IV E

S NEGERI SE MA ITA RS

N RA

UN

G

UNNES

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2008

TEKNIK ELEKTRO
(SMK)

PANITIA SERTIFIKASI GURU RAYON XII UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2008

REKTOR NEGERISEMARANG UNIVERSITAS SAMBUTAN REKTOR

As s alamu' alailstm Warahmatutlahi Wab arakatuh Salam sejahtera untuk kita semua. Puji syukur tidak putus selalu kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dzat yang maha tinggi, atas rakhmat dan ilmuNya yang diturunkan kepada umat manusia. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 18 Tahun 2OO7, sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan

pelaksanaan uji melalui portofolio.

Berdasarkan prosedur pelaksanaan portofolio, bagi peserta yang belum dinyatakan lulus, LP|K Rayon merekomendasikan alternatif : (1) melakukan kegiatan mandiri untuk melengkapi kekurangan dokumen portofolio atau (2) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru ( PLPG ) yang diakhiri dengan ujian. Penyelenggaraan PLPG telah distandardisasikan oleh Konsorsium Sertilikasi Guru ( KSG ) Jakarta dalam bentuk pedoman PLPG secara Nasional. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Panitia Sertifikasi Guru ( PSG ) Rayon 12 dalam rangka standardisasi penyelenggaraan PLPG mulai penyediaan tempat, ruang kelas, jumlah jam, sistem penilaian, kualitas instruktur dan ketersediaan bahan ajar. Bahan ajar yang ada di tangan Saudara ini salah satu upaya PSG Rayon 12 dalam memenuhi

standard pelaksanaan PLPG secara nasional untuk itu saya menyambut dengan baik atas terbitnya Bahan Ajar PLPG ini. Sukses PLPG tidak hanya tergantung ketersediaan buku, kualitas instruktur, sarana prasarana yang disediakan namun lebih daripada itu dengan baik sejak adalah kesiapan peserta baik mental maupun fisik, untuk itu harapan saya para peserta PLPG telah menyiapkannya keberangkatannya dari rumah masing-masing. Pada kesempatan ini ijinkan saya, memberikan penghargaan yang tinggi kepada Dosen/lnstruktur yang telah berkontribusi dan berusaha men)rusun buku ini, agar dapat membantu guru menempuh program PLPG dalam rangka sertihkasi guru. Buku ini menggunakan pilihan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga pembaca dapat menikmatinya dengan seksama. Akhirnya kepada khalayak pembaca saya ucapkan selamat menikmati buku ini, semoga dapat memperoleh manfaat yang sebanyakbanyaknya.

Rektor Universitas Negeri Semarang

Sudijono Sastroatmodjo

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

PENDAHULUAN
Fakta tentang kualitas guru menunjukkan bahwa sedikitnya 50 persen guru di Indonesia tidak memiliki kualitas sesuai standardisasi pendidikan nasional (SPN). Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukkan bahwa mutu guru di Indonesia belum memadai untuk melakukan perubahan yang sifatnya mendasar pada pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistik HDI terdapat 60% guru SD, 40% SMP, 43% SMA, 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masing-masing. Selain itu, 17,2% guru atau setara dengan 69.477 guru mengajar bukan pada bidang studinya. Dengan demikian, kualitas SDM guru kita adalah urutan 109 dari 179 negara di dunia. Untuk itu, perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standardisasi rata-rata bukan standardisasi minimal (Toharudin 2006:1). Pernyataan ini juga diperkuat oleh Rektor UNJ sebagai berikut. "Saat ini baru 50 persen dari guru se-Indonesia yang memiliki standardisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pendidikan kita belum menunjukkan peningkatan yang signifikan," (Sutjipto dalam Jurnalnet, 16/10/2005). Fakta lain yang diungkap oleh Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dr. Fasli Djalal, bahwa sejumlah guru mendapatkan nilai nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Secara nasional, penguasaan materi pelajaran oleh guru ternyata tidak mencapai 50 persen dari seluruh materi keilmuan yang harus menjadi kompetensi guru. Beliau juga mengatakan skor mentah yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memprihatinkan. Guru PPKN, sejarah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi, sosiologi, geografi, dan pendidikan seni

1-2

Pengembangan Profesionalitas Guru

hanya mendapatkan skor sekitar 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. "Artinya, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100," (Tempo Interaktif, 5 Januari 2006). Mengacu pada data kasar kondisi guru saat ini tentulah kita sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, memasuki tahun 2006 tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat kelulusan harus menguasai 42,5 persen. Untuk itu, layak kiranya pada tulisan ini dicari format bagaimanakah seharusnya mengembangkan guru yang profesional?

A. Guru sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga faktor penting, yaitu: (1) memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesilaisasi, (2) kemampuan untuk

memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang dimiliki, (3) penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu. Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual khusus, yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu, yaitu: (1) menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar, (2) menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya, (3) menuntut tingkat pendidikan yang memadai, (4) menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-3

pekerjaan yang dilaksanakan, (5) memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan, (6) memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, (7) memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan siswanya, dan (8) diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di

masyarakat. Pengertian di atas menunjukkan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusus, yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus, untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. Karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan.

B. Kompetensi Guru Sejalan dengan uraian pengertian kompetensi guru di atas, Sahertian (1990:4) mengatakan kompetensi adalah pemilikan,

penguasaan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut jabatan seseorang. Oleh sebab itu seorang calon guru agar menguasai kompetensi guru dengan mengikuti pendidikan khusus yang

diselenggarakan oleh LPTK. Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya, mencakup tiga komponen sebagai berikut: (1) kemampuan kognitif, yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan

pengatahuan materi bidang studi yang diajarkan, (2) kemampuan afektif, yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain, (3) kemampuan psikomotor, yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang

1-4

Pengembangan Profesionalitas Guru

pelaksanaannya pengajar.

berhubungan

dengan

tugas-tugasnya

sebagai

Dalam UU Guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah program sarjana atau D4. Kompetensi pribadi meliputi: (1) pengembangan kepribadian, (2) berinteraksi dan berkomunikasi, (3) melaksanakan bimbingan dan penyuluhan, (4) melaksanakan administrasi sekolah, (5) melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran.

1. Kompetensi Profesional Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu (1) orang yang menyandang profesi, (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter). Makmum (1996: 82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspekaspek; (1) kemampuan profesional, (2) kemampuan sosial, dan (3) kemampuan personal. Johnson (dalam Sanusi, 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut; (1) kemampuan profesional mencakup, (a) penguasaan materi pelajaran, (b)

penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, dan (c) penguasaan proses-proses pendidikan. (2) kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu

Pengembangan Profesionalitas Guru

1-5

membawakan tugasnya sebagai guru. (3) kemampuan personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup, (a) penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru, (b) pemahaman,

penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru, dan (c) penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik.

2. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian menurut Suparno (2002:47) adalah mencakup kepribadian yang utuh, berbudi luhur, jujur, dewasa, beriman, bermoral; kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin, tanggung jawab, peka, objekti, luwes, berwawasan luas, dapat berkomunikasi dengan orang lain; kemampuan mengembangkan profesi seperti berpikir kreatif, kritis, reflektif, mau belajar sepanjang hayat, dapat ambil keputusan dll. (Depdiknas,2001). Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral. Bila guru tidak percaya akan Allah, maka proses membantu anak didik percaya akan lebih sulit. Disini guru perlu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa. Pernah terjadi seorang guru beragama berbuat skandal sex dengan muridnya, sehingga para murid yang lain tidak percaya kepadanya lagi. Para murid tidak dapat mengerti bahwa seorang guru yang mengajarkan moral, justru ia sendiri tidak bermoral. Syukurlah guru itu akhirnya dipecat dari sekolah.

1-6

Pengembangan Profesionalitas Guru

Yang kedua, guru harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi. Aktualisasi diri yang sangat penting adalah sikap bertanggungjawab. Seluruh tugas pendidikan dan bantuan kepada anak didik memerlukan tanggungjawab yang besar. Pendidikan yang menyangkut

perkembangan anak didik tidak dapat dilakukan seenaknya, tetapi perlu direncanakan, perlu dikembangkan dan perlu dilakukan dengan tanggungjawab. Meskipun tugas guru lebih sebagai fasilitator, tetapi tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan siswa. Dari pengalaman lapangan pendidikan anak menjadi rusak karena beberapa guru tidak bertanggungjawab. Misalnya, terjadi pelecehan seksual guru terhadap anak didik, guru meninggalkan kelas

seenaknya, guru tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik, guru tidak berani mengarahkan anak didik, dll. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sangat

penting bagi seorang guru karena tugasnya memang selalu berkaitan dengan orang lain seperti anak didik, guru lain, karyawan, orang tua murid, kepala sekolah dll. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena dalam pengalaman, sering terjadi guru yang sungguh pandai, tetapi karena kemampuan komunikasi dengan siswa tidak baik, ia sulit membantu anak didik maju. Komunikasi yang baik akan membantu proses pembelajaran dan pendidikan terutama pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah. Kedisiplinan juga menjadi unsur penting bagi seorang guru. Kedisiplinan ini memang menjadi kelemahan bangsa Indonesia, yang perlu diberantas sejak bangku sekolah dasar. Untuk itu guru sendiri harus hidup dalam kedisiplinan sehingga anak didik dapat

meneladannya. Di lapangan sering terlihat beberapa guru tidak disiplin mengatur waktu, seenaknya bolos; tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Ketidakdisiplinan guru tersebut membuat siswa ikut-ikutan suka bolos dan tidak tepat mengumpulkan perkerjaan

Guru tidak boleh berhenti belajar karena merasa sudah lulus sarjana.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-7 rumah. Guru bila tidak ingin ketinggalan jaman dan juga dapat membantu anak didik terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. Di jaman kemajuan ilmu pengetahuan sangat cepat seperti sekarang ini. Yang perlu diperhatikan di sini adalah. Kompetensi Paedagogik Selanjutnya kemampuan paedagogik menurut Suparno (2002:52) disebut juga kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat. mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa. Untuk itu diperlukan pendekatan yang baik. menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa. perkembangan fisik dan psikis anak didik. ia harus tetap membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan siswa. tingkat pemikiran. Guru diharapkan memahami sifat-sifat. meski guru sangat disiplin. mau tidak mau harus mengembangkan sikap ingin terus maju dengan terus belajar. Yang ketiga adalah sikap mau mengembangkan pengetahuan. ciri anak didik dan perkembangannya. karakter. Pertama. Pendidikan dan perkembangan pengetahuan di Indonesia kurang cepat salah satunya karena disiplin yang kurang tinggi termasuk disiplin dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam belajar. sangat jelas bahwa guru perlu mengenal anak didik yang mau dibantunya. Dengan mengerti hal-hal itu guru akan mudah mengerti kesulitan dan kemudahan anak didik dalam belajar dan mengembangkan diri. guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar. tahu ilmu . serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa. Dengan demikian guru akan lebih mudah membantu siswa berkembang. 3.

. Dengan semakin mengerti banyak model pembelajaran. guru juga diharapkan memahami bermacam-macam model pembelajaran. Oleh karena sistem pendidikan di Indonesia lebih dikembangkan kearah pendidikan yang demokratis. dan (5) menilai proses serta hasil pembelajaran. diharapkan guru dapat meramu teori-teori itu sehingga cocok dengan situasi anak didik yang diasuhnya. Apakah proses pendidikan sudah dilaksanakan dengan baik dan membantu anak berkembang secara efisien dan efektif. Kedua.1-8 Pengembangan Profesionalitas Guru psikologi anak dan perkembangan anak dan tahu bagaimana perkembangan pengetahuan anak. Dan yang tidak kalah penting dalam pembelajaran adalah guru dapat membuat evaluasi yang tepat sehingga dapat sungguh memantau dan mengerti apakah siswa sungguh berkembang seperti yang direncanakan sebelumnya. Namun yang sangat penting adalah memahami anak secara tepat di sekolah yang nyata. Kompetensi profesional meliputi: (1) menguasai landasan pendidikan. Biasanya selama kuliah di FKIP guru mendalami teori-teori psikologi tersebut. Oleh karena guru kelaslah yang sungguh mengerti situasi kongrit siswa mereka. maka teori dan filsafat pendidikan yang lebih bersifat demokratis perlu didalami dan dikuasai. Untuk itu guru diharapkan memiliki kreatifititas untuk selalu menyesuaikan teori yang digunakan dengan situasi belajar siswa secara nyata. (4) melaksanakan program pembelajaran. maka dia akan lebih mudah mengajar pada anak sesuai dengan situasi anak didiknya. Dengan mengerti bermacammacam teori pendidikan. guru perlu juga menguasai beberapa teori tentang pendidikan terlebih pendidikan di jaman modern ini. diharapkan guru dapat memilih mana yang paling baik untuk membantu perkembangan anak didik. (2) menguasai bahan pembelajaran. (3) menyusun program pembelajaran. Ketiga.

1995). dan (4) mampu bekerja sama dengan orang lain. Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki. Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan sosial adalah kecerdasan pribadi (personal intellegence). sedangkan yang lain biasa atau bahkan kurang. (3) memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain. Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti . alam. 1994).Pengembangan Profesionalitas Guru 1-9 4. pendekatan komperehensif. bahasa. lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotial intellegence (Goleman. dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gardner. mungkin beberapa di antaranya menonjol. 18 Maret 2006) kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. ruang. Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial. Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi. atau pendekatan multidisiplin. Menurut Gadner (1983) dalam Sumardi (Kompas. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah sosial kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistik. (2) memiliki toleransi pada orang lain. kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasan-kecerdasan yang lain. musik. Uniknya lagi. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial meliputi: (1) memiliki empati pada orang lain. pribadi. raga. Hanya saja. 1998). Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika. beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan simultan ketika seseorang berpikir dan atau mengerjakan sesuatu (Amstrong.

Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen. (14) kerja sama.1-10 Pengembangan Profesionalitas Guru karier di masyarakat. Dari 35 life skills atau kecerdasan hidup itu. (12) solusi konflik. (9) berempati. dan pengendalian diri yang menonjol. bekerja sama. bergaul. dan memberi kepada orang lain. menjadi jelas bahwa pekerjaan/jabatan guru adalah sebagai profesi yang layak mendapatkan penghargaan. (6) relawan sosial. Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang berkomunikasi. (8) berbagi. (7) kedewasaan dalam bekreasi. berempati. (5) kepemimpinan. Dari uraian tentang profesi dan kompetensi guru. yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya. dapat kita saring dari konsep life skills (www. (3) peran dalam kegiatan kelompok. (2) melihat peluang. Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topik silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik.com). (11) toleransi. misalnya. kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi kompetensi ini. atau perusahaan. (10) kepedulian kepada sesama. dan (15) komunikasi. Untuk mengembangkan kompetensi sosial seseorang pendidik. Topik-topik ini dapat dikembangkan menjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang aktual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita. yaitu: (1) kerja tim. (4) tanggung jawab sebagai warga.lifeskills4kids. ada 15 yang dapat dimasukkan kedalam dimensi kompetensi sosial. baik finansial maupun non finansial. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerja sama. Beberapa dimensi ini. . lembaga. (13) menerima perbedaan.

Sertifikasi kompetensi guru sebagai tindak lanjut dari UndangUndang ini menyisakan persoalan sebagaimana disampaikan Mendiknas pada media masa pada saat pengesahan Undang-Undang ini. Guru.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-11 C. Memimpikan Guru yang Profesional Untuk memperbaiki kualitas pendidikan. . antara lain kesepahaman akan ukuran uji kompetensi guru. Dalam pembahasan rancangan Undang-Undang ini (hingga disahkan pada 6 Desember 2005) tersirat keinginan Pemerintah untuk memperbaiki wajah suram nasib guru dari sisi kesejahteraan dan profesionalisme. baik yang terdapat di dalam kurikulum nasional maupun kurikulum lokal. Sejak awal gagasan pembuatan RUU Guru dan Dosen dilatarbelakangi oleh komitmen bersama untuk mengangkat martabat guru dalam memajukan pendidikan nasional. faktor gurulah yang dinilai sebagai satu faktor yang paling penting dan strategis. serta tidak dapat dipisahkan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. baik di dalam dan di luar sekolah dengan menggunakan bahan ajar. Ketiga komponen ini saling terkait dan saling mempengaruhi. dan menjadikan profesi ini menjadi pilihan utama bagi generasi guru berikutnya (Situmorang dan Budyanto 2005:1). dan kurikulum merupakan tiga komponen utama pendidikan. jauh dari cukup sehingga tidak sedikit guru yang mencari tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari ketiga komponen tersebut. dan hanya sebagian kecil guru dari sekolah negeri dan sekolah elit yang hidup berkecukupan.2 juta orang. pemerintah telah memberikan perhatian khusus dengan merumuskan sebuah UndangUndang yang mengatur profesi guru dan dosen. karena di tangan para gurulah proses belajar dan mengajar dilaksanakan. Mengandalkan penghasilan dan profesi guru. Jumlah guru di Indonesia saat ini 2. peserta didik.

Proses. dalam tulisannya bertajuk “The teachers as a Decision Maker”. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. serta melakukan tulisan dan pengabdian kepada masyarakat. melakukan pembimbingan dan pelatihan. profesionalisme. tanggung jawab. Demikian pula. yakni orangnya dan kinerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. dibentuk. mengawali dengan satu pertanyaan menggelitik “what is teacher?”. dan profesionalitas sebagai berikut ini Profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. Kemampuan profesionalisme yang handal tersebut tidak dibawa sejak lahir oleh calon guru. strategi. seorang profesional muda. kebijakan dan program yang tepat. guru sebagai profesi yang amat mulia. menilai hasil pembelajaran. James M. atau dia bekerja secara profesional. Profesional menunjuk dua hal. tetapi harus dibangun. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.1-12 Pengembangan Profesionalitas Guru Untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif. dipupuk dan dikembangkan melalui satu proses. dan program pembinaan guru di masa lalu perlu dirumuskan kembali (Suparlan 2006:1). Misalnya. Profesionalisme menunjuk kepada derajat atau tingkat kinerja seseorang sebagai seorang profesional dalam melaksanakan profesi yang mulia itu. kebijakan. . Sebagai contoh. Cooper. Dedi Supriadi dalam bukunya yang bertajuk “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” telah menjelaskan (secara amat jelas) tentang makna profesi. dan kesetiaan terhadap pekerjaan itu. strategi. Cooper menjawab pertanyaan itu dengan menjelaskan tetang guru dari aspek pelaksanaan tugasnya sebagai tenaga profesional. profesional. guru harus memiliki kemampuan profesionalisme yang dapat dihandalkan.

memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan kompetitiflah seleksi yang secara efektif. termasuk guru. yang dengan undang-undang yang kurang baik sekalipun akan dapat dihasilkan keputusan yang baik’. yang menyatakan bahwa. yakni (1) keahlian. Kedua. dan (3) keterampilan (Supriadi 1998:96). memiliki organisasi profesi yang. guru memang dikenal sebagai salah satu jenis dari sekian banyak pekerjaan (occupation) yang memerlukan bidang keahlian khusus. seperti dokter. Pertama. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik. Kelima. maka kaidah itu dapat . adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan karena keahlian tertentu dengan kualifikasi tertentu yang berbeda dengan profesi lain. dan bidang pekerjaan lain yang memerlukan bidang keahlian yang lebih spesifik. insinyur. memerlukan persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan pekerjaan profesional tersebut. Dalam dunia yang sedemikian maju. Soerjadi (2001:1-2) menyebutkan beberapa persyaratan suatu pekerjaan disebut sebagai profesi. 2004:2). Profesionalisme guru didukung oleh tiga hal. semua bidang pekerjaan memerlukan adanya spesialisasi. sehingga yang dianggap bidang diperbolehkan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Ketiga. Westby-Gybson (1965). (2) komitmen. ‘berilah aku hakim dan jaksa yang baik. Dapat dianalogikan dengan pentingnya hakim dan UndangUndang. yang ditandai dengan adanya standar kompetensi tertentu. bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik. Keempat. juga berfungsi untuk meyakinkan agar para anggotannya menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik yang dapat diberikan (Suparlan. Guru merupakan tenaga profesional dalam bidang pendidikan dan pengajaran. pemerintah sejak lama telah berupaya untuk merumuskan perangkat standar komptensi guru. di samping melindungi kepentingan anggotanya.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-13 Sebagai tenaga profesional.

Kelima. Keempat. Kedua. Mendiknas memberikan penegasan bahwa “guru yang utama” (Republika 10 Februari 2003). Untuk menggambarkan guru profesional. bahwa aspek kualitas hakim dan jaksa masih jauh lebih penting dibandingkan dengan aspek undang-undangnya. Sama dengan manusia dengan senjatanya. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. dan belajar dari pengalamannya. maka guru tersebut dapat disebut sebagai tenaga dan pendidik yang benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya (Supriadi 2003:14). guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. yakni dengan ungkapan bijak ‘berilah aku guru yang baik. Supriadi mengutip laporan dari Jurnal Educational Leadership edisi Maret 1993. yang terpenting adalah manusianya.1-14 Pengembangan Profesionalitas Guru dianalogikan dengan pentingnya guru. dan dengan kurikulum yang kurang baik sekali pun aku akan dapat menghasilkan peserta didik yang baik’. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswa. guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. tetapi guru tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh siapa atau alat apa . Bagi guru hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. ‘man behind the gun’. Artinya. Ketiga. Belajar dapat dilakukan di mana saja. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Standar Pengembangan Karir Guru Mutu pendidikan amat ditentukan oleh kualitas gurunya. guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. aspek guru masih lebih penting dibandingkan aspek kurikulum. Apabila kelima hal tersebut dapat dimiliki oleh guru. Hal yang sama. Pertama. bahwa guru profesional dituntut memiliki lima hal. D. guru menguasai secara mendalam bahan/materi pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. misalnya di PGRI dan organisasi profesi lainnya.

Terjadilah lingkaran setan yang sudah diketahui sebab akibatnya. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. Peningkatan mutu guru merupakan upaya yang amat kompleks. Pekerjaan besar ini mulai dari proses yang menjadi tugas lembaga pendidikan prajabatan yang dikenal dengan LPTK. LPTK mengalami kesulitan besar ketika dihadapkan kepada masalah kualitas calon mahasiswa kelas dua yang akan dididik menjadi guru. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pengajaran dan pembalajaran yang yang berkualitas.Pengembangan Profesionalitas Guru 1-15 pun juga. Ternyata. Pada akhirnya orang mudah menebak. Banyak orang menganggap bahwa gaji dan penghargaan terhadap guru menjadi penyebab atau causa prima-nya. mencerdaskan. gaji dan dedikasi terkait erat dengan faktor lain yang bernama kompetensi profesional. Gaji akan mengikuti dedikasi. karena masalah rendahnya mutu calon guru itu lebih disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap profesi guru. karena indikasi adanya mutu profesionalisme guru masih rendah. Ketidakmampuan LPTK ternyata memang di luar tanggung jawabnya. Namun. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. yakni proses dan pembelajaran menyenangkan. karena melibatkan banyak komponen. Di samping itu. Gaji dan penghargaan guru belum dapat disejajarkan dengan profesi lain. mengasyikkan. selain memang harus dipikirkan dengan sungguhsungguh upaya untuk meningkatkan gaji dan penghargaan kepada . Sebagai salah satu komponen utama pendidikan. ada orang yang berpendapat bahwa antara gaji dan dedikasi tidak dapat dipisahkan. Jadi. (2) antusiasme. yang paling penting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya. karena pada akhirnya menyangkut duit atau gaji dan penghargaan. dan (3) penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik (Mas’ud 2003:194). guru harus memiliki tiga kualifikasi dasar: (1) menguasai materi atau bahan ajar.

terkenal wacana akademis tentang apa yang disebut sebagai Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competency-based Training and Education (CBTE). dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak”. . Direktorat Tenaga Kependidikan (Dit Tendik). Untuk menjelaskan pengertian tentang kompetensi itulah maka Gronzi (1997) dan Hager (1995) menjelaskan bahwa “An integrated view sees competence as a complex combination of knowledge.1-16 Pengembangan Profesionalitas Guru guru. sikap. Direktorat Profesi Pendidik Ditjen PMPTK. attitudes. keterampilan. Bahkan mereka mendambakan adanya satu instrumen atau alat ukur yang akan mereka gunakan dalam melaksanakan skill audit dengan tujuan untuk menentukan tingkat kompetensi guru di daerah masing-masing. Setelah sekitar dua tahun berjalan. Secara sederhana dapat diartikan bahwa kompetensi guru merupakan kombinasi kompleks dari pengetahuan. Sementara itu. Sejalan dengan definisi tersebut. keterampilan. dan nilai-nilai yang ditunjukkan oleh guru dalam konteks kinerja tugas yang diberikan kepadanya. tim itu telah dapat menghasilkan rendahnya kompetensi guru. Apakah yang dimaksud kompetensi? Istilah kompetensi memang bukan barang baru. para penyelenggra pendidikan di kabupaten/kota telah menunggu kelahiran kompetensi guru itu. skill. yakni meningkatkan dedikasi dan kompetensi guru. Dua dekade kemudian. nama baru Dikgutentis telah membentuk satu tim Penyusun Kompetensi Guru yang beranggotakan para pakar pendidikan yang tergabung dalam Konsorsium Pendidikan untuk menghasilkan produk kompetensi guru. and values displayed in the context of task performance”. menjelaskan bahwa “Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Pada tahun 70-an. Pada saat itu Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis (Dikgutentis) Dikdasmen pernah mengeluarkan “buku saku berwarna biru” tentang “sepuluh kompetensi guru”. namun masih ada pekerjaan besar yang harus segera dilakukan.

(2) pengembangan profesi. (7) penguasaan bahan kajian akademik. dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan profesinya (Direktorat Profesi Pendidik. Ketiga standar kompetensi tersebut dijiwai oleh sikap dan kepribadian yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas guru sebagai tenaga profesi. Oleh karena itu. 2005).Pengembangan Profesionalitas Guru 1-17 Berdasarkan pengertian tersebut. dan jenjang pendidikan’ (Direktorat Profesi Pendidik. (2) meningkatkan kinerja guru dalam bentuk kreativitas. Standar kompetensi guru SKS memiliki tujuan dan manfaat ganda. standar kompetensi guru diartikan sebagai ‘satu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas. PMPTK. (3) penilaian prestasi belajar peserta didik. kemandirian. (5) pengembangan profesi. . Direktorat Tendik 2003:5). Standar Kompetensi Guru bermanfaat untuk: (1) menjadi tolok ukur semua pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dalam rangka pembinaan. Di samping itu. kualifikasi. (6) pemahaman wawasan kependidikan. keterampilan. dan (3) penguasaan akademik. peningkatan kualitas dan penjenjangan karir guru. Standar kompetensi guru terdiri atas tiga komponen yang saling mengait. yakni (1) pengelolaan pembelajaran. Standar kompetensi guru bertujuan ‘untuk memperoleh acuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas proses pembelajaran’ (SKG. (2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar. (4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi. yaitu: (1) penyusunan rencana pembelajaran. Diten PMPTK. inovasi. Ketiga komponen masing-masing terdiri atas dua kemampuan. 2005).

Pengembangan Karir Guru Pada era sentralisasi pendidikan. PGPS sering diplesetkan menjadi ‘pinter goblok penghasilan sama’ atau ‘pandai pandir penghasilan sama’. Sedang sebagian besar lainnya mengalami nasib yang tidak menentu. Kepala sekolah sering terpaksa menandatangani usul kenaikan pangkat guru hanya karena faktor ‘kasihan’. Dalam pelaksanaan di lapangan ketentuan tersebut berjalan dengan berbagai penyimpangan. dan bahkan menjadi tenaga struktural di dinas pendidikan. Kegiatan itu pada umumnya dirancang oleh direktorat-direktorat di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang LPMP dan P4TK berada di bawah Ditjen PMPTK. antara lain karena belum ada kejelasan tentang standar pengembangan karir mereka. ada sebagaian kecil guru yang karena kapasitas pribadinya atau karena faktor lainnya dapat berubah atau meningkat karirnya menjadi kepala desa. Dengan kondisi seperti itu. Pelaksanaan kenaikan pangkat guru dengan sistem kredit pun sama. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui PGPS (Peraturan Gaji Pegawai Sipil) dan ketentuan lain tentang kenaikan pangkat dengan sistem kredit. yang sekarang menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di setiap provinsi. dengan melibatkan antara direktorat terkait dengan .1-18 Pengembangan Profesionalitas Guru E. Mengingat kondisi itulah maka pada tahun 1970-an dan 1980an telah didirikan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernama Balai Penataran Guru (BPG). pembinaan guru diatur secara terpusat oleh pemerintah. Pada tahun 1970-an kegiatan ‘up-grading’ guru mulai gencar dilaksanakan di BPG dan PPPG. Region-region penataran telah dibentuk di berbagai kawasan di Indonesia. anggota legeslatif. dan Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) yang sekarang menjadi Pusat Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk pelbagai mata pelajaran dan bidang keahlian di beberapa daerah di Indonesia.

(2) guru Inti. . yakni instruktur yang telah diangkat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah. yakni tempat bertemunya para guru berdiskusi atau mengikuti penataran tingkat kabupaten atau sekolah. atau baru sebatas ditatar di tingkat kecamatan atau sekolah. (5) kepala sekolah. (3) instruktur. guru yang telah ditatar di tingkat provinsi atau nasional dan memperoleh predikat yang sebagai penatar di tingkat kabupaten. Selain itu. yakni guru baru atau guru yang belum pernah mengikuti penataran. kecamatan. (6) Pengawas sekolah. sementara para kepala sekolah aktif dalam kegiatan Latihan Kerja Kepala Sekolah (LKKS).Pengembangan Profesionalitas Guru 1-19 lembaga diklat (preservice training) dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga preservice training. satu jenjang fungsional bagi guru yang telah menjabat sebagai kepala sekolah. (4) pengelola sanggar. guru yang telah mengikuti klegiatan diklat TOT (training of trainer) di tingkat pusat atau nasional dan memperoleh predikat sebagai penatar di tingkat provinsi. dan sekolah. guru instruktur yang diberi tugas untuk mengelola Sanggar PKG. dan Latihan Kerja Pengawas Sekolah (LKPS) untuk pengawas sekolah. serta melibatkan juga peranan lembaga pendidikan sekolah sebagai on the job training yang dibina langsung oleh Kantor Wilayah Departemen pendidikan dan Kebudayaan yang ada di regionnya masing-masing. para guru memiliki wadah pembinaan profesional melalui orgabnisasi yang dikenal dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). yang sistem penyelenggaraan diklatnya dinilai melibatkan elemen pendidikan yang lebih luas. Melalui pola PKG ini. Salah satu pola pembinaan guru melalui diklat ini adalah mengikuti pola Pembinaan kegiatan Guru (PKG). Sebagian besar instruktur ini juga telah memperoleh pengalaman dalam mengikuti penataran di luar negeri. para guru dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) guru biasa. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagaian besar dilaksanakan di satu sanggar yang disebut sanggar PKG.

dan LPTK sebagai mitra kerja. Berbagai program peningkatan kompetensi dan profesionalisme tersebut dilaksanakan dengan melibatkan P4TK (PPPG). . PENUTUP Peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru. oleh Depdiknas sekarang dikelola oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.1-20 Pengembangan Profesionalitas Guru F. Dinas Pendidikan. LPMP.

dalam Syarif Ikhwanudin dan Dodo Murtadhlo. 2002. Pendidikan untuk Masyarakat Indonesia Baru. Rogers. Yogyakarta: Bigraf Publishing. Akibatnya pada Mutu Pendidikan”. 2004. Zamroni. Menuju Masyarakat Pembelajar: Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Rich. 2005. dalam Isu-isu Pendidikan di Indonesia: Lima Isu Pendidikan Triwulan Kedua. Pusat Data dan Informasi Pendidikan. Standar Kompetensi Guru Kelas SD-MI Program D-II PGSD. Balitbang Depdiknas. 2002. “Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah”. Fathur dkk. Suryadi. Penelitian Balitbang dan Lemlit UNNES. Gunawan. 2002. Jakarta: Genesindo. Jakarta: Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti Dirjen Dikti Dir PPTK Depdiknas. Indra Djati Sidi.DAFTAR PUSTAKA Chamidi. Hamijoyo. 2004. Studi Kebijakan Pengelolaan Guru Di Era Otonomi Daerah dalam Rangka Peningkatan mutu pendidikan. Jakarta: Grasindo. New York: The Free Press. Guru Demokratis di Era Reformasi Pendidikan. . Jakarta: Depdiknas. Jakarta: Grasindo. Paul. Undang-Undang No. Rambu-rambu Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Guru Sekolah Dasar. Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Masa Depan. 2002. Direktorat Ketenagaan. 2004. Safrudin Ismi.1995. Diffusion of Innovation. 2000. 1992. Kebijakan-Kebijakan Pendidikan. 2006. “Status dan Peran Guru. Undang-undan No. Santoso S. John Martin. Paradigma Pendidikan Masa Depan. New York: Cross Cultural Approach. Everett M. Suparno. Rokhman. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ace dan Dasim Budimansyah. Ary H. 1995. Jakarta:Paramadina dan Logos Wacana Ilmu. Inovation in Education: Reformers and Their Critics. Jakarta: Rineka Cipta.

BUKU AJAR Dasar Teknik Elektro .

satuan dasar. Setelah memahami materi. cara pemasangan alat ukur listrik. C. Sebelum memahami tentang rangkaian dasar elektro. L dan C pada rangkaian dengan arus atau tegangan DC maupun AC. pembacaan code nilai. diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan rangkaian listrik yang komplek dengan berbagai metode. daya. DC maupun AC. Prasyarat. . tegangan. terlebih dahulu harus sudah memahami teori dasar ilmu listrik tentang arus. Kompetensi dan Indikator.BAB I PENDAHULUAN A. Petunjuk belajar. Dapat merangkai dengan berbagai hubungan menghitung secara teoritis dan membuktikan dengan cara mengukur. dapat menggunakan alat ukur dasar listrik (AVO meter). Pemahaman akan lengkap apa bila mengenal bentuk fisik masingmasing komponen. B. komponen-komponen listrik. Kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari materi ini akan memahami fungsi dari masing-masing komponen bila dirangkai dan dipasang pada arus maupun tegangan. Deskripsi Ruang lingkup dari materi ini mempelajari tentang dasar rangkaian listrik dari komponen pasip yaitu R . D.

Dasar rangkaian Listrik. watt detik Persamaan yang berhubungan q = i.q . berikut Besaran Listrik Muatan Arus Tegangan Daya Kerja energi Simbol q.E. Besaran dan satuan listrik Besaran dan satuan listrik ditunjukkan pada tabel 1.i w = e.BAB II KEGIATAN BELAJAR I I. tegangan) yang besar dan arahnya setiap saat sama. P w. w = ∫τ ei dt Tabel 1.W Satuan Coulomb Ampere Volt Watt Joule.Q i. batre. RANGKAIAN DC DC (Direct Current ) adalah daya listrik (arus . Daya ini dibangkitkan akumulator . dinamo. thermocouple dan lain-lain.V p.I positip 0 negatip t Gambar 1.t t = 1/f i = dq/dt e = w/q p = e.1 Besaran dan satuan listrik .v.1 Kurva DC 1. E. I e. A.

Hubungan komponen a. Deret (seri) R1 A Gambar 1. Segitiga Ohm 3. R=ρℓ/A Keterangan: R = Tahanan dalam ohm ρ = (rho) tahanan jenis 4. R ………volt E I R I = E / R…ampere dan R = E / I……Ω Gambar 1. Resistivitas Resistivitas suatu penghantar adalah tahanan untuk satu satuan panjang per satu satuan luas penampang penghatar tersebut. Hukum OHM Hukum Ohm : perbandingan antara tegangan (e.E) dan arus listrik (i. Hubungan seri maka RAB = R .I )dalam tahanan (R) E = I.3.n yang terhubung seri n = jumlah tahanan Tahanan total hubungan seri besarnya lebih besar dari tahanan terbesar R2 B RAB = R1 + R2 +…… Rn Bila R1 = R2 =…… Rn = R ℓ = panjang hantaran dalam cm A = luas penampang dalam cm2 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-3 2.2.

z).R2) + (R1. dan ujungujung disatukan X R1 R3 Z R2 Y Gambar 1. y. Hubungan bintang ( Y ) Hubungan bintang: masing-masing pangkal terbuka (x. Hubungan campuran (coumpound) RBC = R3 R4 / (R3 + R4) A R1 R2 B R4 R3 C RAC = RAB + RBC RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Gambar 1. Jajar (paralel) R1 A R2 Gambar 1.4.R3) +(R2. Hubungan seri paralel d.5.6. Hubungan Y .R3)} B 1/ RAB = 1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn RAB = 1/ (1/ R1 + 1/ R2 +…… 1/ Rn) Bila R1 = R2 =…… Rn = R maka RAB = R / n Tahanan total hubungan paralel besarnya lebihkecil dari tahanan terkecil yang terhubung paralel c.2-4 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik b. Hubungan paralel Untuk n = 2 Untuk n = 3 RAB = R1 R2 / (R1 + R2) RAB = R1 R2 R3/ {(R1.

paralel dan campuran karena mempunyai 3 terminal terbuka. X RB RC Z RA Y Gambar 1. y. z) seperti terlihat pada gambar 6. masing-masing sambungan sebagai terminal terbuka (x.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-5 e. Hubungan segitiga (∆ ) atau Delta (D) Hubungan segitiga: ujung RA terhubung pangkal RB . ujung Rc terhubung pangkal RA. ujung RB terhubung pangkal RC. Hubungan ∆ atau D Catatan: Hubungan Y maupun ∆ tidak bisa diselesaikan seperti cara seri. Untuk penyelesaian harus ada hubungan lain yang terkait dengan hubungan Y atau ∆ yang harus dikonversi /diubah dari Y ke ∆ atau sebaliknya.7. sehingga hasil konversi merupakan hubungan seri atau paralel atau campuran Konversi dari Y ke ∆ Untuk mengkonvers 3 terminal senama Y dan ∆ disatukan RA = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R1 RB = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R2 RC = (R1 R2 + R2 R3 + R3 R1 ) / R3 Konversi dari ∆ ke Y R1 = (RB RC) / (RA + RB + RC) R2 = (RC RA) / (RA + RB + RC) R3 = (RA RB) / (RA + RB + RC) .

Bila terhubung seri.8. Untuk kumparan (L) nilai tahanan R = ρ ℓ / A. Arus dan tegangan RAC= (R1 + R2 ) +{ R3 R4 / (R3 + R4)} Tegangan pada R1 = i R1 Tegangan pada R2 = i R2 Tegangan pada R3 = Tegangan pada R4 = E BC = i { R3 R4 / (R3 + R4)} i2 = E BC / R3 dan i3 = E BC / R4 E = E AB + E BC = ( iR1 + iR2 ) + i { R3 R4 / (R3 + R4)} i= E / RAC . perhitungannya sama dengan tahanan 2. perhitungannya terbalik dengan tahanan (R). paralel atau campuran. Untuk kondensator (C) Bila terhubung seri.9. paralel atau campuran.2-6 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh 1. R4 = Y diubah ∆ jadi RA RB RC maka RB seri R2. RC seri R5 sehingga B (RB + R2) paralel (RC + R5) = Rpar RAB = RA seri dengan Rpar Gambar 1. R3. f. Gabungan Y ∆ dan penggantinya Catatan: 1. A R4 RB A RA RC R5 R1 R3 R5 R2 B R2 R1. Hukum OHM pada rangkaian Arus dan tegangan pada rangkaian i2 B i3 R4 A E C R1 i R2 R3 C Gambar 1.

tersebut dibungkan dengan batre 12v Berapa besar tahanan total arus yang mengalir pada masing-masing R.i2) = 0 i .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-7 Latihan 1. Hukum Kirchhoff 1. Tegangan kirchhoff . Arus kirchhoff 4Ω .i2) = 0 2.E2 = i1 R1 + i2 R2 sebuah rangkaian tertutup. 10Ω . 3Ω dihubungkan jajar kemudian dihubungkan seri dengan tahanan 9Ω . Tiga buah tahanan terdiri dar 12Ω . 6 Ωdan 3 Ω deret.11.i1 . 3. Jumlah aljabar semua arus yang mengalir menuju suatu titik pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol i A i1 i2 R2 Gambar 1. Pada gambar 7 bila masing-masing tahanan besarnya 3 Ω hitunglah besar tahanan RAB 5.10. Berapa besar tahanan bila a) dihubungkan seri b) dihubungkan paralel 2. Dari rangkaian B R1 C i = arus menuju titik B (arah positip) D i1 dan i2 = meninggalkan titik B (arah negatip) semua arus yang menuju ke titik B adalah i + (-i1) + (. Jumlah aljabar dari seluruh perkalian arus dan tahanan pada penghantar-penghantar tersebut. sama dengan jumlah aljabar seluruh gaya gerak listrik yang terdapat pada rangkaian Gambar 1. A+ E1 Bi2 R1 i1 R2 C + E2 D terminal AB terdapat tegangan E1 terminal CD terdapat tegangan E2 arus i1 mengalir pada R1 arus i2 mengalir pada R2 E1 . Empat buah tahanan masing-masing 15 Ω .

Rangkaian dengan 2 sumber (c) (a) rangkaian dasar (b) E mati .12c. I mati Gambar 1.2-8 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Teori Superposisi Bila dalam suatu rangkaian terdapat lebih dari satu sumber tegangan atau sumber arus. I aktif (c) E aktif . R3 R2 R1 + R3 R3 + E I R4 I4 R2 R1 It E=0 R4 I4 ’ I R1 It R2 + E I=0 R4 I4’’ (a) (b) Gambar 1.12b. Rp2 = {(R3 + R4 ) // R1 } + R2 maka It = E / Rp2 Arus di R4 adalah I4’’ = [R1/ {{R1 + (R3 + R4 ) } ] It dengan arah atas ke bawah maka I4 = I4’ + I4’’ (karena arah sama) .12. Rp1 = (R1//R2)+ R3 arus di R4 adalah I4’= (Rp1 / Rp + R4 ) It dengan arah atas ke bawah Gambar 1. maka arus yang mengalir pada salah satu cabang dapat dihitung dengan menjumlahkan arus yang mengalir padanya pada saat salah satu sumber dimatikan sedang sumber lain aktip secara bergantian.

(beban) Rangkaian Thevenin RT didapat dengan membuka beban (oc)dan menghubungsingkatkan E (sc) sehingga ET didapatkan dengan membuka beban (oc) maka ET = Eab = ( R2 / R1 + R2 ) E IT = ET / RT (beban) R2 // R1 b Gambar 1.14. Rangkaian Thevenin ke Norton a RT Rangkaian selanjutnya a Rangkaian selanjutnya (beban) IT GT b (beban) . TEORI NORTON Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber arus tetap IT dan konduktor tetap GT yang terhubung paralel IT ET b Gambar 1. Rangkaian Thevenin 7.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-9 6. TEORI THEVENIN Sebuah rangkaian dua terminal dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan tetap ET dan tahanan tetap RT yang terhubung seri a R1 E IT ET R2 b a RT Rangkaian selanjutnya Rangkaian selanjutnya Rangkaian semula.13.

Karena arus tak mengalir pada R3 maka tegangan x-y atau ET sebesar: ET = E xy = E1 – (I .15.Isc’’ (arah arus mana yang lebih besar) .E2 RT didapatkan dengan menghubungsingkatkan E1dan E2 pada beban terbuka (gambar 10c) sebesar R xy = ( R1 // R2 ) + R3 Arus hubung singkat ( beban Isc) (x-y) atau IT didapatkan 10b. R2 ) . dengan cara menghubungsingkatkan superposisi didapatkan: E1 = aktif E2 = 0 i1 = E1 /{ R1 + (R2 // R3)} gambar Dengan Isc’ = ( R2 / R2 + R3 ) i1 E1 =0 E2 = aktif IT = i2 = E2 / {( R1 // R2 )+ R2 } Isc’’ = ( R1 / R2 + R3 ) i2 Isc’ .2-10 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Contoh Ubahlah menjadi rangkaian Thevenin dan Norton R3 x R1 E1 R2 R1 R2 I R3 x R1 R2 E1 =0 R3 x + + E2 + E1 i1 y i2 beban RL + E2 y beban RL E2=0 y (a) (b) (c) Gambar 1.Rangkaian dengan 2 sumber tegangan Untuk x–y terbuka arus I mengalir ke R2 dan R1 sebesar I = (E1+E2 ) / (R1+R2 ) . R1 ) atau ET = E xy = (I .

Rangkaian pengganti gambar 15 (a) Thevenin (b) Norton Arus beban n=menurut Thevenin IL = ET / (RT + RL) Arus beban n=menurut Norton IL = {RT / (RT + RL)} IT Latihan Hitunglah arus pada beban RL dari gambar 10 secara Thevenin dan Norton bila diketahui : E1 = 20V RL = 5Ω B. arus) yang besar dan arahnya setiap saat berubah. 1. RANGKAIAN AC AC (Alternating Current) adalah daya listrik (tegangan. Tegangan v = Vm sin ω t Arus i = Im sin ω t Gambar. i V m Im E2 = 10V R1 = 3 Ω.16.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-11 Rangkaian Thevenin dan Norton dapat digambarkan RT + ET y (a) (b) x IL RL IT + RT x IL RL y Gambar 1. R3 = 3 Ω.17. Bentuk sinus . 0 0 Π 2Π 2Π = T = periode dalam detik + 0 0 = putaran per detik f =1/T= frekuensi dalam cps (Hertz) 0 t ω = 2Π / T = 2Π f = kecepatan sudut T T dalam radial (derajat). R2 = 6 Ω . Bila daya AC dihubungkan dengan komponen maka komponen tersebut bersifat impedansi yang berupa tahanan murni ( R ) dan reaktansi (x) v.

2-12 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.1.18 AC pada R (a) v dan i pada R v = Vm sin ω t (b) phasa v dan i R 0 (b) Vm Im t dicatukan pada R maka arus i = v / R = Im sin ω t bentuk gelombang v maupun i (gambar 18b) ternyata tidak terjadi beda phase (0o) maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar Z=R Kumparan i v t Ф=90o 0 ………………Ω v.( Vm / ω L) cos ω t = (Vm / ω L) sin (ω t .i Vm Im v=i ω L L 0 ω (a) Gambar.19 AC pada L (a) v dan i pada L v = Vm sin ω t i = ∫ (Vm sin ω t dt / L) = . Catu daya (v atau i ) AC pada komponen Tahanan i v v=i R (a) Gambar.1.Ф ) = Im sin (ω t -90o ) (b) (b) phasa v dan i dicatukan pada L maka arus .

Ω 1/ω C = 2 Π f C= Xc disebut reaktansi capasitif .i i v v=i1/ωC (a) Gambar 1..Ω ω L = 2 Π f L= XL disebut reaktansi induktif Vm Im 0 (b) ωt dicatukan pada C maka arus i = C (d Vm sin ωt /dt ) = C (Vm cos ωt /dt ) = ωC (Vm cos ωt) = {Vm / (1/ ωC ) } sin (ωt +90o ) = Im sin (ωt +90o) Vm / (1/ ωC) = Im bentuk gelombang (gambar 1.90o ………..20b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Vm tertinggal 90o terhadap Im atau im mendahului 90o terhadap vm maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZC = ω C .20.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-13 bentuk gelombang (gambar 19b) ternyata terjadi beda phase 90o yaitu Im tertinggal 90o terhadap Vm atau Vm mendahului 90o terhadap Im maka impedansi (Z) merupakan vektor sebesar ZL = ω L Kondensator v. AC pada C (a) v dan i pada C v = Vm sin ωt (b) phasa v dan i C Ф=90 o 90o ……….

Vektor impedansi RL Rangkaian seri R dan C i R v C vC vR v = i R + i / j ωC Gambar 1. Vektor tegangan v = Im ZL Z = √ R2 + ω2L2 Z Ф Ф …….21. R seri C .Ω -1 XL R Z = √ R2 + X L 2 Ф = tg XL /R 0 Atau Ф = arc tg XL /R Gambar 1.2-14 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian seri R dan L vR v = vR + vL i v R L vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф = Im (R sin ωt+ ωL cos ωt) misalkan R Im = A ωL Im = B Gambar 1.24.22. R seri L maka A sin Ф + B cos Ф = C sudut Ф = ωt = tg -1 B/A= tg -1 (ωL/R) v C 0 Ф vL C= A2 + B 2 2 2 B vR = √ R2 Im2 + ω2L2 Im2 = Im√ R + (ωL) A Gambar 1.23.

Seri R L C vL = R Im sin ωt + ωL Im cos Ф + { ( .25. Vektor impedansi R L C ( ωL/R .Im/ ωC ) cos ωt} = Im R sin ωt + (ωL – 1/ ωC) Im cos ωt ωL √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 ωL-1/ ωC Ф impedansi seri RLC adalah Z = √ R2 +(ωL-1/ ωC)2 …….27. L dan C vR v = vR + vL + vC i v R L C vC Gambar 1. Vektor impedansi RC Rangkaian seri R .1/ ωC R ) XC Gambar 1..1/ ωC ) .26.Ω dengan sudut Ф 1/ ωC Ф = tg -1 R Gambar 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-15 Z = √ R2 – (1/ ωc)2 Ф …….Ω 0 Z R Ф = tg -1 (.

7 38. Vektor Z .28.852 = √ 161.2o =(150 0) / 12. 25 . 3. 0.05 henry dihubungkan tegangan AC yang mempunyai tegangan maximum 150v frekuensi 25 Hz berapa impedansi dan arus yang mengalir.2o terhadap tegangan Gambar 1. Penyelesaian XL = 2 Π f L = 2.2o Bila digambarkan vector impedansinya arus Im = Vm / Z Z =12.7Ω = √ 102 + 7.85/10) =38.7 38.05 = 7.85Ω Z = √ R2 + XL2 jadi Z = 12.2o = 11.85 dengan sudut Ф = tg -1 XL /R = tg -1 (7.2o arus tertinggal 38.38.14 .7Ω 38.8 A .6 = 12.2-16 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik contoh Tahanan R=10 Ω diseri dengan kumparan L=0.2o R=10 XL=7.

Tabung elektron a) Bentuk fisik b) Simbol-simbol 2. A. sinar. tegangan. TABUNG ELEKTRON 1. tekanan mekanik ) pada bahan emissi (katoda) .1. c. Emisi Elektron : Pancaran elektron akibat pengaruh dari luar (panas. BENTUK FISIK & SIMBOL A = anoda A K K = Katoda A G = Grid A G SG = Sreen Grid A G SG K K K Dioda ( a) Dioda gas Trioda Tetroda ( b) Gambar 2. DASAR KERJA Bekerjanya tabung elektron berdasarkan emissi elektron: a. Emissi Kuat Medan : emissi yang timbul karena perbedaan tegangan pada Anoda-Katoda. Rangkaian elektronika terdiri dari komponen aktif dan pasif (bersifat resistip).BAB II KEGIATAN BELAJAR II DASAR ELEKTRONIKA KOMPONEN : Komponen elektronika bersifat aktif yang artinya dapat mengubah besaran maupun bentuk masukan (input). Sebelum komponen semikonduktor ditemukan komponen aktif menggunakan tabung electron atau tabung hampa. Emissi Thermis : emissi yang timbul karena pengaruh panas pada filament (heater) b.

Bahan utama : Silicon (Si) dan Germanium ( Ge) sebagai golongan IV 2. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1. As. 2. Cd. 5. Dimensi besar 4. 10 -19 C.. Zn.Bahan campuran : C. Statis.golongan V (donor) O. Pb ……………………. 10 -19 C P =pembawa muatan positip + 1. SEMIKONDUKTOR 1. KEUNTUNGAN & KERUGIAN Keuntungan : 1. Dinamis / portable . Al. Ga. Tahan Panas Kerugian : 1. In. Membutukan pemanasan 3. Tl ………………. Te.. Bi ………………. Membutuhkan daya besar 2.golongan I Be.6. Sn. Hg …………. Tidak membutuhkan pemanasan 3. Po ………………golongan VI Golongan V didoping ke golongan IV = logam type N (elektron) Golongan III didoping ke golongan IV = type P (hole). Mahal B.golongan III (aseptor) N. Perawatan sulit 7. Mg. golongan II B. S. Daya besar 2. BAHAN 1. Sb. Se. P. Tidak tahan tekanan mekanik 6. Miniaturisasi 4.2-18 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 3.6. N = pembawa muatan negatip sebesar – 1. Daya yang dibutuhkan rendah 2.

ID µA VD non bias VD=0V ID = 0 volt Gambar 2.2. Murah Kerugian : 1. KARAKTERISTIK ID mA Forward bias VD>0V ID > 0 -VD Reverse bias VD< 0V ID = . Daya yang dihasilkan rendah 2. Tidak tahan terhadap panas DIODA 1.IS 0 . Simbol dan pencatuan dioda Dioda melalukan arus bila di catu maju (forward bias) dan tidak melalukan arus bila dicatu mundur/balik (reverse bias).3.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-19 5. 2. Karakteristik dioda . Mudah perawatan 7. SIMBOL & PENCATUAN Logam tipe P & N disambung = Sambungan (jungtion) PN Dioda anoda IB =0 IS =0 dk katoda IS dk IB IB =0 dk IS P N VD<0 dicatu mundur VD= tegangan catu VD=0 VD>0 tanpa dicatu dicatu maju IB = arus mayoritas IS = arus minoritas dk = daerah kosong Gambar 2. Tahan terhadap tekanan mekanik 6.

Rangkaian logika.1 ) e = muatan electron ( 1. 10 -23 joule oK -1) VD = tegangan dioda T = temperature dalam oK (300 oK ) Keterangan : IS = arus jenuh balik Tahanan DC (statis) R DC = VD ID Tahanan AC (dinamis) r AC = vd / id vd = k.6 . RANGKAIAN GERBANG (GATE) A.38 .4.2-20 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Arus dioda ID = IS ( e kVD/T . rangkaian OR dan tabel kebenaran . T /q maka r AC = (kT/q) / id r AC = 26 mA/ id ………. Rangkaian Gerbang OR (ATAU). A A B E C 1 B E 0 A D1 D2 I C R R 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 1 1 1 Gambar 2. Ω PENGGUNAAN DIODA 1. 10 -19 colomb ) k = konstanta Boltzman ( 1.

Gerbang OR pada kondisi A=B=1 Tegangan C = [ R /{ R+ (Rf1 // Rf2 )}]E = [ R/{R+ (0 // 0) }]E = E = 1 Gerbang AND kondisi A=1 B=0 R A 1 E 0 C D1 R D2 B Gambar 2. rangkaian logika.Gerbang AND kondisi A=1 B=0 Tegangan C = [Rf2 / {Rf2 +( R // Rr1)} ] E = [0 / {0+( R //~)}] E = 0 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-21 B. Dioda ideal rangkaian AND dan tabel kebenaran Rf = 0 ohm (tertutup) Tahanan maju (forward) Tahanan mundur (reverse) Rr = ~ ohm (terbuka) Analisis dapat dilakukan berdasarkan tabel kebenaran Contoh Gerbang OR kondisi A = B = 1 A 1 B E 0 D1 D2 I C R R Gambar 2.5. Rangkaian Gerbang AND (DAN) A B A D1 D2 I C R C E 1 B 0 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 0 0 1 E Gambar 2.7.6.

RANGKAIAN PEMOTONG (CLIPPER) A. Clipper seri dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper seri (b) Bentuk masukan (c) Bentuk keluaran B. Pemotong Seri 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 0 vi R vo 0 Gambar 2. Clipper seri tanpa sisipan tegangan DC V vi =Vm VD R Vo Vm 0 V vi vo 0 vi + V v (a) (b) (c) . PEMOTONG PARALEL R R vo 0 0 vi 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 R 0 vi vo 0 Gambar 2. Clipper paralel tanpa sisipan tegangan DC .9.Gambar 2.2-22 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.10.8.

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-23 Vo R vi =Vm VD V vi Vm 0 vo Vm V 0 (a) (b) (c) Gambar 2. Penyearah setengah gelombang (half wave rectifier) Satu periode input menghasilkan ½ periode (satu puncak) positip VT D Vi = Vm sinωt Vm -VT R Vi Vm 0 t1 t2 0 Vo Vm -VT V dc = 0. PENYEARAH Penyearah (rectifier) adalah perubah daya AC menjadi DC.318 t1 t2 (a) (b) (c) Gambar 2. Clipper aralel dengan sisipan tegangan DC (a) Rangkaian clipper paralel (b) Bentuk masukkan (c) Bentuk keluaran 3. Penyearah gelombang penuh (full wave rectifier) Satu periode input menghasilkan 2 puncak positip Penyearah gelombang penuh ada 2 macam: .VT) c) bentuk output B.12 Penyearah setengah gelombang.318 (VM . a) Rangkaian b) input sinusoidal VDC = 0.11. Ada 2 macam jenis penyearah A.

Vi 0 D2 Vo t1 t2 0 A t1 VDC =0.13 Penyearah gelombang penuh cabang tengah a) Input sinusoidal (b) bentuk output (c) rangkaian 2.636 VM 0 D1 A P B S D2 R t1 b) t2 c) Gambar 2. E C R 0 t1 t2 a) Gambar 2.636 VM t2 D1 D4 B D3 D2 (a) (b) (c) Gambar 2. penyimpanan dan pengosongan t3 (b) S Vo Vo E Vc τ = RC t .14.2-24 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1.15 Saringan kondensator a) rangkaian b) grafik pengisian. Penyearah jembatan a) bentuk input b) bentuk output c) rangkaian Saringan (filter) . Cara jembatan ( bridge ) . Cara cabang tengah (centre tap) Vi 0 t1 a) t2 Vo VDC =0.

01 detik.VRiple max .17. Vi Vm Vo Vm VDC VMin VRiple 0 t1 (a) t2 t3 t 0 t (b) VRiple max VRiple min Gambar 2. Tegangan searah VDC = Vm . f sekunder = f primer. Farad t = 1/f atau f = 1/ t f = 50 Hertz untuk setengah gelombang t = 0.02 detik.. Penyearah gelombang penuh dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output V Ripple = Q/C ……volt = (I . t ) / C C = Q / V Ripple ……. atau fo = 2 fi V Ripple = (VRiple max ) + (VRiple min ).16.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-25 Penyearah setengah gelombang dengan filter . f sekunder = 2 f primer. Penyearah setengah gelombang dengan filter (a) bentuk input (b) bentuk output Penyearah gelombang penuh dengan filter Vi Vm VDC VMin Vo Vm VRiple max VRiple VRiple min 0 t1 t2 t3 (a) t 0 (b) t Gambar 2. atau fo = fi gelombang penuh t = 0.

Arus rata-rata Ir = I rata-rata = 0. Besaran effektip lebih kecil 0. V 0.636 Im .318 Im Penyearah gelombang penuh: Tegangan rata-rata V rata-rata = 0. Besaran rata-rata Besaran rata-rata (average) diukur dengan alat ukur DC. Untuk maksimum Vm = Vp = (V ptp)/2 dan untuk arus maksimum Im = Ip =(I ptp)/2 2. Besaran effektif diukur dengan alat ukur AC. Arus rata-rata I rata-rata = 0.318 Vm .besaran listrik . Besaran maksimum (puncak) Besaran maksimum(puncak) atau puncak ke puncak (peack to peack) diukur dan digambarkan oleh alat ukur Osiloskop.707 Vm untuk arus maksimum Ieff = 0.2-26 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Besaran-besaran listrik. 1. Besaran effektif.707 0.18. Penyearah setengah gelombang: Tegangan rata-rata Vr = V rata-rata = 0.707 Im 3.636 Vm .707 dari besaran maksimum Untuk tegangan effektip Veff = 0. Hubungan besaran.636 0.318 tegangan Vm Vr Vr Veff Vm V p t p = Vm t m t 0 -Vm Gambar 2.

Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-27 TRANSISTOR 1 Konstruksi dan susunan Transistor singkatan dari transistor (BJT). Transistor (a) Teknologi PNP dan NPN (b) Analogi 2 dioda (c) Simbol PNP dan NPN Syarat kerja transistor :dioda E – B bias forward. dioda C-R bias reverse 1.19. ++ P E transfer resistor atau disebut bi junction N B P (a) C (b) E N P B N C E B C E B (c) C Gambar 2. Susunan Common Base (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN .20. Susunan Common Base (CB) E + VEE IE IB B B (a) (b) IC C E IE IC C + Gambar 2.

Susunan Common Emitor (a) arah arus PNP (b) arah arus NPN Arus-arus yang mengalir pada transistor IE = IB + IC dan IC = α IE + ICBO IC = α (IB + IC ) + ICBO IC = ( α IB / 1.α ) .α ) Arus bocor akibat agitasi termis sebesar ICBO. : IB = IE ( 1 .IC atau IB = IE .VBB IB IE IC + VCC +VBB IB (a) (b) Gambar 2.α) Penguatan arus untuk emitor bersama dengan inisial β (beta). β ac = (∆IC) / (∆IB) Hubungan α dan β β = α / (1.α) IE = ( β +1 ) IB VCE = constant .α IE atau IB = IE ( 1 .ICBO maka IC = α IE + ICBO dan IE = IC / α 2 Susunan Common Emitor (CE) IC IE .2-28 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Penguatan arus DC pada CB adalah α (alfa) : α dc = IC / IE jadi IC = α IE IC ≈ IE IB = IE .α)+ (ICBO / 1.VCC .21.

VCE=C Penguatan arus VEC=C Tegangan balik IB=C Parameter Impendansi Input (Zi) (besar) Impendansi Output (Zo) Penguatan arus (Ai) Penguatan Tegangan (Av) CB IE = f(VEB).α) ICBO} -VEE +VBB IB IC (b) IE +VEE .22. VBC= f(VEC).1. IB=C CC IB = f(VBC). Susunan common colector (a) PNP Arus pada susunan CC adalah (b) NPN IE = {(1/1. IB=C IC =f ( IB) .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-29 3 Susunan Common Colector (CC) IE IB IC (a) Gambar 2. IE=C IC =f ( IE) . VCB=C VEB= f(VCB).α) IB } + {(1/1. IE=C CE IB = f(VBE). Karakteristik dan perameter Karakteristik/ parameter Karakteristik Input VEC=C Output . VCB=C IC = f(VCB). VCE=C IC = f(VCE). VCE=C VBE= f (VCE). VEB/ IE (kecil) VCB/ IC (besar) IC / IE (kecil) VCB/ VEB (besar) VBE/ IB (besar) VCE/ IC (besar) IC / IB (besar) VCE /VBE (besar) VBC /IB VEC/IE (kecil) IE / IB (besar) VEC /VBC (kecil) .VBB 3 KARAKTERISTIK DAN PARAMETER PENGUAT Tabel 2. IC =f (VEC) IE =f ( IB) .

Fixed bias stabilisasi emitor IB = (VCC -VBE ) / {RB +(β +1) RE} IC = (VCC .IC (RC + RE ) 3. Fixed Bias (Bias tetap) VCC RB Input AC C1 VBE IB IC RC C2 IE Output AC Gambar 2.2-30 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik PEMBIASAN PADA PENGUAT 1.VBE) /{ (RB/ β )+ RE } VCE = VCC . Fixed bias dengan stabilisasi emitor VCC RB Input AC C1 IB VBE RE IC RC C2 IE CE Output AC VB Gambar 2.IC RC 2.25.24. Base bias . Fixed bias IB = (VCC .23.VE .VBE ) / RB IC = β IB VCE = VCC . Base bias I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 Input AC Gambar 2.

VBE ) / {RB + ( β +1)RE} VCE = VCC .VBE) / {RC + (RB/ β) + RE } 5. Base bias dengan stabilisasi Emitor IC = ( VCC . Base bias dengan stabilisasi Emitor I RB C1 IB VBE VCC RC IC IE Output AC C2 CE Input AC RE Gambar 2. Potensio bias RB = R1 // R2 = R1R2 / (R1 +R2) VB = (R2 / R1 +R2 ) VCC IB = (VB .IC RC 4.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-31 IC = ( VCC . Potensio Bias VCC R1 Input AC C1 IB VBE RE IE IC RC C2 CE Output AC VCE = VCC .27.26.IC (RC + RE ) .IC (RC + RE ) VB R2 Gambar 2.VBE) / {RC +( RB/ β )} VCE = VCC .

29 Hubungan input dan output Dari gambar 2.28. . Garis beban IC (mA) IC Max Q1 IB1 60µA IB2 50 µA input IB3 40 µA IB4 30µA IB5 20µA IB6 10µA IB7 0µA Q7 Garis bebanDC VCC VCE (volt) output 0 50 40 30 20 0 Q2 Q3 Q4 0 Q5 Q6 Gambar 2.2-32 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT Besar penguatan penguat dapat dianalisis dalam 2 cara yaitu: I.28 arus maximum di kolektor adalah IC Max = VCC / (RC + RE) dan VCC = VCE Penguatan arus Ai = ( 50 -30) mA / (30 – 10) µA = . Penguat susunan CE Dibutuhkan: a.1000 x ( terjadi beda phase 180 o ) Terjadi penguatan arus 100 kali dengan arah terbalik. ANALISIS GRAFIS VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC VCE C2 vo IE CE vi VB R2 Gambar. Karakteristik output CE b. 2.

Analisis model “re” “re” adalah tahanan masukan AC dalam kondisi penguat beroperasi. Semua kondensator dianggap hubung singkat (short) 2.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-33 PENGUATAN dalam satuan dB ( desi Bell ) Menurut Abraham Bell : Bahwa telinga manusia menerima intensitas suara secara logaritmis. karena penguatan berdasarkan sinyal AC Untuk mengganti menjadi rangkaian AC ( rangkaian model ) 1.……….. dB II. R2 . Catu daya DC dianggap hubung singkat (short) 1. Catu daya DC mengalir pada R1 . dB Penguatan arus A i = 20 Log ( Io / Ii ).. ANALISIS TEORITIS Untuk memudahkan analisis secara teoritis/matematis rangkaian harus ganti dengan model AC. RC . Rangkaian yang digunakan dalam analisis adalah susunan CE. RE dan transistor membentuk rangkaian DC .Bell (B) atau = 10 ( Po / Pi ) …………desiBell (dB) P = E2 / Z atau P = I2 Z Untuk P maximum Zo = Zi Maka Penguatan tegangan A v = 20 Log ( Vo / Vi )………. Gambar 30a merupakan rangkaian penguat susunan CE dengan masukan dan keluaran sinyal AC.. Dari temuannya dihasilkan: Penguatan daya : Oleh karena AP = Log ( Po / Pi ) ………..

rangkaian AC c.2-34 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik VCC Input AC Ii R1 IB C1 VBE RE Io RC Output AC C2 vo IE CE vi VB R2 (a) C ii R2 B Vo E ii Zi B ib βre E C R1 Zi io RC Zo vi RB βib ro io Zo RC vo (b) Gambar 2. rangkaian dasar ( c) b.β ( Vi / βre ) Rc = .30 Penguat CE a.( Vi / re ) Rc bila masing-masing dibagi dengan Vi maka . model “re “non ideal Transistor pada gambar 2. Keterangan : βre = impedansi masukan ro = impedansi keluaran re = 26 mV / IE Zi = RB // βre Zo = Rc ro = ∞ βib = penguatan arus Tahanan emitor AC RB = R1 // R2 Vo = Io Rc = .30b (dalam kotak) dimodelkan pada gambar 2.30(c).β Ib Rc Vo = .

Tabel 2.Rc / re terjadi beda phase 180 o Penguatan arus Ib = ( RB Ii ) / (RB + βre) bila masing-masing dibagi dengan Ii Ib/ Ii = RB / (RB + βre ) Ai = (Io / Ib ) (Ib/ Ii ) Ai = -β RB / (RB + βre ) terjadi beda phase 180 o Bila ro dipertimbangkan maka Zo = Rc // ro Maka penguatan tegangan Av = .2.β Ib β = Io / Ib Transistor model “h” ic B C E B ib vBE vCE ib vBE hiE hrEvCE hfE ib ic vCE hoE C E (a) (b) Gambar 2. Pemodelan transistor non ideal (a) transistor (b) model “h” non ideal .(Rc // ro) / re 2. Parameter “h” pada susunan penguat Parameter Impedansi input (hi ) Penguatan tegangan reverse (hr) Penguatan arus forward (hf) Admitansi output (ho) CB hiB hrB hfB hoB CE hiE hrE hfE hoE CC hiC hrC hfC hoC Satuan ohm X (kali) X (kali) mho Io = . Analisis model “h “ Model hybrid atau “h” adalah model yang paling banyak digunakan dalam menganalisis analisis penguat.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-35 Penguatan tegangan Vo /Vi = Av = .31.

Penguat basis bersama b) model “h” . Susunan basis bersama RE vS VEE (a) a) rangkaian DC E B C E hiB RL VCC RE vS iE hfB iE (b) C iC RL hrBVCB B hoB Gambar 2. Pemodelan transistor ideal (a) transistor Persamaan input Persamaan output hiE = (b) model “h” ideal hrE = 0 hoE = 0 ZoE = ~ vBE = hiE ib + 0 ic = hfE ib + 0 (hfE 26 mV ) / IE Susunan penguat model “h” (non ideal) 1.2-36 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Dari gambar 2.33.31(b) terdapat 2 persamaan Persamaan input (tegangan) Persamaan output (arus) ib vBE ic B E E C vBE = hiE ib + hrE vCE ic = hfE ib + hoE vCE B ib hiE hfE ib b) ic vCE C vBE E a) Gambar 2.32.

34. Susunan emitor bersama ib ic B E C hiE RB Vs B vS VBB (a) RC vCE VCC ib hfE ib ic RC hoE C hrEvCE (b) Gambar 2.35. Penguat susunan kolektor bersama. Penguat emitor bersama (a) rangkaian DC (b) model “h” 3. Susunan kolektor bersama ib vS VBB RB hiC B E C B ib hfC ib vo C ic RE vo VCC RB vS hrCvE E RE ie hoC (a) a) rangkaian DC b) model “h” (b) Gambar 2. .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-37 2.

VBE tegangan VBE untuk Si= 0. VB = R2 Vcc / (R2 + R1) VE = VB . Susunan emitor bersama (a).36.hf Eib) ib = {ri / (ri + hiE)} is Bila disubstitusikan maka iL = {.3 V IE = VE / RE hiE = (26 mV hf E) / IE Penguatan arus Ai = iL / is sedang untuk iL = { RC + RL)(RC / RC + RL )} (.2-38 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Analisis Susunan Emitor model “h” VCC is Rs R1 ib VBE RC C2 RE IE CE iL vo RL is C1 vi VB R2 (a) C ib is Rs ri B vo E is is Rs B vi RB ib hiE hf Eib E C vo RC iL RL RB RC iL RL (b) ( c) Gambar 2.hf E (RC / RC + RL ) } { ri / (ri + hiE)} .7 V . Ge = 0.hf E (RC / RC + RL ) } { is ri / (ri + hiE)} masing masing dibagi dengan is maka didapatkan Ai = iL / is = {. rangkaian dasar (b) rangkaian AC (c) model “h”ideal RB = R1 // R2 dan ri = RB // Rs.

hf E ) vi / hiE masing-masing dibagi vi didapatkan Av = vo / vi = Av = vo / vi = phase 180 o (.hf E ) ro / hiE tanda minus menunjukkan terjadi beda PENGUAT BERTINGKAT TUJUAN : MENDAPATKAN PENGUATAN BESAR Hubungan penguat bertingkat Vi (2) Vi (1) Vo (1) Vo (2) Vi (1) Vi (2) Vo(1) Vo(2) Vo Vi (a) (b) Gambar 2.37. Blok Hubungan penguat bertingkat (a) seri (b) paralel Analisis penguat bertingkat Penguat 2 tingkat susunan CE dengan CE dengan kopling RC + VCC RC2 C3 iL RL is Rs R1 ib1 VBE RC1 ib2 C2 R3 IE is C1 R2 vi VB R4 CE1 RE1 RE2 CE2 (a) .hf Eib ) untuk ib = vi / hiE maka vo = (RC //RL) (.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-39 Penguatan tegangan dapat ditentukan sebagai berikut Av = vo / vi vo = (RC //RL) (.hf E ) (RC //RL) / hiE bila (RC //RL) = ro (.

Penguat 2 tingkat CE dengan CE (a) Rangkaian dasar (b) Rangk.2-40 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik B1 Rs R2 R1 ib1 hiE1 hf E1ib1 E1 RC1 C1 R4 B2 ib2 C2 is R3 hiE2 RC2 vo iL RL RC2 hfE2ib2 E2 rb1 = Rs // R2 // R1 (b) rb2 = RC // R4 // R3 ro = RC2 // RL Gambar 2. pengganti model “h” ideal hiE2 = (26 mV hf E2) / IE2 hiE1 = (26 mV hf E1) / IE1 dan Penguatan arus Ai = iL / is = (iL / ib2) (ib2 / ib1) (ib1 / is) iL = {RC2 / (RC2 +RL) } (-hf E2ib2 ) ib2 = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1ib1 ) ib1 = {rb1 / (rb1 + hiE1)} is Bila disubstitusikan (iL / ib2) = {RC2 / (RC2 +RL) }(-hfE2) (ib2 / ib1) = {rb2 / (rb2 + hiE2)} (-hf E1) (ib1 / is) = rb1 / (rb1 + hiE1) Maka Ai = -hfE2 {RC2 / (RC2 +RL) } {rb2 / (rb2 + hiE2) (-hf E1) } rb1 / (rb1 + hiE1) Bila hiE1 << rb1 Maka hiE2 << rb2 dan RL << RC2 Ai = (-hf E1) (-hfE2) (1) = + (hf E1) (hfE2) …….. X Bila hf E1 = hfE2 = hf E n Ai total = (-hf E ) n n = jumlah penguat ( bila n genap = tak terjadi beda phase) .38.

sehingga mudah dan cepat terbaca. kecepatan dll) penampilan besaran sistem digital (angka). Transistor tidak boleh didesain pada daerah aktif. Suatu sistem digital berfungsi secara biner. transistor) baik secara terurai (discrete) maupun terintegrasi (integrated). Komponen elektronik yang banyak dipakai adalah komponen aktip (dioda. Saat ini disebut jaman digital. Pada titik jenuh transistor menghasilkan arus/tegangan tinggi (H) sedang pada titik mati transistor menghasilkan arus/tegangan rendah (L). Transistor didesain untuk bekerja pada daerah atau titik jenuh (saturasi) dan daerah atau titik mati (cut off). OPERASI DIGITAL. Di bidang audio dan video sistem digital memberikan suara nyaring (HiFi) dan gambar jernih. waktu. Semua peralatan canggih menggunakan sistim digital yang sebelumnya menggunakan sistem analog. Dua kondisi yang berlawanan ini sering disebut biner.BAB III KEGIATAN BELAJAR III DASAR TEKNIK DIGITAL A. PENGANTAR. . Sistem digital memberikan penampilan lebih akurat dan cepat sedang sistem analog kurang akurat dan lama. B. Sedang dengan sistem analog penampilan besaran dengan jarum yang mudah bergoyang dan pembacaannya posisinya harus tegak lurus. panas. Perkembangan teknologi maju dengan pesat. Alat-alat ukur (listrik. berat.

Bilangan Biner Sistem komputer dan peralatan digital menggunakan 2 (dua) kondisi yaitu :1 (ON) dan 0 (OFF) disebut sistem bilangan dua-an (biner) atau sistem digit Bilangan yang digunakan untuk keperluan awam adalah bilangan arabic yaitu bilangan dari 0 sampai 9 atau bilangan puluhan atau dasan Untuk peralatan elektronik sistem digital.2-42 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 1. sinyal analog yang merupakan masukan harus diubah menjadi sinyal digital melalui pencacah dan dikembalikan lagi menjadi bentuk analog.625 = 9 + 0. 22 +(0) 21 +(1)20 = 1 . Kondisi biner Tabel 3.625 = 1 0 0 1.(1/23) . ( 1/21 ) + 0.1 kondisi biner Kondisi Salah satu kondisi Kondisi yang lain 1 2 3 4 naik 5 ada 6 on off 7 8 9 10 ya tidak benar (H) 1 salah (L) 0 panas tutup nyala dingin buka padam turun tak ada Dari tabel di atas kondisi biner yang paling tepat digunakan adalah kondisi 3 yaitu 1 dan 0 atau H dan L yang merupakan standar bilangan biner. a.125 1 9. Demikian juga untuk bilangan dari bilangan puluhan diubah menjadi bilangan biner dan dikembalikan ke bilangan puluhan. (1/22 )+ 1.5 = 1 0 0 0 1 + 0.625 = 0. 23 + (0). Contoh Mengubah bilangan puluhan ke biner Bilangan puluhan 9 dapat ditulis 9 (10) = bilangan biner 1001(2) 9 = 23 +1 = (1). ditambah = 1.

5 + 0.11011 = 1. 25 =32 .84375 1110.(1/22)+ 0. 24=16 . 23=8 . 27 =128 28=256 29=512 210=1.024 211 =2.125 .(1/21)+ 1.0625 1/(25 )=0.2 2 +( 1).625 = 1001. 1/( 23)=0.84375 Catatan: bilangan kiri koma.(1/23)+ 1. bilangan kanan koma.50 0.(1/24)+1.23 + (1). PENGURANGAN DAN PERKALIAN BILANGAN BINER 1 1 10010001 0x0=0 1001 1 1 111111 1x0=0 11 1 + 0x1=0 x + 1 0 1010010 1x1=1 1001 1 1 1001 + 11 011 n = jumlah digit .625 x 2 = 1.096 213=8. 1/(22)=0.00 1 0 0 1 1 ( bil dasar x biner >1=logik 1) 0 ( bil belakang koma pertama x biner<1 = logik 0) 1 (bil belakang koma kedua x biner >1 = logik 1) Cara perkalian dengan bil biner (untuk bilangan pecahan) bilangan 0. 21=2 .03125 PENJUMLAHAN . 36 =64 . 1 /(21) =0.25 + 0 + 0.192 14 2 =16.25 0.384 1/(20)= 1 . (inver) digit kali seper biner pangkat n Biner berpangkat 20 = 1 .101 Cara pembagian dengan bilangan biner (untuk bilangan utuh): bilangan 9 9 : 2 = 4 sisa 1 4 : 2 = 2 sisa 0 2 : 2 =1 sisa 0 1 : 2 = 0 sisa 1 0.11011 = 14 ditambah .21 +(0).25 .20 = 8 + 4 + 2 + 0 = 14 1110.50 x 2 = 1.03125 = 0.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-43 9.(1/25) = 0.0625 + 0.048 212=4.5 .11011= 14. 22=4 . 1/( 24)=0.625 Mengubah bilangan Biner ke puluhan 1110(2) = 14(10) = (1). digit kali biner pangkat n.25 x 2 = 0.

Ada 7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis.2. Rangkaian logika sering kita temukan dalam sirkuit digital yang diimplemetasikan secara elektronik dengan menggunakan dioda atau transistor. Kebenaran/Logika Inverter Output (Y) Input (A) Rendah 0 Tinggi 1 Tinggi 1 Rendah 0 Gambar 3. E A 1 Y Gambar 3. Simbol NOT Gambar 3. Gerbang logika Inventer (pembalik) Inverter merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan.2-44 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Rangkaian Gerbang (Gate ) Logika Gerbang logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi (H)atau tegangan rendah (L).3. Rangkaian inverter berupa transistor Comon Emitor yang mempunyai sifat membalik masukan.1 Rangkaian inverter /Not Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran sinyalnya tidak sama dengan sinyal masukan. yaitu : 1. Rangkaian logika NOT . Hasilnya berlawanan. +Vcc Tabel 3.2. Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika.

Y = . lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A dan/AND B tertutup (1) A B A D1 D2 I R Y E Y 1 B E 0 Gambar 3. maka Y = 1 atau Y = NOT 0 = 1.A Misal : A = 1.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-45 Logikanya. Gerbang logika non-Inverter Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih. Yang termasuk gerbang logika non-Inverter adalah : Gerbang AND Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. maka Y= -1 = 0 atau Y = NOT 1 = 0. Rangkaian Dioda AND . Logika AND Gambar 3. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1). NAND. lampu Y akan menyala bila saklar A tidak/Not tertutup atau tidak 1 dalam arti lain saklar terbuka atau 0 Fungsi gerbang NOT Y = NOT A Y= A atau .5. XOR. Logikanya. A = 0. XNOR). sedang outputnya satu sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya (AND.4. NOR. 2. OR.

1 = 1.2-46 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang AND Y = A AND B Y = A . B = 1 maka Y = 1 . B = AB Misal :A = 1 . B = 0 0 / (0 + R) } E = ( 0 /R ) E . B = 0 maka Y = 1 . Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 1 ANALISIS TEORITIS Untuk menganalisis secara teoritis hasil keluaran Y dari gerbang AND harus dipahami dahulu karakteristik dioda ideal. Logika AND dengan dua masukan.3. A = 1 . Tabel 3. 0 = 0. B = 1 akan sama saat A = 1 . Saat dioda ON (kondisi forward = maju) tahanan RF = 0 sedang saat OFF (kondisi reverse = mundur) tahanan RR = ~ (tak terhingga) Pada saat A = 0 B = 0 kedua dioda kondisi maju sehingga tahanan output (Ro) sebesar Ro = RF1 //RF2 = 0//0 = 0. Tegangan pada output Y = {(Ro) /(Ro) + R }E = { =0 Saat A = 0 .

B =1 bagian output akan terbuka ini berarti tahanan output Ro = ~ sedang kedua dioda parallel dengan R dianggap RR1 // RR2 // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / (Ro + R) } E = (Ro / Ro ) E = E = 1 Tabel 3.4.6. Logika AND dengan tiga masukan. jadi jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung sebanyak 4 kali Gambar 3. Simbol Gerbang AND . n = 2 maka 2 = 4. gunakan rumus ini : 2 .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-47 Dioda pada output kondisi maju sehingga Ro = RF1 = 0 sedang dioda lainnya kondisi mundur RR2 = ~ dan parallel dengan R sehingga RR2 // R = ~ // R = R Tegangan pada output Y = { Ro / Ro + (RR2 // R) } E = { 0 / ( 0 + R )} E = 0 Saat A = 1 . Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 0 0 0 0 0 0 1 R << RR2 Ro >> R * untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung berdasarkan inputanya. Contoh : 2 n n adalah jumlah input.

Logika OR (a) Rangkaian dioda OR (b) rangkaian dioda OR Fungsi gerbang OR : Y = A OR B Y = A + B.5. B = 0 maka Y = 1 + 0 = 0.7. B = 1 maka Y = 1 + 1 = 1. maka sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga. Tabel 3. A = 1 . Logikanya. lampu Y akan nyala (1) apabila saklar A atau/OR B atau keduanya tertutup (1) A A B E Y 1 B E 0 D1 D2 I Y R (a) (b) Gambar 3.2-48 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gambar 3. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1).8. Simbol Gerbang AND dengan tiga inputan Gerbang OR Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Misal : A = 1 . Input (A) Input (B) 0 0 0 1 1 0 1 1 Output (Y) 0 1 1 1 . Logika Gerbang OR dengan dua masukan.

Gerbang NAND (Not-AND) Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran.6.9. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1). Simbol Gerbang OR dengan tiga masukan. Logika Gerbang OR dengan tiga masukan. Gambar 3.10. Simbol Gerbang OR. .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-49 Analisis teoritis Analisis teoritisnya sama seperti analisis pada AND hasil tegangan output sama seperti pada tabel gerbang A Tabel 3. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input © 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (Y) 0 1 1 1 1 1 1 1 Gambar 3.

B = 1 maka =1. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (ABC) 1 1 1 1 1 1 1 0 . Logika Gerbang NAND dengan tiga masukan. Logika Gerbang NAND dengan dua masukan. Tabel 3.7.11.1= = 0. Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB) 1 1 1 0 Tabel 3.2-50 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3. Rangkaian NAND Fungsi gerbang NAND : Misal : A = 1 .8.

15. Simbol-simbol gate .14. Gerbang NAND dalam arti logikanya Gambar 3.13. Simbol Gerbang NAND tiga masukan Gerbang NAND juga disebut juga Universal Gate karena kombinasi dari rangkaian gerbang NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika yang lain. Gambar 3.12.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-51 Gambar 3. Simbol Gerbang NAND standar Gambar 3.

9. R A E 1 B 0 D1 D2 I R Y Gambar 3. Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0).2-52 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Gerbang NOR (Not-OR) Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. B = 1 maka =1+1= = 0. Logika Gerbang NOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (A + B) 1 0 0 0 . Tabel 3. Rangkaian NOR Fungsi gerbang NOR : Misal : A = 1 .16.

Exclusive-OR) Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai tinggi (1). Simbol gerbang NOR tiga masukan Gerbang XOR (Antivalen.19.Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-53 Tabel 3. Simbol gerbang NOR standar Gambar 3.10. Input (A) 0 0 0 0 1 1 1 1 Input (B) 0 0 1 1 0 0 1 1 Input (C) 0 1 0 1 0 1 0 1 Output (A + B + C) 1 0 0 0 0 0 0 0 Gambar 3. Simbol gerbang NOR dalam arti logikanya Gambar 3.18.17. Logika Gerbang NOR dengan tiga masukan. .

Not-Exclusive-OR) Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (AB + AB) 0 1 1 0 Gambar 3.11.2-54 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik Fungsi gerbang XOR : Tabel 3. Simbol gerbang XOR standar Gerbang XNOR (Ekuivalen.12. Fungsi gerbang XNOR : Tabel 3.20. Logika Gerbang XOR dengan dua masukan Input (A) 0 0 1 1 Input (B) 0 1 0 1 Output (Y) 1 0 0 1 Tabel Logika Gerbang XNOR dengan dua masukan . Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya).

D) Tabel Logika A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 . Simbol gerbang XNOR Latihan Soal : 1. Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = ( A AND B) OR (C AND D) Y = (A .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-55 Gambar 3.21. B) + (C .

Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan contoh dari masukannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : NOT (A AND B AND C) Contoh masukan : A= 1 . 3.2-56 Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2.D+E.B+C. F) . B) + (C . D) + (E . Diketahui rangkaian digital seperti berikut ini : Carilah persamaan booleannya dan jika diketahui nilai inputan A dan B tinggi (1) dan yang nilai inputan yang lain rendah (0) maka cari nilai hasil keluarannya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A AND B) OR (C AND D ) OR (E AND F) Hasil nilai keluaran.F =1. C = 1 maka Y = 1.0+0.1.1+0.0 =1 Y = (A . B = 1 .1 = . bila A & B = 1 : Y=A.

Diketahui rangkaian digital seperti ini : Carilah persamaan booleannya dan tabel logikanya ? Jawaban Soal : Persamaan booleannya : Y = (A OR B) AND (C OR D) Tabel Logika : A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 D 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Y 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 Y= (A + B) .Dasar Teknik Elektro/Rangkaian Listrik 2-57 4. (C+ D) .

NOT b. Gerbang NOT mempunyai a. OR c. invertor 4. Bila gerbang OR dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. pengurangan c.Soal Obyektif 1. saturasi dan mati 6.58 Soal Teknik Digital A. perkalian 9. Transistor didesain sebagai rangkaian gerbang bekerja pada daerah a. inkubator 5. dua input dua output c. A=0 B=1 . Gerbang NOR menghasilkan logic yang berlawanan dengan gerbang a. induktor c. 1 0. 1 0 0 0 c.Buktikan bahwa output (Y) dari rangkaian gerbang OR di bawah ini menghasilkan 0 1 1 1 bila input A = B = 0 . pengurangan c. 0 0 0 1 B. penjumlahan b. A=1 B=0 dan A=B=1 bila dioda ideal. penjumlahan b. Gerbang yang menghasilkan 1 bila semua input 1 adalah gerbang a. Gerbang AND merupakan operasi digital untuk a. Gerbang yang menghasilkan 1 bila salah satu atau semua masukan 1 adalah gerbang a. Gerbang NOT sering juga disebut gerbang a. EXOR 3. satu input dua output b. indikator b. perkalian d. 0 1. aktip b. 0 1 1 1 b. NOT c. 1 1 akan menghasilkan a. AND d. dua input satu output d. Gerbang OR merupakan operasi digital untuk a. Bila gerbang AND dihubungkan dengan gerbang NOT dan diberi masukan 0 0. NOT b. saturasi c. EXOR 2. 1 0 0 0 c. NAND 7. pembagian d. 0 0 0 1 10. AND d. 1 1 akan menghasilkan a. 0 1 1 1 b. mati d. satu input satu output d. 1 1 1 0 d. pembagian 8. Essay 1. A 1 B E 0 D1 I Y R D2 . AND d. 1 0. 0 1. OR c. 1 1 1 0 d. OR b.

emisi tegangan b.636V c. kolektor – emitor forward . basis – kolektor forward . Syarat kerja transistor adalah: a.Besar penguatan arus dalam satuan dB adalah: a.636V 7. Ai = 10 Log (Vo / Ro) c. Miniatursasi d. Penyearah gelombang penuh cara jembatan tanpa filter bila tegangan primer 12Veff maka tegangan keluaran DC sebesar: a. Besar impedansi input model “h” untuk common emitor adalah: a. IV dengan V 4. emitor – basis reverse b. II dengan III c. kolektor – emitor forward d.318V b. A=B=1 6. 12 x 0.59 SOAL-SOAL ELEKTRONIKA Pilih jawaban yang betul dengan memberi tanda X pada a). Panas tinggi c. kolektor – basis reverse c. Osiloscope mengukur tegangan listrik dalam satuan tegangan: a. I dengan II b. emissi thermis c. hiE = 26 mV ( hfE/ IB) c. 12 x 1. emitor – basis reverse . Ai = 10 Log (Po/ Eo ) b.414 x 0. Ai = 20 Log (Ii / Io) . emitor – basis forward .Gerbang AND akan menghasilkan logika 1 bila masukan A dan B : a. I dengan II b. hiE = 26 mV ( hrE/ IC) d. Dimensi besar 3. 12 x 0. III dengan IV d. emissi benturan 2. III dengan IV d. Logam tipe P merupakan doping antara logam-logam golongan : a. r m s 8. hiE = 26 mV ( hoE/ IE) b. IV dengan V 5. hiE = 26 mV ( hfE/ IE) 10. II dengan III c. rata-rata c. Ai = 20 Log ( Io /Ii) d.707 V d.Logam tipe N merupakan doping antara logam-logam golongan : a. B=1 c. B=0 d. A=B=0 b. 12 x 0. emisi sinar d. A=0.Filament pada tabung electron digunakan untuk membangkitkan : a. c) atau d) 1. b). kolektor – emitor forward 9. Salah satu keuntungan dari komponen semikonduktor adalah a. effektif b. Daya besar b. peack to peack d. A=1.

Rangkaian DC b. Rangkaian model “ h “ ideal.60 Dari rangkaian penguat common emitor di bawah ini: Gambarlah: a. R1 C1 IB IC RC C2 is RS R2 C3 VCC CE RE1 IE RE 2 . Rangkaian AC c.

BUKU AJAR Medan Elektro Magnetik .

dalam bentuk muatan bidang (permukaan) dan dalam bentuk volume. karena itu untuk menentukan muatan totalnya perlu dilakukan perhitungan dalam bentuk integrasi. Selanjutnya karena sifat partikel yang bermuatan listrik negatif yaitu elektron dapat bergerak maka fenomena yang timbul jika elektron bergerak . gaya tersebut adalah gaya Coulomb. medan magnet dan gabungan antara keduanya yang membentuk medan elektromagnetik.BAB I PENDAHULUAN Mata kuliah Medan Elektromagnetika ini membahas mengenai medan listrik. Secara garis besar muatan terdistribusi dalam bentuk baku yaitu dalam bentuk muatan garis. Selanjutnya akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan medan listrik ini yaitu intensitasnya. Karena itu penguasaan tentang analisis vektor dalam beberapa sistem koordinat dimensi tiga mutlak harus dikuasai. Karena pada kenyataannya muatan terdiri dari berjuta-juta dan bahkan trilyunan partikel maka partikel-partikel tersebut akan membentuk distribusi-distribusi tertentu. Juga dibahas mengapa gaya ini bisa timbul yaitu karena sebenarnya di sekeliling suatu muatan listrik ada suatu daerah yang dilingkungi oleh flux listrik yang mengakibatkan adanya medan listrik. Pada medan listrik akan dibahas mengenai gaya yang timbul sebagai akibat interaksi dari dua partikel bermuatan listrik yang terletak berdekatan. Keseluruhan perhitungan dan analisis yang digunakan untuk membahas medan listrik maupun medan magnet dan medan elektromagnetik ini harus dilakukan dalam dimensi ruang atau minimal dalam dimensi tiga karena analisis mengenai medan ini hampir keseluruhannya berkaitan dengan besaran vektor yang berada dalam ruang. kerapatan fluxnya dan potensial serta energi yang dimiliki oleh medan listrik.

Petunjuk Belajar Agar dapat memahami materi buku ini dengan mudah. hukum Joule. (2) Medan magnet listrik yang memiliki lingkup bahasan tentang: hukum Amper. Mempelajari dengan seksama tentang kajian diferensial – integral. hukum Ohm. . hukum Faraday. medan listrik. fisika listrik dan analisis vektor terlebih dahulu agar diperoleh pemahaman yang mantap. hukum Lenz dan konsep Gaya Lorenz. B. A. Efek timbal balik inilah yang oleh Maxwell didefinisikan sebagai adanya medan elektromagnetik. perlu kiranya disiapkan langkah-langkah: a. maupun hukum Kirchoff tentang arus. yaitu timbulnya medan listrik dan medan magnet secara bersamaan dengan arah rambat yang saling tegak lurus tetapi dengan kecepatan rambat yang sama besar yaitu sebesar kecepatan cahaya. karena pada dasarnya cahaya adalah gelombang elektromagnetik. potensial listrik. flux listrik. Prasyarat Untuk menelaah kajian medan elektromagnetika disarankan menguasai materi-materi diferensial dan integral. fisika listrik dan analisis vektor. Deskripsi Ruang lingkup kajian dalam materi ini meliputi: (1) medan elektro statik yang mempelajari tentang hukum Coulomb. hukum Biot – savart. dan jika medan magnet mengalami perubahan atau mengalami pergerakan maka akan timbul arus listrik atau berarti akan timbul medan listrik. hukum Gauss. hukum Kirchoff tentang tegangan. C.3-2 Medan Elektromagnetika yang timbul bukan medan listrik yang berubah tetapi akan timbul medan magnet.

hukum Gauss dan teori-teori ikutannya. Memahami tentang medan elektromagnetika c.Medan Elektromagnetika 3-3 b. . Memperbanyak latihan mengerjakan tugas-tugas agar diperoleh ketrampilan intelektual yang mantap c. Memahami tentang medan elektro statika b. Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektromagnetika dan teori-teori ikutannya. flux listrik. Menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan medan elektro statika. Memahami tentang medan elektromagnetika berubah terhadap waktu Indikator: a. b. Melakukan kajian komparatif dengan pengalaman-pengalaman praktis (empiris) d. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: Kompetensi yang diharapkan dalam mengkaji materi medan elektromagnetika adalah: a. sehingga mudah untuk mengingat dan menggunakan D. Membuat catatan-catatan kecil dalam bentuk kartu.

..........(2....... Q2 = muatan masing-masing partikel dalam satuan newton r k = jarak antara partikel yang bermuatan = konstanta dalam sistem internasional k= ∈ ∈0 l 4πε = permittivity medium antara partikel = permittivity vakum = 8...........85ρF/ni Karena F (gaya) suatu besaran vektor maka persamaan diatas (2..........1) perlu dikalikan vektor satuan (r) sehingga berubah menjadi: F= r Q1Q2 ˆ r.................2) 4π ∈ r 2 = vektor satuan .... Konsep Dasar Elektro Statika 1...........85 x 10-12 F/ni = 8..................1) r2 = gaya yang bekerja pada partikel yang bermuatan (pada Q1 dan Q2) F =k dalam newton Q1................... Hukum Coulomb Hukum Coulomb dapat dituliskan persamaan berikut: F Q1Q2 newton...BAB II KEGIATAN BELAJAR I ELEKTRO STATIKA A.................(2...........................................

......n Konsep dasar ini melandasi intensitas medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan titik.............. maka besarnya medan listrik di suatu titik muatan test adalah jumlah vektor semua medan yang mempengaruhi muatan test tersebut... muatan garis.... ..4) Ep = medan di titik P (titik dimana muatan test ditempatkan) E1............+ Em ……………………………………………(2.Em = medan yang ditimbulkan oleh muatan pada titik 1......... maka: F Q1 ˆ r... Bila dinyatakan dalam model matematis: Ep = E1 + E2 +………...........(2... Medan Listrik Bila konsep Hukum Coulomb ini diterapkan untuk konsep medan listrik (E) menunjukkan intensitas medan listrik adalah: Qe F E F Qe = muatan eksperimen yang mendapatkan gaya bila berada dalam E= medan listrik = gaya yang dirasakan oleh Q exp = intensitas medan listrik di titik Q berada... …....3) = Qe 4π ∈ r 2 Qe = Q1 = muatan test positif E= E = intensity medan listrik dalam NC-1 (Vm-1) Bila muatan partikel lebih dari satu titik..... E2................ Jika Qe positif maka gaya per satuan muatan adalah intensitas medan listrik.. muatan bidang maupun muatan ruang (volume)....…..... 2.....Medan Elektromagnetika 3-5 2.

Potensial Listrik Bila konsep medan listrik ini dikembangkan kajiannya untuk menjawab pertanyaan tentang potensial listrik.....5) x2 x2 x1 x1 Bila konsep medan E seperti dinyatakan oleh persamaan (2.......... dalam medan listrik homogen E maka besarnya kerja diberikan ke muatan test posisif tersebut merupakan besarnya potensial listrik antara x2 ke x1 V = Force work xlenght = Ch arg e Ch arg e Konsep pendefinisian di atas bila ditunjukkan dalam model matematis adalah: V21 = ∫ dv = − ∫ Edr. Bila E X2 X1 dilakukan eksperimen membawa muatan test Positif dari x2 ke x1........... Bila lintasan gerakan muatan test positif tersebut terhadap arah medan membentuk sudut θ............................. r2 = panjang jarak perjalanan muatan test Q sampai titik x1 dan x2.......(2..5) diperoleh persamaan: V21 = − ∫ Q dr 2 x 2 4π ∈ r Q ⎡1 1 ⎤ ⎢ − ⎥ 4π ∈ ⎣ r1 r2 ⎦ x1 =− R1........ maka besarnya beda potensial antara kedua titik dinyatakan dalam model matematis berikut: ........3-6 Medan Elektromagnetika 3........3) dan persamaan ini disubstitusi ke dalam persamaan (2..........

...... penulisan model matematisnya adalah: Q L Q ρS = S Q ρV = V ρL = ρL = rapat muatan garis ρS = rapat muatan luas ρV = rapat muatan volume L = panjang garis bermuatan S = luas bidang partikel bermuatan V = besar volume partikel bermuatan Bilamana suatu medan listrik ditimbulkan oleh: ..(1...... ρL = rapat muatan untuk satuan panjang ρS = rapat muatan untuk satuan luas ρV = rapat muatan untuk satuan volume......6) a b E = vektor medan listrik l = vektor panjang lintasan Nilai kerja tak tergantung dari bentuk lintasan tetapi panjang (jarak lintasan).....Medan Elektromagnetika 3-7 Vab = ∫ dv = − ∫ E cosθdl a a b b Vab = − ∫ E.. Dari konsep rapat muatan di atas maka.....dl..... Rapat Muatan (Charge density) Rapat muatan listrik adalah jumlah (besaran) total dibagi energi panjang / luas / volume......

Qm adalah: n 1 Q ∑ rn 4π ∈0 n =1 n Potensial yang ditimbulkan muatan terdistribusi sepanjang garis Vp = • V L= 1 4π ∈ ∫ ρL r dl • potensial yang ditimbulkan muatan bidang V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ρS r ds • potensial yang ditimbulkan muatan volume V L= 1 4π ∈ ∫ ∫ ∫ ρV r dv • Besar potensial total akibat Vp. Q2.3-8 Medan Elektromagnetika Jumlah n titik bermuatan maka: jumlah total potensial di sustu titik adalah jumlah aljabar dari komponen potensial secara individu oleh masing-masing muatan terhadap titik dimaksud. VL. …. Pernyataan ini dapat ditulis dalam bentuk model matematis berikut: • Potensial yang diakibatkan n buah titik bermuatan Q1. Rumusan singkat potensial listrik • potensial yang ditimbulkan sebuah muatan titik ialah kerja yang diperlukan untuk membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya. VS dan VV adalah: + VV V = Vp + VL + VS Dasar konsep ini sebagai dasar teori superposisi. • Medan potensial yang ditimbulkan oleh sejumlah muatan titik merupakan jumlah dari medan potensial masing-masing muatan tersebut .

..................(2...................7) bila dikaji lebih lanjut dapat diperoleh konsep berikut: • • • Besar intensitas medan listrik sama dengan harga maksimum laju perubahan potensial terhadap jarak Harga maksimum didapat saat arah pertambahan jarak berlawanan arah E Persamaan (2.........9) dV dL ...(2...............………………(2....7) bilamana didefinisikan akan memperoleh persamaan baru secara umum adalah: = − E. Oleh karena itu untuk kerja yang diperlukan untuk lintasan tertutup ialah nol atau: ∫ E....................................Medan Elektromagnetika 3-9 • Potensial yang ditimbulkan sejumlah muatan titik atau distribusi muatan medan dapat diperoleh dengan membawa satu satuan muatan positif dari tak terhingga ke titik yang dicari potensialnya sepanjang lintasan sembarang yang kita pilih........dL B A Perlu diingat untuk integral garis (L) tidak tergantung dari lintasan yang dipilih.....................................................................dL......8) Persamaan ini disebut gradient potensial (∇V) atau : Gradien V = grad V = ∇V = -E …………………………….....dL = 0 Persamaan ini merupakan bentuk umum Hukum Kirchoff untuk tegangan..............7) ≈ A Atau beda: VAB = VA − VB = − ∫ E. Konsep diatas dengan rumusan matematis (acuan nol di tak terhingga): VA = − ∫ E.. Mencermati persamaan (1..

....(2.........ds Dan flux listrik total yang ditimbulkan muatan (Q) adalah: ψ = ∫ ∫ D. Rumusan matematis dari Hukum Gauss ialah: ψ = ∫ DS ........ yang mana D = kerapatan flux listrik .. Flux Listrik Flux listrik (ψ) yang melewati setiap tabung adalah konstant....... dan dinyatakan dengan persamaan berikut: ψ=DA (C) D = kerapatan flux rata-rata...10) s ψ = flux listrik yang menembus permukaan tertutup ...ds = mua tan yangdilingkungi = Q.... Cm-2 A = luas penampang tabung. m-2 Dan bentuk persamaan umumnya adalah: ψ = ∫ ∫ D. Hukum Gauss Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkungi oleh permukaan tersebut.3-10 Medan Elektromagnetika 4.........ds = Q Memperhatikan hubungan antara medan listrik (E) dengan kerapatan flux listrik (D) yang besarnya : Q Q ˆ ˆ rmaka rdanD = 2 4π ∈ r 4πr 2 D = ∈E E= Karena konsep kerapatan flux adalah muatan per satuan luas.ds = ∫ ∫ Dn .... C m-2 ∈ = Permittivity medium F m-1 E = intensity medan listrik V m-1 5.....

...dl = 0.......... Kajian lanjut dari hukum Gauss bila diperuntukkan pada materi bermuatan adalah sebagai berikut: • Bola bermuatan..........11) Persamaan ini melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL)......dl b a Vaa = VAab − Vba = ∫ E...A V=Ed A = luas permukaan plat (kapasitor) .................................. Sedangkan kajian lebih lanjut tentang konsep potensial (tegangan) listrik untuk lintasan tertutup akan melandasi hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) yakni: VAB = − ∫ E...... Besarnya kapasitas (C) kapasitor adalah: C= Q V Dimana Q = D.. maka medan listrik untuk bagian dalam adalah nol (E = 0) dan untuk permukaan dan di luarnya adalah: ˆ r 4πε 0 r 2 (π ≥ π1) .. Dn = ρs → ρs = rapat muatan bidang permukaan.. π = jari-jari bola E= Q • • • flux density (D) di bidang permukaan konduktor besarnya adalah sama dengan charge density (rapat muatan) pada permukaan tersebut..........................Medan Elektromagnetika 3-11 ∫ S = int egralpermukaantertutup Ds = rapat flux pada permukaan Kajian dari hukum Gauss ini akan melandasi konsep Hukum Kirchoff tentang arus (Kirchoff Current Law = KCL)......(2......dl Karena Vaa = 0 jadi: ∫ E.

maka hubungan antara D dan E adalah: pada isolator Dn1 = ρs .3-12 Medan Elektromagnetika d = jarak antar plat kapasitor D = ∈E C= maka ∈A dalamFarad (F ) d Dan energi pada kapasitor 1 q. maka pada bidang batas akan berlaku: α1 α2 medium 1 ∈1 x1 medium 2 ∈2 x2 tan α1 ∈1 = tan α 2 ∈2 D cosα1 D2 cosα 2 = E1 sin α1 E2 sin α 2 • Bila dua bahan konduktor dengan dielektrik (isolator) Besarnya nilai D atau E dalam konduktor adalah nol.dq C∫ 0 Q W = W = • 1 Q2 1 1 = CV 2 = QV 2 C 2 2 Bila dua bahan (lebih) dielektrik dipadukan.

. D untuk ρ......... Ini sebagai dasar persamaan Maxwell untuk differensial relation...Medan Elektromagnetika 3-13 En1 = ρs ∈1 ..dv S V Bila persamaan dinyatakan dengan pernyataan adalah: “ Integral fungsi vektor atas permukaan tertutup akan sama dengan integral divergen fungsi vektor melalui permukaan volume setelah tertutup”.... D = 0 Dari hukum Gauss diperoleh hubungan ∫ D......dv s V Dan ∇......D = divD = ∂Dx ∂Dy ∂Dz + + ∂x ∂y ∂z nilai dari div D adalah ρ yaitu rapat muatan permukaan volume..ds = ∫ ρ ................ Model matematis persamaan ini adalah: ∇...... diperoleh persamaan baru: ∫ D.(2....12) n ΔV atau ∇.. α1 = tan −1 • Bilamana flux density (D) dikenai operasi divergensi akan menghasilkan suatu persamaan lim ΔV → 0 ∫ D ds = divD = ρ .. D = ρ untuk daerah bebas muatan (ρ=0) ∇.. ...ds = ∫ ∇...........D........... Et = 0 Et1 = tan −1 0 = 0 En1 Maka flux listrik pada bidang batas dielektrik – konduktor selalu tegak lurus pada bidang permukaan konduktor....

.......(2..3-14 Medan Elektromagnetika • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = − ρ ∈ Poisson: ...... 7.......14) Hubungan model matematis ini merupakan konsep hukum Ohm... A R = resisitansi... diperoleh parameter hubungan sebagai berikut: “Besarnya beda tegangan (V) antara ujung konduktor sama dengan hasil kali antara resistans (R) dengan arus (I)” bila dinyatakan dalam model matematis: V = IR atau R = V/I ……………………………………………...... sekon .13) Untuk ρ = 0 → ∇2V = 0 • Bilamana divergensi operator akan mendasari diperolehnya persamaan ∇ 2V = ∂ 2V ∂ 2V ∂ 2V + + ∂x 2 ∂y 2 ∂z 2 Laplace: 6........... Ω T = waktu..... dalam bentuk model matematis berikut: W = I2R T untuk I = arus listrik ....... Hubungan antara voltage dengan arus Pada tahun 1826 George Simon Ohm melakukan eksperimen hubungan antara tegangan V pada sepanjang konduktor dengan arus I yang melewati konduktor tersebut........ Hukum Joule Kajian antara hubungan daya (power) listrik dengan energi yang timbul (diserap) dilakukan oleh joule..(2..

...... y dan z... Hukum Kirchoff Di bagian terdahulu telah ditunjukkan bahwa konsep tegangan telah melandasi ditemukannya hukum tentang tegangan yakni untuk lintasan tertutup (rangkaian tertutup) bahwa “ jumlah aljabar tegangan (voltage) adalah sama dengan nol” bila dinyatakan dalam model matematis: ∑ V = 0.ds = 0.........18) sebab divJ = ∇..ds Δv ... Pengembangan analisis divergensi untuk volume ∇V adalah: ∇J = 0 …………………………………………………………………....Medan Elektromagnetika 3-15 W = energi........ Secara spesifik hubungan hukum Kirchoff dengan hukum Ohm ditampilkan oleh persamaan: ∑ V = ∑ I R ……………………………………………………………….. joule Hubungan ini disebut hukum Joule... maka “jumlah aljabar arus yang melewati titik adalah sama dengan nol”...........15) Sedangkan hukum Kirchoff untuk arus dilandasi oleh hukum Gauss.... Divergence Current Density (∂) Kerapatan arus (J) untuk elemen ∇V memiliki arah komponen koordinat pada sumbu x.. yaitu integral komponen normal rapat arus J pada permukaan tertutup adalah sama dengan nol atau ∫ J ................ Pernyataan ini merupakan hukum Kirchoff untuk arus dan bila dinyatakan dalam persamaan adalah: ∑ I = 0…………………………………………………………………....(2..........(2..17) 9..16) S Bilamana konsep ini diberlakukan pada suatu titik cabang...... 8........(2.......(2...J = lim Δv → 0 ∫ J .....

..7 x 108 N Newton • Dua plat sejajar berjarak 3 x 10-2 m dan masing-masing plat bermuatan listrik 10 x 10-4 C dan 9 x 10-4 C.3-16 Medan Elektromagnetika sedangkan hubungan antara rapat muatan dengan rapat arus untuk suatu volume ∇V: maka: ∫ J ............14 • 8.854 • 10−12 • 302 10 • 1012 120 • 3...14 • 8...277 x 1010 = 27.. Jarak kedua titik tersebut 3 m dan berada di ruang hampa............... Berapa gaya yang diderita oleh benda di titik P...19) ∂t B. divJ = ∇.........ds = − dt Δv S dρ untuk arus I kontinyu........... ∂ρ / ∂t = 0.. Penyelesaian: F1 = F2 = Q1 • Q2 4πεoR 2 = = 10 • 30 4 • 3..(2..... sehingga ∇J = 0.... Berapa gaya yang diderita oleh kedua plat bila plat tersebut berada di ruang hampa? Penyelesaian: ....... Hukum Coulomb • Titik P bermuatan + 10 C dan titik Q bermuatan + 30 C....... Latihan 1...854 = 0..J = − ∂ρ ..

854 = 0.14 x8.996 x 106 N 2. berapa medan di titik S? Penyelesaian: Medan di titik S: ES= Q 4πεoR 2 N/C = 0.996 x 103 N/C • Ketentuan seperti soal di atas dan titik S berjarak 6 m.14 x8.854 x10−12 (3x10− 2 ) 2 10 x9 x10−8 x1016 4 x3. Medan Listrik • Benda berukuran 10-4 C berada di ruang hampa.5 x 104 V/m .854 x9 = 8.8996 x 104 N/C = 8.854 x10−12 x(10) 2 = 10-4 x 1012 x 102 4 x 3.025 x 106 = 2. Berapa kuat medan di titik R tersebut? Penyelesaian: Medan di R adalah: ER = = Q 4πεoR 2 10−4 4 x3.14 x 8.14 x8. Suatu titik R berjarak 10 m dari benda bermuatan.Medan Elektromagnetika 3-17 F1 = F2 = = = Q1 • Q2 4πεoR 2 (10 x10−4 ) x(9 x10−4 ) 4 x3.

berapa tegangan yang dipasang pada resistor tersebut? Penyelesaian: V=IR = 20 x 2 .3-18 Medan Elektromagnetika 3. Hukum Ohm • Suatu resistor 10 Ω diberi tegangan 10 volt.85 x10−12 ⎡1 1⎤ ⎢2 − 4⎥ ⎣ ⎦ = = 10− 4 x1012 4 x3. Berapa beda potensial antara titik S dan T? Penyelesaian: VST = − ∫ RT RS Q dR 4πεo R 2 RT =− Q 4πεo RS dR ∫ R2 = 1 ⎤ Q ⎡ 1 − ⎥ ⎢ 4πεo ⎣ R S RT ⎦ 10 −4 4 x3. ada dua titik S dan T berjarak dari benda bermuatan 2 m dan 4 m. Ketiga titik tersebut berada di ruang hampa.14 x8.25 x 105 volt 4.85 x 4 = 0. berapa arus yang mengalir pada resistor? Penyelesaian: Hukum Ohm dalam model matematis: V = I R atau I = V R-1 I = 10 / 10 = 1 V / Ω = 1 A • Suatu resistor 20 Ω dialiri arus 2 A.14 x8. Potensial Listrik Benda A bermuatan 10-4 coulomb.225 x 106 Volt = 2.

Hukum Kirchoff • Dua baterai 12 volt dan 9 volt diseri dan digunakan untuk mengaliri dua resistor masing-masing 10 Ω dan 40 Ω tersambung seri. Berapa arus yang keluar (meninggalkan) titik cabang? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk arus pada titik cabang ditunjukkan oleh model matematis: ∑I=0 I 1 + I2 + I 3 = 0 10 A + 20 A + I3 = 0 I3 = . dua cabang berarus 10 A dan 20 A menuju titik titik tersebut.30 A . Berapakah arus yang dikeluarkan baterai? Penyelesaian: Hukum Kirchoff untuk lintasan tertutup dinyatakan dalam model matematis adalah: ∑ E = ∑ I R atau ∑ V = ∑ I R E1 + E2 = IR1 + IR2 I = (E1 + E2) x (R1 + R2)-1 = (12 + 9) x (10 + 40)-1 V/Ω = 21 x 50-1 V/ Ω = 0.Medan Elektromagnetika 3-19 = 40 AΩ = 40 volt 5.42 A • Suatu titik bercabang tiga.

3. 2. Bila pernyataan ini ditunjukkan dengan persamaan: Q = ∫ D • ds S 5. Benda bermuatan listrik akan menyebabkan adanya medan listrik di sekitarnya. Bilamana dua benda bermuatan listrik. Rangkuman 1. Nilainya ditunjukkan oleh Persamaan: F = k (Q1 Q2) x R-2. Suatu ruang (medium) yang padanya ada medan listrik. pada benda tersebut pasti merasakan ada gaya tarik / tolak. Besarnya intensitas medan listrik dinyatakan oleh persamaan: E = F Q-1 = k Q R-2. 4.3-20 Medan Elektromagnetika C. Hukum Coulomb.Besarnya intensitas medan listrik berbanding langsung dengan besar muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Flux listrik yang menembus setiap permukaan tertutup sama dengan muatan total yang dilingkupi oleh luasan tertutup tersebut. maka pada setiap titik yang berada di ruang tersebut akan timbul tegangan yang besarnya ditunjukkan oleh persamaan: V = − ∫ E • dl Vab = − ∫ E • dl a b Dengan ketentuan Vab adalah beda tegangan (potensial) antara titik a – b. Benda-benda bermuatan sejenis akan tolak menolak dan bila bermuatan berlawanan akan saling tarik menarik. Hukum Kirchoff untuk tegangan (KVL) dinyatakan oleh model matematis : ∑V=∑IR dan Hukum Kirchoff untuk arus (KCL) ditunjukkan oleh model matematis berikut: ∑I=0 .

bila pernyataan 1 dan 2 benar Pilih jawaban c. . Newton per coulomb (N/C) 4. Berbanding terbalik dengan besar tahanan konduktor 3.3 Satuan untuk potensial listrik adalah: 1. 2.2 dan 4 benar.4. Tergantung dari medium benda bermuatan tersebut berada 4. Tugas-tugas Pilih jawaban a. Newton per coulomb (N/C) 3. Tergantung dari besar muatan masing-masing 2. Joule per coulomb meter (J/Cm) 4. 2. Newton meter (Nm) 2.1 Pernyataan hukum Coulomb menunjukkan bahwa: Gaya yang diderita oleh dua benda bermuatan adalah: 1.2 Satuan medan listrik adalah: 1. 2 dan 3 benar Pilih jawaban d. 2. Volt / meter (V/m) 3.4.4. Berbanding langsung dengan besar tahanan konduktor 4. bila pernyataan 1. bila pernyataan 1 benar Pilih jawaban b.Medan Elektromagnetika 3-21 D. Tergantung dari kebalikan kuadrat jarak antara benda bermuatan 3. Volt (V) 2.4.4 Pernyataan dari hukum Ohm untuk konduktor yang dialiri arus adalah: 1. Tergantung kuadrat jarak antara kedua benda. bila pernyataan 1. Besar arus yang mengalir pada konduktor berbanding langsung dengan besar tegangan 2. Volt per meter (V/m) 2. Besar arus tak terpengaruh nilai tegangan antar ujung konduktor. Joule per coulomb (J/C).

4. Setiap lintasan tertutup jumlah tegangan sama dengan jumlah hasil kali arus dan hambatan-hambatannya 2.8 Ketentuan seperti kedua soal di atas. Setiap titik cabang jumlah arus adalah tetap. titik N berjarak 10 m dari benda tersebut.4.6 terdapat titik M yang berjarak 20 m dari benda bermuatan. berapa beda potensial antara N – M? .7 Ketentuan seperti soal 2. berapa kuat medan di titik M? 2.5 Pernyataan hukum Kirchoff menyebutkan bahwa: 1.6 Suatu benda bermuatan 20 x 10-4 C. 2. Setiap titik cabang jumlah arus yang menuju titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkannya 4. Bila medium memiliki k = 1 berapa kuat medan di titik N? 2.4.3-22 Medan Elektromagnetika 2. Setiap titik cabang jumlah arus pada titik cabang adalah nol 3.4.4.

H X X : arah arus meninggalkan kita I • 0 : arah arus menuju kita : arah medan Sedangkan hubungan nilai besaran antara arus medan magnet dan panjang lintasan medan ditunjukkan oleh hukum Amper yang berbunyi: “integral garis medan H pada lintasan tertutup sama dengan arus yang dilingkupinya”........... ∫ H ...................1) Atau secara sederhana dinyatakan dengan persamaan: H = kuat medan l = panjang lintasan I = arus yang dilingkupi Bilamana batang konduktor diperbanyak menjadi N batang dalam berkas (turn).................................... disekeliling konduktor akan timbul medan magnet.. maka besarnya medan juga sebanding dengan N tersebut.................. Medan Magnet pada Arus Listrik Steady Bilamana batang konduktor berarus listrik. Hubungan antara arah arus dengan medan magnet ditunjukkan oleh kaidah telapak tangan kanan seperti ditunjukkan oleh gambar berikut........................(3...................Medan Elektromagnetika 3-23 BAB III KEGIATAN BELAJAR II ELEKTRO MAGNETIKA A...... ..........2) persamaan menjadi: Konsep dasar dari hukum Amper ini yang melandasi kemagnetan listrik................... sehingga ∫ H ...........(3..............dl = NI .dl = I .......... Konsep Dasar Elektro Magnetika 1............

3) dan (3.. dan sebagainya. batang panjang................... maka besarnya rapat flux B= μI 2πR (B) pendekatannya: Untuk B = flux density (rapat flux) NA-1 m-1 Atau dalam satuan Tesla (T) μ = permeabilitas dalam satuan H/m I = arus pada konduktor dalam A R = jarak titik (dicari kuat flux density) dalam m..3) dB = 4π r2 Atau B= Dimana B = rapat flux pada P................. m r = jarak dari elemen ke P θ = sudut yang terukur antara garis r dan garis singgung elemen batang Atas dasar kajian ini aplikasinya dapat menganalisa induksi magnet yang ditimbulkan oleh bentuk batang khusus seperti kamparan.............. NA-1 m-1 atau T μI sin θ dl.......4) 4π ∫ r 2 μ = permeability medium H m-1 I = arus pada batang............ sehingga d l sin θ = ηdθ dan R = η sin θ ..................... A dl = elemen batang berarus... Persamaan (3....(3...4) adalah statemen dari hukum Biot – Savart.......................(3... ..................... Konsep tersebut melandasi konsep medan magnet atau rapat flux B pada radius R dari konduktor linier berarus I dengan panjang konduktor tak terbatas....................... mereka merumuskan induksi magnet (B) besarnya dipengaruhi elemen batang berarus dan jarak seperti ditunjukkan persamaan: μ Idl sin θ ..........3-24 Medan Elektromagnetika Kajian lebih lanjut dilakukan Biot dan Savart.....

..Medan Elektromagnetika 3-25 Konsep dasar medan magnet akibat arus listrik pada konduktor... solenoide..... secara eksperimen mengalami gaya yang dinyatakan persamaan berikut: F = Qv x B …………………………………………………...…………............................(3....................5) 2R B = flux density dalam NA-1 m-1 atau T I = arus pada konduktor dalam A R = jari-jari (radius) cincin dalam m B= μI μ = permeabilitas medium dalam Hm-1 Untuk solenoida (kumparan) besarnya B adalah: μNI ......... bila dikembangkan kajian pada konduktor berarus yang dibentuk seperti konduktor cincin (lilitan=kumparan cincin)...7) Dengan v = kecepatan gerak muatan listrik dalam m ........... Persoalan mendasar adalah bila nilai besaran arus mengalami perubahan (dI) ataupun medan magnet mengalami perubahan yang berarti flux magnet mengalami perubahan (dφ). Adanya perubahan dI atau dφ akan menghasilkan konsep dasar hukum Lenz atau Faraday....................... 2.6) B= l N = jumlah turn (lilitan) pada solenoida l = panjang solenoida dan ketentuan lain seperti pada penjelasan persamaan (3................................................................. toroid dan sebagainya dapat diselesaikan persamaan-persamaannya seperti berikut..............(3... Untuk konduktor cincin (terbuka) . Gaya Bilamana suatu muatan bergerak dalam medan magnetik dengan kerapatan flux B.......5) Analisis dasar ini dapat dikembangkan untuk kepentingan praktis seperti konsep pemagnetan buatan (magnet listrik) dan sebagainya...............(3........

... Penyelesaian: Besarnya kuat medan magnet (H) adalah: ∫ Hxdl = I Atau : H = I x (2 π R)-1 →l=r H = 10 x [ 4 x 3.3-26 Medan Elektromagnetika Bila persamaan (3....(3......14 x 10]-1 .10) atau F = I L x B ……………………………………………..11) atau dalam bentuk lain: F= garis ∫ IdLxB = ∫ ∂xBdv... maka gaya pada partikel muatan adalah: dF = d Q v x B ………………………………………………………........9) untuk J = rapat muatan ruang dalam A m-2 sedangkan hubungan antara J dv sebagai unsur arus diferensial yaitu J dv = I d L oleh karena itu persamaan (3..8) sebagai dasar kajian gaya akibat muatan bergerak pada kerapatan flux...8) Persamaan (3.. maka telaah ini diteruskan akan memperoleh persamaan yakni: d F = J x B dv …………………………………………………………(3....... Latihan-latihan 1....12) vol Persamaan (3...10) merupakan persamaan dasar dari konsep kerja motor listrik / alat ukur listrik dan pengembangan alat-alat lainnya..........(3.....…………(3..7) dideferensial.. berapa kuat medan di titik P yang berjarak 10 m dari konduktor.. v d Q ada keterkaitan dengan rapat muatan bergerak yakni d Q = ρ d v yang merupakan rapat muatan ruang........ Suatu konduktor berarus 10 A........9) dan (3..(3.9) dapat ditulis berikut: d F = I d L x B ………………………………………………………. 3....... Begitu pula bila kerapatan flux (B) ditimbulkan oleh magnet listrik yang berarti gaya antar batang – batang konduktor berarus yang merupakan konsep dasar moment (kopel) suatu alat ukur / motor listrik....

berapa kuat medan (H) di pusat cincin? Penyelesaian: H = I x (2 R)-1 = 10 x (2 x 10) -1 =1 / 2 A/m 3.14 x 50 x 10-2)-1 = 3.14 ]-1 = 7. Konduktor berbentuk cincin dengan radius 10 m.18 x 104 A/m = 3. dan intinya memiliki μ = 1. diameter toroide 50 cm dan diameter coil 4 cm. Konduktor dibentuk toroide dengan jumlah 10000 lilitan. Berapa rapat flux magnet rata-rata pada inti solenoide? Penyelesaian: Besarnya B adalah: B = μ N I x (l)–1 = 1 x 1000 x 10 x (20 x 10 –2)-1 = 5 x 104 A/m 4. Bila konduktor tersebut dialiri arus listrik 10 A.98 x 10-2 A/m 2.2 x 104 A/m A/m . Konduktor dibentuk kumparan (solinoide) sebanyak N = 1000 lilitan. dengan panjang 20 cm. Permeabilitas μ = 1 dan dialiri arus 10 A. Konduktor tersebut dialiri arus sebesar 10 A. Berapa kerapatan flux (B) pada inti toroide? Penyelesaian: B = (μ N I) x (2 π R)–1 = 1 x 104 x 10 x (2 x 3.Medan Elektromagnetika 3-27 = 1 x [ 4 x 3.14 x 50 x 10-2)-1 = 105 x (2 x 3.

Konduktor lurus panjang: B = μ I x (2 π R)–1 . Berapa gaya yang dirasakan oleh konduktor? Penyelesaian: Gaya yang dialami konduktor: F =LIxB = 10 x 5 x 1000 = 5 x 104 Newton = 5 x 104 N 4. Mendasarkan konsep hukum Amper. Konduktor panjang 10 m. Biot dan Savart menemukan hukum Biot savart dengan rumusan matematis sebagai berikut: dB = atau B= μ Idl sin θ r2 4π μI sin θ dl 4π ∫ r2 3. Disekitar konduktor berarus akan timbul medan magnetik (H).3-28 Medan Elektromagnetika 5. Telaah lebih lanjut dari hukum Biot – savart terhadap bentuk konduktor berarus: a. Hubungan antara medan magnet dengan arus listrik didasarkan hukum Amper yang model matematisnya adalah: ∫ H • dl = I 2. Rangkuman 1. berada dalam kerapatan flux magnet (B) sebesar 1000 N/Am dan dialiri arus 5 A. Konduktor cincin flux density (B) di titik pusat cincin B = μ I x (2 R) –1 b.

Tugas-tugas Pilihlah jawaban yang paling benar dari jawaban yang tersedia. Besarnya gaya yang dialami oleh konduktor adalah: a. Newton per Amper meter (N/Am) c. Newton per Amper meter (N/Am) c. Suatu konduktor panjang 5 m berarus 10 A. Suatu muatan bergerak dalam medan magnettik dengan kerapatan flux (B) akan mengalami gaya yang dinyatakan persamaan: F = Q V x B Atau dalam bentuk hubungannya dengan I. L adalah: Persamaan ini mendasari prinsip muatan listrik. 500 N b. Newton per Amper (N/A) b. 1. Amper meter per Newton (Am/N) 2. Newton meter per Amper (Nm/A) F=LIxB d. 100 N d. berada pada medan magnet dengan rapat flux (B) sebesar 10 N/Am. 5. Konduktor dibentuk toroid. besarnya B adalah: B = μ N I x (2 π R)–1 Dengan ketentuan R = radius toroide. Newton per Amper (N/A) b. Newton meter per Amper (Nm/A) d. 50 N c.Medan Elektromagnetika 3-29 c. Amper meter per Newton (Am/N) 3. 4. Satuan untuk besaran flux magnet (φ ) adalah: a. Konduktor dibentuk solenoide dengan panjang kumparan l . 20 N . Satuan untuk besaran rapat flux (B) adalah: a. besarnya B adalah : B = μ N I x (l)–1 d.

Konduktor lurus panjang berarus 10 A. Konduktor dibentuk toroide dengan 1000 lilitan. Berapa kuat medan magnet yang terbentuk pada inti solenoide? 7. 100. Bila solenoide tersebut dialiri arus listrik 10 A.1592 A/m d. Solenoide tersebut dialiri arus sebesar 5 A. Konduktor cincin berarus 10 A dan radius cincin 5 cm.15 A/m c. Konduktor dibentuk solenoide dengan 1000 lilitan. besar medan megnet di inti solenoide adalah: a. 10 000 A lilitan / m c. 0. 0.16 A/m b. 100 A lilitan / m 6. 0.3-30 Medan Elektromagnetika 4.000 lilitan. Bila pada intinya terbuat bahan ferromagnetik dengan nilai μ = 5 A/m dan diameter toroide 20 cm. 0. 1000 A lilitan / m d.1692 A/m 5. Berapa kuat medan di titik pusat cincin? 8. panjang solenoide 10 cm. . Sebuah solenoide panjang 5 cm. memiliki jumlah lilitan 10. berapa rapat flux magnet yang terbentuk bila toroide dialiri arus 5 A.000 A lilitan / m b. maka besar medan magnet yang berjarak 10 m dari konduktor adalah: a.

Medan Elektromagnetika 3-31 BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV MEDAN MAGNET DAN MEDAN LISTRIK BERUBAH TERHADAP WAKTU A.....................................2a ) ∂t ∂φ ........ v = ggl = e = − maka v = −N Atau ∂φ volt............. Konsep Dasar Medan Magnet dan Medan Listrik Berubah terhadap Waktu Bila dikaji arus listrik dapat menimbulkan medan magnet seperti ditunjukkan hukum Amper atau Biot-Savart. ∂φ volt........ yang berarti tegangan = potensial listrik...... Konsep pemikiran yang melandasi Faraday melakukan eksperimennya ........... maka medan magnet pasti menimbulkan arus listrik..........(4.. Maka kajian ini diteruskan yaitu medan magnet berubah tersebut disebabkan oleh arus yang berubah (seperti ditunjukkan hukum integral Amper ∫ Hdl = I Atau .... sehingga ditemukan hukum Faraday yang dinyatakan dalam model matematis berikut.......(4................2b) ∂t Hubungan antara medan magnet yang berubah (dφ) terhadap tegangan = v = −N potensial yang ditimbulkannya telah ditemukan oleh Faraday dimana Faraday diilhami oleh hukum Lenz.............1) ∂t Jika lintasan tertutup nya konduktor berbentuk lilitan yang terdiri N lilitan.........(4.........................................................

Hubungan antara tegangan induksi dengan perubahan arus ditunjukkan oleh model matematis hukum Lenz berikut.. (4. transformator dan analisis transien (rangkaian listrik akibat pengaruh perubahan)..... Hukum Faraday. Suatu batang konduktor berada dalam flux yang mengalami laju perubahan dari 1000 Weber ke 0 Weber dalam tempo 10-3 detik.......3) ∂t L = besarnya nilai induktansi batang konduktor / lilitan yang besarnya L = φ / I V = −L atau L = Nφ / I...3-32 Medan Elektromagnetika H = Dan dI dl φ = ∫ B... Konsep-konsep dasar yang dinyatakan model matematis (4...(dφ) x (dt)–1 Volt = ..... Latihan-latihan 1...........(1000 – 0) x (103) volt = .ds S Dan B = μH ds = perubahan Maka dari itu dI akan menyebabkan suatu induksi tegangan pada konduktor yang melawan tegangan yang menyebabkan arus pada konduktor mengalir.............. B.2) dan (4. di volt... Berapa elektromotansi yang akan timbul pada konduktor? Penyelesaian: V = ..3) merupakan dasar dari analisis generator...(4..106 volt ....1)...

106 x 125 volt = . Bila konduktor tersebut dialiri arus 10 A dengan laju perubahan dalam tempo 2 x 10-3 detik. Suatu batang konduktor bergerak memotong flux magnet 500 weber dengan laju kecepatan 2 x 10-2 detik. tetapi tempo laju perubahannya 106 detik.50 x 5 volt = . Suatu konduktor dibentuk filamen dengan 1000 lilitan.1.25 x 108 volt 4.50 x 10-3 x 10 x (2-1 x 103) volt = .(dφ) x (dt)–1 Volt = . Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .N (d φ) x (d t)–1 = -1000 x (500 – 0) x (4-1 x 103) volt = . Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor? Penyelesaian: Elektromotansi (V) = . Berapa elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .250 volt 5. konduktor tersebut berada dalam laju perubahan flux magnet 500 weber ke 0 weber dalam tempo 4 x 10-3 detik.Medan Elektromagnetika 3-33 2. berapakah elektromotansi yang timbul pada konduktor ? Penyelesaian: V = .L (d I) x (d t) volt = .L (d I) x (d t)–1 volt .500 x (2-1 x 102) = . Suatu konduktor berbentuk filamen memiliki induktansi diri (L) sebesar 50 mH.25 x 103 volt 3. Seperti soal (4).

3.N d φ dt 2. Model matematis keterkaitan antara φ dan I adalah: L = φ / I atau untuk N lilitan adalah: L=Nφ/I Hubungan antara elektromotansi dengan perubahan arus terhadap waktu yang mengalir pada konduktor yang memiliki induktansi diri L adalah: ektromotansi = . Besarnya flux magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik berbanding langsung dengan besar arus listrik pada konduktor yang menimbulkan flux magnet. Bila pernyataan ini dimodelkan matematis adalah: elektromotansi = . Hukum Lenz “Tegangan induksi (gaya gerak listrik) selalu berkelakuan menimbulkan flux yang berlawanan”.3-34 Medan Elektromagnetika = . Keterpautan antara flux magnet total dengan arus listrik disefinisikan sebagai “induktansi diri (L)”.d φ V dt Jika lintasan tertutupnya berbentuk konduktor filamen yang terdiri dari N lilitan maka elektromotansinya adalah: elektromotansi = . Rangkuman 1.L d I dt V . Hukum Faraday: “Medan magnetik yang berubah terhadap waktu menimnulkan elektromotansi (gaya gerak listrik / tegangan listrik) pada suatu rangkaian”.50 x 10-3 x (10 x 10-6) volt = -5 x 105 volt = .500 k volt C.

bila pernyataan 1. Besarnya elektromotansi yang timbul pada konduktor yang berada dalam perubahan flux magnet terhadap waktu adalah: (1) Tergantung dari besarnya perubahan flux (2) Tergantung dari waktu laju perubahan (3) Besarnya berlawanan dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) (4) Besarnya berbanding lurus dengan pernyataan (1) dibagi pernyataan (2) 2. bila pernyataan 4 benar. 2 dan 3 benar Pilih jawaban c.Medan Elektromagnetika 3-35 D. Model matematis untuk persamaan induksi (elektromotansi = V) adalah: (1) V = . bila pernyataan 2 dan 3 benar Pilih jawaban d. 2 benar Pilih jawaban b. Satuan induktansi diri adalah: (1) Henry (H) (2) Weber per Amper (Wb/A) (3) Weber lilitan per Amper (Wb lilitan / A) (4) Amper per weber (A/Wb) 4.N d φ / d t (3) V = d φ / d t (4) V = N d φ / d t . 1. Satuan untuk tegangan induksi (elektromotansi) adalah: (1) Volt (V) (2) Weber per detik (Wb/dtk) (3) Weber per volt (Wb/V) (4) Volt per weber (V/Wb) 3.d φ / d t (2) V = . Tugas-tugas Pilih jawaban a. bila pernyataan 1.

3-36 Medan Elektromagnetika

5. Model matematis untuk persamaan induktansi diri (L) adalah: (1) L = - φ / I (2) L = φ / I (3) L = N φ / I (4) L = - Nφ / I

Medan Elektromagnetika 3-37

BAB V KEGIATAN BELAJAR V
TEORI MAXWELL (Persamaan Maxwell) Kajian teori Maxwell sebagai dasar kajian tentang keterkaitan medan magnet (H) dengan medan listrik (E) atau sebaliknya. Hal ini sebagai dasar menelaah gelombang elektromagnet. Kajian ini sebagai pengembangan Medan Elektro Magnet. Kajian saling keterkaitan antara pengaruh medan listrik dengan medan magnet atau sebaliknya dikaji oleh James Clark Maxwell sebagai temuan teori Maxwell. Sebagai dasar pemikiran Maxwell dari teori Stoke yang melakukan kajian pengoperasian integral garis terhadap kajian integral luasan diperoleh persamaan dasar:

∫ H .dl = ∫ (∇xH ).ds..................................................(5.1)
S

Persamaan (4.1) berlaku untuk setiap medan vektor d l = panjang lintasan tertutup d s = luas permukaan yang dibentuk lintasan tertutup itu Dengan konsep teori Stoke di atas, maka berlaku pula untuk medan listrik seperti model matematis berikut.

∫ E.dl = ∫ (∇xE ).ds..................................................(5.2)
S

Kuat medan yang ditimbulkan kerapatan arus (J) untuk batang ds maka persamaan matematisnya adalah:

∫ H .dl = ∫ J .ds......................................................(5.3)
S

Mendasari konsep matematis (5.1), (5.2) dan (5.3) maka teori Maxwell dapat dinyatakan dengan model matematis berikut.

3-38 Medan Elektromagnetika

∂B ..........................................................(5.4a) ∂t ∂D ∇xH = J + .....................................................(5.4b) ∂t Persamaan ini untuk medan berubah terhadap waktu sedangkan untuk medan tak berubah terhadap waktu adalah: ∇.D = ρ ………………………………………..(5.4c) ∇xE = −
∇.B = 0 ………………………………………...(5.4d)
Untuk bantuan kajian keempat persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial perlu keterkaitan persamaan berikut. D=∈E B=μH J=σE Dimana : ∈= permitivitas medium

μ = permeabilitas medium σ = konduktivitas medium
Bilamana menghadapi bahan berkelakuan tak baik, maka nilai D = ∈0 E + P dan B = μ0 (H+M) M = magnetisasi dan P = polarisasi pengutuban bahan isolasi (medium) Sedangkan model matematis Maxwell dalam bentuk integral adalah:

∫ E.dl = − ∫ ∂t .ds......................................................(5.5a)
S

∂B

∫ H .dl = I + ∫ ∂t .ds................................................(5.5b)
S

∂D

∫ D.ds = ∫ ρdv.........................................................(5.5c)
vol

∫ B.ds = 0.................................................................(5.5d )
S

Medan Elektromagnetika 3-39

Keempat persamaan integral ini memungkinkan untuk mencapai syarat batas untuk B, D, H dan E yang diperlukan untuk mencari tetapan dalam mencari jawaban persamaan Maxwell dalam bentuk diferensial. Kajian teori Maxwell di atas memungkinkan menelaah lanjut medan elektro magnet di segala situasi medium.

3-40 Medan Elektromagnetika

DAFTAR PUSTAKA
Kraus, J.D & Carver, K.R, Electro Magnetics, Mc Graw-Hill, Tokyo, 1993 Hayt, W.Jr., Electromagnetika Teknologi, Vol 1 & 2, Erlangga, Jakarta, 1981. Attwood, SS., Electric and Magnetic Fields, John Wiley & Sons, New York, 1949. Sears, Zermansky, Physic for University, Mc Graw-Hill, New York, 1960. Elliot, Electromagnetic, Mc Graw-Hill Book Company, New York, 1966. Halliday, D. & R Resnick, Physic, John Wiley & Sons, New York, 1962.

BUKU AJAR

TEKNIK PEMROGRAMAN

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Standar Kompetensi 1. Mengenal paradigma prosedural dan algoritma. 2. Mengenal metodologi penulisan algoritma. 3. Mengenal bahasa pemrograman.

B. Kompetensi Dasar 1. Memecahkan masalah dengan paradigma prosedural dan

menuliskan spesifikasi dan algoritmanya tanpa tergantung pada bahasa pemrograman apapun. 2. Menulis algoritma dari suatu masalah dengan menggunakan metodologi dan skema standard yang diajarkan secara terstruktur. 3. Menulis program yang "baik" (sesuai dengan kriteria yang diajarkan di kelas) dalam bahasa pemrograman yang diajarkan, dengan menggunakan aturan translasi yang diberikan. Programnya harus terstruktur walaupun bahasa pemrogramannya bukan bahasa yang terstruktur.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mengenal algoritma. 2. Mengenal Paradigma Prosedural. 3. Mengenal Penulisan Algoritma. 4. Mengenal bahasa program. 5. Mengenal penulisan program yang baik.

1. Paradigma Pemrograman Paradigma adalah sudut pandang atau "sudut serang" tertentu yang diprioritaskan, terhadap kelompok problema, realitas, keadaan, dan sebagainya. Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berpikir

kita, mengarahkan kita terhadap beberapa atribut dan membuat untuk

4-2 Teknik Pemrograman

mengabaikan atribut yang lain. Dengan demikian , jelas bahwa sebuah paradigma hanya memberikan pandangan yang terbatas terhadap sebuah realitas, karena itu fanatisme terhadap sebuah paradigma, mempersempit wawasan dan kadang berbahaya. Dalam pemrograman pun ada beberapa paradigma, masing-masing mempunyai priotas strategi analisis yang

khusus untuk memecahkan persoalan, masing-masing menggiring kita ke suatu pendekatan khusus dari problematika keseluruhan. Beberapa jenis persoalan dapat dipecahkan dengan baik dengan menggunakan sebuah paradigma, sedangkan yang lain tidak cocok. Mengharuskan seseorang memecahkan persoalan hanya dengan melalui sebuah paradigma, berarti membatasi strateginya dalam pemrograman. Satu paradigma tidak akan cocok untuk semua kelas persoalan. "Ilmu" pemrograman berkembang, menggantikan "seni"

memprogram atau memprogram secara coba-coba ("trial and error"). Program harus dihasilkan dari proses pemahaman permasalahan, analisis, sintesis dan dituangkan menjadi kode dalam bahasa komputer secara sistematis dan metodologis. Beberapa paradigma dalam

pemrograman :

a. Paradigma Prosedural atau imperatif Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newmann (stored program concept) : sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data; masing-masing dapat diberi nama dan harga. Instruksi akan dieksekusi satu per satu secara sekuensial oleh sebuah pemroses tunggal. Beberapa instruksi menentukan instruksi berikutnya yang akan dieksekusi (percabangan kondisional). Data diperiksa dan dimodifikasi secara sekuensial pula. Program dalam paradigma ini didasari pada strukturasi informasi di dalam memori dan manipulasi dari informasi yang disimpan tersebut. Kata kunci yang sering didengungkan dalam pendekatan ini adalah : Algoritma + Struktur Data = Program

Teknik Pemrograman 4-3

Pemrograman dengan paradigma ini sangat tidak "manusiawi" dan tidak "alamiah", karena harus berpikir dalam batasan mesin

(komputer), bahkan kadang-kadang batasan ini lebih mengikat daripada batasan problematikanya sendiri. Keuntungan pemrograman dengan paradigma ini adalah efisiensi eksekusi, karena dekat dengan mesin.

b. Paradigma Fungsional Paradigma fungsional didasari oleh konsep pemetaaan dan fungsi pada matematika. Fungsi dapat berbentuk sebagai fungsi "primitif", atau komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah terdefinisi.

Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi-fungsi dasar yang dapat dilakukan. Penyelesaian masalah didasari atas aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Jadi dasar pemecahan persoalan adalah transformasional. Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui keadaan antara. Paradigma fungsional tidak lagi mempernasalahkan memorisasi dan struktur data, tidak ada pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang "variabel". Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi atau bagaimana informasi disimpan dalam memori, setiap fungsi adalah "kotak hitam", yang menjadi perhatiannya hanya keadaan awal dan akhir. Dengan merakit kotak hitam ini, pemrogram akan menghasilkan program besar. Berlainan sekali dengan paradigma prosedural, program fungsional harus diolah lebih dari program prosedural (oleh pemroses bahasanya), karena itu salah satu keberatan adalah kinerja dan efisiensinya.

c. Paradigma Deklaratif, predikatif atau lojik Paradigma ini didasari oleh pendefinisian relasi antar individu yang dinyatakan sebagai predikat. Sebuah program lojik adalah kumpulan

4-4 Teknik Pemrograman

aksioma (fakta dan aturan deduksi). Pada paradigma ini, pemrogram menguraikan sekumpulan fakta dan aturan-aturan (inference rules). Ketika program dieksekusi, pemakai mengajukan pertanyaan (Query), dan program akan menjawab apakah pernyataan itu dapat dideduksi dari aturan dan fakta yang ada. Program akan memakai aturan deduksi dan mencocokkan pertanyaan dengan fakta-fakta yang ada untuk menjawab pertanyaan.

d. Paradigma Berorientasi Objek (Object Oriented) Paradigma ini didasari oleh objek. Sebuah objek mempunyai atribut (kumpulan sifat), dan mempunyai kelakuan (kumpulan reaksi, metoda). Objek yang satu dapat berkomunikasi dengan objek yang lain lewat "pesan", dengan tetap terjaga integritasnya. Kelas adalah objek

mempunyai atribut yang sama dan diturunkan ke semua objek yang berada dalam kelas yang sama. Kelas-kelas mempunyai hirarki, anggota dari sebuah kelas juga mendapatkan turunan atribut dari kelas di atasnya. Paradigma ini menawarkan konsep class, generic, inheritance, polymorphism dan menenkankan pentingnya pendefinisian statik kelas untuk melahirkan (menciptakan) objek pada saat runtime, yang kemudian dimanipulasi atau saling berinterasi. Definisi kelas memungkinkan adanya penurunan kelas dengan objek pada saat run time yang dapat “berubah” bentuk dengan kelakuan yang disesuaikan, Namun demikian, literatur pada struktur kontrol mikro untuk

mendeskripsikan kelakuan, masih terkandung paradigma imperatif, dengan adanya pernyataan sekuensial, assignment, analisis

kondisional dan pengulangan. Disamping itu, mengkonstruksi program dari objek dan kelas adalah berbeda dengan mengkonstruksi program dari struktur data dan algoritma. Kedekatan antara paradigma ini dengan paradigma lain dapat dilihat dari bahasa-bahasa bukan

berorientasi obyek murni, yaitu bahasa prosedural atau fungsional yang ditambahi dengan ciri orientasi objek.

C . Java f. Suatu program dalam bahasa pemrograman . mulai dari bahasa tingkat rendah (bahasa mesin dalam biner). Paradigma relasional. dalam literatur masih sering disebutkan paradigma yang lain. Ada beberapa versi LISP dan Prolog yang juga memasukkan aspek OO. bahasa asembler (dalam kode mnemonik).Teknik Pemrograman 4-5 Selain keempat paradigma tersebut.. Bahasa Pemrograman berkembang dengan cepat sejak tahun enampuluhan. Prosedural : Algol.. Fungsional : LOGO. Bahasa Pemrograman Ada banyak sekali bahasa pemrograman. yang didasari entity dan relasi. b. Pemroses bahasa Pascal dan C versi terbaru dilengkapi dengan fasilitas terorientasi objek. C++. Ada. Eifel. APL. dan pemrograman dalam bahasa Query yang memungkinkan diperolehnya suatu himpunan nilai. misalnya Turbo Pascal (mulai versi 5.5) pada komputer pribadi (PC) dan C++. bahasa tingkat tinggi. Basic. Object oriented murni: Smalltalk. Konkuren : OCCAM. Paradigma konkuren. sampai bahasa generasi ke empat (4GL). Cobol. misalnya : a. seringkali dianalogikan dengan menara Babel yang berakibat manusia menjadi tidak lagi saling mengerti bahasa masingmasing. Relasional: SQL pada basisdata relasional Paradigma Objek mulai ditambahkan pada bahasa-bahasa yang ada. Contoh bahasa-bahasa pemrograman yang ada : a. tersedia bahasa pemrograman yang mempermudah implementasi rancangan penyelesaian masalahnya. Jaca.. e. b. LISP c. Fortran. Untuk setiap paradigma. yang erat hubungannya dengan arsitektur perangkat keras yang memungkinkan pemrosesan secara paralel atau perangkat lunak sistem terdistribusi yang mengelola akses konkuren. Deklaratif/Lojik : Prolog d. 2. Pascal.

Belajar memprogram lebih bersifat keterampilan daripada analisis dan sintesa. terutama karena sebagian besar pemrogram pada akhirnya memakai rutin-rutin yang ditulis orang lain. belajar bahasa pemrograman adalah belajar untuk memanfaatkan instruksi-instruksi dan kiat yang dapat dipakai secara spesifik hanya pada bahasa itu. penggunaan komputer untuk memecahkan persoalan adalah untuk tidak mengulang-ulang kembali hal yang sama. Dalam melakukan implementasi program. Mahasiswa seringkali . Belajar memprogram dan belajar bahasa pemrograman mempunyai tingkatan dan kesulitan yang berbeda-beda. sintesa. dan seharusnya mendasari semua pengajaran pemrograman.4-6 Teknik Pemrograman tertentu akan diproses oleh pemroses bahasanya. tapi relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bongkar pasang program yang sudah ada. Dan ada algoritma baru yang lahir. analisis. yaitu kompilator dan interpreter. Lebih lanjut. Pada hakekatnya. pemakaian kembali modul yang ada. metodologi dan sistematika pemecahan masalah tersebut kemudian menuangkannya dalam suatu notasi yang disepakati bersama. selalu dipakai untuk semua pendekatan. setiap instruksi yang ada dan tata cara pengoperasian kompilator bahasa yang bersangkutan pada mesin tertentu. sintesis. Strategi pengenalan masalah melalui dekomposisi. Karena itu. Belajar bahasa pemrograman adalah belajar memakai suatu bahasa. Ada dua kategori pemroses bahasa. Beberapa masalah akan cocok kalau diselesaikan dengan suatu paradigma tertentu. Belajar memprogram lebih bersifat pemahaman persoalan. Belajar Pemrograman Tidak Sama Dengan Belajar Bahasa Pemrograman Belajar memprogram adalah belajar tentang strategi pemecahan masalah. aturan sintaks (tatabahasa). pengetahuan tentang kelas persoalan penting adanya. tersedia bahasa pemrograman visual atau tekstual. Karena itu perlu diajarkan metodologi. 3.

suatu rancangan harus dapat dikode untuk dieksekusi dengan mesin. mengetik program dan mengeksekusi tanpa analisis dan spesifikasi yang dapat dipertanggung jawabkan juga bukan merupakan praktek yang “baik” (terutama untuk program skala besar dan harus dikerjakan banyak orang). hanya mencetak pemrogram yang langsung "memainkan keyboard". Untuk itulah diperlukan adanya suatu perjanjian. Proses memprogram adalah proses yang memerlukan kepakaran. sanggup melayani segala kemungkinan masukan. Karena itu memaksa mahasiswa hanya bekerja diatas kertas. Pengajaran pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang perancang "designer" program. menganalisis dan membuat spesifikasi tanpa pernah mengeksekusi program. pemecahan persoalan dalam satu paradigma dapat diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa yang berbeda. dan didukung dengan adanya dokumentasi. Berkat . Pemecahan persoalan dengan paradigma yang sama akan menghasilkan solusi yang "sejenis". proses koding lebih merupakan proses semi otomatik dengan aturan pengkodean. Produk yang dihasilkan oleh seorang pemrogram adalah program dengan rancangan yang baik (metodologis. Karena itu. Sebaliknya. Metoda terbaik untuk belajar apapun adalah melalui contoh. berfungsi dengan benar. sistematis). Beberapa bahasa dapat termasuk dalam sebuah paradigma sama. Seorang yang sedang belajar harus belajar melalui contoh nyata. belajar pemrograman dan belajar bahasa pemrograman saling komplementer. Proses memprogram memang berakhir secara konkrit dalam bentuk program yang ditulis dan dieksekusi dalam bahasa target. tidak mungkin dipisahkan satu sama lain.Teknik Pemrograman 4-7 dihadapkan pada kedua kesulitan itu sekaligus. Pada prakteknya. sedangkan pengajaran bahasa pemrograman titik beratnya adalah membentuk seorang "coder" (juru kode). yang dapat dieksekusi oleh mesin. notasi yang disepakati supaya masalah itu dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam salah satu bahasa yang masih ada dalam lingkup paradigma yang sama. belumlah lengkap.

Contoh tipikal adalah contoh program yang merupakan “pola solusi” dari kelas-kelas persoalan yang dapat diselesaikan. Sebaliknya. perangkat lunak yang dibutuhkan “berukuran” besar. mungkin dihasilkan oleh sebuah proses yang “kurang baik” atau bahkan “sangat buruk” karena hasil akhir yang dipolers disana sini secara tambal sulam. bahkan sangat besar dan mempunyai persyaratan tertentu. Apalagi dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak maka aspek proses seringkali sulit dipantau. Pendapat ini sudah kuno. mengalami dan melakukan pula. Sikap mahasiswa yang mau disiplin secara mandiri sangat diharapkan dalam mencapai tujuan kuliah ini. Program Skala Kecil dan Program Skala Besar Pada kehidupan nyata. 4.4-8 Teknik Pemrograman contoh nyata itu dia melihat. melainkan juga dapat menjalankan proses pembuatan program seperti yang “sebaiknya” sesuai dengan prosedur yang standard. Program : Produk versus Proses Beberapa kalangan berpendapat bahwa yang penting dalam sebuah pengembangan program adalah produk. Pembangunan program berskala besar tidak dapat dilakukan dengan cara yang identik dengan program skala kecil. Ini dapat dianalogikan dengan pembangunan sebuah gedung pencakar langit dibandingkan dengan . Memang pemantauan produk jauh lebih gampang daripada pemantauan proses. 5. Aspek penekanan pada proses ini sangat ditegaskan dalam kuliah pemrograman (dan nantinya dalam Rekayasa perangkat Lunak dengan skala lebih besar). Metoda pengajaran yang dipakai pada perkuliahan pemrograman fungsional ini adalah pengajaran melalui contoh tipikal. Diharapkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu untuk menghasilkan produk program. proses yang baik pasti dapat menjamin kehadiran suatu produk yang baik. Sebuah produk yang baik. Contoh tipikal tersebut dikembangkan dan dipakai untuk belajar dan mengajar sesuai dengan paradigma pemrograman yang diajarkan.

dari komponen setara “suku cadang” dalam industri perakitan mobil. Skala komponen juga makin berkembang. platform. Struktur Data. tidak jarang ditemui programmer “eksentrik”.Teknik Pemrograman 4-9 pembangunan sebuah rumah kecil sederhana. Pendekatan “merakit” ini juga dilakukan dalam pembangunan perangkat lunak. Pemrograman Beroreinetasi Objek). suka menyendiri. framework. Ada produsen komponen. Sebuah gedung besar mempunyai komponen seperti pintu. Misalnya sebuah peralatan elektronik yang canggih. dsb). Pada kuliah Pemrograman yang mendasar (Algoritma dan Pemrograman. ubin yang dapat difabrikasi secara terpisah sebelum dipasang. Sesuatu yang “besar” biasanya terdiri dari komponen-komponen “kecil”. di dalamnya terdiri dari komponen elektronik “standard” yang dirakit. dan ada perakit yang memakai komponen. 6. jenius yang selalu hanya berhadapan dengan komputer dan menghasilkan kode-kode program “misterius” yang hanya dimengerti olehnya sendiri (Baca tulisan Hoare mengenai “Programming: Sorcery or . Pemrogram Individu dan Pemrogram dalam Tim Jaman dulu. Sedangkan pembangunan perangkat lunak skala besar akan dicakup dalam modul-modul kuliah kelompok Rekayasa Perangkat Lunak. sampai komponen utama yang menjadi dasar. Maka dapat dikatakan bahwa ada dua kategori pemrogram: penyedia modul/komponen dan pemakai modul/komponen. di Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNNES. Ahli Informatika selayaknya mampu untuk menjadi penyedia modul/komponen. bahkan “engine” dari produk secara keseluruhan (munculnya istilah library. jendela. atau pengembangan modul-modul “kecil” yang merupakan modul/komponen primitif yang nantinya akan merupakan bagian dari sebuah perangkat lunak berskala besar. Sebuah program yang besar dan “baik” biasanya terdiri dari banyak sekali modul/komponen “kecil” yang dikerjakan oleh banyak orang. hanya dicakup pembangunan program-program skala “kecil (karena memang “kecil”).

Bekerja dalam tim membutuhkan standard atau pola kerja yang sama dan aturan main agar ada koodinasi dan tim dapat menghasilkan suatu produk sesuai dengan prosedur. Kuliah Algoritma Pemrograman lebih diarahkan kepaga programming. Jadi salah satu tujuan pengajaran adalah membentuk pemrogram atau perancang program yang harus mampu bekerja sama dengan orang lain. Aspek ini perlu diperhatikan dan dengan disepakati bersama. Maka efek neto . Ini sudah dijelaskan pada bagian Program Skal Besar dan Program Skala kecil. Akibatnya. maka berarti dititikberatkan pada kegunaannya. Jika dianalogikan dengan dunia musik. juga membutuhkan kemauan setiap individu untuk bermain selaras sesuai dengan arahan konduktor. Di kelas akan ditetapkan suatu standard pemrograman tertentu yang diharapkan akan dipakai selama kuliah. Suatu aksi harus terjadi pada selang waktu yang terbatas. maka jelas bahwa minatnya adalah pada efek netonya. Pemrograman Prosedural Pengertian pertama yang akan dijelaskan adalah aksi. Jika seseorang tertarik pada suatu aksi. pemrogram diharapkan untuk dapat bekerja dalam tim. Suatu aksi adalah kejadian yang terjadi pada suatu selang waktu terbatas dan menghasilkan efek neto yang telah terdefinisi dengan baik dan memang direncanakan.4-10 Teknik Pemrograman Science” [Hoare-84). maka pemrograman adalah sebuah orkestra. dimulai pada saat T0 dan berakhir pada saat T1. Aspek bekerja dalam tim dan mengikuti standard ini akan dicakup dalam perkuliahan. yang harus dipimpin seorang konduktor supaya pertunjukan dapat berjalan dengan baik. Pada deskripsi tersebut. 7. Sebuah orkestra selain membutuhkan kerja keras individu. Skala program yang harus dibuat di masa kini sudah jauh lebih besar ukurannya dibandingkan dengan jaman dulu. daripada coding. Jaman itu sudah berlalu. ditekankan benar efek tersebut harus “direncanakan”. Ada banyak standard yang dipakai di dunia pemrograman.

Apakah kentangnya harus dibeli dulu atau sudah ada di dapur ? b. T0. kentang dalam keadaan terkupas di panci. berarti dapat diuraikan dalan beberapa (sub) aksi yang terjadi secara sekuensial. yaitu keadaan “ sebelum dan sesudah” maka kejadian tersebut berarti sebagai proses. digoreng atau direbus saja ? Maka kita harus membatasi dengan jelas keadaan awal yang menjadi titik tolak mengupas kentang dan keadaan akhir yang ingin dicapai supaya dapat “merencanakan” efek neto yang diinginkan. adalah kentang sudah ada di kantong kentang. Initial state (I. Penambahan kentang ke dapur di luar tinjauan masalah ini. misalnya : a. keadaan awal). siap untuk dimasak dan kantong kentangnya harus dikembalikan ke rak lagi. Apakah yang dimaksud dengan mengupas kentang untuk makan malam berarti sampai dengan kentang terhidang ? c. Pernyataan ini mencakup hal yang luas ruang lingkupnya. T1.S. Final state (F. Ini adalah contoh bagaimana kita menentukan batasan dari persoalan yang akan diprogram. Kalau lebih dititik beratkan efek netonya. Dengan anggapan kejadian . Pengandaian yang lain adalah bahwa persediaan kentang di ibu selalu cukup untuk makan malam. Untuk itu ditentukan : a. keadaan akhir).S. Dengan sudut pandang ini maka efek kumulatifnya sama dengan efek netto dari seluruh kejadian. Kejadian yang sama dapat dianggap sebagai aksi ataupun sebagai proses. di mana ibu Tati akan mengupasnya. jadi sup. Contoh dari suatu aksi adalah Ibu Tati yang MENGUPAS KENTANG untuk mempersiapkan makan malam. Penggolongan suatu kejadian sebagai proses atau aksi adalah relatif. Suatu kejadian dapat dipandang sebagai urut-urutan dari beberapa kejadian.Teknik Pemrograman 4-11 dari aksi dapat dijelaskan dengan membandingkan keadaan pada saat T0 dan keadaan pada saat T1. Dan kejadian tersebut dianggap sebagai sequential process atau disingkat proses. Ketika kentangnya terhidang. b. yang ditaruh di rak di dapur.

atau disingkat pola. Kupas kentang. kejadian dijelaskan sebagai urut-urutan dari empat sub-aksi yang diungkapkan berdasarkan suatu pengamatan. Ibu Tati mengambil panci dari almari Ibu Tati mengupas kentang . Misalkan kejadian tentang ibu Tati mengupas kentang. dengan suatu keistimewaan. dapat dijelaskan oleh urut-urutan sub-aksi yang dilakukan oleh ibu tersebut. Efek neto dari kejadian ditentukan sepenuhnya oleh pola tersebut dan (mungkin) oleh keadaan awal (yaitu keadaan pada saat T0). Ada kejadian yang mempunyai suatu pola tingkah laku. akhir dari sub-aksi yang terakhir adalah T1 yaitu akhir dari seluruh kejadian. Jika dua kejadian dengan pola yang sama menghasilkan efek neto yang berbeda. Jika dari hasil pengamatan tidak dipandang perlu untuk menjelaskan bahwa kantong kentang diambil dari rak sebelum panci diambil dari almari. Ambil panci dari almari Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Pada contoh tersebut.4-12 Teknik Pemrograman tersebut suatu proses. Kembalikan kantong kentang ke rak. Sekarang perhatikanlah laporan pengamatan tentang kejadian ibu Tati yang mengupas kentang : • • • Ibu Tati mengambil kantong kentang dari rak. dan dapat dipastikan pula bahwa keadaan awal dari keduanya berbeda. Kejadian tersebut akan terjadi jika pola ini diikuti. yaitu : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. maka T0 adalah awal dari sebuah sub-aksi dan setiap akhir dari suatu sub-aksi akan merupakan awal dari sub-aksi berikutnya. maka cukup dituliskan : • • • Ambil kantong kentang dari rak dan panci dari almari. Kejadian yang lain mungkin mengikuti pola yang sama. maka efek neto tersebut pasti tergantung pada keadaan awal.

Kupas kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Jika teks algoritma tersebut diberikan kepada pembantunya yang bernama Ina. Maka pada suatu hari ia memakai celemek. dan kedua berdasarkan pengamatan tersebut aksi “memakai celemek” bisa terjadi atau tidak (berarti aksi tersebut kondisional). Ambil panci dari almari.Teknik Pemrograman 4-13 • Ibu Tati mengembalikan kantong kentang ke rak Bandingkanlah hasil pengamatan tersebut dengan teks berikut. yaitu jika kebetulan ia memakai baju berwarna muda. Misalnya sehabis mengambil panci ia memakai celemek jika perlu. dapat ditarik kesimpulan: algoritma ibu Tati menyatakan cara-cara untuk melakukan sesuatu sedangkan laporan pengamatan menjelaskan tentang kejadian itu sendiri. Pertama. sedangkan pada hari lain tidak. pengamatan apakah baju si ibu berwarna muda. • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then Pakai celemek Kupas kentang . yaitu sekumpulan intsruksi yang diberikan oleh ibu Tati kepada pembantu barunya : • • • • Ambil kantong kentang dari rak. yang merupakan algoritma. Tetapi kelakuan dari ibu Tati (atau pembantu) dapat lebih rumit. Ada dua hal yang penting. Dan notasi untuk aksi kondisional dinyatakan oleh kondisi dan aksi. maka jika dilaksanakan akan menghasilkan pengamatan kejadian : • • • • Ina mengambil kantong kentang dari rak Ina mengambil panci dari almari Ina mengupas kentang Ina mengembalikan kantong kentang ke rak Dengan membandingkan teks hasil pengamatan terhadap algoritma.

aksi pertama harus suatu pengamatan. 1. While jumlah kentang terkupas belum cukup do depend kantong kantong berisi 1 kentang : Kupas 1 kentang 2. Pada algoritma ini kita hanya tertarik pada aksi mengambil kentang dari kantong dan mengupas kentang. While kantong tidak kosong do Kupas 1 kentang . jika pengamatan memberikan hasil “false” maka aksi tidak dilakukan. Dalam hal ini mesin tersebut adalah alat bantu untuk memecahkan dari sudut pandang ini. maka kita jarus membuat program yang sesuai untuk masalah tersebut dan mesin akan mengerjakan program sesuai dengan algoritma yang ditulis. Aksi kedua menghasilkan kejadian berlangsung sesuai dengan hasil pengamatan. Hasil dari pengamatan ini adalah suatu keadaan benar (“true”) atau salah (“false”). Contoh Soal Periksalah apakah masing-masing algoritma “mengupas kentang” berikut benar.4-14 Teknik Pemrograman • Kembalikan kantong ke rak Oleh karena itu aksi kondisional mengandung dua aksi. Sebagai contoh kasus yang ekstrem adalah mengupas 500 kentang (karena kentangnya sangat kecil-kecil dan ada pesta) kita dapat menuliskan algoritma umum untuk mengupas kentang : • • • • • Ambil kantong kentang dari rak Ambil panci dari almari If baju berwarna muda then pakai celemek While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang Kembalikan kantong kentang ke rak Program yang mengontrol mesin harus disusun sedemikian rupa jika ingin dipakai sesuai keinginan. Jika pengamatan memberikan hasil “true” maka aksi terjadi. Misalnya kita ingin menyuruh mesin tersebut untuk memecahkan suatu masalah.

Teknik Pemrograman 4-15 Kupas 1 kentang 3. While jumlah kentang terkupas belum cukup do Depend on kantong kantong tidak kosong : kupas 1 kentang kantong kosong : ambil kantong lain . While (kantong tidak kosong) dan (jumlah kentang terkupas belum cukup) do Kupas 1 kentang 5. While kantong tidak kosong do While jumlah kentang terkupas belum cukup do Kupas 1 kentang 4.

Oleh karena itu. Selain itu. Selanjutnya bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut bahasa B pada tahun 1970. Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci. (sekarang adalah AT & T Bell Laboratories). Bahasa C pertama kali digunakan di computer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan sistem operasi UNIX. Kode bahasa C sifatnya adalah portable dan fleksibel untuk semua jenis computer. banyak bahasa pemrograman populer seperti PHP dan Java menggunakan sintaks dasar yang mirip bahasa C.BAB II KEGIATAN BELAJAR II Struktur Dasar Pemrograman Bahasa C A. hanya terdapat 32 kata kunci. Hampir semua perguruan tinggi di dunia menjadikan bahasa C sebagai salah satu mata kuliah wajib. Proses executable program bahasa C lebih cepat Dukungan pustaka yang banyak. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. Saat ini penggunaan bahasa C telah merata di seluruh dunia. kita sangat perlu blajar bahasa C. Kelebihan Bahasa C: • • • • • • • Bahasa C tersedia hampir di semua jenis computer. Pendahuluan Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. C adalah bahasa yang terstruktur Bahasa C termasuk bahasa tingkat menengah Kekurangan Bahasa C : .

Pilih menu Compile dengan menekan Alt + C. Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer. dan sebagainya. tekan sembarang tombol. Untuk menjalankan program : a. b. 2. Enter d. langkah-langkahnya sbb: a. 1. seperti Bordland C. Akan ditampilkan hasil kompilasi Program. Untuk mengkompilasi Program.Teknik Pemrograman 4-17 • • Banyaknya Operator serta fleksibilitas penulisan program kadangkadang membingungkan pemakai. Pilih menu Run dengan menekan Alt + R b.1 . Menu-menu dalam Turbo C : Gambar : 1 Gambar : 2. Pilih submenu Run dan tekan Enter 3. B. Semua program yang ada di tutorial ini bisa dicoba Turbo C. Pilih Submenu Compile c. buka Editor Bahasa C yang ada. Editor Bahasa C Memulai Bahasa C. Turbo C.

untuk menghapus bagian tertentu dari program (7) Copy example (8) Show Clipboard Search. untuk memulai program baru (2) Open. untuk mengambil atau membuka program (3) Save. untuk memotong bagian tertentu dari program. untuk kembali ke pengeditan terakhir yang telah di undo. untuk keluar dari Turbo C Edit. untuk menyimpan file/program (5) Save all. terdiri dari : (1) Undo. untuk menduplikasi bagian program (5) Paste (6) Clear. terdiri dari : (1) Find… (2) Replace… (3) Search again (4) Previous error (5) Next error (6) Locate function… Run. (3) Cut. untuk mencetak program (8) DOS Shell. untuk menyimpan file/program (4) Save as. (4) Copy. untuk menjalankan program (2) Program reset . untuk mengubah directory (7) Print. untuk membatalkan pengeditan terakhir (2) Redo. terdiri dari : (1) Run…. untuk menyimpan seluruh file/program (6) Change dir. untuk menuju ke DOS Shell (9) Quit.4-18 Teknik Pemrograman File . terdiri dari : (1) New.

Teknik Pemrograman 4-19

(3) Go to cursor (4) dst

Compile, terdiri dari : (1) Compile, untuk mengkompilasi program (2) Make (3) Link (4) Build all, dst

Debug, terdiri dari (1) Inspect (2) Evaluate/modify (3) Dst

Project, terdiri dari : (1) Open project (2) Close project (3) dst

Options, terdiri dari : (1) Application (2) Compiler (3) Transfer (4) Dst Window, terdiri dari : (1) Size/Move (2) Zoom (3) Tile (4) Cascade (5) Next (6) dst Help, terdiri dari

4-20 Teknik Pemrograman

(1) Contens (2) Index (3) Topic search (4) Previous topic (5) dst Program Bahasa C tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi bisa dimulai dari kolom manapun. Namun demikian, untuk mempermudah pembacaan program dan untuk keperluan dokumentasi, sebaiknya penulisan bahasa C diatur sedemikian rupa sehingga mudah dan enak dibaca. Berikut contoh penulisan Program Bahasa C yang baik Gambar 2.2 dan yang kurang baik Gambar 2.3 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C\n”); } Gambar : 2.2 #include “stdio.h” void main() { printf(“Bahasa C”); }

Gambar : 2.3

Kedua Program di atas bila dijalankan akan menghasilkan hasil yang sama berupa tulisan “Bahasa C” di layar, namun dari segi penulisannya program yang pertama tampaknya lebih mudah dibaca dan lebih rapih dibanding dengan program yang kedua.

C. Struktur Dasar Bahasa C 1. Tipe Data Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif. Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, Gambar 2.4 :

Teknik Pemrograman 4-21

Gambar : 2.4 Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int x; float y; char z; double w; clrscr(); /* untuk membersihkan layar */ x = 10; /* variable x diisi dengan 10 */ y = 9.45; /* variable y diisi dengan 9.45 */ z = ‘C’; /* variable z diisi dengan karakter “C” */ w = 3.45E+20; /* variable w diisi dengan 3.45E+20 */ printf(“Nilai dari x adalah : %i\n”, x); /* Menampilkan isi variable x */ printf(“Nilai dari y adalah : %f\n”, y); /* Menampilkan isi variable y */ printf(“Nilai dari z adalah : %c\n”, z); /* Menampilkan isi variable z */ printf(“Nilai dari w adalah : %lf\n”, w); /* Menampilkan isi variable w */ getch(); } 2. Konstanta Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string. Contoh konstanta : 50; 13; 3.14; 4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape, antara lain : \a : untuk bunyi bell (alert) \b : mundur satu spasi (backspace) \f : ganti halaman (form feed) \n : ganti baris baru (new line) \r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return) \v : tabulasi vertical

4-22 Teknik Pemrograman

\0 : nilai kosong (null) \’ : karakter petik tunggal \” : karakter petik ganda \\ : karakter garis miring

3. Variable Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut : • Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda. • • Tidak boleh mengandung spasi. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb. • Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai. Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb. Contoh penamaan variable yang salah : %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb

4. Deklarasi Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi. a. Deklarasi Variabel Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah : Nama_tipe nama_variabel;

Teknik Pemrograman 4-23

Contoh : int x; // Deklarasi x bertipe integer char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char float nilai; // Deklarasi variable bertipe float double beta; // Deklarasi variable bertipe double int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer char *p; // Deklarasi pointer p bertipe char

b. Deklarasi Konstanta Dalam bahasa C konstanta dideklarasikan menggunakan preprocessor #define. Contohnya : #define PHI 3.14 #define nim “0111500382” #define nama “Sri Widhiyanti”

c. Deklarasi Fungsi Fungsi merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan atau dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam bahasa C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti printf(), scanf(), getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan. Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh programmer. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah : Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi); Contohnya : float luas_lingkaran(int jari); void tampil(); int tambah(int x, int y); Misalnya : 9%2=1 9%3=0

4-24 Teknik Pemrograman

5. Operator a. Operator Penugasan Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C berupa tanda sama dengan (“=”). Contoh : nilai = 80; A = x * y; Artinya : variable “nilai” diisi dengan 80 dan variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y. b. Operator Aritmatika Bahasa C menyediakan lima operator aritmatika, yaitu : * / % + : untuk perkalian : untuk pembagian : untuk sisa pembagian (modulus) : untuk pertambahan : untuk pengurangan

Catatan : operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan. Misalnya : 9%2=1 9%3=0 9%5=4 9%6=3 Contoh Program 1 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); // untuk membersihkan layar printf(“Nilai dari 9 + 4 = %i”, 9 + 4); /* mencetak hasil 9 + 4 */ printf(“Nilai dari 9 - 4 = %i”, 9 - 4); /* mencetak hasil 9 - 4 */ printf(“Nilai dari 9 * 4 = %i”, 9 * 4); /* mencetak hasil 9 * 4 */ printf(“Nilai dari 9 / 4 = %i”, 9 / 4); /* mencetak hasil 9 / 4 */ printf(“Nilai dari 9 \% 4 = %i”, 9 % 4); /* mencetak hasil 9 % 4 */ getch();

Teknik Pemrograman 4-25

} Contoh Program 2 : /* operator % utk mencetak deret bilangan genap antara 1 – 100 */ #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int bil; clrscr(); // untuk membersihkan layar for (bil=1; bil<100; bil++) { if(bil % 2 == 0) //periksa apakah ‘bil’ genap printf(“%5.0i”, bil); } getch(); } c. Operator Hubungan (Perbandingan) Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variable). Operator hubungan dalam bahasa C gambar 3 :

Gambar : 2.5 d. Operator Logika Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan. Operator logika ada tiga macam, yaitu : && || ! : Logika AND (DAN) : Logika OR (ATAU) : Logika NOT (INGKARAN)

4-26 Teknik Pemrograman

e. Operator Bitwise Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memori. Operator bitwise dalam bahasa C : << >> & ^ | ~ : Pergeseran bit ke kiri : Pergeseran bit ke kanan : Bitwise AND : Bitwise XOR (exclusive OR) : Bitwise OR : Bitwise NOT

f. Operator Unary Operator Unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand saja. Dalam bahasa C terdapat beberapa operator unary, Gambar : 3

Gambar : 2.6 Catatan Penting ! : Operator peningkatan ++ dan penurunan -- jika diletakkan sebelum atau sesudah operand terdapat perbedaan. Perhatikan contoh berikut : Contoh Program 1 : /* Perbedaan operator peningkatan ++ yang diletakkan di depan */ /* dan dibelakang operand */ #include <stdio.h> #include <conio.h>

Teknik Pemrograman 4-27

void main() int x, nilai; clrscr(); x = 5; nilai = ++x; /* berarti x = x + 1; nilai = x; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); nilai = x++; /* berarti nilai = x; nilai = x + 1; */ printf("nilai = %d, x = %d\n", nilai, x); getch(); } Contoh Program 2 : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { int b, nilai; clrscr(); // untuk membersihkan layar nilai = --b; /* berarti b = b - 1; nilai = b; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); nilai = b--; /* berarti nilai = b; b = b + 1; */ printf("nilai = %d, b = %d\n", nilai, b); getch(); } 6. Kata Tercadang (Reserved Word) Bahasa C standar ANSI memiliki 32 kata tercadang (reserved word) dan Turbo C menambahkannya dengan 7 kata tercadang. Semua reserved word tidak boleh digunakan dalam penamaan identifier (variable, nama fungsi dll). Kata Tercadang yang tersedia dalam bahasa C adalah sbb:

7. Komentar Program Komentar program hanya diperlukan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman suatu program (untuk keperluan dokumentasi program).

4-28 Teknik Pemrograman

Dengan kata lain, komentar program hanya merupakan keterangan atau penjelasan program. Untuk memberikan komentar atau penjelasan dalam bahasa C digunakan pembatas /* dan */ atau menggunakan tanda // untuk komentar yang hanya terdiri dari satu baris. Komentar program tidak akan ikut diproses dalam program (akan diabaikan). Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.h” void main() { clrscr(); /* Ini untuk membersihkan layar tampilan */ printf(“Contoh Penggunaan Komentar”); //komentar tidak ikut diproses getch(); /* Dan ini untuk menahan tampilan di layer */ }

Memasukan Data Dalam bahasa C proses memasukkan suatu data bisa menggunakan beberapa fungsi pustaka yang telah tersedia. float nilai.BAB III KEGIATAN BELAJAR III Input dan Output A. %e %o %x %u : Membaca sebuah karakter : Membaca sebuah string : Membaca sebuah bilangan bulat (integer) : Membaca sebuah bilangan pecahan (real) : membaca sebuah bilangan octal : Membaca sebuah bilangan heksadesimal : Membaca sebuah bilangan tak bertanda Contoh Program : /* Program memasukan inputan dengan beberapa tipe data */ #include <stdio. scanf() a. %d %f. Fungsi pustaka scanf() digunakan untuk menginput data berupa data numerik. . nim[10]. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf() : 1) Fungsi scanf() memakai penentu format 2) Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis 3) Fungsi scanf() tidak memerlukan penentu lebar field 4) Variabelnya harus menggunakan operator alamat & Kode penentu format : %c %s %i.h> void main() { int jumlah.h> #include <conio. karakter dan string secara terformat. char huruf. b. Beberapa fungsi pustaka yang bisa digunakan adalah : 1.

/* membaca sebuah bilangan bulat */ printf("Masukkan sebuah karakter : "). scanf("%c". printf("jumlah = %d\n". Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik. } . printf(“Hello. scanf("%d". scanf("%f". &nilai ). /* membaca sebuah string */ printf("Masukkan sebuah bilangan pecahan : "). c. gets(nama). getch(). } 2. gets() a. /* membaca sebuah bilangan float */ printf("\nNilai variable yang Anda masukkan adalah :\n"). b. printf("nim = %s\n". printf("huruf = %c\n".h” #include “conio. Cursor secara otomatis akan pindah baris. clrscr(). printf(“Masukkan nama Anda : “). printf("nilai = %f\n". getch(). void main() { char nama[20]. nim ). jumlah ). Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter. nilai ). Tidak memerlukan penentu format Contoh Program : /* Program inputan tipe data karakter/string */ #include “stdio. nama). /* membaca sebuah karakter */ printf("Masukkan nim Anda : "). &nim ). &jumlah ). &huruf ). printf("Masukkan sebuah bilangan bulat : "). scanf("%s". d. Nama Anda adalah %s”. huruf ).4-30 Teknik Pemrograman clrscr().

huruf2. d. c. huruf1). printf(“\nMasukkan sebuah karakter lagi : “). Fungsi getchar() digunakan untuk membaca data yang bertipe karakter b. Sedangkan pada getche() karakter yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar. Contoh Program : #include “stdio. Karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan penekanan tombol enter. getchar() a. b. e. Harus diakhiri dengan penekanan tombol enter c. printf(“Masukkan sebuah karakter : “).h” #include “conio. Fungsi getch() dan getche() digunakan untuk membaca data karakter. // karakter yang dimasukkan tidak terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah : %c. Pergantian baris secara otomatis 4. Tidak memberikan efek pergantian baris secara otomatis.h” void main() { char huruf1. // karakter yang dimasukkan akan terlihat di layar printf(“\nKarakter yang Anda masukkan adalah %c\n”. getch(). huruf1 = getche().Teknik Pemrograman 4-31 3. Karakter yang dimasukkan terlihat pada layar d. Jika menggunakan fungsi getch() karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan pada layer sehingga sering digunakan untuk meminta inputan berupa password. getch() dan getche() a. } . huruf2 = getch(). huruf2).

&nilai). Contoh Program 1. puts().4f ?”. getch(). Fungsi puts() digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan diakhiri dengan perpindahan baris. m n argument Contoh : printf(“%5.2f”. : nilai atau variable yang akan ditampilkan.h” void main() { float nilai. . scanf(“%f”. Menampilkan data ke layar monitor a.h” #include “conio. Bentuk umum : printf(“%m. d. b. /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan pecahan */ #include “stdio. artinya variable nilai akan ditampilkan sebanyak 5 digit dengan 2 digit di belakang koma. puts(“Masukkan nilai Anda : ). argument). Menggunakan fungsi printf().nf”. Fungsi printf() digunakan untuk menampilkan semua jenis data (numeric dan karakter) c. printf(“Anda memperoleh nilai %5. printf(“Apakah Anda telah puas mendapat nilai %6.2f”. clrscr().4-32 Teknik Pemrograman B. Mengatur tampilan bilangan pecahan (float). } : menyatakan panjang range : menyatakan jumlah digit di belakang koma. Menampilkan Data 1. Fungsi putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter. nilai). dan putchar(). nilai). nilai).

Fungsi fputs() digunakan untuk mencetak tipe data string ke printer d. puts(“Masukkan nama Anda : ). Menampilkan data ke printer a.h” void main() { fprintf(stdprn. nama). gets(nama).Teknik Pemrograman 4-33 Contoh Program 2. b. char nama[20].h” #include “conio. Fungsi fputc() digunakan untuk mencetak tipe data karakter ke printer Contoh program : #include “stdio. umur). &umur). } 2. puts(“Masukkan umur Anda : “). } . fputs() dan fputc(). clrscr(). /* Program untuk menampilkan data berupa bilangan integer dan string */ #include “stdio.h” void main() { int umur. Fungsi fprintf() digunakan untuk mencetak semua jenis tipe data ke printer dan secara otomatis memberikan efek perpindahan baris. “Hallo. “Saya juga akan tercetak di printer”). Untuk menampilkan data ke printer dapat menggunakan fungsi fprintf(). c. printf(“Nama Anda : %s \n”. Saya akan tercetak di printer”). fputs(stdprn. scanf(“%d”.h” #include “conio. //tipe data integer getch(). //tipe data string printf(“Umur Anda : %d \n”.

getch(). scanf(“%f”. Bentuk umum struktur kondisi if adalah : if(kondisi) pernyataan. maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. terutama untuk program yang kompleks. Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain. if(nilai > 65) printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”). } . &nilai).h” void main() { float nilai. Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. Contoh Program 1 : /* Program struktur kondisi if untuk memeriksa suatu kondisi */ #include “stdio. Penyeleksi Kondisi Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. printf(“Masukan nilai yang didapat : “). Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam penyusunan bahasa C.BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV A.h” #include “conio. 1. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar. Struktur Kondisi IF Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal.

&b).scanf("%i". int a. namun sebaliknya bila kita memasukan sebuah nilai yang kurang dari 65 maka program akan berhenti dan tidak dihasilkan apa-apa. printf("Bil terbesar : %i\n". if(max>0) printf("Bil tsb adalah bil positif\n"). b. maka perintah mencetak perkataan LULUS !!!! akan dilaksanakan. printf("Entry bil 3 : "). printf("Entry bil 2 : "). Contoh Program 2 : /* Program contoh penerapan struktur kondisi if */ #include"stdio. max. if((b>a)&&(b>c)) max=b.scanf("%i".Teknik Pemrograman 4-35 Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80. if(max<0) printf("Bil tsb adalah bil negatif").&c). if((a>b)&&(a>c)) max=a.fflush(stdin).&a). c. getch(). printf("Entry bil 1 : ").fflush(stdin). if((c>a)&&(c>b)) max=c. } .fflush(stdin).h" void main() { clrscr().max).scanf("%i".h" #include"conio.

Bentuk umumnya adalah sebagai berikut : if(kondisi) pernyataan-1 else pernyataan-2 Contoh Program : #include “stdio.h” #include “conio.ELSE Dalam struktur kondisi if.. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan.. . getch(). &nilai). else printf(“\n TIDAK LULUS !!!\n”). /* Masukan akan disimpan dalam variable nilai */ if (nilai > 65) printf(“\n LULUS !!!\n”).. Struktur Kondisi IF...else minimal terdapat dua pernyataan..h” void main() { float nilai.4-36 Teknik Pemrograman 2. clrscr(). printf(“Masukan nilai yang didapat : “). Hal ini berbeda dengan struktur if dimana program akan berhenti bila kita memasukan nilai kurang dari 65. } Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80 maka akan dicetak perkataan “LULUS !!!” namun bila kita memasukan nilai yang kurang dari 65 maka akan tercetak perkataan “TIDAK LULUS !!!”. scanf(“%f”.

case n : pernyataan-n. Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’..default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak.... case 2 : pernyataan-2. break. ..Teknik Pemrograman 4-37 3.. maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’. Struktur Kondisi SWITCH..... .CASE.case. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch... default : pernyataan-m } ..DEFAULT… Struktur kondisi switch... Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi..... break. Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah : switch(kondisi) { case 1 : pernyataan-1. break..

h” #include “conio. int hari. /* kemungkinan keenam */ break. default : puts(“Kode hari yang Anda masukan SALAH”).4-38 Teknik Pemrograman Contoh Program : /* Program menentukan nama hari berdasarkan inputan */ #include “stdio. puts(“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis”). switch(hari) { case 1 : puts(“Hari Senin”). /* kemungkinan ketiga */ break. case 4 : puts(“Hari Kamis”). } getch(). scanf(“%d”. puts(“5 = Jum’at 6 = Sabtu 7 = Minggu”). case 5 : puts(“Hari Jum’at”). /* kemungkinan kelima */ break. /* kemungkinan pertama */ break. case 6 : puts(“Hari Sabtu”). /* kemungkinan ketujuh */ break.h” void main() { clrscr(). case 2 : puts(“Hari Selasa”). case 3 : puts(“Hari Rabu”). /* kemungkinan keempat */ break. &hari). printf(“\nMasukan kode hari( 1-7) : “). } . puts(“Menentukan nama hari\n”). /* kemungkinan kedua */ break. case 7 : puts(“Hari Minggu”).

Teknik Pemrograman 4-39 Bila program tersebut dijalankan. dan kita memasukan kode hari dengan 1 maka akan tercetak “Hari Senin”. bila 2 akan tercetak “Hari Selasa” dan seterusnya. .

h” void main() { int x. tentunya kita akan merasa kesulitan. /* variabel x ditambah dengan 1 */ } getch(). Misalnya saja. x ++.BAB IV KEGIATAN BELAJAR IV Perulangan Dalam bahasa C tersedia suatu fasilitas yang digunakan untuk melakukan proses yang berulangulang sebanyak keinginan kita. A. bila kita ingin menginput dan mencetak bilangan dari 1 sampai 100 bahkan 1000. /* awal variabel */ while (x <= 10) /* Batas akhir perulangan */ { printf(“%d BAHASA C\n”. Namun dengan struktur perulangan proses. Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar (true) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah. Struktur perulangan dalam bahasa C mempunyai bentuk yang bermacam-macam. x).h” #include “conio. x = 1. Contoh Program 1 : /* Program Perulangan menggunakan while */ #include “stdio. } Jika program tersebut dijalankan maka akan menghasilkan hasil sebagai berikut . kita tidak perlu menuliskan perintah sampai 100 atau 1000 kali. Struktur Perulangan “ WHILE” Perulangan WHILE banyak digunakan pada program yang terstruktur. cukup dengan beberapa perintah saja. Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui.

. nilai dari variabel x akan bertambah 1.h" #include"conio.x). seleksi while berada di bawah batas perulangan. while(i<=3) { x=1. proses atau perintah mencetak kata-kata “BAHASA C” akan terus dilakukan selama variabel x masih kurang atau sama dengan 10.. Setiap kali melakukan perulangan.WHILE…” Pada dasarnya struktur perulangan do. } B.... while(x<=i) { printf("%3i". } printf("\n"). Jadi dengan .. hanya saja pada proses perulangan dengan while. seleksi berada di while yang letaknya di atas sementara pada perulangan do. Struktur Perulangan “DO.. x=x+1.while sama saja dengan struktur while. i=i+1. } getch()... int i=1.h" void main() { clrscr().x..while. Contoh Program 2 : /* Program mencetak deret bilangan dengan menggunakan while */ #include"stdio.Teknik Pemrograman 4-41 1BAHASA C 2BAHASA C 3BAHASA C 4BAHASA C 5BAHASA C 6BAHASA C 7BAHASA C 8BAHASA C 9BAHASA C 10BAHASA C Pada perulangan while di atas.

b. c. do { printf(“%d BAHASA C\n”. struktur perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana. Contoh Program : #include “stdio. Inisialisasi : pernyataan untuk menyatakan keadaan awal dari variable kontrol. syarat. x ++. x). . syarat : ekspresi relasi yang menyatakan kondisi untuk keluar dari perulangan. Keterangan : a. } while(x <= 10).h” #include “conio. getch(). x = 1.h” void main() { int x. } C. Bentuk umum perulangan for adalah sebagai berikut : for(inisialisasi. Dari segi penulisannya. penambahan : pengatur perubahan nilai variabel kontrol. penambahan) pernyataan.4-42 Teknik Pemrograman menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan. Struktur Perulangan “FOR” Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya.

} Contoh Program 2 : /* Mencari total dan rata-rata sejumlah bilangan menggunakan for */ #include"stdio. } . x<= 10. } getch().2f".y<=3.t). for(y=1.r). t=t+x.i.scanf("%f".i++) { printf("Entry bilangan %i : ". r=t/i. getch().y). for(x = 1. printf("\n Rata rata : %.2f". x++) { printf(“%d BAHASA C\n”.Teknik Pemrograman 4-43 Contoh Program 1 : /* Program perulangan menggunakan for */ #include “stdio. y=y+1.t=0.&x).x.h” void main() { int x.h" #include"conio. } printf("\n Total : %.h" void main() { clrscr(). x).y++) for(i=0. float r.int y.h” #include “conio.i<=2.

Contoh : Contoh Program : /* Program untuk menginput nilai mahasiswa dalam array satu dimensi */ #include “stdio.BAB V KEGIATAN BELAJAR V Array Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. Deklarasi Array Bentuk umum : Tipe_array nama_array[ukuran]. A. { int index. } . index+1). c. Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi Array dimensi satu.h” #include “conio. index < 10. clrscr(). &nilai[index]). for(index=0. nilai[10]. array dimensi dua dan array multi-dimensi. Array Dimensi Satu a. scanf(“%i”. /* input nilai mahasiswa */ printf(“Input nilai 10 mahasiswa : “). Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index. Setiap elemen array dapat diakses melalui indeks. index++) { printf(“Mahasiswa %i : “.h” void main(). Indeks array secara default dimulai dari 0. b.

nilai[index]). Contoh aplikasi array satu dimensi : /* Program untuk menentukan jurusan & jenjang mahasiswa berdasarkan NIM*/ #include “stdio. printf(“Masukkan NIM Anda : “).Teknik Pemrograman 4-45 /* tampilkan nilai mahasiswa */ printf(“Nilai mahasiswa yang telah diinput”). /***** cari jurusan *****/ switch(nim[2]) { case ‘1’ : strcpy(jurusan. index++) { printf(“%5. nim[10]. nama[20]. jenjang[10]. printf(“Masukkan nama Anda : “). Jumlah elemen array menyatakan jumlah string. “Teknik Informatika”). case ‘3’ : strcpy(jurusan. break. case ‘2’ : strcpy(jurusan. gets(nim). for(index=0. “Komputerisasi Akuntansi”). break.0i”. “Sistem Informasi”). . case ‘4’ : strcpy(jurusan. index < 10. “Teknik Komputer”). crlscr().h” void main() { char jurusan[25].h” #include “string. } getch(). } CATATAN : String juga sebenarnya merupakan array yang bertipe karakter. gets(nama).h” #include “conio. break.

4-46 Teknik Pemrograman break. printf(“Jenjang : %s”. nama). “Strata-1”).”Diploma-3”). Deklarasi array : Tipe_array nama_array[baris][kolom]. } else printf(“ANda salah memasukkan NIM. } /***** cari jenjang *****/ if(nim[4] == ‘5’) { strcpy(jenjang. . printf(“Nama : %s”. jurusan). Coba periksa lagi !”). default : printf(“Anda salah memasukkan NIM. } else { if(nim[4] == ‘3’) { strcpy(jenjang. getch(). break. jenjang). } B. nim). printf(“Jurusan : %s”. printf(“NIM : %s”. Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel. Coba periksa lagi !”). } /***** tampilkan data mahasiswa *****/ printf(“ << Data Mahasiswa Universitas Budi Luhur >>“). Array Dimensi Dua Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah kolom.

Teknik Pemrograman 4-47 Contoh : Int X[3][4]. . baris++) { for(kolom=0. matriks[3][4]. scanf(“%i”. baris+1. // Input elemen array secara Row Major Order printf(“Input elemen Array : \n“). kolom+1). } printf(“\n”). for(baris=0. misalnya kita ingin mengisi elemen array baris 2 kolom 3 dengan 10 maka perintahnya adalah sbb : X[1][2] = 10. &matriks[baris][kolom]). kolom.h” { int baris.h” #include “conio. Untuk mengakses array. kolom<4. baris<3. Row Major Order (secara baris per baris) e. } // Tampilkan elemen Array secara Row Major Order printf(“Isi array : \n”). Column Major Order (secara kolom per kolom) Contoh Program 1 : /* Program menginput nilai(bilangan) ke dalam array dimensi dua dan menampilkannya */ #include “stdio. Untuk mengisi dan menampilkan isi elemen array ada dua cara yaitu : d. kolom++) { printf(“matriks[%i][%i]”.

kolom++) { printf(“%i”. Y[3][4]. /******* Masukkan matriks A *******/ for(i=0.h" #include "conio.i++) { for(j=0.i<3. B[3][4].i+1.h" void main() { int A[3][4].j<4. i. clrscr(). fflush(stdin).scanf("%i". } } /******** Proses penjumlahan matriks A dan B ********/ . } printf(“\n”).j<4.4-48 Teknik Pemrograman for(baris=0.j++) { printf("input data matrik A[%i][%i] : ". &matriks[baris][kolom]). } getch().i++) { for(j=0.&A[i][j]).i<3.j+1). baris++) { for(kolom=0.j+1). } Contoh Program 2 : /* Program penjumlahan matriks dua dimensi */ #include "stdio.scanf("%i".i+1. } } /******** Masukkan matriks B ********/ for(i=0. C[3][4]. j.&B[i][j]). kolom<4. fflush(stdin). baris<3. X[3][4].j++) { printf("input data matrik B[%i][%i] : ".

A[i][j]). /******** Cetak hasil penjumlahan matriks A dan B *******/ printf("\n matrik penjumlahan A+B\n").j<4.j++) printf("%6i". } printf("\n").printf("\n").j<4. for(i=0.j++) printf("%6i".j<4.printf("\n").j++) printf("%6i".i<3. } } /******** Cetak isi matriks A ********/ printf("\n matrik A\n"). for(i=0.i<3.i++) { for(j=0.i<3. } printf("\n").Teknik Pemrograman 4-49 for(i=0. /******** Cetak isi matriks B *******/ printf("\n matrik B\n").i++) { for(j=0.X[i][j]). printf("\n").B[i][j]). } . } printf("\n\n"). getch().j<4. for(i=0.i++) { for(j=0.i++) { for(j=0.j++) { X[i][j]=A[i][j]+B[i][j].i<3.

printf("\nMasukkan ukuran matriks : \n"). printf("\nMasukkan nilai elemen matriks yang akan diinvers”). clrscr(). a[i][j]). j<=m. k. j. i++) . i<=m. j++) { printf("A(%d. &m). } } /* Mencetak Matriks asli */ printf("\nMatriks asli : ").h" #include "conio. j++) printf(" %.%d)= ". x. j).4-50 Teknik Pemrograman Contoh aplikasi Array untuk menghitung invers suatu matriks dengan ukuran m x n dengan metode Gauss-Jordan : /* MENGHITUNG INVERS MATRIKS DENGAN METODE GAUSSJORDAN */ #include "stdio. int m. j<=m. scanf("%d". /* Membaca matriks asli */ for(i=1. scanf("%f".h" void main() { float p[20]. for(i=1. for(j=1. a[20][20]. i++) { printf("\n"). t.i. i<=m.2f". i. &a[i][j]). } /* Proses inversi */ for(i=1. i<=m. printf(“\nsecara baris per baris\n"). i++) { printf("\n"). for(j=1.

for(x=1.a[i][x] * t. } for(k=1.1f". for(j=1. Array Multi Dimensi Array multi-dimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. j<=m. Bentuk pendeklarasian array sama saja dengan array dimensi satu maupun array dimensi dua. . k++) { if(k != i) { t = a[k][i]. } getch(). x++) a[k][x] = a[k][x] . a[i][j]). } C. } } } /* Mencetak matriks hasil inversi*/ printf("\n\nMatriks inversi : \n"). a[k][i] = 0. Bentuk umumnya yaitu : tipe_array nama_array[ukuran1][ukuran2]…[ukuranN]. j++) printf(" %. k<=m.Teknik Pemrograman 4-51 { p[i] = a[i][j]. x<=m. i++) { for(j=1. i <=m. a[i][j] = 1. j<=m. j++) { a[i][j] = a[i][j]/p[i]. printf(" \n"). for(i =1.

0 }. 0. 1. 1. { 1. 1. { 1. 1. 0. 0 }.h” #include “conio. 0. 1. j. { { 1. 1. 1. 0. k. 1. 1.4-52 Teknik Pemrograman Contoh : float X[2][4][3]. 0 }. 0. . 1. 1. 1. 0 }. 1. 0. 1. 0 }. 1. 1. 1. 0 } } }. 0. 0. 1. { 1. 0 }. 0. 0. 1. 1. 0. 0. 0. { 1. 0. 1. 1. 1. 0. 0 }. 0. { 1. 0. 1. 0. 0. 1. 1. 0. 1. 0 }. { 1. 1. 0. 1. 1. 1. 0. { 0. 1. 0. 1. 0 }. { 1. 1. 1. 0. 1. 1. 0 }. 0. 1. 1. static int data_huruf[2][8][8] = { { { 1. 0. 0. { 1. 1. 1. 0. 0. 1. { 0. 1. 0. 1. 1. 0. 1. { 1. 0 }. 0. 1. 1. 0. 0. { 0. 0. 0 }. { 1. 0. 0 } }. 0. 0 }. 1. 0. { 1. 1. Contoh Program : #include “stdio. 0. 0. 0 }. 1. 1. 0. 1.h” void main() { int i. 1. 0.

Teknik Pemrograman 4-53 /* Tampilkan Huruf */ for(i=0. } puts(“”). j<8. else putchar(“ “).k<8. /* spasi */ puts(“”). i++) { for(j=0. k++) if(data_huruf[i][j][k]) putchar(‘\xDB’). } . } getch(). j++) { for(k=0. i<2.

BUKU AJAR Mikroprosesor .

Sejalan dengan perencanaan pembelajaran tersebut. masing-masing bagian membahas tentang : Bab 1. Bab 4 membahas tentang Mikroprosesor Z-80. Deskripsi Buku ajar ini menguraikan tentang permasalahan Mikroprosesor. . Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tentang sistem mikroprosesor. uraian materi dibagi menjadi empat bagian. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan Mikroprosesor Z-80.BAB I PENDAHULUAN A. membahas tentang beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor. membahas tentang Mikroprosesor. Bab 3. dengan harapan setelah selesai mempelajari buku ajar ini bekenan untuk memperkaya pengetahuan diri dengan membaca buku-buku literatur. membahas tentang sistem mikroprosesor. Setiap pembelajaran diberi pelatihan dan pad akhir kegiatan diadakan test formatif. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan tetang mikroprosesor. Materi pembelajaran buku ajar ini diharapkan dapat diselesaikan dalam empat kegiatan belajar masing-masing 2 sks. Bab 2. Pada akhir pembelajaran ini diharpakan persta diklat dapat mendeskripkan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor. Buku ajar ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik yang belum sempat memiliki dan mebaca buku0buku literatur tentang mikroprosesor.

Prasyarat Buku ajar ini ditujukan untuk peserta didik yang telah mempuyai kompetensi tentang teknik digital. Buku ajar akan lebih baik bila dipelajari secara berkelompok untuk memahami hal-hal baik yang terkait dengan teknik maupun teoritis 4. Keseluruhan materi yang ada dalam buku ajar ini hendaknya dibaca secara seksama 2. Tugas dan latihan yang terdapat pada setiap bab harap dikerjakan tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu 6. Bila peserta belum mampu menjawab sebagian besar dari soal-soal yang ditampilkan dalam latihan maupun test formatif. peserta didik mempunyai mengetahuan tentang mikroprosesor . Petunjuk Belajar 1. peserta dapat mengulangi lagi dalam mempelajarinya agar setiap kompetensi yang diharapkan dalam setiap babnya dapat peserta penuhi. Untuk menguji kemampuan terhadap penguasaan buku ajar ini.5-2 Mikroprosesor B. peserta diklat dapat bertanya langsung kepada narasumber yang menyampaikan materi buku ajar ini 5. peserta agar mengerjakan test formatif secara individual 7. Bila ada materi-materi yang kurang dipahami. Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam Buku Ajar ini. Bab Pendahuluan merupakan informasi yang menguraikan bagian penting dalam memahami buku ajar ini. Kompetensi dan Indikator 1. Dan lebih diutamakan peserta didik yang mempunyai basik komputer. D. C. karena itu untuk memahami benar setiap peserta perlu saling tanya jawab atau diskusi baik dengan sesama peserta maupun dengan pelatih/nara sumber 3.

Mikroprosesor 5-3 2. . menjelaskan Register tentang spesifikasi Z-80. Peserta didik dapat Z-80. komponen mikroprosesor. Indikator a. mikroprosesor ideal. hubungan mikroprosesor dan memori eksternal c. Z-80. menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor d. Peserta didik dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor. menggmbarkan peta memory. Peserta didik dapat menjelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan mikroprosesor b. Peserta didik dapat menjelaskan dan menggambar tetang model mikroprosesor. cara cara Mikroprosesor melakukan melakukan Mikroprosesor Mikroprosesor dan logika memprograman operasi aritmatik menggunakan Mikroprosesor Z-80. BUS (Saluran).

2. perkembangan komponen IC dapat dibedakan : No Jenis Rangkaian Terintegrasi (IC) 1 SSI (Small Scale Integration) 2 MSI (Medium Scale Integration) 3 LSG (Large Sclae Intergration) 4 VLSI (Very Large Scale Integration) 5 ULSI (Ultra Large Scale Integration) Kepadatan Komponen Jlm Transistor/Chip 10 – 100 100 – 1000 1000 – 100. Komponen Programabel. Kompetensi dan Indikator Kompetensi : Setelah mengikuti pembelajaran peserta latih dapat mendeskripsikan beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor Indikator 1. Komputer. ditandai dengan Perkembangan meningkatnya mikroelektronika kepadatan komponen yang ada dalam suatu chip komponen Integrated Circuits (IC). 6. adalah : Perkembangan Komponen Mikroelektonika. Dilihat dari tingkat kepadatan komponen. Mikroprosesor. yang perlu dipahami maksudnya. dan Mikrokontroller 1. Uraian Materi Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem Mikroprosesor. 5.000 100. Perkembangan Komponen Mikroelektronika Sejalan dengan perkembangan teknologi lektronika. 4.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 A.000 – 10 juta > 10 juta . komponen mikroelektronika komponen juga terus bekermbang. : Dapat menjelaskan Perkembangan Komponen Mikroelektonika Dapat menjelaskan Komponen Programabel Dapat menjelaskan Mikroprosesor Dapat menjelaskan Sistem Mikroprosesor Dapat menjelaskan Komputer Dapat menjelaskan Mikrokontroller B. Sitem Mikroprosesor. 3.

Merupakan komponen programabel yang sudah komplek bentuk fisik rangkaian dan cara pemrogrammannya. dll). c. adalah komponen elektronika yang fungsinya tetap : pasif (R. Hardisk. FPGA. b. Dengan program pada PAL dapat : read/write dan menyimpan intern maupun ekstern (dari ke disket. PAL Sifat pemrograman : dapat diprogram secara manual atau menggunakan bantuan komputer : program PALASM + EPROM (Erasable Programabel Read Only Memory) Programmer. untuk menghapus program dapat digunakan universal programmer. Komponen Programabel Pembagian komponen elektronika berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi dua. Komponen non programabel. d. yaitu : non programabel dan programabel. Jenis-jenis bentuk fisik rangkaian komponen programabel diantaranya : a. IC). PLD Sifat pemrograman : X artinya terhubung (belum terprogram). dan Alamat. Tidak dapat diprogram ulang. L. adalah komponen yang fungsinya tergantung pada program yang diberikan.Mikroprosesor 5-5 2. Clock. CD. Memiliki Register. GAL Sifat pemrograman : termasuk EEPLD (Electrically Erasable PLD). Sifat program memutus fuse. IC) dan aktif (Transistor. Pemrograman dilakukan dengan cara memutus “fuse” yang ada pada tanda X. C. Dapat diprogram dengan bantuan komputer. FPGA mempunyai PLD (Program Logic Device) PAL (Pragrammble Array Logic) GAL (Generic Array Logic) FPGA (Field Programabel Gae Array) . Komponen Programabel. Dioda.

dan unit Input Output (I/O unit). 4. Dalam amplikasinya. 3. Seperti mememori dan mengolah data yang masuk sesuai dengan program yang diberikan. LCA dan dapat digabungkan sebagai dengan alat komponen untuk bertindak bantu meningkatkan kinerja mikrokontroler.5-6 Mikroprosesor beberapa keluarga diantara adalah LCA (Logic Cell Array). mikrokontroler. merupakan suatu komponen digital mulai dari jenis LSI sampai ULSI (menunjukkan perkembangannya) dengan kompleksitas rangkaian sangat tinggi yang mampu melaksanakan fungsi suatu unit pemroses sentral (CPU = Central Processing Unit). memory baca (ROM = read only memory). Mikroprosesor Mikroprosesor. MPU Bus I/O I/O CPU Bus I/O I/O Bus A/D Bus A/D RAM ROM RAM ROM Sistem Mikroprosesor Komputer Gambar 1 Sistem Mikroprosesor dan Komputer . Pada umumnya sistem mikroprosesor terdiri atas : unit mikroprosesor (MPU = mikroprocessing unit). memori baca tulis (RWM = read write memory = RAM = random access memoery. Sistem Mikroprosesor Sistem mikroprosesor adalah suatu sistem yang mempergunakan mikroprosesor sebagai komponen utama.

yakinkan bahwa jawaban anda benar. Contoh mikrokontroller yang kita miliki adalah ADMEL. Memory. Mikrokontroller Mikrokontroller adadalah komponen programabel IC yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor. PAL b. PLD 3. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. Mikrokontroler d. C. Komputer b. Mikroprosesor b. MPU pada komputer dinamakan CPU (Central Processing Unit). hanya lebih kompleks. Komputer d. Latihan Kerjakan soal-soal di bawah. Tergantung sistemnya 5. Komputer dan Mikroprosesor contoh jenis komponen programabel a.Mikroprosesor 5-7 5. Bisa salah atau benar c. Komponen programable yang dapat diprogram satu kali saja adalah a. Komputer Mirip dengan sistem mikroprosesor. Salah d. FPGA d. LSG. yang dikemas dalam satu chip IC. 6. Benar b. Mikrokontroler 2. Tergantung sistemnya 4. Benar b. ULSI adalah nama-nama jenis a. SI. Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. GAL c. CPU . Salah d. kalau masih ragu-ragu pelajari kembali materi buku ajar ini. I. Istilah mikroprosesor dengan sistem mikroprosesor maksudnya sama a. IC c. Perbandingan sistem mikroprosesor dan komputer dapat dilihat pada Gambar di bawah. Bisa salah atau benar c. Di dalam mikrokontroller terdapat komponen input output (I/O). IC c. dan pengolah data.

dan I/O. dimuali dari : SSI. merupakan sistem yang mempunyai komponen utama : CPU. Jawablah dengan singkat dan benar 1.Peserta latih mempelajari materi buku ajar .Peserta latih mengerjakan latihan . Apakah yang dimaksud dengan komponen programabel 2. Jelaskan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer D. dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan ultra violet. Komponen Programabel. Komputer. dan ULSI. dan Perkembangan komponen mikroelektronika ditandahi dengan bertambah padatnya komponen dalam satu IC.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . LSG. Rangkuman Beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem mikroprosesor adalah : Perkembangan Mikroprosesor. dapat diisi dan dihapus berluang kali menggunakan bantuan komputer. Memori.5-8 Mikroprosesor II. Sistem mikroprosesor. VLSI. yaitu : hanya dapat diprogram sekali. Mikrokontroller. Komponen Sitem Mikroelektonika. .Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. Mikroprosesor. Lembar Kegiatan Peserta latih . komputer. Mikroprosesor adalah komponen digital yang mampu melaksanakan fungsi mememori dan mengolah data. dan mikrokontrolel. Jenis-jenis bentuk fisik komponen programable membedakan sifat pemrograman. MSI.

Transistor c. Mikrokontroler d. Test Formatif I. Mikroprosesor termasuk dalam golongan a. PAL b. Tergantung sistemnya 5. pada komputer a. Sistem programamble d. Komponen Programable c. PLD 3. Mikrokontroler 2. FPGA d. ROM 8.. Daya dalam chip komponen c. IC d. Benar b. Komputer c. SSI. Bisa salah atau benar c. Komputer dan Sistem Mikroprosesor merupakan jenis komponen programabel a. LSG. Mikroprosesor b.. ULSI adalah nama-nama jenis a. Komponen programable yang dapat diprogram denagan bantuan komputer adalah a. Peralatan programable b. Komputer c. IC c. Kondensator 7./Chip a. RAM b. Dioda b. Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. MPU pada sistem mikroprosesor fungsinya sama dengan …. Kepadatan komponen dalam chip c. Komponen yang fungsinya mendekati dengan sistem mikroprosesor adalah a. Bentuk volume dalam chip b. GAL c. CPU 6. Salah d. Fungsi dalam chip d.Mikroprosesor 5-9 F. CPU d. Semua jawabab benar 4. Perkembangan meningkatnya a. I/O mkroelektronika ditandai dengan . Resistor d. IC jenis ULSI mengandung >10 juta …….

5-10 Mikroprosesor 9. Dua c. Programabel b. Enam d. Berdasarkan sifatnya komponen elektronika dapat dibedakan menjadi a. Apakah yang dimaksud dengan sistem miroprosesor 2. Gambarkan perbedaan sistem mikroprosesor dan komputer 3. Mengapa mokroprosesor dimasukkan dalam golongan jenis komponen programmabel ? . Aktif d. Jawablah dengan singkat dan benar 1. Lima b. Pasif II. Empat 10 Transistor termasuk golongan komponen elektronika jenis a. Non Programabel c.

catu daya. Uraian Materi 1. dan sejumlah saluran kontrol (control bus). dengan : sejumlah saluran data (data bus).BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 MIKROPROSESOR A. saluran alamat (address bus). address bus Mikroprosesor data bus kontro bua Power Supply Gambar 2 Model Mikroprosesor . Kompetensi dan Indikator Komptensi : Setelah selesai mengikuti pelajaran. Dapat menggambarkan hubungan mikroprosesor dengan memori internal B. Model Mikroproseor Mikroprosesor merupakan suatu kotak (black box). Dapat menjelaskan dan menggambar model mikroprosesor 2. peserta latih mampu mendekripsikan tentang mikroprosesor Indikator : 1. Dapat menjelaskan komponen mikroprosesor 4. Dapat menjelaskan dan menggambar mikroprosesor ideal 3.

bilamana m = k = 4 dikatakan mikroprosesor 4 bit. seperti saluran data masuk dan saluran data keluar jumlahnya terbatas. fungsi mikroprosesor dapat ditulis sebagai : Keluaran = Masukkan * Program Mikroprosesor ideal mempunyai m data saluran masuk (input) dan k saluran data keluaran (ouput) yang jumlahnya tidak terbatas. Jumlah saluran data tersebut dinamakan “lebar jalur data” (data path width = word size). Data diterima dari saluran masuk kemudian diproses (diolah) sesuai dengan program yang tersimpan (stored program) sehingga diperoleh sejumlah data keluaran sebagai hasil pengolahan data tersebut. 1 2 Saluran masuk Program 1 2 Saluran keluar k m Gambar 3 Blok Diagram Mikroprosesor Ideal 3. “Data Word “ 8 bit disebut “byte”. dikatakan mikroprosesor 8 bit. Umumya m saluran data masuk sama dengan k saluran data keluar jumlahnya sama. komponen utama mikroprosesor. Bila jumlah m = k = 8. artinya fungsi komponen programabel tergantung dari “ propram” yang diberikan. Pada Gambar 4 diperlihatkan suatu mikroprosesor dengan 8 buah saluran data masuk dan 8 buah saluran data keluar. “Data Word” 4 bit disebut “nybble”. . Komponen Mikroprosesor Berbeda dengan keadaan ideal.5-12 Mikroprosesor 2. Secara metematis. Mikroprosesor Ideal Mikroprosesor adalah komponen programabel yaitu suatu komponen yang fungsinya dapat diprogram.

dalam keadaan yang sebenarnya mikroprosesor mempunyai jumlah “memori dalam” yang sangat terbatas untuk keperluan menyimpan data dan program. Hubungan Mikroprosesor dan Memori Eksternal Suatu memori ideal dianggap mempunyai “memori dalam” (“Internal Memory”) dengan jumlah tidak terbatas. Hubungan mikroprosesor melalui bus data dan bus alamat seperti Gambar 5. Umumnya mikroprosesor harus dapat melakukan penyimpanan informasi (melakukan proses penulisan memori) dan mengambil informasi (melakukan proses pembacaan memori) dari memori luar. Saluran Alamat 1 2 3 Mikroprosesor p Memori n Saluran data/Alamat Gambar 5 Hubungan Mikroprosesor dan Memori Luar Dengan Bus Data dan Bus Alamat . Dengan demikian mikroprosesor harus mampu untuk mencapai (to access) suatu memori luar (external memory).Mikroprosesor 5-13 0 1 Program 1 2 8 k 0 1 Program 1 2 8 k 7 7 Gambar 4 Blok Diagram Mikroprosesor Dengan 8 Saluran Data Masuk dan 8 Saluran Data Keluar 4.

Dengan clock yang sama mikroprosesor 64 bit mempunyai kecepatan akses 16 kali lipat mikroprosesor 4 bit. 87C48 (‘unsaturated’) Motorola 10800 Intel 3001 Advance Micro Devices Am 2901.5-14 Mikroprosesor 5. NMOS( MOS kanal N). namun demikian pada tahun 1986 telah diganti dengan teknologi NMOS. 8008. 6801. Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). 4040.ECL .IIL . CMOS (Complentay MOS). 1971). 14500 Intersil 80C41. Teknologi Mikroprosesor Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). 6809. Mikroprosesor sekarang menggunakan teknologi apa ?. SBP 990 CMOS Teknologi Bipolar Bipolar Tak Jenuh . 8080.Schottky Bipolar Jenuh . Pembagian Teknologi dan Contoh Mikroprosesor Jenis Teknologi Teknologi MOS NMOS Contoh Mikroprosesor Intel 4004. 2903 (‘Saturated’) Texas Instrumens ABP 0400. Perbedaan jumlah bit saluran data menyebabkan perbedaan kecepatan akses data suatu sistem mikroprosesor. Dimulai dengan 4 bit. 6805 Zilog Z-80. Perkembangan Mikroprosesor Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit saluran data. 8085. 8749 motorola 6800. Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). 6802. Bipolar Schottky. 6. 8048. sampai saat ini sudah 64 bit. Teknologi PMOS teknologi yang paling murah dan yang dipergunakan untuk mikroprosesor pertama intel 4004 (th. CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire). Z 8000 Nasional seminductor NS 32032 Motorola 146805.

NMOS d. Latihan I. Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a.Mikroprosesor 5-15 Gambar 6 Bentuk Fisik dan Pinout Z-80 C. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Semua jawaban benar 3. CMOS c. Interface d. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. IC d. Saluran Data d. Black box b. Semua jawaban benar . PMOS b. Saluran kontrol 4. Bus b. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan a. Mikrokontroller 2. Saluran Alamat c. Saluran b. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a. Mikrokomputer c. Dekoder c.

Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 8 bit. Hubungan mikroprosesor dan memori eksternal dilakukan oleh saluran. Lembar Kegiatan Peserta Latih Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran Peserta latih mempelajari materi buku ajar Peserta latih mengerjakan latihan Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. lengkapi yang lain saluran apa namanya D. Motorola 10800 b. Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a. salauran kontrol. Jenis-jenis teknologi mikroprosesor : PMOS. Zilog-80 d. IC b. Intel 404 II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Zilog-8000 c. Mikroprosesor ideal mempunyai saluran masuk dan keluar tak terhingga. Perkembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah saluran bit data. Pilih Satu Jawaban Yang Paling Tepat 1. Rangkuman Mikroprosesor merupakan suatu kotak dengan sejumlah saluran alamat. Mengapa saluran data menunju dua arah ? 2. saluran data. tetapi dalam realitas saluran masuk dan saluran keluar jumlahnya terbatas. Mikrokomputer c. Mikrokontroller . Test Formatif I. salauran data 8. CMOS-SOS dll. Mikroprosesor biasa dibaratkan dengan sebuah a.5-16 Mikroprosesor 5. F. Balck box d.

Interface d. Semua jawaban benar 3. 1971 c. Saluran b. Saluran c. Semua jawaban benar 5. Nybble d. Mikroprosesor tidak ideal mempunyai keterbatasan dalam hal a. Saluran Alamat c. Address b. Satuan saluran adalah a. Kontrol d. Jumlah program d. 1976 d. Byte c. Semua jawaban benar 4. Dekoder b. NMOS b. Mikroprosesor pertama menggunakan teknologi a. Mikroprosesor pertama kali dibuat pada tahun a. PMOS d. Motorola 10800 b. Bit b. Semau jawaban benar 7. Jumlah saluran masuk c. 1955 . Saluran Data d. Komponen utama yang ada pada model mikroprosesor adalah a. 1986 b. CMOS c. PMOS d. Perekembangan mikroprosesor ditandai dengan meningkatnya jumlah bit a. Mikroprosesor dengan memori eksternal biasa dihubungkan dengan a. Jumlah data b. CMOS c. Saluran kontrol 6. NMOS b. Zilog-80 d. Semua jawaban benar 8. Intersil 80C41 10.Mikroprosesor 5-17 2. Zilog-8000 c. Bus c. Teknologi Mikroprosesor yang paling murah adalah a. Semua jawaban benar 9. Salah satu contoh mikroprosesor yang menggunakan teknologi CMOS adalah : a.

Tuliskan teknologi mikroposesor yang anda ketahui (lengkap dengan singkatannya) .5-18 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Mengapa saluran data menunju dua arah sedangkan saluran alamat menunju satu arah ? 2. Gambarkan chip mikroprosesor yang mempunyai saluran alamat 4 bit. lengkapi yang lain saluran apa namanya 3. saluran data 4.

Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah selesai mengikuti pelajaran. Dapat menjelaskan BUS (Saluran) 3. a. yaitu : perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Dapat menjelaskan dan menggmbarkan peta memory 4. Dapat menjelaskan arah pembelajaran Sistem Mikroprosesor 2. Perangkat Lunak Pemrograman Mikroprosesor Perencanaan Program (menyangkut peta memori dan memori internal/register) . Bus Alamat. Perangkat Keras Bus : Bus Data. arah pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua hal.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 A. peserta latih mampu mendekripsikan tentang Sistem Mikroprosesor Indikator : 1. Dapat menjelaskan dan menggambar Dekoder B. Arah Pembelajaran Sistem Mikroprosesor Dalam pembelajaran sistem mikroprosesor. Dapat menjelaskan komponen-komponen Sistem Mikroprosesor 5. Uraian Materi 1. dan Bus Kontrol Peta Memori Komponen-komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor b.

atau 32 bit. a. Mikroposesor 8 bit atau 1 byte. yaitu dengan kode biner.111 c. secara hardware terdiri dari 8 buah bus (D7MSB… D0LSB). Beberapa bus yang ada dalam sistem mikroprosesor adalah : bus data. actal.110. atau hexadesimal (yang banyak dipergunakan) Contoh cara menyatakan suatu word data 8 bit dalam berbagai cara : a. Biner 11110111B b. BUS (SALURAN) Komponen utama yang perlu dipelajari dalam sistem mikroprosesor adalah “BUS” / “SALURAN”. artinya dia memiliki lebar bus data 8. Hexsadesimal 1111. 16 atau 32. . Bus Data (Saluran Data) Bus data adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan data dari CPU ke Memori dan sebaliknya.5-20 Mikroprosesor 2. 16 bit. Bus data menunjukkan kemampuan Mikroprosesor untuk menyalurkan sejumlah data sekaligus. mikroprosesor riil mempunyai keterbatasan “BUS’. Tidak seperti mikroprosesor ideal. Besar data yang dapat disalurkan sekaligus mulai (00000000 s/d 11111111)(B) atau (000 s/d 377)(Q) atau (00 s/d FF)(H). Octal 11.0111 sama dengan FBH atau FB16 digunakan sebagai klasifikasi sama dengan 367Q atau 3678 111101112 % 1111011 Lebar bus data biasanya mikroprosesor. Word Data pada bus data dapat dinyatakan dengan beberapa cara. dan bus kontrol. bus alamat. Misal mikroprosesor 8 bit.

Akibatnya mikroprosesor harus mampu mencapai memori luar (external memory) untuk menyimpan data (read) dan mengambil kembali (write).Mikroprosesor 5-21 0 LSB D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 6 Bus Data 8 Bit (Word Data Tersalurkan : 0001101) b. 0 LSB A0 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 0 0 1 1 0 1 1 MSB Mikropro sesor Gambar 7 Bus Alamat 8 Bit (Contoh Data Alamat : 1B) . Komunikasi antara mikroprosesor dengan external memory dilakukan melalui “bus alamat”. Dengan Bus Adress CPU dapat mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. tetapi kondisi riil yang ada untuk menyimpan data dan program jumlahnya perlu dibatasi. Mikroprosesor ideal akan memiliki memory internal tak terbatas. Bus Adress (Saluran Alamat) Bus Address adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjangkau tempat penyimpanan data di memori.

Ukuran data pada setiap alamat memori ditentukan oleh lebar bus data.5-22 Mikroprosesor c. Blok diagram Mikroprosesor Z-80 seperti Gambar 8. Setiap data informasi disimpan dalam memori pada suatu kumpulan lokasi memori. Dengan Bus Kontrol CPU dapat mulai melakukan pekerjaan mengambil (membaca/read) dan menyimpan (menulis/write) dari/ke memori. Susunan lokasi memori dinamakan peta memory (space memory). Bus Kontrol Bus Kontrol adalah saluran yang digunakan CPU untuk menjalankan program. Lebar Bus Data Alamat Lokasi Memori 1 Lebar/Space Peta Memory ………… Lokasi Memori n B8 ………… Lokasi Memori n Lokasi Memori 2 Alamat 00 Lokasi Memori 1 Lokasi Memori 2 AC FF Gambar 9 Peta Memori (Contoh Peta Memori : 00 – FF) . Peta Memori. Gambar 8 Blok Diagram Z-80 3.

seperti : power supply. diperlukan beberapa komponen penunjang yang lain. untuk merencanakan tempat menyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. dan NOT. Rangkaian interface dapat berupa : rangkaian decoder (disusun dari rangkaian logika menggunakan gerbang-gerbang logika digital). yaitu tidak ada yang kembar/sama (00. dan lebar peta memori dalam peta memori. AC. a. seperti : AND. Komponen-Komponen Penunjang Sistem Mikroprosesor Dalam sistem mikroprosesor selain komponen utama μp. atau konverter Digital to Analog (D/A) atau Analog to Digital (A/D). Setiap ruang memori mempunyai satu alamat sendiri-sendiri yang unik. Gambar 9 menunjukkan posisi/arti : lebar bus data. EXOR. .Mikroprosesor 5-23 Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. latch. rangkaian clock. lebar peta memori 200 (tanpa satuan biasanya ditunjukkan dengan alamat awal dan akhir : 00 FF). sehingga jumlah data yang tersimpan dalam peta memori tergantung dari : lebar bus data * lebar peta memori (akan dibahas lebih lanjut pada pembahasan dekoder dan register). OR. maka jumlah memori yang tersimpan dalam peta memori : 8 * 200 = 1600 bit atau 1. Dalam buku ajar ini rangkaian interface akan dibahas lebih lanjut. EXNOR. Sebagai contoh : lebar bus data : 8 bil . b. FF). dan rangkaian interface. Kumpulan alamat ruang memori disebut “lebar peta memori”. B8. 4. buffer. NOR. Rangkaian Interface Rangkaian interface atau rangkaian antar muka fungsi utamanya adalah menghubungkan sistem μp dengan dunia luar. memori eksternal.6 K bit = 200 byte = 400 nybble. Gerbang-Gerbang Logika Gerbang-gerbang logika digital yang biasa digunakan untuk membentuk rangkaian interface adalah komponen-komponen digital dasar. NAND. alamat.

Bilamana gerbang-gerbang logika digunakan sebagai komponen pembentuk rangkaian interface. Arus-out. Fan-out. Fan-out menunjukkan besar tegangan yang dikeluarkan gerbang logika digital Iout. logika 1 dan logika 0. Arus-in. Vin. Fan-in menunjukkan besar tegangan yang diperlukan sebagai masukan gebang logika Vout. Ii. dengan demikian karakteristik gerbang logika di atas juga dibedakan untuk logika 1 dan logika 0.5-24 Mikroprosesor Rangkaian interface yang banyak ditemui pada sistem mikroprosesor sebagian besar berfungsi sebagai rangkaian Dekoder untuk dekoding sinyal kontrol dan dekoding alamat. Iin. adalah : Fan-in. Io. sebagai berikut : Vin : Vin(1) Vin(0) = besar tegangan minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar tegangan maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika Vout : Vout(1) = besar tegangan minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Vout(0) = besar tegangan maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Iin : Iin(1) Iin(0) Iout : Iout(1) = besar arus minimal yang diperlukan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus maksimal yang diperkenan untuk masukkan suatu gebang logika = besar arus minimal yang dikeluarkan dari gerbang logika . maka karateristik yang perlu diperhatikan. menunjukkan besar arus masukkan yang diperlukan oleh gerbang logika digital Sinyal digital mempunyai dua kondisi. menunjukkan besar arus keluaran dari gerbang logika digital.

Iin(1) = 1. Untuk kepentingan ini diperlukan rangkaian “Latch”. Iin(0) = 0.1 . tanpa buffer. Z-80 memiliki arus output 1. d.05) Gerbang OR (Vin = 3 . maka jumlah gerbang OR yang dapat dihubungkan dengan AND maksimal 3 buah (disarkan dengan.8 mA dapat men”drive” 4 gebang TTL yang memiliki IiH= 400 µA. Vout(1) = 6.07) Rangaian Interface Gambar 10 Contoh Rangkaian Interface Dengan rangkaian Gambar 10. Vout = 8. Vout(0) = 0.Mikroprosesor 5-25 Iout(0) = besar arus maksimal yang dikeluarkan dari gerbang logika Karateristik logika sangat diperlukan untuk menentukan julah logika yang dapat dihubungkan dengan logika lain dalam rangka membentuk rangkaian interface atau dekoder. Iout(1) = 10 Vin(0) = 0. Contoh penerapan karakteristik logika : Gerbang AND (Vin(1) = 2 . Iin OR. Iout(0) = 0. Latch Dalam sistem mikroprosesor sering kali data informasi yang ada pada bus mikroprosesor harus dipertahankan agar dapat dipakai oleh sistem berikutnya. Iin = 0.5.4.6 Iout(0) = 0. Iin(0) = 0. c.2 . Iout AND dan Vin. Penggunaan penting . Buffer Buffer adalah suatu aplifier yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapabilitas arus drive dari line sinyal.3.5. Iout = 5 Vin(0) = 0. Vout(0) = 0. berdasarkan karateristik Vout.

Minimisasi. dan 5E. Dengan rangkaian dekoder. Menentukan persamaan logika dari hasil minimisasi. yaitu mengisolasi data input dari saluran data mikroprosesor. Data disimpan pada alamat : D3. B6. Dekoder dibentuk dari gerbang . Perencanaan Peta Memori Lebar bus alamat 8 bit sehingga space alamat memori yang dapat dicapai dari FF(h) s/d 00(h). Bus alamat 8 bit. a. 9E. 9E. B6. 5. Prosedur alamat-alamat pada memori yang perencanaan dekoder dengan urutan : Rencanakan peta memori. maka peta memorinya adalah : Peta Memori Alamat FF D3 B6 9E 5E 00 Data 1 Data 2 Data 3 Data 4 . bisa diatur/digubungi diperlukan. data disimpan pada alamat D3. Dalam penjelasan Dekoder ini akan diambil contoh Sistem mikroproseor yang disusun dari komponen mikroprosesor 8 biat .5-26 Mikroprosesor dari buffer adalah pada port input mikroprosesor. Dekoder Dekoder dalam sistem miroprosesor digunakan pada bus alamat untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi.gerbang logika yang dirangkai berdasarkan konsep penyusunan rangkaian logika. Gambar rangkaian dekoder. Rencanakan tabel kebenaran. dan 5E.

Tabel Kebenaran Alamat D3 B6 9E 59 A7 1 1 1 0 A6 1 0 0 1 A5 1 1 0 0 Saluran A4 A3 0 0 1 0 1 1 1 1 A2 0 1 1 1 A1 1 1 1 1 A0 1 0 0 0 c.Mikroprosesor 5-27 b. Minimisasi Tabel A A5A4 00 01 11 10 A7A6 00 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 1 8 9 B A Tabel B A1A0 00 01 11 10 A3A2 00 1 0 1 3 2 01 1 4 5 7 6 11 1 C D F E 10 1 8 9 B A Dari Tabel A diatas didapatkan persamaan : F1 = A6 A5 A4 + A7 A5 A4 + A7 A6 A4 F2 = A3 A2 A1 A0+ A3 A2 A1A0 + A3A1 A0 .

Rangkaian Dekoder F2 F1 Gambar 11 Rangkaian Dekoder F A7 A6 A5 A4 A3 A2 A1 A0 AND 1A AND 2A AND 3A OR F1 F(out) AND AND 1B AND 2B AND 3B OR F2 .5-28 Mikroprosesor d.

Jelaskan apa arti karakteristik gebang logika Vin. Rangkaian Dioda c. Fungsi saluran alamat adalah a. Kode Desimal c. Saluran data b. c. Untuk menulis data 5.Peserta latih menjawab soal-soal test formatif . Saluran kontrol c.Peserta latih mengerjakan latihan . Untuk menyalurkan data b. Pilih satu jawaban yang paling tepat 1. Rangkaian Interface d. Iout. Tiga b. Untuk mengambil data d. Latihan I.Peserta latih mempelajari materi buku ajar .Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . Rangakain penghubung II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Rangkaian Dekoder b. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. Semua jawabab benar 3.Mikroprosesor 5-29 C. Dua Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a. Vout. Saluran alamat d. Kode Octal d. Lima 2. Untuk menunjuk tempat data c. Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat dibedakan menjadi a. Empat d. Kode Biner b. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a. Ada jawaban yang salah 4. dan Iin 2. Apa fungsi buffer pada rangkaian sistem mikroprosesor D. Lembar Kegiatan Peserta latih .

Susunan lokasi memori pada memori dinamakan Peta memori. NAND.5-30 Mikroprosesor E. dan komponenen penunjang sistem mikroprosesor) dan perangkat lunak (pemograman dan perencaan program). saluran data. Tes Formatif I. Ada tiga jenis aluran (Bus) pada sistem mikroprosesor. Lima c. Pilih Satu Jawab Yang Paling Benar 1. CA16 b. AND. NOR. dll. OR. dan saluran kontrol. arah pembelajaran dibedakan menjadi dua : perangkat keras (aluran. Komponen-komponen penunjang sistem mikroprosesor adalah Gate-Gate dasar Digital. BA16 2. Tiga b. untuk merencanakan tempat penyimpanan data informasi pada saat melakukan perencanaan program. Arah pembelajaran sistem mikroprosesor secara garis besar dapat . AB16 dibedakan menjadi a. Rangkuman Dalam mempelajari sistem meikroprosesor. Dengan Dekoder bisa diatur alamat mana yang dapat dihubungi dan yang tidak boleh dihubungi. saluran alamat. Dekoder dalam sistem mikroprosesor digunakan oleh saluran alamat sebagai rangkaian untuk mengatur alamat memori yang akan dihubungi. AC16 d. Dua c. Empat d. Hal yang perlu dipahami pada saat memakai adalah arakteristik IC. Word data 10101011B bilamana dinyatakan dalam dengan hexadecimal jawabnya adalah a. F. Octal dan Hexadesimal. Pemahaman tentang peta memori sangat diperlukan. peta memori. Word data pada saluran dapat dinyatakan dengan cara : Biner.

9 b. Kode Desimal 5. Saluran alamat c. Rangkaian Dekoder b. Rangakain penghubung 7. Untuk mengambil data d. Saluran alamat d. Fungsi komponen Latch dalam sistem mikroprosesor adalah untuk a. Ada jawaban yang salah 6. AND d. maka perlu dipasang komponen a. Rangkaian yang dapat digunakan untuk menghubungan keluaran mikroprosesor dengan bunia luar dinamakan a. 6 9. Untuk menunjuk tempat data c. 8 c. Semua jawabab benar 4. Rangkaian Dioda c. Saluran program b.Mikroprosesor 5-31 3. OR . Kode Biner b. Menaikan tegangan c. Mempertahankan arus d. Mempertahankan data informasi 10 Bilamana gerbang digital punya Vout = 4 akan digabung dengan gebang digital yang punya Vin = 5. Menaikan arus b. Rangkaian Interface d. Saluran data d. Lacth b. Kode Octal d. Beberapa saluran yang ada dalam mikroprosesor adalah a. Saluran kontrol c. Fungsi saluran alamat adalah a. Untuk menyalurkan data b. 7 d. Untuk menulis data c. maka lebar peta memori a. Word data pada saluran data dapat dinyatakan dengan cara a. Saluran yang biasa digunakan sebagai petunjuk karakteristik mikroprosesor adalah a. Saluran data b. Buffer c. Bilamana data disimpan dalam memori mulai alamat A5 – AE. Saluran kontrol 8.

Gambarkan rangkaian Dekodernya 3. Vout(0) = 1. Gebang AND punya Vout(1) = 20 Volt. Hitung jumlah OR yang dapat digabung.5 Volt.6 Volt akan digunakan sebagai input gerbang OR punya Vin(1) = 5 Volt. Mengapa dalam rangkaian sistem mikroprosesor banyak yang dipasang komponen Latch ? . 2. Hasil minimisasi dalam pernencanaan rangkaian Dekoder dapat dituliskan dalam bentuk persamaan : F = A B C + BC D + AC. Vin(0) = 0.5-32 Mikroprosesor II Jawablah dengan singkat dan benar 1.

Uraian Materi 1. Dapat menjelaskan spesifikasi Mikroprosesor Z-80 2. D.. Dapat menjelaskan komponen pemrograman Mikroprosesor Z-80 5. C.526 alamat memori. A15). L) dan 4 buah register 16 bit (IX. sehingga lebar peta memori yang dapat dihubungi sebanyak 65. peserta latih mampu mendekripsikan tentang Mikroprosesor Z-80 Indikator : 1. Register Z-80 mempunyai 8 buah register 8 bit (A. SP. dan PC) dengan susunan seperti Gambar 11. B. Spesifikasi Z-80 Mikroprosesor Z-80 mempunyai Saluran (Bus) Data 8 jalur (D0 . IY. D7). Register F hanya menyatakan hasil operasi ALU. E.. 2. Atau selalu digunakan untuk mengoperasikan perintah aritmetik dan logika.BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 A. - Register F (FLAG) adalah register kumpulan register 1 bit. selalu digunakan untuk opresasional ALU. Kompetensi dan Indikator Kompetensi Setelah : selesai mengikuti pelajaran. Dapat menjelaskan Register Mikroprosesor Z-80 3. dan Saluran Alamat 16 jalur (A0 . Nama dan fungsi masing-masing register Z-80 adalah sebagai berikut : - Register A (Akumulator/Pengumpul). Gambar Flag seperti di bawah : . Dapat menjelaskan memprograman Mikroprosesor Z-80 4. F. Dapat menjelaskan operasi aritmatik dan logikaa Mikroprosesor Z-80 B. H.

untuk menunjuk lokasi awal program . berfungsi untuk penunjuk lokasi memori. dengan konsep LIFO (Last In First Out) - Register PC (Program Counter). D’. dapat digunakan untuk keperluan umum dan tempat menyimpan hasil. - Register SP (Stack Pointer) berhubungan dengan mekanisme stack (sususunan simpanan memori) dan digunakan untuk mekanisme SUBRUTIN. H. E. D. C’. - Register IX dan IY merupakan register Index.5-34 Mikroprosesor 16 bit 8 bit 8 bit A F B C D E H L IX IY SP PC Gambar 11 Susunan Register Z-80 7 S 6 Z 5 4 3 2 P/O 1 N 0 C Bit Nama Bit Contoh : Bit 7 → Sign Bit 6 → Z (zero) = 1 jika hasil oparasi aritmatik sama dengan nol Bit 2 → Parity /Overflow Bit 1 → Substrack Bit 0 → C (carry) = 1 jika hasil operasi aritmatik menghasilkan carry - Register B. E’. H’. L’ merupakan register cadangan dapat digunakan untuk menyimpan seluruh isi register. L merupakan register 8 bit dan dapat disambung menjadi 16 bit. - Register B’. C.

Instruksi alih/transfer data ada beberapa jenis. dengan alamat 1800H s/d 1FFFH. berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan .125AH LD (HL). POP AF Register ← memory Resister ← immediate data LD A. sehingga space memori yang dapat dihubungi sebanyak 65. Namun demikian tidak semua ruang memori dapat digunakan untuk operasional program (pengisian dan penghapusan data).B . D7) dan bus alamat 16 jalur (A0 .526 alamat memori.Mikroprosesor 5-35 3.. PUSH BC Memory ← register LDD Memory ← memory Memory ← immediate data LD (HL). LD HL. RAM terdiri dari 2048 alamat/lokasi memori.BC LD A. yaitu : Bus Data 8 jalur (D0 . yaitu : Jenis Tranfers Data Instruksi Register ← register Contoh : LD A. Untuk melakukan pelatihan pemrogram Z-80 digunakan KIT Komputer Papan Tunggal (KPT).A . Spesifikasi MPF-1 sama dengan karakteristik Z-80.. Penghapusan dilakukan dengan cara menumpangi data sebelumnya. yang dinamakan MPF-1. sehingga RAM mampu menyimpan 16 Kbit dalam bentuk 2k x 8 bit atau 2 Kbyte. (HL) .5BH MPF-1 merupakan alat yang menggunakan komponen utama mikroprosesor Z-80. setiap lokasi mampu menyimpan 8 bit atau 1 byte bil heksa. disusun dalam Peta memori KTP sebagai beikut : Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM.25H . ditambah dengan komponen pendudung memori eksternal : ROM dan RAM. Pemrograman Z-80 Pemrograman Z-80 pada hakekatnya adalah proses mengisi penghapusan register atau dengan transfer data. Beberapa alamat ruang memori yang dapat digunakan. A15). LD HL.

Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa “assembler” atau bahasa mesin.Jenis operasi aritmatik yang dapat dioperasikan dengan Z-80 adalah : penjumlahan.Semua operasi aritmatik dan logika hanya bisa dilakukan pada register A.5-36 Mikroprosesor Dari peta memori dapat diketahui hanya ruang memori alamat 1800H s/d 1FFFH yang dapat digunakan untuk operasional program.(IX+5) RST 38H Komentar Isikan 05H ke Reg A Kutip isi Reg A ke Reg B Kutip isi yang ditunjukkan oleh adres reg BC Isikan reg HL dengan 1910H Isikan isi addres memori 1915H ke Reg IX Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Rg IX+0 = 1915H Kutip isi memori yang ditujukkan oleh adres Reg IX+5 = 191AH Kembali ke Display Op-Code dan Mnemonic dapat dilihat pada daftar Instructions Shorted By Op-Code dan Instructions Shorted By Mnemonic yang ada dalam User’s Manual MPF-1.(IX+0) LD C. dan Komentar. 4.05 LD B. 5. Ada empat komponen yang perlu dipelajari agar dapat melakukan pemrograman dengan bahasa “assembler”. kurang satu. dan membandingkan. .1910H LD IX. komentar untuk komunikasi dengan orang lain (manusia). Contoh program : ADDR 1800 1802 1803 1804 1807 1808 1809 180A OpCode 3E 47 0A 21 DD DD DD FF Mnemonic Operand LD A. Mnemonic.1915H LD C. a. Tiga komponen untuk komunikasi dengan Z-80. . pengurangan. tambah satu. Komponen Pemrograman Z-80. Operasi Aritmatik dan Logika.(BC) LD HL. Operasi Aritmatik . yaitu : Address. Op-Code.A LD A.

H .C dalam operasi ADC / SBC adalah Carry . dan XOR . 16 jalur 2. 6 buah d. NOT. 12 jalur d.Operasi penjumlahan ada dua : ADD dan ADC. A b. 4 jalur 3. Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a. begitu juga pengurangan juga ada dua : SUB dan SBC .B OR N : A ← A+N . B b.D : A ← A-B . F d. SUB A.Salah satu data harus di register A . maka lebar jalur saluran adalah a. D c. E 4. Operasi Logika . atau negatif informasi disimpan di register F(Flag).C : A ← A+C . OR. Lebar peta memori 16 c. D d. OR B : A ← A+B . Jumlah data per alamat 16 b. ADC A. F c. Latihan I.N : A ← A-B-cy b. . Register yang merupakan kumulan dari register 1 bit adalah register a.Contoh : ADD A. 4 buah b. Jumlah alamat 16 d.Mikroprosesor 5-37 .N : A ← A+B+cy SBC A. Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a. Bilamana jalur saluran ditunjukka dengan kode D0 – D15. Lebar jalur 16 c. 8 buah 5. ada carry. 2 buah c. 8 jalur b. C.Contoh : AND B : A ← A.Jenis operasi yang dapat dilakukan : AND.Hasil operasi aritmatik dan logika yang berstatus : Nol. Register 16 bit artinya a. Pilih satu jawaban yang paling benar 1.

untuk dapat melakukan pemrograman harus nmengetahui 4 komponen. NOT. dan membandingkan. dan XOR.256 alamat pada memori eksternal yang dapat dihubungi. dan Komentar. . Pemrograman Z-80 menggunakan bahasa Assembler. Z-80 memiliki 8 buah register 8 bit dan 4 buah register 16 bit. +1. OR. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 tidak memakai alamat 0000H s/d 07FFH ? D. Operasi aritmetik yang dalakukan adalah +. sedangkan operasi logika yang dapt dilakukan : AND. Op-Code. mempunyai 8 jalur saluran data dan 16 jalur saluran alamat sehingga ada 65. -1. yaitu : Address.Peserta latih mendengarkan asesor penjelaskan materi pelajaran . Semua operasi aritmetik dan logika hanya bisa dilakukan dalam register A. Mnemonic.5-38 Mikroprosesor II Jawab dengan singkat dan benar 1. Menggunakan Z-80 dapat dilakukan 6 jenis intruksi alih/transfer data.Peserta latih mempelajari materi buku ajar . Register A berfungsi tempat operasi aritmetik dan logika. register F kumpulan dari register 1 bit untuk menyatkan hasil operasi ALU. Bagaimana cara mengetahui kalau hasil operasi aritmetik Z-80 menghasilkan Carry ? 2. -. Rangkuman Mikroprosesor Z-80 dinamakan Z-80. Lembar Kegiatan Peserta latih .Peserta latih menjawab soal-soal test formatif E. Pada saat pemrograman menggunakan KPT MPF-1 hanya alamat 1800 s/d 1FFF yang dapat digunakan untuk operasional program.Peserta latih mengerjakan latihan .

Jumlah data per alamat 8 c.25 artinya adalah a. Register 8 dan 16 bit d.D adalah merupakan instruksi transfer data 9. Memory ← register 8. Hasil operasi A9 + 67. 8 buah 6. Register 16 bit 5. 12 jalur d. D a. Register 16 bit 3. 67 c. Lebar jalur 8 b. 4 buah d. 4 jalur 4. Tempat operasi aritmatik dan logik adalah pada register a. Lebar peta memori 8 c. Register F adalah merupakan register a. Mengisi 25 dari reg B c. 2 buah c.25 d. Register 8 bit artinya a. 16 jalur 2. Register pusat operasi d. Register ← memory d. A9 . Register Kontrol c. LD B. Resister ← immediate 7. Register ← register b. Jumlah alamat 8 d. Semua jawaban salah c. 6 buah b. Mengambil data dari reg B. Jumlah intruksi alih/transfer data pada Z-80 sebanyak a. maka lebar jalur saluran adalah a. menggunakan MPF-1 akan tampil angka a. Kumpulan dari register 1 bit b. 4 register 8 bit c. F d. Pilih satu jawaban yang paling benar 1. LD C. 76 d. 26 b.Mikroprosesor 5-39 F. 8 jalur b. 2 register 16 bit b. A b. H c. Register AF dan IX adalah a. Test Formatif I. 25 c. Bilamana jalur saluran ditunjukkan dengan kode D0 – D11. Mengisi reg B.

5-40 Mikroprosesor 10 Hasil operasi soal no 9. satu c. maka Bit C pada reg F akan menunjukan angka a. tiga II Jawablah dengan singkat dan benar 1. Menggunakan Z-80 data sebesar 322 akan diakses sebanyak berapa kali ? 2. Mengapa pada saat melakukan pemograman Z-80 menggunakan KPT MPF-1 hanya boleh memakai alamat 1800 s/d 1FFF ? . Rencanakan program untuk : - memasukkan data 25 ke reg A memasukkan data 13 ke reg B Mengurangi isi reg A dengan B 3. dua d. nol b.

Karenan fungsi saluran data antara lain adalah mengambil data dari memori dikirim ke CPU dan mengambil data dai CPU disimpan ke memori 2. Karenan mikroprosesor merupakan komponen yang kinerjanya ditentukan oleh program. c 8. c 2. c II 1. c 6. d 10. 1. d 7. b 5. komputer pengolah data menggunakan CPU (central processing Unit). c 2. 2. address bus (jlm 4 ) data bus Mikroprosesor (jlm 4) kontro bus Power Supply . 1. b 4. Sistem mikroprosesor pengolah data menggunakan MPU (Mikroprosesor processing Unit). b II 1. c 9. b 7. b 9. Pembelajaran 2 I. Suatu sistem yang 6.Mikroprosesor 5-41 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. c 5. b 3. 3. b 10 c menggunakan mikroprosesor sebagai komponen utamnya 2. Pembelajaran 1 I. b 3. c 8. b 4.

d 3. 3 buah 2. b 6. b II 1. c b d a a 6. 3. d 4. a 8. 1. 5.5-42 Mikroprosesor 3. Bipolar I2L (Integrated Injection Logic). Pembelajaran 4 I. Bipoler ECL (Emiter Couple Logic). b 2. 4. c 9. c 10. NMOS( MOS kanal N). CMOS (Complentay MOS). 3. a 9. d 10. 2. c 7. d 5. Karena arus atau tegangan dalam rangkaian tidak kuat atau tidak dapat mencatu komponen berikutnya dalam suatu rangkaian 4. CMOS-SOS (CMOS Silicon-On-Sapphire). Jenis-jenis teknologi mirkoprosesor : PMOS (Metal Oxide Semoconductor kanal P). 3. Bipolar Schottky. b . a 7. Pembeljaran 3 I 1. c 8.

berisi program monitor RAM perintah tidak permanen Memori Tambahan .B Op-Code Komentar 3. 21 kali 2. 1. ADDR 1800 1802 1804 Mnemonic LD A. 13 SUBC A.25 LD B.Mikroprosesor 5-43 II. Karena alamat yang lain sudah digunakan untuk program intern mikroprosesor atau untuk fasilitas exspan memori. Contoh : Manajemen Memori MPF-1 Alamat 0000H s/d 07FFH 1800H s/d 1FFFH 2000H s/d 2FFFH IC EPROM 2716 RAM 6116 RAM 6116 ROM 2716 ROM 2732 Fungsi ROM.

Mikroprosesor adalah suatu chip (IC=integrated circuits) yang di dalamnya. atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer.5-44 Mikroprosesor GLOSARIUM Bahasa Assembly adalah bahasa komputer yang kedudukannya di antara bahasa mesin dan bahasa level tinggi misalnya bahasa C atau Pascal Bahasa pemrograman. adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer mengolah data Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadan yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face). terkandung rangkaian ALU (arithmetic-logic unit) Mnemonic adalah singkatan-singkatan yang mcngindikasikan suatu operasi .

Terjemahan : Barnawi. 1984. User’s Manual Acer.google.co. Garland. California : McGraw-Hill http://www.google. 1986. Z-80 Assembly language programming. 1991.id/mikroprosesor http://www. MPF-1. Bandung : PAU Bid Mikroelektrika . 1979. Jakarta : Erlangga Lance A. Pengantar desain sistem mikroprosesor. 1991. Experiment Manual (Software/Hardware) Harry.co. Leventhal. MPF-1.id/ mikroprosesor+Z80 SoegijardjoSoegijoko.Mikroprosesor 5-45 DAFTAR PUSTAKA Acer. Pengantar Mikroprosesor.

BUKU AJAR PEMBELAJARAN INOVATIF .

Menurut Slamet PH (1992) dunia pendidikan tidak akan mengalami perubahan apapun sepanjang para dosen dan guru berubah. guru dituntut dapat mendidik atau mengajar dan melatih. baik dalam jumlah. pendidikan sering dikaitkan dengan pembangunan nasional. kualitas. Dalam mengemban tugas dibidang keprofesiannya sebagai pengajar.BAB I PENDAHULUAN A. dan kompetensi kepribadian. tidak adaptif dan antisipatif terhadap perubahan. Dalam . RASIONAL Pada konstelasi sistem pendidikan nasional. tidak mau kompetensi sosial. kompetensi kompetensi profesional yang diperoeh melalui pendidkan profesi. Guru adalah salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi hasil pendidikan. Guru merupakan kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan karena salah satu persyaratan penting bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu adalah apabila pelaksanaannya dilakukan oleh pendidik-pendidik yang keprofesionalannya dapat diandalkan. Berdasarkan dinyatakan paedagogik. Dengan demikian sistem pendidikan harus senantiasa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembangunan nasional. Keberhasilan suatu sistem pendidikan antara lain diukur dari keberhasilannya memasok tenagatenaga terampil dalam jumlah yang memadai bagi kebutuhan sektorsektor pembangunan dan harus dapat berperan dalam pembangunan nasional sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mengisi lapangan pekerjaan yang memerlukannya. bahwa Undang-undang kompetensi nomor guru itu 14/2005 meliputi pasal 10. guru merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. maupun jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat.

Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal saat ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. serta sebagai evaluator terhadap siswa harus terjadi dengan baik. menjelang era reformasi bergulir.7-2 Pembelajaran Inovatif pelaksanaan dikelas. dengan dengan pendekatan yang semula bersifat tekstual berubah menjadi kontekstual. by their education. gagasan-gagasan tentang bagaimana meningkatkan mutu pendidikan telah banyak dilontarkan. good or evil. Gagasan Locke ini menyegarkan komitmen bahwa pendidikan itu memang penting. Hal ini nampak dari rata-rata hasil belajar yang masih memprihatinkan. misalnya. Of all the men we meet with. Juga usaha-usaha nyata telah banyak dilakukan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui pendidikan. ditentukan oleh pendidikannya. berdasarkan hasil analisis penelitian terhadap rendahnya hasil belajar siswa. nine parts of ten are what they are. Di Indonesia. baik budi atau jahat. bermanfaat atau sebaliknya. hal tersebut lebih banyak disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. manager kelas. Sembilan dari 10 orang yang kami jumpai. useful or not. fasilitator. Tugas-tugas ini secara tidak langsung melebur dalam diri guru yang akan tercermin dalam tindakannya sehari-hari. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS). Pada pembelajaran tersebut suasana kelas cenderung teacheroriented sehingga siswa menjadi pasif. Tidak ada manusia di dunia sekarang ini yang mengingkari kebenaran peran pendidikan tersebut. Menurut Locke. mediator. pendidikan yang bertumpu pada kemandirian Demikian pula sekarang dalam konteks menyesuaikan . saat proses belajar mengajar setidak-tidaknya tugas guru seperti sebagai demonstrator. Secara empiris. merupakan strategi peningkatan mutu sekolah. Agar diperoleh hasil yang maksimal perlu adanya perubahan paradigma pembelajaran yang berorientasi pada siswa dengan metodologi yang berorientasi pada partisipatori.

banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolah atau daerah. keadaan sekolah. Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). dan kondisi sekolah atau daerah. adanya perubahan paradigma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi knowledge) bukan tetapi sekedar lebih pengetahuan (demonstrating the merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do).Pembelajaran Inovatif 7-3 perkembangan dan kemajuan. Dengan demikian. . adanya perubahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). wacana penerapan kurikulum berbasis kompentensi diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan. kegiatan pembelajaran. Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi ajar. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. dan penilaian hasil pembelajaran. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau silabusnya dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi dan Standar Kompentensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK. Untuk itu. Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan. 23 Tahun 2006.

Kebermaknaan (Siswa bakat. . Keaslian dan tugas menantang (materi. musik. Model (KBM sebaiknya memberikan contoh nyata yang bisa ditiru oleh siswa) 4.7-4 Pembelajaran Inovatif Motivasi dianggap faktor yang menentukan keberhasilan KBM. matematis. bahasa. beberapa saran berikut ini diharapkan diikuti untuk menciptakan KBM yang efektif. inter/intra personal). kinestik. Siswa yang bermotivasi dalam KBM cenderung memperlihatkan hasil yang baik. Pengetahuan dan keterampilan prasyarat (Pengetahuan awal siswa menentukan kegairahan siswa belajar) 3. Adanya perubahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). 1. Melibatkan sebanyak mungkin Indra. Kondisi dan konsekuensi yang menyenangkan (KBM nangkan. Mengembangkan beragam kemampuan ( siswa belajar jika KBM mendorong pengembangan kemampuan logis. kegiatan yang baru akan menambah konsentrasi siswa) 6. tata nilai siswa) 2. Keragaman pendekatan (siswa akan belajar jika KBM bervariasi) 10. menyeakan belajar bila terkait dengan minat. bukan pada aktivitas guru mengajar. 11. Latihan yang tepat dan aktif 7. bebas dari takut) 9. Komunikasi terbuka (Penyampaian informasi terstruktur sehingga siswa menerima pesan dengan baik) 5. maka pembelajaran dititikberatkan pada aktivitas belajar siswa (Student Centered Learning/SCL). Penilaian tugas (tugas dibagi dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama dengan frekuensi pengulangan yang tinggi) 8. Untuk itu.

mampu memecahkan masalah secara efektif 4. suportif.Pembelajaran Inovatif 7-5 Mengapa SCL? Di masa datang dibutuhkan tenaga kerja: 1. mampu memanfaatkan teknologi secara efektif. dan kooperatif Hanya siswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran Siswa dan guru belajar bersama dalam mengembangkan pengetahuan. berpendidikan baik 2. Kesalahan dapat menjadi sumber belajar Sesuai untuk mengembangkan ilmu Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin saja dengan cara pendekatan interdisipliner Iklim belajar lebih individualis dan Iklim yang dikembangkan lebih kompetitif kolaboratif. mampu memproses dan memanfaatkan informasi 5. mampu bekerja sama 3. konsep dan keterampilan . TEACHER CENTERED LEARNING STUDENT CENTERED LEARNING Pengetahuan ditransfer dari guru ke Siswa aktif mengembangkan siswa pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari Siswa menerima pengetahuan Siswa aktif dalam mengelola secara pasif pengetahuan Lebih menekankan pada penguasaan materi Biasanya memanfaatkan media tunggal Guru sebagai pemberi informasi utama dan evaluator Juga mengembangkan karakter siswa Multimedia Guru sbg fasilitator dan evaluasi dilakukan bersama siswa Proses pembelajaran dan penilaian Saling berkesinambungan dan dilakukan secara terpisah terintegrasi Menekankan pada jawaban yang benar saja Penekanan pada proses pengembangan pengetahuan.

Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know. kerjasama. belajar untuk dapat melakukan. toleransi dan keterampilan hidup. berpasangan dan kelompok. Oleh karena itu dalam merencanakan pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat . kooperasi. studi banding. belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari. Ruang kelas dikelola sedemikian rupa sehingga beberapa aspek penting kelas terjamin. dikembangkan dan dikelola untuk mengembangkan kompetensi. kepemimpinan. learning to do. solidaritas. seperti: o Aksessibilitas: mudah menjangkau alat dan sumber belajar o Mobilitas: siswa dan guru mudah bergerak o Interaksi: memudahkan interaksi guru dan siswa o Variasi kerja siswa: menjamin siswa kerja perorangan. penelitian latihan. bakti sosial. Demikian juga pengalaman belajar (learning experiences) lain seperti kegiatan lomba. kebun/sawah dan bengkel percobaan. learning to life together dan learning to be. empati. metode interdisipliner Beberapa hal di atas secara teoritik telah mampu memberikan pedoman tentang bagaimana pengalaman belajar harus (sebaiknya) dikelola. perkemahan.7-6 Pembelajaran Inovatif Tatap muka di kelas merupakan bag Siswa dapat belajar dengan terbesar dlm pembelajaran berbagai cara Penekanan pada tuntasnya materi pembelajaran Penekanan pada bagaimana cara guru melakukan pembelajaran Penekanan pada pencapaian kompetensi Penekanan pada bgm cara siswa belajar dengan menggunakan berbagai bahan pelajaran. Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui.

PETUNJUK BELAJAR Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Baca dengan seksama dan pahami isi Bab 1 untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. C. Dalam melaksanakan pembelajaran dirancang kegiatan yang menyenangkan. baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. 5. PRASYARAT Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mengikuti materi PLPG pembelajaran inovatif dan mempelajari buku ajar ini. maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. 1. 2. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya.Pembelajaran Inovatif 7-7 bagi pengembangan keterampilan hidupnya. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. maka diharapkan peserta PLPG sudah memiliki pengalaman membuat RPP dan mengimplementasikan di kelas. dan menarik. 4. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. . mencerdaskan dan menguatkan. 3. Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguhsungguh. mengasyikkan. Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. B. Baca dengan seksama dan fahami isi Bab 2 (kegiatan belajar 1 berupa dan kegiatan belajar 2 berupa praktik).

dan menerapkannya pada RPP serta mengimplementasikan melalui demonstrasi dan simulasi.7-8 Pembelajaran Inovatif D. 2. . TUJUAN PEMBELAJARAN • Peserta dapat menjelaskan strategi dan model pembelajaran. • Peserta dapat menjelaskan berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. Kompetensi dasar Mengenal model-model pembelajaran inovatif. • Mengenal dan mengidentifikasi berbagai model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada berbagai kondisi. Indikator pencapaian Kompetensi • Mengenal strategi dan model-model pembelajaran. E. • Peserta dapat mendemonstrasikan / mempraktekkan RPP yang telah dibuat pada KBM kelas simulasi. • Peserta dapat membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang siap untuk dipraktekkan. • Merencanakan dan membuat RPP dengan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan dan siswa.

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. situasi dan kondisi siswa maupun tempat belajarnya. Secara sederhana perencanaan pembelajaran memuat materi yang akan diajarkan dalam KBM. strategi dan model pembelajaran. Perencanaan pembelajaran merupakan langkah penting untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Perubahan tersebut mencakup aspek kognitif. silabi. serta evaluasi yang digunakan untuk mengukur keberhasilan KBM. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Perencanaan pembelajaran adalah suatu proses dan cara berpikir mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilakukan dengan tujuan agar diri seseorang atau sekelompok orang dapat berubah. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Namun demikian perlu dicermati apakah RPP yang digunakan tersebut sudah sesuai dengan kurikulum. Seorang guru sudah barang tentu mempunyai pengalaman dalam membuat.BAB II PEMBELAJARAN 1 A. afektif maupun psikomotornya. ALUR RPP RP dan KD -------------->> Silabus -------------->> RPP . maupun menggunakan RPP yang sudah ada untuk digunakan dalam melaksanakan tugas mengajarnya. mengadopsi. Jika rencana pembelajaran disusun dengan baik. akan membuat tujuan pembelajaran akan tercapai secara efektif dan efisien.

... Alat/Bahan/Sumber Belajar VI. Tujuan Pembelajaran II. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan pertama... : …. : ….. Materi Ajar III. : …..7-10 Pembelajaran Inovatif CONTOH FORMAT RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator I...... : ….. : …. : …... Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. : …... Metode dan model Pembelajaran IV. V. Penilaian : …... : ….. : …. : ….. : ...... : …. : …... Kegiatan Inti C...... Kegiatan Awal B. . : …. dst. A..

inti. KD. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan 9. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. proses dan produk dalam berbagai bidang. (Lebih rinci dari KD dan Indikator. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru. teknik penskoran. pada saatsaat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran. barang. Menurut Prof. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. dll B. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. dan Indikator yang akan digunakan (terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. KD. Menentukan SK. 8. kejadian. lembar pengamatan. practice or object thatperceived as new by an individual or other unit of adoption. INOVASI Ibrahim (1989) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide. contoh soal. dan Indikator yang telah ditentukan. karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi. metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat). dan akhir. Inovasi dapat berupa hasil dari invention atau discovery. Menyusun kriteria penilaian.Pembelajaran Inovatif 7-11 Langkah-langkah Menyusun RPP 1. Inovasi adalah an idea. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. Contoh bidangnya adalah : . Mengisi kolom identitas 2.) 5. inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. Inovasi dapat berupa ide.

1. Dengan demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran. prosedur supervisi serta pengelolaan informasi pendidikan yang dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan. Kendala-kendala dalam Inovasi Pendidikan Kendala-kendala yang mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi pendidikan antara lain: (1). perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi. Dalam konteks Indonesia. meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. konflik dan motivasi yang kurang sehat. (2). (3). inovasi pendidikan umumnya merupakan suatu gerakan yang bersifat top down. Sementara itu inovasi dalam teknologi juga perlu diperhatikan mengingat banyak hasil-hasil teknologi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.7-12 Pembelajaran Inovatif --Managerial --Teknologi --Kurikulum Menurut Miles karakteristik inovasi adalah : --Deliberate --Novel --Specific --Direction to goal attaintment Aspek pokok yang mempengaruhi inovasi adalah : --Struktur --Prosedur --Personal Inovasi yang berbentuk metode atau model dapat berdampak pada perbaikan. lemahnya berbagai faktor . dalam arti inisiatif dalam melakukan inovasi selalu datang dari pihak pemerintah. seperti penggunaannya untuk teknologi pembelajaran.

sehinga perubahan dan pembaharuan itu diharapkan dapat berhasil dengan baik. maka guru. Hal ini disebabkan oleh kesesuaian dengan kondisi nyata di tempat pelaksanaan inovasi tersebut. yang telah lama digeluti. Di sekolah. . keuangan (finacial) yang tidak terpenuhi. Inovasi yang demikian memberi dampak yang lebih baik dari pada model sebelumnya.Pembelajaran Inovatif 7-13 penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dihasilkan. orang tua siswa. to a decision to adopt or reject. ide. 2. administrator. dan agar mau berubah terutama sikap dan perilaku terhadap perubahan pendidikan yang sedang dan akan dikembangkan. dan masyarakat umumnya harus dilibatkan.to forming an attitude toward the innovation. dan pengalaman dalam bidangnya itu. (4). and to confirmation of this decision. (5). di sini ada unsur keputusan yang mendasarinya. Proses Inovasi Proses Inovasi berkaitan dengan bagaimana suatu inovasi itu terjadi. (6) kurang adanya hubungan sosial dan publikasi (Subandiyah 1992). to implementation of the new ide. berkaitan dengan situasi dan kondisi. para guru menciptakan strategi atau metode mengajar yang menurutnya sesuai dengan akal yang sehat. oleh karena itu proses inovasi dapat dimaknai sebagai proses keputusan Inovasi (Innovation decision Process). para pencipta inovasi melakukan perubahan dan inovasi untuk bidang yang ditekuninya berdasarkan pemikiran. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas. Menurut Everett M Rogers proses keputusan inovasi adalah the process through which abn individual (or other decision making unit) passes from first knowledge of an innovation. penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi. Di berbagai bidang.

5. pengalaman masa lalu. Observability Penjelasan : 1. Compatibility c. Keadaan dimana hasil suatu inovasi dapat dilihat orang lain. Trialibility e. atau inovasi itu dipandang sesuai dengan : 1) Socio cultural value and belief. atau cara lainnya. .7-14 Pembelajaran Inovatif 3. Kondisi dimana inovasi dipandang lebih baik dari ide sebelumnya. Disamping hal tersebut di atas tingkat adopsi juga dipengaruhi oleh : 1. Keadaan dimana suatu inovasi dapat diuji secara terbatas. Tipe keputusan inovasi (optional. Relative Advantage b. Keadaan dimana inivasi dipandang secara relative sulit difahami dan digunakan. Extent of Change agents (upaya promosi) KBM merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran yang sangat penting dalam pengembangan daya analisis kritis dan kreatif. pemberian status. Oleh karena itu KBM harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menstimulasi munculnya kemampuan analisis dan kreativitas siswa. Atribut Dan Sumber-Sumber Inovasi Terdapat lima atribut inovasi : a. Keadaan ini berpengaruh negatif terhadap tingkat adopsi. 3. otoritas) 2. Kondisi ini berhubungan secara positif dengan tingkat adopsi. Keadaan dimana suatu inovasi dipandang konsisten dengan nilai-nilai yang ada. tingkat hubungan sosial) 4. 3) Clients needs for innovation. dan kebutuhan potensil adopter. Communication (Saluran komunikasi) 3. 2) Previously introduces idea. Nature of Sosial system ( Norma.yang nampak dari keuntungan ekonomis. 2. Complexity d. 4. kondisi ini berhubungan positif dengan tingkat adopsi. kolektif.

. Pembelajaran yang berbasis teknologi informasi adalah e-learning. E-learning merupakan suatu teknologi pembelajaran yang relatif masih baru di Indonesia. Kata ini terdiri dari dua bagian. ketersediaan sarana-prasarana. Untuk menyederhanakan istilah. kegiatan KBM hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun makna (gagasan) tersebut secara berkesinambungan. CTL (Contextual Teaching and Learning) Mengingat (gagasan) dan belajar adalah proses siswa membangun makna pemahaman sendiri. 1. kondisi siswa. Perkembangan Teknologi Informasi saat ini sangat berperan dan memasuki seluruh aspek kehidupan. video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya. dan dapat pula menggunakan jaringan internet. maka electronic learning disingkat menjadi e-learning.Pembelajaran Inovatif 7-15 Pengembangan model pembelajaran erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. C. maupun keinginan guru. Termasuk dalam aspek pendidikan khususnya inovasi dalam pembelajaran. Di bawah ini di sampaikan beberapa contoh model pembelajaran yang dapat dipilih untuk dijadikan acuan pembuatan RPP. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Banyak model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli bidang pendidikan melalui penelitian. Pola pembelajaran kontekstual berbeda dengan pembelajaran konvensional yang selama ini dikenal. yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika dapat berupa audio. Perbedaan mendasar ke duanya dapat dilihat pada tabel di bawah.

serta untuk menarik pengetahuan yang esensi dari materi pelajaran) o Inquiry-based Learning (Pembelajaran berbasis inkuiri yang mendorong inkuiri siswa dalam KBM.7-16 Pembelajaran Inovatif Konvensional Menekankan hafalan Informasi ditentukan oleh guru Terfokus pada satu bidang studi Memberi tumpukan informasi Penilaian hanya menggunakan ulangan/ test Kontekstual Menekankan memori spasial Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang studi Mengaitkan informasi dengan pengetahuan awal Penilaian autentik Pembelajaran kontekstual memenuhi syarat sebagai berikut: o Problem-based Learning (KBM yang menggunakan masalah kehidupan nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar berfikir kritis. dan apa yang dipelajari siswa dikaitkan dengan kebutuhan kerja) o Service-based Learning (belajar berbasis layanan: KBM yang mengaitkan pembelajaran akademis di sekolah dengan pengala- man jasa-layanan) o Cooperative Learning (KBM yang mengoptimalkan penggunanan kelompok kecil untuk memaksimalkan kondisi belajar dan pencapaian tujuan) . untuk mengembangkan problem-solving skills. Prinsip kerja metode ilmiah mewarnai kegiatan siswa dalam memenuhi inkuirinya) o Project-based Learning (Belajar berbasis proyek/tugas: KBM yang mendorong kerja mandiri siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran) o Work-based Learning (belajar berbasis kerja /tempat kerja: tempat kerja dirancang sebagai tempat siswa menimba pengalaman.

Menurut hasil penelitian. (c) berfikir rasional dan kritis. (c) keterkaitan dengan hidup (d) dialogal dan (e) dukungan sosial untuk sukses. Dalam Biologi. 'application' (penerapan) 3.Pembelajaran Inovatif 7-17 2. Inquiry-to-inquiry Model pembelajaran lain sumber belajar (news-based) seperti dapat pemanfaatan berita sebagai digolongkan sebagai model pembelajaran 'Inquiry-to-inquiry Model yang terdiri atas 5 kegiatan yaitu: (1) Lingkar Pengetahuan. 'comprehension' (pemahaman) 2. proses KBM yang mengarah ke Berfikir tingkat tinggi Mendorong siswa berfikir tingkat tinggi merupakan ' perilaku baru' yang perlu ditingkatkan untuk menciptakan mutu KBM. 'inquiry skills (ketrampilan berinkuiri) . (b) kedalaman pengetahuan. 3. (2) Membaca Bermakna (3) Membandingkan Menyamakan (4) Masukan Ganda dan (5) Sinetik. dan (e) meningkatkan kebebasan berfikir untuk mendapatkan solusi. (d) daya analisis masalah aktual. telah lama dikenal 'not recalling' (tidak terlalu menekankan pada hafalan) tetapi KBM yang menekankan ( Falk. Istilah 'authentic' digunakan untuk membedakan dengan proses pembelajaran yang 'biasa/umum'. yaitu: memberi pengalaman belajar kepada siswa untuk: (a) berfikir kreatif. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Gagasan tentang 'authentic learning' dilontarkan oleh Newmann (1995) yang mengkritik proses pembelajaran selama ini. model pembelajaran berbasis berita menunjukkan segi-segi keunggulan tertentu ditemukan pada proses pembelajaran yang tidak mungkin mendorong/ yang lain. Lima standar (kriteria) 'authentic learning' adalah: (a) berfikir tingkat tinggi. (b) interaksi aktif di kelas.1980): 1.

perlu juga dikembangkan di sekolah.7-18 Pembelajaran Inovatif 4. bila direndam dalam larutan garam? Inkuiri: Guru bisa pula mendorong siswa terlibat dalam proses berinkuiri bila siswa dihadapkan pada sejumlah pertanyaan: Perumusan (Formulate hypothesis) What would happen. karena jawaban-jawabannya bisa terbuka. prinsip. generalisasi.. lihat contoh: Mengapa sambungan rel KA dibuat renggang? Mengapa sepotong ketimun mengerut. seperti: What could we do ….. perbedaan tegangan dengan arus? Jelaskan bagaimana kapasitor berperan dalam memperbaiki faktor daya? Apa perbedaan ion dan atom? Application (aplikasi): pertanyaan yang mendorong siswa untuk menerapkan teori. / apa yang akan terjadi.): Contoh: Apa perbedaan dioda dengan transistor? Jelaskan.. pada suatu situasi baru. bila lingkungan hutan Jati kawasan Blora rusak? Apa yang terjadi.) Apa yang akan terjadi. 'making hypothesis' (menyusun hipotesa) Comprehension ( apa perbedaan… dan persamaan…. if …. Coba bandingkan dengan yang berikut ini: Apakah enzim penting untuk pencernaan? Apakah planaria mengalami regerasi? Apakah fungi itu heteropik atau autotropik? Pertanyaan yang mengarah ke uji hipotesis. bila musibah kabut asap akibat pembakaran hutan belum reda? Pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih memancing siswa berfikir. bila sepotong ketimun tadi (setelah dimasukkan dalam air garam) dimasukkan kembali ke air tawar? Apa yang terjadi. . How could we determine if …… What could we look for…. bila….

Jika proses belajar tersebut dilalui. melakukan percobaan. social skills. men-tranformasi informasi (membuat tabel. .Pembelajaran Inovatif 7-19 (apa yang bisa dilakukan ….) Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa ikan adalah penghuni bumi sebelum amphibi? Apa yang bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa gerak reflek tidak pernah melalui pusat kesadaran? Bagaimana bisa ditentukan bahwa lebah itu butawarna? Pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi ini bila dibiasakan mendahului KBM akan meningkatkan partisipasi siswa. Pengetahuan yang dalam Jawaban-jawaban terhadap jenis pertanyaan tersebut umumnya mencerminkan kedalaman pengetahuan. dan sebagainya. grafik). numeric skills.. menghitung. maka keberagaman kemampuan berkembang (Observing skills.. Bukti apa yang bisa dikumpulkan untuk membuktikan bahwa …. melalui proses-proses IPA (scientific methods) seperti: mengamati.Siswa dihadapkan pada teka-teki Dua hal tersebut umumnya menjamin partisipasi siswa lebih aktif dalam bertanya (berinkuiri) untuk menemukan jawaban. Sekurang-kurang terdapat hal penting yang perlu diperhatikan saat mendorong siswa berfikir: . Siswa menggunakan otaknya (pemikirannya) untuk menjawab. Bagaimana kita bisa menentukan jika …. bukan pengetahuan yang superfisial (dangkal). study skills). Prinsip seperti ini nafas dari pengalaman belajar (LEARNING EXPERIENCES) berbasis (bertujuan) kompetensi. analisa.Siswa dihadirkan pada obyek (fenomena) kongkrit .

bisa dimengerti) o ingat akan pendapat siswa terdahulu. Suasana saling memberi (sharing of ideas) mewarnai komunikasi KBM. polusi. Perlu diciptakan suatu nuansa bahwa sistem tersebut menghargai mutu. maka sebaiknya: o pertanyaan diarahkan kembali ke semua siswa. KBM yang 'dialogal' Yang dimaksud dengan KBM yang 'dialogal' adalah KBM yang mendorong hubungan timbal balik Guru Siswa yang serasi. khususnya siswa yang telah memberi sumbangan pendapat yang mendekati benar. Usaha-usaha yang untuk menjamin keterkaitan tersebut adalah: o menghadir obyek (fenomena) yang kongkrit o mengaitkan tema dengan isu-isu kehidupan (kerusakan bisa dilakukan ekosistem. bila ada pertanyaan siswa yang ditujukan kepada guru. Terdapat dukungan bagi siswa yang maju. Guru lebih banyak menempatkan peran sebagai fasilitator dari pada tutor. Keterampilan guru mengaitkan pelajaran dianggap sebagai perilaku 'baru' yang selama ini KBM masih berorientasi pada buku teks (text-book oriented). penyalah gunaan obat) o mengoptimalkan pemanfaatan media sederhana (yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari). Dominasi guru berkurang. Dukungan sosial untuk sukses Siswa di Sekolah merupakan sistem sosial. baru jika tidak bisa menjawab. Berikut ini sebagai contoh.7-20 Pembelajaran Inovatif Keterkaitan dengan Kehidupan (Connectedness) Keterkaitan isi pelajaran dengan isu kehidupan sering menjamin motivasi yang tinggi dalam belajar. guru mengambil alih (memberi jawaban) o beri waktu cukup untuk menjawab o berikan umpan balik positif (bagus… baik… ok. namun juga terdapat dukungan bagi yang masih .

Observasi. Kerjasama ini meliputi: a. Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Terdapat keseimbangan yang sehat antara kerja sama. sukses merupakan budaya yang dipupuk terus. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Praktek mengajar.Pembelajaran Inovatif 7-21 tertinggal. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. solidaritas. Bukan sebaliknya. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. kompetisi untuk maju. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Pendek kata. kelas tidak mendukung sebuah kesuksessan. 5. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Tahap ini merupakan . 4. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. 2. 3. emua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. c. 4. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Berarti tahap observasi terlalui. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Perencanaan. d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. b.

Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). Adapun kelebihan metode ‘lesson study’ sebagai berikut: 1. Kebaikan: 1. Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.7-22 Pembelajaran Inovatif tahap refleksi. 3. bahasa. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. 2. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. 2. 3. . 5. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. 4. 5. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. 2. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Kesimpulan. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Langkah-langkah: 1.

Pembelajaran Inovatif 7-23 Kekurangan: 1. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Melatih berpikir logis dan sistematis. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kebaikan: 1. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 4. 2. 2. Memakan waktu yang lama. 7. Langkah-langkah: . Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. 6. Langkah-langkah: 1. Kekurangan: 1. Guru menanyakan alasan / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 2. 7. 6. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 2. Kesimpulan / rangkuman. Memakan banyak waktu. 3. Banyak siswa yang pasif. 5. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Menyajikan materi sebagai pengantar.

3. Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Kelemahan: 1. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. 2. 8. Guru membagi siswa untuk berpasangan. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 6. Kelebihan: 1. 3. 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. 5. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Kesimpulan. Langkah-langkah: 1. Sementara . 2. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. 3. 2. Kemungkinan nomor yang dipanggil. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya 4. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.7-24 Pembelajaran Inovatif 1. Siswa dibagi dalam kelompok. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 2. Tanggapan dari teman yang lain. dipanggil lagi oleh guru. Setiap siswa menjadi siap semua.

Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. jadwal.Pembelajaran Inovatif 7-25 pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). 6. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. tugas. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. 5. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Kesimpulan guru. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu.) 3. 2. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Penutup. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Setiap siswa mendapat peran. Kelebihan: 1. Bertukar peran. Langkah-langkah: 1. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan . Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. dll. Melatih pendengaran. 2. serta lakukan seperti di atas. 3. 2. 7. peran guru menyajikan masalah. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Kekurangan: 1. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. ketelitian / kecermatan. 9.

3. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan. . 3. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung) Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. pengumpulan data. Membimbing pelatihan. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.7-26 Pembelajaran Inovatif dan pemecahan masalah. Langkah-langkah: 1. 2. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. 2. pemecahan masalah. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. Kekurangan: 1. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 5. 5. 10. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kelebihan: 1. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan. 4. 3. 4. hipotesis. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.

dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. Kekurangan: 1. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya. Demikian seterusnya. 2. 5. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru. Untuk mata pelajaran tertentu. 4. Membutuhkan ruang kelas yang besar. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran. 3. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar) Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. Terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. Kekurangan: 1. Langkah-langkah: 1. Kelebihan: Mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Rumit untuk dilakukan. menghadap keluar. 2. 2. 2. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama.Pembelajaran Inovatif 7-27 Kelebihan: 1. 11. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. . 3.

Penutup. 4. Kelebihan: 1. 3. Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok. 2. Penutup. Guru membuat kesimpulan bersama. 6. 5. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas. Kekurangan: Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil. 2. 5. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran. Langkah-langkah: 1. 13. 6. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain.7-28 Pembelajaran Inovatif 12. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping. Guru menyimpulkan ide / pendapat dari siswa. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. 2. 3. Memberikan kesempatan siswa / peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan / peta konsep maupun yang lainnya. . Student Facilitator and Explaining Siswa / peserta mempresentasikan ide / pendapat pada rekan peserta lainnya. 4. Langkah-langkah: 1.

Kekurangan: 1. Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horisontal. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Banyak siswa yang kurang aktif. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh. atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya. Langkah-langkah: 1. siswa disuruh membuat kotak 9 / 16 / 25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing. Memberikan siswa tanya jawab. 6. dapat mengeluarkan ide-ide yang ada di pikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut. Untuk menguji pemahaman. 14.Pembelajaran Inovatif 7-29 Kelebihan: Siswa diajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain. yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay. 8. 3. 5. Course Review Horay Suatu metode pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya. Penutup. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. 2. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi sesuai TPK. 4. Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil. 7. . kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x). 2.

2. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. 3. setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. 2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Kelebihan: 1. membaca buku dan mempelajarinya guru selesai mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya. Guru memberikan kesimpulan. 2. 7. Kekurangan: 1. Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan.7-30 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: 1. Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya. Melatih membaca dan memahami dengan cepat. Melatih kerjasama. Adanya peluang untuk curang. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari 3. Talking Stick Metode pembelajaran dengan bantuan tongkat. Guru menyiapkan sebuah tongkat. 6. Evaluasi. siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. 5. Menguji kesiapan siswa. Penutup. . 4. Agar lebih giat belajar (belajar dahulu). Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. Langkah-langkah: 1. 2. 15. Setelah materi pada pegangannya/ paketnya.

Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. 2. Kelebihan: 1. Memerlukan waktu yang lama. Guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa masing-masing. masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka. Semua siswa terlibat. Setelah selesai setiap siswa yang berpasangan bergabung dengan satu pasangan lain. Kekurangan: 1. 17. Bertukar Pasangan Siswa berpasangan kemudian bergabung dengan pasangan lain dan bertukar pasangan untuk saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban masing-masing. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. Snowball Throwing Dibentuk kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain . mempertahankan pendapat. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. 16.Pembelajaran Inovatif 7-31 Kekurangan: Membuat siswa senam jantung. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya). 5. Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama. 4. 2. Langkah-langkah: 1. 2. 3.

Penutup. 7. Tidak efektif. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. 5. Kelebihan: 1. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit. .7-32 Pembelajaran Inovatif yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. 2. Kekurangan: 1. Langkah-langkah: 1. Melatih kesiapan siswa. Pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Evaluasi. 9. 2. Guru memberikan kesimpulan. Saling memberikan pengetahuan. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masingmasing. 2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masingmasing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. 3. 4. 6. 8.

2. Untuk mata pelajaran tertentu. Melatih daya serap pemahaman dari orang lain. Suruh siswa secara bergiliran/ diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. 2. Langkah-langkah: 1. 4. kemudian seorang menceritakan materi yang disampaikan oleh guru dan yang lain sebagai pendengar setelah itu berganti peran. lainnya. 6. Materi yang didapat sedikit. 5. Begitu juga kelompok 19. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Artikulasi Siswa membentuk kelompok berpasangan. . kemudian berganti peran. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa. bentuklah kelompok berpasangan dua orang. 3. Mind Mapping Suatu metode pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. Waktu yang dibutuhkan banyak. Semua siswa terlibat (mendapat peran). Melatih kesiapan siswa. Kesimpulan/ penutup. sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil. 3. Kekurangan: 1. Untuk mengetahui daya serap siswa. Kelebihan: 1.Pembelajaran Inovatif 7-33 18. 2. 7. 3. Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.

Kekurangan: 1. Guru menyajikan pelajaran. Tiap kelompok membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Tidak sepenuhnya murid yang belajar. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru 7. 20. Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. 6. Kelebihan: 1. Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.). Membentuk kelompok yang anggotanya 2-5 orang. Tiap kelompok menginventarisasi/ mencatat alternatif jawaban hasil diskusi. Langkah-langkah: 1. 2.7-34 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. suku. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Dapat bekerjasama dengan teman lainnya. jenis kelamin. 2. sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 5. 3. 2. 4. dll. semua anggota dalam kelompok itu . Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai mengerti. 3. 2. memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru. Hanya siswa yang aktif yang terlibat.

Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Membedakan siswa. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai. 5. Penutup. 2. Melatih kerjasama dengan baik.Pembelajaran Inovatif 7-35 4. Kelebihan: 1. siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads) Siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama. Kesimpulan. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. 21. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain. Langkah-langkah: 1. Dalam kesempatan ini. 2. Seluruh siswa menjadi lebih siap. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. Kelebihan: 1. 2. 3. Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain. 6. 2. Siswa dibagi dalam kelompok. 5. Jika perlu. 4. . Memberi evaluasi. 3. siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka. Kekurangan: 1. guru bisa menyuruh kerjasama antarkelompok. Pada saat menjawab uis tidak boleh saling membantu. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. Setiap siswa menjadi siap semua.

7-36 Pembelajaran Inovatif Kekurangan: 1. 2. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. 2. Word Square Siswa diberikan lembar kegiatan kemudian menjawab soal dan mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Kelebihan: 1. 4. Kekurangan: 1. 3. 2. 22. 2. Kelebihan: 1. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak. 2. Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Siswa kurang berpikir kritis. Scramble Metode pembelajaran dengan membagikan lembar kerja yang diisi siswa. Guru membagikan lembar kegiatan sesuai contoh. Melatih untuk berdisiplin. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi. Kegiatan tersebut mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya. . 23. Memudahkan mencari jawab. Langkah-langkah: 1. 2. Mendorong siswa untuk belajar mengerjakan soal tersebut. Bisa saja mencontek jawaban teman lain. Waktu yang dibutuhkan banyak. Langkah-langkah: 1. Guru menyajikan materi sesuai topik.

Nilai tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain. Bentuk kelompok orang secara heterogen. 2. 2. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel-yel lainnya. Mematikan kreatifitas siswa. Concept Sentence Siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan. 3. 2. Tidak semua terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Kartu Arisan Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok. kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban.Pembelajaran Inovatif 7-37 Kekurangan: 1. . Kekurangan: 1. Siswa tinggal menerima bahan mentah. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas. 4. 24. Langkah-langkah: 1. Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya. 5. Kelebihan: Pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata. 25.

sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Hanya untuk mata pelajaran tertentu. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen.7-38 Pembelajaran Inovatif Langkah-langkah: 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. 4. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ tpk yang disajikan. 7. 4. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru. yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Kekurangan: 1. 6. 26. Guru menyampaikan tujuan. Guru menyajikan materi secukupnya. Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya. Make – A Match (Mencari Pasangan) Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban / soal sebelum batas waktunya. 2. Tiap siswa memikirkan jawaban / soal dari kartu yang dipegang. Kesimpulan. 2. 3. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. 5. 2. 2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu. Kelebihan: 1. . Langkah-langkah: 1. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. 3. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban).

Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing. 8. Langkah-langkah: 1. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. 7. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Demikian seterusnya. kecermatan dan ketepatan serta kecepatan. . kurang konsentrasi. 6. 5. selanjutnya siswa diberi pertanyaan sesuai dengan kartunya. Siapkan kelas sebagaimana mestinya. Kesimpulan. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control. 7. 6. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. 4. 8. Take and Give Siswa diberi kartu untuk dihapal sebentar kemudian mencari pasangan untuk saling menginformasikan. Untuk memantapkan penguasaan peserta.Pembelajaran Inovatif 7-39 5. Jelaskan materi sesuai topik menit. Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan. Penutup. Kekurangan: Waktu yang cepat. berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit. Kesimpulan. 27. Kelebihan: Melatih untuk ketelitian. Untuk mengevaluasi keberhasilan. 2. 3.

Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. 3. 4. Seorang siswa lainnya diberi kartu berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga. Kekurangan: Tidak efektif dan terlalu bertele-tele. Tebak Kata Model ini menggunakan kartu yaitu kartu ukuran 10 x 10 cm dan diidi ciri-ciri kata lainnya yang mengarah pada jawaban. Suruh siswa berdiri di depan kelas dan berpasangan. Kelebihan: Sangat menarik sehingga setiap siswa ingin mencobanya. . Kekurangan: Bila siswa tidak menjawab dengan benar maka tidak semua siswa dapat maju karena waktu terbatas. Jelaskan materi menit. Langkah-langkah: 1. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan itu boleh duduk.7-40 Pembelajaran Inovatif Kelebihan: Dilatih memahami materi dengan waktu yang cepat. 2. Jawab yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel di dahi. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan katakata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10 x 10cm. 5. yang kedua kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata / istilah yang mau ditebak. 28.

Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan. membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d. b. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. Guru menjelaskan tujuan diskusi. e. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g. d. mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut. c. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. f. membantu siswa belajar berpikir secara kritis e. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b. . memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c.Pembelajaran Inovatif 7-41 29. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a. Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a.

g. Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi. Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas. f. Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. i. Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan. e. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. j. h. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha . b. Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. h. d. j. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa.7-42 Pembelajaran Inovatif g. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat. c. i.

f. atau keputusan yang akan atau telah diambil. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. kesimpulan. j. b. c. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. c. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara. i. g. menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya. e. . Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas. h. b. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama. Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a.Pembelajaran Inovatif 7-43 mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang. d. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan. siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat. Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasanpenjelasan dari berbagai sumber data. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.

Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.7-44 Pembelajaran Inovatif d. Metode Jigsaw Pada dasarnya. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara. 30. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. remeh atau lebih bodoh. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing informasi sebagai “ahli” dalam subtopik subtopiknya tersebut dan mengajarkan penting dalam kepada temannya. . lebih rendah. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. e. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. Dengan demikian. f.

Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan . mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih. Implementasi Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Seleksi topik Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Merencanakan kerjasama Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. b. c.Pembelajaran Inovatif 7-45 31. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. etnik maupun kemampuan akademik.

Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama. f. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. e. atau keduanya. 32. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah. Metode Inquiry Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif. jujur dan terbuka. tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. menumbuhkan sikap objektif. kreatif. Analisis dan sintesis Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.7-46 Pembelajaran Inovatif dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. . d.

Pada dasarnya. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok.Pembelajaran Inovatif 7-47 33. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. misalnya. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Di dalam kelompoknya. Metode Debat Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. 34. pembuat kesimpulan (summarizer). Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. pengatur materi (material manager). setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. peran pencatat (recorder). Permainan ini . Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati.

35. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis d. 4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. 2. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.7-48 Pembelajaran Inovatif pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Berpikir dan bertindak kreatif. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. g. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. . khususnya dunia kerja. b. f. c. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Kelebihan metode Role Playing: 1. 5. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: a. 3. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. e. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.

Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. jenis kelamin dan ras atau etnik.Pembelajaran Inovatif 7-49 Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: a. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. diskusi yang dipimpin guru. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. kerjasama. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. 36. 2. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman . persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. b. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1.

. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. 3.7-50 Pembelajaran Inovatif kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. 5. “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. 4. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan.

Setelah selesai KBM. Evaluasi dilakukan langsung saat KBM dengan lembar observasi/penilaian yang sudah disiapkan. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. RPP tersebut sudah dilengkapi dengan model pembelajaran yang akan digunakan. Saudara perlu membuat anggapan situasi dan kondisi siswa sehingga perlu dipilih model pembelajaran tersebut. Perwakilan kelompok peserta PLPG diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan salah satu RPP dikelompoknya sebagai acuan.Pembelajaran Inovatif 7-51 BAB III PEMBELAJARAN 2 Pada pembelajaran 2 ini peserta PLPG diminta untuk membuat / merevisi RPP yang sudah disiapkan. peserta dari kelompok lain memberikan masukan dan tanggapan untuk perbaikan. sedangkan kelompok demonstrator/penyaji menanggapi masukan dari peserta kelompok lain. . Komentar dan saran dari pengajar diberikan setelah selesai diskusi antar kelompok tersebut.

b. Siswa. Snowball Throwing. Metode Jigsaw. Snowball Throwing. Perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi: a. e. c. Problem Solving. 2. b. Guru. Perkembangan model pembelajaran. c. b.7-52 Pembelajaran Inovatif BAB IV PENUTUP A. Sarana-prasarana. e. b. 1. Penekanan pada ketuntasan materi pelajaran. Semuanya benar. Picture and Picture. Cara mengajar guru. Model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama sesama guru serta melakukan perencanaan. d. Model pembelajaran yang meminta siswa untuk mengurutkan dan menjelaskan gambar setelah guru menyampaikan materi adalah: a. SCL adalah salah satu inovasi di bidang pendidikan yang bercirikan: a. . Penekanan pada pencapaian kompetensi. 3. d. SOAL TEST Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang betul. Metode Jigsaw. Menekankan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Kurikulum. Lesson Study. Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah. Pemilihan model pembelajaran sangat bergantung pada: a. Cara belajar siswa. observasi Refleksi/kritikan terhadap pembelajaran adalah: a. b. Semuanya benar. d. e. Inquiry. c. d. Lebih menekankan pada penguasaan materi. e. Cooperative Script. praktek mengajar. Perkembangan bahan ajar. Cooperative Script. e. 5. d. 4. c. c.

Metode Jigsaw. e. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. d. c. Lesson Study. Model pembelajaran yang mempunyai keunggulan antara lain. jujur dan terbuka. b. adalah: a. Metode Jigsaw. c. Inquiry. Snowball Throwing. c. Snowball Throwing. Lesson Study. Metode Jigsaw. d. adalah: a. Cooperative Script. e. b. Role Playing. merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Problem Solving.Pembelajaran Inovatif 7-53 6. Inquiry. Metode Jigsaw. 8. Problem Solving. Cooperative Script. b. b. Inquiry. d. adalah: a. Problem Solving. Model pembelajaran yang menggunakan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. c. Picture and Picture. c. setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap subtopik. selanjutnya membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif. d. Inquiry. e. . Metode Jigsaw. d. Picture and Picture. Model pembelajaran yang mempunyai kelebihan mendorong siswa berpikir secara ilmiah. kreatif. Inquiry. e. Picture and Picture. b. Model pembelajaran dimana guru membagi topik tertentu menjadi beberapa subtopik. berpikir dan bertindak kreatif. Role Playing. menumbuhkan sikap objektif. e. Model pembelajaran dengan cara membuat pertanyaan yang dituliskan pada kertas lalu diberikan pada ketua kelompok untuk dilempar ke siswa lain untuk dijawab adalah: a. 9. gambar dan 10. Role Playing. adalah: a. 7. memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis.

pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai selesai. 1. Buat RPP ringkas untuk mata pelajaran tertentu menggunakan satu atau lebih model pembelajaran inovatif yang bapak/ibu anggap sesuai dengan mapel tersebut. apa kelemahan dan keunggulannya. B. Bila mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Jelaskan dampak perkembangan Ipteks pada inovasi bidang pendidikan dan inovasi di bidang pembelajaran. Apakah telah mencapai > 85. Hitung kemampuan daya serap saudara dengan menghitung persentase jawaban yang benar. Evaluasi dilakukan langsung saat KBM simulasi dengan lembar observasi. 3. . setelah mengerjakan test diharapkan untuk melakukan / mencocokkan dengan kunci jawaban.7-54 Pembelajaran Inovatif Tulis jawaban saudara pada kertas jawaban. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. lihat kunci jawaban dan hitung persentase ketuntasan belajar saudara. 2. Perwakilan kelompok peserta diminta untuk mendemonstrasikan KBM menggunakan RPP yang telah dibuat. tetapi bila saudara baru mencapai < 85%. Kerjakan kembali tes formatif. Jelaskan beberapa inovasi dalam bidang pendidikan yang bapak/ibu ketahui.

Gramedia Suwardi. 1996. TE FT UNNES 10 Desember 2005. Jakarta: PT. 2004. www:// depdiknas. Ad. 2005. 1980. Strategi belajar mengajar. . Falk. Perencanaan pengajaran. London: Educational Limited. 1991. L. Curzon. Salatiga: STAIN Salatiga Press ------. www://learning-with-me-blogspot. Henry Ananta. 2006. Jakarta: PT.. Teaching in further education. Gubnung Agung. Jakata: PT. 1982.B. Pengembangan Model Pembelajaran Kelas Rangkap Berbantuan Media Audio di Sekolah Dasar. Makalah seminar Nasional. Anwas.1997. Pendidikan di dunia modern. D. Henry Ananta.id. 1988. Diunduh tanggal 1 Desember 2007./Vol. Diunduh tanggal 1 Desember 2007. Jakarta: PT. Rineka Cipta.com /2006/ 09/pembelajaran.Krieger Harjanto. Rineka Cipta.go. Pembelajaran. Mengajar dengan sukses. Penggunaan media belajar berbasis komputer untuk meningkatkan efisiensi dan efktifitas pembelajaran.: 2/22. Kurikulum berbasis kompetensi. Makalah Seminar nasional. 2006. Biology teaching methods. FMIPA UNNES 28 Februari 2004. Cassell Djamarah & Zain. Jakarta: Puskur Balitbang. Penerapan ide-ide inovatif pendidikan MIPA dalam seting penelitian. Rooijakkers. 2002. Mohamad Nur.Pembelajaran Inovatif 7-55 DAFTAR PUSTAKA Balitbang Depdiknas. Manajemen pembelajaran. Model pembelajaran dengan pendekatan elearning untuk meningkatkan pemahaman perkuliahan mesin listrik ac. Jurnal: Penelitian Pendidikan No. Oos M. 2007. Okt 2006 Halaman: 162-168 John Vaizey. Florida: Publishing Company Robert E.

BUKU AJAR PENILAIAN PEMBELAJARAN .

serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). Deskripsi PENILAIAN mengandung adalah suatu proses sistematis menganalisis. yang dan pengumpulan informasi. PENILAIAN (memperkirakan) PEMBELAJARAN nilainya hasil adalah suatu yang perbuatan dilakukan pembelajaran dalam suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. PEMBELAJARAN adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dalam konteks pendidikan. penguasaan kemahiran dan tabiat. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). yaitu pekerjaan guru saja. suatu kegiatan guru yang PENILAIAN KELAS merupakan terkait dengan pengambilan keputusan . Saat ini. menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusankeputusan. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. dalam lingkup yang terbatas hanyalah mencakup atas penilaian terhadap hasil belajar dan mengajar ( achievement ). Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak. dalam pelaksanaan Kurikulum berbasis kompetensi. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda.BAB I PENDAHULUAN A. Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang PENILAIAN KELAS menjadi pilar utamanya. Di bidang pendidikan.

direktur Program Untuk itu. berikan balikan (feedback) yang jelas dan spesifik atas hasil kerja peserta didik dan kinerja pendidik sendiri. Furqan.8-2 Evaluasi Pembelajaran tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. 29 Januari 2008).D. Dengan memahami serta mengaplikasikan TEKNIK PENILAIAN yang ada. Kedua. penilaian tersebut harus dirancang dan dilakukan secara sistematik dan terus-menerus sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan efektivitas mengajarnya. bahwa salah satu keberhasilan pembelajaran bergantung pada efektivitas penilaian kelas yang dilakukan guru. Karenanya. keputusan. Agar supaya diperoleh hasil pembelajaran yang efektif. akan meningkatkan mutu kegiatan dan hasil belajarnya. Prof. juga akan mampu memotivasi dan mengondisikan peserta didik untuk terus meningkatkan upaya dan prestasi belajarnya. diperlukan data sebagai dasar pengambilan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini menyatakan (BANDAR LAMPUNG. sebagai informasi yang diandalkan. Bagi peserta didik. Ph. Sebaliknya. penilaian secara Ketiga. yakni: Pertama. gunakan berbagai metode dan teknik komplementer sehingga mampu memperoleh informasi yang objektif dan komprehensif. merumuskan target perilaku yang jelas dan signifikan. beri pengayaan bagi peserta didik yang yang tergolong cepat belajarnya. hal-hal berikut ini wajib diperhatikan oleh guru. lakukan secara terus-menerus dengan kegiatan belajar secara terpadu. dan Kelima. dimana teknik penilaian tersebut memberikan . setelah penilaian dirancang. beri pengajaran remedial bagi mereka yang belum atau lemah menguasai materi. Keempat. dalam Seminar Nasional Pendidikan (Seminasdik) di GSG Universitas Lampung.

baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kelas menghasilkan informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat digunakan antara lain. dan penilaian diri. (2) pengayaan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih . maka teknik penilaiannya adalah penilaian unjuk kerja (performance). Berdasarkan indikator-indikator ini dapat ditentukan cara penilaian yang sesuai. penilaian produk. tes praktek. Apabila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan. Dalam memilih teknik penilaian harus mempertimbangkan ciri indikator. Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep. (1) perbaikan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan. penilaian sikap. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih. penilaian proyek. apakah dengan tes tertulis. yaitu penilaian unjuk kerja. observasi. ada tujuh teknik penilaian yang dapat digunakan (dan akan dibahas dalam buku ajar ini) . penilaian tertulis. maka teknik penilaiannya adalah penilaian tertulis. penggunaan portofolio. contoh: • • • Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu. Untuk itu. maka teknik penilaiannya adalah penilaian proyek.Evaluasi Pembelajaran 8-3 arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik. dan penugasan perseorangan atau kelompok.

C. dan mencoba melatih (membuat penilaian) dari setiap teknik penilaian sesuai dengan Teknik tugas/tanggungjawab-nya masing-masing di tempat kerjanya. penilaian tersebut merupakan ilmu yang bersifat aplikatif. Petunjuk Belajar Setelah prasyarat di atas telah terpenuhi. Ranah kognitif yang berhubungan dengan tes prestasi / hasil belajar memiliki 6 (enam) kompetensi. dari yang sederhana hingga yang kompleks. ranah kognitif Ranah mengenai aspek intelektual atau fungsi fikir. (3) perbaikan program dan proses pembelajaran. Prasyarat Untuk memahami dan mengaplikasikan teknik penilaian pembelajaran ini peserta / pemerhati diharapkan telah mengetahui permasalahan taksonomi Bloom. (4) pelaporan. B. yang mencakup tiga ranah (domain). dan (5) penentuan kenaikan kelas. . ranah kognitif. maka peserta / pemerhati diminta untuk membaca isi buku ajar ini mulai dari bab I hingga bab terakhir dengan seksama. karenanya akan lebih berdaya guna dan berhasil guna apabila peserta / pemerhati bersedia untuk melatih diri (sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin) sesuai dengan kebutuhan nya. dan ranah psikomotor. yaknik ranah afektif. sedangkan ranah psikomotor mengarah pada aspek ketrampilan motorik. afektif berkaitan dengan minat dan sikap.8-4 Evaluasi Pembelajaran cepat dari waktu yang disediakan.

Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mempraktikkan teknikteknik penilaian pembelajaran yang diketahui sesuai dengan bidang kajiannya Kompetensi Dasar Mempraktikkan setiap teknik penilaian pembelajaran yang dikaji. dengan mengingat taksonomi Bloom. menyimpulkan ciriciri masing-masing penilaian yang dikaji.membedakan alat penilaian.mengidentifikasi teknik penilaian yang dipakai. 3. 2. pada bidangnya masing-masing. Indikator Pencapaian 1. sesuai dengan aspek / indikator yang akan dinilai. . ranah apa yang menjadi sasarannya.Evaluasi Pembelajaran 8-5 D. menurut ranah yang terkait dengan penilaiannya.

seperti: praktek di laboratorium. bernyanyi. praktek OR.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. presentasi. Pengertian Penilaian unjuk kerja (kinerja atau performance) merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. 2. memainkan alat musik.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 ( PENILAIAN UNJUK KERJA ) A. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. praktek sholat. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian unjuk kerja sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: a. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. yang akan dapat dilakukan penilaian. langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.melakukan penilaian dengan alat penilaian unjuk kerja. b. bermain peran. B. Uraian Materi 1. membaca puisi / deklamasi dll. .

Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. e. perlu dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. peserta didik tidak memperoleh nilai. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. berpidato. dapat diamati-tidak dapat diamati. Dengan menggunakan daftar cek. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: a. misalnya benar-salah. seperti: diStandar Kompetensiusi dalam kelompok kecil. baiktidak baik. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati 2. Kemampuan-kemampuan menyelesaikan tugas khusus yang diperlukan untuk d. Dengan demikian. dan melakukan wawancara. peserta didik mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai.Evaluasi Pembelajaran 8-7 c. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. sehingga semua dapat diamati. misalnya. . Namun daftar cek lebih praktis jika digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar. gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Jika tidak dapat diamati. Daftar Cek ( Check-list ) Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). bercerita.

Misalnya: 1 = tidak kompeten. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna.8-8 Evaluasi Pembelajaran b. Skala Penilaian ( Rating Scale ) Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu. agar hasil penilaian lebih akurat. Untuk memperkecil faktor subjektivitas. 2 = cukup kompeten. 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang. karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. .

Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian unjuk kerja. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian unjuk kerja ini. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang ”Chek List” dan borang ”Rating Scale” yang akan dipakai. D. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja).Evaluasi Pembelajaran 8-9 C. maka persiapkan : 1. . dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.

Cermati permasalahan / soal yang ditulis. e. 3. Rangkuman Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. Bagaimana kesimpulannya. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. dan apa maknanya ? E. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian unjuk kerja. c. d. b. F. sesuai dengan ketentuan yang ada. alat penilaiannya dapat dipakai bentuk chek list atau rating scale.8-10 Evaluasi Pembelajaran 2. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian unjuk kerja yang dipilih. c semua benar. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. antara lain: a. Tes Formatif A. Hitunglah biji (score) perolehannya. b. c. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. b. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. Langkah Kegiatan a. Dengan melihat aspek yang dinilai. . 1. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Pernyataan a. d.

. a. Penilaian unjuk kerja yang memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu yaitu menggunakan . afektif b. psikomotor d. Penilaian observasi langsung c. Penilaian unjuk kerja yang dilakukan dengan cara daftar cek. Cara penilaian unjuk kerja dianggap lebih otentik daripada penilaian tertulis. melakukan wawancara d. ketiganya benar 7.. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar... kecuali apabila kemampuan peserta didik yang .. Penggunaan portofolio 3. catatan harian c.. a. check list b. a. 6.. kecuali: a. 5. apa yang dinilai sesuai dengan standar kompetensiyang diinginkan d. kognitif c. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut... berpidato c. 4.. a. Penilaian sikap d. .. cara analitik..Evaluasi Pembelajaran 8-11 2. ketiganya dapat dilakukan. apa yang dinilai memberikan skore sebenarnya dari kemampuan peserta didik. distandar kompetensiusi dalam kelompok kecil b. Untuk menilai kemampuan berbicara dapat dilakukan pengamatan melalui . Penilaian unjuk kerja b..... rating scale d.. a. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.. apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya b.. dapat diamati b.. dapat diukur c. dapat dirasakan d. apa yang dinilai menunjukkan perilaku tertentu dari peserta didik c. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikatorindikator pencapaian kompetensi yang memuat ranah . dapat diraba. karena .

.. ketiganya benar. mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik b. maka alat penilai yang tidak tepat dipergunakan adalah . skala rentang b. mengumpulkan informasi tentang hasil belajar peserta didik d. Jelaskan secara singkat pengertian dari penilaian pembelajaran ! Berikan beberapa contoh di bidang kerja anda ! 2. a.. Bagaimana karakteristik dari teknik penilaian unjuk kerja yang anda ketahui ? 3. teknik penilaian kinerja b. Kemampuan apa sajakah yang dapat dinilai dengan teknik penilaian kinerja ? . teknik penilaian proyek.. mengumpulkan informasi tentang kemampuan peserta didik selama dalam proses pembelajaran c. daftar cek c.. 9.. teknik penilaian tertulis c. Kemampuan ketrampilan peserta didik akan kurang tepat apabila dinilai dengan a.. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. teknik penilaian sikap d. a. B.. Jika peserta didik melakukan praktik di laboratorium.8-12 Evaluasi Pembelajaran 8. catatan harian d. lembar pengamatan. Teknik penilaian dimaksudkan untuk . 10..

Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. yang dapat dilakukan penilaian. komponen kognitif.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. Sikap terdiri dari tiga komponen. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian sikap Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian sikap sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. . Pengertian Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut. yang tepat dan sesuai dengan pokok permasalahannya. yakni: komponen afektif. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap. 2. Secara umum. dan komponen konatif. B. Uraian Materi 1. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek.melakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 ( PENILAIAN SIKAP ) A.

Misalnya. • Sikap terhadap proses pembelajaran. peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. Dalam kasus yang lain. • Sikap terhadap guru/pengajar. peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap guru. berkaitan dengan materi Biologi atau kimia. dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Dengan sikap`positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar. yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). dan teknik pembelajaran yang digunakan. peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup. peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri. strategi. lintas . peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat. peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Proses pembelajaran di sini mencakup suasana pembelajaran. peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. • Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. akan lebih mudah diberi motivasi. metodologi. • Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Dengan demikian. Proses pembelajaran yang menarik.8-14 Evaluasi Pembelajaran • Sikap terhadap materi pelajaran.

guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. dan laporan pribadi. . Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut. Oleh karena itu.Evaluasi Pembelajaran 8-15 2. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. pertanyaan langsung. Teknik Penilaian Sikap Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. a. Berikut contoh format buku catatan harian. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal.

Selain itu. dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek (Checklist) yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu. 2006 Catatan dalam lembaran buku tersebut. . selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.8-16 Evaluasi Pembelajaran BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDIK ( nama sekolah ) Mata Pelajaran : ___________________ Kelas : ___________________ Program : ___________________ Tahun Pelajaran : ___________________ Nama Guru : ___________________ Jakarta. Berikut contoh format Penilaian Sikap (untuk mata diklat adaptif).

Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. Misalnya.Evaluasi Pembelajaran 8-17 b. peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah. atau hal yang . Laporan pribadi Melalui penggunaan teknik ini di sekolah. guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik. c. bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah mengenai "Peningkatan Ketertiban". Dalam penilaian sikap peserta didik di sekolah. keadaan. Pertanyaan langsung Kita juga dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal.

Dari ulasan yang dibuat oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. Selain itu untuk menentukan siswa SMK dinyatakan kompeten atau belum kompeten. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan. ada beberapa program keahlian yang mensyaratkan sikap melakukan pekerjaan sebagai salah satu faktor penentu. estetika. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). semua catatan dapat dirangkum dengan menggunakan Lembar Pengamatan berikut. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian sikap ini.8-18 Evaluasi Pembelajaran menjadi objek sikap. . Misalnya. kewarganegaraan dan kepribadian. termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. C. dan jasmani. peserta didik diminta menulis pandangannya tentang "Kerusuhan Antar etnis" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut.

Bagaimana kesimpulannya. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut: (1). (2). d. Sikap tersebut terdiri dari tiga komponen. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. sesuai dengan ketentuan yang ada. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. 3. maka persiapkanlah : 1. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. yakni: komponen afektif. Langkah Kegiatan a. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian sikap.Evaluasi Pembelajaran 8-19 D. e. Sikap terhadap guru/pengajar. Secara umum. c. komponen kognitif. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang- borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian sikap tersebut. dan apa maknanya ? E. 2. . b. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. Sikap terhadap materi pelajaran. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian sikap yang dipilih. Hitunglah biji (score) perolehannya. dan komponen konatif. dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Rangkuman Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek.

Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. kecuali: a. dan (5). Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran. Sikap terhadap materi pelajaran..8-20 Evaluasi Pembelajaran (3). 1.. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. a. Kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaranadalah . Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. Penilaian sikap d... perasaan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu obyek b. Penggunaan portofolio 2. b. kecenderungan berperilaku terhadap suatu obyek d. antara lain: observasi perilaku. Penilaian Diri c.. Penilaian Sikap b.. a.. Penilaian Kelas d. Penilaian unjuk kerja b. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara.. d. . kecuali: a. Salah satu komponen dalam penilaian sikap yaitu komponen konatif . Sikap terhadap guru dan siswa c. (4). Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.. F. 3. Penilaian observasi langsung c. kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu berkenaan dengan kehadiran suatu obyek. yang merupakan . keyakinan seseorang mengenai obyek c. pertanyaan langsung. dan laporan pribadi. Berikut adalah objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran. Tes Formatif A. Penilaian Portofolio 4.Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia)... Sikap terhadap proses pembelajaran. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar.. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran...

. a.. catatan harian b.. Penilaian Kelas d. Peserta didik perlu memiliki ..... yakni dengan menggunakan bantuan alat penilai : a.... maka sebaiknya menggunakan a. buku harian b. lembar pengamatan c. check list 8. yang menjadi pilar utamanya adalah .. 10. a.... Sikap sebagai ekspresi dari nilai-nilai atu pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. b... sikap adaptif b... Peserta didik perlu memiliki . tes tertulis 6.... a. B.. Jelaskan secara singkat ciri-ciri penilaian sikap ! 2. c. Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 3. a.. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1.. sikap apatis 9. d... skala rentang d. Penilaian Tertulis. Saat ini.. Mengapa lembar pengamatan dapat dipergunakan untuk penilaian sikap secara menyeluruh ? Jelaskan secara singkat ! .. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku yang diinginkan..Evaluasi Pembelajaran 8-21 5. dimana kesemua catatan dapat terangkaum.. Ketiga-tiganya benar.. sikap apriori c..... Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang bertindak dalam merespon suatu obyek. Penilaian Pembelajaran c.. Penilaian atas perilaku seorang peserta didik dapat dilakukan guru dengan cara melakukan observasi perilaku.. terhadap guru. sikap adaptif d. Menurut saya ……….. sikap positif b. terhadap materi pelajaran. sikap apriori c. Penilaian Portofolio b. dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang berbasis kompetensi. sikap positif d..... daftar cek c. sikap pesimistis 7. rating scale d. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara keseluruhan..

BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 ( PENILAIAN TERTULIS )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian tertulis Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

1.mengidentifikasi soal Mempraktikkan teknik penilaian tertulis sesuai / permasalahan yang ada pada bidang bidang tugasnya tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian tertulis, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya.

B. Uraian Materi 1. Pengertian Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. 2. Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: 1). pilihan ganda 2). dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) 3). menjodohkan 4). sebab-akibat

Evaluasi Pembelajaran 8-23

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: 1). isian atau melengkapi 2). jawaban singkat atau pendek 3). soal uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benarsalah, isian singkat, menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan berpikir tinggi dengan cakupan materi yang luas. Peserta didik tidak mengembangkan sendiri

jawabannya, sehingga cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan

kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu tes bentuk pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis kelemahan peserta didik atau memodifikasi kegiatan pembelajaran. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas yang otentik dan berkesinambungan. Namun tes bentuk tersebut banyak digunakan untuk penilaian keterampilan berbahasa yang dilakukan secara formal. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan

8-24 Evaluasi Pembelajaran

terbatas dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam mengoreksi jawaban. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu

dipertimbangkan hal-hal berikut. a). Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji; b). materi, misalnya kesesuian soal dengan Standar Kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian pada kurikulum. c). konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. d). bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda. Contoh Penilaian Tertulis a). Memilih jawaban (pilihan ganda)

C. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja), yang sekiranya dapat dilakukan penilaian

Evaluasi Pembelajaran 8-25

dengan teknik penilaian tertulis ini.

Catat dan identifikasilah

permasalahan tersebut, dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.

D. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian tertulis, maka persiapkan : 1. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang-borang yang diperlukan dan akan dipakai dalam penilaian tertulis nantinya. 2. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian tertulis yang dipilih. 3. Langkah Kegiatan a. Cermati permasalahan / soal yang dicatat. b. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. c. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan, dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. d. Hitunglah biji (score) perolehannya, sesuai dengan ketentuan yang ada pada penilaian tertulis. e. Bagaimana kesimpulannya, dan apa maknanya ?

E. Rangkuman Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan, seperti juga dalam bentuk : memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: (1) pilihan ganda, (2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak), (3) menjodohkan, dan (4) sebab-akibat.

8-26 Evaluasi Pembelajaran

b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: (1) isian atau melengkapi, (2)jawaban singkat atau pendek, dan (3) soal uraian. A. Tes Formatif A. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia), atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. 1. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut, kecuali: a. Penilaian unjuk kerja b. Penilaian sikap c. Penilaian observasi langsung d. Penggunaan tertulis 2. Dalam Soal tes tertulis peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti berikut, kecuali: a. Memberi tanda b. Mewarnai c. Membaca d. Menggambar 3. Tes tertulis dalam bentuk mensuplai jawaban dapat dibedakan, kecuali menjadi: a. multiple choice b. isian c. jawaban singkat d. uraian. 4. Tes ini dapat digunakan untuk menilai kemampuanberfikir tinggi ! a. tes sebab-akibat b. tes benar – salah c. tes menjodohkan d. tes pilihan ganda. 5. Tes tertulis bentuk ini merupakan alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan agasannya atau hal-hal yang telah dipelajarinya. a. jawaban singkat b. uraian c. isian d. pilihan ganda. 6. Dalam menyusun alat penilaian tertulis perlu dipertimbangkan halhal berikut, kecuali ......... a. jumlah item b. karakteristik mata pelajaran c. materi d. konstruksi

Evaluasi Pembelajaran 8-27

7. Tes pilihan ganda memiliki beberapa kekurangan diantaranya tersebut berikut ini, kecuali ......... a. peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya b. menimbulkan kecenderungan anak didik tidak belajar c. kurang dapat untuk memodifikasi kegiatan pembelajaran d. banyak digunakan untuk penilaian ketrampilan berbahasa secara formal. 8. Kelemahan tes tertulis bentuk uraian antara lain ..... a. peserta didik dapat mengekspresikan gagasan atau pendapatnya b. dapat menilai berbagai jenis kompetensi c. cakupan materi yang ditanyakan terbatas d. peserta didik dituntut untuk mengemukakan pendapatnya dengan kata-katanya sendiri. 9. Keberhasilan pembelajaran bergantung pada beberapa hal, kecuali a. efektifitas penilaian kelas b. cost benefit yang besar c. perancangan penilaian secara sistemasis d. perlakuan penilaian yang secara terus-menerus dan berkesinambungan. 10. Penilaian kelas yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat, kecuali a. bagi orang tua, dapat meningkatkan gairah kerjanya agar dapat membiayai sekolah anak-anaknya b. bagi guru, dapat meningkatkan efektifitas mengajarnya c. bagi peserta didik, akan meningkatkan kualitas kegiatan/hasil belajarnya d. mampu memotivasi anak didik meningkatkan terus upaya belajarnya. B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Dalam praktik pembelajaran, paling banyak dipergunakan teknik penilaian tertulis. Setujukah anda atas pernyataan tersebut ? Mengapa demikian ? 2. Adakah teknik penilaian yang dapatdipergunakan untuk menilai berbagai kompetensi ? Berikan alasannya ! 3. Berikan alasan! Mengapa Teknik Penilaian Tertulis, khususnya alat penilaian tes pilihan ganda kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian pembelajaran yang otentik dan berkesinambungan ?

8-28 Evaluasi Pembelajaran

BAB V KEGIATAN BELAJAR 4 ( PENILAIAN PROYEK dan PENILAIAN PRODUK )
A. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian proyek maupun penilaian produk Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian proek dan penilaian produk yang sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya, yang akan dapat dilakukan penilaian. 2.melakukan penilaian dengan alat penilaian proyek, yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. 3.melakukan penilaian dengan alat penilaian produk dengan ketetuan yang ada.

B. Uraian Materi 1. PENILAIAN PROYEK a. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian produk. Penilaian proyek dapat digunakan, diantaranya untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan dalam bidang tertentu, kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam penyelidikan tertentu, dan kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu secara jelas. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: • Kemampuan pengelolaan

Evaluasi Pembelajaran 8-29

Kemampuan peserta didik dalam memilih topik dan mencari informasi serta dalam mengelola waktu pengumpulan data dan penulisan laporan. • Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran/program keahlian, dalam hal ini mempertimbangkan tahap pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dalam pembelajaran. • Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru, du/di, penilai pada proyek peserta didik, dalam hal ini petunjuk atau dukungan. b. Teknik Penilaian Proyek Penilaian cara ini dapat dilakukan mulai perencanaan, proses selama pengerjaan tugas, dan terhadap hasil akhir proyek. Dengan demikian guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, kemudian menyiapkan laporan tertulis, penyajian hasil/produk. Laporan tugas atau hasil penelitiannya juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian ini dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek (checklist), penilaian(rating scale), kesesuaian produk dengan spesifikasinya. Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek: a) penelitian sederhana tentang air di rumah; b) Penelitian sederhana tentang perkembangan harga sembako;

8-30 Evaluasi Pembelajaran

2. PENILAIAN PRODUK a. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu:

Evaluasi Pembelajaran 8-31

• Tahap persiapan, meliputi: menilai kemampuan peserta didik merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. • Tahap pembuatan (produk), meliputi: menilai kemampuan peserta didik menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.

• Tahap penilaian (appraisal), meliputi: menilai kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaannya, memenuhi kriteria keindahan/presisi dsb. b. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. a. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap: persiapan, pembuatan produk, penilaian produk). b. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk (appraisal).

Cermati permasalahan / soal yang ditulis. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). 3. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian proyek dan/atau penilaian produk ini. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian proyek / produk. D. b. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian proyek atau produk yang dipilih. dan apa maknanya ? E. d. Langkah Kegiatan a. Dalam . dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. c. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . e. Bagaimana kesimpulannya.8-32 Evaluasi Pembelajaran C. Hitunglah biji (score) perolehannya. Rangkuman Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan.borang maupun media yang akan dipakai dalam penilaian itu. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut. maka persiapkan : 1. sesuai dengan ketentuan yang ada. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai. 2.

Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. alat. pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. Menilai kemampuan menggunakan bahan. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian yaitu: (1). Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa. c semua benar 3. Penilaian observasi langsung c.Evaluasi Pembelajaran 8-33 penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: (1). Relevansi. Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan dan alat c. penilaian meliputi sebagai berikut. dan teknik d. Menilai kemampuan siswa menyeleksi bahan. Dalam teknik penilaian produk. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. Dalam penilaian proyek yg perlu dipertimbangkan adalah hal berikut. Relevansi d. Dalam teknik penilaian produk. Penilaian sikap d. b. dan (3). alat. penilaian meliputi antara lain: a. pada tahap persiapan dan pembuatan perlu diadakan penilaian. F. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Tahap penilaian (appraisal). kecuali: a. Dalam tahap pembuatan. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. Tahap persiapan. kecuali: a. Kemampuan pengelolaan c. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Perencanaan b. dan teknik c. 1. Menilai kemampuan siswa menerapkan teknik pembuatan . Penggunaan portofolio 2. Dalam tahap pembuatan. Kemampuan pengelolaan. (2). Tes Formatif A. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini. Penilaian unjuk kerja b. Keaslian. Menilai kemampuan siswa dalam mendesain produk b. Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Menilai kemampuan siswa menggunakan bahan dan alat d. Keaslian 4. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. Tahap pembuatan (produk). kecuali: a. a. (2). dan (3).

proses selama pengerjaan tugas.. seperti . daftar cek b.. 7. Pelaksanaan penilaian proyek dapat menggunakan beberapa instrumen penilaian. cara analitik c. Karenanya guru perlu menetapkan tahapan yang perlu dinilai. a. catatan harian c. Ketiganya harus dilakukan. Penilaian produk yang mendasarkan pada aspek-aspek produk paling tepat dinilai dengan . Tugas tersebut berupa suatu investigasi yang diawali oleh kegiatan: a. Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu..8-34 Evaluasi Pembelajaran 5.. 8. menilai kemampuan peserta didik mengaplikasikan pengetahuannya c. menilai harga penjualan suatu produk d. menilai pembuatan suatu produk b. Penilaian proyek dapat dipergunakan untuk beberapa hal.dan terhadap hasil akhir proyek. penyusunan desain b. Penilaian produk dapat diaplikasikan untuk penilaian hal-hal berikut ini. menilai kualitas hasil suatu produk c. kecuali . Perencanaan dan Pengumpulan data b. mengetahui pemahaman dan pengetahuan peserta didik di bidang tertentu b. cara appraisal b. Pengorganisasian dan pengolahan c. menilai kemampuan peserta didik dalam menginformasikan subyek tertentu. menilai proses pembuatan suatu produk. . Penyajian produk d.. a. a. 10. a. Penilaian proyek dapat dilakukan mulai perencanaan. 9.. cara holistik d.. 6. memahami pengetahuan anak didik pada subyek tertentu d. kecuali : a.. laporan / penyajian hasil akhir d. ketiga-nya perlu dilalui.... pengumpulan data dan penyajian data c. cara berkesinambungan. kesesuai produk dengan spesifikasinya. rating scale d. kecuali .

Berikan penjelasan anda tentang penilaian produk yang dapat dilakukan didalam pembelajaran ! . 2. berikan penjelasan secara singkat ! 3.Evaluasi Pembelajaran 8-35 B. Apa yang anda ketahui tentang penilaian proyek. Jika Anda akan menilai kemampuan siswa dalam membuat suatu produk dan mutu produk. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. teknik penilaian apa yang anda pilih dan bagaimana cara membuat alat penilaiannya serta berikan contohnya sesuai mata pelajaran yang Anda mampu.

Uraian Materi 1. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. yang akan dapat dilakukan penilaian. guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Pengertian Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Dengan demikian. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian portofolio Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian potofolio sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan .BAB VI KEGIATAN BELAJAR 5 ( PENILAIAN PORTOFOLIO ) A. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didiknya.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya.melakukan penilaian dengan alat penilaian portofolio. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. 2. lembar jawaban tes yang menunjukkan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab (bukan nilai). Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. B. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut.

antara lain: karangan. c. komposisi musik. e. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan. foto.Evaluasi Pembelajaran 8-37 belajar peserta didik melalui karyanya. antara lain : a. sinopsis. Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri Guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri. surat. dsb. d. gambar. resensi buku/ literatur. laporan penelitian. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. b. puisi. saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. lukisan. Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. f. . Saling percaya antara guru dan peserta didik Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya.

Sedangkan untuk kemampuan menggambar. dan dapat dinilai dengan uang (mempunyai nilai jual bagi mata diklat produktif). untuk kemampuan menulis peserta didik mengumpulkan karangan-karangannya. tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik. Untuk mata diklat produktif dapat berupa kertas kerja. patung dan lain-lain). masakan. Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan. keterampilan. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan. laporan. peserta didik mengumpulkan gambar-gambar buatannya. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik. . 2. b. Misalnya. tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian. h. dan minatnya. Teknik Penilaian Portofolio Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkahlangkah sebagai berikut: a. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda. tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri.8-38 Evaluasi Pembelajaran g. Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio. Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. produk kerja (baju. rekaman video dan bukti-bukti lainnya sesuai dengan proyek yang akan dilakukan.

Contoh. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. misalnya: penggunaan tata bahasa. d. Sebaiknya tentukan aspek-aspek yang akan dinilai dari sampel portofolio beserta pembobotannya bersama para peserta didik sebelum mereka membuat karyanya . peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut f. Namun. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio. antara peserta didik dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. jadwalkan untuk menyajikan hasil karya siswa tersebut dalam (pertunjukan. dan sistematika penulisan. Guru dapat membimbing peserta didik tentang bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan atau kekurangan. pameran dsb) dengan mengundang orang tua maupun masyarakat sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya. g. misalnya setelah 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru. Bila perlu dalam menilai hasil karya siswa. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masingmasing di sekolah. e. Dengan demikian. kelengkapan gagasan. Setelah suatu karya dinilai dan ternyata nilainya belum memuaStandar Kompetensian. untuk kemampuan menulis karangan aspek yang akan dinilai. . Mintalah peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. kepada peserta didik dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik.Evaluasi Pembelajaran 8-39 c. h. pemilihan kosa-kata.

Skor untuk setiap kriteria menggunakan Standar Kompetensiala penilaian 0 . . C. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini. Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut.8-40 Evaluasi Pembelajaran Catatan: Setiap karya siswa sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. semakin tinggi Skor yang diberikan. Semakin baik hasil yang terlihat dari tulisan peserta didik. Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Kolom keterangan diisi dengan catatan guru tentang kelemahan dan kekuatan tulisan yang dinilai.10 atau 0 100. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian portofolio ini.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai.borang yang akan dipakai dalam penilaian portofolio nantinya. d. 3. Cermati permasalahan / soal yang ditulis. sesuai dengan ketentuan yang ada. c. maka persiapkanlah : 1. Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri. e. Saling percaya antara guru dan peserta .Evaluasi Pembelajaran 8-41 D. antara lain : (a). Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. dan apa maknanya ? E. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian portofolio yang dipilih. Bagaimana kesimpulannya. 2. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Rangkuman Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. (b). dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hitunglah biji (score) perolehannya. Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian portofolio. Langkah Kegiatan a. Akhir suatu priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. b.

Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik. lembar jawaban tes yang menunjukkan soal mana yang mampu dan tidak mampu dijawab c. (f). baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru. a. Kesesuaian.. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai : a. Saling percaya antara guru dan peserta didik c. karya sekelompok siswa pada satu periode untuk satu mata pelajaran b. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah. (d). hasil pekerjan peserta didik yang dianggap karya terbaiknya b. Penilaian proses dan hasil. Penilaian sikap d.. Penilaian unjuk kerja c.. Penilaian dan pembelajaran. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.8-42 Evaluasi Pembelajaran didik. Guru mempunyai rasa memiliki berkas portofolio d.Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia). Kepuasan. 1. 3. karya sekelompok siswa pada satu periode untuk beberapa matapelajaran d. F.. atas pertanyaan / pernyataan berikut ini.. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri b. Penilaian observasi langsung b. (e). kecuali: a. (c). Pengecualian dari bentuk informasi yang dinilai tersebut adalah . Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Tes Formatif A. karya siswa secara individu pada satu periode untuk sekelompok mata pelajaran. (g). serta (h). 4. Bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran d. karya siswa secara individu pada satu periode untuk satu mata pelajaran c. nilai pekerjaan dari lembar jawaban tes yang dikerjakan peserta didik. . Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. kecuali: a. Penilaian proses dan hasil. Penggunaan portofolio 2.

. Dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik.... Langkah a... penilaian portofolio d. Menjelaskan kepada peserta didik akan kegunaan penilalain portofolio b. Teknik penilaian potofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah: a.. a.... sehingga sesuaidengan yang diharapkan pada standar kompetensi... untuk melihat kelebihan dan kekurangannya .. orangtua peserta didik .. a. 10... penilaian unjuk kerja b. penilaian diri.. proyek b... penilaian portofolio d. . penilaian diri b. Mengumpulkan dan menyimpan karya setiap peserta didik dalam satu map atau folder di loker masing-masing di sekolah d. paling tepat diterapkan pada teknik penilaian . orang tua peserta didik b... peserta didik . a... merupakan salah satu hal yang dijadikan pedoman dalam . dengan cara menjanjikan hasil karya siswa tersebut dijadwalkan diikutkan dalam pameran. orangtua peserta didik d. guru .. penilaian sikap c. 9. perlu dilakukan kotrak “perjanjian” antara guru dengan siswa mengenai jangka waktu perbaikan. a.. Menentukan bersama peserta didik. adalah salah satu langkah dari .... Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik... teknik penilaian diri c. portofolio. a.. peserta didik c.. sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat c. 6.. dan c perlu diikuti. teknik penilaian proyek. diri d. penilaian proyek.. Langkah perbaikan sedemikian biasanya dilakukan dalam pelaksanaan . teknik penilaian produk d. 7.. Manfaat utama penilaian portofolio adalah sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi .... Untuk memperpaiki nilai peserta didik... produk c.Evaluasi Pembelajaran 8-43 5. 8. teknik penilaian portofolio b. Langkah yang dapat diambil guna memotivasi anak didik. penilaian proyek c. guru dan siswa..... guru .. b.

Mengapa demikian.8-44 Evaluasi Pembelajaran B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. dan tunjukkanlah alasan anda ! 2. di Indonesia digalakkan langkah “sertifikasi” guru dan dosen dengan melaksanakan penilaian portofolio. Guna meningkatkan kualitas profesionalisme guru dan dosen. Adakah manfaat penilaian portofolio bagi anda ? Apa alasannya ? . Kemana arah dan tujuan penilaian portofolio ? Berilah penjelasan singkat ! 3.

melakukan penilaian dengan alat penilaian diri. untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Meskipun demikian. B. diantaranya: a. . yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya. yaitu penilaian secara langsung. 2. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. Pengertian Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. yang akan dapat dilakukan penilaian. hasil penilaian diri dapat digunakan guru sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai. Uraian Materi 1.mengidentifikasi soal / permasalahan yang ada pada bidang tugasnya. pada saat atau setelah selesai melakukan tugas.BAB VII KEGIATAN BELAJAR 6 ( PENILAIAN DIRI ) A. Penilaian Langsung dan Spesifik. Ada beberapa jenis penilaian diri. Kompetensi dan Indikator Standar Kompetensi Mengkaji dan mempraktikkan teknik penilaian diri Kompetensi Dasar Mempraktikkan teknik penilaian diri sesuai bidang tugasnya Indikator Pencapaian 1. Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke siswa yang didasarkan pada konsep belajar mandiri (auonomous lening).

b). atau skala penilaian. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. karena ketika mereka melakukan penilaian. Guru mengkaji hasil penilaian. f).8-46 Evaluasi Pembelajaran b. Misalnya. Teknik Penilaian Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. dapat berupa pedoman penskoran. 2. c). Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur. d). untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu. . c. Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. membiasakan. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. Merumuskan format penilaian. e). harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Penilaian Sosio-Afektif. 2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. daftar tanda cek. Karena itu. a). yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: 1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik. 3) dapat mendorong. Untuk itu penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang.

maka persiapkan : 1. guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian Contoh Penilaian Diri C. D.Evaluasi Pembelajaran 8-47 g). Latihan Cobalah renungkan dan pikirkan hal-hal apa yang ada pada bidang tugas anda (di tempat kerja). Lembar Kegiatan Peserta PLPG Setelah dicatat permasalahan yang ada dan akan dinilai dengan teknik penilaian diri. dan kemudian kerjakan apa yang ada pada lembar kegiatan berikut ini.borang yang akan dipakai dan dibutuhkan dalam penilaian diri. yang sekiranya dapat dilakukan penilaian dengan teknik penilaian diri ini. Lakukan tindakan lanjutan. antara lain guru memberikan balikan tertulis. . Alat dan Bahan Kertas dan alat tulis seperlunya guna membuat borang . Catat dan identifikasilah permasalahan tersebut.

Langkah Kegiatan a. dan apa maknanya ? E. Bagaimana kesimpulannya. Prasyarat Indikator atau aspek dari permasalah atau soal yang ditulis telah sesuai dengan teknik penilaian dir yang dipilih. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik. diantaranya: (a). Tuliskan aspek-aspek tersebut dalam borang yang telah dipersiapkan. . dan lakukan penilaian atas masing-masing unsur sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hitunglah biji (score) perolehannya. penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. sesuai dengan ketentuan yang ada. 3. Rangkuman Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. dan (c). Penilaian Langsung dan Spesifik. (b). Ada beberapa jenis penilaian diri. Penilaian Sosio-Afektif. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. e. c. d. Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. Karena itu. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. Cermati permasalahan / soal yang ditulis.8-48 Evaluasi Pembelajaran 2. b. Identifikasi aspek-aspek yang dinilai.

. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar.Evaluasi Pembelajaran 8-49 F. Format penilaian diri yang tidak dapat dipakai adalah . atas pertanyaan / pernyataan berikut ini.. a. a. proses c. Penilaian Tidak Langsung dan Holistik c.. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain. Berikut beberapa jenis penilaian diri. lembar pengamatan b. melatih peserta didik untuk berbuat jujur. skala penilaian. kecuali : a. ketiganya (a.. 7. meningkatkan kemampuan peserta didik b.. 1. Penilaian diri c.b. dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik c. status b. 5.. Tujuan utama penilaian diri dalam pembelajaran adalah . Penilaian sikap 3. daftar cek d. dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah dipersiapkan. meningkatkan hasil belajar peserta didik d. 6. Tes Formatif A.. kecuali : a. Teknik-teknik penilain tersebut adalah sebagai berikut. Penilaian diri adalah teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan . kecuali: a. a. Beragam teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa... Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.. Menentukan kompetensi yang akan dinilai d. Penilaian observasi langsung d. memperbaiki proses pembelajaran c. Penilaian Sosio-Afektif 2.c) berkait. dapat mendorong. kecuali: a. Penilaian Sosio-Kognitif d. perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. .. memperbaiki proses dan hasil belajar .. pedoman penskoran c. tingkat pencapaian kompetensi d.... Pilihlah jawaban yang paling tepat (dari alternatif yang tersedia).. Untuk melakukan penilaian diri oleh peserta didik di kelas. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya d. Penilaian Langsung dan Spesifik b.. Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri b. dapat membiasakan peserta didik merasa mampu b. Penilaian unjuk kerja b. Guru mendorong peserta didik untuk melakukan penilaian diri tidak secara cermat dan obyektif c. 4.

kecuali : a. Menyimpan hasil penilaian di almari arsip khusus d. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru b.8-50 Evaluasi Pembelajaran 8. Untuk aspek apa sajakah penilaian diri diterapkan sebagai instrumen penilaian ? 3. 10. Memahami tujuan pembelajaran / kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik b. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portofolio. a.b. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portofolio. ”Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap”. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru c. Beberapa ketentuan yang diberlakukan dalam proses penjaminan mutu (Quality Assurance) oleh tim verifikasi internal antara lain... Teknik penilaian tunggal tidak cukup memberikan informasi tetang . kemampuan seseorang b.. Setujukah anda akan pernyataan tersebut? Mengapa? Berikan penjelasannya secara singkat ! . Memverivikasi hasil penilaian guru d. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1.c secara bersama. B. a. ketrampilan seseorang c. Menyusun umpan balik c. pengetahuan dan sikap seseorang d. kecuali: a. Proses pengendalian mutu (Quality Control) yang dilakukan dalam verifikasi eksternal memiliki ketentuan antara lain. Mengapa dalam evaluasi pembelajaran dianjurkan untuk memadukan berbagai teknik penilaian? 2. 9.

Verifikasi eksternal Verifikasi eksternal sebagai proses pengendalian mutu (Quality Control) dilakukan oleh penilai (assessor) yang diakui lembaga sertifikasi profesi. keterampilan. Verifikasi internal Verifikasi internal sebagai proses penjaminan mutu (Quality Assurance) dilakukan oleh unsur sekolah. 3) Memverifikasi hasil penilaian. dengan ketentuan sebagai berikut: . dan 7) Mengajukan hasil verifikasi kepada external verifier. Untuk menjamin obyektivitas hasil penilaian. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran / informasi tentang kemampuan.BAB VIII PENUTUP Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. bisa terdiri atas guru kejuruan. interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena akan terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya. Lagi pula. 5) Menyusun umpan balik. dilakukan proses verifikasi oleh pemeriksa (verifier) baik pemeriksa internal maupun eksternal. 4) Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portfolio. b. 6) Mengkonfirmasikan hasil verifikasi penilaian kepada guru. dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Memahami tujuan pembelajaran/kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik. pengetahuan dan sikap seseorang. ketua program keahlian dan wakil kepala sekolah. a. 2) Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. dunia usaha / dunia industri atau asosiasi profesi.

a 9. b 6. c 2. a 5. Memverifikasi hasil penilaian guru. a 6. c Bab VI 1. d 7. b Bab III 1. d 10. c 5. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Bab II 1. c 7. d 3. b 3. d 4. a 8. a Bab VII 1. a 2. d 7. c 6. b 7. a 4. a 7. c 9. d 2. c Bab IV 1. b 5. d 10. c 3. d 4. b 8. d 9. d 8. c 3. d 6. c 8. Memahami tujuan pembelajaran/kriteria kinerja yang harus dikuasai peserta didik. Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portfolio. 3). dan 4). d 5. a 5. b 10. c 4. b Bab V 1. b 3. b 8. Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. c 10. c 9. d 8. d 9. 2). b 6. d 4. b . c 3. c 7. c 10. b 2. b 2. a 4. a 6. a 9. c 2.8-52 Evaluasi Pembelajaran 1). d 5. d 10.

Penilaian Pembelajaran adalah suatu perbuatan (mengira-ngira) nilainya hasil pembelajaran yang dilakukan dalam suatu lingkungan belajar. . sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar. proses. tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.GLOSARIUM Belajar Tuntas (mastery learning) : peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya. dan menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusan-keputusan. Penilaian Hasil Kerja (Produk) : Penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni Penilaian Penugasan (Proyek) : Penilaian terhadap suatu tugas yang mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu Penilaian Portofolio : Penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis Penilaian Unjuk Kerja (Performance) : pengamatan terhadapa aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar Penilaian adalah suatu proses sistematis yang mengandung pengumpulan informasi. interaksi) Penilaian Sikap : Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap Penilaian Tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. menganalisis. Penilaian Kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu Penilaian Diri : Menilai diri sendiri berkaitan dengan status. dan hasil yang baik. tingkah laku.

Teknik penilaian adalah cara / prosedur penilaian yang telah ditentukan dan sesuai dengan kaidah yang berlaku. . sehingga memberikan arah / tujuan yang jelas dan akhirnya akan bermuara pada tingkat keberhasilan peserta didiknya.8-54 Evaluasi Pembelajaran Rapor adalah laporan kemajuan belajar yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi.

What Teachers Need to Know. Popham. Handbook of Training Evaluation and Measurement Methods. Classroom Measurement and Evaluation.E. Model Penilaian Kelas. Yogyakarta: Depdiknas. Phillips.puskur. Texas: Gulf Publishing Company. Hopkins. 2nd Edition. (1995) Classroom Assessment. Kurikulum Berbasis Kompetensi (untuk Sekolah Menengah Kejuruan). 2004.J.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jakarta: Depdiknas. “Penilaian Hasil Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)”. 2004. Makalah disampaikan pada seminar nasional ”Penilaian Pembelajaran dalam Kontek KTSP” pada pengukuhan pengurus HEPI UKC Metro di Lampung tanggal 12 Juni 2008. W. 1991. Inc. Budi Susetyo.net 29 Juni 2008. Balitbang Dediknas. Jack J. Boston: Allyn & Bacon. Gronlund. P3G Matematika. Anonim. E. 2007. Dirjen Dikdasmen. charles D dan Richard L Antes. Jakarta: Pusat Kurikulum. 2008. Penilaian Unjuk kerja (Paket Pembinaan Penataran). 3rd Edition. Puji Iryanti. Badan Standar Nasional Pendidikan. Norman. Houston. Constructing Achievement Tests. 1990. http://www. Illinois: F. (1982). . Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia. Peacock Publishers. London: Prentice Hall.

BUKU AJAR MEDIA PEMBELAJARAN .

BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 0 .

NIP.BUKU AJAR Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran Penulis: Drs. Sri Sartono. FR. MPd. 130515780 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 2008 1 .

dan terimakasih kepada teman-teman dosen Teknik Elektro FT UNNES. Oleh karena itu masukan untuk kesempurnaan buku ini sangat diharapkan. media pembelajaran. Pemerintah dalam rangka sertifikasi guru mengadakan program PLPG untuk melatih guru sehingga menjadi guru yang professional dalam mengajar. 12 Juli 2008 FR. Semarang. mengelola UPT Sumber Belajar dan Media UNNES Semarang. LCD. Buku ini ditulis dari berbagai sumber maupun dari pengalaman kami mengajar bidang komunikasi. internet untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.KATA PENGANTAR Kemajuan dalam bidang komunikasi dan informasi dewasa ini menuntut adanya sumber daya manusia yang adaptip sehingga tidak ketinggalan dari perkembangan dunia yang semakin menglobal. Perkembangan tersebut juga mengakibatkan berkembangnya teknologi komunikasi pendidikan yaitu penggunaan produk teknologi seperti computer. maka pasti masih banyak kekurangan di sana-sini. Semoga buku ini bermanfaat sebagai sumbangan bagi para guru. Karena keterbatasan waktu. Sri Sartono 2 . Dalam rangka mendukung program tersebut. Akhirnya ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. maka buku ajar dengan judul “Pemanfaatan Media Pembelajaran” disiapkan agar dapat dimanfaatkan para guru dalam rangka meningkatkan profesionalitasnya dalam mengelola dan mengadakan inovasi proses pembelajaran. multimedia serta pengalaman kerja di TKPK / Media Pembelajaran.

Tes Formatif 35 BAB II. Pertimbangan dalam memilih media 25 9. Uraian Materi 1. Manfaat dan Nilai Praktis Media Sebagai Sumber Belajar 18 6. PENDAHULUAN Deskripsi Prasyarat Petunjuk Belajar Kompetensi dan Indikator halaman 0 1 2 3 4 5 6 6 7 BAB II. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran 12 3. B. KEGIATAN BELAJAR 1 A. Pemilihan Media Pembelajaran 22 8. Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran 9 2. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional 16 5. Kompetensi dan Indikator 8 B. Produksi media OHT dan Slide Presentasi C. Konsep Media dan Sumber Belajar 14 4. KEGIATAN BELAJAR 2 A. Contoh media grafis 29 C. C. Kompetensi dan Indikator B. Tes Formatif PENUTUP : KUNCI JAWABAN TES FORMATIF DAFTAR PUSTAKA 38 38 50 63 75 75 78 78 78 3 . Latihan D. Uraian Materi 1. D. A. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran 19 7.DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL HALAMAN FRANCIS KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETA KOMPETENSI BAB I. Latihan 35 D. Dasar-dasar disain media presentasi 3. Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran 2.

LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran. Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar 4 .PETA KOMPETENSI Dapat menyebutkan alasan-alasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media. Dapat menjelaskan alasan-alasan pemilihan media Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran BUKU AJAR PEMAN FAATAN MEDIA PEMBE LAJARAN Dapat menilih media untuk pembelajaran Memanfaatkan Media Dlm Pembelajaran scr profesional Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media.

Media elektronik (Radio Tape Recorder. yang di dalamnya sarat dengan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi yang makin lama makin canggih. grafik.TV. Oleh karena itu buku ajar ini menyajikan materi-materi 5 . CCTV . komputer dan jaringan internet). film bergerak/life). Guru dan calon guru dituntut memiliki kompetensi profesional dalam memilih dan memanfaatkan berbagai media dalam pembelajaran baik yang telah tersedia maupun media yang harus direncanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan (media by utilities dan media by design). Hal ini merupakan usaha untuk mencapai kompetensi secara efektif dan efisien. buku teks. maka dialah pemenangnya. slide. harus bisa mengadaptasi terhadap Iptek yang berkembang disekitar kehidupannya agar tidak disebut orang yang ketinggalan jaman. dll). VCD. Penggunaan produk teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pembelajaran telah banyak dipelajari dan diteliti dalam kawasan teknologi pendidikan/pembelajaran yang selanjutnya berkembang menjadi teknologi komunikasi pendidikan dan kebudayaan (TKPK) yang akhirnya berkembang menjadi media pembelajaran/pendidikan. Pepatah mengatakan bahwa siapa yang menguasai pengetahuan dan teknologi komunikasi serta memanfaat-kannya dalam kehidupannya. Produk teknologi pembelajaran yang sampai saat ini digunakan dalam proses komunikasi dalam pembelajaran. Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah merupakan proses komunikasi. Media grafis (gambar.BAB I PENDAHULUAN A. modul. Video. chart. oleh karena itu sudah sejak lama produk teknologi komunikasi dan informasi dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. koran. di antaranya adalah penggunaan media cetak (handout. Deskripsi Sekarang ini telah masuk di dalam era komunikasi dan informasi. poster. majalah dll ). buku ajar. Oleh karena itu manusia termasuk guru. Media Fotografi ( foto diam/still. film strip.

C. 5. disain dan produksi media OHT dan slide presentasi untuk keperluan presentasi dalam proses pembelajaran. maka dalam mempelajari buku ajar ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Jenis-jenis dan pemilihan media pembelajaran. maka diharapkan peserta didik telah memiliki keterampilan dalam mengoperasikan komputer. Apabila ternyata belum bisa menjawab dengan benar. Kerjakan tes formatif yang ada pada setiap kegiatan dan cocokkan dengan kunci jawaban.yang dirancang untuk mencapai kompetensi profesional yang diharapkan yaitu : Arti dan fungsi media dalam pembelajaran. 1. dengan menghitung Hitung kemampuan daya serap anda jawaban yang benar. B. Baca dengan saksama dan fahami isi Bab II (kegiatan belajar 1). 3. 6. baca ulang lagi materinya sampai dapat menemukan jawaban yang benar. 2. karena telah dinyatakan tuntas pada kegiatan 1. 4. Kerjakan/jawablah pertanyaan/tugas latihan yang ada pada buku ajar ini. Bila prosentase mencapai > 85% teruskan pada kegiatan 2 berikutnya. tetapi bila anda baru mencapai < 85%. Lakukan kegiatan yang diharapkan dari buku ajar ini dengan sungguh-sungguh. Baca dengan saksama dan fahami isi Bab I untuk mengetahui arah dan tujuan penulisan buku ajar ini. Petunjuk Belajar Agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Prasyarat Agar tidak menghambat/mengalami kesulitan dalam mempelajari buku ajar ini. Cari dan tandai kata/kalimat kunci/penting pada setiap alinea dan catatlah untuk memudahkan mengingat kembali isinya. pelajari kembali materinya mulai dari langkah awal sampai 6 .

Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk waktu 2 x 50 menit pembelajaran 7 . 7. Apakah telah mencapai > 85% ? bila telah tuntas anda dapat melanjutkan pada kegiatan berikutnya. lakukan langkah-langkah yang sama untuk mempelajari kegiatan belajar berikutnya. D.selesai. Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasanalasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media. Jangan melanjutkan belajar kegiatan berikutnya bila anda belum tuntas pada kegiatan ini. Kerjakan kembali tes formatif. lihat kunci jawaban dan hitung prosentase ketuntasan belajar anda.

LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengimplementasi teknik presentasi dalam proses pembelajaran. 2 x 50 menit waktu 8 . 1 x 50 menit BAB II. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 1 Kompetensi Mengetahui rasional penggunaan media dan memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk memilih media dalam pembelajaran Indikator Dapat menyebutkan alasanalasan digunakanya media dalam pembelajaran Dapat menjebutkan pengertian media pembelajaran Dapat menyebutkan fungsi/peranan media dan memberikan alasan-alasannya digunakan dalam pembelajaran Dapat menyebutkan dan mengidentifikasi berbagai jenis media.2 Mampu merencanakan dan membuat media untuk presentasi mengajar Dapat menjelaskan prinsip dan unsur disain media Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide Presentasi untuk pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP. KEGIATAN BELAJAR 1 A.

Sebelum KTSP di resmikan telah diujicoba pelaksanaannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). adanya perobahan cara berpikir produktif menjadi reflektif (productive thinking menjadi reflective thinking). adanya perobahan paradikma dari mengajar menjadi belajar (Teaching menjadi Learning). belajar untuk dapat melakukan . Oleh karena itu dalam pelaksanaanya KTSP juga menuntut adanya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Rasional Penggunaan Media dalam Pembelajaran Kurikulum baru (2004) telah diresmikan penggunaannya sebagai pedoman sekolah dalam rangka melaksanakan pendidikan.Dapat menjebutkan kriteria pemilihan media. belajar bekerjasama untuk mendapatkan sesuatu dan belajar menjadi sesuatu yang dipelajari. Kurikulum tersebut disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Dapat menjelaskan alasanalasan pemilihan media Dapat menilih media untuk pembelajaran B. Uraian Materi 1. Jadi KTSP merupakan hasil penyempurnaan dari KBK. Oleh karena itu dalam merencanakan 9 . learning to life together dan learning to be. Dengan demikian KTSP juga merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran harus mengimplementasikan belajar untuk mengetahui. Hal ini dikarenakan adanya pemahaman bahwa kompetensi bukan sekedar pengetahuan (demonstrating the knowledge) tetapi lebih merupakan kemampuan/kesanggupan melakukan (ability to do). learning to do. Prinsip belajar mengajar menggunakan empat prinsip yaitu learning to know.

sehingga akan mencerdaskan. Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi yang baik merupakan salah satu cara untuk itu. maka mereka akan merasa asyik sehingga tidak terasa waktu yang tersedia telah habis. Agar pembelajaran menyenangkan seorang guru dituntut kreativitasnya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. mengapa.pembelajaran memerlukan metode dan strategi yang benar-benar dapat membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat bagi pengembangan keterampilan hidupnya.dan menarik. STANDAR KOMPETENSI •Komp dasar •Pengalaman belj • • • • Menyenangkan Mengasyikkan Mencerdaskan Menguatkan •Berkompetensi •Cerdas •Tangguh •Berketerampilanhidup 10 . Dalam melaksanakan pembelajaran didisain kegiatan yang menyenangkan. mengasyikkan. Menggunakan kegiatan teknik bertanya yang bervariasi dengan menggunakan pola 4 W dan 1 H (apa. siapa. Memberikan materi yang bermanfaat dan luas akan menambah wawasan dan menguatkan. dan bagaimana) dan merata kepada seluruh peserta didik akan melatih daya piker. Karena peserta didik tertarik perhatiannya. Ilustrasi berikut ini akan memperjelas pemahaman. mencerdaskan dan menguatkan. kapan .

sehingga keberadaannya sangat mutlak diperlukan. Kemampuan Sosial Mengembangkan Inkuiri siswa Mengembangkan Keterampilan Pemecahan masalah Mengembangkan. Di sinilah peran media diperlukan sebagai sumber belajar alternatip. KBM yang berbasis kompetensi akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. kerjasama. Kreativitas siswa Kemampuan menggunakan IPTEK Mengembangkan. metode) Guru bukan satu-satunya sumber belajar Penilaian menekankan proses dan hasil demikian pembelajaran harus dirancang lebih kearah Dengan pembelajaran individu/kelompok-kelompok kecil agar pengembangan individu lebih nampak nyata. di samping sebagai pembawa pesan/informasi. dan solidaritas 11 . Media juga merupakan subsistem dari proses pembelajaran. Media sangat penting dalam menciptakan KBM yang kreatip dan bervariasi. Kesadaran sebagai WNI YG BAIK Life long learning Memadukan kompetensi. Sebagai sumber belajar tidak harus bergantung dari guru. Bahkan variasi kegiatan peserta didikpun dimungkinkan berbeda atau bervariasi. karena guru bukan satu-satunya sumber belajar. Dapat dimungkinkan terjadi keberragaman pengalaman belajar yang diperolehnya. • • • • • • • • • • Berpusat pd siswa Learning by doing Mengembangkan.Dalam pelaksanaan pembelajaran digunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut • Menekankan ketercapaian kompetensi siswa secara individu dan kelas • • • • Menekankan Learning Outcomes dan keberagaman Variasi Pembelajaran (strategi.

bekerjasama. 2. kinerja/performance dan tes tertulis/ paper and pen ) • Untuk – Umpan balik siswa – Memantau kemajuan – Umpan balik Guru – Informasi ttg efektivitas pendidikan – Pencapaian kompetensi setiap siswa meski kecepatannya berbeda Dari uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media sangat penting peranan dan kedudukannya dalam proses pembelajaran.Dalam pelaksanaan KTSP juga diharapkan penggunaan pendekatan CTL (Contectual teaching and Learning) yang memungkinkan adanya variasi kegiatan seperti mengkonstruksi. sehingga terjadi kurang adanya kesamaan kualitas pengelolaan pembelajaran antara kelas paralel. modeling. diskusi. Oleh karena itu didalam mengajar harus memanfaatkan media agar dapat mencapai kompetensi yang diharapkan secara efektif dan efisien. refleksi dan penilaian otentik. Keluhan serupa misalnya menurunnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran manakala guru tersebut pindah kelas dalam waktu yang berturutan. tugas/proyek. bahwa guru mengalami kekurangan waktu untuk menyampaikan isi kurikulum kepada para siswanya sehingga berakibat kurang optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran. Pelaksanaan penilaian juga digunakan pendekatan penilaian berbasis kelas yaitu : • Dilaksanakan terpadu dengan KBM (hsl kerja siswa/porto folio. bertanya. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran Keluhan seringkali kita dengar dari lapangan. Terjadi pula kekurang ragaman pengalaman yang diterima oleh siswa sehingga hanya tujuan pembelajaran pada ranah kognitif tingkat rendah sajalah yang 12 . hsl karya/produk. inkuiri.

Pemanfaatan berbagai sumber belajar akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam keefektifan pencapaian tujuan pembelajaran. Dikemukakan oleh Association for Educational Communications Technology (AECT). Keluhan-keluhan tersebut terjadi antara lain karena guru menganggap dirinya adalah satu-satunya sumber belajar bagisiswanya. adalah situasi sekitar dimana pesan diterima ( Sadiman. Gagne(1970) mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya 13 . Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Palmer W.dicapai. adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan. 1996). adalah prosedur atau acuan yang disiapkan untuk digunakan orang atau dalam menggunakan alat. 4) Alat. yang bertindak sebagai penyimpan dan pengolah pesan. 3) Bahan. Dalam proses pembelajaran sumber-sumber belajar tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran. Salah satu temuan yang disarankan oleh Sector Review Team (1988) adalah bahwa penggunaan media pembelajaaran akan mengurangi beban kerja para guru hingga sepertiganya (Sadiman. sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. lingkungan untuk menyajikan pesan. bahan. 1994). Sumber belajar tersebut bermacammacam yaitu: 1) Pesan. 2) Orang . Setiap media pendidikan mempunyai kelebihan dan keterbatasan tersendiri. Telah kita ketahui bahwa tidak ada satu jenis media pembelajaran yang paling cocok untuk semua tujuan pembelajaran. 6) Lingkungan. 5) Teknik. yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. 1996). Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari medium. adalah perangkat lunak yang mengandung pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji maupun tanpa alat penyaji. adalah semua ajaran atau informasi yang akan dipelajari.

( Depdikbud Dirjendiknas/ 1994 ) Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 1995 juga telah menerbitkan buku untuk pedoman latihan kerja pelatihan tenaga 14 . 3. kurangnya pemahaman tentang media. Sementara itu Briggs (1970) mengatakan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya proses belajar terjadi. (Sadiman. 1996). posisi pelaksanaan kurikulum berbasis media pembelajaran akan sangat membantu dalam membentuk kopetensi siswa dalam tiap rumpun pelajaran. dilupakannya komponen sumber belajar dan media dalam sistem pengembangan instruksional. Dalam kurikulum sekolah tahun 1994 berserta petunjuk pelaksanannya tidak terdapat istilah media pembelajaran. tetapi kita dapati istilah alat peraga pada buku petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. ada persamaan-persamaan di antaranya yaitu bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan dan dapat merangsang pikiran. Beberapa faktor lain yang barangkali menjadi sebab antara lain : adanya perbedaan pesepsi tentang pemahaman sumber belajar dan media sumber belajar dan pembelajaran. Mungkin inilah sebabnya sehingga penggunaan media pembelajaran di sekolah tidak populer. komptetensi. Konsep Media dan Sumber Belajar Sampai sekarang masih terdapat persepsi yang berbeda-beda mengenai pengertian media pembelajaran. dan Wong mengemukakan media sebagai alat atau mekanisme untuk menyalurkan pesan.untuk belajar. bahkan Menghadapi dalam kurikulum sekolah . perhatian dan minat serta perhatian penerima pesan sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. perasaan. Itupun tercantum pada format RP atau rencana pembelajaran. Apapun batasan yang diberikan. Dengan demikian media pembelajaran tidak terintegrasi dalam kurikulum.

teoriteori belajar. dan sumber belajar. Media Instruksional merupakan salah satu komponen atau sub set dari sumber belajar Sumber belajar merupakan domein atau kawasan fungsi Teknologi Instruksional. dan organisasi. dan hasil-hasil penelitian pendidikan. orang. Di antara sumber belajar yang merupakan media adalah pesan . untuk menganalisis masalah-masalah pembelajaran (AECT. bahan dan alat. Dir. dan setting atau lingkungan. Untuk menyamakan persepsi tentang konsep media disarankan menggunakan konsep yang dikembangkan secara akademik yang ditempuh melalui penelitian maupun kajian konsepsional oleh Association of Educational and Communication Technology (AECT). penerapan teknologi informasi dan komunikasi.1977: 155) Pengembangan instruksional yang dilakukan menggunakan pendekatan sistem. alat. bahan. sehingga pengertian media menurut AECT segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk adalah menyalurkan 15 . meliputi ide. Dalam teknologi instruksional unsur intinya adalah belajar ( subjek yang belajar). yang judul bukunya adalah Penggunaan Alat Peraga. Dengan demikian Teknologi instruksional merupakan proses kompleks. Pengertian sumber belajar dalam teknologi pendidikan meliputi : pesan. orang. teknik. terintegrasi.( Depdikbub. dan titik perhatiannya adalah peserta didik (learner). ) meskipun isinya mengenai media.pendidikan melalui projek peningkatan SMU. Pembelajaran menurut konsep komunikasi asalah saling berinteraksi dengan sumber belajar. peralatan. 1995) Dalam sejarah pertumbuhan teknologi instruksional istilah alat peraga dikatakan sebagai istilah tertua untuk menunjuk alat bantu ajar ( bukan alat bantu pembelajaran). prosedur. 022/C/ R/Kep/ 1979. Padahal istilah media telah dipakai sejak 1979 dalam pedoman umum tentang media pendidikan dalam Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen No.Pendidikan Menengah.

: 25 ) Media sebagai hasil ( dari revolusi komunikasi dapat dipakai untuk sarana pencapaian tujuan pendidikan. Sumber belajar diartikan sebagai segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi seseorang belajar Dalam perkembangannya. brosur. film. dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa Pustekomdikbud. nara sumber. majalah.1997 : 167) 4. Sumber belajar bukan hanya berupa buku-buku. yang cara menggunakannya menurut kebutuhan. media pendidikan dengan memiliki riwayat perkembangan teknologi sejajar perkembangan konsepsi 16 . dia bukan satu-satunya sumber belajar. dan lain-lain memang dibuat khusus untuk pembelajaran. dan (2) sumber belajar yang tersedia ( by utilization) yang tersedia di sekeliling kita misalnya. laboratorium . video. Dalam sistem pembelajaran sekarang ini sejalan dengan kemajuan bidang ilmu dan teknologi seorang guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sum. slide. koran. tetapi juga yang terdapat di sekeliling kita. pembelajaran ensiklopedia. buku. Pertumbuhan konsep Media Instruksuional Konsep tersendiri. gambar atau foto. lingkungan masyarakat. Pengertian tentang konsep media menurut AECT adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran. Bagaimanapun pentingnya guru. pasar.. situs di internet .ber belajar. atau semua sarana yang mampu menyajikan pesan. OHT. di samping guru. Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru tidak hanya yang sengaja disediakan oleh lembaga pendidikan. museum.pesan atau informasi. 1981. kaset audio. dan papan tulis ( AECT. pertokoan. VCD. perhatian. perasaan. dan sebagainya. sumber belajar dapat dibedakan menjadi (1) sumber belajar yang dirancang dibuat untuk membantu ( by designed ) yang sengaja meliputi : buku. Sedangkan sumber belajar adalah segala daya yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar manusia. perpustakaan.

tetapi tidak dengan instruksional atau pembelajaran. Kemudian pada tahun tujupuluhan digunakan pendekatan sistem yang kemudian menempatkan prioritas tujuan pembelajaran dari BS. Sementara itu muncul pengaruh hasil penelitian Skinner tentang teori tingkah laku yang memasuki bidang pengajaran. Sesuai dengan sejarah pertumbuhan teknologi instruksional. yang ditandai oleh munculnya alat audio visual..instruksional. yang umumnya berupa alat bantu visual seperti gambar. maka pola – pola instruksional mengalami perubahan seperti tampak dalam bagan berikut. benda sebenarnya. 90) 17 . ( AECT. Dengan masuknya teknologi komunikasi informasi.pola pembelajaraan dalam sebagai komponen dalam pengembangan disain kaitannya dengan perkembangan alat peraga hingga media instruksional. 1977. model (tiruan). objek dan alat lain yang dapat menyangkut hubungannya memberi pengalaman kongkrit. Alat peraga terlepas dari kurikulum dan tidak dilibatkan dalam proses pengembangan instruksional. Pada awalnya dikenal istilah alat bantu ajar ( teaching aid) atau alat peraga. berpengaruh pula pada dunia pengajaran ( sehingga dalam kegiatan belajar mengajar digunakan Audio Visual Aid AVA) bukan Audio visual instruction Mulai saat itu alat bantu ajar beralih fungsi menjadi alat penyalur pesan. Pada saat itu mulai dipakai istilah media instruksional. Bagan ini memperlihatkan pola. Banyak teori penelitian di bidang pendidikan yang kemudian diterapkan dan hasil ke dalam teknologi pendidikan. Bloom sehingga tujuan pembelajaran dirumuskan sebagai perubahan tingkah laku seperti diperkenalkan Skinner. media dan sumber belajar. instruksional .

media pembelajaran yang Pada pola 3. Dewasa ini di sekolah telah memulai memanfaatkan media seperti pola ke 3. atau guru) 5.KURIKULUM 1 2 PERAGA 3 MEDIA 4 MEDIA GURU GURU GURU PESERTA DIDIK KETERANGAN : Nomor 1 pola pembelajaran di mana guru sebagai satu-satunya yang ditetapkan. ahli media. dan fihak terkait lainnya. mengaktifkan dan memotivasi siswa 18 . Memberikan fasilitas pembelajaran siswa sehingga dapat merangsang siswa untuk berfikir. Pada pola ke 4. media pembelajaran telah diprogram dengan melibatkan guru bidang studi. berdasarkan kurikulum sudah ada komponen alat peraga yang tersedia. penggunaannya. dirancang telah masuk komponen oleh materi guru dan dengan strategi pertinmbangan tujuan pembelajaran. sehingga peserta didik dapat langsung memanfaatkan media sebagai sumber belajar yang dirancang dengan bimbingan tutor ( ketua kelompok. sanggar. Manfaat dan Nilai praktis Media Sebagai Sumber Belajar Manfaat dan nilai praktis media sebagai sumber belajar adalah : a. yang penggunaannya tergantung dari guru kelas. Pola ke 2 sumber belajar.

dan 6. Dengan kata lain memberi peluang mengembangkan ketrampilan proses. Media audio visual gerak yang dapat menyajikan unsur suara dan gambar yang bergerak. Berdasarkan identifikasi itu Brets klasifikasi sebagai berikut. Media audio visual diam yang menyajikan suara gan gambar contohnya slide suara. Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan. memperoleh 7 a.b. mengidentifikasi ciri utama media menjadi 3 unsur : audio. Ia juga membedakan media rekaman dan media telekomunikasi. Media audio misalnya radio. kaset audio. gambar. Media audio semi gerak. mengklasifikasi. komputer. Memberi peluang siswa mengembangkan kemampuan mengamati. e. kode suara misalnya dengan morse. dikunjungi. OHP. meneliti. dan gerak. CD audio 19 . VCD TV. peta DSB. Film. Dapat memberikan pengalaman belajar yang kongkrit dan langsung. Rudy Brets (1971). slide. c. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran Wilburn Schramm membedakan adanya Big Media yaiu media yang canggih seperti Televusu. mengukur. filmstrip. visual. menyajikan tulisan jarak jauh dalam ujud d. mengatasi keterbatasan pengalaman dan kemampuan guru e. menerapkan dan mengkomunikasikan kemampuankemampuannya . contohnya film. menghitung. simbol dan garis. Media visual diam misalnya OHP. video. Media visual gerak contohnya film tanpa suara f. g. telepon. mengumpulkan. radio. dan Little Media yaitu media sederhana seperti slde. b. media cetak. Dapat memberi informasi akurat dan terbaru . grafis. menafsirkan. c. Bentuk visual dibedakan visual gambar. audio still picture. dapat memberikan peluang mengembangkan pola-pola instruksional bagi guru d.

Berikut dimulai dari kelas paling rendah a. majalah. Pengalaman melalui rekaman audio. diagram c.h. gambar d. Media cetak seperti buku. Simulasi Gagne menyatakan bahwa media adalah komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi j. Pengalaman melalui widya wisata i. Pengalaman melalui gambar hidup f. Penyajian graphik d. Pengalaman langsung dan melakukan sendiri bisa Selanjutnya ia 20 . Media sebenarnya b. Gambar diam e. Pengajaran terprogram h. Penyajian verbal c. Gambar gerak f. Pengalaman melalui gambar seperti foto. koran. bahan dan kegiatan ( aktifitas ) yang menciptakan kndisi seseorang mendapatkan pengetahuan keterampilan dan sikap. modul. gambar. Pengalaman melalui lambang kata verbal b.Elly membagi media menjadi delapan dalam bukunya Teaching and Media. dan lain-lain Donald . membagi jenis media sebagai berikut. Edgar Dale mengklasifikasi berdasar pengalaman belajar yang digambarkan dalam bagan kerucut Edgar Dale. Rekaman audio g. album. peta. Pengalaman melalui lambang visual. a. gambar. Pengalaman melalui benda tiruan l. radio e. memberikan definisi media sebagai orang. Pengalaman melalui televisi g. Pengalaman melalui dramatisasi k. Pengalaman melalui pameran / display h.

baga daan ( brance chart). tabular chart. model perbandingan. bagan tembus pandang. Agar supaya tidak membingungkan. Media asli / tiruan b. baik menurut bentuk. Media visual atau media proyeksi. b) Media grafik : grafik batang. a) Media Chart yaitu penyajian diagramatik meliputi : tree chart. Dwidjosoemarto.Secara teoritis masih banyak ahli mengklasifikasi jenis-jenis media pembelajaran. boneka.1980: 20) 1) Media asli dan tiruan a) Spesimen makhluk hidup maupun tidak hidup b) benda asli bukan makhluk hidup c) model tiruan``benda asli ( yang diperkecil atau dioerbesar) misalnya model irisan. miniatur. bagan wakktu. model kerja.S. dan lain0-lain. bagan skematik. aneka ragam tujuan pembelajaran dan adanya perbedaan ketersediaan bahan di sekolah. Media grafis c. grafik garis grafik bentuk peta..model susunan. maket. Jenis media di sekolah dikelompokkan sebagai berikut. Media pandang dengar ( audio visual aids) f. flow chart. tujuan penggunaan. model utuh. Media Cetak ( . globe. cara penampilan. a. replica. Media dengar ( audio) e. 2) Media Grafis Media grafis ialah semua media yang berupa tulisan / gambar antara lain termasuk jenis ini adalah. baik proyeksi diam maupun gerak. dan grafik lingkatan ( grafik pie) c) Media Poster d) Karikatur 21 . aneka ragam media itu ditentukan oleh dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. bagan bongkah. media bagan petunjuk / penuntun. grafik gambar atau pictograph. organogram. penampang. root chart.. d.

Pemilihan Media Pembelajaran Pemilihan media yang tepat akan meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar.e) Still picture / foto f) Media papan g) Media Peta 3) Media proyeksi Ada dua macam ialah media proyeksi diam dan bergerak. buku.) Media Cetak Media cetak misalnya handout. Hal ini akan berdampak positip terhadap hasil pembelajaran. ialah slide suara dn film strip. Koran. 5) Media pandang dengar Media audio visual diam. sehingga pesan pembelajaran akan dengan mudah diserap peserta didik. brosur. dan sumber lain dari intertnet. modul. Media cetak juga ada yang ditampilkan dengan Video. 7. majalah. 22 . dan yang bergerak misalnya 6. VCD komputer yang berisi bahan ajar. 4. album. TV.) Media Audio Termasuk media audio ialah kaset audio dan radio. liftlet. dan ada pula yang disertai suara.

penampang membujur mundur dll) .susunan tulang rangka tubuh . Modern Biology . (1965). Musik.gambar berbagai macam sendi Struktur Otot .berbagai kesehatan Biologi 2 ( jika ada / SMA 2004 tidak Paul B. . (1963). Inc.gerak orang dengan animasi. sesuai gerakan sendi pada no. maju Struktur Persendian .penampang gerakan sendi. Narasi (tulang ) 2. ( memutar.MEDIA TEKS 8 AUDIO 9 GAMBAR/FOTO 10 Gambar : 1.jenis jenis tulang . Struktur rangka – dan judul dari struktur. Weisz.kontraksi otot. John Willey & Sons. McGrawHill Sobota ( bukubuku kedokteran Alvin Nason. fungsi. yang memperlihatkan zona gelap terang 3 - 23 .penampang melintang . harus ) dengan arah gerak dikuti anak panah. naik melintang tulang turun. The Science of Biology. proses. New York sesuai teks .1 . ANIMASI 11 DAFTAR VIDEO PUSTAKA 12 -senam 13 Teksbook : Penjelasan. keterangan backsound.

:Rangka. otot. menjelaskan. kegiatan. terjadinya gerak.proses bagian organ. metode serta materi bahan ajar. quiz beberapa yang disebabkan penyakit / oleh kelainan kelainan pada tulang. Struktur dan Memilih (Click SISTEM 1 Mengkaitkan 1. kolom 1 s/d 5 sama dengan silabus dan kolom 6 s/d 13 merupakan pengembangan GBIPM. penyakit pada Multiplechoise 3. sendi. sendi.Pemilihan media dilakukan oleh guru. gambar berkaitan . ketika mengembangkan silabus yang selanjutnya dikembangkan menjadi rencana pembelajaran. proses kan. Program media ini INDIKATOR POKOKKOMPETENSI PENCAPAIAN LATIHAN NO NO POKOK JUDUL DASAR (TPU) HASIL BELAJAR DAN TES KODE MATERI (TPK) 1 2 3 4 5 6 7 1. Mencontohkan sistem gerak. yang dapat dan otot. Terdapat 13 kolom. PADA MANUSIA dan kelainan/ menggambarkan sendi. dalam otot. and drag) fungsi. menyebabkan kelainan pada sistem gerak 24 . Media yang dipilih telah dikaji sesuai dengan tujuan. gerak.berbagai sendiMenyusu dengan macam gerak n bagianadanya energi . tulang. otot ke bagiandalam penyakit yang struktur dan bagian sistem gerak dapat terjadi fungsi : gambar 2. strategi dalam peksanaannya dikembangkan menjadi program media. Macam dan pada sistem -rangka (tulang) Proses gerak Menuliskan gerak pada -persendian keterangan -berbagai -otot manusia macam gerak pada dalam kaitannya yang mampu gambarMema pada sistem dilakukan . keterangan. Pemilihan media dapat dilakukan melalui penyusunan GBIPM (Garis Besar Isi Program Media). Berbagai menjadi satu yang berkaitan contoh organ utuh energi otot. pada menggambarkan gerak. 3. Media sebagai komponen pembelajaran yang terjalin secara sistemik dengan perencanaan. GERAK Mengidentifikasi.fungsi struktur. GBIPM dikembangkan dari silabus menjadi format seperti contoh diatas. Menjelaskan.sangkan proses gerak nama-nama terjadinya 2.

a. d. c. Strategi pembelajaran yang dipilih c. Pemilihan media didasari atas pertimbangan sebagai berikut. Memilih media yang cocok dengan tujuan dan materi e. Jenis media/sumber belajar apakah yang dapat dipakai secara efektip dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut. 8. produksi. Menentukan tujuan b. b. Memilih jenis perangkat keras dan perangkat lunak yang cocok Secara teoritis untuk menentukan media ditempuh melalui prosedur pemilihan media sebagai berikut. Kelompok belajar/siswa e. ujicoba dan evaluasi. Kondisi pengadaan media f. Hal ini berkaitan dengan kompetensi yang diharapkan untuk mata pelajaran tertentu.melibatkan guru. Fungsinya dalam PBM b. ahli media. Kematangan siswa Langkah-langkah pemilihan media dapat dilakukan sebagai berikut. Kondisi yang bagaimana yang diperlukan peserta didik untuk mencapai tujuan tersebut. ISI bahan/materi d. a.siswa dan administrasi. tujuan apakah yang harus dicapai. pengadaan. Menghubungkan tujuan dengan aktivitas belajar c. Hasil belajar yang bagaimana yang harus diperoleh atau pengalaman belajar/ perubahan apa yang dialami peserta didik Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan media yaitu : 25 . Memilih metode yang sesuai d. Pertimbangan dalam memilih media. Program media meliputi langkah kegiatan perencanaan. a. pembiayaan.

Program media harus memberikan dorongan. Memperhatikan variabel hambatan dan alternatip dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran.a. Mementingkan preoritas yang harus dipilih sesuai dengan tujuan d. e. bahan motifasi dan pemikiran serta dapat membantu menetapkan tujuan instruksional. b. Elli sebagai berikut. Untuk memudahkan pemahaman bagan tersebut dapat diubah dalam bentuk matrik sebagai berikut 26 . Konsep dan model pengembangan media menurut D. Diusahakan berkonsultasi dengan ahli media dan mempertimbangkan bahan dan pembiayaan. Media juga harus mampu dijadikan alat evaluasi proses belajar f. Harus didasarkan pada kebutuhan dan interes pemakai c. PENETAPAN STRATEGI SPESIFIKASI MATERI INDIVIDUAL KELOMPOK PENELITIAN ENTERING BEHAVIOR ALOKASI WAKTU TUJUAN EVALUASI PERFORMA ALOKASI RUANG SPESIFIKASI TINGKAHLAKU PILIH MEDIA ANALISIS FEED BACK Bagan tersebut dapat digunakan untuk memilih media.

diagram. makalah. BM METODE MEDIA Keterkaitan antara TPK. TPK MATERI METODE Ceramah bervariasi KEG. Kegiatan Belajar Mengajar. Materi. grafis praktek Workshop Percobaan Demontrasi observasi Model. VCD Handout. peta. Metode dan pilihan media dapat digambarkan pada contoh berikut ini. disain.benda Studio. video simulasi Species. radio OHT. mencatat.TPK MATERI KEG. mengamati Diskusi Tanya jawab Mencatat MEDIA Audio kaset. BM Mendengarkan.peta. situs lapangan Persyaratan media yang baik adalah sebagai berikut 27 .

Contoh-contoh Media Grafis sebagai berikut 28 .PERSYARATAN MEDIA u V ISIBLE u u u u u : MUDAH DILIHAT : MENARIK : SEDERHANA : BERMANFAAT : BENAR : MASUK AKAL/SAH I NTERESTING S IMPLE U SE FULL A CCURATE L EGITIMATE u S TRUKTURE : TERSUSUN DG BAIK 9.

PENGEMBANGAN MEDIA 1 ANALISIS AUDIENCES 2 RUMUSAN KOMPETENSI 4 MATERI ALAT UKUR DISAIN / ISI 3 5 7 6 PRODUKSI UJI COBA 29 .

PENGEMBANGAN PROGRAM MEDIA MISI TUJUAN PRESENTASI MATERI DISAIN MEDIA GRAFIS PRINSIP DISAIN GRAFIS OHT SATU FRAME SATU SEDERHANA KOMPLEK BEBERAPA FRAME SATU TEKNIK OVERLAY BUKA TUTUP HURUF / VERBAL 20 KATA FONT = 16 .40 30 .

MEDIA GRAFIS 100 80 60 40 20 0 1st 2nd 3rd 4th Q tr Q tr Q tr Q tr West North East PENGGUNAAN TANDA PANAH a A b a C B b 31 .

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 East West North 1st Qtr 2nd Qtr3rd Qtr 4th Qtr KESAN RUANGAN 32 .

180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 1st Qtr 2nd North West East 3rd Qtr 4th Qtr PIE CHART 1st 2nd 3rd 4th 33 .

ORGANOGRAM DIREKTUR UTAMA STAF AHLI STAF AHLI DIREKSI ASISTEN BAGAN GARIS WAKTU 100 500 1000 1500 1945 JAMAN HINDU JAMAN KERAJAAN JAMAN KOLONIAL JAMAN JEPANG JAMAN RI 34 .

Tes Formatif Soal uraian : (untuk tugas dikumpulkan sebagai respound peserta) 1. Buatlah salah satu media grafis dari mata ajar yang saudara ampu D.PIKTOGRAFI = 100 PENGUNGSI TNI GAM C. Buatlah GBIPM dari silabus mata pelajaran yang saudara ampu 2. Mengapa mengajar harus menggunakan media ? jelaskan alasan saudara. Buatlah satu buah Rancangan Program Media dari GBIPM yang telah saudara buat. 35 . Latihan TUGAS : 1. Sebutkan dan jelaskan perkembangan pola mengajar serta berikan contoh ilustrasi masing-masing kelemahan dan keunggulannya. 3. 2.

(c)dan (d) 3. KTSP menuntut adanya perubahan dalam mengelola proses pembelajaran. harus membuat terlebih dulu B. pesan dan bahan ( boleh pilih lebih dari satu jawaban). D. (a) dan (d) C. Pengoperasiannya sulit. (d) D. pesan dan orang B. Demonstrating the knowledge. perasaan. LCD 36 . VCD B. Bright D. Menggunakan media dan menggunakan teknik presentasi merupakan salah satu cara mengelola pembelajaran akan : (a) menarik perhatian siswa. Lingkungan. cara berpikir produktip menjadi reflektip dan (d ). Manakah media yang paling baik untuk mengajar A.3. Soal : dari pernyataan tersebut yang tidak sesuai adalah : A. OHT E. Sumber belajar adalah segala macam sumber yang memungkinkan siswa belajar. Soal Pilihan Ganda : 1. (a) dan (b) B. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran. Apa yang menjadi pertimbangan dalam memilih media dalam proses pembelajaran ? Sebutkan dan berikan alasan-alasannya. Membosankan siswa (c). Yang termasuk bahan pertimbangan dalam memilih media dalam pembelajaran diantaranya adalah : A. (c) 1. dan minat siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa. (a) dan (b) B. Ada bermacam-macam sumber belajar yaitu yang benar terdiri dari : A. Palmer. perhatian. Soal : Pernyataan tersebut merupakan konsep media yang dinyatakan oleh: A. Merepotkan dan membebani guru Soal : Dari pernyataan tersebut yang benar adalah : A. (a) dan (c) C. 6. (b) dan (d) D. Meningkatkan daya serap siswa (d). (b). Oleh karena itu guru harus (a). Alat dan teknik C. Flip Chart D. Kesesuaian dengan tujuan dan bahan C. harganya mahal dan modern D. Gagne C. 4. Inovatip dan Kreatip (b) Paradikma Teaching berubah menjadi learning (c). AECT 5. W B.

7. Perencanaan Program Media dalam pembelajaran (boleh pilih lebih dari satu jawaban) 37 . Fungsi GBIPM (Garis Besar Isi Program Media) adalah A. Instrument Pengembangan Media dalam pembelajaran C. Instrument Pemilihan Media dalam pembelajaran D. instrument perencanaan media dalam pembelajaran B.

38 . yaitu terjadi interaksi antar komponen komunikasinya yang terdiri dari guru. Komunikasi dalam proses belajar mengajar terjadi komunikasi edukatip. Uraian Materi 1. Teknik Komunikasi dan Presentasi dalam Proses Pembelajaran Proses pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi. LCD) untuk presentasi mengajar Dapat mengiplementasikan teknik presentasi dalam pembelajaran B.BAB III. Dengan demikian akan komunikasi timbal balik dua arah antara guru dan peserta didik. peserta didik dan media yang digunakan. KEGIATAN BELAJAR 2 A. Kompetensi dan Indikator Alokasi No 2 Kompetensi Mampu Indikator Dapat menjelaskan prinsip dan 1 x 50 menit waktu merencanakan dan unsur disain media membuat media presentasi serta Dapat membuat disain dan produksi media OHT dan Slide mempresentasikan Presentasi untuk pembelajaran dalam pembelajaran Dapat mengoperasikan media (OHP.

Setelah diterima pesan ini menjadi stimulus bagi peserta didik dan selanjutnya peserta didik merespound dan bertindak sebagai pengirim pesan disampaikan melalui media dan diterima oleh guru. Seperti ditunjukkan pada ilustrasi diatas. PENGALAMAN SUMBER PESAN ANCOD MEDIA PNRM PESAN DECOD GANGGUAN MODEL KOMUNIKASI Instructional Media (Shannon.LAT. Sebelum diterima oleh penerima pesan diolah dikembalikan pada karakteristik semula (decode) agar dapat diterima oleh penerima pesan. 39 . guru berperan sebagai pengirim pesan/informasi. BEL. Dalam hal ini terjadi komunikasi timbal balik antara guru dan peserta didik. PENGALAMAN LAT. Pesan yang disampaikan dalam hal ini adalah berupa latihan/belajar/pengalaman atau pengetahuan/ilmu yang dimiliki guru untuk disampaikan kepada peserta didik. peserta didik berperan sebagai penerima pesan sedangkan media berperan sebagai penyalur pesan. Schramm. BEL.Sebelum pesan disalurkan ke penerima diperlukan pengolahan pesan (ancode) sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik media yang digunakan agar dapat disalurkan ke penerima dengan gangguan yang seminimal mungkin.

menarik dan menyenangkan. Diantaranya harus mampu mempresentasikan pesan/materi pelajaran dengan baik. seminar. Presentation skills ini diperlukan pada saat proses pembelajaran. Sehingga kelas menjadi hidup. wawancara dan forum-forum komunikasi yang lain. Sehingga meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap informasi yang disampaikan. guru harus menguasai 10 keterampilan mengajar. sumber pesan memerlukan kemampuan dan keterampilan mengkomunikasikan / mempresentasikan pesan yang akan disampaikan secara lisan. Oleh karena itu media yang digunakan harus dirancang semenarik mungkin untuk merangsang perhatian peserta didik. rapat. Komunikasi secara lisan (oral presentation) adalah komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih secara lisan/verbal antara sumber pesan/informasi kepada penerima pesan/informasi. simposium. Kemampuan dan keterampilan tersebut dikenal dengan istilah oral presentation skill. Dalam hal ini sumber atau selanjutnya disebut guru akan banyak menggunakan bahasa tubuh (nonverbal) untuk memberikan penegasan. penekanan ucapan dan gaya bicara yang dapat lebih memberikan daya tarik dan menimbulkan atensi terhadap informasi yang sedang disampaikan.Agar dapat menyampaikan pesan dengan baik dalam proses belajar mengajar. Guru harus memiliki kemampuan mengelola proses komunikasi agar gangguan komunikasi tetap dapat ditekan seminimal mungkin. sehingga terjadi konsentrasi dalam belajar yang akhirnya terjadi penyerapan materi secara optimal. pelatihan. pesan disampaikan dalam bentuk ucapan melalui mulut/oral dalam bentuk verbal. Untuk presentasi dengan baik tidak hanya penguasaan materi tetapi juga harus ditunjang penguasaan teknik komunikasi yang baik. 40 . Agar pesan/informasi dapat disampaikan secara baik dan dapat difahami oleh penerima pesan/informasi. dinamis. Oleh karena itu guru harus memiliki penguasaan ketrampilan presentasi (presentation skills). Dalam komunikasi secara lisan.

Tugas seorang guru adalah dapat menjelaskan informasi sejelas mungkin. Materi bisa disampaikan secara jelas bila tersusun dengan struktur yang baik.Pada prinsipnya seorang guru dalam proses presentasi melakukan proses pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyampaikan informasi dengan jelas dan membuat presentasi menarik bagi peserta didik. Kemampuan utama yang diperlukan oleh guru dalam pembelajaran secara sukses adalah sebagai berikut. comparing/contrasting. 1) 2) 3) 4) Kemampuan menjelaskan (explainning) Kemampuan menyajikan informasi (presenting information) Kemampuan membangkitkan minat dan perhatian (geting interest) Kemampuan mempersiapkan materi. varying activities. Selanjutnya bagaimana membuat presentasi itu menarik. sehingga peserta didik tertarik untuk mengikuti dengan antusias. sehingga dapat dipresentasikan dengan baik pula. Langkah-langkah agar guru dapat menyajikan presentasi yang menarik adalah using media. opening/ending. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan ilustrasi pada skema berikut. yaitu menjelaskan informasi sejelas-jelasnya kepada peserta didik. explaining clearity • • • • using MEDIA varying activities comparing/contrasting opening/ending interest presenting information persiapan PERSIAPAN getting interest 41 .

meringkas dengan baik sehingga akan mampu mendorong peserta didik untuk mendengar secara hati-hati.Menjelaskan adalah memberikan pemahaman kepada orang lain. Paraphrasing adalah teknik mendengar dengan baik. sehingga semua peserta didik benar-benar bisa mendengar dengan baik. agar memudahkan pemahaman. Dengan demikian seorang guru harus mampu mempresentasikan informasi dengan sejelas-jelasnya agar informasi tersebut secara jelas dipahami peserta didik. Dalam melakukan presentasi bicara harus kuat dan jelas. Perlu ada pengulasan kembali bahan-bahan yang sekiranya sulit dipahami melalui paraphrasing. Mengamati reaksi peserta didik merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Amati reaksi peserta didik Cek pemahaman peserta didik. jangan terlalu cepat Strukturisasi bahan yang akan disajikan Ulas kembali pokok-pokok pembicaraan melalui paraphrasing. Dengan mengamati perilaku peserta didik dapat mengetahui respon/reaksi peserta didik yang positif dan negatif. Menjelaskan materi informasi dengan baik sehingga mampu meningkatkan pemahaman. Dalam bicara tidak perlu tergesa-gesa dan sebaiknya ada jeda dan jangan terlalu cepat untuk memberi kesempatan peserta didik untuk mencerna informasi. gunakan jeda. Biasanya dibantu dengan alat pelantang suara (sound system). Reaksi ini segera dapat dikelola oleh guru sehingga tidak sampai mengganggu presentasi. 1) 2) 3) 4) 5) Bicara dengan jelas. mendapatkan kesempatan untuk mengecek kebenaran informasi dan mampu mengurangi atau menghindari kesalahpahaman yang menyebabkan konflik. yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut. Penyampaian bahan agar diatur dengan struktur yang baik supaya bahan dapat disampaikan secara runtut dan logis sehingga mudah dipahami. 42 .

cerita. Yang dimaksud dengan gestures dalam presentasi adalah penggunaan gerakan anggota badan/tubuh untuk memberikan penekanan/penegasan ketika informasi disampaikan. Kontak Pandang. Misalnya gerakan tangan. dari kanan ke kiri secara merata. mimik/wajah. Gerakan anggota badan ini sangat baik bila disesuaikan dengan pengolahan suara 43 . 2) 3) Penggunaan contoh-contoh yang tepat dan analogi. Dalam presentasi kontak pandang (eyes contact) harus diusahakan secara menyeluruh mulai dari depan ke belakang. sehingga informasi nampak lebih meyakinkan kebenarannya.Mengecek pemahaman peserta didik dilakukan untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan telah difahami. Makin banyak pengalaman guru akan semakin siap mentalnya dan hambatan psikhologis semakin berkurang. dan Pemanfaatan humor. Gestures. Kontak pandang guru terhadap peserta didik adalah merupakan bentuk perhatian/atensi. Biasanya guru yang baru dan belum pengalaman bicara di depan orang banyak memiliki perasaan minder/nervous. Hal ini merupakan hambatan psikhologis yang sangat mengganggu guru untuk sukses dalam presentasi. Mengecek pemahaman dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara acak atau memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya. Oleh karena itu guru harus berlatih dari pengalaman yang satu ke pengalaman yang lain. sehingga takut memandang peserta didik. Membangkitkan minat peserta didik agar berminat mengikuti presentasi dengan baik adalah juga tugas seorang guru. Ada tiga strategi dalam membangkitkan minat peserta didik yaitu : 1) Kontak pandang (Eye contact) Bahasa Tubuh (Gestures) dan Pengaturan suara. konsep-konsep. perpindahan posisi. karena akan meningkatkan minat peserta didik untuk mengikuti presentasi dengan lebih antusias dan serius sehingga akan meningkatkan pemahaman. Hal ini sangat penting dan perlu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam proses komunikasi yang baik. senyuman. dan sebagainya.

Pemanfaatan humor. dengan kecepatan bicara sedang. dan konsep-konsep tentang sesuatu hal juga dapat membuat variasi. Ingat otak hanya peka terhadap perubahan. Pengaturan Suara. sehingga hal-hal yang statis tidak akan lama mendapatkan perhatian. enak didengar. Dengan cara seperti ini akan menghasilkan image yang baik dari peserta didik dan akan menambah kepercayaan serta kewibawaan guru di mata peserta didik. tidak monoton. Penggunaan contoh-contoh dan analogi. Pengaturan suara ini disesuaikan dengan kebutuhan dan biasanya sekaligus untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif mendukung proses komunikasi. Hal ini akan membuat presentasi lebih variatif. tidak monoton sehingga peserta didik tidak jenuh dan tahan lama berkonsentrasi dalam mengikuti presentasi. intonasinya dinamis tidak monoton. 1) Tunjukkan bahwa guru sendiri juga menaruh minat terhadap topik yang sedang dibicarakan. Dengan demikian minat peserta didik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. ada jeda dan warna suara tidak perlu dibuat-buat. Dalam berbicara artikulasi harus jelas. cerita. Biasanya digunakan sebagai selingan untuk menarik perhatian peserta didik kembali berkonsentrasi pada informasi yang disampaikan. kadang keras kadang lembut. Penggunaan contohcontoh yang tepat dan analogi-analogi dari informasi yang disampaikan akan membantu imajinasi peserta didik sehingga dapat dengan mudah memahami informasi yang di presentasikan.sehingga menghasilkan gaya bicara yang meyakinkan dan simpatik. Guru dalam berbicara. Cara meningkatkan minat yaitu dengan langkah-langkah strategi sebagai berikut. suaranya perlu diolah/diatur sedemikian rupa sehingga jelas. 44 . mengendorkan saraf yang tegang sehingga menjadi fresh kembali dan siap menerima informasi yang baru. Untuk menciptakan suasana baru.

ringkasan dibuat sederhana. diagram. Media komunikasi yang berkembang saat ini adalah penggunaan laptop dan LCD proyektor/ infocus. cerita dan sebagainya Bila materi masih terasa asing. Pemanfaatan Media. Jika terdapat informasi yang penting. mulailah dengan contoh-contohnya. Dianjurkan durasi 10 – 20 menit maksimum.2) Tunjukkan bahwa guru credible. masalah atau teka-teki. solid dan memiliki kemampuan) 3) 4) Gunakan contoh yang tepat. 3) Slide. juga didesain sederhana dan terstruktur secara jelas terdiri dari pendahuluan. Mainkan minat / keingintahuan dengan melempar pertanyaan. Atau kalau durasinya panjang diputar secara bertahap dan diselingi penjelasan oleh guru. 2) Handout. trustworthy dan having expertise (Dapat dipercaya. singkat dan keterbacaannya tinggi. analogi. Oleh sebab itu penggunaan media dalam presentasi sebaiknya. audio. 1) Ilustrasi. 45 . Program ini memberikan fasilitas pembuatan disain slide presentasi dengan variasi yang sangat baik dan menarik. beri waktu kepada peserta didik untuk memperhatikan lalu dijelaskan. Hal ini akan membuat penggunaan media lebih efektif. artinya peserta didik yang paling belakang/jauh dapat membaca dengan mudah. Penggunaan media ini softwarenya didisain dengan program aplikasi komputer diantaranya dengan program powerpoint. tetapi kalau durasinya terlalu lama akan menyebabkan peserta didik cenderung bosan dan mengantuk. isi dan penutup. karena media komunikasi bila didisain dan dimanfaatkan dengan baik akan dapat memperlama kurang minat/rasa tepat/baik keingintahuan. Presentasi perlu memanfaatkan media komunikasi. malah akan Sebaliknya kalau penggunaannya menambah kebosanan. film dan video/vcd dapat meningkatkan minat.

kesatuan dan kesederhanaan. yang utama adalah pesan. Besar huruf/font 20 . Karena semua respon peserta didik harus dikelola baik yang berupa oral maupun gerak-gerik tubuhnya. padat dan bermakna (condensed). sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan peserta didiks supaya anda bebas melakukan kontak mata dan komunikasi non verbal lainnya 6) Jangan sibuk dengan peralatan danJangan bersembunyi di balik peralatan. 7) Jangan sering melihat layar tampilan. warna yang berbeda sehingga menjadi point of 46 . Beri penekanan pada kata-kata yang penting. jangan berupa kalimat panjang supaya tidak rumit (complicated).40 1 frame maksimum 10 baris Pilih warna yang kontras (2-3 warna) Yang ditulis hanya kata kunci saja. dengan menggunakan font yang berbeda. Dalam menyiapkan Slide presentasi perlu memperhatikan prinsip dasar-dasar disain yang terdiri dari Irama. supaya dapat selalu melihat peserta didik. pastikan bahwa telah dilakukan simulasi 4) 5) Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi dengan bantuan media LCD adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) Lakukan pengaturan optimal sebelum presentasi Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide. Tulis dengan singkat. Penekanan. Langkah-langkah penulisannya adalah sebagai berikut. alat hanya pembantu. 7) 8) 1 frame sebaiknya hanya berisi 1 konsep. Kesetimbangan. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Buat konsep setiap framenya Pilih font yang mudah dibaca Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil.

47 . Meningkatkan variasi kegiatan. Perlu diingat bahwa presentation skills merupakan kemampuan yang dapat dipelajari untuk meningkatkan kemampuan berekspresi diri baik secara lisan maupun tertulis. Pada tahap persiapan ini guru harus mengungkap kembali apa yang dimiliki yaitu yang berupa kekuatan maupun kelemahan. ruang sehingga frame menjadi kesatuan disain yang tidak norak tetapi lembut dan serasi. membagi tugas. dan yang menjadi kelemahan ditekan /dikurangi. Strategi untuk membuat kegiatan yang bervariasi adalah dengan melemparkan sebuah pertanyaan. Penetapan pokok-pokok pikiran yang akan atau perlu pengulasan kembali juga merupakan yang penting dalam persiapan. Hal-hal yang menjadi kekuatan didorong kemunculannya secara optimal. mendorong terjadinya diskusi dan sebagainya. sebab ketidak siapan hal ini akan mengganggu secara psikhologis yang akhirnya bisa membuat fatal presentasi. memperlihatkan video klip. Persiapan penting bagi guru agar presentasi berjalan dengan baik.interest. Pemahaman tentang bahasa tubuh (body language) juga merupakan peran penting dalam peningkatan kemampuan presentasi. isi dan penutup. mendorong pemecahan masalah secara kolektif. bidang. Persiapan. Struktur yang baik akan menentukan ketuntasan penyampaian gagasan/ide. Prinsip-prinsip presentasi adalah bagaimana mengelola gesture atau gerak-gerik anggota badan yang dimanfaatkan untuk menjelaskan maupun gerak-gerik peserta didik yang harus dikelola. Kegiatan yang bervariasi akan meningkatkan minat dan perhatian dan rasa ingin tahu dari peserta didik. Persiapan berupa persiapan mental psikhologis maupun fisik dan persiapan materi yang akan dipresentasikan. Media atau alat bantu presentasi juga harus dipersiapkan. Sebaiknya datang awal di tempat presentasi untuk mengenal medan dan persiapan media yang digunakan. Mungkin akan menjadi tontonan bukan tuntunan. garis. Sehingga enak dilihat dan menjadikan betah menikmatinya. Bahan disiapkan dengan struktur yang baik mulai pembuka.

Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar manusia sebagai makhluk sosial yang harus berkomunikasi dengan orang lain. menghadirkan/ menyajikan diri secara baik. Pemanfaatan 15 menit pertama bahkan 5 menit pertama adalah waktu yang sangat menentukan keberhasilan presentasi. dalam keluarga. memberi pujian sepantasnya kepada orang lain. Belajar menjadi komunikator yang efektif berarti harus belajar mengekspresikan perasaan. Dalam setiap detik kehidupan manusia dituntut mampu berkomunikasi secara efektif dalam berbagai suasana seperti di kantor. Bila dalam waktu itu berhasil menguasai peserta didik maka 90% presentasi akan berhasil. Mengekspresikan diri. struktur penyampaian peserta didik (understanding audience) bahan. mampu menghargai orang lain secara tulus dan menimbulkan rasa kebanggaan dan kebahagiaan pada dirinya. disegani/dihormati. maka dia akan percaya diri bahkan mampu menghargai dirinya sendiri. pemahaman harus dipahami bahwa kenyataannya peserta didik terdiri 70 % pemalas sehingga harus dilayani. Untuk belajar mengekspresikan diri pertamatama kenalkan diri sedemikian rupa sehingga orang lain/peserta didik 48 .Pengelolaan Voice/suara . Keterampilan komunikasi harus dimiliki dan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga tidak ditinggalkan orang lain hanya karena lemah dalam komunikasi. karir. Dengan demikian keterampilan presentasi merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Baik disainnya maupun penggunaannya. dan sebagainya. Penggunaan media yang sebaik-baiknya. Bila seorang mampu sebagai komunikator yang efektif. dan belajar mengatasi konflik secara efektif. demikian pula sebaliknya. Kemampuan berkomunikasi bagi sementara orang adalah sebuah talenta alami. berwibawa. bisnis. Namun kemampuan tersebut bagi sementara orang harus dipelajari dan dilatih agar berkembang. Dalam kesempatan tersebut manusia dituntut sebagai komunikator yang efektif. Menjadi komunikator yang efektif akan disegani dan dihormati.

perasaannya. Bicara secara jujur merupakan hak dan tanggungjawab bagi setiap orang... ketiga. mimik lawan bicara untuk di kelola. Bila akan merespon. Ajukan pertanyaan dengan baik dan terstruktur. Berbicara satu ide saja. Setelah itu harus berusaha mengenal mereka. Bila harus berbicara. Tampilkan/tunjukkan rasa senang tidak emosional dan percaya diri dan bicaralah dengan jelas.. kedua.. harus dilakukan dengan ringkas/padat dan tidak umum. Oleh karena itu pelajari gerak-gerik anggota badan. jangan pertama. namun usahakan bicara jujur tanpa menyakiti orang lain. diam dan renungkan penyebabnya dan buang dengan melawan dengan kata-kata yang positif . pengetahuannya. sampaikan secara singkat dan jelas bukan umum... Belajar Mendengar merupakan hal yang penting untuk menghindari diri dari kesalahpahaman.. tetapi singkat dan jelas. melantur. Jelaskan alasan-alasan ketidak setujuannya tanpa harus menyerang pribadi apalagi di depan orang banyak... Tidak semua komunikasi berlangsung secara verbal bahkan berdasarkan penelitian 55% disampaikan secara non verbal.. logis dan tidak emosional dan Be Tacful artinya meskipun tidak /kurang setuju sampaikan dengan cara yang positif... Usahakan jangan sampai perhatian terbagi dan tunjukkan minat pada apa yang sedang dibicarakan.. misalkan dengan cara tarik napas panjang berkali-kali... jantung berdebar-debar). Coba bandingkan dan pelajari bahwa 49 . usahakan jangan menginterupsi pembicaraan orang lain sebelum orang lain menyelesaikan kalimatnya. pandangannya dan sebagainya. Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Buatlah daftar keunggulan dan kekurangan diri...mengenal dan memahami.. putar-putar . latar belakangnya. Latihan diri untuk mengurangi kelemahan dan lebih menonjolkan keunggulan-nya .... sadarilah dan pahamilah gejolak emosi diri (perut. dan seterusnya. Apakah gejala tersebut fair ? jangan-jangan sedang emosi. Segera ambil langkah tindakan untuk mengatasinya.

sumber audience. oleh karena itu laksanakan solusi yang disepakati. Ungkapkan perasaan secara tenang jangan emosional. penerima pesan (komunikan. dan sebagainya (Berelson dan Steiner. buat daftar kemungkinan penyelesaian masalah. dan lain-lain) dengan penggunaan simbol-simbol kata [tekstual atau verbal] gambar. Bila harus mengatasi konflik. yaitu pengirim pesan (komunikator. pengirim decoder. Lakukan analisis masalahnya. lebih bisa memahami diri sendiri. penerima.teman mengatakan ”tidak apa-apa” tetapi dengan wajah murung. menurut Reed H. audience). Duduk bersama. pengambilan keputusan dapat berlangsung secara lebih baik. ide. Memang kalau dirasakan konflik itu menyakitkan. stimuls tujuan. 2003: 9. Konflik muncul saat bekerjasama dengan orang lain baik secara individual maupun kelompok. Blake & Edwin O. angka. 1964: 527). dan cari kemungkinan yang paling memungkinkan dan menyenangkan semua pihak. dan mengatasi konflik merupakan pekerjaan yang menantang dan menarik. Sering kali kompromi harus terjadi dan mungkin tidak bisa dihindari. ceria. Dalam proses tersebut terdapat tiga elemen utama. konflik tersebut juga bermanfaat yaitu menjadikan lebih memahami orang lain. pengetahuan. Dasar-dasar disain media presentasi Pada dasarnya. perasaan. Proses komunikasi merupakan penyampaian pesan (informasi. 2. tabel. aktor (presenter) respon. Apa maksudnya ? Mengatasi konflik sangat memerlukan keterampilan dan kemampuan untuk itu. Pada kondisi lebih lanjut. dan pesan itu sendiri. dan memalingkan muka. Haroldsen. harus diusahakan terfokus tidak membawa masalah-masalah yang lain. akan terjadi variasi relasi: komunikator komunikan. Tetapi kalau dihayati betul. presenter). encoder 50 . Atasi masalahnya dan jangan menyerang pribadi. presentasi adalah proses komunikasi langsung antara komunikator dengan komunikan.

ed. a. yang berkaitan dengan pemilihan materi untuk mencapai tujuan. menurut Lasswell (dalam Blake & Haroldsen. 2003: 41). perasaan. 2002: 7. selain memandang proses komunikasi dari faktor pengirim pesan (control analysis) dan penerima pesan (audience analysis). yang menerima dan memberi balikan (feedback). yang berkenaan dengan cara pesan tersebut disajikan (dipresentasikan). sehingga proses komunikasi (presentasi) berlangsung optimal.. Media Presentasi Arti paling elementer dari kata “”media” (medium) adalah perantara. Walaupun pengirim dan penerima pesan merupakan dua pihak yang aktif. media sering dipandang sebagai alat bantu atau berbagai jenis komponen dalam lingkungan belajar untuk menyampaikan pesan (materi pembelajaran). Burhan dalam Kusmayati. Dalam lingkup pendidikan (pengajaran). tetapi pengirim pesan (presenter) adalah pihak yang bertanggung jawab mengambil inisiatif dan mengarahkan aktivitas itu. dan minat terhadap substansi pesan yang disampaikan. yaitu: (1) tanda dalam pesan. juga faktor isi pesannya (content analysis). dan (3) perlakuan atas pesan. Di sisi lain. pengantar atau penengah (lihat Susanto. tetapi juga berperan memberi stimulus pikiran. yang berkenaan dengan pemakaian unsur-unsur simbolis yang disusun. terdapat 3 aspek utama. Model komunikasi. (2) isi dalam pesan. 2003: 9-12). 51 . pihak penerima pesan (audience) merupakan partisipan. perhatian. Hali ini mengandung pengertian bahwa media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar.Keberhasilan dari proses tersebut di atas mengandung suatu konsekuensi tindakan bagaimana substansi pesan dapat dikirim dan dapat pula diterima. Pada faktor pesan.

tetapi merupakan salah satu faktor yang menentukan (determinant) terhadap nilai isi kemasan tersebut. Pada kasus tertentu desain atau pemakaian media yang kurang tepat memang dapat mereduksi. komunikator Peran media presentasi audience. sehingga pesan tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima. Sebagus apa pun isinya tetapi bila kemasannya tidak menarik. komunikan Pada konteks lebih luas. 52 . sehingga mendesain media pada prinsipnya adalah mengemas substansi pesan agar lebih menarik dan lebih mudah diterima oleh pihak penerima pesan (audience). respon audience akan berkurang. yang boleh diabaikan. substansi pesan justru terabaikan. media presentasi dapat dianalogikan dengan kemasan. Persoalan kemasan tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang remeh temeh.pesan ???!!!! Media presenter. Pada sisi lain. sebagai hal yang sekedarnya. orang tidak akan meresponnya. bahkan mengacaukan pesan utamanya. sepenting apa pun substansi pesan tetapi bila kurang menarik media dan cara mempresentasikannya. salah satu hal yang pertu diperhatikan adalah bagaimana agar ketertarikan dan perhatian audience tidak sekedar terfokus pada medianya.

Aspek ini bisa menjadi suatu acuan pertimbangan ketika berhadapan dengan ranah estetis suatu tampilan grafis (desain visual). Estetis Tampilan Media Aspek estetis bukanlah persoalan benar-salah yang harus dipandang atau dipahami secara hitam-putih. subjektif. gambar (drawing). termasuk di dalamnya desain media presentasi. c. yang pada era masa kini. Persoalan estetis (estetika). Grafis komputer adalah istilah yang lazim 53 . Unsur-Unsur Disain Grafis Komputer Istilah grafis berasal dari kata “”graphein” yang berarti menulis atau menggambar. tetapi selalu bernuansa relatif. Untuk merepresentasikan atau mempersepsikan aspek kemenarikan dalam suatu tampilan grafis suatu media presentasi. dan sangat situasional. istilah grafis digunakan untuk merujuk tentang tampilan visual yang berkenaan dengan tata huruf (tipografi). secara konvensional. dipandang berhubungan dengan persoalan tentang keindahan atau aspek keindahan (Djelantik. serta penataletakan (lay out)-nya.b. Kata “estetika” (Yunani Kuno: Aistheton) pada mulanya dipahami sebagai kemampuan mencerap melalui penginderaan. 1999). namun hal paling signifikan dalam konteks bahasan ini adalah adanya aspek kemenarikan (interestness) di dalamnya. secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. setidaknya diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar desain grafis. Pengertian dan pemahaman tentang estetika atau aspek estetis mengalami perdebatan dan pewacanaan yang panjang hingga sekarang. Agar media presentasi tampil menarik (artistik) perlu dipertimbangkan aspek estetis yang paling mendasar pada saat mendesainnya. Pada perkembangan selanjutnya. 200: 24-25). yang selanjutnya berkembang menjadi pengetahuan tentang keindahan (Soemardjo. dan foto atau citra (image).

digunakan untuk mengidentifikasi atau menyebut perwujudan grafis secara computerized. Tipografi Tipografi juga sering disebut seni huruf. Secara prinsip pemakaian. Adobe Illustrator) terdapat fasilitas untuk memanipulasi huruf (font) bahkan dapat mengkonversi font menjadi modus vektor atau kurve. misalnya. THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY DOG THE QUICK huruf (font) memiliki kesan karakter danDOG Setiap jenis BROWN FOX JUMPS OVER THE LAZY tingkat keterbacaan tersendiri Pada program aplikasi olah grafis (Corel Draw. sehingga cocok dipakai sebagai unsur teks pada tampilan media presentasi. 1). namun tergantung dari konteks kesan yang ingin diciptakan. Karakter huruf yang digayakan memiliki citra estetis (artistik) tetapi cenderung memiliki tingkat keterbacaan lambat dan kurang komunikatif. semua jenis huruf adalah baik. memiliki tingkat keterbacaan dengan cepat dan sangan komunikatif. Macromedia Free Hand. Program aplikasi komputer grafis menyediakan unsur tipografi (font) dengan berbagai karakter yang telah dibakukan. Karakter huruf tanpa kait. Berbagai alternatif tipografi dengan program Corel Draw (salah satu huruf dimanipulasi) 54 .

lambang. Photo Impact. sedangkan untuk kepentingan profesional biasa digunakan program aplikasi Adobe Photo Shop dan didukung program lain (multi tasking). dengan modus kurve. foto digital. 55 . Corel Photo Paint. dari yang bersifat instan sampai yang profesional. Gambar tersebur juga dapat dikombinasi dengan gambar dari aplikasi lain (multi tasking). dan piranti capture citra lainnya. logo. mereduksi. model.2). bisa dimanfaatkan program aplikasi oleh citra MS Paint. Program aplikasi olah citra memungkinkan untuk memanipulasi kualitas citra agar lebih bagus atau lebih buruk. Photo Studio. Untuk kepentingan praktis. dan sebagainya. Foto atau citra diinput ke program komputer grafis dengan piranti eksternal seperti scanner. kamera digital dan piranti capture lainnya. grafik. atau input eksternal dengan piranti keras pemindai (scanner). mendistorsi. aplikasi komputer grafis telah menyediakan program “olah citra”. Dalam hal ini. bagan. menggabungkan antarcitra (montase). Untuk memenuhi kepentingan tersebut. dan lain-lain. Photo Deluxe. Gambar (drawing) Program aplikasi komputer grafis “olah gambar” menyediakan piranti dan fasilitas untuk membuat gambar. berbagai jenis gambar 3). gambar bisa tampil dalam berbagai modus seperti ikon. Foto atau Citra (Image) Foto adalah salah satu unsur penting pada tampilan grafis agar menarik.

dan lain-lain. dapat diurai menjadi lebih elementer. bidang.mendeformasi. variasi. meliputi garis. ruang. tipografi. Semua unsur tersebut tersedia secara lengkap dalam program aplikasi komputer grafis. 1). berbeda format data gambar (drawing) dengan modus vektor atau kurve. gambar. yang secara universal sering disebut sebagai unsur-unsur desain. format data citra biasanya bermodus bitmap dengan pictorial cell. dan style garis untuk mendukung tanpilan grafis tersedia dalam program aplikasi komputer grafis. citra (image). memberi efek. garis Berbagai jenis. Hal ini berimplikasi adanya perbedaan teknis pengolahan antara format gambar dan format citra dalam proses mendesain. diinput dengan piranti pemindai (scanner) Ketiga unsur grafis komputer. warna. dan barik (texture). Dalam kasus 56 . untuk berbagai kepentingan. Pada aplikasi grafis. dan foto seperti terurai di atas.

bidang Bidang terbentuk dari unsur garis yang saling berhubungan. Aplikasi komputer grafis memungkinkan untuk mendesain bidang-bidang geometris maupun bidang-bidang non-geometris (organis). bidang organis dapat didesain sesuai kehendak dengan piranti lain. berbagai jenis dan ketebalan garis 2). bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dapat dikonstruksi secara praktis dengan piranti (tool) yang tersedia. Dalam hal ini. tampilan gambar secara linier (secara utuh hanya berupa garis) justru memperjelas pesannya.tertentu. Demikian pula. bidang geometris segi banyak beraturan (poligon) dan bidang organis 57 .

warna polikromatis. Mendesain tampilan media presentasi perlu mempertimbangkan unsur warna agar lebih estetis dan artistik. warna sekunder. komputer grafis dengan setting 32 bit mampu membedakan. ruang (kesan) yang tercipta sebagai efek penataan elemen 4). ruang (space) Ruang merupakan unsur desain yang sangat relatif keberadaannya dan berupa kesan. dan sebagainya. green. 58 . magenta. sedangkan pada modus warna cahaya warna primer terdiri atas red. Pada modus warna kromatik. Sebagai contoh. warna komplementer. warna tersier. Pada dasarnya kalibrasi warna tersebut dari kombinasi berbagai warna primer.3). Dalam lingkup desain grafis dikenal berbagai istilah berkaitan dengan warna. warna monokromatis. warna dingin. warna primer terdiri atas warna cyan. dan blue (RGB). warna Aplikasi komputer grafis menyediakan jutaan kalibrasi (rentangan) warna. merentang (mengkalibrasi) warna penuh (true colour) menjadi 232 warna. dan black (CMYK). seperti warna primer. warna panas. Unsur ruang terjadi dari kesan yang timbul atas penataan berbagai elemen-elemen lain. yellow.

barik (texture) Secara grafis. berbagai jenis barik 59 . Program aplikasi komputer grafis menyediakan berbagai alternatif barik untuk keperluan tampilan visual. barik atau tekstur diartikan sebagai kesan suatu permukaan.lingkaran warna 5).

suara agar perhatian audience tetap pada materi (substansi) pesan yang disampaikan. tidak monoton bisa terbentuk dari pengulangan (repetisi) 3). latar belakang. image.point interest/ point centre/ eye catcher penekanan pada item yang dianggap lebih penting dari yang lain 5). suara. warna. gambar. gerak. karakter font.d. bukan sekedar pada medianya pilih karakter font yang mudah terbaca (lebih menguntungkan jenis font tanpa kait) pilih ilustrasi grafis/ gerak/ suara yang sederhana. atas-bawah 4). animasi) 60 . ilustrasi. kesatuan dan keselarasan (unity and harmony) satu frame satu konsep bahasan paduan unsur-unsur serasi (warna. tidak menampilkan unsur-unsur yang berlebihan dalam satu display 2). keseimbangan (balancing) kesan seimbang kanan-kiri. irama (rhythm) pusatkan kesan irama pandangan masuk ke ruang display. Prinsip Desain (Grafis) 1). kesederhanaan (simplisity) unsur teks.

contoh display yang memperhatikan prinsip desain 61 . khususnya presentasi. yang secara teknis diwujudkan dengan alat bantu komputer grafis. Buto Cakil bertemu Srikandi Surem-surem diwangkara kingkin lir manuksma kang layon….Media menjadi salah satu faktor determinan bagi keberhasilan suatu proses komunikasi. Salah satu aspek suatu media presentasi adalah menjadi daya tarik sekaligus merangsang perhatian audience sehingga substansi pesan yang disampaikan lebih mudah diterima. Agar tampilan visual media presentasi. memiliki faktor kemenarikan (interestness) maka perancang atau pengguna media presentasi perlu memiliki pemahaman tentang dasar-dasar desain grafis.

mata juling. • Gigi mencuat (mancung) •Tokoh raksasa tetapi bertubuh kecil contoh display yang tidak memperhatikan prinsip desain 62 . tetapi ia selalu tampil lagi pada lakon yang lain • Kepalanya datar.BUTO CAKIL •Tokoh perang kembang • Sering berperang melawan kesatria dan tidak pernah menang •Tiap kali dibunuh.

3. buka tutup. Disain media OHT maupun Slide presentasi harus bersumber dari kurikulum yaitu dari tujuan/kompetensi yang terdapat dalam silabus mata pelajaran. Produksi media OHT dan Slide Presentasi Langkah pertama dalam produksi materi presentasi untuk pembelajaran adalah membuat disain/perencanaan. Prinsip dan konsep akan lebih cocok bila di disain menjadi frame tunggal. Silabi TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI DESAIN OHT Slide Presentasi Terdapat jenis-jenis pengetahuan dalam materi pembelajaran. Pengetahuan yang berjenis fakta. 63 . Oleh karena itu perlu direncanakan bentuk media yang sesuai. geser garis atau dengan menggunakan tanda panah. masing-masing jenis pengetahuan dapat didisain bentuk transparansinya sebagai berikut. Pengetahuan yang berjenis prosedur akan lebih cocok bila didisain menjadi beberapa frame sesuai dengan bagian-bagian tertentu selanjutnya bisa ditayang kan bertumpuk. Untuk OHTmaupun Slide presentasi.

G U N AK A N : • TRANSPARANSI KHUSUS • SPIDOL KHUSUS UKR. JENIS PENGETAHUAN BENTUK KONSEP PRINSIP FAKTA FRAME TUNGGAL PROSEDUR BUKA TUTUP GESER-GARIS TUNJUK PROSES ANIMASI Produksi OHT write on (menulis langsung pada lembar transparant). akan lebih baik bila didisain dalam bentuk animasi.Sedangkan jenis pengetahuan yang bersifat proses. KUARTO) • FONT YG MUDAH DIBACA • BESAR HURUF 20 – 48 • 1 LEMBAR 10 – 15 BARIS • WARNA YG KONTRAS (2-3 WARNA) 64 . M /L • MAL ( KERTAS GARIS UKR.

Untuk penyajian dengan LCD/infocus projector. Setelah selesai membuat materi. Power on komputer Aktifkan MS Power Point Pilih format landscape/ portrait Pilih background Pilih lay out Pilih font Tuliskan konsep sesuai aturan Insert new slide frame berikutnya 65 . selanjutnya file bisa di print/cetak di kertas untuk di fotocopy di transparat atau di print langsung pada transparant warna untuk penyajian dengan OHP (Over Head Projector). Untuk produksi OHT dan Slide presentasi dengan program power point adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut. maka tayangan proyeksi nampak pada layar. file pada komputer/laptop bisa dipanggil dan jalankan slide show.• • • • • BUAT KONSEP DESAIN TIAP FRAME YG DITULIS KATA-KATA KUNCI TULISKAN KONSEP PADA TRANSPARANT 1 LEMBAR/FRAME HANYA 1 KONSEP BERI PENEKANAN PD KATA-KATA YG PERLU PERHATIAN Produksi OHT dengan komputer program power point aturannya sama dengan produksi slide presentasi.

Mengaktifkan Ms. Power Point kemudian Klik Tampilan dan Elemen Jendela Ms. PowerPoint Klik pada START kemudian geser pada All Program Carilah shortcut Ms. PowerPoint Menu Bar dan Tool Bar Layar Edit Slide Map Task Pane Modus Tampilan Toolbar Drawing 66 .

Membuat Klik Menu File New Slide Baru Maka pada task pane akan terdapat Pilihan : • Blank Presentation • From Design templete • From Auto Content Wizard Klik salah satu Option tersebut Menentukan Layout Klik Menu Format Slide Layout Atau langsung pilihlah bentuk layout pada task pane. dengan pilihan yang begitu banyak Klik salah satu bentuk layout 67 .

.Picture Pilih salah satu pilihan • Kemudian Klik Apply Menuliskan Text Klik pada kotak text box Ketikkan text SELAMAT DATANG Atur Jenis dan Ukuran dan warna Font Dengan Menu Format Font Setelah text pertama selesai Ulangilah dengan cara yang sama Untuk text box berikutnya 68 .Texture . . • Fill Effects .Gradient ..Pattern ..Menentukan Klik Menu Format Klik segitiga pulldown terdapat pilihan background Latar Belakang Background • More Color ..

Me masang Gamba r Klik Menu Insert – Picture Pilih Clip Art / From File Setelah gambarnya muncul. dapat ditambahkan slide berikutnya dengan cara : Klik Menu Insert New Slide Kemudian ulangilah langkah langkah seperti slide pertama 69 . dan juga diberi animasi seperti halnya text. Menambah Slide Berikutnya Setelah slide pertama selesai. setelah itu dapat ditambahkan text. aturlah ukuran dan Letaknya.

dan aturlah optionnya Kemudian klik tombol Apply Menampilkan Slide Presentasi Slide dapat ditampilkan pada beberapa media.View Show atau tekan tombol Fungsi 5 ( F5 ) Cara Ini akan menampilkan seluruh slide.Mengatur Pergantian Slide Setelah anda memiliki beberapa slide. misalnya slide ke 10 Caranya adalah : 70 . Jika akan ditampilkan slide tertentu saja. • ditampilkan langsung pada layar komputer • dicetak pada mica transparansi (OHP) • atau dipresentasikan lewat LCD projector Caranya adalah : Klik menu Slide Show . ( tampak pada Map ) Klik menu Slide show – Slide Transition dapat diatur cara pergantian tiap slide Klik untuk memilih salah satu slide transition.

Layar ) Membuat Freehand Note (Pointer show) Adalah menampilkan pointer.Pilih Klik nomor slide pada map untuk menandai slide yang akan ditampilkan Kemudian Klik pada icon Slide show ( gb. lalu pilih Pointer Option Atau menggunakan keyboard Ctrl-OP 71 .Menampilkan Halaman Slide tertentu Untuk menampilkan Slide lain ketika presentasi sedang aktip. atau berupa pencil sehingga dapat membuat “coretan” pada slide yang sedang tampil Caranya adalah : Klik kanan mouse. caranya : Klik kanan – Go – By Title .

Mengakhiri Presentasi Mengakhiri dan kembali pada Menu edit Tekan tombol ‘Esc’ Atau klik kanan kemudian End Show Tugas LATIHAN Buat disain OHT / Slide presentasi Materi Sesuai Bidang Keahlian Sesuai dg mata ajar masing-masing Satu tatap muka Buat Animasi setiap pergantian Slide Sajikan / Presentasikan dg Komputer dan LCD Print di Tranparansi Warna Print Pada kertas HVS Copy di Tranparansi Sajikan / presentasikan dg OHP 72 .

Efektifkan kontak mata dengan audiens .MENGGUNAKAN MEDIA OHP / LCD Ingat .Jangan bersembunyi di balik peralatan! . bukan peralatan presentasinya ! .! •Media komunikasi hanyalah alat •Bagian terpenting dari presentasi adalah pesan yang disampaikan Aturan Dasar Presentasi : KIS (Keep it simple ) Kelola audiens.Amati responsnya ..Jangan menunduk ! Sebelum Presentasi (dengan OHP) • Kenali peralatan yang digunakan (terutama letak tombol ON-OFFnya) • Atur fokus dan besarnya tampilan di layar. sesuaikan dengan jumlah audiens • Siapkan transparansi sesuai urutan tampilan • Transparansi bertumpuk sebaiknya disatukan (misalnya dengan klip kertas) 73 .

sebaiknya gunakan remote mouse atau asisten agar anda bebas berhadapan dengan audiens 74 . pastikan bahwa telah dilakukan simulasi Selama Presentasi dg LCD Gunakan laser pointer untuk menunjuk tampilan di layar Bila tidak menggunakan timer untuk mengatur waktu tayangan.Selama Presentasi (OHP) Nyalakan OHP bila transparansi telah siap Susun transparansi yang telah ditayangkan dengan punggung menghadap ke atas Posisikan diri di sebelah kiri OHP Jangan tunjuk langsung tampilan di layar. Gunakan laser pointer bila mungkin Mematikan/menghidupkan OHP dapat digunakan untuk menarik perhatian audiens M tik OHP bil i i b k t j l b Sebelum Presentasi (dengan LCD Projector) Siapkan icon shortcut di layar desktop Bila menggunakan timer untuk pergantian slide.

3. Terdapat empat hal dalam usaha sukses presentasi untuk menjelaskan materi sejelas mungkin kepada peserta didik. Buatlah Slide presentasi dari materi ajar yang saudara ampu (minimal 10 frames). 4. dikumpulkan sebagai respound peserta) 1. Print out di kertas HVS. Latihan TUGAS : 1. Sajikan menggunakan OHP 6. Tes Formatif Soal uraian : (Tugas. 75 . Jelaskan proses komunikasi yang terjadi dalam proses pembelajaran. Sebutkan dan buat analisis masingmasing. lalu fotocopy di transparant 4. Apa saja yang harus saudara penuhi dalam membuat media OHT dan Slide presentasi untuk presentasi pembelajaran ? jelaskan alasan saudara. Buatlah 5 lembar media OHT (write on) dari materi ajar saudara 2. Dengan program power point 3.C. Apa saja yang harus saudara perhatikan dalam presentasi mengajar menggunakan media OHP dan LCD ? berikan alasan-alasannya. 2. Print out di transparant warna 5. Sajikan menggunakan LCD D. Apa peranan penggunaan bahasa tubuh (non verbal) dalam proses pembelajaran.

D. Pikiran dan Perasaan B. tetapi media juga perperan sebagai Perangsang: A. Hal ini karena media bukan semata-mata berperan sebagai perantara atau pengantar pesan.Soal Pilihan Ganda : 1. Menarik Minat. Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran Media sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran B. 3. Media dalam pembelajaran harus didisain dengan baik dan menarik. Pilihlah jenis huruf berikut ini yang menurut saudara paling tepat untuk membuat media OHT/Slide presentasi A. (boleh memilih dua opsi yang tepat) 2. Menarik perhatian D. C. 76 . Perhatian dan minat C. Pewarnaan yang paling tepat pada disain berikut menurut saudara adalah: A B C D .

Disain yang paling tepat adalah A CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES B CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK C PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK D CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PENDEKATAN STRATEGI DAN KBM DLM PELAKSANAAN KBK CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Sri sartono UPT SBM UNNES Sri sartono UPT SBM UNNES 77 .4.

Feldman. 1999. Technology. & Edwin O. Kemp Jerrold E dan Dayton Deane K. New Jersey: Prantice Hall. . AAM. Semarang : UPMSB IKIP Heri Subagyo..:Association for Educational Communication and Technology Blake. 1967. B 6. Palmer W. Bandung : PT Citra Aditya Bakti. USA: Harper & Row Publishers. A 3. Dauglas. Jakarta: Penerbit Erlangga Departemen Pendidikan dan Kebudayaan .Estetika Suatu Pengantar. AB 2. The Defuinition of Educational Technology. Surabaya: Papyrus. New York: Longman Metheu. 1980. ABCD 4. 1984. Oemar 1989. Boston: 78 . 1987. 1977. Kamus Istilah Komputer. Haroldsen. Hartono Kasmadi . Agnew . Teknologi Komunikasi Pendidikan. Hamalik.1992. D 5. Englewood Cliffs. 1983. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. dkk. Effective Teaching in Higher Education. Planning & Producing Instructional Media. C 3. C 2. Downing and Michael Covington. Brown. Washington DC. Program Media Fungsi dan Penggunaannya. Art as Image and Idea. Semarang : Proyek Peningkatan Guru IPS Kanwil Dekdikbud. Edmud Burke.Taksonomi Konsep Kumunikasi. Multimedia In The Classroom.Penutup Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 1: 1. B 4. Reed H. Task Force on Definition and Terminology. M. 1995 : Penggunaan Alat Peraga. Pengertian dan Penerapannya di Indonesia. 1985. Inc. G dan Atkins. tidak ada pilihan 7. Media Pendidikan . Jakarta : Direktorat Pendidikan Umum Djelantik. 2003. 1996. ABCD Kunci Tes Formatif Kegiatan Belajar 2: Kunci : 1. Jakarta : Pustekom Depdikbud. Cara Pembuatan Media dan Alat Media Grafis. D Daftar Pustaka AECT.

Filsafat Seni. Semarang: Uneversitas Negeri Semarang. 2002. Menimbang Ruang Mernata Rupa. A . Mikke. Sadiman Arief S. edisi Juli 2004.Diksi Rupa. Bandung: Rosdakarya.. Agus. Sobur. Semiotika Komunikasi. 2003. Yogyakarta: Kanisius. Priyono Andreas. 2000. Jakarta : PT. 79 . Raja Wali . Susanto. Jakob. Soemardjo. 1994. 2004. Jakarta: Raja Grafindo Persada. ______________.1986. 2002. Presentation Skills. 1829-930X. Media Pendidikan. Jakarta: Pustekom Depdikbud. Bandung: Penerbit ITB. Sukadi. 1991. Jakarta: Depdikbud. Alex. Yogyakarta: Galang Press. 1996. Sachari.Allyn and Bacon. No. “Media Digital: Alternatif Media Seni Rupa Masa Kini” dalam Imajinasi Jurnal Seni FBS Universitas Negeri Semarang. Media Pendidikan. Simbol dan Daya. Desain Media. Bandung: Penerbit ITB. 2000. Rahardjo. Pengembangan Media Instruksional. _____. Supatmo. Estetika: Makna.

BUKU AJAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS .

(h) peranan pemerintah sebagai mediator antara sekolah dengan industri hampir 1 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama dalam bidang elektronika berpengaruh pada kebutuhan tenaga kerja terampil. (g) kurikulum SMK disusun secara sepihak tanpa adanya keterlibatan industri. Namun di satu sisi keluhan oleh kalangan industri terhadap rendahnya kualitas lulusan SMK merupakan fakta yang harus segera disikapi dengan tindakan berupa perbaikan berbagai aspek terutama pada aspek manajemen pengelolaan SMK yang di dalamnya termasuk keprofesionalan mengajar yang harus dilaksanakan oleh guru. (e) tidak adanya sinkronisasi materi pelatihan yang baku antara SMK dengan industri.BAB I PENDAHULUAN A. dalam bidang pendidikan kini terus dilakukan upaya peningkatan secara sistematis untuk menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas. (d) kualitas lulusan masih dianggap belum mampu memenuhi persyaratan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha / industri. mengingat kualitas pendidikan khususnya SMK saat ini masih menghadapi banyak permasalahan antara lain. (d) hampir tidak ada industri yang memiliki divisi pelatihan tenaga kerja secara internal untuk dijadikan wadah pelatihan siswa SMK. (c) masih banyak industri yang merasa terganggu dengan kehadiran siswa PKL. (a) rendahnya kemampuan lulusan. (f) peran majelis sekolah tidak optimal. (c) rendahnya dana pendidikan sehingga terbatasnya peningkatan fasilitas media pembelajaran. Latar Belakang Dalam menghadapi era perdagangan bebas. (b) lulusan baru dalam taraf siap latih dan bukan siap kerja. Beberapa faktor yang dipandang sebagai penyebab rendahnya kualitas tersebut antara lain: (a) belum banyak industri yang ikut terlibat dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Upaya ini dilakukan. (b) keterampilan yang diajarkan sudah tidak sepadan dengan kebutuhan industri. khususnya tenaga kerja tingkat operator (SMK).

masih banyak masalah yang dihadapi guru. (4) kurangnya fasilitas dan dana operasional kegiatan praktik. adalah suatu kelemahan yang sangat mendasar. Keterampilan mengajar yang dimiliki guru bersifat statis. nampaknya merupakan sebuah model pembelajaran sebagai langkah untuk menuju ke arah perbaikan kualitas 2 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Menurut Wardiman (1994) ada beberapa permasalahan dalam pendidikan kejuruan antara lain. (i) tidak berfungsinya Unit Produksi (UP) sebagai” replika industri” yang dapat dijadikan institusi pasangan di sekolah. (k) kurangnya pelatihan keterampilan yang diberikan kepada guru pengajar praktik. seperti dalam menyampaikan isi pembelajaran. metoda dan media mengajar serta pelaksanaan evaluasi juga masih banyak kekurangan.tidak ada. (1) lulusan tidak mampu menghasilkan tamatan yang berkualitas siap pakai. menunjukkan bahwa dalam perencanaan pembelajaran PSG belum sepenuhnya mewujudkan keterkaitan dan kesepadanan. (3) kegiatan pembelajaran praktik hanya mengandalkan kegiatan praktik di bengkel kampus. khususnya dunia usaha/industri. mengakibatkan rendahnya kualitas praktik yang dicapai mahasiswa. ( j ). Hasil penelitian I Made Sudana (1998) di beberapa SMK Teknologi di Jawa Tengah. (l) kualitas dan kuantitas peralatan praktik di SMK masih kurang dan ketinggalan jaman. dan (5) permasalahan yang ada pada pihak masyarakat pengguna tamatan. blok dan portofolio untuk ketiga ranah. KBK yang berorientasi pada pencapaian kompetensi standard (KS) dan kompetensi dasar (KD). Pemikiran ke arah inovasi sebagai upaya mengeliminasi faktor-faktor penghambat dan penyebab rendahnya kualitas lulusan SMK telah diupayakan oleh pihak pemerintah melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Demikian pula dalam pelaksanaannya. baik pada tujuan maupun isi pembelajaran. menggunakan strategi dalam bentuk pengajaran gradual dalam pola remedial dan program pengayaan dengan sistem evaluasi berbentuk harian. (2) dalam tahapan penyelenggaraan pendidikan masih sangat kuat adanya pengertian” pendidikan demi pendidikan” artinya pengajar seakan-akan sudah puas apabila pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas sesuai dengan program yang tercantum dalam kurikulum.

jenis-jenis penelitian tindakan kelas. Deskriptif Penelitian Tindakan Kelas (class room action research) selanjutnya disingkat PTK dalam buku ajar ini membahas tentang . untuk meningkatkan mutu keterampilan lulusan pendidikan. B. karena seorang pengajar dituntut untuk mampu mengelola dan mengevaluasi proses belajar siswanya. Salah satu kendala yang sangat mempengaruhi kualitas lulusan secara keseluruhan adalah aspek pembelajaran. Padahal menurut Bhattacharya dan Mandke (1992) bahwa pengajar seharusnya memahami tentang metodologi pengajaran. faktor pengajar menjadi sangat sentral dalam proses pembelajaran. keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. Perbaikan pada proses pembelajaran oleh guru kini nampaknya menjadi salah satu upaya pilihan yang mesti dilakukan yaitu melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). maka upaya perbaikan terhadap kualitas tenaga pengajar khususnya peningkatan kemampuan yang mencakup pengetahuan dan skill bagi guru-guru SMK sangat mutlak dilakukan agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah sebagai salah satu solusinya Berdasarkan kondisi di atas. yang mungkin belum banyak dilakukan oleh guru di kelasnya. Seperti dikemukakan oleh Soewarni (1993) dan Sulaiman (1993). serta tujuan yang dinginkan dari penelitian tindakan kelas. seperti minimumnya kemampuan pemerintah dalam meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya SMK. 3 Penelitian Tindakan Kelas SMK prinsip-prinsip dalam melakukan . dalam penyelenggaraannya masih banyak dijumpai kendala. bahwa tujuan penyelenggaraan pendidikan adalah menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan. bagaimana konsep penelitian tindakan kelas. Menyadari keterbatasan ditinjau dari berbagai variabel. karakteristik penelitian tindakan kelas.dan sebuah statregi antisipatif dalam persaingan mutu tenaga kerja pada era globalisasi. pengertian penelitian tindakan kelas. Namun dalam kenyataan.

kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini. persyaratan yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu untuk dapat memahami dan menerapkan petunjuk-petunjuk maupun konsep-konsep yang ada dalam buku ini. langkah-langkah yang dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. serta paham tentang tata cara menulis karya ilmiah yan diperlukan dalam menyusun proposal penelitian maupun pembuatan laporan akhir peneli-tian. Menerapkan teori-teori penelitiaan tindakan kelas yang diberikan dalam pembelajaran ini 4 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Prasyarat Untuk memudahkan memahami bagaimana melakukan penelitian tindakan kelas. maka peserta dituntut untuk memahami pengetahuan tentang metodologi penelitian secara umum. Kemampuan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan riil yang dihadapi di kelas 2. peserta diharapkan dapat menginventaris berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan yang selanjutnya dilakukan penajaman-penjaman sehingga peserta tidak akan kesulitan di dalam mengangkat sebuah permasalahan untuk dijadikan sebuah tema penelitian sampai melaporkan hasil akhir penelitian nantinya. peserta diharapkan mempunyai kompetensi : 1. E. penguasaan aplikasi teknik analisis statistik dan juga terutama dalam menginterprestasikan hasil analisis statistik yang dilibatkan nantinya. di samping dari bahan buku ajar ini. D. C. Kompetensi dan Indikator a) Kompetensi Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan belajar dalam buku ajar ini.penelitian tindakan kelas. Petunjuk Belajar Buku ajar ini hanya membahas garis-garis besar cara melakukan penelitian tindakan kelas.

Peserta mampu dalam mengidentifikasi dan menentukan tema penelitian. Melakukan penelitian tindakan kelas berdasarkan permasalahan riil yang ditemukan di kelas b) Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1. Peserta dapat menunjukkan berbagai permasalahan yang ditemukan di kelas 2. Peserta mampu menerapkan teknik analisis statistik yang tepat dalam proposal yang disusun 5. Peserta memiliki kemapuan menulis proposal penelitian tindakan kelas 4. 5 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 3. Menyusun proposal penelitian tindakan kelas 4. Peserta mampu melakukan penelitian kelas sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada.3.

Kompetensi dan Indikator 1). langkahlangkah dalam melakukan penelitian tindakan kelas. persyaratan yang harus dipertimbangkan dalam melakukan penelitian tindakan kelas. peserta akan mendapatkan gambaran yang lebih rinci tentang konsep PTK dan langkah-langkah pelaksanaannya. prinsip-prinsip dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Memahami arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. Mengidentifikasi jenis-jenis penelitian tindakan kelas. Dengan demikian setelah mempelajari materi ini. Peserta dapat menjelaskan karakteristik penelitian tindakan kelas 4. Peserta dapat menjelaskan jenis-jenis penelitian tindakan kelas 3. kompetensi yang akan dicapai setelah mempelajari buku ajar ini. tujuan penelitian tindakan kelas. Peserta dapat menjelaskan arti dan makna penelitian tindakan kelas 2. konsep penelitian tindakan kelas. 3. Indikator Sebagai ukuran keberhasilan dari proses pembelajaran ini dapat diketahui melalui : 1. jenis-jenis penelitian tindakan kelas. karakteristik penelitian tindakan kelas. 6 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Memahami karakteristik penelitian tindakan kelas 2). Peserta dapat memahami prinsip-prinsip dalam melakukan PTK Pengantar Pada bagian ini dibahas tentang pengertian apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan kelas.BAB II KONSEP PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Kompetensi Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan : 1.

Apa manfaat PTK bagi guru? 1. Tujuannya memperbaiki pembelajaran 3. Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya 7 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Mengapa guru dianggap paling tepat untuk melakukan PTK ? 1. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran 5. Pola Penelitian Tindakan Kelas Apa itu Penelitian Tindakan Kelas? Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang. Masalah berawal dari guru 2. Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya 4. 1. dan merefleksikan tindakan baik secara manidiri maupun kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Temuan penelitian tradisional sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran 3. Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik 5. Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti. PTK memiliki karakteristik sebagai berikut. Meningkatkan profesionalitas guru 3.B. Meningkatkan rasa percaya diri guru 4. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran 2. melaksanakan. Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidahkaidah penelitian 4. Guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya 2. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya.

Tidak mungkin melakukan generalisasi karena sample sangat terbatas 3. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian guru yang bersifat reflektif. yang kemudian di refleksikan sebagai alternatif pernecahan masalah. yang ditindak lanjuti dengan kegiatan nyata melalui penelitian tindakan kelas yang direncanakan dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. 8 Penelitian Tindakan Kelas SMK . pemerataan pendidikan. Akhir-akhir ini di Indonesia berkembang penelitian tindakan kelas kelas. Artitinya penelitian guru berawal dari masalah-masalah yang di alami guru di dalam proses pembelajaran. Validitasnya yang masih sering disangsikan 2. Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah. PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalam pembelajaran.PTK sebagai salah satu metode penelitian terdapat beberapa keterbatasan. Berbagai upaya pembaharuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan antara lain peningkatan kurikulum melalui isi. pengembangan melalui penelitian pembelajaran seperti penelitian tindakan kelas ( action research). Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan oleh guru sebagai usaha mengejar ketinggalan dunia lain yang sibuk menerapkan berbagai ekpserimen dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang dipandang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. antara lain: 1. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan program pembangunan pemerintah dalam rangka mengatasi keterbelakangan. Peran guru yang bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering membuat sangat repot. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa.

Oleh karena itu penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memiliki siklus . sehingga mampu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. observasi.Apabila di dalam melaksanakan kegiatan nyata belum / tidak berhasil mencapai target hasil yang diharapkan atau menemukan masalah baru diperlukan kegiatan berikutnya yang dikenal dengan penelitian siklus sebagai cara pemecahan masalah dengan alternatif lain dan siklus-silkus selanjutnya sampai masalah dapat di atasi dengan tuntas. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam proses bersiklus yang terdiri empat tahapan. 9 Penelitian Tindakan Kelas SMK . tiga atau lebih. dua . dan refleksi.siklus atau perulangan-perulangan tertentu tindakan guru kelas. Siklus penelitian kelas dapat bersifat spiral seperti berkut ini. R R R A A A P P P Keterangan : P = Plan A = Action/Observation R = Reflection Jumlah tahapan siklus yang akan dilakukan tergantung dari hasil perlakuan yang diperoleh. Jadi bisa satu tahapan. perencanaan. pelaksanaan tindakan.

serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktikpraktik tersebut.Bentuk lain dari perencanaan di atas dapat gambarkan sebagai berikut: KONSTRUKTIF Perencanaan REKONSTRUKTIF Tindakan Refleksi Observasi (Wacana antar partisipan) (Praktik Dalam Konteks) 1.5-6 ). Definisi Penelitian Tindakan kelas Penelitian tindakan kelas adalah : Intervensi skala kecil terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan yang cermat terhadap pengaruh intervensi tesebut ( Cohen dan Manion 1980 : 174 ).. 1988 . ( Kemmis dan Taggart. Bentuk penelitian reflektif diri kolektif yang dilakukan pesertapesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka. Bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat 10 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

Suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. Jenis-jenis Penelitian Tindakan Kelas Para ahli peneliti pendidikan membagi Penelitian tindakan kelas berbeda-beda. Dalam bentuknya yang paling jelas penelitian tindakan diagnostik dapat dijelaskan sebagai berikut. situasi di tempat praktik itu dilaksanakan. 1992). Suatu bentuk penelaahan (incuiry) melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial untuk memperbaiki rasionalisasi dan kebenaran dari: praktik sosial atau kependidikan yang mereka lakukan sendiri. pemahaman mereka terhadap praktik tersebut. pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. 2. serta memperbaiki kondisi praktik pembelajaran tersebut dilaksanakan (Pelatih Proyek PGSM.memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pem-belajaran di kelas secara profesional. memperdalam. tiga. ( Suyanto. ( Stephen Kemmis. yang dilakukan oleh pelaku tindakan (pendidik). 1997 ). ada yang membagi menjadi empat jenis. Peneliti diundang memasuki situasi yang telah ada dan kemudian peneliti melakukan diagnosa situasinya. 2. atau dua jenis. Penelitian jenis ini tumbuh dan berkembang karena dua kelemahan penelitian tindakan jenis pertama a) diagnostik tidak selalu mendorong dilakukannya tindakan b) keterlibatan tim peneliti dalam masyarakat terkait kurang menjamin pelaksanaan tindak- 11 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Empat jenis penelitian tindakan kelas itu adalah : 1. Penelitian Tindakan Partisipan. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Penelitian Tindakan Diagnostik yaitu penelitian yang dirancang guna menuntun kearah tindakan. 1999).

Penelitian Tindakan Empiris. Gagasan sentral penelitian tindakan partisipan ini adalah bahwa orang yang melakukan tindakan harus juga terlibat dalam proses penelitian awal. Dengan demikian mereka itu tidak hanya dapat menyadari perlunya melaksanakan program tindakan tertentu akan tetapi secara jiwa dan raga akan terlibat dalam program tindakan tersebut. 3. Ciri-ciri utama Penelitian tindakan kelas memiliki ciri utama: 1. Hampir selalu ada lebih dari satu cara untuk mencapai sesuatu. 2. Penelitian tindakan kelas selalu berfokus pada masalah yang riil yang muncul dari proses pembelajaran atau dunia kerja peneliti yang ada dalam tanggung jawabnya. Masalahnya adalah menemukan cara mana yang terbaik. Ciri-Ciri Penelitian Tindakan Kelas a. Penelitian tindakan yang hanya menghasilkan suatu pengertian. pema12 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Gagasan dasar penelitian tindakan jenis ini adalah melakukan sesuatu dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi. Proses penelitiannya pada pokoknya berkenaan dengan dengan penyimpanan catatan dan pengumpulan pengalaman dalam pekerjaan sehari-hari.an yang disarankan. 4. Penelitian tinclakan eksperimental. Penelitian tindakan kelas selalu berorientasi pada pernecahan masalah. Artinya masalah yang diteliti adalah masalah-masalah riil yang dialami guru sehari-hari bukan masalah yang direkayasa. Penelitian ini adalah penelitian yang menerapkan berbagai teknik tindakannya dengan efektif. 3.

Kedua. Masalah tidak berasal dari luar atau saran orang lain yang mengenal masalah yang terjadi di dalam kelas. 5. orang yang melakukan. karena tidak memecahkan masalah. b. dan refleksi hasil dari tindakan. Oleh karena itu pada penelitian tindakan kelas guru harus jujur dan peka bahwa benar-benar memiliki masalah dalam proses pembelajaran. aksi dari tindakan. 13 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Ciri-ciri lain dari penelitian tindakan kelas sebagai berikut: Pertama. Peneltian tindakan kelas adalah siklus (Cyclic). 6. penelitian tindakan kelas adalah bersifat kolaboratif. Guru tidak harus sendirian berupaya memperbaiki proses pembelajarannya. Penelitian tindakan kelas bersifat kolaborasi. Penelitian tindakan kelas berorientasi pada peningkatan kualitas.haman dianggap tidak bermanfaat. permasalahnnya diangkat dari dalam tempat guru mengajar yang benar-benar dihayati oleh guru sebagai masalah yang harus diatasi. skenario tindakan seperti pengamatan. Artinya peneliti dapat bekerja sama dengan orang lain (dosen) dalam melakukan tindakan. 4. Penelitian tindakan menegaskan pentingnya aksi dari setiap komponen dari sistem organisasi berkembang menjadi lebih baik. berbagai cara pengumpulan data umumnya digunakan. Masalah penelitian bukan berasal dari hasil penelitian atau hasil kajian yang diluar penghayatan guru. bentuk tindakan. 3.Untuk memenuhi prinsip kebenaran itu problem. alat ukur sebagai kontrol keberhasilan dari tindakan pemecahan masalah. Artinya tindakan pada penelitian ini melalui program yang cermat seperti jadwal rinci. Penelitian tindakan kelas memerlukan berbagai cara koleksi data.

made public).Guru dapat dibantu pakar pendidikan lain seperti pengawas. penelitian tindakan kelas merupakan jenis penelitian yang mememuculkan adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar dikelas. Penelitian Tindakan Klas mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. Oleh karena itu ciri kolaboratif ini harus secara konsisten tertampilkan sebagai kerjasama kesejawatan dalam keseluruhan tahapan penyelenggaraan PTK. maka PTK diselenggarakan secara kolaboratif dengan guru yang kelasnya dijadikan kancah PTK. Artinya keinginan untuk melakukan penelitian muncul karena adanya adanya permasalahan praktis yang dihayati dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh guru sebagai pengelola program pembelajaran di kelas atau sebagai jajaran staf pengajar di sebuah sekolah. atau guru lain. Usaha kolaboratif antara guru dan dosen (a collaborative effort between school teachers and teacher educators). Artinya penelitian di kelas yang tanpa memberikan suatu tindakan apa-apa dikelas untuk memperbeik proses pennbelajaran bukan penelitian tindakan kelas. Perbaikan proses pembelajaran dari dalam (an inquiry on practice from within). Penelitian tindakan kelas perlu didasari oleh permasalahan praktis yang dirasakan guru di dalarn kelas. dosen. Pada umumnya dosen tidak mempunyai akses langsung. Penelitian yang dilakukan dikelas belum tentu merupakan penelitian kelas. c. 4. Ketiga. melainkan sebagai sejawat di samping sebagai pendidik calon guru yang seyogyanya memiliki kebutuhan untuk belajar dalam mengakrabi lapangan demi peningkatan mutu kinerjanya sendiri. b. Keterlibatan dosen LPTK dalam PTK bukanlah sebagai ahli pendidikan Yang tengah mengemban fungsi pembina guru. dan dilakukan guru sendiri ( bukan orang lain ) 14 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Bersifat reflektif (a reflective practice.

mengembangkan strategi pembelajaran C. dengan metodologi yang tidak terlalu kaku namun tetap menekankan obyektivitas. Peserta mendiskusikan makna skema rancangan PTK secara mendalam 3. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang ciri-ciri dan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan PTK. Penelitian tindakan kelas tidak harus mandiri tetapi guru dapat berkolaborasi dengan dosen Lernbaga Pendidikan Tenaga Kependidikan maupun dengan teman sejawat sebagai mitra sejawat dalam penelitian ini. 5. Penelitian kelas mempunyai prinsip-prinsip antara lain: a. Metode yang digunakan harus cukup andal (reliable) yang memberi kemudahan guru mengidentifikasikan masalah. Penelitian tindakan kelas tidak boleh mengganggu kegiatan guru mengajar dikelasnya.yang tidak mengetahui tentang hal-hal timbul dan yang terjadi di dalam kelas untuk memperbaiki proses pembelajaan secara langsung. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas . b. merumuskan masalah. hipotesis meyakinkan. Lembar Kegiatan Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. setiap peserta ditugaskan untuk : 1. Artinya guru dapat menempuh prosedur yang mudah dilakukan sendiri tanpa meninggalkan tugas sebagai guru yang baik. Peserta meringkas bahan pelatihan yang telah dijelaskan oleh instruktur 2. Latihan 1. Peserta mengidentifikasi persyaratan-persyaratan yang harus diperhatikan bila hendak melakukan PTK D. c. 15 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

tetapi dapat bekerjasama dengan dosen LPTK sebagai mitra dan sejawat dalam upaya mencari strategi pemecahan masalah yang dihadapi oleh guru di kelasnya. Rangkuman Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bermula dari temuan riil oleh calon peneliti di lapangan (kelasnya). Penelitian tindakan kelas yang dikenal dengan istilah Classroom Action Research banyak dilakukan dosen di perguruan tinggi dan guru sekolah. PTK mempunyai ciri-ciri utama maupun ciri-ciri khusus. Jelaskan ciri-ciri yang dimiliki oleh PTK ? 16 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Kenapa PTK tidak tepat dilakukan oleh orang lain ? 5.2. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang bersifat reflektif. yang semuanya harus dijadikan tuntunan dan pertimbangan oleh guru yang akan melakukan PTK. Tes Formatif 1. F. Apa alasannya PTK selalu dirancang dalam bentuk tahapan siklus yang berulang-ulang ? 2. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang memunculkan tindakan tertentu untuk proses perbaikan pembelajaran. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil identifikasi masalah ! E. Apa hakekat utama dari penelitian tindakan kelas tersebut ? 3. Jelaskan makna dan fungsi dilakukannya PTK oleh seorang guru ? 4. Faedah apa yang dapat dipetik dengan model penelitian yang bersifat siklus dan reflketif ? 8. Pada dasarnya PTK tidak harus dilakukan oleh guru sendirian. Prinsip-prinsip apa aja yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan sebuah PTK ? 7. Apa tujuan dan manfaatnya jika dalam penelitian tindakan kelas dilakukan secara kolaboratif dengan pihak lain (dosen LPTK) ? 6.

17 Penelitian Tindakan Kelas SMK .

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian. Peserta memahami cara menganalisis data penelitian d. Peserta memahami cara menyusun laporan hasil penelitian 2) Indikator keberhasilan pengajaran ini: a. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksana-annya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Peserta dapat membuat laporan PTK Pengantar Bagian ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan. bentuk dan skenario tindakan. Peserta mampu menyusun proposal PTK b. Peserta dapat membuat rancangan tindakan pelaksanaan PTK c. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Preserta dapat menggunakan teknik analisis data d. Peserta memahami rencana tindakan dalam melaksanakan PTK c. pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan. Kompetensi dan Indikator 1) Kompetensi yang ingin dicapai dari pembelajaran ini : a. 18 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Peserta memahami prosedur menyusun proposal PTK b. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.

(4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan. Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. baik pelaksanaan tindakan. Pada dasarnya sebuah proposal penelitian berisi tentang penjelasan yang diawali dengan pemaparan latar belakang masalah yang ditemukan. pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan. 19 Penelitian Tindakan Kelas SMK . yaitu. Menyusun proposal PTK. Oleh karena itu dalam rangka menyusun sebuah proposal. (1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara. (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan. maka dalam kegiatan ini meliputi beberapa kegiatan pokok. (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan. (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK. Langkah-Langkah PTK a. bahkan bersamaan. Sebelum melakukan penelitian seorang calon peneliti (guru) dituntut untuk menyusun proposal yang akan dijadikan panduan dalam melaksanakan kegitian penelitian. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya. sampai rancangan analisis data yang akan digunakan. dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK. (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK. media. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. strategi. (5) memilih dan menyusun persfektif. konsep. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. tujuan dan manfaat yang diharapkan.B. (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya. b. atau kiat tertentu.

Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen. maupun refleksi. Setelah itu. Menulis laporan PTK Kegiatan yang berkaitan penulisan laporan dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. dan kajian konsep atau teoritis. perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Oleh karena itu.c. Menganalisis data Data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan. Inilah bentuk laporan PTK. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. Pada kenyataannya dosen dapat diajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. tujuan. rumusan masalah. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. pengamatan. Dalam kegiatan ini pertamatama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Dosen baru-boleh 20 Penelitian Tindakan Kelas SMK . pelaksanaan tindakan. Diagnosis dan Penetapan Masalah Masalah PTK yang merupakan penelitian guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah. diagnosis masalah hendaknya dilakukan oleh guru untuk dipecahkan. 1. Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. d.

Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. atau hipotesis tindakannya. guru (bersama dosen) perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan peme21 Penelitian Tindakan Kelas SMK . 2) mengembangkan kurikulum. 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa. 2) sumber-sumber lingkungan. dan “ditindaklanjuti”. (b) proses belajar-mengajar. Dari sekian banyak kemungkinan masalah. rumusan masalahnya. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa. dan 4) memperbaiki metode evaluasi. guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan (a) pengelolaan kelas. 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar. guru. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. dapat “ditindaki”. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu. Jadi. 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar. 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar. dan orang tua. PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar. dan 3) peralatan tertentu. 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga. masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”. atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. maupun (d) sebagai wahana peningkatan personal dan profesional. (c) pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar.mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya (salah satu bentuk penelitian kolaborasi). misalnya 2 minggu atau satu bulan. Dalam kegiatan di kelas.

aktif berpikir)? • Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya? •. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan guru (dan dosen) dapat berupa rumusan sebagai berikut: * Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar? Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa : • Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? Yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut. 22 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama (oleh dosen dan guru) setelah menganalisis seluruh pilihan masalah. Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi? • Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif? Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. • Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik.cahannya dalam penelitian yang akan dilakukan itu. Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut. minat.

di kelas. Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas? Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk : ”Masalah apa yang terjadi di kelas. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya. bahkan juga kalau mungkin ”hearts on”). Guru menduga bahwa siswa kurang aktif dalam mengikuti proses belajar. ”minds on” maupun ”hearts on” ? 23 Penelitian Tindakan Kelas SMK . aktif secara utuh (sedapat mungkin ”hands on” atau ”minds on”. Tujuan penelitian: Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini. Misalnya dipilih masalah sebagai berikut.Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan?. cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu. dan sekolah mana hal itu terjadi?” Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas. baik secara ”hands on”. Masalah: Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas. Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah yang visible dapat diteliti. bagaimana upaya mengatasinya. Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan atau yang mempertanyakan. Isu: Siswa kurang aktif di kelas.

Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem possing (memunculkan masalah). Lebih jauh dikatakannya dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. 2. dan seterusnya). baik secara ”hands on”. penggunaan sungai. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru. Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas. Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. 24 Penelitian Tindakan Kelas SMK . strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih. dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah. Bentuk dan Skenario Tindakan Menurut Herawati Susilo dan Kisyani Laksono (2007). Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu. ”minds on” maupun ”hearts on”. penggunaan lingkungan sekitar sekolah.Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian. Biasanya tujuan penelitian dinyatakan dalam bentuk pointer-pointer. atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau yang lainnya.

Instrumen untuk input Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya.3. 1). Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. Akan tetapi. format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih. misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal. Dari sisi proses Dari sisi proses (bagan alirnya). Instrumen untuk output Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. 25 Penelitian Tindakan Kelas SMK .a. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal). dst. buku teks dalam kondisi awal. Pengembangan Instrumen Untuk mengukur keberhasilan tindakan Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. Di samping itu. Instrumen untuk proses Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. 3. mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati. dan output (hasil). proses (saat berlangsung). 2). Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal. 3).

yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers). instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga). 3. batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record). dan d) pengamatan harus dilakukan secara objektif. Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. c) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati.maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).1992).b. instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. b) tujuan. Dari sisi hal yang diamati. dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann. yaitu a) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas. misalnya. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. 26 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers) Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas. Sejauh mungkin. instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom). Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri. dsb. catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. Dari sisi Hal yang Diamati Selain dari sisi proses (bagan alir). tentang organisasi kelas. respon siswa terhadap lingkungan kelas. 1).

Di samping itu. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. tata letaknya. d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation).Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. 27 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas. g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-. f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions). dsb. Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms) Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. h) Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students). dan manajemen kelas. Whilst-. 2). and Post-Teaching Activities) . b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form). c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns). antara lain: a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization). antara lain: a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events). e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model).

c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms). Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati. saat tindakan diimplementasikan. dan sesudah usai pembelajaran. dalam kurun waktu tertentu. Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum. 3). antara lain: a) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) . i) Sosiogram. dsb. d) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students).b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map). dan seusai tindakan. c) Format Bayangan (Shadowing Form). h) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection). d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment). e) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart). b) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students). f) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons). g) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory). mulai dari sebelum dilakukan tindakan. f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies). Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK. dsb 28 Penelitian Tindakan Kelas SMK . e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews). saat berlangsung. Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students).

atau pemetaan kelas (cf. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. siswa. pendapat. Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. wajar. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi. alat perekam elektronik.Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud: (a) Pedoman Pengamatan. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format. Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Mills. 29 Penelitian Tindakan Kelas SMK . atau wawasan . Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif. daftar cek). observasi aktivitas di kelas. kasus istimewa. catatan lapangan. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap. atau untuk melukiskan suatu proses . kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal. jurnal harian. dapat pula dilakukan secara bebas. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif. (b) Pedoman Wawancara Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi. 2004: 19). dan peneliti berperan sebagai mitra. dan proses lainnya. misalnya perilaku. penggambaran interaksi dalam kelas. aktivitas. tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru.

1997. silabus. maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan. bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf.(c) Angket atau kuesioner Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali. (d) Pedoman Pengkajian Data dokumen Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir. lembar kerja dll. 30 Penelitian Tindakan Kelas SMK . hasil karya guru. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian. hasil karya peserta didik. Mills. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal. Sumarno. sikap. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). 2004). 1999. Instrumen yang dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan. demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. arsip. (e) Tes dan Asesmen Alternatif Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan. Tim PGSM.

Validasi hipotesis Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis. b. Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter. Analisis Data Penelitian. triangulasi. interpretasi dengan acuan teori. 1). atau pendapat guru. maka perlu dilakukan validasi. atau jika memang perlu uji statistik). Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi. dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. c. apa yang kemudian terjadi.4. menumbuhkan praktik. apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan. Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Dalam PTK. dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut 2). perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi. Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi: a. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas. Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Validasi hipotesis 31 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Misalnya.

observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria. praktik. Interpretasi Data Penelitian Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan. Penyusunan Laporan Penelitian Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I.tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi. apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. dibandingkan dengan pengalaman. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data. atau penilaian dan pendapat guru. Saturasi. Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan. triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. 5. Triangulasi. recek. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator 32 Penelitian Tindakan Kelas SMK . mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu. jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek. hasil observasi kegiatan guru. 3). dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif. norma. Hal ini dilakukan dengan acuan teori.

Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajar-an. Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan. observasi dan evaluasi.keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal. Masalah penelitian yang diusahakan oelh guru seharusnya merupakan masalah yang cukup merisaukannya. termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3. pelaksanaan. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1. 6. sejauh mungkin harus digunakan prosedur pengupulan data yang dapat ditangani sendiri oleh guru sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas secara penuh. dan apapun metode PTK yang kebetulan diterapkannya. Pekerjaan utama guru adalah mengajar. serta memper oleh data yang dapat digunakan untuk « menjawab » hipotesis yang dikemukakannya. Dengan kata lain. dan bertolak dari tanggung jawab 33 Penelitian Tindakan Kelas SMK . saturasi dan triangulasi. Prinsip-Prinsip PTK Menurut Hopkins (1993) ada 5 prinsip yang menjadi ciri penelitian tindakan kelas. 3). mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya. Paling terbuka untuk diperdebatkan metodologi yang digunakan harus cukup reliabel sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan. 4). Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2. 2). yaitu 1). Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. seyogyanya tidak berdampak mengganggu komitmennya sebagai pengajar. Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data).

Pada lembaran sampul dan informasi menyesuaikan aturan yang berlaku di Dinas Pendidikan setempat. guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya. (b). riwayat hidup peneliti. Dalam menyelenggarakan PTK. jadual kegiatan. 34 Penelitian Tindakan Kelas SMK . (d). Identitas peneliti dan anggota peneliti ( jika ada). misalnya pengembangan media. metode mengajar. Bidang Kajian Tuliskan bidang kajian yang diteliti. Pada materi proposal penelitian antara lain berisi : (a). 7. inovasi isi kurikulum. 5). Judul Penelitian Judul penelitian hendaknya singkat. biaya. spesifik. tempat penelitian. guru sendiri memiliki komitmen terhadap pengatasannya. serta tindakan yang akan dilakukan dalam upaya mengatasi masalah dan nilai manfaat. (c). Latar Belakang Sampaikan dengan jelas masalah nyata yang terjadi di kelas dan diagnosis dengan cermat oleh guru kelas. lama waktu penelitian dan biaya yang dibutuhkan dan sumber pendanaannya yang disyahkan dan disetujui oleh Pimpinan (Kepala Sekolah dan Kepala Dinas) sesuai dengan aturan yang berlaku. Masalah yang diteliti atas dasar pengamatan guru yang mendesak untuk segera dipecahkan . materi. Garis-Garis Besar Struktur Proposal PTK Proposal dapat dibuat mulai dari lembaran sampul. lembaran informasi. dsb. Gambarkan dengan jelas bila penelitian tersebut adalah bersifat kolaborasi.profesionalnya. tetapi jelas yang dapat menggambarkan masalah yang akan diteliti. Halaman Pengesahan Bagian ini berisi tentang Judul. Bidang Kajian.

Tunjukkan pula hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan. (g). Metode Penelitian Bagian ini sangat berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut : 1) tempat penelitian 2) lama waktu penelitian 3) teknik penentuan subyek penelitian 4) model dan jenis peneltiian 5) teknik dan alat pengambil data 6) teknik analisis yang akan digunakan 35 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Kajian Teori (Kepustakaan) Uraikan dengan jelas teori dan kajian buku-buku pustaka yang menumbuhkan gagasan yang melandasi penelitian yang diajukan. Hipotesis merupakan dugaan sementara si peneliti akan temuan yang dihasilkan dari penelitian yang akan dilakukan. Manfaat Penelitian Uraikan manfaat penelitisn dengan menampakkan potensi penelitian Itu guna perbaikan proses pembelajaran di kelas. Hipotesis Nyatakan bunyi hipotesis kerja yang dijadikan pijakan di dalam melaksanakan kegiatan penelitian. (i). Rumusan Masalah Rumusan masalah sebaiknya berbentuk kalimat bertanya atau yang mempertanyakan.(e). (f). Pemecahan Masalah Uraikan pendekatan konsep yang akan digunakan di dalam memecahkan masalah yang diteliti sesuai kaidah penelitian tindakan kelas. (h). jurnal yang relevan untuk dijadikan pijakan yang mampu menunjukkan ketetapatan tentang tindakan yang akan (j). Tujuan Penelitian Kemukakan dengan singkat engenai tujuan penelitian yang peneliti ingin capai dengan berdasar pada permasalahan yang dihadapi guru. (k).

Peserta dibagi menjadi kelompok–kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan di kelas masing-masing 2. (m).(l). Simpulan dan Saran 1) Simpulan Uraikan hasil penelitian yang ditemukan dan simpulan mengarah pada upaya untuk menjawab tujuan penelitian yang telah dikemukakan. data mentah. C. Lampiran dapat berupa daftar gambar. argumentasi dan saran untuk penyempurnaan tema. 36 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Saran hendaknya dinyatakan saran-saran dalam kalimat yang operasional. Peserta yang lain memberikan tanggapan. Setiap peserta diberi tugas menyusun rancangan proposal PTK yang akan dilaksanakan di sekolah masing-masing kelak. instrumen dsb. Tiap-tiap peserta ditugaskan maju di depan kelas untuk memaparkan salah satu hasil dari identifikasi masalah yang akan dijadikan tema PTK 3. Lampiran. 4. Latihan 1. Daftar Pustaka Bagian ini memuat sumber acuan dalam kajian teori yang digunakan pada setiap bagian laporan dengan menggunakan sistem penulisan yang runtut dapat dengan menggunakan aturan-aturan tata tulis ilmiah yang ada Daftar Pustaka di susun berdasarkan urutan abjad mulai dari « a » sampai « z » (n). 2) Saran Saran yang diberikan pada laporan penelitian berdasar pada temuan penelitian yang dianggap masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya. Setiap peserta ditugaskan mengumpulkan hasil satu buah rancangan proposal PTK! E. Lembar Kerja Peserta Guna dapat memahami dan mengaplikasikan isi dari kajian materi ini. Rangkuman PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen. guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini. Menyusun calon proposal PTK berdasarkan tema yang telah ditetapkan 5. melakukan penelahaan lebih mendalam dengan cara diskusi dan meringkas point-point penting tentang langkah-langkah dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas 2. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan. kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. setiap peserta ditugaskan untuk : 1. Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan dengan anggota kelompok dan memilih satu di antara tema yang ada untuk diangkat sebagai tema PTK 4.D. Saran 37 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Mentabulasikan seluruh masalah yang telah diidentifikasi 3.

Akhir kata. Di hadapan para bapak-ibu guru yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru yang melaksanakan PTK. mau. Tes Formatif 1. Sebutkan garis besar struktur dari sebuah proposal PTK ! 5. F.lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian. Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu guru tidak hanya sekedar melaksanakan. saya ingatkan kembali bahwa profesi guru adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus. Pertimbangan-pertimbangan apa saja yang harus diperhitungkan dalam PTK? 38 Penelitian Tindakan Kelas SMK . karenanya setiap guru harus selalu siap. berikan alasan anda ! 3. Apakah semua masalah dalam pembelajaran dapat diteliti dengan dengan PTK. artikel dan sumber-sumber mengenai penelitian tindakan kelas. tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru yang mau mengembangkan keprofesionalannya. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi. Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. Sebutkan langkah-langkah pokok dalam menentukan sebuah tema PTK ! 2. pengalaman. dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru. Kenapa PTK senantiasa diharuskan bersumber dari guru kelas ? 4.

Jakarta: Depdikbud. The International Journal of Engineering education. Mills. Forum Komunikasi FPK se Indonesia. Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Sulaiman. Connecticut: The Dushkin Publishing Group. Jakarta: Proyek PGSM. Jurnal Ekonomi Pembangunan UNM. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Tim PGSM. Depdikbud. A Guide to Observation and Participation: In the Classroom. Dikmenum. I Made. Columbus: Pearson. Reed. Geoffrey. Penelitian Tindakan Kelas. 39 Penelitian Tindakan Kelas SMK . “Konsep Pelaksanaan Sistem Magang pada Sekolah Menengah Kejuruan”. Makalah Seminar Nasional Sistem Pemagangan dalam Pendidikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. Dikti. V. S. Ernie. K. Designing Interface Teaching Learning for Technical Education. Action Research in Education. Laporan Penelitian BBI. Sudana. Herawati Susilo dan Kisyani Laksono.. & Bergermann. B. Dirjen Dikdasmen. 1999. Wardiman. “Mekanisme Pelaksanaan Sistem Pemagangan dan Pendidikan Kejuruan”.M. Penelitian Tindakan Kelas.(2007). 18 Desember di Surabaya. Menvi Prentice Hall. 18 Desember di Surabaya.K & Mandke. Jakarta: DP3M. Dikti. E. (1987). D. Inc. A. Stringer. 1992. S. (1998). Developing Instructional Instruction. 126-131. 1999. 2003. (1994). Mager. Tangal 28 Nopember Sistem Pemagangan dalam Penididikan Kejuruan dan Penyiapan Tenaga Kerja. J.F & Beach. (1993). Malang. 18 Desember di Surabaya Suwarni. (1993). Depdikbud. Mekanisme Kerjasama SMK dan Dunia kerja/Industri di Jawa Tengah dalam menghasilkan sinkronisasi Kurikulum dan GBPP alternative.E. California: David’s lake Publishers. R. 8 (2). 2004. Kebijakan dan Program Pengembangan Pendidikan kejuruan di Indonesia. VV (1992). Makalah Seminar Nasional. Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher New Jersey: Prentice Hall.DAFTAR PUSTAKA Bhattacharya.

Judul Penelitian B. STRUKTUR PROPOSAL Halaman Judul Halaman Pengesahan A. Lampiran 40 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Teknik Analisis Data E. Permasalahan Penelitian 3. Kajian Pustaka D. Metode Penelitian 1. Pendahuluan 1. Latar Belakang 2. Manfaat Penelitian C. Daftar Pustaka G. Variabel Penelitian 4.Lampiran 1. Teknik Pengumpulan Data 5. Simpulan dan Saran F. Tujuan Penelitian 5. Pendekatan Penelitian 3. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Rumusan Masalah 4.

: :. Ketua. Jenis Kelamin c. Nama Lengkap dan Gelar b. Telp. a. :. ( ) ( ) 41 Penelitian Tindakan Kelas SMK . Lokasi Pelatihan :.. Kerjasama dengan Institusi lain: a. Alamat : c. Sekolah 3. Mengetahui: Kepala Dinas Pendidikan ………. Ketua Peneliti a.( ……………………………) Semarang. Nama Instansi : b. Biaya yang diperlukan : Rp. :. Lama Pelatihan : 7.. Judul b. Fax / e-mail : 6. 20. Kategori : 2. Bidang Ilmu : : c. : :.. : 5.Lampiran 2 Contoh Halaman Pengesahan HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS 1. :. Jabatan Fungsional e. Jabatan Struktural f. Golongan/Pangkat/NIP d. Jumlah Anggota Panitia Nama Anggota 4.

Lampiran 3 Contoh Sampul Laporan Hasil Penelitian

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

JUDUL PENELITIAN

OLEH ......................................................

DIREKTORAT JENDRAL Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

(NAMA SEKOLAH) Kabupaten/Kota . ................................... Propinsi .................................................. Tahun

42 Penelitian Tindakan Kelas SMK

Lampiran 4. PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN

Bagian awal berisi: Halaman Judul Halaman Persetujuan Sari Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Bagian Isi BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian BAB II : KAJIAN PUSTAKA Bab III : METODE PENELITIAN 1. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Pendekatan Penelitian 3. Variabel Penelitian 4. Teknik Pengumpulan Data 5. Teknik Analisis Data BAB IV BAB V : HASIL DAN PEMBAHASAN : SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran C. Kelemahan Penelitian LAMPIRAN 43 Penelitian Tindakan Kelas SMK

BUKU AJAR

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

BAB I. PENDAHULUAN A. Deskripsi
Buku Ajar mengenai “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini meliputi materi pembelajaran tentang penulisan artikel ilmiah, jenis dan struktur artikel ilmiah, artikel hasil pemikiran, artikel hasil penelitian, format tulisan, serta praktik penulisan artikel ilmiah. Secara garis besar, buku ajar ini mengantarkan peserta PLPG untuk memahami materi-materi tersebut di atas, namun demikian peserta juga diminta untuk menyusun draft penulisan artikel ilmiah di bidang kompetensi masingmasing. Hal ini mempunyai tujuan agar setelah pelaksanaan matapelajaran ini peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menyusun artikel ilmiah yang siap dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah yang tidak maupun terakreditasi. Buku ajar “Penulisan Karya Tulis Ilmiah” ini mempunyai standar kompetensi dasar (1) mengenal penulisan artikel ilmiah; (2) mengenal perbedaan penulisan artikel ilmiah yang konseptual dan yang non konseptual; (3) mengenal format penulisan artikel ilmiah; dan (4) menyusun draft artikel ilmiah. Buku ajar ini mempunyai hubungan dengan buku ajar yang terutama adalah penelitian tindakan kelas. Karena standar kompetensi penelitian tindakan kelas adalah (1) mengenal metode penelitian tindakan kelas; (2) mengenal format laporan penelitian tindakan kelas, (3) menyusun draft proposal penelitian tindakan kelas. Jelas bahwa kompetensi dasar kedua mata pelajaran ini akan bersngkut paut, pada saat peserta PLPG berkeinginan untuk menuliskan hasil penelitian tindakan kelas ke dalam jurnal penelitian pendidikan.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

B. Petunjuk Pembelajaran
Peserta PLPG harus selalu aktif mengikuti proses pembelajaran di kelas. Peserta PLPG aktif berdiskusi dengan pelatih, menanyakan hal-hal yang belum dipahami, selanjutnya mendiskusikan dengan teman lainnya. Di samping itu, peserta pelatihan mencermati contoh-contoh yang telah disajikan oleh pelatih dan yang tersaji di dalam buku ajar ini. Kemudian peserta PLPG harus belajar menyusun suatu draft artikel ilmiah yang selaras dengan format yang tersaji di dalam buku ajar ini. Hasil draft itu selanjutnya digunakan untuk memenuhi tugas mata pelajaran ini, serta dimintakan pendapat dari pelatih. Saran-saran dari pelatih yang belum dipahami perlu

ditanyakan kembali kepada pelatih jika perlu meminta perbandingan dengan artikel yang telah termuat di dalam jurnal.

C. Kompetensi dan Indikator
1. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami kriteria penulisan artikel ilmiah; 2. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami jenis dan struktur artikel ilmiah; 3. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil pemikiran konseptual; 4. .Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami artikel

penulisan hasil penelitian; 5. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan enumeratif; 6. Peserta mempunyai kemampuan dalam memahami format

penulisan esai; 7. Peserta mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam

menyusun draft artikel ilmiah.

BAB II. KEGIATAN BELAJAR I JENIS DAN STRUKTUR ARTIKEL ILMIAH
A. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Karya ilmiah tentu sudah merupakan bacaan yang sangat akrab dengan peserta PLPG. Sebagai guru, bapak dan ibu sudah sering membaca berbagai artikel, baik yang bersifat populer, ilmiah populer maupun yang memang benar-benar merupakan karya ilmiah. Berbekal pengalaman bapak dan ibu dalam memahami artikel ilmiah, bapak dan ibu akan mengkaji bentuk, sifat dan struktur karya tulis ilmiah. Berkaitan uraian di atas, maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar pertama ini, bapak dan ibu diharapkan mempunyai

kemampuan dalam: 1. Menjelaskan sifat artikel ilmiah; 2. Menjelaskan sikap ilmiah; 3. Menjelaskan bentuk, struktur dan sifat-sifat artikel ilmiah 4. Menjelaskan perbedaan artikel hasil pemikian konseptual dengan hasil penelitian

B. URAIAN MATERI Sesuai dengan namanya, artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal diharapkan memenuhi kriteria sebagai sebuah karya ilmiah. Kriteria ini adalah cerminan sifat karya ilmiah yang berupa norma dan nilai yang berakar pada tradisi ilmiah yang diterima secara luas dan diikuti secara sungguh-sungguh oleh para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah secara inherent harus menampilkan sifat-sifat dan ciri-ciri khas karya ilmiah tersebut yang mungkin tidak selalu harus dipenuhi di dalam jenis penerbitan yang lain. Pertama, penerbitan ilmiah bersifat objektif, artinya isi penerbitan ilmiah hanya dapat dikembangkan dari fenomena yang memang exist, walaupun kriteria

9-2 Penulisan Karya Ilmiah

eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya dapat berbeda antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu yang lain. Selain objektif, sifat lain karya ilmiah adalah rasional. Rasional menurut Karl Popper adalah tradisi berpikir kritis para ilmuwan. Oleh karena itu, penerbitan ilmiah juga membawa ciri khas ini yang sekaligus berfungsi sebagai wahana penyampaian kritik timbal-balik yang berkaitan dengan masalah yang dipersoalkan. Lain daripada itu, karena jurnal merupakan sarana komunikasi yang berada di garis depan dalam pengembangan IPTEKS, ia juga mengemban sifat pembaharu dan up-to-date atau tidak ketinggalan jaman. Selanjutnya, dalam menulis artikel ilmiah penulis hendaknya juga tidak mengabaikan komponen sikap ilmiah yang lain seperti menahan diri (reserved), hati-hati dan tidak over-claiming, jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi atau kepentingan-

kepantingan tertentu dalam menyampaikan pendapatnya. Semua sikap di atas, dilengkapi dengan keterbukaan dalam menyebutkan sumber bahan yang menjadi rujukannya, juga dipandang sebagai upaya penulis untuk memenuhi etika penulisan ilmiah. Artikel ilmiah mempunyai bentuk, struktur, dan sifat-sifat tertentu. Oleh karena itu, penulisannya harus mengikuti pola, teknik, dan kaidah-kaidah tertentu juga. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. Walaupun demikian, setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain, tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para

Penulisan Karya Ilmiah

9-3

ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing. Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. Sesuai dengan tujuan penerbitannya, majalah ilmiah pada umumnya memuat salah satu dari hal-hal berikut: (1) kumpulan atau akumulasi pengetahuan baru, (2) pengamatan empirik, dan (3) gagasan atau usulan baru (Pringgoadisurjo, 1993). Dalam praktik halhal tersebut akan diwujudkan atau dimuat di dalam salah satu dari dua bentuk artikel, yaitu artikel hasil pemikiran atau artikel non penelitian dan artikel hasil penelitian. Ada beberapa jurnal yang hanya memuat artikel hasil penelitian, misalnya Journal of Research in Science Teaching yang terbit di Amerika Serikat dan Jurnal Penelitian Kependidikan terbitan Lembaga Penelitian Unversitas Negeri Malang. Akan tetapi sebagian jurnal biasanya memuat kedua jenis artikel: hasil pemikiran dan hasil penelitian. Selain itu, seringkali majalah ilmiah juga memuat resensi buku dan obituari. Pemuatan artikel hasil penelitian, artikel hasi pemikiran, resensi dan obituari ini sejalan dengan rekomendasi Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian

Kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (2000). Di dalam tulisan ini pembahasan akan dibatasi pada struktur dan anatomi dua jenis artikel saja yaitu artikel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian.

C. LEMBAR KEGIATAN 1. Alat dan Bahan a. Alat tulis; b. Laptop c. LCD proyektor; d. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah.

9-4 Penulisan Karya Ilmiah

2. Langkah Kegiatan No. 1. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai, Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Kegiatan Waktu Metode

2.

Kegiatan Awal/Pendahuluan 2.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran; 2.2 Presensi peserta pelatihan, jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya, maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali; 2.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan; 2.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan bentuk, struktur dan sifat karya tulis ilmiah. 5 menit Curah pendapat, ceramah pemecahan masalah

3.

Kegiatan Inti 3.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian sifat artikel ilmiah; 35 menit Metode pemberian tugas dan

Penulisan Karya Ilmiah

9-5

3.2 Fasilitator memberikan ceramah tentang sikap ilmiah; 3.3 Fasilitator memberikan ceramah tentang bentuk dan struktur artikel ilmiah 3.4 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan; 3.5 Sharing dalam kelas mengenai sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 3.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat. 4. Kegiatan Akhir 4.1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu, tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari sikap ilmiah, sifat, bentuk, dan struktur artikel ilmiah; 4.2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing; 4.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit

pendampingan

Refleksi

yang selanjutnya mempunyai kecenderungan positif jika dihadapkan pada kasus plagiariasme misalnya.9-6 Penulisan Karya Ilmiah 3. setiap majalah ilmiah biasanya memiliki gaya selingkung yang berusaha dipertahankan konsistensinya sebagai penciri dan kriteria kualitas teknik dan penampilan majalah yang bersangkutan. Oleh karena itu. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai bentuk. penulisannya harus mengikuti pola. Pola dan teknik penulisan artikel ilmiah ini relatif konsisten diikuti oleh penerbitan ilmiah pada umumnya yang biasa dikenal sebagai jurnal atau majalah ilmiah. dan sifat-sifat tertentu. struktur. RANGKUMAN Artikel ilmiah mempunyai bentuk. dan kaidah-kaidah tertentu juga. Hasil a. Dalam perspektif tertentu pemenuhan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah ini dapat dipandang sebagai etika yang harus dipenuhi oleh para penulis artikel. dan struktur karya tulis ilmiah. Walaupun demikian. Sementara itu kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah diharapkan diikuti oleh para penulis artikel sebagaimana sikap ilmiah diharapkan diikuti oleh para ilmuwan atau kode etik profesi oleh para profesional dalam bidangnya masing-masing. teknik. Gaya selingkung itu secara rinci mungkin berbeda antara satu majalah ilmiah dan majalah ilmiah yang lain. c. tetapi biasanya semuanya masih mengikuti semua pedoman yang berlaku secara umum. D. b. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai karakter sikap ilmiah. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai sifat artikel ilmiah. .

pendahuluan. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis. sikap penulis b. kebudayaan c. abstrak. argumentasi . bagian inti. penutup 3.Penulisan Karya Ilmiah 9-7 F. penulis bersikap netral. abstrak. pendahuluan. TES FORMATIF 1. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada. obyektif. fakta atau kenyataan b. kecuali a. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari a. dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. rangkuman dan tindak lanjut b. simpulan d. dan tidak memihak. bagian inti. rekomendasi penulis d. Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia. struktur sajian d. bagian inti. kecuali a. simpulan c. pemulung d. informatika 5. simpulan umum c. inti (pokok pembahasan). dan penutup b. pendidikan b. abstrak. simpulan dan saran 4. pada umumnya menyajikan tentang a. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal. Dalam karya tulis ilmiah. panjang tulisan c. pendahuluan. kecuali a. penggunaan bahasa 2.

yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah? a. abstrak c. baku c. kecuali a. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat a. pengaruh obat bius yang menghebohkan 10 . teori yang diakui kebenarannya d. senjata makan tuan b. resmi b. merupakan deskripsi suatu kejadian c. daftar pustaka b. data empirik/hasil penelitian 6. memaparkan bidang ilmu tertentu b. kumbang cantik pengisap madu c. Di antara judul berikut. impersonal d. Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah. sistematika tulisan b.9-8 Penulisan Karya Ilmiah c. namun pada umumnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen a. disajikan secara sistematis 9. Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah. daftar tabel d. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah a. menggunakan gaya bahasa resmi d. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya. pengaruh gizi pada pertumbuhan anak d. seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. lampiran 8. panjang tulisan . personal 7.

ragam bahasa yang digunakan d. struktur sajian suatu karya tulis ilmiah terdiri dari bagian awal. Coba jelaskan deskripsi masing-masing bagian dan apa bedanya dengan struktur sajian karya non ilmiah? . Secara umum. Tes Uraian 1. coba simpulkan karakteristik karya tulis ilmiah! 3. Berdasarkan uraian itu. Sebutkan aspek-aspek yang dapat menggambarkan karakteristik suatu karya tulis ilmiahdan berikan penjelasan singkat untuk setiap aspek. pengarang 2. Setelah membaca uraian di atas. dan bagian penutup. Jelaskan mengapa bapak dan ibu menyimpulkan seperti itu? 2.Penulisan Karya Ilmiah 9-9 c. inti. coba bapak dan ibu simpulkan bagaimana caranya mengenal karakteristik karya tulis ilmiah.

maka setelah menyelesaikan kegiatan berlajar kedua ini. Menjelaskan penulisan simpulan dan saran karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Menjelaskan pembuatan judul karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Menjelaskan penulisan pendahuluan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 4. Berkaitan uraian di atas. 5. Menjelaskan penulisan metode karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. Di samping itu akan dibahas juga teknik menulis karya tulis ilmiah atas dasar hasil penelitian. Menjelaskan penulisan hasil penelitian karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. 6. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar yang kedua ini akan dibahas bagaimana menentukan kelayakan ide untuk dituangkan ke dalam tulisan serta struktur tulisan konseptual.BAB III. Pembahasan mengenai materi ini akan bermanfaat pada saat bapak dan ibu menulis artikel konseptual. 3. Menjelaskan penulisan pembahasan karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian 7. Menjelaskan penulisan daftar pustaka karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian . Menjelaskan abstrak dan kata kunci karya tulis yang bersifat konseptual maupun atas dasar hasil penelitian. bapak dan ibu diharapkan mempunyai kemampuan dalam: 1. 2. 8. KEGIATAN BELAJAR II ARTIKEL HASIL PEMIKIRAN DAN HASIL PENELITIAN A.

mengandung unsur-unsur utama masalah. dan setelah disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang kuat bagi calon pembaca. Pilihan kata-kata harus tepat. URAIAN MATERI 1. abstrak dan kata kunci. tetapi adalah hasil pemikiran analitis dan kritis penulisnya. yang dituangkan dalam bentuk tulisan. jelas. dan pikiran baru penulis tentang hal yang dikaji. Dalam upaya untuk menghasilkan artikel jenis ini penulis terlebih dahulu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan permasalahannya. pendahuluan. Atikel Hasil Pemikiran Artikel hasil pemikiran adalah hasil pemikiran penulis atas suatu permasalahan. penutup. baik yang sejalan maupun yang bertentangan dengan apa yang dipikirkannya. yang dikembangkan dari analisis terhadap pikiran-pikiran mengenai masalah yang sama yang telah dipublikasikan sebelumnya. dan daftar rujukan. artikel hasil pemikiran bukanlah sekadar kolase atu tempelan cuplikan dari sejumlah artikel. yaitu judul. bagian inti atau pembahasan. apalagi pemindahan tulisan dari sejumlah sumber. Uraian singkat tentang unsur-unsur tersebut disampaikan di bawah ini. Salah satu ciri penting judul artikel hasil pemikiran adalah . Judul Judul artikel hasil pemikiran hendaknya mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas. di samping teori-teori yang dapat digali dari buku-buku teks. hasil-hasil penelitian terdahulu. Bagian paling vital dari artikel hasil pemikiran adalah pendapat atau pendirian penulis tentang hal yang dibahas. Jadi. jika memang ada. Judul dapat ditulis dalam bentuk kalimat berita atau kalimat tanya. Sumber-sumber yang dianjurkan untuk dirujuk dalam rangka menghasilkan artikel hasil pemikiran adalah juga artikel-artikel hasil pemikiran yang relevan.Penulisan Karya Ilmiah 9-11 B. Artikel hasil pemikiran biasanya terdiri dari beberapa unsur pokok. a. nama penulis.

nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar profesional yang lain. Jika penulis lebih dari dua orang. b. argumentasi. Perhatikan judul-judul artikel di bawah ini. (dan kawan-kawan). No. Nama lembaga tempat penulis bekerja sebagai catatan kaki di halaman pertama.9-12 Penulisan Karya Ilmiah bersifat ”provokatif”. dan lakukan evaluasi terhadap judul-judul tersebut untuk melihat apakah kriteria yang disebutkan di atas terpenuhi. Jika dikehendaki gelar kebangsawanan atau keagamaan boleh disertakan. dan analitik. 33. dalam arti merangsang pembaca untuk membaca artikel yang bersangkutan. No. Membangun Teori melalui Pendekatan Kualitatif (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. analisis.2. . Hal ini penting karena artikel hasil pemkiran pada dasarnya bertujuan untuk membuka wacana diskusi. dan sintesis pendapat-pendapat para ahli atau pemerhati bidang tertentu. IX No. argumentative. 1) Repelita IV: A Cautious Development Plan for Steady Growth (Kaleidoscope International Vol.1) Interpreting Student’s and Teacher’s Discourse in Science Classes: An Underestimated Problem? (Journal of Research in Science Teaching Vol.) Di dalam contoh-contoh judul di atas seharusnya tercermin ciriciri yang diharapkan ditunjukan oleh artikel hasil pemikiran seperti provokatif. Nama Penulis Untuk menghindari bias terhadap senioritas dan wibawa atau inferioritas penulis. hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan disertai tambahan dkk. Nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki atau dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki atau di dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki tidak mencukupi.

A qualitative study takes several stage in generating theories. Abstract: Theory Generation through Qualitative Study. Perlu diperhatikan bahwa kata-kata kunci tidak hanya dapat dipetik dari judul artikel. A qualitative study is often contrasted with its quantitative counterpart. frequencies. for example. In fact these two approaches serve different purposes. diketik dengan spasi tunggal. Format lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan margin kiri menjorok masuk beberapa ketukan). Perhatikan contoh abstrak dan kata-kata kunci berikut ini. kata-kata kunci hendaknya diambil dari tresaurus bidang ilmu terkait. Ciri-ciri umum artikel hasil pemikiran seperti kritis dan provokatif hendaknya juga sudah terlihat di dalam abstrak ini. Key words: qualitative study. Dengan membaca abstrak diharapkan (calon) pembaca segera memperoleh gambaran umum dari masalah yang dibahas di dalam artikel. yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang terkait dengan ranah permasalahan yang dibahas dalam artikel. tetapi juga dari tubuh artikel walaupun ide-ide atau konsep-konsep yang diwakili tidak secara eksplisit dinyatakan atau dipaparkan di dalam judul atau tubuh artikel. sehingga (calon) pembaca tertarik untuk meneruskan pembacaannya. theory development . while their tendencies. Panjang abstrak biasanya sekitar 50-75 kata yang disusun dalam satu paragraf. Business transaction pattern and market characteristic. and other related quantitative values can be more appropriately investigated through quantitative study. Abstrak hendaknya juga disertai dengan 3-5 kata kunci. bukan komentar atau pengantar penulis. These two approaches are more often inappropriately considered as two different schools of thought than as two different tools.Penulisan Karya Ilmiah 9-13 c. quantitative study. Abstrak dan Kata Kunci Abstrak artikel hasil pemikiran adalah ringkasan dari artikel yang dituangkan secara padat. can be investigated through qualitative study. Jika dapat diperoleh.

Di Amerika Serikat dalam tingkat pendidikan tinggi dikenal apa yang disebut “Land-Grant Universities. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli yang berkaitan dengan menurunnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan.. Catatan sejarah pendidikan di negara-negara maju dan dikelompokkelompok masyarakat yang telah berkembang kegiatan pendidikan menunjukan bahwa keadaan dunia pendidikan mereka sekarang ini telah dicapai dengan partisipasi masyarakat yang sangat signifikan di dalam berbagai bentuk. Partisipasi masyarakat merupakan unsur yang paling penting sekali bagi keberhasilan program pendidikan. Sementara itu penulis-penulis lain lebih memfokus pada faktor-faktor ekonomi. . Bagian pendahuluan ini hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat (1-2 kalimat) tentang hal-hal pokok yang akan dibahas dan tujuan pembahasan.. misalnya dengan menonjolkan hal-hal yang kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan permasalahan yang terkait dengan artikel-artikel atau naskah-naskah lain yang telah dipublikasikan terdahulu. dengan analisis ini kekurangan analisis terdahulu dapat dikurangi dan dapat disusun penjelasan baru yang lebih komprehensif. Sebagian ahli berpendapat bahwa sistem politik yang kurang demokratis dan budaya masyarakat paternalistik telah menyebabkan rendahnya partisipasi. Diharapkan..”dst. Dalam artikel-artikel ini akan dibahas kemungkinankemungkinan menurunnya partisipasi masyarakat tersebut berdasarkan analisis ekonomi pendidikan. Pendahuluan Bagian ini menguraikan hal-hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan (konteks) bagi permasalahan yang akan dibahas.9-14 Penulisan Karya Ilmiah d. Dari kajian terhadap berbagai tulisan dan hasil penelitian disebutkan di muka terlihat masih terdapat beberapa hal yang belum jelas benar atau setidak-tidaknya masih menimbulkan keraguan mengenai sebab-sebab menurunnya mutu partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan.. Perhatikan tiga segmen bagian pendahuluan dalam contoh di bawah ini.

Hence. tergantung kepada kecukupan kebutuhan penulis untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. keputusan. Penggunaan subbagian dan sub-subbagian yang terlalu banyak juga akan menyebabkan artikel tampil seperti diktat. Bagian Inti Isi bagian ini sangat bervariasi. . argumentasi. lazimnya berisi kupasan. e. Perhatikan contoh-contoh petikan bagian inti artikel berikut ini. Science earns its place on the curriculum because there is cultural commitment to the value of the knowledge and the practices by which this body of ideas has been derived. komparasi. Di antara sifat-sifat artikel terpenting yang seharusnya ditampilkan di dalam bagian ini adalah kupasan yang argumentatif. sejauh mungkin juga berciri komparatif dan menjauhi sikap tertutup dan instruktif. Banyaknya subbagian juga tidak ditentukan. perlu dijaga agar tampilan bagian ini tidak terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti diktat. Walaupun demikian. 1996:54). any consideration of the theoretical implementation must start by attempting to resolve the aims and intentions of this cultural practice…(Dari Osborne. dan kritis dengan sistematika yang runtut dan logis. Tinjauan dari berbagai sudut pandang telah menghasilkan kesimpulan yang beragam. analitik.Penulisan Karya Ilmiah 9-15 Di dalam petikan bagian pendahuluan di atas dapat dilihat alur argumentasi yang diikuti penulis untuk menunjukan masih adanya perbedaan pandangan tentang menurunnya partisipasi masyarakat di dalam pengembangan pendidikan. analisis. yang membuka kesempatan bagi penulis untuk menampilkan wacana penurunan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan dari sudut pandang yang lan. dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan.

but…dan seterusnya. ‘Unlike modern industrial society. f. Jika memang dianggap tepat bagian terakhir ini dapat dilihat pada berbagai . 1997:5) Di dalam contoh-contoh bagian inti artikel hasil pemikiran di atas dapat dilihat dengan jelas bagian yang paling vital dari jenis artikel ini yaitu posisi atau pendirian penulis.9-16 Penulisan Karya Ilmiah Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktik-praktik pendidikan adalah suatu keharusan jika dunia pendidikan Indonesia tidak ingin tertinggal dan kehilangan perannya sebagai wahana untuk menyiapkan generasi masa datang ironisnya. 1996:2) John Hassard (1993) suggested that.’ (Dari Ropers-Huilman. (2) Dalam situasi yang dicontohkan di atas perubahan atau penyesuaian paradigma dan praktek-praktek pendidikan. Sebagian penulis menyertakan saran-saran atau pendirian alternatif. Hesrh dan McKibbin (1983:3) menyatakan bahwa sebenarnya banyak pihak telah menyadari perlunya inovasi…(Dari Ibnu. not because we are “falsyfaying” data. mengembangkan dan mengambil inisiatif inovasi yang diperlukan. at witnesses. secara ringkas. any consideration of the theoretical base of science and its practical implementation must start by…. (3)…We are fabricating words not because …. seperti terlihat di dalam kalimatkalimat: (1) Hence. but because we are constructing truth within a shifting. Penutup atau Simpulan Penutup biasanya diisi dengan simpulan atau penegasan pendirian penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya. kalangan pendidikan sendiri tidak dengan cepat mengantisipasi. where production was the cornerstone. We are fabricating words. We. but always limited discourse. Banyak juga penulis yang berusaha menampilkan segala apa yang telah dibahas di bagian terdahulu. or “lying” about what we have learned. adalah suatu keharusan jika…. walaupun kesadaran akan perlunya perubahanperubahan tertentu sudah secara luas dirasakan. are producing simulation whitin discorses. in the post modern society simulation structure and control social affairs. or ‘lying’ about….

Perlu diupayakan hubungan kemitraan yang baik antara pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. argumentation has a central role play in science and learning about science. Konsep pemikiran tentang Demokrasi Ekonomi pada prinsipnya adalah khas Indonesia. as has been discussed in this article. M. awareness. dan (c) organisasi ekonomi yang mendasarkan azas bersama/koperasi. menurut Dr. If his pattern is to change. Walaupun mungkin terdapat beberapa perbedaan gaya penyampaian. to continue with current approaches to the teaching of science would be to misrepresent science and its nature. and competence in managing student participation in discussion and argument. Hal tersebut terjadi sebagai reaksi atas permasalahan konglomerasi di Indonesia. (Dari Supriyanto. Semangat untuk berpihak pada pengembangan usaha berskala menengah dan kecil perlu terus digalakkan. Perhatiakan contoh-contoh berikut. with rhetoric and argument as a central feature. Pada saat ini nampak sudah ada political will dari pemerintah kita terhadap kegiatan ekonomi berskala menengah dan kecil. science and technology have ascended to ascended to a position of cultural dominance. (b) rasionalitas ekonomi yang diwujudkan dengan perencanaan ekonomi oleh negara. studying the role of . but also improving teachers’ knowledge. then its current omission is a problem that needs to be seriously addressed. then it seems crucial that any intervention should pay attention not only to ways of enhancing the argument skills of young people. misi bagian akhir ini pada dasarnya sama: mengakhir diskusi dengan suatu pendirian atau menyodorkan beberapa alternatif penyelesaian. Given that. Hatta dalam konsep Demokrasi Ekonomi berlandaskan pada tiga hal.Penulisan Karya Ilmiah 9-17 artikel jurnal. 1994:330-331) if. for good or for ill. For in the light of our emerging understanding of science as social practice. Isu tentang pelaksanaan Demokrasi Ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia menjadi menarik dan ramai pada era tahun 90-an. sehingga tingkat kesejahteraan seluruh msyarakat dapat ditingkatkan. yaitu: (a) etika sosial yang tersimpul dalam nilai-nilai Pancasila. Namun demikian kemampuan politik saja tidak cukup tanpa disertai keberanian politik.

Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian sering merupakan bagian yang paling dominan dari sebuah jurnal. Berbagai jurnal bahkan 100% berisi artikel jenis ini. artikel hasil penelitian bukan sekadar bentuk ringkas atau ”pengkerdilan” dari laporan teknis. 2000:309) g. Newton & Osborne. Tata aturan penulisan daftar rujukan bervariasi. laporan penelitian harus disusun kembali agar memenuhi tata tampilan karangan sebagaimana yang dianjurkan oleh dewan penyunting jurnal yang bersangkutan dan tidak melampaui batas panjang karangan. dan Journal of Research in Science Teaching. Jurnal Penelitian Kependidikan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang. Daftar Rujukan Bahan rujukan yang dimasukan dalam daftar rujukan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam tubuh artikel. tergantung gaya selingkung yang dianut. Walaupun demikian. . Sebelum ditampilkan sebagai artikel dalam jurnal. harus senantiasa diperhatikan bahwa tata aturan ini secara konsisten diikuti dalam setiap nomor penelitian. 2. misalnya. semua rujukan yang telah disebutkan dalam tubuh artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan. tetapi merupakan hasil kerja penulisan baru. tetapi dalam format artikel yang jauh lebih kompak dan ringkas daripada laporan teknis aslinya. Jadi. Sebaliknya. and the public and its relationship with science.9-18 Penulisan Karya Ilmiah argument in science offers a means of prying open the black box that is science. (Dari Driver. yang dipersiapkan dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tetap menampilkan secara lengkap semua aspek penting penelitian. Such an effort would seem well advisedboth for science and its relationship with the public. termasuk kategori jurnal yang semata-mata memuat hasil penelitian.

akan sgera tampak perbedaannya dengan judul artikel hasil pemikiran. judul artikel umumnya terdiri dari 5-15 kata. nama penulis.Penulisan Karya Ilmiah 9-19 Bagian-bagian artikel hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal adalah judul. metode. Berikut adalah beberapa contoh. Undergraduate Science Students’ Images of the Nature of Science (Research presented at the American Educational Research Association Annual Conference. bagian pendahuluan. hasil penelitian. abstrak dan kata kunci. Walaupun demikian. Variabel-variabel penelitian dan hubungan antar variabel serta informasi lain yang dianggap penting hendaknya terlihat dalam judul artikel. Issue 1). .1). dan daftar rujukan. Jika dibandingkan judul-judul di atas. a. 24-28 March 1997). Effect of Knowledge and Persuasion on High-School Students’ Attitudes towards Nuclear Power Plants (Journal of Research in Science Teaching Vol. Pengaruh Metode Demonstrasi Ber-OHP terhadap Hasil Belajar Membuat Pakaian Siswa SMKK Negeri Malang (Forum Penelitian Kependidikan Tahun 7. Judul Judul artikel hasil penelitian diharapkan dapat dengan tepat memberikan gambaran mengenai penelitian yang telah dilakukan. kesimpulan dan saran. Chicago. Sebagaimana judul penelitian. harus dijaga agar judul artikel tidak menjadi terlalu panjang. terutama dengan terlihatnya variabel-variabel utama yang diteliti seperti yang diperlihatkan pada judul yang pertama dan ketiga. pembahasan.32. No.

Kabupaten Malang were given a test in mathematic which was devided in to two part. metode yang digunakan. . Tekanan terutama diberikan kepada hasil penelitian. c. Abstrak dan Kata Kunci Dalam artikel hasil penelitian abstrak secara ringkas memuat uraian mengenai masalah dan tujuan penelitian. Masalah yang diteliti ini sering tercermin dalam variable-variabel penelitian dan hubungan antara variable-variabel tersebut.5% gained scores of more than 65 scores in both geometry and arithmetics. and 69. Nama Penulis Pedoman penulisan nama penulis untuk artikel hasil pemikiran juga berlaku untuk penulisan artikel hasil penelitian. Those who obtained scores of less than 65 were classified as not in adequate readiness in teaching. Kata-kata kunci menggambarkan ranah masalah yang diteliti. subject mastery. from the point of view of the teacher mastery of the subject. A minimum mastery score of 65 was set for those who would be classified as in adequate readiness as mathematics teachers. teaching readiness. arithmatics and geometry. Forty two elementary school teachers from Kecamatan Jabung. Key words: mathematic teaching. The result of the study indicated that 78.9-20 Penulisan Karya Ilmiah b.8% of the teachers obtained scores of more than 65 in geometry. dan hasil penelitian. Panjang abstrak lebih kurang sama dengan panjang artikel hasil pemikiran dan juga dilengkapi dengan kata-kata kunci (3-5 buah). Contoh abstrak: Abstract: The aim of this study was to asses the readiness of elementary school teachers in mathematic teaching. Walaupun demikian. Sixty nine point five percent of the teachers got more than 65 arithmetic. tidak ada keharusan kata-kata kunci diambil dari variabelvariabel penelitian atau dari kata-kata yang tercantum di dalam judul artikel.

Pencatatan dilakukan tidak langsung tetapi ditunda sampai peneliti dapat ”mengasingkan diri” dari anggota masyarakat sasaran. Rancangan eksperimen pretest-posttest control group design digunakan dalam penelitian ini.Penulisan Karya Ilmiah 9-21 d. dan rangkuman kajian teoretik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. wawasan. dan tidak perlu pemecahan (fisik) dari satu subbagin ke subbagian lain. Kadang-kadang juga dimuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Metode Bagian ini menguraikan bagaimana penelitian dilakukan. Peneliti terjun langsung ke dalam keidupan masyarakat desa. Informasi yang diberikan dari informan kunci diuji dengan membandingkannya dengan pendapat nara sumber yang lain. Penyajian bagian pendahuluan dilakukan secara naratif. Pemisahan dilakukan dengan penggantian paragraf. tujuan penelitian. dan teknik analisis data. dan rencana penulis dalam kaitan dengan upaya pemecahan masalah. Subjek penelitian dipilih secara random dari seluruh siswa kelas 3 kemudian . ikut serta melakukan berbagai aktivitas sosial sambil mengumpulkan data yang dapat diamati langsung di lapangan atau yang diperoleh dari informan kunci. Analisis dengan menggunakan pendekatan... Materi pokok bagian ini adalah rancangan atau desain penelitian. e. misalnya: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan observasi partisipatori. teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen. sasaran atau target penelitian (populasi dan sampel). Subsubbagian di atas umumnya (atau sebaiknya) disampaikan dalam format esei dan sesedikit mungkin menggunakan format enumeratif. Pendahuluan Banyak jurnal tidak mencantumkan subjudul untuk pendahuluan. Bagian ini terutama berisi paparan tentang permasalaha penelitian.

Literacy Teori & Pengaj. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih. dalam kurun waktu satu sampai empat tahun dapat dilihat dalam Tabel 1. Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik (atau bentuk/format komunikasi yang lain). Data diambil dengan menggunakan tes yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh Lembaga Pengembangan Tes Nasional. Hasil Penelitian Bagian ini memuat hasil penelitian. f.. Grafik dan tabel harus dibahas dalam tubuh artikel tetapi tidak dengan cara pembahasan yang rinci satu per satu. Penyajian hasil yang cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian Contoh: Jumlah tulisan dari tiga suku ranah utama yang dimuat di dalam berbagai jurnal. Pengujian hipotesis dan penggunaan statistik tidak termasuk yang disajikan. Tabel 1 Distribusi Jumlah Tulisan dari Tiga Suku Ranah Pendidikan Sains yang Dimuat dalam Berbagai Jurnal antara Januari 1994-Juli 1997 Suku ranah Konsep Sci. Jumlah ranah Lain-lain 3 suku 1994 7 5 2 1995 7 3 12 1996 13 14 1 1997 6 6 5 Jumlah 32 28 20 80 46 ..9-22 Penulisan Karya Ilmiah secara random pula ditempatkan ke dalam kelompok percobaan dan kelompok control. tepatnya hasil analisis data. Analisis data dilakukan dengan.

yaitu 80:46. h.. Saran dapat mengacu kepada tindakan praktis. . Hal ini sesuai dengan teori selektive cases dari Lincoln (1987:13) yang menyatakan bahwa.. Kebenaran dari berbagai hal tersebut ternyata tidak berlaku secara universal tetapi kondisional. mengaitkan temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan. Gejala-gejala kenakalan remaja tertentu hanya muncul apabila kondisi lingkungan sosial setempat mendukung akan terjadinya bentuk-bentuk kenalan terkait. hal ini menunjukan bahwa. pengembangan teori baru. Dari kedua hal ini dikembangkan pokokpokok pikiran (baru) yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Saran hendaknya dikembangkan berdasarkan temuan penelitian.. dan penelitian lanjutan. Penulis artikel dalam bagian ini menjawab pertanyaanpertanyaan penelitian dan menunjukan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh. mengintepretasikan temuan.dst.Penulisan Karya Ilmiah 9-23 Dari Tabel 1 di atas terlihat bahwa frekuensi pemunculan artikel dari tiga suku ranah tersebut di atas jauh melebihi suku-suku ranah yang lain. g. Contoh: Dari temuan penelitian yang diuraikan dalam artikel ini dapat dilihat bahwa berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kenakalan remaja yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi goyah.. Simpulan dan Saran Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Pembahasan Bagian ini merupakan bagian terpenting dari artikel hasil penelitian. dan memunculkan ”teori-teori” baru atau modifikasi teori yang telah ada.

dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. rasional.9-24 Penulisan Karya Ilmiah i. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. dilain pihak. dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan baku. . Penutup Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut. dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. Daftar Rujukan Daftar rujukan ditulis dengan menggunakan pedoman umum yang juga berlaku bagi penulis artikel nonpenelitian. jujur. 3. Selain itu. kritis. Artikel hasil penelitian. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. dapat gaya selingkung masing-masing jurnal terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. Walaupun demikian. up to date. Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi. kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif. Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah.

2. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah. LCD proyektor. 2. Alat tulis. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai. Langkah Kegiatan No. d.2 Presensi peserta pelatihan. LEMBAR KEGIATAN 1. 5 menit Curah pendapat. ceramah pemecahan masalah . jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan. maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali. Laptop c. b. Alat dan Bahan a. 2. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2. Kegiatan Awal/Pendahuluan 2.1 Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran.Penulisan Karya Ilmiah 9-25 C. Kegiatan 1.

3. 3. Kegiatan Akhir Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu.6 Fasilitator menekankan kembali kesimpulan yang tepat. 4. 3.1 Fasilitator memberikan ceramah tentang pengertian penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual 3.5 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian 3.9-26 Penulisan Karya Ilmiah 2. Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan 10 menit Refleksi 35 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan . Kegiatan Inti 3.2 Fasilitator memberikan ceramah tentang penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian. tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. 3.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan artikel ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran konseptual dan hasil penelitian.3 Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan.4 Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual.

dilain pihak. Artikel hasil penelitian. RANGKUMAN Perbedaan dasar antara artilkel hasil pemikiran dan artikel hasil penelitian terletak pada bahan dasar yang kemudian dikembangkan dan dituangkan ke dalam artikel. dikembangkan dari laporan teknis penelitian dengan tujuan utama untuk memperluas penyebarannya dan secara akumulatif dengan hasil penelitian peneliti-peneliti lain dalam memperkaya khasanah pengetahuan tentang masalah yang diteliti. Bahan dasar artikel hasil pemikiran adalah hasil kajian atau analisis penulis atas suatu masalah.Penulisan Karya Ilmiah 9-27 pengalaman setelah dilakukan sharing. Perbedaan isi kedua jenis artikel memerlukan struktur dan sistematika penulisan yang berbeda untuk menjamin kelancaran dan keparipurnaan komunikasi. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil pemikiran. Bagian terpenting dari artikel jenis ini adalah pendirian penulis tentang masalah yang dibahas dan diharapkan memicu wahana baru mengenai masalah tersebut. dipandang tidak perlu dikembangkan sehingga aturan-aturan yang terlalu mengikat dan jurnal baku. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam menjelaskan kembali secara terurai mengenai penulisan karya tulis ilmiah hasil penelitian. Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 3. Walaupun demikian. D. b. dapat gaya selingkung masing-masing . Hasil a.

wacana tentang ide yang sedang berkembang c. Dari sudut ide. kritis. kesimpulan referensi . Selain itu. data. kelayakan ide untuk dipublikasikan b. pendahuluan. judul. adalah tercapainya maksud penulisan artikel tersebut. dan referensi b. rasional. judul. jujur. artikel hasil laporan dan artikel hasil telaahan 2. artikel laporan dan artikel rujukan b. up to date. abstrak. referensi c. yaitu komunikasi yang efektif dan efisien tetapi tetap mempunyai daya tarik yang cukup tinggi. kesiapan ide untuk didiskusikan d. artikel konseptual dan artikel teoritis c. Artikel dapat dikelompokkan menjadi a. Tulisan analisis konseptual terdiri dari a. diskusi.9-28 Penulisan Karya Ilmiah terakomodasikan dengan baik di dalam struktur dan sistematika penulisan yang disepakati. kaidah-kaidah komunikasi ilmiah yang lain seperti objektif. Tes Obyektif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat 1. diskusi. dan tidak arogan hendaknya juga diusahakan sekuat tenaga untuk dapat dipenuhi oleh penulis. TES FORMATIF 1. Satu hal yang harus diupayakan oleh penulis. baik untuk artikel hasil pemikiran ataupun artikel hasil penelitian. judul pendahuluan. salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah a. artikel hasil telaahan dan artikel teoritis d. persamaan persepsi para ahli di bidang yang sama 3. F. pembahasan. abstrak.

dimuat dalam badan tulisan d. memecah satu penelitian menjadi beberapa artikel d. abstrak b. perlu dibaca pembaca c. mengapa konsep itu dibahas? c. Salah satu hal yang harus dihindari pada saat menulis hasil penelitian adalah a. pendahuluan. Apa kesimpulan yang dapat ditarik? d. Referensi memuat semua rujukan yang a. pembahasan. menjelaskan partisipan b. pendahuluan c. Dalam suatu artikel konseptual. referensi 4. diperlukan dalam pengembangan tulisan 6. apa inti teori/konsep yang dibahas? b. temuan. Salah satu dari tiga pertanyaan yang harus dijawab di bagian pendahuluan adalah berikut ini a. menulis masalah yang sudah pernah dibahas c. pernah dibaca penulis b. nada tulisan c. diskusi d. gaya tulisan .Penulisan Karya Ilmiah 9-29 d. melaporkan korelasi yang dibahas dalam penelitian 8. Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitasdari aspek a. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan? 7. referensi 5. judul. bagaimana teori/konsep yang ditawarkan dapat berkontribusi dalam peta pengetahuan dimuat pada bagian a. panjang tulisan b.

Jelaskan mengapa abstrak merupakan bagian terpenting dalam laporan dan artikel penelitian 2. pendahuluan b. bahasa tulisan 9. 15-30 kata 10. Tes Uraian 1. telaah unsur-unsur yang terdapat pada artikel itu! . 8-10 kata b. hasil d. diskusi 2. 12-15 kata d. Sebut dan jelaskan perbedaan karya tulis ilmiah hasil pemikian dan hasil penelitian! 3. Carilah salah satu artikel hasil penelitian. 10-12 kata c. metode c. Rekomendasi untuk judul adalah a.9-30 Penulisan Karya Ilmiah d. kontribusi penelitian dapat dilihat di bagian a. Dalam suatu laporan atau artikel hasil penelitian.

KEGIATAN BELAJAR III PRAKTIK PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH A. Oleh karena itu. URAIAN MATERI 1. Bandingkan dua format petikan berikut: . mengenal format penulisan enumeratif. indikator kegiatan belajar ketiga ini adalah: 1. B. Penggunaan format esai dalam penulisan artikel jurnal bertujuan untuk menjaga kelancaran pembacaan dan menjamin keutuhan ide yang ingin disampaikan. membuat karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian. 3. KOMPETENSI DAN INDIKATOR Pada kegiatan belajar kedua telah disajikan bagaimana teknik menulis karya tulis ilmiah yang bersifat hasil pemikiran dan hasil penelitian. mengenal format penulisan esay. Pada kegiatan belajar yang ketiga ini berisi mengenai latihan peserta PLPG dalam menulis karya tulis ilmiah baik yang bersifat hasil pemikiran maupun hasil penelitian. 2. dan secara aktif berdialog dengan penulis.BAB IV. Pada kesempatan ini akan dicontohkan beberapa petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan. Dengan digunakannya format esai diharapkan pembaca memperoleh kesan seolah-olah berkomunikasi langsung. Mengenai Format Tulisan Semua bagian artikel yang dibicarakan di atas ditulis dalam format esai. Dengan demikian peserta PLPG diharapkan mempunyai keterampilan dalam menyusun karya tulis ilmiah yang dapat dikirimkan kepada pengelola jurnal penelitian pendidikan (JIP).

Naskah diketik spasi ganda pada kertas kuarto sepanjang maksimal 20 halaman. dan (c) PDII-LIPI untuk wilayah Indonesia. dan praktik kependidikan. dan diserahkan dalam bentuk cetakan (print out) komputer sebanyak 2 eksemplar beserta disketnya. seperti (1)…. Untuk kawasan Asia Tenggara dilaporkan melalui Regional Center for South East Asia dan untuk wilayah Indonesia dilaporkan kepada PDII-LIPI. b. Artikel yang dimuat meliputi hasil penelitian dan kajian analitiskritis setara dengan hasil penelitian di bidang filsafat kependidikan. 2. Berkas (file) pada naskah pada disket dibuat dengan program olah kata WordStar.9-32 Penulisan Karya Ilmiah Format Enumeratif Sesuai dengan lingkup penyebaran jurnal yang bersangkutan maka record ISSN dilaporkan kepada pihak-pihak berikut: (a) International Serials Data System di Paris untuk jurnal internasional (b) Regional Center for South East Asia bagi wilayah Asia Tenggara. (2)….. (3)…. terutama apabila penggunaan format enumeratif tersebut benar-benar fungsional dan tidak tepat apabila diganti dengan format esei seperti dalam menyatakan urutan dan jadwal. c. dan seterusnya. teori kependidikan. Di dalam hal-hal tertentu format enumeratif boleh digunakan. Format Esei Setiap record ISSN dilaporkan kepada internasional Serial Data System yang berkedudukan di Paris. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan format . Petunjuk bagi Penulis Ilmu Pendidikan a. WordPerfect atau MicroSoft Word. Jika format esai masih dapat digunakan “penandaan” sejumlah elemen dapat dilakukan dengan format esei bernomor.

penutup atau kesimpulan. kesimpulan dan saran. hlm. kecuali bagian pendahuluan yang disajikan tanpa judul bagian. nama penulis (tanpa gelar akademik). Juli 1997. disertai judul (heading). f. C. Nomor 2. pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja).. Hanurawan. Daftar Rujukan disusun dengan mengikuti tata cara seperti contoh berikut dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis. masing-masing bagian. 1993. 127-137. hasil. metode. dan tujuan penelitian. metode. RATA DENGAN TEPI KIRI) Peringkat 2 (Huruf Besar Kecil. bahasan utama (dibagi ke dalam subjudul-subjudul). 1997. pembahasan. pendahuluan (tanpa sub judul) yang berisi latar belakang. dan hasil penelitian. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency based Teacher Education.W. Rata dengan tepi Kiri) d. Rata dengan Tepi Kiri) Peringkat 3 (Huruf Besar Kecil.Penulisan Karya Ilmiah 9-33 esai. e.D. abstrak (maksimum 100 kata) yang berisi tujuan. abstrak (maksimum 100 kata). Miring. Pandangan Aliran Humanistik tentang Filsafat Pendidikan Orang Dewasa. daftar rujukan (berisi pustaka yang dirujuk saja). V. & Dickson. dan Praktik Kependidikan. Sistematika artikel setara hasil penelitian: judul. kata-kata kunci. Vault. F. Teori. Berkeley: McCutchan Publishing Co. sedikit tinjauan pustaka. D. dan tidak menggunakan angka/nomor bagian. kata-kata kunci. Anderson. nama penulis (tanpa gelar akademik). Peringkat judul bagian dinyatakan dengan jenis huruf yang berbeda (semua judul bagian dicetak tebal atau tebal miring). Sistematika artikel hasil penelitian: judul.E. Tahun 24. . Ilmu Pendidikan: Jurnal Filsafat. PERINGKAT 1 (HURUF BESAR SEMUA.

9-34 Penulisan Karya Ilmiah Huda. penulis menerima nomor bukti pemuatan sebanyak 2 (dua) eksemplar dan cetak lepas sebanyak 5 (lima) eksemplar yang akan diberikan jika kontribusi biaya cetak telah dibayar lunas. tabel. Buku teks tentang teknik menulis karya ilmiah e.000. Artikel yang sudah dalam bentuk cetak-coba tidak dapat ditarik kembali oleh penulis.00 (dua ratus ribu rupiah) perjudul. 1987). Artikel berbahasa Inggris menggunakan ragam baku. Makalah. Penulis yang artikelnya dimuat wajib memberi kontribusi biaya cetak minimal sebesar Rp. Malang. C. Tata cara penyajian kutipan. Kamera digital . Alat tulis. Laptop c. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. 200). dan gambar mengikuti ketentuan dalam Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi. Sebagai imbalannya. Pusat Penelitian IKIP MALANG. h. Tesis. Disertasi. LCD proyektor. Pemeriksaan dan penyuntingan cetak-coba dilakukan oleh penyunting dan/atau melibatkan penulis. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di malang Angkataan XIV. Artikel dan Laporan Penelitian (Universitas Negeri Malang. i. 200. d. rujukan. 1991. Alat dan Bahan a. N. g. b. LEMBAR KEGIATAN 1. Artikel berbahasa Indonesia mengikuti aturan tentang penggunaan tanda baca dan ejaan yang dimuat dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Depdikbud. 12 Juli.

Fasilitator memberikan 130 menit Metode pemberian tugas dan pendampingan . maka peserta diajak berdoa kembali agar teman yang sakit dapat segera sembuh dan berkumpul untuk bersekolah kembali. Langkah Kegiatan No. ceramah pemecahan masalah 3.2 Presensi peserta pelatihan. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai. 2. 2. Kegiatan Inti Fasilitator memberikan ceramah tentang format penulisan karya tulis ilmiah.1 Berdoa bersama untuk mengawali 5 menit pembelajaran. Fasilitator perlu melakukan persiapan yaitu mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pembelajaran 5 menit Mempersiapkan alat dan bahan Waktu Metode 2. 2. Kegiatan Awal/Pendahuluan 2. Kegiatan 1.4 Selanjutnya fasilitator menyajikan petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan Curah pendapat. jika ada yang tidak masuk karena sakit misalnya.3 Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan.Penulisan Karya Ilmiah 9-35 2.

4. Hasil a. Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil pemikiran konseptual. Fasilitator memberikan tugas menyusun karya tulis ilmiah baik dalam bentu pemikiran maupun hasil penelitian. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil pemikiran. tentang beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. 4. Fasilitator berdiskusi dengan peserta pelatihan.2 Fasilitator memberi kesempatan peserta untuk mengungkapkan pengalaman setelah dilakukan sharing.3 Berdoa bersama-sama sebagai menutup pelatihan 10 menit Refleksi 3. Kegiatan Akhir 4.1 Fasilitator bersama-sama dengan peserta mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran hari itu.9-36 Penulisan Karya Ilmiah ceramah tentang salah satu contoh petunjuk bagi penulis ilmu pendidikan . 4. . Sharing dalam kelas mengenai karya tulis ilmiah hasil penelitian.

Artikel (hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa sub judul. RANGKUMAN 1.Penulisan Karya Ilmiah 9-37 b. Peserta PLPG mempunyai kemampuan dalam dalam menyusun karya tulis ilmiah dalam bentuk hasil penelitian. dan masalah/tujuan penelitian) Metode Hasil Pembahasan Kesimpulan dan Saran Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uaraian saja) 2. Artikel (setara hasil penelitian) memuat: Judul Nama Penulis Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris Kata-kata kunci Pendahuluan (tanpa subjudul) Subjudul Subjudul Subjudul Penutup (atau Kesimpulan dan Saran) Daftar Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uraian saja) sesuai dengan kebutuhan . memuat latar belakang masalah dan sedikit tinjauan pustaka. D.

Tugas dapat ditulis menggunakan komputer atau tulis tangan. tidak harus terkekang di dalam kelas. . Fasilitator memberikan bimbingan dan pendampingan pada saat peserta PLPG menyusun karya tulis ilmiah. Tugas ini sifatnya individual. TES FORMATIF Peserta PLPG ditugasi menyusun karya tulis ilmiah dengan cara memilih salah satunya yaitu hasil pemikiran konseptual atau hasil penelitian. Ruangan bebas.9-38 Penulisan Karya Ilmiah E.

a Kegiatan Belajar 2 1. d . a 8. b 10. b 9.Penulisan Karya Ilmiah 9-39 KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Kegiatan Belajar 1 1. b 2. d 4. b 7. c 8. c 6. b 6. a 3. b 4. b 9. c 10. a 3. a 7. c 2. c 5. c 5.

A. Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Press): Malang. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah.DAFTAR PUSTAKA Ditbinlitabmas Ditjen Dikti Depdikbud. 2000.G.M. Sistematika Penulisan Laporan KTI Online. 2008. G. Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah.A. . Depdiknas: Jakarta. Wardani. 2001. Penerbit Universitas Terbuka: Jakarta. Saukah. 2007. dan Waseso. Teknik Menulis Karya Ilmiah. I. LIPI. Ditbinlitabmas Dikti. dan Kantor Menristek: Jakarta. Ikapindo.K. Direktorat Profesi Pendidik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful