P. 1
29. TEKNIK ELEKTRO SMK

29. TEKNIK ELEKTRO SMK

|Views: 1,065|Likes:

More info:

Published by: Indrawan Aulia Wiebowo on Oct 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

IV E

S NEGERI SE MA ITA RS

N RA

UN

G

UNNES

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2008

TEKNIK ELEKTRO
(SMK)

PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON XII UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2008

REKTOR NEGERISEMARANG UNIVERSITAS SAMBUTAN REKTOR

As s alamu' alailstm Warahmatutlahi Wab arakatuh Salam sejahtera untuk kita semua. Puji syukur tidak putus selalu kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dzat yang maha tinggi, atas rakhmat dan ilmuNya yang diturunkan kepada umat manusia. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 18 Tahun 2OO7, sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan

pelaksanaan uji melalui portofolio.

Berdasarkan prosedur pelaksanaan portofolio, bagi peserta yang belum dinyatakan lulus, LP|K Rayon merekomendasikan alternatif : (1) melakukan kegiatan mandiri untuk melengkapi kekurangan dokumen portofolio atau (2) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru ( PLPG ) yang diakhiri dengan ujian. Penyelenggaraan PLPG telah distandardisasikan oleh Konsorsium Sertilikasi Guru ( KSG ) Jakarta dalam bentuk pedoman PLPG secara Nasional. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Panitia Sertifikasi Guru ( PSG ) Rayon 12 dalam rangka standardisasi penyelenggaraan PLPG mulai penyediaan tempat, ruang kelas, jumlah jam, sistem penilaian, kualitas instruktur dan ketersediaan bahan ajar. Bahan ajar yang ada di tangan Saudara ini salah satu upaya PSG Rayon 12 dalam memenuhi

standard pelaksanaan PLPG secara nasional untuk itu saya menyambut dengan baik atas terbitnya Bahan Ajar PLPG ini. Sukses PLPG tidak hanya tergantung ketersediaan buku, kualitas instruktur, sarana prasarana yang disediakan namun lebih daripada itu dengan baik sejak adalah kesiapan peserta baik mental maupun fisik, untuk itu harapan saya para peserta PLPG telah menyiapkannya keberangkatannya dari rumah masing-masing. Pada kesempatan ini ijinkan saya, memberikan penghargaan yang tinggi kepada Dosen/lnstruktur yang telah berkontribusi dan berusaha men)rusun buku ini, agar dapat membantu guru menempuh program PLPG dalam rangka sertihkasi guru. Buku ini menggunakan pilihan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga pembaca dapat menikmatinya dengan seksama. Akhirnya kepada khalayak pembaca saya ucapkan selamat menikmati buku ini, semoga dapat memperoleh manfaat yang sebanyakbanyaknya.

Rektor Universitas Negeri Semarang

Sudijono Sastroatmodjo

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

PENDAHULUAN
Fakta tentang kualitas guru menunjukkan bahwa sedikitnya 50 persen guru di Indonesia tidak memiliki kualitas sesuai standardisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukkan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untuk melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistik HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masing-masing. Selain itu, 17,2% guru atau setara dengan 69.477 guru mengajar bukan pada bidang studinya. Dengan demikian, kualitas SDM guru kita adalah urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standardisasi rata-rata bukan standardisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut. "Saat ini baru 50 persen dari guru se-Indonesia yang memiliki standardisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pendidikan kita belum menunjukkan peningkatan yang signifikan," (Sutjipto dalam Jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkap oleh Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dr. Fasli Djalal, bahwa sejumlah guru mendapatkan nilai nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi pelajaran oleh guru ternyata tidak mencapai 50 persen dari seluruh materi keilmuan yang harus menjadi kompetensi guru. Beliau juga mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memprihatinkan. Guru PPKN, sejarah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi, sosiologi, geografi, dan pendidikan seni

1-2

Pengembangan Profesionalitas Guru

hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. "Artinya, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100," (Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondisi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasai 42,5 persen. Untuk itu, layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang profesional?

A. Guru sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga faktor penting, yaitu: (1) memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesilaisasi, (2) kemampuan untuk

memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang dimiliki, (3) penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu. Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual khusus, yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu, yaitu: (1) menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar, (2) menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya, (3) menuntut tingkat pendidikan yang memadai, (4) menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-3

pekerjaan yang dilaksanakan, (5) memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan, (6) memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, (7) memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan siswanya, dan (8) diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di

masyarakat. Pengertian di atas menunjukkan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusus, yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus, untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. Karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan.

B. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas, Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan,

penguasaan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut jabatan seseorang. Oleh sebab itu seorang calon guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang

diselenggarakan oleh LPTK. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya, mencakup tiga komponen sebagai berikut: (1) kemampuan kognitif, yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan

pengatahuan materi bidang studi yang diajarkan, (2) kemampuan afektif, yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain, (3) kemampuan psikomotor, yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang

1-4

Pengembangan Profesionalitas Guru

pelaksanaannya pengajar.

berhubungan

dengan

tugas-tugasnya

sebagai

Dalam UU Guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah program sarjana atau D4. Kompetensi pribadi meliputi: (1) pengembangan kepribadian, (2) berinteraksi dan berkomunikasi, (3) melaksanakan bimbingan dan penyuluhan, (4) melaksanakan administrasi sekolah, (5) melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran.

1. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu (1) orang yang menyandang profesi, (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter). Makmum (1996: 82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspekaspek; (1) kemampuan profesional, (2) kemampuan sosial, dan (3) kemampuan personal. Johnson (dalam Sanusi, 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut; (1) kemampuan profesional mencakup, (a) penguasaan materi pelajaran, (b)

penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, dan (c) penguasaan proses-proses pendidikan. (2) kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-5

membawakan tugasnya sebagai guru. (3) kemampuan personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup, (a) penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru, (b) pemahaman,

penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru, dan (c) penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik.

2. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh, berbudi luhur, jujur, dewasa, beriman, bermoral; kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin, tanggung jawab, peka, objekti, luwes, berwawasan luas, dapat berkomunikasi dengan orang lain; kemampuan mengembangkan profesi seperti berpikir kreatif, kritis, reflektif, mau belajar sepanjang hayat, dapat ambil keputusan dll. (Depdiknas,2001). Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral. Bila guru tidak percaya akan Allah, maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya, sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral, justru ia sendiri tidak bermoral. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah.

1-6

Pengembangan Profesionalitas Guru

Yang kedua, guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik memerlukan tanggungjawab yang besar. Pendidikan yang menyangkut

perkembangan anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya, tetapi perlu direncanakan, perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator, tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. Dari pengalaman lapangan pendidikan anak menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. Misalnya, terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik, guru meninggalkan kelas

seenaknya, guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik, guru tidak berani mengarahkan anak didik, dll. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sangat

penting bagi seorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik, guru lain, karyawan, orang tua murid, kepala sekolah dll. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena dalam pengalaman, sering terjadi guru yang sungguh pandai, tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik, ia sulit membantu anak didik maju. Komunikasi yang baik akan membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia, yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. Untuk itu guru sendiri harus hidup dalam kedisiplinan sehingga anak didik dapat

meneladannya. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu, seenaknya bolos; tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka bolos dan tidak tepat mengumpulkan perkerjaan

Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. sangat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin yang kurang tinggi termasuk disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. tahu ilmu . ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. ciri anak didik dan perkembangannya. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. Pertama. Yang ketiga adalah sikap mau mengembangkan pengetahuan. 3.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-7 rumah. Kompetensi Paedagogik Selanjutnya kemampuan paedagogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa. serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. meski guru sangat disiplin. Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. Yang perlu diperhatikan di sini adalah. karakter. perkembangan fisik dan psikis anak didik. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. tingkat pemikiran. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar.

maka teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai.1-8 Pengembangan Profesionalitas Guru psikologi anak dan perkembangan anak dan tahu bagaimana perkembangan pengetahuan anak. (4) melaksanakan program pembelajaran. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efisien dan efektif. Kompetensi profesional meliputi: (1) menguasai landasan pendidikan. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifititas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. dan (5) menilai proses serta hasil pembelajaran. diharapkan guru dapat meramu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Kedua. diharapkan guru dapat memilih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. guru juga diharapkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. Dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. Ketiga. (3) menyusun program pembelajaran. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat di sekolah yang nyata. Dengan mengerti bermacammacam teori pendidikan. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang seperti yang direncanakan sebelumnya. . (2) menguasai bahan pembelajaran. Oleh karena guru kelaslah yang sungguh mengerti situasi kongrit siswa mereka. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini.

Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah sosial kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistik. Hanya saja. 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. Uniknya lagi. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. sedangkan yang lain biasa atau bahkan kurang. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotial intellegence (Goleman. kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasan-kecerdasan yang lain. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan simultan ketika seseorang berpikir dan atau mengerjakan sesuatu (Amstrong. pendekatan komperehensif. ruang. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti . dan (4) mampu bekerja sama dengan orang lain.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-9 4. (3) memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain. 1994). bahasa. atau pendekatan multidisiplin. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi: (1) memiliki empati pada orang lain. alam. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. 1998). Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan sosial adalah kecerdasan pribadi (personal intellegence). (2) memiliki toleransi pada orang lain. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. pribadi. mungkin beberapa di antaranya menonjol. Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. musik. 1995). raga.

(7) kedewasaan dalam bekreasi. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi kompetensi ini.com). berempati.1-10 Pengembangan Profesionalitas Guru karier di masyarakat. dan pengendalian diri yang menonjol. dapat kita saring dari konsep life skills (www. Dari 35 life skills atau kecerdasan hidup itu. (10) kepedulian kepada sesama. (2) melihat peluang. menjadi jelas bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendapatkan penghargaan. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya. bergaul. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topik silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. (3) peran dalam kegiatan kelompok. (12) solusi konflik. (11) toleransi. (6) relawan sosial. baik finansial maupun non finansial. yaitu: (1) kerja tim. atau perusahaan. misalnya. dan memberi kepada orang lain.lifeskills4kids. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen. . Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerja sama. (8) berbagi. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. Topik-topik ini dapat dikembangkan menjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang aktual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. lembaga. (9) berempati. (13) menerima perbedaan. ada 15 yang dapat dimasukkan kedalam dimensi kompetensi sosial. bekerja sama. (14) kerja sama. (4) tanggung jawab sebagai warga. (5) kepemimpinan. Beberapa dimensi ini. Untuk mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. dan (15) komunikasi.

Pengembangan Profesionalitas Guru 1-11 C. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. Dalam pembahasan rancangan Undang-Undang ini (hingga disahkan pada 6 Desember 2005) tersirat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajah suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. pemerintah telah memberikan perhatian khusus dengan merumuskan sebuah UndangUndang yang mengatur profesi guru dan dosen. . peserta didik.2 juta orang. dan hanya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan. baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. karena di tangan para gurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. Dari ketiga komponen tersebut. antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru. Guru. Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari UndangUndang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa pada saat pengesahan Undang-Undang ini. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. faktor gurulah yang dinilai sebagai satu faktor yang paling penting dan strategis. Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. dan menjadikan profesi ini menjadi pilihan utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyanto 2005:1).

atau dia bekerja secara profesional. . tetapi harus dibangun. Profesional menunjuk dua hal. yakni orangnya dan kinerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. kebijakan dan program yang tepat. James M. strategi. strategi. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tetang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesional. guru sebagai profesi yang amat mulia. Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. dan kesetiaan terhadap pekerjaan itu. profesionalisme. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang dapat dihandalkan. profesional. dan profesionalitas sebagai berikut ini Profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. dibentuk. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. seorang profesional muda. dipupuk dan dikembangkan melalui satu proses. Proses. Sebagai contoh. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. Demikian pula. Cooper. Kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. Misalnya. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1).1-12 Pengembangan Profesionalitas Guru Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. tanggung jawab. menilai hasil pembelajaran. mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. kebijakan. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesional dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.

Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan UndangUndang.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-13 Sebagai tenaga profesional. Pertama. Westby-Gybson (1965). dan (3) keterampilan (Supriadi 1998:96). (2) komitmen. Profesionalisme guru didukung oleh tiga hal. Ketiga. di samping melindungi kepentingan anggotanya. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. yang dengan undang-undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik’. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Kelima. dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang keahlian yang lebih spesifik. ‘berilah aku hakim dan jaksa yang baik. yang menyatakan bahwa. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. 2004:2). bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. Dalam dunia yang sedemikian maju. termasuk guru. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persyaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. yakni (1) keahlian. Keempat. seperti dokter. memiliki organisasi profesi yang. semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. Kedua. maka kaidah itu dapat . pemerintah sejak lama telah berupaya untuk merumuskan perangkat standar komptensi guru. sehingga yang dianggap bidang diperbolehkan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotannya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yang dapat diberikan (Suparlan. insinyur. memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan kompetitiflah seleksi yang secara efektif. adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan karena keahlian tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi lain. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu.

aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apa . guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. Kedua. Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kelima. misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya.1-14 Pengembangan Profesionalitas Guru dianalogikan dengan pentingnya guru. Untuk menggambarkan guru profesional. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya (Supriadi 2003:14). Mendiknas memberikan penegasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Februari 2003). Pertama. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. Hal yang sama. Standar Pengembangan Karir Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya. guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. yakni dengan ungkapan bijak ‘berilah aku guru yang baik. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. Artinya. Keempat. D. dan belajar dari pengalamannya. ‘man behind the gun’. bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. yang terpenting adalah manusianya. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. dan dengan kurikulum yang kurang baik sekali pun aku akan dapat menghasilkan peserta didik yang baik’. Sama dengan manusia dengan senjatanya. Ketiga. Belajar dapat dilakukan di mana saja. Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993.

karena indikasi adanya mutu profesionalisme guru masih rendah. Jadi. Banyak orang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa prima-nya. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. Sebagai salah satu komponen utama pendidikan. Gaji akan mengikuti dedikasi. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembalajaran yang yang berkualitas. Namun. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. Pekerjaan besar ini mulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan prajabatan yang dikenal dengan LPTK. (2) antusiasme. dan (3) penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). guru harus memiliki tiga kualifikasi dasar: (1) menguasai materi atau bahan ajar. Ternyata. karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. karena melibatkan banyak komponen. Ketidakmampuan LPTK ternyata memang di luar tanggung jawabnya. Pada akhirnya orang mudah menebak. Di samping itu.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-15 pun juga. ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. selain memang harus dipikirkan dengan sungguhsungguh upaya untuk meningkatkan gaji dan penghargaan kepada . LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. mencerdaskan. Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab akibatnya. yakni proses dan pembelajaran menyenangkan. mengasyikkan. karena pada akhirnya menyangkut duit atau gaji dan penghargaan. gaji dan dedikasi terkait erat dengan faktor lain yang bernama kompetensi profesional. yang paling penting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya.

Sementara itu. Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan barang baru. terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). and values displayed in the context of task performance”. skill. keterampilan. Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge. menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Dua dekade kemudian. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru merupakan kombinasi kompleks dari pengetahuan. nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi Guru yang beranggotakan para pakar pendidikan yang tergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrumen atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. dan nilai-nilai yang ditunjukkan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. namun masih ada pekerjaan besar yang harus segera dilakukan. Setelah sekitar dua tahun berjalan. Sejalan dengan definisi tersebut. attitudes. Pada tahun 70-an.1-16 Pengembangan Profesionalitas Guru guru. Pada saat itu Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis (Dikgutentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. . yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak”. keterampilan. para penyelenggra pendidikan di kabupaten/kota telah menunggu kelahiran kompetensi guru itu. sikap. Direktorat Tenaga Kependidikan (Dit Tendik).

standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. (2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar. Standar Kompetensi Guru bermanfaat untuk: (1) menjadi tolok ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. kemandirian. Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan. (5) pengembangan profesi. Direktorat Tendik 2003:5). keterampilan. kualifikasi. 2005). Diten PMPTK. Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen yang saling mengait. (2) meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreativitas. dan (3) penguasaan akademik. . dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi. yakni (1) pengelolaan pembelajaran. yaitu: (1) penyusunan rencana pembelajaran. Oleh karena itu. 2005). Standar kompetensi guru SKS memiliki tujuan dan manfaat ganda. (3) penilaian prestasi belajar peserta didik. inovasi. (6) pemahaman wawasan kependidikan. Standar kompetensi guru bertujuan ‘untuk memperoleh acuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran’ (SKG. Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi. (4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. (7) penguasaan bahan kajian akademik.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-17 Berdasarkan pengertian tersebut. dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik. (2) pengembangan profesi. PMPTK. peningkatan kualitas dan penjenjangan karir guru. Di samping itu.

Pengembangan Karir Guru Pada era sentralisasi pendidikan. dan bahkan menjadi tenaga struktural di dinas pendidikan. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena faktor ‘kasihan’. Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan sistem kredit pun sama. Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980an telah didirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran Guru (BPG). dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan sistem kredit. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pandir penghasilan sama’. antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka. pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk pelbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah di Indonesia. Region-region penataran telah dibentuk di berbagai kawasan di Indonesia. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan. ada sebagaian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena faktor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa.1-18 Pengembangan Profesionalitas Guru E. Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. anggota legeslatif. yang sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh direktorat-direktorat di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada di bawah Ditjen PMPTK. dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan . Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. Dengan kondisi seperti itu.

yakni guru baru atau guru yang belum pernah mengikuti penataran. Melalui pola PKG ini. guru yang telah ditatar di tingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat yang sebagai penatar di tingkat kabupaten. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagaian besar dilaksanakan di satu sanggar yang disebut sanggar PKG. dan sekolah. (3) instruktur. para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) guru biasa. Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan kegiatan Guru (PKG). yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. (6) Pengawas sekolah. yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. (5) kepala sekolah. guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola Sanggar PKG. para guru memiliki wadah pembinaan profesional melalui orgabnisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). (4) pengelola sanggar. guru yang telah mengikuti klegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat provinsi. Selain itu. sementara para kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS). kecamatan. . dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. yang sistem penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas. Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman dalam mengikuti penataran di luar negeri. (2) guru Inti. satu jenjang fungsional bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah. serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh Kantor Wilayah Departemen pendidikan dan Kebudayaan yang ada di regionnya masing-masing. atau baru sebatas ditatar di tingkat kecamatan atau sekolah.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-19 lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training.

Berbagai program peningkatan kompetensi dan profesionalisme tersebut dilaksanakan dengan melibatkan P4TK (PPPG). PENUTUP Peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru.1-20 Pengembangan Profesionalitas Guru F. dan LPTK sebagai mitra kerja. Dinas Pendidikan. LPMP. oleh Depdiknas sekarang dikelola oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. .

Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Masa Depan. 2004. Akibatnya pada Mutu Pendidikan”. Jakarta: Grasindo. Jakarta: Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti Dirjen Dikti Dir PPTK Depdiknas. Undang-undan No. Studi Kebijakan Pengelolaan Guru Di Era Otonomi Daerah dalam Rangka Peningkatan mutu pendidikan. Hamijoyo. Inovation in Education: Reformers and Their Critics. “Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah”. 2002. Standar Kompetensi Guru Kelas SD-MI Program D-II PGSD. Paul. 2006. 1995. Undang-Undang No. Indra Djati Sidi. John Martin. Jakarta: Rineka Cipta. Pendidikan untuk Masyarakat Indonesia Baru. Yogyakarta: Bigraf Publishing. dalam Syarif Ikhwanudin dan Dodo Murtadhlo. . Rokhman. “Status dan Peran Guru. Balitbang Depdiknas. Kebijakan-Kebijakan Pendidikan. Santoso S. 2002. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas. 2002. 1992. 2000. Zamroni. Gunawan. Everett M. dalam Isu-isu Pendidikan di Indonesia: Lima Isu Pendidikan Triwulan Kedua. 2004. Penelitian Balitbang dan Lemlit UNNES. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Suryadi. Jakarta:Paramadina dan Logos Wacana Ilmu. Ary H. 2004. New York: The Free Press. Direktorat Ketenagaan. Fathur dkk. New York: Cross Cultural Approach. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Safrudin Ismi. Rich. Menuju Masyarakat Pembelajar: Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. 2005. Jakarta: Grasindo. Rogers. Jakarta: Genesindo. Pusat Data dan Informasi Pendidikan. Rambu-rambu Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Guru Sekolah Dasar.1995.DAFTAR PUSTAKA Chamidi. Diffusion of Innovation. Ace dan Dasim Budimansyah. Guru Demokratis di Era Reformasi Pendidikan. Suparno. 2002.

BUKU AJAR Dasar Teknik Elektro .

cara pemasangan alat ukur listrik. diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan rangkaian listrik yang komplek dengan berbagai metode. . Deskripsi Ruang lingkup dari materi ini mempelajari tentang dasar rangkaian listrik dari komponen pasip yaitu R . tegangan. D. Sebelum memahami tentang rangkaian dasar elektro. Prasyarat. terlebih dahulu harus sudah memahami teori dasar ilmu listrik tentang arus. Setelah memahami materi. Dapat merangkai dengan berbagai hubungan menghitung secara teoritis dan membuktikan dengan cara mengukur. satuan dasar. Kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari materi ini akan memahami fungsi dari masing-masing komponen bila dirangkai dan dipasang pada arus maupun tegangan. daya. Kompetensi dan Indikator. Pemahaman akan lengkap apa bila mengenal bentuk fisik masingmasing komponen. komponen-komponen listrik. DC maupun AC. Petunjuk belajar.BAB I PENDAHULUAN A. dapat menggunakan alat ukur dasar listrik (AVO meter). pembacaan code nilai. B. C. L dan C pada rangkaian dengan arus atau tegangan DC maupun AC.

Daya ini dibangkitkan akumulator .Q i.v.V p. Dasar rangkaian Listrik. A. thermocouple dan lain-lain.E.W Satuan Coulomb Ampere Volt Watt Joule.t t = 1/f i = dq/dt e = w/q p = e. E.1 Besaran dan satuan listrik . I e. batre. tegangan) yang besar dan arahnya setiap saat sama. Besaran dan satuan listrik Besaran dan satuan listrik ditunjukkan pada tabel 1. berikut Besaran Listrik Muatan Arus Tegangan Daya Kerja energi Simbol q. watt detik Persamaan yang berhubungan q = i. RANGKAIAN DC DC (Direct Current ) adalah daya listrik (arus . w = ∫τ ei dt Tabel 1. P w.BAB II KEGIATAN BELAJAR I I.I positip 0 negatip t Gambar 1.1 Kurva DC 1.i w = e.q . dinamo.

Resistivitas Resistivitas suatu penghantar adalah tahanan untuk satu satuan panjang per satu satuan luas penampang penghatar tersebut. Hukum OHM Hukum Ohm : perbandingan antara tegangan (e. Hubungan seri maka RAB = R . Deret (seri) R1 A Gambar 1. Hubungan komponen a.n yang terhubung seri n = jumlah tahanan Tahanan total hubungan seri besarnya lebih besar dari tahanan terbesar R2 B RAB = R1 + R2 +…… Rn Bila R1 = R2 =…… Rn = R ℓ = panjang hantaran dalam cm A = luas penampang dalam cm2 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-3 2. R ………volt E I R I = E / R…ampere dan R = E / I……Ω Gambar 1. Segitiga Ohm 3.2.E) dan arus listrik (i. R=ρℓ/A Keterangan: R = Tahanan dalam ohm ρ = (rho) tahanan jenis 4.3.I )dalam tahanan (R) E = I.

4. z). y. Hubungan campuran (coumpound) RBC = R3 R4 / (R3 + R4) A R1 R2 B R4 R3 C RAC = RAB + RBC RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Gambar 1. Jajar (paralel) R1 A R2 Gambar 1.6.R3) +(R2.R2) + (R1. dan ujungujung disatukan X R1 R3 Z R2 Y Gambar 1.R3)} B 1/ RAB = 1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn RAB = 1/ (1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn) Bila R1 = R2 =…… Rn = R maka RAB = R / n Tahanan total hubungan paralel besarnya lebihkecil dari tahanan terkecil yang terhubung paralel c. Hubungan seri paralel d.2-4 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik b.5. Hubungan bintang ( Y ) Hubungan bintang: masing-masing pangkal terbuka (x. Hubungan paralel Untuk n = 2 Untuk n = 3 RAB = R1 R2 / (R1 + R2) RAB = R1 R2 R3/ {(R1. Hubungan Y .

Hubungan segitiga (∆ ) atau Delta (D) Hubungan segitiga: ujung RA terhubung pangkal RB . y. X RB RC Z RA Y Gambar 1. z) seperti terlihat pada gambar 6.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-5 e.7. paralel dan campuran karena mempunyai 3 terminal terbuka. sehingga hasil konversi merupakan hubungan seri atau paralel atau campuran Konversi dari Y ke ∆ Untuk mengkonvers 3 terminal senama Y dan ∆ disatukan RA = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R1 RB = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R2 RC = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R3 Konversi dari ∆ ke Y R1 = (RB RC) / (RA + RB + RC) R2 = (RC RA) / (RA + RB + RC) R3 = (RA RB) / (RA + RB + RC) . ujung Rc terhubung pangkal RA. ujung RB terhubung pangkal RC. masing-masing sambungan sebagai terminal terbuka (x. Untuk penyelesaian harus ada hubungan lain yang terkait dengan hubungan Y atau ∆ yang harus dikonversi /diubah dari Y ke ∆ atau sebaliknya. Hubungan ∆ atau D Catatan: Hubungan Y maupun ∆ tidak bisa diselesaikan seperti cara seri.

9. Arus dan tegangan RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Tegangan pada R1 = i R1 Tegangan pada R2 = i R2 Tegangan pada R3 = Tegangan pada R4 = E BC = i { R3 R4 / (R3 + R4)} i2 = E BC / R3 dan i3 = E BC / R4 E = E AB + E BC = ( iR1 + iR2 ) + i { R3 R4 / (R3 + R4)} i= E / RAC . A R4 RB A RA RC R5 R1 R3 R5 R2 B R2 R1. perhitungannya sama dengan tahanan 2. RC seri R5 sehingga B (RB + R2) paralel (RC + R5) = Rpar RAB = RA seri dengan Rpar Gambar 1. Hukum OHM pada rangkaian Arus dan tegangan pada rangkaian i2 B i3 R4 A E C R1 i R2 R3 C Gambar 1. Untuk kondensator (C) Bila terhubung seri. perhitungannya terbalik dengan tahanan (R).8. paralel atau campuran. Bila terhubung seri. paralel atau campuran. Untuk kumparan (L) nilai tahanan R = ρ ℓ / A. R3. f. Gabungan Y ∆ dan penggantinya Catatan: 1. R4 = Y diubah ∆ jadi RA RB RC maka RB seri R2.2-6 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh 1.

3.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-7 Latihan 1.i1 . Jumlah aljabar dari seluruh perkalian arus dan tahanan pada penghantar-penghantar tersebut. 10Ω .E2 = i1 R1 + i2 R2 sebuah rangkaian tertutup. Berapa besar tahanan bila a) dihubungkan seri b) dihubungkan paralel 2. 3Ω dihubungkan jajar kemudian dihubungkan seri dengan tahanan 9Ω . sama dengan jumlah aljabar seluruh gaya gerak listrik yang terdapat pada rangkaian Gambar 1. A+ E1 Bi2 R1 i1 R2 C + E2 D terminal AB terdapat tegangan E1 terminal CD terdapat tegangan E2 arus i1 mengalir pada R1 arus i2 mengalir pada R2 E1 .i2) = 0 2. Tiga buah tahanan terdiri dar 12Ω .11.i2) = 0 i . Arus kirchhoff 4Ω . Jumlah aljabar semua arus yang mengalir menuju suatu titik pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol i A i1 i2 R2 Gambar 1. Empat buah tahanan masing-masing 15 Ω .10. Pada gambar 7 bila masing-masing tahanan besarnya 3 Ω hitunglah besar tahanan RAB 5. 6 Ωdan 3 Ω deret. Hukum Kirchhoff 1. tersebut dibungkan dengan batre 12v Berapa besar tahanan total arus yang mengalir pada masing-masing R. Dari rangkaian B R1 C i = arus menuju titik B (arah positip) D i1 dan i2 = meninggalkan titik B (arah negatip) semua arus yang menuju ke titik B adalah i + (-i1) + (. Tegangan kirchhoff .

12c.12.12b. Rangkaian dengan 2 sumber (c) (a) rangkaian dasar (b) E mati . I aktif (c) E aktif . Rp1 = (R1//R2)+ R3 arus di R4 adalah I4’= (Rp1 / Rp + R4 ) It dengan arah atas ke bawah Gambar 1. I mati Gambar 1.2-8 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Teori Superposisi Bila dalam suatu rangkaian terdapat lebih dari satu sumber tegangan atau sumber arus. maka arus yang mengalir pada salah satu cabang dapat dihitung dengan menjumlahkan arus yang mengalir padanya pada saat salah satu sumber dimatikan sedang sumber lain aktip secara bergantian. Rp2 = {(R3 + R4 ) // R1 } + R2 maka It = E / Rp2 Arus di R4 adalah I4’’ = [R1/ {{R1 + (R3 + R4 ) } ] It dengan arah atas ke bawah maka I4 = I4’ + I4’’ (karena arah sama) . R3 R2 R1 + R3 R3 + E I R4 I4 R2 R1 It E=0 R4 I4 ’ I R1 It R2 + E I=0 R4 I4’’ (a) (b) Gambar 1.

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-9 6. TEORI NORTON Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber arus tetap IT dan konduktor tetap GT yang terhubung paralel IT ET b Gambar 1. (beban) Rangkaian Thevenin RT didapat dengan membuka beban (oc)dan menghubungsingkatkan E (sc) sehingga ET didapatkan dengan membuka beban (oc) maka ET = Eab = ( R2 / R1 + R2 ) E IT = ET / RT (beban) R2 // R1 b Gambar 1.13. TEORI THEVENIN Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan tetap ET dan tahanan tetap RT yang terhubung seri a R1 E IT ET R2 b a RT Rangkaian selanjutnya Rangkaian selanjutnya Rangkaian semula. Rangkaian Thevenin 7.14. Rangkaian Thevenin ke Norton a RT Rangkaian selanjutnya a Rangkaian selanjutnya (beban) IT GT b (beban) .

dengan cara menghubungsingkatkan superposisi didapatkan: E1 = aktif E2 = 0 i1 = E1 /{ R1 + (R2 // R3)} gambar Dengan Isc’ = ( R2 / R2 + R3 ) i1 E1 =0 E2 = aktif IT = i2 = E2 / {( R1 // R2 )+ R2 } Isc’’ = ( R1 / R2 + R3 ) i2 Isc’ .E2 RT didapatkan dengan menghubungsingkatkan E1dan E2 pada beban terbuka (gambar 10c) sebesar R xy = ( R1 // R2 ) + R3 Arus hubung singkat ( beban Isc) (x-y) atau IT didapatkan 10b.Rangkaian dengan 2 sumber tegangan Untuk x–y terbuka arus I mengalir ke R2 dan R1 sebesar I = (E1+E2 ) / (R1+R2 ) . R1 ) atau ET = E xy = (I . Karena arus tak mengalir pada R3 maka tegangan x-y atau ET sebesar: ET = E xy = E1 – (I .Isc’’ (arah arus mana yang lebih besar) . R2 ) .15.2-10 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh Ubahlah menjadi rangkaian Thevenin dan Norton R3 x R1 E1 R2 R1 R2 I R3 x R1 R2 E1 =0 R3 x + + E2 + E1 i1 y i2 beban RL + E2 y beban RL E2=0 y (a) (b) (c) Gambar 1.

RANGKAIAN AC AC (Alternating Current) adalah daya listrik (tegangan. R3 = 3 Ω. Tegangan v = Vm sin ω t Arus i = Im sin ω t Gambar. 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-11 Rangkaian Thevenin dan Norton dapat digambarkan RT + ET y (a) (b) x IL RL IT + RT x IL RL y Gambar 1. Rangkaian pengganti gambar 15 (a) Thevenin (b) Norton Arus beban n=menurut Thevenin IL = ET / (RT + RL) Arus beban n=menurut Norton IL = {RT / (RT + RL)} IT Latihan Hitunglah arus pada beban RL dari gambar 10 secara Thevenin dan Norton bila diketahui : E1 = 20V RL = 5Ω B. arus) yang besar dan arahnya setiap saat berubah. i V m Im E2 = 10V R1 = 3 Ω.17.16. Bila daya AC dihubungkan dengan komponen maka komponen tersebut bersifat impedansi yang berupa tahanan murni ( R ) dan reaktansi (x) v. 0 0 Π 2Π 2Π = T = periode dalam detik + 0 0 = putaran per detik f =1/T= frekuensi dalam cps (Hertz) 0 t ω = 2Π / T = 2Π f = kecepatan sudut T T dalam radial (derajat). Bentuk sinus . R2 = 6 Ω .

2-12 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.i Vm Im v=i ω L L 0 ω (a) Gambar.1. Catu daya (v atau i ) AC pada komponen Tahanan i v v=i R (a) Gambar.Ф ) = Im sin (ω t -90o ) (b) (b) phasa v dan i dicatukan pada L maka arus .18 AC pada R (a) v dan i pada R v = Vm sin ω t (b) phasa v dan i R 0 (b) Vm Im t dicatukan pada R maka arus i = v / R = Im sin ω t bentuk gelombang v maupun i (gambar 18b) ternyata tidak terjadi beda phase (0o) maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar Z=R Kumparan i v t Ф=90o 0 ………………Ω v.( Vm / ω L) cos ω t = (Vm / ω L) sin (ω t .1.19 AC pada L (a) v dan i pada L v = Vm sin ω t i = ∫ (Vm sin ω t dt / L) = .

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-13 bentuk gelombang (gambar 19b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Im tertinggal 90o terhadap Vm atau Vm mendahului 90o terhadap Im maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZL = ω L Kondensator v.20.Ω 1/ω C = 2 Π f C= Xc disebut reaktansi capasitif ..Ω ω L = 2 Π f L= XL disebut reaktansi induktif Vm Im 0 (b) ωt dicatukan pada C maka arus i = C (d Vm sin ωt /dt ) = C (Vm cos ωt /dt ) = ωC (Vm cos ωt) = {Vm / (1/ ωC ) } sin (ωt +90o ) = Im sin (ωt +90o) Vm / (1/ ωC) = Im bentuk gelombang (gambar 1..90o ……….i i v v=i1/ωC (a) Gambar 1. AC pada C (a) v dan i pada C v = Vm sin ωt (b) phasa v dan i C Ф=90 o 90o ……….20b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Vm tertinggal 90o terhadap Im atau im mendahului 90o terhadap vm maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZC = ω C .

Vektor impedansi RL Rangkaian seri R dan C i R v C vC vR v = i R + i / j ωC Gambar 1.24.21.Ω -1 XL R Z = √ R2 + X L 2 Ф = tg XL /R 0 Atau Ф = arc tg XL /R Gambar 1. R seri L maka A sin Ф + B cos Ф = C sudut Ф = ωt = tg -1 B/A= tg -1 (ωL/R) v C 0 Ф vL C= A2 + B 2 2 2 B vR = √ R2 Im2 + ω2L2 Im2 = Im√ R + (ωL) A Gambar 1. R seri C .2-14 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian seri R dan L vR v = vR + vL i v R L vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф = Im (R sin ωt+ ωL cos ωt) misalkan R Im = A ωL Im = B Gambar 1.22.23. Vektor tegangan v = Im ZL Z = √ R2 + ω2L2 Z Ф Ф …….

Ω 0 Z R Ф = tg -1 (. Seri R L C vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф + { ( .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-15 Z = √ R2 – (1/ ωc)2 Ф …….1/ ωC ) . L dan C vR v = vR + vL + vC i v R L C vC Gambar 1.Im/ ωC ) cos ωt} = Im R sin ωt + (ωL – 1/ ωC) Im cos ωt ωL √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 ωL-1/ ωC Ф impedansi seri RLC adalah Z = √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 ……. Vektor impedansi R L C ( ωL/R .1/ ωC R ) XC Gambar 1.25.26. Vektor impedansi RC Rangkaian seri R .Ω dengan sudut Ф 1/ ωC Ф = tg -1 R Gambar 1..27.

2o arus tertinggal 38.05 = 7.7Ω = √ 102 + 7. Vektor Z .7 38.85 dengan sudut Ф = tg -1 XL /R = tg -1 (7.852 = √ 161. 0.7Ω 38.38.28.2o =(150 0) / 12.85/10) =38. 25 .7 38.2o Bila digambarkan vector impedansinya arus Im = Vm / Z Z =12.2o R=10 XL=7. 3.8 A . Penyelesaian XL = 2 Π f L = 2.6 = 12.05 henry dihubungkan tegangan AC yang mempunyai tegangan maximum 150v frekuensi 25 Hz berapa impedansi dan arus yang mengalir.14 .2-16 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik contoh Tahanan R=10 Ω diseri dengan kumparan L=0.2o terhadap tegangan Gambar 1.2o = 11.85Ω Z = √ R2 + XL2 jadi Z = 12.

Emisi Elektron : Pancaran elektron akibat pengaruh dari luar (panas. c. DASAR KERJA Bekerjanya tabung elektron berdasarkan emissi elektron: a. Rangkaian elektronika terdiri dari komponen aktif dan pasif (bersifat resistip). A.BAB II KEGIATAN BELAJAR II DASAR ELEKTRONIKA KOMPONEN : Komponen elektronika bersifat aktif yang artinya dapat mengubah besaran maupun bentuk masukan (input). Emissi Kuat Medan : emissi yang timbul karena perbedaan tegangan pada Anoda-Katoda. sinar. Emissi Thermis : emissi yang timbul karena pengaruh panas pada filament (heater) b. Tabung elektron a) Bentuk fisik b) Simbol-simbol 2. tekanan mekanik ) pada bahan emissi (katoda) .1. BENTUK FISIK & SIMBOL A = anoda A K K = Katoda A G = Grid A G SG = Sreen Grid A G SG K K K Dioda ( a) Dioda gas Trioda Tetroda ( b) Gambar 2. tegangan. Sebelum komponen semikonduktor ditemukan komponen aktif menggunakan tabung electron atau tabung hampa. TABUNG ELEKTRON 1.

Miniaturisasi 4.2-18 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 3. Statis.. Se. Te. Daya besar 2. As.6.6. Tidak membutuhkan pemanasan 3. Dinamis / portable . Tidak tahan tekanan mekanik 6. Sb. Bahan utama : Silicon (Si) dan Germanium ( Ge) sebagai golongan IV 2. Sn. Tl ………………. SEMIKONDUKTOR 1. N = pembawa muatan negatip sebesar – 1. Dimensi besar 4. Mahal B. Tahan Panas Kerugian : 1. S. 5. Pb ……………………. Membutukan pemanasan 3. 2.golongan V (donor) O. Mg. Perawatan sulit 7. BAHAN 1. golongan II B. P. 10 -19 C P =pembawa muatan positip + 1. Po ………………golongan VI Golongan V didoping ke golongan IV = logam type N (elektron) Golongan III didoping ke golongan IV = type P (hole). 10 -19 C. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1. Al.Bahan campuran : C.golongan I Be. Bi ………………. Cd. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1. Membutuhkan daya besar 2. Daya yang dibutuhkan rendah 2. Hg …………..golongan III (aseptor) N. Ga. Zn. In.

ID µA VD non bias VD=0V ID = 0 volt Gambar 2.IS 0 . Karakteristik dioda . Daya yang dihasilkan rendah 2. KARAKTERISTIK ID mA Forward bias VD>0V ID > 0 -VD Reverse bias VD< 0V ID = .3. Mudah perawatan 7. 2. Tidak tahan terhadap panas DIODA 1. Simbol dan pencatuan dioda Dioda melalukan arus bila di catu maju (forward bias) dan tidak melalukan arus bila dicatu mundur/balik (reverse bias). Murah Kerugian : 1.2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-19 5. SIMBOL & PENCATUAN Logam tipe P & N disambung = Sambungan (jungtion) PN Dioda anoda IB =0 IS =0 dk katoda IS dk IB IB =0 dk IS P N VD<0 dicatu mundur VD= tegangan catu VD=0 VD>0 tanpa dicatu dicatu maju IB = arus mayoritas IS = arus minoritas dk = daerah kosong Gambar 2. Tahan terhadap tekanan mekanik 6.

1 ) e = muatan electron ( 1. Ω PENGGUNAAN DIODA 1. 10 -23 joule oK -1) VD = tegangan dioda T = temperature dalam oK (300 oK ) Keterangan : IS = arus jenuh balik Tahanan DC (statis) R DC = VD ID Tahanan AC (dinamis) r AC = vd / id vd = k.6 . rangkaian OR dan tabel kebenaran . RANGKAIAN GERBANG (GATE) A. A A B E C 1 B E 0 A D1 D2 I C R R 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 1 1 1 Gambar 2.2-20 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Arus dioda ID = IS ( e kVD/T . T /q maka r AC = (kT/q) / id r AC = 26 mA/ id ………. Rangkaian logika. 10 -19 colomb ) k = konstanta Boltzman ( 1. Rangkaian Gerbang OR (ATAU).38 .4.

6. rangkaian logika.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-21 B. Gerbang OR pada kondisi A=B=1 Tegangan C = [ R /{ R+ (Rf1 // Rf2 )}]E = [ R/{R+ (0 // 0) }]E = E = 1 Gerbang AND kondisi A=1 B=0 R A 1 E 0 C D1 R D2 B Gambar 2. Dioda ideal rangkaian AND dan tabel kebenaran Rf = 0 ohm (tertutup) Tahanan maju (forward) Tahanan mundur (reverse) Rr = ~ ohm (terbuka) Analisis dapat dilakukan berdasarkan tabel kebenaran Contoh Gerbang OR kondisi A = B = 1 A 1 B E 0 D1 D2 I C R R Gambar 2.7.Gerbang AND kondisi A=1 B=0 Tegangan C = [Rf2 / {Rf2 +( R // Rr1)} ] E = [0 / {0+( R //~)}] E = 0 .5. Rangkaian Gerbang AND (DAN) A B A D1 D2 I C R C E 1 B 0 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 0 0 1 E Gambar 2.

PEMOTONG PARALEL R R vo 0 0 vi 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 Gambar 2. Clipper paralel tanpa sisipan tegangan DC . Pemotong Seri 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 Gambar 2.Gambar 2.10.8. Clipper seri dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper seri (b) Bentuk masukan (c) Bentuk keluaran B.9.2-22 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1. RANGKAIAN PEMOTONG (CLIPPER) A. Clipper seri tanpa sisipan tegangan DC V vi =Vm VD R Vo Vm 0 V vi vo 0 vi + V v (a) (b) (c) .

Penyearah setengah gelombang (half wave rectifier) Satu periode input menghasilkan ½ periode (satu puncak) positip VT D Vi = Vm sinωt Vm -VT R Vi Vm 0 t1 t2 0 Vo Vm -VT V dc = 0. a) Rangkaian b) input sinusoidal VDC = 0.11. PENYEARAH Penyearah (rectifier) adalah perubah daya AC menjadi DC.VT) c) bentuk output B. Ada 2 macam jenis penyearah A.12 Penyearah setengah gelombang. Clipper aralel dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper paralel (b) Bentuk masukkan (c) Bentuk keluaran 3.318 t1 t2 (a) (b) (c) Gambar 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-23 Vo R vi =Vm VD V vi Vm 0 vo Vm V 0 (a) (b) (c) Gambar 2.318 (VM . Penyearah gelombang penuh (full wave rectifier) Satu periode input menghasilkan 2 puncak positip Penyearah gelombang penuh ada 2 macam: .

14. Cara jembatan ( bridge ) .15 Saringan kondensator a) rangkaian b) grafik pengisian. E C R 0 t1 t2 a) Gambar 2.2-24 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1. Vi 0 D2 Vo t1 t2 0 A t1 VDC =0. penyimpanan dan pengosongan t3 (b) S Vo Vo E Vc τ = RC t .636 VM t2 D1 D4 B D3 D2 (a) (b) (c) Gambar 2.13 Penyearah gelombang penuh cabang tengah a) Input sinusoidal (b) bentuk output (c) rangkaian 2.636 VM 0 D1 A P B S D2 R t1 b) t2 c) Gambar 2. Cara cabang tengah (centre tap) Vi 0 t1 a) t2 Vo VDC =0. Penyearah jembatan a) bentuk input b) bentuk output c) rangkaian Saringan (filter) .

Penyearah setengah gelombang dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output Penyearah gelombang penuh dengan filter Vi Vm VDC VMin Vo Vm VRiple max VRiple VRiple min 0 t1 t2 t3 (a) t 0 (b) t Gambar 2.VRiple max . f sekunder = 2 f primer.17. Tegangan searah VDC = Vm .16. f sekunder = f primer.. atau fo = 2 fi V Ripple = (VRiple max ) + (VRiple min ). Vi Vm Vo Vm VDC VMin VRiple 0 t1 (a) t2 t3 t 0 t (b) VRiple max VRiple min Gambar 2. Penyearah gelombang penuh dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output V Ripple = Q/C ……volt = (I .02 detik. Farad t = 1/f atau f = 1/ t f = 50 Hertz untuk setengah gelombang t = 0.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-25 Penyearah setengah gelombang dengan filter . atau fo = fi gelombang penuh t = 0.01 detik. t ) / C C = Q / V Ripple …….

besaran listrik .707 0. Penyearah setengah gelombang: Tegangan rata-rata Vr = V rata-rata = 0. Arus rata-rata I rata-rata = 0.318 Im Penyearah gelombang penuh: Tegangan rata-rata V rata-rata = 0.318 Vm .2-26 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Besaran-besaran listrik. Besaran effektif. Besaran maksimum (puncak) Besaran maksimum(puncak) atau puncak ke puncak (peack to peack) diukur dan digambarkan oleh alat ukur Osiloskop. Hubungan besaran.636 Vm .707 Im 3.707 Vm untuk arus maksimum Ieff = 0. 1. Arus rata-rata Ir = I rata-rata = 0.636 Im .707 dari besaran maksimum Untuk tegangan effektip Veff = 0. V 0.18. Besaran rata-rata Besaran rata-rata (average) diukur dengan alat ukur DC.636 0. Besaran effektif diukur dengan alat ukur AC.318 tegangan Vm Vr Vr Veff Vm V p t p = Vm t m t 0 -Vm Gambar 2. Besaran effektip lebih kecil 0. Untuk maksimum Vm = Vp = (V ptp)/2 dan untuk arus maksimum Im = Ip =(I ptp)/2 2.

20. Transistor (a) Teknologi PNP dan NPN (b) Analogi 2 dioda (c) Simbol PNP dan NPN Syarat kerja transistor :dioda E – B bias forward.19.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-27 TRANSISTOR 1 Konstruksi dan susunan Transistor singkatan dari transistor (BJT). Susunan Common Base (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN . ++ P E transfer resistor atau disebut bi junction N B P (a) C (b) E N P B N C E B C E B (c) C Gambar 2. Susunan Common Base (CB) E + VEE IE IB B B (a) (b) IC C E IE IC C + Gambar 2. dioda C-R bias reverse 1.

VCC .α IE atau IB = IE ( 1 .α) IE = ( β +1 ) IB VCE = constant .α) Penguatan arus untuk emitor bersama dengan inisial β (beta). Susunan Common Emitor (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN Arus-arus yang mengalir pada transistor IE = IB + IC dan IC = α IE + ICBO IC = α (IB + IC ) + ICBO IC = ( α IB / 1. β ac = (∆IC) / (∆IB) Hubungan α dan β β = α / (1.α)+ (ICBO / 1.VBB IB IE IC + VCC +VBB IB (a) (b) Gambar 2.α ) Arus bocor akibat agitasi termis sebesar ICBO.21.ICBO maka IC = α IE + ICBO dan IE = IC / α 2 Susunan Common Emitor (CE) IC IE .2-28 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Penguatan arus DC pada CB adalah α (alfa) : α dc = IC / IE jadi IC = α IE IC ≈ IE IB = IE . : IB = IE ( 1 .α ) .IC atau IB = IE .

VCE=C Penguatan arus VEC=C Tegangan balik IB=C Parameter Impendansi Input (Zi) (besar) Impendansi Output (Zo) Penguatan arus (Ai) Penguatan Tegangan (Av) CB IE = f(VEB).22. IB=C CC IB = f(VBC). Susunan common colector (a) PNP Arus pada susunan CC adalah (b) NPN IE = {(1/1. IC =f (VEC) IE =f ( IB) .α) ICBO} -VEE +VBB IB IC (b) IE +VEE .1. VCB=C IC = f(VCB). IE=C IC =f ( IE) . VCE=C IC = f(VCE). VCE=C VBE= f (VCE). IE=C CE IB = f(VBE). VEB/ IE (kecil) VCB/ IC (besar) IC / IE (kecil) VCB/ VEB (besar) VBE/ IB (besar) VCE/ IC (besar) IC / IB (besar) VCE /VBE (besar) VBC /IB VEC/IE (kecil) IE / IB (besar) VEC /VBC (kecil) .α) IB } + {(1/1. IB=C IC =f ( IB) .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-29 3 Susunan Common Colector (CC) IE IB IC (a) Gambar 2. VBC= f(VEC). Karakteristik dan perameter Karakteristik/ parameter Karakteristik Input VEC=C Output . VCB=C VEB= f(VCB).VBB 3 KARAKTERISTIK DAN PARAMETER PENGUAT Tabel 2.

IC (RC + RE ) 3. Fixed Bias (Bias tetap) VCC RB Input AC C1 VBE IB IC RC C2 IE Output AC Gambar 2.23. Base bias . Base bias I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 Input AC Gambar 2.24. Fixed bias dengan stabilisasi emitor VCC RB Input AC C1 IB VBE RE IC RC C2 IE CE Output AC VB Gambar 2.25.VBE) /{ (RB/ β )+ RE } VCE = VCC .IC RC 2.VBE ) / RB IC = β IB VCE = VCC .2-30 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik PEMBIASAN PADA PENGUAT 1. Fixed bias stabilisasi emitor IB = (VCC -VBE ) / {RB +(β +1) RE} IC = (VCC . Fixed bias IB = (VCC .VE .

IC (RC + RE ) VB R2 Gambar 2. Base bias dengan stabilisasi Emitor I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 CE Input AC RE Gambar 2. Potensio bias RB = R1 // R2 = R1R2 / (R1 +R2) VB = (R2 / R1 +R2 ) VCC IB = (VB .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-31 IC = ( VCC .IC (RC + RE ) . Potensio Bias VCC R1 Input AC C1 IB VBE RE IE IC RC C2 CE Output AC VCE = VCC . Base bias dengan stabilisasi Emitor IC = ( VCC .IC RC 4.27.VBE) / {RC +( RB/ β )} VCE = VCC .26.VBE) / {RC + (RB/ β) + RE } 5.VBE ) / {RB + ( β +1)RE} VCE = VCC .

.29 Hubungan input dan output Dari gambar 2. Penguat susunan CE Dibutuhkan: a.28 arus maximum di kolektor adalah IC Max = VCC / (RC + RE) dan VCC = VCE Penguatan arus Ai = ( 50 -30) mA / (30 – 10) µA = .28.2-32 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT Besar penguatan penguat dapat dianalisis dalam 2 cara yaitu: I. 2. Garis beban IC (mA) IC Max Q1 IB1 60µA IB2 50 µA input IB3 40 µA IB4 30µA IB5 20µA IB6 10µA IB7 0µA Q7 Garis bebanDC VCC VCE (volt) output 0 50 40 30 20 0 Q2 Q3 Q4 0 Q5 Q6 Gambar 2.1000 x ( terjadi beda phase 180 o ) Terjadi penguatan arus 100 kali dengan arah terbalik. Karakteristik output CE b. ANALISIS GRAFIS VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC VCE C2 vo IE CE vi VB R2 Gambar.

Gambar 30a merupakan rangkaian penguat susunan CE dengan masukan dan keluaran sinyal AC.... Dari temuannya dihasilkan: Penguatan daya : Oleh karena AP = Log ( Po / Pi ) ……….. RC .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-33 PENGUATAN dalam satuan dB ( desi Bell ) Menurut Abraham Bell : Bahwa telinga manusia menerima intensitas suara secara logaritmis. dB Penguatan arus A i = 20 Log ( Io / Ii ). ANALISIS TEORITIS Untuk memudahkan analisis secara teoritis/matematis rangkaian harus ganti dengan model AC. RE dan transistor membentuk rangkaian DC . dB II. Catu daya DC dianggap hubung singkat (short) 1.………. Rangkaian yang digunakan dalam analisis adalah susunan CE. karena penguatan berdasarkan sinyal AC Untuk mengganti menjadi rangkaian AC ( rangkaian model ) 1. Catu daya DC mengalir pada R1 .Bell (B) atau = 10 ( Po / Pi ) …………desiBell (dB) P = E2 / Z atau P = I2 Z Untuk P maximum Zo = Zi Maka Penguatan tegangan A v = 20 Log ( Vo / Vi )………. Semua kondensator dianggap hubung singkat (short) 2. R2 . Analisis model “re” “re” adalah tahanan masukan AC dalam kondisi penguat beroperasi.

model “re “non ideal Transistor pada gambar 2.30b (dalam kotak) dimodelkan pada gambar 2.( Vi / re ) Rc bila masing-masing dibagi dengan Vi maka .2-34 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC C2 vo IE CE vi VB R2 (a) C ii R2 B Vo E ii Zi B ib βre E C R1 Zi io RC Zo vi RB βib ro io Zo RC vo (b) Gambar 2.30 Penguat CE a. Keterangan : βre = impedansi masukan ro = impedansi keluaran re = 26 mV / IE Zi = RB // βre Zo = Rc ro = ∞ βib = penguatan arus Tahanan emitor AC RB = R1 // R2 Vo = Io Rc = . rangkaian dasar ( c) b. rangkaian AC c.β Ib Rc Vo = .30(c).β ( Vi / βre ) Rc = .

2. Analisis model “h “ Model hybrid atau “h” adalah model yang paling banyak digunakan dalam menganalisis analisis penguat. Parameter “h” pada susunan penguat Parameter Impedansi input (hi ) Penguatan tegangan reverse (hr) Penguatan arus forward (hf) Admitansi output (ho) CB hiB hrB hfB hoB CE hiE hrE hfE hoE CC hiC hrC hfC hoC Satuan ohm X (kali) X (kali) mho Io = . Pemodelan transistor non ideal (a) transistor (b) model “h” non ideal .Rc / re terjadi beda phase 180 o Penguatan arus Ib = ( RB Ii ) / (RB + βre) bila masing-masing dibagi dengan Ii Ib/ Ii = RB / (RB + βre ) Ai = (Io / Ib ) (Ib/ Ii ) Ai = -β RB / (RB + βre ) terjadi beda phase 180 o Bila ro dipertimbangkan maka Zo = Rc // ro Maka penguatan tegangan Av = .31. Tabel 2.β Ib β = Io / Ib Transistor model “h” ic B C E B ib vBE vCE ib vBE hiE hrEvCE hfE ib ic vCE hoE C E (a) (b) Gambar 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-35 Penguatan tegangan Vo /Vi = Av = .(Rc // ro) / re 2.

Susunan basis bersama RE vS VEE (a) a) rangkaian DC E B C E hiB RL VCC RE vS iE hfB iE (b) C iC RL hrBVCB B hoB Gambar 2.32. Penguat basis bersama b) model “h” .31(b) terdapat 2 persamaan Persamaan input (tegangan) Persamaan output (arus) ib vBE ic B E E C vBE = hiE ib + hrE vCE ic = hfE ib + hoE vCE B ib hiE hfE ib b) ic vCE C vBE E a) Gambar 2.2-36 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Dari gambar 2. Pemodelan transistor ideal (a) transistor Persamaan input Persamaan output hiE = (b) model “h” ideal hrE = 0 hoE = 0 ZoE = ~ vBE = hiE ib + 0 ic = hfE ib + 0 (hfE 26 mV ) / IE Susunan penguat model “h” (non ideal) 1.33.

.35. Penguat emitor bersama (a) rangkaian DC (b) model “h” 3.34. Penguat susunan kolektor bersama. Susunan kolektor bersama ib vS VBB RB hiC B E C B ib hfC ib vo C ic RE vo VCC RB vS hrCvE E RE ie hoC (a) a) rangkaian DC b) model “h” (b) Gambar 2. Susunan emitor bersama ib ic B E C hiE RB Vs B vS VBB (a) RC vCE VCC ib hfE ib ic RC hoE C hrEvCE (b) Gambar 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-37 2.

Ge = 0.3 V IE = VE / RE hiE = (26 mV hf E) / IE Penguatan arus Ai = iL / is sedang untuk iL = { RC + RL)(RC / RC + RL )} (.7 V .36. rangkaian dasar (b) rangkaian AC (c) model “h”ideal RB = R1 // R2 dan ri = RB // Rs.hf E (RC / RC + RL ) } { ri / (ri + hiE)} .hf E (RC / RC + RL ) } { is ri / (ri + hiE)} masing masing dibagi dengan is maka didapatkan Ai = iL / is = {.2-38 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Analisis Susunan Emitor model “h” VCC is Rs R1 ib VBE RC C2 RE IE CE iL vo RL is C1 vi VB R2 (a) C ib is Rs ri B vo E is is Rs B vi RB ib hiE hf Eib E C vo RC iL RL RB RC iL RL (b) ( c) Gambar 2. Susunan emitor bersama (a).VBE tegangan VBE untuk Si= 0.hf Eib) ib = {ri / (ri + hiE)} is Bila disubstitusikan maka iL = {. VB = R2 Vcc / (R2 + R1) VE = VB .

hf E ) (RC //RL) / hiE bila (RC //RL) = ro (. Blok Hubungan penguat bertingkat (a) seri (b) paralel Analisis penguat bertingkat Penguat 2 tingkat susunan CE dengan CE dengan kopling RC + VCC RC2 C3 iL RL is Rs R1 ib1 VBE RC1 ib2 C2 R3 IE is C1 R2 vi VB R4 CE1 RE1 RE2 CE2 (a) .hf E ) vi / hiE masing-masing dibagi vi didapatkan Av = vo / vi = Av = vo / vi = phase 180 o (.hf E ) ro / hiE tanda minus menunjukkan terjadi beda PENGUAT BERTINGKAT TUJUAN : MENDAPATKAN PENGUATAN BESAR Hubungan penguat bertingkat Vi (2) Vi (1) Vo (1) Vo (2) Vi (1) Vi (2) Vo(1) Vo(2) Vo Vi (a) (b) Gambar 2.37.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-39 Penguatan tegangan dapat ditentukan sebagai berikut Av = vo / vi vo = (RC //RL) (.hf Eib ) untuk ib = vi / hiE maka vo = (RC //RL) (.

.2-40 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik B1 Rs R2 R1 ib1 hiE1 hf E1ib1 E1 RC1 C1 R4 B2 ib2 C2 is R3 hiE2 RC2 vo iL RL RC2 hfE2ib2 E2 rb1 = Rs // R2 // R1 (b) rb2 = RC // R4 // R3 ro = RC2 // RL Gambar 2. X Bila hf E1 = hfE2 = hf E n Ai total = (-hf E ) n n = jumlah penguat ( bila n genap = tak terjadi beda phase) . Penguat 2 tingkat CE dengan CE (a) Rangkaian dasar (b) Rangk.38. pengganti model “h” ideal hiE2 = (26 mV hf E2) / IE2 hiE1 = (26 mV hf E1) / IE1 dan Penguatan arus Ai = iL / is = (iL / ib2) (ib2 / ib1) (ib1 / is) iL = {RC2 / (RC2 +RL) } (-hf E2ib2 ) ib2 = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1ib1 ) ib1 = {rb1 / (rb1 + hiE1)} is Bila disubstitusikan (iL / ib2) = {RC2 / (RC2 +RL) }(-hfE2) (ib2 / ib1) = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1) (ib1 / is) = rb1 / (rb1 + hiE1) Maka Ai = -hfE2 {RC2 / (RC2 +RL) } {rb2 / (rb2 + hiE2) (-hf E1) } rb1 / (rb1 + hiE1) Bila hiE1 << rb1 Maka hiE2 << rb2 dan RL << RC2 Ai = (-hf E1) (-hfE2) (1) = + (hf E1) (hfE2) …….

Saat ini disebut jaman digital. PENGANTAR. Semua peralatan canggih menggunakan sistim digital yang sebelumnya menggunakan sistem analog. OPERASI DIGITAL. Dua kondisi yang berlawanan ini sering disebut biner. berat. transistor) baik secara terurai (discrete) maupun terintegrasi (integrated). Komponen elektronik yang banyak dipakai adalah komponen aktip (dioda. Pada titik jenuh transistor menghasilkan arus/tegangan tinggi (H) sedang pada titik mati transistor menghasilkan arus/tegangan rendah (L). Transistor didesain untuk bekerja pada daerah atau titik jenuh (saturasi) dan daerah atau titik mati (cut off). Di bidang audio dan video sistem digital memberikan suara nyaring (HiFi) dan gambar jernih. Transistor tidak boleh didesain pada daerah aktif. Sedang dengan sistem analog penampilan besaran dengan jarum yang mudah bergoyang dan pembacaannya posisinya harus tegak lurus. waktu. Alat-alat ukur (listrik. . kecepatan dll) penampilan besaran sistem digital (angka).BAB III KEGIATAN BELAJAR III DASAR TEKNIK DIGITAL A. Sistem digital memberikan penampilan lebih akurat dan cepat sedang sistem analog kurang akurat dan lama. sehingga mudah dan cepat terbaca. Suatu sistem digital berfungsi secara biner. panas. Perkembangan teknologi maju dengan pesat. B.

23 + (0).(1/23) . (1/22 )+ 1.5 = 1 0 0 0 1 + 0. a. Demikian juga untuk bilangan dari bilangan puluhan diubah menjadi bilangan biner dan dikembalikan ke bilangan puluhan.125 1 9. ( 1/21 ) + 0. Contoh Mengubah bilangan puluhan ke biner Bilangan puluhan 9 dapat ditulis 9 (10) = bilangan biner 1001(2) 9 = 23 +1 = (1). Bilangan Biner Sistem komputer dan peralatan digital menggunakan 2 (dua) kondisi yaitu :1 (ON) dan 0 (OFF) disebut sistem bilangan dua-an (biner) atau sistem digit Bilangan yang digunakan untuk keperluan awam adalah bilangan arabic yaitu bilangan dari 0 sampai 9 atau bilangan puluhan atau dasan Untuk peralatan elektronik sistem digital. sinyal analog yang merupakan masukan harus diubah menjadi sinyal digital melalui pencacah dan dikembalikan lagi menjadi bentuk analog. Kondisi biner Tabel 3.1 kondisi biner Kondisi Salah satu kondisi Kondisi yang lain 1 2 3 4 naik 5 ada 6 on off 7 8 9 10 ya tidak benar (H) 1 salah (L) 0 panas tutup nyala dingin buka padam turun tak ada Dari tabel di atas kondisi biner yang paling tepat digunakan adalah kondisi 3 yaitu 1 dan 0 atau H dan L yang merupakan standar bilangan biner.625 = 1 0 0 1.625 = 9 + 0. ditambah = 1. 22 +(0) 21 +(1)20 = 1 .625 = 0.2-42 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.

048 212=4. 1/( 23)=0. 22=4 .50 x 2 = 1. 1/(22)=0.25 .0625 1/(25 )=0. 25 =32 .(1/24)+1. 1/( 24)=0.21 +(0).03125 = 0.84375 1110.0625 + 0.384 1/(20)= 1 . 27 =128 28=256 29=512 210=1.00 1 0 0 1 1 ( bil dasar x biner >1=logik 1) 0 ( bil belakang koma pertama x biner<1 = logik 0) 1 (bil belakang koma kedua x biner >1 = logik 1) Cara perkalian dengan bil biner (untuk bilangan pecahan) bilangan 0. 23=8 . 24=16 . bilangan kanan koma. digit kali biner pangkat n.(1/21)+ 1.03125 PENJUMLAHAN .(1/25) = 0.625 Mengubah bilangan Biner ke puluhan 1110(2) = 14(10) = (1).625 x 2 = 1. (inver) digit kali seper biner pangkat n Biner berpangkat 20 = 1 .024 211 =2.096 213=8.(1/22)+ 0.25 0.20 = 8 + 4 + 2 + 0 = 14 1110.25 x 2 = 0.11011 = 1. 21=2 . 36 =64 .11011= 14.84375 Catatan: bilangan kiri koma.125 .(1/23)+ 1.11011 = 14 ditambah .192 14 2 =16.50 0.23 + (1).5 + 0.5 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-43 9.625 = 1001.2 2 +( 1).25 + 0 + 0.101 Cara pembagian dengan bilangan biner (untuk bilangan utuh): bilangan 9 9 : 2 = 4 sisa 1 4 : 2 = 2 sisa 0 2 : 2 =1 sisa 0 1 : 2 = 0 sisa 1 0. PENGURANGAN DAN PERKALIAN BILANGAN BINER 1 1 10010001 0x0=0 1001 1 1 111111 1x0=0 11 1 + 0x1=0 x + 1 0 1010010 1x1=1 1001 1 1 1001 + 11 011 n = jumlah digit . 1 /(21) =0.

3. Rangkaian inverter berupa transistor Comon Emitor yang mempunyai sifat membalik masukan. Hasilnya berlawanan. Gerbang logika Inventer (pembalik) Inverter merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan.2-44 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian Gerbang (Gate ) Logika Gerbang logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi (H)atau tegangan rendah (L). Ada 7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis. Rangkaian logika NOT . yaitu : 1. Kebenaran/Logika Inverter Output (Y) Input (A) Rendah 0 Tinggi 1 Tinggi 1 Rendah 0 Gambar 3.2. Rangkaian logika sering kita temukan dalam sirkuit digital yang diimplemetasikan secara elektronik dengan menggunakan dioda atau transistor. Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika. Simbol NOT Gambar 3.1 Rangkaian inverter /Not Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran sinyalnya tidak sama dengan sinyal masukan. E A 1 Y Gambar 3.2. +Vcc Tabel 3.

sedang outputnya satu sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya (AND. maka Y = 1 atau Y = NOT 0 = 1. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).5.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-45 Logikanya. Rangkaian Dioda AND .A Misal : A = 1. XOR. Yang termasuk gerbang logika non-Inverter adalah : Gerbang AND Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. 2.4. XNOR). Gerbang logika non-Inverter Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih. NOR. maka Y= -1 = 0 atau Y = NOT 1 = 0. NAND. Y = . OR. Logika AND Gambar 3. lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A dan/AND B tertutup (1) A B A D1 D2 I R Y E Y 1 B E 0 Gambar 3. lampu Y akan menyala bila saklar A tidak/Not tertutup atau tidak 1 dalam arti lain saklar terbuka atau 0 Fungsi gerbang NOT Y = NOT A Y= A atau . A = 0. Logikanya.

B = 0 0 / (0 + R) } E = ( 0 /R ) E . 0 = 0. Tegangan pada output Y = {(Ro) /(Ro) + R }E = { =0 Saat A = 0 . B = 1 akan sama saat A = 1 . Tabel 3. Saat dioda ON (kondisi forward = maju) tahanan RF = 0 sedang saat OFF (kondisi reverse = mundur) tahanan RR = ~ (tak terhingga) Pada saat A = 0 B = 0 kedua dioda kondisi maju sehingga tahanan output (Ro) sebesar Ro = RF1 //RF2 = 0//0 = 0. Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 1 ANALISIS TEORITIS Untuk menganalisis secara teoritis hasil keluaran Y dari gerbang AND harus dipahami dahulu karakteristik dioda ideal. Logika AND dengan dua masukan. B = 0 maka Y = 1 .3. B = AB Misal :A = 1 . A = 1 . B = 1 maka Y = 1 .2-46 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang AND Y = A AND B Y = A . 1 = 1.

Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 0 0 0 0 1 R << RR2 Ro >> R * untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung berdasarkan inputanya.6.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-47 Dioda pada output kondisi maju sehingga Ro = RF1 = 0 sedang dioda lainnya kondisi mundur RR2 = ~ dan parallel dengan R sehingga RR2 // R = ~ // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / Ro + (RR2 // R) } E = { 0 / ( 0 + R )} E = 0 Saat A = 1 . gunakan rumus ini : 2 . Logika AND dengan tiga masukan. Contoh : 2 n n adalah jumlah input. jadi jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung sebanyak 4 kali Gambar 3. B =1 bagian output akan terbuka ini berarti tahanan output Ro = ~ sedang kedua dioda parallel dengan R dianggap RR1 // RR2 // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / (Ro + R) } E = (Ro / Ro ) E = E = 1 Tabel 3.4. Simbol Gerbang AND . n = 2 maka 2 = 4.

8. Logika Gerbang OR dengan dua masukan. Misal : A = 1 .2-48 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gambar 3. B = 1 maka Y = 1 + 1 = 1. B = 0 maka Y = 1 + 0 = 0. Logikanya. Logika OR (a) Rangkaian dioda OR (b) rangkaian dioda OR Fungsi gerbang OR : Y = A OR B Y = A + B. Simbol Gerbang AND dengan tiga inputan Gerbang OR Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. maka sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga.5. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1). lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A atau/OR B atau keduanya tertutup (1) A A B E Y 1 B E 0 D1 D2 I Y R (a) (b) Gambar 3. Input (A) Input (B) 0 0 0 1 1 0 1 1 Output (Y) 0 1 1 1 .7. Tabel 3. A = 1 .

. Simbol Gerbang OR dengan tiga masukan.10.6. Simbol Gerbang OR.9. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input © 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 1 1 1 1 1 1 1 Gambar 3.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-49 Analisis teoritis Analisis teoritisnya sama seperti analisis pada AND hasil tegangan output sama seperti pada tabel gerbang A Tabel 3. Gerbang NAND (Not-AND) Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Logika Gerbang OR dengan tiga masukan. Gambar 3. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).

Logika Gerbang NAND dengan dua masukan. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (ABC) 1 1 1 1 1 1 1 0 .1= = 0.2-50 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3. Tabel 3.11. Logika Gerbang NAND dengan tiga masukan. Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB) 1 1 1 0 Tabel 3. B = 1 maka =1.7.8. Rangkaian NAND Fungsi gerbang NAND : Misal : A = 1 .

14. Simbol-simbol gate . Gambar 3.15.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-51 Gambar 3. Gerbang NAND dalam arti logikanya Gambar 3.12.13. Simbol Gerbang NAND standar Gambar 3. Simbol Gerbang NAND tiga masukan Gerbang NAND juga disebut juga Universal Gate karena kombinasi dari rangkaian gerbang NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika yang lain.

Logika Gerbang NOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (A + B) 1 0 0 0 . B = 1 maka =1+1= = 0.2-52 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gerbang NOR (Not-OR) Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Tabel 3. Rangkaian NOR Fungsi gerbang NOR : Misal : A = 1 . R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3. Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0).16.9.

Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (A + B + C) 1 0 0 0 0 0 0 0 Gambar 3.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-53 Tabel 3. Simbol gerbang NOR dalam arti logikanya Gambar 3.17.19. .10. Exclusive-OR) Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai tinggi (1). Simbol gerbang NOR standar Gambar 3. Logika Gerbang NOR dengan tiga masukan.18. Simbol gerbang NOR tiga masukan Gerbang XOR (Antivalen.

Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya).2-54 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang XOR : Tabel 3. Not-Exclusive-OR) Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Fungsi gerbang XNOR : Tabel 3.11.12. Simbol gerbang XOR standar Gerbang XNOR (Ekuivalen.20. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB + AB) 0 1 1 0 Gambar 3. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 1 0 0 1 Tabel Logika Gerbang XNOR dengan dua masukan .

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-55 Gambar 3. D) Tabel Logika A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 . Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = ( A AND B) OR (C AND D) Y = (A . B) + (C .21. Simbol gerbang XNOR Latihan Soal : 1.

F) .1 = . bila A & B = 1 : Y=A. D) + (E . B) + (C . Diketahui rangkaian digital seperti berikut ini : Carilah persamaan booleannya dan jika diketahui nilai inputan A dan B tinggi (1) dan yang nilai inputan yang lain rendah (0) maka cari nilai hasil keluarannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A AND B) OR (C AND D ) OR (E AND F) Hasil nilai keluaran.1+0.F =1.2-56 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2.B+C. 3. Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan contoh dari masukannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : NOT (A AND B AND C) Contoh masukan : A= 1 . C = 1 maka Y = 1.D+E.0 =1 Y = (A . B = 1 .0+0.1.

(C+ D) .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-57 4. Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A OR B) AND (C OR D) Tabel Logika : A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 Y= (A + B) .

satu input satu output d. 0 0 0 1 B. AND d. dua input satu output d. saturasi dan mati 6. OR b. 1 0 0 0 c. Gerbang OR merupakan operasi digital untuk a. Bila gerbang AND dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. induktor c. perkalian d. 1 1 akan menghasilkan a. 1 1 1 0 d. perkalian 9. 0 1. AND d. NAND 7. Bila gerbang OR dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. AND d. Gerbang AND merupakan operasi digital untuk a. A 1 B E 0 D1 I Y R D2 . EXOR 2. NOT b. 1 1 akan menghasilkan a. pengurangan c. OR c. pembagian d. Gerbang yang menghasilkan 1 bila semua input 1 adalah gerbang a. saturasi c. dua input dua output c. 0 1 1 1 b. Gerbang yang menghasilkan 1 bila salah satu atau semua masukan 1 adalah gerbang a. penjumlahan b. 1 1 1 0 d. inkubator 5. Essay 1. satu input dua output b.Buktikan bahwa output (Y) dari rangkaian gerbang OR di bawah ini menghasilkan 0 1 1 1 bila input A = B = 0 . Gerbang NOT sering juga disebut gerbang a. A=1 B=0 dan A=B=1 bila dioda ideal. 0 1 1 1 b.Soal Obyektif 1. EXOR 3. A=0 B=1 . penjumlahan b. 0 1.58 Soal Teknik Digital A. pembagian 8. 0 0 0 1 10. indikator b. invertor 4. Gerbang NOT mempunyai a. NOT c. Gerbang NOR menghasilkan logic yang berlawanan dengan gerbang a. mati d. 1 0 0 0 c. 1 0. pengurangan c. Transistor didesain sebagai rangkaian gerbang bekerja pada daerah a. NOT b. 1 0. aktip b. OR c.

Ai = 20 Log (Ii / Io) . Daya besar b. II dengan III c. Syarat kerja transistor adalah: a. Panas tinggi c. Penyearah gelombang penuh cara jembatan tanpa filter bila tegangan primer 12Veff maka tegangan keluaran DC sebesar: a. A=B=0 b. rata-rata c. Ai = 20 Log ( Io /Ii) d. hiE = 26 mV ( hrE/ IC) d. basis – kolektor forward . Ai = 10 Log (Vo / Ro) c.318V b.Gerbang AND akan menghasilkan logika 1 bila masukan A dan B : a. emissi benturan 2. emisi tegangan b.707 V d. emitor – basis forward .636V c. peack to peack d. kolektor – emitor forward 9. kolektor – emitor forward . 12 x 0. Salah satu keuntungan dari komponen semikonduktor adalah a. I dengan II b. emitor – basis reverse b. hiE = 26 mV ( hfE/ IE) 10. kolektor – emitor forward d. A=0. III dengan IV d. c) atau d) 1.636V 7. I dengan II b. Logam tipe P merupakan doping antara logam-logam golongan : a. 12 x 1. effektif b.414 x 0. A=1.59 SOAL-SOAL ELEKTRONIKA Pilih jawaban yang betul dengan memberi tanda X pada a). hiE = 26 mV ( hfE/ IB) c. b).Logam tipe N merupakan doping antara logam-logam golongan : a. IV dengan V 4. 12 x 0.Besar penguatan arus dalam satuan dB adalah: a. 12 x 0. Miniatursasi d. Besar impedansi input model “h” untuk common emitor adalah: a. Dimensi besar 3. emissi thermis c. kolektor – basis reverse c. IV dengan V 5. III dengan IV d. Ai = 10 Log (Po/ Eo ) b. II dengan III c. hiE = 26 mV ( hoE/ IE) b. emisi sinar d. B=0 d. A=B=1 6. emitor – basis reverse .Filament pada tabung electron digunakan untuk membangkitkan : a. r m s 8. B=1 c. Osiloscope mengukur tegangan listrik dalam satuan tegangan: a.

Rangkaian model “ h “ ideal. Rangkaian DC b. Rangkaian AC c. R1 C1 IB IC RC C2 is RS R2 C3 VCC CE RE1 IE RE 2 .60 Dari rangkaian penguat common emitor di bawah ini: Gambarlah: a.

BUKU AJAR Medan Elektro Magnetik .

Juga dibahas mengapa gaya ini bisa timbul yaitu karena sebenarnya di sekeliling suatu muatan listrik ada suatu daerah yang dilingkungi oleh flux listrik yang mengakibatkan adanya medan listrik. Selanjutnya karena sifat partikel yang bermuatan listrik negatif yaitu elektron dapat bergerak maka fenomena yang timbul jika elektron bergerak . Karena itu penguasaan tentang analisis vektor dalam beberapa sistem koordinat dimensi tiga mutlak harus dikuasai. kerapatan fluxnya dan potensial serta energi yang dimiliki oleh medan listrik. dalam bentuk muatan bidang (permukaan) dan dalam bentuk volume. Secara garis besar muatan terdistribusi dalam bentuk baku yaitu dalam bentuk muatan garis. Selanjutnya akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan medan listrik ini yaitu intensitasnya. medan magnet dan gabungan antara keduanya yang membentuk medan elektromagnetik. Pada medan listrik akan dibahas mengenai gaya yang timbul sebagai akibat interaksi dari dua partikel bermuatan listrik yang terletak berdekatan. gaya tersebut adalah gaya Coulomb. Keseluruhan perhitungan dan analisis yang digunakan untuk membahas medan listrik maupun medan magnet dan medan elektromagnetik ini harus dilakukan dalam dimensi ruang atau minimal dalam dimensi tiga karena analisis mengenai medan ini hampir keseluruhannya berkaitan dengan besaran vektor yang berada dalam ruang.BAB I PENDAHULUAN Mata kuliah Medan Elektromagnetika ini membahas mengenai medan listrik. Karena pada kenyataannya muatan terdiri dari berjuta-juta dan bahkan trilyunan partikel maka partikel-partikel tersebut akan membentuk distribusi-distribusi tertentu. karena itu untuk menentukan muatan totalnya perlu dilakukan perhitungan dalam bentuk integrasi.

potensial listrik. Prasyarat Untuk menelaah kajian medan elektromagnetika disarankan menguasai materi-materi diferensial dan integral. maupun hukum Kirchoff tentang arus. hukum Ohm. Petunjuk Belajar Agar dapat memahami materi buku ini dengan mudah. . (2) Medan magnet listrik yang memiliki lingkup bahasan tentang: hukum Amper. flux listrik. hukum Joule. Efek timbal balik inilah yang oleh Maxwell didefinisikan sebagai adanya medan elektromagnetik. hukum Faraday. hukum Biot – savart. Deskripsi Ruang lingkup kajian dalam materi ini meliputi: (1) medan elektro statik yang mempelajari tentang hukum Coulomb. A. hukum Kirchoff tentang tegangan. B. medan listrik. karena pada dasarnya cahaya adalah gelombang elektromagnetik. hukum Gauss.3-2 Medan Elektromagnetika yang timbul bukan medan listrik yang berubah tetapi akan timbul medan magnet. dan jika medan magnet mengalami perubahan atau mengalami pergerakan maka akan timbul arus listrik atau berarti akan timbul medan listrik. fisika listrik dan analisis vektor terlebih dahulu agar diperoleh pemahaman yang mantap. fisika listrik dan analisis vektor. hukum Lenz dan konsep Gaya Lorenz. perlu kiranya disiapkan langkah-langkah: a. C. Mempelajari dengan seksama tentang kajian diferensial – integral. yaitu timbulnya medan listrik dan medan magnet secara bersamaan dengan arah rambat yang saling tegak lurus tetapi dengan kecepatan rambat yang sama besar yaitu sebesar kecepatan cahaya.

Memperbanyak latihan mengerjakan tugas-tugas agar diperoleh ketrampilan intelektual yang mantap c. sehingga mudah untuk mengingat dan menggunakan D. Melakukan kajian komparatif dengan pengalaman-pengalaman praktis (empiris) d. b. Memahami tentang medan elektromagnetika berubah terhadap waktu Indikator: a.Medan Elektromagnetika 3-3 b. Memahami tentang medan elektro statika b. Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektromagnetika dan teori-teori ikutannya. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Kompetensi yang diharapkan dalam mengkaji materi medan elektromagnetika adalah: a. Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektro statika. Memahami tentang medan elektromagnetika c. flux listrik. Membuat catatan-catatan kecil dalam bentuk kartu. hukum Gauss dan teori-teori ikutannya. .

(2............85 x 10-12 F/ni = 8.........................................(2.......BAB II KEGIATAN BELAJAR I ELEKTRO STATIKA A.................................. Konsep Dasar Elektro Statika 1.......1) r2 = gaya yang bekerja pada partikel yang bermuatan (pada Q1 dan Q2) F =k dalam newton Q1......85ρF/ni Karena F (gaya) suatu besaran vektor maka persamaan diatas (2..2) 4π ∈ r 2 = vektor satuan .................... Q2 = muatan masing-masing partikel dalam satuan newton r k = jarak antara partikel yang bermuatan = konstanta dalam sistem internasional k= ∈ ∈0 l 4πε = permittivity medium antara partikel = permittivity vakum = 8.....................1) perlu dikalikan vektor satuan (r) sehingga berubah menjadi: F= r Q1Q2 ˆ r................ Hukum Coulomb Hukum Coulomb dapat dituliskan persamaan berikut: F Q1Q2 newton....

.3) = Qe 4π ∈ r 2 Qe = Q1 = muatan test positif E= E = intensity medan listrik dalam NC-1 (Vm-1) Bila muatan partikel lebih dari satu titik...+ Em ……………………………………………(2...... maka besarnya medan listrik di suatu titik muatan test adalah jumlah vektor semua medan yang mempengaruhi muatan test tersebut......Medan Elektromagnetika 3-5 2...... Bila dinyatakan dalam model matematis: Ep = E1 + E2 +………..... Medan Listrik Bila konsep Hukum Coulomb ini diterapkan untuk konsep medan listrik (E) menunjukkan intensitas medan listrik adalah: Qe F E F Qe = muatan eksperimen yang mendapatkan gaya bila berada dalam E= medan listrik = gaya yang dirasakan oleh Q exp = intensitas medan listrik di titik Q berada......... maka: F Q1 ˆ r............ E2.......(2......Em = medan yang ditimbulkan oleh muatan pada titik 1....n Konsep dasar ini melandasi intensitas medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan titik........... muatan garis.... Jika Qe positif maka gaya per satuan muatan adalah intensitas medan listrik.. …........ muatan bidang maupun muatan ruang (volume).. 2...…... ........4) Ep = medan di titik P (titik dimana muatan test ditempatkan) E1.......

..... Potensial Listrik Bila konsep medan listrik ini dikembangkan kajiannya untuk menjawab pertanyaan tentang potensial listrik.....(2.....5) diperoleh persamaan: V21 = − ∫ Q dr 2 x 2 4π ∈ r Q ⎡1 1 ⎤ ⎢ − ⎥ 4π ∈ ⎣ r1 r2 ⎦ x1 =− R1......... maka besarnya beda potensial antara kedua titik dinyatakan dalam model matematis berikut: ..............5) x2 x2 x1 x1 Bila konsep medan E seperti dinyatakan oleh persamaan (2..3) dan persamaan ini disubstitusi ke dalam persamaan (2... dalam medan listrik homogen E maka besarnya kerja diberikan ke muatan test posisif tersebut merupakan besarnya potensial listrik antara x2 ke x1 V = Force work xlenght = Ch arg e Ch arg e Konsep pendefinisian di atas bila ditunjukkan dalam model matematis adalah: V21 = ∫ dv = − ∫ Edr............. Bila E X2 X1 dilakukan eksperimen membawa muatan test Positif dari x2 ke x1..... Bila lintasan gerakan muatan test positif tersebut terhadap arah medan membentuk sudut θ............ r2 = panjang jarak perjalanan muatan test Q sampai titik x1 dan x2...3-6 Medan Elektromagnetika 3.......................

.dl.......6) a b E = vektor medan listrik l = vektor panjang lintasan Nilai kerja tak tergantung dari bentuk lintasan tetapi panjang (jarak lintasan)..Medan Elektromagnetika 3-7 Vab = ∫ dv = − ∫ E cosθdl a a b b Vab = − ∫ E...... ρL = rapat muatan untuk satuan panjang ρS = rapat muatan untuk satuan luas ρV = rapat muatan untuk satuan volume..................(1... Rapat Muatan (Charge density) Rapat muatan listrik adalah jumlah (besaran) total dibagi energi panjang / luas / volume... penulisan model matematisnya adalah: Q L Q ρS = S Q ρV = V ρL = ρL = rapat muatan garis ρS = rapat muatan luas ρV = rapat muatan volume L = panjang garis bermuatan S = luas bidang partikel bermuatan V = besar volume partikel bermuatan Bilamana suatu medan listrik ditimbulkan oleh: .. Dari konsep rapat muatan di atas maka.

3-8 Medan Elektromagnetika Jumlah n titik bermuatan maka: jumlah total potensial di sustu titik adalah jumlah aljabar dari komponen potensial secara individu oleh masing-masing muatan terhadap titik dimaksud. • Medan potensial yang ditimbulkan oleh sejumlah muatan titik merupakan jumlah dari medan potensial masing-masing muatan tersebut . VL. Rumusan singkat potensial listrik • potensial yang ditimbulkan sebuah muatan titik ialah kerja yang diperlukan untuk membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya. Pernyataan ini dapat ditulis dalam bentuk model matematis berikut: • Potensial yang diakibatkan n buah titik bermuatan Q1. Qm adalah: n 1 Q ∑ rn 4π ∈0 n =1 n Potensial yang ditimbulkan muatan terdistribusi sepanjang garis Vp = • V L= 1 4π ∈ ∫ ρL r dl • potensial yang ditimbulkan muatan bidang V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ρS r ds • potensial yang ditimbulkan muatan volume V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ∫ ρV r dv • Besar potensial total akibat Vp. Q2. VS dan VV adalah: + VV V = Vp + VL + VS Dasar konsep ini sebagai dasar teori superposisi. ….

........dL = 0 Persamaan ini merupakan bentuk umum Hukum Kirchoff untuk tegangan...........9) dV dL ...............(2.............7) bilamana didefinisikan akan memperoleh persamaan baru secara umum adalah: = − E..dL B A Perlu diingat untuk integral garis (L) tidak tergantung dari lintasan yang dipilih.................. Konsep diatas dengan rumusan matematis (acuan nol di tak terhingga): VA = − ∫ E.......7) bila dikaji lebih lanjut dapat diperoleh konsep berikut: • • • Besar intensitas medan listrik sama dengan harga maksimum laju perubahan potensial terhadap jarak Harga maksimum didapat saat arah pertambahan jarak berlawanan arah E Persamaan (2.............8) Persamaan ini disebut gradient potensial (∇V) atau : Gradien V = grad V = ∇V = -E ……………………………...................... Oleh karena itu untuk kerja yang diperlukan untuk lintasan tertutup ialah nol atau: ∫ E............................ Mencermati persamaan (1.......................Medan Elektromagnetika 3-9 • Potensial yang ditimbulkan sejumlah muatan titik atau distribusi muatan medan dapat diperoleh dengan membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya sepanjang lintasan sembarang yang kita pilih...(2......7) ≈ A Atau beda: VAB = VA − VB = − ∫ E.......................………………(2.....dL...............

Flux Listrik Flux listrik (ψ) yang melewati setiap tabung adalah konstant....... C m-2 ∈ = Permittivity medium F m-1 E = intensity medan listrik V m-1 5. Cm-2 A = luas penampang tabung..10) s ψ = flux listrik yang menembus permukaan tertutup ....... yang mana D = kerapatan flux listrik ...ds = ∫ ∫ Dn . Rumusan matematis dari Hukum Gauss ialah: ψ = ∫ DS .. Hukum Gauss Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkungi oleh permukaan tersebut.. m-2 Dan bentuk persamaan umumnya adalah: ψ = ∫ ∫ D.ds = mua tan yangdilingkungi = Q....(2. dan dinyatakan dengan persamaan berikut: ψ=DA (C) D = kerapatan flux rata-rata.....ds = Q Memperhatikan hubungan antara medan listrik (E) dengan kerapatan flux listrik (D) yang besarnya : Q Q ˆ ˆ rmaka rdanD = 2 4π ∈ r 4πr 2 D = ∈E E= Karena konsep kerapatan flux adalah muatan per satuan luas............3-10 Medan Elektromagnetika 4.ds Dan flux listrik total yang ditimbulkan muatan (Q) adalah: ψ = ∫ ∫ D..............

................11) Persamaan ini melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL)......A V=Ed A = luas permukaan plat (kapasitor) ...dl Karena Vaa = 0 jadi: ∫ E............... Sedangkan kajian lebih lanjut tentang konsep potensial (tegangan) listrik untuk lintasan tertutup akan melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) yakni: VAB = − ∫ E...... Dn = ρs → ρs = rapat muatan bidang permukaan......dl b a Vaa = VAab − Vba = ∫ E............ π = jari-jari bola E= Q • • • flux density (D) di bidang permukaan konduktor besarnya adalah sama dengan charge density (rapat muatan) pada permukaan tersebut.. Kajian lanjut dari hukum Gauss bila diperuntukkan pada materi bermuatan adalah sebagai berikut: • Bola bermuatan. maka medan listrik untuk bagian dalam adalah nol (E = 0) dan untuk permukaan dan di luarnya adalah: ˆ r 4πε 0 r 2 (π ≥ π1) ..... Besarnya kapasitas (C) kapasitor adalah: C= Q V Dimana Q = D......dl = 0.....(2.......................Medan Elektromagnetika 3-11 ∫ S = int egralpermukaantertutup Ds = rapat flux pada permukaan Kajian dari hukum Gauss ini akan melandasi konsep Hukum Kirchoff tentang arus (Kirchoff Current Law = KCL)...........

maka pada bidang batas akan berlaku: α1 α2 medium 1 ∈1 x1 medium 2 ∈2 x2 tan α1 ∈1 = tan α 2 ∈2 D cosα1 D2 cosα 2 = E1 sin α1 E2 sin α 2 • Bila dua bahan konduktor dengan dielektrik (isolator) Besarnya nilai D atau E dalam konduktor adalah nol. maka hubungan antara D dan E adalah: pada isolator Dn1 = ρs .dq C∫ 0 Q W = W = • 1 Q2 1 1 = CV 2 = QV 2 C 2 2 Bila dua bahan (lebih) dielektrik dipadukan.3-12 Medan Elektromagnetika d = jarak antar plat kapasitor D = ∈E C= maka ∈A dalamFarad (F ) d Dan energi pada kapasitor 1 q.

D = divD = ∂Dx ∂Dy ∂Dz + + ∂x ∂y ∂z nilai dari div D adalah ρ yaitu rapat muatan permukaan volume............ Model matematis persamaan ini adalah: ∇............. diperoleh persamaan baru: ∫ D.......12) n ΔV atau ∇...... ...dv S V Bila persamaan dinyatakan dengan pernyataan adalah: “ Integral fungsi vektor atas permukaan tertutup akan sama dengan integral divergen fungsi vektor melalui permukaan volume setelah tertutup”... D = 0 Dari hukum Gauss diperoleh hubungan ∫ D............... α1 = tan −1 • Bilamana flux density (D) dikenai operasi divergensi akan menghasilkan suatu persamaan lim ΔV → 0 ∫ D ds = divD = ρ . D = ρ untuk daerah bebas muatan (ρ=0) ∇.. Et = 0 Et1 = tan −1 0 = 0 En1 Maka flux listrik pada bidang batas dielektrik – konduktor selalu tegak lurus pada bidang permukaan konduktor....(2.......D.Medan Elektromagnetika 3-13 En1 = ρs ∈1 ..... Ini sebagai dasar persamaan Maxwell untuk differensial relation..dv s V Dan ∇.. D untuk ρ...ds = ∫ ∇........ds = ∫ ρ .

... 7... A R = resisitansi. Ω T = waktu.......(2........... sekon ....(2.. diperoleh parameter hubungan sebagai berikut: “Besarnya beda tegangan (V) antara ujung konduktor sama dengan hasil kali antara resistans (R) dengan arus (I)” bila dinyatakan dalam model matematis: V = IR atau R = V/I ……………………………………………..14) Hubungan model matematis ini merupakan konsep hukum Ohm...... dalam bentuk model matematis berikut: W = I2R T untuk I = arus listrik .........3-14 Medan Elektromagnetika • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = − ρ ∈ Poisson: ......13) Untuk ρ = 0 → ∇2V = 0 • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = ∂ 2V ∂ 2V ∂ 2V + + ∂x 2 ∂y 2 ∂z 2 Laplace: 6....... Hubungan antara voltage dengan arus Pada tahun 1826 George Simon Ohm melakukan eksperimen hubungan antara tegangan V pada sepanjang konduktor dengan arus I yang melewati konduktor tersebut.... Hukum Joule Kajian antara hubungan daya (power) listrik dengan energi yang timbul (diserap) dilakukan oleh joule.....

.17) 9...... maka “jumlah aljabar arus yang melewati titik adalah sama dengan nol”...15) Sedangkan hukum Kirchoff untuk arus dilandasi oleh hukum Gauss........18) sebab divJ = ∇..............(2........... yaitu integral komponen normal rapat arus J pada permukaan tertutup adalah sama dengan nol atau ∫ J ........... Pernyataan ini merupakan hukum Kirchoff untuk arus dan bila dinyatakan dalam persamaan adalah: ∑ I = 0…………………………………………………………………... 8.......J = lim Δv → 0 ∫ J .. Divergence Current Density (∂) Kerapatan arus (J) untuk elemen ∇V memiliki arah komponen koordinat pada sumbu x.....(2.........(2....... Hukum Kirchoff Di bagian terdahulu telah ditunjukkan bahwa konsep tegangan telah melandasi ditemukannya hukum tentang tegangan yakni untuk lintasan tertutup (rangkaian tertutup) bahwa “ jumlah aljabar tegangan (voltage) adalah sama dengan nol” bila dinyatakan dalam model matematis: ∑ V = 0...........16) S Bilamana konsep ini diberlakukan pada suatu titik cabang.Medan Elektromagnetika 3-15 W = energi... Secara spesifik hubungan hukum Kirchoff dengan hukum Ohm ditampilkan oleh persamaan: ∑ V = ∑ I R ……………………………………………………………….. Pengembangan analisis divergensi untuk volume ∇V adalah: ∇J = 0 ………………………………………………………………….ds = 0....... y dan z. joule Hubungan ini disebut hukum Joule.....(2.ds Δv ..

...19) ∂t B.....854 • 10−12 • 302 10 • 1012 120 • 3..... sehingga ∇J = 0....... Berapa gaya yang diderita oleh kedua plat bila plat tersebut berada di ruang hampa? Penyelesaian: ....... Berapa gaya yang diderita oleh benda di titik P..854 = 0.......7 x 108 N Newton • Dua plat sejajar berjarak 3 x 10-2 m dan masing-masing plat bermuatan listrik 10 x 10-4 C dan 9 x 10-4 C....14 • 8.. Jarak kedua titik tersebut 3 m dan berada di ruang hampa..............14 • 8.......277 x 1010 = 27. divJ = ∇........... Hukum Coulomb • Titik P bermuatan + 10 C dan titik Q bermuatan + 30 C..J = − ∂ρ ......3-16 Medan Elektromagnetika sedangkan hubungan antara rapat muatan dengan rapat arus untuk suatu volume ∇V: maka: ∫ J . Penyelesaian: F1 = F2 = Q1 • Q2 4πεoR 2 = = 10 • 30 4 • 3.. ∂ρ / ∂t = 0..... Latihan 1.ds = − dt Δv S dρ untuk arus I kontinyu.(2....

996 x 103 N/C • Ketentuan seperti soal di atas dan titik S berjarak 6 m.Medan Elektromagnetika 3-17 F1 = F2 = = = Q1 • Q2 4πεoR 2 (10 x10−4 ) x(9 x10−4 ) 4 x3.8996 x 104 N/C = 8.14 x8.14 x 8. berapa medan di titik S? Penyelesaian: Medan di titik S: ES= Q 4πεoR 2 N/C = 0.854 x10−12 (3x10− 2 ) 2 10 x9 x10−8 x1016 4 x3. Suatu titik R berjarak 10 m dari benda bermuatan.854 x10−12 x(10) 2 = 10-4 x 1012 x 102 4 x 3.025 x 106 = 2. Berapa kuat medan di titik R tersebut? Penyelesaian: Medan di R adalah: ER = = Q 4πεoR 2 10−4 4 x3.14 x8.854 x9 = 8.854 = 0.5 x 104 V/m .14 x8. Medan Listrik • Benda berukuran 10-4 C berada di ruang hampa.996 x 106 N 2.

Hukum Ohm • Suatu resistor 10 Ω diberi tegangan 10 volt. Potensial Listrik Benda A bermuatan 10-4 coulomb. ada dua titik S dan T berjarak dari benda bermuatan 2 m dan 4 m.14 x8.14 x8.225 x 106 Volt = 2.85 x10−12 ⎡1 1⎤ ⎢2 − 4⎥ ⎣ ⎦ = = 10− 4 x1012 4 x3. berapa arus yang mengalir pada resistor? Penyelesaian: Hukum Ohm dalam model matematis: V = I R atau I = V R-1 I = 10 / 10 = 1 V / Ω = 1 A • Suatu resistor 20 Ω dialiri arus 2 A. Berapa beda potensial antara titik S dan T? Penyelesaian: VST = − ∫ RT RS Q dR 4πεo R 2 RT =− Q 4πεo RS dR ∫ R2 = 1 ⎤ Q ⎡ 1 − ⎥ ⎢ 4πεo ⎣ R S RT ⎦ 10 −4 4 x3. Ketiga titik tersebut berada di ruang hampa.85 x 4 = 0.3-18 Medan Elektromagnetika 3.25 x 105 volt 4. berapa tegangan yang dipasang pada resistor tersebut? Penyelesaian: V=IR = 20 x 2 .

Medan Elektromagnetika 3-19 = 40 AΩ = 40 volt 5. Berapakah arus yang dikeluarkan baterai? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk lintasan tertutup dinyatakan dalam model matematis adalah: ∑ E = ∑ I R atau ∑ V = ∑ I R E1 + E2 = IR1 + IR2 I = (E1 + E2) x (R1 + R2)-1 = (12 + 9) x (10 + 40)-1 V/Ω = 21 x 50-1 V/ Ω = 0. Berapa arus yang keluar (meninggalkan) titik cabang? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk arus pada titik cabang ditunjukkan oleh model matematis: ∑I=0 I 1 + I2 + I 3 = 0 10 A + 20 A + I3 = 0 I3 = . Hukum Kirchoff • Dua baterai 12 volt dan 9 volt diseri dan digunakan untuk mengaliri dua resistor masing-masing 10 Ω dan 40 Ω tersambung seri.42 A • Suatu titik bercabang tiga. dua cabang berarus 10 A dan 20 A menuju titik titik tersebut.30 A .

Nilainya ditunjukkan oleh Persamaan: F = k (Q1 Q2) x R-2. Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkupi oleh luasan tertutup tersebut. 3. pada benda tersebut pasti merasakan ada gaya tarik / tolak. Benda-benda bermuatan sejenis akan tolak menolak dan bila bermuatan berlawanan akan saling tarik menarik. Bila pernyataan ini ditunjukkan dengan persamaan: Q = ∫ D • ds S 5. Hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) dinyatakan oleh model matematis : ∑V=∑IR dan Hukum Kirchoff untuk arus (KCL) ditunjukkan oleh model matematis berikut: ∑I=0 . Rangkuman 1. Hukum Coulomb. Besarnya intensitas medan listrik dinyatakan oleh persamaan: E = F Q-1 = k Q R-2. 2. 4. Bilamana dua benda bermuatan listrik. Suatu ruang (medium) yang padanya ada medan listrik. maka pada setiap titik yang berada di ruang tersebut akan timbul tegangan yang besarnya ditunjukkan oleh persamaan: V = − ∫ E • dl Vab = − ∫ E • dl a b Dengan ketentuan Vab adalah beda tegangan (potensial) antara titik a – b.Besarnya intensitas medan listrik berbanding langsung dengan besar muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Benda bermuatan listrik akan menyebabkan adanya medan listrik di sekitarnya.3-20 Medan Elektromagnetika C.

. Besar arus tak terpengaruh nilai tegangan antar ujung konduktor. Besar arus yang mengalir pada konduktor berbanding langsung dengan besar tegangan 2. 2. 2. Newton per coulomb (N/C) 4.3 Satuan untuk potensial listrik adalah: 1. Tugas-tugas Pilih jawaban a.2 dan 4 benar. Volt / meter (V/m) 3.2 Satuan medan listrik adalah: 1. Tergantung kuadrat jarak antara kedua benda. Tergantung dari medium benda bermuatan tersebut berada 4. 2. bila pernyataan 1 dan 2 benar Pilih jawaban c. Berbanding terbalik dengan besar tahanan konduktor 3.Medan Elektromagnetika 3-21 D. Newton per coulomb (N/C) 3. Berbanding langsung dengan besar tahanan konduktor 4. Volt (V) 2.1 Pernyataan hukum Coulomb menunjukkan bahwa: Gaya yang diderita oleh dua benda bermuatan adalah: 1. Tergantung dari kebalikan kuadrat jarak antara benda bermuatan 3. Newton meter (Nm) 2.4. Joule per coulomb (J/C). Joule per coulomb meter (J/Cm) 4.4. Volt per meter (V/m) 2. Tergantung dari besar muatan masing-masing 2. bila pernyataan 1. bila pernyataan 1. 2 dan 3 benar Pilih jawaban d.4.4. bila pernyataan 1 benar Pilih jawaban b.4 Pernyataan dari hukum Ohm untuk konduktor yang dialiri arus adalah: 1.

7 Ketentuan seperti soal 2.5 Pernyataan hukum Kirchoff menyebutkan bahwa: 1.6 terdapat titik M yang berjarak 20 m dari benda bermuatan.4. Setiap lintasan tertutup jumlah tegangan sama dengan jumlah hasil kali arus dan hambatan-hambatannya 2.8 Ketentuan seperti kedua soal di atas. berapa kuat medan di titik M? 2.6 Suatu benda bermuatan 20 x 10-4 C. Setiap titik cabang jumlah arus adalah tetap.4. berapa beda potensial antara N – M? . titik N berjarak 10 m dari benda tersebut. Setiap titik cabang jumlah arus yang menuju titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkannya 4.3-22 Medan Elektromagnetika 2.4.4. 2. Setiap titik cabang jumlah arus pada titik cabang adalah nol 3.4. Bila medium memiliki k = 1 berapa kuat medan di titik N? 2.

............................. Konsep Dasar Elektro Magnetika 1...........................Medan Elektromagnetika 3-23 BAB III KEGIATAN BELAJAR II ELEKTRO MAGNETIKA A........(3...... disekeliling konduktor akan timbul medan magnet........................... sehingga ∫ H ..........1) Atau secara sederhana dinyatakan dengan persamaan: H = kuat medan l = panjang lintasan I = arus yang dilingkupi Bilamana batang konduktor diperbanyak menjadi N batang dalam berkas (turn)................ Hubungan antara arah arus dengan medan magnet ditunjukkan oleh kaidah telapak tangan kanan seperti ditunjukkan oleh gambar berikut......................(3.... H X X : arah arus meninggalkan kita I • 0 : arah arus menuju kita : arah medan Sedangkan hubungan nilai besaran antara arus medan magnet dan panjang lintasan medan ditunjukkan oleh hukum Amper yang berbunyi: “integral garis medan H pada lintasan tertutup sama dengan arus yang dilingkupinya”.......................dl = NI . ∫ H ... maka besarnya medan juga sebanding dengan N tersebut....... Medan Magnet pada Arus Listrik Steady Bilamana batang konduktor berarus listrik........ ............2) persamaan menjadi: Konsep dasar dari hukum Amper ini yang melandasi kemagnetan listrik..dl = I ........

............................. maka besarnya rapat flux B= μI 2πR (B) pendekatannya: Untuk B = flux density (rapat flux) NA-1 m-1 Atau dalam satuan Tesla (T) μ = permeabilitas dalam satuan H/m I = arus pada konduktor dalam A R = jarak titik (dicari kuat flux density) dalam m......(3...................... A dl = elemen batang berarus.4) 4π ∫ r 2 μ = permeability medium H m-1 I = arus pada batang.........3) dB = 4π r2 Atau B= Dimana B = rapat flux pada P.... mereka merumuskan induksi magnet (B) besarnya dipengaruhi elemen batang berarus dan jarak seperti ditunjukkan persamaan: μ Idl sin θ ..... sehingga d l sin θ = ηdθ dan R = η sin θ ........... m r = jarak dari elemen ke P θ = sudut yang terukur antara garis r dan garis singgung elemen batang Atas dasar kajian ini aplikasinya dapat menganalisa induksi magnet yang ditimbulkan oleh bentuk batang khusus seperti kamparan.3-24 Medan Elektromagnetika Kajian lebih lanjut dilakukan Biot dan Savart................. dan sebagainya.....3) dan (3.......................... NA-1 m-1 atau T μI sin θ dl.............(3...............4) adalah statemen dari hukum Biot – Savart... Konsep tersebut melandasi konsep medan magnet atau rapat flux B pada radius R dari konduktor linier berarus I dengan panjang konduktor tak terbatas..... Persamaan (3. batang panjang..... ............

.................. toroid dan sebagainya dapat diselesaikan persamaan-persamaannya seperti berikut.............................…………...........7) Dengan v = kecepatan gerak muatan listrik dalam m .......6) B= l N = jumlah turn (lilitan) pada solenoida l = panjang solenoida dan ketentuan lain seperti pada penjelasan persamaan (3.(3..... 2...... Gaya Bilamana suatu muatan bergerak dalam medan magnetik dengan kerapatan flux B................. Untuk konduktor cincin (terbuka) .5) Analisis dasar ini dapat dikembangkan untuk kepentingan praktis seperti konsep pemagnetan buatan (magnet listrik) dan sebagainya......... Adanya perubahan dI atau dφ akan menghasilkan konsep dasar hukum Lenz atau Faraday..... Persoalan mendasar adalah bila nilai besaran arus mengalami perubahan (dI) ataupun medan magnet mengalami perubahan yang berarti flux magnet mengalami perubahan (dφ).....5) 2R B = flux density dalam NA-1 m-1 atau T I = arus pada konduktor dalam A R = jari-jari (radius) cincin dalam m B= μI μ = permeabilitas medium dalam Hm-1 Untuk solenoida (kumparan) besarnya B adalah: μNI .......................................................(3.............Medan Elektromagnetika 3-25 Konsep dasar medan magnet akibat arus listrik pada konduktor.................(3.... solenoide..... bila dikembangkan kajian pada konduktor berarus yang dibentuk seperti konduktor cincin (lilitan=kumparan cincin)...... secara eksperimen mengalami gaya yang dinyatakan persamaan berikut: F = Qv x B …………………………………………………........

.7) dideferensial.9) untuk J = rapat muatan ruang dalam A m-2 sedangkan hubungan antara J dv sebagai unsur arus diferensial yaitu J dv = I d L oleh karena itu persamaan (3........... Penyelesaian: Besarnya kuat medan magnet (H) adalah: ∫ Hxdl = I Atau : H = I x (2 π R)-1 →l=r H = 10 x [ 4 x 3..... 3.. Begitu pula bila kerapatan flux (B) ditimbulkan oleh magnet listrik yang berarti gaya antar batang – batang konduktor berarus yang merupakan konsep dasar moment (kopel) suatu alat ukur / motor listrik.....(3.............3-26 Medan Elektromagnetika Bila persamaan (3.12) vol Persamaan (3........... maka telaah ini diteruskan akan memperoleh persamaan yakni: d F = J x B dv …………………………………………………………(3.10) merupakan persamaan dasar dari konsep kerja motor listrik / alat ukur listrik dan pengembangan alat-alat lainnya......(3. berapa kuat medan di titik P yang berjarak 10 m dari konduktor......8) sebagai dasar kajian gaya akibat muatan bergerak pada kerapatan flux. Suatu konduktor berarus 10 A... Latihan-latihan 1......14 x 10]-1 .........9) dapat ditulis berikut: d F = I d L x B ………………………………………………………... v d Q ada keterkaitan dengan rapat muatan bergerak yakni d Q = ρ d v yang merupakan rapat muatan ruang..…………(3.9) dan (3...11) atau dalam bentuk lain: F= garis ∫ IdLxB = ∫ ∂xBdv..10) atau F = I L x B …………………………………………….(3. maka gaya pada partikel muatan adalah: dF = d Q v x B ……………………………………………………….8) Persamaan (3....

Permeabilitas μ = 1 dan dialiri arus 10 A. Bila konduktor tersebut dialiri arus listrik 10 A. dengan panjang 20 cm.14 x 50 x 10-2)-1 = 105 x (2 x 3.14 x 50 x 10-2)-1 = 3. Konduktor dibentuk kumparan (solinoide) sebanyak N = 1000 lilitan. dan intinya memiliki μ = 1.98 x 10-2 A/m 2. Berapa kerapatan flux (B) pada inti toroide? Penyelesaian: B = (μ N I) x (2 π R)–1 = 1 x 104 x 10 x (2 x 3. Berapa rapat flux magnet rata-rata pada inti solenoide? Penyelesaian: Besarnya B adalah: B = μ N I x (l)–1 = 1 x 1000 x 10 x (20 x 10 –2)-1 = 5 x 104 A/m 4. berapa kuat medan (H) di pusat cincin? Penyelesaian: H = I x (2 R)-1 = 10 x (2 x 10) -1 =1 / 2 A/m 3.18 x 104 A/m = 3.14 ]-1 = 7. Konduktor berbentuk cincin dengan radius 10 m.2 x 104 A/m A/m . diameter toroide 50 cm dan diameter coil 4 cm.Medan Elektromagnetika 3-27 = 1 x [ 4 x 3. Konduktor dibentuk toroide dengan jumlah 10000 lilitan. Konduktor tersebut dialiri arus sebesar 10 A.

Rangkuman 1. Hubungan antara medan magnet dengan arus listrik didasarkan hukum Amper yang model matematisnya adalah: ∫ H • dl = I 2. Konduktor panjang 10 m. Mendasarkan konsep hukum Amper. Biot dan Savart menemukan hukum Biot savart dengan rumusan matematis sebagai berikut: dB = atau B= μ Idl sin θ r2 4π μI sin θ dl 4π ∫ r2 3. Konduktor cincin flux density (B) di titik pusat cincin B = μ I x (2 R) –1 b. Disekitar konduktor berarus akan timbul medan magnetik (H). Berapa gaya yang dirasakan oleh konduktor? Penyelesaian: Gaya yang dialami konduktor: F =LIxB = 10 x 5 x 1000 = 5 x 104 Newton = 5 x 104 N 4. Telaah lebih lanjut dari hukum Biot – savart terhadap bentuk konduktor berarus: a. Konduktor lurus panjang: B = μ I x (2 π R)–1 . berada dalam kerapatan flux magnet (B) sebesar 1000 N/Am dan dialiri arus 5 A.3-28 Medan Elektromagnetika 5.

4. Newton per Amper (N/A) b. Suatu muatan bergerak dalam medan magnettik dengan kerapatan flux (B) akan mengalami gaya yang dinyatakan persamaan: F = Q V x B Atau dalam bentuk hubungannya dengan I. Besarnya gaya yang dialami oleh konduktor adalah: a. Konduktor dibentuk solenoide dengan panjang kumparan l . Satuan untuk besaran rapat flux (B) adalah: a. 5.Medan Elektromagnetika 3-29 c. Newton per Amper (N/A) b. Newton meter per Amper (Nm/A) d. Newton per Amper meter (N/Am) c. Tugas-tugas Pilihlah jawaban yang paling benar dari jawaban yang tersedia. Satuan untuk besaran flux magnet (φ ) adalah: a. Newton per Amper meter (N/Am) c. besarnya B adalah : B = μ N I x (l)–1 d. 20 N . 50 N c. Konduktor dibentuk toroid. Amper meter per Newton (Am/N) 2. Amper meter per Newton (Am/N) 3. 100 N d. 1. berada pada medan magnet dengan rapat flux (B) sebesar 10 N/Am. L adalah: Persamaan ini mendasari prinsip muatan listrik. 500 N b. Suatu konduktor panjang 5 m berarus 10 A. Newton meter per Amper (Nm/A) F=LIxB d. besarnya B adalah: B = μ N I x (2 π R)–1 Dengan ketentuan R = radius toroide.

Konduktor cincin berarus 10 A dan radius cincin 5 cm. Berapa kuat medan magnet yang terbentuk pada inti solenoide? 7. .1692 A/m 5.000 A lilitan / m b. Bila pada intinya terbuat bahan ferromagnetik dengan nilai μ = 5 A/m dan diameter toroide 20 cm. berapa rapat flux magnet yang terbentuk bila toroide dialiri arus 5 A. 1000 A lilitan / m d. 100.15 A/m c.3-30 Medan Elektromagnetika 4. Konduktor dibentuk toroide dengan 1000 lilitan. Konduktor lurus panjang berarus 10 A. panjang solenoide 10 cm. maka besar medan magnet yang berjarak 10 m dari konduktor adalah: a. memiliki jumlah lilitan 10.000 lilitan. Sebuah solenoide panjang 5 cm. 0. besar medan megnet di inti solenoide adalah: a. 10 000 A lilitan / m c. 0. Konduktor dibentuk solenoide dengan 1000 lilitan. 0.1592 A/m d. Berapa kuat medan di titik pusat cincin? 8. Solenoide tersebut dialiri arus sebesar 5 A. 0.16 A/m b. 100 A lilitan / m 6. Bila solenoide tersebut dialiri arus listrik 10 A.

....................... v = ggl = e = − maka v = −N Atau ∂φ volt..(4.........2b) ∂t Hubungan antara medan magnet yang berubah (dφ) terhadap tegangan = v = −N potensial yang ditimbulkannya telah ditemukan oleh Faraday dimana Faraday diilhami oleh hukum Lenz................................ yang berarti tegangan = potensial listrik...........1) ∂t Jika lintasan tertutup nya konduktor berbentuk lilitan yang terdiri N lilitan..............Medan Elektromagnetika 3-31 BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV MEDAN MAGNET DAN MEDAN LISTRIK BERUBAH TERHADAP WAKTU A...............2a ) ∂t ∂φ ... Konsep pemikiran yang melandasi Faraday melakukan eksperimennya . Maka kajian ini diteruskan yaitu medan magnet berubah tersebut disebabkan oleh arus yang berubah (seperti ditunjukkan hukum integral Amper ∫ Hdl = I Atau ..... Konsep Dasar Medan Magnet dan Medan Listrik Berubah terhadap Waktu Bila dikaji arus listrik dapat menimbulkan medan magnet seperti ditunjukkan hukum Amper atau Biot-Savart............. ∂φ volt............. sehingga ditemukan hukum Faraday yang dinyatakan dalam model matematis berikut..(4..........(4....................... maka medan magnet pasti menimbulkan arus listrik..........................

.. Latihan-latihan 1..... B...(dφ) x (dt)–1 Volt = .ds S Dan B = μH ds = perubahan Maka dari itu dI akan menyebabkan suatu induksi tegangan pada konduktor yang melawan tegangan yang menyebabkan arus pada konduktor mengalir.3) ∂t L = besarnya nilai induktansi batang konduktor / lilitan yang besarnya L = φ / I V = −L atau L = Nφ / I..2) dan (4......... Hubungan antara tegangan induksi dengan perubahan arus ditunjukkan oleh model matematis hukum Lenz berikut...... di volt..1)... Suatu batang konduktor berada dalam flux yang mengalami laju perubahan dari 1000 Weber ke 0 Weber dalam tempo 10-3 detik..3) merupakan dasar dari analisis generator.3-32 Medan Elektromagnetika H = Dan dI dl φ = ∫ B. (4.. Berapa elektromotansi yang akan timbul pada konduktor? Penyelesaian: V = ...(4....(1000 – 0) x (103) volt = ..106 volt . transformator dan analisis transien (rangkaian listrik akibat pengaruh perubahan).. Hukum Faraday.............. Konsep-konsep dasar yang dinyatakan model matematis (4.........

Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .25 x 103 volt 3. Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor? Penyelesaian: Elektromotansi (V) = .250 volt 5. berapakah elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .L (d I) x (d t)–1 volt . Suatu batang konduktor bergerak memotong flux magnet 500 weber dengan laju kecepatan 2 x 10-2 detik. Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = . Suatu konduktor berbentuk filamen memiliki induktansi diri (L) sebesar 50 mH.1. Seperti soal (4). Suatu konduktor dibentuk filamen dengan 1000 lilitan.106 x 125 volt = .Medan Elektromagnetika 3-33 2. Bila konduktor tersebut dialiri arus 10 A dengan laju perubahan dalam tempo 2 x 10-3 detik. konduktor tersebut berada dalam laju perubahan flux magnet 500 weber ke 0 weber dalam tempo 4 x 10-3 detik.25 x 108 volt 4.L (d I) x (d t) volt = .500 x (2-1 x 102) = .N (d φ) x (d t)–1 = -1000 x (500 – 0) x (4-1 x 103) volt = .(dφ) x (dt)–1 Volt = .50 x 10-3 x 10 x (2-1 x 103) volt = . tetapi tempo laju perubahannya 106 detik.50 x 5 volt = .

Hukum Lenz “Tegangan induksi (gaya gerak listrik) selalu berkelakuan menimbulkan flux yang berlawanan”. Hukum Faraday: “Medan magnetik yang berubah terhadap waktu menimnulkan elektromotansi (gaya gerak listrik / tegangan listrik) pada suatu rangkaian”.50 x 10-3 x (10 x 10-6) volt = -5 x 105 volt = . Keterpautan antara flux magnet total dengan arus listrik disefinisikan sebagai “induktansi diri (L)”.3-34 Medan Elektromagnetika = .500 k volt C. Besarnya flux magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik berbanding langsung dengan besar arus listrik pada konduktor yang menimbulkan flux magnet. Bila pernyataan ini dimodelkan matematis adalah: elektromotansi = . 3.d φ V dt Jika lintasan tertutupnya berbentuk konduktor filamen yang terdiri dari N lilitan maka elektromotansinya adalah: elektromotansi = . Rangkuman 1. Model matematis keterkaitan antara φ dan I adalah: L = φ / I atau untuk N lilitan adalah: L=Nφ/I Hubungan antara elektromotansi dengan perubahan arus terhadap waktu yang mengalir pada konduktor yang memiliki induktansi diri L adalah: ektromotansi = .N d φ dt 2.L d I dt V .

d φ / d t (2) V = . 2 dan 3 benar Pilih jawaban c. 1. bila pernyataan 1. bila pernyataan 1. Satuan induktansi diri adalah: (1) Henry (H) (2) Weber per Amper (Wb/A) (3) Weber lilitan per Amper (Wb lilitan / A) (4) Amper per weber (A/Wb) 4. bila pernyataan 2 dan 3 benar Pilih jawaban d.Medan Elektromagnetika 3-35 D. Satuan untuk tegangan induksi (elektromotansi) adalah: (1) Volt (V) (2) Weber per detik (Wb/dtk) (3) Weber per volt (Wb/V) (4) Volt per weber (V/Wb) 3.N d φ / d t (3) V = d φ / d t (4) V = N d φ / d t . Tugas-tugas Pilih jawaban a. bila pernyataan 4 benar. Besarnya elektromotansi yang timbul pada konduktor yang berada dalam perubahan flux magnet terhadap waktu adalah: (1) Tergantung dari besarnya perubahan flux (2) Tergantung dari waktu laju perubahan (3) Besarnya berlawanan dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) (4) Besarnya berbanding lurus dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) 2. Model matematis untuk persamaan induksi (elektromotansi = V) adalah: (1) V = . 2 benar Pilih jawaban b.

3-36 Medan Elektromagnetika

5. Model matematis untuk persamaan induktansi diri (L) adalah: (1) L = - φ / I (2) L = φ / I (3) L = N φ / I (4) L = - Nφ / I

Medan Elektromagnetika 3-37

BAB V KEGIATAN BELAJAR V
TEORI MAXWELL (Persamaan Maxwell) Kajian teori Maxwell sebagai dasar kajian tentang keterkaitan medan magnet (H) dengan medan listrik (E) atau sebaliknya. Hal ini sebagai dasar menelaah gelombang elektromagnet. Kajian ini sebagai pengembangan Medan Elektro Magnet. Kajian saling keterkaitan antara pengaruh medan listrik dengan medan magnet atau sebaliknya dikaji oleh James Clark Maxwell sebagai temuan teori Maxwell. Sebagai dasar pemikiran Maxwell dari teori Stoke yang melakukan kajian pengoperasian integral garis terhadap kajian integral luasan diperoleh persamaan dasar:

∫ H .dl = ∫ (∇xH ).ds..................................................(5.1)
S

Persamaan (4.1) berlaku untuk setiap medan vektor d l = panjang lintasan tertutup d s = luas permukaan yang dibentuk lintasan tertutup itu Dengan konsep teori Stoke di atas, maka berlaku pula untuk medan listrik seperti model matematis berikut.

∫ E.dl = ∫ (∇xE ).ds..................................................(5.2)
S

Kuat medan yang ditimbulkan kerapatan arus (J) untuk batang ds maka persamaan matematisnya adalah:

∫ H .dl = ∫ J .ds......................................................(5.3)
S

Mendasari konsep matematis (5.1), (5.2) dan (5.3) maka teori Maxwell dapat dinyatakan dengan model matematis berikut.

3-38 Medan Elektromagnetika

∂B ..........................................................(5.4a) ∂t ∂D ∇xH = J + .....................................................(5.4b) ∂t Persamaan ini untuk medan berubah terhadap waktu sedangkan untuk medan tak berubah terhadap waktu adalah: ∇.D = ρ ………………………………………..(5.4c) ∇xE = −
∇.B = 0 ………………………………………...(5.4d)
Untuk bantuan kajian keempat persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial perlu keterkaitan persamaan berikut. D=∈E B=μH J=σE Dimana : ∈= permitivitas medium

μ = permeabilitas medium σ = konduktivitas medium
Bilamana menghadapi bahan berkelakuan tak baik, maka nilai D = ∈0 E + P dan B = μ0 (H+M) M = magnetisasi dan P = polarisasi pengutuban bahan isolasi (medium) Sedangkan model matematis Maxwell dalam bentuk integral adalah:

∫ E.dl = − ∫ ∂t .ds......................................................(5.5a)
S

∂B

∫ H .dl = I + ∫ ∂t .ds................................................(5.5b)
S

∂D

∫ D.ds = ∫ ρdv.........................................................(5.5c)
vol

∫ B.ds = 0.................................................................(5.5d )
S

Medan Elektromagnetika 3-39

Keempat persamaan integral ini memungkinkan untuk mencapai syarat batas untuk B, D, H dan E yang diperlukan untuk mencari tetapan dalam mencari jawaban persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial. Kajian teori Maxwell di atas memungkinkan menelaah lanjut medan elektro magnet di segala situasi medium.

3-40 Medan Elektromagnetika

DAFTAR PUSTAKA
Kraus, J.D & Carver, K.R, Electro Magnetics, Mc Graw-Hill, Tokyo, 1993 Hayt, W.Jr., Electromagnetika Teknologi, Vol 1 & 2, Erlangga, Jakarta, 1981. Attwood, SS., Electric and Magnetic Fields, John Wiley & Sons, New York, 1949. Sears, Zermansky, Physic for University, Mc Graw-Hill, New York, 1960. Elliot, Electromagnetic, Mc Graw-Hill Book Company, New York, 1966. Halliday, D. & R Resnick, Physic, John Wiley & Sons, New York, 1962.

BUKU AJAR

TEKNIK PEMROGRAMAN

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Standar Kompetensi 1. Mengenal paradigma prosedural dan algoritma. 2. Mengenal metodologi penulisan algoritma. 3. Mengenal bahasa pemrograman.

B. Kompetensi Dasar 1. Memecahkan masalah dengan paradigma prosedural dan

menuliskan spesifikasi dan algoritmanya tanpa tergantung pada bahasa pemrograman apapun. 2. Menulis algoritma dari suatu masalah dengan menggunakan metodologi dan skema standard yang diajarkan secara terstruktur. 3. Menulis program yang "baik" (sesuai dengan kriteria yang diajarkan di kelas) dalam bahasa pemrograman yang diajarkan, dengan menggunakan aturan translasi yang diberikan. Programnya harus terstruktur walaupun bahasa pemrogramannya bukan bahasa yang terstruktur.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mengenal algoritma. 2. Mengenal Paradigma Prosedural. 3. Mengenal Penulisan Algoritma. 4. Mengenal bahasa program. 5. Mengenal penulisan program yang baik.

1. Paradigma Pemrograman Paradigma adalah sudut pandang atau "sudut serang" tertentu yang diprioritaskan, terhadap kelompok problema, realitas, keadaan, dan sebagainya. Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berpikir

kita, mengarahkan kita terhadap beberapa atribut dan membuat untuk

4-2 Teknik Pemrograman

mengabaikan atribut yang lain. Dengan demikian , jelas bahwa sebuah paradigma hanya memberikan pandangan yang terbatas terhadap sebuah realitas, karena itu fanatisme terhadap sebuah paradigma, mempersempit wawasan dan kadang berbahaya. Dalam pemrograman pun ada beberapa paradigma, masing-masing mempunyai priotas strategi analisis yang

khusus untuk memecahkan persoalan, masing-masing menggiring kita ke suatu pendekatan khusus dari problematika keseluruhan. Beberapa jenis persoalan dapat dipecahkan dengan baik dengan menggunakan sebuah paradigma, sedangkan yang lain tidak cocok. Mengharuskan seseorang memecahkan persoalan hanya dengan melalui sebuah paradigma, berarti membatasi strateginya dalam pemrograman. Satu paradigma tidak akan cocok untuk semua kelas persoalan. "Ilmu" pemrograman berkembang, menggantikan "seni"

memprogram atau memprogram secara coba-coba ("trial and error"). Program harus dihasilkan dari proses pemahaman permasalahan, analisis, sintesis dan dituangkan menjadi kode dalam bahasa komputer secara sistematis dan metodologis. Beberapa paradigma dalam

pemrograman :

a. Paradigma Prosedural atau imperatif Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newmann (stored program concept) : sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data; masing-masing dapat diberi nama dan harga. Instruksi akan dieksekusi satu per satu secara sekuensial oleh sebuah pemroses tunggal. Beberapa instruksi menentukan instruksi berikutnya yang akan dieksekusi (percabangan kondisional). Data diperiksa dan dimodifikasi secara sekuensial pula. Program dalam paradigma ini didasari pada strukturasi informasi di dalam memori dan manipulasi dari informasi yang disimpan tersebut. Kata kunci yang sering didengungkan dalam pendekatan ini adalah : Algoritma + Struktur Data = Program

Teknik Pemrograman 4-3

Pemrograman dengan paradigma ini sangat tidak "manusiawi" dan tidak "alamiah", karena harus berpikir dalam batasan mesin

(komputer), bahkan kadang-kadang batasan ini lebih mengikat daripada batasan problematikanya sendiri. Keuntungan pemrograman dengan paradigma ini adalah efisiensi eksekusi, karena dekat dengan mesin.

b. Paradigma Fungsional Paradigma fungsional didasari oleh konsep pemetaaan dan fungsi pada matematika. Fungsi dapat berbentuk sebagai fungsi "primitif", atau komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah terdefinisi.

Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi-fungsi dasar yang dapat dilakukan. Penyelesaian masalah didasari atas aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Jadi dasar pemecahan persoalan adalah transformasional. Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui keadaan antara. Paradigma fungsional tidak lagi mempernasalahkan memorisasi dan struktur data, tidak ada pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang "variabel". Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi atau bagaimana informasi disimpan dalam memori, setiap fungsi adalah "kotak hitam", yang menjadi perhatiannya hanya keadaan awal dan akhir. Dengan merakit kotak hitam ini, pemrogram akan menghasilkan program besar. Berlainan sekali dengan paradigma prosedural, program fungsional harus diolah lebih dari program prosedural (oleh pemroses bahasanya), karena itu salah satu keberatan adalah kinerja dan efisiensinya.

c. Paradigma Deklaratif, predikatif atau lojik Paradigma ini didasari oleh pendefinisian relasi antar individu yang dinyatakan sebagai predikat. Sebuah program lojik adalah kumpulan

4-4 Teknik Pemrograman

aksioma (fakta dan aturan deduksi). Pada paradigma ini, pemrogram menguraikan sekumpulan fakta dan aturan-aturan (inference rules). Ketika program dieksekusi, pemakai mengajukan pertanyaan (Query), dan program akan menjawab apakah pernyataan itu dapat dideduksi dari aturan dan fakta yang ada. Program akan memakai aturan deduksi dan mencocokkan pertanyaan dengan fakta-fakta yang ada untuk menjawab pertanyaan.

d. Paradigma Berorientasi Objek (Object Oriented) Paradigma ini didasari oleh objek. Sebuah objek mempunyai atribut (kumpulan sifat), dan mempunyai kelakuan (kumpulan reaksi, metoda). Objek yang satu dapat berkomunikasi dengan objek yang lain lewat "pesan", dengan tetap terjaga integritasnya. Kelas adalah objek

mempunyai atribut yang sama dan diturunkan ke semua objek yang berada dalam kelas yang sama. Kelas-kelas mempunyai hirarki, anggota dari sebuah kelas juga mendapatkan turunan atribut dari kelas di atasnya. Paradigma ini menawarkan konsep class, generic, inheritance, polymorphism dan menenkankan pentingnya pendefinisian statik kelas untuk melahirkan (menciptakan) objek pada saat runtime, yang kemudian dimanipulasi atau saling berinterasi. Definisi kelas memungkinkan adanya penurunan kelas dengan objek pada saat run time yang dapat “berubah” bentuk dengan kelakuan yang disesuaikan, Namun demikian, literatur pada struktur kontrol mikro untuk

mendeskripsikan kelakuan, masih terkandung paradigma imperatif, dengan adanya pernyataan sekuensial, assignment, analisis

kondisional dan pengulangan. Disamping itu, mengkonstruksi program dari objek dan kelas adalah berbeda dengan mengkonstruksi program dari struktur data dan algoritma. Kedekatan antara paradigma ini dengan paradigma lain dapat dilihat dari bahasa-bahasa bukan

berorientasi obyek murni, yaitu bahasa prosedural atau fungsional yang ditambahi dengan ciri orientasi objek.

. Pascal. Prosedural : Algol. bahasa tingkat tinggi. Relasional: SQL pada basisdata relasional Paradigma Objek mulai ditambahkan pada bahasa-bahasa yang ada. LISP c. Fortran. Untuk setiap paradigma. Fungsional : LOGO. C . Konkuren : OCCAM. misalnya Turbo Pascal (mulai versi 5. Suatu program dalam bahasa pemrograman . Ada. C++. Eifel. Bahasa Pemrograman berkembang dengan cepat sejak tahun enampuluhan. bahasa asembler (dalam kode mnemonik). APL. Paradigma konkuren. b. Pemroses bahasa Pascal dan C versi terbaru dilengkapi dengan fasilitas terorientasi objek. b. tersedia bahasa pemrograman yang mempermudah implementasi rancangan penyelesaian masalahnya. dalam literatur masih sering disebutkan paradigma yang lain. Cobol. dan pemrograman dalam bahasa Query yang memungkinkan diperolehnya suatu himpunan nilai..5) pada komputer pribadi (PC) dan C++. Paradigma relasional.Teknik Pemrograman 4-5 Selain keempat paradigma tersebut. Java f. mulai dari bahasa tingkat rendah (bahasa mesin dalam biner).. 2. Ada beberapa versi LISP dan Prolog yang juga memasukkan aspek OO. yang didasari entity dan relasi. seringkali dianalogikan dengan menara Babel yang berakibat manusia menjadi tidak lagi saling mengerti bahasa masingmasing. yang erat hubungannya dengan arsitektur perangkat keras yang memungkinkan pemrosesan secara paralel atau perangkat lunak sistem terdistribusi yang mengelola akses konkuren. e. Deklaratif/Lojik : Prolog d. Bahasa Pemrograman Ada banyak sekali bahasa pemrograman. Object oriented murni: Smalltalk. Jaca. Contoh bahasa-bahasa pemrograman yang ada : a. misalnya : a. Basic. sampai bahasa generasi ke empat (4GL).

Belajar bahasa pemrograman adalah belajar memakai suatu bahasa. terutama karena sebagian besar pemrogram pada akhirnya memakai rutin-rutin yang ditulis orang lain. Karena itu. selalu dipakai untuk semua pendekatan. belajar bahasa pemrograman adalah belajar untuk memanfaatkan instruksi-instruksi dan kiat yang dapat dipakai secara spesifik hanya pada bahasa itu. dan seharusnya mendasari semua pengajaran pemrograman. Beberapa masalah akan cocok kalau diselesaikan dengan suatu paradigma tertentu. Belajar Pemrograman Tidak Sama Dengan Belajar Bahasa Pemrograman Belajar memprogram adalah belajar tentang strategi pemecahan masalah. Belajar memprogram dan belajar bahasa pemrograman mempunyai tingkatan dan kesulitan yang berbeda-beda. metodologi dan sistematika pemecahan masalah tersebut kemudian menuangkannya dalam suatu notasi yang disepakati bersama. Pada hakekatnya. sintesa. Ada dua kategori pemroses bahasa. sintesis. yaitu kompilator dan interpreter. 3. Karena itu perlu diajarkan metodologi. tersedia bahasa pemrograman visual atau tekstual. pengetahuan tentang kelas persoalan penting adanya. Lebih lanjut. setiap instruksi yang ada dan tata cara pengoperasian kompilator bahasa yang bersangkutan pada mesin tertentu. tapi relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bongkar pasang program yang sudah ada. aturan sintaks (tatabahasa). Mahasiswa seringkali . Dan ada algoritma baru yang lahir.4-6 Teknik Pemrograman tertentu akan diproses oleh pemroses bahasanya. Belajar memprogram lebih bersifat pemahaman persoalan. analisis. Dalam melakukan implementasi program. penggunaan komputer untuk memecahkan persoalan adalah untuk tidak mengulang-ulang kembali hal yang sama. Belajar memprogram lebih bersifat keterampilan daripada analisis dan sintesa. pemakaian kembali modul yang ada. Strategi pengenalan masalah melalui dekomposisi.

Karena itu memaksa mahasiswa hanya bekerja diatas kertas. belajar pemrograman dan belajar bahasa pemrograman saling komplementer. Berkat . mengetik program dan mengeksekusi tanpa analisis dan spesifikasi yang dapat dipertanggung jawabkan juga bukan merupakan praktek yang “baik” (terutama untuk program skala besar dan harus dikerjakan banyak orang). Karena itu. Metoda terbaik untuk belajar apapun adalah melalui contoh. belumlah lengkap.Teknik Pemrograman 4-7 dihadapkan pada kedua kesulitan itu sekaligus. sedangkan pengajaran bahasa pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang "coder" (juru kode). berfungsi dengan benar. suatu rancangan harus dapat dikode untuk dieksekusi dengan mesin. dan didukung dengan adanya dokumentasi. sistematis). Seorang yang sedang belajar harus belajar melalui contoh nyata. Pemecahan persoalan dengan paradigma yang sama akan menghasilkan solusi yang "sejenis". Sebaliknya. Beberapa bahasa dapat termasuk dalam sebuah paradigma sama. yang dapat dieksekusi oleh mesin. Proses memprogram memang berakhir secara konkrit dalam bentuk program yang ditulis dan dieksekusi dalam bahasa target. Pada prakteknya. Untuk itulah diperlukan adanya suatu perjanjian. proses koding lebih merupakan proses semi otomatik dengan aturan pengkodean. menganalisis dan membuat spesifikasi tanpa pernah mengeksekusi program. hanya mencetak pemrogram yang langsung "memainkan keyboard". sanggup melayani segala kemungkinan masukan. Proses memprogram adalah proses yang memerlukan kepakaran. notasi yang disepakati supaya masalah itu dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam salah satu bahasa yang masih ada dalam lingkup paradigma yang sama. Produk yang dihasilkan oleh seorang pemrogram adalah program dengan rancangan yang baik (metodologis. Pengajaran pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang perancang "designer" program. pemecahan persoalan dalam satu paradigma dapat diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa yang berbeda. tidak mungkin dipisahkan satu sama lain.

Memang pemantauan produk jauh lebih gampang daripada pemantauan proses. Sikap mahasiswa yang mau disiplin secara mandiri sangat diharapkan dalam mencapai tujuan kuliah ini. Ini dapat dianalogikan dengan pembangunan sebuah gedung pencakar langit dibandingkan dengan . Metoda pengajaran yang dipakai pada perkuliahan pemrograman fungsional ini adalah pengajaran melalui contoh tipikal. Pembangunan program berskala besar tidak dapat dilakukan dengan cara yang identik dengan program skala kecil.4-8 Teknik Pemrograman contoh nyata itu dia melihat. proses yang baik pasti dapat menjamin kehadiran suatu produk yang baik. Aspek penekanan pada proses ini sangat ditegaskan dalam kuliah pemrograman (dan nantinya dalam Rekayasa perangkat Lunak dengan skala lebih besar). Program : Produk versus Proses Beberapa kalangan berpendapat bahwa yang penting dalam sebuah pengembangan program adalah produk. mengalami dan melakukan pula. Apalagi dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak maka aspek proses seringkali sulit dipantau. Sebaliknya. perangkat lunak yang dibutuhkan “berukuran” besar. Contoh tipikal tersebut dikembangkan dan dipakai untuk belajar dan mengajar sesuai dengan paradigma pemrograman yang diajarkan. Diharapkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu untuk menghasilkan produk program. mungkin dihasilkan oleh sebuah proses yang “kurang baik” atau bahkan “sangat buruk” karena hasil akhir yang dipolers disana sini secara tambal sulam. melainkan juga dapat menjalankan proses pembuatan program seperti yang “sebaiknya” sesuai dengan prosedur yang standard. 5. Contoh tipikal adalah contoh program yang merupakan “pola solusi” dari kelas-kelas persoalan yang dapat diselesaikan. 4. Program Skala Kecil dan Program Skala Besar Pada kehidupan nyata. bahkan sangat besar dan mempunyai persyaratan tertentu. Pendapat ini sudah kuno. Sebuah produk yang baik.

jenius yang selalu hanya berhadapan dengan komputer dan menghasilkan kode-kode program “misterius” yang hanya dimengerti olehnya sendiri (Baca tulisan Hoare mengenai “Programming: Sorcery or . Maka dapat dikatakan bahwa ada dua kategori pemrogram: penyedia modul/komponen dan pemakai modul/komponen. dsb). Sebuah program yang besar dan “baik” biasanya terdiri dari banyak sekali modul/komponen “kecil” yang dikerjakan oleh banyak orang. bahkan “engine” dari produk secara keseluruhan (munculnya istilah library. Sedangkan pembangunan perangkat lunak skala besar akan dicakup dalam modul-modul kuliah kelompok Rekayasa Perangkat Lunak. Pemrogram Individu dan Pemrogram dalam Tim Jaman dulu. Pemrograman Beroreinetasi Objek). Ahli Informatika selayaknya mampu untuk menjadi penyedia modul/komponen. sampai komponen utama yang menjadi dasar. Pada kuliah Pemrograman yang mendasar (Algoritma dan Pemrograman.Teknik Pemrograman 4-9 pembangunan sebuah rumah kecil sederhana. di Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNNES. Misalnya sebuah peralatan elektronik yang canggih. hanya dicakup pembangunan program-program skala “kecil (karena memang “kecil”). framework. di dalamnya terdiri dari komponen elektronik “standard” yang dirakit. ubin yang dapat difabrikasi secara terpisah sebelum dipasang. Ada produsen komponen. dan ada perakit yang memakai komponen. Struktur Data. atau pengembangan modul-modul “kecil” yang merupakan modul/komponen primitif yang nantinya akan merupakan bagian dari sebuah perangkat lunak berskala besar. jendela. platform. dari komponen setara “suku cadang” dalam industri perakitan mobil. 6. suka menyendiri. Pendekatan “merakit” ini juga dilakukan dalam pembangunan perangkat lunak. Sesuatu yang “besar” biasanya terdiri dari komponen-komponen “kecil”. Skala komponen juga makin berkembang. Sebuah gedung besar mempunyai komponen seperti pintu. tidak jarang ditemui programmer “eksentrik”.

Di kelas akan ditetapkan suatu standard pemrograman tertentu yang diharapkan akan dipakai selama kuliah. pemrogram diharapkan untuk dapat bekerja dalam tim. dimulai pada saat T0 dan berakhir pada saat T1. Maka efek neto . Jika dianalogikan dengan dunia musik. Jadi salah satu tujuan pengajaran adalah membentuk pemrogram atau perancang program yang harus mampu bekerja sama dengan orang lain. maka jelas bahwa minatnya adalah pada efek netonya. Skala program yang harus dibuat di masa kini sudah jauh lebih besar ukurannya dibandingkan dengan jaman dulu. Kuliah Algoritma Pemrograman lebih diarahkan kepaga programming. Jaman itu sudah berlalu. 7. Aspek ini perlu diperhatikan dan dengan disepakati bersama. maka pemrograman adalah sebuah orkestra. Jika seseorang tertarik pada suatu aksi. juga membutuhkan kemauan setiap individu untuk bermain selaras sesuai dengan arahan konduktor. Pemrograman Prosedural Pengertian pertama yang akan dijelaskan adalah aksi. Suatu aksi adalah kejadian yang terjadi pada suatu selang waktu terbatas dan menghasilkan efek neto yang telah terdefinisi dengan baik dan memang direncanakan. Akibatnya. Bekerja dalam tim membutuhkan standard atau pola kerja yang sama dan aturan main agar ada koodinasi dan tim dapat menghasilkan suatu produk sesuai dengan prosedur. Pada deskripsi tersebut. maka berarti dititikberatkan pada kegunaannya. Aspek bekerja dalam tim dan mengikuti standard ini akan dicakup dalam perkuliahan. Ini sudah dijelaskan pada bagian Program Skal Besar dan Program Skala kecil. Ada banyak standard yang dipakai di dunia pemrograman. daripada coding. Suatu aksi harus terjadi pada selang waktu yang terbatas. Sebuah orkestra selain membutuhkan kerja keras individu. ditekankan benar efek tersebut harus “direncanakan”. yang harus dipimpin seorang konduktor supaya pertunjukan dapat berjalan dengan baik.4-10 Teknik Pemrograman Science” [Hoare-84).

misalnya : a. Dengan sudut pandang ini maka efek kumulatifnya sama dengan efek netto dari seluruh kejadian. jadi sup. adalah kentang sudah ada di kantong kentang. keadaan awal). Pernyataan ini mencakup hal yang luas ruang lingkupnya. Contoh dari suatu aksi adalah Ibu Tati yang MENGUPAS KENTANG untuk mempersiapkan makan malam. Kejadian yang sama dapat dianggap sebagai aksi ataupun sebagai proses.Teknik Pemrograman 4-11 dari aksi dapat dijelaskan dengan membandingkan keadaan pada saat T0 dan keadaan pada saat T1. Ketika kentangnya terhidang. Penambahan kentang ke dapur di luar tinjauan masalah ini. Suatu kejadian dapat dipandang sebagai urut-urutan dari beberapa kejadian. b. Final state (F. T1.S. Apakah yang dimaksud dengan mengupas kentang untuk makan malam berarti sampai dengan kentang terhidang ? c. Kalau lebih dititik beratkan efek netonya. Untuk itu ditentukan : a. berarti dapat diuraikan dalan beberapa (sub) aksi yang terjadi secara sekuensial. Penggolongan suatu kejadian sebagai proses atau aksi adalah relatif. T0. digoreng atau direbus saja ? Maka kita harus membatasi dengan jelas keadaan awal yang menjadi titik tolak mengupas kentang dan keadaan akhir yang ingin dicapai supaya dapat “merencanakan” efek neto yang diinginkan.S. yang ditaruh di rak di dapur. siap untuk dimasak dan kantong kentangnya harus dikembalikan ke rak lagi. Dengan anggapan kejadian . Dan kejadian tersebut dianggap sebagai sequential process atau disingkat proses. Apakah kentangnya harus dibeli dulu atau sudah ada di dapur ? b. Ini adalah contoh bagaimana kita menentukan batasan dari persoalan yang akan diprogram. di mana ibu Tati akan mengupasnya. kentang dalam keadaan terkupas di panci. Initial state (I. keadaan akhir). Pengandaian yang lain adalah bahwa persediaan kentang di ibu selalu cukup untuk makan malam. yaitu keadaan “ sebelum dan sesudah” maka kejadian tersebut berarti sebagai proses.

atau disingkat pola. maka efek neto tersebut pasti tergantung pada keadaan awal. Misalkan kejadian tentang ibu Tati mengupas kentang. Jika dua kejadian dengan pola yang sama menghasilkan efek neto yang berbeda. Ambil panci dari almari Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Pada contoh tersebut. Efek neto dari kejadian ditentukan sepenuhnya oleh pola tersebut dan (mungkin) oleh keadaan awal (yaitu keadaan pada saat T0). Ada kejadian yang mempunyai suatu pola tingkah laku. dan dapat dipastikan pula bahwa keadaan awal dari keduanya berbeda. Sekarang perhatikanlah laporan pengamatan tentang kejadian ibu Tati yang mengupas kentang : • • • Ibu Tati mengambil kantong kentang dari rak. maka T0 adalah awal dari sebuah sub-aksi dan setiap akhir dari suatu sub-aksi akan merupakan awal dari sub-aksi berikutnya. akhir dari sub-aksi yang terakhir adalah T1 yaitu akhir dari seluruh kejadian.4-12 Teknik Pemrograman tersebut suatu proses. dengan suatu keistimewaan. Jika dari hasil pengamatan tidak dipandang perlu untuk menjelaskan bahwa kantong kentang diambil dari rak sebelum panci diambil dari almari. kejadian dijelaskan sebagai urut-urutan dari empat sub-aksi yang diungkapkan berdasarkan suatu pengamatan. Kejadian tersebut akan terjadi jika pola ini diikuti. Kejadian yang lain mungkin mengikuti pola yang sama. dapat dijelaskan oleh urut-urutan sub-aksi yang dilakukan oleh ibu tersebut. maka cukup dituliskan : • • • Ambil kantong kentang dari rak dan panci dari almari. Ibu Tati mengambil panci dari almari Ibu Tati mengupas kentang . Kupas kentang. yaitu : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. Kembalikan kantong kentang ke rak.

yaitu sekumpulan intsruksi yang diberikan oleh ibu Tati kepada pembantu barunya : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. yaitu jika kebetulan ia memakai baju berwarna muda. Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Jika teks algoritma tersebut diberikan kepada pembantunya yang bernama Ina. yang merupakan algoritma. Ada dua hal yang penting. sedangkan pada hari lain tidak. maka jika dilaksanakan akan menghasilkan pengamatan kejadian : • • • • Ina mengambil kantong kentang dari rak Ina mengambil panci dari almari Ina mengupas kentang Ina mengembalikan kantong kentang ke rak Dengan membandingkan teks hasil pengamatan terhadap algoritma.Teknik Pemrograman 4-13 • Ibu Tati mengembalikan kantong kentang ke rak Bandingkanlah hasil pengamatan tersebut dengan teks berikut. Pertama. Ambil panci dari almari. • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then Pakai celemek Kupas kentang . Dan notasi untuk aksi kondisional dinyatakan oleh kondisi dan aksi. dan kedua berdasarkan pengamatan tersebut aksi “memakai celemek” bisa terjadi atau tidak (berarti aksi tersebut kondisional). Tetapi kelakuan dari ibu Tati (atau pembantu) dapat lebih rumit. dapat ditarik kesimpulan: algoritma ibu Tati menyatakan cara-cara untuk melakukan sesuatu sedangkan laporan pengamatan menjelaskan tentang kejadian itu sendiri. pengamatan apakah baju si ibu berwarna muda. Misalnya sehabis mengambil panci ia memakai celemek jika perlu. Maka pada suatu hari ia memakai celemek.

Pada algoritma ini kita hanya tertarik pada aksi mengambil kentang dari kantong dan mengupas kentang. Aksi kedua menghasilkan kejadian berlangsung sesuai dengan hasil pengamatan. Dalam hal ini mesin tersebut adalah alat bantu untuk memecahkan dari sudut pandang ini. While jumlah kentang terkupas belum cukup do depend kantong kantong berisi 1 kentang : Kupas 1 kentang 2. 1. maka kita jarus membuat program yang sesuai untuk masalah tersebut dan mesin akan mengerjakan program sesuai dengan algoritma yang ditulis. Contoh Soal Periksalah apakah masing-masing algoritma “mengupas kentang” berikut benar. Hasil dari pengamatan ini adalah suatu keadaan benar (“true”) atau salah (“false”). Jika pengamatan memberikan hasil “true” maka aksi terjadi. aksi pertama harus suatu pengamatan. Misalnya kita ingin menyuruh mesin tersebut untuk memecahkan suatu masalah. jika pengamatan memberikan hasil “false” maka aksi tidak dilakukan. Sebagai contoh kasus yang ekstrem adalah mengupas 500 kentang (karena kentangnya sangat kecil-kecil dan ada pesta) kita dapat menuliskan algoritma umum untuk mengupas kentang : • • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then pakai celemek While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Program yang mengontrol mesin harus disusun sedemikian rupa jika ingin dipakai sesuai keinginan. While kantong tidak kosong do Kupas 1 kentang .4-14 Teknik Pemrograman • Kembalikan kantong ke rak Oleh karena itu aksi kondisional mengandung dua aksi.

Teknik Pemrograman 4-15 Kupas 1 kentang 3. While (kantong tidak kosong) dan (jumlah kentang terkupas belum cukup) do Kupas 1 kentang 5. While kantong tidak kosong do While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang 4. While jumlah kentang terkupas belum cukup do Depend on kantong kantong tidak kosong : kupas 1 kentang kantong kosong : ambil kantong lain .

Oleh karena itu. (sekarang adalah AT & T Bell Laboratories). hanya terdapat 32 kata kunci. Kelebihan Bahasa C: • • • • • • • Bahasa C tersedia hampir di semua jenis computer. C adalah bahasa yang terstruktur Bahasa C termasuk bahasa tingkat menengah Kekurangan Bahasa C : . Hampir semua perguruan tinggi di dunia menjadikan bahasa C sebagai salah satu mata kuliah wajib. banyak bahasa pemrograman populer seperti PHP dan Java menggunakan sintaks dasar yang mirip bahasa C. Selain itu. Bahasa C pertama kali digunakan di computer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan sistem operasi UNIX. Proses executable program bahasa C lebih cepat Dukungan pustaka yang banyak. Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci. Kode bahasa C sifatnya adalah portable dan fleksibel untuk semua jenis computer. Saat ini penggunaan bahasa C telah merata di seluruh dunia.BAB II KEGIATAN BELAJAR II Struktur Dasar Pemrograman Bahasa C A. Pendahuluan Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. kita sangat perlu blajar bahasa C. Selanjutnya bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut bahasa B pada tahun 1970.

Turbo C. 1. buka Editor Bahasa C yang ada. B. dan sebagainya. tekan sembarang tombol. Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer. Editor Bahasa C Memulai Bahasa C. Akan ditampilkan hasil kompilasi Program. Menu-menu dalam Turbo C : Gambar : 1 Gambar : 2. Untuk mengkompilasi Program. seperti Bordland C.1 . Pilih Submenu Compile c.Teknik Pemrograman 4-17 • • Banyaknya Operator serta fleksibilitas penulisan program kadangkadang membingungkan pemakai. Pilih submenu Run dan tekan Enter 3. b. Pilih menu Run dengan menekan Alt + R b. Enter d. Untuk menjalankan program : a. Semua program yang ada di tutorial ini bisa dicoba Turbo C. 2. Pilih menu Compile dengan menekan Alt + C. langkah-langkahnya sbb: a.

untuk menuju ke DOS Shell (9) Quit. untuk mencetak program (8) DOS Shell. (3) Cut. untuk menghapus bagian tertentu dari program (7) Copy example (8) Show Clipboard Search. terdiri dari : (1) New. terdiri dari : (1) Run…. untuk kembali ke pengeditan terakhir yang telah di undo. untuk mengambil atau membuka program (3) Save. untuk mengubah directory (7) Print. untuk membatalkan pengeditan terakhir (2) Redo. untuk menyimpan file/program (5) Save all. untuk keluar dari Turbo C Edit. terdiri dari : (1) Find… (2) Replace… (3) Search again (4) Previous error (5) Next error (6) Locate function… Run. untuk menyimpan file/program (4) Save as. untuk menduplikasi bagian program (5) Paste (6) Clear. untuk memulai program baru (2) Open. untuk menjalankan program (2) Program reset . untuk memotong bagian tertentu dari program. (4) Copy. untuk menyimpan seluruh file/program (6) Change dir. terdiri dari : (1) Undo.4-18 Teknik Pemrograman File .

Teknik Pemrograman 4-19

(3) Go to cursor (4) dst

Compile, terdiri dari : (1) Compile, untuk mengkompilasi program (2) Make (3) Link (4) Build all, dst

Debug, terdiri dari (1) Inspect (2) Evaluate/modify (3) Dst

Project, terdiri dari : (1) Open project (2) Close project (3) dst

Options, terdiri dari : (1) Application (2) Compiler (3) Transfer (4) Dst Window, terdiri dari : (1) Size/Move (2) Zoom (3) Tile (4) Cascade (5) Next (6) dst Help, terdiri dari

4-20 Teknik Pemrograman

(1) Contens (2) Index (3) Topic search (4) Previous topic (5) dst Program Bahasa C tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi bisa dimulai dari kolom manapun. Namun demikian, untuk mempermudah pembacaan program dan untuk keperluan dokumentasi, sebaiknya penulisan bahasa C diatur sedemikian rupa sehingga mudah dan enak dibaca. Berikut contoh penulisan Program Bahasa C yang baik Gambar 2.2 dan yang kurang baik Gambar 2.3 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C\n”); } Gambar : 2.2 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C”); }

Gambar : 2.3

Kedua Program di atas bila dijalankan akan menghasilkan hasil yang sama berupa tulisan “Bahasa C” di layar, namun dari segi penulisannya program yang pertama tampaknya lebih mudah dibaca dan lebih rapih dibanding dengan program yang kedua.

C. Struktur Dasar Bahasa C 1. Tipe Data Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif. Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, Gambar 2.4 :

Teknik Pemrograman 4-21

Gambar : 2.4 Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int x; float y; char z; double w; clrscr(); /* untuk membersihkan layar */ x = 10; /* variable x diisi dengan 10 */ y = 9.45; /* variable y diisi dengan 9.45 */ z = ‘C’; /* variable z diisi dengan karakter “C” */ w = 3.45E+20; /* variable w diisi dengan 3.45E+20 */ printf(“Nilai dari x adalah : %i\n”, x); /* Menampilkan isi variable x */ printf(“Nilai dari y adalah : %f\n”, y); /* Menampilkan isi variable y */ printf(“Nilai dari z adalah : %c\n”, z); /* Menampilkan isi variable z */ printf(“Nilai dari w adalah : %lf\n”, w); /* Menampilkan isi variable w */ getch(); } 2. Konstanta Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string. Contoh konstanta : 50; 13; 3.14; 4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape, antara lain : \a : untuk bunyi bell (alert) \b : mundur satu spasi (backspace) \f : ganti halaman (form feed) \n : ganti baris baru (new line) \r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return) \v : tabulasi vertical

4-22 Teknik Pemrograman

\0 : nilai kosong (null) \’ : karakter petik tunggal \” : karakter petik ganda \\ : karakter garis miring

3. Variable Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut : • Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda. • • Tidak boleh mengandung spasi. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb. • Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai. Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb. Contoh penamaan variable yang salah : %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb

4. Deklarasi Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi. a. Deklarasi Variabel Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah : Nama_tipe nama_variabel;

Teknik Pemrograman 4-23

Contoh : int x; // Deklarasi x bertipe integer char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char float nilai; // Deklarasi variable bertipe float double beta; // Deklarasi variable bertipe double int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer char *p; // Deklarasi pointer p bertipe char

b. Deklarasi Konstanta Dalam bahasa C konstanta dideklarasikan menggunakan preprocessor #define. Contohnya : #define PHI 3.14 #define nim “0111500382” #define nama “Sri Widhiyanti”

c. Deklarasi Fungsi Fungsi merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan atau dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam bahasa C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti printf(), scanf(), getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan. Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh programmer. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah : Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi); Contohnya : float luas_lingkaran(int jari); void tampil(); int tambah(int x, int y); Misalnya : 9%2=1 9%3=0

4-24 Teknik Pemrograman

5. Operator a. Operator Penugasan Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C berupa tanda sama dengan (“=”). Contoh : nilai = 80; A = x * y; Artinya : variable “nilai” diisi dengan 80 dan variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y. b. Operator Aritmatika Bahasa C menyediakan lima operator aritmatika, yaitu : * / % + : untuk perkalian : untuk pembagian : untuk sisa pembagian (modulus) : untuk pertambahan : untuk pengurangan

Catatan : operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan. Misalnya : 9%2=1 9%3=0 9%5=4 9%6=3 Contoh Program 1 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); // untuk membersihkan layar printf(“Nilai dari 9 + 4 = %i”, 9 + 4); /* mencetak hasil 9 + 4 */ printf(“Nilai dari 9 - 4 = %i”, 9 - 4); /* mencetak hasil 9 - 4 */ printf(“Nilai dari 9 * 4 = %i”, 9 * 4); /* mencetak hasil 9 * 4 */ printf(“Nilai dari 9 / 4 = %i”, 9 / 4); /* mencetak hasil 9 / 4 */ printf(“Nilai dari 9 \% 4 = %i”, 9 % 4); /* mencetak hasil 9 % 4 */ getch();

Teknik Pemrograman 4-25

} Contoh Program 2 : /* operator % utk mencetak deret bilangan genap antara 1 – 100 */ #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int bil; clrscr(); // untuk membersihkan layar for (bil=1; bil<100; bil++) { if(bil % 2 == 0) //periksa apakah ‘bil’ genap printf(“%5.0i”, bil); } getch(); } c. Operator Hubungan (Perbandingan) Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variable). Operator hubungan dalam bahasa C gambar 3 :

Gambar : 2.5 d. Operator Logika Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan. Operator logika ada tiga macam, yaitu : && || ! : Logika AND (DAN) : Logika OR (ATAU) : Logika NOT (INGKARAN)

4-26 Teknik Pemrograman

e. Operator Bitwise Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memori. Operator bitwise dalam bahasa C : << >> & ^ | ~ : Pergeseran bit ke kiri : Pergeseran bit ke kanan : Bitwise AND : Bitwise XOR (exclusive OR) : Bitwise OR : Bitwise NOT

f. Operator Unary Operator Unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand saja. Dalam bahasa C terdapat beberapa operator unary, Gambar : 3

Gambar : 2.6 Catatan Penting ! : Operator peningkatan ++ dan penurunan -- jika diletakkan sebelum atau sesudah operand terdapat perbedaan. Perhatikan contoh berikut : Contoh Program 1 : /* Perbedaan operator peningkatan ++ yang diletakkan di depan */ /* dan dibelakang operand */ #include <stdio.h> #include <conio.h>

Teknik Pemrograman 4-27

void main() int x, nilai; clrscr(); x = 5; nilai = ++x; /* berarti x = x + 1; nilai = x; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); nilai = x++; /* berarti nilai = x; nilai = x + 1; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); getch(); } Contoh Program 2 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int b, nilai; clrscr(); // untuk membersihkan layar nilai = --b; /* berarti b = b - 1; nilai = b; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); nilai = b--; /* berarti nilai = b; b = b + 1; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); getch(); } 6. Kata Tercadang (Reserved Word) Bahasa C standar ANSI memiliki 32 kata tercadang (reserved word) dan Turbo C menambahkannya dengan 7 kata tercadang. Semua reserved word tidak boleh digunakan dalam penamaan identifier (variable, nama fungsi dll). Kata Tercadang yang tersedia dalam bahasa C adalah sbb:

7. Komentar Program Komentar program hanya diperlukan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman suatu program (untuk keperluan dokumentasi program).

4-28 Teknik Pemrograman

Dengan kata lain, komentar program hanya merupakan keterangan atau penjelasan program. Untuk memberikan komentar atau penjelasan dalam bahasa C digunakan pembatas /* dan */ atau menggunakan tanda // untuk komentar yang hanya terdiri dari satu baris. Komentar program tidak akan ikut diproses dalam program (akan diabaikan). Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); /* Ini untuk membersihkan layar tampilan */ printf(“Contoh Penggunaan Komentar”); //komentar tidak ikut diproses getch(); /* Dan ini untuk menahan tampilan di layer */ }

h> void main() { int jumlah. float nilai. b. Fungsi pustaka scanf() digunakan untuk menginput data berupa data numerik. . %e %o %x %u : Membaca sebuah karakter : Membaca sebuah string : Membaca sebuah bilangan bulat (integer) : Membaca sebuah bilangan pecahan (real) : membaca sebuah bilangan octal : Membaca sebuah bilangan heksadesimal : Membaca sebuah bilangan tak bertanda Contoh Program : /* Program memasukan inputan dengan beberapa tipe data */ #include <stdio. scanf() a. char huruf.BAB III KEGIATAN BELAJAR III Input dan Output A. karakter dan string secara terformat. %d %f. Beberapa fungsi pustaka yang bisa digunakan adalah : 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf() : 1) Fungsi scanf() memakai penentu format 2) Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis 3) Fungsi scanf() tidak memerlukan penentu lebar field 4) Variabelnya harus menggunakan operator alamat & Kode penentu format : %c %s %i. Memasukan Data Dalam bahasa C proses memasukkan suatu data bisa menggunakan beberapa fungsi pustaka yang telah tersedia. nim[10].h> #include <conio.

nama).4-30 Teknik Pemrograman clrscr(). getch(). &nim ). b. printf("nilai = %f\n". c. getch(). &nilai ). gets(nama). gets() a. scanf("%d". printf("nim = %s\n". void main() { char nama[20]. printf("huruf = %c\n". /* membaca sebuah string */ printf("Masukkan sebuah bilangan pecahan : ").h” #include “conio. Cursor secara otomatis akan pindah baris. } 2. printf("jumlah = %d\n". /* membaca sebuah bilangan float */ printf("\nNilai variable yang Anda masukkan adalah :\n"). clrscr(). printf("Masukkan sebuah bilangan bulat : "). Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter. &jumlah ). /* membaca sebuah karakter */ printf("Masukkan nim Anda : "). &huruf ). jumlah ). Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik. scanf("%c". scanf("%f". nilai ). printf(“Masukkan nama Anda : “). d. huruf ). scanf("%s". /* membaca sebuah bilangan bulat */ printf("Masukkan sebuah karakter : "). printf(“Hello. } . Nama Anda adalah %s”. Tidak memerlukan penentu format Contoh Program : /* Program inputan tipe data karakter/string */ #include “stdio. nim ).

Tidak memberikan efek pergantian baris secara otomatis. d.h” void main() { char huruf1. huruf2). Fungsi getch() dan getche() digunakan untuk membaca data karakter. e. } . // karakter yang dimasukkan tidak terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah : %c. b. Fungsi getchar() digunakan untuk membaca data yang bertipe karakter b. huruf2 = getch(). Jika menggunakan fungsi getch() karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan pada layer sehingga sering digunakan untuk meminta inputan berupa password. Karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan penekanan tombol enter.Teknik Pemrograman 4-31 3. getch() dan getche() a. getchar() a. // karakter yang dimasukkan akan terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah %c\n”.h” #include “conio. Contoh Program : #include “stdio. huruf1). huruf2. Karakter yang dimasukkan terlihat pada layar d. Sedangkan pada getche() karakter yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar. c. getch(). huruf1 = getche(). printf(“\nMasukkan sebuah karakter lagi : “). printf(“Masukkan sebuah karakter : “). Pergantian baris secara otomatis 4. Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter c.

artinya variable nilai akan ditampilkan sebanyak 5 digit dengan 2 digit di belakang koma. m n argument Contoh : printf(“%5.4f ?”. Fungsi printf() digunakan untuk menampilkan semua jenis data (numeric dan karakter) c. dan putchar(). Contoh Program 1.4-32 Teknik Pemrograman B. getch(). : nilai atau variable yang akan ditampilkan. Fungsi putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter. clrscr(). Fungsi puts() digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan diakhiri dengan perpindahan baris. Mengatur tampilan bilangan pecahan (float). } : menyatakan panjang range : menyatakan jumlah digit di belakang koma. /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan pecahan */ #include “stdio. nilai). printf(“Anda memperoleh nilai %5. .h” void main() { float nilai.nf”.2f”. Bentuk umum : printf(“%m. argument). nilai). scanf(“%f”. puts(“Masukkan nilai Anda : ). nilai). printf(“Apakah Anda telah puas mendapat nilai %6. Menggunakan fungsi printf().h” #include “conio. Menampilkan Data 1. puts(). d. Menampilkan data ke layar monitor a.2f”. b. &nilai).

h” #include “conio. “Saya juga akan tercetak di printer”). printf(“Nama Anda : %s \n”. /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan integer dan string */ #include “stdio. gets(nama). char nama[20]. “Hallo. Menampilkan data ke printer a. c. } . fputs(stdprn. Saya akan tercetak di printer”). puts(“Masukkan nama Anda : ). clrscr(). umur).Teknik Pemrograman 4-33 Contoh Program 2. //tipe data integer getch(). //tipe data string printf(“Umur Anda : %d \n”.h” void main() { int umur. nama). Fungsi fputs() digunakan untuk mencetak tipe data string ke printer d.h” void main() { fprintf(stdprn. scanf(“%d”. Untuk menampilkan data ke printer dapat menggunakan fungsi fprintf(). &umur). b. Fungsi fputc() digunakan untuk mencetak tipe data karakter ke printer Contoh program : #include “stdio. fputs() dan fputc(). } 2.h” #include “conio. Fungsi fprintf() digunakan untuk mencetak semua jenis tipe data ke printer dan secara otomatis memberikan efek perpindahan baris. puts(“Masukkan umur Anda : “).

Contoh Program 1 : /* Program struktur kondisi if untuk memeriksa suatu kondisi */ #include “stdio.h” void main() { float nilai. } . &nilai). scanf(“%f”. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar. Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain. Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. Struktur Kondisi IF Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. Bentuk umum struktur kondisi if adalah : if(kondisi) pernyataan. printf(“Masukan nilai yang didapat : “). maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan.h” #include “conio. if(nilai > 65) printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”).BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV A. getch(). Penyeleksi Kondisi Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam penyusunan bahasa C. terutama untuk program yang kompleks. 1.

getch().&b).scanf("%i".&c).fflush(stdin). if((b>a)&&(b>c)) max=b. if((a>b)&&(a>c)) max=a. int a. namun sebaliknya bila kita memasukan sebuah nilai yang kurang dari 65 maka program akan berhenti dan tidak dihasilkan apa-apa.scanf("%i".&a). Contoh Program 2 : /* Program contoh penerapan struktur kondisi if */ #include"stdio.h" void main() { clrscr().fflush(stdin).fflush(stdin). c.h" #include"conio. printf("Entry bil 3 : "). max. printf("Entry bil 1 : ").max).scanf("%i". maka perintah mencetak perkataan LULUS !!!! akan dilaksanakan. if(max>0) printf("Bil tsb adalah bil positif\n").Teknik Pemrograman 4-35 Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80. } . printf("Entry bil 2 : "). if(max<0) printf("Bil tsb adalah bil negatif"). printf("Bil terbesar : %i\n". b. if((c>a)&&(c>b)) max=c.

/* Masukan akan disimpan dalam variable nilai */ if (nilai > 65) printf(“\n LULUS !!!\n”). else printf(“\n TIDAK LULUS !!!\n”). scanf(“%f”.. Hal ini berbeda dengan struktur if dimana program akan berhenti bila kita memasukan nilai kurang dari 65.. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut : if(kondisi) pernyataan-1 else pernyataan-2 Contoh Program : #include “stdio.else minimal terdapat dua pernyataan..ELSE Dalam struktur kondisi if. getch()..4-36 Teknik Pemrograman 2.h” void main() { float nilai. printf(“Masukan nilai yang didapat : “).h” #include “conio. } Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80 maka akan dicetak perkataan “LULUS !!!” namun bila kita memasukan nilai yang kurang dari 65 maka akan tercetak perkataan “TIDAK LULUS !!!”. Struktur Kondisi IF. . &nilai). clrscr()... Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan.

Teknik Pemrograman 4-37 3.. break. maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’...case... .. default : pernyataan-m } . break... Struktur Kondisi SWITCH..default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak...DEFAULT… Struktur kondisi switch.. break. Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’. ..CASE... case 2 : pernyataan-2. Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah : switch(kondisi) { case 1 : pernyataan-1..... Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch.. Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi. case n : pernyataan-n.

case 6 : puts(“Hari Sabtu”). scanf(“%d”. /* kemungkinan ketiga */ break. /* kemungkinan kedua */ break. } getch(). default : puts(“Kode hari yang Anda masukan SALAH”). &hari). puts(“Menentukan nama hari\n”). /* kemungkinan keempat */ break. case 2 : puts(“Hari Selasa”). puts(“5 = Jum’at 6 = Sabtu 7 = Minggu”). case 5 : puts(“Hari Jum’at”). case 3 : puts(“Hari Rabu”).4-38 Teknik Pemrograman Contoh Program : /* Program menentukan nama hari berdasarkan inputan */ #include “stdio. /* kemungkinan keenam */ break. int hari. /* kemungkinan ketujuh */ break. } . case 7 : puts(“Hari Minggu”). switch(hari) { case 1 : puts(“Hari Senin”). puts(“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis”).h” void main() { clrscr(). /* kemungkinan pertama */ break. /* kemungkinan kelima */ break.h” #include “conio. printf(“\nMasukan kode hari( 1-7) : “). case 4 : puts(“Hari Kamis”).

.Teknik Pemrograman 4-39 Bila program tersebut dijalankan. dan kita memasukan kode hari dengan 1 maka akan tercetak “Hari Senin”. bila 2 akan tercetak “Hari Selasa” dan seterusnya.

Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui. kita tidak perlu menuliskan perintah sampai 100 atau 1000 kali. Contoh Program 1 : /* Program Perulangan menggunakan while */ #include “stdio. Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar (true) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah. /* awal variabel */ while (x <= 10) /* Batas akhir perulangan */ { printf(“%d BAHASA C\n”. A. tentunya kita akan merasa kesulitan. Misalnya saja. x). Namun dengan struktur perulangan proses. x = 1. bila kita ingin menginput dan mencetak bilangan dari 1 sampai 100 bahkan 1000.BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV Perulangan Dalam bahasa C tersedia suatu fasilitas yang digunakan untuk melakukan proses yang berulangulang sebanyak keinginan kita. Struktur perulangan dalam bahasa C mempunyai bentuk yang bermacam-macam.h” #include “conio. cukup dengan beberapa perintah saja. Struktur Perulangan “ WHILE” Perulangan WHILE banyak digunakan pada program yang terstruktur. /* variabel x ditambah dengan 1 */ } getch(). } Jika program tersebut dijalankan maka akan menghasilkan hasil sebagai berikut .h” void main() { int x. x ++.

. int i=1. while(i<=3) { x=1. nilai dari variabel x akan bertambah 1..x). Setiap kali melakukan perulangan. Jadi dengan . } getch().h" #include"conio. seleksi berada di while yang letaknya di atas sementara pada perulangan do.while. i=i+1. Struktur Perulangan “DO. while(x<=i) { printf("%3i".... } B. x=x+1..x. hanya saja pada proses perulangan dengan while.. seleksi while berada di bawah batas perulangan. } printf("\n"). proses atau perintah mencetak kata-kata “BAHASA C” akan terus dilakukan selama variabel x masih kurang atau sama dengan 10.h" void main() { clrscr().. Contoh Program 2 : /* Program mencetak deret bilangan dengan menggunakan while */ #include"stdio.while sama saja dengan struktur while..Teknik Pemrograman 4-41 1BAHASA C 2BAHASA C 3BAHASA C 4BAHASA C 5BAHASA C 6BAHASA C 7BAHASA C 8BAHASA C 9BAHASA C 10BAHASA C Pada perulangan while di atas..WHILE…” Pada dasarnya struktur perulangan do.

Contoh Program : #include “stdio. . getch(). Struktur Perulangan “FOR” Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya. Keterangan : a. c.h” void main() { int x.4-42 Teknik Pemrograman menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan. struktur perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana. syarat. Dari segi penulisannya. x = 1. penambahan : pengatur perubahan nilai variabel kontrol. } while(x <= 10). b. syarat : ekspresi relasi yang menyatakan kondisi untuk keluar dari perulangan. x ++. Inisialisasi : pernyataan untuk menyatakan keadaan awal dari variable kontrol.h” #include “conio. x). } C. penambahan) pernyataan. Bentuk umum perulangan for adalah sebagai berikut : for(inisialisasi. do { printf(“%d BAHASA C\n”.

y++) for(i=0. for(y=1.h" void main() { clrscr().x.i++) { printf("Entry bilangan %i : ". } Contoh Program 2 : /* Mencari total dan rata-rata sejumlah bilangan menggunakan for */ #include"stdio. r=t/i.int y. x++) { printf(“%d BAHASA C\n”. for(x = 1.h” #include “conio.h" #include"conio. } printf("\n Total : %. } . getch().t).2f". float r. x<= 10.i<=2.i.y).&x). y=y+1. t=t+x. x).2f".Teknik Pemrograman 4-43 Contoh Program 1 : /* Program perulangan menggunakan for */ #include “stdio.r). printf("\n Rata rata : %. } getch().y<=3.scanf("%f".h” void main() { int x.t=0.

nilai[10]. index+1). array dimensi dua dan array multi-dimensi. Array Dimensi Satu a. index < 10. } . Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi Array dimensi satu. Contoh : Contoh Program : /* Program untuk menginput nilai mahasiswa dalam array satu dimensi */ #include “stdio. for(index=0. /* input nilai mahasiswa */ printf(“Input nilai 10 mahasiswa : “). Indeks array secara default dimulai dari 0. &nilai[index]). Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index. A.BAB V KEGIATAN BELAJAR V Array Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. b. c. index++) { printf(“Mahasiswa %i : “. scanf(“%i”.h” void main(). Deklarasi Array Bentuk umum : Tipe_array nama_array[ukuran]. clrscr(). { int index. Setiap elemen array dapat diakses melalui indeks.h” #include “conio.

Contoh aplikasi array satu dimensi : /* Program untuk menentukan jurusan & jenjang mahasiswa berdasarkan NIM*/ #include “stdio. } CATATAN : String juga sebenarnya merupakan array yang bertipe karakter. index < 10. case ‘4’ : strcpy(jurusan.0i”. “Komputerisasi Akuntansi”). break. “Sistem Informasi”). Jumlah elemen array menyatakan jumlah string. nilai[index]). “Teknik Informatika”). gets(nim). /***** cari jurusan *****/ switch(nim[2]) { case ‘1’ : strcpy(jurusan. nim[10]. for(index=0. case ‘2’ : strcpy(jurusan. } getch(). jenjang[10]. crlscr(). break.h” #include “string. . break. gets(nama). “Teknik Komputer”).h” void main() { char jurusan[25]. nama[20].h” #include “conio. printf(“Masukkan nama Anda : “). index++) { printf(“%5. case ‘3’ : strcpy(jurusan.Teknik Pemrograman 4-45 /* tampilkan nilai mahasiswa */ printf(“Nilai mahasiswa yang telah diinput”). printf(“Masukkan NIM Anda : “).

”Diploma-3”). } /***** cari jenjang *****/ if(nim[4] == ‘5’) { strcpy(jenjang. nama). Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel. printf(“Nama : %s”. nim). printf(“Jurusan : %s”. getch(). } B. default : printf(“Anda salah memasukkan NIM. Coba periksa lagi !”). } /***** tampilkan data mahasiswa *****/ printf(“ << Data Mahasiswa Universitas Budi Luhur >>“). } else { if(nim[4] == ‘3’) { strcpy(jenjang. Array Dimensi Dua Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom. printf(“NIM : %s”. } else printf(“ANda salah memasukkan NIM. Deklarasi array : Tipe_array nama_array[baris][kolom]. break. . “Strata-1”). jurusan). Coba periksa lagi !”).4-46 Teknik Pemrograman break. printf(“Jenjang : %s”. jenjang).

kolom+1).h” #include “conio. Untuk mengakses array.Teknik Pemrograman 4-47 Contoh : Int X[3][4]. Column Major Order (secara kolom per kolom) Contoh Program 1 : /* Program menginput nilai(bilangan) ke dalam array dimensi dua dan menampilkannya */ #include “stdio. matriks[3][4]. baris++) { for(kolom=0. kolom++) { printf(“matriks[%i][%i]”. baris+1. scanf(“%i”. } // Tampilkan elemen Array secara Row Major Order printf(“Isi array : \n”). kolom<4. for(baris=0. } printf(“\n”). Row Major Order (secara baris per baris) e. misalnya kita ingin mengisi elemen array baris 2 kolom 3 dengan 10 maka perintahnya adalah sbb : X[1][2] = 10. baris<3. . // Input elemen array secara Row Major Order printf(“Input elemen Array : \n“). &matriks[baris][kolom]).h” { int baris. Untuk mengisi dan menampilkan isi elemen array ada dua cara yaitu : d. kolom.

j++) { printf("input data matrik B[%i][%i] : ". } } /******** Proses penjumlahan matriks A dan B ********/ .j<4. B[3][4]. &matriks[baris][kolom]).&B[i][j]).i+1.h" #include "conio. } printf(“\n”). } Contoh Program 2 : /* Program penjumlahan matriks dua dimensi */ #include "stdio. j.i<3.j<4. baris<3.j+1).i++) { for(j=0.h" void main() { int A[3][4].j++) { printf("input data matrik A[%i][%i] : ".4-48 Teknik Pemrograman for(baris=0.j+1).&A[i][j]).scanf("%i". i. } getch(). kolom++) { printf(“%i”. X[3][4]. C[3][4]. /******* Masukkan matriks A *******/ for(i=0. fflush(stdin).scanf("%i". fflush(stdin). baris++) { for(kolom=0.i+1. clrscr().i++) { for(j=0. } } /******** Masukkan matriks B ********/ for(i=0. Y[3][4]. kolom<4.i<3.

} printf("\n"). } printf("\n\n").j++) printf("%6i".i<3.i++) { for(j=0.i++) { for(j=0. /******** Cetak isi matriks B *******/ printf("\n matrik B\n"). for(i=0. for(i=0. } } /******** Cetak isi matriks A ********/ printf("\n matrik A\n"). } .j<4.B[i][j]).i<3.j<4.A[i][j]).printf("\n").X[i][j]). for(i=0. getch().j++) { X[i][j]=A[i][j]+B[i][j].j++) printf("%6i".j++) printf("%6i".i++) { for(j=0.j<4. } printf("\n"). printf("\n").i++) { for(j=0.Teknik Pemrograman 4-49 for(i=0.i<3.i<3.printf("\n"). /******** Cetak hasil penjumlahan matriks A dan B *******/ printf("\n matrik penjumlahan A+B\n").j<4.

j<=m. i<=m. i<=m. &a[i][j]). x. printf("\nMasukkan nilai elemen matriks yang akan diinvers”). } } /* Mencetak Matriks asli */ printf("\nMatriks asli : "). j. for(j=1. printf("\nMasukkan ukuran matriks : \n"). } /* Proses inversi */ for(i=1. a[i][j]). scanf("%f". for(j=1. i++) { printf("\n"). for(i=1. i++) { printf("\n"). int m. j++) printf(" %.h" #include "conio. i. scanf("%d". /* Membaca matriks asli */ for(i=1.h" void main() { float p[20]. t. k. i++) .4-50 Teknik Pemrograman Contoh aplikasi Array untuk menghitung invers suatu matriks dengan ukuran m x n dengan metode Gauss-Jordan : /* MENGHITUNG INVERS MATRIKS DENGAN METODE GAUSSJORDAN */ #include "stdio.2f". j++) { printf("A(%d. a[20][20].%d)= ". printf(“\nsecara baris per baris\n"). j<=m. clrscr(). j). &m). i<=m.i.

k++) { if(k != i) { t = a[k][i]. j++) printf(" %. Bentuk umumnya yaitu : tipe_array nama_array[ukuran1][ukuran2]…[ukuranN]. a[i][j] = 1. for(x=1. a[k][i] = 0. for(i =1. j++) { a[i][j] = a[i][j]/p[i]. k<=m. j<=m. } getch(). Bentuk pendeklarasian array sama saja dengan array dimensi satu maupun array dimensi dua. printf(" \n"). i <=m. a[i][j]). x++) a[k][x] = a[k][x] .Teknik Pemrograman 4-51 { p[i] = a[i][j]. j<=m. i++) { for(j=1. } C. . } for(k=1. x<=m. for(j=1.1f".a[i][x] * t. } } } /* Mencetak matriks hasil inversi*/ printf("\n\nMatriks inversi : \n"). Array Multi Dimensi Array multi-dimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua.

0 }. 0 } }. 1. 1. { 0. 0. { 1. 1. 1. 1. . j. 1. static int data_huruf[2][8][8] = { { { 1. 1. 0. 1. 1. 0. 0 }. { 1. { 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 0. 0 }. 0 }. { 1. 0. 0. { 1. 0. 0. 1. 0. 1. 0 }. 0. 1. 1. { 1. 1. 0 }. 0 }. 1. { { 1. 0. 0 } } }. 1. 1. 1. 0 }. 0. 0. 0. 1. 1. 1. 1.h” #include “conio. 0. 1. 0. 0. { 0. 0. 0. 1. 1. 1. 0 }. 0. { 1. { 1. Contoh Program : #include “stdio. 1. 0 }. 0. 1. 0 }. 0. 0. { 1. 0. 1.h” void main() { int i. 1. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 0 }. 0. 1. 1. 0.4-52 Teknik Pemrograman Contoh : float X[2][4][3]. 0. { 1. 0 }. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0. 1. 0. 0. 1. 0. 0. { 0. 0 }. k. 0. { 1.

/* spasi */ puts(“”). } .Teknik Pemrograman 4-53 /* Tampilkan Huruf */ for(i=0. else putchar(“ “).k<8. } getch(). } puts(“”). i++) { for(j=0. i<2. j<8. k++) if(data_huruf[i][j][k]) putchar(‘\xDB’). j++) { for(k=0.

BUKU AJAR Mikroprosesor .

membahas tentang sistem mikroprosesor. uraian materi dibagi menjadi empat bagian. Sejalan dengan perencanaan pembelajaran tersebut. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tentang sistem mikroprosesor.BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Buku ajar ini menguraikan tentang permasalahan Mikroprosesor. Setiap pembelajaran diberi pelatihan dan pad akhir kegiatan diadakan test formatif. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan Mikroprosesor Z-80. masing-masing bagian membahas tentang : Bab 1. . Buku ajar ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik yang belum sempat memiliki dan mebaca buku0buku literatur tentang mikroprosesor. Bab 3. dengan harapan setelah selesai mempelajari buku ajar ini bekenan untuk memperkaya pengetahuan diri dengan membaca buku-buku literatur. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor. membahas tentang Mikroprosesor. Bab 4 membahas tentang Mikroprosesor Z-80. Materi pembelajaran buku ajar ini diharapkan dapat diselesaikan dalam empat kegiatan belajar masing-masing 2 sks. membahas tentang beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tetang mikroprosesor. Bab 2.

Untuk menguji kemampuan terhadap penguasaan buku ajar ini. C. Kompetensi dan Indikator 1. peserta dapat mengulangi lagi dalam mempelajarinya agar setiap kompetensi yang diharapkan dalam setiap babnya dapat peserta penuhi. Bila ada materi-materi yang kurang dipahami. peserta didik mempunyai mengetahuan tentang mikroprosesor .5-2 Mikroprosesor B. Keseluruhan materi yang ada dalam buku ajar ini hendaknya dibaca secara seksama 2. peserta agar mengerjakan test formatif secara individual 7. Bila peserta belum mampu menjawab sebagian besar dari soal-soal yang ditampilkan dalam latihan maupun test formatif. Buku ajar akan lebih baik bila dipelajari secara berkelompok untuk memahami hal-hal baik yang terkait dengan teknik maupun teoritis 4. Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam Buku Ajar ini. Tugas dan latihan yang terdapat pada setiap bab harap dikerjakan tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu 6. Prasyarat Buku ajar ini ditujukan untuk peserta didik yang telah mempuyai kompetensi tentang teknik digital. Petunjuk Belajar 1. D. karena itu untuk memahami benar setiap peserta perlu saling tanya jawab atau diskusi baik dengan sesama peserta maupun dengan pelatih/nara sumber 3. Bab Pendahuluan merupakan informasi yang menguraikan bagian penting dalam memahami buku ajar ini. Dan lebih diutamakan peserta didik yang mempunyai basik komputer. peserta diklat dapat bertanya langsung kepada narasumber yang menyampaikan materi buku ajar ini 5.

Peserta didik dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor. Peserta didik dapat menjelaskan dan menggambar tetang model mikroprosesor. . hubungan mikroprosesor dan memori eksternal c. BUS (Saluran). menjelaskan Register tentang spesifikasi Z-80. menggmbarkan peta memory. menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor d. Peserta didik dapat menjelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan mikroprosesor b. Z-80. Indikator a. komponen mikroprosesor. mikroprosesor ideal. cara cara Mikroprosesor melakukan melakukan Mikroprosesor Mikroprosesor dan logika memprograman operasi aritmatik menggunakan Mikroprosesor Z-80. Peserta didik dapat Z-80.Mikroprosesor 5-3 2.

Sitem Mikroprosesor. 6. 3. ditandai dengan Perkembangan meningkatnya mikroelektronika kepadatan komponen yang ada dalam suatu chip komponen Integrated Circuits (IC). adalah : Perkembangan Komponen Mikroelektonika. Komponen Programabel. komponen mikroelektronika komponen juga terus bekermbang. Uraian Materi Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem Mikroprosesor. Komputer. Perkembangan Komponen Mikroelektronika Sejalan dengan perkembangan teknologi lektronika. perkembangan komponen IC dapat dibedakan : No Jenis Rangkaian Terintegrasi (IC) 1 SSI (Small Scale Integration) 2 MSI (Medium Scale Integration) 3 LSG (Large Sclae Intergration) 4 VLSI (Very Large Scale Integration) 5 ULSI (Ultra Large Scale Integration) Kepadatan Komponen Jlm Transistor/Chip 10 – 100 100 – 1000 1000 – 100. Mikroprosesor. 2. yang perlu dipahami maksudnya. 5.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A. Dilihat dari tingkat kepadatan komponen. : Dapat menjelaskan Perkembangan Komponen Mikroelektonika Dapat menjelaskan Komponen Programabel Dapat menjelaskan Mikroprosesor Dapat menjelaskan Sistem Mikroprosesor Dapat menjelaskan Komputer Dapat menjelaskan Mikrokontroller B. Kompetensi dan Indikator Kompetensi : Setelah mengikuti pembelajaran peserta latih dapat mendeskripsikan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor Indikator 1.000 100. 4. dan Mikrokontroller 1.000 – 10 juta > 10 juta .

Mikroprosesor 5-5 2. Sifat program memutus fuse. FPGA. Komponen non programabel. adalah komponen yang fungsinya tergantung pada program yang diberikan. C. dan Alamat. Dapat diprogram dengan bantuan komputer. PLD Sifat pemrograman : X artinya terhubung (belum terprogram). Tidak dapat diprogram ulang. CD. GAL Sifat pemrograman : termasuk EEPLD (Electrically Erasable PLD). L. Clock. Komponen Programabel. IC) dan aktif (Transistor. IC). d. b. PAL Sifat pemrograman : dapat diprogram secara manual atau menggunakan bantuan komputer : program PALASM + EPROM (Erasable Programabel Read Only Memory) Programmer. Pemrograman dilakukan dengan cara memutus “fuse” yang ada pada tanda X. Hardisk. untuk menghapus program dapat digunakan universal programmer. adalah komponen elektronika yang fungsinya tetap : pasif (R. Dioda. Dengan program pada PAL dapat : read/write dan menyimpan intern maupun ekstern (dari ke disket. Jenis-jenis bentuk fisik rangkaian komponen programabel diantaranya : a. FPGA mempunyai PLD (Program Logic Device) PAL (Pragrammble Array Logic) GAL (Generic Array Logic) FPGA (Field Programabel Gae Array) . Merupakan komponen programabel yang sudah komplek bentuk fisik rangkaian dan cara pemrogrammannya. dll). yaitu : non programabel dan programabel. c. Memiliki Register. Komponen Programabel Pembagian komponen elektronika berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi dua.

mikrokontroler. Seperti mememori dan mengolah data yang masuk sesuai dengan program yang diberikan. memory baca (ROM = read only memory). dan unit Input Output (I/O unit). Dalam amplikasinya. 3.5-6 Mikroprosesor beberapa keluarga diantara adalah LCA (Logic Cell Array). Pada umumnya sistem mikroprosesor terdiri atas : unit mikroprosesor (MPU = mikroprocessing unit). 4. Sistem Mikroprosesor Sistem mikroprosesor adalah suatu sistem yang mempergunakan mikroprosesor sebagai komponen utama. MPU Bus I/O I/O CPU Bus I/O I/O Bus A/D Bus A/D RAM ROM RAM ROM Sistem Mikroprosesor Komputer Gambar 1 Sistem Mikroprosesor dan Komputer . Mikroprosesor Mikroprosesor. memori baca tulis (RWM = read write memory = RAM = random access memoery. LCA dan dapat digabungkan sebagai dengan alat komponen untuk bertindak bantu meningkatkan kinerja mikrokontroler. merupakan suatu komponen digital mulai dari jenis LSI sampai ULSI (menunjukkan perkembangannya) dengan kompleksitas rangkaian sangat tinggi yang mampu melaksanakan fungsi suatu unit pemroses sentral (CPU = Central Processing Unit).

Tergantung sistemnya 5. yang dikemas dalam satu chip IC. Komponen programable yang dapat diprogram satu kali saja adalah a. Komputer b. Salah d. Latihan Kerjakan soal-soal di bawah. Mikrokontroler d. Mikrokontroller Mikrokontroller adadalah komponen programabel IC yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor. Komputer d. Salah d. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. 6. PLD 3. FPGA d. Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. CPU . Komputer dan Mikroprosesor contoh jenis komponen programabel a. Mikroprosesor b. SI. kalau masih ragu-ragu pelajari kembali materi buku ajar ini.Mikroprosesor 5-7 5. Tergantung sistemnya 4. PAL b. IC c. Mikrokontroler 2. hanya lebih kompleks. I. Di dalam mikrokontroller terdapat komponen input output (I/O). Bisa salah atau benar c. GAL c. Komputer Mirip dengan sistem mikroprosesor. Istilah mikroprosesor dengan sistem mikroprosesor maksudnya sama a. Benar b. dan pengolah data. LSG. MPU pada komputer dinamakan CPU (Central Processing Unit). yakinkan bahwa jawaban anda benar. C. Benar b. IC c. Contoh mikrokontroller yang kita miliki adalah ADMEL. Perbandingan sistem mikroprosesor dan komputer dapat dilihat pada Gambar di bawah. Memory. Bisa salah atau benar c. ULSI adalah nama-nama jenis a.

Komponen Sitem Mikroelektonika. Komponen Programabel. Lembar Kegiatan Peserta latih . dimuali dari : SSI. dan ULSI. dan I/O. dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan ultra violet. LSG. yaitu : hanya dapat diprogram sekali. dan mikrokontrolel. Mikroprosesor adalah komponen digital yang mampu melaksanakan fungsi mememori dan mengolah data.Peserta latih mengerjakan latihan .Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan komputer.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . Sistem mikroprosesor. Komputer. Memori. Mikrokontroller. MSI. Rangkuman Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor adalah : Perkembangan Mikroprosesor. Jenis-jenis bentuk fisik komponen programable membedakan sifat pemrograman. dan Perkembangan komponen mikroelektronika ditandahi dengan bertambah padatnya komponen dalam satu IC. Apakah yang dimaksud dengan komponen programabel 2. Jawablah dengan singkat dan benar 1. . merupakan sistem yang mempunyai komponen utama : CPU. Jelaskan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer D.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. VLSI. komputer.5-8 Mikroprosesor II. Mikroprosesor.

Peralatan programable b. Komputer c. ULSI adalah nama-nama jenis a. Tergantung sistemnya 5. pada komputer a. Kepadatan komponen dalam chip c. FPGA d. PAL b.. Mikroprosesor b. RAM b. Benar b. IC d. MPU pada sistem mikroprosesor fungsinya sama dengan …. CPU d. Mikrokontroler 2. Dioda b. Semua jawabab benar 4. Salah d. Mikrokontroler d. GAL c. Test Formatif I. Perkembangan meningkatnya a. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. IC jenis ULSI mengandung >10 juta ……. Resistor d. Fungsi dalam chip d. Daya dalam chip komponen c. LSG. PLD 3. Komponen programable yang dapat diprogram denagan bantuan komputer adalah a. IC c. Komputer dan Sistem Mikroprosesor merupakan jenis komponen programabel a. Komponen Programable c. SSI.. Kondensator 7. Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1.Mikroprosesor 5-9 F. Mikroprosesor termasuk dalam golongan a. Komputer c. ROM 8. CPU 6. Sistem programamble d. Bisa salah atau benar c./Chip a. I/O mkroelektronika ditandai dengan . Transistor c. Bentuk volume dalam chip b.

Aktif d. Apakah yang dimaksud dengan sistem miroprosesor 2. Empat 10 Transistor termasuk golongan komponen elektronika jenis a. Programabel b. Mengapa mokroprosesor dimasukkan dalam golongan jenis komponen programmabel ? .5-10 Mikroprosesor 9. Enam d. Pasif II. Berdasarkan sifatnya komponen elektronika dapat dibedakan menjadi a. Dua c. Lima b. Non Programabel c. Jawablah dengan singkat dan benar 1. Gambarkan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer 3.

Dapat menjelaskan dan menggambar mikroprosesor ideal 3. Kompetensi dan Indikator Komptensi : Setelah selesai mengikuti pelajaran.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 MIKROPROSESOR A. Dapat menjelaskan dan menggambar model mikroprosesor 2. dengan : sejumlah saluran data (data bus). Uraian Materi 1. address bus Mikroprosesor data bus kontro bua Power Supply Gambar 2 Model Mikroprosesor . peserta latih mampu mendekripsikan tentang mikroprosesor Indikator : 1. dan sejumlah saluran kontrol (control bus). Model Mikroproseor Mikroprosesor merupakan suatu kotak (black box). catu daya. saluran alamat (address bus). Dapat menjelaskan komponen mikroprosesor 4. Dapat menggambarkan hubungan mikroprosesor dengan memori internal B.

5-12 Mikroprosesor 2. seperti saluran data masuk dan saluran data keluar jumlahnya terbatas. Jumlah saluran data tersebut dinamakan “lebar jalur data” (data path width = word size). . Pada Gambar 4 diperlihatkan suatu mikroprosesor dengan 8 buah saluran data masuk dan 8 buah saluran data keluar. 1 2 Saluran masuk Program 1 2 Saluran keluar k m Gambar 3 Blok Diagram Mikroprosesor Ideal 3. dikatakan mikroprosesor 8 bit. artinya fungsi komponen programabel tergantung dari “ propram” yang diberikan. Komponen Mikroprosesor Berbeda dengan keadaan ideal. Bila jumlah m = k = 8. Data diterima dari saluran masuk kemudian diproses (diolah) sesuai dengan program yang tersimpan (stored program) sehingga diperoleh sejumlah data keluaran sebagai hasil pengolahan data tersebut. Secara metematis. Mikroprosesor Ideal Mikroprosesor adalah komponen programabel yaitu suatu komponen yang fungsinya dapat diprogram. fungsi mikroprosesor dapat ditulis sebagai : Keluaran = Masukkan * Program Mikroprosesor ideal mempunyai m data saluran masuk (input) dan k saluran data keluaran (ouput) yang jumlahnya tidak terbatas. “Data Word” 4 bit disebut “nybble”. komponen utama mikroprosesor. Umumya m saluran data masuk sama dengan k saluran data keluar jumlahnya sama. bilamana m = k = 4 dikatakan mikroprosesor 4 bit. “Data Word “ 8 bit disebut “byte”.

Saluran Alamat 1 2 3 Mikroprosesor p Memori n Saluran data/Alamat Gambar 5 Hubungan Mikroprosesor dan Memori Luar Dengan Bus Data dan Bus Alamat . Hubungan mikroprosesor melalui bus data dan bus alamat seperti Gambar 5. Dengan demikian mikroprosesor harus mampu untuk mencapai (to access) suatu memori luar (external memory).Mikroprosesor 5-13 0 1 Program 1 2 8 k 0 1 Program 1 2 8 k 7 7 Gambar 4 Blok Diagram Mikroprosesor Dengan 8 Saluran Data Masuk dan 8 Saluran Data Keluar 4. Umumnya mikroprosesor harus dapat melakukan penyimpanan informasi (melakukan proses penulisan memori) dan mengambil informasi (melakukan proses pembacaan memori) dari memori luar. dalam keadaan yang sebenarnya mikroprosesor mempunyai jumlah “memori dalam” yang sangat terbatas untuk keperluan menyimpan data dan program. Hubungan Mikroprosesor dan Memori Eksternal Suatu memori ideal dianggap mempunyai “memori dalam” (“Internal Memory”) dengan jumlah tidak terbatas.

2903 (‘Saturated’) Texas Instrumens ABP 0400. 87C48 (‘unsaturated’) Motorola 10800 Intel 3001 Advance Micro Devices Am 2901. 8080.ECL . Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). 6809. SBP 990 CMOS Teknologi Bipolar Bipolar Tak Jenuh . 6. 6802. sampai saat ini sudah 64 bit. Dengan clock yang sama mikroprosesor 64 bit mempunyai kecepatan akses 16 kali lipat mikroprosesor 4 bit. 14500 Intersil 80C41. Teknologi PMOS teknologi yang paling murah dan yang dipergunakan untuk mikroprosesor pertama intel 4004 (th. 4040. 8085. 6805 Zilog Z-80. Teknologi Mikroprosesor Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). 8048. Perkembangan Mikroprosesor Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit saluran data.IIL . namun demikian pada tahun 1986 telah diganti dengan teknologi NMOS.5-14 Mikroprosesor 5. Pembagian Teknologi dan Contoh Mikroprosesor Jenis Teknologi Teknologi MOS NMOS Contoh Mikroprosesor Intel 4004. Bipolar Schottky. 1971). Perbedaan jumlah bit saluran data menyebabkan perbedaan kecepatan akses data suatu sistem mikroprosesor. Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire). Mikroprosesor sekarang menggunakan teknologi apa ?. 6801. 8749 motorola 6800.Schottky Bipolar Jenuh . CMOS (Complentay MOS). NMOS( MOS kanal N). Dimulai dengan 4 bit. Z 8000 Nasional seminductor NS 32032 Motorola 146805. 8008.

Saluran kontrol 4. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. Saluran Data d. NMOS d.Mikroprosesor 5-15 Gambar 6 Bentuk Fisik dan Pinout Z-80 C. PMOS b. Bus b. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan a. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Mikrokontroller 2. Dekoder c. Latihan I. Black box b. Mikrokomputer c. IC d. Saluran Alamat c. CMOS c. Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a. Saluran b. Semua jawaban benar 3. Semua jawaban benar . Interface d.

Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a. Zilog-80 d. Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah saluran bit data.5-16 Mikroprosesor 5. saluran data. Jenis-jenis teknologi mikroprosesor : PMOS. salauran kontrol. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Zilog-8000 c. Hubungan mikroprosesor dan memori eksternal dilakukan oleh saluran. Motorola 10800 b. Mikrokontroller . Mengapa saluran data menunju dua arah ? 2. CMOS-SOS dll. Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 8 bit. Test Formatif I. Intel 404 II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Mikrokomputer c. F. lengkapi yang lain saluran apa namanya D. Rangkuman Mikroprosesor merupakan suatu kotak dengan sejumlah saluran alamat. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan sebuah a. Balck box d. salauran data 8. IC b. Mikroprosesor ideal mempunyai saluran masuk dan keluar tak terhingga. Lembar Kegiatan Peserta Latih Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran Peserta latih mempelajari materi buku ajar Peserta latih mengerjakan latihan Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. tetapi dalam realitas saluran masuk dan saluran keluar jumlahnya terbatas.

1976 d. Bus c. Byte c. Semua jawaban benar 4.Mikroprosesor 5-17 2. Jumlah data b. Zilog-8000 c. Semua jawaban benar 3. Motorola 10800 b. Satuan saluran adalah a. Semua jawaban benar 9. Kontrol d. Mikroprosesor pertama kali dibuat pada tahun a. Saluran c. Teknologi Mikroprosesor yang paling murah adalah a. 1971 c. Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a. Intersil 80C41 10. PMOS d. Nybble d. Jumlah program d. Dekoder b. 1986 b. Semua jawaban benar 8. PMOS d. NMOS b. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a. Saluran kontrol 6. Komponen utama yang ada pada model mikroprosesor adalah a. Mikroprosesor tidak ideal mempunyai keterbatasan dalam hal a. Saluran Alamat c. 1955 . Bit b. Interface d. Address b. Semua jawaban benar 5. Saluran Data d. Saluran b. CMOS c. NMOS b. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. CMOS c. Jumlah saluran masuk c. Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a. Zilog-80 d. Semau jawaban benar 7.

Tuliskan teknologi mikroposesor yang anda ketahui (lengkap dengan singkatannya) . Mengapa saluran data menunju dua arah sedangkan saluran alamat menunju satu arah ? 2. Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 4 bit. lengkapi yang lain saluran apa namanya 3.5-18 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1. saluran data 4.

Uraian Materi 1. Dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor 2. Perangkat Lunak Pemrograman Mikroprosesor Perencanaan Program (menyangkut peta memori dan memori internal/register) . Dapat menjelaskan dan menggmbarkan peta memory 4. arah pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua hal. Bus Alamat. Dapat menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor 5. yaitu : perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. Perangkat Keras Bus : Bus Data. Arah Pembelajaran Sistem Mikroprosesor Dalam pembelajaran sistem mikroprosesor. Dapat menjelaskan dan menggambar Dekoder B. a. Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah selesai mengikuti pelajaran. Dapat menjelaskan BUS (Saluran) 3. peserta latih mampu mendekripsikan tentang Sistem Mikroprosesor Indikator : 1. dan Bus Kontrol Peta Memori Komponen-komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor b.

Mikroposesor 8 bit atau 1 byte. secara hardware terdiri dari 8 buah bus (D7MSB… D0LSB). artinya dia memiliki lebar bus data 8.111 c. atau hexadesimal (yang banyak dipergunakan) Contoh cara menyatakan suatu word data 8 bit dalam berbagai cara : a. Bus Data (Saluran Data) Bus data adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan data dari CPU ke Memori dan sebaliknya.110. Biner 11110111B b. Bus data menunjukkan kemampuan Mikroprosesor untuk menyalurkan sejumlah data sekaligus. bus alamat. atau 32 bit. 16 bit. a.5-20 Mikroprosesor 2. Beberapa bus yang ada dalam sistem mikroprosesor adalah : bus data. Hexsadesimal 1111. actal. mikroprosesor riil mempunyai keterbatasan “BUS’. Besar data yang dapat disalurkan sekaligus mulai (00000000 s/d 11111111)(B) atau (000 s/d 377)(Q) atau (00 s/d FF)(H).0111 sama dengan FBH atau FB16 digunakan sebagai klasifikasi sama dengan 367Q atau 3678 111101112 % 1111011 Lebar bus data biasanya mikroprosesor. . 16 atau 32. Tidak seperti mikroprosesor ideal. dan bus kontrol. yaitu dengan kode biner. BUS (SALURAN) Komponen utama yang perlu dipelajari dalam sistem mikroprosesor adalah “BUS” / “SALURAN”. Word Data pada bus data dapat dinyatakan dengan beberapa cara. Octal 11. Misal mikroprosesor 8 bit.

Akibatnya mikroprosesor harus mampu mencapai memori luar (external memory) untuk menyimpan data (read) dan mengambil kembali (write).Mikroprosesor 5-21 0 LSB D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 6 Bus Data 8 Bit (Word Data Tersalurkan : 0001101) b. Dengan Bus Adress CPU dapat mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. Komunikasi antara mikroprosesor dengan external memory dilakukan melalui “bus alamat”. tetapi kondisi riil yang ada untuk menyimpan data dan program jumlahnya perlu dibatasi. Bus Adress (Saluran Alamat) Bus Address adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjangkau tempat penyimpanan data di memori. Mikroprosesor ideal akan memiliki memory internal tak terbatas. 0 LSB A0 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 7 Bus Alamat 8 Bit (Contoh Data Alamat : 1B) .

Ukuran data pada setiap alamat memori ditentukan oleh lebar bus data. Susunan lokasi memori dinamakan peta memory (space memory). Blok diagram Mikroprosesor Z-80 seperti Gambar 8. Lebar Bus Data Alamat Lokasi Memori 1 Lebar/Space Peta Memory ………… Lokasi Memori n B8 ………… Lokasi Memori n Lokasi Memori 2 Alamat 00 Lokasi Memori 1 Lokasi Memori 2 AC FF Gambar 9 Peta Memori (Contoh Peta Memori : 00 – FF) . Bus Kontrol Bus Kontrol adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjalankan program.5-22 Mikroprosesor c. Peta Memori. Dengan Bus Kontrol CPU dapat mulai melakukan pekerjaan mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. Gambar 8 Blok Diagram Z-80 3. Setiap data informasi disimpan dalam memori pada suatu kumpulan lokasi memori.

Mikroprosesor 5-23 Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. Gambar 9 menunjukkan posisi/arti : lebar bus data. . diperlukan beberapa komponen penunjang yang lain. latch. 4. EXNOR. memori eksternal. AC.6 K bit = 200 byte = 400 nybble. seperti : AND. Setiap ruang memori mempunyai satu alamat sendiri-sendiri yang unik. rangkaian clock. Kumpulan alamat ruang memori disebut “lebar peta memori”. a. seperti : power supply. yaitu tidak ada yang kembar/sama (00. dan NOT. untuk merencanakan tempat menyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. dan rangkaian interface. Rangkaian Interface Rangkaian interface atau rangkaian antar muka fungsi utamanya adalah menghubungkan sistem μp dengan dunia luar. sehingga jumlah data yang tersimpan dalam peta memori tergantung dari : lebar bus data * lebar peta memori (akan dibahas lebih lanjut pada pembahasan dekoder dan register). Rangkaian interface dapat berupa : rangkaian decoder (disusun dari rangkaian logika menggunakan gerbang-gerbang logika digital). B8. OR. maka jumlah memori yang tersimpan dalam peta memori : 8 * 200 = 1600 bit atau 1. buffer. Komponen-Komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor Dalam sistem mikroprosesor selain komponen utama μp. Gerbang-Gerbang Logika Gerbang-gerbang logika digital yang biasa digunakan untuk membentuk rangkaian interface adalah komponen-komponen digital dasar. NAND. atau konverter Digital to Analog (D/A) atau Analog to Digital (A/D). b. NOR. lebar peta memori 200 (tanpa satuan biasanya ditunjukkan dengan alamat awal dan akhir : 00 FF). Sebagai contoh : lebar bus data : 8 bil . FF). Dalam buku ajar ini rangkaian interface akan dibahas lebih lanjut. dan lebar peta memori dalam peta memori. alamat. EXOR.

Vin. Arus-out. logika 1 dan logika 0. menunjukkan besar arus keluaran dari gerbang logika digital. Fan-in menunjukkan besar tegangan yang diperlukan sebagai masukan gebang logika Vout. adalah : Fan-in. Bilamana gerbang-gerbang logika digunakan sebagai komponen pembentuk rangkaian interface. maka karateristik yang perlu diperhatikan. Io. Ii. dengan demikian karakteristik gerbang logika di atas juga dibedakan untuk logika 1 dan logika 0. Fan-out menunjukkan besar tegangan yang dikeluarkan gerbang logika digital Iout. menunjukkan besar arus masukkan yang diperlukan oleh gerbang logika digital Sinyal digital mempunyai dua kondisi. Arus-in. sebagai berikut : Vin : Vin(1) Vin(0) = besar tegangan minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar tegangan maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika Vout : Vout(1) = besar tegangan minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Vout(0) = besar tegangan maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Iin : Iin(1) Iin(0) Iout : Iout(1) = besar arus minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika .5-24 Mikroprosesor Rangkaian interface yang banyak ditemui pada sistem mikroprosesor sebagian besar berfungsi sebagai rangkaian Dekoder untuk dekoding sinyal kontrol dan dekoding alamat. Iin. Fan-out.

Mikroprosesor 5-25 Iout(0) = besar arus maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Karateristik logika sangat diperlukan untuk menentukan julah logika yang dapat dihubungkan dengan logika lain dalam rangka membentuk rangkaian interface atau dekoder.5.3.8 mA dapat men”drive” 4 gebang TTL yang memiliki IiH= 400 µA. Vout(0) = 0.4. Buffer Buffer adalah suatu aplifier yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapabilitas arus drive dari line sinyal.2 . Vout = 8. Penggunaan penting . d. Iin = 0.1 . Iout(1) = 10 Vin(0) = 0. Iout = 5 Vin(0) = 0. Iin OR. maka jumlah gerbang OR yang dapat dihubungkan dengan AND maksimal 3 buah (disarkan dengan. tanpa buffer. c. Iin(0) = 0. berdasarkan karateristik Vout. Iout AND dan Vin. Vout(1) = 6. Untuk kepentingan ini diperlukan rangkaian “Latch”. Vout(0) = 0.5.05) Gerbang OR (Vin = 3 . Latch Dalam sistem mikroprosesor sering kali data informasi yang ada pada bus mikroprosesor harus dipertahankan agar dapat dipakai oleh sistem berikutnya. Iout(0) = 0. Iin(0) = 0.07) Rangaian Interface Gambar 10 Contoh Rangkaian Interface Dengan rangkaian Gambar 10.6 Iout(0) = 0. Z-80 memiliki arus output 1. Iin(1) = 1. Contoh penerapan karakteristik logika : Gerbang AND (Vin(1) = 2 .

bisa diatur/digubungi diperlukan. dan 5E. B6. Minimisasi. Dalam penjelasan Dekoder ini akan diambil contoh Sistem mikroproseor yang disusun dari komponen mikroprosesor 8 biat . Gambar rangkaian dekoder. Data disimpan pada alamat : D3. yaitu mengisolasi data input dari saluran data mikroprosesor. Dekoder dibentuk dari gerbang . data disimpan pada alamat D3. Perencanaan Peta Memori Lebar bus alamat 8 bit sehingga space alamat memori yang dapat dicapai dari FF(h) s/d 00(h). Menentukan persamaan logika dari hasil minimisasi. Dengan rangkaian dekoder. Prosedur alamat-alamat pada memori yang perencanaan dekoder dengan urutan : Rencanakan peta memori. B6. Dekoder Dekoder dalam sistem miroprosesor digunakan pada bus alamat untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi. dan 5E. 9E. 9E. maka peta memorinya adalah : Peta Memori Alamat FF D3 B6 9E 5E 00 Data 1 Data 2 Data 3 Data 4 . 5.5-26 Mikroprosesor dari buffer adalah pada port input mikroprosesor. Bus alamat 8 bit.gerbang logika yang dirangkai berdasarkan konsep penyusunan rangkaian logika. Rencanakan tabel kebenaran. a.

Mikroprosesor 5-27 b. Tabel Kebenaran Alamat D3 B6 9E 59 A7 1 1 1 0 A6 1 0 0 1 A5 1 1 0 0 Saluran A4 A3 0 0 1 0 1 1 1 1 A2 0 1 1 1 A1 1 1 1 1 A0 1 0 0 0 c. Minimisasi Tabel A A5A4 00 01 11 10 A7A6 00 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 1 8 9 B A Tabel B A1A0 00 01 11 10 A3A2 00 1 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 8 9 B A Dari Tabel A diatas didapatkan persamaan : F1 = A6 A5 A4 + A7 A5 A4 + A7 A6 A4 F2 = A3 A2 A1 A0+ A3 A2 A1A0 + A3A1 A0 .

Rangkaian Dekoder F2 F1 Gambar 11 Rangkaian Dekoder F A7 A6 A5 A4 A3 A2 A1 A0 AND 1A AND 2A AND 3A OR F1 F(out) AND AND 1B AND 2B AND 3B OR F2 .5-28 Mikroprosesor d.

Rangkaian Interface d.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . Kode Biner b. Saluran data b. Lima 2. dan Iin 2. Rangkaian Dioda c. Ada jawaban yang salah 4. Dua Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a. Lembar Kegiatan Peserta latih . Untuk mengambil data d.Peserta latih mengerjakan latihan . Empat d. Latihan I.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif . Rangakain penghubung II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Pilih satu jawaban yang paling tepat 1. Vout. Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat dibedakan menjadi a. Jelaskan apa arti karakteristik gebang logika Vin. Untuk menyalurkan data b.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . Kode Octal d. Saluran alamat d.Mikroprosesor 5-29 C. Untuk menunjuk tempat data c. Kode Desimal c. Semua jawabab benar 3. Apa fungsi buffer pada rangkaian sistem mikroprosesor D. Iout. Saluran kontrol c. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. Rangkaian Dekoder b. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a. Untuk menulis data 5. Fungsi saluran alamat adalah a. c. Tiga b.

NOR. arah pembelajaran dibedakan menjadi dua : perangkat keras (aluran. dll. Dekoder dalam sistem mikroprosesor digunakan oleh saluran alamat sebagai rangkaian untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi. F. Tes Formatif I. Word data 10101011B bilamana dinyatakan dalam dengan hexadecimal jawabnya adalah a. Lima c. untuk merencanakan tempat penyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. Susunan lokasi memori pada memori dinamakan Peta memori. dan saluran kontrol. OR. Octal dan Hexadesimal. AC16 d. BA16 2. saluran data. CA16 b. Komponen-komponen penunjang sistem mikroprosesor adalah Gate-Gate dasar Digital. Word data pada saluran dapat dinyatakan dengan cara : Biner. Dua c. AND. dan komponenen penunjang sistem mikroprosesor) dan perangkat lunak (pemograman dan perencaan program). peta memori. Rangkuman Dalam mempelajari sistem meikroprosesor. Empat d. Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat . NAND. Pilih Satu Jawab Yang Paling Benar 1. Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. saluran alamat. Hal yang perlu dipahami pada saat memakai adalah arakteristik IC. AB16 dibedakan menjadi a. Tiga b. Dengan Dekoder bisa diatur alamat mana yang dapat dihubungi dan yang tidak boleh dihubungi.5-30 Mikroprosesor E. Ada tiga jenis aluran (Bus) pada sistem mikroprosesor.

Semua jawabab benar 4. Saluran program b. 7 d. 8 c. Fungsi komponen Latch dalam sistem mikroprosesor adalah untuk a. Rangakain penghubung 7. Kode Biner b. Saluran yang biasa digunakan sebagai petunjuk karakteristik mikroprosesor adalah a. Untuk menyalurkan data b. Buffer c. Saluran kontrol c.Mikroprosesor 5-31 3. maka perlu dipasang komponen a. AND d. Menaikan tegangan c. Rangkaian Interface d. OR . Saluran data b. Saluran data d. Untuk menunjuk tempat data c. 9 b. Untuk mengambil data d. maka lebar peta memori a. Ada jawaban yang salah 6. Fungsi saluran alamat adalah a. Kode Octal d. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. Saluran alamat d. Rangkaian Dekoder b. Menaikan arus b. Bilamana data disimpan dalam memori mulai alamat A5 – AE. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a. Untuk menulis data c. Kode Desimal 5. Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a. Saluran alamat c. 6 9. Rangkaian Dioda c. Saluran kontrol 8. Lacth b. Mempertahankan data informasi 10 Bilamana gerbang digital punya Vout = 4 akan digabung dengan gebang digital yang punya Vin = 5. Mempertahankan arus d.

Gambarkan rangkaian Dekodernya 3.6 Volt akan digunakan sebagai input gerbang OR punya Vin(1) = 5 Volt.5-32 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1.5 Volt. 2. Hitung jumlah OR yang dapat digabung. Vout(0) = 1. Vin(0) = 0. Mengapa dalam rangkaian sistem mikroprosesor banyak yang dipasang komponen Latch ? . Hasil minimisasi dalam pernencanaan rangkaian Dekoder dapat dituliskan dalam bentuk persamaan : F = A B C + BC D + AC. Gebang AND punya Vout(1) = 20 Volt.

dan Saluran Alamat 16 jalur (A0 . IY. Dapat menjelaskan komponen pemrograman Mikroprosesor Z-80 5. - Register F (FLAG) adalah register kumpulan register 1 bit. Dapat menjelaskan spesifikasi Mikroprosesor Z-80 2. Uraian Materi 1. L) dan 4 buah register 16 bit (IX. A15). Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah : selesai mengikuti pelajaran. E. F. Spesifikasi Z-80 Mikroprosesor Z-80 mempunyai Saluran (Bus) Data 8 jalur (D0 .BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A. dan PC) dengan susunan seperti Gambar 11. sehingga lebar peta memori yang dapat dihubungi sebanyak 65. Gambar Flag seperti di bawah : . 2. D.. C. Atau selalu digunakan untuk mengoperasikan perintah aritmetik dan logika. Dapat menjelaskan Register Mikroprosesor Z-80 3. B. Dapat menjelaskan memprograman Mikroprosesor Z-80 4. D7). Register F hanya menyatakan hasil operasi ALU. SP. Nama dan fungsi masing-masing register Z-80 adalah sebagai berikut : - Register A (Akumulator/Pengumpul). peserta latih mampu mendekripsikan tentang Mikroprosesor Z-80 Indikator : 1. Dapat menjelaskan operasi aritmatik dan logikaa Mikroprosesor Z-80 B. Register Z-80 mempunyai 8 buah register 8 bit (A. H.526 alamat memori.. selalu digunakan untuk opresasional ALU.

D’. E’. untuk menunjuk lokasi awal program . C. berfungsi untuk penunjuk lokasi memori.5-34 Mikroprosesor 16 bit 8 bit 8 bit A F B C D E H L IX IY SP PC Gambar 11 Susunan Register Z-80 7 S 6 Z 5 4 3 2 P/O 1 N 0 C Bit Nama Bit Contoh : Bit 7 → Sign Bit 6 → Z (zero) = 1 jika hasil oparasi aritmatik sama dengan nol Bit 2 → Parity /Overflow Bit 1 → Substrack Bit 0 → C (carry) = 1 jika hasil operasi aritmatik menghasilkan carry - Register B. D. dengan konsep LIFO (Last In First Out) - Register PC (Program Counter). H. L merupakan register 8 bit dan dapat disambung menjadi 16 bit. H’. L’ merupakan register cadangan dapat digunakan untuk menyimpan seluruh isi register. - Register IX dan IY merupakan register Index. - Register SP (Stack Pointer) berhubungan dengan mekanisme stack (sususunan simpanan memori) dan digunakan untuk mekanisme SUBRUTIN. E. C’. dapat digunakan untuk keperluan umum dan tempat menyimpan hasil. - Register B’.

LD HL.526 alamat memori.A . ditambah dengan komponen pendudung memori eksternal : ROM dan RAM. dengan alamat 1800H s/d 1FFFH. Beberapa alamat ruang memori yang dapat digunakan. Namun demikian tidak semua ruang memori dapat digunakan untuk operasional program (pengisian dan penghapusan data). setiap lokasi mampu menyimpan 8 bit atau 1 byte bil heksa. sehingga RAM mampu menyimpan 16 Kbit dalam bentuk 2k x 8 bit atau 2 Kbyte. LD HL. yaitu : Jenis Tranfers Data Instruksi Register ← register Contoh : LD A. A15). disusun dalam Peta memori KTP sebagai beikut : Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM.5BH MPF-1 merupakan alat yang menggunakan komponen utama mikroprosesor Z-80. (HL) . Penghapusan dilakukan dengan cara menumpangi data sebelumnya. Spesifikasi MPF-1 sama dengan karakteristik Z-80. yaitu : Bus Data 8 jalur (D0 .BC LD A.B .. RAM terdiri dari 2048 alamat/lokasi memori.125AH LD (HL). Pemrograman Z-80 Pemrograman Z-80 pada hakekatnya adalah proses mengisi penghapusan register atau dengan transfer data. yang dinamakan MPF-1. PUSH BC Memory ← register LDD Memory ← memory Memory ← immediate data LD (HL). Instruksi alih/transfer data ada beberapa jenis. D7) dan bus alamat 16 jalur (A0 . POP AF Register ← memory Resister ← immediate data LD A. Untuk melakukan pelatihan pemrogram Z-80 digunakan KIT Komputer Papan Tunggal (KPT).Mikroprosesor 5-35 3. sehingga space memori yang dapat dihubungi sebanyak 65.25H .. berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan .

(IX+5) RST 38H Komentar Isikan 05H ke Reg A Kutip isi Reg A ke Reg B Kutip isi yang ditunjukkan oleh adres reg BC Isikan reg HL dengan 1910H Isikan isi addres memori 1915H ke Reg IX Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Rg IX+0 = 1915H Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Reg IX+5 = 191AH Kembali ke Display Op-Code dan Mnemonic dapat dilihat pada daftar Instructions Shorted By Op-Code dan Instructions Shorted By Mnemonic yang ada dalam User’s Manual MPF-1. Operasi Aritmatik dan Logika.1915H LD C. yaitu : Address. kurang satu.1910H LD IX. a. dan membandingkan.5-36 Mikroprosesor Dari peta memori dapat diketahui hanya ruang memori alamat 1800H s/d 1FFFH yang dapat digunakan untuk operasional program. Operasi Aritmatik . Contoh program : ADDR 1800 1802 1803 1804 1807 1808 1809 180A OpCode 3E 47 0A 21 DD DD DD FF Mnemonic Operand LD A. Ada empat komponen yang perlu dipelajari agar dapat melakukan pemrograman dengan bahasa “assembler”. 5. Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa “assembler” atau bahasa mesin.(IX+0) LD C. dan Komentar. tambah satu. . Op-Code. Mnemonic. .(BC) LD HL. Komponen Pemrograman Z-80. komentar untuk komunikasi dengan orang lain (manusia).Semua operasi aritmatik dan logika hanya bisa dilakukan pada register A.05 LD B.A LD A.Jenis operasi aritmatik yang dapat dioperasikan dengan Z-80 adalah : penjumlahan. 4. Tiga komponen untuk komunikasi dengan Z-80. pengurangan.

B OR N : A ← A+N . H . Operasi Logika . A b. OR B : A ← A+B .Operasi penjumlahan ada dua : ADD dan ADC.Mikroprosesor 5-37 . E 4. SUB A. maka lebar jalur saluran adalah a. 6 buah d. Register 16 bit artinya a.N : A ← A-B-cy b. Bilamana jalur saluran ditunjukka dengan kode D0 – D15. 2 buah c.Jenis operasi yang dapat dilakukan : AND. D c. Register yang merupakan kumulan dari register 1 bit adalah register a.Contoh : ADD A. D d. Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a. 16 jalur 2. 4 buah b. F d. Jumlah alamat 16 d. OR. ADC A. begitu juga pengurangan juga ada dua : SUB dan SBC .Salah satu data harus di register A . 8 jalur b. dan XOR . 8 buah 5. Lebar jalur 16 c.C : A ← A+C . ada carry. F c.Hasil operasi aritmatik dan logika yang berstatus : Nol. Jumlah data per alamat 16 b.C dalam operasi ADC / SBC adalah Carry . Latihan I. Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a.Contoh : AND B : A ← A. . atau negatif informasi disimpan di register F(Flag). 4 jalur 3. C. B b.N : A ← A+B+cy SBC A. NOT. Pilih satu jawaban yang paling benar 1.D : A ← A-B . Lebar peta memori 16 c. 12 jalur d.

Rangkuman Mikroprosesor Z-80 dinamakan Z-80. Bagaimana cara mengetahui kalau hasil operasi aritmetik Z-80 menghasilkan Carry ? 2.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . -. OR. dan XOR. sedangkan operasi logika yang dapt dilakukan : AND.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . Lembar Kegiatan Peserta latih . NOT.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. Operasi aritmetik yang dalakukan adalah +. dan membandingkan. dan Komentar. +1. Op-Code. yaitu : Address. Z-80 memiliki 8 buah register 8 bit dan 4 buah register 16 bit. untuk dapat melakukan pemrograman harus nmengetahui 4 komponen. . Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa Assembler. -1.5-38 Mikroprosesor II Jawab dengan singkat dan benar 1.256 alamat pada memori eksternal yang dapat dihubungi.Peserta latih mengerjakan latihan . register F kumpulan dari register 1 bit untuk menyatkan hasil operasi ALU. Pada saat pemrograman menggunakan KPT MPF-1 hanya alamat 1800 s/d 1FFF yang dapat digunakan untuk operasional program. Menggunakan Z-80 dapat dilakukan 6 jenis intruksi alih/transfer data. Semua operasi aritmetik dan logika hanya bisa dilakukan dalam register A. mempunyai 8 jalur saluran data dan 16 jalur saluran alamat sehingga ada 65. Register A berfungsi tempat operasi aritmetik dan logika. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 tidak memakai alamat 0000H s/d 07FFH ? D. Mnemonic.

D a. 76 d. Memory ← register 8. 2 register 16 bit b. Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a. Register AF dan IX adalah a. 67 c. 12 jalur d. Register 8 dan 16 bit d. Register ← register b. F d. Register F adalah merupakan register a. 8 jalur b.Mikroprosesor 5-39 F. LD C. Register Kontrol c. Register 16 bit 3. Mengambil data dari reg B. A9 . Lebar jalur 8 b. 2 buah c. 4 buah d. H c. 4 jalur 4. Kumpulan dari register 1 bit b. Bilamana jalur saluran ditunjukkan dengan kode D0 – D11. 4 register 8 bit c. Pilih satu jawaban yang paling benar 1. Resister ← immediate 7. 8 buah 6. Test Formatif I. Semua jawaban salah c. maka lebar jalur saluran adalah a. Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a. menggunakan MPF-1 akan tampil angka a. Lebar peta memori 8 c.25 artinya adalah a. LD B. A b. Register 8 bit artinya a. Register ← memory d. Jumlah alamat 8 d. Register pusat operasi d. 26 b.D adalah merupakan instruksi transfer data 9.25 d. 6 buah b. Mengisi 25 dari reg B c. Mengisi reg B. Jumlah data per alamat 8 c. Register 16 bit 5. 16 jalur 2. 25 c. Hasil operasi A9 + 67.

5-40 Mikroprosesor 10 Hasil operasi soal no 9. tiga II Jawablah dengan singkat dan benar 1. maka Bit C pada reg F akan menunjukan angka a. satu c. dua d. Menggunakan Z-80 data sebesar 322 akan diakses sebanyak berapa kali ? 2. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 hanya boleh memakai alamat 1800 s/d 1FFF ? . Rencanakan program untuk : - memasukkan data 25 ke reg A memasukkan data 13 ke reg B Mengurangi isi reg A dengan B 3. nol b.

b 4. b 5. c 5. c 2. c 8. b 9. d 7. Suatu sistem yang 6. c 8. komputer pengolah data menggunakan CPU (central processing Unit). Karenan fungsi saluran data antara lain adalah mengambil data dari memori dikirim ke CPU dan mengambil data dai CPU disimpan ke memori 2. b 4. 1. c 9. 2. address bus (jlm 4 ) data bus Mikroprosesor (jlm 4) kontro bus Power Supply . c II 1. b 3. b 3. d 10. b 10 c menggunakan mikroprosesor sebagai komponen utamnya 2.Mikroprosesor 5-41 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. b II 1. Sistem mikroprosesor pengolah data menggunakan MPU (Mikroprosesor processing Unit). b 7. 1. Karenan mikroprosesor merupakan komponen yang kinerjanya ditentukan oleh program. Pembelajaran 1 I. 3. Pembelajaran 2 I. c 6. c 2.

Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). d 10. a 7. NMOS( MOS kanal N). CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire). c 9. 3. d 4. CMOS (Complentay MOS). Karena arus atau tegangan dalam rangkaian tidak kuat atau tidak dapat mencatu komponen berikutnya dalam suatu rangkaian 4. c b d a a 6. 4. c 10. a 8. b 6. Bipolar Schottky. 1. b 2. Pembelajaran 4 I.5-42 Mikroprosesor 3. Pembeljaran 3 I 1. 3. c 8. Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). d 5. 3. Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). 5. 3 buah 2. c 7. b . 2. d 3. b II 1. a 9.

berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan . Contoh : Manajemen Memori MPF-1 Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM. 21 kali 2. 13 SUBC A.B Op-Code Komentar 3.25 LD B. 1. ADDR 1800 1802 1804 Mnemonic LD A. Karena alamat yang lain sudah digunakan untuk program intern mikroprosesor atau untuk fasilitas exspan memori.Mikroprosesor 5-43 II.

adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer mengolah data Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadan yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face). terkandung rangkaian ALU (arithmetic-logic unit) Mnemonic adalah singkatan-singkatan yang mcngindikasikan suatu operasi . atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer.5-44 Mikroprosesor GLOSARIUM Bahasa Assembly adalah bahasa komputer yang kedudukannya di antara bahasa mesin dan bahasa level tinggi misalnya bahasa C atau Pascal Bahasa pemrograman. Mikroprosesor adalah suatu chip (IC=integrated circuits) yang di dalamnya.

co. MPF-1.co. Pengantar Mikroprosesor. California : McGraw-Hill http://www. MPF-1.id/ mikroprosesor+Z80 SoegijardjoSoegijoko. Bandung : PAU Bid Mikroelektrika . 1991.id/mikroprosesor http://www.google. Z-80 Assembly language programming. Terjemahan : Barnawi. 1984. Pengantar desain sistem mikroprosesor.google. 1979. User’s Manual Acer. Leventhal.Mikroprosesor 5-45 DAFTAR PUSTAKA Acer. 1991. Experiment Manual (Software/Hardware) Harry. Jakarta : Erlangga Lance A. 1986. Garland.

BUKU AJAR PEMBELAJARAN INOVATIF .

pendidikan sering dikaitkan dengan pembangunan nasional. Dalam mengemban tugas dibidang keprofesiannya sebagai pengajar. Dalam .BAB I PENDAHULUAN A. bahwa Undang-undang kompetensi nomor guru itu 14/2005 meliputi pasal 10. Dengan demikian sistem pendidikan harus senantiasa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembangunan nasional. RASIONAL Pada konstelasi sistem pendidikan nasional. dan kompetensi kepribadian. baik dalam jumlah. kompetensi kompetensi profesional yang diperoeh melalui pendidkan profesi. guru dituntut dapat mendidik atau mengajar dan melatih. tidak adaptif dan antisipatif terhadap perubahan. Guru merupakan kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan karena salah satu persyaratan penting bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu adalah apabila pelaksanaannya dilakukan oleh pendidik-pendidik yang keprofesionalannya dapat diandalkan. Guru adalah salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi hasil pendidikan. tidak mau kompetensi sosial. Berdasarkan dinyatakan paedagogik. Menurut Slamet PH (1992) dunia pendidikan tidak akan mengalami perubahan apapun sepanjang para dosen dan guru berubah. kualitas. guru merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. maupun jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat. Keberhasilan suatu sistem pendidikan antara lain diukur dari keberhasilannya memasok tenagatenaga terampil dalam jumlah yang memadai bagi kebutuhan sektorsektor pembangunan dan harus dapat berperan dalam pembangunan nasional sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mengisi lapangan pekerjaan yang memerlukannya.

Sembilan dari 10 orang yang kami jumpai. berdasarkan hasil analisis penelitian terhadap rendahnya hasil belajar siswa. nine parts of ten are what they are. gagasan-gagasan tentang bagaimana meningkatkan mutu pendidikan telah banyak dilontarkan. ditentukan oleh pendidikannya. mediator. baik budi atau jahat. fasilitator. merupakan strategi peningkatan mutu sekolah. hal tersebut lebih banyak disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. useful or not. manager kelas. good or evil. bermanfaat atau sebaliknya. serta sebagai evaluator terhadap siswa harus terjadi dengan baik. pendidikan yang bertumpu pada kemandirian Demikian pula sekarang dalam konteks menyesuaikan . dengan dengan pendekatan yang semula bersifat tekstual berubah menjadi kontekstual.7-2 Pembelajaran Inovatif pelaksanaan dikelas. Of all the men we meet with. Tidak ada manusia di dunia sekarang ini yang mengingkari kebenaran peran pendidikan tersebut. misalnya. by their education. Di Indonesia. Menurut Locke. Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal saat ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Gagasan Locke ini menyegarkan komitmen bahwa pendidikan itu memang penting. Hal ini nampak dari rata-rata hasil belajar yang masih memprihatinkan. Pada pembelajaran tersebut suasana kelas cenderung teacheroriented sehingga siswa menjadi pasif. Tugas-tugas ini secara tidak langsung melebur dalam diri guru yang akan tercermin dalam tindakannya sehari-hari. saat proses belajar mengajar setidak-tidaknya tugas guru seperti sebagai demonstrator. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS). Agar diperoleh hasil yang maksimal perlu adanya perubahan paradigma pembelajaran yang berorientasi pada siswa dengan metodologi yang berorientasi pada partisipatori. menjelang era reformasi bergulir. Secara empiris. Juga usaha-usaha nyata telah banyak dilakukan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui pendidikan.

Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). . Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. 23 Tahun 2006. adanya perubahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. keadaan sekolah. banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolah atau daerah. adanya perubahan paradigma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi ajar. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. wacana penerapan kurikulum berbasis kompentensi diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan. dan kondisi sekolah atau daerah. Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan. dan penilaian hasil pembelajaran. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau silabusnya dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi dan Standar Kompentensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. Untuk itu. Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi knowledge) bukan tetapi sekedar lebih pengetahuan (demonstrating the merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do). Dengan demikian. kegiatan pembelajaran.Pembelajaran Inovatif 7-3 perkembangan dan kemajuan. Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK.

bahasa. Latihan yang tepat dan aktif 7. bukan pada aktivitas guru mengajar. Untuk itu. tata nilai siswa) 2. Model (KBM sebaiknya memberikan contoh nyata yang bisa ditiru oleh siswa) 4. . bebas dari takut) 9. kegiatan yang baru akan menambah konsentrasi siswa) 6. Kondisi dan konsekuensi yang menyenangkan (KBM nangkan. Kebermaknaan (Siswa bakat. inter/intra personal). Keaslian dan tugas menantang (materi. Siswa yang bermotivasi dalam KBM cenderung memperlihatkan hasil yang baik. musik. 11. menyeakan belajar bila terkait dengan minat. matematis. beberapa saran berikut ini diharapkan diikuti untuk menciptakan KBM yang efektif. Mengembangkan beragam kemampuan ( siswa belajar jika KBM mendorong pengembangan kemampuan logis. Komunikasi terbuka (Penyampaian informasi terstruktur sehingga siswa menerima pesan dengan baik) 5. maka pembelajaran dititikberatkan pada aktivitas belajar siswa (Student Centered Learning/SCL).7-4 Pembelajaran Inovatif Motivasi dianggap faktor yang menentukan keberhasilan KBM. Pengetahuan dan keterampilan prasyarat (Pengetahuan awal siswa menentukan kegairahan siswa belajar) 3. Keragaman pendekatan (siswa akan belajar jika KBM bervariasi) 10. kinestik. 1. Melibatkan sebanyak mungkin Indra. Penilaian tugas (tugas dibagi dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama dengan frekuensi pengulangan yang tinggi) 8. Adanya perubahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning).

mampu memproses dan memanfaatkan informasi 5. berpendidikan baik 2. TEACHER CENTERED LEARNING STUDENT CENTERED LEARNING Pengetahuan ditransfer dari guru ke Siswa aktif mengembangkan siswa pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari Siswa menerima pengetahuan Siswa aktif dalam mengelola secara pasif pengetahuan Lebih menekankan pada penguasaan materi Biasanya memanfaatkan media tunggal Guru sebagai pemberi informasi utama dan evaluator Juga mengembangkan karakter siswa Multimedia Guru sbg fasilitator dan evaluasi dilakukan bersama siswa Proses pembelajaran dan penilaian Saling berkesinambungan dan dilakukan secara terpisah terintegrasi Menekankan pada jawaban yang benar saja Penekanan pada proses pengembangan pengetahuan. suportif. mampu memecahkan masalah secara efektif 4. mampu bekerja sama 3. konsep dan keterampilan . mampu memanfaatkan teknologi secara efektif.Pembelajaran Inovatif 7-5 Mengapa SCL? Di masa datang dibutuhkan tenaga kerja: 1. dan kooperatif Hanya siswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran Siswa dan guru belajar bersama dalam mengembangkan pengetahuan. Kesalahan dapat menjadi sumber belajar Sesuai untuk mengembangkan ilmu Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin saja dengan cara pendekatan interdisipliner Iklim belajar lebih individualis dan Iklim yang dikembangkan lebih kompetitif kolaboratif.

Demikian juga pengalaman belajar (learning experiences) lain seperti kegiatan lomba. bakti sosial. dikembangkan dan dikelola untuk mengembangkan kompetensi. Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui. belajar untuk dapat melakukan. berpasangan dan kelompok. kooperasi. Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know. solidaritas. penelitian latihan. Ruang kelas dikelola sedemikian rupa sehingga beberapa aspek penting kelas terjamin. kepemimpinan. studi banding. Oleh karena itu dalam merencanakan pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat . toleransi dan keterampilan hidup. empati. perkemahan. seperti: o Aksessibilitas: mudah menjangkau alat dan sumber belajar o Mobilitas: siswa dan guru mudah bergerak o Interaksi: memudahkan interaksi guru dan siswa o Variasi kerja siswa: menjamin siswa kerja perorangan. learning to do. learning to life together dan learning to be.7-6 Pembelajaran Inovatif Tatap muka di kelas merupakan bag Siswa dapat belajar dengan terbesar dlm pembelajaran berbagai cara Penekanan pada tuntasnya materi pembelajaran Penekanan pada bagaimana cara guru melakukan pembelajaran Penekanan pada pencapaian kompetensi Penekanan pada bgm cara siswa belajar dengan menggunakan berbagai bahan pelajaran. kerjasama. belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari. metode interdisipliner Beberapa hal di atas secara teoritik telah mampu memberikan pedoman tentang bagaimana pengalaman belajar harus (sebaiknya) dikelola. kebun/sawah dan bengkel percobaan.

dan menarik. PETUNJUK BELAJAR Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. B. 5. 3. 4. Baca dengan seksama dan pahami isi Bab 1 untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. Dalam melaksanakan pembelajaran dirancang kegiatan yang menyenangkan. PRASYARAT Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mengikuti materi PLPG pembelajaran inovatif dan mempelajari buku ajar ini. mengasyikkan.Pembelajaran Inovatif 7-7 bagi pengembangan keterampilan hidupnya. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. mencerdaskan dan menguatkan. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya. . maka diharapkan peserta PLPG sudah memiliki pengalaman membuat RPP dan mengimplementasikan di kelas. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. 1. Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. Baca dengan seksama dan fahami isi Bab 2 (kegiatan belajar 1 berupa dan kegiatan belajar 2 berupa praktik). baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. C. 2. Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguhsungguh.

. • Peserta dapat membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang siap untuk dipraktekkan. Kompetensi dasar Mengenal model-model pembelajaran inovatif. E. dan menerapkannya pada RPP serta mengimplementasikan melalui demonstrasi dan simulasi. Indikator pencapaian Kompetensi • Mengenal strategi dan model-model pembelajaran. • Merencanakan dan membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan dan siswa. • Peserta dapat menjelaskan berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi. TUJUAN PEMBELAJARAN • Peserta dapat menjelaskan strategi dan model pembelajaran. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1.7-8 Pembelajaran Inovatif D. 2. • Mengenal dan mengidentifikasi berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi. • Peserta dapat mendemonstrasikan / mempraktekkan RPP yang telah dibuat pada KBM kelas simulasi.

akan membuat tujuan pembelajaran akan tercapai secara efektif dan efisien.BAB II PEMBELAJARAN 1 A. strategi dan model pembelajaran. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. ALUR RPP RP dan KD -------------->> Silabus -------------->> RPP . afektif maupun psikomotornya. silabi. Secara sederhana perencanaan pembelajaran memuat materi yang akan diajarkan dalam KBM. serta evaluasi yang digunakan untuk mengukur keberhasilan KBM. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Perencanaan pembelajaran adalah suatu proses dan cara berpikir mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan dengan tujuan agar diri seseorang atau sekelompok orang dapat berubah. maupun menggunakan RPP yang sudah ada untuk digunakan dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Jika rencana pembelajaran disusun dengan baik. Seorang guru sudah barang tentu mempunyai pengalaman dalam membuat. Perubahan tersebut mencakup aspek kognitif. Perencanaan pembelajaran merupakan langkah penting untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. situasi dan kondisi siswa maupun tempat belajarnya. Namun demikian perlu dicermati apakah RPP yang digunakan tersebut sudah sesuai dengan kurikulum. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. mengadopsi.

: …. : …. : ….. : …. : …. Metode dan model Pembelajaran IV...... : ….. .. Kegiatan Awal B... Penilaian : ….. V..... : ….. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua.. : …... : …..... Kegiatan Inti C.. Alat/Bahan/Sumber Belajar VI. Tujuan Pembelajaran II.7-10 Pembelajaran Inovatif CONTOH FORMAT RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator I... : …. : …. dst. A.... Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama... : …. : …. Materi Ajar III... : ..

lembar pengamatan. KD. Inovasi adalah an idea. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. dan Indikator yang akan digunakan (terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Contoh bidangnya adalah : . karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. 8. Inovasi dapat berupa ide. inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan.) 5. kejadian. contoh soal. Menentukan SK. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru.Pembelajaran Inovatif 7-11 Langkah-langkah Menyusun RPP 1. metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat). Inovasi dapat berupa hasil dari invention atau discovery. proses dan produk dalam berbagai bidang. INOVASI Ibrahim (1989) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide. dll B. practice or object thatperceived as new by an individual or other unit of adoption. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. barang. teknik penskoran. Menurut Prof. Mengisi kolom identitas 2. KD. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. inti. dan akhir. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. Menyusun kriteria penilaian. pada saatsaat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. dan Indikator yang telah ditentukan.

prosedur supervisi serta pengelolaan informasi pendidikan yang dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan. Kendala-kendala dalam Inovasi Pendidikan Kendala-kendala yang mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi pendidikan antara lain: (1). (3). lemahnya berbagai faktor . Sementara itu inovasi dalam teknologi juga perlu diperhatikan mengingat banyak hasil-hasil teknologi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran. (2). meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. 1. dalam arti inisiatif dalam melakukan inovasi selalu datang dari pihak pemerintah. Dalam konteks Indonesia. inovasi pendidikan umumnya merupakan suatu gerakan yang bersifat top down. konflik dan motivasi yang kurang sehat. seperti penggunaannya untuk teknologi pembelajaran.7-12 Pembelajaran Inovatif --Managerial --Teknologi --Kurikulum Menurut Miles karakteristik inovasi adalah : --Deliberate --Novel --Specific --Direction to goal attaintment Aspek pokok yang mempengaruhi inovasi adalah : --Struktur --Prosedur --Personal Inovasi yang berbentuk metode atau model dapat berdampak pada perbaikan. perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi.

keuangan (finacial) yang tidak terpenuhi. Di berbagai bidang. yang telah lama digeluti. (6) kurang adanya hubungan sosial dan publikasi (Subandiyah 1992). para guru menciptakan strategi atau metode mengajar yang menurutnya sesuai dengan akal yang sehat. Di sekolah. penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi. . Proses Inovasi Proses Inovasi berkaitan dengan bagaimana suatu inovasi itu terjadi. berkaitan dengan situasi dan kondisi. orang tua siswa. dan agar mau berubah terutama sikap dan perilaku terhadap perubahan pendidikan yang sedang dan akan dikembangkan. to a decision to adopt or reject. to implementation of the new ide. sehinga perubahan dan pembaharuan itu diharapkan dapat berhasil dengan baik. administrator. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas. and to confirmation of this decision. Hal ini disebabkan oleh kesesuaian dengan kondisi nyata di tempat pelaksanaan inovasi tersebut. dan pengalaman dalam bidangnya itu. para pencipta inovasi melakukan perubahan dan inovasi untuk bidang yang ditekuninya berdasarkan pemikiran. oleh karena itu proses inovasi dapat dimaknai sebagai proses keputusan Inovasi (Innovation decision Process). (4). Menurut Everett M Rogers proses keputusan inovasi adalah the process through which abn individual (or other decision making unit) passes from first knowledge of an innovation. maka guru. (5).to forming an attitude toward the innovation. Inovasi yang demikian memberi dampak yang lebih baik dari pada model sebelumnya. ide. dan masyarakat umumnya harus dilibatkan.Pembelajaran Inovatif 7-13 penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dihasilkan. di sini ada unsur keputusan yang mendasarinya. 2.

Kondisi dimana inovasi dipandang lebih baik dari ide sebelumnya. Compatibility c. Keadaan dimana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain. 3) Clients needs for innovation. atau cara lainnya.7-14 Pembelajaran Inovatif 3. 3. Keadaan ini berpengaruh negatif terhadap tingkat adopsi. 2. kolektif. Extent of Change agents (upaya promosi) KBM merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran yang sangat penting dalam pengembangan daya analisis kritis dan kreatif. Complexity d. dan kebutuhan potensil adopter. Keadaan dimana suatu inovasi dipandang konsisten dengan nilai-nilai yang ada. Communication (Saluran komunikasi) 3. Trialibility e. Nature of Sosial system ( Norma. Oleh karena itu KBM harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menstimulasi munculnya kemampuan analisis dan kreativitas siswa. Relative Advantage b. pemberian status. kondisi ini berhubungan positif dengan tingkat adopsi. Tipe keputusan inovasi (optional. 5. Disamping hal tersebut di atas tingkat adopsi juga dipengaruhi oleh : 1. 2) Previously introduces idea.yang nampak dari keuntungan ekonomis. Kondisi ini berhubungan secara positif dengan tingkat adopsi. Keadaan dimana inivasi dipandang secara relative sulit difahami dan digunakan. otoritas) 2. atau inovasi itu dipandang sesuai dengan : 1) Socio cultural value and belief. 4. tingkat hubungan sosial) 4. . pengalaman masa lalu. Atribut Dan Sumber-Sumber Inovasi Terdapat lima atribut inovasi : a. Keadaan dimana suatu inovasi dapat diuji secara terbatas. Observability Penjelasan : 1.

ketersediaan sarana-prasarana. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika dapat berupa audio. yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. . video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya.Pembelajaran Inovatif 7-15 Pengembangan model pembelajaran erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. maka electronic learning disingkat menjadi e-learning. kondisi siswa. Untuk menyederhanakan istilah. Termasuk dalam aspek pendidikan khususnya inovasi dalam pembelajaran. dan dapat pula menggunakan jaringan internet. Perbedaan mendasar ke duanya dapat dilihat pada tabel di bawah. Di bawah ini di sampaikan beberapa contoh model pembelajaran yang dapat dipilih untuk dijadikan acuan pembuatan RPP. CTL (Contextual Teaching and Learning) Mengingat (gagasan) dan belajar adalah proses siswa membangun makna pemahaman sendiri. Kata ini terdiri dari dua bagian. 1. maupun keinginan guru. Pembelajaran yang berbasis teknologi informasi adalah e-learning. kegiatan KBM hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun makna (gagasan) tersebut secara berkesinambungan. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Banyak model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli bidang pendidikan melalui penelitian. E-learning merupakan suatu teknologi pembelajaran yang relatif masih baru di Indonesia. Pola pembelajaran kontekstual berbeda dengan pembelajaran konvensional yang selama ini dikenal. C. Perkembangan Teknologi Informasi saat ini sangat berperan dan memasuki seluruh aspek kehidupan.

7-16 Pembelajaran Inovatif Konvensional Menekankan hafalan Informasi ditentukan oleh guru Terfokus pada satu bidang studi Memberi tumpukan informasi Penilaian hanya menggunakan ulangan/ test Kontekstual Menekankan memori spasial Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang studi Mengaitkan informasi dengan pengetahuan awal Penilaian autentik Pembelajaran kontekstual memenuhi syarat sebagai berikut: o Problem-based Learning (KBM yang menggunakan masalah kehidupan nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar berfikir kritis. Prinsip kerja metode ilmiah mewarnai kegiatan siswa dalam memenuhi inkuirinya) o Project-based Learning (Belajar berbasis proyek/tugas: KBM yang mendorong kerja mandiri siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran) o Work-based Learning (belajar berbasis kerja /tempat kerja: tempat kerja dirancang sebagai tempat siswa menimba pengalaman. serta untuk menarik pengetahuan yang esensi dari materi pelajaran) o Inquiry-based Learning (Pembelajaran berbasis inkuiri yang mendorong inkuiri siswa dalam KBM. untuk mengembangkan problem-solving skills. dan apa yang dipelajari siswa dikaitkan dengan kebutuhan kerja) o Service-based Learning (belajar berbasis layanan: KBM yang mengaitkan pembelajaran akademis di sekolah dengan pengala- man jasa-layanan) o Cooperative Learning (KBM yang mengoptimalkan penggunanan kelompok kecil untuk memaksimalkan kondisi belajar dan pencapaian tujuan) .

Dalam Biologi. model pembelajaran berbasis berita menunjukkan segi-segi keunggulan tertentu ditemukan pada proses pembelajaran yang tidak mungkin mendorong/ yang lain. 'inquiry skills (ketrampilan berinkuiri) . dan (e) meningkatkan kebebasan berfikir untuk mendapatkan solusi. proses KBM yang mengarah ke Berfikir tingkat tinggi Mendorong siswa berfikir tingkat tinggi merupakan ' perilaku baru' yang perlu ditingkatkan untuk menciptakan mutu KBM. Lima standar (kriteria) 'authentic learning' adalah: (a) berfikir tingkat tinggi. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Gagasan tentang 'authentic learning' dilontarkan oleh Newmann (1995) yang mengkritik proses pembelajaran selama ini. Inquiry-to-inquiry Model pembelajaran lain sumber belajar (news-based) seperti dapat pemanfaatan berita sebagai digolongkan sebagai model pembelajaran 'Inquiry-to-inquiry Model yang terdiri atas 5 kegiatan yaitu: (1) Lingkar Pengetahuan. 'comprehension' (pemahaman) 2. telah lama dikenal 'not recalling' (tidak terlalu menekankan pada hafalan) tetapi KBM yang menekankan ( Falk. Menurut hasil penelitian.Pembelajaran Inovatif 7-17 2. (b) kedalaman pengetahuan. (b) interaksi aktif di kelas. (d) daya analisis masalah aktual. yaitu: memberi pengalaman belajar kepada siswa untuk: (a) berfikir kreatif. 'application' (penerapan) 3. Istilah 'authentic' digunakan untuk membedakan dengan proses pembelajaran yang 'biasa/umum'. (c) berfikir rasional dan kritis. 3. (c) keterkaitan dengan hidup (d) dialogal dan (e) dukungan sosial untuk sukses. (2) Membaca Bermakna (3) Membandingkan Menyamakan (4) Masukan Ganda dan (5) Sinetik.1980): 1.

/ apa yang akan terjadi.. . bila direndam dalam larutan garam? Inkuiri: Guru bisa pula mendorong siswa terlibat dalam proses berinkuiri bila siswa dihadapkan pada sejumlah pertanyaan: Perumusan (Formulate hypothesis) What would happen. perbedaan tegangan dengan arus? Jelaskan bagaimana kapasitor berperan dalam memperbaiki faktor daya? Apa perbedaan ion dan atom? Application (aplikasi): pertanyaan yang mendorong siswa untuk menerapkan teori. seperti: What could we do ….. lihat contoh: Mengapa sambungan rel KA dibuat renggang? Mengapa sepotong ketimun mengerut. 'making hypothesis' (menyusun hipotesa) Comprehension ( apa perbedaan… dan persamaan…. How could we determine if …… What could we look for…. Coba bandingkan dengan yang berikut ini: Apakah enzim penting untuk pencernaan? Apakah planaria mengalami regerasi? Apakah fungi itu heteropik atau autotropik? Pertanyaan yang mengarah ke uji hipotesis. pada suatu situasi baru. prinsip.) Apa yang akan terjadi. generalisasi. bila musibah kabut asap akibat pembakaran hutan belum reda? Pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih memancing siswa berfikir. bila sepotong ketimun tadi (setelah dimasukkan dalam air garam) dimasukkan kembali ke air tawar? Apa yang terjadi.. bila lingkungan hutan Jati kawasan Blora rusak? Apa yang terjadi. if …. karena jawaban-jawabannya bisa terbuka.7-18 Pembelajaran Inovatif 4. bila…. perlu juga dikembangkan di sekolah.): Contoh: Apa perbedaan dioda dengan transistor? Jelaskan.

. dan sebagainya. grafik). Jika proses belajar tersebut dilalui. analisa. menghitung. maka keberagaman kemampuan berkembang (Observing skills.Siswa dihadapkan pada teka-teki Dua hal tersebut umumnya menjamin partisipasi siswa lebih aktif dalam bertanya (berinkuiri) untuk menemukan jawaban. numeric skills..) Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa ikan adalah penghuni bumi sebelum amphibi? Apa yang bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa gerak reflek tidak pernah melalui pusat kesadaran? Bagaimana bisa ditentukan bahwa lebah itu butawarna? Pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi ini bila dibiasakan mendahului KBM akan meningkatkan partisipasi siswa. Bagaimana kita bisa menentukan jika …. study skills). men-tranformasi informasi (membuat tabel. Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa …. Sekurang-kurang terdapat hal penting yang perlu diperhatikan saat mendorong siswa berfikir: . bukan pengetahuan yang superfisial (dangkal). social skills..Siswa dihadirkan pada obyek (fenomena) kongkrit .Pembelajaran Inovatif 7-19 (apa yang bisa dilakukan …. melakukan percobaan. Prinsip seperti ini nafas dari pengalaman belajar (LEARNING EXPERIENCES) berbasis (bertujuan) kompetensi. Pengetahuan yang dalam Jawaban-jawaban terhadap jenis pertanyaan tersebut umumnya mencerminkan kedalaman pengetahuan. Siswa menggunakan otaknya (pemikirannya) untuk menjawab. melalui proses-proses IPA (scientific methods) seperti: mengamati.

KBM yang 'dialogal' Yang dimaksud dengan KBM yang 'dialogal' adalah KBM yang mendorong hubungan timbal balik Guru Siswa yang serasi. bila ada pertanyaan siswa yang ditujukan kepada guru. namun juga terdapat dukungan bagi yang masih . Suasana saling memberi (sharing of ideas) mewarnai komunikasi KBM. bisa dimengerti) o ingat akan pendapat siswa terdahulu. Usaha-usaha yang untuk menjamin keterkaitan tersebut adalah: o menghadir obyek (fenomena) yang kongkrit o mengaitkan tema dengan isu-isu kehidupan (kerusakan bisa dilakukan ekosistem. Dukungan sosial untuk sukses Siswa di Sekolah merupakan sistem sosial. Perlu diciptakan suatu nuansa bahwa sistem tersebut menghargai mutu. Keterampilan guru mengaitkan pelajaran dianggap sebagai perilaku 'baru' yang selama ini KBM masih berorientasi pada buku teks (text-book oriented). baru jika tidak bisa menjawab. Guru lebih banyak menempatkan peran sebagai fasilitator dari pada tutor.7-20 Pembelajaran Inovatif Keterkaitan dengan Kehidupan (Connectedness) Keterkaitan isi pelajaran dengan isu kehidupan sering menjamin motivasi yang tinggi dalam belajar. Terdapat dukungan bagi siswa yang maju. polusi. Dominasi guru berkurang. penyalah gunaan obat) o mengoptimalkan pemanfaatan media sederhana (yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari). guru mengambil alih (memberi jawaban) o beri waktu cukup untuk menjawab o berikan umpan balik positif (bagus… baik… ok. khususnya siswa yang telah memberi sumbangan pendapat yang mendekati benar. maka sebaiknya: o pertanyaan diarahkan kembali ke semua siswa. Berikut ini sebagai contoh.

Pendek kata. b. kompetisi untuk maju. Berarti tahap observasi terlalui. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.Pembelajaran Inovatif 7-21 tertinggal. c. 2. 4. 4. Bukan sebaliknya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. emua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. kelas tidak mendukung sebuah kesuksessan. Observasi. Terdapat keseimbangan yang sehat antara kerja sama. Praktek mengajar. sukses merupakan budaya yang dipupuk terus. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Tahap ini merupakan . 3. 5. Kerjasama ini meliputi: a. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. solidaritas. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Perencanaan. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. d.

Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. 3. 5. . Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Kebaikan: 1. 6. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). bahasa. 5. 4.7-22 Pembelajaran Inovatif tahap refleksi. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Kesimpulan. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 3. Langkah-langkah: 1. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 2. 2. 2. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Adapun kelebihan metode ‘lesson study’ sebagai berikut: 1.

Kesimpulan / rangkuman. 7. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Memakan banyak waktu. 2.Pembelajaran Inovatif 7-23 Kekurangan: 1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 3. 2. 6. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 6. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Kekurangan: 1. 2. Banyak siswa yang pasif. Guru menanyakan alasan / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Menyajikan materi sebagai pengantar. 7. Melatih berpikir logis dan sistematis. Langkah-langkah: . Kebaikan: 1. Memakan waktu yang lama. 5. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 2. Langkah-langkah: 1. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. 4.

3. 4. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Kelemahan: 1. Tanggapan dari teman yang lain. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. 5. 8. 2. Kesimpulan. 2. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. Sementara . Langkah-langkah: 1. 3. Kelebihan: 1. Setiap siswa menjadi siap semua. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.7-24 Pembelajaran Inovatif 1. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya 4. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Kemungkinan nomor yang dipanggil. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. 2. 3. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. dipanggil lagi oleh guru. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 2. 6. Siswa dibagi dalam kelompok.

melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan . Langkah-langkah: 1. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 9. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.Pembelajaran Inovatif 7-25 pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Penutup. Setiap siswa mendapat peran. Kesimpulan guru. jadwal. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. 5. 3. ketelitian / kecermatan. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. 2. 2. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Melatih pendengaran. 7. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu. Kekurangan: 1. 6. 2. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai.) 3. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Bertukar peran. peran guru menyajikan masalah. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). tugas. Kelebihan: 1. serta lakukan seperti di atas. dll.

pemecahan masalah. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 5. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung) Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. 10. . 5. Kelebihan: 1. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Membimbing pelatihan. 2. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. 2. Langkah-langkah: 1. hipotesis. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 4. 4. 2.7-26 Pembelajaran Inovatif dan pemecahan masalah. 3. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan. 3. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. pengumpulan data. Kekurangan: 1.

sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru. 11.Pembelajaran Inovatif 7-27 Kelebihan: 1. Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama. Kelebihan: Mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. 2. menghadap keluar. Rumit untuk dilakukan. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya. 2. Kekurangan: 1. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran. 5. 2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. 3. Langkah-langkah: 1. . 3. Membutuhkan ruang kelas yang besar. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar) Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. 4. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. 2. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. Demikian seterusnya. Terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau. Kekurangan: 1. Untuk mata pelajaran tertentu.

Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping. Kekurangan: Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil. 6. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas. 3.7-28 Pembelajaran Inovatif 12. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain. Guru membuat kesimpulan bersama. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran. Student Facilitator and Explaining Siswa / peserta mempresentasikan ide / pendapat pada rekan peserta lainnya. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. 2. 4. Kelebihan: 1. Langkah-langkah: 1. 5. Memberikan kesempatan siswa / peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan / peta konsep maupun yang lainnya. 3. Penutup. Langkah-langkah: 1. 5. Guru menyimpulkan ide / pendapat dari siswa. 2. Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas. 2. 13. Penutup. . 4. 6.

Banyak siswa yang kurang aktif. kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x). 6. Langkah-langkah: 1. 3. dapat mengeluarkan ide-ide yang ada di pikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut. Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil. 2. yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay. atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya. 7. Memberikan siswa tanya jawab. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh. 8. . 4. siswa disuruh membuat kotak 9 / 16 / 25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan.Pembelajaran Inovatif 7-29 Kelebihan: Siswa diajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain. 14. Untuk menguji pemahaman. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi sesuai TPK. Kekurangan: 1. 5. Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horisontal. Course Review Horay Suatu metode pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya. Penutup.

6. 2. Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya. Kekurangan: 1. Evaluasi. 15. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Agar lebih giat belajar (belajar dahulu). kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari 3. . siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. Melatih membaca dan memahami dengan cepat. Talking Stick Metode pembelajaran dengan bantuan tongkat. Melatih kerjasama. Guru memberikan kesimpulan. Penutup. 4.7-30 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: 1. 2. setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Adanya peluang untuk curang. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Kelebihan: 1. 2. Menguji kesiapan siswa. 5. membaca buku dan mempelajarinya guru selesai mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya. 2. 7. Setelah materi pada pegangannya/ paketnya. Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan. Guru menyiapkan sebuah tongkat. 3. Langkah-langkah: 1.

Setelah selesai setiap siswa yang berpasangan bergabung dengan satu pasangan lain. Snowball Throwing Dibentuk kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain . 5. 4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. Semua siswa terlibat. 2. Bertukar Pasangan Siswa berpasangan kemudian bergabung dengan pasangan lain dan bertukar pasangan untuk saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban masing-masing. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya). 2. 2. Kelebihan: 1.Pembelajaran Inovatif 7-31 Kekurangan: Membuat siswa senam jantung. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. Kekurangan: 1. 17. masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka. 16. Memerlukan waktu yang lama. Langkah-langkah: 1. Guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa masing-masing. 3. Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama. mempertahankan pendapat.

Pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Kelebihan: 1. 2. Langkah-langkah: 1. 6. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit. Tidak efektif. . 7. Melatih kesiapan siswa. Kekurangan: 1. 8. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. 3. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masingmasing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. 5. Evaluasi. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Penutup. 9.7-32 Pembelajaran Inovatif yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. 2. 2. 4. Guru memberikan kesimpulan. Saling memberikan pengetahuan. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masingmasing.

2. Kesimpulan/ penutup. 5. 2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa. Waktu yang dibutuhkan banyak. 3. Melatih daya serap pemahaman dari orang lain. Untuk mata pelajaran tertentu. 3. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil. bentuklah kelompok berpasangan dua orang. Suruh siswa secara bergiliran/ diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Melatih kesiapan siswa. Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa. Materi yang didapat sedikit. 2. Mind Mapping Suatu metode pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. . Kelebihan: 1. 6. Langkah-langkah: 1. 3. 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. 7.Pembelajaran Inovatif 7-33 18. sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. kemudian seorang menceritakan materi yang disampaikan oleh guru dan yang lain sebagai pendengar setelah itu berganti peran. Kekurangan: 1. Semua siswa terlibat (mendapat peran). Artikulasi Siswa membentuk kelompok berpasangan. Begitu juga kelompok 19. kemudian berganti peran. lainnya. Untuk mengetahui daya serap siswa.

Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru 7. suku. dll. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-5 orang. 2. sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban.7-34 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. Tiap kelompok membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. Tiap kelompok menginventarisasi/ mencatat alternatif jawaban hasil diskusi.). jenis kelamin. Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. 3. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Guru menyajikan pelajaran. Kekurangan: 1. memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru. Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. 2. 4. Langkah-langkah: 1. Tidak sepenuhnya murid yang belajar. 3. Hanya siswa yang aktif yang terlibat. 20. Dapat bekerjasama dengan teman lainnya. Kelebihan: 1. semua anggota dalam kelompok itu . Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa. 2. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai mengerti. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. 6. 5.

3. 4. Memberi evaluasi. Langkah-langkah: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Kelebihan: 1. 2. Pada saat menjawab uis tidak boleh saling membantu. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads) Siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama. 21. guru bisa menyuruh kerjasama antarkelompok. Jika perlu. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain. Penutup. Kekurangan: 1. 3. Seluruh siswa menjadi lebih siap. Melatih kerjasama dengan baik. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai. Dalam kesempatan ini. siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. 5. 2. Setiap siswa menjadi siap semua. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. . 2. 2. Kesimpulan.Pembelajaran Inovatif 7-35 4. Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain. Kelebihan: 1. 5. siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka. Siswa dibagi dalam kelompok. Membedakan siswa. 6.

Kelebihan: 1. Waktu yang dibutuhkan banyak. Siswa kurang berpikir kritis. Word Square Siswa diberikan lembar kegiatan kemudian menjawab soal dan mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Bisa saja mencontek jawaban teman lain. 2. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. 2. Langkah-langkah: 1. 2. 2. Kegiatan tersebut mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. 23. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi. Mendorong siswa untuk belajar mengerjakan soal tersebut.7-36 Pembelajaran Inovatif Kekurangan: 1. . 3. 22. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak. Guru membagikan lembar kegiatan sesuai contoh. Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Scramble Metode pembelajaran dengan membagikan lembar kerja yang diisi siswa. 2. 4. Memudahkan mencari jawab. Kekurangan: 1. Langkah-langkah: 1. Melatih untuk berdisiplin. Kelebihan: 1. Guru menyajikan materi sesuai topik. Membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya. 2.

Tidak semua terlibat dalam kegiatan pembelajaran. 25. 3. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel-yel lainnya. 2. Concept Sentence Siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok. 4. kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban. Mematikan kreatifitas siswa. 2. Siswa tinggal menerima bahan mentah. 2. 5. Kartu Arisan Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu. Kekurangan: 1. Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya. Langkah-langkah: 1. Kelebihan: Pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata. 24. Bentuk kelompok orang secara heterogen. Nilai tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain.Pembelajaran Inovatif 7-37 Kekurangan: 1. . Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas.

Hanya untuk mata pelajaran tertentu. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Guru menyampaikan tujuan. 3. Setiap siswa mendapat satu buah kartu. Tiap siswa memikirkan jawaban / soal dari kartu yang dipegang. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. Kesimpulan. 2. Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru. Kekurangan: 1. 26. Make – A Match (Mencari Pasangan) Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban / soal sebelum batas waktunya. Kelebihan: 1. Guru menyajikan materi secukupnya. 2. 3. 6. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). 4. 5. 2. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. 2. 4. yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin.7-38 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. . Langkah-langkah: 1. Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ tpk yang disajikan. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. 7.

Demikian seterusnya. 7. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. 27. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control. 3. 5. Take and Give Siswa diberi kartu untuk dihapal sebentar kemudian mencari pasangan untuk saling menginformasikan. 7. Untuk mengevaluasi keberhasilan. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing. Kesimpulan. 8. Untuk memantapkan penguasaan peserta. Jelaskan materi sesuai topik menit. 6. Siapkan kelas sebagaimana mestinya. Kelebihan: Melatih untuk ketelitian. . selanjutnya siswa diberi pertanyaan sesuai dengan kartunya.Pembelajaran Inovatif 7-39 5. kecermatan dan ketepatan serta kecepatan. tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit. 4. 2. Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). 6. Langkah-langkah: 1. Penutup. Kekurangan: Waktu yang cepat. 8. Kesimpulan. kurang konsentrasi.

2. Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan katakata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10 x 10cm. Kelebihan: Sangat menarik sehingga setiap siswa ingin mencobanya. Suruh siswa berdiri di depan kelas dan berpasangan. 3. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan itu boleh duduk. yang kedua kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata / istilah yang mau ditebak.7-40 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: Dilatih memahami materi dengan waktu yang cepat. . 28. 5. 4. Kekurangan: Bila siswa tidak menjawab dengan benar maka tidak semua siswa dapat maju karena waktu terbatas. Kekurangan: Tidak efektif dan terlalu bertele-tele. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Tebak Kata Model ini menggunakan kartu yaitu kartu ukuran 10 x 10 cm dan diidi ciri-ciri kata lainnya yang mengarah pada jawaban. Seorang siswa lainnya diberi kartu berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga. Jelaskan materi menit. Jawab yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel di dahi. Langkah-langkah: 1.

Pembelajaran Inovatif 7-41 29. membantu siswa belajar berpikir secara kritis e. b. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. Guru menjelaskan tujuan diskusi. e. Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f. mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. c. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan. . membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g. d. f. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a. mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d.

Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha . i. h. j. Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan.7-42 Pembelajaran Inovatif g. Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. c. Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. b. f. g. Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. e. d. h. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa. agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. i. Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya. Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi. Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas. j. Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat.

f. kesimpulan. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. i. c. c. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat.Pembelajaran Inovatif 7-43 mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang. atau keputusan yang akan atau telah diambil. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi. b. g. h. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas. siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis. e. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasanpenjelasan dari berbagai sumber data. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan. menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya. . j. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama. b. Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a. d.

b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Dengan demikian. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. . 30. remeh atau lebih bodoh.7-44 Pembelajaran Inovatif d. Metode Jigsaw Pada dasarnya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. f. lebih rendah. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing informasi sebagai “ahli” dalam subtopik subtopiknya tersebut dan mengajarkan penting dalam kepada temannya. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. e. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.

Merencanakan kerjasama Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a.Pembelajaran Inovatif 7-45 31. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Seleksi topik Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. etnik maupun kemampuan akademik. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. c. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. Implementasi Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). b. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan . Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif.

Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. 32. f. dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif. Analisis dan sintesis Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. Metode Inquiry Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. d. Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama. atau keduanya. kreatif. menumbuhkan sikap objektif. jujur dan terbuka. . Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. e. memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah.7-46 Pembelajaran Inovatif dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah.

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Metode Debat Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. pengatur materi (material manager). Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Permainan ini . Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Pada dasarnya. pembuat kesimpulan (summarizer). atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. misalnya. peran pencatat (recorder). Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. 34. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati.Pembelajaran Inovatif 7-47 33. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Di dalam kelompoknya.

Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. 5. 4. 2. khususnya dunia kerja. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: a. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Berpikir dan bertindak kreatif. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis d. c. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. 35. b. . Kelebihan metode Role Playing: 1. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. f. e. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.7-48 Pembelajaran Inovatif pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. g. 3. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. b. kerjasama. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. 36. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman . Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. diskusi yang dipimpin guru. jenis kelamin dan ras atau etnik. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. 2.Pembelajaran Inovatif 7-49 Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: a. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah.

Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. 4. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. 5. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. 3.7-50 Pembelajaran Inovatif kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. .

RPP tersebut sudah dilengkapi dengan model pembelajaran yang akan digunakan. Setelah selesai KBM. Saudara perlu membuat anggapan situasi dan kondisi siswa sehingga perlu dipilih model pembelajaran tersebut.Pembelajaran Inovatif 7-51 BAB III PEMBELAJARAN 2 Pada pembelajaran 2 ini peserta PLPG diminta untuk membuat / merevisi RPP yang sudah disiapkan. . Perwakilan kelompok peserta PLPG diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan salah satu RPP dikelompoknya sebagai acuan. Komentar dan saran dari pengajar diberikan setelah selesai diskusi antar kelompok tersebut. sedangkan kelompok demonstrator/penyaji menanggapi masukan dari peserta kelompok lain. Evaluasi dilakukan langsung saat KBM dengan lembar observasi/penilaian yang sudah disiapkan. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. peserta dari kelompok lain memberikan masukan dan tanggapan untuk perbaikan.

d. c. c. Guru. c. e. Penekanan pada ketuntasan materi pelajaran. d. d. Lesson Study. Lebih menekankan pada penguasaan materi. Semuanya benar. Problem Solving. d. Perkembangan model pembelajaran. Model pembelajaran yang meminta siswa untuk mengurutkan dan menjelaskan gambar setelah guru menyampaikan materi adalah: a. Snowball Throwing. e. Metode Jigsaw. b.7-52 Pembelajaran Inovatif BAB IV PENUTUP A. Cooperative Script. 4. Siswa. e. Cooperative Script. Model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama sesama guru serta melakukan perencanaan. Cara mengajar guru. Metode Jigsaw. Menekankan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. 5. Sarana-prasarana. Inquiry. 3. observasi Refleksi/kritikan terhadap pembelajaran adalah: a. Perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi: a. Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah. d. praktek mengajar. SOAL TEST Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang betul. Semuanya benar. b. Picture and Picture. Perkembangan bahan ajar. Pemilihan model pembelajaran sangat bergantung pada: a. Cara belajar siswa. SCL adalah salah satu inovasi di bidang pendidikan yang bercirikan: a. e. . 2. b. b. b. Snowball Throwing. Kurikulum. e. c. c. Penekanan pada pencapaian kompetensi. 1.

b. Model pembelajaran yang mempunyai kelebihan mendorong siswa berpikir secara ilmiah. e. Model pembelajaran yang mempunyai keunggulan antara lain. adalah: a. merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. kreatif. d. c. 8. Inquiry. Picture and Picture. 7. c. adalah: a. b. d. b. e. Model pembelajaran yang menggunakan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Cooperative Script. Picture and Picture. Metode Jigsaw. Cooperative Script. Inquiry. e. b. gambar dan 10. Snowball Throwing. adalah: a.Pembelajaran Inovatif 7-53 6. d. e. berpikir dan bertindak kreatif. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. Snowball Throwing. Metode Jigsaw. Inquiry. Role Playing. c. c. Lesson Study. Model pembelajaran dimana guru membagi topik tertentu menjadi beberapa subtopik. adalah: a. Lesson Study. selanjutnya membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif. . Metode Jigsaw. Role Playing. memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. Model pembelajaran dengan cara membuat pertanyaan yang dituliskan pada kertas lalu diberikan pada ketua kelompok untuk dilempar ke siswa lain untuk dijawab adalah: a. setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap subtopik. b. jujur dan terbuka. e. Role Playing. Metode Jigsaw. Problem Solving. d. c. Inquiry. Problem Solving. 9. Problem Solving. Picture and Picture. Metode Jigsaw. menumbuhkan sikap objektif. d. Inquiry.

3. Bila mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya.7-54 Pembelajaran Inovatif Tulis jawaban saudara pada kertas jawaban. B. Jelaskan beberapa inovasi dalam bidang pendidikan yang bapak/ibu ketahui. Kerjakan kembali tes formatif. apa kelemahan dan keunggulannya. Evaluasi dilakukan langsung saat KBM simulasi dengan lembar observasi. lihat kunci jawaban dan hitung persentase ketuntasan belajar saudara. 2. pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai selesai. 1. Perwakilan kelompok peserta diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan RPP yang telah dibuat. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1. Jelaskan dampak perkembangan Ipteks pada inovasi bidang pendidikan dan inovasi di bidang pembelajaran. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Buat RPP ringkas untuk mata pelajaran tertentu menggunakan satu atau lebih model pembelajaran inovatif yang bapak/ibu anggap sesuai dengan mapel tersebut. Apakah telah mencapai > 85. Hitung kemampuan daya serap saudara dengan menghitung persentase jawaban yang benar. tetapi bila saudara baru mencapai < 85%. setelah mengerjakan test diharapkan untuk melakukan / mencocokkan dengan kunci jawaban. . UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pengembangan Model Pembelajaran Kelas Rangkap Berbantuan Media Audio di Sekolah Dasar. Okt 2006 Halaman: 162-168 John Vaizey. Makalah seminar Nasional. Manajemen pembelajaran. 1982. Penggunaan media belajar berbasis komputer untuk meningkatkan efisiensi dan efktifitas pembelajaran.Krieger Harjanto. Pendidikan di dunia modern. 2004. Perencanaan pengajaran. Florida: Publishing Company Robert E. Jakarta: PT. Jakarta: PT. London: Educational Limited. Strategi belajar mengajar. 2002. 2007.id. Jakarta: Puskur Balitbang. Jurnal: Penelitian Pendidikan No. Pembelajaran. Anwas.go. www://learning-with-me-blogspot. Curzon. Ad. 2006. Diunduh tanggal 1 Desember 2007. Gubnung Agung.Gramedia Suwardi. Kurikulum berbasis kompetensi.com /2006/ 09/pembelajaran. Henry Ananta. Jakata: PT. 1988. Mengajar dengan sukses. Mohamad Nur. 2006. 1980.1997. Cassell Djamarah & Zain. FMIPA UNNES 28 Februari 2004. .B. Diunduh tanggal 1 Desember 2007. 1991. Rineka Cipta. Teaching in further education. www:// depdiknas.Pembelajaran Inovatif 7-55 DAFTAR PUSTAKA Balitbang Depdiknas. Biology teaching methods. Makalah Seminar nasional. Oos M. D. TE FT UNNES 10 Desember 2005. Model pembelajaran dengan pendekatan elearning untuk meningkatkan pemahaman perkuliahan mesin listrik ac.. L./Vol. 1996. Penerapan ide-ide inovatif pendidikan MIPA dalam seting penelitian. Rineka Cipta. Jakarta: PT.: 2/22. Henry Ananta. Rooijakkers. 2005. Falk. Salatiga: STAIN Salatiga Press ------.

BUKU AJAR PENILAIAN PEMBELAJARAN .

serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. PEMBELAJARAN adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Saat ini. guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). dalam lingkup yang terbatas hanyalah mencakup atas penilaian terhadap hasil belajar dan mengajar ( achievement ). Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang PENILAIAN KELAS menjadi pilar utamanya. suatu kegiatan guru yang PENILAIAN KELAS merupakan terkait dengan pengambilan keputusan . Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. PENILAIAN (memperkirakan) PEMBELAJARAN nilainya hasil adalah suatu yang perbuatan dilakukan pembelajaran dalam suatu lingkungan belajar.BAB I PENDAHULUAN A. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak. Deskripsi PENILAIAN mengandung adalah suatu proses sistematis menganalisis. menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusankeputusan. Pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Di bidang pendidikan. yaitu pekerjaan guru saja. yang dan pengumpulan informasi. dalam pelaksanaan Kurikulum berbasis kompetensi. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. penguasaan kemahiran dan tabiat. Dalam konteks pendidikan.

gunakan berbagai metode dan teknik komplementer sehingga mampu memperoleh informasi yang objektif dan komprehensif. akan meningkatkan mutu kegiatan dan hasil belajarnya. Prof. dimana teknik penilaian tersebut memberikan . lakukan secara terus-menerus dengan kegiatan belajar secara terpadu. Sebaliknya.8-2 Evaluasi Pembelajaran tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu.D. Agar supaya diperoleh hasil pembelajaran yang efektif. penilaian secara Ketiga. Ph. yakni: Pertama. dan Kelima. Bagi peserta didik. beri pengajaran remedial bagi mereka yang belum atau lemah menguasai materi. hal-hal berikut ini wajib diperhatikan oleh guru. dalam Seminar Nasional Pendidikan (Seminasdik) di GSG Universitas Lampung. Karenanya. sebagai informasi yang diandalkan. penilaian tersebut harus dirancang dan dilakukan secara sistematik dan terus-menerus sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan efektivitas mengajarnya. 29 Januari 2008). setelah penilaian dirancang. merumuskan target perilaku yang jelas dan signifikan. Furqan. diperlukan data sebagai dasar pengambilan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini menyatakan (BANDAR LAMPUNG. Kedua. direktur Program Untuk itu. bahwa salah satu keberhasilan pembelajaran bergantung pada efektivitas penilaian kelas yang dilakukan guru. berikan balikan (feedback) yang jelas dan spesifik atas hasil kerja peserta didik dan kinerja pendidik sendiri. keputusan. Keempat. juga akan mampu memotivasi dan mengondisikan peserta didik untuk terus meningkatkan upaya dan prestasi belajarnya. beri pengayaan bagi peserta didik yang yang tergolong cepat belajarnya. Dengan memahami serta mengaplikasikan TEKNIK PENILAIAN yang ada.

Evaluasi Pembelajaran 8-3 arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya. Untuk itu. Apabila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan. contoh: • • • Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu. apakah dengan tes tertulis. Dalam memilih teknik penilaian harus mempertimbangkan ciri indikator. Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep. yaitu penilaian unjuk kerja. ada tujuh teknik penilaian yang dapat digunakan (dan akan dibahas dalam buku ajar ini) . dan penugasan perseorangan atau kelompok. penilaian produk. Penilaian kelas menghasilkan informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat digunakan antara lain. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. tes praktek. maka teknik penilaiannya adalah penilaian tertulis. (1) perbaikan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan. dan penilaian diri. Berdasarkan indikator-indikator ini dapat ditentukan cara penilaian yang sesuai. Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. maka teknik penilaiannya adalah penilaian proyek. observasi. penilaian sikap. penggunaan portofolio. penilaian tertulis. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih. (2) pengayaan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih . Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik. maka teknik penilaiannya adalah penilaian unjuk kerja (performance). penilaian proyek.

afektif berkaitan dengan minat dan sikap. sedangkan ranah psikomotor mengarah pada aspek ketrampilan motorik. B. dari yang sederhana hingga yang kompleks.8-4 Evaluasi Pembelajaran cepat dari waktu yang disediakan. Ranah kognitif yang berhubungan dengan tes prestasi / hasil belajar memiliki 6 (enam) kompetensi. (4) pelaporan. ranah kognitif. yang mencakup tiga ranah (domain). penilaian tersebut merupakan ilmu yang bersifat aplikatif. karenanya akan lebih berdaya guna dan berhasil guna apabila peserta / pemerhati bersedia untuk melatih diri (sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin) sesuai dengan kebutuhan nya. . dan (5) penentuan kenaikan kelas. dan ranah psikomotor. Prasyarat Untuk memahami dan mengaplikasikan teknik penilaian pembelajaran ini peserta / pemerhati diharapkan telah mengetahui permasalahan taksonomi Bloom. Petunjuk Belajar Setelah prasyarat di atas telah terpenuhi. yaknik ranah afektif. (3) perbaikan program dan proses pembelajaran. C. maka peserta / pemerhati diminta untuk membaca isi buku ajar ini mulai dari bab I hingga bab terakhir dengan seksama. dan mencoba melatih (membuat penilaian) dari setiap teknik penilaian sesuai dengan Teknik tugas/tanggungjawab-nya masing-masing di tempat kerjanya. ranah kognitif Ranah mengenai aspek intelektual atau fungsi fikir.

dengan mengingat taksonomi Bloom. pada bidangnya masing-masing. menyimpulkan ciriciri masing-masing penilaian yang dikaji. Indikator Pencapaian 1. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mempraktikkan teknikteknik penilaian pembelajaran yang diketahui sesuai dengan bidang kajiannya Kompetensi Dasar Mempraktikkan setiap teknik penilaian pembelajaran yang dikaji. . 3. sesuai dengan aspek / indikator yang akan dinilai.membedakan alat penilaian.Evaluasi Pembelajaran 8-5 D. 2. menurut ranah yang terkait dengan penilaiannya. ranah apa yang menjadi sasarannya.mengidentifikasi teknik penilaian yang dipakai.

b. Pengertian Penilaian unjuk kerja (kinerja atau performance) merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. memainkan alat musik. presentasi. praktek OR. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. seperti: praktek di laboratorium.melakukan penilaian dengan alat penilaian unjuk kerja. bernyanyi. Uraian Materi 1. B. 2. yang akan dapat dilakukan penilaian. membaca puisi / deklamasi dll. bermain peran. langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 ( PENILAIAN UNJUK KERJA ) A. praktek sholat. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: a. . yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya.

Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. Daftar Cek ( Check-list ) Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. Jika tidak dapat diamati. misalnya benar-salah. dan melakukan wawancara. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati 2. Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. sehingga semua dapat diamati. baiktidak baik. seperti: diStandar Kompetensiusi dalam kelompok kecil. Dengan menggunakan daftar cek. gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. peserta didik mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. misalnya. Namun daftar cek lebih praktis jika digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. Kemampuan-kemampuan menyelesaikan tugas khusus yang diperlukan untuk d. dapat diamati-tidak dapat diamati. peserta didik tidak memperoleh nilai. perlu dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. berpidato. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah.Evaluasi Pembelajaran 8-7 c. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: a. Dengan demikian. e. . bercerita.

perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang. Untuk memperkecil faktor subjektivitas. 2 = cukup kompeten. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. .8-8 Evaluasi Pembelajaran b. agar hasil penilaian lebih akurat. 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala Penilaian ( Rating Scale ) Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu. Misalnya: 1 = tidak kompeten.

Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). D. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian unjuk kerja ini. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian unjuk kerja. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang ”Chek List” dan borang ”Rating Scale” yang akan dipakai.Evaluasi Pembelajaran 8-9 C. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. maka persiapkan : 1. .

8-10 Evaluasi Pembelajaran 2. 1. dan apa maknanya ? E. sesuai dengan ketentuan yang ada. d. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. Dengan melihat aspek yang dinilai. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. alat penilaiannya dapat dipakai bentuk chek list atau rating scale. e. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. b. c. antara lain: a. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. Rangkuman Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Tes Formatif A. b. Hitunglah biji (score) perolehannya. 3. c. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian unjuk kerja. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pernyataan a. Langkah Kegiatan a. c semua benar. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. . Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian unjuk kerja yang dipilih. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Bagaimana kesimpulannya. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. F. b. d. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia).

catatan harian c. karena ... Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.... dapat diraba. Penilaian sikap d. afektif b. kecuali: a.Evaluasi Pembelajaran 8-11 2. Penilaian unjuk kerja b. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikatorindikator pencapaian kompetensi yang memuat ranah .. apa yang dinilai memberikan skore sebenarnya dari kemampuan peserta didik.. dapat diukur c. Penilaian unjuk kerja yang memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu yaitu menggunakan . melakukan wawancara d.. dapat dirasakan d. Untuk menilai kemampuan berbicara dapat dilakukan pengamatan melalui .. Penilaian unjuk kerja yang dilakukan dengan cara daftar cek. check list b. Cara penilaian unjuk kerja dianggap lebih otentik daripada penilaian tertulis. apa yang dinilai sesuai dengan standar kompetensiyang diinginkan d. apa yang dinilai menunjukkan perilaku tertentu dari peserta didik c... psikomotor d. kognitif c. Penilaian observasi langsung c.. distandar kompetensiusi dalam kelompok kecil b. a. a. a... a... rating scale d. cara analitik. Penggunaan portofolio 3.. a.. 4. . dapat diamati b. ketiganya benar 7. kecuali apabila kemampuan peserta didik yang . 5.. apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya b. berpidato c. 6. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. ketiganya dapat dilakukan.. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar.

Jika peserta didik melakukan praktik di laboratorium. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. catatan harian d... Kemampuan ketrampilan peserta didik akan kurang tepat apabila dinilai dengan a. a. mengumpulkan informasi tentang kemampuan peserta didik selama dalam proses pembelajaran c. B. Kemampuan apa sajakah yang dapat dinilai dengan teknik penilaian kinerja ? . Teknik penilaian dimaksudkan untuk . maka alat penilai yang tidak tepat dipergunakan adalah .... Jelaskan secara singkat pengertian dari penilaian pembelajaran ! Berikan beberapa contoh di bidang kerja anda ! 2. a. Bagaimana karakteristik dari teknik penilaian unjuk kerja yang anda ketahui ? 3.8-12 Evaluasi Pembelajaran 8.. mengumpulkan informasi tentang hasil belajar peserta didik d. teknik penilaian sikap d. teknik penilaian kinerja b. skala rentang b.. teknik penilaian tertulis c. lembar pengamatan.. teknik penilaian proyek.. mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik b. 9. 10. ketiganya benar. daftar cek c.

Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut. dan komponen konatif.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. komponen kognitif. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek.melakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap. Secara umum. yang tepat dan sesuai dengan pokok permasalahannya. Uraian Materi 1. . Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian sikap Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian sikap sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. yakni: komponen afektif.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 ( PENILAIAN SIKAP ) A. 2. yang dapat dilakukan penilaian. B. Sikap terdiri dari tiga komponen. Pengertian Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.

akan lebih mudah diberi motivasi. peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri. Proses pembelajaran di sini mencakup suasana pembelajaran. peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan sikap`positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar. • Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). • Sikap terhadap proses pembelajaran. sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. dan teknik pembelajaran yang digunakan. peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap guru. • Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat. Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup. dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. • Sikap terhadap guru/pengajar. Misalnya.8-14 Evaluasi Pembelajaran • Sikap terhadap materi pelajaran. strategi. Proses pembelajaran yang menarik. berkaitan dengan materi Biologi atau kimia. lintas . metodologi. Dalam kasus yang lain. nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian.

Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi.Evaluasi Pembelajaran 8-15 2. Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut. pertanyaan langsung. Oleh karena itu. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. . a. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku. guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Teknik Penilaian Sikap Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. dan laporan pribadi. Berikut contoh format buku catatan harian.

Berikut contoh format Penilaian Sikap (untuk mata diklat adaptif). Selain itu. 2006 Catatan dalam lembaran buku tersebut. . dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek (Checklist) yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu. selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.8-16 Evaluasi Pembelajaran BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDIK ( nama sekolah ) Mata Pelajaran : ___________________ Kelas : ___________________ Program : ___________________ Tahun Pelajaran : ___________________ Nama Guru : ___________________ Jakarta.

Dalam penilaian sikap peserta didik di sekolah. Laporan pribadi Melalui penggunaan teknik ini di sekolah. bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah mengenai "Peningkatan Ketertiban". Misalnya. c. guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik. Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah. keadaan. atau hal yang . Pertanyaan langsung Kita juga dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal.Evaluasi Pembelajaran 8-17 b.

estetika. kewarganegaraan dan kepribadian. Misalnya. peserta didik diminta menulis pandangannya tentang "Kerusuhan Antar etnis" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Selain itu untuk menentukan siswa SMK dinyatakan kompeten atau belum kompeten. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. . termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.8-18 Evaluasi Pembelajaran menjadi objek sikap. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. dan jasmani. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap ini. semua catatan dapat dirangkum dengan menggunakan Lembar Pengamatan berikut. C. ada beberapa program keahlian yang mensyaratkan sikap melakukan pekerjaan sebagai salah satu faktor penentu. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan. Dari ulasan yang dibuat oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja).

Secara umum. c. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. dan apa maknanya ? E. yakni: komponen afektif. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. 2. e.Evaluasi Pembelajaran 8-19 D. Sikap terhadap materi pelajaran. 3. Langkah Kegiatan a. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang- borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian sikap tersebut. Rangkuman Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Hitunglah biji (score) perolehannya. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. (2). dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. d. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. . Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian sikap. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian sikap yang dipilih. Sikap terhadap guru/pengajar. komponen kognitif. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut: (1). Bagaimana kesimpulannya. Sikap tersebut terdiri dari tiga komponen. sesuai dengan ketentuan yang ada. maka persiapkanlah : 1. b. dan komponen konatif.

kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu berkenaan dengan kehadiran suatu obyek. Penilaian Sikap b. Penilaian Portofolio 4. a... Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. kecenderungan berperilaku terhadap suatu obyek d. a. Penilaian sikap d. Sikap terhadap materi pelajaran. Salah satu komponen dalam penilaian sikap yaitu komponen konatif ..8-20 Evaluasi Pembelajaran (3). antara lain: observasi perilaku. kecuali: a. F. Kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaranadalah .. Sikap terhadap proses pembelajaran. 1. Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.. kecuali: a. Penilaian Diri c. dan laporan pribadi...Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Penilaian observasi langsung c. (4). Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara. keyakinan seseorang mengenai obyek c.. b... Penilaian unjuk kerja b. d. Penggunaan portofolio 2. Tes Formatif A. Berikut adalah objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran. perasaan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu obyek b. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. dan (5).. yang merupakan ... Penilaian Kelas d. Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. 3. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. pertanyaan langsung.. . Sikap terhadap guru dan siswa c. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini.

Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang bertindak dalam merespon suatu obyek. sikap adaptif b.. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan.. sikap positif d. Saat ini.... sikap apatis 9. a.. sikap adaptif d. Ketiga-tiganya benar. lembar pengamatan c... rating scale d. Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 3....... buku harian b. B... sikap apriori c. terhadap materi pelajaran... Peserta didik perlu memiliki . Peserta didik perlu memiliki . catatan harian b. sikap apriori c.Evaluasi Pembelajaran 8-21 5..... a. daftar cek c.. terhadap guru. Menurut saya ………. c... a. Jelaskan secara singkat ciri-ciri penilaian sikap ! 2. maka sebaiknya menggunakan a.. Penilaian Tertulis.... skala rentang d. sikap pesimistis 7. yakni dengan menggunakan bantuan alat penilai : a. Penilaian Pembelajaran c. yang menjadi pilar utamanya adalah . Mengapa lembar pengamatan dapat dipergunakan untuk penilaian sikap secara menyeluruh ? Jelaskan secara singkat ! .. sikap positif b... b.. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku yang diinginkan. a. Penilaian atas perilaku seorang peserta didik dapat dilakukan guru dengan cara melakukan observasi perilaku.. tes tertulis 6.. Sikap sebagai ekspresi dari nilai-nilai atu pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang... d.. dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang berbasis kompetensi. 10. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. check list 8.. Penilaian Kelas d... dimana kesemua catatan dapat terangkaum. Penilaian Portofolio b...

BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 ( PENILAIAN TERTULIS )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian tertulis Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

1.mengidentifikasi soal Mempraktikkan teknik penilaian tertulis sesuai / permasalahan yang ada pada bidang bidang tugasnya tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian tertulis, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya.

B. Uraian Materi 1. Pengertian Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. 2. Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: 1). pilihan ganda 2). dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) 3). menjodohkan 4). sebab-akibat

Evaluasi Pembelajaran 8-23

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: 1). isian atau melengkapi 2). jawaban singkat atau pendek 3). soal uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benarsalah, isian singkat, menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan berpikir tinggi dengan cakupan materi yang luas. Peserta didik tidak mengembangkan sendiri

jawabannya, sehingga cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan

kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu tes bentuk pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis kelemahan peserta didik atau memodifikasi kegiatan pembelajaran. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas yang otentik dan berkesinambungan. Namun tes bentuk tersebut banyak digunakan untuk penilaian keterampilan berbahasa yang dilakukan secara formal. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan

8-24 Evaluasi Pembelajaran

terbatas dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam mengoreksi jawaban. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu

dipertimbangkan hal-hal berikut. a). Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji; b). materi, misalnya kesesuian soal dengan Standar Kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian pada kurikulum. c). konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. d). bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda. Contoh Penilaian Tertulis a). Memilih jawaban (pilihan ganda)

C. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja), yang sekiranya dapat dilakukan penilaian

Evaluasi Pembelajaran 8-25

dengan teknik penilaian tertulis ini.

Catat dan identifikasilah

permasalahan tersebut, dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.

D. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian tertulis, maka persiapkan : 1. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang-borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian tertulis nantinya. 2. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian tertulis yang dipilih. 3. Langkah Kegiatan a. Cermati permasalahan / soal yang dicatat. b. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. c. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan, dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. d. Hitunglah biji (score) perolehannya, sesuai dengan ketentuan yang ada pada penilaian tertulis. e. Bagaimana kesimpulannya, dan apa maknanya ?

E. Rangkuman Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan, seperti juga dalam bentuk : memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: (1) pilihan ganda, (2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak), (3) menjodohkan, dan (4) sebab-akibat.

8-26 Evaluasi Pembelajaran

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: (1) isian atau melengkapi, (2)jawaban singkat atau pendek, dan (3) soal uraian. A. Tes Formatif A. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia), atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. 1. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut, kecuali: a. Penilaian unjuk kerja b. Penilaian sikap c. Penilaian observasi langsung d. Penggunaan tertulis 2. Dalam Soal tes tertulis peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti berikut, kecuali: a. Memberi tanda b. Mewarnai c. Membaca d. Menggambar 3. Tes tertulis dalam bentuk mensuplai jawaban dapat dibedakan, kecuali menjadi: a. multiple choice b. isian c. jawaban singkat d. uraian. 4. Tes ini dapat digunakan untuk menilai kemampuanberfikir tinggi ! a. tes sebab-akibat b. tes benar – salah c. tes menjodohkan d. tes pilihan ganda. 5. Tes tertulis bentuk ini merupakan alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan agasannya atau hal-hal yang telah dipelajarinya. a. jawaban singkat b. uraian c. isian d. pilihan ganda. 6. Dalam menyusun alat penilaian tertulis perlu dipertimbangkan halhal berikut, kecuali ......... a. jumlah item b. karakteristik mata pelajaran c. materi d. konstruksi

Evaluasi Pembelajaran 8-27

7. Tes pilihan ganda memiliki beberapa kekurangan diantaranya tersebut berikut ini, kecuali ......... a. peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya b. menimbulkan kecenderungan anak didik tidak belajar c. kurang dapat untuk memodifikasi kegiatan pembelajaran d. banyak digunakan untuk penilaian ketrampilan berbahasa secara formal. 8. Kelemahan tes tertulis bentuk uraian antara lain ..... a. peserta didik dapat mengekspresikan gagasan atau pendapatnya b. dapat menilai berbagai jenis kompetensi c. cakupan materi yang ditanyakan terbatas d. peserta didik dituntut untuk mengemukakan pendapatnya dengan kata-katanya sendiri. 9. Keberhasilan pembelajaran bergantung pada beberapa hal, kecuali a. efektifitas penilaian kelas b. cost benefit yang besar c. perancangan penilaian secara sistemasis d. perlakuan penilaian yang secara terus-menerus dan berkesinambungan. 10. Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat, kecuali a. bagi orang tua, dapat meningkatkan gairah kerjanya agar dapat membiayai sekolah anak-anaknya b. bagi guru, dapat meningkatkan efektifitas mengajarnya c. bagi peserta didik, akan meningkatkan kualitas kegiatan/hasil belajarnya d. mampu memotivasi anak didik meningkatkan terus upaya belajarnya. B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Dalam praktik pembelajaran, paling banyak dipergunakan teknik penilaian tertulis. Setujukah anda atas pernyataan tersebut ? Mengapa demikian ? 2. Adakah teknik penilaian yang dapatdipergunakan untuk menilai berbagai kompetensi ? Berikan alasannya ! 3. Berikan alasan! Mengapa Teknik Penilaian Tertulis, khususnya alat penilaian tes pilihan ganda kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian pembelajaran yang otentik dan berkesinambungan ?

8-28 Evaluasi Pembelajaran

BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 ( PENILAIAN PROYEK dan PENILAIAN PRODUK )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian proyek maupun penilaian produk Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian proek dan penilaian produk yang sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian proyek, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. 3.melakukan penilaian dengan alat penilaian produk dengan ketetuan yang ada.

B. Uraian Materi 1. PENILAIAN PROYEK a. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian produk. Penilaian proyek dapat digunakan, diantaranya untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan dalam bidang tertentu, kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam penyelidikan tertentu, dan kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu secara jelas. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: • Kemampuan pengelolaan

Evaluasi Pembelajaran 8-29

Kemampuan peserta didik dalam memilih topik dan mencari informasi serta dalam mengelola waktu pengumpulan data dan penulisan laporan. • Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran/program keahlian, dalam hal ini mempertimbangkan tahap pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dalam pembelajaran. • Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru, du/di, penilai pada proyek peserta didik, dalam hal ini petunjuk atau dukungan. b. Teknik Penilaian Proyek Penilaian cara ini dapat dilakukan mulai perencanaan, proses selama pengerjaan tugas, dan terhadap hasil akhir proyek. Dengan demikian guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, kemudian menyiapkan laporan tertulis, penyajian hasil/produk. Laporan tugas atau hasil penelitiannya juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian ini dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek (checklist), penilaian(rating scale), kesesuaian produk dengan spesifikasinya. Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek: a) penelitian sederhana tentang air di rumah; b) Penelitian sederhana tentang perkembangan harga sembako;

8-30 Evaluasi Pembelajaran

2. PENILAIAN PRODUK a. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu:

Evaluasi Pembelajaran 8-31

• Tahap persiapan, meliputi: menilai kemampuan peserta didik merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. • Tahap pembuatan (produk), meliputi: menilai kemampuan peserta didik menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.

• Tahap penilaian (appraisal), meliputi: menilai kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaannya, memenuhi kriteria keindahan/presisi dsb. b. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. a. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap: persiapan, pembuatan produk, penilaian produk). b. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk (appraisal).

Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). D. b. Hitunglah biji (score) perolehannya. 3. Langkah Kegiatan a. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian proyek / produk. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. sesuai dengan ketentuan yang ada. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian proyek dan/atau penilaian produk ini.borang maupun media yang akan dipakai dalam penilaian itu. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. Bagaimana kesimpulannya. Rangkuman Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Dalam . dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. dan apa maknanya ? E. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian proyek atau produk yang dipilih. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. e. c. d. Cermati permasalahan / soal yang ditulis.8-32 Evaluasi Pembelajaran C. 2. maka persiapkan : 1.

Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. Dalam teknik penilaian produk. Tahap pembuatan (produk). dan teknik c. Relevansi. Tahap penilaian (appraisal). dan teknik d. Menilai kemampuan menggunakan bahan. Dalam tahap pembuatan. dan (3). Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan dan alat c. b. F. Kemampuan pengelolaan. Dalam penilaian proyek yg perlu dipertimbangkan adalah hal berikut. kecuali: a. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu: (1). Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. penilaian meliputi antara lain: a. dan (3). c semua benar 3. alat. Perencanaan b. penilaian meliputi sebagai berikut. kecuali: a. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. 1. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). (2). Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan. Penilaian sikap d. kecuali: a. a.Evaluasi Pembelajaran 8-33 penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: (1). Keaslian 4. (2). pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. Menilai kemampuan siswa menerapkan teknik pembuatan . Keaslian. Penggunaan portofolio 2. alat. Relevansi d. Dalam teknik penilaian produk. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Dalam tahap pembuatan. Kemampuan pengelolaan c. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. Menilai kemampuan siswa menggunakan bahan dan alat d. Penilaian unjuk kerja b. Tes Formatif A. Tahap persiapan. Penilaian observasi langsung c. pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini.

. 9. menilai kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu.. daftar cek b.. Penilaian produk yang mendasarkan pada aspek-aspek produk paling tepat dinilai dengan . Ketiganya harus dilakukan. 6. menilai proses pembuatan suatu produk. 10. Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. a.dan terhadap hasil akhir proyek... Penyajian produk d. pengumpulan data dan penyajian data c. Penilaian produk dapat diaplikasikan untuk penilaian hal-hal berikut ini. 8. menilai kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuannya c... a. Perencanaan dan Pengumpulan data b. menilai harga penjualan suatu produk d. Penilaian proyek dapat dipergunakan untuk beberapa hal.. laporan / penyajian hasil akhir d. 7. mengetahui pemahaman dan pengetahuan peserta didik di bidang tertentu b. kecuali : a. Pengorganisasian dan pengolahan c. a. cara appraisal b. catatan harian c. Penilaian proyek dapat dilakukan mulai perencanaan. memahami pengetahuan anak didik pada subyek tertentu d. kecuali . proses selama pengerjaan tugas. cara holistik d. menilai pembuatan suatu produk b. kesesuai produk dengan spesifikasinya.. Tugas tersebut berupa suatu investigasi yang diawali oleh kegiatan: a. menilai kualitas hasil suatu produk c. kecuali .8-34 Evaluasi Pembelajaran 5. cara analitik c.. Karenanya guru perlu menetapkan tahapan yang perlu dinilai. ketiga-nya perlu dilalui. seperti . penyusunan desain b. rating scale d. a.. cara berkesinambungan.. Pelaksanaan penilaian proyek dapat menggunakan beberapa instrumen penilaian.

Apa yang anda ketahui tentang penilaian proyek. 2. Jika Anda akan menilai kemampuan siswa dalam membuat suatu produk dan mutu produk. teknik penilaian apa yang anda pilih dan bagaimana cara membuat alat penilaiannya serta berikan contohnya sesuai mata pelajaran yang Anda mampu. Berikan penjelasan anda tentang penilaian produk yang dapat dilakukan didalam pembelajaran ! . Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1.Evaluasi Pembelajaran 8-35 B. berikan penjelasan secara singkat ! 3.

Pengertian Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Dengan demikian. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didiknya. B. Uraian Materi 1. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran.melakukan penilaian dengan alat penilaian portofolio.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya.BAB VI KEGIATAN BELAJAR 5 ( PENILAIAN PORTOFOLIO ) A. 2. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. yang akan dapat dilakukan penilaian. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. lembar jawaban tes yang menunjukkan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab (bukan nilai). portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan . Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian portofolio Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian potofolio sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut.

. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri Guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri. resensi buku/ literatur. f. komposisi musik. Saling percaya antara guru dan peserta didik Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya. Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. antara lain : a. b. c.Evaluasi Pembelajaran 8-37 belajar peserta didik melalui karyanya. saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. puisi. sinopsis. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan. gambar. antara lain: karangan. e. Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. foto. surat. dsb. d. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. laporan penelitian. lukisan.

8-38 Evaluasi Pembelajaran g. h. keterampilan. Teknik Penilaian Portofolio Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkahlangkah sebagai berikut: a. laporan. peserta didik mengumpulkan gambar-gambar buatannya. b. patung dan lain-lain). produk kerja (baju. dan dapat dinilai dengan uang (mempunyai nilai jual bagi mata diklat produktif). Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio. . Sedangkan untuk kemampuan menggambar. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan. Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. masakan. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik. tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. rekaman video dan bukti-bukti lainnya sesuai dengan proyek yang akan dilakukan. dan minatnya. 2. Untuk mata diklat produktif dapat berupa kertas kerja. tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian. untuk kemampuan menulis peserta didik mengumpulkan karangan-karangannya. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda. Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Misalnya. tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik.

Namun. pameran dsb) dengan mengundang orang tua maupun masyarakat sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya. e. Guru dapat membimbing peserta didik tentang bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan atau kekurangan. jadwalkan untuk menyajikan hasil karya siswa tersebut dalam (pertunjukan. . kepada peserta didik dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. kelengkapan gagasan. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio. Setelah suatu karya dinilai dan ternyata nilainya belum memuaStandar Kompetensian. misalnya: penggunaan tata bahasa. misalnya setelah 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru. pemilihan kosa-kata.Evaluasi Pembelajaran 8-39 c. g. h. d. Sebaiknya tentukan aspek-aspek yang akan dinilai dari sampel portofolio beserta pembobotannya bersama para peserta didik sebelum mereka membuat karyanya . Mintalah peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Dengan demikian. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. Bila perlu dalam menilai hasil karya siswa. peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut f. antara peserta didik dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masingmasing di sekolah. dan sistematika penulisan. Contoh. untuk kemampuan menulis karangan aspek yang akan dinilai.

dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.8-40 Evaluasi Pembelajaran Catatan: Setiap karya siswa sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya.10 atau 0 100. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian portofolio ini. semakin tinggi Skor yang diberikan. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. Semakin baik hasil yang terlihat dari tulisan peserta didik. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Skor untuk setiap kriteria menggunakan Standar Kompetensiala penilaian 0 . Kolom keterangan diisi dengan catatan guru tentang kelemahan dan kekuatan tulisan yang dinilai. . C.

Bagaimana kesimpulannya. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Rangkuman Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. Hitunglah biji (score) perolehannya. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian portofolio. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri. c. d. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. (b). b. Langkah Kegiatan a. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. dan apa maknanya ? E.Evaluasi Pembelajaran 8-41 D. e. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran.borang yang akan dipakai dalam penilaian portofolio nantinya. sesuai dengan ketentuan yang ada. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian portofolio yang dipilih. Saling percaya antara guru dan peserta . Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. 3. maka persiapkanlah : 1. antara lain : (a). 2.

Penilaian observasi langsung b. karya sekelompok siswa pada satu periode untuk beberapa matapelajaran d. (f). Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai : a. Bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran d.. kecuali: a. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Kepuasan. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri b.Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Penilaian dan pembelajaran. lembar jawaban tes yang menunjukkan soal mana yang mampu dan tidak mampu dijawab c. hasil pekerjan peserta didik yang dianggap karya terbaiknya b. 3. Kesesuaian. karya siswa secara individu pada satu periode untuk satu mata pelajaran c. Penilaian proses dan hasil. 4. F.. Tes Formatif A. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik. kecuali: a.. Penilaian proses dan hasil. a. . baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. (c). Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. karya siswa secara individu pada satu periode untuk sekelompok mata pelajaran. (g). karya sekelompok siswa pada satu periode untuk satu mata pelajaran b. serta (h)...8-42 Evaluasi Pembelajaran didik. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. Penilaian sikap d. (e). nilai pekerjaan dari lembar jawaban tes yang dikerjakan peserta didik. Penggunaan portofolio 2. Penilaian unjuk kerja c. Pengecualian dari bentuk informasi yang dinilai tersebut adalah . Guru mempunyai rasa memiliki berkas portofolio d. 1. (d). Saling percaya antara guru dan peserta didik c.

teknik penilaian proyek... a. proyek b.. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik. diri d. peserta didik c. penilaian diri.... teknik penilaian produk d.... penilaian unjuk kerja b..... ..... Teknik penilaian potofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah: a.. Mengumpulkan dan menyimpan karya setiap peserta didik dalam satu map atau folder di loker masing-masing di sekolah d. b. a.... untuk melihat kelebihan dan kekurangannya . merupakan salah satu hal yang dijadikan pedoman dalam . paling tepat diterapkan pada teknik penilaian . teknik penilaian portofolio b. guru .. dan c perlu diikuti.. penilaian sikap c.... orangtua peserta didik . Dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik. produk c... sehingga sesuaidengan yang diharapkan pada standar kompetensi. peserta didik . Menentukan bersama peserta didik.. sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat c.. a.Evaluasi Pembelajaran 8-43 5. Langkah a... penilaian proyek c. penilaian portofolio d. Manfaat utama penilaian portofolio adalah sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi . penilaian diri b... dengan cara menjanjikan hasil karya siswa tersebut dijadwalkan diikutkan dalam pameran. 7.. penilaian proyek.. portofolio.. penilaian portofolio d. 9. perlu dilakukan kotrak “perjanjian” antara guru dengan siswa mengenai jangka waktu perbaikan. 6. Untuk memperpaiki nilai peserta didik. adalah salah satu langkah dari . Langkah yang dapat diambil guna memotivasi anak didik. teknik penilaian diri c. Langkah perbaikan sedemikian biasanya dilakukan dalam pelaksanaan .. orangtua peserta didik d.. guru . 8. orang tua peserta didik b. a.. Menjelaskan kepada peserta didik akan kegunaan penilalain portofolio b.. 10.. guru dan siswa.... a.

Guna meningkatkan kualitas profesionalisme guru dan dosen. Adakah manfaat penilaian portofolio bagi anda ? Apa alasannya ? . dan tunjukkanlah alasan anda ! 2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Kemana arah dan tujuan penilaian portofolio ? Berilah penjelasan singkat ! 3. Mengapa demikian. di Indonesia digalakkan langkah “sertifikasi” guru dan dosen dengan melaksanakan penilaian portofolio.8-44 Evaluasi Pembelajaran B.

Ada beberapa jenis penilaian diri.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. 2. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. hasil penilaian diri dapat digunakan guru sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai. yaitu penilaian secara langsung. . Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke siswa yang didasarkan pada konsep belajar mandiri (auonomous lening). yang akan dapat dilakukan penilaian. pada saat atau setelah selesai melakukan tugas. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. diantaranya: a. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian diri Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian diri sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. B. Pengertian Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. Meskipun demikian. Uraian Materi 1.melakukan penilaian dengan alat penilaian diri. Penilaian Langsung dan Spesifik.BAB VII KEGIATAN BELAJAR 6 ( PENILAIAN DIRI ) A.

dapat berupa pedoman penskoran. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. f). dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur. d). yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang. a). daftar tanda cek. Untuk itu penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut. peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. membiasakan. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. Karena itu. . atau skala penilaian. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: 1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik. Guru mengkaji hasil penilaian. c). Merumuskan format penilaian. yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. 2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian. e). Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri. 3) dapat mendorong.8-46 Evaluasi Pembelajaran b. Penilaian Sosio-Afektif. 2. b). penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Teknik Penilaian Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. c. karena ketika mereka melakukan penilaian. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. Misalnya.

dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut.borang yang akan dipakai dan dibutuhkan dalam penilaian diri. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian diri ini. guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian Contoh Penilaian Diri C. D. maka persiapkan : 1. Lakukan tindakan lanjutan. antara lain guru memberikan balikan tertulis. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian diri. .Evaluasi Pembelajaran 8-47 g).

d. Langkah Kegiatan a. c. Ada beberapa jenis penilaian diri. . Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian dir yang dipilih. Hitunglah biji (score) perolehannya. diantaranya: (a). proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. 3. Rangkuman Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. b. e. dan (c). Penilaian Sosio-Afektif. dan apa maknanya ? E. penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Penilaian Langsung dan Spesifik. Karena itu.8-48 Evaluasi Pembelajaran 2. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. sesuai dengan ketentuan yang ada. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik. Bagaimana kesimpulannya. (b).

. pedoman penskoran c. skala penilaian.. Menentukan kompetensi yang akan dinilai d.. dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah dipersiapkan.. daftar cek d. a. 7... Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain. Tujuan utama penilaian diri dalam pembelajaran adalah . meningkatkan kemampuan peserta didik b. lembar pengamatan b..Evaluasi Pembelajaran 8-49 F. Penilaian diri adalah teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan .b. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya d... status b. a.c) berkait. 6. Format penilaian diri yang tidak dapat dipakai adalah . memperbaiki proses dan hasil belajar . melatih peserta didik untuk berbuat jujur. proses c. a. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). dapat membiasakan peserta didik merasa mampu b. kecuali : a. kecuali: a. kecuali : a. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini..... Penilaian unjuk kerja b.. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. . tingkat pencapaian kompetensi d. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. memperbaiki proses pembelajaran c. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.. Penilaian Langsung dan Spesifik b.. Tes Formatif A. dapat mendorong. kecuali: a. ketiganya (a. Penilaian observasi langsung d. meningkatkan hasil belajar peserta didik d. 1. perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. 4. Untuk melakukan penilaian diri oleh peserta didik di kelas. Penilaian diri c. 5. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. Penilaian sikap 3. Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri b. Penilaian Sosio-Kognitif d. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik c. Penilaian Sosio-Afektif 2. Guru mendorong peserta didik untuk melakukan penilaian diri tidak secara cermat dan obyektif c.. dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik c. Berikut beberapa jenis penilaian diri.

8-50 Evaluasi Pembelajaran 8. Untuk aspek apa sajakah penilaian diri diterapkan sebagai instrumen penilaian ? 3. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru b. pengetahuan dan sikap seseorang d. Teknik penilaian tunggal tidak cukup memberikan informasi tetang . kecuali : a. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru c. ketrampilan seseorang c.c secara bersama. Menyimpan hasil penilaian di almari arsip khusus d. ”Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap”. a.b. Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 2. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portofolio. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Memahami tujuan pembelajaran / kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik b. kemampuan seseorang b. Proses pengendalian mutu (Quality Control) yang dilakukan dalam verifikasi eksternal memiliki ketentuan antara lain.. kecuali: a. Setujukah anda akan pernyataan tersebut? Mengapa? Berikan penjelasannya secara singkat ! . a. B. Menyusun umpan balik c.. 9. Beberapa ketentuan yang diberlakukan dalam proses penjaminan mutu (Quality Assurance) oleh tim verifikasi internal antara lain. Memverivikasi hasil penilaian guru d.. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portofolio. 10.

2) Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. 5) Menyusun umpan balik.BAB VIII PENUTUP Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Untuk menjamin obyektivitas hasil penilaian. Verifikasi internal Verifikasi internal sebagai proses penjaminan mutu (Quality Assurance) dilakukan oleh unsur sekolah. Verifikasi eksternal Verifikasi eksternal sebagai proses pengendalian mutu (Quality Control) dilakukan oleh penilai (assessor) yang diakui lembaga sertifikasi profesi. dan 7) Mengajukan hasil verifikasi kepada external verifier. dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Memahami tujuan pembelajaran/kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik. b. dilakukan proses verifikasi oleh pemeriksa (verifier) baik pemeriksa internal maupun eksternal. pengetahuan dan sikap seseorang. dengan ketentuan sebagai berikut: . Lagi pula. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran / informasi tentang kemampuan. 4) Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portfolio. 6) Mengkonfirmasikan hasil verifikasi penilaian kepada guru. keterampilan. 3) Memverifikasi hasil penilaian. ketua program keahlian dan wakil kepala sekolah. dunia usaha / dunia industri atau asosiasi profesi. interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena akan terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya. bisa terdiri atas guru kejuruan. a.

b 10. d 5. d 10. c 2. c 3. c 2. c 5. c 7. d 5. d 4. b 8. a 5. d 3. d 7. c 10. a 6. b 3. d 4. b Bab V 1. c 8. a 4. a 9. 3). c 3. d 9. a 7. d 2. d 7. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. b 2. a 8. a 5. c Bab VI 1. 2). a 4. b Bab III 1. d 8. b 7. c 9. b 3. c 7. d 9. c 3. d 10. b 6. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portfolio. c 10. a 9. d 4. a Bab VII 1.8-52 Evaluasi Pembelajaran 1). b 6. Memahami tujuan pembelajaran/kriteria kinerja yang harus dikuasai peserta didik. b . d 10. a 6. a 2. Memverifikasi hasil penilaian guru. d 8. d 6. b 8. c 6. c Bab IV 1. b 5. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Bab II 1. c 4. b 2. c 9. dan 4).

tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Penilaian Hasil Kerja (Produk) : Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Penilaian Portofolio : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis Penilaian Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. dan hasil yang baik. dan menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusan-keputusan. .GLOSARIUM Belajar Tuntas (mastery learning) : peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. menganalisis. tingkah laku. interaksi) Penilaian Sikap : Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Penilaian Tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar Penilaian adalah suatu proses sistematis yang mengandung pengumpulan informasi. sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. Penilaian Pembelajaran adalah suatu perbuatan (mengira-ngira) nilainya hasil pembelajaran yang dilakukan dalam suatu lingkungan belajar. Penilaian Kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu Penilaian Diri : Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. proses.

. sehingga memberikan arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya. Teknik penilaian adalah cara / prosedur penilaian yang telah ditentukan dan sesuai dengan kaidah yang berlaku.8-54 Evaluasi Pembelajaran Rapor adalah laporan kemajuan belajar yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi.

Penilaian Unjuk kerja (Paket Pembinaan Penataran). Boston: Allyn & Bacon. 2004. 1991. P3G Matematika. Handbook of Training Evaluation and Measurement Methods. Popham.E.puskur. . What Teachers Need to Know. London: Prentice Hall. Texas: Gulf Publishing Company. 2007. Gronlund. Constructing Achievement Tests. Yogyakarta: Depdiknas. http://www.J. charles D dan Richard L Antes. E. Puji Iryanti. 2008. Kurikulum Berbasis Kompetensi (untuk Sekolah Menengah Kejuruan). Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia. Norman. Phillips. “Penilaian Hasil Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)”. W. Jack J. Houston. 1990. (1995) Classroom Assessment. Inc.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Hopkins. Makalah disampaikan pada seminar nasional ”Penilaian Pembelajaran dalam Kontek KTSP” pada pengukuhan pengurus HEPI UKC Metro di Lampung tanggal 12 Juni 2008.net 29 Juni 2008. Budi Susetyo. Anonim. Peacock Publishers. Model Penilaian Kelas. Illinois: F. Classroom Measurement and Evaluation. Balitbang Dediknas. 2004. Jakarta: Depdiknas. 2nd Edition. (1982). Jakarta: Pusat Kurikulum. Badan Standar Nasional Pendidikan. Dirjen Dikdasmen. 3rd Edition.

BUKU AJAR MEDIA PEMBELAJARAN .

BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 0 .

NIP. FR. MPd. 130515780 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 1 .BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran Penulis: Drs. Sri Sartono.

12 Juli 2008 FR. Semoga buku ini bermanfaat sebagai sumbangan bagi para guru. dan terimakasih kepada teman-teman dosen Teknik Elektro FT UNNES. maka pasti masih banyak kekurangan di sana-sini. LCD. multimedia serta pengalaman kerja di TKPK / Media Pembelajaran. Sri Sartono 2 .KATA PENGANTAR Kemajuan dalam bidang komunikasi dan informasi dewasa ini menuntut adanya sumber daya manusia yang adaptip sehingga tidak ketinggalan dari perkembangan dunia yang semakin menglobal. Pemerintah dalam rangka sertifikasi guru mengadakan program PLPG untuk melatih guru sehingga menjadi guru yang professional dalam mengajar. Akhirnya ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. Semarang. Oleh karena itu masukan untuk kesempurnaan buku ini sangat diharapkan. media pembelajaran. maka buku ajar dengan judul “Pemanfaatan Media Pembelajaran” disiapkan agar dapat dimanfaatkan para guru dalam rangka meningkatkan profesionalitasnya dalam mengelola dan mengadakan inovasi proses pembelajaran. mengelola UPT Sumber Belajar dan Media UNNES Semarang. Dalam rangka mendukung program tersebut. internet untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Buku ini ditulis dari berbagai sumber maupun dari pengalaman kami mengajar bidang komunikasi. Karena keterbatasan waktu. Perkembangan tersebut juga mengakibatkan berkembangnya teknologi komunikasi pendidikan yaitu penggunaan produk teknologi seperti computer.

Pemilihan Media Pembelajaran 22 8. Uraian Materi 1. Kompetensi dan Indikator 8 B. B. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran 19 7. Contoh media grafis 29 C. PENDAHULUAN Deskripsi Prasyarat Petunjuk Belajar Kompetensi dan Indikator halaman 0 1 2 3 4 5 6 6 7 BAB II. Latihan D. Dasar-dasar disain media presentasi 3. KEGIATAN BELAJAR 1 A. Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran 9 2. Tes Formatif 35 BAB II. D. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran 12 3. Konsep Media dan Sumber Belajar 14 4. Produksi media OHT dan Slide Presentasi C. Manfaat dan Nilai Praktis Media Sebagai Sumber Belajar 18 6.DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL HALAMAN FRANCIS KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETA KOMPETENSI BAB I. Tes Formatif PENUTUP : KUNCI JAWABAN TES FORMATIF DAFTAR PUSTAKA 38 38 50 63 75 75 78 78 78 3 . A. Pertimbangan dalam memilih media 25 9. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional 16 5. KEGIATAN BELAJAR 2 A. Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran 2. Latihan 35 D. Uraian Materi 1. C. Kompetensi dan Indikator B.

Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar 4 . LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran. Dapat menjelaskan alasan-alasan pemilihan media Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran BUKU AJAR PEMAN FAATAN MEDIA PEMBE LAJARAN Dapat menilih media untuk pembelajaran Memanfaatkan Media Dlm Pembelajaran scr profesional Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP.PETA KOMPETENSI Dapat menyebutkan alasan-alasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media. Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media.

oleh karena itu sudah sejak lama produk teknologi komunikasi dan informasi dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. poster. Deskripsi Sekarang ini telah masuk di dalam era komunikasi dan informasi. Penggunaan produk teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pembelajaran telah banyak dipelajari dan diteliti dalam kawasan teknologi pendidikan/pembelajaran yang selanjutnya berkembang menjadi teknologi komunikasi pendidikan dan kebudayaan (TKPK) yang akhirnya berkembang menjadi media pembelajaran/pendidikan. film strip. Media Fotografi ( foto diam/still. slide. maka dialah pemenangnya. grafik.BAB I PENDAHULUAN A. harus bisa mengadaptasi terhadap Iptek yang berkembang disekitar kehidupannya agar tidak disebut orang yang ketinggalan jaman. Oleh karena itu manusia termasuk guru. majalah dll ). Oleh karena itu buku ajar ini menyajikan materi-materi 5 . di antaranya adalah penggunaan media cetak (handout. film bergerak/life).TV. Media elektronik (Radio Tape Recorder. Video. Produk teknologi pembelajaran yang sampai saat ini digunakan dalam proses komunikasi dalam pembelajaran. chart. modul. yang di dalamnya sarat dengan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi yang makin lama makin canggih. Media grafis (gambar. Pepatah mengatakan bahwa siapa yang menguasai pengetahuan dan teknologi komunikasi serta memanfaat-kannya dalam kehidupannya. dll). koran. buku ajar. buku teks. Hal ini merupakan usaha untuk mencapai kompetensi secara efektif dan efisien. Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah merupakan proses komunikasi. komputer dan jaringan internet). Guru dan calon guru dituntut memiliki kompetensi profesional dalam memilih dan memanfaatkan berbagai media dalam pembelajaran baik yang telah tersedia maupun media yang harus direncanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan (media by utilities dan media by design). VCD. CCTV .

Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. maka diharapkan peserta didik telah memiliki keterampilan dalam mengoperasikan komputer. Petunjuk Belajar Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. C. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. 6. Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguh-sungguh. 4. pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai 6 . 3. disain dan produksi media OHT dan slide presentasi untuk keperluan presentasi dalam proses pembelajaran. Bila prosentase mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya. 5. 1. baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. Baca dengan saksama dan fahami isi Bab II (kegiatan belajar 1). maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Prasyarat Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mempelajari buku ajar ini. dengan menghitung Hitung kemampuan daya serap anda jawaban yang benar. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1. Baca dengan saksama dan fahami isi Bab I untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. tetapi bila anda baru mencapai < 85%.yang dirancang untuk mencapai kompetensi profesional yang diharapkan yaitu : Arti dan fungsi media dalam pembelajaran. Jenis-jenis dan pemilihan media pembelajaran. Kerjakan tes formatif yang ada pada setiap kegiatan dan cocokkan dengan kunci jawaban. B. 2.

Jangan melanjutkan belajar kegiatan berikutnya bila anda belum tuntas pada kegiatan ini. Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk waktu 2 x 50 menit pembelajaran 7 . Kerjakan kembali tes formatif. Apakah telah mencapai > 85% ? bila telah tuntas anda dapat melanjutkan pada kegiatan berikutnya. lakukan langkah-langkah yang sama untuk mempelajari kegiatan belajar berikutnya. lihat kunci jawaban dan hitung prosentase ketuntasan belajar anda. D. Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media.selesai. 7. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media.

KEGIATAN BELAJAR 1 A.2 Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran. 2 x 50 menit waktu 8 . 1 x 50 menit BAB II. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasan-alasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media.

Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media. Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know. Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan. Uraian Materi 1. learning to do. learning to life together dan learning to be. Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi bukan sekedar pengetahuan (demonstrating the knowledge) tetapi lebih merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do). belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari. Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk pembelajaran B. Oleh karena itu dalam merencanakan 9 . Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. belajar untuk dapat melakukan . adanya perobahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). adanya perobahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui. Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK.

Karena peserta didik tertarik perhatiannya. Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi yang baik merupakan salah satu cara untuk itu.pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat bagi pengembangan keterampilan hidupnya. kapan . maka mereka akan merasa asyik sehingga tidak terasa waktu yang tersedia telah habis. mengapa. Memberikan materi yang bermanfaat dan luas akan menambah wawasan dan menguatkan. Menggunakan kegiatan teknik bertanya yang bervariasi dengan menggunakan pola 4 W dan 1 H (apa. STANDAR KOMPETENSI •Komp dasar •Pengalaman belj • • • • Menyenangkan Mengasyikkan Mencerdaskan Menguatkan •Berkompetensi •Cerdas •Tangguh •Berketerampilanhidup 10 . sehingga akan mencerdaskan. Dalam melaksanakan pembelajaran didisain kegiatan yang menyenangkan. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. mencerdaskan dan menguatkan. Ilustrasi berikut ini akan memperjelas pemahaman.dan menarik. siapa. mengasyikkan. dan bagaimana) dan merata kepada seluruh peserta didik akan melatih daya piker.

Di sinilah peran media diperlukan sebagai sumber belajar alternatip. di samping sebagai pembawa pesan/informasi. Media sangat penting dalam menciptakan KBM yang kreatip dan bervariasi. sehingga keberadaannya sangat mutlak diperlukan. Dapat dimungkinkan terjadi keberragaman pengalaman belajar yang diperolehnya. Sebagai sumber belajar tidak harus bergantung dari guru. metode) Guru bukan satu-satunya sumber belajar Penilaian menekankan proses dan hasil demikian pembelajaran harus dirancang lebih kearah Dengan pembelajaran individu/kelompok-kelompok kecil agar pengembangan individu lebih nampak nyata.Dalam pelaksanaan pembelajaran digunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut • Menekankan ketercapaian kompetensi siswa secara individu dan kelas • • • • Menekankan Learning Outcomes dan keberagaman Variasi Pembelajaran (strategi. Bahkan variasi kegiatan peserta didikpun dimungkinkan berbeda atau bervariasi. • • • • • • • • • • Berpusat pd siswa Learning by doing Mengembangkan. dan solidaritas 11 . KBM yang berbasis kompetensi akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. kerjasama. Kemampuan Sosial Mengembangkan Inkuiri siswa Mengembangkan Keterampilan Pemecahan masalah Mengembangkan. Kreativitas siswa Kemampuan menggunakan IPTEK Mengembangkan. karena guru bukan satu-satunya sumber belajar. Media juga merupakan subsistem dari proses pembelajaran. Kesadaran sebagai WNI YG BAIK Life long learning Memadukan kompetensi.

modeling.Dalam pelaksanaan KTSP juga diharapkan penggunaan pendekatan CTL (Contectual teaching and Learning) yang memungkinkan adanya variasi kegiatan seperti mengkonstruksi. refleksi dan penilaian otentik. kinerja/performance dan tes tertulis/ paper and pen ) • Untuk – Umpan balik siswa – Memantau kemajuan – Umpan balik Guru – Informasi ttg efektivitas pendidikan – Pencapaian kompetensi setiap siswa meski kecepatannya berbeda Dari uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media sangat penting peranan dan kedudukannya dalam proses pembelajaran. diskusi. Pelaksanaan penilaian juga digunakan pendekatan penilaian berbasis kelas yaitu : • Dilaksanakan terpadu dengan KBM (hsl kerja siswa/porto folio. inkuiri. Terjadi pula kekurang ragaman pengalaman yang diterima oleh siswa sehingga hanya tujuan pembelajaran pada ranah kognitif tingkat rendah sajalah yang 12 . bertanya. bahwa guru mengalami kekurangan waktu untuk menyampaikan isi kurikulum kepada para siswanya sehingga berakibat kurang optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran. Keluhan serupa misalnya menurunnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran manakala guru tersebut pindah kelas dalam waktu yang berturutan. 2. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran Keluhan seringkali kita dengar dari lapangan. bekerjasama. tugas/proyek. hsl karya/produk. sehingga terjadi kurang adanya kesamaan kualitas pengelolaan pembelajaran antara kelas paralel. Oleh karena itu didalam mengajar harus memanfaatkan media agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan secara efektif dan efisien.

4) Alat. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Palmer W. lingkungan untuk menyajikan pesan. Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari medium. yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pemanfaatan berbagai sumber belajar akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam keefektifan pencapaian tujuan pembelajaran. adalah prosedur atau acuan yang disiapkan untuk digunakan orang atau dalam menggunakan alat. 6) Lingkungan. Dikemukakan oleh Association for Educational Communications Technology (AECT). 2) Orang . 1996). Salah satu temuan yang disarankan oleh Sector Review Team (1988) adalah bahwa penggunaan media pembelajaaran akan mengurangi beban kerja para guru hingga sepertiganya (Sadiman. 3) Bahan. 1996). sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. Gagne(1970) mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya 13 . bahan. Sumber belajar tersebut bermacammacam yaitu: 1) Pesan. Setiap media pendidikan mempunyai kelebihan dan keterbatasan tersendiri. adalah situasi sekitar dimana pesan diterima ( Sadiman. 1994).dicapai. yang bertindak sebagai penyimpan dan pengolah pesan. adalah perangkat lunak yang mengandung pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji maupun tanpa alat penyaji. adalah semua ajaran atau informasi yang akan dipelajari. Telah kita ketahui bahwa tidak ada satu jenis media pembelajaran yang paling cocok untuk semua tujuan pembelajaran. Keluhan-keluhan tersebut terjadi antara lain karena guru menganggap dirinya adalah satu-satunya sumber belajar bagisiswanya. 5) Teknik. adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Dalam proses pembelajaran sumber-sumber belajar tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran.

perhatian dan minat serta perhatian penerima pesan sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. bahkan Menghadapi dalam kurikulum sekolah . tetapi kita dapati istilah alat peraga pada buku petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. ( Depdikbud Dirjendiknas/ 1994 ) Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 1995 juga telah menerbitkan buku untuk pedoman latihan kerja pelatihan tenaga 14 . perasaan. Dalam kurikulum sekolah tahun 1994 berserta petunjuk pelaksanannya tidak terdapat istilah media pembelajaran. 1996). ada persamaan-persamaan di antaranya yaitu bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan dan dapat merangsang pikiran. dilupakannya komponen sumber belajar dan media dalam sistem pengembangan instruksional. dan Wong mengemukakan media sebagai alat atau mekanisme untuk menyalurkan pesan. 3. posisi pelaksanaan kurikulum berbasis media pembelajaran akan sangat membantu dalam membentuk kopetensi siswa dalam tiap rumpun pelajaran. (Sadiman. Sementara itu Briggs (1970) mengatakan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya proses belajar terjadi.untuk belajar. Itupun tercantum pada format RP atau rencana pembelajaran. kurangnya pemahaman tentang media. Mungkin inilah sebabnya sehingga penggunaan media pembelajaran di sekolah tidak populer. Dengan demikian media pembelajaran tidak terintegrasi dalam kurikulum. komptetensi. Apapun batasan yang diberikan. Konsep Media dan Sumber Belajar Sampai sekarang masih terdapat persepsi yang berbeda-beda mengenai pengertian media pembelajaran. Beberapa faktor lain yang barangkali menjadi sebab antara lain : adanya perbedaan pesepsi tentang pemahaman sumber belajar dan media sumber belajar dan pembelajaran.

yang judul bukunya adalah Penggunaan Alat Peraga. untuk menganalisis masalah-masalah pembelajaran (AECT.pendidikan melalui projek peningkatan SMU. Dir. Dengan demikian Teknologi instruksional merupakan proses kompleks.( Depdikbub. orang. 022/C/ R/Kep/ 1979. penerapan teknologi informasi dan komunikasi. peralatan. dan organisasi. ) meskipun isinya mengenai media. Di antara sumber belajar yang merupakan media adalah pesan . sehingga pengertian media menurut AECT segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk adalah menyalurkan 15 . Dalam teknologi instruksional unsur intinya adalah belajar ( subjek yang belajar). Pembelajaran menurut konsep komunikasi asalah saling berinteraksi dengan sumber belajar. dan hasil-hasil penelitian pendidikan. Pengertian sumber belajar dalam teknologi pendidikan meliputi : pesan. orang. Padahal istilah media telah dipakai sejak 1979 dalam pedoman umum tentang media pendidikan dalam Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen No.1977: 155) Pengembangan instruksional yang dilakukan menggunakan pendekatan sistem. teknik. Untuk menyamakan persepsi tentang konsep media disarankan menggunakan konsep yang dikembangkan secara akademik yang ditempuh melalui penelitian maupun kajian konsepsional oleh Association of Educational and Communication Technology (AECT). prosedur.Pendidikan Menengah. Media Instruksional merupakan salah satu komponen atau sub set dari sumber belajar Sumber belajar merupakan domein atau kawasan fungsi Teknologi Instruksional. teoriteori belajar. dan titik perhatiannya adalah peserta didik (learner). alat. bahan. dan sumber belajar. dan setting atau lingkungan. bahan dan alat. 1995) Dalam sejarah pertumbuhan teknologi instruksional istilah alat peraga dikatakan sebagai istilah tertua untuk menunjuk alat bantu ajar ( bukan alat bantu pembelajaran). meliputi ide. terintegrasi.

yang cara menggunakannya menurut kebutuhan. 1981. OHT. dan sebagainya. situs di internet . majalah. sumber belajar dapat dibedakan menjadi (1) sumber belajar yang dirancang dibuat untuk membantu ( by designed ) yang sengaja meliputi : buku. dan papan tulis ( AECT. film.ber belajar.pesan atau informasi. dan (2) sumber belajar yang tersedia ( by utilization) yang tersedia di sekeliling kita misalnya. dia bukan satu-satunya sumber belajar. video. nara sumber. pembelajaran ensiklopedia. slide. media pendidikan dengan memiliki riwayat perkembangan teknologi sejajar perkembangan konsepsi 16 . buku. brosur. laboratorium . kaset audio. : 25 ) Media sebagai hasil ( dari revolusi komunikasi dapat dipakai untuk sarana pencapaian tujuan pendidikan. Sedangkan sumber belajar adalah segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar manusia. Bagaimanapun pentingnya guru. pasar. Sumber belajar bukan hanya berupa buku-buku. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional Konsep tersendiri. museum. lingkungan masyarakat. Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru tidak hanya yang sengaja disediakan oleh lembaga pendidikan. pertokoan. koran. perpustakaan. dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa Pustekomdikbud. atau semua sarana yang mampu menyajikan pesan. tetapi juga yang terdapat di sekeliling kita. perhatian. Dalam sistem pembelajaran sekarang ini sejalan dengan kemajuan bidang ilmu dan teknologi seorang guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sum. VCD. gambar atau foto. dan lain-lain memang dibuat khusus untuk pembelajaran. Sumber belajar diartikan sebagai segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi seseorang belajar Dalam perkembangannya. di samping guru. perasaan.1997 : 167) 4. Pengertian tentang konsep media menurut AECT adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran..

berpengaruh pula pada dunia pengajaran ( sehingga dalam kegiatan belajar mengajar digunakan Audio Visual Aid AVA) bukan Audio visual instruction Mulai saat itu alat bantu ajar beralih fungsi menjadi alat penyalur pesan. Bloom sehingga tujuan pembelajaran dirumuskan sebagai perubahan tingkah laku seperti diperkenalkan Skinner.pola pembelajaraan dalam sebagai komponen dalam pengembangan disain kaitannya dengan perkembangan alat peraga hingga media instruksional. tetapi tidak dengan instruksional atau pembelajaran. ( AECT. yang umumnya berupa alat bantu visual seperti gambar. Pada awalnya dikenal istilah alat bantu ajar ( teaching aid) atau alat peraga.instruksional. maka pola – pola instruksional mengalami perubahan seperti tampak dalam bagan berikut. Dengan masuknya teknologi komunikasi informasi. Kemudian pada tahun tujupuluhan digunakan pendekatan sistem yang kemudian menempatkan prioritas tujuan pembelajaran dari BS. Bagan ini memperlihatkan pola. 1977. instruksional . media dan sumber belajar. 90) 17 . yang ditandai oleh munculnya alat audio visual. Pada saat itu mulai dipakai istilah media instruksional. Banyak teori penelitian di bidang pendidikan yang kemudian diterapkan dan hasil ke dalam teknologi pendidikan. model (tiruan). Alat peraga terlepas dari kurikulum dan tidak dilibatkan dalam proses pengembangan instruksional.. benda sebenarnya. objek dan alat lain yang dapat menyangkut hubungannya memberi pengalaman kongkrit. Sementara itu muncul pengaruh hasil penelitian Skinner tentang teori tingkah laku yang memasuki bidang pengajaran. Sesuai dengan sejarah pertumbuhan teknologi instruksional.

dan fihak terkait lainnya.KURIKULUM 1 2 PERAGA 3 MEDIA 4 MEDIA GURU GURU GURU PESERTA DIDIK KETERANGAN : Nomor 1 pola pembelajaran di mana guru sebagai satu-satunya yang ditetapkan. media pembelajaran yang Pada pola 3. mengaktifkan dan memotivasi siswa 18 . sanggar. yang penggunaannya tergantung dari guru kelas. Manfaat dan Nilai praktis Media Sebagai Sumber Belajar Manfaat dan nilai praktis media sebagai sumber belajar adalah : a. Pada pola ke 4. berdasarkan kurikulum sudah ada komponen alat peraga yang tersedia. media pembelajaran telah diprogram dengan melibatkan guru bidang studi. dirancang telah masuk komponen oleh materi guru dan dengan strategi pertinmbangan tujuan pembelajaran. ahli media. penggunaannya. Dewasa ini di sekolah telah memulai memanfaatkan media seperti pola ke 3. Memberikan fasilitas pembelajaran siswa sehingga dapat merangsang siswa untuk berfikir. atau guru) 5. Pola ke 2 sumber belajar. sehingga peserta didik dapat langsung memanfaatkan media sebagai sumber belajar yang dirancang dengan bimbingan tutor ( ketua kelompok.

media cetak. video. kaset audio. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran Wilburn Schramm membedakan adanya Big Media yaiu media yang canggih seperti Televusu. c. Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan. Media visual gerak contohnya film tanpa suara f. Media audio visual diam yang menyajikan suara gan gambar contohnya slide suara. Media audio semi gerak. Ia juga membedakan media rekaman dan media telekomunikasi. Media audio visual gerak yang dapat menyajikan unsur suara dan gambar yang bergerak. peta DSB. Rudy Brets (1971). meneliti.b. visual. menafsirkan. OHP. Memberi peluang siswa mengembangkan kemampuan mengamati. kode suara misalnya dengan morse. g. menghitung. telepon. Film. radio. Berdasarkan identifikasi itu Brets klasifikasi sebagai berikut. audio still picture. dan gerak. menerapkan dan mengkomunikasikan kemampuankemampuannya . komputer. mengatasi keterbatasan pengalaman dan kemampuan guru e. dan 6. b. mengidentifikasi ciri utama media menjadi 3 unsur : audio. Bentuk visual dibedakan visual gambar. CD audio 19 . dan Little Media yaitu media sederhana seperti slde. c. Dapat memberikan pengalaman belajar yang kongkrit dan langsung. grafis. mengklasifikasi. slide. Media visual diam misalnya OHP. contohnya film. mengumpulkan. Dengan kata lain memberi peluang mengembangkan ketrampilan proses. e. menyajikan tulisan jarak jauh dalam ujud d. gambar. VCD TV. mengukur. Media audio misalnya radio. memperoleh 7 a. dikunjungi. filmstrip. dapat memberikan peluang mengembangkan pola-pola instruksional bagi guru d. simbol dan garis. Dapat memberi informasi akurat dan terbaru .

Media sebenarnya b. diagram c. Pengalaman melalui widya wisata i. Pengalaman melalui gambar seperti foto. dan lain-lain Donald . bahan dan kegiatan ( aktifitas ) yang menciptakan kndisi seseorang mendapatkan pengetahuan keterampilan dan sikap. Penyajian verbal c. Pengalaman melalui lambang kata verbal b.Elly membagi media menjadi delapan dalam bukunya Teaching and Media. Pengajaran terprogram h. peta. gambar d. Rekaman audio g. Pengalaman melalui rekaman audio. gambar. Edgar Dale mengklasifikasi berdasar pengalaman belajar yang digambarkan dalam bagan kerucut Edgar Dale. memberikan definisi media sebagai orang. Berikut dimulai dari kelas paling rendah a. Pengalaman melalui gambar hidup f. Pengalaman melalui televisi g. majalah. a. Simulasi Gagne menyatakan bahwa media adalah komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. koran. Pengalaman langsung dan melakukan sendiri bisa Selanjutnya ia 20 . Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi j. album. Penyajian graphik d. membagi jenis media sebagai berikut. modul. Pengalaman melalui benda tiruan l. Gambar diam e. radio e. Pengalaman melalui dramatisasi k. Media cetak seperti buku. Pengalaman melalui pameran / display h. gambar.h. Gambar gerak f. Pengalaman melalui lambang visual.

miniatur. Media pandang dengar ( audio visual aids) f. Media asli / tiruan b. b) Media grafik : grafik batang.S. bagan tembus pandang. Agar supaya tidak membingungkan. tujuan penggunaan. baik proyeksi diam maupun gerak. aneka ragam tujuan pembelajaran dan adanya perbedaan ketersediaan bahan di sekolah. root chart. aneka ragam media itu ditentukan oleh dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. penampang. Media Cetak ( . boneka. globe. dan lain0-lain. a) Media Chart yaitu penyajian diagramatik meliputi : tree chart. model perbandingan. Dwidjosoemarto. Jenis media di sekolah dikelompokkan sebagai berikut. media bagan petunjuk / penuntun. 2) Media Grafis Media grafis ialah semua media yang berupa tulisan / gambar antara lain termasuk jenis ini adalah. cara penampilan. Media dengar ( audio) e.1980: 20) 1) Media asli dan tiruan a) Spesimen makhluk hidup maupun tidak hidup b) benda asli bukan makhluk hidup c) model tiruan``benda asli ( yang diperkecil atau dioerbesar) misalnya model irisan. organogram. Media grafis c.. tabular chart.model susunan. grafik gambar atau pictograph. model kerja. baik menurut bentuk. replica.Secara teoritis masih banyak ahli mengklasifikasi jenis-jenis media pembelajaran. dan grafik lingkatan ( grafik pie) c) Media Poster d) Karikatur 21 . d. flow chart.. a. bagan bongkah. bagan wakktu. grafik garis grafik bentuk peta. Media visual atau media proyeksi. baga daan ( brance chart). bagan skematik. model utuh. maket.

buku. dan sumber lain dari intertnet. Pemilihan Media Pembelajaran Pemilihan media yang tepat akan meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar. modul. Koran. TV. 7. 5) Media pandang dengar Media audio visual diam. ialah slide suara dn film strip. 22 . liftlet. sehingga pesan pembelajaran akan dengan mudah diserap peserta didik.e) Still picture / foto f) Media papan g) Media Peta 3) Media proyeksi Ada dua macam ialah media proyeksi diam dan bergerak. majalah. dan ada pula yang disertai suara.) Media Audio Termasuk media audio ialah kaset audio dan radio. brosur. 4. Hal ini akan berdampak positip terhadap hasil pembelajaran. album.) Media Cetak Media cetak misalnya handout. dan yang bergerak misalnya 6. Media cetak juga ada yang ditampilkan dengan Video. VCD komputer yang berisi bahan ajar.

kontraksi otot. maju Struktur Persendian . sesuai gerakan sendi pada no. Weisz.penampang membujur mundur dll) .susunan tulang rangka tubuh . yang memperlihatkan zona gelap terang 3 - 23 . McGrawHill Sobota ( bukubuku kedokteran Alvin Nason.berbagai kesehatan Biologi 2 ( jika ada / SMA 2004 tidak Paul B. New York sesuai teks . fungsi. John Willey & Sons. ( memutar. Musik. harus ) dengan arah gerak dikuti anak panah. The Science of Biology. (1963). Narasi (tulang ) 2.jenis jenis tulang .1 .gerak orang dengan animasi. ANIMASI 11 DAFTAR VIDEO PUSTAKA 12 -senam 13 Teksbook : Penjelasan.penampang gerakan sendi. Struktur rangka – dan judul dari struktur. proses. Inc. naik melintang tulang turun. (1965). Modern Biology .MEDIA TEKS 8 AUDIO 9 GAMBAR/FOTO 10 Gambar : 1.penampang melintang . keterangan backsound. .gambar berbagai macam sendi Struktur Otot .

terjadinya gerak. ketika mengembangkan silabus yang selanjutnya dikembangkan menjadi rencana pembelajaran. sendi. Mencontohkan sistem gerak. Pemilihan media dapat dilakukan melalui penyusunan GBIPM (Garis Besar Isi Program Media).Pemilihan media dilakukan oleh guru. metode serta materi bahan ajar. and drag) fungsi. 3. penyakit pada Multiplechoise 3.fungsi struktur. Program media ini INDIKATOR POKOKKOMPETENSI PENCAPAIAN LATIHAN NO NO POKOK JUDUL DASAR (TPU) HASIL BELAJAR DAN TES KODE MATERI (TPK) 1 2 3 4 5 6 7 1. Macam dan pada sistem -rangka (tulang) Proses gerak Menuliskan gerak pada -persendian keterangan -berbagai -otot manusia macam gerak pada dalam kaitannya yang mampu gambarMema pada sistem dilakukan . otot ke bagiandalam penyakit yang struktur dan bagian sistem gerak dapat terjadi fungsi : gambar 2. Media yang dipilih telah dikaji sesuai dengan tujuan. Struktur dan Memilih (Click SISTEM 1 Mengkaitkan 1. otot. Terdapat 13 kolom. Berbagai menjadi satu yang berkaitan contoh organ utuh energi otot.proses bagian organ. dalam otot. GBIPM dikembangkan dari silabus menjadi format seperti contoh diatas. menyebabkan kelainan pada sistem gerak 24 . pada menggambarkan gerak. menjelaskan.berbagai sendiMenyusu dengan macam gerak n bagianadanya energi . GERAK Mengidentifikasi. quiz beberapa yang disebabkan penyakit / oleh kelainan kelainan pada tulang. tulang. proses kan. gambar berkaitan . kegiatan. :Rangka. keterangan. PADA MANUSIA dan kelainan/ menggambarkan sendi. kolom 1 s/d 5 sama dengan silabus dan kolom 6 s/d 13 merupakan pengembangan GBIPM.sangkan proses gerak nama-nama terjadinya 2. gerak. yang dapat dan otot. Menjelaskan. strategi dalam peksanaannya dikembangkan menjadi program media. Media sebagai komponen pembelajaran yang terjalin secara sistemik dengan perencanaan. sendi.

Memilih metode yang sesuai d. ujicoba dan evaluasi. ahli media. Pertimbangan dalam memilih media. pembiayaan. Pemilihan media didasari atas pertimbangan sebagai berikut. Jenis media/sumber belajar apakah yang dapat dipakai secara efektip dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut. Menghubungkan tujuan dengan aktivitas belajar c. Fungsinya dalam PBM b. 8. tujuan apakah yang harus dicapai. b. a. produksi.siswa dan administrasi. Hasil belajar yang bagaimana yang harus diperoleh atau pengalaman belajar/ perubahan apa yang dialami peserta didik Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan media yaitu : 25 . Memilih media yang cocok dengan tujuan dan materi e. Kondisi yang bagaimana yang diperlukan peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut. Menentukan tujuan b. a. Strategi pembelajaran yang dipilih c. d. Program media meliputi langkah kegiatan perencanaan. c. pengadaan.melibatkan guru. a. Kelompok belajar/siswa e. ISI bahan/materi d. Kondisi pengadaan media f. Kematangan siswa Langkah-langkah pemilihan media dapat dilakukan sebagai berikut. Hal ini berkaitan dengan kompetensi yang diharapkan untuk mata pelajaran tertentu. Memilih jenis perangkat keras dan perangkat lunak yang cocok Secara teoritis untuk menentukan media ditempuh melalui prosedur pemilihan media sebagai berikut.

Media juga harus mampu dijadikan alat evaluasi proses belajar f. Memperhatikan variabel hambatan dan alternatip dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran. Konsep dan model pengembangan media menurut D. Untuk memudahkan pemahaman bagan tersebut dapat diubah dalam bentuk matrik sebagai berikut 26 . bahan motifasi dan pemikiran serta dapat membantu menetapkan tujuan instruksional. Diusahakan berkonsultasi dengan ahli media dan mempertimbangkan bahan dan pembiayaan. Mementingkan preoritas yang harus dipilih sesuai dengan tujuan d. b. Elli sebagai berikut. Program media harus memberikan dorongan. e.a. Harus didasarkan pada kebutuhan dan interes pemakai c. PENETAPAN STRATEGI SPESIFIKASI MATERI INDIVIDUAL KELOMPOK PENELITIAN ENTERING BEHAVIOR ALOKASI WAKTU TUJUAN EVALUASI PERFORMA ALOKASI RUANG SPESIFIKASI TINGKAHLAKU PILIH MEDIA ANALISIS FEED BACK Bagan tersebut dapat digunakan untuk memilih media.

benda Studio. TPK MATERI METODE Ceramah bervariasi KEG. Metode dan pilihan media dapat digambarkan pada contoh berikut ini. makalah. BM METODE MEDIA Keterkaitan antara TPK. mengamati Diskusi Tanya jawab Mencatat MEDIA Audio kaset.peta.TPK MATERI KEG. situs lapangan Persyaratan media yang baik adalah sebagai berikut 27 . VCD Handout. radio OHT. peta. Materi. diagram. BM Mendengarkan. Kegiatan Belajar Mengajar. disain. video simulasi Species. grafis praktek Workshop Percobaan Demontrasi observasi Model. mencatat.

Contoh-contoh Media Grafis sebagai berikut 28 .PERSYARATAN MEDIA u V ISIBLE u u u u u : MUDAH DILIHAT : MENARIK : SEDERHANA : BERMANFAAT : BENAR : MASUK AKAL/SAH I NTERESTING S IMPLE U SE FULL A CCURATE L EGITIMATE u S TRUKTURE : TERSUSUN DG BAIK 9.

PENGEMBANGAN MEDIA 1 ANALISIS AUDIENCES 2 RUMUSAN KOMPETENSI 4 MATERI ALAT UKUR DISAIN / ISI 3 5 7 6 PRODUKSI UJI COBA 29 .

PENGEMBANGAN PROGRAM MEDIA MISI TUJUAN PRESENTASI MATERI DISAIN MEDIA GRAFIS PRINSIP DISAIN GRAFIS OHT SATU FRAME SATU SEDERHANA KOMPLEK BEBERAPA FRAME SATU TEKNIK OVERLAY BUKA TUTUP HURUF / VERBAL 20 KATA FONT = 16 .40 30 .

MEDIA GRAFIS 100 80 60 40 20 0 1st 2nd 3rd 4th Q tr Q tr Q tr Q tr West North East PENGGUNAAN TANDA PANAH a A b a C B b 31 .

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 East West North 1st Qtr 2nd Qtr3rd Qtr 4th Qtr KESAN RUANGAN 32 .

180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 1st Qtr 2nd North West East 3rd Qtr 4th Qtr PIE CHART 1st 2nd 3rd 4th 33 .

ORGANOGRAM DIREKTUR UTAMA STAF AHLI STAF AHLI DIREKSI ASISTEN BAGAN GARIS WAKTU 100 500 1000 1500 1945 JAMAN HINDU JAMAN KERAJAAN JAMAN KOLONIAL JAMAN JEPANG JAMAN RI 34 .

35 . 2. Buatlah salah satu media grafis dari mata ajar yang saudara ampu D. Buatlah GBIPM dari silabus mata pelajaran yang saudara ampu 2. Latihan TUGAS : 1. Sebutkan dan jelaskan perkembangan pola mengajar serta berikan contoh ilustrasi masing-masing kelemahan dan keunggulannya. Mengapa mengajar harus menggunakan media ? jelaskan alasan saudara. 3. Buatlah satu buah Rancangan Program Media dari GBIPM yang telah saudara buat.PIKTOGRAFI = 100 PENGUNGSI TNI GAM C. Tes Formatif Soal uraian : (untuk tugas dikumpulkan sebagai respound peserta) 1.

Palmer. 4. pesan dan orang B. harganya mahal dan modern D. Flip Chart D. (a) dan (b) B. Soal : Pernyataan tersebut merupakan konsep media yang dinyatakan oleh: A.3. Meningkatkan daya serap siswa (d). perhatian. (d) D. Inovatip dan Kreatip (b) Paradikma Teaching berubah menjadi learning (c). VCD B. Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi merupakan salah satu cara mengelola pembelajaran akan : (a) menarik perhatian siswa. D. harus membuat terlebih dulu B. Soal Pilihan Ganda : 1. Lingkungan. Pengoperasiannya sulit. Demonstrating the knowledge. (c) 1. (a) dan (b) B. Gagne C. LCD 36 . Bright D. Membosankan siswa (c). Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran. (a) dan (c) C. Manakah media yang paling baik untuk mengajar A. (b). Merepotkan dan membebani guru Soal : Dari pernyataan tersebut yang benar adalah : A. Yang termasuk bahan pertimbangan dalam memilih media dalam pembelajaran diantaranya adalah : A. (a) dan (d) C. perasaan. Oleh karena itu guru harus (a). dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa. W B. (c)dan (d) 3. AECT 5. Apa yang menjadi pertimbangan dalam memilih media dalam proses pembelajaran ? Sebutkan dan berikan alasan-alasannya. Sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. KTSP menuntut adanya perubahan dalam mengelola proses pembelajaran. cara berpikir produktip menjadi reflektip dan (d ). Kesesuaian dengan tujuan dan bahan C. 6. Soal : dari pernyataan tersebut yang tidak sesuai adalah : A. Ada bermacam-macam sumber belajar yaitu yang benar terdiri dari : A. pesan dan bahan ( boleh pilih lebih dari satu jawaban). OHT E. Alat dan teknik C. (b) dan (d) D.

Fungsi GBIPM (Garis Besar Isi Program Media) adalah A. Instrument Pengembangan Media dalam pembelajaran C. Perencanaan Program Media dalam pembelajaran (boleh pilih lebih dari satu jawaban) 37 . Instrument Pemilihan Media dalam pembelajaran D. instrument perencanaan media dalam pembelajaran B.7.

LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengiplementasikan teknik presentasi dalam pembelajaran B. KEGIATAN BELAJAR 2 A. Komunikasi dalam proses belajar mengajar terjadi komunikasi edukatip. peserta didik dan media yang digunakan.BAB III. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 2 Kompetensi Mampu Indikator Dapat menjelaskan prinsip dan 1 x 50 menit waktu merencanakan dan unsur disain media membuat media presentasi serta Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide mempresentasikan Presentasi untuk pembelajaran dalam pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. Uraian Materi 1. yaitu terjadi interaksi antar komponen komunikasinya yang terdiri dari guru. 38 . Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran Proses pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi. Dengan demikian akan komunikasi timbal balik dua arah antara guru dan peserta didik.

PENGALAMAN SUMBER PESAN ANCOD MEDIA PNRM PESAN DECOD GANGGUAN MODEL KOMUNIKASI Instructional Media (Shannon. peserta didik berperan sebagai penerima pesan sedangkan media berperan sebagai penyalur pesan. Seperti ditunjukkan pada ilustrasi diatas. BEL. Pesan yang disampaikan dalam hal ini adalah berupa latihan/belajar/pengalaman atau pengetahuan/ilmu yang dimiliki guru untuk disampaikan kepada peserta didik. Setelah diterima pesan ini menjadi stimulus bagi peserta didik dan selanjutnya peserta didik merespound dan bertindak sebagai pengirim pesan disampaikan melalui media dan diterima oleh guru. 39 . BEL.LAT. guru berperan sebagai pengirim pesan/informasi. Sebelum diterima oleh penerima pesan diolah dikembalikan pada karakteristik semula (decode) agar dapat diterima oleh penerima pesan. Schramm. PENGALAMAN LAT. Dalam hal ini terjadi komunikasi timbal balik antara guru dan peserta didik.Sebelum pesan disalurkan ke penerima diperlukan pengolahan pesan (ancode) sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik media yang digunakan agar dapat disalurkan ke penerima dengan gangguan yang seminimal mungkin.

dinamis. Guru harus memiliki kemampuan mengelola proses komunikasi agar gangguan komunikasi tetap dapat ditekan seminimal mungkin. menarik dan menyenangkan. sehingga terjadi konsentrasi dalam belajar yang akhirnya terjadi penyerapan materi secara optimal. sumber pesan memerlukan kemampuan dan keterampilan mengkomunikasikan / mempresentasikan pesan yang akan disampaikan secara lisan. Untuk presentasi dengan baik tidak hanya penguasaan materi tetapi juga harus ditunjang penguasaan teknik komunikasi yang baik. simposium. Komunikasi secara lisan (oral presentation) adalah komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih secara lisan/verbal antara sumber pesan/informasi kepada penerima pesan/informasi. Dalam komunikasi secara lisan. penekanan ucapan dan gaya bicara yang dapat lebih memberikan daya tarik dan menimbulkan atensi terhadap informasi yang sedang disampaikan. pesan disampaikan dalam bentuk ucapan melalui mulut/oral dalam bentuk verbal. Kemampuan dan keterampilan tersebut dikenal dengan istilah oral presentation skill. pelatihan. 40 . Sehingga meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap informasi yang disampaikan. Presentation skills ini diperlukan pada saat proses pembelajaran. Oleh karena itu guru harus memiliki penguasaan ketrampilan presentasi (presentation skills). Dalam hal ini sumber atau selanjutnya disebut guru akan banyak menggunakan bahasa tubuh (nonverbal) untuk memberikan penegasan. Oleh karena itu media yang digunakan harus dirancang semenarik mungkin untuk merangsang perhatian peserta didik. rapat. Diantaranya harus mampu mempresentasikan pesan/materi pelajaran dengan baik. wawancara dan forum-forum komunikasi yang lain. Agar pesan/informasi dapat disampaikan secara baik dan dapat difahami oleh penerima pesan/informasi. seminar. guru harus menguasai 10 keterampilan mengajar. Sehingga kelas menjadi hidup.Agar dapat menyampaikan pesan dengan baik dalam proses belajar mengajar.

Pada prinsipnya seorang guru dalam proses presentasi melakukan proses pembelajaran. opening/ending. comparing/contrasting. 1) 2) 3) 4) Kemampuan menjelaskan (explainning) Kemampuan menyajikan informasi (presenting information) Kemampuan membangkitkan minat dan perhatian (geting interest) Kemampuan mempersiapkan materi. Tugas seorang guru adalah dapat menjelaskan informasi sejelas mungkin. Kemampuan utama yang diperlukan oleh guru dalam pembelajaran secara sukses adalah sebagai berikut. Selanjutnya bagaimana membuat presentasi itu menarik. Langkah-langkah agar guru dapat menyajikan presentasi yang menarik adalah using media. yaitu menjelaskan informasi sejelas-jelasnya kepada peserta didik. Materi bisa disampaikan secara jelas bila tersusun dengan struktur yang baik. explaining clearity • • • • using MEDIA varying activities comparing/contrasting opening/ending interest presenting information persiapan PERSIAPAN getting interest 41 . sehingga peserta didik tertarik untuk mengikuti dengan antusias. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan ilustrasi pada skema berikut. varying activities. sehingga dapat dipresentasikan dengan baik pula. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyampaikan informasi dengan jelas dan membuat presentasi menarik bagi peserta didik.

sehingga semua peserta didik benar-benar bisa mendengar dengan baik. Perlu ada pengulasan kembali bahan-bahan yang sekiranya sulit dipahami melalui paraphrasing. Biasanya dibantu dengan alat pelantang suara (sound system). yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut. Dalam bicara tidak perlu tergesa-gesa dan sebaiknya ada jeda dan jangan terlalu cepat untuk memberi kesempatan peserta didik untuk mencerna informasi. Dengan mengamati perilaku peserta didik dapat mengetahui respon/reaksi peserta didik yang positif dan negatif. Dengan demikian seorang guru harus mampu mempresentasikan informasi dengan sejelas-jelasnya agar informasi tersebut secara jelas dipahami peserta didik. 1) 2) 3) 4) 5) Bicara dengan jelas. jangan terlalu cepat Strukturisasi bahan yang akan disajikan Ulas kembali pokok-pokok pembicaraan melalui paraphrasing. Dalam melakukan presentasi bicara harus kuat dan jelas. Paraphrasing adalah teknik mendengar dengan baik. gunakan jeda. mendapatkan kesempatan untuk mengecek kebenaran informasi dan mampu mengurangi atau menghindari kesalahpahaman yang menyebabkan konflik. agar memudahkan pemahaman. Amati reaksi peserta didik Cek pemahaman peserta didik. Mengamati reaksi peserta didik merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Penyampaian bahan agar diatur dengan struktur yang baik supaya bahan dapat disampaikan secara runtut dan logis sehingga mudah dipahami. Reaksi ini segera dapat dikelola oleh guru sehingga tidak sampai mengganggu presentasi. 42 .Menjelaskan adalah memberikan pemahaman kepada orang lain. Menjelaskan materi informasi dengan baik sehingga mampu meningkatkan pemahaman. meringkas dengan baik sehingga akan mampu mendorong peserta didik untuk mendengar secara hati-hati.

Hal ini sangat penting dan perlu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam proses komunikasi yang baik. dari kanan ke kiri secara merata. Hal ini merupakan hambatan psikhologis yang sangat mengganggu guru untuk sukses dalam presentasi. dan Pemanfaatan humor. Misalnya gerakan tangan. perpindahan posisi. mimik/wajah. Makin banyak pengalaman guru akan semakin siap mentalnya dan hambatan psikhologis semakin berkurang. Yang dimaksud dengan gestures dalam presentasi adalah penggunaan gerakan anggota badan/tubuh untuk memberikan penekanan/penegasan ketika informasi disampaikan. Dalam presentasi kontak pandang (eyes contact) harus diusahakan secara menyeluruh mulai dari depan ke belakang. Gerakan anggota badan ini sangat baik bila disesuaikan dengan pengolahan suara 43 . karena akan meningkatkan minat peserta didik untuk mengikuti presentasi dengan lebih antusias dan serius sehingga akan meningkatkan pemahaman. konsep-konsep. Membangkitkan minat peserta didik agar berminat mengikuti presentasi dengan baik adalah juga tugas seorang guru. Gestures.Mengecek pemahaman peserta didik dilakukan untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan telah difahami. 2) 3) Penggunaan contoh-contoh yang tepat dan analogi. Ada tiga strategi dalam membangkitkan minat peserta didik yaitu : 1) Kontak pandang (Eye contact) Bahasa Tubuh (Gestures) dan Pengaturan suara. Mengecek pemahaman dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara acak atau memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya. Kontak pandang guru terhadap peserta didik adalah merupakan bentuk perhatian/atensi. senyuman. sehingga informasi nampak lebih meyakinkan kebenarannya. Oleh karena itu guru harus berlatih dari pengalaman yang satu ke pengalaman yang lain. sehingga takut memandang peserta didik. dan sebagainya. Kontak Pandang. Biasanya guru yang baru dan belum pengalaman bicara di depan orang banyak memiliki perasaan minder/nervous. cerita.

kadang keras kadang lembut. Cara meningkatkan minat yaitu dengan langkah-langkah strategi sebagai berikut. Penggunaan contoh-contoh dan analogi. 44 . sehingga hal-hal yang statis tidak akan lama mendapatkan perhatian. Penggunaan contohcontoh yang tepat dan analogi-analogi dari informasi yang disampaikan akan membantu imajinasi peserta didik sehingga dapat dengan mudah memahami informasi yang di presentasikan. mengendorkan saraf yang tegang sehingga menjadi fresh kembali dan siap menerima informasi yang baru. cerita. 1) Tunjukkan bahwa guru sendiri juga menaruh minat terhadap topik yang sedang dibicarakan. intonasinya dinamis tidak monoton.sehingga menghasilkan gaya bicara yang meyakinkan dan simpatik. Hal ini akan membuat presentasi lebih variatif. Untuk menciptakan suasana baru. Dengan demikian minat peserta didik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Biasanya digunakan sebagai selingan untuk menarik perhatian peserta didik kembali berkonsentrasi pada informasi yang disampaikan. suaranya perlu diolah/diatur sedemikian rupa sehingga jelas. Dalam berbicara artikulasi harus jelas. dan konsep-konsep tentang sesuatu hal juga dapat membuat variasi. Ingat otak hanya peka terhadap perubahan. Pengaturan suara ini disesuaikan dengan kebutuhan dan biasanya sekaligus untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif mendukung proses komunikasi. Dengan cara seperti ini akan menghasilkan image yang baik dari peserta didik dan akan menambah kepercayaan serta kewibawaan guru di mata peserta didik. ada jeda dan warna suara tidak perlu dibuat-buat. dengan kecepatan bicara sedang. Pemanfaatan humor. tidak monoton. tidak monoton sehingga peserta didik tidak jenuh dan tahan lama berkonsentrasi dalam mengikuti presentasi. Pengaturan Suara. enak didengar. Guru dalam berbicara.

artinya peserta didik yang paling belakang/jauh dapat membaca dengan mudah. mulailah dengan contoh-contohnya. 3) Slide. beri waktu kepada peserta didik untuk memperhatikan lalu dijelaskan. cerita dan sebagainya Bila materi masih terasa asing. juga didesain sederhana dan terstruktur secara jelas terdiri dari pendahuluan. Presentasi perlu memanfaatkan media komunikasi. Jika terdapat informasi yang penting. audio. Oleh sebab itu penggunaan media dalam presentasi sebaiknya. karena media komunikasi bila didisain dan dimanfaatkan dengan baik akan dapat memperlama kurang minat/rasa tepat/baik keingintahuan. 1) Ilustrasi. Mainkan minat / keingintahuan dengan melempar pertanyaan. isi dan penutup. singkat dan keterbacaannya tinggi. Program ini memberikan fasilitas pembuatan disain slide presentasi dengan variasi yang sangat baik dan menarik. malah akan Sebaliknya kalau penggunaannya menambah kebosanan. Atau kalau durasinya panjang diputar secara bertahap dan diselingi penjelasan oleh guru. ringkasan dibuat sederhana. Hal ini akan membuat penggunaan media lebih efektif. 2) Handout. Penggunaan media ini softwarenya didisain dengan program aplikasi komputer diantaranya dengan program powerpoint. film dan video/vcd dapat meningkatkan minat. diagram.2) Tunjukkan bahwa guru credible. tetapi kalau durasinya terlalu lama akan menyebabkan peserta didik cenderung bosan dan mengantuk. Pemanfaatan Media. trustworthy dan having expertise (Dapat dipercaya. solid dan memiliki kemampuan) 3) 4) Gunakan contoh yang tepat. Media komunikasi yang berkembang saat ini adalah penggunaan laptop dan LCD proyektor/ infocus. Dianjurkan durasi 10 – 20 menit maksimum. analogi. 45 . masalah atau teka-teki.

alat hanya pembantu. dengan menggunakan font yang berbeda. pastikan bahwa telah dilakukan simulasi 4) 5) Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan.40 1 frame maksimum 10 baris Pilih warna yang kontras (2-3 warna) Yang ditulis hanya kata kunci saja. supaya dapat selalu melihat peserta didik. yang utama adalah pesan. Penekanan. 7) 8) 1 frame sebaiknya hanya berisi 1 konsep. Tulis dengan singkat. Dalam menyiapkan Slide presentasi perlu memperhatikan prinsip dasar-dasar disain yang terdiri dari Irama. Besar huruf/font 20 .Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi dengan bantuan media LCD adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) Lakukan pengaturan optimal sebelum presentasi Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Buat konsep setiap framenya Pilih font yang mudah dibaca Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil. Kesetimbangan. 7) Jangan sering melihat layar tampilan. sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan peserta didiks supaya anda bebas melakukan kontak mata dan komunikasi non verbal lainnya 6) Jangan sibuk dengan peralatan danJangan bersembunyi di balik peralatan. kesatuan dan kesederhanaan. Karena semua respon peserta didik harus dikelola baik yang berupa oral maupun gerak-gerik tubuhnya. padat dan bermakna (condensed). jangan berupa kalimat panjang supaya tidak rumit (complicated). Langkah-langkah penulisannya adalah sebagai berikut. warna yang berbeda sehingga menjadi point of 46 . Beri penekanan pada kata-kata yang penting.

Sebaiknya datang awal di tempat presentasi untuk mengenal medan dan persiapan media yang digunakan. Penetapan pokok-pokok pikiran yang akan atau perlu pengulasan kembali juga merupakan yang penting dalam persiapan. garis. Persiapan berupa persiapan mental psikhologis maupun fisik dan persiapan materi yang akan dipresentasikan. Persiapan penting bagi guru agar presentasi berjalan dengan baik. bidang. Bahan disiapkan dengan struktur yang baik mulai pembuka. Pada tahap persiapan ini guru harus mengungkap kembali apa yang dimiliki yaitu yang berupa kekuatan maupun kelemahan. Hal-hal yang menjadi kekuatan didorong kemunculannya secara optimal. Persiapan.interest. memperlihatkan video klip. Sehingga enak dilihat dan menjadikan betah menikmatinya. Prinsip-prinsip presentasi adalah bagaimana mengelola gesture atau gerak-gerik anggota badan yang dimanfaatkan untuk menjelaskan maupun gerak-gerik peserta didik yang harus dikelola. dan yang menjadi kelemahan ditekan /dikurangi. Media atau alat bantu presentasi juga harus dipersiapkan. mendorong terjadinya diskusi dan sebagainya. Kegiatan yang bervariasi akan meningkatkan minat dan perhatian dan rasa ingin tahu dari peserta didik. 47 . membagi tugas. Perlu diingat bahwa presentation skills merupakan kemampuan yang dapat dipelajari untuk meningkatkan kemampuan berekspresi diri baik secara lisan maupun tertulis. Struktur yang baik akan menentukan ketuntasan penyampaian gagasan/ide. sebab ketidak siapan hal ini akan mengganggu secara psikhologis yang akhirnya bisa membuat fatal presentasi. Strategi untuk membuat kegiatan yang bervariasi adalah dengan melemparkan sebuah pertanyaan. mendorong pemecahan masalah secara kolektif. isi dan penutup. Pemahaman tentang bahasa tubuh (body language) juga merupakan peran penting dalam peningkatan kemampuan presentasi. Meningkatkan variasi kegiatan. Mungkin akan menjadi tontonan bukan tuntunan. ruang sehingga frame menjadi kesatuan disain yang tidak norak tetapi lembut dan serasi.

dan belajar mengatasi konflik secara efektif. Bila seorang mampu sebagai komunikator yang efektif. Menjadi komunikator yang efektif akan disegani dan dihormati. menghadirkan/ menyajikan diri secara baik. Belajar menjadi komunikator yang efektif berarti harus belajar mengekspresikan perasaan. pemahaman harus dipahami bahwa kenyataannya peserta didik terdiri 70 % pemalas sehingga harus dilayani. Kemampuan berkomunikasi bagi sementara orang adalah sebuah talenta alami. Dalam setiap detik kehidupan manusia dituntut mampu berkomunikasi secara efektif dalam berbagai suasana seperti di kantor. Namun kemampuan tersebut bagi sementara orang harus dipelajari dan dilatih agar berkembang. maka dia akan percaya diri bahkan mampu menghargai dirinya sendiri. memberi pujian sepantasnya kepada orang lain. karir.Pengelolaan Voice/suara . struktur penyampaian peserta didik (understanding audience) bahan. Dengan demikian keterampilan presentasi merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Untuk belajar mengekspresikan diri pertamatama kenalkan diri sedemikian rupa sehingga orang lain/peserta didik 48 . Penggunaan media yang sebaik-baiknya. dalam keluarga. mampu menghargai orang lain secara tulus dan menimbulkan rasa kebanggaan dan kebahagiaan pada dirinya. Pemanfaatan 15 menit pertama bahkan 5 menit pertama adalah waktu yang sangat menentukan keberhasilan presentasi. disegani/dihormati. Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar manusia sebagai makhluk sosial yang harus berkomunikasi dengan orang lain. Keterampilan komunikasi harus dimiliki dan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga tidak ditinggalkan orang lain hanya karena lemah dalam komunikasi. Mengekspresikan diri. Baik disainnya maupun penggunaannya. dan sebagainya. Bila dalam waktu itu berhasil menguasai peserta didik maka 90% presentasi akan berhasil. bisnis. Dalam kesempatan tersebut manusia dituntut sebagai komunikator yang efektif. berwibawa. demikian pula sebaliknya.

misalkan dengan cara tarik napas panjang berkali-kali.. putar-putar . mimik lawan bicara untuk di kelola. Bila akan merespon.mengenal dan memahami. logis dan tidak emosional dan Be Tacful artinya meskipun tidak /kurang setuju sampaikan dengan cara yang positif.. sampaikan secara singkat dan jelas bukan umum. Bila harus berbicara. Setelah itu harus berusaha mengenal mereka. pengetahuannya. Apakah gejala tersebut fair ? jangan-jangan sedang emosi. Ajukan pertanyaan dengan baik dan terstruktur.. Belajar Mendengar merupakan hal yang penting untuk menghindari diri dari kesalahpahaman.. jangan pertama. sadarilah dan pahamilah gejolak emosi diri (perut.. Tampilkan/tunjukkan rasa senang tidak emosional dan percaya diri dan bicaralah dengan jelas. ketiga.. namun usahakan bicara jujur tanpa menyakiti orang lain. Tidak semua komunikasi berlangsung secara verbal bahkan berdasarkan penelitian 55% disampaikan secara non verbal.. diam dan renungkan penyebabnya dan buang dengan melawan dengan kata-kata yang positif . Segera ambil langkah tindakan untuk mengatasinya. Berbicara satu ide saja.. usahakan jangan menginterupsi pembicaraan orang lain sebelum orang lain menyelesaikan kalimatnya.. dan seterusnya. Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi... tetapi singkat dan jelas... Jelaskan alasan-alasan ketidak setujuannya tanpa harus menyerang pribadi apalagi di depan orang banyak.. Usahakan jangan sampai perhatian terbagi dan tunjukkan minat pada apa yang sedang dibicarakan. latar belakangnya.. Latihan diri untuk mengurangi kelemahan dan lebih menonjolkan keunggulan-nya . jantung berdebar-debar). kedua... harus dilakukan dengan ringkas/padat dan tidak umum. perasaannya. pandangannya dan sebagainya.. Coba bandingkan dan pelajari bahwa 49 .. Oleh karena itu pelajari gerak-gerik anggota badan. Buatlah daftar keunggulan dan kekurangan diri.. Bicara secara jujur merupakan hak dan tanggungjawab bagi setiap orang.. melantur.

dan memalingkan muka. konflik tersebut juga bermanfaat yaitu menjadikan lebih memahami orang lain. Proses komunikasi merupakan penyampaian pesan (informasi. yaitu pengirim pesan (komunikator. oleh karena itu laksanakan solusi yang disepakati. angka. Atasi masalahnya dan jangan menyerang pribadi. Haroldsen. Konflik muncul saat bekerjasama dengan orang lain baik secara individual maupun kelompok. ide. perasaan. akan terjadi variasi relasi: komunikator komunikan. menurut Reed H. pengambilan keputusan dapat berlangsung secara lebih baik. Bila harus mengatasi konflik. sumber audience.teman mengatakan ”tidak apa-apa” tetapi dengan wajah murung. presenter). pengetahuan. Dalam proses tersebut terdapat tiga elemen utama. ceria. dan sebagainya (Berelson dan Steiner. harus diusahakan terfokus tidak membawa masalah-masalah yang lain. Sering kali kompromi harus terjadi dan mungkin tidak bisa dihindari. buat daftar kemungkinan penyelesaian masalah. Tetapi kalau dihayati betul. Lakukan analisis masalahnya. aktor (presenter) respon. pengirim decoder. 1964: 527). dan mengatasi konflik merupakan pekerjaan yang menantang dan menarik. encoder 50 . Pada kondisi lebih lanjut. presentasi adalah proses komunikasi langsung antara komunikator dengan komunikan. dan pesan itu sendiri. Dasar-dasar disain media presentasi Pada dasarnya. dan lain-lain) dengan penggunaan simbol-simbol kata [tekstual atau verbal] gambar. dan cari kemungkinan yang paling memungkinkan dan menyenangkan semua pihak. 2. 2003: 9. audience). penerima. lebih bisa memahami diri sendiri. tabel. Blake & Edwin O. Memang kalau dirasakan konflik itu menyakitkan. Ungkapkan perasaan secara tenang jangan emosional. Apa maksudnya ? Mengatasi konflik sangat memerlukan keterampilan dan kemampuan untuk itu. Duduk bersama. penerima pesan (komunikan. stimuls tujuan.

media sering dipandang sebagai alat bantu atau berbagai jenis komponen dalam lingkungan belajar untuk menyampaikan pesan (materi pembelajaran). terdapat 3 aspek utama. perasaan. dan minat terhadap substansi pesan yang disampaikan. tetapi juga berperan memberi stimulus pikiran. Walaupun pengirim dan penerima pesan merupakan dua pihak yang aktif. (2) isi dalam pesan. ed. yaitu: (1) tanda dalam pesan. pihak penerima pesan (audience) merupakan partisipan.Keberhasilan dari proses tersebut di atas mengandung suatu konsekuensi tindakan bagaimana substansi pesan dapat dikirim dan dapat pula diterima. yang berkenaan dengan pemakaian unsur-unsur simbolis yang disusun. Pada faktor pesan. tetapi pengirim pesan (presenter) adalah pihak yang bertanggung jawab mengambil inisiatif dan mengarahkan aktivitas itu. Model komunikasi. yang berkaitan dengan pemilihan materi untuk mencapai tujuan. menurut Lasswell (dalam Blake & Haroldsen. 2002: 7. 51 . selain memandang proses komunikasi dari faktor pengirim pesan (control analysis) dan penerima pesan (audience analysis). sehingga proses komunikasi (presentasi) berlangsung optimal. Burhan dalam Kusmayati. Dalam lingkup pendidikan (pengajaran). yang menerima dan memberi balikan (feedback). Media Presentasi Arti paling elementer dari kata “”media” (medium) adalah perantara. 2003: 41). juga faktor isi pesannya (content analysis). pengantar atau penengah (lihat Susanto. Hali ini mengandung pengertian bahwa media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar. yang berkenaan dengan cara pesan tersebut disajikan (dipresentasikan). Di sisi lain. 2003: 9-12). dan (3) perlakuan atas pesan. perhatian.. a.

media presentasi dapat dianalogikan dengan kemasan. tetapi merupakan salah satu faktor yang menentukan (determinant) terhadap nilai isi kemasan tersebut. substansi pesan justru terabaikan. bahkan mengacaukan pesan utamanya. sehingga mendesain media pada prinsipnya adalah mengemas substansi pesan agar lebih menarik dan lebih mudah diterima oleh pihak penerima pesan (audience). sepenting apa pun substansi pesan tetapi bila kurang menarik media dan cara mempresentasikannya. sehingga pesan tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima. respon audience akan berkurang. komunikan Pada konteks lebih luas. Pada sisi lain.pesan ???!!!! Media presenter. yang boleh diabaikan. sebagai hal yang sekedarnya. komunikator Peran media presentasi audience. 52 . Sebagus apa pun isinya tetapi bila kemasannya tidak menarik. salah satu hal yang pertu diperhatikan adalah bagaimana agar ketertarikan dan perhatian audience tidak sekedar terfokus pada medianya. Pada kasus tertentu desain atau pemakaian media yang kurang tepat memang dapat mereduksi. orang tidak akan meresponnya. Persoalan kemasan tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang remeh temeh.

Kata “estetika” (Yunani Kuno: Aistheton) pada mulanya dipahami sebagai kemampuan mencerap melalui penginderaan. istilah grafis digunakan untuk merujuk tentang tampilan visual yang berkenaan dengan tata huruf (tipografi).b. Unsur-Unsur Disain Grafis Komputer Istilah grafis berasal dari kata “”graphein” yang berarti menulis atau menggambar. c. Aspek ini bisa menjadi suatu acuan pertimbangan ketika berhadapan dengan ranah estetis suatu tampilan grafis (desain visual). subjektif. Pengertian dan pemahaman tentang estetika atau aspek estetis mengalami perdebatan dan pewacanaan yang panjang hingga sekarang. Estetis Tampilan Media Aspek estetis bukanlah persoalan benar-salah yang harus dipandang atau dipahami secara hitam-putih. yang selanjutnya berkembang menjadi pengetahuan tentang keindahan (Soemardjo. Agar media presentasi tampil menarik (artistik) perlu dipertimbangkan aspek estetis yang paling mendasar pada saat mendesainnya. 1999). dan foto atau citra (image). tetapi selalu bernuansa relatif. Pada perkembangan selanjutnya. Grafis komputer adalah istilah yang lazim 53 . 200: 24-25). gambar (drawing). namun hal paling signifikan dalam konteks bahasan ini adalah adanya aspek kemenarikan (interestness) di dalamnya. Untuk merepresentasikan atau mempersepsikan aspek kemenarikan dalam suatu tampilan grafis suatu media presentasi. termasuk di dalamnya desain media presentasi. Persoalan estetis (estetika). secara konvensional. yang pada era masa kini. serta penataletakan (lay out)-nya. setidaknya diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar desain grafis. dipandang berhubungan dengan persoalan tentang keindahan atau aspek keindahan (Djelantik. secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. dan sangat situasional.

digunakan untuk mengidentifikasi atau menyebut perwujudan grafis secara computerized. namun tergantung dari konteks kesan yang ingin diciptakan. misalnya. Adobe Illustrator) terdapat fasilitas untuk memanipulasi huruf (font) bahkan dapat mengkonversi font menjadi modus vektor atau kurve. Karakter huruf yang digayakan memiliki citra estetis (artistik) tetapi cenderung memiliki tingkat keterbacaan lambat dan kurang komunikatif. Secara prinsip pemakaian. Program aplikasi komputer grafis menyediakan unsur tipografi (font) dengan berbagai karakter yang telah dibakukan. Tipografi Tipografi juga sering disebut seni huruf. Macromedia Free Hand. semua jenis huruf adalah baik. memiliki tingkat keterbacaan dengan cepat dan sangan komunikatif. Berbagai alternatif tipografi dengan program Corel Draw (salah satu huruf dimanipulasi) 54 . sehingga cocok dipakai sebagai unsur teks pada tampilan media presentasi. Karakter huruf tanpa kait. 1). THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK huruf (font) memiliki kesan karakter danDOG Setiap jenis BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY tingkat keterbacaan tersendiri Pada program aplikasi olah grafis (Corel Draw.

dengan modus kurve. Foto atau citra diinput ke program komputer grafis dengan piranti eksternal seperti scanner. Program aplikasi olah citra memungkinkan untuk memanipulasi kualitas citra agar lebih bagus atau lebih buruk. Photo Deluxe. bagan. Photo Studio.2). 55 . Foto atau Citra (Image) Foto adalah salah satu unsur penting pada tampilan grafis agar menarik. berbagai jenis gambar 3). model. atau input eksternal dengan piranti keras pemindai (scanner). Gambar tersebur juga dapat dikombinasi dengan gambar dari aplikasi lain (multi tasking). mendistorsi. dan sebagainya. bisa dimanfaatkan program aplikasi oleh citra MS Paint. sedangkan untuk kepentingan profesional biasa digunakan program aplikasi Adobe Photo Shop dan didukung program lain (multi tasking). logo. Untuk memenuhi kepentingan tersebut. mereduksi. Untuk kepentingan praktis. dari yang bersifat instan sampai yang profesional. aplikasi komputer grafis telah menyediakan program “olah citra”. Corel Photo Paint. foto digital. menggabungkan antarcitra (montase). dan lain-lain. dan piranti capture citra lainnya. Photo Impact. Gambar (drawing) Program aplikasi komputer grafis “olah gambar” menyediakan piranti dan fasilitas untuk membuat gambar. lambang. gambar bisa tampil dalam berbagai modus seperti ikon. kamera digital dan piranti capture lainnya. grafik. Dalam hal ini.

bidang. dan barik (texture).mendeformasi. dapat diurai menjadi lebih elementer. garis Berbagai jenis. memberi efek. gambar. dan style garis untuk mendukung tanpilan grafis tersedia dalam program aplikasi komputer grafis. dan foto seperti terurai di atas. Semua unsur tersebut tersedia secara lengkap dalam program aplikasi komputer grafis. warna. berbeda format data gambar (drawing) dengan modus vektor atau kurve. tipografi. diinput dengan piranti pemindai (scanner) Ketiga unsur grafis komputer. variasi. format data citra biasanya bermodus bitmap dengan pictorial cell. Dalam kasus 56 . yang secara universal sering disebut sebagai unsur-unsur desain. Pada aplikasi grafis. meliputi garis. dan lain-lain. citra (image). 1). untuk berbagai kepentingan. Hal ini berimplikasi adanya perbedaan teknis pengolahan antara format gambar dan format citra dalam proses mendesain. ruang.

berbagai jenis dan ketebalan garis 2). bidang organis dapat didesain sesuai kehendak dengan piranti lain. bidang Bidang terbentuk dari unsur garis yang saling berhubungan. Aplikasi komputer grafis memungkinkan untuk mendesain bidang-bidang geometris maupun bidang-bidang non-geometris (organis). Dalam hal ini. bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dan bidang organis 57 . tampilan gambar secara linier (secara utuh hanya berupa garis) justru memperjelas pesannya. bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dapat dikonstruksi secara praktis dengan piranti (tool) yang tersedia.tertentu. Demikian pula.

sedangkan pada modus warna cahaya warna primer terdiri atas red. ruang (space) Ruang merupakan unsur desain yang sangat relatif keberadaannya dan berupa kesan. Sebagai contoh. Pada dasarnya kalibrasi warna tersebut dari kombinasi berbagai warna primer. warna primer terdiri atas warna cyan. warna panas.3). komputer grafis dengan setting 32 bit mampu membedakan. dan blue (RGB). Mendesain tampilan media presentasi perlu mempertimbangkan unsur warna agar lebih estetis dan artistik. warna tersier. green. Pada modus warna kromatik. dan sebagainya. warna polikromatis. warna komplementer. warna sekunder. yellow. dan black (CMYK). merentang (mengkalibrasi) warna penuh (true colour) menjadi 232 warna. magenta. warna dingin. warna Aplikasi komputer grafis menyediakan jutaan kalibrasi (rentangan) warna. warna monokromatis. 58 . seperti warna primer. Dalam lingkup desain grafis dikenal berbagai istilah berkaitan dengan warna. ruang (kesan) yang tercipta sebagai efek penataan elemen 4). Unsur ruang terjadi dari kesan yang timbul atas penataan berbagai elemen-elemen lain.

berbagai jenis barik 59 . Program aplikasi komputer grafis menyediakan berbagai alternatif barik untuk keperluan tampilan visual.lingkaran warna 5). barik atau tekstur diartikan sebagai kesan suatu permukaan. barik (texture) Secara grafis.

atas-bawah 4).d. warna. ilustrasi.point interest/ point centre/ eye catcher penekanan pada item yang dianggap lebih penting dari yang lain 5). suara agar perhatian audience tetap pada materi (substansi) pesan yang disampaikan. Prinsip Desain (Grafis) 1). irama (rhythm) pusatkan kesan irama pandangan masuk ke ruang display. animasi) 60 . suara. image. gambar. karakter font. kesatuan dan keselarasan (unity and harmony) satu frame satu konsep bahasan paduan unsur-unsur serasi (warna. gerak. latar belakang. keseimbangan (balancing) kesan seimbang kanan-kiri. kesederhanaan (simplisity) unsur teks. bukan sekedar pada medianya pilih karakter font yang mudah terbaca (lebih menguntungkan jenis font tanpa kait) pilih ilustrasi grafis/ gerak/ suara yang sederhana. tidak menampilkan unsur-unsur yang berlebihan dalam satu display 2). tidak monoton bisa terbentuk dari pengulangan (repetisi) 3).

memiliki faktor kemenarikan (interestness) maka perancang atau pengguna media presentasi perlu memiliki pemahaman tentang dasar-dasar desain grafis. Buto Cakil bertemu Srikandi Surem-surem diwangkara kingkin lir manuksma kang layon…. contoh display yang memperhatikan prinsip desain 61 . yang secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. Salah satu aspek suatu media presentasi adalah menjadi daya tarik sekaligus merangsang perhatian audience sehingga substansi pesan yang disampaikan lebih mudah diterima. khususnya presentasi. Agar tampilan visual media presentasi.Media menjadi salah satu faktor determinan bagi keberhasilan suatu proses komunikasi.

BUTO CAKIL •Tokoh perang kembang • Sering berperang melawan kesatria dan tidak pernah menang •Tiap kali dibunuh. mata juling. • Gigi mencuat (mancung) •Tokoh raksasa tetapi bertubuh kecil contoh display yang tidak memperhatikan prinsip desain 62 . tetapi ia selalu tampil lagi pada lakon yang lain • Kepalanya datar.

Untuk OHTmaupun Slide presentasi.3. Silabi TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI DESAIN OHT Slide Presentasi Terdapat jenis-jenis pengetahuan dalam materi pembelajaran. Prinsip dan konsep akan lebih cocok bila di disain menjadi frame tunggal. Pengetahuan yang berjenis prosedur akan lebih cocok bila didisain menjadi beberapa frame sesuai dengan bagian-bagian tertentu selanjutnya bisa ditayang kan bertumpuk. masing-masing jenis pengetahuan dapat didisain bentuk transparansinya sebagai berikut. 63 . Produksi media OHT dan Slide Presentasi Langkah pertama dalam produksi materi presentasi untuk pembelajaran adalah membuat disain/perencanaan. geser garis atau dengan menggunakan tanda panah. Disain media OHT maupun Slide presentasi harus bersumber dari kurikulum yaitu dari tujuan/kompetensi yang terdapat dalam silabus mata pelajaran. Oleh karena itu perlu direncanakan bentuk media yang sesuai. Pengetahuan yang berjenis fakta. buka tutup.

M /L • MAL ( KERTAS GARIS UKR.Sedangkan jenis pengetahuan yang bersifat proses. JENIS PENGETAHUAN BENTUK KONSEP PRINSIP FAKTA FRAME TUNGGAL PROSEDUR BUKA TUTUP GESER-GARIS TUNJUK PROSES ANIMASI Produksi OHT write on (menulis langsung pada lembar transparant). akan lebih baik bila didisain dalam bentuk animasi. G U N AK A N : • TRANSPARANSI KHUSUS • SPIDOL KHUSUS UKR. KUARTO) • FONT YG MUDAH DIBACA • BESAR HURUF 20 – 48 • 1 LEMBAR 10 – 15 BARIS • WARNA YG KONTRAS (2-3 WARNA) 64 .

maka tayangan proyeksi nampak pada layar. Untuk penyajian dengan LCD/infocus projector. Untuk produksi OHT dan Slide presentasi dengan program power point adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut. file pada komputer/laptop bisa dipanggil dan jalankan slide show.• • • • • BUAT KONSEP DESAIN TIAP FRAME YG DITULIS KATA-KATA KUNCI TULISKAN KONSEP PADA TRANSPARANT 1 LEMBAR/FRAME HANYA 1 KONSEP BERI PENEKANAN PD KATA-KATA YG PERLU PERHATIAN Produksi OHT dengan komputer program power point aturannya sama dengan produksi slide presentasi. selanjutnya file bisa di print/cetak di kertas untuk di fotocopy di transparat atau di print langsung pada transparant warna untuk penyajian dengan OHP (Over Head Projector). Setelah selesai membuat materi. Power on komputer Aktifkan MS Power Point Pilih format landscape/ portrait Pilih background Pilih lay out Pilih font Tuliskan konsep sesuai aturan Insert new slide frame berikutnya 65 .

Mengaktifkan Ms. PowerPoint Menu Bar dan Tool Bar Layar Edit Slide Map Task Pane Modus Tampilan Toolbar Drawing 66 . PowerPoint Klik pada START kemudian geser pada All Program Carilah shortcut Ms. Power Point kemudian Klik Tampilan dan Elemen Jendela Ms.

Membuat Klik Menu File New Slide Baru Maka pada task pane akan terdapat Pilihan : • Blank Presentation • From Design templete • From Auto Content Wizard Klik salah satu Option tersebut Menentukan Layout Klik Menu Format Slide Layout Atau langsung pilihlah bentuk layout pada task pane. dengan pilihan yang begitu banyak Klik salah satu bentuk layout 67 .

• Fill Effects ...Texture .Pattern .Menentukan Klik Menu Format Klik segitiga pulldown terdapat pilihan background Latar Belakang Background • More Color .Gradient . ...Picture Pilih salah satu pilihan • Kemudian Klik Apply Menuliskan Text Klik pada kotak text box Ketikkan text SELAMAT DATANG Atur Jenis dan Ukuran dan warna Font Dengan Menu Format Font Setelah text pertama selesai Ulangilah dengan cara yang sama Untuk text box berikutnya 68 .

Menambah Slide Berikutnya Setelah slide pertama selesai. dapat ditambahkan slide berikutnya dengan cara : Klik Menu Insert New Slide Kemudian ulangilah langkah langkah seperti slide pertama 69 . aturlah ukuran dan Letaknya. dan juga diberi animasi seperti halnya text. setelah itu dapat ditambahkan text.Me masang Gamba r Klik Menu Insert – Picture Pilih Clip Art / From File Setelah gambarnya muncul.

• ditampilkan langsung pada layar komputer • dicetak pada mica transparansi (OHP) • atau dipresentasikan lewat LCD projector Caranya adalah : Klik menu Slide Show . ( tampak pada Map ) Klik menu Slide show – Slide Transition dapat diatur cara pergantian tiap slide Klik untuk memilih salah satu slide transition.View Show atau tekan tombol Fungsi 5 ( F5 ) Cara Ini akan menampilkan seluruh slide.Mengatur Pergantian Slide Setelah anda memiliki beberapa slide. Jika akan ditampilkan slide tertentu saja. misalnya slide ke 10 Caranya adalah : 70 . dan aturlah optionnya Kemudian klik tombol Apply Menampilkan Slide Presentasi Slide dapat ditampilkan pada beberapa media.

Pilih Klik nomor slide pada map untuk menandai slide yang akan ditampilkan Kemudian Klik pada icon Slide show ( gb.Menampilkan Halaman Slide tertentu Untuk menampilkan Slide lain ketika presentasi sedang aktip. lalu pilih Pointer Option Atau menggunakan keyboard Ctrl-OP 71 . Layar ) Membuat Freehand Note (Pointer show) Adalah menampilkan pointer. caranya : Klik kanan – Go – By Title . atau berupa pencil sehingga dapat membuat “coretan” pada slide yang sedang tampil Caranya adalah : Klik kanan mouse.

Mengakhiri Presentasi Mengakhiri dan kembali pada Menu edit Tekan tombol ‘Esc’ Atau klik kanan kemudian End Show Tugas LATIHAN Buat disain OHT / Slide presentasi Materi Sesuai Bidang Keahlian Sesuai dg mata ajar masing-masing Satu tatap muka Buat Animasi setiap pergantian Slide Sajikan / Presentasikan dg Komputer dan LCD Print di Tranparansi Warna Print Pada kertas HVS Copy di Tranparansi Sajikan / presentasikan dg OHP 72 .

sesuaikan dengan jumlah audiens • Siapkan transparansi sesuai urutan tampilan • Transparansi bertumpuk sebaiknya disatukan (misalnya dengan klip kertas) 73 .Efektifkan kontak mata dengan audiens .! •Media komunikasi hanyalah alat •Bagian terpenting dari presentasi adalah pesan yang disampaikan Aturan Dasar Presentasi : KIS (Keep it simple ) Kelola audiens.Jangan menunduk ! Sebelum Presentasi (dengan OHP) • Kenali peralatan yang digunakan (terutama letak tombol ON-OFFnya) • Atur fokus dan besarnya tampilan di layar.Jangan bersembunyi di balik peralatan! .Amati responsnya ..MENGGUNAKAN MEDIA OHP / LCD Ingat . bukan peralatan presentasinya ! .

Selama Presentasi (OHP) Nyalakan OHP bila transparansi telah siap Susun transparansi yang telah ditayangkan dengan punggung menghadap ke atas Posisikan diri di sebelah kiri OHP Jangan tunjuk langsung tampilan di layar. Gunakan laser pointer bila mungkin Mematikan/menghidupkan OHP dapat digunakan untuk menarik perhatian audiens M tik OHP bil i i b k t j l b Sebelum Presentasi (dengan LCD Projector) Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide. sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan audiens 74 . pastikan bahwa telah dilakukan simulasi Selama Presentasi dg LCD Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan.

Buatlah 5 lembar media OHT (write on) dari materi ajar saudara 2. 3. Terdapat empat hal dalam usaha sukses presentasi untuk menjelaskan materi sejelas mungkin kepada peserta didik. Print out di transparant warna 5. Latihan TUGAS : 1. dikumpulkan sebagai respound peserta) 1. 75 . 2. Print out di kertas HVS. Buatlah Slide presentasi dari materi ajar yang saudara ampu (minimal 10 frames). Sebutkan dan buat analisis masingmasing. Tes Formatif Soal uraian : (Tugas. Dengan program power point 3. 4.C. Apa saja yang harus saudara penuhi dalam membuat media OHT dan Slide presentasi untuk presentasi pembelajaran ? jelaskan alasan saudara. Sajikan menggunakan LCD D. Apa peranan penggunaan bahasa tubuh (non verbal) dalam proses pembelajaran. Sajikan menggunakan OHP 6. Jelaskan proses komunikasi yang terjadi dalam proses pembelajaran. Apa saja yang harus saudara perhatikan dalam presentasi mengajar menggunakan media OHP dan LCD ? berikan alasan-alasannya. lalu fotocopy di transparant 4.

3. tetapi media juga perperan sebagai Perangsang: A. C. (boleh memilih dua opsi yang tepat) 2. Menarik Minat. Pewarnaan yang paling tepat pada disain berikut menurut saudara adalah: A B C D . Perhatian dan minat C. Menarik perhatian D.Soal Pilihan Ganda : 1. Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran B. Media dalam pembelajaran harus didisain dengan baik dan menarik. D. Hal ini karena media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar pesan. 76 . Pilihlah jenis huruf berikut ini yang menurut saudara paling tepat untuk membuat media OHT/Slide presentasi A. Pikiran dan Perasaan B.

4. Disain yang paling tepat adalah A CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES B CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK C PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK D CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES 77 .

1980. D 5. Media Pendidikan . ABCD Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 2: Kunci : 1. G dan Atkins. Technology. Task Force on Definition and Terminology.1992. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. Semarang : UPMSB IKIP Heri Subagyo. B 4.Penutup Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 1: 1. Edmud Burke. 1984. 1977. Multimedia In The Classroom. 1983. New Jersey: Prantice Hall.:Association for Educational Communication and Technology Blake. Cara Pembuatan Media dan Alat Media Grafis. dkk. Inc. Brown. Haroldsen. Planning & Producing Instructional Media. 1985. Jakarta : Direktorat Pendidikan Umum Djelantik. AAM. & Edwin O. C 3. AB 2. Hartono Kasmadi . Palmer W. 1967. 1995 : Penggunaan Alat Peraga. USA: Harper & Row Publishers. Jakarta : Pustekom Depdikbud. Teknologi Komunikasi Pendidikan. Boston: 78 . Program Media Fungsi dan Penggunaannya. C 2. Washington DC. New York: Longman Metheu. Agnew . D Daftar Pustaka AECT.Taksonomi Konsep Kumunikasi. Downing and Michael Covington.. 1987. 1996.Estetika Suatu Pengantar. Jakarta: Penerbit Erlangga Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Feldman. Reed H. tidak ada pilihan 7. A 3. 2003. M. Dauglas. B 6. . Bandung : PT Citra Aditya Bakti. Oemar 1989. Englewood Cliffs. Kemp Jerrold E dan Dayton Deane K. 1999. Surabaya: Papyrus. Kamus Istilah Komputer. Semarang : Proyek Peningkatan Guru IPS Kanwil Dekdikbud. ABCD 4. Hamalik. The Defuinition of Educational Technology. Art as Image and Idea. Pengertian dan Penerapannya di Indonesia. Effective Teaching in Higher Education.

Agus. Bandung: Penerbit ITB. 1829-930X. 2002. 2004.Diksi Rupa. 2000. Sadiman Arief S. 2002. Semarang: Uneversitas Negeri Semarang. Susanto. Simbol dan Daya. 2003. Desain Media. “Media Digital: Alternatif Media Seni Rupa Masa Kini” dalam Imajinasi Jurnal Seni FBS Universitas Negeri Semarang. Jakarta: Depdikbud. Soemardjo. Alex. edisi Juli 2004. Sobur. 79 . Media Pendidikan. Sukadi.1986. Priyono Andreas. Yogyakarta: Galang Press. Jakarta : PT. 1996. Bandung: Rosdakarya. Bandung: Penerbit ITB. Presentation Skills. _____. 1991. 1994. Yogyakarta: Kanisius. Jakarta: Pustekom Depdikbud. Jakob. Semiotika Komunikasi.Allyn and Bacon. Supatmo. A . Mikke. Media Pendidikan. 2000. Sachari. Rahardjo. Estetika: Makna. Jakarta: Raja Grafindo Persada. No. ______________. Pengembangan Media Instruksional. Menimbang Ruang Mernata Rupa. Filsafat Seni.. Raja Wali .

BUKU AJAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS .

Namun di satu sisi keluhan oleh kalangan industri terhadap rendahnya kualitas lulusan SMK merupakan fakta yang harus segera disikapi dengan tindakan berupa perbaikan berbagai aspek terutama pada aspek manajemen pengelolaan SMK yang di dalamnya termasuk keprofesionalan mengajar yang harus dilaksanakan oleh guru. khususnya tenaga kerja tingkat operator (SMK). Upaya ini dilakukan. dalam bidang pendidikan kini terus dilakukan upaya peningkatan secara sistematis untuk menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas. Perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama dalam bidang elektronika berpengaruh pada kebutuhan tenaga kerja terampil. (b) lulusan baru dalam taraf siap latih dan bukan siap kerja. mengingat kualitas pendidikan khususnya SMK saat ini masih menghadapi banyak permasalahan antara lain. (g) kurikulum SMK disusun secara sepihak tanpa adanya keterlibatan industri. (c) rendahnya dana pendidikan sehingga terbatasnya peningkatan fasilitas media pembelajaran. (a) rendahnya kemampuan lulusan. Beberapa faktor yang dipandang sebagai penyebab rendahnya kualitas tersebut antara lain: (a) belum banyak industri yang ikut terlibat dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Latar Belakang Dalam menghadapi era perdagangan bebas. (c) masih banyak industri yang merasa terganggu dengan kehadiran siswa PKL. (h) peranan pemerintah sebagai mediator antara sekolah dengan industri hampir 1 Penelitian Tindakan Kelas SMK . (e) tidak adanya sinkronisasi materi pelatihan yang baku antara SMK dengan industri. (d) kualitas lulusan masih dianggap belum mampu memenuhi persyaratan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha / industri. (d) hampir tidak ada industri yang memiliki divisi pelatihan tenaga kerja secara internal untuk dijadikan wadah pelatihan siswa SMK. (b) keterampilan yang diajarkan sudah tidak sepadan dengan kebutuhan industri. (f) peran majelis sekolah tidak optimal.BAB I PENDAHULUAN A.

(1) lulusan tidak mampu menghasilkan tamatan yang berkualitas siap pakai. metoda dan media mengajar serta pelaksanaan evaluasi juga masih banyak kekurangan. (k) kurangnya pelatihan keterampilan yang diberikan kepada guru pengajar praktik. menunjukkan bahwa dalam perencanaan pembelajaran PSG belum sepenuhnya mewujudkan keterkaitan dan kesepadanan. seperti dalam menyampaikan isi pembelajaran. masih banyak masalah yang dihadapi guru. Keterampilan mengajar yang dimiliki guru bersifat statis.tidak ada. khususnya dunia usaha/industri. blok dan portofolio untuk ketiga ranah. mengakibatkan rendahnya kualitas praktik yang dicapai mahasiswa. (4) kurangnya fasilitas dan dana operasional kegiatan praktik. adalah suatu kelemahan yang sangat mendasar. Hasil penelitian I Made Sudana (1998) di beberapa SMK Teknologi di Jawa Tengah. Demikian pula dalam pelaksanaannya. (l) kualitas dan kuantitas peralatan praktik di SMK masih kurang dan ketinggalan jaman. Pemikiran ke arah inovasi sebagai upaya mengeliminasi faktor-faktor penghambat dan penyebab rendahnya kualitas lulusan SMK telah diupayakan oleh pihak pemerintah melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). (i) tidak berfungsinya Unit Produksi (UP) sebagai” replika industri” yang dapat dijadikan institusi pasangan di sekolah. dan (5) permasalahan yang ada pada pihak masyarakat pengguna tamatan. (2) dalam tahapan penyelenggaraan pendidikan masih sangat kuat adanya pengertian” pendidikan demi pendidikan” artinya pengajar seakan-akan sudah puas apabila pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas sesuai dengan program yang tercantum dalam kurikulum. Menurut Wardiman (1994) ada beberapa permasalahan dalam pendidikan kejuruan antara lain. ( j ). baik pada tujuan maupun isi pembelajaran. KBK yang berorientasi pada pencapaian kompetensi standard (KS) dan kompetensi dasar (KD). nampaknya merupakan sebuah model pembelajaran sebagai langkah untuk menuju ke arah perbaikan kualitas 2 Penelitian Tindakan Kelas SMK . (3) kegiatan pembelajaran praktik hanya mengandalkan kegiatan praktik di bengkel kampus. menggunakan strategi dalam bentuk pengajaran gradual dalam pola remedial dan program pengayaan dengan sistem evaluasi berbentuk harian.

B. untuk meningkatkan mutu keterampilan lulusan pendidikan. faktor pengajar menjadi sangat sentral dalam proses pembelajaran. Deskriptif Penelitian Tindakan Kelas (class room action research) selanjutnya disingkat PTK dalam buku ajar ini membahas tentang . karakteristik penelitian tindakan kelas. Salah satu kendala yang sangat mempengaruhi kualitas lulusan secara keseluruhan adalah aspek pembelajaran. Seperti dikemukakan oleh Soewarni (1993) dan Sulaiman (1993). keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. pengertian penelitian tindakan kelas. yang mungkin belum banyak dilakukan oleh guru di kelasnya. Perbaikan pada proses pembelajaran oleh guru kini nampaknya menjadi salah satu upaya pilihan yang mesti dilakukan yaitu melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). maka upaya perbaikan terhadap kualitas tenaga pengajar khususnya peningkatan kemampuan yang mencakup pengetahuan dan skill bagi guru-guru SMK sangat mutlak dilakukan agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah sebagai salah satu solusinya Berdasarkan kondisi di atas. serta tujuan yang dinginkan dari penelitian tindakan kelas. dalam penyelenggaraannya masih banyak dijumpai kendala. 3 Penelitian Tindakan Kelas SMK prinsip-prinsip dalam melakukan . Padahal menurut Bhattacharya dan Mandke (1992) bahwa pengajar seharusnya memahami tentang metodologi pengajaran. karena seorang pengajar dituntut untuk mampu mengelola dan mengevaluasi proses belajar siswanya.dan sebuah statregi antisipatif dalam persaingan mutu tenaga kerja pada era globalisasi. bahwa tujuan penyelenggaraan pendidikan adalah menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan. jenis-jenis penelitian tindakan kelas. bagaimana konsep penelitian tindakan kelas. Menyadari keterbatasan ditinjau dari berbagai variabel. Namun dalam kenyataan. seperti minimumnya kemampuan pemerintah dalam meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya SMK.

serta paham tentang tata cara menulis karya ilmiah yan diperlukan dalam menyusun proposal penelitian maupun pembuatan laporan akhir peneli-tian. persyaratan yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu untuk dapat memahami dan menerapkan petunjuk-petunjuk maupun konsep-konsep yang ada dalam buku ini. maka peserta dituntut untuk memahami pengetahuan tentang metodologi penelitian secara umum. Menerapkan teori-teori penelitiaan tindakan kelas yang diberikan dalam pembelajaran ini 4 Penelitian Tindakan Kelas SMK . di samping dari bahan buku ajar ini.penelitian tindakan kelas. langkah-langkah yang dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. peserta diharapkan mempunyai kompetensi : 1. kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini. Prasyarat Untuk memudahkan memahami bagaimana melakukan penelitian tindakan kelas. Petunjuk Belajar Buku ajar ini hanya membahas garis-garis besar cara melakukan penelitian tindakan kelas. Kemampuan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan riil yang dihadapi di kelas 2. D. Kompetensi dan Indikator a) Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam buku ajar ini. C. penguasaan aplikasi teknik analisis statistik dan juga terutama dalam menginterprestasikan hasil analisis statistik yang dilibatkan nantinya. peserta diharapkan dapat menginventaris berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan yang selanjutnya dilakukan penajaman-penjaman sehingga peserta tidak akan kesulitan di dalam mengangkat sebuah permasalahan untuk dijadikan sebuah tema penelitian sampai melaporkan hasil akhir penelitian nantinya. E.

Peserta mampu melakukan penelitian kelas sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada. 3. Peserta mampu menerapkan teknik analisis statistik yang tepat dalam proposal yang disusun 5. Peserta mampu dalam mengidentifikasi dan menentukan tema penelitian. 5 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Menyusun proposal penelitian tindakan kelas 4.3. Peserta memiliki kemapuan menulis proposal penelitian tindakan kelas 4. Melakukan penelitian tindakan kelas berdasarkan permasalahan riil yang ditemukan di kelas b) Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1. Peserta dapat menunjukkan berbagai permasalahan yang ditemukan di kelas 2.

Peserta dapat menjelaskan karakteristik penelitian tindakan kelas 4. Memahami karakteristik penelitian tindakan kelas 2). Memahami arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1. peserta akan mendapatkan gambaran yang lebih rinci tentang konsep PTK dan langkah-langkah pelaksanaannya. tujuan penelitian tindakan kelas. Peserta dapat menjelaskan arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. prinsip-prinsip dalam melakukan penelitian tindakan kelas. 3. karakteristik penelitian tindakan kelas. persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. jenis-jenis penelitian tindakan kelas. kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini.BAB II KONSEP PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Mengidentifikasi jenis-jenis penelitian tindakan kelas. langkahlangkah dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Kompetensi Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan : 1. Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dalam melakukan PTK Pengantar Pada bagian ini dibahas tentang pengertian apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan kelas. Kompetensi dan Indikator 1). 6 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Dengan demikian setelah mempelajari materi ini. konsep penelitian tindakan kelas. Peserta dapat menjelaskan jenis-jenis penelitian tindakan kelas 3.

1. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya. Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik 5. melaksanakan. Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti. Mengapa guru dianggap paling tepat untuk melakukan PTK ? 1. Apa manfaat PTK bagi guru? 1. Guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya 2. PTK memiliki karakteristik sebagai berikut. Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya 4. Meningkatkan profesionalitas guru 3. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran 2. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran 5. dan merefleksikan tindakan baik secara manidiri maupun kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Pola Penelitian Tindakan Kelas Apa itu Penelitian Tindakan Kelas? Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang. Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidahkaidah penelitian 4.B. Masalah berawal dari guru 2. Temuan penelitian tradisional sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran 3. Tujuannya memperbaiki pembelajaran 3. Meningkatkan rasa percaya diri guru 4. Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya 7 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan program pembangunan pemerintah dalam rangka mengatasi keterbelakangan. Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan oleh guru sebagai usaha mengejar ketinggalan dunia lain yang sibuk menerapkan berbagai ekpserimen dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang dipandang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. Validitasnya yang masih sering disangsikan 2. yang kemudian di refleksikan sebagai alternatif pernecahan masalah. Berbagai upaya pembaharuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan antara lain peningkatan kurikulum melalui isi. pemerataan pendidikan. yang ditindak lanjuti dengan kegiatan nyata melalui penelitian tindakan kelas yang direncanakan dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalam pembelajaran. 8 Penelitian Tindakan Kelas SMK . antara lain: 1. Peran guru yang bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering membuat sangat repot. Akhir-akhir ini di Indonesia berkembang penelitian tindakan kelas kelas. Artitinya penelitian guru berawal dari masalah-masalah yang di alami guru di dalam proses pembelajaran.PTK sebagai salah satu metode penelitian terdapat beberapa keterbatasan. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian guru yang bersifat reflektif. Tidak mungkin melakukan generalisasi karena sample sangat terbatas 3. pengembangan melalui penelitian pembelajaran seperti penelitian tindakan kelas ( action research). Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah.

Jadi bisa satu tahapan. 9 Penelitian Tindakan Kelas SMK . R R R A A A P P P Keterangan : P = Plan A = Action/Observation R = Reflection Jumlah tahapan siklus yang akan dilakukan tergantung dari hasil perlakuan yang diperoleh. Siklus penelitian kelas dapat bersifat spiral seperti berkut ini. observasi. pelaksanaan tindakan. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam proses bersiklus yang terdiri empat tahapan. sehingga mampu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. tiga atau lebih. dan refleksi. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memiliki siklus . dua . perencanaan.siklus atau perulangan-perulangan tertentu tindakan guru kelas.Apabila di dalam melaksanakan kegiatan nyata belum / tidak berhasil mencapai target hasil yang diharapkan atau menemukan masalah baru diperlukan kegiatan berikutnya yang dikenal dengan penelitian siklus sebagai cara pemecahan masalah dengan alternatif lain dan siklus-silkus selanjutnya sampai masalah dapat di atasi dengan tuntas.

. ( Kemmis dan Taggart. 1988 . serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktikpraktik tersebut.Bentuk lain dari perencanaan di atas dapat gambarkan sebagai berikut: KONSTRUKTIF Perencanaan REKONSTRUKTIF Tindakan Refleksi Observasi (Wacana antar partisipan) (Praktik Dalam Konteks) 1. Definisi Penelitian Tindakan kelas Penelitian tindakan kelas adalah : Intervensi skala kecil terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan yang cermat terhadap pengaruh intervensi tesebut ( Cohen dan Manion 1980 : 174 ).5-6 ). Bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat 10 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Bentuk penelitian reflektif diri kolektif yang dilakukan pesertapesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka.

Penelitian jenis ini tumbuh dan berkembang karena dua kelemahan penelitian tindakan jenis pertama a) diagnostik tidak selalu mendorong dilakukannya tindakan b) keterlibatan tim peneliti dalam masyarakat terkait kurang menjamin pelaksanaan tindak- 11 Penelitian Tindakan Kelas SMK . pemahaman mereka terhadap praktik tersebut. 2. Penelitian Tindakan Diagnostik yaitu penelitian yang dirancang guna menuntun kearah tindakan. Suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. tiga. Jenis-jenis Penelitian Tindakan Kelas Para ahli peneliti pendidikan membagi Penelitian tindakan kelas berbeda-beda. 1999). Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Empat jenis penelitian tindakan kelas itu adalah : 1. Peneliti diundang memasuki situasi yang telah ada dan kemudian peneliti melakukan diagnosa situasinya. ada yang membagi menjadi empat jenis. pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. ( Suyanto. 1992). 1997 ). Penelitian Tindakan Partisipan. Dalam bentuknya yang paling jelas penelitian tindakan diagnostik dapat dijelaskan sebagai berikut. memperdalam. yang dilakukan oleh pelaku tindakan (pendidik). Suatu bentuk penelaahan (incuiry) melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial untuk memperbaiki rasionalisasi dan kebenaran dari: praktik sosial atau kependidikan yang mereka lakukan sendiri.memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pem-belajaran di kelas secara profesional. serta memperbaiki kondisi praktik pembelajaran tersebut dilaksanakan (Pelatih Proyek PGSM. ( Stephen Kemmis. situasi di tempat praktik itu dilaksanakan. 2. atau dua jenis.

2. 3. Penelitian Tindakan Empiris. Penelitian ini adalah penelitian yang menerapkan berbagai teknik tindakannya dengan efektif. Ciri-Ciri Penelitian Tindakan Kelas a. Penelitian tinclakan eksperimental. Artinya masalah yang diteliti adalah masalah-masalah riil yang dialami guru sehari-hari bukan masalah yang direkayasa. Gagasan dasar penelitian tindakan jenis ini adalah melakukan sesuatu dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi.an yang disarankan. Penelitian tindakan kelas selalu berfokus pada masalah yang riil yang muncul dari proses pembelajaran atau dunia kerja peneliti yang ada dalam tanggung jawabnya. 3. Dengan demikian mereka itu tidak hanya dapat menyadari perlunya melaksanakan program tindakan tertentu akan tetapi secara jiwa dan raga akan terlibat dalam program tindakan tersebut. Gagasan sentral penelitian tindakan partisipan ini adalah bahwa orang yang melakukan tindakan harus juga terlibat dalam proses penelitian awal. 4. Hampir selalu ada lebih dari satu cara untuk mencapai sesuatu. pema12 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Proses penelitiannya pada pokoknya berkenaan dengan dengan penyimpanan catatan dan pengumpulan pengalaman dalam pekerjaan sehari-hari. Ciri-ciri utama Penelitian tindakan kelas memiliki ciri utama: 1. Masalahnya adalah menemukan cara mana yang terbaik. Penelitian tindakan yang hanya menghasilkan suatu pengertian. Penelitian tindakan kelas selalu berorientasi pada pernecahan masalah.

Penelitian tindakan kelas berorientasi pada peningkatan kualitas. 4. Kedua. Masalah penelitian bukan berasal dari hasil penelitian atau hasil kajian yang diluar penghayatan guru. bentuk tindakan. penelitian tindakan kelas adalah bersifat kolaboratif. alat ukur sebagai kontrol keberhasilan dari tindakan pemecahan masalah. aksi dari tindakan. skenario tindakan seperti pengamatan.haman dianggap tidak bermanfaat. b. Oleh karena itu pada penelitian tindakan kelas guru harus jujur dan peka bahwa benar-benar memiliki masalah dalam proses pembelajaran. permasalahnnya diangkat dari dalam tempat guru mengajar yang benar-benar dihayati oleh guru sebagai masalah yang harus diatasi. orang yang melakukan. Artinya tindakan pada penelitian ini melalui program yang cermat seperti jadwal rinci. Peneltian tindakan kelas adalah siklus (Cyclic).Untuk memenuhi prinsip kebenaran itu problem. Artinya peneliti dapat bekerja sama dengan orang lain (dosen) dalam melakukan tindakan. 5. dan refleksi hasil dari tindakan. 6. 3. Penelitian tindakan kelas bersifat kolaborasi. 13 Penelitian Tindakan Kelas SMK . berbagai cara pengumpulan data umumnya digunakan. Penelitian tindakan kelas memerlukan berbagai cara koleksi data. Guru tidak harus sendirian berupaya memperbaiki proses pembelajarannya. karena tidak memecahkan masalah. Penelitian tindakan menegaskan pentingnya aksi dari setiap komponen dari sistem organisasi berkembang menjadi lebih baik. Masalah tidak berasal dari luar atau saran orang lain yang mengenal masalah yang terjadi di dalam kelas. Ciri-ciri lain dari penelitian tindakan kelas sebagai berikut: Pertama.

Penelitian yang dilakukan dikelas belum tentu merupakan penelitian kelas. penelitian tindakan kelas merupakan jenis penelitian yang mememuculkan adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar dikelas. Artinya penelitian di kelas yang tanpa memberikan suatu tindakan apa-apa dikelas untuk memperbeik proses pennbelajaran bukan penelitian tindakan kelas. Usaha kolaboratif antara guru dan dosen (a collaborative effort between school teachers and teacher educators). 4. Keterlibatan dosen LPTK dalam PTK bukanlah sebagai ahli pendidikan Yang tengah mengemban fungsi pembina guru. Penelitian Tindakan Klas mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. maka PTK diselenggarakan secara kolaboratif dengan guru yang kelasnya dijadikan kancah PTK. Oleh karena itu ciri kolaboratif ini harus secara konsisten tertampilkan sebagai kerjasama kesejawatan dalam keseluruhan tahapan penyelenggaraan PTK. b. dan dilakukan guru sendiri ( bukan orang lain ) 14 Penelitian Tindakan Kelas SMK . atau guru lain. melainkan sebagai sejawat di samping sebagai pendidik calon guru yang seyogyanya memiliki kebutuhan untuk belajar dalam mengakrabi lapangan demi peningkatan mutu kinerjanya sendiri.Guru dapat dibantu pakar pendidikan lain seperti pengawas. made public). dosen. Perbaikan proses pembelajaran dari dalam (an inquiry on practice from within). Artinya keinginan untuk melakukan penelitian muncul karena adanya adanya permasalahan praktis yang dihayati dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh guru sebagai pengelola program pembelajaran di kelas atau sebagai jajaran staf pengajar di sebuah sekolah. Pada umumnya dosen tidak mempunyai akses langsung. Penelitian tindakan kelas perlu didasari oleh permasalahan praktis yang dirasakan guru di dalarn kelas. Ketiga. c. Bersifat reflektif (a reflective practice.

dengan metodologi yang tidak terlalu kaku namun tetap menekankan obyektivitas. Peserta meringkas bahan pelatihan yang telah dijelaskan oleh instruktur 2. Penelitian tindakan kelas tidak boleh mengganggu kegiatan guru mengajar dikelasnya. c. Prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas . 5. hipotesis meyakinkan. Peserta mengidentifikasi persyaratan-persyaratan yang harus diperhatikan bila hendak melakukan PTK D. Latihan 1.yang tidak mengetahui tentang hal-hal timbul dan yang terjadi di dalam kelas untuk memperbaiki proses pembelajaan secara langsung. merumuskan masalah. Penelitian kelas mempunyai prinsip-prinsip antara lain: a. setiap peserta ditugaskan untuk : 1. Metode yang digunakan harus cukup andal (reliable) yang memberi kemudahan guru mengidentifikasikan masalah. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang ciri-ciri dan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan PTK. 15 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Peserta mendiskusikan makna skema rancangan PTK secara mendalam 3. mengembangkan strategi pembelajaran C. Artinya guru dapat menempuh prosedur yang mudah dilakukan sendiri tanpa meninggalkan tugas sebagai guru yang baik. Lembar Kegiatan Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas tidak harus mandiri tetapi guru dapat berkolaborasi dengan dosen Lernbaga Pendidikan Tenaga Kependidikan maupun dengan teman sejawat sebagai mitra sejawat dalam penelitian ini. b.

2. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Jelaskan ciri-ciri yang dimiliki oleh PTK ? 16 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memunculkan tindakan tertentu untuk proses perbaikan pembelajaran. Rangkuman Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bermula dari temuan riil oleh calon peneliti di lapangan (kelasnya). yang semuanya harus dijadikan tuntunan dan pertimbangan oleh guru yang akan melakukan PTK. Faedah apa yang dapat dipetik dengan model penelitian yang bersifat siklus dan reflketif ? 8. F. Prinsip-prinsip apa aja yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan sebuah PTK ? 7. tetapi dapat bekerjasama dengan dosen LPTK sebagai mitra dan sejawat dalam upaya mencari strategi pemecahan masalah yang dihadapi oleh guru di kelasnya. Apa hakekat utama dari penelitian tindakan kelas tersebut ? 3. Apa alasannya PTK selalu dirancang dalam bentuk tahapan siklus yang berulang-ulang ? 2. Pada dasarnya PTK tidak harus dilakukan oleh guru sendirian. Kenapa PTK tidak tepat dilakukan oleh orang lain ? 5. Tes Formatif 1. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil identifikasi masalah ! E. Jelaskan makna dan fungsi dilakukannya PTK oleh seorang guru ? 4. Apa tujuan dan manfaatnya jika dalam penelitian tindakan kelas dilakukan secara kolaboratif dengan pihak lain (dosen LPTK) ? 6. PTK mempunyai ciri-ciri utama maupun ciri-ciri khusus.

17 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

Peserta memahami cara menyusun laporan hasil penelitian 2) Indikator keberhasilan pengajaran ini: a.BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksana-annya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan. 18 Penelitian Tindakan Kelas SMK . pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan. Peserta dapat membuat laporan PTK Pengantar Bagian ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Kompetensi dan Indikator 1) Kompetensi yang ingin dicapai dari pembelajaran ini : a. serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian. bentuk dan skenario tindakan. Peserta dapat membuat rancangan tindakan pelaksanaan PTK c. Peserta memahami rencana tindakan dalam melaksanakan PTK c. Peserta mampu menyusun proposal PTK b. Peserta memahami cara menganalisis data penelitian d. Peserta memahami prosedur menyusun proposal PTK b. Preserta dapat menggunakan teknik analisis data d.

Langkah-Langkah PTK a. pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan. b. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. yaitu. bahkan bersamaan. media. baik pelaksanaan tindakan. tujuan dan manfaat yang diharapkan. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya. Menyusun proposal PTK. (5) memilih dan menyusun persfektif. 19 Penelitian Tindakan Kelas SMK . (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan. Oleh karena itu dalam rangka menyusun sebuah proposal. maka dalam kegiatan ini meliputi beberapa kegiatan pokok. strategi. (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK.B. Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK. Sebelum melakukan penelitian seorang calon peneliti (guru) dituntut untuk menyusun proposal yang akan dijadikan panduan dalam melaksanakan kegitian penelitian. konsep. sampai rancangan analisis data yang akan digunakan. atau kiat tertentu. (4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan. (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya. (1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara. Pada dasarnya sebuah proposal penelitian berisi tentang penjelasan yang diawali dengan pemaparan latar belakang masalah yang ditemukan. (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.

Dosen baru-boleh 20 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Setelah itu. dan kajian konsep atau teoritis. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. d. maupun refleksi. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. tujuan. Dalam kegiatan ini pertamatama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. Pada kenyataannya dosen dapat diajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. rumusan masalah. Diagnosis dan Penetapan Masalah Masalah PTK yang merupakan penelitian guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah. Menganalisis data Data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan. Inilah bentuk laporan PTK. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen. diagnosis masalah hendaknya dilakukan oleh guru untuk dipecahkan.c. perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran. Oleh karena itu. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. pengamatan. Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Menulis laporan PTK Kegiatan yang berkaitan penulisan laporan dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. 1. pelaksanaan tindakan. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK.

guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan (a) pengelolaan kelas. rumusan masalahnya.mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya (salah satu bentuk penelitian kolaborasi). PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga. 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif. guru. atau hipotesis tindakannya. Jadi. (c) pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar. PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar. 2) sumber-sumber lingkungan. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu. serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar. Dari sekian banyak kemungkinan masalah. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa. 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. dapat “ditindaki”. 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar. (b) proses belajar-mengajar. maupun (d) sebagai wahana peningkatan personal dan profesional. 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar. dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. dan “ditindaklanjuti”. 2) mengembangkan kurikulum. dan 3) peralatan tertentu. dan orang tua. Dalam kegiatan di kelas. dan 4) memperbaiki metode evaluasi. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. misalnya 2 minggu atau satu bulan. guru (bersama dosen) perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan peme21 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa. masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”.

Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut. dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi? • Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif? Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama (oleh dosen dan guru) setelah menganalisis seluruh pilihan masalah. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan guru (dan dosen) dapat berupa rumusan sebagai berikut: * Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar? Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa : • Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? Yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut. 22 Penelitian Tindakan Kelas SMK . minat. aktif berpikir)? • Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya? •. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya.cahannya dalam penelitian yang akan dilakukan itu. • Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik.

di kelas. Guru menduga bahwa siswa kurang aktif dalam mengikuti proses belajar. apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu. Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah yang visible dapat diteliti. Misalnya dipilih masalah sebagai berikut. dan sekolah mana hal itu terjadi?” Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas. ”minds on” maupun ”hearts on” ? 23 Penelitian Tindakan Kelas SMK .Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan?. bahkan juga kalau mungkin ”hearts on”). bagaimana upaya mengatasinya. Tujuan penelitian: Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini. baik secara ”hands on”. Isu: Siswa kurang aktif di kelas. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya. aktif secara utuh (sedapat mungkin ”hands on” atau ”minds on”. cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan atau yang mempertanyakan. Masalah: Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas. Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas? Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk : ”Masalah apa yang terjadi di kelas.

Bentuk dan Skenario Tindakan Menurut Herawati Susilo dan Kisyani Laksono (2007). strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). penggunaan lingkungan sekitar sekolah. gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru. Biasanya tujuan penelitian dinyatakan dalam bentuk pointer-pointer. atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau yang lainnya. Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. 24 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem possing (memunculkan masalah). baik secara ”hands on”. Lebih jauh dikatakannya dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah. penggunaan sungai. Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep. dan seterusnya). Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas. 2.Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian. ”minds on” maupun ”hearts on”. Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu.

Instrumen untuk input Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. 1). buku teks dalam kondisi awal. 3). dan output (hasil). Instrumen untuk proses Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Instrumen untuk output Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Pengembangan Instrumen Untuk mengukur keberhasilan tindakan Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal. proses (saat berlangsung). Dari sisi proses Dari sisi proses (bagan alirnya).a. 25 Penelitian Tindakan Kelas SMK . format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal). misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal. 2). nilai peserta didik berkisar pada angka 50). Di samping itu. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati.3. Akan tetapi. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan. dst. 3.

Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers) Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas.b. respon siswa terhadap lingkungan kelas. dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann. 1). tentang organisasi kelas. Dari sisi hal yang diamati. Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. yaitu a) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record). instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga).maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. c) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati. dsb. dan d) pengamatan harus dilakukan secara objektif.1992). Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. 26 Penelitian Tindakan Kelas SMK . catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers). 3. batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas. Dari sisi Hal yang Diamati Selain dari sisi proses (bagan alir). misalnya. instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom). b) tujuan. Sejauh mungkin.

and Post-Teaching Activities) . Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms) Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns). h) Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students). tata letaknya. b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form). antara lain: a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization). dsb. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions). 2). pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. dan manajemen kelas. 27 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation). antara lain: a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events). g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas. Di samping itu. Whilst-. e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model).Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK.

d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment). 3). dan sesudah usai pembelajaran. antara lain: a) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) . i) Sosiogram. c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms). e) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart). dsb 28 Penelitian Tindakan Kelas SMK . c) Format Bayangan (Shadowing Form). dsb. b) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students). dalam kurun waktu tertentu. Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK.b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map). h) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection). f) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons). f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies). Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum. mulai dari sebelum dilakukan tindakan. e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews). g) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory). d) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students). Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students). saat berlangsung. Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati. saat tindakan diimplementasikan. dan seusai tindakan. Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik.

atau pemetaan kelas (cf. catatan lapangan. daftar cek). dan peneliti berperan sebagai mitra. pendapat. penggambaran interaksi dalam kelas. misalnya perilaku. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal. alat perekam elektronik. Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap. kasus istimewa. (b) Pedoman Wawancara Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi. atau wawasan . 2004: 19). siswa. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. Mills. wajar.Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud: (a) Pedoman Pengamatan. jurnal harian. dan proses lainnya. dapat pula dilakukan secara bebas. atau untuk melukiskan suatu proses . observasi aktivitas di kelas. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang. Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi. Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif. aktivitas. tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru. 29 Penelitian Tindakan Kelas SMK . kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap.

nilai peserta didik berkisar pada angka 50). Instrumen yang dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan.(c) Angket atau kuesioner Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali. hasil karya peserta didik. hasil karya guru. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. lembar kerja dll. Tim PGSM. Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan. 1997. sikap. 2004). (e) Tes dan Asesmen Alternatif Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. silabus. bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. arsip. Sumarno. 1999. Mills. demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal. 30 Penelitian Tindakan Kelas SMK . (d) Pedoman Pengkajian Data dokumen Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir. Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian. maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).

maka perlu dilakukan validasi. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. interpretasi dengan acuan teori. perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi. Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan. atau jika memang perlu uji statistik). c. triangulasi. apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan. Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi: a. b. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas. Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter. menumbuhkan praktik. Validasi hipotesis 31 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Misalnya. dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian. apa yang kemudian terjadi. Validasi hipotesis Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis. Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi.4. Analisis Data Penelitian. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Dalam PTK. atau pendapat guru. dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut 2). mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan. 1).

Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. 3). atau penilaian dan pendapat guru. Penyusunan Laporan Penelitian Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I. dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif. Saturasi. Hal ini dilakukan dengan acuan teori. observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa.tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria. Triangulasi. dibandingkan dengan pengalaman. 5. recek. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator 32 Penelitian Tindakan Kelas SMK . mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu. norma. triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan. dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan. Interpretasi Data Penelitian Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. praktik. jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data. hasil observasi kegiatan guru.

dan apapun metode PTK yang kebetulan diterapkannya. Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1. observasi dan evaluasi.keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal. Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data). Dengan kata lain. 2). yaitu 1). 6. 3). 4). saturasi dan triangulasi. Paling terbuka untuk diperdebatkan metodologi yang digunakan harus cukup reliabel sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan. seyogyanya tidak berdampak mengganggu komitmennya sebagai pengajar. dan bertolak dari tanggung jawab 33 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2. serta memper oleh data yang dapat digunakan untuk « menjawab » hipotesis yang dikemukakannya. Prinsip-Prinsip PTK Menurut Hopkins (1993) ada 5 prinsip yang menjadi ciri penelitian tindakan kelas. Masalah penelitian yang diusahakan oelh guru seharusnya merupakan masalah yang cukup merisaukannya. pelaksanaan. Pekerjaan utama guru adalah mengajar. sejauh mungkin harus digunakan prosedur pengupulan data yang dapat ditangani sendiri oleh guru sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas secara penuh. termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajar-an. mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya. Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan.

Gambarkan dengan jelas bila penelitian tersebut adalah bersifat kolaborasi.Pada lembaran sampul dan informasi menyesuaikan aturan yang berlaku di Dinas Pendidikan setempat. inovasi isi kurikulum. spesifik. Garis-Garis Besar Struktur Proposal PTK Proposal dapat dibuat mulai dari lembaran sampul. Identitas peneliti dan anggota peneliti ( jika ada). Pada materi proposal penelitian antara lain berisi : (a). lama waktu penelitian dan biaya yang dibutuhkan dan sumber pendanaannya yang disyahkan dan disetujui oleh Pimpinan (Kepala Sekolah dan Kepala Dinas) sesuai dengan aturan yang berlaku. (b). 5). 7. biaya. misalnya pengembangan media. 34 Penelitian Tindakan Kelas SMK . lembaran informasi. tempat penelitian. metode mengajar. Bidang Kajian.profesionalnya. Dalam menyelenggarakan PTK. dsb. jadual kegiatan. (c). (d). materi. Masalah yang diteliti atas dasar pengamatan guru yang mendesak untuk segera dipecahkan . Bidang Kajian Tuliskan bidang kajian yang diteliti. serta tindakan yang akan dilakukan dalam upaya mengatasi masalah dan nilai manfaat. guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. Latar Belakang Sampaikan dengan jelas masalah nyata yang terjadi di kelas dan diagnosis dengan cermat oleh guru kelas. guru sendiri memiliki komitmen terhadap pengatasannya. riwayat hidup peneliti. tetapi jelas yang dapat menggambarkan masalah yang akan diteliti. Halaman Pengesahan Bagian ini berisi tentang Judul. Judul Penelitian Judul penelitian hendaknya singkat.

Metode Penelitian Bagian ini sangat berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut : 1) tempat penelitian 2) lama waktu penelitian 3) teknik penentuan subyek penelitian 4) model dan jenis peneltiian 5) teknik dan alat pengambil data 6) teknik analisis yang akan digunakan 35 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Manfaat Penelitian Uraikan manfaat penelitisn dengan menampakkan potensi penelitian Itu guna perbaikan proses pembelajaran di kelas. (h). Pemecahan Masalah Uraikan pendekatan konsep yang akan digunakan di dalam memecahkan masalah yang diteliti sesuai kaidah penelitian tindakan kelas. Hipotesis Nyatakan bunyi hipotesis kerja yang dijadikan pijakan di dalam melaksanakan kegiatan penelitian. (g). jurnal yang relevan untuk dijadikan pijakan yang mampu menunjukkan ketetapatan tentang tindakan yang akan (j). Tujuan Penelitian Kemukakan dengan singkat engenai tujuan penelitian yang peneliti ingin capai dengan berdasar pada permasalahan yang dihadapi guru. Kajian Teori (Kepustakaan) Uraikan dengan jelas teori dan kajian buku-buku pustaka yang menumbuhkan gagasan yang melandasi penelitian yang diajukan. Rumusan Masalah Rumusan masalah sebaiknya berbentuk kalimat bertanya atau yang mempertanyakan. Tunjukkan pula hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan.(e). (i). (k). (f). Hipotesis merupakan dugaan sementara si peneliti akan temuan yang dihasilkan dari penelitian yang akan dilakukan.

Saran hendaknya dinyatakan saran-saran dalam kalimat yang operasional. (m). Lampiran dapat berupa daftar gambar. Peserta dibagi menjadi kelompok–kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan di kelas masing-masing 2. Daftar Pustaka Bagian ini memuat sumber acuan dalam kajian teori yang digunakan pada setiap bagian laporan dengan menggunakan sistem penulisan yang runtut dapat dengan menggunakan aturan-aturan tata tulis ilmiah yang ada Daftar Pustaka di susun berdasarkan urutan abjad mulai dari « a » sampai « z » (n). 36 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Latihan 1. instrumen dsb. 2) Saran Saran yang diberikan pada laporan penelitian berdasar pada temuan penelitian yang dianggap masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Peserta yang lain memberikan tanggapan. argumentasi dan saran untuk penyempurnaan tema. Tiap-tiap peserta ditugaskan maju di depan kelas untuk memaparkan salah satu hasil dari identifikasi masalah yang akan dijadikan tema PTK 3. Simpulan dan Saran 1) Simpulan Uraikan hasil penelitian yang ditemukan dan simpulan mengarah pada upaya untuk menjawab tujuan penelitian yang telah dikemukakan.(l). Setiap peserta diberi tugas menyusun rancangan proposal PTK yang akan dilaksanakan di sekolah masing-masing kelak. C. 4. data mentah. Lampiran.

Lembar Kerja Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan. setiap peserta ditugaskan untuk : 1. Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan dengan anggota kelompok dan memilih satu di antara tema yang ada untuk diangkat sebagai tema PTK 4. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang langkah-langkah dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas 2. pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Mentabulasikan seluruh masalah yang telah diidentifikasi 3. Menyusun calon proposal PTK berdasarkan tema yang telah ditetapkan 5. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil satu buah rancangan proposal PTK! E. guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Saran 37 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan. Rangkuman PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen.D. Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini.

mau. karenanya setiap guru harus selalu siap. Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu guru tidak hanya sekedar melaksanakan. saya ingatkan kembali bahwa profesi guru adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus. dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru. Di hadapan para bapak-ibu guru yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru yang melaksanakan PTK. Akhir kata. Tes Formatif 1. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru yang mau mengembangkan keprofesionalannya. Sebutkan langkah-langkah pokok dalam menentukan sebuah tema PTK ! 2. Pertimbangan-pertimbangan apa saja yang harus diperhitungkan dalam PTK? 38 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. berikan alasan anda ! 3. Kenapa PTK senantiasa diharuskan bersumber dari guru kelas ? 4. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi. F. Apakah semua masalah dalam pembelajaran dapat diteliti dengan dengan PTK. pengalaman.lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian. artikel dan sumber-sumber mengenai penelitian tindakan kelas. Sebutkan garis besar struktur dari sebuah proposal PTK ! 5. tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang.

“Mekanisme Pelaksanaan Sistem Pemagangan dan Pendidikan Kejuruan”. Stringer. & Bergermann. Dirjen Dikdasmen. (1987). E. D.. (1998). Penelitian Tindakan Kelas. Tangal 28 Nopember Sistem Pemagangan dalam Penididikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Mekanisme Kerjasama SMK dan Dunia kerja/Industri di Jawa Tengah dalam menghasilkan sinkronisasi Kurikulum dan GBPP alternative. Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Menvi Prentice Hall. Jurnal Ekonomi Pembangunan UNM. Jakarta: DP3M. The International Journal of Engineering education. Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. V. Penelitian Tindakan Kelas. 1999. Action Research in Education. 1999. Designing Interface Teaching Learning for Technical Education. Mager. 2004. (1993).M. B. Connecticut: The Dushkin Publishing Group. Forum Komunikasi FPK se Indonesia. Tim PGSM. 18 Desember di Surabaya Suwarni. (1993). Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Ernie. Malang. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher New Jersey: Prentice Hall.(2007). “Konsep Pelaksanaan Sistem Magang pada Sekolah Menengah Kejuruan”. California: David’s lake Publishers.K & Mandke. Depdikbud. Dikmenum. A. 1992. 39 Penelitian Tindakan Kelas SMK . A Guide to Observation and Participation: In the Classroom.F & Beach. I Made. S. Sulaiman. VV (1992). 18 Desember di Surabaya. Sudana. 126-131.E. Herawati Susilo dan Kisyani Laksono. Inc. 2003. 18 Desember di Surabaya. Geoffrey. Columbus: Pearson.DAFTAR PUSTAKA Bhattacharya. Jakarta: Proyek PGSM. Laporan Penelitian BBI. Dikti. J. Developing Instructional Instruction. Wardiman. R. Dikti. Depdikbud. Jakarta: Depdikbud. 8 (2). Reed. Makalah Seminar Nasional. S. Mills. (1994). K. Kebijakan dan Program Pengembangan Pendidikan kejuruan di Indonesia.

Lampiran 1. Manfaat Penelitian C. Lampiran 40 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Tujuan Penelitian 5. Rumusan Masalah 4. Permasalahan Penelitian 3. Variabel Penelitian 4. STRUKTUR PROPOSAL Halaman Judul Halaman Pengesahan A. Judul Penelitian B. Simpulan dan Saran F. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Teknik Analisis Data E. Daftar Pustaka G. Teknik Pengumpulan Data 5. Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian 3. Pendahuluan 1. Kajian Pustaka D. Latar Belakang 2.

Fax / e-mail : 6.. Judul b. Lokasi Pelatihan :. Golongan/Pangkat/NIP d. Nama Instansi : b. :. Jabatan Struktural f. Sekolah 3. Alamat : c. Jenis Kelamin c.. : :. Ketua Peneliti a.Lampiran 2 Contoh Halaman Pengesahan HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS 1.( ……………………………) Semarang. Lama Pelatihan : 7. ( ) ( ) 41 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Kategori : 2. :. Jabatan Fungsional e. Jumlah Anggota Panitia Nama Anggota 4. Telp. Mengetahui: Kepala Dinas Pendidikan ………. a. : :. Bidang Ilmu : : c. : 5. Nama Lengkap dan Gelar b. Ketua. Kerjasama dengan Institusi lain: a. 20. :.. Biaya yang diperlukan : Rp.

Lampiran 3 Contoh Sampul Laporan Hasil Penelitian

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

JUDUL PENELITIAN

OLEH ......................................................

DIREKTORAT JENDRAL Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

(NAMA SEKOLAH) Kabupaten/Kota . ................................... Propinsi .................................................. Tahun

42 Penelitian Tindakan Kelas SMK

Lampiran 4. PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN

Bagian awal berisi: Halaman Judul Halaman Persetujuan Sari Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Bagian Isi BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian BAB II : KAJIAN PUSTAKA Bab III : METODE PENELITIAN 1. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Pendekatan Penelitian 3. Variabel Penelitian 4. Teknik Pengumpulan Data 5. Teknik Analisis Data BAB IV BAB V : HASIL DAN PEMBAHASAN : SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran C. Kelemahan Penelitian LAMPIRAN 43 Penelitian Tindakan Kelas SMK

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

BAB I. PENDAHULUAN A. Deskripsi
Buku Ajar mengenai “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini meliputi materi pembelajaran tentang penulisan artikel ilmiah, jenis dan struktur artikel ilmiah, artikel hasil pemikiran, artikel hasil penelitian, format tulisan, serta praktik penulisan artikel ilmiah. Secara garis besar, buku ajar ini mengantarkan peserta PLPG untuk memahami materi-materi tersebut di atas, namun demikian peserta juga diminta untuk menyusun draft penulisan artikel ilmiah di bidang kompetensi masingmasing. Hal ini mempunyai tujuan agar setelah pelaksanaan matapelajaran ini peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menyusun artikel ilmiah yang siap dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah yang tidak maupun terakreditasi. Buku ajar “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini mempunyai standar kompetensi dasar (1) mengenal penulisan artikel ilmiah; (2) mengenal perbedaan penulisan artikel ilmiah yang konseptual dan yang non konseptual; (3) mengenal format penulisan artikel ilmiah; dan (4) menyusun draft artikel ilmiah. Buku ajar ini mempunyai hubungan dengan buku ajar yang terutama adalah penelitian tindakan kelas. Karena standar kompetensi penelitian tindakan kelas adalah (1) mengenal metode penelitian tindakan kelas; (2) mengenal format laporan penelitian tindakan kelas, (3) menyusun draft proposal penelitian tindakan kelas. Jelas bahwa kompetensi dasar kedua mata pelajaran ini akan bersngkut paut, pada saat peserta PLPG berkeinginan untuk menuliskan hasil penelitian tindakan kelas ke dalam jurnal penelitian pendidikan.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

B. Petunjuk Pembelajaran
Peserta PLPG harus selalu aktif mengikuti proses pembelajaran di kelas. Peserta PLPG aktif berdiskusi dengan pelatih, menanyakan hal-hal yang belum dipahami, selanjutnya mendiskusikan dengan teman lainnya. Di samping itu, peserta pelatihan mencermati contoh-contoh yang telah disajikan oleh pelatih dan yang tersaji di dalam buku ajar ini. Kemudian peserta PLPG harus belajar menyusun suatu draft artikel ilmiah yang selaras dengan format yang tersaji di dalam buku ajar ini. Hasil draft itu selanjutnya digunakan untuk memenuhi tugas mata pelajaran ini, serta dimintakan pendapat dari pelatih. Saran-saran dari pelatih yang belum dipahami perlu

ditanyakan kembali kepada pelatih jika perlu meminta perbandingan dengan artikel yang telah termuat di dalam jurnal.

C. Kompetensi dan Indikator
1. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami kriteria penulisan artikel ilmiah; 2. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami jenis dan struktur artikel ilmiah; 3. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil pemikiran konseptual; 4. .Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil penelitian; 5. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan enumeratif; 6. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan esai; 7. Peserta mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam

menyusun draft artikel ilmiah.

BAB II. KEGIATAN BELAJAR I JENIS DAN STRUKTUR ARTIKEL ILMIAH
A. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Karya ilmiah tentu sudah merupakan bacaan yang sangat akrab dengan peserta PLPG. Sebagai guru, bapak dan ibu sudah sering membaca berbagai artikel, baik yang bersifat populer, ilmiah populer maupun yang memang benar-benar merupakan karya ilmiah. Berbekal pengalaman bapak dan ibu dalam memahami artikel ilmiah, bapak dan ibu akan mengkaji bentuk, sifat dan struktur karya tulis ilmiah. Berkaitan uraian di atas, maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar pertama ini, bapak dan ibu diharapkan mempunyai

kemampuan dalam: 1. Menjelaskan sifat artikel ilmiah; 2. Menjelaskan sikap ilmiah; 3. Menjelaskan bentuk, struktur dan sifat-sifat artikel ilmiah 4. Menjelaskan perbedaan artikel hasil pemikian konseptual dengan hasil penelitian

B. URAIAN MATERI Sesuai dengan namanya, artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal diharapkan memenuhi kriteria sebagai sebuah karya ilmiah. Kriteria ini adalah cerminan sifat karya ilmiah yang berupa norma dan nilai yang berakar pada tradisi ilmiah yang diterima secara luas dan diikuti secara sungguh-sungguh oleh para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah secara inherent harus menampilkan sifat-sifat dan ciri-ciri khas karya ilmiah tersebut yang mungkin tidak selalu harus dipenuhi di dalam jenis penerbitan yang lain. Pertama, penerbitan ilmiah bersifat objektif, artinya isi penerbitan ilmiah hanya dapat dikembangkan dari fenomena yang memang exist, walaupun kriteria

9-2 Penulisan Karya Ilmiah

eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya dapat berbeda antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu yang lain. Selain objektif, sifat lain karya ilmiah adalah rasional. Rasional menurut Karl Popper adalah tradisi berpikir kritis para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah juga membawa ciri khas ini yang sekaligus berfungsi sebagai wahana penyampaian kritik timbal-balik yang berkaitan dengan masalah yang dipersoalkan. Lain daripada itu, karena jurnal merupakan sarana komunikasi yang berada di garis depan dalam pengembangan IPTEKS, ia juga mengemban sifat pembaharu dan up-to-date atau tidak ketinggalan jaman. Selanjutnya, dalam menulis artikel ilmiah penulis hendaknya juga tidak mengabaikan komponen sikap ilmiah yang lain seperti menahan diri (reserved), hati-hati dan tidak over-claiming, jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi atau kepentingan-

kepantingan tertentu dalam menyampaikan pendapatnya. Semua sikap di atas, dilengkapi dengan keterbukaan dalam menyebutkan sumber bahan yang menjadi rujukannya, juga dipandang sebagai upaya penulis untuk memenuhi etika penulisan ilmiah. Artikel ilmiah mempunyai bentuk, struktur, dan sifat-sifat tertentu. Oleh karena itu, penulisannya harus mengikuti pola, teknik, dan kaidah-kaidah tertentu juga. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. Walaupun demikian, setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain, tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing. Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. Sesuai dengan tujuan penerbitannya, majalah ilmiah pada umumnya memuat salah satu dari hal-hal berikut: (1) kumpulan atau akumulasi pengetahuan baru, (2) pengamatan empirik, dan (3) gagasan atau usulan baru (Pringgoadisurjo, 1993). Dalam praktik halhal tersebut akan diwujudkan atau dimuat di dalam salah satu dari dua bentuk artikel, yaitu artikel hasil pemikiran atau artikel non penelitian dan artikel hasil penelitian. Ada beberapa jurnal yang hanya memuat artikel hasil penelitian, misalnya Journal of Research in Science Teaching yang terbit di Amerika Serikat dan Jurnal Penelitian Kependidikan terbitan Lembaga Penelitian Unversitas Negeri Malang. Akan tetapi sebagian jurnal biasanya memuat kedua jenis artikel: hasil pemikiran dan hasil penelitian. Selain itu, seringkali majalah ilmiah juga memuat resensi buku dan obituari. Pemuatan artikel hasil penelitian, artikel hasi pemikiran, resensi dan obituari ini sejalan dengan rekomendasi Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian

Kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (2000). Di dalam tulisan ini pembahasan akan dibatasi pada struktur dan anatomi dua jenis artikel saja yaitu artikel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian.

C. LEMBAR KEGIATAN 1. Alat dan Bahan a. Alat tulis; b. Laptop c. LCD proyektor; d. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

2. Langkah Kegiatan No. 1. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai, Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Kegiatan Waktu Metode

2.

Kegiatan Awal/Pendahuluan 2.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran; 2.2 Presensi peserta pelatihan, jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya, maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali; 2.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan; 2.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan bentuk, struktur dan sifat karya tulis ilmiah. 5 menit Curah pendapat, ceramah pemecahan masalah

3.

Kegiatan Inti 3.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian sifat artikel ilmiah; 35 menit Metode pemberian tugas dan

Penulisan Karya Ilmiah

9-5

3.2 Fasilitator memberikan ceramah tentang sikap ilmiah; 3.3 Fasilitator memberikan ceramah tentang bentuk dan struktur artikel ilmiah 3.4 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan; 3.5 Sharing dalam kelas mengenai sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 3.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat. 4. Kegiatan Akhir 4.1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu, tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 4.2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing; 4.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit

pendampingan

Refleksi

Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai bentuk. struktur. Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. dan sifat-sifat tertentu. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai karakter sikap ilmiah. yang selanjutnya mempunyai kecenderungan positif jika dihadapkan pada kasus plagiariasme misalnya. Walaupun demikian. RANGKUMAN Artikel ilmiah mempunyai bentuk. . penulisannya harus mengikuti pola. dan struktur karya tulis ilmiah.9-6 Penulisan Karya Ilmiah 3. teknik. b. dan kaidah-kaidah tertentu juga. Oleh karena itu. c. D. setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing. Hasil a. Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai sifat artikel ilmiah.

fakta atau kenyataan b. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah. simpulan d.Penulisan Karya Ilmiah 9-7 F. pemulung d. kecuali a. bagian inti. dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari a. simpulan umum c. inti (pokok pembahasan). dan penutup b. pendahuluan. sikap penulis b. bagian inti. Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. argumentasi . dan tidak memihak. TES FORMATIF 1. struktur sajian d. informatika 5. pendidikan b. obyektif. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia. rangkuman dan tindak lanjut b. penggunaan bahasa 2. simpulan dan saran 4. abstrak. pendahuluan. abstrak. Dalam karya tulis ilmiah. rekomendasi penulis d. kecuali a. penulis bersikap netral. kebudayaan c. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada. bagian inti. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal. simpulan c. panjang tulisan c. pada umumnya menyajikan tentang a. pendahuluan. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis. penutup 3. abstrak. kecuali a.

impersonal d. memaparkan bidang ilmu tertentu b. Di antara judul berikut. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat a. namun pada umumnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen a. pengaruh gizi pada pertumbuhan anak d. panjang tulisan . daftar pustaka b. Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah. yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah? a. seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. abstrak c. resmi b. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah a. daftar tabel d. teori yang diakui kebenarannya d.9-8 Penulisan Karya Ilmiah c. kecuali a. sistematika tulisan b. baku c. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya. lampiran 8. pengaruh obat bius yang menghebohkan 10 . merupakan deskripsi suatu kejadian c. menggunakan gaya bahasa resmi d. personal 7. data empirik/hasil penelitian 6. senjata makan tuan b. disajikan secara sistematis 9. kumbang cantik pengisap madu c. Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah.

coba bapak dan ibu simpulkan bagaimana caranya mengenal karakteristik karya tulis ilmiah. ragam bahasa yang digunakan d. struktur sajian suatu karya tulis ilmiah terdiri dari bagian awal. inti. Berdasarkan uraian itu. Jelaskan mengapa bapak dan ibu menyimpulkan seperti itu? 2.Penulisan Karya Ilmiah 9-9 c. dan bagian penutup. Secara umum. Coba jelaskan deskripsi masing-masing bagian dan apa bedanya dengan struktur sajian karya non ilmiah? . Sebutkan aspek-aspek yang dapat menggambarkan karakteristik suatu karya tulis ilmiahdan berikan penjelasan singkat untuk setiap aspek. coba simpulkan karakteristik karya tulis ilmiah! 3. Tes Uraian 1. Setelah membaca uraian di atas. pengarang 2.

3. 5. Menjelaskan penulisan simpulan dan saran karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. bapak dan ibu diharapkan mempunyai kemampuan dalam: 1. Menjelaskan penulisan pembahasan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 7. Di samping itu akan dibahas juga teknik menulis karya tulis ilmiah atas dasar hasil penelitian. Pembahasan mengenai materi ini akan bermanfaat pada saat bapak dan ibu menulis artikel konseptual.BAB III. Menjelaskan penulisan daftar pustaka karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian . KEGIATAN BELAJAR II ARTIKEL HASIL PEMIKIRAN DAN HASIL PENELITIAN A. Menjelaskan penulisan hasil penelitian karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar yang kedua ini akan dibahas bagaimana menentukan kelayakan ide untuk dituangkan ke dalam tulisan serta struktur tulisan konseptual. 6. 8. Berkaitan uraian di atas. Menjelaskan abstrak dan kata kunci karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Menjelaskan pembuatan judul karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar kedua ini. Menjelaskan penulisan metode karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Menjelaskan penulisan pendahuluan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 4. 2.

tetapi adalah hasil pemikiran analitis dan kritis penulisnya. Judul dapat ditulis dalam bentuk kalimat berita atau kalimat tanya. dan pikiran baru penulis tentang hal yang dikaji. Dalam upaya untuk menghasilkan artikel jenis ini penulis terlebih dahulu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan permasalahannya. yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Bagian paling vital dari artikel hasil pemikiran adalah pendapat atau pendirian penulis tentang hal yang dibahas. Salah satu ciri penting judul artikel hasil pemikiran adalah . dan daftar rujukan. Jadi.Penulisan Karya Ilmiah 9-11 B. a. jika memang ada. artikel hasil pemikiran bukanlah sekadar kolase atu tempelan cuplikan dari sejumlah artikel. dan setelah disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang kuat bagi calon pembaca. penutup. Uraian singkat tentang unsur-unsur tersebut disampaikan di bawah ini. jelas. bagian inti atau pembahasan. baik yang sejalan maupun yang bertentangan dengan apa yang dipikirkannya. Sumber-sumber yang dianjurkan untuk dirujuk dalam rangka menghasilkan artikel hasil pemikiran adalah juga artikel-artikel hasil pemikiran yang relevan. Judul Judul artikel hasil pemikiran hendaknya mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas. Atikel Hasil Pemikiran Artikel hasil pemikiran adalah hasil pemikiran penulis atas suatu permasalahan. URAIAN MATERI 1. yang dikembangkan dari analisis terhadap pikiran-pikiran mengenai masalah yang sama yang telah dipublikasikan sebelumnya. di samping teori-teori yang dapat digali dari buku-buku teks. apalagi pemindahan tulisan dari sejumlah sumber. pendahuluan. yaitu judul. mengandung unsur-unsur utama masalah. nama penulis. abstrak dan kata kunci. Pilihan kata-kata harus tepat. Artikel hasil pemikiran biasanya terdiri dari beberapa unsur pokok. hasil-hasil penelitian terdahulu.

9-12 Penulisan Karya Ilmiah bersifat ”provokatif”.1) Interpreting Student’s and Teacher’s Discourse in Science Classes: An Underestimated Problem? (Journal of Research in Science Teaching Vol. dan lakukan evaluasi terhadap judul-judul tersebut untuk melihat apakah kriteria yang disebutkan di atas terpenuhi. Jika penulis lebih dari dua orang. dan sintesis pendapat-pendapat para ahli atau pemerhati bidang tertentu.) Di dalam contoh-contoh judul di atas seharusnya tercermin ciriciri yang diharapkan ditunjukan oleh artikel hasil pemikiran seperti provokatif. analisis. IX No. . b. hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan disertai tambahan dkk. Nama lembaga tempat penulis bekerja sebagai catatan kaki di halaman pertama. Perhatikan judul-judul artikel di bawah ini. argumentasi. No. Nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki atau dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki atau di dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki tidak mencukupi. nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar profesional yang lain. 33. dalam arti merangsang pembaca untuk membaca artikel yang bersangkutan. Nama Penulis Untuk menghindari bias terhadap senioritas dan wibawa atau inferioritas penulis. Membangun Teori melalui Pendekatan Kualitatif (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. dan analitik. No. argumentative. (dan kawan-kawan).2. Hal ini penting karena artikel hasil pemkiran pada dasarnya bertujuan untuk membuka wacana diskusi. Jika dikehendaki gelar kebangsawanan atau keagamaan boleh disertakan. 1) Repelita IV: A Cautious Development Plan for Steady Growth (Kaleidoscope International Vol.

Jika dapat diperoleh. In fact these two approaches serve different purposes. Abstrak dan Kata Kunci Abstrak artikel hasil pemikiran adalah ringkasan dari artikel yang dituangkan secara padat. Dengan membaca abstrak diharapkan (calon) pembaca segera memperoleh gambaran umum dari masalah yang dibahas di dalam artikel. can be investigated through qualitative study. Panjang abstrak biasanya sekitar 50-75 kata yang disusun dalam satu paragraf. bukan komentar atau pengantar penulis. Perlu diperhatikan bahwa kata-kata kunci tidak hanya dapat dipetik dari judul artikel. theory development . for example. quantitative study. while their tendencies.Penulisan Karya Ilmiah 9-13 c. Perhatikan contoh abstrak dan kata-kata kunci berikut ini. A qualitative study is often contrasted with its quantitative counterpart. Abstract: Theory Generation through Qualitative Study. yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang terkait dengan ranah permasalahan yang dibahas dalam artikel. and other related quantitative values can be more appropriately investigated through quantitative study. Ciri-ciri umum artikel hasil pemikiran seperti kritis dan provokatif hendaknya juga sudah terlihat di dalam abstrak ini. These two approaches are more often inappropriately considered as two different schools of thought than as two different tools. Abstrak hendaknya juga disertai dengan 3-5 kata kunci. Key words: qualitative study. A qualitative study takes several stage in generating theories. tetapi juga dari tubuh artikel walaupun ide-ide atau konsep-konsep yang diwakili tidak secara eksplisit dinyatakan atau dipaparkan di dalam judul atau tubuh artikel. Format lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan margin kiri menjorok masuk beberapa ketukan). sehingga (calon) pembaca tertarik untuk meneruskan pembacaannya. frequencies. Business transaction pattern and market characteristic. kata-kata kunci hendaknya diambil dari tresaurus bidang ilmu terkait. diketik dengan spasi tunggal.

. dengan analisis ini kekurangan analisis terdahulu dapat dikurangi dan dapat disusun penjelasan baru yang lebih komprehensif.. Catatan sejarah pendidikan di negara-negara maju dan dikelompokkelompok masyarakat yang telah berkembang kegiatan pendidikan menunjukan bahwa keadaan dunia pendidikan mereka sekarang ini telah dicapai dengan partisipasi masyarakat yang sangat signifikan di dalam berbagai bentuk. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli yang berkaitan dengan menurunnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan. Perhatikan tiga segmen bagian pendahuluan dalam contoh di bawah ini. Pendahuluan Bagian ini menguraikan hal-hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan (konteks) bagi permasalahan yang akan dibahas. misalnya dengan menonjolkan hal-hal yang kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan permasalahan yang terkait dengan artikel-artikel atau naskah-naskah lain yang telah dipublikasikan terdahulu. Di Amerika Serikat dalam tingkat pendidikan tinggi dikenal apa yang disebut “Land-Grant Universities. Bagian pendahuluan ini hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat (1-2 kalimat) tentang hal-hal pokok yang akan dibahas dan tujuan pembahasan. Dari kajian terhadap berbagai tulisan dan hasil penelitian disebutkan di muka terlihat masih terdapat beberapa hal yang belum jelas benar atau setidak-tidaknya masih menimbulkan keraguan mengenai sebab-sebab menurunnya mutu partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan. Partisipasi masyarakat merupakan unsur yang paling penting sekali bagi keberhasilan program pendidikan. Sebagian ahli berpendapat bahwa sistem politik yang kurang demokratis dan budaya masyarakat paternalistik telah menyebabkan rendahnya partisipasi..9-14 Penulisan Karya Ilmiah d.. Diharapkan. Dalam artikel-artikel ini akan dibahas kemungkinankemungkinan menurunnya partisipasi masyarakat tersebut berdasarkan analisis ekonomi pendidikan. Sementara itu penulis-penulis lain lebih memfokus pada faktor-faktor ekonomi.”dst..

. Tinjauan dari berbagai sudut pandang telah menghasilkan kesimpulan yang beragam. Perhatikan contoh-contoh petikan bagian inti artikel berikut ini. perlu dijaga agar tampilan bagian ini tidak terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti diktat. Science earns its place on the curriculum because there is cultural commitment to the value of the knowledge and the practices by which this body of ideas has been derived. e. argumentasi. Bagian Inti Isi bagian ini sangat bervariasi. yang membuka kesempatan bagi penulis untuk menampilkan wacana penurunan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan dari sudut pandang yang lan. analisis. 1996:54). dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan. dan kritis dengan sistematika yang runtut dan logis. lazimnya berisi kupasan. keputusan. Walaupun demikian. tergantung kepada kecukupan kebutuhan penulis untuk menyampaikan pikiran-pikirannya.Penulisan Karya Ilmiah 9-15 Di dalam petikan bagian pendahuluan di atas dapat dilihat alur argumentasi yang diikuti penulis untuk menunjukan masih adanya perbedaan pandangan tentang menurunnya partisipasi masyarakat di dalam pengembangan pendidikan. analitik. sejauh mungkin juga berciri komparatif dan menjauhi sikap tertutup dan instruktif. Hence. Banyaknya subbagian juga tidak ditentukan. any consideration of the theoretical implementation must start by attempting to resolve the aims and intentions of this cultural practice…(Dari Osborne. Di antara sifat-sifat artikel terpenting yang seharusnya ditampilkan di dalam bagian ini adalah kupasan yang argumentatif. Penggunaan subbagian dan sub-subbagian yang terlalu banyak juga akan menyebabkan artikel tampil seperti diktat. komparasi.

Banyak juga penulis yang berusaha menampilkan segala apa yang telah dibahas di bagian terdahulu. not because we are “falsyfaying” data. (3)…We are fabricating words not because ….9-16 Penulisan Karya Ilmiah Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktik-praktik pendidikan adalah suatu keharusan jika dunia pendidikan Indonesia tidak ingin tertinggal dan kehilangan perannya sebagai wahana untuk menyiapkan generasi masa datang ironisnya. are producing simulation whitin discorses. (2) Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktek-praktek pendidikan. any consideration of the theoretical base of science and its practical implementation must start by…. but always limited discourse. adalah suatu keharusan jika…. seperti terlihat di dalam kalimatkalimat: (1) Hence. where production was the cornerstone. Jika memang dianggap tepat bagian terakhir ini dapat dilihat pada berbagai . 1997:5) Di dalam contoh-contoh bagian inti artikel hasil pemikiran di atas dapat dilihat dengan jelas bagian yang paling vital dari jenis artikel ini yaitu posisi atau pendirian penulis. Hesrh dan McKibbin (1983:3) menyatakan bahwa sebenarnya banyak pihak telah menyadari perlunya inovasi…(Dari Ibnu. We are fabricating words. Sebagian penulis menyertakan saran-saran atau pendirian alternatif. ‘Unlike modern industrial society. We. but…dan seterusnya. secara ringkas. kalangan pendidikan sendiri tidak dengan cepat mengantisipasi. mengembangkan dan mengambil inisiatif inovasi yang diperlukan. Penutup atau Simpulan Penutup biasanya diisi dengan simpulan atau penegasan pendirian penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya. or “lying” about what we have learned. or ‘lying’ about…. at witnesses. walaupun kesadaran akan perlunya perubahanperubahan tertentu sudah secara luas dirasakan. f.’ (Dari Ropers-Huilman. but because we are constructing truth within a shifting. in the post modern society simulation structure and control social affairs. 1996:2) John Hassard (1993) suggested that.

then it seems crucial that any intervention should pay attention not only to ways of enhancing the argument skills of young people. menurut Dr. Walaupun mungkin terdapat beberapa perbedaan gaya penyampaian. Hal tersebut terjadi sebagai reaksi atas permasalahan konglomerasi di Indonesia. (b) rasionalitas ekonomi yang diwujudkan dengan perencanaan ekonomi oleh negara. science and technology have ascended to ascended to a position of cultural dominance. awareness. Perlu diupayakan hubungan kemitraan yang baik antara pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. dan (c) organisasi ekonomi yang mendasarkan azas bersama/koperasi. but also improving teachers’ knowledge. with rhetoric and argument as a central feature. yaitu: (a) etika sosial yang tersimpul dalam nilai-nilai Pancasila. If his pattern is to change. then its current omission is a problem that needs to be seriously addressed. M. 1994:330-331) if. Perhatiakan contoh-contoh berikut. Hatta dalam konsep Demokrasi Ekonomi berlandaskan pada tiga hal. Konsep pemikiran tentang Demokrasi Ekonomi pada prinsipnya adalah khas Indonesia. Pada saat ini nampak sudah ada political will dari pemerintah kita terhadap kegiatan ekonomi berskala menengah dan kecil. to continue with current approaches to the teaching of science would be to misrepresent science and its nature. For in the light of our emerging understanding of science as social practice. as has been discussed in this article. Given that. Namun demikian kemampuan politik saja tidak cukup tanpa disertai keberanian politik. Isu tentang pelaksanaan Demokrasi Ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia menjadi menarik dan ramai pada era tahun 90-an. misi bagian akhir ini pada dasarnya sama: mengakhir diskusi dengan suatu pendirian atau menyodorkan beberapa alternatif penyelesaian. sehingga tingkat kesejahteraan seluruh msyarakat dapat ditingkatkan.Penulisan Karya Ilmiah 9-17 artikel jurnal. Semangat untuk berpihak pada pengembangan usaha berskala menengah dan kecil perlu terus digalakkan. and competence in managing student participation in discussion and argument. for good or for ill. (Dari Supriyanto. argumentation has a central role play in science and learning about science. studying the role of .

Walaupun demikian. dan Journal of Research in Science Teaching.9-18 Penulisan Karya Ilmiah argument in science offers a means of prying open the black box that is science. termasuk kategori jurnal yang semata-mata memuat hasil penelitian. (Dari Driver. artikel hasil penelitian bukan sekadar bentuk ringkas atau ”pengkerdilan” dari laporan teknis. Sebaliknya. 2000:309) g. Jurnal Penelitian Kependidikan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang. laporan penelitian harus disusun kembali agar memenuhi tata tampilan karangan sebagaimana yang dianjurkan oleh dewan penyunting jurnal yang bersangkutan dan tidak melampaui batas panjang karangan. Tata aturan penulisan daftar rujukan bervariasi. Newton & Osborne. Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian sering merupakan bagian yang paling dominan dari sebuah jurnal. misalnya. Sebelum ditampilkan sebagai artikel dalam jurnal. tergantung gaya selingkung yang dianut. tetapi merupakan hasil kerja penulisan baru. and the public and its relationship with science. tetapi dalam format artikel yang jauh lebih kompak dan ringkas daripada laporan teknis aslinya. Jadi. yang dipersiapkan dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tetap menampilkan secara lengkap semua aspek penting penelitian. Berbagai jurnal bahkan 100% berisi artikel jenis ini. semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan. Such an effort would seem well advisedboth for science and its relationship with the public. 2. . harus senantiasa diperhatikan bahwa tata aturan ini secara konsisten diikuti dalam setiap nomor penelitian. Daftar Rujukan Bahan rujukan yang dimasukan dalam daftar rujukan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam tubuh artikel.

1). Walaupun demikian. nama penulis. harus dijaga agar judul artikel tidak menjadi terlalu panjang. pembahasan. 24-28 March 1997). metode. kesimpulan dan saran. a. abstrak dan kata kunci. .Penulisan Karya Ilmiah 9-19 Bagian-bagian artikel hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal adalah judul. bagian pendahuluan. dan daftar rujukan. akan sgera tampak perbedaannya dengan judul artikel hasil pemikiran. Pengaruh Metode Demonstrasi Ber-OHP terhadap Hasil Belajar Membuat Pakaian Siswa SMKK Negeri Malang (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. Variabel-variabel penelitian dan hubungan antar variabel serta informasi lain yang dianggap penting hendaknya terlihat dalam judul artikel. hasil penelitian. Judul Judul artikel hasil penelitian diharapkan dapat dengan tepat memberikan gambaran mengenai penelitian yang telah dilakukan. Jika dibandingkan judul-judul di atas. No. terutama dengan terlihatnya variabel-variabel utama yang diteliti seperti yang diperlihatkan pada judul yang pertama dan ketiga. Issue 1). Sebagaimana judul penelitian.32. Chicago. Undergraduate Science Students’ Images of the Nature of Science (Research presented at the American Educational Research Association Annual Conference. judul artikel umumnya terdiri dari 5-15 kata. Berikut adalah beberapa contoh. Effect of Knowledge and Persuasion on High-School Students’ Attitudes towards Nuclear Power Plants (Journal of Research in Science Teaching Vol.

Key words: mathematic teaching. Tekanan terutama diberikan kepada hasil penelitian. c. subject mastery. dan hasil penelitian. Nama Penulis Pedoman penulisan nama penulis untuk artikel hasil pemikiran juga berlaku untuk penulisan artikel hasil penelitian. and 69.9-20 Penulisan Karya Ilmiah b.5% gained scores of more than 65 scores in both geometry and arithmetics. Those who obtained scores of less than 65 were classified as not in adequate readiness in teaching. metode yang digunakan. Kata-kata kunci menggambarkan ranah masalah yang diteliti. Kabupaten Malang were given a test in mathematic which was devided in to two part. Walaupun demikian. A minimum mastery score of 65 was set for those who would be classified as in adequate readiness as mathematics teachers. The result of the study indicated that 78. Sixty nine point five percent of the teachers got more than 65 arithmetic. teaching readiness. . arithmatics and geometry. Forty two elementary school teachers from Kecamatan Jabung. Contoh abstrak: Abstract: The aim of this study was to asses the readiness of elementary school teachers in mathematic teaching. Abstrak dan Kata Kunci Dalam artikel hasil penelitian abstrak secara ringkas memuat uraian mengenai masalah dan tujuan penelitian.8% of the teachers obtained scores of more than 65 in geometry. Panjang abstrak lebih kurang sama dengan panjang artikel hasil pemikiran dan juga dilengkapi dengan kata-kata kunci (3-5 buah). tidak ada keharusan kata-kata kunci diambil dari variabelvariabel penelitian atau dari kata-kata yang tercantum di dalam judul artikel. Masalah yang diteliti ini sering tercermin dalam variable-variabel penelitian dan hubungan antara variable-variabel tersebut. from the point of view of the teacher mastery of the subject.

Rancangan eksperimen pretest-posttest control group design digunakan dalam penelitian ini. Pendahuluan Banyak jurnal tidak mencantumkan subjudul untuk pendahuluan. misalnya: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan observasi partisipatori. teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen.. Kadang-kadang juga dimuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Pencatatan dilakukan tidak langsung tetapi ditunda sampai peneliti dapat ”mengasingkan diri” dari anggota masyarakat sasaran. dan tidak perlu pemecahan (fisik) dari satu subbagin ke subbagian lain. dan rencana penulis dalam kaitan dengan upaya pemecahan masalah. Materi pokok bagian ini adalah rancangan atau desain penelitian. Pemisahan dilakukan dengan penggantian paragraf.. tujuan penelitian. dan rangkuman kajian teoretik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Informasi yang diberikan dari informan kunci diuji dengan membandingkannya dengan pendapat nara sumber yang lain. dan teknik analisis data. wawasan. ikut serta melakukan berbagai aktivitas sosial sambil mengumpulkan data yang dapat diamati langsung di lapangan atau yang diperoleh dari informan kunci. Subjek penelitian dipilih secara random dari seluruh siswa kelas 3 kemudian . Analisis dengan menggunakan pendekatan. sasaran atau target penelitian (populasi dan sampel).Penulisan Karya Ilmiah 9-21 d. Penyajian bagian pendahuluan dilakukan secara naratif. Peneliti terjun langsung ke dalam keidupan masyarakat desa. Subsubbagian di atas umumnya (atau sebaiknya) disampaikan dalam format esei dan sesedikit mungkin menggunakan format enumeratif. e. Bagian ini terutama berisi paparan tentang permasalaha penelitian. Metode Bagian ini menguraikan bagaimana penelitian dilakukan.

f. Grafik dan tabel harus dibahas dalam tubuh artikel tetapi tidak dengan cara pembahasan yang rinci satu per satu. Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik (atau bentuk/format komunikasi yang lain). Pengujian hipotesis dan penggunaan statistik tidak termasuk yang disajikan. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih.9-22 Penulisan Karya Ilmiah secara random pula ditempatkan ke dalam kelompok percobaan dan kelompok control. tepatnya hasil analisis data. Penyajian hasil yang cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian Contoh: Jumlah tulisan dari tiga suku ranah utama yang dimuat di dalam berbagai jurnal. dalam kurun waktu satu sampai empat tahun dapat dilihat dalam Tabel 1. Jumlah ranah Lain-lain 3 suku 1994 7 5 2 1995 7 3 12 1996 13 14 1 1997 6 6 5 Jumlah 32 28 20 80 46 .. Tabel 1 Distribusi Jumlah Tulisan dari Tiga Suku Ranah Pendidikan Sains yang Dimuat dalam Berbagai Jurnal antara Januari 1994-Juli 1997 Suku ranah Konsep Sci. Hasil Penelitian Bagian ini memuat hasil penelitian. Analisis data dilakukan dengan.. Literacy Teori & Pengaj. Data diambil dengan menggunakan tes yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh Lembaga Pengembangan Tes Nasional.

Penulis artikel dalam bagian ini menjawab pertanyaanpertanyaan penelitian dan menunjukan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh. Contoh: Dari temuan penelitian yang diuraikan dalam artikel ini dapat dilihat bahwa berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kenakalan remaja yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi goyah. dan memunculkan ”teori-teori” baru atau modifikasi teori yang telah ada. hal ini menunjukan bahwa. h. Saran dapat mengacu kepada tindakan praktis. mengintepretasikan temuan. dan penelitian lanjutan.. g. pengembangan teori baru.. Gejala-gejala kenakalan remaja tertentu hanya muncul apabila kondisi lingkungan sosial setempat mendukung akan terjadinya bentuk-bentuk kenalan terkait. Saran hendaknya dikembangkan berdasarkan temuan penelitian. mengaitkan temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan. Hal ini sesuai dengan teori selektive cases dari Lincoln (1987:13) yang menyatakan bahwa. Kebenaran dari berbagai hal tersebut ternyata tidak berlaku secara universal tetapi kondisional. .dst.. yaitu 80:46. Dari kedua hal ini dikembangkan pokokpokok pikiran (baru) yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Pembahasan Bagian ini merupakan bagian terpenting dari artikel hasil penelitian.Penulisan Karya Ilmiah 9-23 Dari Tabel 1 di atas terlihat bahwa frekuensi pemunculan artikel dari tiga suku ranah tersebut di atas jauh melebihi suku-suku ranah yang lain.. Simpulan dan Saran Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil penelitian dan pembahasan.

Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah. dapat gaya selingkung masing-masing jurnal terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. Selain itu. dilain pihak. Walaupun demikian. kritis. kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif. dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan baku. Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut.9-24 Penulisan Karya Ilmiah i. dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti. Penutup Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. . Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi. up to date. 3. Artikel hasil penelitian. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. jujur. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. Daftar Rujukan Daftar rujukan ditulis dengan menggunakan pedoman umum yang juga berlaku bagi penulis artikel nonpenelitian. rasional.

LCD proyektor. Laptop c. b. 2.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan. 2. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai. LEMBAR KEGIATAN 1. 2. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah. ceramah pemecahan masalah . Kegiatan Awal/Pendahuluan 2. Kegiatan 1.2 Presensi peserta pelatihan. maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali.Penulisan Karya Ilmiah 9-25 C. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran. jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya. d. 5 menit Curah pendapat. Alat dan Bahan a. Langkah Kegiatan No. Alat tulis.

Kegiatan Akhir Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu. Kegiatan Inti 3.5 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian 3.4 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual. 3. Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan 10 menit Refleksi 35 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan . 3. 3. 3.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat.2 Fasilitator memberikan ceramah tentang penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian. 4. tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.3 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual 3.9-26 Penulisan Karya Ilmiah 2.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan artikel ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran konseptual dan hasil penelitian.

b. D. dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti. Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian. Hasil a. Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut. RANGKUMAN Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. dapat gaya selingkung masing-masing . Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran. Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 3. Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi.Penulisan Karya Ilmiah 9-27 pengalaman setelah dilakukan sharing. dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan jurnal baku. dilain pihak. Walaupun demikian. Artikel hasil penelitian.

TES FORMATIF 1. Artikel dapat dikelompokkan menjadi a. persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama 3. artikel hasil telaahan dan artikel teoritis d. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. F. artikel konseptual dan artikel teoritis c. jujur. dan referensi b. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. rasional. kesiapan ide untuk didiskusikan d. judul. Selain itu. artikel laporan dan artikel rujukan b. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. referensi c. pendahuluan. diskusi. abstrak. abstrak. Tulisan analisis konseptual terdiri dari a. data.9-28 Penulisan Karya Ilmiah terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. pembahasan. diskusi. judul. up to date. salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah a. artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan 2. Dari sudut ide. kritis. kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif. kesimpulan referensi . dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. wacana tentang ide yang sedang berkembang c. kelayakan ide untuk dipublikasikan b. judul pendahuluan.

temuan. pembahasan. mengapa konsep itu dibahas? c. Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek a. diskusi d. Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini a. pernah dibaca penulis b. Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah a. Referensi memuat semua rujukan yang a. diperlukan dalam pengembangan tulisan 6. perlu dibaca pembaca c. Dalam suatu artikel konseptual. pendahuluan c. memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel d. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan? 7. apa inti teori/konsep yang dibahas? b. Apa kesimpulan yang dapat ditarik? d. dimuat dalam badan tulisan d. abstrak b. nada tulisan c. judul. pendahuluan. menulis masalah yang sudah pernah dibahas c. panjang tulisan b. bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian a. gaya tulisan . referensi 4. menjelaskan partisipan b. melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian 8. referensi 5.Penulisan Karya Ilmiah 9-29 d.

Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian! 3. 8-10 kata b. Carilah salah satu artikel hasil penelitian. metode c. diskusi 2. 10-12 kata c. Tes Uraian 1. pendahuluan b. 12-15 kata d. 15-30 kata 10.9-30 Penulisan Karya Ilmiah d. Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian. Rekomendasi untuk judul adalah a. telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu! . bahasa tulisan 9. hasil d. kontribusi penelitian dapat dilihat di bagian a. Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian 2.

Pada kesempatan ini akan dicontohkan beberapa petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan. Penggunaan format esai dalam penulisan artikel jurnal bertujuan untuk menjaga kelancaran pembacaan dan menjamin keutuhan ide yang ingin disampaikan. indikator kegiatan belajar ketiga ini adalah: 1. dan secara aktif berdialog dengan penulis. membuat karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian.BAB IV. Pada kegiatan belajar yang ketiga ini berisi mengenai latihan peserta PLPG dalam menulis karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian. B. 2. Dengan demikian peserta PLPG diharapkan mempunyai keterampilan dalam menyusun karya tulis ilmiah yang dapat dikirimkan kepada pengelola jurnal penelitian pendidikan (JIP). Oleh karena itu. KEGIATAN BELAJAR III PRAKTIK PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH A. mengenal format penulisan esay. Dengan digunakannya format esai diharapkan pembaca memperoleh kesan seolah-olah berkomunikasi langsung. mengenal format penulisan enumeratif. 3. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar kedua telah disajikan bagaimana teknik menulis karya tulis ilmiah yang bersifat hasil pemikiran dan hasil penelitian. URAIAN MATERI 1. Mengenai Format Tulisan Semua bagian artikel yang dibicarakan di atas ditulis dalam format esai. Bandingkan dua format petikan berikut: .

(3)…. dan praktik kependidikan. teori kependidikan. b. dan diserahkan dalam bentuk cetakan (print out) komputer sebanyak 2 eksemplar beserta disketnya. WordPerfect atau MicroSoft Word. Artikel yang dimuat meliputi hasil penelitian dan kajian analitiskritis setara dengan hasil penelitian di bidang filsafat kependidikan. 2. seperti (1)…. Format Esei Setiap record ISSN dilaporkan kepada internasional Serial Data System yang berkedudukan di Paris. (2)…. Berkas (file) pada naskah pada disket dibuat dengan program olah kata WordStar. Petunjuk bagi Penulis Ilmu Pendidikan a. terutama apabila penggunaan format enumeratif tersebut benar-benar fungsional dan tidak tepat apabila diganti dengan format esei seperti dalam menyatakan urutan dan jadwal. Jika format esai masih dapat digunakan “penandaan” sejumlah elemen dapat dilakukan dengan format esei bernomor..9-32 Penulisan Karya Ilmiah Format Enumeratif Sesuai dengan lingkup penyebaran jurnal yang bersangkutan maka record ISSN dilaporkan kepada pihak-pihak berikut: (a) International Serials Data System di Paris untuk jurnal internasional (b) Regional Center for South East Asia bagi wilayah Asia Tenggara. Untuk kawasan Asia Tenggara dilaporkan melalui Regional Center for South East Asia dan untuk wilayah Indonesia dilaporkan kepada PDII-LIPI. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan format . dan (c) PDII-LIPI untuk wilayah Indonesia. dan seterusnya. Naskah diketik spasi ganda pada kertas kuarto sepanjang maksimal 20 halaman. c. Di dalam hal-hal tertentu format enumeratif boleh digunakan.

Ilmu Pendidikan: Jurnal Filsafat. e. dan tidak menggunakan angka/nomor bagian. 1997. PERINGKAT 1 (HURUF BESAR SEMUA. nama penulis (tanpa gelar akademik). Anderson. Sistematika artikel hasil penelitian: judul. F. dan hasil penelitian. disertai judul (heading). hasil. pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan. abstrak (maksimum 100 kata) yang berisi tujuan.. kata-kata kunci. Daftar Rujukan disusun dengan mengikuti tata cara seperti contoh berikut dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis.Penulisan Karya Ilmiah 9-33 esai. kecuali bagian pendahuluan yang disajikan tanpa judul bagian. Nomor 2. metode.E. 1993.D. V. Pandangan Aliran Humanistik tentang Filsafat Pendidikan Orang Dewasa. Rata dengan Tepi Kiri) Peringkat 3 (Huruf Besar Kecil. nama penulis (tanpa gelar akademik). D. kesimpulan dan saran.W. pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang. Vault. hlm. RATA DENGAN TEPI KIRI) Peringkat 2 (Huruf Besar Kecil. pembahasan. Teori. metode. Tahun 24. dan Praktik Kependidikan. Berkeley: McCutchan Publishing Co. Juli 1997. abstrak (maksimum 100 kata). dan tujuan penelitian. Peringkat judul bagian dinyatakan dengan jenis huruf yang berbeda (semua judul bagian dicetak tebal atau tebal miring). C. 127-137. masing-masing bagian. Sistematika artikel setara hasil penelitian: judul. penutup atau kesimpulan. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja). sedikit tinjauan pustaka. kata-kata kunci. Rata dengan tepi Kiri) d. & Dickson. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency based Teacher Education. Miring. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja). Hanurawan. . bahasan utama (dibagi ke dalam subjudul-subjudul). f.

12 Juli. h. Disertasi. Laptop c. d. Artikel yang sudah dalam bentuk cetak-coba tidak dapat ditarik kembali oleh penulis. penulis menerima nomor bukti pemuatan sebanyak 2 (dua) eksemplar dan cetak lepas sebanyak 5 (lima) eksemplar yang akan diberikan jika kontribusi biaya cetak telah dibayar lunas. 1987). LCD proyektor.9-34 Penulisan Karya Ilmiah Huda. 200. Artikel dan Laporan Penelitian (Universitas Negeri Malang. N. LEMBAR KEGIATAN 1.000. Kamera digital . 1991. C. Tesis. Penulis yang artikelnya dimuat wajib memberi kontribusi biaya cetak minimal sebesar Rp. g. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. Alat tulis. Alat dan Bahan a. Makalah. i. dan gambar mengikuti ketentuan dalam Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi.00 (dua ratus ribu rupiah) perjudul. b. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah e. Pusat Penelitian IKIP MALANG. 200). rujukan. Pemeriksaan dan penyuntingan cetak-coba dilakukan oleh penyunting dan/atau melibatkan penulis. Artikel berbahasa Inggris menggunakan ragam baku. Sebagai imbalannya. Artikel berbahasa Indonesia mengikuti aturan tentang penggunaan tanda baca dan ejaan yang dimuat dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Depdikbud. Tata cara penyajian kutipan. tabel. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di malang Angkataan XIV. Malang.

maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai. 2. Kegiatan Inti Fasilitator memberikan ceramah tentang format penulisan karya tulis ilmiah.2 Presensi peserta pelatihan.1 Berdoa bersama untuk mengawali 5 menit pembelajaran. 2. 2. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2. Langkah Kegiatan No.Penulisan Karya Ilmiah 9-35 2. ceramah pemecahan masalah 3.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan Curah pendapat. Fasilitator memberikan 130 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan . jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya. Kegiatan Awal/Pendahuluan 2. Kegiatan 1.

Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual. Hasil a.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit Refleksi 3. 4.2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing. Fasilitator memberikan tugas menyusun karya tulis ilmiah baik dalam bentu pemikiran maupun hasil penelitian. .9-36 Penulisan Karya Ilmiah ceramah tentang salah satu contoh petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan . tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. 4. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran.1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu. Kegiatan Akhir 4. Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian. Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan. 4.

dan masalah/tujuan penelitian) Metode Hasil Pembahasan Kesimpulan dan Saran Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uaraian saja) 2. Artikel (hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa sub judul. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil penelitian. Artikel (setara hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa subjudul) Subjudul Subjudul Subjudul Penutup (atau Kesimpulan dan Saran) Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uraian saja) sesuai dengan kebutuhan . D. memuat latar belakang masalah dan sedikit tinjauan pustaka.Penulisan Karya Ilmiah 9-37 b. RANGKUMAN 1.

9-38 Penulisan Karya Ilmiah E. Tugas ini sifatnya individual. Ruangan bebas. Tugas dapat ditulis menggunakan komputer atau tulis tangan. TES FORMATIF Peserta PLPG ditugasi menyusun karya tulis ilmiah dengan cara memilih salah satunya yaitu hasil pemikiran konseptual atau hasil penelitian. . tidak harus terkekang di dalam kelas. Fasilitator memberikan bimbingan dan pendampingan pada saat peserta PLPG menyusun karya tulis ilmiah.

b 9. a 3. a 8. b 6. a Kegiatan Belajar 2 1. b 2. b 9. d . c 2. a 7. a 3. d 4. b 10. c 6. c 5. b 4. c 5. c 10. c 8. b 7.Penulisan Karya Ilmiah 9-39 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Kegiatan Belajar 1 1.

2000. dan Kantor Menristek: Jakarta. LIPI.M. Ditbinlitabmas Dikti. Saukah. Depdiknas: Jakarta. G.K. Teknik Menulis Karya Ilmiah. A. Ikapindo. Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Press): Malang. Direktorat Profesi Pendidik.G. 2008.A. I. Penerbit Universitas Terbuka: Jakarta. Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah. 2001. . Sistematika Penulisan Laporan KTI Online. 2007.DAFTAR PUSTAKA Ditbinlitabmas Ditjen Dikti Depdikbud. Wardani. dan Waseso.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->