IV E

S NEGERI SE MA ITA RS

N RA

UN

G

UNNES

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2008

TEKNIK ELEKTRO
(SMK)

PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON XII UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2008

REKTOR NEGERISEMARANG UNIVERSITAS SAMBUTAN REKTOR

As s alamu' alailstm Warahmatutlahi Wab arakatuh Salam sejahtera untuk kita semua. Puji syukur tidak putus selalu kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dzat yang maha tinggi, atas rakhmat dan ilmuNya yang diturunkan kepada umat manusia. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 18 Tahun 2OO7, sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan

pelaksanaan uji melalui portofolio.

Berdasarkan prosedur pelaksanaan portofolio, bagi peserta yang belum dinyatakan lulus, LP|K Rayon merekomendasikan alternatif : (1) melakukan kegiatan mandiri untuk melengkapi kekurangan dokumen portofolio atau (2) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru ( PLPG ) yang diakhiri dengan ujian. Penyelenggaraan PLPG telah distandardisasikan oleh Konsorsium Sertilikasi Guru ( KSG ) Jakarta dalam bentuk pedoman PLPG secara Nasional. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Panitia Sertifikasi Guru ( PSG ) Rayon 12 dalam rangka standardisasi penyelenggaraan PLPG mulai penyediaan tempat, ruang kelas, jumlah jam, sistem penilaian, kualitas instruktur dan ketersediaan bahan ajar. Bahan ajar yang ada di tangan Saudara ini salah satu upaya PSG Rayon 12 dalam memenuhi

standard pelaksanaan PLPG secara nasional untuk itu saya menyambut dengan baik atas terbitnya Bahan Ajar PLPG ini. Sukses PLPG tidak hanya tergantung ketersediaan buku, kualitas instruktur, sarana prasarana yang disediakan namun lebih daripada itu dengan baik sejak adalah kesiapan peserta baik mental maupun fisik, untuk itu harapan saya para peserta PLPG telah menyiapkannya keberangkatannya dari rumah masing-masing. Pada kesempatan ini ijinkan saya, memberikan penghargaan yang tinggi kepada Dosen/lnstruktur yang telah berkontribusi dan berusaha men)rusun buku ini, agar dapat membantu guru menempuh program PLPG dalam rangka sertihkasi guru. Buku ini menggunakan pilihan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga pembaca dapat menikmatinya dengan seksama. Akhirnya kepada khalayak pembaca saya ucapkan selamat menikmati buku ini, semoga dapat memperoleh manfaat yang sebanyakbanyaknya.

Rektor Universitas Negeri Semarang

Sudijono Sastroatmodjo

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

PENDAHULUAN
Fakta tentang kualitas guru menunjukkan bahwa sedikitnya 50 persen guru di Indonesia tidak memiliki kualitas sesuai standardisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukkan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untuk melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistik HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masing-masing. Selain itu, 17,2% guru atau setara dengan 69.477 guru mengajar bukan pada bidang studinya. Dengan demikian, kualitas SDM guru kita adalah urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standardisasi rata-rata bukan standardisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut. "Saat ini baru 50 persen dari guru se-Indonesia yang memiliki standardisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pendidikan kita belum menunjukkan peningkatan yang signifikan," (Sutjipto dalam Jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkap oleh Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dr. Fasli Djalal, bahwa sejumlah guru mendapatkan nilai nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi pelajaran oleh guru ternyata tidak mencapai 50 persen dari seluruh materi keilmuan yang harus menjadi kompetensi guru. Beliau juga mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memprihatinkan. Guru PPKN, sejarah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi, sosiologi, geografi, dan pendidikan seni

1-2

Pengembangan Profesionalitas Guru

hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. "Artinya, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100," (Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondisi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasai 42,5 persen. Untuk itu, layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang profesional?

A. Guru sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga faktor penting, yaitu: (1) memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesilaisasi, (2) kemampuan untuk

memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang dimiliki, (3) penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu. Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual khusus, yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu, yaitu: (1) menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar, (2) menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya, (3) menuntut tingkat pendidikan yang memadai, (4) menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-3

pekerjaan yang dilaksanakan, (5) memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan, (6) memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, (7) memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan siswanya, dan (8) diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di

masyarakat. Pengertian di atas menunjukkan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusus, yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus, untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. Karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan.

B. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas, Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan,

penguasaan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut jabatan seseorang. Oleh sebab itu seorang calon guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang

diselenggarakan oleh LPTK. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya, mencakup tiga komponen sebagai berikut: (1) kemampuan kognitif, yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan

pengatahuan materi bidang studi yang diajarkan, (2) kemampuan afektif, yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain, (3) kemampuan psikomotor, yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang

1-4

Pengembangan Profesionalitas Guru

pelaksanaannya pengajar.

berhubungan

dengan

tugas-tugasnya

sebagai

Dalam UU Guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah program sarjana atau D4. Kompetensi pribadi meliputi: (1) pengembangan kepribadian, (2) berinteraksi dan berkomunikasi, (3) melaksanakan bimbingan dan penyuluhan, (4) melaksanakan administrasi sekolah, (5) melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran.

1. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu (1) orang yang menyandang profesi, (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter). Makmum (1996: 82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspekaspek; (1) kemampuan profesional, (2) kemampuan sosial, dan (3) kemampuan personal. Johnson (dalam Sanusi, 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut; (1) kemampuan profesional mencakup, (a) penguasaan materi pelajaran, (b)

penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, dan (c) penguasaan proses-proses pendidikan. (2) kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-5

membawakan tugasnya sebagai guru. (3) kemampuan personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup, (a) penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru, (b) pemahaman,

penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru, dan (c) penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik.

2. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh, berbudi luhur, jujur, dewasa, beriman, bermoral; kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin, tanggung jawab, peka, objekti, luwes, berwawasan luas, dapat berkomunikasi dengan orang lain; kemampuan mengembangkan profesi seperti berpikir kreatif, kritis, reflektif, mau belajar sepanjang hayat, dapat ambil keputusan dll. (Depdiknas,2001). Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral. Bila guru tidak percaya akan Allah, maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya, sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral, justru ia sendiri tidak bermoral. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah.

1-6

Pengembangan Profesionalitas Guru

Yang kedua, guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik memerlukan tanggungjawab yang besar. Pendidikan yang menyangkut

perkembangan anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya, tetapi perlu direncanakan, perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator, tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. Dari pengalaman lapangan pendidikan anak menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. Misalnya, terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik, guru meninggalkan kelas

seenaknya, guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik, guru tidak berani mengarahkan anak didik, dll. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sangat

penting bagi seorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik, guru lain, karyawan, orang tua murid, kepala sekolah dll. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena dalam pengalaman, sering terjadi guru yang sungguh pandai, tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik, ia sulit membantu anak didik maju. Komunikasi yang baik akan membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia, yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. Untuk itu guru sendiri harus hidup dalam kedisiplinan sehingga anak didik dapat

meneladannya. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu, seenaknya bolos; tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka bolos dan tidak tepat mengumpulkan perkerjaan

sangat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin yang kurang tinggi termasuk disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. ciri anak didik dan perkembangannya. perkembangan fisik dan psikis anak didik. Yang ketiga adalah sikap mau mengembangkan pengetahuan. karakter. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. tingkat pemikiran. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang. Pertama. tahu ilmu . Yang perlu diperhatikan di sini adalah. serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-7 rumah. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. meski guru sangat disiplin. 3. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. Kompetensi Paedagogik Selanjutnya kemampuan paedagogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat.

guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini.1-8 Pengembangan Profesionalitas Guru psikologi anak dan perkembangan anak dan tahu bagaimana perkembangan pengetahuan anak. (2) menguasai bahan pembelajaran. Kompetensi profesional meliputi: (1) menguasai landasan pendidikan. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efisien dan efektif. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat di sekolah yang nyata. guru juga diharapkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifititas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. Oleh karena guru kelaslah yang sungguh mengerti situasi kongrit siswa mereka. maka teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. Ketiga. Dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. dan (5) menilai proses serta hasil pembelajaran. Dengan mengerti bermacammacam teori pendidikan. diharapkan guru dapat meramu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. (3) menyusun program pembelajaran. Kedua. (4) melaksanakan program pembelajaran. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis. . Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang seperti yang direncanakan sebelumnya. maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. diharapkan guru dapat memilih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik.

raga. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah sosial kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistik. Hanya saja. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. (2) memiliki toleransi pada orang lain. pribadi. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan simultan ketika seseorang berpikir dan atau mengerjakan sesuatu (Amstrong. 1994). Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti .Pengembangan Profesionalitas Guru 1-9 4. Uniknya lagi. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotial intellegence (Goleman. dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika. 1995). kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasan-kecerdasan yang lain. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. alam. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi: (1) memiliki empati pada orang lain. dan (4) mampu bekerja sama dengan orang lain. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. ruang. pendekatan komperehensif. 1998). 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. atau pendekatan multidisiplin. bahasa. mungkin beberapa di antaranya menonjol. Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan sosial adalah kecerdasan pribadi (personal intellegence). Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. sedangkan yang lain biasa atau bahkan kurang. (3) memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain. musik.

Topik-topik ini dapat dikembangkan menjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang aktual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. berempati. dan memberi kepada orang lain. (9) berempati. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topik silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen.1-10 Pengembangan Profesionalitas Guru karier di masyarakat. bergaul. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya. (11) toleransi. (14) kerja sama. ada 15 yang dapat dimasukkan kedalam dimensi kompetensi sosial. baik finansial maupun non finansial. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. misalnya. (8) berbagi. (10) kepedulian kepada sesama. lembaga. (5) kepemimpinan. dan pengendalian diri yang menonjol. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi kompetensi ini. bekerja sama. menjadi jelas bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendapatkan penghargaan. (13) menerima perbedaan. Untuk mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. . Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. (6) relawan sosial. atau perusahaan.com). Beberapa dimensi ini. dan (15) komunikasi. (3) peran dalam kegiatan kelompok. dapat kita saring dari konsep life skills (www. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerja sama. (7) kedewasaan dalam bekreasi.lifeskills4kids. (4) tanggung jawab sebagai warga. (2) melihat peluang. (12) solusi konflik. Dari 35 life skills atau kecerdasan hidup itu. yaitu: (1) kerja tim.

. faktor gurulah yang dinilai sebagai satu faktor yang paling penting dan strategis.2 juta orang. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. pemerintah telah memberikan perhatian khusus dengan merumuskan sebuah UndangUndang yang mengatur profesi guru dan dosen. baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari UndangUndang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa pada saat pengesahan Undang-Undang ini. Guru. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. karena di tangan para gurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan. dan hanya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan. dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. Dalam pembahasan rancangan Undang-Undang ini (hingga disahkan pada 6 Desember 2005) tersirat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajah suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. Dari ketiga komponen tersebut. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. dan menjadikan profesi ini menjadi pilihan utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyanto 2005:1). Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-11 C. peserta didik. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru.

dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. Kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. guru sebagai profesi yang amat mulia. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. dipupuk dan dikembangkan melalui satu proses. seorang profesional muda. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. kebijakan dan program yang tepat. melakukan pembimbingan dan pelatihan. profesionalisme. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). strategi. Proses. Sebagai contoh. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. Profesional menunjuk dua hal. kebijakan. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tetang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesional. Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. Misalnya. dan profesionalitas sebagai berikut ini Profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. yakni orangnya dan kinerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. dan kesetiaan terhadap pekerjaan itu. . James M.1-12 Pengembangan Profesionalitas Guru Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. tetapi harus dibangun. Demikian pula. atau dia bekerja secara profesional. Cooper. dibentuk. mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesional dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. strategi. tanggung jawab. profesional. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang dapat dihandalkan. menilai hasil pembelajaran.

(2) komitmen. di samping melindungi kepentingan anggotanya. Westby-Gybson (1965). semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. insinyur. maka kaidah itu dapat . Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persyaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pendidikan dan pengajaran. pemerintah sejak lama telah berupaya untuk merumuskan perangkat standar komptensi guru. bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. yang dengan undang-undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik’. sehingga yang dianggap bidang diperbolehkan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang keahlian yang lebih spesifik. Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan UndangUndang. Kedua. Ketiga. yakni (1) keahlian. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. yang menyatakan bahwa. memiliki organisasi profesi yang.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-13 Sebagai tenaga profesional. Profesionalisme guru didukung oleh tiga hal. dan (3) keterampilan (Supriadi 1998:96). memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan kompetitiflah seleksi yang secara efektif. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan karena keahlian tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi lain. Keempat. ‘berilah aku hakim dan jaksa yang baik. seperti dokter. Dalam dunia yang sedemikian maju. 2004:2). Pertama. termasuk guru. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotannya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yang dapat diberikan (Suparlan. Kelima.

Belajar dapat dilakukan di mana saja. Untuk menggambarkan guru profesional. Pertama. guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. Standar Pengembangan Karir Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya. yakni dengan ungkapan bijak ‘berilah aku guru yang baik. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. Kelima. dan belajar dari pengalamannya. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya (Supriadi 2003:14). yang terpenting adalah manusianya.1-14 Pengembangan Profesionalitas Guru dianalogikan dengan pentingnya guru. Sama dengan manusia dengan senjatanya. guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. Ketiga. D. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Mendiknas memberikan penegasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Februari 2003). Hal yang sama. ‘man behind the gun’. Keempat. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kedua. bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. dan dengan kurikulum yang kurang baik sekali pun aku akan dapat menghasilkan peserta didik yang baik’. tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apa . guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya. Artinya. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya.

Jadi. (2) antusiasme. yakni proses dan pembelajaran menyenangkan. Di samping itu. Pekerjaan besar ini mulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan prajabatan yang dikenal dengan LPTK. mengasyikkan. dan (3) penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). Untuk membangun pendidikan yang bermutu. karena pada akhirnya menyangkut duit atau gaji dan penghargaan. Namun. Sebagai salah satu komponen utama pendidikan. karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. mencerdaskan. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. karena indikasi adanya mutu profesionalisme guru masih rendah. Gaji akan mengikuti dedikasi. karena melibatkan banyak komponen. gaji dan dedikasi terkait erat dengan faktor lain yang bernama kompetensi profesional. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. guru harus memiliki tiga kualifikasi dasar: (1) menguasai materi atau bahan ajar. Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab akibatnya. selain memang harus dipikirkan dengan sungguhsungguh upaya untuk meningkatkan gaji dan penghargaan kepada . ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. Banyak orang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa prima-nya. Pada akhirnya orang mudah menebak. Ternyata.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-15 pun juga. Ketidakmampuan LPTK ternyata memang di luar tanggung jawabnya. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. yang paling penting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembalajaran yang yang berkualitas.

Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge. Sejalan dengan definisi tersebut. yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. Pada tahun 70-an. menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Pada saat itu Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis (Dikgutentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”. attitudes. .1-16 Pengembangan Profesionalitas Guru guru. terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). dan nilai-nilai yang ditunjukkan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. sikap. Setelah sekitar dua tahun berjalan. namun masih ada pekerjaan besar yang harus segera dilakukan. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrumen atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. Dua dekade kemudian. Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan barang baru. Direktorat Tenaga Kependidikan (Dit Tendik). nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi Guru yang beranggotakan para pakar pendidikan yang tergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru. keterampilan. skill. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak”. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. para penyelenggra pendidikan di kabupaten/kota telah menunggu kelahiran kompetensi guru itu. keterampilan. and values displayed in the context of task performance”. Sementara itu. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru merupakan kombinasi kompleks dari pengetahuan. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK.

dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. (2) meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreativitas. PMPTK. (2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar. Standar Kompetensi Guru bermanfaat untuk: (1) menjadi tolok ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. keterampilan. dan (3) penguasaan akademik. Standar kompetensi guru SKS memiliki tujuan dan manfaat ganda. (4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. . (7) penguasaan bahan kajian akademik. kemandirian. dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik. Di samping itu. Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi. yaitu: (1) penyusunan rencana pembelajaran. 2005). Oleh karena itu. Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen yang saling mengait. (2) pengembangan profesi. Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan. 2005). inovasi. (6) pemahaman wawasan kependidikan. Diten PMPTK.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-17 Berdasarkan pengertian tersebut. Standar kompetensi guru bertujuan ‘untuk memperoleh acuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran’ (SKG. (5) pengembangan profesi. (3) penilaian prestasi belajar peserta didik. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi. standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. kualifikasi. yakni (1) pengelolaan pembelajaran. Direktorat Tendik 2003:5). peningkatan kualitas dan penjenjangan karir guru.

pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah. dan bahkan menjadi tenaga struktural di dinas pendidikan. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pandir penghasilan sama’. yang sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan. Region-region penataran telah dibentuk di berbagai kawasan di Indonesia. Dengan kondisi seperti itu. dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan . Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh direktorat-direktorat di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada di bawah Ditjen PMPTK. Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980an telah didirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran Guru (BPG). ada sebagaian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena faktor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa. Pengembangan Karir Guru Pada era sentralisasi pendidikan.1-18 Pengembangan Profesionalitas Guru E. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan sistem kredit. Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. anggota legeslatif. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk pelbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah di Indonesia. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena faktor ‘kasihan’. Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan sistem kredit pun sama. antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka.

(4) pengelola sanggar. yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. (5) kepala sekolah. (3) instruktur. (6) Pengawas sekolah. yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan kegiatan Guru (PKG). Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman dalam mengikuti penataran di luar negeri. atau baru sebatas ditatar di tingkat kecamatan atau sekolah. serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh Kantor Wilayah Departemen pendidikan dan Kebudayaan yang ada di regionnya masing-masing. yang sistem penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas. dan sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagaian besar dilaksanakan di satu sanggar yang disebut sanggar PKG. para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) guru biasa. . Selain itu. guru yang telah ditatar di tingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat yang sebagai penatar di tingkat kabupaten. (2) guru Inti. guru yang telah mengikuti klegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat provinsi.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-19 lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training. sementara para kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS). guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola Sanggar PKG. Melalui pola PKG ini. para guru memiliki wadah pembinaan profesional melalui orgabnisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. kecamatan. yakni guru baru atau guru yang belum pernah mengikuti penataran. satu jenjang fungsional bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah.

LPMP. PENUTUP Peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru. oleh Depdiknas sekarang dikelola oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. dan LPTK sebagai mitra kerja.1-20 Pengembangan Profesionalitas Guru F. Berbagai program peningkatan kompetensi dan profesionalisme tersebut dilaksanakan dengan melibatkan P4TK (PPPG). Dinas Pendidikan. .

Jakarta:Paramadina dan Logos Wacana Ilmu. Indra Djati Sidi. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Rambu-rambu Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Grasindo. Jakarta: Depdiknas.1995. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo. Menuju Masyarakat Pembelajar: Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. dalam Syarif Ikhwanudin dan Dodo Murtadhlo. 2002. Santoso S. 2005. Everett M. 2000. Hamijoyo. 2002. Diffusion of Innovation. 2002. Direktorat Ketenagaan. Balitbang Depdiknas. Paul. Jakarta: Genesindo. Inovation in Education: Reformers and Their Critics. Ace dan Dasim Budimansyah. Safrudin Ismi. Jakarta: Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti Dirjen Dikti Dir PPTK Depdiknas. Penelitian Balitbang dan Lemlit UNNES. 2004. Pendidikan untuk Masyarakat Indonesia Baru. Guru Demokratis di Era Reformasi Pendidikan. Rich. Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Masa Depan. Fathur dkk. Suryadi. Studi Kebijakan Pengelolaan Guru Di Era Otonomi Daerah dalam Rangka Peningkatan mutu pendidikan. dalam Isu-isu Pendidikan di Indonesia: Lima Isu Pendidikan Triwulan Kedua. Undang-Undang No. Rogers. New York: Cross Cultural Approach. “Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah”. Gunawan. Rokhman. Jakarta: Rineka Cipta. Pusat Data dan Informasi Pendidikan. 2004.DAFTAR PUSTAKA Chamidi. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kebijakan-Kebijakan Pendidikan. New York: The Free Press. Yogyakarta: Bigraf Publishing. Zamroni. Akibatnya pada Mutu Pendidikan”. Ary H. 1992. 2002. 2006. Suparno. 1995. John Martin. “Status dan Peran Guru. Standar Kompetensi Guru Kelas SD-MI Program D-II PGSD. Undang-undan No. 2004. .

BUKU AJAR Dasar Teknik Elektro .

B. Dapat merangkai dengan berbagai hubungan menghitung secara teoritis dan membuktikan dengan cara mengukur. Sebelum memahami tentang rangkaian dasar elektro. cara pemasangan alat ukur listrik. Pemahaman akan lengkap apa bila mengenal bentuk fisik masingmasing komponen. Petunjuk belajar. C. L dan C pada rangkaian dengan arus atau tegangan DC maupun AC. DC maupun AC. dapat menggunakan alat ukur dasar listrik (AVO meter). daya. Setelah memahami materi. satuan dasar. Kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari materi ini akan memahami fungsi dari masing-masing komponen bila dirangkai dan dipasang pada arus maupun tegangan. diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan rangkaian listrik yang komplek dengan berbagai metode. Deskripsi Ruang lingkup dari materi ini mempelajari tentang dasar rangkaian listrik dari komponen pasip yaitu R . pembacaan code nilai. . Prasyarat. komponen-komponen listrik. D.BAB I PENDAHULUAN A. tegangan. Kompetensi dan Indikator. terlebih dahulu harus sudah memahami teori dasar ilmu listrik tentang arus.

W Satuan Coulomb Ampere Volt Watt Joule.V p. watt detik Persamaan yang berhubungan q = i. I e.1 Besaran dan satuan listrik . P w. berikut Besaran Listrik Muatan Arus Tegangan Daya Kerja energi Simbol q. E.q .E. RANGKAIAN DC DC (Direct Current ) adalah daya listrik (arus . A. Dasar rangkaian Listrik.1 Kurva DC 1. w = ∫τ ei dt Tabel 1.t t = 1/f i = dq/dt e = w/q p = e. Besaran dan satuan listrik Besaran dan satuan listrik ditunjukkan pada tabel 1. batre.BAB II KEGIATAN BELAJAR I I. tegangan) yang besar dan arahnya setiap saat sama.i w = e.I positip 0 negatip t Gambar 1.Q i.v. dinamo. Daya ini dibangkitkan akumulator . thermocouple dan lain-lain.

Hubungan komponen a.3. Segitiga Ohm 3. Resistivitas Resistivitas suatu penghantar adalah tahanan untuk satu satuan panjang per satu satuan luas penampang penghatar tersebut. Deret (seri) R1 A Gambar 1. R ………volt E I R I = E / R…ampere dan R = E / I……Ω Gambar 1. Hukum OHM Hukum Ohm : perbandingan antara tegangan (e. Hubungan seri maka RAB = R .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-3 2.I )dalam tahanan (R) E = I. R=ρℓ/A Keterangan: R = Tahanan dalam ohm ρ = (rho) tahanan jenis 4.n yang terhubung seri n = jumlah tahanan Tahanan total hubungan seri besarnya lebih besar dari tahanan terbesar R2 B RAB = R1 + R2 +…… Rn Bila R1 = R2 =…… Rn = R ℓ = panjang hantaran dalam cm A = luas penampang dalam cm2 .E) dan arus listrik (i.2.

R2) + (R1. y.R3) +(R2. Hubungan campuran (coumpound) RBC = R3 R4 / (R3 + R4) A R1 R2 B R4 R3 C RAC = RAB + RBC RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Gambar 1.R3)} B 1/ RAB = 1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn RAB = 1/ (1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn) Bila R1 = R2 =…… Rn = R maka RAB = R / n Tahanan total hubungan paralel besarnya lebihkecil dari tahanan terkecil yang terhubung paralel c. z). dan ujungujung disatukan X R1 R3 Z R2 Y Gambar 1. Jajar (paralel) R1 A R2 Gambar 1. Hubungan Y .5.2-4 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik b.4.6. Hubungan paralel Untuk n = 2 Untuk n = 3 RAB = R1 R2 / (R1 + R2) RAB = R1 R2 R3/ {(R1. Hubungan seri paralel d. Hubungan bintang ( Y ) Hubungan bintang: masing-masing pangkal terbuka (x.

ujung RB terhubung pangkal RC. sehingga hasil konversi merupakan hubungan seri atau paralel atau campuran Konversi dari Y ke ∆ Untuk mengkonvers 3 terminal senama Y dan ∆ disatukan RA = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R1 RB = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R2 RC = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R3 Konversi dari ∆ ke Y R1 = (RB RC) / (RA + RB + RC) R2 = (RC RA) / (RA + RB + RC) R3 = (RA RB) / (RA + RB + RC) . Untuk penyelesaian harus ada hubungan lain yang terkait dengan hubungan Y atau ∆ yang harus dikonversi /diubah dari Y ke ∆ atau sebaliknya. X RB RC Z RA Y Gambar 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-5 e. z) seperti terlihat pada gambar 6. paralel dan campuran karena mempunyai 3 terminal terbuka. y. Hubungan ∆ atau D Catatan: Hubungan Y maupun ∆ tidak bisa diselesaikan seperti cara seri.7. ujung Rc terhubung pangkal RA. Hubungan segitiga (∆ ) atau Delta (D) Hubungan segitiga: ujung RA terhubung pangkal RB . masing-masing sambungan sebagai terminal terbuka (x.

f. Hukum OHM pada rangkaian Arus dan tegangan pada rangkaian i2 B i3 R4 A E C R1 i R2 R3 C Gambar 1. Bila terhubung seri. R4 = Y diubah ∆ jadi RA RB RC maka RB seri R2. Gabungan Y ∆ dan penggantinya Catatan: 1. R3. paralel atau campuran. Untuk kondensator (C) Bila terhubung seri. RC seri R5 sehingga B (RB + R2) paralel (RC + R5) = Rpar RAB = RA seri dengan Rpar Gambar 1.2-6 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh 1. paralel atau campuran.8.9. perhitungannya sama dengan tahanan 2. perhitungannya terbalik dengan tahanan (R). A R4 RB A RA RC R5 R1 R3 R5 R2 B R2 R1. Arus dan tegangan RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Tegangan pada R1 = i R1 Tegangan pada R2 = i R2 Tegangan pada R3 = Tegangan pada R4 = E BC = i { R3 R4 / (R3 + R4)} i2 = E BC / R3 dan i3 = E BC / R4 E = E AB + E BC = ( iR1 + iR2 ) + i { R3 R4 / (R3 + R4)} i= E / RAC . Untuk kumparan (L) nilai tahanan R = ρ ℓ / A.

Empat buah tahanan masing-masing 15 Ω . A+ E1 Bi2 R1 i1 R2 C + E2 D terminal AB terdapat tegangan E1 terminal CD terdapat tegangan E2 arus i1 mengalir pada R1 arus i2 mengalir pada R2 E1 . Jumlah aljabar dari seluruh perkalian arus dan tahanan pada penghantar-penghantar tersebut.i2) = 0 2. 10Ω . Tegangan kirchhoff . 6 Ωdan 3 Ω deret. Arus kirchhoff 4Ω . Pada gambar 7 bila masing-masing tahanan besarnya 3 Ω hitunglah besar tahanan RAB 5. Dari rangkaian B R1 C i = arus menuju titik B (arah positip) D i1 dan i2 = meninggalkan titik B (arah negatip) semua arus yang menuju ke titik B adalah i + (-i1) + (. 3.E2 = i1 R1 + i2 R2 sebuah rangkaian tertutup. Hukum Kirchhoff 1. Tiga buah tahanan terdiri dar 12Ω . sama dengan jumlah aljabar seluruh gaya gerak listrik yang terdapat pada rangkaian Gambar 1.10. tersebut dibungkan dengan batre 12v Berapa besar tahanan total arus yang mengalir pada masing-masing R.i1 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-7 Latihan 1.11. 3Ω dihubungkan jajar kemudian dihubungkan seri dengan tahanan 9Ω .i2) = 0 i . Berapa besar tahanan bila a) dihubungkan seri b) dihubungkan paralel 2. Jumlah aljabar semua arus yang mengalir menuju suatu titik pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol i A i1 i2 R2 Gambar 1.

2-8 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Teori Superposisi Bila dalam suatu rangkaian terdapat lebih dari satu sumber tegangan atau sumber arus.12. maka arus yang mengalir pada salah satu cabang dapat dihitung dengan menjumlahkan arus yang mengalir padanya pada saat salah satu sumber dimatikan sedang sumber lain aktip secara bergantian.12b. R3 R2 R1 + R3 R3 + E I R4 I4 R2 R1 It E=0 R4 I4 ’ I R1 It R2 + E I=0 R4 I4’’ (a) (b) Gambar 1. Rangkaian dengan 2 sumber (c) (a) rangkaian dasar (b) E mati .12c. I mati Gambar 1. Rp2 = {(R3 + R4 ) // R1 } + R2 maka It = E / Rp2 Arus di R4 adalah I4’’ = [R1/ {{R1 + (R3 + R4 ) } ] It dengan arah atas ke bawah maka I4 = I4’ + I4’’ (karena arah sama) . Rp1 = (R1//R2)+ R3 arus di R4 adalah I4’= (Rp1 / Rp + R4 ) It dengan arah atas ke bawah Gambar 1. I aktif (c) E aktif .

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-9 6. Rangkaian Thevenin 7. TEORI NORTON Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber arus tetap IT dan konduktor tetap GT yang terhubung paralel IT ET b Gambar 1. TEORI THEVENIN Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan tetap ET dan tahanan tetap RT yang terhubung seri a R1 E IT ET R2 b a RT Rangkaian selanjutnya Rangkaian selanjutnya Rangkaian semula.14. (beban) Rangkaian Thevenin RT didapat dengan membuka beban (oc)dan menghubungsingkatkan E (sc) sehingga ET didapatkan dengan membuka beban (oc) maka ET = Eab = ( R2 / R1 + R2 ) E IT = ET / RT (beban) R2 // R1 b Gambar 1.13. Rangkaian Thevenin ke Norton a RT Rangkaian selanjutnya a Rangkaian selanjutnya (beban) IT GT b (beban) .

Karena arus tak mengalir pada R3 maka tegangan x-y atau ET sebesar: ET = E xy = E1 – (I .Isc’’ (arah arus mana yang lebih besar) . R2 ) . dengan cara menghubungsingkatkan superposisi didapatkan: E1 = aktif E2 = 0 i1 = E1 /{ R1 + (R2 // R3)} gambar Dengan Isc’ = ( R2 / R2 + R3 ) i1 E1 =0 E2 = aktif IT = i2 = E2 / {( R1 // R2 )+ R2 } Isc’’ = ( R1 / R2 + R3 ) i2 Isc’ .Rangkaian dengan 2 sumber tegangan Untuk x–y terbuka arus I mengalir ke R2 dan R1 sebesar I = (E1+E2 ) / (R1+R2 ) .2-10 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh Ubahlah menjadi rangkaian Thevenin dan Norton R3 x R1 E1 R2 R1 R2 I R3 x R1 R2 E1 =0 R3 x + + E2 + E1 i1 y i2 beban RL + E2 y beban RL E2=0 y (a) (b) (c) Gambar 1.15.E2 RT didapatkan dengan menghubungsingkatkan E1dan E2 pada beban terbuka (gambar 10c) sebesar R xy = ( R1 // R2 ) + R3 Arus hubung singkat ( beban Isc) (x-y) atau IT didapatkan 10b. R1 ) atau ET = E xy = (I .

0 0 Π 2Π 2Π = T = periode dalam detik + 0 0 = putaran per detik f =1/T= frekuensi dalam cps (Hertz) 0 t ω = 2Π / T = 2Π f = kecepatan sudut T T dalam radial (derajat). arus) yang besar dan arahnya setiap saat berubah.16. R2 = 6 Ω . i V m Im E2 = 10V R1 = 3 Ω. R3 = 3 Ω.17. Bentuk sinus .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-11 Rangkaian Thevenin dan Norton dapat digambarkan RT + ET y (a) (b) x IL RL IT + RT x IL RL y Gambar 1. RANGKAIAN AC AC (Alternating Current) adalah daya listrik (tegangan. 1. Bila daya AC dihubungkan dengan komponen maka komponen tersebut bersifat impedansi yang berupa tahanan murni ( R ) dan reaktansi (x) v. Rangkaian pengganti gambar 15 (a) Thevenin (b) Norton Arus beban n=menurut Thevenin IL = ET / (RT + RL) Arus beban n=menurut Norton IL = {RT / (RT + RL)} IT Latihan Hitunglah arus pada beban RL dari gambar 10 secara Thevenin dan Norton bila diketahui : E1 = 20V RL = 5Ω B. Tegangan v = Vm sin ω t Arus i = Im sin ω t Gambar.

Ф ) = Im sin (ω t -90o ) (b) (b) phasa v dan i dicatukan pada L maka arus .( Vm / ω L) cos ω t = (Vm / ω L) sin (ω t .1. Catu daya (v atau i ) AC pada komponen Tahanan i v v=i R (a) Gambar.19 AC pada L (a) v dan i pada L v = Vm sin ω t i = ∫ (Vm sin ω t dt / L) = .2-12 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.i Vm Im v=i ω L L 0 ω (a) Gambar.18 AC pada R (a) v dan i pada R v = Vm sin ω t (b) phasa v dan i R 0 (b) Vm Im t dicatukan pada R maka arus i = v / R = Im sin ω t bentuk gelombang v maupun i (gambar 18b) ternyata tidak terjadi beda phase (0o) maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar Z=R Kumparan i v t Ф=90o 0 ………………Ω v.1.

..i i v v=i1/ωC (a) Gambar 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-13 bentuk gelombang (gambar 19b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Im tertinggal 90o terhadap Vm atau Vm mendahului 90o terhadap Im maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZL = ω L Kondensator v.20.Ω 1/ω C = 2 Π f C= Xc disebut reaktansi capasitif . AC pada C (a) v dan i pada C v = Vm sin ωt (b) phasa v dan i C Ф=90 o 90o ……….20b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Vm tertinggal 90o terhadap Im atau im mendahului 90o terhadap vm maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZC = ω C .Ω ω L = 2 Π f L= XL disebut reaktansi induktif Vm Im 0 (b) ωt dicatukan pada C maka arus i = C (d Vm sin ωt /dt ) = C (Vm cos ωt /dt ) = ωC (Vm cos ωt) = {Vm / (1/ ωC ) } sin (ωt +90o ) = Im sin (ωt +90o) Vm / (1/ ωC) = Im bentuk gelombang (gambar 1.90o ……….

Vektor tegangan v = Im ZL Z = √ R2 + ω2L2 Z Ф Ф …….23.Ω -1 XL R Z = √ R2 + X L 2 Ф = tg XL /R 0 Atau Ф = arc tg XL /R Gambar 1. R seri L maka A sin Ф + B cos Ф = C sudut Ф = ωt = tg -1 B/A= tg -1 (ωL/R) v C 0 Ф vL C= A2 + B 2 2 2 B vR = √ R2 Im2 + ω2L2 Im2 = Im√ R + (ωL) A Gambar 1.2-14 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian seri R dan L vR v = vR + vL i v R L vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф = Im (R sin ωt+ ωL cos ωt) misalkan R Im = A ωL Im = B Gambar 1. R seri C . Vektor impedansi RL Rangkaian seri R dan C i R v C vC vR v = i R + i / j ωC Gambar 1.22.21.24.

26. Vektor impedansi RC Rangkaian seri R .Im/ ωC ) cos ωt} = Im R sin ωt + (ωL – 1/ ωC) Im cos ωt ωL √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 ωL-1/ ωC Ф impedansi seri RLC adalah Z = √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 …….Ω 0 Z R Ф = tg -1 (.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-15 Z = √ R2 – (1/ ωc)2 Ф ……. L dan C vR v = vR + vL + vC i v R L C vC Gambar 1. Vektor impedansi R L C ( ωL/R .Ω dengan sudut Ф 1/ ωC Ф = tg -1 R Gambar 1.27. Seri R L C vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф + { ( .1/ ωC R ) XC Gambar 1.1/ ωC ) ..25.

7Ω 38.2o arus tertinggal 38.2o terhadap tegangan Gambar 1.2-16 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik contoh Tahanan R=10 Ω diseri dengan kumparan L=0.2o =(150 0) / 12.85Ω Z = √ R2 + XL2 jadi Z = 12.14 .85/10) =38.05 = 7.2o = 11. 3.2o R=10 XL=7.852 = √ 161. Penyelesaian XL = 2 Π f L = 2.85 dengan sudut Ф = tg -1 XL /R = tg -1 (7.8 A .7Ω = √ 102 + 7.2o Bila digambarkan vector impedansinya arus Im = Vm / Z Z =12.7 38. Vektor Z .38.6 = 12.05 henry dihubungkan tegangan AC yang mempunyai tegangan maximum 150v frekuensi 25 Hz berapa impedansi dan arus yang mengalir. 0.28.7 38. 25 .

Rangkaian elektronika terdiri dari komponen aktif dan pasif (bersifat resistip). Emissi Kuat Medan : emissi yang timbul karena perbedaan tegangan pada Anoda-Katoda.BAB II KEGIATAN BELAJAR II DASAR ELEKTRONIKA KOMPONEN : Komponen elektronika bersifat aktif yang artinya dapat mengubah besaran maupun bentuk masukan (input). tekanan mekanik ) pada bahan emissi (katoda) . tegangan. A. Tabung elektron a) Bentuk fisik b) Simbol-simbol 2. BENTUK FISIK & SIMBOL A = anoda A K K = Katoda A G = Grid A G SG = Sreen Grid A G SG K K K Dioda ( a) Dioda gas Trioda Tetroda ( b) Gambar 2. Emisi Elektron : Pancaran elektron akibat pengaruh dari luar (panas. c. Sebelum komponen semikonduktor ditemukan komponen aktif menggunakan tabung electron atau tabung hampa. TABUNG ELEKTRON 1. Emissi Thermis : emissi yang timbul karena pengaruh panas pada filament (heater) b. sinar.1. DASAR KERJA Bekerjanya tabung elektron berdasarkan emissi elektron: a.

golongan V (donor) O. Perawatan sulit 7. Cd. Miniaturisasi 4.golongan I Be. In. N = pembawa muatan negatip sebesar – 1. Ga. Membutuhkan daya besar 2. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1. Zn. Daya besar 2. 10 -19 C P =pembawa muatan positip + 1. Pb ……………………. Dimensi besar 4.2-18 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 3.Bahan campuran : C. Tidak membutuhkan pemanasan 3. Sn. Al. P. Bi ………………. As. Se. Mahal B. Bahan utama : Silicon (Si) dan Germanium ( Ge) sebagai golongan IV 2. Tidak tahan tekanan mekanik 6. golongan II B. Po ………………golongan VI Golongan V didoping ke golongan IV = logam type N (elektron) Golongan III didoping ke golongan IV = type P (hole).. SEMIKONDUKTOR 1. Daya yang dibutuhkan rendah 2.. Mg. Tl ………………. Te. 10 -19 C.6. Membutukan pemanasan 3. 5.6. Dinamis / portable . Hg …………. BAHAN 1. Tahan Panas Kerugian : 1.golongan III (aseptor) N. S. 2. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1. Sb. Statis.

IS 0 .ID µA VD non bias VD=0V ID = 0 volt Gambar 2. Daya yang dihasilkan rendah 2. Tahan terhadap tekanan mekanik 6.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-19 5. KARAKTERISTIK ID mA Forward bias VD>0V ID > 0 -VD Reverse bias VD< 0V ID = . Karakteristik dioda . Mudah perawatan 7.3.2. SIMBOL & PENCATUAN Logam tipe P & N disambung = Sambungan (jungtion) PN Dioda anoda IB =0 IS =0 dk katoda IS dk IB IB =0 dk IS P N VD<0 dicatu mundur VD= tegangan catu VD=0 VD>0 tanpa dicatu dicatu maju IB = arus mayoritas IS = arus minoritas dk = daerah kosong Gambar 2. Murah Kerugian : 1. Simbol dan pencatuan dioda Dioda melalukan arus bila di catu maju (forward bias) dan tidak melalukan arus bila dicatu mundur/balik (reverse bias). 2. Tidak tahan terhadap panas DIODA 1.

RANGKAIAN GERBANG (GATE) A.1 ) e = muatan electron ( 1.2-20 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Arus dioda ID = IS ( e kVD/T .6 . Rangkaian Gerbang OR (ATAU). rangkaian OR dan tabel kebenaran . Ω PENGGUNAAN DIODA 1.4. A A B E C 1 B E 0 A D1 D2 I C R R 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 1 1 1 Gambar 2. 10 -19 colomb ) k = konstanta Boltzman ( 1. T /q maka r AC = (kT/q) / id r AC = 26 mA/ id ……….38 . Rangkaian logika. 10 -23 joule oK -1) VD = tegangan dioda T = temperature dalam oK (300 oK ) Keterangan : IS = arus jenuh balik Tahanan DC (statis) R DC = VD ID Tahanan AC (dinamis) r AC = vd / id vd = k.

Rangkaian Gerbang AND (DAN) A B A D1 D2 I C R C E 1 B 0 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 0 0 1 E Gambar 2.7. rangkaian logika.5.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-21 B.Gerbang AND kondisi A=1 B=0 Tegangan C = [Rf2 / {Rf2 +( R // Rr1)} ] E = [0 / {0+( R //~)}] E = 0 .6. Dioda ideal rangkaian AND dan tabel kebenaran Rf = 0 ohm (tertutup) Tahanan maju (forward) Tahanan mundur (reverse) Rr = ~ ohm (terbuka) Analisis dapat dilakukan berdasarkan tabel kebenaran Contoh Gerbang OR kondisi A = B = 1 A 1 B E 0 D1 D2 I C R R Gambar 2. Gerbang OR pada kondisi A=B=1 Tegangan C = [ R /{ R+ (Rf1 // Rf2 )}]E = [ R/{R+ (0 // 0) }]E = E = 1 Gerbang AND kondisi A=1 B=0 R A 1 E 0 C D1 R D2 B Gambar 2.

9. Clipper seri dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper seri (b) Bentuk masukan (c) Bentuk keluaran B. PEMOTONG PARALEL R R vo 0 0 vi 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 Gambar 2. Clipper paralel tanpa sisipan tegangan DC .2-22 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.Gambar 2. Clipper seri tanpa sisipan tegangan DC V vi =Vm VD R Vo Vm 0 V vi vo 0 vi + V v (a) (b) (c) .10. RANGKAIAN PEMOTONG (CLIPPER) A. Pemotong Seri 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 Gambar 2.8.

11.12 Penyearah setengah gelombang. Penyearah gelombang penuh (full wave rectifier) Satu periode input menghasilkan 2 puncak positip Penyearah gelombang penuh ada 2 macam: . Penyearah setengah gelombang (half wave rectifier) Satu periode input menghasilkan ½ periode (satu puncak) positip VT D Vi = Vm sinωt Vm -VT R Vi Vm 0 t1 t2 0 Vo Vm -VT V dc = 0.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-23 Vo R vi =Vm VD V vi Vm 0 vo Vm V 0 (a) (b) (c) Gambar 2.318 t1 t2 (a) (b) (c) Gambar 2. Clipper aralel dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper paralel (b) Bentuk masukkan (c) Bentuk keluaran 3.318 (VM . a) Rangkaian b) input sinusoidal VDC = 0.VT) c) bentuk output B. Ada 2 macam jenis penyearah A. PENYEARAH Penyearah (rectifier) adalah perubah daya AC menjadi DC.

penyimpanan dan pengosongan t3 (b) S Vo Vo E Vc τ = RC t . Vi 0 D2 Vo t1 t2 0 A t1 VDC =0. Cara cabang tengah (centre tap) Vi 0 t1 a) t2 Vo VDC =0. E C R 0 t1 t2 a) Gambar 2. Penyearah jembatan a) bentuk input b) bentuk output c) rangkaian Saringan (filter) .2-24 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.636 VM 0 D1 A P B S D2 R t1 b) t2 c) Gambar 2.636 VM t2 D1 D4 B D3 D2 (a) (b) (c) Gambar 2.15 Saringan kondensator a) rangkaian b) grafik pengisian.14. Cara jembatan ( bridge ) .13 Penyearah gelombang penuh cabang tengah a) Input sinusoidal (b) bentuk output (c) rangkaian 2.

16. f sekunder = 2 f primer.. Farad t = 1/f atau f = 1/ t f = 50 Hertz untuk setengah gelombang t = 0. Tegangan searah VDC = Vm .17. f sekunder = f primer.VRiple max .02 detik. Penyearah setengah gelombang dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output Penyearah gelombang penuh dengan filter Vi Vm VDC VMin Vo Vm VRiple max VRiple VRiple min 0 t1 t2 t3 (a) t 0 (b) t Gambar 2. Vi Vm Vo Vm VDC VMin VRiple 0 t1 (a) t2 t3 t 0 t (b) VRiple max VRiple min Gambar 2. atau fo = fi gelombang penuh t = 0. t ) / C C = Q / V Ripple …….Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-25 Penyearah setengah gelombang dengan filter .01 detik. Penyearah gelombang penuh dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output V Ripple = Q/C ……volt = (I . atau fo = 2 fi V Ripple = (VRiple max ) + (VRiple min ).

18. Arus rata-rata Ir = I rata-rata = 0. Besaran effektip lebih kecil 0. V 0. Besaran effektif diukur dengan alat ukur AC. Besaran maksimum (puncak) Besaran maksimum(puncak) atau puncak ke puncak (peack to peack) diukur dan digambarkan oleh alat ukur Osiloskop.707 Im 3.636 Vm . Besaran rata-rata Besaran rata-rata (average) diukur dengan alat ukur DC.2-26 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Besaran-besaran listrik.318 Im Penyearah gelombang penuh: Tegangan rata-rata V rata-rata = 0. Penyearah setengah gelombang: Tegangan rata-rata Vr = V rata-rata = 0. Besaran effektif.318 tegangan Vm Vr Vr Veff Vm V p t p = Vm t m t 0 -Vm Gambar 2.707 dari besaran maksimum Untuk tegangan effektip Veff = 0.besaran listrik . Untuk maksimum Vm = Vp = (V ptp)/2 dan untuk arus maksimum Im = Ip =(I ptp)/2 2. 1. Arus rata-rata I rata-rata = 0.636 0.707 0.636 Im .318 Vm . Hubungan besaran.707 Vm untuk arus maksimum Ieff = 0.

Susunan Common Base (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-27 TRANSISTOR 1 Konstruksi dan susunan Transistor singkatan dari transistor (BJT).19. dioda C-R bias reverse 1. Transistor (a) Teknologi PNP dan NPN (b) Analogi 2 dioda (c) Simbol PNP dan NPN Syarat kerja transistor :dioda E – B bias forward. ++ P E transfer resistor atau disebut bi junction N B P (a) C (b) E N P B N C E B C E B (c) C Gambar 2.20. Susunan Common Base (CB) E + VEE IE IB B B (a) (b) IC C E IE IC C + Gambar 2.

ICBO maka IC = α IE + ICBO dan IE = IC / α 2 Susunan Common Emitor (CE) IC IE .IC atau IB = IE .α IE atau IB = IE ( 1 .VBB IB IE IC + VCC +VBB IB (a) (b) Gambar 2.α) Penguatan arus untuk emitor bersama dengan inisial β (beta).α)+ (ICBO / 1. Susunan Common Emitor (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN Arus-arus yang mengalir pada transistor IE = IB + IC dan IC = α IE + ICBO IC = α (IB + IC ) + ICBO IC = ( α IB / 1.21.α) IE = ( β +1 ) IB VCE = constant . β ac = (∆IC) / (∆IB) Hubungan α dan β β = α / (1.α ) .VCC .2-28 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Penguatan arus DC pada CB adalah α (alfa) : α dc = IC / IE jadi IC = α IE IC ≈ IE IB = IE . : IB = IE ( 1 .α ) Arus bocor akibat agitasi termis sebesar ICBO.

VCE=C IC = f(VCE).1.22.α) ICBO} -VEE +VBB IB IC (b) IE +VEE .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-29 3 Susunan Common Colector (CC) IE IB IC (a) Gambar 2. IE=C IC =f ( IE) . IB=C IC =f ( IB) . Susunan common colector (a) PNP Arus pada susunan CC adalah (b) NPN IE = {(1/1. Karakteristik dan perameter Karakteristik/ parameter Karakteristik Input VEC=C Output . VEB/ IE (kecil) VCB/ IC (besar) IC / IE (kecil) VCB/ VEB (besar) VBE/ IB (besar) VCE/ IC (besar) IC / IB (besar) VCE /VBE (besar) VBC /IB VEC/IE (kecil) IE / IB (besar) VEC /VBC (kecil) . IB=C CC IB = f(VBC). IC =f (VEC) IE =f ( IB) . VBC= f(VEC). IE=C CE IB = f(VBE).VCE=C Penguatan arus VEC=C Tegangan balik IB=C Parameter Impendansi Input (Zi) (besar) Impendansi Output (Zo) Penguatan arus (Ai) Penguatan Tegangan (Av) CB IE = f(VEB).VBB 3 KARAKTERISTIK DAN PARAMETER PENGUAT Tabel 2.α) IB } + {(1/1. VCE=C VBE= f (VCE). VCB=C IC = f(VCB). VCB=C VEB= f(VCB).

24.2-30 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik PEMBIASAN PADA PENGUAT 1. Fixed bias dengan stabilisasi emitor VCC RB Input AC C1 IB VBE RE IC RC C2 IE CE Output AC VB Gambar 2.25. Base bias . Fixed Bias (Bias tetap) VCC RB Input AC C1 VBE IB IC RC C2 IE Output AC Gambar 2. Fixed bias IB = (VCC .VBE) /{ (RB/ β )+ RE } VCE = VCC .23.IC (RC + RE ) 3. Fixed bias stabilisasi emitor IB = (VCC -VBE ) / {RB +(β +1) RE} IC = (VCC .VE .IC RC 2.VBE ) / RB IC = β IB VCE = VCC . Base bias I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 Input AC Gambar 2.

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-31 IC = ( VCC .IC (RC + RE ) .VBE) / {RC +( RB/ β )} VCE = VCC . Potensio bias RB = R1 // R2 = R1R2 / (R1 +R2) VB = (R2 / R1 +R2 ) VCC IB = (VB .27.IC RC 4.26. Base bias dengan stabilisasi Emitor I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 CE Input AC RE Gambar 2.VBE ) / {RB + ( β +1)RE} VCE = VCC . Base bias dengan stabilisasi Emitor IC = ( VCC .IC (RC + RE ) VB R2 Gambar 2.VBE) / {RC + (RB/ β) + RE } 5. Potensio Bias VCC R1 Input AC C1 IB VBE RE IE IC RC C2 CE Output AC VCE = VCC .

2-32 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT Besar penguatan penguat dapat dianalisis dalam 2 cara yaitu: I. . Penguat susunan CE Dibutuhkan: a.28. ANALISIS GRAFIS VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC VCE C2 vo IE CE vi VB R2 Gambar. 2.29 Hubungan input dan output Dari gambar 2. Karakteristik output CE b. Garis beban IC (mA) IC Max Q1 IB1 60µA IB2 50 µA input IB3 40 µA IB4 30µA IB5 20µA IB6 10µA IB7 0µA Q7 Garis bebanDC VCC VCE (volt) output 0 50 40 30 20 0 Q2 Q3 Q4 0 Q5 Q6 Gambar 2.1000 x ( terjadi beda phase 180 o ) Terjadi penguatan arus 100 kali dengan arah terbalik.28 arus maximum di kolektor adalah IC Max = VCC / (RC + RE) dan VCC = VCE Penguatan arus Ai = ( 50 -30) mA / (30 – 10) µA = .

. Catu daya DC mengalir pada R1 . karena penguatan berdasarkan sinyal AC Untuk mengganti menjadi rangkaian AC ( rangkaian model ) 1. Analisis model “re” “re” adalah tahanan masukan AC dalam kondisi penguat beroperasi.. Semua kondensator dianggap hubung singkat (short) 2. dB Penguatan arus A i = 20 Log ( Io / Ii ). dB II..……….. Gambar 30a merupakan rangkaian penguat susunan CE dengan masukan dan keluaran sinyal AC.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-33 PENGUATAN dalam satuan dB ( desi Bell ) Menurut Abraham Bell : Bahwa telinga manusia menerima intensitas suara secara logaritmis. Catu daya DC dianggap hubung singkat (short) 1. ANALISIS TEORITIS Untuk memudahkan analisis secara teoritis/matematis rangkaian harus ganti dengan model AC. RC . Dari temuannya dihasilkan: Penguatan daya : Oleh karena AP = Log ( Po / Pi ) ……….Bell (B) atau = 10 ( Po / Pi ) …………desiBell (dB) P = E2 / Z atau P = I2 Z Untuk P maximum Zo = Zi Maka Penguatan tegangan A v = 20 Log ( Vo / Vi )………. R2 . RE dan transistor membentuk rangkaian DC . Rangkaian yang digunakan dalam analisis adalah susunan CE.

Keterangan : βre = impedansi masukan ro = impedansi keluaran re = 26 mV / IE Zi = RB // βre Zo = Rc ro = ∞ βib = penguatan arus Tahanan emitor AC RB = R1 // R2 Vo = Io Rc = . model “re “non ideal Transistor pada gambar 2.30 Penguat CE a.30b (dalam kotak) dimodelkan pada gambar 2. rangkaian AC c.2-34 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC C2 vo IE CE vi VB R2 (a) C ii R2 B Vo E ii Zi B ib βre E C R1 Zi io RC Zo vi RB βib ro io Zo RC vo (b) Gambar 2.( Vi / re ) Rc bila masing-masing dibagi dengan Vi maka .β Ib Rc Vo = .β ( Vi / βre ) Rc = .30(c). rangkaian dasar ( c) b.

Pemodelan transistor non ideal (a) transistor (b) model “h” non ideal .Rc / re terjadi beda phase 180 o Penguatan arus Ib = ( RB Ii ) / (RB + βre) bila masing-masing dibagi dengan Ii Ib/ Ii = RB / (RB + βre ) Ai = (Io / Ib ) (Ib/ Ii ) Ai = -β RB / (RB + βre ) terjadi beda phase 180 o Bila ro dipertimbangkan maka Zo = Rc // ro Maka penguatan tegangan Av = . Analisis model “h “ Model hybrid atau “h” adalah model yang paling banyak digunakan dalam menganalisis analisis penguat.(Rc // ro) / re 2. Parameter “h” pada susunan penguat Parameter Impedansi input (hi ) Penguatan tegangan reverse (hr) Penguatan arus forward (hf) Admitansi output (ho) CB hiB hrB hfB hoB CE hiE hrE hfE hoE CC hiC hrC hfC hoC Satuan ohm X (kali) X (kali) mho Io = . Tabel 2.2.31.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-35 Penguatan tegangan Vo /Vi = Av = .β Ib β = Io / Ib Transistor model “h” ic B C E B ib vBE vCE ib vBE hiE hrEvCE hfE ib ic vCE hoE C E (a) (b) Gambar 2.

Susunan basis bersama RE vS VEE (a) a) rangkaian DC E B C E hiB RL VCC RE vS iE hfB iE (b) C iC RL hrBVCB B hoB Gambar 2.33.2-36 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Dari gambar 2.32. Pemodelan transistor ideal (a) transistor Persamaan input Persamaan output hiE = (b) model “h” ideal hrE = 0 hoE = 0 ZoE = ~ vBE = hiE ib + 0 ic = hfE ib + 0 (hfE 26 mV ) / IE Susunan penguat model “h” (non ideal) 1.31(b) terdapat 2 persamaan Persamaan input (tegangan) Persamaan output (arus) ib vBE ic B E E C vBE = hiE ib + hrE vCE ic = hfE ib + hoE vCE B ib hiE hfE ib b) ic vCE C vBE E a) Gambar 2. Penguat basis bersama b) model “h” .

Susunan kolektor bersama ib vS VBB RB hiC B E C B ib hfC ib vo C ic RE vo VCC RB vS hrCvE E RE ie hoC (a) a) rangkaian DC b) model “h” (b) Gambar 2. .35.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-37 2. Penguat emitor bersama (a) rangkaian DC (b) model “h” 3. Penguat susunan kolektor bersama.34. Susunan emitor bersama ib ic B E C hiE RB Vs B vS VBB (a) RC vCE VCC ib hfE ib ic RC hoE C hrEvCE (b) Gambar 2.

Susunan emitor bersama (a).VBE tegangan VBE untuk Si= 0. Ge = 0. rangkaian dasar (b) rangkaian AC (c) model “h”ideal RB = R1 // R2 dan ri = RB // Rs.3 V IE = VE / RE hiE = (26 mV hf E) / IE Penguatan arus Ai = iL / is sedang untuk iL = { RC + RL)(RC / RC + RL )} (.2-38 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Analisis Susunan Emitor model “h” VCC is Rs R1 ib VBE RC C2 RE IE CE iL vo RL is C1 vi VB R2 (a) C ib is Rs ri B vo E is is Rs B vi RB ib hiE hf Eib E C vo RC iL RL RB RC iL RL (b) ( c) Gambar 2.hf E (RC / RC + RL ) } { ri / (ri + hiE)} .36.7 V .hf Eib) ib = {ri / (ri + hiE)} is Bila disubstitusikan maka iL = {. VB = R2 Vcc / (R2 + R1) VE = VB .hf E (RC / RC + RL ) } { is ri / (ri + hiE)} masing masing dibagi dengan is maka didapatkan Ai = iL / is = {.

hf E ) ro / hiE tanda minus menunjukkan terjadi beda PENGUAT BERTINGKAT TUJUAN : MENDAPATKAN PENGUATAN BESAR Hubungan penguat bertingkat Vi (2) Vi (1) Vo (1) Vo (2) Vi (1) Vi (2) Vo(1) Vo(2) Vo Vi (a) (b) Gambar 2.hf E ) vi / hiE masing-masing dibagi vi didapatkan Av = vo / vi = Av = vo / vi = phase 180 o (.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-39 Penguatan tegangan dapat ditentukan sebagai berikut Av = vo / vi vo = (RC //RL) (.hf Eib ) untuk ib = vi / hiE maka vo = (RC //RL) (.37.hf E ) (RC //RL) / hiE bila (RC //RL) = ro (. Blok Hubungan penguat bertingkat (a) seri (b) paralel Analisis penguat bertingkat Penguat 2 tingkat susunan CE dengan CE dengan kopling RC + VCC RC2 C3 iL RL is Rs R1 ib1 VBE RC1 ib2 C2 R3 IE is C1 R2 vi VB R4 CE1 RE1 RE2 CE2 (a) .

. X Bila hf E1 = hfE2 = hf E n Ai total = (-hf E ) n n = jumlah penguat ( bila n genap = tak terjadi beda phase) . pengganti model “h” ideal hiE2 = (26 mV hf E2) / IE2 hiE1 = (26 mV hf E1) / IE1 dan Penguatan arus Ai = iL / is = (iL / ib2) (ib2 / ib1) (ib1 / is) iL = {RC2 / (RC2 +RL) } (-hf E2ib2 ) ib2 = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1ib1 ) ib1 = {rb1 / (rb1 + hiE1)} is Bila disubstitusikan (iL / ib2) = {RC2 / (RC2 +RL) }(-hfE2) (ib2 / ib1) = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1) (ib1 / is) = rb1 / (rb1 + hiE1) Maka Ai = -hfE2 {RC2 / (RC2 +RL) } {rb2 / (rb2 + hiE2) (-hf E1) } rb1 / (rb1 + hiE1) Bila hiE1 << rb1 Maka hiE2 << rb2 dan RL << RC2 Ai = (-hf E1) (-hfE2) (1) = + (hf E1) (hfE2) …….2-40 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik B1 Rs R2 R1 ib1 hiE1 hf E1ib1 E1 RC1 C1 R4 B2 ib2 C2 is R3 hiE2 RC2 vo iL RL RC2 hfE2ib2 E2 rb1 = Rs // R2 // R1 (b) rb2 = RC // R4 // R3 ro = RC2 // RL Gambar 2. Penguat 2 tingkat CE dengan CE (a) Rangkaian dasar (b) Rangk.38.

Sedang dengan sistem analog penampilan besaran dengan jarum yang mudah bergoyang dan pembacaannya posisinya harus tegak lurus. kecepatan dll) penampilan besaran sistem digital (angka). Dua kondisi yang berlawanan ini sering disebut biner. B. sehingga mudah dan cepat terbaca. . Saat ini disebut jaman digital. OPERASI DIGITAL. Alat-alat ukur (listrik. Suatu sistem digital berfungsi secara biner. PENGANTAR. Sistem digital memberikan penampilan lebih akurat dan cepat sedang sistem analog kurang akurat dan lama. transistor) baik secara terurai (discrete) maupun terintegrasi (integrated). Semua peralatan canggih menggunakan sistim digital yang sebelumnya menggunakan sistem analog. Perkembangan teknologi maju dengan pesat.BAB III KEGIATAN BELAJAR III DASAR TEKNIK DIGITAL A. waktu. Di bidang audio dan video sistem digital memberikan suara nyaring (HiFi) dan gambar jernih. Transistor didesain untuk bekerja pada daerah atau titik jenuh (saturasi) dan daerah atau titik mati (cut off). berat. panas. Transistor tidak boleh didesain pada daerah aktif. Pada titik jenuh transistor menghasilkan arus/tegangan tinggi (H) sedang pada titik mati transistor menghasilkan arus/tegangan rendah (L). Komponen elektronik yang banyak dipakai adalah komponen aktip (dioda.

a. 22 +(0) 21 +(1)20 = 1 .125 1 9.5 = 1 0 0 0 1 + 0. (1/22 )+ 1. sinyal analog yang merupakan masukan harus diubah menjadi sinyal digital melalui pencacah dan dikembalikan lagi menjadi bentuk analog. Demikian juga untuk bilangan dari bilangan puluhan diubah menjadi bilangan biner dan dikembalikan ke bilangan puluhan. ditambah = 1.625 = 0. Bilangan Biner Sistem komputer dan peralatan digital menggunakan 2 (dua) kondisi yaitu :1 (ON) dan 0 (OFF) disebut sistem bilangan dua-an (biner) atau sistem digit Bilangan yang digunakan untuk keperluan awam adalah bilangan arabic yaitu bilangan dari 0 sampai 9 atau bilangan puluhan atau dasan Untuk peralatan elektronik sistem digital. Kondisi biner Tabel 3.625 = 9 + 0.(1/23) .625 = 1 0 0 1.1 kondisi biner Kondisi Salah satu kondisi Kondisi yang lain 1 2 3 4 naik 5 ada 6 on off 7 8 9 10 ya tidak benar (H) 1 salah (L) 0 panas tutup nyala dingin buka padam turun tak ada Dari tabel di atas kondisi biner yang paling tepat digunakan adalah kondisi 3 yaitu 1 dan 0 atau H dan L yang merupakan standar bilangan biner. ( 1/21 ) + 0.2-42 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1. Contoh Mengubah bilangan puluhan ke biner Bilangan puluhan 9 dapat ditulis 9 (10) = bilangan biner 1001(2) 9 = 23 +1 = (1). 23 + (0).

03125 = 0. bilangan kanan koma. 24=16 .048 212=4.00 1 0 0 1 1 ( bil dasar x biner >1=logik 1) 0 ( bil belakang koma pertama x biner<1 = logik 0) 1 (bil belakang koma kedua x biner >1 = logik 1) Cara perkalian dengan bil biner (untuk bilangan pecahan) bilangan 0.11011 = 14 ditambah .23 + (1).50 0.25 + 0 + 0.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-43 9.0625 1/(25 )=0. digit kali biner pangkat n. 23=8 .(1/23)+ 1. 1/( 23)=0.(1/21)+ 1.384 1/(20)= 1 .096 213=8. 21=2 .84375 1110.2 2 +( 1). 22=4 .20 = 8 + 4 + 2 + 0 = 14 1110.(1/22)+ 0. 1/( 24)=0.11011= 14.11011 = 1.03125 PENJUMLAHAN .192 14 2 =16.(1/25) = 0.5 + 0.625 Mengubah bilangan Biner ke puluhan 1110(2) = 14(10) = (1).21 +(0).50 x 2 = 1.25 .5 . 1/(22)=0.125 .25 0. (inver) digit kali seper biner pangkat n Biner berpangkat 20 = 1 . 25 =32 .625 = 1001.84375 Catatan: bilangan kiri koma.101 Cara pembagian dengan bilangan biner (untuk bilangan utuh): bilangan 9 9 : 2 = 4 sisa 1 4 : 2 = 2 sisa 0 2 : 2 =1 sisa 0 1 : 2 = 0 sisa 1 0.024 211 =2.625 x 2 = 1. PENGURANGAN DAN PERKALIAN BILANGAN BINER 1 1 10010001 0x0=0 1001 1 1 111111 1x0=0 11 1 + 0x1=0 x + 1 0 1010010 1x1=1 1001 1 1 1001 + 11 011 n = jumlah digit . 27 =128 28=256 29=512 210=1. 1 /(21) =0.25 x 2 = 0. 36 =64 .0625 + 0.(1/24)+1.

2.3.2. +Vcc Tabel 3. yaitu : 1. Ada 7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis. Rangkaian logika NOT .2-44 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian Gerbang (Gate ) Logika Gerbang logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi (H)atau tegangan rendah (L). Hasilnya berlawanan. Rangkaian inverter berupa transistor Comon Emitor yang mempunyai sifat membalik masukan. Kebenaran/Logika Inverter Output (Y) Input (A) Rendah 0 Tinggi 1 Tinggi 1 Rendah 0 Gambar 3. E A 1 Y Gambar 3. Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika. Rangkaian logika sering kita temukan dalam sirkuit digital yang diimplemetasikan secara elektronik dengan menggunakan dioda atau transistor.1 Rangkaian inverter /Not Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran sinyalnya tidak sama dengan sinyal masukan. Gerbang logika Inventer (pembalik) Inverter merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan. Simbol NOT Gambar 3.

Logikanya. XNOR). NOR.A Misal : A = 1. Logika AND Gambar 3. Yang termasuk gerbang logika non-Inverter adalah : Gerbang AND Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang logika non-Inverter Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih. maka Y = 1 atau Y = NOT 0 = 1. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-45 Logikanya. OR.4. NAND.5. XOR. lampu Y akan menyala bila saklar A tidak/Not tertutup atau tidak 1 dalam arti lain saklar terbuka atau 0 Fungsi gerbang NOT Y = NOT A Y= A atau . Y = . sedang outputnya satu sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya (AND. 2. maka Y= -1 = 0 atau Y = NOT 1 = 0. A = 0. Rangkaian Dioda AND . lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A dan/AND B tertutup (1) A B A D1 D2 I R Y E Y 1 B E 0 Gambar 3.

3.2-46 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang AND Y = A AND B Y = A . Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 1 ANALISIS TEORITIS Untuk menganalisis secara teoritis hasil keluaran Y dari gerbang AND harus dipahami dahulu karakteristik dioda ideal. B = 0 0 / (0 + R) } E = ( 0 /R ) E . B = AB Misal :A = 1 . Logika AND dengan dua masukan. Tegangan pada output Y = {(Ro) /(Ro) + R }E = { =0 Saat A = 0 . 0 = 0. A = 1 . B = 1 maka Y = 1 . 1 = 1. B = 0 maka Y = 1 . Saat dioda ON (kondisi forward = maju) tahanan RF = 0 sedang saat OFF (kondisi reverse = mundur) tahanan RR = ~ (tak terhingga) Pada saat A = 0 B = 0 kedua dioda kondisi maju sehingga tahanan output (Ro) sebesar Ro = RF1 //RF2 = 0//0 = 0. B = 1 akan sama saat A = 1 . Tabel 3.

Simbol Gerbang AND .6. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 0 0 0 0 1 R << RR2 Ro >> R * untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung berdasarkan inputanya. n = 2 maka 2 = 4. Logika AND dengan tiga masukan.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-47 Dioda pada output kondisi maju sehingga Ro = RF1 = 0 sedang dioda lainnya kondisi mundur RR2 = ~ dan parallel dengan R sehingga RR2 // R = ~ // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / Ro + (RR2 // R) } E = { 0 / ( 0 + R )} E = 0 Saat A = 1 .4. jadi jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung sebanyak 4 kali Gambar 3. B =1 bagian output akan terbuka ini berarti tahanan output Ro = ~ sedang kedua dioda parallel dengan R dianggap RR1 // RR2 // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / (Ro + R) } E = (Ro / Ro ) E = E = 1 Tabel 3. gunakan rumus ini : 2 . Contoh : 2 n n adalah jumlah input.

maka sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga. Tabel 3.7. Logika Gerbang OR dengan dua masukan. lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A atau/OR B atau keduanya tertutup (1) A A B E Y 1 B E 0 D1 D2 I Y R (a) (b) Gambar 3. Logika OR (a) Rangkaian dioda OR (b) rangkaian dioda OR Fungsi gerbang OR : Y = A OR B Y = A + B. Logikanya. A = 1 . B = 1 maka Y = 1 + 1 = 1.2-48 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gambar 3. Misal : A = 1 .8. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1). Input (A) Input (B) 0 0 0 1 1 0 1 1 Output (Y) 0 1 1 1 . Simbol Gerbang AND dengan tiga inputan Gerbang OR Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. B = 0 maka Y = 1 + 0 = 0.5.

10.9. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1). Gambar 3. Logika Gerbang OR dengan tiga masukan. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input © 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 1 1 1 1 1 1 1 Gambar 3. Simbol Gerbang OR dengan tiga masukan.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-49 Analisis teoritis Analisis teoritisnya sama seperti analisis pada AND hasil tegangan output sama seperti pada tabel gerbang A Tabel 3.6. . Simbol Gerbang OR. Gerbang NAND (Not-AND) Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran.

Rangkaian NAND Fungsi gerbang NAND : Misal : A = 1 .2-50 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3.7. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (ABC) 1 1 1 1 1 1 1 0 .1= = 0. Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB) 1 1 1 0 Tabel 3. Logika Gerbang NAND dengan tiga masukan.8. B = 1 maka =1. Tabel 3. Logika Gerbang NAND dengan dua masukan.11.

Simbol-simbol gate .13. Gerbang NAND dalam arti logikanya Gambar 3.12.14. Gambar 3. Simbol Gerbang NAND tiga masukan Gerbang NAND juga disebut juga Universal Gate karena kombinasi dari rangkaian gerbang NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika yang lain.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-51 Gambar 3.15. Simbol Gerbang NAND standar Gambar 3.

Rangkaian NOR Fungsi gerbang NOR : Misal : A = 1 . Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol. Tabel 3.2-52 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gerbang NOR (Not-OR) Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0). R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3. B = 1 maka =1+1= = 0.9. Logika Gerbang NOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (A + B) 1 0 0 0 .16.

18. Simbol gerbang NOR standar Gambar 3.19. Exclusive-OR) Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai tinggi (1).10. . Simbol gerbang NOR tiga masukan Gerbang XOR (Antivalen. Simbol gerbang NOR dalam arti logikanya Gambar 3.17. Logika Gerbang NOR dengan tiga masukan. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (A + B + C) 1 0 0 0 0 0 0 0 Gambar 3.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-53 Tabel 3.

Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya).11. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB + AB) 0 1 1 0 Gambar 3. Simbol gerbang XOR standar Gerbang XNOR (Ekuivalen. Not-Exclusive-OR) Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR.12.2-54 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang XOR : Tabel 3. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 1 0 0 1 Tabel Logika Gerbang XNOR dengan dua masukan . Fungsi gerbang XNOR : Tabel 3.20.

21. B) + (C . D) Tabel Logika A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 . Simbol gerbang XNOR Latihan Soal : 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-55 Gambar 3. Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = ( A AND B) OR (C AND D) Y = (A .

1 = .1. 3.0+0. C = 1 maka Y = 1.D+E. Diketahui rangkaian digital seperti berikut ini : Carilah persamaan booleannya dan jika diketahui nilai inputan A dan B tinggi (1) dan yang nilai inputan yang lain rendah (0) maka cari nilai hasil keluarannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A AND B) OR (C AND D ) OR (E AND F) Hasil nilai keluaran. D) + (E . B) + (C . B = 1 .0 =1 Y = (A .F =1.B+C. F) .1+0. Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan contoh dari masukannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : NOT (A AND B AND C) Contoh masukan : A= 1 . bila A & B = 1 : Y=A.2-56 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2.

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-57 4. (C+ D) . Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A OR B) AND (C OR D) Tabel Logika : A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 Y= (A + B) .

EXOR 3. NOT b. Transistor didesain sebagai rangkaian gerbang bekerja pada daerah a. OR c. aktip b. Gerbang AND merupakan operasi digital untuk a. OR c. Essay 1. 0 1 1 1 b. NAND 7. induktor c.Buktikan bahwa output (Y) dari rangkaian gerbang OR di bawah ini menghasilkan 0 1 1 1 bila input A = B = 0 . NOT b. satu input satu output d. A=1 B=0 dan A=B=1 bila dioda ideal.58 Soal Teknik Digital A. pengurangan c. 1 1 akan menghasilkan a. AND d. 1 0 0 0 c. 1 0 0 0 c. A=0 B=1 . Gerbang NOT sering juga disebut gerbang a. dua input dua output c. 1 1 akan menghasilkan a. Bila gerbang OR dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. penjumlahan b. Gerbang NOT mempunyai a. 1 0. 0 1. 0 1. 0 1 1 1 b. Gerbang OR merupakan operasi digital untuk a. 0 0 0 1 10. perkalian d. EXOR 2. AND d. 1 0. satu input dua output b. invertor 4. dua input satu output d. Gerbang yang menghasilkan 1 bila semua input 1 adalah gerbang a. AND d. OR b. Gerbang yang menghasilkan 1 bila salah satu atau semua masukan 1 adalah gerbang a. pembagian d. 1 1 1 0 d. pengurangan c. saturasi c. NOT c. mati d. 0 0 0 1 B. perkalian 9.Soal Obyektif 1. 1 1 1 0 d. A 1 B E 0 D1 I Y R D2 . saturasi dan mati 6. indikator b. inkubator 5. Bila gerbang AND dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. penjumlahan b. pembagian 8. Gerbang NOR menghasilkan logic yang berlawanan dengan gerbang a.

hiE = 26 mV ( hoE/ IE) b. 12 x 1. Besar impedansi input model “h” untuk common emitor adalah: a. 12 x 0. rata-rata c. IV dengan V 4. hiE = 26 mV ( hrE/ IC) d. Dimensi besar 3. Ai = 10 Log (Po/ Eo ) b. Daya besar b. IV dengan V 5. emisi tegangan b. Salah satu keuntungan dari komponen semikonduktor adalah a. II dengan III c. Ai = 10 Log (Vo / Ro) c. kolektor – emitor forward 9.Logam tipe N merupakan doping antara logam-logam golongan : a. III dengan IV d.318V b. B=1 c. emitor – basis forward .414 x 0. emisi sinar d. kolektor – emitor forward d. hiE = 26 mV ( hfE/ IE) 10. r m s 8. kolektor – basis reverse c. Ai = 20 Log (Ii / Io) . 12 x 0. I dengan II b. A=B=0 b. A=B=1 6. Penyearah gelombang penuh cara jembatan tanpa filter bila tegangan primer 12Veff maka tegangan keluaran DC sebesar: a. effektif b. B=0 d. Syarat kerja transistor adalah: a. emissi benturan 2. Ai = 20 Log ( Io /Ii) d. c) atau d) 1.Filament pada tabung electron digunakan untuk membangkitkan : a. Miniatursasi d. peack to peack d. II dengan III c.59 SOAL-SOAL ELEKTRONIKA Pilih jawaban yang betul dengan memberi tanda X pada a).636V 7. b).Besar penguatan arus dalam satuan dB adalah: a. 12 x 0. I dengan II b. Osiloscope mengukur tegangan listrik dalam satuan tegangan: a. Logam tipe P merupakan doping antara logam-logam golongan : a. emitor – basis reverse .707 V d. hiE = 26 mV ( hfE/ IB) c. emitor – basis reverse b. A=1. III dengan IV d.Gerbang AND akan menghasilkan logika 1 bila masukan A dan B : a. Panas tinggi c. emissi thermis c. kolektor – emitor forward . basis – kolektor forward .636V c. A=0.

R1 C1 IB IC RC C2 is RS R2 C3 VCC CE RE1 IE RE 2 . Rangkaian AC c.60 Dari rangkaian penguat common emitor di bawah ini: Gambarlah: a. Rangkaian model “ h “ ideal. Rangkaian DC b.

BUKU AJAR Medan Elektro Magnetik .

gaya tersebut adalah gaya Coulomb. Karena pada kenyataannya muatan terdiri dari berjuta-juta dan bahkan trilyunan partikel maka partikel-partikel tersebut akan membentuk distribusi-distribusi tertentu. kerapatan fluxnya dan potensial serta energi yang dimiliki oleh medan listrik. Karena itu penguasaan tentang analisis vektor dalam beberapa sistem koordinat dimensi tiga mutlak harus dikuasai. dalam bentuk muatan bidang (permukaan) dan dalam bentuk volume.BAB I PENDAHULUAN Mata kuliah Medan Elektromagnetika ini membahas mengenai medan listrik. Selanjutnya akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan medan listrik ini yaitu intensitasnya. Pada medan listrik akan dibahas mengenai gaya yang timbul sebagai akibat interaksi dari dua partikel bermuatan listrik yang terletak berdekatan. Secara garis besar muatan terdistribusi dalam bentuk baku yaitu dalam bentuk muatan garis. Juga dibahas mengapa gaya ini bisa timbul yaitu karena sebenarnya di sekeliling suatu muatan listrik ada suatu daerah yang dilingkungi oleh flux listrik yang mengakibatkan adanya medan listrik. Selanjutnya karena sifat partikel yang bermuatan listrik negatif yaitu elektron dapat bergerak maka fenomena yang timbul jika elektron bergerak . medan magnet dan gabungan antara keduanya yang membentuk medan elektromagnetik. karena itu untuk menentukan muatan totalnya perlu dilakukan perhitungan dalam bentuk integrasi. Keseluruhan perhitungan dan analisis yang digunakan untuk membahas medan listrik maupun medan magnet dan medan elektromagnetik ini harus dilakukan dalam dimensi ruang atau minimal dalam dimensi tiga karena analisis mengenai medan ini hampir keseluruhannya berkaitan dengan besaran vektor yang berada dalam ruang.

flux listrik.3-2 Medan Elektromagnetika yang timbul bukan medan listrik yang berubah tetapi akan timbul medan magnet. hukum Kirchoff tentang tegangan. perlu kiranya disiapkan langkah-langkah: a. yaitu timbulnya medan listrik dan medan magnet secara bersamaan dengan arah rambat yang saling tegak lurus tetapi dengan kecepatan rambat yang sama besar yaitu sebesar kecepatan cahaya. C. hukum Faraday. B. hukum Lenz dan konsep Gaya Lorenz. hukum Gauss. hukum Joule. hukum Ohm. Petunjuk Belajar Agar dapat memahami materi buku ini dengan mudah. dan jika medan magnet mengalami perubahan atau mengalami pergerakan maka akan timbul arus listrik atau berarti akan timbul medan listrik. Efek timbal balik inilah yang oleh Maxwell didefinisikan sebagai adanya medan elektromagnetik. A. fisika listrik dan analisis vektor terlebih dahulu agar diperoleh pemahaman yang mantap. karena pada dasarnya cahaya adalah gelombang elektromagnetik. fisika listrik dan analisis vektor. Deskripsi Ruang lingkup kajian dalam materi ini meliputi: (1) medan elektro statik yang mempelajari tentang hukum Coulomb. potensial listrik. Mempelajari dengan seksama tentang kajian diferensial – integral. Prasyarat Untuk menelaah kajian medan elektromagnetika disarankan menguasai materi-materi diferensial dan integral. maupun hukum Kirchoff tentang arus. hukum Biot – savart. (2) Medan magnet listrik yang memiliki lingkup bahasan tentang: hukum Amper. . medan listrik.

Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektro statika. Memperbanyak latihan mengerjakan tugas-tugas agar diperoleh ketrampilan intelektual yang mantap c. Memahami tentang medan elektro statika b. Memahami tentang medan elektromagnetika berubah terhadap waktu Indikator: a. Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektromagnetika dan teori-teori ikutannya. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Kompetensi yang diharapkan dalam mengkaji materi medan elektromagnetika adalah: a. Memahami tentang medan elektromagnetika c. flux listrik.Medan Elektromagnetika 3-3 b. Membuat catatan-catatan kecil dalam bentuk kartu. Melakukan kajian komparatif dengan pengalaman-pengalaman praktis (empiris) d. hukum Gauss dan teori-teori ikutannya. sehingga mudah untuk mengingat dan menggunakan D. . b.

...........(2.. Hukum Coulomb Hukum Coulomb dapat dituliskan persamaan berikut: F Q1Q2 newton............................... Konsep Dasar Elektro Statika 1......................................1) perlu dikalikan vektor satuan (r) sehingga berubah menjadi: F= r Q1Q2 ˆ r........(2....................1) r2 = gaya yang bekerja pada partikel yang bermuatan (pada Q1 dan Q2) F =k dalam newton Q1....85ρF/ni Karena F (gaya) suatu besaran vektor maka persamaan diatas (2......................2) 4π ∈ r 2 = vektor satuan .....85 x 10-12 F/ni = 8...........................BAB II KEGIATAN BELAJAR I ELEKTRO STATIKA A. Q2 = muatan masing-masing partikel dalam satuan newton r k = jarak antara partikel yang bermuatan = konstanta dalam sistem internasional k= ∈ ∈0 l 4πε = permittivity medium antara partikel = permittivity vakum = 8.

.... Bila dinyatakan dalam model matematis: Ep = E1 + E2 +………. E2..... Jika Qe positif maka gaya per satuan muatan adalah intensitas medan listrik......Medan Elektromagnetika 3-5 2............ maka: F Q1 ˆ r.......................+ Em ……………………………………………(2.(2.…..... 2.... maka besarnya medan listrik di suatu titik muatan test adalah jumlah vektor semua medan yang mempengaruhi muatan test tersebut..... Medan Listrik Bila konsep Hukum Coulomb ini diterapkan untuk konsep medan listrik (E) menunjukkan intensitas medan listrik adalah: Qe F E F Qe = muatan eksperimen yang mendapatkan gaya bila berada dalam E= medan listrik = gaya yang dirasakan oleh Q exp = intensitas medan listrik di titik Q berada. …........Em = medan yang ditimbulkan oleh muatan pada titik 1... muatan bidang maupun muatan ruang (volume)..n Konsep dasar ini melandasi intensitas medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan titik......4) Ep = medan di titik P (titik dimana muatan test ditempatkan) E1..3) = Qe 4π ∈ r 2 Qe = Q1 = muatan test positif E= E = intensity medan listrik dalam NC-1 (Vm-1) Bila muatan partikel lebih dari satu titik............. muatan garis...... .....

...3) dan persamaan ini disubstitusi ke dalam persamaan (2....... r2 = panjang jarak perjalanan muatan test Q sampai titik x1 dan x2..............5) diperoleh persamaan: V21 = − ∫ Q dr 2 x 2 4π ∈ r Q ⎡1 1 ⎤ ⎢ − ⎥ 4π ∈ ⎣ r1 r2 ⎦ x1 =− R1.................... Potensial Listrik Bila konsep medan listrik ini dikembangkan kajiannya untuk menjawab pertanyaan tentang potensial listrik........ Bila E X2 X1 dilakukan eksperimen membawa muatan test Positif dari x2 ke x1............... maka besarnya beda potensial antara kedua titik dinyatakan dalam model matematis berikut: .(2..................5) x2 x2 x1 x1 Bila konsep medan E seperti dinyatakan oleh persamaan (2. Bila lintasan gerakan muatan test positif tersebut terhadap arah medan membentuk sudut θ.......3-6 Medan Elektromagnetika 3. dalam medan listrik homogen E maka besarnya kerja diberikan ke muatan test posisif tersebut merupakan besarnya potensial listrik antara x2 ke x1 V = Force work xlenght = Ch arg e Ch arg e Konsep pendefinisian di atas bila ditunjukkan dalam model matematis adalah: V21 = ∫ dv = − ∫ Edr....

............ Rapat Muatan (Charge density) Rapat muatan listrik adalah jumlah (besaran) total dibagi energi panjang / luas / volume...... penulisan model matematisnya adalah: Q L Q ρS = S Q ρV = V ρL = ρL = rapat muatan garis ρS = rapat muatan luas ρV = rapat muatan volume L = panjang garis bermuatan S = luas bidang partikel bermuatan V = besar volume partikel bermuatan Bilamana suatu medan listrik ditimbulkan oleh: ...(1.6) a b E = vektor medan listrik l = vektor panjang lintasan Nilai kerja tak tergantung dari bentuk lintasan tetapi panjang (jarak lintasan)...dl.......Medan Elektromagnetika 3-7 Vab = ∫ dv = − ∫ E cosθdl a a b b Vab = − ∫ E.... Dari konsep rapat muatan di atas maka... ρL = rapat muatan untuk satuan panjang ρS = rapat muatan untuk satuan luas ρV = rapat muatan untuk satuan volume....

…. Qm adalah: n 1 Q ∑ rn 4π ∈0 n =1 n Potensial yang ditimbulkan muatan terdistribusi sepanjang garis Vp = • V L= 1 4π ∈ ∫ ρL r dl • potensial yang ditimbulkan muatan bidang V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ρS r ds • potensial yang ditimbulkan muatan volume V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ∫ ρV r dv • Besar potensial total akibat Vp.3-8 Medan Elektromagnetika Jumlah n titik bermuatan maka: jumlah total potensial di sustu titik adalah jumlah aljabar dari komponen potensial secara individu oleh masing-masing muatan terhadap titik dimaksud. VL. • Medan potensial yang ditimbulkan oleh sejumlah muatan titik merupakan jumlah dari medan potensial masing-masing muatan tersebut . VS dan VV adalah: + VV V = Vp + VL + VS Dasar konsep ini sebagai dasar teori superposisi. Rumusan singkat potensial listrik • potensial yang ditimbulkan sebuah muatan titik ialah kerja yang diperlukan untuk membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya. Pernyataan ini dapat ditulis dalam bentuk model matematis berikut: • Potensial yang diakibatkan n buah titik bermuatan Q1. Q2.

.....................7) bilamana didefinisikan akan memperoleh persamaan baru secara umum adalah: = − E........………………(2......................(2....................................7) bila dikaji lebih lanjut dapat diperoleh konsep berikut: • • • Besar intensitas medan listrik sama dengan harga maksimum laju perubahan potensial terhadap jarak Harga maksimum didapat saat arah pertambahan jarak berlawanan arah E Persamaan (2....dL............ Mencermati persamaan (1......dL B A Perlu diingat untuk integral garis (L) tidak tergantung dari lintasan yang dipilih............Medan Elektromagnetika 3-9 • Potensial yang ditimbulkan sejumlah muatan titik atau distribusi muatan medan dapat diperoleh dengan membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya sepanjang lintasan sembarang yang kita pilih.............7) ≈ A Atau beda: VAB = VA − VB = − ∫ E.8) Persamaan ini disebut gradient potensial (∇V) atau : Gradien V = grad V = ∇V = -E ……………………………...................9) dV dL ............................................(2.. Oleh karena itu untuk kerja yang diperlukan untuk lintasan tertutup ialah nol atau: ∫ E........dL = 0 Persamaan ini merupakan bentuk umum Hukum Kirchoff untuk tegangan.. Konsep diatas dengan rumusan matematis (acuan nol di tak terhingga): VA = − ∫ E..

..ds = ∫ ∫ Dn ..... Cm-2 A = luas penampang tabung..........ds Dan flux listrik total yang ditimbulkan muatan (Q) adalah: ψ = ∫ ∫ D... yang mana D = kerapatan flux listrik .10) s ψ = flux listrik yang menembus permukaan tertutup .3-10 Medan Elektromagnetika 4........... m-2 Dan bentuk persamaan umumnya adalah: ψ = ∫ ∫ D.(2.. Flux Listrik Flux listrik (ψ) yang melewati setiap tabung adalah konstant.... Rumusan matematis dari Hukum Gauss ialah: ψ = ∫ DS ..ds = mua tan yangdilingkungi = Q..... Hukum Gauss Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkungi oleh permukaan tersebut... dan dinyatakan dengan persamaan berikut: ψ=DA (C) D = kerapatan flux rata-rata.ds = Q Memperhatikan hubungan antara medan listrik (E) dengan kerapatan flux listrik (D) yang besarnya : Q Q ˆ ˆ rmaka rdanD = 2 4π ∈ r 4πr 2 D = ∈E E= Karena konsep kerapatan flux adalah muatan per satuan luas.......... C m-2 ∈ = Permittivity medium F m-1 E = intensity medan listrik V m-1 5..

.dl Karena Vaa = 0 jadi: ∫ E..dl b a Vaa = VAab − Vba = ∫ E................(2..... Sedangkan kajian lebih lanjut tentang konsep potensial (tegangan) listrik untuk lintasan tertutup akan melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) yakni: VAB = − ∫ E............... maka medan listrik untuk bagian dalam adalah nol (E = 0) dan untuk permukaan dan di luarnya adalah: ˆ r 4πε 0 r 2 (π ≥ π1) ...................... Dn = ρs → ρs = rapat muatan bidang permukaan...11) Persamaan ini melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL).. Kajian lanjut dari hukum Gauss bila diperuntukkan pada materi bermuatan adalah sebagai berikut: • Bola bermuatan......A V=Ed A = luas permukaan plat (kapasitor) ....Medan Elektromagnetika 3-11 ∫ S = int egralpermukaantertutup Ds = rapat flux pada permukaan Kajian dari hukum Gauss ini akan melandasi konsep Hukum Kirchoff tentang arus (Kirchoff Current Law = KCL)......... π = jari-jari bola E= Q • • • flux density (D) di bidang permukaan konduktor besarnya adalah sama dengan charge density (rapat muatan) pada permukaan tersebut.......................dl = 0....... Besarnya kapasitas (C) kapasitor adalah: C= Q V Dimana Q = D..

dq C∫ 0 Q W = W = • 1 Q2 1 1 = CV 2 = QV 2 C 2 2 Bila dua bahan (lebih) dielektrik dipadukan. maka hubungan antara D dan E adalah: pada isolator Dn1 = ρs . maka pada bidang batas akan berlaku: α1 α2 medium 1 ∈1 x1 medium 2 ∈2 x2 tan α1 ∈1 = tan α 2 ∈2 D cosα1 D2 cosα 2 = E1 sin α1 E2 sin α 2 • Bila dua bahan konduktor dengan dielektrik (isolator) Besarnya nilai D atau E dalam konduktor adalah nol.3-12 Medan Elektromagnetika d = jarak antar plat kapasitor D = ∈E C= maka ∈A dalamFarad (F ) d Dan energi pada kapasitor 1 q.

.... Et = 0 Et1 = tan −1 0 = 0 En1 Maka flux listrik pada bidang batas dielektrik – konduktor selalu tegak lurus pada bidang permukaan konduktor.....dv s V Dan ∇.... D = 0 Dari hukum Gauss diperoleh hubungan ∫ D...dv S V Bila persamaan dinyatakan dengan pernyataan adalah: “ Integral fungsi vektor atas permukaan tertutup akan sama dengan integral divergen fungsi vektor melalui permukaan volume setelah tertutup”....12) n ΔV atau ∇.......D. D untuk ρ....ds = ∫ ρ . ......... α1 = tan −1 • Bilamana flux density (D) dikenai operasi divergensi akan menghasilkan suatu persamaan lim ΔV → 0 ∫ D ds = divD = ρ ............(2......... Ini sebagai dasar persamaan Maxwell untuk differensial relation........Medan Elektromagnetika 3-13 En1 = ρs ∈1 ...D = divD = ∂Dx ∂Dy ∂Dz + + ∂x ∂y ∂z nilai dari div D adalah ρ yaitu rapat muatan permukaan volume.......... D = ρ untuk daerah bebas muatan (ρ=0) ∇... diperoleh persamaan baru: ∫ D..... Model matematis persamaan ini adalah: ∇.ds = ∫ ∇..

A R = resisitansi... sekon .3-14 Medan Elektromagnetika • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = − ρ ∈ Poisson: .(2.............. Ω T = waktu......13) Untuk ρ = 0 → ∇2V = 0 • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = ∂ 2V ∂ 2V ∂ 2V + + ∂x 2 ∂y 2 ∂z 2 Laplace: 6..... diperoleh parameter hubungan sebagai berikut: “Besarnya beda tegangan (V) antara ujung konduktor sama dengan hasil kali antara resistans (R) dengan arus (I)” bila dinyatakan dalam model matematis: V = IR atau R = V/I …………………………………………….. Hubungan antara voltage dengan arus Pada tahun 1826 George Simon Ohm melakukan eksperimen hubungan antara tegangan V pada sepanjang konduktor dengan arus I yang melewati konduktor tersebut. Hukum Joule Kajian antara hubungan daya (power) listrik dengan energi yang timbul (diserap) dilakukan oleh joule.. 7...14) Hubungan model matematis ini merupakan konsep hukum Ohm............(2............... dalam bentuk model matematis berikut: W = I2R T untuk I = arus listrik .....

(2......16) S Bilamana konsep ini diberlakukan pada suatu titik cabang...... joule Hubungan ini disebut hukum Joule. Secara spesifik hubungan hukum Kirchoff dengan hukum Ohm ditampilkan oleh persamaan: ∑ V = ∑ I R ………………………………………………………………............. maka “jumlah aljabar arus yang melewati titik adalah sama dengan nol”...... y dan z..ds Δv ..(2....(2....................17) 9. Pengembangan analisis divergensi untuk volume ∇V adalah: ∇J = 0 …………………………………………………………………........ 8...18) sebab divJ = ∇.(2.ds = 0........ Hukum Kirchoff Di bagian terdahulu telah ditunjukkan bahwa konsep tegangan telah melandasi ditemukannya hukum tentang tegangan yakni untuk lintasan tertutup (rangkaian tertutup) bahwa “ jumlah aljabar tegangan (voltage) adalah sama dengan nol” bila dinyatakan dalam model matematis: ∑ V = 0...............15) Sedangkan hukum Kirchoff untuk arus dilandasi oleh hukum Gauss.... Divergence Current Density (∂) Kerapatan arus (J) untuk elemen ∇V memiliki arah komponen koordinat pada sumbu x..... Pernyataan ini merupakan hukum Kirchoff untuk arus dan bila dinyatakan dalam persamaan adalah: ∑ I = 0………………………………………………………………….J = lim Δv → 0 ∫ J . yaitu integral komponen normal rapat arus J pada permukaan tertutup adalah sama dengan nol atau ∫ J .....Medan Elektromagnetika 3-15 W = energi........

854 = 0........ sehingga ∇J = 0...... Latihan 1...19) ∂t B............(2. ∂ρ / ∂t = 0....277 x 1010 = 27.... Berapa gaya yang diderita oleh kedua plat bila plat tersebut berada di ruang hampa? Penyelesaian: ...........14 • 8. Hukum Coulomb • Titik P bermuatan + 10 C dan titik Q bermuatan + 30 C....... Jarak kedua titik tersebut 3 m dan berada di ruang hampa..3-16 Medan Elektromagnetika sedangkan hubungan antara rapat muatan dengan rapat arus untuk suatu volume ∇V: maka: ∫ J ......854 • 10−12 • 302 10 • 1012 120 • 3...... Penyelesaian: F1 = F2 = Q1 • Q2 4πεoR 2 = = 10 • 30 4 • 3......ds = − dt Δv S dρ untuk arus I kontinyu.J = − ∂ρ .. Berapa gaya yang diderita oleh benda di titik P.. divJ = ∇.7 x 108 N Newton • Dua plat sejajar berjarak 3 x 10-2 m dan masing-masing plat bermuatan listrik 10 x 10-4 C dan 9 x 10-4 C......14 • 8........

996 x 106 N 2.14 x8. berapa medan di titik S? Penyelesaian: Medan di titik S: ES= Q 4πεoR 2 N/C = 0.854 x10−12 (3x10− 2 ) 2 10 x9 x10−8 x1016 4 x3.854 x9 = 8.14 x8.025 x 106 = 2.14 x8.996 x 103 N/C • Ketentuan seperti soal di atas dan titik S berjarak 6 m. Berapa kuat medan di titik R tersebut? Penyelesaian: Medan di R adalah: ER = = Q 4πεoR 2 10−4 4 x3.854 = 0.14 x 8. Suatu titik R berjarak 10 m dari benda bermuatan. Medan Listrik • Benda berukuran 10-4 C berada di ruang hampa.8996 x 104 N/C = 8.854 x10−12 x(10) 2 = 10-4 x 1012 x 102 4 x 3.Medan Elektromagnetika 3-17 F1 = F2 = = = Q1 • Q2 4πεoR 2 (10 x10−4 ) x(9 x10−4 ) 4 x3.5 x 104 V/m .

14 x8.14 x8.85 x10−12 ⎡1 1⎤ ⎢2 − 4⎥ ⎣ ⎦ = = 10− 4 x1012 4 x3.85 x 4 = 0. Berapa beda potensial antara titik S dan T? Penyelesaian: VST = − ∫ RT RS Q dR 4πεo R 2 RT =− Q 4πεo RS dR ∫ R2 = 1 ⎤ Q ⎡ 1 − ⎥ ⎢ 4πεo ⎣ R S RT ⎦ 10 −4 4 x3. Potensial Listrik Benda A bermuatan 10-4 coulomb. ada dua titik S dan T berjarak dari benda bermuatan 2 m dan 4 m. Hukum Ohm • Suatu resistor 10 Ω diberi tegangan 10 volt. berapa arus yang mengalir pada resistor? Penyelesaian: Hukum Ohm dalam model matematis: V = I R atau I = V R-1 I = 10 / 10 = 1 V / Ω = 1 A • Suatu resistor 20 Ω dialiri arus 2 A.225 x 106 Volt = 2.3-18 Medan Elektromagnetika 3. berapa tegangan yang dipasang pada resistor tersebut? Penyelesaian: V=IR = 20 x 2 . Ketiga titik tersebut berada di ruang hampa.25 x 105 volt 4.

42 A • Suatu titik bercabang tiga.30 A . Hukum Kirchoff • Dua baterai 12 volt dan 9 volt diseri dan digunakan untuk mengaliri dua resistor masing-masing 10 Ω dan 40 Ω tersambung seri.Medan Elektromagnetika 3-19 = 40 AΩ = 40 volt 5. Berapakah arus yang dikeluarkan baterai? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk lintasan tertutup dinyatakan dalam model matematis adalah: ∑ E = ∑ I R atau ∑ V = ∑ I R E1 + E2 = IR1 + IR2 I = (E1 + E2) x (R1 + R2)-1 = (12 + 9) x (10 + 40)-1 V/Ω = 21 x 50-1 V/ Ω = 0. Berapa arus yang keluar (meninggalkan) titik cabang? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk arus pada titik cabang ditunjukkan oleh model matematis: ∑I=0 I 1 + I2 + I 3 = 0 10 A + 20 A + I3 = 0 I3 = . dua cabang berarus 10 A dan 20 A menuju titik titik tersebut.

Nilainya ditunjukkan oleh Persamaan: F = k (Q1 Q2) x R-2. maka pada setiap titik yang berada di ruang tersebut akan timbul tegangan yang besarnya ditunjukkan oleh persamaan: V = − ∫ E • dl Vab = − ∫ E • dl a b Dengan ketentuan Vab adalah beda tegangan (potensial) antara titik a – b. Bila pernyataan ini ditunjukkan dengan persamaan: Q = ∫ D • ds S 5. 4. Benda-benda bermuatan sejenis akan tolak menolak dan bila bermuatan berlawanan akan saling tarik menarik.Besarnya intensitas medan listrik berbanding langsung dengan besar muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkupi oleh luasan tertutup tersebut. Suatu ruang (medium) yang padanya ada medan listrik. Benda bermuatan listrik akan menyebabkan adanya medan listrik di sekitarnya. Rangkuman 1. 3. Bilamana dua benda bermuatan listrik. Hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) dinyatakan oleh model matematis : ∑V=∑IR dan Hukum Kirchoff untuk arus (KCL) ditunjukkan oleh model matematis berikut: ∑I=0 .3-20 Medan Elektromagnetika C. pada benda tersebut pasti merasakan ada gaya tarik / tolak. Hukum Coulomb. 2. Besarnya intensitas medan listrik dinyatakan oleh persamaan: E = F Q-1 = k Q R-2.

Tergantung dari kebalikan kuadrat jarak antara benda bermuatan 3. Tugas-tugas Pilih jawaban a. Tergantung kuadrat jarak antara kedua benda. bila pernyataan 1. Tergantung dari medium benda bermuatan tersebut berada 4.4. 2. 2.3 Satuan untuk potensial listrik adalah: 1. Volt per meter (V/m) 2.2 Satuan medan listrik adalah: 1. bila pernyataan 1 dan 2 benar Pilih jawaban c. Volt (V) 2.4. Newton meter (Nm) 2. Volt / meter (V/m) 3.2 dan 4 benar. . Joule per coulomb meter (J/Cm) 4. Newton per coulomb (N/C) 3. 2 dan 3 benar Pilih jawaban d. bila pernyataan 1 benar Pilih jawaban b. Berbanding terbalik dengan besar tahanan konduktor 3. Besar arus tak terpengaruh nilai tegangan antar ujung konduktor. Joule per coulomb (J/C). Besar arus yang mengalir pada konduktor berbanding langsung dengan besar tegangan 2.4 Pernyataan dari hukum Ohm untuk konduktor yang dialiri arus adalah: 1.4. bila pernyataan 1.4. Berbanding langsung dengan besar tahanan konduktor 4. 2. Newton per coulomb (N/C) 4.Medan Elektromagnetika 3-21 D.1 Pernyataan hukum Coulomb menunjukkan bahwa: Gaya yang diderita oleh dua benda bermuatan adalah: 1. Tergantung dari besar muatan masing-masing 2.

Bila medium memiliki k = 1 berapa kuat medan di titik N? 2.7 Ketentuan seperti soal 2.3-22 Medan Elektromagnetika 2.6 Suatu benda bermuatan 20 x 10-4 C.4.4. 2. Setiap lintasan tertutup jumlah tegangan sama dengan jumlah hasil kali arus dan hambatan-hambatannya 2. Setiap titik cabang jumlah arus adalah tetap. titik N berjarak 10 m dari benda tersebut.4. Setiap titik cabang jumlah arus yang menuju titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkannya 4. Setiap titik cabang jumlah arus pada titik cabang adalah nol 3.4.4.5 Pernyataan hukum Kirchoff menyebutkan bahwa: 1. berapa kuat medan di titik M? 2.8 Ketentuan seperti kedua soal di atas.6 terdapat titik M yang berjarak 20 m dari benda bermuatan. berapa beda potensial antara N – M? .

.... Hubungan antara arah arus dengan medan magnet ditunjukkan oleh kaidah telapak tangan kanan seperti ditunjukkan oleh gambar berikut............ maka besarnya medan juga sebanding dengan N tersebut.................... ........................ Konsep Dasar Elektro Magnetika 1........(3.Medan Elektromagnetika 3-23 BAB III KEGIATAN BELAJAR II ELEKTRO MAGNETIKA A.............................(3.. disekeliling konduktor akan timbul medan magnet............... sehingga ∫ H ..... H X X : arah arus meninggalkan kita I • 0 : arah arus menuju kita : arah medan Sedangkan hubungan nilai besaran antara arus medan magnet dan panjang lintasan medan ditunjukkan oleh hukum Amper yang berbunyi: “integral garis medan H pada lintasan tertutup sama dengan arus yang dilingkupinya”....................dl = NI ......... Medan Magnet pada Arus Listrik Steady Bilamana batang konduktor berarus listrik....dl = I ...... ∫ H ...................2) persamaan menjadi: Konsep dasar dari hukum Amper ini yang melandasi kemagnetan listrik..............1) Atau secara sederhana dinyatakan dengan persamaan: H = kuat medan l = panjang lintasan I = arus yang dilingkupi Bilamana batang konduktor diperbanyak menjadi N batang dalam berkas (turn).....................

.......... sehingga d l sin θ = ηdθ dan R = η sin θ ........... A dl = elemen batang berarus.....(3... maka besarnya rapat flux B= μI 2πR (B) pendekatannya: Untuk B = flux density (rapat flux) NA-1 m-1 Atau dalam satuan Tesla (T) μ = permeabilitas dalam satuan H/m I = arus pada konduktor dalam A R = jarak titik (dicari kuat flux density) dalam m........... Konsep tersebut melandasi konsep medan magnet atau rapat flux B pada radius R dari konduktor linier berarus I dengan panjang konduktor tak terbatas.... Persamaan (3................. dan sebagainya...........4) adalah statemen dari hukum Biot – Savart...3) dan (3...(3......4) 4π ∫ r 2 μ = permeability medium H m-1 I = arus pada batang................ batang panjang................ m r = jarak dari elemen ke P θ = sudut yang terukur antara garis r dan garis singgung elemen batang Atas dasar kajian ini aplikasinya dapat menganalisa induksi magnet yang ditimbulkan oleh bentuk batang khusus seperti kamparan....... mereka merumuskan induksi magnet (B) besarnya dipengaruhi elemen batang berarus dan jarak seperti ditunjukkan persamaan: μ Idl sin θ ..3) dB = 4π r2 Atau B= Dimana B = rapat flux pada P...... ..............................3-24 Medan Elektromagnetika Kajian lebih lanjut dilakukan Biot dan Savart.................. NA-1 m-1 atau T μI sin θ dl...........

(3.................. Gaya Bilamana suatu muatan bergerak dalam medan magnetik dengan kerapatan flux B..6) B= l N = jumlah turn (lilitan) pada solenoida l = panjang solenoida dan ketentuan lain seperti pada penjelasan persamaan (3.... 2.. secara eksperimen mengalami gaya yang dinyatakan persamaan berikut: F = Qv x B ………………………………………………….............. Adanya perubahan dI atau dφ akan menghasilkan konsep dasar hukum Lenz atau Faraday......... toroid dan sebagainya dapat diselesaikan persamaan-persamaannya seperti berikut.......Medan Elektromagnetika 3-25 Konsep dasar medan magnet akibat arus listrik pada konduktor................5) Analisis dasar ini dapat dikembangkan untuk kepentingan praktis seperti konsep pemagnetan buatan (magnet listrik) dan sebagainya..................(3.......7) Dengan v = kecepatan gerak muatan listrik dalam m ....... bila dikembangkan kajian pada konduktor berarus yang dibentuk seperti konduktor cincin (lilitan=kumparan cincin)....... Untuk konduktor cincin (terbuka) ...........................................(3............................. solenoide...........................5) 2R B = flux density dalam NA-1 m-1 atau T I = arus pada konduktor dalam A R = jari-jari (radius) cincin dalam m B= μI μ = permeabilitas medium dalam Hm-1 Untuk solenoida (kumparan) besarnya B adalah: μNI ..…………. Persoalan mendasar adalah bila nilai besaran arus mengalami perubahan (dI) ataupun medan magnet mengalami perubahan yang berarti flux magnet mengalami perubahan (dφ).........

8) sebagai dasar kajian gaya akibat muatan bergerak pada kerapatan flux..... Begitu pula bila kerapatan flux (B) ditimbulkan oleh magnet listrik yang berarti gaya antar batang – batang konduktor berarus yang merupakan konsep dasar moment (kopel) suatu alat ukur / motor listrik.9) untuk J = rapat muatan ruang dalam A m-2 sedangkan hubungan antara J dv sebagai unsur arus diferensial yaitu J dv = I d L oleh karena itu persamaan (3.. v d Q ada keterkaitan dengan rapat muatan bergerak yakni d Q = ρ d v yang merupakan rapat muatan ruang.7) dideferensial....... Suatu konduktor berarus 10 A..10) atau F = I L x B …………………………………………….......(3.......3-26 Medan Elektromagnetika Bila persamaan (3..... Penyelesaian: Besarnya kuat medan magnet (H) adalah: ∫ Hxdl = I Atau : H = I x (2 π R)-1 →l=r H = 10 x [ 4 x 3....9) dan (3.......11) atau dalam bentuk lain: F= garis ∫ IdLxB = ∫ ∂xBdv.(3....12) vol Persamaan (3......10) merupakan persamaan dasar dari konsep kerja motor listrik / alat ukur listrik dan pengembangan alat-alat lainnya..8) Persamaan (3.. Latihan-latihan 1....(3... maka gaya pada partikel muatan adalah: dF = d Q v x B ………………………………………………………... 3. berapa kuat medan di titik P yang berjarak 10 m dari konduktor... maka telaah ini diteruskan akan memperoleh persamaan yakni: d F = J x B dv …………………………………………………………(3..14 x 10]-1 .................…………(3.9) dapat ditulis berikut: d F = I d L x B ………………………………………………………....

Permeabilitas μ = 1 dan dialiri arus 10 A.2 x 104 A/m A/m . dengan panjang 20 cm.98 x 10-2 A/m 2. Konduktor dibentuk kumparan (solinoide) sebanyak N = 1000 lilitan. Konduktor tersebut dialiri arus sebesar 10 A.14 ]-1 = 7.14 x 50 x 10-2)-1 = 105 x (2 x 3. diameter toroide 50 cm dan diameter coil 4 cm. Berapa rapat flux magnet rata-rata pada inti solenoide? Penyelesaian: Besarnya B adalah: B = μ N I x (l)–1 = 1 x 1000 x 10 x (20 x 10 –2)-1 = 5 x 104 A/m 4.18 x 104 A/m = 3. Berapa kerapatan flux (B) pada inti toroide? Penyelesaian: B = (μ N I) x (2 π R)–1 = 1 x 104 x 10 x (2 x 3.14 x 50 x 10-2)-1 = 3. berapa kuat medan (H) di pusat cincin? Penyelesaian: H = I x (2 R)-1 = 10 x (2 x 10) -1 =1 / 2 A/m 3. Bila konduktor tersebut dialiri arus listrik 10 A. dan intinya memiliki μ = 1. Konduktor berbentuk cincin dengan radius 10 m. Konduktor dibentuk toroide dengan jumlah 10000 lilitan.Medan Elektromagnetika 3-27 = 1 x [ 4 x 3.

Konduktor panjang 10 m. Konduktor lurus panjang: B = μ I x (2 π R)–1 . Hubungan antara medan magnet dengan arus listrik didasarkan hukum Amper yang model matematisnya adalah: ∫ H • dl = I 2. Mendasarkan konsep hukum Amper.3-28 Medan Elektromagnetika 5. Rangkuman 1. Disekitar konduktor berarus akan timbul medan magnetik (H). berada dalam kerapatan flux magnet (B) sebesar 1000 N/Am dan dialiri arus 5 A. Konduktor cincin flux density (B) di titik pusat cincin B = μ I x (2 R) –1 b. Telaah lebih lanjut dari hukum Biot – savart terhadap bentuk konduktor berarus: a. Berapa gaya yang dirasakan oleh konduktor? Penyelesaian: Gaya yang dialami konduktor: F =LIxB = 10 x 5 x 1000 = 5 x 104 Newton = 5 x 104 N 4. Biot dan Savart menemukan hukum Biot savart dengan rumusan matematis sebagai berikut: dB = atau B= μ Idl sin θ r2 4π μI sin θ dl 4π ∫ r2 3.

Newton per Amper (N/A) b. L adalah: Persamaan ini mendasari prinsip muatan listrik. Konduktor dibentuk toroid. Besarnya gaya yang dialami oleh konduktor adalah: a. Satuan untuk besaran rapat flux (B) adalah: a. Amper meter per Newton (Am/N) 3. Newton per Amper meter (N/Am) c.Medan Elektromagnetika 3-29 c. Suatu muatan bergerak dalam medan magnettik dengan kerapatan flux (B) akan mengalami gaya yang dinyatakan persamaan: F = Q V x B Atau dalam bentuk hubungannya dengan I. Newton per Amper meter (N/Am) c. 20 N . besarnya B adalah : B = μ N I x (l)–1 d. Newton per Amper (N/A) b. 4. 50 N c. Konduktor dibentuk solenoide dengan panjang kumparan l . Tugas-tugas Pilihlah jawaban yang paling benar dari jawaban yang tersedia. Satuan untuk besaran flux magnet (φ ) adalah: a. Suatu konduktor panjang 5 m berarus 10 A. 5. Newton meter per Amper (Nm/A) d. besarnya B adalah: B = μ N I x (2 π R)–1 Dengan ketentuan R = radius toroide. 1. Newton meter per Amper (Nm/A) F=LIxB d. berada pada medan magnet dengan rapat flux (B) sebesar 10 N/Am. Amper meter per Newton (Am/N) 2. 100 N d. 500 N b.

000 lilitan. 0. Bila solenoide tersebut dialiri arus listrik 10 A. 100 A lilitan / m 6. 0.16 A/m b. memiliki jumlah lilitan 10.3-30 Medan Elektromagnetika 4.15 A/m c.000 A lilitan / m b. 1000 A lilitan / m d. Konduktor lurus panjang berarus 10 A. Bila pada intinya terbuat bahan ferromagnetik dengan nilai μ = 5 A/m dan diameter toroide 20 cm. besar medan megnet di inti solenoide adalah: a. 100. maka besar medan magnet yang berjarak 10 m dari konduktor adalah: a. berapa rapat flux magnet yang terbentuk bila toroide dialiri arus 5 A. 0. 10 000 A lilitan / m c. 0.1592 A/m d. Sebuah solenoide panjang 5 cm. Berapa kuat medan magnet yang terbentuk pada inti solenoide? 7. Konduktor dibentuk toroide dengan 1000 lilitan. panjang solenoide 10 cm. Solenoide tersebut dialiri arus sebesar 5 A. Konduktor dibentuk solenoide dengan 1000 lilitan.1692 A/m 5. Berapa kuat medan di titik pusat cincin? 8. Konduktor cincin berarus 10 A dan radius cincin 5 cm. .

....................Medan Elektromagnetika 3-31 BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV MEDAN MAGNET DAN MEDAN LISTRIK BERUBAH TERHADAP WAKTU A.................. yang berarti tegangan = potensial listrik.....(4.................... Konsep Dasar Medan Magnet dan Medan Listrik Berubah terhadap Waktu Bila dikaji arus listrik dapat menimbulkan medan magnet seperti ditunjukkan hukum Amper atau Biot-Savart.(4..... Maka kajian ini diteruskan yaitu medan magnet berubah tersebut disebabkan oleh arus yang berubah (seperti ditunjukkan hukum integral Amper ∫ Hdl = I Atau ....... sehingga ditemukan hukum Faraday yang dinyatakan dalam model matematis berikut. ∂φ volt.............................. v = ggl = e = − maka v = −N Atau ∂φ volt....2a ) ∂t ∂φ ......................................1) ∂t Jika lintasan tertutup nya konduktor berbentuk lilitan yang terdiri N lilitan.................(4. Konsep pemikiran yang melandasi Faraday melakukan eksperimennya ...........2b) ∂t Hubungan antara medan magnet yang berubah (dφ) terhadap tegangan = v = −N potensial yang ditimbulkannya telah ditemukan oleh Faraday dimana Faraday diilhami oleh hukum Lenz................... maka medan magnet pasti menimbulkan arus listrik.....

.. Suatu batang konduktor berada dalam flux yang mengalami laju perubahan dari 1000 Weber ke 0 Weber dalam tempo 10-3 detik.(4. B.. Hukum Faraday...1)... transformator dan analisis transien (rangkaian listrik akibat pengaruh perubahan).......... Konsep-konsep dasar yang dinyatakan model matematis (4.3) ∂t L = besarnya nilai induktansi batang konduktor / lilitan yang besarnya L = φ / I V = −L atau L = Nφ / I.. Latihan-latihan 1...(dφ) x (dt)–1 Volt = ...3) merupakan dasar dari analisis generator... (4. Berapa elektromotansi yang akan timbul pada konduktor? Penyelesaian: V = .(1000 – 0) x (103) volt = .........2) dan (4.ds S Dan B = μH ds = perubahan Maka dari itu dI akan menyebabkan suatu induksi tegangan pada konduktor yang melawan tegangan yang menyebabkan arus pada konduktor mengalir.... di volt.............106 volt .3-32 Medan Elektromagnetika H = Dan dI dl φ = ∫ B..... Hubungan antara tegangan induksi dengan perubahan arus ditunjukkan oleh model matematis hukum Lenz berikut......

50 x 5 volt = .N (d φ) x (d t)–1 = -1000 x (500 – 0) x (4-1 x 103) volt = .25 x 103 volt 3.250 volt 5. Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor? Penyelesaian: Elektromotansi (V) = .L (d I) x (d t) volt = . Suatu konduktor dibentuk filamen dengan 1000 lilitan.Medan Elektromagnetika 3-33 2. Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = . Seperti soal (4).1.500 x (2-1 x 102) = . Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = . Bila konduktor tersebut dialiri arus 10 A dengan laju perubahan dalam tempo 2 x 10-3 detik. tetapi tempo laju perubahannya 106 detik. Suatu batang konduktor bergerak memotong flux magnet 500 weber dengan laju kecepatan 2 x 10-2 detik.(dφ) x (dt)–1 Volt = . berapakah elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .25 x 108 volt 4. Suatu konduktor berbentuk filamen memiliki induktansi diri (L) sebesar 50 mH.L (d I) x (d t)–1 volt . konduktor tersebut berada dalam laju perubahan flux magnet 500 weber ke 0 weber dalam tempo 4 x 10-3 detik.106 x 125 volt = .50 x 10-3 x 10 x (2-1 x 103) volt = .

Bila pernyataan ini dimodelkan matematis adalah: elektromotansi = . Model matematis keterkaitan antara φ dan I adalah: L = φ / I atau untuk N lilitan adalah: L=Nφ/I Hubungan antara elektromotansi dengan perubahan arus terhadap waktu yang mengalir pada konduktor yang memiliki induktansi diri L adalah: ektromotansi = . Hukum Lenz “Tegangan induksi (gaya gerak listrik) selalu berkelakuan menimbulkan flux yang berlawanan”. 3. Besarnya flux magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik berbanding langsung dengan besar arus listrik pada konduktor yang menimbulkan flux magnet.L d I dt V . Rangkuman 1.3-34 Medan Elektromagnetika = . Keterpautan antara flux magnet total dengan arus listrik disefinisikan sebagai “induktansi diri (L)”.d φ V dt Jika lintasan tertutupnya berbentuk konduktor filamen yang terdiri dari N lilitan maka elektromotansinya adalah: elektromotansi = . Hukum Faraday: “Medan magnetik yang berubah terhadap waktu menimnulkan elektromotansi (gaya gerak listrik / tegangan listrik) pada suatu rangkaian”.50 x 10-3 x (10 x 10-6) volt = -5 x 105 volt = .500 k volt C.N d φ dt 2.

bila pernyataan 2 dan 3 benar Pilih jawaban d. bila pernyataan 1. bila pernyataan 4 benar. 1.Medan Elektromagnetika 3-35 D. 2 benar Pilih jawaban b.N d φ / d t (3) V = d φ / d t (4) V = N d φ / d t .d φ / d t (2) V = . Satuan induktansi diri adalah: (1) Henry (H) (2) Weber per Amper (Wb/A) (3) Weber lilitan per Amper (Wb lilitan / A) (4) Amper per weber (A/Wb) 4. Besarnya elektromotansi yang timbul pada konduktor yang berada dalam perubahan flux magnet terhadap waktu adalah: (1) Tergantung dari besarnya perubahan flux (2) Tergantung dari waktu laju perubahan (3) Besarnya berlawanan dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) (4) Besarnya berbanding lurus dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) 2. Model matematis untuk persamaan induksi (elektromotansi = V) adalah: (1) V = . Satuan untuk tegangan induksi (elektromotansi) adalah: (1) Volt (V) (2) Weber per detik (Wb/dtk) (3) Weber per volt (Wb/V) (4) Volt per weber (V/Wb) 3. bila pernyataan 1. Tugas-tugas Pilih jawaban a. 2 dan 3 benar Pilih jawaban c.

3-36 Medan Elektromagnetika

5. Model matematis untuk persamaan induktansi diri (L) adalah: (1) L = - φ / I (2) L = φ / I (3) L = N φ / I (4) L = - Nφ / I

Medan Elektromagnetika 3-37

BAB V KEGIATAN BELAJAR V
TEORI MAXWELL (Persamaan Maxwell) Kajian teori Maxwell sebagai dasar kajian tentang keterkaitan medan magnet (H) dengan medan listrik (E) atau sebaliknya. Hal ini sebagai dasar menelaah gelombang elektromagnet. Kajian ini sebagai pengembangan Medan Elektro Magnet. Kajian saling keterkaitan antara pengaruh medan listrik dengan medan magnet atau sebaliknya dikaji oleh James Clark Maxwell sebagai temuan teori Maxwell. Sebagai dasar pemikiran Maxwell dari teori Stoke yang melakukan kajian pengoperasian integral garis terhadap kajian integral luasan diperoleh persamaan dasar:

∫ H .dl = ∫ (∇xH ).ds..................................................(5.1)
S

Persamaan (4.1) berlaku untuk setiap medan vektor d l = panjang lintasan tertutup d s = luas permukaan yang dibentuk lintasan tertutup itu Dengan konsep teori Stoke di atas, maka berlaku pula untuk medan listrik seperti model matematis berikut.

∫ E.dl = ∫ (∇xE ).ds..................................................(5.2)
S

Kuat medan yang ditimbulkan kerapatan arus (J) untuk batang ds maka persamaan matematisnya adalah:

∫ H .dl = ∫ J .ds......................................................(5.3)
S

Mendasari konsep matematis (5.1), (5.2) dan (5.3) maka teori Maxwell dapat dinyatakan dengan model matematis berikut.

3-38 Medan Elektromagnetika

∂B ..........................................................(5.4a) ∂t ∂D ∇xH = J + .....................................................(5.4b) ∂t Persamaan ini untuk medan berubah terhadap waktu sedangkan untuk medan tak berubah terhadap waktu adalah: ∇.D = ρ ………………………………………..(5.4c) ∇xE = −
∇.B = 0 ………………………………………...(5.4d)
Untuk bantuan kajian keempat persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial perlu keterkaitan persamaan berikut. D=∈E B=μH J=σE Dimana : ∈= permitivitas medium

μ = permeabilitas medium σ = konduktivitas medium
Bilamana menghadapi bahan berkelakuan tak baik, maka nilai D = ∈0 E + P dan B = μ0 (H+M) M = magnetisasi dan P = polarisasi pengutuban bahan isolasi (medium) Sedangkan model matematis Maxwell dalam bentuk integral adalah:

∫ E.dl = − ∫ ∂t .ds......................................................(5.5a)
S

∂B

∫ H .dl = I + ∫ ∂t .ds................................................(5.5b)
S

∂D

∫ D.ds = ∫ ρdv.........................................................(5.5c)
vol

∫ B.ds = 0.................................................................(5.5d )
S

Medan Elektromagnetika 3-39

Keempat persamaan integral ini memungkinkan untuk mencapai syarat batas untuk B, D, H dan E yang diperlukan untuk mencari tetapan dalam mencari jawaban persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial. Kajian teori Maxwell di atas memungkinkan menelaah lanjut medan elektro magnet di segala situasi medium.

3-40 Medan Elektromagnetika

DAFTAR PUSTAKA
Kraus, J.D & Carver, K.R, Electro Magnetics, Mc Graw-Hill, Tokyo, 1993 Hayt, W.Jr., Electromagnetika Teknologi, Vol 1 & 2, Erlangga, Jakarta, 1981. Attwood, SS., Electric and Magnetic Fields, John Wiley & Sons, New York, 1949. Sears, Zermansky, Physic for University, Mc Graw-Hill, New York, 1960. Elliot, Electromagnetic, Mc Graw-Hill Book Company, New York, 1966. Halliday, D. & R Resnick, Physic, John Wiley & Sons, New York, 1962.

BUKU AJAR

TEKNIK PEMROGRAMAN

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Standar Kompetensi 1. Mengenal paradigma prosedural dan algoritma. 2. Mengenal metodologi penulisan algoritma. 3. Mengenal bahasa pemrograman.

B. Kompetensi Dasar 1. Memecahkan masalah dengan paradigma prosedural dan

menuliskan spesifikasi dan algoritmanya tanpa tergantung pada bahasa pemrograman apapun. 2. Menulis algoritma dari suatu masalah dengan menggunakan metodologi dan skema standard yang diajarkan secara terstruktur. 3. Menulis program yang "baik" (sesuai dengan kriteria yang diajarkan di kelas) dalam bahasa pemrograman yang diajarkan, dengan menggunakan aturan translasi yang diberikan. Programnya harus terstruktur walaupun bahasa pemrogramannya bukan bahasa yang terstruktur.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mengenal algoritma. 2. Mengenal Paradigma Prosedural. 3. Mengenal Penulisan Algoritma. 4. Mengenal bahasa program. 5. Mengenal penulisan program yang baik.

1. Paradigma Pemrograman Paradigma adalah sudut pandang atau "sudut serang" tertentu yang diprioritaskan, terhadap kelompok problema, realitas, keadaan, dan sebagainya. Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berpikir

kita, mengarahkan kita terhadap beberapa atribut dan membuat untuk

4-2 Teknik Pemrograman

mengabaikan atribut yang lain. Dengan demikian , jelas bahwa sebuah paradigma hanya memberikan pandangan yang terbatas terhadap sebuah realitas, karena itu fanatisme terhadap sebuah paradigma, mempersempit wawasan dan kadang berbahaya. Dalam pemrograman pun ada beberapa paradigma, masing-masing mempunyai priotas strategi analisis yang

khusus untuk memecahkan persoalan, masing-masing menggiring kita ke suatu pendekatan khusus dari problematika keseluruhan. Beberapa jenis persoalan dapat dipecahkan dengan baik dengan menggunakan sebuah paradigma, sedangkan yang lain tidak cocok. Mengharuskan seseorang memecahkan persoalan hanya dengan melalui sebuah paradigma, berarti membatasi strateginya dalam pemrograman. Satu paradigma tidak akan cocok untuk semua kelas persoalan. "Ilmu" pemrograman berkembang, menggantikan "seni"

memprogram atau memprogram secara coba-coba ("trial and error"). Program harus dihasilkan dari proses pemahaman permasalahan, analisis, sintesis dan dituangkan menjadi kode dalam bahasa komputer secara sistematis dan metodologis. Beberapa paradigma dalam

pemrograman :

a. Paradigma Prosedural atau imperatif Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newmann (stored program concept) : sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data; masing-masing dapat diberi nama dan harga. Instruksi akan dieksekusi satu per satu secara sekuensial oleh sebuah pemroses tunggal. Beberapa instruksi menentukan instruksi berikutnya yang akan dieksekusi (percabangan kondisional). Data diperiksa dan dimodifikasi secara sekuensial pula. Program dalam paradigma ini didasari pada strukturasi informasi di dalam memori dan manipulasi dari informasi yang disimpan tersebut. Kata kunci yang sering didengungkan dalam pendekatan ini adalah : Algoritma + Struktur Data = Program

Teknik Pemrograman 4-3

Pemrograman dengan paradigma ini sangat tidak "manusiawi" dan tidak "alamiah", karena harus berpikir dalam batasan mesin

(komputer), bahkan kadang-kadang batasan ini lebih mengikat daripada batasan problematikanya sendiri. Keuntungan pemrograman dengan paradigma ini adalah efisiensi eksekusi, karena dekat dengan mesin.

b. Paradigma Fungsional Paradigma fungsional didasari oleh konsep pemetaaan dan fungsi pada matematika. Fungsi dapat berbentuk sebagai fungsi "primitif", atau komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah terdefinisi.

Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi-fungsi dasar yang dapat dilakukan. Penyelesaian masalah didasari atas aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Jadi dasar pemecahan persoalan adalah transformasional. Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui keadaan antara. Paradigma fungsional tidak lagi mempernasalahkan memorisasi dan struktur data, tidak ada pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang "variabel". Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi atau bagaimana informasi disimpan dalam memori, setiap fungsi adalah "kotak hitam", yang menjadi perhatiannya hanya keadaan awal dan akhir. Dengan merakit kotak hitam ini, pemrogram akan menghasilkan program besar. Berlainan sekali dengan paradigma prosedural, program fungsional harus diolah lebih dari program prosedural (oleh pemroses bahasanya), karena itu salah satu keberatan adalah kinerja dan efisiensinya.

c. Paradigma Deklaratif, predikatif atau lojik Paradigma ini didasari oleh pendefinisian relasi antar individu yang dinyatakan sebagai predikat. Sebuah program lojik adalah kumpulan

4-4 Teknik Pemrograman

aksioma (fakta dan aturan deduksi). Pada paradigma ini, pemrogram menguraikan sekumpulan fakta dan aturan-aturan (inference rules). Ketika program dieksekusi, pemakai mengajukan pertanyaan (Query), dan program akan menjawab apakah pernyataan itu dapat dideduksi dari aturan dan fakta yang ada. Program akan memakai aturan deduksi dan mencocokkan pertanyaan dengan fakta-fakta yang ada untuk menjawab pertanyaan.

d. Paradigma Berorientasi Objek (Object Oriented) Paradigma ini didasari oleh objek. Sebuah objek mempunyai atribut (kumpulan sifat), dan mempunyai kelakuan (kumpulan reaksi, metoda). Objek yang satu dapat berkomunikasi dengan objek yang lain lewat "pesan", dengan tetap terjaga integritasnya. Kelas adalah objek

mempunyai atribut yang sama dan diturunkan ke semua objek yang berada dalam kelas yang sama. Kelas-kelas mempunyai hirarki, anggota dari sebuah kelas juga mendapatkan turunan atribut dari kelas di atasnya. Paradigma ini menawarkan konsep class, generic, inheritance, polymorphism dan menenkankan pentingnya pendefinisian statik kelas untuk melahirkan (menciptakan) objek pada saat runtime, yang kemudian dimanipulasi atau saling berinterasi. Definisi kelas memungkinkan adanya penurunan kelas dengan objek pada saat run time yang dapat “berubah” bentuk dengan kelakuan yang disesuaikan, Namun demikian, literatur pada struktur kontrol mikro untuk

mendeskripsikan kelakuan, masih terkandung paradigma imperatif, dengan adanya pernyataan sekuensial, assignment, analisis

kondisional dan pengulangan. Disamping itu, mengkonstruksi program dari objek dan kelas adalah berbeda dengan mengkonstruksi program dari struktur data dan algoritma. Kedekatan antara paradigma ini dengan paradigma lain dapat dilihat dari bahasa-bahasa bukan

berorientasi obyek murni, yaitu bahasa prosedural atau fungsional yang ditambahi dengan ciri orientasi objek.

Konkuren : OCCAM. Object oriented murni: Smalltalk. Ada beberapa versi LISP dan Prolog yang juga memasukkan aspek OO. bahasa asembler (dalam kode mnemonik). Ada. Bahasa Pemrograman Ada banyak sekali bahasa pemrograman. Prosedural : Algol. LISP c.Teknik Pemrograman 4-5 Selain keempat paradigma tersebut. yang didasari entity dan relasi. sampai bahasa generasi ke empat (4GL). Relasional: SQL pada basisdata relasional Paradigma Objek mulai ditambahkan pada bahasa-bahasa yang ada.. Basic. Pemroses bahasa Pascal dan C versi terbaru dilengkapi dengan fasilitas terorientasi objek. Suatu program dalam bahasa pemrograman . dalam literatur masih sering disebutkan paradigma yang lain.. seringkali dianalogikan dengan menara Babel yang berakibat manusia menjadi tidak lagi saling mengerti bahasa masingmasing. Eifel. APL. Paradigma relasional. Paradigma konkuren. Jaca. C++. Contoh bahasa-bahasa pemrograman yang ada : a.. bahasa tingkat tinggi. misalnya Turbo Pascal (mulai versi 5. Bahasa Pemrograman berkembang dengan cepat sejak tahun enampuluhan. yang erat hubungannya dengan arsitektur perangkat keras yang memungkinkan pemrosesan secara paralel atau perangkat lunak sistem terdistribusi yang mengelola akses konkuren. Pascal. Fortran. b. dan pemrograman dalam bahasa Query yang memungkinkan diperolehnya suatu himpunan nilai. Deklaratif/Lojik : Prolog d. Cobol. 2. mulai dari bahasa tingkat rendah (bahasa mesin dalam biner). e.5) pada komputer pribadi (PC) dan C++. Untuk setiap paradigma. C . b. Fungsional : LOGO. Java f. tersedia bahasa pemrograman yang mempermudah implementasi rancangan penyelesaian masalahnya. misalnya : a.

pengetahuan tentang kelas persoalan penting adanya. Belajar bahasa pemrograman adalah belajar memakai suatu bahasa. sintesis. sintesa. Dalam melakukan implementasi program. tersedia bahasa pemrograman visual atau tekstual. setiap instruksi yang ada dan tata cara pengoperasian kompilator bahasa yang bersangkutan pada mesin tertentu. Dan ada algoritma baru yang lahir. Beberapa masalah akan cocok kalau diselesaikan dengan suatu paradigma tertentu. Belajar memprogram lebih bersifat pemahaman persoalan. Strategi pengenalan masalah melalui dekomposisi. Lebih lanjut. selalu dipakai untuk semua pendekatan. yaitu kompilator dan interpreter. terutama karena sebagian besar pemrogram pada akhirnya memakai rutin-rutin yang ditulis orang lain. Belajar memprogram dan belajar bahasa pemrograman mempunyai tingkatan dan kesulitan yang berbeda-beda. 3.4-6 Teknik Pemrograman tertentu akan diproses oleh pemroses bahasanya. aturan sintaks (tatabahasa). dan seharusnya mendasari semua pengajaran pemrograman. penggunaan komputer untuk memecahkan persoalan adalah untuk tidak mengulang-ulang kembali hal yang sama. belajar bahasa pemrograman adalah belajar untuk memanfaatkan instruksi-instruksi dan kiat yang dapat dipakai secara spesifik hanya pada bahasa itu. analisis. Mahasiswa seringkali . metodologi dan sistematika pemecahan masalah tersebut kemudian menuangkannya dalam suatu notasi yang disepakati bersama. pemakaian kembali modul yang ada. Ada dua kategori pemroses bahasa. Karena itu. Belajar memprogram lebih bersifat keterampilan daripada analisis dan sintesa. Karena itu perlu diajarkan metodologi. tapi relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bongkar pasang program yang sudah ada. Pada hakekatnya. Belajar Pemrograman Tidak Sama Dengan Belajar Bahasa Pemrograman Belajar memprogram adalah belajar tentang strategi pemecahan masalah.

Pengajaran pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang perancang "designer" program. Berkat . Seorang yang sedang belajar harus belajar melalui contoh nyata. Untuk itulah diperlukan adanya suatu perjanjian. yang dapat dieksekusi oleh mesin. Sebaliknya. Proses memprogram adalah proses yang memerlukan kepakaran. suatu rancangan harus dapat dikode untuk dieksekusi dengan mesin. Beberapa bahasa dapat termasuk dalam sebuah paradigma sama. Karena itu memaksa mahasiswa hanya bekerja diatas kertas. sanggup melayani segala kemungkinan masukan.Teknik Pemrograman 4-7 dihadapkan pada kedua kesulitan itu sekaligus. sistematis). pemecahan persoalan dalam satu paradigma dapat diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa yang berbeda. belajar pemrograman dan belajar bahasa pemrograman saling komplementer. hanya mencetak pemrogram yang langsung "memainkan keyboard". berfungsi dengan benar. belumlah lengkap. dan didukung dengan adanya dokumentasi. sedangkan pengajaran bahasa pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang "coder" (juru kode). notasi yang disepakati supaya masalah itu dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam salah satu bahasa yang masih ada dalam lingkup paradigma yang sama. Pada prakteknya. Produk yang dihasilkan oleh seorang pemrogram adalah program dengan rancangan yang baik (metodologis. Karena itu. Metoda terbaik untuk belajar apapun adalah melalui contoh. menganalisis dan membuat spesifikasi tanpa pernah mengeksekusi program. Pemecahan persoalan dengan paradigma yang sama akan menghasilkan solusi yang "sejenis". Proses memprogram memang berakhir secara konkrit dalam bentuk program yang ditulis dan dieksekusi dalam bahasa target. tidak mungkin dipisahkan satu sama lain. mengetik program dan mengeksekusi tanpa analisis dan spesifikasi yang dapat dipertanggung jawabkan juga bukan merupakan praktek yang “baik” (terutama untuk program skala besar dan harus dikerjakan banyak orang). proses koding lebih merupakan proses semi otomatik dengan aturan pengkodean.

proses yang baik pasti dapat menjamin kehadiran suatu produk yang baik. Ini dapat dianalogikan dengan pembangunan sebuah gedung pencakar langit dibandingkan dengan . Program : Produk versus Proses Beberapa kalangan berpendapat bahwa yang penting dalam sebuah pengembangan program adalah produk. melainkan juga dapat menjalankan proses pembuatan program seperti yang “sebaiknya” sesuai dengan prosedur yang standard. Memang pemantauan produk jauh lebih gampang daripada pemantauan proses.4-8 Teknik Pemrograman contoh nyata itu dia melihat. Apalagi dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak maka aspek proses seringkali sulit dipantau. Aspek penekanan pada proses ini sangat ditegaskan dalam kuliah pemrograman (dan nantinya dalam Rekayasa perangkat Lunak dengan skala lebih besar). Sebuah produk yang baik. Sikap mahasiswa yang mau disiplin secara mandiri sangat diharapkan dalam mencapai tujuan kuliah ini. Pembangunan program berskala besar tidak dapat dilakukan dengan cara yang identik dengan program skala kecil. mungkin dihasilkan oleh sebuah proses yang “kurang baik” atau bahkan “sangat buruk” karena hasil akhir yang dipolers disana sini secara tambal sulam. Contoh tipikal adalah contoh program yang merupakan “pola solusi” dari kelas-kelas persoalan yang dapat diselesaikan. Sebaliknya. 4. mengalami dan melakukan pula. perangkat lunak yang dibutuhkan “berukuran” besar. 5. Pendapat ini sudah kuno. Metoda pengajaran yang dipakai pada perkuliahan pemrograman fungsional ini adalah pengajaran melalui contoh tipikal. Program Skala Kecil dan Program Skala Besar Pada kehidupan nyata. bahkan sangat besar dan mempunyai persyaratan tertentu. Contoh tipikal tersebut dikembangkan dan dipakai untuk belajar dan mengajar sesuai dengan paradigma pemrograman yang diajarkan. Diharapkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu untuk menghasilkan produk program.

sampai komponen utama yang menjadi dasar. Sedangkan pembangunan perangkat lunak skala besar akan dicakup dalam modul-modul kuliah kelompok Rekayasa Perangkat Lunak. framework. Pemrogram Individu dan Pemrogram dalam Tim Jaman dulu. Sesuatu yang “besar” biasanya terdiri dari komponen-komponen “kecil”. Sebuah program yang besar dan “baik” biasanya terdiri dari banyak sekali modul/komponen “kecil” yang dikerjakan oleh banyak orang. suka menyendiri. hanya dicakup pembangunan program-program skala “kecil (karena memang “kecil”). platform. Ada produsen komponen. Pemrograman Beroreinetasi Objek). Maka dapat dikatakan bahwa ada dua kategori pemrogram: penyedia modul/komponen dan pemakai modul/komponen. dan ada perakit yang memakai komponen. Sebuah gedung besar mempunyai komponen seperti pintu. dari komponen setara “suku cadang” dalam industri perakitan mobil. Pendekatan “merakit” ini juga dilakukan dalam pembangunan perangkat lunak. jenius yang selalu hanya berhadapan dengan komputer dan menghasilkan kode-kode program “misterius” yang hanya dimengerti olehnya sendiri (Baca tulisan Hoare mengenai “Programming: Sorcery or .Teknik Pemrograman 4-9 pembangunan sebuah rumah kecil sederhana. di dalamnya terdiri dari komponen elektronik “standard” yang dirakit. ubin yang dapat difabrikasi secara terpisah sebelum dipasang. jendela. atau pengembangan modul-modul “kecil” yang merupakan modul/komponen primitif yang nantinya akan merupakan bagian dari sebuah perangkat lunak berskala besar. Struktur Data. di Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNNES. Ahli Informatika selayaknya mampu untuk menjadi penyedia modul/komponen. bahkan “engine” dari produk secara keseluruhan (munculnya istilah library. tidak jarang ditemui programmer “eksentrik”. Misalnya sebuah peralatan elektronik yang canggih. dsb). Skala komponen juga makin berkembang. 6. Pada kuliah Pemrograman yang mendasar (Algoritma dan Pemrograman.

yang harus dipimpin seorang konduktor supaya pertunjukan dapat berjalan dengan baik. Jika dianalogikan dengan dunia musik. Maka efek neto . Pemrograman Prosedural Pengertian pertama yang akan dijelaskan adalah aksi. Ini sudah dijelaskan pada bagian Program Skal Besar dan Program Skala kecil. maka pemrograman adalah sebuah orkestra. Pada deskripsi tersebut. pemrogram diharapkan untuk dapat bekerja dalam tim. Jaman itu sudah berlalu. Skala program yang harus dibuat di masa kini sudah jauh lebih besar ukurannya dibandingkan dengan jaman dulu. 7. maka jelas bahwa minatnya adalah pada efek netonya. Jika seseorang tertarik pada suatu aksi. maka berarti dititikberatkan pada kegunaannya. daripada coding. Ada banyak standard yang dipakai di dunia pemrograman. juga membutuhkan kemauan setiap individu untuk bermain selaras sesuai dengan arahan konduktor. Jadi salah satu tujuan pengajaran adalah membentuk pemrogram atau perancang program yang harus mampu bekerja sama dengan orang lain. Suatu aksi harus terjadi pada selang waktu yang terbatas. Aspek ini perlu diperhatikan dan dengan disepakati bersama. ditekankan benar efek tersebut harus “direncanakan”. dimulai pada saat T0 dan berakhir pada saat T1. Di kelas akan ditetapkan suatu standard pemrograman tertentu yang diharapkan akan dipakai selama kuliah. Aspek bekerja dalam tim dan mengikuti standard ini akan dicakup dalam perkuliahan. Kuliah Algoritma Pemrograman lebih diarahkan kepaga programming. Akibatnya. Suatu aksi adalah kejadian yang terjadi pada suatu selang waktu terbatas dan menghasilkan efek neto yang telah terdefinisi dengan baik dan memang direncanakan.4-10 Teknik Pemrograman Science” [Hoare-84). Sebuah orkestra selain membutuhkan kerja keras individu. Bekerja dalam tim membutuhkan standard atau pola kerja yang sama dan aturan main agar ada koodinasi dan tim dapat menghasilkan suatu produk sesuai dengan prosedur.

keadaan akhir). Kalau lebih dititik beratkan efek netonya. kentang dalam keadaan terkupas di panci. adalah kentang sudah ada di kantong kentang.Teknik Pemrograman 4-11 dari aksi dapat dijelaskan dengan membandingkan keadaan pada saat T0 dan keadaan pada saat T1. misalnya : a. siap untuk dimasak dan kantong kentangnya harus dikembalikan ke rak lagi. Dan kejadian tersebut dianggap sebagai sequential process atau disingkat proses. Penambahan kentang ke dapur di luar tinjauan masalah ini. jadi sup. Ini adalah contoh bagaimana kita menentukan batasan dari persoalan yang akan diprogram. yaitu keadaan “ sebelum dan sesudah” maka kejadian tersebut berarti sebagai proses. yang ditaruh di rak di dapur. Ketika kentangnya terhidang. Final state (F. Untuk itu ditentukan : a. Pernyataan ini mencakup hal yang luas ruang lingkupnya. Suatu kejadian dapat dipandang sebagai urut-urutan dari beberapa kejadian. Dengan sudut pandang ini maka efek kumulatifnya sama dengan efek netto dari seluruh kejadian. Apakah kentangnya harus dibeli dulu atau sudah ada di dapur ? b.S. digoreng atau direbus saja ? Maka kita harus membatasi dengan jelas keadaan awal yang menjadi titik tolak mengupas kentang dan keadaan akhir yang ingin dicapai supaya dapat “merencanakan” efek neto yang diinginkan. keadaan awal). Kejadian yang sama dapat dianggap sebagai aksi ataupun sebagai proses. Contoh dari suatu aksi adalah Ibu Tati yang MENGUPAS KENTANG untuk mempersiapkan makan malam. Pengandaian yang lain adalah bahwa persediaan kentang di ibu selalu cukup untuk makan malam. Apakah yang dimaksud dengan mengupas kentang untuk makan malam berarti sampai dengan kentang terhidang ? c. b. Penggolongan suatu kejadian sebagai proses atau aksi adalah relatif. T0.S. Dengan anggapan kejadian . T1. Initial state (I. berarti dapat diuraikan dalan beberapa (sub) aksi yang terjadi secara sekuensial. di mana ibu Tati akan mengupasnya.

Jika dua kejadian dengan pola yang sama menghasilkan efek neto yang berbeda. kejadian dijelaskan sebagai urut-urutan dari empat sub-aksi yang diungkapkan berdasarkan suatu pengamatan. maka cukup dituliskan : • • • Ambil kantong kentang dari rak dan panci dari almari. Jika dari hasil pengamatan tidak dipandang perlu untuk menjelaskan bahwa kantong kentang diambil dari rak sebelum panci diambil dari almari. Kembalikan kantong kentang ke rak. dapat dijelaskan oleh urut-urutan sub-aksi yang dilakukan oleh ibu tersebut. akhir dari sub-aksi yang terakhir adalah T1 yaitu akhir dari seluruh kejadian. Sekarang perhatikanlah laporan pengamatan tentang kejadian ibu Tati yang mengupas kentang : • • • Ibu Tati mengambil kantong kentang dari rak. dengan suatu keistimewaan. yaitu : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. dan dapat dipastikan pula bahwa keadaan awal dari keduanya berbeda. Ibu Tati mengambil panci dari almari Ibu Tati mengupas kentang . Kejadian tersebut akan terjadi jika pola ini diikuti.4-12 Teknik Pemrograman tersebut suatu proses. Ada kejadian yang mempunyai suatu pola tingkah laku. atau disingkat pola. Misalkan kejadian tentang ibu Tati mengupas kentang. Kupas kentang. maka efek neto tersebut pasti tergantung pada keadaan awal. Kejadian yang lain mungkin mengikuti pola yang sama. Ambil panci dari almari Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Pada contoh tersebut. Efek neto dari kejadian ditentukan sepenuhnya oleh pola tersebut dan (mungkin) oleh keadaan awal (yaitu keadaan pada saat T0). maka T0 adalah awal dari sebuah sub-aksi dan setiap akhir dari suatu sub-aksi akan merupakan awal dari sub-aksi berikutnya.

Tetapi kelakuan dari ibu Tati (atau pembantu) dapat lebih rumit. sedangkan pada hari lain tidak. Ada dua hal yang penting. yang merupakan algoritma. Pertama.Teknik Pemrograman 4-13 • Ibu Tati mengembalikan kantong kentang ke rak Bandingkanlah hasil pengamatan tersebut dengan teks berikut. • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then Pakai celemek Kupas kentang . Misalnya sehabis mengambil panci ia memakai celemek jika perlu. yaitu jika kebetulan ia memakai baju berwarna muda. pengamatan apakah baju si ibu berwarna muda. dan kedua berdasarkan pengamatan tersebut aksi “memakai celemek” bisa terjadi atau tidak (berarti aksi tersebut kondisional). Ambil panci dari almari. Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Jika teks algoritma tersebut diberikan kepada pembantunya yang bernama Ina. yaitu sekumpulan intsruksi yang diberikan oleh ibu Tati kepada pembantu barunya : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. Dan notasi untuk aksi kondisional dinyatakan oleh kondisi dan aksi. Maka pada suatu hari ia memakai celemek. maka jika dilaksanakan akan menghasilkan pengamatan kejadian : • • • • Ina mengambil kantong kentang dari rak Ina mengambil panci dari almari Ina mengupas kentang Ina mengembalikan kantong kentang ke rak Dengan membandingkan teks hasil pengamatan terhadap algoritma. dapat ditarik kesimpulan: algoritma ibu Tati menyatakan cara-cara untuk melakukan sesuatu sedangkan laporan pengamatan menjelaskan tentang kejadian itu sendiri.

4-14 Teknik Pemrograman • Kembalikan kantong ke rak Oleh karena itu aksi kondisional mengandung dua aksi. maka kita jarus membuat program yang sesuai untuk masalah tersebut dan mesin akan mengerjakan program sesuai dengan algoritma yang ditulis. Aksi kedua menghasilkan kejadian berlangsung sesuai dengan hasil pengamatan. aksi pertama harus suatu pengamatan. Hasil dari pengamatan ini adalah suatu keadaan benar (“true”) atau salah (“false”). While kantong tidak kosong do Kupas 1 kentang . Sebagai contoh kasus yang ekstrem adalah mengupas 500 kentang (karena kentangnya sangat kecil-kecil dan ada pesta) kita dapat menuliskan algoritma umum untuk mengupas kentang : • • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then pakai celemek While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Program yang mengontrol mesin harus disusun sedemikian rupa jika ingin dipakai sesuai keinginan. Jika pengamatan memberikan hasil “true” maka aksi terjadi. Misalnya kita ingin menyuruh mesin tersebut untuk memecahkan suatu masalah. While jumlah kentang terkupas belum cukup do depend kantong kantong berisi 1 kentang : Kupas 1 kentang 2. 1. Dalam hal ini mesin tersebut adalah alat bantu untuk memecahkan dari sudut pandang ini. jika pengamatan memberikan hasil “false” maka aksi tidak dilakukan. Contoh Soal Periksalah apakah masing-masing algoritma “mengupas kentang” berikut benar. Pada algoritma ini kita hanya tertarik pada aksi mengambil kentang dari kantong dan mengupas kentang.

While kantong tidak kosong do While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang 4. While jumlah kentang terkupas belum cukup do Depend on kantong kantong tidak kosong : kupas 1 kentang kantong kosong : ambil kantong lain . While (kantong tidak kosong) dan (jumlah kentang terkupas belum cukup) do Kupas 1 kentang 5.Teknik Pemrograman 4-15 Kupas 1 kentang 3.

Bahasa C pertama kali digunakan di computer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan sistem operasi UNIX. Saat ini penggunaan bahasa C telah merata di seluruh dunia. (sekarang adalah AT & T Bell Laboratories). Pendahuluan Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Kelebihan Bahasa C: • • • • • • • Bahasa C tersedia hampir di semua jenis computer. kita sangat perlu blajar bahasa C. hanya terdapat 32 kata kunci. Hampir semua perguruan tinggi di dunia menjadikan bahasa C sebagai salah satu mata kuliah wajib. Oleh karena itu. Selain itu. banyak bahasa pemrograman populer seperti PHP dan Java menggunakan sintaks dasar yang mirip bahasa C.BAB II KEGIATAN BELAJAR II Struktur Dasar Pemrograman Bahasa C A. Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci. C adalah bahasa yang terstruktur Bahasa C termasuk bahasa tingkat menengah Kekurangan Bahasa C : . Proses executable program bahasa C lebih cepat Dukungan pustaka yang banyak. Selanjutnya bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut bahasa B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. Kode bahasa C sifatnya adalah portable dan fleksibel untuk semua jenis computer.

Semua program yang ada di tutorial ini bisa dicoba Turbo C. Enter d. B. tekan sembarang tombol. 1. Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer. Pilih menu Run dengan menekan Alt + R b. Editor Bahasa C Memulai Bahasa C. Pilih submenu Run dan tekan Enter 3. seperti Bordland C. b. Turbo C. Untuk mengkompilasi Program. Untuk menjalankan program : a. buka Editor Bahasa C yang ada. Menu-menu dalam Turbo C : Gambar : 1 Gambar : 2.1 . Pilih menu Compile dengan menekan Alt + C. langkah-langkahnya sbb: a. Akan ditampilkan hasil kompilasi Program. dan sebagainya. 2.Teknik Pemrograman 4-17 • • Banyaknya Operator serta fleksibilitas penulisan program kadangkadang membingungkan pemakai. Pilih Submenu Compile c.

untuk menduplikasi bagian program (5) Paste (6) Clear. untuk menyimpan file/program (4) Save as. terdiri dari : (1) Undo. untuk menyimpan seluruh file/program (6) Change dir. untuk menjalankan program (2) Program reset . untuk mencetak program (8) DOS Shell. untuk menyimpan file/program (5) Save all. untuk menuju ke DOS Shell (9) Quit. untuk memulai program baru (2) Open. untuk memotong bagian tertentu dari program. untuk kembali ke pengeditan terakhir yang telah di undo.4-18 Teknik Pemrograman File . (3) Cut. (4) Copy. untuk membatalkan pengeditan terakhir (2) Redo. untuk mengubah directory (7) Print. untuk menghapus bagian tertentu dari program (7) Copy example (8) Show Clipboard Search. terdiri dari : (1) Find… (2) Replace… (3) Search again (4) Previous error (5) Next error (6) Locate function… Run. untuk mengambil atau membuka program (3) Save. terdiri dari : (1) Run…. untuk keluar dari Turbo C Edit. terdiri dari : (1) New.

Teknik Pemrograman 4-19

(3) Go to cursor (4) dst

Compile, terdiri dari : (1) Compile, untuk mengkompilasi program (2) Make (3) Link (4) Build all, dst

Debug, terdiri dari (1) Inspect (2) Evaluate/modify (3) Dst

Project, terdiri dari : (1) Open project (2) Close project (3) dst

Options, terdiri dari : (1) Application (2) Compiler (3) Transfer (4) Dst Window, terdiri dari : (1) Size/Move (2) Zoom (3) Tile (4) Cascade (5) Next (6) dst Help, terdiri dari

4-20 Teknik Pemrograman

(1) Contens (2) Index (3) Topic search (4) Previous topic (5) dst Program Bahasa C tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi bisa dimulai dari kolom manapun. Namun demikian, untuk mempermudah pembacaan program dan untuk keperluan dokumentasi, sebaiknya penulisan bahasa C diatur sedemikian rupa sehingga mudah dan enak dibaca. Berikut contoh penulisan Program Bahasa C yang baik Gambar 2.2 dan yang kurang baik Gambar 2.3 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C\n”); } Gambar : 2.2 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C”); }

Gambar : 2.3

Kedua Program di atas bila dijalankan akan menghasilkan hasil yang sama berupa tulisan “Bahasa C” di layar, namun dari segi penulisannya program yang pertama tampaknya lebih mudah dibaca dan lebih rapih dibanding dengan program yang kedua.

C. Struktur Dasar Bahasa C 1. Tipe Data Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif. Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, Gambar 2.4 :

Teknik Pemrograman 4-21

Gambar : 2.4 Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int x; float y; char z; double w; clrscr(); /* untuk membersihkan layar */ x = 10; /* variable x diisi dengan 10 */ y = 9.45; /* variable y diisi dengan 9.45 */ z = ‘C’; /* variable z diisi dengan karakter “C” */ w = 3.45E+20; /* variable w diisi dengan 3.45E+20 */ printf(“Nilai dari x adalah : %i\n”, x); /* Menampilkan isi variable x */ printf(“Nilai dari y adalah : %f\n”, y); /* Menampilkan isi variable y */ printf(“Nilai dari z adalah : %c\n”, z); /* Menampilkan isi variable z */ printf(“Nilai dari w adalah : %lf\n”, w); /* Menampilkan isi variable w */ getch(); } 2. Konstanta Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string. Contoh konstanta : 50; 13; 3.14; 4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape, antara lain : \a : untuk bunyi bell (alert) \b : mundur satu spasi (backspace) \f : ganti halaman (form feed) \n : ganti baris baru (new line) \r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return) \v : tabulasi vertical

4-22 Teknik Pemrograman

\0 : nilai kosong (null) \’ : karakter petik tunggal \” : karakter petik ganda \\ : karakter garis miring

3. Variable Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut : • Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda. • • Tidak boleh mengandung spasi. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb. • Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai. Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb. Contoh penamaan variable yang salah : %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb

4. Deklarasi Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi. a. Deklarasi Variabel Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah : Nama_tipe nama_variabel;

Teknik Pemrograman 4-23

Contoh : int x; // Deklarasi x bertipe integer char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char float nilai; // Deklarasi variable bertipe float double beta; // Deklarasi variable bertipe double int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer char *p; // Deklarasi pointer p bertipe char

b. Deklarasi Konstanta Dalam bahasa C konstanta dideklarasikan menggunakan preprocessor #define. Contohnya : #define PHI 3.14 #define nim “0111500382” #define nama “Sri Widhiyanti”

c. Deklarasi Fungsi Fungsi merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan atau dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam bahasa C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti printf(), scanf(), getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan. Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh programmer. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah : Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi); Contohnya : float luas_lingkaran(int jari); void tampil(); int tambah(int x, int y); Misalnya : 9%2=1 9%3=0

4-24 Teknik Pemrograman

5. Operator a. Operator Penugasan Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C berupa tanda sama dengan (“=”). Contoh : nilai = 80; A = x * y; Artinya : variable “nilai” diisi dengan 80 dan variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y. b. Operator Aritmatika Bahasa C menyediakan lima operator aritmatika, yaitu : * / % + : untuk perkalian : untuk pembagian : untuk sisa pembagian (modulus) : untuk pertambahan : untuk pengurangan

Catatan : operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan. Misalnya : 9%2=1 9%3=0 9%5=4 9%6=3 Contoh Program 1 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); // untuk membersihkan layar printf(“Nilai dari 9 + 4 = %i”, 9 + 4); /* mencetak hasil 9 + 4 */ printf(“Nilai dari 9 - 4 = %i”, 9 - 4); /* mencetak hasil 9 - 4 */ printf(“Nilai dari 9 * 4 = %i”, 9 * 4); /* mencetak hasil 9 * 4 */ printf(“Nilai dari 9 / 4 = %i”, 9 / 4); /* mencetak hasil 9 / 4 */ printf(“Nilai dari 9 \% 4 = %i”, 9 % 4); /* mencetak hasil 9 % 4 */ getch();

Teknik Pemrograman 4-25

} Contoh Program 2 : /* operator % utk mencetak deret bilangan genap antara 1 – 100 */ #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int bil; clrscr(); // untuk membersihkan layar for (bil=1; bil<100; bil++) { if(bil % 2 == 0) //periksa apakah ‘bil’ genap printf(“%5.0i”, bil); } getch(); } c. Operator Hubungan (Perbandingan) Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variable). Operator hubungan dalam bahasa C gambar 3 :

Gambar : 2.5 d. Operator Logika Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan. Operator logika ada tiga macam, yaitu : && || ! : Logika AND (DAN) : Logika OR (ATAU) : Logika NOT (INGKARAN)

4-26 Teknik Pemrograman

e. Operator Bitwise Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memori. Operator bitwise dalam bahasa C : << >> & ^ | ~ : Pergeseran bit ke kiri : Pergeseran bit ke kanan : Bitwise AND : Bitwise XOR (exclusive OR) : Bitwise OR : Bitwise NOT

f. Operator Unary Operator Unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand saja. Dalam bahasa C terdapat beberapa operator unary, Gambar : 3

Gambar : 2.6 Catatan Penting ! : Operator peningkatan ++ dan penurunan -- jika diletakkan sebelum atau sesudah operand terdapat perbedaan. Perhatikan contoh berikut : Contoh Program 1 : /* Perbedaan operator peningkatan ++ yang diletakkan di depan */ /* dan dibelakang operand */ #include <stdio.h> #include <conio.h>

Teknik Pemrograman 4-27

void main() int x, nilai; clrscr(); x = 5; nilai = ++x; /* berarti x = x + 1; nilai = x; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); nilai = x++; /* berarti nilai = x; nilai = x + 1; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); getch(); } Contoh Program 2 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int b, nilai; clrscr(); // untuk membersihkan layar nilai = --b; /* berarti b = b - 1; nilai = b; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); nilai = b--; /* berarti nilai = b; b = b + 1; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); getch(); } 6. Kata Tercadang (Reserved Word) Bahasa C standar ANSI memiliki 32 kata tercadang (reserved word) dan Turbo C menambahkannya dengan 7 kata tercadang. Semua reserved word tidak boleh digunakan dalam penamaan identifier (variable, nama fungsi dll). Kata Tercadang yang tersedia dalam bahasa C adalah sbb:

7. Komentar Program Komentar program hanya diperlukan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman suatu program (untuk keperluan dokumentasi program).

4-28 Teknik Pemrograman

Dengan kata lain, komentar program hanya merupakan keterangan atau penjelasan program. Untuk memberikan komentar atau penjelasan dalam bahasa C digunakan pembatas /* dan */ atau menggunakan tanda // untuk komentar yang hanya terdiri dari satu baris. Komentar program tidak akan ikut diproses dalam program (akan diabaikan). Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); /* Ini untuk membersihkan layar tampilan */ printf(“Contoh Penggunaan Komentar”); //komentar tidak ikut diproses getch(); /* Dan ini untuk menahan tampilan di layer */ }

b. karakter dan string secara terformat. Beberapa fungsi pustaka yang bisa digunakan adalah : 1. scanf() a. Fungsi pustaka scanf() digunakan untuk menginput data berupa data numerik. Memasukan Data Dalam bahasa C proses memasukkan suatu data bisa menggunakan beberapa fungsi pustaka yang telah tersedia. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf() : 1) Fungsi scanf() memakai penentu format 2) Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis 3) Fungsi scanf() tidak memerlukan penentu lebar field 4) Variabelnya harus menggunakan operator alamat & Kode penentu format : %c %s %i.h> #include <conio.BAB III KEGIATAN BELAJAR III Input dan Output A. nim[10].h> void main() { int jumlah. float nilai. char huruf. . %d %f. %e %o %x %u : Membaca sebuah karakter : Membaca sebuah string : Membaca sebuah bilangan bulat (integer) : Membaca sebuah bilangan pecahan (real) : membaca sebuah bilangan octal : Membaca sebuah bilangan heksadesimal : Membaca sebuah bilangan tak bertanda Contoh Program : /* Program memasukan inputan dengan beberapa tipe data */ #include <stdio.

&huruf ). &nilai ). &jumlah ). printf(“Hello. scanf("%s". } 2. clrscr(). getch(). /* membaca sebuah bilangan float */ printf("\nNilai variable yang Anda masukkan adalah :\n"). scanf("%f". gets() a. jumlah ). &nim ). void main() { char nama[20]. scanf("%d". huruf ). c. nilai ). Nama Anda adalah %s”.h” #include “conio. b. Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter. Cursor secara otomatis akan pindah baris. } . /* membaca sebuah karakter */ printf("Masukkan nim Anda : "). /* membaca sebuah string */ printf("Masukkan sebuah bilangan pecahan : "). nama). scanf("%c". getch(). printf("nilai = %f\n". Tidak memerlukan penentu format Contoh Program : /* Program inputan tipe data karakter/string */ #include “stdio. nim ). /* membaca sebuah bilangan bulat */ printf("Masukkan sebuah karakter : "). printf("huruf = %c\n". printf("jumlah = %d\n". printf(“Masukkan nama Anda : “). Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik.4-30 Teknik Pemrograman clrscr(). printf("Masukkan sebuah bilangan bulat : "). gets(nama). d. printf("nim = %s\n".

Fungsi getchar() digunakan untuk membaca data yang bertipe karakter b. getch(). // karakter yang dimasukkan akan terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah %c\n”. huruf1 = getche(). huruf2). Karakter yang dimasukkan terlihat pada layar d. Sedangkan pada getche() karakter yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar. printf(“Masukkan sebuah karakter : “). Tidak memberikan efek pergantian baris secara otomatis. // karakter yang dimasukkan tidak terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah : %c. d.Teknik Pemrograman 4-31 3. Contoh Program : #include “stdio. huruf2. Karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan penekanan tombol enter. Pergantian baris secara otomatis 4. huruf1). } . b. getch() dan getche() a. getchar() a. e. c. huruf2 = getch(). Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter c. Fungsi getch() dan getche() digunakan untuk membaca data karakter.h” #include “conio.h” void main() { char huruf1. Jika menggunakan fungsi getch() karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan pada layer sehingga sering digunakan untuk meminta inputan berupa password. printf(“\nMasukkan sebuah karakter lagi : “).

Fungsi printf() digunakan untuk menampilkan semua jenis data (numeric dan karakter) c. Contoh Program 1. puts().h” void main() { float nilai. : nilai atau variable yang akan ditampilkan. } : menyatakan panjang range : menyatakan jumlah digit di belakang koma. b. printf(“Anda memperoleh nilai %5. nilai). argument).h” #include “conio. dan putchar(). d. nilai). printf(“Apakah Anda telah puas mendapat nilai %6. &nilai). . Menampilkan data ke layar monitor a. Fungsi putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter. puts(“Masukkan nilai Anda : ). Bentuk umum : printf(“%m. Mengatur tampilan bilangan pecahan (float). clrscr(). artinya variable nilai akan ditampilkan sebanyak 5 digit dengan 2 digit di belakang koma. scanf(“%f”. nilai).2f”. m n argument Contoh : printf(“%5. Fungsi puts() digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan diakhiri dengan perpindahan baris. Menampilkan Data 1.nf”. Menggunakan fungsi printf().2f”.4-32 Teknik Pemrograman B. /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan pecahan */ #include “stdio.4f ?”. getch().

clrscr(). b. c. //tipe data integer getch(). /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan integer dan string */ #include “stdio. &umur). puts(“Masukkan umur Anda : “).Teknik Pemrograman 4-33 Contoh Program 2. nama). “Saya juga akan tercetak di printer”). umur). gets(nama). Saya akan tercetak di printer”). puts(“Masukkan nama Anda : ). “Hallo. } . Fungsi fputs() digunakan untuk mencetak tipe data string ke printer d. Fungsi fputc() digunakan untuk mencetak tipe data karakter ke printer Contoh program : #include “stdio. //tipe data string printf(“Umur Anda : %d \n”.h” void main() { int umur. fputs() dan fputc().h” void main() { fprintf(stdprn. scanf(“%d”. char nama[20]. Menampilkan data ke printer a. fputs(stdprn. Untuk menampilkan data ke printer dapat menggunakan fungsi fprintf(). printf(“Nama Anda : %s \n”.h” #include “conio.h” #include “conio. } 2. Fungsi fprintf() digunakan untuk mencetak semua jenis tipe data ke printer dan secara otomatis memberikan efek perpindahan baris.

} . Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar. printf(“Masukan nilai yang didapat : “). Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam penyusunan bahasa C. scanf(“%f”.h” void main() { float nilai.h” #include “conio.BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV A. Contoh Program 1 : /* Program struktur kondisi if untuk memeriksa suatu kondisi */ #include “stdio. terutama untuk program yang kompleks. Penyeleksi Kondisi Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. Bentuk umum struktur kondisi if adalah : if(kondisi) pernyataan. getch(). Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. if(nilai > 65) printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”). &nilai). maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. Struktur Kondisi IF Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. 1.

fflush(stdin). b.h" void main() { clrscr(). printf("Entry bil 3 : "). Contoh Program 2 : /* Program contoh penerapan struktur kondisi if */ #include"stdio. c.scanf("%i". int a. namun sebaliknya bila kita memasukan sebuah nilai yang kurang dari 65 maka program akan berhenti dan tidak dihasilkan apa-apa.scanf("%i". printf("Bil terbesar : %i\n". printf("Entry bil 2 : "). if((a>b)&&(a>c)) max=a.scanf("%i". maka perintah mencetak perkataan LULUS !!!! akan dilaksanakan. max. if(max>0) printf("Bil tsb adalah bil positif\n").&b).&a).Teknik Pemrograman 4-35 Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80. printf("Entry bil 1 : "). } .max).fflush(stdin). getch().fflush(stdin). if((b>a)&&(b>c)) max=b.&c). if(max<0) printf("Bil tsb adalah bil negatif").h" #include"conio. if((c>a)&&(c>b)) max=c.

printf(“Masukan nilai yang didapat : “). Struktur Kondisi IF. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut : if(kondisi) pernyataan-1 else pernyataan-2 Contoh Program : #include “stdio.. clrscr().4-36 Teknik Pemrograman 2. else printf(“\n TIDAK LULUS !!!\n”). Hal ini berbeda dengan struktur if dimana program akan berhenti bila kita memasukan nilai kurang dari 65.h” void main() { float nilai..ELSE Dalam struktur kondisi if. . scanf(“%f”. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan.. } Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80 maka akan dicetak perkataan “LULUS !!!” namun bila kita memasukan nilai yang kurang dari 65 maka akan tercetak perkataan “TIDAK LULUS !!!”. &nilai).h” #include “conio..else minimal terdapat dua pernyataan. /* Masukan akan disimpan dalam variable nilai */ if (nilai > 65) printf(“\n LULUS !!!\n”).. getch()..

... case n : pernyataan-n.case.. maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch.... case 2 : pernyataan-2. break...DEFAULT… Struktur kondisi switch.....CASE.default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak.. Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’. Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah : switch(kondisi) { case 1 : pernyataan-1..Teknik Pemrograman 4-37 3. default : pernyataan-m } .. Struktur Kondisi SWITCH.. Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi. break... break.. . .

} . &hari).h” void main() { clrscr(). case 5 : puts(“Hari Jum’at”). default : puts(“Kode hari yang Anda masukan SALAH”). puts(“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis”). case 6 : puts(“Hari Sabtu”). /* kemungkinan ketiga */ break. case 2 : puts(“Hari Selasa”). case 4 : puts(“Hari Kamis”). /* kemungkinan kedua */ break. printf(“\nMasukan kode hari( 1-7) : “). puts(“Menentukan nama hari\n”).h” #include “conio. puts(“5 = Jum’at 6 = Sabtu 7 = Minggu”).4-38 Teknik Pemrograman Contoh Program : /* Program menentukan nama hari berdasarkan inputan */ #include “stdio. /* kemungkinan ketujuh */ break. case 3 : puts(“Hari Rabu”). /* kemungkinan keempat */ break. } getch(). scanf(“%d”. case 7 : puts(“Hari Minggu”). int hari. switch(hari) { case 1 : puts(“Hari Senin”). /* kemungkinan kelima */ break. /* kemungkinan pertama */ break. /* kemungkinan keenam */ break.

. dan kita memasukan kode hari dengan 1 maka akan tercetak “Hari Senin”.Teknik Pemrograman 4-39 Bila program tersebut dijalankan. bila 2 akan tercetak “Hari Selasa” dan seterusnya.

Misalnya saja. /* awal variabel */ while (x <= 10) /* Batas akhir perulangan */ { printf(“%d BAHASA C\n”. Namun dengan struktur perulangan proses. bila kita ingin menginput dan mencetak bilangan dari 1 sampai 100 bahkan 1000.h” void main() { int x. x ++. x). x = 1.h” #include “conio. Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar (true) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah. tentunya kita akan merasa kesulitan. A. Contoh Program 1 : /* Program Perulangan menggunakan while */ #include “stdio. } Jika program tersebut dijalankan maka akan menghasilkan hasil sebagai berikut . Struktur Perulangan “ WHILE” Perulangan WHILE banyak digunakan pada program yang terstruktur. Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui. /* variabel x ditambah dengan 1 */ } getch(). kita tidak perlu menuliskan perintah sampai 100 atau 1000 kali. cukup dengan beberapa perintah saja.BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV Perulangan Dalam bahasa C tersedia suatu fasilitas yang digunakan untuk melakukan proses yang berulangulang sebanyak keinginan kita. Struktur perulangan dalam bahasa C mempunyai bentuk yang bermacam-macam.

x).WHILE…” Pada dasarnya struktur perulangan do...while sama saja dengan struktur while. proses atau perintah mencetak kata-kata “BAHASA C” akan terus dilakukan selama variabel x masih kurang atau sama dengan 10. } printf("\n")....while. Setiap kali melakukan perulangan. int i=1.Teknik Pemrograman 4-41 1BAHASA C 2BAHASA C 3BAHASA C 4BAHASA C 5BAHASA C 6BAHASA C 7BAHASA C 8BAHASA C 9BAHASA C 10BAHASA C Pada perulangan while di atas.h" #include"conio. i=i+1. hanya saja pada proses perulangan dengan while. Jadi dengan .. Struktur Perulangan “DO.. seleksi while berada di bawah batas perulangan.x.. } getch(). Contoh Program 2 : /* Program mencetak deret bilangan dengan menggunakan while */ #include"stdio. while(x<=i) { printf("%3i". while(i<=3) { x=1. } B. nilai dari variabel x akan bertambah 1..h" void main() { clrscr().. x=x+1. seleksi berada di while yang letaknya di atas sementara pada perulangan do.

h” #include “conio. do { printf(“%d BAHASA C\n”. x = 1. b. Keterangan : a. c. syarat : ekspresi relasi yang menyatakan kondisi untuk keluar dari perulangan.h” void main() { int x. penambahan) pernyataan. } while(x <= 10). Bentuk umum perulangan for adalah sebagai berikut : for(inisialisasi. . x). syarat. x ++. Contoh Program : #include “stdio. } C. Struktur Perulangan “FOR” Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya. penambahan : pengatur perubahan nilai variabel kontrol. struktur perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana. Dari segi penulisannya.4-42 Teknik Pemrograman menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan. getch(). Inisialisasi : pernyataan untuk menyatakan keadaan awal dari variable kontrol.

t). } .y++) for(i=0. for(y=1.int y.r). for(x = 1. x<= 10.h” void main() { int x.i. printf("\n Rata rata : %. } Contoh Program 2 : /* Mencari total dan rata-rata sejumlah bilangan menggunakan for */ #include"stdio. } printf("\n Total : %.&x).t=0.2f".x.Teknik Pemrograman 4-43 Contoh Program 1 : /* Program perulangan menggunakan for */ #include “stdio. float r.scanf("%f". x++) { printf(“%d BAHASA C\n”.i<=2. getch(). x).h" #include"conio.y). } getch().i++) { printf("Entry bilangan %i : ".y<=3.h" void main() { clrscr().h” #include “conio. r=t/i. t=t+x. y=y+1.2f".

Deklarasi Array Bentuk umum : Tipe_array nama_array[ukuran]. Contoh : Contoh Program : /* Program untuk menginput nilai mahasiswa dalam array satu dimensi */ #include “stdio.h” #include “conio. c. Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index.h” void main(). { int index. } . scanf(“%i”.BAB V KEGIATAN BELAJAR V Array Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi Array dimensi satu. nilai[10]. for(index=0. A. b. Indeks array secara default dimulai dari 0. &nilai[index]). index+1). index++) { printf(“Mahasiswa %i : “. Setiap elemen array dapat diakses melalui indeks. clrscr(). array dimensi dua dan array multi-dimensi. index < 10. /* input nilai mahasiswa */ printf(“Input nilai 10 mahasiswa : “). Array Dimensi Satu a.

Teknik Pemrograman 4-45 /* tampilkan nilai mahasiswa */ printf(“Nilai mahasiswa yang telah diinput”). case ‘2’ : strcpy(jurusan. nama[20]. Contoh aplikasi array satu dimensi : /* Program untuk menentukan jurusan & jenjang mahasiswa berdasarkan NIM*/ #include “stdio. /***** cari jurusan *****/ switch(nim[2]) { case ‘1’ : strcpy(jurusan. } CATATAN : String juga sebenarnya merupakan array yang bertipe karakter. printf(“Masukkan NIM Anda : “). nim[10]. Jumlah elemen array menyatakan jumlah string. break. break. case ‘4’ : strcpy(jurusan.h” void main() { char jurusan[25].0i”. crlscr(). index++) { printf(“%5. jenjang[10]. case ‘3’ : strcpy(jurusan. } getch(). “Sistem Informasi”). break. “Teknik Komputer”). “Teknik Informatika”). gets(nama). “Komputerisasi Akuntansi”). nilai[index]). printf(“Masukkan nama Anda : “).h” #include “string. gets(nim). .h” #include “conio. for(index=0. index < 10.

Array Dimensi Dua Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom. jurusan). Deklarasi array : Tipe_array nama_array[baris][kolom]. nim). default : printf(“Anda salah memasukkan NIM. printf(“Jenjang : %s”. } /***** tampilkan data mahasiswa *****/ printf(“ << Data Mahasiswa Universitas Budi Luhur >>“). } else printf(“ANda salah memasukkan NIM. getch(). } B. } else { if(nim[4] == ‘3’) { strcpy(jenjang. Coba periksa lagi !”). nama). printf(“Nama : %s”. Coba periksa lagi !”). break. printf(“NIM : %s”.”Diploma-3”). printf(“Jurusan : %s”. “Strata-1”).4-46 Teknik Pemrograman break. } /***** cari jenjang *****/ if(nim[4] == ‘5’) { strcpy(jenjang. Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel. jenjang). .

Untuk mengisi dan menampilkan isi elemen array ada dua cara yaitu : d. kolom<4. misalnya kita ingin mengisi elemen array baris 2 kolom 3 dengan 10 maka perintahnya adalah sbb : X[1][2] = 10. for(baris=0.h” #include “conio.Teknik Pemrograman 4-47 Contoh : Int X[3][4]. &matriks[baris][kolom]). kolom++) { printf(“matriks[%i][%i]”. baris<3. Row Major Order (secara baris per baris) e. baris+1. } // Tampilkan elemen Array secara Row Major Order printf(“Isi array : \n”). matriks[3][4]. Column Major Order (secara kolom per kolom) Contoh Program 1 : /* Program menginput nilai(bilangan) ke dalam array dimensi dua dan menampilkannya */ #include “stdio. kolom. // Input elemen array secara Row Major Order printf(“Input elemen Array : \n“). kolom+1). . Untuk mengakses array. baris++) { for(kolom=0.h” { int baris. } printf(“\n”). scanf(“%i”.

i+1. X[3][4]. } } /******** Masukkan matriks B ********/ for(i=0.i+1.scanf("%i". fflush(stdin).j<4. baris<3.j+1).scanf("%i". C[3][4].j++) { printf("input data matrik A[%i][%i] : ". j.4-48 Teknik Pemrograman for(baris=0. clrscr().j+1). B[3][4]. } getch(). } printf(“\n”). kolom++) { printf(“%i”. baris++) { for(kolom=0. &matriks[baris][kolom]). kolom<4.&A[i][j]). } } /******** Proses penjumlahan matriks A dan B ********/ .i<3.i++) { for(j=0. i. /******* Masukkan matriks A *******/ for(i=0.h" void main() { int A[3][4].h" #include "conio.j<4.j++) { printf("input data matrik B[%i][%i] : ". fflush(stdin). Y[3][4]. } Contoh Program 2 : /* Program penjumlahan matriks dua dimensi */ #include "stdio.&B[i][j]).i<3.i++) { for(j=0.

j++) printf("%6i".i<3.j<4.j<4.i<3.i++) { for(j=0.i<3. for(i=0. } . } printf("\n\n"). } printf("\n"). } printf("\n").j++) printf("%6i".j<4.i++) { for(j=0. for(i=0.j++) printf("%6i". getch(). for(i=0.B[i][j]).Teknik Pemrograman 4-49 for(i=0.i<3.i++) { for(j=0.X[i][j]).j++) { X[i][j]=A[i][j]+B[i][j].A[i][j]). /******** Cetak isi matriks B *******/ printf("\n matrik B\n").j<4. /******** Cetak hasil penjumlahan matriks A dan B *******/ printf("\n matrik penjumlahan A+B\n"). } } /******** Cetak isi matriks A ********/ printf("\n matrik A\n").printf("\n"). printf("\n").printf("\n").i++) { for(j=0.

2f". k. printf("\nMasukkan nilai elemen matriks yang akan diinvers”). printf("\nMasukkan ukuran matriks : \n"). } } /* Mencetak Matriks asli */ printf("\nMatriks asli : "). printf(“\nsecara baris per baris\n").h" void main() { float p[20]. a[20][20]. scanf("%d". x. i<=m.%d)= ". j++) { printf("A(%d. clrscr(). for(j=1. for(j=1. j. j++) printf(" %. int m. i<=m. i<=m. j). &m). i++) { printf("\n"). &a[i][j]). j<=m. /* Membaca matriks asli */ for(i=1. i++) { printf("\n").i. } /* Proses inversi */ for(i=1. j<=m. i++) .h" #include "conio. for(i=1. t. a[i][j]). i. scanf("%f".4-50 Teknik Pemrograman Contoh aplikasi Array untuk menghitung invers suatu matriks dengan ukuran m x n dengan metode Gauss-Jordan : /* MENGHITUNG INVERS MATRIKS DENGAN METODE GAUSSJORDAN */ #include "stdio.

1f". printf(" \n"). } } } /* Mencetak matriks hasil inversi*/ printf("\n\nMatriks inversi : \n"). Bentuk pendeklarasian array sama saja dengan array dimensi satu maupun array dimensi dua. for(j=1. j<=m. . a[i][j]). i <=m. } getch().Teknik Pemrograman 4-51 { p[i] = a[i][j]. k<=m. a[k][i] = 0. k++) { if(k != i) { t = a[k][i]. j++) { a[i][j] = a[i][j]/p[i]. Array Multi Dimensi Array multi-dimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. j++) printf(" %. for(x=1. j<=m.a[i][x] * t. } for(k=1. x++) a[k][x] = a[k][x] . for(i =1. a[i][j] = 1. Bentuk umumnya yaitu : tipe_array nama_array[ukuran1][ukuran2]…[ukuranN]. x<=m. } C. i++) { for(j=1.

1. 0. 0 }. 1. 1. 0. 0 }. 1. 0. 0. 1. 0. 0. 0. 0. 1. 0. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0 }. 1. 1. 0 } }. 1. 1. k. 1. 0. 1. 1. 0. 0. 1. 0. 0. 0 }. 0. 0. 0. 0. 0. 1. { 0. { 1. 1. 0. 0. 0. 1. 1. 1. static int data_huruf[2][8][8] = { { { 1. 1. 1. 0. 1. 0. 0. 0 }. 1.4-52 Teknik Pemrograman Contoh : float X[2][4][3]. 1. { 1. 1. 0. { 1. 1. 0. { 1. 0. 1. 0. { 1. 0. 1. 0 }. 0. 1. { 1. { 0. 0 }. 0. 0. 0 }. 0. 1. 1. 1. 0. 1. { 1. 1. { 1. { { 1. 0. j. { 1. { 1. Contoh Program : #include “stdio. 1. 0. 0 }. 1. { 1. 1.h” #include “conio.h” void main() { int i. 0 }. 1. 0. 0 }. 0. 1. 1. 1. 1. . 1. 0. 1. 1. 0 }. 1. 0. 1. 0 } } }. 1. { 0. 0 }. 0 }. 1.

i<2.k<8. else putchar(“ “). k++) if(data_huruf[i][j][k]) putchar(‘\xDB’). /* spasi */ puts(“”). } puts(“”). j++) { for(k=0. j<8.Teknik Pemrograman 4-53 /* Tampilkan Huruf */ for(i=0. } . i++) { for(j=0. } getch().

BUKU AJAR Mikroprosesor .

Materi pembelajaran buku ajar ini diharapkan dapat diselesaikan dalam empat kegiatan belajar masing-masing 2 sks. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan Mikroprosesor Z-80. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tentang sistem mikroprosesor. masing-masing bagian membahas tentang : Bab 1. Bab 2. Buku ajar ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik yang belum sempat memiliki dan mebaca buku0buku literatur tentang mikroprosesor. Setiap pembelajaran diberi pelatihan dan pad akhir kegiatan diadakan test formatif. Bab 4 membahas tentang Mikroprosesor Z-80. uraian materi dibagi menjadi empat bagian. Sejalan dengan perencanaan pembelajaran tersebut. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor. Bab 3. . membahas tentang sistem mikroprosesor. membahas tentang beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor.BAB I PENDAHULUAN A. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tetang mikroprosesor. Deskripsi Buku ajar ini menguraikan tentang permasalahan Mikroprosesor. dengan harapan setelah selesai mempelajari buku ajar ini bekenan untuk memperkaya pengetahuan diri dengan membaca buku-buku literatur. membahas tentang Mikroprosesor.

peserta agar mengerjakan test formatif secara individual 7.5-2 Mikroprosesor B. Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam Buku Ajar ini. peserta didik mempunyai mengetahuan tentang mikroprosesor . Untuk menguji kemampuan terhadap penguasaan buku ajar ini. Buku ajar akan lebih baik bila dipelajari secara berkelompok untuk memahami hal-hal baik yang terkait dengan teknik maupun teoritis 4. Bila ada materi-materi yang kurang dipahami. D. Keseluruhan materi yang ada dalam buku ajar ini hendaknya dibaca secara seksama 2. Bab Pendahuluan merupakan informasi yang menguraikan bagian penting dalam memahami buku ajar ini. Bila peserta belum mampu menjawab sebagian besar dari soal-soal yang ditampilkan dalam latihan maupun test formatif. Prasyarat Buku ajar ini ditujukan untuk peserta didik yang telah mempuyai kompetensi tentang teknik digital. Tugas dan latihan yang terdapat pada setiap bab harap dikerjakan tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu 6. Dan lebih diutamakan peserta didik yang mempunyai basik komputer. C. peserta diklat dapat bertanya langsung kepada narasumber yang menyampaikan materi buku ajar ini 5. Kompetensi dan Indikator 1. peserta dapat mengulangi lagi dalam mempelajarinya agar setiap kompetensi yang diharapkan dalam setiap babnya dapat peserta penuhi. karena itu untuk memahami benar setiap peserta perlu saling tanya jawab atau diskusi baik dengan sesama peserta maupun dengan pelatih/nara sumber 3. Petunjuk Belajar 1.

Peserta didik dapat Z-80. komponen mikroprosesor. hubungan mikroprosesor dan memori eksternal c. Indikator a. menjelaskan Register tentang spesifikasi Z-80. BUS (Saluran). menggmbarkan peta memory. Z-80. cara cara Mikroprosesor melakukan melakukan Mikroprosesor Mikroprosesor dan logika memprograman operasi aritmatik menggunakan Mikroprosesor Z-80. menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor d. .Mikroprosesor 5-3 2. Peserta didik dapat menjelaskan dan menggambar tetang model mikroprosesor. Peserta didik dapat menjelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan mikroprosesor b. Peserta didik dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor. mikroprosesor ideal.

dan Mikrokontroller 1. 6. Komponen Programabel. Uraian Materi Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem Mikroprosesor. komponen mikroelektronika komponen juga terus bekermbang.000 – 10 juta > 10 juta . ditandai dengan Perkembangan meningkatnya mikroelektronika kepadatan komponen yang ada dalam suatu chip komponen Integrated Circuits (IC). Perkembangan Komponen Mikroelektronika Sejalan dengan perkembangan teknologi lektronika. yang perlu dipahami maksudnya. 4. : Dapat menjelaskan Perkembangan Komponen Mikroelektonika Dapat menjelaskan Komponen Programabel Dapat menjelaskan Mikroprosesor Dapat menjelaskan Sistem Mikroprosesor Dapat menjelaskan Komputer Dapat menjelaskan Mikrokontroller B. Mikroprosesor. Kompetensi dan Indikator Kompetensi : Setelah mengikuti pembelajaran peserta latih dapat mendeskripsikan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor Indikator 1. 5. adalah : Perkembangan Komponen Mikroelektonika. perkembangan komponen IC dapat dibedakan : No Jenis Rangkaian Terintegrasi (IC) 1 SSI (Small Scale Integration) 2 MSI (Medium Scale Integration) 3 LSG (Large Sclae Intergration) 4 VLSI (Very Large Scale Integration) 5 ULSI (Ultra Large Scale Integration) Kepadatan Komponen Jlm Transistor/Chip 10 – 100 100 – 1000 1000 – 100. Komputer. Sitem Mikroprosesor. Dilihat dari tingkat kepadatan komponen. 2.000 100. 3.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A.

PLD Sifat pemrograman : X artinya terhubung (belum terprogram). Merupakan komponen programabel yang sudah komplek bentuk fisik rangkaian dan cara pemrogrammannya. Pemrograman dilakukan dengan cara memutus “fuse” yang ada pada tanda X. dll). Memiliki Register. c. yaitu : non programabel dan programabel. CD. adalah komponen elektronika yang fungsinya tetap : pasif (R. Dapat diprogram dengan bantuan komputer. Dengan program pada PAL dapat : read/write dan menyimpan intern maupun ekstern (dari ke disket. Tidak dapat diprogram ulang. FPGA mempunyai PLD (Program Logic Device) PAL (Pragrammble Array Logic) GAL (Generic Array Logic) FPGA (Field Programabel Gae Array) . IC). Komponen Programabel. C. Sifat program memutus fuse. IC) dan aktif (Transistor. d. Hardisk. PAL Sifat pemrograman : dapat diprogram secara manual atau menggunakan bantuan komputer : program PALASM + EPROM (Erasable Programabel Read Only Memory) Programmer.Mikroprosesor 5-5 2. Dioda. adalah komponen yang fungsinya tergantung pada program yang diberikan. untuk menghapus program dapat digunakan universal programmer. L. Jenis-jenis bentuk fisik rangkaian komponen programabel diantaranya : a. GAL Sifat pemrograman : termasuk EEPLD (Electrically Erasable PLD). Komponen non programabel. Komponen Programabel Pembagian komponen elektronika berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi dua. b. Clock. FPGA. dan Alamat.

Sistem Mikroprosesor Sistem mikroprosesor adalah suatu sistem yang mempergunakan mikroprosesor sebagai komponen utama. mikrokontroler. Dalam amplikasinya. LCA dan dapat digabungkan sebagai dengan alat komponen untuk bertindak bantu meningkatkan kinerja mikrokontroler. Seperti mememori dan mengolah data yang masuk sesuai dengan program yang diberikan. Mikroprosesor Mikroprosesor. MPU Bus I/O I/O CPU Bus I/O I/O Bus A/D Bus A/D RAM ROM RAM ROM Sistem Mikroprosesor Komputer Gambar 1 Sistem Mikroprosesor dan Komputer . memori baca tulis (RWM = read write memory = RAM = random access memoery. merupakan suatu komponen digital mulai dari jenis LSI sampai ULSI (menunjukkan perkembangannya) dengan kompleksitas rangkaian sangat tinggi yang mampu melaksanakan fungsi suatu unit pemroses sentral (CPU = Central Processing Unit).5-6 Mikroprosesor beberapa keluarga diantara adalah LCA (Logic Cell Array). 4. dan unit Input Output (I/O unit). 3. memory baca (ROM = read only memory). Pada umumnya sistem mikroprosesor terdiri atas : unit mikroprosesor (MPU = mikroprocessing unit).

PLD 3. Bisa salah atau benar c. Komputer b. 6. Mikrokontroller Mikrokontroller adadalah komponen programabel IC yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor. SI.Mikroprosesor 5-7 5. MPU pada komputer dinamakan CPU (Central Processing Unit). Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Contoh mikrokontroller yang kita miliki adalah ADMEL. Mikrokontroler 2. Komputer dan Mikroprosesor contoh jenis komponen programabel a. C. PAL b. Di dalam mikrokontroller terdapat komponen input output (I/O). ULSI adalah nama-nama jenis a. LSG. Salah d. Benar b. FPGA d. Perbandingan sistem mikroprosesor dan komputer dapat dilihat pada Gambar di bawah. Komputer d. yang dikemas dalam satu chip IC. Mikrokontroler d. I. Tergantung sistemnya 4. IC c. Bisa salah atau benar c. CPU . Istilah mikroprosesor dengan sistem mikroprosesor maksudnya sama a. IC c. Memory. Komponen programable yang dapat diprogram satu kali saja adalah a. dan pengolah data. GAL c. hanya lebih kompleks. Latihan Kerjakan soal-soal di bawah. yakinkan bahwa jawaban anda benar. kalau masih ragu-ragu pelajari kembali materi buku ajar ini. Salah d. Mikroprosesor b. Tergantung sistemnya 5. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. Komputer Mirip dengan sistem mikroprosesor. Benar b.

Rangkuman Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor adalah : Perkembangan Mikroprosesor. Jelaskan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer D. Sistem mikroprosesor. dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan ultra violet. dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan komputer.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. Komponen Programabel. Mikrokontroller. VLSI.Peserta latih mengerjakan latihan .Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . Komputer.5-8 Mikroprosesor II. MSI. Komponen Sitem Mikroelektonika. dan Perkembangan komponen mikroelektronika ditandahi dengan bertambah padatnya komponen dalam satu IC. Jenis-jenis bentuk fisik komponen programable membedakan sifat pemrograman. dan I/O. Mikroprosesor adalah komponen digital yang mampu melaksanakan fungsi mememori dan mengolah data. yaitu : hanya dapat diprogram sekali. Memori. Apakah yang dimaksud dengan komponen programabel 2. Jawablah dengan singkat dan benar 1. dan ULSI. merupakan sistem yang mempunyai komponen utama : CPU.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . . Mikroprosesor. dan mikrokontrolel. komputer. Lembar Kegiatan Peserta latih . LSG. dimuali dari : SSI.

SSI. Benar b. IC c. LSG. Dioda b. Transistor c. IC d. Peralatan programable b. MPU pada sistem mikroprosesor fungsinya sama dengan …. Fungsi dalam chip d. Komputer c. Kondensator 7. PLD 3. Semua jawabab benar 4.. CPU d. Test Formatif I. Bentuk volume dalam chip b. Tergantung sistemnya 5. IC jenis ULSI mengandung >10 juta ……. I/O mkroelektronika ditandai dengan . Komputer dan Sistem Mikroprosesor merupakan jenis komponen programabel a. Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Mikrokontroler 2. GAL c. Mikroprosesor b. ROM 8. FPGA d. Perkembangan meningkatnya a.Mikroprosesor 5-9 F. PAL b. Mikroprosesor termasuk dalam golongan a. Sistem programamble d. Salah d. Bisa salah atau benar c. ULSI adalah nama-nama jenis a. Komputer c. Komponen Programable c. Komponen programable yang dapat diprogram denagan bantuan komputer adalah a. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. Resistor d.. pada komputer a. RAM b. Mikrokontroler d./Chip a. Kepadatan komponen dalam chip c. Daya dalam chip komponen c. CPU 6.

Berdasarkan sifatnya komponen elektronika dapat dibedakan menjadi a. Gambarkan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer 3. Empat 10 Transistor termasuk golongan komponen elektronika jenis a. Lima b.5-10 Mikroprosesor 9. Mengapa mokroprosesor dimasukkan dalam golongan jenis komponen programmabel ? . Pasif II. Jawablah dengan singkat dan benar 1. Enam d. Non Programabel c. Apakah yang dimaksud dengan sistem miroprosesor 2. Programabel b. Dua c. Aktif d.

Uraian Materi 1.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 MIKROPROSESOR A. Dapat menjelaskan dan menggambar mikroprosesor ideal 3. catu daya. saluran alamat (address bus). dengan : sejumlah saluran data (data bus). Model Mikroproseor Mikroprosesor merupakan suatu kotak (black box). Dapat menjelaskan komponen mikroprosesor 4. Dapat menjelaskan dan menggambar model mikroprosesor 2. dan sejumlah saluran kontrol (control bus). peserta latih mampu mendekripsikan tentang mikroprosesor Indikator : 1. Dapat menggambarkan hubungan mikroprosesor dengan memori internal B. Kompetensi dan Indikator Komptensi : Setelah selesai mengikuti pelajaran. address bus Mikroprosesor data bus kontro bua Power Supply Gambar 2 Model Mikroprosesor .

komponen utama mikroprosesor. . bilamana m = k = 4 dikatakan mikroprosesor 4 bit. dikatakan mikroprosesor 8 bit. Pada Gambar 4 diperlihatkan suatu mikroprosesor dengan 8 buah saluran data masuk dan 8 buah saluran data keluar. “Data Word “ 8 bit disebut “byte”. Jumlah saluran data tersebut dinamakan “lebar jalur data” (data path width = word size). Mikroprosesor Ideal Mikroprosesor adalah komponen programabel yaitu suatu komponen yang fungsinya dapat diprogram. “Data Word” 4 bit disebut “nybble”. Umumya m saluran data masuk sama dengan k saluran data keluar jumlahnya sama. 1 2 Saluran masuk Program 1 2 Saluran keluar k m Gambar 3 Blok Diagram Mikroprosesor Ideal 3. fungsi mikroprosesor dapat ditulis sebagai : Keluaran = Masukkan * Program Mikroprosesor ideal mempunyai m data saluran masuk (input) dan k saluran data keluaran (ouput) yang jumlahnya tidak terbatas. Data diterima dari saluran masuk kemudian diproses (diolah) sesuai dengan program yang tersimpan (stored program) sehingga diperoleh sejumlah data keluaran sebagai hasil pengolahan data tersebut. Bila jumlah m = k = 8. artinya fungsi komponen programabel tergantung dari “ propram” yang diberikan.5-12 Mikroprosesor 2. seperti saluran data masuk dan saluran data keluar jumlahnya terbatas. Secara metematis. Komponen Mikroprosesor Berbeda dengan keadaan ideal.

Dengan demikian mikroprosesor harus mampu untuk mencapai (to access) suatu memori luar (external memory). dalam keadaan yang sebenarnya mikroprosesor mempunyai jumlah “memori dalam” yang sangat terbatas untuk keperluan menyimpan data dan program. Umumnya mikroprosesor harus dapat melakukan penyimpanan informasi (melakukan proses penulisan memori) dan mengambil informasi (melakukan proses pembacaan memori) dari memori luar. Hubungan mikroprosesor melalui bus data dan bus alamat seperti Gambar 5. Hubungan Mikroprosesor dan Memori Eksternal Suatu memori ideal dianggap mempunyai “memori dalam” (“Internal Memory”) dengan jumlah tidak terbatas. Saluran Alamat 1 2 3 Mikroprosesor p Memori n Saluran data/Alamat Gambar 5 Hubungan Mikroprosesor dan Memori Luar Dengan Bus Data dan Bus Alamat .Mikroprosesor 5-13 0 1 Program 1 2 8 k 0 1 Program 1 2 8 k 7 7 Gambar 4 Blok Diagram Mikroprosesor Dengan 8 Saluran Data Masuk dan 8 Saluran Data Keluar 4.

Dengan clock yang sama mikroprosesor 64 bit mempunyai kecepatan akses 16 kali lipat mikroprosesor 4 bit. CMOS (Complentay MOS). Teknologi PMOS teknologi yang paling murah dan yang dipergunakan untuk mikroprosesor pertama intel 4004 (th. 14500 Intersil 80C41. Pembagian Teknologi dan Contoh Mikroprosesor Jenis Teknologi Teknologi MOS NMOS Contoh Mikroprosesor Intel 4004.IIL . 6809. 87C48 (‘unsaturated’) Motorola 10800 Intel 3001 Advance Micro Devices Am 2901.ECL . 4040. Dimulai dengan 4 bit.Schottky Bipolar Jenuh . sampai saat ini sudah 64 bit. Bipolar Schottky. NMOS( MOS kanal N). namun demikian pada tahun 1986 telah diganti dengan teknologi NMOS. Perkembangan Mikroprosesor Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit saluran data.5-14 Mikroprosesor 5. 8008. 8048. Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). 8080. Teknologi Mikroprosesor Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). 8749 motorola 6800. 2903 (‘Saturated’) Texas Instrumens ABP 0400. 1971). 6801. 6. Perbedaan jumlah bit saluran data menyebabkan perbedaan kecepatan akses data suatu sistem mikroprosesor. SBP 990 CMOS Teknologi Bipolar Bipolar Tak Jenuh . Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). 8085. CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire). 6805 Zilog Z-80. Z 8000 Nasional seminductor NS 32032 Motorola 146805. Mikroprosesor sekarang menggunakan teknologi apa ?. 6802.

Saluran Data d. Dekoder c. CMOS c. Bus b. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1.Mikroprosesor 5-15 Gambar 6 Bentuk Fisik dan Pinout Z-80 C. Mikrokontroller 2. Saluran b. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan a. Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a. Interface d. Saluran kontrol 4. IC d. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. NMOS d. PMOS b. Semua jawaban benar . Semua jawaban benar 3. Mikrokomputer c. Saluran Alamat c. Latihan I. Black box b.

Hubungan mikroprosesor dan memori eksternal dilakukan oleh saluran. IC b. Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 8 bit. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan sebuah a. Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah saluran bit data. Mikrokomputer c. Mengapa saluran data menunju dua arah ? 2. Rangkuman Mikroprosesor merupakan suatu kotak dengan sejumlah saluran alamat. Balck box d. CMOS-SOS dll.5-16 Mikroprosesor 5. saluran data. tetapi dalam realitas saluran masuk dan saluran keluar jumlahnya terbatas. Mikroprosesor ideal mempunyai saluran masuk dan keluar tak terhingga. Lembar Kegiatan Peserta Latih Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran Peserta latih mempelajari materi buku ajar Peserta latih mengerjakan latihan Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Zilog-80 d. Test Formatif I. Zilog-8000 c. Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a. Jenis-jenis teknologi mikroprosesor : PMOS. salauran data 8. Intel 404 II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Mikrokontroller . F. salauran kontrol. lengkapi yang lain saluran apa namanya D. Motorola 10800 b.

Jumlah program d. Semua jawaban benar 4. Semua jawaban benar 9. PMOS d. Jumlah data b. PMOS d. 1971 c. 1955 . Semua jawaban benar 8. Saluran c. NMOS b. Mikroprosesor tidak ideal mempunyai keterbatasan dalam hal a. Zilog-8000 c. Byte c. Zilog-80 d. Motorola 10800 b. 1976 d. Dekoder b. Nybble d. Semua jawaban benar 3. Saluran b. Bit b. Mikroprosesor pertama kali dibuat pada tahun a.Mikroprosesor 5-17 2. NMOS b. Kontrol d. Bus c. Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a. Satuan saluran adalah a. Intersil 80C41 10. Komponen utama yang ada pada model mikroprosesor adalah a. Interface d. Saluran Alamat c. Jumlah saluran masuk c. Teknologi Mikroprosesor yang paling murah adalah a. Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a. Semau jawaban benar 7. CMOS c. Saluran Data d. Saluran kontrol 6. Semua jawaban benar 5. Address b. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. CMOS c. 1986 b. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a.

lengkapi yang lain saluran apa namanya 3.5-18 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1. saluran data 4. Mengapa saluran data menunju dua arah sedangkan saluran alamat menunju satu arah ? 2. Tuliskan teknologi mikroposesor yang anda ketahui (lengkap dengan singkatannya) . Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 4 bit.

a. Dapat menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor 5. dan Bus Kontrol Peta Memori Komponen-komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor b. Bus Alamat. Perangkat Keras Bus : Bus Data.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. Dapat menjelaskan dan menggmbarkan peta memory 4. yaitu : perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor 2. Uraian Materi 1. Dapat menjelaskan BUS (Saluran) 3. Perangkat Lunak Pemrograman Mikroprosesor Perencanaan Program (menyangkut peta memori dan memori internal/register) . Arah Pembelajaran Sistem Mikroprosesor Dalam pembelajaran sistem mikroprosesor. Dapat menjelaskan dan menggambar Dekoder B. peserta latih mampu mendekripsikan tentang Sistem Mikroprosesor Indikator : 1. Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah selesai mengikuti pelajaran. arah pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua hal.

0111 sama dengan FBH atau FB16 digunakan sebagai klasifikasi sama dengan 367Q atau 3678 111101112 % 1111011 Lebar bus data biasanya mikroprosesor. Hexsadesimal 1111. Biner 11110111B b. secara hardware terdiri dari 8 buah bus (D7MSB… D0LSB). BUS (SALURAN) Komponen utama yang perlu dipelajari dalam sistem mikroprosesor adalah “BUS” / “SALURAN”. bus alamat. actal. Bus Data (Saluran Data) Bus data adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan data dari CPU ke Memori dan sebaliknya. . Tidak seperti mikroprosesor ideal. Besar data yang dapat disalurkan sekaligus mulai (00000000 s/d 11111111)(B) atau (000 s/d 377)(Q) atau (00 s/d FF)(H). mikroprosesor riil mempunyai keterbatasan “BUS’. 16 atau 32. Mikroposesor 8 bit atau 1 byte. 16 bit. Misal mikroprosesor 8 bit. Word Data pada bus data dapat dinyatakan dengan beberapa cara.111 c. yaitu dengan kode biner. a. artinya dia memiliki lebar bus data 8. Bus data menunjukkan kemampuan Mikroprosesor untuk menyalurkan sejumlah data sekaligus. Beberapa bus yang ada dalam sistem mikroprosesor adalah : bus data.5-20 Mikroprosesor 2. atau 32 bit. dan bus kontrol.110. atau hexadesimal (yang banyak dipergunakan) Contoh cara menyatakan suatu word data 8 bit dalam berbagai cara : a. Octal 11.

Dengan Bus Adress CPU dapat mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. Akibatnya mikroprosesor harus mampu mencapai memori luar (external memory) untuk menyimpan data (read) dan mengambil kembali (write). Mikroprosesor ideal akan memiliki memory internal tak terbatas. Komunikasi antara mikroprosesor dengan external memory dilakukan melalui “bus alamat”. Bus Adress (Saluran Alamat) Bus Address adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjangkau tempat penyimpanan data di memori. tetapi kondisi riil yang ada untuk menyimpan data dan program jumlahnya perlu dibatasi.Mikroprosesor 5-21 0 LSB D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 6 Bus Data 8 Bit (Word Data Tersalurkan : 0001101) b. 0 LSB A0 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 7 Bus Alamat 8 Bit (Contoh Data Alamat : 1B) .

Lebar Bus Data Alamat Lokasi Memori 1 Lebar/Space Peta Memory ………… Lokasi Memori n B8 ………… Lokasi Memori n Lokasi Memori 2 Alamat 00 Lokasi Memori 1 Lokasi Memori 2 AC FF Gambar 9 Peta Memori (Contoh Peta Memori : 00 – FF) . Dengan Bus Kontrol CPU dapat mulai melakukan pekerjaan mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. Gambar 8 Blok Diagram Z-80 3. Peta Memori. Blok diagram Mikroprosesor Z-80 seperti Gambar 8. Susunan lokasi memori dinamakan peta memory (space memory).5-22 Mikroprosesor c. Bus Kontrol Bus Kontrol adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjalankan program. Setiap data informasi disimpan dalam memori pada suatu kumpulan lokasi memori. Ukuran data pada setiap alamat memori ditentukan oleh lebar bus data.

seperti : AND. untuk merencanakan tempat menyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. sehingga jumlah data yang tersimpan dalam peta memori tergantung dari : lebar bus data * lebar peta memori (akan dibahas lebih lanjut pada pembahasan dekoder dan register). maka jumlah memori yang tersimpan dalam peta memori : 8 * 200 = 1600 bit atau 1. AC. buffer. EXOR. atau konverter Digital to Analog (D/A) atau Analog to Digital (A/D). Dalam buku ajar ini rangkaian interface akan dibahas lebih lanjut. B8. seperti : power supply. latch.Mikroprosesor 5-23 Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. lebar peta memori 200 (tanpa satuan biasanya ditunjukkan dengan alamat awal dan akhir : 00 FF). Gambar 9 menunjukkan posisi/arti : lebar bus data. Setiap ruang memori mempunyai satu alamat sendiri-sendiri yang unik. b. dan rangkaian interface. dan lebar peta memori dalam peta memori. NOR. FF). Kumpulan alamat ruang memori disebut “lebar peta memori”. memori eksternal. Rangkaian interface dapat berupa : rangkaian decoder (disusun dari rangkaian logika menggunakan gerbang-gerbang logika digital). NAND. EXNOR. OR. dan NOT.6 K bit = 200 byte = 400 nybble. 4. diperlukan beberapa komponen penunjang yang lain. Sebagai contoh : lebar bus data : 8 bil . rangkaian clock. yaitu tidak ada yang kembar/sama (00. . Komponen-Komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor Dalam sistem mikroprosesor selain komponen utama μp. Rangkaian Interface Rangkaian interface atau rangkaian antar muka fungsi utamanya adalah menghubungkan sistem μp dengan dunia luar. a. Gerbang-Gerbang Logika Gerbang-gerbang logika digital yang biasa digunakan untuk membentuk rangkaian interface adalah komponen-komponen digital dasar. alamat.

Vin.5-24 Mikroprosesor Rangkaian interface yang banyak ditemui pada sistem mikroprosesor sebagian besar berfungsi sebagai rangkaian Dekoder untuk dekoding sinyal kontrol dan dekoding alamat. Fan-out menunjukkan besar tegangan yang dikeluarkan gerbang logika digital Iout. adalah : Fan-in. Bilamana gerbang-gerbang logika digunakan sebagai komponen pembentuk rangkaian interface. dengan demikian karakteristik gerbang logika di atas juga dibedakan untuk logika 1 dan logika 0. Ii. menunjukkan besar arus keluaran dari gerbang logika digital. Iin. Fan-in menunjukkan besar tegangan yang diperlukan sebagai masukan gebang logika Vout. menunjukkan besar arus masukkan yang diperlukan oleh gerbang logika digital Sinyal digital mempunyai dua kondisi. Io. Arus-in. Fan-out. logika 1 dan logika 0. sebagai berikut : Vin : Vin(1) Vin(0) = besar tegangan minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar tegangan maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika Vout : Vout(1) = besar tegangan minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Vout(0) = besar tegangan maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Iin : Iin(1) Iin(0) Iout : Iout(1) = besar arus minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika . maka karateristik yang perlu diperhatikan. Arus-out.

2 .07) Rangaian Interface Gambar 10 Contoh Rangkaian Interface Dengan rangkaian Gambar 10. Iout AND dan Vin. Vout(0) = 0. Penggunaan penting . Untuk kepentingan ini diperlukan rangkaian “Latch”. Iin(1) = 1. Iin OR. Iout(0) = 0. Iin = 0. Iin(0) = 0.1 .4.05) Gerbang OR (Vin = 3 . Latch Dalam sistem mikroprosesor sering kali data informasi yang ada pada bus mikroprosesor harus dipertahankan agar dapat dipakai oleh sistem berikutnya.6 Iout(0) = 0. d. Z-80 memiliki arus output 1. berdasarkan karateristik Vout. Buffer Buffer adalah suatu aplifier yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapabilitas arus drive dari line sinyal.5.8 mA dapat men”drive” 4 gebang TTL yang memiliki IiH= 400 µA. Contoh penerapan karakteristik logika : Gerbang AND (Vin(1) = 2 . Vout(0) = 0. maka jumlah gerbang OR yang dapat dihubungkan dengan AND maksimal 3 buah (disarkan dengan. Iout(1) = 10 Vin(0) = 0.Mikroprosesor 5-25 Iout(0) = besar arus maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Karateristik logika sangat diperlukan untuk menentukan julah logika yang dapat dihubungkan dengan logika lain dalam rangka membentuk rangkaian interface atau dekoder. Vout = 8.5. tanpa buffer. Iout = 5 Vin(0) = 0.3. c. Iin(0) = 0. Vout(1) = 6.

5-26 Mikroprosesor dari buffer adalah pada port input mikroprosesor. 5. Perencanaan Peta Memori Lebar bus alamat 8 bit sehingga space alamat memori yang dapat dicapai dari FF(h) s/d 00(h). 9E. Dalam penjelasan Dekoder ini akan diambil contoh Sistem mikroproseor yang disusun dari komponen mikroprosesor 8 biat . Bus alamat 8 bit. Menentukan persamaan logika dari hasil minimisasi. Dekoder Dekoder dalam sistem miroprosesor digunakan pada bus alamat untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi. maka peta memorinya adalah : Peta Memori Alamat FF D3 B6 9E 5E 00 Data 1 Data 2 Data 3 Data 4 . Data disimpan pada alamat : D3. B6. Rencanakan tabel kebenaran. Dengan rangkaian dekoder. Minimisasi. dan 5E.gerbang logika yang dirangkai berdasarkan konsep penyusunan rangkaian logika. Gambar rangkaian dekoder. bisa diatur/digubungi diperlukan. yaitu mengisolasi data input dari saluran data mikroprosesor. Prosedur alamat-alamat pada memori yang perencanaan dekoder dengan urutan : Rencanakan peta memori. dan 5E. data disimpan pada alamat D3. Dekoder dibentuk dari gerbang . 9E. B6. a.

Minimisasi Tabel A A5A4 00 01 11 10 A7A6 00 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 1 8 9 B A Tabel B A1A0 00 01 11 10 A3A2 00 1 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 8 9 B A Dari Tabel A diatas didapatkan persamaan : F1 = A6 A5 A4 + A7 A5 A4 + A7 A6 A4 F2 = A3 A2 A1 A0+ A3 A2 A1A0 + A3A1 A0 .Mikroprosesor 5-27 b. Tabel Kebenaran Alamat D3 B6 9E 59 A7 1 1 1 0 A6 1 0 0 1 A5 1 1 0 0 Saluran A4 A3 0 0 1 0 1 1 1 1 A2 0 1 1 1 A1 1 1 1 1 A0 1 0 0 0 c.

5-28 Mikroprosesor d. Rangkaian Dekoder F2 F1 Gambar 11 Rangkaian Dekoder F A7 A6 A5 A4 A3 A2 A1 A0 AND 1A AND 2A AND 3A OR F1 F(out) AND AND 1B AND 2B AND 3B OR F2 .

Saluran kontrol c. Untuk menulis data 5.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . Latihan I. Kode Biner b. Lembar Kegiatan Peserta latih . Saluran data b.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif . Kode Desimal c. Tiga b. Rangkaian Interface d. Saluran alamat d. Untuk menyalurkan data b. dan Iin 2. Pilih satu jawaban yang paling tepat 1. Empat d. Rangkaian Dioda c. Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat dibedakan menjadi a. Vout. Dua Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. Rangakain penghubung II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Kode Octal d. Ada jawaban yang salah 4.Peserta latih mengerjakan latihan . Fungsi saluran alamat adalah a.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . Iout. c. Semua jawabab benar 3. Lima 2. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a. Jelaskan apa arti karakteristik gebang logika Vin. Untuk menunjuk tempat data c. Rangkaian Dekoder b. Untuk mengambil data d. Apa fungsi buffer pada rangkaian sistem mikroprosesor D.Mikroprosesor 5-29 C.

Susunan lokasi memori pada memori dinamakan Peta memori. peta memori. Word data 10101011B bilamana dinyatakan dalam dengan hexadecimal jawabnya adalah a. Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. CA16 b. Tes Formatif I. NOR. BA16 2. NAND. Dua c. dan komponenen penunjang sistem mikroprosesor) dan perangkat lunak (pemograman dan perencaan program). Hal yang perlu dipahami pada saat memakai adalah arakteristik IC. Dengan Dekoder bisa diatur alamat mana yang dapat dihubungi dan yang tidak boleh dihubungi. saluran data. untuk merencanakan tempat penyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat . Dekoder dalam sistem mikroprosesor digunakan oleh saluran alamat sebagai rangkaian untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi. Rangkuman Dalam mempelajari sistem meikroprosesor. Tiga b. Lima c. dll. AND. saluran alamat. Pilih Satu Jawab Yang Paling Benar 1. Word data pada saluran dapat dinyatakan dengan cara : Biner. F. arah pembelajaran dibedakan menjadi dua : perangkat keras (aluran. OR. AC16 d. Octal dan Hexadesimal. AB16 dibedakan menjadi a. dan saluran kontrol.5-30 Mikroprosesor E. Ada tiga jenis aluran (Bus) pada sistem mikroprosesor. Empat d. Komponen-komponen penunjang sistem mikroprosesor adalah Gate-Gate dasar Digital.

Mempertahankan arus d. Menaikan tegangan c. Saluran alamat d. Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a. 9 b. Untuk menulis data c. Buffer c. Saluran program b. maka lebar peta memori a. Kode Desimal 5. Menaikan arus b. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. Semua jawabab benar 4. Saluran data b. Untuk mengambil data d. Kode Octal d. maka perlu dipasang komponen a. Fungsi saluran alamat adalah a. Bilamana data disimpan dalam memori mulai alamat A5 – AE. Untuk menunjuk tempat data c. Saluran data d. Rangkaian Dioda c. Saluran alamat c. Lacth b. AND d. Untuk menyalurkan data b. Mempertahankan data informasi 10 Bilamana gerbang digital punya Vout = 4 akan digabung dengan gebang digital yang punya Vin = 5. Rangakain penghubung 7. Ada jawaban yang salah 6. Kode Biner b. Rangkaian Dekoder b. Rangkaian Interface d. Fungsi komponen Latch dalam sistem mikroprosesor adalah untuk a. 8 c. 6 9. Saluran yang biasa digunakan sebagai petunjuk karakteristik mikroprosesor adalah a. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a. 7 d. Saluran kontrol c. Saluran kontrol 8. OR .Mikroprosesor 5-31 3.

Gambarkan rangkaian Dekodernya 3.5 Volt.5-32 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Vin(0) = 0. Hasil minimisasi dalam pernencanaan rangkaian Dekoder dapat dituliskan dalam bentuk persamaan : F = A B C + BC D + AC. 2. Mengapa dalam rangkaian sistem mikroprosesor banyak yang dipasang komponen Latch ? . Hitung jumlah OR yang dapat digabung.6 Volt akan digunakan sebagai input gerbang OR punya Vin(1) = 5 Volt. Vout(0) = 1. Gebang AND punya Vout(1) = 20 Volt.

Dapat menjelaskan spesifikasi Mikroprosesor Z-80 2. Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah : selesai mengikuti pelajaran. D7). Nama dan fungsi masing-masing register Z-80 adalah sebagai berikut : - Register A (Akumulator/Pengumpul).. SP. sehingga lebar peta memori yang dapat dihubungi sebanyak 65. H. B. Uraian Materi 1. A15). L) dan 4 buah register 16 bit (IX. C. Dapat menjelaskan memprograman Mikroprosesor Z-80 4. Register F hanya menyatakan hasil operasi ALU. Gambar Flag seperti di bawah : .BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A. Register Z-80 mempunyai 8 buah register 8 bit (A. Dapat menjelaskan komponen pemrograman Mikroprosesor Z-80 5. IY. dan Saluran Alamat 16 jalur (A0 . Dapat menjelaskan Register Mikroprosesor Z-80 3. dan PC) dengan susunan seperti Gambar 11.526 alamat memori. D. 2. E. - Register F (FLAG) adalah register kumpulan register 1 bit.. Spesifikasi Z-80 Mikroprosesor Z-80 mempunyai Saluran (Bus) Data 8 jalur (D0 . F. Dapat menjelaskan operasi aritmatik dan logikaa Mikroprosesor Z-80 B. peserta latih mampu mendekripsikan tentang Mikroprosesor Z-80 Indikator : 1. Atau selalu digunakan untuk mengoperasikan perintah aritmetik dan logika. selalu digunakan untuk opresasional ALU.

E. - Register B’. E’. dengan konsep LIFO (Last In First Out) - Register PC (Program Counter). - Register IX dan IY merupakan register Index. berfungsi untuk penunjuk lokasi memori. H. dapat digunakan untuk keperluan umum dan tempat menyimpan hasil. C. H’. C’.5-34 Mikroprosesor 16 bit 8 bit 8 bit A F B C D E H L IX IY SP PC Gambar 11 Susunan Register Z-80 7 S 6 Z 5 4 3 2 P/O 1 N 0 C Bit Nama Bit Contoh : Bit 7 → Sign Bit 6 → Z (zero) = 1 jika hasil oparasi aritmatik sama dengan nol Bit 2 → Parity /Overflow Bit 1 → Substrack Bit 0 → C (carry) = 1 jika hasil operasi aritmatik menghasilkan carry - Register B. L’ merupakan register cadangan dapat digunakan untuk menyimpan seluruh isi register. D. D’. - Register SP (Stack Pointer) berhubungan dengan mekanisme stack (sususunan simpanan memori) dan digunakan untuk mekanisme SUBRUTIN. untuk menunjuk lokasi awal program . L merupakan register 8 bit dan dapat disambung menjadi 16 bit.

. dengan alamat 1800H s/d 1FFFH. PUSH BC Memory ← register LDD Memory ← memory Memory ← immediate data LD (HL). A15). LD HL. setiap lokasi mampu menyimpan 8 bit atau 1 byte bil heksa. LD HL. Untuk melakukan pelatihan pemrogram Z-80 digunakan KIT Komputer Papan Tunggal (KPT). POP AF Register ← memory Resister ← immediate data LD A. berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan . Penghapusan dilakukan dengan cara menumpangi data sebelumnya.Mikroprosesor 5-35 3.BC LD A. disusun dalam Peta memori KTP sebagai beikut : Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM. (HL) . ditambah dengan komponen pendudung memori eksternal : ROM dan RAM. yaitu : Jenis Tranfers Data Instruksi Register ← register Contoh : LD A. sehingga RAM mampu menyimpan 16 Kbit dalam bentuk 2k x 8 bit atau 2 Kbyte. Instruksi alih/transfer data ada beberapa jenis. RAM terdiri dari 2048 alamat/lokasi memori.25H . Beberapa alamat ruang memori yang dapat digunakan. yaitu : Bus Data 8 jalur (D0 . Pemrograman Z-80 Pemrograman Z-80 pada hakekatnya adalah proses mengisi penghapusan register atau dengan transfer data. Namun demikian tidak semua ruang memori dapat digunakan untuk operasional program (pengisian dan penghapusan data).A .. sehingga space memori yang dapat dihubungi sebanyak 65.526 alamat memori.125AH LD (HL).B . D7) dan bus alamat 16 jalur (A0 .5BH MPF-1 merupakan alat yang menggunakan komponen utama mikroprosesor Z-80. yang dinamakan MPF-1. Spesifikasi MPF-1 sama dengan karakteristik Z-80.

Operasi Aritmatik . komentar untuk komunikasi dengan orang lain (manusia). tambah satu.Jenis operasi aritmatik yang dapat dioperasikan dengan Z-80 adalah : penjumlahan. Ada empat komponen yang perlu dipelajari agar dapat melakukan pemrograman dengan bahasa “assembler”. Mnemonic.(BC) LD HL.1915H LD C. pengurangan. Contoh program : ADDR 1800 1802 1803 1804 1807 1808 1809 180A OpCode 3E 47 0A 21 DD DD DD FF Mnemonic Operand LD A.(IX+0) LD C.Semua operasi aritmatik dan logika hanya bisa dilakukan pada register A. Komponen Pemrograman Z-80.A LD A. Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa “assembler” atau bahasa mesin. Tiga komponen untuk komunikasi dengan Z-80. . dan Komentar. 4.05 LD B. yaitu : Address. kurang satu.5-36 Mikroprosesor Dari peta memori dapat diketahui hanya ruang memori alamat 1800H s/d 1FFFH yang dapat digunakan untuk operasional program. . a.1910H LD IX. 5. Op-Code.(IX+5) RST 38H Komentar Isikan 05H ke Reg A Kutip isi Reg A ke Reg B Kutip isi yang ditunjukkan oleh adres reg BC Isikan reg HL dengan 1910H Isikan isi addres memori 1915H ke Reg IX Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Rg IX+0 = 1915H Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Reg IX+5 = 191AH Kembali ke Display Op-Code dan Mnemonic dapat dilihat pada daftar Instructions Shorted By Op-Code dan Instructions Shorted By Mnemonic yang ada dalam User’s Manual MPF-1. Operasi Aritmatik dan Logika. dan membandingkan.

Lebar peta memori 16 c. F c. 6 buah d. A b. maka lebar jalur saluran adalah a.C dalam operasi ADC / SBC adalah Carry . dan XOR . D d.N : A ← A+B+cy SBC A.Operasi penjumlahan ada dua : ADD dan ADC. SUB A. Bilamana jalur saluran ditunjukka dengan kode D0 – D15. Jumlah data per alamat 16 b. 16 jalur 2.N : A ← A-B-cy b. OR B : A ← A+B . Lebar jalur 16 c. ADC A. atau negatif informasi disimpan di register F(Flag).Contoh : ADD A. F d. 12 jalur d. 8 jalur b. 4 jalur 3. ada carry. NOT. 4 buah b.Mikroprosesor 5-37 . H . E 4. Register 16 bit artinya a.Jenis operasi yang dapat dilakukan : AND.Contoh : AND B : A ← A. Jumlah alamat 16 d. D c. Latihan I. C. Register yang merupakan kumulan dari register 1 bit adalah register a. OR. 2 buah c. Pilih satu jawaban yang paling benar 1. begitu juga pengurangan juga ada dua : SUB dan SBC .B OR N : A ← A+N . 8 buah 5.Hasil operasi aritmatik dan logika yang berstatus : Nol.D : A ← A-B . Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a. .C : A ← A+C . Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a.Salah satu data harus di register A . Operasi Logika . B b.

Op-Code.5-38 Mikroprosesor II Jawab dengan singkat dan benar 1.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . untuk dapat melakukan pemrograman harus nmengetahui 4 komponen.Peserta latih mengerjakan latihan . Menggunakan Z-80 dapat dilakukan 6 jenis intruksi alih/transfer data. mempunyai 8 jalur saluran data dan 16 jalur saluran alamat sehingga ada 65. Operasi aritmetik yang dalakukan adalah +. Semua operasi aritmetik dan logika hanya bisa dilakukan dalam register A. -1. dan Komentar. Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa Assembler. register F kumpulan dari register 1 bit untuk menyatkan hasil operasi ALU. Rangkuman Mikroprosesor Z-80 dinamakan Z-80.256 alamat pada memori eksternal yang dapat dihubungi. dan membandingkan. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 tidak memakai alamat 0000H s/d 07FFH ? D. Z-80 memiliki 8 buah register 8 bit dan 4 buah register 16 bit. . -. dan XOR. OR.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . Mnemonic. Register A berfungsi tempat operasi aritmetik dan logika. +1. NOT. sedangkan operasi logika yang dapt dilakukan : AND. Lembar Kegiatan Peserta latih . Bagaimana cara mengetahui kalau hasil operasi aritmetik Z-80 menghasilkan Carry ? 2. Pada saat pemrograman menggunakan KPT MPF-1 hanya alamat 1800 s/d 1FFF yang dapat digunakan untuk operasional program. yaitu : Address.

Bilamana jalur saluran ditunjukkan dengan kode D0 – D11. 12 jalur d. 4 register 8 bit c. Lebar jalur 8 b. Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a. Jumlah data per alamat 8 c. H c. 8 jalur b. Pilih satu jawaban yang paling benar 1. D a. A b. A9 . 2 register 16 bit b. menggunakan MPF-1 akan tampil angka a. 2 buah c. Kumpulan dari register 1 bit b.D adalah merupakan instruksi transfer data 9. Register 16 bit 5. Register ← memory d. 67 c. 4 buah d. Register 16 bit 3. F d. maka lebar jalur saluran adalah a. Register Kontrol c. Semua jawaban salah c. Resister ← immediate 7. Register 8 bit artinya a. Mengisi reg B. Test Formatif I. 4 jalur 4. Mengisi 25 dari reg B c. Memory ← register 8. Lebar peta memori 8 c. Register AF dan IX adalah a. LD B. Jumlah alamat 8 d. 8 buah 6.Mikroprosesor 5-39 F. 6 buah b. Register 8 dan 16 bit d. 25 c. Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a. Hasil operasi A9 + 67.25 d. Mengambil data dari reg B. Register F adalah merupakan register a. LD C. Register pusat operasi d. 26 b. Register ← register b. 76 d.25 artinya adalah a. 16 jalur 2.

maka Bit C pada reg F akan menunjukan angka a. Menggunakan Z-80 data sebesar 322 akan diakses sebanyak berapa kali ? 2. nol b. Rencanakan program untuk : - memasukkan data 25 ke reg A memasukkan data 13 ke reg B Mengurangi isi reg A dengan B 3.5-40 Mikroprosesor 10 Hasil operasi soal no 9. satu c. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 hanya boleh memakai alamat 1800 s/d 1FFF ? . tiga II Jawablah dengan singkat dan benar 1. dua d.

Sistem mikroprosesor pengolah data menggunakan MPU (Mikroprosesor processing Unit). d 7. b 10 c menggunakan mikroprosesor sebagai komponen utamnya 2. Karenan mikroprosesor merupakan komponen yang kinerjanya ditentukan oleh program. c 8. b 3. b 9. c 2. b 5. Karenan fungsi saluran data antara lain adalah mengambil data dari memori dikirim ke CPU dan mengambil data dai CPU disimpan ke memori 2. c 5. c 6. b 4. 2. 1. Suatu sistem yang 6. d 10. 3. c 2. b 7. Pembelajaran 2 I.Mikroprosesor 5-41 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. address bus (jlm 4 ) data bus Mikroprosesor (jlm 4) kontro bus Power Supply . b II 1. b 4. komputer pengolah data menggunakan CPU (central processing Unit). c 8. c II 1. b 3. c 9. 1. Pembelajaran 1 I.

a 8. b 2. c b d a a 6. Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). Pembelajaran 4 I. a 9. d 3.5-42 Mikroprosesor 3. 3 buah 2. CMOS (Complentay MOS). c 9. b II 1. 4. a 7. Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). NMOS( MOS kanal N). Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). b . c 7. b 6. Bipolar Schottky. c 10. Pembeljaran 3 I 1. CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire). 2. 3. d 5. 5. Karena arus atau tegangan dalam rangkaian tidak kuat atau tidak dapat mencatu komponen berikutnya dalam suatu rangkaian 4. 1. 3. d 4. d 10. 3. c 8.

Contoh : Manajemen Memori MPF-1 Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM. 13 SUBC A. berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan . 1.B Op-Code Komentar 3. 21 kali 2. Karena alamat yang lain sudah digunakan untuk program intern mikroprosesor atau untuk fasilitas exspan memori. ADDR 1800 1802 1804 Mnemonic LD A.Mikroprosesor 5-43 II.25 LD B.

atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer.5-44 Mikroprosesor GLOSARIUM Bahasa Assembly adalah bahasa komputer yang kedudukannya di antara bahasa mesin dan bahasa level tinggi misalnya bahasa C atau Pascal Bahasa pemrograman. adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer mengolah data Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadan yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face). terkandung rangkaian ALU (arithmetic-logic unit) Mnemonic adalah singkatan-singkatan yang mcngindikasikan suatu operasi . Mikroprosesor adalah suatu chip (IC=integrated circuits) yang di dalamnya.

co. MPF-1. 1991. Experiment Manual (Software/Hardware) Harry. MPF-1.co.id/mikroprosesor http://www. Pengantar Mikroprosesor. 1991. 1984. Terjemahan : Barnawi. Z-80 Assembly language programming. California : McGraw-Hill http://www.id/ mikroprosesor+Z80 SoegijardjoSoegijoko.Mikroprosesor 5-45 DAFTAR PUSTAKA Acer. 1986. Jakarta : Erlangga Lance A.google. Bandung : PAU Bid Mikroelektrika . User’s Manual Acer.google. Pengantar desain sistem mikroprosesor. 1979. Garland. Leventhal.

BUKU AJAR PEMBELAJARAN INOVATIF .

Menurut Slamet PH (1992) dunia pendidikan tidak akan mengalami perubahan apapun sepanjang para dosen dan guru berubah. RASIONAL Pada konstelasi sistem pendidikan nasional. Keberhasilan suatu sistem pendidikan antara lain diukur dari keberhasilannya memasok tenagatenaga terampil dalam jumlah yang memadai bagi kebutuhan sektorsektor pembangunan dan harus dapat berperan dalam pembangunan nasional sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mengisi lapangan pekerjaan yang memerlukannya. dan kompetensi kepribadian. guru merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. kualitas. Dalam . Dalam mengemban tugas dibidang keprofesiannya sebagai pengajar. pendidikan sering dikaitkan dengan pembangunan nasional. kompetensi kompetensi profesional yang diperoeh melalui pendidkan profesi. Guru adalah salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi hasil pendidikan. tidak mau kompetensi sosial. baik dalam jumlah. Dengan demikian sistem pendidikan harus senantiasa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembangunan nasional. bahwa Undang-undang kompetensi nomor guru itu 14/2005 meliputi pasal 10. tidak adaptif dan antisipatif terhadap perubahan.BAB I PENDAHULUAN A. Berdasarkan dinyatakan paedagogik. maupun jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat. guru dituntut dapat mendidik atau mengajar dan melatih. Guru merupakan kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan karena salah satu persyaratan penting bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu adalah apabila pelaksanaannya dilakukan oleh pendidik-pendidik yang keprofesionalannya dapat diandalkan.

by their education. merupakan strategi peningkatan mutu sekolah. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS). Of all the men we meet with. manager kelas. serta sebagai evaluator terhadap siswa harus terjadi dengan baik. bermanfaat atau sebaliknya. Tugas-tugas ini secara tidak langsung melebur dalam diri guru yang akan tercermin dalam tindakannya sehari-hari. mediator. Pada pembelajaran tersebut suasana kelas cenderung teacheroriented sehingga siswa menjadi pasif. misalnya. hal tersebut lebih banyak disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. baik budi atau jahat. Sembilan dari 10 orang yang kami jumpai.7-2 Pembelajaran Inovatif pelaksanaan dikelas. saat proses belajar mengajar setidak-tidaknya tugas guru seperti sebagai demonstrator. gagasan-gagasan tentang bagaimana meningkatkan mutu pendidikan telah banyak dilontarkan. pendidikan yang bertumpu pada kemandirian Demikian pula sekarang dalam konteks menyesuaikan . menjelang era reformasi bergulir. useful or not. Agar diperoleh hasil yang maksimal perlu adanya perubahan paradigma pembelajaran yang berorientasi pada siswa dengan metodologi yang berorientasi pada partisipatori. Hal ini nampak dari rata-rata hasil belajar yang masih memprihatinkan. Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal saat ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. nine parts of ten are what they are. ditentukan oleh pendidikannya. Juga usaha-usaha nyata telah banyak dilakukan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui pendidikan. Di Indonesia. Gagasan Locke ini menyegarkan komitmen bahwa pendidikan itu memang penting. good or evil. Secara empiris. Tidak ada manusia di dunia sekarang ini yang mengingkari kebenaran peran pendidikan tersebut. dengan dengan pendekatan yang semula bersifat tekstual berubah menjadi kontekstual. Menurut Locke. berdasarkan hasil analisis penelitian terhadap rendahnya hasil belajar siswa. fasilitator.

dan kondisi sekolah atau daerah. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau silabusnya dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi dan Standar Kompentensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. Dengan demikian. Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). 23 Tahun 2006. keadaan sekolah. . Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK. banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolah atau daerah.Pembelajaran Inovatif 7-3 perkembangan dan kemajuan. Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi knowledge) bukan tetapi sekedar lebih pengetahuan (demonstrating the merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do). adanya perubahan paradigma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). adanya perubahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). dan penilaian hasil pembelajaran. kegiatan pembelajaran. Untuk itu. Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi ajar. wacana penerapan kurikulum berbasis kompentensi diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan.

Adanya perubahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). Untuk itu. matematis. bukan pada aktivitas guru mengajar. beberapa saran berikut ini diharapkan diikuti untuk menciptakan KBM yang efektif. 1. Komunikasi terbuka (Penyampaian informasi terstruktur sehingga siswa menerima pesan dengan baik) 5. tata nilai siswa) 2. inter/intra personal). Keaslian dan tugas menantang (materi.7-4 Pembelajaran Inovatif Motivasi dianggap faktor yang menentukan keberhasilan KBM. bahasa. Kebermaknaan (Siswa bakat. Mengembangkan beragam kemampuan ( siswa belajar jika KBM mendorong pengembangan kemampuan logis. Keragaman pendekatan (siswa akan belajar jika KBM bervariasi) 10. Penilaian tugas (tugas dibagi dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama dengan frekuensi pengulangan yang tinggi) 8. Kondisi dan konsekuensi yang menyenangkan (KBM nangkan. . kinestik. kegiatan yang baru akan menambah konsentrasi siswa) 6. musik. maka pembelajaran dititikberatkan pada aktivitas belajar siswa (Student Centered Learning/SCL). Latihan yang tepat dan aktif 7. Siswa yang bermotivasi dalam KBM cenderung memperlihatkan hasil yang baik. menyeakan belajar bila terkait dengan minat. 11. Model (KBM sebaiknya memberikan contoh nyata yang bisa ditiru oleh siswa) 4. Melibatkan sebanyak mungkin Indra. bebas dari takut) 9. Pengetahuan dan keterampilan prasyarat (Pengetahuan awal siswa menentukan kegairahan siswa belajar) 3.

dan kooperatif Hanya siswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran Siswa dan guru belajar bersama dalam mengembangkan pengetahuan. mampu memecahkan masalah secara efektif 4. suportif.Pembelajaran Inovatif 7-5 Mengapa SCL? Di masa datang dibutuhkan tenaga kerja: 1. berpendidikan baik 2. mampu memproses dan memanfaatkan informasi 5. TEACHER CENTERED LEARNING STUDENT CENTERED LEARNING Pengetahuan ditransfer dari guru ke Siswa aktif mengembangkan siswa pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari Siswa menerima pengetahuan Siswa aktif dalam mengelola secara pasif pengetahuan Lebih menekankan pada penguasaan materi Biasanya memanfaatkan media tunggal Guru sebagai pemberi informasi utama dan evaluator Juga mengembangkan karakter siswa Multimedia Guru sbg fasilitator dan evaluasi dilakukan bersama siswa Proses pembelajaran dan penilaian Saling berkesinambungan dan dilakukan secara terpisah terintegrasi Menekankan pada jawaban yang benar saja Penekanan pada proses pengembangan pengetahuan. konsep dan keterampilan . mampu memanfaatkan teknologi secara efektif. mampu bekerja sama 3. Kesalahan dapat menjadi sumber belajar Sesuai untuk mengembangkan ilmu Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin saja dengan cara pendekatan interdisipliner Iklim belajar lebih individualis dan Iklim yang dikembangkan lebih kompetitif kolaboratif.

Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know. seperti: o Aksessibilitas: mudah menjangkau alat dan sumber belajar o Mobilitas: siswa dan guru mudah bergerak o Interaksi: memudahkan interaksi guru dan siswa o Variasi kerja siswa: menjamin siswa kerja perorangan. penelitian latihan. belajar untuk dapat melakukan. belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari. solidaritas. dikembangkan dan dikelola untuk mengembangkan kompetensi. kerjasama. Ruang kelas dikelola sedemikian rupa sehingga beberapa aspek penting kelas terjamin. empati. Demikian juga pengalaman belajar (learning experiences) lain seperti kegiatan lomba. kepemimpinan. kebun/sawah dan bengkel percobaan. kooperasi. berpasangan dan kelompok. learning to life together dan learning to be. perkemahan. Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui. toleransi dan keterampilan hidup. bakti sosial. Oleh karena itu dalam merencanakan pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat .7-6 Pembelajaran Inovatif Tatap muka di kelas merupakan bag Siswa dapat belajar dengan terbesar dlm pembelajaran berbagai cara Penekanan pada tuntasnya materi pembelajaran Penekanan pada bagaimana cara guru melakukan pembelajaran Penekanan pada pencapaian kompetensi Penekanan pada bgm cara siswa belajar dengan menggunakan berbagai bahan pelajaran. metode interdisipliner Beberapa hal di atas secara teoritik telah mampu memberikan pedoman tentang bagaimana pengalaman belajar harus (sebaiknya) dikelola. learning to do. studi banding.

5. . maka diharapkan peserta PLPG sudah memiliki pengalaman membuat RPP dan mengimplementasikan di kelas.Pembelajaran Inovatif 7-7 bagi pengembangan keterampilan hidupnya. mengasyikkan. maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. C. 4. PRASYARAT Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mengikuti materi PLPG pembelajaran inovatif dan mempelajari buku ajar ini. B. Baca dengan seksama dan pahami isi Bab 1 untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. dan menarik. Dalam melaksanakan pembelajaran dirancang kegiatan yang menyenangkan. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. 2. baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguhsungguh. mencerdaskan dan menguatkan. 1. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya. PETUNJUK BELAJAR Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. 3. Baca dengan seksama dan fahami isi Bab 2 (kegiatan belajar 1 berupa dan kegiatan belajar 2 berupa praktik).

• Peserta dapat menjelaskan berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi. . Indikator pencapaian Kompetensi • Mengenal strategi dan model-model pembelajaran. TUJUAN PEMBELAJARAN • Peserta dapat menjelaskan strategi dan model pembelajaran. • Peserta dapat mendemonstrasikan / mempraktekkan RPP yang telah dibuat pada KBM kelas simulasi. E. • Peserta dapat membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang siap untuk dipraktekkan. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. • Mengenal dan mengidentifikasi berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi.7-8 Pembelajaran Inovatif D. 2. dan menerapkannya pada RPP serta mengimplementasikan melalui demonstrasi dan simulasi. • Merencanakan dan membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan dan siswa. Kompetensi dasar Mengenal model-model pembelajaran inovatif.

afektif maupun psikomotornya. Seorang guru sudah barang tentu mempunyai pengalaman dalam membuat.BAB II PEMBELAJARAN 1 A. Perubahan tersebut mencakup aspek kognitif. maupun menggunakan RPP yang sudah ada untuk digunakan dalam melaksanakan tugas mengajarnya. serta evaluasi yang digunakan untuk mengukur keberhasilan KBM. situasi dan kondisi siswa maupun tempat belajarnya. Secara sederhana perencanaan pembelajaran memuat materi yang akan diajarkan dalam KBM. Namun demikian perlu dicermati apakah RPP yang digunakan tersebut sudah sesuai dengan kurikulum. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Perencanaan pembelajaran adalah suatu proses dan cara berpikir mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan dengan tujuan agar diri seseorang atau sekelompok orang dapat berubah. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. strategi dan model pembelajaran. ALUR RPP RP dan KD -------------->> Silabus -------------->> RPP . akan membuat tujuan pembelajaran akan tercapai secara efektif dan efisien. Jika rencana pembelajaran disusun dengan baik. mengadopsi. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. silabi. Perencanaan pembelajaran merupakan langkah penting untuk mencapai keberhasilan pembelajaran.

. : …. Metode dan model Pembelajaran IV. : …. A.. V.... : …... .. Alat/Bahan/Sumber Belajar VI........ : …..... : . : ….. Materi Ajar III.. Tujuan Pembelajaran II. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. : ….7-10 Pembelajaran Inovatif CONTOH FORMAT RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator I.... : ….. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama. Kegiatan Awal B. dst... : …. : …. Penilaian : …...... Kegiatan Inti C.. : …. : …. : …. : …..

Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. barang. KD.) 5. Menentukan SK. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. dll B. Mengisi kolom identitas 2. dan akhir. Menurut Prof. KD. metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat). 8. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. inti. kejadian. Inovasi dapat berupa hasil dari invention atau discovery. practice or object thatperceived as new by an individual or other unit of adoption.Pembelajaran Inovatif 7-11 Langkah-langkah Menyusun RPP 1. Contoh bidangnya adalah : . Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Inovasi dapat berupa ide. pada saatsaat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. lembar pengamatan. proses dan produk dalam berbagai bidang. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru. teknik penskoran. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. contoh soal. dan Indikator yang telah ditentukan. INOVASI Ibrahim (1989) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide. dan Indikator yang akan digunakan (terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Inovasi adalah an idea. Menyusun kriteria penilaian. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi.

1. perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi.7-12 Pembelajaran Inovatif --Managerial --Teknologi --Kurikulum Menurut Miles karakteristik inovasi adalah : --Deliberate --Novel --Specific --Direction to goal attaintment Aspek pokok yang mempengaruhi inovasi adalah : --Struktur --Prosedur --Personal Inovasi yang berbentuk metode atau model dapat berdampak pada perbaikan. Kendala-kendala dalam Inovasi Pendidikan Kendala-kendala yang mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi pendidikan antara lain: (1). inovasi pendidikan umumnya merupakan suatu gerakan yang bersifat top down. meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. lemahnya berbagai faktor . seperti penggunaannya untuk teknologi pembelajaran. (2). konflik dan motivasi yang kurang sehat. prosedur supervisi serta pengelolaan informasi pendidikan yang dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan. Dalam konteks Indonesia. (3). Sementara itu inovasi dalam teknologi juga perlu diperhatikan mengingat banyak hasil-hasil teknologi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. dalam arti inisiatif dalam melakukan inovasi selalu datang dari pihak pemerintah. Dengan demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Di berbagai bidang. administrator. (6) kurang adanya hubungan sosial dan publikasi (Subandiyah 1992). dan pengalaman dalam bidangnya itu. dan masyarakat umumnya harus dilibatkan. Proses Inovasi Proses Inovasi berkaitan dengan bagaimana suatu inovasi itu terjadi. (5).Pembelajaran Inovatif 7-13 penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dihasilkan. to implementation of the new ide. orang tua siswa. maka guru. Inovasi yang demikian memberi dampak yang lebih baik dari pada model sebelumnya.to forming an attitude toward the innovation. 2. para guru menciptakan strategi atau metode mengajar yang menurutnya sesuai dengan akal yang sehat. oleh karena itu proses inovasi dapat dimaknai sebagai proses keputusan Inovasi (Innovation decision Process). Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas. dan agar mau berubah terutama sikap dan perilaku terhadap perubahan pendidikan yang sedang dan akan dikembangkan. penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi. ide. yang telah lama digeluti. sehinga perubahan dan pembaharuan itu diharapkan dapat berhasil dengan baik. di sini ada unsur keputusan yang mendasarinya. . and to confirmation of this decision. para pencipta inovasi melakukan perubahan dan inovasi untuk bidang yang ditekuninya berdasarkan pemikiran. to a decision to adopt or reject. (4). keuangan (finacial) yang tidak terpenuhi. Hal ini disebabkan oleh kesesuaian dengan kondisi nyata di tempat pelaksanaan inovasi tersebut. Menurut Everett M Rogers proses keputusan inovasi adalah the process through which abn individual (or other decision making unit) passes from first knowledge of an innovation. berkaitan dengan situasi dan kondisi. Di sekolah.

Relative Advantage b. Extent of Change agents (upaya promosi) KBM merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran yang sangat penting dalam pengembangan daya analisis kritis dan kreatif. atau inovasi itu dipandang sesuai dengan : 1) Socio cultural value and belief. Nature of Sosial system ( Norma. 3) Clients needs for innovation. Keadaan dimana suatu inovasi dipandang konsisten dengan nilai-nilai yang ada. 3. dan kebutuhan potensil adopter. Keadaan dimana suatu inovasi dapat diuji secara terbatas. Disamping hal tersebut di atas tingkat adopsi juga dipengaruhi oleh : 1. . pengalaman masa lalu. otoritas) 2. 4.yang nampak dari keuntungan ekonomis. Communication (Saluran komunikasi) 3. 5. tingkat hubungan sosial) 4. pemberian status. Complexity d. atau cara lainnya. Kondisi dimana inovasi dipandang lebih baik dari ide sebelumnya. 2) Previously introduces idea. Observability Penjelasan : 1. Keadaan dimana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain. 2. Tipe keputusan inovasi (optional. Atribut Dan Sumber-Sumber Inovasi Terdapat lima atribut inovasi : a. Kondisi ini berhubungan secara positif dengan tingkat adopsi. Keadaan ini berpengaruh negatif terhadap tingkat adopsi. kondisi ini berhubungan positif dengan tingkat adopsi. Compatibility c.7-14 Pembelajaran Inovatif 3. Oleh karena itu KBM harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menstimulasi munculnya kemampuan analisis dan kreativitas siswa. Trialibility e. Keadaan dimana inivasi dipandang secara relative sulit difahami dan digunakan. kolektif.

maupun keinginan guru.Pembelajaran Inovatif 7-15 Pengembangan model pembelajaran erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. Untuk menyederhanakan istilah. E-learning merupakan suatu teknologi pembelajaran yang relatif masih baru di Indonesia. Di bawah ini di sampaikan beberapa contoh model pembelajaran yang dapat dipilih untuk dijadikan acuan pembuatan RPP. ketersediaan sarana-prasarana. . yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya. CTL (Contextual Teaching and Learning) Mengingat (gagasan) dan belajar adalah proses siswa membangun makna pemahaman sendiri. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika dapat berupa audio. maka electronic learning disingkat menjadi e-learning. Kata ini terdiri dari dua bagian. 1. Perbedaan mendasar ke duanya dapat dilihat pada tabel di bawah. C. dan dapat pula menggunakan jaringan internet. Perkembangan Teknologi Informasi saat ini sangat berperan dan memasuki seluruh aspek kehidupan. Pola pembelajaran kontekstual berbeda dengan pembelajaran konvensional yang selama ini dikenal. kegiatan KBM hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun makna (gagasan) tersebut secara berkesinambungan. Pembelajaran yang berbasis teknologi informasi adalah e-learning. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Banyak model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli bidang pendidikan melalui penelitian. kondisi siswa. Termasuk dalam aspek pendidikan khususnya inovasi dalam pembelajaran.

untuk mengembangkan problem-solving skills.7-16 Pembelajaran Inovatif Konvensional Menekankan hafalan Informasi ditentukan oleh guru Terfokus pada satu bidang studi Memberi tumpukan informasi Penilaian hanya menggunakan ulangan/ test Kontekstual Menekankan memori spasial Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang studi Mengaitkan informasi dengan pengetahuan awal Penilaian autentik Pembelajaran kontekstual memenuhi syarat sebagai berikut: o Problem-based Learning (KBM yang menggunakan masalah kehidupan nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar berfikir kritis. serta untuk menarik pengetahuan yang esensi dari materi pelajaran) o Inquiry-based Learning (Pembelajaran berbasis inkuiri yang mendorong inkuiri siswa dalam KBM. dan apa yang dipelajari siswa dikaitkan dengan kebutuhan kerja) o Service-based Learning (belajar berbasis layanan: KBM yang mengaitkan pembelajaran akademis di sekolah dengan pengala- man jasa-layanan) o Cooperative Learning (KBM yang mengoptimalkan penggunanan kelompok kecil untuk memaksimalkan kondisi belajar dan pencapaian tujuan) . Prinsip kerja metode ilmiah mewarnai kegiatan siswa dalam memenuhi inkuirinya) o Project-based Learning (Belajar berbasis proyek/tugas: KBM yang mendorong kerja mandiri siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran) o Work-based Learning (belajar berbasis kerja /tempat kerja: tempat kerja dirancang sebagai tempat siswa menimba pengalaman.

(b) kedalaman pengetahuan. proses KBM yang mengarah ke Berfikir tingkat tinggi Mendorong siswa berfikir tingkat tinggi merupakan ' perilaku baru' yang perlu ditingkatkan untuk menciptakan mutu KBM. dan (e) meningkatkan kebebasan berfikir untuk mendapatkan solusi. yaitu: memberi pengalaman belajar kepada siswa untuk: (a) berfikir kreatif. Menurut hasil penelitian. 'inquiry skills (ketrampilan berinkuiri) . 'comprehension' (pemahaman) 2. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Gagasan tentang 'authentic learning' dilontarkan oleh Newmann (1995) yang mengkritik proses pembelajaran selama ini.Pembelajaran Inovatif 7-17 2. Inquiry-to-inquiry Model pembelajaran lain sumber belajar (news-based) seperti dapat pemanfaatan berita sebagai digolongkan sebagai model pembelajaran 'Inquiry-to-inquiry Model yang terdiri atas 5 kegiatan yaitu: (1) Lingkar Pengetahuan. telah lama dikenal 'not recalling' (tidak terlalu menekankan pada hafalan) tetapi KBM yang menekankan ( Falk. Dalam Biologi. (2) Membaca Bermakna (3) Membandingkan Menyamakan (4) Masukan Ganda dan (5) Sinetik. (d) daya analisis masalah aktual. Lima standar (kriteria) 'authentic learning' adalah: (a) berfikir tingkat tinggi. 'application' (penerapan) 3. 3. model pembelajaran berbasis berita menunjukkan segi-segi keunggulan tertentu ditemukan pada proses pembelajaran yang tidak mungkin mendorong/ yang lain. (b) interaksi aktif di kelas.1980): 1. (c) berfikir rasional dan kritis. Istilah 'authentic' digunakan untuk membedakan dengan proses pembelajaran yang 'biasa/umum'. (c) keterkaitan dengan hidup (d) dialogal dan (e) dukungan sosial untuk sukses.

/ apa yang akan terjadi. if …. How could we determine if …… What could we look for….. bila…. 'making hypothesis' (menyusun hipotesa) Comprehension ( apa perbedaan… dan persamaan….) Apa yang akan terjadi. Coba bandingkan dengan yang berikut ini: Apakah enzim penting untuk pencernaan? Apakah planaria mengalami regerasi? Apakah fungi itu heteropik atau autotropik? Pertanyaan yang mengarah ke uji hipotesis. pada suatu situasi baru. bila direndam dalam larutan garam? Inkuiri: Guru bisa pula mendorong siswa terlibat dalam proses berinkuiri bila siswa dihadapkan pada sejumlah pertanyaan: Perumusan (Formulate hypothesis) What would happen. prinsip. perbedaan tegangan dengan arus? Jelaskan bagaimana kapasitor berperan dalam memperbaiki faktor daya? Apa perbedaan ion dan atom? Application (aplikasi): pertanyaan yang mendorong siswa untuk menerapkan teori. seperti: What could we do …. lihat contoh: Mengapa sambungan rel KA dibuat renggang? Mengapa sepotong ketimun mengerut.): Contoh: Apa perbedaan dioda dengan transistor? Jelaskan..7-18 Pembelajaran Inovatif 4. bila lingkungan hutan Jati kawasan Blora rusak? Apa yang terjadi. karena jawaban-jawabannya bisa terbuka. . generalisasi. bila musibah kabut asap akibat pembakaran hutan belum reda? Pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih memancing siswa berfikir. perlu juga dikembangkan di sekolah.. bila sepotong ketimun tadi (setelah dimasukkan dalam air garam) dimasukkan kembali ke air tawar? Apa yang terjadi.

Siswa menggunakan otaknya (pemikirannya) untuk menjawab. . analisa. menghitung. melakukan percobaan.. bukan pengetahuan yang superfisial (dangkal).Pembelajaran Inovatif 7-19 (apa yang bisa dilakukan …. Bagaimana kita bisa menentukan jika …. Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa ….Siswa dihadapkan pada teka-teki Dua hal tersebut umumnya menjamin partisipasi siswa lebih aktif dalam bertanya (berinkuiri) untuk menemukan jawaban. numeric skills. melalui proses-proses IPA (scientific methods) seperti: mengamati.) Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa ikan adalah penghuni bumi sebelum amphibi? Apa yang bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa gerak reflek tidak pernah melalui pusat kesadaran? Bagaimana bisa ditentukan bahwa lebah itu butawarna? Pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi ini bila dibiasakan mendahului KBM akan meningkatkan partisipasi siswa. Sekurang-kurang terdapat hal penting yang perlu diperhatikan saat mendorong siswa berfikir: . social skills. maka keberagaman kemampuan berkembang (Observing skills.. men-tranformasi informasi (membuat tabel. dan sebagainya. Pengetahuan yang dalam Jawaban-jawaban terhadap jenis pertanyaan tersebut umumnya mencerminkan kedalaman pengetahuan.Siswa dihadirkan pada obyek (fenomena) kongkrit . Jika proses belajar tersebut dilalui. study skills). Prinsip seperti ini nafas dari pengalaman belajar (LEARNING EXPERIENCES) berbasis (bertujuan) kompetensi. grafik).

penyalah gunaan obat) o mengoptimalkan pemanfaatan media sederhana (yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari). Dukungan sosial untuk sukses Siswa di Sekolah merupakan sistem sosial. polusi. maka sebaiknya: o pertanyaan diarahkan kembali ke semua siswa. khususnya siswa yang telah memberi sumbangan pendapat yang mendekati benar. namun juga terdapat dukungan bagi yang masih . Terdapat dukungan bagi siswa yang maju. Berikut ini sebagai contoh. bisa dimengerti) o ingat akan pendapat siswa terdahulu. Keterampilan guru mengaitkan pelajaran dianggap sebagai perilaku 'baru' yang selama ini KBM masih berorientasi pada buku teks (text-book oriented). Perlu diciptakan suatu nuansa bahwa sistem tersebut menghargai mutu. baru jika tidak bisa menjawab. Dominasi guru berkurang. Guru lebih banyak menempatkan peran sebagai fasilitator dari pada tutor. Suasana saling memberi (sharing of ideas) mewarnai komunikasi KBM. KBM yang 'dialogal' Yang dimaksud dengan KBM yang 'dialogal' adalah KBM yang mendorong hubungan timbal balik Guru Siswa yang serasi. Usaha-usaha yang untuk menjamin keterkaitan tersebut adalah: o menghadir obyek (fenomena) yang kongkrit o mengaitkan tema dengan isu-isu kehidupan (kerusakan bisa dilakukan ekosistem. guru mengambil alih (memberi jawaban) o beri waktu cukup untuk menjawab o berikan umpan balik positif (bagus… baik… ok. bila ada pertanyaan siswa yang ditujukan kepada guru.7-20 Pembelajaran Inovatif Keterkaitan dengan Kehidupan (Connectedness) Keterkaitan isi pelajaran dengan isu kehidupan sering menjamin motivasi yang tinggi dalam belajar.

sukses merupakan budaya yang dipupuk terus. 4. Praktek mengajar. Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Terdapat keseimbangan yang sehat antara kerja sama. Pendek kata. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. c. Berarti tahap observasi terlalui. b. Bukan sebaliknya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. d.Pembelajaran Inovatif 7-21 tertinggal. Tahap ini merupakan . kelas tidak mendukung sebuah kesuksessan. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Perencanaan. kompetisi untuk maju. emua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. 5. 2. Observasi. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. 4. solidaritas. Kerjasama ini meliputi: a. 3.

Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Kesimpulan. 6. Kebaikan: 1. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 5. 2. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. . 2. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. 3. Langkah-langkah: 1.Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 5. Adapun kelebihan metode ‘lesson study’ sebagai berikut: 1. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. 2.7-22 Pembelajaran Inovatif tahap refleksi. bahasa.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). 4.

Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Kebaikan: 1. 2. 2. 6. Menyajikan materi sebagai pengantar. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Melatih berpikir logis dan sistematis. 4. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Memakan banyak waktu. Kekurangan: 1. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. 3. Memakan waktu yang lama. 7. Banyak siswa yang pasif. Langkah-langkah: 1. 2. 2. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 6. 7. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.Pembelajaran Inovatif 7-23 Kekurangan: 1. Guru menanyakan alasan / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 5. Langkah-langkah: . Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kesimpulan / rangkuman.

5. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 3. 8. dipanggil lagi oleh guru. 6. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Setiap siswa menjadi siap semua. 3. Langkah-langkah: 1. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya 4. Kelemahan: 1. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Tanggapan dari teman yang lain. Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 2. Kemungkinan nomor yang dipanggil. 2. 4. 3. 2. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. Kelebihan: 1. Siswa dibagi dalam kelompok. Kesimpulan. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara . setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.7-24 Pembelajaran Inovatif 1.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Setiap siswa mendapat peran. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). 3. Melatih pendengaran. Kelebihan: 1. 5. 2. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. tugas. serta lakukan seperti di atas. 7. Penutup. peran guru menyajikan masalah. 9. Langkah-langkah: 1. Kekurangan: 1.Pembelajaran Inovatif 7-25 pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. ketelitian / kecermatan. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu. 6. dll. 2. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. 2. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. jadwal. Bertukar peran. Kesimpulan guru. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan . mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.) 3.

Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. 2. 5. Membutuhkan banyak waktu dan dana. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung) Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. 3. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. 4. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 3. . pengumpulan data. Kelebihan: 1. 5. hipotesis. Langkah-langkah: 1.7-26 Pembelajaran Inovatif dan pemecahan masalah. 10. 4. Membimbing pelatihan. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan. 2. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. pemecahan masalah. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3.

Terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau. Demikian seterusnya. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.Pembelajaran Inovatif 7-27 Kelebihan: 1. Langkah-langkah: 1. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. 4. menghadap keluar. 3. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar) Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. 5. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. 2. Membutuhkan ruang kelas yang besar. 2. Rumit untuk dilakukan. 3. Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama. 2. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. Kekurangan: 1. 2. Kekurangan: 1. . Untuk mata pelajaran tertentu. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru. Kelebihan: Mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan. 11. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi.

Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.7-28 Pembelajaran Inovatif 12. 6. 2. Guru membuat kesimpulan bersama. Student Facilitator and Explaining Siswa / peserta mempresentasikan ide / pendapat pada rekan peserta lainnya. 4. Memberikan kesempatan siswa / peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan / peta konsep maupun yang lainnya. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. Langkah-langkah: 1. Langkah-langkah: 1. 2. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 3. 13. 3. 6. Penutup. 5. Kekurangan: Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran. . Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok. Kelebihan: 1. 5. 4. Penutup. 2. Guru menyimpulkan ide / pendapat dari siswa.

Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil. 5. 3. 2. Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horisontal. siswa disuruh membuat kotak 9 / 16 / 25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. dapat mengeluarkan ide-ide yang ada di pikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut. Course Review Horay Suatu metode pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya. atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya. Memberikan siswa tanya jawab. 6.Pembelajaran Inovatif 7-29 Kelebihan: Siswa diajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain. kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x). Banyak siswa yang kurang aktif. 4. Kekurangan: 1. Langkah-langkah: 1. 14. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi sesuai TPK. Penutup. Untuk menguji pemahaman. 2. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. 7. . 8. yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh.

Setelah materi pada pegangannya/ paketnya. siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Menguji kesiapan siswa. 2. Penutup. Adanya peluang untuk curang. Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya. 2. Melatih membaca dan memahami dengan cepat. 5. Melatih kerjasama. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Kekurangan: 1. 6. Langkah-langkah: 1. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Guru menyiapkan sebuah tongkat.7-30 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: 1. Agar lebih giat belajar (belajar dahulu). Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari 3. membaca buku dan mempelajarinya guru selesai mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya. 2. 3. 2. 7. 4. . Kelebihan: 1. Evaluasi. Guru memberikan kesimpulan. 15. Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan. Talking Stick Metode pembelajaran dengan bantuan tongkat.

Langkah-langkah: 1. 2. masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka. Snowball Throwing Dibentuk kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain . Guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa masing-masing. Bertukar Pasangan Siswa berpasangan kemudian bergabung dengan pasangan lain dan bertukar pasangan untuk saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban masing-masing. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan.Pembelajaran Inovatif 7-31 Kekurangan: Membuat siswa senam jantung. Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. 17. 4. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. Memerlukan waktu yang lama. 3. 5. Kelebihan: 1. Semua siswa terlibat. 16. 2. 2. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya). Setelah selesai setiap siswa yang berpasangan bergabung dengan satu pasangan lain. mempertahankan pendapat. Kekurangan: 1.

Penutup. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masingmasing. 3. 6. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit. 2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masingmasing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. 2. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Melatih kesiapan siswa. Evaluasi. 9. 7. Kekurangan: 1. Guru memberikan kesimpulan. Langkah-langkah: 1. . 8. 4. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa. Tidak efektif. Kelebihan: 1. 5.7-32 Pembelajaran Inovatif yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. Saling memberikan pengetahuan. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. 2.

2. kemudian berganti peran. 7. 4. Waktu yang dibutuhkan banyak. Untuk mata pelajaran tertentu. Semua siswa terlibat (mendapat peran). Kekurangan: 1. Langkah-langkah: 1.Pembelajaran Inovatif 7-33 18. lainnya. bentuklah kelompok berpasangan dua orang. 3. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa. Materi yang didapat sedikit. Untuk mengetahui daya serap siswa. Melatih daya serap pemahaman dari orang lain. Suruh siswa secara bergiliran/ diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil. 3. Mind Mapping Suatu metode pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. 3. Artikulasi Siswa membentuk kelompok berpasangan. Kelebihan: 1. 5. Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa. sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. kemudian seorang menceritakan materi yang disampaikan oleh guru dan yang lain sebagai pendengar setelah itu berganti peran. Kesimpulan/ penutup. Begitu juga kelompok 19. . Melatih kesiapan siswa. 2. 2. 6.

4. Guru menyajikan pelajaran. 3. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai mengerti. Kekurangan: 1. dll. 5. 20. Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. 2. semua anggota dalam kelompok itu . jenis kelamin. Tiap kelompok menginventarisasi/ mencatat alternatif jawaban hasil diskusi. Tiap kelompok membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. 2. suku. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru 7. memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru. Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa. Kelebihan: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-5 orang. 2. Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Dapat bekerjasama dengan teman lainnya. 3.7-34 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. Hanya siswa yang aktif yang terlibat. 2. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban. Tidak sepenuhnya murid yang belajar. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.). 6.

Seluruh siswa menjadi lebih siap. Pada saat menjawab uis tidak boleh saling membantu. Penutup. Langkah-langkah: 1. Siswa dibagi dalam kelompok. 2. Kesimpulan. 2. . guru bisa menyuruh kerjasama antarkelompok. 2. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.Pembelajaran Inovatif 7-35 4. 2. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. 3. siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain. Setiap siswa menjadi siap semua. Kekurangan: 1. Dalam kesempatan ini. Kelebihan: 1. Kelebihan: 1. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai. 5. 21. Memberi evaluasi. 4. Jika perlu. 3. Membedakan siswa. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads) Siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama. 5. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 6. Melatih kerjasama dengan baik.

2. 2. 2. Kelebihan: 1. Langkah-langkah: 1. 23. Kegiatan tersebut mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Waktu yang dibutuhkan banyak. Guru menyajikan materi sesuai topik. Membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya. Mendorong siswa untuk belajar mengerjakan soal tersebut. Siswa kurang berpikir kritis. Word Square Siswa diberikan lembar kegiatan kemudian menjawab soal dan mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. 2. Kekurangan: 1. 3.7-36 Pembelajaran Inovatif Kekurangan: 1. 2. Guru membagikan lembar kegiatan sesuai contoh. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Melatih untuk berdisiplin. . Berikan poin setiap jawaban dalam kotak. Scramble Metode pembelajaran dengan membagikan lembar kerja yang diisi siswa. 2. Langkah-langkah: 1. Bisa saja mencontek jawaban teman lain. 22. 4. Kelebihan: 1. Memudahkan mencari jawab. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi.

Concept Sentence Siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan. 25. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas. . Kelebihan: Pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata. 24. 3. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel-yel lainnya. 2. Mematikan kreatifitas siswa.Pembelajaran Inovatif 7-37 Kekurangan: 1. Tidak semua terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Siswa tinggal menerima bahan mentah. 2. Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya. 4. 5. 2. Kekurangan: 1. Kartu Arisan Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu. Nilai tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain. Bentuk kelompok orang secara heterogen. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok. kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban. Langkah-langkah: 1.

26. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. 2. 4. 7. Langkah-langkah: 1. Kesimpulan. Kekurangan: 1. 5. Kelebihan: 1. 3. 4. Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya. Make – A Match (Mencari Pasangan) Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban / soal sebelum batas waktunya. Guru menyampaikan tujuan. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen. 2. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru. Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ tpk yang disajikan. yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. 6. 3. Setiap siswa mendapat satu buah kartu. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. Tiap siswa memikirkan jawaban / soal dari kartu yang dipegang.7-38 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. Guru menyajikan materi secukupnya. . Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. 2. Hanya untuk mata pelajaran tertentu. 2. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.

tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit. Siapkan kelas sebagaimana mestinya. Jelaskan materi sesuai topik menit. 2. 6. 8. 7. Penutup. Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control. selanjutnya siswa diberi pertanyaan sesuai dengan kartunya. 3. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Kekurangan: Waktu yang cepat. 6. 8. 4. berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). kurang konsentrasi. Kesimpulan. Untuk memantapkan penguasaan peserta. Demikian seterusnya. 7. Langkah-langkah: 1. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. 5. Untuk mengevaluasi keberhasilan. Kesimpulan. 27. Kelebihan: Melatih untuk ketelitian. kecermatan dan ketepatan serta kecepatan.Pembelajaran Inovatif 7-39 5. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Take and Give Siswa diberi kartu untuk dihapal sebentar kemudian mencari pasangan untuk saling menginformasikan. .

4. yang kedua kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata / istilah yang mau ditebak. Langkah-langkah: 1. 5. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan itu boleh duduk. 3. 2. Jelaskan materi menit. Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan katakata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10 x 10cm. . Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Kelebihan: Sangat menarik sehingga setiap siswa ingin mencobanya. 28. Tebak Kata Model ini menggunakan kartu yaitu kartu ukuran 10 x 10 cm dan diidi ciri-ciri kata lainnya yang mengarah pada jawaban. Seorang siswa lainnya diberi kartu berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga. Kekurangan: Bila siswa tidak menjawab dengan benar maka tidak semua siswa dapat maju karena waktu terbatas.7-40 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: Dilatih memahami materi dengan waktu yang cepat. Kekurangan: Tidak efektif dan terlalu bertele-tele. Jawab yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel di dahi. Suruh siswa berdiri di depan kelas dan berpasangan.

c. Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. e. mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a. d. membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g. memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c. mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan. Guru menjelaskan tujuan diskusi. membantu siswa belajar berpikir secara kritis e. f. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. .Pembelajaran Inovatif 7-41 29. b. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b.

7-42 Pembelajaran Inovatif g. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa. g. h. agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha . f. Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya. d. i. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas. j. c. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. h. Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi. e. Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat. Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. b. i. j. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a.

Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat. c. b. . d. atau keputusan yang akan atau telah diambil. kesimpulan. h. e. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasanpenjelasan dari berbagai sumber data. b. c. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali. siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas. Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat. g. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara. f. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri. j.Pembelajaran Inovatif 7-43 mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang. i. menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.

Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. lebih rendah. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. 30. e. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing informasi sebagai “ahli” dalam subtopik subtopiknya tersebut dan mengajarkan penting dalam kepada temannya. . Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara. Dengan demikian. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat. f. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan.7-44 Pembelajaran Inovatif d. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. remeh atau lebih bodoh. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. Metode Jigsaw Pada dasarnya.

Seleksi topik Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan . baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Implementasi Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. b. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan.Pembelajaran Inovatif 7-45 31. etnik maupun kemampuan akademik. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Merencanakan kerjasama Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. c.

tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. f. Analisis dan sintesis Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. 32. memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. e. Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. d. atau keduanya.7-46 Pembelajaran Inovatif dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif. Metode Inquiry Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. jujur dan terbuka. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. kreatif. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. menumbuhkan sikap objektif. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah. .

Permainan ini . Di dalam kelompoknya. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. pembuat kesimpulan (summarizer). Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. pengatur materi (material manager). atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Pada dasarnya. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. peran pencatat (recorder). Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Metode Debat Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. misalnya.Pembelajaran Inovatif 7-47 33. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. 34. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan.

Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: a. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Kelebihan metode Role Playing: 1. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 35. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. b. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. 2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. 5. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. g. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis d. e. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Berpikir dan bertindak kreatif. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan.7-48 Pembelajaran Inovatif pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. . khususnya dunia kerja. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. 3. f. 4. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. c.

persaingan sehat dan keterlibatan belajar.Pembelajaran Inovatif 7-49 Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: a. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. 2. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. diskusi yang dipimpin guru. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. kerjasama. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. 36. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman . b. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. jenis kelamin dan ras atau etnik.

. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. 3. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih. 5. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 4. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor.7-50 Pembelajaran Inovatif kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan.

sedangkan kelompok demonstrator/penyaji menanggapi masukan dari peserta kelompok lain. .Pembelajaran Inovatif 7-51 BAB III PEMBELAJARAN 2 Pada pembelajaran 2 ini peserta PLPG diminta untuk membuat / merevisi RPP yang sudah disiapkan. RPP tersebut sudah dilengkapi dengan model pembelajaran yang akan digunakan. Evaluasi dilakukan langsung saat KBM dengan lembar observasi/penilaian yang sudah disiapkan. Saudara perlu membuat anggapan situasi dan kondisi siswa sehingga perlu dipilih model pembelajaran tersebut. peserta dari kelompok lain memberikan masukan dan tanggapan untuk perbaikan. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Komentar dan saran dari pengajar diberikan setelah selesai diskusi antar kelompok tersebut. Perwakilan kelompok peserta PLPG diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan salah satu RPP dikelompoknya sebagai acuan. Setelah selesai KBM.

Snowball Throwing. Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah. Cooperative Script. c. Penekanan pada pencapaian kompetensi. c. c. praktek mengajar. SCL adalah salah satu inovasi di bidang pendidikan yang bercirikan: a. Menekankan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. 5. Cara belajar siswa. Cara mengajar guru. SOAL TEST Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang betul. observasi Refleksi/kritikan terhadap pembelajaran adalah: a. Lebih menekankan pada penguasaan materi. Metode Jigsaw. b. b. 4. Semuanya benar. d. Inquiry. Perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi: a. . 1. c. d. Model pembelajaran yang meminta siswa untuk mengurutkan dan menjelaskan gambar setelah guru menyampaikan materi adalah: a. Pemilihan model pembelajaran sangat bergantung pada: a. Model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama sesama guru serta melakukan perencanaan. Perkembangan model pembelajaran. Semuanya benar. Cooperative Script. d. Metode Jigsaw. b. Problem Solving. Snowball Throwing. e. Lesson Study. c. e. b. Kurikulum. Penekanan pada ketuntasan materi pelajaran. 3.7-52 Pembelajaran Inovatif BAB IV PENUTUP A. d. e. Picture and Picture. Siswa. 2. Guru. e. Sarana-prasarana. Perkembangan bahan ajar. e. b. d.

b. adalah: a. Picture and Picture. Role Playing. Problem Solving. b. memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. Lesson Study. Lesson Study. Model pembelajaran dengan cara membuat pertanyaan yang dituliskan pada kertas lalu diberikan pada ketua kelompok untuk dilempar ke siswa lain untuk dijawab adalah: a. 8. Metode Jigsaw. c. d. Inquiry. Inquiry. c. c. Inquiry. c. adalah: a. Snowball Throwing. setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap subtopik. berpikir dan bertindak kreatif. selanjutnya membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif. Picture and Picture. jujur dan terbuka. Metode Jigsaw. e. kreatif. Cooperative Script. Model pembelajaran dimana guru membagi topik tertentu menjadi beberapa subtopik. d. 9. 7. e. menumbuhkan sikap objektif. Picture and Picture. Model pembelajaran yang mempunyai keunggulan antara lain. b. adalah: a. Role Playing. merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Model pembelajaran yang mempunyai kelebihan mendorong siswa berpikir secara ilmiah. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. c. Cooperative Script. Snowball Throwing. Inquiry. b.Pembelajaran Inovatif 7-53 6. b. Role Playing. e. d. Problem Solving. . d. e. adalah: a. Problem Solving. Inquiry. Metode Jigsaw. Metode Jigsaw. e. Model pembelajaran yang menggunakan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Metode Jigsaw. d. gambar dan 10.

Evaluasi dilakukan langsung saat KBM simulasi dengan lembar observasi. setelah mengerjakan test diharapkan untuk melakukan / mencocokkan dengan kunci jawaban.7-54 Pembelajaran Inovatif Tulis jawaban saudara pada kertas jawaban. Buat RPP ringkas untuk mata pelajaran tertentu menggunakan satu atau lebih model pembelajaran inovatif yang bapak/ibu anggap sesuai dengan mapel tersebut. B. 3. lihat kunci jawaban dan hitung persentase ketuntasan belajar saudara. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1. pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai selesai. apa kelemahan dan keunggulannya. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Kerjakan kembali tes formatif. 1. 2. Apakah telah mencapai > 85. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Bila mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya. tetapi bila saudara baru mencapai < 85%. Perwakilan kelompok peserta diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan RPP yang telah dibuat. Jelaskan beberapa inovasi dalam bidang pendidikan yang bapak/ibu ketahui. . Jelaskan dampak perkembangan Ipteks pada inovasi bidang pendidikan dan inovasi di bidang pembelajaran. Hitung kemampuan daya serap saudara dengan menghitung persentase jawaban yang benar.

Curzon. Jakarta: PT.Gramedia Suwardi.com /2006/ 09/pembelajaran. D. Jakarta: PT. L. Mohamad Nur. Strategi belajar mengajar. Pembelajaran. Jurnal: Penelitian Pendidikan No. . Ad. Makalah seminar Nasional. Pendidikan di dunia modern. Florida: Publishing Company Robert E. FMIPA UNNES 28 Februari 2004. TE FT UNNES 10 Desember 2005. Jakarta: Puskur Balitbang. 1996. Kurikulum berbasis kompetensi. 2004. 1991. Perencanaan pengajaran. Oos M. Jakarta: PT. www:// depdiknas. Rineka Cipta. Jakata: PT..1997. 2006.Pembelajaran Inovatif 7-55 DAFTAR PUSTAKA Balitbang Depdiknas. Pengembangan Model Pembelajaran Kelas Rangkap Berbantuan Media Audio di Sekolah Dasar. Salatiga: STAIN Salatiga Press ------. 2002. www://learning-with-me-blogspot. 1980. 1982. Teaching in further education. Henry Ananta. Cassell Djamarah & Zain. Diunduh tanggal 1 Desember 2007. 2007./Vol. Model pembelajaran dengan pendekatan elearning untuk meningkatkan pemahaman perkuliahan mesin listrik ac. 2005. Anwas.Krieger Harjanto.: 2/22. Manajemen pembelajaran. 1988. Biology teaching methods. Falk. Penggunaan media belajar berbasis komputer untuk meningkatkan efisiensi dan efktifitas pembelajaran. London: Educational Limited. Mengajar dengan sukses. Rooijakkers. Penerapan ide-ide inovatif pendidikan MIPA dalam seting penelitian. 2006.B. Makalah Seminar nasional. Okt 2006 Halaman: 162-168 John Vaizey. Henry Ananta. Diunduh tanggal 1 Desember 2007.go. Gubnung Agung. Rineka Cipta.id.

BUKU AJAR PENILAIAN PEMBELAJARAN .

BAB I PENDAHULUAN A. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. PEMBELAJARAN adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. yaitu pekerjaan guru saja. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusankeputusan. suatu kegiatan guru yang PENILAIAN KELAS merupakan terkait dengan pengambilan keputusan . Di bidang pendidikan. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. yang dan pengumpulan informasi. Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang PENILAIAN KELAS menjadi pilar utamanya. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. dalam pelaksanaan Kurikulum berbasis kompetensi. Dalam konteks pendidikan. Saat ini. Deskripsi PENILAIAN mengandung adalah suatu proses sistematis menganalisis. PENILAIAN (memperkirakan) PEMBELAJARAN nilainya hasil adalah suatu yang perbuatan dilakukan pembelajaran dalam suatu lingkungan belajar. dalam lingkup yang terbatas hanyalah mencakup atas penilaian terhadap hasil belajar dan mengajar ( achievement ). Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak. Pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. penguasaan kemahiran dan tabiat.

diperlukan data sebagai dasar pengambilan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini menyatakan (BANDAR LAMPUNG. berikan balikan (feedback) yang jelas dan spesifik atas hasil kerja peserta didik dan kinerja pendidik sendiri. dalam Seminar Nasional Pendidikan (Seminasdik) di GSG Universitas Lampung. bahwa salah satu keberhasilan pembelajaran bergantung pada efektivitas penilaian kelas yang dilakukan guru. Dengan memahami serta mengaplikasikan TEKNIK PENILAIAN yang ada. juga akan mampu memotivasi dan mengondisikan peserta didik untuk terus meningkatkan upaya dan prestasi belajarnya. akan meningkatkan mutu kegiatan dan hasil belajarnya. Karenanya. sebagai informasi yang diandalkan. dan Kelima. Prof. yakni: Pertama. setelah penilaian dirancang. hal-hal berikut ini wajib diperhatikan oleh guru. lakukan secara terus-menerus dengan kegiatan belajar secara terpadu. beri pengayaan bagi peserta didik yang yang tergolong cepat belajarnya. Kedua. direktur Program Untuk itu. Agar supaya diperoleh hasil pembelajaran yang efektif. dimana teknik penilaian tersebut memberikan .D.8-2 Evaluasi Pembelajaran tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Keempat. penilaian tersebut harus dirancang dan dilakukan secara sistematik dan terus-menerus sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan efektivitas mengajarnya. beri pengajaran remedial bagi mereka yang belum atau lemah menguasai materi. Sebaliknya. penilaian secara Ketiga. merumuskan target perilaku yang jelas dan signifikan. Furqan. Ph. Bagi peserta didik. keputusan. gunakan berbagai metode dan teknik komplementer sehingga mampu memperoleh informasi yang objektif dan komprehensif. 29 Januari 2008).

Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik. Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. (2) pengayaan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih . Penilaian kelas menghasilkan informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat digunakan antara lain. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih. penggunaan portofolio. maka teknik penilaiannya adalah penilaian tertulis. (1) perbaikan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. apakah dengan tes tertulis. contoh: • • • Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu. Dalam memilih teknik penilaian harus mempertimbangkan ciri indikator. penilaian tertulis. observasi. penilaian sikap. yaitu penilaian unjuk kerja. maka teknik penilaiannya adalah penilaian proyek. tes praktek. penilaian proyek. maka teknik penilaiannya adalah penilaian unjuk kerja (performance). Berdasarkan indikator-indikator ini dapat ditentukan cara penilaian yang sesuai. Untuk itu. ada tujuh teknik penilaian yang dapat digunakan (dan akan dibahas dalam buku ajar ini) . dan penugasan perseorangan atau kelompok. Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep. Apabila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan.Evaluasi Pembelajaran 8-3 arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya. penilaian produk. dan penilaian diri.

(4) pelaporan. dan mencoba melatih (membuat penilaian) dari setiap teknik penilaian sesuai dengan Teknik tugas/tanggungjawab-nya masing-masing di tempat kerjanya. Petunjuk Belajar Setelah prasyarat di atas telah terpenuhi. dan ranah psikomotor. C. afektif berkaitan dengan minat dan sikap. yang mencakup tiga ranah (domain).8-4 Evaluasi Pembelajaran cepat dari waktu yang disediakan. . ranah kognitif Ranah mengenai aspek intelektual atau fungsi fikir. karenanya akan lebih berdaya guna dan berhasil guna apabila peserta / pemerhati bersedia untuk melatih diri (sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin) sesuai dengan kebutuhan nya. dari yang sederhana hingga yang kompleks. ranah kognitif. (3) perbaikan program dan proses pembelajaran. B. maka peserta / pemerhati diminta untuk membaca isi buku ajar ini mulai dari bab I hingga bab terakhir dengan seksama. Ranah kognitif yang berhubungan dengan tes prestasi / hasil belajar memiliki 6 (enam) kompetensi. dan (5) penentuan kenaikan kelas. penilaian tersebut merupakan ilmu yang bersifat aplikatif. yaknik ranah afektif. Prasyarat Untuk memahami dan mengaplikasikan teknik penilaian pembelajaran ini peserta / pemerhati diharapkan telah mengetahui permasalahan taksonomi Bloom. sedangkan ranah psikomotor mengarah pada aspek ketrampilan motorik.

. Indikator Pencapaian 1. 3. ranah apa yang menjadi sasarannya.mengidentifikasi teknik penilaian yang dipakai. menurut ranah yang terkait dengan penilaiannya. pada bidangnya masing-masing. sesuai dengan aspek / indikator yang akan dinilai.membedakan alat penilaian.Evaluasi Pembelajaran 8-5 D. 2. dengan mengingat taksonomi Bloom. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mempraktikkan teknikteknik penilaian pembelajaran yang diketahui sesuai dengan bidang kajiannya Kompetensi Dasar Mempraktikkan setiap teknik penilaian pembelajaran yang dikaji. menyimpulkan ciriciri masing-masing penilaian yang dikaji.

Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. 2. memainkan alat musik. yang akan dapat dilakukan penilaian.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 ( PENILAIAN UNJUK KERJA ) A. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: a. b. praktek sholat. B. seperti: praktek di laboratorium. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. presentasi. bernyanyi.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya.melakukan penilaian dengan alat penilaian unjuk kerja. praktek OR. . Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Pengertian Penilaian unjuk kerja (kinerja atau performance) merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. Uraian Materi 1. membaca puisi / deklamasi dll. bermain peran. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya.

Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: a. dapat diamati-tidak dapat diamati. e. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. Dengan demikian. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati 2. peserta didik mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. misalnya. . gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. seperti: diStandar Kompetensiusi dalam kelompok kecil. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. dan melakukan wawancara. bercerita.Evaluasi Pembelajaran 8-7 c. Daftar Cek ( Check-list ) Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). perlu dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. berpidato. sehingga semua dapat diamati. peserta didik tidak memperoleh nilai. Kemampuan-kemampuan menyelesaikan tugas khusus yang diperlukan untuk d. Namun daftar cek lebih praktis jika digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar. Dengan menggunakan daftar cek. Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. baiktidak baik. Jika tidak dapat diamati. misalnya benar-salah.

Skala Penilaian ( Rating Scale ) Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu. Untuk memperkecil faktor subjektivitas. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. 2 = cukup kompeten.8-8 Evaluasi Pembelajaran b. . perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang. agar hasil penilaian lebih akurat. 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. Misalnya: 1 = tidak kompeten.

maka persiapkan : 1. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. D. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian unjuk kerja. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian unjuk kerja ini. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang ”Chek List” dan borang ”Rating Scale” yang akan dipakai. .Evaluasi Pembelajaran 8-9 C.

c semua benar. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. d. b. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian unjuk kerja. Rangkuman Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. F. sesuai dengan ketentuan yang ada. Dengan melihat aspek yang dinilai. 3.8-10 Evaluasi Pembelajaran 2. b. Pernyataan a. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian unjuk kerja yang dipilih. c. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. alat penilaiannya dapat dipakai bentuk chek list atau rating scale. Tes Formatif A. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. b. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Langkah Kegiatan a. e. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. c. d. Hitunglah biji (score) perolehannya. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. Bagaimana kesimpulannya. antara lain: a. 1. . dan apa maknanya ? E. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

.. Penilaian unjuk kerja yang memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu yaitu menggunakan . kecuali apabila kemampuan peserta didik yang . 6. apa yang dinilai menunjukkan perilaku tertentu dari peserta didik c.. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. a. distandar kompetensiusi dalam kelompok kecil b. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikatorindikator pencapaian kompetensi yang memuat ranah . apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya b.. 4... a... ketiganya dapat dilakukan.. psikomotor d. a. dapat diukur c. melakukan wawancara d.. dapat diamati b. Penilaian unjuk kerja b. afektif b. Penggunaan portofolio 3.. Penilaian unjuk kerja yang dilakukan dengan cara daftar cek.. Cara penilaian unjuk kerja dianggap lebih otentik daripada penilaian tertulis. cara analitik.... a. kecuali: a. ketiganya benar 7. karena . kognitif c.. check list b.. catatan harian c. Penilaian sikap d. apa yang dinilai memberikan skore sebenarnya dari kemampuan peserta didik..Evaluasi Pembelajaran 8-11 2. rating scale d. apa yang dinilai sesuai dengan standar kompetensiyang diinginkan d. 5. berpidato c. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. dapat dirasakan d. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. Penilaian observasi langsung c. a.. dapat diraba.. . Untuk menilai kemampuan berbicara dapat dilakukan pengamatan melalui .

... Jika peserta didik melakukan praktik di laboratorium.. teknik penilaian tertulis c.. Jelaskan secara singkat pengertian dari penilaian pembelajaran ! Berikan beberapa contoh di bidang kerja anda ! 2. Teknik penilaian dimaksudkan untuk . 10. 9. teknik penilaian sikap d. skala rentang b. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. mengumpulkan informasi tentang hasil belajar peserta didik d. Bagaimana karakteristik dari teknik penilaian unjuk kerja yang anda ketahui ? 3. Kemampuan apa sajakah yang dapat dinilai dengan teknik penilaian kinerja ? .8-12 Evaluasi Pembelajaran 8. B.. lembar pengamatan. ketiganya benar. teknik penilaian kinerja b. teknik penilaian proyek.. daftar cek c.. mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik b.. Kemampuan ketrampilan peserta didik akan kurang tepat apabila dinilai dengan a. a. maka alat penilai yang tidak tepat dipergunakan adalah . catatan harian d. a. mengumpulkan informasi tentang kemampuan peserta didik selama dalam proses pembelajaran c.

yang tepat dan sesuai dengan pokok permasalahannya. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap. komponen kognitif. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian sikap Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian sikap sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. B. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek.melakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap. Pengertian Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap terdiri dari tiga komponen. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. dan komponen konatif. .BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 ( PENILAIAN SIKAP ) A. 2. yakni: komponen afektif. Secara umum. yang dapat dilakukan penilaian.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut. Uraian Materi 1.

Proses pembelajaran yang menarik. Dalam kasus yang lain. akan lebih mudah diberi motivasi. Misalnya. Proses pembelajaran di sini mencakup suasana pembelajaran. • Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri. peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat. Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup. berkaitan dengan materi Biologi atau kimia. strategi.8-14 Evaluasi Pembelajaran • Sikap terhadap materi pelajaran. • Sikap terhadap guru/pengajar. Dengan demikian. dan teknik pembelajaran yang digunakan. metodologi. peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Dengan sikap`positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar. peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. lintas . dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap guru. • Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. • Sikap terhadap proses pembelajaran.

Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. a. Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. Berikut contoh format buku catatan harian. Oleh karena itu. Teknik Penilaian Sikap Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. pertanyaan langsung. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut.Evaluasi Pembelajaran 8-15 2. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku. guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. dan laporan pribadi. . Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah.

. Selain itu. Berikut contoh format Penilaian Sikap (untuk mata diklat adaptif). 2006 Catatan dalam lembaran buku tersebut. dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek (Checklist) yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu.8-16 Evaluasi Pembelajaran BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDIK ( nama sekolah ) Mata Pelajaran : ___________________ Kelas : ___________________ Program : ___________________ Tahun Pelajaran : ___________________ Nama Guru : ___________________ Jakarta. selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.

Misalnya. Pertanyaan langsung Kita juga dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik. Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah mengenai "Peningkatan Ketertiban". Laporan pribadi Melalui penggunaan teknik ini di sekolah. atau hal yang . keadaan. Dalam penilaian sikap peserta didik di sekolah.Evaluasi Pembelajaran 8-17 b. c. peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah.

C. Dari ulasan yang dibuat oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. Selain itu untuk menentukan siswa SMK dinyatakan kompeten atau belum kompeten. semua catatan dapat dirangkum dengan menggunakan Lembar Pengamatan berikut.8-18 Evaluasi Pembelajaran menjadi objek sikap. Misalnya. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan. estetika. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap ini. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). ada beberapa program keahlian yang mensyaratkan sikap melakukan pekerjaan sebagai salah satu faktor penentu. dan jasmani. kewarganegaraan dan kepribadian. . dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. peserta didik diminta menulis pandangannya tentang "Kerusuhan Antar etnis" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia.

objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut: (1). 2. maka persiapkanlah : 1. c. d. . 3. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. e. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian sikap yang dipilih.Evaluasi Pembelajaran 8-19 D. sesuai dengan ketentuan yang ada. dan komponen konatif. Langkah Kegiatan a. Bagaimana kesimpulannya. Hitunglah biji (score) perolehannya. Sikap tersebut terdiri dari tiga komponen. Rangkuman Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang- borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian sikap tersebut. b. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Sikap terhadap guru/pengajar. dan apa maknanya ? E. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Secara umum. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian sikap. yakni: komponen afektif. (2). Sikap terhadap materi pelajaran. komponen kognitif. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan.

. Penilaian Portofolio 4. 3. kecuali: a. pertanyaan langsung. kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu berkenaan dengan kehadiran suatu obyek.8-20 Evaluasi Pembelajaran (3). Penilaian sikap d. yang merupakan ... Kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaranadalah ... Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. kecenderungan berperilaku terhadap suatu obyek d.. . 1. Penilaian observasi langsung c. Penggunaan portofolio 2. dan (5). (4). Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. F. Salah satu komponen dalam penilaian sikap yaitu komponen konatif . Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia).. perasaan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu obyek b. d. Penilaian Kelas d. Penilaian Sikap b.. dan laporan pribadi. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara. Berikut adalah objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran. Sikap terhadap materi pelajaran. antara lain: observasi perilaku.. Penilaian unjuk kerja b.. Sikap terhadap proses pembelajaran. Penilaian Diri c. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. keyakinan seseorang mengenai obyek c. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Sikap terhadap guru dan siswa c. b. kecuali: a.... a. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. Tes Formatif A. a..

Sikap sebagai ekspresi dari nilai-nilai atu pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. dimana kesemua catatan dapat terangkaum. dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang berbasis kompetensi.. Peserta didik perlu memiliki ... B.. sikap adaptif b. sikap apatis 9.. maka sebaiknya menggunakan a... Menurut saya ………. skala rentang d. catatan harian b. a. Ketiga-tiganya benar...Evaluasi Pembelajaran 8-21 5. Penilaian atas perilaku seorang peserta didik dapat dilakukan guru dengan cara melakukan observasi perilaku.. sikap positif b... buku harian b.. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan. terhadap guru.. c....... Jelaskan secara singkat ciri-ciri penilaian sikap ! 2. Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 3. Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang bertindak dalam merespon suatu obyek. yang menjadi pilar utamanya adalah ... Penilaian Pembelajaran c. sikap pesimistis 7..... daftar cek c.. 10.. tes tertulis 6. sikap apriori c. sikap adaptif d. yakni dengan menggunakan bantuan alat penilai : a... a. terhadap materi pelajaran. Mengapa lembar pengamatan dapat dipergunakan untuk penilaian sikap secara menyeluruh ? Jelaskan secara singkat ! . Saat ini. a. lembar pengamatan c.... Penilaian Portofolio b. b. Penilaian Tertulis. Penilaian Kelas d.. a.... Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku yang diinginkan. rating scale d.. sikap positif d.. Peserta didik perlu memiliki . sikap apriori c... d. check list 8...

BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 ( PENILAIAN TERTULIS )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian tertulis Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

1.mengidentifikasi soal Mempraktikkan teknik penilaian tertulis sesuai / permasalahan yang ada pada bidang bidang tugasnya tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian tertulis, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya.

B. Uraian Materi 1. Pengertian Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. 2. Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: 1). pilihan ganda 2). dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) 3). menjodohkan 4). sebab-akibat

Evaluasi Pembelajaran 8-23

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: 1). isian atau melengkapi 2). jawaban singkat atau pendek 3). soal uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benarsalah, isian singkat, menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan berpikir tinggi dengan cakupan materi yang luas. Peserta didik tidak mengembangkan sendiri

jawabannya, sehingga cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan

kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu tes bentuk pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis kelemahan peserta didik atau memodifikasi kegiatan pembelajaran. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas yang otentik dan berkesinambungan. Namun tes bentuk tersebut banyak digunakan untuk penilaian keterampilan berbahasa yang dilakukan secara formal. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan

8-24 Evaluasi Pembelajaran

terbatas dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam mengoreksi jawaban. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu

dipertimbangkan hal-hal berikut. a). Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji; b). materi, misalnya kesesuian soal dengan Standar Kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian pada kurikulum. c). konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. d). bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda. Contoh Penilaian Tertulis a). Memilih jawaban (pilihan ganda)

C. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja), yang sekiranya dapat dilakukan penilaian

Evaluasi Pembelajaran 8-25

dengan teknik penilaian tertulis ini.

Catat dan identifikasilah

permasalahan tersebut, dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.

D. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian tertulis, maka persiapkan : 1. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang-borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian tertulis nantinya. 2. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian tertulis yang dipilih. 3. Langkah Kegiatan a. Cermati permasalahan / soal yang dicatat. b. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. c. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan, dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. d. Hitunglah biji (score) perolehannya, sesuai dengan ketentuan yang ada pada penilaian tertulis. e. Bagaimana kesimpulannya, dan apa maknanya ?

E. Rangkuman Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan, seperti juga dalam bentuk : memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: (1) pilihan ganda, (2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak), (3) menjodohkan, dan (4) sebab-akibat.

8-26 Evaluasi Pembelajaran

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: (1) isian atau melengkapi, (2)jawaban singkat atau pendek, dan (3) soal uraian. A. Tes Formatif A. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia), atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. 1. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut, kecuali: a. Penilaian unjuk kerja b. Penilaian sikap c. Penilaian observasi langsung d. Penggunaan tertulis 2. Dalam Soal tes tertulis peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti berikut, kecuali: a. Memberi tanda b. Mewarnai c. Membaca d. Menggambar 3. Tes tertulis dalam bentuk mensuplai jawaban dapat dibedakan, kecuali menjadi: a. multiple choice b. isian c. jawaban singkat d. uraian. 4. Tes ini dapat digunakan untuk menilai kemampuanberfikir tinggi ! a. tes sebab-akibat b. tes benar – salah c. tes menjodohkan d. tes pilihan ganda. 5. Tes tertulis bentuk ini merupakan alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan agasannya atau hal-hal yang telah dipelajarinya. a. jawaban singkat b. uraian c. isian d. pilihan ganda. 6. Dalam menyusun alat penilaian tertulis perlu dipertimbangkan halhal berikut, kecuali ......... a. jumlah item b. karakteristik mata pelajaran c. materi d. konstruksi

Evaluasi Pembelajaran 8-27

7. Tes pilihan ganda memiliki beberapa kekurangan diantaranya tersebut berikut ini, kecuali ......... a. peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya b. menimbulkan kecenderungan anak didik tidak belajar c. kurang dapat untuk memodifikasi kegiatan pembelajaran d. banyak digunakan untuk penilaian ketrampilan berbahasa secara formal. 8. Kelemahan tes tertulis bentuk uraian antara lain ..... a. peserta didik dapat mengekspresikan gagasan atau pendapatnya b. dapat menilai berbagai jenis kompetensi c. cakupan materi yang ditanyakan terbatas d. peserta didik dituntut untuk mengemukakan pendapatnya dengan kata-katanya sendiri. 9. Keberhasilan pembelajaran bergantung pada beberapa hal, kecuali a. efektifitas penilaian kelas b. cost benefit yang besar c. perancangan penilaian secara sistemasis d. perlakuan penilaian yang secara terus-menerus dan berkesinambungan. 10. Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat, kecuali a. bagi orang tua, dapat meningkatkan gairah kerjanya agar dapat membiayai sekolah anak-anaknya b. bagi guru, dapat meningkatkan efektifitas mengajarnya c. bagi peserta didik, akan meningkatkan kualitas kegiatan/hasil belajarnya d. mampu memotivasi anak didik meningkatkan terus upaya belajarnya. B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Dalam praktik pembelajaran, paling banyak dipergunakan teknik penilaian tertulis. Setujukah anda atas pernyataan tersebut ? Mengapa demikian ? 2. Adakah teknik penilaian yang dapatdipergunakan untuk menilai berbagai kompetensi ? Berikan alasannya ! 3. Berikan alasan! Mengapa Teknik Penilaian Tertulis, khususnya alat penilaian tes pilihan ganda kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian pembelajaran yang otentik dan berkesinambungan ?

8-28 Evaluasi Pembelajaran

BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 ( PENILAIAN PROYEK dan PENILAIAN PRODUK )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian proyek maupun penilaian produk Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian proek dan penilaian produk yang sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian proyek, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. 3.melakukan penilaian dengan alat penilaian produk dengan ketetuan yang ada.

B. Uraian Materi 1. PENILAIAN PROYEK a. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian produk. Penilaian proyek dapat digunakan, diantaranya untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan dalam bidang tertentu, kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam penyelidikan tertentu, dan kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu secara jelas. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: • Kemampuan pengelolaan

Evaluasi Pembelajaran 8-29

Kemampuan peserta didik dalam memilih topik dan mencari informasi serta dalam mengelola waktu pengumpulan data dan penulisan laporan. • Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran/program keahlian, dalam hal ini mempertimbangkan tahap pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dalam pembelajaran. • Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru, du/di, penilai pada proyek peserta didik, dalam hal ini petunjuk atau dukungan. b. Teknik Penilaian Proyek Penilaian cara ini dapat dilakukan mulai perencanaan, proses selama pengerjaan tugas, dan terhadap hasil akhir proyek. Dengan demikian guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, kemudian menyiapkan laporan tertulis, penyajian hasil/produk. Laporan tugas atau hasil penelitiannya juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian ini dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek (checklist), penilaian(rating scale), kesesuaian produk dengan spesifikasinya. Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek: a) penelitian sederhana tentang air di rumah; b) Penelitian sederhana tentang perkembangan harga sembako;

8-30 Evaluasi Pembelajaran

2. PENILAIAN PRODUK a. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu:

Evaluasi Pembelajaran 8-31

• Tahap persiapan, meliputi: menilai kemampuan peserta didik merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. • Tahap pembuatan (produk), meliputi: menilai kemampuan peserta didik menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.

• Tahap penilaian (appraisal), meliputi: menilai kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaannya, memenuhi kriteria keindahan/presisi dsb. b. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. a. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap: persiapan, pembuatan produk, penilaian produk). b. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk (appraisal).

Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian proyek atau produk yang dipilih.borang maupun media yang akan dipakai dalam penilaian itu. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hitunglah biji (score) perolehannya. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian proyek / produk. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. dan apa maknanya ? E. Rangkuman Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. b. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. d. Dalam . maka persiapkan : 1. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. 3. 2. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . c. e. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Langkah Kegiatan a. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Bagaimana kesimpulannya. D. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian proyek dan/atau penilaian produk ini. sesuai dengan ketentuan yang ada.8-32 Evaluasi Pembelajaran C.

Penilaian unjuk kerja b. Perencanaan b. Dalam penilaian proyek yg perlu dipertimbangkan adalah hal berikut. Dalam tahap pembuatan. pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. (2). kecuali: a. Menilai kemampuan menggunakan bahan. Tahap pembuatan (produk). kecuali: a. penilaian meliputi sebagai berikut. Kemampuan pengelolaan c. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. Keaslian. F. b. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. Relevansi d. dan teknik c. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. penilaian meliputi antara lain: a. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. Dalam tahap pembuatan.Evaluasi Pembelajaran 8-33 penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: (1). Dalam teknik penilaian produk. alat. kecuali: a. a. Penilaian sikap d. Menilai kemampuan siswa menerapkan teknik pembuatan . c semua benar 3. alat. Tahap persiapan. pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. Relevansi. Penggunaan portofolio 2. Tahap penilaian (appraisal). Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan. 1. Penilaian observasi langsung c. Dalam teknik penilaian produk. dan teknik d. Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan dan alat c. dan (3). (2). Menilai kemampuan siswa menggunakan bahan dan alat d. Tes Formatif A. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu: (1). Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Kemampuan pengelolaan. dan (3). Keaslian 4.

menilai pembuatan suatu produk b.. kecuali . Pengorganisasian dan pengolahan c. 9. ketiga-nya perlu dilalui. rating scale d.8-34 Evaluasi Pembelajaran 5.. kesesuai produk dengan spesifikasinya. pengumpulan data dan penyajian data c. cara appraisal b. a. Penilaian produk dapat diaplikasikan untuk penilaian hal-hal berikut ini. menilai harga penjualan suatu produk d.. memahami pengetahuan anak didik pada subyek tertentu d.. Tugas tersebut berupa suatu investigasi yang diawali oleh kegiatan: a. menilai kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuannya c.. Pelaksanaan penilaian proyek dapat menggunakan beberapa instrumen penilaian. Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.. 7. a. catatan harian c. Perencanaan dan Pengumpulan data b. a. menilai proses pembuatan suatu produk. 8. Penilaian proyek dapat dilakukan mulai perencanaan.. menilai kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu. cara analitik c.dan terhadap hasil akhir proyek. proses selama pengerjaan tugas. Karenanya guru perlu menetapkan tahapan yang perlu dinilai. .. cara berkesinambungan.. menilai kualitas hasil suatu produk c.. 10. kecuali . Ketiganya harus dilakukan. Penilaian proyek dapat dipergunakan untuk beberapa hal. seperti . kecuali : a.. a. daftar cek b. 6. Penyajian produk d. mengetahui pemahaman dan pengetahuan peserta didik di bidang tertentu b. cara holistik d. Penilaian produk yang mendasarkan pada aspek-aspek produk paling tepat dinilai dengan . laporan / penyajian hasil akhir d. penyusunan desain b.

teknik penilaian apa yang anda pilih dan bagaimana cara membuat alat penilaiannya serta berikan contohnya sesuai mata pelajaran yang Anda mampu. 2. Apa yang anda ketahui tentang penilaian proyek. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Jika Anda akan menilai kemampuan siswa dalam membuat suatu produk dan mutu produk.Evaluasi Pembelajaran 8-35 B. berikan penjelasan secara singkat ! 3. Berikan penjelasan anda tentang penilaian produk yang dapat dilakukan didalam pembelajaran ! .

melakukan penilaian dengan alat penilaian portofolio. B. portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan . 2. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. lembar jawaban tes yang menunjukkan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab (bukan nilai). Uraian Materi 1. Pengertian Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu.BAB VI KEGIATAN BELAJAR 5 ( PENILAIAN PORTOFOLIO ) A. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didiknya. Dengan demikian. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian portofolio Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian potofolio sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. yang akan dapat dilakukan penilaian. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran.

c. komposisi musik. d. puisi. . resensi buku/ literatur. antara lain : a. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan. sinopsis. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. surat. f. antara lain: karangan. b. Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri. laporan penelitian. Saling percaya antara guru dan peserta didik Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya. gambar. lukisan. e. dsb. Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik.Evaluasi Pembelajaran 8-37 belajar peserta didik melalui karyanya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. foto. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri Guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri.

Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik. Misalnya. Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Teknik Penilaian Portofolio Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkahlangkah sebagai berikut: a. .8-38 Evaluasi Pembelajaran g. peserta didik mengumpulkan gambar-gambar buatannya. rekaman video dan bukti-bukti lainnya sesuai dengan proyek yang akan dilakukan. Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio. patung dan lain-lain). Untuk mata diklat produktif dapat berupa kertas kerja. keterampilan. dan minatnya. dan dapat dinilai dengan uang (mempunyai nilai jual bagi mata diklat produktif). untuk kemampuan menulis peserta didik mengumpulkan karangan-karangannya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan. b. masakan. tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian. produk kerja (baju. h. Sedangkan untuk kemampuan menggambar. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda. tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. laporan. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik. 2. Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran.

untuk kemampuan menulis karangan aspek yang akan dinilai. . peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut f. Sebaiknya tentukan aspek-aspek yang akan dinilai dari sampel portofolio beserta pembobotannya bersama para peserta didik sebelum mereka membuat karyanya . dan sistematika penulisan. Bila perlu dalam menilai hasil karya siswa. g. Namun. h. misalnya: penggunaan tata bahasa. pemilihan kosa-kata. Guru dapat membimbing peserta didik tentang bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan atau kekurangan. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. pameran dsb) dengan mengundang orang tua maupun masyarakat sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya. Dengan demikian. Mintalah peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. kepada peserta didik dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. d. antara peserta didik dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. e. jadwalkan untuk menyajikan hasil karya siswa tersebut dalam (pertunjukan. misalnya setelah 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru. kelengkapan gagasan. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.Evaluasi Pembelajaran 8-39 c. Setelah suatu karya dinilai dan ternyata nilainya belum memuaStandar Kompetensian. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masingmasing di sekolah. Contoh.

Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Semakin baik hasil yang terlihat dari tulisan peserta didik. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian portofolio ini. C.10 atau 0 100. . Skor untuk setiap kriteria menggunakan Standar Kompetensiala penilaian 0 .8-40 Evaluasi Pembelajaran Catatan: Setiap karya siswa sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. semakin tinggi Skor yang diberikan. Kolom keterangan diisi dengan catatan guru tentang kelemahan dan kekuatan tulisan yang dinilai. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. Hitunglah biji (score) perolehannya. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. sesuai dengan ketentuan yang ada. Cermati permasalahan / soal yang ditulis.borang yang akan dipakai dalam penilaian portofolio nantinya. maka persiapkanlah : 1. b. Bagaimana kesimpulannya. Saling percaya antara guru dan peserta . Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. 3.Evaluasi Pembelajaran 8-41 D. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Langkah Kegiatan a. antara lain : (a). Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian portofolio yang dipilih. dan apa maknanya ? E. (b). d. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian portofolio. e. c. Rangkuman Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. 2.

Guru mempunyai rasa memiliki berkas portofolio d. Penilaian unjuk kerja c. Bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran d. lembar jawaban tes yang menunjukkan soal mana yang mampu dan tidak mampu dijawab c.. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. 3. serta (h). Penilaian dan pembelajaran. Penilaian proses dan hasil. kecuali: a. Pengecualian dari bentuk informasi yang dinilai tersebut adalah . Penggunaan portofolio 2. (c). (e). (f).. kecuali: a. karya sekelompok siswa pada satu periode untuk satu mata pelajaran b.Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. Saling percaya antara guru dan peserta didik c. Penilaian sikap d. hasil pekerjan peserta didik yang dianggap karya terbaiknya b.. 4. Kesesuaian. Penilaian proses dan hasil. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai : a. Penilaian observasi langsung b. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri b.. (g). Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik. . karya siswa secara individu pada satu periode untuk sekelompok mata pelajaran. (d). karya sekelompok siswa pada satu periode untuk beberapa matapelajaran d.8-42 Evaluasi Pembelajaran didik. Kepuasan. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam kurun waktu tertentu. 1. karya siswa secara individu pada satu periode untuk satu mata pelajaran c. Tes Formatif A. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. F. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar.. nilai pekerjaan dari lembar jawaban tes yang dikerjakan peserta didik. a.

diri d.. Dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik. penilaian unjuk kerja b. penilaian portofolio d.. sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat c.. penilaian proyek c. a. 7.. teknik penilaian diri c... sehingga sesuaidengan yang diharapkan pada standar kompetensi. untuk melihat kelebihan dan kekurangannya . .. produk c.. teknik penilaian portofolio b. Langkah perbaikan sedemikian biasanya dilakukan dalam pelaksanaan . a. a... 6. Langkah a.. teknik penilaian produk d.. Langkah yang dapat diambil guna memotivasi anak didik. orang tua peserta didik b.Evaluasi Pembelajaran 8-43 5. dengan cara menjanjikan hasil karya siswa tersebut dijadwalkan diikutkan dalam pameran.... Untuk memperpaiki nilai peserta didik. penilaian proyek. paling tepat diterapkan pada teknik penilaian . Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik...... orangtua peserta didik . a.... guru .. Manfaat utama penilaian portofolio adalah sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi . b... Mengumpulkan dan menyimpan karya setiap peserta didik dalam satu map atau folder di loker masing-masing di sekolah d.. penilaian diri b.. guru .. portofolio. adalah salah satu langkah dari .. peserta didik . perlu dilakukan kotrak “perjanjian” antara guru dengan siswa mengenai jangka waktu perbaikan... teknik penilaian proyek.. 10.. peserta didik c... Menentukan bersama peserta didik. 9. merupakan salah satu hal yang dijadikan pedoman dalam ..... a.. 8. guru dan siswa. penilaian portofolio d... dan c perlu diikuti.. proyek b. penilaian diri. Teknik penilaian potofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah: a. Menjelaskan kepada peserta didik akan kegunaan penilalain portofolio b. orangtua peserta didik d.. penilaian sikap c.

di Indonesia digalakkan langkah “sertifikasi” guru dan dosen dengan melaksanakan penilaian portofolio.8-44 Evaluasi Pembelajaran B. Guna meningkatkan kualitas profesionalisme guru dan dosen. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Adakah manfaat penilaian portofolio bagi anda ? Apa alasannya ? . dan tunjukkanlah alasan anda ! 2. Mengapa demikian. Kemana arah dan tujuan penilaian portofolio ? Berilah penjelasan singkat ! 3.

melakukan penilaian dengan alat penilaian diri. Meskipun demikian. Penilaian Langsung dan Spesifik.BAB VII KEGIATAN BELAJAR 6 ( PENILAIAN DIRI ) A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian diri Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian diri sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. yang akan dapat dilakukan penilaian. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. . diantaranya: a. Uraian Materi 1. 2.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. Ada beberapa jenis penilaian diri. Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke siswa yang didasarkan pada konsep belajar mandiri (auonomous lening). Pengertian Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. B. hasil penilaian diri dapat digunakan guru sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai. yaitu penilaian secara langsung. pada saat atau setelah selesai melakukan tugas.

. Karena itu. Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri. d). karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: 1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. f). dapat berupa pedoman penskoran. b). 2. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. Penilaian Sosio-Afektif. dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur. a). atau skala penilaian. Misalnya. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik. yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. daftar tanda cek. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. 3) dapat mendorong. Teknik Penilaian Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. c).8-46 Evaluasi Pembelajaran b. Untuk itu penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. Guru mengkaji hasil penilaian. 2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. membiasakan. Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. karena ketika mereka melakukan penilaian. e). untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. Merumuskan format penilaian. c.

guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian Contoh Penilaian Diri C. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja).borang yang akan dipakai dan dibutuhkan dalam penilaian diri. . Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . Lakukan tindakan lanjutan. D. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian diri ini.Evaluasi Pembelajaran 8-47 g). Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian diri. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. maka persiapkan : 1. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. antara lain guru memberikan balikan tertulis.

proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. sesuai dengan ketentuan yang ada. Langkah Kegiatan a. dan (c). Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. Rangkuman Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian dir yang dipilih. dan apa maknanya ? E. b. Ada beberapa jenis penilaian diri. . Penilaian Langsung dan Spesifik. 3. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik. e. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. Karena itu.8-48 Evaluasi Pembelajaran 2. d. Hitunglah biji (score) perolehannya. penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. diantaranya: (a). Penilaian Sosio-Afektif. Bagaimana kesimpulannya. c. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. (b).

kecuali: a. melatih peserta didik untuk berbuat jujur. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut.. 5. Penilaian unjuk kerja b. Penilaian diri adalah teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan . Penilaian observasi langsung d. Penilaian Langsung dan Spesifik b. perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.... Penilaian diri c. dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah dipersiapkan. 7... . 1. memperbaiki proses dan hasil belajar .. kecuali: a.. kecuali : a.. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain. meningkatkan hasil belajar peserta didik d. Tujuan utama penilaian diri dalam pembelajaran adalah . dapat membiasakan peserta didik merasa mampu b. meningkatkan kemampuan peserta didik b. kecuali : a. dapat mendorong. memperbaiki proses pembelajaran c. Tes Formatif A. lembar pengamatan b. a. Menentukan kompetensi yang akan dinilai d.. Guru mendorong peserta didik untuk melakukan penilaian diri tidak secara cermat dan obyektif c. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri b.. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini.. 4. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik c. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya d. Format penilaian diri yang tidak dapat dipakai adalah . Penilaian Sosio-Afektif 2. skala penilaian. ketiganya (a. pedoman penskoran c. Penilaian Sosio-Kognitif d. dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik c.. Penilaian sikap 3. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.Evaluasi Pembelajaran 8-49 F. Berikut beberapa jenis penilaian diri. tingkat pencapaian kompetensi d... proses c.b. a. a. Untuk melakukan penilaian diri oleh peserta didik di kelas.. status b. 6. daftar cek d. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar..c) berkait. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.

Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portofolio. Memverivikasi hasil penilaian guru d. kecuali : a.b.. kemampuan seseorang b. Menyimpan hasil penilaian di almari arsip khusus d. ketrampilan seseorang c. a. Menyusun umpan balik c. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru c. Memahami tujuan pembelajaran / kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik b. kecuali: a. pengetahuan dan sikap seseorang d. Teknik penilaian tunggal tidak cukup memberikan informasi tetang .c secara bersama. 9. Setujukah anda akan pernyataan tersebut? Mengapa? Berikan penjelasannya secara singkat ! . Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 2. B. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portofolio. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1.. ”Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap”. Untuk aspek apa sajakah penilaian diri diterapkan sebagai instrumen penilaian ? 3. 10. a. Proses pengendalian mutu (Quality Control) yang dilakukan dalam verifikasi eksternal memiliki ketentuan antara lain. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru b. Beberapa ketentuan yang diberlakukan dalam proses penjaminan mutu (Quality Assurance) oleh tim verifikasi internal antara lain.8-50 Evaluasi Pembelajaran 8..

Verifikasi internal Verifikasi internal sebagai proses penjaminan mutu (Quality Assurance) dilakukan oleh unsur sekolah. 3) Memverifikasi hasil penilaian. ketua program keahlian dan wakil kepala sekolah. dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Memahami tujuan pembelajaran/kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik. dan 7) Mengajukan hasil verifikasi kepada external verifier. pengetahuan dan sikap seseorang. 2) Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. 4) Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portfolio. a. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran / informasi tentang kemampuan. keterampilan. Untuk menjamin obyektivitas hasil penilaian. dilakukan proses verifikasi oleh pemeriksa (verifier) baik pemeriksa internal maupun eksternal. interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena akan terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya. dunia usaha / dunia industri atau asosiasi profesi. bisa terdiri atas guru kejuruan. b. Verifikasi eksternal Verifikasi eksternal sebagai proses pengendalian mutu (Quality Control) dilakukan oleh penilai (assessor) yang diakui lembaga sertifikasi profesi. dengan ketentuan sebagai berikut: . 5) Menyusun umpan balik. 6) Mengkonfirmasikan hasil verifikasi penilaian kepada guru. Lagi pula.BAB VIII PENUTUP Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap.

c 3. a 4. Memverifikasi hasil penilaian guru. b 10. c 2. d 6. c 7. 3). b 6. a 5. c 6. b . c Bab VI 1. a 2. d 4. d 5. d 9. d 7. c 4. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. b Bab V 1. c Bab IV 1. c 2. b 3. b 2. d 8. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portfolio. d 5. d 8. b 2. a 9. d 7. d 10. b 7. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Bab II 1. d 4. c 7. c 5. c 10. a 6. c 3. a 6. a 4. a 9. d 3. d 10. a 8. a 5.8-52 Evaluasi Pembelajaran 1). b 5. c 9. b 8. dan 4). d 4. d 2. c 3. Memahami tujuan pembelajaran/kriteria kinerja yang harus dikuasai peserta didik. a 7. c 9. 2). b 8. b Bab III 1. b 3. b 6. c 10. a Bab VII 1. c 8. d 10. d 9.

interaksi) Penilaian Sikap : Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Penilaian Tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar.GLOSARIUM Belajar Tuntas (mastery learning) : peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar Penilaian adalah suatu proses sistematis yang mengandung pengumpulan informasi. Penilaian Pembelajaran adalah suatu perbuatan (mengira-ngira) nilainya hasil pembelajaran yang dilakukan dalam suatu lingkungan belajar. dan hasil yang baik. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. menganalisis. tingkah laku. dan menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusan-keputusan. . Penilaian Kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu Penilaian Diri : Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. proses. Penilaian Hasil Kerja (Produk) : Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Penilaian Portofolio : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis Penilaian Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja.

sehingga memberikan arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya.8-54 Evaluasi Pembelajaran Rapor adalah laporan kemajuan belajar yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi. . Teknik penilaian adalah cara / prosedur penilaian yang telah ditentukan dan sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Handbook of Training Evaluation and Measurement Methods. Classroom Measurement and Evaluation. Phillips. Gronlund. 2008. Balitbang Dediknas. Jack J. 2004.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1990. Hopkins. . 1991. E. Kurikulum Berbasis Kompetensi (untuk Sekolah Menengah Kejuruan). Budi Susetyo. Puji Iryanti.puskur.J. Jakarta: Depdiknas. (1995) Classroom Assessment. “Penilaian Hasil Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)”. 2nd Edition. Dirjen Dikdasmen. Boston: Allyn & Bacon. P3G Matematika. http://www. Popham. Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia. Illinois: F. 2004. London: Prentice Hall. 2007. charles D dan Richard L Antes. 3rd Edition. Makalah disampaikan pada seminar nasional ”Penilaian Pembelajaran dalam Kontek KTSP” pada pengukuhan pengurus HEPI UKC Metro di Lampung tanggal 12 Juni 2008. W. Constructing Achievement Tests. Texas: Gulf Publishing Company. Inc. Peacock Publishers. Penilaian Unjuk kerja (Paket Pembinaan Penataran). Anonim. Badan Standar Nasional Pendidikan. Model Penilaian Kelas. Houston. Norman. Jakarta: Pusat Kurikulum.net 29 Juni 2008. (1982).E. Yogyakarta: Depdiknas. What Teachers Need to Know.

BUKU AJAR MEDIA PEMBELAJARAN .

BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 0 .

NIP.BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran Penulis: Drs. 130515780 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 1 . MPd. Sri Sartono. FR.

media pembelajaran. Sri Sartono 2 .KATA PENGANTAR Kemajuan dalam bidang komunikasi dan informasi dewasa ini menuntut adanya sumber daya manusia yang adaptip sehingga tidak ketinggalan dari perkembangan dunia yang semakin menglobal. dan terimakasih kepada teman-teman dosen Teknik Elektro FT UNNES. Akhirnya ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. Karena keterbatasan waktu. multimedia serta pengalaman kerja di TKPK / Media Pembelajaran. Buku ini ditulis dari berbagai sumber maupun dari pengalaman kami mengajar bidang komunikasi. Perkembangan tersebut juga mengakibatkan berkembangnya teknologi komunikasi pendidikan yaitu penggunaan produk teknologi seperti computer. Dalam rangka mendukung program tersebut. Pemerintah dalam rangka sertifikasi guru mengadakan program PLPG untuk melatih guru sehingga menjadi guru yang professional dalam mengajar. maka pasti masih banyak kekurangan di sana-sini. Semoga buku ini bermanfaat sebagai sumbangan bagi para guru. mengelola UPT Sumber Belajar dan Media UNNES Semarang. 12 Juli 2008 FR. LCD. internet untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. maka buku ajar dengan judul “Pemanfaatan Media Pembelajaran” disiapkan agar dapat dimanfaatkan para guru dalam rangka meningkatkan profesionalitasnya dalam mengelola dan mengadakan inovasi proses pembelajaran. Semarang. Oleh karena itu masukan untuk kesempurnaan buku ini sangat diharapkan.

KEGIATAN BELAJAR 2 A. Konsep Media dan Sumber Belajar 14 4. Uraian Materi 1. Tes Formatif 35 BAB II. Manfaat dan Nilai Praktis Media Sebagai Sumber Belajar 18 6. B. Pertimbangan dalam memilih media 25 9. Contoh media grafis 29 C. Kompetensi dan Indikator 8 B. A. D. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran 12 3. Produksi media OHT dan Slide Presentasi C. Kompetensi dan Indikator B. Uraian Materi 1. Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran 9 2. PENDAHULUAN Deskripsi Prasyarat Petunjuk Belajar Kompetensi dan Indikator halaman 0 1 2 3 4 5 6 6 7 BAB II. Latihan 35 D. Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran 2.DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL HALAMAN FRANCIS KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETA KOMPETENSI BAB I. Pemilihan Media Pembelajaran 22 8. C. Dasar-dasar disain media presentasi 3. Latihan D. Tes Formatif PENUTUP : KUNCI JAWABAN TES FORMATIF DAFTAR PUSTAKA 38 38 50 63 75 75 78 78 78 3 . Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran 19 7. KEGIATAN BELAJAR 1 A. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional 16 5.

Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar 4 . Dapat menjelaskan alasan-alasan pemilihan media Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran BUKU AJAR PEMAN FAATAN MEDIA PEMBE LAJARAN Dapat menilih media untuk pembelajaran Memanfaatkan Media Dlm Pembelajaran scr profesional Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran. Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media.PETA KOMPETENSI Dapat menyebutkan alasan-alasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media.

komputer dan jaringan internet). Media elektronik (Radio Tape Recorder. oleh karena itu sudah sejak lama produk teknologi komunikasi dan informasi dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. poster. dll). harus bisa mengadaptasi terhadap Iptek yang berkembang disekitar kehidupannya agar tidak disebut orang yang ketinggalan jaman. Produk teknologi pembelajaran yang sampai saat ini digunakan dalam proses komunikasi dalam pembelajaran. di antaranya adalah penggunaan media cetak (handout. koran. Hal ini merupakan usaha untuk mencapai kompetensi secara efektif dan efisien. film strip. chart. maka dialah pemenangnya. slide. Penggunaan produk teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pembelajaran telah banyak dipelajari dan diteliti dalam kawasan teknologi pendidikan/pembelajaran yang selanjutnya berkembang menjadi teknologi komunikasi pendidikan dan kebudayaan (TKPK) yang akhirnya berkembang menjadi media pembelajaran/pendidikan. Video. yang di dalamnya sarat dengan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi yang makin lama makin canggih. CCTV . Media Fotografi ( foto diam/still. Deskripsi Sekarang ini telah masuk di dalam era komunikasi dan informasi. majalah dll ). buku ajar. Guru dan calon guru dituntut memiliki kompetensi profesional dalam memilih dan memanfaatkan berbagai media dalam pembelajaran baik yang telah tersedia maupun media yang harus direncanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan (media by utilities dan media by design). Pepatah mengatakan bahwa siapa yang menguasai pengetahuan dan teknologi komunikasi serta memanfaat-kannya dalam kehidupannya. Oleh karena itu manusia termasuk guru. Oleh karena itu buku ajar ini menyajikan materi-materi 5 . Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah merupakan proses komunikasi.BAB I PENDAHULUAN A. film bergerak/life). grafik. Media grafis (gambar.TV. VCD. buku teks. modul.

Petunjuk Belajar Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. maka diharapkan peserta didik telah memiliki keterampilan dalam mengoperasikan komputer. pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai 6 . disain dan produksi media OHT dan slide presentasi untuk keperluan presentasi dalam proses pembelajaran. Bila prosentase mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya. Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguh-sungguh. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1. 1. Baca dengan saksama dan fahami isi Bab II (kegiatan belajar 1). Baca dengan saksama dan fahami isi Bab I untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. tetapi bila anda baru mencapai < 85%. Prasyarat Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mempelajari buku ajar ini. Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. 3. Kerjakan tes formatif yang ada pada setiap kegiatan dan cocokkan dengan kunci jawaban. C. 6. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya. 5. 4. Jenis-jenis dan pemilihan media pembelajaran. dengan menghitung Hitung kemampuan daya serap anda jawaban yang benar. B. baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.yang dirancang untuk mencapai kompetensi profesional yang diharapkan yaitu : Arti dan fungsi media dalam pembelajaran. 2.

Kerjakan kembali tes formatif. lihat kunci jawaban dan hitung prosentase ketuntasan belajar anda. Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk waktu 2 x 50 menit pembelajaran 7 . 7.selesai. Apakah telah mencapai > 85% ? bila telah tuntas anda dapat melanjutkan pada kegiatan berikutnya. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media. D. lakukan langkah-langkah yang sama untuk mempelajari kegiatan belajar berikutnya. Jangan melanjutkan belajar kegiatan berikutnya bila anda belum tuntas pada kegiatan ini. Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media.

KEGIATAN BELAJAR 1 A. 2 x 50 menit waktu 8 .2 Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasan-alasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media. 1 x 50 menit BAB II.

Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk pembelajaran B. Uraian Materi 1. Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui. learning to do. Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi bukan sekedar pengetahuan (demonstrating the knowledge) tetapi lebih merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do). Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). belajar untuk dapat melakukan . Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know. Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. learning to life together dan learning to be. Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan. adanya perobahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari.Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media. Oleh karena itu dalam merencanakan 9 . Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. adanya perobahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning).

Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi yang baik merupakan salah satu cara untuk itu.pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat bagi pengembangan keterampilan hidupnya. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. mengapa. Karena peserta didik tertarik perhatiannya. sehingga akan mencerdaskan. siapa.dan menarik. Memberikan materi yang bermanfaat dan luas akan menambah wawasan dan menguatkan. Ilustrasi berikut ini akan memperjelas pemahaman. STANDAR KOMPETENSI •Komp dasar •Pengalaman belj • • • • Menyenangkan Mengasyikkan Mencerdaskan Menguatkan •Berkompetensi •Cerdas •Tangguh •Berketerampilanhidup 10 . maka mereka akan merasa asyik sehingga tidak terasa waktu yang tersedia telah habis. mencerdaskan dan menguatkan. dan bagaimana) dan merata kepada seluruh peserta didik akan melatih daya piker. Dalam melaksanakan pembelajaran didisain kegiatan yang menyenangkan. kapan . Menggunakan kegiatan teknik bertanya yang bervariasi dengan menggunakan pola 4 W dan 1 H (apa. mengasyikkan.

Di sinilah peran media diperlukan sebagai sumber belajar alternatip. Sebagai sumber belajar tidak harus bergantung dari guru. sehingga keberadaannya sangat mutlak diperlukan. karena guru bukan satu-satunya sumber belajar. Kreativitas siswa Kemampuan menggunakan IPTEK Mengembangkan. Kesadaran sebagai WNI YG BAIK Life long learning Memadukan kompetensi. KBM yang berbasis kompetensi akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. dan solidaritas 11 . Bahkan variasi kegiatan peserta didikpun dimungkinkan berbeda atau bervariasi. Media juga merupakan subsistem dari proses pembelajaran. Dapat dimungkinkan terjadi keberragaman pengalaman belajar yang diperolehnya. kerjasama. Kemampuan Sosial Mengembangkan Inkuiri siswa Mengembangkan Keterampilan Pemecahan masalah Mengembangkan. di samping sebagai pembawa pesan/informasi.Dalam pelaksanaan pembelajaran digunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut • Menekankan ketercapaian kompetensi siswa secara individu dan kelas • • • • Menekankan Learning Outcomes dan keberagaman Variasi Pembelajaran (strategi. • • • • • • • • • • Berpusat pd siswa Learning by doing Mengembangkan. metode) Guru bukan satu-satunya sumber belajar Penilaian menekankan proses dan hasil demikian pembelajaran harus dirancang lebih kearah Dengan pembelajaran individu/kelompok-kelompok kecil agar pengembangan individu lebih nampak nyata. Media sangat penting dalam menciptakan KBM yang kreatip dan bervariasi.

bahwa guru mengalami kekurangan waktu untuk menyampaikan isi kurikulum kepada para siswanya sehingga berakibat kurang optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran. hsl karya/produk. refleksi dan penilaian otentik.Dalam pelaksanaan KTSP juga diharapkan penggunaan pendekatan CTL (Contectual teaching and Learning) yang memungkinkan adanya variasi kegiatan seperti mengkonstruksi. Keluhan serupa misalnya menurunnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran manakala guru tersebut pindah kelas dalam waktu yang berturutan. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran Keluhan seringkali kita dengar dari lapangan. 2. modeling. Oleh karena itu didalam mengajar harus memanfaatkan media agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan secara efektif dan efisien. kinerja/performance dan tes tertulis/ paper and pen ) • Untuk – Umpan balik siswa – Memantau kemajuan – Umpan balik Guru – Informasi ttg efektivitas pendidikan – Pencapaian kompetensi setiap siswa meski kecepatannya berbeda Dari uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media sangat penting peranan dan kedudukannya dalam proses pembelajaran. bekerjasama. Terjadi pula kekurang ragaman pengalaman yang diterima oleh siswa sehingga hanya tujuan pembelajaran pada ranah kognitif tingkat rendah sajalah yang 12 . tugas/proyek. inkuiri. bertanya. Pelaksanaan penilaian juga digunakan pendekatan penilaian berbasis kelas yaitu : • Dilaksanakan terpadu dengan KBM (hsl kerja siswa/porto folio. sehingga terjadi kurang adanya kesamaan kualitas pengelolaan pembelajaran antara kelas paralel. diskusi.

1994). adalah situasi sekitar dimana pesan diterima ( Sadiman. 4) Alat.dicapai. adalah perangkat lunak yang mengandung pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji maupun tanpa alat penyaji. 5) Teknik. lingkungan untuk menyajikan pesan. Telah kita ketahui bahwa tidak ada satu jenis media pembelajaran yang paling cocok untuk semua tujuan pembelajaran. yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. 6) Lingkungan. 2) Orang . 1996). Salah satu temuan yang disarankan oleh Sector Review Team (1988) adalah bahwa penggunaan media pembelajaaran akan mengurangi beban kerja para guru hingga sepertiganya (Sadiman. Gagne(1970) mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya 13 . Sumber belajar tersebut bermacammacam yaitu: 1) Pesan. adalah prosedur atau acuan yang disiapkan untuk digunakan orang atau dalam menggunakan alat. Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari medium. Pemanfaatan berbagai sumber belajar akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam keefektifan pencapaian tujuan pembelajaran. 1996). Dalam proses pembelajaran sumber-sumber belajar tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran. adalah semua ajaran atau informasi yang akan dipelajari. bahan. 3) Bahan. sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan. yang bertindak sebagai penyimpan dan pengolah pesan. Keluhan-keluhan tersebut terjadi antara lain karena guru menganggap dirinya adalah satu-satunya sumber belajar bagisiswanya. Setiap media pendidikan mempunyai kelebihan dan keterbatasan tersendiri. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Palmer W. Dikemukakan oleh Association for Educational Communications Technology (AECT).

Sementara itu Briggs (1970) mengatakan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya proses belajar terjadi. ( Depdikbud Dirjendiknas/ 1994 ) Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 1995 juga telah menerbitkan buku untuk pedoman latihan kerja pelatihan tenaga 14 . Itupun tercantum pada format RP atau rencana pembelajaran. Beberapa faktor lain yang barangkali menjadi sebab antara lain : adanya perbedaan pesepsi tentang pemahaman sumber belajar dan media sumber belajar dan pembelajaran. (Sadiman. Mungkin inilah sebabnya sehingga penggunaan media pembelajaran di sekolah tidak populer. Apapun batasan yang diberikan. bahkan Menghadapi dalam kurikulum sekolah . Dengan demikian media pembelajaran tidak terintegrasi dalam kurikulum.untuk belajar. Konsep Media dan Sumber Belajar Sampai sekarang masih terdapat persepsi yang berbeda-beda mengenai pengertian media pembelajaran. 3. Dalam kurikulum sekolah tahun 1994 berserta petunjuk pelaksanannya tidak terdapat istilah media pembelajaran. komptetensi. dan Wong mengemukakan media sebagai alat atau mekanisme untuk menyalurkan pesan. perasaan. tetapi kita dapati istilah alat peraga pada buku petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. kurangnya pemahaman tentang media. 1996). posisi pelaksanaan kurikulum berbasis media pembelajaran akan sangat membantu dalam membentuk kopetensi siswa dalam tiap rumpun pelajaran. perhatian dan minat serta perhatian penerima pesan sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. ada persamaan-persamaan di antaranya yaitu bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan dan dapat merangsang pikiran. dilupakannya komponen sumber belajar dan media dalam sistem pengembangan instruksional.

1995) Dalam sejarah pertumbuhan teknologi instruksional istilah alat peraga dikatakan sebagai istilah tertua untuk menunjuk alat bantu ajar ( bukan alat bantu pembelajaran). dan sumber belajar. untuk menganalisis masalah-masalah pembelajaran (AECT. dan setting atau lingkungan. Dir. Dalam teknologi instruksional unsur intinya adalah belajar ( subjek yang belajar).Pendidikan Menengah. dan hasil-hasil penelitian pendidikan. Pembelajaran menurut konsep komunikasi asalah saling berinteraksi dengan sumber belajar. Dengan demikian Teknologi instruksional merupakan proses kompleks. dan titik perhatiannya adalah peserta didik (learner).1977: 155) Pengembangan instruksional yang dilakukan menggunakan pendekatan sistem. Di antara sumber belajar yang merupakan media adalah pesan . dan organisasi. prosedur. sehingga pengertian media menurut AECT segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk adalah menyalurkan 15 . Padahal istilah media telah dipakai sejak 1979 dalam pedoman umum tentang media pendidikan dalam Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen No. orang. terintegrasi. alat. bahan dan alat. 022/C/ R/Kep/ 1979. peralatan. Media Instruksional merupakan salah satu komponen atau sub set dari sumber belajar Sumber belajar merupakan domein atau kawasan fungsi Teknologi Instruksional. teknik.( Depdikbub. teoriteori belajar. Untuk menyamakan persepsi tentang konsep media disarankan menggunakan konsep yang dikembangkan secara akademik yang ditempuh melalui penelitian maupun kajian konsepsional oleh Association of Educational and Communication Technology (AECT). ) meskipun isinya mengenai media. orang. Pengertian sumber belajar dalam teknologi pendidikan meliputi : pesan.pendidikan melalui projek peningkatan SMU. meliputi ide. penerapan teknologi informasi dan komunikasi. bahan. yang judul bukunya adalah Penggunaan Alat Peraga.

nara sumber. dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa Pustekomdikbud. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional Konsep tersendiri. majalah. OHT. perasaan. lingkungan masyarakat. perhatian.ber belajar. Sumber belajar diartikan sebagai segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi seseorang belajar Dalam perkembangannya. VCD. Dalam sistem pembelajaran sekarang ini sejalan dengan kemajuan bidang ilmu dan teknologi seorang guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sum. museum. atau semua sarana yang mampu menyajikan pesan. 1981. dan lain-lain memang dibuat khusus untuk pembelajaran. : 25 ) Media sebagai hasil ( dari revolusi komunikasi dapat dipakai untuk sarana pencapaian tujuan pendidikan. sumber belajar dapat dibedakan menjadi (1) sumber belajar yang dirancang dibuat untuk membantu ( by designed ) yang sengaja meliputi : buku. dan sebagainya. kaset audio.1997 : 167) 4. slide. buku. di samping guru. situs di internet . dia bukan satu-satunya sumber belajar. yang cara menggunakannya menurut kebutuhan. film. laboratorium . Bagaimanapun pentingnya guru. pertokoan.. gambar atau foto. Pengertian tentang konsep media menurut AECT adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran. media pendidikan dengan memiliki riwayat perkembangan teknologi sejajar perkembangan konsepsi 16 . Sumber belajar bukan hanya berupa buku-buku. brosur. tetapi juga yang terdapat di sekeliling kita. video. pembelajaran ensiklopedia. koran. pasar. Sedangkan sumber belajar adalah segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar manusia. dan papan tulis ( AECT. perpustakaan. Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru tidak hanya yang sengaja disediakan oleh lembaga pendidikan.pesan atau informasi. dan (2) sumber belajar yang tersedia ( by utilization) yang tersedia di sekeliling kita misalnya.

. model (tiruan). berpengaruh pula pada dunia pengajaran ( sehingga dalam kegiatan belajar mengajar digunakan Audio Visual Aid AVA) bukan Audio visual instruction Mulai saat itu alat bantu ajar beralih fungsi menjadi alat penyalur pesan. instruksional . 1977.instruksional. yang ditandai oleh munculnya alat audio visual. Kemudian pada tahun tujupuluhan digunakan pendekatan sistem yang kemudian menempatkan prioritas tujuan pembelajaran dari BS. maka pola – pola instruksional mengalami perubahan seperti tampak dalam bagan berikut. yang umumnya berupa alat bantu visual seperti gambar. media dan sumber belajar. ( AECT. Dengan masuknya teknologi komunikasi informasi. tetapi tidak dengan instruksional atau pembelajaran. 90) 17 . Sesuai dengan sejarah pertumbuhan teknologi instruksional. Banyak teori penelitian di bidang pendidikan yang kemudian diterapkan dan hasil ke dalam teknologi pendidikan. benda sebenarnya. Bagan ini memperlihatkan pola. Pada awalnya dikenal istilah alat bantu ajar ( teaching aid) atau alat peraga. Alat peraga terlepas dari kurikulum dan tidak dilibatkan dalam proses pengembangan instruksional. Sementara itu muncul pengaruh hasil penelitian Skinner tentang teori tingkah laku yang memasuki bidang pengajaran. objek dan alat lain yang dapat menyangkut hubungannya memberi pengalaman kongkrit. Bloom sehingga tujuan pembelajaran dirumuskan sebagai perubahan tingkah laku seperti diperkenalkan Skinner. Pada saat itu mulai dipakai istilah media instruksional.pola pembelajaraan dalam sebagai komponen dalam pengembangan disain kaitannya dengan perkembangan alat peraga hingga media instruksional.

Pada pola ke 4. Pola ke 2 sumber belajar. mengaktifkan dan memotivasi siswa 18 . penggunaannya. sehingga peserta didik dapat langsung memanfaatkan media sebagai sumber belajar yang dirancang dengan bimbingan tutor ( ketua kelompok. Manfaat dan Nilai praktis Media Sebagai Sumber Belajar Manfaat dan nilai praktis media sebagai sumber belajar adalah : a. media pembelajaran yang Pada pola 3.KURIKULUM 1 2 PERAGA 3 MEDIA 4 MEDIA GURU GURU GURU PESERTA DIDIK KETERANGAN : Nomor 1 pola pembelajaran di mana guru sebagai satu-satunya yang ditetapkan. berdasarkan kurikulum sudah ada komponen alat peraga yang tersedia. yang penggunaannya tergantung dari guru kelas. ahli media. Memberikan fasilitas pembelajaran siswa sehingga dapat merangsang siswa untuk berfikir. dan fihak terkait lainnya. Dewasa ini di sekolah telah memulai memanfaatkan media seperti pola ke 3. sanggar. atau guru) 5. media pembelajaran telah diprogram dengan melibatkan guru bidang studi. dirancang telah masuk komponen oleh materi guru dan dengan strategi pertinmbangan tujuan pembelajaran.

slide. Rudy Brets (1971). media cetak. Media audio visual diam yang menyajikan suara gan gambar contohnya slide suara. peta DSB. b. menafsirkan. dapat memberikan peluang mengembangkan pola-pola instruksional bagi guru d. menghitung. dikunjungi. grafis.b. Media visual gerak contohnya film tanpa suara f. contohnya film. Dapat memberi informasi akurat dan terbaru . Dapat memberikan pengalaman belajar yang kongkrit dan langsung. OHP. dan Little Media yaitu media sederhana seperti slde. Berdasarkan identifikasi itu Brets klasifikasi sebagai berikut. g. Memberi peluang siswa mengembangkan kemampuan mengamati. Media audio visual gerak yang dapat menyajikan unsur suara dan gambar yang bergerak. kaset audio. kode suara misalnya dengan morse. Media audio misalnya radio. dan 6. filmstrip. mengklasifikasi. telepon. mengukur. e. visual. c. CD audio 19 . radio. c. mengatasi keterbatasan pengalaman dan kemampuan guru e. gambar. menyajikan tulisan jarak jauh dalam ujud d. Media visual diam misalnya OHP. mengidentifikasi ciri utama media menjadi 3 unsur : audio. Ia juga membedakan media rekaman dan media telekomunikasi. memperoleh 7 a. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran Wilburn Schramm membedakan adanya Big Media yaiu media yang canggih seperti Televusu. Bentuk visual dibedakan visual gambar. simbol dan garis. komputer. menerapkan dan mengkomunikasikan kemampuankemampuannya . mengumpulkan. dan gerak. audio still picture. Media audio semi gerak. meneliti. Film. Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan. video. Dengan kata lain memberi peluang mengembangkan ketrampilan proses. VCD TV.

Pengajaran terprogram h. Simulasi Gagne menyatakan bahwa media adalah komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Edgar Dale mengklasifikasi berdasar pengalaman belajar yang digambarkan dalam bagan kerucut Edgar Dale. Pengalaman melalui lambang kata verbal b. Pengalaman melalui pameran / display h. Pengalaman melalui lambang visual. membagi jenis media sebagai berikut. koran. Pengalaman melalui dramatisasi k. gambar. dan lain-lain Donald . Pengalaman langsung dan melakukan sendiri bisa Selanjutnya ia 20 . Pengalaman melalui televisi g. Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi j. Media sebenarnya b. album. peta. Rekaman audio g.Elly membagi media menjadi delapan dalam bukunya Teaching and Media. Pengalaman melalui rekaman audio. Gambar diam e. gambar d. majalah. bahan dan kegiatan ( aktifitas ) yang menciptakan kndisi seseorang mendapatkan pengetahuan keterampilan dan sikap. gambar. memberikan definisi media sebagai orang. radio e. Pengalaman melalui gambar hidup f. Penyajian verbal c. diagram c. Pengalaman melalui gambar seperti foto. modul. Gambar gerak f. Pengalaman melalui widya wisata i. Pengalaman melalui benda tiruan l.h. Media cetak seperti buku. Penyajian graphik d. Berikut dimulai dari kelas paling rendah a. a.

baga daan ( brance chart). aneka ragam media itu ditentukan oleh dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.. Media asli / tiruan b. cara penampilan. bagan tembus pandang. Media dengar ( audio) e. Dwidjosoemarto. boneka. grafik garis grafik bentuk peta. model kerja..model susunan. 2) Media Grafis Media grafis ialah semua media yang berupa tulisan / gambar antara lain termasuk jenis ini adalah. bagan skematik. b) Media grafik : grafik batang. media bagan petunjuk / penuntun. a. bagan bongkah. tabular chart. d. Media visual atau media proyeksi. baik menurut bentuk. miniatur. flow chart. Media pandang dengar ( audio visual aids) f.S. maket. Agar supaya tidak membingungkan. dan lain0-lain. baik proyeksi diam maupun gerak.1980: 20) 1) Media asli dan tiruan a) Spesimen makhluk hidup maupun tidak hidup b) benda asli bukan makhluk hidup c) model tiruan``benda asli ( yang diperkecil atau dioerbesar) misalnya model irisan. globe. grafik gambar atau pictograph. Media grafis c. root chart. Media Cetak ( . organogram. penampang.Secara teoritis masih banyak ahli mengklasifikasi jenis-jenis media pembelajaran. model utuh. a) Media Chart yaitu penyajian diagramatik meliputi : tree chart. dan grafik lingkatan ( grafik pie) c) Media Poster d) Karikatur 21 . model perbandingan. bagan wakktu. tujuan penggunaan. replica. Jenis media di sekolah dikelompokkan sebagai berikut. aneka ragam tujuan pembelajaran dan adanya perbedaan ketersediaan bahan di sekolah.

7. Koran. album. 4. VCD komputer yang berisi bahan ajar. Pemilihan Media Pembelajaran Pemilihan media yang tepat akan meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar. dan yang bergerak misalnya 6. dan sumber lain dari intertnet. 22 . Media cetak juga ada yang ditampilkan dengan Video. TV. buku.) Media Audio Termasuk media audio ialah kaset audio dan radio. sehingga pesan pembelajaran akan dengan mudah diserap peserta didik.e) Still picture / foto f) Media papan g) Media Peta 3) Media proyeksi Ada dua macam ialah media proyeksi diam dan bergerak. liftlet. Hal ini akan berdampak positip terhadap hasil pembelajaran. brosur. majalah.) Media Cetak Media cetak misalnya handout. 5) Media pandang dengar Media audio visual diam. ialah slide suara dn film strip. modul. dan ada pula yang disertai suara.

naik melintang tulang turun. harus ) dengan arah gerak dikuti anak panah.MEDIA TEKS 8 AUDIO 9 GAMBAR/FOTO 10 Gambar : 1. Weisz. The Science of Biology. ( memutar. Modern Biology .penampang membujur mundur dll) . New York sesuai teks .kontraksi otot. fungsi. proses.penampang gerakan sendi.jenis jenis tulang .1 . maju Struktur Persendian . Inc. Musik. (1965).gambar berbagai macam sendi Struktur Otot . Narasi (tulang ) 2. keterangan backsound. sesuai gerakan sendi pada no.penampang melintang . yang memperlihatkan zona gelap terang 3 - 23 . Struktur rangka – dan judul dari struktur. . John Willey & Sons.berbagai kesehatan Biologi 2 ( jika ada / SMA 2004 tidak Paul B.susunan tulang rangka tubuh . (1963). McGrawHill Sobota ( bukubuku kedokteran Alvin Nason. ANIMASI 11 DAFTAR VIDEO PUSTAKA 12 -senam 13 Teksbook : Penjelasan.gerak orang dengan animasi.

sendi. pada menggambarkan gerak. Macam dan pada sistem -rangka (tulang) Proses gerak Menuliskan gerak pada -persendian keterangan -berbagai -otot manusia macam gerak pada dalam kaitannya yang mampu gambarMema pada sistem dilakukan . quiz beberapa yang disebabkan penyakit / oleh kelainan kelainan pada tulang.proses bagian organ. kolom 1 s/d 5 sama dengan silabus dan kolom 6 s/d 13 merupakan pengembangan GBIPM. menjelaskan. Struktur dan Memilih (Click SISTEM 1 Mengkaitkan 1. and drag) fungsi. GBIPM dikembangkan dari silabus menjadi format seperti contoh diatas. menyebabkan kelainan pada sistem gerak 24 .fungsi struktur. Mencontohkan sistem gerak. yang dapat dan otot. Media sebagai komponen pembelajaran yang terjalin secara sistemik dengan perencanaan. Berbagai menjadi satu yang berkaitan contoh organ utuh energi otot. Terdapat 13 kolom. 3. penyakit pada Multiplechoise 3. gambar berkaitan . tulang. sendi. kegiatan. gerak. otot. Menjelaskan. metode serta materi bahan ajar. Pemilihan media dapat dilakukan melalui penyusunan GBIPM (Garis Besar Isi Program Media).Pemilihan media dilakukan oleh guru. :Rangka. Media yang dipilih telah dikaji sesuai dengan tujuan. ketika mengembangkan silabus yang selanjutnya dikembangkan menjadi rencana pembelajaran. terjadinya gerak.sangkan proses gerak nama-nama terjadinya 2. Program media ini INDIKATOR POKOKKOMPETENSI PENCAPAIAN LATIHAN NO NO POKOK JUDUL DASAR (TPU) HASIL BELAJAR DAN TES KODE MATERI (TPK) 1 2 3 4 5 6 7 1. proses kan. PADA MANUSIA dan kelainan/ menggambarkan sendi. keterangan. otot ke bagiandalam penyakit yang struktur dan bagian sistem gerak dapat terjadi fungsi : gambar 2. GERAK Mengidentifikasi. strategi dalam peksanaannya dikembangkan menjadi program media.berbagai sendiMenyusu dengan macam gerak n bagianadanya energi . dalam otot.

Pertimbangan dalam memilih media. tujuan apakah yang harus dicapai. 8. pengadaan. produksi.siswa dan administrasi. ahli media. a. d. Kematangan siswa Langkah-langkah pemilihan media dapat dilakukan sebagai berikut. Memilih jenis perangkat keras dan perangkat lunak yang cocok Secara teoritis untuk menentukan media ditempuh melalui prosedur pemilihan media sebagai berikut. Pemilihan media didasari atas pertimbangan sebagai berikut.melibatkan guru. Kelompok belajar/siswa e. Menentukan tujuan b. Fungsinya dalam PBM b. Hal ini berkaitan dengan kompetensi yang diharapkan untuk mata pelajaran tertentu. a. Menghubungkan tujuan dengan aktivitas belajar c. pembiayaan. Memilih metode yang sesuai d. a. Kondisi yang bagaimana yang diperlukan peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut. Jenis media/sumber belajar apakah yang dapat dipakai secara efektip dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut. ujicoba dan evaluasi. c. Hasil belajar yang bagaimana yang harus diperoleh atau pengalaman belajar/ perubahan apa yang dialami peserta didik Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan media yaitu : 25 . Program media meliputi langkah kegiatan perencanaan. Kondisi pengadaan media f. b. Memilih media yang cocok dengan tujuan dan materi e. Strategi pembelajaran yang dipilih c. ISI bahan/materi d.

Harus didasarkan pada kebutuhan dan interes pemakai c. e. Mementingkan preoritas yang harus dipilih sesuai dengan tujuan d. bahan motifasi dan pemikiran serta dapat membantu menetapkan tujuan instruksional. PENETAPAN STRATEGI SPESIFIKASI MATERI INDIVIDUAL KELOMPOK PENELITIAN ENTERING BEHAVIOR ALOKASI WAKTU TUJUAN EVALUASI PERFORMA ALOKASI RUANG SPESIFIKASI TINGKAHLAKU PILIH MEDIA ANALISIS FEED BACK Bagan tersebut dapat digunakan untuk memilih media. b. Untuk memudahkan pemahaman bagan tersebut dapat diubah dalam bentuk matrik sebagai berikut 26 . Elli sebagai berikut. Konsep dan model pengembangan media menurut D. Program media harus memberikan dorongan.a. Diusahakan berkonsultasi dengan ahli media dan mempertimbangkan bahan dan pembiayaan. Media juga harus mampu dijadikan alat evaluasi proses belajar f. Memperhatikan variabel hambatan dan alternatip dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran.

grafis praktek Workshop Percobaan Demontrasi observasi Model.benda Studio. BM METODE MEDIA Keterkaitan antara TPK. video simulasi Species. VCD Handout. TPK MATERI METODE Ceramah bervariasi KEG. mengamati Diskusi Tanya jawab Mencatat MEDIA Audio kaset. radio OHT. peta. makalah. situs lapangan Persyaratan media yang baik adalah sebagai berikut 27 . Kegiatan Belajar Mengajar.peta. Materi. diagram.TPK MATERI KEG. Metode dan pilihan media dapat digambarkan pada contoh berikut ini. disain. mencatat. BM Mendengarkan.

PERSYARATAN MEDIA u V ISIBLE u u u u u : MUDAH DILIHAT : MENARIK : SEDERHANA : BERMANFAAT : BENAR : MASUK AKAL/SAH I NTERESTING S IMPLE U SE FULL A CCURATE L EGITIMATE u S TRUKTURE : TERSUSUN DG BAIK 9. Contoh-contoh Media Grafis sebagai berikut 28 .

PENGEMBANGAN MEDIA 1 ANALISIS AUDIENCES 2 RUMUSAN KOMPETENSI 4 MATERI ALAT UKUR DISAIN / ISI 3 5 7 6 PRODUKSI UJI COBA 29 .

40 30 .PENGEMBANGAN PROGRAM MEDIA MISI TUJUAN PRESENTASI MATERI DISAIN MEDIA GRAFIS PRINSIP DISAIN GRAFIS OHT SATU FRAME SATU SEDERHANA KOMPLEK BEBERAPA FRAME SATU TEKNIK OVERLAY BUKA TUTUP HURUF / VERBAL 20 KATA FONT = 16 .

MEDIA GRAFIS 100 80 60 40 20 0 1st 2nd 3rd 4th Q tr Q tr Q tr Q tr West North East PENGGUNAAN TANDA PANAH a A b a C B b 31 .

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 East West North 1st Qtr 2nd Qtr3rd Qtr 4th Qtr KESAN RUANGAN 32 .

180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 1st Qtr 2nd North West East 3rd Qtr 4th Qtr PIE CHART 1st 2nd 3rd 4th 33 .

ORGANOGRAM DIREKTUR UTAMA STAF AHLI STAF AHLI DIREKSI ASISTEN BAGAN GARIS WAKTU 100 500 1000 1500 1945 JAMAN HINDU JAMAN KERAJAAN JAMAN KOLONIAL JAMAN JEPANG JAMAN RI 34 .

35 . Latihan TUGAS : 1. Mengapa mengajar harus menggunakan media ? jelaskan alasan saudara. 3. Sebutkan dan jelaskan perkembangan pola mengajar serta berikan contoh ilustrasi masing-masing kelemahan dan keunggulannya. Buatlah GBIPM dari silabus mata pelajaran yang saudara ampu 2. Tes Formatif Soal uraian : (untuk tugas dikumpulkan sebagai respound peserta) 1. Buatlah satu buah Rancangan Program Media dari GBIPM yang telah saudara buat. Buatlah salah satu media grafis dari mata ajar yang saudara ampu D. 2.PIKTOGRAFI = 100 PENGUNGSI TNI GAM C.

Lingkungan. Apa yang menjadi pertimbangan dalam memilih media dalam proses pembelajaran ? Sebutkan dan berikan alasan-alasannya. perasaan. 4. (b). LCD 36 . 6. W B. Merepotkan dan membebani guru Soal : Dari pernyataan tersebut yang benar adalah : A.3. Inovatip dan Kreatip (b) Paradikma Teaching berubah menjadi learning (c). Manakah media yang paling baik untuk mengajar A. Bright D. AECT 5. harganya mahal dan modern D. Oleh karena itu guru harus (a). OHT E. (a) dan (c) C. Pengoperasiannya sulit. (c)dan (d) 3. Flip Chart D. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran. Kesesuaian dengan tujuan dan bahan C. Ada bermacam-macam sumber belajar yaitu yang benar terdiri dari : A. cara berpikir produktip menjadi reflektip dan (d ). Demonstrating the knowledge. Meningkatkan daya serap siswa (d). Sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. perhatian. VCD B. (a) dan (d) C. pesan dan bahan ( boleh pilih lebih dari satu jawaban). (c) 1. Membosankan siswa (c). (a) dan (b) B. Soal : dari pernyataan tersebut yang tidak sesuai adalah : A. Yang termasuk bahan pertimbangan dalam memilih media dalam pembelajaran diantaranya adalah : A. (a) dan (b) B. (d) D. Alat dan teknik C. Soal Pilihan Ganda : 1. KTSP menuntut adanya perubahan dalam mengelola proses pembelajaran. Gagne C. pesan dan orang B. (b) dan (d) D. Palmer. Soal : Pernyataan tersebut merupakan konsep media yang dinyatakan oleh: A. D. dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa. harus membuat terlebih dulu B. Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi merupakan salah satu cara mengelola pembelajaran akan : (a) menarik perhatian siswa.

Perencanaan Program Media dalam pembelajaran (boleh pilih lebih dari satu jawaban) 37 . instrument perencanaan media dalam pembelajaran B. Fungsi GBIPM (Garis Besar Isi Program Media) adalah A.7. Instrument Pengembangan Media dalam pembelajaran C. Instrument Pemilihan Media dalam pembelajaran D.

BAB III. Dengan demikian akan komunikasi timbal balik dua arah antara guru dan peserta didik. Komunikasi dalam proses belajar mengajar terjadi komunikasi edukatip. KEGIATAN BELAJAR 2 A. yaitu terjadi interaksi antar komponen komunikasinya yang terdiri dari guru. peserta didik dan media yang digunakan. Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran Proses pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi. Uraian Materi 1. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengiplementasikan teknik presentasi dalam pembelajaran B. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 2 Kompetensi Mampu Indikator Dapat menjelaskan prinsip dan 1 x 50 menit waktu merencanakan dan unsur disain media membuat media presentasi serta Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide mempresentasikan Presentasi untuk pembelajaran dalam pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. 38 .

Schramm. Seperti ditunjukkan pada ilustrasi diatas.Sebelum pesan disalurkan ke penerima diperlukan pengolahan pesan (ancode) sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik media yang digunakan agar dapat disalurkan ke penerima dengan gangguan yang seminimal mungkin. BEL. Dalam hal ini terjadi komunikasi timbal balik antara guru dan peserta didik. PENGALAMAN LAT. peserta didik berperan sebagai penerima pesan sedangkan media berperan sebagai penyalur pesan. Pesan yang disampaikan dalam hal ini adalah berupa latihan/belajar/pengalaman atau pengetahuan/ilmu yang dimiliki guru untuk disampaikan kepada peserta didik. 39 .LAT. BEL. guru berperan sebagai pengirim pesan/informasi. PENGALAMAN SUMBER PESAN ANCOD MEDIA PNRM PESAN DECOD GANGGUAN MODEL KOMUNIKASI Instructional Media (Shannon. Setelah diterima pesan ini menjadi stimulus bagi peserta didik dan selanjutnya peserta didik merespound dan bertindak sebagai pengirim pesan disampaikan melalui media dan diterima oleh guru. Sebelum diterima oleh penerima pesan diolah dikembalikan pada karakteristik semula (decode) agar dapat diterima oleh penerima pesan.

40 . Presentation skills ini diperlukan pada saat proses pembelajaran. simposium. sumber pesan memerlukan kemampuan dan keterampilan mengkomunikasikan / mempresentasikan pesan yang akan disampaikan secara lisan. pesan disampaikan dalam bentuk ucapan melalui mulut/oral dalam bentuk verbal. dinamis. Agar pesan/informasi dapat disampaikan secara baik dan dapat difahami oleh penerima pesan/informasi. guru harus menguasai 10 keterampilan mengajar. pelatihan. Untuk presentasi dengan baik tidak hanya penguasaan materi tetapi juga harus ditunjang penguasaan teknik komunikasi yang baik. Sehingga meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap informasi yang disampaikan. sehingga terjadi konsentrasi dalam belajar yang akhirnya terjadi penyerapan materi secara optimal. wawancara dan forum-forum komunikasi yang lain. Dalam hal ini sumber atau selanjutnya disebut guru akan banyak menggunakan bahasa tubuh (nonverbal) untuk memberikan penegasan. Dalam komunikasi secara lisan. Komunikasi secara lisan (oral presentation) adalah komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih secara lisan/verbal antara sumber pesan/informasi kepada penerima pesan/informasi. menarik dan menyenangkan. Diantaranya harus mampu mempresentasikan pesan/materi pelajaran dengan baik. Kemampuan dan keterampilan tersebut dikenal dengan istilah oral presentation skill. Oleh karena itu media yang digunakan harus dirancang semenarik mungkin untuk merangsang perhatian peserta didik. Guru harus memiliki kemampuan mengelola proses komunikasi agar gangguan komunikasi tetap dapat ditekan seminimal mungkin. seminar. Oleh karena itu guru harus memiliki penguasaan ketrampilan presentasi (presentation skills).Agar dapat menyampaikan pesan dengan baik dalam proses belajar mengajar. Sehingga kelas menjadi hidup. rapat. penekanan ucapan dan gaya bicara yang dapat lebih memberikan daya tarik dan menimbulkan atensi terhadap informasi yang sedang disampaikan.

comparing/contrasting. opening/ending. Kemampuan utama yang diperlukan oleh guru dalam pembelajaran secara sukses adalah sebagai berikut. Selanjutnya bagaimana membuat presentasi itu menarik. Materi bisa disampaikan secara jelas bila tersusun dengan struktur yang baik.Pada prinsipnya seorang guru dalam proses presentasi melakukan proses pembelajaran. Langkah-langkah agar guru dapat menyajikan presentasi yang menarik adalah using media. sehingga dapat dipresentasikan dengan baik pula. varying activities. yaitu menjelaskan informasi sejelas-jelasnya kepada peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyampaikan informasi dengan jelas dan membuat presentasi menarik bagi peserta didik. explaining clearity • • • • using MEDIA varying activities comparing/contrasting opening/ending interest presenting information persiapan PERSIAPAN getting interest 41 . Tugas seorang guru adalah dapat menjelaskan informasi sejelas mungkin. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan ilustrasi pada skema berikut. 1) 2) 3) 4) Kemampuan menjelaskan (explainning) Kemampuan menyajikan informasi (presenting information) Kemampuan membangkitkan minat dan perhatian (geting interest) Kemampuan mempersiapkan materi. sehingga peserta didik tertarik untuk mengikuti dengan antusias.

Amati reaksi peserta didik Cek pemahaman peserta didik.Menjelaskan adalah memberikan pemahaman kepada orang lain. Paraphrasing adalah teknik mendengar dengan baik. mendapatkan kesempatan untuk mengecek kebenaran informasi dan mampu mengurangi atau menghindari kesalahpahaman yang menyebabkan konflik. 1) 2) 3) 4) 5) Bicara dengan jelas. Reaksi ini segera dapat dikelola oleh guru sehingga tidak sampai mengganggu presentasi. Perlu ada pengulasan kembali bahan-bahan yang sekiranya sulit dipahami melalui paraphrasing. Dengan demikian seorang guru harus mampu mempresentasikan informasi dengan sejelas-jelasnya agar informasi tersebut secara jelas dipahami peserta didik. jangan terlalu cepat Strukturisasi bahan yang akan disajikan Ulas kembali pokok-pokok pembicaraan melalui paraphrasing. Mengamati reaksi peserta didik merupakan hal yang penting untuk dilakukan. agar memudahkan pemahaman. Menjelaskan materi informasi dengan baik sehingga mampu meningkatkan pemahaman. Penyampaian bahan agar diatur dengan struktur yang baik supaya bahan dapat disampaikan secara runtut dan logis sehingga mudah dipahami. 42 . gunakan jeda. sehingga semua peserta didik benar-benar bisa mendengar dengan baik. Dengan mengamati perilaku peserta didik dapat mengetahui respon/reaksi peserta didik yang positif dan negatif. Dalam bicara tidak perlu tergesa-gesa dan sebaiknya ada jeda dan jangan terlalu cepat untuk memberi kesempatan peserta didik untuk mencerna informasi. Dalam melakukan presentasi bicara harus kuat dan jelas. Biasanya dibantu dengan alat pelantang suara (sound system). yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut. meringkas dengan baik sehingga akan mampu mendorong peserta didik untuk mendengar secara hati-hati.

Kontak pandang guru terhadap peserta didik adalah merupakan bentuk perhatian/atensi. Gestures. dan sebagainya. Misalnya gerakan tangan. Oleh karena itu guru harus berlatih dari pengalaman yang satu ke pengalaman yang lain. Yang dimaksud dengan gestures dalam presentasi adalah penggunaan gerakan anggota badan/tubuh untuk memberikan penekanan/penegasan ketika informasi disampaikan. Biasanya guru yang baru dan belum pengalaman bicara di depan orang banyak memiliki perasaan minder/nervous. Ada tiga strategi dalam membangkitkan minat peserta didik yaitu : 1) Kontak pandang (Eye contact) Bahasa Tubuh (Gestures) dan Pengaturan suara. Kontak Pandang. dari kanan ke kiri secara merata. senyuman. Membangkitkan minat peserta didik agar berminat mengikuti presentasi dengan baik adalah juga tugas seorang guru. sehingga informasi nampak lebih meyakinkan kebenarannya. dan Pemanfaatan humor. 2) 3) Penggunaan contoh-contoh yang tepat dan analogi. Mengecek pemahaman dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara acak atau memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya. karena akan meningkatkan minat peserta didik untuk mengikuti presentasi dengan lebih antusias dan serius sehingga akan meningkatkan pemahaman. sehingga takut memandang peserta didik. Gerakan anggota badan ini sangat baik bila disesuaikan dengan pengolahan suara 43 .Mengecek pemahaman peserta didik dilakukan untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan telah difahami. konsep-konsep. perpindahan posisi. cerita. Hal ini sangat penting dan perlu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam proses komunikasi yang baik. Dalam presentasi kontak pandang (eyes contact) harus diusahakan secara menyeluruh mulai dari depan ke belakang. Hal ini merupakan hambatan psikhologis yang sangat mengganggu guru untuk sukses dalam presentasi. mimik/wajah. Makin banyak pengalaman guru akan semakin siap mentalnya dan hambatan psikhologis semakin berkurang.

Penggunaan contohcontoh yang tepat dan analogi-analogi dari informasi yang disampaikan akan membantu imajinasi peserta didik sehingga dapat dengan mudah memahami informasi yang di presentasikan. dengan kecepatan bicara sedang. cerita. Pemanfaatan humor. 1) Tunjukkan bahwa guru sendiri juga menaruh minat terhadap topik yang sedang dibicarakan. tidak monoton sehingga peserta didik tidak jenuh dan tahan lama berkonsentrasi dalam mengikuti presentasi. ada jeda dan warna suara tidak perlu dibuat-buat. mengendorkan saraf yang tegang sehingga menjadi fresh kembali dan siap menerima informasi yang baru. intonasinya dinamis tidak monoton. Pengaturan Suara. Penggunaan contoh-contoh dan analogi. Untuk menciptakan suasana baru. enak didengar. kadang keras kadang lembut.sehingga menghasilkan gaya bicara yang meyakinkan dan simpatik. Hal ini akan membuat presentasi lebih variatif. 44 . Dengan cara seperti ini akan menghasilkan image yang baik dari peserta didik dan akan menambah kepercayaan serta kewibawaan guru di mata peserta didik. sehingga hal-hal yang statis tidak akan lama mendapatkan perhatian. dan konsep-konsep tentang sesuatu hal juga dapat membuat variasi. Pengaturan suara ini disesuaikan dengan kebutuhan dan biasanya sekaligus untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif mendukung proses komunikasi. suaranya perlu diolah/diatur sedemikian rupa sehingga jelas. Guru dalam berbicara. Cara meningkatkan minat yaitu dengan langkah-langkah strategi sebagai berikut. Biasanya digunakan sebagai selingan untuk menarik perhatian peserta didik kembali berkonsentrasi pada informasi yang disampaikan. Dalam berbicara artikulasi harus jelas. Ingat otak hanya peka terhadap perubahan. tidak monoton. Dengan demikian minat peserta didik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

karena media komunikasi bila didisain dan dimanfaatkan dengan baik akan dapat memperlama kurang minat/rasa tepat/baik keingintahuan. cerita dan sebagainya Bila materi masih terasa asing. 2) Handout. 1) Ilustrasi.2) Tunjukkan bahwa guru credible. Program ini memberikan fasilitas pembuatan disain slide presentasi dengan variasi yang sangat baik dan menarik. ringkasan dibuat sederhana. Hal ini akan membuat penggunaan media lebih efektif. singkat dan keterbacaannya tinggi. audio. film dan video/vcd dapat meningkatkan minat. Pemanfaatan Media. malah akan Sebaliknya kalau penggunaannya menambah kebosanan. Oleh sebab itu penggunaan media dalam presentasi sebaiknya. 45 . Atau kalau durasinya panjang diputar secara bertahap dan diselingi penjelasan oleh guru. diagram. artinya peserta didik yang paling belakang/jauh dapat membaca dengan mudah. Presentasi perlu memanfaatkan media komunikasi. Jika terdapat informasi yang penting. Dianjurkan durasi 10 – 20 menit maksimum. masalah atau teka-teki. juga didesain sederhana dan terstruktur secara jelas terdiri dari pendahuluan. Penggunaan media ini softwarenya didisain dengan program aplikasi komputer diantaranya dengan program powerpoint. analogi. solid dan memiliki kemampuan) 3) 4) Gunakan contoh yang tepat. mulailah dengan contoh-contohnya. isi dan penutup. 3) Slide. tetapi kalau durasinya terlalu lama akan menyebabkan peserta didik cenderung bosan dan mengantuk. Mainkan minat / keingintahuan dengan melempar pertanyaan. Media komunikasi yang berkembang saat ini adalah penggunaan laptop dan LCD proyektor/ infocus. beri waktu kepada peserta didik untuk memperhatikan lalu dijelaskan. trustworthy dan having expertise (Dapat dipercaya.

Besar huruf/font 20 . supaya dapat selalu melihat peserta didik. Kesetimbangan. Dalam menyiapkan Slide presentasi perlu memperhatikan prinsip dasar-dasar disain yang terdiri dari Irama. sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan peserta didiks supaya anda bebas melakukan kontak mata dan komunikasi non verbal lainnya 6) Jangan sibuk dengan peralatan danJangan bersembunyi di balik peralatan. pastikan bahwa telah dilakukan simulasi 4) 5) Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan. 7) Jangan sering melihat layar tampilan. jangan berupa kalimat panjang supaya tidak rumit (complicated). Tulis dengan singkat. warna yang berbeda sehingga menjadi point of 46 . alat hanya pembantu. 7) 8) 1 frame sebaiknya hanya berisi 1 konsep.40 1 frame maksimum 10 baris Pilih warna yang kontras (2-3 warna) Yang ditulis hanya kata kunci saja. kesatuan dan kesederhanaan. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Buat konsep setiap framenya Pilih font yang mudah dibaca Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil. Beri penekanan pada kata-kata yang penting. Penekanan. padat dan bermakna (condensed). yang utama adalah pesan. dengan menggunakan font yang berbeda.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi dengan bantuan media LCD adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) Lakukan pengaturan optimal sebelum presentasi Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide. Karena semua respon peserta didik harus dikelola baik yang berupa oral maupun gerak-gerik tubuhnya. Langkah-langkah penulisannya adalah sebagai berikut.

Meningkatkan variasi kegiatan. Pemahaman tentang bahasa tubuh (body language) juga merupakan peran penting dalam peningkatan kemampuan presentasi. garis. sebab ketidak siapan hal ini akan mengganggu secara psikhologis yang akhirnya bisa membuat fatal presentasi. 47 . Bahan disiapkan dengan struktur yang baik mulai pembuka. dan yang menjadi kelemahan ditekan /dikurangi. Persiapan penting bagi guru agar presentasi berjalan dengan baik. Strategi untuk membuat kegiatan yang bervariasi adalah dengan melemparkan sebuah pertanyaan. mendorong pemecahan masalah secara kolektif. Mungkin akan menjadi tontonan bukan tuntunan. Prinsip-prinsip presentasi adalah bagaimana mengelola gesture atau gerak-gerik anggota badan yang dimanfaatkan untuk menjelaskan maupun gerak-gerik peserta didik yang harus dikelola. bidang. Pada tahap persiapan ini guru harus mengungkap kembali apa yang dimiliki yaitu yang berupa kekuatan maupun kelemahan. Hal-hal yang menjadi kekuatan didorong kemunculannya secara optimal. Perlu diingat bahwa presentation skills merupakan kemampuan yang dapat dipelajari untuk meningkatkan kemampuan berekspresi diri baik secara lisan maupun tertulis. ruang sehingga frame menjadi kesatuan disain yang tidak norak tetapi lembut dan serasi. isi dan penutup. Media atau alat bantu presentasi juga harus dipersiapkan.interest. Struktur yang baik akan menentukan ketuntasan penyampaian gagasan/ide. Sebaiknya datang awal di tempat presentasi untuk mengenal medan dan persiapan media yang digunakan. Sehingga enak dilihat dan menjadikan betah menikmatinya. Persiapan berupa persiapan mental psikhologis maupun fisik dan persiapan materi yang akan dipresentasikan. Kegiatan yang bervariasi akan meningkatkan minat dan perhatian dan rasa ingin tahu dari peserta didik. Persiapan. Penetapan pokok-pokok pikiran yang akan atau perlu pengulasan kembali juga merupakan yang penting dalam persiapan. memperlihatkan video klip. membagi tugas. mendorong terjadinya diskusi dan sebagainya.

mampu menghargai orang lain secara tulus dan menimbulkan rasa kebanggaan dan kebahagiaan pada dirinya. Dengan demikian keterampilan presentasi merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar manusia sebagai makhluk sosial yang harus berkomunikasi dengan orang lain. dalam keluarga. Dalam setiap detik kehidupan manusia dituntut mampu berkomunikasi secara efektif dalam berbagai suasana seperti di kantor. Keterampilan komunikasi harus dimiliki dan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga tidak ditinggalkan orang lain hanya karena lemah dalam komunikasi. Belajar menjadi komunikator yang efektif berarti harus belajar mengekspresikan perasaan. Pemanfaatan 15 menit pertama bahkan 5 menit pertama adalah waktu yang sangat menentukan keberhasilan presentasi. demikian pula sebaliknya. Namun kemampuan tersebut bagi sementara orang harus dipelajari dan dilatih agar berkembang. menghadirkan/ menyajikan diri secara baik. dan sebagainya. Dalam kesempatan tersebut manusia dituntut sebagai komunikator yang efektif. struktur penyampaian peserta didik (understanding audience) bahan. pemahaman harus dipahami bahwa kenyataannya peserta didik terdiri 70 % pemalas sehingga harus dilayani. Penggunaan media yang sebaik-baiknya. dan belajar mengatasi konflik secara efektif. berwibawa. Kemampuan berkomunikasi bagi sementara orang adalah sebuah talenta alami.Pengelolaan Voice/suara . bisnis. Bila seorang mampu sebagai komunikator yang efektif. Bila dalam waktu itu berhasil menguasai peserta didik maka 90% presentasi akan berhasil. disegani/dihormati. maka dia akan percaya diri bahkan mampu menghargai dirinya sendiri. Baik disainnya maupun penggunaannya. memberi pujian sepantasnya kepada orang lain. karir. Menjadi komunikator yang efektif akan disegani dan dihormati. Mengekspresikan diri. Untuk belajar mengekspresikan diri pertamatama kenalkan diri sedemikian rupa sehingga orang lain/peserta didik 48 .

namun usahakan bicara jujur tanpa menyakiti orang lain. Apakah gejala tersebut fair ? jangan-jangan sedang emosi. perasaannya.mengenal dan memahami. sampaikan secara singkat dan jelas bukan umum. Tampilkan/tunjukkan rasa senang tidak emosional dan percaya diri dan bicaralah dengan jelas. jantung berdebar-debar).. Bila akan merespon. Setelah itu harus berusaha mengenal mereka... Berbicara satu ide saja. mimik lawan bicara untuk di kelola. dan seterusnya. logis dan tidak emosional dan Be Tacful artinya meskipun tidak /kurang setuju sampaikan dengan cara yang positif. latar belakangnya. pandangannya dan sebagainya. Oleh karena itu pelajari gerak-gerik anggota badan. Usahakan jangan sampai perhatian terbagi dan tunjukkan minat pada apa yang sedang dibicarakan. kedua.. misalkan dengan cara tarik napas panjang berkali-kali... Segera ambil langkah tindakan untuk mengatasinya. Coba bandingkan dan pelajari bahwa 49 . melantur.. Bicara secara jujur merupakan hak dan tanggungjawab bagi setiap orang..... usahakan jangan menginterupsi pembicaraan orang lain sebelum orang lain menyelesaikan kalimatnya..... pengetahuannya. Ajukan pertanyaan dengan baik dan terstruktur. putar-putar . Bila harus berbicara. diam dan renungkan penyebabnya dan buang dengan melawan dengan kata-kata yang positif . jangan pertama. Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. sadarilah dan pahamilah gejolak emosi diri (perut. ketiga. Buatlah daftar keunggulan dan kekurangan diri. harus dilakukan dengan ringkas/padat dan tidak umum.. tetapi singkat dan jelas... Belajar Mendengar merupakan hal yang penting untuk menghindari diri dari kesalahpahaman.. Jelaskan alasan-alasan ketidak setujuannya tanpa harus menyerang pribadi apalagi di depan orang banyak... Latihan diri untuk mengurangi kelemahan dan lebih menonjolkan keunggulan-nya . Tidak semua komunikasi berlangsung secara verbal bahkan berdasarkan penelitian 55% disampaikan secara non verbal.

Duduk bersama. dan lain-lain) dengan penggunaan simbol-simbol kata [tekstual atau verbal] gambar. Dalam proses tersebut terdapat tiga elemen utama. ide. stimuls tujuan. penerima. dan memalingkan muka. pengambilan keputusan dapat berlangsung secara lebih baik. Sering kali kompromi harus terjadi dan mungkin tidak bisa dihindari. oleh karena itu laksanakan solusi yang disepakati. pengirim decoder. konflik tersebut juga bermanfaat yaitu menjadikan lebih memahami orang lain. harus diusahakan terfokus tidak membawa masalah-masalah yang lain. Blake & Edwin O. presentasi adalah proses komunikasi langsung antara komunikator dengan komunikan. Haroldsen. Dasar-dasar disain media presentasi Pada dasarnya. dan cari kemungkinan yang paling memungkinkan dan menyenangkan semua pihak. ceria. sumber audience. 2. Lakukan analisis masalahnya. tabel. pengetahuan. dan sebagainya (Berelson dan Steiner. dan pesan itu sendiri. Atasi masalahnya dan jangan menyerang pribadi. Tetapi kalau dihayati betul. Proses komunikasi merupakan penyampaian pesan (informasi. presenter). Memang kalau dirasakan konflik itu menyakitkan. Bila harus mengatasi konflik. 1964: 527). akan terjadi variasi relasi: komunikator komunikan. Ungkapkan perasaan secara tenang jangan emosional. 2003: 9.teman mengatakan ”tidak apa-apa” tetapi dengan wajah murung. perasaan. audience). yaitu pengirim pesan (komunikator. menurut Reed H. penerima pesan (komunikan. angka. Pada kondisi lebih lanjut. Apa maksudnya ? Mengatasi konflik sangat memerlukan keterampilan dan kemampuan untuk itu. dan mengatasi konflik merupakan pekerjaan yang menantang dan menarik. lebih bisa memahami diri sendiri. encoder 50 . aktor (presenter) respon. buat daftar kemungkinan penyelesaian masalah. Konflik muncul saat bekerjasama dengan orang lain baik secara individual maupun kelompok.

selain memandang proses komunikasi dari faktor pengirim pesan (control analysis) dan penerima pesan (audience analysis). yaitu: (1) tanda dalam pesan. Burhan dalam Kusmayati. sehingga proses komunikasi (presentasi) berlangsung optimal. Walaupun pengirim dan penerima pesan merupakan dua pihak yang aktif. media sering dipandang sebagai alat bantu atau berbagai jenis komponen dalam lingkungan belajar untuk menyampaikan pesan (materi pembelajaran). Pada faktor pesan. 2003: 9-12). Dalam lingkup pendidikan (pengajaran). dan minat terhadap substansi pesan yang disampaikan. Hali ini mengandung pengertian bahwa media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar. (2) isi dalam pesan. Model komunikasi. terdapat 3 aspek utama. 2002: 7. yang berkenaan dengan cara pesan tersebut disajikan (dipresentasikan). Media Presentasi Arti paling elementer dari kata “”media” (medium) adalah perantara. Di sisi lain. perhatian. juga faktor isi pesannya (content analysis).Keberhasilan dari proses tersebut di atas mengandung suatu konsekuensi tindakan bagaimana substansi pesan dapat dikirim dan dapat pula diterima. pihak penerima pesan (audience) merupakan partisipan. pengantar atau penengah (lihat Susanto. tetapi juga berperan memberi stimulus pikiran. tetapi pengirim pesan (presenter) adalah pihak yang bertanggung jawab mengambil inisiatif dan mengarahkan aktivitas itu.. yang menerima dan memberi balikan (feedback). a. menurut Lasswell (dalam Blake & Haroldsen. perasaan. dan (3) perlakuan atas pesan. 51 . 2003: 41). yang berkaitan dengan pemilihan materi untuk mencapai tujuan. yang berkenaan dengan pemakaian unsur-unsur simbolis yang disusun. ed.

Pada kasus tertentu desain atau pemakaian media yang kurang tepat memang dapat mereduksi. Sebagus apa pun isinya tetapi bila kemasannya tidak menarik. sehingga pesan tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima. sepenting apa pun substansi pesan tetapi bila kurang menarik media dan cara mempresentasikannya. media presentasi dapat dianalogikan dengan kemasan. Persoalan kemasan tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang remeh temeh. sebagai hal yang sekedarnya.pesan ???!!!! Media presenter. komunikan Pada konteks lebih luas. komunikator Peran media presentasi audience. 52 . respon audience akan berkurang. bahkan mengacaukan pesan utamanya. Pada sisi lain. substansi pesan justru terabaikan. salah satu hal yang pertu diperhatikan adalah bagaimana agar ketertarikan dan perhatian audience tidak sekedar terfokus pada medianya. yang boleh diabaikan. orang tidak akan meresponnya. tetapi merupakan salah satu faktor yang menentukan (determinant) terhadap nilai isi kemasan tersebut. sehingga mendesain media pada prinsipnya adalah mengemas substansi pesan agar lebih menarik dan lebih mudah diterima oleh pihak penerima pesan (audience).

yang selanjutnya berkembang menjadi pengetahuan tentang keindahan (Soemardjo. istilah grafis digunakan untuk merujuk tentang tampilan visual yang berkenaan dengan tata huruf (tipografi). Grafis komputer adalah istilah yang lazim 53 . secara konvensional. c.b. subjektif. Pengertian dan pemahaman tentang estetika atau aspek estetis mengalami perdebatan dan pewacanaan yang panjang hingga sekarang. yang pada era masa kini. Persoalan estetis (estetika). Pada perkembangan selanjutnya. Aspek ini bisa menjadi suatu acuan pertimbangan ketika berhadapan dengan ranah estetis suatu tampilan grafis (desain visual). secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. dan foto atau citra (image). Agar media presentasi tampil menarik (artistik) perlu dipertimbangkan aspek estetis yang paling mendasar pada saat mendesainnya. setidaknya diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar desain grafis. Kata “estetika” (Yunani Kuno: Aistheton) pada mulanya dipahami sebagai kemampuan mencerap melalui penginderaan. Estetis Tampilan Media Aspek estetis bukanlah persoalan benar-salah yang harus dipandang atau dipahami secara hitam-putih. termasuk di dalamnya desain media presentasi. 1999). namun hal paling signifikan dalam konteks bahasan ini adalah adanya aspek kemenarikan (interestness) di dalamnya. serta penataletakan (lay out)-nya. gambar (drawing). dipandang berhubungan dengan persoalan tentang keindahan atau aspek keindahan (Djelantik. Untuk merepresentasikan atau mempersepsikan aspek kemenarikan dalam suatu tampilan grafis suatu media presentasi. 200: 24-25). tetapi selalu bernuansa relatif. dan sangat situasional. Unsur-Unsur Disain Grafis Komputer Istilah grafis berasal dari kata “”graphein” yang berarti menulis atau menggambar.

namun tergantung dari konteks kesan yang ingin diciptakan. misalnya. THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK huruf (font) memiliki kesan karakter danDOG Setiap jenis BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY tingkat keterbacaan tersendiri Pada program aplikasi olah grafis (Corel Draw. Macromedia Free Hand. Tipografi Tipografi juga sering disebut seni huruf. Secara prinsip pemakaian. 1). sehingga cocok dipakai sebagai unsur teks pada tampilan media presentasi. Program aplikasi komputer grafis menyediakan unsur tipografi (font) dengan berbagai karakter yang telah dibakukan. Berbagai alternatif tipografi dengan program Corel Draw (salah satu huruf dimanipulasi) 54 . Adobe Illustrator) terdapat fasilitas untuk memanipulasi huruf (font) bahkan dapat mengkonversi font menjadi modus vektor atau kurve.digunakan untuk mengidentifikasi atau menyebut perwujudan grafis secara computerized. memiliki tingkat keterbacaan dengan cepat dan sangan komunikatif. Karakter huruf tanpa kait. Karakter huruf yang digayakan memiliki citra estetis (artistik) tetapi cenderung memiliki tingkat keterbacaan lambat dan kurang komunikatif. semua jenis huruf adalah baik.

Foto atau citra diinput ke program komputer grafis dengan piranti eksternal seperti scanner. Dalam hal ini. grafik. dan lain-lain. kamera digital dan piranti capture lainnya. Untuk memenuhi kepentingan tersebut. Photo Studio. Gambar (drawing) Program aplikasi komputer grafis “olah gambar” menyediakan piranti dan fasilitas untuk membuat gambar. dari yang bersifat instan sampai yang profesional. gambar bisa tampil dalam berbagai modus seperti ikon. mereduksi. bagan. berbagai jenis gambar 3). dan sebagainya. Foto atau Citra (Image) Foto adalah salah satu unsur penting pada tampilan grafis agar menarik. Program aplikasi olah citra memungkinkan untuk memanipulasi kualitas citra agar lebih bagus atau lebih buruk. mendistorsi. model. atau input eksternal dengan piranti keras pemindai (scanner). bisa dimanfaatkan program aplikasi oleh citra MS Paint. sedangkan untuk kepentingan profesional biasa digunakan program aplikasi Adobe Photo Shop dan didukung program lain (multi tasking). dan piranti capture citra lainnya. Corel Photo Paint. Gambar tersebur juga dapat dikombinasi dengan gambar dari aplikasi lain (multi tasking). 55 . logo. Photo Deluxe. aplikasi komputer grafis telah menyediakan program “olah citra”. menggabungkan antarcitra (montase). lambang. Untuk kepentingan praktis. dengan modus kurve. foto digital. Photo Impact.2).

meliputi garis. untuk berbagai kepentingan. citra (image). warna. ruang. gambar. dan foto seperti terurai di atas. memberi efek. format data citra biasanya bermodus bitmap dengan pictorial cell. garis Berbagai jenis. bidang. berbeda format data gambar (drawing) dengan modus vektor atau kurve. 1). variasi. Semua unsur tersebut tersedia secara lengkap dalam program aplikasi komputer grafis. yang secara universal sering disebut sebagai unsur-unsur desain. dapat diurai menjadi lebih elementer. dan lain-lain. diinput dengan piranti pemindai (scanner) Ketiga unsur grafis komputer. Dalam kasus 56 . dan style garis untuk mendukung tanpilan grafis tersedia dalam program aplikasi komputer grafis.mendeformasi. dan barik (texture). tipografi. Hal ini berimplikasi adanya perbedaan teknis pengolahan antara format gambar dan format citra dalam proses mendesain. Pada aplikasi grafis.

bidang organis dapat didesain sesuai kehendak dengan piranti lain. bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dan bidang organis 57 . berbagai jenis dan ketebalan garis 2). bidang Bidang terbentuk dari unsur garis yang saling berhubungan. Aplikasi komputer grafis memungkinkan untuk mendesain bidang-bidang geometris maupun bidang-bidang non-geometris (organis). Demikian pula.tertentu. bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dapat dikonstruksi secara praktis dengan piranti (tool) yang tersedia. tampilan gambar secara linier (secara utuh hanya berupa garis) justru memperjelas pesannya. Dalam hal ini.

dan blue (RGB). ruang (kesan) yang tercipta sebagai efek penataan elemen 4). Mendesain tampilan media presentasi perlu mempertimbangkan unsur warna agar lebih estetis dan artistik. warna tersier. seperti warna primer. merentang (mengkalibrasi) warna penuh (true colour) menjadi 232 warna. warna panas. komputer grafis dengan setting 32 bit mampu membedakan. warna Aplikasi komputer grafis menyediakan jutaan kalibrasi (rentangan) warna. magenta. sedangkan pada modus warna cahaya warna primer terdiri atas red. ruang (space) Ruang merupakan unsur desain yang sangat relatif keberadaannya dan berupa kesan. warna sekunder. green. warna monokromatis. Pada dasarnya kalibrasi warna tersebut dari kombinasi berbagai warna primer. Dalam lingkup desain grafis dikenal berbagai istilah berkaitan dengan warna. warna dingin. yellow. dan sebagainya. dan black (CMYK). warna primer terdiri atas warna cyan. Pada modus warna kromatik.3). Sebagai contoh. 58 . warna polikromatis. warna komplementer. Unsur ruang terjadi dari kesan yang timbul atas penataan berbagai elemen-elemen lain.

berbagai jenis barik 59 . Program aplikasi komputer grafis menyediakan berbagai alternatif barik untuk keperluan tampilan visual. barik (texture) Secara grafis.lingkaran warna 5). barik atau tekstur diartikan sebagai kesan suatu permukaan.

suara. tidak menampilkan unsur-unsur yang berlebihan dalam satu display 2). suara agar perhatian audience tetap pada materi (substansi) pesan yang disampaikan. latar belakang. animasi) 60 . ilustrasi. kesatuan dan keselarasan (unity and harmony) satu frame satu konsep bahasan paduan unsur-unsur serasi (warna. image.d. atas-bawah 4). tidak monoton bisa terbentuk dari pengulangan (repetisi) 3). kesederhanaan (simplisity) unsur teks. gerak. keseimbangan (balancing) kesan seimbang kanan-kiri. karakter font. gambar. warna. bukan sekedar pada medianya pilih karakter font yang mudah terbaca (lebih menguntungkan jenis font tanpa kait) pilih ilustrasi grafis/ gerak/ suara yang sederhana. Prinsip Desain (Grafis) 1). irama (rhythm) pusatkan kesan irama pandangan masuk ke ruang display.point interest/ point centre/ eye catcher penekanan pada item yang dianggap lebih penting dari yang lain 5).

khususnya presentasi. Agar tampilan visual media presentasi. memiliki faktor kemenarikan (interestness) maka perancang atau pengguna media presentasi perlu memiliki pemahaman tentang dasar-dasar desain grafis. Salah satu aspek suatu media presentasi adalah menjadi daya tarik sekaligus merangsang perhatian audience sehingga substansi pesan yang disampaikan lebih mudah diterima. Buto Cakil bertemu Srikandi Surem-surem diwangkara kingkin lir manuksma kang layon….Media menjadi salah satu faktor determinan bagi keberhasilan suatu proses komunikasi. yang secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. contoh display yang memperhatikan prinsip desain 61 .

mata juling. • Gigi mencuat (mancung) •Tokoh raksasa tetapi bertubuh kecil contoh display yang tidak memperhatikan prinsip desain 62 . tetapi ia selalu tampil lagi pada lakon yang lain • Kepalanya datar.BUTO CAKIL •Tokoh perang kembang • Sering berperang melawan kesatria dan tidak pernah menang •Tiap kali dibunuh.

Pengetahuan yang berjenis fakta.3. 63 . Pengetahuan yang berjenis prosedur akan lebih cocok bila didisain menjadi beberapa frame sesuai dengan bagian-bagian tertentu selanjutnya bisa ditayang kan bertumpuk. Untuk OHTmaupun Slide presentasi. Silabi TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI DESAIN OHT Slide Presentasi Terdapat jenis-jenis pengetahuan dalam materi pembelajaran. masing-masing jenis pengetahuan dapat didisain bentuk transparansinya sebagai berikut. geser garis atau dengan menggunakan tanda panah. Prinsip dan konsep akan lebih cocok bila di disain menjadi frame tunggal. buka tutup. Produksi media OHT dan Slide Presentasi Langkah pertama dalam produksi materi presentasi untuk pembelajaran adalah membuat disain/perencanaan. Oleh karena itu perlu direncanakan bentuk media yang sesuai. Disain media OHT maupun Slide presentasi harus bersumber dari kurikulum yaitu dari tujuan/kompetensi yang terdapat dalam silabus mata pelajaran.

G U N AK A N : • TRANSPARANSI KHUSUS • SPIDOL KHUSUS UKR. KUARTO) • FONT YG MUDAH DIBACA • BESAR HURUF 20 – 48 • 1 LEMBAR 10 – 15 BARIS • WARNA YG KONTRAS (2-3 WARNA) 64 .Sedangkan jenis pengetahuan yang bersifat proses. JENIS PENGETAHUAN BENTUK KONSEP PRINSIP FAKTA FRAME TUNGGAL PROSEDUR BUKA TUTUP GESER-GARIS TUNJUK PROSES ANIMASI Produksi OHT write on (menulis langsung pada lembar transparant). M /L • MAL ( KERTAS GARIS UKR. akan lebih baik bila didisain dalam bentuk animasi.

file pada komputer/laptop bisa dipanggil dan jalankan slide show. Untuk produksi OHT dan Slide presentasi dengan program power point adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut. Untuk penyajian dengan LCD/infocus projector. Power on komputer Aktifkan MS Power Point Pilih format landscape/ portrait Pilih background Pilih lay out Pilih font Tuliskan konsep sesuai aturan Insert new slide frame berikutnya 65 . maka tayangan proyeksi nampak pada layar. Setelah selesai membuat materi.• • • • • BUAT KONSEP DESAIN TIAP FRAME YG DITULIS KATA-KATA KUNCI TULISKAN KONSEP PADA TRANSPARANT 1 LEMBAR/FRAME HANYA 1 KONSEP BERI PENEKANAN PD KATA-KATA YG PERLU PERHATIAN Produksi OHT dengan komputer program power point aturannya sama dengan produksi slide presentasi. selanjutnya file bisa di print/cetak di kertas untuk di fotocopy di transparat atau di print langsung pada transparant warna untuk penyajian dengan OHP (Over Head Projector).

PowerPoint Menu Bar dan Tool Bar Layar Edit Slide Map Task Pane Modus Tampilan Toolbar Drawing 66 . Power Point kemudian Klik Tampilan dan Elemen Jendela Ms. PowerPoint Klik pada START kemudian geser pada All Program Carilah shortcut Ms.Mengaktifkan Ms.

dengan pilihan yang begitu banyak Klik salah satu bentuk layout 67 .Membuat Klik Menu File New Slide Baru Maka pada task pane akan terdapat Pilihan : • Blank Presentation • From Design templete • From Auto Content Wizard Klik salah satu Option tersebut Menentukan Layout Klik Menu Format Slide Layout Atau langsung pilihlah bentuk layout pada task pane.

• Fill Effects .Texture ..Menentukan Klik Menu Format Klik segitiga pulldown terdapat pilihan background Latar Belakang Background • More Color .Picture Pilih salah satu pilihan • Kemudian Klik Apply Menuliskan Text Klik pada kotak text box Ketikkan text SELAMAT DATANG Atur Jenis dan Ukuran dan warna Font Dengan Menu Format Font Setelah text pertama selesai Ulangilah dengan cara yang sama Untuk text box berikutnya 68 ..Pattern ..Gradient .. .

aturlah ukuran dan Letaknya. setelah itu dapat ditambahkan text. dan juga diberi animasi seperti halnya text. dapat ditambahkan slide berikutnya dengan cara : Klik Menu Insert New Slide Kemudian ulangilah langkah langkah seperti slide pertama 69 .Me masang Gamba r Klik Menu Insert – Picture Pilih Clip Art / From File Setelah gambarnya muncul. Menambah Slide Berikutnya Setelah slide pertama selesai.

Jika akan ditampilkan slide tertentu saja. • ditampilkan langsung pada layar komputer • dicetak pada mica transparansi (OHP) • atau dipresentasikan lewat LCD projector Caranya adalah : Klik menu Slide Show .View Show atau tekan tombol Fungsi 5 ( F5 ) Cara Ini akan menampilkan seluruh slide. dan aturlah optionnya Kemudian klik tombol Apply Menampilkan Slide Presentasi Slide dapat ditampilkan pada beberapa media. misalnya slide ke 10 Caranya adalah : 70 . ( tampak pada Map ) Klik menu Slide show – Slide Transition dapat diatur cara pergantian tiap slide Klik untuk memilih salah satu slide transition.Mengatur Pergantian Slide Setelah anda memiliki beberapa slide.

Menampilkan Halaman Slide tertentu Untuk menampilkan Slide lain ketika presentasi sedang aktip. lalu pilih Pointer Option Atau menggunakan keyboard Ctrl-OP 71 . Layar ) Membuat Freehand Note (Pointer show) Adalah menampilkan pointer. atau berupa pencil sehingga dapat membuat “coretan” pada slide yang sedang tampil Caranya adalah : Klik kanan mouse. caranya : Klik kanan – Go – By Title .Pilih Klik nomor slide pada map untuk menandai slide yang akan ditampilkan Kemudian Klik pada icon Slide show ( gb.

Mengakhiri Presentasi Mengakhiri dan kembali pada Menu edit Tekan tombol ‘Esc’ Atau klik kanan kemudian End Show Tugas LATIHAN Buat disain OHT / Slide presentasi Materi Sesuai Bidang Keahlian Sesuai dg mata ajar masing-masing Satu tatap muka Buat Animasi setiap pergantian Slide Sajikan / Presentasikan dg Komputer dan LCD Print di Tranparansi Warna Print Pada kertas HVS Copy di Tranparansi Sajikan / presentasikan dg OHP 72 .

Jangan bersembunyi di balik peralatan! .Efektifkan kontak mata dengan audiens .Jangan menunduk ! Sebelum Presentasi (dengan OHP) • Kenali peralatan yang digunakan (terutama letak tombol ON-OFFnya) • Atur fokus dan besarnya tampilan di layar..! •Media komunikasi hanyalah alat •Bagian terpenting dari presentasi adalah pesan yang disampaikan Aturan Dasar Presentasi : KIS (Keep it simple ) Kelola audiens. bukan peralatan presentasinya ! .Amati responsnya .MENGGUNAKAN MEDIA OHP / LCD Ingat . sesuaikan dengan jumlah audiens • Siapkan transparansi sesuai urutan tampilan • Transparansi bertumpuk sebaiknya disatukan (misalnya dengan klip kertas) 73 .

Selama Presentasi (OHP) Nyalakan OHP bila transparansi telah siap Susun transparansi yang telah ditayangkan dengan punggung menghadap ke atas Posisikan diri di sebelah kiri OHP Jangan tunjuk langsung tampilan di layar. Gunakan laser pointer bila mungkin Mematikan/menghidupkan OHP dapat digunakan untuk menarik perhatian audiens M tik OHP bil i i b k t j l b Sebelum Presentasi (dengan LCD Projector) Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide. pastikan bahwa telah dilakukan simulasi Selama Presentasi dg LCD Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan. sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan audiens 74 .

C. Buatlah Slide presentasi dari materi ajar yang saudara ampu (minimal 10 frames). Apa saja yang harus saudara penuhi dalam membuat media OHT dan Slide presentasi untuk presentasi pembelajaran ? jelaskan alasan saudara. 4. Buatlah 5 lembar media OHT (write on) dari materi ajar saudara 2. Dengan program power point 3. 75 . 2. Jelaskan proses komunikasi yang terjadi dalam proses pembelajaran. Apa peranan penggunaan bahasa tubuh (non verbal) dalam proses pembelajaran. Print out di kertas HVS. Sebutkan dan buat analisis masingmasing. dikumpulkan sebagai respound peserta) 1. Latihan TUGAS : 1. 3. Sajikan menggunakan OHP 6. Tes Formatif Soal uraian : (Tugas. lalu fotocopy di transparant 4. Sajikan menggunakan LCD D. Terdapat empat hal dalam usaha sukses presentasi untuk menjelaskan materi sejelas mungkin kepada peserta didik. Print out di transparant warna 5. Apa saja yang harus saudara perhatikan dalam presentasi mengajar menggunakan media OHP dan LCD ? berikan alasan-alasannya.

3. C.Soal Pilihan Ganda : 1. Menarik Minat. 76 . Pewarnaan yang paling tepat pada disain berikut menurut saudara adalah: A B C D . D. Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran B. (boleh memilih dua opsi yang tepat) 2. Pilihlah jenis huruf berikut ini yang menurut saudara paling tepat untuk membuat media OHT/Slide presentasi A. Pikiran dan Perasaan B. Media dalam pembelajaran harus didisain dengan baik dan menarik. Hal ini karena media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar pesan. tetapi media juga perperan sebagai Perangsang: A. Menarik perhatian D. Perhatian dan minat C.

Disain yang paling tepat adalah A CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES B CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK C PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK D CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES 77 .4.

M. Technology. Jakarta : Pustekom Depdikbud. Kamus Istilah Komputer. & Edwin O. Effective Teaching in Higher Education.:Association for Educational Communication and Technology Blake. Hartono Kasmadi . Hamalik.Estetika Suatu Pengantar. Edmud Burke. D 5. Feldman. New York: Longman Metheu. 1987. Inc. Agnew . Reed H. 1985. Planning & Producing Instructional Media. ABCD 4. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.1992. A 3. 1983. Semarang : Proyek Peningkatan Guru IPS Kanwil Dekdikbud. 1980. The Defuinition of Educational Technology. Teknologi Komunikasi Pendidikan. Jakarta : Direktorat Pendidikan Umum Djelantik. B 4. tidak ada pilihan 7. Pengertian dan Penerapannya di Indonesia. C 3.. 1996. Palmer W. 1995 : Penggunaan Alat Peraga. . Bandung : PT Citra Aditya Bakti. Media Pendidikan . B 6. Haroldsen. Washington DC. 1984. Art as Image and Idea. Oemar 1989. AB 2. Kemp Jerrold E dan Dayton Deane K. New Jersey: Prantice Hall. AAM. dkk. Task Force on Definition and Terminology. Multimedia In The Classroom. C 2. 1999. 1967.Taksonomi Konsep Kumunikasi. Jakarta: Penerbit Erlangga Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . 1977. G dan Atkins. Englewood Cliffs. USA: Harper & Row Publishers. Downing and Michael Covington. Dauglas. Brown. ABCD Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 2: Kunci : 1. D Daftar Pustaka AECT. Program Media Fungsi dan Penggunaannya. Semarang : UPMSB IKIP Heri Subagyo. 2003. Cara Pembuatan Media dan Alat Media Grafis. Surabaya: Papyrus. Boston: 78 .Penutup Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 1: 1.

Jakarta : PT. Sachari. Mikke. Agus. 2002. ______________. edisi Juli 2004. Sobur. Yogyakarta: Kanisius. Menimbang Ruang Mernata Rupa. Media Pendidikan. Estetika: Makna. 1991. Filsafat Seni. Semarang: Uneversitas Negeri Semarang. Alex. 2000. Bandung: Penerbit ITB. No. Pengembangan Media Instruksional. Sadiman Arief S. Semiotika Komunikasi. Bandung: Penerbit ITB. _____. Desain Media. Jakarta: Depdikbud.Diksi Rupa. 1829-930X. Priyono Andreas. Jakarta: Pustekom Depdikbud. 2002. Yogyakarta: Galang Press.1986. Soemardjo. 2004. Simbol dan Daya. Presentation Skills. Sukadi..Allyn and Bacon. Raja Wali . 2003. 79 . Rahardjo. A . Jakarta: Raja Grafindo Persada. Supatmo. “Media Digital: Alternatif Media Seni Rupa Masa Kini” dalam Imajinasi Jurnal Seni FBS Universitas Negeri Semarang. Susanto. Jakob. Bandung: Rosdakarya. 1994. Media Pendidikan. 2000. 1996.

BUKU AJAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS .

khususnya tenaga kerja tingkat operator (SMK). Latar Belakang Dalam menghadapi era perdagangan bebas. (f) peran majelis sekolah tidak optimal. (c) masih banyak industri yang merasa terganggu dengan kehadiran siswa PKL. (c) rendahnya dana pendidikan sehingga terbatasnya peningkatan fasilitas media pembelajaran. Namun di satu sisi keluhan oleh kalangan industri terhadap rendahnya kualitas lulusan SMK merupakan fakta yang harus segera disikapi dengan tindakan berupa perbaikan berbagai aspek terutama pada aspek manajemen pengelolaan SMK yang di dalamnya termasuk keprofesionalan mengajar yang harus dilaksanakan oleh guru. Beberapa faktor yang dipandang sebagai penyebab rendahnya kualitas tersebut antara lain: (a) belum banyak industri yang ikut terlibat dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). dalam bidang pendidikan kini terus dilakukan upaya peningkatan secara sistematis untuk menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas.BAB I PENDAHULUAN A. (a) rendahnya kemampuan lulusan. Upaya ini dilakukan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama dalam bidang elektronika berpengaruh pada kebutuhan tenaga kerja terampil. (b) keterampilan yang diajarkan sudah tidak sepadan dengan kebutuhan industri. (h) peranan pemerintah sebagai mediator antara sekolah dengan industri hampir 1 Penelitian Tindakan Kelas SMK . mengingat kualitas pendidikan khususnya SMK saat ini masih menghadapi banyak permasalahan antara lain. (b) lulusan baru dalam taraf siap latih dan bukan siap kerja. (d) hampir tidak ada industri yang memiliki divisi pelatihan tenaga kerja secara internal untuk dijadikan wadah pelatihan siswa SMK. (e) tidak adanya sinkronisasi materi pelatihan yang baku antara SMK dengan industri. (d) kualitas lulusan masih dianggap belum mampu memenuhi persyaratan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha / industri. (g) kurikulum SMK disusun secara sepihak tanpa adanya keterlibatan industri.

(i) tidak berfungsinya Unit Produksi (UP) sebagai” replika industri” yang dapat dijadikan institusi pasangan di sekolah. masih banyak masalah yang dihadapi guru. Hasil penelitian I Made Sudana (1998) di beberapa SMK Teknologi di Jawa Tengah. menunjukkan bahwa dalam perencanaan pembelajaran PSG belum sepenuhnya mewujudkan keterkaitan dan kesepadanan. Pemikiran ke arah inovasi sebagai upaya mengeliminasi faktor-faktor penghambat dan penyebab rendahnya kualitas lulusan SMK telah diupayakan oleh pihak pemerintah melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). blok dan portofolio untuk ketiga ranah. (2) dalam tahapan penyelenggaraan pendidikan masih sangat kuat adanya pengertian” pendidikan demi pendidikan” artinya pengajar seakan-akan sudah puas apabila pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas sesuai dengan program yang tercantum dalam kurikulum. KBK yang berorientasi pada pencapaian kompetensi standard (KS) dan kompetensi dasar (KD). baik pada tujuan maupun isi pembelajaran. (3) kegiatan pembelajaran praktik hanya mengandalkan kegiatan praktik di bengkel kampus. Menurut Wardiman (1994) ada beberapa permasalahan dalam pendidikan kejuruan antara lain. Demikian pula dalam pelaksanaannya. khususnya dunia usaha/industri.tidak ada. metoda dan media mengajar serta pelaksanaan evaluasi juga masih banyak kekurangan. (1) lulusan tidak mampu menghasilkan tamatan yang berkualitas siap pakai. (k) kurangnya pelatihan keterampilan yang diberikan kepada guru pengajar praktik. (l) kualitas dan kuantitas peralatan praktik di SMK masih kurang dan ketinggalan jaman. nampaknya merupakan sebuah model pembelajaran sebagai langkah untuk menuju ke arah perbaikan kualitas 2 Penelitian Tindakan Kelas SMK . menggunakan strategi dalam bentuk pengajaran gradual dalam pola remedial dan program pengayaan dengan sistem evaluasi berbentuk harian. (4) kurangnya fasilitas dan dana operasional kegiatan praktik. dan (5) permasalahan yang ada pada pihak masyarakat pengguna tamatan. ( j ). Keterampilan mengajar yang dimiliki guru bersifat statis. mengakibatkan rendahnya kualitas praktik yang dicapai mahasiswa. adalah suatu kelemahan yang sangat mendasar. seperti dalam menyampaikan isi pembelajaran.

jenis-jenis penelitian tindakan kelas. karena seorang pengajar dituntut untuk mampu mengelola dan mengevaluasi proses belajar siswanya. yang mungkin belum banyak dilakukan oleh guru di kelasnya. faktor pengajar menjadi sangat sentral dalam proses pembelajaran. Menyadari keterbatasan ditinjau dari berbagai variabel. Deskriptif Penelitian Tindakan Kelas (class room action research) selanjutnya disingkat PTK dalam buku ajar ini membahas tentang . Seperti dikemukakan oleh Soewarni (1993) dan Sulaiman (1993). pengertian penelitian tindakan kelas. dalam penyelenggaraannya masih banyak dijumpai kendala. bagaimana konsep penelitian tindakan kelas. Padahal menurut Bhattacharya dan Mandke (1992) bahwa pengajar seharusnya memahami tentang metodologi pengajaran. B. serta tujuan yang dinginkan dari penelitian tindakan kelas. Perbaikan pada proses pembelajaran oleh guru kini nampaknya menjadi salah satu upaya pilihan yang mesti dilakukan yaitu melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). untuk meningkatkan mutu keterampilan lulusan pendidikan. bahwa tujuan penyelenggaraan pendidikan adalah menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan. Namun dalam kenyataan. keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. karakteristik penelitian tindakan kelas.dan sebuah statregi antisipatif dalam persaingan mutu tenaga kerja pada era globalisasi. 3 Penelitian Tindakan Kelas SMK prinsip-prinsip dalam melakukan . Salah satu kendala yang sangat mempengaruhi kualitas lulusan secara keseluruhan adalah aspek pembelajaran. maka upaya perbaikan terhadap kualitas tenaga pengajar khususnya peningkatan kemampuan yang mencakup pengetahuan dan skill bagi guru-guru SMK sangat mutlak dilakukan agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah sebagai salah satu solusinya Berdasarkan kondisi di atas. seperti minimumnya kemampuan pemerintah dalam meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya SMK.

maka peserta dituntut untuk memahami pengetahuan tentang metodologi penelitian secara umum. E. peserta diharapkan dapat menginventaris berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan yang selanjutnya dilakukan penajaman-penjaman sehingga peserta tidak akan kesulitan di dalam mengangkat sebuah permasalahan untuk dijadikan sebuah tema penelitian sampai melaporkan hasil akhir penelitian nantinya. di samping dari bahan buku ajar ini. C. peserta diharapkan mempunyai kompetensi : 1. Oleh karena itu untuk dapat memahami dan menerapkan petunjuk-petunjuk maupun konsep-konsep yang ada dalam buku ini. Menerapkan teori-teori penelitiaan tindakan kelas yang diberikan dalam pembelajaran ini 4 Penelitian Tindakan Kelas SMK . D.penelitian tindakan kelas. Petunjuk Belajar Buku ajar ini hanya membahas garis-garis besar cara melakukan penelitian tindakan kelas. kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini. Kemampuan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan riil yang dihadapi di kelas 2. penguasaan aplikasi teknik analisis statistik dan juga terutama dalam menginterprestasikan hasil analisis statistik yang dilibatkan nantinya. langkah-langkah yang dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Prasyarat Untuk memudahkan memahami bagaimana melakukan penelitian tindakan kelas. serta paham tentang tata cara menulis karya ilmiah yan diperlukan dalam menyusun proposal penelitian maupun pembuatan laporan akhir peneli-tian. Kompetensi dan Indikator a) Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam buku ajar ini. persyaratan yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian tindakan kelas.

Menyusun proposal penelitian tindakan kelas 4. Peserta dapat menunjukkan berbagai permasalahan yang ditemukan di kelas 2. Peserta mampu menerapkan teknik analisis statistik yang tepat dalam proposal yang disusun 5. 5 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Peserta memiliki kemapuan menulis proposal penelitian tindakan kelas 4.3. Peserta mampu dalam mengidentifikasi dan menentukan tema penelitian. Melakukan penelitian tindakan kelas berdasarkan permasalahan riil yang ditemukan di kelas b) Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1. 3. Peserta mampu melakukan penelitian kelas sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada.

karakteristik penelitian tindakan kelas. Peserta dapat menjelaskan arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. Memahami arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. 3. Peserta dapat menjelaskan karakteristik penelitian tindakan kelas 4. Peserta dapat menjelaskan jenis-jenis penelitian tindakan kelas 3. Kompetensi dan Indikator 1). Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1. kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini. langkahlangkah dalam melakukan penelitian tindakan kelas. persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. 6 Penelitian Tindakan Kelas SMK .BAB II KONSEP PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Dengan demikian setelah mempelajari materi ini. prinsip-prinsip dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Kompetensi Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan : 1. tujuan penelitian tindakan kelas. peserta akan mendapatkan gambaran yang lebih rinci tentang konsep PTK dan langkah-langkah pelaksanaannya. konsep penelitian tindakan kelas. Memahami karakteristik penelitian tindakan kelas 2). Mengidentifikasi jenis-jenis penelitian tindakan kelas. jenis-jenis penelitian tindakan kelas. Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dalam melakukan PTK Pengantar Pada bagian ini dibahas tentang pengertian apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan kelas.

dan merefleksikan tindakan baik secara manidiri maupun kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. 1. Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya 7 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya 4. Tujuannya memperbaiki pembelajaran 3. Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik 5.B. Apa manfaat PTK bagi guru? 1. melaksanakan. Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti. PTK memiliki karakteristik sebagai berikut. Masalah berawal dari guru 2. Guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya 2. Meningkatkan profesionalitas guru 3. Meningkatkan rasa percaya diri guru 4. Mengapa guru dianggap paling tepat untuk melakukan PTK ? 1. Temuan penelitian tradisional sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran 3. Pola Penelitian Tindakan Kelas Apa itu Penelitian Tindakan Kelas? Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran 2. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran 5. Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidahkaidah penelitian 4.

pemerataan pendidikan. pengembangan melalui penelitian pembelajaran seperti penelitian tindakan kelas ( action research). PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalam pembelajaran. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian guru yang bersifat reflektif. Tidak mungkin melakukan generalisasi karena sample sangat terbatas 3. Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan oleh guru sebagai usaha mengejar ketinggalan dunia lain yang sibuk menerapkan berbagai ekpserimen dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang dipandang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah. yang kemudian di refleksikan sebagai alternatif pernecahan masalah. Berbagai upaya pembaharuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan antara lain peningkatan kurikulum melalui isi. antara lain: 1. 8 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Peningkatan kualitas pendidikan merupakan program pembangunan pemerintah dalam rangka mengatasi keterbelakangan.PTK sebagai salah satu metode penelitian terdapat beberapa keterbatasan. Artitinya penelitian guru berawal dari masalah-masalah yang di alami guru di dalam proses pembelajaran. yang ditindak lanjuti dengan kegiatan nyata melalui penelitian tindakan kelas yang direncanakan dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. Akhir-akhir ini di Indonesia berkembang penelitian tindakan kelas kelas. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. Peran guru yang bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering membuat sangat repot. Validitasnya yang masih sering disangsikan 2.

Apabila di dalam melaksanakan kegiatan nyata belum / tidak berhasil mencapai target hasil yang diharapkan atau menemukan masalah baru diperlukan kegiatan berikutnya yang dikenal dengan penelitian siklus sebagai cara pemecahan masalah dengan alternatif lain dan siklus-silkus selanjutnya sampai masalah dapat di atasi dengan tuntas. R R R A A A P P P Keterangan : P = Plan A = Action/Observation R = Reflection Jumlah tahapan siklus yang akan dilakukan tergantung dari hasil perlakuan yang diperoleh. Jadi bisa satu tahapan. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memiliki siklus .siklus atau perulangan-perulangan tertentu tindakan guru kelas. dan refleksi. perencanaan. observasi. pelaksanaan tindakan. dua . 9 Penelitian Tindakan Kelas SMK . sehingga mampu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. tiga atau lebih. Siklus penelitian kelas dapat bersifat spiral seperti berkut ini. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam proses bersiklus yang terdiri empat tahapan.

( Kemmis dan Taggart. Bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat 10 Penelitian Tindakan Kelas SMK .. 1988 . serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktikpraktik tersebut. Bentuk penelitian reflektif diri kolektif yang dilakukan pesertapesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka. Definisi Penelitian Tindakan kelas Penelitian tindakan kelas adalah : Intervensi skala kecil terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan yang cermat terhadap pengaruh intervensi tesebut ( Cohen dan Manion 1980 : 174 ).5-6 ).Bentuk lain dari perencanaan di atas dapat gambarkan sebagai berikut: KONSTRUKTIF Perencanaan REKONSTRUKTIF Tindakan Refleksi Observasi (Wacana antar partisipan) (Praktik Dalam Konteks) 1.

Jenis-jenis Penelitian Tindakan Kelas Para ahli peneliti pendidikan membagi Penelitian tindakan kelas berbeda-beda. Dalam bentuknya yang paling jelas penelitian tindakan diagnostik dapat dijelaskan sebagai berikut. situasi di tempat praktik itu dilaksanakan. ada yang membagi menjadi empat jenis. pemahaman mereka terhadap praktik tersebut. memperdalam. 1999). Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan penelitian yang bersifat reflektif. tiga. 1992). 1997 ).memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pem-belajaran di kelas secara profesional. Suatu bentuk penelaahan (incuiry) melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial untuk memperbaiki rasionalisasi dan kebenaran dari: praktik sosial atau kependidikan yang mereka lakukan sendiri. pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. 2. Empat jenis penelitian tindakan kelas itu adalah : 1. atau dua jenis. ( Stephen Kemmis. yang dilakukan oleh pelaku tindakan (pendidik). 2. ( Suyanto. Penelitian Tindakan Diagnostik yaitu penelitian yang dirancang guna menuntun kearah tindakan. Penelitian Tindakan Partisipan. Penelitian jenis ini tumbuh dan berkembang karena dua kelemahan penelitian tindakan jenis pertama a) diagnostik tidak selalu mendorong dilakukannya tindakan b) keterlibatan tim peneliti dalam masyarakat terkait kurang menjamin pelaksanaan tindak- 11 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. Peneliti diundang memasuki situasi yang telah ada dan kemudian peneliti melakukan diagnosa situasinya. serta memperbaiki kondisi praktik pembelajaran tersebut dilaksanakan (Pelatih Proyek PGSM.

pema12 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Penelitian tindakan yang hanya menghasilkan suatu pengertian. Gagasan dasar penelitian tindakan jenis ini adalah melakukan sesuatu dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi. 2. Penelitian tindakan kelas selalu berfokus pada masalah yang riil yang muncul dari proses pembelajaran atau dunia kerja peneliti yang ada dalam tanggung jawabnya. Ciri-ciri utama Penelitian tindakan kelas memiliki ciri utama: 1. Penelitian tinclakan eksperimental. 3. Proses penelitiannya pada pokoknya berkenaan dengan dengan penyimpanan catatan dan pengumpulan pengalaman dalam pekerjaan sehari-hari. Penelitian Tindakan Empiris. 4. Dengan demikian mereka itu tidak hanya dapat menyadari perlunya melaksanakan program tindakan tertentu akan tetapi secara jiwa dan raga akan terlibat dalam program tindakan tersebut. Ciri-Ciri Penelitian Tindakan Kelas a. Penelitian ini adalah penelitian yang menerapkan berbagai teknik tindakannya dengan efektif.an yang disarankan. Penelitian tindakan kelas selalu berorientasi pada pernecahan masalah. Gagasan sentral penelitian tindakan partisipan ini adalah bahwa orang yang melakukan tindakan harus juga terlibat dalam proses penelitian awal. Artinya masalah yang diteliti adalah masalah-masalah riil yang dialami guru sehari-hari bukan masalah yang direkayasa. 3. Hampir selalu ada lebih dari satu cara untuk mencapai sesuatu. Masalahnya adalah menemukan cara mana yang terbaik.

4. aksi dari tindakan. Artinya peneliti dapat bekerja sama dengan orang lain (dosen) dalam melakukan tindakan. permasalahnnya diangkat dari dalam tempat guru mengajar yang benar-benar dihayati oleh guru sebagai masalah yang harus diatasi. Masalah tidak berasal dari luar atau saran orang lain yang mengenal masalah yang terjadi di dalam kelas. Penelitian tindakan kelas bersifat kolaborasi. b. Ciri-ciri lain dari penelitian tindakan kelas sebagai berikut: Pertama. Penelitian tindakan kelas berorientasi pada peningkatan kualitas. berbagai cara pengumpulan data umumnya digunakan. penelitian tindakan kelas adalah bersifat kolaboratif. Penelitian tindakan menegaskan pentingnya aksi dari setiap komponen dari sistem organisasi berkembang menjadi lebih baik.Untuk memenuhi prinsip kebenaran itu problem.haman dianggap tidak bermanfaat. dan refleksi hasil dari tindakan. 13 Penelitian Tindakan Kelas SMK . alat ukur sebagai kontrol keberhasilan dari tindakan pemecahan masalah. karena tidak memecahkan masalah. orang yang melakukan. Artinya tindakan pada penelitian ini melalui program yang cermat seperti jadwal rinci. Penelitian tindakan kelas memerlukan berbagai cara koleksi data. Masalah penelitian bukan berasal dari hasil penelitian atau hasil kajian yang diluar penghayatan guru. Guru tidak harus sendirian berupaya memperbaiki proses pembelajarannya. 5. Peneltian tindakan kelas adalah siklus (Cyclic). Kedua. skenario tindakan seperti pengamatan. bentuk tindakan. 3. 6. Oleh karena itu pada penelitian tindakan kelas guru harus jujur dan peka bahwa benar-benar memiliki masalah dalam proses pembelajaran.

dan dilakukan guru sendiri ( bukan orang lain ) 14 Penelitian Tindakan Kelas SMK . dosen. 4. Penelitian Tindakan Klas mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. maka PTK diselenggarakan secara kolaboratif dengan guru yang kelasnya dijadikan kancah PTK. atau guru lain. Keterlibatan dosen LPTK dalam PTK bukanlah sebagai ahli pendidikan Yang tengah mengemban fungsi pembina guru. Oleh karena itu ciri kolaboratif ini harus secara konsisten tertampilkan sebagai kerjasama kesejawatan dalam keseluruhan tahapan penyelenggaraan PTK. Penelitian tindakan kelas perlu didasari oleh permasalahan praktis yang dirasakan guru di dalarn kelas. Usaha kolaboratif antara guru dan dosen (a collaborative effort between school teachers and teacher educators).Guru dapat dibantu pakar pendidikan lain seperti pengawas. Penelitian yang dilakukan dikelas belum tentu merupakan penelitian kelas. penelitian tindakan kelas merupakan jenis penelitian yang mememuculkan adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar dikelas. Bersifat reflektif (a reflective practice. made public). melainkan sebagai sejawat di samping sebagai pendidik calon guru yang seyogyanya memiliki kebutuhan untuk belajar dalam mengakrabi lapangan demi peningkatan mutu kinerjanya sendiri. Perbaikan proses pembelajaran dari dalam (an inquiry on practice from within). Artinya keinginan untuk melakukan penelitian muncul karena adanya adanya permasalahan praktis yang dihayati dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh guru sebagai pengelola program pembelajaran di kelas atau sebagai jajaran staf pengajar di sebuah sekolah. Ketiga. c. b. Pada umumnya dosen tidak mempunyai akses langsung. Artinya penelitian di kelas yang tanpa memberikan suatu tindakan apa-apa dikelas untuk memperbeik proses pennbelajaran bukan penelitian tindakan kelas.

Prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas . Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Artinya guru dapat menempuh prosedur yang mudah dilakukan sendiri tanpa meninggalkan tugas sebagai guru yang baik. b. merumuskan masalah. Lembar Kegiatan Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. hipotesis meyakinkan. Penelitian kelas mempunyai prinsip-prinsip antara lain: a. c. 15 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Penelitian tindakan kelas tidak harus mandiri tetapi guru dapat berkolaborasi dengan dosen Lernbaga Pendidikan Tenaga Kependidikan maupun dengan teman sejawat sebagai mitra sejawat dalam penelitian ini. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang ciri-ciri dan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan PTK. dengan metodologi yang tidak terlalu kaku namun tetap menekankan obyektivitas. Penelitian tindakan kelas tidak boleh mengganggu kegiatan guru mengajar dikelasnya. 5. Latihan 1. Peserta mengidentifikasi persyaratan-persyaratan yang harus diperhatikan bila hendak melakukan PTK D. Metode yang digunakan harus cukup andal (reliable) yang memberi kemudahan guru mengidentifikasikan masalah. setiap peserta ditugaskan untuk : 1. mengembangkan strategi pembelajaran C. Peserta mendiskusikan makna skema rancangan PTK secara mendalam 3. Peserta meringkas bahan pelatihan yang telah dijelaskan oleh instruktur 2.yang tidak mengetahui tentang hal-hal timbul dan yang terjadi di dalam kelas untuk memperbaiki proses pembelajaan secara langsung.

Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah. Kenapa PTK tidak tepat dilakukan oleh orang lain ? 5. yang semuanya harus dijadikan tuntunan dan pertimbangan oleh guru yang akan melakukan PTK. PTK mempunyai ciri-ciri utama maupun ciri-ciri khusus. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memunculkan tindakan tertentu untuk proses perbaikan pembelajaran. Pada dasarnya PTK tidak harus dilakukan oleh guru sendirian. tetapi dapat bekerjasama dengan dosen LPTK sebagai mitra dan sejawat dalam upaya mencari strategi pemecahan masalah yang dihadapi oleh guru di kelasnya. Rangkuman Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bermula dari temuan riil oleh calon peneliti di lapangan (kelasnya). Prinsip-prinsip apa aja yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan sebuah PTK ? 7. Faedah apa yang dapat dipetik dengan model penelitian yang bersifat siklus dan reflketif ? 8. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Jelaskan makna dan fungsi dilakukannya PTK oleh seorang guru ? 4. Apa tujuan dan manfaatnya jika dalam penelitian tindakan kelas dilakukan secara kolaboratif dengan pihak lain (dosen LPTK) ? 6.2. Tes Formatif 1. Apa hakekat utama dari penelitian tindakan kelas tersebut ? 3. F. Apa alasannya PTK selalu dirancang dalam bentuk tahapan siklus yang berulang-ulang ? 2. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil identifikasi masalah ! E. Jelaskan ciri-ciri yang dimiliki oleh PTK ? 16 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

17 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

Kompetensi dan Indikator 1) Kompetensi yang ingin dicapai dari pembelajaran ini : a. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian. Peserta dapat membuat laporan PTK Pengantar Bagian ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan. Peserta memahami prosedur menyusun proposal PTK b. Peserta memahami cara menyusun laporan hasil penelitian 2) Indikator keberhasilan pengajaran ini: a. 18 Penelitian Tindakan Kelas SMK . bentuk dan skenario tindakan. Peserta dapat membuat rancangan tindakan pelaksanaan PTK c. Peserta mampu menyusun proposal PTK b. Preserta dapat menggunakan teknik analisis data d. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksana-annya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan. Peserta memahami rencana tindakan dalam melaksanakan PTK c. Peserta memahami cara menganalisis data penelitian d.BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A.

(1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara.B. Oleh karena itu dalam rangka menyusun sebuah proposal. sampai rancangan analisis data yang akan digunakan. yaitu. pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan. Pada dasarnya sebuah proposal penelitian berisi tentang penjelasan yang diawali dengan pemaparan latar belakang masalah yang ditemukan. bahkan bersamaan. b. Sebelum melakukan penelitian seorang calon peneliti (guru) dituntut untuk menyusun proposal yang akan dijadikan panduan dalam melaksanakan kegitian penelitian. (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya. tujuan dan manfaat yang diharapkan. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya. maka dalam kegiatan ini meliputi beberapa kegiatan pokok. dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK. (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan. atau kiat tertentu. 19 Penelitian Tindakan Kelas SMK . baik pelaksanaan tindakan. Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. (5) memilih dan menyusun persfektif. (4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan. (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK. (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK. konsep. Langkah-Langkah PTK a. media. Menyusun proposal PTK. strategi.

tujuan.c. Oleh karena itu. perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran. d. 1. maupun refleksi. diagnosis masalah hendaknya dilakukan oleh guru untuk dipecahkan. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Pada kenyataannya dosen dapat diajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Diagnosis dan Penetapan Masalah Masalah PTK yang merupakan penelitian guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah. pengamatan. Dosen baru-boleh 20 Penelitian Tindakan Kelas SMK . pelaksanaan tindakan. Menulis laporan PTK Kegiatan yang berkaitan penulisan laporan dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. Menganalisis data Data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. rumusan masalah. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. dan kajian konsep atau teoritis. Setelah itu. Inilah bentuk laporan PTK. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Dalam kegiatan ini pertamatama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK.

dapat “ditindaki”. 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa. 2) mengembangkan kurikulum. misalnya 2 minggu atau satu bulan. Dalam kegiatan di kelas. (b) proses belajar-mengajar. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa. Jadi. masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”. 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. dan 4) memperbaiki metode evaluasi. dan orang tua. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik.mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya (salah satu bentuk penelitian kolaborasi). Dari sekian banyak kemungkinan masalah. rumusan masalahnya. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga. 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar. dan 3) peralatan tertentu. atau hipotesis tindakannya. 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar. dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu. guru. serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. (c) pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar. PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar. guru (bersama dosen) perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan peme21 Penelitian Tindakan Kelas SMK . maupun (d) sebagai wahana peningkatan personal dan profesional. dan “ditindaklanjuti”. 2) sumber-sumber lingkungan. guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan (a) pengelolaan kelas. 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif.

Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan guru (dan dosen) dapat berupa rumusan sebagai berikut: * Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar? Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa : • Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? Yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut.cahannya dalam penelitian yang akan dilakukan itu. Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama (oleh dosen dan guru) setelah menganalisis seluruh pilihan masalah. minat. aktif berpikir)? • Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya? •. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi? • Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif? Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. 22 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut. • Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik. dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya.

cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. aktif secara utuh (sedapat mungkin ”hands on” atau ”minds on”. baik secara ”hands on”. ”minds on” maupun ”hearts on” ? 23 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah yang visible dapat diteliti. Misalnya dipilih masalah sebagai berikut.Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan?. apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya. Masalah: Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas. Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas? Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk : ”Masalah apa yang terjadi di kelas. Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan atau yang mempertanyakan. di kelas. Guru menduga bahwa siswa kurang aktif dalam mengikuti proses belajar. bagaimana upaya mengatasinya. Isu: Siswa kurang aktif di kelas. bahkan juga kalau mungkin ”hearts on”). Tujuan penelitian: Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini. dan sekolah mana hal itu terjadi?” Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas.

gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih. Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem possing (memunculkan masalah). Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru. Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep. Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas. ”minds on” maupun ”hearts on”. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. Bentuk dan Skenario Tindakan Menurut Herawati Susilo dan Kisyani Laksono (2007). 2.Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian. dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah. 24 Penelitian Tindakan Kelas SMK . baik secara ”hands on”. strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). dan seterusnya). Biasanya tujuan penelitian dinyatakan dalam bentuk pointer-pointer. atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau yang lainnya. Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu. Lebih jauh dikatakannya dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. penggunaan sungai. Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. penggunaan lingkungan sekitar sekolah.

misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal. 3. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati. Di samping itu. buku teks dalam kondisi awal. dst. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal. dan output (hasil). Instrumen untuk output Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. 3). 2). Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. proses (saat berlangsung). 25 Penelitian Tindakan Kelas SMK . nilai peserta didik berkisar pada angka 50). format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih. Instrumen untuk proses Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal).a.3. Pengembangan Instrumen Untuk mengukur keberhasilan tindakan Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. 1). Dari sisi proses Dari sisi proses (bagan alirnya). Instrumen untuk input Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. Akan tetapi. mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan.

1). Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri. instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati.b. yaitu a) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas. Dari sisi Hal yang Diamati Selain dari sisi proses (bagan alir). dsb. Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record). yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers). batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas. catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas.1992). dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann. b) tujuan. respon siswa terhadap lingkungan kelas. tentang organisasi kelas. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. Dari sisi hal yang diamati. c) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati. instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga). 26 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Sejauh mungkin. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers) Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas. misalnya. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom). 3.maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). dan d) pengamatan harus dilakukan secara objektif.

dan manajemen kelas. and Post-Teaching Activities) . pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model). 27 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 2). c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns). antara lain: a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events). b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form). Whilst-. Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms) Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions). antara lain: a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization). g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas.Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. tata letaknya. Di samping itu. Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas. d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation). dsb. h) Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students).

d) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students). dsb. dalam kurun waktu tertentu. saat berlangsung. dan seusai tindakan. h) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection). g) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory). dsb 28 Penelitian Tindakan Kelas SMK . saat tindakan diimplementasikan. dan sesudah usai pembelajaran. c) Format Bayangan (Shadowing Form). Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK. d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment). f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies). Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. b) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students). c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms). e) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart). Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum. Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students). antara lain: a) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) . 3). i) Sosiogram. mulai dari sebelum dilakukan tindakan.b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map). f) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons). Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati. e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews).

Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif. misalnya perilaku. atau untuk melukiskan suatu proses . Jika dianggap masih ada informasi yang kurang. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif. dapat pula dilakukan secara bebas. kasus istimewa. Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan.Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud: (a) Pedoman Pengamatan. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. observasi aktivitas di kelas. tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru. catatan lapangan. (b) Pedoman Wawancara Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi. pendapat. jurnal harian. dan proses lainnya. wajar. 29 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 2004: 19). penggambaran interaksi dalam kelas. kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. Mills. Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. daftar cek). aktivitas. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. alat perekam elektronik. siswa. atau wawasan . Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi. dan peneliti berperan sebagai mitra. atau pemetaan kelas (cf.

lembar kerja dll. bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. Tim PGSM. Mills. silabus. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). 1997. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal. 30 Penelitian Tindakan Kelas SMK . arsip. 1999. (e) Tes dan Asesmen Alternatif Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan. 2004). (d) Pedoman Pengkajian Data dokumen Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian. sikap. demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. Instrumen yang dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan.(c) Angket atau kuesioner Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali. hasil karya peserta didik. Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan. hasil karya guru. Sumarno.

interpretasi dengan acuan teori. Validasi hipotesis 31 Penelitian Tindakan Kelas SMK . dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut 2). Validasi hipotesis Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis. c. apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan. dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian. triangulasi. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan. Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi: a. atau pendapat guru. maka perlu dilakukan validasi.4. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi. atau jika memang perlu uji statistik). 1). perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. b. Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Analisis Data Penelitian. apa yang kemudian terjadi. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Dalam PTK. Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter. Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas. menumbuhkan praktik. Misalnya.

recek. Penyusunan Laporan Penelitian Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I. atau penilaian dan pendapat guru. norma. dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan. Interpretasi Data Penelitian Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria.tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi. Hal ini dilakukan dengan acuan teori. dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator 32 Penelitian Tindakan Kelas SMK . hasil observasi kegiatan guru. mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu. dibandingkan dengan pengalaman. 5. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data. 3). Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. Triangulasi. praktik. Saturasi. jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek. apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan. observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa.

Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Dengan kata lain. saturasi dan triangulasi. yaitu 1). dan bertolak dari tanggung jawab 33 Penelitian Tindakan Kelas SMK . termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3. seyogyanya tidak berdampak mengganggu komitmennya sebagai pengajar. 4). pelaksanaan. mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya.keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal. sejauh mungkin harus digunakan prosedur pengupulan data yang dapat ditangani sendiri oleh guru sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas secara penuh. 2). Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data). dan apapun metode PTK yang kebetulan diterapkannya. 6. Masalah penelitian yang diusahakan oelh guru seharusnya merupakan masalah yang cukup merisaukannya. observasi dan evaluasi. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajar-an. Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan. serta memper oleh data yang dapat digunakan untuk « menjawab » hipotesis yang dikemukakannya. Pekerjaan utama guru adalah mengajar. Prinsip-Prinsip PTK Menurut Hopkins (1993) ada 5 prinsip yang menjadi ciri penelitian tindakan kelas. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2. Paling terbuka untuk diperdebatkan metodologi yang digunakan harus cukup reliabel sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan. 3).

tetapi jelas yang dapat menggambarkan masalah yang akan diteliti.Pada lembaran sampul dan informasi menyesuaikan aturan yang berlaku di Dinas Pendidikan setempat. Masalah yang diteliti atas dasar pengamatan guru yang mendesak untuk segera dipecahkan . riwayat hidup peneliti. guru sendiri memiliki komitmen terhadap pengatasannya. guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. Pada materi proposal penelitian antara lain berisi : (a). metode mengajar. Identitas peneliti dan anggota peneliti ( jika ada). Gambarkan dengan jelas bila penelitian tersebut adalah bersifat kolaborasi. jadual kegiatan. tempat penelitian. 34 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Latar Belakang Sampaikan dengan jelas masalah nyata yang terjadi di kelas dan diagnosis dengan cermat oleh guru kelas. biaya. (c). (b). 5). inovasi isi kurikulum. Dalam menyelenggarakan PTK. Judul Penelitian Judul penelitian hendaknya singkat. Garis-Garis Besar Struktur Proposal PTK Proposal dapat dibuat mulai dari lembaran sampul. misalnya pengembangan media. spesifik. lembaran informasi. materi. serta tindakan yang akan dilakukan dalam upaya mengatasi masalah dan nilai manfaat. Bidang Kajian Tuliskan bidang kajian yang diteliti. lama waktu penelitian dan biaya yang dibutuhkan dan sumber pendanaannya yang disyahkan dan disetujui oleh Pimpinan (Kepala Sekolah dan Kepala Dinas) sesuai dengan aturan yang berlaku. dsb. Bidang Kajian. 7. (d).profesionalnya. Halaman Pengesahan Bagian ini berisi tentang Judul.

jurnal yang relevan untuk dijadikan pijakan yang mampu menunjukkan ketetapatan tentang tindakan yang akan (j). Metode Penelitian Bagian ini sangat berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut : 1) tempat penelitian 2) lama waktu penelitian 3) teknik penentuan subyek penelitian 4) model dan jenis peneltiian 5) teknik dan alat pengambil data 6) teknik analisis yang akan digunakan 35 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Kajian Teori (Kepustakaan) Uraikan dengan jelas teori dan kajian buku-buku pustaka yang menumbuhkan gagasan yang melandasi penelitian yang diajukan. Manfaat Penelitian Uraikan manfaat penelitisn dengan menampakkan potensi penelitian Itu guna perbaikan proses pembelajaran di kelas. Pemecahan Masalah Uraikan pendekatan konsep yang akan digunakan di dalam memecahkan masalah yang diteliti sesuai kaidah penelitian tindakan kelas. (f). (g). (k).(e). Hipotesis Nyatakan bunyi hipotesis kerja yang dijadikan pijakan di dalam melaksanakan kegiatan penelitian. Tunjukkan pula hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan. Hipotesis merupakan dugaan sementara si peneliti akan temuan yang dihasilkan dari penelitian yang akan dilakukan. (h). Rumusan Masalah Rumusan masalah sebaiknya berbentuk kalimat bertanya atau yang mempertanyakan. (i). Tujuan Penelitian Kemukakan dengan singkat engenai tujuan penelitian yang peneliti ingin capai dengan berdasar pada permasalahan yang dihadapi guru.

2) Saran Saran yang diberikan pada laporan penelitian berdasar pada temuan penelitian yang dianggap masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Peserta dibagi menjadi kelompok–kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan di kelas masing-masing 2. (m). data mentah. Peserta yang lain memberikan tanggapan. Setiap peserta diberi tugas menyusun rancangan proposal PTK yang akan dilaksanakan di sekolah masing-masing kelak. instrumen dsb. argumentasi dan saran untuk penyempurnaan tema. 4. Saran hendaknya dinyatakan saran-saran dalam kalimat yang operasional. Lampiran dapat berupa daftar gambar. C.(l). Daftar Pustaka Bagian ini memuat sumber acuan dalam kajian teori yang digunakan pada setiap bagian laporan dengan menggunakan sistem penulisan yang runtut dapat dengan menggunakan aturan-aturan tata tulis ilmiah yang ada Daftar Pustaka di susun berdasarkan urutan abjad mulai dari « a » sampai « z » (n). 36 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Simpulan dan Saran 1) Simpulan Uraikan hasil penelitian yang ditemukan dan simpulan mengarah pada upaya untuk menjawab tujuan penelitian yang telah dikemukakan. Lampiran. Tiap-tiap peserta ditugaskan maju di depan kelas untuk memaparkan salah satu hasil dari identifikasi masalah yang akan dijadikan tema PTK 3. Latihan 1.

setiap peserta ditugaskan untuk : 1. Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang langkah-langkah dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas 2. Saran 37 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Menyusun calon proposal PTK berdasarkan tema yang telah ditetapkan 5. pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Rangkuman PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen.D. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil satu buah rancangan proposal PTK! E. Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya. Lembar Kerja Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan. Mentabulasikan seluruh masalah yang telah diidentifikasi 3. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan dengan anggota kelompok dan memilih satu di antara tema yang ada untuk diangkat sebagai tema PTK 4. kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan.

tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang. Pertimbangan-pertimbangan apa saja yang harus diperhitungkan dalam PTK? 38 Penelitian Tindakan Kelas SMK . dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. mau. Tes Formatif 1. Apakah semua masalah dalam pembelajaran dapat diteliti dengan dengan PTK. Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. karenanya setiap guru harus selalu siap.lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian. Akhir kata. Sebutkan garis besar struktur dari sebuah proposal PTK ! 5. artikel dan sumber-sumber mengenai penelitian tindakan kelas. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi. berikan alasan anda ! 3. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru yang mau mengembangkan keprofesionalannya. dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru. Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu guru tidak hanya sekedar melaksanakan. pengalaman. F. Di hadapan para bapak-ibu guru yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru yang melaksanakan PTK. Kenapa PTK senantiasa diharuskan bersumber dari guru kelas ? 4. Sebutkan langkah-langkah pokok dalam menentukan sebuah tema PTK ! 2. saya ingatkan kembali bahwa profesi guru adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus.

(1994). The International Journal of Engineering education. Penelitian Tindakan Kelas. Connecticut: The Dushkin Publishing Group. Columbus: Pearson. Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Penelitian Tindakan Kelas. Action Research in Education. 18 Desember di Surabaya. Sulaiman. Mills. Geoffrey. Dikmenum. V. Tangal 28 Nopember Sistem Pemagangan dalam Penididikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja.K & Mandke. 1992. S. “Mekanisme Pelaksanaan Sistem Pemagangan dan Pendidikan Kejuruan”. A.DAFTAR PUSTAKA Bhattacharya. Dirjen Dikdasmen. Stringer. 1999. Inc. Tim PGSM. E. (1998). Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Jakarta: Depdikbud. 126-131. Mager. Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. R. Wardiman. 8 (2). Jurnal Ekonomi Pembangunan UNM. Depdikbud. Laporan Penelitian BBI. “Konsep Pelaksanaan Sistem Magang pada Sekolah Menengah Kejuruan”. D. (1993). Jakarta: DP3M. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Dikti. 18 Desember di Surabaya Suwarni. Malang. Menvi Prentice Hall. B.(2007). Dikti. 2003. & Bergermann. J.F & Beach. Forum Komunikasi FPK se Indonesia. S. K. I Made. A Guide to Observation and Participation: In the Classroom. Reed.E. Developing Instructional Instruction. Herawati Susilo dan Kisyani Laksono. 18 Desember di Surabaya. Sudana. 2004. California: David’s lake Publishers.. Designing Interface Teaching Learning for Technical Education. 39 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Ernie. Mekanisme Kerjasama SMK dan Dunia kerja/Industri di Jawa Tengah dalam menghasilkan sinkronisasi Kurikulum dan GBPP alternative. VV (1992).M. Kebijakan dan Program Pengembangan Pendidikan kejuruan di Indonesia. Makalah Seminar Nasional. Depdikbud. 1999. Jakarta: Proyek PGSM. (1987). Action Research: A Guide for the Teacher Researcher New Jersey: Prentice Hall. (1993).

Rumusan Masalah 4. Pendahuluan 1. Pendekatan Penelitian 3. Lampiran 40 Penelitian Tindakan Kelas SMK .Lampiran 1. Simpulan dan Saran F. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Manfaat Penelitian C. Teknik Pengumpulan Data 5. STRUKTUR PROPOSAL Halaman Judul Halaman Pengesahan A. Judul Penelitian B. Kajian Pustaka D. Daftar Pustaka G. Metode Penelitian 1. Variabel Penelitian 4. Teknik Analisis Data E. Tujuan Penelitian 5. Latar Belakang 2. Permasalahan Penelitian 3.

: :. ( ) ( ) 41 Penelitian Tindakan Kelas SMK . :. Nama Instansi : b. Nama Lengkap dan Gelar b. Lokasi Pelatihan :. Judul b.. a. Jumlah Anggota Panitia Nama Anggota 4.( ……………………………) Semarang. :. Mengetahui: Kepala Dinas Pendidikan ……….Lampiran 2 Contoh Halaman Pengesahan HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS 1. Ketua. Jabatan Fungsional e. Sekolah 3. Telp. Kategori : 2. 20. Ketua Peneliti a. Kerjasama dengan Institusi lain: a. Lama Pelatihan : 7. :. : 5. Biaya yang diperlukan : Rp.. Alamat : c.. Golongan/Pangkat/NIP d. Jenis Kelamin c. Bidang Ilmu : : c. : :. Jabatan Struktural f. Fax / e-mail : 6.

Lampiran 3 Contoh Sampul Laporan Hasil Penelitian

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

JUDUL PENELITIAN

OLEH ......................................................

DIREKTORAT JENDRAL Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

(NAMA SEKOLAH) Kabupaten/Kota . ................................... Propinsi .................................................. Tahun

42 Penelitian Tindakan Kelas SMK

Lampiran 4. PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN

Bagian awal berisi: Halaman Judul Halaman Persetujuan Sari Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Bagian Isi BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian BAB II : KAJIAN PUSTAKA Bab III : METODE PENELITIAN 1. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Pendekatan Penelitian 3. Variabel Penelitian 4. Teknik Pengumpulan Data 5. Teknik Analisis Data BAB IV BAB V : HASIL DAN PEMBAHASAN : SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran C. Kelemahan Penelitian LAMPIRAN 43 Penelitian Tindakan Kelas SMK

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

BAB I. PENDAHULUAN A. Deskripsi
Buku Ajar mengenai “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini meliputi materi pembelajaran tentang penulisan artikel ilmiah, jenis dan struktur artikel ilmiah, artikel hasil pemikiran, artikel hasil penelitian, format tulisan, serta praktik penulisan artikel ilmiah. Secara garis besar, buku ajar ini mengantarkan peserta PLPG untuk memahami materi-materi tersebut di atas, namun demikian peserta juga diminta untuk menyusun draft penulisan artikel ilmiah di bidang kompetensi masingmasing. Hal ini mempunyai tujuan agar setelah pelaksanaan matapelajaran ini peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menyusun artikel ilmiah yang siap dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah yang tidak maupun terakreditasi. Buku ajar “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini mempunyai standar kompetensi dasar (1) mengenal penulisan artikel ilmiah; (2) mengenal perbedaan penulisan artikel ilmiah yang konseptual dan yang non konseptual; (3) mengenal format penulisan artikel ilmiah; dan (4) menyusun draft artikel ilmiah. Buku ajar ini mempunyai hubungan dengan buku ajar yang terutama adalah penelitian tindakan kelas. Karena standar kompetensi penelitian tindakan kelas adalah (1) mengenal metode penelitian tindakan kelas; (2) mengenal format laporan penelitian tindakan kelas, (3) menyusun draft proposal penelitian tindakan kelas. Jelas bahwa kompetensi dasar kedua mata pelajaran ini akan bersngkut paut, pada saat peserta PLPG berkeinginan untuk menuliskan hasil penelitian tindakan kelas ke dalam jurnal penelitian pendidikan.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

B. Petunjuk Pembelajaran
Peserta PLPG harus selalu aktif mengikuti proses pembelajaran di kelas. Peserta PLPG aktif berdiskusi dengan pelatih, menanyakan hal-hal yang belum dipahami, selanjutnya mendiskusikan dengan teman lainnya. Di samping itu, peserta pelatihan mencermati contoh-contoh yang telah disajikan oleh pelatih dan yang tersaji di dalam buku ajar ini. Kemudian peserta PLPG harus belajar menyusun suatu draft artikel ilmiah yang selaras dengan format yang tersaji di dalam buku ajar ini. Hasil draft itu selanjutnya digunakan untuk memenuhi tugas mata pelajaran ini, serta dimintakan pendapat dari pelatih. Saran-saran dari pelatih yang belum dipahami perlu

ditanyakan kembali kepada pelatih jika perlu meminta perbandingan dengan artikel yang telah termuat di dalam jurnal.

C. Kompetensi dan Indikator
1. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami kriteria penulisan artikel ilmiah; 2. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami jenis dan struktur artikel ilmiah; 3. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil pemikiran konseptual; 4. .Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil penelitian; 5. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan enumeratif; 6. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan esai; 7. Peserta mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam

menyusun draft artikel ilmiah.

BAB II. KEGIATAN BELAJAR I JENIS DAN STRUKTUR ARTIKEL ILMIAH
A. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Karya ilmiah tentu sudah merupakan bacaan yang sangat akrab dengan peserta PLPG. Sebagai guru, bapak dan ibu sudah sering membaca berbagai artikel, baik yang bersifat populer, ilmiah populer maupun yang memang benar-benar merupakan karya ilmiah. Berbekal pengalaman bapak dan ibu dalam memahami artikel ilmiah, bapak dan ibu akan mengkaji bentuk, sifat dan struktur karya tulis ilmiah. Berkaitan uraian di atas, maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar pertama ini, bapak dan ibu diharapkan mempunyai

kemampuan dalam: 1. Menjelaskan sifat artikel ilmiah; 2. Menjelaskan sikap ilmiah; 3. Menjelaskan bentuk, struktur dan sifat-sifat artikel ilmiah 4. Menjelaskan perbedaan artikel hasil pemikian konseptual dengan hasil penelitian

B. URAIAN MATERI Sesuai dengan namanya, artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal diharapkan memenuhi kriteria sebagai sebuah karya ilmiah. Kriteria ini adalah cerminan sifat karya ilmiah yang berupa norma dan nilai yang berakar pada tradisi ilmiah yang diterima secara luas dan diikuti secara sungguh-sungguh oleh para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah secara inherent harus menampilkan sifat-sifat dan ciri-ciri khas karya ilmiah tersebut yang mungkin tidak selalu harus dipenuhi di dalam jenis penerbitan yang lain. Pertama, penerbitan ilmiah bersifat objektif, artinya isi penerbitan ilmiah hanya dapat dikembangkan dari fenomena yang memang exist, walaupun kriteria

9-2 Penulisan Karya Ilmiah

eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya dapat berbeda antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu yang lain. Selain objektif, sifat lain karya ilmiah adalah rasional. Rasional menurut Karl Popper adalah tradisi berpikir kritis para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah juga membawa ciri khas ini yang sekaligus berfungsi sebagai wahana penyampaian kritik timbal-balik yang berkaitan dengan masalah yang dipersoalkan. Lain daripada itu, karena jurnal merupakan sarana komunikasi yang berada di garis depan dalam pengembangan IPTEKS, ia juga mengemban sifat pembaharu dan up-to-date atau tidak ketinggalan jaman. Selanjutnya, dalam menulis artikel ilmiah penulis hendaknya juga tidak mengabaikan komponen sikap ilmiah yang lain seperti menahan diri (reserved), hati-hati dan tidak over-claiming, jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi atau kepentingan-

kepantingan tertentu dalam menyampaikan pendapatnya. Semua sikap di atas, dilengkapi dengan keterbukaan dalam menyebutkan sumber bahan yang menjadi rujukannya, juga dipandang sebagai upaya penulis untuk memenuhi etika penulisan ilmiah. Artikel ilmiah mempunyai bentuk, struktur, dan sifat-sifat tertentu. Oleh karena itu, penulisannya harus mengikuti pola, teknik, dan kaidah-kaidah tertentu juga. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. Walaupun demikian, setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain, tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing. Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. Sesuai dengan tujuan penerbitannya, majalah ilmiah pada umumnya memuat salah satu dari hal-hal berikut: (1) kumpulan atau akumulasi pengetahuan baru, (2) pengamatan empirik, dan (3) gagasan atau usulan baru (Pringgoadisurjo, 1993). Dalam praktik halhal tersebut akan diwujudkan atau dimuat di dalam salah satu dari dua bentuk artikel, yaitu artikel hasil pemikiran atau artikel non penelitian dan artikel hasil penelitian. Ada beberapa jurnal yang hanya memuat artikel hasil penelitian, misalnya Journal of Research in Science Teaching yang terbit di Amerika Serikat dan Jurnal Penelitian Kependidikan terbitan Lembaga Penelitian Unversitas Negeri Malang. Akan tetapi sebagian jurnal biasanya memuat kedua jenis artikel: hasil pemikiran dan hasil penelitian. Selain itu, seringkali majalah ilmiah juga memuat resensi buku dan obituari. Pemuatan artikel hasil penelitian, artikel hasi pemikiran, resensi dan obituari ini sejalan dengan rekomendasi Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian

Kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (2000). Di dalam tulisan ini pembahasan akan dibatasi pada struktur dan anatomi dua jenis artikel saja yaitu artikel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian.

C. LEMBAR KEGIATAN 1. Alat dan Bahan a. Alat tulis; b. Laptop c. LCD proyektor; d. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

2. Langkah Kegiatan No. 1. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai, Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Kegiatan Waktu Metode

2.

Kegiatan Awal/Pendahuluan 2.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran; 2.2 Presensi peserta pelatihan, jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya, maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali; 2.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan; 2.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan bentuk, struktur dan sifat karya tulis ilmiah. 5 menit Curah pendapat, ceramah pemecahan masalah

3.

Kegiatan Inti 3.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian sifat artikel ilmiah; 35 menit Metode pemberian tugas dan

Penulisan Karya Ilmiah

9-5

3.2 Fasilitator memberikan ceramah tentang sikap ilmiah; 3.3 Fasilitator memberikan ceramah tentang bentuk dan struktur artikel ilmiah 3.4 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan; 3.5 Sharing dalam kelas mengenai sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 3.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat. 4. Kegiatan Akhir 4.1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu, tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 4.2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing; 4.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit

pendampingan

Refleksi

setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai bentuk. D. tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. Walaupun demikian.9-6 Penulisan Karya Ilmiah 3. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai karakter sikap ilmiah. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai sifat artikel ilmiah. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing. Hasil a. . Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. Oleh karena itu. c. teknik. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. dan kaidah-kaidah tertentu juga. Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain. dan sifat-sifat tertentu. penulisannya harus mengikuti pola. RANGKUMAN Artikel ilmiah mempunyai bentuk. yang selanjutnya mempunyai kecenderungan positif jika dihadapkan pada kasus plagiariasme misalnya. struktur. dan struktur karya tulis ilmiah. b.

Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. penutup 3. penulis bersikap netral. pemulung d. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari a. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah. dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. panjang tulisan c. bagian inti. pada umumnya menyajikan tentang a. rangkuman dan tindak lanjut b. pendidikan b. struktur sajian d. simpulan umum c. simpulan c. dan penutup b. penggunaan bahasa 2. bagian inti. kebudayaan c.Penulisan Karya Ilmiah 9-7 F. TES FORMATIF 1. informatika 5. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis. abstrak. dan tidak memihak. abstrak. Dalam karya tulis ilmiah. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada. kecuali a. kecuali a. kecuali a. sikap penulis b. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal. abstrak. simpulan d. inti (pokok pembahasan). rekomendasi penulis d. pendahuluan. argumentasi . pendahuluan. pendahuluan. simpulan dan saran 4. bagian inti. fakta atau kenyataan b. obyektif.

pengaruh gizi pada pertumbuhan anak d. data empirik/hasil penelitian 6. memaparkan bidang ilmu tertentu b.9-8 Penulisan Karya Ilmiah c. teori yang diakui kebenarannya d. daftar pustaka b. abstrak c. seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. Di antara judul berikut. Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah. disajikan secara sistematis 9. namun pada umumnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen a. panjang tulisan . pengaruh obat bius yang menghebohkan 10 . lampiran 8. kecuali a. baku c. impersonal d. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya. yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah? a. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah a. menggunakan gaya bahasa resmi d. daftar tabel d. senjata makan tuan b. Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah. sistematika tulisan b. merupakan deskripsi suatu kejadian c. kumbang cantik pengisap madu c. resmi b. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat a. personal 7.

coba bapak dan ibu simpulkan bagaimana caranya mengenal karakteristik karya tulis ilmiah. Tes Uraian 1. Sebutkan aspek-aspek yang dapat menggambarkan karakteristik suatu karya tulis ilmiahdan berikan penjelasan singkat untuk setiap aspek.Penulisan Karya Ilmiah 9-9 c. struktur sajian suatu karya tulis ilmiah terdiri dari bagian awal. dan bagian penutup. Setelah membaca uraian di atas. inti. Jelaskan mengapa bapak dan ibu menyimpulkan seperti itu? 2. Secara umum. ragam bahasa yang digunakan d. Coba jelaskan deskripsi masing-masing bagian dan apa bedanya dengan struktur sajian karya non ilmiah? . pengarang 2. Berdasarkan uraian itu. coba simpulkan karakteristik karya tulis ilmiah! 3.

2. Menjelaskan penulisan hasil penelitian karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. 8. Pembahasan mengenai materi ini akan bermanfaat pada saat bapak dan ibu menulis artikel konseptual.BAB III. Berkaitan uraian di atas. Menjelaskan penulisan simpulan dan saran karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Di samping itu akan dibahas juga teknik menulis karya tulis ilmiah atas dasar hasil penelitian. KEGIATAN BELAJAR II ARTIKEL HASIL PEMIKIRAN DAN HASIL PENELITIAN A. Menjelaskan penulisan daftar pustaka karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian . 5. Menjelaskan penulisan metode karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar kedua ini. 3. Menjelaskan penulisan pendahuluan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 4. bapak dan ibu diharapkan mempunyai kemampuan dalam: 1. Menjelaskan abstrak dan kata kunci karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar yang kedua ini akan dibahas bagaimana menentukan kelayakan ide untuk dituangkan ke dalam tulisan serta struktur tulisan konseptual. Menjelaskan pembuatan judul karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. 6. Menjelaskan penulisan pembahasan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 7.

dan pikiran baru penulis tentang hal yang dikaji. Artikel hasil pemikiran biasanya terdiri dari beberapa unsur pokok. yang dituangkan dalam bentuk tulisan. abstrak dan kata kunci. baik yang sejalan maupun yang bertentangan dengan apa yang dipikirkannya. Bagian paling vital dari artikel hasil pemikiran adalah pendapat atau pendirian penulis tentang hal yang dibahas. tetapi adalah hasil pemikiran analitis dan kritis penulisnya. hasil-hasil penelitian terdahulu. apalagi pemindahan tulisan dari sejumlah sumber. dan daftar rujukan. Salah satu ciri penting judul artikel hasil pemikiran adalah . bagian inti atau pembahasan. Jadi. dan setelah disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang kuat bagi calon pembaca. Atikel Hasil Pemikiran Artikel hasil pemikiran adalah hasil pemikiran penulis atas suatu permasalahan. jika memang ada. a.Penulisan Karya Ilmiah 9-11 B. pendahuluan. Dalam upaya untuk menghasilkan artikel jenis ini penulis terlebih dahulu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan permasalahannya. yaitu judul. di samping teori-teori yang dapat digali dari buku-buku teks. Pilihan kata-kata harus tepat. Sumber-sumber yang dianjurkan untuk dirujuk dalam rangka menghasilkan artikel hasil pemikiran adalah juga artikel-artikel hasil pemikiran yang relevan. nama penulis. Judul dapat ditulis dalam bentuk kalimat berita atau kalimat tanya. penutup. jelas. mengandung unsur-unsur utama masalah. URAIAN MATERI 1. artikel hasil pemikiran bukanlah sekadar kolase atu tempelan cuplikan dari sejumlah artikel. Uraian singkat tentang unsur-unsur tersebut disampaikan di bawah ini. Judul Judul artikel hasil pemikiran hendaknya mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas. yang dikembangkan dari analisis terhadap pikiran-pikiran mengenai masalah yang sama yang telah dipublikasikan sebelumnya.

. Jika dikehendaki gelar kebangsawanan atau keagamaan boleh disertakan. dalam arti merangsang pembaca untuk membaca artikel yang bersangkutan. Nama Penulis Untuk menghindari bias terhadap senioritas dan wibawa atau inferioritas penulis. No. No. Membangun Teori melalui Pendekatan Kualitatif (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. Hal ini penting karena artikel hasil pemkiran pada dasarnya bertujuan untuk membuka wacana diskusi. b. Jika penulis lebih dari dua orang. dan analitik. (dan kawan-kawan). nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar profesional yang lain. 33. argumentative. analisis.9-12 Penulisan Karya Ilmiah bersifat ”provokatif”. dan sintesis pendapat-pendapat para ahli atau pemerhati bidang tertentu. Nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki atau dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki atau di dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki tidak mencukupi. hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan disertai tambahan dkk. Nama lembaga tempat penulis bekerja sebagai catatan kaki di halaman pertama. IX No.) Di dalam contoh-contoh judul di atas seharusnya tercermin ciriciri yang diharapkan ditunjukan oleh artikel hasil pemikiran seperti provokatif. dan lakukan evaluasi terhadap judul-judul tersebut untuk melihat apakah kriteria yang disebutkan di atas terpenuhi.1) Interpreting Student’s and Teacher’s Discourse in Science Classes: An Underestimated Problem? (Journal of Research in Science Teaching Vol. 1) Repelita IV: A Cautious Development Plan for Steady Growth (Kaleidoscope International Vol. Perhatikan judul-judul artikel di bawah ini.2. argumentasi.

diketik dengan spasi tunggal. theory development . Key words: qualitative study. Perhatikan contoh abstrak dan kata-kata kunci berikut ini. A qualitative study takes several stage in generating theories. sehingga (calon) pembaca tertarik untuk meneruskan pembacaannya. Perlu diperhatikan bahwa kata-kata kunci tidak hanya dapat dipetik dari judul artikel. Format lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan margin kiri menjorok masuk beberapa ketukan). kata-kata kunci hendaknya diambil dari tresaurus bidang ilmu terkait. yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang terkait dengan ranah permasalahan yang dibahas dalam artikel. frequencies. and other related quantitative values can be more appropriately investigated through quantitative study. Abstract: Theory Generation through Qualitative Study.Penulisan Karya Ilmiah 9-13 c. A qualitative study is often contrasted with its quantitative counterpart. Business transaction pattern and market characteristic. for example. Abstrak dan Kata Kunci Abstrak artikel hasil pemikiran adalah ringkasan dari artikel yang dituangkan secara padat. Abstrak hendaknya juga disertai dengan 3-5 kata kunci. Jika dapat diperoleh. can be investigated through qualitative study. while their tendencies. Dengan membaca abstrak diharapkan (calon) pembaca segera memperoleh gambaran umum dari masalah yang dibahas di dalam artikel. Panjang abstrak biasanya sekitar 50-75 kata yang disusun dalam satu paragraf. bukan komentar atau pengantar penulis. In fact these two approaches serve different purposes. quantitative study. tetapi juga dari tubuh artikel walaupun ide-ide atau konsep-konsep yang diwakili tidak secara eksplisit dinyatakan atau dipaparkan di dalam judul atau tubuh artikel. These two approaches are more often inappropriately considered as two different schools of thought than as two different tools. Ciri-ciri umum artikel hasil pemikiran seperti kritis dan provokatif hendaknya juga sudah terlihat di dalam abstrak ini.

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli yang berkaitan dengan menurunnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan.9-14 Penulisan Karya Ilmiah d.”dst. Diharapkan. Sementara itu penulis-penulis lain lebih memfokus pada faktor-faktor ekonomi.. misalnya dengan menonjolkan hal-hal yang kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan permasalahan yang terkait dengan artikel-artikel atau naskah-naskah lain yang telah dipublikasikan terdahulu. Dari kajian terhadap berbagai tulisan dan hasil penelitian disebutkan di muka terlihat masih terdapat beberapa hal yang belum jelas benar atau setidak-tidaknya masih menimbulkan keraguan mengenai sebab-sebab menurunnya mutu partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan.. Pendahuluan Bagian ini menguraikan hal-hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan (konteks) bagi permasalahan yang akan dibahas. Di Amerika Serikat dalam tingkat pendidikan tinggi dikenal apa yang disebut “Land-Grant Universities. . Catatan sejarah pendidikan di negara-negara maju dan dikelompokkelompok masyarakat yang telah berkembang kegiatan pendidikan menunjukan bahwa keadaan dunia pendidikan mereka sekarang ini telah dicapai dengan partisipasi masyarakat yang sangat signifikan di dalam berbagai bentuk. Sebagian ahli berpendapat bahwa sistem politik yang kurang demokratis dan budaya masyarakat paternalistik telah menyebabkan rendahnya partisipasi. dengan analisis ini kekurangan analisis terdahulu dapat dikurangi dan dapat disusun penjelasan baru yang lebih komprehensif. Partisipasi masyarakat merupakan unsur yang paling penting sekali bagi keberhasilan program pendidikan. Bagian pendahuluan ini hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat (1-2 kalimat) tentang hal-hal pokok yang akan dibahas dan tujuan pembahasan.. Dalam artikel-artikel ini akan dibahas kemungkinankemungkinan menurunnya partisipasi masyarakat tersebut berdasarkan analisis ekonomi pendidikan.. Perhatikan tiga segmen bagian pendahuluan dalam contoh di bawah ini.

any consideration of the theoretical implementation must start by attempting to resolve the aims and intentions of this cultural practice…(Dari Osborne. Hence. Banyaknya subbagian juga tidak ditentukan. keputusan. e. Science earns its place on the curriculum because there is cultural commitment to the value of the knowledge and the practices by which this body of ideas has been derived. Perhatikan contoh-contoh petikan bagian inti artikel berikut ini.Penulisan Karya Ilmiah 9-15 Di dalam petikan bagian pendahuluan di atas dapat dilihat alur argumentasi yang diikuti penulis untuk menunjukan masih adanya perbedaan pandangan tentang menurunnya partisipasi masyarakat di dalam pengembangan pendidikan. Tinjauan dari berbagai sudut pandang telah menghasilkan kesimpulan yang beragam. tergantung kepada kecukupan kebutuhan penulis untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. analitik. analisis. . yang membuka kesempatan bagi penulis untuk menampilkan wacana penurunan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan dari sudut pandang yang lan. perlu dijaga agar tampilan bagian ini tidak terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti diktat. dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan. lazimnya berisi kupasan. Bagian Inti Isi bagian ini sangat bervariasi. 1996:54). Di antara sifat-sifat artikel terpenting yang seharusnya ditampilkan di dalam bagian ini adalah kupasan yang argumentatif. Penggunaan subbagian dan sub-subbagian yang terlalu banyak juga akan menyebabkan artikel tampil seperti diktat. dan kritis dengan sistematika yang runtut dan logis. argumentasi. komparasi. Walaupun demikian. sejauh mungkin juga berciri komparatif dan menjauhi sikap tertutup dan instruktif.

Banyak juga penulis yang berusaha menampilkan segala apa yang telah dibahas di bagian terdahulu. Penutup atau Simpulan Penutup biasanya diisi dengan simpulan atau penegasan pendirian penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya. Sebagian penulis menyertakan saran-saran atau pendirian alternatif. 1996:2) John Hassard (1993) suggested that. where production was the cornerstone. Jika memang dianggap tepat bagian terakhir ini dapat dilihat pada berbagai . are producing simulation whitin discorses. secara ringkas. kalangan pendidikan sendiri tidak dengan cepat mengantisipasi. 1997:5) Di dalam contoh-contoh bagian inti artikel hasil pemikiran di atas dapat dilihat dengan jelas bagian yang paling vital dari jenis artikel ini yaitu posisi atau pendirian penulis. not because we are “falsyfaying” data. walaupun kesadaran akan perlunya perubahanperubahan tertentu sudah secara luas dirasakan. seperti terlihat di dalam kalimatkalimat: (1) Hence. f. but because we are constructing truth within a shifting. We are fabricating words. mengembangkan dan mengambil inisiatif inovasi yang diperlukan. or ‘lying’ about…. but…dan seterusnya.9-16 Penulisan Karya Ilmiah Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktik-praktik pendidikan adalah suatu keharusan jika dunia pendidikan Indonesia tidak ingin tertinggal dan kehilangan perannya sebagai wahana untuk menyiapkan generasi masa datang ironisnya. We. (2) Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktek-praktek pendidikan. any consideration of the theoretical base of science and its practical implementation must start by…. in the post modern society simulation structure and control social affairs. (3)…We are fabricating words not because …. at witnesses. adalah suatu keharusan jika…. ‘Unlike modern industrial society.’ (Dari Ropers-Huilman. or “lying” about what we have learned. but always limited discourse. Hesrh dan McKibbin (1983:3) menyatakan bahwa sebenarnya banyak pihak telah menyadari perlunya inovasi…(Dari Ibnu.

as has been discussed in this article. (b) rasionalitas ekonomi yang diwujudkan dengan perencanaan ekonomi oleh negara. Hal tersebut terjadi sebagai reaksi atas permasalahan konglomerasi di Indonesia. but also improving teachers’ knowledge. Konsep pemikiran tentang Demokrasi Ekonomi pada prinsipnya adalah khas Indonesia. science and technology have ascended to ascended to a position of cultural dominance. studying the role of . Semangat untuk berpihak pada pengembangan usaha berskala menengah dan kecil perlu terus digalakkan. for good or for ill. argumentation has a central role play in science and learning about science. (Dari Supriyanto. 1994:330-331) if. Given that. Walaupun mungkin terdapat beberapa perbedaan gaya penyampaian. Perhatiakan contoh-contoh berikut. Pada saat ini nampak sudah ada political will dari pemerintah kita terhadap kegiatan ekonomi berskala menengah dan kecil. with rhetoric and argument as a central feature. then it seems crucial that any intervention should pay attention not only to ways of enhancing the argument skills of young people. Perlu diupayakan hubungan kemitraan yang baik antara pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. M. Isu tentang pelaksanaan Demokrasi Ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia menjadi menarik dan ramai pada era tahun 90-an. Namun demikian kemampuan politik saja tidak cukup tanpa disertai keberanian politik. sehingga tingkat kesejahteraan seluruh msyarakat dapat ditingkatkan. awareness. menurut Dr. yaitu: (a) etika sosial yang tersimpul dalam nilai-nilai Pancasila. Hatta dalam konsep Demokrasi Ekonomi berlandaskan pada tiga hal. For in the light of our emerging understanding of science as social practice. If his pattern is to change.Penulisan Karya Ilmiah 9-17 artikel jurnal. to continue with current approaches to the teaching of science would be to misrepresent science and its nature. and competence in managing student participation in discussion and argument. then its current omission is a problem that needs to be seriously addressed. dan (c) organisasi ekonomi yang mendasarkan azas bersama/koperasi. misi bagian akhir ini pada dasarnya sama: mengakhir diskusi dengan suatu pendirian atau menyodorkan beberapa alternatif penyelesaian.

. semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan. (Dari Driver. Sebaliknya. Daftar Rujukan Bahan rujukan yang dimasukan dalam daftar rujukan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam tubuh artikel. misalnya. termasuk kategori jurnal yang semata-mata memuat hasil penelitian.9-18 Penulisan Karya Ilmiah argument in science offers a means of prying open the black box that is science. harus senantiasa diperhatikan bahwa tata aturan ini secara konsisten diikuti dalam setiap nomor penelitian. Such an effort would seem well advisedboth for science and its relationship with the public. Tata aturan penulisan daftar rujukan bervariasi. tetapi dalam format artikel yang jauh lebih kompak dan ringkas daripada laporan teknis aslinya. Jurnal Penelitian Kependidikan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang. yang dipersiapkan dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tetap menampilkan secara lengkap semua aspek penting penelitian. 2. tergantung gaya selingkung yang dianut. Newton & Osborne. 2000:309) g. Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian sering merupakan bagian yang paling dominan dari sebuah jurnal. laporan penelitian harus disusun kembali agar memenuhi tata tampilan karangan sebagaimana yang dianjurkan oleh dewan penyunting jurnal yang bersangkutan dan tidak melampaui batas panjang karangan. Jadi. artikel hasil penelitian bukan sekadar bentuk ringkas atau ”pengkerdilan” dari laporan teknis. tetapi merupakan hasil kerja penulisan baru. and the public and its relationship with science. dan Journal of Research in Science Teaching. Walaupun demikian. Sebelum ditampilkan sebagai artikel dalam jurnal. Berbagai jurnal bahkan 100% berisi artikel jenis ini.

a. dan daftar rujukan. harus dijaga agar judul artikel tidak menjadi terlalu panjang. pembahasan. Judul Judul artikel hasil penelitian diharapkan dapat dengan tepat memberikan gambaran mengenai penelitian yang telah dilakukan. abstrak dan kata kunci. Effect of Knowledge and Persuasion on High-School Students’ Attitudes towards Nuclear Power Plants (Journal of Research in Science Teaching Vol.32. No. Variabel-variabel penelitian dan hubungan antar variabel serta informasi lain yang dianggap penting hendaknya terlihat dalam judul artikel. Berikut adalah beberapa contoh. Sebagaimana judul penelitian. Walaupun demikian. terutama dengan terlihatnya variabel-variabel utama yang diteliti seperti yang diperlihatkan pada judul yang pertama dan ketiga. Undergraduate Science Students’ Images of the Nature of Science (Research presented at the American Educational Research Association Annual Conference. judul artikel umumnya terdiri dari 5-15 kata. Pengaruh Metode Demonstrasi Ber-OHP terhadap Hasil Belajar Membuat Pakaian Siswa SMKK Negeri Malang (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. 24-28 March 1997). Chicago. bagian pendahuluan.Penulisan Karya Ilmiah 9-19 Bagian-bagian artikel hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal adalah judul. metode. hasil penelitian. .1). kesimpulan dan saran. akan sgera tampak perbedaannya dengan judul artikel hasil pemikiran. Issue 1). nama penulis. Jika dibandingkan judul-judul di atas.

The result of the study indicated that 78. Masalah yang diteliti ini sering tercermin dalam variable-variabel penelitian dan hubungan antara variable-variabel tersebut. Kabupaten Malang were given a test in mathematic which was devided in to two part. Contoh abstrak: Abstract: The aim of this study was to asses the readiness of elementary school teachers in mathematic teaching. Abstrak dan Kata Kunci Dalam artikel hasil penelitian abstrak secara ringkas memuat uraian mengenai masalah dan tujuan penelitian. metode yang digunakan. Those who obtained scores of less than 65 were classified as not in adequate readiness in teaching. Tekanan terutama diberikan kepada hasil penelitian.5% gained scores of more than 65 scores in both geometry and arithmetics. Sixty nine point five percent of the teachers got more than 65 arithmetic.9-20 Penulisan Karya Ilmiah b. . Panjang abstrak lebih kurang sama dengan panjang artikel hasil pemikiran dan juga dilengkapi dengan kata-kata kunci (3-5 buah). dan hasil penelitian. Nama Penulis Pedoman penulisan nama penulis untuk artikel hasil pemikiran juga berlaku untuk penulisan artikel hasil penelitian. Forty two elementary school teachers from Kecamatan Jabung. teaching readiness. from the point of view of the teacher mastery of the subject.8% of the teachers obtained scores of more than 65 in geometry. and 69. arithmatics and geometry. A minimum mastery score of 65 was set for those who would be classified as in adequate readiness as mathematics teachers. c. subject mastery. Kata-kata kunci menggambarkan ranah masalah yang diteliti. tidak ada keharusan kata-kata kunci diambil dari variabelvariabel penelitian atau dari kata-kata yang tercantum di dalam judul artikel. Walaupun demikian. Key words: mathematic teaching.

sasaran atau target penelitian (populasi dan sampel). dan rencana penulis dalam kaitan dengan upaya pemecahan masalah. Materi pokok bagian ini adalah rancangan atau desain penelitian. dan tidak perlu pemecahan (fisik) dari satu subbagin ke subbagian lain. dan rangkuman kajian teoretik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. e. Pemisahan dilakukan dengan penggantian paragraf. Pencatatan dilakukan tidak langsung tetapi ditunda sampai peneliti dapat ”mengasingkan diri” dari anggota masyarakat sasaran.Penulisan Karya Ilmiah 9-21 d. Bagian ini terutama berisi paparan tentang permasalaha penelitian. dan teknik analisis data. misalnya: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan observasi partisipatori. wawasan. Analisis dengan menggunakan pendekatan.. Kadang-kadang juga dimuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Pendahuluan Banyak jurnal tidak mencantumkan subjudul untuk pendahuluan. Metode Bagian ini menguraikan bagaimana penelitian dilakukan. Subjek penelitian dipilih secara random dari seluruh siswa kelas 3 kemudian . tujuan penelitian. ikut serta melakukan berbagai aktivitas sosial sambil mengumpulkan data yang dapat diamati langsung di lapangan atau yang diperoleh dari informan kunci. Informasi yang diberikan dari informan kunci diuji dengan membandingkannya dengan pendapat nara sumber yang lain. teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen. Subsubbagian di atas umumnya (atau sebaiknya) disampaikan dalam format esei dan sesedikit mungkin menggunakan format enumeratif.. Peneliti terjun langsung ke dalam keidupan masyarakat desa. Penyajian bagian pendahuluan dilakukan secara naratif. Rancangan eksperimen pretest-posttest control group design digunakan dalam penelitian ini.

Grafik dan tabel harus dibahas dalam tubuh artikel tetapi tidak dengan cara pembahasan yang rinci satu per satu.. Pengujian hipotesis dan penggunaan statistik tidak termasuk yang disajikan. Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik (atau bentuk/format komunikasi yang lain). Jumlah ranah Lain-lain 3 suku 1994 7 5 2 1995 7 3 12 1996 13 14 1 1997 6 6 5 Jumlah 32 28 20 80 46 .. dalam kurun waktu satu sampai empat tahun dapat dilihat dalam Tabel 1. Data diambil dengan menggunakan tes yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh Lembaga Pengembangan Tes Nasional. Literacy Teori & Pengaj. Analisis data dilakukan dengan. f. tepatnya hasil analisis data. Tabel 1 Distribusi Jumlah Tulisan dari Tiga Suku Ranah Pendidikan Sains yang Dimuat dalam Berbagai Jurnal antara Januari 1994-Juli 1997 Suku ranah Konsep Sci. Penyajian hasil yang cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian Contoh: Jumlah tulisan dari tiga suku ranah utama yang dimuat di dalam berbagai jurnal. Hasil Penelitian Bagian ini memuat hasil penelitian.9-22 Penulisan Karya Ilmiah secara random pula ditempatkan ke dalam kelompok percobaan dan kelompok control. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih.

Penulisan Karya Ilmiah 9-23 Dari Tabel 1 di atas terlihat bahwa frekuensi pemunculan artikel dari tiga suku ranah tersebut di atas jauh melebihi suku-suku ranah yang lain. dan penelitian lanjutan. Hal ini sesuai dengan teori selektive cases dari Lincoln (1987:13) yang menyatakan bahwa. Kebenaran dari berbagai hal tersebut ternyata tidak berlaku secara universal tetapi kondisional. Saran hendaknya dikembangkan berdasarkan temuan penelitian.. Gejala-gejala kenakalan remaja tertentu hanya muncul apabila kondisi lingkungan sosial setempat mendukung akan terjadinya bentuk-bentuk kenalan terkait. Contoh: Dari temuan penelitian yang diuraikan dalam artikel ini dapat dilihat bahwa berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kenakalan remaja yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi goyah. h.dst. Saran dapat mengacu kepada tindakan praktis. mengaitkan temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan.. dan memunculkan ”teori-teori” baru atau modifikasi teori yang telah ada. Pembahasan Bagian ini merupakan bagian terpenting dari artikel hasil penelitian. . hal ini menunjukan bahwa. Dari kedua hal ini dikembangkan pokokpokok pikiran (baru) yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Penulis artikel dalam bagian ini menjawab pertanyaanpertanyaan penelitian dan menunjukan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh. yaitu 80:46. pengembangan teori baru. Simpulan dan Saran Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil penelitian dan pembahasan... mengintepretasikan temuan. g.

Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi. dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti. kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif. jujur. kritis. 3. . Artikel hasil penelitian. dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. up to date. Daftar Rujukan Daftar rujukan ditulis dengan menggunakan pedoman umum yang juga berlaku bagi penulis artikel nonpenelitian. rasional. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah. dapat gaya selingkung masing-masing jurnal terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. dilain pihak. dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan baku.9-24 Penulisan Karya Ilmiah i. Penutup Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. Selain itu. Walaupun demikian. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi.

maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali. Kegiatan 1.2 Presensi peserta pelatihan. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai. 2. Alat tulis. d. 2. Alat dan Bahan a.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan. 2.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran. ceramah pemecahan masalah . b. Langkah Kegiatan No. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2. jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya.Penulisan Karya Ilmiah 9-25 C. LCD proyektor. LEMBAR KEGIATAN 1. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah. Kegiatan Awal/Pendahuluan 2. Laptop c. 5 menit Curah pendapat.

3.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan artikel ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan 10 menit Refleksi 35 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan .4 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat. tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual 3.2 Fasilitator memberikan ceramah tentang penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian. 3. Kegiatan Akhir Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu.5 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian 3. 4. 3. Kegiatan Inti 3. 3.3 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan.9-26 Penulisan Karya Ilmiah 2.

Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian. Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran. Walaupun demikian. dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti.Penulisan Karya Ilmiah 9-27 pengalaman setelah dilakukan sharing. Artikel hasil penelitian. RANGKUMAN Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. b. dilain pihak. Hasil a. dapat gaya selingkung masing-masing . D. Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi. Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah. dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan jurnal baku. Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 3.

kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif. dan referensi b. artikel konseptual dan artikel teoritis c. data. kelayakan ide untuk dipublikasikan b. dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. abstrak. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. diskusi. diskusi. artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan 2. pembahasan. up to date. judul. salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah a. Selain itu. Dari sudut ide.9-28 Penulisan Karya Ilmiah terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. abstrak. jujur. Artikel dapat dikelompokkan menjadi a. rasional. judul. pendahuluan. judul pendahuluan. Tulisan analisis konseptual terdiri dari a. F. kesiapan ide untuk didiskusikan d. artikel laporan dan artikel rujukan b. Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. artikel hasil telaahan dan artikel teoritis d. TES FORMATIF 1. referensi c. kesimpulan referensi . persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama 3. wacana tentang ide yang sedang berkembang c. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. kritis.

Penulisan Karya Ilmiah 9-29 d. apa inti teori/konsep yang dibahas? b. Dalam suatu artikel konseptual. temuan. pendahuluan. bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian a. referensi 5. menjelaskan partisipan b. Referensi memuat semua rujukan yang a. pembahasan. Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek a. dimuat dalam badan tulisan d. pernah dibaca penulis b. pendahuluan c. referensi 4. diperlukan dalam pengembangan tulisan 6. Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini a. perlu dibaca pembaca c. menulis masalah yang sudah pernah dibahas c. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan? 7. Apa kesimpulan yang dapat ditarik? d. melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian 8. gaya tulisan . abstrak b. diskusi d. mengapa konsep itu dibahas? c. nada tulisan c. panjang tulisan b. Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah a. memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel d. judul.

diskusi 2. 12-15 kata d. telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu! . Rekomendasi untuk judul adalah a. 10-12 kata c.9-30 Penulisan Karya Ilmiah d. metode c. pendahuluan b. Carilah salah satu artikel hasil penelitian. Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian 2. Tes Uraian 1. kontribusi penelitian dapat dilihat di bagian a. Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian. bahasa tulisan 9. hasil d. Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian! 3. 15-30 kata 10. 8-10 kata b.

membuat karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian. 2. mengenal format penulisan esay. Pada kegiatan belajar yang ketiga ini berisi mengenai latihan peserta PLPG dalam menulis karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian. Bandingkan dua format petikan berikut: . mengenal format penulisan enumeratif. Oleh karena itu. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar kedua telah disajikan bagaimana teknik menulis karya tulis ilmiah yang bersifat hasil pemikiran dan hasil penelitian. indikator kegiatan belajar ketiga ini adalah: 1. KEGIATAN BELAJAR III PRAKTIK PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH A. Penggunaan format esai dalam penulisan artikel jurnal bertujuan untuk menjaga kelancaran pembacaan dan menjamin keutuhan ide yang ingin disampaikan. dan secara aktif berdialog dengan penulis. URAIAN MATERI 1. Dengan digunakannya format esai diharapkan pembaca memperoleh kesan seolah-olah berkomunikasi langsung. Dengan demikian peserta PLPG diharapkan mempunyai keterampilan dalam menyusun karya tulis ilmiah yang dapat dikirimkan kepada pengelola jurnal penelitian pendidikan (JIP). B. Mengenai Format Tulisan Semua bagian artikel yang dibicarakan di atas ditulis dalam format esai.BAB IV. Pada kesempatan ini akan dicontohkan beberapa petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan. 3.

2. dan diserahkan dalam bentuk cetakan (print out) komputer sebanyak 2 eksemplar beserta disketnya. dan seterusnya.9-32 Penulisan Karya Ilmiah Format Enumeratif Sesuai dengan lingkup penyebaran jurnal yang bersangkutan maka record ISSN dilaporkan kepada pihak-pihak berikut: (a) International Serials Data System di Paris untuk jurnal internasional (b) Regional Center for South East Asia bagi wilayah Asia Tenggara. (2)…. teori kependidikan. seperti (1)…. dan praktik kependidikan. Petunjuk bagi Penulis Ilmu Pendidikan a. WordPerfect atau MicroSoft Word. Berkas (file) pada naskah pada disket dibuat dengan program olah kata WordStar. Untuk kawasan Asia Tenggara dilaporkan melalui Regional Center for South East Asia dan untuk wilayah Indonesia dilaporkan kepada PDII-LIPI. c. terutama apabila penggunaan format enumeratif tersebut benar-benar fungsional dan tidak tepat apabila diganti dengan format esei seperti dalam menyatakan urutan dan jadwal. Jika format esai masih dapat digunakan “penandaan” sejumlah elemen dapat dilakukan dengan format esei bernomor. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan format . Naskah diketik spasi ganda pada kertas kuarto sepanjang maksimal 20 halaman. b. dan (c) PDII-LIPI untuk wilayah Indonesia. (3)…. Artikel yang dimuat meliputi hasil penelitian dan kajian analitiskritis setara dengan hasil penelitian di bidang filsafat kependidikan. Format Esei Setiap record ISSN dilaporkan kepada internasional Serial Data System yang berkedudukan di Paris.. Di dalam hal-hal tertentu format enumeratif boleh digunakan.

pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan. hasil. pembahasan. 1997. nama penulis (tanpa gelar akademik). Tahun 24. 127-137. 1993. . Ilmu Pendidikan: Jurnal Filsafat.E. Pandangan Aliran Humanistik tentang Filsafat Pendidikan Orang Dewasa. Rata dengan tepi Kiri) d. Nomor 2.Penulisan Karya Ilmiah 9-33 esai. penutup atau kesimpulan. abstrak (maksimum 100 kata) yang berisi tujuan. V. dan tujuan penelitian. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency based Teacher Education. D. Berkeley: McCutchan Publishing Co. dan tidak menggunakan angka/nomor bagian. Miring. Juli 1997. masing-masing bagian. Rata dengan Tepi Kiri) Peringkat 3 (Huruf Besar Kecil. Anderson. disertai judul (heading). abstrak (maksimum 100 kata). metode. & Dickson. nama penulis (tanpa gelar akademik). Teori. Sistematika artikel setara hasil penelitian: judul. hlm. kecuali bagian pendahuluan yang disajikan tanpa judul bagian. RATA DENGAN TEPI KIRI) Peringkat 2 (Huruf Besar Kecil.W. e. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja). Vault. Peringkat judul bagian dinyatakan dengan jenis huruf yang berbeda (semua judul bagian dicetak tebal atau tebal miring). kata-kata kunci. C. sedikit tinjauan pustaka. metode.. Daftar Rujukan disusun dengan mengikuti tata cara seperti contoh berikut dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis. dan Praktik Kependidikan. bahasan utama (dibagi ke dalam subjudul-subjudul). dan hasil penelitian. Sistematika artikel hasil penelitian: judul. f.D. Hanurawan. PERINGKAT 1 (HURUF BESAR SEMUA. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja). F. pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang. kata-kata kunci. kesimpulan dan saran.

Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di malang Angkataan XIV. dan gambar mengikuti ketentuan dalam Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi.9-34 Penulisan Karya Ilmiah Huda. Makalah. 1991. C. Tesis. g.000. Disertasi. h. LEMBAR KEGIATAN 1. Tata cara penyajian kutipan. LCD proyektor. Artikel berbahasa Inggris menggunakan ragam baku. Malang. Alat dan Bahan a. Alat tulis. 1987). tabel. 12 Juli. i. Artikel dan Laporan Penelitian (Universitas Negeri Malang. Laptop c. d. Kamera digital . Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah e. Artikel yang sudah dalam bentuk cetak-coba tidak dapat ditarik kembali oleh penulis. 200.00 (dua ratus ribu rupiah) perjudul. 200). Penulis yang artikelnya dimuat wajib memberi kontribusi biaya cetak minimal sebesar Rp. rujukan. penulis menerima nomor bukti pemuatan sebanyak 2 (dua) eksemplar dan cetak lepas sebanyak 5 (lima) eksemplar yang akan diberikan jika kontribusi biaya cetak telah dibayar lunas. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. Artikel berbahasa Indonesia mengikuti aturan tentang penggunaan tanda baca dan ejaan yang dimuat dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Depdikbud. N. Sebagai imbalannya. Pemeriksaan dan penyuntingan cetak-coba dilakukan oleh penyunting dan/atau melibatkan penulis. b. Pusat Penelitian IKIP MALANG.

Kegiatan 1.Penulisan Karya Ilmiah 9-35 2.1 Berdoa bersama untuk mengawali 5 menit pembelajaran. Langkah Kegiatan No.2 Presensi peserta pelatihan. Kegiatan Awal/Pendahuluan 2. maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali. 2. Fasilitator memberikan 130 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan .4 Selanjutnya fasilitator menyajikan petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan Curah pendapat. ceramah pemecahan masalah 3. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai. jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan. Kegiatan Inti Fasilitator memberikan ceramah tentang format penulisan karya tulis ilmiah. 2. 2. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2.

1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu. . Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran. Hasil a. Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual.2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing. Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan. Fasilitator memberikan tugas menyusun karya tulis ilmiah baik dalam bentu pemikiran maupun hasil penelitian. Kegiatan Akhir 4.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit Refleksi 3. 4. 4. 4.9-36 Penulisan Karya Ilmiah ceramah tentang salah satu contoh petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan . tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian.

D. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil penelitian. dan masalah/tujuan penelitian) Metode Hasil Pembahasan Kesimpulan dan Saran Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uaraian saja) 2. memuat latar belakang masalah dan sedikit tinjauan pustaka.Penulisan Karya Ilmiah 9-37 b. Artikel (setara hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa subjudul) Subjudul Subjudul Subjudul Penutup (atau Kesimpulan dan Saran) Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uraian saja) sesuai dengan kebutuhan . Artikel (hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa sub judul. RANGKUMAN 1.

9-38 Penulisan Karya Ilmiah E. Fasilitator memberikan bimbingan dan pendampingan pada saat peserta PLPG menyusun karya tulis ilmiah. Ruangan bebas. tidak harus terkekang di dalam kelas. . TES FORMATIF Peserta PLPG ditugasi menyusun karya tulis ilmiah dengan cara memilih salah satunya yaitu hasil pemikiran konseptual atau hasil penelitian. Tugas ini sifatnya individual. Tugas dapat ditulis menggunakan komputer atau tulis tangan.

c 8. a 3.Penulisan Karya Ilmiah 9-39 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Kegiatan Belajar 1 1. b 10. c 5. c 6. a 8. c 10. a 7. a 3. a Kegiatan Belajar 2 1. b 2. b 6. b 9. c 5. d 4. d . b 4. c 2. b 9. b 7.

dan Kantor Menristek: Jakarta. .K. Depdiknas: Jakarta. Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Press): Malang. Sistematika Penulisan Laporan KTI Online. Wardani. Teknik Menulis Karya Ilmiah. dan Waseso. 2008. 2007.DAFTAR PUSTAKA Ditbinlitabmas Ditjen Dikti Depdikbud. 2000. Ditbinlitabmas Dikti. Penerbit Universitas Terbuka: Jakarta. Direktorat Profesi Pendidik. Ikapindo. Saukah. G. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah. 2001.G. Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah. I.M. A. LIPI.A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful