MAKALAH PENELITIAN KUANTITATIF

Makalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Dosen Pengampu: Dr. Paidi

Disusun oleh: Adria Utamiyosa, S.Pd.Si Ani Widyawati,S.Si Ummi Kalsum, S.Pd Dian Sudi Hadiningrum, S.Pd.Si. Fathonah Purwastuti, S.Pd Cahya Imawati, S.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

Tingkatan Positif (Etat Positive). tahap politeisme. tingkatan Metafisik. Dalam tahapan ini manusia mulai menemukan berbagai sajian-sajian sebagai penolak bala/bencana. c. pada keberanian dan merasa bahwa kekuatan yang menimbulkan bencana dapat dicegah dengan memberikan . Salah satu buah pikirannya yang sangat penting dan berpengaruh adalah tentang tiga tahapan/tingkatan cara berpikir manusia dalam berhadapan dengan alam semesta yaitu : tingkatan Teologi. dan yang dapat dilakukan adalah memohon pada Tuhan agar dijauhkan dari berbagai bencana. Pada tingkatan ini manusia belum bisa memahami hal-hal yang berkaitan dengan sebab akibat. ia meninggal pada tahun 1857. Untuk lebih memahami landasan filosofis paham positivisme tersebut. sementara itu penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham naturalistik (fenomenologis). Segala kejadian dialam semesta merupakan akibat dari suatu perbuatan Tuhan dan manusia hanya bersifat pasrah. meskipun demikian pemikiran-pemikirannya cukup berpengaruh yang dituangkan dalam tulisan-tulisannya antara lain Cours de Philosophie Positive (Kursus filsafat positif) dan Systeme de Politique Positive (Sistem politik positif). Positivisme Positivisme merupakan aliran filsafat yang dinisbahkan/ bersumber dari pemikiran Auguste Comte seorang folosof yang lahir di Montpellier Perancis pada tahun 1798. Tingkatan Metafisik (Etat Metaphisique). dimana Tuhan atau Dewadewa diganti dengan kekuatan-kekuatan abstrak misalnya dengan istilah kekuatan alam. ia seorang yang sangat miskin. Pada tahapan ini manusia sudah menemukan pengetahuan yang cukup untuk menguasai alam. Pada dasarnya tingkatan ini merupakan suatu variasi dari cara berfikir teologis. 1. sampai dengan tahap monoteisme. b. hidupnya banyak mengandalkan sumbangan dari murid dan teman-temannya antara lain dari folosof inggeris John Stuart Mill (juga seorang akhli ekonomi). berikut ini akan diuraikan secara ringkas aliran faham tersebut. Tingkatan Teologi (Etat Theologique).A. Tahapan ini terdiri dari tiga tahapan lagi yang berevolusi yakni dari tahap animisme. dan tingkatan Positif a. FILOSOFIS PENELITIAN KUANTITATIF Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham positivisme. Jika pada tahapan pertama manusia selalu dihinggapi rasa khawatir berhadapan dengan alam semesta.

Filosofi penelitian kuantitatif dikembangkan oleh filsafat positivisme dapat dijelaskan dari unsur-unsur dalam filsafat secara umum. dengan ditemukannya hukum-hukum alam. penelitian kuantitatif hanya akan meneliti semua sasaran penelitian yang berada dalam kawasan dunia empiris. ini berarti dua tahapan sebelumnya merupakan tahapan yang rendah dan primitif. tahapan ini merupakan tahapan dimana manusia dalam hidupnya lebih mengandalkan pada ilmu pengetahuan. dengan bekal itu manusia mampu alam serta menundukan/mengatur (pernyataan ini mengindikasikan adanya pemisahan antara subyek yang mengetahui dengan obyek yang diketahui) memanfaatkannya untuk kepentingan manusia. hanya fakta-fakta saja yang dapat diterima. Ontologi merupakan unsur dalam pengembangan filsafat sebagai ilmu yang membicarakan tentang objek atau materi kajian suatu ilmu. oleh karena itu yang penting dan punya arti hanya satu yaitu mengetahui (fakta/gejala) agar siap bertindak (savoir pour prevoir). Segala sesuatu yang bukan fakta atau gejala (fenomin) tidak mempunyai arti. dan aksiologi yang pengembangan setiap unsur disesuaikan dengan karakteristik ilmu masing-masing. Epistimologi merupakan unsur dalam pengembangan ilmu filsafat yang membicarakan bagaimana metode yang ditempuh dalam memperoleh kebenaran pengetahuan. oleh karena itu filsafat Positivisme merupakan filsafat yang anti metafisik. epistimologi. maka pada tahapan positif manusia lebih percaya diri. secara ontologis. Dalam . Epistimologi yang dikembangkan dalam penelitian adalah bagaimana cara untuk menemukan kebenaran yang koheren atau konsisten. Dalam hal ini. Comte menyebut hubungan-hubungan tersebut dengan konsep-konsep dan hukum-hukum yang bersifat positif dalam arti berguna untuk diketahui karena benar-benar nyata bukan bersifat spekulasi seperti dalam metafisika. Dengan memperhatikan tahapan-tahapan seperti dikemukakan di atas nampak bahwa istilah positivisme mengacu pada tahapan ketiga (tahapan positif/pengetahuan positif) dari pemikiran Comte. yaitu ontologi. Aksiologi membicarakan tentang sistem nilai suatu ilmu secara filosofis. Manusia harus menyelidiki dan mengkaji berbagai gejala yang terjadi beserta hubungan-hubungannya diantara gejala-gejala tersebut agar dapat meramalkan apa yang akan terjadi.tahap kedua manusia mencoba mempengaruhi kekuatan yang mengatur alam semesta. Tahapan positif merupakan tahapan tertinggi.

Pendekatan . Keempat konsep di atas mengandung maksud secara konsisten dan saling melengkapi dalam memahami konsep dasar penelitian kuantitatif. Ontologi (materi) 1. a. yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random. mengidentifikasikan konsep dasar penelitian kuantitatif digunakan beberapa konsep. Oleh karena itu. Kemanfaatan 2. data. Independentdependent 3. B. Bebas nilai 2. dan analisis (h. Dinamika Epistimologi (Metode) 1. melainkan harus ditinjau dari beberapa aspek. penelitian kuantitatif menjunjung tinggi nilai keilmuan yang objektif yang berlaku secara umum dan mengesampingkan hal-hal yang bersifat spesifik. konsep dasar penelitian dapat difahami dari beberapa aspek. Objektif 3. Koherensi 2. Generalisasi 4. Bambang Prasetya dan Lina Miftakhuljannah (2005). KARAKTERISTIK PENELITIAN KUANTITATIF 1.hal ini. Eliminasi dari totalitas 4. Konsep Dasar Penelitian Kuantitatif Pemahaman konsep dasar penelitian kuantitatif tidak bisa dipahami dari satu aspek tertentu. POSITIVISME 1. Realita terpisah-pisah 2. Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Diagram di bawah ini mengilustrasikan pengembangan filsafat positivisme dalam metode penelitian kuantitatif. metode. yaitu pendekatan.24-27). pengumpulan data menggunakan instrument penelitian. Korespondensi 3. analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Nomothetik Aksiologi (nilai) 1.

Asumsi Penelitian Kuantitatif a. c. d. b.Pendekatan (approach) dimaksudkan suatu strategi memecahkan permasalahan yang melibatkan berbagai komponen yang rumit. Dalam keilmuan termasuk penelitian sering digunakan istilah paradigma (paradigme). Pencarian bukti empiris melalui pengamatan dijadikan andalan pemecahan masalah. Data Kuantitatif Hasil pengamatan fakta empiri dinyatakan dalam ukuran kuantitatif berupa bilangan. Analisis Kuantitatif Analisa Kuantitatif merupakan pengolahan data dengan digunakan metoda statistika. 2. . Paradigma yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah pola berpikir positivistis. b. Metode Kuantitatif Metode disini menunjuk pada prosedur yang lebih bersifat teknis untuk penelitian kuantitatif. Bagaimana cara menjabarkan karakteristik variable dan menemukan keterkaitan antar variable penelitian. mengurangi. merupakan kerangka berpikir secara rasional-hipotesis-empiris. Asumsi Ontologis Ontologis menunjuk pada obyek ilmu baik materiil maupun formil. dengan digunakan prinsip dasar matematik menambah. mengkalikan.Statistik dapat dibedakan antara statistik deskriptf dan statistik inferensial. membagi dsb. karena merupakan hasil penelitian merupakan kunci kebenaran pengetahuan. Asumsi Epistimologis Epistimologis dimaksudkan metode yang digunakan suatu ilmu dalam upaya memperoleh pengetahuan yang benar sebagai khasanah ilmu yang bersangkutan. Kemudian dilanjutkan dengan teknik statistic untuk memperoleh satuan-satuan statistic yang diperlukan.

Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. e. d. Asumsi Hakekat Manusia Asumsi hakekat manusia pada prinsipnya manusia diatur oleh pola universal. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitiannya. JENIS METODE PENELITIAN KUANTITATIF 1.c. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain. . Kapan Metode Kuantitatif Digunakan Metode kuantitaf yang dimaksud dalam makalah ini adalah metode survey dan eksperimen. antara aturan dengan pelaksanaan. sehingga karakteristik dan subyektivitas individu tidak diperhatikan. berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur. Penelitian Survey (Survey Research Design) D. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat. Asumsi Aksiologis Aksiologis dimaksudkan nilai (value)atau kemanfaatan ilmu dalam kehidupan manusia. Penelitan Korelasi (Correlation Research) 3. Penelitian Komparasi (Causal-Comparative Design) 4. Experimental Research (Penelitian Eksperimen) 2. c. antara teori dengan praktek. Masalah adalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi. b. PENERAPAN PENELITITAN KUANTITATIF 1. antara rencana dengan pelaksanaan. C. Metode kuantitatif digunakan apabila: a. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi. d.

i. maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik. action research. maupun dengan wawancara observasi. dan dokumentasi. b. teori dan produk tertentu. Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti. Kompetensi Peneliti Kuantitatif a. f. kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah . Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner. Mampu menyusun instrumen baik tes maupun non tes untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti. dan mampu menghitung dan memilih jumlah sampel yang representatif dengan sampling error tertentu. Memahami teknik-teknik sampling. h. seperti probabiliti sampling dan nonprobabiliti sampling. d. expost facto. dan merumuskan hipotesis penelitian. Mampu menggunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti. Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan. 2. e. evaluasi dan R&D. Mampu menyajikan data. mampu menguji validitas dan reliabilitas instrumen.f. c. menganalisis data secara dirumuskan. Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif. Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis. Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim. ekperimen. Mampu melakukan analisis masalah secara akurat sehingga dapat ditemukan masalah penelitian pendidikan yang betul-betul masalah. g. j. seperti metode survey.

dan menyampaikan hasil penelitian ke pihak-pihak yang terkait. Supaya peneliti dapat menggali masalah dengan baik. evaluasi. l. Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas. Selain itu penemuan penelitian sebelumnya yang relevan juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (hipotesis). Proses Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif bertolak darii studi pendahuluan dari objek yang diteliti (preliminary study) untuk mendapatkan yang betul-betul masalah.k. policy research (selain metode naturalistik dan sejarah). maka peneliti harus menguasai teori melalui mmbaca berbagai referensi. expost facto. Mampu membuat abstraksi hasil penelitian. 3. Masalah tidak dapat diperoleh dari belakang meja. action research. Jadi kalau jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan. adalah tersedianya dana. Selanjutnya supaya masalah dapat dijawab maka dengan baik masalah tersebut dirumuskan secara spesifik. dan pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya. eksperimen. peneliti dapat membaca referensiteoritis yang relevan dengan masalah dan berfikir. Dalam penelitian kuantitatif metode yang dapat digunakan adalah metode survei. oleh karena itu harus digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris. dan kemudahan yang lainnya. Pertimbangan ideal untuk memilih metode itu adalah tingkat ketelitian data yang diharapkan dan konsisten yang dikehendaki. m. tetapi belum ada pembuktian secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis. dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah. waktu. Untuk menguji hipotesis tersebut penelitian dapat memilih metode/ strategi/ pendekatan/ desain penelitian yang sesuai. Mampu membuat laporan secara sistematis. . Sedangkan pertimbangan praktis. Untuk menjawab rumusan masalah yang sifatnya sementara (berhipotesis) maka.

Berdasarkan proses penelitian kuantitatif di atas maka tampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat linier. mulai dari rumusan masalah. baik yang berbentuk populasi maupun sampel. maka instrumen penelitian harus terlebih dahulu diuji validitas dan realibilitasnya. mengumpulkan data. Setelah data terkumpul. di mana langkah-langkahnya jelas. untuk pedoman waawancara atau observasi. analisis data. Sebelum instrumen digunakan untuk pengumpulan data. berhipotesis. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu. dan membuat kesimpulan dan saran. Bila peneliti ingin membuat generalisasi terhadap penemuannya maka sampel yang diambil harus representatif (mewakili).Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data dapat berbentuk tes. angket/ kuesioner. maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu. . Berdasarkan analisis ini apakah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang diajukan atau tidak. Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban terhadap rumusan masalah. berteori.

Tidak grounded. rasional dan sistematis. Sedangkan disebut kuantitatif karena data penelitian berupa angka – angka dan analisis menggunakan statistik.E. dan konfirmatori. dan perspektif “insider” Grounded. Metode kuantitatif sebagai metode ilmiah karena memiliki kaidah – kaidah ilmiah yaitu empiris. Penggunaan metode kuantitatif tidak dapat dilepaskan dari pemikiran positivisme. dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan. “rich. ekspansionis. 1996) membedakan perbandingan antara paradigma penenelitian kualitatif dan kuantitatif . seperti dapat dilihat dalam Tabel berikut. Penelitian berupaya mengungkap kebenaran relitas yang ada. terukur. orientasi verifikasi. orientasi eksplorasi. obyektif. Tabel Perbandingan paradigma kualitatif dan kualitatif Paradigma Kualitatif Mengajurkan penggunaan Paradigma Kuantitatif metode Menganjurkan penggunaan metode kuantitatif kualitatif Fenomelogisme dan verstehen dikaitkan Logika positivisme:”Melihat fakta atau kasual dengan pemahaman perilaku manusia fenomena sosial dengan sedikit melihat bagi dari frame of reference aktor itu sendiri pernyataan subyektif individu-individu” Observasi tidak terkontrol dan Pengukuran terkontrol dan menonjol naturalistik Subyektif Dekat dengan Obyektif data:merupakan Jauh dari data: data merupakan perspektif “outsider” diskoveri. deskriptif. Fry (1981. et al. dalam Ahmad Sonhadji. Metode kuantitatif juga disebut metode discovery karena dengan menggunakan metode ini ditemukan dan dikembangkan metode baru. inferensial deduktif-hipotetik Orientasi hasil Reliabel:data dapat direplikasi dan “hard” Dapat digeneralisasi:studi multi kasus Partikularistik Asumsi realitis stabil . dan “deep” Tidak dapat digeneralisasi:studi kasus tunggal Holistik Asumsi realitas dinamik reduksionis. PERBANDINGAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode penelitian. Keyakinan dasar dari paradigma positivisme berakar pada paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas berada (exist) dalam kenyataan dan berjalan sesuai dengan hukum alam (natural law). induktif Orientasi proses Valid: data “real.

Jakarta: Raja Grafindo. . Metode Penelitian Kuantitatif.DAFTAR PUSTAKA Bambang Prasetyo & Lina Miftanul Jannah (2005).

Metode Penelitian Kuantitatif.:LPP UNS Press . (2008). T. Metode Bandung:Alfabeta Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Surakarta.Sugiyono. (2008). Widodo.