MAKALAH ILMU KEPERAWATAN DASAR 3 PROSES KEPERAWATAN

DISUSUN OLEH ARWINDA SWASTITI G1B110095

DOSEN PEMBIMBING: ERNAWATI S.Kp M.Kep

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JAMBI 2011/2012

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Terima kasih. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang PROSES KEPERAWATAN yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. PENULIS i . Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.

......................................................ii Bab 1 pendahuluan 1......3 Sumber data ................................................................................................................................ 11 Beberapa hal yang perlu di pertanyakan dalam evaluasi.......4 Merumuskan penilaian keperawatan..............................................................................................................................................................................4 Metode pengumpulan data ..................................................................15 Saran............................................................... 12 6............DAFTAR ISI no Kata pengantar..........................7 Perbedaan diagnosa keperawatan dan diagnosa medis............................................................................................................................................................................................. 6 Jenis – jenis diagnosa keperawatan......................................................................................................................................................................................... 7 Priorotas diagnosa keperawatan ................i Daftar isi......13 Pengertian menurut para ahli..................................... 9 5.......................1 latar belakang......................................................................................................1 1..................................... 7 4....2 rumusan masalah.............................................................................................................................................................................................................................13 Manfaat dokumentasi....................................................................................1 1............................3 tujuan ...............................13 Prinsip dokumentasi....................................................................................... 10 Langkah – langkah eveluasi... 10 Tahap evaluasi................................................................................................................................................. 7 Persyaratan diagnosa keperawatan......................................................................................................... 5 3.........................................13 Tujuan dokumentasi..........1 implementasi keperawatan...........................................................................................1 diagnosa keperawwatan..... 6 Komponen perencanaan keperawatan...................................................................................................................................1 dokumentasi keperawatan..........................................................................1 pengkajian keperawatan...............3 Pengumpulan data............................................................................................................ 8 Pengertian...............................................3 Tipe data................................................................................................................................15 Daftar rujukan ii ............................................................2 Bab II pembahasan 2...................................................................................................................................8 Jenis implementasi.... 10 Metode evaluasi.............10 Pengertian ...1 evaluasi keperawatan.................................... 11 Hasil evaluasi ...................................14 Bab III Penutup Kesimpulan....................................................................................................................................................................................... 4 Dokumentasi keperawatan...................................

1. 1991) Metoda pemberian asuhan keperawatan yang terorganisir dan sistematis.1 BAB 1 PENDAHULUAN 1. Proses perawatan merupakan suatu metode bagi perawat untuk Memberikan asuihan keperawatan kepada klien.1 LATAR BELAKANG Sebelum menyusun suatu asuhan keperawatan yang baik. Kemudian dapat dirumuskan diagnosa keparawatannya.1986) Suatu aktifitas yang dinamika dan berkelanjutan yang meliputi interaksi perawat klien dan proses pemecahan masalah (Schultz dan Videbeck). Proses keperawatan bukan hanya sekedar pendekatan sistematik dan terorganisir melalui enam langkah dalam mengenali masalah-masalah klien. . 1. Bersifat saling bergantung satu dengan yang lain. keluarga. dan cara pemecahan masalah. Bersifat teratur dan sistematis. Memberikan asuhan keperawatan secara individual.3 TUJUAN PENULISAN MAKALAH Dari rumusan masalah yang terdapat dalam poin ke 2 dapat dirumuskan tujuan penulisan makalah sebagai berikut :  Untuk menghasilkan asuhan keperawatan yang berkualitas sehingga berbagai masalah kebutuhan klien dapat teratasi. Dapat digunakan dalam keadaan apapun. Adapun karakteristik dari proses keperawatan antara lain:       Merupakan kerangka berpikir dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. namun merupakan suatu metode pemecahan masalah baik secara episodic maupun secara linier. kita harus memahami langkah langkah dari proses keperawatan. dan komunitas. Klien menjadi pusat dan menghargai kekuatan klien. berfokus pada respon yang unik dari individu terhadap masalah kesehatan yang actual dan potensial (Rosalinda.2 RUMUSAN MASALAH Adapun pokok-pokok rumusan yang di bahas dalam makalah ini meliputi:   Pengertian dari proses keperawatan ? Tahap – tahap dari proses keperawatan ? Meliputi menjelaskan pengertian dan tujuan. Beberapa pengertian proses kaparawatan adalah sebagai berikut Suatu metoda pemberian asuhan keperawatan yang sistematis dan rasional (Kozier.

dalam proses keperawatan. . Dapat mengetahui perkembangan pasien dari berbagai tindakan yang telah dilakukan untuk menentukan tingkat kebersihan . Dapat mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan. Dapat melaksanakan tindakan keperawatan setelah direncanakan . Dapat menentukan diagnosis keperawatan yang ada pada manusia setelah dilakukan identifikasi. Dapat menentukan rencana tindakan yang akan dilakukan setelah diagnosis dikerjakan.2       Untuk mencapai kebutuhan secara umum.

tidak lengkap.3 Tipe Data Selama pengkajian. Pengukuran data objektif didasarkan pada standar yang diterima. pengamatan perawat. durasi. Data deskriptif berasal dari persepsi klien tentang gejala. perawat mendapatkan dua tipe data.3 BAB II PEMBAHASAN 2. lokasi. Adapun tujuan dari pengkajian adalah sebagai berikut :       menjelaskan tentang Pengumpulan Data menjelaskan tentang Tipe Data menjelaskan tentang Sumber-sumber Data menjelaskan tentang Metode Pengumpulan Data menjelaskan tentang Merumuskan Penilaian Keperawatan menjelaskan tentang Mendokumentasi Data 2. dan intensitas nyerinya. atau laporan dari anggota tim perawatan kesehatan. Hanya klien yang dapat memberikan informasi tentang frekuensi. Pengumpulan data yang tidak akurat. Hanya klien yang dapat memberikan informasi. adanya nyeri merupakan temuan subjektif. perawat harus waspada bahwa masalah ini dapat terjadi pada perubahan fisiologi. atau tidak sesuai mengarah pada identifikasi kebutuhan perawatan klien yang tidak tepat dan akibatnya diagnosa keperawatan yang dibuat menjadi tidak akurat. persepsi dan pengamatan keluarga. 2. seperti in Sebagai contoh. singkat dan lengkap. . atau stres mental. ketidaknyamanan fisik. Data Subjektif adalah persepsi klien tentang masalah kesehatan mereka. subjektif dan objektif.1 Pengkajian keperawatan Pengkajian keperawatan adalah proses sistematik dari pengumpulan. Meskipun hanya klien yang dapat memberikan data subjektiv yang relevan terhadap perasaan ini. Data subjektif biasanya mencakup perasaan ansietas. yang teridentifikasi melalui pengumpulan data objektif.2 Pengumpulan Data Perawat mengumpulkan data yang bersifat deskriptif. verifikasi. Data Objektif adalah pengamatan atau pengukuran yang dibuat oleh pengumpul data. Pengkajian tekanan darah klien dan identifikasi ukuran ruam tubuh setempat adalah contoh data objektif yang teramati. atau centimeter pada pita pengukur. tidak lengkap atau tidak sesuai. dan komunikasi data tentang klien. seperti ukuran celsius pada termometer. Suhu tubuh dan lingkar kepala adalah contoh dari data objektif yang dapat diukur.

4 2. hasil dari pemeriksaan diagnostik dan laboratorium. melakukan pengamatan . kesehatan spiritual. dan literatur medis atau keperawata yang berkaitan.5 Metode Pengumpulan Data 1) Jenis teknik wawancara Pada situasi darurat mengharuskan tipe teknik wawancara dimana perawat mengajukan pertanyaan fokus yang berkaitan dengan status fisik klien. teman dekat. pemeriksaan fisik. keluarga. riwayat sosial buda.6 Merumuskan Penilaian Keperawatan Perawat secara kritis memilih tipe informasi yang dikumpulkan tentang klien. Pemeriksaan fisik adalah mengukur tanda-tanda vital dan pengukuran lainnya serta pemeriksaan semua bagian tubuh dengan menggunakan teknik inspeksi. perkusi. 2. anggota tim perawatan kesehatan. 2) Riwayat Kesehatan Keperawatan Riwayat kesehatan keperawatan adalah data yang dikumpulkan tentang tingkat kesejahteraan klien (saat ini dan masa lalu). riwayat keluarga. auskultasi. Perawat dapat menggunakan berbagai teknik wawancara untuk mendaptkan informasi yang diperlukan dari klien atau sumber lainnya. catatan kesehatan. 3) Pengkajian Fisik Pengkajian fisik dan pengumpulan data laboratorium dan diagnostik mencakup pengumpulan objektif. dan reaksi mental serta emosi terhadap penyakit. 4) Data Diagnostik dan Laboratorium Sumber data pengkajian yang terakhir adalah hasil dari pemeriksaan diagnostik dan laboratorium. perubahan dalam pola kehidupan. artinya bagi perawat untuk menelaah hasil pemeriksaan ini untuk memastikan perubahan yang teridentifikasi dalam riwayat kesehatan keperawatan dan pemeriksaan fisik.4 Sumber-sumber Data Data didapatkan dari klien. menginterprestasi informasi untuk menentukan abnormalitas. palpasi. Riwayat keperawatan dikumplkuna selama wawancara dan merupakan langkah pertama dalam melakukan pengkajian. informasi yang dapat diamati yang tidak dikaburkan oleh persepsi klien. 2. Pemeriksaan ini sangat penting.

Kedua. dan kemudian menyebutkan masalah klien dalam format diagnosa keperawatan. maka hal tersebtu hilang dan tidak tersedia pada data dasar. Jika suatu hal tidak dicatat. Bahkan informasi yang tampaknya menunjukkan abnormalitas skalianpun harus dicatat. dan mewajibkan pengumpulan data dan pencatatan sebagai fungsi mandiri esensial untuk peran perawat profesional.lebih lanjut untuk mengklarifikasi informasi. 5 2. Kelengkapan dalam dokumentsi penting untuk dua alasan. Menjadi faktual adalah mudah setelah hal tersebut menjadi kebiasaan. Pertama. Aturan umum yang berlaku adalah. jika hal tersebut dikaji maka harus dicatat. Kelengkapan dan ke akuratan diperlukan ketika mencatatkan data. pengamatan dan pencatatan status klien adalah tanggung jawab legal dan profesional. Undang-undang praktik perawat disemua negara bagian. . Informasi tersebut mungkin akan berkaitan nantinya. dan berfungsi sebagai nilai dasar untuk perubahan dalam status. semua data yang berkaitan dengan status klien dimasukkan.7 Dokumentasi Data Dokumentasi data adalah bagian terakhir dari penkajian yang lengkap.

Carpenito. 1997). 1997). keluarga dan masyarakat sangat rentan untuk mengalami masalah bila tidak diantisipasi oleh tenaga keperawatan. Diagnosa keperawatan sindroma (Syndrome Nursing Diagnoses). misal “Potensial terhadap peningkatan proses keluarga” (Craven & Hirnle. 1997). Fry dengan menguraikan langkah yang diperlukan dalam mengembangkan rencana asuhan keperawatan. 2000. 3. dan faktor-faktor yang berhubungan (Craven & Hirnle. Namun banyak perawat-perawat telah diperkenalkan untuk menghindari sesuatu yang bersifat sementara dan NANDA tidak mengeluarkan diagnosa keperawatan untuk jenis ini (Craven & Hirnle. memberikan arahan pada asuhan keperawatan. dapat dilaksanakan oleh perawat dan mencerminkan keadaan kesehatan klien. 1997) diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis mengenai seseorang. Pernyataan diagnostik untuk diagnosa keperawatan sejahtera merupakan bagian dari pernyataan yang berisikan hanya sebuah label. Carpenito. 1997). 2000. adalah ketentuan klinis mengenai individu. antara lain:  Diagnosa keperawatan aktual (Actual Nursing Diagnoses).6 3.1 DIAGNOSA KEPERAWATAN Pada tahun 1953. Carpenito. Label ini dimulai dengan “Potensial terhadap peningkatan……. NANDA telah menyetujui dua diagnosa keperawatan sindrom yaitu “Sindrom trauma perkosaan” dan “Risiko terhadap sindrom disuse” (Carpenito. Menurut North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) (1990. Struktur diagnosa keperawatan komponennya tergantung pada tipenya. Diagnosa keperawatan adalah struktur dan proses. 2000. adalah pernyataan tentang masalah-masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan. keluarga dan masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ketingkat kesehatan yang lebih baik. Carpenito. Tipe dari diagnosa keperawatan ini mempunyai empat komponen yaitu label. Diagnosa keperawatan sejahtera (Wellness Nursing Diagnoses). 2000. Diagnosa keperawatan risiko dan risiko tinggi (Risk and High-Risk Nursing Diagnoses). spesifik dan akurat. dibanding yang lain pada situasi yang sama atau hampir sama (Craven & Hirnle. Adapun persyaratan dari diagnosa keperawatan adalah perumusan harus jelas dan singkat dari respons klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi. definisi. diikuti tingkat sejahtera yang lebih tinggi yang dikehendaki oleh individu atau keluarga. istilah diagnosa keperawatan diperkenalkan oleh V. terdiri dari sekelompok diagnosa keperawatan aktual atau risiko tinggi yang diduga akan tampak karena suatu kejadian atau situasi tertentu. Diagnosa keperawatan aktual menyajikan keadaan yang secara klinis telah divalidasi melalui batasan karakteristik mayor yang dapat diidentifikasi. Diagnosa keperawatan memberikan dasar-dasar pemilihan intervensi untuk mencapai hasil yang menjadi tanggung gugat perawat.”. batasan karakteristik. 1997). adalah keputusan klinis bahwa individu.2 jenis Diagnosa Keperawatan.     . Diagnosa keperawatan kemungkinan (Possible Nursing Diagnoses). keluarga atau masyarakat sebagai akibat dari masalah-masalah kesehatan/ proses kehidupan yang aktual atau risiko. dalam Carpenito.

7 3.4. Berubah sesuai dengan perubahan respons klien. adalah gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan karena adanya kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi. Dapat dilaksanakan intervensi keperawatan oleh perawat. Persyaratan diagnosa keperawatan. Perbedaan Diagnosa Keperawatan Dengan Diagnosa Medis.5.yaitu Kebutuhan fisiologis. Berdasarkan Kebutuhan maslow. Berdasarkan sarana/sumber yang tersedia. Beberapa perbedaan antara diagnosa keperawatan dengan diagnosa medis dibawah ini:  Diagnosa keperawatan : Berfokus pada respons atau reaksi klien terhadap penyakitnya.Keadaan yang mengancam kehidupan.kebutuhan keamanan dan keselamatan. tanda atau gejala relevan yang muncul sebagai akibat adanya masalah.kebutuhan mencintai dan dicintai.  .3 Komponen perencanaan Keperawatan.Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan. bio-psiko-sosio-spiritual. c. Menyusun prioritas sebuah diagnosa keperawatan hendaknya diurutkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan utama klien.   3. Memberikan arahan pada rencana asuhan keperawatan. b. Spesifik dan akurat. Prioritas Diagnosa Keperawatan. Sign/symptom (tanda/ gejala). Merupakan pernyataan dari: P(Problem)+ E (Etiologi)+S (Sign/Simptom) atau P (Problem) + E (Etiologi).kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri.Keadaan yang tidak gawat dan tidak mengancam kehidupan. 3. 3. Persyaratan Diagnosa Keperawatan. Diagnosa Medis : Berfokus pada faktor-faktor yang bersifat pengobatan dan penyembuhan penyakit. Mengarah kepada fungsi mandiri perawat dalam melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi. dengan kategori:  Berdasarkan tingkat Kegawatan a.6.    Problem (masalah). adalah ciri. adalah keadaan yang menunjukkan penyebab terjadinya problem (masalah). Etiologi (penyebab). Berorientasi pada kebutuhan individu. meliputi:      Perumusan harus jelas dan singkat berdasarkan respon klien terhadap Situasi atau keadaan kesehatan yang sedang dihadapi.

2) Melibatkan klien dengan mempertimbangkan energi yang dimiliki. 1995) adalah sebagai berikut: 1) Berdasarkan respons klien. dalam Potter & Perry. 6) Penampilan perawat yang bijaksana dari segala kegiatan yang dilakukan kepada klien. hakikat stressor. mulai dari sakit sampai sembuh. standar pelayanan professional.2. 5) Upaya rasa aman dan bantuan kepada klien dalam memenuhi kebutuhannnya. Dalam Implementasi tindakan keperawatan memerlukan beberapa pertimbangan. . 4. pengobatan. 1997). atau tindakan untuk mencegah masalah kesehatan yang muncul dikemudian hari.8 Berorientasi kepada keadaan patologis Cenderung tetap. tindakan untuk memperbaiki kondisi. pengertian terhadap penyakit dan intervensi. Beberapa pedoman dalam pelaksanaan implementasi keperawatan (Kozier et al. antara lain: 1)Individualitas klien. penyakitnya. Ukuran intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien terkait dengan dukungan. hasil penelitian keperawatan. Mengarah kepada tindakan medik yang sebahagian besar dikolaborasikan kepada perawat.. 3) Berdasarkan penggunaan sumber-sumber yang tersedia. 3) Pencegahan terhadap komplikasi yang mungkin terjadi. 1994.1 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN 4. PENGERTIAN Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon. keadaan psiko-sosio-kultural. 4) Mempertahankan kondisi tubuh agar penyakit tidak menjadi lebih parah serta upaya peningkatan kesehatan. dengan mengkomunikasikan makna dasar dari suatu implementasi keperawatan yang akan dilakukan. hukum dan kode etik keperawatan. 2)Berdasarkan ilmu pengetahuan. 4)Sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugat profesi keperawatan. pendidikan untuk klien-keluarga.

menjaga rasa aman. kolaborasi.9 5) Mengerti dengan jelas pesanan-pesanan yang ada dalam rencana intervensi keperawatan. membuat strategi untuk klien dengan disfungsi komunikasi. bertindak sebagai advokasi klien. antara lain: 1. 6) Harus dapat menciptakan adaptasi dengan klien sebagai individu dalam upaya meningkatkan peran serta untuk merawat diri sendiri (Self Care). menghubungkan tingkat pengetahuan klien dengan kegiatan hidup sehari-hari. mengawasi tim keperawatan.Interpersonal implementations. dan lain lain.11) Kerjasama dengan profesi lain. 9) Memberikan pendidikan. 7) Menekankan pada aspek pencegahan dan upaya peningkatan status kesehatan. meliputi koordinasi kegiatan-kegiatan. meningkatkan pelayanan. memberikan dukungan spiritual. serta menciptakan lingkungan sesuai kebutuhan. 2. menciptakan komunikasi terapeutik. dan lain lain. memberikan umpan balik. 10) Bersifat holistik . meliputi pengajaran/ pendidikan. melakukan tindakan keperawatan mandiri. menetapkan jadwal personal. melakukan aktivitas rutin keperawatan. harga diri dan melindungi klien. 12) Melakukan dokumentasi Dapat 4. meliputi pemberian perawatan kebersihan kulit.3 JENIS IMPLEMENTASI Menurut Craven dan Hirnle (2000) secara garis besar terdapat tiga kategori dari implementasi keperawatan. 3. dukungan dan bantuan. role model. menemukan perubahan dari data dasar klien. mengawasi penampilan klien dan keluarga. pengungkapan perasaan.Cognitive implementations. dan lain-lain. . dan rujukan.Technical implementations. mengorganisir respon klien yang abnormal.

Tahap evaluasi Evaluasi di bagi menjadi 2 jenis : 1) Evaluasi berjalan (sumatif) Evaluasi jenis ini di kerjakan dalam bentuk pengisian format catatan perkembangan dengan berorientasi kepada masalah keluarga.1 pengertian evaluasi Tahap evaluasi merupakan perbandingan yang sistematik dan terencana tentang kesahatan klien dan tenaga kesehatan lainnya. Evaluasi terbagi menjadi 3 :  Evaluasi struktur Di fokuskan pada kelengkapan tata cara atau keadaan sekeliling tempat pelayanan keperawatan di berikan.10 V EVALUASI 5.  Evaluasi hasil Evaluasi hasil berfokus pada respons dan fungsi klien . 2) Evaluasi akhir Dengan cara membandingkan antara tujuan yang akan di capai. Evaluasi keperawatan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses keperawatan yang berguna apakah tujuan dari tindakan keperawatan yang telah di lakukan tercapai atau perlu pendekatan lainnya.  Evaluasi proses Evaluasi berfokus pada penampilan kerja perawat dan apakah perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan sesuai wewenang. Metode evaluasi Metode yang di pakai dalam evaluasi antara lain :    observasi langsung wawancara memeriksa laporan .

Membandingkan data baru dengan standar yang berlaku. Menafsirkan data baru. 5. 4. Keluarga telah mencapai hasil yang di tentukan dalam tujuan.sehingga perllu penambahan waktu. 3. Keluarga tidak dapat mencapai hasil yang telah dii tentukan. 4. Menghentikan tindakan / kegiatan yang tidak berguna. Untuk menambah ketepat gunaan tindakan keperawatan. 2.sehingga rencana munggkin di hentikan.antara lain : 1) Kognitif (pengetahuan) 2) afektif(status emosional) 3) Psikomotorik Penentuan keputusn pada tahap evaluasi Ada 3 kemungkinan keputusan pada tahap ini: 1.standar dan pertanyaan evaluasi. Mengumpulkan data baru tentang klien. 6. Untuk pengembangan dan penyempurnaan praktik keperawatan. Langkah – langkah evaluasi 1. 2. Alasan penting nya penilaian 1. Hasil evaluasi . Merangkum hasil dan membuat kesimpulan. 3. 3. Melaksanakan tindakan sesuai berdasarkan kesimpulan. Sebagai bukti hasil dari tindakan perawatan. Menentukan kriteria.11  latihan stimulasi Mengukur pencapaian tujuan keluarga Faktor yang di evaluasi ada beberapa komponen. 2. Keluarga masih dalam proses mencapai hasil yang di tentukan.

Pertimbangan faktor-faktor yang unik. Tujuan tercapai sebagian. 3.keefektifan di tentukan dengan melihat respon keluarga dan hasil bukan intervensi-intervensi yang di implementasikan. Kecukupan informasi 2. Beberapa hal yang pelu dipertanyakan dalam evaluasi 1. . 7. Tujuan tidak tercapai. Tujuan tercapai. 8. Perhatian terhadap rencana medis untuk terapi. Logika hasil yang di harapakan. 6. 5. 4. Kesesuaian rencana dengan masalah.12 1. 3. Kesimpulan Evaluasi di dasarkan bagaimana efektifnya intervensi-intervensi yang di lakukan oleh keluarga. Relevansi faktor-faktor yang berkaitan. Prioritass masalah yang di susun. Penjelsan dari tindakan keperawatan yang di lakukan. 2.perawat dan yang lainnya.

impelemntasi dan evaluasi. Metode pemecahan masih dalam askep yang telah diberikan meliputi 4 langkah : pengkajian. 6. Pengertian Dokumentasi.  Dokumentasi legal. perencanaan.2.4. menginplementasi dan mengevaluasi askep. Jieger. 1.  Memberi kepuasaan kepada perawat.Metode pemecahan masalah sistematis yang diterapkan dalam askep.3. kaset dan lain-lain. proses keperawatan yang meliputi : . menimplementasi strategi pemecahan masalah mengevaluasi efektifitas dari tindakan keperawatan yang telah diberikan. 3. Metode sistematis untuk mengidenfikasi masih klien. 2.13 VI DOKUMENTASI 6. Proses pemecahan masalah dan diterapkan untuk mengambil keputusan tentang askep pada klien meliputi 5 langkah pengkajian. Otentik yang dapat dibuktikan secara hukum dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan aturan dan dapat digunakan untuk melindungi klien ( Infurmes Concent ).  Sebagai sarana dokumentasi fungsi : Membantu pelaksanaan asuhan yang diberikan secara team meningkatkan kecermatan dan mengurangi kesalahan membantu terwujudnya efektivitas dan efistensi waktu. 4.  Pendidikan. 6. implementasi dan evaluasi.Indentifikasi dalam pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi.  Tersedia metode yang terorganisir dalam askep. Kozier dan ERB.  Sarana penelitian.  Audit / pemeriksaan. Kesimpulan : Dokumentasi keperawatan . video klip.  Sebagai statistik. . Yaitu setiap penglihatan / bukti fisik dapat berupa tulisan. Manfaat Dokumentasi Keperawatan. yang telah dilakukan dan dpat dikumpulkan / dipakai kembali ( thyredot ) atau semua data. merencanakan.  Mendorong partisipasi klien. Whole.  Mencegah pengabaian dan penanggulangan yang tidak perlu. foto. . Tujuan Dokumentasi Keperawatan. Sekelompok tindakan yang dilakukan untuk menentukan.  Mempermudak komunikasi.1. perencanaan. merencanakan. diagnosa. Ellis dan Nowlis. 6.  Memberi fleksibilitas dalam memberi askep. Pengertian Dokumentasi Keperawatan Menurut Ahli.

 Berisi pemasukan terhadap kegiatan keperawatan dan kelanjutannya.5.  Dalam pencatatan sebagai pelayanan secara identik kejadian kegiatan setiap langkah proses keperawatan. .14 6.  Penulisan hal-hal pokok terhadap komunikasi secara kintinue tiap langkah proses keperawatan..  Pencatatan identik untuk mengidentifikasi merencanakan dan mengevaluasi.  Catatan yang telah didokumentasi secara spesifik didasari oleh standar yang ada.  Memerlukan format setiap langkah proses keperawatan. Prinsip Dokumentasi Keperawatan.  Setiap kegiatan yang telah dikelompokkan dicatat dan didokumentasi.  Merupakan dokumentasi legal dari data yang diperoleh.

Saran Untuk memahami secara keseluruhan situasi yang sedang dihadapi oleh klien dengan cara memperhatikan kodisi fisik. Dimana proses keperawatan merupakan kerangka kerja dalam proses keperawatan. . 2.15 BAB III PENUTUP A. B. emosi. psikologi. Proses keperawatan adalah metode yang sistematis. sosial kultural dan spritual yang bisa mempengaruhi status kesehatan agar dalam melaksanakan proses keperawatan pasien lebih merasa nyaman dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran perawat. dimana perawat dan klien bekerjasama. Kesimpulan 1. 3. Dengan proses keperawatan kita mendapatkan asuhan keperawatan yang efektif dan efisien dengan partisipasi aktif dari klien.

1993. 2009. Proses Keperawatan dan Berpikir Kritis.16 DAFTAR PUSTAKA Deswari. Jakarta : Salemba Medika Rofi’udin.jakarta:EGC .ahmad dkk.1990.malang:ya3 malang Carpeniiti.lynda.renncana asuhan dan dokumentasi keperawatan.paduan penulisan makalah.

91    .8 %.3.8897:9:7   14:8.7...9::..9..8-0714:85..9.3 .:.:.8-0714:85.39.3.805..50..303/..38:3 O .:.8..80383/07.35.39...5..:..7.8 094/0.31:3803  %.507.31472.3207:5./038  .:..5.3   ..307.9/.9.3/.3 O 4-807.  .:./  .30507.9 50..30507.003.9..3808:.5....   .3...3 50702-....3.390703..7085438/.77.8 .30...3 -07:3.25.9.3..7.:.3 08.:.9././.  094/00.:..0:.003.:.9.../.3.8. O 202078.9/.3   .:.8.3.507...3/..202-.9.3/-07.3.547.33..5.3.503.9.35748080507..9..3.50..7/.9::.3.30507.3-0747039..:./.203.:.   ''&$  503079..3.8.....3.380039025.7 03..:...3.7.20.3/3./.9039.9.  .8.3507-.:..3/3..080.2 202-07.3/.350.3.9.39.5.8907-.3907.7..8-07.:.8207:5..2-039:5038.8   ..388902.:..2.9/.:507: 503/0.3 8:2.390..8/-.793/.8..3/03.8574808   ./.33.39./.203..80507...9.:0.3903.7.9..3/5.3.5.

9.389.7.2574808203./.947.187..3/0.7:    02-.7.-.203.7...7.:    07..507: 503.39...3    ...3./.0.90.9..3.30.3/3.3.-07/.39::.90825:.8..393/..-.393/.8.29::.7:/03.3   4391 50309.8.30825:.7/.8.7...703.3.3  ..53   0:.02:33.3   03039.3.3.9:    0:..35.9:8024843.:.3/9039:.305:9:8. .4254303 .2-..3.. 89.3808:.-.3    0:.503.8/.3892:..8.9203.:.5.5.305:9:835.5./9039:.35079.3/.3  .8    03:25:.3:2.8 /.9.8  03::7503.3-07.390.3503933.9.30:.5.37907.3    0.5..3202-:.3/9039:./.3/.8   03039:.2.3/.3/.8.1091 89.9.3 803.-0-07.:. 2:33/039. ..50.7:9039.:.303    03.9.7..5.    !8424947 !03039:....  O .7.8/./.3/.:.3 803.9/.3/.8.

.:..80.3/.9.393/.9..3    &39:50302-.30507.9:3..0...793/..3  .8/.0905.-:9.    &39:203.3507..3.8 .90507.39/.3503025:73.357.3.9.2-.9.-07:3..3    $0-.

3.3-07.3907.3907.947 1.331472.    %::..3      .80-.. 507.8   0.5..9.038 3907.3  0825:.9.350:/5079.3/../.30507.3..8-:.907./03.3.3:3    !07.8. /..31.3/9039:.3/03.    !0792-.32.3907..947 1.3    !7479.8//...    %::.5703.7..3/.::5.:.7.3703.882.  0-07.3/.038 3907.7.3..3907.20.8..381.3.5.340 0:.9.3/.8.3.5..3. 001091.3-....5    4.8.33907..9/.33.3    !0308.3..:.3/8:8:3    0808:.20/8:39:907.038.3/2502039..7.8.5.947..2.3  .793/.038.947.:.3..320.010913.3    %::.3/...8   #00.5.:.97085430:.39/.

8   .  ' &%$   !03079.9.5503.3.34:2039.9:809.

9:8.-:918/.3/5.3.3 .390.3 1494 .3/.5.809/.3 ./045 ./.9-07:5.9/:25:.:.3 .

3202-.:.9..793/.348.90../.805    007  !748085020..9:  4:2039.: 802:.8/.2202-07.039     !03079.8:.8.8055..3/. 50703.:.3 203:7.3.8/.3.989  !03//.80507.3 2033502039.. /-07..8  0825:./5.3:.3/907.0.3 5748080507.3..:.3..805  03/47435.9/5079.-.80507..5.2-05:9:8.8  02-07108-9...39:907::/3.3/.2.503.7.905020.34:2039.805     %::.80.3.3..3  :/9...39039.305.-.8.9. /03.30.5.308.3/..803 20703.30.3/.9.5.3205:9.3/.3.30189038.25020..:.3 20703.507:  025072:/.3../.3.3 2032502039.32030.3/.3/..80507.5.503.803  02-0705:.88902.3.39/.9.3  50703.32..22033.34:2039..82./-07.2.81:38 02-..3.32./...98:39:203/031.9/:3..3.8.072.2094/0.380.32.3.8.8/.32..8..9.3 2502039.30.94:2039.507.9..  $.3.39:50.3.8 897.9.5.8/..3...3 /./4:2039.7.3  $0-.3:39:203..31.89.8.3808:./.3#  094/088902.80507..3  03.9..8    40  $00425493/.8010919. 03205:9./.3.390.30507..387/.3:3.348  094/05020.805.42:3.8/.080..303:7:9    407/.9.::2/.3.3/. 970/49 ..3  $0-.503.3/..3    8/.34:2039.9.9  %0780/.7.0109.98.3503..2......7..8 /.3 2500239.9:7.5    ..32.8.3:39:203/:303 31:720843.9.02-.8/.805  3/0391.  9039.3...9.2030.7985.3/-07..3/907..390747..9/-:9.8.8/...3205:9 094/05020.380.3:39:203039:.50309.:...390..

.502078.3  .

/.9.3/039:39:203/0391.544907.3  07:5./.390.5..3/. .7.80.33...9.3/.9.5.9/.8  !03.9.    !73854:2039.30507.//4:2039.  .3:9..542:3..574808 0507.3/4:2039.3.7.9.3.9.30.9.880./.9.    .7./04254.3/./.50.:..9.74089.8:.820703.7/.9...3.3  $09.2503.574808 0507.../0390.3/50740  .9.380.3809.880.3.3  0207:..5748080507.30.7.3   !03:8.32030..3.9809....5.9.3.9.3//4:2039.8  078502.393:09./.9...85081//.3907.8.9.9.3/.50.3.3.80507..390..50.380-.31472.3.

9.5748080507.3 &39:202.9:8 080.3   !748080507.7.7.9                                   .9.803 0- 207. 203/...07.2.2 20.3 01803 /03.98 /2.3/.8..3 574808 0507.389:.5.   2.307.3207:5.39/.3 .7 /.3   03.30.3 9.25748080507.7: 89..2.8.3. ..35.8:.3.303-007.9.9..388902. 202507.080:7:.280.9.9.7.8.507./...9.3/../7.3 8579:...9/.3 5..907. /..    !&%&!    0825:.8.7985. 202503.9.8.2094/0.3 -8.3:/03.3507.54003/03.3..380/.703     $././.207.3 01091 /..8.3..3 ..3 .3 0507.3.91/. :9:7.3.3 .3 574808 0507.3 4/8 18  5844  0248  848.9.

.8:.0/. 2.2..80507.75039 3/...02-.79..3.7   !748080507.3.3503:8.$.3/.30757798 .32.9.//  5.....3  .  #41 :/3 .79./:.2. .  7033.3/.9.   %#!&$%  08.3 ..3/4:2039.