include "conio. baris++) { for(kolom=0.scanf("%i". j. /******* Masukkan matriks A *******/ for(i=0. X[3][4]. } getch().&A[i][j]). kolom++) { printf(“%i”.i<3.j++) { printf("input data matrik B[%i][%i] : ". } } /******** Proses penjumlahan matriks A dan B ********/ .i++) { for(j=0.j<4.j+1). Y[3][4].i+1.

B[i][j]).i++) { for(j=0. printf("\n").i<3. } printf("\n\n").j++) { X[i][j]=A[i][j]+B[i][j]. /******** Cetak hasil penjumlahan matriks A dan B *******/ printf("\n matrik penjumlahan A+B\n").i<3. } } /******** Cetak isi matriks A ********/ printf("\n matrik A\n").Teknik Pemrograman 4-49 for(i=0. for(i=0. } printf("\n").j<4.j++) printf("%6i".A[i][j]). } printf("\n").j<4.printf("\n").X[i][j]).j<4.j<4.i++) { for(j=0. } .i++) { for(j=0. for(i=0. for(i=0.i<3.i++) { for(j=0. getch().printf("\n").j++) printf("%6i".j++) printf("%6i". /******** Cetak isi matriks B *******/ printf("\n matrik B\n").i<3.

h" #include "conio. i<=m.2f". t. i++) { printf("\n"). j<=m. scanf("%d". i. x. /* Membaca matriks asli */ for(i=1. j<=m. &a[i][j]).i. } /* Proses inversi */ for(i=1. int m. } } /* Mencetak Matriks asli */ printf("\nMatriks asli : "). i++) { printf("\n"). i<=m.%d)= ". k. for(j=1. printf(“\nsecara baris per baris\n"). for(j=1.h" void main() { float p[20]. i++) . a[i][j]). i<=m. j++) { printf("A(%d. &m). printf("\nMasukkan ukuran matriks : \n"). scanf("%f".4-50 Teknik Pemrograman Contoh aplikasi Array untuk menghitung invers suatu matriks dengan ukuran m x n dengan metode Gauss-Jordan : /* MENGHITUNG INVERS MATRIKS DENGAN METODE GAUSSJORDAN */ #include "stdio. clrscr(). printf("\nMasukkan nilai elemen matriks yang akan diinvers”). a[20][20]. j++) printf(" %. j. j). for(i=1.

Array Multi Dimensi Array multi-dimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. printf(" \n"). } getch(). x<=m. a[k][i] = 0. for(x=1. Bentuk pendeklarasian array sama saja dengan array dimensi satu maupun array dimensi dua. i++) { for(j=1. . } C.1f". i <=m. x++) a[k][x] = a[k][x] .Teknik Pemrograman 4-51 { p[i] = a[i][j]. j<=m.a[i][x] * t. } } } /* Mencetak matriks hasil inversi*/ printf("\n\nMatriks inversi : \n"). } for(k=1. j++) { a[i][j] = a[i][j]/p[i]. for(j=1. j<=m. a[i][j] = 1. j++) printf(" %. a[i][j]). Bentuk umumnya yaitu : tipe_array nama_array[ukuran1][ukuran2]…[ukuranN]. k<=m. for(i =1. k++) { if(k != i) { t = a[k][i].

{ 1. 0. 1. { 1. { 1. 0. 0 }. 0. 0. 1. 0 } } }. 1. 0. 0. 1. 1. { 0.h” #include “conio. 0 }. 0 }. 0. 1. { 1. 0 }. 0 }. 1. 1. . 1.h” void main() { int i. 1. 1. 1. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 1. k. 0 }. 0. 0. { 1. 0. 0. 0. 1. 0 }. 1. 1. 1. { 1. 1. 1. 0. { { 1. 1. 0. 0 }. j. 0. 0. 0. 0. 0. Contoh Program : #include “stdio. 1. 1. 1. 1. { 1. 1. 0 }. 1. 1. 1. 0. 1. { 1. 0 }. 0. 0 }. 0 }. 0. 0. 0. { 0. 1. 1. static int data_huruf[2][8][8] = { { { 1. 1. 1. 1. { 1. 1. 0 }. 1. 0. 0. { 1. 0. 1. { 1. 1. 1. { 0. 0 } }. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 0 }. 0. 0.4-52 Teknik Pemrograman Contoh : float X[2][4][3].

else putchar(“ “).Teknik Pemrograman 4-53 /* Tampilkan Huruf */ for(i=0. } getch().k<8. i<2. j++) { for(k=0. } puts(“”). i++) { for(j=0. /* spasi */ puts(“”). k++) if(data_huruf[i][j][k]) putchar(‘\xDB’). j<8. } .

BUKU AJAR Mikroprosesor .

masing-masing bagian membahas tentang : Bab 1. Bab 4 membahas tentang Mikroprosesor Z-80. Materi pembelajaran buku ajar ini diharapkan dapat diselesaikan dalam empat kegiatan belajar masing-masing 2 sks. Setiap pembelajaran diberi pelatihan dan pad akhir kegiatan diadakan test formatif. Deskripsi Buku ajar ini menguraikan tentang permasalahan Mikroprosesor. Sejalan dengan perencanaan pembelajaran tersebut. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor. Bab 3. dengan harapan setelah selesai mempelajari buku ajar ini bekenan untuk memperkaya pengetahuan diri dengan membaca buku-buku literatur. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan Mikroprosesor Z-80. Bab 2.BAB I PENDAHULUAN A. membahas tentang sistem mikroprosesor. membahas tentang Mikroprosesor. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tentang sistem mikroprosesor. . Buku ajar ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik yang belum sempat memiliki dan mebaca buku0buku literatur tentang mikroprosesor. membahas tentang beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor. uraian materi dibagi menjadi empat bagian. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tetang mikroprosesor.

Prasyarat Buku ajar ini ditujukan untuk peserta didik yang telah mempuyai kompetensi tentang teknik digital. karena itu untuk memahami benar setiap peserta perlu saling tanya jawab atau diskusi baik dengan sesama peserta maupun dengan pelatih/nara sumber 3. Keseluruhan materi yang ada dalam buku ajar ini hendaknya dibaca secara seksama 2. Petunjuk Belajar 1. Bila peserta belum mampu menjawab sebagian besar dari soal-soal yang ditampilkan dalam latihan maupun test formatif. peserta agar mengerjakan test formatif secara individual 7.5-2 Mikroprosesor B. Buku ajar akan lebih baik bila dipelajari secara berkelompok untuk memahami hal-hal baik yang terkait dengan teknik maupun teoritis 4. peserta diklat dapat bertanya langsung kepada narasumber yang menyampaikan materi buku ajar ini 5. Dan lebih diutamakan peserta didik yang mempunyai basik komputer. Tugas dan latihan yang terdapat pada setiap bab harap dikerjakan tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu 6. Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam Buku Ajar ini. peserta dapat mengulangi lagi dalam mempelajarinya agar setiap kompetensi yang diharapkan dalam setiap babnya dapat peserta penuhi. D. Bila ada materi-materi yang kurang dipahami. C. Untuk menguji kemampuan terhadap penguasaan buku ajar ini. Kompetensi dan Indikator 1. peserta didik mempunyai mengetahuan tentang mikroprosesor . Bab Pendahuluan merupakan informasi yang menguraikan bagian penting dalam memahami buku ajar ini.

hubungan mikroprosesor dan memori eksternal c.Mikroprosesor 5-3 2. Peserta didik dapat menjelaskan dan menggambar tetang model mikroprosesor. cara cara Mikroprosesor melakukan melakukan Mikroprosesor Mikroprosesor dan logika memprograman operasi aritmatik menggunakan Mikroprosesor Z-80. menjelaskan Register tentang spesifikasi Z-80. menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor d. Indikator a. Peserta didik dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor. mikroprosesor ideal. menggmbarkan peta memory. Peserta didik dapat menjelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan mikroprosesor b. Peserta didik dapat Z-80. Z-80. BUS (Saluran). komponen mikroprosesor. .

ditandai dengan Perkembangan meningkatnya mikroelektronika kepadatan komponen yang ada dalam suatu chip komponen Integrated Circuits (IC). dan Mikrokontroller 1. 2. 3. Komputer. komponen mikroelektronika komponen juga terus bekermbang. yang perlu dipahami maksudnya. Kompetensi dan Indikator Kompetensi : Setelah mengikuti pembelajaran peserta latih dapat mendeskripsikan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor Indikator 1. Perkembangan Komponen Mikroelektronika Sejalan dengan perkembangan teknologi lektronika. 5. : Dapat menjelaskan Perkembangan Komponen Mikroelektonika Dapat menjelaskan Komponen Programabel Dapat menjelaskan Mikroprosesor Dapat menjelaskan Sistem Mikroprosesor Dapat menjelaskan Komputer Dapat menjelaskan Mikrokontroller B. Dilihat dari tingkat kepadatan komponen. Uraian Materi Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem Mikroprosesor. Komponen Programabel.000 100. Mikroprosesor. adalah : Perkembangan Komponen Mikroelektonika. Sitem Mikroprosesor.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A.000 – 10 juta > 10 juta . 4. perkembangan komponen IC dapat dibedakan : No Jenis Rangkaian Terintegrasi (IC) 1 SSI (Small Scale Integration) 2 MSI (Medium Scale Integration) 3 LSG (Large Sclae Intergration) 4 VLSI (Very Large Scale Integration) 5 ULSI (Ultra Large Scale Integration) Kepadatan Komponen Jlm Transistor/Chip 10 – 100 100 – 1000 1000 – 100. 6.

Dengan program pada PAL dapat : read/write dan menyimpan intern maupun ekstern (dari ke disket. L. FPGA. PAL Sifat pemrograman : dapat diprogram secara manual atau menggunakan bantuan komputer : program PALASM + EPROM (Erasable Programabel Read Only Memory) Programmer. d. dll). IC). CD. Dapat diprogram dengan bantuan komputer. C. IC) dan aktif (Transistor. Hardisk. b. Memiliki Register. GAL Sifat pemrograman : termasuk EEPLD (Electrically Erasable PLD). untuk menghapus program dapat digunakan universal programmer. FPGA mempunyai PLD (Program Logic Device) PAL (Pragrammble Array Logic) GAL (Generic Array Logic) FPGA (Field Programabel Gae Array) . c. Sifat program memutus fuse.Mikroprosesor 5-5 2. Jenis-jenis bentuk fisik rangkaian komponen programabel diantaranya : a. Pemrograman dilakukan dengan cara memutus “fuse” yang ada pada tanda X. PLD Sifat pemrograman : X artinya terhubung (belum terprogram). dan Alamat. Komponen non programabel. adalah komponen yang fungsinya tergantung pada program yang diberikan. Tidak dapat diprogram ulang. Merupakan komponen programabel yang sudah komplek bentuk fisik rangkaian dan cara pemrogrammannya. Dioda. Komponen Programabel Pembagian komponen elektronika berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi dua. yaitu : non programabel dan programabel. adalah komponen elektronika yang fungsinya tetap : pasif (R. Komponen Programabel. Clock.

mikrokontroler.5-6 Mikroprosesor beberapa keluarga diantara adalah LCA (Logic Cell Array). dan unit Input Output (I/O unit). LCA dan dapat digabungkan sebagai dengan alat komponen untuk bertindak bantu meningkatkan kinerja mikrokontroler. MPU Bus I/O I/O CPU Bus I/O I/O Bus A/D Bus A/D RAM ROM RAM ROM Sistem Mikroprosesor Komputer Gambar 1 Sistem Mikroprosesor dan Komputer . Sistem Mikroprosesor Sistem mikroprosesor adalah suatu sistem yang mempergunakan mikroprosesor sebagai komponen utama. Pada umumnya sistem mikroprosesor terdiri atas : unit mikroprosesor (MPU = mikroprocessing unit). 4. memori baca tulis (RWM = read write memory = RAM = random access memoery. 3. Dalam amplikasinya. Mikroprosesor Mikroprosesor. Seperti mememori dan mengolah data yang masuk sesuai dengan program yang diberikan. merupakan suatu komponen digital mulai dari jenis LSI sampai ULSI (menunjukkan perkembangannya) dengan kompleksitas rangkaian sangat tinggi yang mampu melaksanakan fungsi suatu unit pemroses sentral (CPU = Central Processing Unit). memory baca (ROM = read only memory).

Komputer Mirip dengan sistem mikroprosesor. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. Istilah mikroprosesor dengan sistem mikroprosesor maksudnya sama a. Bisa salah atau benar c. Tergantung sistemnya 5. LSG. Bisa salah atau benar c. Tergantung sistemnya 4. Komputer d. yakinkan bahwa jawaban anda benar. 6. PAL b. Benar b. Mikrokontroler d. CPU . MPU pada komputer dinamakan CPU (Central Processing Unit). yang dikemas dalam satu chip IC. Mikrokontroller Mikrokontroller adadalah komponen programabel IC yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor. I. Komponen programable yang dapat diprogram satu kali saja adalah a.Mikroprosesor 5-7 5. Memory. IC c. Mikrokontroler 2. Komputer b. FPGA d. Di dalam mikrokontroller terdapat komponen input output (I/O). Salah d. Salah d. Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. dan pengolah data. Perbandingan sistem mikroprosesor dan komputer dapat dilihat pada Gambar di bawah. C. Mikroprosesor b. ULSI adalah nama-nama jenis a. Latihan Kerjakan soal-soal di bawah. Contoh mikrokontroller yang kita miliki adalah ADMEL. kalau masih ragu-ragu pelajari kembali materi buku ajar ini. Benar b. Komputer dan Mikroprosesor contoh jenis komponen programabel a. hanya lebih kompleks. IC c. SI. PLD 3. GAL c.

Komponen Programabel. dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan ultra violet. Mikrokontroller. . LSG. Jelaskan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer D.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . dan I/O. Komputer. Lembar Kegiatan Peserta latih .5-8 Mikroprosesor II. Mikroprosesor adalah komponen digital yang mampu melaksanakan fungsi mememori dan mengolah data. dan ULSI. Sistem mikroprosesor. komputer. dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan komputer.Peserta latih mengerjakan latihan . Mikroprosesor.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . dimuali dari : SSI. Apakah yang dimaksud dengan komponen programabel 2. VLSI. Memori. dan Perkembangan komponen mikroelektronika ditandahi dengan bertambah padatnya komponen dalam satu IC. yaitu : hanya dapat diprogram sekali. merupakan sistem yang mempunyai komponen utama : CPU. dan mikrokontrolel. Jawablah dengan singkat dan benar 1. Komponen Sitem Mikroelektonika. MSI. Rangkuman Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor adalah : Perkembangan Mikroprosesor. Jenis-jenis bentuk fisik komponen programable membedakan sifat pemrograman.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E.

Mikrokontroler 2.Mikroprosesor 5-9 F. PLD 3. Tergantung sistemnya 5. SSI. ULSI adalah nama-nama jenis a. CPU d. LSG. Mikroprosesor b. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. Resistor d. Perkembangan meningkatnya a. Benar b. Mikrokontroler d. Transistor c. Fungsi dalam chip d. PAL b. Daya dalam chip komponen c. Salah d. Semua jawabab benar 4.. Sistem programamble d./Chip a. Komponen Programable c. Komputer dan Sistem Mikroprosesor merupakan jenis komponen programabel a. Dioda b. FPGA d. Bentuk volume dalam chip b. Bisa salah atau benar c. IC c. Komputer c. IC jenis ULSI mengandung >10 juta ……. Mikroprosesor termasuk dalam golongan a. Kondensator 7. Peralatan programable b. CPU 6. Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Test Formatif I. ROM 8. Kepadatan komponen dalam chip c. I/O mkroelektronika ditandai dengan . pada komputer a.. IC d. MPU pada sistem mikroprosesor fungsinya sama dengan …. Komponen programable yang dapat diprogram denagan bantuan komputer adalah a. Komputer c. GAL c. RAM b.

Jawablah dengan singkat dan benar 1. Pasif II. Empat 10 Transistor termasuk golongan komponen elektronika jenis a. Enam d. Berdasarkan sifatnya komponen elektronika dapat dibedakan menjadi a. Dua c. Mengapa mokroprosesor dimasukkan dalam golongan jenis komponen programmabel ? . Gambarkan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer 3. Programabel b.5-10 Mikroprosesor 9. Non Programabel c. Aktif d. Lima b. Apakah yang dimaksud dengan sistem miroprosesor 2.

Dapat menggambarkan hubungan mikroprosesor dengan memori internal B. dan sejumlah saluran kontrol (control bus). catu daya. address bus Mikroprosesor data bus kontro bua Power Supply Gambar 2 Model Mikroprosesor . saluran alamat (address bus). Dapat menjelaskan dan menggambar model mikroprosesor 2. Dapat menjelaskan komponen mikroprosesor 4. Kompetensi dan Indikator Komptensi : Setelah selesai mengikuti pelajaran. peserta latih mampu mendekripsikan tentang mikroprosesor Indikator : 1. Uraian Materi 1.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 MIKROPROSESOR A. Dapat menjelaskan dan menggambar mikroprosesor ideal 3. dengan : sejumlah saluran data (data bus). Model Mikroproseor Mikroprosesor merupakan suatu kotak (black box).

“Data Word” 4 bit disebut “nybble”. Pada Gambar 4 diperlihatkan suatu mikroprosesor dengan 8 buah saluran data masuk dan 8 buah saluran data keluar. Secara metematis. Jumlah saluran data tersebut dinamakan “lebar jalur data” (data path width = word size). dikatakan mikroprosesor 8 bit. . seperti saluran data masuk dan saluran data keluar jumlahnya terbatas. Mikroprosesor Ideal Mikroprosesor adalah komponen programabel yaitu suatu komponen yang fungsinya dapat diprogram. komponen utama mikroprosesor. “Data Word “ 8 bit disebut “byte”. 1 2 Saluran masuk Program 1 2 Saluran keluar k m Gambar 3 Blok Diagram Mikroprosesor Ideal 3. fungsi mikroprosesor dapat ditulis sebagai : Keluaran = Masukkan * Program Mikroprosesor ideal mempunyai m data saluran masuk (input) dan k saluran data keluaran (ouput) yang jumlahnya tidak terbatas. bilamana m = k = 4 dikatakan mikroprosesor 4 bit. Data diterima dari saluran masuk kemudian diproses (diolah) sesuai dengan program yang tersimpan (stored program) sehingga diperoleh sejumlah data keluaran sebagai hasil pengolahan data tersebut. Umumya m saluran data masuk sama dengan k saluran data keluar jumlahnya sama. artinya fungsi komponen programabel tergantung dari “ propram” yang diberikan. Komponen Mikroprosesor Berbeda dengan keadaan ideal. Bila jumlah m = k = 8.5-12 Mikroprosesor 2.

Mikroprosesor 5-13 0 1 Program 1 2 8 k 0 1 Program 1 2 8 k 7 7 Gambar 4 Blok Diagram Mikroprosesor Dengan 8 Saluran Data Masuk dan 8 Saluran Data Keluar 4. dalam keadaan yang sebenarnya mikroprosesor mempunyai jumlah “memori dalam” yang sangat terbatas untuk keperluan menyimpan data dan program. Umumnya mikroprosesor harus dapat melakukan penyimpanan informasi (melakukan proses penulisan memori) dan mengambil informasi (melakukan proses pembacaan memori) dari memori luar. Hubungan Mikroprosesor dan Memori Eksternal Suatu memori ideal dianggap mempunyai “memori dalam” (“Internal Memory”) dengan jumlah tidak terbatas. Dengan demikian mikroprosesor harus mampu untuk mencapai (to access) suatu memori luar (external memory). Saluran Alamat 1 2 3 Mikroprosesor p Memori n Saluran data/Alamat Gambar 5 Hubungan Mikroprosesor dan Memori Luar Dengan Bus Data dan Bus Alamat . Hubungan mikroprosesor melalui bus data dan bus alamat seperti Gambar 5.

2903 (‘Saturated’) Texas Instrumens ABP 0400. CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire). 8008. Teknologi Mikroprosesor Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). Mikroprosesor sekarang menggunakan teknologi apa ?. 8048. CMOS (Complentay MOS). Dengan clock yang sama mikroprosesor 64 bit mempunyai kecepatan akses 16 kali lipat mikroprosesor 4 bit.Schottky Bipolar Jenuh . Perkembangan Mikroprosesor Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit saluran data.ECL . 14500 Intersil 80C41. SBP 990 CMOS Teknologi Bipolar Bipolar Tak Jenuh . 8085. Z 8000 Nasional seminductor NS 32032 Motorola 146805. 6809. 6. 6801. Teknologi PMOS teknologi yang paling murah dan yang dipergunakan untuk mikroprosesor pertama intel 4004 (th. 8749 motorola 6800. Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). Pembagian Teknologi dan Contoh Mikroprosesor Jenis Teknologi Teknologi MOS NMOS Contoh Mikroprosesor Intel 4004. NMOS( MOS kanal N).IIL . 8080. Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). 87C48 (‘unsaturated’) Motorola 10800 Intel 3001 Advance Micro Devices Am 2901. 6805 Zilog Z-80. sampai saat ini sudah 64 bit. Bipolar Schottky. 1971). Perbedaan jumlah bit saluran data menyebabkan perbedaan kecepatan akses data suatu sistem mikroprosesor. namun demikian pada tahun 1986 telah diganti dengan teknologi NMOS.5-14 Mikroprosesor 5. 6802. 4040. Dimulai dengan 4 bit.

Latihan I. Saluran Alamat c. PMOS b. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. NMOS d. IC d. Semua jawaban benar . Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a. Saluran b. Saluran kontrol 4. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan a. Bus b. Interface d. Saluran Data d. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a. Semua jawaban benar 3. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. Mikrokontroller 2.Mikroprosesor 5-15 Gambar 6 Bentuk Fisik dan Pinout Z-80 C. CMOS c. Dekoder c. Black box b. Mikrokomputer c.

lengkapi yang lain saluran apa namanya D. saluran data. IC b. Mengapa saluran data menunju dua arah ? 2. Intel 404 II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Zilog-80 d. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan sebuah a. Zilog-8000 c. CMOS-SOS dll. tetapi dalam realitas saluran masuk dan saluran keluar jumlahnya terbatas. Mikrokomputer c. F. salauran data 8. Test Formatif I. Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 8 bit. Jenis-jenis teknologi mikroprosesor : PMOS. Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah saluran bit data. Mikrokontroller . Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a.5-16 Mikroprosesor 5. Rangkuman Mikroprosesor merupakan suatu kotak dengan sejumlah saluran alamat. Mikroprosesor ideal mempunyai saluran masuk dan keluar tak terhingga. Motorola 10800 b. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. salauran kontrol. Hubungan mikroprosesor dan memori eksternal dilakukan oleh saluran. Lembar Kegiatan Peserta Latih Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran Peserta latih mempelajari materi buku ajar Peserta latih mengerjakan latihan Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. Balck box d.

1971 c. Jumlah data b. NMOS b. Semau jawaban benar 7. Semua jawaban benar 3. Mikroprosesor tidak ideal mempunyai keterbatasan dalam hal a. Teknologi Mikroprosesor yang paling murah adalah a. Interface d. Intersil 80C41 10. Saluran b. Mikroprosesor pertama kali dibuat pada tahun a. 1986 b.Mikroprosesor 5-17 2. Byte c. CMOS c. PMOS d. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a. Jumlah saluran masuk c. 1976 d. Saluran kontrol 6. Satuan saluran adalah a. Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a. Dekoder b. Bus c. Semua jawaban benar 8. Zilog-80 d. Kontrol d. Bit b. Semua jawaban benar 4. Motorola 10800 b. Zilog-8000 c. 1955 . CMOS c. Komponen utama yang ada pada model mikroprosesor adalah a. Semua jawaban benar 9. PMOS d. Saluran Alamat c. NMOS b. Address b. Nybble d. Jumlah program d. Saluran c. Semua jawaban benar 5. Saluran Data d. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a.

saluran data 4. Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 4 bit. Tuliskan teknologi mikroposesor yang anda ketahui (lengkap dengan singkatannya) .5-18 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1. lengkapi yang lain saluran apa namanya 3. Mengapa saluran data menunju dua arah sedangkan saluran alamat menunju satu arah ? 2.

a. Dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor 2. Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah selesai mengikuti pelajaran.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. yaitu : perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Bus Alamat. dan Bus Kontrol Peta Memori Komponen-komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor b. Dapat menjelaskan dan menggmbarkan peta memory 4. Dapat menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor 5. arah pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua hal. Perangkat Lunak Pemrograman Mikroprosesor Perencanaan Program (menyangkut peta memori dan memori internal/register) . peserta latih mampu mendekripsikan tentang Sistem Mikroprosesor Indikator : 1. Uraian Materi 1. Dapat menjelaskan BUS (Saluran) 3. Arah Pembelajaran Sistem Mikroprosesor Dalam pembelajaran sistem mikroprosesor. Dapat menjelaskan dan menggambar Dekoder B. Perangkat Keras Bus : Bus Data.

BUS (SALURAN) Komponen utama yang perlu dipelajari dalam sistem mikroprosesor adalah “BUS” / “SALURAN”. Beberapa bus yang ada dalam sistem mikroprosesor adalah : bus data. yaitu dengan kode biner.110.5-20 Mikroprosesor 2. Tidak seperti mikroprosesor ideal. 16 bit. Octal 11. actal. mikroprosesor riil mempunyai keterbatasan “BUS’. a. Hexsadesimal 1111. Misal mikroprosesor 8 bit. Word Data pada bus data dapat dinyatakan dengan beberapa cara. bus alamat. Biner 11110111B b. Besar data yang dapat disalurkan sekaligus mulai (00000000 s/d 11111111)(B) atau (000 s/d 377)(Q) atau (00 s/d FF)(H). Mikroposesor 8 bit atau 1 byte. atau 32 bit.111 c. dan bus kontrol. . artinya dia memiliki lebar bus data 8. Bus Data (Saluran Data) Bus data adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan data dari CPU ke Memori dan sebaliknya.0111 sama dengan FBH atau FB16 digunakan sebagai klasifikasi sama dengan 367Q atau 3678 111101112 % 1111011 Lebar bus data biasanya mikroprosesor. Bus data menunjukkan kemampuan Mikroprosesor untuk menyalurkan sejumlah data sekaligus. secara hardware terdiri dari 8 buah bus (D7MSB… D0LSB). 16 atau 32. atau hexadesimal (yang banyak dipergunakan) Contoh cara menyatakan suatu word data 8 bit dalam berbagai cara : a.

tetapi kondisi riil yang ada untuk menyimpan data dan program jumlahnya perlu dibatasi. 0 LSB A0 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 7 Bus Alamat 8 Bit (Contoh Data Alamat : 1B) .Mikroprosesor 5-21 0 LSB D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 6 Bus Data 8 Bit (Word Data Tersalurkan : 0001101) b. Dengan Bus Adress CPU dapat mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. Mikroprosesor ideal akan memiliki memory internal tak terbatas. Bus Adress (Saluran Alamat) Bus Address adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjangkau tempat penyimpanan data di memori. Komunikasi antara mikroprosesor dengan external memory dilakukan melalui “bus alamat”. Akibatnya mikroprosesor harus mampu mencapai memori luar (external memory) untuk menyimpan data (read) dan mengambil kembali (write).

Bus Kontrol Bus Kontrol adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjalankan program. Ukuran data pada setiap alamat memori ditentukan oleh lebar bus data. Gambar 8 Blok Diagram Z-80 3.5-22 Mikroprosesor c. Setiap data informasi disimpan dalam memori pada suatu kumpulan lokasi memori. Dengan Bus Kontrol CPU dapat mulai melakukan pekerjaan mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. Blok diagram Mikroprosesor Z-80 seperti Gambar 8. Susunan lokasi memori dinamakan peta memory (space memory). Lebar Bus Data Alamat Lokasi Memori 1 Lebar/Space Peta Memory ………… Lokasi Memori n B8 ………… Lokasi Memori n Lokasi Memori 2 Alamat 00 Lokasi Memori 1 Lokasi Memori 2 AC FF Gambar 9 Peta Memori (Contoh Peta Memori : 00 – FF) . Peta Memori.

memori eksternal. Dalam buku ajar ini rangkaian interface akan dibahas lebih lanjut. Kumpulan alamat ruang memori disebut “lebar peta memori”. untuk merencanakan tempat menyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. AC. NAND. buffer. lebar peta memori 200 (tanpa satuan biasanya ditunjukkan dengan alamat awal dan akhir : 00 FF). Sebagai contoh : lebar bus data : 8 bil . maka jumlah memori yang tersimpan dalam peta memori : 8 * 200 = 1600 bit atau 1. B8. . OR. Gambar 9 menunjukkan posisi/arti : lebar bus data. rangkaian clock. yaitu tidak ada yang kembar/sama (00. alamat. Komponen-Komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor Dalam sistem mikroprosesor selain komponen utama μp. b.Mikroprosesor 5-23 Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. dan rangkaian interface. seperti : power supply. diperlukan beberapa komponen penunjang yang lain. Rangkaian interface dapat berupa : rangkaian decoder (disusun dari rangkaian logika menggunakan gerbang-gerbang logika digital). atau konverter Digital to Analog (D/A) atau Analog to Digital (A/D). sehingga jumlah data yang tersimpan dalam peta memori tergantung dari : lebar bus data * lebar peta memori (akan dibahas lebih lanjut pada pembahasan dekoder dan register). latch. Setiap ruang memori mempunyai satu alamat sendiri-sendiri yang unik. FF). dan lebar peta memori dalam peta memori. a. Gerbang-Gerbang Logika Gerbang-gerbang logika digital yang biasa digunakan untuk membentuk rangkaian interface adalah komponen-komponen digital dasar.6 K bit = 200 byte = 400 nybble. NOR. seperti : AND. 4. Rangkaian Interface Rangkaian interface atau rangkaian antar muka fungsi utamanya adalah menghubungkan sistem μp dengan dunia luar. EXOR. dan NOT. EXNOR.

Io. Fan-in menunjukkan besar tegangan yang diperlukan sebagai masukan gebang logika Vout. Ii. sebagai berikut : Vin : Vin(1) Vin(0) = besar tegangan minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar tegangan maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika Vout : Vout(1) = besar tegangan minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Vout(0) = besar tegangan maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Iin : Iin(1) Iin(0) Iout : Iout(1) = besar arus minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika . Arus-in. maka karateristik yang perlu diperhatikan.5-24 Mikroprosesor Rangkaian interface yang banyak ditemui pada sistem mikroprosesor sebagian besar berfungsi sebagai rangkaian Dekoder untuk dekoding sinyal kontrol dan dekoding alamat. menunjukkan besar arus masukkan yang diperlukan oleh gerbang logika digital Sinyal digital mempunyai dua kondisi. Vin. adalah : Fan-in. logika 1 dan logika 0. Arus-out. Bilamana gerbang-gerbang logika digunakan sebagai komponen pembentuk rangkaian interface. menunjukkan besar arus keluaran dari gerbang logika digital. Fan-out menunjukkan besar tegangan yang dikeluarkan gerbang logika digital Iout. dengan demikian karakteristik gerbang logika di atas juga dibedakan untuk logika 1 dan logika 0. Iin. Fan-out.

1 . Iin(0) = 0. Vout(0) = 0. maka jumlah gerbang OR yang dapat dihubungkan dengan AND maksimal 3 buah (disarkan dengan. d. Vout = 8. Iout = 5 Vin(0) = 0. Buffer Buffer adalah suatu aplifier yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapabilitas arus drive dari line sinyal.05) Gerbang OR (Vin = 3 .4. Iin OR. c. Penggunaan penting . Latch Dalam sistem mikroprosesor sering kali data informasi yang ada pada bus mikroprosesor harus dipertahankan agar dapat dipakai oleh sistem berikutnya.5. Iout AND dan Vin. Z-80 memiliki arus output 1.Mikroprosesor 5-25 Iout(0) = besar arus maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Karateristik logika sangat diperlukan untuk menentukan julah logika yang dapat dihubungkan dengan logika lain dalam rangka membentuk rangkaian interface atau dekoder. Untuk kepentingan ini diperlukan rangkaian “Latch”.8 mA dapat men”drive” 4 gebang TTL yang memiliki IiH= 400 µA.07) Rangaian Interface Gambar 10 Contoh Rangkaian Interface Dengan rangkaian Gambar 10.2 . Iout(1) = 10 Vin(0) = 0. Iin(0) = 0.6 Iout(0) = 0. berdasarkan karateristik Vout.5. Contoh penerapan karakteristik logika : Gerbang AND (Vin(1) = 2 .3. Vout(1) = 6. Iin(1) = 1. Iout(0) = 0. tanpa buffer. Iin = 0. Vout(0) = 0.

5. bisa diatur/digubungi diperlukan. Menentukan persamaan logika dari hasil minimisasi. Data disimpan pada alamat : D3. Dekoder Dekoder dalam sistem miroprosesor digunakan pada bus alamat untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi. Dekoder dibentuk dari gerbang . data disimpan pada alamat D3. Perencanaan Peta Memori Lebar bus alamat 8 bit sehingga space alamat memori yang dapat dicapai dari FF(h) s/d 00(h). a. Dengan rangkaian dekoder. Gambar rangkaian dekoder.gerbang logika yang dirangkai berdasarkan konsep penyusunan rangkaian logika. Dalam penjelasan Dekoder ini akan diambil contoh Sistem mikroproseor yang disusun dari komponen mikroprosesor 8 biat . dan 5E. B6. 9E. Minimisasi. Rencanakan tabel kebenaran. dan 5E. maka peta memorinya adalah : Peta Memori Alamat FF D3 B6 9E 5E 00 Data 1 Data 2 Data 3 Data 4 . 9E. Prosedur alamat-alamat pada memori yang perencanaan dekoder dengan urutan : Rencanakan peta memori. B6.5-26 Mikroprosesor dari buffer adalah pada port input mikroprosesor. yaitu mengisolasi data input dari saluran data mikroprosesor. Bus alamat 8 bit.

Mikroprosesor 5-27 b. Minimisasi Tabel A A5A4 00 01 11 10 A7A6 00 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 1 8 9 B A Tabel B A1A0 00 01 11 10 A3A2 00 1 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 8 9 B A Dari Tabel A diatas didapatkan persamaan : F1 = A6 A5 A4 + A7 A5 A4 + A7 A6 A4 F2 = A3 A2 A1 A0+ A3 A2 A1A0 + A3A1 A0 . Tabel Kebenaran Alamat D3 B6 9E 59 A7 1 1 1 0 A6 1 0 0 1 A5 1 1 0 0 Saluran A4 A3 0 0 1 0 1 1 1 1 A2 0 1 1 1 A1 1 1 1 1 A0 1 0 0 0 c.

5-28 Mikroprosesor d. Rangkaian Dekoder F2 F1 Gambar 11 Rangkaian Dekoder F A7 A6 A5 A4 A3 A2 A1 A0 AND 1A AND 2A AND 3A OR F1 F(out) AND AND 1B AND 2B AND 3B OR F2 .

Semua jawabab benar 3. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. Untuk menyalurkan data b. Rangkaian Dioda c. dan Iin 2. Kode Biner b. Vout. Lembar Kegiatan Peserta latih . Fungsi saluran alamat adalah a. Kode Desimal c. Lima 2. Untuk menulis data 5. Latihan I. Kode Octal d. Apa fungsi buffer pada rangkaian sistem mikroprosesor D. Tiga b. Saluran data b. c. Saluran alamat d. Empat d. Rangakain penghubung II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Saluran kontrol c. Iout. Pilih satu jawaban yang paling tepat 1. Rangkaian Interface d. Rangkaian Dekoder b. Jelaskan apa arti karakteristik gebang logika Vin. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat dibedakan menjadi a.Mikroprosesor 5-29 C. Dua Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a.Peserta latih mengerjakan latihan .Peserta latih mempelajari materi buku ajar .Peserta latih menjawab soal-soal test formatif . Untuk menunjuk tempat data c. Untuk mengambil data d. Ada jawaban yang salah 4.

AND. Pilih Satu Jawab Yang Paling Benar 1. saluran alamat. Komponen-komponen penunjang sistem mikroprosesor adalah Gate-Gate dasar Digital. BA16 2. saluran data. arah pembelajaran dibedakan menjadi dua : perangkat keras (aluran. OR. Dengan Dekoder bisa diatur alamat mana yang dapat dihubungi dan yang tidak boleh dihubungi. peta memori. Word data 10101011B bilamana dinyatakan dalam dengan hexadecimal jawabnya adalah a. Octal dan Hexadesimal. F. Tes Formatif I. Lima c. NOR. AC16 d. untuk merencanakan tempat penyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. dan komponenen penunjang sistem mikroprosesor) dan perangkat lunak (pemograman dan perencaan program). Empat d. Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. Rangkuman Dalam mempelajari sistem meikroprosesor. Tiga b.5-30 Mikroprosesor E. Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat . Susunan lokasi memori pada memori dinamakan Peta memori. AB16 dibedakan menjadi a. Dua c. dan saluran kontrol. dll. Word data pada saluran dapat dinyatakan dengan cara : Biner. Hal yang perlu dipahami pada saat memakai adalah arakteristik IC. Ada tiga jenis aluran (Bus) pada sistem mikroprosesor. Dekoder dalam sistem mikroprosesor digunakan oleh saluran alamat sebagai rangkaian untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi. CA16 b. NAND.

Saluran kontrol c. Mempertahankan data informasi 10 Bilamana gerbang digital punya Vout = 4 akan digabung dengan gebang digital yang punya Vin = 5. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. Rangakain penghubung 7. Saluran data b. Kode Desimal 5. 8 c. Fungsi saluran alamat adalah a. 7 d.Mikroprosesor 5-31 3. Untuk menulis data c. maka perlu dipasang komponen a. Rangkaian Dekoder b. Kode Biner b. Saluran program b. Saluran yang biasa digunakan sebagai petunjuk karakteristik mikroprosesor adalah a. Fungsi komponen Latch dalam sistem mikroprosesor adalah untuk a. Saluran alamat d. 6 9. Kode Octal d. Semua jawabab benar 4. Saluran kontrol 8. 9 b. AND d. Untuk menyalurkan data b. Rangkaian Dioda c. Mempertahankan arus d. Saluran alamat c. Untuk menunjuk tempat data c. Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a. Buffer c. Menaikan arus b. OR . Rangkaian Interface d. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a. Menaikan tegangan c. Lacth b. Saluran data d. Bilamana data disimpan dalam memori mulai alamat A5 – AE. Untuk mengambil data d. maka lebar peta memori a. Ada jawaban yang salah 6.

Vin(0) = 0. Gambarkan rangkaian Dekodernya 3. Mengapa dalam rangkaian sistem mikroprosesor banyak yang dipasang komponen Latch ? . Hasil minimisasi dalam pernencanaan rangkaian Dekoder dapat dituliskan dalam bentuk persamaan : F = A B C + BC D + AC.5-32 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Hitung jumlah OR yang dapat digabung.6 Volt akan digunakan sebagai input gerbang OR punya Vin(1) = 5 Volt.5 Volt. 2. Vout(0) = 1. Gebang AND punya Vout(1) = 20 Volt.

dan PC) dengan susunan seperti Gambar 11.. SP. B. Dapat menjelaskan memprograman Mikroprosesor Z-80 4.. C. Register F hanya menyatakan hasil operasi ALU. Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah : selesai mengikuti pelajaran.526 alamat memori. peserta latih mampu mendekripsikan tentang Mikroprosesor Z-80 Indikator : 1. Dapat menjelaskan komponen pemrograman Mikroprosesor Z-80 5. selalu digunakan untuk opresasional ALU. E. Dapat menjelaskan Register Mikroprosesor Z-80 3. Gambar Flag seperti di bawah : . dan Saluran Alamat 16 jalur (A0 . A15). sehingga lebar peta memori yang dapat dihubungi sebanyak 65. Dapat menjelaskan operasi aritmatik dan logikaa Mikroprosesor Z-80 B. Spesifikasi Z-80 Mikroprosesor Z-80 mempunyai Saluran (Bus) Data 8 jalur (D0 . Dapat menjelaskan spesifikasi Mikroprosesor Z-80 2. IY. 2. Atau selalu digunakan untuk mengoperasikan perintah aritmetik dan logika. Nama dan fungsi masing-masing register Z-80 adalah sebagai berikut : - Register A (Akumulator/Pengumpul). L) dan 4 buah register 16 bit (IX. - Register F (FLAG) adalah register kumpulan register 1 bit. Uraian Materi 1. D. H.BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A. D7). F. Register Z-80 mempunyai 8 buah register 8 bit (A.

D’. - Register B’.5-34 Mikroprosesor 16 bit 8 bit 8 bit A F B C D E H L IX IY SP PC Gambar 11 Susunan Register Z-80 7 S 6 Z 5 4 3 2 P/O 1 N 0 C Bit Nama Bit Contoh : Bit 7 → Sign Bit 6 → Z (zero) = 1 jika hasil oparasi aritmatik sama dengan nol Bit 2 → Parity /Overflow Bit 1 → Substrack Bit 0 → C (carry) = 1 jika hasil operasi aritmatik menghasilkan carry - Register B. dapat digunakan untuk keperluan umum dan tempat menyimpan hasil. - Register IX dan IY merupakan register Index. dengan konsep LIFO (Last In First Out) - Register PC (Program Counter). untuk menunjuk lokasi awal program . H’. E’. E. H. C. C’. L’ merupakan register cadangan dapat digunakan untuk menyimpan seluruh isi register. D. berfungsi untuk penunjuk lokasi memori. - Register SP (Stack Pointer) berhubungan dengan mekanisme stack (sususunan simpanan memori) dan digunakan untuk mekanisme SUBRUTIN. L merupakan register 8 bit dan dapat disambung menjadi 16 bit.

(HL) .A .526 alamat memori. dengan alamat 1800H s/d 1FFFH. Untuk melakukan pelatihan pemrogram Z-80 digunakan KIT Komputer Papan Tunggal (KPT). LD HL. Penghapusan dilakukan dengan cara menumpangi data sebelumnya. sehingga RAM mampu menyimpan 16 Kbit dalam bentuk 2k x 8 bit atau 2 Kbyte.5BH MPF-1 merupakan alat yang menggunakan komponen utama mikroprosesor Z-80. LD HL.Mikroprosesor 5-35 3. A15). ditambah dengan komponen pendudung memori eksternal : ROM dan RAM. Namun demikian tidak semua ruang memori dapat digunakan untuk operasional program (pengisian dan penghapusan data).25H . D7) dan bus alamat 16 jalur (A0 . yaitu : Bus Data 8 jalur (D0 . Instruksi alih/transfer data ada beberapa jenis... yaitu : Jenis Tranfers Data Instruksi Register ← register Contoh : LD A.B . RAM terdiri dari 2048 alamat/lokasi memori. sehingga space memori yang dapat dihubungi sebanyak 65. disusun dalam Peta memori KTP sebagai beikut : Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM. POP AF Register ← memory Resister ← immediate data LD A. PUSH BC Memory ← register LDD Memory ← memory Memory ← immediate data LD (HL).BC LD A. berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan .125AH LD (HL). yang dinamakan MPF-1. Spesifikasi MPF-1 sama dengan karakteristik Z-80. setiap lokasi mampu menyimpan 8 bit atau 1 byte bil heksa. Pemrograman Z-80 Pemrograman Z-80 pada hakekatnya adalah proses mengisi penghapusan register atau dengan transfer data. Beberapa alamat ruang memori yang dapat digunakan.

. a. Contoh program : ADDR 1800 1802 1803 1804 1807 1808 1809 180A OpCode 3E 47 0A 21 DD DD DD FF Mnemonic Operand LD A. Tiga komponen untuk komunikasi dengan Z-80. tambah satu.(IX+0) LD C. dan membandingkan. dan Komentar. 5. Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa “assembler” atau bahasa mesin.Semua operasi aritmatik dan logika hanya bisa dilakukan pada register A. 4. pengurangan.(BC) LD HL.05 LD B.1915H LD C. kurang satu.1910H LD IX. Op-Code.5-36 Mikroprosesor Dari peta memori dapat diketahui hanya ruang memori alamat 1800H s/d 1FFFH yang dapat digunakan untuk operasional program. komentar untuk komunikasi dengan orang lain (manusia). . Operasi Aritmatik . yaitu : Address. Operasi Aritmatik dan Logika. Mnemonic.Jenis operasi aritmatik yang dapat dioperasikan dengan Z-80 adalah : penjumlahan.A LD A. Komponen Pemrograman Z-80. Ada empat komponen yang perlu dipelajari agar dapat melakukan pemrograman dengan bahasa “assembler”.(IX+5) RST 38H Komentar Isikan 05H ke Reg A Kutip isi Reg A ke Reg B Kutip isi yang ditunjukkan oleh adres reg BC Isikan reg HL dengan 1910H Isikan isi addres memori 1915H ke Reg IX Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Rg IX+0 = 1915H Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Reg IX+5 = 191AH Kembali ke Display Op-Code dan Mnemonic dapat dilihat pada daftar Instructions Shorted By Op-Code dan Instructions Shorted By Mnemonic yang ada dalam User’s Manual MPF-1.

C dalam operasi ADC / SBC adalah Carry . Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a.N : A ← A+B+cy SBC A.D : A ← A-B .N : A ← A-B-cy b. Lebar peta memori 16 c. .Hasil operasi aritmatik dan logika yang berstatus : Nol. E 4. SUB A.Mikroprosesor 5-37 .Jenis operasi yang dapat dilakukan : AND.Operasi penjumlahan ada dua : ADD dan ADC. 8 buah 5. Lebar jalur 16 c. Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a. Jumlah alamat 16 d. 4 buah b. 12 jalur d. maka lebar jalur saluran adalah a. Register 16 bit artinya a. A b. Bilamana jalur saluran ditunjukka dengan kode D0 – D15.B OR N : A ← A+N . begitu juga pengurangan juga ada dua : SUB dan SBC . 2 buah c. D d. 6 buah d.C : A ← A+C . 16 jalur 2. ADC A.Salah satu data harus di register A . B b. 4 jalur 3. Operasi Logika . Jumlah data per alamat 16 b. F d. F c. dan XOR . OR.Contoh : ADD A. atau negatif informasi disimpan di register F(Flag). OR B : A ← A+B . ada carry. D c.Contoh : AND B : A ← A. Pilih satu jawaban yang paling benar 1. Register yang merupakan kumulan dari register 1 bit adalah register a. C. NOT. 8 jalur b. H . Latihan I.

Peserta latih mengerjakan latihan . Operasi aritmetik yang dalakukan adalah +. -1. dan XOR.5-38 Mikroprosesor II Jawab dengan singkat dan benar 1. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 tidak memakai alamat 0000H s/d 07FFH ? D.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. sedangkan operasi logika yang dapt dilakukan : AND. dan membandingkan. +1. mempunyai 8 jalur saluran data dan 16 jalur saluran alamat sehingga ada 65.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . Op-Code. OR.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . -. Lembar Kegiatan Peserta latih . Pada saat pemrograman menggunakan KPT MPF-1 hanya alamat 1800 s/d 1FFF yang dapat digunakan untuk operasional program. dan Komentar.256 alamat pada memori eksternal yang dapat dihubungi. NOT. yaitu : Address. untuk dapat melakukan pemrograman harus nmengetahui 4 komponen. register F kumpulan dari register 1 bit untuk menyatkan hasil operasi ALU. Register A berfungsi tempat operasi aritmetik dan logika. Z-80 memiliki 8 buah register 8 bit dan 4 buah register 16 bit. Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa Assembler. Rangkuman Mikroprosesor Z-80 dinamakan Z-80. Bagaimana cara mengetahui kalau hasil operasi aritmetik Z-80 menghasilkan Carry ? 2. Mnemonic. Semua operasi aritmetik dan logika hanya bisa dilakukan dalam register A. . Menggunakan Z-80 dapat dilakukan 6 jenis intruksi alih/transfer data.

Bilamana jalur saluran ditunjukkan dengan kode D0 – D11. Resister ← immediate 7. 8 jalur b. Register Kontrol c. Mengisi reg B. Jumlah data per alamat 8 c. Register 16 bit 5. Register F adalah merupakan register a. LD C. maka lebar jalur saluran adalah a. Register 8 bit artinya a. 2 buah c. 26 b. Register pusat operasi d. 8 buah 6. 67 c. Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a. Hasil operasi A9 + 67. Mengisi 25 dari reg B c. Semua jawaban salah c. Memory ← register 8. H c. Mengambil data dari reg B. Pilih satu jawaban yang paling benar 1. LD B.25 d. Jumlah alamat 8 d. 4 jalur 4. Kumpulan dari register 1 bit b. 25 c. A9 . Register AF dan IX adalah a.25 artinya adalah a. 76 d. Test Formatif I. Register ← memory d. Lebar peta memori 8 c. 4 buah d. 12 jalur d. A b. Register ← register b. D a. Lebar jalur 8 b. Register 8 dan 16 bit d. 4 register 8 bit c. menggunakan MPF-1 akan tampil angka a. F d. 6 buah b.D adalah merupakan instruksi transfer data 9. 16 jalur 2. Register 16 bit 3. Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a. 2 register 16 bit b.Mikroprosesor 5-39 F.

tiga II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Menggunakan Z-80 data sebesar 322 akan diakses sebanyak berapa kali ? 2. dua d. Rencanakan program untuk : - memasukkan data 25 ke reg A memasukkan data 13 ke reg B Mengurangi isi reg A dengan B 3.5-40 Mikroprosesor 10 Hasil operasi soal no 9. nol b. maka Bit C pada reg F akan menunjukan angka a. satu c. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 hanya boleh memakai alamat 1800 s/d 1FFF ? .

c 2. Pembelajaran 1 I. b 3. b 4. b II 1. d 10. c 6. b 7. 1. komputer pengolah data menggunakan CPU (central processing Unit). Sistem mikroprosesor pengolah data menggunakan MPU (Mikroprosesor processing Unit). d 7. Suatu sistem yang 6. Karenan mikroprosesor merupakan komponen yang kinerjanya ditentukan oleh program. b 5. b 3. b 9. b 10 c menggunakan mikroprosesor sebagai komponen utamnya 2. c 2. 3. 2.Mikroprosesor 5-41 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Karenan fungsi saluran data antara lain adalah mengambil data dari memori dikirim ke CPU dan mengambil data dai CPU disimpan ke memori 2. c 8. Pembelajaran 2 I. b 4. address bus (jlm 4 ) data bus Mikroprosesor (jlm 4) kontro bus Power Supply . 1. c 5. c 9. c II 1. c 8.

Karena arus atau tegangan dalam rangkaian tidak kuat atau tidak dapat mencatu komponen berikutnya dalam suatu rangkaian 4. Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). 3 buah 2. Pembelajaran 4 I. Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). CMOS (Complentay MOS). c 7. a 8. Pembeljaran 3 I 1. CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire). b 6. a 7. 2. NMOS( MOS kanal N). Bipolar Schottky. c 9. c 8. 1. b . c 10. 3. d 3. Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). d 4. 4. 3. 3. 5. c b d a a 6.5-42 Mikroprosesor 3. b II 1. d 5. b 2. a 9. d 10.

Karena alamat yang lain sudah digunakan untuk program intern mikroprosesor atau untuk fasilitas exspan memori.25 LD B. berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan . Contoh : Manajemen Memori MPF-1 Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM.Mikroprosesor 5-43 II.B Op-Code Komentar 3. 13 SUBC A. 1. 21 kali 2. ADDR 1800 1802 1804 Mnemonic LD A.

5-44 Mikroprosesor GLOSARIUM Bahasa Assembly adalah bahasa komputer yang kedudukannya di antara bahasa mesin dan bahasa level tinggi misalnya bahasa C atau Pascal Bahasa pemrograman. terkandung rangkaian ALU (arithmetic-logic unit) Mnemonic adalah singkatan-singkatan yang mcngindikasikan suatu operasi . atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer. Mikroprosesor adalah suatu chip (IC=integrated circuits) yang di dalamnya. adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer mengolah data Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadan yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face).

Terjemahan : Barnawi.id/ mikroprosesor+Z80 SoegijardjoSoegijoko. 1986.co. User’s Manual Acer. Jakarta : Erlangga Lance A. 1991. 1979.google. Z-80 Assembly language programming. Experiment Manual (Software/Hardware) Harry.google. Garland.Mikroprosesor 5-45 DAFTAR PUSTAKA Acer. 1991. 1984. Pengantar desain sistem mikroprosesor.id/mikroprosesor http://www.co. Leventhal. MPF-1. Pengantar Mikroprosesor. Bandung : PAU Bid Mikroelektrika . California : McGraw-Hill http://www. MPF-1.

BUKU AJAR PEMBELAJARAN INOVATIF .

maupun jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat. bahwa Undang-undang kompetensi nomor guru itu 14/2005 meliputi pasal 10. Dalam . Guru merupakan kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan karena salah satu persyaratan penting bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu adalah apabila pelaksanaannya dilakukan oleh pendidik-pendidik yang keprofesionalannya dapat diandalkan. kualitas. dan kompetensi kepribadian. tidak mau kompetensi sosial. pendidikan sering dikaitkan dengan pembangunan nasional. kompetensi kompetensi profesional yang diperoeh melalui pendidkan profesi. baik dalam jumlah. Guru adalah salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi hasil pendidikan. Dalam mengemban tugas dibidang keprofesiannya sebagai pengajar. tidak adaptif dan antisipatif terhadap perubahan. Keberhasilan suatu sistem pendidikan antara lain diukur dari keberhasilannya memasok tenagatenaga terampil dalam jumlah yang memadai bagi kebutuhan sektorsektor pembangunan dan harus dapat berperan dalam pembangunan nasional sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mengisi lapangan pekerjaan yang memerlukannya. Berdasarkan dinyatakan paedagogik. guru merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. guru dituntut dapat mendidik atau mengajar dan melatih. Dengan demikian sistem pendidikan harus senantiasa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembangunan nasional. RASIONAL Pada konstelasi sistem pendidikan nasional.BAB I PENDAHULUAN A. Menurut Slamet PH (1992) dunia pendidikan tidak akan mengalami perubahan apapun sepanjang para dosen dan guru berubah.

Gagasan Locke ini menyegarkan komitmen bahwa pendidikan itu memang penting. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS). Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal saat ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. menjelang era reformasi bergulir. Hal ini nampak dari rata-rata hasil belajar yang masih memprihatinkan. Tugas-tugas ini secara tidak langsung melebur dalam diri guru yang akan tercermin dalam tindakannya sehari-hari. nine parts of ten are what they are. Di Indonesia. Agar diperoleh hasil yang maksimal perlu adanya perubahan paradigma pembelajaran yang berorientasi pada siswa dengan metodologi yang berorientasi pada partisipatori. dengan dengan pendekatan yang semula bersifat tekstual berubah menjadi kontekstual. manager kelas. serta sebagai evaluator terhadap siswa harus terjadi dengan baik. good or evil. gagasan-gagasan tentang bagaimana meningkatkan mutu pendidikan telah banyak dilontarkan. Menurut Locke. by their education. hal tersebut lebih banyak disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. Secara empiris. bermanfaat atau sebaliknya. Sembilan dari 10 orang yang kami jumpai. mediator. baik budi atau jahat. Juga usaha-usaha nyata telah banyak dilakukan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui pendidikan. saat proses belajar mengajar setidak-tidaknya tugas guru seperti sebagai demonstrator. berdasarkan hasil analisis penelitian terhadap rendahnya hasil belajar siswa. pendidikan yang bertumpu pada kemandirian Demikian pula sekarang dalam konteks menyesuaikan . merupakan strategi peningkatan mutu sekolah. Pada pembelajaran tersebut suasana kelas cenderung teacheroriented sehingga siswa menjadi pasif. ditentukan oleh pendidikannya. useful or not. misalnya.7-2 Pembelajaran Inovatif pelaksanaan dikelas. fasilitator. Tidak ada manusia di dunia sekarang ini yang mengingkari kebenaran peran pendidikan tersebut. Of all the men we meet with.

keadaan sekolah. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan. kegiatan pembelajaran. Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau silabusnya dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi dan Standar Kompentensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. adanya perubahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). dan penilaian hasil pembelajaran. . wacana penerapan kurikulum berbasis kompentensi diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi knowledge) bukan tetapi sekedar lebih pengetahuan (demonstrating the merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do). Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK.Pembelajaran Inovatif 7-3 perkembangan dan kemajuan. adanya perubahan paradigma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). 23 Tahun 2006. Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Dengan demikian. Untuk itu. sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi ajar. dan kondisi sekolah atau daerah. banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolah atau daerah.

kinestik. bukan pada aktivitas guru mengajar. Adanya perubahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). Penilaian tugas (tugas dibagi dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama dengan frekuensi pengulangan yang tinggi) 8. Model (KBM sebaiknya memberikan contoh nyata yang bisa ditiru oleh siswa) 4. Melibatkan sebanyak mungkin Indra. menyeakan belajar bila terkait dengan minat. Kebermaknaan (Siswa bakat. kegiatan yang baru akan menambah konsentrasi siswa) 6. tata nilai siswa) 2. maka pembelajaran dititikberatkan pada aktivitas belajar siswa (Student Centered Learning/SCL). Kondisi dan konsekuensi yang menyenangkan (KBM nangkan. matematis. 11. . beberapa saran berikut ini diharapkan diikuti untuk menciptakan KBM yang efektif. bahasa. Keragaman pendekatan (siswa akan belajar jika KBM bervariasi) 10. bebas dari takut) 9. Komunikasi terbuka (Penyampaian informasi terstruktur sehingga siswa menerima pesan dengan baik) 5. 1. Pengetahuan dan keterampilan prasyarat (Pengetahuan awal siswa menentukan kegairahan siswa belajar) 3. Latihan yang tepat dan aktif 7. Siswa yang bermotivasi dalam KBM cenderung memperlihatkan hasil yang baik.7-4 Pembelajaran Inovatif Motivasi dianggap faktor yang menentukan keberhasilan KBM. musik. Mengembangkan beragam kemampuan ( siswa belajar jika KBM mendorong pengembangan kemampuan logis. Keaslian dan tugas menantang (materi. inter/intra personal). Untuk itu.

Pembelajaran Inovatif 7-5 Mengapa SCL? Di masa datang dibutuhkan tenaga kerja: 1. Kesalahan dapat menjadi sumber belajar Sesuai untuk mengembangkan ilmu Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin saja dengan cara pendekatan interdisipliner Iklim belajar lebih individualis dan Iklim yang dikembangkan lebih kompetitif kolaboratif. mampu memanfaatkan teknologi secara efektif. mampu bekerja sama 3. mampu memproses dan memanfaatkan informasi 5. TEACHER CENTERED LEARNING STUDENT CENTERED LEARNING Pengetahuan ditransfer dari guru ke Siswa aktif mengembangkan siswa pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari Siswa menerima pengetahuan Siswa aktif dalam mengelola secara pasif pengetahuan Lebih menekankan pada penguasaan materi Biasanya memanfaatkan media tunggal Guru sebagai pemberi informasi utama dan evaluator Juga mengembangkan karakter siswa Multimedia Guru sbg fasilitator dan evaluasi dilakukan bersama siswa Proses pembelajaran dan penilaian Saling berkesinambungan dan dilakukan secara terpisah terintegrasi Menekankan pada jawaban yang benar saja Penekanan pada proses pengembangan pengetahuan. dan kooperatif Hanya siswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran Siswa dan guru belajar bersama dalam mengembangkan pengetahuan. suportif. konsep dan keterampilan . mampu memecahkan masalah secara efektif 4. berpendidikan baik 2.

kebun/sawah dan bengkel percobaan. Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know. perkemahan. berpasangan dan kelompok. Oleh karena itu dalam merencanakan pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat .7-6 Pembelajaran Inovatif Tatap muka di kelas merupakan bag Siswa dapat belajar dengan terbesar dlm pembelajaran berbagai cara Penekanan pada tuntasnya materi pembelajaran Penekanan pada bagaimana cara guru melakukan pembelajaran Penekanan pada pencapaian kompetensi Penekanan pada bgm cara siswa belajar dengan menggunakan berbagai bahan pelajaran. bakti sosial. belajar untuk dapat melakukan. penelitian latihan. dikembangkan dan dikelola untuk mengembangkan kompetensi. metode interdisipliner Beberapa hal di atas secara teoritik telah mampu memberikan pedoman tentang bagaimana pengalaman belajar harus (sebaiknya) dikelola. solidaritas. Ruang kelas dikelola sedemikian rupa sehingga beberapa aspek penting kelas terjamin. seperti: o Aksessibilitas: mudah menjangkau alat dan sumber belajar o Mobilitas: siswa dan guru mudah bergerak o Interaksi: memudahkan interaksi guru dan siswa o Variasi kerja siswa: menjamin siswa kerja perorangan. learning to life together dan learning to be. Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui. belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari. kooperasi. toleransi dan keterampilan hidup. studi banding. empati. learning to do. kepemimpinan. Demikian juga pengalaman belajar (learning experiences) lain seperti kegiatan lomba. kerjasama.

4. maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. 3. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. 5. Baca dengan seksama dan pahami isi Bab 1 untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. maka diharapkan peserta PLPG sudah memiliki pengalaman membuat RPP dan mengimplementasikan di kelas. B. C. Baca dengan seksama dan fahami isi Bab 2 (kegiatan belajar 1 berupa dan kegiatan belajar 2 berupa praktik). PRASYARAT Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mengikuti materi PLPG pembelajaran inovatif dan mempelajari buku ajar ini. Dalam melaksanakan pembelajaran dirancang kegiatan yang menyenangkan. . mengasyikkan. Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. 1. mencerdaskan dan menguatkan. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya.Pembelajaran Inovatif 7-7 bagi pengembangan keterampilan hidupnya. 2. Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguhsungguh. dan menarik. PETUNJUK BELAJAR Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

• Peserta dapat menjelaskan berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi. • Peserta dapat membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang siap untuk dipraktekkan.7-8 Pembelajaran Inovatif D. 2. . • Merencanakan dan membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan dan siswa. dan menerapkannya pada RPP serta mengimplementasikan melalui demonstrasi dan simulasi. • Mengenal dan mengidentifikasi berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi. • Peserta dapat mendemonstrasikan / mempraktekkan RPP yang telah dibuat pada KBM kelas simulasi. Kompetensi dasar Mengenal model-model pembelajaran inovatif. TUJUAN PEMBELAJARAN • Peserta dapat menjelaskan strategi dan model pembelajaran. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. E. Indikator pencapaian Kompetensi • Mengenal strategi dan model-model pembelajaran.

Jika rencana pembelajaran disusun dengan baik. serta evaluasi yang digunakan untuk mengukur keberhasilan KBM. Seorang guru sudah barang tentu mempunyai pengalaman dalam membuat. akan membuat tujuan pembelajaran akan tercapai secara efektif dan efisien. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. silabi. Perencanaan pembelajaran merupakan langkah penting untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. situasi dan kondisi siswa maupun tempat belajarnya. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Perencanaan pembelajaran adalah suatu proses dan cara berpikir mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan dengan tujuan agar diri seseorang atau sekelompok orang dapat berubah. maupun menggunakan RPP yang sudah ada untuk digunakan dalam melaksanakan tugas mengajarnya. mengadopsi. Perubahan tersebut mencakup aspek kognitif. Secara sederhana perencanaan pembelajaran memuat materi yang akan diajarkan dalam KBM. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Namun demikian perlu dicermati apakah RPP yang digunakan tersebut sudah sesuai dengan kurikulum. ALUR RPP RP dan KD -------------->> Silabus -------------->> RPP . strategi dan model pembelajaran.BAB II PEMBELAJARAN 1 A. afektif maupun psikomotornya.

Kegiatan Inti C. : …. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. : …... Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. : ….. A. : …... : …..7-10 Pembelajaran Inovatif CONTOH FORMAT RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator I........ Materi Ajar III. : …. : ….. Tujuan Pembelajaran II.. : . dst. . : …... : ….. : …..... Alat/Bahan/Sumber Belajar VI. : …. Metode dan model Pembelajaran IV. Penilaian : …. Kegiatan Awal B... : ….... : …... V......

kejadian. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. Menentukan SK. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. proses dan produk dalam berbagai bidang.) 5. pada saatsaat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. dan Indikator yang akan digunakan (terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. Mengisi kolom identitas 2. KD. barang. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru. dan akhir. KD. inti. inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. 8. Inovasi dapat berupa ide. dll B. lembar pengamatan. Inovasi adalah an idea. Contoh bidangnya adalah : . Menyusun kriteria penilaian.Pembelajaran Inovatif 7-11 Langkah-langkah Menyusun RPP 1. Inovasi dapat berupa hasil dari invention atau discovery. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. practice or object thatperceived as new by an individual or other unit of adoption. INOVASI Ibrahim (1989) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide. Menurut Prof. teknik penskoran. metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat). dan Indikator yang telah ditentukan. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. contoh soal.

konflik dan motivasi yang kurang sehat. Kendala-kendala dalam Inovasi Pendidikan Kendala-kendala yang mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi pendidikan antara lain: (1).7-12 Pembelajaran Inovatif --Managerial --Teknologi --Kurikulum Menurut Miles karakteristik inovasi adalah : --Deliberate --Novel --Specific --Direction to goal attaintment Aspek pokok yang mempengaruhi inovasi adalah : --Struktur --Prosedur --Personal Inovasi yang berbentuk metode atau model dapat berdampak pada perbaikan. lemahnya berbagai faktor . Dalam konteks Indonesia. Dengan demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran. 1. (2). (3). inovasi pendidikan umumnya merupakan suatu gerakan yang bersifat top down. seperti penggunaannya untuk teknologi pembelajaran. meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. prosedur supervisi serta pengelolaan informasi pendidikan yang dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan. Sementara itu inovasi dalam teknologi juga perlu diperhatikan mengingat banyak hasil-hasil teknologi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi. dalam arti inisiatif dalam melakukan inovasi selalu datang dari pihak pemerintah.

Di sekolah. sehinga perubahan dan pembaharuan itu diharapkan dapat berhasil dengan baik. and to confirmation of this decision. para guru menciptakan strategi atau metode mengajar yang menurutnya sesuai dengan akal yang sehat. Inovasi yang demikian memberi dampak yang lebih baik dari pada model sebelumnya. . Menurut Everett M Rogers proses keputusan inovasi adalah the process through which abn individual (or other decision making unit) passes from first knowledge of an innovation. dan agar mau berubah terutama sikap dan perilaku terhadap perubahan pendidikan yang sedang dan akan dikembangkan. Di berbagai bidang. 2. to a decision to adopt or reject. orang tua siswa. keuangan (finacial) yang tidak terpenuhi. yang telah lama digeluti. ide. administrator. Hal ini disebabkan oleh kesesuaian dengan kondisi nyata di tempat pelaksanaan inovasi tersebut. maka guru. dan masyarakat umumnya harus dilibatkan. (5). to implementation of the new ide. Proses Inovasi Proses Inovasi berkaitan dengan bagaimana suatu inovasi itu terjadi. penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi. dan pengalaman dalam bidangnya itu. para pencipta inovasi melakukan perubahan dan inovasi untuk bidang yang ditekuninya berdasarkan pemikiran. (6) kurang adanya hubungan sosial dan publikasi (Subandiyah 1992). (4).to forming an attitude toward the innovation. oleh karena itu proses inovasi dapat dimaknai sebagai proses keputusan Inovasi (Innovation decision Process).Pembelajaran Inovatif 7-13 penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dihasilkan. di sini ada unsur keputusan yang mendasarinya. berkaitan dengan situasi dan kondisi. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas.

Keadaan dimana inivasi dipandang secara relative sulit difahami dan digunakan. Extent of Change agents (upaya promosi) KBM merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran yang sangat penting dalam pengembangan daya analisis kritis dan kreatif. Observability Penjelasan : 1. Relative Advantage b. Kondisi dimana inovasi dipandang lebih baik dari ide sebelumnya. . pemberian status. atau cara lainnya. 3. atau inovasi itu dipandang sesuai dengan : 1) Socio cultural value and belief. Complexity d. Compatibility c. 2) Previously introduces idea. Keadaan ini berpengaruh negatif terhadap tingkat adopsi. pengalaman masa lalu. dan kebutuhan potensil adopter. Nature of Sosial system ( Norma. Communication (Saluran komunikasi) 3. 4. Keadaan dimana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain. Trialibility e. Oleh karena itu KBM harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menstimulasi munculnya kemampuan analisis dan kreativitas siswa. Atribut Dan Sumber-Sumber Inovasi Terdapat lima atribut inovasi : a. 5. Keadaan dimana suatu inovasi dapat diuji secara terbatas. otoritas) 2.7-14 Pembelajaran Inovatif 3. kolektif. tingkat hubungan sosial) 4.yang nampak dari keuntungan ekonomis. Disamping hal tersebut di atas tingkat adopsi juga dipengaruhi oleh : 1. Tipe keputusan inovasi (optional. 3) Clients needs for innovation. Keadaan dimana suatu inovasi dipandang konsisten dengan nilai-nilai yang ada. Kondisi ini berhubungan secara positif dengan tingkat adopsi. kondisi ini berhubungan positif dengan tingkat adopsi. 2.

. 1. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika dapat berupa audio. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Banyak model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli bidang pendidikan melalui penelitian. maka electronic learning disingkat menjadi e-learning. CTL (Contextual Teaching and Learning) Mengingat (gagasan) dan belajar adalah proses siswa membangun makna pemahaman sendiri. video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya. E-learning merupakan suatu teknologi pembelajaran yang relatif masih baru di Indonesia. Kata ini terdiri dari dua bagian. yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Di bawah ini di sampaikan beberapa contoh model pembelajaran yang dapat dipilih untuk dijadikan acuan pembuatan RPP. dan dapat pula menggunakan jaringan internet. kondisi siswa. C. Perbedaan mendasar ke duanya dapat dilihat pada tabel di bawah. ketersediaan sarana-prasarana. maupun keinginan guru. kegiatan KBM hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun makna (gagasan) tersebut secara berkesinambungan.Pembelajaran Inovatif 7-15 Pengembangan model pembelajaran erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. Termasuk dalam aspek pendidikan khususnya inovasi dalam pembelajaran. Pembelajaran yang berbasis teknologi informasi adalah e-learning. Perkembangan Teknologi Informasi saat ini sangat berperan dan memasuki seluruh aspek kehidupan. Pola pembelajaran kontekstual berbeda dengan pembelajaran konvensional yang selama ini dikenal. Untuk menyederhanakan istilah.

Prinsip kerja metode ilmiah mewarnai kegiatan siswa dalam memenuhi inkuirinya) o Project-based Learning (Belajar berbasis proyek/tugas: KBM yang mendorong kerja mandiri siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran) o Work-based Learning (belajar berbasis kerja /tempat kerja: tempat kerja dirancang sebagai tempat siswa menimba pengalaman. serta untuk menarik pengetahuan yang esensi dari materi pelajaran) o Inquiry-based Learning (Pembelajaran berbasis inkuiri yang mendorong inkuiri siswa dalam KBM.7-16 Pembelajaran Inovatif Konvensional Menekankan hafalan Informasi ditentukan oleh guru Terfokus pada satu bidang studi Memberi tumpukan informasi Penilaian hanya menggunakan ulangan/ test Kontekstual Menekankan memori spasial Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang studi Mengaitkan informasi dengan pengetahuan awal Penilaian autentik Pembelajaran kontekstual memenuhi syarat sebagai berikut: o Problem-based Learning (KBM yang menggunakan masalah kehidupan nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar berfikir kritis. dan apa yang dipelajari siswa dikaitkan dengan kebutuhan kerja) o Service-based Learning (belajar berbasis layanan: KBM yang mengaitkan pembelajaran akademis di sekolah dengan pengala- man jasa-layanan) o Cooperative Learning (KBM yang mengoptimalkan penggunanan kelompok kecil untuk memaksimalkan kondisi belajar dan pencapaian tujuan) . untuk mengembangkan problem-solving skills.

Inquiry-to-inquiry Model pembelajaran lain sumber belajar (news-based) seperti dapat pemanfaatan berita sebagai digolongkan sebagai model pembelajaran 'Inquiry-to-inquiry Model yang terdiri atas 5 kegiatan yaitu: (1) Lingkar Pengetahuan. dan (e) meningkatkan kebebasan berfikir untuk mendapatkan solusi. Dalam Biologi. (b) kedalaman pengetahuan. (b) interaksi aktif di kelas.1980): 1. proses KBM yang mengarah ke Berfikir tingkat tinggi Mendorong siswa berfikir tingkat tinggi merupakan ' perilaku baru' yang perlu ditingkatkan untuk menciptakan mutu KBM. Istilah 'authentic' digunakan untuk membedakan dengan proses pembelajaran yang 'biasa/umum'. (d) daya analisis masalah aktual. (2) Membaca Bermakna (3) Membandingkan Menyamakan (4) Masukan Ganda dan (5) Sinetik. Menurut hasil penelitian. model pembelajaran berbasis berita menunjukkan segi-segi keunggulan tertentu ditemukan pada proses pembelajaran yang tidak mungkin mendorong/ yang lain. Lima standar (kriteria) 'authentic learning' adalah: (a) berfikir tingkat tinggi. 'application' (penerapan) 3. 'comprehension' (pemahaman) 2.Pembelajaran Inovatif 7-17 2. 'inquiry skills (ketrampilan berinkuiri) . (c) keterkaitan dengan hidup (d) dialogal dan (e) dukungan sosial untuk sukses. telah lama dikenal 'not recalling' (tidak terlalu menekankan pada hafalan) tetapi KBM yang menekankan ( Falk. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Gagasan tentang 'authentic learning' dilontarkan oleh Newmann (1995) yang mengkritik proses pembelajaran selama ini. yaitu: memberi pengalaman belajar kepada siswa untuk: (a) berfikir kreatif. 3. (c) berfikir rasional dan kritis.

bila direndam dalam larutan garam? Inkuiri: Guru bisa pula mendorong siswa terlibat dalam proses berinkuiri bila siswa dihadapkan pada sejumlah pertanyaan: Perumusan (Formulate hypothesis) What would happen. bila sepotong ketimun tadi (setelah dimasukkan dalam air garam) dimasukkan kembali ke air tawar? Apa yang terjadi. lihat contoh: Mengapa sambungan rel KA dibuat renggang? Mengapa sepotong ketimun mengerut. .. / apa yang akan terjadi. bila lingkungan hutan Jati kawasan Blora rusak? Apa yang terjadi. karena jawaban-jawabannya bisa terbuka. Coba bandingkan dengan yang berikut ini: Apakah enzim penting untuk pencernaan? Apakah planaria mengalami regerasi? Apakah fungi itu heteropik atau autotropik? Pertanyaan yang mengarah ke uji hipotesis.. bila musibah kabut asap akibat pembakaran hutan belum reda? Pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih memancing siswa berfikir.): Contoh: Apa perbedaan dioda dengan transistor? Jelaskan. generalisasi. 'making hypothesis' (menyusun hipotesa) Comprehension ( apa perbedaan… dan persamaan…. prinsip. pada suatu situasi baru.7-18 Pembelajaran Inovatif 4. if …. perlu juga dikembangkan di sekolah. bila…. perbedaan tegangan dengan arus? Jelaskan bagaimana kapasitor berperan dalam memperbaiki faktor daya? Apa perbedaan ion dan atom? Application (aplikasi): pertanyaan yang mendorong siswa untuk menerapkan teori.) Apa yang akan terjadi. How could we determine if …… What could we look for…. seperti: What could we do …..

bukan pengetahuan yang superfisial (dangkal). melakukan percobaan. Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa ….Pembelajaran Inovatif 7-19 (apa yang bisa dilakukan ….. numeric skills. Bagaimana kita bisa menentukan jika ….Siswa dihadirkan pada obyek (fenomena) kongkrit . Siswa menggunakan otaknya (pemikirannya) untuk menjawab. . analisa. Pengetahuan yang dalam Jawaban-jawaban terhadap jenis pertanyaan tersebut umumnya mencerminkan kedalaman pengetahuan.) Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa ikan adalah penghuni bumi sebelum amphibi? Apa yang bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa gerak reflek tidak pernah melalui pusat kesadaran? Bagaimana bisa ditentukan bahwa lebah itu butawarna? Pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi ini bila dibiasakan mendahului KBM akan meningkatkan partisipasi siswa.. study skills). Prinsip seperti ini nafas dari pengalaman belajar (LEARNING EXPERIENCES) berbasis (bertujuan) kompetensi. melalui proses-proses IPA (scientific methods) seperti: mengamati. menghitung. dan sebagainya. Jika proses belajar tersebut dilalui. social skills. grafik). Sekurang-kurang terdapat hal penting yang perlu diperhatikan saat mendorong siswa berfikir: .Siswa dihadapkan pada teka-teki Dua hal tersebut umumnya menjamin partisipasi siswa lebih aktif dalam bertanya (berinkuiri) untuk menemukan jawaban. maka keberagaman kemampuan berkembang (Observing skills. men-tranformasi informasi (membuat tabel.

Guru lebih banyak menempatkan peran sebagai fasilitator dari pada tutor. Suasana saling memberi (sharing of ideas) mewarnai komunikasi KBM. baru jika tidak bisa menjawab. KBM yang 'dialogal' Yang dimaksud dengan KBM yang 'dialogal' adalah KBM yang mendorong hubungan timbal balik Guru Siswa yang serasi. maka sebaiknya: o pertanyaan diarahkan kembali ke semua siswa. polusi. penyalah gunaan obat) o mengoptimalkan pemanfaatan media sederhana (yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari). guru mengambil alih (memberi jawaban) o beri waktu cukup untuk menjawab o berikan umpan balik positif (bagus… baik… ok. Dominasi guru berkurang. namun juga terdapat dukungan bagi yang masih . Keterampilan guru mengaitkan pelajaran dianggap sebagai perilaku 'baru' yang selama ini KBM masih berorientasi pada buku teks (text-book oriented). khususnya siswa yang telah memberi sumbangan pendapat yang mendekati benar. Berikut ini sebagai contoh. Perlu diciptakan suatu nuansa bahwa sistem tersebut menghargai mutu. Usaha-usaha yang untuk menjamin keterkaitan tersebut adalah: o menghadir obyek (fenomena) yang kongkrit o mengaitkan tema dengan isu-isu kehidupan (kerusakan bisa dilakukan ekosistem. Dukungan sosial untuk sukses Siswa di Sekolah merupakan sistem sosial.7-20 Pembelajaran Inovatif Keterkaitan dengan Kehidupan (Connectedness) Keterkaitan isi pelajaran dengan isu kehidupan sering menjamin motivasi yang tinggi dalam belajar. Terdapat dukungan bagi siswa yang maju. bisa dimengerti) o ingat akan pendapat siswa terdahulu. bila ada pertanyaan siswa yang ditujukan kepada guru.

kompetisi untuk maju. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. 2. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Perencanaan.Pembelajaran Inovatif 7-21 tertinggal. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. 3. sukses merupakan budaya yang dipupuk terus. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. 5. Berarti tahap observasi terlalui. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. 4. solidaritas. Tahap ini merupakan . emua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Pendek kata. c. Observasi. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. kelas tidak mendukung sebuah kesuksessan. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. b. Terdapat keseimbangan yang sehat antara kerja sama. Praktek mengajar. Bukan sebaliknya. Kerjasama ini meliputi: a. 4. d.

Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Adapun kelebihan metode ‘lesson study’ sebagai berikut: 1. Kesimpulan. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. 4. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. 6. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. 5. Kebaikan: 1. 2. Langkah-langkah: 1.Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 3. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.7-22 Pembelajaran Inovatif tahap refleksi. Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. 2.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. 3. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. 5. bahasa. . Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa.

Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Guru menanyakan alasan / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Memakan banyak waktu. Menyajikan materi sebagai pengantar. 4. Memakan waktu yang lama. 2. 7. Langkah-langkah: . 2. 2. Banyak siswa yang pasif. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 3. 6. 6. Kekurangan: 1. Langkah-langkah: 1. 2. Kebaikan: 1. 7. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Kesimpulan / rangkuman. Melatih berpikir logis dan sistematis. 5.Pembelajaran Inovatif 7-23 Kekurangan: 1.

Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya 4. 5. 8. Setiap siswa menjadi siap semua. 3. 3. 2. 2. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. dipanggil lagi oleh guru. Langkah-langkah: 1. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. Kelemahan: 1. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Siswa dibagi dalam kelompok. 6.7-24 Pembelajaran Inovatif 1. 4. 2. Kemungkinan nomor yang dipanggil. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Kesimpulan. Kelebihan: 1. Tanggapan dari teman yang lain. Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Sementara . Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. 2. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. 3.

) 3. dll. 9. ketelitian / kecermatan. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu. Kesimpulan guru. Penutup. 3. 2. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. 6. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.Pembelajaran Inovatif 7-25 pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Melatih pendengaran. Setiap siswa mendapat peran. Kekurangan: 1. peran guru menyajikan masalah. 5. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. 2. jadwal. Bertukar peran. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. serta lakukan seperti di atas. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan . Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). tugas. 7. 2. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Langkah-langkah: 1. Kelebihan: 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa.

Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan. pengumpulan data. 2. 3. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. pemecahan masalah. 5. . Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung) Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. 4. 4. Kelebihan: 1. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. 2.7-26 Pembelajaran Inovatif dan pemecahan masalah. 5. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Langkah-langkah: 1. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. 10. 3. hipotesis. Membimbing pelatihan.

Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. 2. Kekurangan: 1. 11. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya.Pembelajaran Inovatif 7-27 Kelebihan: 1. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. 2. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran. 4. Demikian seterusnya. . 3. Terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau. Untuk mata pelajaran tertentu. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. Kekurangan: 1. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama. Rumit untuk dilakukan. Langkah-langkah: 1. 3. 2. Membutuhkan ruang kelas yang besar. 5. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru. Kelebihan: Mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar) Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. 2. menghadap keluar. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat.

Langkah-langkah: 1. 4. Guru membuat kesimpulan bersama. 6. Kelebihan: 1. 5. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.7-28 Pembelajaran Inovatif 12. Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok. 13. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain. 3. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas. 2. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran. Kekurangan: Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil. Langkah-langkah: 1. 4. Penutup. 5. 2. Student Facilitator and Explaining Siswa / peserta mempresentasikan ide / pendapat pada rekan peserta lainnya. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi. . Penutup. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas. 6. 2. Memberikan kesempatan siswa / peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan / peta konsep maupun yang lainnya. 3. Guru menyimpulkan ide / pendapat dari siswa. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

3.Pembelajaran Inovatif 7-29 Kelebihan: Siswa diajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain. 8. 6. 14. 2. Penutup. Untuk menguji pemahaman. 5. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kekurangan: 1. Banyak siswa yang kurang aktif. . Course Review Horay Suatu metode pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya. 7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh. Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil. atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. dapat mengeluarkan ide-ide yang ada di pikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut. Memberikan siswa tanya jawab. Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horisontal. 2. 4. yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi sesuai TPK. siswa disuruh membuat kotak 9 / 16 / 25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing. kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x). Langkah-langkah: 1.

Guru menyiapkan sebuah tongkat. 3. 2. Agar lebih giat belajar (belajar dahulu). Menguji kesiapan siswa. Penutup. membaca buku dan mempelajarinya guru selesai mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya. 6. 15. Adanya peluang untuk curang.7-30 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: 1. . Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. 7. Talking Stick Metode pembelajaran dengan bantuan tongkat. Kelebihan: 1. Melatih membaca dan memahami dengan cepat. siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. 4. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan. Langkah-langkah: 1. 5. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. Melatih kerjasama. Guru memberikan kesimpulan. Kekurangan: 1. setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. 2. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari 3. Evaluasi. Setelah materi pada pegangannya/ paketnya. Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya. 2. 2.

Kekurangan: 1. 5.Pembelajaran Inovatif 7-31 Kekurangan: Membuat siswa senam jantung. 4. 17. Kelebihan: 1. Setelah selesai setiap siswa yang berpasangan bergabung dengan satu pasangan lain. Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama. 3. mempertahankan pendapat. masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya). Bertukar Pasangan Siswa berpasangan kemudian bergabung dengan pasangan lain dan bertukar pasangan untuk saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban masing-masing. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. Langkah-langkah: 1. Memerlukan waktu yang lama. 2. 2. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. Semua siswa terlibat. Snowball Throwing Dibentuk kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain . 16. 2. Guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa masing-masing. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.

7. Kekurangan: 1. 4. Tidak efektif. 9. Penutup. Pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa. 6. Kelebihan: 1. 2. . 2. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masingmasing. Saling memberikan pengetahuan. Guru memberikan kesimpulan.7-32 Pembelajaran Inovatif yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. Langkah-langkah: 1. Evaluasi. 3. 2. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Melatih kesiapan siswa. 5. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masingmasing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. 8.

Artikulasi Siswa membentuk kelompok berpasangan. 3. Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa. Kelebihan: 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. 7. Semua siswa terlibat (mendapat peran). lainnya. kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok 19. 3. 4. Suruh siswa secara bergiliran/ diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Untuk mengetahui daya serap siswa. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa. Kesimpulan/ penutup. 3. 6. kemudian seorang menceritakan materi yang disampaikan oleh guru dan yang lain sebagai pendengar setelah itu berganti peran. Melatih daya serap pemahaman dari orang lain. 5. 2. 2. Waktu yang dibutuhkan banyak. sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. Mind Mapping Suatu metode pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. Materi yang didapat sedikit. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil. Kekurangan: 1. bentuklah kelompok berpasangan dua orang. Langkah-langkah: 1. 2.Pembelajaran Inovatif 7-33 18. . Untuk mata pelajaran tertentu. Melatih kesiapan siswa.

Kekurangan: 1. 3. 2. Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru 7. dll.). Guru menyajikan pelajaran. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. 5. semua anggota dalam kelompok itu . Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.7-34 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. Hanya siswa yang aktif yang terlibat. 6. Dapat bekerjasama dengan teman lainnya. Tidak sepenuhnya murid yang belajar. 20. jenis kelamin. Kelebihan: 1. Tiap kelompok menginventarisasi/ mencatat alternatif jawaban hasil diskusi. 2. 2. Tiap kelompok membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. 4. Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. 3. suku. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai mengerti. Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-5 orang. sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban. 2.

Siswa dibagi dalam kelompok. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain. Kekurangan: 1. 3. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. 21. siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka. Kesimpulan. Memberi evaluasi. Setiap siswa menjadi siap semua. 4. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads) Siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama. 2. Kelebihan: 1. Penutup. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. 2. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 6. 2. . siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Jika perlu. 3. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. guru bisa menyuruh kerjasama antarkelompok. Langkah-langkah: 1.Pembelajaran Inovatif 7-35 4. Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain. 5. 5. Kelebihan: 1. Dalam kesempatan ini. Pada saat menjawab uis tidak boleh saling membantu. Melatih kerjasama dengan baik. Membedakan siswa.

23. 4.7-36 Pembelajaran Inovatif Kekurangan: 1. Waktu yang dibutuhkan banyak. 2. 3. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi. 2. Mendorong siswa untuk belajar mengerjakan soal tersebut. Kegiatan tersebut mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Guru menyajikan materi sesuai topik. Guru membagikan lembar kegiatan sesuai contoh. Memudahkan mencari jawab. Siswa kurang berpikir kritis. 2. Scramble Metode pembelajaran dengan membagikan lembar kerja yang diisi siswa. . Membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya. Langkah-langkah: 1. Kelebihan: 1. Word Square Siswa diberikan lembar kegiatan kemudian menjawab soal dan mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Kelebihan: 1. 2. Bisa saja mencontek jawaban teman lain. Melatih untuk berdisiplin. 2. Langkah-langkah: 1. 22. Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 2. Kekurangan: 1.

. Kartu Arisan Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu. Bentuk kelompok orang secara heterogen. Mematikan kreatifitas siswa. Siswa tinggal menerima bahan mentah. 3. Langkah-langkah: 1. 5. Concept Sentence Siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan. 4. Kekurangan: 1. Kelebihan: Pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok. Tidak semua terlibat dalam kegiatan pembelajaran. 2. Nilai tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas. 2. 25. kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban. 2.Pembelajaran Inovatif 7-37 Kekurangan: 1. 24. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel-yel lainnya. Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya.

3. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. 7. 26. 4. Make – A Match (Mencari Pasangan) Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban / soal sebelum batas waktunya. 2. 2. Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. Kelebihan: 1. Guru menyampaikan tujuan. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. Hanya untuk mata pelajaran tertentu. 6. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru. Kekurangan: 1. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. Tiap siswa memikirkan jawaban / soal dari kartu yang dipegang.7-38 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. . 2. 4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). Langkah-langkah: 1. Setiap siswa mendapat satu buah kartu. Guru menyajikan materi secukupnya. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen. 3. Kesimpulan. yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ tpk yang disajikan. 5. 2.

6. 8. 7. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control. Siapkan kelas sebagaimana mestinya. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. 6. 27. Kekurangan: Waktu yang cepat. selanjutnya siswa diberi pertanyaan sesuai dengan kartunya. berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing. 2. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Take and Give Siswa diberi kartu untuk dihapal sebentar kemudian mencari pasangan untuk saling menginformasikan. 3. Kelebihan: Melatih untuk ketelitian. Demikian seterusnya. Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan. . Kesimpulan. tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit. kecermatan dan ketepatan serta kecepatan. 7. Untuk mengevaluasi keberhasilan. Kesimpulan.Pembelajaran Inovatif 7-39 5. 8. Langkah-langkah: 1. kurang konsentrasi. Penutup. Untuk memantapkan penguasaan peserta. Jelaskan materi sesuai topik menit. 4. 5.

. yang kedua kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata / istilah yang mau ditebak. 4. Jawab yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel di dahi. Kekurangan: Tidak efektif dan terlalu bertele-tele. Suruh siswa berdiri di depan kelas dan berpasangan.7-40 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: Dilatih memahami materi dengan waktu yang cepat. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Tebak Kata Model ini menggunakan kartu yaitu kartu ukuran 10 x 10 cm dan diidi ciri-ciri kata lainnya yang mengarah pada jawaban. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. Seorang siswa lainnya diberi kartu berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga. 2. 28. Jelaskan materi menit. Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan katakata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10 x 10cm. 5. Kekurangan: Bila siswa tidak menjawab dengan benar maka tidak semua siswa dapat maju karena waktu terbatas. Langkah-langkah: 1. 3. Kelebihan: Sangat menarik sehingga setiap siswa ingin mencobanya.

Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. d. f. e. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d. b. membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g. memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c. mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut. . Guru menjelaskan tujuan diskusi. membantu siswa belajar berpikir secara kritis e. memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan. Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. c.Pembelajaran Inovatif 7-41 29.

Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan. Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. h. b. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa. c.7-42 Pembelajaran Inovatif g. i. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. j. e. Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. h. i. d. Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat. Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas. Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha . Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi. f. g. agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. j.

Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu. . siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri. b. b. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara. i. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan. d. Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat. f. e. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a. h. c. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. j. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasanpenjelasan dari berbagai sumber data. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. atau keputusan yang akan atau telah diambil. kesimpulan. menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya.Pembelajaran Inovatif 7-43 mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang. c. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali. g.

Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. lebih rendah. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara. f. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. remeh atau lebih bodoh. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.7-44 Pembelajaran Inovatif d. . Metode Jigsaw Pada dasarnya. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. 30. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. e. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing informasi sebagai “ahli” dalam subtopik subtopiknya tersebut dan mengajarkan penting dalam kepada temannya. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Dengan demikian.

Pembelajaran Inovatif 7-45 31. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. Implementasi Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan . Merencanakan kerjasama Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. c. b. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Seleksi topik Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. etnik maupun kemampuan akademik.

Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. menumbuhkan sikap objektif. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut.7-46 Pembelajaran Inovatif dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. atau keduanya. f. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. jujur dan terbuka. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah. . Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif. Metode Inquiry Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. 32. kreatif. Analisis dan sintesis Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. e. d.

agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Pada dasarnya. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. 34. misalnya. Permainan ini . pembuat kesimpulan (summarizer). Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok.Pembelajaran Inovatif 7-47 33. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Di dalam kelompoknya. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Metode Debat Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. pengatur materi (material manager). setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. peran pencatat (recorder).

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. c. 3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Kelebihan metode Role Playing: 1. Berpikir dan bertindak kreatif. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis d.7-48 Pembelajaran Inovatif pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. khususnya dunia kerja. 5. f. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. 35. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. e. b. . g. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: a. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. 2. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. 4.

2. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. kerjasama. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman . Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. diskusi yang dipimpin guru. b. 36. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah.Pembelajaran Inovatif 7-49 Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: a. Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. jenis kelamin dan ras atau etnik. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.

masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen.7-50 Pembelajaran Inovatif kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih. 5. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. 4. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. . 3. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok.

RPP tersebut sudah dilengkapi dengan model pembelajaran yang akan digunakan. sedangkan kelompok demonstrator/penyaji menanggapi masukan dari peserta kelompok lain. . Saudara perlu membuat anggapan situasi dan kondisi siswa sehingga perlu dipilih model pembelajaran tersebut. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Perwakilan kelompok peserta PLPG diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan salah satu RPP dikelompoknya sebagai acuan.Pembelajaran Inovatif 7-51 BAB III PEMBELAJARAN 2 Pada pembelajaran 2 ini peserta PLPG diminta untuk membuat / merevisi RPP yang sudah disiapkan. Evaluasi dilakukan langsung saat KBM dengan lembar observasi/penilaian yang sudah disiapkan. Komentar dan saran dari pengajar diberikan setelah selesai diskusi antar kelompok tersebut. peserta dari kelompok lain memberikan masukan dan tanggapan untuk perbaikan. Setelah selesai KBM.

e. b. Semuanya benar. Cara belajar siswa. observasi Refleksi/kritikan terhadap pembelajaran adalah: a. e. Metode Jigsaw.7-52 Pembelajaran Inovatif BAB IV PENUTUP A. Metode Jigsaw. Lebih menekankan pada penguasaan materi. Cooperative Script. 1. Model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama sesama guru serta melakukan perencanaan. c. praktek mengajar. Perkembangan bahan ajar. Cooperative Script. SCL adalah salah satu inovasi di bidang pendidikan yang bercirikan: a. Snowball Throwing. b. Sarana-prasarana. Problem Solving. e. SOAL TEST Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang betul. Semuanya benar. Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah. d. b. 2. 3. d. d. d. Inquiry. e. 5. c. 4. Cara mengajar guru. Snowball Throwing. Perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi: a. Perkembangan model pembelajaran. b. c. Picture and Picture. b. Siswa. Menekankan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Model pembelajaran yang meminta siswa untuk mengurutkan dan menjelaskan gambar setelah guru menyampaikan materi adalah: a. Kurikulum. e. Penekanan pada pencapaian kompetensi. c. Pemilihan model pembelajaran sangat bergantung pada: a. . Penekanan pada ketuntasan materi pelajaran. Guru. d. c. Lesson Study.

merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. d. 7. Inquiry. 8. Model pembelajaran yang mempunyai kelebihan mendorong siswa berpikir secara ilmiah. selanjutnya membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif. menumbuhkan sikap objektif. Model pembelajaran dimana guru membagi topik tertentu menjadi beberapa subtopik. Metode Jigsaw. adalah: a. b. Cooperative Script. Role Playing. Inquiry. Picture and Picture. Metode Jigsaw. 9. c. c. d. Role Playing. Lesson Study. Metode Jigsaw. memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. Problem Solving. c. c. Snowball Throwing. b. adalah: a.Pembelajaran Inovatif 7-53 6. Picture and Picture. adalah: a. e. b. setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap subtopik. Picture and Picture. d. adalah: a. jujur dan terbuka. Inquiry. b. kreatif. Metode Jigsaw. Metode Jigsaw. Model pembelajaran dengan cara membuat pertanyaan yang dituliskan pada kertas lalu diberikan pada ketua kelompok untuk dilempar ke siswa lain untuk dijawab adalah: a. c. berpikir dan bertindak kreatif. Model pembelajaran yang menggunakan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. e. d. Lesson Study. Cooperative Script. Model pembelajaran yang mempunyai keunggulan antara lain. Snowball Throwing. Problem Solving. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. b. Inquiry. Role Playing. e. gambar dan 10. d. e. Problem Solving. . e. Inquiry.

Kerjakan kembali tes formatif. B. . Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Apakah telah mencapai > 85. lihat kunci jawaban dan hitung persentase ketuntasan belajar saudara. Jelaskan dampak perkembangan Ipteks pada inovasi bidang pendidikan dan inovasi di bidang pembelajaran. tetapi bila saudara baru mencapai < 85%. Hitung kemampuan daya serap saudara dengan menghitung persentase jawaban yang benar. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1. pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai selesai. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Buat RPP ringkas untuk mata pelajaran tertentu menggunakan satu atau lebih model pembelajaran inovatif yang bapak/ibu anggap sesuai dengan mapel tersebut. apa kelemahan dan keunggulannya. Perwakilan kelompok peserta diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan RPP yang telah dibuat. 1. setelah mengerjakan test diharapkan untuk melakukan / mencocokkan dengan kunci jawaban.7-54 Pembelajaran Inovatif Tulis jawaban saudara pada kertas jawaban. Evaluasi dilakukan langsung saat KBM simulasi dengan lembar observasi. 3. 2. Jelaskan beberapa inovasi dalam bidang pendidikan yang bapak/ibu ketahui. Bila mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya.

Teaching in further education. Jurnal: Penelitian Pendidikan No. Rineka Cipta.1997. Jakarta: PT.id. Falk. L. 2006. Mengajar dengan sukses. Cassell Djamarah & Zain. Pendidikan di dunia modern.go. Jakarta: PT. Pembelajaran. Jakata: PT. Strategi belajar mengajar. Perencanaan pengajaran. London: Educational Limited. Florida: Publishing Company Robert E. 2006. Henry Ananta. Jakarta: PT. 2002.Pembelajaran Inovatif 7-55 DAFTAR PUSTAKA Balitbang Depdiknas. 2005. Okt 2006 Halaman: 162-168 John Vaizey. Model pembelajaran dengan pendekatan elearning untuk meningkatkan pemahaman perkuliahan mesin listrik ac.com /2006/ 09/pembelajaran. Rooijakkers. Anwas. Diunduh tanggal 1 Desember 2007.: 2/22. Salatiga: STAIN Salatiga Press ------.Gramedia Suwardi. Penggunaan media belajar berbasis komputer untuk meningkatkan efisiensi dan efktifitas pembelajaran. FMIPA UNNES 28 Februari 2004. 2007.B. www:// depdiknas. 1988. Oos M./Vol. Penerapan ide-ide inovatif pendidikan MIPA dalam seting penelitian. 2004. Henry Ananta. Makalah seminar Nasional. Ad. Rineka Cipta. Kurikulum berbasis kompetensi. Gubnung Agung. Makalah Seminar nasional.Krieger Harjanto. Curzon. Manajemen pembelajaran. 1980. 1991.. www://learning-with-me-blogspot. Diunduh tanggal 1 Desember 2007. D. TE FT UNNES 10 Desember 2005. 1982. Mohamad Nur. Pengembangan Model Pembelajaran Kelas Rangkap Berbantuan Media Audio di Sekolah Dasar. Jakarta: Puskur Balitbang. Biology teaching methods. 1996. .

BUKU AJAR PENILAIAN PEMBELAJARAN .

Deskripsi PENILAIAN mengandung adalah suatu proses sistematis menganalisis. Dalam konteks pendidikan. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. dalam pelaksanaan Kurikulum berbasis kompetensi. yang dan pengumpulan informasi. guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). suatu kegiatan guru yang PENILAIAN KELAS merupakan terkait dengan pengambilan keputusan . Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang PENILAIAN KELAS menjadi pilar utamanya. menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusankeputusan. PEMBELAJARAN adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. yaitu pekerjaan guru saja. penguasaan kemahiran dan tabiat. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak. PENILAIAN (memperkirakan) PEMBELAJARAN nilainya hasil adalah suatu yang perbuatan dilakukan pembelajaran dalam suatu lingkungan belajar.BAB I PENDAHULUAN A. dalam lingkup yang terbatas hanyalah mencakup atas penilaian terhadap hasil belajar dan mengajar ( achievement ). serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Di bidang pendidikan. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Saat ini.

gunakan berbagai metode dan teknik komplementer sehingga mampu memperoleh informasi yang objektif dan komprehensif. Keempat. akan meningkatkan mutu kegiatan dan hasil belajarnya. Prof. lakukan secara terus-menerus dengan kegiatan belajar secara terpadu. beri pengajaran remedial bagi mereka yang belum atau lemah menguasai materi. Dengan memahami serta mengaplikasikan TEKNIK PENILAIAN yang ada. dimana teknik penilaian tersebut memberikan . sebagai informasi yang diandalkan. Furqan. Karenanya. Bagi peserta didik. direktur Program Untuk itu. juga akan mampu memotivasi dan mengondisikan peserta didik untuk terus meningkatkan upaya dan prestasi belajarnya. penilaian tersebut harus dirancang dan dilakukan secara sistematik dan terus-menerus sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan efektivitas mengajarnya. yakni: Pertama. Ph. keputusan. hal-hal berikut ini wajib diperhatikan oleh guru. merumuskan target perilaku yang jelas dan signifikan. setelah penilaian dirancang. Agar supaya diperoleh hasil pembelajaran yang efektif. Kedua. penilaian secara Ketiga. beri pengayaan bagi peserta didik yang yang tergolong cepat belajarnya.8-2 Evaluasi Pembelajaran tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. bahwa salah satu keberhasilan pembelajaran bergantung pada efektivitas penilaian kelas yang dilakukan guru. 29 Januari 2008). diperlukan data sebagai dasar pengambilan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini menyatakan (BANDAR LAMPUNG. Sebaliknya. berikan balikan (feedback) yang jelas dan spesifik atas hasil kerja peserta didik dan kinerja pendidik sendiri. dan Kelima. dalam Seminar Nasional Pendidikan (Seminasdik) di GSG Universitas Lampung.D.

Untuk itu. maka teknik penilaiannya adalah penilaian tertulis. Penilaian kelas menghasilkan informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat digunakan antara lain. Berdasarkan indikator-indikator ini dapat ditentukan cara penilaian yang sesuai. Apabila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan. dan penilaian diri. (1) perbaikan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan. maka teknik penilaiannya adalah penilaian unjuk kerja (performance). penilaian tertulis. penggunaan portofolio. maka teknik penilaiannya adalah penilaian proyek. (2) pengayaan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih . Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik. Dalam memilih teknik penilaian harus mempertimbangkan ciri indikator. dan penugasan perseorangan atau kelompok. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih. observasi. penilaian sikap. Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep. tes praktek. penilaian produk. penilaian proyek. contoh: • • • Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu. ada tujuh teknik penilaian yang dapat digunakan (dan akan dibahas dalam buku ajar ini) .Evaluasi Pembelajaran 8-3 arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya. apakah dengan tes tertulis. yaitu penilaian unjuk kerja.

penilaian tersebut merupakan ilmu yang bersifat aplikatif. ranah kognitif. dan (5) penentuan kenaikan kelas. Petunjuk Belajar Setelah prasyarat di atas telah terpenuhi. afektif berkaitan dengan minat dan sikap. ranah kognitif Ranah mengenai aspek intelektual atau fungsi fikir. Ranah kognitif yang berhubungan dengan tes prestasi / hasil belajar memiliki 6 (enam) kompetensi. dan ranah psikomotor. (4) pelaporan. (3) perbaikan program dan proses pembelajaran. dan mencoba melatih (membuat penilaian) dari setiap teknik penilaian sesuai dengan Teknik tugas/tanggungjawab-nya masing-masing di tempat kerjanya. C. Prasyarat Untuk memahami dan mengaplikasikan teknik penilaian pembelajaran ini peserta / pemerhati diharapkan telah mengetahui permasalahan taksonomi Bloom. B. maka peserta / pemerhati diminta untuk membaca isi buku ajar ini mulai dari bab I hingga bab terakhir dengan seksama. dari yang sederhana hingga yang kompleks.8-4 Evaluasi Pembelajaran cepat dari waktu yang disediakan. yaknik ranah afektif. karenanya akan lebih berdaya guna dan berhasil guna apabila peserta / pemerhati bersedia untuk melatih diri (sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin) sesuai dengan kebutuhan nya. sedangkan ranah psikomotor mengarah pada aspek ketrampilan motorik. yang mencakup tiga ranah (domain). .

Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mempraktikkan teknikteknik penilaian pembelajaran yang diketahui sesuai dengan bidang kajiannya Kompetensi Dasar Mempraktikkan setiap teknik penilaian pembelajaran yang dikaji. menurut ranah yang terkait dengan penilaiannya.membedakan alat penilaian. Indikator Pencapaian 1. 3. dengan mengingat taksonomi Bloom.Evaluasi Pembelajaran 8-5 D. ranah apa yang menjadi sasarannya. sesuai dengan aspek / indikator yang akan dinilai.mengidentifikasi teknik penilaian yang dipakai. . pada bidangnya masing-masing. menyimpulkan ciriciri masing-masing penilaian yang dikaji. 2.

Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. yang akan dapat dilakukan penilaian. presentasi. B. praktek OR. langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. praktek sholat. seperti: praktek di laboratorium.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 ( PENILAIAN UNJUK KERJA ) A. Pengertian Penilaian unjuk kerja (kinerja atau performance) merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. memainkan alat musik. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: a. b. bermain peran.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. . membaca puisi / deklamasi dll. 2. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya.melakukan penilaian dengan alat penilaian unjuk kerja. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. Uraian Materi 1. bernyanyi.

Evaluasi Pembelajaran 8-7 c. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. . e. Kemampuan-kemampuan menyelesaikan tugas khusus yang diperlukan untuk d. peserta didik tidak memperoleh nilai. baiktidak baik. gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati 2. berpidato. Namun daftar cek lebih praktis jika digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar. Dengan menggunakan daftar cek. perlu dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. Daftar Cek ( Check-list ) Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: a. misalnya. Jika tidak dapat diamati. dapat diamati-tidak dapat diamati. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. Dengan demikian. peserta didik mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. dan melakukan wawancara. seperti: diStandar Kompetensiusi dalam kelompok kecil. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. bercerita. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. sehingga semua dapat diamati. misalnya benar-salah.

8-8 Evaluasi Pembelajaran b. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. 2 = cukup kompeten. agar hasil penilaian lebih akurat. perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang. . karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala Penilaian ( Rating Scale ) Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu. Misalnya: 1 = tidak kompeten. 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. Untuk memperkecil faktor subjektivitas.

dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.Evaluasi Pembelajaran 8-9 C. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang ”Chek List” dan borang ”Rating Scale” yang akan dipakai. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian unjuk kerja ini. D. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). maka persiapkan : 1. . Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian unjuk kerja. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut.

b. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. 1. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. c. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. F. antara lain: a. Hitunglah biji (score) perolehannya. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. d. Pernyataan a. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. d. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian unjuk kerja yang dipilih. e. Dengan melihat aspek yang dinilai. Langkah Kegiatan a. Cermati permasalahan / soal yang ditulis.8-10 Evaluasi Pembelajaran 2. . alat penilaiannya dapat dipakai bentuk chek list atau rating scale. Tes Formatif A. dan apa maknanya ? E. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. sesuai dengan ketentuan yang ada. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian unjuk kerja. Rangkuman Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. b. Bagaimana kesimpulannya. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). 3. c semua benar. c. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. b. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai.

.. dapat diraba. Penilaian unjuk kerja yang memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu yaitu menggunakan . a. apa yang dinilai menunjukkan perilaku tertentu dari peserta didik c. afektif b. apa yang dinilai memberikan skore sebenarnya dari kemampuan peserta didik.. dapat diamati b. kognitif c. check list b.. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikatorindikator pencapaian kompetensi yang memuat ranah . distandar kompetensiusi dalam kelompok kecil b. a. kecuali apabila kemampuan peserta didik yang . a. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. 6... Penggunaan portofolio 3. ketiganya dapat dilakukan.. apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya b. 4. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.. . melakukan wawancara d.. Penilaian sikap d. apa yang dinilai sesuai dengan standar kompetensiyang diinginkan d. kecuali: a. berpidato c... karena . ketiganya benar 7. a. a. Penilaian unjuk kerja yang dilakukan dengan cara daftar cek.. dapat dirasakan d.. Penilaian observasi langsung c.. psikomotor d. Untuk menilai kemampuan berbicara dapat dilakukan pengamatan melalui ..... cara analitik. rating scale d.Evaluasi Pembelajaran 8-11 2. 5.. Cara penilaian unjuk kerja dianggap lebih otentik daripada penilaian tertulis. catatan harian c. Penilaian unjuk kerja b. dapat diukur c..

. Jika peserta didik melakukan praktik di laboratorium. teknik penilaian kinerja b.. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Kemampuan ketrampilan peserta didik akan kurang tepat apabila dinilai dengan a.. Kemampuan apa sajakah yang dapat dinilai dengan teknik penilaian kinerja ? . a.. teknik penilaian sikap d. mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik b. a. lembar pengamatan... Jelaskan secara singkat pengertian dari penilaian pembelajaran ! Berikan beberapa contoh di bidang kerja anda ! 2.8-12 Evaluasi Pembelajaran 8. ketiganya benar. 10. teknik penilaian proyek.. teknik penilaian tertulis c. mengumpulkan informasi tentang kemampuan peserta didik selama dalam proses pembelajaran c. mengumpulkan informasi tentang hasil belajar peserta didik d. Teknik penilaian dimaksudkan untuk . skala rentang b. daftar cek c. 9. B... Bagaimana karakteristik dari teknik penilaian unjuk kerja yang anda ketahui ? 3. catatan harian d. maka alat penilai yang tidak tepat dipergunakan adalah .

2. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. yang dapat dilakukan penilaian.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 ( PENILAIAN SIKAP ) A.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. B. Sikap terdiri dari tiga komponen. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut. . Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek.melakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap. komponen kognitif. Pengertian Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. dan komponen konatif. yang tepat dan sesuai dengan pokok permasalahannya. yakni: komponen afektif. Secara umum. Uraian Materi 1. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian sikap Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian sikap sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1.

peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. berkaitan dengan materi Biologi atau kimia. sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. dan teknik pembelajaran yang digunakan. • Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. Dengan demikian. peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat. • Sikap terhadap proses pembelajaran. peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. Dengan sikap`positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar. Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup. Misalnya. lintas . peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap guru. Proses pembelajaran di sini mencakup suasana pembelajaran. akan lebih mudah diberi motivasi. • Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. strategi. Proses pembelajaran yang menarik. peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan.8-14 Evaluasi Pembelajaran • Sikap terhadap materi pelajaran. peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri. yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). Dalam kasus yang lain. metodologi. nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. • Sikap terhadap guru/pengajar. peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran.

Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. a. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut. dan laporan pribadi. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Oleh karena itu. . Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku.Evaluasi Pembelajaran 8-15 2. guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Teknik Penilaian Sikap Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Berikut contoh format buku catatan harian. pertanyaan langsung.

Berikut contoh format Penilaian Sikap (untuk mata diklat adaptif). selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan. . Selain itu. dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek (Checklist) yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu.8-16 Evaluasi Pembelajaran BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDIK ( nama sekolah ) Mata Pelajaran : ___________________ Kelas : ___________________ Program : ___________________ Tahun Pelajaran : ___________________ Nama Guru : ___________________ Jakarta. 2006 Catatan dalam lembaran buku tersebut.

Pertanyaan langsung Kita juga dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. atau hal yang . Laporan pribadi Melalui penggunaan teknik ini di sekolah. peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah. Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah mengenai "Peningkatan Ketertiban". Dalam penilaian sikap peserta didik di sekolah. Misalnya. c. keadaan.Evaluasi Pembelajaran 8-17 b. guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik.

Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut.8-18 Evaluasi Pembelajaran menjadi objek sikap. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap ini. . dan jasmani. ada beberapa program keahlian yang mensyaratkan sikap melakukan pekerjaan sebagai salah satu faktor penentu. Selain itu untuk menentukan siswa SMK dinyatakan kompeten atau belum kompeten. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. peserta didik diminta menulis pandangannya tentang "Kerusuhan Antar etnis" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. kewarganegaraan dan kepribadian. semua catatan dapat dirangkum dengan menggunakan Lembar Pengamatan berikut. Dari ulasan yang dibuat oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. Misalnya. estetika. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan. C.

komponen kognitif. sesuai dengan ketentuan yang ada. . Bagaimana kesimpulannya. Sikap terhadap materi pelajaran. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian sikap yang dipilih.Evaluasi Pembelajaran 8-19 D. d. 2. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut: (1). Cermati permasalahan / soal yang ditulis. 3. (2). Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. Sikap tersebut terdiri dari tiga komponen. maka persiapkanlah : 1. Rangkuman Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang- borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian sikap tersebut. Hitunglah biji (score) perolehannya. e. yakni: komponen afektif. b. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. dan apa maknanya ? E. Secara umum. dan komponen konatif. c. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian sikap. Langkah Kegiatan a. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sikap terhadap guru/pengajar. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan.

Kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaranadalah . Sikap terhadap proses pembelajaran.. (4). pertanyaan langsung. F. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Sikap terhadap materi pelajaran. a. 1.8-20 Evaluasi Pembelajaran (3).. perasaan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu obyek b. . Penilaian Diri c. Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.. Penilaian sikap d.. Penggunaan portofolio 2. keyakinan seseorang mengenai obyek c. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. Penilaian Kelas d.Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). antara lain: observasi perilaku.. a.. yang merupakan . Penilaian Sikap b. d. kecuali: a. kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu berkenaan dengan kehadiran suatu obyek. Penilaian Portofolio 4.. dan laporan pribadi. Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. Berikut adalah objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran..... Sikap terhadap guru dan siswa c. Salah satu komponen dalam penilaian sikap yaitu komponen konatif . b. kecuali: a. 3. Penilaian unjuk kerja b.. dan (5). Tes Formatif A. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara. kecenderungan berperilaku terhadap suatu obyek d... Penilaian observasi langsung c. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran.

skala rentang d.. sikap positif b... yakni dengan menggunakan bantuan alat penilai : a. terhadap materi pelajaran.. Penilaian Portofolio b.. B. c.... Penilaian Kelas d. yang menjadi pilar utamanya adalah . check list 8. sikap apatis 9. sikap pesimistis 7. rating scale d. daftar cek c.. Penilaian atas perilaku seorang peserta didik dapat dilakukan guru dengan cara melakukan observasi perilaku. sikap adaptif b.. a. Peserta didik perlu memiliki .. Peserta didik perlu memiliki . d. Mengapa lembar pengamatan dapat dipergunakan untuk penilaian sikap secara menyeluruh ? Jelaskan secara singkat ! . a. terhadap guru. buku harian b.. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku yang diinginkan. sikap adaptif d. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan... 10. Saat ini...... Ketiga-tiganya benar.. b.. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Penilaian Tertulis. dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang berbasis kompetensi... Menurut saya ……….. dimana kesemua catatan dapat terangkaum.Evaluasi Pembelajaran 8-21 5. Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang bertindak dalam merespon suatu obyek. Jelaskan secara singkat ciri-ciri penilaian sikap ! 2.... sikap apriori c.. tes tertulis 6.. Sikap sebagai ekspresi dari nilai-nilai atu pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. a. maka sebaiknya menggunakan a. catatan harian b. lembar pengamatan c... Penilaian Pembelajaran c. Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 3.. a..... sikap positif d...... sikap apriori c...

BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 ( PENILAIAN TERTULIS )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian tertulis Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

1.mengidentifikasi soal Mempraktikkan teknik penilaian tertulis sesuai / permasalahan yang ada pada bidang bidang tugasnya tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian tertulis, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya.

B. Uraian Materi 1. Pengertian Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. 2. Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: 1). pilihan ganda 2). dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) 3). menjodohkan 4). sebab-akibat

Evaluasi Pembelajaran 8-23

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: 1). isian atau melengkapi 2). jawaban singkat atau pendek 3). soal uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benarsalah, isian singkat, menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan berpikir tinggi dengan cakupan materi yang luas. Peserta didik tidak mengembangkan sendiri

jawabannya, sehingga cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan

kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu tes bentuk pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis kelemahan peserta didik atau memodifikasi kegiatan pembelajaran. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas yang otentik dan berkesinambungan. Namun tes bentuk tersebut banyak digunakan untuk penilaian keterampilan berbahasa yang dilakukan secara formal. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan

8-24 Evaluasi Pembelajaran

terbatas dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam mengoreksi jawaban. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu

dipertimbangkan hal-hal berikut. a). Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji; b). materi, misalnya kesesuian soal dengan Standar Kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian pada kurikulum. c). konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. d). bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda. Contoh Penilaian Tertulis a). Memilih jawaban (pilihan ganda)

C. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja), yang sekiranya dapat dilakukan penilaian

Evaluasi Pembelajaran 8-25

dengan teknik penilaian tertulis ini.

Catat dan identifikasilah

permasalahan tersebut, dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.

D. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian tertulis, maka persiapkan : 1. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang-borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian tertulis nantinya. 2. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian tertulis yang dipilih. 3. Langkah Kegiatan a. Cermati permasalahan / soal yang dicatat. b. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. c. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan, dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. d. Hitunglah biji (score) perolehannya, sesuai dengan ketentuan yang ada pada penilaian tertulis. e. Bagaimana kesimpulannya, dan apa maknanya ?

E. Rangkuman Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan, seperti juga dalam bentuk : memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: (1) pilihan ganda, (2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak), (3) menjodohkan, dan (4) sebab-akibat.

8-26 Evaluasi Pembelajaran

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: (1) isian atau melengkapi, (2)jawaban singkat atau pendek, dan (3) soal uraian. A. Tes Formatif A. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia), atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. 1. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut, kecuali: a. Penilaian unjuk kerja b. Penilaian sikap c. Penilaian observasi langsung d. Penggunaan tertulis 2. Dalam Soal tes tertulis peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti berikut, kecuali: a. Memberi tanda b. Mewarnai c. Membaca d. Menggambar 3. Tes tertulis dalam bentuk mensuplai jawaban dapat dibedakan, kecuali menjadi: a. multiple choice b. isian c. jawaban singkat d. uraian. 4. Tes ini dapat digunakan untuk menilai kemampuanberfikir tinggi ! a. tes sebab-akibat b. tes benar – salah c. tes menjodohkan d. tes pilihan ganda. 5. Tes tertulis bentuk ini merupakan alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan agasannya atau hal-hal yang telah dipelajarinya. a. jawaban singkat b. uraian c. isian d. pilihan ganda. 6. Dalam menyusun alat penilaian tertulis perlu dipertimbangkan halhal berikut, kecuali ......... a. jumlah item b. karakteristik mata pelajaran c. materi d. konstruksi

Evaluasi Pembelajaran 8-27

7. Tes pilihan ganda memiliki beberapa kekurangan diantaranya tersebut berikut ini, kecuali ......... a. peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya b. menimbulkan kecenderungan anak didik tidak belajar c. kurang dapat untuk memodifikasi kegiatan pembelajaran d. banyak digunakan untuk penilaian ketrampilan berbahasa secara formal. 8. Kelemahan tes tertulis bentuk uraian antara lain ..... a. peserta didik dapat mengekspresikan gagasan atau pendapatnya b. dapat menilai berbagai jenis kompetensi c. cakupan materi yang ditanyakan terbatas d. peserta didik dituntut untuk mengemukakan pendapatnya dengan kata-katanya sendiri. 9. Keberhasilan pembelajaran bergantung pada beberapa hal, kecuali a. efektifitas penilaian kelas b. cost benefit yang besar c. perancangan penilaian secara sistemasis d. perlakuan penilaian yang secara terus-menerus dan berkesinambungan. 10. Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat, kecuali a. bagi orang tua, dapat meningkatkan gairah kerjanya agar dapat membiayai sekolah anak-anaknya b. bagi guru, dapat meningkatkan efektifitas mengajarnya c. bagi peserta didik, akan meningkatkan kualitas kegiatan/hasil belajarnya d. mampu memotivasi anak didik meningkatkan terus upaya belajarnya. B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Dalam praktik pembelajaran, paling banyak dipergunakan teknik penilaian tertulis. Setujukah anda atas pernyataan tersebut ? Mengapa demikian ? 2. Adakah teknik penilaian yang dapatdipergunakan untuk menilai berbagai kompetensi ? Berikan alasannya ! 3. Berikan alasan! Mengapa Teknik Penilaian Tertulis, khususnya alat penilaian tes pilihan ganda kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian pembelajaran yang otentik dan berkesinambungan ?

8-28 Evaluasi Pembelajaran

BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 ( PENILAIAN PROYEK dan PENILAIAN PRODUK )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian proyek maupun penilaian produk Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian proek dan penilaian produk yang sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian proyek, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. 3.melakukan penilaian dengan alat penilaian produk dengan ketetuan yang ada.

B. Uraian Materi 1. PENILAIAN PROYEK a. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian produk. Penilaian proyek dapat digunakan, diantaranya untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan dalam bidang tertentu, kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam penyelidikan tertentu, dan kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu secara jelas. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: • Kemampuan pengelolaan

Evaluasi Pembelajaran 8-29

Kemampuan peserta didik dalam memilih topik dan mencari informasi serta dalam mengelola waktu pengumpulan data dan penulisan laporan. • Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran/program keahlian, dalam hal ini mempertimbangkan tahap pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dalam pembelajaran. • Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru, du/di, penilai pada proyek peserta didik, dalam hal ini petunjuk atau dukungan. b. Teknik Penilaian Proyek Penilaian cara ini dapat dilakukan mulai perencanaan, proses selama pengerjaan tugas, dan terhadap hasil akhir proyek. Dengan demikian guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, kemudian menyiapkan laporan tertulis, penyajian hasil/produk. Laporan tugas atau hasil penelitiannya juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian ini dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek (checklist), penilaian(rating scale), kesesuaian produk dengan spesifikasinya. Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek: a) penelitian sederhana tentang air di rumah; b) Penelitian sederhana tentang perkembangan harga sembako;

8-30 Evaluasi Pembelajaran

2. PENILAIAN PRODUK a. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu:

Evaluasi Pembelajaran 8-31

• Tahap persiapan, meliputi: menilai kemampuan peserta didik merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. • Tahap pembuatan (produk), meliputi: menilai kemampuan peserta didik menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.

• Tahap penilaian (appraisal), meliputi: menilai kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaannya, memenuhi kriteria keindahan/presisi dsb. b. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. a. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap: persiapan, pembuatan produk, penilaian produk). b. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk (appraisal).

Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . dan apa maknanya ? E. Bagaimana kesimpulannya. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. Dalam .borang maupun media yang akan dipakai dalam penilaian itu. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian proyek atau produk yang dipilih. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian proyek / produk. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. maka persiapkan : 1. 2. Langkah Kegiatan a. c. 3. sesuai dengan ketentuan yang ada. Hitunglah biji (score) perolehannya. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. e. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. d. Rangkuman Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian proyek dan/atau penilaian produk ini. D.8-32 Evaluasi Pembelajaran C. b.

Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. Dalam tahap pembuatan. a. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan dan alat c. Penilaian sikap d. Tahap persiapan. pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu: (1). dan teknik c. Dalam teknik penilaian produk. Keaslian. alat. (2). Penggunaan portofolio 2. Penilaian observasi langsung c. 1. Tes Formatif A. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. kecuali: a. b. (2). Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. penilaian meliputi sebagai berikut. Perencanaan b. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. Menilai kemampuan menggunakan bahan. Menilai kemampuan siswa menggunakan bahan dan alat d. Tahap penilaian (appraisal). alat. pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. Dalam teknik penilaian produk. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Keaslian 4.Evaluasi Pembelajaran 8-33 penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: (1). atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. dan teknik d. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. penilaian meliputi antara lain: a. kecuali: a. Dalam tahap pembuatan. Tahap pembuatan (produk). c semua benar 3. Kemampuan pengelolaan. Relevansi. dan (3). Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan. Kemampuan pengelolaan c. dan (3). F. Relevansi d. Dalam penilaian proyek yg perlu dipertimbangkan adalah hal berikut. Penilaian unjuk kerja b. kecuali: a. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Menilai kemampuan siswa menerapkan teknik pembuatan .

menilai kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu. menilai proses pembuatan suatu produk.. 10. laporan / penyajian hasil akhir d. menilai harga penjualan suatu produk d. cara analitik c. Ketiganya harus dilakukan. menilai pembuatan suatu produk b.. seperti . cara berkesinambungan. kecuali . Penilaian produk yang mendasarkan pada aspek-aspek produk paling tepat dinilai dengan ... daftar cek b. proses selama pengerjaan tugas. Penilaian proyek dapat dipergunakan untuk beberapa hal.. 9. a. Penilaian produk dapat diaplikasikan untuk penilaian hal-hal berikut ini. Perencanaan dan Pengumpulan data b. memahami pengetahuan anak didik pada subyek tertentu d. Pengorganisasian dan pengolahan c. rating scale d. penyusunan desain b. ketiga-nya perlu dilalui. menilai kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuannya c..8-34 Evaluasi Pembelajaran 5. mengetahui pemahaman dan pengetahuan peserta didik di bidang tertentu b. Pelaksanaan penilaian proyek dapat menggunakan beberapa instrumen penilaian. a... 6.. . pengumpulan data dan penyajian data c.. cara appraisal b. 7. kecuali : a. a. 8. cara holistik d. Tugas tersebut berupa suatu investigasi yang diawali oleh kegiatan: a. Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Karenanya guru perlu menetapkan tahapan yang perlu dinilai. Penilaian proyek dapat dilakukan mulai perencanaan. kesesuai produk dengan spesifikasinya. kecuali . Penyajian produk d. catatan harian c. menilai kualitas hasil suatu produk c..dan terhadap hasil akhir proyek. a.

Berikan penjelasan anda tentang penilaian produk yang dapat dilakukan didalam pembelajaran ! . Jika Anda akan menilai kemampuan siswa dalam membuat suatu produk dan mutu produk. teknik penilaian apa yang anda pilih dan bagaimana cara membuat alat penilaiannya serta berikan contohnya sesuai mata pelajaran yang Anda mampu. 2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. berikan penjelasan secara singkat ! 3. Apa yang anda ketahui tentang penilaian proyek.Evaluasi Pembelajaran 8-35 B.

lembar jawaban tes yang menunjukkan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab (bukan nilai).melakukan penilaian dengan alat penilaian portofolio. Pengertian Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu.BAB VI KEGIATAN BELAJAR 5 ( PENILAIAN PORTOFOLIO ) A. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian portofolio Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian potofolio sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan . atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Uraian Materi 1. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didiknya. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. B. 2. yang akan dapat dilakukan penilaian. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut. Dengan demikian.

d. gambar. c. lukisan. f. antara lain : a. Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri. foto.Evaluasi Pembelajaran 8-37 belajar peserta didik melalui karyanya. puisi. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan. antara lain: karangan. saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. laporan penelitian. surat. Saling percaya antara guru dan peserta didik Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya. b. e. resensi buku/ literatur. dsb. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri Guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri. komposisi musik. . Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. sinopsis.

8-38 Evaluasi Pembelajaran g. 2. Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. untuk kemampuan menulis peserta didik mengumpulkan karangan-karangannya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan. rekaman video dan bukti-bukti lainnya sesuai dengan proyek yang akan dilakukan. keterampilan. h. Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik. tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian. . laporan. peserta didik mengumpulkan gambar-gambar buatannya. Teknik Penilaian Portofolio Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkahlangkah sebagai berikut: a. tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda. dan dapat dinilai dengan uang (mempunyai nilai jual bagi mata diklat produktif). Untuk mata diklat produktif dapat berupa kertas kerja. Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. b. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan. masakan. Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. patung dan lain-lain). Misalnya. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik. dan minatnya. Sedangkan untuk kemampuan menggambar. produk kerja (baju.

kelengkapan gagasan. Namun.Evaluasi Pembelajaran 8-39 c. Mintalah peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. kepada peserta didik dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. e. misalnya setelah 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru. Contoh. Guru dapat membimbing peserta didik tentang bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan atau kekurangan. untuk kemampuan menulis karangan aspek yang akan dinilai. g. Sebaiknya tentukan aspek-aspek yang akan dinilai dari sampel portofolio beserta pembobotannya bersama para peserta didik sebelum mereka membuat karyanya . Dengan demikian. misalnya: penggunaan tata bahasa. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio. jadwalkan untuk menyajikan hasil karya siswa tersebut dalam (pertunjukan. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. pemilihan kosa-kata. d. Bila perlu dalam menilai hasil karya siswa. dan sistematika penulisan. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut f. Setelah suatu karya dinilai dan ternyata nilainya belum memuaStandar Kompetensian. antara peserta didik dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. pameran dsb) dengan mengundang orang tua maupun masyarakat sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya. h. . Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masingmasing di sekolah.

semakin tinggi Skor yang diberikan. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian portofolio ini. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja).10 atau 0 100.8-40 Evaluasi Pembelajaran Catatan: Setiap karya siswa sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. Skor untuk setiap kriteria menggunakan Standar Kompetensiala penilaian 0 . dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. C. Semakin baik hasil yang terlihat dari tulisan peserta didik. Kolom keterangan diisi dengan catatan guru tentang kelemahan dan kekuatan tulisan yang dinilai. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. .

d.borang yang akan dipakai dalam penilaian portofolio nantinya. Saling percaya antara guru dan peserta .Evaluasi Pembelajaran 8-41 D. dan apa maknanya ? E. e. Rangkuman Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . antara lain : (a). (b). Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian portofolio. Bagaimana kesimpulannya. 2. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. maka persiapkanlah : 1. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian portofolio yang dipilih. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. sesuai dengan ketentuan yang ada. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. c. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri. b. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. 3. Hitunglah biji (score) perolehannya. Langkah Kegiatan a.

Guru mempunyai rasa memiliki berkas portofolio d. (d). Penilaian portofolio pada dasarnya menilai : a. Penilaian observasi langsung b. F. karya sekelompok siswa pada satu periode untuk beberapa matapelajaran d. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri b.Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia).. Kepuasan. karya siswa secara individu pada satu periode untuk sekelompok mata pelajaran. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Tes Formatif A. kecuali: a. hasil pekerjan peserta didik yang dianggap karya terbaiknya b. (g). karya sekelompok siswa pada satu periode untuk satu mata pelajaran b. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru. Bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran d.. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik. 3. serta (h). (c). Saling percaya antara guru dan peserta didik c. Penggunaan portofolio 2. 4. (e). Pengecualian dari bentuk informasi yang dinilai tersebut adalah . Kesesuaian. Penilaian sikap d. kecuali: a. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. . karya siswa secara individu pada satu periode untuk satu mata pelajaran c. Penilaian dan pembelajaran. nilai pekerjaan dari lembar jawaban tes yang dikerjakan peserta didik.. a. (f). Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. lembar jawaban tes yang menunjukkan soal mana yang mampu dan tidak mampu dijawab c. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. 1.8-42 Evaluasi Pembelajaran didik. Penilaian proses dan hasil... Penilaian proses dan hasil. Penilaian unjuk kerja c.

portofolio.... Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik... a.. teknik penilaian proyek. penilaian portofolio d.. penilaian proyek. b. a. Teknik penilaian potofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah: a.. paling tepat diterapkan pada teknik penilaian . produk c. sehingga sesuaidengan yang diharapkan pada standar kompetensi. teknik penilaian diri c.. Mengumpulkan dan menyimpan karya setiap peserta didik dalam satu map atau folder di loker masing-masing di sekolah d... dan c perlu diikuti. guru . 7... teknik penilaian produk d. orang tua peserta didik b.... penilaian proyek c.Evaluasi Pembelajaran 8-43 5. Menjelaskan kepada peserta didik akan kegunaan penilalain portofolio b.. a.. 9... guru . teknik penilaian portofolio b.. perlu dilakukan kotrak “perjanjian” antara guru dengan siswa mengenai jangka waktu perbaikan. 10. peserta didik . a. Manfaat utama penilaian portofolio adalah sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi . penilaian sikap c.. merupakan salah satu hal yang dijadikan pedoman dalam . . dengan cara menjanjikan hasil karya siswa tersebut dijadwalkan diikutkan dalam pameran. Langkah a. sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat c.. penilaian portofolio d.. Langkah perbaikan sedemikian biasanya dilakukan dalam pelaksanaan .... untuk melihat kelebihan dan kekurangannya ... Menentukan bersama peserta didik. penilaian diri b. peserta didik c. Untuk memperpaiki nilai peserta didik. orangtua peserta didik . diri d.. Dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik. adalah salah satu langkah dari . proyek b. penilaian unjuk kerja b. 8... orangtua peserta didik d.. Langkah yang dapat diambil guna memotivasi anak didik...... penilaian diri. guru dan siswa. a..... 6....

Adakah manfaat penilaian portofolio bagi anda ? Apa alasannya ? . dan tunjukkanlah alasan anda ! 2. Kemana arah dan tujuan penilaian portofolio ? Berilah penjelasan singkat ! 3.8-44 Evaluasi Pembelajaran B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Guna meningkatkan kualitas profesionalisme guru dan dosen. Mengapa demikian. di Indonesia digalakkan langkah “sertifikasi” guru dan dosen dengan melaksanakan penilaian portofolio.

mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. . Meskipun demikian. Ada beberapa jenis penilaian diri. untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. pada saat atau setelah selesai melakukan tugas. Pengertian Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status.BAB VII KEGIATAN BELAJAR 6 ( PENILAIAN DIRI ) A. yaitu penilaian secara langsung. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. diantaranya: a. yang akan dapat dilakukan penilaian. Uraian Materi 1. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian diri Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian diri sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke siswa yang didasarkan pada konsep belajar mandiri (auonomous lening). Penilaian Langsung dan Spesifik. hasil penilaian diri dapat digunakan guru sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. 2. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.melakukan penilaian dengan alat penilaian diri. B.

3) dapat mendorong. c. dapat berupa pedoman penskoran. peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. c). atau skala penilaian. Karena itu. . Guru mengkaji hasil penilaian. e). 2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. karena ketika mereka melakukan penilaian. untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. Penilaian Sosio-Afektif. Untuk itu penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Merumuskan format penilaian. membiasakan. dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur. penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.8-46 Evaluasi Pembelajaran b. yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. a). Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: 1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. d). Misalnya. daftar tanda cek. harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. b). Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang. f). Teknik Penilaian Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik. 2.

dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian Contoh Penilaian Diri C. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian diri ini. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian diri. D.Evaluasi Pembelajaran 8-47 g). Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). antara lain guru memberikan balikan tertulis. Lakukan tindakan lanjutan.borang yang akan dipakai dan dibutuhkan dalam penilaian diri. maka persiapkan : 1. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. .

Karena itu. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ada beberapa jenis penilaian diri. Penilaian Langsung dan Spesifik. b. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian dir yang dipilih. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. sesuai dengan ketentuan yang ada. 3. c. penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Bagaimana kesimpulannya. (b). proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penilaian Sosio-Afektif. dan apa maknanya ? E. d. diantaranya: (a). Rangkuman Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. dan (c). Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. Hitunglah biji (score) perolehannya. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Langkah Kegiatan a.8-48 Evaluasi Pembelajaran 2. e. . Penilaian Tidak Langsung dan Holistik.

. Penilaian unjuk kerja b.c) berkait. 1. 7. Penilaian observasi langsung d. Penilaian Sosio-Afektif 2. Tes Formatif A. skala penilaian. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini... proses c. a. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.. kecuali: a. dapat mendorong. . dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah dipersiapkan. melatih peserta didik untuk berbuat jujur. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.. Untuk melakukan penilaian diri oleh peserta didik di kelas. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). dapat membiasakan peserta didik merasa mampu b. Penilaian diri adalah teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan .. Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri b. status b. Berikut beberapa jenis penilaian diri. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Penilaian Langsung dan Spesifik b. lembar pengamatan b. kecuali : a... Penilaian diri c. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik c.... ketiganya (a. meningkatkan hasil belajar peserta didik d. Guru mendorong peserta didik untuk melakukan penilaian diri tidak secara cermat dan obyektif c. tingkat pencapaian kompetensi d. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain. memperbaiki proses dan hasil belajar . Menentukan kompetensi yang akan dinilai d. Penilaian Sosio-Kognitif d. 5. Penilaian sikap 3. kecuali: a. pedoman penskoran c.. memperbaiki proses pembelajaran c.. 4. perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. Tujuan utama penilaian diri dalam pembelajaran adalah . meningkatkan kemampuan peserta didik b.b. a. daftar cek d.Evaluasi Pembelajaran 8-49 F.. a. 6... Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik c. kecuali : a. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya d. Format penilaian diri yang tidak dapat dipakai adalah ..

Memahami tujuan pembelajaran / kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik b. ”Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap”. B. kecuali: a. Menyusun umpan balik c. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Setujukah anda akan pernyataan tersebut? Mengapa? Berikan penjelasannya secara singkat ! . Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru c. pengetahuan dan sikap seseorang d..c secara bersama. 10. Memverivikasi hasil penilaian guru d. Teknik penilaian tunggal tidak cukup memberikan informasi tetang . Beberapa ketentuan yang diberlakukan dalam proses penjaminan mutu (Quality Assurance) oleh tim verifikasi internal antara lain. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portofolio.b. Untuk aspek apa sajakah penilaian diri diterapkan sebagai instrumen penilaian ? 3. Menyimpan hasil penilaian di almari arsip khusus d. 9.8-50 Evaluasi Pembelajaran 8. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru b. Proses pengendalian mutu (Quality Control) yang dilakukan dalam verifikasi eksternal memiliki ketentuan antara lain. a. Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 2.. kecuali : a.. a. ketrampilan seseorang c. kemampuan seseorang b. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portofolio.

3) Memverifikasi hasil penilaian. keterampilan. bisa terdiri atas guru kejuruan. dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Memahami tujuan pembelajaran/kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik. Verifikasi internal Verifikasi internal sebagai proses penjaminan mutu (Quality Assurance) dilakukan oleh unsur sekolah. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran / informasi tentang kemampuan. dilakukan proses verifikasi oleh pemeriksa (verifier) baik pemeriksa internal maupun eksternal. dengan ketentuan sebagai berikut: . Lagi pula. b. pengetahuan dan sikap seseorang. 2) Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. a. dunia usaha / dunia industri atau asosiasi profesi. Verifikasi eksternal Verifikasi eksternal sebagai proses pengendalian mutu (Quality Control) dilakukan oleh penilai (assessor) yang diakui lembaga sertifikasi profesi. interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena akan terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya. dan 7) Mengajukan hasil verifikasi kepada external verifier. ketua program keahlian dan wakil kepala sekolah. 4) Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portfolio. 5) Menyusun umpan balik.BAB VIII PENUTUP Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Untuk menjamin obyektivitas hasil penilaian. 6) Mengkonfirmasikan hasil verifikasi penilaian kepada guru.

a 9. a 7. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. c Bab VI 1. c 4. a 5. d 6. b 7. c 5. 3). dan 4).8-52 Evaluasi Pembelajaran 1). d 10. c 9. d 4. c 3. c 10. d 5. a 6. d 7. b 6. b 2. Memahami tujuan pembelajaran/kriteria kinerja yang harus dikuasai peserta didik. a Bab VII 1. a 9. c 6. a 5. d 10. b 3. d 8. d 5. d 9. c 3. Memverifikasi hasil penilaian guru. a 4. b 8. b 6. b 2. d 4. c Bab IV 1. d 7. c 7. c 7. b 5. c 10. b 10. d 4. d 9. b 8. b Bab III 1. c 3. d 3. d 8. 2). b 3. a 8. d 2. c 9. d 10. a 6. b . c 8. c 2. a 4. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portfolio. a 2. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Bab II 1. b Bab V 1. c 2.

sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. Penilaian Kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu Penilaian Diri : Menilai diri sendiri berkaitan dengan status.GLOSARIUM Belajar Tuntas (mastery learning) : peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. Penilaian Hasil Kerja (Produk) : Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Penilaian Portofolio : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis Penilaian Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. tingkah laku. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar Penilaian adalah suatu proses sistematis yang mengandung pengumpulan informasi. dan hasil yang baik. . proses. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. interaksi) Penilaian Sikap : Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Penilaian Tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Penilaian Pembelajaran adalah suatu perbuatan (mengira-ngira) nilainya hasil pembelajaran yang dilakukan dalam suatu lingkungan belajar. menganalisis. dan menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusan-keputusan.

Teknik penilaian adalah cara / prosedur penilaian yang telah ditentukan dan sesuai dengan kaidah yang berlaku.8-54 Evaluasi Pembelajaran Rapor adalah laporan kemajuan belajar yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi. . sehingga memberikan arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya.

2004. Phillips. Popham. Gronlund. Illinois: F. Badan Standar Nasional Pendidikan. . Anonim.E. W. 2004. (1995) Classroom Assessment. Jakarta: Pusat Kurikulum.J. “Penilaian Hasil Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)”. Peacock Publishers. Penilaian Unjuk kerja (Paket Pembinaan Penataran). Classroom Measurement and Evaluation. What Teachers Need to Know. P3G Matematika. Houston.DAFTAR PUSTAKA Anonim.net 29 Juni 2008. Norman. Puji Iryanti. Balitbang Dediknas. 2008. 3rd Edition. Constructing Achievement Tests. Yogyakarta: Depdiknas. Makalah disampaikan pada seminar nasional ”Penilaian Pembelajaran dalam Kontek KTSP” pada pengukuhan pengurus HEPI UKC Metro di Lampung tanggal 12 Juni 2008. E. 2nd Edition. Inc. Jakarta: Depdiknas. Texas: Gulf Publishing Company.puskur. Kurikulum Berbasis Kompetensi (untuk Sekolah Menengah Kejuruan). Handbook of Training Evaluation and Measurement Methods. Budi Susetyo. London: Prentice Hall. charles D dan Richard L Antes. Model Penilaian Kelas. Hopkins. 2007. 1990. Jack J. Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia. Dirjen Dikdasmen. http://www. 1991. (1982). Boston: Allyn & Bacon.

BUKU AJAR MEDIA PEMBELAJARAN .

BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 0 .

Sri Sartono. FR. 130515780 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 1 . NIP. MPd.BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran Penulis: Drs.

Karena keterbatasan waktu. Sri Sartono 2 . multimedia serta pengalaman kerja di TKPK / Media Pembelajaran. Semarang. Pemerintah dalam rangka sertifikasi guru mengadakan program PLPG untuk melatih guru sehingga menjadi guru yang professional dalam mengajar. maka pasti masih banyak kekurangan di sana-sini. media pembelajaran. Dalam rangka mendukung program tersebut. Perkembangan tersebut juga mengakibatkan berkembangnya teknologi komunikasi pendidikan yaitu penggunaan produk teknologi seperti computer. Buku ini ditulis dari berbagai sumber maupun dari pengalaman kami mengajar bidang komunikasi. dan terimakasih kepada teman-teman dosen Teknik Elektro FT UNNES. maka buku ajar dengan judul “Pemanfaatan Media Pembelajaran” disiapkan agar dapat dimanfaatkan para guru dalam rangka meningkatkan profesionalitasnya dalam mengelola dan mengadakan inovasi proses pembelajaran. mengelola UPT Sumber Belajar dan Media UNNES Semarang. Akhirnya ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan.KATA PENGANTAR Kemajuan dalam bidang komunikasi dan informasi dewasa ini menuntut adanya sumber daya manusia yang adaptip sehingga tidak ketinggalan dari perkembangan dunia yang semakin menglobal. LCD. 12 Juli 2008 FR. Oleh karena itu masukan untuk kesempurnaan buku ini sangat diharapkan. internet untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Semoga buku ini bermanfaat sebagai sumbangan bagi para guru.

Uraian Materi 1. C. PENDAHULUAN Deskripsi Prasyarat Petunjuk Belajar Kompetensi dan Indikator halaman 0 1 2 3 4 5 6 6 7 BAB II. Pemilihan Media Pembelajaran 22 8. Latihan 35 D. Produksi media OHT dan Slide Presentasi C. Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran 9 2. Contoh media grafis 29 C. Tes Formatif PENUTUP : KUNCI JAWABAN TES FORMATIF DAFTAR PUSTAKA 38 38 50 63 75 75 78 78 78 3 . A. Manfaat dan Nilai Praktis Media Sebagai Sumber Belajar 18 6. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran 19 7.DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL HALAMAN FRANCIS KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETA KOMPETENSI BAB I. Dasar-dasar disain media presentasi 3. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran 12 3. KEGIATAN BELAJAR 1 A. Pertimbangan dalam memilih media 25 9. Tes Formatif 35 BAB II. Konsep Media dan Sumber Belajar 14 4. D. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional 16 5. KEGIATAN BELAJAR 2 A. Uraian Materi 1. Latihan D. Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran 2. Kompetensi dan Indikator B. B. Kompetensi dan Indikator 8 B.

Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar 4 . Dapat menjelaskan alasan-alasan pemilihan media Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran BUKU AJAR PEMAN FAATAN MEDIA PEMBE LAJARAN Dapat menilih media untuk pembelajaran Memanfaatkan Media Dlm Pembelajaran scr profesional Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP.PETA KOMPETENSI Dapat menyebutkan alasan-alasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media. Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran.

chart.TV. Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah merupakan proses komunikasi. yang di dalamnya sarat dengan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi yang makin lama makin canggih. komputer dan jaringan internet). Deskripsi Sekarang ini telah masuk di dalam era komunikasi dan informasi. Guru dan calon guru dituntut memiliki kompetensi profesional dalam memilih dan memanfaatkan berbagai media dalam pembelajaran baik yang telah tersedia maupun media yang harus direncanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan (media by utilities dan media by design). harus bisa mengadaptasi terhadap Iptek yang berkembang disekitar kehidupannya agar tidak disebut orang yang ketinggalan jaman. grafik. oleh karena itu sudah sejak lama produk teknologi komunikasi dan informasi dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Produk teknologi pembelajaran yang sampai saat ini digunakan dalam proses komunikasi dalam pembelajaran. Media grafis (gambar. buku ajar. film bergerak/life). di antaranya adalah penggunaan media cetak (handout. Media Fotografi ( foto diam/still. maka dialah pemenangnya.BAB I PENDAHULUAN A. Oleh karena itu buku ajar ini menyajikan materi-materi 5 . CCTV . Pepatah mengatakan bahwa siapa yang menguasai pengetahuan dan teknologi komunikasi serta memanfaat-kannya dalam kehidupannya. film strip. buku teks. VCD. Hal ini merupakan usaha untuk mencapai kompetensi secara efektif dan efisien. modul. koran. majalah dll ). Media elektronik (Radio Tape Recorder. Oleh karena itu manusia termasuk guru. slide. Video. poster. Penggunaan produk teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pembelajaran telah banyak dipelajari dan diteliti dalam kawasan teknologi pendidikan/pembelajaran yang selanjutnya berkembang menjadi teknologi komunikasi pendidikan dan kebudayaan (TKPK) yang akhirnya berkembang menjadi media pembelajaran/pendidikan. dll).

maka diharapkan peserta didik telah memiliki keterampilan dalam mengoperasikan komputer. disain dan produksi media OHT dan slide presentasi untuk keperluan presentasi dalam proses pembelajaran. maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1.yang dirancang untuk mencapai kompetensi profesional yang diharapkan yaitu : Arti dan fungsi media dalam pembelajaran. baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. 4. C. Prasyarat Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mempelajari buku ajar ini. 6. 1. pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai 6 . Baca dengan saksama dan fahami isi Bab II (kegiatan belajar 1). Bila prosentase mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. Baca dengan saksama dan fahami isi Bab I untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. tetapi bila anda baru mencapai < 85%. 2. 5. Petunjuk Belajar Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Kerjakan tes formatif yang ada pada setiap kegiatan dan cocokkan dengan kunci jawaban. Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguh-sungguh. Jenis-jenis dan pemilihan media pembelajaran. 3. Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. B. dengan menghitung Hitung kemampuan daya serap anda jawaban yang benar.

Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media. lakukan langkah-langkah yang sama untuk mempelajari kegiatan belajar berikutnya. 7. D. Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk waktu 2 x 50 menit pembelajaran 7 . Kerjakan kembali tes formatif.selesai. lihat kunci jawaban dan hitung prosentase ketuntasan belajar anda. Jangan melanjutkan belajar kegiatan berikutnya bila anda belum tuntas pada kegiatan ini. Apakah telah mencapai > 85% ? bila telah tuntas anda dapat melanjutkan pada kegiatan berikutnya. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media.

2 Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. KEGIATAN BELAJAR 1 A. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran. 2 x 50 menit waktu 8 . 1 x 50 menit BAB II. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasan-alasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media.

Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui. Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK. Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan. learning to do. Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). belajar untuk dapat melakukan . Uraian Materi 1. belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari.Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media. Oleh karena itu dalam merencanakan 9 . Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi bukan sekedar pengetahuan (demonstrating the knowledge) tetapi lebih merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do). Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk pembelajaran B. Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. adanya perobahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. adanya perobahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know. learning to life together dan learning to be.

mencerdaskan dan menguatkan. Ilustrasi berikut ini akan memperjelas pemahaman. Memberikan materi yang bermanfaat dan luas akan menambah wawasan dan menguatkan. maka mereka akan merasa asyik sehingga tidak terasa waktu yang tersedia telah habis. dan bagaimana) dan merata kepada seluruh peserta didik akan melatih daya piker. kapan . mengapa.dan menarik. Karena peserta didik tertarik perhatiannya.pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat bagi pengembangan keterampilan hidupnya. Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi yang baik merupakan salah satu cara untuk itu. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. siapa. sehingga akan mencerdaskan. Dalam melaksanakan pembelajaran didisain kegiatan yang menyenangkan. Menggunakan kegiatan teknik bertanya yang bervariasi dengan menggunakan pola 4 W dan 1 H (apa. STANDAR KOMPETENSI •Komp dasar •Pengalaman belj • • • • Menyenangkan Mengasyikkan Mencerdaskan Menguatkan •Berkompetensi •Cerdas •Tangguh •Berketerampilanhidup 10 . mengasyikkan.

karena guru bukan satu-satunya sumber belajar. di samping sebagai pembawa pesan/informasi. Bahkan variasi kegiatan peserta didikpun dimungkinkan berbeda atau bervariasi. • • • • • • • • • • Berpusat pd siswa Learning by doing Mengembangkan. Dapat dimungkinkan terjadi keberragaman pengalaman belajar yang diperolehnya. Kemampuan Sosial Mengembangkan Inkuiri siswa Mengembangkan Keterampilan Pemecahan masalah Mengembangkan. dan solidaritas 11 . KBM yang berbasis kompetensi akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Kesadaran sebagai WNI YG BAIK Life long learning Memadukan kompetensi. Media juga merupakan subsistem dari proses pembelajaran. sehingga keberadaannya sangat mutlak diperlukan.Dalam pelaksanaan pembelajaran digunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut • Menekankan ketercapaian kompetensi siswa secara individu dan kelas • • • • Menekankan Learning Outcomes dan keberagaman Variasi Pembelajaran (strategi. kerjasama. metode) Guru bukan satu-satunya sumber belajar Penilaian menekankan proses dan hasil demikian pembelajaran harus dirancang lebih kearah Dengan pembelajaran individu/kelompok-kelompok kecil agar pengembangan individu lebih nampak nyata. Sebagai sumber belajar tidak harus bergantung dari guru. Media sangat penting dalam menciptakan KBM yang kreatip dan bervariasi. Kreativitas siswa Kemampuan menggunakan IPTEK Mengembangkan. Di sinilah peran media diperlukan sebagai sumber belajar alternatip.

bertanya.Dalam pelaksanaan KTSP juga diharapkan penggunaan pendekatan CTL (Contectual teaching and Learning) yang memungkinkan adanya variasi kegiatan seperti mengkonstruksi. Terjadi pula kekurang ragaman pengalaman yang diterima oleh siswa sehingga hanya tujuan pembelajaran pada ranah kognitif tingkat rendah sajalah yang 12 . 2. hsl karya/produk. kinerja/performance dan tes tertulis/ paper and pen ) • Untuk – Umpan balik siswa – Memantau kemajuan – Umpan balik Guru – Informasi ttg efektivitas pendidikan – Pencapaian kompetensi setiap siswa meski kecepatannya berbeda Dari uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media sangat penting peranan dan kedudukannya dalam proses pembelajaran. bekerjasama. inkuiri. Oleh karena itu didalam mengajar harus memanfaatkan media agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan secara efektif dan efisien. refleksi dan penilaian otentik. diskusi. Keluhan serupa misalnya menurunnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran manakala guru tersebut pindah kelas dalam waktu yang berturutan. bahwa guru mengalami kekurangan waktu untuk menyampaikan isi kurikulum kepada para siswanya sehingga berakibat kurang optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran. modeling. tugas/proyek. sehingga terjadi kurang adanya kesamaan kualitas pengelolaan pembelajaran antara kelas paralel. Pelaksanaan penilaian juga digunakan pendekatan penilaian berbasis kelas yaitu : • Dilaksanakan terpadu dengan KBM (hsl kerja siswa/porto folio. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran Keluhan seringkali kita dengar dari lapangan.

adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan. 1996). Pemanfaatan berbagai sumber belajar akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam keefektifan pencapaian tujuan pembelajaran. 3) Bahan. lingkungan untuk menyajikan pesan. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Palmer W. bahan. adalah semua ajaran atau informasi yang akan dipelajari. 5) Teknik. Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari medium. Salah satu temuan yang disarankan oleh Sector Review Team (1988) adalah bahwa penggunaan media pembelajaaran akan mengurangi beban kerja para guru hingga sepertiganya (Sadiman.dicapai. Gagne(1970) mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya 13 . 1996). Telah kita ketahui bahwa tidak ada satu jenis media pembelajaran yang paling cocok untuk semua tujuan pembelajaran. Keluhan-keluhan tersebut terjadi antara lain karena guru menganggap dirinya adalah satu-satunya sumber belajar bagisiswanya. yang bertindak sebagai penyimpan dan pengolah pesan. Dalam proses pembelajaran sumber-sumber belajar tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran. adalah situasi sekitar dimana pesan diterima ( Sadiman. Sumber belajar tersebut bermacammacam yaitu: 1) Pesan. Setiap media pendidikan mempunyai kelebihan dan keterbatasan tersendiri. 2) Orang . yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. 6) Lingkungan. Dikemukakan oleh Association for Educational Communications Technology (AECT). sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. 1994). adalah prosedur atau acuan yang disiapkan untuk digunakan orang atau dalam menggunakan alat. 4) Alat. adalah perangkat lunak yang mengandung pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji maupun tanpa alat penyaji.

dan Wong mengemukakan media sebagai alat atau mekanisme untuk menyalurkan pesan. perhatian dan minat serta perhatian penerima pesan sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Mungkin inilah sebabnya sehingga penggunaan media pembelajaran di sekolah tidak populer. Dengan demikian media pembelajaran tidak terintegrasi dalam kurikulum. posisi pelaksanaan kurikulum berbasis media pembelajaran akan sangat membantu dalam membentuk kopetensi siswa dalam tiap rumpun pelajaran. (Sadiman. tetapi kita dapati istilah alat peraga pada buku petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. 3. perasaan. ada persamaan-persamaan di antaranya yaitu bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan dan dapat merangsang pikiran. dilupakannya komponen sumber belajar dan media dalam sistem pengembangan instruksional. bahkan Menghadapi dalam kurikulum sekolah . Apapun batasan yang diberikan. komptetensi. Sementara itu Briggs (1970) mengatakan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya proses belajar terjadi. ( Depdikbud Dirjendiknas/ 1994 ) Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 1995 juga telah menerbitkan buku untuk pedoman latihan kerja pelatihan tenaga 14 . Dalam kurikulum sekolah tahun 1994 berserta petunjuk pelaksanannya tidak terdapat istilah media pembelajaran. Konsep Media dan Sumber Belajar Sampai sekarang masih terdapat persepsi yang berbeda-beda mengenai pengertian media pembelajaran. Itupun tercantum pada format RP atau rencana pembelajaran. kurangnya pemahaman tentang media. Beberapa faktor lain yang barangkali menjadi sebab antara lain : adanya perbedaan pesepsi tentang pemahaman sumber belajar dan media sumber belajar dan pembelajaran. 1996).untuk belajar.

