IV E

S NEGERI SE MA ITA RS

N RA

UN

G

UNNES

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2008

TEKNIK ELEKTRO
(SMK)

PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON XII UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2008

REKTOR NEGERISEMARANG UNIVERSITAS SAMBUTAN REKTOR

As s alamu' alailstm Warahmatutlahi Wab arakatuh Salam sejahtera untuk kita semua. Puji syukur tidak putus selalu kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dzat yang maha tinggi, atas rakhmat dan ilmuNya yang diturunkan kepada umat manusia. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 18 Tahun 2OO7, sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan

pelaksanaan uji melalui portofolio.

Berdasarkan prosedur pelaksanaan portofolio, bagi peserta yang belum dinyatakan lulus, LP|K Rayon merekomendasikan alternatif : (1) melakukan kegiatan mandiri untuk melengkapi kekurangan dokumen portofolio atau (2) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru ( PLPG ) yang diakhiri dengan ujian. Penyelenggaraan PLPG telah distandardisasikan oleh Konsorsium Sertilikasi Guru ( KSG ) Jakarta dalam bentuk pedoman PLPG secara Nasional. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Panitia Sertifikasi Guru ( PSG ) Rayon 12 dalam rangka standardisasi penyelenggaraan PLPG mulai penyediaan tempat, ruang kelas, jumlah jam, sistem penilaian, kualitas instruktur dan ketersediaan bahan ajar. Bahan ajar yang ada di tangan Saudara ini salah satu upaya PSG Rayon 12 dalam memenuhi

standard pelaksanaan PLPG secara nasional untuk itu saya menyambut dengan baik atas terbitnya Bahan Ajar PLPG ini. Sukses PLPG tidak hanya tergantung ketersediaan buku, kualitas instruktur, sarana prasarana yang disediakan namun lebih daripada itu dengan baik sejak adalah kesiapan peserta baik mental maupun fisik, untuk itu harapan saya para peserta PLPG telah menyiapkannya keberangkatannya dari rumah masing-masing. Pada kesempatan ini ijinkan saya, memberikan penghargaan yang tinggi kepada Dosen/lnstruktur yang telah berkontribusi dan berusaha men)rusun buku ini, agar dapat membantu guru menempuh program PLPG dalam rangka sertihkasi guru. Buku ini menggunakan pilihan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga pembaca dapat menikmatinya dengan seksama. Akhirnya kepada khalayak pembaca saya ucapkan selamat menikmati buku ini, semoga dapat memperoleh manfaat yang sebanyakbanyaknya.

Rektor Universitas Negeri Semarang

Sudijono Sastroatmodjo

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

PENDAHULUAN
Fakta tentang kualitas guru menunjukkan bahwa sedikitnya 50 persen guru di Indonesia tidak memiliki kualitas sesuai standardisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukkan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untuk melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistik HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masing-masing. Selain itu, 17,2% guru atau setara dengan 69.477 guru mengajar bukan pada bidang studinya. Dengan demikian, kualitas SDM guru kita adalah urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standardisasi rata-rata bukan standardisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut. "Saat ini baru 50 persen dari guru se-Indonesia yang memiliki standardisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pendidikan kita belum menunjukkan peningkatan yang signifikan," (Sutjipto dalam Jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkap oleh Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dr. Fasli Djalal, bahwa sejumlah guru mendapatkan nilai nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi pelajaran oleh guru ternyata tidak mencapai 50 persen dari seluruh materi keilmuan yang harus menjadi kompetensi guru. Beliau juga mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memprihatinkan. Guru PPKN, sejarah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi, sosiologi, geografi, dan pendidikan seni

1-2

Pengembangan Profesionalitas Guru

hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. "Artinya, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100," (Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondisi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasai 42,5 persen. Untuk itu, layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang profesional?

A. Guru sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga faktor penting, yaitu: (1) memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesilaisasi, (2) kemampuan untuk

memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang dimiliki, (3) penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu. Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual khusus, yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu, yaitu: (1) menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar, (2) menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya, (3) menuntut tingkat pendidikan yang memadai, (4) menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-3

pekerjaan yang dilaksanakan, (5) memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan, (6) memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, (7) memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan siswanya, dan (8) diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di

masyarakat. Pengertian di atas menunjukkan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusus, yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus, untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. Karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan.

B. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas, Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan,

penguasaan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut jabatan seseorang. Oleh sebab itu seorang calon guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang

diselenggarakan oleh LPTK. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya, mencakup tiga komponen sebagai berikut: (1) kemampuan kognitif, yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan

pengatahuan materi bidang studi yang diajarkan, (2) kemampuan afektif, yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain, (3) kemampuan psikomotor, yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang

1-4

Pengembangan Profesionalitas Guru

pelaksanaannya pengajar.

berhubungan

dengan

tugas-tugasnya

sebagai

Dalam UU Guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah program sarjana atau D4. Kompetensi pribadi meliputi: (1) pengembangan kepribadian, (2) berinteraksi dan berkomunikasi, (3) melaksanakan bimbingan dan penyuluhan, (4) melaksanakan administrasi sekolah, (5) melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran.

1. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu (1) orang yang menyandang profesi, (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter). Makmum (1996: 82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspekaspek; (1) kemampuan profesional, (2) kemampuan sosial, dan (3) kemampuan personal. Johnson (dalam Sanusi, 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut; (1) kemampuan profesional mencakup, (a) penguasaan materi pelajaran, (b)

penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, dan (c) penguasaan proses-proses pendidikan. (2) kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-5

membawakan tugasnya sebagai guru. (3) kemampuan personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup, (a) penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru, (b) pemahaman,

penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru, dan (c) penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik.

2. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh, berbudi luhur, jujur, dewasa, beriman, bermoral; kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin, tanggung jawab, peka, objekti, luwes, berwawasan luas, dapat berkomunikasi dengan orang lain; kemampuan mengembangkan profesi seperti berpikir kreatif, kritis, reflektif, mau belajar sepanjang hayat, dapat ambil keputusan dll. (Depdiknas,2001). Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral. Bila guru tidak percaya akan Allah, maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya, sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral, justru ia sendiri tidak bermoral. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah.

1-6

Pengembangan Profesionalitas Guru

Yang kedua, guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik memerlukan tanggungjawab yang besar. Pendidikan yang menyangkut

perkembangan anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya, tetapi perlu direncanakan, perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator, tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. Dari pengalaman lapangan pendidikan anak menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. Misalnya, terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik, guru meninggalkan kelas

seenaknya, guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik, guru tidak berani mengarahkan anak didik, dll. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sangat

penting bagi seorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik, guru lain, karyawan, orang tua murid, kepala sekolah dll. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena dalam pengalaman, sering terjadi guru yang sungguh pandai, tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik, ia sulit membantu anak didik maju. Komunikasi yang baik akan membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia, yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. Untuk itu guru sendiri harus hidup dalam kedisiplinan sehingga anak didik dapat

meneladannya. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu, seenaknya bolos; tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka bolos dan tidak tepat mengumpulkan perkerjaan

ciri anak didik dan perkembangannya. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang. mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. tahu ilmu . serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. meski guru sangat disiplin. Pertama.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-7 rumah. karakter. Yang ketiga adalah sikap mau mengembangkan pengetahuan. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin yang kurang tinggi termasuk disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. perkembangan fisik dan psikis anak didik. sangat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. Kompetensi Paedagogik Selanjutnya kemampuan paedagogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. 3. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa. Yang perlu diperhatikan di sini adalah. tingkat pemikiran. ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa.

maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efisien dan efektif. . Dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. maka teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. (2) menguasai bahan pembelajaran. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat di sekolah yang nyata. (4) melaksanakan program pembelajaran. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifititas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang seperti yang direncanakan sebelumnya. Dengan mengerti bermacammacam teori pendidikan. diharapkan guru dapat meramu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. dan (5) menilai proses serta hasil pembelajaran. (3) menyusun program pembelajaran. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. Ketiga. guru juga diharapkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. Kompetensi profesional meliputi: (1) menguasai landasan pendidikan. diharapkan guru dapat memilih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. Oleh karena guru kelaslah yang sungguh mengerti situasi kongrit siswa mereka. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini. Kedua.1-8 Pengembangan Profesionalitas Guru psikologi anak dan perkembangan anak dan tahu bagaimana perkembangan pengetahuan anak.

Pengembangan Profesionalitas Guru 1-9 4. ruang. 1995). Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi: (1) memiliki empati pada orang lain. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotial intellegence (Goleman. alam. dan (4) mampu bekerja sama dengan orang lain. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah sosial kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistik. (2) memiliki toleransi pada orang lain. 1998). mungkin beberapa di antaranya menonjol. raga. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika. kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasan-kecerdasan yang lain. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan simultan ketika seseorang berpikir dan atau mengerjakan sesuatu (Amstrong. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. sedangkan yang lain biasa atau bahkan kurang. bahasa. Hanya saja. 1994). Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. musik. 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. pendekatan komperehensif. dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti . Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan sosial adalah kecerdasan pribadi (personal intellegence). Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. (3) memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain. Uniknya lagi. atau pendekatan multidisiplin. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. pribadi.

dan pengendalian diri yang menonjol. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topik silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerja sama. (5) kepemimpinan. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. Beberapa dimensi ini.1-10 Pengembangan Profesionalitas Guru karier di masyarakat. Untuk mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. lembaga. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. (4) tanggung jawab sebagai warga. berempati. baik finansial maupun non finansial. misalnya. dan (15) komunikasi. dapat kita saring dari konsep life skills (www. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi kompetensi ini. atau perusahaan.lifeskills4kids. (9) berempati. (8) berbagi. menjadi jelas bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendapatkan penghargaan. (12) solusi konflik.com). dan memberi kepada orang lain. Topik-topik ini dapat dikembangkan menjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang aktual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. (6) relawan sosial. (13) menerima perbedaan. (14) kerja sama. (3) peran dalam kegiatan kelompok. ada 15 yang dapat dimasukkan kedalam dimensi kompetensi sosial. (2) melihat peluang. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen. bergaul. (11) toleransi. . bekerja sama. Dari 35 life skills atau kecerdasan hidup itu. yaitu: (1) kerja tim. (10) kepedulian kepada sesama. (7) kedewasaan dalam bekreasi. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya.

dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. dan hanya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-11 C. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam pembahasan rancangan Undang-Undang ini (hingga disahkan pada 6 Desember 2005) tersirat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajah suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. pemerintah telah memberikan perhatian khusus dengan merumuskan sebuah UndangUndang yang mengatur profesi guru dan dosen. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. faktor gurulah yang dinilai sebagai satu faktor yang paling penting dan strategis. Dari ketiga komponen tersebut. dan menjadikan profesi ini menjadi pilihan utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyanto 2005:1). karena di tangan para gurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. . Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan. peserta didik. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari UndangUndang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa pada saat pengesahan Undang-Undang ini. baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi.2 juta orang. Guru.

tanggung jawab. mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). melakukan pembimbingan dan pelatihan. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang dapat dihandalkan. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tetang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesional. Sebagai contoh. . terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. Misalnya. dibentuk. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.1-12 Pengembangan Profesionalitas Guru Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. profesionalisme. atau dia bekerja secara profesional. Proses. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesional dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. menilai hasil pembelajaran. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. guru sebagai profesi yang amat mulia. dan kesetiaan terhadap pekerjaan itu. dan profesionalitas sebagai berikut ini Profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. James M. seorang profesional muda. tetapi harus dibangun. yakni orangnya dan kinerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Cooper. kebijakan dan program yang tepat. Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. profesional. kebijakan. strategi. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. Kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. Profesional menunjuk dua hal. strategi. Demikian pula. dipupuk dan dikembangkan melalui satu proses.

semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. seperti dokter.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-13 Sebagai tenaga profesional. pemerintah sejak lama telah berupaya untuk merumuskan perangkat standar komptensi guru. yang dengan undang-undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik’. ‘berilah aku hakim dan jaksa yang baik. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotannya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yang dapat diberikan (Suparlan. yakni (1) keahlian. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan karena keahlian tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi lain. dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang keahlian yang lebih spesifik. di samping melindungi kepentingan anggotanya. 2004:2). insinyur. Westby-Gybson (1965). bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. Ketiga. Keempat. memiliki organisasi profesi yang. memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan kompetitiflah seleksi yang secara efektif. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persyaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. Kedua. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. maka kaidah itu dapat . Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan UndangUndang. Pertama. termasuk guru. Profesionalisme guru didukung oleh tiga hal. (2) komitmen. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Kelima. sehingga yang dianggap bidang diperbolehkan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. dan (3) keterampilan (Supriadi 1998:96). yang menyatakan bahwa. Dalam dunia yang sedemikian maju. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik.

D. Belajar dapat dilakukan di mana saja. Ketiga. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi.1-14 Pengembangan Profesionalitas Guru dianalogikan dengan pentingnya guru. Keempat. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apa . Kedua. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. yakni dengan ungkapan bijak ‘berilah aku guru yang baik. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya (Supriadi 2003:14). guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Kelima. bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. Pertama. guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. yang terpenting adalah manusianya. Standar Pengembangan Karir Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. Sama dengan manusia dengan senjatanya. Hal yang sama. Untuk menggambarkan guru profesional. misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya. Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. Artinya. dan belajar dari pengalamannya. guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. Mendiknas memberikan penegasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Februari 2003). guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. dan dengan kurikulum yang kurang baik sekali pun aku akan dapat menghasilkan peserta didik yang baik’. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. ‘man behind the gun’.

selain memang harus dipikirkan dengan sungguhsungguh upaya untuk meningkatkan gaji dan penghargaan kepada . Sebagai salah satu komponen utama pendidikan. ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. Ketidakmampuan LPTK ternyata memang di luar tanggung jawabnya. Gaji akan mengikuti dedikasi. Di samping itu. Jadi. Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab akibatnya. mengasyikkan. mencerdaskan. karena melibatkan banyak komponen. (2) antusiasme. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. dan (3) penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. Namun. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembalajaran yang yang berkualitas.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-15 pun juga. karena pada akhirnya menyangkut duit atau gaji dan penghargaan. Banyak orang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa prima-nya. karena indikasi adanya mutu profesionalisme guru masih rendah. LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. Pada akhirnya orang mudah menebak. Pekerjaan besar ini mulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan prajabatan yang dikenal dengan LPTK. yakni proses dan pembelajaran menyenangkan. gaji dan dedikasi terkait erat dengan faktor lain yang bernama kompetensi profesional. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. Ternyata. guru harus memiliki tiga kualifikasi dasar: (1) menguasai materi atau bahan ajar. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. yang paling penting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya.

1-16 Pengembangan Profesionalitas Guru guru. Sejalan dengan definisi tersebut. Pada tahun 70-an. menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru merupakan kombinasi kompleks dari pengetahuan. Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan barang baru. Dua dekade kemudian. dan nilai-nilai yang ditunjukkan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. . sikap. nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi Guru yang beranggotakan para pakar pendidikan yang tergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru. and values displayed in the context of task performance”. Setelah sekitar dua tahun berjalan. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. attitudes. Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge. Pada saat itu Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis (Dikgutentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”. Sementara itu. keterampilan. Direktorat Tenaga Kependidikan (Dit Tendik). dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak”. para penyelenggra pendidikan di kabupaten/kota telah menunggu kelahiran kompetensi guru itu. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK. keterampilan. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrumen atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. namun masih ada pekerjaan besar yang harus segera dilakukan. skill.

kemandirian. Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen yang saling mengait. peningkatan kualitas dan penjenjangan karir guru. (2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar. PMPTK. (2) pengembangan profesi. Standar kompetensi guru bertujuan ‘untuk memperoleh acuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran’ (SKG. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi. Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan. (6) pemahaman wawasan kependidikan. inovasi. Di samping itu. (4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. (3) penilaian prestasi belajar peserta didik. Standar Kompetensi Guru bermanfaat untuk: (1) menjadi tolok ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. Standar kompetensi guru SKS memiliki tujuan dan manfaat ganda. Direktorat Tendik 2003:5). yakni (1) pengelolaan pembelajaran. 2005). keterampilan. (7) penguasaan bahan kajian akademik. yaitu: (1) penyusunan rencana pembelajaran. kualifikasi. dan (3) penguasaan akademik. dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. . Oleh karena itu. standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. (5) pengembangan profesi. 2005). (2) meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreativitas. dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-17 Berdasarkan pengertian tersebut. Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi. Diten PMPTK.

Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena faktor ‘kasihan’. pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah.1-18 Pengembangan Profesionalitas Guru E. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan sistem kredit. Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh direktorat-direktorat di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada di bawah Ditjen PMPTK. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk pelbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah di Indonesia. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pandir penghasilan sama’. Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. Pengembangan Karir Guru Pada era sentralisasi pendidikan. ada sebagaian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena faktor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa. dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan . anggota legeslatif. Region-region penataran telah dibentuk di berbagai kawasan di Indonesia. yang sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. dan bahkan menjadi tenaga struktural di dinas pendidikan. Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan sistem kredit pun sama. Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980an telah didirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran Guru (BPG). antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka. Dengan kondisi seperti itu.

sementara para kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS). dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. yakni guru baru atau guru yang belum pernah mengikuti penataran. (4) pengelola sanggar. guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola Sanggar PKG. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagaian besar dilaksanakan di satu sanggar yang disebut sanggar PKG. Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman dalam mengikuti penataran di luar negeri. (6) Pengawas sekolah. yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. Selain itu. Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan kegiatan Guru (PKG). serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh Kantor Wilayah Departemen pendidikan dan Kebudayaan yang ada di regionnya masing-masing. guru yang telah ditatar di tingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat yang sebagai penatar di tingkat kabupaten. yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. dan sekolah. . kecamatan. para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) guru biasa. Melalui pola PKG ini. guru yang telah mengikuti klegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat provinsi. yang sistem penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas. (3) instruktur.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-19 lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training. (5) kepala sekolah. para guru memiliki wadah pembinaan profesional melalui orgabnisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). satu jenjang fungsional bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah. atau baru sebatas ditatar di tingkat kecamatan atau sekolah. (2) guru Inti.

. PENUTUP Peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru.1-20 Pengembangan Profesionalitas Guru F. oleh Depdiknas sekarang dikelola oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. LPMP. Berbagai program peningkatan kompetensi dan profesionalisme tersebut dilaksanakan dengan melibatkan P4TK (PPPG). dan LPTK sebagai mitra kerja. Dinas Pendidikan.

Kebijakan-Kebijakan Pendidikan. 1992. . Ace dan Dasim Budimansyah. 2002. Balitbang Depdiknas. John Martin. Jakarta: Genesindo. Standar Kompetensi Guru Kelas SD-MI Program D-II PGSD. Inovation in Education: Reformers and Their Critics. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Pendidikan untuk Masyarakat Indonesia Baru. New York: The Free Press. dalam Syarif Ikhwanudin dan Dodo Murtadhlo. 2006. 2004. 2005. dalam Isu-isu Pendidikan di Indonesia: Lima Isu Pendidikan Triwulan Kedua. “Status dan Peran Guru. Suparno. Jakarta: Rineka Cipta. Indra Djati Sidi. Gunawan. Santoso S.1995. 2000. Jakarta: Grasindo. Jakarta: Grasindo. Jakarta: Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti Dirjen Dikti Dir PPTK Depdiknas. Fathur dkk. Suryadi. Hamijoyo. Rokhman. 2002. New York: Cross Cultural Approach. Jakarta:Paramadina dan Logos Wacana Ilmu. Rambu-rambu Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Guru Sekolah Dasar. Direktorat Ketenagaan. Penelitian Balitbang dan Lemlit UNNES. “Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah”. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Yogyakarta: Bigraf Publishing. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2002. 1995. Akibatnya pada Mutu Pendidikan”. Zamroni. Guru Demokratis di Era Reformasi Pendidikan. Menuju Masyarakat Pembelajar: Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. Pusat Data dan Informasi Pendidikan. 2004. Rich. Undang-undan No. 2002. Studi Kebijakan Pengelolaan Guru Di Era Otonomi Daerah dalam Rangka Peningkatan mutu pendidikan. Diffusion of Innovation. Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Masa Depan.DAFTAR PUSTAKA Chamidi. Rogers. Undang-Undang No. Paul. Ary H. Everett M. 2004. Jakarta: Depdiknas. Safrudin Ismi.

BUKU AJAR Dasar Teknik Elektro .

. Kompetensi dan Indikator. D. C. komponen-komponen listrik. cara pemasangan alat ukur listrik. Dapat merangkai dengan berbagai hubungan menghitung secara teoritis dan membuktikan dengan cara mengukur. DC maupun AC. terlebih dahulu harus sudah memahami teori dasar ilmu listrik tentang arus. B. Sebelum memahami tentang rangkaian dasar elektro. satuan dasar. tegangan. Setelah memahami materi. Deskripsi Ruang lingkup dari materi ini mempelajari tentang dasar rangkaian listrik dari komponen pasip yaitu R . diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan rangkaian listrik yang komplek dengan berbagai metode. Prasyarat. dapat menggunakan alat ukur dasar listrik (AVO meter). daya.BAB I PENDAHULUAN A. Pemahaman akan lengkap apa bila mengenal bentuk fisik masingmasing komponen. Petunjuk belajar. L dan C pada rangkaian dengan arus atau tegangan DC maupun AC. Kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari materi ini akan memahami fungsi dari masing-masing komponen bila dirangkai dan dipasang pada arus maupun tegangan. pembacaan code nilai.

t t = 1/f i = dq/dt e = w/q p = e.Q i. Dasar rangkaian Listrik. dinamo.W Satuan Coulomb Ampere Volt Watt Joule.q . thermocouple dan lain-lain. A. batre.1 Kurva DC 1. watt detik Persamaan yang berhubungan q = i. Besaran dan satuan listrik Besaran dan satuan listrik ditunjukkan pada tabel 1.BAB II KEGIATAN BELAJAR I I.v.1 Besaran dan satuan listrik .E. Daya ini dibangkitkan akumulator . E.i w = e. I e. berikut Besaran Listrik Muatan Arus Tegangan Daya Kerja energi Simbol q. tegangan) yang besar dan arahnya setiap saat sama. P w. RANGKAIAN DC DC (Direct Current ) adalah daya listrik (arus .V p. w = ∫τ ei dt Tabel 1.I positip 0 negatip t Gambar 1.

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-3 2. Deret (seri) R1 A Gambar 1. Hubungan komponen a. Segitiga Ohm 3. Hukum OHM Hukum Ohm : perbandingan antara tegangan (e. R=ρℓ/A Keterangan: R = Tahanan dalam ohm ρ = (rho) tahanan jenis 4.I )dalam tahanan (R) E = I.n yang terhubung seri n = jumlah tahanan Tahanan total hubungan seri besarnya lebih besar dari tahanan terbesar R2 B RAB = R1 + R2 +…… Rn Bila R1 = R2 =…… Rn = R ℓ = panjang hantaran dalam cm A = luas penampang dalam cm2 .3. Hubungan seri maka RAB = R . R ………volt E I R I = E / R…ampere dan R = E / I……Ω Gambar 1.E) dan arus listrik (i. Resistivitas Resistivitas suatu penghantar adalah tahanan untuk satu satuan panjang per satu satuan luas penampang penghatar tersebut.2.

R2) + (R1. y. Hubungan paralel Untuk n = 2 Untuk n = 3 RAB = R1 R2 / (R1 + R2) RAB = R1 R2 R3/ {(R1.2-4 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik b.R3)} B 1/ RAB = 1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn RAB = 1/ (1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn) Bila R1 = R2 =…… Rn = R maka RAB = R / n Tahanan total hubungan paralel besarnya lebihkecil dari tahanan terkecil yang terhubung paralel c. Jajar (paralel) R1 A R2 Gambar 1. z). dan ujungujung disatukan X R1 R3 Z R2 Y Gambar 1. Hubungan campuran (coumpound) RBC = R3 R4 / (R3 + R4) A R1 R2 B R4 R3 C RAC = RAB + RBC RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Gambar 1.6. Hubungan bintang ( Y ) Hubungan bintang: masing-masing pangkal terbuka (x. Hubungan Y . Hubungan seri paralel d.4.R3) +(R2.5.

Untuk penyelesaian harus ada hubungan lain yang terkait dengan hubungan Y atau ∆ yang harus dikonversi /diubah dari Y ke ∆ atau sebaliknya. z) seperti terlihat pada gambar 6. y. X RB RC Z RA Y Gambar 1. sehingga hasil konversi merupakan hubungan seri atau paralel atau campuran Konversi dari Y ke ∆ Untuk mengkonvers 3 terminal senama Y dan ∆ disatukan RA = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R1 RB = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R2 RC = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R3 Konversi dari ∆ ke Y R1 = (RB RC) / (RA + RB + RC) R2 = (RC RA) / (RA + RB + RC) R3 = (RA RB) / (RA + RB + RC) . masing-masing sambungan sebagai terminal terbuka (x. ujung Rc terhubung pangkal RA.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-5 e. ujung RB terhubung pangkal RC. Hubungan ∆ atau D Catatan: Hubungan Y maupun ∆ tidak bisa diselesaikan seperti cara seri. paralel dan campuran karena mempunyai 3 terminal terbuka.7. Hubungan segitiga (∆ ) atau Delta (D) Hubungan segitiga: ujung RA terhubung pangkal RB .

Untuk kumparan (L) nilai tahanan R = ρ ℓ / A. A R4 RB A RA RC R5 R1 R3 R5 R2 B R2 R1. RC seri R5 sehingga B (RB + R2) paralel (RC + R5) = Rpar RAB = RA seri dengan Rpar Gambar 1. Gabungan Y ∆ dan penggantinya Catatan: 1. Hukum OHM pada rangkaian Arus dan tegangan pada rangkaian i2 B i3 R4 A E C R1 i R2 R3 C Gambar 1. perhitungannya sama dengan tahanan 2. perhitungannya terbalik dengan tahanan (R).9. Untuk kondensator (C) Bila terhubung seri.2-6 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh 1. Bila terhubung seri. Arus dan tegangan RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Tegangan pada R1 = i R1 Tegangan pada R2 = i R2 Tegangan pada R3 = Tegangan pada R4 = E BC = i { R3 R4 / (R3 + R4)} i2 = E BC / R3 dan i3 = E BC / R4 E = E AB + E BC = ( iR1 + iR2 ) + i { R3 R4 / (R3 + R4)} i= E / RAC . paralel atau campuran.8. R4 = Y diubah ∆ jadi RA RB RC maka RB seri R2. R3. f. paralel atau campuran.

Jumlah aljabar dari seluruh perkalian arus dan tahanan pada penghantar-penghantar tersebut. A+ E1 Bi2 R1 i1 R2 C + E2 D terminal AB terdapat tegangan E1 terminal CD terdapat tegangan E2 arus i1 mengalir pada R1 arus i2 mengalir pada R2 E1 .i2) = 0 2. Dari rangkaian B R1 C i = arus menuju titik B (arah positip) D i1 dan i2 = meninggalkan titik B (arah negatip) semua arus yang menuju ke titik B adalah i + (-i1) + (. Empat buah tahanan masing-masing 15 Ω . sama dengan jumlah aljabar seluruh gaya gerak listrik yang terdapat pada rangkaian Gambar 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-7 Latihan 1. Jumlah aljabar semua arus yang mengalir menuju suatu titik pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol i A i1 i2 R2 Gambar 1.i2) = 0 i .10. tersebut dibungkan dengan batre 12v Berapa besar tahanan total arus yang mengalir pada masing-masing R. Berapa besar tahanan bila a) dihubungkan seri b) dihubungkan paralel 2. Tegangan kirchhoff . Arus kirchhoff 4Ω .E2 = i1 R1 + i2 R2 sebuah rangkaian tertutup. 3Ω dihubungkan jajar kemudian dihubungkan seri dengan tahanan 9Ω . Pada gambar 7 bila masing-masing tahanan besarnya 3 Ω hitunglah besar tahanan RAB 5.11. 3. 6 Ωdan 3 Ω deret. 10Ω .i1 . Tiga buah tahanan terdiri dar 12Ω . Hukum Kirchhoff 1.

2-8 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Teori Superposisi Bila dalam suatu rangkaian terdapat lebih dari satu sumber tegangan atau sumber arus. Rangkaian dengan 2 sumber (c) (a) rangkaian dasar (b) E mati . I aktif (c) E aktif . I mati Gambar 1.12b. maka arus yang mengalir pada salah satu cabang dapat dihitung dengan menjumlahkan arus yang mengalir padanya pada saat salah satu sumber dimatikan sedang sumber lain aktip secara bergantian.12.12c. Rp1 = (R1//R2)+ R3 arus di R4 adalah I4’= (Rp1 / Rp + R4 ) It dengan arah atas ke bawah Gambar 1. Rp2 = {(R3 + R4 ) // R1 } + R2 maka It = E / Rp2 Arus di R4 adalah I4’’ = [R1/ {{R1 + (R3 + R4 ) } ] It dengan arah atas ke bawah maka I4 = I4’ + I4’’ (karena arah sama) . R3 R2 R1 + R3 R3 + E I R4 I4 R2 R1 It E=0 R4 I4 ’ I R1 It R2 + E I=0 R4 I4’’ (a) (b) Gambar 1.

Rangkaian Thevenin ke Norton a RT Rangkaian selanjutnya a Rangkaian selanjutnya (beban) IT GT b (beban) . TEORI NORTON Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber arus tetap IT dan konduktor tetap GT yang terhubung paralel IT ET b Gambar 1. Rangkaian Thevenin 7. (beban) Rangkaian Thevenin RT didapat dengan membuka beban (oc)dan menghubungsingkatkan E (sc) sehingga ET didapatkan dengan membuka beban (oc) maka ET = Eab = ( R2 / R1 + R2 ) E IT = ET / RT (beban) R2 // R1 b Gambar 1.13.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-9 6.14. TEORI THEVENIN Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan tetap ET dan tahanan tetap RT yang terhubung seri a R1 E IT ET R2 b a RT Rangkaian selanjutnya Rangkaian selanjutnya Rangkaian semula.

Isc’’ (arah arus mana yang lebih besar) .2-10 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh Ubahlah menjadi rangkaian Thevenin dan Norton R3 x R1 E1 R2 R1 R2 I R3 x R1 R2 E1 =0 R3 x + + E2 + E1 i1 y i2 beban RL + E2 y beban RL E2=0 y (a) (b) (c) Gambar 1.E2 RT didapatkan dengan menghubungsingkatkan E1dan E2 pada beban terbuka (gambar 10c) sebesar R xy = ( R1 // R2 ) + R3 Arus hubung singkat ( beban Isc) (x-y) atau IT didapatkan 10b. dengan cara menghubungsingkatkan superposisi didapatkan: E1 = aktif E2 = 0 i1 = E1 /{ R1 + (R2 // R3)} gambar Dengan Isc’ = ( R2 / R2 + R3 ) i1 E1 =0 E2 = aktif IT = i2 = E2 / {( R1 // R2 )+ R2 } Isc’’ = ( R1 / R2 + R3 ) i2 Isc’ . R2 ) . Karena arus tak mengalir pada R3 maka tegangan x-y atau ET sebesar: ET = E xy = E1 – (I .Rangkaian dengan 2 sumber tegangan Untuk x–y terbuka arus I mengalir ke R2 dan R1 sebesar I = (E1+E2 ) / (R1+R2 ) .15. R1 ) atau ET = E xy = (I .

0 0 Π 2Π 2Π = T = periode dalam detik + 0 0 = putaran per detik f =1/T= frekuensi dalam cps (Hertz) 0 t ω = 2Π / T = 2Π f = kecepatan sudut T T dalam radial (derajat). RANGKAIAN AC AC (Alternating Current) adalah daya listrik (tegangan. Rangkaian pengganti gambar 15 (a) Thevenin (b) Norton Arus beban n=menurut Thevenin IL = ET / (RT + RL) Arus beban n=menurut Norton IL = {RT / (RT + RL)} IT Latihan Hitunglah arus pada beban RL dari gambar 10 secara Thevenin dan Norton bila diketahui : E1 = 20V RL = 5Ω B. Bila daya AC dihubungkan dengan komponen maka komponen tersebut bersifat impedansi yang berupa tahanan murni ( R ) dan reaktansi (x) v. arus) yang besar dan arahnya setiap saat berubah. R3 = 3 Ω. Tegangan v = Vm sin ω t Arus i = Im sin ω t Gambar. i V m Im E2 = 10V R1 = 3 Ω. R2 = 6 Ω .17.16. Bentuk sinus . 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-11 Rangkaian Thevenin dan Norton dapat digambarkan RT + ET y (a) (b) x IL RL IT + RT x IL RL y Gambar 1.

i Vm Im v=i ω L L 0 ω (a) Gambar. Catu daya (v atau i ) AC pada komponen Tahanan i v v=i R (a) Gambar.1.18 AC pada R (a) v dan i pada R v = Vm sin ω t (b) phasa v dan i R 0 (b) Vm Im t dicatukan pada R maka arus i = v / R = Im sin ω t bentuk gelombang v maupun i (gambar 18b) ternyata tidak terjadi beda phase (0o) maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar Z=R Kumparan i v t Ф=90o 0 ………………Ω v.1.2-12 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.Ф ) = Im sin (ω t -90o ) (b) (b) phasa v dan i dicatukan pada L maka arus .( Vm / ω L) cos ω t = (Vm / ω L) sin (ω t .19 AC pada L (a) v dan i pada L v = Vm sin ω t i = ∫ (Vm sin ω t dt / L) = .

i i v v=i1/ωC (a) Gambar 1.Ω ω L = 2 Π f L= XL disebut reaktansi induktif Vm Im 0 (b) ωt dicatukan pada C maka arus i = C (d Vm sin ωt /dt ) = C (Vm cos ωt /dt ) = ωC (Vm cos ωt) = {Vm / (1/ ωC ) } sin (ωt +90o ) = Im sin (ωt +90o) Vm / (1/ ωC) = Im bentuk gelombang (gambar 1..Ω 1/ω C = 2 Π f C= Xc disebut reaktansi capasitif .90o ……….20.20b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Vm tertinggal 90o terhadap Im atau im mendahului 90o terhadap vm maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZC = ω C . AC pada C (a) v dan i pada C v = Vm sin ωt (b) phasa v dan i C Ф=90 o 90o ………..Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-13 bentuk gelombang (gambar 19b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Im tertinggal 90o terhadap Vm atau Vm mendahului 90o terhadap Im maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZL = ω L Kondensator v.

21.2-14 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian seri R dan L vR v = vR + vL i v R L vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф = Im (R sin ωt+ ωL cos ωt) misalkan R Im = A ωL Im = B Gambar 1. Vektor tegangan v = Im ZL Z = √ R2 + ω2L2 Z Ф Ф ……. R seri C .Ω -1 XL R Z = √ R2 + X L 2 Ф = tg XL /R 0 Atau Ф = arc tg XL /R Gambar 1. Vektor impedansi RL Rangkaian seri R dan C i R v C vC vR v = i R + i / j ωC Gambar 1.24.22. R seri L maka A sin Ф + B cos Ф = C sudut Ф = ωt = tg -1 B/A= tg -1 (ωL/R) v C 0 Ф vL C= A2 + B 2 2 2 B vR = √ R2 Im2 + ω2L2 Im2 = Im√ R + (ωL) A Gambar 1.23.

Im/ ωC ) cos ωt} = Im R sin ωt + (ωL – 1/ ωC) Im cos ωt ωL √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 ωL-1/ ωC Ф impedansi seri RLC adalah Z = √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 ……. L dan C vR v = vR + vL + vC i v R L C vC Gambar 1.25. Vektor impedansi R L C ( ωL/R .1/ ωC ) .1/ ωC R ) XC Gambar 1.Ω dengan sudut Ф 1/ ωC Ф = tg -1 R Gambar 1. Vektor impedansi RC Rangkaian seri R .27.26..Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-15 Z = √ R2 – (1/ ωc)2 Ф ……. Seri R L C vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф + { ( .Ω 0 Z R Ф = tg -1 (.

28.85/10) =38. 25 . 3.2-16 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik contoh Tahanan R=10 Ω diseri dengan kumparan L=0.85 dengan sudut Ф = tg -1 XL /R = tg -1 (7. Vektor Z .2o = 11.8 A .38.2o arus tertinggal 38.852 = √ 161.7Ω 38.2o terhadap tegangan Gambar 1.05 = 7.2o =(150 0) / 12.2o Bila digambarkan vector impedansinya arus Im = Vm / Z Z =12. Penyelesaian XL = 2 Π f L = 2.7 38.2o R=10 XL=7.85Ω Z = √ R2 + XL2 jadi Z = 12.7 38.05 henry dihubungkan tegangan AC yang mempunyai tegangan maximum 150v frekuensi 25 Hz berapa impedansi dan arus yang mengalir.14 . 0.6 = 12.7Ω = √ 102 + 7.

sinar. Tabung elektron a) Bentuk fisik b) Simbol-simbol 2. c. tekanan mekanik ) pada bahan emissi (katoda) .1.BAB II KEGIATAN BELAJAR II DASAR ELEKTRONIKA KOMPONEN : Komponen elektronika bersifat aktif yang artinya dapat mengubah besaran maupun bentuk masukan (input). Emisi Elektron : Pancaran elektron akibat pengaruh dari luar (panas. TABUNG ELEKTRON 1. A. DASAR KERJA Bekerjanya tabung elektron berdasarkan emissi elektron: a. Rangkaian elektronika terdiri dari komponen aktif dan pasif (bersifat resistip). Emissi Thermis : emissi yang timbul karena pengaruh panas pada filament (heater) b. tegangan. BENTUK FISIK & SIMBOL A = anoda A K K = Katoda A G = Grid A G SG = Sreen Grid A G SG K K K Dioda ( a) Dioda gas Trioda Tetroda ( b) Gambar 2. Sebelum komponen semikonduktor ditemukan komponen aktif menggunakan tabung electron atau tabung hampa. Emissi Kuat Medan : emissi yang timbul karena perbedaan tegangan pada Anoda-Katoda.

Mahal B. Tahan Panas Kerugian : 1. Cd. Miniaturisasi 4. Daya yang dibutuhkan rendah 2. Daya besar 2. SEMIKONDUKTOR 1. Tidak tahan tekanan mekanik 6. Bahan utama : Silicon (Si) dan Germanium ( Ge) sebagai golongan IV 2.golongan I Be. 10 -19 C. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1.Bahan campuran : C. P. Se. Perawatan sulit 7. Sb. Te.golongan V (donor) O. Dimensi besar 4. Tl ………………. Hg …………. N = pembawa muatan negatip sebesar – 1. Dinamis / portable . Statis.golongan III (aseptor) N. Pb …………………….2-18 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 3. Po ………………golongan VI Golongan V didoping ke golongan IV = logam type N (elektron) Golongan III didoping ke golongan IV = type P (hole). Mg. Bi ………………. Sn.6. In.6. BAHAN 1. Membutukan pemanasan 3. 2. 10 -19 C P =pembawa muatan positip + 1. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1. S. As. Al. Tidak membutuhkan pemanasan 3. Membutuhkan daya besar 2.. golongan II B.. Ga. Zn. 5.

KARAKTERISTIK ID mA Forward bias VD>0V ID > 0 -VD Reverse bias VD< 0V ID = . Daya yang dihasilkan rendah 2. Tidak tahan terhadap panas DIODA 1. Simbol dan pencatuan dioda Dioda melalukan arus bila di catu maju (forward bias) dan tidak melalukan arus bila dicatu mundur/balik (reverse bias). SIMBOL & PENCATUAN Logam tipe P & N disambung = Sambungan (jungtion) PN Dioda anoda IB =0 IS =0 dk katoda IS dk IB IB =0 dk IS P N VD<0 dicatu mundur VD= tegangan catu VD=0 VD>0 tanpa dicatu dicatu maju IB = arus mayoritas IS = arus minoritas dk = daerah kosong Gambar 2.3.IS 0 . Murah Kerugian : 1.2. Mudah perawatan 7.ID µA VD non bias VD=0V ID = 0 volt Gambar 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-19 5. Karakteristik dioda . 2. Tahan terhadap tekanan mekanik 6.

rangkaian OR dan tabel kebenaran .4.1 ) e = muatan electron ( 1. RANGKAIAN GERBANG (GATE) A. T /q maka r AC = (kT/q) / id r AC = 26 mA/ id ………. Ω PENGGUNAAN DIODA 1. Rangkaian Gerbang OR (ATAU). 10 -19 colomb ) k = konstanta Boltzman ( 1. Rangkaian logika.38 .2-20 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Arus dioda ID = IS ( e kVD/T . 10 -23 joule oK -1) VD = tegangan dioda T = temperature dalam oK (300 oK ) Keterangan : IS = arus jenuh balik Tahanan DC (statis) R DC = VD ID Tahanan AC (dinamis) r AC = vd / id vd = k.6 . A A B E C 1 B E 0 A D1 D2 I C R R 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 1 1 1 Gambar 2.

Rangkaian Gerbang AND (DAN) A B A D1 D2 I C R C E 1 B 0 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 0 0 1 E Gambar 2.Gerbang AND kondisi A=1 B=0 Tegangan C = [Rf2 / {Rf2 +( R // Rr1)} ] E = [0 / {0+( R //~)}] E = 0 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-21 B. rangkaian logika.5. Gerbang OR pada kondisi A=B=1 Tegangan C = [ R /{ R+ (Rf1 // Rf2 )}]E = [ R/{R+ (0 // 0) }]E = E = 1 Gerbang AND kondisi A=1 B=0 R A 1 E 0 C D1 R D2 B Gambar 2.6. Dioda ideal rangkaian AND dan tabel kebenaran Rf = 0 ohm (tertutup) Tahanan maju (forward) Tahanan mundur (reverse) Rr = ~ ohm (terbuka) Analisis dapat dilakukan berdasarkan tabel kebenaran Contoh Gerbang OR kondisi A = B = 1 A 1 B E 0 D1 D2 I C R R Gambar 2.7.

Clipper paralel tanpa sisipan tegangan DC .2-22 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.8. RANGKAIAN PEMOTONG (CLIPPER) A.Gambar 2. PEMOTONG PARALEL R R vo 0 0 vi 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 Gambar 2. Clipper seri tanpa sisipan tegangan DC V vi =Vm VD R Vo Vm 0 V vi vo 0 vi + V v (a) (b) (c) . Clipper seri dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper seri (b) Bentuk masukan (c) Bentuk keluaran B.9. Pemotong Seri 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 Gambar 2.10.

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-23 Vo R vi =Vm VD V vi Vm 0 vo Vm V 0 (a) (b) (c) Gambar 2. PENYEARAH Penyearah (rectifier) adalah perubah daya AC menjadi DC. Penyearah gelombang penuh (full wave rectifier) Satu periode input menghasilkan 2 puncak positip Penyearah gelombang penuh ada 2 macam: . Ada 2 macam jenis penyearah A. Clipper aralel dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper paralel (b) Bentuk masukkan (c) Bentuk keluaran 3. Penyearah setengah gelombang (half wave rectifier) Satu periode input menghasilkan ½ periode (satu puncak) positip VT D Vi = Vm sinωt Vm -VT R Vi Vm 0 t1 t2 0 Vo Vm -VT V dc = 0.11.318 t1 t2 (a) (b) (c) Gambar 2. a) Rangkaian b) input sinusoidal VDC = 0.VT) c) bentuk output B.318 (VM .12 Penyearah setengah gelombang.

636 VM 0 D1 A P B S D2 R t1 b) t2 c) Gambar 2. Vi 0 D2 Vo t1 t2 0 A t1 VDC =0. Cara jembatan ( bridge ) . Penyearah jembatan a) bentuk input b) bentuk output c) rangkaian Saringan (filter) . Cara cabang tengah (centre tap) Vi 0 t1 a) t2 Vo VDC =0.2-24 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.15 Saringan kondensator a) rangkaian b) grafik pengisian. E C R 0 t1 t2 a) Gambar 2. penyimpanan dan pengosongan t3 (b) S Vo Vo E Vc τ = RC t .14.636 VM t2 D1 D4 B D3 D2 (a) (b) (c) Gambar 2.13 Penyearah gelombang penuh cabang tengah a) Input sinusoidal (b) bentuk output (c) rangkaian 2.

Farad t = 1/f atau f = 1/ t f = 50 Hertz untuk setengah gelombang t = 0.VRiple max . atau fo = 2 fi V Ripple = (VRiple max ) + (VRiple min ).17.16. Penyearah setengah gelombang dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output Penyearah gelombang penuh dengan filter Vi Vm VDC VMin Vo Vm VRiple max VRiple VRiple min 0 t1 t2 t3 (a) t 0 (b) t Gambar 2.02 detik. Vi Vm Vo Vm VDC VMin VRiple 0 t1 (a) t2 t3 t 0 t (b) VRiple max VRiple min Gambar 2. Penyearah gelombang penuh dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output V Ripple = Q/C ……volt = (I .. f sekunder = 2 f primer. atau fo = fi gelombang penuh t = 0. t ) / C C = Q / V Ripple ……. Tegangan searah VDC = Vm .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-25 Penyearah setengah gelombang dengan filter .01 detik. f sekunder = f primer.

Besaran effektif diukur dengan alat ukur AC.636 Im . Penyearah setengah gelombang: Tegangan rata-rata Vr = V rata-rata = 0. Arus rata-rata I rata-rata = 0.707 0.636 0.318 tegangan Vm Vr Vr Veff Vm V p t p = Vm t m t 0 -Vm Gambar 2.318 Im Penyearah gelombang penuh: Tegangan rata-rata V rata-rata = 0. Arus rata-rata Ir = I rata-rata = 0.707 Vm untuk arus maksimum Ieff = 0.besaran listrik . Besaran effektif. Besaran rata-rata Besaran rata-rata (average) diukur dengan alat ukur DC.18.707 dari besaran maksimum Untuk tegangan effektip Veff = 0. Hubungan besaran. 1. Besaran effektip lebih kecil 0. Untuk maksimum Vm = Vp = (V ptp)/2 dan untuk arus maksimum Im = Ip =(I ptp)/2 2.318 Vm . V 0. Besaran maksimum (puncak) Besaran maksimum(puncak) atau puncak ke puncak (peack to peack) diukur dan digambarkan oleh alat ukur Osiloskop.636 Vm .707 Im 3.2-26 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Besaran-besaran listrik.

19.20. Susunan Common Base (CB) E + VEE IE IB B B (a) (b) IC C E IE IC C + Gambar 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-27 TRANSISTOR 1 Konstruksi dan susunan Transistor singkatan dari transistor (BJT). Susunan Common Base (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN . Transistor (a) Teknologi PNP dan NPN (b) Analogi 2 dioda (c) Simbol PNP dan NPN Syarat kerja transistor :dioda E – B bias forward. ++ P E transfer resistor atau disebut bi junction N B P (a) C (b) E N P B N C E B C E B (c) C Gambar 2. dioda C-R bias reverse 1.

α IE atau IB = IE ( 1 . Susunan Common Emitor (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN Arus-arus yang mengalir pada transistor IE = IB + IC dan IC = α IE + ICBO IC = α (IB + IC ) + ICBO IC = ( α IB / 1.α ) Arus bocor akibat agitasi termis sebesar ICBO. β ac = (∆IC) / (∆IB) Hubungan α dan β β = α / (1. : IB = IE ( 1 .α) Penguatan arus untuk emitor bersama dengan inisial β (beta).IC atau IB = IE .ICBO maka IC = α IE + ICBO dan IE = IC / α 2 Susunan Common Emitor (CE) IC IE .21.VBB IB IE IC + VCC +VBB IB (a) (b) Gambar 2.α ) .α) IE = ( β +1 ) IB VCE = constant .α)+ (ICBO / 1.2-28 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Penguatan arus DC pada CB adalah α (alfa) : α dc = IC / IE jadi IC = α IE IC ≈ IE IB = IE .VCC .

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-29 3 Susunan Common Colector (CC) IE IB IC (a) Gambar 2.α) ICBO} -VEE +VBB IB IC (b) IE +VEE . Karakteristik dan perameter Karakteristik/ parameter Karakteristik Input VEC=C Output .1. VCB=C IC = f(VCB).22. IC =f (VEC) IE =f ( IB) . VBC= f(VEC). VCE=C IC = f(VCE). Susunan common colector (a) PNP Arus pada susunan CC adalah (b) NPN IE = {(1/1. IB=C CC IB = f(VBC).VBB 3 KARAKTERISTIK DAN PARAMETER PENGUAT Tabel 2.VCE=C Penguatan arus VEC=C Tegangan balik IB=C Parameter Impendansi Input (Zi) (besar) Impendansi Output (Zo) Penguatan arus (Ai) Penguatan Tegangan (Av) CB IE = f(VEB). IB=C IC =f ( IB) . VEB/ IE (kecil) VCB/ IC (besar) IC / IE (kecil) VCB/ VEB (besar) VBE/ IB (besar) VCE/ IC (besar) IC / IB (besar) VCE /VBE (besar) VBC /IB VEC/IE (kecil) IE / IB (besar) VEC /VBC (kecil) . IE=C CE IB = f(VBE). VCE=C VBE= f (VCE). IE=C IC =f ( IE) .α) IB } + {(1/1. VCB=C VEB= f(VCB).

25. Fixed bias stabilisasi emitor IB = (VCC -VBE ) / {RB +(β +1) RE} IC = (VCC .IC RC 2. Fixed Bias (Bias tetap) VCC RB Input AC C1 VBE IB IC RC C2 IE Output AC Gambar 2.VBE ) / RB IC = β IB VCE = VCC .VBE) /{ (RB/ β )+ RE } VCE = VCC .24. Fixed bias IB = (VCC . Base bias I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 Input AC Gambar 2. Base bias . Fixed bias dengan stabilisasi emitor VCC RB Input AC C1 IB VBE RE IC RC C2 IE CE Output AC VB Gambar 2.2-30 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik PEMBIASAN PADA PENGUAT 1.VE .23.IC (RC + RE ) 3.

VBE) / {RC +( RB/ β )} VCE = VCC .26.VBE ) / {RB + ( β +1)RE} VCE = VCC .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-31 IC = ( VCC .IC RC 4.IC (RC + RE ) .VBE) / {RC + (RB/ β) + RE } 5. Potensio Bias VCC R1 Input AC C1 IB VBE RE IE IC RC C2 CE Output AC VCE = VCC .IC (RC + RE ) VB R2 Gambar 2.27. Potensio bias RB = R1 // R2 = R1R2 / (R1 +R2) VB = (R2 / R1 +R2 ) VCC IB = (VB . Base bias dengan stabilisasi Emitor I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 CE Input AC RE Gambar 2. Base bias dengan stabilisasi Emitor IC = ( VCC .

28.28 arus maximum di kolektor adalah IC Max = VCC / (RC + RE) dan VCC = VCE Penguatan arus Ai = ( 50 -30) mA / (30 – 10) µA = .1000 x ( terjadi beda phase 180 o ) Terjadi penguatan arus 100 kali dengan arah terbalik. Garis beban IC (mA) IC Max Q1 IB1 60µA IB2 50 µA input IB3 40 µA IB4 30µA IB5 20µA IB6 10µA IB7 0µA Q7 Garis bebanDC VCC VCE (volt) output 0 50 40 30 20 0 Q2 Q3 Q4 0 Q5 Q6 Gambar 2. . 2. ANALISIS GRAFIS VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC VCE C2 vo IE CE vi VB R2 Gambar.29 Hubungan input dan output Dari gambar 2.2-32 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT Besar penguatan penguat dapat dianalisis dalam 2 cara yaitu: I. Karakteristik output CE b. Penguat susunan CE Dibutuhkan: a.

. Catu daya DC dianggap hubung singkat (short) 1. Analisis model “re” “re” adalah tahanan masukan AC dalam kondisi penguat beroperasi. Gambar 30a merupakan rangkaian penguat susunan CE dengan masukan dan keluaran sinyal AC. Catu daya DC mengalir pada R1 . ANALISIS TEORITIS Untuk memudahkan analisis secara teoritis/matematis rangkaian harus ganti dengan model AC. Semua kondensator dianggap hubung singkat (short) 2. dB II. dB Penguatan arus A i = 20 Log ( Io / Ii ). Dari temuannya dihasilkan: Penguatan daya : Oleh karena AP = Log ( Po / Pi ) ………... Rangkaian yang digunakan dalam analisis adalah susunan CE. RC . RE dan transistor membentuk rangkaian DC ..Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-33 PENGUATAN dalam satuan dB ( desi Bell ) Menurut Abraham Bell : Bahwa telinga manusia menerima intensitas suara secara logaritmis.Bell (B) atau = 10 ( Po / Pi ) …………desiBell (dB) P = E2 / Z atau P = I2 Z Untuk P maximum Zo = Zi Maka Penguatan tegangan A v = 20 Log ( Vo / Vi )………. R2 .………. karena penguatan berdasarkan sinyal AC Untuk mengganti menjadi rangkaian AC ( rangkaian model ) 1.

rangkaian AC c.30(c).30 Penguat CE a.30b (dalam kotak) dimodelkan pada gambar 2. rangkaian dasar ( c) b.( Vi / re ) Rc bila masing-masing dibagi dengan Vi maka .β ( Vi / βre ) Rc = .2-34 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC C2 vo IE CE vi VB R2 (a) C ii R2 B Vo E ii Zi B ib βre E C R1 Zi io RC Zo vi RB βib ro io Zo RC vo (b) Gambar 2. Keterangan : βre = impedansi masukan ro = impedansi keluaran re = 26 mV / IE Zi = RB // βre Zo = Rc ro = ∞ βib = penguatan arus Tahanan emitor AC RB = R1 // R2 Vo = Io Rc = . model “re “non ideal Transistor pada gambar 2.β Ib Rc Vo = .

Analisis model “h “ Model hybrid atau “h” adalah model yang paling banyak digunakan dalam menganalisis analisis penguat.(Rc // ro) / re 2. Parameter “h” pada susunan penguat Parameter Impedansi input (hi ) Penguatan tegangan reverse (hr) Penguatan arus forward (hf) Admitansi output (ho) CB hiB hrB hfB hoB CE hiE hrE hfE hoE CC hiC hrC hfC hoC Satuan ohm X (kali) X (kali) mho Io = . Pemodelan transistor non ideal (a) transistor (b) model “h” non ideal .Rc / re terjadi beda phase 180 o Penguatan arus Ib = ( RB Ii ) / (RB + βre) bila masing-masing dibagi dengan Ii Ib/ Ii = RB / (RB + βre ) Ai = (Io / Ib ) (Ib/ Ii ) Ai = -β RB / (RB + βre ) terjadi beda phase 180 o Bila ro dipertimbangkan maka Zo = Rc // ro Maka penguatan tegangan Av = .β Ib β = Io / Ib Transistor model “h” ic B C E B ib vBE vCE ib vBE hiE hrEvCE hfE ib ic vCE hoE C E (a) (b) Gambar 2.2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-35 Penguatan tegangan Vo /Vi = Av = .31. Tabel 2.

Pemodelan transistor ideal (a) transistor Persamaan input Persamaan output hiE = (b) model “h” ideal hrE = 0 hoE = 0 ZoE = ~ vBE = hiE ib + 0 ic = hfE ib + 0 (hfE 26 mV ) / IE Susunan penguat model “h” (non ideal) 1.33. Penguat basis bersama b) model “h” .32. Susunan basis bersama RE vS VEE (a) a) rangkaian DC E B C E hiB RL VCC RE vS iE hfB iE (b) C iC RL hrBVCB B hoB Gambar 2.2-36 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Dari gambar 2.31(b) terdapat 2 persamaan Persamaan input (tegangan) Persamaan output (arus) ib vBE ic B E E C vBE = hiE ib + hrE vCE ic = hfE ib + hoE vCE B ib hiE hfE ib b) ic vCE C vBE E a) Gambar 2.

35. Susunan kolektor bersama ib vS VBB RB hiC B E C B ib hfC ib vo C ic RE vo VCC RB vS hrCvE E RE ie hoC (a) a) rangkaian DC b) model “h” (b) Gambar 2. Penguat emitor bersama (a) rangkaian DC (b) model “h” 3.34. Susunan emitor bersama ib ic B E C hiE RB Vs B vS VBB (a) RC vCE VCC ib hfE ib ic RC hoE C hrEvCE (b) Gambar 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-37 2. . Penguat susunan kolektor bersama.

36. rangkaian dasar (b) rangkaian AC (c) model “h”ideal RB = R1 // R2 dan ri = RB // Rs.hf E (RC / RC + RL ) } { is ri / (ri + hiE)} masing masing dibagi dengan is maka didapatkan Ai = iL / is = {.7 V . Ge = 0. VB = R2 Vcc / (R2 + R1) VE = VB .VBE tegangan VBE untuk Si= 0.hf E (RC / RC + RL ) } { ri / (ri + hiE)} .3 V IE = VE / RE hiE = (26 mV hf E) / IE Penguatan arus Ai = iL / is sedang untuk iL = { RC + RL)(RC / RC + RL )} (.hf Eib) ib = {ri / (ri + hiE)} is Bila disubstitusikan maka iL = {.2-38 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Analisis Susunan Emitor model “h” VCC is Rs R1 ib VBE RC C2 RE IE CE iL vo RL is C1 vi VB R2 (a) C ib is Rs ri B vo E is is Rs B vi RB ib hiE hf Eib E C vo RC iL RL RB RC iL RL (b) ( c) Gambar 2. Susunan emitor bersama (a).

hf E ) vi / hiE masing-masing dibagi vi didapatkan Av = vo / vi = Av = vo / vi = phase 180 o (.hf E ) ro / hiE tanda minus menunjukkan terjadi beda PENGUAT BERTINGKAT TUJUAN : MENDAPATKAN PENGUATAN BESAR Hubungan penguat bertingkat Vi (2) Vi (1) Vo (1) Vo (2) Vi (1) Vi (2) Vo(1) Vo(2) Vo Vi (a) (b) Gambar 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-39 Penguatan tegangan dapat ditentukan sebagai berikut Av = vo / vi vo = (RC //RL) (.37.hf E ) (RC //RL) / hiE bila (RC //RL) = ro (.hf Eib ) untuk ib = vi / hiE maka vo = (RC //RL) (. Blok Hubungan penguat bertingkat (a) seri (b) paralel Analisis penguat bertingkat Penguat 2 tingkat susunan CE dengan CE dengan kopling RC + VCC RC2 C3 iL RL is Rs R1 ib1 VBE RC1 ib2 C2 R3 IE is C1 R2 vi VB R4 CE1 RE1 RE2 CE2 (a) .

2-40 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik B1 Rs R2 R1 ib1 hiE1 hf E1ib1 E1 RC1 C1 R4 B2 ib2 C2 is R3 hiE2 RC2 vo iL RL RC2 hfE2ib2 E2 rb1 = Rs // R2 // R1 (b) rb2 = RC // R4 // R3 ro = RC2 // RL Gambar 2. pengganti model “h” ideal hiE2 = (26 mV hf E2) / IE2 hiE1 = (26 mV hf E1) / IE1 dan Penguatan arus Ai = iL / is = (iL / ib2) (ib2 / ib1) (ib1 / is) iL = {RC2 / (RC2 +RL) } (-hf E2ib2 ) ib2 = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1ib1 ) ib1 = {rb1 / (rb1 + hiE1)} is Bila disubstitusikan (iL / ib2) = {RC2 / (RC2 +RL) }(-hfE2) (ib2 / ib1) = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1) (ib1 / is) = rb1 / (rb1 + hiE1) Maka Ai = -hfE2 {RC2 / (RC2 +RL) } {rb2 / (rb2 + hiE2) (-hf E1) } rb1 / (rb1 + hiE1) Bila hiE1 << rb1 Maka hiE2 << rb2 dan RL << RC2 Ai = (-hf E1) (-hfE2) (1) = + (hf E1) (hfE2) …….. X Bila hf E1 = hfE2 = hf E n Ai total = (-hf E ) n n = jumlah penguat ( bila n genap = tak terjadi beda phase) . Penguat 2 tingkat CE dengan CE (a) Rangkaian dasar (b) Rangk.38.

Dua kondisi yang berlawanan ini sering disebut biner. waktu. OPERASI DIGITAL. Perkembangan teknologi maju dengan pesat. panas. . PENGANTAR. Suatu sistem digital berfungsi secara biner. berat. Transistor tidak boleh didesain pada daerah aktif. transistor) baik secara terurai (discrete) maupun terintegrasi (integrated). Sedang dengan sistem analog penampilan besaran dengan jarum yang mudah bergoyang dan pembacaannya posisinya harus tegak lurus. Transistor didesain untuk bekerja pada daerah atau titik jenuh (saturasi) dan daerah atau titik mati (cut off). Alat-alat ukur (listrik. Komponen elektronik yang banyak dipakai adalah komponen aktip (dioda. Sistem digital memberikan penampilan lebih akurat dan cepat sedang sistem analog kurang akurat dan lama. kecepatan dll) penampilan besaran sistem digital (angka). Semua peralatan canggih menggunakan sistim digital yang sebelumnya menggunakan sistem analog. sehingga mudah dan cepat terbaca. Pada titik jenuh transistor menghasilkan arus/tegangan tinggi (H) sedang pada titik mati transistor menghasilkan arus/tegangan rendah (L).BAB III KEGIATAN BELAJAR III DASAR TEKNIK DIGITAL A. Di bidang audio dan video sistem digital memberikan suara nyaring (HiFi) dan gambar jernih. B. Saat ini disebut jaman digital.

(1/23) .1 kondisi biner Kondisi Salah satu kondisi Kondisi yang lain 1 2 3 4 naik 5 ada 6 on off 7 8 9 10 ya tidak benar (H) 1 salah (L) 0 panas tutup nyala dingin buka padam turun tak ada Dari tabel di atas kondisi biner yang paling tepat digunakan adalah kondisi 3 yaitu 1 dan 0 atau H dan L yang merupakan standar bilangan biner.625 = 9 + 0. (1/22 )+ 1.5 = 1 0 0 0 1 + 0. Demikian juga untuk bilangan dari bilangan puluhan diubah menjadi bilangan biner dan dikembalikan ke bilangan puluhan. ( 1/21 ) + 0. 23 + (0). ditambah = 1. Kondisi biner Tabel 3.625 = 0. Contoh Mengubah bilangan puluhan ke biner Bilangan puluhan 9 dapat ditulis 9 (10) = bilangan biner 1001(2) 9 = 23 +1 = (1). a. Bilangan Biner Sistem komputer dan peralatan digital menggunakan 2 (dua) kondisi yaitu :1 (ON) dan 0 (OFF) disebut sistem bilangan dua-an (biner) atau sistem digit Bilangan yang digunakan untuk keperluan awam adalah bilangan arabic yaitu bilangan dari 0 sampai 9 atau bilangan puluhan atau dasan Untuk peralatan elektronik sistem digital.625 = 1 0 0 1.2-42 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.125 1 9. sinyal analog yang merupakan masukan harus diubah menjadi sinyal digital melalui pencacah dan dikembalikan lagi menjadi bentuk analog. 22 +(0) 21 +(1)20 = 1 .

384 1/(20)= 1 .84375 Catatan: bilangan kiri koma.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-43 9.03125 PENJUMLAHAN .(1/24)+1. 21=2 .2 2 +( 1).125 .0625 + 0.21 +(0).25 . (inver) digit kali seper biner pangkat n Biner berpangkat 20 = 1 .11011 = 14 ditambah . bilangan kanan koma.25 x 2 = 0. 1/(22)=0.(1/25) = 0.5 + 0. 27 =128 28=256 29=512 210=1.192 14 2 =16. 1/( 24)=0.03125 = 0.25 0.84375 1110. 23=8 .101 Cara pembagian dengan bilangan biner (untuk bilangan utuh): bilangan 9 9 : 2 = 4 sisa 1 4 : 2 = 2 sisa 0 2 : 2 =1 sisa 0 1 : 2 = 0 sisa 1 0.11011 = 1.5 . 36 =64 . PENGURANGAN DAN PERKALIAN BILANGAN BINER 1 1 10010001 0x0=0 1001 1 1 111111 1x0=0 11 1 + 0x1=0 x + 1 0 1010010 1x1=1 1001 1 1 1001 + 11 011 n = jumlah digit .048 212=4.(1/23)+ 1.625 x 2 = 1.00 1 0 0 1 1 ( bil dasar x biner >1=logik 1) 0 ( bil belakang koma pertama x biner<1 = logik 0) 1 (bil belakang koma kedua x biner >1 = logik 1) Cara perkalian dengan bil biner (untuk bilangan pecahan) bilangan 0.20 = 8 + 4 + 2 + 0 = 14 1110. 25 =32 . 1/( 23)=0.11011= 14.0625 1/(25 )=0. 1 /(21) =0.23 + (1).625 Mengubah bilangan Biner ke puluhan 1110(2) = 14(10) = (1). digit kali biner pangkat n.50 x 2 = 1. 24=16 . 22=4 .25 + 0 + 0.(1/21)+ 1.096 213=8.024 211 =2.(1/22)+ 0.625 = 1001.50 0.

2. Rangkaian logika sering kita temukan dalam sirkuit digital yang diimplemetasikan secara elektronik dengan menggunakan dioda atau transistor. E A 1 Y Gambar 3. Simbol NOT Gambar 3. +Vcc Tabel 3. Kebenaran/Logika Inverter Output (Y) Input (A) Rendah 0 Tinggi 1 Tinggi 1 Rendah 0 Gambar 3. Hasilnya berlawanan. Gerbang logika Inventer (pembalik) Inverter merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan.2.1 Rangkaian inverter /Not Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran sinyalnya tidak sama dengan sinyal masukan. Rangkaian inverter berupa transistor Comon Emitor yang mempunyai sifat membalik masukan. Ada 7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis. Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika. Rangkaian logika NOT . yaitu : 1.3.2-44 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian Gerbang (Gate ) Logika Gerbang logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi (H)atau tegangan rendah (L).

Rangkaian Dioda AND .4. lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A dan/AND B tertutup (1) A B A D1 D2 I R Y E Y 1 B E 0 Gambar 3. maka Y= -1 = 0 atau Y = NOT 1 = 0. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1). Logika AND Gambar 3. sedang outputnya satu sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya (AND. maka Y = 1 atau Y = NOT 0 = 1. NAND. Logikanya. OR.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-45 Logikanya. 2.5. lampu Y akan menyala bila saklar A tidak/Not tertutup atau tidak 1 dalam arti lain saklar terbuka atau 0 Fungsi gerbang NOT Y = NOT A Y= A atau . Y = . A = 0. Gerbang logika non-Inverter Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih.A Misal : A = 1. NOR. Yang termasuk gerbang logika non-Inverter adalah : Gerbang AND Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. XOR. XNOR).

Saat dioda ON (kondisi forward = maju) tahanan RF = 0 sedang saat OFF (kondisi reverse = mundur) tahanan RR = ~ (tak terhingga) Pada saat A = 0 B = 0 kedua dioda kondisi maju sehingga tahanan output (Ro) sebesar Ro = RF1 //RF2 = 0//0 = 0. B = AB Misal :A = 1 . B = 1 akan sama saat A = 1 . B = 0 0 / (0 + R) } E = ( 0 /R ) E . Logika AND dengan dua masukan. 1 = 1. Tegangan pada output Y = {(Ro) /(Ro) + R }E = { =0 Saat A = 0 . B = 0 maka Y = 1 .2-46 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang AND Y = A AND B Y = A . Tabel 3.3. Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 1 ANALISIS TEORITIS Untuk menganalisis secara teoritis hasil keluaran Y dari gerbang AND harus dipahami dahulu karakteristik dioda ideal. A = 1 . B = 1 maka Y = 1 . 0 = 0.

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-47 Dioda pada output kondisi maju sehingga Ro = RF1 = 0 sedang dioda lainnya kondisi mundur RR2 = ~ dan parallel dengan R sehingga RR2 // R = ~ // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / Ro + (RR2 // R) } E = { 0 / ( 0 + R )} E = 0 Saat A = 1 .4. B =1 bagian output akan terbuka ini berarti tahanan output Ro = ~ sedang kedua dioda parallel dengan R dianggap RR1 // RR2 // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / (Ro + R) } E = (Ro / Ro ) E = E = 1 Tabel 3.6. jadi jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung sebanyak 4 kali Gambar 3. gunakan rumus ini : 2 . Logika AND dengan tiga masukan. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 0 0 0 0 1 R << RR2 Ro >> R * untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung berdasarkan inputanya. n = 2 maka 2 = 4. Contoh : 2 n n adalah jumlah input. Simbol Gerbang AND .

8. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1). Simbol Gerbang AND dengan tiga inputan Gerbang OR Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Logika Gerbang OR dengan dua masukan. Misal : A = 1 . Tabel 3.7.5. maka sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga. Logika OR (a) Rangkaian dioda OR (b) rangkaian dioda OR Fungsi gerbang OR : Y = A OR B Y = A + B. B = 1 maka Y = 1 + 1 = 1.2-48 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gambar 3. Logikanya. lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A atau/OR B atau keduanya tertutup (1) A A B E Y 1 B E 0 D1 D2 I Y R (a) (b) Gambar 3. Input (A) Input (B) 0 0 0 1 1 0 1 1 Output (Y) 0 1 1 1 . A = 1 . B = 0 maka Y = 1 + 0 = 0.

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-49 Analisis teoritis Analisis teoritisnya sama seperti analisis pada AND hasil tegangan output sama seperti pada tabel gerbang A Tabel 3. Gerbang NAND (Not-AND) Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Logika Gerbang OR dengan tiga masukan.10.9. .6. Simbol Gerbang OR. Simbol Gerbang OR dengan tiga masukan. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input © 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 1 1 1 1 1 1 1 Gambar 3. Gambar 3. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).

11. Logika Gerbang NAND dengan tiga masukan.7. Rangkaian NAND Fungsi gerbang NAND : Misal : A = 1 . Tabel 3. Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB) 1 1 1 0 Tabel 3. Logika Gerbang NAND dengan dua masukan. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (ABC) 1 1 1 1 1 1 1 0 . B = 1 maka =1.8.2-50 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3.1= = 0.

13.14. Simbol Gerbang NAND standar Gambar 3. Simbol-simbol gate . Gambar 3.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-51 Gambar 3. Simbol Gerbang NAND tiga masukan Gerbang NAND juga disebut juga Universal Gate karena kombinasi dari rangkaian gerbang NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika yang lain. Gerbang NAND dalam arti logikanya Gambar 3.12.15.

Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol. Logika Gerbang NOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (A + B) 1 0 0 0 . R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3. Tabel 3.16. Rangkaian NOR Fungsi gerbang NOR : Misal : A = 1 . Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0).2-52 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gerbang NOR (Not-OR) Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran.9. B = 1 maka =1+1= = 0.

Simbol gerbang NOR standar Gambar 3.10.18. Simbol gerbang NOR tiga masukan Gerbang XOR (Antivalen.17.19. Exclusive-OR) Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai tinggi (1). . Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (A + B + C) 1 0 0 0 0 0 0 0 Gambar 3. Logika Gerbang NOR dengan tiga masukan. Simbol gerbang NOR dalam arti logikanya Gambar 3.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-53 Tabel 3.

12. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 1 0 0 1 Tabel Logika Gerbang XNOR dengan dua masukan .2-54 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang XOR : Tabel 3.20. Simbol gerbang XOR standar Gerbang XNOR (Ekuivalen. Fungsi gerbang XNOR : Tabel 3. Not-Exclusive-OR) Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB + AB) 0 1 1 0 Gambar 3.11. Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya).

Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = ( A AND B) OR (C AND D) Y = (A .21. Simbol gerbang XNOR Latihan Soal : 1. D) Tabel Logika A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-55 Gambar 3. B) + (C .

1 = . B) + (C . Diketahui rangkaian digital seperti berikut ini : Carilah persamaan booleannya dan jika diketahui nilai inputan A dan B tinggi (1) dan yang nilai inputan yang lain rendah (0) maka cari nilai hasil keluarannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A AND B) OR (C AND D ) OR (E AND F) Hasil nilai keluaran.1. B = 1 . Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan contoh dari masukannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : NOT (A AND B AND C) Contoh masukan : A= 1 . F) . 3.2-56 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2.D+E.F =1.B+C.1+0. C = 1 maka Y = 1. D) + (E .0+0.0 =1 Y = (A . bila A & B = 1 : Y=A.

Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A OR B) AND (C OR D) Tabel Logika : A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 Y= (A + B) .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-57 4. (C+ D) .

pembagian d. NOT b. pengurangan c. penjumlahan b. Gerbang NOR menghasilkan logic yang berlawanan dengan gerbang a. AND d. Bila gerbang AND dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. A=0 B=1 . 0 1 1 1 b. 0 1.58 Soal Teknik Digital A. 1 1 akan menghasilkan a. mati d. Gerbang NOT mempunyai a. Gerbang yang menghasilkan 1 bila salah satu atau semua masukan 1 adalah gerbang a. pengurangan c.Buktikan bahwa output (Y) dari rangkaian gerbang OR di bawah ini menghasilkan 0 1 1 1 bila input A = B = 0 . AND d. 1 1 1 0 d.Soal Obyektif 1. penjumlahan b. 1 0 0 0 c. Gerbang AND merupakan operasi digital untuk a. Bila gerbang OR dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. dua input satu output d. perkalian d. Gerbang OR merupakan operasi digital untuk a. OR c. A 1 B E 0 D1 I Y R D2 . Essay 1. satu input satu output d. 0 1 1 1 b. 0 0 0 1 10. NOT c. pembagian 8. OR b. 0 0 0 1 B. perkalian 9. saturasi dan mati 6. Transistor didesain sebagai rangkaian gerbang bekerja pada daerah a. EXOR 2. Gerbang NOT sering juga disebut gerbang a. indikator b. Gerbang yang menghasilkan 1 bila semua input 1 adalah gerbang a. NAND 7. invertor 4. 1 1 akan menghasilkan a. A=1 B=0 dan A=B=1 bila dioda ideal. saturasi c. 1 1 1 0 d. 0 1. EXOR 3. 1 0. NOT b. inkubator 5. induktor c. 1 0. satu input dua output b. AND d. OR c. 1 0 0 0 c. dua input dua output c. aktip b.

Gerbang AND akan menghasilkan logika 1 bila masukan A dan B : a. III dengan IV d. emitor – basis reverse b. A=B=1 6. A=0. Miniatursasi d. Penyearah gelombang penuh cara jembatan tanpa filter bila tegangan primer 12Veff maka tegangan keluaran DC sebesar: a. Logam tipe P merupakan doping antara logam-logam golongan : a. emissi benturan 2. emitor – basis reverse . 12 x 0. kolektor – emitor forward 9.636V c.636V 7. A=B=0 b.318V b. Daya besar b. Dimensi besar 3. c) atau d) 1.Besar penguatan arus dalam satuan dB adalah: a. 12 x 0. effektif b.Logam tipe N merupakan doping antara logam-logam golongan : a. rata-rata c. kolektor – emitor forward d. hiE = 26 mV ( hoE/ IE) b. Ai = 20 Log (Ii / Io) . IV dengan V 4. Osiloscope mengukur tegangan listrik dalam satuan tegangan: a. emissi thermis c. Ai = 10 Log (Vo / Ro) c. kolektor – emitor forward . IV dengan V 5. emitor – basis forward . r m s 8. Panas tinggi c.707 V d. Salah satu keuntungan dari komponen semikonduktor adalah a. III dengan IV d.414 x 0. hiE = 26 mV ( hfE/ IE) 10.59 SOAL-SOAL ELEKTRONIKA Pilih jawaban yang betul dengan memberi tanda X pada a). B=0 d. 12 x 1. b). Ai = 20 Log ( Io /Ii) d. II dengan III c. Ai = 10 Log (Po/ Eo ) b. emisi tegangan b. kolektor – basis reverse c. 12 x 0. Syarat kerja transistor adalah: a. I dengan II b. hiE = 26 mV ( hfE/ IB) c. hiE = 26 mV ( hrE/ IC) d.Filament pada tabung electron digunakan untuk membangkitkan : a. Besar impedansi input model “h” untuk common emitor adalah: a. emisi sinar d. A=1. II dengan III c. basis – kolektor forward . I dengan II b. peack to peack d. B=1 c.

Rangkaian model “ h “ ideal.60 Dari rangkaian penguat common emitor di bawah ini: Gambarlah: a. Rangkaian DC b. R1 C1 IB IC RC C2 is RS R2 C3 VCC CE RE1 IE RE 2 . Rangkaian AC c.

BUKU AJAR Medan Elektro Magnetik .

Karena pada kenyataannya muatan terdiri dari berjuta-juta dan bahkan trilyunan partikel maka partikel-partikel tersebut akan membentuk distribusi-distribusi tertentu. gaya tersebut adalah gaya Coulomb. Secara garis besar muatan terdistribusi dalam bentuk baku yaitu dalam bentuk muatan garis. Juga dibahas mengapa gaya ini bisa timbul yaitu karena sebenarnya di sekeliling suatu muatan listrik ada suatu daerah yang dilingkungi oleh flux listrik yang mengakibatkan adanya medan listrik. dalam bentuk muatan bidang (permukaan) dan dalam bentuk volume. karena itu untuk menentukan muatan totalnya perlu dilakukan perhitungan dalam bentuk integrasi. medan magnet dan gabungan antara keduanya yang membentuk medan elektromagnetik.BAB I PENDAHULUAN Mata kuliah Medan Elektromagnetika ini membahas mengenai medan listrik. Pada medan listrik akan dibahas mengenai gaya yang timbul sebagai akibat interaksi dari dua partikel bermuatan listrik yang terletak berdekatan. Keseluruhan perhitungan dan analisis yang digunakan untuk membahas medan listrik maupun medan magnet dan medan elektromagnetik ini harus dilakukan dalam dimensi ruang atau minimal dalam dimensi tiga karena analisis mengenai medan ini hampir keseluruhannya berkaitan dengan besaran vektor yang berada dalam ruang. Karena itu penguasaan tentang analisis vektor dalam beberapa sistem koordinat dimensi tiga mutlak harus dikuasai. Selanjutnya akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan medan listrik ini yaitu intensitasnya. Selanjutnya karena sifat partikel yang bermuatan listrik negatif yaitu elektron dapat bergerak maka fenomena yang timbul jika elektron bergerak . kerapatan fluxnya dan potensial serta energi yang dimiliki oleh medan listrik.

3-2 Medan Elektromagnetika yang timbul bukan medan listrik yang berubah tetapi akan timbul medan magnet. (2) Medan magnet listrik yang memiliki lingkup bahasan tentang: hukum Amper. hukum Kirchoff tentang tegangan. karena pada dasarnya cahaya adalah gelombang elektromagnetik. C. . fisika listrik dan analisis vektor terlebih dahulu agar diperoleh pemahaman yang mantap. Petunjuk Belajar Agar dapat memahami materi buku ini dengan mudah. hukum Faraday. B. dan jika medan magnet mengalami perubahan atau mengalami pergerakan maka akan timbul arus listrik atau berarti akan timbul medan listrik. Mempelajari dengan seksama tentang kajian diferensial – integral. perlu kiranya disiapkan langkah-langkah: a. hukum Gauss. flux listrik. medan listrik. maupun hukum Kirchoff tentang arus. Efek timbal balik inilah yang oleh Maxwell didefinisikan sebagai adanya medan elektromagnetik. fisika listrik dan analisis vektor. potensial listrik. yaitu timbulnya medan listrik dan medan magnet secara bersamaan dengan arah rambat yang saling tegak lurus tetapi dengan kecepatan rambat yang sama besar yaitu sebesar kecepatan cahaya. hukum Joule. A. Deskripsi Ruang lingkup kajian dalam materi ini meliputi: (1) medan elektro statik yang mempelajari tentang hukum Coulomb. hukum Lenz dan konsep Gaya Lorenz. hukum Ohm. Prasyarat Untuk menelaah kajian medan elektromagnetika disarankan menguasai materi-materi diferensial dan integral. hukum Biot – savart.

b. Membuat catatan-catatan kecil dalam bentuk kartu. Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektro statika. Memahami tentang medan elektro statika b. Memahami tentang medan elektromagnetika berubah terhadap waktu Indikator: a. Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektromagnetika dan teori-teori ikutannya. flux listrik. Melakukan kajian komparatif dengan pengalaman-pengalaman praktis (empiris) d. sehingga mudah untuk mengingat dan menggunakan D.Medan Elektromagnetika 3-3 b. Memperbanyak latihan mengerjakan tugas-tugas agar diperoleh ketrampilan intelektual yang mantap c. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Kompetensi yang diharapkan dalam mengkaji materi medan elektromagnetika adalah: a. hukum Gauss dan teori-teori ikutannya. . Memahami tentang medan elektromagnetika c.

..85ρF/ni Karena F (gaya) suatu besaran vektor maka persamaan diatas (2.................................... Q2 = muatan masing-masing partikel dalam satuan newton r k = jarak antara partikel yang bermuatan = konstanta dalam sistem internasional k= ∈ ∈0 l 4πε = permittivity medium antara partikel = permittivity vakum = 8.........BAB II KEGIATAN BELAJAR I ELEKTRO STATIKA A...........................(2........ Konsep Dasar Elektro Statika 1....................................1) r2 = gaya yang bekerja pada partikel yang bermuatan (pada Q1 dan Q2) F =k dalam newton Q1..........85 x 10-12 F/ni = 8.........2) 4π ∈ r 2 = vektor satuan .... Hukum Coulomb Hukum Coulomb dapat dituliskan persamaan berikut: F Q1Q2 newton.................1) perlu dikalikan vektor satuan (r) sehingga berubah menjadi: F= r Q1Q2 ˆ r.......(2.....

......... Jika Qe positif maka gaya per satuan muatan adalah intensitas medan listrik. E2.....n Konsep dasar ini melandasi intensitas medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan titik........... Bila dinyatakan dalam model matematis: Ep = E1 + E2 +………......... …. Medan Listrik Bila konsep Hukum Coulomb ini diterapkan untuk konsep medan listrik (E) menunjukkan intensitas medan listrik adalah: Qe F E F Qe = muatan eksperimen yang mendapatkan gaya bila berada dalam E= medan listrik = gaya yang dirasakan oleh Q exp = intensitas medan listrik di titik Q berada..(2.... 2.. ....….......Em = medan yang ditimbulkan oleh muatan pada titik 1....... maka besarnya medan listrik di suatu titik muatan test adalah jumlah vektor semua medan yang mempengaruhi muatan test tersebut.......... muatan bidang maupun muatan ruang (volume).......4) Ep = medan di titik P (titik dimana muatan test ditempatkan) E1..3) = Qe 4π ∈ r 2 Qe = Q1 = muatan test positif E= E = intensity medan listrik dalam NC-1 (Vm-1) Bila muatan partikel lebih dari satu titik............. maka: F Q1 ˆ r..+ Em ……………………………………………(2....... muatan garis.Medan Elektromagnetika 3-5 2.........

....... maka besarnya beda potensial antara kedua titik dinyatakan dalam model matematis berikut: .. Bila E X2 X1 dilakukan eksperimen membawa muatan test Positif dari x2 ke x1............................. r2 = panjang jarak perjalanan muatan test Q sampai titik x1 dan x2...........3) dan persamaan ini disubstitusi ke dalam persamaan (2. Bila lintasan gerakan muatan test positif tersebut terhadap arah medan membentuk sudut θ................(2.............5) x2 x2 x1 x1 Bila konsep medan E seperti dinyatakan oleh persamaan (2..3-6 Medan Elektromagnetika 3..... dalam medan listrik homogen E maka besarnya kerja diberikan ke muatan test posisif tersebut merupakan besarnya potensial listrik antara x2 ke x1 V = Force work xlenght = Ch arg e Ch arg e Konsep pendefinisian di atas bila ditunjukkan dalam model matematis adalah: V21 = ∫ dv = − ∫ Edr........ Potensial Listrik Bila konsep medan listrik ini dikembangkan kajiannya untuk menjawab pertanyaan tentang potensial listrik.5) diperoleh persamaan: V21 = − ∫ Q dr 2 x 2 4π ∈ r Q ⎡1 1 ⎤ ⎢ − ⎥ 4π ∈ ⎣ r1 r2 ⎦ x1 =− R1....

. ρL = rapat muatan untuk satuan panjang ρS = rapat muatan untuk satuan luas ρV = rapat muatan untuk satuan volume...... Dari konsep rapat muatan di atas maka.......... Rapat Muatan (Charge density) Rapat muatan listrik adalah jumlah (besaran) total dibagi energi panjang / luas / volume.Medan Elektromagnetika 3-7 Vab = ∫ dv = − ∫ E cosθdl a a b b Vab = − ∫ E.(1...... penulisan model matematisnya adalah: Q L Q ρS = S Q ρV = V ρL = ρL = rapat muatan garis ρS = rapat muatan luas ρV = rapat muatan volume L = panjang garis bermuatan S = luas bidang partikel bermuatan V = besar volume partikel bermuatan Bilamana suatu medan listrik ditimbulkan oleh: ....6) a b E = vektor medan listrik l = vektor panjang lintasan Nilai kerja tak tergantung dari bentuk lintasan tetapi panjang (jarak lintasan)....dl..........

Qm adalah: n 1 Q ∑ rn 4π ∈0 n =1 n Potensial yang ditimbulkan muatan terdistribusi sepanjang garis Vp = • V L= 1 4π ∈ ∫ ρL r dl • potensial yang ditimbulkan muatan bidang V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ρS r ds • potensial yang ditimbulkan muatan volume V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ∫ ρV r dv • Besar potensial total akibat Vp. VS dan VV adalah: + VV V = Vp + VL + VS Dasar konsep ini sebagai dasar teori superposisi. Q2.3-8 Medan Elektromagnetika Jumlah n titik bermuatan maka: jumlah total potensial di sustu titik adalah jumlah aljabar dari komponen potensial secara individu oleh masing-masing muatan terhadap titik dimaksud. • Medan potensial yang ditimbulkan oleh sejumlah muatan titik merupakan jumlah dari medan potensial masing-masing muatan tersebut . Pernyataan ini dapat ditulis dalam bentuk model matematis berikut: • Potensial yang diakibatkan n buah titik bermuatan Q1. Rumusan singkat potensial listrik • potensial yang ditimbulkan sebuah muatan titik ialah kerja yang diperlukan untuk membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya. …. VL.

...... Oleh karena itu untuk kerja yang diperlukan untuk lintasan tertutup ialah nol atau: ∫ E.............(2...7) ≈ A Atau beda: VAB = VA − VB = − ∫ E...........9) dV dL ..............dL..Medan Elektromagnetika 3-9 • Potensial yang ditimbulkan sejumlah muatan titik atau distribusi muatan medan dapat diperoleh dengan membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya sepanjang lintasan sembarang yang kita pilih......(2.7) bila dikaji lebih lanjut dapat diperoleh konsep berikut: • • • Besar intensitas medan listrik sama dengan harga maksimum laju perubahan potensial terhadap jarak Harga maksimum didapat saat arah pertambahan jarak berlawanan arah E Persamaan (2.................7) bilamana didefinisikan akan memperoleh persamaan baru secara umum adalah: = − E.....dL = 0 Persamaan ini merupakan bentuk umum Hukum Kirchoff untuk tegangan............ Konsep diatas dengan rumusan matematis (acuan nol di tak terhingga): VA = − ∫ E...................8) Persamaan ini disebut gradient potensial (∇V) atau : Gradien V = grad V = ∇V = -E ……………………………......dL B A Perlu diingat untuk integral garis (L) tidak tergantung dari lintasan yang dipilih...........................................................………………(2............... Mencermati persamaan (1.......................

.... Cm-2 A = luas penampang tabung. m-2 Dan bentuk persamaan umumnya adalah: ψ = ∫ ∫ D... Flux Listrik Flux listrik (ψ) yang melewati setiap tabung adalah konstant........ Rumusan matematis dari Hukum Gauss ialah: ψ = ∫ DS ....ds = Q Memperhatikan hubungan antara medan listrik (E) dengan kerapatan flux listrik (D) yang besarnya : Q Q ˆ ˆ rmaka rdanD = 2 4π ∈ r 4πr 2 D = ∈E E= Karena konsep kerapatan flux adalah muatan per satuan luas....ds = ∫ ∫ Dn .. yang mana D = kerapatan flux listrik ...10) s ψ = flux listrik yang menembus permukaan tertutup ....... C m-2 ∈ = Permittivity medium F m-1 E = intensity medan listrik V m-1 5.ds Dan flux listrik total yang ditimbulkan muatan (Q) adalah: ψ = ∫ ∫ D............ Hukum Gauss Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkungi oleh permukaan tersebut...ds = mua tan yangdilingkungi = Q.......3-10 Medan Elektromagnetika 4.(2.. dan dinyatakan dengan persamaan berikut: ψ=DA (C) D = kerapatan flux rata-rata.

............... Kajian lanjut dari hukum Gauss bila diperuntukkan pada materi bermuatan adalah sebagai berikut: • Bola bermuatan. π = jari-jari bola E= Q • • • flux density (D) di bidang permukaan konduktor besarnya adalah sama dengan charge density (rapat muatan) pada permukaan tersebut.......... Dn = ρs → ρs = rapat muatan bidang permukaan...dl b a Vaa = VAab − Vba = ∫ E..dl = 0.......dl Karena Vaa = 0 jadi: ∫ E...Medan Elektromagnetika 3-11 ∫ S = int egralpermukaantertutup Ds = rapat flux pada permukaan Kajian dari hukum Gauss ini akan melandasi konsep Hukum Kirchoff tentang arus (Kirchoff Current Law = KCL).....................(2........... Sedangkan kajian lebih lanjut tentang konsep potensial (tegangan) listrik untuk lintasan tertutup akan melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) yakni: VAB = − ∫ E.................... Besarnya kapasitas (C) kapasitor adalah: C= Q V Dimana Q = D..... maka medan listrik untuk bagian dalam adalah nol (E = 0) dan untuk permukaan dan di luarnya adalah: ˆ r 4πε 0 r 2 (π ≥ π1) ......11) Persamaan ini melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL).........A V=Ed A = luas permukaan plat (kapasitor) ....

maka pada bidang batas akan berlaku: α1 α2 medium 1 ∈1 x1 medium 2 ∈2 x2 tan α1 ∈1 = tan α 2 ∈2 D cosα1 D2 cosα 2 = E1 sin α1 E2 sin α 2 • Bila dua bahan konduktor dengan dielektrik (isolator) Besarnya nilai D atau E dalam konduktor adalah nol.dq C∫ 0 Q W = W = • 1 Q2 1 1 = CV 2 = QV 2 C 2 2 Bila dua bahan (lebih) dielektrik dipadukan.3-12 Medan Elektromagnetika d = jarak antar plat kapasitor D = ∈E C= maka ∈A dalamFarad (F ) d Dan energi pada kapasitor 1 q. maka hubungan antara D dan E adalah: pada isolator Dn1 = ρs .

.dv s V Dan ∇.........ds = ∫ ρ ... Ini sebagai dasar persamaan Maxwell untuk differensial relation. α1 = tan −1 • Bilamana flux density (D) dikenai operasi divergensi akan menghasilkan suatu persamaan lim ΔV → 0 ∫ D ds = divD = ρ ...D = divD = ∂Dx ∂Dy ∂Dz + + ∂x ∂y ∂z nilai dari div D adalah ρ yaitu rapat muatan permukaan volume..12) n ΔV atau ∇.ds = ∫ ∇........dv S V Bila persamaan dinyatakan dengan pernyataan adalah: “ Integral fungsi vektor atas permukaan tertutup akan sama dengan integral divergen fungsi vektor melalui permukaan volume setelah tertutup”.. Et = 0 Et1 = tan −1 0 = 0 En1 Maka flux listrik pada bidang batas dielektrik – konduktor selalu tegak lurus pada bidang permukaan konduktor.. . D = ρ untuk daerah bebas muatan (ρ=0) ∇..... diperoleh persamaan baru: ∫ D. D = 0 Dari hukum Gauss diperoleh hubungan ∫ D.......D.....................Medan Elektromagnetika 3-13 En1 = ρs ∈1 ..... Model matematis persamaan ini adalah: ∇........ D untuk ρ...(2............

(2....... Ω T = waktu. 7.....13) Untuk ρ = 0 → ∇2V = 0 • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = ∂ 2V ∂ 2V ∂ 2V + + ∂x 2 ∂y 2 ∂z 2 Laplace: 6...... dalam bentuk model matematis berikut: W = I2R T untuk I = arus listrik .. Hukum Joule Kajian antara hubungan daya (power) listrik dengan energi yang timbul (diserap) dilakukan oleh joule..... A R = resisitansi....14) Hubungan model matematis ini merupakan konsep hukum Ohm...... diperoleh parameter hubungan sebagai berikut: “Besarnya beda tegangan (V) antara ujung konduktor sama dengan hasil kali antara resistans (R) dengan arus (I)” bila dinyatakan dalam model matematis: V = IR atau R = V/I ……………………………………………......... sekon ...3-14 Medan Elektromagnetika • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = − ρ ∈ Poisson: ... Hubungan antara voltage dengan arus Pada tahun 1826 George Simon Ohm melakukan eksperimen hubungan antara tegangan V pada sepanjang konduktor dengan arus I yang melewati konduktor tersebut......(2.............

.. maka “jumlah aljabar arus yang melewati titik adalah sama dengan nol”... y dan z.............(2.........ds Δv ....... Pernyataan ini merupakan hukum Kirchoff untuk arus dan bila dinyatakan dalam persamaan adalah: ∑ I = 0…………………………………………………………………...18) sebab divJ = ∇.... joule Hubungan ini disebut hukum Joule..... 8........ yaitu integral komponen normal rapat arus J pada permukaan tertutup adalah sama dengan nol atau ∫ J ...........17) 9..ds = 0... Pengembangan analisis divergensi untuk volume ∇V adalah: ∇J = 0 …………………………………………………………………...................(2.15) Sedangkan hukum Kirchoff untuk arus dilandasi oleh hukum Gauss.........16) S Bilamana konsep ini diberlakukan pada suatu titik cabang..J = lim Δv → 0 ∫ J ........Medan Elektromagnetika 3-15 W = energi.. Hukum Kirchoff Di bagian terdahulu telah ditunjukkan bahwa konsep tegangan telah melandasi ditemukannya hukum tentang tegangan yakni untuk lintasan tertutup (rangkaian tertutup) bahwa “ jumlah aljabar tegangan (voltage) adalah sama dengan nol” bila dinyatakan dalam model matematis: ∑ V = 0.(2. Divergence Current Density (∂) Kerapatan arus (J) untuk elemen ∇V memiliki arah komponen koordinat pada sumbu x. Secara spesifik hubungan hukum Kirchoff dengan hukum Ohm ditampilkan oleh persamaan: ∑ V = ∑ I R ………………………………………………………………...(2....

..14 • 8.854 • 10−12 • 302 10 • 1012 120 • 3..14 • 8. Penyelesaian: F1 = F2 = Q1 • Q2 4πεoR 2 = = 10 • 30 4 • 3............ Latihan 1........ ∂ρ / ∂t = 0...... Berapa gaya yang diderita oleh benda di titik P.... Berapa gaya yang diderita oleh kedua plat bila plat tersebut berada di ruang hampa? Penyelesaian: .......277 x 1010 = 27. Hukum Coulomb • Titik P bermuatan + 10 C dan titik Q bermuatan + 30 C.......... sehingga ∇J = 0..ds = − dt Δv S dρ untuk arus I kontinyu..J = − ∂ρ .... Jarak kedua titik tersebut 3 m dan berada di ruang hampa. divJ = ∇..............(2....3-16 Medan Elektromagnetika sedangkan hubungan antara rapat muatan dengan rapat arus untuk suatu volume ∇V: maka: ∫ J .....19) ∂t B....7 x 108 N Newton • Dua plat sejajar berjarak 3 x 10-2 m dan masing-masing plat bermuatan listrik 10 x 10-4 C dan 9 x 10-4 C...854 = 0....

996 x 103 N/C • Ketentuan seperti soal di atas dan titik S berjarak 6 m. berapa medan di titik S? Penyelesaian: Medan di titik S: ES= Q 4πεoR 2 N/C = 0.854 x10−12 x(10) 2 = 10-4 x 1012 x 102 4 x 3.854 = 0.025 x 106 = 2. Suatu titik R berjarak 10 m dari benda bermuatan.854 x10−12 (3x10− 2 ) 2 10 x9 x10−8 x1016 4 x3.14 x8.996 x 106 N 2.14 x 8.14 x8. Berapa kuat medan di titik R tersebut? Penyelesaian: Medan di R adalah: ER = = Q 4πεoR 2 10−4 4 x3.8996 x 104 N/C = 8.Medan Elektromagnetika 3-17 F1 = F2 = = = Q1 • Q2 4πεoR 2 (10 x10−4 ) x(9 x10−4 ) 4 x3.14 x8.854 x9 = 8. Medan Listrik • Benda berukuran 10-4 C berada di ruang hampa.5 x 104 V/m .

Potensial Listrik Benda A bermuatan 10-4 coulomb. ada dua titik S dan T berjarak dari benda bermuatan 2 m dan 4 m.14 x8.225 x 106 Volt = 2. Ketiga titik tersebut berada di ruang hampa. berapa arus yang mengalir pada resistor? Penyelesaian: Hukum Ohm dalam model matematis: V = I R atau I = V R-1 I = 10 / 10 = 1 V / Ω = 1 A • Suatu resistor 20 Ω dialiri arus 2 A.3-18 Medan Elektromagnetika 3.14 x8. Hukum Ohm • Suatu resistor 10 Ω diberi tegangan 10 volt.85 x10−12 ⎡1 1⎤ ⎢2 − 4⎥ ⎣ ⎦ = = 10− 4 x1012 4 x3. berapa tegangan yang dipasang pada resistor tersebut? Penyelesaian: V=IR = 20 x 2 . Berapa beda potensial antara titik S dan T? Penyelesaian: VST = − ∫ RT RS Q dR 4πεo R 2 RT =− Q 4πεo RS dR ∫ R2 = 1 ⎤ Q ⎡ 1 − ⎥ ⎢ 4πεo ⎣ R S RT ⎦ 10 −4 4 x3.25 x 105 volt 4.85 x 4 = 0.

Medan Elektromagnetika 3-19 = 40 AΩ = 40 volt 5. Berapa arus yang keluar (meninggalkan) titik cabang? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk arus pada titik cabang ditunjukkan oleh model matematis: ∑I=0 I 1 + I2 + I 3 = 0 10 A + 20 A + I3 = 0 I3 = . Hukum Kirchoff • Dua baterai 12 volt dan 9 volt diseri dan digunakan untuk mengaliri dua resistor masing-masing 10 Ω dan 40 Ω tersambung seri. Berapakah arus yang dikeluarkan baterai? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk lintasan tertutup dinyatakan dalam model matematis adalah: ∑ E = ∑ I R atau ∑ V = ∑ I R E1 + E2 = IR1 + IR2 I = (E1 + E2) x (R1 + R2)-1 = (12 + 9) x (10 + 40)-1 V/Ω = 21 x 50-1 V/ Ω = 0. dua cabang berarus 10 A dan 20 A menuju titik titik tersebut.30 A .42 A • Suatu titik bercabang tiga.

2. Nilainya ditunjukkan oleh Persamaan: F = k (Q1 Q2) x R-2. Bila pernyataan ini ditunjukkan dengan persamaan: Q = ∫ D • ds S 5. Benda-benda bermuatan sejenis akan tolak menolak dan bila bermuatan berlawanan akan saling tarik menarik.3-20 Medan Elektromagnetika C. Benda bermuatan listrik akan menyebabkan adanya medan listrik di sekitarnya. Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkupi oleh luasan tertutup tersebut. 4. maka pada setiap titik yang berada di ruang tersebut akan timbul tegangan yang besarnya ditunjukkan oleh persamaan: V = − ∫ E • dl Vab = − ∫ E • dl a b Dengan ketentuan Vab adalah beda tegangan (potensial) antara titik a – b. 3. Hukum Coulomb. Bilamana dua benda bermuatan listrik. Suatu ruang (medium) yang padanya ada medan listrik. Rangkuman 1. pada benda tersebut pasti merasakan ada gaya tarik / tolak. Besarnya intensitas medan listrik dinyatakan oleh persamaan: E = F Q-1 = k Q R-2. Hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) dinyatakan oleh model matematis : ∑V=∑IR dan Hukum Kirchoff untuk arus (KCL) ditunjukkan oleh model matematis berikut: ∑I=0 .Besarnya intensitas medan listrik berbanding langsung dengan besar muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

4. 2. Volt (V) 2. Tugas-tugas Pilih jawaban a.4. 2. Joule per coulomb meter (J/Cm) 4. Newton per coulomb (N/C) 3.3 Satuan untuk potensial listrik adalah: 1. Besar arus tak terpengaruh nilai tegangan antar ujung konduktor. bila pernyataan 1 dan 2 benar Pilih jawaban c.4. bila pernyataan 1. 2.4. .2 dan 4 benar.4 Pernyataan dari hukum Ohm untuk konduktor yang dialiri arus adalah: 1. Tergantung dari medium benda bermuatan tersebut berada 4. Besar arus yang mengalir pada konduktor berbanding langsung dengan besar tegangan 2. Volt per meter (V/m) 2. Newton per coulomb (N/C) 4. bila pernyataan 1 benar Pilih jawaban b. Newton meter (Nm) 2. Joule per coulomb (J/C).Medan Elektromagnetika 3-21 D. bila pernyataan 1. Berbanding terbalik dengan besar tahanan konduktor 3. Berbanding langsung dengan besar tahanan konduktor 4. Tergantung dari besar muatan masing-masing 2.1 Pernyataan hukum Coulomb menunjukkan bahwa: Gaya yang diderita oleh dua benda bermuatan adalah: 1. Volt / meter (V/m) 3. Tergantung kuadrat jarak antara kedua benda.2 Satuan medan listrik adalah: 1. 2 dan 3 benar Pilih jawaban d. Tergantung dari kebalikan kuadrat jarak antara benda bermuatan 3.

Setiap lintasan tertutup jumlah tegangan sama dengan jumlah hasil kali arus dan hambatan-hambatannya 2.7 Ketentuan seperti soal 2. titik N berjarak 10 m dari benda tersebut. Setiap titik cabang jumlah arus adalah tetap. 2.4.3-22 Medan Elektromagnetika 2.4.8 Ketentuan seperti kedua soal di atas.5 Pernyataan hukum Kirchoff menyebutkan bahwa: 1.6 Suatu benda bermuatan 20 x 10-4 C.4.4. Bila medium memiliki k = 1 berapa kuat medan di titik N? 2. berapa beda potensial antara N – M? . Setiap titik cabang jumlah arus pada titik cabang adalah nol 3. berapa kuat medan di titik M? 2.6 terdapat titik M yang berjarak 20 m dari benda bermuatan. Setiap titik cabang jumlah arus yang menuju titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkannya 4.4.

. ∫ H .1) Atau secara sederhana dinyatakan dengan persamaan: H = kuat medan l = panjang lintasan I = arus yang dilingkupi Bilamana batang konduktor diperbanyak menjadi N batang dalam berkas (turn)...........................(3...................... maka besarnya medan juga sebanding dengan N tersebut..dl = NI ... Medan Magnet pada Arus Listrik Steady Bilamana batang konduktor berarus listrik.... Hubungan antara arah arus dengan medan magnet ditunjukkan oleh kaidah telapak tangan kanan seperti ditunjukkan oleh gambar berikut.....................dl = I ............... Konsep Dasar Elektro Magnetika 1............. H X X : arah arus meninggalkan kita I • 0 : arah arus menuju kita : arah medan Sedangkan hubungan nilai besaran antara arus medan magnet dan panjang lintasan medan ditunjukkan oleh hukum Amper yang berbunyi: “integral garis medan H pada lintasan tertutup sama dengan arus yang dilingkupinya”.....(3.............................Medan Elektromagnetika 3-23 BAB III KEGIATAN BELAJAR II ELEKTRO MAGNETIKA A...........2) persamaan menjadi: Konsep dasar dari hukum Amper ini yang melandasi kemagnetan listrik.......... .................. sehingga ∫ H ........ disekeliling konduktor akan timbul medan magnet.......................

............ mereka merumuskan induksi magnet (B) besarnya dipengaruhi elemen batang berarus dan jarak seperti ditunjukkan persamaan: μ Idl sin θ ..................... maka besarnya rapat flux B= μI 2πR (B) pendekatannya: Untuk B = flux density (rapat flux) NA-1 m-1 Atau dalam satuan Tesla (T) μ = permeabilitas dalam satuan H/m I = arus pada konduktor dalam A R = jarak titik (dicari kuat flux density) dalam m............3) dan (3..............3) dB = 4π r2 Atau B= Dimana B = rapat flux pada P.......... .........................4) adalah statemen dari hukum Biot – Savart........................... A dl = elemen batang berarus.... m r = jarak dari elemen ke P θ = sudut yang terukur antara garis r dan garis singgung elemen batang Atas dasar kajian ini aplikasinya dapat menganalisa induksi magnet yang ditimbulkan oleh bentuk batang khusus seperti kamparan.........3-24 Medan Elektromagnetika Kajian lebih lanjut dilakukan Biot dan Savart....... dan sebagainya.............. NA-1 m-1 atau T μI sin θ dl.. sehingga d l sin θ = ηdθ dan R = η sin θ ......(3.... Konsep tersebut melandasi konsep medan magnet atau rapat flux B pada radius R dari konduktor linier berarus I dengan panjang konduktor tak terbatas....4) 4π ∫ r 2 μ = permeability medium H m-1 I = arus pada batang........ Persamaan (3... batang panjang.....(3...

............. bila dikembangkan kajian pada konduktor berarus yang dibentuk seperti konduktor cincin (lilitan=kumparan cincin)..... Persoalan mendasar adalah bila nilai besaran arus mengalami perubahan (dI) ataupun medan magnet mengalami perubahan yang berarti flux magnet mengalami perubahan (dφ)................... Gaya Bilamana suatu muatan bergerak dalam medan magnetik dengan kerapatan flux B....................7) Dengan v = kecepatan gerak muatan listrik dalam m ..6) B= l N = jumlah turn (lilitan) pada solenoida l = panjang solenoida dan ketentuan lain seperti pada penjelasan persamaan (3............ secara eksperimen mengalami gaya yang dinyatakan persamaan berikut: F = Qv x B …………………………………………………..........(3.5) 2R B = flux density dalam NA-1 m-1 atau T I = arus pada konduktor dalam A R = jari-jari (radius) cincin dalam m B= μI μ = permeabilitas medium dalam Hm-1 Untuk solenoida (kumparan) besarnya B adalah: μNI ...........................................................5) Analisis dasar ini dapat dikembangkan untuk kepentingan praktis seperti konsep pemagnetan buatan (magnet listrik) dan sebagainya........ 2.......…………...(3.............. toroid dan sebagainya dapat diselesaikan persamaan-persamaannya seperti berikut........... Untuk konduktor cincin (terbuka) ... Adanya perubahan dI atau dφ akan menghasilkan konsep dasar hukum Lenz atau Faraday........ solenoide...Medan Elektromagnetika 3-25 Konsep dasar medan magnet akibat arus listrik pada konduktor.........(3...............

.…………(3...(3....... maka telaah ini diteruskan akan memperoleh persamaan yakni: d F = J x B dv …………………………………………………………(3...........10) atau F = I L x B ……………………………………………......9) dan (3.....8) Persamaan (3.9) untuk J = rapat muatan ruang dalam A m-2 sedangkan hubungan antara J dv sebagai unsur arus diferensial yaitu J dv = I d L oleh karena itu persamaan (3.... v d Q ada keterkaitan dengan rapat muatan bergerak yakni d Q = ρ d v yang merupakan rapat muatan ruang....11) atau dalam bentuk lain: F= garis ∫ IdLxB = ∫ ∂xBdv............(3. 3..(3..7) dideferensial. maka gaya pada partikel muatan adalah: dF = d Q v x B ……………………………………………………….......... Latihan-latihan 1...12) vol Persamaan (3.....3-26 Medan Elektromagnetika Bila persamaan (3.10) merupakan persamaan dasar dari konsep kerja motor listrik / alat ukur listrik dan pengembangan alat-alat lainnya. Penyelesaian: Besarnya kuat medan magnet (H) adalah: ∫ Hxdl = I Atau : H = I x (2 π R)-1 →l=r H = 10 x [ 4 x 3. Begitu pula bila kerapatan flux (B) ditimbulkan oleh magnet listrik yang berarti gaya antar batang – batang konduktor berarus yang merupakan konsep dasar moment (kopel) suatu alat ukur / motor listrik...8) sebagai dasar kajian gaya akibat muatan bergerak pada kerapatan flux..9) dapat ditulis berikut: d F = I d L x B ……………………………………………………….... Suatu konduktor berarus 10 A.. berapa kuat medan di titik P yang berjarak 10 m dari konduktor..14 x 10]-1 .......

Konduktor tersebut dialiri arus sebesar 10 A. Berapa kerapatan flux (B) pada inti toroide? Penyelesaian: B = (μ N I) x (2 π R)–1 = 1 x 104 x 10 x (2 x 3. Konduktor berbentuk cincin dengan radius 10 m. Konduktor dibentuk toroide dengan jumlah 10000 lilitan. Berapa rapat flux magnet rata-rata pada inti solenoide? Penyelesaian: Besarnya B adalah: B = μ N I x (l)–1 = 1 x 1000 x 10 x (20 x 10 –2)-1 = 5 x 104 A/m 4. Bila konduktor tersebut dialiri arus listrik 10 A. diameter toroide 50 cm dan diameter coil 4 cm. dan intinya memiliki μ = 1.14 x 50 x 10-2)-1 = 105 x (2 x 3. Permeabilitas μ = 1 dan dialiri arus 10 A. berapa kuat medan (H) di pusat cincin? Penyelesaian: H = I x (2 R)-1 = 10 x (2 x 10) -1 =1 / 2 A/m 3.14 ]-1 = 7.Medan Elektromagnetika 3-27 = 1 x [ 4 x 3.14 x 50 x 10-2)-1 = 3.2 x 104 A/m A/m .18 x 104 A/m = 3. dengan panjang 20 cm.98 x 10-2 A/m 2. Konduktor dibentuk kumparan (solinoide) sebanyak N = 1000 lilitan.

Biot dan Savart menemukan hukum Biot savart dengan rumusan matematis sebagai berikut: dB = atau B= μ Idl sin θ r2 4π μI sin θ dl 4π ∫ r2 3. berada dalam kerapatan flux magnet (B) sebesar 1000 N/Am dan dialiri arus 5 A. Mendasarkan konsep hukum Amper. Disekitar konduktor berarus akan timbul medan magnetik (H).3-28 Medan Elektromagnetika 5. Konduktor lurus panjang: B = μ I x (2 π R)–1 . Hubungan antara medan magnet dengan arus listrik didasarkan hukum Amper yang model matematisnya adalah: ∫ H • dl = I 2. Telaah lebih lanjut dari hukum Biot – savart terhadap bentuk konduktor berarus: a. Berapa gaya yang dirasakan oleh konduktor? Penyelesaian: Gaya yang dialami konduktor: F =LIxB = 10 x 5 x 1000 = 5 x 104 Newton = 5 x 104 N 4. Konduktor cincin flux density (B) di titik pusat cincin B = μ I x (2 R) –1 b. Rangkuman 1. Konduktor panjang 10 m.

Suatu muatan bergerak dalam medan magnettik dengan kerapatan flux (B) akan mengalami gaya yang dinyatakan persamaan: F = Q V x B Atau dalam bentuk hubungannya dengan I. Konduktor dibentuk solenoide dengan panjang kumparan l . besarnya B adalah: B = μ N I x (2 π R)–1 Dengan ketentuan R = radius toroide. berada pada medan magnet dengan rapat flux (B) sebesar 10 N/Am. besarnya B adalah : B = μ N I x (l)–1 d. Besarnya gaya yang dialami oleh konduktor adalah: a. 4. Newton per Amper meter (N/Am) c. Newton per Amper (N/A) b. Suatu konduktor panjang 5 m berarus 10 A.Medan Elektromagnetika 3-29 c. 5. 100 N d. Tugas-tugas Pilihlah jawaban yang paling benar dari jawaban yang tersedia. Newton meter per Amper (Nm/A) d. Amper meter per Newton (Am/N) 3. Konduktor dibentuk toroid. Newton meter per Amper (Nm/A) F=LIxB d. Newton per Amper (N/A) b. 1. 50 N c. 20 N . Amper meter per Newton (Am/N) 2. Satuan untuk besaran rapat flux (B) adalah: a. L adalah: Persamaan ini mendasari prinsip muatan listrik. 500 N b. Satuan untuk besaran flux magnet (φ ) adalah: a. Newton per Amper meter (N/Am) c.

1692 A/m 5.3-30 Medan Elektromagnetika 4. Bila pada intinya terbuat bahan ferromagnetik dengan nilai μ = 5 A/m dan diameter toroide 20 cm. 0. Bila solenoide tersebut dialiri arus listrik 10 A. 1000 A lilitan / m d.000 A lilitan / m b. besar medan megnet di inti solenoide adalah: a. 100. Konduktor lurus panjang berarus 10 A.1592 A/m d.000 lilitan. berapa rapat flux magnet yang terbentuk bila toroide dialiri arus 5 A.16 A/m b.15 A/m c. 10 000 A lilitan / m c. Sebuah solenoide panjang 5 cm. 0. 0. Konduktor cincin berarus 10 A dan radius cincin 5 cm. Solenoide tersebut dialiri arus sebesar 5 A. panjang solenoide 10 cm. 100 A lilitan / m 6. Berapa kuat medan magnet yang terbentuk pada inti solenoide? 7. Konduktor dibentuk toroide dengan 1000 lilitan. maka besar medan magnet yang berjarak 10 m dari konduktor adalah: a. Konduktor dibentuk solenoide dengan 1000 lilitan. . 0. Berapa kuat medan di titik pusat cincin? 8. memiliki jumlah lilitan 10.

........(4........... maka medan magnet pasti menimbulkan arus listrik............(4...... Konsep Dasar Medan Magnet dan Medan Listrik Berubah terhadap Waktu Bila dikaji arus listrik dapat menimbulkan medan magnet seperti ditunjukkan hukum Amper atau Biot-Savart.... Konsep pemikiran yang melandasi Faraday melakukan eksperimennya ......2a ) ∂t ∂φ .......Medan Elektromagnetika 3-31 BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV MEDAN MAGNET DAN MEDAN LISTRIK BERUBAH TERHADAP WAKTU A................................ sehingga ditemukan hukum Faraday yang dinyatakan dalam model matematis berikut..................2b) ∂t Hubungan antara medan magnet yang berubah (dφ) terhadap tegangan = v = −N potensial yang ditimbulkannya telah ditemukan oleh Faraday dimana Faraday diilhami oleh hukum Lenz................(4............................... yang berarti tegangan = potensial listrik..........1) ∂t Jika lintasan tertutup nya konduktor berbentuk lilitan yang terdiri N lilitan................ Maka kajian ini diteruskan yaitu medan magnet berubah tersebut disebabkan oleh arus yang berubah (seperti ditunjukkan hukum integral Amper ∫ Hdl = I Atau ........ ∂φ volt............... v = ggl = e = − maka v = −N Atau ∂φ volt..

(4.3) ∂t L = besarnya nilai induktansi batang konduktor / lilitan yang besarnya L = φ / I V = −L atau L = Nφ / I..... Latihan-latihan 1..106 volt .. B.... Hubungan antara tegangan induksi dengan perubahan arus ditunjukkan oleh model matematis hukum Lenz berikut......... (4. Hukum Faraday.... Berapa elektromotansi yang akan timbul pada konduktor? Penyelesaian: V = ..ds S Dan B = μH ds = perubahan Maka dari itu dI akan menyebabkan suatu induksi tegangan pada konduktor yang melawan tegangan yang menyebabkan arus pada konduktor mengalir..... transformator dan analisis transien (rangkaian listrik akibat pengaruh perubahan)...(1000 – 0) x (103) volt = . di volt............ Konsep-konsep dasar yang dinyatakan model matematis (4.........3) merupakan dasar dari analisis generator. Suatu batang konduktor berada dalam flux yang mengalami laju perubahan dari 1000 Weber ke 0 Weber dalam tempo 10-3 detik..1)...(dφ) x (dt)–1 Volt = ...3-32 Medan Elektromagnetika H = Dan dI dl φ = ∫ B.2) dan (4.....

25 x 103 volt 3.L (d I) x (d t) volt = . Suatu konduktor berbentuk filamen memiliki induktansi diri (L) sebesar 50 mH. konduktor tersebut berada dalam laju perubahan flux magnet 500 weber ke 0 weber dalam tempo 4 x 10-3 detik.106 x 125 volt = . Bila konduktor tersebut dialiri arus 10 A dengan laju perubahan dalam tempo 2 x 10-3 detik. Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .500 x (2-1 x 102) = . Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor? Penyelesaian: Elektromotansi (V) = .250 volt 5.50 x 5 volt = . Suatu batang konduktor bergerak memotong flux magnet 500 weber dengan laju kecepatan 2 x 10-2 detik.50 x 10-3 x 10 x (2-1 x 103) volt = .(dφ) x (dt)–1 Volt = . tetapi tempo laju perubahannya 106 detik.Medan Elektromagnetika 3-33 2. berapakah elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .L (d I) x (d t)–1 volt .N (d φ) x (d t)–1 = -1000 x (500 – 0) x (4-1 x 103) volt = .1. Seperti soal (4). Suatu konduktor dibentuk filamen dengan 1000 lilitan. Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .25 x 108 volt 4.

Besarnya flux magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik berbanding langsung dengan besar arus listrik pada konduktor yang menimbulkan flux magnet. Keterpautan antara flux magnet total dengan arus listrik disefinisikan sebagai “induktansi diri (L)”.N d φ dt 2. Rangkuman 1.500 k volt C. Model matematis keterkaitan antara φ dan I adalah: L = φ / I atau untuk N lilitan adalah: L=Nφ/I Hubungan antara elektromotansi dengan perubahan arus terhadap waktu yang mengalir pada konduktor yang memiliki induktansi diri L adalah: ektromotansi = .50 x 10-3 x (10 x 10-6) volt = -5 x 105 volt = . 3.L d I dt V .d φ V dt Jika lintasan tertutupnya berbentuk konduktor filamen yang terdiri dari N lilitan maka elektromotansinya adalah: elektromotansi = . Hukum Faraday: “Medan magnetik yang berubah terhadap waktu menimnulkan elektromotansi (gaya gerak listrik / tegangan listrik) pada suatu rangkaian”. Hukum Lenz “Tegangan induksi (gaya gerak listrik) selalu berkelakuan menimbulkan flux yang berlawanan”. Bila pernyataan ini dimodelkan matematis adalah: elektromotansi = .3-34 Medan Elektromagnetika = .

bila pernyataan 1. Satuan untuk tegangan induksi (elektromotansi) adalah: (1) Volt (V) (2) Weber per detik (Wb/dtk) (3) Weber per volt (Wb/V) (4) Volt per weber (V/Wb) 3.N d φ / d t (3) V = d φ / d t (4) V = N d φ / d t . 1. 2 dan 3 benar Pilih jawaban c.Medan Elektromagnetika 3-35 D. bila pernyataan 1. bila pernyataan 2 dan 3 benar Pilih jawaban d. Besarnya elektromotansi yang timbul pada konduktor yang berada dalam perubahan flux magnet terhadap waktu adalah: (1) Tergantung dari besarnya perubahan flux (2) Tergantung dari waktu laju perubahan (3) Besarnya berlawanan dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) (4) Besarnya berbanding lurus dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) 2. 2 benar Pilih jawaban b.d φ / d t (2) V = . Model matematis untuk persamaan induksi (elektromotansi = V) adalah: (1) V = . Satuan induktansi diri adalah: (1) Henry (H) (2) Weber per Amper (Wb/A) (3) Weber lilitan per Amper (Wb lilitan / A) (4) Amper per weber (A/Wb) 4. Tugas-tugas Pilih jawaban a. bila pernyataan 4 benar.

3-36 Medan Elektromagnetika

5. Model matematis untuk persamaan induktansi diri (L) adalah: (1) L = - φ / I (2) L = φ / I (3) L = N φ / I (4) L = - Nφ / I

Medan Elektromagnetika 3-37

BAB V KEGIATAN BELAJAR V
TEORI MAXWELL (Persamaan Maxwell) Kajian teori Maxwell sebagai dasar kajian tentang keterkaitan medan magnet (H) dengan medan listrik (E) atau sebaliknya. Hal ini sebagai dasar menelaah gelombang elektromagnet. Kajian ini sebagai pengembangan Medan Elektro Magnet. Kajian saling keterkaitan antara pengaruh medan listrik dengan medan magnet atau sebaliknya dikaji oleh James Clark Maxwell sebagai temuan teori Maxwell. Sebagai dasar pemikiran Maxwell dari teori Stoke yang melakukan kajian pengoperasian integral garis terhadap kajian integral luasan diperoleh persamaan dasar:

∫ H .dl = ∫ (∇xH ).ds..................................................(5.1)
S

Persamaan (4.1) berlaku untuk setiap medan vektor d l = panjang lintasan tertutup d s = luas permukaan yang dibentuk lintasan tertutup itu Dengan konsep teori Stoke di atas, maka berlaku pula untuk medan listrik seperti model matematis berikut.

∫ E.dl = ∫ (∇xE ).ds..................................................(5.2)
S

Kuat medan yang ditimbulkan kerapatan arus (J) untuk batang ds maka persamaan matematisnya adalah:

∫ H .dl = ∫ J .ds......................................................(5.3)
S

Mendasari konsep matematis (5.1), (5.2) dan (5.3) maka teori Maxwell dapat dinyatakan dengan model matematis berikut.

3-38 Medan Elektromagnetika

∂B ..........................................................(5.4a) ∂t ∂D ∇xH = J + .....................................................(5.4b) ∂t Persamaan ini untuk medan berubah terhadap waktu sedangkan untuk medan tak berubah terhadap waktu adalah: ∇.D = ρ ………………………………………..(5.4c) ∇xE = −
∇.B = 0 ………………………………………...(5.4d)
Untuk bantuan kajian keempat persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial perlu keterkaitan persamaan berikut. D=∈E B=μH J=σE Dimana : ∈= permitivitas medium

μ = permeabilitas medium σ = konduktivitas medium
Bilamana menghadapi bahan berkelakuan tak baik, maka nilai D = ∈0 E + P dan B = μ0 (H+M) M = magnetisasi dan P = polarisasi pengutuban bahan isolasi (medium) Sedangkan model matematis Maxwell dalam bentuk integral adalah:

∫ E.dl = − ∫ ∂t .ds......................................................(5.5a)
S

∂B

∫ H .dl = I + ∫ ∂t .ds................................................(5.5b)
S

∂D

∫ D.ds = ∫ ρdv.........................................................(5.5c)
vol

∫ B.ds = 0.................................................................(5.5d )
S

Medan Elektromagnetika 3-39

Keempat persamaan integral ini memungkinkan untuk mencapai syarat batas untuk B, D, H dan E yang diperlukan untuk mencari tetapan dalam mencari jawaban persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial. Kajian teori Maxwell di atas memungkinkan menelaah lanjut medan elektro magnet di segala situasi medium.

3-40 Medan Elektromagnetika

DAFTAR PUSTAKA
Kraus, J.D & Carver, K.R, Electro Magnetics, Mc Graw-Hill, Tokyo, 1993 Hayt, W.Jr., Electromagnetika Teknologi, Vol 1 & 2, Erlangga, Jakarta, 1981. Attwood, SS., Electric and Magnetic Fields, John Wiley & Sons, New York, 1949. Sears, Zermansky, Physic for University, Mc Graw-Hill, New York, 1960. Elliot, Electromagnetic, Mc Graw-Hill Book Company, New York, 1966. Halliday, D. & R Resnick, Physic, John Wiley & Sons, New York, 1962.

BUKU AJAR

TEKNIK PEMROGRAMAN

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Standar Kompetensi 1. Mengenal paradigma prosedural dan algoritma. 2. Mengenal metodologi penulisan algoritma. 3. Mengenal bahasa pemrograman.

B. Kompetensi Dasar 1. Memecahkan masalah dengan paradigma prosedural dan

menuliskan spesifikasi dan algoritmanya tanpa tergantung pada bahasa pemrograman apapun. 2. Menulis algoritma dari suatu masalah dengan menggunakan metodologi dan skema standard yang diajarkan secara terstruktur. 3. Menulis program yang "baik" (sesuai dengan kriteria yang diajarkan di kelas) dalam bahasa pemrograman yang diajarkan, dengan menggunakan aturan translasi yang diberikan. Programnya harus terstruktur walaupun bahasa pemrogramannya bukan bahasa yang terstruktur.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mengenal algoritma. 2. Mengenal Paradigma Prosedural. 3. Mengenal Penulisan Algoritma. 4. Mengenal bahasa program. 5. Mengenal penulisan program yang baik.

1. Paradigma Pemrograman Paradigma adalah sudut pandang atau "sudut serang" tertentu yang diprioritaskan, terhadap kelompok problema, realitas, keadaan, dan sebagainya. Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berpikir

kita, mengarahkan kita terhadap beberapa atribut dan membuat untuk

4-2 Teknik Pemrograman

mengabaikan atribut yang lain. Dengan demikian , jelas bahwa sebuah paradigma hanya memberikan pandangan yang terbatas terhadap sebuah realitas, karena itu fanatisme terhadap sebuah paradigma, mempersempit wawasan dan kadang berbahaya. Dalam pemrograman pun ada beberapa paradigma, masing-masing mempunyai priotas strategi analisis yang

khusus untuk memecahkan persoalan, masing-masing menggiring kita ke suatu pendekatan khusus dari problematika keseluruhan. Beberapa jenis persoalan dapat dipecahkan dengan baik dengan menggunakan sebuah paradigma, sedangkan yang lain tidak cocok. Mengharuskan seseorang memecahkan persoalan hanya dengan melalui sebuah paradigma, berarti membatasi strateginya dalam pemrograman. Satu paradigma tidak akan cocok untuk semua kelas persoalan. "Ilmu" pemrograman berkembang, menggantikan "seni"

memprogram atau memprogram secara coba-coba ("trial and error"). Program harus dihasilkan dari proses pemahaman permasalahan, analisis, sintesis dan dituangkan menjadi kode dalam bahasa komputer secara sistematis dan metodologis. Beberapa paradigma dalam

pemrograman :

a. Paradigma Prosedural atau imperatif Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newmann (stored program concept) : sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data; masing-masing dapat diberi nama dan harga. Instruksi akan dieksekusi satu per satu secara sekuensial oleh sebuah pemroses tunggal. Beberapa instruksi menentukan instruksi berikutnya yang akan dieksekusi (percabangan kondisional). Data diperiksa dan dimodifikasi secara sekuensial pula. Program dalam paradigma ini didasari pada strukturasi informasi di dalam memori dan manipulasi dari informasi yang disimpan tersebut. Kata kunci yang sering didengungkan dalam pendekatan ini adalah : Algoritma + Struktur Data = Program

Teknik Pemrograman 4-3

Pemrograman dengan paradigma ini sangat tidak "manusiawi" dan tidak "alamiah", karena harus berpikir dalam batasan mesin

(komputer), bahkan kadang-kadang batasan ini lebih mengikat daripada batasan problematikanya sendiri. Keuntungan pemrograman dengan paradigma ini adalah efisiensi eksekusi, karena dekat dengan mesin.

b. Paradigma Fungsional Paradigma fungsional didasari oleh konsep pemetaaan dan fungsi pada matematika. Fungsi dapat berbentuk sebagai fungsi "primitif", atau komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah terdefinisi.

Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi-fungsi dasar yang dapat dilakukan. Penyelesaian masalah didasari atas aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Jadi dasar pemecahan persoalan adalah transformasional. Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui keadaan antara. Paradigma fungsional tidak lagi mempernasalahkan memorisasi dan struktur data, tidak ada pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang "variabel". Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi atau bagaimana informasi disimpan dalam memori, setiap fungsi adalah "kotak hitam", yang menjadi perhatiannya hanya keadaan awal dan akhir. Dengan merakit kotak hitam ini, pemrogram akan menghasilkan program besar. Berlainan sekali dengan paradigma prosedural, program fungsional harus diolah lebih dari program prosedural (oleh pemroses bahasanya), karena itu salah satu keberatan adalah kinerja dan efisiensinya.

c. Paradigma Deklaratif, predikatif atau lojik Paradigma ini didasari oleh pendefinisian relasi antar individu yang dinyatakan sebagai predikat. Sebuah program lojik adalah kumpulan

4-4 Teknik Pemrograman

aksioma (fakta dan aturan deduksi). Pada paradigma ini, pemrogram menguraikan sekumpulan fakta dan aturan-aturan (inference rules). Ketika program dieksekusi, pemakai mengajukan pertanyaan (Query), dan program akan menjawab apakah pernyataan itu dapat dideduksi dari aturan dan fakta yang ada. Program akan memakai aturan deduksi dan mencocokkan pertanyaan dengan fakta-fakta yang ada untuk menjawab pertanyaan.

d. Paradigma Berorientasi Objek (Object Oriented) Paradigma ini didasari oleh objek. Sebuah objek mempunyai atribut (kumpulan sifat), dan mempunyai kelakuan (kumpulan reaksi, metoda). Objek yang satu dapat berkomunikasi dengan objek yang lain lewat "pesan", dengan tetap terjaga integritasnya. Kelas adalah objek

mempunyai atribut yang sama dan diturunkan ke semua objek yang berada dalam kelas yang sama. Kelas-kelas mempunyai hirarki, anggota dari sebuah kelas juga mendapatkan turunan atribut dari kelas di atasnya. Paradigma ini menawarkan konsep class, generic, inheritance, polymorphism dan menenkankan pentingnya pendefinisian statik kelas untuk melahirkan (menciptakan) objek pada saat runtime, yang kemudian dimanipulasi atau saling berinterasi. Definisi kelas memungkinkan adanya penurunan kelas dengan objek pada saat run time yang dapat “berubah” bentuk dengan kelakuan yang disesuaikan, Namun demikian, literatur pada struktur kontrol mikro untuk

mendeskripsikan kelakuan, masih terkandung paradigma imperatif, dengan adanya pernyataan sekuensial, assignment, analisis

kondisional dan pengulangan. Disamping itu, mengkonstruksi program dari objek dan kelas adalah berbeda dengan mengkonstruksi program dari struktur data dan algoritma. Kedekatan antara paradigma ini dengan paradigma lain dapat dilihat dari bahasa-bahasa bukan

berorientasi obyek murni, yaitu bahasa prosedural atau fungsional yang ditambahi dengan ciri orientasi objek.

e. misalnya : a. Basic. Deklaratif/Lojik : Prolog d. Prosedural : Algol. C++. mulai dari bahasa tingkat rendah (bahasa mesin dalam biner). Contoh bahasa-bahasa pemrograman yang ada : a. APL.. Konkuren : OCCAM. LISP c. dan pemrograman dalam bahasa Query yang memungkinkan diperolehnya suatu himpunan nilai. yang didasari entity dan relasi. Fungsional : LOGO. Untuk setiap paradigma. C . yang erat hubungannya dengan arsitektur perangkat keras yang memungkinkan pemrosesan secara paralel atau perangkat lunak sistem terdistribusi yang mengelola akses konkuren. b. dalam literatur masih sering disebutkan paradigma yang lain. Pemroses bahasa Pascal dan C versi terbaru dilengkapi dengan fasilitas terorientasi objek.. Java f. b. seringkali dianalogikan dengan menara Babel yang berakibat manusia menjadi tidak lagi saling mengerti bahasa masingmasing. bahasa tingkat tinggi. Ada.5) pada komputer pribadi (PC) dan C++. Ada beberapa versi LISP dan Prolog yang juga memasukkan aspek OO. Cobol. 2. bahasa asembler (dalam kode mnemonik).. misalnya Turbo Pascal (mulai versi 5. Suatu program dalam bahasa pemrograman . tersedia bahasa pemrograman yang mempermudah implementasi rancangan penyelesaian masalahnya.Teknik Pemrograman 4-5 Selain keempat paradigma tersebut. Bahasa Pemrograman Ada banyak sekali bahasa pemrograman. Relasional: SQL pada basisdata relasional Paradigma Objek mulai ditambahkan pada bahasa-bahasa yang ada. Paradigma konkuren. Eifel. Paradigma relasional. Fortran. Bahasa Pemrograman berkembang dengan cepat sejak tahun enampuluhan. Object oriented murni: Smalltalk. Pascal. Jaca. sampai bahasa generasi ke empat (4GL).

Belajar memprogram dan belajar bahasa pemrograman mempunyai tingkatan dan kesulitan yang berbeda-beda. belajar bahasa pemrograman adalah belajar untuk memanfaatkan instruksi-instruksi dan kiat yang dapat dipakai secara spesifik hanya pada bahasa itu. 3. tapi relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bongkar pasang program yang sudah ada. Belajar Pemrograman Tidak Sama Dengan Belajar Bahasa Pemrograman Belajar memprogram adalah belajar tentang strategi pemecahan masalah. sintesa. selalu dipakai untuk semua pendekatan. sintesis. setiap instruksi yang ada dan tata cara pengoperasian kompilator bahasa yang bersangkutan pada mesin tertentu. Belajar memprogram lebih bersifat keterampilan daripada analisis dan sintesa. yaitu kompilator dan interpreter. Lebih lanjut. Beberapa masalah akan cocok kalau diselesaikan dengan suatu paradigma tertentu. pemakaian kembali modul yang ada. Belajar memprogram lebih bersifat pemahaman persoalan. pengetahuan tentang kelas persoalan penting adanya. metodologi dan sistematika pemecahan masalah tersebut kemudian menuangkannya dalam suatu notasi yang disepakati bersama. Pada hakekatnya. terutama karena sebagian besar pemrogram pada akhirnya memakai rutin-rutin yang ditulis orang lain. Dan ada algoritma baru yang lahir.4-6 Teknik Pemrograman tertentu akan diproses oleh pemroses bahasanya. dan seharusnya mendasari semua pengajaran pemrograman. Mahasiswa seringkali . aturan sintaks (tatabahasa). Dalam melakukan implementasi program. Strategi pengenalan masalah melalui dekomposisi. penggunaan komputer untuk memecahkan persoalan adalah untuk tidak mengulang-ulang kembali hal yang sama. Karena itu. Karena itu perlu diajarkan metodologi. analisis. Ada dua kategori pemroses bahasa. tersedia bahasa pemrograman visual atau tekstual. Belajar bahasa pemrograman adalah belajar memakai suatu bahasa.

Pemecahan persoalan dengan paradigma yang sama akan menghasilkan solusi yang "sejenis". Proses memprogram memang berakhir secara konkrit dalam bentuk program yang ditulis dan dieksekusi dalam bahasa target. mengetik program dan mengeksekusi tanpa analisis dan spesifikasi yang dapat dipertanggung jawabkan juga bukan merupakan praktek yang “baik” (terutama untuk program skala besar dan harus dikerjakan banyak orang). proses koding lebih merupakan proses semi otomatik dengan aturan pengkodean. Metoda terbaik untuk belajar apapun adalah melalui contoh. Proses memprogram adalah proses yang memerlukan kepakaran.Teknik Pemrograman 4-7 dihadapkan pada kedua kesulitan itu sekaligus. Produk yang dihasilkan oleh seorang pemrogram adalah program dengan rancangan yang baik (metodologis. Beberapa bahasa dapat termasuk dalam sebuah paradigma sama. tidak mungkin dipisahkan satu sama lain. Seorang yang sedang belajar harus belajar melalui contoh nyata. Pengajaran pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang perancang "designer" program. Pada prakteknya. Berkat . suatu rancangan harus dapat dikode untuk dieksekusi dengan mesin. notasi yang disepakati supaya masalah itu dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam salah satu bahasa yang masih ada dalam lingkup paradigma yang sama. belajar pemrograman dan belajar bahasa pemrograman saling komplementer. berfungsi dengan benar. Karena itu. belumlah lengkap. dan didukung dengan adanya dokumentasi. menganalisis dan membuat spesifikasi tanpa pernah mengeksekusi program. sistematis). sanggup melayani segala kemungkinan masukan. Karena itu memaksa mahasiswa hanya bekerja diatas kertas. Sebaliknya. hanya mencetak pemrogram yang langsung "memainkan keyboard". sedangkan pengajaran bahasa pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang "coder" (juru kode). Untuk itulah diperlukan adanya suatu perjanjian. pemecahan persoalan dalam satu paradigma dapat diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa yang berbeda. yang dapat dieksekusi oleh mesin.

proses yang baik pasti dapat menjamin kehadiran suatu produk yang baik. Sikap mahasiswa yang mau disiplin secara mandiri sangat diharapkan dalam mencapai tujuan kuliah ini. 4. Sebaliknya. 5. Program : Produk versus Proses Beberapa kalangan berpendapat bahwa yang penting dalam sebuah pengembangan program adalah produk.4-8 Teknik Pemrograman contoh nyata itu dia melihat. melainkan juga dapat menjalankan proses pembuatan program seperti yang “sebaiknya” sesuai dengan prosedur yang standard. bahkan sangat besar dan mempunyai persyaratan tertentu. perangkat lunak yang dibutuhkan “berukuran” besar. Memang pemantauan produk jauh lebih gampang daripada pemantauan proses. Pembangunan program berskala besar tidak dapat dilakukan dengan cara yang identik dengan program skala kecil. Program Skala Kecil dan Program Skala Besar Pada kehidupan nyata. Contoh tipikal tersebut dikembangkan dan dipakai untuk belajar dan mengajar sesuai dengan paradigma pemrograman yang diajarkan. Pendapat ini sudah kuno. Aspek penekanan pada proses ini sangat ditegaskan dalam kuliah pemrograman (dan nantinya dalam Rekayasa perangkat Lunak dengan skala lebih besar). mungkin dihasilkan oleh sebuah proses yang “kurang baik” atau bahkan “sangat buruk” karena hasil akhir yang dipolers disana sini secara tambal sulam. Apalagi dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak maka aspek proses seringkali sulit dipantau. Contoh tipikal adalah contoh program yang merupakan “pola solusi” dari kelas-kelas persoalan yang dapat diselesaikan. Metoda pengajaran yang dipakai pada perkuliahan pemrograman fungsional ini adalah pengajaran melalui contoh tipikal. mengalami dan melakukan pula. Diharapkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu untuk menghasilkan produk program. Ini dapat dianalogikan dengan pembangunan sebuah gedung pencakar langit dibandingkan dengan . Sebuah produk yang baik.

Ahli Informatika selayaknya mampu untuk menjadi penyedia modul/komponen. tidak jarang ditemui programmer “eksentrik”. framework. Sebuah program yang besar dan “baik” biasanya terdiri dari banyak sekali modul/komponen “kecil” yang dikerjakan oleh banyak orang.Teknik Pemrograman 4-9 pembangunan sebuah rumah kecil sederhana. dan ada perakit yang memakai komponen. jendela. dari komponen setara “suku cadang” dalam industri perakitan mobil. 6. Sebuah gedung besar mempunyai komponen seperti pintu. Skala komponen juga makin berkembang. Struktur Data. ubin yang dapat difabrikasi secara terpisah sebelum dipasang. jenius yang selalu hanya berhadapan dengan komputer dan menghasilkan kode-kode program “misterius” yang hanya dimengerti olehnya sendiri (Baca tulisan Hoare mengenai “Programming: Sorcery or . Sedangkan pembangunan perangkat lunak skala besar akan dicakup dalam modul-modul kuliah kelompok Rekayasa Perangkat Lunak. Pemrogram Individu dan Pemrogram dalam Tim Jaman dulu. dsb). bahkan “engine” dari produk secara keseluruhan (munculnya istilah library. hanya dicakup pembangunan program-program skala “kecil (karena memang “kecil”). Misalnya sebuah peralatan elektronik yang canggih. di Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNNES. suka menyendiri. Sesuatu yang “besar” biasanya terdiri dari komponen-komponen “kecil”. Pendekatan “merakit” ini juga dilakukan dalam pembangunan perangkat lunak. Maka dapat dikatakan bahwa ada dua kategori pemrogram: penyedia modul/komponen dan pemakai modul/komponen. sampai komponen utama yang menjadi dasar. di dalamnya terdiri dari komponen elektronik “standard” yang dirakit. Pada kuliah Pemrograman yang mendasar (Algoritma dan Pemrograman. Ada produsen komponen. atau pengembangan modul-modul “kecil” yang merupakan modul/komponen primitif yang nantinya akan merupakan bagian dari sebuah perangkat lunak berskala besar. Pemrograman Beroreinetasi Objek). platform.

pemrogram diharapkan untuk dapat bekerja dalam tim. Suatu aksi harus terjadi pada selang waktu yang terbatas. Skala program yang harus dibuat di masa kini sudah jauh lebih besar ukurannya dibandingkan dengan jaman dulu. Jadi salah satu tujuan pengajaran adalah membentuk pemrogram atau perancang program yang harus mampu bekerja sama dengan orang lain. maka berarti dititikberatkan pada kegunaannya. Di kelas akan ditetapkan suatu standard pemrograman tertentu yang diharapkan akan dipakai selama kuliah. daripada coding. Jika dianalogikan dengan dunia musik. Jika seseorang tertarik pada suatu aksi. 7. Aspek bekerja dalam tim dan mengikuti standard ini akan dicakup dalam perkuliahan. Pemrograman Prosedural Pengertian pertama yang akan dijelaskan adalah aksi. Bekerja dalam tim membutuhkan standard atau pola kerja yang sama dan aturan main agar ada koodinasi dan tim dapat menghasilkan suatu produk sesuai dengan prosedur. Akibatnya. Maka efek neto . dimulai pada saat T0 dan berakhir pada saat T1. yang harus dipimpin seorang konduktor supaya pertunjukan dapat berjalan dengan baik. Suatu aksi adalah kejadian yang terjadi pada suatu selang waktu terbatas dan menghasilkan efek neto yang telah terdefinisi dengan baik dan memang direncanakan. maka jelas bahwa minatnya adalah pada efek netonya. juga membutuhkan kemauan setiap individu untuk bermain selaras sesuai dengan arahan konduktor. Aspek ini perlu diperhatikan dan dengan disepakati bersama. maka pemrograman adalah sebuah orkestra. ditekankan benar efek tersebut harus “direncanakan”. Jaman itu sudah berlalu. Kuliah Algoritma Pemrograman lebih diarahkan kepaga programming. Pada deskripsi tersebut. Sebuah orkestra selain membutuhkan kerja keras individu. Ada banyak standard yang dipakai di dunia pemrograman. Ini sudah dijelaskan pada bagian Program Skal Besar dan Program Skala kecil.4-10 Teknik Pemrograman Science” [Hoare-84).

adalah kentang sudah ada di kantong kentang. keadaan awal). siap untuk dimasak dan kantong kentangnya harus dikembalikan ke rak lagi. b. Initial state (I. Pengandaian yang lain adalah bahwa persediaan kentang di ibu selalu cukup untuk makan malam. Kalau lebih dititik beratkan efek netonya.Teknik Pemrograman 4-11 dari aksi dapat dijelaskan dengan membandingkan keadaan pada saat T0 dan keadaan pada saat T1. Penambahan kentang ke dapur di luar tinjauan masalah ini. Apakah kentangnya harus dibeli dulu atau sudah ada di dapur ? b. jadi sup. Pernyataan ini mencakup hal yang luas ruang lingkupnya. T0. Contoh dari suatu aksi adalah Ibu Tati yang MENGUPAS KENTANG untuk mempersiapkan makan malam. T1. digoreng atau direbus saja ? Maka kita harus membatasi dengan jelas keadaan awal yang menjadi titik tolak mengupas kentang dan keadaan akhir yang ingin dicapai supaya dapat “merencanakan” efek neto yang diinginkan. Ini adalah contoh bagaimana kita menentukan batasan dari persoalan yang akan diprogram. yang ditaruh di rak di dapur. di mana ibu Tati akan mengupasnya. misalnya : a. keadaan akhir). Kejadian yang sama dapat dianggap sebagai aksi ataupun sebagai proses. Apakah yang dimaksud dengan mengupas kentang untuk makan malam berarti sampai dengan kentang terhidang ? c. Suatu kejadian dapat dipandang sebagai urut-urutan dari beberapa kejadian. berarti dapat diuraikan dalan beberapa (sub) aksi yang terjadi secara sekuensial. Dan kejadian tersebut dianggap sebagai sequential process atau disingkat proses.S. Ketika kentangnya terhidang.S. Penggolongan suatu kejadian sebagai proses atau aksi adalah relatif. Dengan anggapan kejadian . kentang dalam keadaan terkupas di panci. Dengan sudut pandang ini maka efek kumulatifnya sama dengan efek netto dari seluruh kejadian. Untuk itu ditentukan : a. Final state (F. yaitu keadaan “ sebelum dan sesudah” maka kejadian tersebut berarti sebagai proses.

kejadian dijelaskan sebagai urut-urutan dari empat sub-aksi yang diungkapkan berdasarkan suatu pengamatan. yaitu : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. Ada kejadian yang mempunyai suatu pola tingkah laku. Kejadian tersebut akan terjadi jika pola ini diikuti. Efek neto dari kejadian ditentukan sepenuhnya oleh pola tersebut dan (mungkin) oleh keadaan awal (yaitu keadaan pada saat T0).4-12 Teknik Pemrograman tersebut suatu proses. Jika dari hasil pengamatan tidak dipandang perlu untuk menjelaskan bahwa kantong kentang diambil dari rak sebelum panci diambil dari almari. Misalkan kejadian tentang ibu Tati mengupas kentang. maka efek neto tersebut pasti tergantung pada keadaan awal. dan dapat dipastikan pula bahwa keadaan awal dari keduanya berbeda. dapat dijelaskan oleh urut-urutan sub-aksi yang dilakukan oleh ibu tersebut. Kupas kentang. Ambil panci dari almari Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Pada contoh tersebut. Ibu Tati mengambil panci dari almari Ibu Tati mengupas kentang . atau disingkat pola. Kejadian yang lain mungkin mengikuti pola yang sama. maka cukup dituliskan : • • • Ambil kantong kentang dari rak dan panci dari almari. dengan suatu keistimewaan. Sekarang perhatikanlah laporan pengamatan tentang kejadian ibu Tati yang mengupas kentang : • • • Ibu Tati mengambil kantong kentang dari rak. Kembalikan kantong kentang ke rak. maka T0 adalah awal dari sebuah sub-aksi dan setiap akhir dari suatu sub-aksi akan merupakan awal dari sub-aksi berikutnya. Jika dua kejadian dengan pola yang sama menghasilkan efek neto yang berbeda. akhir dari sub-aksi yang terakhir adalah T1 yaitu akhir dari seluruh kejadian.

Misalnya sehabis mengambil panci ia memakai celemek jika perlu. Ambil panci dari almari. • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then Pakai celemek Kupas kentang . yang merupakan algoritma. dan kedua berdasarkan pengamatan tersebut aksi “memakai celemek” bisa terjadi atau tidak (berarti aksi tersebut kondisional). Pertama. Tetapi kelakuan dari ibu Tati (atau pembantu) dapat lebih rumit. pengamatan apakah baju si ibu berwarna muda. yaitu sekumpulan intsruksi yang diberikan oleh ibu Tati kepada pembantu barunya : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. sedangkan pada hari lain tidak. Dan notasi untuk aksi kondisional dinyatakan oleh kondisi dan aksi. yaitu jika kebetulan ia memakai baju berwarna muda.Teknik Pemrograman 4-13 • Ibu Tati mengembalikan kantong kentang ke rak Bandingkanlah hasil pengamatan tersebut dengan teks berikut. maka jika dilaksanakan akan menghasilkan pengamatan kejadian : • • • • Ina mengambil kantong kentang dari rak Ina mengambil panci dari almari Ina mengupas kentang Ina mengembalikan kantong kentang ke rak Dengan membandingkan teks hasil pengamatan terhadap algoritma. Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Jika teks algoritma tersebut diberikan kepada pembantunya yang bernama Ina. Ada dua hal yang penting. dapat ditarik kesimpulan: algoritma ibu Tati menyatakan cara-cara untuk melakukan sesuatu sedangkan laporan pengamatan menjelaskan tentang kejadian itu sendiri. Maka pada suatu hari ia memakai celemek.

While kantong tidak kosong do Kupas 1 kentang . Dalam hal ini mesin tersebut adalah alat bantu untuk memecahkan dari sudut pandang ini.4-14 Teknik Pemrograman • Kembalikan kantong ke rak Oleh karena itu aksi kondisional mengandung dua aksi. Aksi kedua menghasilkan kejadian berlangsung sesuai dengan hasil pengamatan. Contoh Soal Periksalah apakah masing-masing algoritma “mengupas kentang” berikut benar. jika pengamatan memberikan hasil “false” maka aksi tidak dilakukan. 1. Misalnya kita ingin menyuruh mesin tersebut untuk memecahkan suatu masalah. While jumlah kentang terkupas belum cukup do depend kantong kantong berisi 1 kentang : Kupas 1 kentang 2. Hasil dari pengamatan ini adalah suatu keadaan benar (“true”) atau salah (“false”). Pada algoritma ini kita hanya tertarik pada aksi mengambil kentang dari kantong dan mengupas kentang. Sebagai contoh kasus yang ekstrem adalah mengupas 500 kentang (karena kentangnya sangat kecil-kecil dan ada pesta) kita dapat menuliskan algoritma umum untuk mengupas kentang : • • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then pakai celemek While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Program yang mengontrol mesin harus disusun sedemikian rupa jika ingin dipakai sesuai keinginan. aksi pertama harus suatu pengamatan. Jika pengamatan memberikan hasil “true” maka aksi terjadi. maka kita jarus membuat program yang sesuai untuk masalah tersebut dan mesin akan mengerjakan program sesuai dengan algoritma yang ditulis.

While (kantong tidak kosong) dan (jumlah kentang terkupas belum cukup) do Kupas 1 kentang 5. While jumlah kentang terkupas belum cukup do Depend on kantong kantong tidak kosong : kupas 1 kentang kantong kosong : ambil kantong lain . While kantong tidak kosong do While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang 4.Teknik Pemrograman 4-15 Kupas 1 kentang 3.

Selain itu. Hampir semua perguruan tinggi di dunia menjadikan bahasa C sebagai salah satu mata kuliah wajib. Bahasa C pertama kali digunakan di computer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan sistem operasi UNIX. Proses executable program bahasa C lebih cepat Dukungan pustaka yang banyak. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. Oleh karena itu. Kode bahasa C sifatnya adalah portable dan fleksibel untuk semua jenis computer. Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci. C adalah bahasa yang terstruktur Bahasa C termasuk bahasa tingkat menengah Kekurangan Bahasa C : . kita sangat perlu blajar bahasa C. banyak bahasa pemrograman populer seperti PHP dan Java menggunakan sintaks dasar yang mirip bahasa C. hanya terdapat 32 kata kunci. (sekarang adalah AT & T Bell Laboratories).BAB II KEGIATAN BELAJAR II Struktur Dasar Pemrograman Bahasa C A. Pendahuluan Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Saat ini penggunaan bahasa C telah merata di seluruh dunia. Kelebihan Bahasa C: • • • • • • • Bahasa C tersedia hampir di semua jenis computer. Selanjutnya bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut bahasa B pada tahun 1970.

Turbo C. Editor Bahasa C Memulai Bahasa C. langkah-langkahnya sbb: a. Enter d. dan sebagainya. buka Editor Bahasa C yang ada. Pilih menu Run dengan menekan Alt + R b. Pilih Submenu Compile c. tekan sembarang tombol. Untuk menjalankan program : a. 1. Akan ditampilkan hasil kompilasi Program. Menu-menu dalam Turbo C : Gambar : 1 Gambar : 2. 2. Pilih menu Compile dengan menekan Alt + C. Pilih submenu Run dan tekan Enter 3. Semua program yang ada di tutorial ini bisa dicoba Turbo C. seperti Bordland C. B.1 . b. Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer. Untuk mengkompilasi Program.Teknik Pemrograman 4-17 • • Banyaknya Operator serta fleksibilitas penulisan program kadangkadang membingungkan pemakai.

untuk menyimpan seluruh file/program (6) Change dir. untuk keluar dari Turbo C Edit. untuk kembali ke pengeditan terakhir yang telah di undo. untuk mencetak program (8) DOS Shell. terdiri dari : (1) Find… (2) Replace… (3) Search again (4) Previous error (5) Next error (6) Locate function… Run. untuk membatalkan pengeditan terakhir (2) Redo. terdiri dari : (1) Undo.4-18 Teknik Pemrograman File . terdiri dari : (1) Run…. untuk menyimpan file/program (5) Save all. untuk menduplikasi bagian program (5) Paste (6) Clear. untuk menyimpan file/program (4) Save as. untuk menuju ke DOS Shell (9) Quit. untuk menjalankan program (2) Program reset . untuk menghapus bagian tertentu dari program (7) Copy example (8) Show Clipboard Search. (4) Copy. terdiri dari : (1) New. untuk mengambil atau membuka program (3) Save. untuk memulai program baru (2) Open. (3) Cut. untuk memotong bagian tertentu dari program. untuk mengubah directory (7) Print.

Teknik Pemrograman 4-19

(3) Go to cursor (4) dst

Compile, terdiri dari : (1) Compile, untuk mengkompilasi program (2) Make (3) Link (4) Build all, dst

Debug, terdiri dari (1) Inspect (2) Evaluate/modify (3) Dst

Project, terdiri dari : (1) Open project (2) Close project (3) dst

Options, terdiri dari : (1) Application (2) Compiler (3) Transfer (4) Dst Window, terdiri dari : (1) Size/Move (2) Zoom (3) Tile (4) Cascade (5) Next (6) dst Help, terdiri dari

4-20 Teknik Pemrograman

(1) Contens (2) Index (3) Topic search (4) Previous topic (5) dst Program Bahasa C tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi bisa dimulai dari kolom manapun. Namun demikian, untuk mempermudah pembacaan program dan untuk keperluan dokumentasi, sebaiknya penulisan bahasa C diatur sedemikian rupa sehingga mudah dan enak dibaca. Berikut contoh penulisan Program Bahasa C yang baik Gambar 2.2 dan yang kurang baik Gambar 2.3 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C\n”); } Gambar : 2.2 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C”); }

Gambar : 2.3

Kedua Program di atas bila dijalankan akan menghasilkan hasil yang sama berupa tulisan “Bahasa C” di layar, namun dari segi penulisannya program yang pertama tampaknya lebih mudah dibaca dan lebih rapih dibanding dengan program yang kedua.

C. Struktur Dasar Bahasa C 1. Tipe Data Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif. Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, Gambar 2.4 :

Teknik Pemrograman 4-21

Gambar : 2.4 Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int x; float y; char z; double w; clrscr(); /* untuk membersihkan layar */ x = 10; /* variable x diisi dengan 10 */ y = 9.45; /* variable y diisi dengan 9.45 */ z = ‘C’; /* variable z diisi dengan karakter “C” */ w = 3.45E+20; /* variable w diisi dengan 3.45E+20 */ printf(“Nilai dari x adalah : %i\n”, x); /* Menampilkan isi variable x */ printf(“Nilai dari y adalah : %f\n”, y); /* Menampilkan isi variable y */ printf(“Nilai dari z adalah : %c\n”, z); /* Menampilkan isi variable z */ printf(“Nilai dari w adalah : %lf\n”, w); /* Menampilkan isi variable w */ getch(); } 2. Konstanta Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string. Contoh konstanta : 50; 13; 3.14; 4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape, antara lain : \a : untuk bunyi bell (alert) \b : mundur satu spasi (backspace) \f : ganti halaman (form feed) \n : ganti baris baru (new line) \r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return) \v : tabulasi vertical

4-22 Teknik Pemrograman

\0 : nilai kosong (null) \’ : karakter petik tunggal \” : karakter petik ganda \\ : karakter garis miring

3. Variable Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut : • Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda. • • Tidak boleh mengandung spasi. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb. • Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai. Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb. Contoh penamaan variable yang salah : %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb

4. Deklarasi Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi. a. Deklarasi Variabel Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah : Nama_tipe nama_variabel;

Teknik Pemrograman 4-23

Contoh : int x; // Deklarasi x bertipe integer char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char float nilai; // Deklarasi variable bertipe float double beta; // Deklarasi variable bertipe double int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer char *p; // Deklarasi pointer p bertipe char

b. Deklarasi Konstanta Dalam bahasa C konstanta dideklarasikan menggunakan preprocessor #define. Contohnya : #define PHI 3.14 #define nim “0111500382” #define nama “Sri Widhiyanti”

c. Deklarasi Fungsi Fungsi merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan atau dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam bahasa C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti printf(), scanf(), getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan. Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh programmer. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah : Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi); Contohnya : float luas_lingkaran(int jari); void tampil(); int tambah(int x, int y); Misalnya : 9%2=1 9%3=0

4-24 Teknik Pemrograman

5. Operator a. Operator Penugasan Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C berupa tanda sama dengan (“=”). Contoh : nilai = 80; A = x * y; Artinya : variable “nilai” diisi dengan 80 dan variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y. b. Operator Aritmatika Bahasa C menyediakan lima operator aritmatika, yaitu : * / % + : untuk perkalian : untuk pembagian : untuk sisa pembagian (modulus) : untuk pertambahan : untuk pengurangan

Catatan : operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan. Misalnya : 9%2=1 9%3=0 9%5=4 9%6=3 Contoh Program 1 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); // untuk membersihkan layar printf(“Nilai dari 9 + 4 = %i”, 9 + 4); /* mencetak hasil 9 + 4 */ printf(“Nilai dari 9 - 4 = %i”, 9 - 4); /* mencetak hasil 9 - 4 */ printf(“Nilai dari 9 * 4 = %i”, 9 * 4); /* mencetak hasil 9 * 4 */ printf(“Nilai dari 9 / 4 = %i”, 9 / 4); /* mencetak hasil 9 / 4 */ printf(“Nilai dari 9 \% 4 = %i”, 9 % 4); /* mencetak hasil 9 % 4 */ getch();

Teknik Pemrograman 4-25

} Contoh Program 2 : /* operator % utk mencetak deret bilangan genap antara 1 – 100 */ #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int bil; clrscr(); // untuk membersihkan layar for (bil=1; bil<100; bil++) { if(bil % 2 == 0) //periksa apakah ‘bil’ genap printf(“%5.0i”, bil); } getch(); } c. Operator Hubungan (Perbandingan) Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variable). Operator hubungan dalam bahasa C gambar 3 :

Gambar : 2.5 d. Operator Logika Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan. Operator logika ada tiga macam, yaitu : && || ! : Logika AND (DAN) : Logika OR (ATAU) : Logika NOT (INGKARAN)

4-26 Teknik Pemrograman

e. Operator Bitwise Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memori. Operator bitwise dalam bahasa C : << >> & ^ | ~ : Pergeseran bit ke kiri : Pergeseran bit ke kanan : Bitwise AND : Bitwise XOR (exclusive OR) : Bitwise OR : Bitwise NOT

f. Operator Unary Operator Unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand saja. Dalam bahasa C terdapat beberapa operator unary, Gambar : 3

Gambar : 2.6 Catatan Penting ! : Operator peningkatan ++ dan penurunan -- jika diletakkan sebelum atau sesudah operand terdapat perbedaan. Perhatikan contoh berikut : Contoh Program 1 : /* Perbedaan operator peningkatan ++ yang diletakkan di depan */ /* dan dibelakang operand */ #include <stdio.h> #include <conio.h>

Teknik Pemrograman 4-27

void main() int x, nilai; clrscr(); x = 5; nilai = ++x; /* berarti x = x + 1; nilai = x; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); nilai = x++; /* berarti nilai = x; nilai = x + 1; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); getch(); } Contoh Program 2 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int b, nilai; clrscr(); // untuk membersihkan layar nilai = --b; /* berarti b = b - 1; nilai = b; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); nilai = b--; /* berarti nilai = b; b = b + 1; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); getch(); } 6. Kata Tercadang (Reserved Word) Bahasa C standar ANSI memiliki 32 kata tercadang (reserved word) dan Turbo C menambahkannya dengan 7 kata tercadang. Semua reserved word tidak boleh digunakan dalam penamaan identifier (variable, nama fungsi dll). Kata Tercadang yang tersedia dalam bahasa C adalah sbb:

7. Komentar Program Komentar program hanya diperlukan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman suatu program (untuk keperluan dokumentasi program).

4-28 Teknik Pemrograman

Dengan kata lain, komentar program hanya merupakan keterangan atau penjelasan program. Untuk memberikan komentar atau penjelasan dalam bahasa C digunakan pembatas /* dan */ atau menggunakan tanda // untuk komentar yang hanya terdiri dari satu baris. Komentar program tidak akan ikut diproses dalam program (akan diabaikan). Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); /* Ini untuk membersihkan layar tampilan */ printf(“Contoh Penggunaan Komentar”); //komentar tidak ikut diproses getch(); /* Dan ini untuk menahan tampilan di layer */ }

float nilai. b. Memasukan Data Dalam bahasa C proses memasukkan suatu data bisa menggunakan beberapa fungsi pustaka yang telah tersedia. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf() : 1) Fungsi scanf() memakai penentu format 2) Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis 3) Fungsi scanf() tidak memerlukan penentu lebar field 4) Variabelnya harus menggunakan operator alamat & Kode penentu format : %c %s %i. %d %f. char huruf. .h> #include <conio. %e %o %x %u : Membaca sebuah karakter : Membaca sebuah string : Membaca sebuah bilangan bulat (integer) : Membaca sebuah bilangan pecahan (real) : membaca sebuah bilangan octal : Membaca sebuah bilangan heksadesimal : Membaca sebuah bilangan tak bertanda Contoh Program : /* Program memasukan inputan dengan beberapa tipe data */ #include <stdio.h> void main() { int jumlah. Beberapa fungsi pustaka yang bisa digunakan adalah : 1.BAB III KEGIATAN BELAJAR III Input dan Output A. karakter dan string secara terformat. Fungsi pustaka scanf() digunakan untuk menginput data berupa data numerik. scanf() a. nim[10].

h” #include “conio. huruf ). printf(“Hello. getch(). &huruf ). clrscr(). scanf("%c". } . printf("jumlah = %d\n". printf("huruf = %c\n". gets(nama). void main() { char nama[20]. /* membaca sebuah string */ printf("Masukkan sebuah bilangan pecahan : "). nilai ). jumlah ). scanf("%f". Tidak memerlukan penentu format Contoh Program : /* Program inputan tipe data karakter/string */ #include “stdio. nama). c. printf("Masukkan sebuah bilangan bulat : "). gets() a. /* membaca sebuah karakter */ printf("Masukkan nim Anda : "). b. /* membaca sebuah bilangan bulat */ printf("Masukkan sebuah karakter : "). getch(). } 2.4-30 Teknik Pemrograman clrscr(). printf("nim = %s\n". &nilai ). Cursor secara otomatis akan pindah baris. d. &nim ). nim ). printf("nilai = %f\n". &jumlah ). Nama Anda adalah %s”. Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik. scanf("%s". Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter. scanf("%d". /* membaca sebuah bilangan float */ printf("\nNilai variable yang Anda masukkan adalah :\n"). printf(“Masukkan nama Anda : “).

Tidak memberikan efek pergantian baris secara otomatis.h” #include “conio. huruf2 = getch(). Fungsi getch() dan getche() digunakan untuk membaca data karakter. d. Sedangkan pada getche() karakter yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar. b.Teknik Pemrograman 4-31 3.h” void main() { char huruf1. huruf1 = getche(). huruf2. Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter c. printf(“\nMasukkan sebuah karakter lagi : “). Jika menggunakan fungsi getch() karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan pada layer sehingga sering digunakan untuk meminta inputan berupa password. e. // karakter yang dimasukkan tidak terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah : %c. huruf1). c. Karakter yang dimasukkan terlihat pada layar d. getch(). getch() dan getche() a. Contoh Program : #include “stdio. } . huruf2). Karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan penekanan tombol enter. Fungsi getchar() digunakan untuk membaca data yang bertipe karakter b. printf(“Masukkan sebuah karakter : “). getchar() a. Pergantian baris secara otomatis 4. // karakter yang dimasukkan akan terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah %c\n”.

printf(“Apakah Anda telah puas mendapat nilai %6. artinya variable nilai akan ditampilkan sebanyak 5 digit dengan 2 digit di belakang koma.h” void main() { float nilai. &nilai). m n argument Contoh : printf(“%5. /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan pecahan */ #include “stdio. Mengatur tampilan bilangan pecahan (float). Menampilkan Data 1. Menampilkan data ke layar monitor a. getch(). scanf(“%f”. Fungsi puts() digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan diakhiri dengan perpindahan baris. Menggunakan fungsi printf(). clrscr(). Contoh Program 1. dan putchar(). argument). puts().4-32 Teknik Pemrograman B. d. . printf(“Anda memperoleh nilai %5. puts(“Masukkan nilai Anda : ). nilai). Bentuk umum : printf(“%m.2f”. : nilai atau variable yang akan ditampilkan. b.h” #include “conio. } : menyatakan panjang range : menyatakan jumlah digit di belakang koma.2f”.4f ?”. nilai). Fungsi printf() digunakan untuk menampilkan semua jenis data (numeric dan karakter) c. Fungsi putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter. nilai).nf”.

fputs() dan fputc(). nama). “Saya juga akan tercetak di printer”). //tipe data integer getch(). } 2. Fungsi fputs() digunakan untuk mencetak tipe data string ke printer d.h” void main() { int umur. //tipe data string printf(“Umur Anda : %d \n”. char nama[20].h” #include “conio. umur). } . /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan integer dan string */ #include “stdio. clrscr(). Fungsi fprintf() digunakan untuk mencetak semua jenis tipe data ke printer dan secara otomatis memberikan efek perpindahan baris. &umur). puts(“Masukkan umur Anda : “). Fungsi fputc() digunakan untuk mencetak tipe data karakter ke printer Contoh program : #include “stdio. Menampilkan data ke printer a. puts(“Masukkan nama Anda : ). scanf(“%d”. printf(“Nama Anda : %s \n”.h” #include “conio. b. gets(nama). Saya akan tercetak di printer”). fputs(stdprn.h” void main() { fprintf(stdprn.Teknik Pemrograman 4-33 Contoh Program 2. “Hallo. c. Untuk menampilkan data ke printer dapat menggunakan fungsi fprintf().

Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. terutama untuk program yang kompleks.h” #include “conio. Penyeleksi Kondisi Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. Contoh Program 1 : /* Program struktur kondisi if untuk memeriksa suatu kondisi */ #include “stdio. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar. Bentuk umum struktur kondisi if adalah : if(kondisi) pernyataan. Struktur Kondisi IF Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam penyusunan bahasa C. } . printf(“Masukan nilai yang didapat : “). &nilai).BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV A. if(nilai > 65) printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”). getch(). maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. scanf(“%f”.h” void main() { float nilai. Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain. 1.

&c).scanf("%i". if(max<0) printf("Bil tsb adalah bil negatif"). if((a>b)&&(a>c)) max=a. if(max>0) printf("Bil tsb adalah bil positif\n").max).h" void main() { clrscr(). c. getch(). int a.h" #include"conio. max.fflush(stdin). Contoh Program 2 : /* Program contoh penerapan struktur kondisi if */ #include"stdio.fflush(stdin). printf("Bil terbesar : %i\n".scanf("%i". namun sebaliknya bila kita memasukan sebuah nilai yang kurang dari 65 maka program akan berhenti dan tidak dihasilkan apa-apa. maka perintah mencetak perkataan LULUS !!!! akan dilaksanakan. printf("Entry bil 2 : ").&b).scanf("%i". b.&a). if((b>a)&&(b>c)) max=b.Teknik Pemrograman 4-35 Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80. printf("Entry bil 1 : ").fflush(stdin). } . printf("Entry bil 3 : "). if((c>a)&&(c>b)) max=c.

/* Masukan akan disimpan dalam variable nilai */ if (nilai > 65) printf(“\n LULUS !!!\n”). Struktur Kondisi IF. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut : if(kondisi) pernyataan-1 else pernyataan-2 Contoh Program : #include “stdio.. printf(“Masukan nilai yang didapat : “).h” #include “conio. getch(). } Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80 maka akan dicetak perkataan “LULUS !!!” namun bila kita memasukan nilai yang kurang dari 65 maka akan tercetak perkataan “TIDAK LULUS !!!”. scanf(“%f”...else minimal terdapat dua pernyataan. &nilai).4-36 Teknik Pemrograman 2. Hal ini berbeda dengan struktur if dimana program akan berhenti bila kita memasukan nilai kurang dari 65. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan.. .. else printf(“\n TIDAK LULUS !!!\n”). clrscr().ELSE Dalam struktur kondisi if..h” void main() { float nilai.

. case 2 : pernyataan-2...default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak....... Struktur Kondisi SWITCH....CASE.. break.case. .. maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’.. break. break..Teknik Pemrograman 4-37 3. Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch. Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi. case n : pernyataan-n...DEFAULT… Struktur kondisi switch. ... Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah : switch(kondisi) { case 1 : pernyataan-1. default : pernyataan-m } .

switch(hari) { case 1 : puts(“Hari Senin”). case 6 : puts(“Hari Sabtu”). case 4 : puts(“Hari Kamis”). case 5 : puts(“Hari Jum’at”). /* kemungkinan kedua */ break. int hari. case 3 : puts(“Hari Rabu”). /* kemungkinan keempat */ break. /* kemungkinan pertama */ break. scanf(“%d”. /* kemungkinan ketiga */ break. &hari). puts(“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis”).4-38 Teknik Pemrograman Contoh Program : /* Program menentukan nama hari berdasarkan inputan */ #include “stdio. printf(“\nMasukan kode hari( 1-7) : “). /* kemungkinan keenam */ break.h” void main() { clrscr().h” #include “conio. case 2 : puts(“Hari Selasa”). puts(“5 = Jum’at 6 = Sabtu 7 = Minggu”). } getch(). /* kemungkinan kelima */ break. default : puts(“Kode hari yang Anda masukan SALAH”). /* kemungkinan ketujuh */ break. puts(“Menentukan nama hari\n”). } . case 7 : puts(“Hari Minggu”).

bila 2 akan tercetak “Hari Selasa” dan seterusnya. .Teknik Pemrograman 4-39 Bila program tersebut dijalankan. dan kita memasukan kode hari dengan 1 maka akan tercetak “Hari Senin”.

Namun dengan struktur perulangan proses. A.h” #include “conio.h” void main() { int x. kita tidak perlu menuliskan perintah sampai 100 atau 1000 kali. x). x ++. Struktur Perulangan “ WHILE” Perulangan WHILE banyak digunakan pada program yang terstruktur. x = 1. cukup dengan beberapa perintah saja. Misalnya saja. bila kita ingin menginput dan mencetak bilangan dari 1 sampai 100 bahkan 1000. tentunya kita akan merasa kesulitan. /* awal variabel */ while (x <= 10) /* Batas akhir perulangan */ { printf(“%d BAHASA C\n”. Contoh Program 1 : /* Program Perulangan menggunakan while */ #include “stdio. Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui. Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar (true) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah. /* variabel x ditambah dengan 1 */ } getch().BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV Perulangan Dalam bahasa C tersedia suatu fasilitas yang digunakan untuk melakukan proses yang berulangulang sebanyak keinginan kita. } Jika program tersebut dijalankan maka akan menghasilkan hasil sebagai berikut . Struktur perulangan dalam bahasa C mempunyai bentuk yang bermacam-macam.

hanya saja pada proses perulangan dengan while..WHILE…” Pada dasarnya struktur perulangan do...while sama saja dengan struktur while. Contoh Program 2 : /* Program mencetak deret bilangan dengan menggunakan while */ #include"stdio. Setiap kali melakukan perulangan....x. int i=1. nilai dari variabel x akan bertambah 1. } printf("\n"). seleksi berada di while yang letaknya di atas sementara pada perulangan do. } getch(). Jadi dengan . x=x+1. Struktur Perulangan “DO..x). while(i<=3) { x=1. proses atau perintah mencetak kata-kata “BAHASA C” akan terus dilakukan selama variabel x masih kurang atau sama dengan 10..h" void main() { clrscr(). } B. while(x<=i) { printf("%3i".. seleksi while berada di bawah batas perulangan..h" #include"conio.Teknik Pemrograman 4-41 1BAHASA C 2BAHASA C 3BAHASA C 4BAHASA C 5BAHASA C 6BAHASA C 7BAHASA C 8BAHASA C 9BAHASA C 10BAHASA C Pada perulangan while di atas.while. i=i+1.

Inisialisasi : pernyataan untuk menyatakan keadaan awal dari variable kontrol. c. .h” #include “conio.h” void main() { int x. syarat : ekspresi relasi yang menyatakan kondisi untuk keluar dari perulangan. penambahan) pernyataan. } C. getch(). do { printf(“%d BAHASA C\n”. Dari segi penulisannya.4-42 Teknik Pemrograman menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan. Keterangan : a. Bentuk umum perulangan for adalah sebagai berikut : for(inisialisasi. struktur perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana. x = 1. } while(x <= 10). penambahan : pengatur perubahan nilai variabel kontrol. syarat. Contoh Program : #include “stdio. Struktur Perulangan “FOR” Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya. x). x ++. b.

printf("\n Rata rata : %.t=0.x.r).h" void main() { clrscr().y<=3. x++) { printf(“%d BAHASA C\n”.scanf("%f".h" #include"conio.2f".t).i++) { printf("Entry bilangan %i : ". } getch().y). float r. getch(). y=y+1.2f".h” #include “conio.i<=2. r=t/i. for(y=1. } Contoh Program 2 : /* Mencari total dan rata-rata sejumlah bilangan menggunakan for */ #include"stdio.int y. x).h” void main() { int x.Teknik Pemrograman 4-43 Contoh Program 1 : /* Program perulangan menggunakan for */ #include “stdio. } . t=t+x.&x). x<= 10.i. for(x = 1.y++) for(i=0. } printf("\n Total : %.

b. nilai[10]. array dimensi dua dan array multi-dimensi. Array Dimensi Satu a.h” #include “conio.h” void main(). c. &nilai[index]). { int index.BAB V KEGIATAN BELAJAR V Array Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. Deklarasi Array Bentuk umum : Tipe_array nama_array[ukuran]. index < 10. index+1). Contoh : Contoh Program : /* Program untuk menginput nilai mahasiswa dalam array satu dimensi */ #include “stdio. A. Setiap elemen array dapat diakses melalui indeks. } . clrscr(). scanf(“%i”. /* input nilai mahasiswa */ printf(“Input nilai 10 mahasiswa : “). Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi Array dimensi satu. Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index. for(index=0. index++) { printf(“Mahasiswa %i : “. Indeks array secara default dimulai dari 0.

break. jenjang[10]. break. for(index=0. Contoh aplikasi array satu dimensi : /* Program untuk menentukan jurusan & jenjang mahasiswa berdasarkan NIM*/ #include “stdio. crlscr(). } CATATAN : String juga sebenarnya merupakan array yang bertipe karakter. gets(nim). break. printf(“Masukkan nama Anda : “). /***** cari jurusan *****/ switch(nim[2]) { case ‘1’ : strcpy(jurusan. “Sistem Informasi”).Teknik Pemrograman 4-45 /* tampilkan nilai mahasiswa */ printf(“Nilai mahasiswa yang telah diinput”). nilai[index]). Jumlah elemen array menyatakan jumlah string. case ‘4’ : strcpy(jurusan. “Teknik Komputer”). case ‘3’ : strcpy(jurusan. case ‘2’ : strcpy(jurusan. } getch(). printf(“Masukkan NIM Anda : “).0i”.h” #include “string. index < 10. index++) { printf(“%5.h” void main() { char jurusan[25]. “Teknik Informatika”). nama[20].h” #include “conio. “Komputerisasi Akuntansi”). nim[10]. . gets(nama).

Array Dimensi Dua Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom. nama). . getch(). Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel. } else printf(“ANda salah memasukkan NIM. } else { if(nim[4] == ‘3’) { strcpy(jenjang. Coba periksa lagi !”). nim). Coba periksa lagi !”). } B.”Diploma-3”). “Strata-1”). printf(“Jurusan : %s”. jurusan).4-46 Teknik Pemrograman break. default : printf(“Anda salah memasukkan NIM. printf(“Jenjang : %s”. Deklarasi array : Tipe_array nama_array[baris][kolom]. break. } /***** tampilkan data mahasiswa *****/ printf(“ << Data Mahasiswa Universitas Budi Luhur >>“). printf(“Nama : %s”. printf(“NIM : %s”. } /***** cari jenjang *****/ if(nim[4] == ‘5’) { strcpy(jenjang. jenjang).

for(baris=0. Untuk mengakses array. baris++) { for(kolom=0. scanf(“%i”. &matriks[baris][kolom]). } // Tampilkan elemen Array secara Row Major Order printf(“Isi array : \n”). kolom++) { printf(“matriks[%i][%i]”. kolom<4.h” #include “conio. } printf(“\n”). Untuk mengisi dan menampilkan isi elemen array ada dua cara yaitu : d. kolom+1). baris+1. Column Major Order (secara kolom per kolom) Contoh Program 1 : /* Program menginput nilai(bilangan) ke dalam array dimensi dua dan menampilkannya */ #include “stdio. Row Major Order (secara baris per baris) e.Teknik Pemrograman 4-47 Contoh : Int X[3][4]. misalnya kita ingin mengisi elemen array baris 2 kolom 3 dengan 10 maka perintahnya adalah sbb : X[1][2] = 10.h” { int baris. matriks[3][4]. . // Input elemen array secara Row Major Order printf(“Input elemen Array : \n“). kolom. baris<3.

h" void main() { int A[3][4].scanf("%i". X[3][4]. } printf(“\n”).i++) { for(j=0.i<3. baris++) { for(kolom=0.i<3. fflush(stdin). &matriks[baris][kolom]).j+1).h" #include "conio.j++) { printf("input data matrik B[%i][%i] : ". } getch().j<4.i+1.&A[i][j]). baris<3.j+1). j.4-48 Teknik Pemrograman for(baris=0.i+1. clrscr().scanf("%i".j++) { printf("input data matrik A[%i][%i] : ". Y[3][4].i++) { for(j=0.&B[i][j]). } } /******** Proses penjumlahan matriks A dan B ********/ . } } /******** Masukkan matriks B ********/ for(i=0. kolom<4. i.j<4. B[3][4]. kolom++) { printf(“%i”. } Contoh Program 2 : /* Program penjumlahan matriks dua dimensi */ #include "stdio. C[3][4]. /******* Masukkan matriks A *******/ for(i=0. fflush(stdin).

Teknik Pemrograman 4-49 for(i=0.printf("\n"). for(i=0.i++) { for(j=0. printf("\n").i++) { for(j=0.A[i][j]). /******** Cetak isi matriks B *******/ printf("\n matrik B\n"). } printf("\n").j++) printf("%6i".j++) { X[i][j]=A[i][j]+B[i][j].B[i][j]). } . } } /******** Cetak isi matriks A ********/ printf("\n matrik A\n").printf("\n").i++) { for(j=0. getch(). } printf("\n").j<4. for(i=0. /******** Cetak hasil penjumlahan matriks A dan B *******/ printf("\n matrik penjumlahan A+B\n").i<3.j++) printf("%6i".i++) { for(j=0. for(i=0.i<3.j<4.j<4. } printf("\n\n").j++) printf("%6i".i<3.i<3.j<4.X[i][j]).

j<=m. j<=m. i<=m. } /* Proses inversi */ for(i=1. &m). j++) printf(" %. clrscr(). i<=m. printf("\nMasukkan ukuran matriks : \n").i. i++) { printf("\n"). i++) { printf("\n"). for(j=1. /* Membaca matriks asli */ for(i=1. t.h" void main() { float p[20]. i++) . printf(“\nsecara baris per baris\n"). scanf("%d". int m. i<=m.%d)= ". j). x. } } /* Mencetak Matriks asli */ printf("\nMatriks asli : "). a[i][j]). for(j=1. k.2f". j.h" #include "conio. a[20][20]. for(i=1. scanf("%f". i. printf("\nMasukkan nilai elemen matriks yang akan diinvers”). j++) { printf("A(%d.4-50 Teknik Pemrograman Contoh aplikasi Array untuk menghitung invers suatu matriks dengan ukuran m x n dengan metode Gauss-Jordan : /* MENGHITUNG INVERS MATRIKS DENGAN METODE GAUSSJORDAN */ #include "stdio. &a[i][j]).

1f". } getch(). } for(k=1. j<=m. for(x=1. for(i =1. Bentuk pendeklarasian array sama saja dengan array dimensi satu maupun array dimensi dua. Array Multi Dimensi Array multi-dimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. i++) { for(j=1. k++) { if(k != i) { t = a[k][i]. a[i][j]). . x++) a[k][x] = a[k][x] . for(j=1. } } } /* Mencetak matriks hasil inversi*/ printf("\n\nMatriks inversi : \n"). j++) { a[i][j] = a[i][j]/p[i]. k<=m. x<=m. a[k][i] = 0.a[i][x] * t. i <=m. j++) printf(" %. printf(" \n"). a[i][j] = 1. Bentuk umumnya yaitu : tipe_array nama_array[ukuran1][ukuran2]…[ukuranN].Teknik Pemrograman 4-51 { p[i] = a[i][j]. j<=m. } C.

1. 0. 0. 1. 0 }. { 1. 1. 1. 1. 1. 0 }. { 1. 0. 1. 1. 1. 0. 0 }. 0. 1. 1. 1. { 1. 0. 1. 1. 0 }. 0 }. { 0. 1. { 0. 1. 0. 1. 1. 1.h” void main() { int i. 1. 0. 0 }. { 1. 0. { 1. 1. 0. 0. 1. 0 } } }. 0. 0. 0. 0. 0 }. 0. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 0. 0 }. 0. 1. 1. 0 }. 0 } }. 1. 0. 0 }. j. 1. 0. 1. 0. 0. 0.4-52 Teknik Pemrograman Contoh : float X[2][4][3].h” #include “conio. 0 }. k. 1. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 1. 0. 0. 0. { 1. 1. { 1. 1. { 1. 0. 1. { 0. 0 }. 0. 1. 1. Contoh Program : #include “stdio. 1. 1. 1. { 1. { { 1. 1. 0. 0. 1. 0. . 0 }. 1. 0. 0 }. static int data_huruf[2][8][8] = { { { 1. 1. 0. { 1. 0. 1. { 1. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1.

} .Teknik Pemrograman 4-53 /* Tampilkan Huruf */ for(i=0.k<8. } puts(“”). } getch(). k++) if(data_huruf[i][j][k]) putchar(‘\xDB’). else putchar(“ “). /* spasi */ puts(“”). j++) { for(k=0. j<8. i<2. i++) { for(j=0.

BUKU AJAR Mikroprosesor .

Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan Mikroprosesor Z-80. Materi pembelajaran buku ajar ini diharapkan dapat diselesaikan dalam empat kegiatan belajar masing-masing 2 sks. Bab 4 membahas tentang Mikroprosesor Z-80. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tetang mikroprosesor. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor. Setiap pembelajaran diberi pelatihan dan pad akhir kegiatan diadakan test formatif.BAB I PENDAHULUAN A. . membahas tentang Mikroprosesor. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tentang sistem mikroprosesor. membahas tentang sistem mikroprosesor. Bab 3. dengan harapan setelah selesai mempelajari buku ajar ini bekenan untuk memperkaya pengetahuan diri dengan membaca buku-buku literatur. Buku ajar ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik yang belum sempat memiliki dan mebaca buku0buku literatur tentang mikroprosesor. membahas tentang beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor. uraian materi dibagi menjadi empat bagian. Bab 2. Sejalan dengan perencanaan pembelajaran tersebut. Deskripsi Buku ajar ini menguraikan tentang permasalahan Mikroprosesor. masing-masing bagian membahas tentang : Bab 1.

peserta didik mempunyai mengetahuan tentang mikroprosesor . Untuk menguji kemampuan terhadap penguasaan buku ajar ini. Dan lebih diutamakan peserta didik yang mempunyai basik komputer. peserta diklat dapat bertanya langsung kepada narasumber yang menyampaikan materi buku ajar ini 5. peserta dapat mengulangi lagi dalam mempelajarinya agar setiap kompetensi yang diharapkan dalam setiap babnya dapat peserta penuhi. Kompetensi dan Indikator 1. peserta agar mengerjakan test formatif secara individual 7. Petunjuk Belajar 1. Buku ajar akan lebih baik bila dipelajari secara berkelompok untuk memahami hal-hal baik yang terkait dengan teknik maupun teoritis 4. karena itu untuk memahami benar setiap peserta perlu saling tanya jawab atau diskusi baik dengan sesama peserta maupun dengan pelatih/nara sumber 3. D. Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam Buku Ajar ini. C.5-2 Mikroprosesor B. Bila ada materi-materi yang kurang dipahami. Keseluruhan materi yang ada dalam buku ajar ini hendaknya dibaca secara seksama 2. Bab Pendahuluan merupakan informasi yang menguraikan bagian penting dalam memahami buku ajar ini. Tugas dan latihan yang terdapat pada setiap bab harap dikerjakan tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu 6. Bila peserta belum mampu menjawab sebagian besar dari soal-soal yang ditampilkan dalam latihan maupun test formatif. Prasyarat Buku ajar ini ditujukan untuk peserta didik yang telah mempuyai kompetensi tentang teknik digital.

Peserta didik dapat menjelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan mikroprosesor b.Mikroprosesor 5-3 2. Peserta didik dapat Z-80. Peserta didik dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor. . menjelaskan Register tentang spesifikasi Z-80. komponen mikroprosesor. hubungan mikroprosesor dan memori eksternal c. Peserta didik dapat menjelaskan dan menggambar tetang model mikroprosesor. cara cara Mikroprosesor melakukan melakukan Mikroprosesor Mikroprosesor dan logika memprograman operasi aritmatik menggunakan Mikroprosesor Z-80. menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor d. Indikator a. menggmbarkan peta memory. Z-80. mikroprosesor ideal. BUS (Saluran).

000 – 10 juta > 10 juta . 5. Uraian Materi Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem Mikroprosesor. Komputer.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A. yang perlu dipahami maksudnya. komponen mikroelektronika komponen juga terus bekermbang. perkembangan komponen IC dapat dibedakan : No Jenis Rangkaian Terintegrasi (IC) 1 SSI (Small Scale Integration) 2 MSI (Medium Scale Integration) 3 LSG (Large Sclae Intergration) 4 VLSI (Very Large Scale Integration) 5 ULSI (Ultra Large Scale Integration) Kepadatan Komponen Jlm Transistor/Chip 10 – 100 100 – 1000 1000 – 100.000 100. 4. Kompetensi dan Indikator Kompetensi : Setelah mengikuti pembelajaran peserta latih dapat mendeskripsikan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor Indikator 1. Mikroprosesor. ditandai dengan Perkembangan meningkatnya mikroelektronika kepadatan komponen yang ada dalam suatu chip komponen Integrated Circuits (IC). 2. 3. : Dapat menjelaskan Perkembangan Komponen Mikroelektonika Dapat menjelaskan Komponen Programabel Dapat menjelaskan Mikroprosesor Dapat menjelaskan Sistem Mikroprosesor Dapat menjelaskan Komputer Dapat menjelaskan Mikrokontroller B. Perkembangan Komponen Mikroelektronika Sejalan dengan perkembangan teknologi lektronika. Komponen Programabel. dan Mikrokontroller 1. 6. Sitem Mikroprosesor. Dilihat dari tingkat kepadatan komponen. adalah : Perkembangan Komponen Mikroelektonika.

yaitu : non programabel dan programabel. adalah komponen elektronika yang fungsinya tetap : pasif (R. FPGA. Komponen Programabel Pembagian komponen elektronika berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi dua. b. Hardisk. IC). untuk menghapus program dapat digunakan universal programmer. Komponen Programabel. Clock. Dioda. Tidak dapat diprogram ulang. L. Pemrograman dilakukan dengan cara memutus “fuse” yang ada pada tanda X. Dengan program pada PAL dapat : read/write dan menyimpan intern maupun ekstern (dari ke disket. Merupakan komponen programabel yang sudah komplek bentuk fisik rangkaian dan cara pemrogrammannya. GAL Sifat pemrograman : termasuk EEPLD (Electrically Erasable PLD). CD. PAL Sifat pemrograman : dapat diprogram secara manual atau menggunakan bantuan komputer : program PALASM + EPROM (Erasable Programabel Read Only Memory) Programmer. PLD Sifat pemrograman : X artinya terhubung (belum terprogram). IC) dan aktif (Transistor. Komponen non programabel. FPGA mempunyai PLD (Program Logic Device) PAL (Pragrammble Array Logic) GAL (Generic Array Logic) FPGA (Field Programabel Gae Array) . Jenis-jenis bentuk fisik rangkaian komponen programabel diantaranya : a. d.Mikroprosesor 5-5 2. Memiliki Register. dll). adalah komponen yang fungsinya tergantung pada program yang diberikan. Dapat diprogram dengan bantuan komputer. dan Alamat. C. Sifat program memutus fuse. c.

dan unit Input Output (I/O unit).5-6 Mikroprosesor beberapa keluarga diantara adalah LCA (Logic Cell Array). MPU Bus I/O I/O CPU Bus I/O I/O Bus A/D Bus A/D RAM ROM RAM ROM Sistem Mikroprosesor Komputer Gambar 1 Sistem Mikroprosesor dan Komputer . Seperti mememori dan mengolah data yang masuk sesuai dengan program yang diberikan. 4. Pada umumnya sistem mikroprosesor terdiri atas : unit mikroprosesor (MPU = mikroprocessing unit). memory baca (ROM = read only memory). merupakan suatu komponen digital mulai dari jenis LSI sampai ULSI (menunjukkan perkembangannya) dengan kompleksitas rangkaian sangat tinggi yang mampu melaksanakan fungsi suatu unit pemroses sentral (CPU = Central Processing Unit). 3. Dalam amplikasinya. Mikroprosesor Mikroprosesor. Sistem Mikroprosesor Sistem mikroprosesor adalah suatu sistem yang mempergunakan mikroprosesor sebagai komponen utama. mikrokontroler. memori baca tulis (RWM = read write memory = RAM = random access memoery. LCA dan dapat digabungkan sebagai dengan alat komponen untuk bertindak bantu meningkatkan kinerja mikrokontroler.

GAL c. SI. 6. Bisa salah atau benar c. CPU . FPGA d. MPU pada komputer dinamakan CPU (Central Processing Unit). IC c. Contoh mikrokontroller yang kita miliki adalah ADMEL. ULSI adalah nama-nama jenis a. Perbandingan sistem mikroprosesor dan komputer dapat dilihat pada Gambar di bawah. Tergantung sistemnya 4. LSG. Komponen programable yang dapat diprogram satu kali saja adalah a. IC c. yakinkan bahwa jawaban anda benar. PLD 3. Komputer Mirip dengan sistem mikroprosesor. Istilah mikroprosesor dengan sistem mikroprosesor maksudnya sama a. Mikroprosesor b. Komputer dan Mikroprosesor contoh jenis komponen programabel a. I. Komputer d. Mikrokontroller Mikrokontroller adadalah komponen programabel IC yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor. Mikrokontroler d. kalau masih ragu-ragu pelajari kembali materi buku ajar ini.Mikroprosesor 5-7 5. Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Di dalam mikrokontroller terdapat komponen input output (I/O). hanya lebih kompleks. Mikrokontroler 2. Benar b. Salah d. C. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. Memory. Tergantung sistemnya 5. PAL b. yang dikemas dalam satu chip IC. dan pengolah data. Komputer b. Bisa salah atau benar c. Benar b. Salah d. Latihan Kerjakan soal-soal di bawah.

Memori. Sistem mikroprosesor. merupakan sistem yang mempunyai komponen utama : CPU. dan mikrokontrolel. Lembar Kegiatan Peserta latih . MSI. dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan ultra violet. Apakah yang dimaksud dengan komponen programabel 2.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . VLSI. yaitu : hanya dapat diprogram sekali. Jenis-jenis bentuk fisik komponen programable membedakan sifat pemrograman. Mikroprosesor adalah komponen digital yang mampu melaksanakan fungsi mememori dan mengolah data. dan I/O. Mikrokontroller. Komponen Sitem Mikroelektonika. Mikroprosesor.Peserta latih mempelajari materi buku ajar .Peserta latih mengerjakan latihan .5-8 Mikroprosesor II. Rangkuman Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor adalah : Perkembangan Mikroprosesor. LSG. dimuali dari : SSI. Jelaskan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer D. dan Perkembangan komponen mikroelektronika ditandahi dengan bertambah padatnya komponen dalam satu IC. komputer. Komputer. . dan ULSI. Komponen Programabel.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan komputer. Jawablah dengan singkat dan benar 1.

Mikrokontroler d. PLD 3. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. Daya dalam chip komponen c. Test Formatif I. Komputer c. Mikroprosesor termasuk dalam golongan a. Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. pada komputer a. Benar b. I/O mkroelektronika ditandai dengan . Tergantung sistemnya 5. Komputer dan Sistem Mikroprosesor merupakan jenis komponen programabel a. Kondensator 7. Peralatan programable b. SSI./Chip a. Resistor d. IC d. ROM 8. Mikroprosesor b. MPU pada sistem mikroprosesor fungsinya sama dengan …. Semua jawabab benar 4. Mikrokontroler 2. PAL b. ULSI adalah nama-nama jenis a. IC c. Komponen programable yang dapat diprogram denagan bantuan komputer adalah a. Komponen Programable c. Fungsi dalam chip d. Perkembangan meningkatnya a. Salah d. Bentuk volume dalam chip b. LSG.. Dioda b. CPU 6. Bisa salah atau benar c. GAL c. RAM b. CPU d. Komputer c.Mikroprosesor 5-9 F. Sistem programamble d. IC jenis ULSI mengandung >10 juta ……. FPGA d. Transistor c.. Kepadatan komponen dalam chip c.

Non Programabel c. Dua c. Empat 10 Transistor termasuk golongan komponen elektronika jenis a. Berdasarkan sifatnya komponen elektronika dapat dibedakan menjadi a. Programabel b. Mengapa mokroprosesor dimasukkan dalam golongan jenis komponen programmabel ? . Jawablah dengan singkat dan benar 1. Gambarkan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer 3. Enam d. Aktif d. Lima b.5-10 Mikroprosesor 9. Pasif II. Apakah yang dimaksud dengan sistem miroprosesor 2.

Dapat menjelaskan dan menggambar model mikroprosesor 2. dengan : sejumlah saluran data (data bus).BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 MIKROPROSESOR A. saluran alamat (address bus). dan sejumlah saluran kontrol (control bus). Dapat menjelaskan dan menggambar mikroprosesor ideal 3. Kompetensi dan Indikator Komptensi : Setelah selesai mengikuti pelajaran. Model Mikroproseor Mikroprosesor merupakan suatu kotak (black box). catu daya. Uraian Materi 1. address bus Mikroprosesor data bus kontro bua Power Supply Gambar 2 Model Mikroprosesor . peserta latih mampu mendekripsikan tentang mikroprosesor Indikator : 1. Dapat menggambarkan hubungan mikroprosesor dengan memori internal B. Dapat menjelaskan komponen mikroprosesor 4.

bilamana m = k = 4 dikatakan mikroprosesor 4 bit. seperti saluran data masuk dan saluran data keluar jumlahnya terbatas. Umumya m saluran data masuk sama dengan k saluran data keluar jumlahnya sama. Jumlah saluran data tersebut dinamakan “lebar jalur data” (data path width = word size). fungsi mikroprosesor dapat ditulis sebagai : Keluaran = Masukkan * Program Mikroprosesor ideal mempunyai m data saluran masuk (input) dan k saluran data keluaran (ouput) yang jumlahnya tidak terbatas. komponen utama mikroprosesor. Data diterima dari saluran masuk kemudian diproses (diolah) sesuai dengan program yang tersimpan (stored program) sehingga diperoleh sejumlah data keluaran sebagai hasil pengolahan data tersebut. 1 2 Saluran masuk Program 1 2 Saluran keluar k m Gambar 3 Blok Diagram Mikroprosesor Ideal 3. . “Data Word” 4 bit disebut “nybble”. “Data Word “ 8 bit disebut “byte”. Komponen Mikroprosesor Berbeda dengan keadaan ideal. Mikroprosesor Ideal Mikroprosesor adalah komponen programabel yaitu suatu komponen yang fungsinya dapat diprogram. Secara metematis. Bila jumlah m = k = 8.5-12 Mikroprosesor 2. dikatakan mikroprosesor 8 bit. artinya fungsi komponen programabel tergantung dari “ propram” yang diberikan. Pada Gambar 4 diperlihatkan suatu mikroprosesor dengan 8 buah saluran data masuk dan 8 buah saluran data keluar.

Saluran Alamat 1 2 3 Mikroprosesor p Memori n Saluran data/Alamat Gambar 5 Hubungan Mikroprosesor dan Memori Luar Dengan Bus Data dan Bus Alamat . Umumnya mikroprosesor harus dapat melakukan penyimpanan informasi (melakukan proses penulisan memori) dan mengambil informasi (melakukan proses pembacaan memori) dari memori luar. Dengan demikian mikroprosesor harus mampu untuk mencapai (to access) suatu memori luar (external memory).Mikroprosesor 5-13 0 1 Program 1 2 8 k 0 1 Program 1 2 8 k 7 7 Gambar 4 Blok Diagram Mikroprosesor Dengan 8 Saluran Data Masuk dan 8 Saluran Data Keluar 4. Hubungan Mikroprosesor dan Memori Eksternal Suatu memori ideal dianggap mempunyai “memori dalam” (“Internal Memory”) dengan jumlah tidak terbatas. dalam keadaan yang sebenarnya mikroprosesor mempunyai jumlah “memori dalam” yang sangat terbatas untuk keperluan menyimpan data dan program. Hubungan mikroprosesor melalui bus data dan bus alamat seperti Gambar 5.

Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). SBP 990 CMOS Teknologi Bipolar Bipolar Tak Jenuh . namun demikian pada tahun 1986 telah diganti dengan teknologi NMOS. Dimulai dengan 4 bit. 8085. Bipolar Schottky. 6809. 6805 Zilog Z-80. 4040. 2903 (‘Saturated’) Texas Instrumens ABP 0400. 14500 Intersil 80C41. NMOS( MOS kanal N). 8048. 6801.IIL . 8749 motorola 6800. 87C48 (‘unsaturated’) Motorola 10800 Intel 3001 Advance Micro Devices Am 2901. sampai saat ini sudah 64 bit. 8080. CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire).Schottky Bipolar Jenuh . 6.ECL . Teknologi PMOS teknologi yang paling murah dan yang dipergunakan untuk mikroprosesor pertama intel 4004 (th. Teknologi Mikroprosesor Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). 1971).5-14 Mikroprosesor 5. Pembagian Teknologi dan Contoh Mikroprosesor Jenis Teknologi Teknologi MOS NMOS Contoh Mikroprosesor Intel 4004. CMOS (Complentay MOS). 8008. Perkembangan Mikroprosesor Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit saluran data. Z 8000 Nasional seminductor NS 32032 Motorola 146805. Dengan clock yang sama mikroprosesor 64 bit mempunyai kecepatan akses 16 kali lipat mikroprosesor 4 bit. 6802. Perbedaan jumlah bit saluran data menyebabkan perbedaan kecepatan akses data suatu sistem mikroprosesor. Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). Mikroprosesor sekarang menggunakan teknologi apa ?.

Interface d. Black box b. Saluran Data d. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. Dekoder c. IC d. Saluran b. Bus b. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a. Saluran kontrol 4. CMOS c. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan a. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Latihan I. Semua jawaban benar 3. NMOS d. Semua jawaban benar . Mikrokontroller 2. Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a. Saluran Alamat c. Mikrokomputer c. PMOS b.Mikroprosesor 5-15 Gambar 6 Bentuk Fisik dan Pinout Z-80 C.

Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 8 bit. saluran data. Rangkuman Mikroprosesor merupakan suatu kotak dengan sejumlah saluran alamat. Lembar Kegiatan Peserta Latih Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran Peserta latih mempelajari materi buku ajar Peserta latih mengerjakan latihan Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan sebuah a. salauran data 8. Intel 404 II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Motorola 10800 b. Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah saluran bit data. lengkapi yang lain saluran apa namanya D. tetapi dalam realitas saluran masuk dan saluran keluar jumlahnya terbatas. Jenis-jenis teknologi mikroprosesor : PMOS. Balck box d. salauran kontrol. Mikrokomputer c. Zilog-8000 c. IC b. CMOS-SOS dll. Mikrokontroller . Hubungan mikroprosesor dan memori eksternal dilakukan oleh saluran. F. Mengapa saluran data menunju dua arah ? 2.5-16 Mikroprosesor 5. Mikroprosesor ideal mempunyai saluran masuk dan keluar tak terhingga. Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Zilog-80 d. Test Formatif I.

Intersil 80C41 10. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. Bus c. PMOS d. NMOS b. Interface d. Semua jawaban benar 9. Mikroprosesor tidak ideal mempunyai keterbatasan dalam hal a. 1971 c. Semua jawaban benar 5. 1955 . 1976 d. Mikroprosesor pertama kali dibuat pada tahun a. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a. Zilog-8000 c. Motorola 10800 b. Komponen utama yang ada pada model mikroprosesor adalah a. Byte c. Saluran Data d. Saluran b. Satuan saluran adalah a. Jumlah data b. 1986 b. Saluran Alamat c. Saluran c. PMOS d. Kontrol d. Jumlah program d. Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a.Mikroprosesor 5-17 2. Semua jawaban benar 3. Address b. Zilog-80 d. CMOS c. Semua jawaban benar 4. Nybble d. Semau jawaban benar 7. CMOS c. Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a. Dekoder b. Saluran kontrol 6. Jumlah saluran masuk c. NMOS b. Semua jawaban benar 8. Teknologi Mikroprosesor yang paling murah adalah a. Bit b.

5-18 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1. lengkapi yang lain saluran apa namanya 3. Tuliskan teknologi mikroposesor yang anda ketahui (lengkap dengan singkatannya) . Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 4 bit. saluran data 4. Mengapa saluran data menunju dua arah sedangkan saluran alamat menunju satu arah ? 2.

Dapat menjelaskan dan menggmbarkan peta memory 4.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. arah pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua hal. yaitu : perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Dapat menjelaskan BUS (Saluran) 3. Bus Alamat. Uraian Materi 1. Arah Pembelajaran Sistem Mikroprosesor Dalam pembelajaran sistem mikroprosesor. Dapat menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor 5. dan Bus Kontrol Peta Memori Komponen-komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor b. Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah selesai mengikuti pelajaran. peserta latih mampu mendekripsikan tentang Sistem Mikroprosesor Indikator : 1. Perangkat Keras Bus : Bus Data. Dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor 2. a. Perangkat Lunak Pemrograman Mikroprosesor Perencanaan Program (menyangkut peta memori dan memori internal/register) . Dapat menjelaskan dan menggambar Dekoder B.

Tidak seperti mikroprosesor ideal.5-20 Mikroprosesor 2.110. artinya dia memiliki lebar bus data 8. Bus Data (Saluran Data) Bus data adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan data dari CPU ke Memori dan sebaliknya. Biner 11110111B b. Octal 11.0111 sama dengan FBH atau FB16 digunakan sebagai klasifikasi sama dengan 367Q atau 3678 111101112 % 1111011 Lebar bus data biasanya mikroprosesor. dan bus kontrol. Besar data yang dapat disalurkan sekaligus mulai (00000000 s/d 11111111)(B) atau (000 s/d 377)(Q) atau (00 s/d FF)(H).111 c. Mikroposesor 8 bit atau 1 byte. yaitu dengan kode biner. . bus alamat. Word Data pada bus data dapat dinyatakan dengan beberapa cara. atau 32 bit. secara hardware terdiri dari 8 buah bus (D7MSB… D0LSB). atau hexadesimal (yang banyak dipergunakan) Contoh cara menyatakan suatu word data 8 bit dalam berbagai cara : a. mikroprosesor riil mempunyai keterbatasan “BUS’. 16 bit. Hexsadesimal 1111. Bus data menunjukkan kemampuan Mikroprosesor untuk menyalurkan sejumlah data sekaligus. actal. 16 atau 32. BUS (SALURAN) Komponen utama yang perlu dipelajari dalam sistem mikroprosesor adalah “BUS” / “SALURAN”. Beberapa bus yang ada dalam sistem mikroprosesor adalah : bus data. Misal mikroprosesor 8 bit. a.

tetapi kondisi riil yang ada untuk menyimpan data dan program jumlahnya perlu dibatasi. Dengan Bus Adress CPU dapat mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. Akibatnya mikroprosesor harus mampu mencapai memori luar (external memory) untuk menyimpan data (read) dan mengambil kembali (write).Mikroprosesor 5-21 0 LSB D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 6 Bus Data 8 Bit (Word Data Tersalurkan : 0001101) b. Komunikasi antara mikroprosesor dengan external memory dilakukan melalui “bus alamat”. Mikroprosesor ideal akan memiliki memory internal tak terbatas. 0 LSB A0 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 7 Bus Alamat 8 Bit (Contoh Data Alamat : 1B) . Bus Adress (Saluran Alamat) Bus Address adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjangkau tempat penyimpanan data di memori.

Ukuran data pada setiap alamat memori ditentukan oleh lebar bus data. Peta Memori. Blok diagram Mikroprosesor Z-80 seperti Gambar 8. Lebar Bus Data Alamat Lokasi Memori 1 Lebar/Space Peta Memory ………… Lokasi Memori n B8 ………… Lokasi Memori n Lokasi Memori 2 Alamat 00 Lokasi Memori 1 Lokasi Memori 2 AC FF Gambar 9 Peta Memori (Contoh Peta Memori : 00 – FF) .5-22 Mikroprosesor c. Susunan lokasi memori dinamakan peta memory (space memory). Setiap data informasi disimpan dalam memori pada suatu kumpulan lokasi memori. Dengan Bus Kontrol CPU dapat mulai melakukan pekerjaan mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. Gambar 8 Blok Diagram Z-80 3. Bus Kontrol Bus Kontrol adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjalankan program.

untuk merencanakan tempat menyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. EXNOR. OR. B8. b. . buffer. alamat. EXOR. memori eksternal. sehingga jumlah data yang tersimpan dalam peta memori tergantung dari : lebar bus data * lebar peta memori (akan dibahas lebih lanjut pada pembahasan dekoder dan register). diperlukan beberapa komponen penunjang yang lain. 4. Dalam buku ajar ini rangkaian interface akan dibahas lebih lanjut. atau konverter Digital to Analog (D/A) atau Analog to Digital (A/D).6 K bit = 200 byte = 400 nybble. NAND. latch. dan rangkaian interface. AC. a. NOR. Komponen-Komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor Dalam sistem mikroprosesor selain komponen utama μp. FF).Mikroprosesor 5-23 Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. seperti : power supply. seperti : AND. rangkaian clock. dan NOT. Sebagai contoh : lebar bus data : 8 bil . Rangkaian interface dapat berupa : rangkaian decoder (disusun dari rangkaian logika menggunakan gerbang-gerbang logika digital). Gerbang-Gerbang Logika Gerbang-gerbang logika digital yang biasa digunakan untuk membentuk rangkaian interface adalah komponen-komponen digital dasar. Rangkaian Interface Rangkaian interface atau rangkaian antar muka fungsi utamanya adalah menghubungkan sistem μp dengan dunia luar. dan lebar peta memori dalam peta memori. Setiap ruang memori mempunyai satu alamat sendiri-sendiri yang unik. Kumpulan alamat ruang memori disebut “lebar peta memori”. yaitu tidak ada yang kembar/sama (00. maka jumlah memori yang tersimpan dalam peta memori : 8 * 200 = 1600 bit atau 1. lebar peta memori 200 (tanpa satuan biasanya ditunjukkan dengan alamat awal dan akhir : 00 FF). Gambar 9 menunjukkan posisi/arti : lebar bus data.

Vin. Ii. Arus-out. Bilamana gerbang-gerbang logika digunakan sebagai komponen pembentuk rangkaian interface. Fan-out menunjukkan besar tegangan yang dikeluarkan gerbang logika digital Iout. adalah : Fan-in. Fan-out. dengan demikian karakteristik gerbang logika di atas juga dibedakan untuk logika 1 dan logika 0. menunjukkan besar arus masukkan yang diperlukan oleh gerbang logika digital Sinyal digital mempunyai dua kondisi. Io. Arus-in. logika 1 dan logika 0.5-24 Mikroprosesor Rangkaian interface yang banyak ditemui pada sistem mikroprosesor sebagian besar berfungsi sebagai rangkaian Dekoder untuk dekoding sinyal kontrol dan dekoding alamat. Iin. menunjukkan besar arus keluaran dari gerbang logika digital. Fan-in menunjukkan besar tegangan yang diperlukan sebagai masukan gebang logika Vout. sebagai berikut : Vin : Vin(1) Vin(0) = besar tegangan minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar tegangan maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika Vout : Vout(1) = besar tegangan minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Vout(0) = besar tegangan maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Iin : Iin(1) Iin(0) Iout : Iout(1) = besar arus minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika . maka karateristik yang perlu diperhatikan.

2 . Contoh penerapan karakteristik logika : Gerbang AND (Vin(1) = 2 . Latch Dalam sistem mikroprosesor sering kali data informasi yang ada pada bus mikroprosesor harus dipertahankan agar dapat dipakai oleh sistem berikutnya. Vout(0) = 0. c.4. Iout(1) = 10 Vin(0) = 0.Mikroprosesor 5-25 Iout(0) = besar arus maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Karateristik logika sangat diperlukan untuk menentukan julah logika yang dapat dihubungkan dengan logika lain dalam rangka membentuk rangkaian interface atau dekoder.1 .5.05) Gerbang OR (Vin = 3 . Buffer Buffer adalah suatu aplifier yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapabilitas arus drive dari line sinyal. maka jumlah gerbang OR yang dapat dihubungkan dengan AND maksimal 3 buah (disarkan dengan. Iin(0) = 0.6 Iout(0) = 0. Vout = 8. Vout(0) = 0.5. Iin(0) = 0. Iout(0) = 0. Iin(1) = 1.8 mA dapat men”drive” 4 gebang TTL yang memiliki IiH= 400 µA. d. Iout = 5 Vin(0) = 0. Iin = 0. Penggunaan penting . Untuk kepentingan ini diperlukan rangkaian “Latch”. Z-80 memiliki arus output 1. Iin OR.3. tanpa buffer. berdasarkan karateristik Vout. Iout AND dan Vin.07) Rangaian Interface Gambar 10 Contoh Rangkaian Interface Dengan rangkaian Gambar 10. Vout(1) = 6.

9E. 5. data disimpan pada alamat D3. dan 5E. bisa diatur/digubungi diperlukan. Bus alamat 8 bit. Prosedur alamat-alamat pada memori yang perencanaan dekoder dengan urutan : Rencanakan peta memori. Dalam penjelasan Dekoder ini akan diambil contoh Sistem mikroproseor yang disusun dari komponen mikroprosesor 8 biat . Perencanaan Peta Memori Lebar bus alamat 8 bit sehingga space alamat memori yang dapat dicapai dari FF(h) s/d 00(h). yaitu mengisolasi data input dari saluran data mikroprosesor. Dengan rangkaian dekoder. a. dan 5E. Menentukan persamaan logika dari hasil minimisasi. Dekoder Dekoder dalam sistem miroprosesor digunakan pada bus alamat untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi. 9E. B6. Gambar rangkaian dekoder. B6. Minimisasi. Rencanakan tabel kebenaran. Dekoder dibentuk dari gerbang .gerbang logika yang dirangkai berdasarkan konsep penyusunan rangkaian logika. Data disimpan pada alamat : D3. maka peta memorinya adalah : Peta Memori Alamat FF D3 B6 9E 5E 00 Data 1 Data 2 Data 3 Data 4 .5-26 Mikroprosesor dari buffer adalah pada port input mikroprosesor.

Mikroprosesor 5-27 b. Tabel Kebenaran Alamat D3 B6 9E 59 A7 1 1 1 0 A6 1 0 0 1 A5 1 1 0 0 Saluran A4 A3 0 0 1 0 1 1 1 1 A2 0 1 1 1 A1 1 1 1 1 A0 1 0 0 0 c. Minimisasi Tabel A A5A4 00 01 11 10 A7A6 00 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 1 8 9 B A Tabel B A1A0 00 01 11 10 A3A2 00 1 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 8 9 B A Dari Tabel A diatas didapatkan persamaan : F1 = A6 A5 A4 + A7 A5 A4 + A7 A6 A4 F2 = A3 A2 A1 A0+ A3 A2 A1A0 + A3A1 A0 .

Rangkaian Dekoder F2 F1 Gambar 11 Rangkaian Dekoder F A7 A6 A5 A4 A3 A2 A1 A0 AND 1A AND 2A AND 3A OR F1 F(out) AND AND 1B AND 2B AND 3B OR F2 .5-28 Mikroprosesor d.

Dua Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a. Untuk menunjuk tempat data c. Ada jawaban yang salah 4. Untuk menyalurkan data b. Saluran kontrol c. Saluran alamat d. Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat dibedakan menjadi a.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif .Peserta latih mengerjakan latihan . Iout. Kode Biner b. Tiga b. Kode Desimal c. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a. Fungsi saluran alamat adalah a. Vout. Rangkaian Dekoder b. Untuk mengambil data d. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. Rangkaian Interface d. Lima 2. Jelaskan apa arti karakteristik gebang logika Vin. Untuk menulis data 5. Semua jawabab benar 3.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . Kode Octal d. Lembar Kegiatan Peserta latih . dan Iin 2. c. Rangkaian Dioda c. Pilih satu jawaban yang paling tepat 1. Rangakain penghubung II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Saluran data b. Latihan I.Mikroprosesor 5-29 C.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . Empat d. Apa fungsi buffer pada rangkaian sistem mikroprosesor D.

CA16 b. AB16 dibedakan menjadi a. BA16 2. Tes Formatif I. NAND. OR. dll. dan saluran kontrol. peta memori. Susunan lokasi memori pada memori dinamakan Peta memori. untuk merencanakan tempat penyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. Hal yang perlu dipahami pada saat memakai adalah arakteristik IC. arah pembelajaran dibedakan menjadi dua : perangkat keras (aluran. dan komponenen penunjang sistem mikroprosesor) dan perangkat lunak (pemograman dan perencaan program). Lima c. Octal dan Hexadesimal. Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat . Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. Empat d. saluran data. saluran alamat. Tiga b. Word data pada saluran dapat dinyatakan dengan cara : Biner. Pilih Satu Jawab Yang Paling Benar 1. NOR. AC16 d. Dengan Dekoder bisa diatur alamat mana yang dapat dihubungi dan yang tidak boleh dihubungi. AND. F.5-30 Mikroprosesor E. Word data 10101011B bilamana dinyatakan dalam dengan hexadecimal jawabnya adalah a. Komponen-komponen penunjang sistem mikroprosesor adalah Gate-Gate dasar Digital. Rangkuman Dalam mempelajari sistem meikroprosesor. Ada tiga jenis aluran (Bus) pada sistem mikroprosesor. Dua c. Dekoder dalam sistem mikroprosesor digunakan oleh saluran alamat sebagai rangkaian untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi.

Saluran kontrol c. Untuk menunjuk tempat data c. Rangakain penghubung 7. OR . 6 9. Rangkaian Dekoder b. Menaikan arus b. Kode Desimal 5. Mempertahankan data informasi 10 Bilamana gerbang digital punya Vout = 4 akan digabung dengan gebang digital yang punya Vin = 5. Rangkaian Dioda c. 7 d. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a. Saluran yang biasa digunakan sebagai petunjuk karakteristik mikroprosesor adalah a.Mikroprosesor 5-31 3. Buffer c. Untuk mengambil data d. Untuk menyalurkan data b. Saluran alamat c. 8 c. Saluran data b. Fungsi komponen Latch dalam sistem mikroprosesor adalah untuk a. Lacth b. maka lebar peta memori a. Mempertahankan arus d. AND d. Saluran program b. Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. Rangkaian Interface d. Kode Octal d. maka perlu dipasang komponen a. Untuk menulis data c. Saluran data d. Saluran alamat d. Menaikan tegangan c. Semua jawabab benar 4. Kode Biner b. Ada jawaban yang salah 6. 9 b. Fungsi saluran alamat adalah a. Bilamana data disimpan dalam memori mulai alamat A5 – AE. Saluran kontrol 8.

5 Volt.6 Volt akan digunakan sebagai input gerbang OR punya Vin(1) = 5 Volt. Hasil minimisasi dalam pernencanaan rangkaian Dekoder dapat dituliskan dalam bentuk persamaan : F = A B C + BC D + AC. Gambarkan rangkaian Dekodernya 3.5-32 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Hitung jumlah OR yang dapat digabung. Vin(0) = 0. Mengapa dalam rangkaian sistem mikroprosesor banyak yang dipasang komponen Latch ? . 2. Gebang AND punya Vout(1) = 20 Volt. Vout(0) = 1.

Nama dan fungsi masing-masing register Z-80 adalah sebagai berikut : - Register A (Akumulator/Pengumpul).. D7). dan PC) dengan susunan seperti Gambar 11. Dapat menjelaskan memprograman Mikroprosesor Z-80 4. E. F. Uraian Materi 1. A15). selalu digunakan untuk opresasional ALU. Dapat menjelaskan Register Mikroprosesor Z-80 3. L) dan 4 buah register 16 bit (IX. H. D. C. - Register F (FLAG) adalah register kumpulan register 1 bit. Register Z-80 mempunyai 8 buah register 8 bit (A. Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah : selesai mengikuti pelajaran.BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A. sehingga lebar peta memori yang dapat dihubungi sebanyak 65. IY. Register F hanya menyatakan hasil operasi ALU. Atau selalu digunakan untuk mengoperasikan perintah aritmetik dan logika. SP. 2.. Spesifikasi Z-80 Mikroprosesor Z-80 mempunyai Saluran (Bus) Data 8 jalur (D0 . peserta latih mampu mendekripsikan tentang Mikroprosesor Z-80 Indikator : 1. Dapat menjelaskan komponen pemrograman Mikroprosesor Z-80 5. Dapat menjelaskan spesifikasi Mikroprosesor Z-80 2. B. dan Saluran Alamat 16 jalur (A0 . Gambar Flag seperti di bawah : . Dapat menjelaskan operasi aritmatik dan logikaa Mikroprosesor Z-80 B.526 alamat memori.

D. L’ merupakan register cadangan dapat digunakan untuk menyimpan seluruh isi register. D’. dengan konsep LIFO (Last In First Out) - Register PC (Program Counter). E. - Register SP (Stack Pointer) berhubungan dengan mekanisme stack (sususunan simpanan memori) dan digunakan untuk mekanisme SUBRUTIN. dapat digunakan untuk keperluan umum dan tempat menyimpan hasil. berfungsi untuk penunjuk lokasi memori. C. untuk menunjuk lokasi awal program . L merupakan register 8 bit dan dapat disambung menjadi 16 bit. E’. C’. H’. H. - Register B’. - Register IX dan IY merupakan register Index.5-34 Mikroprosesor 16 bit 8 bit 8 bit A F B C D E H L IX IY SP PC Gambar 11 Susunan Register Z-80 7 S 6 Z 5 4 3 2 P/O 1 N 0 C Bit Nama Bit Contoh : Bit 7 → Sign Bit 6 → Z (zero) = 1 jika hasil oparasi aritmatik sama dengan nol Bit 2 → Parity /Overflow Bit 1 → Substrack Bit 0 → C (carry) = 1 jika hasil operasi aritmatik menghasilkan carry - Register B.

Namun demikian tidak semua ruang memori dapat digunakan untuk operasional program (pengisian dan penghapusan data). RAM terdiri dari 2048 alamat/lokasi memori. disusun dalam Peta memori KTP sebagai beikut : Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM. (HL) . yang dinamakan MPF-1. setiap lokasi mampu menyimpan 8 bit atau 1 byte bil heksa.B . yaitu : Bus Data 8 jalur (D0 . Instruksi alih/transfer data ada beberapa jenis.BC LD A. LD HL. dengan alamat 1800H s/d 1FFFH. POP AF Register ← memory Resister ← immediate data LD A. sehingga space memori yang dapat dihubungi sebanyak 65. A15). Pemrograman Z-80 Pemrograman Z-80 pada hakekatnya adalah proses mengisi penghapusan register atau dengan transfer data. yaitu : Jenis Tranfers Data Instruksi Register ← register Contoh : LD A. sehingga RAM mampu menyimpan 16 Kbit dalam bentuk 2k x 8 bit atau 2 Kbyte. ditambah dengan komponen pendudung memori eksternal : ROM dan RAM. D7) dan bus alamat 16 jalur (A0 . PUSH BC Memory ← register LDD Memory ← memory Memory ← immediate data LD (HL).A . Spesifikasi MPF-1 sama dengan karakteristik Z-80. Beberapa alamat ruang memori yang dapat digunakan..526 alamat memori. Penghapusan dilakukan dengan cara menumpangi data sebelumnya.5BH MPF-1 merupakan alat yang menggunakan komponen utama mikroprosesor Z-80.25H .125AH LD (HL).Mikroprosesor 5-35 3.. Untuk melakukan pelatihan pemrogram Z-80 digunakan KIT Komputer Papan Tunggal (KPT). LD HL. berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan .

(IX+5) RST 38H Komentar Isikan 05H ke Reg A Kutip isi Reg A ke Reg B Kutip isi yang ditunjukkan oleh adres reg BC Isikan reg HL dengan 1910H Isikan isi addres memori 1915H ke Reg IX Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Rg IX+0 = 1915H Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Reg IX+5 = 191AH Kembali ke Display Op-Code dan Mnemonic dapat dilihat pada daftar Instructions Shorted By Op-Code dan Instructions Shorted By Mnemonic yang ada dalam User’s Manual MPF-1. Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa “assembler” atau bahasa mesin. yaitu : Address.(IX+0) LD C. Operasi Aritmatik dan Logika. Op-Code. kurang satu.A LD A.1910H LD IX. a. tambah satu.5-36 Mikroprosesor Dari peta memori dapat diketahui hanya ruang memori alamat 1800H s/d 1FFFH yang dapat digunakan untuk operasional program. komentar untuk komunikasi dengan orang lain (manusia). Ada empat komponen yang perlu dipelajari agar dapat melakukan pemrograman dengan bahasa “assembler”. Operasi Aritmatik .Jenis operasi aritmatik yang dapat dioperasikan dengan Z-80 adalah : penjumlahan. dan membandingkan. 5.(BC) LD HL. dan Komentar. Tiga komponen untuk komunikasi dengan Z-80.Semua operasi aritmatik dan logika hanya bisa dilakukan pada register A. . Mnemonic. .1915H LD C. pengurangan. Contoh program : ADDR 1800 1802 1803 1804 1807 1808 1809 180A OpCode 3E 47 0A 21 DD DD DD FF Mnemonic Operand LD A. 4.05 LD B. Komponen Pemrograman Z-80.

OR B : A ← A+B . . ADC A.Salah satu data harus di register A . 2 buah c.Hasil operasi aritmatik dan logika yang berstatus : Nol. D d. F c. Latihan I.N : A ← A+B+cy SBC A. Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a.Jenis operasi yang dapat dilakukan : AND. ada carry.C : A ← A+C . begitu juga pengurangan juga ada dua : SUB dan SBC . 12 jalur d. atau negatif informasi disimpan di register F(Flag). Jumlah data per alamat 16 b. NOT. Register 16 bit artinya a. 4 jalur 3. 6 buah d. F d. A b.B OR N : A ← A+N . H . Pilih satu jawaban yang paling benar 1. Register yang merupakan kumulan dari register 1 bit adalah register a. Lebar peta memori 16 c. 8 buah 5.N : A ← A-B-cy b. maka lebar jalur saluran adalah a. Lebar jalur 16 c. 4 buah b. Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a.Operasi penjumlahan ada dua : ADD dan ADC. Operasi Logika . 8 jalur b. Bilamana jalur saluran ditunjukka dengan kode D0 – D15.D : A ← A-B .Contoh : ADD A. SUB A.C dalam operasi ADC / SBC adalah Carry .Mikroprosesor 5-37 . Jumlah alamat 16 d. D c.Contoh : AND B : A ← A. B b. C. E 4. 16 jalur 2. dan XOR . OR.

yaitu : Address. dan XOR.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E.256 alamat pada memori eksternal yang dapat dihubungi. register F kumpulan dari register 1 bit untuk menyatkan hasil operasi ALU. Rangkuman Mikroprosesor Z-80 dinamakan Z-80. Bagaimana cara mengetahui kalau hasil operasi aritmetik Z-80 menghasilkan Carry ? 2. . Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa Assembler. Mnemonic. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 tidak memakai alamat 0000H s/d 07FFH ? D.5-38 Mikroprosesor II Jawab dengan singkat dan benar 1. NOT. +1. Op-Code. Register A berfungsi tempat operasi aritmetik dan logika. dan Komentar. Z-80 memiliki 8 buah register 8 bit dan 4 buah register 16 bit. Menggunakan Z-80 dapat dilakukan 6 jenis intruksi alih/transfer data.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . untuk dapat melakukan pemrograman harus nmengetahui 4 komponen. mempunyai 8 jalur saluran data dan 16 jalur saluran alamat sehingga ada 65. -1. Semua operasi aritmetik dan logika hanya bisa dilakukan dalam register A. -. Lembar Kegiatan Peserta latih . sedangkan operasi logika yang dapt dilakukan : AND. Operasi aritmetik yang dalakukan adalah +.Peserta latih mengerjakan latihan . Pada saat pemrograman menggunakan KPT MPF-1 hanya alamat 1800 s/d 1FFF yang dapat digunakan untuk operasional program.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . dan membandingkan. OR.

Lebar jalur 8 b. D a. 26 b. 8 buah 6. Register pusat operasi d. Test Formatif I.25 artinya adalah a. 16 jalur 2. 25 c. 4 register 8 bit c. 67 c. Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a. A9 . H c. Register 16 bit 5. Pilih satu jawaban yang paling benar 1. 76 d. Register 8 bit artinya a. maka lebar jalur saluran adalah a. LD B. Hasil operasi A9 + 67. Mengambil data dari reg B. Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a. Memory ← register 8. 2 register 16 bit b. Bilamana jalur saluran ditunjukkan dengan kode D0 – D11. Mengisi reg B. Register ← register b. Lebar peta memori 8 c. 4 jalur 4. Resister ← immediate 7. A b.D adalah merupakan instruksi transfer data 9. Register F adalah merupakan register a. 2 buah c. Jumlah data per alamat 8 c.25 d. Register AF dan IX adalah a. 12 jalur d. Jumlah alamat 8 d. menggunakan MPF-1 akan tampil angka a.Mikroprosesor 5-39 F. LD C. 4 buah d. Register 16 bit 3. F d. Register Kontrol c. Register 8 dan 16 bit d. 8 jalur b. Register ← memory d. 6 buah b. Semua jawaban salah c. Mengisi 25 dari reg B c. Kumpulan dari register 1 bit b.

nol b. maka Bit C pada reg F akan menunjukan angka a. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 hanya boleh memakai alamat 1800 s/d 1FFF ? . dua d. Menggunakan Z-80 data sebesar 322 akan diakses sebanyak berapa kali ? 2.5-40 Mikroprosesor 10 Hasil operasi soal no 9. satu c. Rencanakan program untuk : - memasukkan data 25 ke reg A memasukkan data 13 ke reg B Mengurangi isi reg A dengan B 3. tiga II Jawablah dengan singkat dan benar 1.

c 9. c 2. b II 1. b 5. d 10. 1. c 2.Mikroprosesor 5-41 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. c II 1. 3. c 6. 2. Suatu sistem yang 6. Pembelajaran 2 I. 1. b 4. address bus (jlm 4 ) data bus Mikroprosesor (jlm 4) kontro bus Power Supply . b 3. b 10 c menggunakan mikroprosesor sebagai komponen utamnya 2. b 3. Karenan fungsi saluran data antara lain adalah mengambil data dari memori dikirim ke CPU dan mengambil data dai CPU disimpan ke memori 2. d 7. Sistem mikroprosesor pengolah data menggunakan MPU (Mikroprosesor processing Unit). b 7. komputer pengolah data menggunakan CPU (central processing Unit). Karenan mikroprosesor merupakan komponen yang kinerjanya ditentukan oleh program. b 4. c 5. c 8. Pembelajaran 1 I. c 8. b 9.

b . 3 buah 2. c b d a a 6. d 5. Karena arus atau tegangan dalam rangkaian tidak kuat atau tidak dapat mencatu komponen berikutnya dalam suatu rangkaian 4. d 3. b II 1. a 8. d 4. 3. 4. 5. Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). CMOS (Complentay MOS). Bipolar Schottky. 2. c 7. Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). Pembelajaran 4 I. d 10. b 6. Pembeljaran 3 I 1. CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire). 1. c 9. NMOS( MOS kanal N).5-42 Mikroprosesor 3. a 7. Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). c 10. 3. c 8. b 2. a 9. 3.

21 kali 2. Contoh : Manajemen Memori MPF-1 Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM. berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan . Karena alamat yang lain sudah digunakan untuk program intern mikroprosesor atau untuk fasilitas exspan memori.B Op-Code Komentar 3.25 LD B.Mikroprosesor 5-43 II. 13 SUBC A. 1. ADDR 1800 1802 1804 Mnemonic LD A.

adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer mengolah data Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadan yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face). terkandung rangkaian ALU (arithmetic-logic unit) Mnemonic adalah singkatan-singkatan yang mcngindikasikan suatu operasi . atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer. Mikroprosesor adalah suatu chip (IC=integrated circuits) yang di dalamnya.5-44 Mikroprosesor GLOSARIUM Bahasa Assembly adalah bahasa komputer yang kedudukannya di antara bahasa mesin dan bahasa level tinggi misalnya bahasa C atau Pascal Bahasa pemrograman.

Leventhal. Z-80 Assembly language programming. Pengantar Mikroprosesor.google.co. 1991. Terjemahan : Barnawi. MPF-1. User’s Manual Acer. MPF-1.id/mikroprosesor http://www. 1984. 1991. Garland. 1979. California : McGraw-Hill http://www.id/ mikroprosesor+Z80 SoegijardjoSoegijoko. Experiment Manual (Software/Hardware) Harry. 1986. Jakarta : Erlangga Lance A.co.google. Pengantar desain sistem mikroprosesor. Bandung : PAU Bid Mikroelektrika .Mikroprosesor 5-45 DAFTAR PUSTAKA Acer.

BUKU AJAR PEMBELAJARAN INOVATIF .

BAB I PENDAHULUAN A. pendidikan sering dikaitkan dengan pembangunan nasional. Dengan demikian sistem pendidikan harus senantiasa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembangunan nasional. guru merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. RASIONAL Pada konstelasi sistem pendidikan nasional. dan kompetensi kepribadian. baik dalam jumlah. maupun jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat. kompetensi kompetensi profesional yang diperoeh melalui pendidkan profesi. kualitas. Dalam mengemban tugas dibidang keprofesiannya sebagai pengajar. Dalam . Guru merupakan kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan karena salah satu persyaratan penting bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu adalah apabila pelaksanaannya dilakukan oleh pendidik-pendidik yang keprofesionalannya dapat diandalkan. tidak mau kompetensi sosial. tidak adaptif dan antisipatif terhadap perubahan. guru dituntut dapat mendidik atau mengajar dan melatih. Keberhasilan suatu sistem pendidikan antara lain diukur dari keberhasilannya memasok tenagatenaga terampil dalam jumlah yang memadai bagi kebutuhan sektorsektor pembangunan dan harus dapat berperan dalam pembangunan nasional sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mengisi lapangan pekerjaan yang memerlukannya. Menurut Slamet PH (1992) dunia pendidikan tidak akan mengalami perubahan apapun sepanjang para dosen dan guru berubah. Guru adalah salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi hasil pendidikan. Berdasarkan dinyatakan paedagogik. bahwa Undang-undang kompetensi nomor guru itu 14/2005 meliputi pasal 10.

by their education. Menurut Locke. ditentukan oleh pendidikannya. misalnya. nine parts of ten are what they are. Of all the men we meet with. pendidikan yang bertumpu pada kemandirian Demikian pula sekarang dalam konteks menyesuaikan . menjelang era reformasi bergulir. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS). Juga usaha-usaha nyata telah banyak dilakukan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui pendidikan. Hal ini nampak dari rata-rata hasil belajar yang masih memprihatinkan. dengan dengan pendekatan yang semula bersifat tekstual berubah menjadi kontekstual. manager kelas. good or evil. fasilitator. useful or not. berdasarkan hasil analisis penelitian terhadap rendahnya hasil belajar siswa. merupakan strategi peningkatan mutu sekolah. serta sebagai evaluator terhadap siswa harus terjadi dengan baik. Di Indonesia. Pada pembelajaran tersebut suasana kelas cenderung teacheroriented sehingga siswa menjadi pasif. mediator. Sembilan dari 10 orang yang kami jumpai. gagasan-gagasan tentang bagaimana meningkatkan mutu pendidikan telah banyak dilontarkan. Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal saat ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. bermanfaat atau sebaliknya. saat proses belajar mengajar setidak-tidaknya tugas guru seperti sebagai demonstrator. Agar diperoleh hasil yang maksimal perlu adanya perubahan paradigma pembelajaran yang berorientasi pada siswa dengan metodologi yang berorientasi pada partisipatori. hal tersebut lebih banyak disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional.7-2 Pembelajaran Inovatif pelaksanaan dikelas. Secara empiris. baik budi atau jahat. Gagasan Locke ini menyegarkan komitmen bahwa pendidikan itu memang penting. Tugas-tugas ini secara tidak langsung melebur dalam diri guru yang akan tercermin dalam tindakannya sehari-hari. Tidak ada manusia di dunia sekarang ini yang mengingkari kebenaran peran pendidikan tersebut.

kegiatan pembelajaran. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. adanya perubahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan. Untuk itu. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau silabusnya dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi dan Standar Kompentensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No.Pembelajaran Inovatif 7-3 perkembangan dan kemajuan. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolah atau daerah. Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. 23 Tahun 2006. keadaan sekolah. . Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dengan demikian. dan kondisi sekolah atau daerah. dan penilaian hasil pembelajaran. adanya perubahan paradigma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi knowledge) bukan tetapi sekedar lebih pengetahuan (demonstrating the merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do). wacana penerapan kurikulum berbasis kompentensi diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan. sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi ajar. Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK.

matematis. Untuk itu. bahasa. tata nilai siswa) 2. Model (KBM sebaiknya memberikan contoh nyata yang bisa ditiru oleh siswa) 4. Melibatkan sebanyak mungkin Indra. Pengetahuan dan keterampilan prasyarat (Pengetahuan awal siswa menentukan kegairahan siswa belajar) 3. Siswa yang bermotivasi dalam KBM cenderung memperlihatkan hasil yang baik. Kebermaknaan (Siswa bakat. Mengembangkan beragam kemampuan ( siswa belajar jika KBM mendorong pengembangan kemampuan logis. 11.7-4 Pembelajaran Inovatif Motivasi dianggap faktor yang menentukan keberhasilan KBM. maka pembelajaran dititikberatkan pada aktivitas belajar siswa (Student Centered Learning/SCL). kinestik. bukan pada aktivitas guru mengajar. Adanya perubahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). kegiatan yang baru akan menambah konsentrasi siswa) 6. . menyeakan belajar bila terkait dengan minat. Komunikasi terbuka (Penyampaian informasi terstruktur sehingga siswa menerima pesan dengan baik) 5. Keragaman pendekatan (siswa akan belajar jika KBM bervariasi) 10. beberapa saran berikut ini diharapkan diikuti untuk menciptakan KBM yang efektif. Latihan yang tepat dan aktif 7. musik. Kondisi dan konsekuensi yang menyenangkan (KBM nangkan. inter/intra personal). 1. bebas dari takut) 9. Keaslian dan tugas menantang (materi. Penilaian tugas (tugas dibagi dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama dengan frekuensi pengulangan yang tinggi) 8.

mampu bekerja sama 3. dan kooperatif Hanya siswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran Siswa dan guru belajar bersama dalam mengembangkan pengetahuan. konsep dan keterampilan . mampu memecahkan masalah secara efektif 4. suportif. Kesalahan dapat menjadi sumber belajar Sesuai untuk mengembangkan ilmu Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin saja dengan cara pendekatan interdisipliner Iklim belajar lebih individualis dan Iklim yang dikembangkan lebih kompetitif kolaboratif. mampu memproses dan memanfaatkan informasi 5. mampu memanfaatkan teknologi secara efektif. berpendidikan baik 2. TEACHER CENTERED LEARNING STUDENT CENTERED LEARNING Pengetahuan ditransfer dari guru ke Siswa aktif mengembangkan siswa pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari Siswa menerima pengetahuan Siswa aktif dalam mengelola secara pasif pengetahuan Lebih menekankan pada penguasaan materi Biasanya memanfaatkan media tunggal Guru sebagai pemberi informasi utama dan evaluator Juga mengembangkan karakter siswa Multimedia Guru sbg fasilitator dan evaluasi dilakukan bersama siswa Proses pembelajaran dan penilaian Saling berkesinambungan dan dilakukan secara terpisah terintegrasi Menekankan pada jawaban yang benar saja Penekanan pada proses pengembangan pengetahuan.Pembelajaran Inovatif 7-5 Mengapa SCL? Di masa datang dibutuhkan tenaga kerja: 1.

metode interdisipliner Beberapa hal di atas secara teoritik telah mampu memberikan pedoman tentang bagaimana pengalaman belajar harus (sebaiknya) dikelola. perkemahan. Oleh karena itu dalam merencanakan pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat . penelitian latihan. studi banding. kooperasi. empati. Ruang kelas dikelola sedemikian rupa sehingga beberapa aspek penting kelas terjamin. Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know. Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui. learning to life together dan learning to be. berpasangan dan kelompok. kepemimpinan. Demikian juga pengalaman belajar (learning experiences) lain seperti kegiatan lomba. dikembangkan dan dikelola untuk mengembangkan kompetensi. learning to do. seperti: o Aksessibilitas: mudah menjangkau alat dan sumber belajar o Mobilitas: siswa dan guru mudah bergerak o Interaksi: memudahkan interaksi guru dan siswa o Variasi kerja siswa: menjamin siswa kerja perorangan. kebun/sawah dan bengkel percobaan. bakti sosial. solidaritas.7-6 Pembelajaran Inovatif Tatap muka di kelas merupakan bag Siswa dapat belajar dengan terbesar dlm pembelajaran berbagai cara Penekanan pada tuntasnya materi pembelajaran Penekanan pada bagaimana cara guru melakukan pembelajaran Penekanan pada pencapaian kompetensi Penekanan pada bgm cara siswa belajar dengan menggunakan berbagai bahan pelajaran. belajar untuk dapat melakukan. kerjasama. belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari. toleransi dan keterampilan hidup.

maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. PRASYARAT Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mengikuti materi PLPG pembelajaran inovatif dan mempelajari buku ajar ini. Baca dengan seksama dan fahami isi Bab 2 (kegiatan belajar 1 berupa dan kegiatan belajar 2 berupa praktik). dan menarik. 3. Dalam melaksanakan pembelajaran dirancang kegiatan yang menyenangkan. 2. PETUNJUK BELAJAR Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif.Pembelajaran Inovatif 7-7 bagi pengembangan keterampilan hidupnya. maka diharapkan peserta PLPG sudah memiliki pengalaman membuat RPP dan mengimplementasikan di kelas. mengasyikkan. 1. Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguhsungguh. Baca dengan seksama dan pahami isi Bab 1 untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. 5. mencerdaskan dan menguatkan. C. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. . baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. B. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya. 4.

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. • Peserta dapat mendemonstrasikan / mempraktekkan RPP yang telah dibuat pada KBM kelas simulasi. TUJUAN PEMBELAJARAN • Peserta dapat menjelaskan strategi dan model pembelajaran. 2. Indikator pencapaian Kompetensi • Mengenal strategi dan model-model pembelajaran.7-8 Pembelajaran Inovatif D. dan menerapkannya pada RPP serta mengimplementasikan melalui demonstrasi dan simulasi. . Kompetensi dasar Mengenal model-model pembelajaran inovatif. E. • Peserta dapat membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang siap untuk dipraktekkan. • Merencanakan dan membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan dan siswa. • Peserta dapat menjelaskan berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi. • Mengenal dan mengidentifikasi berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi.

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. situasi dan kondisi siswa maupun tempat belajarnya. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Perencanaan pembelajaran adalah suatu proses dan cara berpikir mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan dengan tujuan agar diri seseorang atau sekelompok orang dapat berubah. silabi.BAB II PEMBELAJARAN 1 A. maupun menggunakan RPP yang sudah ada untuk digunakan dalam melaksanakan tugas mengajarnya. serta evaluasi yang digunakan untuk mengukur keberhasilan KBM. strategi dan model pembelajaran. mengadopsi. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Jika rencana pembelajaran disusun dengan baik. ALUR RPP RP dan KD -------------->> Silabus -------------->> RPP . Perencanaan pembelajaran merupakan langkah penting untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Seorang guru sudah barang tentu mempunyai pengalaman dalam membuat. Perubahan tersebut mencakup aspek kognitif. Namun demikian perlu dicermati apakah RPP yang digunakan tersebut sudah sesuai dengan kurikulum. akan membuat tujuan pembelajaran akan tercapai secara efektif dan efisien. Secara sederhana perencanaan pembelajaran memuat materi yang akan diajarkan dalam KBM. afektif maupun psikomotornya.

. .... Metode dan model Pembelajaran IV.7-10 Pembelajaran Inovatif CONTOH FORMAT RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator I. : . Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. : ….. Tujuan Pembelajaran II.... Alat/Bahan/Sumber Belajar VI... : ….... Materi Ajar III. : ….. : ….. : …. A... : ….. : …. V. : …...... : …. : …. dst. Kegiatan Awal B.... : …. Penilaian : …...... Kegiatan Inti C.. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. : …. : …...

practice or object thatperceived as new by an individual or other unit of adoption. dan akhir. contoh soal. Menurut Prof.) 5.Pembelajaran Inovatif 7-11 Langkah-langkah Menyusun RPP 1. teknik penskoran. barang. 8. Contoh bidangnya adalah : . KD. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat). lembar pengamatan. Menentukan SK. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. kejadian. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. KD. Inovasi dapat berupa hasil dari invention atau discovery. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. proses dan produk dalam berbagai bidang. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru. pada saatsaat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. Inovasi dapat berupa ide. INOVASI Ibrahim (1989) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide. dll B. inti. Mengisi kolom identitas 2. dan Indikator yang akan digunakan (terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Menyusun kriteria penilaian. inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. Inovasi adalah an idea. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. dan Indikator yang telah ditentukan. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6.

konflik dan motivasi yang kurang sehat. Dengan demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran. perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi.7-12 Pembelajaran Inovatif --Managerial --Teknologi --Kurikulum Menurut Miles karakteristik inovasi adalah : --Deliberate --Novel --Specific --Direction to goal attaintment Aspek pokok yang mempengaruhi inovasi adalah : --Struktur --Prosedur --Personal Inovasi yang berbentuk metode atau model dapat berdampak pada perbaikan. prosedur supervisi serta pengelolaan informasi pendidikan yang dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan. Dalam konteks Indonesia. Sementara itu inovasi dalam teknologi juga perlu diperhatikan mengingat banyak hasil-hasil teknologi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (3). 1. meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. (2). inovasi pendidikan umumnya merupakan suatu gerakan yang bersifat top down. Kendala-kendala dalam Inovasi Pendidikan Kendala-kendala yang mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi pendidikan antara lain: (1). seperti penggunaannya untuk teknologi pembelajaran. lemahnya berbagai faktor . dalam arti inisiatif dalam melakukan inovasi selalu datang dari pihak pemerintah.

Inovasi yang demikian memberi dampak yang lebih baik dari pada model sebelumnya. berkaitan dengan situasi dan kondisi. and to confirmation of this decision. oleh karena itu proses inovasi dapat dimaknai sebagai proses keputusan Inovasi (Innovation decision Process). 2. ide. Proses Inovasi Proses Inovasi berkaitan dengan bagaimana suatu inovasi itu terjadi. keuangan (finacial) yang tidak terpenuhi. to a decision to adopt or reject. (6) kurang adanya hubungan sosial dan publikasi (Subandiyah 1992). penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi. maka guru. Menurut Everett M Rogers proses keputusan inovasi adalah the process through which abn individual (or other decision making unit) passes from first knowledge of an innovation.to forming an attitude toward the innovation. Di sekolah.Pembelajaran Inovatif 7-13 penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dihasilkan. dan masyarakat umumnya harus dilibatkan. di sini ada unsur keputusan yang mendasarinya. (5). (4). to implementation of the new ide. dan pengalaman dalam bidangnya itu. Di berbagai bidang. yang telah lama digeluti. Hal ini disebabkan oleh kesesuaian dengan kondisi nyata di tempat pelaksanaan inovasi tersebut. sehinga perubahan dan pembaharuan itu diharapkan dapat berhasil dengan baik. para guru menciptakan strategi atau metode mengajar yang menurutnya sesuai dengan akal yang sehat. . administrator. orang tua siswa. dan agar mau berubah terutama sikap dan perilaku terhadap perubahan pendidikan yang sedang dan akan dikembangkan. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas. para pencipta inovasi melakukan perubahan dan inovasi untuk bidang yang ditekuninya berdasarkan pemikiran.

Kondisi ini berhubungan secara positif dengan tingkat adopsi. pemberian status. Extent of Change agents (upaya promosi) KBM merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran yang sangat penting dalam pengembangan daya analisis kritis dan kreatif. 5. 3) Clients needs for innovation. Communication (Saluran komunikasi) 3. otoritas) 2.yang nampak dari keuntungan ekonomis. 2) Previously introduces idea. . 2. Kondisi dimana inovasi dipandang lebih baik dari ide sebelumnya. atau cara lainnya. Disamping hal tersebut di atas tingkat adopsi juga dipengaruhi oleh : 1. Observability Penjelasan : 1. pengalaman masa lalu. Keadaan dimana suatu inovasi dipandang konsisten dengan nilai-nilai yang ada. dan kebutuhan potensil adopter. Compatibility c.7-14 Pembelajaran Inovatif 3. kondisi ini berhubungan positif dengan tingkat adopsi. Keadaan dimana suatu inovasi dapat diuji secara terbatas. Keadaan ini berpengaruh negatif terhadap tingkat adopsi. atau inovasi itu dipandang sesuai dengan : 1) Socio cultural value and belief. 4. Nature of Sosial system ( Norma. Keadaan dimana inivasi dipandang secara relative sulit difahami dan digunakan. tingkat hubungan sosial) 4. Oleh karena itu KBM harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menstimulasi munculnya kemampuan analisis dan kreativitas siswa. Atribut Dan Sumber-Sumber Inovasi Terdapat lima atribut inovasi : a. Tipe keputusan inovasi (optional. kolektif. Complexity d. Keadaan dimana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain. 3. Relative Advantage b. Trialibility e.

video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya.Pembelajaran Inovatif 7-15 Pengembangan model pembelajaran erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. Perbedaan mendasar ke duanya dapat dilihat pada tabel di bawah. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Banyak model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli bidang pendidikan melalui penelitian. Pembelajaran yang berbasis teknologi informasi adalah e-learning. CTL (Contextual Teaching and Learning) Mengingat (gagasan) dan belajar adalah proses siswa membangun makna pemahaman sendiri. Pola pembelajaran kontekstual berbeda dengan pembelajaran konvensional yang selama ini dikenal. Di bawah ini di sampaikan beberapa contoh model pembelajaran yang dapat dipilih untuk dijadikan acuan pembuatan RPP. Perkembangan Teknologi Informasi saat ini sangat berperan dan memasuki seluruh aspek kehidupan. E-learning merupakan suatu teknologi pembelajaran yang relatif masih baru di Indonesia. dan dapat pula menggunakan jaringan internet. maupun keinginan guru. Termasuk dalam aspek pendidikan khususnya inovasi dalam pembelajaran. 1. maka electronic learning disingkat menjadi e-learning. kegiatan KBM hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun makna (gagasan) tersebut secara berkesinambungan. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika dapat berupa audio. kondisi siswa. C. Kata ini terdiri dari dua bagian. . yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. ketersediaan sarana-prasarana. Untuk menyederhanakan istilah.

dan apa yang dipelajari siswa dikaitkan dengan kebutuhan kerja) o Service-based Learning (belajar berbasis layanan: KBM yang mengaitkan pembelajaran akademis di sekolah dengan pengala- man jasa-layanan) o Cooperative Learning (KBM yang mengoptimalkan penggunanan kelompok kecil untuk memaksimalkan kondisi belajar dan pencapaian tujuan) . serta untuk menarik pengetahuan yang esensi dari materi pelajaran) o Inquiry-based Learning (Pembelajaran berbasis inkuiri yang mendorong inkuiri siswa dalam KBM. untuk mengembangkan problem-solving skills. Prinsip kerja metode ilmiah mewarnai kegiatan siswa dalam memenuhi inkuirinya) o Project-based Learning (Belajar berbasis proyek/tugas: KBM yang mendorong kerja mandiri siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran) o Work-based Learning (belajar berbasis kerja /tempat kerja: tempat kerja dirancang sebagai tempat siswa menimba pengalaman.7-16 Pembelajaran Inovatif Konvensional Menekankan hafalan Informasi ditentukan oleh guru Terfokus pada satu bidang studi Memberi tumpukan informasi Penilaian hanya menggunakan ulangan/ test Kontekstual Menekankan memori spasial Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang studi Mengaitkan informasi dengan pengetahuan awal Penilaian autentik Pembelajaran kontekstual memenuhi syarat sebagai berikut: o Problem-based Learning (KBM yang menggunakan masalah kehidupan nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar berfikir kritis.

Pembelajaran Inovatif 7-17 2. (b) interaksi aktif di kelas. yaitu: memberi pengalaman belajar kepada siswa untuk: (a) berfikir kreatif. Istilah 'authentic' digunakan untuk membedakan dengan proses pembelajaran yang 'biasa/umum'. 'application' (penerapan) 3. 'comprehension' (pemahaman) 2. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Gagasan tentang 'authentic learning' dilontarkan oleh Newmann (1995) yang mengkritik proses pembelajaran selama ini. proses KBM yang mengarah ke Berfikir tingkat tinggi Mendorong siswa berfikir tingkat tinggi merupakan ' perilaku baru' yang perlu ditingkatkan untuk menciptakan mutu KBM. (b) kedalaman pengetahuan. (d) daya analisis masalah aktual. 3. dan (e) meningkatkan kebebasan berfikir untuk mendapatkan solusi. (c) keterkaitan dengan hidup (d) dialogal dan (e) dukungan sosial untuk sukses. Dalam Biologi. Menurut hasil penelitian. model pembelajaran berbasis berita menunjukkan segi-segi keunggulan tertentu ditemukan pada proses pembelajaran yang tidak mungkin mendorong/ yang lain.1980): 1. telah lama dikenal 'not recalling' (tidak terlalu menekankan pada hafalan) tetapi KBM yang menekankan ( Falk. 'inquiry skills (ketrampilan berinkuiri) . (2) Membaca Bermakna (3) Membandingkan Menyamakan (4) Masukan Ganda dan (5) Sinetik. Lima standar (kriteria) 'authentic learning' adalah: (a) berfikir tingkat tinggi. (c) berfikir rasional dan kritis. Inquiry-to-inquiry Model pembelajaran lain sumber belajar (news-based) seperti dapat pemanfaatan berita sebagai digolongkan sebagai model pembelajaran 'Inquiry-to-inquiry Model yang terdiri atas 5 kegiatan yaitu: (1) Lingkar Pengetahuan.

Coba bandingkan dengan yang berikut ini: Apakah enzim penting untuk pencernaan? Apakah planaria mengalami regerasi? Apakah fungi itu heteropik atau autotropik? Pertanyaan yang mengarah ke uji hipotesis.. pada suatu situasi baru.. seperti: What could we do …. karena jawaban-jawabannya bisa terbuka. 'making hypothesis' (menyusun hipotesa) Comprehension ( apa perbedaan… dan persamaan…. / apa yang akan terjadi. bila musibah kabut asap akibat pembakaran hutan belum reda? Pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih memancing siswa berfikir. bila….. prinsip.) Apa yang akan terjadi. perlu juga dikembangkan di sekolah. bila direndam dalam larutan garam? Inkuiri: Guru bisa pula mendorong siswa terlibat dalam proses berinkuiri bila siswa dihadapkan pada sejumlah pertanyaan: Perumusan (Formulate hypothesis) What would happen. if ….7-18 Pembelajaran Inovatif 4. generalisasi. How could we determine if …… What could we look for…. bila lingkungan hutan Jati kawasan Blora rusak? Apa yang terjadi. perbedaan tegangan dengan arus? Jelaskan bagaimana kapasitor berperan dalam memperbaiki faktor daya? Apa perbedaan ion dan atom? Application (aplikasi): pertanyaan yang mendorong siswa untuk menerapkan teori. lihat contoh: Mengapa sambungan rel KA dibuat renggang? Mengapa sepotong ketimun mengerut.): Contoh: Apa perbedaan dioda dengan transistor? Jelaskan. bila sepotong ketimun tadi (setelah dimasukkan dalam air garam) dimasukkan kembali ke air tawar? Apa yang terjadi. .

melakukan percobaan. study skills). dan sebagainya. Prinsip seperti ini nafas dari pengalaman belajar (LEARNING EXPERIENCES) berbasis (bertujuan) kompetensi. Bagaimana kita bisa menentukan jika …. . grafik).Siswa dihadapkan pada teka-teki Dua hal tersebut umumnya menjamin partisipasi siswa lebih aktif dalam bertanya (berinkuiri) untuk menemukan jawaban. melalui proses-proses IPA (scientific methods) seperti: mengamati.) Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa ikan adalah penghuni bumi sebelum amphibi? Apa yang bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa gerak reflek tidak pernah melalui pusat kesadaran? Bagaimana bisa ditentukan bahwa lebah itu butawarna? Pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi ini bila dibiasakan mendahului KBM akan meningkatkan partisipasi siswa. Jika proses belajar tersebut dilalui.. social skills. analisa. menghitung. men-tranformasi informasi (membuat tabel. Sekurang-kurang terdapat hal penting yang perlu diperhatikan saat mendorong siswa berfikir: . Pengetahuan yang dalam Jawaban-jawaban terhadap jenis pertanyaan tersebut umumnya mencerminkan kedalaman pengetahuan. bukan pengetahuan yang superfisial (dangkal)..Siswa dihadirkan pada obyek (fenomena) kongkrit . numeric skills. Siswa menggunakan otaknya (pemikirannya) untuk menjawab. maka keberagaman kemampuan berkembang (Observing skills. Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa ….Pembelajaran Inovatif 7-19 (apa yang bisa dilakukan ….

Perlu diciptakan suatu nuansa bahwa sistem tersebut menghargai mutu. guru mengambil alih (memberi jawaban) o beri waktu cukup untuk menjawab o berikan umpan balik positif (bagus… baik… ok. bisa dimengerti) o ingat akan pendapat siswa terdahulu. Usaha-usaha yang untuk menjamin keterkaitan tersebut adalah: o menghadir obyek (fenomena) yang kongkrit o mengaitkan tema dengan isu-isu kehidupan (kerusakan bisa dilakukan ekosistem. maka sebaiknya: o pertanyaan diarahkan kembali ke semua siswa.7-20 Pembelajaran Inovatif Keterkaitan dengan Kehidupan (Connectedness) Keterkaitan isi pelajaran dengan isu kehidupan sering menjamin motivasi yang tinggi dalam belajar. Keterampilan guru mengaitkan pelajaran dianggap sebagai perilaku 'baru' yang selama ini KBM masih berorientasi pada buku teks (text-book oriented). bila ada pertanyaan siswa yang ditujukan kepada guru. Berikut ini sebagai contoh. penyalah gunaan obat) o mengoptimalkan pemanfaatan media sederhana (yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari). Dominasi guru berkurang. Dukungan sosial untuk sukses Siswa di Sekolah merupakan sistem sosial. Terdapat dukungan bagi siswa yang maju. Guru lebih banyak menempatkan peran sebagai fasilitator dari pada tutor. polusi. baru jika tidak bisa menjawab. namun juga terdapat dukungan bagi yang masih . Suasana saling memberi (sharing of ideas) mewarnai komunikasi KBM. KBM yang 'dialogal' Yang dimaksud dengan KBM yang 'dialogal' adalah KBM yang mendorong hubungan timbal balik Guru Siswa yang serasi. khususnya siswa yang telah memberi sumbangan pendapat yang mendekati benar.

Pembelajaran Inovatif 7-21 tertinggal. c. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. b. Pendek kata. sukses merupakan budaya yang dipupuk terus. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Perencanaan. d. Terdapat keseimbangan yang sehat antara kerja sama. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. 4. 4. Praktek mengajar. Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Kerjasama ini meliputi: a. Bukan sebaliknya. Berarti tahap observasi terlalui. 2. 5. emua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. 3. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. solidaritas. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Tahap ini merupakan . kompetisi untuk maju. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. kelas tidak mendukung sebuah kesuksessan. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Observasi.

guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Kesimpulan. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. 4. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. 2. Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. 3. bahasa. Kebaikan: 1. . Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. 3.Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. 5.7-22 Pembelajaran Inovatif tahap refleksi. 2. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Langkah-langkah: 1. Adapun kelebihan metode ‘lesson study’ sebagai berikut: 1. 6. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. 2. 5.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.

Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 6. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Menyajikan materi sebagai pengantar. Guru menanyakan alasan / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Memakan banyak waktu. 2. 2. Langkah-langkah: . 4. Kebaikan: 1. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 3. Memakan waktu yang lama. 5. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Melatih berpikir logis dan sistematis. Banyak siswa yang pasif. 2. Kesimpulan / rangkuman. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.Pembelajaran Inovatif 7-23 Kekurangan: 1. 7. 2. 7. Langkah-langkah: 1. Kekurangan: 1. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. 6.

Kelebihan: 1. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. dipanggil lagi oleh guru. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 8. 3.7-24 Pembelajaran Inovatif 1. Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Guru membagi siswa untuk berpasangan. 4. 2. 3. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 2. 2. Kelemahan: 1. Sementara . 3. Kemungkinan nomor yang dipanggil. Setiap siswa menjadi siap semua. Langkah-langkah: 1. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya 4. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Tanggapan dari teman yang lain. 6. 5. Kesimpulan. 2. Siswa dibagi dalam kelompok.

Kesimpulan guru.Pembelajaran Inovatif 7-25 pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. serta lakukan seperti di atas. ketelitian / kecermatan. Bertukar peran. 5. 6. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. 9. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Setiap siswa mendapat peran. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. dll. Kekurangan: 1. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). 7. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.) 3. Kelebihan: 1. jadwal. 2. Melatih pendengaran. 2. Langkah-langkah: 1. 2. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan . Penutup. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. 3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. tugas. peran guru menyajikan masalah.

Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan. 4. 5. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 3. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. 3. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung) Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. 2. 2. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan. Membimbing pelatihan. 2.7-26 Pembelajaran Inovatif dan pemecahan masalah. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. . Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Langkah-langkah: 1. 5. Kelebihan: 1. Membutuhkan banyak waktu dan dana. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. hipotesis. pengumpulan data. 4. 10. pemecahan masalah. Kekurangan: 1.

Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. 2. 5. Kekurangan: 1. Kekurangan: 1. . 2. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru. 11. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. 3. 2. Rumit untuk dilakukan. Membutuhkan ruang kelas yang besar. Untuk mata pelajaran tertentu. Kelebihan: Mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan. menghadap keluar. Langkah-langkah: 1. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran. 2. 3. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar) Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. 4. Demikian seterusnya. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya. Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi.Pembelajaran Inovatif 7-27 Kelebihan: 1.

Penutup. 3.7-28 Pembelajaran Inovatif 12. Student Facilitator and Explaining Siswa / peserta mempresentasikan ide / pendapat pada rekan peserta lainnya. 5. Penutup. Kekurangan: Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas. 6. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi. Kelebihan: 1. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain. . Guru menyimpulkan ide / pendapat dari siswa. 2. Langkah-langkah: 1. 4. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. 5. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas. 2. Langkah-langkah: 1. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran. Guru membuat kesimpulan bersama. 13. Memberikan kesempatan siswa / peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan / peta konsep maupun yang lainnya. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. 2. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping. 3. 4. 6. Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil. dapat mengeluarkan ide-ide yang ada di pikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut. 2. Penutup. . 7. Langkah-langkah: 1. 4. Banyak siswa yang kurang aktif. Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horisontal. 14. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x). 3. Course Review Horay Suatu metode pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya. atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya. Kekurangan: 1. siswa disuruh membuat kotak 9 / 16 / 25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing. yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay. 8. Untuk menguji pemahaman. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi sesuai TPK. 5. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh. 2. 6. Memberikan siswa tanya jawab. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan.Pembelajaran Inovatif 7-29 Kelebihan: Siswa diajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain.

setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. . Setelah materi pada pegangannya/ paketnya. Guru menyiapkan sebuah tongkat. Talking Stick Metode pembelajaran dengan bantuan tongkat. Langkah-langkah: 1. Penutup. Guru memberikan kesimpulan. 7. 2. Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan. Agar lebih giat belajar (belajar dahulu). Adanya peluang untuk curang.7-30 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: 1. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari 3. 15. 4. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Melatih kerjasama. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Kelebihan: 1. 5. 3. Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya. 2. Menguji kesiapan siswa. 6. 2. Kekurangan: 1. Evaluasi. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. membaca buku dan mempelajarinya guru selesai mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya. Melatih membaca dan memahami dengan cepat. 2.

16. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. Kekurangan: 1. Semua siswa terlibat. Langkah-langkah: 1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya). Setelah selesai setiap siswa yang berpasangan bergabung dengan satu pasangan lain. 3. Bertukar Pasangan Siswa berpasangan kemudian bergabung dengan pasangan lain dan bertukar pasangan untuk saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban masing-masing. mempertahankan pendapat. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. 5. 4. 2.Pembelajaran Inovatif 7-31 Kekurangan: Membuat siswa senam jantung. 2. Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama. 2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. Guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa masing-masing. 17. Memerlukan waktu yang lama. Snowball Throwing Dibentuk kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain . Kelebihan: 1. masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka.

2. Kelebihan: 1. . 2. 5. Kekurangan: 1.7-32 Pembelajaran Inovatif yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. 7. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. 2. 8. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. 3. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Penutup. Evaluasi. Melatih kesiapan siswa. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masingmasing. 4. Pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa. 6. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masingmasing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Saling memberikan pengetahuan. Guru memberikan kesimpulan. 9. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit. Langkah-langkah: 1. Tidak efektif.

Pembelajaran Inovatif 7-33 18. lainnya. kemudian berganti peran. Melatih daya serap pemahaman dari orang lain. 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. bentuklah kelompok berpasangan dua orang. Artikulasi Siswa membentuk kelompok berpasangan. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa. 3. 2. kemudian seorang menceritakan materi yang disampaikan oleh guru dan yang lain sebagai pendengar setelah itu berganti peran. Suruh siswa secara bergiliran/ diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Kelebihan: 1. Materi yang didapat sedikit. Mind Mapping Suatu metode pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil. 3. Melatih kesiapan siswa. 4. Semua siswa terlibat (mendapat peran). 6. Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa. Kesimpulan/ penutup. 5. 2. 7. sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. Begitu juga kelompok 19. Waktu yang dibutuhkan banyak. Langkah-langkah: 1. Untuk mata pelajaran tertentu. . Untuk mengetahui daya serap siswa. 3. Kekurangan: 1.

3. Kekurangan: 1. Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.). semua anggota dalam kelompok itu . 2. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai mengerti. sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban. 4. Tidak sepenuhnya murid yang belajar. memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.7-34 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. Tiap kelompok menginventarisasi/ mencatat alternatif jawaban hasil diskusi. 5. Dapat bekerjasama dengan teman lainnya. 2. Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa. jenis kelamin. 6. 20. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Hanya siswa yang aktif yang terlibat. dll. 2. 3. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. suku. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru 7. 2. Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. Kelebihan: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-5 orang. Tiap kelompok membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. Guru menyajikan pelajaran. Langkah-langkah: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. Kelebihan: 1. 21. 5. Kesimpulan. Melatih kerjasama dengan baik. 4. 5.Pembelajaran Inovatif 7-35 4. Pada saat menjawab uis tidak boleh saling membantu. Dalam kesempatan ini. Memberi evaluasi. 6. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain. siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka. 3. 2. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Jika perlu. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Langkah-langkah: 1. guru bisa menyuruh kerjasama antarkelompok. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads) Siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama. Siswa dibagi dalam kelompok. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Kelebihan: 1. 3. Seluruh siswa menjadi lebih siap. . 2. 2. Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain. 2. Penutup. Membedakan siswa. siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Kekurangan: 1. Setiap siswa menjadi siap semua.

Mendorong siswa untuk belajar mengerjakan soal tersebut. 2. Langkah-langkah: 1. Waktu yang dibutuhkan banyak. Scramble Metode pembelajaran dengan membagikan lembar kerja yang diisi siswa. Kekurangan: 1. Guru menyajikan materi sesuai topik. Kelebihan: 1. Word Square Siswa diberikan lembar kegiatan kemudian menjawab soal dan mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. 4. 2. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi. Kelebihan: 1. . Berikan poin setiap jawaban dalam kotak. Langkah-langkah: 1. Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Bisa saja mencontek jawaban teman lain. 2. Kegiatan tersebut mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Memudahkan mencari jawab. 23. 22. 2. Membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya. Guru membagikan lembar kegiatan sesuai contoh. 3. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Siswa kurang berpikir kritis. Melatih untuk berdisiplin. 2. 2.7-36 Pembelajaran Inovatif Kekurangan: 1.

24. 5. Mematikan kreatifitas siswa. Kartu Arisan Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok. Nilai tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain. .Pembelajaran Inovatif 7-37 Kekurangan: 1. Siswa tinggal menerima bahan mentah. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel-yel lainnya. Bentuk kelompok orang secara heterogen. 4. kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban. 2. Tidak semua terlibat dalam kegiatan pembelajaran. 2. Kelebihan: Pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata. Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya. Langkah-langkah: 1. 2. 3. Kekurangan: 1. Concept Sentence Siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas. 25.

Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ tpk yang disajikan.7-38 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). Setiap siswa mendapat satu buah kartu. 26. Guru menyampaikan tujuan. 3. 2. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru. Hanya untuk mata pelajaran tertentu. 4. Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya. 6. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Make – A Match (Mencari Pasangan) Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban / soal sebelum batas waktunya. 5. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. 2. 7. 2. 4. Guru menyajikan materi secukupnya. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. 2. Tiap siswa memikirkan jawaban / soal dari kartu yang dipegang. 3. Kelebihan: 1. Langkah-langkah: 1. Kekurangan: 1. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen. . Kesimpulan. yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin.

Langkah-langkah: 1. 5. 3. 2. Kelebihan: Melatih untuk ketelitian. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan. Kesimpulan. 6. 8. 6. 4. 7. kurang konsentrasi. tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit. Jelaskan materi sesuai topik menit. kecermatan dan ketepatan serta kecepatan. 27. selanjutnya siswa diberi pertanyaan sesuai dengan kartunya. Take and Give Siswa diberi kartu untuk dihapal sebentar kemudian mencari pasangan untuk saling menginformasikan. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Siapkan kelas sebagaimana mestinya. Kesimpulan.Pembelajaran Inovatif 7-39 5. Demikian seterusnya. 8. 7. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing. Untuk memantapkan penguasaan peserta. Untuk mengevaluasi keberhasilan. . berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control. Kekurangan: Waktu yang cepat. Penutup.

Jawab yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel di dahi. yang kedua kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata / istilah yang mau ditebak. Suruh siswa berdiri di depan kelas dan berpasangan. Jelaskan materi menit. Kelebihan: Sangat menarik sehingga setiap siswa ingin mencobanya. Tebak Kata Model ini menggunakan kartu yaitu kartu ukuran 10 x 10 cm dan diidi ciri-ciri kata lainnya yang mengarah pada jawaban. 4.7-40 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: Dilatih memahami materi dengan waktu yang cepat. 2. Kekurangan: Tidak efektif dan terlalu bertele-tele. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. 5. 28. Kekurangan: Bila siswa tidak menjawab dengan benar maka tidak semua siswa dapat maju karena waktu terbatas. . Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Seorang siswa lainnya diberi kartu berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga. Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan katakata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10 x 10cm. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. Langkah-langkah: 1. 3.

Pembelajaran Inovatif 7-41 29. mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. membantu siswa belajar berpikir secara kritis e. Guru menjelaskan tujuan diskusi. e. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a. Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. f. mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. . b. membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f. d. memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b. memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c. c. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan.

g. e. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa. Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas. Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. b. Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. h. Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya. Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. i.7-42 Pembelajaran Inovatif g. i. Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan. h. f. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha . j. d. Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. j. agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. c.

j. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat. c. h. e. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. f. d. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. i. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri. g. siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama.Pembelajaran Inovatif 7-43 mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang. Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali. b. b. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat. atau keputusan yang akan atau telah diambil. c. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasanpenjelasan dari berbagai sumber data. menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi. kesimpulan. . Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.

Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. e. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.7-44 Pembelajaran Inovatif d. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. 30. lebih rendah. remeh atau lebih bodoh. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. . b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat. Metode Jigsaw Pada dasarnya. f. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing informasi sebagai “ahli” dalam subtopik subtopiknya tersebut dan mengajarkan penting dalam kepada temannya.

Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan .Pembelajaran Inovatif 7-45 31. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. Seleksi topik Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Merencanakan kerjasama Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. b. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. etnik maupun kemampuan akademik. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Implementasi Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. c.

tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. menumbuhkan sikap objektif. dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif. d. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. 32. jujur dan terbuka. memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. . f. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Analisis dan sintesis Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. kreatif. Metode Inquiry Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. atau keduanya.7-46 Pembelajaran Inovatif dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. e.

pengatur materi (material manager). 34. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. misalnya. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Pada dasarnya. Metode Debat Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Permainan ini . peran pencatat (recorder). Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati.Pembelajaran Inovatif 7-47 33. pembuat kesimpulan (summarizer). Di dalam kelompoknya. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas.

Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. . 5. 35. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. e. 3. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. khususnya dunia kerja.7-48 Pembelajaran Inovatif pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. Kelebihan metode Role Playing: 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. 4. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis d. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. g. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. f. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: a. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. c. b. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Berpikir dan bertindak kreatif.

karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. kerjasama. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. 2. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. 36. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman . melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan.Pembelajaran Inovatif 7-49 Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: a. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. b. jenis kelamin dan ras atau etnik. diskusi yang dipimpin guru.

Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. 3. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I.7-50 Pembelajaran Inovatif kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. 5. “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40. 4. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. . Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.

peserta dari kelompok lain memberikan masukan dan tanggapan untuk perbaikan. Setelah selesai KBM. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Komentar dan saran dari pengajar diberikan setelah selesai diskusi antar kelompok tersebut. RPP tersebut sudah dilengkapi dengan model pembelajaran yang akan digunakan. . Saudara perlu membuat anggapan situasi dan kondisi siswa sehingga perlu dipilih model pembelajaran tersebut.Pembelajaran Inovatif 7-51 BAB III PEMBELAJARAN 2 Pada pembelajaran 2 ini peserta PLPG diminta untuk membuat / merevisi RPP yang sudah disiapkan. Perwakilan kelompok peserta PLPG diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan salah satu RPP dikelompoknya sebagai acuan. sedangkan kelompok demonstrator/penyaji menanggapi masukan dari peserta kelompok lain. Evaluasi dilakukan langsung saat KBM dengan lembar observasi/penilaian yang sudah disiapkan.

3. SOAL TEST Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang betul. Problem Solving. Penekanan pada pencapaian kompetensi. observasi Refleksi/kritikan terhadap pembelajaran adalah: a. d. SCL adalah salah satu inovasi di bidang pendidikan yang bercirikan: a. b. Lebih menekankan pada penguasaan materi. Model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama sesama guru serta melakukan perencanaan. c. Cara mengajar guru. b. c. Semuanya benar. Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah. Perkembangan bahan ajar. b. 4. Perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi: a. Pemilihan model pembelajaran sangat bergantung pada: a. Model pembelajaran yang meminta siswa untuk mengurutkan dan menjelaskan gambar setelah guru menyampaikan materi adalah: a. Perkembangan model pembelajaran. Penekanan pada ketuntasan materi pelajaran. Lesson Study. Sarana-prasarana. Siswa. 5. Picture and Picture. 2. Snowball Throwing. Metode Jigsaw. Cooperative Script. praktek mengajar. Guru. d. Snowball Throwing. 1. b. d. c. d. Cara belajar siswa. e. e. Cooperative Script. Kurikulum. b.7-52 Pembelajaran Inovatif BAB IV PENUTUP A. e. Inquiry. e. Semuanya benar. Metode Jigsaw. e. Menekankan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. c. c. . d.

Role Playing. Inquiry. Role Playing. b. memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. Inquiry. Snowball Throwing. selanjutnya membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif. e. d. Model pembelajaran yang menggunakan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Metode Jigsaw. berpikir dan bertindak kreatif. Picture and Picture. b. 9. menumbuhkan sikap objektif. b. e. 8. Inquiry. setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap subtopik. e. c. Snowball Throwing. d. Inquiry. Role Playing. e. 7. d. Problem Solving.Pembelajaran Inovatif 7-53 6. Lesson Study. d. c. Problem Solving. Model pembelajaran dimana guru membagi topik tertentu menjadi beberapa subtopik. adalah: a. Model pembelajaran dengan cara membuat pertanyaan yang dituliskan pada kertas lalu diberikan pada ketua kelompok untuk dilempar ke siswa lain untuk dijawab adalah: a. d. Inquiry. b. merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. c. Model pembelajaran yang mempunyai keunggulan antara lain. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. jujur dan terbuka. Metode Jigsaw. Picture and Picture. e. adalah: a. Picture and Picture. Model pembelajaran yang mempunyai kelebihan mendorong siswa berpikir secara ilmiah. Cooperative Script. Cooperative Script. Lesson Study. Metode Jigsaw. gambar dan 10. Problem Solving. Metode Jigsaw. Metode Jigsaw. . adalah: a. adalah: a. b. c. kreatif. c.

Kerjakan kembali tes formatif. Evaluasi dilakukan langsung saat KBM simulasi dengan lembar observasi. 2. 1. setelah mengerjakan test diharapkan untuk melakukan / mencocokkan dengan kunci jawaban. Jelaskan dampak perkembangan Ipteks pada inovasi bidang pendidikan dan inovasi di bidang pembelajaran. Perwakilan kelompok peserta diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan RPP yang telah dibuat. apa kelemahan dan keunggulannya. Apakah telah mencapai > 85. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. B. 3. tetapi bila saudara baru mencapai < 85%. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1. . lihat kunci jawaban dan hitung persentase ketuntasan belajar saudara.7-54 Pembelajaran Inovatif Tulis jawaban saudara pada kertas jawaban. pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai selesai. Hitung kemampuan daya serap saudara dengan menghitung persentase jawaban yang benar. Bila mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya. Jelaskan beberapa inovasi dalam bidang pendidikan yang bapak/ibu ketahui. Buat RPP ringkas untuk mata pelajaran tertentu menggunakan satu atau lebih model pembelajaran inovatif yang bapak/ibu anggap sesuai dengan mapel tersebut.

Jakarta: PT. Rooijakkers. Okt 2006 Halaman: 162-168 John Vaizey. 1996. Makalah Seminar nasional. Falk.B. Penggunaan media belajar berbasis komputer untuk meningkatkan efisiensi dan efktifitas pembelajaran. Penerapan ide-ide inovatif pendidikan MIPA dalam seting penelitian. . Jakarta: PT. Manajemen pembelajaran. 2005. Florida: Publishing Company Robert E. www:// depdiknas. Oos M.1997.Pembelajaran Inovatif 7-55 DAFTAR PUSTAKA Balitbang Depdiknas. 2004.Gramedia Suwardi. 1980. Mengajar dengan sukses. Curzon. Jakarta: Puskur Balitbang.go. Ad. 1991. Anwas. Makalah seminar Nasional. Kurikulum berbasis kompetensi. 2006. Pembelajaran. Rineka Cipta. Pengembangan Model Pembelajaran Kelas Rangkap Berbantuan Media Audio di Sekolah Dasar. Henry Ananta.id. Cassell Djamarah & Zain. Rineka Cipta.: 2/22. Model pembelajaran dengan pendekatan elearning untuk meningkatkan pemahaman perkuliahan mesin listrik ac. 2006. Pendidikan di dunia modern. L. Diunduh tanggal 1 Desember 2007. 1982. 2002. Jurnal: Penelitian Pendidikan No. www://learning-with-me-blogspot. D. 2007. Mohamad Nur.com /2006/ 09/pembelajaran. Jakarta: PT. Gubnung Agung. TE FT UNNES 10 Desember 2005.Krieger Harjanto. Biology teaching methods. Salatiga: STAIN Salatiga Press ------. Diunduh tanggal 1 Desember 2007. Perencanaan pengajaran. London: Educational Limited. FMIPA UNNES 28 Februari 2004. Jakata: PT.. Teaching in further education./Vol. 1988. Strategi belajar mengajar. Henry Ananta.

BUKU AJAR PENILAIAN PEMBELAJARAN .

Dalam konteks pendidikan. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. PENILAIAN (memperkirakan) PEMBELAJARAN nilainya hasil adalah suatu yang perbuatan dilakukan pembelajaran dalam suatu lingkungan belajar. PEMBELAJARAN adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak. dalam pelaksanaan Kurikulum berbasis kompetensi. yang dan pengumpulan informasi. Di bidang pendidikan. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). Pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Deskripsi PENILAIAN mengandung adalah suatu proses sistematis menganalisis. menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusankeputusan. suatu kegiatan guru yang PENILAIAN KELAS merupakan terkait dengan pengambilan keputusan . yaitu pekerjaan guru saja. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. penguasaan kemahiran dan tabiat. Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang PENILAIAN KELAS menjadi pilar utamanya. Saat ini.BAB I PENDAHULUAN A. dalam lingkup yang terbatas hanyalah mencakup atas penilaian terhadap hasil belajar dan mengajar ( achievement ).

penilaian tersebut harus dirancang dan dilakukan secara sistematik dan terus-menerus sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan efektivitas mengajarnya. Agar supaya diperoleh hasil pembelajaran yang efektif. Bagi peserta didik. keputusan. Sebaliknya. Keempat. 29 Januari 2008).8-2 Evaluasi Pembelajaran tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. juga akan mampu memotivasi dan mengondisikan peserta didik untuk terus meningkatkan upaya dan prestasi belajarnya. yakni: Pertama. berikan balikan (feedback) yang jelas dan spesifik atas hasil kerja peserta didik dan kinerja pendidik sendiri. lakukan secara terus-menerus dengan kegiatan belajar secara terpadu.D. akan meningkatkan mutu kegiatan dan hasil belajarnya. Furqan. beri pengajaran remedial bagi mereka yang belum atau lemah menguasai materi. diperlukan data sebagai dasar pengambilan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini menyatakan (BANDAR LAMPUNG. beri pengayaan bagi peserta didik yang yang tergolong cepat belajarnya. hal-hal berikut ini wajib diperhatikan oleh guru. Karenanya. Kedua. dan Kelima. setelah penilaian dirancang. dalam Seminar Nasional Pendidikan (Seminasdik) di GSG Universitas Lampung. bahwa salah satu keberhasilan pembelajaran bergantung pada efektivitas penilaian kelas yang dilakukan guru. Prof. dimana teknik penilaian tersebut memberikan . penilaian secara Ketiga. Ph. direktur Program Untuk itu. Dengan memahami serta mengaplikasikan TEKNIK PENILAIAN yang ada. gunakan berbagai metode dan teknik komplementer sehingga mampu memperoleh informasi yang objektif dan komprehensif. sebagai informasi yang diandalkan. merumuskan target perilaku yang jelas dan signifikan.

Dalam memilih teknik penilaian harus mempertimbangkan ciri indikator. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik. contoh: • • • Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu. tes praktek. (1) perbaikan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan. observasi. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih. Penilaian kelas menghasilkan informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat digunakan antara lain. penilaian sikap. Untuk itu. ada tujuh teknik penilaian yang dapat digunakan (dan akan dibahas dalam buku ajar ini) . Berdasarkan indikator-indikator ini dapat ditentukan cara penilaian yang sesuai. maka teknik penilaiannya adalah penilaian unjuk kerja (performance). Apabila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan. (2) pengayaan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih . dan penilaian diri. maka teknik penilaiannya adalah penilaian tertulis. penilaian produk. maka teknik penilaiannya adalah penilaian proyek. Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. penilaian proyek. penilaian tertulis. yaitu penilaian unjuk kerja. penggunaan portofolio. apakah dengan tes tertulis. dan penugasan perseorangan atau kelompok.Evaluasi Pembelajaran 8-3 arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya.

karenanya akan lebih berdaya guna dan berhasil guna apabila peserta / pemerhati bersedia untuk melatih diri (sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin) sesuai dengan kebutuhan nya. Prasyarat Untuk memahami dan mengaplikasikan teknik penilaian pembelajaran ini peserta / pemerhati diharapkan telah mengetahui permasalahan taksonomi Bloom. dari yang sederhana hingga yang kompleks. ranah kognitif. Ranah kognitif yang berhubungan dengan tes prestasi / hasil belajar memiliki 6 (enam) kompetensi. ranah kognitif Ranah mengenai aspek intelektual atau fungsi fikir. penilaian tersebut merupakan ilmu yang bersifat aplikatif. C.8-4 Evaluasi Pembelajaran cepat dari waktu yang disediakan. Petunjuk Belajar Setelah prasyarat di atas telah terpenuhi. B. dan mencoba melatih (membuat penilaian) dari setiap teknik penilaian sesuai dengan Teknik tugas/tanggungjawab-nya masing-masing di tempat kerjanya. yang mencakup tiga ranah (domain). (3) perbaikan program dan proses pembelajaran. yaknik ranah afektif. dan ranah psikomotor. maka peserta / pemerhati diminta untuk membaca isi buku ajar ini mulai dari bab I hingga bab terakhir dengan seksama. (4) pelaporan. . sedangkan ranah psikomotor mengarah pada aspek ketrampilan motorik. afektif berkaitan dengan minat dan sikap. dan (5) penentuan kenaikan kelas.

pada bidangnya masing-masing.mengidentifikasi teknik penilaian yang dipakai. 3.Evaluasi Pembelajaran 8-5 D.membedakan alat penilaian. . Indikator Pencapaian 1. ranah apa yang menjadi sasarannya. 2. dengan mengingat taksonomi Bloom. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mempraktikkan teknikteknik penilaian pembelajaran yang diketahui sesuai dengan bidang kajiannya Kompetensi Dasar Mempraktikkan setiap teknik penilaian pembelajaran yang dikaji. menyimpulkan ciriciri masing-masing penilaian yang dikaji. menurut ranah yang terkait dengan penilaiannya. sesuai dengan aspek / indikator yang akan dinilai.

memainkan alat musik. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. b. langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. 2. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. Uraian Materi 1.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. praktek sholat. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: a. membaca puisi / deklamasi dll. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. B. Pengertian Penilaian unjuk kerja (kinerja atau performance) merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. . presentasi. seperti: praktek di laboratorium. bernyanyi. praktek OR. yang akan dapat dilakukan penilaian. bermain peran.melakukan penilaian dengan alat penilaian unjuk kerja.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 ( PENILAIAN UNJUK KERJA ) A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1.

Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati 2. berpidato. sehingga semua dapat diamati. perlu dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik.Evaluasi Pembelajaran 8-7 c. Daftar Cek ( Check-list ) Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). Namun daftar cek lebih praktis jika digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar. . bercerita. peserta didik tidak memperoleh nilai. seperti: diStandar Kompetensiusi dalam kelompok kecil. Kemampuan-kemampuan menyelesaikan tugas khusus yang diperlukan untuk d. misalnya benar-salah. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. Jika tidak dapat diamati. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: a. dapat diamati-tidak dapat diamati. Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Dengan menggunakan daftar cek. dan melakukan wawancara. e. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. peserta didik mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. baiktidak baik. misalnya. gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Dengan demikian.

3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. Skala Penilaian ( Rating Scale ) Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu.8-8 Evaluasi Pembelajaran b. Misalnya: 1 = tidak kompeten. karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. . Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. agar hasil penilaian lebih akurat. 2 = cukup kompeten. Untuk memperkecil faktor subjektivitas. perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang.

dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). D. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang ”Chek List” dan borang ”Rating Scale” yang akan dipakai. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian unjuk kerja ini. .Evaluasi Pembelajaran 8-9 C. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian unjuk kerja. maka persiapkan : 1.

b. Langkah Kegiatan a.8-10 Evaluasi Pembelajaran 2. c. 1. sesuai dengan ketentuan yang ada. d. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian unjuk kerja. 3. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. dan apa maknanya ? E. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. d. c. Dengan melihat aspek yang dinilai. Rangkuman Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Cermati permasalahan / soal yang ditulis. e. b. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian unjuk kerja yang dipilih. b. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. Bagaimana kesimpulannya. antara lain: a. Tes Formatif A. Pernyataan a. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. . c semua benar. alat penilaiannya dapat dipakai bentuk chek list atau rating scale. F. Hitunglah biji (score) perolehannya.

Penilaian unjuk kerja b. 6.. check list b... Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikatorindikator pencapaian kompetensi yang memuat ranah . Penilaian observasi langsung c. ketiganya dapat dilakukan.. Penggunaan portofolio 3. ketiganya benar 7.. kognitif c.. kecuali: a. melakukan wawancara d.... cara analitik. berpidato c. distandar kompetensiusi dalam kelompok kecil b. a. apa yang dinilai menunjukkan perilaku tertentu dari peserta didik c. a. dapat diamati b.. Penilaian unjuk kerja yang memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu yaitu menggunakan .Evaluasi Pembelajaran 8-11 2. kecuali apabila kemampuan peserta didik yang . a.. catatan harian c. karena . baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya b.. Untuk menilai kemampuan berbicara dapat dilakukan pengamatan melalui . dapat diraba. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.. Penilaian unjuk kerja yang dilakukan dengan cara daftar cek. rating scale d.. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut... dapat dirasakan d. a. dapat diukur c. a. 5. apa yang dinilai sesuai dengan standar kompetensiyang diinginkan d. psikomotor d. apa yang dinilai memberikan skore sebenarnya dari kemampuan peserta didik.. afektif b.. Cara penilaian unjuk kerja dianggap lebih otentik daripada penilaian tertulis. . 4. Penilaian sikap d...

. a. ketiganya benar. maka alat penilai yang tidak tepat dipergunakan adalah .. 9. teknik penilaian tertulis c... teknik penilaian sikap d. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. B. teknik penilaian kinerja b. lembar pengamatan. Teknik penilaian dimaksudkan untuk . Bagaimana karakteristik dari teknik penilaian unjuk kerja yang anda ketahui ? 3. Jika peserta didik melakukan praktik di laboratorium. mengumpulkan informasi tentang kemampuan peserta didik selama dalam proses pembelajaran c.. Jelaskan secara singkat pengertian dari penilaian pembelajaran ! Berikan beberapa contoh di bidang kerja anda ! 2. daftar cek c.. Kemampuan apa sajakah yang dapat dinilai dengan teknik penilaian kinerja ? . catatan harian d. Kemampuan ketrampilan peserta didik akan kurang tepat apabila dinilai dengan a. teknik penilaian proyek. a. mengumpulkan informasi tentang hasil belajar peserta didik d. skala rentang b...8-12 Evaluasi Pembelajaran 8. mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik b.. 10.

2. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian sikap Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian sikap sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. yakni: komponen afektif.melakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap. dan komponen konatif. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Secara umum. B. yang dapat dilakukan penilaian. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut. . Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Pengertian Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap terdiri dari tiga komponen.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 ( PENILAIAN SIKAP ) A. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap. yang tepat dan sesuai dengan pokok permasalahannya. Uraian Materi 1.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. komponen kognitif.

peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung.8-14 Evaluasi Pembelajaran • Sikap terhadap materi pelajaran. akan lebih mudah diberi motivasi. metodologi. strategi. • Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. Proses pembelajaran yang menarik. dan teknik pembelajaran yang digunakan. berkaitan dengan materi Biologi atau kimia. dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. • Sikap terhadap proses pembelajaran. lintas . Dengan demikian. Dalam kasus yang lain. Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup. • Sikap terhadap guru/pengajar. Proses pembelajaran di sini mencakup suasana pembelajaran. sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap guru. peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri. peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. • Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. Dengan sikap`positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar. nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Misalnya. peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat. yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup).

Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. dan laporan pribadi. . Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku.Evaluasi Pembelajaran 8-15 2. a. guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Oleh karena itu. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut. Berikut contoh format buku catatan harian. pertanyaan langsung. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Teknik Penilaian Sikap Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah.

2006 Catatan dalam lembaran buku tersebut.8-16 Evaluasi Pembelajaran BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDIK ( nama sekolah ) Mata Pelajaran : ___________________ Kelas : ___________________ Program : ___________________ Tahun Pelajaran : ___________________ Nama Guru : ___________________ Jakarta. Selain itu. Berikut contoh format Penilaian Sikap (untuk mata diklat adaptif). . selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan. dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek (Checklist) yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu.

Misalnya. Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. atau hal yang . bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah mengenai "Peningkatan Ketertiban". Laporan pribadi Melalui penggunaan teknik ini di sekolah. peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah. c. keadaan. guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik.Evaluasi Pembelajaran 8-17 b. Dalam penilaian sikap peserta didik di sekolah. Pertanyaan langsung Kita juga dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal.

Dari ulasan yang dibuat oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. C. dan jasmani. termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. ada beberapa program keahlian yang mensyaratkan sikap melakukan pekerjaan sebagai salah satu faktor penentu. estetika.8-18 Evaluasi Pembelajaran menjadi objek sikap. kewarganegaraan dan kepribadian. semua catatan dapat dirangkum dengan menggunakan Lembar Pengamatan berikut. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan. Selain itu untuk menentukan siswa SMK dinyatakan kompeten atau belum kompeten. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). . peserta didik diminta menulis pandangannya tentang "Kerusuhan Antar etnis" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Misalnya. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap ini. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.

objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut: (1). Rangkuman Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. b. (2). Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Secara umum. yakni: komponen afektif. Langkah Kegiatan a. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. . Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian sikap yang dipilih. maka persiapkanlah : 1. Bagaimana kesimpulannya. komponen kognitif. e. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sikap terhadap guru/pengajar. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. Sikap terhadap materi pelajaran. sesuai dengan ketentuan yang ada. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Sikap tersebut terdiri dari tiga komponen. d. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang- borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian sikap tersebut. dan apa maknanya ? E. 3. dan komponen konatif. c. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian sikap. 2.Evaluasi Pembelajaran 8-19 D. Hitunglah biji (score) perolehannya. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan.

Penilaian sikap d. 1. kecuali: a.. Salah satu komponen dalam penilaian sikap yaitu komponen konatif .. keyakinan seseorang mengenai obyek c. Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.8-20 Evaluasi Pembelajaran (3). Penggunaan portofolio 2.. yang merupakan .. a.. dan laporan pribadi. Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. antara lain: observasi perilaku. Penilaian Kelas d. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. d.. (4). Sikap terhadap proses pembelajaran... Penilaian observasi langsung c.. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. perasaan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu obyek b. Sikap terhadap materi pelajaran. Penilaian unjuk kerja b.. pertanyaan langsung. Kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaranadalah .. F. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran.Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia).. Tes Formatif A. kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu berkenaan dengan kehadiran suatu obyek. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. Sikap terhadap guru dan siswa c. Berikut adalah objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran.. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. b. dan (5). 3. a. Penilaian Sikap b. kecenderungan berperilaku terhadap suatu obyek d. Penilaian Portofolio 4.. Penilaian Diri c. . kecuali: a.

a.... lembar pengamatan c.. Jelaskan secara singkat ciri-ciri penilaian sikap ! 2. sikap apatis 9.... a.... Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 3. a. Menurut saya ……….. yang menjadi pilar utamanya adalah . terhadap materi pelajaran. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan. Penilaian Kelas d.. d. yakni dengan menggunakan bantuan alat penilai : a.... sikap positif b... Peserta didik perlu memiliki .. c. terhadap guru..... Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku yang diinginkan.. Sikap sebagai ekspresi dari nilai-nilai atu pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Penilaian Pembelajaran c.Evaluasi Pembelajaran 8-21 5. sikap positif d... dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang berbasis kompetensi. tes tertulis 6. sikap pesimistis 7.. Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang bertindak dalam merespon suatu obyek. check list 8.... daftar cek c. buku harian b. sikap apriori c. maka sebaiknya menggunakan a. sikap adaptif d. B... b... Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. 10.. sikap adaptif b. Penilaian Portofolio b.. catatan harian b.. Saat ini. Mengapa lembar pengamatan dapat dipergunakan untuk penilaian sikap secara menyeluruh ? Jelaskan secara singkat ! .. Peserta didik perlu memiliki . dimana kesemua catatan dapat terangkaum.. Ketiga-tiganya benar. Penilaian atas perilaku seorang peserta didik dapat dilakukan guru dengan cara melakukan observasi perilaku.. skala rentang d.... a.. rating scale d. Penilaian Tertulis. sikap apriori c.

BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 ( PENILAIAN TERTULIS )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian tertulis Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

1.mengidentifikasi soal Mempraktikkan teknik penilaian tertulis sesuai / permasalahan yang ada pada bidang bidang tugasnya tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian tertulis, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya.

B. Uraian Materi 1. Pengertian Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. 2. Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: 1). pilihan ganda 2). dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) 3). menjodohkan 4). sebab-akibat

Evaluasi Pembelajaran 8-23

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: 1). isian atau melengkapi 2). jawaban singkat atau pendek 3). soal uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benarsalah, isian singkat, menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan berpikir tinggi dengan cakupan materi yang luas. Peserta didik tidak mengembangkan sendiri

jawabannya, sehingga cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan

kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu tes bentuk pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis kelemahan peserta didik atau memodifikasi kegiatan pembelajaran. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas yang otentik dan berkesinambungan. Namun tes bentuk tersebut banyak digunakan untuk penilaian keterampilan berbahasa yang dilakukan secara formal. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan

8-24 Evaluasi Pembelajaran

terbatas dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam mengoreksi jawaban. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu

dipertimbangkan hal-hal berikut. a). Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji; b). materi, misalnya kesesuian soal dengan Standar Kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian pada kurikulum. c). konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. d). bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda. Contoh Penilaian Tertulis a). Memilih jawaban (pilihan ganda)

C. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja), yang sekiranya dapat dilakukan penilaian

Evaluasi Pembelajaran 8-25

dengan teknik penilaian tertulis ini.

Catat dan identifikasilah

permasalahan tersebut, dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.

D. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian tertulis, maka persiapkan : 1. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang-borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian tertulis nantinya. 2. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian tertulis yang dipilih. 3. Langkah Kegiatan a. Cermati permasalahan / soal yang dicatat. b. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. c. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan, dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. d. Hitunglah biji (score) perolehannya, sesuai dengan ketentuan yang ada pada penilaian tertulis. e. Bagaimana kesimpulannya, dan apa maknanya ?

E. Rangkuman Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan, seperti juga dalam bentuk : memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: (1) pilihan ganda, (2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak), (3) menjodohkan, dan (4) sebab-akibat.

8-26 Evaluasi Pembelajaran

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: (1) isian atau melengkapi, (2)jawaban singkat atau pendek, dan (3) soal uraian. A. Tes Formatif A. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia), atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. 1. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut, kecuali: a. Penilaian unjuk kerja b. Penilaian sikap c. Penilaian observasi langsung d. Penggunaan tertulis 2. Dalam Soal tes tertulis peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti berikut, kecuali: a. Memberi tanda b. Mewarnai c. Membaca d. Menggambar 3. Tes tertulis dalam bentuk mensuplai jawaban dapat dibedakan, kecuali menjadi: a. multiple choice b. isian c. jawaban singkat d. uraian. 4. Tes ini dapat digunakan untuk menilai kemampuanberfikir tinggi ! a. tes sebab-akibat b. tes benar – salah c. tes menjodohkan d. tes pilihan ganda. 5. Tes tertulis bentuk ini merupakan alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan agasannya atau hal-hal yang telah dipelajarinya. a. jawaban singkat b. uraian c. isian d. pilihan ganda. 6. Dalam menyusun alat penilaian tertulis perlu dipertimbangkan halhal berikut, kecuali ......... a. jumlah item b. karakteristik mata pelajaran c. materi d. konstruksi

Evaluasi Pembelajaran 8-27

7. Tes pilihan ganda memiliki beberapa kekurangan diantaranya tersebut berikut ini, kecuali ......... a. peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya b. menimbulkan kecenderungan anak didik tidak belajar c. kurang dapat untuk memodifikasi kegiatan pembelajaran d. banyak digunakan untuk penilaian ketrampilan berbahasa secara formal. 8. Kelemahan tes tertulis bentuk uraian antara lain ..... a. peserta didik dapat mengekspresikan gagasan atau pendapatnya b. dapat menilai berbagai jenis kompetensi c. cakupan materi yang ditanyakan terbatas d. peserta didik dituntut untuk mengemukakan pendapatnya dengan kata-katanya sendiri. 9. Keberhasilan pembelajaran bergantung pada beberapa hal, kecuali a. efektifitas penilaian kelas b. cost benefit yang besar c. perancangan penilaian secara sistemasis d. perlakuan penilaian yang secara terus-menerus dan berkesinambungan. 10. Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat, kecuali a. bagi orang tua, dapat meningkatkan gairah kerjanya agar dapat membiayai sekolah anak-anaknya b. bagi guru, dapat meningkatkan efektifitas mengajarnya c. bagi peserta didik, akan meningkatkan kualitas kegiatan/hasil belajarnya d. mampu memotivasi anak didik meningkatkan terus upaya belajarnya. B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Dalam praktik pembelajaran, paling banyak dipergunakan teknik penilaian tertulis. Setujukah anda atas pernyataan tersebut ? Mengapa demikian ? 2. Adakah teknik penilaian yang dapatdipergunakan untuk menilai berbagai kompetensi ? Berikan alasannya ! 3. Berikan alasan! Mengapa Teknik Penilaian Tertulis, khususnya alat penilaian tes pilihan ganda kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian pembelajaran yang otentik dan berkesinambungan ?

8-28 Evaluasi Pembelajaran

BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 ( PENILAIAN PROYEK dan PENILAIAN PRODUK )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian proyek maupun penilaian produk Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian proek dan penilaian produk yang sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian proyek, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. 3.melakukan penilaian dengan alat penilaian produk dengan ketetuan yang ada.

B. Uraian Materi 1. PENILAIAN PROYEK a. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian produk. Penilaian proyek dapat digunakan, diantaranya untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan dalam bidang tertentu, kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam penyelidikan tertentu, dan kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu secara jelas. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: • Kemampuan pengelolaan

Evaluasi Pembelajaran 8-29

Kemampuan peserta didik dalam memilih topik dan mencari informasi serta dalam mengelola waktu pengumpulan data dan penulisan laporan. • Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran/program keahlian, dalam hal ini mempertimbangkan tahap pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dalam pembelajaran. • Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru, du/di, penilai pada proyek peserta didik, dalam hal ini petunjuk atau dukungan. b. Teknik Penilaian Proyek Penilaian cara ini dapat dilakukan mulai perencanaan, proses selama pengerjaan tugas, dan terhadap hasil akhir proyek. Dengan demikian guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, kemudian menyiapkan laporan tertulis, penyajian hasil/produk. Laporan tugas atau hasil penelitiannya juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian ini dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek (checklist), penilaian(rating scale), kesesuaian produk dengan spesifikasinya. Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek: a) penelitian sederhana tentang air di rumah; b) Penelitian sederhana tentang perkembangan harga sembako;

8-30 Evaluasi Pembelajaran

2. PENILAIAN PRODUK a. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu:

Evaluasi Pembelajaran 8-31

• Tahap persiapan, meliputi: menilai kemampuan peserta didik merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. • Tahap pembuatan (produk), meliputi: menilai kemampuan peserta didik menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.

• Tahap penilaian (appraisal), meliputi: menilai kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaannya, memenuhi kriteria keindahan/presisi dsb. b. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. a. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap: persiapan, pembuatan produk, penilaian produk). b. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk (appraisal).

Langkah Kegiatan a. dan apa maknanya ? E. D. Hitunglah biji (score) perolehannya. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian proyek atau produk yang dipilih. Rangkuman Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. sesuai dengan ketentuan yang ada. d. c. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian proyek / produk. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Dalam . Bagaimana kesimpulannya. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan.8-32 Evaluasi Pembelajaran C. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. maka persiapkan : 1. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . 3. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. 2. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya.borang maupun media yang akan dipakai dalam penilaian itu. b. e. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian proyek dan/atau penilaian produk ini.

pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan. Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. Relevansi. F. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. dan teknik d. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. Dalam teknik penilaian produk. Dalam tahap pembuatan. a. Menilai kemampuan siswa menggunakan bahan dan alat d. kecuali: a. Keaslian. dan (3). Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu: (1). Kemampuan pengelolaan c. Penggunaan portofolio 2. Dalam teknik penilaian produk. (2). Menilai kemampuan menggunakan bahan. Keaslian 4. pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. dan teknik c. dan (3). Penilaian observasi langsung c. penilaian meliputi antara lain: a. Menilai kemampuan siswa menerapkan teknik pembuatan . Penilaian unjuk kerja b. 1. Dalam tahap pembuatan. c semua benar 3. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Kemampuan pengelolaan. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. penilaian meliputi sebagai berikut. kecuali: a. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan dan alat c. Perencanaan b. Penilaian sikap d. kecuali: a. Tahap pembuatan (produk). Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. Relevansi d. Tes Formatif A. alat. Tahap penilaian (appraisal). Dalam penilaian proyek yg perlu dipertimbangkan adalah hal berikut. b. (2). Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. alat.Evaluasi Pembelajaran 8-33 penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: (1). Tahap persiapan.

seperti . Perencanaan dan Pengumpulan data b. 9. Penilaian produk dapat diaplikasikan untuk penilaian hal-hal berikut ini. daftar cek b. Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. cara appraisal b..dan terhadap hasil akhir proyek. ketiga-nya perlu dilalui. Ketiganya harus dilakukan. . menilai kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuannya c. laporan / penyajian hasil akhir d. 7.. cara analitik c. memahami pengetahuan anak didik pada subyek tertentu d.. a. Penilaian proyek dapat dilakukan mulai perencanaan. a. kesesuai produk dengan spesifikasinya.. Penilaian produk yang mendasarkan pada aspek-aspek produk paling tepat dinilai dengan . Tugas tersebut berupa suatu investigasi yang diawali oleh kegiatan: a. cara berkesinambungan. proses selama pengerjaan tugas... Pelaksanaan penilaian proyek dapat menggunakan beberapa instrumen penilaian. catatan harian c. rating scale d.. menilai kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu. 10. kecuali : a. pengumpulan data dan penyajian data c. Penyajian produk d. menilai harga penjualan suatu produk d. Karenanya guru perlu menetapkan tahapan yang perlu dinilai. a... 8. Penilaian proyek dapat dipergunakan untuk beberapa hal. menilai pembuatan suatu produk b..8-34 Evaluasi Pembelajaran 5. 6. Pengorganisasian dan pengolahan c. cara holistik d. penyusunan desain b. kecuali . menilai proses pembuatan suatu produk. mengetahui pemahaman dan pengetahuan peserta didik di bidang tertentu b. a. menilai kualitas hasil suatu produk c. kecuali ..

Jika Anda akan menilai kemampuan siswa dalam membuat suatu produk dan mutu produk.Evaluasi Pembelajaran 8-35 B. berikan penjelasan secara singkat ! 3. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. teknik penilaian apa yang anda pilih dan bagaimana cara membuat alat penilaiannya serta berikan contohnya sesuai mata pelajaran yang Anda mampu. 2. Berikan penjelasan anda tentang penilaian produk yang dapat dilakukan didalam pembelajaran ! . Apa yang anda ketahui tentang penilaian proyek.

BAB VI KEGIATAN BELAJAR 5 ( PENILAIAN PORTOFOLIO ) A. portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan . 2. guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Uraian Materi 1. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. B. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didiknya. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian portofolio Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian potofolio sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Pengertian Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. yang akan dapat dilakukan penilaian.melakukan penilaian dengan alat penilaian portofolio. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut. lembar jawaban tes yang menunjukkan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab (bukan nilai).mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. Dengan demikian.

resensi buku/ literatur. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan. Saling percaya antara guru dan peserta didik Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya. sinopsis. Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri. c. komposisi musik.Evaluasi Pembelajaran 8-37 belajar peserta didik melalui karyanya. antara lain: karangan. puisi. dsb. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. f. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. laporan penelitian. saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. . e. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri Guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri. Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. surat. antara lain : a. b. d. gambar. lukisan. foto.

Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. keterampilan. Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio. Sedangkan untuk kemampuan menggambar. laporan. peserta didik mengumpulkan gambar-gambar buatannya. produk kerja (baju. rekaman video dan bukti-bukti lainnya sesuai dengan proyek yang akan dilakukan. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan. Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian. tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. dan dapat dinilai dengan uang (mempunyai nilai jual bagi mata diklat produktif). Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik. b. Teknik Penilaian Portofolio Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkahlangkah sebagai berikut: a. h. dan minatnya. untuk kemampuan menulis peserta didik mengumpulkan karangan-karangannya. patung dan lain-lain). 2. tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Misalnya. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan. Untuk mata diklat produktif dapat berupa kertas kerja. Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda. . masakan. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik.8-38 Evaluasi Pembelajaran g.

antara peserta didik dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. h. d. kepada peserta didik dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. Guru dapat membimbing peserta didik tentang bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan atau kekurangan. pameran dsb) dengan mengundang orang tua maupun masyarakat sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya. Sebaiknya tentukan aspek-aspek yang akan dinilai dari sampel portofolio beserta pembobotannya bersama para peserta didik sebelum mereka membuat karyanya . Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. Mintalah peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Contoh. e. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masingmasing di sekolah. . Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. jadwalkan untuk menyajikan hasil karya siswa tersebut dalam (pertunjukan. Bila perlu dalam menilai hasil karya siswa. peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut f. Dengan demikian. kelengkapan gagasan. pemilihan kosa-kata. dan sistematika penulisan. untuk kemampuan menulis karangan aspek yang akan dinilai. misalnya: penggunaan tata bahasa. Setelah suatu karya dinilai dan ternyata nilainya belum memuaStandar Kompetensian. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.Evaluasi Pembelajaran 8-39 c. Namun. misalnya setelah 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru. g.

C. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. semakin tinggi Skor yang diberikan. Semakin baik hasil yang terlihat dari tulisan peserta didik. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian portofolio ini. Skor untuk setiap kriteria menggunakan Standar Kompetensiala penilaian 0 .10 atau 0 100.8-40 Evaluasi Pembelajaran Catatan: Setiap karya siswa sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. . Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. Kolom keterangan diisi dengan catatan guru tentang kelemahan dan kekuatan tulisan yang dinilai.

Cermati permasalahan / soal yang ditulis. 2. c. maka persiapkanlah : 1. 3. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian portofolio. Hitunglah biji (score) perolehannya. d. (b). antara lain : (a). Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian portofolio yang dipilih.Evaluasi Pembelajaran 8-41 D. Bagaimana kesimpulannya. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri. b. sesuai dengan ketentuan yang ada. Saling percaya antara guru dan peserta . dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Langkah Kegiatan a.borang yang akan dipakai dalam penilaian portofolio nantinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. e. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. dan apa maknanya ? E. Rangkuman Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan.

Penilaian observasi langsung b. 3. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru. karya sekelompok siswa pada satu periode untuk satu mata pelajaran b. a. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar.. karya sekelompok siswa pada satu periode untuk beberapa matapelajaran d. Pengecualian dari bentuk informasi yang dinilai tersebut adalah . Saling percaya antara guru dan peserta didik c. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. (d).. karya siswa secara individu pada satu periode untuk satu mata pelajaran c. Tes Formatif A. Bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran d. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam kurun waktu tertentu. (g). nilai pekerjaan dari lembar jawaban tes yang dikerjakan peserta didik. Guru mempunyai rasa memiliki berkas portofolio d. F. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik. hasil pekerjan peserta didik yang dianggap karya terbaiknya b. 4. Kesesuaian. Penilaian proses dan hasil. serta (h). Penilaian portofolio pada dasarnya menilai : a. (e). 1.. . Penggunaan portofolio 2. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah.. Penilaian proses dan hasil. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.8-42 Evaluasi Pembelajaran didik. Penilaian unjuk kerja c. Penilaian sikap d. (f). lembar jawaban tes yang menunjukkan soal mana yang mampu dan tidak mampu dijawab c. kecuali: a. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri b. kecuali: a.. Kepuasan. Penilaian dan pembelajaran. (c). karya siswa secara individu pada satu periode untuk sekelompok mata pelajaran.Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia).

9. penilaian unjuk kerja b...... Dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik. teknik penilaian portofolio b. portofolio.. Langkah a.. Manfaat utama penilaian portofolio adalah sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi . a.. a. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik. Mengumpulkan dan menyimpan karya setiap peserta didik dalam satu map atau folder di loker masing-masing di sekolah d..... penilaian portofolio d...Evaluasi Pembelajaran 8-43 5. penilaian diri. dengan cara menjanjikan hasil karya siswa tersebut dijadwalkan diikutkan dalam pameran. Menentukan bersama peserta didik. teknik penilaian produk d.... penilaian sikap c. teknik penilaian diri c. Langkah yang dapat diambil guna memotivasi anak didik.. a. penilaian diri b. Langkah perbaikan sedemikian biasanya dilakukan dalam pelaksanaan . orang tua peserta didik b.. sehingga sesuaidengan yang diharapkan pada standar kompetensi... orangtua peserta didik .. guru .. orangtua peserta didik d. b. adalah salah satu langkah dari ... 6. Teknik penilaian potofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah: a. a. peserta didik c..... .. untuk melihat kelebihan dan kekurangannya . penilaian proyek. Menjelaskan kepada peserta didik akan kegunaan penilalain portofolio b. Untuk memperpaiki nilai peserta didik.. proyek b. guru dan siswa. peserta didik . teknik penilaian proyek. 10. 8.. sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat c.. 7. a. dan c perlu diikuti. penilaian proyek c. guru . paling tepat diterapkan pada teknik penilaian . diri d....... merupakan salah satu hal yang dijadikan pedoman dalam .. penilaian portofolio d..... perlu dilakukan kotrak “perjanjian” antara guru dengan siswa mengenai jangka waktu perbaikan.. produk c.

Kemana arah dan tujuan penilaian portofolio ? Berilah penjelasan singkat ! 3. Mengapa demikian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Guna meningkatkan kualitas profesionalisme guru dan dosen.8-44 Evaluasi Pembelajaran B. dan tunjukkanlah alasan anda ! 2. Adakah manfaat penilaian portofolio bagi anda ? Apa alasannya ? . di Indonesia digalakkan langkah “sertifikasi” guru dan dosen dengan melaksanakan penilaian portofolio.

hasil penilaian diri dapat digunakan guru sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai. Meskipun demikian. yang akan dapat dilakukan penilaian. Pengertian Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. B.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. yaitu penilaian secara langsung. Uraian Materi 1. untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke siswa yang didasarkan pada konsep belajar mandiri (auonomous lening). Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. Ada beberapa jenis penilaian diri. diantaranya: a.melakukan penilaian dengan alat penilaian diri. Penilaian Langsung dan Spesifik. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian diri Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian diri sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1.BAB VII KEGIATAN BELAJAR 6 ( PENILAIAN DIRI ) A. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. 2. pada saat atau setelah selesai melakukan tugas. .

Misalnya. Karena itu. 2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. b). Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: 1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. 2. a). c). Guru mengkaji hasil penilaian. peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. c. karena ketika mereka melakukan penilaian. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. e). penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik. yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur. Untuk itu penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut. dapat berupa pedoman penskoran. 3) dapat mendorong. Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri. untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. Penilaian Sosio-Afektif.8-46 Evaluasi Pembelajaran b. membiasakan. harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. d). f). Merumuskan format penilaian. Teknik Penilaian Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. . untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. daftar tanda cek. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. atau skala penilaian. karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian diri ini. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian Contoh Penilaian Diri C. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). D.borang yang akan dipakai dan dibutuhkan dalam penilaian diri. Lakukan tindakan lanjutan. maka persiapkan : 1.Evaluasi Pembelajaran 8-47 g). antara lain guru memberikan balikan tertulis. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian diri.

Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. dan apa maknanya ? E. Hitunglah biji (score) perolehannya. Bagaimana kesimpulannya. Rangkuman Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status.8-48 Evaluasi Pembelajaran 2. sesuai dengan ketentuan yang ada. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Karena itu. (b). penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. d. diantaranya: (a). Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. e. c. Langkah Kegiatan a. Penilaian Sosio-Afektif. Ada beberapa jenis penilaian diri. 3. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian dir yang dipilih. Penilaian Langsung dan Spesifik. dan (c). . b.

Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut.. Menentukan kompetensi yang akan dinilai d. Penilaian unjuk kerja b.c) berkait. Penilaian sikap 3. dapat mendorong. meningkatkan kemampuan peserta didik b. melatih peserta didik untuk berbuat jujur. pedoman penskoran c. ketiganya (a. kecuali: a.. 4. Penilaian diri adalah teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan . kecuali: a.. Untuk melakukan penilaian diri oleh peserta didik di kelas. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya d. dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik c.. tingkat pencapaian kompetensi d. kecuali : a... a. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. memperbaiki proses pembelajaran c.. Penilaian observasi langsung d. 5.... 1. proses c. . Penilaian Sosio-Afektif 2. meningkatkan hasil belajar peserta didik d. Penilaian Sosio-Kognitif d. Penilaian diri c. Tes Formatif A. 6.. skala penilaian. Tujuan utama penilaian diri dalam pembelajaran adalah ..Evaluasi Pembelajaran 8-49 F. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain. Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri b. lembar pengamatan b. memperbaiki proses dan hasil belajar .. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Guru mendorong peserta didik untuk melakukan penilaian diri tidak secara cermat dan obyektif c. dapat membiasakan peserta didik merasa mampu b..b. 7.. Penilaian Langsung dan Spesifik b. a. status b.. Berikut beberapa jenis penilaian diri. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. kecuali : a. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.. dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah dipersiapkan. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik c. daftar cek d. Format penilaian diri yang tidak dapat dipakai adalah . a.

”Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap”. Memverivikasi hasil penilaian guru d. pengetahuan dan sikap seseorang d. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portofolio. Menyusun umpan balik c. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru c. kemampuan seseorang b. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru b.b. B. a. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Setujukah anda akan pernyataan tersebut? Mengapa? Berikan penjelasannya secara singkat ! . kecuali: a. Proses pengendalian mutu (Quality Control) yang dilakukan dalam verifikasi eksternal memiliki ketentuan antara lain. Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 2. Memahami tujuan pembelajaran / kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik b. a. Teknik penilaian tunggal tidak cukup memberikan informasi tetang . kecuali : a. Beberapa ketentuan yang diberlakukan dalam proses penjaminan mutu (Quality Assurance) oleh tim verifikasi internal antara lain. Menyimpan hasil penilaian di almari arsip khusus d.c secara bersama. 9. ketrampilan seseorang c... Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portofolio. Untuk aspek apa sajakah penilaian diri diterapkan sebagai instrumen penilaian ? 3.. 10.8-50 Evaluasi Pembelajaran 8.

dengan ketentuan sebagai berikut: . Verifikasi eksternal Verifikasi eksternal sebagai proses pengendalian mutu (Quality Control) dilakukan oleh penilai (assessor) yang diakui lembaga sertifikasi profesi. dan 7) Mengajukan hasil verifikasi kepada external verifier. 4) Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portfolio. 2) Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. ketua program keahlian dan wakil kepala sekolah. Lagi pula. a. Untuk menjamin obyektivitas hasil penilaian. interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena akan terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya. dilakukan proses verifikasi oleh pemeriksa (verifier) baik pemeriksa internal maupun eksternal. 6) Mengkonfirmasikan hasil verifikasi penilaian kepada guru. Verifikasi internal Verifikasi internal sebagai proses penjaminan mutu (Quality Assurance) dilakukan oleh unsur sekolah. dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Memahami tujuan pembelajaran/kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik. keterampilan. dunia usaha / dunia industri atau asosiasi profesi. 5) Menyusun umpan balik. 3) Memverifikasi hasil penilaian. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran / informasi tentang kemampuan.BAB VIII PENUTUP Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. b. pengetahuan dan sikap seseorang. bisa terdiri atas guru kejuruan.

a Bab VII 1. a 7.8-52 Evaluasi Pembelajaran 1). b 8. a 4. Memahami tujuan pembelajaran/kriteria kinerja yang harus dikuasai peserta didik. Memverifikasi hasil penilaian guru. a 6. d 7. c Bab IV 1. a 5. b 6. b . b 2. d 3. c 7. d 10. c 2. c 2. a 5. a 9. d 8. d 9. c Bab VI 1. d 5. b 10. d 5. a 4. a 9. 2). b 7. c 3. d 4. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Bab II 1. c 6. d 10. b 2. c 8. b 8. d 6. 3). c 10. c 9. b 6. a 6. d 4. d 9. d 7. c 4. d 8. d 2. c 3. b 5. c 3. b 3. b Bab V 1. d 10. b 3. a 2. c 5. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. a 8. c 7. d 4. c 9. b Bab III 1. dan 4). c 10. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portfolio.

tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Penilaian Pembelajaran adalah suatu perbuatan (mengira-ngira) nilainya hasil pembelajaran yang dilakukan dalam suatu lingkungan belajar. menganalisis. dan hasil yang baik. interaksi) Penilaian Sikap : Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Penilaian Tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. proses. .GLOSARIUM Belajar Tuntas (mastery learning) : peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. dan menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusan-keputusan. Penilaian Kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu Penilaian Diri : Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. tingkah laku. Penilaian Hasil Kerja (Produk) : Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Penilaian Portofolio : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis Penilaian Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar Penilaian adalah suatu proses sistematis yang mengandung pengumpulan informasi. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar.

. Teknik penilaian adalah cara / prosedur penilaian yang telah ditentukan dan sesuai dengan kaidah yang berlaku.8-54 Evaluasi Pembelajaran Rapor adalah laporan kemajuan belajar yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi. sehingga memberikan arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya.

Penilaian Unjuk kerja (Paket Pembinaan Penataran). Anonim. (1995) Classroom Assessment. Yogyakarta: Depdiknas. Peacock Publishers. 2004. Hopkins. Popham. Jakarta: Depdiknas. Phillips. Jakarta: Pusat Kurikulum. 2004.net 29 Juni 2008. 2007. Boston: Allyn & Bacon. Constructing Achievement Tests. W.J. Inc. . Makalah disampaikan pada seminar nasional ”Penilaian Pembelajaran dalam Kontek KTSP” pada pengukuhan pengurus HEPI UKC Metro di Lampung tanggal 12 Juni 2008. Kurikulum Berbasis Kompetensi (untuk Sekolah Menengah Kejuruan). http://www. (1982). What Teachers Need to Know. 1990.E. E. Model Penilaian Kelas. Dirjen Dikdasmen. Budi Susetyo.puskur. “Penilaian Hasil Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)”. P3G Matematika. Puji Iryanti. Handbook of Training Evaluation and Measurement Methods. 2008. 2nd Edition. 3rd Edition. Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia. Badan Standar Nasional Pendidikan. 1991. charles D dan Richard L Antes. London: Prentice Hall.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jack J. Balitbang Dediknas. Houston. Gronlund. Illinois: F. Texas: Gulf Publishing Company. Norman. Classroom Measurement and Evaluation.

BUKU AJAR MEDIA PEMBELAJARAN .

BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 0 .

BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran Penulis: Drs. FR. NIP. MPd. 130515780 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 1 . Sri Sartono.

Oleh karena itu masukan untuk kesempurnaan buku ini sangat diharapkan. LCD. internet untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam rangka mendukung program tersebut. Sri Sartono 2 . dan terimakasih kepada teman-teman dosen Teknik Elektro FT UNNES. Buku ini ditulis dari berbagai sumber maupun dari pengalaman kami mengajar bidang komunikasi. media pembelajaran. 12 Juli 2008 FR. maka pasti masih banyak kekurangan di sana-sini. maka buku ajar dengan judul “Pemanfaatan Media Pembelajaran” disiapkan agar dapat dimanfaatkan para guru dalam rangka meningkatkan profesionalitasnya dalam mengelola dan mengadakan inovasi proses pembelajaran. multimedia serta pengalaman kerja di TKPK / Media Pembelajaran. Karena keterbatasan waktu. mengelola UPT Sumber Belajar dan Media UNNES Semarang.KATA PENGANTAR Kemajuan dalam bidang komunikasi dan informasi dewasa ini menuntut adanya sumber daya manusia yang adaptip sehingga tidak ketinggalan dari perkembangan dunia yang semakin menglobal. Akhirnya ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. Perkembangan tersebut juga mengakibatkan berkembangnya teknologi komunikasi pendidikan yaitu penggunaan produk teknologi seperti computer. Semoga buku ini bermanfaat sebagai sumbangan bagi para guru. Pemerintah dalam rangka sertifikasi guru mengadakan program PLPG untuk melatih guru sehingga menjadi guru yang professional dalam mengajar. Semarang.

D. Latihan 35 D. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional 16 5. Uraian Materi 1. A. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran 19 7. Dasar-dasar disain media presentasi 3. Kompetensi dan Indikator 8 B. Manfaat dan Nilai Praktis Media Sebagai Sumber Belajar 18 6.DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL HALAMAN FRANCIS KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETA KOMPETENSI BAB I. KEGIATAN BELAJAR 2 A. Contoh media grafis 29 C. C. Konsep Media dan Sumber Belajar 14 4. Tes Formatif 35 BAB II. Tes Formatif PENUTUP : KUNCI JAWABAN TES FORMATIF DAFTAR PUSTAKA 38 38 50 63 75 75 78 78 78 3 . B. Uraian Materi 1. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran 12 3. PENDAHULUAN Deskripsi Prasyarat Petunjuk Belajar Kompetensi dan Indikator halaman 0 1 2 3 4 5 6 6 7 BAB II. Latihan D. Pemilihan Media Pembelajaran 22 8. Pertimbangan dalam memilih media 25 9. Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran 2. Kompetensi dan Indikator B. Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran 9 2. KEGIATAN BELAJAR 1 A. Produksi media OHT dan Slide Presentasi C.

Dapat menjelaskan alasan-alasan pemilihan media Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran BUKU AJAR PEMAN FAATAN MEDIA PEMBE LAJARAN Dapat menilih media untuk pembelajaran Memanfaatkan Media Dlm Pembelajaran scr profesional Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran.PETA KOMPETENSI Dapat menyebutkan alasan-alasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media. Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar 4 . Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media.

grafik. maka dialah pemenangnya. Produk teknologi pembelajaran yang sampai saat ini digunakan dalam proses komunikasi dalam pembelajaran. dll). buku teks. film strip. Hal ini merupakan usaha untuk mencapai kompetensi secara efektif dan efisien. Video.TV. oleh karena itu sudah sejak lama produk teknologi komunikasi dan informasi dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu buku ajar ini menyajikan materi-materi 5 . komputer dan jaringan internet). modul. Guru dan calon guru dituntut memiliki kompetensi profesional dalam memilih dan memanfaatkan berbagai media dalam pembelajaran baik yang telah tersedia maupun media yang harus direncanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan (media by utilities dan media by design). koran. Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah merupakan proses komunikasi. di antaranya adalah penggunaan media cetak (handout. Penggunaan produk teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pembelajaran telah banyak dipelajari dan diteliti dalam kawasan teknologi pendidikan/pembelajaran yang selanjutnya berkembang menjadi teknologi komunikasi pendidikan dan kebudayaan (TKPK) yang akhirnya berkembang menjadi media pembelajaran/pendidikan. CCTV . Deskripsi Sekarang ini telah masuk di dalam era komunikasi dan informasi. Media grafis (gambar. Pepatah mengatakan bahwa siapa yang menguasai pengetahuan dan teknologi komunikasi serta memanfaat-kannya dalam kehidupannya. Oleh karena itu manusia termasuk guru. Media Fotografi ( foto diam/still. film bergerak/life). slide. poster.BAB I PENDAHULUAN A. buku ajar. yang di dalamnya sarat dengan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi yang makin lama makin canggih. harus bisa mengadaptasi terhadap Iptek yang berkembang disekitar kehidupannya agar tidak disebut orang yang ketinggalan jaman. Media elektronik (Radio Tape Recorder. VCD. chart. majalah dll ).

Kerjakan tes formatif yang ada pada setiap kegiatan dan cocokkan dengan kunci jawaban. 6. 1. Petunjuk Belajar Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Bila prosentase mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya.yang dirancang untuk mencapai kompetensi profesional yang diharapkan yaitu : Arti dan fungsi media dalam pembelajaran. disain dan produksi media OHT dan slide presentasi untuk keperluan presentasi dalam proses pembelajaran. maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. 3. baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. 4. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. maka diharapkan peserta didik telah memiliki keterampilan dalam mengoperasikan komputer. 2. Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. tetapi bila anda baru mencapai < 85%. pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai 6 . Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguh-sungguh. Prasyarat Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mempelajari buku ajar ini. Jenis-jenis dan pemilihan media pembelajaran. 5. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1. dengan menghitung Hitung kemampuan daya serap anda jawaban yang benar. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya. Baca dengan saksama dan fahami isi Bab I untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. B. Baca dengan saksama dan fahami isi Bab II (kegiatan belajar 1). C.

7. lakukan langkah-langkah yang sama untuk mempelajari kegiatan belajar berikutnya. D. Jangan melanjutkan belajar kegiatan berikutnya bila anda belum tuntas pada kegiatan ini.selesai. Kerjakan kembali tes formatif. Apakah telah mencapai > 85% ? bila telah tuntas anda dapat melanjutkan pada kegiatan berikutnya. lihat kunci jawaban dan hitung prosentase ketuntasan belajar anda. Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk waktu 2 x 50 menit pembelajaran 7 . Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media.

1 x 50 menit BAB II. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran. 2 x 50 menit waktu 8 . KEGIATAN BELAJAR 1 A. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasan-alasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media.2 Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP.

learning to do. adanya perobahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan. Oleh karena itu dalam merencanakan 9 . Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk pembelajaran B. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari. Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK. Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui. Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. learning to life together dan learning to be.Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media. Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi bukan sekedar pengetahuan (demonstrating the knowledge) tetapi lebih merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do). adanya perobahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). Uraian Materi 1. Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know. belajar untuk dapat melakukan .

mengasyikkan. sehingga akan mencerdaskan. kapan . mengapa. siapa. Karena peserta didik tertarik perhatiannya.pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat bagi pengembangan keterampilan hidupnya. Menggunakan kegiatan teknik bertanya yang bervariasi dengan menggunakan pola 4 W dan 1 H (apa. Memberikan materi yang bermanfaat dan luas akan menambah wawasan dan menguatkan. dan bagaimana) dan merata kepada seluruh peserta didik akan melatih daya piker. mencerdaskan dan menguatkan. STANDAR KOMPETENSI •Komp dasar •Pengalaman belj • • • • Menyenangkan Mengasyikkan Mencerdaskan Menguatkan •Berkompetensi •Cerdas •Tangguh •Berketerampilanhidup 10 . maka mereka akan merasa asyik sehingga tidak terasa waktu yang tersedia telah habis. Ilustrasi berikut ini akan memperjelas pemahaman. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif.dan menarik. Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi yang baik merupakan salah satu cara untuk itu. Dalam melaksanakan pembelajaran didisain kegiatan yang menyenangkan.

karena guru bukan satu-satunya sumber belajar. dan solidaritas 11 . Kesadaran sebagai WNI YG BAIK Life long learning Memadukan kompetensi. Sebagai sumber belajar tidak harus bergantung dari guru. KBM yang berbasis kompetensi akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. kerjasama. Bahkan variasi kegiatan peserta didikpun dimungkinkan berbeda atau bervariasi. • • • • • • • • • • Berpusat pd siswa Learning by doing Mengembangkan. metode) Guru bukan satu-satunya sumber belajar Penilaian menekankan proses dan hasil demikian pembelajaran harus dirancang lebih kearah Dengan pembelajaran individu/kelompok-kelompok kecil agar pengembangan individu lebih nampak nyata. Dapat dimungkinkan terjadi keberragaman pengalaman belajar yang diperolehnya. Kemampuan Sosial Mengembangkan Inkuiri siswa Mengembangkan Keterampilan Pemecahan masalah Mengembangkan. sehingga keberadaannya sangat mutlak diperlukan. di samping sebagai pembawa pesan/informasi. Kreativitas siswa Kemampuan menggunakan IPTEK Mengembangkan.Dalam pelaksanaan pembelajaran digunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut • Menekankan ketercapaian kompetensi siswa secara individu dan kelas • • • • Menekankan Learning Outcomes dan keberagaman Variasi Pembelajaran (strategi. Media sangat penting dalam menciptakan KBM yang kreatip dan bervariasi. Di sinilah peran media diperlukan sebagai sumber belajar alternatip. Media juga merupakan subsistem dari proses pembelajaran.

2. tugas/proyek. Keluhan serupa misalnya menurunnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran manakala guru tersebut pindah kelas dalam waktu yang berturutan. bahwa guru mengalami kekurangan waktu untuk menyampaikan isi kurikulum kepada para siswanya sehingga berakibat kurang optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran. inkuiri. sehingga terjadi kurang adanya kesamaan kualitas pengelolaan pembelajaran antara kelas paralel. Pelaksanaan penilaian juga digunakan pendekatan penilaian berbasis kelas yaitu : • Dilaksanakan terpadu dengan KBM (hsl kerja siswa/porto folio. refleksi dan penilaian otentik. Terjadi pula kekurang ragaman pengalaman yang diterima oleh siswa sehingga hanya tujuan pembelajaran pada ranah kognitif tingkat rendah sajalah yang 12 .Dalam pelaksanaan KTSP juga diharapkan penggunaan pendekatan CTL (Contectual teaching and Learning) yang memungkinkan adanya variasi kegiatan seperti mengkonstruksi. bertanya. modeling. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran Keluhan seringkali kita dengar dari lapangan. diskusi. Oleh karena itu didalam mengajar harus memanfaatkan media agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan secara efektif dan efisien. hsl karya/produk. kinerja/performance dan tes tertulis/ paper and pen ) • Untuk – Umpan balik siswa – Memantau kemajuan – Umpan balik Guru – Informasi ttg efektivitas pendidikan – Pencapaian kompetensi setiap siswa meski kecepatannya berbeda Dari uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media sangat penting peranan dan kedudukannya dalam proses pembelajaran. bekerjasama.

Pemanfaatan berbagai sumber belajar akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam keefektifan pencapaian tujuan pembelajaran. yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. adalah semua ajaran atau informasi yang akan dipelajari. 3) Bahan. 4) Alat. Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari medium. adalah situasi sekitar dimana pesan diterima ( Sadiman. bahan. Dikemukakan oleh Association for Educational Communications Technology (AECT). sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. adalah prosedur atau acuan yang disiapkan untuk digunakan orang atau dalam menggunakan alat. Gagne(1970) mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya 13 . Telah kita ketahui bahwa tidak ada satu jenis media pembelajaran yang paling cocok untuk semua tujuan pembelajaran. Keluhan-keluhan tersebut terjadi antara lain karena guru menganggap dirinya adalah satu-satunya sumber belajar bagisiswanya. 1996). Dalam proses pembelajaran sumber-sumber belajar tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran. 2) Orang . yang bertindak sebagai penyimpan dan pengolah pesan. Salah satu temuan yang disarankan oleh Sector Review Team (1988) adalah bahwa penggunaan media pembelajaaran akan mengurangi beban kerja para guru hingga sepertiganya (Sadiman. adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan. adalah perangkat lunak yang mengandung pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji maupun tanpa alat penyaji. 6) Lingkungan. Sumber belajar tersebut bermacammacam yaitu: 1) Pesan.dicapai. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Palmer W. 1996). Setiap media pendidikan mempunyai kelebihan dan keterbatasan tersendiri. 1994). lingkungan untuk menyajikan pesan. 5) Teknik.

tetapi kita dapati istilah alat peraga pada buku petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. dilupakannya komponen sumber belajar dan media dalam sistem pengembangan instruksional. Sementara itu Briggs (1970) mengatakan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya proses belajar terjadi. kurangnya pemahaman tentang media. Itupun tercantum pada format RP atau rencana pembelajaran. perhatian dan minat serta perhatian penerima pesan sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Beberapa faktor lain yang barangkali menjadi sebab antara lain : adanya perbedaan pesepsi tentang pemahaman sumber belajar dan media sumber belajar dan pembelajaran. ada persamaan-persamaan di antaranya yaitu bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan dan dapat merangsang pikiran. perasaan. ( Depdikbud Dirjendiknas/ 1994 ) Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 1995 juga telah menerbitkan buku untuk pedoman latihan kerja pelatihan tenaga 14 . posisi pelaksanaan kurikulum berbasis media pembelajaran akan sangat membantu dalam membentuk kopetensi siswa dalam tiap rumpun pelajaran. Dengan demikian media pembelajaran tidak terintegrasi dalam kurikulum. Dalam kurikulum sekolah tahun 1994 berserta petunjuk pelaksanannya tidak terdapat istilah media pembelajaran. 3. Apapun batasan yang diberikan. dan Wong mengemukakan media sebagai alat atau mekanisme untuk menyalurkan pesan. Konsep Media dan Sumber Belajar Sampai sekarang masih terdapat persepsi yang berbeda-beda mengenai pengertian media pembelajaran. Mungkin inilah sebabnya sehingga penggunaan media pembelajaran di sekolah tidak populer. komptetensi. 1996). bahkan Menghadapi dalam kurikulum sekolah . (Sadiman.untuk belajar.

penerapan teknologi informasi dan komunikasi. dan organisasi. bahan. peralatan. teknik. orang. yang judul bukunya adalah Penggunaan Alat Peraga. dan setting atau lingkungan. Padahal istilah media telah dipakai sejak 1979 dalam pedoman umum tentang media pendidikan dalam Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen No. Pengertian sumber belajar dalam teknologi pendidikan meliputi : pesan. dan titik perhatiannya adalah peserta didik (learner). orang.1977: 155) Pengembangan instruksional yang dilakukan menggunakan pendekatan sistem. terintegrasi. Dengan demikian Teknologi instruksional merupakan proses kompleks. teoriteori belajar. alat. ) meskipun isinya mengenai media. prosedur. untuk menganalisis masalah-masalah pembelajaran (AECT. Di antara sumber belajar yang merupakan media adalah pesan . dan sumber belajar.Pendidikan Menengah.pendidikan melalui projek peningkatan SMU.( Depdikbub. Media Instruksional merupakan salah satu komponen atau sub set dari sumber belajar Sumber belajar merupakan domein atau kawasan fungsi Teknologi Instruksional. Dalam teknologi instruksional unsur intinya adalah belajar ( subjek yang belajar). bahan dan alat. sehingga pengertian media menurut AECT segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk adalah menyalurkan 15 . meliputi ide. dan hasil-hasil penelitian pendidikan. 1995) Dalam sejarah pertumbuhan teknologi instruksional istilah alat peraga dikatakan sebagai istilah tertua untuk menunjuk alat bantu ajar ( bukan alat bantu pembelajaran). 022/C/ R/Kep/ 1979. Untuk menyamakan persepsi tentang konsep media disarankan menggunakan konsep yang dikembangkan secara akademik yang ditempuh melalui penelitian maupun kajian konsepsional oleh Association of Educational and Communication Technology (AECT). Pembelajaran menurut konsep komunikasi asalah saling berinteraksi dengan sumber belajar. Dir.

Dalam sistem pembelajaran sekarang ini sejalan dengan kemajuan bidang ilmu dan teknologi seorang guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sum. dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa Pustekomdikbud. Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru tidak hanya yang sengaja disediakan oleh lembaga pendidikan. koran. gambar atau foto. lingkungan masyarakat. majalah. yang cara menggunakannya menurut kebutuhan. atau semua sarana yang mampu menyajikan pesan. pasar. perpustakaan. dan (2) sumber belajar yang tersedia ( by utilization) yang tersedia di sekeliling kita misalnya. dia bukan satu-satunya sumber belajar. museum. video. VCD. dan papan tulis ( AECT.1997 : 167) 4. : 25 ) Media sebagai hasil ( dari revolusi komunikasi dapat dipakai untuk sarana pencapaian tujuan pendidikan. pembelajaran ensiklopedia. Pengertian tentang konsep media menurut AECT adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran. media pendidikan dengan memiliki riwayat perkembangan teknologi sejajar perkembangan konsepsi 16 . slide. tetapi juga yang terdapat di sekeliling kita. brosur. perasaan.. dan lain-lain memang dibuat khusus untuk pembelajaran. dan sebagainya.pesan atau informasi. Sedangkan sumber belajar adalah segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar manusia. Sumber belajar bukan hanya berupa buku-buku. nara sumber. buku. situs di internet . 1981. kaset audio. film. pertokoan. Bagaimanapun pentingnya guru.ber belajar. sumber belajar dapat dibedakan menjadi (1) sumber belajar yang dirancang dibuat untuk membantu ( by designed ) yang sengaja meliputi : buku. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional Konsep tersendiri. OHT. Sumber belajar diartikan sebagai segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi seseorang belajar Dalam perkembangannya. di samping guru. perhatian. laboratorium .

instruksional . benda sebenarnya.instruksional. Kemudian pada tahun tujupuluhan digunakan pendekatan sistem yang kemudian menempatkan prioritas tujuan pembelajaran dari BS. berpengaruh pula pada dunia pengajaran ( sehingga dalam kegiatan belajar mengajar digunakan Audio Visual Aid AVA) bukan Audio visual instruction Mulai saat itu alat bantu ajar beralih fungsi menjadi alat penyalur pesan.. yang umumnya berupa alat bantu visual seperti gambar. Alat peraga terlepas dari kurikulum dan tidak dilibatkan dalam proses pengembangan instruksional. Pada awalnya dikenal istilah alat bantu ajar ( teaching aid) atau alat peraga. yang ditandai oleh munculnya alat audio visual. Pada saat itu mulai dipakai istilah media instruksional. Sementara itu muncul pengaruh hasil penelitian Skinner tentang teori tingkah laku yang memasuki bidang pengajaran. Bloom sehingga tujuan pembelajaran dirumuskan sebagai perubahan tingkah laku seperti diperkenalkan Skinner. ( AECT. objek dan alat lain yang dapat menyangkut hubungannya memberi pengalaman kongkrit. 1977. maka pola – pola instruksional mengalami perubahan seperti tampak dalam bagan berikut. 90) 17 . tetapi tidak dengan instruksional atau pembelajaran. Sesuai dengan sejarah pertumbuhan teknologi instruksional. Banyak teori penelitian di bidang pendidikan yang kemudian diterapkan dan hasil ke dalam teknologi pendidikan. media dan sumber belajar. model (tiruan). Dengan masuknya teknologi komunikasi informasi.pola pembelajaraan dalam sebagai komponen dalam pengembangan disain kaitannya dengan perkembangan alat peraga hingga media instruksional. Bagan ini memperlihatkan pola.

media pembelajaran telah diprogram dengan melibatkan guru bidang studi. dirancang telah masuk komponen oleh materi guru dan dengan strategi pertinmbangan tujuan pembelajaran. sanggar. media pembelajaran yang Pada pola 3. Pada pola ke 4. Manfaat dan Nilai praktis Media Sebagai Sumber Belajar Manfaat dan nilai praktis media sebagai sumber belajar adalah : a. berdasarkan kurikulum sudah ada komponen alat peraga yang tersedia. sehingga peserta didik dapat langsung memanfaatkan media sebagai sumber belajar yang dirancang dengan bimbingan tutor ( ketua kelompok. dan fihak terkait lainnya. penggunaannya. mengaktifkan dan memotivasi siswa 18 .KURIKULUM 1 2 PERAGA 3 MEDIA 4 MEDIA GURU GURU GURU PESERTA DIDIK KETERANGAN : Nomor 1 pola pembelajaran di mana guru sebagai satu-satunya yang ditetapkan. Dewasa ini di sekolah telah memulai memanfaatkan media seperti pola ke 3. yang penggunaannya tergantung dari guru kelas. Pola ke 2 sumber belajar. Memberikan fasilitas pembelajaran siswa sehingga dapat merangsang siswa untuk berfikir. atau guru) 5. ahli media.

Bentuk visual dibedakan visual gambar. audio still picture. telepon. Film. radio. mengklasifikasi. dikunjungi. Media visual diam misalnya OHP. kaset audio. meneliti. peta DSB. Memberi peluang siswa mengembangkan kemampuan mengamati. simbol dan garis. gambar. OHP. menyajikan tulisan jarak jauh dalam ujud d. dan Little Media yaitu media sederhana seperti slde. mengatasi keterbatasan pengalaman dan kemampuan guru e. Media visual gerak contohnya film tanpa suara f. filmstrip.b. media cetak. Media audio misalnya radio. Media audio visual diam yang menyajikan suara gan gambar contohnya slide suara. b. mengumpulkan. grafis. c. mengukur. memperoleh 7 a. komputer. visual. contohnya film. e. slide. dan 6. menerapkan dan mengkomunikasikan kemampuankemampuannya . CD audio 19 . Dapat memberikan pengalaman belajar yang kongkrit dan langsung. Dengan kata lain memberi peluang mengembangkan ketrampilan proses. mengidentifikasi ciri utama media menjadi 3 unsur : audio. menafsirkan. c. Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan. dapat memberikan peluang mengembangkan pola-pola instruksional bagi guru d. video. Ia juga membedakan media rekaman dan media telekomunikasi. Media audio visual gerak yang dapat menyajikan unsur suara dan gambar yang bergerak. VCD TV. dan gerak. Media audio semi gerak. menghitung. Dapat memberi informasi akurat dan terbaru . Rudy Brets (1971). g. Berdasarkan identifikasi itu Brets klasifikasi sebagai berikut. kode suara misalnya dengan morse. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran Wilburn Schramm membedakan adanya Big Media yaiu media yang canggih seperti Televusu.

Media cetak seperti buku. Pengalaman melalui lambang visual. diagram c. Pengalaman melalui benda tiruan l. Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi j. dan lain-lain Donald . Gambar diam e. majalah. Penyajian verbal c. membagi jenis media sebagai berikut. gambar d. Pengalaman melalui pameran / display h. peta. memberikan definisi media sebagai orang. Pengalaman melalui gambar seperti foto. Pengajaran terprogram h. Pengalaman langsung dan melakukan sendiri bisa Selanjutnya ia 20 . bahan dan kegiatan ( aktifitas ) yang menciptakan kndisi seseorang mendapatkan pengetahuan keterampilan dan sikap. Berikut dimulai dari kelas paling rendah a. Pengalaman melalui televisi g. modul. Pengalaman melalui dramatisasi k. Rekaman audio g.Elly membagi media menjadi delapan dalam bukunya Teaching and Media. Media sebenarnya b. koran. a. Penyajian graphik d. gambar. Pengalaman melalui lambang kata verbal b. album. Pengalaman melalui widya wisata i. Pengalaman melalui gambar hidup f.h. gambar. Gambar gerak f. Edgar Dale mengklasifikasi berdasar pengalaman belajar yang digambarkan dalam bagan kerucut Edgar Dale. Pengalaman melalui rekaman audio. radio e. Simulasi Gagne menyatakan bahwa media adalah komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

organogram. tabular chart. baik proyeksi diam maupun gerak. tujuan penggunaan. Jenis media di sekolah dikelompokkan sebagai berikut. penampang. baik menurut bentuk. grafik garis grafik bentuk peta.. dan grafik lingkatan ( grafik pie) c) Media Poster d) Karikatur 21 . dan lain0-lain. Media visual atau media proyeksi. bagan tembus pandang.1980: 20) 1) Media asli dan tiruan a) Spesimen makhluk hidup maupun tidak hidup b) benda asli bukan makhluk hidup c) model tiruan``benda asli ( yang diperkecil atau dioerbesar) misalnya model irisan. Agar supaya tidak membingungkan. maket. baga daan ( brance chart). model perbandingan. b) Media grafik : grafik batang. aneka ragam media itu ditentukan oleh dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Media dengar ( audio) e. root chart. flow chart. Media asli / tiruan b. model utuh. boneka. Media Cetak ( . aneka ragam tujuan pembelajaran dan adanya perbedaan ketersediaan bahan di sekolah. Media grafis c. cara penampilan. replica.Secara teoritis masih banyak ahli mengklasifikasi jenis-jenis media pembelajaran. a. Dwidjosoemarto. model kerja. bagan wakktu.model susunan. grafik gambar atau pictograph. a) Media Chart yaitu penyajian diagramatik meliputi : tree chart. miniatur. media bagan petunjuk / penuntun. bagan skematik. d. globe. Media pandang dengar ( audio visual aids) f.S.. bagan bongkah. 2) Media Grafis Media grafis ialah semua media yang berupa tulisan / gambar antara lain termasuk jenis ini adalah.

Pemilihan Media Pembelajaran Pemilihan media yang tepat akan meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar. buku. Hal ini akan berdampak positip terhadap hasil pembelajaran. VCD komputer yang berisi bahan ajar. dan yang bergerak misalnya 6. 22 . brosur. modul. majalah.e) Still picture / foto f) Media papan g) Media Peta 3) Media proyeksi Ada dua macam ialah media proyeksi diam dan bergerak. dan sumber lain dari intertnet. Media cetak juga ada yang ditampilkan dengan Video. ialah slide suara dn film strip.) Media Audio Termasuk media audio ialah kaset audio dan radio. album. 5) Media pandang dengar Media audio visual diam. liftlet. Koran. 4. dan ada pula yang disertai suara.) Media Cetak Media cetak misalnya handout. sehingga pesan pembelajaran akan dengan mudah diserap peserta didik. 7. TV.

naik melintang tulang turun. Weisz.penampang gerakan sendi. fungsi. sesuai gerakan sendi pada no. Inc.gambar berbagai macam sendi Struktur Otot . harus ) dengan arah gerak dikuti anak panah. .susunan tulang rangka tubuh . ( memutar. Modern Biology .jenis jenis tulang .berbagai kesehatan Biologi 2 ( jika ada / SMA 2004 tidak Paul B. New York sesuai teks . Musik.penampang melintang .kontraksi otot. maju Struktur Persendian .penampang membujur mundur dll) . The Science of Biology.1 .gerak orang dengan animasi. (1965). McGrawHill Sobota ( bukubuku kedokteran Alvin Nason. (1963). keterangan backsound. John Willey & Sons. yang memperlihatkan zona gelap terang 3 - 23 . Struktur rangka – dan judul dari struktur. ANIMASI 11 DAFTAR VIDEO PUSTAKA 12 -senam 13 Teksbook : Penjelasan. Narasi (tulang ) 2. proses.MEDIA TEKS 8 AUDIO 9 GAMBAR/FOTO 10 Gambar : 1.

Pemilihan media dilakukan oleh guru. PADA MANUSIA dan kelainan/ menggambarkan sendi. otot. sendi.fungsi struktur. Terdapat 13 kolom. Media yang dipilih telah dikaji sesuai dengan tujuan. yang dapat dan otot. GBIPM dikembangkan dari silabus menjadi format seperti contoh diatas.berbagai sendiMenyusu dengan macam gerak n bagianadanya energi . ketika mengembangkan silabus yang selanjutnya dikembangkan menjadi rencana pembelajaran. terjadinya gerak. Program media ini INDIKATOR POKOKKOMPETENSI PENCAPAIAN LATIHAN NO NO POKOK JUDUL DASAR (TPU) HASIL BELAJAR DAN TES KODE MATERI (TPK) 1 2 3 4 5 6 7 1. pada menggambarkan gerak. gerak. otot ke bagiandalam penyakit yang struktur dan bagian sistem gerak dapat terjadi fungsi : gambar 2. tulang.sangkan proses gerak nama-nama terjadinya 2. proses kan. strategi dalam peksanaannya dikembangkan menjadi program media. Macam dan pada sistem -rangka (tulang) Proses gerak Menuliskan gerak pada -persendian keterangan -berbagai -otot manusia macam gerak pada dalam kaitannya yang mampu gambarMema pada sistem dilakukan . kolom 1 s/d 5 sama dengan silabus dan kolom 6 s/d 13 merupakan pengembangan GBIPM. menyebabkan kelainan pada sistem gerak 24 . and drag) fungsi. dalam otot. GERAK Mengidentifikasi. Berbagai menjadi satu yang berkaitan contoh organ utuh energi otot. Media sebagai komponen pembelajaran yang terjalin secara sistemik dengan perencanaan. gambar berkaitan . quiz beberapa yang disebabkan penyakit / oleh kelainan kelainan pada tulang. Mencontohkan sistem gerak. keterangan. sendi. Menjelaskan.proses bagian organ. :Rangka. menjelaskan. penyakit pada Multiplechoise 3. metode serta materi bahan ajar. Struktur dan Memilih (Click SISTEM 1 Mengkaitkan 1. Pemilihan media dapat dilakukan melalui penyusunan GBIPM (Garis Besar Isi Program Media). 3. kegiatan.

Program media meliputi langkah kegiatan perencanaan. a. ahli media. Pertimbangan dalam memilih media. Memilih jenis perangkat keras dan perangkat lunak yang cocok Secara teoritis untuk menentukan media ditempuh melalui prosedur pemilihan media sebagai berikut. ujicoba dan evaluasi. d. Strategi pembelajaran yang dipilih c. Menghubungkan tujuan dengan aktivitas belajar c. produksi.siswa dan administrasi. Memilih metode yang sesuai d. Jenis media/sumber belajar apakah yang dapat dipakai secara efektip dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil belajar yang bagaimana yang harus diperoleh atau pengalaman belajar/ perubahan apa yang dialami peserta didik Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan media yaitu : 25 . Pemilihan media didasari atas pertimbangan sebagai berikut. Hal ini berkaitan dengan kompetensi yang diharapkan untuk mata pelajaran tertentu. pengadaan. a. Kondisi yang bagaimana yang diperlukan peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut. Fungsinya dalam PBM b. ISI bahan/materi d. Kelompok belajar/siswa e. c. b. Menentukan tujuan b. a. Kematangan siswa Langkah-langkah pemilihan media dapat dilakukan sebagai berikut. 8. Kondisi pengadaan media f. pembiayaan.melibatkan guru. tujuan apakah yang harus dicapai. Memilih media yang cocok dengan tujuan dan materi e.

Memperhatikan variabel hambatan dan alternatip dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran. PENETAPAN STRATEGI SPESIFIKASI MATERI INDIVIDUAL KELOMPOK PENELITIAN ENTERING BEHAVIOR ALOKASI WAKTU TUJUAN EVALUASI PERFORMA ALOKASI RUANG SPESIFIKASI TINGKAHLAKU PILIH MEDIA ANALISIS FEED BACK Bagan tersebut dapat digunakan untuk memilih media. bahan motifasi dan pemikiran serta dapat membantu menetapkan tujuan instruksional. Program media harus memberikan dorongan. Mementingkan preoritas yang harus dipilih sesuai dengan tujuan d. Elli sebagai berikut. Harus didasarkan pada kebutuhan dan interes pemakai c.a. Untuk memudahkan pemahaman bagan tersebut dapat diubah dalam bentuk matrik sebagai berikut 26 . b. Konsep dan model pengembangan media menurut D. e. Diusahakan berkonsultasi dengan ahli media dan mempertimbangkan bahan dan pembiayaan. Media juga harus mampu dijadikan alat evaluasi proses belajar f.

peta. makalah. BM Mendengarkan. BM METODE MEDIA Keterkaitan antara TPK. diagram. grafis praktek Workshop Percobaan Demontrasi observasi Model.TPK MATERI KEG. TPK MATERI METODE Ceramah bervariasi KEG. Metode dan pilihan media dapat digambarkan pada contoh berikut ini. mengamati Diskusi Tanya jawab Mencatat MEDIA Audio kaset.peta.benda Studio. video simulasi Species. Materi. Kegiatan Belajar Mengajar. mencatat. radio OHT. VCD Handout. situs lapangan Persyaratan media yang baik adalah sebagai berikut 27 . disain.

PERSYARATAN MEDIA u V ISIBLE u u u u u : MUDAH DILIHAT : MENARIK : SEDERHANA : BERMANFAAT : BENAR : MASUK AKAL/SAH I NTERESTING S IMPLE U SE FULL A CCURATE L EGITIMATE u S TRUKTURE : TERSUSUN DG BAIK 9. Contoh-contoh Media Grafis sebagai berikut 28 .

PENGEMBANGAN MEDIA 1 ANALISIS AUDIENCES 2 RUMUSAN KOMPETENSI 4 MATERI ALAT UKUR DISAIN / ISI 3 5 7 6 PRODUKSI UJI COBA 29 .

40 30 .PENGEMBANGAN PROGRAM MEDIA MISI TUJUAN PRESENTASI MATERI DISAIN MEDIA GRAFIS PRINSIP DISAIN GRAFIS OHT SATU FRAME SATU SEDERHANA KOMPLEK BEBERAPA FRAME SATU TEKNIK OVERLAY BUKA TUTUP HURUF / VERBAL 20 KATA FONT = 16 .

MEDIA GRAFIS 100 80 60 40 20 0 1st 2nd 3rd 4th Q tr Q tr Q tr Q tr West North East PENGGUNAAN TANDA PANAH a A b a C B b 31 .

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 East West North 1st Qtr 2nd Qtr3rd Qtr 4th Qtr KESAN RUANGAN 32 .

180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 1st Qtr 2nd North West East 3rd Qtr 4th Qtr PIE CHART 1st 2nd 3rd 4th 33 .

ORGANOGRAM DIREKTUR UTAMA STAF AHLI STAF AHLI DIREKSI ASISTEN BAGAN GARIS WAKTU 100 500 1000 1500 1945 JAMAN HINDU JAMAN KERAJAAN JAMAN KOLONIAL JAMAN JEPANG JAMAN RI 34 .

35 . 2. Tes Formatif Soal uraian : (untuk tugas dikumpulkan sebagai respound peserta) 1. Latihan TUGAS : 1. Buatlah satu buah Rancangan Program Media dari GBIPM yang telah saudara buat. Sebutkan dan jelaskan perkembangan pola mengajar serta berikan contoh ilustrasi masing-masing kelemahan dan keunggulannya. 3. Buatlah GBIPM dari silabus mata pelajaran yang saudara ampu 2.PIKTOGRAFI = 100 PENGUNGSI TNI GAM C. Mengapa mengajar harus menggunakan media ? jelaskan alasan saudara. Buatlah salah satu media grafis dari mata ajar yang saudara ampu D.

Kesesuaian dengan tujuan dan bahan C. dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa. (b). Palmer. Soal : Pernyataan tersebut merupakan konsep media yang dinyatakan oleh: A. perhatian. Alat dan teknik C. pesan dan bahan ( boleh pilih lebih dari satu jawaban). harganya mahal dan modern D. Bright D. Meningkatkan daya serap siswa (d). AECT 5. Demonstrating the knowledge. Pengoperasiannya sulit. Gagne C. Manakah media yang paling baik untuk mengajar A. (c) 1. 4. cara berpikir produktip menjadi reflektip dan (d ). perasaan. (d) D. Yang termasuk bahan pertimbangan dalam memilih media dalam pembelajaran diantaranya adalah : A. Flip Chart D. LCD 36 . Sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. (a) dan (b) B. Lingkungan. Apa yang menjadi pertimbangan dalam memilih media dalam proses pembelajaran ? Sebutkan dan berikan alasan-alasannya. Membosankan siswa (c). Merepotkan dan membebani guru Soal : Dari pernyataan tersebut yang benar adalah : A. Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi merupakan salah satu cara mengelola pembelajaran akan : (a) menarik perhatian siswa. Soal : dari pernyataan tersebut yang tidak sesuai adalah : A. pesan dan orang B. (c)dan (d) 3. (a) dan (c) C. 6. (a) dan (b) B. W B. harus membuat terlebih dulu B. VCD B. Inovatip dan Kreatip (b) Paradikma Teaching berubah menjadi learning (c). (b) dan (d) D. Oleh karena itu guru harus (a). OHT E. D. Ada bermacam-macam sumber belajar yaitu yang benar terdiri dari : A. KTSP menuntut adanya perubahan dalam mengelola proses pembelajaran.3. Soal Pilihan Ganda : 1. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran. (a) dan (d) C.

Instrument Pengembangan Media dalam pembelajaran C. Fungsi GBIPM (Garis Besar Isi Program Media) adalah A.7. Instrument Pemilihan Media dalam pembelajaran D. Perencanaan Program Media dalam pembelajaran (boleh pilih lebih dari satu jawaban) 37 . instrument perencanaan media dalam pembelajaran B.

BAB III. 38 . Uraian Materi 1. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 2 Kompetensi Mampu Indikator Dapat menjelaskan prinsip dan 1 x 50 menit waktu merencanakan dan unsur disain media membuat media presentasi serta Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide mempresentasikan Presentasi untuk pembelajaran dalam pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. yaitu terjadi interaksi antar komponen komunikasinya yang terdiri dari guru. Dengan demikian akan komunikasi timbal balik dua arah antara guru dan peserta didik. KEGIATAN BELAJAR 2 A. Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran Proses pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengiplementasikan teknik presentasi dalam pembelajaran B. peserta didik dan media yang digunakan. Komunikasi dalam proses belajar mengajar terjadi komunikasi edukatip.

Sebelum diterima oleh penerima pesan diolah dikembalikan pada karakteristik semula (decode) agar dapat diterima oleh penerima pesan.Sebelum pesan disalurkan ke penerima diperlukan pengolahan pesan (ancode) sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik media yang digunakan agar dapat disalurkan ke penerima dengan gangguan yang seminimal mungkin. PENGALAMAN LAT. 39 . Pesan yang disampaikan dalam hal ini adalah berupa latihan/belajar/pengalaman atau pengetahuan/ilmu yang dimiliki guru untuk disampaikan kepada peserta didik. Dalam hal ini terjadi komunikasi timbal balik antara guru dan peserta didik. PENGALAMAN SUMBER PESAN ANCOD MEDIA PNRM PESAN DECOD GANGGUAN MODEL KOMUNIKASI Instructional Media (Shannon.LAT. Schramm. BEL. BEL. Seperti ditunjukkan pada ilustrasi diatas. guru berperan sebagai pengirim pesan/informasi. peserta didik berperan sebagai penerima pesan sedangkan media berperan sebagai penyalur pesan. Setelah diterima pesan ini menjadi stimulus bagi peserta didik dan selanjutnya peserta didik merespound dan bertindak sebagai pengirim pesan disampaikan melalui media dan diterima oleh guru.

40 . sehingga terjadi konsentrasi dalam belajar yang akhirnya terjadi penyerapan materi secara optimal. Dalam hal ini sumber atau selanjutnya disebut guru akan banyak menggunakan bahasa tubuh (nonverbal) untuk memberikan penegasan. rapat. Oleh karena itu guru harus memiliki penguasaan ketrampilan presentasi (presentation skills). guru harus menguasai 10 keterampilan mengajar. wawancara dan forum-forum komunikasi yang lain. Diantaranya harus mampu mempresentasikan pesan/materi pelajaran dengan baik. seminar. menarik dan menyenangkan. dinamis. penekanan ucapan dan gaya bicara yang dapat lebih memberikan daya tarik dan menimbulkan atensi terhadap informasi yang sedang disampaikan. sumber pesan memerlukan kemampuan dan keterampilan mengkomunikasikan / mempresentasikan pesan yang akan disampaikan secara lisan. Dalam komunikasi secara lisan. simposium. Sehingga meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap informasi yang disampaikan. Agar pesan/informasi dapat disampaikan secara baik dan dapat difahami oleh penerima pesan/informasi. Presentation skills ini diperlukan pada saat proses pembelajaran. Oleh karena itu media yang digunakan harus dirancang semenarik mungkin untuk merangsang perhatian peserta didik. Komunikasi secara lisan (oral presentation) adalah komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih secara lisan/verbal antara sumber pesan/informasi kepada penerima pesan/informasi. Kemampuan dan keterampilan tersebut dikenal dengan istilah oral presentation skill.Agar dapat menyampaikan pesan dengan baik dalam proses belajar mengajar. Untuk presentasi dengan baik tidak hanya penguasaan materi tetapi juga harus ditunjang penguasaan teknik komunikasi yang baik. pelatihan. pesan disampaikan dalam bentuk ucapan melalui mulut/oral dalam bentuk verbal. Sehingga kelas menjadi hidup. Guru harus memiliki kemampuan mengelola proses komunikasi agar gangguan komunikasi tetap dapat ditekan seminimal mungkin.

Langkah-langkah agar guru dapat menyajikan presentasi yang menarik adalah using media. sehingga dapat dipresentasikan dengan baik pula. 1) 2) 3) 4) Kemampuan menjelaskan (explainning) Kemampuan menyajikan informasi (presenting information) Kemampuan membangkitkan minat dan perhatian (geting interest) Kemampuan mempersiapkan materi. yaitu menjelaskan informasi sejelas-jelasnya kepada peserta didik. Tugas seorang guru adalah dapat menjelaskan informasi sejelas mungkin.Pada prinsipnya seorang guru dalam proses presentasi melakukan proses pembelajaran. varying activities. explaining clearity • • • • using MEDIA varying activities comparing/contrasting opening/ending interest presenting information persiapan PERSIAPAN getting interest 41 . opening/ending. Kemampuan utama yang diperlukan oleh guru dalam pembelajaran secara sukses adalah sebagai berikut. comparing/contrasting. Materi bisa disampaikan secara jelas bila tersusun dengan struktur yang baik. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan ilustrasi pada skema berikut. sehingga peserta didik tertarik untuk mengikuti dengan antusias. Selanjutnya bagaimana membuat presentasi itu menarik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyampaikan informasi dengan jelas dan membuat presentasi menarik bagi peserta didik.

Amati reaksi peserta didik Cek pemahaman peserta didik. Biasanya dibantu dengan alat pelantang suara (sound system). Penyampaian bahan agar diatur dengan struktur yang baik supaya bahan dapat disampaikan secara runtut dan logis sehingga mudah dipahami. Paraphrasing adalah teknik mendengar dengan baik. mendapatkan kesempatan untuk mengecek kebenaran informasi dan mampu mengurangi atau menghindari kesalahpahaman yang menyebabkan konflik. Perlu ada pengulasan kembali bahan-bahan yang sekiranya sulit dipahami melalui paraphrasing. Dalam melakukan presentasi bicara harus kuat dan jelas. 1) 2) 3) 4) 5) Bicara dengan jelas. Dalam bicara tidak perlu tergesa-gesa dan sebaiknya ada jeda dan jangan terlalu cepat untuk memberi kesempatan peserta didik untuk mencerna informasi. Dengan mengamati perilaku peserta didik dapat mengetahui respon/reaksi peserta didik yang positif dan negatif. agar memudahkan pemahaman. jangan terlalu cepat Strukturisasi bahan yang akan disajikan Ulas kembali pokok-pokok pembicaraan melalui paraphrasing. gunakan jeda. yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut. Menjelaskan materi informasi dengan baik sehingga mampu meningkatkan pemahaman. Reaksi ini segera dapat dikelola oleh guru sehingga tidak sampai mengganggu presentasi. Dengan demikian seorang guru harus mampu mempresentasikan informasi dengan sejelas-jelasnya agar informasi tersebut secara jelas dipahami peserta didik. meringkas dengan baik sehingga akan mampu mendorong peserta didik untuk mendengar secara hati-hati. sehingga semua peserta didik benar-benar bisa mendengar dengan baik. 42 . Mengamati reaksi peserta didik merupakan hal yang penting untuk dilakukan.Menjelaskan adalah memberikan pemahaman kepada orang lain.

2) 3) Penggunaan contoh-contoh yang tepat dan analogi. Hal ini merupakan hambatan psikhologis yang sangat mengganggu guru untuk sukses dalam presentasi.Mengecek pemahaman peserta didik dilakukan untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan telah difahami. Yang dimaksud dengan gestures dalam presentasi adalah penggunaan gerakan anggota badan/tubuh untuk memberikan penekanan/penegasan ketika informasi disampaikan. Membangkitkan minat peserta didik agar berminat mengikuti presentasi dengan baik adalah juga tugas seorang guru. Hal ini sangat penting dan perlu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam proses komunikasi yang baik. sehingga informasi nampak lebih meyakinkan kebenarannya. Oleh karena itu guru harus berlatih dari pengalaman yang satu ke pengalaman yang lain. dari kanan ke kiri secara merata. Ada tiga strategi dalam membangkitkan minat peserta didik yaitu : 1) Kontak pandang (Eye contact) Bahasa Tubuh (Gestures) dan Pengaturan suara. Kontak pandang guru terhadap peserta didik adalah merupakan bentuk perhatian/atensi. Mengecek pemahaman dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara acak atau memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya. Misalnya gerakan tangan. dan Pemanfaatan humor. perpindahan posisi. mimik/wajah. senyuman. Makin banyak pengalaman guru akan semakin siap mentalnya dan hambatan psikhologis semakin berkurang. konsep-konsep. Kontak Pandang. dan sebagainya. sehingga takut memandang peserta didik. karena akan meningkatkan minat peserta didik untuk mengikuti presentasi dengan lebih antusias dan serius sehingga akan meningkatkan pemahaman. Dalam presentasi kontak pandang (eyes contact) harus diusahakan secara menyeluruh mulai dari depan ke belakang. Gerakan anggota badan ini sangat baik bila disesuaikan dengan pengolahan suara 43 . Gestures. cerita. Biasanya guru yang baru dan belum pengalaman bicara di depan orang banyak memiliki perasaan minder/nervous.

Pengaturan suara ini disesuaikan dengan kebutuhan dan biasanya sekaligus untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif mendukung proses komunikasi. tidak monoton sehingga peserta didik tidak jenuh dan tahan lama berkonsentrasi dalam mengikuti presentasi. mengendorkan saraf yang tegang sehingga menjadi fresh kembali dan siap menerima informasi yang baru. Penggunaan contoh-contoh dan analogi. kadang keras kadang lembut. sehingga hal-hal yang statis tidak akan lama mendapatkan perhatian. dan konsep-konsep tentang sesuatu hal juga dapat membuat variasi. suaranya perlu diolah/diatur sedemikian rupa sehingga jelas. cerita. ada jeda dan warna suara tidak perlu dibuat-buat. tidak monoton. Dalam berbicara artikulasi harus jelas. Biasanya digunakan sebagai selingan untuk menarik perhatian peserta didik kembali berkonsentrasi pada informasi yang disampaikan. Guru dalam berbicara. Hal ini akan membuat presentasi lebih variatif. 44 .sehingga menghasilkan gaya bicara yang meyakinkan dan simpatik. Dengan demikian minat peserta didik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Pengaturan Suara. Cara meningkatkan minat yaitu dengan langkah-langkah strategi sebagai berikut. Ingat otak hanya peka terhadap perubahan. 1) Tunjukkan bahwa guru sendiri juga menaruh minat terhadap topik yang sedang dibicarakan. intonasinya dinamis tidak monoton. Pemanfaatan humor. enak didengar. Untuk menciptakan suasana baru. Penggunaan contohcontoh yang tepat dan analogi-analogi dari informasi yang disampaikan akan membantu imajinasi peserta didik sehingga dapat dengan mudah memahami informasi yang di presentasikan. dengan kecepatan bicara sedang. Dengan cara seperti ini akan menghasilkan image yang baik dari peserta didik dan akan menambah kepercayaan serta kewibawaan guru di mata peserta didik.

malah akan Sebaliknya kalau penggunaannya menambah kebosanan. Pemanfaatan Media.2) Tunjukkan bahwa guru credible. isi dan penutup. trustworthy dan having expertise (Dapat dipercaya. karena media komunikasi bila didisain dan dimanfaatkan dengan baik akan dapat memperlama kurang minat/rasa tepat/baik keingintahuan. Program ini memberikan fasilitas pembuatan disain slide presentasi dengan variasi yang sangat baik dan menarik. cerita dan sebagainya Bila materi masih terasa asing. Media komunikasi yang berkembang saat ini adalah penggunaan laptop dan LCD proyektor/ infocus. Atau kalau durasinya panjang diputar secara bertahap dan diselingi penjelasan oleh guru. Penggunaan media ini softwarenya didisain dengan program aplikasi komputer diantaranya dengan program powerpoint. masalah atau teka-teki. juga didesain sederhana dan terstruktur secara jelas terdiri dari pendahuluan. singkat dan keterbacaannya tinggi. mulailah dengan contoh-contohnya. Presentasi perlu memanfaatkan media komunikasi. ringkasan dibuat sederhana. analogi. diagram. 3) Slide. film dan video/vcd dapat meningkatkan minat. artinya peserta didik yang paling belakang/jauh dapat membaca dengan mudah. solid dan memiliki kemampuan) 3) 4) Gunakan contoh yang tepat. Mainkan minat / keingintahuan dengan melempar pertanyaan. audio. Oleh sebab itu penggunaan media dalam presentasi sebaiknya. beri waktu kepada peserta didik untuk memperhatikan lalu dijelaskan. 45 . tetapi kalau durasinya terlalu lama akan menyebabkan peserta didik cenderung bosan dan mengantuk. 2) Handout. Hal ini akan membuat penggunaan media lebih efektif. 1) Ilustrasi. Jika terdapat informasi yang penting. Dianjurkan durasi 10 – 20 menit maksimum.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi dengan bantuan media LCD adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) Lakukan pengaturan optimal sebelum presentasi Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide. pastikan bahwa telah dilakukan simulasi 4) 5) Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan. kesatuan dan kesederhanaan. jangan berupa kalimat panjang supaya tidak rumit (complicated). padat dan bermakna (condensed). 7) 8) 1 frame sebaiknya hanya berisi 1 konsep. Karena semua respon peserta didik harus dikelola baik yang berupa oral maupun gerak-gerik tubuhnya. Penekanan. Beri penekanan pada kata-kata yang penting. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Buat konsep setiap framenya Pilih font yang mudah dibaca Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil. 7) Jangan sering melihat layar tampilan. Langkah-langkah penulisannya adalah sebagai berikut. dengan menggunakan font yang berbeda. alat hanya pembantu. supaya dapat selalu melihat peserta didik. Dalam menyiapkan Slide presentasi perlu memperhatikan prinsip dasar-dasar disain yang terdiri dari Irama. yang utama adalah pesan. Tulis dengan singkat. warna yang berbeda sehingga menjadi point of 46 . Besar huruf/font 20 . sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan peserta didiks supaya anda bebas melakukan kontak mata dan komunikasi non verbal lainnya 6) Jangan sibuk dengan peralatan danJangan bersembunyi di balik peralatan. Kesetimbangan.40 1 frame maksimum 10 baris Pilih warna yang kontras (2-3 warna) Yang ditulis hanya kata kunci saja.

bidang. isi dan penutup. Persiapan berupa persiapan mental psikhologis maupun fisik dan persiapan materi yang akan dipresentasikan. Pemahaman tentang bahasa tubuh (body language) juga merupakan peran penting dalam peningkatan kemampuan presentasi. Prinsip-prinsip presentasi adalah bagaimana mengelola gesture atau gerak-gerik anggota badan yang dimanfaatkan untuk menjelaskan maupun gerak-gerik peserta didik yang harus dikelola. Mungkin akan menjadi tontonan bukan tuntunan.interest. Kegiatan yang bervariasi akan meningkatkan minat dan perhatian dan rasa ingin tahu dari peserta didik. Pada tahap persiapan ini guru harus mengungkap kembali apa yang dimiliki yaitu yang berupa kekuatan maupun kelemahan. Sebaiknya datang awal di tempat presentasi untuk mengenal medan dan persiapan media yang digunakan. 47 . Persiapan penting bagi guru agar presentasi berjalan dengan baik. Penetapan pokok-pokok pikiran yang akan atau perlu pengulasan kembali juga merupakan yang penting dalam persiapan. dan yang menjadi kelemahan ditekan /dikurangi. Hal-hal yang menjadi kekuatan didorong kemunculannya secara optimal. Strategi untuk membuat kegiatan yang bervariasi adalah dengan melemparkan sebuah pertanyaan. sebab ketidak siapan hal ini akan mengganggu secara psikhologis yang akhirnya bisa membuat fatal presentasi. Persiapan. Media atau alat bantu presentasi juga harus dipersiapkan. mendorong pemecahan masalah secara kolektif. garis. Perlu diingat bahwa presentation skills merupakan kemampuan yang dapat dipelajari untuk meningkatkan kemampuan berekspresi diri baik secara lisan maupun tertulis. Struktur yang baik akan menentukan ketuntasan penyampaian gagasan/ide. mendorong terjadinya diskusi dan sebagainya. membagi tugas. memperlihatkan video klip. ruang sehingga frame menjadi kesatuan disain yang tidak norak tetapi lembut dan serasi. Bahan disiapkan dengan struktur yang baik mulai pembuka. Meningkatkan variasi kegiatan. Sehingga enak dilihat dan menjadikan betah menikmatinya.

dan sebagainya. Bila dalam waktu itu berhasil menguasai peserta didik maka 90% presentasi akan berhasil. Baik disainnya maupun penggunaannya. demikian pula sebaliknya. struktur penyampaian peserta didik (understanding audience) bahan. Dalam kesempatan tersebut manusia dituntut sebagai komunikator yang efektif. dalam keluarga. bisnis. Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar manusia sebagai makhluk sosial yang harus berkomunikasi dengan orang lain. Bila seorang mampu sebagai komunikator yang efektif. Untuk belajar mengekspresikan diri pertamatama kenalkan diri sedemikian rupa sehingga orang lain/peserta didik 48 . Menjadi komunikator yang efektif akan disegani dan dihormati. Mengekspresikan diri. dan belajar mengatasi konflik secara efektif. maka dia akan percaya diri bahkan mampu menghargai dirinya sendiri. Penggunaan media yang sebaik-baiknya. mampu menghargai orang lain secara tulus dan menimbulkan rasa kebanggaan dan kebahagiaan pada dirinya. Keterampilan komunikasi harus dimiliki dan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga tidak ditinggalkan orang lain hanya karena lemah dalam komunikasi. disegani/dihormati. Dengan demikian keterampilan presentasi merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Dalam setiap detik kehidupan manusia dituntut mampu berkomunikasi secara efektif dalam berbagai suasana seperti di kantor. menghadirkan/ menyajikan diri secara baik. berwibawa. Kemampuan berkomunikasi bagi sementara orang adalah sebuah talenta alami. Pemanfaatan 15 menit pertama bahkan 5 menit pertama adalah waktu yang sangat menentukan keberhasilan presentasi. pemahaman harus dipahami bahwa kenyataannya peserta didik terdiri 70 % pemalas sehingga harus dilayani.Pengelolaan Voice/suara . memberi pujian sepantasnya kepada orang lain. Belajar menjadi komunikator yang efektif berarti harus belajar mengekspresikan perasaan. Namun kemampuan tersebut bagi sementara orang harus dipelajari dan dilatih agar berkembang. karir.

misalkan dengan cara tarik napas panjang berkali-kali... Oleh karena itu pelajari gerak-gerik anggota badan. dan seterusnya.... kedua.... jangan pertama. perasaannya.mengenal dan memahami.. Coba bandingkan dan pelajari bahwa 49 . logis dan tidak emosional dan Be Tacful artinya meskipun tidak /kurang setuju sampaikan dengan cara yang positif. Tidak semua komunikasi berlangsung secara verbal bahkan berdasarkan penelitian 55% disampaikan secara non verbal. jantung berdebar-debar). Belajar Mendengar merupakan hal yang penting untuk menghindari diri dari kesalahpahaman. Ajukan pertanyaan dengan baik dan terstruktur. melantur.. namun usahakan bicara jujur tanpa menyakiti orang lain... Berbicara satu ide saja. Latihan diri untuk mengurangi kelemahan dan lebih menonjolkan keunggulan-nya . latar belakangnya. Bila harus berbicara.. Jelaskan alasan-alasan ketidak setujuannya tanpa harus menyerang pribadi apalagi di depan orang banyak. ketiga. pengetahuannya. tetapi singkat dan jelas.. putar-putar . Segera ambil langkah tindakan untuk mengatasinya. usahakan jangan menginterupsi pembicaraan orang lain sebelum orang lain menyelesaikan kalimatnya.. Usahakan jangan sampai perhatian terbagi dan tunjukkan minat pada apa yang sedang dibicarakan. Bila akan merespon. Bicara secara jujur merupakan hak dan tanggungjawab bagi setiap orang.. sampaikan secara singkat dan jelas bukan umum. sadarilah dan pahamilah gejolak emosi diri (perut. Tampilkan/tunjukkan rasa senang tidak emosional dan percaya diri dan bicaralah dengan jelas. Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi... mimik lawan bicara untuk di kelola. diam dan renungkan penyebabnya dan buang dengan melawan dengan kata-kata yang positif .. pandangannya dan sebagainya. Apakah gejala tersebut fair ? jangan-jangan sedang emosi. Buatlah daftar keunggulan dan kekurangan diri.. harus dilakukan dengan ringkas/padat dan tidak umum.. Setelah itu harus berusaha mengenal mereka.

Lakukan analisis masalahnya. 2. lebih bisa memahami diri sendiri. penerima. yaitu pengirim pesan (komunikator. dan cari kemungkinan yang paling memungkinkan dan menyenangkan semua pihak. buat daftar kemungkinan penyelesaian masalah. akan terjadi variasi relasi: komunikator komunikan. tabel. Sering kali kompromi harus terjadi dan mungkin tidak bisa dihindari. ide. encoder 50 . Dalam proses tersebut terdapat tiga elemen utama. 2003: 9. Duduk bersama. Bila harus mengatasi konflik. dan lain-lain) dengan penggunaan simbol-simbol kata [tekstual atau verbal] gambar. Apa maksudnya ? Mengatasi konflik sangat memerlukan keterampilan dan kemampuan untuk itu. dan memalingkan muka. konflik tersebut juga bermanfaat yaitu menjadikan lebih memahami orang lain. ceria. Proses komunikasi merupakan penyampaian pesan (informasi. pengirim decoder. pengetahuan. angka. 1964: 527). audience). aktor (presenter) respon. perasaan. Tetapi kalau dihayati betul. Haroldsen. pengambilan keputusan dapat berlangsung secara lebih baik. sumber audience. stimuls tujuan. Blake & Edwin O. dan mengatasi konflik merupakan pekerjaan yang menantang dan menarik. Pada kondisi lebih lanjut. presenter). harus diusahakan terfokus tidak membawa masalah-masalah yang lain.teman mengatakan ”tidak apa-apa” tetapi dengan wajah murung. presentasi adalah proses komunikasi langsung antara komunikator dengan komunikan. dan pesan itu sendiri. Dasar-dasar disain media presentasi Pada dasarnya. oleh karena itu laksanakan solusi yang disepakati. Ungkapkan perasaan secara tenang jangan emosional. menurut Reed H. dan sebagainya (Berelson dan Steiner. Memang kalau dirasakan konflik itu menyakitkan. penerima pesan (komunikan. Atasi masalahnya dan jangan menyerang pribadi. Konflik muncul saat bekerjasama dengan orang lain baik secara individual maupun kelompok.

tetapi pengirim pesan (presenter) adalah pihak yang bertanggung jawab mengambil inisiatif dan mengarahkan aktivitas itu. Model komunikasi. perhatian. sehingga proses komunikasi (presentasi) berlangsung optimal. dan (3) perlakuan atas pesan. ed. perasaan. yaitu: (1) tanda dalam pesan. a. 2003: 41). selain memandang proses komunikasi dari faktor pengirim pesan (control analysis) dan penerima pesan (audience analysis).. menurut Lasswell (dalam Blake & Haroldsen. terdapat 3 aspek utama. yang berkaitan dengan pemilihan materi untuk mencapai tujuan. yang menerima dan memberi balikan (feedback). (2) isi dalam pesan. Dalam lingkup pendidikan (pengajaran). Di sisi lain. pihak penerima pesan (audience) merupakan partisipan. dan minat terhadap substansi pesan yang disampaikan. media sering dipandang sebagai alat bantu atau berbagai jenis komponen dalam lingkungan belajar untuk menyampaikan pesan (materi pembelajaran). juga faktor isi pesannya (content analysis).Keberhasilan dari proses tersebut di atas mengandung suatu konsekuensi tindakan bagaimana substansi pesan dapat dikirim dan dapat pula diterima. Media Presentasi Arti paling elementer dari kata “”media” (medium) adalah perantara. Pada faktor pesan. Hali ini mengandung pengertian bahwa media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar. pengantar atau penengah (lihat Susanto. tetapi juga berperan memberi stimulus pikiran. 51 . Burhan dalam Kusmayati. yang berkenaan dengan pemakaian unsur-unsur simbolis yang disusun. yang berkenaan dengan cara pesan tersebut disajikan (dipresentasikan). 2003: 9-12). 2002: 7. Walaupun pengirim dan penerima pesan merupakan dua pihak yang aktif.

bahkan mengacaukan pesan utamanya. 52 . media presentasi dapat dianalogikan dengan kemasan. yang boleh diabaikan. Pada kasus tertentu desain atau pemakaian media yang kurang tepat memang dapat mereduksi. Pada sisi lain. komunikan Pada konteks lebih luas. sepenting apa pun substansi pesan tetapi bila kurang menarik media dan cara mempresentasikannya. substansi pesan justru terabaikan.pesan ???!!!! Media presenter. komunikator Peran media presentasi audience. sehingga mendesain media pada prinsipnya adalah mengemas substansi pesan agar lebih menarik dan lebih mudah diterima oleh pihak penerima pesan (audience). sebagai hal yang sekedarnya. tetapi merupakan salah satu faktor yang menentukan (determinant) terhadap nilai isi kemasan tersebut. Persoalan kemasan tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang remeh temeh. respon audience akan berkurang. Sebagus apa pun isinya tetapi bila kemasannya tidak menarik. sehingga pesan tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima. orang tidak akan meresponnya. salah satu hal yang pertu diperhatikan adalah bagaimana agar ketertarikan dan perhatian audience tidak sekedar terfokus pada medianya.

secara konvensional. 1999). Pada perkembangan selanjutnya. Aspek ini bisa menjadi suatu acuan pertimbangan ketika berhadapan dengan ranah estetis suatu tampilan grafis (desain visual). namun hal paling signifikan dalam konteks bahasan ini adalah adanya aspek kemenarikan (interestness) di dalamnya. tetapi selalu bernuansa relatif. Persoalan estetis (estetika). Untuk merepresentasikan atau mempersepsikan aspek kemenarikan dalam suatu tampilan grafis suatu media presentasi. secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. yang pada era masa kini. Unsur-Unsur Disain Grafis Komputer Istilah grafis berasal dari kata “”graphein” yang berarti menulis atau menggambar. dipandang berhubungan dengan persoalan tentang keindahan atau aspek keindahan (Djelantik. c.b. Pengertian dan pemahaman tentang estetika atau aspek estetis mengalami perdebatan dan pewacanaan yang panjang hingga sekarang. dan sangat situasional. Agar media presentasi tampil menarik (artistik) perlu dipertimbangkan aspek estetis yang paling mendasar pada saat mendesainnya. termasuk di dalamnya desain media presentasi. serta penataletakan (lay out)-nya. dan foto atau citra (image). setidaknya diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar desain grafis. istilah grafis digunakan untuk merujuk tentang tampilan visual yang berkenaan dengan tata huruf (tipografi). Estetis Tampilan Media Aspek estetis bukanlah persoalan benar-salah yang harus dipandang atau dipahami secara hitam-putih. 200: 24-25). Kata “estetika” (Yunani Kuno: Aistheton) pada mulanya dipahami sebagai kemampuan mencerap melalui penginderaan. yang selanjutnya berkembang menjadi pengetahuan tentang keindahan (Soemardjo. Grafis komputer adalah istilah yang lazim 53 . gambar (drawing). subjektif.

Berbagai alternatif tipografi dengan program Corel Draw (salah satu huruf dimanipulasi) 54 . namun tergantung dari konteks kesan yang ingin diciptakan. Karakter huruf tanpa kait. misalnya. Karakter huruf yang digayakan memiliki citra estetis (artistik) tetapi cenderung memiliki tingkat keterbacaan lambat dan kurang komunikatif. semua jenis huruf adalah baik. THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK huruf (font) memiliki kesan karakter danDOG Setiap jenis BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY tingkat keterbacaan tersendiri Pada program aplikasi olah grafis (Corel Draw. 1). Secara prinsip pemakaian.digunakan untuk mengidentifikasi atau menyebut perwujudan grafis secara computerized. Program aplikasi komputer grafis menyediakan unsur tipografi (font) dengan berbagai karakter yang telah dibakukan. Adobe Illustrator) terdapat fasilitas untuk memanipulasi huruf (font) bahkan dapat mengkonversi font menjadi modus vektor atau kurve. Tipografi Tipografi juga sering disebut seni huruf. Macromedia Free Hand. memiliki tingkat keterbacaan dengan cepat dan sangan komunikatif. sehingga cocok dipakai sebagai unsur teks pada tampilan media presentasi.

Untuk kepentingan praktis. dan piranti capture citra lainnya. kamera digital dan piranti capture lainnya. grafik. Foto atau citra diinput ke program komputer grafis dengan piranti eksternal seperti scanner. Corel Photo Paint. sedangkan untuk kepentingan profesional biasa digunakan program aplikasi Adobe Photo Shop dan didukung program lain (multi tasking). bagan. Photo Impact. 55 .2). logo. model. menggabungkan antarcitra (montase). lambang. dengan modus kurve. Photo Studio. Untuk memenuhi kepentingan tersebut. Gambar (drawing) Program aplikasi komputer grafis “olah gambar” menyediakan piranti dan fasilitas untuk membuat gambar. Foto atau Citra (Image) Foto adalah salah satu unsur penting pada tampilan grafis agar menarik. dari yang bersifat instan sampai yang profesional. foto digital. Program aplikasi olah citra memungkinkan untuk memanipulasi kualitas citra agar lebih bagus atau lebih buruk. Photo Deluxe. atau input eksternal dengan piranti keras pemindai (scanner). bisa dimanfaatkan program aplikasi oleh citra MS Paint. dan lain-lain. Gambar tersebur juga dapat dikombinasi dengan gambar dari aplikasi lain (multi tasking). berbagai jenis gambar 3). Dalam hal ini. dan sebagainya. aplikasi komputer grafis telah menyediakan program “olah citra”. mendistorsi. gambar bisa tampil dalam berbagai modus seperti ikon. mereduksi.

format data citra biasanya bermodus bitmap dengan pictorial cell. memberi efek. tipografi. warna. berbeda format data gambar (drawing) dengan modus vektor atau kurve. dapat diurai menjadi lebih elementer. 1). variasi. Pada aplikasi grafis. meliputi garis. yang secara universal sering disebut sebagai unsur-unsur desain. Semua unsur tersebut tersedia secara lengkap dalam program aplikasi komputer grafis. untuk berbagai kepentingan. garis Berbagai jenis. Hal ini berimplikasi adanya perbedaan teknis pengolahan antara format gambar dan format citra dalam proses mendesain. dan barik (texture). citra (image). dan foto seperti terurai di atas. dan style garis untuk mendukung tanpilan grafis tersedia dalam program aplikasi komputer grafis. bidang. gambar.mendeformasi. Dalam kasus 56 . dan lain-lain. ruang. diinput dengan piranti pemindai (scanner) Ketiga unsur grafis komputer.

bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dapat dikonstruksi secara praktis dengan piranti (tool) yang tersedia. Demikian pula. bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dan bidang organis 57 . bidang Bidang terbentuk dari unsur garis yang saling berhubungan. berbagai jenis dan ketebalan garis 2). Aplikasi komputer grafis memungkinkan untuk mendesain bidang-bidang geometris maupun bidang-bidang non-geometris (organis). bidang organis dapat didesain sesuai kehendak dengan piranti lain. tampilan gambar secara linier (secara utuh hanya berupa garis) justru memperjelas pesannya. Dalam hal ini.tertentu.

Pada modus warna kromatik. warna panas. warna sekunder. sedangkan pada modus warna cahaya warna primer terdiri atas red. warna tersier. Sebagai contoh. warna dingin. dan sebagainya. Pada dasarnya kalibrasi warna tersebut dari kombinasi berbagai warna primer. warna polikromatis. ruang (kesan) yang tercipta sebagai efek penataan elemen 4). merentang (mengkalibrasi) warna penuh (true colour) menjadi 232 warna.3). komputer grafis dengan setting 32 bit mampu membedakan. dan black (CMYK). Mendesain tampilan media presentasi perlu mempertimbangkan unsur warna agar lebih estetis dan artistik. warna Aplikasi komputer grafis menyediakan jutaan kalibrasi (rentangan) warna. warna komplementer. dan blue (RGB). warna monokromatis. 58 . Unsur ruang terjadi dari kesan yang timbul atas penataan berbagai elemen-elemen lain. Dalam lingkup desain grafis dikenal berbagai istilah berkaitan dengan warna. yellow. green. warna primer terdiri atas warna cyan. magenta. ruang (space) Ruang merupakan unsur desain yang sangat relatif keberadaannya dan berupa kesan. seperti warna primer.

lingkaran warna 5). berbagai jenis barik 59 . barik atau tekstur diartikan sebagai kesan suatu permukaan. barik (texture) Secara grafis. Program aplikasi komputer grafis menyediakan berbagai alternatif barik untuk keperluan tampilan visual.

image. suara. kesederhanaan (simplisity) unsur teks. irama (rhythm) pusatkan kesan irama pandangan masuk ke ruang display.d. gambar. ilustrasi. latar belakang. karakter font. kesatuan dan keselarasan (unity and harmony) satu frame satu konsep bahasan paduan unsur-unsur serasi (warna. Prinsip Desain (Grafis) 1). tidak menampilkan unsur-unsur yang berlebihan dalam satu display 2). tidak monoton bisa terbentuk dari pengulangan (repetisi) 3). keseimbangan (balancing) kesan seimbang kanan-kiri.point interest/ point centre/ eye catcher penekanan pada item yang dianggap lebih penting dari yang lain 5). animasi) 60 . warna. atas-bawah 4). gerak. suara agar perhatian audience tetap pada materi (substansi) pesan yang disampaikan. bukan sekedar pada medianya pilih karakter font yang mudah terbaca (lebih menguntungkan jenis font tanpa kait) pilih ilustrasi grafis/ gerak/ suara yang sederhana.

Media menjadi salah satu faktor determinan bagi keberhasilan suatu proses komunikasi. memiliki faktor kemenarikan (interestness) maka perancang atau pengguna media presentasi perlu memiliki pemahaman tentang dasar-dasar desain grafis. yang secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. khususnya presentasi. contoh display yang memperhatikan prinsip desain 61 . Salah satu aspek suatu media presentasi adalah menjadi daya tarik sekaligus merangsang perhatian audience sehingga substansi pesan yang disampaikan lebih mudah diterima. Buto Cakil bertemu Srikandi Surem-surem diwangkara kingkin lir manuksma kang layon…. Agar tampilan visual media presentasi.

BUTO CAKIL •Tokoh perang kembang • Sering berperang melawan kesatria dan tidak pernah menang •Tiap kali dibunuh. • Gigi mencuat (mancung) •Tokoh raksasa tetapi bertubuh kecil contoh display yang tidak memperhatikan prinsip desain 62 . tetapi ia selalu tampil lagi pada lakon yang lain • Kepalanya datar. mata juling.

Silabi TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI DESAIN OHT Slide Presentasi Terdapat jenis-jenis pengetahuan dalam materi pembelajaran. Pengetahuan yang berjenis prosedur akan lebih cocok bila didisain menjadi beberapa frame sesuai dengan bagian-bagian tertentu selanjutnya bisa ditayang kan bertumpuk. Prinsip dan konsep akan lebih cocok bila di disain menjadi frame tunggal. Disain media OHT maupun Slide presentasi harus bersumber dari kurikulum yaitu dari tujuan/kompetensi yang terdapat dalam silabus mata pelajaran.3. buka tutup. Oleh karena itu perlu direncanakan bentuk media yang sesuai. geser garis atau dengan menggunakan tanda panah. Produksi media OHT dan Slide Presentasi Langkah pertama dalam produksi materi presentasi untuk pembelajaran adalah membuat disain/perencanaan. Pengetahuan yang berjenis fakta. Untuk OHTmaupun Slide presentasi. 63 . masing-masing jenis pengetahuan dapat didisain bentuk transparansinya sebagai berikut.

KUARTO) • FONT YG MUDAH DIBACA • BESAR HURUF 20 – 48 • 1 LEMBAR 10 – 15 BARIS • WARNA YG KONTRAS (2-3 WARNA) 64 . M /L • MAL ( KERTAS GARIS UKR.Sedangkan jenis pengetahuan yang bersifat proses. akan lebih baik bila didisain dalam bentuk animasi. G U N AK A N : • TRANSPARANSI KHUSUS • SPIDOL KHUSUS UKR. JENIS PENGETAHUAN BENTUK KONSEP PRINSIP FAKTA FRAME TUNGGAL PROSEDUR BUKA TUTUP GESER-GARIS TUNJUK PROSES ANIMASI Produksi OHT write on (menulis langsung pada lembar transparant).

Untuk produksi OHT dan Slide presentasi dengan program power point adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut.• • • • • BUAT KONSEP DESAIN TIAP FRAME YG DITULIS KATA-KATA KUNCI TULISKAN KONSEP PADA TRANSPARANT 1 LEMBAR/FRAME HANYA 1 KONSEP BERI PENEKANAN PD KATA-KATA YG PERLU PERHATIAN Produksi OHT dengan komputer program power point aturannya sama dengan produksi slide presentasi. file pada komputer/laptop bisa dipanggil dan jalankan slide show. maka tayangan proyeksi nampak pada layar. Untuk penyajian dengan LCD/infocus projector. selanjutnya file bisa di print/cetak di kertas untuk di fotocopy di transparat atau di print langsung pada transparant warna untuk penyajian dengan OHP (Over Head Projector). Power on komputer Aktifkan MS Power Point Pilih format landscape/ portrait Pilih background Pilih lay out Pilih font Tuliskan konsep sesuai aturan Insert new slide frame berikutnya 65 . Setelah selesai membuat materi.

PowerPoint Klik pada START kemudian geser pada All Program Carilah shortcut Ms. PowerPoint Menu Bar dan Tool Bar Layar Edit Slide Map Task Pane Modus Tampilan Toolbar Drawing 66 .Mengaktifkan Ms. Power Point kemudian Klik Tampilan dan Elemen Jendela Ms.

Membuat Klik Menu File New Slide Baru Maka pada task pane akan terdapat Pilihan : • Blank Presentation • From Design templete • From Auto Content Wizard Klik salah satu Option tersebut Menentukan Layout Klik Menu Format Slide Layout Atau langsung pilihlah bentuk layout pada task pane. dengan pilihan yang begitu banyak Klik salah satu bentuk layout 67 .

Picture Pilih salah satu pilihan • Kemudian Klik Apply Menuliskan Text Klik pada kotak text box Ketikkan text SELAMAT DATANG Atur Jenis dan Ukuran dan warna Font Dengan Menu Format Font Setelah text pertama selesai Ulangilah dengan cara yang sama Untuk text box berikutnya 68 ..Menentukan Klik Menu Format Klik segitiga pulldown terdapat pilihan background Latar Belakang Background • More Color .Gradient .Texture .. ...Pattern . • Fill Effects .

dan juga diberi animasi seperti halnya text.Me masang Gamba r Klik Menu Insert – Picture Pilih Clip Art / From File Setelah gambarnya muncul. dapat ditambahkan slide berikutnya dengan cara : Klik Menu Insert New Slide Kemudian ulangilah langkah langkah seperti slide pertama 69 . Menambah Slide Berikutnya Setelah slide pertama selesai. aturlah ukuran dan Letaknya. setelah itu dapat ditambahkan text.

View Show atau tekan tombol Fungsi 5 ( F5 ) Cara Ini akan menampilkan seluruh slide. Jika akan ditampilkan slide tertentu saja. misalnya slide ke 10 Caranya adalah : 70 . • ditampilkan langsung pada layar komputer • dicetak pada mica transparansi (OHP) • atau dipresentasikan lewat LCD projector Caranya adalah : Klik menu Slide Show . ( tampak pada Map ) Klik menu Slide show – Slide Transition dapat diatur cara pergantian tiap slide Klik untuk memilih salah satu slide transition. dan aturlah optionnya Kemudian klik tombol Apply Menampilkan Slide Presentasi Slide dapat ditampilkan pada beberapa media.Mengatur Pergantian Slide Setelah anda memiliki beberapa slide.

caranya : Klik kanan – Go – By Title . atau berupa pencil sehingga dapat membuat “coretan” pada slide yang sedang tampil Caranya adalah : Klik kanan mouse.Pilih Klik nomor slide pada map untuk menandai slide yang akan ditampilkan Kemudian Klik pada icon Slide show ( gb. lalu pilih Pointer Option Atau menggunakan keyboard Ctrl-OP 71 . Layar ) Membuat Freehand Note (Pointer show) Adalah menampilkan pointer.Menampilkan Halaman Slide tertentu Untuk menampilkan Slide lain ketika presentasi sedang aktip.

Mengakhiri Presentasi Mengakhiri dan kembali pada Menu edit Tekan tombol ‘Esc’ Atau klik kanan kemudian End Show Tugas LATIHAN Buat disain OHT / Slide presentasi Materi Sesuai Bidang Keahlian Sesuai dg mata ajar masing-masing Satu tatap muka Buat Animasi setiap pergantian Slide Sajikan / Presentasikan dg Komputer dan LCD Print di Tranparansi Warna Print Pada kertas HVS Copy di Tranparansi Sajikan / presentasikan dg OHP 72 .

.Efektifkan kontak mata dengan audiens . bukan peralatan presentasinya ! .Amati responsnya .MENGGUNAKAN MEDIA OHP / LCD Ingat .Jangan bersembunyi di balik peralatan! .! •Media komunikasi hanyalah alat •Bagian terpenting dari presentasi adalah pesan yang disampaikan Aturan Dasar Presentasi : KIS (Keep it simple ) Kelola audiens. sesuaikan dengan jumlah audiens • Siapkan transparansi sesuai urutan tampilan • Transparansi bertumpuk sebaiknya disatukan (misalnya dengan klip kertas) 73 .Jangan menunduk ! Sebelum Presentasi (dengan OHP) • Kenali peralatan yang digunakan (terutama letak tombol ON-OFFnya) • Atur fokus dan besarnya tampilan di layar.

sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan audiens 74 . pastikan bahwa telah dilakukan simulasi Selama Presentasi dg LCD Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan.Selama Presentasi (OHP) Nyalakan OHP bila transparansi telah siap Susun transparansi yang telah ditayangkan dengan punggung menghadap ke atas Posisikan diri di sebelah kiri OHP Jangan tunjuk langsung tampilan di layar. Gunakan laser pointer bila mungkin Mematikan/menghidupkan OHP dapat digunakan untuk menarik perhatian audiens M tik OHP bil i i b k t j l b Sebelum Presentasi (dengan LCD Projector) Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide.

Dengan program power point 3. Apa saja yang harus saudara penuhi dalam membuat media OHT dan Slide presentasi untuk presentasi pembelajaran ? jelaskan alasan saudara. Sajikan menggunakan OHP 6.C. Latihan TUGAS : 1. Apa saja yang harus saudara perhatikan dalam presentasi mengajar menggunakan media OHP dan LCD ? berikan alasan-alasannya. Apa peranan penggunaan bahasa tubuh (non verbal) dalam proses pembelajaran. 3. dikumpulkan sebagai respound peserta) 1. lalu fotocopy di transparant 4. Print out di transparant warna 5. 75 . Sebutkan dan buat analisis masingmasing. Buatlah 5 lembar media OHT (write on) dari materi ajar saudara 2. Print out di kertas HVS. Jelaskan proses komunikasi yang terjadi dalam proses pembelajaran. Buatlah Slide presentasi dari materi ajar yang saudara ampu (minimal 10 frames). Terdapat empat hal dalam usaha sukses presentasi untuk menjelaskan materi sejelas mungkin kepada peserta didik. 2. Tes Formatif Soal uraian : (Tugas. 4. Sajikan menggunakan LCD D.

(boleh memilih dua opsi yang tepat) 2. Pikiran dan Perasaan B. C. Hal ini karena media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar pesan. Menarik perhatian D. Media dalam pembelajaran harus didisain dengan baik dan menarik. Menarik Minat. 76 . tetapi media juga perperan sebagai Perangsang: A. 3. D. Pewarnaan yang paling tepat pada disain berikut menurut saudara adalah: A B C D . Perhatian dan minat C. Pilihlah jenis huruf berikut ini yang menurut saudara paling tepat untuk membuat media OHT/Slide presentasi A. Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran B.Soal Pilihan Ganda : 1.

4. Disain yang paling tepat adalah A CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES B CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK C PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK D CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES 77 .

dkk.:Association for Educational Communication and Technology Blake. Agnew . Reed H. 1984. Multimedia In The Classroom. Jakarta: Penerbit Erlangga Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . tidak ada pilihan 7. Edmud Burke. Semarang : Proyek Peningkatan Guru IPS Kanwil Dekdikbud. Pengertian dan Penerapannya di Indonesia.Taksonomi Konsep Kumunikasi. Effective Teaching in Higher Education. 1995 : Penggunaan Alat Peraga. AB 2. Kamus Istilah Komputer. The Defuinition of Educational Technology. New Jersey: Prantice Hall. D 5. B 4. Teknologi Komunikasi Pendidikan. 1987.Penutup Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 1: 1. 1980. C 3. D Daftar Pustaka AECT. Haroldsen. Planning & Producing Instructional Media. 1996. Hartono Kasmadi . 1977.Estetika Suatu Pengantar. New York: Longman Metheu. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. G dan Atkins. 2003. Cara Pembuatan Media dan Alat Media Grafis. Dauglas. Program Media Fungsi dan Penggunaannya. Hamalik. 1983. Palmer W.1992. 1999. Oemar 1989. . Task Force on Definition and Terminology. Kemp Jerrold E dan Dayton Deane K. ABCD 4. A 3. B 6. Brown. M. Semarang : UPMSB IKIP Heri Subagyo. Feldman. AAM. Jakarta : Pustekom Depdikbud. Surabaya: Papyrus. & Edwin O. ABCD Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 2: Kunci : 1. Art as Image and Idea. Boston: 78 . Inc. 1967. C 2. Washington DC. Bandung : PT Citra Aditya Bakti. Englewood Cliffs. Media Pendidikan .. 1985. USA: Harper & Row Publishers. Downing and Michael Covington. Jakarta : Direktorat Pendidikan Umum Djelantik. Technology.

Desain Media. Bandung: Rosdakarya. Simbol dan Daya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1829-930X. 2004. 2002. Bandung: Penerbit ITB. Estetika: Makna. Alex. Yogyakarta: Galang Press. Media Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius. Menimbang Ruang Mernata Rupa. Soemardjo. 2000. _____. Agus. Jakob. 1996.Diksi Rupa. Media Pendidikan. No. Raja Wali . Jakarta: Depdikbud. Jakarta: Pustekom Depdikbud. Susanto. 79 . Pengembangan Media Instruksional. Rahardjo. 1994. Semarang: Uneversitas Negeri Semarang. 2002. Sobur.Allyn and Bacon. Priyono Andreas. Jakarta : PT. Mikke. Semiotika Komunikasi. Sachari. Presentation Skills. 2003. Bandung: Penerbit ITB. Sadiman Arief S. Filsafat Seni. Sukadi. edisi Juli 2004. ______________. 2000. “Media Digital: Alternatif Media Seni Rupa Masa Kini” dalam Imajinasi Jurnal Seni FBS Universitas Negeri Semarang. Supatmo. 1991.1986.. A .

BUKU AJAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS .

(h) peranan pemerintah sebagai mediator antara sekolah dengan industri hampir 1 Penelitian Tindakan Kelas SMK . (c) rendahnya dana pendidikan sehingga terbatasnya peningkatan fasilitas media pembelajaran. (e) tidak adanya sinkronisasi materi pelatihan yang baku antara SMK dengan industri. (d) hampir tidak ada industri yang memiliki divisi pelatihan tenaga kerja secara internal untuk dijadikan wadah pelatihan siswa SMK. mengingat kualitas pendidikan khususnya SMK saat ini masih menghadapi banyak permasalahan antara lain. (b) keterampilan yang diajarkan sudah tidak sepadan dengan kebutuhan industri. Namun di satu sisi keluhan oleh kalangan industri terhadap rendahnya kualitas lulusan SMK merupakan fakta yang harus segera disikapi dengan tindakan berupa perbaikan berbagai aspek terutama pada aspek manajemen pengelolaan SMK yang di dalamnya termasuk keprofesionalan mengajar yang harus dilaksanakan oleh guru. (f) peran majelis sekolah tidak optimal. Latar Belakang Dalam menghadapi era perdagangan bebas. khususnya tenaga kerja tingkat operator (SMK). Upaya ini dilakukan. Beberapa faktor yang dipandang sebagai penyebab rendahnya kualitas tersebut antara lain: (a) belum banyak industri yang ikut terlibat dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).BAB I PENDAHULUAN A. (c) masih banyak industri yang merasa terganggu dengan kehadiran siswa PKL. Perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama dalam bidang elektronika berpengaruh pada kebutuhan tenaga kerja terampil. (a) rendahnya kemampuan lulusan. (d) kualitas lulusan masih dianggap belum mampu memenuhi persyaratan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha / industri. (b) lulusan baru dalam taraf siap latih dan bukan siap kerja. (g) kurikulum SMK disusun secara sepihak tanpa adanya keterlibatan industri. dalam bidang pendidikan kini terus dilakukan upaya peningkatan secara sistematis untuk menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas.

baik pada tujuan maupun isi pembelajaran. Pemikiran ke arah inovasi sebagai upaya mengeliminasi faktor-faktor penghambat dan penyebab rendahnya kualitas lulusan SMK telah diupayakan oleh pihak pemerintah melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). mengakibatkan rendahnya kualitas praktik yang dicapai mahasiswa. menunjukkan bahwa dalam perencanaan pembelajaran PSG belum sepenuhnya mewujudkan keterkaitan dan kesepadanan. Demikian pula dalam pelaksanaannya. (4) kurangnya fasilitas dan dana operasional kegiatan praktik. nampaknya merupakan sebuah model pembelajaran sebagai langkah untuk menuju ke arah perbaikan kualitas 2 Penelitian Tindakan Kelas SMK .tidak ada. ( j ). (2) dalam tahapan penyelenggaraan pendidikan masih sangat kuat adanya pengertian” pendidikan demi pendidikan” artinya pengajar seakan-akan sudah puas apabila pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas sesuai dengan program yang tercantum dalam kurikulum. (1) lulusan tidak mampu menghasilkan tamatan yang berkualitas siap pakai. seperti dalam menyampaikan isi pembelajaran. menggunakan strategi dalam bentuk pengajaran gradual dalam pola remedial dan program pengayaan dengan sistem evaluasi berbentuk harian. (3) kegiatan pembelajaran praktik hanya mengandalkan kegiatan praktik di bengkel kampus. dan (5) permasalahan yang ada pada pihak masyarakat pengguna tamatan. KBK yang berorientasi pada pencapaian kompetensi standard (KS) dan kompetensi dasar (KD). (k) kurangnya pelatihan keterampilan yang diberikan kepada guru pengajar praktik. blok dan portofolio untuk ketiga ranah. Keterampilan mengajar yang dimiliki guru bersifat statis. masih banyak masalah yang dihadapi guru. (l) kualitas dan kuantitas peralatan praktik di SMK masih kurang dan ketinggalan jaman. (i) tidak berfungsinya Unit Produksi (UP) sebagai” replika industri” yang dapat dijadikan institusi pasangan di sekolah. Hasil penelitian I Made Sudana (1998) di beberapa SMK Teknologi di Jawa Tengah. adalah suatu kelemahan yang sangat mendasar. Menurut Wardiman (1994) ada beberapa permasalahan dalam pendidikan kejuruan antara lain. metoda dan media mengajar serta pelaksanaan evaluasi juga masih banyak kekurangan. khususnya dunia usaha/industri.

bahwa tujuan penyelenggaraan pendidikan adalah menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan. maka upaya perbaikan terhadap kualitas tenaga pengajar khususnya peningkatan kemampuan yang mencakup pengetahuan dan skill bagi guru-guru SMK sangat mutlak dilakukan agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah sebagai salah satu solusinya Berdasarkan kondisi di atas. dalam penyelenggaraannya masih banyak dijumpai kendala. seperti minimumnya kemampuan pemerintah dalam meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya SMK. jenis-jenis penelitian tindakan kelas. Perbaikan pada proses pembelajaran oleh guru kini nampaknya menjadi salah satu upaya pilihan yang mesti dilakukan yaitu melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). faktor pengajar menjadi sangat sentral dalam proses pembelajaran. karena seorang pengajar dituntut untuk mampu mengelola dan mengevaluasi proses belajar siswanya. yang mungkin belum banyak dilakukan oleh guru di kelasnya. Salah satu kendala yang sangat mempengaruhi kualitas lulusan secara keseluruhan adalah aspek pembelajaran. 3 Penelitian Tindakan Kelas SMK prinsip-prinsip dalam melakukan . Deskriptif Penelitian Tindakan Kelas (class room action research) selanjutnya disingkat PTK dalam buku ajar ini membahas tentang . Seperti dikemukakan oleh Soewarni (1993) dan Sulaiman (1993). untuk meningkatkan mutu keterampilan lulusan pendidikan. karakteristik penelitian tindakan kelas. Menyadari keterbatasan ditinjau dari berbagai variabel. bagaimana konsep penelitian tindakan kelas. serta tujuan yang dinginkan dari penelitian tindakan kelas. pengertian penelitian tindakan kelas. Namun dalam kenyataan. keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. Padahal menurut Bhattacharya dan Mandke (1992) bahwa pengajar seharusnya memahami tentang metodologi pengajaran.dan sebuah statregi antisipatif dalam persaingan mutu tenaga kerja pada era globalisasi. B.

E. penguasaan aplikasi teknik analisis statistik dan juga terutama dalam menginterprestasikan hasil analisis statistik yang dilibatkan nantinya. D. persyaratan yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian tindakan kelas.penelitian tindakan kelas. Menerapkan teori-teori penelitiaan tindakan kelas yang diberikan dalam pembelajaran ini 4 Penelitian Tindakan Kelas SMK . di samping dari bahan buku ajar ini. Prasyarat Untuk memudahkan memahami bagaimana melakukan penelitian tindakan kelas. langkah-langkah yang dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. peserta diharapkan dapat menginventaris berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan yang selanjutnya dilakukan penajaman-penjaman sehingga peserta tidak akan kesulitan di dalam mengangkat sebuah permasalahan untuk dijadikan sebuah tema penelitian sampai melaporkan hasil akhir penelitian nantinya. Oleh karena itu untuk dapat memahami dan menerapkan petunjuk-petunjuk maupun konsep-konsep yang ada dalam buku ini. Petunjuk Belajar Buku ajar ini hanya membahas garis-garis besar cara melakukan penelitian tindakan kelas. Kemampuan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan riil yang dihadapi di kelas 2. kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini. Kompetensi dan Indikator a) Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam buku ajar ini. peserta diharapkan mempunyai kompetensi : 1. maka peserta dituntut untuk memahami pengetahuan tentang metodologi penelitian secara umum. C. serta paham tentang tata cara menulis karya ilmiah yan diperlukan dalam menyusun proposal penelitian maupun pembuatan laporan akhir peneli-tian.

Menyusun proposal penelitian tindakan kelas 4. 3. Peserta mampu melakukan penelitian kelas sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada.3. Peserta mampu menerapkan teknik analisis statistik yang tepat dalam proposal yang disusun 5. 5 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Peserta memiliki kemapuan menulis proposal penelitian tindakan kelas 4. Melakukan penelitian tindakan kelas berdasarkan permasalahan riil yang ditemukan di kelas b) Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1. Peserta mampu dalam mengidentifikasi dan menentukan tema penelitian. Peserta dapat menunjukkan berbagai permasalahan yang ditemukan di kelas 2.

Kompetensi dan Indikator 1). Memahami arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. karakteristik penelitian tindakan kelas. peserta akan mendapatkan gambaran yang lebih rinci tentang konsep PTK dan langkah-langkah pelaksanaannya. Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dalam melakukan PTK Pengantar Pada bagian ini dibahas tentang pengertian apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan kelas. jenis-jenis penelitian tindakan kelas. Memahami karakteristik penelitian tindakan kelas 2). 3. prinsip-prinsip dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Kompetensi Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan : 1. Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1. langkahlangkah dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Peserta dapat menjelaskan karakteristik penelitian tindakan kelas 4. Peserta dapat menjelaskan jenis-jenis penelitian tindakan kelas 3. tujuan penelitian tindakan kelas. 6 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Peserta dapat menjelaskan arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini.BAB II KONSEP PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Dengan demikian setelah mempelajari materi ini. konsep penelitian tindakan kelas. Mengidentifikasi jenis-jenis penelitian tindakan kelas. persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas.

Pola Penelitian Tindakan Kelas Apa itu Penelitian Tindakan Kelas? Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran 5. Mengapa guru dianggap paling tepat untuk melakukan PTK ? 1. Temuan penelitian tradisional sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran 3. Masalah berawal dari guru 2. Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti. Tujuannya memperbaiki pembelajaran 3.B. Meningkatkan rasa percaya diri guru 4. Guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya 2. Apa manfaat PTK bagi guru? 1. PTK memiliki karakteristik sebagai berikut. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran 2. Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya 7 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Meningkatkan profesionalitas guru 3. Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya 4. dan merefleksikan tindakan baik secara manidiri maupun kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik 5. melaksanakan. 1. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya. Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidahkaidah penelitian 4.

Akhir-akhir ini di Indonesia berkembang penelitian tindakan kelas kelas. antara lain: 1.PTK sebagai salah satu metode penelitian terdapat beberapa keterbatasan. Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan oleh guru sebagai usaha mengejar ketinggalan dunia lain yang sibuk menerapkan berbagai ekpserimen dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang dipandang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Peran guru yang bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering membuat sangat repot. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian guru yang bersifat reflektif. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. yang ditindak lanjuti dengan kegiatan nyata melalui penelitian tindakan kelas yang direncanakan dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. Berbagai upaya pembaharuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan antara lain peningkatan kurikulum melalui isi. Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah. Validitasnya yang masih sering disangsikan 2. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan program pembangunan pemerintah dalam rangka mengatasi keterbelakangan. PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalam pembelajaran. Tidak mungkin melakukan generalisasi karena sample sangat terbatas 3. Artitinya penelitian guru berawal dari masalah-masalah yang di alami guru di dalam proses pembelajaran. pengembangan melalui penelitian pembelajaran seperti penelitian tindakan kelas ( action research). 8 Penelitian Tindakan Kelas SMK . yang kemudian di refleksikan sebagai alternatif pernecahan masalah. pemerataan pendidikan.

observasi. dan refleksi. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memiliki siklus . R R R A A A P P P Keterangan : P = Plan A = Action/Observation R = Reflection Jumlah tahapan siklus yang akan dilakukan tergantung dari hasil perlakuan yang diperoleh. tiga atau lebih. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam proses bersiklus yang terdiri empat tahapan. dua . Jadi bisa satu tahapan. Siklus penelitian kelas dapat bersifat spiral seperti berkut ini. perencanaan.siklus atau perulangan-perulangan tertentu tindakan guru kelas. 9 Penelitian Tindakan Kelas SMK . pelaksanaan tindakan.Apabila di dalam melaksanakan kegiatan nyata belum / tidak berhasil mencapai target hasil yang diharapkan atau menemukan masalah baru diperlukan kegiatan berikutnya yang dikenal dengan penelitian siklus sebagai cara pemecahan masalah dengan alternatif lain dan siklus-silkus selanjutnya sampai masalah dapat di atasi dengan tuntas. sehingga mampu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Bentuk penelitian reflektif diri kolektif yang dilakukan pesertapesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka. Bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat 10 Penelitian Tindakan Kelas SMK ..5-6 ). ( Kemmis dan Taggart.Bentuk lain dari perencanaan di atas dapat gambarkan sebagai berikut: KONSTRUKTIF Perencanaan REKONSTRUKTIF Tindakan Refleksi Observasi (Wacana antar partisipan) (Praktik Dalam Konteks) 1. 1988 . Definisi Penelitian Tindakan kelas Penelitian tindakan kelas adalah : Intervensi skala kecil terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan yang cermat terhadap pengaruh intervensi tesebut ( Cohen dan Manion 1980 : 174 ). serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktikpraktik tersebut.

memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pem-belajaran di kelas secara profesional. yang dilakukan oleh pelaku tindakan (pendidik). ( Stephen Kemmis. situasi di tempat praktik itu dilaksanakan. Dalam bentuknya yang paling jelas penelitian tindakan diagnostik dapat dijelaskan sebagai berikut. serta memperbaiki kondisi praktik pembelajaran tersebut dilaksanakan (Pelatih Proyek PGSM. atau dua jenis. Jenis-jenis Penelitian Tindakan Kelas Para ahli peneliti pendidikan membagi Penelitian tindakan kelas berbeda-beda. Suatu bentuk penelaahan (incuiry) melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial untuk memperbaiki rasionalisasi dan kebenaran dari: praktik sosial atau kependidikan yang mereka lakukan sendiri. 2. Empat jenis penelitian tindakan kelas itu adalah : 1. ( Suyanto. memperdalam. 1997 ). Penelitian jenis ini tumbuh dan berkembang karena dua kelemahan penelitian tindakan jenis pertama a) diagnostik tidak selalu mendorong dilakukannya tindakan b) keterlibatan tim peneliti dalam masyarakat terkait kurang menjamin pelaksanaan tindak- 11 Penelitian Tindakan Kelas SMK . pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. 1999). ada yang membagi menjadi empat jenis. Penelitian Tindakan Partisipan. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Peneliti diundang memasuki situasi yang telah ada dan kemudian peneliti melakukan diagnosa situasinya. 1992). Suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. 2. Penelitian Tindakan Diagnostik yaitu penelitian yang dirancang guna menuntun kearah tindakan. pemahaman mereka terhadap praktik tersebut. tiga.

3. Proses penelitiannya pada pokoknya berkenaan dengan dengan penyimpanan catatan dan pengumpulan pengalaman dalam pekerjaan sehari-hari. Ciri-ciri utama Penelitian tindakan kelas memiliki ciri utama: 1. Ciri-Ciri Penelitian Tindakan Kelas a. 3. Penelitian ini adalah penelitian yang menerapkan berbagai teknik tindakannya dengan efektif. Artinya masalah yang diteliti adalah masalah-masalah riil yang dialami guru sehari-hari bukan masalah yang direkayasa. pema12 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Penelitian tindakan yang hanya menghasilkan suatu pengertian. 4. 2. Penelitian tinclakan eksperimental. Dengan demikian mereka itu tidak hanya dapat menyadari perlunya melaksanakan program tindakan tertentu akan tetapi secara jiwa dan raga akan terlibat dalam program tindakan tersebut. Penelitian tindakan kelas selalu berorientasi pada pernecahan masalah. Gagasan dasar penelitian tindakan jenis ini adalah melakukan sesuatu dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi.an yang disarankan. Masalahnya adalah menemukan cara mana yang terbaik. Penelitian tindakan kelas selalu berfokus pada masalah yang riil yang muncul dari proses pembelajaran atau dunia kerja peneliti yang ada dalam tanggung jawabnya. Hampir selalu ada lebih dari satu cara untuk mencapai sesuatu. Gagasan sentral penelitian tindakan partisipan ini adalah bahwa orang yang melakukan tindakan harus juga terlibat dalam proses penelitian awal. Penelitian Tindakan Empiris.

Artinya peneliti dapat bekerja sama dengan orang lain (dosen) dalam melakukan tindakan. 13 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 6. Penelitian tindakan kelas memerlukan berbagai cara koleksi data. Guru tidak harus sendirian berupaya memperbaiki proses pembelajarannya. skenario tindakan seperti pengamatan. orang yang melakukan. karena tidak memecahkan masalah. Penelitian tindakan menegaskan pentingnya aksi dari setiap komponen dari sistem organisasi berkembang menjadi lebih baik. Penelitian tindakan kelas berorientasi pada peningkatan kualitas. 4. 3. Kedua. Masalah tidak berasal dari luar atau saran orang lain yang mengenal masalah yang terjadi di dalam kelas. berbagai cara pengumpulan data umumnya digunakan. permasalahnnya diangkat dari dalam tempat guru mengajar yang benar-benar dihayati oleh guru sebagai masalah yang harus diatasi. bentuk tindakan. penelitian tindakan kelas adalah bersifat kolaboratif. Ciri-ciri lain dari penelitian tindakan kelas sebagai berikut: Pertama. dan refleksi hasil dari tindakan. Artinya tindakan pada penelitian ini melalui program yang cermat seperti jadwal rinci. 5. Peneltian tindakan kelas adalah siklus (Cyclic). alat ukur sebagai kontrol keberhasilan dari tindakan pemecahan masalah.Untuk memenuhi prinsip kebenaran itu problem. Penelitian tindakan kelas bersifat kolaborasi. b. Oleh karena itu pada penelitian tindakan kelas guru harus jujur dan peka bahwa benar-benar memiliki masalah dalam proses pembelajaran.haman dianggap tidak bermanfaat. Masalah penelitian bukan berasal dari hasil penelitian atau hasil kajian yang diluar penghayatan guru. aksi dari tindakan.

dan dilakukan guru sendiri ( bukan orang lain ) 14 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Oleh karena itu ciri kolaboratif ini harus secara konsisten tertampilkan sebagai kerjasama kesejawatan dalam keseluruhan tahapan penyelenggaraan PTK. Artinya penelitian di kelas yang tanpa memberikan suatu tindakan apa-apa dikelas untuk memperbeik proses pennbelajaran bukan penelitian tindakan kelas. penelitian tindakan kelas merupakan jenis penelitian yang mememuculkan adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar dikelas. made public). Perbaikan proses pembelajaran dari dalam (an inquiry on practice from within). melainkan sebagai sejawat di samping sebagai pendidik calon guru yang seyogyanya memiliki kebutuhan untuk belajar dalam mengakrabi lapangan demi peningkatan mutu kinerjanya sendiri. b. c.Guru dapat dibantu pakar pendidikan lain seperti pengawas. atau guru lain. Bersifat reflektif (a reflective practice. Keterlibatan dosen LPTK dalam PTK bukanlah sebagai ahli pendidikan Yang tengah mengemban fungsi pembina guru. Artinya keinginan untuk melakukan penelitian muncul karena adanya adanya permasalahan praktis yang dihayati dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh guru sebagai pengelola program pembelajaran di kelas atau sebagai jajaran staf pengajar di sebuah sekolah. Pada umumnya dosen tidak mempunyai akses langsung. Ketiga. Penelitian tindakan kelas perlu didasari oleh permasalahan praktis yang dirasakan guru di dalarn kelas. 4. dosen. Penelitian yang dilakukan dikelas belum tentu merupakan penelitian kelas. maka PTK diselenggarakan secara kolaboratif dengan guru yang kelasnya dijadikan kancah PTK. Usaha kolaboratif antara guru dan dosen (a collaborative effort between school teachers and teacher educators). Penelitian Tindakan Klas mempunyai karakteristik sebagai berikut: a.

Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. merumuskan masalah. hipotesis meyakinkan. 15 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Peserta mendiskusikan makna skema rancangan PTK secara mendalam 3. setiap peserta ditugaskan untuk : 1. Prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas . 5. dengan metodologi yang tidak terlalu kaku namun tetap menekankan obyektivitas. Penelitian tindakan kelas tidak harus mandiri tetapi guru dapat berkolaborasi dengan dosen Lernbaga Pendidikan Tenaga Kependidikan maupun dengan teman sejawat sebagai mitra sejawat dalam penelitian ini. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang ciri-ciri dan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan PTK. Peserta mengidentifikasi persyaratan-persyaratan yang harus diperhatikan bila hendak melakukan PTK D. c. Penelitian kelas mempunyai prinsip-prinsip antara lain: a. Penelitian tindakan kelas tidak boleh mengganggu kegiatan guru mengajar dikelasnya.yang tidak mengetahui tentang hal-hal timbul dan yang terjadi di dalam kelas untuk memperbaiki proses pembelajaan secara langsung. Latihan 1. Peserta meringkas bahan pelatihan yang telah dijelaskan oleh instruktur 2. Artinya guru dapat menempuh prosedur yang mudah dilakukan sendiri tanpa meninggalkan tugas sebagai guru yang baik. Metode yang digunakan harus cukup andal (reliable) yang memberi kemudahan guru mengidentifikasikan masalah. mengembangkan strategi pembelajaran C. Lembar Kegiatan Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. b.

Tes Formatif 1. yang semuanya harus dijadikan tuntunan dan pertimbangan oleh guru yang akan melakukan PTK. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil identifikasi masalah ! E. Faedah apa yang dapat dipetik dengan model penelitian yang bersifat siklus dan reflketif ? 8. Apa tujuan dan manfaatnya jika dalam penelitian tindakan kelas dilakukan secara kolaboratif dengan pihak lain (dosen LPTK) ? 6. Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah. Jelaskan makna dan fungsi dilakukannya PTK oleh seorang guru ? 4. tetapi dapat bekerjasama dengan dosen LPTK sebagai mitra dan sejawat dalam upaya mencari strategi pemecahan masalah yang dihadapi oleh guru di kelasnya. Pada dasarnya PTK tidak harus dilakukan oleh guru sendirian. F. PTK mempunyai ciri-ciri utama maupun ciri-ciri khusus.2. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memunculkan tindakan tertentu untuk proses perbaikan pembelajaran. Rangkuman Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bermula dari temuan riil oleh calon peneliti di lapangan (kelasnya). Prinsip-prinsip apa aja yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan sebuah PTK ? 7. Jelaskan ciri-ciri yang dimiliki oleh PTK ? 16 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Kenapa PTK tidak tepat dilakukan oleh orang lain ? 5. Apa alasannya PTK selalu dirancang dalam bentuk tahapan siklus yang berulang-ulang ? 2. Apa hakekat utama dari penelitian tindakan kelas tersebut ? 3.

17 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan. Peserta dapat membuat rancangan tindakan pelaksanaan PTK c. Peserta memahami cara menyusun laporan hasil penelitian 2) Indikator keberhasilan pengajaran ini: a. Kompetensi dan Indikator 1) Kompetensi yang ingin dicapai dari pembelajaran ini : a. Preserta dapat menggunakan teknik analisis data d. Peserta memahami cara menganalisis data penelitian d. bentuk dan skenario tindakan.BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Peserta memahami prosedur menyusun proposal PTK b. Peserta memahami rencana tindakan dalam melaksanakan PTK c. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksana-annya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. 18 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Peserta mampu menyusun proposal PTK b. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Peserta dapat membuat laporan PTK Pengantar Bagian ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan. serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian. pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan.

Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya. (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya. (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK. (1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara. maka dalam kegiatan ini meliputi beberapa kegiatan pokok. dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK. atau kiat tertentu. strategi. sampai rancangan analisis data yang akan digunakan.B. (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK. konsep. Pada dasarnya sebuah proposal penelitian berisi tentang penjelasan yang diawali dengan pemaparan latar belakang masalah yang ditemukan. 19 Penelitian Tindakan Kelas SMK . (5) memilih dan menyusun persfektif. pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. Langkah-Langkah PTK a. yaitu. Menyusun proposal PTK. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. (4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan. media. (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan. bahkan bersamaan. Sebelum melakukan penelitian seorang calon peneliti (guru) dituntut untuk menyusun proposal yang akan dijadikan panduan dalam melaksanakan kegitian penelitian. tujuan dan manfaat yang diharapkan. Oleh karena itu dalam rangka menyusun sebuah proposal. baik pelaksanaan tindakan. (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan. b.

Dalam kegiatan ini pertamatama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. dan kajian konsep atau teoritis. maupun refleksi. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. pengamatan. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Pada kenyataannya dosen dapat diajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. pelaksanaan tindakan. diagnosis masalah hendaknya dilakukan oleh guru untuk dipecahkan. d. Setelah itu. tujuan. Inilah bentuk laporan PTK. Oleh karena itu. perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah.c. Dosen baru-boleh 20 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Menulis laporan PTK Kegiatan yang berkaitan penulisan laporan dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. 1. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. rumusan masalah. Diagnosis dan Penetapan Masalah Masalah PTK yang merupakan penelitian guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. Menganalisis data Data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan.

mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya (salah satu bentuk penelitian kolaborasi). guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan (a) pengelolaan kelas. masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”. serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. rumusan masalahnya. Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. dan 3) peralatan tertentu. 2) sumber-sumber lingkungan. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga. 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif. dapat “ditindaki”. 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar. 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar. (c) pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar. guru (bersama dosen) perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan peme21 Penelitian Tindakan Kelas SMK . PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa. guru. dan “ditindaklanjuti”. atau hipotesis tindakannya. (b) proses belajar-mengajar. 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa. dan 4) memperbaiki metode evaluasi. 2) mengembangkan kurikulum. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar. Dalam kegiatan di kelas. atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. misalnya 2 minggu atau satu bulan. PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar. dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. maupun (d) sebagai wahana peningkatan personal dan profesional. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu. Jadi. Dari sekian banyak kemungkinan masalah. dan orang tua.

Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama (oleh dosen dan guru) setelah menganalisis seluruh pilihan masalah. dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. • Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik. Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi? • Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif? Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah.cahannya dalam penelitian yang akan dilakukan itu. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan guru (dan dosen) dapat berupa rumusan sebagai berikut: * Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar? Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa : • Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? Yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut. 22 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut. minat. aktif berpikir)? • Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya? •.

baik secara ”hands on”. Guru menduga bahwa siswa kurang aktif dalam mengikuti proses belajar. Misalnya dipilih masalah sebagai berikut. apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu. di kelas. bahkan juga kalau mungkin ”hearts on”). cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran.Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan?. Isu: Siswa kurang aktif di kelas. dan sekolah mana hal itu terjadi?” Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya. Tujuan penelitian: Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini. Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas? Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk : ”Masalah apa yang terjadi di kelas. aktif secara utuh (sedapat mungkin ”hands on” atau ”minds on”. bagaimana upaya mengatasinya. Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah yang visible dapat diteliti. ”minds on” maupun ”hearts on” ? 23 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan atau yang mempertanyakan. Masalah: Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas.

”minds on” maupun ”hearts on”. atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau yang lainnya. penggunaan sungai. dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah. 2. Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas. Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. Biasanya tujuan penelitian dinyatakan dalam bentuk pointer-pointer. Lebih jauh dikatakannya dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas.Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian. Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem possing (memunculkan masalah). Bentuk dan Skenario Tindakan Menurut Herawati Susilo dan Kisyani Laksono (2007). gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih. Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu. strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. 24 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru. dan seterusnya). penggunaan lingkungan sekitar sekolah. baik secara ”hands on”.

1).3. proses (saat berlangsung). 3). Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal. instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal). Di samping itu. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan. dan output (hasil). Pengembangan Instrumen Untuk mengukur keberhasilan tindakan Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. Instrumen untuk proses Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan.a. Instrumen untuk input Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih. Instrumen untuk output Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. buku teks dalam kondisi awal. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. 25 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 3. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal. dst. Akan tetapi. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati. Dari sisi proses Dari sisi proses (bagan alirnya). 2).

Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann.b. instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom). Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. dsb. misalnya.1992). 3. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record). Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri. Sejauh mungkin. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers) Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas. tentang organisasi kelas. 26 Penelitian Tindakan Kelas SMK . yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers). instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga). catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. respon siswa terhadap lingkungan kelas.maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). yaitu a) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas. c) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati. batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas. Dari sisi hal yang diamati. instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. 1). Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. dan d) pengamatan harus dilakukan secara objektif. Dari sisi Hal yang Diamati Selain dari sisi proses (bagan alir). b) tujuan.

b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form). dan manajemen kelas. 2). Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms) Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. h) Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students). g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-. Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas. c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns). 27 Penelitian Tindakan Kelas SMK . and Post-Teaching Activities) . antara lain: a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events). tata letaknya. dsb.Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. antara lain: a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization). f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions). Di samping itu. e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model). d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation). Whilst-.

dan sesudah usai pembelajaran. saat berlangsung. antara lain: a) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) . d) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students). Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum. Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK. saat tindakan diimplementasikan. dsb. c) Format Bayangan (Shadowing Form). 3). e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews). dan seusai tindakan. e) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart). g) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory). Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students). f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies). d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment). Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati. i) Sosiogram. mulai dari sebelum dilakukan tindakan.b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map). h) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection). b) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students). f) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons). dsb 28 Penelitian Tindakan Kelas SMK . dalam kurun waktu tertentu. c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms).

dapat pula dilakukan secara bebas.Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud: (a) Pedoman Pengamatan. pendapat. daftar cek). 29 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. alat perekam elektronik. Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi. wajar. penggambaran interaksi dalam kelas. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format. catatan lapangan. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif. siswa. dan peneliti berperan sebagai mitra. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap. atau pemetaan kelas (cf. Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif. atau wawasan . kasus istimewa. atau untuk melukiskan suatu proses . dan proses lainnya. Mills. observasi aktivitas di kelas. aktivitas. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. misalnya perilaku. (b) Pedoman Wawancara Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi. 2004: 19). Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal. jurnal harian. tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang.

sikap. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. 1997. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. Tim PGSM. lembar kerja dll. Instrumen yang dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan. (d) Pedoman Pengkajian Data dokumen Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir. Mills. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal. hasil karya guru. bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. 2004). 1999. hasil karya peserta didik. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan. arsip. 30 Penelitian Tindakan Kelas SMK . silabus. maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian. (e) Tes dan Asesmen Alternatif Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan. Sumarno.(c) Angket atau kuesioner Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali.

Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Dalam PTK. Misalnya. apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan. Analisis Data Penelitian. dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian. atau pendapat guru. Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan. perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. interpretasi dengan acuan teori. Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas. maka perlu dilakukan validasi. atau jika memang perlu uji statistik). Validasi hipotesis 31 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi. Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi: a. apa yang kemudian terjadi.4. 1). triangulasi. Validasi hipotesis Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis. menumbuhkan praktik. dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut 2). c. b. mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi.

atau penilaian dan pendapat guru. dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan. triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. Penyusunan Laporan Penelitian Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria. dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif. apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. Hal ini dilakukan dengan acuan teori. Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu. 5. hasil observasi kegiatan guru. Saturasi. Interpretasi Data Penelitian Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti.tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi. dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan. 3). Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator 32 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Triangulasi. dibandingkan dengan pengalaman. jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek. observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa. praktik. norma. recek. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data.

Masalah penelitian yang diusahakan oelh guru seharusnya merupakan masalah yang cukup merisaukannya. Dengan kata lain. Paling terbuka untuk diperdebatkan metodologi yang digunakan harus cukup reliabel sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan. serta memper oleh data yang dapat digunakan untuk « menjawab » hipotesis yang dikemukakannya. observasi dan evaluasi. Pekerjaan utama guru adalah mengajar.keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal. saturasi dan triangulasi. Prinsip-Prinsip PTK Menurut Hopkins (1993) ada 5 prinsip yang menjadi ciri penelitian tindakan kelas. termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3. pelaksanaan. Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2. 2). dan bertolak dari tanggung jawab 33 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1. seyogyanya tidak berdampak mengganggu komitmennya sebagai pengajar. 3). mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya. dan apapun metode PTK yang kebetulan diterapkannya. 4). sejauh mungkin harus digunakan prosedur pengupulan data yang dapat ditangani sendiri oleh guru sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas secara penuh. Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data). yaitu 1). Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajar-an. 6.

Pada materi proposal penelitian antara lain berisi : (a). Gambarkan dengan jelas bila penelitian tersebut adalah bersifat kolaborasi. Bidang Kajian Tuliskan bidang kajian yang diteliti. 34 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 7. tetapi jelas yang dapat menggambarkan masalah yang akan diteliti. Identitas peneliti dan anggota peneliti ( jika ada). 5). Dalam menyelenggarakan PTK. biaya. Bidang Kajian. lama waktu penelitian dan biaya yang dibutuhkan dan sumber pendanaannya yang disyahkan dan disetujui oleh Pimpinan (Kepala Sekolah dan Kepala Dinas) sesuai dengan aturan yang berlaku. jadual kegiatan. guru sendiri memiliki komitmen terhadap pengatasannya.profesionalnya. Judul Penelitian Judul penelitian hendaknya singkat. lembaran informasi. inovasi isi kurikulum. (c). Masalah yang diteliti atas dasar pengamatan guru yang mendesak untuk segera dipecahkan . Garis-Garis Besar Struktur Proposal PTK Proposal dapat dibuat mulai dari lembaran sampul. serta tindakan yang akan dilakukan dalam upaya mengatasi masalah dan nilai manfaat. Halaman Pengesahan Bagian ini berisi tentang Judul. (d). (b). guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. tempat penelitian.Pada lembaran sampul dan informasi menyesuaikan aturan yang berlaku di Dinas Pendidikan setempat. spesifik. metode mengajar. riwayat hidup peneliti. materi. dsb. misalnya pengembangan media. Latar Belakang Sampaikan dengan jelas masalah nyata yang terjadi di kelas dan diagnosis dengan cermat oleh guru kelas.

(g). Tunjukkan pula hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan. Kajian Teori (Kepustakaan) Uraikan dengan jelas teori dan kajian buku-buku pustaka yang menumbuhkan gagasan yang melandasi penelitian yang diajukan. (k). Rumusan Masalah Rumusan masalah sebaiknya berbentuk kalimat bertanya atau yang mempertanyakan. (i). Metode Penelitian Bagian ini sangat berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut : 1) tempat penelitian 2) lama waktu penelitian 3) teknik penentuan subyek penelitian 4) model dan jenis peneltiian 5) teknik dan alat pengambil data 6) teknik analisis yang akan digunakan 35 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Pemecahan Masalah Uraikan pendekatan konsep yang akan digunakan di dalam memecahkan masalah yang diteliti sesuai kaidah penelitian tindakan kelas. Hipotesis Nyatakan bunyi hipotesis kerja yang dijadikan pijakan di dalam melaksanakan kegiatan penelitian. Tujuan Penelitian Kemukakan dengan singkat engenai tujuan penelitian yang peneliti ingin capai dengan berdasar pada permasalahan yang dihadapi guru. jurnal yang relevan untuk dijadikan pijakan yang mampu menunjukkan ketetapatan tentang tindakan yang akan (j).(e). Manfaat Penelitian Uraikan manfaat penelitisn dengan menampakkan potensi penelitian Itu guna perbaikan proses pembelajaran di kelas. (f). Hipotesis merupakan dugaan sementara si peneliti akan temuan yang dihasilkan dari penelitian yang akan dilakukan. (h).

instrumen dsb. 4.(l). Daftar Pustaka Bagian ini memuat sumber acuan dalam kajian teori yang digunakan pada setiap bagian laporan dengan menggunakan sistem penulisan yang runtut dapat dengan menggunakan aturan-aturan tata tulis ilmiah yang ada Daftar Pustaka di susun berdasarkan urutan abjad mulai dari « a » sampai « z » (n). Saran hendaknya dinyatakan saran-saran dalam kalimat yang operasional. argumentasi dan saran untuk penyempurnaan tema. data mentah. Peserta yang lain memberikan tanggapan. C. Latihan 1. (m). Simpulan dan Saran 1) Simpulan Uraikan hasil penelitian yang ditemukan dan simpulan mengarah pada upaya untuk menjawab tujuan penelitian yang telah dikemukakan. Lampiran dapat berupa daftar gambar. Tiap-tiap peserta ditugaskan maju di depan kelas untuk memaparkan salah satu hasil dari identifikasi masalah yang akan dijadikan tema PTK 3. Setiap peserta diberi tugas menyusun rancangan proposal PTK yang akan dilaksanakan di sekolah masing-masing kelak. 36 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Lampiran. 2) Saran Saran yang diberikan pada laporan penelitian berdasar pada temuan penelitian yang dianggap masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Peserta dibagi menjadi kelompok–kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan di kelas masing-masing 2.

Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini. Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Rangkuman PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen. Saran 37 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan dengan anggota kelompok dan memilih satu di antara tema yang ada untuk diangkat sebagai tema PTK 4. setiap peserta ditugaskan untuk : 1. guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan. Mentabulasikan seluruh masalah yang telah diidentifikasi 3. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang langkah-langkah dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas 2. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan. pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil satu buah rancangan proposal PTK! E.D. Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Lembar Kerja Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya. Menyusun calon proposal PTK berdasarkan tema yang telah ditetapkan 5.

Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu guru tidak hanya sekedar melaksanakan. pengalaman. saya ingatkan kembali bahwa profesi guru adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru yang mau mengembangkan keprofesionalannya. Apakah semua masalah dalam pembelajaran dapat diteliti dengan dengan PTK. Sebutkan langkah-langkah pokok dalam menentukan sebuah tema PTK ! 2. berikan alasan anda ! 3. tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang. Akhir kata. Pertimbangan-pertimbangan apa saja yang harus diperhitungkan dalam PTK? 38 Penelitian Tindakan Kelas SMK .lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian. Kenapa PTK senantiasa diharuskan bersumber dari guru kelas ? 4. artikel dan sumber-sumber mengenai penelitian tindakan kelas. mau. Sebutkan garis besar struktur dari sebuah proposal PTK ! 5. dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru. Di hadapan para bapak-ibu guru yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru yang melaksanakan PTK. Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. F. dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. Tes Formatif 1. karenanya setiap guru harus selalu siap. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi.

R. Depdikbud. Tangal 28 Nopember Sistem Pemagangan dalam Penididikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Mager. Forum Komunikasi FPK se Indonesia.F & Beach. Jurnal Ekonomi Pembangunan UNM. 18 Desember di Surabaya Suwarni. Kebijakan dan Program Pengembangan Pendidikan kejuruan di Indonesia. Menvi Prentice Hall. Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Makalah Seminar Nasional. Wardiman. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher New Jersey: Prentice Hall. K. Dirjen Dikdasmen. J. Depdikbud. Ernie.. (1993). Developing Instructional Instruction. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Tim PGSM. Dikti. I Made. Herawati Susilo dan Kisyani Laksono. Stringer. Penelitian Tindakan Kelas. 8 (2). Geoffrey. Penelitian Tindakan Kelas. The International Journal of Engineering education. Jakarta: DP3M. Dikti. (1998).M. Jakarta: Depdikbud. 18 Desember di Surabaya. 39 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Connecticut: The Dushkin Publishing Group.E. “Mekanisme Pelaksanaan Sistem Pemagangan dan Pendidikan Kejuruan”. “Konsep Pelaksanaan Sistem Magang pada Sekolah Menengah Kejuruan”. V. VV (1992). 18 Desember di Surabaya. Jakarta: Proyek PGSM. Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Inc. A. Malang.DAFTAR PUSTAKA Bhattacharya. D. California: David’s lake Publishers. S. Action Research in Education. S. 126-131.K & Mandke. 1992. (1993). Mekanisme Kerjasama SMK dan Dunia kerja/Industri di Jawa Tengah dalam menghasilkan sinkronisasi Kurikulum dan GBPP alternative. (1987). B. Sudana. 1999. 2003. Columbus: Pearson. 2004. Designing Interface Teaching Learning for Technical Education. E. Dikmenum. (1994). Sulaiman. Reed. A Guide to Observation and Participation: In the Classroom. & Bergermann. Laporan Penelitian BBI.(2007). 1999. Mills.

Latar Belakang 2.Lampiran 1. Pendahuluan 1. Rumusan Masalah 4. Metode Penelitian 1. Daftar Pustaka G. Kajian Pustaka D. Simpulan dan Saran F. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Manfaat Penelitian C. Teknik Analisis Data E. STRUKTUR PROPOSAL Halaman Judul Halaman Pengesahan A. Lampiran 40 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Tujuan Penelitian 5. Teknik Pengumpulan Data 5. Permasalahan Penelitian 3. Variabel Penelitian 4. Judul Penelitian B. Pendekatan Penelitian 3.

:. Ketua. Jenis Kelamin c. : :.Lampiran 2 Contoh Halaman Pengesahan HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS 1.. Bidang Ilmu : : c. Fax / e-mail : 6. Alamat : c. Golongan/Pangkat/NIP d. Ketua Peneliti a. Mengetahui: Kepala Dinas Pendidikan ……….. ( ) ( ) 41 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Sekolah 3. :. Telp. :. Jumlah Anggota Panitia Nama Anggota 4. : :. Lokasi Pelatihan :. Jabatan Struktural f. Biaya yang diperlukan : Rp. Kerjasama dengan Institusi lain: a. Kategori : 2. Jabatan Fungsional e. Judul b. 20.. : 5. Nama Instansi : b. Nama Lengkap dan Gelar b. Lama Pelatihan : 7. a.( ……………………………) Semarang.

Lampiran 3 Contoh Sampul Laporan Hasil Penelitian

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

JUDUL PENELITIAN

OLEH ......................................................

DIREKTORAT JENDRAL Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

(NAMA SEKOLAH) Kabupaten/Kota . ................................... Propinsi .................................................. Tahun

42 Penelitian Tindakan Kelas SMK

Lampiran 4. PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN

Bagian awal berisi: Halaman Judul Halaman Persetujuan Sari Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Bagian Isi BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian BAB II : KAJIAN PUSTAKA Bab III : METODE PENELITIAN 1. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Pendekatan Penelitian 3. Variabel Penelitian 4. Teknik Pengumpulan Data 5. Teknik Analisis Data BAB IV BAB V : HASIL DAN PEMBAHASAN : SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran C. Kelemahan Penelitian LAMPIRAN 43 Penelitian Tindakan Kelas SMK

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

BAB I. PENDAHULUAN A. Deskripsi
Buku Ajar mengenai “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini meliputi materi pembelajaran tentang penulisan artikel ilmiah, jenis dan struktur artikel ilmiah, artikel hasil pemikiran, artikel hasil penelitian, format tulisan, serta praktik penulisan artikel ilmiah. Secara garis besar, buku ajar ini mengantarkan peserta PLPG untuk memahami materi-materi tersebut di atas, namun demikian peserta juga diminta untuk menyusun draft penulisan artikel ilmiah di bidang kompetensi masingmasing. Hal ini mempunyai tujuan agar setelah pelaksanaan matapelajaran ini peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menyusun artikel ilmiah yang siap dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah yang tidak maupun terakreditasi. Buku ajar “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini mempunyai standar kompetensi dasar (1) mengenal penulisan artikel ilmiah; (2) mengenal perbedaan penulisan artikel ilmiah yang konseptual dan yang non konseptual; (3) mengenal format penulisan artikel ilmiah; dan (4) menyusun draft artikel ilmiah. Buku ajar ini mempunyai hubungan dengan buku ajar yang terutama adalah penelitian tindakan kelas. Karena standar kompetensi penelitian tindakan kelas adalah (1) mengenal metode penelitian tindakan kelas; (2) mengenal format laporan penelitian tindakan kelas, (3) menyusun draft proposal penelitian tindakan kelas. Jelas bahwa kompetensi dasar kedua mata pelajaran ini akan bersngkut paut, pada saat peserta PLPG berkeinginan untuk menuliskan hasil penelitian tindakan kelas ke dalam jurnal penelitian pendidikan.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

B. Petunjuk Pembelajaran
Peserta PLPG harus selalu aktif mengikuti proses pembelajaran di kelas. Peserta PLPG aktif berdiskusi dengan pelatih, menanyakan hal-hal yang belum dipahami, selanjutnya mendiskusikan dengan teman lainnya. Di samping itu, peserta pelatihan mencermati contoh-contoh yang telah disajikan oleh pelatih dan yang tersaji di dalam buku ajar ini. Kemudian peserta PLPG harus belajar menyusun suatu draft artikel ilmiah yang selaras dengan format yang tersaji di dalam buku ajar ini. Hasil draft itu selanjutnya digunakan untuk memenuhi tugas mata pelajaran ini, serta dimintakan pendapat dari pelatih. Saran-saran dari pelatih yang belum dipahami perlu

ditanyakan kembali kepada pelatih jika perlu meminta perbandingan dengan artikel yang telah termuat di dalam jurnal.

C. Kompetensi dan Indikator
1. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami kriteria penulisan artikel ilmiah; 2. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami jenis dan struktur artikel ilmiah; 3. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil pemikiran konseptual; 4. .Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil penelitian; 5. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan enumeratif; 6. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan esai; 7. Peserta mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam

menyusun draft artikel ilmiah.

BAB II. KEGIATAN BELAJAR I JENIS DAN STRUKTUR ARTIKEL ILMIAH
A. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Karya ilmiah tentu sudah merupakan bacaan yang sangat akrab dengan peserta PLPG. Sebagai guru, bapak dan ibu sudah sering membaca berbagai artikel, baik yang bersifat populer, ilmiah populer maupun yang memang benar-benar merupakan karya ilmiah. Berbekal pengalaman bapak dan ibu dalam memahami artikel ilmiah, bapak dan ibu akan mengkaji bentuk, sifat dan struktur karya tulis ilmiah. Berkaitan uraian di atas, maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar pertama ini, bapak dan ibu diharapkan mempunyai

kemampuan dalam: 1. Menjelaskan sifat artikel ilmiah; 2. Menjelaskan sikap ilmiah; 3. Menjelaskan bentuk, struktur dan sifat-sifat artikel ilmiah 4. Menjelaskan perbedaan artikel hasil pemikian konseptual dengan hasil penelitian

B. URAIAN MATERI Sesuai dengan namanya, artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal diharapkan memenuhi kriteria sebagai sebuah karya ilmiah. Kriteria ini adalah cerminan sifat karya ilmiah yang berupa norma dan nilai yang berakar pada tradisi ilmiah yang diterima secara luas dan diikuti secara sungguh-sungguh oleh para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah secara inherent harus menampilkan sifat-sifat dan ciri-ciri khas karya ilmiah tersebut yang mungkin tidak selalu harus dipenuhi di dalam jenis penerbitan yang lain. Pertama, penerbitan ilmiah bersifat objektif, artinya isi penerbitan ilmiah hanya dapat dikembangkan dari fenomena yang memang exist, walaupun kriteria

9-2 Penulisan Karya Ilmiah

eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya dapat berbeda antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu yang lain. Selain objektif, sifat lain karya ilmiah adalah rasional. Rasional menurut Karl Popper adalah tradisi berpikir kritis para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah juga membawa ciri khas ini yang sekaligus berfungsi sebagai wahana penyampaian kritik timbal-balik yang berkaitan dengan masalah yang dipersoalkan. Lain daripada itu, karena jurnal merupakan sarana komunikasi yang berada di garis depan dalam pengembangan IPTEKS, ia juga mengemban sifat pembaharu dan up-to-date atau tidak ketinggalan jaman. Selanjutnya, dalam menulis artikel ilmiah penulis hendaknya juga tidak mengabaikan komponen sikap ilmiah yang lain seperti menahan diri (reserved), hati-hati dan tidak over-claiming, jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi atau kepentingan-

kepantingan tertentu dalam menyampaikan pendapatnya. Semua sikap di atas, dilengkapi dengan keterbukaan dalam menyebutkan sumber bahan yang menjadi rujukannya, juga dipandang sebagai upaya penulis untuk memenuhi etika penulisan ilmiah. Artikel ilmiah mempunyai bentuk, struktur, dan sifat-sifat tertentu. Oleh karena itu, penulisannya harus mengikuti pola, teknik, dan kaidah-kaidah tertentu juga. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. Walaupun demikian, setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain, tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing. Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. Sesuai dengan tujuan penerbitannya, majalah ilmiah pada umumnya memuat salah satu dari hal-hal berikut: (1) kumpulan atau akumulasi pengetahuan baru, (2) pengamatan empirik, dan (3) gagasan atau usulan baru (Pringgoadisurjo, 1993). Dalam praktik halhal tersebut akan diwujudkan atau dimuat di dalam salah satu dari dua bentuk artikel, yaitu artikel hasil pemikiran atau artikel non penelitian dan artikel hasil penelitian. Ada beberapa jurnal yang hanya memuat artikel hasil penelitian, misalnya Journal of Research in Science Teaching yang terbit di Amerika Serikat dan Jurnal Penelitian Kependidikan terbitan Lembaga Penelitian Unversitas Negeri Malang. Akan tetapi sebagian jurnal biasanya memuat kedua jenis artikel: hasil pemikiran dan hasil penelitian. Selain itu, seringkali majalah ilmiah juga memuat resensi buku dan obituari. Pemuatan artikel hasil penelitian, artikel hasi pemikiran, resensi dan obituari ini sejalan dengan rekomendasi Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian

Kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (2000). Di dalam tulisan ini pembahasan akan dibatasi pada struktur dan anatomi dua jenis artikel saja yaitu artikel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian.

C. LEMBAR KEGIATAN 1. Alat dan Bahan a. Alat tulis; b. Laptop c. LCD proyektor; d. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

2. Langkah Kegiatan No. 1. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai, Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Kegiatan Waktu Metode

2.

Kegiatan Awal/Pendahuluan 2.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran; 2.2 Presensi peserta pelatihan, jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya, maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali; 2.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan; 2.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan bentuk, struktur dan sifat karya tulis ilmiah. 5 menit Curah pendapat, ceramah pemecahan masalah

3.

Kegiatan Inti 3.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian sifat artikel ilmiah; 35 menit Metode pemberian tugas dan

Penulisan Karya Ilmiah

9-5

3.2 Fasilitator memberikan ceramah tentang sikap ilmiah; 3.3 Fasilitator memberikan ceramah tentang bentuk dan struktur artikel ilmiah 3.4 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan; 3.5 Sharing dalam kelas mengenai sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 3.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat. 4. Kegiatan Akhir 4.1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu, tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 4.2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing; 4.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit

pendampingan

Refleksi

Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai bentuk. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai karakter sikap ilmiah. dan sifat-sifat tertentu. b. RANGKUMAN Artikel ilmiah mempunyai bentuk.9-6 Penulisan Karya Ilmiah 3. setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. yang selanjutnya mempunyai kecenderungan positif jika dihadapkan pada kasus plagiariasme misalnya. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing. dan struktur karya tulis ilmiah. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai sifat artikel ilmiah. dan kaidah-kaidah tertentu juga. penulisannya harus mengikuti pola. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. . D. Walaupun demikian. Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. Hasil a. c. Oleh karena itu. teknik. Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain. struktur.

obyektif. argumentasi . TES FORMATIF 1. bagian inti. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada. fakta atau kenyataan b. panjang tulisan c. abstrak. penulis bersikap netral. pendidikan b. dan tidak memihak. pendahuluan. simpulan d. informatika 5. abstrak. pendahuluan. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal. kebudayaan c. struktur sajian d. rangkuman dan tindak lanjut b. sikap penulis b. simpulan dan saran 4. dan penutup b. simpulan c. abstrak. penggunaan bahasa 2. Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. pada umumnya menyajikan tentang a. dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks.Penulisan Karya Ilmiah 9-7 F. bagian inti. rekomendasi penulis d. pemulung d. bagian inti. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari a. penutup 3. pendahuluan. kecuali a. kecuali a. inti (pokok pembahasan). kecuali a. simpulan umum c. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis. Dalam karya tulis ilmiah.

yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah? a. kecuali a. abstrak c. daftar pustaka b. senjata makan tuan b. sistematika tulisan b. baku c. kumbang cantik pengisap madu c. merupakan deskripsi suatu kejadian c. Di antara judul berikut. data empirik/hasil penelitian 6. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah a. personal 7. Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah. resmi b. disajikan secara sistematis 9. namun pada umumnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen a. menggunakan gaya bahasa resmi d.9-8 Penulisan Karya Ilmiah c. impersonal d. pengaruh obat bius yang menghebohkan 10 . lampiran 8. Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah. pengaruh gizi pada pertumbuhan anak d. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat a. memaparkan bidang ilmu tertentu b. daftar tabel d. seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. panjang tulisan . teori yang diakui kebenarannya d.

Sebutkan aspek-aspek yang dapat menggambarkan karakteristik suatu karya tulis ilmiahdan berikan penjelasan singkat untuk setiap aspek. coba simpulkan karakteristik karya tulis ilmiah! 3. Tes Uraian 1. dan bagian penutup. struktur sajian suatu karya tulis ilmiah terdiri dari bagian awal. coba bapak dan ibu simpulkan bagaimana caranya mengenal karakteristik karya tulis ilmiah. Setelah membaca uraian di atas. Secara umum. Coba jelaskan deskripsi masing-masing bagian dan apa bedanya dengan struktur sajian karya non ilmiah? . ragam bahasa yang digunakan d. pengarang 2. inti. Jelaskan mengapa bapak dan ibu menyimpulkan seperti itu? 2.Penulisan Karya Ilmiah 9-9 c. Berdasarkan uraian itu.

KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar yang kedua ini akan dibahas bagaimana menentukan kelayakan ide untuk dituangkan ke dalam tulisan serta struktur tulisan konseptual. Berkaitan uraian di atas. 6. 2. KEGIATAN BELAJAR II ARTIKEL HASIL PEMIKIRAN DAN HASIL PENELITIAN A. Pembahasan mengenai materi ini akan bermanfaat pada saat bapak dan ibu menulis artikel konseptual. Menjelaskan pembuatan judul karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. 5. Menjelaskan penulisan pembahasan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 7. bapak dan ibu diharapkan mempunyai kemampuan dalam: 1. 3. Menjelaskan penulisan pendahuluan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 4. maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar kedua ini. Menjelaskan penulisan metode karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Menjelaskan penulisan hasil penelitian karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Menjelaskan penulisan daftar pustaka karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian . 8.BAB III. Menjelaskan abstrak dan kata kunci karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Menjelaskan penulisan simpulan dan saran karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Di samping itu akan dibahas juga teknik menulis karya tulis ilmiah atas dasar hasil penelitian.

Sumber-sumber yang dianjurkan untuk dirujuk dalam rangka menghasilkan artikel hasil pemikiran adalah juga artikel-artikel hasil pemikiran yang relevan. Judul Judul artikel hasil pemikiran hendaknya mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas. Bagian paling vital dari artikel hasil pemikiran adalah pendapat atau pendirian penulis tentang hal yang dibahas. penutup. artikel hasil pemikiran bukanlah sekadar kolase atu tempelan cuplikan dari sejumlah artikel. abstrak dan kata kunci. yang dituangkan dalam bentuk tulisan. tetapi adalah hasil pemikiran analitis dan kritis penulisnya. yang dikembangkan dari analisis terhadap pikiran-pikiran mengenai masalah yang sama yang telah dipublikasikan sebelumnya. Uraian singkat tentang unsur-unsur tersebut disampaikan di bawah ini. pendahuluan. Judul dapat ditulis dalam bentuk kalimat berita atau kalimat tanya. mengandung unsur-unsur utama masalah. URAIAN MATERI 1. bagian inti atau pembahasan. dan daftar rujukan. apalagi pemindahan tulisan dari sejumlah sumber. dan pikiran baru penulis tentang hal yang dikaji. Jadi. Salah satu ciri penting judul artikel hasil pemikiran adalah . hasil-hasil penelitian terdahulu. yaitu judul. jika memang ada. dan setelah disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang kuat bagi calon pembaca. Atikel Hasil Pemikiran Artikel hasil pemikiran adalah hasil pemikiran penulis atas suatu permasalahan. a. di samping teori-teori yang dapat digali dari buku-buku teks. baik yang sejalan maupun yang bertentangan dengan apa yang dipikirkannya.Penulisan Karya Ilmiah 9-11 B. Artikel hasil pemikiran biasanya terdiri dari beberapa unsur pokok. Dalam upaya untuk menghasilkan artikel jenis ini penulis terlebih dahulu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan permasalahannya. Pilihan kata-kata harus tepat. jelas. nama penulis.

Hal ini penting karena artikel hasil pemkiran pada dasarnya bertujuan untuk membuka wacana diskusi. (dan kawan-kawan). 1) Repelita IV: A Cautious Development Plan for Steady Growth (Kaleidoscope International Vol. Nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki atau dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki atau di dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki tidak mencukupi. 33. Perhatikan judul-judul artikel di bawah ini. argumentative. b.9-12 Penulisan Karya Ilmiah bersifat ”provokatif”. argumentasi. nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar profesional yang lain.2. Jika dikehendaki gelar kebangsawanan atau keagamaan boleh disertakan.1) Interpreting Student’s and Teacher’s Discourse in Science Classes: An Underestimated Problem? (Journal of Research in Science Teaching Vol. Jika penulis lebih dari dua orang. dan analitik. . IX No. dan lakukan evaluasi terhadap judul-judul tersebut untuk melihat apakah kriteria yang disebutkan di atas terpenuhi. hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan disertai tambahan dkk. analisis. Nama Penulis Untuk menghindari bias terhadap senioritas dan wibawa atau inferioritas penulis. Membangun Teori melalui Pendekatan Kualitatif (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. Nama lembaga tempat penulis bekerja sebagai catatan kaki di halaman pertama. No. dan sintesis pendapat-pendapat para ahli atau pemerhati bidang tertentu. No.) Di dalam contoh-contoh judul di atas seharusnya tercermin ciriciri yang diharapkan ditunjukan oleh artikel hasil pemikiran seperti provokatif. dalam arti merangsang pembaca untuk membaca artikel yang bersangkutan.

while their tendencies. Ciri-ciri umum artikel hasil pemikiran seperti kritis dan provokatif hendaknya juga sudah terlihat di dalam abstrak ini. Abstract: Theory Generation through Qualitative Study. diketik dengan spasi tunggal. tetapi juga dari tubuh artikel walaupun ide-ide atau konsep-konsep yang diwakili tidak secara eksplisit dinyatakan atau dipaparkan di dalam judul atau tubuh artikel. Jika dapat diperoleh. kata-kata kunci hendaknya diambil dari tresaurus bidang ilmu terkait. Business transaction pattern and market characteristic. can be investigated through qualitative study. Perhatikan contoh abstrak dan kata-kata kunci berikut ini. frequencies. Key words: qualitative study. for example. yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang terkait dengan ranah permasalahan yang dibahas dalam artikel. In fact these two approaches serve different purposes. A qualitative study is often contrasted with its quantitative counterpart. A qualitative study takes several stage in generating theories. Perlu diperhatikan bahwa kata-kata kunci tidak hanya dapat dipetik dari judul artikel.Penulisan Karya Ilmiah 9-13 c. Dengan membaca abstrak diharapkan (calon) pembaca segera memperoleh gambaran umum dari masalah yang dibahas di dalam artikel. Panjang abstrak biasanya sekitar 50-75 kata yang disusun dalam satu paragraf. Abstrak hendaknya juga disertai dengan 3-5 kata kunci. quantitative study. theory development . bukan komentar atau pengantar penulis. Abstrak dan Kata Kunci Abstrak artikel hasil pemikiran adalah ringkasan dari artikel yang dituangkan secara padat. sehingga (calon) pembaca tertarik untuk meneruskan pembacaannya. and other related quantitative values can be more appropriately investigated through quantitative study. These two approaches are more often inappropriately considered as two different schools of thought than as two different tools. Format lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan margin kiri menjorok masuk beberapa ketukan).

Dari kajian terhadap berbagai tulisan dan hasil penelitian disebutkan di muka terlihat masih terdapat beberapa hal yang belum jelas benar atau setidak-tidaknya masih menimbulkan keraguan mengenai sebab-sebab menurunnya mutu partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan. Perhatikan tiga segmen bagian pendahuluan dalam contoh di bawah ini. Sementara itu penulis-penulis lain lebih memfokus pada faktor-faktor ekonomi. ... Di Amerika Serikat dalam tingkat pendidikan tinggi dikenal apa yang disebut “Land-Grant Universities. Partisipasi masyarakat merupakan unsur yang paling penting sekali bagi keberhasilan program pendidikan.9-14 Penulisan Karya Ilmiah d. Sebagian ahli berpendapat bahwa sistem politik yang kurang demokratis dan budaya masyarakat paternalistik telah menyebabkan rendahnya partisipasi. Catatan sejarah pendidikan di negara-negara maju dan dikelompokkelompok masyarakat yang telah berkembang kegiatan pendidikan menunjukan bahwa keadaan dunia pendidikan mereka sekarang ini telah dicapai dengan partisipasi masyarakat yang sangat signifikan di dalam berbagai bentuk.. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli yang berkaitan dengan menurunnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan. misalnya dengan menonjolkan hal-hal yang kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan permasalahan yang terkait dengan artikel-artikel atau naskah-naskah lain yang telah dipublikasikan terdahulu. Diharapkan. Pendahuluan Bagian ini menguraikan hal-hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan (konteks) bagi permasalahan yang akan dibahas. dengan analisis ini kekurangan analisis terdahulu dapat dikurangi dan dapat disusun penjelasan baru yang lebih komprehensif.”dst. Bagian pendahuluan ini hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat (1-2 kalimat) tentang hal-hal pokok yang akan dibahas dan tujuan pembahasan. Dalam artikel-artikel ini akan dibahas kemungkinankemungkinan menurunnya partisipasi masyarakat tersebut berdasarkan analisis ekonomi pendidikan..

analisis. dan kritis dengan sistematika yang runtut dan logis. . analitik. Perhatikan contoh-contoh petikan bagian inti artikel berikut ini. sejauh mungkin juga berciri komparatif dan menjauhi sikap tertutup dan instruktif. Walaupun demikian. Bagian Inti Isi bagian ini sangat bervariasi. komparasi. 1996:54). lazimnya berisi kupasan. keputusan. argumentasi. e. Tinjauan dari berbagai sudut pandang telah menghasilkan kesimpulan yang beragam. yang membuka kesempatan bagi penulis untuk menampilkan wacana penurunan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan dari sudut pandang yang lan. Science earns its place on the curriculum because there is cultural commitment to the value of the knowledge and the practices by which this body of ideas has been derived.Penulisan Karya Ilmiah 9-15 Di dalam petikan bagian pendahuluan di atas dapat dilihat alur argumentasi yang diikuti penulis untuk menunjukan masih adanya perbedaan pandangan tentang menurunnya partisipasi masyarakat di dalam pengembangan pendidikan. perlu dijaga agar tampilan bagian ini tidak terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti diktat. Hence. any consideration of the theoretical implementation must start by attempting to resolve the aims and intentions of this cultural practice…(Dari Osborne. Banyaknya subbagian juga tidak ditentukan. Penggunaan subbagian dan sub-subbagian yang terlalu banyak juga akan menyebabkan artikel tampil seperti diktat. tergantung kepada kecukupan kebutuhan penulis untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan. Di antara sifat-sifat artikel terpenting yang seharusnya ditampilkan di dalam bagian ini adalah kupasan yang argumentatif.

secara ringkas. Sebagian penulis menyertakan saran-saran atau pendirian alternatif. seperti terlihat di dalam kalimatkalimat: (1) Hence. (3)…We are fabricating words not because …. We. but always limited discourse. not because we are “falsyfaying” data.’ (Dari Ropers-Huilman. We are fabricating words. Penutup atau Simpulan Penutup biasanya diisi dengan simpulan atau penegasan pendirian penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya. kalangan pendidikan sendiri tidak dengan cepat mengantisipasi.9-16 Penulisan Karya Ilmiah Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktik-praktik pendidikan adalah suatu keharusan jika dunia pendidikan Indonesia tidak ingin tertinggal dan kehilangan perannya sebagai wahana untuk menyiapkan generasi masa datang ironisnya. but…dan seterusnya. or ‘lying’ about…. where production was the cornerstone. ‘Unlike modern industrial society. any consideration of the theoretical base of science and its practical implementation must start by…. but because we are constructing truth within a shifting. or “lying” about what we have learned. f. Jika memang dianggap tepat bagian terakhir ini dapat dilihat pada berbagai . 1996:2) John Hassard (1993) suggested that. (2) Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktek-praktek pendidikan. are producing simulation whitin discorses. at witnesses. adalah suatu keharusan jika…. walaupun kesadaran akan perlunya perubahanperubahan tertentu sudah secara luas dirasakan. Hesrh dan McKibbin (1983:3) menyatakan bahwa sebenarnya banyak pihak telah menyadari perlunya inovasi…(Dari Ibnu. in the post modern society simulation structure and control social affairs. 1997:5) Di dalam contoh-contoh bagian inti artikel hasil pemikiran di atas dapat dilihat dengan jelas bagian yang paling vital dari jenis artikel ini yaitu posisi atau pendirian penulis. Banyak juga penulis yang berusaha menampilkan segala apa yang telah dibahas di bagian terdahulu. mengembangkan dan mengambil inisiatif inovasi yang diperlukan.

Isu tentang pelaksanaan Demokrasi Ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia menjadi menarik dan ramai pada era tahun 90-an. Given that. (b) rasionalitas ekonomi yang diwujudkan dengan perencanaan ekonomi oleh negara. dan (c) organisasi ekonomi yang mendasarkan azas bersama/koperasi. to continue with current approaches to the teaching of science would be to misrepresent science and its nature. M. for good or for ill. with rhetoric and argument as a central feature. Pada saat ini nampak sudah ada political will dari pemerintah kita terhadap kegiatan ekonomi berskala menengah dan kecil.Penulisan Karya Ilmiah 9-17 artikel jurnal. Hal tersebut terjadi sebagai reaksi atas permasalahan konglomerasi di Indonesia. For in the light of our emerging understanding of science as social practice. misi bagian akhir ini pada dasarnya sama: mengakhir diskusi dengan suatu pendirian atau menyodorkan beberapa alternatif penyelesaian. Namun demikian kemampuan politik saja tidak cukup tanpa disertai keberanian politik. menurut Dr. Walaupun mungkin terdapat beberapa perbedaan gaya penyampaian. Perlu diupayakan hubungan kemitraan yang baik antara pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. awareness. Hatta dalam konsep Demokrasi Ekonomi berlandaskan pada tiga hal. science and technology have ascended to ascended to a position of cultural dominance. studying the role of . Semangat untuk berpihak pada pengembangan usaha berskala menengah dan kecil perlu terus digalakkan. sehingga tingkat kesejahteraan seluruh msyarakat dapat ditingkatkan. Konsep pemikiran tentang Demokrasi Ekonomi pada prinsipnya adalah khas Indonesia. as has been discussed in this article. then its current omission is a problem that needs to be seriously addressed. but also improving teachers’ knowledge. 1994:330-331) if. and competence in managing student participation in discussion and argument. Perhatiakan contoh-contoh berikut. (Dari Supriyanto. If his pattern is to change. then it seems crucial that any intervention should pay attention not only to ways of enhancing the argument skills of young people. yaitu: (a) etika sosial yang tersimpul dalam nilai-nilai Pancasila. argumentation has a central role play in science and learning about science.

. Berbagai jurnal bahkan 100% berisi artikel jenis ini. termasuk kategori jurnal yang semata-mata memuat hasil penelitian. Tata aturan penulisan daftar rujukan bervariasi. yang dipersiapkan dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tetap menampilkan secara lengkap semua aspek penting penelitian. laporan penelitian harus disusun kembali agar memenuhi tata tampilan karangan sebagaimana yang dianjurkan oleh dewan penyunting jurnal yang bersangkutan dan tidak melampaui batas panjang karangan. Sebaliknya. tergantung gaya selingkung yang dianut. Daftar Rujukan Bahan rujukan yang dimasukan dalam daftar rujukan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam tubuh artikel. artikel hasil penelitian bukan sekadar bentuk ringkas atau ”pengkerdilan” dari laporan teknis. Jadi. misalnya. Sebelum ditampilkan sebagai artikel dalam jurnal. harus senantiasa diperhatikan bahwa tata aturan ini secara konsisten diikuti dalam setiap nomor penelitian. Newton & Osborne.9-18 Penulisan Karya Ilmiah argument in science offers a means of prying open the black box that is science. (Dari Driver. Such an effort would seem well advisedboth for science and its relationship with the public. Jurnal Penelitian Kependidikan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang. 2. tetapi merupakan hasil kerja penulisan baru. semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan. 2000:309) g. tetapi dalam format artikel yang jauh lebih kompak dan ringkas daripada laporan teknis aslinya. Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian sering merupakan bagian yang paling dominan dari sebuah jurnal. dan Journal of Research in Science Teaching. and the public and its relationship with science. Walaupun demikian.

Walaupun demikian. No. dan daftar rujukan. Undergraduate Science Students’ Images of the Nature of Science (Research presented at the American Educational Research Association Annual Conference. Sebagaimana judul penelitian. Variabel-variabel penelitian dan hubungan antar variabel serta informasi lain yang dianggap penting hendaknya terlihat dalam judul artikel. Berikut adalah beberapa contoh. Issue 1). Judul Judul artikel hasil penelitian diharapkan dapat dengan tepat memberikan gambaran mengenai penelitian yang telah dilakukan. Effect of Knowledge and Persuasion on High-School Students’ Attitudes towards Nuclear Power Plants (Journal of Research in Science Teaching Vol. kesimpulan dan saran. metode.Penulisan Karya Ilmiah 9-19 Bagian-bagian artikel hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal adalah judul. 24-28 March 1997). abstrak dan kata kunci. . akan sgera tampak perbedaannya dengan judul artikel hasil pemikiran. Pengaruh Metode Demonstrasi Ber-OHP terhadap Hasil Belajar Membuat Pakaian Siswa SMKK Negeri Malang (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. bagian pendahuluan. hasil penelitian. terutama dengan terlihatnya variabel-variabel utama yang diteliti seperti yang diperlihatkan pada judul yang pertama dan ketiga. Chicago.1). a. judul artikel umumnya terdiri dari 5-15 kata. nama penulis. pembahasan. harus dijaga agar judul artikel tidak menjadi terlalu panjang.32. Jika dibandingkan judul-judul di atas.

Abstrak dan Kata Kunci Dalam artikel hasil penelitian abstrak secara ringkas memuat uraian mengenai masalah dan tujuan penelitian. Kata-kata kunci menggambarkan ranah masalah yang diteliti. dan hasil penelitian. Forty two elementary school teachers from Kecamatan Jabung. teaching readiness. Tekanan terutama diberikan kepada hasil penelitian. tidak ada keharusan kata-kata kunci diambil dari variabelvariabel penelitian atau dari kata-kata yang tercantum di dalam judul artikel. Those who obtained scores of less than 65 were classified as not in adequate readiness in teaching. metode yang digunakan. A minimum mastery score of 65 was set for those who would be classified as in adequate readiness as mathematics teachers. . Masalah yang diteliti ini sering tercermin dalam variable-variabel penelitian dan hubungan antara variable-variabel tersebut. Sixty nine point five percent of the teachers got more than 65 arithmetic. Kabupaten Malang were given a test in mathematic which was devided in to two part. Walaupun demikian.8% of the teachers obtained scores of more than 65 in geometry. The result of the study indicated that 78. arithmatics and geometry. and 69. Nama Penulis Pedoman penulisan nama penulis untuk artikel hasil pemikiran juga berlaku untuk penulisan artikel hasil penelitian. Panjang abstrak lebih kurang sama dengan panjang artikel hasil pemikiran dan juga dilengkapi dengan kata-kata kunci (3-5 buah). Contoh abstrak: Abstract: The aim of this study was to asses the readiness of elementary school teachers in mathematic teaching.5% gained scores of more than 65 scores in both geometry and arithmetics. Key words: mathematic teaching. subject mastery. from the point of view of the teacher mastery of the subject.9-20 Penulisan Karya Ilmiah b. c.

teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen. Pendahuluan Banyak jurnal tidak mencantumkan subjudul untuk pendahuluan. ikut serta melakukan berbagai aktivitas sosial sambil mengumpulkan data yang dapat diamati langsung di lapangan atau yang diperoleh dari informan kunci. dan rencana penulis dalam kaitan dengan upaya pemecahan masalah. Kadang-kadang juga dimuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Analisis dengan menggunakan pendekatan. wawasan. dan teknik analisis data. Informasi yang diberikan dari informan kunci diuji dengan membandingkannya dengan pendapat nara sumber yang lain. Subjek penelitian dipilih secara random dari seluruh siswa kelas 3 kemudian . Subsubbagian di atas umumnya (atau sebaiknya) disampaikan dalam format esei dan sesedikit mungkin menggunakan format enumeratif. Pencatatan dilakukan tidak langsung tetapi ditunda sampai peneliti dapat ”mengasingkan diri” dari anggota masyarakat sasaran. Materi pokok bagian ini adalah rancangan atau desain penelitian. misalnya: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan observasi partisipatori. Rancangan eksperimen pretest-posttest control group design digunakan dalam penelitian ini. Pemisahan dilakukan dengan penggantian paragraf.. Peneliti terjun langsung ke dalam keidupan masyarakat desa.Penulisan Karya Ilmiah 9-21 d.. sasaran atau target penelitian (populasi dan sampel). tujuan penelitian. dan rangkuman kajian teoretik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Bagian ini terutama berisi paparan tentang permasalaha penelitian. dan tidak perlu pemecahan (fisik) dari satu subbagin ke subbagian lain. Penyajian bagian pendahuluan dilakukan secara naratif. Metode Bagian ini menguraikan bagaimana penelitian dilakukan. e.

.9-22 Penulisan Karya Ilmiah secara random pula ditempatkan ke dalam kelompok percobaan dan kelompok control. Pengujian hipotesis dan penggunaan statistik tidak termasuk yang disajikan. Data diambil dengan menggunakan tes yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh Lembaga Pengembangan Tes Nasional. dalam kurun waktu satu sampai empat tahun dapat dilihat dalam Tabel 1. Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik (atau bentuk/format komunikasi yang lain). Analisis data dilakukan dengan. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih. Grafik dan tabel harus dibahas dalam tubuh artikel tetapi tidak dengan cara pembahasan yang rinci satu per satu. Literacy Teori & Pengaj.. tepatnya hasil analisis data. Penyajian hasil yang cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian Contoh: Jumlah tulisan dari tiga suku ranah utama yang dimuat di dalam berbagai jurnal. Jumlah ranah Lain-lain 3 suku 1994 7 5 2 1995 7 3 12 1996 13 14 1 1997 6 6 5 Jumlah 32 28 20 80 46 . Hasil Penelitian Bagian ini memuat hasil penelitian. Tabel 1 Distribusi Jumlah Tulisan dari Tiga Suku Ranah Pendidikan Sains yang Dimuat dalam Berbagai Jurnal antara Januari 1994-Juli 1997 Suku ranah Konsep Sci. f.

Penulisan Karya Ilmiah 9-23 Dari Tabel 1 di atas terlihat bahwa frekuensi pemunculan artikel dari tiga suku ranah tersebut di atas jauh melebihi suku-suku ranah yang lain.. mengintepretasikan temuan. hal ini menunjukan bahwa. Hal ini sesuai dengan teori selektive cases dari Lincoln (1987:13) yang menyatakan bahwa. Dari kedua hal ini dikembangkan pokokpokok pikiran (baru) yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Penulis artikel dalam bagian ini menjawab pertanyaanpertanyaan penelitian dan menunjukan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh. Gejala-gejala kenakalan remaja tertentu hanya muncul apabila kondisi lingkungan sosial setempat mendukung akan terjadinya bentuk-bentuk kenalan terkait. dan memunculkan ”teori-teori” baru atau modifikasi teori yang telah ada. dan penelitian lanjutan. h.dst.. Simpulan dan Saran Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Contoh: Dari temuan penelitian yang diuraikan dalam artikel ini dapat dilihat bahwa berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kenakalan remaja yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi goyah. Pembahasan Bagian ini merupakan bagian terpenting dari artikel hasil penelitian. . Saran hendaknya dikembangkan berdasarkan temuan penelitian.. g. mengaitkan temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan.. yaitu 80:46. Saran dapat mengacu kepada tindakan praktis. pengembangan teori baru. Kebenaran dari berbagai hal tersebut ternyata tidak berlaku secara universal tetapi kondisional.

dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan baku. jujur. rasional. kritis. Walaupun demikian. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. up to date. Daftar Rujukan Daftar rujukan ditulis dengan menggunakan pedoman umum yang juga berlaku bagi penulis artikel nonpenelitian. dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. dapat gaya selingkung masing-masing jurnal terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. Penutup Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif.9-24 Penulisan Karya Ilmiah i. dilain pihak. . Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. Artikel hasil penelitian. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi. Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah. 3. Selain itu. dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti.

LEMBAR KEGIATAN 1. Langkah Kegiatan No. d. jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya. LCD proyektor.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2. ceramah pemecahan masalah . b. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah. Alat tulis. 2. Laptop c.Penulisan Karya Ilmiah 9-25 C. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan 1. 2. 2. Kegiatan Awal/Pendahuluan 2. Alat dan Bahan a.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran. 5 menit Curah pendapat. maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali.2 Presensi peserta pelatihan.

4 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual. 3.3 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan. Kegiatan Akhir Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu. tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.9-26 Penulisan Karya Ilmiah 2. 4. Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan 10 menit Refleksi 35 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan . Kegiatan Inti 3.5 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian 3.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual 3. 3.2 Fasilitator memberikan ceramah tentang penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan artikel ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran konseptual dan hasil penelitian. 3.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat. 3.

Hasil a. dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran. dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan jurnal baku. dapat gaya selingkung masing-masing . Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 3. dilain pihak. Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah. Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut. Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi. D. RANGKUMAN Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. Artikel hasil penelitian. Walaupun demikian. b.Penulisan Karya Ilmiah 9-27 pengalaman setelah dilakukan sharing. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian.

kritis. kesiapan ide untuk didiskusikan d. data. artikel konseptual dan artikel teoritis c. salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah a. dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. pembahasan. rasional.9-28 Penulisan Karya Ilmiah terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. judul. jujur. kelayakan ide untuk dipublikasikan b. F. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. judul. judul pendahuluan. Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. kesimpulan referensi . diskusi. TES FORMATIF 1. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif. up to date. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan 2. Dari sudut ide. Tulisan analisis konseptual terdiri dari a. persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama 3. artikel hasil telaahan dan artikel teoritis d. Selain itu. diskusi. pendahuluan. wacana tentang ide yang sedang berkembang c. artikel laporan dan artikel rujukan b. Artikel dapat dikelompokkan menjadi a. dan referensi b. abstrak. referensi c. abstrak.

temuan. pernah dibaca penulis b. nada tulisan c. referensi 5. Dalam suatu artikel konseptual. pembahasan. pendahuluan. abstrak b. dimuat dalam badan tulisan d. apa inti teori/konsep yang dibahas? b. pendahuluan c. mengapa konsep itu dibahas? c. menulis masalah yang sudah pernah dibahas c. diperlukan dalam pengembangan tulisan 6. gaya tulisan . Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini a. memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel d. judul. melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian 8. Referensi memuat semua rujukan yang a. diskusi d. referensi 4. panjang tulisan b. Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah a. bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian a. Apa kesimpulan yang dapat ditarik? d. Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek a. perlu dibaca pembaca c. menjelaskan partisipan b. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan? 7.Penulisan Karya Ilmiah 9-29 d.

Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian! 3. 10-12 kata c.9-30 Penulisan Karya Ilmiah d. diskusi 2. pendahuluan b. Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian. hasil d. bahasa tulisan 9. 12-15 kata d. Carilah salah satu artikel hasil penelitian. 8-10 kata b. metode c. Tes Uraian 1. kontribusi penelitian dapat dilihat di bagian a. telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu! . Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian 2. Rekomendasi untuk judul adalah a. 15-30 kata 10.

B. Mengenai Format Tulisan Semua bagian artikel yang dibicarakan di atas ditulis dalam format esai. KEGIATAN BELAJAR III PRAKTIK PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH A. Pada kesempatan ini akan dicontohkan beberapa petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan. dan secara aktif berdialog dengan penulis. URAIAN MATERI 1. 3. Dengan digunakannya format esai diharapkan pembaca memperoleh kesan seolah-olah berkomunikasi langsung. membuat karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian. mengenal format penulisan enumeratif. Oleh karena itu. indikator kegiatan belajar ketiga ini adalah: 1. Penggunaan format esai dalam penulisan artikel jurnal bertujuan untuk menjaga kelancaran pembacaan dan menjamin keutuhan ide yang ingin disampaikan. Dengan demikian peserta PLPG diharapkan mempunyai keterampilan dalam menyusun karya tulis ilmiah yang dapat dikirimkan kepada pengelola jurnal penelitian pendidikan (JIP). 2. Bandingkan dua format petikan berikut: . KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar kedua telah disajikan bagaimana teknik menulis karya tulis ilmiah yang bersifat hasil pemikiran dan hasil penelitian. mengenal format penulisan esay.BAB IV. Pada kegiatan belajar yang ketiga ini berisi mengenai latihan peserta PLPG dalam menulis karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian.

Artikel yang dimuat meliputi hasil penelitian dan kajian analitiskritis setara dengan hasil penelitian di bidang filsafat kependidikan. (2)…. Untuk kawasan Asia Tenggara dilaporkan melalui Regional Center for South East Asia dan untuk wilayah Indonesia dilaporkan kepada PDII-LIPI. c. dan (c) PDII-LIPI untuk wilayah Indonesia. Di dalam hal-hal tertentu format enumeratif boleh digunakan. (3)…. dan diserahkan dalam bentuk cetakan (print out) komputer sebanyak 2 eksemplar beserta disketnya. teori kependidikan. seperti (1)…. Naskah diketik spasi ganda pada kertas kuarto sepanjang maksimal 20 halaman. Berkas (file) pada naskah pada disket dibuat dengan program olah kata WordStar. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan format . Format Esei Setiap record ISSN dilaporkan kepada internasional Serial Data System yang berkedudukan di Paris. b. 2.. Petunjuk bagi Penulis Ilmu Pendidikan a. dan praktik kependidikan.9-32 Penulisan Karya Ilmiah Format Enumeratif Sesuai dengan lingkup penyebaran jurnal yang bersangkutan maka record ISSN dilaporkan kepada pihak-pihak berikut: (a) International Serials Data System di Paris untuk jurnal internasional (b) Regional Center for South East Asia bagi wilayah Asia Tenggara. dan seterusnya. WordPerfect atau MicroSoft Word. terutama apabila penggunaan format enumeratif tersebut benar-benar fungsional dan tidak tepat apabila diganti dengan format esei seperti dalam menyatakan urutan dan jadwal. Jika format esai masih dapat digunakan “penandaan” sejumlah elemen dapat dilakukan dengan format esei bernomor.

kata-kata kunci. Berkeley: McCutchan Publishing Co. . sedikit tinjauan pustaka. C. Vault. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja).D. Sistematika artikel setara hasil penelitian: judul. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency based Teacher Education. Tahun 24. bahasan utama (dibagi ke dalam subjudul-subjudul). pembahasan. Rata dengan Tepi Kiri) Peringkat 3 (Huruf Besar Kecil. hasil. Rata dengan tepi Kiri) d. Anderson.E. pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan. Sistematika artikel hasil penelitian: judul. kecuali bagian pendahuluan yang disajikan tanpa judul bagian. abstrak (maksimum 100 kata). disertai judul (heading). Daftar Rujukan disusun dengan mengikuti tata cara seperti contoh berikut dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis. masing-masing bagian. kata-kata kunci. dan hasil penelitian. abstrak (maksimum 100 kata) yang berisi tujuan. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja). Juli 1997. metode. Nomor 2. D. nama penulis (tanpa gelar akademik). hlm. f. Hanurawan. PERINGKAT 1 (HURUF BESAR SEMUA. Pandangan Aliran Humanistik tentang Filsafat Pendidikan Orang Dewasa.W. pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang. 1997. Miring. e. F. metode. dan tujuan penelitian. Ilmu Pendidikan: Jurnal Filsafat. nama penulis (tanpa gelar akademik). RATA DENGAN TEPI KIRI) Peringkat 2 (Huruf Besar Kecil. dan tidak menggunakan angka/nomor bagian. V. Peringkat judul bagian dinyatakan dengan jenis huruf yang berbeda (semua judul bagian dicetak tebal atau tebal miring). penutup atau kesimpulan. Teori.. 1993. & Dickson. kesimpulan dan saran. 127-137.Penulisan Karya Ilmiah 9-33 esai. dan Praktik Kependidikan.

rujukan. Artikel berbahasa Indonesia mengikuti aturan tentang penggunaan tanda baca dan ejaan yang dimuat dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Depdikbud. Kamera digital . tabel. Makalah. Pemeriksaan dan penyuntingan cetak-coba dilakukan oleh penyunting dan/atau melibatkan penulis. 200. Artikel yang sudah dalam bentuk cetak-coba tidak dapat ditarik kembali oleh penulis. 1987). penulis menerima nomor bukti pemuatan sebanyak 2 (dua) eksemplar dan cetak lepas sebanyak 5 (lima) eksemplar yang akan diberikan jika kontribusi biaya cetak telah dibayar lunas. Disertasi. Artikel berbahasa Inggris menggunakan ragam baku. N. g. Tesis. h. Alat tulis. Artikel dan Laporan Penelitian (Universitas Negeri Malang.000. 1991. Pusat Penelitian IKIP MALANG. LCD proyektor. d. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. Sebagai imbalannya. i. b. C. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di malang Angkataan XIV. Tata cara penyajian kutipan. LEMBAR KEGIATAN 1. 200).9-34 Penulisan Karya Ilmiah Huda. Malang. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah e. Penulis yang artikelnya dimuat wajib memberi kontribusi biaya cetak minimal sebesar Rp. Laptop c. Alat dan Bahan a.00 (dua ratus ribu rupiah) perjudul. dan gambar mengikuti ketentuan dalam Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi. 12 Juli.

1 Berdoa bersama untuk mengawali 5 menit pembelajaran.Penulisan Karya Ilmiah 9-35 2. ceramah pemecahan masalah 3. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2. Kegiatan Awal/Pendahuluan 2.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan Curah pendapat. Kegiatan 1. Langkah Kegiatan No. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan. Kegiatan Inti Fasilitator memberikan ceramah tentang format penulisan karya tulis ilmiah. 2. maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali. 2. 2. Fasilitator memberikan 130 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan .2 Presensi peserta pelatihan. jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya.

4.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit Refleksi 3. Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan. Kegiatan Akhir 4.9-36 Penulisan Karya Ilmiah ceramah tentang salah satu contoh petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan .1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu. Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian. Hasil a. . Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual. 4. Fasilitator memberikan tugas menyusun karya tulis ilmiah baik dalam bentu pemikiran maupun hasil penelitian. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran.2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing. tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. 4.

memuat latar belakang masalah dan sedikit tinjauan pustaka. D. dan masalah/tujuan penelitian) Metode Hasil Pembahasan Kesimpulan dan Saran Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uaraian saja) 2.Penulisan Karya Ilmiah 9-37 b. Artikel (hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa sub judul. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil penelitian. Artikel (setara hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa subjudul) Subjudul Subjudul Subjudul Penutup (atau Kesimpulan dan Saran) Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uraian saja) sesuai dengan kebutuhan . RANGKUMAN 1.

Tugas ini sifatnya individual. Fasilitator memberikan bimbingan dan pendampingan pada saat peserta PLPG menyusun karya tulis ilmiah. TES FORMATIF Peserta PLPG ditugasi menyusun karya tulis ilmiah dengan cara memilih salah satunya yaitu hasil pemikiran konseptual atau hasil penelitian. Tugas dapat ditulis menggunakan komputer atau tulis tangan.9-38 Penulisan Karya Ilmiah E. tidak harus terkekang di dalam kelas. Ruangan bebas. .

d 4. a Kegiatan Belajar 2 1. c 2. c 8. a 7. a 3. b 7. d . b 10. c 5.Penulisan Karya Ilmiah 9-39 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Kegiatan Belajar 1 1. b 2. b 6. b 9. b 4. c 6. c 10. a 8. a 3. b 9. c 5.

DAFTAR PUSTAKA Ditbinlitabmas Ditjen Dikti Depdikbud. 2001. Depdiknas: Jakarta. . Ikapindo. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Direktorat Profesi Pendidik. Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Press): Malang. Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah.A.K. dan Waseso. Wardani. A. Saukah.M. 2000. 2008. 2007. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah.G. I. LIPI. Ditbinlitabmas Dikti. G. Sistematika Penulisan Laporan KTI Online. dan Kantor Menristek: Jakarta. Penerbit Universitas Terbuka: Jakarta.