) meskipun isinya mengenai media. alat. bahan. untuk menganalisis masalah-masalah pembelajaran (AECT. dan setting atau lingkungan. Pengertian sumber belajar dalam teknologi pendidikan meliputi : pesan. yang judul bukunya adalah Penggunaan Alat Peraga. terintegrasi. prosedur. teoriteori belajar.( Depdikbub. dan titik perhatiannya adalah peserta didik (learner). Pembelajaran menurut konsep komunikasi asalah saling berinteraksi dengan sumber belajar. orang. Padahal istilah media telah dipakai sejak 1979 dalam pedoman umum tentang media pendidikan dalam Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen No. bahan dan alat. teknik. penerapan teknologi informasi dan komunikasi. orang. sehingga pengertian media menurut AECT segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk adalah menyalurkan 15 .pendidikan melalui projek peningkatan SMU. Dalam teknologi instruksional unsur intinya adalah belajar ( subjek yang belajar). 1995) Dalam sejarah pertumbuhan teknologi instruksional istilah alat peraga dikatakan sebagai istilah tertua untuk menunjuk alat bantu ajar ( bukan alat bantu pembelajaran). peralatan. Untuk menyamakan persepsi tentang konsep media disarankan menggunakan konsep yang dikembangkan secara akademik yang ditempuh melalui penelitian maupun kajian konsepsional oleh Association of Educational and Communication Technology (AECT). dan organisasi. Di antara sumber belajar yang merupakan media adalah pesan .1977: 155) Pengembangan instruksional yang dilakukan menggunakan pendekatan sistem. 022/C/ R/Kep/ 1979. Media Instruksional merupakan salah satu komponen atau sub set dari sumber belajar Sumber belajar merupakan domein atau kawasan fungsi Teknologi Instruksional. dan sumber belajar. meliputi ide. Dengan demikian Teknologi instruksional merupakan proses kompleks. dan hasil-hasil penelitian pendidikan. Dir.Pendidikan Menengah.

kaset audio. perhatian. film. media pendidikan dengan memiliki riwayat perkembangan teknologi sejajar perkembangan konsepsi 16 . dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa Pustekomdikbud. : 25 ) Media sebagai hasil ( dari revolusi komunikasi dapat dipakai untuk sarana pencapaian tujuan pendidikan. yang cara menggunakannya menurut kebutuhan.1997 : 167) 4. Bagaimanapun pentingnya guru. pasar. Pengertian tentang konsep media menurut AECT adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran. Sumber belajar diartikan sebagai segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi seseorang belajar Dalam perkembangannya. Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru tidak hanya yang sengaja disediakan oleh lembaga pendidikan. situs di internet . brosur. perasaan. majalah. koran. nara sumber. lingkungan masyarakat.. OHT. buku. museum. VCD. di samping guru. laboratorium . dan lain-lain memang dibuat khusus untuk pembelajaran. dan sebagainya.pesan atau informasi. pertokoan.ber belajar. tetapi juga yang terdapat di sekeliling kita. perpustakaan. Dalam sistem pembelajaran sekarang ini sejalan dengan kemajuan bidang ilmu dan teknologi seorang guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sum. atau semua sarana yang mampu menyajikan pesan. slide. Sumber belajar bukan hanya berupa buku-buku. video. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional Konsep tersendiri. 1981. Sedangkan sumber belajar adalah segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar manusia. dan papan tulis ( AECT. dia bukan satu-satunya sumber belajar. sumber belajar dapat dibedakan menjadi (1) sumber belajar yang dirancang dibuat untuk membantu ( by designed ) yang sengaja meliputi : buku. pembelajaran ensiklopedia. gambar atau foto. dan (2) sumber belajar yang tersedia ( by utilization) yang tersedia di sekeliling kita misalnya.

Sesuai dengan sejarah pertumbuhan teknologi instruksional. tetapi tidak dengan instruksional atau pembelajaran. Pada saat itu mulai dipakai istilah media instruksional. objek dan alat lain yang dapat menyangkut hubungannya memberi pengalaman kongkrit. 90) 17 . Dengan masuknya teknologi komunikasi informasi. maka pola – pola instruksional mengalami perubahan seperti tampak dalam bagan berikut.. Pada awalnya dikenal istilah alat bantu ajar ( teaching aid) atau alat peraga. model (tiruan).pola pembelajaraan dalam sebagai komponen dalam pengembangan disain kaitannya dengan perkembangan alat peraga hingga media instruksional.instruksional. Alat peraga terlepas dari kurikulum dan tidak dilibatkan dalam proses pengembangan instruksional. yang ditandai oleh munculnya alat audio visual. media dan sumber belajar. Kemudian pada tahun tujupuluhan digunakan pendekatan sistem yang kemudian menempatkan prioritas tujuan pembelajaran dari BS. instruksional . 1977. Sementara itu muncul pengaruh hasil penelitian Skinner tentang teori tingkah laku yang memasuki bidang pengajaran. Bloom sehingga tujuan pembelajaran dirumuskan sebagai perubahan tingkah laku seperti diperkenalkan Skinner. benda sebenarnya. yang umumnya berupa alat bantu visual seperti gambar. Banyak teori penelitian di bidang pendidikan yang kemudian diterapkan dan hasil ke dalam teknologi pendidikan. berpengaruh pula pada dunia pengajaran ( sehingga dalam kegiatan belajar mengajar digunakan Audio Visual Aid AVA) bukan Audio visual instruction Mulai saat itu alat bantu ajar beralih fungsi menjadi alat penyalur pesan. Bagan ini memperlihatkan pola. ( AECT.

KURIKULUM 1 2 PERAGA 3 MEDIA 4 MEDIA GURU GURU GURU PESERTA DIDIK KETERANGAN : Nomor 1 pola pembelajaran di mana guru sebagai satu-satunya yang ditetapkan. penggunaannya. dirancang telah masuk komponen oleh materi guru dan dengan strategi pertinmbangan tujuan pembelajaran. Manfaat dan Nilai praktis Media Sebagai Sumber Belajar Manfaat dan nilai praktis media sebagai sumber belajar adalah : a. media pembelajaran yang Pada pola 3. atau guru) 5. Memberikan fasilitas pembelajaran siswa sehingga dapat merangsang siswa untuk berfikir. sehingga peserta didik dapat langsung memanfaatkan media sebagai sumber belajar yang dirancang dengan bimbingan tutor ( ketua kelompok. ahli media. media pembelajaran telah diprogram dengan melibatkan guru bidang studi. sanggar. berdasarkan kurikulum sudah ada komponen alat peraga yang tersedia. dan fihak terkait lainnya. mengaktifkan dan memotivasi siswa 18 . Pada pola ke 4. Dewasa ini di sekolah telah memulai memanfaatkan media seperti pola ke 3. Pola ke 2 sumber belajar. yang penggunaannya tergantung dari guru kelas.

video. c. Film. Rudy Brets (1971). Berdasarkan identifikasi itu Brets klasifikasi sebagai berikut. menafsirkan. Bentuk visual dibedakan visual gambar. mengklasifikasi. c. CD audio 19 . dikunjungi. gambar. Ia juga membedakan media rekaman dan media telekomunikasi. telepon. kaset audio. memperoleh 7 a. filmstrip. dapat memberikan peluang mengembangkan pola-pola instruksional bagi guru d.b. dan Little Media yaitu media sederhana seperti slde. b. menghitung. Dapat memberikan pengalaman belajar yang kongkrit dan langsung. Media audio misalnya radio. dan 6. mengidentifikasi ciri utama media menjadi 3 unsur : audio. meneliti. dan gerak. simbol dan garis. menerapkan dan mengkomunikasikan kemampuankemampuannya . Media audio semi gerak. mengatasi keterbatasan pengalaman dan kemampuan guru e. Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan. menyajikan tulisan jarak jauh dalam ujud d. e. radio. visual. audio still picture. VCD TV. Media visual gerak contohnya film tanpa suara f. Memberi peluang siswa mengembangkan kemampuan mengamati. contohnya film. kode suara misalnya dengan morse. grafis. Dapat memberi informasi akurat dan terbaru . mengumpulkan. g. peta DSB. mengukur. Dengan kata lain memberi peluang mengembangkan ketrampilan proses. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran Wilburn Schramm membedakan adanya Big Media yaiu media yang canggih seperti Televusu. Media audio visual gerak yang dapat menyajikan unsur suara dan gambar yang bergerak. media cetak. Media visual diam misalnya OHP. komputer. slide. OHP. Media audio visual diam yang menyajikan suara gan gambar contohnya slide suara.

Pengalaman melalui dramatisasi k. Gambar gerak f. gambar. Penyajian verbal c. Pengalaman melalui rekaman audio. membagi jenis media sebagai berikut. Media sebenarnya b. Penyajian graphik d. Simulasi Gagne menyatakan bahwa media adalah komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. radio e. Pengalaman melalui lambang kata verbal b. Berikut dimulai dari kelas paling rendah a. majalah. dan lain-lain Donald . a. Pengalaman melalui gambar hidup f. Pengalaman melalui widya wisata i. Pengalaman melalui gambar seperti foto. Pengalaman melalui lambang visual. modul. Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi j. Edgar Dale mengklasifikasi berdasar pengalaman belajar yang digambarkan dalam bagan kerucut Edgar Dale. Rekaman audio g. bahan dan kegiatan ( aktifitas ) yang menciptakan kndisi seseorang mendapatkan pengetahuan keterampilan dan sikap. Pengalaman melalui benda tiruan l. memberikan definisi media sebagai orang. peta.Elly membagi media menjadi delapan dalam bukunya Teaching and Media. Pengalaman langsung dan melakukan sendiri bisa Selanjutnya ia 20 . Pengalaman melalui televisi g. Gambar diam e. Pengalaman melalui pameran / display h. gambar d. Media cetak seperti buku.h. gambar. diagram c. Pengajaran terprogram h. album. koran.

Jenis media di sekolah dikelompokkan sebagai berikut. bagan bongkah. maket. baga daan ( brance chart). grafik gambar atau pictograph. organogram. replica. a. a) Media Chart yaitu penyajian diagramatik meliputi : tree chart.Secara teoritis masih banyak ahli mengklasifikasi jenis-jenis media pembelajaran.S.model susunan. dan grafik lingkatan ( grafik pie) c) Media Poster d) Karikatur 21 . model perbandingan.1980: 20) 1) Media asli dan tiruan a) Spesimen makhluk hidup maupun tidak hidup b) benda asli bukan makhluk hidup c) model tiruan``benda asli ( yang diperkecil atau dioerbesar) misalnya model irisan. bagan wakktu. Media visual atau media proyeksi. Media grafis c. grafik garis grafik bentuk peta. Media dengar ( audio) e.. aneka ragam media itu ditentukan oleh dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. bagan tembus pandang.. baik proyeksi diam maupun gerak. tujuan penggunaan. aneka ragam tujuan pembelajaran dan adanya perbedaan ketersediaan bahan di sekolah. Media Cetak ( . cara penampilan. model kerja. b) Media grafik : grafik batang. Dwidjosoemarto. Agar supaya tidak membingungkan. miniatur. media bagan petunjuk / penuntun. d. model utuh. 2) Media Grafis Media grafis ialah semua media yang berupa tulisan / gambar antara lain termasuk jenis ini adalah. Media asli / tiruan b. penampang. boneka. Media pandang dengar ( audio visual aids) f. baik menurut bentuk. flow chart. globe. tabular chart. root chart. bagan skematik. dan lain0-lain.

Hal ini akan berdampak positip terhadap hasil pembelajaran. dan yang bergerak misalnya 6.) Media Cetak Media cetak misalnya handout. sehingga pesan pembelajaran akan dengan mudah diserap peserta didik. 5) Media pandang dengar Media audio visual diam.) Media Audio Termasuk media audio ialah kaset audio dan radio. 22 . 7. liftlet. brosur. Pemilihan Media Pembelajaran Pemilihan media yang tepat akan meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar. dan ada pula yang disertai suara. buku. modul. VCD komputer yang berisi bahan ajar.e) Still picture / foto f) Media papan g) Media Peta 3) Media proyeksi Ada dua macam ialah media proyeksi diam dan bergerak. majalah. Koran. 4. dan sumber lain dari intertnet. ialah slide suara dn film strip. Media cetak juga ada yang ditampilkan dengan Video. album. TV.

McGrawHill Sobota ( bukubuku kedokteran Alvin Nason. (1963). Weisz. . proses. Inc. maju Struktur Persendian . yang memperlihatkan zona gelap terang 3 - 23 .penampang membujur mundur dll) . (1965). fungsi. Narasi (tulang ) 2.penampang gerakan sendi. Modern Biology .penampang melintang .jenis jenis tulang .MEDIA TEKS 8 AUDIO 9 GAMBAR/FOTO 10 Gambar : 1. ( memutar. naik melintang tulang turun.gerak orang dengan animasi. harus ) dengan arah gerak dikuti anak panah. New York sesuai teks . Musik. The Science of Biology.susunan tulang rangka tubuh .1 .kontraksi otot. sesuai gerakan sendi pada no. John Willey & Sons. Struktur rangka – dan judul dari struktur. ANIMASI 11 DAFTAR VIDEO PUSTAKA 12 -senam 13 Teksbook : Penjelasan.gambar berbagai macam sendi Struktur Otot .berbagai kesehatan Biologi 2 ( jika ada / SMA 2004 tidak Paul B. keterangan backsound.

otot ke bagiandalam penyakit yang struktur dan bagian sistem gerak dapat terjadi fungsi : gambar 2. Media yang dipilih telah dikaji sesuai dengan tujuan. Struktur dan Memilih (Click SISTEM 1 Mengkaitkan 1. sendi. ketika mengembangkan silabus yang selanjutnya dikembangkan menjadi rencana pembelajaran. keterangan. Media sebagai komponen pembelajaran yang terjalin secara sistemik dengan perencanaan.fungsi struktur. Mencontohkan sistem gerak. Berbagai menjadi satu yang berkaitan contoh organ utuh energi otot. yang dapat dan otot. tulang. dalam otot. kolom 1 s/d 5 sama dengan silabus dan kolom 6 s/d 13 merupakan pengembangan GBIPM. strategi dalam peksanaannya dikembangkan menjadi program media.berbagai sendiMenyusu dengan macam gerak n bagianadanya energi . penyakit pada Multiplechoise 3. PADA MANUSIA dan kelainan/ menggambarkan sendi. pada menggambarkan gerak. gerak. terjadinya gerak. sendi. proses kan.proses bagian organ. menjelaskan.sangkan proses gerak nama-nama terjadinya 2. menyebabkan kelainan pada sistem gerak 24 . Menjelaskan. GBIPM dikembangkan dari silabus menjadi format seperti contoh diatas. Terdapat 13 kolom. quiz beberapa yang disebabkan penyakit / oleh kelainan kelainan pada tulang. :Rangka. and drag) fungsi. Pemilihan media dapat dilakukan melalui penyusunan GBIPM (Garis Besar Isi Program Media). metode serta materi bahan ajar. kegiatan. gambar berkaitan .Pemilihan media dilakukan oleh guru. otot. Program media ini INDIKATOR POKOKKOMPETENSI PENCAPAIAN LATIHAN NO NO POKOK JUDUL DASAR (TPU) HASIL BELAJAR DAN TES KODE MATERI (TPK) 1 2 3 4 5 6 7 1. Macam dan pada sistem -rangka (tulang) Proses gerak Menuliskan gerak pada -persendian keterangan -berbagai -otot manusia macam gerak pada dalam kaitannya yang mampu gambarMema pada sistem dilakukan . 3. GERAK Mengidentifikasi.

Menghubungkan tujuan dengan aktivitas belajar c.siswa dan administrasi. Kondisi yang bagaimana yang diperlukan peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut. Pemilihan media didasari atas pertimbangan sebagai berikut. a. Jenis media/sumber belajar apakah yang dapat dipakai secara efektip dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut. c. d. Memilih jenis perangkat keras dan perangkat lunak yang cocok Secara teoritis untuk menentukan media ditempuh melalui prosedur pemilihan media sebagai berikut. ISI bahan/materi d. ujicoba dan evaluasi. a. Memilih metode yang sesuai d. produksi. Hasil belajar yang bagaimana yang harus diperoleh atau pengalaman belajar/ perubahan apa yang dialami peserta didik Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan media yaitu : 25 . 8. b. Memilih media yang cocok dengan tujuan dan materi e. pembiayaan. Pertimbangan dalam memilih media. Strategi pembelajaran yang dipilih c. Kelompok belajar/siswa e. Kondisi pengadaan media f. Hal ini berkaitan dengan kompetensi yang diharapkan untuk mata pelajaran tertentu. tujuan apakah yang harus dicapai. Kematangan siswa Langkah-langkah pemilihan media dapat dilakukan sebagai berikut. Fungsinya dalam PBM b.melibatkan guru. Menentukan tujuan b. Program media meliputi langkah kegiatan perencanaan. a. pengadaan. ahli media.

a. b. bahan motifasi dan pemikiran serta dapat membantu menetapkan tujuan instruksional. Media juga harus mampu dijadikan alat evaluasi proses belajar f. PENETAPAN STRATEGI SPESIFIKASI MATERI INDIVIDUAL KELOMPOK PENELITIAN ENTERING BEHAVIOR ALOKASI WAKTU TUJUAN EVALUASI PERFORMA ALOKASI RUANG SPESIFIKASI TINGKAHLAKU PILIH MEDIA ANALISIS FEED BACK Bagan tersebut dapat digunakan untuk memilih media. Diusahakan berkonsultasi dengan ahli media dan mempertimbangkan bahan dan pembiayaan. Mementingkan preoritas yang harus dipilih sesuai dengan tujuan d. Untuk memudahkan pemahaman bagan tersebut dapat diubah dalam bentuk matrik sebagai berikut 26 . Konsep dan model pengembangan media menurut D. Harus didasarkan pada kebutuhan dan interes pemakai c. e. Program media harus memberikan dorongan. Memperhatikan variabel hambatan dan alternatip dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran. Elli sebagai berikut.

TPK MATERI KEG. VCD Handout. Kegiatan Belajar Mengajar. makalah.benda Studio. BM METODE MEDIA Keterkaitan antara TPK. radio OHT. situs lapangan Persyaratan media yang baik adalah sebagai berikut 27 . grafis praktek Workshop Percobaan Demontrasi observasi Model. diagram. disain. peta. mengamati Diskusi Tanya jawab Mencatat MEDIA Audio kaset. mencatat.peta. TPK MATERI METODE Ceramah bervariasi KEG. video simulasi Species. Metode dan pilihan media dapat digambarkan pada contoh berikut ini. Materi. BM Mendengarkan.

Contoh-contoh Media Grafis sebagai berikut 28 .PERSYARATAN MEDIA u V ISIBLE u u u u u : MUDAH DILIHAT : MENARIK : SEDERHANA : BERMANFAAT : BENAR : MASUK AKAL/SAH I NTERESTING S IMPLE U SE FULL A CCURATE L EGITIMATE u S TRUKTURE : TERSUSUN DG BAIK 9.

PENGEMBANGAN MEDIA 1 ANALISIS AUDIENCES 2 RUMUSAN KOMPETENSI 4 MATERI ALAT UKUR DISAIN / ISI 3 5 7 6 PRODUKSI UJI COBA 29 .

40 30 .PENGEMBANGAN PROGRAM MEDIA MISI TUJUAN PRESENTASI MATERI DISAIN MEDIA GRAFIS PRINSIP DISAIN GRAFIS OHT SATU FRAME SATU SEDERHANA KOMPLEK BEBERAPA FRAME SATU TEKNIK OVERLAY BUKA TUTUP HURUF / VERBAL 20 KATA FONT = 16 .

MEDIA GRAFIS 100 80 60 40 20 0 1st 2nd 3rd 4th Q tr Q tr Q tr Q tr West North East PENGGUNAAN TANDA PANAH a A b a C B b 31 .

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 East West North 1st Qtr 2nd Qtr3rd Qtr 4th Qtr KESAN RUANGAN 32 .

180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 1st Qtr 2nd North West East 3rd Qtr 4th Qtr PIE CHART 1st 2nd 3rd 4th 33 .

ORGANOGRAM DIREKTUR UTAMA STAF AHLI STAF AHLI DIREKSI ASISTEN BAGAN GARIS WAKTU 100 500 1000 1500 1945 JAMAN HINDU JAMAN KERAJAAN JAMAN KOLONIAL JAMAN JEPANG JAMAN RI 34 .

Sebutkan dan jelaskan perkembangan pola mengajar serta berikan contoh ilustrasi masing-masing kelemahan dan keunggulannya. 35 . Buatlah salah satu media grafis dari mata ajar yang saudara ampu D. 3.PIKTOGRAFI = 100 PENGUNGSI TNI GAM C. Tes Formatif Soal uraian : (untuk tugas dikumpulkan sebagai respound peserta) 1. Buatlah GBIPM dari silabus mata pelajaran yang saudara ampu 2. Mengapa mengajar harus menggunakan media ? jelaskan alasan saudara. 2. Latihan TUGAS : 1. Buatlah satu buah Rancangan Program Media dari GBIPM yang telah saudara buat.

Inovatip dan Kreatip (b) Paradikma Teaching berubah menjadi learning (c). Kesesuaian dengan tujuan dan bahan C. Soal : dari pernyataan tersebut yang tidak sesuai adalah : A. (c)dan (d) 3. Meningkatkan daya serap siswa (d). Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi merupakan salah satu cara mengelola pembelajaran akan : (a) menarik perhatian siswa. Apa yang menjadi pertimbangan dalam memilih media dalam proses pembelajaran ? Sebutkan dan berikan alasan-alasannya. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran. harus membuat terlebih dulu B. cara berpikir produktip menjadi reflektip dan (d ). perasaan. Gagne C. Soal Pilihan Ganda : 1. pesan dan bahan ( boleh pilih lebih dari satu jawaban). Bright D. 4. 6. harganya mahal dan modern D. (a) dan (b) B. Merepotkan dan membebani guru Soal : Dari pernyataan tersebut yang benar adalah : A.3. pesan dan orang B. Flip Chart D. dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa. Demonstrating the knowledge. Palmer. VCD B. (c) 1. Membosankan siswa (c). Soal : Pernyataan tersebut merupakan konsep media yang dinyatakan oleh: A. OHT E. Manakah media yang paling baik untuk mengajar A. Lingkungan. LCD 36 . AECT 5. (b) dan (d) D. Yang termasuk bahan pertimbangan dalam memilih media dalam pembelajaran diantaranya adalah : A. (a) dan (c) C. (d) D. D. Sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. Oleh karena itu guru harus (a). W B. KTSP menuntut adanya perubahan dalam mengelola proses pembelajaran. (a) dan (d) C. (a) dan (b) B. (b). Alat dan teknik C. Pengoperasiannya sulit. perhatian. Ada bermacam-macam sumber belajar yaitu yang benar terdiri dari : A.

Perencanaan Program Media dalam pembelajaran (boleh pilih lebih dari satu jawaban) 37 . Fungsi GBIPM (Garis Besar Isi Program Media) adalah A. instrument perencanaan media dalam pembelajaran B. Instrument Pengembangan Media dalam pembelajaran C.7. Instrument Pemilihan Media dalam pembelajaran D.

38 . Uraian Materi 1. yaitu terjadi interaksi antar komponen komunikasinya yang terdiri dari guru. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 2 Kompetensi Mampu Indikator Dapat menjelaskan prinsip dan 1 x 50 menit waktu merencanakan dan unsur disain media membuat media presentasi serta Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide mempresentasikan Presentasi untuk pembelajaran dalam pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. KEGIATAN BELAJAR 2 A. Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran Proses pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengiplementasikan teknik presentasi dalam pembelajaran B. peserta didik dan media yang digunakan. Dengan demikian akan komunikasi timbal balik dua arah antara guru dan peserta didik.BAB III. Komunikasi dalam proses belajar mengajar terjadi komunikasi edukatip.

BEL. peserta didik berperan sebagai penerima pesan sedangkan media berperan sebagai penyalur pesan.Sebelum pesan disalurkan ke penerima diperlukan pengolahan pesan (ancode) sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik media yang digunakan agar dapat disalurkan ke penerima dengan gangguan yang seminimal mungkin. Schramm. BEL.LAT. PENGALAMAN SUMBER PESAN ANCOD MEDIA PNRM PESAN DECOD GANGGUAN MODEL KOMUNIKASI Instructional Media (Shannon. Pesan yang disampaikan dalam hal ini adalah berupa latihan/belajar/pengalaman atau pengetahuan/ilmu yang dimiliki guru untuk disampaikan kepada peserta didik. guru berperan sebagai pengirim pesan/informasi. PENGALAMAN LAT. Seperti ditunjukkan pada ilustrasi diatas. Dalam hal ini terjadi komunikasi timbal balik antara guru dan peserta didik. Setelah diterima pesan ini menjadi stimulus bagi peserta didik dan selanjutnya peserta didik merespound dan bertindak sebagai pengirim pesan disampaikan melalui media dan diterima oleh guru. 39 . Sebelum diterima oleh penerima pesan diolah dikembalikan pada karakteristik semula (decode) agar dapat diterima oleh penerima pesan.

40 . Komunikasi secara lisan (oral presentation) adalah komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih secara lisan/verbal antara sumber pesan/informasi kepada penerima pesan/informasi. sumber pesan memerlukan kemampuan dan keterampilan mengkomunikasikan / mempresentasikan pesan yang akan disampaikan secara lisan. Guru harus memiliki kemampuan mengelola proses komunikasi agar gangguan komunikasi tetap dapat ditekan seminimal mungkin. Oleh karena itu media yang digunakan harus dirancang semenarik mungkin untuk merangsang perhatian peserta didik. Dalam komunikasi secara lisan. Sehingga meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap informasi yang disampaikan. pelatihan. menarik dan menyenangkan. Kemampuan dan keterampilan tersebut dikenal dengan istilah oral presentation skill. seminar. Oleh karena itu guru harus memiliki penguasaan ketrampilan presentasi (presentation skills). simposium. Presentation skills ini diperlukan pada saat proses pembelajaran. Sehingga kelas menjadi hidup. pesan disampaikan dalam bentuk ucapan melalui mulut/oral dalam bentuk verbal. penekanan ucapan dan gaya bicara yang dapat lebih memberikan daya tarik dan menimbulkan atensi terhadap informasi yang sedang disampaikan. Agar pesan/informasi dapat disampaikan secara baik dan dapat difahami oleh penerima pesan/informasi. rapat. Dalam hal ini sumber atau selanjutnya disebut guru akan banyak menggunakan bahasa tubuh (nonverbal) untuk memberikan penegasan. dinamis. wawancara dan forum-forum komunikasi yang lain. guru harus menguasai 10 keterampilan mengajar. Untuk presentasi dengan baik tidak hanya penguasaan materi tetapi juga harus ditunjang penguasaan teknik komunikasi yang baik. sehingga terjadi konsentrasi dalam belajar yang akhirnya terjadi penyerapan materi secara optimal.Agar dapat menyampaikan pesan dengan baik dalam proses belajar mengajar. Diantaranya harus mampu mempresentasikan pesan/materi pelajaran dengan baik.

Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan ilustrasi pada skema berikut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyampaikan informasi dengan jelas dan membuat presentasi menarik bagi peserta didik. comparing/contrasting. varying activities. explaining clearity • • • • using MEDIA varying activities comparing/contrasting opening/ending interest presenting information persiapan PERSIAPAN getting interest 41 . Kemampuan utama yang diperlukan oleh guru dalam pembelajaran secara sukses adalah sebagai berikut. sehingga dapat dipresentasikan dengan baik pula. Tugas seorang guru adalah dapat menjelaskan informasi sejelas mungkin. Langkah-langkah agar guru dapat menyajikan presentasi yang menarik adalah using media.Pada prinsipnya seorang guru dalam proses presentasi melakukan proses pembelajaran. Materi bisa disampaikan secara jelas bila tersusun dengan struktur yang baik. Selanjutnya bagaimana membuat presentasi itu menarik. yaitu menjelaskan informasi sejelas-jelasnya kepada peserta didik. 1) 2) 3) 4) Kemampuan menjelaskan (explainning) Kemampuan menyajikan informasi (presenting information) Kemampuan membangkitkan minat dan perhatian (geting interest) Kemampuan mempersiapkan materi. opening/ending. sehingga peserta didik tertarik untuk mengikuti dengan antusias.

agar memudahkan pemahaman. Dalam melakukan presentasi bicara harus kuat dan jelas. 42 . yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut. Mengamati reaksi peserta didik merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Menjelaskan materi informasi dengan baik sehingga mampu meningkatkan pemahaman. jangan terlalu cepat Strukturisasi bahan yang akan disajikan Ulas kembali pokok-pokok pembicaraan melalui paraphrasing. 1) 2) 3) 4) 5) Bicara dengan jelas. gunakan jeda. sehingga semua peserta didik benar-benar bisa mendengar dengan baik. Paraphrasing adalah teknik mendengar dengan baik. Dengan demikian seorang guru harus mampu mempresentasikan informasi dengan sejelas-jelasnya agar informasi tersebut secara jelas dipahami peserta didik. Reaksi ini segera dapat dikelola oleh guru sehingga tidak sampai mengganggu presentasi.Menjelaskan adalah memberikan pemahaman kepada orang lain. Penyampaian bahan agar diatur dengan struktur yang baik supaya bahan dapat disampaikan secara runtut dan logis sehingga mudah dipahami. Amati reaksi peserta didik Cek pemahaman peserta didik. Biasanya dibantu dengan alat pelantang suara (sound system). Perlu ada pengulasan kembali bahan-bahan yang sekiranya sulit dipahami melalui paraphrasing. mendapatkan kesempatan untuk mengecek kebenaran informasi dan mampu mengurangi atau menghindari kesalahpahaman yang menyebabkan konflik. Dalam bicara tidak perlu tergesa-gesa dan sebaiknya ada jeda dan jangan terlalu cepat untuk memberi kesempatan peserta didik untuk mencerna informasi. Dengan mengamati perilaku peserta didik dapat mengetahui respon/reaksi peserta didik yang positif dan negatif. meringkas dengan baik sehingga akan mampu mendorong peserta didik untuk mendengar secara hati-hati.

Kontak pandang guru terhadap peserta didik adalah merupakan bentuk perhatian/atensi. perpindahan posisi. Gerakan anggota badan ini sangat baik bila disesuaikan dengan pengolahan suara 43 . Misalnya gerakan tangan. 2) 3) Penggunaan contoh-contoh yang tepat dan analogi. dan Pemanfaatan humor. konsep-konsep. karena akan meningkatkan minat peserta didik untuk mengikuti presentasi dengan lebih antusias dan serius sehingga akan meningkatkan pemahaman. dan sebagainya. sehingga takut memandang peserta didik. Mengecek pemahaman dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara acak atau memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya. cerita. Gestures. Hal ini sangat penting dan perlu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam proses komunikasi yang baik. senyuman. Yang dimaksud dengan gestures dalam presentasi adalah penggunaan gerakan anggota badan/tubuh untuk memberikan penekanan/penegasan ketika informasi disampaikan. dari kanan ke kiri secara merata. Dalam presentasi kontak pandang (eyes contact) harus diusahakan secara menyeluruh mulai dari depan ke belakang. Makin banyak pengalaman guru akan semakin siap mentalnya dan hambatan psikhologis semakin berkurang.Mengecek pemahaman peserta didik dilakukan untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan telah difahami. Ada tiga strategi dalam membangkitkan minat peserta didik yaitu : 1) Kontak pandang (Eye contact) Bahasa Tubuh (Gestures) dan Pengaturan suara. Oleh karena itu guru harus berlatih dari pengalaman yang satu ke pengalaman yang lain. Hal ini merupakan hambatan psikhologis yang sangat mengganggu guru untuk sukses dalam presentasi. Kontak Pandang. Membangkitkan minat peserta didik agar berminat mengikuti presentasi dengan baik adalah juga tugas seorang guru. mimik/wajah. Biasanya guru yang baru dan belum pengalaman bicara di depan orang banyak memiliki perasaan minder/nervous. sehingga informasi nampak lebih meyakinkan kebenarannya.

mengendorkan saraf yang tegang sehingga menjadi fresh kembali dan siap menerima informasi yang baru. dengan kecepatan bicara sedang. Pengaturan suara ini disesuaikan dengan kebutuhan dan biasanya sekaligus untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif mendukung proses komunikasi. tidak monoton sehingga peserta didik tidak jenuh dan tahan lama berkonsentrasi dalam mengikuti presentasi. 1) Tunjukkan bahwa guru sendiri juga menaruh minat terhadap topik yang sedang dibicarakan. dan konsep-konsep tentang sesuatu hal juga dapat membuat variasi. sehingga hal-hal yang statis tidak akan lama mendapatkan perhatian. Dalam berbicara artikulasi harus jelas. intonasinya dinamis tidak monoton. Biasanya digunakan sebagai selingan untuk menarik perhatian peserta didik kembali berkonsentrasi pada informasi yang disampaikan. Guru dalam berbicara. kadang keras kadang lembut. 44 . Ingat otak hanya peka terhadap perubahan. cerita. suaranya perlu diolah/diatur sedemikian rupa sehingga jelas. Penggunaan contohcontoh yang tepat dan analogi-analogi dari informasi yang disampaikan akan membantu imajinasi peserta didik sehingga dapat dengan mudah memahami informasi yang di presentasikan. Dengan demikian minat peserta didik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Pengaturan Suara. ada jeda dan warna suara tidak perlu dibuat-buat. Pemanfaatan humor. enak didengar. Untuk menciptakan suasana baru. Cara meningkatkan minat yaitu dengan langkah-langkah strategi sebagai berikut.sehingga menghasilkan gaya bicara yang meyakinkan dan simpatik. Dengan cara seperti ini akan menghasilkan image yang baik dari peserta didik dan akan menambah kepercayaan serta kewibawaan guru di mata peserta didik. tidak monoton. Penggunaan contoh-contoh dan analogi. Hal ini akan membuat presentasi lebih variatif.

2) Handout. trustworthy dan having expertise (Dapat dipercaya. Mainkan minat / keingintahuan dengan melempar pertanyaan. ringkasan dibuat sederhana. Presentasi perlu memanfaatkan media komunikasi. beri waktu kepada peserta didik untuk memperhatikan lalu dijelaskan. Penggunaan media ini softwarenya didisain dengan program aplikasi komputer diantaranya dengan program powerpoint. juga didesain sederhana dan terstruktur secara jelas terdiri dari pendahuluan. analogi. Program ini memberikan fasilitas pembuatan disain slide presentasi dengan variasi yang sangat baik dan menarik. Jika terdapat informasi yang penting. masalah atau teka-teki. Dianjurkan durasi 10 – 20 menit maksimum. diagram. Atau kalau durasinya panjang diputar secara bertahap dan diselingi penjelasan oleh guru. singkat dan keterbacaannya tinggi. artinya peserta didik yang paling belakang/jauh dapat membaca dengan mudah. malah akan Sebaliknya kalau penggunaannya menambah kebosanan. Media komunikasi yang berkembang saat ini adalah penggunaan laptop dan LCD proyektor/ infocus. film dan video/vcd dapat meningkatkan minat. mulailah dengan contoh-contohnya. audio. Oleh sebab itu penggunaan media dalam presentasi sebaiknya. Hal ini akan membuat penggunaan media lebih efektif. 3) Slide. Pemanfaatan Media. karena media komunikasi bila didisain dan dimanfaatkan dengan baik akan dapat memperlama kurang minat/rasa tepat/baik keingintahuan. 45 . isi dan penutup.2) Tunjukkan bahwa guru credible. solid dan memiliki kemampuan) 3) 4) Gunakan contoh yang tepat. 1) Ilustrasi. tetapi kalau durasinya terlalu lama akan menyebabkan peserta didik cenderung bosan dan mengantuk. cerita dan sebagainya Bila materi masih terasa asing.

padat dan bermakna (condensed). kesatuan dan kesederhanaan. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Buat konsep setiap framenya Pilih font yang mudah dibaca Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil. supaya dapat selalu melihat peserta didik. dengan menggunakan font yang berbeda. Dalam menyiapkan Slide presentasi perlu memperhatikan prinsip dasar-dasar disain yang terdiri dari Irama. 7) Jangan sering melihat layar tampilan. Kesetimbangan. Besar huruf/font 20 .40 1 frame maksimum 10 baris Pilih warna yang kontras (2-3 warna) Yang ditulis hanya kata kunci saja. Beri penekanan pada kata-kata yang penting. pastikan bahwa telah dilakukan simulasi 4) 5) Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan. yang utama adalah pesan. 7) 8) 1 frame sebaiknya hanya berisi 1 konsep. Langkah-langkah penulisannya adalah sebagai berikut. Penekanan. warna yang berbeda sehingga menjadi point of 46 . jangan berupa kalimat panjang supaya tidak rumit (complicated). Karena semua respon peserta didik harus dikelola baik yang berupa oral maupun gerak-gerik tubuhnya. sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan peserta didiks supaya anda bebas melakukan kontak mata dan komunikasi non verbal lainnya 6) Jangan sibuk dengan peralatan danJangan bersembunyi di balik peralatan.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi dengan bantuan media LCD adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) Lakukan pengaturan optimal sebelum presentasi Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide. Tulis dengan singkat. alat hanya pembantu.

Pemahaman tentang bahasa tubuh (body language) juga merupakan peran penting dalam peningkatan kemampuan presentasi. memperlihatkan video klip. 47 . Prinsip-prinsip presentasi adalah bagaimana mengelola gesture atau gerak-gerik anggota badan yang dimanfaatkan untuk menjelaskan maupun gerak-gerik peserta didik yang harus dikelola. mendorong pemecahan masalah secara kolektif. Sebaiknya datang awal di tempat presentasi untuk mengenal medan dan persiapan media yang digunakan. Bahan disiapkan dengan struktur yang baik mulai pembuka. bidang. Persiapan. dan yang menjadi kelemahan ditekan /dikurangi. Pada tahap persiapan ini guru harus mengungkap kembali apa yang dimiliki yaitu yang berupa kekuatan maupun kelemahan.interest. Persiapan berupa persiapan mental psikhologis maupun fisik dan persiapan materi yang akan dipresentasikan. ruang sehingga frame menjadi kesatuan disain yang tidak norak tetapi lembut dan serasi. Sehingga enak dilihat dan menjadikan betah menikmatinya. garis. Mungkin akan menjadi tontonan bukan tuntunan. Strategi untuk membuat kegiatan yang bervariasi adalah dengan melemparkan sebuah pertanyaan. Media atau alat bantu presentasi juga harus dipersiapkan. mendorong terjadinya diskusi dan sebagainya. Hal-hal yang menjadi kekuatan didorong kemunculannya secara optimal. sebab ketidak siapan hal ini akan mengganggu secara psikhologis yang akhirnya bisa membuat fatal presentasi. membagi tugas. Penetapan pokok-pokok pikiran yang akan atau perlu pengulasan kembali juga merupakan yang penting dalam persiapan. Perlu diingat bahwa presentation skills merupakan kemampuan yang dapat dipelajari untuk meningkatkan kemampuan berekspresi diri baik secara lisan maupun tertulis. Persiapan penting bagi guru agar presentasi berjalan dengan baik. isi dan penutup. Struktur yang baik akan menentukan ketuntasan penyampaian gagasan/ide. Kegiatan yang bervariasi akan meningkatkan minat dan perhatian dan rasa ingin tahu dari peserta didik. Meningkatkan variasi kegiatan.

Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar manusia sebagai makhluk sosial yang harus berkomunikasi dengan orang lain. karir. Baik disainnya maupun penggunaannya. memberi pujian sepantasnya kepada orang lain. Dalam kesempatan tersebut manusia dituntut sebagai komunikator yang efektif. Kemampuan berkomunikasi bagi sementara orang adalah sebuah talenta alami. Pemanfaatan 15 menit pertama bahkan 5 menit pertama adalah waktu yang sangat menentukan keberhasilan presentasi. disegani/dihormati. Penggunaan media yang sebaik-baiknya. pemahaman harus dipahami bahwa kenyataannya peserta didik terdiri 70 % pemalas sehingga harus dilayani. Dalam setiap detik kehidupan manusia dituntut mampu berkomunikasi secara efektif dalam berbagai suasana seperti di kantor. struktur penyampaian peserta didik (understanding audience) bahan. Bila dalam waktu itu berhasil menguasai peserta didik maka 90% presentasi akan berhasil. demikian pula sebaliknya. Untuk belajar mengekspresikan diri pertamatama kenalkan diri sedemikian rupa sehingga orang lain/peserta didik 48 . menghadirkan/ menyajikan diri secara baik. bisnis. Mengekspresikan diri.Pengelolaan Voice/suara . mampu menghargai orang lain secara tulus dan menimbulkan rasa kebanggaan dan kebahagiaan pada dirinya. dan belajar mengatasi konflik secara efektif. berwibawa. dalam keluarga. Namun kemampuan tersebut bagi sementara orang harus dipelajari dan dilatih agar berkembang. Dengan demikian keterampilan presentasi merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Keterampilan komunikasi harus dimiliki dan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga tidak ditinggalkan orang lain hanya karena lemah dalam komunikasi. Menjadi komunikator yang efektif akan disegani dan dihormati. maka dia akan percaya diri bahkan mampu menghargai dirinya sendiri. Belajar menjadi komunikator yang efektif berarti harus belajar mengekspresikan perasaan. Bila seorang mampu sebagai komunikator yang efektif. dan sebagainya.

misalkan dengan cara tarik napas panjang berkali-kali.mengenal dan memahami. namun usahakan bicara jujur tanpa menyakiti orang lain..... Jelaskan alasan-alasan ketidak setujuannya tanpa harus menyerang pribadi apalagi di depan orang banyak. latar belakangnya. pandangannya dan sebagainya. Latihan diri untuk mengurangi kelemahan dan lebih menonjolkan keunggulan-nya ... Buatlah daftar keunggulan dan kekurangan diri. usahakan jangan menginterupsi pembicaraan orang lain sebelum orang lain menyelesaikan kalimatnya.. logis dan tidak emosional dan Be Tacful artinya meskipun tidak /kurang setuju sampaikan dengan cara yang positif. Setelah itu harus berusaha mengenal mereka... melantur. Coba bandingkan dan pelajari bahwa 49 .. Belajar Mendengar merupakan hal yang penting untuk menghindari diri dari kesalahpahaman. jangan pertama. sadarilah dan pahamilah gejolak emosi diri (perut. harus dilakukan dengan ringkas/padat dan tidak umum. kedua.. Tampilkan/tunjukkan rasa senang tidak emosional dan percaya diri dan bicaralah dengan jelas. jantung berdebar-debar). Tidak semua komunikasi berlangsung secara verbal bahkan berdasarkan penelitian 55% disampaikan secara non verbal. Oleh karena itu pelajari gerak-gerik anggota badan. sampaikan secara singkat dan jelas bukan umum.. dan seterusnya. Bila harus berbicara. Apakah gejala tersebut fair ? jangan-jangan sedang emosi.. Segera ambil langkah tindakan untuk mengatasinya. mimik lawan bicara untuk di kelola. putar-putar .... Bila akan merespon. perasaannya.... ketiga.. pengetahuannya. tetapi singkat dan jelas. Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. diam dan renungkan penyebabnya dan buang dengan melawan dengan kata-kata yang positif . Berbicara satu ide saja. Usahakan jangan sampai perhatian terbagi dan tunjukkan minat pada apa yang sedang dibicarakan. Ajukan pertanyaan dengan baik dan terstruktur. Bicara secara jujur merupakan hak dan tanggungjawab bagi setiap orang..

menurut Reed H. Lakukan analisis masalahnya. pengambilan keputusan dapat berlangsung secara lebih baik. Haroldsen. dan cari kemungkinan yang paling memungkinkan dan menyenangkan semua pihak. penerima. Memang kalau dirasakan konflik itu menyakitkan. dan mengatasi konflik merupakan pekerjaan yang menantang dan menarik. presenter). Atasi masalahnya dan jangan menyerang pribadi. 2. pengirim decoder. Proses komunikasi merupakan penyampaian pesan (informasi. 2003: 9. encoder 50 . Konflik muncul saat bekerjasama dengan orang lain baik secara individual maupun kelompok.teman mengatakan ”tidak apa-apa” tetapi dengan wajah murung. tabel. Sering kali kompromi harus terjadi dan mungkin tidak bisa dihindari. oleh karena itu laksanakan solusi yang disepakati. perasaan. ide. Apa maksudnya ? Mengatasi konflik sangat memerlukan keterampilan dan kemampuan untuk itu. Bila harus mengatasi konflik. 1964: 527). Ungkapkan perasaan secara tenang jangan emosional. Dasar-dasar disain media presentasi Pada dasarnya. Blake & Edwin O. Duduk bersama. dan lain-lain) dengan penggunaan simbol-simbol kata [tekstual atau verbal] gambar. audience). akan terjadi variasi relasi: komunikator komunikan. yaitu pengirim pesan (komunikator. harus diusahakan terfokus tidak membawa masalah-masalah yang lain. pengetahuan. dan memalingkan muka. dan pesan itu sendiri. penerima pesan (komunikan. presentasi adalah proses komunikasi langsung antara komunikator dengan komunikan. lebih bisa memahami diri sendiri. stimuls tujuan. sumber audience. buat daftar kemungkinan penyelesaian masalah. Pada kondisi lebih lanjut. ceria. dan sebagainya (Berelson dan Steiner. Dalam proses tersebut terdapat tiga elemen utama. konflik tersebut juga bermanfaat yaitu menjadikan lebih memahami orang lain. Tetapi kalau dihayati betul. aktor (presenter) respon. angka.

perhatian. tetapi pengirim pesan (presenter) adalah pihak yang bertanggung jawab mengambil inisiatif dan mengarahkan aktivitas itu. sehingga proses komunikasi (presentasi) berlangsung optimal. Pada faktor pesan. yaitu: (1) tanda dalam pesan. Dalam lingkup pendidikan (pengajaran). pihak penerima pesan (audience) merupakan partisipan. 2003: 41). 2002: 7. pengantar atau penengah (lihat Susanto. Media Presentasi Arti paling elementer dari kata “”media” (medium) adalah perantara. dan minat terhadap substansi pesan yang disampaikan. ed. yang berkenaan dengan cara pesan tersebut disajikan (dipresentasikan). yang berkaitan dengan pemilihan materi untuk mencapai tujuan. yang menerima dan memberi balikan (feedback). a. Walaupun pengirim dan penerima pesan merupakan dua pihak yang aktif. tetapi juga berperan memberi stimulus pikiran. Di sisi lain. Model komunikasi. menurut Lasswell (dalam Blake & Haroldsen. Burhan dalam Kusmayati. 2003: 9-12). 51 . terdapat 3 aspek utama. dan (3) perlakuan atas pesan. Hali ini mengandung pengertian bahwa media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar.Keberhasilan dari proses tersebut di atas mengandung suatu konsekuensi tindakan bagaimana substansi pesan dapat dikirim dan dapat pula diterima. perasaan. (2) isi dalam pesan. media sering dipandang sebagai alat bantu atau berbagai jenis komponen dalam lingkungan belajar untuk menyampaikan pesan (materi pembelajaran). selain memandang proses komunikasi dari faktor pengirim pesan (control analysis) dan penerima pesan (audience analysis).. juga faktor isi pesannya (content analysis). yang berkenaan dengan pemakaian unsur-unsur simbolis yang disusun.

substansi pesan justru terabaikan. 52 . tetapi merupakan salah satu faktor yang menentukan (determinant) terhadap nilai isi kemasan tersebut. salah satu hal yang pertu diperhatikan adalah bagaimana agar ketertarikan dan perhatian audience tidak sekedar terfokus pada medianya. sebagai hal yang sekedarnya. bahkan mengacaukan pesan utamanya. sehingga mendesain media pada prinsipnya adalah mengemas substansi pesan agar lebih menarik dan lebih mudah diterima oleh pihak penerima pesan (audience). Sebagus apa pun isinya tetapi bila kemasannya tidak menarik. yang boleh diabaikan. Pada sisi lain. sepenting apa pun substansi pesan tetapi bila kurang menarik media dan cara mempresentasikannya.pesan ???!!!! Media presenter. Persoalan kemasan tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang remeh temeh. sehingga pesan tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima. orang tidak akan meresponnya. respon audience akan berkurang. Pada kasus tertentu desain atau pemakaian media yang kurang tepat memang dapat mereduksi. komunikator Peran media presentasi audience. media presentasi dapat dianalogikan dengan kemasan. komunikan Pada konteks lebih luas.

Agar media presentasi tampil menarik (artistik) perlu dipertimbangkan aspek estetis yang paling mendasar pada saat mendesainnya. dan sangat situasional. Untuk merepresentasikan atau mempersepsikan aspek kemenarikan dalam suatu tampilan grafis suatu media presentasi. istilah grafis digunakan untuk merujuk tentang tampilan visual yang berkenaan dengan tata huruf (tipografi). Persoalan estetis (estetika). Unsur-Unsur Disain Grafis Komputer Istilah grafis berasal dari kata “”graphein” yang berarti menulis atau menggambar. Kata “estetika” (Yunani Kuno: Aistheton) pada mulanya dipahami sebagai kemampuan mencerap melalui penginderaan. 1999). secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. tetapi selalu bernuansa relatif. Pada perkembangan selanjutnya. dipandang berhubungan dengan persoalan tentang keindahan atau aspek keindahan (Djelantik. secara konvensional. yang pada era masa kini. namun hal paling signifikan dalam konteks bahasan ini adalah adanya aspek kemenarikan (interestness) di dalamnya. c. subjektif. yang selanjutnya berkembang menjadi pengetahuan tentang keindahan (Soemardjo. Estetis Tampilan Media Aspek estetis bukanlah persoalan benar-salah yang harus dipandang atau dipahami secara hitam-putih. setidaknya diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar desain grafis. termasuk di dalamnya desain media presentasi. Aspek ini bisa menjadi suatu acuan pertimbangan ketika berhadapan dengan ranah estetis suatu tampilan grafis (desain visual). dan foto atau citra (image). gambar (drawing).b. serta penataletakan (lay out)-nya. Grafis komputer adalah istilah yang lazim 53 . Pengertian dan pemahaman tentang estetika atau aspek estetis mengalami perdebatan dan pewacanaan yang panjang hingga sekarang. 200: 24-25).

namun tergantung dari konteks kesan yang ingin diciptakan. Karakter huruf yang digayakan memiliki citra estetis (artistik) tetapi cenderung memiliki tingkat keterbacaan lambat dan kurang komunikatif.digunakan untuk mengidentifikasi atau menyebut perwujudan grafis secara computerized. misalnya. Secara prinsip pemakaian. memiliki tingkat keterbacaan dengan cepat dan sangan komunikatif. 1). sehingga cocok dipakai sebagai unsur teks pada tampilan media presentasi. semua jenis huruf adalah baik. Program aplikasi komputer grafis menyediakan unsur tipografi (font) dengan berbagai karakter yang telah dibakukan. Adobe Illustrator) terdapat fasilitas untuk memanipulasi huruf (font) bahkan dapat mengkonversi font menjadi modus vektor atau kurve. Macromedia Free Hand. Karakter huruf tanpa kait. THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK huruf (font) memiliki kesan karakter danDOG Setiap jenis BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY tingkat keterbacaan tersendiri Pada program aplikasi olah grafis (Corel Draw. Berbagai alternatif tipografi dengan program Corel Draw (salah satu huruf dimanipulasi) 54 . Tipografi Tipografi juga sering disebut seni huruf.

foto digital. logo. dan lain-lain. Foto atau Citra (Image) Foto adalah salah satu unsur penting pada tampilan grafis agar menarik. dari yang bersifat instan sampai yang profesional. grafik. menggabungkan antarcitra (montase). kamera digital dan piranti capture lainnya.2). 55 . Dalam hal ini. model. bisa dimanfaatkan program aplikasi oleh citra MS Paint. sedangkan untuk kepentingan profesional biasa digunakan program aplikasi Adobe Photo Shop dan didukung program lain (multi tasking). mendistorsi. aplikasi komputer grafis telah menyediakan program “olah citra”. Photo Studio. dan piranti capture citra lainnya. Gambar tersebur juga dapat dikombinasi dengan gambar dari aplikasi lain (multi tasking). Foto atau citra diinput ke program komputer grafis dengan piranti eksternal seperti scanner. mereduksi. berbagai jenis gambar 3). Untuk memenuhi kepentingan tersebut. lambang. bagan. dan sebagainya. dengan modus kurve. atau input eksternal dengan piranti keras pemindai (scanner). Corel Photo Paint. gambar bisa tampil dalam berbagai modus seperti ikon. Photo Deluxe. Untuk kepentingan praktis. Program aplikasi olah citra memungkinkan untuk memanipulasi kualitas citra agar lebih bagus atau lebih buruk. Gambar (drawing) Program aplikasi komputer grafis “olah gambar” menyediakan piranti dan fasilitas untuk membuat gambar. Photo Impact.

berbeda format data gambar (drawing) dengan modus vektor atau kurve. bidang.mendeformasi. meliputi garis. dan foto seperti terurai di atas. diinput dengan piranti pemindai (scanner) Ketiga unsur grafis komputer. dapat diurai menjadi lebih elementer. Pada aplikasi grafis. dan lain-lain. format data citra biasanya bermodus bitmap dengan pictorial cell. Hal ini berimplikasi adanya perbedaan teknis pengolahan antara format gambar dan format citra dalam proses mendesain. garis Berbagai jenis. 1). citra (image). Semua unsur tersebut tersedia secara lengkap dalam program aplikasi komputer grafis. dan barik (texture). Dalam kasus 56 . dan style garis untuk mendukung tanpilan grafis tersedia dalam program aplikasi komputer grafis. gambar. memberi efek. yang secara universal sering disebut sebagai unsur-unsur desain. ruang. warna. untuk berbagai kepentingan. variasi. tipografi.

Aplikasi komputer grafis memungkinkan untuk mendesain bidang-bidang geometris maupun bidang-bidang non-geometris (organis). berbagai jenis dan ketebalan garis 2). tampilan gambar secara linier (secara utuh hanya berupa garis) justru memperjelas pesannya. bidang organis dapat didesain sesuai kehendak dengan piranti lain. bidang Bidang terbentuk dari unsur garis yang saling berhubungan. Demikian pula. bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dan bidang organis 57 . bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dapat dikonstruksi secara praktis dengan piranti (tool) yang tersedia. Dalam hal ini.tertentu.

warna monokromatis. dan blue (RGB). warna dingin. ruang (space) Ruang merupakan unsur desain yang sangat relatif keberadaannya dan berupa kesan. yellow. komputer grafis dengan setting 32 bit mampu membedakan. Sebagai contoh. warna polikromatis. sedangkan pada modus warna cahaya warna primer terdiri atas red. warna sekunder. green. warna tersier. warna primer terdiri atas warna cyan. Pada dasarnya kalibrasi warna tersebut dari kombinasi berbagai warna primer. warna panas. warna komplementer. seperti warna primer. Dalam lingkup desain grafis dikenal berbagai istilah berkaitan dengan warna. magenta. merentang (mengkalibrasi) warna penuh (true colour) menjadi 232 warna. Mendesain tampilan media presentasi perlu mempertimbangkan unsur warna agar lebih estetis dan artistik. 58 .3). dan sebagainya. warna Aplikasi komputer grafis menyediakan jutaan kalibrasi (rentangan) warna. dan black (CMYK). Unsur ruang terjadi dari kesan yang timbul atas penataan berbagai elemen-elemen lain. ruang (kesan) yang tercipta sebagai efek penataan elemen 4). Pada modus warna kromatik.

berbagai jenis barik 59 .lingkaran warna 5). barik atau tekstur diartikan sebagai kesan suatu permukaan. barik (texture) Secara grafis. Program aplikasi komputer grafis menyediakan berbagai alternatif barik untuk keperluan tampilan visual.

ilustrasi. karakter font.point interest/ point centre/ eye catcher penekanan pada item yang dianggap lebih penting dari yang lain 5). atas-bawah 4). tidak monoton bisa terbentuk dari pengulangan (repetisi) 3). warna. bukan sekedar pada medianya pilih karakter font yang mudah terbaca (lebih menguntungkan jenis font tanpa kait) pilih ilustrasi grafis/ gerak/ suara yang sederhana. gambar. gerak. suara agar perhatian audience tetap pada materi (substansi) pesan yang disampaikan. suara. tidak menampilkan unsur-unsur yang berlebihan dalam satu display 2).d. irama (rhythm) pusatkan kesan irama pandangan masuk ke ruang display. kesatuan dan keselarasan (unity and harmony) satu frame satu konsep bahasan paduan unsur-unsur serasi (warna. keseimbangan (balancing) kesan seimbang kanan-kiri. Prinsip Desain (Grafis) 1). latar belakang. image. kesederhanaan (simplisity) unsur teks. animasi) 60 .

khususnya presentasi. Buto Cakil bertemu Srikandi Surem-surem diwangkara kingkin lir manuksma kang layon…. Agar tampilan visual media presentasi.Media menjadi salah satu faktor determinan bagi keberhasilan suatu proses komunikasi. memiliki faktor kemenarikan (interestness) maka perancang atau pengguna media presentasi perlu memiliki pemahaman tentang dasar-dasar desain grafis. contoh display yang memperhatikan prinsip desain 61 . yang secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. Salah satu aspek suatu media presentasi adalah menjadi daya tarik sekaligus merangsang perhatian audience sehingga substansi pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.

• Gigi mencuat (mancung) •Tokoh raksasa tetapi bertubuh kecil contoh display yang tidak memperhatikan prinsip desain 62 . mata juling. tetapi ia selalu tampil lagi pada lakon yang lain • Kepalanya datar.BUTO CAKIL •Tokoh perang kembang • Sering berperang melawan kesatria dan tidak pernah menang •Tiap kali dibunuh.

Pengetahuan yang berjenis prosedur akan lebih cocok bila didisain menjadi beberapa frame sesuai dengan bagian-bagian tertentu selanjutnya bisa ditayang kan bertumpuk. masing-masing jenis pengetahuan dapat didisain bentuk transparansinya sebagai berikut. Disain media OHT maupun Slide presentasi harus bersumber dari kurikulum yaitu dari tujuan/kompetensi yang terdapat dalam silabus mata pelajaran. 63 . Pengetahuan yang berjenis fakta. Prinsip dan konsep akan lebih cocok bila di disain menjadi frame tunggal. geser garis atau dengan menggunakan tanda panah. Silabi TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI DESAIN OHT Slide Presentasi Terdapat jenis-jenis pengetahuan dalam materi pembelajaran. Produksi media OHT dan Slide Presentasi Langkah pertama dalam produksi materi presentasi untuk pembelajaran adalah membuat disain/perencanaan. Untuk OHTmaupun Slide presentasi. Oleh karena itu perlu direncanakan bentuk media yang sesuai.3. buka tutup.

M /L • MAL ( KERTAS GARIS UKR. G U N AK A N : • TRANSPARANSI KHUSUS • SPIDOL KHUSUS UKR.Sedangkan jenis pengetahuan yang bersifat proses. JENIS PENGETAHUAN BENTUK KONSEP PRINSIP FAKTA FRAME TUNGGAL PROSEDUR BUKA TUTUP GESER-GARIS TUNJUK PROSES ANIMASI Produksi OHT write on (menulis langsung pada lembar transparant). KUARTO) • FONT YG MUDAH DIBACA • BESAR HURUF 20 – 48 • 1 LEMBAR 10 – 15 BARIS • WARNA YG KONTRAS (2-3 WARNA) 64 . akan lebih baik bila didisain dalam bentuk animasi.

file pada komputer/laptop bisa dipanggil dan jalankan slide show.• • • • • BUAT KONSEP DESAIN TIAP FRAME YG DITULIS KATA-KATA KUNCI TULISKAN KONSEP PADA TRANSPARANT 1 LEMBAR/FRAME HANYA 1 KONSEP BERI PENEKANAN PD KATA-KATA YG PERLU PERHATIAN Produksi OHT dengan komputer program power point aturannya sama dengan produksi slide presentasi. Untuk produksi OHT dan Slide presentasi dengan program power point adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut. maka tayangan proyeksi nampak pada layar. Power on komputer Aktifkan MS Power Point Pilih format landscape/ portrait Pilih background Pilih lay out Pilih font Tuliskan konsep sesuai aturan Insert new slide frame berikutnya 65 . Setelah selesai membuat materi. Untuk penyajian dengan LCD/infocus projector. selanjutnya file bisa di print/cetak di kertas untuk di fotocopy di transparat atau di print langsung pada transparant warna untuk penyajian dengan OHP (Over Head Projector).

Mengaktifkan Ms. PowerPoint Menu Bar dan Tool Bar Layar Edit Slide Map Task Pane Modus Tampilan Toolbar Drawing 66 . PowerPoint Klik pada START kemudian geser pada All Program Carilah shortcut Ms. Power Point kemudian Klik Tampilan dan Elemen Jendela Ms.

dengan pilihan yang begitu banyak Klik salah satu bentuk layout 67 .Membuat Klik Menu File New Slide Baru Maka pada task pane akan terdapat Pilihan : • Blank Presentation • From Design templete • From Auto Content Wizard Klik salah satu Option tersebut Menentukan Layout Klik Menu Format Slide Layout Atau langsung pilihlah bentuk layout pada task pane.

.Picture Pilih salah satu pilihan • Kemudian Klik Apply Menuliskan Text Klik pada kotak text box Ketikkan text SELAMAT DATANG Atur Jenis dan Ukuran dan warna Font Dengan Menu Format Font Setelah text pertama selesai Ulangilah dengan cara yang sama Untuk text box berikutnya 68 .Gradient .Texture ....Menentukan Klik Menu Format Klik segitiga pulldown terdapat pilihan background Latar Belakang Background • More Color . .Pattern . • Fill Effects .

dapat ditambahkan slide berikutnya dengan cara : Klik Menu Insert New Slide Kemudian ulangilah langkah langkah seperti slide pertama 69 . setelah itu dapat ditambahkan text. aturlah ukuran dan Letaknya. dan juga diberi animasi seperti halnya text. Menambah Slide Berikutnya Setelah slide pertama selesai.Me masang Gamba r Klik Menu Insert – Picture Pilih Clip Art / From File Setelah gambarnya muncul.

misalnya slide ke 10 Caranya adalah : 70 . • ditampilkan langsung pada layar komputer • dicetak pada mica transparansi (OHP) • atau dipresentasikan lewat LCD projector Caranya adalah : Klik menu Slide Show .View Show atau tekan tombol Fungsi 5 ( F5 ) Cara Ini akan menampilkan seluruh slide. ( tampak pada Map ) Klik menu Slide show – Slide Transition dapat diatur cara pergantian tiap slide Klik untuk memilih salah satu slide transition.Mengatur Pergantian Slide Setelah anda memiliki beberapa slide. dan aturlah optionnya Kemudian klik tombol Apply Menampilkan Slide Presentasi Slide dapat ditampilkan pada beberapa media. Jika akan ditampilkan slide tertentu saja.

Layar ) Membuat Freehand Note (Pointer show) Adalah menampilkan pointer. lalu pilih Pointer Option Atau menggunakan keyboard Ctrl-OP 71 . caranya : Klik kanan – Go – By Title .Pilih Klik nomor slide pada map untuk menandai slide yang akan ditampilkan Kemudian Klik pada icon Slide show ( gb. atau berupa pencil sehingga dapat membuat “coretan” pada slide yang sedang tampil Caranya adalah : Klik kanan mouse.Menampilkan Halaman Slide tertentu Untuk menampilkan Slide lain ketika presentasi sedang aktip.

Mengakhiri Presentasi Mengakhiri dan kembali pada Menu edit Tekan tombol ‘Esc’ Atau klik kanan kemudian End Show Tugas LATIHAN Buat disain OHT / Slide presentasi Materi Sesuai Bidang Keahlian Sesuai dg mata ajar masing-masing Satu tatap muka Buat Animasi setiap pergantian Slide Sajikan / Presentasikan dg Komputer dan LCD Print di Tranparansi Warna Print Pada kertas HVS Copy di Tranparansi Sajikan / presentasikan dg OHP 72 .

MENGGUNAKAN MEDIA OHP / LCD Ingat ..Jangan menunduk ! Sebelum Presentasi (dengan OHP) • Kenali peralatan yang digunakan (terutama letak tombol ON-OFFnya) • Atur fokus dan besarnya tampilan di layar.Jangan bersembunyi di balik peralatan! .Amati responsnya .! •Media komunikasi hanyalah alat •Bagian terpenting dari presentasi adalah pesan yang disampaikan Aturan Dasar Presentasi : KIS (Keep it simple ) Kelola audiens.Efektifkan kontak mata dengan audiens . bukan peralatan presentasinya ! . sesuaikan dengan jumlah audiens • Siapkan transparansi sesuai urutan tampilan • Transparansi bertumpuk sebaiknya disatukan (misalnya dengan klip kertas) 73 .

Selama Presentasi (OHP) Nyalakan OHP bila transparansi telah siap Susun transparansi yang telah ditayangkan dengan punggung menghadap ke atas Posisikan diri di sebelah kiri OHP Jangan tunjuk langsung tampilan di layar. Gunakan laser pointer bila mungkin Mematikan/menghidupkan OHP dapat digunakan untuk menarik perhatian audiens M tik OHP bil i i b k t j l b Sebelum Presentasi (dengan LCD Projector) Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide. sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan audiens 74 . pastikan bahwa telah dilakukan simulasi Selama Presentasi dg LCD Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan.

3. dikumpulkan sebagai respound peserta) 1. Sajikan menggunakan LCD D. lalu fotocopy di transparant 4. Jelaskan proses komunikasi yang terjadi dalam proses pembelajaran. Buatlah 5 lembar media OHT (write on) dari materi ajar saudara 2. Sajikan menggunakan OHP 6. Print out di transparant warna 5. Buatlah Slide presentasi dari materi ajar yang saudara ampu (minimal 10 frames). Print out di kertas HVS.C. Tes Formatif Soal uraian : (Tugas. Apa saja yang harus saudara perhatikan dalam presentasi mengajar menggunakan media OHP dan LCD ? berikan alasan-alasannya. Dengan program power point 3. Terdapat empat hal dalam usaha sukses presentasi untuk menjelaskan materi sejelas mungkin kepada peserta didik. Apa saja yang harus saudara penuhi dalam membuat media OHT dan Slide presentasi untuk presentasi pembelajaran ? jelaskan alasan saudara. Sebutkan dan buat analisis masingmasing. Apa peranan penggunaan bahasa tubuh (non verbal) dalam proses pembelajaran. 75 . 2. 4. Latihan TUGAS : 1.

D. Pilihlah jenis huruf berikut ini yang menurut saudara paling tepat untuk membuat media OHT/Slide presentasi A. Pikiran dan Perasaan B.Soal Pilihan Ganda : 1. 76 . C. Pewarnaan yang paling tepat pada disain berikut menurut saudara adalah: A B C D . Menarik Minat. Hal ini karena media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar pesan. Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran B. Perhatian dan minat C. Media dalam pembelajaran harus didisain dengan baik dan menarik. (boleh memilih dua opsi yang tepat) 2. Menarik perhatian D. tetapi media juga perperan sebagai Perangsang: A. 3.

4. Disain yang paling tepat adalah A CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES B CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK C PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK D CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES 77 .

Effective Teaching in Higher Education. 1980. 1967. Pengertian dan Penerapannya di Indonesia. Haroldsen. 1996. Technology. M. Jakarta : Direktorat Pendidikan Umum Djelantik. G dan Atkins.. Media Pendidikan . C 2. D 5. New York: Longman Metheu. Reed H. ABCD 4.1992. Surabaya: Papyrus. USA: Harper & Row Publishers. Dauglas. Inc. 2003. The Defuinition of Educational Technology. B 4. D Daftar Pustaka AECT.Estetika Suatu Pengantar. Hamalik. Kemp Jerrold E dan Dayton Deane K.Penutup Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 1: 1. Englewood Cliffs. Art as Image and Idea. 1984. Downing and Michael Covington. 1995 : Penggunaan Alat Peraga. AB 2. 1983. 1977. Multimedia In The Classroom. . A 3. Program Media Fungsi dan Penggunaannya. 1985. & Edwin O. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. Bandung : PT Citra Aditya Bakti. Kamus Istilah Komputer. Task Force on Definition and Terminology.:Association for Educational Communication and Technology Blake. Washington DC. Planning & Producing Instructional Media. Agnew . AAM. 1987. Cara Pembuatan Media dan Alat Media Grafis. Edmud Burke. ABCD Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 2: Kunci : 1. tidak ada pilihan 7. 1999. Palmer W. New Jersey: Prantice Hall.Taksonomi Konsep Kumunikasi. Jakarta : Pustekom Depdikbud. Oemar 1989. Semarang : Proyek Peningkatan Guru IPS Kanwil Dekdikbud. Jakarta: Penerbit Erlangga Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Boston: 78 . Brown. B 6. C 3. Semarang : UPMSB IKIP Heri Subagyo. Feldman. Teknologi Komunikasi Pendidikan. Hartono Kasmadi . dkk.

Semarang: Uneversitas Negeri Semarang. Estetika: Makna. Semiotika Komunikasi. 2000. Agus.1986. Sachari. Bandung: Penerbit ITB. 2002. Jakarta: Pustekom Depdikbud. Bandung: Penerbit ITB. Susanto. 1994. Presentation Skills. Alex. Priyono Andreas. Sobur. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Yogyakarta: Kanisius. Filsafat Seni. No. ______________. Menimbang Ruang Mernata Rupa. Yogyakarta: Galang Press. 1991. Jakarta: Depdikbud. Media Pendidikan. Media Pendidikan.Diksi Rupa. Bandung: Rosdakarya. 1996. Pengembangan Media Instruksional. Jakarta : PT. _____. 1829-930X. 2003. 2002.Allyn and Bacon. A . Desain Media. Supatmo. 2000. Jakob. Rahardjo. 2004. Mikke. Raja Wali . 79 . Sadiman Arief S. Soemardjo. “Media Digital: Alternatif Media Seni Rupa Masa Kini” dalam Imajinasi Jurnal Seni FBS Universitas Negeri Semarang. Sukadi. edisi Juli 2004.. Simbol dan Daya.

BUKU AJAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS .

BAB I PENDAHULUAN A. Perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama dalam bidang elektronika berpengaruh pada kebutuhan tenaga kerja terampil. (a) rendahnya kemampuan lulusan. (d) hampir tidak ada industri yang memiliki divisi pelatihan tenaga kerja secara internal untuk dijadikan wadah pelatihan siswa SMK. Namun di satu sisi keluhan oleh kalangan industri terhadap rendahnya kualitas lulusan SMK merupakan fakta yang harus segera disikapi dengan tindakan berupa perbaikan berbagai aspek terutama pada aspek manajemen pengelolaan SMK yang di dalamnya termasuk keprofesionalan mengajar yang harus dilaksanakan oleh guru. (d) kualitas lulusan masih dianggap belum mampu memenuhi persyaratan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha / industri. (c) rendahnya dana pendidikan sehingga terbatasnya peningkatan fasilitas media pembelajaran. Latar Belakang Dalam menghadapi era perdagangan bebas. (e) tidak adanya sinkronisasi materi pelatihan yang baku antara SMK dengan industri. (c) masih banyak industri yang merasa terganggu dengan kehadiran siswa PKL. dalam bidang pendidikan kini terus dilakukan upaya peningkatan secara sistematis untuk menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas. Upaya ini dilakukan. Beberapa faktor yang dipandang sebagai penyebab rendahnya kualitas tersebut antara lain: (a) belum banyak industri yang ikut terlibat dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). (h) peranan pemerintah sebagai mediator antara sekolah dengan industri hampir 1 Penelitian Tindakan Kelas SMK . (g) kurikulum SMK disusun secara sepihak tanpa adanya keterlibatan industri. (b) lulusan baru dalam taraf siap latih dan bukan siap kerja. khususnya tenaga kerja tingkat operator (SMK). mengingat kualitas pendidikan khususnya SMK saat ini masih menghadapi banyak permasalahan antara lain. (b) keterampilan yang diajarkan sudah tidak sepadan dengan kebutuhan industri. (f) peran majelis sekolah tidak optimal.

menggunakan strategi dalam bentuk pengajaran gradual dalam pola remedial dan program pengayaan dengan sistem evaluasi berbentuk harian. masih banyak masalah yang dihadapi guru. metoda dan media mengajar serta pelaksanaan evaluasi juga masih banyak kekurangan. mengakibatkan rendahnya kualitas praktik yang dicapai mahasiswa. (3) kegiatan pembelajaran praktik hanya mengandalkan kegiatan praktik di bengkel kampus. dan (5) permasalahan yang ada pada pihak masyarakat pengguna tamatan. seperti dalam menyampaikan isi pembelajaran. khususnya dunia usaha/industri. Keterampilan mengajar yang dimiliki guru bersifat statis.tidak ada. KBK yang berorientasi pada pencapaian kompetensi standard (KS) dan kompetensi dasar (KD). blok dan portofolio untuk ketiga ranah. adalah suatu kelemahan yang sangat mendasar. (k) kurangnya pelatihan keterampilan yang diberikan kepada guru pengajar praktik. (4) kurangnya fasilitas dan dana operasional kegiatan praktik. (l) kualitas dan kuantitas peralatan praktik di SMK masih kurang dan ketinggalan jaman. Pemikiran ke arah inovasi sebagai upaya mengeliminasi faktor-faktor penghambat dan penyebab rendahnya kualitas lulusan SMK telah diupayakan oleh pihak pemerintah melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Hasil penelitian I Made Sudana (1998) di beberapa SMK Teknologi di Jawa Tengah. (1) lulusan tidak mampu menghasilkan tamatan yang berkualitas siap pakai. Demikian pula dalam pelaksanaannya. ( j ). menunjukkan bahwa dalam perencanaan pembelajaran PSG belum sepenuhnya mewujudkan keterkaitan dan kesepadanan. (2) dalam tahapan penyelenggaraan pendidikan masih sangat kuat adanya pengertian” pendidikan demi pendidikan” artinya pengajar seakan-akan sudah puas apabila pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas sesuai dengan program yang tercantum dalam kurikulum. nampaknya merupakan sebuah model pembelajaran sebagai langkah untuk menuju ke arah perbaikan kualitas 2 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Menurut Wardiman (1994) ada beberapa permasalahan dalam pendidikan kejuruan antara lain. (i) tidak berfungsinya Unit Produksi (UP) sebagai” replika industri” yang dapat dijadikan institusi pasangan di sekolah. baik pada tujuan maupun isi pembelajaran.

seperti minimumnya kemampuan pemerintah dalam meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya SMK. pengertian penelitian tindakan kelas. keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. karakteristik penelitian tindakan kelas. Deskriptif Penelitian Tindakan Kelas (class room action research) selanjutnya disingkat PTK dalam buku ajar ini membahas tentang . Seperti dikemukakan oleh Soewarni (1993) dan Sulaiman (1993). dalam penyelenggaraannya masih banyak dijumpai kendala. yang mungkin belum banyak dilakukan oleh guru di kelasnya. jenis-jenis penelitian tindakan kelas. bahwa tujuan penyelenggaraan pendidikan adalah menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan.dan sebuah statregi antisipatif dalam persaingan mutu tenaga kerja pada era globalisasi. 3 Penelitian Tindakan Kelas SMK prinsip-prinsip dalam melakukan . faktor pengajar menjadi sangat sentral dalam proses pembelajaran. karena seorang pengajar dituntut untuk mampu mengelola dan mengevaluasi proses belajar siswanya. Salah satu kendala yang sangat mempengaruhi kualitas lulusan secara keseluruhan adalah aspek pembelajaran. Namun dalam kenyataan. maka upaya perbaikan terhadap kualitas tenaga pengajar khususnya peningkatan kemampuan yang mencakup pengetahuan dan skill bagi guru-guru SMK sangat mutlak dilakukan agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah sebagai salah satu solusinya Berdasarkan kondisi di atas. untuk meningkatkan mutu keterampilan lulusan pendidikan. Perbaikan pada proses pembelajaran oleh guru kini nampaknya menjadi salah satu upaya pilihan yang mesti dilakukan yaitu melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). serta tujuan yang dinginkan dari penelitian tindakan kelas. Padahal menurut Bhattacharya dan Mandke (1992) bahwa pengajar seharusnya memahami tentang metodologi pengajaran. Menyadari keterbatasan ditinjau dari berbagai variabel. B. bagaimana konsep penelitian tindakan kelas.

Petunjuk Belajar Buku ajar ini hanya membahas garis-garis besar cara melakukan penelitian tindakan kelas. Kompetensi dan Indikator a) Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam buku ajar ini. persyaratan yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. di samping dari bahan buku ajar ini. E. Prasyarat Untuk memudahkan memahami bagaimana melakukan penelitian tindakan kelas. maka peserta dituntut untuk memahami pengetahuan tentang metodologi penelitian secara umum. penguasaan aplikasi teknik analisis statistik dan juga terutama dalam menginterprestasikan hasil analisis statistik yang dilibatkan nantinya. Menerapkan teori-teori penelitiaan tindakan kelas yang diberikan dalam pembelajaran ini 4 Penelitian Tindakan Kelas SMK .penelitian tindakan kelas. C. serta paham tentang tata cara menulis karya ilmiah yan diperlukan dalam menyusun proposal penelitian maupun pembuatan laporan akhir peneli-tian. langkah-langkah yang dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini. peserta diharapkan mempunyai kompetensi : 1. D. Kemampuan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan riil yang dihadapi di kelas 2. peserta diharapkan dapat menginventaris berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan yang selanjutnya dilakukan penajaman-penjaman sehingga peserta tidak akan kesulitan di dalam mengangkat sebuah permasalahan untuk dijadikan sebuah tema penelitian sampai melaporkan hasil akhir penelitian nantinya. Oleh karena itu untuk dapat memahami dan menerapkan petunjuk-petunjuk maupun konsep-konsep yang ada dalam buku ini.

Peserta mampu dalam mengidentifikasi dan menentukan tema penelitian. Menyusun proposal penelitian tindakan kelas 4. Peserta mampu menerapkan teknik analisis statistik yang tepat dalam proposal yang disusun 5. 5 Penelitian Tindakan Kelas SMK .3. 3. Peserta memiliki kemapuan menulis proposal penelitian tindakan kelas 4. Peserta dapat menunjukkan berbagai permasalahan yang ditemukan di kelas 2. Peserta mampu melakukan penelitian kelas sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada. Melakukan penelitian tindakan kelas berdasarkan permasalahan riil yang ditemukan di kelas b) Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1.

konsep penelitian tindakan kelas. Kompetensi dan Indikator 1). Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dalam melakukan PTK Pengantar Pada bagian ini dibahas tentang pengertian apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan kelas. langkahlangkah dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Dengan demikian setelah mempelajari materi ini. Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1. Memahami arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. 3. karakteristik penelitian tindakan kelas. Memahami karakteristik penelitian tindakan kelas 2).BAB II KONSEP PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. prinsip-prinsip dalam melakukan penelitian tindakan kelas. persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. jenis-jenis penelitian tindakan kelas. peserta akan mendapatkan gambaran yang lebih rinci tentang konsep PTK dan langkah-langkah pelaksanaannya. 6 Penelitian Tindakan Kelas SMK . kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini. Peserta dapat menjelaskan arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. Kompetensi Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan : 1. Mengidentifikasi jenis-jenis penelitian tindakan kelas. tujuan penelitian tindakan kelas. Peserta dapat menjelaskan karakteristik penelitian tindakan kelas 4. Peserta dapat menjelaskan jenis-jenis penelitian tindakan kelas 3.

dan merefleksikan tindakan baik secara manidiri maupun kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran 5. Pola Penelitian Tindakan Kelas Apa itu Penelitian Tindakan Kelas? Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang. Tujuannya memperbaiki pembelajaran 3. Apa manfaat PTK bagi guru? 1. Masalah berawal dari guru 2. Mengapa guru dianggap paling tepat untuk melakukan PTK ? 1. Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti. Meningkatkan profesionalitas guru 3.B. 1. Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya 7 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Temuan penelitian tradisional sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran 3. melaksanakan. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran 2. Guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya 2. Meningkatkan rasa percaya diri guru 4. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya. Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidahkaidah penelitian 4. PTK memiliki karakteristik sebagai berikut. Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya 4. Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik 5.

yang ditindak lanjuti dengan kegiatan nyata melalui penelitian tindakan kelas yang direncanakan dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. pengembangan melalui penelitian pembelajaran seperti penelitian tindakan kelas ( action research). Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan oleh guru sebagai usaha mengejar ketinggalan dunia lain yang sibuk menerapkan berbagai ekpserimen dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang dipandang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.PTK sebagai salah satu metode penelitian terdapat beberapa keterbatasan. Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalam pembelajaran. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian guru yang bersifat reflektif. pemerataan pendidikan. Peran guru yang bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering membuat sangat repot. Tidak mungkin melakukan generalisasi karena sample sangat terbatas 3. 8 Penelitian Tindakan Kelas SMK . yang kemudian di refleksikan sebagai alternatif pernecahan masalah. Artitinya penelitian guru berawal dari masalah-masalah yang di alami guru di dalam proses pembelajaran. Validitasnya yang masih sering disangsikan 2. Akhir-akhir ini di Indonesia berkembang penelitian tindakan kelas kelas. antara lain: 1. Berbagai upaya pembaharuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan antara lain peningkatan kurikulum melalui isi. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan program pembangunan pemerintah dalam rangka mengatasi keterbelakangan.

tiga atau lebih. sehingga mampu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. dua . 9 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Siklus penelitian kelas dapat bersifat spiral seperti berkut ini. perencanaan. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memiliki siklus .siklus atau perulangan-perulangan tertentu tindakan guru kelas. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam proses bersiklus yang terdiri empat tahapan. dan refleksi. observasi. pelaksanaan tindakan. R R R A A A P P P Keterangan : P = Plan A = Action/Observation R = Reflection Jumlah tahapan siklus yang akan dilakukan tergantung dari hasil perlakuan yang diperoleh.Apabila di dalam melaksanakan kegiatan nyata belum / tidak berhasil mencapai target hasil yang diharapkan atau menemukan masalah baru diperlukan kegiatan berikutnya yang dikenal dengan penelitian siklus sebagai cara pemecahan masalah dengan alternatif lain dan siklus-silkus selanjutnya sampai masalah dapat di atasi dengan tuntas. Jadi bisa satu tahapan.

Bentuk penelitian reflektif diri kolektif yang dilakukan pesertapesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka. ( Kemmis dan Taggart. Definisi Penelitian Tindakan kelas Penelitian tindakan kelas adalah : Intervensi skala kecil terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan yang cermat terhadap pengaruh intervensi tesebut ( Cohen dan Manion 1980 : 174 ).5-6 ). Bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat 10 Penelitian Tindakan Kelas SMK .. serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktikpraktik tersebut.Bentuk lain dari perencanaan di atas dapat gambarkan sebagai berikut: KONSTRUKTIF Perencanaan REKONSTRUKTIF Tindakan Refleksi Observasi (Wacana antar partisipan) (Praktik Dalam Konteks) 1. 1988 .

pemahaman mereka terhadap praktik tersebut. Peneliti diundang memasuki situasi yang telah ada dan kemudian peneliti melakukan diagnosa situasinya. serta memperbaiki kondisi praktik pembelajaran tersebut dilaksanakan (Pelatih Proyek PGSM. 2. 1999). Penelitian Tindakan Diagnostik yaitu penelitian yang dirancang guna menuntun kearah tindakan. memperdalam. Suatu bentuk penelaahan (incuiry) melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial untuk memperbaiki rasionalisasi dan kebenaran dari: praktik sosial atau kependidikan yang mereka lakukan sendiri. situasi di tempat praktik itu dilaksanakan. pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu.memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pem-belajaran di kelas secara profesional. 1992). Dalam bentuknya yang paling jelas penelitian tindakan diagnostik dapat dijelaskan sebagai berikut. 2. Empat jenis penelitian tindakan kelas itu adalah : 1. ( Suyanto. tiga. Suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. yang dilakukan oleh pelaku tindakan (pendidik). 1997 ). ( Stephen Kemmis. Penelitian jenis ini tumbuh dan berkembang karena dua kelemahan penelitian tindakan jenis pertama a) diagnostik tidak selalu mendorong dilakukannya tindakan b) keterlibatan tim peneliti dalam masyarakat terkait kurang menjamin pelaksanaan tindak- 11 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Jenis-jenis Penelitian Tindakan Kelas Para ahli peneliti pendidikan membagi Penelitian tindakan kelas berbeda-beda. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan penelitian yang bersifat reflektif. ada yang membagi menjadi empat jenis. Penelitian Tindakan Partisipan. atau dua jenis.

pema12 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Masalahnya adalah menemukan cara mana yang terbaik. Penelitian tindakan kelas selalu berfokus pada masalah yang riil yang muncul dari proses pembelajaran atau dunia kerja peneliti yang ada dalam tanggung jawabnya. Gagasan sentral penelitian tindakan partisipan ini adalah bahwa orang yang melakukan tindakan harus juga terlibat dalam proses penelitian awal. 2.an yang disarankan. Dengan demikian mereka itu tidak hanya dapat menyadari perlunya melaksanakan program tindakan tertentu akan tetapi secara jiwa dan raga akan terlibat dalam program tindakan tersebut. 4. Artinya masalah yang diteliti adalah masalah-masalah riil yang dialami guru sehari-hari bukan masalah yang direkayasa. Penelitian tindakan kelas selalu berorientasi pada pernecahan masalah. Proses penelitiannya pada pokoknya berkenaan dengan dengan penyimpanan catatan dan pengumpulan pengalaman dalam pekerjaan sehari-hari. Hampir selalu ada lebih dari satu cara untuk mencapai sesuatu. 3. Penelitian tindakan yang hanya menghasilkan suatu pengertian. Penelitian Tindakan Empiris. Penelitian tinclakan eksperimental. Ciri-ciri utama Penelitian tindakan kelas memiliki ciri utama: 1. Ciri-Ciri Penelitian Tindakan Kelas a. Gagasan dasar penelitian tindakan jenis ini adalah melakukan sesuatu dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi. Penelitian ini adalah penelitian yang menerapkan berbagai teknik tindakannya dengan efektif. 3.

Penelitian tindakan kelas memerlukan berbagai cara koleksi data. 4. Artinya tindakan pada penelitian ini melalui program yang cermat seperti jadwal rinci. Penelitian tindakan kelas bersifat kolaborasi. b. 6. berbagai cara pengumpulan data umumnya digunakan. skenario tindakan seperti pengamatan. Kedua. penelitian tindakan kelas adalah bersifat kolaboratif. alat ukur sebagai kontrol keberhasilan dari tindakan pemecahan masalah. karena tidak memecahkan masalah. Oleh karena itu pada penelitian tindakan kelas guru harus jujur dan peka bahwa benar-benar memiliki masalah dalam proses pembelajaran. aksi dari tindakan. Guru tidak harus sendirian berupaya memperbaiki proses pembelajarannya. Ciri-ciri lain dari penelitian tindakan kelas sebagai berikut: Pertama. Peneltian tindakan kelas adalah siklus (Cyclic). 3. 13 Penelitian Tindakan Kelas SMK . permasalahnnya diangkat dari dalam tempat guru mengajar yang benar-benar dihayati oleh guru sebagai masalah yang harus diatasi. Penelitian tindakan menegaskan pentingnya aksi dari setiap komponen dari sistem organisasi berkembang menjadi lebih baik. Penelitian tindakan kelas berorientasi pada peningkatan kualitas.haman dianggap tidak bermanfaat. orang yang melakukan.Untuk memenuhi prinsip kebenaran itu problem. 5. Artinya peneliti dapat bekerja sama dengan orang lain (dosen) dalam melakukan tindakan. bentuk tindakan. dan refleksi hasil dari tindakan. Masalah tidak berasal dari luar atau saran orang lain yang mengenal masalah yang terjadi di dalam kelas. Masalah penelitian bukan berasal dari hasil penelitian atau hasil kajian yang diluar penghayatan guru.

b. Artinya penelitian di kelas yang tanpa memberikan suatu tindakan apa-apa dikelas untuk memperbeik proses pennbelajaran bukan penelitian tindakan kelas. dosen. dan dilakukan guru sendiri ( bukan orang lain ) 14 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Usaha kolaboratif antara guru dan dosen (a collaborative effort between school teachers and teacher educators). 4. Penelitian yang dilakukan dikelas belum tentu merupakan penelitian kelas. Keterlibatan dosen LPTK dalam PTK bukanlah sebagai ahli pendidikan Yang tengah mengemban fungsi pembina guru. Artinya keinginan untuk melakukan penelitian muncul karena adanya adanya permasalahan praktis yang dihayati dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh guru sebagai pengelola program pembelajaran di kelas atau sebagai jajaran staf pengajar di sebuah sekolah. Penelitian tindakan kelas perlu didasari oleh permasalahan praktis yang dirasakan guru di dalarn kelas. atau guru lain. Pada umumnya dosen tidak mempunyai akses langsung.Guru dapat dibantu pakar pendidikan lain seperti pengawas. melainkan sebagai sejawat di samping sebagai pendidik calon guru yang seyogyanya memiliki kebutuhan untuk belajar dalam mengakrabi lapangan demi peningkatan mutu kinerjanya sendiri. maka PTK diselenggarakan secara kolaboratif dengan guru yang kelasnya dijadikan kancah PTK. penelitian tindakan kelas merupakan jenis penelitian yang mememuculkan adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar dikelas. Ketiga. Penelitian Tindakan Klas mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. c. made public). Oleh karena itu ciri kolaboratif ini harus secara konsisten tertampilkan sebagai kerjasama kesejawatan dalam keseluruhan tahapan penyelenggaraan PTK. Perbaikan proses pembelajaran dari dalam (an inquiry on practice from within). Bersifat reflektif (a reflective practice.

Lembar Kegiatan Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. Peserta meringkas bahan pelatihan yang telah dijelaskan oleh instruktur 2. Artinya guru dapat menempuh prosedur yang mudah dilakukan sendiri tanpa meninggalkan tugas sebagai guru yang baik. Penelitian tindakan kelas tidak boleh mengganggu kegiatan guru mengajar dikelasnya. Peserta mengidentifikasi persyaratan-persyaratan yang harus diperhatikan bila hendak melakukan PTK D. dengan metodologi yang tidak terlalu kaku namun tetap menekankan obyektivitas. merumuskan masalah.yang tidak mengetahui tentang hal-hal timbul dan yang terjadi di dalam kelas untuk memperbaiki proses pembelajaan secara langsung. setiap peserta ditugaskan untuk : 1. Penelitian kelas mempunyai prinsip-prinsip antara lain: a. Prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas . Latihan 1. 15 Penelitian Tindakan Kelas SMK . b. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. mengembangkan strategi pembelajaran C. Penelitian tindakan kelas tidak harus mandiri tetapi guru dapat berkolaborasi dengan dosen Lernbaga Pendidikan Tenaga Kependidikan maupun dengan teman sejawat sebagai mitra sejawat dalam penelitian ini. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang ciri-ciri dan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan PTK. Peserta mendiskusikan makna skema rancangan PTK secara mendalam 3. c. hipotesis meyakinkan. Metode yang digunakan harus cukup andal (reliable) yang memberi kemudahan guru mengidentifikasikan masalah. 5.

Pada dasarnya PTK tidak harus dilakukan oleh guru sendirian. Faedah apa yang dapat dipetik dengan model penelitian yang bersifat siklus dan reflketif ? 8. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil identifikasi masalah ! E. Jelaskan ciri-ciri yang dimiliki oleh PTK ? 16 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Kenapa PTK tidak tepat dilakukan oleh orang lain ? 5. Jelaskan makna dan fungsi dilakukannya PTK oleh seorang guru ? 4. Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah. PTK mempunyai ciri-ciri utama maupun ciri-ciri khusus.2. tetapi dapat bekerjasama dengan dosen LPTK sebagai mitra dan sejawat dalam upaya mencari strategi pemecahan masalah yang dihadapi oleh guru di kelasnya. Prinsip-prinsip apa aja yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan sebuah PTK ? 7. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Apa alasannya PTK selalu dirancang dalam bentuk tahapan siklus yang berulang-ulang ? 2. Tes Formatif 1. Apa tujuan dan manfaatnya jika dalam penelitian tindakan kelas dilakukan secara kolaboratif dengan pihak lain (dosen LPTK) ? 6. Rangkuman Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bermula dari temuan riil oleh calon peneliti di lapangan (kelasnya). Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memunculkan tindakan tertentu untuk proses perbaikan pembelajaran. F. yang semuanya harus dijadikan tuntunan dan pertimbangan oleh guru yang akan melakukan PTK. Apa hakekat utama dari penelitian tindakan kelas tersebut ? 3.

17 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

Peserta memahami cara menyusun laporan hasil penelitian 2) Indikator keberhasilan pengajaran ini: a. 18 Penelitian Tindakan Kelas SMK . pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan. Peserta mampu menyusun proposal PTK b. Peserta memahami prosedur menyusun proposal PTK b. Peserta memahami cara menganalisis data penelitian d. Peserta dapat membuat laporan PTK Pengantar Bagian ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan. Preserta dapat menggunakan teknik analisis data d. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksana-annya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. bentuk dan skenario tindakan. Peserta memahami rencana tindakan dalam melaksanakan PTK c. serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Peserta dapat membuat rancangan tindakan pelaksanaan PTK c. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan. Kompetensi dan Indikator 1) Kompetensi yang ingin dicapai dari pembelajaran ini : a.

(3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya. tujuan dan manfaat yang diharapkan. 19 Penelitian Tindakan Kelas SMK . strategi. baik pelaksanaan tindakan. media. (1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. konsep. (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK. Langkah-Langkah PTK a. Menyusun proposal PTK. maka dalam kegiatan ini meliputi beberapa kegiatan pokok. Oleh karena itu dalam rangka menyusun sebuah proposal. Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK. (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK. bahkan bersamaan. yaitu. (4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan.B. Sebelum melakukan penelitian seorang calon peneliti (guru) dituntut untuk menyusun proposal yang akan dijadikan panduan dalam melaksanakan kegitian penelitian. atau kiat tertentu. (5) memilih dan menyusun persfektif. b. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya. Pada dasarnya sebuah proposal penelitian berisi tentang penjelasan yang diawali dengan pemaparan latar belakang masalah yang ditemukan. sampai rancangan analisis data yang akan digunakan. (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan. pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan.

Setelah itu. pelaksanaan tindakan. Dalam kegiatan ini pertamatama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen. Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. tujuan. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah. rumusan masalah. pengamatan. maupun refleksi. perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran. Inilah bentuk laporan PTK. Menganalisis data Data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan. Diagnosis dan Penetapan Masalah Masalah PTK yang merupakan penelitian guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. dan kajian konsep atau teoritis. d.c. Oleh karena itu. Dosen baru-boleh 20 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 1. Menulis laporan PTK Kegiatan yang berkaitan penulisan laporan dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. diagnosis masalah hendaknya dilakukan oleh guru untuk dipecahkan. Pada kenyataannya dosen dapat diajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen.

3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa. dapat “ditindaki”. dan orang tua. atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. atau hipotesis tindakannya. dan “ditindaklanjuti”. 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar. (c) pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar. dan 4) memperbaiki metode evaluasi. Dari sekian banyak kemungkinan masalah. 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar. 2) mengembangkan kurikulum. Dalam kegiatan di kelas. misalnya 2 minggu atau satu bulan. Jadi. dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. dan 3) peralatan tertentu. 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. maupun (d) sebagai wahana peningkatan personal dan profesional. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu. (b) proses belajar-mengajar. 2) sumber-sumber lingkungan. PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar. rumusan masalahnya. 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif. masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”. serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. guru. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa. guru (bersama dosen) perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan peme21 Penelitian Tindakan Kelas SMK . guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan (a) pengelolaan kelas.mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya (salah satu bentuk penelitian kolaborasi).

aktif berpikir)? • Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya? •. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan guru (dan dosen) dapat berupa rumusan sebagai berikut: * Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar? Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa : • Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? Yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut.cahannya dalam penelitian yang akan dilakukan itu. Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama (oleh dosen dan guru) setelah menganalisis seluruh pilihan masalah. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. 22 Penelitian Tindakan Kelas SMK . • Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik. Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut. Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi? • Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif? Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. minat.

Guru menduga bahwa siswa kurang aktif dalam mengikuti proses belajar. di kelas.Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan?. ”minds on” maupun ”hearts on” ? 23 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya. baik secara ”hands on”. cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. Misalnya dipilih masalah sebagai berikut. bagaimana upaya mengatasinya. dan sekolah mana hal itu terjadi?” Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas. aktif secara utuh (sedapat mungkin ”hands on” atau ”minds on”. Masalah: Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas. Isu: Siswa kurang aktif di kelas. apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu. Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas? Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk : ”Masalah apa yang terjadi di kelas. Tujuan penelitian: Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini. Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah yang visible dapat diteliti. Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan atau yang mempertanyakan. bahkan juga kalau mungkin ”hearts on”).

Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep. penggunaan lingkungan sekitar sekolah. penggunaan sungai. Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah. gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih. Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem possing (memunculkan masalah). baik secara ”hands on”. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. 2. Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu. 24 Penelitian Tindakan Kelas SMK . ”minds on” maupun ”hearts on”.Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian. Bentuk dan Skenario Tindakan Menurut Herawati Susilo dan Kisyani Laksono (2007). Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru. strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). Biasanya tujuan penelitian dinyatakan dalam bentuk pointer-pointer. atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau yang lainnya. Lebih jauh dikatakannya dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. dan seterusnya).

instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal). nilai peserta didik berkisar pada angka 50). Dari sisi proses Dari sisi proses (bagan alirnya).3. 2).a. dan output (hasil). Instrumen untuk output Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. 3. misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal. proses (saat berlangsung). Akan tetapi. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati. 25 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Instrumen untuk input Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. Di samping itu. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. 3). format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. Instrumen untuk proses Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. 1). mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan. buku teks dalam kondisi awal. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal. Pengembangan Instrumen Untuk mengukur keberhasilan tindakan Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. dst.

Sejauh mungkin. Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. respon siswa terhadap lingkungan kelas. instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga). instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. b) tujuan. 1). catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. yaitu a) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas.1992). tentang organisasi kelas.b. instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom). c) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record). yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers). Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers) Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas. batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas. Dari sisi Hal yang Diamati Selain dari sisi proses (bagan alir). Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus.maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). 3. misalnya. dsb. dan d) pengamatan harus dilakukan secara objektif. Dari sisi hal yang diamati. dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann. 26 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

dsb. e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model). 2). Di samping itu. Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-. Whilst-. antara lain: a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events). h) Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students). pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation). antara lain: a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization). Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas. Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms) Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. and Post-Teaching Activities) . b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form). f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions). dan manajemen kelas.Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. 27 Penelitian Tindakan Kelas SMK . c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns). tata letaknya.

c) Format Bayangan (Shadowing Form). Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum. dsb. dalam kurun waktu tertentu. dsb 28 Penelitian Tindakan Kelas SMK . h) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection). dan seusai tindakan. mulai dari sebelum dilakukan tindakan. Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati. e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews). dan sesudah usai pembelajaran. saat tindakan diimplementasikan. i) Sosiogram. Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK.b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map). d) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students). 3). g) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory). f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies). b) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students). Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students). Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. f) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons). antara lain: a) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) . saat berlangsung. e) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart). c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms). d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment).

atau pemetaan kelas (cf. misalnya perilaku. kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. atau untuk melukiskan suatu proses . 29 Penelitian Tindakan Kelas SMK . tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang. Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif. daftar cek). Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format. alat perekam elektronik. penggambaran interaksi dalam kelas. jurnal harian. wajar.Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud: (a) Pedoman Pengamatan. Mills. 2004: 19). Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi. dapat pula dilakukan secara bebas. siswa. pendapat. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif. observasi aktivitas di kelas. catatan lapangan. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. kasus istimewa. atau wawasan . dan proses lainnya. aktivitas. dan peneliti berperan sebagai mitra. (b) Pedoman Wawancara Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi. Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal.

nilai peserta didik berkisar pada angka 50). Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan. 2004). bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. hasil karya peserta didik. 1997. Tim PGSM. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal. Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian. arsip. silabus. Sumarno. Mills. demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. hasil karya guru. 30 Penelitian Tindakan Kelas SMK . (e) Tes dan Asesmen Alternatif Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan. 1999. sikap.(c) Angket atau kuesioner Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali. maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). (d) Pedoman Pengkajian Data dokumen Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. Instrumen yang dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan. lembar kerja dll.

Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. atau jika memang perlu uji statistik). perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan. Validasi hipotesis Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis. Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan. mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi. b. interpretasi dengan acuan teori. Misalnya. apa yang kemudian terjadi. 1). c.4. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Dalam PTK. Validasi hipotesis 31 Penelitian Tindakan Kelas SMK . triangulasi. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas. atau pendapat guru. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi: a. Analisis Data Penelitian. menumbuhkan praktik. maka perlu dilakukan validasi. dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian. dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut 2).

norma. 5. triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. hasil observasi kegiatan guru.tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi. dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan. apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa. 3). Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria. Hal ini dilakukan dengan acuan teori. praktik. Penyusunan Laporan Penelitian Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data. jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek. Triangulasi. Interpretasi Data Penelitian Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif. Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. atau penilaian dan pendapat guru. dibandingkan dengan pengalaman. mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu. recek. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator 32 Penelitian Tindakan Kelas SMK . dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan. Saturasi.

Dengan kata lain.keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal. serta memper oleh data yang dapat digunakan untuk « menjawab » hipotesis yang dikemukakannya. pelaksanaan. seyogyanya tidak berdampak mengganggu komitmennya sebagai pengajar. Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan. termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3. Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data). saturasi dan triangulasi. sejauh mungkin harus digunakan prosedur pengupulan data yang dapat ditangani sendiri oleh guru sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas secara penuh. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajar-an. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1. mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya. 4). Masalah penelitian yang diusahakan oelh guru seharusnya merupakan masalah yang cukup merisaukannya. Paling terbuka untuk diperdebatkan metodologi yang digunakan harus cukup reliabel sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2. dan bertolak dari tanggung jawab 33 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 6. Pekerjaan utama guru adalah mengajar. 2). 3). dan apapun metode PTK yang kebetulan diterapkannya. yaitu 1). observasi dan evaluasi. Prinsip-Prinsip PTK Menurut Hopkins (1993) ada 5 prinsip yang menjadi ciri penelitian tindakan kelas.

Masalah yang diteliti atas dasar pengamatan guru yang mendesak untuk segera dipecahkan . serta tindakan yang akan dilakukan dalam upaya mengatasi masalah dan nilai manfaat. Judul Penelitian Judul penelitian hendaknya singkat. (b). metode mengajar. lama waktu penelitian dan biaya yang dibutuhkan dan sumber pendanaannya yang disyahkan dan disetujui oleh Pimpinan (Kepala Sekolah dan Kepala Dinas) sesuai dengan aturan yang berlaku. 34 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 7. (d). riwayat hidup peneliti. (c). Identitas peneliti dan anggota peneliti ( jika ada). tempat penelitian. guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. lembaran informasi. spesifik.profesionalnya. 5). misalnya pengembangan media. Gambarkan dengan jelas bila penelitian tersebut adalah bersifat kolaborasi. Halaman Pengesahan Bagian ini berisi tentang Judul. guru sendiri memiliki komitmen terhadap pengatasannya. materi. dsb. Dalam menyelenggarakan PTK. Latar Belakang Sampaikan dengan jelas masalah nyata yang terjadi di kelas dan diagnosis dengan cermat oleh guru kelas. inovasi isi kurikulum. Pada materi proposal penelitian antara lain berisi : (a). Bidang Kajian.Pada lembaran sampul dan informasi menyesuaikan aturan yang berlaku di Dinas Pendidikan setempat. biaya. Garis-Garis Besar Struktur Proposal PTK Proposal dapat dibuat mulai dari lembaran sampul. jadual kegiatan. tetapi jelas yang dapat menggambarkan masalah yang akan diteliti. Bidang Kajian Tuliskan bidang kajian yang diteliti.

(g). Rumusan Masalah Rumusan masalah sebaiknya berbentuk kalimat bertanya atau yang mempertanyakan. Pemecahan Masalah Uraikan pendekatan konsep yang akan digunakan di dalam memecahkan masalah yang diteliti sesuai kaidah penelitian tindakan kelas. Kajian Teori (Kepustakaan) Uraikan dengan jelas teori dan kajian buku-buku pustaka yang menumbuhkan gagasan yang melandasi penelitian yang diajukan. Hipotesis merupakan dugaan sementara si peneliti akan temuan yang dihasilkan dari penelitian yang akan dilakukan.(e). (k). (f). (h). Metode Penelitian Bagian ini sangat berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut : 1) tempat penelitian 2) lama waktu penelitian 3) teknik penentuan subyek penelitian 4) model dan jenis peneltiian 5) teknik dan alat pengambil data 6) teknik analisis yang akan digunakan 35 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Manfaat Penelitian Uraikan manfaat penelitisn dengan menampakkan potensi penelitian Itu guna perbaikan proses pembelajaran di kelas. Tujuan Penelitian Kemukakan dengan singkat engenai tujuan penelitian yang peneliti ingin capai dengan berdasar pada permasalahan yang dihadapi guru. jurnal yang relevan untuk dijadikan pijakan yang mampu menunjukkan ketetapatan tentang tindakan yang akan (j). Hipotesis Nyatakan bunyi hipotesis kerja yang dijadikan pijakan di dalam melaksanakan kegiatan penelitian. (i). Tunjukkan pula hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan.

Latihan 1. C. 4. Daftar Pustaka Bagian ini memuat sumber acuan dalam kajian teori yang digunakan pada setiap bagian laporan dengan menggunakan sistem penulisan yang runtut dapat dengan menggunakan aturan-aturan tata tulis ilmiah yang ada Daftar Pustaka di susun berdasarkan urutan abjad mulai dari « a » sampai « z » (n). (m). Lampiran. Simpulan dan Saran 1) Simpulan Uraikan hasil penelitian yang ditemukan dan simpulan mengarah pada upaya untuk menjawab tujuan penelitian yang telah dikemukakan. Tiap-tiap peserta ditugaskan maju di depan kelas untuk memaparkan salah satu hasil dari identifikasi masalah yang akan dijadikan tema PTK 3. data mentah. Saran hendaknya dinyatakan saran-saran dalam kalimat yang operasional. argumentasi dan saran untuk penyempurnaan tema. Peserta yang lain memberikan tanggapan. 36 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Setiap peserta diberi tugas menyusun rancangan proposal PTK yang akan dilaksanakan di sekolah masing-masing kelak. Lampiran dapat berupa daftar gambar. Peserta dibagi menjadi kelompok–kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan di kelas masing-masing 2.(l). 2) Saran Saran yang diberikan pada laporan penelitian berdasar pada temuan penelitian yang dianggap masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. instrumen dsb.

pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil satu buah rancangan proposal PTK! E.D. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang langkah-langkah dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas 2. Lembar Kerja Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini. Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan dengan anggota kelompok dan memilih satu di antara tema yang ada untuk diangkat sebagai tema PTK 4. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan. kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. setiap peserta ditugaskan untuk : 1. Menyusun calon proposal PTK berdasarkan tema yang telah ditetapkan 5. guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Mentabulasikan seluruh masalah yang telah diidentifikasi 3. Saran 37 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya. Rangkuman PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen.

Pertimbangan-pertimbangan apa saja yang harus diperhitungkan dalam PTK? 38 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu guru tidak hanya sekedar melaksanakan. Sebutkan garis besar struktur dari sebuah proposal PTK ! 5. F. saya ingatkan kembali bahwa profesi guru adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi. mau. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru yang mau mengembangkan keprofesionalannya. Tes Formatif 1. berikan alasan anda ! 3. Di hadapan para bapak-ibu guru yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru yang melaksanakan PTK. Kenapa PTK senantiasa diharuskan bersumber dari guru kelas ? 4. tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang. Akhir kata. dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. Apakah semua masalah dalam pembelajaran dapat diteliti dengan dengan PTK. Sebutkan langkah-langkah pokok dalam menentukan sebuah tema PTK ! 2. karenanya setiap guru harus selalu siap.lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian. pengalaman. artikel dan sumber-sumber mengenai penelitian tindakan kelas. dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru.

(1998). 8 (2). D. Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher New Jersey: Prentice Hall. J. Malang. R. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Jurnal Ekonomi Pembangunan UNM. Penelitian Tindakan Kelas. Herawati Susilo dan Kisyani Laksono. Mills. I Made. Dikti. Dikti. Developing Instructional Instruction. Menvi Prentice Hall. 1999. Dirjen Dikdasmen.. A Guide to Observation and Participation: In the Classroom. Forum Komunikasi FPK se Indonesia. Mekanisme Kerjasama SMK dan Dunia kerja/Industri di Jawa Tengah dalam menghasilkan sinkronisasi Kurikulum dan GBPP alternative. 2004.(2007). California: David’s lake Publishers. & Bergermann.DAFTAR PUSTAKA Bhattacharya. 126-131. Kebijakan dan Program Pengembangan Pendidikan kejuruan di Indonesia. Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Laporan Penelitian BBI.F & Beach. 1992. Geoffrey. E. 18 Desember di Surabaya Suwarni. Connecticut: The Dushkin Publishing Group. Action Research in Education. Jakarta: DP3M. (1994). (1987). Dikmenum. Wardiman. Depdikbud. 2003. S. Makalah Seminar Nasional.E. Inc. A. The International Journal of Engineering education. Depdikbud. K. Tim PGSM. (1993). Jakarta: Depdikbud. Tangal 28 Nopember Sistem Pemagangan dalam Penididikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. (1993).K & Mandke. Mager. Designing Interface Teaching Learning for Technical Education. Jakarta: Proyek PGSM. B. “Konsep Pelaksanaan Sistem Magang pada Sekolah Menengah Kejuruan”. Stringer. 18 Desember di Surabaya.M. Penelitian Tindakan Kelas. VV (1992). Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. V. 18 Desember di Surabaya. Reed. S. 1999. “Mekanisme Pelaksanaan Sistem Pemagangan dan Pendidikan Kejuruan”. Sulaiman. Sudana. Ernie. Columbus: Pearson. 39 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

Tujuan Penelitian 5. Daftar Pustaka G. Teknik Analisis Data E. Judul Penelitian B. Pendekatan Penelitian 3. Kajian Pustaka D. STRUKTUR PROPOSAL Halaman Judul Halaman Pengesahan A. Metode Penelitian 1. Simpulan dan Saran F. Teknik Pengumpulan Data 5. Pendahuluan 1. Latar Belakang 2. Manfaat Penelitian C. Permasalahan Penelitian 3. Variabel Penelitian 4. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Lampiran 40 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Rumusan Masalah 4.Lampiran 1.

Jabatan Struktural f. Telp. Biaya yang diperlukan : Rp. :. Sekolah 3. a. Alamat : c.. Nama Instansi : b. : :. 20. Jabatan Fungsional e. Bidang Ilmu : : c..Lampiran 2 Contoh Halaman Pengesahan HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS 1. Ketua Peneliti a.( ……………………………) Semarang.. Golongan/Pangkat/NIP d. :. : :. Kerjasama dengan Institusi lain: a. Ketua. Lokasi Pelatihan :. :. Kategori : 2. Mengetahui: Kepala Dinas Pendidikan ………. : 5. Fax / e-mail : 6. Judul b. ( ) ( ) 41 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Jumlah Anggota Panitia Nama Anggota 4. Nama Lengkap dan Gelar b. Lama Pelatihan : 7. Jenis Kelamin c.

Lampiran 3 Contoh Sampul Laporan Hasil Penelitian

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

JUDUL PENELITIAN

OLEH ......................................................

DIREKTORAT JENDRAL Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

(NAMA SEKOLAH) Kabupaten/Kota . ................................... Propinsi .................................................. Tahun

42 Penelitian Tindakan Kelas SMK

Lampiran 4. PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN

Bagian awal berisi: Halaman Judul Halaman Persetujuan Sari Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Bagian Isi BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian BAB II : KAJIAN PUSTAKA Bab III : METODE PENELITIAN 1. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Pendekatan Penelitian 3. Variabel Penelitian 4. Teknik Pengumpulan Data 5. Teknik Analisis Data BAB IV BAB V : HASIL DAN PEMBAHASAN : SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran C. Kelemahan Penelitian LAMPIRAN 43 Penelitian Tindakan Kelas SMK

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

BAB I. PENDAHULUAN A. Deskripsi
Buku Ajar mengenai “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini meliputi materi pembelajaran tentang penulisan artikel ilmiah, jenis dan struktur artikel ilmiah, artikel hasil pemikiran, artikel hasil penelitian, format tulisan, serta praktik penulisan artikel ilmiah. Secara garis besar, buku ajar ini mengantarkan peserta PLPG untuk memahami materi-materi tersebut di atas, namun demikian peserta juga diminta untuk menyusun draft penulisan artikel ilmiah di bidang kompetensi masingmasing. Hal ini mempunyai tujuan agar setelah pelaksanaan matapelajaran ini peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menyusun artikel ilmiah yang siap dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah yang tidak maupun terakreditasi. Buku ajar “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini mempunyai standar kompetensi dasar (1) mengenal penulisan artikel ilmiah; (2) mengenal perbedaan penulisan artikel ilmiah yang konseptual dan yang non konseptual; (3) mengenal format penulisan artikel ilmiah; dan (4) menyusun draft artikel ilmiah. Buku ajar ini mempunyai hubungan dengan buku ajar yang terutama adalah penelitian tindakan kelas. Karena standar kompetensi penelitian tindakan kelas adalah (1) mengenal metode penelitian tindakan kelas; (2) mengenal format laporan penelitian tindakan kelas, (3) menyusun draft proposal penelitian tindakan kelas. Jelas bahwa kompetensi dasar kedua mata pelajaran ini akan bersngkut paut, pada saat peserta PLPG berkeinginan untuk menuliskan hasil penelitian tindakan kelas ke dalam jurnal penelitian pendidikan.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

B. Petunjuk Pembelajaran
Peserta PLPG harus selalu aktif mengikuti proses pembelajaran di kelas. Peserta PLPG aktif berdiskusi dengan pelatih, menanyakan hal-hal yang belum dipahami, selanjutnya mendiskusikan dengan teman lainnya. Di samping itu, peserta pelatihan mencermati contoh-contoh yang telah disajikan oleh pelatih dan yang tersaji di dalam buku ajar ini. Kemudian peserta PLPG harus belajar menyusun suatu draft artikel ilmiah yang selaras dengan format yang tersaji di dalam buku ajar ini. Hasil draft itu selanjutnya digunakan untuk memenuhi tugas mata pelajaran ini, serta dimintakan pendapat dari pelatih. Saran-saran dari pelatih yang belum dipahami perlu

ditanyakan kembali kepada pelatih jika perlu meminta perbandingan dengan artikel yang telah termuat di dalam jurnal.

C. Kompetensi dan Indikator
1. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami kriteria penulisan artikel ilmiah; 2. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami jenis dan struktur artikel ilmiah; 3. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil pemikiran konseptual; 4. .Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil penelitian; 5. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan enumeratif; 6. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan esai; 7. Peserta mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam

menyusun draft artikel ilmiah.

BAB II. KEGIATAN BELAJAR I JENIS DAN STRUKTUR ARTIKEL ILMIAH
A. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Karya ilmiah tentu sudah merupakan bacaan yang sangat akrab dengan peserta PLPG. Sebagai guru, bapak dan ibu sudah sering membaca berbagai artikel, baik yang bersifat populer, ilmiah populer maupun yang memang benar-benar merupakan karya ilmiah. Berbekal pengalaman bapak dan ibu dalam memahami artikel ilmiah, bapak dan ibu akan mengkaji bentuk, sifat dan struktur karya tulis ilmiah. Berkaitan uraian di atas, maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar pertama ini, bapak dan ibu diharapkan mempunyai

kemampuan dalam: 1. Menjelaskan sifat artikel ilmiah; 2. Menjelaskan sikap ilmiah; 3. Menjelaskan bentuk, struktur dan sifat-sifat artikel ilmiah 4. Menjelaskan perbedaan artikel hasil pemikian konseptual dengan hasil penelitian

B. URAIAN MATERI Sesuai dengan namanya, artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal diharapkan memenuhi kriteria sebagai sebuah karya ilmiah. Kriteria ini adalah cerminan sifat karya ilmiah yang berupa norma dan nilai yang berakar pada tradisi ilmiah yang diterima secara luas dan diikuti secara sungguh-sungguh oleh para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah secara inherent harus menampilkan sifat-sifat dan ciri-ciri khas karya ilmiah tersebut yang mungkin tidak selalu harus dipenuhi di dalam jenis penerbitan yang lain. Pertama, penerbitan ilmiah bersifat objektif, artinya isi penerbitan ilmiah hanya dapat dikembangkan dari fenomena yang memang exist, walaupun kriteria

9-2 Penulisan Karya Ilmiah

eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya dapat berbeda antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu yang lain. Selain objektif, sifat lain karya ilmiah adalah rasional. Rasional menurut Karl Popper adalah tradisi berpikir kritis para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah juga membawa ciri khas ini yang sekaligus berfungsi sebagai wahana penyampaian kritik timbal-balik yang berkaitan dengan masalah yang dipersoalkan. Lain daripada itu, karena jurnal merupakan sarana komunikasi yang berada di garis depan dalam pengembangan IPTEKS, ia juga mengemban sifat pembaharu dan up-to-date atau tidak ketinggalan jaman. Selanjutnya, dalam menulis artikel ilmiah penulis hendaknya juga tidak mengabaikan komponen sikap ilmiah yang lain seperti menahan diri (reserved), hati-hati dan tidak over-claiming, jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi atau kepentingan-

kepantingan tertentu dalam menyampaikan pendapatnya. Semua sikap di atas, dilengkapi dengan keterbukaan dalam menyebutkan sumber bahan yang menjadi rujukannya, juga dipandang sebagai upaya penulis untuk memenuhi etika penulisan ilmiah. Artikel ilmiah mempunyai bentuk, struktur, dan sifat-sifat tertentu. Oleh karena itu, penulisannya harus mengikuti pola, teknik, dan kaidah-kaidah tertentu juga. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. Walaupun demikian, setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain, tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing. Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. Sesuai dengan tujuan penerbitannya, majalah ilmiah pada umumnya memuat salah satu dari hal-hal berikut: (1) kumpulan atau akumulasi pengetahuan baru, (2) pengamatan empirik, dan (3) gagasan atau usulan baru (Pringgoadisurjo, 1993). Dalam praktik halhal tersebut akan diwujudkan atau dimuat di dalam salah satu dari dua bentuk artikel, yaitu artikel hasil pemikiran atau artikel non penelitian dan artikel hasil penelitian. Ada beberapa jurnal yang hanya memuat artikel hasil penelitian, misalnya Journal of Research in Science Teaching yang terbit di Amerika Serikat dan Jurnal Penelitian Kependidikan terbitan Lembaga Penelitian Unversitas Negeri Malang. Akan tetapi sebagian jurnal biasanya memuat kedua jenis artikel: hasil pemikiran dan hasil penelitian. Selain itu, seringkali majalah ilmiah juga memuat resensi buku dan obituari. Pemuatan artikel hasil penelitian, artikel hasi pemikiran, resensi dan obituari ini sejalan dengan rekomendasi Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian

Kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (2000). Di dalam tulisan ini pembahasan akan dibatasi pada struktur dan anatomi dua jenis artikel saja yaitu artikel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian.

C. LEMBAR KEGIATAN 1. Alat dan Bahan a. Alat tulis; b. Laptop c. LCD proyektor; d. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

2. Langkah Kegiatan No. 1. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai, Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Kegiatan Waktu Metode

2.

Kegiatan Awal/Pendahuluan 2.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran; 2.2 Presensi peserta pelatihan, jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya, maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali; 2.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan; 2.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan bentuk, struktur dan sifat karya tulis ilmiah. 5 menit Curah pendapat, ceramah pemecahan masalah

3.

Kegiatan Inti 3.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian sifat artikel ilmiah; 35 menit Metode pemberian tugas dan

Penulisan Karya Ilmiah

9-5

3.2 Fasilitator memberikan ceramah tentang sikap ilmiah; 3.3 Fasilitator memberikan ceramah tentang bentuk dan struktur artikel ilmiah 3.4 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan; 3.5 Sharing dalam kelas mengenai sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 3.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat. 4. Kegiatan Akhir 4.1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu, tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 4.2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing; 4.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit

pendampingan

Refleksi

Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain. Oleh karena itu. RANGKUMAN Artikel ilmiah mempunyai bentuk. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai karakter sikap ilmiah. Hasil a. dan kaidah-kaidah tertentu juga. dan struktur karya tulis ilmiah. teknik. yang selanjutnya mempunyai kecenderungan positif jika dihadapkan pada kasus plagiariasme misalnya.9-6 Penulisan Karya Ilmiah 3. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. struktur. D. tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. penulisannya harus mengikuti pola. Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. c. b. setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai bentuk. dan sifat-sifat tertentu. . Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai sifat artikel ilmiah. Walaupun demikian. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing.

pendidikan b. bagian inti. TES FORMATIF 1. dan penutup b. dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. dan tidak memihak. simpulan c. Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada. penulis bersikap netral. sikap penulis b. kecuali a. rekomendasi penulis d. obyektif. pendahuluan. bagian inti. rangkuman dan tindak lanjut b. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia. struktur sajian d. penutup 3. Dalam karya tulis ilmiah. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari a. kecuali a. abstrak. kebudayaan c. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis. kecuali a. panjang tulisan c. simpulan d. pendahuluan. pendahuluan. simpulan umum c. inti (pokok pembahasan).Penulisan Karya Ilmiah 9-7 F. bagian inti. abstrak. abstrak. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah. simpulan dan saran 4. argumentasi . penggunaan bahasa 2. pemulung d. informatika 5. pada umumnya menyajikan tentang a. fakta atau kenyataan b. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal.

senjata makan tuan b. lampiran 8. kecuali a.9-8 Penulisan Karya Ilmiah c. panjang tulisan . Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah. teori yang diakui kebenarannya d. daftar pustaka b. memaparkan bidang ilmu tertentu b. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah a. daftar tabel d. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat a. merupakan deskripsi suatu kejadian c. menggunakan gaya bahasa resmi d. yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah? a. resmi b. seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. pengaruh gizi pada pertumbuhan anak d. personal 7. namun pada umumnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen a. impersonal d. abstrak c. Di antara judul berikut. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya. disajikan secara sistematis 9. baku c. kumbang cantik pengisap madu c. data empirik/hasil penelitian 6. pengaruh obat bius yang menghebohkan 10 . sistematika tulisan b. Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah.

struktur sajian suatu karya tulis ilmiah terdiri dari bagian awal.Penulisan Karya Ilmiah 9-9 c. Berdasarkan uraian itu. Tes Uraian 1. Setelah membaca uraian di atas. Jelaskan mengapa bapak dan ibu menyimpulkan seperti itu? 2. Coba jelaskan deskripsi masing-masing bagian dan apa bedanya dengan struktur sajian karya non ilmiah? . Secara umum. coba bapak dan ibu simpulkan bagaimana caranya mengenal karakteristik karya tulis ilmiah. pengarang 2. Sebutkan aspek-aspek yang dapat menggambarkan karakteristik suatu karya tulis ilmiahdan berikan penjelasan singkat untuk setiap aspek. inti. ragam bahasa yang digunakan d. dan bagian penutup. coba simpulkan karakteristik karya tulis ilmiah! 3.

Menjelaskan pembuatan judul karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Menjelaskan penulisan daftar pustaka karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian . Menjelaskan penulisan hasil penelitian karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian.BAB III. 3. Berkaitan uraian di atas. 5. Menjelaskan penulisan simpulan dan saran karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar yang kedua ini akan dibahas bagaimana menentukan kelayakan ide untuk dituangkan ke dalam tulisan serta struktur tulisan konseptual. Menjelaskan abstrak dan kata kunci karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Di samping itu akan dibahas juga teknik menulis karya tulis ilmiah atas dasar hasil penelitian. 2. KEGIATAN BELAJAR II ARTIKEL HASIL PEMIKIRAN DAN HASIL PENELITIAN A. Menjelaskan penulisan pendahuluan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 4. 6. Menjelaskan penulisan metode karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Pembahasan mengenai materi ini akan bermanfaat pada saat bapak dan ibu menulis artikel konseptual. 8. Menjelaskan penulisan pembahasan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 7. maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar kedua ini. bapak dan ibu diharapkan mempunyai kemampuan dalam: 1.

dan setelah disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang kuat bagi calon pembaca. nama penulis. dan daftar rujukan. Uraian singkat tentang unsur-unsur tersebut disampaikan di bawah ini. jelas. a. Judul Judul artikel hasil pemikiran hendaknya mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas. hasil-hasil penelitian terdahulu. Salah satu ciri penting judul artikel hasil pemikiran adalah . yang dituangkan dalam bentuk tulisan. baik yang sejalan maupun yang bertentangan dengan apa yang dipikirkannya. URAIAN MATERI 1. tetapi adalah hasil pemikiran analitis dan kritis penulisnya.Penulisan Karya Ilmiah 9-11 B. dan pikiran baru penulis tentang hal yang dikaji. Artikel hasil pemikiran biasanya terdiri dari beberapa unsur pokok. penutup. Pilihan kata-kata harus tepat. mengandung unsur-unsur utama masalah. Sumber-sumber yang dianjurkan untuk dirujuk dalam rangka menghasilkan artikel hasil pemikiran adalah juga artikel-artikel hasil pemikiran yang relevan. pendahuluan. abstrak dan kata kunci. jika memang ada. yang dikembangkan dari analisis terhadap pikiran-pikiran mengenai masalah yang sama yang telah dipublikasikan sebelumnya. bagian inti atau pembahasan. yaitu judul. artikel hasil pemikiran bukanlah sekadar kolase atu tempelan cuplikan dari sejumlah artikel. Jadi. Judul dapat ditulis dalam bentuk kalimat berita atau kalimat tanya. di samping teori-teori yang dapat digali dari buku-buku teks. Bagian paling vital dari artikel hasil pemikiran adalah pendapat atau pendirian penulis tentang hal yang dibahas. Dalam upaya untuk menghasilkan artikel jenis ini penulis terlebih dahulu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan permasalahannya. Atikel Hasil Pemikiran Artikel hasil pemikiran adalah hasil pemikiran penulis atas suatu permasalahan. apalagi pemindahan tulisan dari sejumlah sumber.

IX No. No.1) Interpreting Student’s and Teacher’s Discourse in Science Classes: An Underestimated Problem? (Journal of Research in Science Teaching Vol. analisis.2. Jika dikehendaki gelar kebangsawanan atau keagamaan boleh disertakan. No.) Di dalam contoh-contoh judul di atas seharusnya tercermin ciriciri yang diharapkan ditunjukan oleh artikel hasil pemikiran seperti provokatif. b. Jika penulis lebih dari dua orang. dan sintesis pendapat-pendapat para ahli atau pemerhati bidang tertentu. Perhatikan judul-judul artikel di bawah ini. Nama Penulis Untuk menghindari bias terhadap senioritas dan wibawa atau inferioritas penulis. (dan kawan-kawan). Hal ini penting karena artikel hasil pemkiran pada dasarnya bertujuan untuk membuka wacana diskusi. hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan disertai tambahan dkk. dan analitik. .9-12 Penulisan Karya Ilmiah bersifat ”provokatif”. Nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki atau dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki atau di dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki tidak mencukupi. argumentasi. dan lakukan evaluasi terhadap judul-judul tersebut untuk melihat apakah kriteria yang disebutkan di atas terpenuhi. dalam arti merangsang pembaca untuk membaca artikel yang bersangkutan. 33. argumentative. 1) Repelita IV: A Cautious Development Plan for Steady Growth (Kaleidoscope International Vol. nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar profesional yang lain. Membangun Teori melalui Pendekatan Kualitatif (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. Nama lembaga tempat penulis bekerja sebagai catatan kaki di halaman pertama.

Abstrak dan Kata Kunci Abstrak artikel hasil pemikiran adalah ringkasan dari artikel yang dituangkan secara padat. sehingga (calon) pembaca tertarik untuk meneruskan pembacaannya. yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang terkait dengan ranah permasalahan yang dibahas dalam artikel. quantitative study. A qualitative study takes several stage in generating theories. kata-kata kunci hendaknya diambil dari tresaurus bidang ilmu terkait. Key words: qualitative study. Abstrak hendaknya juga disertai dengan 3-5 kata kunci. Ciri-ciri umum artikel hasil pemikiran seperti kritis dan provokatif hendaknya juga sudah terlihat di dalam abstrak ini. Business transaction pattern and market characteristic.Penulisan Karya Ilmiah 9-13 c. Jika dapat diperoleh. In fact these two approaches serve different purposes. tetapi juga dari tubuh artikel walaupun ide-ide atau konsep-konsep yang diwakili tidak secara eksplisit dinyatakan atau dipaparkan di dalam judul atau tubuh artikel. and other related quantitative values can be more appropriately investigated through quantitative study. theory development . bukan komentar atau pengantar penulis. Format lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan margin kiri menjorok masuk beberapa ketukan). Dengan membaca abstrak diharapkan (calon) pembaca segera memperoleh gambaran umum dari masalah yang dibahas di dalam artikel. Perlu diperhatikan bahwa kata-kata kunci tidak hanya dapat dipetik dari judul artikel. diketik dengan spasi tunggal. A qualitative study is often contrasted with its quantitative counterpart. for example. Abstract: Theory Generation through Qualitative Study. Perhatikan contoh abstrak dan kata-kata kunci berikut ini. Panjang abstrak biasanya sekitar 50-75 kata yang disusun dalam satu paragraf. frequencies. while their tendencies. These two approaches are more often inappropriately considered as two different schools of thought than as two different tools. can be investigated through qualitative study.

Dari kajian terhadap berbagai tulisan dan hasil penelitian disebutkan di muka terlihat masih terdapat beberapa hal yang belum jelas benar atau setidak-tidaknya masih menimbulkan keraguan mengenai sebab-sebab menurunnya mutu partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan. Di Amerika Serikat dalam tingkat pendidikan tinggi dikenal apa yang disebut “Land-Grant Universities. dengan analisis ini kekurangan analisis terdahulu dapat dikurangi dan dapat disusun penjelasan baru yang lebih komprehensif. Pendahuluan Bagian ini menguraikan hal-hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan (konteks) bagi permasalahan yang akan dibahas.9-14 Penulisan Karya Ilmiah d. Catatan sejarah pendidikan di negara-negara maju dan dikelompokkelompok masyarakat yang telah berkembang kegiatan pendidikan menunjukan bahwa keadaan dunia pendidikan mereka sekarang ini telah dicapai dengan partisipasi masyarakat yang sangat signifikan di dalam berbagai bentuk. Sebagian ahli berpendapat bahwa sistem politik yang kurang demokratis dan budaya masyarakat paternalistik telah menyebabkan rendahnya partisipasi. misalnya dengan menonjolkan hal-hal yang kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan permasalahan yang terkait dengan artikel-artikel atau naskah-naskah lain yang telah dipublikasikan terdahulu..”dst. Sementara itu penulis-penulis lain lebih memfokus pada faktor-faktor ekonomi. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli yang berkaitan dengan menurunnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan.. Dalam artikel-artikel ini akan dibahas kemungkinankemungkinan menurunnya partisipasi masyarakat tersebut berdasarkan analisis ekonomi pendidikan. Diharapkan.. Partisipasi masyarakat merupakan unsur yang paling penting sekali bagi keberhasilan program pendidikan. .. Bagian pendahuluan ini hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat (1-2 kalimat) tentang hal-hal pokok yang akan dibahas dan tujuan pembahasan. Perhatikan tiga segmen bagian pendahuluan dalam contoh di bawah ini.

yang membuka kesempatan bagi penulis untuk menampilkan wacana penurunan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan dari sudut pandang yang lan. Tinjauan dari berbagai sudut pandang telah menghasilkan kesimpulan yang beragam. Bagian Inti Isi bagian ini sangat bervariasi. komparasi. dan kritis dengan sistematika yang runtut dan logis. tergantung kepada kecukupan kebutuhan penulis untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. Banyaknya subbagian juga tidak ditentukan. . sejauh mungkin juga berciri komparatif dan menjauhi sikap tertutup dan instruktif. any consideration of the theoretical implementation must start by attempting to resolve the aims and intentions of this cultural practice…(Dari Osborne. analitik. e. Penggunaan subbagian dan sub-subbagian yang terlalu banyak juga akan menyebabkan artikel tampil seperti diktat. dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan. Perhatikan contoh-contoh petikan bagian inti artikel berikut ini. argumentasi. lazimnya berisi kupasan. perlu dijaga agar tampilan bagian ini tidak terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti diktat. Walaupun demikian. Science earns its place on the curriculum because there is cultural commitment to the value of the knowledge and the practices by which this body of ideas has been derived. analisis. Di antara sifat-sifat artikel terpenting yang seharusnya ditampilkan di dalam bagian ini adalah kupasan yang argumentatif. 1996:54).Penulisan Karya Ilmiah 9-15 Di dalam petikan bagian pendahuluan di atas dapat dilihat alur argumentasi yang diikuti penulis untuk menunjukan masih adanya perbedaan pandangan tentang menurunnya partisipasi masyarakat di dalam pengembangan pendidikan. keputusan. Hence.

or ‘lying’ about…. walaupun kesadaran akan perlunya perubahanperubahan tertentu sudah secara luas dirasakan. but because we are constructing truth within a shifting. (2) Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktek-praktek pendidikan. kalangan pendidikan sendiri tidak dengan cepat mengantisipasi. We. but…dan seterusnya. or “lying” about what we have learned. Jika memang dianggap tepat bagian terakhir ini dapat dilihat pada berbagai . 1997:5) Di dalam contoh-contoh bagian inti artikel hasil pemikiran di atas dapat dilihat dengan jelas bagian yang paling vital dari jenis artikel ini yaitu posisi atau pendirian penulis.9-16 Penulisan Karya Ilmiah Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktik-praktik pendidikan adalah suatu keharusan jika dunia pendidikan Indonesia tidak ingin tertinggal dan kehilangan perannya sebagai wahana untuk menyiapkan generasi masa datang ironisnya. secara ringkas. Hesrh dan McKibbin (1983:3) menyatakan bahwa sebenarnya banyak pihak telah menyadari perlunya inovasi…(Dari Ibnu. at witnesses. are producing simulation whitin discorses. where production was the cornerstone. Banyak juga penulis yang berusaha menampilkan segala apa yang telah dibahas di bagian terdahulu. We are fabricating words. any consideration of the theoretical base of science and its practical implementation must start by…. 1996:2) John Hassard (1993) suggested that. but always limited discourse. mengembangkan dan mengambil inisiatif inovasi yang diperlukan. ‘Unlike modern industrial society. adalah suatu keharusan jika…. not because we are “falsyfaying” data. Sebagian penulis menyertakan saran-saran atau pendirian alternatif. seperti terlihat di dalam kalimatkalimat: (1) Hence.’ (Dari Ropers-Huilman. in the post modern society simulation structure and control social affairs. (3)…We are fabricating words not because …. Penutup atau Simpulan Penutup biasanya diisi dengan simpulan atau penegasan pendirian penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya. f.

then its current omission is a problem that needs to be seriously addressed. Namun demikian kemampuan politik saja tidak cukup tanpa disertai keberanian politik. then it seems crucial that any intervention should pay attention not only to ways of enhancing the argument skills of young people.Penulisan Karya Ilmiah 9-17 artikel jurnal. M. misi bagian akhir ini pada dasarnya sama: mengakhir diskusi dengan suatu pendirian atau menyodorkan beberapa alternatif penyelesaian. awareness. Hal tersebut terjadi sebagai reaksi atas permasalahan konglomerasi di Indonesia. Semangat untuk berpihak pada pengembangan usaha berskala menengah dan kecil perlu terus digalakkan. to continue with current approaches to the teaching of science would be to misrepresent science and its nature. but also improving teachers’ knowledge. science and technology have ascended to ascended to a position of cultural dominance. Pada saat ini nampak sudah ada political will dari pemerintah kita terhadap kegiatan ekonomi berskala menengah dan kecil. Hatta dalam konsep Demokrasi Ekonomi berlandaskan pada tiga hal. dan (c) organisasi ekonomi yang mendasarkan azas bersama/koperasi. 1994:330-331) if. studying the role of . yaitu: (a) etika sosial yang tersimpul dalam nilai-nilai Pancasila. Perlu diupayakan hubungan kemitraan yang baik antara pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. For in the light of our emerging understanding of science as social practice. Konsep pemikiran tentang Demokrasi Ekonomi pada prinsipnya adalah khas Indonesia. (Dari Supriyanto. Given that. menurut Dr. (b) rasionalitas ekonomi yang diwujudkan dengan perencanaan ekonomi oleh negara. for good or for ill. If his pattern is to change. Walaupun mungkin terdapat beberapa perbedaan gaya penyampaian. sehingga tingkat kesejahteraan seluruh msyarakat dapat ditingkatkan. argumentation has a central role play in science and learning about science. as has been discussed in this article. with rhetoric and argument as a central feature. and competence in managing student participation in discussion and argument. Isu tentang pelaksanaan Demokrasi Ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia menjadi menarik dan ramai pada era tahun 90-an. Perhatiakan contoh-contoh berikut.

Such an effort would seem well advisedboth for science and its relationship with the public. and the public and its relationship with science. Tata aturan penulisan daftar rujukan bervariasi. Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian sering merupakan bagian yang paling dominan dari sebuah jurnal. yang dipersiapkan dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tetap menampilkan secara lengkap semua aspek penting penelitian. misalnya. termasuk kategori jurnal yang semata-mata memuat hasil penelitian. tergantung gaya selingkung yang dianut. Berbagai jurnal bahkan 100% berisi artikel jenis ini. Walaupun demikian. (Dari Driver. dan Journal of Research in Science Teaching. 2000:309) g. Sebaliknya. Newton & Osborne. Jurnal Penelitian Kependidikan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang. laporan penelitian harus disusun kembali agar memenuhi tata tampilan karangan sebagaimana yang dianjurkan oleh dewan penyunting jurnal yang bersangkutan dan tidak melampaui batas panjang karangan. artikel hasil penelitian bukan sekadar bentuk ringkas atau ”pengkerdilan” dari laporan teknis. 2. . Sebelum ditampilkan sebagai artikel dalam jurnal. semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan. harus senantiasa diperhatikan bahwa tata aturan ini secara konsisten diikuti dalam setiap nomor penelitian.9-18 Penulisan Karya Ilmiah argument in science offers a means of prying open the black box that is science. tetapi dalam format artikel yang jauh lebih kompak dan ringkas daripada laporan teknis aslinya. Daftar Rujukan Bahan rujukan yang dimasukan dalam daftar rujukan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam tubuh artikel. tetapi merupakan hasil kerja penulisan baru. Jadi.

abstrak dan kata kunci. 24-28 March 1997). pembahasan. harus dijaga agar judul artikel tidak menjadi terlalu panjang. No. Variabel-variabel penelitian dan hubungan antar variabel serta informasi lain yang dianggap penting hendaknya terlihat dalam judul artikel. hasil penelitian. Undergraduate Science Students’ Images of the Nature of Science (Research presented at the American Educational Research Association Annual Conference. judul artikel umumnya terdiri dari 5-15 kata. kesimpulan dan saran. dan daftar rujukan.Penulisan Karya Ilmiah 9-19 Bagian-bagian artikel hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal adalah judul. a. Effect of Knowledge and Persuasion on High-School Students’ Attitudes towards Nuclear Power Plants (Journal of Research in Science Teaching Vol. Chicago. terutama dengan terlihatnya variabel-variabel utama yang diteliti seperti yang diperlihatkan pada judul yang pertama dan ketiga. Pengaruh Metode Demonstrasi Ber-OHP terhadap Hasil Belajar Membuat Pakaian Siswa SMKK Negeri Malang (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. Walaupun demikian. Sebagaimana judul penelitian. metode. Jika dibandingkan judul-judul di atas. Judul Judul artikel hasil penelitian diharapkan dapat dengan tepat memberikan gambaran mengenai penelitian yang telah dilakukan. Berikut adalah beberapa contoh. nama penulis. Issue 1).1). akan sgera tampak perbedaannya dengan judul artikel hasil pemikiran. . bagian pendahuluan.32.

and 69. Key words: mathematic teaching. Tekanan terutama diberikan kepada hasil penelitian.9-20 Penulisan Karya Ilmiah b. Sixty nine point five percent of the teachers got more than 65 arithmetic. from the point of view of the teacher mastery of the subject. Kabupaten Malang were given a test in mathematic which was devided in to two part. subject mastery. arithmatics and geometry. tidak ada keharusan kata-kata kunci diambil dari variabelvariabel penelitian atau dari kata-kata yang tercantum di dalam judul artikel. Kata-kata kunci menggambarkan ranah masalah yang diteliti. A minimum mastery score of 65 was set for those who would be classified as in adequate readiness as mathematics teachers.8% of the teachers obtained scores of more than 65 in geometry. . Contoh abstrak: Abstract: The aim of this study was to asses the readiness of elementary school teachers in mathematic teaching.5% gained scores of more than 65 scores in both geometry and arithmetics. Forty two elementary school teachers from Kecamatan Jabung. c. dan hasil penelitian. The result of the study indicated that 78. metode yang digunakan. Masalah yang diteliti ini sering tercermin dalam variable-variabel penelitian dan hubungan antara variable-variabel tersebut. Those who obtained scores of less than 65 were classified as not in adequate readiness in teaching. Abstrak dan Kata Kunci Dalam artikel hasil penelitian abstrak secara ringkas memuat uraian mengenai masalah dan tujuan penelitian. Walaupun demikian. Panjang abstrak lebih kurang sama dengan panjang artikel hasil pemikiran dan juga dilengkapi dengan kata-kata kunci (3-5 buah). teaching readiness. Nama Penulis Pedoman penulisan nama penulis untuk artikel hasil pemikiran juga berlaku untuk penulisan artikel hasil penelitian.

Rancangan eksperimen pretest-posttest control group design digunakan dalam penelitian ini. Pencatatan dilakukan tidak langsung tetapi ditunda sampai peneliti dapat ”mengasingkan diri” dari anggota masyarakat sasaran.. Kadang-kadang juga dimuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Subsubbagian di atas umumnya (atau sebaiknya) disampaikan dalam format esei dan sesedikit mungkin menggunakan format enumeratif. sasaran atau target penelitian (populasi dan sampel). Subjek penelitian dipilih secara random dari seluruh siswa kelas 3 kemudian . Materi pokok bagian ini adalah rancangan atau desain penelitian. wawasan. Penyajian bagian pendahuluan dilakukan secara naratif.Penulisan Karya Ilmiah 9-21 d. dan teknik analisis data. Peneliti terjun langsung ke dalam keidupan masyarakat desa. Pemisahan dilakukan dengan penggantian paragraf. dan tidak perlu pemecahan (fisik) dari satu subbagin ke subbagian lain. Bagian ini terutama berisi paparan tentang permasalaha penelitian. dan rencana penulis dalam kaitan dengan upaya pemecahan masalah. Metode Bagian ini menguraikan bagaimana penelitian dilakukan. Informasi yang diberikan dari informan kunci diuji dengan membandingkannya dengan pendapat nara sumber yang lain.. Pendahuluan Banyak jurnal tidak mencantumkan subjudul untuk pendahuluan. ikut serta melakukan berbagai aktivitas sosial sambil mengumpulkan data yang dapat diamati langsung di lapangan atau yang diperoleh dari informan kunci. teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen. dan rangkuman kajian teoretik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. e. Analisis dengan menggunakan pendekatan. misalnya: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan observasi partisipatori. tujuan penelitian.

Analisis data dilakukan dengan. Grafik dan tabel harus dibahas dalam tubuh artikel tetapi tidak dengan cara pembahasan yang rinci satu per satu.9-22 Penulisan Karya Ilmiah secara random pula ditempatkan ke dalam kelompok percobaan dan kelompok control. Penyajian hasil yang cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian Contoh: Jumlah tulisan dari tiga suku ranah utama yang dimuat di dalam berbagai jurnal... Literacy Teori & Pengaj. Jumlah ranah Lain-lain 3 suku 1994 7 5 2 1995 7 3 12 1996 13 14 1 1997 6 6 5 Jumlah 32 28 20 80 46 . Pengujian hipotesis dan penggunaan statistik tidak termasuk yang disajikan. Data diambil dengan menggunakan tes yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh Lembaga Pengembangan Tes Nasional. dalam kurun waktu satu sampai empat tahun dapat dilihat dalam Tabel 1. f. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih. Tabel 1 Distribusi Jumlah Tulisan dari Tiga Suku Ranah Pendidikan Sains yang Dimuat dalam Berbagai Jurnal antara Januari 1994-Juli 1997 Suku ranah Konsep Sci. Hasil Penelitian Bagian ini memuat hasil penelitian. Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik (atau bentuk/format komunikasi yang lain). tepatnya hasil analisis data.

mengintepretasikan temuan... dan penelitian lanjutan. Saran dapat mengacu kepada tindakan praktis. . Pembahasan Bagian ini merupakan bagian terpenting dari artikel hasil penelitian. mengaitkan temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan. Dari kedua hal ini dikembangkan pokokpokok pikiran (baru) yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Penulis artikel dalam bagian ini menjawab pertanyaanpertanyaan penelitian dan menunjukan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh. pengembangan teori baru. dan memunculkan ”teori-teori” baru atau modifikasi teori yang telah ada. g. h. Kebenaran dari berbagai hal tersebut ternyata tidak berlaku secara universal tetapi kondisional. Simpulan dan Saran Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Hal ini sesuai dengan teori selektive cases dari Lincoln (1987:13) yang menyatakan bahwa. hal ini menunjukan bahwa.dst. Gejala-gejala kenakalan remaja tertentu hanya muncul apabila kondisi lingkungan sosial setempat mendukung akan terjadinya bentuk-bentuk kenalan terkait. Contoh: Dari temuan penelitian yang diuraikan dalam artikel ini dapat dilihat bahwa berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kenakalan remaja yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi goyah.Penulisan Karya Ilmiah 9-23 Dari Tabel 1 di atas terlihat bahwa frekuensi pemunculan artikel dari tiga suku ranah tersebut di atas jauh melebihi suku-suku ranah yang lain... yaitu 80:46. Saran hendaknya dikembangkan berdasarkan temuan penelitian.

dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. Daftar Rujukan Daftar rujukan ditulis dengan menggunakan pedoman umum yang juga berlaku bagi penulis artikel nonpenelitian. Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif. dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah.9-24 Penulisan Karya Ilmiah i. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan baku. Artikel hasil penelitian. Penutup Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. dilain pihak. kritis. up to date. Selain itu. dapat gaya selingkung masing-masing jurnal terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi. rasional. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. jujur. . 3. Walaupun demikian.

5 menit Curah pendapat. LEMBAR KEGIATAN 1. 2. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai.2 Presensi peserta pelatihan. Alat dan Bahan a. Kegiatan 1. d.Penulisan Karya Ilmiah 9-25 C. jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran. ceramah pemecahan masalah .3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2. b. Kegiatan Awal/Pendahuluan 2. Alat tulis. Langkah Kegiatan No. Laptop c. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah. 2. maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali. 2. LCD proyektor.

9-26 Penulisan Karya Ilmiah 2.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat.3 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan.4 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual. 3. 3.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual 3. Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan 10 menit Refleksi 35 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan .2 Fasilitator memberikan ceramah tentang penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian. tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. 4. Kegiatan Inti 3. Kegiatan Akhir Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan artikel ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran konseptual dan hasil penelitian.5 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian 3. 3. 3.

Artikel hasil penelitian. dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti. dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan jurnal baku. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian.Penulisan Karya Ilmiah 9-27 pengalaman setelah dilakukan sharing. Walaupun demikian. Hasil a. b. Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi. dilain pihak. dapat gaya selingkung masing-masing . Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 3. D. Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut. RANGKUMAN Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran.

kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. kesimpulan referensi . persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama 3. data. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. jujur. Artikel dapat dikelompokkan menjadi a. up to date.9-28 Penulisan Karya Ilmiah terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. kritis. judul pendahuluan. salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah a. kesiapan ide untuk didiskusikan d. diskusi. artikel laporan dan artikel rujukan b. artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan 2. dan referensi b. judul. diskusi. artikel hasil telaahan dan artikel teoritis d. abstrak. referensi c. F. kelayakan ide untuk dipublikasikan b. dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. judul. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. TES FORMATIF 1. pembahasan. Selain itu. rasional. abstrak. artikel konseptual dan artikel teoritis c. Dari sudut ide. wacana tentang ide yang sedang berkembang c. Tulisan analisis konseptual terdiri dari a. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. pendahuluan.

Dalam suatu artikel konseptual. Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek a. melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian 8. pendahuluan. referensi 4. abstrak b. gaya tulisan . referensi 5. diperlukan dalam pengembangan tulisan 6. Apa kesimpulan yang dapat ditarik? d. perlu dibaca pembaca c. nada tulisan c. menjelaskan partisipan b. pendahuluan c. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan? 7. mengapa konsep itu dibahas? c. bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian a. diskusi d. Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini a. pernah dibaca penulis b. judul. Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah a.Penulisan Karya Ilmiah 9-29 d. memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel d. panjang tulisan b. apa inti teori/konsep yang dibahas? b. pembahasan. dimuat dalam badan tulisan d. menulis masalah yang sudah pernah dibahas c. temuan. Referensi memuat semua rujukan yang a.

Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian 2. bahasa tulisan 9. Rekomendasi untuk judul adalah a. 8-10 kata b. pendahuluan b. 15-30 kata 10. 12-15 kata d. Tes Uraian 1. Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian. kontribusi penelitian dapat dilihat di bagian a. Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian! 3. metode c. 10-12 kata c.9-30 Penulisan Karya Ilmiah d. diskusi 2. telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu! . hasil d. Carilah salah satu artikel hasil penelitian.

Dengan digunakannya format esai diharapkan pembaca memperoleh kesan seolah-olah berkomunikasi langsung. dan secara aktif berdialog dengan penulis. URAIAN MATERI 1. Bandingkan dua format petikan berikut: . KEGIATAN BELAJAR III PRAKTIK PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH A. indikator kegiatan belajar ketiga ini adalah: 1. B. Dengan demikian peserta PLPG diharapkan mempunyai keterampilan dalam menyusun karya tulis ilmiah yang dapat dikirimkan kepada pengelola jurnal penelitian pendidikan (JIP). 3. Oleh karena itu. Mengenai Format Tulisan Semua bagian artikel yang dibicarakan di atas ditulis dalam format esai.BAB IV. 2. Penggunaan format esai dalam penulisan artikel jurnal bertujuan untuk menjaga kelancaran pembacaan dan menjamin keutuhan ide yang ingin disampaikan. Pada kesempatan ini akan dicontohkan beberapa petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan. membuat karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar kedua telah disajikan bagaimana teknik menulis karya tulis ilmiah yang bersifat hasil pemikiran dan hasil penelitian. Pada kegiatan belajar yang ketiga ini berisi mengenai latihan peserta PLPG dalam menulis karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian. mengenal format penulisan enumeratif. mengenal format penulisan esay.

c. Berkas (file) pada naskah pada disket dibuat dengan program olah kata WordStar.9-32 Penulisan Karya Ilmiah Format Enumeratif Sesuai dengan lingkup penyebaran jurnal yang bersangkutan maka record ISSN dilaporkan kepada pihak-pihak berikut: (a) International Serials Data System di Paris untuk jurnal internasional (b) Regional Center for South East Asia bagi wilayah Asia Tenggara.. dan diserahkan dalam bentuk cetakan (print out) komputer sebanyak 2 eksemplar beserta disketnya. dan (c) PDII-LIPI untuk wilayah Indonesia. b. Petunjuk bagi Penulis Ilmu Pendidikan a. dan seterusnya. teori kependidikan. Di dalam hal-hal tertentu format enumeratif boleh digunakan. Naskah diketik spasi ganda pada kertas kuarto sepanjang maksimal 20 halaman. Format Esei Setiap record ISSN dilaporkan kepada internasional Serial Data System yang berkedudukan di Paris. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan format . terutama apabila penggunaan format enumeratif tersebut benar-benar fungsional dan tidak tepat apabila diganti dengan format esei seperti dalam menyatakan urutan dan jadwal. Artikel yang dimuat meliputi hasil penelitian dan kajian analitiskritis setara dengan hasil penelitian di bidang filsafat kependidikan. seperti (1)…. Jika format esai masih dapat digunakan “penandaan” sejumlah elemen dapat dilakukan dengan format esei bernomor. Untuk kawasan Asia Tenggara dilaporkan melalui Regional Center for South East Asia dan untuk wilayah Indonesia dilaporkan kepada PDII-LIPI. (2)…. 2. (3)…. WordPerfect atau MicroSoft Word. dan praktik kependidikan.

penutup atau kesimpulan. kata-kata kunci. Hanurawan. metode. Rata dengan Tepi Kiri) Peringkat 3 (Huruf Besar Kecil. e. pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan. F. dan tidak menggunakan angka/nomor bagian. Nomor 2. hasil. Anderson. sedikit tinjauan pustaka. Tahun 24. metode..Penulisan Karya Ilmiah 9-33 esai. bahasan utama (dibagi ke dalam subjudul-subjudul). abstrak (maksimum 100 kata) yang berisi tujuan. Rata dengan tepi Kiri) d. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja). dan hasil penelitian. 127-137. 1997. & Dickson. nama penulis (tanpa gelar akademik). hlm. Ilmu Pendidikan: Jurnal Filsafat. dan tujuan penelitian. Berkeley: McCutchan Publishing Co. Teori. Peringkat judul bagian dinyatakan dengan jenis huruf yang berbeda (semua judul bagian dicetak tebal atau tebal miring). Vault.E. . f. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency based Teacher Education. 1993. C. Daftar Rujukan disusun dengan mengikuti tata cara seperti contoh berikut dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis. Pandangan Aliran Humanistik tentang Filsafat Pendidikan Orang Dewasa. pembahasan. RATA DENGAN TEPI KIRI) Peringkat 2 (Huruf Besar Kecil. kata-kata kunci. Miring. nama penulis (tanpa gelar akademik). abstrak (maksimum 100 kata). D. PERINGKAT 1 (HURUF BESAR SEMUA. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja). disertai judul (heading). dan Praktik Kependidikan.W. kesimpulan dan saran. Juli 1997. Sistematika artikel setara hasil penelitian: judul. masing-masing bagian. Sistematika artikel hasil penelitian: judul. pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang.D. V. kecuali bagian pendahuluan yang disajikan tanpa judul bagian.

12 Juli. Malang. g. h. tabel.000. b. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di malang Angkataan XIV. dan gambar mengikuti ketentuan dalam Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi. 200. 1991. Makalah. Tesis. Laptop c. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal.00 (dua ratus ribu rupiah) perjudul. Artikel dan Laporan Penelitian (Universitas Negeri Malang. rujukan. C. Pusat Penelitian IKIP MALANG. Artikel berbahasa Inggris menggunakan ragam baku. Kamera digital . 200). Tata cara penyajian kutipan. Disertasi. penulis menerima nomor bukti pemuatan sebanyak 2 (dua) eksemplar dan cetak lepas sebanyak 5 (lima) eksemplar yang akan diberikan jika kontribusi biaya cetak telah dibayar lunas. Alat dan Bahan a. LCD proyektor. Artikel berbahasa Indonesia mengikuti aturan tentang penggunaan tanda baca dan ejaan yang dimuat dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Depdikbud.9-34 Penulisan Karya Ilmiah Huda. Pemeriksaan dan penyuntingan cetak-coba dilakukan oleh penyunting dan/atau melibatkan penulis. Artikel yang sudah dalam bentuk cetak-coba tidak dapat ditarik kembali oleh penulis. d. Alat tulis. Penulis yang artikelnya dimuat wajib memberi kontribusi biaya cetak minimal sebesar Rp. N. i. Sebagai imbalannya. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah e. 1987). LEMBAR KEGIATAN 1.

Penulisan Karya Ilmiah 9-35 2. Kegiatan Awal/Pendahuluan 2.2 Presensi peserta pelatihan. 2. Langkah Kegiatan No. 2. Fasilitator memberikan 130 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan . jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya.1 Berdoa bersama untuk mengawali 5 menit pembelajaran. Kegiatan 1.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan. Kegiatan Inti Fasilitator memberikan ceramah tentang format penulisan karya tulis ilmiah. maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai. 2. ceramah pemecahan masalah 3.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan Curah pendapat.

tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. 4. Hasil a.1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu. Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan. 4.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit Refleksi 3. Kegiatan Akhir 4. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran. 4. Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian. Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual. Fasilitator memberikan tugas menyusun karya tulis ilmiah baik dalam bentu pemikiran maupun hasil penelitian.9-36 Penulisan Karya Ilmiah ceramah tentang salah satu contoh petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan .2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing. .

RANGKUMAN 1. Artikel (hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa sub judul. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil penelitian.Penulisan Karya Ilmiah 9-37 b. dan masalah/tujuan penelitian) Metode Hasil Pembahasan Kesimpulan dan Saran Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uaraian saja) 2. Artikel (setara hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa subjudul) Subjudul Subjudul Subjudul Penutup (atau Kesimpulan dan Saran) Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uraian saja) sesuai dengan kebutuhan . memuat latar belakang masalah dan sedikit tinjauan pustaka. D.

. Tugas ini sifatnya individual. Fasilitator memberikan bimbingan dan pendampingan pada saat peserta PLPG menyusun karya tulis ilmiah. Tugas dapat ditulis menggunakan komputer atau tulis tangan.9-38 Penulisan Karya Ilmiah E. Ruangan bebas. tidak harus terkekang di dalam kelas. TES FORMATIF Peserta PLPG ditugasi menyusun karya tulis ilmiah dengan cara memilih salah satunya yaitu hasil pemikiran konseptual atau hasil penelitian.

c 8. a Kegiatan Belajar 2 1. b 6. b 9. a 8. b 2. b 10. c 5. c 2. c 10. c 5. b 7. d 4. c 6. b 4.Penulisan Karya Ilmiah 9-39 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Kegiatan Belajar 1 1. d . a 3. a 3. b 9. a 7.

LIPI. I.K. 2001. A. Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Press): Malang. 2007. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Wardani. Ditbinlitabmas Dikti.M. 2008. Ikapindo. G. Penerbit Universitas Terbuka: Jakarta. Direktorat Profesi Pendidik. 2000. Depdiknas: Jakarta. dan Kantor Menristek: Jakarta. dan Waseso.A.G. Saukah. .DAFTAR PUSTAKA Ditbinlitabmas Ditjen Dikti Depdikbud. Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah. Sistematika Penulisan Laporan KTI Online. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah.